Page 27

LAMPUNG RAYA

KAMIS, 29 OKTOBER 2009

27

Lamsel-Tanggamus-Pesawaran-Pringsewu

Didemo soal CPNSD, Helmi Tolak Menemui Laporan Mustakim/Agus Editor: Suprapto PRINGSEWU – Ratusan mahasiswa Pringsewu menyesalkan sikap Pj. Bupati Helmi Machmud yang memilih bertahan di ruang kerjanya dan tidak mau menemui mereka ketika menggelar aksi damai kemarin. Meski begitu, mahasiswa yang mendatangi kantor bupati itu tetap mendesak penerimaan CPNSD 2009 di Pringsewu dilaksanakan secara transparan. Ratusan mahasiswa memulai berorasi dari Tugu Bambu di Jl. Sudirman, depan kantor Pj. bupati, pukul 09.00 WIB. Setelah sekitar 20 menit, mereka meminta Pj. bupati menemui mereka. Namun, Helmi tetap memilih bertahan dalam

ruangannya. Massa yang mengusung poster dan terus berorasi kesal Helmi menolak menemui mereka. Mereka pun ramai-ramai memaki Pj. bupati dengan teriakan keras. Jalannya aksi pun sempat memanas ketika para pendemo merangsek masuk halaman kantor bupati yang kemudian dihadang dua peleton pasukan Pol. PP. Aksi saling dorong pun tak terhindarkan yang memicu nyaris terjadi keributan. Bahkan, sejumlah mahasiswa sempat terjatuh dan terinjak Pol. PP. Mahasiswa berhasil menerobos barikade Pol. PP dan masuk ke halaman kantor bupati. Namun, mereka diminta mundur. Mereka pun bersedia untuk tetap menjaga agar aksi tetap damai. Kapolsek Pringsewu AKP Rambe kemudian memediasi dan mengizinkan

perwakilan mahasiswa masuk ke kantor Pemkab Pringsewu. Kapolsek mengancam dengan mempersoalkan izin aksi. ’’Saya yang bertanggung jawab keamanan di sini, mana izin kalian? Itu hanya surat pemberitahuan, izin belum saya berikan,” tegas Rambe dengan nada tinggi. Ketegangan mereda setelah perwakilan mahasiswa dibolehkan masuk ke aula pemkab untuk berdialog dengan Pj. bupati. Namun, perwakilan mahasiswa yang terdiri atas Sonianto, Martin Sofwan, dan Zulmar akhirnya kembali ke luar serta memilih bergabung dengan temantemannya karena Pj. bupati tak juga mau ke luar. Makian sebagai pengecut pun dipekikan dari ratusan mahasiswa. Mereka pun kemudian melanjutkan aksi dengan longmars berkeliling menyusuri jalan protokol di Pringsewu dan

terus berorasi meneriakkan kekecewaannya pada Pj. bupati. Mereka menelusuri Jl. Jenderal Sudirman, perempatan lampu merah, kemudian ke Jl. K.H. Gholib dan masuk kembali ke Jl. Veteran. Pukul 10.24 WIB, mereka kembali berkumpul di Tugu Bambu. Setelah beberapa saat berorasi, mereka masuk kembali ke kampus STMIK Pringsewu. Sekkab Pringsewu Drs. Zulkifli Maliki mengatakan bukan maksud Pj. bupati tak menemui para pengunjuk rasa. Tapi, Pj. bupati mempertimbangkan bila persoalan yang dibawa pendemo tak perlu unjuk rasa. ’’Persoalan seperti itu sebenarnya Pak Helmi terbuka. Persoalan tersebut sebenarnya tak perlu demo. Kecuali bila menyangkut korupsi, persoalan moral, didemo wajar saja,” ujar Zulkifli Maliki. (*)

BANGUN BERONJONG

Realisasi PBB Pesawaran 47 Persen

Antisipasi Abrasi PEMKAB Tanggamus terus melakukan penanggulangan atas abrasi yang terjadi di daerah padat permukiman penduduk pesisir pantai Kecamatan Kotaagung. Setelah memasang pondasi beton, pada 2009 ini Dinas Perikanan dan Kelautan kembali memasang beronjong batu pemecah ombak di titik lokasi yang terkena abrasi. Beronjong yang berfungsi sebagai penanggulangan abrasi dan pemecah ombak tersebut, menurut Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Drs. Barozi, beberapa waktu lalu dipasang di seputaran pesisir pantai Kapuran, Kelurahan Pasar Madang, yang padat permukiman penduduk. Pembuatan beronjong ini, lanjutnya, merupakan tindak lanjut dari program penanggulangan abrasi yang telah dimulai sejak 2008. Saat itu telah dipasang pondasi beton. Selanjutnya, pada 2009 ini kembali dibuat beronjong dengan panjang 520 meter. (edi h.)

Laporan A. Syarif/RNN Editor: Alam Islam

SUMPAH PEMUDA

Bupati Beri TV PENJABAT (Pj.) Bupati Pesawaran Haris Fadillah memberikan hadiah televisi kepada masingmasing dari 14 perwakilan yang mengikuti upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-81 kemarin. Ke-14 perwakilan yang menerima hadiah, di antaranya Polsek Gedongtataan, Kompi Senapan A, FKPPI, Pemuda Pancasila, Laskar Merah Putih, KONI, FKWKP, SMAN 1 Gedongtataan, MTs Nurul Iman Gedongtataan, PWI, Forum Komunikasi, Koramil, SMK Pelita Gedongtataan, dan SMA Muhammaddiyah Gedongtataan. Menurut Haris Fadillah, pemberian hadiah ini hanya sebagai bentuk apresiasi pemerintah terhadap keaktifan dan sumbangsih dari masyarakat dalam mengikuti acara yang mempunyai nilai penting bagi kemajuan Kabupaten Pesawaran ini. ’’Hadiah ini hanya bentuk apresiasi kepada mereka,” katanya. (rnn)

LAHAN PERKANTORAN

Diserahkan ke Pemkab PANITIA Persiapan Pembentukan Kabupaten Pringsewu (P3KP) menyerahkan tanah yang direncanakan untuk lahan perkantoran kepada Pemkab Pringsewu. Penyerahan dilakukan secara simbolis berupa surat tanah seluas 50 hektare di Pekon Jogjakarta, Kediri, Mataram, dan Bulokarto, Kecamatan Gadingrejo, itu kemarin (28/10). Pihak yang menyerahkan diwakili Ketua Umum P3KP Drs. Wanwir, M.M. kepada Pj. Bupati Pringsewu Helmi Machmud disaksikan Sekkab Pringsewu Drs. Hi. Zulkifli Maliki, M.M. dan notaris Reza Berawi, S.H. Ketua P3KP Wanawir mengatakan, pemberkasan lahan selesai dan ’warga hanya minta jadi tenaga kerja serta dibangunkan SMP dan SMA. (agus s./ mustakim)

FOTO AGUS SUWIGNYO

PERTANYAKAN CPNSD: Mahasiswa yang berunjuk rasa di kantor Pemkab Pringsewu berorasi di luar pagar karena tak diizinkan masuk.

FOTO A. SYARIF/RNN

RAMAI: Pada waktu terakhir masa pembayaran PBB, masyarakat ramai menyetorkan pajaknya sebelum jatuh tempo. Bahkan, mereka rela antre dan berdesak-desakan.

Waspadai Produk Berbahaya! Laporan Edi Herliansyah Editor: Alam Islam TANGGAMUS – Masyarakat diimbau untuk waspada dalam membeli produk obat tradisional, makanan, dan kosmetika. Sebab, ada kemungkinan produk-produk tersebut dapat membahayakan kesehatan. Hal ini diungkapkan dalam kegiatan Dinas Kesehatan Tanggamus bekerja sama dan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan ( BBPOM ) pengenalan produk obat tradisional, makanan, dan kosmetika yang berbahaya bagi kesehatan di aula PKK kemarin. ’’Mayarakat yang ingin mendapat informasi lengkap seputar produk yang dapat membahayakan kesehatan dan menimbulkan pengaruh negatif pada kesehatan tubuh dapat melihatnya di website BPOM www.pom.go.id,” terang Dra. Emmy dari BPOM.

Dijelaskan, kini banyak produk, baik makanan, obat tradisional, maupun kosmetika yang mengandung bahan-bahan kimia berbahaya. Misalnya, makanan yang mengandung formalin. Emmy mencontohkan, bahan pewarna telarang dan berbahaya yang sering ditemukan pada makanan, terutama makanan jajanan, adalah methanyl yellow yang berwarna kuning dan Rhodamin B yang berwarna merah. Bahan pewarna kuning dan merah tersebut sering digunakan dalam pembuatan berbagai macam makanan. Misalnya, sirop, kue, agaragar, tahu, pisang, tahu goreng, mi basah, kerupuk, dan lainnya. ’’Kedua pewarna ini dapat menyebabkan kanker. Gejalanya tidak langsung terlihat setelah mengonsumsi. Karena itu, dilarang digunakan dalam makanan walaupun dalam jumlah sedikit,” paparnya. Bahan kimia lain adalah asam

retionat. Bahan ini dilarang digunakan dalam kosmetik. Kemudian merkuri (raksa) dan diethylene glycol. Karena itu, sebelum memilih kosmetik, konsumen hendaknya memperhatikan beberapa hal. Antara lain, perhatikan etiket sebelum membeli produk kosmetik ( etiket harus sesuai ketentuan ). ’’Baca komposisi produk, apakah bebas dari bahan kimia yang dilarang untuk kosmetik. Hentikan pemakaian kosmetik apabila terjadi reaksi alergi serta jangan tergiyur dengan kosmetik yang ditawarkan dengan harga murah,” paparnya. Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Tanggamus dr. Nur Indrati, M.Kes. mengatakan, kegiatan sosialisasi tersebut dilakukan secara rutin di berbagai kecamatan. Tujuannya menginformasikan kepada masyarakat tentang berbagai produk, baik makanan, obat, dan kosmetik yang berbahaya bagi kesehatan. (*)

KEDONDONG – Hingga akhir September 2009, realisasi pajak bumi dan bangunan (PBB) Pesawaran baru mencapai Rp600. 698. 197. Jumlah itu hanya 47 persen dari target Rp1.319.511.746. Kepala Dinas Pendapatan Pesawaran Dra. Ismar Kolina mengatakan, penyebab rendahnya realisasi penerimaan PBB ini disebabkan rendahnya kesadaran masyarakat untuk membayar pajak. Karena itu, pihaknya akan terus melakukan upaya agar target PBB bisa direalisasikan. ’’Sosialisasi kepada masyarakat akan terus dioptimalkan,” tukasnya. Kemudian Dinas Pendapatan

juga memberikan motivasi dan penghargaan bagi desa-desa yang dapat mencapai target PBB sebelum waktu jatuh tempo akhir September. Untuk tahun ini, ada tujuh desa dari tiga kecamatan dengan realisasi PBB 100 persen. Rinciannya, empat desa dari Kecamatan Padangcermin, yakni Bunutseberang, Paya, Tambangan, dan Harapanjaya. Kemudian dua desa dari Kecamatan Waylima, yakni Baturaja dan Desa Pekondoh. Sedangkan di Kecamatan Kedondong hanya satu desa yaitu Pasarbaru. Lebih jauh, Ismar Kolina mengharapkan agar masyarakat yang merupakan wajib pajak dapat bersama-sama membayar PBB. Sebab, pajak tersebut sangat menunjang pembangunan di kabupaten tersebut. (*)

KBM di Ruang Kelas Rusak Laporan Edwin A./RNN Editor: Alam Islam SIDOMULYO – Tidak hanya mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM), rusaknya empat lokal di SDN 1 Talangbaru, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, juga mengancam keselamatan siswa. Hingga kini kondisi empat lokal yang terdiri atas tiga ruang kelas dan satu ruang kantor itu rusak berat. Kepala SDN 1 Talangbaru Desni Rahayu mengatakan, sejak dibangun 1973, sekolah itu belum pernah direhabilitasi secara keseluruhan. Kalaupun ada, perbaikan hanya dilakukan untuk kerusakan ringan dengan dana swadya masyarakat. ’’Kami sangat mengharapkan tahun depan sekolah ini bisa mendapatkan bantuan. Jika tidak, saya khawatir bangunan sekolah ini akan ambruk,” kata Desni kemrin.

Ditambahkan, tiga kelas yang digunakan untuk KBM 127 siswa ini kondisinya memang sangat memprihatinkan. Pada kap bagian atas banyak kayu yang lapuk lantaran dimakan rayap. Sebagian plafon juga jebol dan pada bagian dinding ruang kelas juga sudah ada yang retak. Desni mengaku, empat ruang kelas yang kondisinya demikian tetap dipergunakan untuk KBM siswa dan kantor para guru. Meskipun, bangunan itu bisa mengancam keselamatan jiwa. ’’Kita mau di mana lagi, kalau bukan empat lokal ini?” ujar Desni. Lebih jauh Desni mengatakan, pihaknya berharap Pemkab Lamsel dapat memperhatikan kondisi sekolah itu. Sebab, kelayakan ruang kelas sangat memengaruhi kenyamanan proses KBM. ’’Saat ini kenyamanan KBM memang terganggu karena kondisi ruang kelas yang kurang layak,” tukasnya. (*)

RADAR LAMPUNG | Kamis, 29 Oktober 2009  

epaper radar lampung

RADAR LAMPUNG | Kamis, 29 Oktober 2009  

epaper radar lampung

Advertisement