Page 5

5

SAMBUNGAN

RADAR PALEMBANG, KAMIS 17 OKTOBER 2013

Gaji Karyawan PT SP2J Dibekukan PALEMBANG, RP - Satu bulan lebih Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sumsel melakukan pemeriksaan keuangan dan audit kepada perusahaan daerah PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J) yang membuat Pemkot Palembang selaku pemilik saham tertinggi sementara waktu ini membekukan terlebih dahulu seluruh anggran keuangan yang ada di perusahaan tersebut. Akibatnya, pembekuan tersebut membuat ratusan karyawan PT SP2J mengeluhkan gajinya. Mereka mengatakan bulan lalu (September) baru menerima gaji sebesar 25 persen dari gaji penuh dan hal dan sudah beberapa bulan terakhir terlambat menerima gaji. “ Kami sedih mau lebaran dan pasca lebaran tapi gaji baru dibayar seperempatnya saja padahal kami juga ingin lebaran ,” keluh salah seorang pegawai Transmusi yang enggan namanya dipublikasikan. Dia tidak tahu pasti keterlambatan dan tidak dibayarkanya penuh gaji bulan lalu apakah benar disebabkan oleh isu bakal ditutupnya PT SP2J tempat mereka bernaung mencari nafkah. Jika benar maka dimintakan kejelasan nasib dan juga uang pesangon dan jangan digantung seperti ini

nasib mereka. Jika benar bakal di tutup maka bisa mencari batu loncatan lain atau alih profesi lainnya. Menanggapi hal tersebut, Walikota Palembang H Romi Herton mengatakan sengaja membekukan keuangan PT SP2J selama proses pemeriksaan oleh BPK. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kemana saja mengalirnya suntikan dana penyertaan modal dan dana pinjaman yang dipinjam PT SP2J tiap tahunnya karena banyak anak perusahaan ini dinilai mandul bahkan hanya menimbun uang tanpa ada hasilnya. “ Sekarangkan lagi pemeriksaan keuangan oleh BPK jadi saya minta sengaja dikosongkan dahulu keuanganya agar dapat jelas kemana mengalirnya uang yang ada mengapa laporan yang diterima selalu mengatakan tak untung ,” kata Romi, Rabu (16/10). Soal keluhan pegawai Romi minta agar jangan terlalu dibesar-besarkan, itu karena dia menilai pembayaran gaji 25 persen dari total gaji karywan Rp 12 juta tiap bulan dianggap lebih dari cukup membiayai hidup sehingga tak ada alasan karyawan mengeluh tak cukup uang gaji. “ 25 persen dari Rp 12 juta itukan

kurang lebih masih sekitar Rp 3 juta lebih, saya rasa masih cukup besar,” ujarnya. Romi mengaku, audit keuangan yang dilakukan BPK sengaja dilakukan untuk mengatahui bagaiaman kondisi keuangan perusahan daerah itu. Jika dinilai kondisi keuangan tak memungkinkan dan banyak uang ditaman sebagai modal namun tidak memiliki profit maka bisa saja sejumlah anak perusahaan ini bakal ditutup. Namun, dia masih memberikan kesempatan pada sejumlah anak perusahaan itu untuk menerangkan prospek usahanya kedepannya. Jika perusahaan tersebut dinilai tak menguntungkan dan berorientasi pada pelayanan masyarakat maka bisa saja dipertahankan. “ Tapi jika merugi dan hanya mengubur uang saja maka selaku pengusaha saya bakal memikirkan dampaknya dan terpaksa bakal menutup anak perusahaan tersebut.” tegas Romi Romi menilai kucuran dana Rp 250 miliar dari APBD Pemkot dan pinjaman dari perbankan yang telah dikucurkan pada PLTMG hanya menjadi uang mati tanpa menghasilkan. Bakan saat ini PLTMG yan digaung-

gaungkan bakal menjadi anak perusahaan yang bakal mensubsidi dan mendanai anak perusahaan lainnya jika telah beroperasi nanti, namun kini justru di denda setiap bulannya sebesar Rp120 juta lantaran proyek penyelesaian pembangunan molor dari jadwal tender yang disepakati.” Jangan sampai kondisi tanda-tanda kebengkrutan ini sekamin memperburuk keungan PT SP2J. Pemkot juga tak ingin terus memberikan modal pada perusaaan merugi.” terang dia. Lebih jauh dikatakan Romi, pada dasarnya perusahaan daerah dibangun untuk menambah kas keuangan Pemkot bukan untuk membuang uang percuma. Selaku kepala daerah dalam hal ini pemangku kebijakan tertinggi Romi bakal mengambil inisiatif menutup PT SP2J dan menjual atau bahkan mendirikan perusahaan baru untuk membuka jalan keuangan kas daerah. “ Saya tak mau dianggap mengambil kepihak sepihak saja, masyrakat juga harus tahu bagaimana sebenernya kondisi keuangan PT SP2J saat ini agar saya jangan dibilang hanya mengambil kebijakan sepihak saja ,” pungkas dia. (tma)

SBY: Indonesia Kurang Pasokan Listrik PACITAN - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyadari kapasitas daya listrik yang ada belum cukup memenuhi kebutuhan listrik nasional. Walaupun tahun ini kapasitas daya listrik di Indonesia bertambah cukup signifikan mencapai 40.000 megawatt (MW). “Kita sadar ini masih kurang sekali, sekarang jumlahnya sudah 40.000 (MW) sekian tetapi masih kurang,” kata Presiden SBY dalam peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pacitan, Sudimoro, Rabu (16/10/2013). SBY mengatakan, kekurangan listrik terjadi karena berkembangnya dunia usaha di Indonesia. Selain itu, berkembangnya infrastruktur juga membutuhkan tambahan konsumsi listrik. “Dunia usaha berkembang, pabrik-pabrik berkembang, jalan-jalan juga berkembang dan membutuhkan listrik. Untuk itu solusinya harus kita tambah,” ujarnya. Proyek PLTU Pacitan membutuhkan biaya Rp 6,5 triliun, daya listrik yang dihasilkan sebesar 2x 315 MW. PLTU ini akan menopang jaringan listrik di Pulau Jawa dan Bali. (rvk/hen)

SBY

Mentan Suswono Pesimistis Swasembada JAKARTA, RP - Program swasembada 5 komoditas pangan di Indonesia sulit tercapai semuanya pada 2014. Menurut Menteri Pertanian Suswono, program swasembada daging sapi, gula, dan kedelai paling sulit terpenuhi. Sementara beras dan jagung masih bisa dicapai tahun depan. “Beras dan jagung aman. Kita masih surplus,” ucap Suswono usai rakor pangan di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (16/10/2013). Sementara untuk swasembada kedelai, sebanyak dua pertiga pasokan di dalam negeri masih dipenuhi dari impor. Swasembada kedelai masih menghadapi persoalan sempitnya lahan dan insentif yang kurang menarik untuk para petani. Sehingga Indonesia masih tergantung impor karena pasokan sedikit dari petani. “Sekarang dengan harga (beli) jaminan di Bulog Rp 7.400 per kg, itu menarik bagi petani, kalau nggak ada lahan baru dia trade off, dia ambil lahan jagung. Mau nggak mau harus ada tambahan

baru. Kita canangkan 500 ribu hektar lah,” sebut Suswono. Hal serupa terjadi pada daging. Menurut Suswono untuk mengejar target swasembada, pemerintah harus bekerja ekstra memaksimalkan program sapi sawit dan mendorong program peternakan sapi di Australia. “Daging sendiri juga kemungkinan relatif berat untuk mencapai swasembada, karena itu mengoptimalkan integrasi sawit ternak. Ada BUMN investasi di Australia. Dia datangkan betina produktif,” sebutnya. Terakhir soal swasembada gula. Produsen gula dalam negeri hanya sanggup memenuhi kebutuhan konsumen rumah tangga. Namun untuk kebutuhan industri, produsen gula dalam negeri belum sanggup. “Kalau industri masih impor, terus lagi persoalan lahan. Perlu tambahan 350 ribu hektar. Revitalisasi pabrik gula nggak berjalan. Pembangunan minimal 20 pabrik baru belum terwujud,” tegas Suswono. (feb/dnl)

Kesempatan

Dari Hal 1).....................................

resmi mengakuisisi 70% saham Inter Milan. Untuk memiliki mayoritas kepemilikan Nerazzurri, pengusaha asal Indonesia itu dikabarkan menggelontorkan uang sebesar sekitar Rp 5,2 triliun. Inter bukan klub olahraga pertama yang dipunya Thohir karena dia sebelumnya juga membeli sebagian saham klub NBA Philadelphia 76ers. Lalu, pada 2012 lalu dia menjadi co-owner klub DC United bersama Jason Levien. Terkait kepemilikannya di DC United, Thohir sudah membuka pintu buat pesepakbola Indonesia untuk merasakan kompetisi di Amerika Serikat. Andik Vermansah sempat melakukan trial selama sekitar dua minggu di sana. Andik malah sempat tampil di pertandingan tim reserve DC United. Turun selama 45 menit, pesepakbola jebolan Persebaya itu dianggap tampil memuaskan. Selain Andik, ada juga Syamsir Alam. Pada Januari 2013 lalu, Syamsir malah dapat kontrak resmi dari DC United. Namun hingga kini pemain depan berusia 21 tahun itu belum berhasil men-

Siapa Lagi Pesta

Dari Hal 1)......................................................................................................................................................................................................................................

akan dilangsungkan di gedung Telkom mulai pukul 08.00 hingga selesai, Sabtu (19/10) mendatang. Menghadirkan tiga pakar wirausaha terkemuka. Dihiasi dengan aneka kegiatan penting, yakni seminar motivasi, yang langsung disampaikan CEO PT Dwikarsa Semestaguna, Saptuari Sugiharto, Founder Kedai Digital Coorperation, Jaya Terorit yang juga Direktur Sosial Enterprenuer sekaligus pemilik Sekolah Monyet dan Fauzi Rahmanto, Direktur TDA Nasional. Dalam even ini, peserta bisa langsung berinteraksi dengan pembicara maupun konsultasi dengan para mentoring. Bagi

Perbanas

pewirausaha yang ingin membuka stand, bisa juga langsung membuka both diarea. Hingga saat ini sudah ada 10 booth yang siap dibuka, salah satunya dari pewirausaha Lampung. Makanya, kata dia, dibuka kesempatan seluas-luasnya bagi yang ingin mendaftar atau yang berminat menjadi pewirausaha. Untuk mahasiswa dan pelajar, kontribusi Rp 35 ribu,kalangan umum Rp 50 ribu dan VIP sebesar Rp 500 ribu. Peserta dari kalangan VIP akan duduk di kursi paling depan, mendapatkan kaos, pose bersama pembicara hingga konsultasi langsung. “Bagi yang mau mendaftar bisa lang-

sung hubungi kantor CV Setia Hati di Jalan Letnan Murod Palembang,” katanya. Paling tidak dalam kegiatan ini, dia berharap bisa mencetak 500 pengusaha di Palembang. Komunitas Tangan Diatas sendiri memiliki beberapa jenjang tingkatan, mulai dari tingkat paling tingi member TDA, kelompok ini merupakan wirausaha yang sudah lama terbentuk yang sudah mampu berdiri dan menghasilkan keuntungan yang besar. Adalagi TDA Ampibi, kelompok ini merupakan kalangan yang baru memulai usaha. Adalagi tangan dibawah. Kelompok ini merupakan kalangan yang belum

sama sekali memiliki usaha karena terbentur pendanaan namun sudah memiliki niat untuk berwirausaha terakhir ada TDA kampus yang biasanya dilakukan oleh mahasiswa. “Ajang ini bisa memberikan kesempatan bagi pelaku wirausaha, mahasiswa yang berwirausaha, atau orang yang baru mau memulai berwirausaha, sebab akan didukung oleh pakar wirausaha yang handal untuk melatih dan berbagi pengalaman seputar berwirausaha sukses. Kita optimis kegiatan ini akan sukses mengingat antusias masyarakat terutama mahasiswa cukup tinggi,” ungkapnya. (iam)

Dari Hal 1).......................................................................................................................................................................................................................

yang serasa sulit lepas. “Kesulitan pertumbuhan perbankan itu diawali jebloknya harga komoditas yang dipicu menurunnya permintaan dari importir. Penumpukan barang ekspor di negara tujuan membuat komoditas yang sudah diproduksi harganya harus rela jatuh dalam dalam kurun waktu yang cukup lama,”jelas dia, kepada Radar Palembang. Ia menambahkan, akibat dari kondisi ini merembat ke sektor perbankan karena tinggi rendahnya harga komoditas akan menentukan pertumbuhan perbankan. Perbankan, sambung Fatmahadi, memiliki produk kredit yang tentu sebagian besar menyasar setor komoditas yang menjadi unggulan Sumsel. Ketika harganya jatuh dalam mulai dari karet, sawit hingga batubara, otomatis akan mengurangi pasaokan penyaluran kredit karena daya beli masyarakat yang kendur. Secara statistik dari BI – Palembang, penyaluran kredit mengalami pertumbuhan meski lambat. Seperti Mei 2013 sebesar Rp 44,208 triliun, naik tipis di Juni 2013 menjadi Rp 45,565 triliun. Kemudian terus naik tipis. Posisi Juli 2013 sebesar Rp 46,129 triliun dan Rp 46,519 trilun di Agustus 2013. Kembali lagi, resiko yang

dialami perbankan atas minusnya ekonomi global, kata Fatmahadi, resiko pemecatan hubungan kerja, karena perusahaan perkebunan dan pertambangan ada yang berkurang operasionalnya sehingga berimbas pada PHK pegawai. “Kondisi ini jelas berefek kepada penghasilan masyarakat. Sehingga jangankan untuk menabung, memmenuhi kebutuhan hidup saja sulit. Makanya tidak heran jika kondisi DPK perbankan sulit bertambah.” “Jika dana di bank tidak bertambah tidak mungkin mau menyalurkan kredit dalam skala besar, sebab dana apa yang mau disalurkan kalau masyarakat tida menabung. Kondisi seperti inilah yang sedang dialami hampir semua bank yang ada,” ungkapnya. Kondisi sulit ini kata Fatmahadi, sulit untuk diprediksi kapan akan berakhir, dari lingkaran kesulitan yang terbentuk ada pengaruh global. “Rasanya sulit untuk melepaskan diri dari kondisi sulit ini dalam waktu dekat,” tegasnya. Peluang untuk keluar dari kondisi sulit ini sebetulnya ada, namun perlu campur tangan dari pemerintah. Bagai mana cara pemerintah menarik minat investor asing untuk berinvestasi di dalam negeri, sehingga produk komoditas yang dihasilkan bisa

diproduksi didalam negeri. Karet misalnya, lebih dari 50 persen diproduksi untuk ban, jika ini bisa ‘ditangkap’ tentu karet produksi dalam negeri bisa dijadikan produksi bahan jadi didalam negeri dan dipasarkan di dalam negeri jika hal ini bisa dilakukan jelas bisa memutus rantai setan yang membelenggu kinerja perbankan dan sektor ekonomi lainnya. Fatmahadi mengaku, kesulitan DPK yang dialami perbankan di Palembang menyebabkan terjadinya ‘perang’ suku bunga antara perbankan. Bank tentu akan berlombalomba memberikan rate yang tinggi untuk memancing nasabah menyimpan dananya. Kondisi ini jelas memicu migrasi dana besarbesaran antar bank, sehingga bisa saja menimbulkan persaingan yang tidak sehat antara bank. “Bank yang memberikan margin keuntungan yang besar tentu akan diburu. Kita lihat sekarang ini untuk tabungan saja sudah ada bank yang berani memberikan keuntungan tinggi demi mendapatkan dana yang besar,” ungkap dia. Negara Timur Jadi Alternatif Ekspor Amerika Serikat masuk dalam situasi shut down atau matinya layanan publik sehingga otomatis penghematan anggaran membuat

lembaga terpaksa ditutup operasi sementara karena ketiadaan biaya. Amerika Serikat yang merupakan negara tujuan ekspor Karet Sumsel saat ini belum terlalu terasa matinya layanan publik Paman Sam namun jika kejadian ini terus berlangsung lama tentu akan berpengaruh ekspor karet sehingga alternafit membidik negara lain sebagai tujuan ekspor karet di Sumsel. Alex K Eddy, ketua Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel mengatakan shutdown Amerika Serikat sejak 1 Oktober lalu untuk saat ini belum terpengaruh terhadap pengusaha ekspor karet Sumsel karena kejadian tersebut belum terlalu lama namun jika hal tersebut terus berangsur terjadi pasti akan berpengaruh. “Belum berdampak saat ini ke kita, kedepan pasti pengaruh karena pegawai negeri dirumah serta layanan publik dihentikan tentu orang tidak pakai kendaraan sehingga produksi ban terhambat,” kata Eddy, saat dihubungi Radar Palembang, kemarin. Ia menambahkan, selain permintaan yang belum pengaruh juga dari sisi harga karet saat ini belum ada penguatan dari dampak shut down. Sejauh ini

besarnya ekspor karet 80-90 persen ke beberapa negara tujuan seperti Amerika, Amerika latin, Cina, Korea dan Japan. Ekspor ke Amerika sendiri kisaran 4050 persen. “Ekspor kita hampir ke seluruh negara namun memang yang paling besar ekspor kita ke Amerika,” ujarnya. Menurut Eddy, gejolak yang terjadi di Amerika tak akan berlangsung lama karena bagaimanapun parlemen Amerika harus berpikir tentang rakyatnya aktivitas di hentikan. “Saya pikir tidak akan lama, karena pemerintah Amerika juga memikirkan nasib rakyatnya,” ungkapnya. Akan tetapi meski demikian, pihaknya juga tidak tinggal diam jika gejolak di Amerika terus berlanjut. Beberapa langkah telah disiapkan untuk mengantasi ekspor karet seperti membidik negara Timur yang belum sama sekali disentuh juga negara seperti Rusia dan India yang besaran ekspornya masih terbilang kecil. “Banyak negara lain tujuan ekspor kita tapi masih melalui dealer tapi jika gejolak ini terus berlanjut akan negara yang sudah kita sentuh namun pasokan belum banyak juga negara timur akan kita bidik sebagai ekspor karet kita,” tutupnya. (iam/ben)

embus skuat utama DC United. Kembali ke Thohir, suksesnya mengakuisisi Inter tak bisa disangkal memunculkan harapan kalau dia bakal kembali membuka pintu kesempatan buat pesepakbola Indonesia. Apalagi klub yang dibelinya kini adalah salah satu yang terbesar di Eropa: pemilik 18 Scudetto dan tiga gelar Liga Champions. Thailand pernah merasakan keuntungan yang sama melalui mantan perdana menterinya Thaksin shinawatra. Meski hanya setahun memiliki Manchester City (2007-2008), Thaksin sempat membuka pintu buat beberapa pesepakbola Thailand dikirim menuntut ilmu ke The Citizens. Kalau mau dikait-kaitkan, momen pembelian Inter oleh Thohir bertepatan dengan sukses tim nasional U-19 Indonesia menjuarai Piala AFF U-19 dan lolos ke putaran final Piala AFC U-19 yang akan digelar tahun 2014. Maka harapan Evan Dimas dan rekan-rekannya dapat kesempatan untuk menguji kemampuan di luar Indonesia kini memang terbuka semakin lebar. (din/a2s)

Dari Hal 1).............................................

dan Harry treasury yang bagus, membuat bisnis ini berjalan beriringan. Sekitar tahun 2000, Erick bersama Lutfi mulai merambah bisnis media dengan membeli perusahaan billboard dan radio, hingga media cetak seperti Republika dan Golf Digest yang merupakan perusahaan di bawah Mahaka Media. Republika merupakan perusahaan go public dengan kepemilikan saham mayoritas Erick Thohir sebesar 61%, Lutfi 20%, dan sisanya publik. Rosan P. Roeslani juga ikut beli melalui Recapital, dari situlah bisnis media yang dipegang Erick bertumbuh di bawah bendera Mahaka, mulai dari koran, radio, online, dan terakhir Alif TV. Saat ini, Erick punya dua bendera, Mahaka Media dan Alif. Mahaka Media untuk media dan Alif untuk entertainment company. Alif ini menaungi produkproduk terkait hiburan. Tak puas hanya dengan grup Mahaka Media, Erick menggandeng pengusaha muda Anindya Bakrie untuk bergabung di TVOne. Walaupun hanya sebagai pemegang saham minoritas, namun posisi Erick cukup mumpuni yaitu sebagai Direktur Utama PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) yang merupakan induk usaha dari TVOne. Mayoritas saham milik keluarga Bakrie sekitar 90%. Selain memiliki sejumlah media di Indonesia, Thohir sebelumnya sudah mengakusisi beberapa klub olahraga. Bersama sebuah konsorsium, Thohir menjadi pemilik klub NBA Philadelphia 76ers, lalu pada 2012 lalu dia menjadi co-owner klub DC United bersama Jason Levien. Erick, yang menjadi Chief de Mission kontingen Indonesia di Olimpiade 2012, adalah pengusaha yang juga memiliki tim basket Satria Muda BritAma dan Indonesia Warriors. Selain itu, dia juga punya kepemilikan saham di klub MLS, DC United. Aksi Lainnya Dari “sekadar” sponsor kecil, saham minoritas, lalu kini ada orang Indonesia yang benar-benar

memiliki klub sepakbola top di luar negeri. Erick Thohir memulainya bersama Inter Milan. Erick memastikan kepemilikan 70 persen saham Inter setelah ia dan Massimo Moratti meneken kesepakatan tersebut di Italia, sekaligus menjawab rumor yang sudah beredar sejak lama mengenai proses takeover itu. Belum dipastikan peran apa yang akan dijalani Erick di klub asal kota mode itu, apakah ia akan hanya seperti Roman Abramovich yang mengawasi dan menggelontorkan duit untuk klub, atau dia akan terjun langsung seperti Moratti menduduki kursi presiden. Namun dengan adanya Erick yang menaungi bendera International Sports Capital yang menguasai sebagian besar saham Inter, berarti nama Indonesia setidaknya bisa lebih terdengar di persepakbolaan Eropa. Sebelum Erick bersama Inter -- ia sebelumnya berinvestasi di DC United --, sudah ada namanama seperti Nirwan Bakrie dan Iman Arief yang menanamkan duitnya di klub-klub sepakbola luar negeri. Jika Iman yang pernah menjabat Ketua Badan Tim Nasional (BTN) disebut “hanya” punya saham kecil di klub Inggris, Leicester City, beda halnya dengan Nirwan yang dikenal gila bola dan memiliki penuh dua klub, yakni CS Vise serta Brisbane Roar. Nirwan sudah menguasai Vise, yang merupakan klub divisi dua Liga Belgia, sejak April 2011 dan menempatkan anaknya Aga Bakrie sebagai presiden klub. Bahkan di klub itu ada beberapa pemain Indonesia di antaranya Alfin Tuasalamony dan juga Syamsir Alam -- sebelum ia dikontrak DC United. Tak cuma Vise, Nirwan juga membeli 100 persen saham klub Australia, Brisbane Roar, dan menunjuk eks petinggi PSSI, Dali Tahir, sebagai presiden klub tersebut. Selain itu Nirwan melalui bendera Pelita Jaya Coronus juga mempunya klub SAD Uruguay, yang merupakan klub di mana para pemain muda Indonesia menimpa ilmu. (dav/ang/a2s)

Rp#1 17102013  
Rp#1 17102013  

Radar Palembang Edisi Kamis 17-10-2013 Koran 1.

Advertisement