Page 22

METROPOLIS

22

KAMIS, 29 OKTOBER 2009

Bukan Sekadar Berita

Pengesahan Tatib Tercoreng Badan Kehormatan Siap Bertindak Laporan Ary Mistanto/ Abdurrahman Editor: Ary Mistanto

BANDARLAMPUNG – Sibuk memainkan ponsel, saling celetuk, potret sana sini, hingga ramai-ramai meninggalkan ruang sidang hanya untuk merokok dalam toilet mewarnai pengesahan tata tertib (tatib) di gedung DPRD Bandarlampung yang lama pukul 10.00 WIB kemarin. Inilah gaya para wakil rakyat periode 2009-2014. Gaya yang tidak mencerminkan kepatutan saat paripurna berlangsung. Imbasnya, untuk mengesahkan tatib, harus membutuhkan waktu tiga jam. Kelakuan para wakil rakyat itu dipertontonkan justru di saat mereka menggelar paripurna perdananya. Seperti yang dilakukan anggota Fraksi Partai Golkar Romi Husein. Ia sibuk memotret dengan kamera digital tanpa memedulikan di podium anggota fraksi lain tengah membacakan kata akhir.

Jalani... Atas perintah Alay, pada tanggal 25 Oktober 2008 dilakukan pengeluaran lada sebanyak 142,75 ton dari gudang PT Cideng Makmur Pratama untuk dititip di gudang Sharp. Bahkan atas perintah Alay juga, pada tanggal 27 Oktober 2008 dilakukan pengeluaran lada sebanyak 85,311 ton dari gudang PT Cideng Makmur Pratama untuk dititip di Gudang Bumi Mas. Setelah itu, PT Tripanca Group membayar kepada CV Roda Mandala melalui saksi Abbas untuk lada sebanyak 2.300 ton atau se-

Polda... sebesar Rp119,88 miliar lebih berdasarkan hasil perhitungan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Lampung, Sofian meminta para wartawan melihat pasal 1 butir 22 UU 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. ’’Pasal ini berbunyi, kerugian negara atau daerah adalah kekurangan uang, surat berharga, dan barang yang nyata dan pasti jumlahnya sebagai akibat perbuatan melawan hukum baik sengaja maupun lalai. Sementara, klien kami tidak melakukan per-

Sulap... Beberapa keterampilan yang sudah diberikan kepada mereka dan kini sedang berjalan, lanjutnya, antara lain servis ponsel, menjahit, dan pengelasan. ’’Sedangkan pembuatan kerupuk kemplang baru dimulai minggu depan. Itu karena pembangunan tempatnya baru jadi dan masih mempersiapkan peralatannya,’’ terang Andry. Menurutnya, mereka yang di-

Tidak hanya itu, Romi tak henti-hentinya melontarkan celetukan setiap perwakilan fraksi selesai menyerahkan kata akhir kepada pimpinan DPRD. ’’Merdeka Bang, merdeka. Amin Bang, Amin,’’ ujarnya seraya memainkan kamera. Ketidakpatutan juga ditunjukkan anggota Fraksi Partai Demokrat Zulkismir. Ketika seluruh anggota DPRD serius menyimak kata akhir, ia berdiri dengan santainya, lalu mengajak salah satu rekannya. ’’Ke kantin yuk!’’ ujarnya enteng. Ia sendiri tidak ke kantin, tapi menuju kamar mandi. Keluar dari kamar mandi, Zulkismir lagi-lagi mengeluarkan celetukan. ’’Di kamar mandi nggak ada jalan tembus ke kantin,’’ katanya cuek. Terlepas bercanda atau tidak, saat itu sidang paripurna tengah digelar. Ulah segelintir anggota dewan ini sontak membuat para seniornya hanya menggeleng-gelengkan kepala. Sebab selama paripurna berlangsung, senior-senior tersebut baru angkat bicara dalam konteks interupsi, bukan melucon. Di antaranya, Benny H.N. Mansyur, Barlian Mansyur, Sep-

trio Frizo, Ayub Sulaiman, Ferry Frisal Parinusa, Fahmi Sasmita, Khairul Bhakti, hingga Ketua DPRD Bandarlampung Budiman A.S. Sikap para wakil rakyat itu disesalkan Ketua DPRD Bandarlampung Budiman A.S. Ia mengaku ke depan lebih menekankan kepada para anggota untuk serius. ’’Saya minta maaf, tapi ini mungkin rapat paripurna yang pertama bagi mereka. Ke depan, hal-hal seperti ini tidak akan terulang. Kita harus maklumi, mereka kan baru,’’ ujarnya usai paripurna. Terpisah, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Bandarlampung Yusuf Effendi berjanji hal-hal sekecil itu tidak akan terulang lagi. Pihaknya menjamin akan menerapkan sanksi tegas. ’’Kami benar-benar akan menjaga citra DPRD. Kita tidak ingin hal-hal seperti itu berlarut-larut. Saya menjamin penerapan kode etik ke depan tidak hanya sekadar menjadi macan kertas, kode etik akan kami revisi,’’ janjinya. Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menambahkan, bukan sekadar lelucon, untuk menjaga citra dewan, pihaknya jug

akan memberangus sistem absensi borongan. ’’Ini kita tegaskan. Jika dalam tiga kali teguran tidak diindahkan, ditambah tiga kali surat peringatan juga tidak dipatuhi, kita rekomendasikan pergantian antarwaktu,’’ katanya. Seiring pengesahan tatib, paripurna juga mengesahkan alat kelengkapan dewan seprti badan anggaran, badan legislasi, dan badan musyawarah. DPRD juga mengesahkan masing-masing ketua komisi dan anggotanya. Banjir Interupsi Sementara, dalam waktu hampir bersamaan, rapat paripurna pengesahan tatib oleh badan musyawarah (banmus) juga digelar di DPRD Lampung. Rapat berlangsung alot dan hujan interupsi. Di antara mereka, ada yang menolak pimpinan banmus adalah ex officio unsur pimpinan dewan. Di antaranya datang dari kubu Hidir, Ibrahim, S.Ag. Sementara, sejumlah anggota dewan lainnya menyetujui pimpinan banmus adalah ex officio unsur pimpinan dewan. Kubu ini di antaranya Ir. Yandri Nazir dari Partai Demokrat (PD), Toni Eka Candra dari Partai Golkar, dan

Sahzan Syafri dari PDIP. Menanggapinya, Wakil Ketua DPRD Lampung Nurhasanah dalam paripurna itu meminta anggota dewan mengacu aturan yang ada dalam menetapkannya. Yakni UU No. 27 Tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD. ’’Kita harus mengacu ketentuan yang ada,’’ tandasnya. Lantaran tidak ada titik temu akibat masing-masing kubu berpegang pada pendiriannya, akhirnya Ketua DPRD Lampung Ir. Marwan Cik Asan, M.M. yang memimpin paripurna memutuskan untuk menskors persidangan hingga 30 menit. Dari pukul 11.30 hingga 12.00 WIB untuk melakukan pembahasan dengan para ketua fraksi. Usai diskors, persidangan dimulai tepat pukul 12.00 WIB. Dari sana diputuskan bahwa pimpinan banmus adalah ex officio unsur pimpinan dewan. Di lain sisi, dalam pembahasan tatib dewan kemarin, seluruh fraksi yang ada di DPRD setempet menyetujuinya. Dalam paripurna itu juga dijelaskan bahwa alat kelengkapan dewan seperti badan anggaran, badan legislasi, dan badan kehormatan sudah ter-

ALAT KELENGKAPAN DPRD BANDARLAMPUNG BADAN KEHORMATAN Ketua Wakil Ketua Anggota Benny H.N. Mansyur Arianto

Yusuf Effendi Kostiana Ayub Sulaiman

KOMISI A BIDANG PEMERINTAHAN DAN PERIZINAN Ketua Barlian Mansyur Wakil Ketua Ferry Frisal Parinussa Sekretaris Musyabakah KOMISI B BIDANG EKONOMI KEUANGAN Ketua Septrio Frizo Wakil Ketua Nandang Hendrawan Sekretaris Hendri Kisinjer KOMISI C BIDANG PEMBANGUNAN Ketua Hamrin Sugandi Wakil Ketua Ayub Sulaiman Sekretaris M.W. Heru Sambodo KOMISI D BIDANG KESEJAHTERAAN Ketua M. Jimmy Khomeini Wakil Ketua Widarto Sekretaris Suwondo Sumber: Keputusan DPRD Bandarlampung

bentuk paling lambat 6 November mendatang. Selain itu, masing-masing fraksi juga masih diberi kesempatan untuk mengubah komposisi anggotanya yang ditempatkan da-

lam fraksi. ’’Ini dilakukan karena masih ada sejumlah partai yang akan melakukan perubahan anggotanya yang diusulkan ditempatkan di komisi dan kelengkapan dewan,’’ pungkas Marwan. (*)

Sambungan dari halaman 21 nilai Rp65.665. 406.000. Tetapi yang diterima CV Roda Mandala Dwipa dari Abbas hanya senilai Rp53.424. 238.825. Sedangkan sisanya Rp12.241.167.175 diterima saksi Abbas dalam bentuk slip penarikan Bank Tripanca. ’’Oleh karena itu, CV Roda Mandala Dwipa memiliki titipan lada di PT Cideng Makmur Pratama sehingga mereka mengajukan permohonan ke PN Tanjungkarang untuk membuka gudang PT Cideng,’’ beber JPU. Berdasarkan penetapan PN Tanjungkarang Nomor: 105/

Pdt.BTH/2008/PN.TK tanggal 2 Februari 2009 yang memutuskan bahwa lada yang ada dalam gudang PT Tripanca atau PT Cideng Makmur Pratama diserahkan ke CV Roda Mandala Dwipa sebanyak 643 ton. Tetapi, terdakwa Alay dan Samiadi hanya menyerahkan lada sebanyak 464,2 ton. Sedangkan sisanya 178,8 ton tidak diserahkan. Sehingga CV Roda Mandala Dwipa mengalami kerugian sebanyak 178,8 ton atau senilai Rp3.576. 000.000 dengan asumsi harga lada Rp20 ribu per kilogram. (*)

Sambungan dari halaman 21 buatan melawan hukum, karena yang dilarang dalam UU Nomor 32 Tahun 2004 bukan penempatan uang dalam bentuk tabungan, tapi deposito dan giro yang dilanggar,’’ yakinnya. Terpisah, Direktur Reserse Kriminal Polda Lampung Kombespol Darmawan Sutawijaya mengakui bahwa pihaknya mendapatkan kabar mengenai ketidakhadiran Satono dengan alasan menghadiri rapat paripurna DPRD Lamtim. ’’Ya benar, dia (Satono, Red) sedang menghadiri rapat pari-

purna. Saya sudah telepon DPRD Lamtim, katanya memang benar Pak Satono diundang,’’ jelasnya. Karena itu, pihaknya kembali menjadwalkan pemeriksaan Satono pada hari ini (29/10), yang direncanakan dimulai pukul 10.00 WIB. Terkait statement kuasa hukum Satono, mantan Kapolres Kutai Kertanegara ini mengeluarkan pernyataan yang sama seperti pada Selasa (27/10) lalu. ’’Kita buktikan saja di pengadilan,” pungkasnya. (*)

FOTO EKA YULIANA

DEMO: Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) menggelar aksi di Tugu Adipura kemarin (28/10), menuntut penegakan syariah dan khilafah dalam kabinet SBY.

Jalan... Sampah yang ada dan menyumbat saluran air itu telah diangkut oleh armada sampah kecamatan. Seharusnya, warga lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Karena, masalah keber-

Sambungan dari halaman 21 sihan merupakan tanggung jawab bersama untuk menyelesaikannya. Sampah yang menyumbat saluran air tersebut diakibatkan warga masih tidak tertib, mem-

buang sampah sembarangan. Kami tidak tahu apakah warga sekitar atau warga yang kebetulan melintasi jalan yang membuang sampah tersebut. Namun, kami sangat meng-

imbau kepada siapa pun untuk bersama-sama menjaga kebersihan. Langkah terkecil yang dapat dilakukan adalah dengan tidak membuang sampah sembarangan. (eka yuliana/ary mistanto)

Sambungan dari halaman 21 berikan keterampilan tersebut khusus kelas tiga atau yang tidak lama lagi lulus. Selanjutnya diberi pinjaman modal untuk membuka usaha sendiri. Dengan sistem pengembaliannya yaitu bagi hasil. Kecuali pembuatan kerupuk kemplang. Rencananya pemberian keterampilan bagi siswa-siswanya sekaligus memberdayakannya untuk memproduksi

kemplang guna dipasarkan. ’’Jadi nantinya mereka tidak hanya mampu membuatnya, tapi juga memasarkannya,’’ katanya. Dijelaskan, jumlah siswanya kini ada 183 orang. Terdiri 70 siswa kelas I, 68 siswa kelas II, dan 66 siswa kelas III. ’’Ke-66 siswa kelas III inilah yang sudah dan sedang kami beri keterampilan,’’ pungkasnya. (*)

Bandarlampung... Dampak nyata yang dirasakan adalah perubahan iklim secara ekstrem di permukaan bumi. Perubahan iklim yang terjadi dipengaruhi kerentanan suatu sistem (ekosistem, sosial ekonomi, dan kelembagaan). ’’Risiko yang ditimbulkan dari perubahan iklim, antara lain, risiko ekstrem sederhana dan

kompleks, dengan perubahan yang dapat bersifat menguntungkan atau merugikan. Risiko ekstrem kompleks dapat menimbulkan krisis multidimensi. Misalnya krisis pangan, energi, dan air karena naiknya suhu udara di permukaan bumi,’’ terang Madani. Dilanjutkan, perubahan iklim juga mengganggu musim. Mu-

Sambungan dari halaman 21 sim hujan lebih pendek, sedangkan musim kemarau lebih panjang. Dalam musim kemarau, evaporasi air permukaan semakin besar dan menciutkan volume air tawar di permukaan bumi. Air tawar menjadi langka. Imbas lainnya, imbuh Madani, perubahan iklim menggerogoti ketahanan pangan. ’’Se-

hingga sudah sewajarnyalah kita sesuaikan perkembangan pertanian dengan perubahan iklim. Musim tanam, bibit tanaman, dan pola pertanian perlu dikaji ulang untuk disesuaikan dengan perubahan iklim,’’ tukasnya seraya menambahkan, dampak lainnya dari perubahan iklim adalah banjir dan longsor. (*)

RADAR LAMPUNG | Kamis, 29 Oktober 2009  

epaper radar lampung

RADAR LAMPUNG | Kamis, 29 Oktober 2009  

epaper radar lampung

Advertisement