Page 25

LAMPUNG RAYA

26

RABU, 2 SEPTEMBER 2009

Lamteng-Metro-Lamtim

LAKALANTAS

Fuso Terbalik FUSO Hino BE 9582 AC bermuatan sekitar 9.850 dus minuman ringan terbalik di Jalan Negara Yukumjaya, Kecamatan Terbanggibesar, Lampung Tengah, sekitar pukul 13.00 WIB kemarin. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Pengemudi fuso bernama Arpendi (23) dan kernetnya, Hardiansyah (24), keduanya warga Kecamatan Gedongtataan, Pesawaran, hanya mengalami luka lecet di kaki dan tangan. Kendati demikian, kejadian itu mengakibatkan jalanan macet sepanjang 5 km. Kondisi itu terjadi sekitar dua jam hingga pukul 15.00 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi ketika fuso yang melaju dari arah Bandarlampung menuju Lamteng mendadak oleng setelah menghindari sebuah mobil Kijang di depannya yang berhenti mendadak. ’’Ketika itu, mobil langsung terbalik karena lepas kendali,” terang Kapolsek Terbangibesar AKP Dennie kemarin. Selain mengatur laju lalu lintas, pihaknya juga menjaga minuman tersebut agar tidak dijarah warga. (rnn/abdurrahman)

KRIMINALITAS

Penjambret Ditangkap ARIF Irfana (22) harus merasakan dinginnya sel tahanan Mapolresta Metro. Warga Dusun III, Tulungagung, Kecamatan Pekalongan, Lampung Timur, itu kemarin ditangkap polisi di kediamannya sekitar pukul 14.00 WIB lantaran disangka telah melakukan penjambretan terhadap Apriani (28), warga Jl. Adipati, Kelurahan Margorejo, Kecamatan Metro Selatan, Rabu (26/8). Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa tiga unit handphone merek Nokia milik korban. Turut diamankan sepeda motor Honda Supra Fit BE 7235 MQ milik tersangka yang digunakan saat menjambret korban. Kasatreskrim Polresta Metro AKP Abdul Waras menjelaskan, tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman maksimal tujuh tahun. (rnn/abdurrahman)

PANEN RAYA

Dewan Minta Pemkab Turun Tangan Atasi Kelangkaan Minyak Tanah Laporan RNN/Gede P.K. Editor: Abdurrahman BANDARJAYA – DPRD Lampung Tengah akhirnya angkat bicara soal kelangkaan minyak tanah yang terjadi di kabupaten itu sejak beberapa hari terakhir. Lembaga legislatif ini meminta Pemkab Lamteng segera turun tangan mengatasi masalah itu. ’’Harus ada solusi untuk mengatasi masalah ini,” ungkap anggota DPRD Lamteng J. Natalis Sinaga kepada Radar Lamteng (grup Radar Lampung) kemarin. Ia menerangkan, kelangkaan minyak tanah ini dampak dari adanya program konversi minyak tanah ke gas. Yang disayangkan, sebelum konversi gas terealisasi minyak tanah sudah langka. Menurutnya, langkah yang harus dilakukan pemkab adalah meminta agar subsidi minyak tanah di Lamteng kembali distabilkan seperti semula hingga program konversi minyak tanah ke gas berjalan.

Anggota DPRD Lamteng ini menegaskan, jika masalah ini dibiarkan, dikhawatirkan kelangkaan minyak tanah akan tetap terjadi dan terus terjadi antrean pembelian minyak tanah. Anggota DPRD lainnya, Kaswan Sanusi, S.E., menambahkan, selain meminta agar subsidi minyak untuk sementara distabilkan kembali, pemkab juga harus mengupayakan agar program konversi itu dapat segera berjalan. Terpisah, Kepala Dinas Pertambangan, Energi, dan Lingkungan Hidup Lamteng Ir. Nasir A.T., M.M. menjelaskan, kini pihaknya akan mengirimkan surat ke pihak Pertamina. Tujuannya adalah menanyakan jumlah minyak tanah yang didistribusikan ke Lamteng. ’’Insya Allah, surat ini akan kita kirimkan besok (hari ini). Selain itu, juga akan ditanyakan ke mana saja pasokan tersebut dikirim. Ini nantinya akan menjadi bahan kami untuk melakukan cross check,” ungkapnya. Ia mengatakan, dengan adanya koordinasi dengan Pertamina diharapkan masalah kelangkaan minyak tanah dapat segera teratasi. (*)

Identitas Pembobol Masih Gelap Laporan Dwi P./RNN Editor: Abdurrahman

FOTO RNN

Wali Kota Metro Lukman Hakim ketika panen raya di Kelurahan Hadimulyo Timur, Kecamatan Metro Pusat, kemarin.

BENDUNGAN

Rampung Bulan Ini PEMBANGUNAN dua bendungan di Desa Labuhanmaringai, Kecamatan Labuhanmaringai, Lampung Timur, dipercepat. Percepatan pembangunan ini dimaksudkan agar dapat membantu petani mengairi areal persawahan mereka. Pengawas pembangunan bendungan, Harjo, mengatakan, pembangunan ditarget rampung akhir bulan ini. ’’Begitu rampung, bendungan akan segera dioperasikan,” ujarnya kemarin. Ia menerangkan, pembangunan bendungan itu dilakukan karena sebagian areal persawahan di desa itu merupakan sawah tadah hujan Kepala Desa Labuhanmaringai Wirawan Munir mengatakan, pembangunan kedua bendungan itu berawal dari usulan masyarakat. (zulkarnain/abdurrahman)

SUKADANA – Penyelidikan terhadap kasus pembobolan gudang obat Dinas Kesehatan (Diskes) Lampung Timur pada Senin (31/8) masih dilakukan satreskrim polres setempat. Hingga kemarin, polisi masih menyelidiki kasus yang mengakibatkan Diskes Lamtim merugi sekitar Rp60 juta. Kendati demikian, korps baju cokelat ini mengaku masih belum menemukan titik terang pelaku yang melakukan kejahatan itu. ’’Masih terus kami kembangkan. Termasuk meminta keterangan sejumlah saksi,” kata Kapolres Lamtim AKBP M. Nurokhman melalui Plh. Kasatreskrim Ipda Zaldi kemarin tanpa menyebut siapa saja saksi yang telah diperiksa terkait kasus itu. Ia menegaskan, pihaknya akan berupaya seoptimal mungkin segera mengungkap kasus itu. ’’Mudah-mudahan dalam waktu dekat segera terungkap,” katanya. Terpisah, Kadiskes Lamtim Achmad Jamil memperkirakan pelaku telah mengetahui kondisi gudang obat tersebut. ’’Pelaku mengetahui persis tempat obat itu disimpan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pihaknya akan mengubah sistem pengelolaan dan penyimpanan obat. Rencananya, Diskes menerapkan pengelolaan tertutup dengan menggunakan tenaga khusus. ’’Dalam pengelolaan obat, petugas yang mengambil dan menyimpan obat hanya dilakukan orang-orang tertentu. Diberitakan sebelumnya, gudang obat Diskes Lamtim untuk kali keduanya dibobol pencuri. Bobolnya gudang obat yang berada di kompleks perkantoran Pemkab Lamtim diketahui sekitar pukul 10.00 WIB, Senin (31/8). Pelaku masuk ke dalam gudang dengan merusak salah satu jendela dan terali besi. Dari dalam gudang, pelaku mengambil 20 dus Amoxicillin dan 50 boks Amoxicillin. Obat-obatan yang dicuri diduga mencapai Rp60 juta. Peristiwa serupa juga terjadi pada 2008. Kala itu, kawanan pencuri berhasil menggondol obatobatan yang terdiri dari tujuh jenis Amoxicillin 500 mg sebanyak 210 boks masing-masing 50 kotak, Dexamethason 0,5mg sebanyak 3 boks, Chloramphenicol sebanyak 600 botol, Amoxicillin Sirop 10 boks, Antalgin 100 boks, Prednison tablet 600 botol, dan Pitogin injeksi sebanyak 3 boks. (*)

FOTO RNN

ANTREAN PANJANG: Puluhan warga Bandarjaya Barat, Lampung Tengah, antre minyak tanah. Ini disebabkan beberapa hari terakhir minyak tanah langka di kabupaten itu.

Pertamina Kucurkan Rp1,95 M Bagi Usaha Penggemukan Sapi Potong di Lamteng Laporan Wartawan RNN Editor: Abdurrahman BANDARJAYA – Perhatian PT Pertamina terhadap usaha penggemukan sapi potong di Kabupaten Lampung Tengah cukup besar. Tahun ini, perusahaan itu memberikan dana bantuan Rp1,95 miliar. Dana itu dikucurkan PT Pertamina Region II Sumbagsel melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). Di Lamteng, bantuan itu diberikan kepada empat kelompok penggemukan sapi potong yang berada di tiga kecamatan. Yakni Kecamatan Terusan-

nunyai, Punggur, dan Seputihagung. Konsultan pendamping koperasi dan usaha kecil menengah (KUKM) dari Rajawali Konsulindo selaku pelaksana, Robiansyah, mengatakan bahwa program ini bertujuan meningkatkan dan memajukan usaha penggemukan sapi potong. Ia menjelaskan, program yang dilakukan saat ini merupakan lanjutan dari program tahun sebelumnya. Selain memberikan bantuan, ia menjelaskan bahwa para pengusaha penggemukan sapi potong juga diberikan materi tentang pola bisnis peternakan, manajemen tata laksana pemeliharaan, teknis pembuatan pakan, hingga manajemen pemasaran dan keuangan. ’’Hal ini juga dilakukan agar petani kian sukses di bidang usaha yang digeluti,” ungkapnya ketika berada di aula Hotel Lee Bandarjaya,

Lamteng, kemarin. Sementara saat memberikan pelatihan manajemen, Iwan Gunawan, S.Sos., M.M. mengungkapkan bahwa ada tiga hal utama yang harus dimiliki pebisnis ternak. Yakni pola pikir, sikap mental, dan keterampilan teknis. Dijelaskan Iwan, pebisnis ternak harus memiliki pola pikir yang positif dan ini sangat penting. Untung-rugi dalam bisnis merupakan hal yang biasa dan ini bisa dijadikan pengalaman. ’’Seorang pebisnis ternak harus bisa mengelola risiko dan menganggap risiko sebuah keuntungan,” ujarnya. Menurutnya, yang paling penting adalah para peternak harus menjaga kemitraan dan mengetahui perkembangan informasi. Kemitraan dapat dilakukan dengan bekerja sama dengan pemasok pakan, konsultan, dan industri pendukung. (*)

RADAR LAMPUNG | Rabu, 2 September 2009  

ePaper RadarLampung

RADAR LAMPUNG | Rabu, 2 September 2009  

ePaper RadarLampung

Advertisement