Issuu on Google+

REDAKSI TELP EXT FAX

ONLINE Iklan Sirkulasi

: (0711) 361638 : 815 : (0711) 362452

: (EXT 805) : (EXT 803)

Bisnis Sumsel I N S P I R A S I B I S N I S M A S YA R A K AT S U M S E L

SELASA 13 SEPTEMBER 2011 RADAR PALEMBANG HALAMAN 9

Bupati Hentikan Operasioanal ELAP dan KKSK

EMPAT LAWANG, RP – Bupati Empat Lawang H Budi Antoni Aljufri, langsung memerintahkan untuk menghentikan kegiatan operasional dua perusahaan di wilayahnya. Kedua perusahaan tersebut masing-masing PT Empat Lawang Agro Perkasa (ELAP) dan PT KKSK. Perusahaan yang bergerak bidang perkebunan kelapa sawit itu, dilarang melanjutkan kegiatan pengembangan perkebunan pada kuasa pertambangan (KP) wilayah mencakupi empat desa yakni Muara Karang dan Tanjung Baru Kecamatan Pendopo serta Batu Jungul dan Sukadana Kecamatan MUara Pinang. Menurut HBA, kebijakan ini menyusul adanya penolakan sejumlah warga pemilik lahan di keempat desa yang masuk dalam KP perusaH Budi Antoni Aljufri haan. Hal ini untuk menjaga iklim investasi yang kondusif agar tidak terjadi sengketa yang lebih besar antara pihak perusahaan dengan warga. Pihak perusahaan telah menerima “Keputusan ini diambil agar tidak menimbulkan sengketa yang berlarutlarut yang dapat menganggu iklim investasi dan menerima permintaan Ke Halaman 15

ELPIJI : Elpiji 3 kg yang masih langka di OKU Timur hingga membuat ibu-ibu rumah tangga pusing karena sulit mendapatkan elpiji tersebut

Perkebunan Sayur

Terancam

PAGARALAM, RP – Salah satu titik badan jalan penghubung dusun yang ada di Kelurahan Muara Siban, Kecamatan Dempo Utara antara Dusun Muara Siban Lama dengan Dusun Sukarami amblas sepanjang 1 meteran . Jika dibiarkan, selain mengancam keselamatan pengguna jalan, juga akan menagnggu distribusi panen areal perkebunan sayur disekitarnya. Pantaun kemarin, panjang badan jalan yang amblas kurang lebih 1 meter dengan kedalaman mencapai dua meter. Ke Halaman 15

Elpiji 3 Kg Masih Langka di OKUT MARTAPURA, RP – Kalangan ibu rumah tangga yang ada di OKU Timur semakin dipusingkan dengan susahnya mendapatkan gas elpiji baik isi 3 kilogram maupun 12 kilogram. Bahkan sejumlah agen mengaku tidak memiliki

pasokan gas sejak beberapa hari terakhir. Kelangkaan elpiji ini telah terjadi sejak sebelum lebaran lalu. Jikapun ada agen maupun pangkalan yang menjual elpiji, harganya telah lebih dulu naik.

Untuk elpiji 12 kg, dijual dengan harga Rp 100 ribu per tabung, sementara ukuran 3 kg dijual dengan harga antara Rp 19 ribu hingga Rp 20 ribu per tabung. Berdasarkan pantauan di salah satu agen gas elpiji di Jalan Kolo-

nel H Barlian No 471 Kelurahan Pasar Martapura, terlihat ratusan gas elpiji ukuran 3 kg tertumpuk dalam keadaan kosong. “Sudah dua hari ini elpiji 3 kg kosong. Ratusan tabung yang ada disini semuanya kosong mungkin

hari ini baru tersedia,” ujar Endri (20) penjaga agen saat dibincangi kemarin (12/9) siang. Menurut Endri, kelangkaan elpiji dipicu oleh sulitnya sejumlah agen mendapatkan pasokan elpiji di Ke Halaman 15

34 Air Terjun

Terancam Hilang SEDIKITNYA 34 air terjun yang terdata di wilayah Kota Pagaralam terancam kering akibat musim kemarau. Berdasarkan pantauan koran ini, kemarin, aliran Cughup Mangkok di Kelurahan Curup Jare, Kecamatan Pagaralam Utara bisa dikatakan telah kering. Air terjun yang biasanya besar dan deras, kini terlihat sangat kecil dan nyaris tidak ada Air yang mengalir. PAGARALAM,RP - “Kecilnya debit air Cughup Mangkok ini tentunya membuat ke eksoti-

san-nya ikut berkurang. Padahal, tumpahan air Cughup Mangkok ini besar dan deras,” ujar Sony

(24) salah seorang pelancong asal Kota Palembang. Ia berpendapat, eksotika suatu air terjun sangat tergantung dengan besar kecilnya debit air. Debit air terjun yang deras bisa membuat para pelancong maupun pengunjung bisa bertambah betah. Jika Kekeringan dan kemarau ini terus terjadi bisa-bisa Air Terjun ini Hilang tak ada bekasnya. Kondisi yang sama juga melanda Cughup Embun di wilayah

Kecamatan Pagaralam Utara. Cughup ini hanya tinggal embunnya saja ketimbang air-Nya. Jumlah embunnya pun ikut berkurang ketimbang pada saat musim penghujan. Nyaris sama terjadi di Cughup Kabuan di Dusun Curup, Kelurahan Muara Siban, Kecamatan Dempo Utara mengalami penyusutan. Kondisi ini bisa dilihat dengan mengecilnya debit air Sungai Selangis yang merupakan

Harga Semen Relatif Tinggi EMPAT LAWANG,RP- Walaupun di tingkat distributor harga semen merek Baturaja Rp 50 ribu, namun harganya tetap melambung. Di tingkat penyalur ternyata harganya masih sebesar Rp 70 ribu lebih per sak berat 50 kilogram. ENURUT pemilik toko Panca Logam, Martinus harga semen memang relatif masih tinggi. Hal ini disebabkan harga yang diterimanya masih tinggi. “Kita terima harga per saknya masih tinggi berkisar Rp 60 ribu lebih. Oleh sebab itu untuk menutupi harga semen yang tinggi terpaksa harganya kita naikkan pada pembeli,” ungkap Martinus. Untuk stok, menurutnya saat ini cukup tersedia setiap kali order selalu dikirim. “Kapan kita meminta order pihak distributor siap mengantar. Dengan demikian untuk masalah stok tidak ada kendala seperti sebelumnya terjadi kelangkaan.Namun memang kita tidak bisa meminta lebih banyak hanya dibatasi 1 truk bermuatan

M

SEMEN :Kuli pengangkut sedang mengangkut semen yang harganya masih tinggi ditingkat penyalur sekitar Rp 70 ribu persak 50 kilogram.

400 sak setiap minggunya,” katannya. Sementara itu kondisi normal sangat diharapkan konsumen semen. Menurut Tinus kondisi ini akan kembali normal jika pihak distributor menurunkan harga. “Kita juga berharap akan adanya penu-

runan harga dan kemudahan mendapatkan stok,” pungkasnya. Selain Baturaja, merk lainnya juga dijual antara lain semen Holcin dan Tiga Roda. Kedua merek tersebut sebelum terjadinya kelangkaan Ke Halaman 15

hilir dari air terjun ini. “Debit air Cuhgup Kabuan mengalami penyusutan pada saat musim kemarau,” kata Fikri (35), Ketua RW 05 dusun setempat. Berbeda di Cughup Le di Dusun Tegur Wangi Baru, Kelurahan Pagar Wangi, Kecamatan Dempo Utara menunjukkan kondisi jauh lebih baik walaupun tidak seperti biasanya. Aryadi (37), Ketua RW 01 dusun setempat mengatakan, Ke Halaman 15

Angkutan

Truk Batubara Bandel Aturan USAI hari raya idul fitri 1432 Hijriah, angkutan truk batubara yang berasal dari Kabupaten Lahat semakin menggila. Bahkan, dalam mengendalikan truk angkutan, sopir truk tersebut acapkali membuat sejumlah pengguna jalan raya lainnya harus rela mengantre di belakang truk dikarenakan ugal-ugalan dalam berkendara. MUARA ENIM, RP – Nah, aturan yang sebelumnya berupa surat dari Gubernur Sumsel yang sudah diterapkan, malah kini tak diperhatikan lagi. Aturan tidak boleh konvoi lebih dari tiga truk, dan melebihi tonase angkutan jalan Kabupaten masih dilanggar pihak pengusaha angkutan batubara. Dari pantauan pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Muara Enim, angkutan truk batubara yang seyogyanya H-7 dan H+7 idul fitri 1432 H dilarang beroperasi, ternyata masih dilanggar dan pihak pengusaha angkutan batubara masih tetap mengoperasikan angkutannya. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Muara Enim, Drs Fathur Rahman dalam menjawab pertanyaan wartawan, kemarin(12/9) mengatakan, pihaknya sendiri masih melihat adanya angkutan truk batubara usai idul fitri 1432 H lalu. Ditanya soal ada tidaknya pemberitahuan dari Dishub Provinsi Ke Halaman 15

Malam Inagurasi Mahasiswa Baru Mahasiswa baru perlu dikenalkan dengan situasi kampus maupun aturan yang berlaku di kampus tersebut. Untuk itulah diadakan Ospek, dan biasanya kegiatan ini diakhiri dengan malam inagurasi.

HALAMAN

11

Halaman 12

Harian Bisnis Radar Palembang memberikan peluang kepada sekolah, perguruan tinggi maupun komunitas untuk ikut berpartisipasi mengisi kolom ini. Kami menampung semua kreatifitas remaja dan anak-

SELASA 13 SEPTEMBER 2011 anak. Silakan menghubungi Rani, hp: 0813-73880509 atau 0711-8678743 CELOTEH PELAJAR

Tips Memilih Ekskul

Ekskul Buat Apa Sih ?

1. Sesuaikan minat Jika kamu melihat ada banyak pilihan ekskul di sekolah barumu kamu jangan bingung mantapkan pilihanmu dengan minatmu mau ikut apa, jangan ikut-ikutan atau mengekor teman-temanmu ntar bisa nyesel lho.

Aulia Rahma (Siswi SMAN 11) Ekskul itu sangat bermanfaat. Karena tidak semua peserta didik memiliki kemampuan akdemik yang baik. Sehingga jika ada siswa yang memiliki kemampuan dan menguasai bakat non akademik maka ekskul adalah jalan yang tepat untuk menyalurkan bakat dan minat yang dimiliki tersebut. Dari sini kita jga dapat melihat masing-masing kemampuan siswa.

2. Atur Jadwal Agar jadwal kamu tidak bertabrakan dengan les lain ada baiknya menyesuaikan waktu ekskul di sekolah. Bicarakan dengan guru kalau kamu kurang yakin atau bila belum mantap dengan ekskul pilihanmu. 3. Fasilitas Lihat fasilitas peralatan perlengkapan ekskul di sekolah apakah memadai atau nggak. Coba tengok di “markasnya� atau paling tidak tanya sama senior yang melatih. Nggak lucu donk kalau kamu ikut ekskul misalnya Pecinta Alam tapi pihak ekskulnya tidak punya perlengkapan untuk mendaki sementara kamu sudah memilih.

Nia Ristania (mahasiswi Bina Darma) Ekskul adalah kegiatan positif yang sangat berguna bagi penyaluran minat dan bakat siswa. Namun mesti diperhatikan betul agar tidak menggu waktu belajar dan membuat nilai menjadi anjlok karena tidak dapat membagi waktu.Namun akan sangat bernilai positif jika dikokoh dengan matang dan menejemen waktu yang baik. Elin Christine (mahasiswi Universitas Terbuka) Sebenarnya ekskul itu sangat tidak mengganggu sekolah ataupun proses mengajar, selama siswa ataupun mahasiswa bisa mengatur waktu dengan baik antara formal dan informal. Ekskul bisa menjadi sangat bermanfaat, jika siswa dapat membuat manager waktu dengan benar.(*)

TIM KREASI TEENS Penanggung jawab: Mayasari, Koordinator : R Rani, Wakil Kordinator: Tatik & Yadi, Editor : Ferry, Fotografer: Junaidi. Staf Redaksi: Tania Sinika Putri SMAN 3 (Karikatur), Marini Okta Ria SMAN 10, Kiranti Andela Putri SMAN 10, Nelly Susanti SMKN 5, Yeni Aprilia SMAN 3. Kreasi merima penerbitan berita, info, artikel dan berbagai kegiatan seremonial yang berhubungan dengan dunia pendidikan. Info lebih lengkap tentang penerbitan dapat menghubungi 081373880509,07118678743 atau FB: kreasi Radar Palembang

4. Manfaat Pilih ekskul yang bisa menunjang masa depan kamu kalau bisa, misalnya nih ntar kamu mau melanjutkan study perguruan tinggi di kedokteran. Ada baiknya kamu memilih PMR sebagai rujukan, minimal kamu tahu ilmu mengobati atau menolong orang. Ekskul bisa menambah banyak teman selain itu bisa menambah rasa percaya diri yang kuat. Disamping itu kamu bisa mengikuti berbagai perlombaan dan meraih prestasi. (*)

Salurkan Bakat

Lewat Ekskul

DI SETIAP sekolah atau kampus biasanya memiliki sederet daftar kegiatan tambahan ekstrakuriluler atau yang disingkat dengan sebutan ekskul. Kegiatan yang diizinkan pihak sekolah itu beranggotakan siswa sekolah atau mahasiswa perguruan tinggi tersebut. Manfaat, fungsi dan tujuan diadakannya kegiatan ekskul baik di sekolah maupun di kampus adalah sebagai wadah penyaluran hobi, minat dan bakat para siswa/mahasiswa secara positif. Sekaligus dapat mengasah kemampuan, daya kreativitas, jiwa sportivitas, meningkatkan rasa percaya diri, dan lain sebagainya. Akan lebih baik lagi apabila kegiatan ekskul ini mampu memberikan prestasi yang gemilang di luar sekolah sehingga dapat mengharumkan nama sekolah atau kampus kita. Walaupun secara akademis nilai dari ekstrakurikuler tidak masuk secara langsung ke nilai rapor. Namun, kegunaannya jauh lebih bermanfaat daripada tidak melakukan banyak hal di luar jam belajar. Berikut ini adalah nama-nama ekskul yang umumnya ada di institusi pendidikan formal, yakni : A. Ekstrakurikuler / Ekskul Olahraga : - Sepak Bola - Bola Basket - Bola Voli - Futsal - Tenis Meja

- Bulutangkis - Renang - Billyard - Bridge - Fitnes

B. Ekstrakurikuler / Ekskul Seni Beladiri : - Karate - Silat - Tae Kwon Do - Gulat - Tarung Drajat - Kempo - Wushu - Capoeira - Tinju - Merpati Putih C. Ekstrakurikuler / Ekskul Seni Musik - Band - Paduan Suara - Orkestra - Drumband / Marchingband - Akapela - Angklung - Nasyid - Qosidah - Karawitan D. Ekstrakurikuler / Ekskul Seni Tari

Dan Peran - Cheerleader - Modern Dance / Tari Modern - Tarian Tradisional - Teater E. Ekstrakurikuler / Ekskul Seni Media - Jurnalistik - Majalah Dinding / Mading - Radio Komunikasi - Fotografi - Sinematrografi F. Ekstrakurikuler / Ekskul Lainnya - Komputer - Otomotif / Bengkel - Palang Merah Remaja / PMR - Pramuka - Karya Ilmiah Remaja / KIR - Pecinta Alam - Bahasa - Paskibra / Pasukan Pengibar Bendera - Kerohanian (Rohis, Rohkris, dll) - Klub Bikers - Wirausaha - Koperasi Siswa / Kopsis - Video Game, dll Mungkin tidak semua ektrakulikuler tercantum di atas. Jika sekolah atau kampus anda belum ada ekskul yang diinginkan, anda mungkin bisa mendirikan ekskul tersebut dengan atas persetujuan pihak sekolah atau kampus anda. (tim)

BASKET

PECINTA ALAM

NASYID

KREEASI

KIDS

SELASA 13 SEPTEMBER 2011 RADAR PALEMBANG

HALAMAN

12

Warga Tanjung Bubuk Resmikan PAUD Naratun Jannah

kgs H M Andriyansyah Spd

PALEMBANG, RP - Pada zaman modern ini orang tua semakin sadar bahwa pendidikan merupakan salah satu kebutuhan pokok yang tidak bisa ditawartawar. Oleh sebab itu, tidak mengherankan semakin banyak orang tua yang merasa

perlu cepat-cepat memasukkan anaknya ke sekolah sejak usia dini. Mereka sangat berharap agar anak-anak mereka “cepat menjadi pandai.” Sementara itu banyak orang tua yang menjadi panik dan was-was jika melihat adanya gejalagejala atau perilaku-perilaku anaknya yang berbeda dari anak seusianya. Misalnya saja ada anak berumur tiga tahun sudah dapat membaca lancar seperti layaknya anak usia tujuh tahun. Atau ada anak yang baru berumur lima tahun tetapi cara berpikirnya seperti orang dewasa, dan lain-lain. Dapat terjadi bahwa gejala-gejala dan “perilaku aneh” dari anak itu merupakan tanda bahwa anak memiliki kemampuan istimewa. Maka dari itu, warga di jalan Tanjung Bubuk RT 03 RW 03 kelurahan Bukit Baru kecamatan Ilir Barat I merealisasikannya dengan meresmikan sekolah PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Sabtu sore (10/9). ”Ini adalah kesepakatan bersama warga guna mengatasi jauhnya tempat menyekolahkan anak dari desa ini,” ujar Sidik Effendi. Dia menambahkan, acara ini sekaligus ingin memperkenalkan desa peresmian dilakukan langsung oleh Ketua Pengurus Himpudi kelurahan Ilir Barat I Kgs H M Andriyansyah SPdI dan wakil ketua Martina SPd, disaksikan Ketua RT Sidik Effendi serta warga setempat, dengan nama “Naratun Jannah”. Hasil kesepakatan bersama, langsung ditunjuk Martina SPd sebagai kepala sekolah PAUD ini. (me)

Kreasi KOMUNITAS

Jaga Kesehatan dengan Bermain Futsal

PALEMBANG RP - Futsal adalah permainan bola yang dimainkan oleh dua regu yang masing-masing beranggotakan lima orang. Tujuannya adalah mencetak skor sebanyak-banyaknya, dengan memanipulasi bola menggunakan kaki. Selain lima pemain utama, setiap tim pun biasanya memiliki pemain cadangan. Futsal menjadi olahraga favorit di berbagai negara, khususnya Indonesia. Dengan maraknya futsal, banyak pula bermunculan komunitas futsal di negara ini. Berkembangnya suatu komunitas dilatarbelakangi pula dengan bagaimana olahraga tersebut berkembang dan bisa diterima dengan mudah oleh masyarakat, baik sesuai aslinya maupun yang telah mengalami modifikasi. Hari gini memang lagi demam futsal. Terutama anak kos yang tinggal di kota - kota besar. Daripada bengong di kos atau rumah mending cari keringat bersama teman dengan main futsal. Karena terkadang olahraga gratisan seperti joging, sejumlah kawula muda sudah malas melakukannya. Termasuk bagi Pendi, walaupun harus mengumpulkan teman-teman buat bermain futsal dan sedikit merogoh kocek. Tidak diragukan lagi di Palembang futsal jadi olahraga favorit termasuk bagi Pendi termasuk salah satu komunitas futsal di Palembang. (kr)

Kreasi Kampus

Kegiatan Opdik Universitas PGRI Palembang

DR H Syarwani Ahmad,MM

Universitas PGRI menyelenggarakan kegiatan Opdik di Universitas PGRI Palembang selama dua hari pada 7 - 8 September 2011. Agenda kegiatan meliputi presentasi Opdik, pembukaan, ceramah akademik, perkenalan dengan Ormawa, penyerahan peserta Opdik, kegiatan fakultas dan pembersihan di sekitar kampus, pimpinan lembaga, dan penutupan acara OPDIK. PALEMBANG, RP – Dalam kegiatan juga dihadiri ketua yayasan berserta jajarannya, direktur pasca sarjana, kepala biro, panitia Opdik, dan segenap mahasiswa bagi yang berada di gedung E juga di gedung H. Dr H Syarwani Ahmad MM, rek-

tor PGRI Palembang memaparkan selama dua hari kegiatan Opdik yang terselenggara merupakan hal yang sangat penting. Karena mengajak para pelajar memasuki sebuah arena atau masa peralihan dari status pelajar menjadi mahasiswa. Perubahan itu sangat penting untuk bisa menyesuaikan diri. Dan apabila tidak bisa menyesuaikan diri, sia-sia bagi mereka untuk meningkatkan mutu pendidikan. ”Dan kami berharap selama dua hari ini bisa mengikuti kegiatan dengan baik,” ujarnya. Universitas PGRI Palembang memiliki program studi seperti pendidikan bahasa Inggris, pendidikan bahasa Indonesia, pendidikan Matematika, pendidikan Fisika, pendidikan Sejarah, pendidikan Akuntansi, pendidikan Konseling, pendidikan Olahraga, pendidikan Geografi, pendidikan Sendratasik, Teknik Kimia, Teknik Sipil, Teknik Elektro, Manajemen, Akuntansi, Mipa Fisika, Mipa Biologi, Ilmu Perikanan (S1), Budidaya Perikanan(D3). Dengan memiliki

4.185 Mahasiswa. Opdik yang berlangsung ini supaya dapat memberikan pembinaan mental bagi para mahasiswa. Acara itu bukan hanya untuk didengar semata tetapi dapat diterapkan di lingkungan masyarakat. Serta memberikan pendidikan dan pelajaran secara singkat. ”Bagi mahasiswa baru, tidak salah pilih memasuki Universitas PGRI Palembang. Karena PGRI Palembang bukan hanya terbesar di Sumatera Selatan. Tetapi merupakan kampus terbesar di Indonesia. Karena para Alumi sudah banyak mengabdikan diri baik dalam dunia pendidikan maupun pemeritahan. Dan, untuk harapan ke depan mari kita sama-sama membangun Universitas PGRI Palembang. Sekaligus juga memberikan ilmu pengetahuan yang lebih luas lagi. Dan selama dua hari ini juga kita dapat menjalin silaturahmi antar sesama anggota panitia dan para mahasiswa yang nantinya menjadi kader-kader bangsa,” pungkasnya.(me)

K

Kreasi Kampus

SELASA 13 SEPTEMBER 2011 RADAR PALEMBANG

Akbid Rizki Patya Palembang

Malam Inagurasi

HALAMAN

13

Mahasiswa Baru Angkatan VI

Syamsul Bahri Ms

PALEMBANG, RP - Akademi Kebidanan (Akbid) Riski Patya, pada (5/9) mulai melaksanakan orientasi pengenalan kampus (ospek) yang diberi nama Pengenalan Program Studi Mahasiswa (PPSM) bagi mahasiswa baru tahun 2011/2012. Kegiatan yang diikuti 70 mahasiswa baru itu berlangsung meriah dan penuh rasa haru dilaksanakan di Kompleks Akbid Rizki Patya di Jalan Perumnas Raya Sako Kenten No 245 RT.07 Kel Sialang Palembang. Kegiatan puncak ospek yang dilaksanakan ini berupa malam penganugerahan atau kerap disebut malam Inagurasi bagi para mahasiswa baru Akbid Rizki Patya angkatan VI. Kegiatan dilaksanakan guna melepas atribut mahasiswa baru. Vika Anggraini, ketua umum kegiatan menambahkan, inti dari kegiatan ini untuk memperkenalkan mata kuliah serta fasilitas apa saja yang terdapat di akper ini. Tujuannya agar mahasiswa

dapat lebih paham dan mengerti serta menyesuaikan diri terhadap lingkungan pendidikan maupun bersama teman-teman yang baru. Ia pun berharap agar dapat terjalin hubungan kekeluargaan yang harmonis antar kakak dan adik tingkat, serta dapat saling menghormati satu sama lain.

Dr Dra Hj Husniyati Bastari BSc Mkes, direktur Akbid Rizki Patya mengatakan, PPSM adalah kegiatan terencana yang selalu diselenggarakan pada setiap awal tahun ajaran baru. Dan merupakan tradisi dari tahun ke tahun, serta merupakan bagian tak terpisahkan dari penyelenggaraan pendidikan

tenaga kesehatan. Dengan cara mengajak anak untuk senam pagi dan sarapan bersama demi terciptanya rasa kebersamaan dan mempererat kekeluargaan dengan anak didiknya. Ditambahkannya, Akbid Riski Patya juga terus berupaya dengan sungguh-sungguh meningkatkan

profesionalisme mahasiswanya dengan berencana menjadikan pendidikan ini menjadi STIKES dengan mendatangkan dosen-dosen berkompeten dibidangnya. Yaitu melalui proses belajar mengajar di kelas serta praktek klinik di laboraturium dengan di pandu klinik instuktor berpengalaman.

Profil Direktur: Nama Alamat Pendidikan

Suami Anak

: Dr Dra Hj Husniyati Bastari BSc MKes : Komplek Villa Tanjung Harapan Blok B-1 Kel. Bukit Sangkal Palembang : SDN 1 Sei Tasor Palembang,tahun 1968 SMPN 1 Talang Semut,tahun 1971 SMA Unsri,tahun 1974 Akper Depkes,tahun 1978 IAIN Raden Fatah,tahun 1999 Kesmas UI,tahun 2001 S3 Manaj J Pemerintah,tahun 2010 : Syamsul Bahri MS : A Eufran Bastari SE Fathiyah Rizki Skm A Keenan Raihan Amd A Khalil Giraldi SH M Targut Srigayudha

Dengan demikian, Akbid Riski Patya diharapkan dapat memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna sesuai visi yayasan mewujudkan lembaga kebidanan yang dapat melahirkan tenaga kesehatan professional, berakhlak mulia, dan memiliki semangat pengabdian yang tulus. (fyj)

RADAR PALEMBANG

SELASA 13 SEPTEMBER 2011 ● HALAMAN 14

KERING:

P

Salah seorang warga sedang membuat genteng. Akibat musim kemarau pengusaha genteng terpaksa harus merogoh kocek untuk membeli air karena kekeringan. Harga genteng pun terancam naik. FOTO: GIARTO

Pengusaha Genteng Bata Terpaksa Beli Air Musim kemarau mulai berdampak bagi para pengusaha genteng dan Batubata di Sukajaya Kecamatan Buay Rawan. Agar usahanya tetap lancar produksi, mereka terpaksa harus membeli air untuk mengolah tanah yang menjadi bahan baku pembuatan genteng dan batubata. MUARADUA, RP – Makmun (64), pengusaha genteng Sukajaya menyebutkan dari sekitar 100 pengusaha batu bata dan genteng di tempatnya sebagian besar sudah kekurangan air. pasalnya stok air yang digunakan

untuk mengaduk bahan baku kekeringan. Akibatnya para pengusaha tersebut harus merogoh kocek untuk membeli tambahan air. Kondisi ini mengancam kenaikan harga jual genteng itu sendiri. “Untuk sekarang harganya (genteng) belum ada kenaikan, masih tetap Rp 700. hanya saja, sebagian besar pengusaha genteng dan Batu Bata terpaksa harus membeli air karena kekeringan akibat musim kemarau,” jelas Makmun saat dibincangi koran ini kemarin. Makmun menambahkan bukan tidak mungkin apabila

kondisi tersebut terus berlarutlarut akan mempengaruhi harga jual genteng maupun batu bata itu sendiri. “Bisa mencapai Rp 1.000,” timpal dia. Mengenai kenaikan harga, ini juga dituturkan pengusaha genteng lainnya, Amirul pun membenarkan jika untuk tetap memproduksi genteng miliknya ia harus membeli tambahan air untuk membuat adukan tanah yang menjadi bahan baku produksi genteng. Sebab jika tidak membeli air, usaha yang dilakoninya sejak puluhan tahun terancam tidak bisa lagi produksi. Itu artinya untuk biaya operasional sehari-hari Amirul

terpaksa harus mengeluarkan kocek tambahan. “Bukan saya sendiri, pengusaha lain pun sudah banyak yang membeli air. harganya Rp 150.000 per tangki ukuran lima ribu liter. Otomatis biaya operasional bertambah dan harga jual genteng kemungkinan akan kami naikkan,” tandasnya. Sementara itu, Sukri pengusaha batu bata justru mengaku musim kemarau tidak mendatangkan kendala berarti. Baginya musim kemarau justru semakin memudahkan dirinya dalam membuat adukan tanah sebelum diaduk menjadi batu bata. bahkan bisa saja, produksi batu bata, lanjut Sukri kemungkinan akan semakin bertambah banyak. “Justru lebih mudah saat musim kemarau ketimbah saat musim penghujan, sebab musim kemarau proses pengadukan tanah semakin lebih mudah. Berbeda saat musim hujan, tempat pengadukan tanah menjadi kebanjiran,” tandasnya. (gie)

Lebih Nyaman Berjualan Buku Bekas PALEMBANG, RP – Bambang Irawan (36), pria asal Palembang ini telah memiliki usaha buku bekas atau loak sejak 1990. Berawal dari membantu orangtuanya yang juga dahulu berjualan buku bekas membuatnya meneruskan usaha ini karena baginya lebih baik mempunyai usaha ketimbang bekerja lain. Dahulu lokasi awal berjualan buku-buku bekas atau loak yaitu di Pasar Tengkuruk dan dibawah Jembatan Ampera, lantas sejak tahun 2004 Bambang pun pindah lagi ke sekitaran Masjid Agung Palembang. Sejak dari Pasar Tengkuruk hingga Masjid Agung, Bambang tetap bersama beberapa temannya yang juga berprofesi sebagai penjual buku loak tetapi ada juga yang tidak lagi berjualan. “Buku-buku yang dijual masih layak dan bagus untuk digunakan. Untuk buku-bukunya didapat dari masyarakat yang menjual buku bekas kepunyaan mereka dan ada juga yang beli baru ditoko buku karena konsumen juga kadangkala mencari buku yang baru. Harganya tergantung kedua belah pihak jika sama-sama sepakat pasti buku bisa terjual,” ujarnya. Tambahnya, kebanyakan yang dijual buku-buku pelajaran mulai dari SD hingga SMA sedangkan untuk buku-buku perkuliahan jarang ada. Selain itu ada juga banyak majalah, komik dan bukubuku umum tetapi buku-buku dalam konteks umum biasanya buku yang seken kalau buku lama sudah jarang ada juga. Untuk harga seperti buku pelajaran SD berkisar Rp. 10 ribu hingga Rp 15 ribu/buku, SMA Rp. 20 ribu hingga Rp. 25 ribu, majalah dan komik sekitar Rp.

FOTO: SHINTA

BUKU BEKAS: Aneka jenis buku-buku bekas yang dijual Bambang Irawan.

5 ribuan. Omset dalam sehari berkisar Rp 50 ribu keatas. Murah dan bagus sehingga banyak sekali orang atau anak sekolah yang memilih mencari dan membeli buku bekas atau loakan. “Peminat buku atau permintaan pembelian buku saat ini ramai dibandingkan tahun kemarin. Untuk sekolah yang sengaja memesan langsung dalam jumlah besar ada tetapi jarang karena bi-

asanya hanya untuk mengisi perpustakaan sekolah,” ungkapnya. Walaupun dirasa usaha seperti ini mudah tetapi kadangkala ada saja kendalanya seperti dahulu berpindah-pindah tempat hingga harus menyewa. Hanya saja pria yang bertempat tinggal kawasan Tangga Buntung ini sangat nyaman berjualan ketimbang bekerja yang harus mengikuti keinginan orang lain. (rd1)

Sebulan Olah 4 Ton Kedelai PALEMBANG, RP – Para pembuat tempat di kota Palembang cukup banyak salah satunya adalah Topani (49) warga Jalan Macam Kumbang 9 Rt 44 Rw 11, Kel Demang Daun Kec Ilir Barat I Palembang. Menurut Topani (49), proses pembuatan tempe sebenarnya tidak terlalu sulit, kacang kedelai yang akan dibuat tempet di rendam selama 4 jam dan di bersihkan, lalu di rebus sampai mendidih selama dua setengah jam.

FOTO: NET

TEMPE: Tempe yang sudah siap untuk dipasarkan di berbagai pasar tradisional, RSMH, tempat ketering dan rumah makan.

”Selanjutnya dimasukan kedelam mesin penggiling dan direndam kembali selama 24 jam dan di tiris lalu di campurkan ragi tempe hingga merata, kemudian di kemas dalam bungkusan,”katanya. Dalam sehari sebanyak 130 kg atau sebulannya sekitar 4 ton kedelai diolah untuk dijadikan tempe. ”Kedeleinya saya beli dari agen di 16 Ilir Palembang dengan harga Rp. 6.200 kg,”ujarnya Untuk pemasaran tempe, sambungnya, biasanya di pasarkan di Rumah Sakit Umum Palembang,

Rumah Makan, pasar Ariyodillah, pasar Kamboja, pasar sungai Baung dan dan beberapa langganan cattering”Soal harga sama dengan yang lain seperti,”katanya. Lebih jauh, Topani juga menceritakan awal dia mengolah tempe sekitar tahun 2002 dengan modal awal 12.500 dan kedelai 5 kg. ”Ya memang modal saya waktu itu kecil sekali namun secara bertahap usaha saya terus berkembang hingga mampu membuat rumah, membeli kendaraan, dan menyekolahkan anak,” katanya. (rd2)

SELASA 13 SEPTEMBER 2011 l HALAMAN 15

RADAR PALEMBANG

Elpiji 3 Kg

Kelenteng Hong Khou Kiong

Rayakan HUT Dewa Bu Kip Cun Ong PALEMBANG, RP - Umat Tridarma yang ada di Kota Palembang kemarin memadati Kelenteng Hong Khou Kiong yang terletak Talang Buruk Palembang untuk merayakan Hut Dewa Bu Kip Cun Ong.

kepada dewa Bu Kip Cun Ong dan ketiga pada pukul 14.00 WIb yaitu untuk para prajurit dewa. “Untuk memeriahkan acara umat kita hibur dengan acara karaoke,”ucapnya. Johni Ho juga mengungkapkan, dewa Bu Kip Cun Ong dahulunya dikenal sebagai sosok tabib yang banyak mengobati umat. “Nah, untuk menghormati setiap tanggal lahirnya dirayakan umat,”ujar pria yang dikenal memiliki jiwa sosial yang tinggi ini.(**/sep)

Ketua kelenteng Hong Khou Kiong Johni Ho mengatakan, perayaan HUT dewa dilakukan dalam tiga tahap, pertama pada pukul 06.00 Wib yaitu sembahyang kepada Thien (tuhan), kedua pada pukul 12.00 Wib

BERPOSE: Ketua kelenteng Hong Khou Kiong Johni Ho berpose dipintu masuk kelenteng

Disengat Listrik Tubuh Melepuh LAHAT, RP – Naas apa yang dialami Zazali (25) warga Desa Ulak Pandan Kecamatan Merapi. Betapa tidak akibat sengatan listrik pegawai insalatir PLN PT Hari EsokCemerlang (HEC) harus dilarikan keRumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lahat akibat mengalami luka bakar 30 persen dibagian tubuhnya. Menurut keterangan rekan korban Benny , korban waktu kejadian Senin(12/9) sekitar pi-

kul 10.00 Wib sedang melakukan pergantian kabel disalah satu gardu listrik yang ada diBandar Agung dan mungkin Zazali menyenggol salah satu rangkaina kabel yang ada sehingga tersengat aliran listrik. “Diatas tiang listrik tersebut mempunyai dua rangkaian jaraingan kabal. Nah saat itu kami hendak menganti jaringan kabal yang bawah. Namun, demi keamanan kontak jaringan listrik

yang diatas juga ikut dimatikan. Entah mengapa, saat teman, saya berpegangan ke kabal tersebut, ternyata menyentrum,”ujarnya. Ditambahkannya, saat ini posisi korban sedang beraa diatas ketinggian 14 meter dan waktu kejadian langsung jatuh ketanah. Melihat itu saya dibantu warga langsung memberikan pertolongan dengan membawa korban keRSUD dan beruntung dari kejadian tersebut nyawa korban

dapat diselamatkan meskipun harus mengalami luka yang cukup parah. “Waktu kejadian sedang berada diketinggian sekitar 14 meter dan langsung jatuh. Dibantu warga, Zazilipun langsung dilarikan ke rumah sakit dengan luka bakar disekujur tubuh. Ya kami bekerja dan terdaftar di PLN. Tentu, kita menggunakan alat keselamat bekerja. Kebetulan naas saja,”jelasnya. (man)

Dari Hal 9 ) ............................................................................................

Stasiun Pengisian Bahan bakar Elpiji (SPBE) yang ada di Kota Baturaja. Untuk mengisi tabung gas kata dia, terkadang agen harus mengantre hingga sehari penuh. “Informasinya sejak akhir Ramadan lalu pasokan gas sudah dikurangi. Biasanya kami mengambil gas di SPBE setiap hari, namun sejak ada kelangkaan ini terkadang setiap dua hari bahkan tiga hari sekali kami baru mengisi tabung,” ungkapnya.

34 Air Terjun

sekitarnya. Agen terkadang harus menunggu beberapa hari untuk mendapatkan gas. Untuk mensiasatinya, banyak warga yang memesan terlebih dahulu untuk mendapatkan gas. “Gas yang ada disini semuanya sudah dipesan. Kami sudah tidak melayani pembeli lagi karena beberapa tabung yang berisi ini sudah dipesan dan tinggal diambil lagi,” ujar Sukirman pemilik agen elpiji di Desa Gumawang Belitang. (awa)

Dari Hal 9 ) ...................................................................................

debit air Cughup Le masih boleh dikatakan stabil tidak terlalu berkurang. Terpisah, Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kota Pagaralam Hj Zaitun mengung-

Harga Semen

kapkan, banyaknya sungai besar dan air terjun yang debet airnya menyusut lebih disebabkan faktor kemarau panjang yang melanda kota ini. “Kami dari LH selalu mengimbau dan berkoordinasi

dengan instansi terkait untuk melakukan penanaman ribuan pohon di sepanjang aliran sungai untuk mencegah terjadinya banjir bandang atau sejenisnya,” tegas Zaitun. (rom)

Dari Hal 9 ) .................................................................................

beberapa waktu lalu permintaannya kecil namun saat ini cukup tinggi. “Untuk harga semen tiga roda jika

Angkutan

Sementara ketika ditanya mengenai harga elpiji 3 kg, Endri mengaku tidak ada perubahan maupun kenaikan dari sebelumnya. Dimana untuk agen tetap menjual dengan kisaran harga Rp 14 ribu per tabung. Sementara untuk ditingkat pengecer elpiji 3 kilogram dijual bervariasi mulai dari Rp 16 ribu hingga Rp 20 ribu per tabung. Sama halnya dengan Martapura, kelangkaan elpiji juga terjadi di wilayah Belitang dan

pembeliannya cukup banyak maka harganya berkisar Rp 70 ribu persak. Sedangkan untuk Holcin lebih

mahal mencapai Rp 72 ribu,” ujar Aceng, distributor pupuk Tiga Roda Empat Lawang. (obi)

Dari Hal 9 ) ...............................................................................................

Sumsel soal adanya pernyataan Gubernur Sumsel tentang rencana penyetopan angkutan truk batubara melewati jalan kabupaten/ kota hingga bulan Desember 2011 mendatang, Fathur mengatakan hal itu belum ada pemberitahuan sama sekali. “Belum ada sama sekali. Jangankan itu, H+ (sesudah lebaran, red) saja masih ada yang beroperasi,” ungkap Fathur.

Soal retribusi angkutan truk batubara tersebut dalam hal penambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Kabupaten Muara Enim sendiri, Fathur mengeluhkan masih minimnya retribusi yang diperoleh dari angkutan truk batubara tersebut. Sebab, kata dia, saat ini pihaknya masih mengenakan tarif retribusi sesuai dengan retribusi terminal

Bupati Hentikan peninjauan kembali kegiatan usaha kedua perusahaan oleh masyarakat. Kita membatalkan KP yang kita berikan pada wilayah itu, namun demikian kita akan memikirkan solusi yang baik bagi perusahaan itu karena telah banyak investasi yang telah ditanam di Empat Lawang,” katanya. HBA mengatakan, akan mencarikan luasan KP yang batal tersebut dengan memindahkannya ke wilayah lain sebagai ben-

Dari Hal 9 ) ..........................................................................

tuk komitmen pada iklim investasi yang ada.Saat ini kita sedang mengkaji wilayah KP yang baru, yang tentunya tidak menimbulkan kembali dampak seperti sebelumnya.Selain itu meminta masyarakat yang secara administrasi yang benar dan terlanjur menerima uang ganti rugi harus mengembalikannya pada perusahaan. Apa latar belakang penolakan itu?. Menurut HBA karena adannya komunikasi yang terputus

Perkebunan Sayur Kondisi badan jalan ini tepat di depan area tempat pemakaman umum (TPU) Dusun Muara Siban dan areal persawahan dan perkebunan sayur. Selain amblas, di Jalan itu juga terdapat lobang mengangga tepat di tengah-tengah jalan. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, dipasang kayu sebagai tanda hati-hati. “Kurang lebih satu tahun lamanya badan jalan ini amblas. Penyebabnya karena digerus air dibawahnya. Kemungkinan juga disebabkan karena kondisi tanah sekitar jalan yang labil,” ujar Rusli (50), salah seorang petani setempat seraya menunjukkan kondisi jalan yang amblas.

pada Peraturan Daerah (Perda) yang ada seperti kebanyakan angkutan kendaraan lainnya. “Retribusi terminal untuk angkutan batubara itu masih kecil, sebab sesuai Perdanya memang kecil, itu sesuai dengan ketentuan retribusi terminal. Tak ada retribusi khusus bagi angkutan batubara tersebut,” tukasnya. (yan)

antara perusahaan dengan masyarakat seperti halnya dalam pembebasan lahan.”Pokok persoalan ada pada pembebasan lahan yang kurang jelas, dan diperparah oleh sejumlah oknum ikut memperkeruh suasana. Dan kita menerima laporan adanya pemalsuan dokumen yang dilakukan oleh sejumlah oknum, dan itu kita meminta pihak terkait untuk memprosesnya secara hokum,” tegasnya. (obi)

Dari Hal 9 ) ...........................................................

Dirinya merasa khawatir, jika badan jalan yang amblas itu terus mengalami pelebaran. Jika ini terjadi, maka tidak menutup kemungkinan areal sayur akan ikut terkena imbasnya. “Untuk itulah, patut kiranya kondisi badan jalan ini mendapat perhatian serius seluruh pihak terkait,” imbuhnya. Sementara itu, Ketua RW 02 Dusun Muara Siban Lama Masno (40) mengatakan, kondisi jalan dimaksud memang sudah menjadi perhatian serius warga setempat. Pihak RT/RW telah melaporkan kondisi yang ada kepada pihak kelurahan setempat. Terpisah, Camat Dempo Utara Rusdi mengutarakan, seluruh keru-

sakan yang ada pada jalan penghubung dusun yang ada di wilayahnya, sudah diusulkan perbaikannya kepada pihak terkait. “Kita sudah mengusulkan terhadap seluruh jalan penghubung dusun yang rusak. Usulan itu pun telah kita masukkan dalam Musayawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang),” jawabnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Pagaralam H Yunali melalui Kabid Bina Marga Sunarto dan Kasi Jalan dan Jembatan Tedy mengatakan, kerusakan jalan tersebut sudah diketahui sebelumnya dan dalam waktu dekat ini segera ditindak lanjuti. (rom)

Wali dan The Changcuter

Bius Ribuan Masyarakat Lahat LAHAT, RP - Penampilan dua band ibukota, The Changcuter dan Wali Band dalam konser yang bertajuk Pesta Musik Djarum Istimewa dilapangan Eks MTQ Minggu (11/9) malam mampu membius ribuan warga yang ada diBumi Seganti Setungguan. Bahkan dalamacara yang dihadiri oleh bupati Lahat H Saifudin Aswari tersebut masyarakat seakan hanyut dalam alunanlagu dan melupakan krisis air yang saat ini mereka alami. Supervisor PT DjarumWawan

mengatakan, konser yang dilakukan adalah merupakan hiburan yang sengaja dihadirkan untuk masyarakat Lahat karena kita tahu bahwa warga khususnya para remaja sudah lama menanti aksi sang penyanyi idola diatas panggung hiburan. “The Changcuter sendiri tampil sebagai band pembuka dengan menampilkan 12 lagu yang disusul dengan Wali dan kita sangat senang karena konser dapat berjalan dengan aman dan tertib bahkan selama dua jam lebih berlangsung tidak adakeributan,”ujanrya. Ditambahkannya, Pesta Musik Djarum Istimewa yang dilaksanakan di Pulau Sumatera ini meliputi juga akan dilaksanakan diLima daerah lainnya seperti Baturaja, Lahat, Lubuk Linggau, Curup, dan Muara Aman. Dan untuk grub band Wali adalah baru

pertama kalinya tampil di Lahat. “Untuk pengamanan konser, pihak panitia sudah bekerja sama dengan Polres Lahat, Kodim 0405 Lahat, POM, Pol PP dan PBK untuk mengamankan jalannya konser. Warga Lahat benar-benar mendapatkan suguhan musik yang berkualitas pada konser kali ini dansesuai dengan harapan kita ,” pungkasnya. Pantauan Koran ini dilapangan 11 lagu andalan yang dibawakan Wali mereka seperti, Jodi, Mari Sholawat, Abatasa, Baik Baik Sayang, Dik, Dus, Emang Dasar, Tomat (Tobat Maksiat), ABBT, Yank dan Cari Jodoh sebagai tembang pamungkas Wali di Lahat mampu membuat para penonton benar-benar terhibur bahkan bupati H Saifudin Aswari beserta para pejabat juga Nampak hanyut dalam hiburan yang disuguhkan PT Djarum Tbk tersebut.(man)

ISPA Mengancam Dinkes Bagikan 1000 Masker BANYUASIN RP, – Infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) mengancam warga Kabupaten Banyuasin. Kondisi ini menyusul pekatnya kabut asap yang turun akibat kebakaran hutan dan lahan. Data yang dihimpun koran ini di Dinas Kesehatan, kasus ISPA mengalami peningkatan selama kabut asap terjadi, dari Juni ke Juli, kasus ISPA mengalami peningkatan sebesar 1,6 persen, lalu pada bulan Agustus naik kembali sebesar 0,7 persen, dan pada pertengahan September kasus ISPA naik menjadi 2 persen. “Alhamdulillah selama ini belum ada korban yang mengalami infeksi akut, namun masalah ini tetap men-

jadi prioritas bagi Dinas Kesehatan, terutama dalam mengantisipasi agar warga tidak terserang ISPA. “ kata Bupati Banyuasin Ir H Amiruddin Inoed didampingi Kadinkes dr Ayuhana Awam, usai membagikan 1000 masker gratis di Km 42 Desa Kayuara Kuning Kecamatan Banyuasin III. Dikatakan Bupati, selain masker gratis yang dibagikan oleh Dinas Kesehatan, warga juga dihimbau untuk menggunakan masker dengan cara membeli sendiri. “ Kondisi udara kita sedang tidak sehat, kabut asap turun dimana – mana, Saya menghimbau masyarakat dapat menggunakan masker meski dengan cara membeli

sendiri. “ imbuhnya. Selain berdampak pada kesehatan, lanjut Bupati, kabut asap juga berdampak pada arus transportasi baik darat, laut dan udara. “ Untuk transportasi darat memang belum terlalu menganggu, sebab jarak pandang masih dalam batas kewajaran, tetapi kalau transportasi laut, memang agak sedikit terganggu, terutama pada sore dan malam hari. “ ungkapnya. Karenanya, Dishub juga sudah mempersiakan empat pos yang akan memberikan panduan kepada kapal yang akan berlayar. Keempat pos tersebut, Pos Muara Kumbang di Mariana, Pos Simpang PU, Pos Gasing dan Pos Sungsang. (tri)

REDAKSI TELP EXT FAX

ONLINE Iklan Sirkulasi

: (0711) 361638 : 815 : (0711) 362452

: (EXT 805) : (EXT 803)

Radar Sumsel

SELASA 13 SEPTEMBER 2011 Terbit 16 Halaman Harga Eceran Rp. 2.000

INSPIRASI BISNIS MASYARAKAT SUMSEL

Diduga Nyabu, Enam Polisi Ditangkap MARTAPURA, RP – Genderang perang terhadap peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang terus dilakukan Polres OKU Timur. Tidak hanya masyarakat yang terlibat saja yang diamankan, angota kepolisian pun tidak luput dari sergapan jika terbukti mengkonsumsi maupun menjadi pengedar aneka barang haram tersebut. Langkah tegas ini seperti yang dilakukan terhadap enam orang oknum anggota Polres OKU Timur yang diamankan tim khusus Polres pimpinan AKP Janton Silaban pada Minggu (11/9) dinihari sekitar pukul 04.00 WIB di kediaman DD (30) di Puncak 5 BK X Desa Gumawang Kecamatan Belitang yang diduga sebagai bandar narkoba. Mereka adalah Bripda RW (23), Brigadir AHS (34), Briptu SA (21), Bripda OI (26), Bripda AT (27), dan Bripda AG (21). Dari para tersangka, tim khusus menyita barang bukti berupa 5 bungkus paket hemat SS, 8 butir ineks warna hijau logo Sun, serta seperangkat alat hisap atau bong. Sayangnya, dalam penggerebekan tersebut, DD sang pemilik rumah berhasil melarikan diri. Selain menangkap, keenam tersangka, Timsus juga sempat mengamankan 2 warga sipil yang sedang berada di kediaman pelaku DD saat menyergapan. Dua warga sipil itu, masih diperika sebagai saksi. Informasi yang dihimpun, tertangkapnya para oknum polisi itu, bermula saat tim hendak ‘mengincar’ pelaku DD, yang sudah lama menjadi target operasi. Kapolres OKU Timur AKBP Kristiyono didampingi Wakapolres Kompol Annisullah dan Kasat Narkoba AKP Janton Silaban membenarkan telah menangkap keenam oknum polisi tersebut. “Kita memang sudah memata-matai gerak gerik mereka yang mencurigakan. Setelah kita lakukan penggerebekan, kita dapati barang bukti berupa alat penghisap sabu-sabu dan sejumlah alat bukti lainnya,” ujar Kapolres. Akibat perbuatannya, keenam anggota tersebut terancam pasal 116 dan 127 UU Narkotika No 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman lebih dari 5 tahun. (awa)

Pantau Tiga Hot Spot di Linggau LUBUKLINGGAU, RP - Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Dihutbun) mencatat ada tiga titik api (hot spot) di wilayah Kota Lubuklinggau. Masyarakat di sekitar lokasi tersebut diharapkan tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara pembakaran liar. “Hasil pantauan kami ada tiga titik api, diantaranya di Kelurahan Ulu Malus dan Lubuk Binjai” kata Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kota Lubuklinggau, Rusdan Nuzli melalui Kepala Seksi Perkebunan dan Kehutanan, Abu Bakar, kemarin (12/9). Menurut Abu Bakar Penyebab munculnya tiga titik api tersebut antara lain, adanya pembukaan lahan dengan cara pembakaran dan ulah orang yang tidak bertanggungjawab. “Selain menempatkan petugas dibeberapa kelurahan di Kecamatan Lubuklinggau Selatan, Lubuklinggau Barat dan Lubuklinggau Utara, kami juga terus memberikan pengarahan dan imbauan agar masyarakat setempat tidak melakukan pembakaran lahan,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Seksi Pengelolaan TNKS wilayah V Provinsi Sumatera Selatan, H. Muhammad Zainuddin mengungkapkan, sejauh ini pihaknya belum mendapati atau menerima laporan dari masyarakat tentang titik api di wilayah TNKS. Namun, dia pun meminta supaya masyarakat yang bermukim di daerah perbatasan tidak melakukan pembersihan lahan dengan cara pembakaran. “Sejauh ini belum ada titik api diwilayah TNKS. Baru-baru ini kami melakukan penyuluhan kepada masyarakat di wilayah Kelurahan Petanang dan Kecamatan Selangit agar tidak melakukan pembakaran lahan, apalagi sekarang ini musim kering,” katanya. Kendati demikian, kebakaran hutan TNKS pernah terjadi pada tahun 2007 dan tahun 1999. “Dulu pernah terjadi kebakaran hutan TNKS di dekat Desa Sukaraya, Karang Jaya, Kecamatan Terawas dan Bukit Ulu. Tapi sampai saat ini di kawasan TNKS belum ada kebakaran hutan. Jadi kami mengimbau jauhi pembakaran lahan karena kalau sudah terbakar sulit memamadamkannya, terutama desa berbatasan langsung dengan TNKS,” pungkasnya. (pin)

8 Hari, Muaradua 11 kali Kebakaran Miris, sejak terjadinya musim kemarau yang menyebabkan kekeringan lahan peristiwa kebakaranpun sering terjadi. PBK (petugas pemadam kebakaran) OKU Selatan di bawah Pol PP setempat mencatat akhir-akhir ini musibah kebakaran semakin marak terjadi. Bahkan hanya dalam waktu delapan hari tercatat sudah sebelas kali peristiwa kebakaran terjadi. MUARADUA, RP –Kepala Sat Pol PP OKU Selatan Ardiansyahfitri menyebutkan terjatat sebanyak 11 kali peritiwa kebakaran sejak 4-11 september bulan ini. sebagian peristiwa kebakaran menimpa rumah warga

dan sebagian lagi kebakaran menimpa hutan belukar milik warga yang kekeringan akibat musim kemarau. Namun demikian, Ardiansyah menyayangkan karena kebakaran yang terjadi lebih disebabkan karena kelalaian warga. “mayoritas kebakaran terjadi akibat kelalaian,” katanya. Misalnya, kebakaran yang terjadi 6 September lalu yang menyebabkan klinik Ismadana rusak parah. Penyebabnya, tambah Ardiansyah kerna kelalain yang mengakibatkan mesin genset meledak. Kemudian kebakaran yang menimpa rumah warga di gang pancur kelurahan Pancur Pungah Muaradua, meski api belum sempat membesar namun diketahui kelalain pemilik rumah yang menjadi penyebabnya sehingga kasur pemilik rumah han-

gus di lalap api. Termasuk peristiwa kebakaran hutan yang terjadi di sekitaran komplek Pemda. “Siaga 1 x 24 jam sudah menjadi kewajiban dari tim pemadam kebakaran,” jelas Ardiansyah. Dan untuk petugas telah disiagakan sebanyak 32 personel terbagi dalam 4 regu masing-masing 8 orang per regu. Termasuk untuk armada (mobil) pemadam ada tiga unit mobil pemadan yang kesemuanya dalam keadaan siap pakai. Sayang untuk teknis di lapangan, Ardiansyah menyebutkan petugas PBK sedikit mengalami kendala. Terutama masalah pengambilan air. Pasalnya musim kemarau menyebabkan kesulitan petugas mendapatkan air untuk meredam api saat terjadi kebakaran. Untuk mengisi tangki den-

gan air, mobil pemadam harus lebih didekatkan den gan sungai. “Ini yang menyababkan kita sedikit kesulitan untuk mendapatkan air,” keluhnya. Berdasarkan catatan petugas PBK, peristiwa kebakaran dimulai 4 September 2011. yakni kebakaran hutan belukar di sekitar SMK PGRI Muaradua. Kebakaran berikutnya terjadi 6 september yang menimpa klinik ismada. 8 September kebakaran di areal pemkab dan kebakaran di desa tanjung beringin. 9 September kebakaran rumah warga serta satu unit ruko milik warga di Muaradua. 10 September kebakaran hutan belukar di kompleks perkantoran bupati dan terakhir kebakaran 11 September yang nyaris membakar rumah dinas bupati di komplek pemda yang belum ditempati. (gie)

Belum Ditemukan Titik Api MARTAPURA, RP – Meskipun di sejumlah lahan terjadi kebakaran, namun baik Dinas Kehutanan dan Perkebunan OKU Timur maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU Timur, mengaku jika pihaknya hingga kini belum menemukan adanya titik api yang terpantau. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah OKU Timur Dahrizal Efendi SH MM mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum mendeteksi maupun memantau adanya titik api. Namun demikian pihaknya terus meman-

tau dan menunggu informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Sumatera Selatan (Sumsel). ”Sejauh ini belum ada kejadian besar akibat dampak dari kemarau panjang. Selain itu kita juga belum mendapatkan informasi tentang titik api dari provinsi. Namun demikian kita terus melakukan berbagai langkah antisipasi untuk agar tidak terjadi kebakaran lahan dan hutan,” ujarnya. Disamping itu pihaknya juga mengimbau kepada seluruh perusahaan yang ada di OKU Timur untuk mengaktifkan Satgas penanggulangan kebakaran dan

Kita imbau setiap perusahaan perkebunan yang ada untuk mengaktiƨan satgas penanggulangan kebakaran sebagai antisipasi jika terjadi kebakaran lahan dan hutan,” ungkapnya.

Dahrizal Efendi SH MM Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah OKU Timur

melakukan langkah-langkah antisipasi dengan tidak melaku-

kan pembakaran saat membuka lahan baru. “Kita himbau setiap perusahaan perkebunan yang ada untuk mengaktifkan satgas penanggulangan kebakaran sebagai antisipasi jika terjadi kebakaran lahan dan hutan,” ungkapnya. Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan OKU Timur, Ir Indra Barlian mengatakan, hingga kini pihaknya belum menemukan adanya titik api. “Sampai sekarang titik api belum terpantau di OKU Timur, namun kita tetap harus waspada,” ungkapnya singkat. (awa)


RP2_13092011