Page 4

Variety

RADAR PALEMBANG

SABTU 19 MEI 2012 l HALAMAN 4

Penerimaan Negara Tersedot Subsidi Keluar dari Uni Eropa Yunani Bisa Kolaps ATHENA, RP - Ekonomi Yunani diperkirakan akan semakin parah jika negara itu keluar dari Uni Eropa. Parlemen Uni Eropa mengingatkan kemungkinan ekonomi Yunani bisa kolaps. Ketua Parlemen Uni Eropa Martin Schulz mewanti-wanti dampak besar yang akan diterima oleh Yunani jika niat negara itu

langkah penghematan besarbesaran yang dilakukan oleh pemerintah Yunani untuk mengganti bailout yang diberikan oleh Uni Eropa dan IMF. “Saya tidak mengatakan pendapat saya ini tidak berdasar tapi saya mempertimbangkan hal tersebut sebagai suatu hal yang sangat berisiko,” tambahnya.

WASPADA: Yunani patut waspada terhaap perekonomiannya jika memutuskan untuk keluar dari Uni Eropa.

keluar dari keanggotaan Uni Eropa terealisasi. Schulz mengungkapkan ekonomi Yunani akan bertambah parah jika Yunani tidak menggunakan satu mata uang Euro. “Banyak pihak yang percaya jika Yunani akan keluar dari lingkaran krisis tapi bagi saya itu merupakan sebuah awal dari lingkaran krisis yang jauh lebih besar,” ungkap Schulz, Jumat (18/5). Kekhwatiran masyarakat Yunani memuncak akibat pemilihan umum yang akan dilaksanakan pada bulan ini. Masyarakat Yunani menilai bahwa itu tidak membawa angin segar terhadap

Bahkan Schulz memprediksi ekonomi Yunani akan jatuh dalam beberapa waktu setelah Yunani jadi keluar dari kenaggotaan Uni Eropa. “Dia akan jatuh dalam beberapa waktu,” tutupnya. Rencana Yunani yang berniat hengkang dari anggota Uni Eropa, berdampang langsung pada bursa saham-saham di seluruh dunia. Terutama akibat dihentikannya pemberian likuditas ke bank-bank Yunani oleh Bank Sentral Eropa alias European Central Bank (ECB). Para investor sudah sangat sensitif dengan berita-berita yang berhubungan dengan Yunani. (feb/hen)

JAKARTA, RP - Penerimaan Negara dari sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) terus meningkat dari tahun ke tahun. Sayangnya subsidi energi (BBM dan listrik) juga bertambah setiap tahunnya. Kepala Divisi Humas, Sekuriti dan Formalitas Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas), Gde Pradnyana mengatakan, pihaknya terus berusaha meningkatkan penerimaan negara dari sektor migas. Salah satu faktor meningkatnya penerimaan disebabkan naiknya harga minyak dunia. Namun, BP Migas juga melakukan berbagai upaya, seperti efisiensi biaya operasional melalui pengawasan berlapis. Dalam lima tahun terakhir, return on investment di Indonesia cukup menarik dengan rata-rata 60% bagian Negara, 16% pendapatan bersih kontraktor, sisanya untuk biaya operasi. “Tahun ini dari perbaikan beberapa harga gas domestik dan ekspor penerimaan akan naik setidaknya Rp 6 triliun,” katanya. Berdasarkan data BP Migas, tahun 2011 lalu sumbangan industri migas mencapai USD35,233 miliar atau sekitar Rp 317,1 triliun. Jumlah ini meningkat dibanding 2010 yang pendapatannya sebesar USD26,497 miliar atau sekitar Rp238,5 triliun. Peningkatan pendapatan migas menjadi tidak optimal karena mayoritas digunakan untuk subsidi atau sekitar 80%. “Hanya 20% digunakan untuk kegiatan lain,” kata Wakil Direktur Reforminer Institut Komaidi. Berdasarkan laporan keuangan pemerintah pusat, tahun 2009

Fakta Sumbangsih Industri Migas 2011: Total pendapatan USD35,233 miliar atau Rp317,1 triliun Meningkat USD26,497 miliar atau Rp 238,5 triliun dari 2010 80 persen pendapatan tersedot subsidi energi Pada 2009 subsidi energi Rp120,68 triliun Pada 2010 subsidi energi Rp175,31 triliun Pada 2012 subsidi energi sekitar Rp170 triliun

subsidi energi dan dana bagi hasil untuk daerah sebanyak Rp120,68 triliun. Tahun berikutnya, porsinya naik menjadi Rp 175,31 triliun. Tahun ini diperkirakan untuk subsidi energi saja mencapai Rp

170 triliun. Berdasarkan simulasi yang dilakukan Reforminer, kuota premium dan solar tahun 2012 sekitar 38,3 juta kilo liter. Tahun 2025, diperkirakan kuotanya

mencapai 69,2 juta kilo liter. Artinya, pada 2025, subsidi bahan bakar minyak menyentuh angka Rp 308 triliun. Padahal, penerimaan dari minyak diperkirakan akan berkurang sebanyak Rp 144

triliun karena produksinya yang terus menurun. “Keadaan ini tidak dapat terus dibiarkan. Harus ada langkah konkret mengurangi ketergantungan terhadap minyak,” kata Komaidi. (rrd/hen)

Promotor Siap Refund Tiket Lady Gaga

JAKARTA -- Meski masih berusaha untuk tetap menggelar konser Lady Gaga di Gelora Bung Karno 3 Juni mendatang, pihak promotor PT Java Prima Kreasi menjamin akan mengembalikan tiket 100 persen jika memang konser Lady Gaga batal. Hal ini disampaikan Direktur

PT Java Prima Kreasi, Michael Rusli atau lebih dikenal Big Daddy. “Iya betul. Jika batal, pasti refund 100 Persen. Saat ini masih ON,” kata Big Daddy dalam akun twitternya @bigdaddyid, Jumat (18/5). Big Daddy juga meminta Little Monster (sebutan fans Lady Gaga) terus bersabar karena

pihaknya masih mengusahakan konser Lady Gaga tidak dibatalkan. “Sorry Lilttle Monsters. Saat ini masih urus izin dan lagi sensitif. Untuk kebaikan proses, kita belum bisa comment banyak di media. Promise kita akan update,” janji Big Daddy lagi. (abu/jpnn)

Evakuasi Korban Sukhoi Dihentikan JAKARTA, RP - Mulai Jumat sore ini, evakuasi korban Sukhoi SuperJet 100 di Gunung Salak, Bogor, dihentikan. Posko yang ada di Bandara Halim Perdanakusumah pun resmi ditutup. “Karena operasi evakuasi korban pesawat SSJ 100 sudah dihentikan maka posko yang berada di Halim Perdanakusumah ditutup,” ujar Kepala Basarnas Marsdya Daryatmo, di Media Center Bandara Halim Perdanakusumah Jakarta Timur, Jumat (18/5). Meski demikian, posko Sukhoi di Cijeruk dan Lanud Atang Sendjaja di Bogor, serta di RS Polri Kramatjati tetap dibuka. Di posko itu informasi terkait Sukhoi SuperJet 100 akan diberikan. Jumat ini merupakan hari kesepuluh dilakukannya operasi evakuasi korban pesawat Sukhoi SuperJet 100 yang mengalami kecelakaan di Gunung Salak. Karena tidak ditemukan lagi tanda-tanda adanya korban, operasi evakuasi dihentikan mulai sore ini. Namun karena flight data recorder (FDR) Sukhoi belum ditemukan, maka pencarian dilakukan aparat kewilayahan dari Korem 061 Surya Kencana, pihak Lanud Atang Sendjaja dan jajaran, serta SAR setempat. Daryatmo menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang turut serta dalam proses evakuasi. Misalnya saja Mapala UI, PMI, relawan, Satpol PP, dan lainnya. Hingga saat ini sudah ada 35 kantong jenazah yang telah dievakuasi dari Gunung Salak, Bogor. 30 Kantomg berisi bagian tubuh jenazah, sedangkan 5 lainnya merupakan barang-barang korban. (vit/nal)

RP1_19052012  
RP1_19052012  

Radar Palembang Edisi Sabtu 19-05-2012 Koran 1.

Advertisement