Issuu on Google+

CMYK

RADAR KOTA BUMI Bersama Membangun Lampura

SENIN, 26 SEPTEMBER 2011

Pembangunan SPBE Disoal

FOTO RIDUAN

Lokasi Pembangunan SPBE yang disoal perizinannya oleh warga Desa Buminabung, Kecamatan Abung Barat, Lampura.

ABUNGBARAT - Pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) di Desa Buminabung, Kecamatan Abung Barat, Lampung Utara (Lampura) disoal. Pasalnya, dalam pelaksanaan pembangunnya tak memiliki izin dari masyarakat setempat. Seperti yang diungkapkan PJ Kades Buminabung Helmi Nasri, kemarin (24/9). Dikatakan Helmi, dalam pelaksanaan pembangunan SPBE itu hingga kini belum berkoordinasi dengan pihaknya.”Boro-boro izin mas, pemberitahuanpun tak ada, saya baru tahu bahwa itu akan dibangun SPBE dari informasi warga saya,” ujarnya saat disambangi di kediamannya. Menurut dia, semestinya pihak SPBE sebelum melakukan pembangunan meminta persetujuan minimal 40 warga di sekitar lokasi pendirian bangunan itu.”Namun saya tanya ke warga mereka belum ada yang menandatangani persetujuan pembangunan SPBE. Mereka hanya saksi saat terjadi transaksi jual beli tanah, itupun tidak semua warga,” terangnya. Senada diungkapkan Arsyad Jaya selaku Tokoh Masyarakat Desa Buminabung. Dia mengaku tidak mengetahui sama sekali tujuan bangunan itu di dirikan. Dia juga mengatakan tak pernah dikonfirmasi terkait pelaksanaan pembangunan SPBE tersebut. Baca PEMBANGUNAN Hal.7

8 HALAMAN / Rp1.500

Kabupaten Hasil Pemekaran Dukung Lampura Jadi Provinsi KOTABUMI - Wacana pemekaran Lampung Utara (Lampura) menjadi Provinsi Baru menuai dukungan dari kabupaten-kabupaten yang ada disekitarnya. Hal itu disampaikan Bupati Lampung Utara (Lampura) Drs. Hi. Zainal Abidin, M.M., saat diwawancarai diruang kerjanya belum lama ini. ”Kalau secara lisan kabupaten-kabupaten hasil pemekaran (Lampura, Red) menyetujui pemekaran itu, namun kalau secara resmi kita masih akan kita dalami lagi,” ujar Bupati. Dikatakan, terkait dengan adanya keputusan pemerintah pusat bahwa tak ada pemekaran provinsi lagi, Bupati membenar adanya peraturan itu. Namun demikian menurutnya suatu hal yang wajar jika pihaknya mengajukan, tentunya dengan didukung berbagai potensi yang ada. ”Artinya ajuan kita ini ada dasarnya dan ada pertimbangannya. Ini saya nilai syah-syah saja kok,” kata dia. Zainal menjelaskan, pihaknya sudah menerbitkan SK pengkajian yang akan bertugas melakukan tugas mengkaji lebih mendalam terkait pelaksanaan pemekaran tersebut.”Kita akan geser Kabupaten Lampung Utara kearah Bukit Abung atau ke Sungkai Bunga Mayang. Kemudian Kotabumi Baca KABUPATEN Hal.7

FOTO RIDUAN

Bupati Lampura Drs Hi Zainal Abidin MM, saat memberikan terangan pers terkait wacana pemekaran kabupaten menjadi Provinsi.

Hermantoni Lapor Balik Pelapor Pemerkosaan Disdik Usulkan Kepsek Rosdiana Cari SMKN I Diganti Keadilan ke Damar KOTABUMI - Malang nasib Rosdiana (35) yang mengadukan Hermantoni (48) warga Skala Berak, Kecamatan Tanjungaman, Kecamatan Kotabumi Selatan, ke Polres Lampung Utara (Lampura), terkait dugaan pemer-

Harian Radar Lampung Group Untuk Wilayah Lampura dan Waykanan

kosaan yang dialaminya. Pasalnya, terdakwa yang sudah divonis bebas oleh majelis hakim yang di ketuai Ojo Sumarna, S.H., itu melakukan tuntutan balik dengan melaporkan Rosdiana ke Mapolres Lampung Utara, dengan tuduhan pencemaran nama baik.” Benar, pada Selasa (27/9) mendatang saya dipanggil pihak

kepolisian terkait laporan itu,” ujar Rosdiana kepada Radar Kotabumi, kemarin.(25/9). Dikatakan warga Desa Gunungbetuah, Kecamatan Abungbarat ini, jika dirinya tetap mencari keadilan terkait permasalahan itu dengan mengadukan ke Lembaga Swadaya Masyarakat Baca HERMANTONI Hal.7

KOTABUMI - Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri I Kotabumi Lampung Utara, Drs. A. Helmi terancam diganti. Selain memegang jabatan ganda sebagai kepala SMKN Salusuban, Lampung

Tengah (Lamteng), A.Helmi juga telah melebihi ketentuan waktu masa jabatan hampir 3 periode di SMKN I Kotabumi. “Sudah semestinya dia, (Helmi,red) diganti dengan Baca DISDIK Hal.7

Homepage : www.radarkotabumi.com

CMYK


2

LAMPURA SIKEP

RADAR KOTABUMI

SENIN, 26 SEPTEMBER 2011

www.radarkotabumi.com

Pemkab Anggarkan Rp2,9 Miliar Untuk Kecamatan PUTRARUMBIA – Pemerintah kabupaten (Pemkab) Lampung Tengah (Lamteng) anggarkan dana Rp 2,9 miliar untuk menjalankan program kegiatan di Kecamatan Putra Rumbia. Dana yang bersumber dari APBD 2011 ini ditargetkan mampu meningkatkan pembangunan di kecamatan tersebut, baik berupa infrastruktur maupun pendidikan. Demikian diungkapkan Wakil Bupati Lamteng Ir. Mustafa, M.H., saat bermalam di Kampung Bina Karya Utama Kecamatan Putra Rumbia, Jumat (23/9). Dibidang infrastruktur, Kecamatan Putra Rumbia tahun ini memperoleh program peningkatan jalan di lima lokasi, yakni Ruas Jalan Rantau Jaya Ilir 3, Ruas Jalan Ds. IDs. II Bina Karya Putra (Ruas I), Ruas Jalan Ds. I- Ds. II Bina Karya Putra (Ruas II), Ruas Jalan Bina Karya IV-Bina Karya V (Ruas I) dan

Sekolah RSBI Perlu Evaluasi

BERSERAKAN : Tampak sampah berserakan di TPS Simpang Empat Madesu Kotabumi, kondisi ini menuai keluhan dari masyarakat setempat. Foto dibidik kemarin (25/9) sekitar pukul 10.30 Wib.

Ruas Jalan Bina Karya IV- Bina Karya V (Ruas II). Sedang pembangunan Jembatan dilakukan di Ruas Jalan Kampung Joharan. Dibidang Pendidikan, Kecamatan Putra Rumbia memperoleh Penerima Gedung Perpustakaan di 5 sekolah dasar, masing-masing SDN 1 Bina Karya Utama, SDN 1 Rantau Jaya Baru, SDN 1 Rantau Jaya Ilir, SDN 1 Bina Karya Jaya dan SDN 2 Rantau Jaya Ilir. WAbup Mustafa dalam sambutannya mengingatkan agar masyarakat termasuk aparat pemerintah pada tingkat kecamatan dan desa untuk selalu melakukan koordinasi dan kerja sama yang berkelanjutan untuk mengatasi berbagai persoalan yang ada di desa. ”Saya berharap semua pihak dapat bekerja sama dalam melaksanakan berbagai program pembangunan, yang memang betul-betul diperlukan masyarakat”. (rnn/ari)

FOTO : FURKON ARI

Biaya Terlalu Mahal

Sudah Dibersihkan, Sampah Masih Berserakan LAMPURA - Masalah sampah di Lampung Utara (Lampura) tidak ada habis-habisnya. Meskipun petugas kebersihan dari Dinas Tata Kota (Distako) telah membersihkan sampah-sampah yang ada, namun masih saja ada sampah yang berserakan. Buktinya, di sejumlah titik Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang berada dijantung kota Kotabumi, masih terdapat sampah yang berserakan hingga kebadan jalan. Tak jarang kondisi ini menimbulkan bau tidak sedap. Akibatnya sejumlah masyarakat mengeluhkan hal tersebut. Hasil pantauan dilokasi kemarin (25/9) sekitar pukul 10.30 Wib, terdapat dua titik TPS

masing-masing di Simpang Empat Madesu dan TPS Depan Eks Bioskop Garuda Kotabumi. Kedua tempat itu masih terdapat sampah yang berserakan hingga kebibir jalan. Anjas (34) warga setempat mengeluhkan kondisi tersebut. Sebab, sampah yang berada diwilayahnya itu sering menimbulkan bau tidak sedap. ”Seharusnya petugas kebersihan sudah mengangkut sampah yang menumpuk, jangan sampai terlambat. Karena jika dibiarkan terlalu lama, selain merusak pemandangan juga menimbulkan bau tidak sedap,” ujarnya kemarin. Keluhan yang sama dikatakan Edi Syaputra (42) warga Jalan

Garuda Kotabumi, TPS yang berada tepat didepan rumahnya tersebut, sering terlambat diangkut, terutama pada hari libur. ”Seperti pada hari ini (kemarin, Red) sampah terlambat diangkut. Akibatnya banyak warga yang merasa terganggu karena sampah itu mengeluarkan bau yang tidak sedap,” ungkap dia. Baik Anjas maupun Edi, berharap agar pihak terkait dapat lebih kooperatif dalam penanganan masalah sampah terutama pada TPS yang berada dijantung kota Kotabumi. ”Hal ini sangat penting dilakukan dalam rangka menciptakan Kotabumi yang bersih dan indah, sesuai harapan kita semua,” ujar

kedua masyarakat itu. Terpisah, Kepala Dinas Tata Kota (Distako) Lampura Fauzi Hasan melalui Kabid Kebersihan Kausar mengatakan, pihaknya telah menangani sampah secara maksimal dengan mengerahkan puluhan petugas kebersihan setiap hari. ”Dalam satu hari dilakukan dua kali pengangkutan sampah, yakni pada pagi dan sore hari,” ujar Kausar. Menurut Kausar, sampah pada dua tempat itu sudah diangkut pada pagi harinya. ”Kalau masih ada, kemungkinan karena masyarakat membuang sampah setelah TPS sudah dibersihkan pada pagi hari, dan sore hari petugas kami akan membersihkan kembali kedua tempat tersebut,” jelasnya. (ari)

Jalan Penghubung Desa Masih Tanah LAMPURA - Warga dua desa di Kecamatan Kotabumi Utara mengharapkan pembangunan jalan penghubung antara Desa Wonomerto dan Desa Wonoasri, yang hingga kini masih berupa tanah merah. Jalan sepanjang 2 kilometer (km) itu sulit dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Kondisi diperparah ketika musim penghujan datang, selain berlumpur jalan tersebut banyak terdapat lubang. ”Sulit sekali melintas jika musim penghujan, banyak kendaraan yang melintas terjebak oleh medan jalan yang masih tanah merah seperti ini,” ujar Kepala Desa (Kades) Wonomarto Srihurtanto saat dikonfirmasi Radar Kotabumi kemarin (25/9). Dia menerangkan, warga setempat sangat mengharapkan jalan tersebut dapat dikeraskan (Aspal).

INFORMASI

badan jalan telah ada dan merupakan hibah dari masyarakat dua desa itu. Namun sayangnya sampai saat ini jalan tersebut belum diperbaiki. ”Pengadaan jalan yang akan dilintasi tersebut sudah ada, tinggal pembangunan insfrastruktur badan jalannya saja yang belum diadakan. Dan ini kita upayakan untuk program PNPM mandiri tahun 2011 ini,” kata Srihurtanto, seraya menambahkan jika jalan itu dibangun maka akan menjadi salah satu akses utama bagi masyarakat untuk membawa dan mendistribusikan hasil pertaniannya. Sementara Santo (55) warga Desa Wonomerto menambahkan, jika akses jalan tersebut dibangun maka dipastikan jalan tersebut akan menjadi akses yang terdekat warga Desa Wonoasri untuk menuju wilayah kota.

Selain itu jalan itu juga berhubungan dengan Kecamatan Sungkai Selatan yakni Desa Pakuon Agung dan sekitarnya. ”Jalan ini menghubungkan desa kami dengan desa Ndorowati hingga ke Pakuon Agung. Sehingga kalau bepergian ke desa tetangga cukup dekat, yang mana tidak memakan banyak waktu,” kata dia. Senada disampaikan Sufarman (47) salah satu warga Desa Wonoasri mengaku, cukup kesulitan untuk melintasi jalan tersebut. Selain kondisi jalan yang masih tanah merah, ini juga terlihat siring yang tak memadai, akibatnya air siring menggenangi jalan sehingga jalan tersebut berubah menjadi lumpur. ”Kalau musim hujan datang, jangan sekali-kali melintasi jalan ini. Banyak kendaraan yang kandas di tengah jalan akibat roda ken-

daraan dipenuhi lumpur, yang mana kendaraan tepater di tengah jalan. Jadi saya harap jika ada masyarakat yang hendak melintasi jalan ini, sebaiknya berhati-hati agar tidak terjebak,” himbaunya. Untuk itu, lanjut Sufarman, pihaknya mengharapkan kepada pihak terkait khususnya pemerintah daerah melalui dinas Perkerjaan Umum (PU) dapat menganggarkan pembangunan jalan tersebut. Sehingga jalan penghubung bisa di lintasi kendaran dan akses prekonomian desa yang ada di sekitar bisa maju dan dapat bersaing dengan desa-desa yang ada di Lampura. ”Karena jalan itu merupakan urat nadi perekonomian masyarakat desa-desa yang ada di kecamatan ini, sehingga akan memacu tingkat prekonomian yang lebih baik,” pungkasnya. (ozi/ari)

METRO - Komisi II DPRD Kota Metro menilai biaya bersekolah di rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI) sangatlah mahal, untuk itu perlunya evaluasi terhadap sekolah-sekolah berkategori RSBI di Kota Metro. Sekretaris Komisi II DPRD Kota Metro Solehan mengatakan, dengan mahalnya biaya bersekolah di RSBI ia mengharapkan adanya tingkat keberhasilan sekolah-sekolah RSBI tersebut. Sehingga ada perimbangan kendati biaya bersekolah di RSBI terkesan mahal namun harus diiringi dengan keberhasilan-keberhasilan di sekolah tersebut. “Sudah banyak laporan bahwa pihak sekolah meminta sumbangan pendidikan kepada wali murid dengan beban yang cukup mahal,” ungkapnya. Meskipun proses besarnya sumbangan dirumuskan melalui musyawarah komite sekolah, namun wali murid sepertinya tidak memiliki pilihan lain. “Akhirnya muncul penilaian bahwa pendidikan tidaklah murah,” ujarnya. Menurutnya, keluhan dari masyarakat akan mahalnya pendidikan di RSBI ini kemudian menjadi salah satu faktor untuk mengevaluasi sekolah RSBI di Kota Metro. Selain itu, ia melihat pelaksanaan RSBI menelan anggaran yang cukup besar. “Contohnya saja SMPN 1 Kota Metro, pembangunan gedung barunya menelan biaya puluhan miliar,” katanya. Di sisi lain, tingkat keberhasilan atau prestasi sekolah RSBI pun masih harus dipertanyakan. “Apakah RSBI memiliki prestasi yang lebih menonjol ketimbang sekolah-sekolah non RSBI, ini juga akan kita lihat,” tuturnya. Menurutnya, RSBI seharusnya tidak semata menciptakan sekolah bergengsi, keberhasilannya dapat diukur dari berapa besaran siswa yang mampu diterima pada pen didikan jenjang selanjutnya. Solehan mengingatkan, tujuan RSBI adalah menciptakan sekolah unggulan. Karena itu evaluasi tingkat keberhasilan, dan peng anggarannya harus dilakukan. Hasil evaluasi tersebut bisa menjadi patokan selanjutnya untuk menentukan langkah apakah pelaksanaan RSBI tersebut tetap dilanjutkan atau justru malah dihentikan. Sebelumnya, dalam sidang paripurna DPRD tentang laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Metro akhir tahun anggaran 2010, terdapat catatan dewan terkait pelaksanaan RSBI. Dewan meminta wali kota untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan RSBI di semua jenjang pendidikan. Sehingga semua anak didik yang berpotensi dapat mengikuti pendidikan di RSBI tanpa membedakan status sosial dan ekonomi. Diketahui terdapat beberapa sekolah berkatagori RSBI di Kota Metro, yakni SMAN 1, SMPN 1, SMPN 4, dan SMKN 2. (rnn/ari)

TELEPON PENTING

POLRES LAMPUNG UTARA POLSEK SUNGKAI SELATAN POLSEK SUNGKAI UTARA POLSEK ABUNG SELATAN POLSEK ABUNG SEMULI POLSEK BUKIT KEMUNING KODIM 0412 PIKET KODIM 0412 PLN DPRD LAMPUNG UTARA PEMDA LAMPUNG UTARA POLISI PIKET AMBULANCE PEMADAM KEBAKARAN GANGGUAN TELPON PDAM HOTEL DUTA HOTEL SETIA BUDI HOTEL SRIKANDI RUMAH SAKIT UMUM RYACUDU UNIT GAWAT DARURAT RSUR PENGADILAN NEGERI KOTABUMI

: 0724 21052 : 0724 25665 : 0724 25662 : 0724 25632 : 0828 7058984 : 0724 91110 : 0724 21082 : 0724 21138 : 0724 23737-21166 : 0724 21042-22443-22529 : 0724 21007-21087-21329 : 110 : 118 : 113 : 2117 : 0724 22097 : 0724 25888 : 0724 21216 : 0724 21310 : 0724 22095 : 0724 21035 : 0724 21181

KEJAKSAAN NEGERI KOTABUMI

: 0724 21137

RADAR KOTABUMI & WAYKANAN Bersama Membangun Lampura & Waykanan

Pemimpin Umum/Redaksi: Ibnu Khalid. Wakil Pemimpin Redaksi: Kohar Mega. Redaktur Pelaksana: Hermansyah. Asisten Redaktur: Furkon Ari. Staf Redaksi: Ade Putri Setiawati, Riduan, Nurman Agung. Fotografer : Dedy Kurniawan. Pracetak: Dedi Jenggot, Dedy Cunil, Turisiah. Pemasaran: Abdi, Khairudin. Iklan: Maria Nusa. Keuangan: Zona Dwi Tami. Manager Produksi: Budi Susantiono. Percetakan: PT Lampung Intermedia. Penerbit: PT Wahana Semesta Kotabumi Media. Komisaris: Suparno Wonokromo. Direktur Utama: Ardiansyah. Direktur: Junaidi Djohan. General Manager: Ibnu Khalid. Alamat Redaksi/Iklan/Pemasaran: Jl. Soekarno-Hatta No. 411, Kotabumi Selatan, Lampung Utara. Telp (0724) 25403, Fax (0724) 327439. Homepage: www.radarkotabumi.com Email: radarkotabumi@yahoo.com Perwakilan: Jl. Ki Maja, Komplek Ki Maja Icon Wayhalim Bandarlampung, Telp: (0721) 786414/786014 fax: (0721) 709228. Telp (0721) 770777, 770666. Jl. Sultan Agung No. 18, Kedaton, Bandarlampung. Telp (0721) 789750-782306. Isi diluar tanggungjawab percetakan. WARTAWAN RADAR KOTABUMI & WAYKANAN DILARANG MENERIMA UANG MAUPUN BARANG DARI SUMBER BERITA. WARTAWAN RADARKOTABUMI & WAYKANAN DIBEKALI KARTU PERS YANG SELALU DIKENAKAN SELAMA BERTUGAS.

HOTLINE REDAKSI/IKLAN/PEMASARAN:

08197933425


KOTABUMI BETTAH

SENIN, 26 SEPTEMBER 2011

www.radarkotabumi.com

Tiga Pelaku Curat Dibekuk KOTABUMI – Jajaran Polres Lampung Utara mengamankan tiga tersangka pencurian dengan pemberatan (curat) diwaktu dan tempat yang berbeda. Dua tersangka diantaranya bernama Zulkarnaen alias Temon (30), warga Paseban Kelurahan Kotabumi Udik, Kecamatan Kotabumi, dan Rizki Febriwansyah alias Iwan (32), warga Tulungbatuan Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Kotabumi Selatan. Kedua pria yang tak memiliki pekerjaan tetap tersebut diamankan dari amuk massa karena kepergok mencuri delapan keping papan ukuran dua meter milik Sukatno (39), warga Jl. Kapten Dulhak No. 25 Kotaalam, yang juga merupakan Sekcam Abung Timur, pukul 15.00 WIB Sabtu (24/9). Setelah babak belur dihakimi warga kemudian keduanya diserahkan ke aparat Polres Lampura. Kasat Reskrim AKP Suharto, S.H., M.H. mewakili Kapolres Lampura AKBP Frans Sentoe,

S.I.K. mengatakan, jika Temon dan Iwan berikut barang buktinya sudah diamankan di mapolres Lampura. Temon yang diduga terinfeksi penyakit HIV bersama Iwan mencuri papan milik korban lantaran terbentur untuk membeli narkotika jenis putaw. ”Kedua tersangka mengambil papan yang berada di samping rumah korban. Saat akan mencari becak, keduanya pada waktu itu sedang menggotong papan. Pada saat itulah warga memergokinya, sehingga warga yang kesal lalu memukili Temon dan Iwan hingga babak belur,” kata mantan Kapolsek Sungkai Utara ini. Selang tiga jam, kemudian Resmob membekuk satu dari sembilan pencuri buah sawit di PT Godam Abung Timur. Tersangka tersebut bernama Adam (45) warga Desa Rejomulyo, Abung Timur. ”Tersangka sudah kita amankan. Dan kasus ini masih kita dalami,” kata Suharto. (ung)

FOTO DEDY KURNIAWAN

3

2 Pemuda Tertangkap Bawa Senpi dan Sajam

DI DOR : Andi Akbar Saputra warga Desa Banjar Negeri Kec. Muara Sungkai pelaku curas terpaksa dilumpuhkan kakinya dengan timah panas karena melakukan perlawanan saat dibekuk Tim Resmob Polres Lampura.

KOTABUMI – Dua orang warga Desa Pekurun Tengah, Kecamatan Abung Pekurun, diamankan Polsek Abung Barat, pukul 19.00 WIB Sabtu (24/9). Yakni bernama Masroni (23) dan Saidi (23). Keduanya ditangkap karena memiliki satu unit senjata api (senpi) rakitan jenis revolver serta satu bilah laduk. Kapolsek Abung Barat AKP Mancik mengatakan, penangkapan ini berdasarkan informasi masyarakat, dimana kedua pemuda itu disinyalir merupakan pelaku kejahatan. ”Kedua tersangka berikut barang buktinya sudah kita amankan di mapolsek Abung Barat,” kata Mancik. Mancik menjelaskan, jika keduanya masih dilakukan proses hukum. ”Kita masih memproses kedua tersangka tersebut,” jelasnya. (ung)

FOTO DEDY KURNIAWAN

5 Kakam Minta Bupati Taati Keputusan PTUN

Satu Pelaku Curas Didor

DIAMANKAN : Zulkarnain alias Temon dan Rizki Febriansyah saat diamankan di Polres Lampura karena melakukan pencurian 8 buah papan milik warga di jalan Pahlawan, Kotabumi.

RADAR KOTABUMI

KOTABUMI – Andi Akbar Saputra (21), warga Desa Banjar Negeri, Kecamatan Muara Sungkai, dilumpuhkan dengan timah panas tim khusus Resmob Polres Lampung Utara. Karena salah satu dari dua pelaku begal tersebut kabur dari sergapan petugas yang sudah berada di depan kediamannya. Lantas mengetahui ia akan ditangkap, lalu tersangka berlari. Meski telah diberi tembakkan peringatan oleh petugas, namun pelaku tetap saja berlari. Alhasil tim khusus yang sudah jitu menembak ini, melumpuhkan lutut belakang pada kaki kiri tersangka dengan timah panas, pukul 17.30 wib Sabtu

(24) malam. Andi pun terjatuh tak berdaya. Selanjutnya petugas melarikan pria yang tak memiliki pekerjaan tetap tersebut ke ruang IGD RSUD Ryacudu Kotabumi. Kanit Resmob IPTU Rohmadi didampingi Kasat Reskrim AKP Suharto, S.H., M.H. mewakili Kapolres Lampura AKBP Frans Sentoe, S.I.K. menyatakan, jika tersangka bersama rekannya yang telah diketahu identitasnya tersebut membegal sepeda motor Yamaha Vega ZR BE 8596 YP milik Adi Sopian (16), warga Desa Sukadana Ilir, Kecamatan Bungamayang, di Jl. Perkebunan tebu PTPN VII pukul 16.30 wib (30/4). Modus pelaku dengan cara

menumburkan motor kedua tersangka terhadap pelaku dari arah depan. Setelah korban terjatuh lalu kedua pelaku menodongkan senpi ke tubuh korban. Selanjutnya, motor korban dibawa kabur tersangka. Sedangkan korban ditinggalkan begitu saja di perkebunan tebu. ”Selain tersangka, barang bukti motor korban masih diamankan di mapolsek Sungkai Selatan. Sedangkan satu pelaku yang merupakan kerabat Andi masih kita lakukan pengejaran,” kata Rohmadi. Atas perbuatannya, maka tersangka akan dikenakan Pasal 365 KUHP, dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara. (ung)

MENGGALA – Lima Kepala Kampung (Kakam) di Kecamatan Rawajitu Timur, Tulangbawang (Tuba), meminta agar Bupati Tulangbawang Dr. Abdurrachman Sarbini mentaati keputusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Dalam keputusan PTUN nomor 12/G/2011/PTUN-BL tertanggal 16 Agustus 2011 yang berisi memerintahkan agar bupati Tulangbawang mencabut surat keputusan (SK) nomor : B/123/01/HK/TB/2011 tertanggal 4 April 2011 tentang pemberhentian lima Kakam tersebut. Mereka menilai, sidang peradilan gugatan perkara yang dilakukan oleh lima Kakam melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandarlampung, telah dimenangkan oleh pihak penggugat, yakni lima Kakam kepada pihak tergugat yakni bupati Tulangbawang. Untuk itu, lima Kakam yang terdiri dari Kakam Bumi Depasena Mulya (M. Rosid), Bumi Dipesena Jaya (Ferli Gandhi), Bumi Dipasena Sejahtera (Usman Thalib), Bumi Dipasena Abadi (Edi Sunaryo) dan Bumi Sentosa (Suyono) meminta agar pihak tergugat mencabut surat keputusan pemberhentian Kepala Kampung. Ferli Gandhi Kakam Bumi Dipasena Jaya, dalam press rilisnya mengatakan, sejak terbitnya hasil amar putusan PTUN tersebut, bupati Tulangbawang selaku tergugat belum melaksanakan atau mentaati hasil putusan PTUN Bandarlampung itu. Dan para Kakam setempat mendesak agar pihak terkait menerbitkan SK pencabutan dan mengembalikan jabatan Kepala Kampung sesuai dengan masa jabatan 2008 hingga 2016 mendatang. Ferli menegaskan, pihaknya memberikan batas waktu sampai 10 Oktober mendatang. Dan bila pihak tergugat tidak mengindahkan putusan PTUN itu, maka para Kakam mengaku akan menuntut secara perdata. “Selama ini kami belum pernah mendapat undangan dari bupati selaku pihak tergugat terkait dengan hasil putusan PTUN tersebut. Dan kami masih menunggu sampai batas waktu yang telah kami sampaikan,”terang Ferli didampingi empat Kakam lainnya. Disisi lain, lima Kakam mengaku telah dirugikan secara moril dan materil atas adanya pemberhentian ini. Dan menurutnya, tuntutan pengembalian jabatan bukan tujuan utama gila jabatan. Namun lebih mengedepankan dampak terburuk pasca pemberhentian mereka. Kondisi perekonomian masyarakat semakin terpuruk akibat tidak ada Kepala Kampung. Dan kedepan mereka berjanji akan menjalin kerjasasama dengan pemerintah dalam membangun dan mensejahterakan masyarakat. (rnn/ari)


4

RADAR KOTABUMI

SEPUTAR DAERAH

SENIN, 26 SEPTEMBER 2011

www.radarkotabumi.com

Penderita HIV/AIDS Kota Metro Bertambah

Korbannya Telah Meninggal Dunia METRO – Jumlah penderita

HIV/AIDS di Kota Metro bertambah. Jika sebelumnya hanya ada 14 penderita, kini korbannya sudah bertambah dua orang. Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Metro, Sri Wahyuningsih membenarkan adanya penambahan dua penderita ini. ”Sebelumnya tercatat 14 penderita, kemudian tahun ini ditemukan lagi ada dua penderita, sehingga saat ini berjumlah 16 orang,” ujarnya, kemarin. Menurutnya, dari 16 penderita tersebut, tujuh di antaranya telah meninggal dunia. Angka ini memang dinilai cukup mengkhawatirkan mengingat angka

sebenarnya kemungkinan lebih banyak dari angka temuan dinas saat ini. Sri mengatakan, penemuan penderita HIV/AIDS memang pada umumnya bersumber ketika si penderita berobat di rumah sakit. Menurutnya, penyakit HIV/ AIDS dianalogikan seperti fenomena gunung es, hanya pucuknya saja yang kelihatan, namun di bawah sebenarnya lebih banyak.

Ini disebabkan penderita jarang yang mengaku bahwa dirinya menderita penyakit HIV/ AIDS, bahkan cenderung menutupi. Sri menjelaskan, jika ada satu penderita HIV/AIDS maka ada 100 orang di sekitarnya yang dinilai memiliki potensi terjangkit. ”Artinya jika kita memiliki 16 penderita, kita memiliki angka 1.600 potensi terkena,” jelas Sri. Meski demikian, ia meminta

masyarakat untuk tidak khawatir, karena selama seseorang menjalani perilaku sehat, termasuk hubungan seksual maka tidak perlu mencemaskannya. Meskipun HIV/AIDS tidak selalu menular melalui hubungan seksual, bisa saja melalui hal lainnya. ”Penularan HIV/AIDS yang paling dominan adalah melalui cairan seperti darah, atau sperma,” tutur Sri. Sri mengatakan, gejala pe-

nyakit HIV memang secara umum hampir sama dengan penyakit yang lain, seperti diare berkepanjangan, sariawan yang tidak sembuhsembuh, dan lain sebagainya. ”Kita juga harus melihat riwayat dari orang tersebut, kalau misalnya ia memiliki riwayat sebagai pengguna narkoba, atau berhubungan seksual secara bebas bisa saja dicurigai menderita penyakit ini,” terangnya. (rnn/ung)

PLN Berikan SDN Dua UGI Mesin Pompa Air MENGGALA – PT PLN (persero) Ranting Menggala, Tulangbawang, mewujudan kepeduliannya terhadap pendidikan di Kecamatan Menggala. PLN Ranting Menggala memberikan bantuan satu unit mesin pompa air sekaligus pemberian sejumlah dana untuk sumur galian sedalam 18 meter. Bantuan itu secara gratis diberikan kepada SDN 02 Ujung Gunung Ilir (UGI) Menggala, kemarin. ”Penyerahan bantuan tersebut, kami serahkan secara langsung kepada kepala sekolah SDN 02 (UGI), dengan harapan bantuan tersebut akan memberikan banyak manfaat,” ujar Manajer Ranting PLN Cabang Menggala, Subiyakto. Ditambahkanya Subiyakto, bantuan tersebut memang sudah di programkan dari PLN dalam satu tahun sekali, pihak PLN akan terus berupaya utuk peduli kepada masyarakat yang berada di lingkup PLN Ranting Menggala. ”Alokasi pemberian bantuan, yang kami berikan sudah terprogram dalam setiap tahunnya, pihak PLN akan berupaya semaksimal mungin untuk dapat terus menunjukan kepedulian terhadap masyarakat,” imbuhnya. Kembali diungkapkan Subi-

yakto, pihak PLN memberikan bantuan tersebut ini merupakan suatu rasa kepedulian kepada masyarakat, khususnya dunia pendidikan, dan dalam kesempatan tersebuut SDN O2 UGI Menggala yang mendapatkan. Pemberian bantuan terseebut juga didasari keberadaan sekolah yang berada di lingkup PLN Rangting Menggala, mengingat sekolah setempat mengalami kesulitan air, selain itu sekolah setempat belum meiliki sumur yang memadai. ”Mengingat air merupakan kebutuhan yang vital, terlebih sat ini musim kering, maka kami dari pihak PLN Cabang Ranting Menggala, berinisiatif memberikan bantuan mesin pompa air sekaligus pendanaan guna penggalian sumur sedalam 18 Meter,” tambah Subiyakto. Terpisah, Kepala SDN O2 UGI Endangwati, kepada wartawan mengatakan, pihaknya sangat menyambut baik bantuan yang diberikan pihak PLN, dengan adanyanya bantuan tersebut, pihaknya berharap keberadaan sumur yang dilengkapi mesin pompa akan sangat bermanfaat bagi SDN setempat, juga kepada masyarakat sekitar. (rnn/ung)

BANTUAN : PLN Ranting Menggala, Tulangbawang, memberikan bantuan mesin air kepada Kepsek SDN 02 Ujung Gunung. FOTO RNN

DPRD Desak Eksekutif Hentikan Eksplorasi Penambang Emas LIWA – DPRD Kabupaten Lampung Barat meminta pihak eksekutif menghentikan kegiatan eksplorasi penambangan emas yang masuk ke dalam wilayah Pekon Rowo Rejo Kecamatan Bandar Negeri Suoh. DPRD Lambar menilai, kegiatan eksplorasi tersebut harus dihentikan karena tidak meminta izin terlebih dahulu dengan bupati sebagai pimpinan wilayahnya. Ulul Azmi Soltiansah, S.H. belum lama ini mengatakan, sebelum mendapatkan persetujuan dari bupati setempat sebagai pimpinan wilayah, hendaknya kegiatan eksplorasi terhadap tambang emas yang masuk ke dalam wilayah Lambar tersebut tidak dilanjutkan. Jangan sampai, kata dia, kegiatan yang serupa dengan permasalahan yang terjadi di

daerah Muara Dua Oku Selatan, Sumatera Selatan. Kegiatan eksplorasi dilaksanakan namun setelah berjalan, para pejabat dan wakil rakyatnya dilarang memasuk kawasan eksplorasi. Jika tidak di hentikan, kata dia, kondisi tersebut juga akan terjadi di Lambar. ”Pemkab harusnya menghentikan kegiatan eksplorasi harusnya dihentikan. Jangan sampai ada pencaplokan seperti yang terjadi di muara dua, sampai pejabat dan anggota DPRDnya dilarang memasuki wilayah WKP,” kata Ulul. Berdasarkan hasil reses dan riset yang dilaksanakan oleh pihaknya, kata Ulul, wilayah pertambangan emas tersebut masuk ke dalam wilayah Pekon Rowo Rejo Kecamatan Bandar Negeri Suoh Lambar yang merupakan pecahan dari Kabupaten

Lampung Utara. Sementara saat potensi tambang tersebut diketahui keberadaannya, sebagian wilayah tersebut diklaim oleh Pemkab Tanggamus masuk ke dalam wilayahnya. ”Kabupaten Lambar ini adalah pecahan dari Lampura dulunya yang sebelumnya adalah perwakilan Pemkab Lampura, jadi tidak ada sangkut paut wilayahnya dengan Tanggamus,” ungkap Ulul. Namun menjadi hal yang sangat mengherankan, sebab daerah yang sudah jelas-jelas masuk dalam wilayah Lambar dan data kependudukan di daerah tersebut adalah warga Rowo Rejo yang diklaim oleh Kabupaten Tanggamus adalah wilayah mereka. ”Yang lebih aneh lagi, saat ada kepentingan tambang, desa tersebut berubah nama menjadi Desa Lembayong Kabupaten Tangga-

mus. Kalau tidak ada kepentingan tersebut desa itu berubah nama menjadi Rowo Rejo Kabupaten Lambar. Padahal sudah jelas secara administrasi wilayah adalah wilayah Lambar, dan penduduknya adalah penduduk Lambar. Hal ini seolah menunjukkan ada Negara di dalam Negara. Jangan sampai hal ini terjadi di Negara kita, kecuali jika Negara kita ini adalah Negara bagian,” bebernya seraya mengatakan Pemkab Lambar memiliki hak otonomi untuk menghentikan kegiatan tersebut. Selain itu, kata Ulul, sampai saat ini pihaknya tidak mengetahui jelas apakah kegiatan penambangan tersebut ada kontribusi bagi pendapatan asli daerah (PAD) Lambar atau tidak. Padahal, kata dia, setiap kegiatan tambang, harus ada PAD yang masuk untuk daerah. (rnn/ung)

Hasil Tangkapan Ikan Nelayan Menurun LABUHANMARINGGAI – Nelayan di perairan Labuhanmaringgai, Lampung Timur, mengeluhkan hasil tangkapan ikan yang menurun sejak dua bulan terakhir. Sudirman, salah seorang nelayan Desa Muaragadingmas, Kecamatan Labuhanmaringgai, menjelaskan penurunan hasil tangkapan tersebut disebabkan pengaruh angin timur yang terjadi sejak dua bulan terakhir. Menurutnya, angin timur yang terjadi di perairan Labuhanmaringgai tersebut mengakibatkan gelombang tinggi dan arah angin sering tidak menentu. Sehingga, para nelayan tidak berani melaut hingga perairan dalam. Ditambahkannya, selama musim angin timur para nelayan biasanya hanya mencari ikan permukaan seperti udang dan teri yang berada di sekitar tepi pantai. Hasil tangkapan ikan nelayan menurun, hal ini dikarenakan kondisi yang tidak menentu dan musim angin timur. Bahkan untuk hasil tangkapan mereka tidak sesuai dengan biaya oprasional. Lebih lanjut, sebagian besar nelayan Muaragading Mas lebih memilih untuk tidak turun ke laut dengan kondisi cuaca saat ini. ”Biasanya sebelum musim angin timur kami melaut mendapatkan hasil tangkapan ikan cukup lumayan, saat ini bisa lebih dari lima hari bahkan stok makanan dan BBM hampir habis hasil tangkapanya tidak memadai,” ujar Sudirman, kemarin. Dalam sekali turun kelaut, biaya operasional yang dibutuhkan cukup besar seperti untuk BBM. Karena hasil tangkapan yang tidak maksimal, biaya operasional tidak dapat ditutupi dari hasil melaut. ”Biaya melaut di perairan dalam cukup besar, sehingga nelayan banyak memilih mencari ikan di permukaan atau meperbaiki alat tangkap,” keluh Sudirman. (rnn/ung)


RADAR KOTABUMI HALAMAN 19 5

SENIN, 26 SEPTEMBER 2011  MINGGU, 25 RADAR SURABAYA SEPTEMBER 2011

Tour de East Java

HASIL DAN KLASEMEN ETAPE PERTAMA, SABTU (24/9) Pembalap 1. Boris Shpilevskiy, 2. Kwok Ho Ting, 3. Lee Wei Cheng, 4. Mat Nur, 5. Feng Chun Kai, 6. Hossein Alizadeh, 7. Nawuti Liphongyu, 8. Bambang Suryadi, 9. Nederlov Lex, 10. Hossein Jahanbanian,

Tim

Waktu

TPT HKG ACT PSN ACT TPT THA PSN CCN TPT

4.06’56” 4.06’56” 4.06’56” 4.06’56” 4.06’56” 4.06’56” 4.06’56” 4.06’56” 4.06’56” 4.06’56”

Shpilevskiy Kendalikan Yellow Jersey

BEST YOUNG RIDER Pembalap 1. Kwok Ho Ting, 2. Feng Chun Kai, 3. Hossein Alizadeh,

Tim

Waktu

HKG ACT TPT

4.06’56” 4.06’56” 4.06’56”

BEST INDONESIAN RIDER Pembalap

Tim

Waktu

1. Mat Nur

KLASEMEN

ROCHMAN ARIEF/ RADAR SURABAYA

MERINGIS: Eddy Keling (kanan) mencoba menaklukkan tanjakan bersama dua pembalap asal Taiwan dan satu pembalap asal Action sebelum memasuki Hutan Jati jelang Polsek Kambangan.

WHITE JERSEY (YOUNG RIDER) Pembalap

Tim

1. Kwok Ho Ting, HKG 2. Thurakit Boonratanathanakorn, THA 3. Davis Samuel, PLB

GREEN JERSEY (KING OF SPRINT) Pembalap 1. Boris Shpilevskiy, 2. Kwok Ho Ting, 3. Lee Wei Cheng,

Tim TPT HKG ACT

Poin 17 poin 10 poin 8 poin

YELLOW JERSEY (GENERAL CLASSIFICATION) Pembalap 1. Boris Shpilevskiy, 2. Kwok Ho Ting, 3. Lee Wei Cheng,

Tim

Waktu

TPT HKG ACT

4.06’43” 4.06’50” 4.06’52”

KLASEMEN TIM Pembalap

Tim

1. Tabriz Petrochemical, 2. Polygon Sweet Nice, 3. CCN Colossi,

PANJAT TEBING

Jatim Borong Gelar GRESIK-Atlet panjat tebing putri Jawa Timur menunjukkan keperkasaannya dengan memborong gelar pada kejuaraan Semen Gresik Climbing Competition. Dua nomor yang dilombakan, lead (rintisan) dan boulder (jalur pendek) dikuasai atlet Jatim. Untuk nomor boulder putri dimenangi Anitama (Jatim), disusul Harini dari Jawa Tengah dan tempat ketiga diduduki Wilda Baco Achmad (Jatim). Demikian juga untuk nomor lead putri, giliran Ilmawati (Jatim) yang menjadi terbaik, disusul Wilda (Jatim), dan Harini (Jateng). Keberhasilan itu menempatkan Jatim pada posisi klasemen teratas perebutan medali emas. Kini Jatim mengoleksi dua emas, satu perak, dan satu perunggu. Sedangkan Jateng mengoleksi satu perak dan satu perunggu, dari satu atlet. Manajer puslatda Sulistiyono Dwinugroho mengaku puas dengan hasil ini. Setidaknya Anitama, Ilmawati, dan Wilda yang sama-sama berstatus atlet pelatnas menunjukkan keberhasilannya menyumbang emas. ”Kejuaraan ini sifatnya untuk memberi penyegaran. Tetapi kami juga bangga karena atlet Jatim yang masuk pelatnas, bukan karena pelatnas di Surabaya, melainkan karena kualitas yang dimiliki pemanjat Jatim,” jelasnya. Sejak awal dia tidak menargetkan atletnya harus menjadi juara, karena sejumlah atlet puslatda Jatim terpanggil di pelatnas proyeksi SEA Games. Masalahnya persiapan Jatim untuk menuju PON XVIII/ 2012 masih cukup panjang. Bukan berarti panjat tebing Jatim memilih bersantai satu tahun jelang PON yang dilaksanakan di Riau itu. ”Kita masih memiliki waktu dan tetap waspada, sekaligus menjaga perak. Saat ini kita memberi penyegaran kepada alet puslatda dengan mengikui kejuaraan,” ungkap bapak dua anak itu. Lebih dari itu, Sulis, sapaannya berharap atlet panjat tebing Jatim baik yang masuk pelatnas maupun non pelatnas, bisa menunjukkan kualitas disemua kejuaraan. ”Saya mengajak atlet Jatim secara keseluruhan, untuk membuktikan kualitas,” tandasnya.(rif)

Babak Penentuan Juara

Waktu 4.06’50” 4.06’53” 4.06’54

Waktu 12.20’48” 12.20’48” 12.20’48”

GRESIK-Boris Shpilevskiy hampir pasti menjadi jawara Tour de East Java edisi ketujuh tahun 2011. Prediksi itu tidak lepas dari posisinya di klasemen umum yang masih memimpin, 4 jam, 06 menit, 43 detik, setelah memenangi etape pertama, Sabtu (24/9). Catatan waktu itu memang riskan untuk dipertahankan, mengingat selisih waktunya dengan pesaing terdekat berselisih detik. Seperti dengan Kwok Ho Ting, jaraknya hanya tujuh detik, dan sembilan detik dengan Lee Wei Cheng. Dibutuhkan kerja keras bagi pembalap kelahiran Rusia untuk bisa memenangi balapan pertamanya di Indonesia. Boris mengakui tidak mudah baginya untuk mem-

pertahankan Yellow Jersey (Jaket Kuning) tanda pimpinan lomba. Meskipun peluangnya untuk memenangi juara Tour de East Java tahun ketujuh ini lebih besar. ”Peluang kami jauh lebih besar, meski harus kerja keras lagi, agar posisi kami tetap aman,” terangnya selepas memenangi etape pertama kemarin sore. Sejauh ini dia belum melihat profile stage etape kedua yang dilombakan hari ini. Dengan menempuh rute sejauh 185,1 km, dan rutenya nyaris sama dengan etape pertama kemarin. Start dari Gresik-Duduk Sampeyan-Lamongan-BabatWidang-Tuban-MerakurakJenu-Brondong-PaciranPanceng-Sidayu-Gresik. Rute rolling dan nyaris tidak ada tanjakan yang menyulitkan pmebalap. ”Justru

ini yang lebih berat. Selain panjang, untuk mengejar ketinggalan waktu dengan selisih detik, jauh lebih berat,” kata pelatih Polygon Sweet Nice, Wawan Setyobudi. Tetapi dia tetap menegaskan optimismenya, bila peluang untuk memenangi etape kedua ini cukup terbuka. Untuk memenangi etape kedua ini dibutuhkan kerja keras tim. Meskipun rute nyaris tidak ada tanjakan, tetapi sprinter sekelas Boris, Mat Nur, Kwok Ho Ting, Lee Wi Cheng, termasuk juga Anuar Manan dan rekannya, Sinichi Fukushima butuh dukungan tim. Manajer CCN Colossi, Puspita Mustika mengungkapkan peluang Boris menjadi juara terbuka. Ini bisa dilihat dari dukungan timnya yang cukup bagus dan nyaris lengkap. (rif)

GRESIK-Pembalap Tabriz Petrochemical Team, Boris Shpilevskiy berhasil membuktikan janji untuk memenangi etape pertama Tour de East Java. Pembalap asal Rusia itu memenangi adu sprint dengan rombongan pembalap 200 m menjelang finish, untuk mencetak waktu, 4 jam, 6 meni, 56 detik. Balapan yang dilaksanakan, Sabtu (24/9) menempuh rute sepanjang 164,3 km yang melintasi Surabaya-Krian-Ploso-BabatLamongan dan finish di depan Semen Gresik. Sementara urutan kedua ditempati pembalap Hong Kong China, Kwok Ho Ting dan Lee Wei Cheng dari Action Cycling Team. Keberhasilan itu diakui berkat kerja tim beberapa meter menjelang finish. Seperti yang disampaikan Manajer Tabriz, Kazem Khatounabadi. ”Kami diuntungkan dengan posisi finish yang sedikit menanjak. Kami bisa bekerja keras untuk mengantar Boris (Shpilevskiy) adu sprint,” kata Khatoun. Boris mengakui kerja kerasnya ditunjukkan 200 m menjelang finish. Dia melompat dari rombongan besar untuk memenangi adu sprint. ”Balapan ini cukup berat karena banyak jalan rusak dan angin cukup kencang. Balapan ini benar-benar berat dan sulit,” jelasnya. Dengan hasil itu, Boris berhak mengenakan Yellow Jersey sebagai pemimpin lomba. Di klasemen umum atau General Clas-

sification (GC), Boris mengoleksi waktu 4.06’43”, (selengkapnya lihat klasemen). Sebetulnya Boris melepaskan diri setelah memasuki Lamongan, atau menjelang Intermediate Sprint (IS) kedua. Sebelum berusaha kabur bersama tiga pembalap, dia lebih banyak bertahan di dalam rombongan besar. Tiga pembalap yang terlebih dahulu menyerang adalah, Davis Samuel (Plan B), Thurakit Boonratanathanakorn (Thailand), dan Tedy Adrian (CCC), sejak lepas By Pass Krian. Sementara pelatih Polygon Sweet Nice, Wawan Setyobudi, mengaku kurang puas dengan hasil kemarin. Dia menilai dua pembalapnya, Mat Nur dan Bambang Suryadi bisa finish lebih baik. Ini masalah komunikasi dengan Chief Commissaire. ”Saya mendengar di Radio Comm, Bambang ada di depan. Tetapi team car tidak diperbolehkan maju oleh Chief, karena dianggap tidak ada pembalap kami. Setelah dicek, ternyata ada pebalap kami,” aku Wawan. Hal ini yang menyebabkan Bambang kelaparan karena tidak mendapat suplai makanan dan minuman. Masuknya Mat Nur finish diposisi keempat sudah cukup. ”Tugas dia (Mat Nur) memang menyelesaikan etape sebagai sprinter. Dia sudah berusaha, tetapi lawan memang cukup bagus,” imbuh bapak yang baru saja dikaruniai anak ketiga itu. (rif)

Bona/Ahsan Masuk Final Jepang Terbuka JAKARTA - Pasangan Mohammad Ahsan/Bona Septano memetik kemenangan atas rekan senegaranya Markis Kido/Hendra Setiawan. Tiket ke final didapat Bona/Ahsan setelah menjalani pertarungan tiga set. Kedua pasangan Indonesia itu harus berhadapan di babak semifinal yang digelar Sabtu (24/9) siang waktu setempat. Pada akhirnya, Bona/Ahsan memenangi pertarungan dengan skor 15-21, 21-16 dan 21-18. Di partai puncak, Bona/Ahsan yang ditempatkan sebagai unggulan empat bakal menantang ganda unggulan teratas asal China, Cai Yun/Fu Haifeng. Pada semifinal lainnya Cai Yun/ Fu Haifeng mengandaskan ganda Malaysia Koo

GETTY IMAGES

Mohammad Ahsan/Bona Septano

Kien Keat/Tan Boon Heong juga dengan tiga set 21-17, 19-21 dan 21-19 . Bona/Ahsan menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang masuk ke final setelah seluruh rekan-rekannya lebih dulu bertumbangan. Duo Bona/Ahsan dan Kido/Hendra malah menjadi satu-satunya wakil Indonesia di babak semifinal ini.(din )

ROCHMAN ARIEF/ RADAR SURABAYA

KEEMPAT: Pembalap Polygon Sweet Nice, Mat Nur (depan) melintasi Gunung Pegat, Lamongan pada etape kedua, Tour de East Java. Mat Nur berhasil finish diposisi keempat, sekaligus menjadi pembalap Indonesia terbaik.

Free Practice II GP Singapura

Vettel Tercepat, Alonso Menguntit, Hamilton Posisi Ketiga MARINA BAY - Sebastian Vettel berhasil memperbaiki catatan waktu free practice I, dengan menjadi yang tercepat pada free practice II Formula One (F1) Grand Prix Singapura. Vettel mengalahkan Fernando Alonso dan Lewis Hamilton. Dalam sesi latihan yang berlangsung di Sirkuit Marina Bay, Jumat (23/9) malam WIB, Vettel tampil tanpa celah pada sesi kali ini. Menggunakan ban super-soft, Vettel berhasil menjadi pembalap tercepat dengan mencatat waktu 1m46.374 detik. Pembalap andalan Red Bull itu unggul 0.201 detik dari peringkat kedua Alonso. Sementara itu, Hamilton yang pada sesi sebelumnya menjadi pembalap tercepat, harus puas menempati posisi ketiga. Hamilton lebih cepat dari pembalap Ferrari Felipe Massa.

Prestasi lumayan baik digapai oleh Michael Schumacher. Pembalap asal Jerman yang pada sesi sebelumnya berada diurutan kedelapan, kini berhasil naik dua peringkat. Schumi nangkring pada urutan enam dan hanya kalah cepat dari Mark Webber. Hasil buruk justru didapat oleh Jenson Button. Pembalap McLaren Mercedes, yang juga rekan setim Hamilton itu, harus puas berada diurutan ke-10. Button kalah cepat dari Adrian Sutil, Sergio Perez dan Kamui Kobayashi. Ajang Formula 1 yang digelar akhir pekan ini di Singapura membuat lalu lintas di negara itu menjadi terganggu. Imbasnya masyarakat di Singapura pun harus rela terkena macet tidak seperti biasanya saat berkendara sejak Jumat (23/9) kemarin. Hal ini disebabkan persiapan ma-

FREE PRACTICE II GP SINGAPURA

MATTHEW STOCKMAN/GETTY IMAGES

Lewis Hamilton dan Sebastian Vettel

tang yang membuat masyarakat Singapura memutar jalan, akibat banyaknya jalanan utama ditutup. ”Maaf anda harus menghadapi macet kali ini, biasanya sih kami jarang menghadapi kemacetan. Namun karena untuk mempersiapkan pertandingan F1 besok, kita harus bermacet-macetan seperti ini,” ujar seorang warga Singapura sambil tersenyum kecut, Sabtu (24/9).

Namun meski ajang bergengsi ini digelar di negara tetangga, hal ini tidak menciutkan hati masyarakat Indonesia untuk datang langsung dan menikmati pertandingan F1 kali ini. Seperti yang diungkapkan masyarakat Indonesia yang datang langsung ke Singapura demi melihat pertandingan F1 kali ini. ”Tahun lalu kami menonton F1 juga di sini (Singapura), dan kali ini

Pembalap

Tim

1. Sebastian Vettel 2. Fernando Alonso 3. Lewis Hamilton 4. Felipe Massa 5. Mark Webber 6. M Schumacher 7. Adrian Sutil 8. Sergio Perez 9. Kamui Kobayashi 10. Jenson Button 11. J Alguersuari 12. Bruno Senna 13. Paul di Resta 14. Vitaly Petrov 15. Nico Rosberg 16. R Barrichello 17. P Maldonado 18. H Kovalainen 19. Sebastien Buemi 20. Jarno Trulli 21. Timo Glock 22. J D’Ambrosio 23. Daniel Ricciardo 24. Tonio Liuzzi

Red Bull-Renault 1m46.374s Ferrari + 0.201 McLaren-Mercedes + 0.741 Ferrari 1m47.120s + 0.746 Red Bull-Renault + 0.891 Mercedes + 2.044 Force India-Mercedes+ 2.492 Sauber-Ferrari + 3.204 Sauber-Ferrari + 3.356 McLaren-Mercedes + 3.377 Toro Rosso-Ferrari + 3.418 Renault + 3.867 Force India-Mercedes+ 3.971 Renault + 4.025 Mercedes + 4.416 Williams-Cosworth + 4.523 Williams-Cosworth + 4.563 Lotus-Renault + 5.576 Toro Rosso-Ferrari + 5.883 Lotus-Renault + 6.115 Virgin-Cosworth + 7.205 Virgin-Cosworth + 8.275 HRT-Cosworth + 8.380 HRT-Cosworth + 8.824

Waktu 33 28 22 23 28 27 32 27 29 10 14 31 8 29 28 24 30 26 15 25 25 25 29 26

saya pun berangkat hingga dua keluarga, agar bisa merasakan kesenangan menonton F1 2011,” ujar seorang penonton asal Indonesia yang masih berusia 10 tahun itu.(hmr/lth/mrp ) redaktur: m asikin/rohman arief layouter: lutfi


6

POLITIK

RADAR KOTABUMI

SENIN, 26 SEPTEMBER 2011

www.radarkotabumi.com

Iwan Sesalkan Sikap DPD Pelopor Provinsi MESUJI-Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Pelopor (PP) Mesuji Iwan Dahari, menyesalkan sikap Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Pelopor Provinsi Lampung yang memberikan dukungan sepihak ke Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati yang diusung Partai Golkar Suprapto-Daryanto (Prada). Dikatakan Iwan kepada wartawan DPD memberikan dukungan dengan tidak melibatkan dirinya sebagai Ketua DPC-PP

Mesuji. Padahal sebelumnya menurut Iwan pihaknya secara resmi telah mendeklarasikan diri mendukung pasangan Iskandar MalikiAgus Setio. Pihaknya memberi dukungan kepada Calon PAN itu berdasarkan surat DPP-PP bagian Badan Pemilihan Umun (Bapilu) nomor 01/ Bapilu Pusat/II/2011. Pada 18 Februari 2011 lalu yang ditanda tangani Ketua Bapilu Pusat Bambang Suroso, yang diberikan kepada DPC-PP Mesuji

untuk menetukan langkah dalam pelaksanaan Pilkada Mesuji.”Melalui surat tersebut DPP-PP melalui Bapilu menegaskan jika DPC diberikan kewengan penuh untuk menuntukan kebijakan dalam Pilkada Mesuji,” terang iwan. Selain itu lanjut iwan, di point kedua masih dalam surat yang sama menegaskan jika DPP tidak diperkenankan untuk mengintervesi DPC atas kewenagan yang telah diberikan.“Jadi. dengan diberikan dukungan pelopor DPD

ke pasangan Prada tersebut adalah salah satu bentuk intervensi DPD kepada kami. Apalagi saya sebagai ketua tidak diberi tembusan berkenaan dengan pemberian dukungan tersebut,”sesal iwan. Sebenarnya, secara politik lanjut Iwan pihaknya tidak keberatan jika dukungan Pelopor mengalihkan dukungan ke siapapun setelah Koalisi Bangun Mesuji (KBM) dibubarkan karena pasangan yang diusungnya meninggal dunia.

“Tapi yang jadi permasalahan adalah sikap DPP yang memberikan dukungan secara sepihak. Saya sebagi ketua tidak dilibatkan sama sekali dalam pengambilan keputusan. Jadi sangat dimungkinkan dukungan yang diberikan DPD tersebut cacat hukum karena saya selaku ketua DPC belum merasa memberi dukungan itu dan bila ada pengurus DPC yang menandatangani atau menstempel ini akan saya pertanyakan sebab sampai saat ini saya sah secara

hukum sebagi Ketua dan belum pernah memberikan kuasa kepada siapapun untuk melakukan langkah-langkah politik,” tegas dia saat menghubungi Rakyatlampung (group Radar Kotabumi) melalui ponselnya. Diberitakan sebelumnya, tarik-menarik dukungan kembali terjadi dalam Pilkada Mesuji, kali ini terjadi ditubuh Partai Pelopor. Antara DPD Partai Pelopor Provinsi Lampung dengan Ketua DPC Mesuji.

Meski secara tegas, dalam surat dukunganya partai pelopor nomor 29/Sek-DPD/08/PP/IX-11 yang ditandatangani ketua DPD Pelopor Baharudin Idris dan Sekertaris Ahmad Sujadno. Kemudian dipetegas dengan surat DPC 023/SEK-DPC.08.14/PP/IX-11 yang ditandatangani wakil ketua DPC Mesuji Gatot Ekomakno dan Sekertaris Mulkifli, yang menyatakan bahwa partai pelopor mendukung sepenuhnya Prada. (rnn/rid).

Ririn-Subhan Terjunkan 652 Saksi bungan suara dan merusak surat suara pasangan calon.”Dengan adanya indikasi permasalan tersebut maka ada tim advokasi dan Satgas untuk selalu mengawal dan kami juga sediakan call center sehingga ada tim khusus melaporkan temuan permasalahan ke Panwas,”kata dia sambil menjelaskan pelatihan pembekalan saksi untuk lebih memahami pelanggaran dan sanksi berdasarkan undang-undang Pilkada. Sementara itu untuk titik-titik kerawanan dan kecurangan dalam Pilkada seperti indikasi terjadinya eksodus (Mobilisasi masa, Red) pihaknya akan memantau keberadaan undangan pemilih, pemilih lebih coblos satu kali dan upaya pengerusakan surat suara, berada di wilayah perbatasan yang ada di Kabupaten Pringsewu. “Ada sebanyak 13 titik yang ada di 80 Desa daerah perbatasan seperti di Kecamatan Gadingrejo, Pardasuka dan Ambarawa. Karenanya untuk mengantisipasi bentuk-bentuk kecurangan tersebut pihaknya sudah siapkan para saksi saksi yang sudah dilatih untuk siap siaga menghalau kecurangan tersebut,” paparnya menambahkan pripsipnya siapapun calon yang menang dan kalah tidak ada masalah penting dengan jalan yang benar dan jangan sampai pringsewu ikut ditentukan campur tangan orang lain.(rnn/rid)

PRINGSEWU-Tim pemenangan calon bupati Ririn Kuswantari dan Subhan Effendi rencananya menurunkan sebanyak 652 saksi dalam pelaksanaan Pilkada Pringsewu 28 September 2011 mendatang. Hal tersebut diungkapkan Lembaga Survei dan Konsultan, Azis Suwarsono saat diwawancarai disela-sela kegiatan pembekalan para saksi di Pekon Banyumas, Pringsewu, Sabtu (24/9) lalu. “Kegiatan hari ini merupakan pembekalan saksi yang dilakukan setiap kecamatan dan dilaksanakan disetiap jadwal kampanye. Jadi kami memang tidak lakukan kampanye terbuka karena hanya buang-buang biaya dan untuk masyarakat Pringsewu tidak tepat dan untuk Pekon Banyumas, ada sebanyak 38 saksi sementara jumlah keseluruhan saksi sebanyak 652 orang,”ungkap Azis Suwarsono. Lebih lanjut, pelaksanaan kegiatan pembekalan lebih pada penguatan saksi - saksi serta pada indikasi kecurangan yang diperkirakan akan terjadi.”Kami lihat bentuk kecurangan nanti seperti penggelembungan suara, upaya dari lawan lakukan mobilasi massa saat pencoblasan dan pemilih yang melakukan pemilihan lebih dari satu,” paparnya. Menurutnya, temuan disetiap Pilkada yang dilakukan incumben yakni rata-rata bentuk kecurangan yang dilakukan terkait penggelem-

DAFTAR HARGA RATA-RATA BORONGAN, ECERAN KOMODITI BAHAN POKOK PENTING DAN STRATEGIS LAINNYA DI KABUPATEN LAMPUNG UTARA 19 - 23 SEPTEMBER 2011

No

Jenis Komoditi

Harga Glosiran

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12 13 14 15 16 17 18 19 20 21

22 23

24

Beras Kwalitas 1 Kwalitas 2 Kwalitas Asalan Ketan Hitam Ketan Putih Gula Pasir Merah Garam Beryodium Non Yodium Minyak Goreng Merk Bimoli Tanpa merek/curah Tepung terigu Segitiga Biru Biasa Kacang-kacangan Kacang Hijau Kacang Tanah Kacang Kedelai Susu Kental Manis Merk Bendera Merk Indomilk Telur ayam Telur ayam negeri/ras Telur ayam kampung Daging Daging sapi murni Daging ayam potong Daging ayam kampung Mentega Merk simas Merk Blue Band Sayur-sayuran Wortel Kol Kentang Cabe merah Cabe Rawit Buncis Bawang merah Bawang putih Kelapa kupas Lada Hitam Kopi Biji Coklat/kakao Karet Slabs Kelapa Sawit Ubi kayu/singkong Jagung pipilan Jahe Sabun Detergent Merk rinso Semen Baturaja Tiga roda Padang Kujang/Holsim Minyak Tanah Gas LPJ Gas 3kg bersubsidi Gas 12kg non bersubsidi Pupuk Urea SP-36 ZA NPK Phonska NPK Pelangi NPK Kujang ORGANIK

Stock Eceran

FOTO : RNN

KAMPANYE : Pasangan SAE melakukan kampanye terakhirnya di Lapangan Merdeka Pulungkencana dan memberikan contoh pencoblosan pada surat surat suara.

KPUD Tubarat Telah Distribusikan Logistik Pilkada 720 Surat Suara Dinyatakan Rusak TUBARAT-Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Tulangbawang Barat (Tubarat) telah menyelesaikan pendistribusikan logistik Pilkada ke 485 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di wilayah setempat. Bahkan khusus untuk surat suara yang akan digunakan dalam Pil-

kada sudah selesai dihitung dan di distribusikan ke PPS setempat. Ketua pokja logistik dan aparatur KPU Tubarat, Ansori mengatakan, dari 191.209 surat suara yang telah disiapkan KPUD setempat, ditemukan 720 surat suara rusak dan sisanya 190.489 surat suara dinyatakan layak guna.”Kendati ada kerusakan pada surat suara, namun hal tersebut tidak mengurangi jumlah DPT yang telah ditetapkan, kerusakan yang

terjadi hanya 0,4 persen. Pasalnya, dari jumlah DPT 186.545, tambahan surat suara sekitar, 2,5 persen. Setelah dihitung dan diperiksa, tambahan surat suara menjadi 2,1 persen,”terangnya. Ansori mengatakan, hal tersebut tidak mempengaruhi penyaluran logistik dan pihaknya kemarin (25/9), telah menyelesaikan penyaluran kotak suara, surat suara, uang sewa tarup serta honor para PPS dan KPPS.

Ansori menjelaskan, semua logistik telah di distribusikan ke PPK, logistik tersebut akan diterima lebih dahulu oleh para PPS untuk dilakukan pengepakan dan pengecekan ulang. Setelah itu, baru didistribusikan kepada KPPS untuk dibagikan dan dipersiapkan pada saat pemungutan suara. ”Kita akan pastikan kembali, semua logistik akan sampai ke semua TPS minimal H-1

9.200/Kg 8.200/Kg 6.800/Kg 12.500/Kg 9.600/Kg

9.500/Kg 8.500/Kg 7.000/Kg 13.000/Kg 10.000Kg

9.500/Kg 8.500/Kg

10.000/Kg 9.000/Kg

1.300/Kg -

1.500/Kg -

13.000/liter 9.600/liter

13.500/Liter 10.000/liter

6.800/Kg 5.500/Kg

7.000/Kg 6.000/Kg

15.500/Kg 16.500/Kg 5.700/Kg

16.000/Kg 17.000/Kg 6.500/Kg

9.000/Kg 7.800/Kg

9.500/Kg 8.000/Kg

14.500/Kg 1.750/Kg

15.000/Kg 1.800/Kg

65.000/Kg 19.000/Kg 24.000/Kg

70.000/Kg 20.000/Kg 25.000/Kg

PRINGSEWU–Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Pringsewu melakukan pendistribusian logistik Pilkada Pringsewu secara simbolis di Sekretariat KPUD setempat. Acara pelepasan yang berlangsung di halaman Kantor KPUD yang beralamat di Jalan Pangeran Diponegoro, Pringsewu Selatan, kemarin (25/9) dihadiri Waka Polres Tanggamus Kompol M. Eka Faturrahman, Perwira Penghubung Kodim 0424/TGM Kapten Aziz, Ketua beserta Anggota KPUD, Ketua Panwaslukada Fatoni, S.H., Asisten I Bidang Pemerintahan Pemkab Pringsewu H.Firman Muntako, S.E., Staf Ahli Drs.Hi. Zuhairi.Pelepasan

18.500/Kg 35.500/Kg

20.000/Kg 36.000/Kg

TRUCK DIJUAL

3.500/Kg 3.500/Kg 7.000/Kg 21.000/Kg 19.000/Kg 8.000/Kg 11.000/Kg 9.000/Kg 3.500/Kg 60.000/Kg 17.000/Kg 18.000/Kg 16.000/Kg 1.325/Kg 830/Kg 25.000/Kg

4.000/Kg 4.000/Kg 8.000/Kg 22.000/Kg 20.000/Kg 9.000/Kg 12.000/Kg 10.000/Kg 4.000/Kg 59.000/Kg 16.000/Kg 17.000/Kg 15.500/Kg 1.300/Kg 820/Kg 20.000/Kg

14.500/Kg

15.000/Kg

65.000/Kg 66.000/Kg 62.000/Kg 64.000/Kg 9.600/liter

65.500/Zak 67.000/Zak 62.500/Zak 64.500/Zak 10.000/liter

15.000 95.000

15.000 100.000

Harga pangkalan Harga pangkalan

80.000/ Zak 100.000/Zak 70.000/ Zak 115.000/Zak 115.000/Zak 115.000/Zak 35.000/Zak

82.000/Zak 102.000/Zak 72.000/Zak 117.000/Zak 117.000/Zak 117.000/Zak 37.000/Zak

Titipan pengecer Telah disalurkan Telah disalurkan Telah disalurkan Telah disalurkan Telah disalurkan Telah disalurkan

sebelum pelaksanaan pemungutan suara. Dan surat suara yang yang dinyatakan rusak akan dimusnahkan,” terangnya menambahkan dalam pendistribusian akan disesuaikan dengan mata pilih di masingmasing TPS dan pendistribusiannya dikawal anggota polres dan didampingi anggota PPK serta disaksikan anggota Panwaslu dimasing-masing tingkatan.(rnn/rid).

KPUD Pringsewu Lakukan Distribusi Logistik Pilkada Tidak ada

Dijual truck toyota dyna ET 110 th 2008, bak besi s. kerja, hub. 08127901445

KEHILANGAN STNK R2, NO. POL: BE6771JP, NO. KA : MH1HB71198K387378, NO. SIN: HB71E1386066, An. ZAIRIN.HN Hrg Pdg. Pengumpul Hrg Pdg. Pengumpul Hrg Pdg. Pengumpul Hrg Pdg. Pengumpul Hrg Pdg. Pengumpul Hrg Pdg. Pengumpul Hrg Pdg. Pengumpul Hrg Pdg. Pengumpul

STNK R2 NO.POL BE 8426 JY, NO.SIN ; 125301, NO.KA ; MHJKC1219AK262272, An. ANSORI

DICARI MEMBER “KOKOPELLI”

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lampung Utara

NOUREL ISLAMY, S.E., M.Si Pembina Tingkat. I NIP. 19550505 1982121003

(Produk Bucheri) Sepatu, Tas, Busana dan Aksesoris lainnya Untuk wilayah Lampung Utara dan Way Kanan BERMINAT HUB: Line Center Lampung. Telp. (0721) 7475004 dan 081369-64-5454

BERGABUNGLAH SEGERA !! BONUS MENARIK MENANTI ANDA

logistik Pilkada itu ditandai dengan prosesi pengguntingan pita dan pemecahan kendi berisi air oleh Penjabat Bupati Pringsewu Sudarno Eddi. Ketua KPU Pringsewu Warsito, S.T., mengatakan logistik Pemilukada sudah ada yang dikirimkan karena logistik ada dua macam yakni logistik yang ada di luar dan didalam kotak. “Untuk logistik diluar seperti perlengkapan yang harus dikerjakan oleh rekan - rekan PPS, kartu undangan pemilih, kartu memilih dan surat peryataan pindah pemilih,” katanya.(25/9). Selain itu pihaknya juga sudah bekerja sama dengan lima rumah sakit di Kabupaten setempat yakni Rumah Sakit Umum Daerah Pringsewu, Wisma Rini, Mitra Husada, Surya Asih dan Mutiara Hati yang semuanya berada di Kecamatan Gadingrejo. “Kami sudah menyampaikan ke pihak Rumah Sakit dimana ada dokter atau perawat itu harus menyatakan surat pindah pemilih saat akan memilih di masing-masing tempat bertugas. Demikian juga untuk para keluarga pasien bisa memilih asalkan membawa surat pindah, namun kami berharap agar para pemilih melakukan pemilihan di TPS masing masing,”jelasnya. Sementara, untuk pengiriman logistik dilakukan tiga hari sebelum hari pemungutan suara sudah harus dikirimkan untuk pengamanan.”Untuk logistik di dalam seperti Kertas suara, formulir model C, DA dan alat kelengkapan seperti alat tulis, semua dikirim tiga hari sebelum hari pemilihan,” kata dia. Pj Bupati Sudarno Eddi, meminta aga pelaksanaan pendistribusian dapat sesuai dengan rencana dan jika terjadi kekurangan logistik agar segera dikomunikasikan.”Kalau ada yang kurang segera ditindaklanjuti,” katanya Dia juga telah menginstruksikan tim yang terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja (Sat-Pol PP), Kepolisian dan Panwaslu untuk menertibkan atribut kampanye seperti Baleho, Bendera dan Banner serta atribut lainnya untuk ditertibkan semua.”Saya minta tim gabungan Sat POL PP, Kepolisian dan Panwaslu untuk menertibkan atribut kampanye calon selama masa tenang ini, kecuali baleho atau bener yang berada di kantor partai atau posko para calon,” tegas Sudarno Eddi seraya menambahkan penertiban akan dilakukan 28 September pukul 06.00 WIB. (rnn/rid)


SENIN, 26 SEPTEMBER 2011

RUWA JURAI

RADAR KOTABUMI

www.radarkotabumi.com

7

KSKP Bongkar Penggelapan Sering Kesurupan, Siswa SMP Gantung Diri Mobil Antar Pulau 4 Tersangka Di Amankan BAKAUHENI - Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni Polres Lampung Selatan (Lamsel) sekitar pukul 21.30 Wib, Jum’at (23/9) lalu mengamankan empat pelaku penggelapan kendaraan jenis mobil. Dalam penangkapan itu satu unit Toyota Kijang jenis Inova B 89 OJ warna hitam beserta suratsurat dan tiga unit Handphone (Hp) berbagai merek ikut disita serta satu unit laptop merek Lenovo. Keempatnya adalah Agung Xirana (32) warga Desa Wido-

daren, Kecamatan Petaruhan Kabupaten Pemalang, Jawatengah (Jateng) yang merupakan residivis dari Lapas bantar gebang. Kemudian Daryani (42) warga Keluarahan Rawabuaya, Cengkareng, Jakartabarat, Muhamad Yunan Lubis, S.H., warga Desa Cipondohmakmur, Kecamatan Cipondah, Kota Tanggerang dan Edwar warga Kelurahan Cibolangsari, Desa Klari Kabupaten Karawang, Jawabarat. Sebelumnya pemilik mobil bernama Agus melaporkan telah terjadi tindak pidana penggelapan mobil oleh Agung Xirana yang merupakan supir yang dipekerjakan korban sebagai pengantar

tamu di PLTU Suralaya Florida, Cilegon. “Setelah mengantar tamu, Agung tak menjemput tamunya kembali. Atas laporan itu, kami akhirnya menggelar razia dipintu keluar pelabuhan,”terang Kapolsek Bakauheni AKP Deden Heksaputra, S.IK didampingi Kanitreskrim Polsek Pulomerak, Banten Iptu Rendi kepada Rakyatlampung (group Radar Kotabumi) Sabtu (24/9) lalu. Lebih lanjut pria berkulit putih dan peramah ini menyebutkan dari hasil pemeriksaan terungkap, jika Agung memang berniat kabur untuk menjual mobil itu. Sebelumnya, Agung menghubungi Daryani dan Muhamad Yunan

Lubis dan ketiganya sepakat bertemu di Cikupa. Setelah bertemu, disepakati mobil itu akan dijual seharga Rp 25 juta.“Setelah harga disepakati, Muhamad Yunan Lubis bertugas sebagai pencari pembeli menghubungi Edwar,” katanya Lebih jauh lagi Deden menjelaskan, selama diperjalanan ke Lampung, sambung Deden, kembali disepakati Muhamad Yunan Lubis dan Daryani turun di Pelabuhan Merak Banten sedangkan Agung melanjutkan perjalanan dengan mengendarai mobil itu dan disepakati akan bertemu di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Bakauheni. (rnn/rid)

Razia Narkoba dan Togel Diduga Bocor KALIANDA - Pihak Polsek Kalianda Lampung Selatan (Lamsel), menggelar swiping razia narkoba dan perjudian Toto Gelap (Togel) di wilayah hukumnya. Swiping yang digelar itu terindikasi bocor pasalnya mulai dari lapangan Pemkab, Stadiun Jati, Merak Belantung, Umbul Tengah dan beberapa titik

rawan lainnya tak satupun tersangka berhasil diamankan. Swiping dan razia yang mulai dilancarkan Polsek Kalianda, mulai dari pukul 00.00 WIB hingga pukul 01.00 WIB dinihari itu langsung dipimpin Kapolsek beserta jajarannya seperti tim Buru Sergap (Buser), Intelkam dan Anggota Pro-

vost dengan mengunakan dua kendaraan. “Nihilnya hasil swiping dan razia narkoba dan kasus Judi togel disejumlah titik yang kami sinyalir sangat rawan sebagai tempat transaksi dan peredaran Narkoba dan judi togel diduga bocor,” ujar Kapolsek Kalianda AKP Marhan Zainal mewakili Kapolres Lampung Selatan

(Lamsel) AKBP Bahagia Dachi, kemarin (25/9). Kepada Rakyatlampung (Group Radar Kotabumi) dia mengatakan, untuk dua kasus itu pihaknya dibuat kucing-kucingan dan dipastikan para pelaku kejahatan sudah mengatahui jika sarang mereka sudah terendus polisi. (rnn/rid)

akomodir melalui tim kajian,” ungkapnya. Dilain pihak, wacana pemekaran Kabupaten Lampung Utara menjadi Provinsi menuai banyak dukungan. H. Saleh Ahmad salah seorang tokoh masyarakat dan sekaligus pelaku sejarah Lampung Utara mengatakan, dirinya sangat mendukung wacana perubahan status Lampung Utara menjadi pemerintah Provinsi (Pemprov). ”Mengingat Lampung Utara memiliki historis, yakni sudah beberapa kali dilakukan pemekaran. Dan secara Georagfis, Lampung Utara berada pada posisi ditengah dari beberapa kabupaten yang telah dimekarkan sebelumnya,” ujarnya kemarin (25/9). Menurut Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI)

Lampura itu, jika Lampung Utara berubah satus menjadi Provinsi, maka beberapa kabupaten yang pernah dimekarkan dan berada diwilayah utara seperti Kabupaten Lampung Barat, Waykanan, Tulangbawang, Mesuji dan Tulangbawang Barat (Tubarat) nantinya akan berada dibawah pemerintahan Provinsi Lampung Utara yang baru dimekarkan itu. ”Beberapa kabupaten itu akan berada dibawah pemerintah provinsi Lampung Utara,” jelasnya. Dia menambahkan, Lampung Utara memang sudah selayaknya dimekarkan menjadi provinsi. ”Karena dahulu saat akan terbentuknya Provinsi Lampung, sebenarnya Lampung Utara-lah yang akan dipilih menjadi ibu kota provinsi,” ungkap Datuk sapaan

akrab tokoh yang telah berusia lebih dari 80 tahun itu. Sebelumnya, Kabag Humas dan Protokol Sekretariat Pemkab Lampura Syahrudin Putra, mengatakan, Lampung Utara kini hanya memiliki 7 persen dari sebelumnya 58 persen luas wilayah Provinsi Lampung. Rasionya, Lampung Utara kini sudah tidak memungkinkan lagi baik dari asfek pertanian, perindustrian dan pariwisata. Oleh karena itu, satu-satunya jalan, Kabupaten Lampung Utara harus dijadikan bentuk pemerintahan yang baru atau Pemerintah Provinsi (Pemprov) yang baru. Hal ini ditegaskan Syahrudin, menyusul pembahasan wacana perkembangan Kabupaten Utara kedepan yang dilakukan oleh Tim Kajian Eksekutif baru-baru ini. (tim)

KABUPATEN akan menjadi Kotamadya dan Provinsi baru akan terbentuk,” terangnya. Menurutnya, tujuan pemekaran itu adalah bagaimana terjadinya pemerataan pembangunan dan rentang kendali pemerintahan dapat lebih dekat.”Bahkan menurut penelitian peredaran uang terbesar itu ada di Lampung Utara. Kemudian sarana dan prasarana yang ada juga sangat mendukung seperti keberadaan Mapolres, Makodim, Kejari dan kantor imigrasi serta perbankan di Lampura sudah ada semua,” paparnya. Dia menegaskan, niatan Kabupaten Lampung Utara untuk menjadi provinsi bukan hanya pepesan kosong, namun didukung dengan fakta, data dan berbagai aspek.”Dan ini yang sedang kita

Dari halaman 1

GEDONGTATAAN - Seorang pelajar kelas 7 Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Negerisakti Kecamatan Gedongtataan Desi Fitriyani, akhirnya tewas setelah mendapatkan perawatan secara insentif di Rumah Sakit setempat. Setelah sebelumnya sekitar pukul 20.00 WIB jum’at (23/ 9) malam, korban berusaha bunuh diri dengan cara gantung diri di sebuah pohon jambu di belakang

rumahnya di Desa Kebagusan Kecamatan Gedongtataan. Tampak suasana duka menyelimuti kediaman pasangan Sutrisman dan Nani setelah jenazah Desi Fitriyani tiba dirumah duka pada sabtu (24/9) siang. Hari itu juga jenazah korban langsung dimakamkan pihak keluarganya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Setempat. Sutrisman ayah korban menu-

HERMANTONI (LSM) Damar yang konsentrasi terhadap perempuan, yang ada di Bandarlampung.”Saya akan hadir dengan didampingi LSM Damar,” kata Rosdiana. Dia menceritakan, kronologis kejadian pada Selasa 22 Februari 2011 jam 09.00 WIB. Dirinya ke warung hendak membeli buku tulis untuk anaknya. Kemudian saat dirinya hendak memberikan uang kepada pemilik warung (Hermantoni, Red) secara tiba-tiba tangannya dipegang kuat-kuat oleh tersangka, lalu mulutnya dibekap.”Sehingga saat itu saya sempat tak sadarkan diri. Dan tersadar sudah berada di salah satu kamar tersangka, dengan keadaan pakaian acak-acakan bahkan celana yang dipakai sudah turun sebatas lutut,” kata Rosdiana. Rosdiana mengaku kalau dirinya melihat tersangka tengah berada dipintu masuk kamar. Karena merasa takut Rosdiana segera merogoh kantongnya untuk mencari handphone guna menelpon kerabatnya, dan didalam saku celananya ditemukan uang sebesar Rp 50 ribu. Saat ditanyakan ke tersangka, dia mengakui kalau uang itu pemberiannya. ”Saya langsung membenahi pakaian dan bangun. Kemudian saya lemparkan uang itu ke mukanya (Hermantoni, Red),” terangnya. Selanjutnya, Rosdiana mengancam akan melaporkan kejadian itu kepada pihak yang berwajib. “ Silakan laporkan, saya tidak takut,” terang Rosdiana mengutip pernyataan pelaku. Rosdiana menjelaskan, jika saat menangis dan hendak pulang dirinya sempat berpapasan dengan beberapa orang tetangga yang menanyakan sebab musabab dirinya menangis.”Memang ada yang

Dari halaman 1 sempat menanyakan kenapa saya menangis, namun tak saya jawab,” kata dia seraya menambahkan sebelum kejadian saat berada di warung milik Hermantoni dia sempat bertemu dengan ibu Ida, namun dia pergi duluan. Kemudian dia langsung melaporkan ke jadian itu ke Mapolres Lampura, namun Hermantoni tidak pernah ditahan, bahkan divonis bebas oleh majelis hakim. Sedangkan, menurut versi Hermantoni, kalau dirinya tidak pernah melakukan seperti apa yang dilaporkan oleh Rosdiana ke mapolres. Bahkan, sejak diperiksa di Polres dirinya tidak pernah ditahan.” Saya tidak salah, maka tidak ditahan,” akunya. Menurut Hermantoni, kalau dirinya pernah dilaporkan tetangganya (Rosdiana) dengan tuduhan percobaan pemerkosaan. Padahal, sebelum kejadian, bapak enam anak itu sedang berjaga di warung miliknya. Tak lama berselang datanglah Rosdiana dengan maksud membeli kebutuhan pokok di warungnya. Merasa Rosdiana memiliki utang sebesar Rp50 ribu, Hermantoni langsung menagih uang tersebut. ”Setelah hutangnya diberikan ke saya, dia bilang awas kamu nanti saya adukan. Ya saya bilang adukan saja,” kata Hermantoni. Namun siang harinya, saat ia sedang memberikan makanan dan minuman kepada tukang tanam singkong di kebun miliknya di Umbul Sunda Perum Tulungmili, anggota polisi langsung mengamankan dan menggelandangnya ke Mapolres Lampura. ”Saya kaget, polisi menangkap dan membawa saya ke Mapolres, karena saya dituduh telah

melakukan percobaan pemerkosaan terhadap Rosdiana. ”Pasca kejadian itu yang melihat saya adalah Siti Hodizah (20) pembantu rumah tangga, dan Tantowi (55) ipar saya. Kan aneh sekali saya dituduh seperti itu,” sesalnya. Karena itulah Hemantoni beserta keluarga merasa kecewa, sebab nama baik keluarganya tercemar. Untuk itu ia berserta keluarga akan menuntut balik korban atas tuduhan tersebut. ”Pernah terkuak di persidangan. Kalau korban mau mengajak damai dengan keluarga saya, asalkan keluarga saya mau mengeluarkan uang Rp24 juta. Tapi saya menolaknya, karena nama baik keluarga saya sudah tercoreng,” ungkapnya. Seperti diketahui, Selasa (16/ 8) Ketua Majelis Hakim Ojo Sumarna, S.H. memvonis bebas Hermantoni (48), terdakwa perkara dugaan percobaan pemerkosaan terhadap korbannya Rosdiana (35), pada sidang yang terlaksana di Pengadilan (PN) Negeri Kotabumi.Ojo menilai, warga Skalabrak Kelurahan Tanjungaman, Kotabumi, itu tidak terbukti bersalah dalam perkara tersebut. Sebab, dari hasil visum terhadap korban juga tidak ada luka memar pada kemaluannya. Terdakwa juga membantah bahwa dia tidak memukul korban. Dan Hermantoni juga tidak dilakukan penahanan sejak diperiksa di Mapolres Lampura hingga putusan hakim di PN Kotabumi. Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eva menuntut terdakwa 10 bulan kurungan penjara. Namun dari hasil sidang vonis, terdakwa diputus bebas dari kurungan penjara. (rid/ega)

tuan itu. Kalau dihitung sudah sekitar 11 tahun memimpin di SMKN 1 Kotabumi sejak tahun 2011 ini. Artinya sudah hampir 3 periode,” kata Khairil seraya menegaskan untuk itu sudah sepantasnya dilakukan pergantian. Ia mengatakan, dalam waktu dekat ini Disdik akan mengajukan usulan kepsek yang baru untuk menggantikan Drs. Hi. A. Helmi ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lampura. Selanjutnya pihak BKD meneruskan itu ke Bupati untuk disetujui. “Saya yakin di Lampura masih banyak orang yang mampu, berkompeten dan profesional untuk mengemban amanah sebagai Kepala SMKN 1 Kotabumi,” pungkasnya. Diketahui, SMKN 1 Kotabumi, kurang mendapatkan perha-

tian dari induknya setelah Drs. A Helmi, yang saat ini menjabat sebagai kepala sekolah. Helmi diduga memegang jabatan ganda dan sudah seminggu terakhir ini yang bersangkutan tak berada ditempat. ”Sudah hampir satu minggu mas, pak Helmi tidak ada di sekolah, kabarnya dia, (Helmi,red) sedang fokus mendapat promosi menjadi kepsek di SMKN Sulusuban,”ujar salah seorang petugas Satpam di SMKN 1 Kotabumi, Senin ,(19/9). Memang kabarnya, kata satpam yang tidak mau namanya dikorankan, SMKN 1 Kotabumi lagi hangat-hangat membicarakan pengganti Kepsek SMKN 1 tersebut.”Mudah-mudahan siapapun kepseknya dapat memberikan kemajuan lagi,” harapnya.(rid/ega)

tampak bangunan SPBE sudah mencapai sekitar 50 persen dalam tahap pengerjaannya. Sementara plang Izin Mendirikan Bangunan (IMB) tak ada disekitar bangunan. ”Plang IMB sudah ada, namun belum dipasang karena masih disimpan Mas Goyan (Mandor, Red),” ujar Ujang yang mengaku sebagai pemilik lahan sebelumnya dijual ke pihak SPBE. Ujang yang juga memasok matrial untuk pembangunan SPBE itu menjelaskan, masalah perizinan sudah selesai sebelum keduanya melakukan transaksi jual beli, yakni sekitar bulan April-Mei 2011 lalu. Bahkan pihak Pemkab melalu Dis-

tako sudah melakukan peninjauan sebanyak empat kali. ”Mereka telah membuat izin warga sebelum bulan Mei, jadi kalau izin saya rasa tidak ada masalah lagi,” kata dia. Camat Abung Barat Riswan Rahman membenarkan jika pihaknya sudah mengeluarkan rekomendasi penerbitan IMB SPBE itu. Sayangnya Riswan tidak menyebutkan kapan pemberian rekomendasi.”Yang jelas itu bangunan SPBE untuk memudahkan masyarakat dalam pengisian gas elpiji. Kalau masalah izin rekomendasinya sudah melalui kita sebelum pembangunan berlangsung,” pungkasnya. (rid)

DISDIK kepsek yang baru, karena telah melebih masa periode,”ujar Kabid Dikmen Disdik Kabupaten Lampura Khairil Sopian Adenie, kemarin, (22/9). Menurutnya, berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) No 162 Ttahun 2003 tentang Pedoman Penugasan Guru Sebagai Kepsek dan Keputusan Bupati Lampura nomor 111 tahun 2003 tentang tatacara penugasan guru sebagai kepsek di Kabupaten Lampura mengenai masa tugas seorang kepsek diberikan untuk selama 4 tahun terhitung sejak diangkat menjadi Kepsek. “Dalam aturan hanya boleh perpanjangan satu periode,” kata Khairil seraya mengatakan, untuk menjabat sebagai kepsek ada ketentuan yang mengaturnya. “Helmi sudah melebihi keten-

Dari halaman 1

PEMBANGUNAN ”Saya tidak pernah menandatangani surat persetujuan tersebut. Jika ada izin atau tandatangan saya itu artinya pemalsuan dan saya tidak terima,” tuturnya. Saat dilakukan cross cek dilokasi pembangunan SPBE, wartawan koran ini bertemu dengan para pekerja bangunan. Mandor yang diketahui bernama Goyan sedang tidak berada ditempat.”Kami hanya pekerja, kalau mandor sedang ke Bandarlampung. Kalau bangunan ini milik bos Rudi yang tinggal di Vila Citra Bandarlampung,” ujar salah seorang pekerja yang namanya enggan dikorankan. Dari hasil temuan dilapangan

turkan sebelumnya pihak keluarga menemukan tubuh korban sedang tergantung diri di pohon jambu belakang rumahnya.”Pada saat saya temukan, Desi masih bernapas, tidak pikir panjang langsung saya bawa ke Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM) Bandarlampung dalam kondisi kritis. Meski sempat menjalani perawatan dari tim medis, namun tuhan berkehendak lainnya,”ujarnya. (rnn/rid)

Dari halaman 1


CMYK

RADAR WAYKANAN

8

SENIN, 26 SEPTEMBER 2011

Bersama Membangun Waykanan

Bustami Bakal Reposisi Pejabat Waykanan BLAMBANGAN UMPU Bupati Waykanan Hi. Bustami Zainudin, S.Pd. dalam waktui dekat ini akan segera melakukan reposisi dan pergantian pembantunya. Ini dimaksudkan untuk pencerahan dan peningkatan kinerja, juga sekaligus mengisi beberapa jabatan kosong yang ditinggal pensiun oleh pejabat lama. ”Bukan karena ada masalah, tapi tidak lebih dari upaya pimpinan untuk menjawab tantangan perkembangan dan kemajuan zaman, dalam waktu dekat memang

beberapa pejabat Waykanan akan kita reposisi,” ujar Ketua Baperjakat Waykanan, Ir. Hi. Bustam Hadori, M.M., kemarin. Kendati begitu, Setdakab Waykanan ini, tidak mau menjelaskan waktu dan tanggal pelaksanaan reposisi para pejabat. Ia juga tidak mau menjelaskan siapa saja pejabat esselon II Waykanan yang akan diganti dan direposisi. ”Rahasia, kita lihat saja nanti, yang pasti dalam waktu dekat, mungkin tidak sampai pertengahan Oktober ini,” ungkap Bustam.

Memang sudah seharusnya melakukan reposisi dan pergantian pejabat Waykanan, mengingat terdapat pejabat yang diduga pindah ke daerah lain seperti Kepala DPSDA Ir. Imamsyah dan Kepala Badan Ketahanan Pangan Ir. Octavia Havidz. Juga ada beberapa pejabat yang memasuki masa pensiun, dan ada beberapa dinas yang dijabat oleh pelaksana tugas. Saat ini, dinas yang dijabat oleh pelaksana tugas atau dirangkap oleh sekretaris dinas antara lain, DPSDA, Dinas PU dan

Disdik Waykanan. Sementara kepala dinas yang memasuki masa pensiun antara lain, Dispar, serta Dinas Pertamanan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Kemungkinan juga Kadis Pertanian Kabupaten Waykanan bakal diganti, karena yang bersangkutan jarang ngantor. ”Untuk kali ini nampaknya memang reposisi hampir menyentuh semua jabatan esselon II, walaupun ada beberapa jabatan esselon II yang mantap karena dianggap mampu dan memang telah

sesuai dengan bidang ke ilmuan mereka,” kata narasumber terpercaya yang enggan namanya ditulis. Masih menurut narasumber, kalau tidak ada perubahan pejabat esselon II Kabupaten Waykanan yang akan direposisi itu antara lain, Kaban PMK, Kadis Pertanian, Kadishubkominfo dan Penjabat Kadis PU, sementara yang akan diganti antara lain Kadis Porabudpar. ”Ada juga staf ahli yang akan dicoba lagi, dan ada dua orang pejabat baru dari luar daerah. Salah seorang diantaranya merupakan

masyarakat Waykanan yang mulang tiuh, nantinya akan mengisi jabatan Kadis PU. Dan seorang lagi akan mengisi jabatan sebagai Kadis Pertanian Waykanan,” kata narasumber yang mewanti-wanti namanya ditulis Radar Lampung (Group Radar Kotabumi). Linda Utari, S.H., salah satu anggota Komisi A DPRD Waykanan yang dikonfirmasi terkait rencana dan reposisi pejabat esselon II Waykanan tersebut, menyatakan dukungannya atas kebijakan bupati tersebut.

”Pergantian pejabat Waykanan itu hak mutlak Baperjakan dan saudara bupati yang juga tentu telah disetejui oleh Pemprov, dan saya yakin pejabat yang baru nanti dapat menterjemahkan kemauan dan visi misi suadara bupati dengan baik, dan khusus untuk impor pejabat walaupun itu memupus regenerasi kepemimpinan di Waykanan, kalau memang mereka mampu mengapa tidak, mari kita awasi bersama,” kata Srikandi Partai Demokrat Waykanan tersebut. (sah)

Negari Besar Rawan Aksi Begal NEGARA BATIN - Rasa kekecewaan masyarakat Negeri Besar sudah sedikit lega. Pasalnya, aparat Polsek setempat berhasil mengamankan dua pucuk senjata api rakitan berikut dua butir amunisinya yang diserahkan masyarakat melalui Camat Negeri Besar Habiburahman. Sepert diberitakan, masyarakat Negeri Besar akhir-akhir ini sangat diresahkan oleh aktipitas pembegalan yang hampir setiap hari terjadi. Mirisnya lagi, lokasi kejadian pembegalan tersebut dikatakan oleh masyarakat paling jauh dua kilometer dari Polsek Negeri Besar. ”Minggu lalu salah satu keluarga saya yang menjadi korban begal, memang lokasinya ada diperbatasan antara Kabupaten Waykanan dan Kabupaten Tulangbawang

Barat, dan keluarga saya itu melapor ke Polsek Negeri Besar, akan tetapi sampai kini tidak ada kabar, dan dari kabar yang saya dapat, diduga tidak adanya tidak lanjut dari Polsek Negeri Besar. Karena Polsek beranggapan bukan kewajiban mereka, karena lokasi ada di wilayah hukum Polres Tulangbawang,” kata Linda Utari, S.H., anggota DPRD Waykanan yang memang tinggal di Negara Batin, tetangga dari Kecamatan Negeri Besar. Lebih jauh menurut Linda, sebagai anggota Polri tidak seharusnya aparat Negeri Besar tidak mempedulikan korban pembegalan begitu saja, walaupun bukan di wilayah hukum Polres Waykanan, namun jika korbannya adalah warga Waykanan, aparat harus mengetahui dan melakukan koordinasi dengan Polres Tulang-

bawang, agar permasalahan yang ada dapat terpecahkan. ”Mana panggilan hati nurani mereka sebagai penegak hukum, mereka itu kan polisi yang seharusnya mampu menunjukkan tufoksinya dengan baik,” tandas Linda. Pada sisi lain, Linda juga sangat mengerti dengan sangat kurangnya personil polisi yang ada di Negeri Besar juga kekurangan prasarana di Polsek setempat. ”Ini jeritan kami dari Negara Batin dan Negeri Besar, semoga bapak Kapolda Lampung membaca dan mendengar mohon anggota Polsek Negeri Besar dan Negara Batin ditambah juga prasarana operasional mereka diberi, sehingga Kecamatan Negeri Besar dan Negara Batin yang memang sangat luas ini dapat mereka berikan rasa aman dan nyaman,” harapnya. (sah)

Griya Baca Masyarakat Sangat Penting GUNUNGLABUHAN - Dinas Pendidikan Waykanan, Minggu (25/9) melaksanakan acara halal bihalal bersama jajarannya serta para kepala dinas dan masyarakat Gunung Labuhan di taman rekrasi Waterboom Galaxy di Kampung Gunung Labuhan. Dalam sambuatannya, Kepala Disdik Waykanan Gino Vanoli menyampaikan, acara halal bihalal yang dilaksanakan itu memang lain

dari pada acara sebelumnya. Selain untuk meramaikan tempat rekreasi ini, juga dapat memberikan suasana yang berbeda dari sebelumnya. ”Yang paling terpenting untuk saling menjalin rasa kebersamaan baik. Juga untuk dapat memberikan pemahaman terhadap masyarakat tentang pentingnya minat baca,” ujarnya, kemarin. Sementara itu, Bupati Waykanan Bustami Zainudin, S.Pd.

mengatakan, bahwa perlunya peran aktif para kepala sekolah, UPTD dan pengawas selalu menyukseskan salah satu programnya dengan mengingatkan agar masyarakat mempunyai minat baca. ”Saya berharap juga Disdik dapat melaksanakan di kampungkampung lain yang ada di setiap kecamatan, agar minat baca masyarakat dapat lebih maju lagi,” harapnya. (rnn/ung)

Gaji Anggota DPRD Pesawaran Belum Dibayar GEDONGTATAAN - Kurang harmonisnya hubungan antara pihak legislatif dan eksekutif selama ini menghambat agenda kegiatan Rapat Paripurna DPRD Pesawaran. Karena pada agenda rapat Jumat (23/9) lalu dalam rangka pengesahan Perda Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati TA 2010, batal dilaksanakan. Pasalnya pihak eksekutif tidak menghiraukan padangan umum yang disampaikan fraksi-fraksi yang ada di DPRD Pesawaran. ”Batalnya acara rapat paripurna kali ini dikarenakan bupati tidak menghiraukan pandangan umum fraksi - fraksi yang disampaikan pada saat rapat paripurna

penyampaian rancangan peraturan daerah (Ranperda) LKPJ TA 2010 pada hari Senin (19/9) lalu,” ujar Jhony Corne didampingi anggota dewan lainnya, Supriyadi dari partai Hanura, M. Nasir partai PDI-P, Yusak dan partai PPKB Rama Diansyah, kemarin. Jhony menjelaskan, Pandangan umum fraksi - fraksi yang tidak dihiraukan tersebut antara lain agar bupati melaksanakan amanat Undang-Undang yaitu memberikan dana bantuan partai politik (parpol) tahun 2011 dan gaji anggota DPRD. ”Gaji DPRD terhitung satu bulan terakhir belum dibayarkan oleh pihak eksekutif. Bukan itu saja, pihak eksekutif juga tidak

memberikan dana bantuan parpol,” jelas Jhony diamini anggota DPRD lainnya. Menurutnya, batalnya acara paripurna pengesahan Ranperda LKPJ TA 2010 ini tentu saja berdampak membawa pengaruh terhadap tahapan paripurna penyampaian Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2011. ”Karena apabila LKPJ 2010 belum disyahkan juga maka SILPA tahun anggaran 2010 belum sah untuk dipergunakan dalam APBD-P 2011,” terang Jhony. (rnn/ung)

TAPIS. Bupati Lampung Barat Drs. Hi. Mukhlis Basri, M.M., sedang melihat aktifitas warga sedang membuat anyaman tapis Lampung, pada peringatan HUT Lambar ke-20. FOTO RNN

Rektor Unila Bina Petani Lebah Madu Waykanan BLAMBANGAN UMPU Lebah madu mempunyai potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai produk unggulan daerah Lampung. Oleh karena itu, Rektor Universitas Lampung Prof. Dr. Ir. Sugeng P. Harianto, M.S. selaku Ketua Asosiasi Perlebahan Madu (APIDA) Propinsi Lampung rutin melakukan kegiatan pembinaan perlebahan madu di Propinsi Lampung. Kali ini, Sugeng mengunjungi salah satu daerah yang terkenal sebagai penghasil madu hutan di Kecamatan Gunung Labuhan, Kabupaten Way Kanan, Bersama tinya dan didampingi Ir. M. Azis, MS dan Dede Afiudin dari BP-

DAS Way Seputih Way Sekampung, Gangsar dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Waykanan, Sudharto dari Apiari Pramuka, serta Rudi Hilmanto, S.Hut., M.Si. dan Wahyu Hidayat, S.Hut., M.Sc. dari Fakultas Pertanian Unila. Saat melihat lokasi lebah Beberapa waktu lalu. Sugeng beserta rombongan meninjau langsung beberapa lokasi lebah hutan (Apis Dorsata) yang bersarang di pohon sialang. Pohon sialang adalah pohon yang terdiri dari jenis Kedundung, Batu, Balau, Kruing, Ara dan lain-lain yang apabila disarangi oleh lebah hutan (Apis

dorsata) maka masyarakat di Sumatera akan menamakannya pohon Sialang. Berdasarkan pengamatan di lokasi, satu pohon Sialang bisa berisi sampai 40 sarang bahkan lebih, dimana tiap sarang bisa berisi sampai kira-kira 10 kilogram madu. ”Keberadaan pohon-pohon sialang adalah aset sumber daya alam untuk masyarakat lokal, oleh karena itu Dinas Kehutanan dan perguruan tinggi harus ikut berperan mengembangkan teknologi budidaya pohon sialang tersebut agar tujuan hutan lestari-masyarakat sejahtera bisa tercapai,” papar Sugeng.

Pada kesempatan diskusi, Sugeng mengatakan APIDA Lampung siap untuk mendukung petani dalam hal teknik budidaya hingga pemasaran dan mengingatkan petani agar bersama-sama menjaga keaslian madu yang mereka pasarkan, karena jika ada satu petani yang menjual madu palsu maka madu petani lainnya akan ikut terkena imbas di cap sebagai madu palsu.Kegiatan pembinaan juga diisi pelatihan mengenai standar produk madu, teknik pemanenan serta keselamatan kerja yang disampaikan oleh anggota APIDA Lampung dan Apiari Pramuka. (rnn/ung)

Distanakan Gelar Pengendalian Hama Walang Sangit BANJIT - Ratusan petani yang tergabung dalam 16 kelompok bersama Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan (Distanakan) Waykanan menggelar gotong-royong pengendalian hama walang sangit yang mengancam tanaman padi seluas 340 hektar ha di hamparan areal sawah Sukamaju Kampung Simpang Asam, Kecamatan Banjit. Tim dari Distan Waykanan langsung turun ke lapangan untuk mengetahui sudah sejauh mana

hama walang sangit merusak tanaman para petani. Adapun tim dari dinas terdiri dari bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, kepala UPT Pertanian Kecamatan Banjit, petugas POPT, dan penyuluh pertanian lapangan. Amelia, salah satu pegawai di Distan Waykanan memberikan bantuan insektisida kepada petani memusnahkan hama. Amelia menyampaikan kepada para petani agar cepat dan

tanggap terhadap kejadian gejala hama yang menyerang tanaman padi, agar segera melaporkan kepada petugas pertanian lapangan agar cepat menambil langkah langkah pengendalian, guna pengamanan produksi padi di Kabupaten Waykanan agar tetap setabil. Sehingga masyarakat tidak mengalami gagal panen nantinya. ”Karena di Kecamatan Banjit lahan sawah yang di miliki masyarakat cukup luas dan hampir 95

persen masyarakat yang ada para petani dan umumnya menyawah seperti masyarakat di Kecamatan Buay Bahuga dan Bumi Agung. Namun kita tetap terus menyarankan kepada para petugas yang ada di lapangan dapat ikut perang aktif bersama petani dengan memberikan penyuluhan cara mengatasi hama yang ada agar hasil padi di Waykanan dapat meningkat dengan kwalitas beras yang baik,” tegas Amelia. (rnn/ung)

CMYK


RADAR KOTABUMI