Page 11

12

RABU, 2 SEPTEMBER 2009

Massa Butuh Operasi Lanjutan

Felipe Massa

Ferrari Segera Putuskan Nasib Luca Badoer Laporan Wartawan JPNN Editor: Irwansa MIAMI - Bintang Ferrari, Felipe Massa, dipastikan tak mungkin kembali berlaga di sisa musim Formula 1 2009. Pembalap asal Brazil itu masih harus menjalani operasi plastik pada tempurung kepalanya dalam beberapa hari ke depan. Setelah pulih, Massa baru boleh menjalani latihan fisik. Jadi, kemungkinan dia kembali mengemudikan mobil tahun ini sangatlah kecil. Senin lalu (31/8, kemarin WIB), Massa menjalani pemeriksaan di Neuroscience Intensive Care Unit, Jackson Memorial Hospital, Miami, Amerika Serikat. Dia mengecek kondisi kepalanya, yang pada akhir Juni lalu terhantam per mobil dalam kecepatan tinggi, di Grand Prix Hungaria. Menurut pernyataan Ferrari, secara keseluruhan kondisi Massa membaik. Namun, dia belum bisa

kembali balapan dalam waktu dekat, meski sangat mungkin untuk comeback normal di awal musim 2010 nanti. ’’Hasil pemeriksaan ini disambut dengan hangat di Maranello (markas Ferrari di Italia, Red). Kini, tim bisa mengharapkan dia kembali 100 persen di awal musim tahun depan,” begitu bunyi pernyataan Ferrari. Massa pun mengaku senang dengan hasil pemeriksaan itu. ’’Setelah operasi kecil yang saya jalani dalam beberapa hari ke depan, saya bisa kembali latihan fisik. Setelah itu, saya bisa mulai latihan go-kart,” ucapnya. ’’Naik mobil F1? Mari kita bertindak selangkah demi selangkah. Sekarang saya hanya fokus untuk kembali melakukan aktivitas fisik,” tandasnya. Pada operasi lanjutan nanti, sebuah pelat akan dipasang pada tempurung kepala Massa, di bagian yang terhantam per mobil. Dengan perkembangan ini, berarti Ferrari harus segera mengambil sikap untuk sisa musim 2009, yang dimulai dengan GP Italia di Monza, 13 September mendatang. Luca Badoer, test driver yang dalam dua lomba terakhir menggantikan Massa, tampil sangat mengecewakan. Kandidat utama pengganti Badoer di Monza adalah Giancarlo Fisichella, pembalap veteran Force India-Mercedes. Menurut gosip terakhir, Fisichella bukan hanya ditawari balapan untuk lima lomba terakhir 2009. Dia juga ditawari pekerjaan sebagai test driver Ferrari mulai tahun depan. (*)

Cuma Venus yang Kesulitan

MELAJU Venus Williams berhasil melaju ke babak kedua turnamen AS Terbuka setelah menumbangkan Vera Dushevina (Rusia). FOTO AFP

Laporan Wartawan JPNN Editor: Irwansa NEWYORK - Babak awal Grand Slam Amerika Serikat (AS) Terbuka 2009 tak selalu berlangsung mulus bagi unggulan utama. Andalan tuan rumah di tunggal wanita, Williams bersaudara, Venus dan Serena, memetik hasil yang kontras. Meski demikian, nyaris tak terjadi kejutan di hari pertama tunggal wanita. Serena langsung panas di pertandingan pertamanya. Dia menundukkan rekan senegaranya Alexa Glatch dengan 6-4, 6-1. Itu makin membuatnya jadi favorit untuk meraih gelar ketiga dari empat grand slam tahun ini. Sebelumnya, dia sudah memenangkan Australia Terbuka dan Wimbledon. Hal yang berbeda ditunjukkan Venus. Dia melewati ancaman tersingkir di babak awal dengan susah payah. Venus harus menjalani pertarungan tiga set dan kalah di set pertama saat berhadapan dengan Vera Dushevina (Rusia). Akhirnya, Venus memastikan tiket ke babak kedua dengan kemenangan 6-7 (5), 7-5, 63 dalam waktu 2 jam dan 43 menit. ’’Ketika tertinggal 1-3 di set kedua, saya berusaha tetap fokus dan tak terlalu memaksakan diri. Penonton sangat membantu saat saya ketinggalan 4-5 dan itu jadi momen yang hebat di New york,” ujar Venus pada AFP. Laga yang berlangsung di lapangan utama Arthur Ashe Stadium pada malam itu benar-benar menyulitkan Venus. Di game ketiga set pertama, dia harus meminta perawatan untuk masalah yang mendera lutut kanannya. Venus juga terlalu banyak melakukan kesalahan

Duo India Pertama ke Babak Kedua

Sania Mirza

Laporan Wartawan JPNN Editor: Irwansa NEWYORK - AS Terbuka 2009 memiliki makna spesial bagi India. Untuk kali pertama, mereka meloloskan wakil di babak utama tunggal pria dan wanita secara bersamaan. Mereka adalah Somdev Devvarman di tunggal pria, serta Sania Mirza di tunggal wanita. Bahkan, keduanya mampu menembus babak kedua. Mirza mengalahkan Olga Govortsova (Belarusia) 6-2, 3-6, 6-3 kemarin WIB. Sementara, Devvarman yang melangkah dari kualifikasi menundukkan Frederico Gil (Portugal) 6-3, 6-4, 6-3. ’’Dalam waktu yang lama, saya satu-satunya (petenis India) yang bermain di tunggal pada babak utama grand slam. Sangat hebat mengetahui Somdev bermain baik sejak awal tahun dan

terus membaik,” ujar Mirza pada Reuters. ’’Saya gembira kini India punya dua petenis di babak kedua grand slam. Saya tak tahu, apa pengalaman ini pernah terjadi sebelumnya,” tambahnya. Mirza mengakui hal itu memberikan tambahan motivasi baginya. Bukan hanya dia, Devverman juga mengakui hal yang sama. ’’Saya tak mau membicarakan diri saya, tapi saya merasa hebat dengan yang saya capai. Itu memberikan saya kepercayaan diri dan yakin bisa bersaing dengan siapa pun,” beber Devvarman. Sebelum AS Terbuka 2009 berlangsung, ITF (Federasi Tenis Internasional) mengonfirmasi bahwa keduanya menjadi duo India pertama di nomor tunggal babak utama grand slam. Mirza menyebut beberapa hari terakhir adalah hari yang menakjubkan bagi dunia olahraga India. Sebab, akhir pekan kemarin tim Formula 1 asal India, Force India, mendapatkan pole position melalui Giancarlo Fisichella di GP Belgia. Babak selanjutnya, Mirza menghadapi unggulan kesepuluh Flavia Pennetta. Sementara, Devvarman menantang unggulan ke23 Philipp Kohlschreiber (Jerman). (*)

sendiri. Tercatat sebanyak 54 kali dia melakukan kesalahan, termasuk tujuh kali salah kaki saat melakukan servis. Venus menolak memberikan komentar terkait cedera lututnya. Tapi, tak diragukan lagi, hal itu turut memengaruhi penampilannya sekaligus peluangnya dalam perburuan gelar. ’’Saya tak akan bebicara detail masalah cedera yang saya dapat. Anda dapat melihat saya punya masalah dan harus segera berada dalam kondisi 100 persen untuk laga berikutnya. Saya tak akan mengeluh untuk hal itu,” tuturnya. Langkah yang sempurna justru didapatkan juara AS Terbuka edisi 2005 Kim Clijster. Petenis yang baru menjalani tiga turnamen setelah memutuskan kembali dari masa pensiun selama lebih dari dua tahun itu menang 6-1, 6-1 atas Viktoriya Kutuzova (Ukraina). Pertandingan tersebut merupakan laga pertamanya di arena AS Terbuka sejak mengalahkan Mary Pieerce (Prancis) pada final 2005. Meski mengaku lebih gugup dari biasanya, ibu satu anak itu membuktikan penampilannya masih menakutkan para rivalnya. ’’Saya merasa benar-benar bagus di lapangan. Sekarang masalahnya adalah terus menjaga penampilan untuk terus melaju,” ujarnya. Di tunggal pria, para unggulan utama yang bermain di hari pertama juga tak mendapakan kesulitan. Dua petenis yang pernah menjadi juara, Roger Federer (Swiss) dan Andy Roddick (AS), belum terhadang. Federer menundukkan Devin Britton (AS) dengan 6-1, 6-3, 7-5. Sementara Roddick yang bermain tengah malam waktu setempat menyingkirkan Bjorn Phau (Jerman) 6-1, 6-4, 6-2. (*)

RUBIO TUNDA MASUK NBA Tanda Tangani Kontrak Enam Tahun Bersama Regal Barcelona Laporan Wartawan JPNN Editor: Irwansa BARCELONA - Pemain ajaib asal Spanyol, Ricky Rubio, sudah pasti menunda masuk NBA. Point guard yang dipilih di urutan lima oleh Minnesota Timberwolves pada NBA Draft 2009 lalu itu telah memutuskan untuk bertahan dulu di Spanyol. Kalau segalanya lancar, dia akan bergabung di Timberwolves pada 2011 mendatang. Sebenarnya, Rubio sudah sangat ingin masuk NBA. Pemain 18 tahun itu pun nekat ikut NBA Draft 2009, meski sebenarnya masih terikat kontrak dengan DKV Joventut di Badalona, Spanyol, hingga 2011. Pertim-

bangannya, Rubio bisa menggunakan sebagian gajinya di NBA untuk membeli kontrak DKV Joventut. Tapi ternyata, Rubio tidak dipilih di barisan tiga besar. Sesuai aturan NBA, maka bayaran yang bakal dia dapat dari Timberwolves tidaklah sebesar yang diharapkan. Apalagi, juga sesuai aturan NBA, klub tidak boleh memberi sumbangan lebih dari USD500 ribu untuk membeli kontrak pemain asing. Dan untuk membeli (buyout) kontrak DKV Joventut, nilainya luar biasa tinggi. Mencapai USD8,11 juta atau lebih dari Rp81 miliar. Padahal, gaji Rubio pada dua tahun pertama di NBA ’’hanya” bernilai di kisaran USD7 juta (Rp70 miliar). Kubu Rubio (dan Timberwolves) sudah mengerahkan segala upaya untuk membantu membeli kontrak itu. Termasuk dengan cara-cara kreatif, seperti sepakat melakukan pertandingan ekshibisi

antara Timberwolves melawan DKV Joventut, dan membagi pemasukannya dengan klub Spanyol tersebut. DKV Joventut sebenarnya mau menurunkan nilai buyout. Hanya, masih terlalu tinggi untuk Rubio. Kemudian, muncullah tawaran dari klub Regal Barcelona. Klub itu mau membeli kontrak Rubio senilai USD5,28 juta (Rp52,8 miliar), lalu menggaji Rubio minimal USD1 juta (Rp10 miliar) semusim selama enam tahun ke depan. Regal Barcelona juga memberi keringanan untuk Rubio. Pada 2011, mereka bersedia melepas Rubio ke NBA dengan nilai buyout yang murah. Dalam beberapa hari terakhir, David Kahn, general manager Timberwolves, sudah berada di Spanyol untuk melanjutkan negosiasi. Hasilnya tetap buntu, tak mampu menarik Rubio ke NBA. Akhirnya, Rubio pun sepakat ke Regal Barcelona. Penggemar

Ricky Rubio

NBA baru bisa melihat aksinya paling cepat pada 2011 nanti, ketika dia sudah berusia 20 tahun. Menurut Rubio, keputusan ini sebenarnya dibuat dengan berat hati. Dia tahu, Timberwolves sangat menginginkannya untuk musim 2009-2010 nanti. Dan dia mengaku prioritas utamanya adalah masuk NBA. ’’Saya sangat bangga Timberwolves datang ke Spanyol untuk mendapatkan saya,” kata Rubio seperti dikutip El Mundo Deportivo Spanyol. Kasus Rubio ini tentu akan menjadi bahan pelajaran bagi banyak atlet muda dan klub-klub profesional di NBA dan Eropa. Bisa dibilang, Rubio (dan orang tuanya ketika dia masih berusia 16 tahun) dulu meneken kontrak terlalu dini, dengan isi yang kurang fleksibel. Buntutnya, pemain yang dikenal dengan umpan-umpan ajaib itu pun harus menunda dulu impian masuk NBA. (*)

RADAR LAMPUNG | Rabu, 2 September 2009  

ePaper RadarLampung

RADAR LAMPUNG | Rabu, 2 September 2009  

ePaper RadarLampung

Advertisement