Page 1

CMYK

RADAR KOTA BUMI SELASA, 20 SEPTEMBER 2011

PAD Sudah Mencapai 76,61 Persen

Bersama Membangun Lampura FOTO DEDY KURNIAWAN

RAZIA : Satlantas Polres Lampura melakukan razia kepada kendaraan roda dua dan empat di bundaran Tugu Lampura, kemarin (19/9).

KOTABUMI - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Lampung Utara (Lampura) memasuki triwulan kedua tahun 2011 telah terealisasi sebesar Rp9,23 miliar dari target Rp12.52 miliar.”Setelah diakumulasi dari masingmasing Satker yang ada, Triwulan kedua ini PAD kita mencapai 76,61 persen dari target Rp12.52 miliar,” ujar Kabid Pendapatan Fahmi Yahya mendampingi Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Lampura Dedi Alfani, S.E, kemarin (19/9). Sedangkan, berdasarkan data yang ada masih banyak Satuan Kerja (Satker) yang belum mencapai target. Sementara untuk PAD triwulan ketiga sedang dalam proses. ”Untuk itu kita memberikan teguran secara tertulis bagi Satker yang belum merealisasikan target PAD-nya,”tegas Fahmi seraya mengatakan surat teguran sudah disampaikan. Fahmi mengakui jika ada beberapa satker yang belum Baca PAD Hal.7

Kepergok Mencuri, Alberto Dihajar Warga KOTABUMI - Alberto (26), warga Desa Kalibening, Kecamatan Abung Selatan, babak belur di hakimi warga usai kepergok mencuri kotak infak pembangunan masjid besar Nurul Iman yang berada di ruang tunggu Balai Pengobatan Al-Fiah Kelurahan Kota Gapura, Kotabumi, pukul 06.30 WIB kemarin (19/9). Kemudian tersangka tersebut digelandang ke Mapolres Lampung Utara, guna mempertanggung jawabkan semua perbuatannya. Ketika ditemui di lokasi kejadian, Hairul (27) seorang penjaga Balai Pengobatan Al-Fiah mengatakan, kali pertama yang melihat tersangka mengambil kotak infak tersebut yakni Hairuddin (25) satpam PT Telkom Cabang Kotabumi. Baca KEPERGOK Hal.7

Harian Radar Lampung Group Untuk Wilayah Lampura dan Waykanan

8 HALAMAN / Rp1.500

CJH Keluhkan Tingginya Biaya Pemeriksaan Kesehatan KOTABUMI - Calon ujar salah satu CJH Kotabumi jemaah haji (CJH) Kabupaten yang enggan namanya diseLampung Utara mengeluhkan butkan, di Islamic Center tingginya biaya pemeriksaan Kotabumi saat pemeriksaan kesehatan. Dimana pelaksakesehatan belum lama ini. naan pemeriksaan dilaksanaKarena itu, ia menghakan selama dua kali, yang rapkan adanya transparansi pertama diminta petugas dalam hal pengeluaran biaya sebesar Rp200 ribu lebih. tambahan maupun yang haSedangkan, pemeriksaan rus dikeluarkan. “Kalau meyang kedua sebesar Rp Maya Natalia Manan mang ada biaya tambahan Rp307.500,-.” Kami nilai tolong dijelaskan, sehingga biaya pemeriksaan itu terlalu tinggi. CJH tidak berperasangka buruk yang Apalagi, CJH tidak diberikan penje- dapat menyebabkan pelaksanaan haji laskan untuk apa saja dana tersebut,” Baca CJH Hal.7

Guru TK Korban Penculikan BUKITKEMUNING - Dian Oktapiani (19) warga Sukamenanti, Kecamatan Bukit Kemuning, Lampung Utara, diduga menjadi korban penculikan. Pelakunya diduga seorang Dukun (paranormal) sebaut saja Sak (40) warga Skipi, Kecamatan Abung Tinggi. Guru Taman Kanak-Kanak (TK) Dharma

Wanita, Desa Sukamenanti itu dikabarkan hilang dari rumahnya sekitar 11 hari yang lalu. Kepala Cabang Dinas (KCD) Dinas Pendidikan Drs. Syarip Kadir, M.M., mengatakan, jika sekitar sebelas hari yang lalu korban bermaksud mengobati  Baca GURU Hal.7

Homepage : www.radarkotabumi.com

CMYK


2

LAMPURA SIKEP

RADAR KOTABUMI

SELASA, 20 SEPTEMBER 2011

www.radarkotabumi.com

Bocah Kelas II MIN Disunat Secara Gaib FOTO FURKON ARI

GAIB : Hendika (7) bocah Kelas II MIN warga Desa Pagar Kecamatan Blambangan Pagar Kabupaten Lampung Utara (Lampura) terbaring dengan kondisi yang sehat. Sementara kemaluannya sudah terkhitan secara Gaib dengan hasil Khitan layaknya dikhitan oleh petugas medis. Foto dibidik kemarin (19/9).

LAMPURA - Keajaiban diatas dunia bisa saja terjadi jika Sang Maha Pencipta menghendakinya. Sebagai manusia hanya dapat menerima saja atau pasrah atas kekuasaan Nya. Bisa percaya bisa tidak, tetapi keajaiban memang benar –benar telah terjadi. Seperti yang dialami Hendika (7) warga Desa Pagar Kecamatan Blambangan Pagar Kabupaten Lampung Utara (Lampura). Tiba-tiba kemaluan bocah kelas II MIN Desa Blambangan itu diketahui sudah dikhitan dengan sendirinya, atau disunat secara Gaib tanpa sepengetahuan baik yang bersangkutan maupun kedua orang tuanya, Jayadi (37) dan Asmanita (31), pada Minggu (18/ 9) malam lalu. Puluhan warga yang sempat heboh setelah mendengar informasi keajaiban itu, lalu berdatangan ke rumah Jayadi warga yang tergolong tidak mampu di desa tersebut.

Pantauan langsung dilokasi kemarin (19/9), rumah berukuran 5 x 7 meter yang terbuat dari dinding geribik dan berlantai tanah milik petani kecil Desa Pagar tersebut, tak henti-hentinya didatangi oleh tamu sejak kejadian itu. Bocah keempat dari enam bersaudara ini tampak sehat tanpa kekurangan satu apapun. Sementara pada kemaluannya sudah dikhitan layaknya dikhitan oleh petugas medis. Hanya saja, tidak tampak satupun jahitan pada kemaluan bocah tersebut. Jayadi, orang tua Hendika, menuturkan, malam itu Hendika dan beberapa putranya yang lain tidur seperti biasa menggelar tikar di ruang tamu di rumahnya. Tibatiba sekitar pukul 06.00 WIB Minggu, dirinya dibangunkan oleh Asmanita, istrinya. Karena pada kemaluan Hendika terasa perih saat buang air kecil. ”Saya sangat terkejut karena menyaksikan

kemaluan anak saya sudah disunat. Saya langsung menyebut nama Allah setelah melihat kenyataan tersebut,” ujar Jayadi saat ditemui di kediamannya kemarin (19/9). Menurut dia, pada malam harinya, anaknya merasakan gatalgatal dan terasa geli seperti digigit semut di kemaluannya. Lalu anaknya itu terbangun karena akan buang air kecil. Sampai saat ini dirinya hanya pasrah dan tidak dapat berbuat banyak atas peristiwa tersebut. Sebab, kondisi kesehatan anaknya tidak terganggu sama-sekali. ”Saya juga sudah memberitahu kepada Manteri, tapi sampai sekarang petugas itu tidak datang. Termasuk pihak sekolah juga belum datang, karena saya memang belum memberitahukan hal tersebut,” ungkap Jayadi. Jayadi menceritakan, beberapa hari sebelumnya, dirinya pernah bermimpi diberi sebilah Kris oleh orang tua berpakaian

Desa Banjar Harum Perlu Perhatian

serba putih. ”Dalam mimpi itu, orang tua tersebut memberi saya Kris yang dikatakan milik Walisongo. Lalu saya tanyakan keasliannya. Setelah Kris itu mau saya pegang, tiba-tiba saya terbangun,” cerita dia. Jayadi berharap semoga peristiwa terjadi dan mimpi yang dialaminya itu merupakan pertanda baik dan mengandung hidayah dari Allah SWT kepada keluarganya. Sementara itu, Herwan Tahir (47) salah seorang warga mengatakan, peristiwa yang dialami oleh putra Jayadi tetangganya itu memang sempat membuat heboh seluruh warga desa setempat. ”Kami dan puluhan warga berdatangan ke rumah tersebut. Dan memang benar kemaluan anak Jayadi yang bernama Hendika sudah terkhitan dengan sendirinya, atau dikhitan secara Gaib,” kata Herwan. (ari)

Terapkan Keamanan dan Jiwa Gotong Royong LAMPURA - Camat Sungkai Jaya Defriyadi, S.H., menghimbau kepada seluruh warga berada di 9 desa agar selalu memperhatikan lingkungan. Terutama meningkatkan jiwa gotong-royong dan mengaktifkan siskamling dititik rawan tindak kejahatan. ”Peran masyarakat sangat besar dalam menunjang keamanan disuatu daerah, guna keamaan serta ketertiban yang mana akan memacu wilayah yang kondusif,” ujar Defriadi kepada Radar Kotabumi kemarin (19/9). Defriadi menerangkan, sejauh ini hanya sebagian kecil dari seluruh warga yang taat dan patuh terhadap lingkungan. Namun sebagian lainnya belum ada kesadaran, baik untuk kebersihan lingkungan maupun keamanan itu sendiri. ”Kesadaran masyarakat sendiri untuk menjaga keamanan, ketertiban serta jiwa gotongroyong masih biasa-biasa saja,” terang dia.

Untuk itu, lanjut Defriadi, ia berharap kepada 9 Kepala Desa (Kades) dapat menjalankan sistem jiwa gotong-royong terhadap lingkungan, agar tercipta lingkungan yang bebas dari penyakit untuk menghadapi musim kemarau panjang seperti ini. Serta menjaga keamanan dan ketertiban di daerah masing-masing. ”Jadi, seluruh warga harus punya kesadaran masing-masing. Kalau sudah diterapkan seperti itu, maka akan terciptanya lingkungan bersih, asri dan sehat yang akan meningkatkan kesejahteraan serta perekonomian di wilayahnya masing-masing,” jelasnya. Hi. Juhri selaku tokoh masyarakat sekaligus mantan Kades Desa Cempaka ketika dimintai keterangan koran harian ini mengatakan, peran pemerintah daerah maupun kecamatan sangatlah penting untuk mewujudkan jiwa gotong-royong dan peduli terhadap lingkungan. Untuk itu, kepada

aparat kelurahan maupun kecamatan hendaknya bersosialisasi terlebih dahulu untuk menciptakan sistem tersebut. ”Masyarakat sekarang khususnya yang ada di sini (Desa Cempaka, Red) sebagian besar sudah ada kesadaran terhadap kebersihan lingkungan, dengan cara mengadakan program Jumat bersih, yakni memangkas rumput, membersihkan sampah sepanjang jalan lingkar desa serta membersihkan selokan, baik sarana umum maupun perkarangan rumah masingmasing yang ada dipinggir jalan,” ungkap Juhri. Ditambahkan Juhri, mengenai keamanan sejauh ini di Desa Cempaka masih tetap terjaga dan kondusif. Akan tetapi, dirinya tidak akan pernah lupa untuk mengingatkan kepada warga agar hati-hati, tindakan kriminal bisa terjadi kapan pun. Oleh sebab itu, dirinya meminta kepada masyarakat harus menerapkan penjagaan

malam yang sistemnya bergantian. ”Saya telah berkoordinasi dengan aparat kelurahan untuk menerapkan penjagaan malam, yang anggotanya diambil dari warga setempat dan mempunyai jadwal masing-masing untuk jaga malam,” ungkapnya. Hal senada disampaikan Sukri warga Desa Sriagung. Ia mengaku, untuk keamanan desa setempat masih berjalan dengan baik. Namun untuk gotong royong sebagian masyarakat masih belum ada kesadaran, padahal gotong royong di suatu perdesaan itu harus ditanamkan baik dari anakanak sampai orang dewasa. ”Kalau bukan kita, lalu siapa lagi yang harus peduli dengan keamanan, kebersihan serta kesehatan yang berada di desa ini? Untuk itu, marilah kita sama-sama bisa menjaganya, sehingga kecamatan Sungkai Jaya ini bisa maju dan sejajar dengan kecamatan lainnya,” pungkas Sukri. (ozi/ari)

Dua Putra Lampura Jadi Finalis LAMPURA - Dua Putera Daerah Kabupaten Lampung Utara (Lampura) menjadi finalis dalam lomba lagu pop daerah nusantara dalam festival krakatau yang digelar taman budaya Provinsi Lampung, hari ini (20/9). Kabid Kebudayaan dan Kesenian Kadisporabudpar Nany Rahayu didampingi Kabag Humas dan Protokol Pemkab Lampura Syahrudin Putera, S.Sos, M.M., menerangkan, dari sekitar 10 peserta finalis asal 14 Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung, dua diantaranya merupakan putra daerah Lampura. Sebelumnya jumlah seluruh peserta lomba lagu pop daerah nusantara dalam festival krakatau sedikitnya 30 orang dan lampura mengirimkan 3 peserta, yakni Fernanda, Fani dan Aripika. “Dan dari babak penyisihan, dua peserta kita berhasil memasuki final, yakni Fernanda dan Fani,” ujar Nany Rahayu, kemarin (19/9). Selanjutnya, para peserta yang menjadi finalis tersebut saat ini sedang menjalani pembinaan oleh

INFORMASI

pihaknya. “Saat ini sedang mempersiapkan dua peserta tersebut, sehingga dalam penampilannya saat perlombaan dapat semaksimal mungkin,” terang Nany diamini Syahrudin Putera. Sementara itu Syahrudin Putera mengatakan, pada prinsipnya Pemkab Lampura sangat mendukung berbagai kegiatan positif yang dilakukan masyarakat khususnya para pemuda. “Kita harapkan pembinaan dapat ditingkatkan sehingga para finalis dapat tampil maksimal dan memiliki mental juara sehingga dapat bersaing dengan kabupaten/kota lain di provinsi Lampung saat pelaksanaan final nanti,” katanya. Menurut Syahrudin, Lampura memiliki berbagai potensi yang dapat dimajukan diantaranya potensi dalam dunia kesenian dan kebudayaan. “Untuk menumbuhkembangkan itu semua dibutuhkan komitmen seluruh lapisan masyarakat, berbagai program dapat terlaksana dengan baik,” pungkasnya. (rid)

FOTO : RIDUAN

FINALIS : Kabid Kebudayaan dan Kesenian Dispora Lampura Nany Rahayu saat menyerahkan berkas para finalis Lomba lagu Pop Daerah Nusantara Festival Krakatau 2011 kepada Kabag Humas dan Protokol Syahrusin Putra, S,Sos, M.M., kemarin (19/9).

LAMPURA - Warga Desa Banjar Harum Kecamatan Kotabumi Utara Kabupaten Lampung Utara (Lampura) meminta pemerintah daerah melalui dinas/ instansi terkait dapat memperbaiki jalan penghubung desa, yang hingga kini masih onderlah dan tanah. Selain susah dilalui sehabis hujan, jalan ini pun becek dan berlumpur akibat permukaan jalan yang tergenang air. Oleh karena itu, masyarakat berharap agar jalan perdesaan itu dapat segera diperbaiki. ”Kami meminta kepada pemerintah agar kiranya memperbaiki jalan, sehingga bisa sedikit membantu masyarakat sekitar guna meningkatkan roda perekonomian di desa ini,” ujar Sugino (44), tokoh masyarakat setempat kepada Radar Kotabumi, kemarin (19/9). Sugino mengatakan, jalan di daerah ini telah lama tidak diperbaiki. Semenyak 5 tahun yang lalu. Kondisi diperparah waktu musim penghujan datang, selain berlumpur badan jalannya pun berlubang sehingga saat hujan turun maka lubang tersebut akan mengakibatkan kolam di tengah jalan. Maka dari itu, banyak pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas di jalan tersebut, apalagi ketika musim hujan datang. Jika tidak segera diperbaiki, dampak negatifnya yakni dapat mengancam keselamatan para pengendara roda dua dan empat yang hendak melintas. ”Dua hari lalu mobil truk terbalik di jalan ini, akibat masuk lubang yang sampai kedalamannya setengah meter,” katanya. Untuk itu, diharapkan kepada pemerintah daerah melalui dinas instansi/terkait secepatnya memprogramkan pembangunan jalan tersebut. Warga sangat berharap usulan perbaikan jalan ini dapat segera direalisasikan. ”Kami ingin jalan desa itu diperbaiki sehingga mampu mengakses jangkauan menuju desa lain, sehinga masyarakat yang ingin mengunakan akses jalan ini bisa melintasinya dengan aman dan nyaman” harap Sugino. Senada yang diungkapkan Herman Efendi (51) warga setempat. Ia menuturkan, seharusnya dinas/terkait bisa turun melihat ke desa – desa agar bisa menilai jalan yang mana semestinya diperbaiki terlebih dahulu. Jangan sampai jalan yang masih layak di lintasi itu diperbaiki terlebih dahulu. Masih banyak jalan yang memerlukan perbaikan seperti jalan ini. ”Saya sangat perhatin atas jalan ini, dinas terkait melokasikan bantuan perbaikan jalan yang masih layak. Sementara jalan penghubung desa sekaligus jalan antar kecamatan yang belum diperbaiki sama sekali,” tutur dia. Camat Kotabumi Utara Neliwati, S.E., ketika ditemui di ruang kerjanya mengatakan, akses jalan yang berada di desa Banjar Harum ini perlu diperhatikan baik infrastruktur maupun bagunan yang lainnya, mengingat desa tersebut jauh dari pusat kecamatan maupun kota. Sehingga kemajuan desa itu sedikit tertinggal dari desa lainnya. ”Saya harap kepada masyarakat agar kiranya dapat bersabar untuk terwujudnya bantuan dari pemerintah dalam membangun insfrastruktur badan jalan. Dengan demikian kemajuan desa Banjar Harum ini dapat sejajar dengan desa lainnya,” himbau Neliwati. (ozi/ari)

TELEPON PENTING

POLRES LAMPUNG UTARA POLSEK SUNGKAI SELATAN POLSEK SUNGKAI UTARA POLSEK ABUNG SELATAN POLSEK ABUNG SEMULI POLSEK BUKIT KEMUNING KODIM 0412 PIKET KODIM 0412 PLN DPRD LAMPUNG UTARA PEMDA LAMPUNG UTARA POLISI PIKET AMBULANCE PEMADAM KEBAKARAN GANGGUAN TELPON PDAM HOTEL DUTA HOTEL SETIA BUDI HOTEL SRIKANDI RUMAH SAKIT UMUM RYACUDU UNIT GAWAT DARURAT RSUR PENGADILAN NEGERI KOTABUMI

: 0724 21052 : 0724 25665 : 0724 25662 : 0724 25632 : 0828 7058984 : 0724 91110 : 0724 21082 : 0724 21138 : 0724 23737-21166 : 0724 21042-22443-22529 : 0724 21007-21087-21329 : 110 : 118 : 113 : 2117 : 0724 22097 : 0724 25888 : 0724 21216 : 0724 21310 : 0724 22095 : 0724 21035 : 0724 21181

KEJAKSAAN NEGERI KOTABUMI

: 0724 21137

RADAR KOTABUMI & WAYKANAN Bersama Membangun Lampura & Waykanan

Pemimpin Umum/Redaksi: Ibnu Khalid. Wakil Pemimpin Redaksi: Kohar Mega. Redaktur Pelaksana: Hermansyah. Asisten Redaktur: Furkon Ari. Staf Redaksi: Ade Putri Setiawati, Riduan, Nurman Agung. Fotografer : Dedy Kurniawan. Pracetak: Dedi Jenggot, Dedy Cunil, Turisiah. Pemasaran: Abdi, Khairudin. Iklan: Maria Nusa. Keuangan: Zona Dwi Tami. Manager Produksi: Budi Susantiono. Percetakan: PT Lampung Intermedia. Penerbit: PT Wahana Semesta Kotabumi Media. Komisaris: Suparno Wonokromo. Direktur Utama: Ardiansyah. Direktur: Junaidi Djohan. General Manager: Ibnu Khalid. Alamat Redaksi/Iklan/Pemasaran: Jl. Soekarno-Hatta No. 411, Kotabumi Selatan, Lampung Utara. Telp (0724) 25403, Fax (0724) 327439. Homepage: www.radarkotabumi.com Email: radarkotabumi@yahoo.com Perwakilan: Jl. Ki Maja, Komplek Ki Maja Icon Wayhalim Bandarlampung, Telp: (0721) 786414/786014 fax: (0721) 709228. Telp (0721) 770777, 770666. Jl. Sultan Agung No. 18, Kedaton, Bandarlampung. Telp (0721) 789750-782306. Isi diluar tanggungjawab percetakan. WARTAWAN RADAR KOTABUMI & WAYKANAN DILARANG MENERIMA UANG MAUPUN BARANG DARI SUMBER BERITA. WARTAWAN RADARKOTABUMI & WAYKANAN DIBEKALI KARTU PERS YANG SELALU DIKENAKAN SELAMA BERTUGAS.

HOTLINE REDAKSI/IKLAN/PEMASARAN:

08197933425


KOTABUMI BETTAH

SELASA, 20 SEPTEMBER 2011

RADAR KOTABUMI

www.radarkotabumi.com

Proses PAW Tulus Suryanto

78 Pengendara Melanggar Kena Tilang

BANDARLAMPUNG-Komisioner Komisi Informasi Publik (KIP) Lampung Tulus Suryanto, akan di-PAW (pergantian antar waktu) dari jabatannya. Hal ini dilakukan lantaran Tulus mengundurkan diri dari jabatannya. Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Provinsi Lampung Setiato mengatakan, rapat PAW Tulus sudah dilakukan minggu lalu. Namun, setelah ini akan ada rapat lanjutan terkait pengantinya. Ia menyebutkan, penggantinya adalah Nurcahya Chandra, yang masuk dalam cadangan anggota KI. ‘’Memang prosedurnya begitu, kalau ada yang mundur maka nama dibawahnya yang tidak masuk KIP akan dinaikkan menjadi anggota,’’ terangnya. Disinggung alasan di PAW, Setiato menjelaskan, hal ini lantaran Tulus mengundurkan diri karena sibuk dengan kesibukannya yang lain. Sementara untuk menjadi komisioner KIP tidak diperkenankan memiliki jabatan lain di instansi lain. Terpisah, Ketua KIP Lampung Juniardi menuturkan, pengangkatan dan pemberhentian anggota komisi informasi, sesuai dengan UU 14/ 2008 tentang KI Pasal 34 Ayat 1 yang menyatakan, pemberhentian anggota KI berdasarkan keputusan KI sesuai dengan tingkatannya dan diusulkan kepada gubernur untuk ditetapkan. Kemudian pada ayat 2 anggota KI berhenti atau diberhentikan karena salah satunya adalah mengundurkan diri. ‘’Dalam hal ini, Tulus mengundurkan diri dari KI dan sudah kita kirimkan surat proses PAW kepada gubernur. Nantinya sesuai dengan ayat 4 bahwa gubernur akan berkonsultasi dengan DPRD,’’ jelasnya. Juniardi menjelaskan, alasan pengunduran diri Tulus karena ingin melanjutkan sekolah S3 dan akan kembali fokus mengajar. Dari informasi yang didapat koran ini, pengunduran diri Tulus Suryanto lantaran sebagai komisoioner KI dirinya juga bertugas sebagai staf pengajar Intitut Agama Islam Negeri (IAIN) Raden Intan. Berdasarkan Undang-Undang No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik tentang syarat-syarat pengangkatan anggota Komisi Informasi pasal 30 Ayat 1 huruf f, menyatakan bersedia melepaskan keanggotaan dan jabatannya dalam badan publik apabila diangkat menjadi anggota Komisi Informasi. Pengertian Badan Publik menurut UU KIP adalah lembaga eksekutif, legislatif dan badan lain yang fungsi dan tugas pokoknya berkaitan dengan penyelenggaraan negara, yang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara dan/atau anggaran pendapatan belanja daerah, sumbangan masyarakat dan/atau luar negeri. Berdasarkan pengertian tersebut maka saudara yang bekerja pada badan pubik atau menjadi pegawai negeri sipil wajib melepaskan keanggotaannya apabila diangkat. (rnn/ari)

KOTABUMI – Satlantas Polres Lampung Utara mengelar razia rutin di Tugu Kayu Aro Kotabumi, kemarin (19/9). Dalam razia yang digelar itu sebanyak 78 pengendara motor melanggar dan ditilang. Diantaranya, 13 orang tidak membawa surat izin mengemudi (SIM), 49 surat tanda nomor kendaraan (STNK), serta 16 motor diamankan ke Mapolres Lampura karena tidak dilengkapi surat dan dokumen kendaraan. Kasat Lantas Polres Lampura IPTU Surono, S.H., mewakili Kapolres AKBP Frans Sentoe, S.I.K., didampingi Kanit Reg Ident IPTU Jafril mengatakan, kegiatan ini dilakukan dalam rangka mencegah tindak aksi kejahatan seperti pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan dan curanmo (3C) ”Kita berharap melalui kegiatan ini, dapat memberi shock terapi bagi para pengendara yang nakal dan tidak mematuhi aturan berlalu lintas di jalan,” ujarnya, ketika ditemui wartawan harian ini. Disamping itu, pihaknya juga memberikan arahan kepada semua pengendara dapat mematuhi ramburambu lalulintas, dan melengkapi surat serta dokumen kendaraannya. ”Hal ini juga dilakukan untuk mencegah niat para pelaku untuk melancarkan aksi kejahatannya. Kita juga memeriksa para pengendara yang kena tilang, serta barang-barang bawaan bus antar lintas sumatera,” kata mantan Kanit Laka, itu. Kanit Reg Ident, IPTU Jafril menambahkan, dengan adanya kegiatan itu setidaknya dapat memberi

masukan dan saran kepada semua pengendara agar selalu mematuhi peraturan dan rambu lalulintas.

Transmigrasi ke Kalimantan

gram transmigrasi. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pemprov Lampung Setiato menjelaskan, sebelum penggusuran dilakukan, warga setempat sudah diberitahukan lebih dulu bahkan batas waktunya sampai enam bulan. Hingga akhirnya pada tanggal 31 Agustus lalu, penggusuran dilakukan dan sudah tidak ada toleransi lagi buat mereka. ‘’Pemerintah sudah ajukan transmigrasi ke Kalimantan dan ini ditawarkan buat mereka. Namun ini perlu dilakukan pendataan lebih dulu dan memerlukan waktu. Ya secepatnya

Tawaran Pemprov untuk Perambah Register 45 Mesuji BANDARLAMPUNG-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memberikan solusi agar para pemilik bangunan di Register 45 Mesuji yang telah ditertibkan, ikut dalam pro-

”Kita juga berharap kepada para pengendara motor agar menghidupkan lambu besar pada siang hari.

Hal ini guna meminimalisir angka kecelakaan lalulintas di jalan,” terangnya. (ung)

FOTO NURMAN AGUNG

CURAT : Inilah Alberto (26) seorang pelaku curat sedang menjalani pemeriksaan di Mapolres Lampura, karena mencuri kotak infak pembangunan masjid Nurul Iman yang berada di Balai Pengobatan Al-Alfiah Kota Gapura, kemarin (19/9). Berita terkait halaman 1

selesai,’’ katanya dijumpai usai rapat terkait Register 45 bersama dengan Asisten I bidang Pemerintahan Sekprov Lampung Hidayat di ruangannya, kemarin. Ia mengaku telah menjadi komitmen Register 45 dikosongkan dan hal ini sudah lama disosialisasikan. ‘’Jadi seharusnya mereka sudah memikirkan mau kemana mereka tinggal, sebab hal ini sudah diberitahukan sejak enam bulan sebelumnya,’’ ucapnya. Setiato menyebutkan, tahun ini masih ada kuota sebanyak 64 kepala keluarga untuk transmigrasi ke Kalimantan. Dan bagi yang tidak

mau, tetap harus mengosongkan lahan. Karena menurutnya, bila dilihat dari masalah kependudukan, yang tinggal di register 45 itu tidak ada penduduk Mesuji asli tapi orang luar. ‘’Jadi silahkan kembali ke tempat masing-masing. Yang jelas register tidak bisa diduduki,’’ tegasnya. Mengenai nasib warga yang tinggal di tenda darurat, Setiato menerangkan, mereka akan dibantu pemkab setempat. Namun, setelah ini akan dilakukan rapat lanjutan dan bukan hanya di Register 45 saja yang akan ditertibkan tapi termasuk di Register 49 dan Register 40. (rnn/ari)

3

KEMENLU Kaji Perluasan Ekspor BANDARLAMPUNG - Lampung adalah salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki banyak potensi dalam bidang perikananan, perkebunan dan pertanian. Tapi semua tidak akan berarti kalau tidak bisa mengisi peluang yang ada. Dirjen Pusat Pengkajian dan Pembangunan Kebijakan Kawasan Amerika dan Eropa Kementrian Luar Neger (Kemenlu) Tri Edi Mulyani mencontohkan, ibarat orang terus berkebun kalau tidak ada yang membeli maka percuma. Untuk itu, pihaknya berkeinginan untuk menggabunggkan potensi yang ada di daerah khususnya di Lampung untuk mengisi peluang pasar dunia. Potensi di Lampung sendiri memiliki prioritas di 8 negara baik di Amerika Latin maupun Eropa Timur dan Eropa Tengah. ‘’Ada kesamaan antara Amerika Latin baik secara geografis, kebutuhan dan lainnya, dan ada beberapa hal yang kita bisa isi peluangnya. Jadi kenapa tidak, makanya saya ke Lampung,’’ ujarnya, kemarin. Ia mengakui, kedatangannya untuk menijau lokasi agar bisa melihat persis proses dari hulu ke hilir. Karena menurut Nini-sapaan Tri Edi Mulyani, dirinya tidak bisa memasarkan yang menjadi main product Lampung bila tidak tahu kedalamnya. Adapun tujuan pemasaran potensi Lampung yaitu ke Argentina, Brazil, Cili, Meksiko, Rusia, Polandia, Hongaria dan Ukraina. Negara-negara ini, dikatakannya, cukup berpeluang untuk diisi potensi dari Lampung. ‘’Kami juga lihat potensi mereka yang bisa dikolaborasikan. Bisa kita lihat saat krisis moneter beberapa tahun lalu, coklat malah meningkat. Ingat coklat mars itu coklat kita, tapi bagaimana caranya untuk kita tingkatkan dan mengisi lebih lagi,’’ ucapnya. Selain itu, sambungnya, di Amerika Latin juga ada peluang besar untuk memasarkan produk Lampung. Kemenlu juga nantinya akan sharing agar produk yang dihasilkan bisa lebih bernilai. Sebab kalau orang berjualan pada room material, imbuh Nini, tentu tidak ada value editnya. ‘’Saya sedang mencoba untuk mengingatkan teman-teman kita untuk memberikan value edit atas produk kita. Nanti karena kita dari badan pengkajian, akan buatkan rekomendasikan ke menlu dan kita harus kerjasama,” pungkasnya sambil menambahkan selain Lampung, hal yang sama juga akan dilakukan di Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Timur (Kaltim), Sulawesi Utara (Sulut), Sulawesi Selatan (Sulsel), Maluku dan Jawa Timur (Jatim). Sementara, Staf Ahli bidang Pembangunan Lampung Ashori Jausal menjelaskan, Kemenlu datang ingin mengkaji Lampung terkait penyusunan kebijakan pengembangan ekonomi Lampung. ‘’Kita berpesan jangan melihat yang sudah ada, barangkali ada potensi lain yang bisa diekploitasi jadi tidak bergantung pada yang sudah ada saja. Tadi (kemarin) kita juga membicarakan supaya mengarahkan pada ekonomi kerakyatan,’’ terangnya. (rnn/ari)


4

RADAR KOTABUMI

SEPUTAR DAERAH

SELASA, 20 SEPTEMBER 2011

www.radarkotabumi.com

HUT Gerakan Pramuka Emas ke-50

Musim Kemarau, Produksi Kakao Anjlok

Gaya Hidup Remaja Kini Tidak Sehat

GEDONGTATAAN – Akibat kemarau panjang yang sedang terjadi saat ini, membuat tanaman kakao di Desa Padang Manis, Kecamatan Waylima, Kabupaten Pesawaran, kualitas buah dan hasil produksinya anjlok. Kini, para petani kakao sangat menantikan turunnya hujan. Sebagian petani kakao me-

MESUJI – Penjabat Bupati Mesuji Albar Hasan Tajung, bertindak sebagai inspektur upacara penutupan hari ulang tahun (HUT) Gerakan Pramuka Emas ke50, di calon bumi perkemahan Kampung Labuhan Baru, Kecamatan Wayserdang, kemarin. Sedangkan siswi kelas 7 SMP MMT Kampung Bumi Harapan, Ade rahayu Wulandari sebagai pemimpin upacara. Upacara tersebut semestinya diperingati tiap tanggal 14 Agustus. Namun di Kabupaten Mesuji, peringatan HUT Pramuka baru bisa dilaksanakan hari ini (kemarin). Dalam sambutannya, Penjabat Bupati Mesuji Albar Hasan Tanjung menyoroti peran penting gerakan pramuka untuk turut andil menangani permasalahan generasi muda saat ini. Tingginya angka putus sekolah, sulitnya lapangan pekerjaan dan maraknya tindak kriminalitas yang melibatkan generasi muda. ”Selain permalahan itu, saya juga memprihatinkan dengan rendahnya rasa hormat kaum muda kepada kaum tua serta perubahan gaya hidup yang menjurus pada perilaku tidak sehat. Dan permasalahan tersebut saat ini menunggu peran pentingnya gerakan pramuka sebagai salah satu wadah pendidikan kaum muda di Indonesia,” kata Albar. Dalam perangkaan penutupan HUT Pramuka, Akbar didampingi Ketua Kwarcab Mesuji Ismed Faisol menyambangi satu per satu tenda peserta perkemahan tersebut. (rnn/ung)

ngeluh sebab sebagian besar hasil produksi buah cokelat petani merosot tajam. Sebab banyak tanaman kako milik petani yangg tidak berbuah secara maksimal, meskipun ada yang berbuah namun hasilnya tidak dapat dipanen karena buahnya mengecil dan membusuk, hal itu terjadi sejak kemarau

panjang melanda Waylima dan daerah lain. Menurut salah satu petani kakao, Misnawati. Dampak musim kemarau juga berpengaruh pada penurunan hasil produksi penen buah cokelat di desanya bahkan adapula yang gagal panen, hal ini dikarenakan laha tanaman coklat milik petani kekurangan kadar air.

”Saat ini hasil panen kakao hanya mencapai sebanyak 25 buah, seharusnya bisa menghasilkan biji coklat satu kilogram, namun akibat kurangnya kadar air hanya bisa menghasilkan setengahnya saja,” ujarnya, kemarin. Saat ini, banyak petani kakao yang merugi, kerena tanamannya

tidak berbuah maksimal, padahal petani sudah berusaha agar buahnya tumbuh maksimal dengan merawat secara ekstra, bahkan telah menghabiskan dana yang tidak sedikit untuk biaya perawatan. Selain pengaruh faktor kemarau, hasil panen buah kakao di Kecamatan Waylima juga ber-

kurang akibat adanya serangan hama penyakit. Kini para petani kakao berharap kepada Pemkab Pesawaran melalui dinas terkait bisa memberikan bantuan bibit tanaman kako serta penyuluhan sosialisasi bagaimana merawat tanaman kakao dengan baik, sehinga hasil panen buah cokelat bisa meningkat. (rnn/ung)

Sejumlah Peternak Beralih ke Jerami Kering Lantaran Kesulitan Mendapat Rumput Segar

FOTO RNN

KUNJUNGI : Penjabat Bupati Mesuji Albar Hasan Tanjung (sebelah kanan) saat mengujungi tenda peserta perkemahan Hut Gerakan Pramuka Emas ke-50 di Kampung Labuhan Baru, Kecamatan Wayserdang, kemarin.

Pelaku Bisnis Terkendala Modal Usaha GUNUNGSUGIH – Dalam upaya mewujudkan pertumbuhan ekonomi, meningkatkan daya saing, struktur ekonomi dan distribusi pendapatan yang

lebih merata, berkeadilan serta upaya penanggulangan kemiskinan, perlu adanya upaya untuk bisa mengkolaborasikan, mensinergikan dalam penyusunan program pembinaan, pengembangan, dan pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Oleh sebab itu, upaya tersebut menjadi acuan bagi Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah, pengusaha maupun masyarakat untuk mewujudkan

cita-cita dan tujuan daerah. Kepala Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Lamteng, Ir. Isyanto mengatakan, modal merupakan salah satu kendala bagi pelaku bisnis dalam upaya memperlebar sayap usahanya. Tidak sedikit pelaku usaha UKM berkeinginan untuk meminjam uang kepada Bank sebagai modal usahanya, oleh sebab itu dengan adanya pro-

SEPUTIHRAMAN – Sejumlah peternak di Kabupaten Lampung Tengah terpaksa membeli jerami kering untuk pakan hewan peliharaan. Hal itu dilakukan lantaran peternak kesulitan mendapat rumput segar. ”Saya membeli batang padi atau jerami kering seharga Rp250 ribu untuk ukuran satu bok truk,” ujar Nyoman Adi, salah seorang warga Desa Raman Utama, Kecamatan Seputihraman, kemarin. Ia menjelaskan, jerami itu untuk pakan, namun tidak bisa menambah gizi atau menggemukkan ternak. ”Jerami itu hanya untuk bertahan hidup, tidak untuk menggemukkan. Untung masih ada jerami kalau tidak bisa mati sapi-sapi kami,” kata Adi sembari menambahkan, di wilayahnya tidak ada lagi rumput hijau karena lahan termasuk persawahan mengering akibat kemarau. Partito, warga yang memiliki ternak sapi, mengaku harus menunggu kiriman jerami untuk pakan ternaknya. ”Saya membeli satu truk untuk beberapa pekan karena tidak ada pakan lainnya. Pakan itu hanya sebatas mengenyangkan untuk menghindari kematian karena kelaparan,” ungkapnya. Dia pun telah memprediksikan kekeringan tahun ini akan lama dan berpengaruh pada ke-

gram pemerintah yakni kredit usaha rakyat (KUR) melalui lembaga perbankan yang telah ditunjuk untuk memberikan kredit permodalan kepada para pengusaha mikro, pengusaha kecil dan pengusaha menengah diharapkan bisa mempercepat pengembangan sektor riil dan pemberdayaan UMKM, serta sebagai salah satu upaya untuk penanggulangan kemiskinan dan memperluas kesempatan peluang usaha khususnya di wila-

tersediaan hijauan bagi pakan ternak. ”Setiap tahun ganjil, kemaraunya cukup panjang. Karena itu, kami pun mengantisipasinya dengan membuat sumur di dekat saluran irigasi untuk mendapatkan air guna memberi minum ternak,” kata dia. Sementara itu, peternak yang hewan peliharaannya tidak begitu banyak, tetap mencari pakan meski harus menempuh jarak puluhan kilometer. ”Saya mencari rumput di Kota Metro dekat permukiman warga, karena biasanya di sela-sela rumah warga masih ada sisa rumput sebab kondisi tanahnya lembab,” kata Hartono, warga Punggur. Ia pun mengakui upaya tersebut harus dilakukan guna mendapatkan rumput segar, namun harus pula pandai memilih lokasi, karena warga Metro pun melakukan hal yang sama. ”Jangan sampai mereka marah karena itu wilayahnya. Sehingga perlu melihat situasi sebelum mengambil rumput,” tutur Hartono. Pantauan di sebagian wilayah Lamteng, pemilih ternak selain mencari rumput di tepi irigasi juga membawa hewan peliharaannya ke persawahan yang mengering, namun masih ada sisa tanaman padi atau jerami kering untuk pakan. Hewan yang digembalakan kerbau, sapi dan domba. (rnn/ung)

yah Kabupaten Lamteng. Isyanto menjelaskan, penyerapan penyaluran KUR untuk sektor kelautan dan perikanan secara nasional baru mencapai 17,5 persen. Hal tersebut salah satu penyebabnya adalah karena kurangnya tenaga pendamping. Sesuai dengan SK Kementerian Kelautan dan Perikanan, terhitung mulai September hingga Desember 2011, Kabupaten Lamteng mendapatkan tambahan dua orang tenaga penyuluh perikanan

tenaga kontrak (PPTK) khusus yang mendampingi KUR. ”Tugas PPTK antara lain adalah mendorong percepatan aksesibilitas pelaku utama usaha terhadao KUR melalui sosialisasi dan pendampingnya serta memfasilitasi hubungan antara pelaku usaha dengan perbankkan. Sehingga kedepan dengan meningkatnya penyerapan KUR perikanan, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Isyanto. (rnn/ung)


5

RADAR KOTABUMI SENIN  19 SEPTEMBER 2011 HALAMAN 19

SELASA, 20 SEPTEMBER 2011 RADAR SURABAYA

Rabu, PSSI Undang Klub LSI

AREMA

Tiga Kiper Tak Cukup SAAT ini Arema telah memiliki tiga orang kiper, yakni Kurnia Meiga Hermansyah, Dian Agus Prasetyo, dan Aji Saka. Namun jumlah tiga kiper dianggap masih kurang untuk tim sekelas Arema yang nantinya bakal mengikuti dua kompetisi, Indonesian Super League (ISL) dan AFC Cup atau Liga Champion Asia (LCA). Karena itu, Arema masih butuh tambahan satu kiper lagi untuk melengkapi komposisi penjaga gawangnya. Pelatih kiper Arema, Dwi Sasmianto mengungkapkan, Arema memang masih butuh satu kiper lagi. Karena di awal musim Arema terancam tidak bisa menggunakan jasa kiper utamanya, Kurnia Meiga yang saat ini masih menjalani agenda bersama timnas U23. ”Meiga kemungkinan besar tidak akan bisa bermain bersama Arema paling tidak sampai Desember nanti,” ujar pelatih berusia 45 tahun ini. Dwi mengatakan, dengan absennya Meiga, otomatis Arema hanya bertumpu pada Dian Agus dan Aji Saka. Padahal, keduanya masih berpeluang untuk cedera selama kompetisi berjalan. Artinya, jumlah empat kiper untuk mengarungi kompetisi dianggap sebagai jumlah yang ideal. Ini terjadi pada musim lalu, di mana Arema juga diperkuat empat kiper: Meiga, Ahmad Kurniawan, Aji Saka, dan Syaifuddin. Namun, Dwi mengatakan, meski butuh satu kiper, manajemen tidak perlu mendatangkan pemain dulu. (muf/abm)

PERSELA

Hari Ini Latihan Perdana AKTIVITAS tim Persela Lamongan hari ini (19/9) akan dimulai. Tim dengan julukan Laskar Joko Tingkir ini bakal memulai latihan di Stadion Surajaya Lamongan. Latihan perdana ini dipandu langsung oleh pelatih baru, Eduward Tjong dengan asisten pelatih Didik Ludiyanto. Hanya, tidak semua pemain akan ikut latihan. Dari sejumlah jumlah pemain yang sudah dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi nasional, separo di antaranya baru bisa hadir. Beberapa di antaranya adalah pemain yang direkrut dari Persela U-21 dan pemain lama yang dipertahankan. ”Pastinya semua pemain sudah kita beritahu besok (hari ini, Red) Persela mulai latihan dan mereka diminta datang. Semua pemain yang kita hubungi menyatakan siap,” kata Wakil Sekretaris Persela, Yunan Achmadi, kemarin (19/9). Selama latihan, lanjut Yunan, Persela tetap aktif mencari kekurangan untuk kebutuhan pemain. Kini sejumlah pemain tambahan sedang dalam proses negosiasi. Adapun untuk dua pemain asing, Fabiano Rossa beltrame dan Gustavo Fabian Lopez, baru datang akhir bulan ini. ”Kita perkirakan kebutuhan pemain terselesaikan dalam bulan ini,” imbuhnya. Beberapa pemain yang dinego adalah meliputi penjaga gawang, gelandang serang, dan striker. (idi/fiq)

JAKARTA - PSSI akan mengundang 18 klub Liga Super Indonesia pada Rabu (21/9) . Undangan itu guna membahas kesiapan seluruh klub tersebut dalam memenuhi persyaratan verifikasi dan kesanggupan dalam mengikuti kompetisi LSI musim depan. “Rabu, minggu depan, PSSI akan mengundang 18 klub LSI. Untuk ditanya kesiapan mengenai administrasi, aspek legal, sampai kesanggupan mengikuti kompetisi dengan bukti surat ketegasan fakta integritas,” ujar Anggota Komite Eksekutif PSSI, Toni Apriliani. Sebelumnya, rapat Komite Eksekutif PSSI telah memutuskan format kompetisi Liga Indonesia tetap meng-

gunakan format satu wilayah dengan 18 peserta klub LSI. Namun 18 klub tersebut tetap harus menjalani proses verifikasi yang akan dilakukan oleh AFC pada 26 September mendatang. Toni mengungkapkan keputusan menggunakan kompetisi dengan format satu wilayah, karena format tersebut sesuai aturan statuta yang ada. Sedangkan jika tetap memaksakan menggunakan format dua wilayah, maka PSSI telah melakukan pelanggaran statuta.”Oleh karenanya, kami saat ini ingin kembali sesuai aturan (format satu wilayah). Dan wacana

kompetisi dua wilayah sendiri sebenarnya sejauh ini baru berbentuk draft,” tandas Toni. Dengan keputusan tersebut, tidak ada perubahan mendasar dari kompetisi Liga Indonesia yang telah berjalan sejak beberapa musim lalu. Begitu pula dengan nama kompetisi kasta tertinggi Indonesia, Liga Super Indonesia (LSI). “Nama tetap LSI, Divisi Utama hingga ke kompetisi ke tingkat bawahnya. Semua sama, tidak ada yang berubah,” ujar Anggota Komite Eksekutif PSSI, La Nyalla Mahmud Mattaliti, yang sejak awal menolak kom-

Stamina Pemain Asing Masih Kedodoran GRESIK - Tiga pemain asing, James Koko Lomel, Varnay Pas Bokay, dan Eric Lee Wright, yang sedang menjalani seleksi di Gresik United, dinilai tidak profesional. Mereka ternyata tidak bisa menjaga kondisi selama libur kompetisi, sehingga stamina kedodoran, bahkan kalah di bandingkan para pemain lokal yang mengikuti seleksi. Menurut arsitek GU, Gome de Oliviera, ketiga pemain asing masih kedodoran staminanya karena mereka baru bergabung tiga hari. “Fisik James Koko Lomel perlu ditingkatkan lagi kalau dia ingin jual ketrampilannya ke pengurus GU. Sedangkan rekan satu negara Varnay Pas Bokay selain fisik masih kurang. Pemain ini gampang sekali kehilangan bola saat duel dengan pemain lain,” ujar Gomes, Minggu (18/9). Mantan pelatih Perseru Serui Papua dan asisten pelatih Persebaya ini

juga menambahkan, secara keseluruhan punggawa laskar ‘Joko Samudro’ julukan GU belum mencapai standard. Meski demikian dirinya optimistis secara bertahap, pelatih baru GU tersebut akan selalu menitik beratkan pada latihan fisik. Mengenai pemain asing yang berposisi sebagai stopper Eric Lee Wright. Diakui Gomes pemain yang satu ini cukup bagus apalagi ditopang dengan posturnya. Namun, karena fisiknya masih payah saat latihan mengalami cedera ringan sehingga tidak bisa mengikuti latihan secara penuh. “Mudah-mudahan besok (hari ini,red) ketiga pemain asing ini bisa fit kembali sehingga bisa menunjukkan performanya saat mengikuti seleksi,” tutur Gomes. (ris)

James Koko Lomel

petisi dengan dua wilayah. Selain itu, La Nyalla juga menambahkan seluruh perangkat pertandingan seperti wasit dan yang lainnya tetap digunakan dalam kompetisi musim ini. “Wasit masih menggunakan wasit LSI. Untuk penggunaan LPI, tergantung keputusan nanti, kalau diterima, maka akan digunakan,” tambahnya. Untuk status Perusahaan yang akan mengelola kompetisi? “PT belum dibahas dalam rapat. Tapi kemungkinannya menggunakan PT yang lama (PT. Liga Indonesia), karena yang baru (PT Liga Prima) belum disetujui oleh kami semua,” papar La Nyalla. (pps)

Komite Hukum Punya Wewenang Selesaikan Dualisme Persebaya SURABAYA - Persebaya Surabaya terancam out atau absen dari kompetisi musim depan. PSSI menetapkan deadline pada 21 September bagi kedua pihak yang bertikai agar menyelesaikan persoalan dualisme klub. Surat peringatan dari PSSI sudah diterima Persebaya. Dengan demikian Persebaya, baik kubu Cholid Goromah maupun Wisnu Wardhana hanya memiliki waktu empat hari untuk menyelesaikan masalah. Jika tak juga tuntas, maka persoalan akan dibawa ke pengadilan untuk memutuskan siapa yang berhak mengendalikan klub. Masalahnya, proses di pengadilan bakal memakan waktu lama dan bisa jadi belum ada keputusan saat kompetisi dimulai nanti. Di surat PSSI yang ditandatangani Tri Goestoro, Persebaya juga dihimbau berkonsultasi dengan anggota Exco yang juga Ketua Komite Hukum PSSI La Nyalla Mahmud Matalitti. La Nyalla sendiri selama ini kesulitan menjadi mediator kedua kubu. Pada pekan ini La Nyalla seharusnya juga bertemu Komisaris Persebaya 1927 Saleh Ismail Mukadar. Namun Saleh membatalkan pertemuan yang direncanakan digelar di Jakarta karena ibunda anggota DPRD Jawa Timur itu sedang sakit. Masih menurut La Nyalla, ancaman PSSI yang membawa perselisihan ini ke Pengadilan Negeri sebenarnya menyalahi Statuta PSSI. Sesuai Statuta PSSI pasal 70 (1): PSSI, anggota, pemain, ofisial serta agen pemain dan pertandingan tidak diperkenankan mengajukan perselisihan ke pengadilan negara ....dst. psl 70 ayat (2) PSSI mempunyai yurisdiksi kewenangannya utk menyelesaikan permasalahan internal seperti sengketa antara pihakpihak yang tergabung dalam PSSI. “Artinya persoalan ini sebenarnya Komite Hukum PSSI mempunyai kewenangan untuk menyelesaikan perselisihan Persija, Arema, maupun Persebaya. Tinggal mereka mau diajak dialog atau tidak,” pungkas La Nyalla. (rif)

Lokomotif Reformasi Nyaris ke Luar Rel Terima Kasih, Pak La Nyalla Mahmud Mattalitti. Kegigihan, konsistensi, dan keberaniannya berhasil menggerakkan beberapa anggota Exco (Executive Committee) PSSI lainnya untuk menggugurkan format dua wilayah (bagi kompetisi Level Satu). LOKOMOTIF reformasi sepak bola Indonesia terpeleset ke luar rel jika format dua wilayah dipaksa jalan. Musibah yang memalukan! Perjuangan keras untuk menata kehidupan sepak bola Indonesia ke arah yang lebih sehat, fair, dan kredibel nyaris kehilangan rohnya. Bahkan kehilangan arah dan tujuan, kemudian tenggelam ke jurang kegagalan dan perpecahan.

Buat apa bersusah payah menggelar Kongres Sepak Bola Nasional 30-31 Maret 2010 di Malang? Buat apa menggelar Liga Primer Indonesia (di luar jalur AFC dan FIFA) yang memakan dana ratusan miliar rupiah kalau ujungujungnya sepak bola Indonesia terserang “gagal ginjal dan gagal jantung.” Perlawanan Ketua Komite Hukum PSSI dan Ketua Umum Pengprov Jatim, La Nyalla Mahmud Mattalitti, sebenarnya sudah terlihat sejak dini. Saat Porprov (Pekan Olahraga Provinsi) Jatim III digelar 15 – 22 Juli 2011, gelagat kekecewaan La Nyalla telah terlihat. Ditunjuknya wartawan menjadi manajer tim nasional senior adalah tanda tanya besar. Ada apa ini? Kapal Reformasi PSSI terancam retak! Keputusan-keputusan penting dan strategis di-

buat oleh segelintir oknum petinggi PSSI. Padahal, keputusan penting harus dirumuskan dan ditetapkan melalui rapat seluruh anggota Exco PSSI bersama Ketum, Wakil Ketum, dan Sekjen PSSI. Tapi apa yang terjadi? Seolah-olah sepak bola Indonesia milik segelintir orang itu. Ada apa ini? Tirani macam apa pula ini? Namun, para regulator sepak bola di Jakarta waktu itu masih menganggap remeh kekhawatiran tokohtokoh sepak bola Jatim. Perlu dicatat, sejumlah wartawan senior di Jakarta dan kota-kota besar di Indonesia juga prihatin melihat perkembangan yang memburuk tersebut. Siapa pun yang dipercaya menjadi manajer timnas dan menjadi anggota Exco era reformasi, haruslah orang yang mampu menjadi tokoh panutan yang lebih

catAtan

SLAMET OERIP PRIHADI

baik, lebih amanah, dan lebih kooperatif dari rezim sebelumnya. Ini era reformasi, Rek! Jangan sembarangan mengangkat seseorang di jabatan strategis, jika yang bersangkutan tidak memiliki kemampuan lebih hebat. Kami tidak ingin menyebut nama, namun jelas terlihat ada anggota Exco yang kebablasan, sok berkuasa, semau gue, dan meninggalkan para anggota Exco lainnya.

Padahal, di masa rezim Nurdin Halid, seluruh anggota Exco sangat solid dan tidak ada yang bertindak kebablasan. Berbeda pendapat memang terjadi, tetapi tidak saling meninggalkan. Catat hal ini baik-baik! Persoalan manajer tim nasional jalan terus, kemudian diperluas ke ranah kompetisi level puncak Indonesia. Diputuskanlah tiba-tiba bahwa kompetisi akan menerapkan dua wilayah, dan bermuatan 34 klub! Batas kesabaran habislah sudah. Tapi apa yang bisa diperbuat oleh ratusan juta penggila bola Indonesia? Mereka semuanya berada di luar struktur kekuasaan. Untunglah La Nyalla Mattalitti yang juga anggota Exco PSSI tetap gigih dan konsisten memegang kendali reformasi sejati. Berani menentang

perbuatan segelintir oknum yang kebablasan, yang melanggar statuta PSSI dan FIFA, dan yang melanggar keputusan Kongres PSSI. Harbiansyah Hanafiah (Presiden Direktur Persisam), Syahril Taher (Ketum Persiba Balikpapan), dan Robert Rouw (anggota Exco) berada dalam satu barisan dengan La Nyalla. Alhamdulillah, Ketum PSSI Djohar Arifin Husin sadar dan setuju untuk kembali pada format satu wilayah sesuai hasil Kongres PSSI di Bali 2010. Dan, Kompetisi Level Satu hanya bermuatan 18 klub, sesuai hasil kongres! Lokomotif reformasi tetap berjalan di atas rel. Tidak terpeleset dan terjungkal. Semoga penentuan 18 klub berjalan fair. Jangan ada pemaksaan kehendak. Klub-klub LPI memang alat perjuangan

reformasi, tetapi mereka harus mematuhi regulasi FIFA dan AFC! Mematuhi aturan, fair, dan kredibel adalah roh reformasi. Memang, reformasi membutuhkan para pemberani yang cerdas, bijak, dan amanah. Jangan ada lagi kesewenang-wenangan kekuasaan dan konspirasi perwasitan di masa mendatang. Semoga sepak bola Indonesia berhasil menembus Qatar 2022 (putaran final Piala Dunia). Untuk itu, fundamen reformasi yang dibangun sekarang haruslah yang benar-benar hebat. Hanya yang terbaik yang boleh menduduki posisi kunci. Hanya yang terbaik yang berhak mengikuti kompetisi Level Satu. Hanya program dan pola pembinaan terbaik untuk pemain remaja dan muda Indonesia yang kelak menjadi tumpuan harapan Bangsa Indonesia. That’s all.*

redaktur: rahmat adhy kurniawan | layouter: hudi


6

POLITIK

RADAR KOTABUMI

SELASA, 20 SEPTEMBER 2011

www.radarkotabumi.com

Rusman Gugur KBM Pecah Kongsi Komisi I Gelar Sidak di Pasar Cendrawasih METRO-Setelah sebelumnya menggelar hearing dengan mengundang Dinas Pasar Metro dan Dinas Perhubungan, DPRD Kota Metro melalui Komisi I dan Komisi II kemarin (19/9) melakukan sidak ke Pasar Cendrawasih. Menurut Ketua Komisi I DPRD Metro Fahmi Anwar peninjauan ke Pasar Cendrawasih untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat terutama mengenai penataan para pedagang. ”Kalau kita lihat, di pelataran parkir Pasar Cendrawasih tersebut masih ada para pedagang yang berjualan di pelataran parkir, sehingga terlihat tidak tertata dengan rapi. Selain itu juga menimbulkan permasalahaan antara petugas parkir dengan pedagang,” kata dia. Dalam peninjuannya, anggota DPRD lintas komisi ini melihat tempat berdagang di lantai dua pasar cendarawasih yang masih banyak kosong dan tidak dimanfaatkan sehingga nampak terbengkalai. Untuk itu para anggota DPRD ini meng-

inginkan para pedagang bisa memanfaatkan tempat berdagang di lantai dua Pasar Cendrawasih, sehingga nantinya dapat ditata misalnya untuk para pedagang buah dapat menjadi satu menempati tempat berdagang di lantai dua ini, begitu juga dengan pedagang lainnya sehingga nampak lebih tertata rapih dan memanfaatkan tempat berdagang yang sudah tersedia. Sementara sebelumnya berdasarkan hasil kesepakatan para pedagang dengan Dinas Pasar dan Dinas Perhubungan Metro, mereka yang berdagang di pelataran parkir Pasar tersebut dipindahkan di dekat pagar sekeliling pelataran parkir, sehingga tidak berdagang di tengah pelataran parkir dan mengganggu lahan parkir yang ada. Sementara untuk relokasi ke lantai dua pasar Cendrawasih para pedagang tetap menolaknya karena dinilai akan berdampak pada penghasilan para pedagang sendiri.(rnn/rid).

DAFTAR HARGA RATA-RATA BORONGAN, ECERAN KOMODITI BAHAN POKOK PENTING DAN STRATEGIS LAINNYA DI KABUPATEN LAMPUNG UTARA 12 - 16 SEPTEMBER 2011

No

Jenis Komoditi

Harga

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12 13 14 15 16 17 18 19 20 21

22 23

24

Beras Kwalitas 1 Kwalitas 2 Kwalitas Asalan Ketan Hitam Ketan Putih Gula Pasir Merah Garam Beryodium Non Yodium Minyak Goreng Merk Bimoli Tanpa merek/curah Tepung terigu Segitiga Biru Biasa Kacang-kacangan Kacang Hijau Kacang Tanah Kacang Kedelai Susu Kental Manis Merk Bendera Merk Indomilk Telur ayam Telur ayam negeri/ras Telur ayam kampung Daging Daging sapi murni Daging ayam potong Daging ayam kampung Mentega Merk simas Merk Blue Band Sayur-sayuran Wortel Kol Kentang Cabe merah Cabe Rawit Buncis Bawang merah Bawang putih Kelapa kupas Lada Hitam Kopi Biji Coklat/kakao Karet Slabs Kelapa Sawit Ubi kayu/singkong Jagung pipilan Jahe Sabun Detergent Merk rinso Semen Baturaja Tiga roda Padang Kujang/Holsim Minyak Tanah Pupuk Urea SP-36 ZA NPK Phonska NPK Pelangi NPK Kujang ORGANIK Gas LPJ Gas 3kg bersubsidi Gas 12kg non bersubsidi

Dijual truck toyota dyna ET 110 th 2008, bak besi s. kerja, hub. 08127901445

Stock Eceran

KEHILANGAN

9.200/Kg 8.200/Kg 6.100/Kg 12.500/Kg 9.600/Kg

9.500/Kg 8.500/Kg 6.500/Kg 13.000/Kg 10.000Kg

STNK R4, NO. POL: BE9241JA, NO. KA : MHYESL415J145825, NO. SIN: G15AID-75409, An. A.FADLY

9.500/Kg 8.500/Kg

10.000/Kg 9.000/Kg

1.300/Kg -

1.500/Kg -

13.000/liter 9.600/liter

13.500/Liter 10.000/liter

6.800/Kg 5.500/Kg

7.000/Kg 6.000/Kg

15.500/Kg 16.500/Kg 5.700/Kg

16.000/Kg 17.000/Kg 6.500/Kg

9.000/Kg 7.800/Kg

9.500/Kg 8.000/Kg

14.500/Kg 1.750/Kg

15.000/Kg 1.800/Kg

65.000/Kg 20.000/Kg 24.000/Kg

70.000/Kg 22.000/Kg 27.000/Kg

18.500/Kg 35.500/Kg

20.000/Kg 36.000/Kg

3.000/Kg 4.500/Kg 7.000/Kg 15.000/Kg 19.000/Kg 8.000/Kg 11.000/Kg 9.000/Kg 3.500/Kg 58.000/Kg 16.000/Kg 17.000/Kg 16.000/Kg 1.325/Kg 830/Kg 25.000/Kg

3.500/Kg 5.000/Kg 8.000/Kg 16.000/Kg 20.000/Kg 9.000/Kg 12.000/Kg 10.000/Kg 4.000/Kg 57.000/Kg 15.500/Kg 16.000/Kg 15.500/Kg 1.300/Kg 820/Kg 20.000/Kg

14.500/Kg

15.000/Kg

65.000/Kg 66.000/Kg 62.000/Kg 64.000/Kg 9.600/liter

65.500/Zak 67.000/Zak 62.500/Zak 64.500/Zak 10.000/liter

80.000/ Zak 100.000/Zak 70.000/ Zak 115.000/Zak 115.000/Zak 115.000/Zak 35.000/Zak

82.000/Zak 102.000/Zak 72.000/Zak 117.000/Zak 117.000/Zak 117.000/Zak 37.000/Zak

Titipan pengecer Telah disalurkan Telah disalurkan Telah disalurkan Telah disalurkan Telah disalurkan Telah disalurkan

16.000 105.000

17.000 110.000

Harga pangkalan Harga pangkalan

Glosiran 1

TRUCK DIJUAL

STNK R2 NO. POL : BE 5571 JO, NO.SIN ; JB81E1023909, NO.KA ; MH1JB81127K022532, An PAHRUDIN

Tidak ada

STNK R4, NO. POL: BE2948JU, NO. KA : MHYESL410YJ618584, NO. SIN: F10A-ID-61584, An. MURSALIN STNK R2 NO.POL BE 5542 JS, NO.KA ; MH1HB61168K599715, NO.SIN ; HB61E-1597015, An Rohwati A.Md. STNK R2, NO. POL :BE8000JP, NO. KA :MH35TP0085K728144, NO. SIN :5TP-258474, An. PARID AMPUSA STNK R2, NO. POL :5887JY, NO. KA :MH8BG41CAAJ409279, NO. SIN: G420-ID-469596, An.EROMA YUDI KURNIAWAN STNK R2, NO. POL: BE3540JT, NO. KA : MH33C10029K237113, NO. SIN: 3C1-238170, An. HENGKI WIJAYA,SP. STNK R2, BE 5179 JY, NOKA : MH8BE48DTAAJ103638, NOSIN : E470ID-132786, AN: SAEFUDIN STNK R2, NO. POL: BE6766JD, NO. KA : MH1SABH124K026747, NO. SIN :SABHE-1026006, An. HALUHAN STNK R2, NO. POL :B6158FFJ, NO.KA :MH1HB21195K903334, NO. SIN :21E-1900269, An. BAMBANG HERMANTO

Hrg Pdg. Pengumpul Hrg Pdg. Pengumpul Hrg Pdg. Pengumpul Hrg Pdg. Pengumpul Hrg Pdg. Pengumpul Hrg Pdg. Pengumpul Hrg Pdg. Pengumpul Hrg Pdg. Pengumpul

STNK & BPKB (R4), NO. POL: BE9455J, NO. KA : MHMT120SPP4R070926, NO. SIN : 4G17C-470469, BO BPKB:C9898082, An. SUHADI STNK R2 NO.POL BE 6744 JR, NO.KA : MH8BF45DA8J209729, NO.SIN ; F496ID258542, An. SADIQIN

DICARI MEMBER “KOKOPELLI”

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lampung Utara

NOUREL ISLAMY, S.E., M.Si Pembina Tingkat. I NIP. 19550505 1982121003

(Produk Bucheri) Sepatu, Tas, Busana dan Aksesoris lainnya Untuk wilayah Lampung Utara dan Way Kanan BERMINAT HUB: Line Center Lampung. Telp. (0721) 7475004 dan 081369-64-5454

BERGABUNGLAH SEGERA !! BONUS MENARIK MENANTI ANDA

MESUJI-Partai Demokrat hampir bisa dipatikan mengarahkan dukunganya ke pasangan Prada (Suprapto-Daryanto), hal ini disebabkan pasangan nomor urut satu Rusman (Ruswandi Hasan-Sariaman) dipastikan gugur KPUD Mesuji. Ketua DPC Partai Demokrat Mesuji Edi Anwar mengatakan, kemungkinan diarahkanya dukungan Partai Demokrat ke pasangan Prada sudah hampir bisa dipastikan, namun begitu, pihaknya masih akan melakukan beberapa tahapan pembicaraan

dengan partai koalisi lainya yang tergabung dalam Koalisi Bagun Mesuji (KBM).“Dengan digugurkanya pasangan yang diusung koalisi yang sebelumnya secara Partai Demokrat hampir bisa dipastikan untuk memberikan dukungan ke pasangan Prada namun hal ini belum finish karena pihaknya masih akan melakukan rapat dengan partai koalisi lainya, isya Allah besok telah bisa kita simpulkan,”terang Edi Anwar kepada wartawan. Pengalihan dukungan juga dilakukan oleh partai lainya

seperti yang dilakukan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), saat ini Partai Hanura hampir final memberikan dukungan kepada pasangan Khamamik-Ismail Ishak. “Kami DPC hanya melanjutkan perintah DPP dan saat ini diarahkan untuk mendukung pasangan Khamamik-Ismail Ishak,”terang Drajad Katua DPC Partai Hanura. Sementara tiga partai yang juga tergabung dalam KBM yakni PKPB, Partai Pelopor dan Partai Gerindra belum dapat memastikan arah dan bermaksud menyam-

paikan arah dukungan itu saat Rapat KBM.“Saat ini permasalahan masih akan kita bahas dengan partai koalisi lainya, apakah dengan gugurnya pasangan yang kami usung maka koalisi akan dibubarkan. Jadi sampai kini PKPB belum menentukan dukungan ke arah calon manapun,”terang Ketua KBM Supriyanto, yang juga Ketua DPC PKPB diamini Ketua DPC Partai Pelopor Iwan Dahri dan DPC Partai Gerindra saat di hubungi wartawan melalui sambungan ponselnya. (rnn/rid).

Tiga CJH Dipastikan Berangkat METRO-Tiga Calon Jemaah Haji (CJH) yang telah mendapat nomor porsi dibawah nomor porsi 0800046325 yang sebelumnya terancam tidak berangkat akhirnya mendapat respon pihak Kementrian Agama Metro dan diputuskan tiga CJH tersebut akan diberangkatkan bersama rombongan haji tahun ini. “Ini hanya miskomunikasi saja, antara kami dengan tiga Calon Jema’ah Haji tersebut, karena pihak kami atau Bank sebelumnya sudah memberitahu dan mencari alamat mereka bahkan sudah bertemu dengan anak-anak yang bersangkutan dan diinformasikan agar segera melunasi biaya perjalanan ibadah haji tetapi nampaknya salah terima atau kurang komunikasi, sehingga tiga calon jemaah ini menganggap tidak mendapat panggilan untuk berangkat dan digantikan kepada CJH yang lain,”ujar Kasi Urusan Islam dan Haji Kemenag Metro Syahro kepada Rakyatlampung (group Radar Kotabumi), kemarin (19/9). Dijelaskan Syahro yang jelas masalah ini kurang komunikasi dan yang terpenting adalah tiga calon jema’ah ini akan berangkat.”Hari ini saja ketiganya sudah mengurus untuk keberangkatan dan tadi saya sudah bertemu dengan mereka,”ujar Syahro. Sebelumnya, tiga calon jemaah haji dibawah nomor porsi 0800046325 yakni Renan Joko Sajarwo nomor porsi 0800046172 warga Rejomulyo Metro Selatan, Ir Ermawati nomor porsi 0800046173 warga Kelurahan Rejomulyo Metro Selatan, dan Wagiyati nomor porsi 0800046174 warga Kelurahan Margodadi Metro Selatan mengadu ke Komisi II DPRD Kota Metro karena merasa terancam tidak bisa berangkat menunaikan ibadah haji. Karena calon jemaah ini merasa bahwa baik dari pihak Bank maupun Kemenag Metro secara resmi tidak melakukan pemanggilan baik untuk pelunasan biaya perjalanan ibadah haji.(rnn/rid).

FOTO : RNN

KUNJUNGI : Cabup Suprapto mengunjungi pedagang Pasar Simpang Pematang yang belum lama ini terbakar.

DPRD Nilai Perencanaan Rudin Walikota Kurang Matang METRO-Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro melakukan sidak ke proyek pembangunan Rumah Dinas Walikota Metro dan pembangunan pelebaran jalan, jembatan di jalan Patimura, kamarin (19/9). Rombongan Komisi III yang diketuai D. Shantory beserta anggotanya Maskur, Andra Saputra, Ampian Bustami dan Chaidir awalnya bertolak ke proyek pembangunan rumah dinas walikota.“Sidak ini kami lakukan untuk mengetahui sejauhmana pekerjaan yang sedang berjalan ini, selain itu juga dalam rangka pengawasan terhadap proyek yang ada di Kota Metro. Sehingga

diharapkan proyek tersebut benarbenar kualitasnya,”ujar D.Shantory yang juga didampingi Andra Saputra kepada Rakyatlampung (group radar Kotabumi) kemarin. Disela-sela sidak ke proyek pembangunan rumah dinas walikota, Shantory menjelaskan bahwa proyek pembangunan rumah dinas ini semestinya sudah berjalan 55 persen, namun hingga kini baru 40 persen, namun bukan berarti mereka terlambat karena sebentar lagi akan dilakukan pemasangan atap yang kurang lebih sekitar 16 sampai 20 persen. ”Artinya pekerjaan dapat diselesaikan sesuai dengan jadwal terhitung 180 hari kerja, jadi masih ada waktu,”ujarnya.

Untuk sementara ini pekerjaan yang sudah terselesaikan adalah rumah dinas utama, pos jaganya, dan garasi, sedangkan yang belum dikerjakan seperti pembuatan taman dan air mancur.”Hasil pantuan kita masih, kami telah menyampaikan catatancatatan kepada pihak pelaksana agar memasang papan informasi proyek yang mudah dilihat masyarakat,” ujar Shantory. Sementara Maskur anggota DPRD lainnya juga membeberkan bahwa hasil sidak ini ada hal yang harus diperhatikan pelaksana proyek yakni adanya beberapa bangunan yang tidak memenuhi syarat konstruksi seperti balok lape, jadi antara bentang dengan

tinggi itu tak memenuhi aturan kaidah konstruksi, semestinya pemasangan bata itu tidak boleh dari 12 meter persegi, kalau kita lihat ada pasangan bata 6 x 5 tampa penyekat berarti 30 meter pesegi. Kita lihat diperencanaanya yang tidak pas bukan pelaksanaannya,” lanjut dia. Tidak itu saja kata Maskur, jika dilihat ada pemborosan seperti di pembangunan grasi yang diberi banyak tiang semestinya kalau dia tidak diberi tiang ini akan lebih lapang sehingga pengaturan kendaraan menjadi lebih baik. ”Jadi kalau kita nilai disatu sisi ada pemborosan dan disatu sisi ada kekurangannya,”pungkas dia.(rnn/rid).

Pelaksanaan APBD Tahun 2010 Dapat Sorotan Tajam GEDONGTATAAN-Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2010 mendapat sorotan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. Dalam laporan keuangan yang telah disahkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) diketahui bahwa SILPA Tahun 2010 sebesar Rp 93 Miliar lebih bahkan mendekati Rp 100 miliyar, merupakan angka yang cukup fantastis bagi kabupaten yang APBDnya hanya berkisar Rp 500 miliyar. “Memang uang itu tidak hilang, tapi apapun alasannya kita disini melihat bahwa telah terjadi ketidakcermatan penyusunan anggaran yang menyebabkan ketidaktaatan terhadap prisip penyusunan APBD,” ujar Jhony Cornie saat membacakan pandangan umum Fraksi Golkar pada rapat paripurna Raperda Per-

tanggungjawaban APBD 2010 digedung dewan kemarin (19/9). Tingginya angka SILPA ini seharusnya dapat diperkirakan dan diantisipasi oleh tim anggaran eksekutif pada saat penyusunan (APBD) Perubahan tahun 2010, karena pada saat itu seharusnya sudah nampak poksi-poksi sumber tambahan pendapatan maupun kemungkinan-kemungkinan adanya kegiatan-kegiatan yang dapat dilaksanakan pada tahun 2010. Sedangkan pandangan fraksifraksi lainnya juga hampir sama, seperti Fraksi PKPB yang dibacakan Rama Diansyah mengatakan, saat ini pihaknya mengetahui adanya indikasi-indikasi penyimpangan yang terjadi di sejumlah Satker, untuk itu, marilah bersama-sama memperbaiki diri, jangan sampai hal semacam ini terus berlarut-larut yang nantinya akan berhimbas kepada masya-

rakat dan pembangunan pesawaran,” kata Rama Sementara itu, dalam sambutan Bupati Pesawaran Aries Sandi DP yang dibacakan Wakil Bupati Pesawaran Musiran mengatakan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2010 dilaksanakan sesuai dengan ketentuan pasal 184 ayat (1) UndangUndang nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, yang menegaskan bahwa.” Kepala Daerah menyampaikan Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD kepada DPRD berupa laporan keuangan yang telah diperiksa BPK Republik Indonesia,” ujar Musiran. Laporan Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2010 ini, sambungnya merupakan salah satu upaya dari Pemkab untuk mewujudkan pe-

nyelenggaraan pemerintah yang baik (Good Governance), prinsip yang mendasar dalam kaitannya dengan Pertanggungjawaban Pemerintah Daerah. Lebih lanjut Wabup mengatakan bahwa setiap kegiatan dan hasil dari kegiatan penyelenggaraan pemerintah harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat atau rakyat dihadapan wakil-wakilnya sebagai pihak yang berhak meminta peranggungjawaban sebagaimana ketentuan peraturan Perundangundangan yang berlaku. “Hal ini menunjukan bahwa Pemerintah Daerah mempunyai kewajiban untuk menjelaskan kinerja penyelenggaraan Pemerintahan Daerah selama 1 ( satu ) Tahun Anggaran kepada DPRD, baik yang berkenaan dengan keberhasilan maupun keterpurukan,” pungkasnya.(rnn/rid).


SELASA, 20 SEPTEMBER 2011

RUWA JURAI

RADAR KOTABUMI

www.radarkotabumi.com

Polres Tuba Cekok 3 Perampok Satu Tersangka Masih Berkeliaran MENGGALA - Kawanan perampok yang beraksi dirumah Sujoko (44) warga kampung Sidomekar RT 10 RK 03, Kecamatan Gedungaji Baru, Tulangbawang Baru pada 22 Agustus 2011 lalu, berhasil dibekuk jajaran polres Tulangbawang pada sabtu (17/9) hingga minggu (18/9) di lokasi yang berbeda-beda. Ketiganya adalah Darkian (34) warga Kampung Adi Rejo Kecamatan Jabung, Lampung Timur (Lamtim), Wayan Sayu (27) warga Kampung Negararatu Kecamatan Sungkai Utara, Lampung Utara (Lampura), dan Jamal (31) warga Kampung Sidoarjo, Kecamatan Gedungaji Baru, Tulangbawang (Tuba). Dalam aksinya itu, kawanan pelaku perampokan yang berjumlah lebih dari tiga orang itu berhasil menggasak harta milik korban yang disekap di dalam kamar ruangan, diantaranya, perhiasan emas, uang tunai puluhan juta rupiah, hand phone. Kemudian mereka membagi hasil kejahatannya secara bervariasi, Wayan Sayu mendapat bagian Rp10juta dan satu unit hand phone, Darkian dapat bagian Rp15juta dan satu unit hand phone dan Jamal mendapat jatah uang Rp 9juta. Kini ketiganya meringkuk dalam sel tahanan Mapolres Tulangbawang untuk mempertanggungjawabkan atas perbuatannya tersebut. Berdasarkan dari keterangan Jamal (tersangka, Red) mengatakan dirinya terpaksa harus melakukan tindak kejahatan lantaran mendapat ajakan dan bujuk rayu dari At tersangka lainnya yang kini masih dalam pengejaran polisi. Dengan nada penuh sesal Jamal menuturkan hasil kejahatannya itu digunakan untuk membayar hutang dan biaya anaknya

FOTO RNN

JUMPAPERS : Kapolres Tuba AKBP Shobarmen menggelar jumpa pers terkait tewasnya Briptu M Yunus saat berusaha menangkap pelaku curanmor.

sekolah serta kebutuhan untuk bertahan hidup lantaran dilanda paceklik dan kemarau panjang. Buruh perkebunan karet di Palembang ini menambahkan, sejak terjadi kekeringan dia tidak mendapatkan pekerjaan sebagai buruh sadap karet. Dan akhirnya terlibat dalam pencurian dirumah warga yang telah dikenalnya itu. Senada juga dikatakan Wayan dan Darkian, mereka terpaksa mencuri untuk membayar hutang dan persiapan lebaran dan mereka mengaku menyesal atas perbua-

tannya tersebut Kapolres Tulangbawang AKBP. Shobarmen melalui Waka Polres Kompol Arvan didampingi Kasat Reskrim AKP. Agustiandaru dan Kanit Buser Ipda Danu A, dalam jumpa pers mengatakan tersangka berhasil diamankan setelah dilakukan penyelidikan sekitar satu bulan. Arvan menambahkan, bersama tersangka petugas mengamankan barang bukti (BB) berupa satu pucuk senjata api rakitan jenis revolver warna hitam silinder berikut empat butir amunisi jenis colt 38.

Kemudian satu pucuk senjat api jenis revolver warna silver berikut delapan butir aminisi jenis FN dan satu unit hand phone nokia type X2 warna silver no imei 3569900 48127890 yang saat ini masih diamankan di Mapolres setempat. “Ketiga tersangka sedang diperiksa, dan mudah-mudahan bisa mendapatkan pengembangan lebih lanjut tentang kasus tersebut. Pelaku terpaksa dilumpuhkan timah panas karena mencoba kabur saat dilakukan penangkapan,”kata Waka Polres Kompol Arvan.(rnn/rid)

7

KPUD Tak Tegas, Debat Kadidat Sepi TUBARAT - Debat Kandidat yang dijadwalkan KPU Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubarat) agaknya tidak digubris calon bupati dan wakil Bupati kabupaten setempat. Pasalnya, Tiga kandidat calon wakil bupati Tubarat, mengikuti sikap pasangannya yang tidak memenuhi jadwal debat kandidat yang ditetapkan KPUD setempat. Lantaran, debat kandidat yang dilaksanakan KPU setempat dibalai Kelurahan Dayamurni, Tumijajar hanya dihadiri satu calon yakni nomor 3 SyamsulHadi. Sedangkan tiga calon lainnya berhalangan hadir dan ini sama dengan acara debat kandidat calon bupati di Kampung Kibang Budidaya, Lambukibang beberapa waktu lalu yang hanya dihadiri satu calon yakni Frans Agung MP. Hal ini pun membuat KPUD kecewa, kendati mengaku memang menjadwalkan empat calon wakil bupati untuk melakukan debat kandidat, dan melakukan kampanye. Namun menurutnya, semestinya, bila calon Bupati dijadwalkan melakukan debat kandidat, maka wakilnya yang mengisi

jadwal kampanye, begitu pun sebaliknya.”Memang tidak ada sanksi bagi tiga calon wakil bupati yang tidak hadir, namun semestinya mereka dapat menghadiri acara ini,” ujarnya ketua KPUD Tubarat Marsyah kemarin (19/9) Menurutnya, tidak hadirnya ketiga calon wakil bupati tersebut memang tidak melanggar aturan dan tidak akan diberikan sanksi apapun. Dan KPU setempat pun memang tidak ada kewenangan untuk memaksa mereka agar mengadiri acara tersebut. Namun, diharapkan pada acara debat kandidat berikutnya (22/9) yang mempertemukan masing masing pasang calon dapat dihadiri oleh seluruh pasangan calon Bupati dan Wakilnya. ”Saat ini mereka beralasan bahwa debat kandidat hari ini dan sebelumnya bersamaan dengan jadwal kampanye (pertemuan terbatas), namun pada debat kandidat berikutnya yang akan diadakan di Balai Kampung Mulyakencana kamis (22/9) mendatang, diharapkan mereka bias memenuhi acara yang telah kita sepakati bersama ini,” tandasnya. Marsyah menambahkan, ca-

lon kandidat bupati dan wakil bupati tersebut tidak memiliki alassan lagi. Pasalnya, pada moment tersebut, masing masing pasangan tidak memiliki jadwal kampanye yang beberengan dengan debat kandidat yang di jadwalkan akan mempertemukan masing masing calon bupati dan wakil bupati. ”Akan tetapi bila pada acara tersebut pun ada calon yang mangkir, maka KPU pun tidak dapat berbuat apa apa, karena acara itu tidak wajib dan tidak ada sanksinya,” ungkapnya. Ditambahkan Marsyah, pihak KPU akan berkomunikasi kembali dengan tim kampanye masing masing calon mengenai masalah tersebut. Sehingga, kejadian serupa tidak terjadi pada jadwal debat kandidat berikutnya yang diagendakan. Dalam kesempatan debat kandidat calon wakil bupati yang hanya dihadiri Calon Wakil Bupati nomor urut 3 Syamsul Hadi yang ditemani pasangannya Frans Agung MP, KPUD setempat setempat menghadirkan panelis dari Universitas Lampung, Asrian Hendi Cahya dan dari IAIN Lampung Khairuddin Tahmid. (rnn/rid)

3 Pelaku Pencurian Dibekuk Polisi SUKADANA - Jajaran Polres Lampung Timur mengamankan 3 orang pelaku kejahatan yang kerap beroperasi di wilayah hukum setempat, kemarin (19/9). Ketiganya adalah Irawan (31) warga Dusun Beringin Desa Labuhanratu V Kecamatan Labuhanratu, Eko Endar (22) warga Desa Maringgai Kecamatan Labuhanmaringgai dan Rianto (34) warga Desa Sukoharjo Kecamatan Sekampung. Kapolres Lampung Timur AKBP Bambang Haryanto mela-

lui Kasat Reskrim AKP Ketut Suryana mengatakan Irawan diamankan atas dugaan melakukan pencurian ponsel dan pemerkosaan terhadap MD (19) yang masih tetangganya sendiri pada 14 september 2011 lalu. Sebelum melakukan pemerkosaan terhadap korban, tersangka masuk ke rumah korban dengan cara merusak pintu rumah. Tersangka mengambil ponsel milik korban yang terletak di meja kamar tidur korban. Saat melakukan aksinya, tersangka melihat

rok MD tersingkap sehingga membuat nafsunya bergejolak. ”Merasa situasi aman tersangka melancarkan aksinya kemudian memperkosa korban,” kata Kasat. Korban yang merasa telah dicemari dan dirugikan tersangka kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Labuhanratu. Berdasarkan laporan dan ciri-ciri korban, Polsek Labuhanratu berhasil mengamankan tersangka berikut barangbukti sebilah golok dan telepon genggam milik korban. (rnn/rid)

riksaan di puskesmas Rp107.500 untuk mengecek secara fisik saja, jika ada tambahan itu untuk pelaksanaan pemeriksaan laboratorium dan Rontgen. Sedangkan untuk pemeriksaan tahap dua memang ada tambahan biaya sebesar Rp150 ribu untuk vaksinasi Influensa,” kata dia menambahkan dalam pemeriksaan tahap dua yang dilakukan Diskes pihaknya memberikan secara cumacuma vaksin Menengitis. Namun demikian Maya juga mengatakan, jika pihaknya tak mewajibkan para CJH untuk menggunakan vaksinasi Influensa itu, hanya dianjurkan saja. ”Kalau untuk vaksin influensa itu kami hanya menganjurkan,” ujarnya. Dia mengatakan, jika biaya pemeriksaan kesehatan itu diluar

biaya resmi ONH, sehingga para CJH harus merogoh koceknya kembali saat pemeriksaan dan diatur dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Lampung Utara (Lampura) nomor B/53/12-LU/ HK 2011 tentang biaya pemeriksaan dan pelayanan kesehatan CJH Kabupaten Lampura Tahun 2011. ”Semuanya diatur dalam SK Bupati ini,”tegasnya. Menurutnya, pihaknya sudah mensosialisasikan biaya pemeriksaan kesehatan itu melalui surat yang disampaikan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) dan ditembuskan ke Kementerian Agama (Kemenag) setempat.”Saya yakin semua Calon Jemaah haji sudah menerima surat itu dan kegiatan ini juga kita lakukan setiap tahunnya,” pungkasnya. (rid/ega)

korban berangkat bersama dukun itu dan hingga saat ini belum kembali,” ujar Syarip Kadir. Ironisnya, korban berangkat menggunakan sepeda motor miliknya yang diketahui baru dibelikan orangtuanya.”Dengan berboncengan korban hendak diantar mengambil obat oleh sang dukun namun hingga kini belum kembali,”terang Syarip. Sementara itu, Kapolsek Bukit Kemuning Kompol M. Husni membenarkan adanya laporan ke pihaknya. Dan hingga kini

korban beserta sang dukun sedang dalam pencarian.”Kita sudah terima laporannya dan kini sedang dalam pencarian,” ujarnya via telepon kemarin (19/9). Husni membantah jika telah terjadi aksi penculikan. Menurutnya, saat itu Dian Oktapiani sedang mengambil obat bersama seorang dukun yang bernama Sakir.”Bukan penculikan tapi memang korban sedang mengambil obat ke wilayah Lampung Barat,” kata dia. Dalam hal ini pihaknya sedang melakukan pencarian terhadap Oktapiani. (tim)

CJH tidak khusuk,” harapnya. Terpisha, Kepala Dinas Kesehatan Lampung Utara (Lampura) dr. Maya Natalia Manan, M. Kes menjelaskan, pemeriksaan kesehatan CJH Lampung Utara (Lampura) dilakukan sebanyak 2 kali, yang pertama dilakukan ditingkat Puskesmas tempat masing-masing jemaah haji tinggal dan Kedua dilakukan Dinas Kesehatan (Diskes) sebelum CJH melakukan perjalanan haji. “Untuk ditingkat puskesmas biayanya Rp107.500 dan di tingkat Kabupaten Rp157.500. Pemeriksaan itu untuk mengecek penyakit yang diderita para CJH,” kata Maya diruang kerjanya, kemarin (19/9). Terkait dengan adanya biaya tambahan pada pemeriksaan, Kadis membenarkan.”Kalau peme-

Dari halaman 1

GURU ibunya Jasimah (55) yang terkena penyakit Deabetes (Kencing Manis) kepada Dukun yang bernama Sak warga Skipi, Kecamatan Abung Tinggi. Diceritakannya, mula-mula korban dikenalkan oleh dua orang warga setempat dengan Sak yang terkenal sebagai paranormal. Kemudian setelah memeriksa Jasimah, sang dukun menyarankan agar Dian Oktapiani mengambil obat ke daerah Kenali, Liwa, Lampung Barat bersama dirinya.”Kemudian saat malam hari

Dari halaman 1

PAD merealisasikan PADnya diantaranya Dinas Perhubungan (Dishub) baru mencapai Rp146,971 juta atau 35,57 persen dari target Rp413 juta, sekretariat daerah baru mencapai Rp28,57 persen atau Rp2 juta dari target Rp7 juta. Badan Lingkungan Hidup, masih memperoleh 38,95 persen atau senilai Rp38,451 juta dari target Rp124,902 juta. Dinas Pengelolaan Pasar baru mencapai 36 persen dari target Rp480 juta. Selanjutnya Dinas Kesehatan mencapai Rp132 juta atau 85 persen dari target Rp154 juta, Dinas Kependudukan dan Catatan

Dari halaman 1 Sipil mencapai 81 persen dari target Rp307 juta, Dinas Pertanian dan Peternakan 64 persen dari target Rp11 juta, Dinas Kehutanan Perkebunan 62 dari target Rp25 juta. Sedangkan Dinas Tata Kota telah melebihi target sebesar 135 persen atau Rp170 juta dari target Rp125 juta. “Sedangkan untuk Rumah Sakit Umum Ryacudu baru tercapai 31,76 persen atau Rp381,104 juta dari target Rp1,2 miliar,” paparnya. Fahmi mengharapkan pencapaian PAD tahun 2011 dapat

melebihi tahun 2010, yang mencapai 114 persen.”Tahun lalu PAD kita over target 114 persen dan kita harapkan tahun ini bisa melebihi itu,”lanjutnya. Untuk penggalian sumber PAD di wilayah Kabupaten Lampung Utara (Lampura) pihaknya mengadakan rapat koordinasi setiap tahunnya secara khusus dengan seluruh Satker terkait masalah internal dan eksternal.”Untuk penggalian sumbersumber PAD kita melakukan rapat koordinator setiap tahunnya untuk mendongkrak PAD,” pungkasnya. (rid/ega)

”Saya melaporkan dia ke Polres. Karena di daerah ini (Kota Gapura) seringkali terjadi pencurian, baik pencurian motor, handphone, jambret, dan alat-alat perdagangan lainnya,” kata dia. Dihadapan penyidik, Alberto mengakui semua perbuatannya. Hal itu ia lakukan lantaran terbentur untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-sehari. ”Saya melakukannya sendirian. Saya melakukan hal itu karena terbentur masalah ekonomi,” akunya. Sebelumnya pada Minggu (18/9) siang, Alberto juga mencuri satu unit mejicom (penanak nasi) di toko Murni milik Heriyanto (64), warga di Jl. Raden Intan Pasar

Dekon Kotabumi. ”Dia bersama satu orang kawannya berpura-pura membeli. Saat kami lengah, dia langsung membawa satu unit mejicom yang berada di lemari didalam toko kami,” kata Heriyanto. Kasat Reskrim, AKP Suharto, S.H., M.H. mewakili Kapolres Lampura, AKBP Frans Sentoe, S.I.K. membenarkan ada penangkapan pelaku pencurian dengan pemberatan (curat). Ia menjelaskan, pelaku sudah diamankan di Mapolres Lampura. ”Atas perbuatannya, maka Alberto akan dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara,” kata mantan Kapolsek Sungkai Utara, itu. (ung)

KEPERGOK Kemudian, Hairuddin meminta pertolongan kepada warga yang mengetahui kejadian tersebut. Saat itulah terjadi kejar-kejaran antara warga dengan tersangka. Apesnya saat berada di sawah Jl. Punai, tersangka ditangkap dan dihajar warga. ”Dia mengambil kotak infak di ruang tunggu Dr. Hari Sulistianto, saat karyawan sedang lengah. Satpam Telkom yang melihat langsung menjerit minta pertolongan warga. Setelah dia ditangkap kemudian kami menyerahkan ke anggota polisi,” ujar Hairul. Selanjutnya, Hairul melaporkan perbuatan tersangka ke Polres Lampura.

Dari halaman 1


CMYK

RADAR WAYKANAN

8

SELASA, 20 SEPTEMBER 2011

Bersama Membangun Waykanan

Raden Belum Puas Melihat Kinerja PNS BLAMBANGAN UMPU – Aktifnya pegawai negeri sipil (PNS) Kabupaten Waykanan, paska liburan panjang hari raya Idul Fitri ternyata belum membuat puas hati Wakil Bupati Waykanan, Hi. Raden Nasution, S.E., M.M. Wabup masih menuntut peningkatan disiplin dan loyalitas pegawai sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah No. 53 tahun 2010. itu demi terwujudnya visi dan misi bupati dan wabup Waykanan periode 2010 - 2015. ”Perlu kita camkan di dalam hati yang paling dalam, bahwa pemerintahan yang baik adalah pemerintah yang bisa menjadi contoh bagi masyarakat. Sehingga adanya kesadaran dari para pegawai tentang pentingnya kedisplinan mudah-mudahan bisa memberikan contoh yang baik kepada seluruh masyarakat,” tegas Raden, ketika memberikan sambutan dalam apel bulanan di halaman Sekretariat Pemkab Waykanan, kemarin. Lebih jauh mantan pegawai

BPK RI ini menegaskan, bahwa kedisiplinan totalitas dan kinerja yang baik dari pemerintah adalah kunci dari kemajuan daerah serta kesejahteran rakyat. ”Oleh sebab itu, kita harus bisa meningkatkan kedispilinan dan bisa memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Dengan demikian, Insya ALLAH apapun program yang akan dilaksanakan oleh pemerintah akan mendapat respon dan dukungan dari masyarakat,” ungkap Raden. Sindiran wabup itu sebagai akibat dari masih banyaknya pegawai yang datang terlambat ke arena upacara. Bahkan yang lebih Ironinya lagi, di saat upacara berlangsung dan wabup memberikan sambutan dan pengarahan banyak pegawai yang mengobrol tanpa memperhatikan pelaksanaan upacara, dan apa yang disampaikan oleh wabup. Kendati demikian, hasil pemantauan Radar Lampung (Group Radar Kotabumi), pernyataan wabup

tentang perlunya PNS meningkatkan kedisipilinan memang sangat beralasan. Mengingat walaupun secara kuantitas tingkat kehadiran PNS dapat dikatakan cukup bagus, namun kinerja dan loyalitasnya masih sangat lemah. Sehingga masih banyak program dan mimpi bupati serta wabup yang belum mampu diterjemahkan oleh PNS. Di sisi lain, banyak pula tenaga honor lepas tiap hari dari ke kantor, tanpa tanggung jawab dan tugas yang jelas. Sehingga banyak yang hanya pindah tempat duduk saja dari rumah ke kantor. ”Setiap hari ya kerja kami ya seperti ini, ngrumpi sana ngrumpi sini, karena kami tidak tahu harus mengerjakan apa, semua pekerjaan dikerjakan oleh PNS. Bahkan ruangan kami pun berbeda, mereka di ruang atas (kantor baru) sedang kami menunggu kantor lama, masuk sama-sama, pulang sama sama, akan tetapi di kantor kami hampir sama sekali tidak bekerja,” keluh salah satu tenaga honorer di suatu instansi yang ada di Waykanan, itu. (sah)

Dua Pejabat Waykanan Jarang Ngantor BLAMBANGAN UMPU Dua pejabat Pemerintah Kabupaten Waykanan, diduga jarang masuk kantor. Hanya papan nama saja yang terpajang di depan ruang kerja mereka. Ketidak hadiran keduanya mulai terlihat sejak dilantik bersama pejabat lain. Namun, keduanya hanya beberapa bulan saja masuk kantor. Kedua pejabat Waykanan

tersebut yakni Kepala Badan Ketahanan Pangan Waykanan, Ir. Oktafia Hapid. Yang bersangkutan tidak pernah masuk sama sekali sudah hampir tiga bulan ini. Bahkan untuk bertemu, dirinya di kantor tidak pernah ada. Bahkan stafnya pun kebingunggan apabila ada yang diperlukan. Tidak hanya itu, Kepala

Dinas Pertanian Waykanan, Ir. Gursil juga hampir sama seperti Otafia, tidak pernah masuk kantor sejak tiga bulan lebih. ”Namun hingga saat ini sepertinya tidak ada. Buktinya keduanya belum juga pernah ngantor hingga saat ini,” kata Sahrial, Sekretaris LSM Topan RI Waykanan, kemarin. Menanggapi permasalahan

itu, Setdakab Waykanan Bustam Hadori berjanji akan segera menindak lanjuti kedua pejabat tersebut yang diduga jarang masuk kantor. ”Apabila belum ada keputusan dapat pindah, dia harus tetap masuk dan berada di kantor, apalagi berkas pengajuan untuk pindahkan belum di setujui,” ujarnya. (rnn/ung)

TAK SADAR.

Harga Jagung Pipilan Stabil BLAMBANGAN UMPU Harga jagung pipilan di Kabupaten Waykanan, pada pekan kedua September masih stabil. Karena pasokan barang dan permintaan seimbang. ”Harga jagung pipilan masih seperti beberapa waktu yang lalu, Rp1.700 per kilogram,” kata Gapri (47), salah seorang petani jagung asal Kampung Gelombang Panjang, Kecamatan Kasui, kemarin. Menurutnya, hal itu dikarenakan pasokan yang ada seimbang dengan permintaan yang ada. ”Panen jagung di daerah ini masih pada tahun yang lalu cukup lumayan. Namun pada tahun ini banyak penurunan itu karena musim kemarau yang hampir tiga bulan terakhir ini.Namun sementara simpanan jagung yang dimiliki para petani juga masih cukup, Namun harga pun walau musim

kemarau masih setabil walaupun banyak yang gagal panen akibat kemarau,” kata Gapri. Senada dengan Gapri. Kusmadi, petani jagung Kampung Sumber, Kecamatan Banjit, mengatakan kestabilan harga tersebut dikarenakan masih banyak petani yang mempunyai simpanan jagung. ”Masih banyak petani masih menyimpan jagung, mungkin hal itulah yang membuat harga jualnya masih stabil seperti beberapa waktu lalu, yaitu Rp1.700 per kilogram,” ungkapnya. Dia mengharapkan, kestabilan harga jagung di daerah tersebut minimal bisa bertahan untuk tidak turun. ”Saya berharap harganya tidak turun lagi karena dua minggu lalu harga jagung sudah turun Rp600 dari sebelumnya Rp2.300 per kilogram,” kata dia.

Berdasarkan data dari Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Waykanan, komoditas jagung jenis hibrida merupakan tanaman palawija yang bisa merebut hati petani di daerah tersebut selain ubi kayu dan kacang tanah. Dari data terakhir yaitu tahun 2011, luas tanaman jagung di Kabupaten Waykanan, mencapai 17.558 hektar. Di Kecamatan Baradatu 2.309 hektar, Banjit 3.736 hektar, Kasui 1.537 hektar, Blambangan Umpu 1.202 hektar, Bahuga 892 hektar, Buay Bahuga 243 hektar, Bumi Agung 396 hektar. Kemudian, Pakuan Ratu 1.567 hektar, Way Tuba 105 hektar, Negeri Agung 837 hektar, Negeri Batin 825 hektar, Negeri Besar 1.596 hektar, Gunung Labuhan 393 hektar dan Rebang Tangkas 1.920 hektar. (rnn/ung)

Organisasi Wartawan

10 Oktober, Konfercab PWI BANDARLAMPUNG - PWI Cabang Lampung diagendakan menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) pada 10 Oktober mendatang. Dalam Konfercab itu akan membahas beberapa program, diantaranya evaluasi terhadap program kerja lima tahun terhadap pengurus lama, kemudian memberikan rekomendasi kepada pengurus baru, apa saja yang akan diprogramkan oleh pengurus baru dan yang terpenting adanya perubahan terhadap kepengurusan PWI Cabang Lampung periode 2011-2016. Konfercab kali ini juga sedikit mengalami perubahan terhadap mekanisme untuk pemilihan ketua baru. Karena pada Konfercab ini, starring comitte (SC) membuat peraturan yang berbeda dibandingkan dengan Konfercab tahun sebelumnya. Hal ini dilakukan agar pada Konfercab ini tampak lebih serius dan tidak terkesan main-main. Demikian diungkapkan oleh Sekretaris SC, Ahmad Novriwan didampingi Ariansyah dalam konfrensi pers yang digelar di kantor PWI Cabang Lampung, kemarin.

”Bagi setiap bakal calon ketua, diwajibkan untuk mendaftarkan diri dengan mengisi formulir, membuat pernyataan tidak akan mengundurkan diri dari pencalonan dan mendapatkan dukungan sebanyak 20 persen dari seluruh jumlah anggota biasa yang mempunyai hak pilih. Ini dibuktikan dengan surat dukungan dan photocopy KTA PWI,” jelasnya. Menurut Novriwan, kepengurusan PWI Lampung masa bhakti 2007-2011 berakhir pada tanggal 5 September 2011, untuk itu perlu diadakan konfercab untuk menjalankan amanat PD/ PRT PWI. Sesuai dengan amanat Peraturan Dasar PWI Bab V Pasal 23 Ayat (1) poin (a) dan PRT PWI Bab VII Pasal 34 Ayat (1), yang mewajibkan pengurus cabang untuk menyelenggarakan konfercab 5 (lima) tahun sekali (Hasil Kongres XXII PWI tahun 2009 di Banda Aceh. Pada konfercab yang nanti akan menetapkan prgram kerja PWI Cabang Lampung periode 2011-

2016, memilih pengurs dan ketua seksi cabang periode 2011-2016. Memilih Ketua (Dewan Kehormatan Daerah) DKD periode 20112016. Dan menetapkan Tim Formatur (PD PWI Pasal 23 Ayat (4) da PRT PWI Pasal 34 Ayat (1). Untuk peserta, tambah Novriwan, seluruh anggota PWI yang berstatus anggota biasa PWI Cabang Lampung dan peninjau yang terdiri dari anggota muda, DKD dan anggota luar biasa PWI Lampung. Sementara menurut Ariansyah, perubahan peraturan ini bertujuan untuk meningkatkan mutu dan kwalitas hasil konfercab yang akan datang. Jadi tidak ada maksud untuk membatasi dan menghalangi siapapun yang ingin menjadi ketua PWI. ”Silakan saja siapapun mendaftarkan diri sebagai calon ketua. Ini terbuka bagi semua, kita hanya membuat aturan untuk menuju PWI lebih baik lagi dan profesional. Mengenai verifikasi calon, panitia pengarah akan membuka pendaftaran H-3 sebelum pemilihan,” pungkasnya. (rnn/ung)

Istri Almarhum Briptu M. Yunus, salah satu personel Sabhara Polres Tulangbawang, tak sadarkan diri di ruang perawatan RSUD Menggala usai melihat suaminya gugur ketika berusaha menangkap pelaku curanmor. FOTO RNN

Peternak Keluhkan Penyakit Sapi Distanakan Waykanan Diminta Turun Tangan BLAMBANGAN UMPU – Para petani di Kampung Umpu Bhakti dan sekitarnya, kesulitan mendapatkan rumput untuk pakan ternak. Selain itu, mereka pun mengeluhkan penyakit yang dialami hewan peliharaannya. Sebab jika tidak diatasi segera, dapat mengancam kematian bagi ternak. ”Entah penyakit apa yang menimpa sapi saya. Sudah ada tiga ekor sapi milik saya yang mati. Karena prosesnya sangat cepat, sehingga kami menduga sapi itu mati kena sakit antrak,” ujar Tumirin, warga Kampung Umpu Bhakti, Kecamatan Blambangan Umpu, kemarin. Tumirin mengaku, penyakit yang menimpa ternak sapinya itu

memang sering datang pada musim kemarau. Akibat kematian tiga ekor sapinya itu, Tumirin menderita kerugian puluhan juta rupiah. Oleh sebab itu, ia berharap agar Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Waykanan, untuk turun ke lapangan melakukan pemeriksanaan sekaligus penanganan terhadap sapi, agar penyakit tersebut tidak semakin meluas. ”Kami ini hanya berdasarkan naluri dan pengalaman saja, yang lebih mengerti tentunya pemerintah dalam hal ini Subdin Peternakan Kabupaten Waykanan. Untuk itu, kami mohon mereka segera menerjunkan tim untuk turun ke lapangan,” tambah Tumirin.

Di tempat terpisah, Kasi Kesehatan Hewan Distanakan Waykanan, Anik Eko Budianti, S.K.H. saat dikonfirmasi menyatakan, bahwa pihaknya sama sekali belum mendapatkan laporan tentang permasalahan penyakit yang dikatakan peternak di Kampung Umpu Bahkti. ”Penyakit antrak bukan penyakit yang dapat dibuat mainmain, dan memiliki gejala tersendiri. Karena kami belum melihat serta terjun ke lapangan, sehingga kami tidak dapat menentukan apa penyakit sapi tersebut. Untuk itu, kami akan segera melakukan peninjauan ke sana,” ungkapnya. Lebih jauh Eko menerangkan, untuk sementara ia memper-

kirakan penyakit yang diderita oleh sapi petani tersebut tidak lebih dari penyakit biasa yang diakibatkan oleh kurangnya pasokan makanan pada ternak. Karena ciri-ciri penyakit antrak antara lain mengeluarkan cairan seperti lendir dari hidung. ”Apapun penyakit yang diderita sapi, kami akan melakukan peninjauan ke sana,” janjinya. Kemarau panjang yang mendera Waykanan benar-benar telah membuat susah para petani dan peternak. Akibat kejadian itu, salah seorang warga Kampung Sidoharjo meninggal dunia terjerumus ke dalam lubuk saat akan mengambil pakan ternak di seberangan Way Umpu pada pekan lalu. (sah)

KONI Lampung Tunggu Jawaban Mendagri BANDARLAMPUNG - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung masih menunggu jawaban dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi, terkait dengan surat permohonan pengunduran waktu agar Ketua Umum KONI Lampung Sjachroedin ZP dapat diperpanjang kepemimpinannya sampai dengan selesai Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2012 mendatang. ”Kami masih menunggu surat balasan dari mendagri terkait surat permohonan kami. Namun agar lebih cepat mendapatkan keputusan, rencananya pada Kamis (22/ 9) ini kami akan mendatangi pihak mendagri untuk menanyakan

prihal jawaban atas surat kami tersebut,” jelas Sekretaris Umum KONI Lampung Syahrudin DEM, saat ditemui di Sekretariat KONI Lampung, kemarin. Dikatakannya, kondisi seperti ini harus cepat mendapatkan jawaban. Karena bila dibiarkan berlarut-larut, dikhawatirkan dapat mengganggu pembinaaan olahraga di Lampung. Terlebih saat ini sedang dalam persiapan menuju PON. Yang jelas, KONI Lampung sangat berharap surat permohonan tersebut dapat dikabulkan oleh Mendagri. Akan tetapi, imbuhnya, jika pihak mendagri tidak juga mengabulkan permohonan tersebut,

dengan terpaksa Pemerintah Provinsi Lampung harus menunjuk seseorang agar dapat dijadikan sebagai pejabat sementara (pjs) ketua KONI Lampung. ”Untuk di Lampung, hampir semua kepala daerahnya menjabat sebagai ketua KONI, dan hanya Bandarlampung saja yang berasal dari swasta. Untuk itu, kami juga meminta kepada Mendagri untuk bersabar dan bisa mengabulkan permohonan kami agar ketua KONI tetap di jabat oleh gubernur Lampung, sampai dengan selesai PON,” ujarnya. Sebelumnya, Asisten III Pemprov Lampung Rellyani mengungkapkan, Pemprov masih me-

nunggu hasil dari peninjauan ulang dari KONI Pusat terkait UndangUndang Keolahragaan yang melarang perangkapan jabatan oleh pejabat pemerintahan dan KONI. ”Kami masih menunggu hasil dari peninjauan ulang, oleh KONI Pusat tetang Undang-undang keolahragaa. Apapun hasilnya akan kami terima,” tegasnya. Rellyani juga menambahkan, bila memang keputusan undangundang sudah tidak bisa ditawar lagi, maka Lampung akan siap mengikuti undang-undang tersebut dengan cara mematuhinya, dengan mendukung kemunduran Gubernur Sjachroedin ZP sebagai Ketua KONI Lampung saat ini. (rnn/ung)

CMYK

RADAR KOTABUMI  

Edisi Selasa, 20 September 2011

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you