Page 27

LAMPUNG RAYA

SENIN, 2 MARET 2009

27

Lambar-Lampura-Waykanan-Tuba

Pemilik Kayu Sengaja Dikaburkan Terkait Penemuan 30 M3 Kayu Minyak di Pekon Marang Laporan Wartawan RNN Editor: Purna Wirawan

FOTO HERMANSYAH

BANTUAN: Bupati Waykanan Drs. Hi. Tamanuri, M.M. memberikan bantuan kepada warga kabupaten setempat pekan lalu

PESISIR SELATAN – Kesulitan aparat Polres Lampung Barat mengungkap siapa pemilik 30 m 3 kayu minyak yang ditemukan di Dusun Ujungpandang,

Pemangku Usangpulau, Pekon Marang, Kecamatan Pesisir Selatan, Jumat (20/2) lalu, bukan tanpa alasan. Ada indikasi pihakpihak tertentu sengaja membuat siapa oknum-oknum yang terlibat dalam kasus itu menjadi tidak jelas alias dikaburkan. Akibatnya, polisi mengalami kesulitan mengungkap siapa pelaku perambahan di dalam kawasan hutan produksi terbatas (HPT) di daerah itu. ’’Dukungan warga yang mengetahui siapa pelaku penebangan kayu ini

terhadap aparat kepolisian sangat rendah. Akibatnya, kami kesulitan untuk mengungkap siapa pemilik kayu sebenarnya,” kata Kasatreskrim AKP Bunyamin mendampingi Kapolres Lambar AKBP M. Muslim Siregar, S.I.K. kemarin. Meski demikian, pihaknya tidak akan menyerah begitu saja. Mereka akan terus berupaya melakukan penyelidikan pemilik atas kasus tersebut. Sementara berdasarkan hasil penelusuran wartawan koran ini

pada Sabtu (28/2) lalu, didapat informasi bahwa 30 m3 kayu yang ditemukan tim Satreskrim Polres Lambar itu sebelumnya telah ditangkap Polhut Dinas Kehutanan (Dishut) Lambar. Hal itu diketahui berdasarkan keterangan sejumlah warga yang berhasil ditemui di Pekon Marang. ’’Kami minta tolong jangan nama kami disebutkan. Sebenarnya kayu ini sebelumnya sudah ditangkap polhut. Tapi, entah mengapa belakangan kayu ini juga ditangkap polisi. Ini ada

Cabuli Anak di Bawah Umur, Ditangkap

Perampok Rumah Purnawirawan Dibekuk Laporan Wartawan RNN Editor: Purna Wirawan

KOTABUMI UTARA – Seorang residivis sekaligus tersangka perampokan di rumah Mashuri (60), salah seorang purnawirawan TNI-AL, diringkus petugas Polsek Kotabumi Utara, Lampung Utara, sekitar pukul 01.30 WIB kemarin (1/3). Dia adalah Hendri (23), warga Desa Ketapang, Kecamatan Sungkai Selatan, Lampura. Selain tersangka, turut disita barang bukti (BB) satu unit sepeda motor mereka KTM BE 6077 JN milik korban. Sedangkan tiga rekan tersangka yang berhasil kabur, kini dalam pengejaran petugas. Kapolsek Kotabumi Utara Iptu Trisnadi, S.H. mendampingi Kapolres Lampura AKBP Laksa Widiyana mengatakan, tersangka ditangkap saat bersembunyi di kediamannya yang lain di Kelurahan Cempedak, Kotabumi. Penangkapan itu dilakukan setelah adanya laporan dari korban. Dalam laporannya, korban mengaku telah

menjadi korban perampokan pada November 2008 lalu. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Di dalam rumah hanya ada korban dan Nuryani (55), istrinya. Pelaku berhasil masuk ke dalam rumah dengan cara mendobrak pintu menggunakan kayu balok. Setelah masuk, para pelaku mengikat kedua tangan istri korban. Sedangkan Mashuri ditodong dengan sebilah golok hingga korban terluka. Ketika itu para pelaku berhasil membawa kabur dua unit sepeda motor merek Kharisma dan KTM, serta sebuah HP milik korban. ’’Dalam catatan petugas, tersangka adalah residivis kasus pembobolan rumah pada 2005 silam dan pernah menjalani hukuman di Lapas Kotabumi,” ujar Trisnadi. Sementara di hadapan petugas, tersangka mengaku melakukan aksi itu bersama tiga rekannya yang kini masih buron. ’’Setelah masuk ke dalam rumah, saya bersama tiga rekan saya langsung mengambil harta korban dan kabur,” ujar Hendri. (*)

Laporan Wartawan RNN Editor: Purna Wirawan

FOTO RNN

KELUARKAN BBM: Sejumlah petugas sedang mengeluarkan bahan bakar minyak (BBM) dari tangki kapal kargo Full King Panama yang terdampar pada 2008 lalu di sekitar Pantai Melasti, Pekon Marang, Kecamatan Pesisir Selatan, Lampung Barat.

Siswi SD Tewas Pencarian Korban Terus Dilakukan Tergilas Truk Laporan Yusuf A.S. Editor: Purna Wirawan

Laporan Wartawan RNN Editor : Purna Wirawan

TULANGBAWANG TENGAH – Angel (9), siswi kelas 2 SDN 4 Banyuwangi, Panaraganjaya Indah, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Tulangbawang, tewas dengan kondisi sangat mengenaskan. Dia tewas tergilas truk sampah milik Dinas Kebersihan Tuba nopol BE 4836 AZ di jalan raya Banyuwangi sekitar pukul 10.03 WIB, Sabtu (28/2) lalu. Menurut keterangan beberapa saksi mata, ketika itu putri bungsu Gatot, warga RK. II Panaraganjaya, ini baru saja pulang dari sekolah dengan mengendarai sepeda kecil. Di tengah perjalanan, tepatnya sekitar 500 meter dari sekolah korban, datang mobil dinas pengangkut sampah Pemkab Tuba dari Pasar Panaraganjaya. Lalu, mobil dinas yang melaju dengan kecepatan tinggi itu langsung

menghantam setang sepeda sebelah kanan korban. Akibatnya, sepeda korban terpental dan korban masuk kolong mobil. Korban sempat terseret hingga beberapa meter. Akibat peristiwa itu, tengkorak kepala korban remuk. Selain itu, di tubuh korban terdapat luka robek dari dada kanan hingga bahu kiri, bibir atas dan bawah robek, serta gigi atas dan bawah patah. Korban juga mengeluarkan darah segar dari hidung dan telinganya. Kapolpos Kalimiring Brigpol Sumantri saat dikonfirmasi mengaku, kasus itu sedang ditangani oleh pihaknya. Sebab, ketika kejadian, sopir truk langsung melarikan diri dan hingga kini belum ditangkap. Terpisah, Gatot, orang tua korban, mengatakan bahwa pihaknya meminta dinas terkait bertanggung jawab atas musibah yang merenggut nyawa anak bungsunya itu. ’’Saya berharap pemerintah bertanggung jawab atas musibah ini,” lirihnya. (*)

apa?” ungkap salah satu warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan seolah balik bertanya. Mengenai siapa pemilik sebenarnya, wartawan koran ini juga cukup kesulitan untuk mengungkapnya. Memang tampak ada pihak-pihak tertentu yang sangaja ’’menekan” warga untuk tidak memberitahukan pemilik kayu yang sebenarnya. Opini yang muncul bahwa kayu itu hanya merupakan temuan polisi. (*)

MENGGALA – Upaya pencarian terhadap Nengah Bude (35) yang hilang ketika perahu motor yang ditumpanginya terbalik di aliran Sungai Tulangbawang pada Kamis (26/2) lalu belum membuahkan hasil. Hingga kemarin, tim gabungan dari Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan Tuba dan tim lainnya masih terus menyusuri sungai hingga radius puluhan kilometer. Kepala Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan Tuba Ir. Algiber Sihombing melalui Kabid Kelautan Kanedi A.Pi., M.H. mengatakan, meski belum ada tanda-tanda korban akan ditemukan, upaya pencarian masih akan terus dilakukan. Bahkan, pencarian tidak hanya dilakukan tim gabungan. Pihak keluarga korban juga ikut ambil bagian. Kemarin (1/3), lanjut Kanedi, pihaknya melakukan pencarian mulai dari lokasi kejadian hingga hilir Sungai Tuba. Karena upaya pencarian belum membuahkan hasil, tim SAR dari Direktorat

Polair Polda Lampung telah pulang. Diakuinya, kendala yang dihadapi tim saat melakukan pencarian adalah air Sungai Tuba terlalu deras. Sehingga, mereka tidak dapat memungsikan alat penyelam. Kendala lain yakni aliran sungai tidak pernah bening. Usaha lain yang juga dilakukan tim, kata Kanedi, yakni meminta bantuan orang pintar. Diharapkan melalui doa dan usaha yang dilakukan mereka, korban dapat segera ditemukan. Pihaknya menduga bahwa korban tenggelam dan tersangkut di kayu dasar sungai. ’’Tapi, kami tetap berusaha. Insya Allah, korban segera ditemukan,” katanya. Sementara, tokoh agama dari keluarga korban sekitar pukul 18.00–19.00 WIB Sabtu (28/2) lalu melakukan doa bersama di pinggir Sungai Tuba. Doa ini juga dihadiri oleh Kepala Kampung Cakat Bambang Sumantri dan dihadiri oleh sejumlah warga kampung setempat. Doa bersama tersebut sesuai dengan agama Hindu bahwa mereka mengharapkan agar korban dapat ditemukan. Menariknya, doa

FOTO RNN

ISTIRAHAT: Tim gabungan polair, polres, polsek, serta Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan Tulangbawang terus melakukan pencarian terhadap Nengah Bude (35), korban perahu motor terbalik di Sungai Tuba akhir pekan kemarin. Hingga kemarin, pencarian belum membuahkan hasil.

bersama ini bukan hanya dilakukan oleh keluarga korban. Namun, juga masyarakat yang ada di sekitar juga turut membantu. Di sisi lain, Nengah Cerite (50), ipar korban, mengatakan bahwa pihaknya memang meminta sum-

bangan kepada warga yang melintas. Hasil dari sumbangan itu langsung diberikan kepada keluarga korban secara langsung. Itu dimaksudkan untuk membantu keluarga yang kini sedang tertimpa musibah. (*)

SEKINCAU – Tim penyidik Polsek Belalau yang juga membawahi Kecamatan Sekincau, Suoh, dan Batubrak, Lampung Barat, Sabtu (28/2) lalu sekitar pukul 20.30 WIB menangkap Aliudin bin Cik Gus Adani (43), warga Lk. Betung, Kelurahan Sekincau. Lelaki paro baya itu ditangkap petugas atas dugaan perbuatan cabul terhadap Bunga (7), warga setempat. ’’Tersangka kami tangkap setelah mendapat laporan dari keluarga korban yang masih duduk di bangku (SD itu,” ungkap Kapolsek Belalau Iptu Abdurrahman mendampingi Kapolres Lambar AKBP M. Muslim Siregar, S.I.K. kemarin. Dijelaskan, tersangka melakukan perbuatan tidak senonoh itu di rumah korban sekitar pukul 10.00 WIB, Rabu (25/2) lalu. ’’Ketika itu korban sendirian karena kedua orang tuanya sedang pergi ke pasar. Rupanya melihat korban, tersangka kalap dan melakukan aksi bejat itu,” jelasnya. Perbuatan ini baru diketahui ibu korban setelah pulang. Tidak terima dengan perbuatan tersangka, keluarga korban akhirnya melaporkan kasus itu ke polsek setempat. Setelah mendapat laporan, petugas langung memintai keterangan korban. ’’Korban mengakui kalau dirinya diimingimingi uang Rp1.000. Namun, tidak diberikan hingga akhirnya tersangka berhasil melakukan perbuatan tak senonoh kepada korban,” imbuhnya. Di hadapan petugas, tersangka mengaku melakukan perbuatan itu dengan cara memasukkan jari tangan ke kemaluan korban. ’’Sebenarnya informasi yang kami terima, perbuatan tersangka tidak hanya dilakukan kali itu. Dua hari sebelumnya, yakni Senin (23/2) sekitar pukul 10.00 WIB, tersangka juga telah melakukan perbuatan bejatnya. Ketika akan mengulangi perbuatannya, tersangka ketahuan oleh ibu korban,” paparnya. Akibat perbuatannya itu, tersangka kini ditahan di Mapolsek Belalau. Pelaku dijerat pasal 81 dan 82 UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (*)

RADAR LAMPUNG | Senin, 2 Maret 2009  

ePaper RadarLampung

RADAR LAMPUNG | Senin, 2 Maret 2009  

ePaper RadarLampung

Advertisement