Page 10

10

SENIN, 2 MARET 2009

Houston pun Merana Laporan Wartawan JPNN Editor: Eko Nugroho

HOUSTON – Diaz-Rocky protect our Houston. Demikian salah satu bunyi poster dukungan para fans di Toyota Center, Houston, kemarin WIB (1/3). Maksudnya jelas sekali agar Juan Diaz dan Ricardo ’’Rocky’’ Juarez, yang merupakan petinju lokal Houston, bisa mempersembahkan kemenangan. Akan tetapi, lebih dari 14 ribu penonton yang memadati arena yang sehari-hari menjadi kandang tim basket NBA Houston Rockets itu harus kecewa. Rocky tidak mampu merebut gelar juara kelas bulu WBA milik Chris John setelah pertandingan berakhir draw. Diaz malah harus terkapar pada ronde ke-9 setelah mendapatkan pukulan bertubi-tubi dari Juan Manuel Marquez. Kegagalan Rocky mungkin tidak terlalu disesali. Sebelumnya, dia sudah empat kali kalah dalam pertarungan perebutan gelar juara dunia. Tetapi, tidak demikian halnya dengan Diaz. Dia jagoan terkini Houston

Juan Manuel Marquez

dengan predikat penyandang gelar IBO kelas ringan. Gelar itu kemarin lepas ke tangan Marquez, plus gelar WBO dan

SOCCERLINE

Benitez Menyerah, Hiddink Tenang LANGKAH Liverpool Liverpool menjadi biang semakin berat dalam pertidak konsistennya performa buruan gelar Premier League The Reds. Salah satunya musim ini. spekulasi tentang masa Kekalahan depannya di klub itu. 0-2 dari Di saat Liverpool meMiddlesnyerah, Chelsea justru pubrough di nya motivasi baru bersaing Stadion Ridengan United. Seiring verside kedatangan pelatih baru Sabtu lalu Guus Hiddink, tren The (28/2) menBlues menanjak. jadi alasan Tiga laga bersama pelatih yang dikemukakan pelatih asal Belanda itu di berbagai Liverpool Rafael Benitez. ajang, John Terry dkk. meRafael Benitez ’’Sekarang bergantung kenang terus. Sabtu lalu, Chelpada Manchester United apakah bisa mesea menang 2-1 atas Wigan Athletic di manfaatkan situasi atau justru terselip. Stamford Bridge. ’’Saya harus realistis Bagi kami, segalanya kini menjadi sangat bahwa kemenangan adalah target yang sulit,’’ kata Benitez kepada Sky Sports. harus didahulukan dibandingkan performa Pelatih asal Spanyol itu juga menepis tim secara keseluruhan,’’ kata Hiddink seanggapan jika sejumlah intrik di internal perti dilansir Sportinglife. (jpnn)

WBA yang lowong. ’’Saya tersengat pukulan yang bagus. Saya berusaha tetap berjuang dan menekan. Saya pikir telah memberikan perlawanan yang bagus, tapi saya terkena pukulan yang hebat,” kata Diaz sesudah pertandingan sebagaimana dilansir Associated Press. Pada ronde ke-9, Diaz dua kali dijatuhkan Marquez. Setelah jatuh untuk kali kedua, saat pertarungan ronde tersebut menyisakan 20 detik, wasit menyatakan kemenangan KO (knockout) untuk Marquez. ’’Saya datang untuk bekerja, untuk melepaskan pukulan dan bertarung. Saya banyak melepaskan pukulan dan itulah yang saya inginkan,” ucap Marquez seperti dikutip AFP. ’’Saya lihat pukulan telah menyakitinya dan kemenangan KO itu datang,” lanjut dia. Pertarungan berjalan ketat sejak awal. Bahkan, hingga sebelum Diaz jatuh, perolehan poin kedua petinju sangat ketat sampai tiga hakim memberikan poin berbeda. Duane Ford memberikan 77-75 untuk Marquez, Max de Luca menilai 7775 untuk Diaz, sedangkan Levi Martines memberikan poin sama 76-76.

Dengan kemenangan itu, Marquez yang berusia 35 tahun mengantongi rekor 50 kemenangan (37 KO), empat kali kalah, dan sekali draw. Sedangkan Diaz yang lebih muda sepuluh tahun menderita dua kekalahan dalam 34 kali naik ring. Marquez pun menunjukkan bahwa dirinya makin cocok di kelas ringan. Dua kali duel di kelas itu, dia meraih kemenangan KO. Sebelumnya, Marquez menang TKO ronde ke-11 atas Joel Casamayor pada September 2008. Selanjutnya, Marquez menargetkan untuk bertarung dengan petinju-petinju terbaik di ring profesional. Dia ingin membuat Floyd Mayweather Jr. keluar dari masa pensiunnya. Saat pensiun pada 2007, Mayweather masih dianggap sebagai petinju terbaik di semua kelas. Keinginan Marquez itu disambut positif bos Golden Boy Promotion (GBP) Oscar de la Hoya. Dia pun ingin membuat Mayweather mempertaruhkan status tak terkalahkan yang dimilikinya sebelum pensiun. Lebih lanjut De la Hoya mengungkapkan, tak hanya Marquez yang sudah menunggu Mayweather. Ada juga nama Shane Mosley. (*)

Force India Mimpi Curi Podium MOBIL baru Force India termasuk yang paling ditunggu musim ini. Dengan adanya regulasi baru yang ekstrem untuk 2009, apa yang dilakukan oleh ’’tim kecil’’ mungkin lebih menarik dari solusi dari tim-tim raksasa. Bagi Ferrari atau McLarenMercedes, ada banyak sumber daya yang bisa digunakan untuk membuat mobil baru, yang bisa ’’mengakali’’ regulasi baru. Kalaupun solusi awal gagal, mereka masih punya banyak sumber daya untuk melakukan perubahan dengan cepat. Beda dengan tim kecil. Apa yang mereka punyai di awal musim, maka itulah yang mereka punya sampai akhir musim. Tak ada duit untuk perubahan drastis. Jadi, menarik untuk melihat bagaimana Force India menyiapkan mobil barunya. Dugaan awal: Mobil itu pasti sederhana, dengan solusi-solusi yang sederhana pula. Tim tidak akan mau membuat solusi berisiko tinggi. Benar saja, ketika gambarnya kali

pertama muncul akhir pekan lalu, Force India VJM02 merupakan mobil yang sangat sederhana. Sayap depan tidak aneh-aneh, bodi tidak aneh-aneh, sayap belakang tidak aneh-aneh. Yang paling mencolok adalah bentuk buritan. Penuh lekukan menyesuaikan diri dengan bentuk mesin Mercedes-Benz yang dipasang di bawah bodi. Meski penuh keterbatasan, Force India tetap optimistis menghadapi musim 2009 ini. Bila musim 2008 lalu berlangsung mengecewakan tanpa poin, tahun ini tim ini pasang target rutin meraup poin. ’’Kalau mengejar kemenangan, mungkin baru bisa kita impikan pada 2010. Untuk 2009, saya sudah senang kalau kami rutin meraih poin. Itu sudah langkah jauh ke depan,” kata Vijay Mallya, bos tim. Giancarlo Fisichella, pembalap senior Force India, membenarkan bahwa target timnya mengejar poin secara rutin. Bahkan, pembalap 36 tahun itu bisa memimpikan podium. (jpnn)

RADAR LAMPUNG | Senin, 2 Maret 2009  

ePaper RadarLampung

RADAR LAMPUNG | Senin, 2 Maret 2009  

ePaper RadarLampung

Advertisement