Page 8

8 PALEMBANG RAYA

NOVEMBER GELAR BAKSOS TAGANA TINGKAT DUNIA

PALEMBANG, RP – Setelah sukses menggelar kegiatan Bakti Sosial Tagana Asean plus 3 negara yang dilaksanakan beberapa waktu lalu. Pemerintah Provinsi (Pemprov) memastikan jika pihaknya dalam waktu dekat akan menggelar acara yang lebih besar yakni bankti Bakti Sosial Tagana tingkat dunia pada November 2014 mendatang. Kepastian ini diungkap langsung oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumsel, Drs H Apriyadi M Si yang mengatakan, bakti sosial tagana tingkat dunia ini nantinya akan dihadiri para relawan yang berasal dari negara Jepang, Turki dan juga Swiss.

RADAR PALEMBANG, KAMIS 17 OKTOBER 2013

“Rencana ini juga telah mendapatkan respon positif dari pihak Kemensos RI,” ujar Apriyadi saat diwawancara di kantor gubernur kemarin. Terkait dengan pelaksanaan kegiatan beserta yang lainnya, Apriyadi mengakui jika pihaknya hingga kini masih melakukan koordinasi dengan pihak kemensos RI terutama untuk hal yang berkaitan dengan permasalahan dana. Namun dirinya mengungkapkan jika kemungkinan besar dana akan disiapkan dengan sistem sharing seperti sebelumnya sudah dilakukan saat acara bakti sosial tagana asean +3 asia.

Oleh karena itu, untuk konsep pelaksanaan acara ke depan, Apriyadi memperkirakan jika agenda kegiatan nanti tidak akan berbeda jauh dengan apa yang sudah dilaksanakan sebelumnya termasuk dari sisi lokasi acara. “ segala tindakan sosial tetap akan dilakukan dalam mengisi acara tersebut. Lokasinya akan tetap dilakukan di JSC,” bebernya. Disinggung mengenai alokasi anggaran yang mungkin akan dialokasikan oleh pemerintah pusat, Apriyadi meyakini jika alokasi anggaran akan lebih besar dibandingkan dengan alokasi sebelumnya. “Acaranya sebelumnya

saja bantuan mencapai 20,9 miliar. Bisa dibayangkan jika tahun depan digelar lebih besar lagi, bantuan untuk Sumsel pasti akan lebih banyak lagi,” terangnya. Sebelumnya, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin sendiri meminta secara langsung kepada Mensos RI untuk adanya penyelenggaraan kelas dunia. Itu diungkapkannya ketika penutupan Bakti Sosial Tagana Asean plus 3 negara di lapangan tembak Jakabaring. “Kami minta acaranya kedepan harus tingkat dunia,” ucapnya.

Hal itu diamini oleh Menteri Sosial RI, Dr Salim Segaf Al Jufri MA. Pasalnya, ia berkaca dari kesuksesan acara yang telah dilakukan sebelumnya. “Maka dari itu saya setuju kegiatan bhakti sosial tagana tingkat dunia pada tahun depan digelar di Provinsi Sumsel,” pungkasnya. (alk)

TAGANA: Kegiatan Bakti Sosial Tagana Asean plus 3 negara beberapa waktu lalu,November mendatang juga akan digelar Baksos Tagana tingkat dunia. FOTO: SALAMUN

FU/Komunitas Tionghoa

PERINGATI WAFATNYA DEWI KWAN IM PALEMBANG, RP - Di kalangan etnis Tionghoa, Dewi Kwan Im atau Avalokitesvara Bodhisattva telah dikenal luas sebagai dewi welas Asih tak hanya di Tiongkok juga di Indonesia. Setiap tahunnya etnis Tionghoa memperingati kelahiran Dewi Kwan Im ini sebanyak tiga kali yakni hari kelahiranya, mencapai kesempurnaan serta wafatnya. Setiap tahun pada penanggalan Imlek Kwa Gwee Cap Kau yang jatuh pada 23 Oktober 2013 merupakan hari ulang tahun Peringatan Wafatnya Dewi Kwan Im Pho Sat Mencapai Penerangan Sempurna. Menurut Cerita, Dewi Kwan Im merupakan titisan Dewa Che Hang yang ber-reinkarnasi ke bumi untuk menolong manusia keluar dari penderitaan, karena beliau melihat begitu kacaunya keadaan manusia saat itu dan penderitaan di manamana. Dewa Che Hang memilih wujud sebagai wanita, agar lebih leluasa untuk menolong kaum wanita yang membutuhkan pertolonganNya. FOTO: DOK “Disamping itu agar lebih bisa meresapi penderitaan manusia bila dalam Darwis Hidayat bentuk wanita karena di jaman itu wanita yang lebih banyak menderita dan kurang leluasa dalam membuat keputusan,” kata Darwis Hidayat ketua Vihara Dharmakirti, kemaren Oleh sebab itu Kwan Im Pho Sat adalah seorang Bodhisattva yang melambangkan hati yang welas asih dan penyayang, yang tertanam dihati tiap pemujanya. Mereka percaya bahwa Kwan Im dapat mendengarkan keluh kesah umat yang menderita dan datang menolong, dalam wujud yang berbeda baik pria maupun wanita. Dewi Kwan Im mau mendengarkan ratapan dari dunia, sehingga Beliau rela turun ke dunia untuk memberikan pertolongan. Ia memperoleh sebutan Buddha yang mengusir rasa takut. Kalau di tengah kobaran api, nama Kwan Im disebut, api tak akan dapat membakar. Di tengah hempasan ombak yang setinggi gunung, apabila namanya disebut akan sampailah pada air yang dangkal. “Beliau dikenal dikalangan warga keturunan Tionghoa merupakan Dewi pengasihan, oleh karena itu setiap perayaan HUT ribuan warga keturunan Tionghoa datang ke tempat ini untuk melakukan ritual sembahyang serta terselip doa kepada Dewi Kwan Im untuk meminta keselamatan dan minta agar dilindungi seluruh anggota keluargannya, juga dilancarkan rejekinya.” ujarnya. Lanjutnya Darwis. perayaan HUT Dewi Kwan Im ini setiap tahunnya dilaksanakan tiga kali dalam setahun yakni pada Ji Gwee Cap Kau atau 30 April 2013, Lak Gwee Cap Kau atau 26 Juni 2013 serta terakhir Kwa Gwee Cap Kau atau 23 oktober 2013. Dirayakan tiga kali HUT Dewi Kwan Im, bagi mereka yang pemula timbul pertanyaan kenapa HUT Dewi Kwan Im dirayakan tiga kali dalam setahun. Harun Menjelaskan HUT Pertama Dewi Kwan Im yang jatuh pada bulan Ji Gwee Cap Kau ini merupakan kelahiran Dewi Kwan Im yang jatuh pada tanggal tersebut, sedangkan HUT kedua merupakan tanggal Dewi Kwan Im mencapai puncak menjadi Buddha dan HUT ketiga merupakan tanggal wafatnya Dewi Kwan Im.“ Di tahun ini pada 23 Oktober mendatang merupakan hari besar peringatan wafatnya Dewi Kwan Im,” ungkapnya. (ben)

Inspirasi Bisnis Masyarakat Sumsel

Bangun Kolam Retensi Tiap Kecamatan Dalam meminimalisir dampak musim hujan dan antisipasi banjir Pemkot telah menyiapkan rencana pembangunan kolam retensi di tiap kecamatan. Diketahui, rencana pembangunan kolam retensi ini segera diwujudkan tahun depan karena Pemkot siap mengalokasikan APBD 2014 bagi pembangunan kolam retensi. PALEMBANG, RP – “Tahun depan sudah diusulkan disiapkan dana pembangunannya biar segera dibuat kolam retensinya ,” kata Kepala Dinas PU Bina Marga dan PSDA kota Palembang, Darma Budhy, disela kegiatan pemotongan hewan kurban di kantornya. Rabu (16/10) Menurut Budhy, upaya membangun kolam retensi dilakukan mengingat saat ini jumlah kolam retensi yang ada masih sangat minim. “Kurang dari 30 kolam retensi yang dimiliki Pemkot saat ini. Sementara idealnya dibutuhkan 48 kolam retensi untuk menampung luapan air hujan agar tidak terjadi banjir saat hujan deras turun.” terangnya. Meski kolam retensi tak bisa langsung menyulap genangan air kering namun dipastikan bakal bisa menampung air yang ada disekitar kolam agar tidak lama menggenang di jalan dan pemukiman sehingga masalah banjir berangsur-angsur bisa diatasi. ”Untuk merealisasikan upaya tersebut, maka rencananya

“Kurang dari 30 kolam retensi yang dimiliki Pemkot saat ini. Sementara idealnya dibutuhkan 48 kolam retensi untuk menampung luapan air hujan agar tidak terjadi banjir saat hujan deras turun.”

Darma Budhy satu kecamatan bakal disiapkan anggaran Rp 500 juta untuk pembuatan kolam retensi. Dibangunnya 16 kolam retensi ditiap kecamatan diharapkan bakal mengurangi jumlah genangan yang ada.” tukas dia. Sementara itu untuk teknis pembangunan kolam retensi nantinya lahan disediakan oleh pihak kecematan yakni lahan milik warga yang tetap difungsikan dan diswakelola menjadi kolam retensi sehingga anggaran Rp 500 juta yang bakal disediakan diperuntukkan membangun kolam bukan untuk membebaskan lahan kolam retensi. Kedepannya kecataman bakal dibuat semacam SKPD kecil sehingga kecamatan bakal mengelola sendiri pendanaan untuk membangun kecamatannya masingmasing baik pembangunan kolam maupun proyek pembangunan jalan lainnya. Dengan demikian maka proses pembangunan akan lebih cepat berjalan dan merata. ”Kita berdayakan masyarakat dibawah himbauan langsung pemerintah setempat sehingga meningkatkan kesadaran masyarakat menjaga lingkungan ,” kata dia. Dia mengakui jika sampai

saat ini Palembang belum bebas titik genangan air dan banjir saat musim hujan dan air pasang sungai. Penambahan dua kolam retensi sangkuriang dan kemang manis belum bisa menampung semua genangan air yang ada dan hanya bisa mengatasi genangan air yang ada disekitar tempat itu saja. ”Sebenarnya kendala kita keterbatasan dana sebab kolam retensi dan pompa air kita tak sebanding dan potensi titik genangan sehingga saat hujan turun tak bisa langsung diatasi dengan tuntas,” tuturnya. Sementara itu, Walikota Palembang H Romi Herton menilai potensi banjir yang ada di Palembang disebabkan banyak faktor mulai dari faktor alam hingga ulah manusia. Jika faktor alam misalnya pasang sungai Musi yang lebih tinggi dari pemukiman warga seperti dikawasan sungai Bendung maka hal itu memang sulit diatasi dan hanya bisa diatasi dengan upaya pembuatan kolam retensi plus bendungan yang diadopsi sistem bendungan seperti di Belanda. Tapi jika banjir disebabkan faktor alam karena banyak sumber resapan di tumbun maka perda rawa bakal ditegakkan. “Kita tindak tegas pelanggaran Perda rawa karena banyak rawa yang dialih fungsikan menjadi bangunan saat ini dan memicu potensi banjir,” ujar Romi. Dia menilai pembangunan tetap bisa dilakukan tanpa harus menimbun rawa yang ada. Jika semua rawa yang ada ditimbun maka hal ini bisa semakin memperarah kondisi banjir yang ada oleh sebab itulah rawa harus tetap dijaga fungsinya dan keasliannya sebagai sumber resapan. Oleh sebab itu, dia meminta dinas terkait agar mengawasi fungsi rawa dan memperketat segala izin baik pembangunann dan penggunaan lahan rawa agar tak disalah gunakan fungsinya. (tma)

Ratusan Anjal dan Orgil Direlokasi PALEMBANG, RP – Dinas Sosial kota Palembang mengaku sedikit kewalahan menangani permasalahan anak jalanan (anjal), gelandangan dan pengemis (gepeng), anak terlantar dan orang gila (orgil) yang seolah tak ada habisnya. Tercatat, dalam waktu hanya dua bulan terakhir sebanyak 395 orang lebih yang terjaring. Angka ini meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Kepala Dinas Sosial Kota Palembang, Faizar AR mengatakan mengatasi terus bertambahnya jumlah tersebut, pihaknya kini melakukan kerja sama dengan beberapa panti di luar palembang untuk dapat dilakukan pembinaan terhadap anjal ini. Untuk orang gila melakukan kerja sama dengan panti Bina Laras Daya Guna di Bengkulu milik Kemensos dan untuk anak punk melakukan kerja sama dengan PSB di Inderalaya milik pemerintah Provinsi. “Secara bertahap anjal dan orgil ini akan kami relokasi ke panti tersebut. Disana mereka akan mendapatkan pembinaan dan pelatihan serta rehabilitas agar bisa diberdayakan,” kata dia. Rabu (16/10). Faizar menyebutkan, langkah tersebut diambil mengingat kapasitas untuk panti pembinaan di kota palembang sediri saat ini hanya mampu menampung sekitar 400 orang dan sejauh ini pihaknya masih mampu untuk melakukan pembinaan. Hanya saja, jika dibiarkan terus dan jumlahnya semakin meningkat anggaran yang dikeluarkan akan semakin membengkak. Kondisi ini pasti mempersulit pihaknya. “Selama kita bina telah ada

30 gelandang terdiri dari Pria dan perempuan yang melanjutkan pendidikan ke Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama, (SMP),” terangnya sembari mengatakan meningkatnya jumlah tangkapan ini, lantaran pihaknya memang intensif melakukan patroli. Perhari ada tiga tim gabungan Satpol PP dan Kepolisian dan TNI. Satu tim terdiri dari 8 orang. Faizar mengungkapkan, pihaknya agak kesulitan untuk melakukan penertiban khususnya untuk anjal yang memintaminta. Sebab, mereka sudah menjadikan kegiatan sebagai profesi dan malas mencari pekerjaan. Meski sudah dijaring dan bina besoknya kembali lagi. “Kami pernah menertibkan satu orang koordinator. Dari sana kami ketahui perhari mereka dapat mengumpulkan uang Rp175- 400 ribu perharinya. Besarnya pendapatan yang mereka terima, membuat mereka menjadi malas untuk mencari uang,” ucapnya Selain itu, kata Faizar, mereka (anjal dan pengemis) ini diberdayakan oleh orang terdekat dengan membawa anak kecil. Kondisi ini sangat memprihatinkan dan membahayakan. Disamping itu, banyak sekali modus yang dipergunakan, seperti menjadi loper koran. Dikatanya, mereka yang menjaring ini berasal dari laporan masyarakat, lurah atau camat serta hasil patroli yang dilakukan di 10 titik seperti simpang Charitas, Simpang Polda, Simpang Tanjung ApiApi, Simpang Jakabaring, Simpang Sekip, Simpang Lima DPRD Provinsi dan titik lainnya. (tma)

FOTO: SALAMUN

TERTIBKAN: Anjal dan orang gila saat ditertibkan Dinsos kota Palembang.

klik...........www.radarpalembang.biz

Rp#1 17102013  
Rp#1 17102013  

Radar Palembang Edisi Kamis 17-10-2013 Koran 1.

Advertisement