Page 14

15

RABU, 2 SEPTEMBER 2009

Lawan Liechtenstein tanpa Arshavin

SOCCERLINE

Barter Savio dengan Da Costa

Laporan Wartawan JPNN Editor: Eko Nugroho

MOSKOW – Kekuatan Rusia terancam timpang dalam dua pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2010 hingga pekan depan. Padahal, tim berjuluk Beruang Merah itu harus menjamu Liechtenstein pada Sabtu (5/9) di St. Petersburg dan bertandang ke kandang Wales di Cardiff pada Rabu (9/9). Kapten Rusia Andrei Arshavin didera cedera pangkal paha ketika bermain untuk klubnya, Arsenal, pada Sabtu (29/8). Ketika itu, Arsenal dikalahkan Manchester United dengan skor tipis 2-1. Arshavin dipastikan absen ketika Rusia menghadapi Liechtenstein. ’’Yang pasti, saya tidak mungkin bisa turun dalam pertandingan melawan Liechtenstein,’’ kata pemain berusia 28 tahun itu kepada media kemarin (1/9). Namun, dia menyatakan optimistis bisa membela negaranya ketika melawan Wales. Meski begitu, pelatih Rusia Guus Hiddink masih harap-harap cemas berbicara soal peluang Arshavin turun dalam pertandingan melawan Wales. Dia percaya, sembilan hari pemulihan bisa membawa dia dalam kondisi yang fit. Tapi, hal itu tidak lantas melegakan sang pelatih. Hiddink juga belum berani memastikan peluang Arshavin turun melawan Wales. ’’Saya berharap dengan masa istirahat cukup dan perawatan intensif, dia bisa diturunkan saat melawan Wales,’’ terang mantan pelatih Korsel itu. Terlepas dari itu, dia juga masih terus menggali informasi atas cedera sang pilar. Hingga kini, Rusia meraup 15 poin dan berada di peringkat kedua grup empat Zona Eropa. Jerman masih kukuh sebagai pemuncak klasemen sementara dengan raihan 19 poin. Namun, Rusia baru memainkan enam pertandingan, sementara Jerman tujuh kali. Arshavin bukan satu-satunya pemain Rusia yang terancam absen dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2010. Sebelumnya, defender Dynamo Moscow Denis Kolodin dipastikan absen dalam dua laga Rusia tersebut. Denis absen karena cedera hamstring. Sementara, peluang winger Chelsea Yuri Zhirkov turun membela Rusia juga masih dipertanyakan. Penyebabnya, dia kembali dibekap cedera kaki. (*)

Savio Nsereko

SPALLETTI

RANIERI FOTO AFP

Spalletti Pergi, Dekati Ranieri Laporan Wartawan JPNN Editor: Eko Nugroho

ROMA – Pelatih AS Roma Luciano Spalletti akhirnya menyerah. Pelatih plontos itu meletakkan jabatan pelatih AS Roma kemarin. Sebagai ganti, manajemen I Lupi –julukan Roma– sedang mendekati mantan pelatih Juventus Claudio Ranieri. Spalletti mengundurkan diri dari jabatannya setelah mendapat tekanan besar dari fans usai melakoni awal musim yang buruk. Francesco Totti dkk. selalu kalah dalam dua laga awal Serie A Liga Italia dari Genoa (2-3) dan Juventus (1-3). Roma pun harus menghuni juru kunci di klasemen sementara Serie A. Sebelum akhirnya memutuskan

mundur, beberapa kali Spalletti dikabarkan siap hengkang dari Stadion Olimpico, Roma. Itu tidak lepas dari performa buruk Roma musim lalu. Dia juga kerap dikaitkan dengan klub Rusia Zenit St. Petersburg. ’’Saya telah mengajukan pengunduran diri dan klub telah menerimanya. Dengan begitu, kerja sama di antara kami telah berakhir,” ungkap Spalletti seperti diwartakan Football Italia. Awal musim ini, Roma yang mengalami problem keuangan tidak banyak beraksi di bursa transfer. Mereka sama sekali tidak membeli pemain. Hanya mendatangkan Nicolas Burdisso dengan status pinjaman dari Inter Milan. Sebelumnya, I Lupi justru telah kehilangan gelandangnya, Alberto

Aquilani, yang hijrah ke Liverpool. Dengan begitu, Spalletti hanya bisa mengandalkan skuad yang tidak berbeda jauh dengan musim lalu ketika gagal tembus zona Liga Champions. Sejatinya, Spalletti masih punya kontrak tersisa hingga 2011. Namun, kedua kubu akhirnya memutuskan memutus kontrak itu. Selama melatih Roma, Spalletti menyuguhkan permainan menyerang yang menawan di tim asuhannya. Dia bergabung sejak 2005. Hasilnya, Spalletti mampu memenangkan dua Coppa Italia pada 2007 dan 2008 serta Piala Super Italia pada 2007. Spaletti juga pernah terpilih sebagai pelatih terbaik di Serie A pada 2006 dan 2007.

Setelah pengunduran diri Spalletti, petinggi Roma langsung melakukan pendekatan kepada Ranieri. Presiden AS Roma Rosella Sensi dikabarkan melakukan pertemuan selama 90 menit dengan mantan pelatih Juventus itu. Meski belum ada keterangan resmi dari klub, beberapa media di Italia sudah mengklaim Ranieri akan menjadi pengganti Spalletti. ’’Ranieri merupakan sosok yang tepat untuk menggantikan Spalletti,” kata Carlo Mazzone, eks pelatih Roma, seperti dilansir Goal. ’’Ranieri punya pengalaman yang bagus. Kini Roma punya beberapa pemain muda bagus dan pemain senior yang berada di ujung karirnya. Karena itu, mereka butuh pelatih yang sarat pengalaman. Itu faktor penting,” lanjut Mazzone. (*)

Satu-satunya Pengusaha AS di Serie A Laporan Wartawan JPNN Editor: Eko Nugroho

Andrei Arshavin FOTO NET

ROMA – Pengusaha Amerika Serikat (AS) yang merambah ke sepak bola Eropa kian bertambah. Setelah beberapa klub Premier League diakuisisi konglomerat asal Negeri Paman Sam, kini giliran Serie A Liga Italia jadi tujuan. Di Premier League, ada tiga klub yang berada di bawah ke-

kuasaan konglomerat AS. Mereka adalah Malcolm Glazer di Manchester United; Tom Hicks dan George Gillett Jr. di Liverpool; serta Randy Lerner di Aston Villa. Selain itu, masih ada lagi Stan Kroenke yang kini menjadi pemilik saham mayoritas di Arsenal. Kroenke memang bukan penguasa tunggal di klub berjuluk The Gunners itu. Tapi, dia terus berupaya meningkatkan sahamnya. Setelah beberapa pengusaha AS

sukses menanam saham di Premier League, ada lagi yang berminat melebarkan sayap bisnis ke Italia. Dia adalah Tim Barton yang mengakuisi klub Serie A Bari dengan bendera JMJ Holdings. Galetti –julukan Bari– bukanlah klub besar. Mereka merupakan klub yang baru saja promosi dari Serie B. Selama 30 tahun terakhir, klub itu dikuasai keluarga Matarrese. Dari era Presiden Antonio Matarrese (1977–1983) hingga

Vincenzo Matarrese (1983–2009). Barton mengakuisi Bari dari tangan keluarga Matarrese yang mengalami problem keuangan. Kesepakatan kedua pihak telah tercapai, tapi Barton baru akan berkuasa sebagai pemilik baru Bari pada Oktober 2009. Dengan masuknya Barton sebagai pemilik Bari, maka dia akan menjadi satu-satunya pemilik klub Serie A Liga Italia yang bukan orang Italia. (*)

Kiat Florentino Perez Menjabat Presiden Real Madrid Kali Kedua

Jurus Neo Galacticos Bikin Puas Socios Florentino Perez memang bukan pemilik Real Madrid. Namun, dia selalu berhasil mendapat kepercayaan tertinggi dari para pemegang saham Real dengan proyek ambisius megatransfer. Terbukti, tahun ini dia kembali terpilih sebagai presiden Real Madrid. Laporan Wartawan JPNN - Editor: Eko Nugroho

TIDAK seperti klub-klub di Eropa pada umumnya, pemilik Real Madrid tidak bisa begitu saja menentukan kebijakan. Sebab, pemiliknya berjumlah lebih dari 90 ribu orang. Mereka disebut socios alias member (anggota). Tiap tahun, mereka membayar iuran untuk dana operasional klub. Nah, urusan menjalankan kebijakan dan operasional itu diserahkan kepada presiden dan pengurus. Socios memiliki kekuasaan penuh untuk memilih siapa yang memegang wewenang tertinggi di hirarki kepengurusan. Empat tahun sekali puluhan ribu pemilik Real itu menggelar pemilu presiden.

Tentu saja, presiden terpilih adalah orang yang memiliki program dan dapat memuaskan para socios. Sejauh ini, Santiago Bernabeu Yeste adalah pemegang rekor presiden yang paling lama berkuasa. Pria yang namanya diabadikan sebagai nama stadion Real itu menjabat selama 35 tahun. Tapi, ternyata bukan dia presiden yang paling pintar mengambil hati para pemilik klub. Untuk urusan yang satu itu, Florentino Perez patut diacungi jempol. Ya, sebelum menduduki takhta kepresidenan pada 1 Juni lalu, pengusaha 62 tahun itu sudah pernah menjabat pre-

FLORENTINO PEREZ

siden. Yakni pada periode 2000– 2006. Dalam dua kali pemilihan itu, dia menggunakan jurus yang sama. Yakni menyediakan banyak uang dan berjanji mendatangkan bintang-bintang mahal Eropa alias galacticos. Di era kepemimpinan per-

FOTO NET

tama lalu, Perez sukses mendatangkan Luis Figo dan Zinedine Zidane yang keduanya memecahkan rekor transfer termahal pada masanya. Lalu ditambah David Beckham. Di era kedua ini, sejak masa kampanye pun dia sudah deal de-

ngan Kaka. Cristiano Ronaldo yang tahun lalu gagal diboyong ke Spanyol pun bisa didapatkan. Waktu Perez masih kampanye, tidak hanya fans Real yang menyadari kemungkinan munculnya proyek Neo Galacticos. Media Eropa pun aware. The Telegraph tercatat paling sering mengingatkan klub-klub Inggris untuk memagari bintang-bintangnya. Sebab, jika Perez kembali berkuasa, tidak ada yang tahu siapa saja yang bisa dibelinya. ’’Kami sedang berniat mengerjakan proyek spektakuler untuk menciptakan Real Madrid yang terbaik di dunia. Karena itu, kami juga membutuhkan pemain-pemain terbaik dunia,” kata Perez dalam salah satu pidatonya. Pernyataan ini langsung membuat Arsenal, Manchester United, AC Milan, Liverpool, dan Bayern Munchen memasang label not for sale pada pemain andalannya. ’’Kalau dia (Perez) berani bayar 125 juta

euro, (Franck) Ribery kami hargai 87 juta pounds,” tegas Uli Hoeness, general manager Bayern, kepada Telegraph. ’’Tapi, saya tidak mau bicara soal fee transfer dahulu. Karena kami tidak akan melepaskan Franck,” tegasnya. Toh, dijaga seketat apa pun, banyak klub yang sudah merelakan bintangnya menyeberang ke Real. Akhirnya, Perez memenangkan pemilu presiden 2009. Sebab, hanya dia yang mampu menyediakan syarat-syarat yang diperlukan. Selain fresh money mencapai Rp 4,4 triliun, dia juga punya jaminan bank yang nilainya 10 persen dari total rencana pengeluaran Real. Tapi, fakta ini tak bisa dibantah: Popularitas dia di kalangan socios selalu naik setiap mengumumkan niat pembelian bintang baru. Para pemilik klub bertambah girang ketika dia mendapatkan deal dengan Kaka. Dengan dukungan uang yang sangat besar dan restu dari socios, tidak salah kalau dua saingannya memilih mundur. (*)

WEST Ham United membarter striker mudanya, Savio Nsereko, dengan bek Fiorentina Manuel Da Costa jelang ditutupnya bursa transfer musim panas ini. Mereka mengikat Da Costa dengan kontrak berdurasi tiga tahun. ’’Situasi keuangan kami tidak memungkinkan untuk terus menahan Savio. Kami lebih memilih menjual pemain pelapis dan menggantikannya dengan pemain yang bisa digunakan sebagai starter,” tutur Scott Duxbury, chief executive West Ham, seperti dikutip Reuters. ’’Dengan uang yang kami terima dari penjualan Savio dan 50 persen dari penjualan pemain lain, kami mendatangkan pemain bagus seperti Da Costa. Saya pikIr, itu merupakan kesepakatan yang bagus bagi kami,” ucap Duxbury. Sebelum menggaet Da Costa, tim besutan Gianfranco Zola itu mendatangkan Luis Jimenez dari Inter Milan dan Alessandro Diamanti dari Livorno. Mereka juga mendatangkan Radoslav Kovac dari Spartak Moscow dengan status pinjaman. (jpnn)

I Lupi Pinjam Kiper Rumania

Bogdan Lobont AS Roma mendatangkan kiper anyar dari Dinamo Bucharest Bogdan Lobont dengan status pinjaman. Penjaga gawang asal Rumania itu disiapkan sebagai pengganti Alexander Doni yang mengalami cedera panjang. Lobont memiliki pengalaman tampil di Serie A Liga Italia sebelumnya, tepatnya saat membela Fiorentina. ’’Lobont resmi dipinjamkan ke Roma selama setahun. Setelah itu, ada opsi pembelian,” ungkap Victor Becali, agen Lobont, seperti dikutip Goal. I Lupi –julukan Roma– menggaet Lobont dengan status pinjaman karena Doni belum kunjung pulih dari cedera. Sedangkan dua kiper Roma lain, yakni Julio Sergio dan Artur, dinilai belum cakap menggantikan Doni. Bagi Lobont, kepindahan ke Roma merupakan sebuah impian lama yang tercapai. ’’Saya sangat senang. Saya merasa mendapatkan segalanya dengan bergabung ke Roma. Akhirnya, saya bisa memenuhi mimpi,” ucap Lobont kepada Corriere dello Sport. (jpnn)

Ben Haim Berlabuh di Pompey BERGABUNGNYA Kolo Toure dan Joleon Lescott membuat Tal Ben Haim kian sulit mendapatkan tempat utama di Manchester City. Bek asal Israel itu akhirnya bergabung ke Portsmouth dan mengikat kontrak berdurasi empat tahun. Musim lalu, Ben Haim kesulitan mendapatkan tempat di lini belakang The Citizens (julukan City). Pada pertengahan musim, City meminjamkannya ke Sunderland. Sepulang dari Sunderland, dia justru kian kesulitan untuk mendapatkan tempat. Dia bergabung ke Pompey –julukan Portsmouth– untuk menggantikan posisi Sylvain Distin yang hijrah ke Everton. ’’Itu merupakan tantangan besar bagi saya. Saya pikir, saya bisa bangkit lagi bersama klub tersebut,” tutur Ben Haim seperti diwartakan Associated Press. (jpnn)

RADAR LAMPUNG | Rabu, 2 September 2009  
RADAR LAMPUNG | Rabu, 2 September 2009  

ePaper RadarLampung

Advertisement