Page 10

ENTERTAINMENT

RABU, 2 SEPTEMBER 2009

11

Enjoy Your Day!

07.30 Dino Babies

07.00 Kiss Vaganza

07.30 Inbox

07.30 Derings

07.30 Siapa Lebih Berani

07.00 Cerita Pagi

07.30 Metro Xin We

07.30 Tak and The Power of Juju

07.30 I Gosip Pagi

10.00 Heboh 11.30 Topik Siang

09.30 FTV Drama

09.33 Halo Selebriti

09.00 Sketsa

14.00 Hits

10.30 Nekad’z

08.00 Healthy Life

09.00 Obsesi Pagi

09.00 Rumpi

12.00 Klik! 14.30 Panji Sang Penakluk 2 15.00 Topik Petang 15.30 Mantap

TELEVISI

12.30 Happy Songs 14.30 Kiss Sore

15.30 Boys Before Flower 17.00 Amira

12.30 Sepatu Ratu 14.03 Playlist

16.30 Kepompong

17.57 Para Pencari Tuhan 3

17.00 SBY 18.30 Kena Deh

18.00 Tangisan Isabella

19.00 Segerrr.... 20.00 4 M

20.00 Inayah

21.33 Telanjur Cinta

22.00 A Love to Kill

22.30 Barometer

21.30 Tawa Sutra

19.00 Jiran

19.00 Melati untuk Marvel 20.30 Cinta Fitri

15.00 Cek & Ricek

11.30 Lintas Siang

12.30 Missing Lyrics

16.30 Minta Tolong

12.00 Layar Kemilau

17.00 Suami Suami Takut Istri

17.00 Baim Anak Sholeh

18.30 Tangan Di Atas

17.30 Manohara

20.00 Realigi

19.00 Cinta Dan Anugerah

21.00 Red Heat

20.30 Isabella

23.00 Crouching Tiger Hidden

23.00 Michael Jackson Live In

11.00 Insert

13.30 Kasak Kusuk

Dragon

14.30 Go Show

13.00 Sports Club

13.30 Today Dialog’s

12.00 I Gosip Siang

11.00 Dimas & Raka

14.30 Homestay

13.30 MTV Ampuh

15.30 Jejak Petualang

15.30 Aku Tahu

18.00 Plester

15.30 Public Corner

15.30 Petualangan Panji

18.30 On The Spot

16.30 Metro 10

16.30 Bukan Buka Biasa

20.00 Opera Van Java

19.00 Suara Anda

18.00 Bolu

20.45 OKB

21.00 Bengkel Hati Ramadan

21.00 Top Nine News

19.00 Brother Bear

22.00 Bukan Empat Mata

22.00 Sinema Malam

23.00 Metro Realitas

22.00 Avalanche Alley

23.30 Begadang

15.00 Ninja Warrior

18.10 Said & Saidah

19.10 Ingat-ingat Lupa

20.00 Kisah-kisah Hidayah

Copenhagen

11.00 Archipelago

10.00 Bukan Sinetron

Pekhing Jadi Mata Kuliah di ISI Jogjakarta Laporan/Editor: Ade Yunarso BANDARLAMPUNG - Masyarakat Lampung patut berbangga hati. Musik gamelan pekhing alias cetik asal provinsi ini bakal menjadi mata kuliah tambahan di Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta.

Hal itu disampaikan Dekan Fakultas Seni Pertunjukan ISI Jogjakarta B. Bramanto usai workshop Gamelan Pekhing. Hadir sebagai narasumber Wayan Sumertha Dana, S.Sn. atau Wayan Mochoh di aula kampus ISI Jogjakarta, penggal Agustus lalu. Dalam workshop yang diikuti mahasiswa etnomusikologi ISI

Jogjakarta itu hadir Dekan Fakultas Seni Pertunjukan ISI B. Bramanto dan Ketua Jurusan Seni Pertunjukan ISI Untung. Pada kesempatan itu, Mochoh menyerahkan dua unit cetik dan sepuluh eksemplar buku notasi cetik. Sedangkan dari ISI memberikan cenderamata dan buku pan-

duan masuk ISI Jogjakarta. ’’Saya berharap, musik Lampung bisa dipelajari secara akademis. Apalagi sudah punya aturan yang baku seperti teknik permainan dan notasi lagu,” ujar B. Bramanto dalam sambutannya. Mochoh yang menemukan laras cetik pada 2003 dan menamakannya ’’Pelog 6 nada’’ yakni 1,

PETERPAN

2, 3, 5, 6, 7, (1) Oktav, bertekad terus berusaha menyosialisasikan musik ini ke daerah maupun luar Lampung. ’’Sasaran strategis kalangan akademis dari anak sekolah sampai perguruan tinggi juga guru dan dosen,” ujar Mochoh dalam rilisnya yang diterima Radar Lampung kemarin. Upaya itu, ia

Pernah Menginap di Stasiun

lakukan bersama kelompok Penggiat Cetik Lampung. Sebelum ke ISI Jogjakarta, Mochoh juga pernah menggelar workshop di ISI Denpasar. Selain itu, pada festival musik anakanak di Gedung Kesenian Jakarta belum lama ini. Di Lampung, Mochoh bersama A. Barden, Syafril Yamin,

dan Riki juga terus berupaya memasyarakatkan musik cetik lewat TVRI. Mereka pun beraudensi dengan siswa-siswa sekolah dasar se-Bandarlampung. Termasuk bekerja sama dengan DKL menggelar workshop guru-guru kesenian SMA se-Bandarlampung dan FKIP Unila. (*)

MOLDY ’’RADJA’’

Laporan Net Editor: Erwin Sajjah

FOTO NET

Ganti Nama, Peterpan Rilis Suvenir Laporan Net/E. Sajjah Editor: Erwin Sajjah JAKARTA - Peterpan merilis kalung dan liontin emas Peterpan series bersertifikat khusus. Kalung dan liontin yang memiliki berat dua gram dengan kadar emas 42 persen emas putih dihargai Rp400 ribu dan hanya diproduksi sebanyak 50 ribu. Hal ini dilakukan Peterpan seiring pergantian nama mereka tahun ini. Dengan dirilisnya suvenir tersebut, band asal Bandung itu berharap nama Peterpan tak akan lekang oleh waktu, seperti emas yang selalu abadi.

’’Ini semacam kenang-kenangan untuk para pencinta kita. Meskipun tidak seabadi berlian, emas juga simbol keabadian. Kita ingin nama Peterpan abadi di hati orang dan tak gampang hilang, meski sudah tidak ada lagi bandnya,” harap Ariel di Score Cafe, Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, kemarin (31/8). Menurut Ariel, meski berubah nama, Peterpan tetap akan muncul diberbagai kegiatan. ’’Ide awalnya, sebenarnya ingin memajukan industri musik Indonesia. Band luar negeri banyak mengeluarkan merchandise untuk fans atau kolektor. Inti dari suvenir ini adalah kata-kata yang ada di dalam kalung itu yang di-

ambil dari kutipan judul dan lirik lagu Peterpan,” urai Ariel. Mengeluarkan suvenir dalam bentuk kalung dan liontin, Peterpan mengaku ingin merangkul fansnya yang sebagian besar adalah perempuan. ’’Yang suka Peterpan kebanyakan perempuan, jadi nggak masalah. Laki-laki juga bisa pakai. Saya saja bukan tipe orang yang suka pakai kalung, tapi disiasati dengan memfungsikannya sebagai gelang,” aku Ariel. Terkait penggantian nama, rencananya, mereka akan mengumumkan nama baru Peterpan pada Oktober 2009. ’’Pokoknya, saat kita launching album baru nanti, Oktober, kita akan resmi-

kan nama baru,” kata Ariel. Duda beranak satu ini tak memungkiri perasaan berat melepas nama Peterpan. Perasaan serupa juga dialami fans setia mereka. ’’Berat memang kehilangan nama Peterpan. Terutama meyakinkan orang-orang bahwa pergantian nama kita ini baik-baik saja. Nggak ada masalah di balik pergantian nama. Kepada fans, kita bilang hanya ganti nama,” jelas kekasih Luna Maya ini. Meski di masa awal para fans banyak yang protes dengan pergantian nama Peterpan, kini tidak lagi. ’’Mudah-mudahan di bulan puasa ini, kita sekalian berdoa biar sukses dengan nama baru,” doanya. (*)

JAKARTA - Meskipun kampung halaman di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Moldy ’’Radja’’ lebih memilih untuk pulang naik kereta tujuan Surabaya dan baru menyeberang ke Kalimantan. ’’Biasanya, kita kalau pulang ke Banjarmasin selalu ke Surabaya dulu. Kita ke Gambir naik kereta tujuan Pasar Turi,” cerita Mouldy kepada wartawan saat ditemui di Stasiun Senen, Jakarta Pusat, Senin (31/8). Moldy bercerita, Bersama Ian, biasanya dia pesan tiket minimal 15 hari sebelum hari Lebaran. Demi mendapatkan tiket kereta, dirinya pernah menginap di Stasiun Gambir hanya untuk antre tiket kereta tujuan Surabaya. ’’Pernah, saya punya pengalaman, H-5 pesan tiket nggak dapat. Jadi, saya sengaja tidur seharian di Gambir untuk antre tiket,” ungkap Moldy. Bagaimana dengan calo? Menurutnya, tidak hanya sekadar di stasiun, tapi juga di setiap terminal keberangkatan baik bus, kapal laut, maupun bandara. ’’Calo itu tradisi di manamana. Ada yang dicaloin tetap suka. Jadinya susah untuk dibasmi,” pungkas Moldy. (*)

FOTO NET

RADAR LAMPUNG | Rabu, 2 September 2009  

ePaper RadarLampung

RADAR LAMPUNG | Rabu, 2 September 2009  

ePaper RadarLampung

Advertisement