Page 18

PENDAPA

18

RADAR JOGJA

Jumat Pahing 21 Oktober 2011

M E T R O P O L I S

Minim, Kesadaran Terapkan Go Green JOGJA - Gerakan sadar lingkungan mulai dirasakan urgensinya. Namun praktik go green belum sepenuhnya diikuti banyak perusahaan. Hal tersebut ditegaskan oleh staf pengajar jurusan manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB), Dr Fahmi Radhi MBA dalam seminar green productivity di Gedung Diploma FEB UGM, kemarin (20/10). “Ada tiga hal yang memotivasi beberapa perusahaan melaksanakan go green,” kata Fahmi. Motivasi untuk go green tersebut adalah karena kesadaran sendiri dari perusahaan dalam melakukan berbagai aktivitas ramah lingkungan. Berikutnya, perusahaan melaksanakan regulasi yang sudah

dibuat, dan terakhir adalah perusahaan menerapkan go green sebagai salah satu keunggulan daya saing perusahaan. “Gerakan sadar lingkungan dirasakan penting. Ini perlu dilakukan secara terus-menerus untuk mengurangi dampak pemanasan dan perubahan iklim global,” tegas Fahmi. Dalam seminar tersebut hadir pula Kepala Disnakertrans DIJ Drs Untung Suharyadi MM dan perwakilan Yayasan Pengembangan Industri Kerajinan Rakyat Indonesia (Apikri) Amir Panzuri. Untung Suharyadi menegaskan, Balai Besar Peningkatan Produktivitas (BBPP) Kemnakertrans tengah menerapkan isu go green tidak

HERU PRATOMO/ RADAR JOGJA

KAMPANYE: Kesadaran perusahaan untuk go green terus digalakkan oleh bebagai pihak, karena untuk melestarikan bumi yang ditempati manusia.

hanya untuk perusahaan, namun juga di kalangan masyarakat untuk mendorong penciptaan lapangan kerja baru. “Kita tengah merintis desa produktif berwawasan ramah lingkungan,” imbuhnya. Dia meneruskan, dalam menerapkan isu go green di komunitas masyarakat, berkaitan dengan pengetahuan dan teknologi. Dia mencontohkan, beberapa kegiatan yang sudah dilakukan di DIJ, seperti pemanfaatan biogas dari limbah kotoran sapi, pengolahan gedebog atau batang tanaman pisang menjadi produk kerajinan yang unik dan berkualitas. “Penerapan green produktivituy

membutuhkan skill yang tinggi dan diperlukan SDM lebih dari satu orang. Sehingga, kita bisa mengurangi jumlah pengangguran di desa,” paparnya. Sementara, Pengurus Yayasan Pengembangan Industri Kerajinan Rakyat Indonesia (Apikri), Amir Panzuri mengatakan Apikri yang berdiri sejak 1987 silam fokus pada pengembangan pemberdayaan masyarakat khususnya usaha mikro, kecil dan menengah. Salah satu yang dikembangkan adalah produk kerajian perak, batik dan tekstil, serat alam, kayu dam bambu, dan keramik. “Semuanya berupa hasil eksplorasi etnik dan ekplorasi keratif untuk menjawab kebutuhan pasar,” katanya. (c10)

BOSHE VVIP CLUB

Hadirkan ”Play Favorites”

Siapkan Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera

JOGJA - What’s Up Boshe!!! Malam nanti (21/10), Boshe VVIP Club kembali menghadirkan DJ yang nama dan keberadaannya di dunia disdjocky sudah tak asing lagi, yaitu DJ RIRI MESTIKA. DJ yang benaung di bawah label Spinach Records ini bukan pertamakalinya melakukan perform dan menghibur para clubbers dalam event bertajuk “Play Favorites”. Sesuai genre yang diusungnya, malam nanti DJ Riri Mestica akan menghentak lantai dansa dengan permainan house music yang selalu membangkitkan crowd. Menurut Lova selaku Marketing Promotion Event, selain DJ Riri Mestika malam nanti juga akan perform Resident DJ, seperti DJ Stevanie dan DJ Juno. Tak ketinggalan The Level Band juga akan menghibur para clubbers, serta MC Hajimme serta VJ Filliphoz. Bagi para clubbers yang hadir, Boshe akan memberikan free entry and free drink for ladies, 20% off for all regular and premium bottle before midnite. Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi 0274 – 543477. (bik/man)

JOGJA - Mulai 2012 mendatang, pemerintah menyiapkan Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera di 33 propinsi. Keberadaan pusat pelayanan keluarga sejahtera tersebut akan menjadi tempat berbagai pelayanan pada masyarakat. Baik itu pelayanan konseling rumah tangga, perkawinan, remaja, hingga kesehatan reproduksi dan seksual. Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Sugiri Syarief menegaskan, adanya pusat pelayanan tersebut, keluarga di Indonesia akan semakin harmonis dan sejahtera. Sebagai ujicoba keberadaan pusat pelayanan keluarga sejahtera tersebut, baru dibatasi di setiap propinsi. Begitu ujicoba berhasil, akan dikembangkan hingga ke tingkat kabupaten dan kecamatan. “Selain membangun pusat pelayanan keluarga, dan klinik, kami akan meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan seperti dokter dan bidan dengan melakukan pelatihan. Tahun ini, lebih dari 35 ribu bidan dan 10 ribu dokter telah mendapatkan pelatihan melalui jaringan nasional kesehatan reproduksi,” kata Sugiri usai membuka The 6th Asia Pacific Conference on Reproductive and Sexual Health and Rights (APCSRHR) di Grha Sabha Pramana (GSP) UGM, kemarin (20/10). Ditegaskan Sugiri, pemerintah serius dan siap melakukan langkah nyata dalam melindungi dan memenuhi hak warga negara. Seperti membebaskan dari diskriminasi agama dan kepercayaan, etnis, warna kulit, status sosial ekonomi serta identitas maupun orientasi seksual. Sebelumnya, ketua panitia APCSRHR Prof Dr Muhadjir Darwin MPA menegaskan lewat konferensi ini menghasilkan sebuah deklarasi bersama yang tidak hanya menjadi pemikiran, melainkan tindakan nyata bagi seluruh pemangku kebijakan di Asia Pasifik dalam upaya memenuhi dan menghormati hak kesehatan reproduksi dan seksual masyarakat. (mar)

AGENDA

RS ”JIH” Gelar Seminar Kanker Serviks SLEMAN - Kanker merupakan penyakit penyebab kematian kedua setelah penyakit jantung. Kanker adalah pertumbuhan dan perkembangan sel yang abnormal, tidak terkontrol dan tidak berbentuk. Penyakit ini dapat menyerang berbagai macam anggota tubuh misalnya kulit, payudara, usus atau leher rahim. Kanker serviks merupakan salah satu diantara penyakit yang sering dialami kaum wanita. Kanker serviks atau kanker leher rahim adalah kanker yang tumbuh di daerah leher rahim (cervix/ serviks), yaitu suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang terletak diantara vagina dan rahim Sebagai wujud kepedulian terhadap wanita dan mendukung gerakan kampanye memerangi kanker serviks, Rumah Sakit “JIH” akan menyelenggarakan seminar women care dengan mengusung tema “Sadari Sejak Dini Kanker Serviks”. Acara ini akan digelar besok Sabtu (29/10) di Auditorium lantai 5 Rumah Sakit “JIH” jalan Ringroad Utara No 160, Condongcatur, Depok, Sleman. Adapun narsumber yang hadir adalah Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (OBSGYN) Rumah Sakit “JIH” dr Enny Setyowati Pamuji SpOG. ”Bagi yang berminat ikut mengikuti acara ini, silahkan bisa menghubungi panitia di RS “JIH”,” kata Manager Humas dan Pemasaran RS “JIH” Amal Fadholah Msi Apt. (sam)

KREATIF

Ciptakan Mesin Penyerut Tusuk Sate JOGJA - Sekelompok mahasiswa Jurusan Teknik Mesin UNY melakukan inovasi baru. Kali ini, lima mahasiswa Teknik Mesin UNY yaitu Ali Nugroho, Agung Bastiawan, Agus Irawan, Tegar, dan Yusuf menciptakan mesin penyerut tusuk sate. Mesin tersebut merupakan hasil rancangan modifikasi dari mesin penyerut sangkar burung. Salah satu tim ini, Ali Nugroho mengatakan ide ini berawal dari tugas akhir yang mereka harus mereka kerjakan. Kebetulan, di bawah bimbingan Dosen Pendidikan Teknik Mesin Slamet KaryonoMT, mereka melihat pengrajin tusuk sate yang kebanyakan industrinya berskala kecil atau industri rumah tangga, saat menyerut bamboo selalu menggunakan pisau atau secara konvensional. “Cara itu sangat lama dan riskan. Mereka tidak melindungi jari, atau kadang hanya melilitkan kain untuk mencegah tersayat saat penyerutan,” kata Ali, kemarin. Cara-cara seperti itu memakan waktu untuk produksi, di samping kurangnya perhatian terhadap keselamatan. Kekurangan lain adalah ukuran diameter tusuk sate yang dibuat tidak bisa seragam. “Dari situlah, pertimbangan itu muncul dan kami mencoba mengembangkan sebuah mesin penyerut tusuk sate semi otomatis” imbuh Agung Bastiawan. Agus menggambarkan proses pembuatannya. Kelompok ini membagi job description masing-masing agar supaya lebih efektif dan efisien. Ali dan Agung bertugas untuk pembuatan rangka dan fabrikasi, Agus Irawan bertanggung jawab untuk penciptaan design dan perancangan, sedangkan Tegar dan Yusuf mengurusi permesinan. “Setelah diadakan serangkaian ujicoba, kesimpulannya bahwa alat ciptaan tersebut mampu menyerut 20 tusuk per 2menit 30 detik atau bisa dikatakan 480 tusuk per jam,” papar Agus. Sedangkan Tegar mengungkapkan, langkah pengoperasian mesin penyerut tusuk sate semi otmatis tersebut dengan memasukkan bambu berukuran 4 x 4 x 300 milimeter dengan ujung yang di raut terlebih dahulu. Tujuannya, untuk mempermudah pengepasan dan penjepitan bambu saat pencekam dengan jumlah 20 batang tusuk. Berikutnya, saat menekan tombol ON, di mana motor yang menggerakan poros utama bersama penyerut. (c7)

DANESWARA/ RADAR JOGJA

BERHASIL : Kartu kimia stoikiometri dari kertas limbah kardus berhasil diujicobakan di SMAN 4 Jogja.

Kartu Kimia dari Limbah Kardus Alat Bantu Metode Teams Game Tournament JOGJA - Mata pelajaran kimia seringkali dianggap mata pelajaran yang sulit bagi peserta didik. Akibatnya, banyak siswa yang tidak berhasil dalam belajar kimia. Anggapan yang berkembang, mata pelajaran MIPA terutama kimia menjadi momok bagi siswa. Padahal, salah satu metode pembelajaran yang efektif yang bisa digunakan dalam kegiatan belajar-mengajar agar peserta aktif dan tidak merasa bosan sudah ada. Yaitu menggunakan metode Teams Game Tournament (TGT), sebagai salah satu metode pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan. Metode ini melibatkan seluruh peserta didik tanpa harus ada perbedaan status, menumbuhkan tanggung jawab, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya, dan mengandung unsur permainan dan reinforcement. Dalam penerapannya, metode tersebut membutuhkan pembelajaran lebih efektif jika dilengkapi media pembelajaran. Karena itu, Mahasiswa Fakultas MIPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yaitu Sulis Setyowati dan Erni Widiyastutik dari Prodi Pendidikan

Kimia dan Ria Nurindah dari Prodi Pendidikan IPA membuat kartu kimia untuk membantu kegiatan belajarmengajar kimia. Umumnya, kartu kimia dibuat menggunakan kertas atau menggunakan bahan plastik yang telah dibuat pabrik. “Kartu buatan pabrik biasanya menggunakan teknik cetak yang tentunya akan membuat harga produksinya lebih tinggi dan akhirnya dijual dengan harga mahal pula,” kata Sulis Setyowati, kemarin (20/10). Sulis menegaskan bersama teman-temannya, dia membuat media pembelajaran sederhana dan murah yang dibuat dari bahan bekas atau sisa pakai yang ada di lingkungan. Yakni limbah kardus. Pilihan limbah kardus dalam pembuatan media pembelajaran, selain membantu pengurangan limbah kertas juga meringankan biaya pendidikan serta berperan menjaga kelestarian lingkungan dengan memanfaatkan barang bekas. “Kami membuat kartu kimia dari limbah kardus bekas ini untuk materi pelajaran stoikiometri karena materi ini menurut siswa cukup menjenuhkan” ungkap Sulis. Erni Widiyastutik menambahkan, pembelajaran yang hanya satu arah akan menjadikan peserta didik lebih

SHOW

cepat bosan dalam mempelajarinya. Untuk menerapkan metode pembelajaran Teams Game Tournament, yang dilengkapi kartu kimia, diharapkan mampu meningkatkan motivasi dan prestasi peserta didik dalam proses pembelajaran. “Membuat kartu kimia tersebut adalah mempersiapkan bahan dan alatnya yang terdiri dari limbah kardus, lem, gunting, spidol, plastik, dan penggaris. Kemudian melakukan desain kartu stoikiometri lalu dicetak berbentuk kartu kimia berdasarkan teori yang biasa diajarkan di SMA,’ katanya. Berikutnya, tahap akhir adalah mengkonsultasikan kartu kimia stoikiometri kepada dosen pembimbing. Guru Sekolah Menengah Atas (SMA) akan memberikan masukan dan revisi hingga layak digunakan di institusi pendidikan sebagai media pembelajaran kimia, sehingga proses pembelajaran lebih efektif. “Kartu kimia ini telah diujicobakan di SMAN 4 Jogja dengan hasil baik. Awalnya, siswa agak kebingungan namun lama kelamaan siswa menanggapi dengan positif,” katanya. Akibat dari kreatifitas tersebut, tim ini berhasil memperoleh dana Dikti dalam Program Kreatifitas Mahasiswa bidang Penelitian tahun 2011. (c7)

SELEBRITI

Sedih Putus Cinta JAKARTA – Presenter Jessica Iskandar putus cinta. Karena itu, kemarin (20/10), saat memandu Dahsyat, Jessica mengenakan kacamata hitam. Padahal, biasanya penampilannya selalu segar dan fresh, tanpa kacamata hitam tentunya. Kabar putus cinta tersebut dilontarkan teman host-nya di Dahsyat, yaitu Raffi Ahmad, Olga Syahputra, dan Ayu Dewi. Tiga temannya dengan terangterangan menggoda perempuan berkulit putih itu saat on air. Kacamata hitam yang menghiasi wajah cantik Jessica ternyata digunakan untuk menutupi matanya yang sembap air mata. Saat ditanya apakah benar dia diputus oleh sang pacar, dengan lemas dia membenarkan. ’’Ya, gitu deh. Aku nggak bisa ngomong apa-apa sekarang,’’ katanya sendu. Dia memang tidak mau menjelaskan kapan pastinya kejadian itu dan apa penyebabnya. Pelantun lagu Surat Cinta tersebut masih terlihat bingung. ’’Sedih sih, tapi ya, sudahlah,’’ lanjutnya pasrah.

Terlindungi dengan Moge

FEDRIK TARIGAN/JAWA POS

CEPAT BERLALU: Jessica Iskandar dan kekasihnya masih akur saat konser Westlife 5 Oktober. Kini, semuanya tinggal kenangan.

Kabar kandasnya hubungan cinta Jessica cukup mengejutkan. Sebab, awal bulan ini mereka masih terlihat mesra saat nonton konser Westlife. Saat meninggalkan venue, mereka bergandengan tangan. Ketika forografer mengambil gambar, Jessica tersenyum-senyum malu. Oleh sesama host Dahsyat, dia di-

beri semangat agar tidak terlalu larut dalam kesedihan. Mereka meminta Jessica agar tetap ceria. ’’Olga bilang, udah nggak usah dipikirin,’’ ucapnya yang menirukan Olga. Dia juga akan berfokus menjalani hari-harinya lebih baik. Meski sedih, hal itu tidak akan membuatnya ingkar dengan pekerjaan. (jan/c7/ayi)

JAKARTA - Luna Maya sekarang asyik melakoni hobi barunya. Pacar Ariel Peterpan itu suka naik motor gede (moge). Beberapa kali dia melakukan perjalanan luar kota dengan moge. Alih-alih merasa takut dengan citra klub motor yang terkesan urakan, dia justru merasa terlindungi. ’’Nggak (merasa takut) tuh. Saya malah merasa terlindungi. Saya baik-baik saja kok,’’ katanya ketika ditemui di Plaza Indonesia Selasa lalu (18/10). Perempuan yang pernah tersandung kasus video porno itu mulai belajar motor sejak kelas 3 SD. Jadi, dia sedikit banyak sudah tahu tentang motor. Beberapa waktu lalu Luna melakukan perjalanan dari Jakarta ke Bandung. Bulan depan dia akan melakukan perjalanan dari Jogjakarta ke Surabaya. ’’Lelah sih lelah, ya, tapi enjoy kok,’’ ucapnya. Ketika ditanya alasannya menyukai moge, Luna menjawab bahwa dia ingin menjadi laki-laki. ’’Capek jadi perempuan,’’ lanjutnya lantas tertawa. Hobi yang berhubungan dengan motor ini makin terealisasi karena dia sedang terlibat sebuah proyek. Apalagi, kegiatan on air tidak seketat dulu. (jpnn)

Radar Jogja 21 Oktober 2011  

Koran PIlihan Masyarakat Jogja

Radar Jogja 21 Oktober 2011  

Koran PIlihan Masyarakat Jogja

Advertisement