Page 16

17

RABU, 2 SEPTEMBER 2009

48 Tanpa Label, 9 Kedaluwarsa Laporan Ferdy K./Ary M. Editor: Ade Yunarso

BANDARLAMPUNG - Pengawasan terhadap produk-produk di pasaran perlu ditingkatkan lagi. Tidak seperti sekarang, monitoring hanya dilakukan pada momen-momen tertentu. Kemarin, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Bandarlampung merazia beberapa swalayan di Bandarlampung. Hal ini disebabkan Lebaran tak lama lagi menjelang. Hasilnya, mereka menemukan 48 produk tanpa registrasi label dalam negeri (kode MD) dan luar

negeri (kode ML). Di antaranya Ceres Pure Grape Juice (jus rasa anggur), kolang-kaling, dan Del Monte Fresh Whole Carmel Corn (minuman rasa jagung). Selain itu, mereka menemukan sembilan produk kedaluwarsa, yakni Ceres Pure Grape Juice yang berasal dari Afrika Selatan dan dua kaleng Birdy kopi susu yang rusak. Pada razia kemarin, BBPOM dibagi menjadi tiga tim. Tim pertama di sekitar Jl. Kartini dan Raden Intan. Kedua di Jl. Teuku Umar dan Zainal Abidin Pagar Alam. Ketiga di daerah Telukbetung.

FOTO FERDY K.

Baca 48 TANPA Hal. 18

HARUS KONTINU: Tim BBPOM Bandarlampung mencermati produk dalam parsel di salah satu swalayan kemarin.

JSS Oke, Pendidikan Tersendat Hari ini (2/9) tepat seratus hari Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P. dan wakilnya M.S. Joko Umar Said memimpin provinsi ini. Apa saja yang sudah dan akan dilakukan pasangan yang akrab disapa UJ itu?

UNTUK KOTA Pedagang kaki lima (PKL) berupaya menyadarkan rekannya yang pingsan karena ditertibkan kemarin.

Laporan Segan Petrus S. - Editor: Ade Yunarso

SATU hal yang paling menonjol dalam pemerintahan UJ adalah rolling. Sehari setelah dilantik atau tepatnya 3 Juni sampai 21 Agustus 2009, mereka sudah tujuh kali merombak kabinetnya. Hal ini secara bertahap terus mereka lakukan sampai waktu tak terbatas. UJ kali pertama merombak hampir seluruh kepala dinas/biro/badan di lingkungan pemprov. Mereka juga membongkar susunan kepala pemungutan sistem administrasi manunggal bersama satu atap (samsat) dan direksi Perusahaan Daerah Wahana Raharja (PDWR). Oedin –sapaan akrab Sjachroedin– beralasan perombakan ini untuk mencari formulasi yang pas agar semua program berjalan. Baca JSS Hal. 18

SERATUS HARI OEDIN-JOKO NO. 1. 2. 3. 4.

PROGRAM Rolling Pembangunan JSS Peningkatan investasi swasta Peningkatan pelayanan kesehatan

5. 6.

Pengentasan kemiskinan Pembangunan jalan tol Tegineneng-Babatan Peningkatan pelayanan pendidikan Pembangunan sekolah unggulan bertaraf internasional di Sulusuban tersendat

7.

8.

Pembangunan kota baru

9.

Pengembangan pariwisata daerah

PROGRES Terus berjalan Tahap feasibility study Tujuh investor Keluarga miskin yang mengidap penyakit DBD, diare, dan gizi buruk gratis rawat inap di kelas III RSUDAM Sisa 350 dari total 750 desa Masih tahap tender

Menunggu persetujuan hibah Menneg BUMN Belum optimal

FOTO ALAM ISLAM

Diolah dari Berbagai Sumber

Laporan Ary Mistanto Editor: Ade Yunarso RUBRIK Coffee Morning berisi tanggapan pihak terkait untuk merespons SMS-SMS yang masuk ke Radar Lampung. Jawaban kali ini disampaikan Camat Kemiling Drs. Syafrilsyah.

BANDARLAMPUNG - Menurunkan kekuatan penuh dari kepolisian, Satpol PP, Dishub, dan TNI, penataan Pasar Bambu Kuning (BK) kemarin dimulai. Aksi ini bak mengulang kali pertama pedagang kaki lima (PKL) BK ditertibkan pada 30 Oktober 2007. Dalam tempo tiga jam, tiga titik konsentrasi PKL di seputaran Pasar BK disterilkan. Masing-masing

Jl. Batusangkar, Jl. Bukittinggi, dan sepanjang Jl. Imam Bonjol. Bentrokan yang sejak awal dikhawatirkan timbul, mampu ditekan tim penataan yang terdiri seratus personel Pol. PP Bandarlampung dan seratus personel gabungan poltabes, brimobda, serta kodim. Hanya ada keributan kecil yang tak berlangsung lama. Penataan berjalan lancar meski tetap diwarnai isak tangis penolakan pedagang. Baca HISTERIA Hal. 18

Mohon Sampah Diangkut YTH. Bapak Wali Kota Bandarlampung. Kami mewakili warga Perum Bukit Kemiling Permai. Tolong sampah di daerah kami diangkut. Sebab, sudah menumpuk dan bau. Terima kasih. (081379170926) JAWABAN MASALAH sampah di Blok W Perum Bukit Kemiling Permai sudah ditemukan solusinya. Berdasar pertemuan antara Manajer Pengembang BKP Sapdani; perwakilan Polsekta Kemiling; Kelurahan Kemiling Permai; serta perwakilan warga pada Selasa (25/8), TPS di blok W ditutup. Pembuangan sampah akan dialihkan ke blok X. Permasalahan sampah itu sebenarnya sudah ada sejak 2007. Namun, kurangnya koordinasi antara warga dan pengembang perumahan menyebabkan masalah ini tak kunjung usai. Semuanya diserahkan ke pemerintah. Mulai kemarin (1/9), sampah di TPS mulai diangkut. Sebagian dibawa ke TPS Bakung dan lainnya ditanam di tanah. Proses pengangkutan menggunakan dua truk sampah yang dimiliki kecamatan dibantu ekskavator pinjaman warga. Setelah TPS itu bersih, warga diharapkan tidak lagi membuang sampah di tempat ini. Guna mengantisipasi permasalahan sama kembali terulang, maka akan dilakukan pungutan uang sokli (satuan operasi kebersihan lingkungan) bagi seluruh rumah di BKP. Dana itu digunakan untuk operasional masalah sampah. (eka yuliana/ade yunarso)

Dari Home Industry Pembuat Keranjang Parsel

Tolak Order Ekspor, Pilih Pasok Mal Bisnis keranjang parsel menjelang hari raya Idul Fitri 1430 Hijriah ini memang menjanjikan. Di Bandarlampung saja, jumlahnya membeludak dan banyak ditemui di mal-mal. Siapa sebenarnya yang memasok? Laporan Ary Mistanto, BANDARLAMPUNG Editor: Ade Yunarso

BAYANGAN bakal menemui rumah toko (ruko) langsung pupus. Hanya terlihat sepetak kios berukuran 3 x 4 meter bercat kusam. Di pelataran kios di Jl. Pangeran Diponegoro Gang Danau Ranau II, Kelurahan Sumurbatu, Telukbetung Utara (TbU), itu dipajang puluhan keranjang parsel. Meski memiliki nama tempat usaha Rotan Jaya, tak ada plang penunjuk identitas. Dari kios inilah seluruh keranjang parsel yang tersebar di mal-mal di Bandarlampung diproduksi. ’’Kawasan ini (Jalan P. Diponegoro, Red) masih hutan, kami sudah berdiri. Malah Hotel Marcopolo itu

FOTO ARY MISTANTO

HANYA SEPULUH MENIT: Samuel tengah membentuk rotan menjadi keranjang parsel.

dulu belum ada, saya sampai lupa tahunnya,’’ beber Sandiawani, anak buah pemilik usaha Sapraki, Minggu (30/8). Baca TOLAK Hal. 18

RADAR LAMPUNG | Rabu, 2 September 2009  

ePaper RadarLampung

RADAR LAMPUNG | Rabu, 2 September 2009  

ePaper RadarLampung

Advertisement