Issuu on Google+

SENIN 16 JANUARI

25

TAHUN 2012

MA Tolak Kasasi KPU Kasus TPS Fiktif Sudah Inkracht BANYUWANGI - Kasus korupsi pengadaan alat-alat Pemilu dan tempat pemungutan suara (TPS) fiktif pada pemilihan

presiden (Pilpres) 2004 lalu bakal memanas lagi. Upaya empat terdakwa anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi untuk mengajukan kasasi pada Mahkamah Agung (MA) akhirnya kandas. MA menolak kasasi yang diajukan Ketua KPU Banyuwangi periode tersebut, Ah-

mad Syakib bersama tiga anggotanya yakni Supiyanto, Hari Priyanto, dan Muhaimin Sutawijaya. Mereka sudah divonis bersalah dan dijatuhi hukuman 1,5 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi pada 8 Juli 2008 silam ■

Vonis Anggota KPU Banyuwangi

 Baca MA Tolak...Hal 35

Hukuman Penjara : 1,5 tahun. Denda : Rp 50 Juta Uang Pengganti : ■ Ach Syakib : Rp 86 juta ■ Supiyanto : Rp 79 juta ■ Hary Pr : Rp 75 juta ■ Muhaimin S : Rp 40 juta

Belum Ada Pengganti di Mustasyar NU TEGALSARI - Doa dan isak tangis dari pelayat mengiringi pemakaman KH Nurrudin Qasim, pengasuh Pondok Pesantren Tsamarotul Raudlah, Desa/Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi pagi kemarin (15/1). Pantauan wartawan koran ini menyebutkan, jenazah Mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi, itu disalatkan di masjid kompleks pondok pesantren tersebut pada pukul 08.00. Usai para pelayat mengikuti salat jenazah di masjid, perwakilan dari keluarga almarhum, yaitu KH. Maimun, menyampaikan kata sambutan permohonan maaf, sekaligus permohonan doa agar ayahnya diterima di sisi Allah SWT ■  Baca Belum...Hal 35

CATATAN

Oleh: SAMSUDIN ADLAWI

Meriam Mal Hongkong INI kisah dari Hongkong. Tapi, tidak ada kaitannya dengan Jackie Chan, Jet Li, atau bintang film laga lainnya. Melainkan terkait dengan mal. Ya. Di bekas koloni Inggris yang diserahkan kembali Tiongkok itu ada dua mal. Pusat perbelanjaan modern. Saking besarnya sering disebut supermal. Letaknya di jantung kota. Berhadap-hadapan. Hanya dibelah oleh jalan besar. Kedua mal bersaing ketat. Tidak rela kalau ada yang lebih maju. Tapi harus maju bareng-bareng. Satu maju, yang lain tidak boleh ketinggalan ■  Baca Meriam...Hal 35

TRAGEDI PUSPAN

Lacak Motor Bayu ROGOJAMPI – Pihak kepolisian masih terus menyelidiki kasus pembunuhan Bayu Permadi, 18, warga Dusun Puspan, Desa Kedaleman, Kecamatan Rogojampi. Hingga kemarin (15/1), polisi terus melacak keberadaan motor Yamaha Vixion milik pemuda yang tewas dibunuh tersangka WEW alias BW pekan lalu. Kapolsek Rogojampi, Kompol Bagio mengatakan, penyelidikan kasus tersebut masih terus dilakukan. Penyidikan kontinyu tersebut dilakukan untuk mengetahui kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam kasus pembunuhan tersebut ■  Baca Lacak...Hal 35

http://www.radarbanyuwangi.co.id

AGUS BAIHAQI/RaBa

BERKABUNG: Para pelayat berebut mengantar jenazah almarhum KH. Nurrudin Qasim ke tempat pemakaman di Desa/Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi, pagi kemarin.

Diramaikan Crosser Nasional Sebulan Digaji MUNCAR – Pencinta olah raga otomotif Banyuwangi benar-benar disuguhi tontonan berkelas di Sirkuit Warudoyong, Desa Kumendung, Kecamatan Muncar, kemarin (15/1). Beberapa crosser andal tanah air ikut ambil bagian dalam ajang bertajuk Motocross Grass Track Kapolres Cup 2012 tersebut. Event akbar tersebut rupanya mampu menyedot animo warga Bumi Blambangan. Penonton tumplek-blek memadati sekitar sirkuit dengan view menawan itu. Pasalnya, sirkuit yang diklaim berkelas nasional ini berlokasi persis di bibir pantai. Tidak tanggung-tanggung, beberapa nama kondang di jagat motocross nasional. Sebut saja deretan nama seperti Aristyo asal Kediri; Triyo Nugroho (Tulungagung); turut berlaga pada ajang adu cepat motor yang memicu adrenalin ini. Belum berhenti di situ, beberapa

Rp 500 Ribu Moratorium rekrutmen pegawai negeri sipil (PNS), tampaknya harus dibayar mahal pemkab. Banyuwangi termasuk daerah yang dibayangi kekurangan pegawai.

SIGIT HARIYADI/RaBa

KELAS BEBEK: Pembalap melaju di tikungan keempat Sirkuit Warudoyong Muncar kemarin.

crosser kondang asal luar Jawa seolah tidak ingin ketinggalan unjuk kemampuan. Di antaranya, Bima dan Nuvo dari Balikpapan; Edit

dari Samarinda, serta duet kakakadik Putu Ana dan Putu Oci dari Denpasar, Bali ■

 Baca Diramaikan...Hal 35

DALAM lima tahun mendatang, Banyuwangi akan kehilangan ribuan pegawainya karena memasuki masa pensiun. Sejak tahun 2012, PNS yang memasuki masa persiapan pensiun (MPP) sekitar 500 orang ■  Baca Sebulan...Hal 35

■ Sapu Jalan 500 Meter Baca Halaman 26

AGUS BAIHAQI/RaBa

THL:Satpol PP patroliTaman Blambangan Sabtu malam kemarin.

Tim Scred 2, Peraih Gelar Best of The Best RaNCo

Kupas Tuntas Potensi Pantai yang Masih Perawan Berawal dari keinginan untuk mengenalkan Pantai Parang Kursi, Tim Scred 2 dari SMAN 1 Pesanggaran berhasil menyabet gelar Best of The Best dalam ajang Radar Newspaper Competition (RaNCo) tahun ini. Bagaimana perjalanan mereka meraih sukses tersebut? GILANG GUPTA, Banyuwangi

R IUH rendah suara penonton yang hadir di aula lantai II kampus Universitas 17 Agustus 1945 (Un-

Air sungai besar, proyek kali Sampeyan dihentikan

Mau mencegah banjir malah kebanjiran duluan

Mahkamah Agung tolak kasasi KPU Banyuwangi

Berpeluang reuni lagi dengan Yusuf Nuris

GALIH COKRO/RaBa

TERBAIK: Kadispendik Sulihtiyono menyerahkan piala kepada tim jurnalis pelajar Scred 2. Halaman koran karya Scred 2 (kanan).

tag) Banyuwangi pagi itu cukup membahana. Ya, suara gemuruh tepuk tangan atau pun sorak sorai

para peserta Pekan Kreativitas pelajar (PKP) sangat keras terdengar ■  Baca Kupas...Hal 35

email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@yahoo.com

COVER STORY

26

Senin 16 Januari 2012

BERSIHBERSIH: Tenaga outsourcing Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) sedang memotong rumput di lapangan Blambangan. FOTO: GALIH COKRO/RaBa

Satu Orang Nyapu Jalan 500 Meter BANYUWANGI- Pada awal pemerintah Bupati Abdullah Azwar, Banyuwangi mendapat predikat kota paling kotor nomor wahid di Jatim. Predikat ini disandangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) karena Banyuwangi selama beberapa bulan menjadi kota sampah pada tahun 2010. Predikat memalukan ini menjadi motivasi Bupati Anas untuk melakukan pembenahan secara cepat dan tepat. Pada perengahan tahun 2011, pemerintah daerah mengangkat sekitar 559 orang tenaga outsourcing atau tenaga harian lepas (THL). Ratusan tenaga outsourcing itu disebar ke beberapa lokasi untuk membersihkan kota Banyuwangi. Satu orang THL diberi tugas untuk membersihkan jalan sepanjang 500 meter. Melalui program itu, kebersihan kota mulai bisa dilihat. Awalnya, jalan di beberapa sudut kota kotor tidak terurus. Namun sejak ada kebijakan pengangkatan THL itu, wilayah kota menjadi lebih bersih. Tim KLH yang datang pada tahun 2011 lalu, memberikan apresi-

sasi kepada pemerintah daerah atas upaya berbenah dan membersihkan kotanya. Pengangkatan 559 THL itu, tidak saja diberi tugas untuk bersih-bersih sebagai penyapon jalan namun untuk beberapa kegiatan lain, seperti petugas kebersihan sungai, pembuangan sampah dan petugas pembersihan selokan. Hasilnya, sungai dan selokan menjadi bersih. Kebijakan pengangkatan THL kebersihan itu, berlanjut pada tahun 2012. Tahun ini, pemkab hanya mengangkat sekitar 456 orang tenaga outsourcing saja. Tahun ini, ada sekitar 103 orang yang kontraknya tidak diperpanjang kembali. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Arief Setiawan mengungkapkan, pengurangan tenaga outsourcing itu disebabkan karena kemampuan anggaran APBD yang terbatas. Pada tahun 2011 lalu, pengangkatan tenaga outsourcing dijatah selama empat bulan. Hanya saja, yang bisa dilaksanakan

hanya tiga bulan saja. Karena yang bisa dilaksanakan hanya tiga bulan, maka sisa anggaran yang tidak dilaksanakan digunakan untuk menambah tenaga outsourcing. “Kita mengurangi jumlah outsourcing, bukan karena tidak ada pekerjaan. Tapi karena anggarannya tidak mencukupi,” jelas Arief. Tahun lalu, wilayah kerja tenaga outsourcing hanya Kecamatan Banyuwang dan sekitarnya. Yang meliputi sebagian Kecamatan Giri, Glagah,Kalipuro dan Kabat saja. Tahun 2012, wilayah kerjanya ditambah Kecamatan Rogojampi dan Genteng. Untuk menangani kebersihan di dua kecamatan itu, DKP menyiapkan masing-masing lima orang petugas. Pengangkatan tenaga outsourcing itu, disebar untuk beberapa kegiatan. Petugas kebersihan taman sebanyak 60 orang, tenaga pesapon 266 orang, armada truk sampah 48 orang, dan petugas normalisasi ADVERTORIAL PENDIDIKAN

FOTO-FOTO: TOHA/RaBa

saluran sebanyak 42 orang. Selain itu, tenaga outsourcing digunakan untuk merawat dan menjaga lampu penerangan jalan umum (LPJU) sebanyak enam. Enam petugas LPJU merupakan tenaga pilihan dan sudah mendapat pendidikan soal kelistrikan. “Tugasnya memelihara dan memperbaiki ribuan LPJU di tersebar di Banyuwangi,” ungkap Arief Pengangkatan tenaga outsourcing tahun 2012 di-

lakukan melalui seleksi ulang. Sebanyak 456 tenaga outsourcing yang terpilih tidak secara otomatis. Selain menjalani seleksi ulang, masing-masing orang dilihat dari lapor selama tahun 2011 lalu. Dari 559 orang outsourcing tahun 2011, tidak semuanya memiliki kinerja yang barus. “ Setiap 30 orang tenaga outsourcing ada pengawasnya. Lapor pengawasan itulah salah satu yang jadi pertimbangan seleksi ulang,” tegasnya. (afi/aif)

Ada yang Ditugasi Menghalau Orgil PADA tahun anggaran 2012, Pemkab Banyuwangi tidak hanya merekrut tenaga harian lepas (THL) untuk penyapon. Lebih dari itu, pemkab juga merekrut THL untuk anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). APBD memberikan jatah untuk 100 THL Satpol PP, namun yang lolos hingga mengikuti pendidikan dan latihan (diklat) hanya 98 orang saja. Rinciannya, dari 98 orang THL Satpol PP, laki-laki sebanyak 89 orang dan perempuan 9 orang. Mereka direkrut untuk menjaga dan melestarikan beberapa taman yang baru selesai dilakukan renovasi. Mulai Sabtu (14/1), kantor Satpol PP sudah mengerahkan puluhan anggota barunya untuk mengamankan Taman Sri Tanjung dan Taman Blambangan. Dua taman yang baru selesai dibangun itu, masing-masing dijaga 26 personel anggota Satpol PP. Kepala Satpol PP Chairul Ustadi mengungkapkan, 26 personel yang ditugaskan mengamankan Taman Sri Tanjung dan Taman Blambangan dibagi menjadi dua shif. Mereka mulai diterjunkan mulai pukul 07.00 hingga pukul

ICHSAN/RaBa

OUTSOURCING: THL Satpol PP sedang mengikuti diklat.

21.00. “Satu shif, kita terjunkan 13 personel Satpol PP,” ungkap Chairul Ustadi. Jumlah keseluruhan anggota Satpol PP yang dikerahkan untuk mengamankan dua taman itu mencapai 52 personel. Satpol PP juga dikerahkan untuk menjaga taman makam pahlawan, namun jumlahnya tidak sebesar yang disiagakan di taman Blambangan dan Sri Tanjung. Selain untuk menjaga keamanan lingkungan Taman Sri Tanjung dan Taman Blambangan, personel Satpol PP ditugaskan untuk menjaga aset yang ada di kedua taman itu. Selain itu, mereka ditugaskan untuk menghalau orang gila dan gelandangan ”bermukim” di kedua taman itu. Meski belum dibuka secara

resmi, namun sambutan warga terhadap pembukaan pagar Taman Sri Tanjung cukup antusias. Sejak kemarin malam (13/1), warga berbondong-bondong mendatangani taman Sri Tanjung. Pada malam hari, warga terlihat santai bersama dengan keluarganya memanfaatkan keindahan taman itu yang baru selesai direnovasi itu. Sedangkan pada pagi hari, selain aktivitas warga yang berolahraga juga diramaikan oleh kunjungan siswa siswi SD dan TK. Sejumlah warga juga memanfaatkan untuk pemotretan pre wedding pasangan calon pengantin. Dalam sehari kemarin (14/1) terlihat tiga pasangan calon pengantin yang memanfaatkan lokasi taman Sri Tanjung sebagai lokasi pre wedding. (afi/aif)

BACA SUMPAH: Ketua Stikes Banyuwangi, H. Soekardjo membimbing mahasiswi Program Studi Kebidanan yang akan praktik lapangan untuk membantu dan melayani pasien di instansi RS.

Bidan Harus Paham Karakter Pasien Sambutan Ketua Stikes Banyuwangi Dalam Pelepasan Mahasiswi Kebidanan BANYUWANGI – Prosesi penyumpahan, pemasangan kap dan lencana serta tanda praktik klinik Kebidanan program studi D3 Kebidanan Stikes Banyuwangi berlangsung khidmat, Sabtu (14/1). Bertempat di hall Stikes Kampus Baru Banyuwangi, sebanyak kurang lebih 120 mahasiswi Kebidanan Stikes Banyuwangi menjalani prosesi pemasangan kap dan lencana sebagai tanda mereka siap diterjunkan mengabdi dibeberapa rumah sakit, puskesmas, rumah bersalin. Ketua Stikes Banyuwangi, H. Soekardjo dalam sambutannya mengatakan pemasangan kap dan ucap janji atau capping

day ini merupakan rutinitas rangkaian kegiatan akademik dan mempunyai arti khusus bagi mahasiswi Stikes untuk program studi Kebidanan. Kegiatan ini juga merupakan langkah awal bagi mahasiswi dalam melaksanakan praktik klinik kebidanan di rumah sakit umum, rumah sakit bersalin, atau bidan praktik swasta. Menjadi seorang bidan, kata Soekardjo, merupakan tugas yang sangat mulia namun juga merupakan tugas yang berat dan penuh resiko. Keselamatan pasien terutama pada saat persalinan bukan saja menjadi tanggungjawab dokter, tetapi juga bidan. Dalam melaksanakan tugas, lanjut Soekardjo, hendaknya dilakukan dengan penuh tanggungjawab dan melayani dengan sepenuh hati tanpa memandang siapa dan bagaimana status sosial pasien. Mahasiswa kebidanan juga memiliki kewajiban untuk memegang rahasia pasien atas kondisi/penyakit yang diderita, kecuali jika untuk ke-

SIMBOLIS: Ketua Program studi Stikes Kebidanan, Indah Christiana, SST. sedang memasang jas almamater Stikes untuk mahasiswi yang akan praktik lapangan.

pentingan tertentu yang berdasarkan hukum dan undang-undang, sebagaimana janji yang telah diucapkan. “Saya mengimbau kepada para mahasiswi yang nantinya juga akan berinteraksi langsung dengan masyarakat, agar lebih mengedepankan sisi k e ma nu s i aa n , k e ra ma ha n , t a n g gung jawab dan empati,” pintanya. Memang, hal itu tidak mudah untuk dilakukan, terlebih lagi dalam menghadapi berbagai karakter pasien. Namun diharap senantiasa bekerja keras dan dapat menghadapi tantangan yang datang dengan penuh kesabaran dan mental yang kuat. “Berdinaslah dengan baik, layanilah pasien dengan sepenuh hati, ingatlah janji yang sudah diucapkan. Jagalah nama baik kalian sehingga nama baik almamater dan keluarga akan terjaga. Jalankanlah tugas dengan penuh tanggung jawab dan kesungguhan serta penuh dengan keikhlasan,”ujar mantan Ketua PPNI itu. (ikl)

SIAP LAHIR BATIN: Sebelum dilepas ke lapangan, mahasiswi kebidanan Stikes sudah melalui proses yang ketat, teori, laboratorium, pengujian lalu bisa praktik lapangan.

Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Elly Irwan Suryanto. Redaktur Pelaksana: Rahman Bayu Saksono. Redaktur: Syaifuddin Mahmud, Ali Sodiqin. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries, Agus Baihaqi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Sigit Hariyadi (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Copy Editor: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Administrasi Iklan: Yetty Maya Purwosari. Desain Iklan: Muhammad Isnaeni Wardhan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Pemasaran/Event: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Penerbit: PT PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: Samsudin Adlawi. General Manager: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl.Yos Sudarso 89 C Banyuwangi,Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp : (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo. com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: Rp 14.000,-/mm kolom hitam putih, Rp 22.500,-/mm kolom full colour depan, Rp 17.500,-/mm kolom full colour belakang,Iklan Baris Umum Rp. 20.000,- /baris, Lowongan: Rp 30.000,-/baris, Sosial: Rp 10.000,-/mm kolom. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. 

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.



Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.



Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi

27

Senin 16 Januari 2012

Gedung Madrasah Roboh Dibangun Sejak 1963, Sekali Direhab SILIRAGUNG - Diduga terlalu tua dan hanya sekali tersentuh rehab, gedung kelas tiga Madrasah Ibtidaiah (MI) di Dusun Sidorukun, Desa Buluagung, Kecamatan Siliragung, Banyuwangi mendadak roboh Sabtu sore lalu (14/1). Beruntung, robohnya ruang kelas yang dibangun sejak 1963 tersebut tidak sampai menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Sebab para siswa masuk sekolah pada pagi hari. Sehingga saat bangunan ambruk, kondisi ruangan tersebut sedang sepi. Meski demikian, robohnya bangunan MI tersebut membuat sejumlah bangku langsung rusak. Ketua Komite MI Wathoniah, Muhammad Nur Salim mengatakan, robohnya bangunan tersebut karena memang kondisinya sudah sangat tua. “Gedung ini dibangun sejak tahun 1963. Bangunan itu pernah direhab pada tahun 1990-an. Pak Masykur Ali (Ketua PCNU Banyuwangi, Red) dulu MI-nya ya di sini. Kecilnya beliau memang di sini,” jelasnya di lokasi kejadian kemarin (15/1). Nur Salim menuturkan, dengan robohnya bangunan tersebut, para siswa

ABDUL AZIZ/RaBa

DARURAT: Tempat parkir ditutup terpal digunakan untuk ruang belajar siswa kelas tiga MI Wathoniah Siliragung.

kelas tiga untuk sementara harus belajar di tempat parkir. Lokasi parkir yang sempit itu disulap jadi ruang kelas darurat. Atap ruang parkir tersebut ditutup dengan menggunakan terpal. Praktis, siswa

yang belajar merasa kurang nyaman dalam belajar. “Sementara ya belajar di tempat parkir ini,” ujarnya. Sementara itu, robohnya ruang kelas di MI Wathoniah tersebut mengundang

perhatian Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi, Zainal Arifin Salam. Lelaki yang selalu mengenakan berkopiah tinggi itu langsung meninjau lokasi kelas yang ambruk tersebut. Dalam kesempatan tersebut, Zainal Arifin yang lama berkecimpung sebagai Ketua Pimpinan Cabang Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) Banyuwangi tersebut, meminta kepada jajaran pengurus dan guru MI Wathoniah untuk bersabar. Arifin berjanji akan menyampaikan persoalan robohnya bangunan tersebut kepada pihak terkait. “ MI ini memang sudah sangat lama nggak direhab dan kurang mendapat perhatian pemerintah, jadi pemerintah harus memperhatikan masalah ini,” ujarnya. Zainal juga menyebutkan, selain MI Wathoniah, masih banyak sekolah swasta di sejumlah lokasi di Banyuwangi yang belum tersentuh dana perbaikan dari pemerintah. Hal ini sangat kontras dengan kondisi sekolah negeri yang sering menerima bantuan dana APBD maupun APBN. “Ini harus menjadi perhatian pemerintah, harus ada perlakuan yang sama antara sekolah negeri dan swasta, masak harus menunggu sekolah swasta roboh, baru dapat perhatian,” tuturnya. (azi/bay) ADVERTORIAL PEMERINTAHAN

Melihat Porsi Belanja Kerakyatan APBD 2012

Belanja Pendidikan Rakyat Dinaikkan Menjadi Rp 809 Miliar Pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2012, belanja kerakyatan sektor pendidikan naik sekitar 46,7 persen atau sekitar Rp 809,8 miliar. Sedangkan pada tahun 2011 lalu, anggaran disektor yang sama hanya Rp 342,5 miliar atau 24,5 persen dari total kekuatan APBD 2011. DALAM APBD 2012, belanja langsung kerakyatan sektor pendidikan naik menjadi Rp 103 miliar lebih atau meningkat sekitar 49 persen dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 69,3 miliar.Dukungan anggaran yang besar tersebut juga telah menampakkan hasil yang signifikan. Indeks pembangunan manusia (IPM) sebagai indikator utama peningkatan kesejahteraan rakyat, yang diukur dari aspek pendidikan, kesehatan dan daya beli mengalami peningkatan. Tahun 2006 IPM Banyuwangi hanya 66,8 meningkat menjadi 68,8 pada tahun 2010. Pada tahun 2011 meningkat menjadi 69,8 . Peningkatan itu ditopang meningkatnya indeks pendidikan yang terdiri dari angka melek huruf (adult literacy rate) dan meningkatnya rata-rata lama sekolah (mean years of schooling). Tahun 2012, pemerintah daerah mengalokasikan dana Rp 87,6 miliar untuk kegiatan fisik dalam program wajar Dikdas sembilan tahun, yang meliputi rehabilitasi bangunan sekolah,

pengadaan alat praktik dan peraga siswa, pengadaan buku dan alat tulis siswa, pembangunan perpustakaan, pengadaan perlengkapan dan mebeler sekolah yang tersebar di 24 Kecamatan. Rincian anggaran tersebut antara lain sebesar Rp 3.924.154.500,- untuk pengadaan mebeler, Rp 15.953.500.000,untuk membangun 276 perpustakaan SD, dan Rp 10.598.706.600,- untuk membangun 115 Ruang kelas baru (RKB) SD dan SMP. Guna meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan, pemerintah daerah menggelontor dana Rp 6,038 miliar untuk pegawai tidak tetap (PTT) dan guru tidak tetap (GTT). Bantuan operasional sekolah (BOS) SD/SDLB Negeri dan SMP/SMPLB Negeri se-Kabupaten Banyuwangi dialokasikan dana Rp 97,7 miliar. Juga disediakan dana Rp 14,5 miliar untuk BOS SD/SDLB Swasta dan SMP/ SMPLB. Anggaran bantuan administrasi siswa (BAS) sebesar Rp 3,5 miliar diarahkan terutama untuk membantu rakyat kurang beruntung (pro poor). Guna mendukung keberlanjutan pendidikan pada SMA/SMK negeri, dialokasikan Bantuan Operasional Manajemen Mutu (BOMM), melalui anggaran dana hibah sebesar Rp 324 juta. Anggaran itu bertujuan agar pelayanan prima pendidikan pada tingkat SLTA berjalan sesuai dengan program wajar 12 tahun. Melalui dana hibah ini beban wali siswa setingkat SLTA berkurang karena lembaga SMA/SMK Negeri membebaskan siswa kurang beruntung dari biaya sumbangan penyelenggaraan pendidi-

dikan itu, masyarakat miskin memperoleh akses seluas-luasnya terhadap pendidikan yang bermutu.Tahun 2012 pemerintah daerah memprogramkan Beasiswa Mahasiswa Miskin Berprestasi (BM2B). Program ini diarahkan untuk memberikan akses bagi mahasiswa Banyuwangi yang kurang mampu dan sudah tercatat sebagai mahasiswa di perguruan tinggi negeri maupun swasta dapat DOK.RaBa melanjutkan kuliah PENDIDIKAN: Bupati Anas menyerahkan bea- sampai lulus. Sasaran program siswa program ‘Banyuwangi Cerdas’. ini dikhususkan pada kan (SPP) guna mewujudkan Rintisan warga miskin yang memiliki prestasi Program Wajar 12 Tahun. IP kumultif 3,5 semua jurusan pada Guna mendukung keberhasilan rinti- perguruan tinggi swasta. Tahun ini san program wajar 12 tahun, sejak disediakan anggaran program BM2B tahun 2011 hingga tahun 2012, pemer- Rp Rp497.500.000,00 untuk 70 siswa/ intah daerah menyalurkan beasiswa mahasiswa miskin berprestasi. bagi 8.316 siswa miskin yang bersekoPemerintah Daerah juga menyediakan lah pada SMA/SMK Negeri/Swasta beasiswa bagi siswa SD, SMP, SMA, dengan alokasi anggaran sebesar Rp dan SMK miskin yang berprestasi di bi6.480.000.000. dang akademik dan nonakademik (MiniKemiskinan masih menjadi salah satu mal juara I, II, dan III tingkat Kabupaten masalah utama di Kabupaten Banyu- Banyuwangi). Alokasi anggaran untuk wangi. Untuk pemecahan masalah ke- program ini sebesar Rp 108.000.000. miskinan difokuskan pada pemenuhan Rp 350.000,- untuk setiap siswa SD, Rp hak-hak dasar mereka secara bertahap, 477.000 untuk setiap siswa SMP, dan utamanya hak mendapatkan pendidikan Rp 550.000,- untuk setiap siswa SMA/ berkualitas. SMK miskin yang berprestasi). Dengan kebijakan anggaran pendiMasyarakat yang memiliki anak cer-

das tetapi tidak dapat melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi negeri (PTN) karena biaya, pemerintah telah meluncurkan program Banyuwangi cerdas (PBC) bagi lulusan SMA/SMK/ MA Negeri/Swasta untuk melanjutkan studi ke PTN. Asal lulus seleksi ujian masuk PTN, maka calon mahasiswa yang bersangkutan dapat mengambil beasiswa PBC. Mulai Tahun 2011 Pemkab Banyuwangi telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan dua PTN, yakni Universitas Negeri Jember (Unej) dan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN). Untuk mendukung percepatan Politeknik Banyuwangi (Poliwangi) menjadi PTN negeri maka pada 2012 APBD menggelontorkan dana Rp 7,95 miliar yang dialokasikan untuk pembangunan gedung direktorat sebesar 3,5 milyar rupiah serta dukungan operasional sebesar 4,45 milyar rupiah. Pemerintah daerah juga mengucurkan dana melalui alokasi Bantuan Moratorium TKI sebesar Rp1.857.180.000,- untuk 2.300 siswa SMA/SMK yang orang tuanya terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Bantuan juga diberikan kepada siswa yang orang tuanya berusaha budidaya ikan di kawasan pantai sebesar Rp 2.418.000.000,- kepada sejumlah 3.100 siswa. Anggara APBD juga diberikan untuk Pendidikan Non Formal Informal (PNFI). Melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Pemerintah daerah memberikan dukungan guna pengelolaan lebih baik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Kejar Paket A (Setara SD), Paket B

(Setara SMP), Paket C (Setara SMA), TBM (Taman Bacaan Masyarakat) serta berbagai program lainnya. Lembaga pendidikan pondok pesantren juga mendapatkan jatah belanja kerakyatan dari APBD. Jatah anggaran ini dalam rangka menjaga keseimbangan bahwa kebutuhan belajar bukan semata-mata milik siswa yang belajar pada sekolah reguler, melainkan merupakan hak para santri yang belajar pada Madrasah Diniyah (Madin), baik Ula maupun Wusto. Untuk memenuhi hak belajar para santri tersebut, pada tahun 2011 sudah disalurkan sebesar Rp 1.165.680.000,00 dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebesar Rp4.662.720.000,00 untuk 13.894 santri, 253 guru Madin Ula, 137 guru dan 206 Madin Ula (setingkat SD) dan Wustho (setingkat SMP), serta sejumlah 672 guru Madin, termasuk di dalamnya 255 guru SD Swasta, 40 guru SDLB, 495 guru SMP Swasta, 12 guru SMPLB. Pada tahun 2012 sudah disiapkan dana berbagi sebesar Rp1.165.680.000,00 dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebesar Rp5.923.560.00 dengan peruntukan yang sama. Dalam rangka mendukung program Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), APBD mnyediakan dana Rp 100 juta untuk PGRI. Dana hibah itu, meningkat dari tahun 2011 yang hanya Rp 90 juta. ”Bantuan tersebut merupakan wujud penghargaan dan penghormatan Bupati dan Wakil Bupati terhadap guru dan pengabdiannya selama ini,” Ujar Kepala Bappeda Karti Utami. (afi/adv)

ADVERTORIAL PERBANKAN

Bank Jatim Sediakan Seribu Rumah untuk Guru dan Pegawai Disampaikan Malakin saat Acara Car Free Day

GRATIS: Usai senam, masyarakat bisa menikmati sarapan pagi persembahan Bank Jatim.

LIHAI: Keluarga besar Bank Jatim Banyuwangi bersama masyarakat menyemarakkan car free day hari Minggu kemarin.

Rp 850 ribu setiap bulan, maka guru dan pegawai sudah mendapat rumah,” kata BANYUWANGI - Car Free Day yang Malakin di sela-sela acara kemarin. Dijelaskan, Bank Jatim ingin memberidigagas Bupati Abdullah Azwar Anas di Banyuwangi, menuai dukungan dari kan pendidikan kepada masyarakat teninstansi perbankan. Salah satunya tang investasi yang riil. Yaitu investasi di muka bukan investasi adalah Bank Jatim mimpi di belakang, Banyuwangi. dengan iming-iming Badan Umum Minilai yang belum jelas lik Daerah (BUMD) nilainya. “Program Provinsi Jawa Timur seribu rumah ini itu menggelar senam adalah contohnya,” bersama di area Car ungkap pria yang Free Day Jalan A Yani tampil enerjik itu. depan Pemkab keMalakin juga memarin (15/1). Selain nyinggung program keluarga besar Bank KUPS (Kredit Usaha Jatim, masyarakat Pembibitan Sapi B a n y u wa n g i j u g a (KUPS) yang sudah antusias mengikuti disalurkan sebesar senam aerobik terseRp. 19,244 miliar. but. Tak ketinggalan, Dana KUPS itu, setara Ny Ipuk Festiandani dengan 1.451 ekor Anas serta Ny Yusuf sapi. Program KUPS Widyatmoko turut ini , untuk mendumenyemarakkan Malakin kung program kemiacara ini. traan antara PT Nestle Pemimpin Cabang Bank Jatim Banyuwangi, Malakin men- Indonesia dengan Pemkab Banyuwangi gatakan, kegiatan senam bersama ini guna meningkatkan volume penyerapan adalah wujud kepedulian Bank Jatim bahan baku susu segar. Selain penyaluran KUPS, Bank Jatim dalam mendukung program Pemkab Banyuwangi yang saat ini lagi getol mem- Banyuwangi juga peduli dengan usaha bangun dan memperbaiki Banyuwangi mikro kecil, yang bergerak di bidang usaha perdagangan, pertanian. Diagar lebih baik. Dalam kesempatan itu, Malakin juga katakan, saat ini Bank Jatim menjalin menyampaikan tekadnya untuk mem- kerja sama dengan PT. East West di bibantu program Pemkab Banyuwangi dang usaha pembibitan bayam, kacang, yang lain. Di antaranya menyediakan dll. “Maka dari itu, saya menginginkan seribu rumah untuk guru dan pegawai petani Banyuwangi harus lebih modern dengan kredit paling murah. “Cukup sehingga kita bisa membantu penyaluran dengan menabung Rp. 600 ribu hingga kreditnya,” pungkas Malakin. (ikl/bay)

FOTO-FOTO SIDROTUL MUNTAHA/RaBa

SEHAT: Ny Anas dan Ny Yusuf terlibat aktif dalam acara senam bersama dengan Bank Jatim Banyuwangi.

AKRAB: (Dari kiri) Ny Malakin, Ny Ipuk Festiandani Anas, Ny Minuk Yusuf Widyatmoko, Ny Abdul Kadir usai senam kemarin

PENDIDIKAN

28

Desy Fasilitasi Beasiswa ke LN BANYUWANGI - Desy Education mempersiapkan kursus Bahasa Inggris bagi pelajar yang ingin melanjutkan study ke Luar Negeri (LN). Program ini dinamakan overseas development program (ODP). Pelajar mulai dari tingkat SMP, SMA, mahasiswa, dan umum bisa mengikuti program ini. Khususnya bagi mereka yang sudah menempuh semester akhir. “Bagi siswa SMP dan SMA diutamakan sudah kelas 3, dan untuk mahasiswa berada pada semester akhir, karena setelah program ini berakhir siswa akan diajukan beasiswa ke luar negeri,” kata Direktur Desy Education, Handoyo Saputro. Dikatakan, ada beberapa kategori beasiswa yang disediakan. Di antaranya Asean scholarship (untuk SMP, community collage summit initia-

BANYUWANGI

2,5 bulan dengan total 20 jam belajar. Jadwal bisa dipilih; masuk pagi, siang, atau malam. Dijelaskan, metode belajar di Desy Education, yaitu siswa akan diajari menjawab dengan trick way (otak kanan). Cukup dengan melihat soal dalam hitungan detik. Selain itu, siswa akan dilatih berbicara spontaneously tanpa harus berpikir dan penuh percaya diri berbicara langsung dengan native speaker. “Kami ISTIMEWA NATIVE SPEAKER: Tentor Desy Education saat memberikan juga akan memperkenalkan siswa tentang cara mempembelajaran kepada siswa. peroleh beasiswa ke luar negeri tives program (untuk pelajar Ruko Caribia 39B-7 Banyu- tanpa harus keluar banyak SMA), dan Australian deve- wangi. Fasilitas kelas full AC, uang,” kata pria yang dikenal lopment scholarship (untuk maksimal enam orang per memiliki jaringan luas itu. mahasiswa S1 dan S2). kelas, full English, intensive Informasi lebih lanjut, bisa Untuk mengikuti program learning touch dan dise- menghubungi kantor pusat ODP ini, ada beberapa per- diakan native speaker dari Desy Education di Jalan Jaksa syaratan yang harus dilalui Australia, serta buku, materi, Agung Suprapto 38B-7 Bapeserta. Yaitu mengikuti tes dan modul. nyuwangi, telepon 0333tulis dan interview yang dilakHandoyo mengatakan, 424476, 085232768999, dan sanakan di Desy Education, program ini hanya berjalan 085258036777. (ikl/als)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

Faisal Juara Lomba MIPA SMP 1 Srono SRONO - Sebanyak 547 siswa SD/MI se-Banyuwangi mengikuti lomba Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) yang diselenggarakan SMPN I Srono kemarin (15/1) pagi. Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 tersebut dibuka Kasubag Administrasi Umum dan Kepegawaian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banyuwangi, Suhud AR. SH, MH, MM. Kepala SMPN I Srono Jarot Abdul Rasid M.Pd mengatakan, lomba MIPA untuk SD/MI se-Banyuwwangi tersebut rutin digelar sejak dia menjabat sebagai Kepala SMPN I Srono empat tahun silam. Menurut Jarot, kegiatan tersebut digelar demi meningkatkan mutu pendidikan dan pengembangan bakat siswa SD/MI di Banyuwangi. Khususnya dalam mata pelajaran MIPA. Mantan Kepala SMPN I Cluring itu menjelaskan, sebagai salah satu alat ukur pencapaian pembelajaran, maka lomba

• Sobo Permai •

• Rumah 420M2 •

• ADMIN & SALES •

• Honda Jazz •

• Innova •

Dijual Rmh Lt 420m, Lb 300m, Dpn SD Model, Padat Pndduk, 5kt+ 3km+ Garasi+Toko. 085854526161, 082132211000. Jm Krja

Distributor Bahan Bangunan mencari: Admin (wanita) & Sales (Pria). Syarat: Giat, Rapi, Jujur, ulet, pekerja keras, pengalaman diutamakan. CV ke Jl. Adi Sucipto No. 43 Banyuwangi.

Jual cepat Jazz i-dsi 2004 merah (KM 150rb) manual. Hub: 0333-593092.

Dijual Innova G.’07 bensin, light green, bagus. Harga 165 juta. Hub: 08179622454

• Property •

Dijual Rumah pinggir jalan, Jl. Dr. Soetomo 35 Bwi, Luas 168m. Hub: 081336336853

www.BanyuwangiProperty.com jual beli rumah. Hub Arya 081336659258

• Disewakan •

• Sutri Garden •

Dswkn: Rmh baru, Jl. Thamrin 16 Bwi. KT3, KM3,dapur,RtamudktMasjid&Mall.0811330022

Dijual Rmh tipe 140 hrg 375jt berkualitas di perum elite sutri garden. Telp. 03337722222/081249400460

• Rumah + Tanah • Dijual Sgr Rumah + Kebun rambutan luas 8050m2 SHM harga 400jt nego di Pekulo Sumbersari. Pembayaran bisa diatur. Hub: 081554147502 (TIDAK TERIMA SMS ATAS NAMA RADAR BANYUWANGI)

• Sobo Indah Permai • Jual Cpt rumah type 45 Sobo Indah Permai siap pakai sdh renov kramik, pgr, dapur, hrg Rp. 80 jt. Hub: 081336397123

• Dijual/Over Kredit• Dijual Rmh /over kredit, Perum Permata Husada Gentengan type 36 Full+Garasi +3KT, 087757762866/085331630950

• Rumah Villa • Jual Rumah Villa SHM, LT3000 LB75, 50 m stlh Polsek Licin, TP Hub: 081252159595

• Rumah + Tanah Sobo•

• KARYAWAN • Dbthkn karyawan di bidang: 1. Sopir, 2. Sales Penjualan, 3. Operator Produksi/SMA Listrik. Lmran krm ke: CV. Gracindo Centratama, Jl. Raya Jember -Bwi KM 7 Kedayunan, Kabat, Bwi, T. 0333635423 - 635424

SITUBONDO • Rumah Dawuhan • Dijual Rmh Jl. Hasan Asegaf 34, Kel. Dawuhan, SHM. LT 220m2. Fas: 3K Tdur, dapur, K Mandi, Gudang, Garasi. Listrik 1300W, telpon, PDAM. Hub: 08123458629 TP (sebelah barat Masjid An Nur)

• Dikontrakkan •

Dijual Rmh+Tanah pojok SHM/IMB.LT 256 LB 100+. Cck u usaha (sdh ada tokonya). Lok Perum Sobo Kartika B-01 Bwi, 08123573571

Dikontrakkan Rmh, bs utk kantor, Jl. Merak (Stb), Hub: 082140758983/5500360

• Rumah Kos-Kosan •

• Rumah Jl. Mendut •

Sgr Indent, New Car: ALL NEW AVANZA, New Grand Inova, All New Xenia, New Grand Livina HWS, March, Juke, ALL New Jazz, PU Grandmax, PU L300, FE74PU, PU Mega Carry. Hub 0811301676, 0333411655

Dijual/Oper kredit Avanza silver, Plat DK 1240AA Tipe G. Sdh dpt 21bln, Bagus, Hub. 081233035439

MIPA perlu diselenggarakan sebagai motifasi bagi siswa dan guru untuk memacu semangat belajar dan mengajarnya. Diharapkan, para siswa terbiasa untuk berkompetisi secara jujur, fair, dan terbuka. “Ke depan, kita harapkan para siswa bisa menjadi generasi penerus bangsa yang cerdas, bermutu, berbudi luhur, dan mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain di level internasional,” harapnya. Sementara itu, setelah ditutup pada pukul 15.30, lomba MIPA tersebut berhasil menjaring para

juara. Yaitu nomor peserta 0022 atas nama Faisal Farris S dari SDN I Lateng, sebagai juara satu. Di susul nomor peserta 0466 atas nama Kibar Rohmaniato, dari SDN 4 Kebaman sebagai juara dua dan juara tiga direbut nomor peserta 0206 Shafa Lilanti P dari SDN 04 Wonosobo. Sedang juara harapan satu diraih oleh nomor peserta 0043 atas nama Aditya Huda Pratama dari SDN I Ketapang, dan juara harapan dua adalah nomor peserta 0624 atas nama Fahriza Diam M dari SDN I Genteng. (azi/adv/als)

• Prima Mobil •

> HONDA BARU< Honda baru Diskon Spesial, baranmg terbatas. Jazz, CRV, Freed unit 2011. Hub: 083849380345 TARIF IKLAN B.O.T Rp. 80.000, 2x muat; Rp. 150.000, 6x muat; Rp. 200.000, 10x muat. Maksimal dua baris. Hubungi: Radar Banyuwangi Jalan Yos Sudarso 89-C Banyuwangi Telp./Fax. (0333) 412224/415153

Miliki segera All New Xenia mli 133Jt. Gran Max, Luxio, Sirion, Terios Disc 7Jt. Free GPS+Proses Cpt. Hub: HADI 0815.5970.5555 / 081 233 432 555

Mercy NE E200'96, Avanza 05,08,10, Xenia 06,07,09, APV 05,07, Khg LSX Solar97, Inova05,06(diesel/bnsn),Krista 1.8'97,Escudo98,Taruna02,Panther New HiGrade99,00,Jazz05,PU SS'09,PU Fut'09.Hub 0811301676, 0333411655

• Dump Truck •

• Honda Jazz 05 •

• Geely •

• Kijang LGX 98 •

Dijual Dum Truk Colt Diesel 120 PS, harga 105 juta nego, bisa tukar tambah. Hubungi: 082142194111, 081335897888

Dijual Honda Jazz GD3 1.5 VTI MT th 2005 abu2 muda mtl hrg 118,5 jt nego, barang istw , Bisa cash/kredit , hubungi: (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Geely MX2 1.5 GS MT th 2010 hitam mtl harga 95 jt nego, barang istw, Bisa cash/ kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Kijang LGX’98, biru, pajak panjang, siap pakai. Harga Rp 95 juta (nego). Hubungi: 8123353502

• Toyota Twim Cam 90 •

• Toyota Avanza 08 •

• Kijang Innova 05 •

• Kijang LSX 02 •

Dijual Toyota Twim Cam th 1990, hitam metalik, harga 50 juta. Hubungi: (0333) 415739, 081230612306, barang istimewa & ciamik.

Dijual Avanza 08 G Silver harga 132,5 juta nego. Bisa cash/kredit atau tukar tambah. Hubungi: 0821242194111. 081335897888

Dijual Kijang Innova th 2005 cokelat muda /abu-abu, BSN hrg 135 jt nego, barang istw, Bisa cash/kredit, hubungi: (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Kijang LSX (diesel) th 2002 merah maron, harga 107,5 jt nego brg istimewa, Bisa cash/kredit, hubungi: (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Toyota Avanza 07 •

• Toyota Avanza 05 •

• Kijang LGX 04 •

• Kijang LGX 01 •

Hilang STNK Nopol P 6931EH, an. Kartijo Gumuk selatan rt 02 rt 01 Gelung, Panarukan.

Dijual T Avanza 1.3G VVTI F60 IRM th 2007 biru mtl / qua blue, hrg 127,5 jt nego brg istw Bisa , cash/kredit , hubungi: (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Toyota Avanza RW01/02 th 2005 kuning mtl hrg 113,5 jt nego barang istw , Bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual T kijang LGX KF 83 Grand th 2004 hitam mtl hrg 128,5 jt nego, barang istimew Bisa , cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual T kijang LGX th 2001 Solar Silver, bisa cash/kredit atau tukar tambah, harga nego. Hubungi: 082142194111 081335897888

• Toyota Corolla 01 •

• Daihatsu Xenia 08 •

• Daihatsu Classy 95 •

• Daihatsu Gran max 08 •

• Mitsubishi Kuda 01 •

Dijual Toyota Corola tahun 2001, KM 58600, biru metalik, tangan pertama. Rp. 130juta. Hubungi: 08123482216.

Dijual Daihatsu Xenia F600 RV-G MDJJ th 2008 merah mtl hrg 108,5 jt nego brg istw, Bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Daihatsu Classy '95 Merah Hati. Istimewa, AC, VR, P-Wind, P-Str, Central Lock, Audio DVD+USB. Hrg 38 Jt Nego. Hubungi: 08179678080

Dijual Daihatsu Grand Max S40 2RV 1.500cc th 2008 hitam harga 90 jt nego brg istw, Bisa cash/kredit, hubungi: (0333) 631526 – 635176, 0811351148

Dijual Mts kuda super Exen (diesel) th 2001 merah hrg 87,5 jt nego brg istw , Bisa cash/ kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148

• Sutri Garden•

• Genteng Strategis •

• Prima Mobil •

Jual cepat mobil Toyota Corona Ex Salon ‘91, 42 jt nego, Hub. Hendro 085258510888

• Daihatsu Diskon •

Dijual rmh tipe 90, harga 250 jt super: halus kuat murah buktikan, Perumahan Elite SUTRI GARDEN, telp. 7722222/081249400460

Dijual Rumah pinggir jalan besar, SHM. 1. Jl. Hasanuddin, L293m2 (11x26m), H 1,7 M; 2. Jl. Gajahmada L484m2 (15x32m), H 3 M. Hubungi: 081358279830

• Toyota Corona •

• Avanza •

SMPN I SRONO FOR RaBa

PEMBUKAAN: Kepala SMPN 1 Srono Jarot Abdul Rasid (dua dari kanan) saat pembukaan lomba MIPA kemarin.

BANYUWANGI

Dijual Rumah Sobo Permai SHM LT 95m2, 1RT, 1 RKeluarga, 2KMT, hrg 60jt nego, Hub. 082131544294, 085236556444

• Rumah Pinggir Jalan •

Senin 16 Januari 2012

BANYUWANGI • Internet Tanpa Batas • Bebas kuota, speed tdk turun (up to 2Mbps). 3G/Evdo, 60rb/bln 082141237055

• Vitop Jaya • Anda telat Bulan??? Solusi cepat & tepat untuk melancarkan haid secara teratur, dlm jangka 3 jam dijamin lancar. Hub: 087857427544

• Loundry Dina • Loundry 3 Jam &1 hr slsi, paket mli 75rb/ bln. Antr-jmpt, fas trlgkp 085 749 262 307

SITUBONDO • Handbag • Grosir & Eceran Handbag Kw1 & super import brsrtifikat, look at www. fashiontrendyshop.com. Hub: 085336014796

• Jasa • Terima tarik tunai & Pelunasan kartukredit Visa/Master, 0852 5999 8910

• Air Minum Sehat •

DIJUAL Rumah kos-kosan, LT 135m2 SHM, 4KT+tmpttdur&lemari,PDAM&Sumurpompa listrik,PLN900W.Ds.Karangtepes,Simpanglima, Banyuwangi.Peminat hub:08123464853.

DIJUAL Rumah lokasi Jl. Mendut Gang X/38, Lt 350m2 full bangunan, bagus. Hubungi: 03337777718, 08125201577

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Tanah 770m2 •

• Rumah & Toko •

DijualTanah Sertifikat Hak Milik, letak di Bakung - Glagah - Bwi, L 770m2, ditawarkan 400/pk meter. H: 085236655766 / 081349300930

Dijual tk/rmh tkt2, full prabot, strgis, Jl. Kembar, Lt 310/490m, uk.10x13m, marmer, ksn jati. Tk Sriwijaya, Jl Gajah Mada 274 Gtg, Bwi. H. Sugiarto 081233499888, (031)70338181

• Kav/Rumah • Anda Butuh Tanah kav/rumah, lokasi dalam kota, murah, hubungi: Achmad 085859959455, 085236366603

• Tanah 1450m2 • DijualTanah L. 1450m2, lok. Penataban Giri. Hub: Ester 081331666654, Obed 081216419306 (Cepat, tanpa perantara)

• Tanah & Rumah • Dijual Tanah & Rumah luas 320m2, letak strategis depan pintu masuk ASDP Ketapang Bwi. Hub: 081358436164

• Sawah Tepi Jalan •

• Ruko 2 Lt • Dijual Ruko 2lt, Jl. Adi Sucipto Bwi, L5x25m, Hdp Timur, Hubungi: Arya 081336659258

SITUBONDO • STNK •

SITUBONDO • Ruko Mangaran • Dijual Ruko ukrn: 7x22m, fas: 3 KTdr, Dapur, K. Mandi, Listrik 900VA, H: 081336670171, selatan Balai Desa Mangaran, Stb.

• Ruko 2 Lantai •

• Tanah 8000m2 • DijualTnh SHM 2491m2 barat ktr camat Sempu 220 Jt nego, H.08883638770/7724225

• Sawah 10.000m2, H. 375jt•

• Tanah Kapling •

• Rental • Rental Xenia 2011 murah+Sopir, harian/ bulanan, (0338) 5556665

Dijual cepat Sawah tpi jln 8500m2, 450jt SHM di Ds Rejosari Glagah rata bgs u invest. 15mnt dr kota. 085336262444

Dijual Sawah dalam kota SHM, luas 10.000m2, 375 juta nego. H: (0333) 424368

Dijual Air minum sht brhasiat dg kndungn oksigen proposional, mrk TRAS (Terapi Air Sehat) Jl. Anggrek X/10. H: 08123485319

Dijual Ruko 2 lantai 435m2 SHM, lok Jl. Imam Bonjol 57 Banyuwango. Cocok utk Bisnis/perkantoran. Hubungi: Boby 081332001912, Hadi 081358226569. (TP)

Dijual tanah 10x40 M2 (H. 55 Jt) SHM, Lok. Kebalenan, Dkt Perum Istana Brawijaya, TP Hub: 082141060580.

PEMBERITAHUAN Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhati-hati. Bila Anda menerima telepon dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak bertanggungjawab atas semua transaksi yang terjadi selain pemasangan iklan baris secara resmi di Radar Banyuwangi.

33

RADAR SOCIETY

Senin 16 Januari 2012

PDIP Banyuwangi Rayakan HUT ke-39 Bersama Rakyat

Bagikan 360 Paket Sembako untuk Penambang Belerang Hari ulang tahun (HUT) ke-39 Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Banyuwangi membawa berkah bagi ratusan penambang belerang Gunung Ijen, Kecamatan Licin. Pada HUT-nya tahun 2012 ini, PDIP membagikan sekitar 360 paket sembako kepada ratusan buruh tambang belerang yang sudah hampir dua bulan ini tidak bekerja. BERTEMPAT di lapangan sepak bola Kecamatan Licin, ratusan buruh penambang belarang Gunung Ijen kemarin (15/1) kedatangan rombongan fungsionaris DPC PDIP Banyuwangi. Rombongan yang dipimpin Ketua DPC PDIP Banyuwangi, Yusuf Widyatmoko, itu datang untuk memberikan santunan kepada ratusan penambang itu. Kader PDIP yang kini menjabat wakil bupati Banyuwangi itu, selain datang memberikan santunan, juga dalam rangka merayakan HUT PDIP bersama ratusan penambang. Kedatangan kader partai berlambang banteng moncong putih itu disambut antusias oleh ratusan penambang. Ratusan penambang itu tidak hanya datang sendiri. Melainkan datang bersama keluarganya untuk menerima santunan dari anak buah Megawati Soekarnoputri itu. “Kita datang untuk

berbagi dan merayakan HUT PDIP bersama rakyat,” ujar Ketua Panitia HUT ke-39, Putu Aryasa. Dalam acara tersebut, semua fungsionaris DPC PDIP hadir untuk memberikan santunan. Mantan Ketua DPC PDIP yang kini menjabat Ketua DPRD, Hermanto, juga ikut hadir dalam acara bakti sosial partai pemenang pemilu 2009 itu. Pada 10 Januari 2012 lalu, DPC PDIP juga sudah menggelar upacara bendera di Kantor DPC PDIP Jalan Jaksa Agung Suprapto. Selain upacara, PDIP Kota Gandrung juga menggelar tabur bunga di Makam Pahlawan. Pada hari tanggal kelahirannya tersebut, DPC PDIP juga menggelar acara syukuran. Bersama seluruh fungsionais DPC, PAC dan warga sekitar markas PDIP menggelar syukuran atas kepercayaan rakyat pada PDIP. “Kita akan terus berjuang bersama Wong Cilik. Karenanya, HUT PDIP ke-39 kita rayakan bersama rakyat,” ujar Ketua DPC PDIP Yusuf Widyatmoko. Rangkian HUT PDIP masih akan terus berlanjut. Pada Minggu mendatang, DPC PDIP akan menggelar aksi donor darah kader dan pengurus PDIP se-Banyuwangi. “Rangkaian acara HUT akan kita tutup dengan acara pelantikan pengurus ranting dan PAC,” ujar Putu Aryasa. (afi/adv/als)

BERSAMA RAKYAT: Penambang belerang bersama kader PDIP dan warga setempat saat acara penyerahan sembako kemarin.

TAK LUPA PAHLAWAN: Fungsionaris PDIP berpose usai tabur bunga di Makam Pahlawan Banyuwangi.

UPACARA: Fungsionaris DPC PDIP mengikuti upacara bendara HUT PDIP di Halaman Kantor DPC PDIP Jalan Jaksa Agung Suprapto.

PEDULI: Ketua Panitia HUT 39 DPC PDIP Putu Aryasa saat menyerahkan santunan Sembako pada penambang belarang, Kecamatan Licin.

KOMPAK: Ketua DPC Yusuf Widyatmoko (kiri), Sekretaris PDIP Made Cahyanegara (tengah) H. Sugirah (Bendahara ) dan Ketua DPRD Hermanto (kanan).

HOTMAT: Ketua DPC PDIP Yusuf Widyatmoko saat menjadi Inspektur Upacara Perayaan HUT PDIP 10 Januari 2012 Lalu.

SDN 1 Lateng Didik Mental Siswa BANYUWANGI – Pendidikan di sekolah tidak hanya berbentuk ilmu pengetahuan atau belajar-mengajar saja. Pendidikan dan pembekalan mental juga diperlukan. Terutama kepada siswa sekolah dasar (SD). Karena pada tahap tersebut, perkembangan siswa menuju remaja/dewasa sangat ditentukan. Menghadapi hal tersebut, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Lateng menyelenggarakan Pelatihan Spiritual kemarin (15/1). Kegiatan yang dilangsunkan di SDN 1 Lateng itu diikuti 700 siswa yang terdiri dari siswa kelas 4, 5 dan 6. Sebagai narasumber, SDN 1 Lateng mendatangkan Ustadz Zakaria dari Surabaya. Pelatihan spiritual yang dibuka Pengawas TK/SD Gugus I Kecamatan Banyuwangi Mukhiar SPd itu dipandang penting oleh komite sekolah tersebut. Terlebih kepada siswa

kelas 6 yang sebentar lagi menghadapi Ujian nasional (UNAS). Dalam sambutannya, berpesan, selaku siswa harus memiliki tiga sadar. Pertama, sadar masuk. Maksudnya, siswa berangkat dari rumah harus tiba di sekolah dan masuk kelas. Jangan sampai masuk ke tempat selain sekolah. Misalnya, ke penyewaan playstation. Kedua, sadar belajar. Siswa tugasnya adalah belajar. Ketiga, sadar ulangan. Bahwa setiap saat guru memberikan ulangan sebagai bahan evaluasi. Dan siswa harus siap untuk menajwab soal-soal yang diberikan. Kepala SDN 1 Lateng Hj Setyaningsih Spd menuturkan, tujuan pelatihan tersebut merupakan bekal bagi siswasiswinya dalam pembentukan moral yang berakhlaq dan mental yang kuat. Keberhasilan siswa di tingkat lanjut,

dalam hal ini mental dan moral, tergantung dari pembentukan pendidikan berkarakter di level dasar. Setyaningsih menyampaikan, SDN 1 Lateng bertekad akan mengantarkan siswa kelas 6 sukses menghadapi UNAS, sekaligus 100 persen lulus.

DI SELA ACARA: Pengawas TK/ SD Mukhiar menye-rahkan sertifikat juara I lomba menggambar Masjid Agung Baiturrahman.

Di sela-sela acara pembukan pelatihan spiritual tersebut, dilakukan penyerahan sertifikat juara lomba menggambar dalam rangka hari jadi Masjid Agung Baiturrahman. Talita Farida, mendapatkan juara I dalam lomba menggambar tersebut. (adv/als) GERDA/RaBa

34 Kirim saran, kritik, dan dukungan demi kemajuan Persewangi melalui SMS ke nomor: 087806607000

Cinta Mati Persewangi Kami cinta Persewangi. Siapapun pemainnya, kami kan selalu mendukungmu. Maju terus pantang mundur. Hidup Persewangi Banyuwangi. Eko Laros – 087712629xxx

Pimpin Bupati Gibol Ayo terus maju Persewangi. Untuk Bupati Anas, bila tidak bisa memajukan dan cari sponsor to Laros, lebih baik mundur dari bupati. Biar Banyuwangi dipimpin orang yang gibol. 085739041xxx

Persewangi One Heart Apapun hasilnya, Persewangi tetap One Heart. Semoga Dewi Fortuna singgah di team Persewangi. Bravo! W U F Lover - 085236439xxx

Selalu Menang Semoga Dewi Fortuna masih di pihak Persewangi agar selalu menang di setiap pertandingan. Bravo Persewangi! Ocizz – 0857755981xxx

Go Persewangi Go Ayo Persewangi buktikan kita bisa. Go Persewangi go. Ripath Laros – 08816035xxx

Laros Mendampingimu Bravo Persewangi lumat habis lawan-lawanmu, ciptakan sportifitas, aq laros setiamu akan selalu mendampingimu. 085259994xxx

Isun Mung Tukang Cukur Paribasan isun wong nomor siji ring Banyuwangi, Oseng sun gegem tangan isun, sing sun tutup matanisun, sing sun kunci cangkemisun, tapi isun mung tukang cukur, mung iso nguweni ithik tapi gede dukungan isun ambi siro Persewangi, ayo berjuang. Bintoro P”99 – 082141054xxx

Dari Pada Bangun Gedung Dana Rp 19 miliar dari pada buat bangun gedung baru pemkab, yang bener buat dana Persewangi saja. Hand Rose Kepatihan – 081358721xxx

Jangan Korupsinya Diutamakan Pak Anas kami tunggu kepedulianmu tolong bener-bener diperhatikan Persewangi, kalau bisa bangun stadion Diponegoro, Banyuwangi kota besar, kaya masak kalah sama Lamongan, jangan korupsinya yang diutamakan 085745433xxx

Mage Akeh Laros Asli Hun njaluk nang ring manajamen Laskar Blambangan nggawe pemain2 muda lare2 osing asli. Mergane akeh lare2 enom deso hang berbakat tapi hing terekrut, eman. Kurniaji Taman Baru - 089680538xxx

Bupati Bantu Melobi Biar gak ngemis terus, mungkin bupati juga harus turun tangan. kalo ada sponsor persewangi gak bakalan melarat, dan kalo bupati yang bantu ngelobi sponsor pasti akan mudah dapat jalan. Azwar – 085336634xxx

Persewangi Bisa Libas musuh-musuhmu. Maju tak gentar. Kami mendukungmu. Maju terus Pak Nanang kami mendoakanmu. Arek-arek PCP Indonesia Express

Senin 16 Januari 2012

Lupakan Kekalahan, Fokus MP BANYUWANGI – Kekalahan dalam lawatannya ke markas Persires Bali Devata masih terasa menyesakkan. Mampu tampil dominan, Laskar Blambangan justru harus takluk 0-1 saat berhadapan dengan tim asal Pulau Dewata tersebut. Meski demikian, manajemen tidak ingin larut dalam kesedihan atas hasil buruk di Gianyar Sabtu (14/1) lalu. Mereka pun bertekad bangkit dalam laga lanjutan kompetisi Divisi Utama PSSI mendatang. Masih berstatus sebagai tim tamu, Persewangi akan mencoba mencuri poin dari Stadion Wilis Kota Madiun dengan menghadapi Madiun Putra (MP) FC. Di atas kertas, kedua tim memiliki sejarah dan kualitas relatif seimbang. Inilah yang membungakan hati pelatih Persewangi Yudi Suryata untuk bisa mendulang poin di Madiun. “Mereka tim dengan catatan kandang yang hebat. Dua kali main di sana (Stadion Wilis, Red) mereka bisa menang. Ini tantangan buat kami untuk bisa mencuri poin setelah gagal di Bali,” ujarnya. Sejarah menunjukkan, dalam pertemuan kedua tim, Persewangi sedikit di atas angin. Terakhir bertemu, kedua tim bentrok di babak 12 besar Divisi II. Saat itu, Raul Setiawan dkk mampu membubuhkan kemenangan

impresif atas Madiun Putra di Banyuwangi dengan skor 3-0. Namun, Yudi seolah tidak ingin larut dalam catatan historis tersebut. Apalagi kasta dan materi Madiun Putra saat ini berubah drastis. “Itu dulu. Tapi, tentunya kami ingin meneruskan catatan baik saat bertemu Madiun Putra meski main di kandang mereka,” katanya. Laga versus Madiun Putra sendiri dijadwalkan digelar di Stadion Wilis Madiun 27 Januari mendatang. Demi meraih hasil maksimal di Kota Brem tersebut, Yudi pun memangkas waktu libur pemainnya. Targetnya dengan persiapan selama sepekan, timnya bisa mempersiapkan diri lebih baik sebelum bentrok kontra Madiun Putra. Sementara itu, hasil mengecewakan saat melawan Persires Bali Devata disikapi dingin oleh jajaran petinggi tim. Setidaknya, ada dua hal yang menyebabkan Laskar Blambangan takluk dalam laga itu. Pertama, tidak lain akibat wasit yang dinilai cukup membantu tuan rumah. Yang kedua, kondisi lapangan yang tergenang. “Wasit sedikit merugikan kami dengan banyak menghukum di dekat area penalti. Di sisi lain, kondisi lapangan licin dan tergenang air karena hujan,” beber Nanang Nur Ahmadi, manajer Persewangi. (nic/als)

Tunggu Kepastian Jadi Tuan Rumah Divisi III Zona Jatim BANYUWANGI – Jantung jajaran manajer Persewangi Junior kini sedang berdegub kencang. Pasalnya, persiapan menyongsong kompetisi Divisi III yang menjadi proyeksi Laskar Blambangan Junior semakin dekat. Salah satunya mengenai pembagian grup yang tinggal menunggu pengumuman dari Pengprov PSSI Jawa Timur. Tidak hanya komposisi pembagian grup, manajamen Laskar Blambangan Junior juga menunggu keputusan pasti soal jatah tuan rumah. Sekadar diketahui, PSSI berencana membuka kick off kompetisi Divisi III zona Jawa Timur di dua tempat. Dua tempat yang diusulkan itu adalah Banyuwangi dan Kota Batu. Manajer Persewangi Junior

Andik Purwanto mengatakan, kompetisi Divisi III dijadwalkan digelar mulai 17 Januari besok. Namun, sampai saat, dia mengaku masih menunggu kepastian mengenai komposisi grup yang akan dimainkan. “Sampai saat ini grup pastinya masih kita tunggu,” katanya. Di sisi lain, Andik juga masih menunggu kepastian jatah tuan rumah yang akan diberikan kepada Banyuwangi. Sebab, dalam rencana awal, bersama Kota Batu, Bumi Blambangan akan ditunjuk sebagai kota pembuka Divisi III untuk zona Jawa Timur. Meski mepet, Andik menegaskan timnya siap tampil kapan pun. Termasuk bila nantinya Persewangi Junior bermain di luar kandang. “Secara teknis kami siap bermain,” tegasnya. (nic/als)

NIKLAAS ANDRIAS/RaBa

TERGENANG: Striker Persewangi Dede Hugo (putih) berebut bola dengan pemain Persires di Stadion Kapten Dipta Gianyar Sabtu (14/1) lalu.

Senin 16 Januari 2012

BERITA UTAMA

35

HALAMAN SAMBUNGAN

Eksekusi Menunggu Kejaksaan ■ MA TOLAK... ... Sambungan dari Hal 25

Atas putusan PN Banyuwangi tersebut, Syakib dkk mengajukan banding dan selanjutnya mengajukan kasasi. Dalam sidangnya, MA menolak pengajuan kasasi yang disampaikan oleh empat terdakwa tersebut. “Kami telah menerima surat salinan keputusan MA tersebut,” cetus Plt Ketua PN Banyuwangi Made Sutrisna kemarin (15/1). Hasilnya, MA menguatkan keputusan PN Banyuwangi

pada 8 Juli 2008 lalu. Dengan begitu, keputusan PN Banyuwangi tersebut sudah inkracht (berkekuatan hukum tetap). Saat menyidangkan perkara dugaan korupsi ini, empat terdakwa itu divonis 1,6 tahun penjara dengan denda Rp 50 juta, subsider kurungan dua bulan. “Keputusan MA yang menolak pengajuan kasasi tersebut sebenarnya sudah dilakukan pada Januari 2009 lalu,” ungkap Sutrisna. Anehnya, pihak PN Banyuwangi baru menerima salinan

keputusan MA tersebut pada hari Kamis pekan lalu (12/1). Salinan putusan kasasi dari MA yang diterima PN Banyuwangi tersebut bernomor register 1814 K/PID.SUS/2009. Sedang majelis hakim agung yang memutus kasus ini, tertulis HM Imron Anwari selaku ketua, dengan anggota H Abbas Said dan Suwardi. “Ini keputusan pengajuan kasasi yang disampaikan oleh Ahmad Syakib dkk,” kata Sutrisna. Sesuai dengan prosedur yang ada, jelas Sutrisna, turunnya su-

rat salinan putusan kasasi dari MA ini akan segera disampaikan pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi. Hal itu dilakukan agar Kejari segera melakukan eksekusi. “Surat salinan ini akan segera kita kirim ke Kejari, rencananya dalam minggu-minggu ini,” katanya. Menurut Made, pengiriman salinan kasasi pada Kejari ini tetap perlu dilakukan, meski sebenarnya Kejari juga sudah mendapat tembusan surat salinan dari MA. “Yang berhak untuk melakukan eksekusi itu

Anggaran untuk Rakyat Menjadi Rp 135 M ■ MERIAM... Sambungan dari Hal 25

Maka, yang terjadi kemudian, manajemen kedua mal saling beradu kreatif. Ketika mal tetangga membuat program promosi gebyar diskon, mal satunya langsung menjalankan program yang sama. Pokoknya saling intip. Saling nyontek program. Entah karena bosan bersaing dalam program promo, salah satu mal menggunakan cara yang benar-benar beda: memasang meriam di depan malnya. Tentunya saja itu meriam beneran tapi sudah almarhum. Moncong mal diarahkan tepat ke muka mal tetangga yang menjulang tinggi. Awalnya, mal yang ‘’diancam’’ moncong meriam tenang-tenang saja. Pengelolanya menganggap meriam yang ada di halaman mal tetangga hanyalah aksesori. Hiasan belaka. Ulah iseng karena kurang kerjaan. Ternyata itu meriam bukan sembarang meriam. Tapi, itu Meriam Belina, eit keliru, meriam bertuah. Pemasangan dan letak meriam itu sesuai dengan perhitungan hongsui. Setiap hari, moncong meriam tersebut menembakkan aura negatif ke mal yang berdiri tepat di hadapannya. Karena ‘’digempur’’ tanpa henti setiap hari, mal yang ada di depan mati juga akhirnya. Sepi pengunjung. Nyaris seperti rumah hantu. Sepi nyet. Omzet penjualannya pun turun drastis. Akhirnya, pengelola mal tadi kelabakan. Kepalanya gedhek-gedhek terus. Tidak habis pikir. Kenapa program-program yang dijalankan sama sekali tidak diminati oleh para pengunjung dan calon pembeli. Yang lebih tidak masuk akal, mal tetangga depan justru sudah lama tidak membuat program tapi malah kebanjiran pengunjung setiap hari. Tidak mau bangkrut, pengelola mal tersebut mulai mencari tahu rahasia kenapa malnya sepi, dan sebaliknya mal yang di depan sana maju pesat. Sampai akhirnya ada ‘’orang pinter’’ yang memberi tahu, ‘’Pantas saja mal Anda sepi. Lihat mal ini sudah dipenuhi aura negatif’’. Dengan polos si pengelola mal bertanya balik, ‘’dari mana aura negatif itu berasal?’’ Orang pinter tadi langsung mengarahkan telunjuknya ke arah mal di seberang jalan. ‘’Ya, dari meriam itu asalnya.’’ Tanpa banyak bicara, orang pinter itu memberi nasihat agar dinding mal yang sekarat tersebut kacanya diganti dengan kata cermin. Atau, kaca yang bisa memantulkan cahaya. Terutama di sisi dinding yang berhadapan langsung dengan arah moncong meriam. Tujuannya, agar aura negatifnya tertolak atau kembali ke asalnya. Nasihat itu pun langsung dijalankan. Dinding mal direhab total. Diganti kaca pantul. Tidak perlu menunggu lama. Mal yang tadinya sepi bak kuburan, mulai ramai lagi. Hidup lagi. Berkembang pesat lagi. Sepesat mal yang ada meriamnya. Kisahnya disudahi di sini saja. Sebab, saya tiba-tiba teringat kantor Pemkab Banyuwangi. Siapa pun yang dulu punya ide memasang meriam kembar di halaman kantor pusat pemerintahan Bumi Blambangan itu mengingatkan saya pada meriam di halaman salah satu mal di Hongkong tadi. Pertanyaannya, untuk apa dua me-

riam itu bertengger di depan kantor pemkab. Konon, peletakan dua meriam itu atas saran orang pinter. Yakni, untuk menolak aura negatif. Tapi, aura negatif apa. Dari mana. Oh, ternyata dari seberang kantor pemkab. Tepatnya, taman makam pahlawan. Bukankah yang dimakamkan di situ orang baik semua. Orang yang dianggap berjasa karena mengabdi kepada negara. Memang. Betul begitu. Aura negatif itu memang tidak ada sangkut-pautnya dengan penghuni taman makam pahlawan. Melainkan terkait dengan istilah makam. Terutama monumen bambu runcing yang menghunjam tepat ke arah kantor pemkab. Namun, secara simbolis dua meriam di kanan-kiri pintu utama kantor bupati masih kalah sama bambu runcing dalam genggaman itu. Atau, bisa jadi meriamnya sudah mejen alias busung. Faktanya, suasana kantor pemkab selalu panas. Meminta tumbal. Bupati Turyono Purnomo Sidik gagal menyelesaikan jabatan periode keduanya. Bupati Samsul Hadi terjerat kasus pidana. Bupati Ratna Ani Lestari juga. Beberapa hari lalu, Kajari Banyuwangi Heri Jerman menegaskan, kasus dugaan korupsi pengadaan lahan lapter Blimbingsari yang melilit Ratna masih berlanjut – meski sudah lama hilang kabarnya. Saya melihat bambu runcing di pucuk monumen di tengah taman makan pahlawan arahnya sudah agak serong ke selatan. Tidak lagi tepat menghunjam ke jantung kantor pemkab. Tapi, tetap saja. Harus diwaspadai. Barang kali sebagai salah satu bentuk kewaspadaan itu adalah memindah pintu gerbang kantor pemkab ke arah utara. Mengubah pintu gerbang sama dengan memindah wajah. Maka, sekarang akses keluar dan masuk ke kantor pemkab menghadap ke utara. Bagaimana dengan rehabilitasi kantor pemkab menjadi tiga lantai. Apa juga terkait dengan aura negatif. Maaf, menurut saya yang ini tidak ada kaitannya dengan klenik. Saya lebih suka bersikap rasional untuk yang satu itu. Soal biaya yang konon akan menghabiskan Rp 19 miliar tidak serta merta bisa kita nilai sebagai sebuah pemborosan. Alasannya, pertama, kalau angka itu sudah sesuai dengan spesifikasi bangunannya kenapa masih dipersoalkan. Mari kita hitung bersama, apa benar untuk membangun gedung tiga lantai yang luasnya sekian kali sekian itu benar akan menghabiskan dana Rp 19 miliar. Kedua, terkait fungsi. Kalau pembangunan gedung itu tujuannya untuk mempermudah koordinasi, kenapa masih sulit diterima. Bukankah manajemen yang baik adalah yang efektif dan efisien. Bukankah pemerintahan yang baik adalah yang roda organisasinya dijalankan dengan manajemen yang baik pula. Kalau pembangunan gedung satu atap itu bisa mengirit anggaran untuk membayar listrik, telepon, rumah tangga, dan (ini yang terpenting) anggaran rehab masih sulitkah dilogika. Konon, setiap tahun anggaran untuk merehab kantor SKPD mencapai Rp 100 juta hingga Rp 400 juta. Lucunya, setiap tahun ada anggaran rehab. Rehab kok jadi program… Kalau benar-benar sudah ngantor satu atap, otomatis anggaran-anggaran itu bisa dipangkas. Dan, anggaran itu kalau

dikumpulkan bisa untuk membangun kantor satu atap. Tentu saja setelah ditambah dana dari hasil penyewaan kantor SKPD lama kepada pihak ketiga. Begitu logika bisnisnya. Ketiga, apa tidak sebaiknya anggaran Rp 19 miliar itu digunakan untuk program peningkatan kesejahteraan rakyat. Ide yang bagus. Sebetulnya, dana untuk membangun kantor satu atap pemkab tidak harus dianggarkan dalam APBD. Misalnya, diambilkan dari bunga bank dana simpanan pemkab. Atau, dana bagi hasil dengan pihak ketiga. Dana Rp 19 miliar itu tidak terlalu banyak-banyak amat kok. Asal mau kreatif, akan cepat mendapatkannya. Saya kira, Pak Bupati tidak perlu diajari soal itu. Tapi, ada baiknya dilihat dulu dalam kitab APBD. Ada apa tidak. Kalau benar-benar dianggarkan, maka harus kita kritisi dengan cara begini: benarkah anggaran untuk pembangunan kantor satu atap telah menyedot anggaran untuk rakyat. Contoh, tahun 2011 anggaran untuk rakyat Rp 100 miliar. Karena dikurangi untuk membangun kantor satu atap Rp 19 miliar, maka anggaran untuk rakyat di tahun 2012 tinggal Rp 81 miliar. Kalau benar seperti itu, maka bupati layak didemo ramai-ramai. Jangan lupa ajak saya juga. Tapi, kalau di tahun 2012 ini ada anggaran gedung pemkab satu atap Rp 19 miliar, sedangkan anggaran untuk rakyat malah naik jadi Rp 135 miliar, pantaskah kita persoalkan. Maaf, kalau logika berpikir seperti itu keliru. Tapi, menurut saya yang awam ini, logika seperti itu yang benar. Tapi, saya sadar, benar atau salah sebuah logika sekarang ini tergantung dari kepentingan. Tergantung siapa punya logika dan punya tujuan apa. Wa ba’du. Kalau kantor pemkab benar-benar direhab, saya berdoa mudah-mudahan bangunan lama, terutama blok tengah yang ditempati kantor bupati dan wakil bupati tidak ikut dibongkar. Meski belum ada perda yang memayunginya, bagi saya bangunan itu adalah cagar budaya. Heritage. Pusaka. Kekayaan arsitek yang harus dirawat dan diruwat. Selain itu, sebagai contoh bagi siapa saja agar tidak gampangan membongkar bangunan-bangunan yang memiliki nilai sejarah. Kalau semua bangunan warisan leluhur diambrukkan, anak cucu kita akan kehilangan tali sejarah. Maaf, kalau tiba-tiba saya tertarik pada sejarah dan hongsui. Tapi, percayalah, dua ikat padi dan kluntungan bercorak burung dan miniatur rumah timor yang tergantung di teras rumah saya, sama sekali tidak terkait dengan hongsui atau pun klenik. Itu tak lebih hanya aksesori. Pun, pohon Kamboja dekat pintu masuk dan pohon kelor di pojok pagar depan. Bagi orang Jawa kulonan, kelor dianggap sebagai bahan pencampur air untuk memandikan jenazah. Bagi orang Using dan Bali, kelor dianggap bisa dijadikan penolak gangguan gaib. Tapi, bagi keluarga kami, kelor adalah sayur yang sangat lezat. Lebih dari itu, ketika tidak punya uang untuk belanja sayur, cukup memetik beberapa daun kelor di depan rumah dipadu ikan asin kami sekeluarga sudah bisa menyantap menu makanan terlezat di dunia. Tidak percaya, silakan coba sendiri. He he… (udi@jawapos.co.id)

Diikuti Sekitar 150 Starter ... ■ DIRAMAIKAN... Sambungan dari Hal 25

Ajang adu cepat di lintasan tanah itu melombakan beberapa kelas. Antara lain kelas bebek empat

tak, dan bebek dua tak lokal Banyuwangi; Free For All; Super Engine 85, dan kelas 125 cc. “Kami berharap event seperti ini rutin digelar di Banyuwangi. Dengan demikian, bakatbakat potensial yang dimiliki

Bumi Blambangan bisa berkembang optimal,” ujar Sugeng, salah seorang penonton. Sementara itu, decak kagum penonton seolah tiada henti ketika para pembalap menyajikan sengit untuk memperebutkan

posisi terdepan. Terlebih, ketika mereka mendapati seorang crosser yang terjatuh, segera bangkit dan langsung tancap gas kembali. “Motocross kali ini diikuti 150-an starter,” ungkap Evi, salah seorang panitia. (sgt/bay)

Kesulitan saat Proses Lay Out ■ KUPAS... Sambungan dari Hal 25

Pagi itu adalah acara pemungkas rangkaian kegiatan PKP yaitu awarding untuk seluruh pemenang lomba. Dari sekian banyak kategori yang dilombakan, tidak berlebihan jika prestasi yang diraih tim Scred 2 dari SMAN 1 Pesanggaran termasuk yang cukup fenomenal. Mereka mampu menjadi yang terbaik dari yang terbaik di ajang RaNCo. Prestasi tersebut tentunya tidak mudah mendapatkannya. Butuh persiapan yang matang. Belum lagi, persaingan dari kontestan lain yang juga memiliki ambisi sama. Yakni ingin menang. “Yang pasti kita tonjolkan di tema untuk RaNCo, dari situ ternyata cukup ampuh,” ujar Tutut Triyastutik, juru bicara tim jurnalis pelajar asal Pesanggaran tersebut. Tutut menuturkan, mereka awalnya sangat ingin mengenalkan potensi alam

yang ada di Kecamatan Pesanggaran. Dari diskusi tersebut, dipilihlah Pantai Parang Kursi. Mereka menganggap, pantai di pesisir selatan Banyuwangi tersebut masih sangat asing di telinga masyarakat Banyuwangi. “Masih banyak yang nggak tahu Pantai Parang Kursi,” ujarnya. Padahal, keindahan Pantai Parang Kursi tidak kalah dengan pantai lainnya. Bahkan, lanjut Tutut, sangat jarang ada pengunjung yang berada di pantai tersebut. Bisa dikatakan, pantai Parang Kursi masih belum terjamah. “Kita ingin mengangkat Pantai Parang Kursi agar masyarakat tahu tentang potensi pantai tersebut,” jelasnya. Setelah tema selesai ditentukan, bukan berarti tim jurnalis pelajart Scred 2 tersebut langsung dengan mudah mengerjakan karya jurnalistik yang dilombakan Radar Banyuwangi tersebut. Mereka masih kesulitan menggarap lay out (tata letak halaman) koran. “Total kira-kira kita menghabiskan waktu satu bulan untuk menyele-

saikan karya ini. Dan beruntung bisa menang,” ujar Tutut sambil tersenyum. Dalam pengerjaan lay out halaman koran pelajar itulah yang menjadi puncak kesulitan bagi Tim Scred 2. Tutut mengatakan, setelah naskah dan foto sudah siap, tetapi ternyata susunan lay out masih belum pas. “Sering kita bongkar pasang susunan garagara naskah atau pun foto,” imbuhnya. Bahkan, hanya gara-gara bongkar pasang tata letak itulah, susunan naskah terpaksa harus ikut diubah. Tak ayal, pengerjaan itulah yang menjadi kesulitan tertinggi bagi Tim Scred 2. “Susahnya cuman di situ (proses lay out),” imbuh Tutut. Sementara itu, gelar Best of The Best ajang RaNCo yang berhasil diraih oleh Tim Scred 2 kali ini, ternyata bukanlah yang pertama. Menurut catatan, kemenangan mereka adalah kemenangan yang kedua. “Yang pertama jadi juara tahun 2010, dan yang kedua tahun ini. Dan kita sangat bangga dengan prestasi ini,” pungkasnya. (bay)

Kejari, jadi ada kewajiban kami (PN) untuk menyampaikan pada Kejari,” jelasnya. Dengan turunnya salinan putusan MA yang menolak kasasi para terdakwa, berarti empat anggota KPU ini harus kembali menjalani kurungan. Sebelum-

nya, mereka sempat ditahan di Lapas Banyuwangi setelah PN Banyuwangi menjatuhkan vonis 1,6 pada tahun 2008 silam. Setelah beberapa bulan mendekam di tahanan, Syakib dkk keluar dari tahanan setelah turun putusan sela banding dari

Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Timur. Tapi, kini mereka harus bersiap lagi menjalani sisa masa tahanan setelah pengajuan kasasi ditolak oleh MA. “Mereka (para terdakwa) harus menyelesaikan sisa hukuman,” kata Made Sutrisna. (abi/bay)

Pelayat Berebut Memanggul Keranda ■ BELUM... Sambungan dari Hal 25

“Bila ada salah kata dan perbuatan yang kurang berkenan dari keluarga, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya,” ujar Kiai Maimun. Setelah sambutan dari pihak keluarga, jenazah almarhum langsung dibawa ke tempat pemakaman yang lokasinya berada sekitar lima meter barat masjid. Saat keranda berisi jenazah almarhum hendak dimakamkan, ratusan pelayat tampak berebut untuk memanggul. Mereka ingin mengantarkan kiai sepuh NU tersebut ke tempat pemakaman. Meski saling berebut, namun

proses pemakaman tersebut berlangsung lancar. Sementara itu, meninggalnya KH. Nurrudin Qasim meninggalkan duka mendalam bagi warga Nahdliyin. Ungkapan duka mendalam juga disampaikan KH Maksum Syafi’i yang juga kiai sepuh di Banyuwangi. Mantan anggota DPRD Banyuwangi dari Partai Persatuan Pembangunan itu mengaku, dirinya sangat kehilangan atas meninggalnya sosok Kiai Nurrudin Qasim. “Penggantinya di Mustasyar NU ini belum ada sekarang,” katanya, saat memberi kata sambutan usai acara pemakaman. Kiai Maksum menambahkan, meninggalnya Kiai Nur-

rudin Qasim tersebut, setidaknya bisa menjadi peringatan bagi yang masih hidup, agar memperbanyak amal ibadah dan selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sebab, kematian juga akan menjemput yang lain. “Saya ini sudah tua, hampir delapan puluh tahun. Bisa jadi setelah ini saya, nanti giliran Rais Syuriah NU, Tanfidziah NU kan,” ujarnya. Sekadar tahu, prosesi pemakaman kemarin selain juga dihadiri jajaran PCNU Banyuwangi, sejumlah anggota DPRD dan pengurus partai politik serta jajaran birokrasi. Mereka membaur bersama ratusan pelayat yang lain. (azi/bay)

Kontrak tak Menuntut Jadi PNS ■ SEBULAN... Sambungan dari Hal 25

Jika angka itu dikalikan selama lima tahun, maka Pemkab Banyuwangi akan kehilangan 2500 orang pegawai. Jumlah itu, baru disebabkan karena memasuki usia pensiun dan belum penyebab yang lain. Padahal, saat ini saja Pemkab Banyuwangi sudah kekurangan PNS untuk beberapa pelayanan. Kekurangan itu, terjadi pada pelayanan pendidikan dan kesehatan. Pemkab Banyuwangi sudah mengusulkanpengangkatanCPNS baru, namun karena kebijakan moratorium itu sampai saat ini permohonan belum ada kejelasan. Menyadari ancaman kekurangan PNS itu, Bupati Abdullah Azwar Anas menyiapkan beberapa langkah solusi dan antisipasi. Salah satu langkahnya mengangkat tenaga harian le-

pas (THL). “Solusi adanya moratorium pengangkatan CPNS ya itu,” kata Bupati Anas. Saatini,PemkabBanyuwangimemiliki554orangTHL.Sebanyak456 ditugaskan sebagai tenaga kebersihan dan 98 orang ditugaskan menjadi anggota Satpol PP. Sebagai konsekuensi dari pengangkatan THL itu, APBD juga harus membagi anggarannya untuk menggaji THL itu. Dalam setiap bulan, APBD menggelontor dana Rp 500 ribu untuk honor pegawai THL itu. Pemerintah daerah tidak membedakan honor THL kebersihan dan Satpol PP. Jika saja, dikalikan dengan jumlah THL dengan honor Rp 500 ribu yang diterima THL setiap bulannya, maka APBD harus mengeluarkan dana Rp 277 juta. “APBD memberikan honor mereka Rp 500 ribu setiap bulan,” ungkap Kepala Satpol PP Choirul Ustadi.

Ratusan THL itu, dikontrak untuk jangka waktu satu tahun. Selama satu tahun, mereka berhak mendapatkan honor Rp 500 ribu jika tetap melaksanakan tugas. Plt Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Arief Setiawan menambahkan, jika dalam masa kontrak yang bersangkutan tidak bisa melaksanakan tugas, maka honor tidak diberikan. Setiap tahun, pemerintah daerah melakukan evaluasi kinerja para THL. THL yang memiliki kinerja sesuai kontrak, maka tahun berikutnya kontraknya tidak diperpanjang. Bahkan, jika dalam masa kontrak berlangsung melanggar aturan kontrak, bisa diberhentikan. “Pada awal penandatanganan kontrak, salah satu poinnya mereka tidak boleh menuntut diangkat jadi pegawai negeri sipil,” tegas Arief. (afi/bay)

Laptop Bayu Jadi Misteri ■ LACAK... Sambungan dari Hal 25

“Setelah berhasil menangkap pelaku, bukan berarti kasus selesai. Penyelidikan masih terus berlanjut,” tegasnya kemarin (15/1). Menurut Kompol Bagio, sampai saat ini keberadaan laptop milik mendiang Bayu Permadi masih misterius. Laptop itu raib bersama motor Yamaha Vixion dan telepon seluler (ponsel). “Berdasarkan pengakuan tersangka WEW, laptop tersebut tidak berada di tangannya. Untuk barang milik korban yang lain (motor dan ponsel), diakuinya telah digadaikan di Wonosobo. Itu pun masih kita lacak keberadaannya,” jelasnya. Bagio mengatakan, begitu tersangka WEW tiba di Banyuwangi, pihaknya terus melaku-

kan pemeriksaan terhadap pemuda asal Wonosobo, Jawa Tengah tersebut. Selain memeriksa tersangka WEW, penyidik juga memeriksa beberapa saksi kunci kasus pembunuhan di rumah korban tersebut. “Semua masih dalam proses. Nanti kita kabari jika ada temuan baru,” janji Bagio. Sampai berita ini ditulis tadi malam, belum ada kabar resmi dari kepolisian terkait temuan baru dari hasil pemeriksaan. “Untuk sementara ini masih nihil, tunggu perkembangan selanjutnya,” pungkas Bagio. Seperti diberitakan sebelumnya, warga Dusun Puspan dibikin heboh dengan temuan mayat Bayu Permadi. Pemuda tersebut diketahui sudah mati dan mengeluarkan bau tak sedap di dalam kamar. Anehnya, posisi kamar tersebut dalam

keadaan dikunci dari luar. Pada perkembangan selanjutnya, polisi berhasil membekuk tersangka WEW yang diduga menghabisi Bayu Permadi dengan cara menghantam cobek ke arah kepala. Kejadian sadis itu berawal dari pesta miras empat pemuda di rumah Bayu. Usai pesta miras, Bayu dan WEW yang sudah berkawan sejak kecil itu terlibat cekcok. WEW mengaku kalap dan emosi setelah Bayu mengejek dirinya. Akhirnya, tersangka nekat menghabisi Bayu dengan cobek dan membekap korban dengan selimut dan bantal. Setelah itu, WEW kabur sambil membawa motor Yamaha Vixion dan ponsel milik korban. Sedangkan laptop milik korban yang raib, hingga kini masih belum diketahui keberadaanya. (gil/bay)

SUSU, ATASI BATUK TANPA OBAT PERNAHKAN Anda mencoba minum susu Ettawa? Meski di Indonesia masyarakat lebih dominan mengkonsumsi susu sapi dan susu Ettawa belum begitu familiar, tapi ternyata banyak penelitian menerangkan bahwa susu Ettawa sesungguhnya memiliki kandungan gizi yang lebih unggul, baik dari segi protein, energi, maupun lemak yang mendekati air susu ibu (ASI) dibanding dengan susu sapi. Kardi Utomo adalah salah seorang yang telah merasakan manfaat susu Ettawa ini. Sekian lama berobat, atas saran dari tetangga, warga Nganggring, Girikerto, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta ini akhirnya tertarik mencoba Milkuma, minuman serbuk susu Ettawa yang diproses secara alami, tanpa pemanis buatan dan bahan pengawet. Bahan dasarnya adalah susu Ettawa PE segar dan Gula Aren. “Selama 2 tahun terakhir ini saya sering batuk-batuk, sampai nafas terasa sesak, aktifitas pun jadi sering terganggu karenanya. Untunglah kini saya minum Milkuma, sekarang kesehatan berkembang baik, bekerja tak lagi terganggu masalah kesehatan...” Terang ayah 3 orang anak tersebut. Pria berusia 58 tahun ini menceritakan, sudah 6 bulan minum Milkuma. Dengan tubuh yang sehat, kini pria yang bekerja sebagai buruh tersebut dapat menjalani aktifitasnya dengan prima. Ia pun mengajak orang lain untuk merasakan manfaat susu kambing ini, “Mari kita sehat bersama Milkuma.” Ajaknya.

Selain mengandung Riboflavin, vitamin B yang penting untuk produksi energi, susu Ettawa pun tidak menyebabkan alergi sehingga aman, dan bermanfaat untuk penderita sakit paru-paru. Satu gelas susu Ettawa memasok 20,0% dari nilai harian Riboflavin. Selain itu, mengkonsumsi Milkuma sebanyak 2 gelas sehari bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh dan meningkatkan vitalitas. Fluorine yang terdapat dalam susu Ettawa bermanfaat sebagai antiseptik alami dan dapat membantu menekan pembiakan bakteri di dalam tubuh serta membantu pencernaan dan tidak menimbulkan dampak diare pada orang yang mengkonsumsinya. Selain diproses secara alami, pakan ternak yang diberikan pun organik, sehingga menghasilkan susu yang lebih sehat dan bermanfaat bagi kesehatan. Ditambah dengan kandungan Gula Aren bemutu tinggi sebagai pemanisnya, menjadikan Milkuma sebagai pilihan bijak untuk kesehatan. Milkuma sangat baik buat perokok, baik perokok aktif maupun pasif. Dapatkan informasi lengkap tentang Milkuma di www. milkuma.com. Saat ini Anda bisa mendapatkan Milkuma di Apotek2 juga Toko Obat terdekat dikota anda, atau hubungi, Jatim; 082120862055. Banyuwangi, 081217957505; Apt Drajat Farma Jl. Gajahmada, Apt Dunia Sehat Jl. Jend Sudirman, Apt Asia Jaya Jl. Rogojampi, Apt Raya Jl. PB Sudirman. Depkes RI No. PIRT. 6.09.3328.01.395.

36

Senin 16 Januari 2012

Jawa Pos-nya Kota Santri

Ansor Garap Ekonomi Masyarakat Bawah SITUBONDO –Gerakan Pemuda (GP) Ansor Situbondo memberikan perhatian khusus kepada kondisi ekonomi masyarakat kelas bawah. Ke depan akan ada upaya nyata dari ormas pemuda badan otonom (banom) NU yang dikomandani Badrus Shaleh ini untuk melakukan penguatan-penguatan di sektor riil. Langkah tersebut kemarin disampaikan dalam rapat kerja cabang (rakercab) GP Ansor Situbondo di aula lantai dua gedung NU. Tema yang diangkat adalah ”Gerakan Pemuda

Ansor untuk Perubahan, Pembangunan untuk Semua”. ”Rakercab merupakan embrio sekaligus momentum evaluasi apa yang sudah dan akan kita lakukan,” ungkap Badrus Shaleh. GP Ansor akan memulai memperbaiki sistem ekonomi di tingkat bawah. Selain itu, secara struktural di tingkat PAC juga akan ada penguatan secara kelembagaan. Salah satunya masing-masing PAC harus punya kelompokkelompok pengajian yang akan diberi nama Rijalul Ansor. (pri/adv/aif)

AGENDA TAHUNAN: Rakercab GP Ansor Situbondo di Aula lantai dua gedung NU, kemarin.

EDY SUPRIYONO/RaBa

SMPN 3 SITUBONDO

SYAMSURI/RaBa

LATIH KEDISPLINAN: Kepala SMPN 3 Situbondo Achmad Soerjadi memimpin upacara.

Kian Diminati Masyarakat SITUBONDO – SMP Negeri 3 Situbondo termasuk lembaga pendidikan yang mengalami perkembangan cukup pesat. Selain dari pencapaian prestasi siswa-siswinya, kemajuan ini bisa dilihat dari tingginya minat masyarakat untuk menuntut ilmu di sekolah yang dipimpin Achmad Soerjadi tersebut. Dari segi prestasi, baru-baru ini siswa SMPN 3 mampu meraih juara dalam lomba roket air di Universitas Jember dan sepak bola dalam rangka Harjakasi. Dari segi minat belajar masyarakat, setiap penerimaan siswa baru SMPN 3 harus menolak 100 hingga 150 pendaftar. Kemajuan ini merupakan hasil kerja keras semua pihak, mulai kepala sekolah, dewan guru, komite, wali murid hingga siswa. Mereka juga diikutkan dalam pengambilan suatu keputusan. Sehingga, SMPN 3 terus mengalami perkembangan pesat. Lembaga pendidikan yang ada di Desa Talkandang tersebut memiliki 586 siswa. Mereka tersebar dalam 18 rombongan belajar (rombel). Namun, kelas yang ada hanya 16 unit. Sehingga dua rombongan belajar harus tertampung di ruang OSIS dan UKS. “Tiap kelas berjumlah 32 siswa,” ungkap Soerjadi. Namun, pada 2011 lalu, Pemkab Situbondo melalui dinas pendidikan merealisasikan satu ruang kelas baru (RKB) lewat dana alokasi khusus (DAK) 2010 dan. Sisanya satu ruang kelas lagi akan direalisasikan lewat DAK 2011. “Insyaallah pembangunannya akan dilaksanakan tahun ini,” imbuhnya. (pri/adv/aif)

SDN 1 DAWUHAN

Air Sungai Besar, Proyek Dihentikan SITUBONDO – Volume air Sungai Sampean yang terus membesar beberapa pekan terakhir ini berpengaruh terhadap pelaksanaan proyek pengairan. Salah satunya adalah proyek pembangunan saluran sipon yang ada di Dam Pintu Lima Desa Kotakan. Sejak air besar, proyek irigasi tersebut praktis dihentikan. Sebab, pekerja proyek tak bisa lagi bekerja maksimal dengan kondisi air yang besar. “Satu-satunya jalan memang harus dihentikan, baru dilanjutkan setelah musim hujan,” terang Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan, Yoyok Mulyadi. Menurut dia, proyek sipon merupakan pembangunan saluran pembuangan yang menggunanan saluran bawah tanah yang

cukup dalam. Rencananya, saluran tersebut akan tembus ke jalur Panarukan. “Ini agar ada keseimbangan pembuangan air saat besar, tidak hanya menggantungkan di Dam Siluis ,” ungkapnya. Sedangkan kegiatan Participatory Irrigation Improvement Management Project (PIRIMP) yang ada di Dam Siluis belakang kantor KPU tidak mengalami gangguan meski volume air mengalami peningkatan signifikan beberapa hari terakhir. Ini karena di tempat tersebut dilengkapi dengan saluran pembuangan. “Kalau air besar akan diarahkan ke sa luran pelimpasan. Sehingga tidak sampai menggangu kegiatan PIR-

IMP. Sampai sekarang kegiatan terus berlangsung karena 2013, proyek yang menghabiskan dana Rp 13 miliar itu harus sudah selesai,” ungkapnya. Sementara itu, sejumlah pekerja di Dam Siluis belakang kantor KPU kemarin tampak juga disibukkan dengan air sungai yang besar. Material bangunan, semacam batu koral dan pasir yang selama ini ditempatkan di tepi pelimpasan kini dipindah kian menjauh. “Jumat malam kemarin, air besar sampai melawai batas pelimpasan,” terangnya.

Hal yang sama juga mulai dilakukan sejumlah warga di bantaran Sungai Sampean. Mereka sudah ada yang membuat semacam rak tinggi dari kayu. Tempat ini mereka gunakan untuk mengamankan barang-barangnya jika banjir datang. Diberitakan kemarin, Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) mulai mengambil langkah terkait kian tingginya curah hujan yang ada di Bondowoso dan Situbondo. Salah satunya adalah membuka posko siaga darurat banjir. (pri/aif)

EDY SUPRIYONO/RaBa

PROYEK IRIGASI: Seorang pekerja memindah bahan material dari lokasi pelimpasan Dam Siluis di belakang kantor KPU Jalan Merak Situbondo.

Pedagang Ancam Tempati Paksa Kios Baru SITUBONDO – Polemik penempatan kios baru di pasar Panji kian meruncing. Sejumlah pedagang mengancam akan menempati kios-kios yang dibangun pada 2011 tersebut karena hingga kini belum ada kepastian kapan pedagang diizinkan menempatinya. Para pedagang lama khawatir mereka tidak akan kebagian tempat. Pasalnya, tersiar kabar bahwa pedagang baru bawaan pejabat, anggota DPRD maupun tokoh-tokoh tertentu santer berhembus. Merekalah yang akan lebih diprioritaskan.

“Keadaan itu sudah kita sampaikan kepada komisi II dan III DPRD Situbondo beberapa hari yang lalu. Termasuk ancaman sekelompok pedagang yang akan menempati secara paksa kios baru,” ungkap Hari Trianto, tokoh masyarakat di pasar Panji. Menurut dia, para pedagang tersebut sudah menggalang tanda tangan. Hanya tinggal menunggu waktu bergerak saja. “Makanya ini harus segera mendapat perhatian dan penanganan serius,” imbuh bapak dua anak tersebut.

Diungkapkan, sejak awal pengerjaan pasar Panji sangat kental nuansa politisnya. Misalnya saja yang mengerjakan adalah kerabat-kerabat anggota DPRD. Sehingga, saat pendistribusian kios pun, ada sejumlah anggota DPRD yang ingin mendapatkannya. “Banyak pedagang lama yang mengadu ke saya. Saat mereka menyampaikan ingin menempati kios baru, petugas pasar me ngatakan sudah tidak ada tempat ka rena milik anggota DPRD,” ungkap Hari Trianto.

Pengurus PITI Situbondo itu memastikan dirinya akan mengirimkan surat ke pimpinan DPRD maupun ke kantor-kantor media siapa saja anggota DPRD yang cawe-cawe dalam pembangunan pasar Panji tersebut. Diharapkan akan mampu memberikan shock teraphy. “Ini sangat ironis karena mengurangi kepercayaan publik terhadap anggota DPRD. Seharusnya milih saja, mau jadi makelar proyek, kontraktor atau anggota DPRD. Pimpinan DPRD kita minta bisa bersikap tegas,” pungkasnya. (pri/aif)

SYAMSURI/RaBa

TERUS BERBENAH: Sekolah SDN 1 Dawuhan Situbondo kini sudah berhasil menyabet predikat SSN.

Buru Predikat SBI SITUBONO – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Dawuhan tak pernah merasa puas dengan prestasi membanggakan yang telah diraih selama ini. Sebaliknya, sekolah yang dipimpin Abdurachman ini terus berbenah untuk bisa meraih predikat Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). Tak heran jika SDN 1 Dawuhan mampu menjadi sekolah favorit di Situbondo. Prestasi akademik maupun non-akademi sudah tak terhitung. Sarana dan prasarana pendidikan juga sudah lengkap. SDN 1 Dawuhan selalu menjadi sekolah percontohan di lingkungan gugus III. “Kita pernah mewakili Gugus III meraih juara I antar kabupaten/kota di Jawa Timur. Sedangkan se- Jatim, Gugus III masuk harapan II,” beber Abdurachman. Tahun ini, Dispendik Situbondo kembali mengucurkan bantuan ruang kelas baru (RKB) dan ruang perpustakaan untuk SDN 1 Dawuhan.”Kami sangat merespons positif. Sebab, kita memang sangat membutuhkan karena masih ada sejumlah sarana prasarana pendidikan yang perlu dilengkapi,” terangnya. Terutama sarana-prasaran pendidikan yang mendukung terhadap sebuah lembaga pendidikan berstandar nasional. Misalnya saja, masih ada ruang kelas yang bocor saat hujan. Ini mengganggu guru dan siswa saat belajar. Selain itu, masih ada ruang kelas yang menggunakan atap seng yang sudah karatan. “Memang harus banyak ruang kelas, sehingga nantinya bisa ditempati kegiatan semacam ekstra kurikuler, musik band, gamelan dan lainnya” imbuh Abdurachman. Ketua Komite SDN 1 Dawuhan, H. Muhammad Abu Bakar al Muhdar mengaku sangat berterima kasih dengan bantuan tersebut. Bantuan itu akan lebih memaksimalkan proses belajar mengajar di SDN 1 Dawuhan. “Kami juga berharap ruang perpustakaan yang baru dibangun ini juga dilengkapi sarana prasarananya,” harapnya. (pri/adv/aif)

95 Persen Responden Pilih Harjakasi 15-08-1818 Hasil Jajak Pendapat Forpamaksi SITUBONDO – Forum Pemerhati Aspirasi Masyarakat Situbondo (Forpamaksi) akhirnya menuntaskan jajak pendapat tentang Hari Jadi Kabupaten Situbondo (Harjakasi). Dari 757 responden, hampir 95 persen atau 718 orang, memilih 15 Agustus 1818 sebagai Harjakasi. Sedangkan yang memilih 19 September 1972 hanya 2,89 persen atau 22 orang. Padahal, momentum pemindahan pusat pemerintahan Kabupaten Panarukan ke Situbondo itulah yang ditetapkan DPRD dan pemkab sebagai Harjakasi dan diperingati berturut-turut selama tiga tahun terakhir ini. Hasil jajak pendapat Forpamaksi tersebut kemarin diumumkan yang dihadiri sejumlah tokoh dan sesepuh ma syarakat Situbondo di kediaman anggota Forpamaksi, Jayadi, Jalan Anggrek. Mereka adalah orang-orang yang

EDY SUPRIYONO/RaBa

KECEWA PENETAPAN HARJAKASI: Pengumuman hasil jajak pendapat Forpamaksi.

selama ini keberatan dengan penetapan Harjakasi karena dinilai banyak melupakan sejarah. “15 Agustus 1818 secara yuridis formal pemerintahan di Kabupaten Besuki telah berada di tangan bupati. Itu adalah momentum pengangkatan Bupati Be-

suki pertama oleh pemerintah Hindia belanda” terang Badaruz Zaman, anggota Forpamaksi. Hasil jajak pendapat tersebut akan diserahkan kepada bupati dan ketua DPRD Situbondo agar sesegera mungkin ada perubahan penetapan harjakasi. “Saya

kira ini sudah cukup membuktikan bahwa masyarakat tidak setuju dengan penetapan Harjakasi yang ada,” imbuhnya. Untuk mempertanggungjawabkan jajak pendapatnya tersebut, foto copy jajak pendapat orang perorang akan ikut disertakan. Sehingga, tidak ada lagi kecurigaan bahwa jajak pendapat dilakukan main-main. Dalam laporan tersebut juga dijelaskan latar belakang pendidikan, profesi dan alamat. Dijelaskan jumlah responden jajak pendapat sebanyak 757 orang. Itu meliputi warga dalam kabupaten Situbondo maupun di luar. Rinciannya di 17 kecamatan se-Kabupaten Situbondo 736 orang. Sisanya di luar daerah. Sedangkan jika dilihat dari latar belakang pendidikan, responden berpendidikan sarjana sebesar 45,57 persen, mahasiswa 3,17 persen; SLTA 37,64; SLTP 8,96; SD 4,75 persen. “Ada lima responden yang tidak menentukan pilihan dan 12 orang tidak sah,” imbuh Amam Suradji, anggota Forpamaksi. (pri/aif)


Radar Banyuwangi 16 Januari 2012