Issuu on Google+

RAD AR BANGK A ADAR ANGKA SABTU, 23 JANUARI

TAHUN 2010

Bersama Membangun Daerah

Langganan Rp 47.000,00

Eceran Rp 2.000

> P engamat Nilai P AN T ak Pengamat PAN Tak Lagi Reformis. Hal 10

info

> 30 Januari Musdalub KNPI Bangka. Hal 8

LANGGANAN & PASANG IKLAN ---------0717---------

Selasa Giliran Garuda Dibongkar

437117

PANGKALPINANG – Setelah Banteng dan pabrik es, Selasa (26/1) giliran bangunan eks bioskop Garuda yang bakal dirobohkan Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang. Rencana ini disampaikan langsung Sekda H. Hardi, SH kepada wartawan kemarin (21/1). Sekda menegaskan, meskipun kasus Banteng masih berlanjut Pemkot akan terus menindaklanjuti langkah yang telah direncanakan yakni, membongkar bangunan eks bioskop Garuda yang berarti harus kembali berurusan dengan PT. Meby. Sebagai langkah awal pembongkaran, Pemkot kemarin melakukan sosialisasi terhadap para pedagang di sekitar area tersebut. Dalam sosialisasi di Kecamatan Rangkui tersebut, Asisten III Setda Bagian Administrasi Umum H. A. Roni Rachman, SH.MH menyampaikan langsung rencana pembongkaran tersebut ke masyarakat. Dalam kesempatan itu Roni berjanji Pemkot tidak akan sedikit pun merampas hak masyarakat sekitar bangunan eks Bioskop, selama masyarakat benar-benar memiliki bukti yang kuat. “Segala keluhan dan harapan dari warga sekitar Garuda akan dibahas di Pemkot,

Join to http://www.facebook.com/RADAR BANGKA

KILAS RADAR Inflasi Babel Naik 1 Persen

BI Minta Perbankan Bantu Petani Kecil PANGKALPINANG – Ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) di bulan pertama 2010 ini mengalami inflasi 1 persen yang berada di angka 6,44 persen. Kenaikan ini disebabkan melonjaknya harga kebutuhan pokok, seperti beras, gula, miyak sayur dan lainnya. Ini diperparah dengan turunnya pertumbuhan Ekonomi masyarakat Babel. Hal itu terungkap paparan rapat koordinasi Pemprov Babel dengan Bank Indonesia (BI) dan UBB (Universitas Bangka Belitung) dan Bulog di lantai 3 kantor gubernur kemarin (22/ 1). Dari Pemprov, hadir dalam rapat tersebut perwakilan dari Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdaganan), Bapeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) dan Dishub (Dinas Perhubungan). Dalam rapat kemarin BI mengusulkan agar dibentuk tim pengendali inflasi daerah yang berfungsi untuk menekan inflasi dan meningkatkan perekonomian daerah. Selain membentuk tim pengendali inflasi, BI juga mengajak seluruh perbangkan untuk membantu perekonomian warga dengan memberikan kredit pinjaman modal usaha seperti, revitalisasi kebun sawit dan karet dengan sarat yang ringan. (Ke halaman 7)

Layanan Konsumen Hubungi:Telp (0717) 439058. HP-0812.717.2889, 0812.717.2345

Pjs Kada Boleh Mengundurkan Diri JAKARTA - Peluang para Penjabat (Pjs) kepala daerah untuk ikut men-calonkan diri sebagai kepala daerah/wakil kepala daerah di pilkada 2010 ini terbuka lebar. Mendagri Gamawan Fauzi tidak melarang seorang penjabat (pjs) kepala daerah mengundur- Gamawan Fauzi kan diri dari jabatannya untuk ikut maju dalam pilkada. Keputusan Gamawan ini ditegaskan setelah dirinya melakukan kajian aspek hukum terhadap sejumlah ketentuan di peraturan perundang-undangan terkait boleh tidaknya Pjs kepala daerah mengundurkan diri untuk ikut pilkada. Mantan Gubernur Sumbar itu mengatakan, melihat ketentuan UU Nomor 32 tahun 2004 dan UU Nomor 12 Tahun 2008 mengenai perubahan kedua UU Nomor 32 Tahun 2004, yang dilarang adalah bila pada saat mendaftarkan diri ke KPUD sebagai calon, yang bersangkutan masih berstatus sebagai pjs kepala daerah. “Nah, kalau pada saat mendaftar sudah tidak lagi sebagai penjabat karena sudah mengundurkan diri, ya berarti boleh,” ujar Gamawan Fauzi menjawab pertanyaan koran ini di kantornya, Jumat (21/1). Saat ditanya apa boleh Pjs kepala daerah mengundurkan diri, Gamawan mengatakan, mengundurkan diri adalah hak seorang pejabat. Terlebih dalam pasal 29 ayat (1) UU No.32 tahun 2004 disebutkan, kepala daerah atau wakil kepala daerah berhenti karena, meninggal dunia, atas permintaan sendiri, atau diberhentikan. “Jadi boleh. Kepala daerah definitif saja boleh, apalagi Plt atau Pjs,” tegasnya. (sam)

ATM Bersama Dipastikan Aman

Data Nasabah Bisa Dicuri Saat Bayar Transaksi JAKARTA - Pembobolan dana nasabah melalui mesin anjungan tunai mandiri (ATM) dengan proses skimming, ternyata dapat juga terjadi pada mesin debet. Masyarakat pun, diminta lebih berhatihati. Hal ini diungkapkan Vice President Information Technology Development Departement Artajasa,

Nuri Wicaksana, Jumat (22/1). Dia mengatakan, proses skimming bisa juga terjadi melalui mesin EDC (electronic data capture) di merchant atau toko. “Pembobolan rekening melalui ATM dapat dilakukan mutlak jika nomor Personal Identification Number (PIN) diketahui serta data dalam kartu ATM dikopi,” katanya.

Disinggung mengenai anjuran BI untuk mengganti kartu AT M dengan sistem chip, Nuri mengungkapkan hal itu tidaklah mudah. Pasalnya, dibutuhkan dana investasi yang besar dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Menurutnya, investasi mesin

Polri Amankan Pembobol ATM JAKARTA- Mabes Polri kembali mengamankan dua orang yang diduga menjadi sindikat pembobol rekening nasabah bank melalui transaksi ATM. Kedua orang tersebut diamankan di Pontianak, Kali-

mantan Barat. Kabareskrim Polri Komjen (pol) Ito Sumardi mengatakan kedua orang tersebut dari kelompok berbeda yang diduga (Ke halaman 7)

(Ke halaman 7)

Inflasi Babel Naik 1 Persen

Saran KPK, Honor & Tunjangan Dihapus JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengharapkan pemerintah untuk segera menerapkan reformasi birokrasi dengan cara menaikan gaji atau renumerasi di lembaga-lembaga pemerintahan. Agar selaras, renumerasi tersebut diiikuti sistem penggajian modern yang memberikan insentif kinerja berdasarkan prestasi. Dengan be-

gitu, berbagai penghasilan di luar gaji seperti tunjangan atau honor dihilangkan. “Renumerasi adalah bagian dari reformasi birokrasi yang harus segera dilaksanakan,” ucap Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan Mochammad Jasin di gedung KPK, Jakarta, Jumat (22/1). Agar tak membebani keuangan negara, lanjut

dia, uang pensiun juga harus dihimpun oleh pihak ketiga. Penerapan renumerasi dimaksudkan untuk menciptakan birokrasi bersih dan profesional. Hal ini dilakukan menyusul masih terus berlangsungnya praktik penerimaan uang yang sebenarnya bukan hak pejabat atau pegawai penerima. (Ke halaman 7)

Grow with Character! (1/100)

Hari Pertama Saya di MarkPlus SATU Mei 1990 adalah tanggal bersejarah buat saya. Itulah hari pertama saya tidak menjabat direktur distribusi PT HM Sampoerna. Dan itulah hari pertama saya juga memulai MarkPlus. Tanggal itu juga merupakan hari pertama saya menjadi seorang entrepreneur. Hermawan Kartajaya —— ———— SEHARI sebelumnya, saya masih memegang kartu nama keren PT HM Sampoerna. Direktur Distribusi PT HM Sampoerna. Sehari sebelumnya saya masih berkantor di pabrik Sampoerna di Kompleks Surabaya Industrial Estate Rungkut atau sering disebut SIER. Sehari sebelumnya saya masih punya “anak buah” sekitar 1.600 orang di seluruh Indonesia yang terbagi di 54 area. Satu area bisa meliputi dua

atau tiga kabupaten. Maklum, jualan rokok kan mesti merata, apalagi Dji Sam Soe yang sudah merakyat. Pada hari itu, pas satu Mei 1990, saya resmi menggunakan kartu nama MarkPlus Professional Service. Begitu saya menyebutnya, karena waktu itu saya berpikir pokoknya siap melakukan “professional service” apa pun! Karena kantor belum ada, ya berkantor di rumah aja, Taman Prapen Indah C-8 Surabaya. Saya hanya berpikir, waktu itu, bahwa alamat itu memang “kurang profesional” karena tidak di perkantoran, tapi tidak terlalu “kebanting”. Waktu itu juga belum ada kompleks perumahan yang keren seperti sekarang: Galaxy, Ciputra, Pakuwon, dan sebagainya. Jadi, Kompleks Prapen yang “indah” sudah cukup lumayan, karena tempatnya bersih dan dihuni banyak eksekutif. Jadi, paling tidak, biar ada persepsi memang MarkPlus ini perusahaan one man show, tapi didirikan oleh seorang ex top executive dari

sebuah perusahaan besar di Surabaya. Karyawannya belum ada. Kenapa? Pertama, saya memang belum berani menggaji orang. Kalau nggak laku bagaimana? Kedua, ya memang nggak ada yang mau bekerja untuk saya. Sebenarnya, terus terang, sebulan sebelum “resign” dari Sampoerna, saya memang minta tolong kepada anak buah saya yang pintar desain untuk mendesain logo MarkPlus. Maksudnya, supaya begitu keluar dari Sampoerna, saya sudah memegang kartu nama sendiri dengan logo yang lumayan. Kartu nama adalah yang saya pikir lebih dulu, karena takut nggak punya identitas begitu tidak di Sampoerna lagi. Nah, anak buah saya inilah yang saya ajak berdiskusi tentang logo tersebut di luar jam kerja Saya, bahkan, bercerita hanya pada dia secara “confidential” (Ke halaman 7)

e-mail: radarbangka@yahoo.com

http://www.radarbangka.com

F setengah horison.pmd

(Ke halaman 7)

Sebagai langkah awal pem-bongkaran, Pemkot kemarin melakukan sosialisasi terhadap para pedagang di sekitar area tersebut.

1

1/23/2010, 3:14 AM


radar