Page 14

SLEMAN

14

RADAR JOGJA

Jumat Pahing 21 Oktober 2011

M E T R O P O L I S

TNI Aktif Dorong KB Tlogoadi Resmi Desa Nyaman Anak

SYAIFUL HERMAWAN/RADAR JOGJA

NYAMAN: Siswa Taman Kanak-Kanak Puspitasari di Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman unjuk kebolehan saat serah terima gedung sekolah tersebut kemarin (20/10).

Fokus Kelangsungan Pendidikan Anak-Anak Petrokimia Serahkan Gedung TK Puspitasari CANGKRINGAN - Para siswa Taman Kanak-Kanak Puspitasari di Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, punya gedung baru. Mereka dapat kembali bersekolah di dalam gedung setelah sekian lama menimba ilmu di sekolah darurat yang ada di shelter. Sekolah tersebut merupakan bantuan dari PT Petrokimia Gresik. Serah terima dilaksanakan kemarin (10/10) dari manajemen PT Petrokimia Gresik kepada pengurus Yayasan TK Puspitasari. Gedung baru ini sebagai pengganti gedung lama yang ambruk dan tertimbun abu vulanik erupsi Merapi. TK ini memiliki 53 murid dan empat guru. Ketua Serikat Karyawan Petrokimia Gresik (SKPG) Pinto mengatakan erupsi Merapi akhir 2010 lalu telah memporandakan wilayah Cangkringan dan sekitarnya. Termasuk bangunan sekolah. Berpijak dari kenyataan tersebut, perlu dibangun gedung sekolah untuk mendukung lancarnya pendidikan. ”Kami fokuskan pada pendidikan anak-anak Glagaharjo agar tetap berlangsung,” jelasnya. Dana pembangunan sekolah tersebut berasal dari sumbangan sukarela yang dihimpun melalui

AMANAH: Penyerahan kunci Gedung TK Puspitasari.

dua organisasi serikat karyawan. Selain SKPG, dana dikumpulkan oleh anggota Persatuan Istri Karyawan Petrokimia Gresik (PIKPG). ”Pembangunan gedung TK Puspitasari ini berdiri di atas lahan tanah milik Desa Glagaharjo. Pembangunan dimulai Mei sampai akhir September 2011. Biayanya totalnya sebesar Rp 310.581.000,” terang Pinto kepada Radar Jogja. Serah terima juga ditandai penanam pohon oleh Ketua PIKPG Sakhiyah. Biaya tersebut dimanfaatkan untuk membangun tiga ruang kelas, satu kantor, dan dua kamar mandi. Ada pula pembuatan garasi, tandon air, pemasangan paving seluas 406

meter persegi, dan papan permaiman seluncur. ”Kita juga ada pemasangan listrik berdaya 900 watt beserta instalasinya,” ujarnya. Pembangunan gedung sekolah tersebut merupakan sasaran dari program corporate social responsibility (CSR) PT Petrokimia Gresik di bidang pendidikan. Program yang mencakup empat bidang ini diadakan setiap tahun. Manager Humas PT Petrokimia Gresik Wahyudi mengatakan empat bidang yang dilakukan dalam program CSR tersebut meliputi bidang sosial, pendidikan, keagamaan, dan ekonomi. ”Dalam bidang pendidikan, kali ini kami wujudkan

dalam bentuk bantuan gedung TK Puspitasari ini. Semoga mampu dimanfaatkan untuk pendidikan anak-anak Glagaharjo,” ujarnya. Target program CSR perusahannya, tambah Wahyudi, yang utama yakni pemberdayaan masyarakat pedesaan. Daerah yang mengalami bencana mendapat prioritas. ”Apalagi di sini kawasan bencana erupsi Merapi. Kami tidak akan menutup mata, pasti akan membantu,” terangnya. Kepala Sekolah TK Puspitasari Nariyani menyambut antusias bantuan pembangunan gedung baru ini. ”Kami selaku warga Glagaharjo dan para siswa bisa lebih giat belajar lagi di gedung TK baru ini. Sebelumnya anak-anak belajar di shelter-shelter umum yang minim fasilitas,” ungkapnya. Menurut Nariyani, tidak semua dari 53 murid yang ada berasal dari Glagaharjo atau Sleman. Sekolah juga tidak menutup pintu bagi siswa asal Klaten, Jawa Tengah. Komite Sekolah TK Puspitasari Tugiman berpesan gedung baru ini dimanfaatkan maksimal. Sebab, guru dan murid lebih nyaman. ”Semoga kerja sama antara kami selaku Komite Sekolah, para guru, pengurus yayasan TK, dan karyawan PT Petrokimia ini tidak terputus. Bisa semakin erat ke depan. Mungkin bisa diadakan kegiatan lain di sekolah ini,” ujarnya. (c11)

SEMBADA

Pasokan Air PDAM Sempat Terganggu SLEMAN - Penyaluran air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sleman sempat terganggu kemarin (20/10). Ribuan pelanggan di Desa Nogotirto, Gamping, Sleman, tidak memperoleh pasokan air dengan maksimal. Kondisi ini dipicu pemadaman listrik yang terjadi di kawasan Nogotirto. Terputusnya aliran listrik menyebabkan pasokan air itu tidak dapat dialirkan mulai pukul 09.00 hingga 16.00. ”Pemadaman itu disampaikan dari PLN ke PDAM melalui surat No 094/014/UPJ-Sdy/2011,” kata Kepala Bagian Humas PDAM Sleman Sumarwan Rabu (19/10). PDAM Cabang Nogotirto belum memiliki genset. Akibatnya, ketika terjadi pemadaman listrik otomatis pelayanan ke pelanggan terganggu. ”Produksi PDAM Cabang Nogotirto sangat tergantung aliran listik dari PLN,” ujarnya. Kepala Humas PLN DIJ Refi Sangi membenarkan adanya pemadaman listrik di kawasan Nogotirto Kamis kemarin. Pemadaman dilakukan mengingat ada pengerjaan teknis meliputi pemotongan jumper. ”Namun, pemadaman untuk pekerjaan itu hanya membutuhkan waktu sekitar 10 sampai 15 menit saja. Tidak ada permasalahan serius,” katanya. Ketua Kamar Dagang dan Industri Sleman Sutapa mengatakan pemerintah seharusnya bisa mengupayakan aliran air ke penduduk tidak terganggu. Sebab, air merupakan kebutuhan pokok sehari-sehari, baik rumah tangga dan industri. ”Mungkin bisa disewakan genset sehingga pasokan air tetap terlayani. Atau, bagaimana agar pasokan air ini tetap jalan,” ujarnya. Jumlah industri kecil atau usaha mikro, kecil, dan menengah di Sleman mencapai lebih sepuluh ribu unit. Sebagian dari usaha itu tentu membutuhkan pasokan air dari PDAM Sleman. ”Dari sisi pemerintah mungkin tak masalah. Tapi dari sisi pelaku usaha swasta ini sebuah kerugian,” tegas Sutapa. (yog)

SYAIFUL HERMAWAN/RADAR JOGJA

CANGGIH: Profesor Josaphat Tetuko Sri Sumantyo Phd asal Jepang menerangkan radar mini saat ceramah ilmiah di AAU Jogjakarta kemarin (20/10).

Kembangkan Radar Mini BERBAH - Permuknaan bumi dapat dideteksi. Tak hanya benda-benda besar, benda sebesar molekul maupun air pun dapat dideteksi. Deteksi bisa dilakukan menggunakan radar mini ciptaan Profesor Josaphat Tetuko Sri Sumantyo Phd dari Jepang. ”Radar mini tersebut cukup ditempelkan pada pesawat tanpa awak. Radar mini ini akan mudah mengetahui benda apa saja yang ada di permukaan bumi, termasuk benda logam,” jelas Josaphat dalam paparannya dalam ceramah ilmiah

di AAU Jogjakarta kemarin (20/10). Salah satu radar mini ciptaan Josaphat diberi nama Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Radar ini dikembangkan untuk melihat kerak bumi. ”Jadi tak masalah untuk mengetahui tank, manusia, bahkan air sekali pun denga radar mini ini. Bahkan, kerak bumi ikut bergeser setiap tahunnya enam centimeter juga terdeteksi,” ujar profesor dari Chiba University tersebut. Radar mini tersebut diciptakan di Laboratorium Josaphat

Microwave Remote Sensory Laboratory (JMRSL). Radar ini terdiri Circularly Polarized Synthetic Aperture Radar (CP SAR), CP-SAR Onboard Unmanned Aerial Vehicle (CP-SAR UAV), CP-SAR Microsatellite Mission, SAR Image Processing Old Maps and CEReS Gai. P ro f e s o r y a n g l a h i r d i Bandung itu mengaku tertarik menyebarkan ilmunya tentang radar kepada AAU. ”Pasti (AAU) memiliki kapasitas pengetahuan tentang radar dalam penerbangan,” ujarnya. (c11)

MLATI - Tentara Nasional Indonesia (TNI) ternyata tak hanya berperan dalam menjaga kedaulatan negera. TNI juga terlibat dalam pelaksanaan Keluarga Berencana (KB). Itu tercermin dari pelaksanaan bakti kesehatan yang diadakan TNI, khususnya Kodim 0732/ Sleman, di Desa Tlogoadi, Mlati, Sleman. Kegiatan kali ini difokuskan pada kesehatan KB. Pelaksanaan KB dilaksanakan di Puskesmas II Mlati. Layanan yang diberikan yakni KB model Intra Uterine Device (IUD), implan, Metoda Operasi Wanita (MOW/tubektomi), dan Metoda Operasi Pria (MOP/vasektomi). Ada pula pelayanan kesehatan bagi keluarga miskin. Selain itu, dilaksanakan gelar Bina Keluarga Sejahtera (BKS) di Dusun Gandekan. Kegiatan ini meliputi Bina Keluarga Balita dan Pendidikan Anak Usia Dini (BKB-PAUD), Bina Keluarga Remaja dan Kesehatan Reproduksi Remaja (BKR-KRR), Bina Keluarga Lansia (BKL), dan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) Ketua Tim Asistensi Pelaksanaan Kegiatan Bhakti Sosial TNI KB Kesehatan Terpadu Korem 072 Pamungkas Suripto mengatakan terdapat 12 anggota tim penilai yang bertugas mengecek kegiatan yang dilakukan di Mlati ini. Nilai yang diperoleh bakal diadu dengan nilai kegiatan serupa di kabupatan lain dan kota di DIJ. ”Harapannya mampu mendapat hasil yang memuaskan. Nanti dilihat siapa yang berhak menuju ke tingkat yang lebih atas lagi di antara lima kabupaten dan kota di Provinsi DIJ,” ujarnya. Wabup Sleman Yuni Satia Rahayu yang hadir, mengaku menyambut baik bakti TNI tersebut. Menurutnya, pelaksanaan kegiatan ini merupakan momen tepat untuk memantau, mengevaluasi, dan memotivasi masyarakat untuk melaksanakan pola hidup bersih dan sehat. Selain itu, kegiatan ini merupakan sarana menjaga keharmonisan hubungan dan komunikasi antara jajaran TNI dengan masyarakat. ”Diharapkan dengan adanya dukungan dan bantuan dari TNI, maka pelaksanaan program KB dan kesehatan di Sleman dapat direalisasikan,” jelasnya.

Sleman Kian Padat Berdasar sensus sementara tahun 2010, jumlah penduduk Sleman menembus angka 1 juta jiwa. Jumlah Penduduk 1.090.567 jiwa Jenis Kelamin Laki-laki

545.980 jiwa

Perempuan

544.587 jiwa

Laju Pertumbuhan Mencapai 1,92 persen Tingkat Kepadatan Penduduk 1.897 jiwa per kilometer persegi

Jumlah penduduk Sleman berdasar sensus sementara tahun 2010 tercatat 1.090.567 jiwa. Rinciannya, 545.980 laki-laki dan 544.587 perempuan. Laju pertumbuhan penduduk mencapai 1,92 persen. Laju pertumbuhan itu lebih tinggi dibanding periode tahun 1990-2000 yang sebesar 1,45 persen. Sedangkan tingkat kepadatan penduduk sebesar 1.897 jiwa per kilometer persegi. Berdasarkan data itu, laju pertumbuhan penduduk harus dikendalikan. Salah satunya dengan menjalankan program KB. Terlebih, pemerintah pusat mencanangkan pertumbuhan penduduk yang seimbang pada tahun 2015. Untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk dan mengatasi masalah kemiskinan, upaya yang dilakukan bukan hanya sebatas pada pembatasan jumlah kelahiran. Langkah penting lainnya mencakup upaya peningkatan kesejahteraan keluarga. ”Terlebih dari program KB adalah upaya mewujudkan kesejahteraan keluarga, orang tua dan anak,” jelasnya. Dalam kesempatan itu Yuni mencanangkan Desa Tlogoadi sebagai Desa Ramah Anak. Ini ditandai dengan papan nama bertuliskan ”Tlogoadi Menuju Desa Rumah Anak”. ”Oleh karena itu, saya memberikan apresiasi dengan dicanangkannya Desa Tlogoadi ini sebagai Desa Layak Anak. Yakni, menerapkan sistem pembangunan desa yang mengintegrasikan komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha untuk pemenuhan hak-hak anak di Desa Tlogoadi,” ujarnya. (c11)

Radar Jogja 21 Oktober 2011  

Koran PIlihan Masyarakat Jogja

Radar Jogja 21 Oktober 2011  

Koran PIlihan Masyarakat Jogja

Advertisement