Page 1

RadaR Bangka

HARIAN PAGI

RABU, 25 SEPTEMBER 2013

PERTAMBANGAN

JAWA POS GROUP

Bersama Membangun Daerah

Langganan Rp 70.000

SUNGAILIAT - Bakal dilantik menjadi orang nomor satu dan dua di Kabupaten Bangka membuat pasangan Bupati dan Wakil Bupati Bangka terpilih, Ir. H. Tarmizi H. Saat, MM dan Drs. Rustamsyah gugup. Kegugupan itu terlihat saat keduanya menjalani gladi bersih pelantikan di DPRD Bangka, siang kemarin (24/9). Saat gladi berjalan menuju lokasi pelantikan, pasangan yang dalam Pilkada Bangka dikenal dengan sebutan Tentram ini terlihat belum padu. Namun setelah beberapa saat,

Baca | Pemerintah | halaman 2

SIDANG MK

KPU & Sekawan Siap Hadapi Berkibar dan Udin Molen

Eceran Rp 3.000

keduanya terlihat mulai lancar. Gladi bersih yang dihadiri langsung Gubernur Rustam Effendi, Ketua DPRD Bangka Parulian dan para wakil ketua DPRD inipun berlangsung lancar. Disela-sela gladi bersih, Tarmizi kepada wartawan tak menampik jika dinilai kurang padu berjalan. Menurutnya itu wajar karena itu baru pertama mereka ikuti. “Karena ini baru sekali seumur hidup kita ya. Jadi kita haru juga. Baris berbarisnya juga sudah lama Baca | Tarmizi | halaman 2

Kerja Keras Sejak Kecil

PANGKALPINANG - Mahkamah Konstitusi (MK), Rabu hari ini (25/9) menjadwalkan sidang perdana gugatan perselisihan hasil Pemilihan Walikota (Pilwako) Pangkalpinang tahun 2013 yang dilayangkan pasangan non calon Berkibar (Bersama Ismiryadi dan Abu Bakar) dan pasangan calon Udin-Molen (Saparuddin dan Maulan Aklil). Berdasarkan siaran jadwal sidang yang tercantum pada website resmi MK, pokok

ORANG tua Tarmizi tak menyangka jika anak keduanya dari 7 bersaudara suatu saat akan menjadi seorang pemimpin di Kabupaten Bangka. H. Saat yang kini berusia 78 tahun dan istrinH. Saat ya Hj. Maimunah yang kini orang tua berusia 80 tahun mengaku Tarmizi tak bermimpi putranya akan dipercaya rakyat Bangka menjadi bupati. Bagi Saat dan Maimunah waktu itu hanya memastikan ketujuh anaknya bisa bersekolah agar bisa merubah hidup. Karena itu, warga Desa Kemuja Kecamatan Mendobarat ini Baca | Kerja Keras | halaman 2

Baca | KPU | halaman 2

KPUD

Pernah Masuk DCS PKS, Pardi Lolos KPU

Gubernur Rustam Effendi mencoba memasang pangkat ke pundak Tarmizi Saat yang didampingi Rustamsyah dalam gladi bersih pelantikan Bupati Bangka kemarin. Hari ini rencana Tarmizi-Rustamsyah akan dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bangka periode 2013-2018. foto : syarif/radar bangka

Kursi CPNS Basel Dihargai Rp100 Juta? TOBOALI - Kabar miring dalam penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Bangka Selatan (Basel) beredar. Kabarnya untuk lulus dalam tes di Pemkab Basel, peserta harus menyiapkan uang Rp100 juta. Isu ini tak pelak membuat resah calon peserta yang akan mengikuti tes.

FEATURE

“Kalau memang benar lulus CPNS harus punya Rp100 juta tentu saja yang bisa masuk hanya orang kaya saja, yang memiliki uang banyak. Dan sudah tentu tidak murni dalam seleksi,” ujar Di, salah seorang calon pelamar CPNS kepada Radar Bangka, Selasa(24/9). Di mengaku telah

mendengar kabar miring ini sejak sepekan lalu. Isu yang beredar, tarif pelamar dengan program studi D-3 dan S-1 Rp100 juta. “Ya kita lihat saya nanti bagaimana. Kalau memang benar terjadi seperti itu artinya masih saja seperti yang lalu-lalu bahwa penerimaan Baca | Kursi | halaman 2

Pengalaman Suwarjo “Otong” Surtam, Sopir Tarmizi Saat

Disuruh Tarmizi Cepat Nikah dan Sekolah Lagi Pasangan Ir. H. Tarmizi H. Saat, MM - Drs. Rustamsyah hari ini dijadwalkan dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Bangka periode 2013-2018. Kesuksesan pasangan yang diusung PKS dan PDI Perjuangan ini tak lepas dari orang-orang di sekitarnya, salah satunya Suwarjo Rustam, sopir Tarmizi Saat. Lajang yang akrab disapa “Otong” ini membagi sedikit pengala mannya mendampingi Tarmizi selama ini.

Pak rustam, tolong ok lebarkan jalan pangkalpinang-sungailiat, la sempit benar pak, apalagi siang jam sibuk, ade truk tronmton lewat, jamin dak pcak nyalip nek cepet. Bikin stres pak (+628176752xxx) AYO PAK RUSTAM BUKTIKAN DIKEPEMIMPINAN BAPAK TES CPNS BABEL BISA FAIR DAN JUJUR. KASIAN ANAK-ANAK BABEL TERBAIK TIDAK BISA MENGABDI JADI PNS KARENA TERSINGKIRKAN SISTEM YANG TIDAK FAIR. KEMAJUAN DAERAH DAN BIROKRASI DITANGAN BAPAK. SEMOGA BAPAK BISA MENGACU PAK JOKOWI (+6281367586xxx)

Hotline : 0717 - 437117 Via SMS : 081368733114

Gugup

JAKARTA - Pemerintah akhirnya memutus kontrak karya PT Koba Tin yang terhitung efektif mulai 18 September 2013. Alasan pemutusan karena menilai perusahaan milik Malaysia tersebut terus merugi dalam beberapa tahun terakhir. Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo di Jakarta, Selasa (24/9) mengatakan, setelah pemutusan tersebut, untuk sementara pemerintah menyerahkan pengelolaan wilayah tambang yang sebelumnya dikerjakan Koba Tin kepada BUMN, PT Timah Tbk. “Pengelolaan oleh Timah ini hanya sementara berupa pemeliharaan dan tidak

Baca | Pernah | halaman 2

RADAR BANGKA

Tarmizi Rustamsyah

Pemerintah Putus Kontrak Koba Tin

PANGKALPINANG - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Provinsi BangkaBelitung (Babel) meloloskan dan melantik komisioner KPUD Kabupaten BangkaBarat, Pardi S.Si yang belum genap lima tahun mundur dari keanggotaan partai politik bahkan sempat masuk Daftar Calon Legislatif Sementara (DCS) pada pemilu 2009 lalu. Berdasarkan DCS PKS Model BE yang ditandatangani pada 26 September 2008

Hallo...Berlangganan

Syarif, Radar Bangka / Sungailiat Suwarjo “Otong” Surtam

Klik::..http:www.radarbangka.co.id

Perawakannya tergolong pendek, badannya pun agak kurus. Namun dari wajah selalu muncul senyum ramah. Kepada siapapun, ia terlihat

selalu menebar senyum. Itulah sosok Suwarjo “Otong” Surtam, sopir yang sudah 9 tahun mengantar Bupati Bangka terpilih, Baca | Disuruh | halaman 2

e-mail: radarbangka@yahoo.com


Halaman 2

RADAR BANGKA & sambungan

Tarmizi .... tidak dilaksanakan. Jadi saya rasa berjalan cukup baguslah. Mudah mudahan besok juga berjalan lancar,” ungkap Tarmizi tersenyum. Namun Tarmizi mengaku tidak gugup saat menjalani gladi bersih. “Kalau gugup si dak. Tapi takut salah saja. Makanya saya harus bersama dengan wakil bupati supaya langkahnya sama dan rapi segala macam, sehingga tidak ada yang salah dan bisa lebih khidmat,” jelasnya.

KPU ....

perkara yang sama atas perselisihan hasil Pilwako Pangkalpinang 2013, pemohon Berkibar terdaftar dengan nomor perkara 118/ PHPU.D-XI/2013 menggunakan kuasa hukum Saleh, S.H, M.H atas acara sidang pemeriksaan perkara satu. Sedangkan pemohon UdinMoleb dengan nomor perkara 120/ PHPU.D-XI/2013 menggunakan kuasa hukum Ferdy Hermawan atas acara sidang yang sama yakni, pemeriksaan perkara satu. Menghadapi sidang yang dijadwalkan pukul 19.00 WIB malam ini, Ketua KPU Pangkalpinang, Sukartono menyampaikan siap menjabarkan bukti-bukti menghadapi gugatan pasangan Udin-Molen dan Berkibar. Fakta-fakta menghadapi gugatan dalam persidangan MK, mulai dari money politic, perselisihan hasil suara maupun tidak dicantumkannya pasangan Berkibar sebagai peserta Pilwako Pangkalpinang 2013, siap mereka mentahkan. “Kita sudah siap menghadapi gugatan dua pasangan itu dengan bukti-bukti yang ada, dan masih menggunakan kuasa hukumnya, pak Asli Basri. Bukti-bukti itu, nanti kita buktikan dalam persidangan,” ujar Sukartono ketika dikonfirmasi wartawan, Selasa kemarin (24/9). Ia juga mengatakan, kesiapan menghadapi dua gugatan tersebut merupakan salah satu sikap KPU dalam menjalankan sistem demokrasi di negara ini. “Ya.. kami sebagai penyelenggara pilwako siap untuk menghadapi gugatan di MK. Ini proses demokrasi, sama-sama kita ikuti proses hukum tersebut,” kata Sukartono. Terpisah, Ismiryadi selaku salah pemohon pertama menyampaikan, bahwa hal ini dilakukan guna mencari keadilan dan kepastian hukum atas permasalahannya di Pilwako Pangkalpinang 2013, yang telah dibenarkan pada putusan tiga lembaga hukum yakni, Dewan Komisioner Perselisihan Pemilu (DKPP), Pengadilan Tata Usaha Negara

dari Halaman 1 Dijelaskan Tarmizi, usai pelantikan dia dan Rustamsyah akan langsung menghadiri pelantikan istrinya sebagai Ketua PKK Kabupaten Bangka. “Setelah itu kita kembali ke rumah untuk open house, menerima tamu. Kan banyak kawan yang datang, anggota DPRD serta masyarakat yang mau datang. Kita di sini siap menerima semuanya. Karena sebagai bupati, kita bupati semua golongan, bupati semua

dari Halaman 1 (PTUN) Palembang dan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Medan, namun belum diekeskusi oleh KPU Pangkalpinang. “Kita mengharapkan kepastian dan keadilan hukum saja, karena kebenaran kita sudah diputuskan oleh tiga lembaga,” katanya. Berbeda persoalan di pemilihan kepala daerah di Jawa Timur (Jatim) atas pasangan Khofifah dan Arif yang dimasukan sebagai peserta melalui keputusan DKPP saja. Di sini anehnya menurut Dodot, sikap KPU Pangkalpinang yang enggan menjalankan eksekusi putusan ketiga lembaga hukum tersebut. “Khofifah dan Arif dimasukkan sebagai peserta. Kalau MK mau menegakkan aturan, memang tanpa menunggu MK pun harusnya sudah dieksekusi oleh penyelenggara (KPU Pangkalpinang) tanpa syarat apapun. Karena di MA juga tidak dapat melakukan kasasi. Makanya KPU jangan lagi membuat hal-hal yang tidak kami inginkan,” ujar pria yang disapa Dodot itu. Lebih jauh Dodot juga menjabarkan, bahwa putusan PTUN Palembang yang diperkuat dengan PTUN Medan, tentunya berbeda dengan persoalan Pilkada Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Khairul Effendi pada 2010 yang silam. Karena, putusan PTUN yang memenangkannya diputuskan usai Pilkada Beltim “Beda dengan kasus Beltim, pengajuan banding karena merasa dirugikan. Sementara saya, KPU yang ngotot tetap menjalankan tahapan, padahal masih ada sengketa dan putusan PTUN,” tandasnya. Sementara dari pihak pasangan Sekawan (Irwansyah dan Muhammad Sopian) melalui kuasa hukumnya, Iwan Prahara menilai gugatan tersebut sah-sah saja. Dia mengaku tidak ada persiapan khusus melayani gugatan yang akan digelar perdana di MK, Jakarta. “Itu hak mereka ingin menggugat, sah-sah saja bagi kami. Karena

Pernah .... oleh komisioner KPUD Babar periode 2008-2013 oleh Ketua Robert Randy Wandra, anggota Nuryana, Kusumawan Ariyanto, Edi Irawan, Martono, komisioner Pardi terdaftar sebagai DCS PKS nomor urut 7. Pardi juga terdaftar sebagai anggota PKS dengan nomor KTA BC03300002. Selanjutnya yang bersangkutan juga tercatat sebagai Sekretaris DPC PKS Kecamatan Jebus periode 2007-2009 pada formulir Model BB-11. Pardi bersama empat komisioner KPUD Babar lainnya terhitung dilantik komisioner KPUD Babel pada 26 Juni 2013 lalu. Kenyataannya yang bersangkutan menjadi komisioner bertentangan dengan UU Penyelenggara Pemilu Nomor 15 Tahun 2011 dengan penjelasan sekurangkurangnya terbebas dari keanggotaan parpol minimal 5 tahun. Ketika hal tersebut dikonfirmasi kepada salah satu mantan komisioner KPUD Babar priode 2008-2013, Edi Irawan, dirinya tidak menampik jika Pardi memang pernah masuk DCS pileg 2009 lalu. “Iya sepengetahuan saya memang yang bersangkutan (Pardired) pernah masuk DCS pemilu lalu meskipun tidak masuk DCT,” ungkap Edi. Menurut Edi, dengan lolosnya Pardi menjadi komisioner KPU 2013-2018 jelas merupakan bentuk kelalaian timsel dan anggota KPU Babel. “Dengan kelalaian ini menyebabkan Pardi masuk 10 besar dan masuk 5 besar oleh KPU Provinsi. Ini menimbulkan pertanyaan terhadap integritas Pardi sebagai yang dipilih dan timsel serta KPU Provinsi sebagai pihak yang memilih setelah melalui fit and proper test,” tegas Edi. Seharusnya kata dia, hal tersebut tidak mungkin terjadi karena dari 5 komisioner KPU Babel terdapat mantan Ketua KPUD Babar periode lalu yakni Robert Randy Wandra. “Kalau saya sendiri sebagai anggota tahu, tidak mungkin

kurang puas atas hasil yang memutuskan pihak mereka kalah. Dan tak ada materi khusus yang kami siapkan, sebab gugatan itu merupakan kelas ecek-ecek,” ucapnya. Berkibar Surati DPRD Pangkalpinang Selain ke MK, guna memperjuangkan hak warga negara untuk memilih dan dipilih, Selasa (24/9) kemarin Dodot juga menyurati DPRD Pangkalpinang. Melalui surat yang tertanggal 23 September 2013, Berkibar melayangkan permohonan kepada DPRD Pangkalpinang untuk memfasilitasi pihaknya beraudiensi dengan penyelenggara Pilwako Pangkalpinang tahun 2013, yakni KPU. Surat yang disampaikan pasangan Berkibar itu mengacu sengketa dengan salinan putusan yang dilampirkan yakni, keputusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), PTUN Palembang serta PT TUN Medan yang telah dimenangkannya, namun tetap tidak dieksekusi oleh KPU Pangkalpinang. Sementara Sekretaris DPRD Pangkalpinang, Mikron Antariksa membenarkan adanya surat yang masuk untuk diminta memfasilitasi audiensi dari pihak pasangan Berkibar dengan KPU Pangkalpinang dalam perselisihan ini. Hanya saja kata dia, menindaklanjuti permohonan pasangan Berkibar, pimpinan DPRD Pangkalpinang tentunya akan melakukan rapat pimpinan maupun rapat kelengkapan dewan. “Benar sudah kita terima suratnya yang dilayangkan kepada Ketua DPRD. Namun, untuk mengagendakan permohonan itu, akan ada rapat pimpinan maupun kelengkapan dulu,” ujarnya melalui telepon seluler. Menurut Mikron, permintaan audiensi Berkibar dapat saja diakomodir DPRD. “Kami belum bisa memastikannya, karena tidak ada disposisi dari pimpinan. Tapi nanti akan dirapatkan dulu,” tutup Mikron. (iam)

dari Halaman 1 ketuanya tidak mengetahui jika Pardi pernah masuk DCS. Apalagi Robert sendiri termasuk yang menandatangani berkas tersebut,” ungkapnya. Sementara salah satu anggota tim seleksi (Timsel) KPU Babar Lili Puspa yang coba dihubungi Radar Bangka tadi malam tidak menjawab panggilan, meskipun handphone yang bersangkutan terdengar aktif. Sementara itu, Ketua KPUD Provinsi Bangka-Belitung Fachrurrozi ketika dihubungi RB tadi malam menjelaskan bahwa Ia belum menerima laporan terkait informasi tersebut. Untuk itu Ia belum bisa mengambil sikap. “Sejauh ini kami belum mendapatkan laporan resmi, jadi apa yang harus disikapi. Selain itu, pengangkatan mereka sudah melalui tahapan dan ada proses hukum seperti tanya jawab dan proses administrasi lainnya,” jawab Fachrurrozi. Pardi sendiri mengakui namanya masuk dalam daftar calon sementara (DCS) pada Pemilu Legislatif 2009. “Saya menilai hal itu tidak ada hubungannya dengan penetapan saya sebagai anggota KPU, karena waktu itu saya hanya sebagai calon sementara dan tidak masuk daftar calon tetap (DCT),” ujar Pardi, Selasa (24/9). Ia menjelaskan, untuk mengikuti seleksi anggota KPU tidak perlu mengundurkan diri sebagai anggota partai karena tidak lolos daftar calon tetap (DCT). “Karena waktu itu saya tidak lolos DCT, maka saya berasumsi secara otomatis mundur sebagai anggota partai dan dirinya tidak pernah mengurus dan mendapatkan surat keputusan dari partai baik sebagai pengurus maupun pengunduran diri,” kata dia. Pardi mengatakan, dalam kasusnya sama dengan kepala daerah harus mundur kalau maju sebagai Caleg. “Kepala Daerah akan mundur jika dia sudah ditetapkan melalui DCT, ini kasusnya hampir

www.radarbangka.co.id

v

partai dan bupati untuk semua,” tegasnya. Dengan amanat yang diberikan masyarakat Kabupaten Bangka serta dukungan yang besar dari PDIP dan PKS, Tarmizi bersama Rustamsyah meminta restu dari semua kalangan untuk melanjutkan pembangunan. “Mudahmudahan kita bisa melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Kita minta doa restulah dari semuanya,” tambahnya. (Rif)

sama dengan yang saya alami, karena nama saya belum masuk DCT maka saya secara otomatis tidak perlu mendapatkan SK pengunduran diri dari partai,” kata dia. Ia mengatakan, kejadian seperti itu secara legal formal DCS belum memiliki kekuatan hukum tetap. “Pada dasarnya saya siap menghadapi mekanisme selanjutnya kalau memang itu dipermasalahkan,” kata dia. Sementara itu, LSM Masyarakat Anti Suap (Mantap) Kabupaten Bangka-Barat sebelumnya menyatakan bahwa anggota KPU Bangka Barat yang terpilih beberapa waktu lalu diduga tidak memenuhi persyaratan pada saat pendaftaran. Persyaratan tersebut seperti tertuang dalam poin 9 yaitu tidak pernah menjadi anggota partai politik atau sekurang-kurangnya lima tahun telah mengundurkan diri dengan bukti surat keputusan pemberhentian dari pengurus partai politik yang bersangkutan. “Salah satu anggota KPU ini telah melanggar persyaratan administrasi dan peraturan KPU Nomor 2 Tahun 2013, semestinya yang bersangkutan tidak lolos seleksi administrasi,” kata Ketua LSM Mantap Deddi Wijaya. “Kami sudah siap dan akan membeberkan bukti-bukti terkait salah satu anggota KPU Kabupaten Bangka Barat yang kami duga cacat administrasi,” kata dia. Saat ini, kata dia, bukti-bukti sudah diserahkannya kepada teman-teman media di Kabupaten Bangka Barat dan jelas menyebutkan Anggota KPU yang disebutkan terdaftar di Daftar Calon Sementara (DCS) dengan Nomor Urut 7 untuk Daerah Pemilihan 2 Jebus dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). “Kami berharap data yang kami miliki bisa menjadi pijakan pihak terkait untuk melakukan proses selanjutnya sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Deddi. (rja/yak/atr)

RADAR BANGKA | Rabu 25 September 2013

Kerja Keras .... setiap hari berjuang keras mengumpulkan rupiah untuk menyekolahkan anak-anaknya, termasuk Tarmizi. “Orang tua ni berjuang untuk anak hanya untuk ngubah nasib. Karena orang tua di masa kami dulu pukul 05.00 WIB la di tengah utan gi begawi. Kayak betani dan ngaret. Bahkan peteng-peteng ge di kebun ya la. Jadi orang tua banting tulang ya tuk anak sekolah biar pacak ngubah nasib. Bukan tuk Tarmidzi saja. Tapi kek semue anek anek ku,” ucapnya. H. Tajo -sapaan H. Saat, hanya mengandalkan penghasilan dari kebun karet dan lada yang dimilikinya untuk menyekolahkan anakanaknya. Sebagai anak laki-laki pertama, Tarmizi menjadi harapan orang tuanya. Makanya sedari kecil Tarmizi dididik dengan disiplin tinggi. Sejak masih SD, Tarmizi sudah diajari tanggungjawab membantu keluarga. Setiap pagi, usai subuh Tarmizi sudah harus ke kebun karet. Dengan pisau yang ujungnya bengkok tersebut, Tarmizi menggores batang-batang karet di kebun orang tuanya. Dengan alat sadap dan penerangan seadanya, Tarmizi dan sang ayah kemudian menampung getahnya dengan mangkuk atau batok kelapa. Selepas menyadap, Tarmizi pun bergegas mandi untuk kemudian berpakain putih merah untuk kemudian berangkat ke sekolah. Pulang sekolah, Tarmizi tidak memerlukan istirahat. Selepas makan, Tarmizi kecil melanjutkan tugasnya ke kebun lada. Jika

dari Halaman 1 tidak sedang musim lada masak, Tarmizi membersihkan rumput yang mengganggu pertumbuhan ladanya. Ini dikerjakannya hingga sore menjelang magrib. Setelah mandi dan makan, Tarmizi bergegas ke masjid untuk sholat magrib. Selepas itu, Tarmizi kecil tidak segera pulang karena ia langsung melanjutkan belajar mengaji di masjid tersebut. “Tarmizi itu anak yang sholeh, penurut dan rajin beribadah serta pandai mengaji,” katanya yang menambahkan bahwa tak ada makanan favorit Tarmizi kecil saat itu. “Soal maken die dak milih. Ken jaman dulu apa kek dipilih. Pokok a ade yang kek dimaken, kami maken,” jawabnya dengan tertawa lebar. “Nya (Tarmizi-red) dak nakel dak. Nak ya la. Nya nurut. Dak pernah nya nyaut ape agik ngelawan Bak. Dak pernah. Bebakti bener nya sama orang tue kek keluarga,” sambung sang ibu, Maimunah. Usai menamatkan SD di Mendobarat, Tarmizi pun pamit kepada kedua orang tuanya untuk melanjutkan pendidikan SMP di Muntok. Kebetulan saat itu pamannya, Abdul Rozak menjabat sebagai Kepala Sekolah di SMP tersebut. Tanpa kendala, Tarmizi pun menamatkan SMP-nya. “Alhamdulilah, di sana ia lulus,” kata H Tajo yang sangat berharap Tarmizi bisa maju sehingga bisa lepas dari embel-embel anak kampung seorang petani yang melekat pada mereka. Lulus SMP, Tarmizi memilih melanjutkan pendidikan SMA-nya di luar. Dengan kemauan keras dan

Kursi .... CPNS tidak murni,” tukasnya. Hal senada disampaikan Rin, salah satu honorer K2 yang sudah menjadi tenaga honorer guru selama 13 tahun mengaku juga mendengar rumor serupa. “Memang ada informasi tenaga K2 yang mau jadi PNS harus menyiapkan dana sebesar Rp 70 juta,” ujar Rin kepada Radar Bangka. Menurutnya, informasi ini juga sudah didengar beberapa orang honorer K2 lainnya. “Informasi

dari Halaman 1 dari teman-teman yang lain, mereka mengatakan hal yang sama. Dan dana tersebut bukan baru tahun ini saja, tahun-tahun kemarin juga begitu, bahwa kalau ingin lulus harus bayar,” katanya. Menanggapi hal ini, Kepala BKD Basel Herman menegaskan, penerimaan CPNS di Pemkab Basel murni dan transparan. “Kalau hanya rumor atau informasi yang tidak jelas tidak perlu diperdebatkan. Yakinlah kita akan melakukan

Pemerintah .... dalam hal produksi,” katanya. Pemerintah kata Susilo, akan secepatnya menyelesaikan masa transisi sebelum diserahkan secara permanen kepada perusahaan lain. Opsi yang mungkin dilakukan adalah menyerahkan kepada BUMN. “Bisa Timah atau lainnya,” tambahnya. Menurut Susilo pemutusan kontrak karya Koba Tin sudah melalui tim evaluasi yang melibatkan ahli dan pelaku industri, serta pertimbangan Gubernur Bangka Belitung. Pada 2012, Koba Tin mengalami kerugian 40,9 juta dolar AS yang 25% diantaranya harus ditanggung PT Timah (Persero) karena 25 persen itu merupakan besaran kepemilikan saham Timah di Koba Tin. “Tidak hanya itu evaluasi pemerintah juga melihat performance perusahaan, keuntungan negara, kegiatan perusahaan di lingkungan Bangka Belitung, sampai persoalan tenaga kerja. Yang jelas kami lihat track record mereka,” kata Susilo yang menambahkan, tim independen yang terdiri dari pelaku industri dan para ahli semua bekerja dan

sileksi dengan aturan yang benar untuk mendapatkan SDM yang berkualitas,” tegasnya. Apalagi, dalam seleksi CPNS Pemkab Basel, lamaran dikirim melalui Kantor Pos, sehingga pertemuan antara pelamar dan panitia CPNS tidak ada, sehingga nantinya proses seleksi ini diharapkan dapat menghasilkan CPNS andal dengan SDM berkualitas. “Yakinkan itu dan silahkan diawasi pelaksanaanya,” tambahnya. (Bim)

dari Halaman 1 turut melakukan evaluasi. “Pada akhirnya kami sepakat untuk tidak memperpanjang kontrak Koba Tin,” tambahnya. Selain itu pihaknya juga melibatkan aparat keamanan baik kepolisian dan TNI untuk ikut mengamankan wilayah tambang pasca pemutusan kontrak tersebut. “Kami minta aparat keamanan juga jaga WPN ini sehingga terhindar dari tambang ilegal,” kata Susilo. Di samping itu ia juga meminta Gubernur dan Bupati daerah Bangka Belitung agar sama-sama mengamankan WPN tersebut yang potensial dalam memproduksi bijih timah. “Saya juga harapkan Gubernur dan Bupati untuk samasama amankan wialayah tambang timah itu,” katanya yang mempersilahkan, Koba Tin menempuh jalur arbitrase jika keberatan dengan pemutusan kontrak. “Silahkan saja, itu itu hak mereka,” katanya. Sesuai UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, kontrak karya yang sudah berakhir harus memenuhi kewajiban sesuai ketentuan perundang-undangan dan kewajiban

Disuruh .... Tarmizi Saat kemana-mana. Mulai saat Tarmizi menjabat kepala Dispenda (sekarang DPPKAD), Sekda Bangka, hingga terpilih sebagai bupati. Pria kelahiran Desa Kelumbi Kecamatan Tempilang, Bangka Barat 29 tahun lalu ini tak pernah menyangka kini akan menjadi orang dekat Bupati Bangka. Semua itu berawal saat ia mencoba mencari penghasilan disela-sela menuntut ilmu di sekolah. Otong yang saat itu masih tercatat sebagai siswa SMK Yapensu bekerja menjadi tenaga honorer di Dispenda Bangka. “Pas agik sekolah ko la begawe di sia (Dispenda) jadi tukang buka tutup kantor. Kasar a jaga malem lah,” katanya memulai cerita. Setelah lulus tahun 2002, tugas Otong berubah menjadi pengantar surat. Hari-hari Otong pun diisi dengan tugas mengantar surat ke berbagai tempat. Dua tahun kemudian, Otong pun naik status. Hal itu setelah Tarmizi ditunjuk sebagai kepala Dispenda. Otong dipercaya Tarmizi sebagai sopir dinasnya. “Bisa dibilang naik pangkatlah waktu itu, dari seorang tukang ngantar surat sampai dipercaya menjadi seorang supir Kepala Dis-

dukungan orang tuanya, Tarmizi pun hijrah ke Yogyakarta hingga berhasil menamatkan pendidikan SI dengan gelar insinyur pertanian. “Waktu itu sahang kek karet ni la yang ngidup anak-anak ku semua. Termasuk juga duit kuliah untuk Tarmizi saat itu. Hanya sebulen sekali dikirim pakai titipan kilat. Tu ge dak sepenuh a duit tu dikirim. Bahkan pernah dulu kekurangan dana di Jogja dulu. Dia (Tarmidzired) pernah puasa (nahan laparred) gara-gara duit yang dikirim lambet dateng,” ceritanya. “Tapi nasib seseorang tidak ada yang tahu. Namun semua itu harus dibekali usaha yang keras, doa, sabar, tekun, mandiri serta berani mengadu nasib,” kata H Tajo mengisahkan perjuangan Tarmizi. Tarmizi pun kembali ke kampung halamannya dan mengabdi sebagai PNS di Pemkab Bangka. Dari bawah Tarmizi akhirnya berhasil menjabat beberapa posisi penting seperti Asisten Setda, Kepala Dispenda hingga puncaknya dipercaya sebagai Sekda Bangka. “Alhamdulillh, semua cita-cita anek-anek ko tercapai tuk ngubah nasib,” ucapnya terbata bata. H Tajo berharap, amanat masyarakat yang dipercayakan kepada puteranya dapat dilaksanakan dengan baik. “Orang tua dan keluarga dalam hal ini dak merasa bangga dan berbesar hati. Cuma ni arti a kita berterima kasih kepada masyarakat, perjuangan dia tercapai. Mudah- mudahan nanti dia panjang umur, sehat jasmani dan rohani,” harapnya. (rif)

tersebut mendapat persetujuan Menteri ESDM. Kewajibannya antara lain melakukan reklamasi dan membayar gaji karyawan. Pemegang kontrak karya juga wajib menyerahkan seluruh data kepada Menteri ESDM. Selain itu, kontrak yang sudah berakhir dikembalikan ke Menteri ESDM dan selanjutnya ditawarkan ke badan usaha, koperasi, atau perseorangan melalui mekanisme sesuai peraturan perundang-undangan. Kontrak karya Koba Tin pertama kali ditandatangani pada 16 Oktober 1971 dan setelah diperpanjang berapa kali berakhir 31 Maret 2013. Sementara Wakil Bupati Bangka-Tengah (Bateng), Patrianusa Sjahrun belum dapat berkomentar banyak terkait diputusnya kontrak karya Koba Tin tersebut. Ia pun mengakui baru mendapat informasi tersebut dari Radar Bangka. “Karena kita tengah malam ini juga baru mendapat kabar tersebut,” ujar Patriannusa saat dihubungi via handphonenya tengah malam tadi. (rb/cr51/atr)

dari Halaman 1 penda Bangka,” ujarnya. Otong semakin sumringah ketika tahun 2005 namanya masuk database CPNS Kabupaten Bangka yang kemudian resmi diangkat menjadi PNS Pemkab Bangka. Meski statusnya sudah PNS, Tarmizi ternyata tetap menggunakan jasanya sebagai sopir. Kemana langkah Tarmidzi, di sana ada Otong. “Dari Dispenda ku nyupir bapak. Bangga juga ku pacak nyupir beliau sampai beliau dipercaya menjadi seorang Sekda Bangkam, hingga maju sebagai Calon Bupati Bangka, kemudian terpilih menjadi Bupati Bangka,” tambahnya. Meski berstatus sebagai sopir, Otong merasa nyaman mengantar Tarmizi. Putra Kemuje, Mendo Barat itu sudah dianggapnya sebagai orang tua pengganti. Tarmizi menurutnya seringkali menasehatinya, bahkan selalu mengingatkannya agar tidak melalaikan sholat lima waktu. “Itulah beliau. Yang sudah saya anggap sebagai orang tua saya sendiri. Yang selalu menasehati saya. Mengingatkan saya untuk sholat. Memberikan masukan, bahkan menegur saya saat saya salah. Cuma yang ku salut a, bapak

(Tarmdizi-red ) dak pernah marah ku di depan orang ramai. Tu yang ku salut same beliau,” ujar Otong. Banyak kesan dan pesan dari Tarmizi kepadanya, salah satunya agar ia secepatnya menikah dan melanjutkan pendidikan hingga S1. “Bapak nyuruh ku sekolah agik. Biar karir ku dak jalan di tempat. Biar pacak kayak nya kata a. Selain tu bapak ge pernah nyuruh ku cepat-cepat nikah,” jelasnya kembali tersenyum. Untuk menikah, Otong mengaku memang sudah ada dalam benaknya. Hanya saja hingga sampai saat ini belum calon yang cocok di hatinya. “Men pacak secepat a. Cuma lum ade yang cocok Mentinak (cewek-red ) di hati ni,” katanya sambil tertawa. Menurut Otong, yang sangat dikaguminya dari sosok Tarmizi adalah, semarah apapun kepadanya, Tarmizi tidak pernah melakukannya di hadapan orang banyak. “Kalo marah galak (sering-red), cuma dak di depan orang ramai. Abis marah, la biase agik. Ya la yang dak pacak ku lupa dari beliau. Karena sifat nya tu sabar, santun dan tekun,” pungkasnya. (Rif )

e-mail: radarbangka@yahoo.com


RADAR BELITONG

Halaman 3

Rabu, 25 September 2013

Wali Band Terkejut Boss Reno Bohong, Mutia Pilih Kabur Lihat Pulau Seliu

TANJUNGPANDAN - Mutia alias Hanifah (20), warga Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten melarikan diri dari tempat Ia bekerja, yakni Kafe Dona yang berada di Jalan Anwar, Desa Pilang, Tanjungpandan, Belitung. Ia memilih jalan itu karena pekerjaan yang dilakukannya ternyata tidak sesuai dengan yang dikatakan pemilik Kafe, Boss Reno. Mutia yang baru 2 minggu bekerja di Kafe Dona, dijanjikan oleh pemilik Kafe sebagai pelayan Minum disebuah Kafe. Namun ternyata dirinya akan dijadikan PSK (Pekerja Seks Komersial). “Awalnya yang menawarkan kerjaan saudaraku. Katanya Kafenya besar, ada musik Jazznya, aku hanya sebagai pelayan dan pengantar minum ke pengunjung. Tau-tau pas disini (Kafe Dona, red), tidak sesuai,” ucap Mutia, kepada Radar Bangka, kemarin (24/9). Mutia yang sebelumnya sudah menandatangani kontrak kerja dengan Boss Reno saat berada di Jakarta, tidak menepis bahwa dirinya sering diajak laki-laki hidung belang untuk melakukan hubungan badan saat bekerja di Kafe Dona. Namun, tawaran-tawaran tersebut selalu ditolaknya. “Permintaan itu bukan sekali dua kali, sudah sering, tapi aku tidak mau, bahkan pernah dipaksa oleh laki-laki, tetap aku tidak mau, sampai-sampai aku dimarahin Mami. Waktu tanda tangan kontrak kerja dengan Boss Reno, gajinya Rp3juta lebih, tau-tau pas di kafe tidak ada gaji yang aku dapat,” sebut Mutia yang hanya memegang uang Rp250.000 saat kabur. Sebelumnya Ia sempat mendapatkan uang Cas sebesar Rp50.000. Namun uang tersebut dibagi dua dengan pihak Kafe. “Uang Cas nya dibagi dua. Uang botol hanya Rp3ribu untuk kita (pekerja, red). Itu saja terpaksa aku lakukan karena sudah berada di Kafe itu dan tidak bisa kemana-mana lagi,” kata Mutia, sembari meneteskan air mata. Mutia yang kabur dari kafe sekitar pukul

05.00 WIB, kemarin (23/9), berhasil lolos dengan berpura-pura ingin mencuci pakaian. “Awalnya aku minta kunci mau kedapur untuk cuci pakaian. Habis itu maminya tidur lagi, jadi aku langsung kabur lewat pagar. Waktu dijalan aku langsung menyetop orang minta tolong. Kemudian dibawa ke kantor Polisi,” ucap Mutia. Tak hanya Mutia, Santi (21), warga Desa Silebu, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten juga mengungkapkan hal yang sama. Dia yang tidak mengetahui pekerjaan di Kafe Dona sebelumnya tersebut juga merasa dibohongi oleh pemilik Kafe. “Waktu tanda tangan kontrak saya hanya disebutkan sebagai pengantar minuman saja, kata Boss Reno ada uang Casnya,” ujar Santi yang masuk kerja berbarengan dengan Mutia. Santi yang juga pernah mendapatkan uang Tips dari para pengujung Kafe Dona mengatakan sering menolak jika diajak oleh para pengunjung untuk check in. “Gak pernah mau aku yang gitugituan (showtime, red). Yang penting sekarang aku mau pulang, tidak mau aku kerja kayak ginian, mending kerja di pabrik,” beber Santi. Sementara, Elin (40), warga Sumedang, yang merupakan Mami di Kafe Dona mengakui hal yang dialami Mutia. Namun Ia tidak tahumenahu saat ditanya mengenai pola perekrutan tenaga kerja. “Gak tau saya kalau yang gitu-gitu. Itu urusan Bos langsung, saya hanya mengawasi pekerja saja,” kata Elin, kepada Radar Bangka, kemarin (24/9). Elin yang sudah sejak tahun 2012 bekerja di kafe Dona juga mengakui bahwa sebelumnya antara pemilik kafe dengan pekerja (PSK), mempunyai kontrak kerja yang jelas. “Perjanjian kontrak kerjanya ada, kalau pengen keluar didenda Rp2 juta. Waktu bekerja mereka hanya mendapatkan gaji dari botol, perbotolnya Rp3 ribu dan uang cas Rp50 ribu, perjamnya dibagi dua dengan pengelola kafe,” jelas Elin.

Anggota Polres Belitung saat memeriksa identitas para wanita pekerja di kafe Dona, kemarin (24/9).

Pantauan Radar Bangka di Kafe Dona, pihak kepolisian kesulitan untuk menemui pemilik kafe, yang bisa ditemui hanya Mami Elin dan sejumlah PSK lainnya. Petugas kemudian langsung memeriksa

izin dan identitas pekerja. Akhirnya, sejumlah PSK dan Mami Elin diangkut ke Mapolres Belitung untuk dimintai keterangan. “Untuk perizinannya SITU, SIU, HO,

Mobil Dinas Basuri Senggol Sepeda Motor BADAU - Mobil Dinas Bupati Belitung Timur (Beltim), Fortuner warna hitam dengan nomor polisi BN 1 G, kemarin (24/9) sekitar pukul 12.20 WIB terlibat tabrakan dengan sebuah sepeda motor Honda Karisma Biru, BN 7811 LT yang dikendarai Sumarno (23). Mobil yang dikemudikan Elvie S (55), yang membawa Bupati Beltim Bupati Beltim Basuri T Purnama, diketahui melaju dari arah Tanjungpandan menuju arah Manggar dengan kecepatan rata-rata 80 kilometer/ jam. Tiba di jalan Abdurrahman, Dusun Badau, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung, dari arah berlawanan datang sepeda motor yang dikemudikan Sumarno, warga Dusun Badau, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung yang tiba-tiba langsung memutar arah. Lantaran jarak yang sudah terlalu dekat, Elvie langsung rem mendadak dan banting setir ke kiri jalan. Meski sudah berupaya, spion kanan mobil masih mengenai sepeda motor Sumarni hingga akhirnya membuat ke luar jalan. Kasat Lantas Polres Belitung, AKP Jecson R Hutapea mengatakan membenarkan adanya lakalantas tersebut. Akibatnya mobil orang nomor 1 di Belitung Timur ini, dan sedang membawa Bupati Beltim, Basuri T Purnama, mengalami rusak berat. “Rusak berat terutama dibagian depan mobil, roda depan kiri lepas. Sedangkan sepeda motornya, mengalami kerusakan dibagian kap depan sebelah kiri,” ungkap Jecson, kepada Radar Bangka, kemarin (24/9). Barang Bukti berupa sepeda motor dan mobil Dinas Bupati Beltim kini diamankan di Unit Laka Lantas Polres Belitung. Sementara Sumarni langsung dilarikan ke RSUD Belitung karena mengalami sejumlah lukaluka. “Sedangkan pak Bupati tidak mengalami luka apapun, begitu juga dengan sopirnya hanya mengalami luka-luka lecet. Untuk BB nya semua sudah diamankan,” pungkas Jecson. (Tas)

semuanya lengkap. Dan ini akan tetap dilakukan penyelidikan karena ada dugaan Trafiking,” ungkap KBO Reskrim Polres Belitung, Ipda Karyadi kepada Radar Bangka, kemarin (24/9). (Tas)

Baby Sitter Curi Gelang Anak Majikan

Foto : Mukhlis/RB

Menteri Kehutanan RI Zulkifli Hasan, Bupati Beltim Basuri T Purnama dan personil Wali Band melakukan penanaman pohon simpur dalam kegiatan menanam bersama, kemarin (24/9).

Menhut Janjikan 30 ribu Hektar HTR Basuri : Yang Penting Masyarakat Sejahtera KELAPA KAMPIT - Menteri Kehutanan RI, Zulkifli Hasan dan Wali Band, kemarin (24/9), mengunjungi Agrowisata Bukit Pangkuan, Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur (Beltim) untuk menghadiri serangkaian kegiatan yang bertajuk “Menanam Bersama Wali dan Menteri Kehutanan”. Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan dan menghijaukan hutan yang rusak. Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan pada wartawan mengatakan kegiatan menanam pohon menjadi bagian program Pemerintah untuk membiasakan menanam, terutama sejak usia dini. Selain untuk keseimbangan alam, menanam pohon akan berdampak pada kelangsungan hidup orang banyak. Menteri juga menyampaikan saat ini kawasan hutan memang diperuntukkan

untuk rakyat. “Berapa banyak di Beltim ini masyarakatnya yang tidak memilki lahan, jika ada 30 ribu, maka kita akan siapkan kawasan hutannya 30 ribu hektar pula,” janji Menteri Kehutanan. “Kita sangat memberikan apresiasi yang sangat luar biasa, ternyata program menanam, cinta lingkungan dan juga satwa, sangat mendapat respon yang luar biasa oleh setiap kalangan, seperti Wali Band ini. Untuk itu selaku Menteri, saya mengajak teman teman media baik nasional dan juga lokal agar mengikuti jejak Wali Band untuk selalu peduli lingkungan,” imbuh Menteri. Ketua WCF yang juga personil Wali band Aan Kurnia, yang biasa di sapa akrab Apoy mengatakan WCF ingin mengajak semua kalangan untuk tetap peduli lingkungan, dan satwa. “Untuk

kedepannya WCF akan semakin lebih giat menanam sehingga kawasan yang gersang akan tetap hijau. Tak ada lagi yang memiliki kebiasaan menebang. Untuk itu WCF akan siap dalam segala hal penghijauan, dan siap membuka dan mendirikan WCF untuk wilayah Beltim,” ujar Apoy. Sementara itu, Bupati Beltim Basuri T Purnama turut mengapresiasi dan setuju hutan tanaman rakyat. “Ada 30 ribu hektar yang sudah dicanangkan oleh Menteri. Dan saya mengucapkan selamat kepada WCF atas motivasinya untuk peduli akan lingkungan,” harap Basuri. Basuri pun mengajak WCF untuk membentuk WCF lainnya di Beltim. “Kalau bisa didirikan perkawasan. Saya berjanji akan menyediakan segala fasilitas, asal masyarakat Beltim sejahtera, makmur dan maju,” tutup Basuri. (msi)

Satpol PP Razia TI Rajuk, Penambang Kabur MANGGAR - Tim gabungan Pemerintah Kabupaten Belitung Timur kembali menertibkan aktivitas TI Rajuk. Kali ini petugas menertibkan sekaligus mengamankan Ponton TI Rajuk di aliran Sungai Mirang Pantai Mudong Manggar, Senin (23/9) siang. Namun sesampai dilokasi tim yang terdiri dari Satpol PP, Distamben dan BLHD ini hanya mendapati Ponton TI Rajuk lengkap dengan mesin, pipa/selang dan dua drigen BBM Solar. Kasatpol PP Beltim Sudiono

Foto : Disa/RB

melalui Kasi Pembinaan Umum dan Pemadam Kebakaran, Heryono mengatakan, operasi penertiban tersebut berawal dari informasi masyarakat. Lantas, petugas langsung menindaklanjuti dengan pengecekan lokasi dan kemudian bergerak melakukan penertiban. “Pas sampai di lokasi tidak ada aktivitas sama sekali dan setelah dilakukan penyisiran sepanjang aliran sungai, juga tidak ditemukan pemilik maupun pekerjanya,” ungkap Heryono didampingi Kasi

Klik::..http:www.radarbangka.co.id

Trantibwal Sigit yang saat itu memimpin operasi penertiban. Heryono menjelaskan, operasi penertiban dilakukan karena aktifitas penambang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS). Dan hingga saat ini belum ada aturan yang melegalkan aktivitas penambangan TI Rajuk, baik dari Pemda dan Pemerintah Pusat (Kementrian ESDM). “Sebagai barang bukti kami amankan 13 buah drum, pipa/ selang spiral, dua derigen minyak dan satu set Mesin TI rajuk,” jelas-

nya. Dia menambahkan, sebelumnya Tim Gabungan juga berhasil menertibkan dua unit TI rajuk di aliran Sungai Manggar dan aliran sungai didekat Danau Meranteh Desa Selingsing Kecamatan Gantung. Dua unit TI rajuk didapati sedang beroperasi melakukan aktivitas penambangan. “TI Rajuk di aliran Sungai Manggar kami tertibkan pada hari Rabu (18/9) dan yang di sungai dekat Danau Nujau pada

hari Kamis (19/9) lalu. Jadi saat itu langsung distop dan disuruh bongkar sendiri sama pekerjanya,” ungkap Heryono. Kata Heryono, pemilik dua unit TI Rajuk itu diketahui berasal dari Tanjungpandan Kabupaten Belitung dan keduanya juga sudah diberikan peringatan keras dan akan ditindak tegas jika kembali beroperasi. “Saat ini masih tahap pembinaan, tapi kalau membandel terpaksa diproses sesuatu aturan yang berlaku,” pungkas Heryono. (msi)

TANJUNGPANDAN - Tak disangkasangka, gadis cantik berinisial LI (21), warga Asli Bumi Jawa, RT 01/06, Desa Bumi Jawa, Kecamatan Bumi Jawa, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah tega mencuri Gelang milik anak majikannya, Neli (30), warga Jalan Air Pelempang, RT.39/12, Kelurahan Paal Satu, Tanjungpandan Belitung. LI yang belum 1 bulan bekerja sebagai babysitter memang sudah berniat mencuri gelang anak Neli untuk ongkos pulang kampung. Namun, LI ditangkap pihak kepolisian di Pelabuhan Indonesia II, Tanjungpandan, Belitung ini setelah adanya laporan kehilangan dari Neli yang mengetahui gelang ditangan kedua anaknya sudah tidak ada lagi. Mengetahui hal tersebut, Neli pun lantas melaporkan Li yang kabur sekitar pukul 03.00 WIB, Sabtu (21/9) lalu. LI yang sempat berupaya kabur menggunakan kapal Srikandi tujuan Tanjung Priuk, Jakarta ini, berhasil dibekuk sekitar pukul 12.00 wib, Senin (23/9). Kapolsek Tanjungpandan, Kompol Muhammad Nizar SE mengatakan pelaku pada Sabtu (21/9) siang memang sudah berniat untuk mencuri dua buah gelang emas yang berada ditangan kedua anak Neli. “Dari siang itu memang dia (Li, red) sudah berniat. Awalnya dia sudah membuka gelang yang berada di anak asuhnya dan langsung diletakan disudut kasur. Kemudian anak korban satunya lagi yang di asuh Ningsih juga sempat dibuka dan diletakan dikasur. Pada waktu itu Ningsih sedang berada di WC,” cerita Kompol M.Nizar, kepada Radar Bangka, kemarin (24/9). Melihat Ningsih keluar dari kamar mandi, dengan gerakan cepat LI kembali memasang gelang emas milik anak Neli yang diasuh oleh Ningsih. Sedangkan gelang emas milik anak Neli yang diasuh Li masih tetap berada di ujung kasur. “Sewaktu malam semua orang rumah sudah tidur, barulah pelaku membuka gelang yang ada ditangan anak asuh Ningsih, dan langsung dibawaknya kabur dengan membawa barang-barang milik pelaku yang memang sudah disiapkan,” jelas Nizar. Mengetahui LI kabur, Ningsih langsung melaporkan hal tersebut kepada Neli. Saat diperiksa, gelang emas yang berada di kedua tangan anak Neli sudah hilang. “Untuk gelang emas yang berada ditangan anak asuh Ningsih senilai 5 gram, dan gelang emas ditangan anak yang diasuh pelaku 10 gram. Korban pun mengalami kerugian sekitar Rp8juta. Pelaku dikenai dengan primer pasal 363 ayat 1 ke-3 KUHP Subsider pasal 362 KUHP,” beber Kompol M.Nizar. LI yang kini sudah berada di sel Mapolsek Tanjungpandan, menolak untuk diwawancarai. “Kalau dari media (wartawan, red) pokoknya aku gak mau,” sebut Li berulang-ulang yang juga disampaikannya kepada petugas Polsek Tanjungpandan. (Tas)

e-mail: radarbangka@yahoo.com


Halaman 4

Rabu 25 September 2013

Yang Seriuss...!!! Mau turun/Naik Berat Badan Dengan Cara Sehat

Hubungi :

0852 7390 5459

-Jl. Jendral Sudirman (Simpang Suling) Pangkalpinang telp. 437258 -Jl. RE Martadinata No 70 Pangkalpinang telp. 436931

-Citi link

(Jendela Entertainment Serumpun Sebalai)

EL JOHN PLAZA Lt. 1 Jl. Soekarno Hatta No. 208 Pangkalpinang Bangka Belitung 33138 Telp/Fax. 0717-438999, 0717-439399 Email : eljohnfm@yahoo.co.id eljohn88.5fmpangkalpinang@gmail.com Web & Live Streaming : www.eljohn885fm.com www.eljohn.co.id www.eljohnnews.com fans page facebook : Radio El John 88,5 FM pangkalpinang Twitter : @eljohn885fm BB Streaming : bb.eljohn885fm.com Pertama dan Satu-satunya Radio pariwisata Di Propinsi Kepulauan Bangka Belitung

Klik::..http:www.radarbangka.co.id

(Media Kreatifitas Orang Muda Serumpun Sebalai) Jl. Jend. Sudirman Kel Air Selemba Pangkalpinang ONLINE: (0717) 434006 085267703944 email: jess944fm@gmail.com

Bujang Miak Sejangkau Siar....... Buka Mata Pasang Telinga Pahami Budaya Lokal Radio SP 100,0 fm Belinyu - Bangka Satu-satunya Radio yang mengangkat Budaya Etnik Di Bumi Serumpun Sebalai - BABEL Alamat Kantor/Studio: Radio Swara Pantja 100,0 fm Jl. Depati Barin 11 A Belinyu Bangka Telp. 0715 321888 Fax. 0715 321298 Studio: 071532100 Email: sp100fm@yahoo. com

e-mail: radarbangka@yahoo.com


RADAR BANGKA | Selasa, 24 September 2013

HALAMAN 5

JL. MELINTANG (KAMPUNG MELINTANG) NO 58-PANGKALPINANG

Specialis MENERIMA LOWONGAN MARKETING

Klik::..http:www.radarbangka.co.id

e-mail: radarbangka@yahoo.com


Halaman 6 Rabu, 25 September 2013

Panselnas Jamin

Soal Tes CPNS 2013 tak Bocor

JAKARTA - Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) menjamin soal tes CPNS 2013 tidak akan bocor. Alasannya, pengawasan berlapis akan dilakukan pemerintah mulai dari master soal hingga hasil lembar jawaban komputer dikumpulkan. “Insya Allah tidak akan terjadi kebocoran. Pengawasan berlapis sudah kita lakukan dan dibuat SOP sedetil mungkin,” kata Ketua Panselnas CPNS 2013, Eko Sutrisno dalam konpres, Selasa (24/9). Eko Sutrisno yang juga kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) ini membeberkan upaya pengamanan dan pengawasan yang dilakukan Panselnas. Kata dia, begitu soal diserahkan konsorsium ke MenPAN-RB, langsung di-

kunci oleh Lemsaneg. Setelah itu diserahkan ke gubernur untuk langsung digandakan. Penyerahannya dilakukan saat akan dicetak. “Di percetakan, Lemsaneg akan membuka kunci sandinya dan langsung dicetak. Nantinya selama 1x24 jam akan diawasi BPKP, BKN, Polri, BIN, Lemsaneg, ICW, dan pengawas daerah,” ujarnya. Pengawasan itu kemudian berlanjut pada distribusi soal. Diupayakan soal tersebut tidak menginap kecuali untuk daerah tertentu. “Bisa diinapkan di Polres atau Polsek atau lokasi lainnya yang dianggap aman,” tambah Deputi SDM Aparatur KemenPAN-RB Setiawan Wangsaatmaja. Begitu tes selesai dilak-

sanakan, tim Panselnas kembali mengumpulkan seluruh soal (baik yang terpakai maupun tidak) dan LJK. Oleh Panselnas dibawa langsung ke Jakarta dan dititipkan ke Setneg. “Di Setneg LJK baru diperiksa dan diolah. Jadi insya Allah celah kebocoran tidak ada lagi. Karena itu seluruh masyarakat termasuk pers, kami harap bisa mengawasi proses ini,” tandasnya. (esy/ jpnn)

MOHAMAD QORI/RAKYAT MERDEKA

Memastikan Pemilu Lancar: Ketua KPK Abraham Samad (kanan) memberikan cenderamata kepada Ketua KPU Husni Kamil Manik saat akan menghadiri penandatanganan kerjasama KPU dengan sejumlah lembaga di antaranya KPK, IAI, IAPI, Lembaga Sandi Negara, dan Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia di Jakarta, Selasa (24/9). Kerjasama antarlembaga itu untuk memastikan penyelenggaraan Pemilu 2014 berjalan lancar.

Gubernur Urus Penggandaan Soal Tes CPNS JAKARTA - Gubernur diberikan kewenangan penuh menjadi koordinator penggandaan soal tes CPNS di daerah. Itu berarti daerah kabupaten/kota harus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dalam pencetakan soal. “Sesuai SOP yang sudah kita buat, master soal yang sudah dikunci Lemsaneg akan kita serahkan ke gubernur. Selanjutnya, gubernur yang bertanggung jawab untuk menggandakannya,” ungkap Deputi SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Setiawan Wangsaatmaja dalam konpres di kantornya, Jakarta, Selasa (24/9).

Penunjukan gubernur sebagai koordinator menurut Setiawan, untuk mempersempit jarak penggandaan. Terlebih di daerah kabupaten/ kota banyak yang tidak memiliki percetakan besar. Bahkan ada kabupaten/kota yang tidak punya percetakan sama sekali. “Kalau penggandaan diserahkan hingga kabupaten/kota, wilayah pengawasan makin besar. Karena itu kita persempit ke provinsi saja, jadi lebih mudah diawasi,” terangnya. Terkait dana penggandaan, Setiawan menambahkan, pemkab/kota dan pemprov akan ada share anggaran. Sebab, masing-masing instansi wajib menyediakan anggaran untuk

pengadaan CPNS. Konsorsium Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sendiri resmi menyerahkan master soal CPNS kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Azwar Abubakar dan langsung dikunci Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg). Ada 20 ribu soal yang disiapkan pemerintah dan konsorsium dengan lima tipe/variasi. Banyaknya soal yang disiapkan di bank soal menurut Azwar, untuk menjaga jika terjadi kebocoran. “Kalau ada daerah yang soalnya bocor, langsung saya batalin dan wajib ulang,” tegas Azwar di kantornya, Selasa (24/9).

Master soal yang sudah diserahkan ini, tambah politisi PAN tersebut, sudah siap untuk digandakan. Untuk honorer kategori dua (K2), penggandaan dan distribusi akan dilakukan oleh panitia seleksi nasional (Panselnas). Sedangkan pelamar umum, penggandaan dilakukan panitia seleksi daerah yang dikoordinatori gubernur. “Jadwal penggandaan soal dimulai 26 September hingga 20 Oktober. Masing-masing instansi diberikan kesempatan maksimal dua minggu untuk penggandaan soal, tergantung banyak sedikitnya pelamar,” tambah Deputi SDM Aparatur KemenPAN-RB Setiawan Wangsaatmaja (esy/jpnn)

Pelamar CPNS Jalur Umum Tembus 1,3 Juta

JAKARTA - Jutaan pelamar umum akan bertarung memperebutkan kursi CPNS yang kuotanya sudah ditetapkan. Dari 339 instansi pusat dan daerah yang mengadakan seleksi CPNS, pemerintah hanya menyediakan kuota CPNS 65 ribu. Itupun terdiri dari 40 ribu untuk instansi daerah dan 25 ribu untuk instansi pusat. “Hingga hari ini, pelamar umum yang mendaftar sekitar 1,3 juta orang. Itu belum termasuk honorer kategori dua yang mencapai 650 ribu orang, sehingga total pelamar sekitar 2 juta orang,”

ungkap Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Azwar Abubakar dalam keterangan pers di kantornya, Selasa (24/9). Dia menambahkan, jumlah pelamar diperkirakan akan terus bertambah. Mengingat batas terakhir pengiriman lamaran untuk instansiinstansi tertentu pada 7 Oktober. Meski demikian, pemerintah sudah mulai melakukan berbagai persiapan mengingat tes CPNS dengan computer assisted test (CAT) dimulai

CAMAT MENDO BARAT H. A. ZULFAKAR, S.Pd, SE, M.Si BESERTA STAFF DAN PEGAWAI

Klik::..http:www.radarbangka.co.id

29 September mendatang. Sedangkan tes dengan dengan lembar jawaban komputer (LJK) pada 3 November. “Yang jelas rekrutmen tahun ini benar-benar murni dan tidak ada titipan. Kuota 65 ribu untuk pelamar umum dan 200-an ribu honorer K2 hanya diperuntukkan bagi yang pintar dan berintegritas tinggi. Saat ini 2 juta pelamar juga harus belajar tentang wawasan kebangsaan sebagai salah satu mata pelajaran yang diujiankan,” tandasnya. (esy/ jpnn)

CAMAT MERAWANG TONI MARZA

BESERTA STAFF DAN PEGAWAI

e-mail: radarbangka@yahoo.com


Halaman 7 Rabu, 25 September 2013

Merasa Umurnya Tinggal 3 Tahun Lagi

HOLYWOOD - Artis Hollywood, Angelina Jolie ternyata sangat khawatir tentang kematian. Dia sudah memperkirakan akan mati pada usia sangat muda karena sejarah keluarganya.

Angelina Jolie

Enji Plesiran ke Bali dengan Raffi JAKARTA - Bukan rahasia lagi jika hubungan penyanyi dangdut Ayu Ting Ting dengan suaminya, Henry Baskoro alias Enji, sudah tidak harmonis. Bahkan Enji sempat menyambangi Pulau Dewata, Bali tanpa didampingi Ayu yang sedang hamil lima bulan. Saat berada di Bali, Enji dikabarkan bersama Raffi Ahmad dan rekan lainnya guna melakukan acara touring. Hal tersebut terlihat dari foto mereka yang tersebar di dunia maya. Namun saat dimintai keterangan, Raffi enggan mengomentari. Dengan alasan hubungan pertemanan, presenter DahSyat itu tidak ingin mencampuri masalah rumah tangga pelantun ‘Alamat Palsu’ tersebut. “Gue kalau ngomongin teman takut salah lagi. Mending tanya dia (Ayu atau Enji) sendiri aja ya,” ujar Raffi saat ditemui di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (24/9). Perlu diketahui, rumah tangga Ayu dan Enji sudah tak harmonis sejak lebaran lalu. Kabarnya orangtua Enji tidak setuju dengan pernikahan itu.

Bukan itu saja, Enji pun berhalangan hadir dalam acara pengajian orangtua Ayu yang hendak pergi haji. Kabar perceraian pun menyeruak. Namun, Ayu dan keluargannya tak ingin membahas masalah perceraian ini. Ketika melakukan konferensi pers, Ayu membatasi pertanyaan wawancara dengan awak media. Mereka enggan menjawab pertanyaan seputar perceraiannya dengan Enji. “Pokoknya kami mau jawab soal naik haji ya, kalau soal yang lain enggak mau,” kata ayah Ayu, Abdul Rozak di kediamannya di kawasan Mekar Jaya, Depok, Jawa Barat, Senin (23/9). (abu/jpnn)

Klik::..http:www.radarbangka.co.id

Sebuah artikel yang dimuat divaasia, mengungkapkan pemeran ‘Tomb Raider’ dan ibu dari enam anak ini mengaku waktu untuk menikmati hidup di dunia tiga tahun lagi. Saking khawatirnya bakal cepat meninggal, Jolie diam-diam menulis sebuah daftar permintaan sebelum dia meninggal. Artis yang kini tengah berusia 38 tahun tersebut, baru-baru ini menjalani mastektomi ganda preventif untuk meminimalkan risiko kanker payudara dan berencana menjalani operasi tambahan karena peningkatan risiko kanker ovarium. Sumber yang dekat dengan Brad Pitt dan Jolie mengungkapkan, sang artis sedang mencoba menjalani hidupnya dengan penuh karena merasa tidak punya banyak waktu tersisa. “Dia akan melakukan segala sesuatu yang dia bisa untuk memperpanjang hidupnya tapi benarbenar percaya dia bahkan tidak akan mencapai usia pertengahan empat puluhan,” ungkapnya. Kekhawatiran Angelina tentang kematian muda berasal dari sejarah keluarganya. Ibu Angie, Marcheline Bertrand, meninggal pada usia 56 tahun setelah pertempuran panjang dengan kanker ovarium. Aktris ini juga kehilangan kakek, nenek dan pamannya karena kanker.

“Tidak ada umur panjang di sisi ibuku,” kata Angelina sebelumnya pada majalah Esquire. Sumber keluarga Jolie mengklaim sejarah ini juga menjadi salah satu alasan, Jolie dan Brad Pitt segera menikah sehingga tidak ada perselisihan ketika dia meninggal. Termasuk dalam pengurusan enam anaknya. (esy/jpnn)

Nia Ramadhani Kembali Syuting JAKARTA - Setelah lama vakum, Nia Ramadhani kini kembali ke dunia sinetron. Meski demikian, Nia tak melupakan keluarga. Bintang sinetron Bawang Merah dan Bawang Putih itu tetap bisa membagi waktu antara keluarga dan sinetron. “Kan syuting sinetronnya hari kerja aja. Sabtu-Minggu libur, bisa sama anak dan suami,” kata Nia Ramadhani di Studio RCTI Kebon Jeruk Jakarta Barat, Selasa (24/9) Nia mengaku tidak kesulitan mengatur jadwal dengan keluarga. Bahkan terkadang, menantu Abu Rizal Bakrie itu membawa anaknya ke lokasi syuting. “Pernah bawa anak ke lokasi syuting. Tapi kalau tempatnya kurang nyaman buat istirahat gak dibawa,” ujarnya. Nia juga mengungkapkan perkembangan anaknya cukup cepat. Saat ini anaknya sedang lucu-lucunya. “Anak sekarang sudah bisa jumping-jumping,” ujar Nia.( abu/jpnn)

Nia Ramadhani

e-mail: radarbangka@yahoo.com


Halaman 8 Rabu, 25 September 2013

Moyes Butuh Saran Sir Alex Sir Alex Ferguson

David Moyes

MANCHESTER - Melihat tim yang pernah dibelanya mengalami kekalahan telak dari rival sekota, membuat legenda Manchester United Gordon McQueen angkat bicara. McQueen, yang pernah memperkuat Setan Merah antara 1978-1985 juga menyarankan pelatih David Moyes untuk meminta masukan dari pendahulunya, Sir Alex Ferguson. United harus menelan pil pahit saat bertandang ke Etihad

Stadium akhir pekan kemarin. Mereka diberondong empat gol oleh The Citizens,yang masingmasing diciptakan oleh Sergio Aguero (2 gol), Yaya Toure dan Samir Nasri. United memperkecil kekalahan lewat eksekusi tendangan bebas Wayne Rooney. Hasil 4-1 kemarin menjadi kekalahan telak kedua United atas City. Pada musim 2011-12, Setan Merah pernah dipermalukan di depan pendukunganya sendiri dengan skor 1-6.

“Saya akan terkejut jika ia (David Moyes) tak meminta saran dari Sir Alex, karena untuk itulah ia ada di sini,” ujar sang legenda klub kepada Goal. “Menerima saran bisa makin menguatkan bukan malah melemahkan. Sir Matt Busby pernah membantu Fergie saat ia mengalami masa sulit bersama United dan Anda tak bisa melewatkan pengalaman berharga itu,” katanya menambahkan. Hingga pekan kelima Liga Primer Inggris, MU telah men-

galami dua kali kekalahan, McQueen meminta agar semua pemain dan pelatih tak panik dan tetap fokus. “Banyak orang lupa, United di bawah asuhan Sir Alex Ferguson pernah kalah di partai pertama menghadapi Everton musim laludan kalah 1-6 lawan City di musim sebelumnya. Namun setelahnya MU melangkah mulus sepanjang musim. Meskipun sulit dan mengecewakan, jangan panik,” ia memungkasi. (yob)

Sponsor :

Media Partner :

Tersedia Juga Warna Biru

Klik::..http:www.radarbangka.co.id

e-mail: radarbangka@yahoo.com


Halaman 9 Rabu 25 September 2013

Terkait KIP Pasir Padi

Pemprov Tak Akan Lepas Tangan PANGKALPINANG-Beroperasinya 5 unit Kapal Isap Produksi (KIP) di kawasan Pantai Pasir Padi, Pangkalpinang setelah mendapat sorotan tajam berbagai kalangan, juga mengundang perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bangka Belitung (Babel). Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) P e m p r o v Babel, AmrulBaca | Pemprov | halaman 10

Dewan Belum Prioritas Pengisian Wagub PANGKALPINANG-Permintaan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi untuk secepatnya mengisi keko-

songan jabatan Wakil Gubernur (Wagub) Bangka-Belitung (Babel) setelah dilantiknya Rustam Effendi sebagai gubernur defini-

tif tampaknya belum menjadi prioritas lembaga legislatif. Pasalnya, Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya mengatakan

Subari Pecahkan Kaca Meja Paripurna

saat ini, pihaknya sedang fokus menghadapi pembahasan APBD yang dinilai sangat penting demi masyarakat Babel.

Klik::..http:www.radarbangka.co.id

kalpinang. Awalnya, rapat yang dimulai pukul 09.00 Wib berlangsung tertutup dari awak media. Sehingga para wartawan yang biasa meliput dilingkungan Pemkot ini terpaksa menunggu diluar ruangan. Namun setelah tiga jam rapat berlangsung, tiba-tiba terdengar suara keras dari dalam ruang paripurna, sehingga membuat para kuli tinta ini bergegas berlari ke dalam ruangan. Baca | Subari | halaman 10

Baca | Dewan | halaman 10

September, Realisasi Proyek Baru 50%

Kinerja SKPD Dipertanyakan

PANGKALPINANG - Rapat Badan Anggaran (Banggar) tentang pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (ABPD-P) tahun 2013 di ruang rapat DPRD Kota Pangkalpinang, Selasa (24/9) kemarin berlangsung panas. Bahkan, salah satu anggota DPRD Pangkalpinang, A Subari sontak memecahkan kaca mejanya lantaran kesal terhadap dengan kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dilingkungan Pemkot Pang-

“Memang benar untuk pengisian jabatan wagub itu penting, namun untuk saat ini kita fokus-

Pegawai di Sekretariat DPRD membersihkan pecahan Foto : Agus/RADAR BANGKA kaca meja.

PANGKALPINANG-Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang Khairil mengakui pelaksanaan proyek tahun ini agak terhambat. Bahkan hingga pertengahan September realisasi proyek baru mencapai 50 persen. “Secara umum realisasi fisik baru 50 persen lebih. Ini dikarenakan ratarata kontraknya baru berjalan Juli dan terakhir September ini,” ungkap Khairil kepada wartawan, Selasa (24/9) kemarin. Namun demikian, kata Khairil, pihaknya tetap berupaya keras mengerBaca | September | halaman 10

e-mail: radarbangka@yahoo.com


Sambungan & Pangkalpinang

Halaman 10 Rabu, 25 September 2013

Rp5 M untuk Pembebasan Lahan Jembatan Baturusa II PANGKALPINANG-Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bangka-Belitung (Babel) yang akan melakukan pembebasan lahan jembatan Baturusa II sepertinya tidak lama lagi akan segera terealisasi. Hal tersebut seperti yang diungkapkan Kepala Biro Pemerintahan Babel, Achyar Alidin. Ia mengakui saat ini Pemprov hampir menyelesaikan semua persyaratan dalam proses eksekusi pembebasan lahan tersebut dan tinggal menunggu proses admin-

istrasi saja. “Semuanya sudah selesai tinggal mengurus administrasi saja, kita tinggal menunggu itu saja,” ujarnya, kemarin (24/9). Mulusnya proses pembebasan lahan dengan lokasi di seputaran jalan jembatan Baturusa II mengarah ke jalan Lingkar Timur menuju Kabupaten Bangka tidak terlepas dengan kucuran dana segar yang diterima Pemprov untuk menyelesaikan proyek tersebut sebesar Rp 5 miliar. “Pembebasan lahan ini cu-

kup memakan waktu panjang dalam pelaksanaannya.Lahan yang akan kita bebaskan ini dari jembatan Baturusa II ke jalan Lingkar Timur itu anggaran pembebasan lahannya sebesar Rp 5 miliar,”ungkapnya. Lebih jauh Achyar menuturkan, luas lahan yang akan dibebaskan untuk pembangunan jembatan Baturusa II ini seluas 12 hektar, dimana luas lahan yang direncanakan tersebut telah diajukan ke Kantor Wilayah (Kanwil) Badan Pertanahan Nasional

Tahun Depan Wajib e-KTP PANGKALPINANG-Kepala Biro Pemerintahan Pemerintah Provinsi (Pemprov) BangkaBelitung (Babel), Achyar Alidin menegaskan, tahun depan seluruh masyarakat Babel diwajibkan mengantongi Kartu Tanda Penduduk elektronik atau e-KTP. Hal tersebut sesuai dengan instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri). “Tahun 2014 nanti sesuai instruksi Mendagri semua masyarakat daerah di seluruh Indonesia diwajibkan menggunakan EeKTP sehingga tahun depan KTP yang lama tidak diperkenankan lagi,” ujar Achyar kepada wartawan, kemarin (24/9). Oleh karena itu, Ia menghimbau kepada seluruh masyarakat Babel yang belum melakukan perekaman E-KTP agar sesegera mungkin melakukan perekaman ke kantor Kecamatan masingmasing, karena menurut Achyar perekaman e-KTP akan ditutup akhir tahun Desember mendatang. “Perekaman e-KTP ini terus berjalan secara reguler dan perekaman ini seluruhnya dibiayai pemerintah pusat, E-KTP ini

selain sebagai identitas warga juga untuk mempermudah segala proses administrasi,” ungkapnya. Himbauan tersebut diakui Achyar karena masih banyak masyarakat Babel yang masih belum melakukan perekaman e-KTP terlebih di daerah-daerah yang terbilang pelosok sehingga dianggap sedikit mengganggu proses tersebut. Akan tetapi hal tersebut masih dianggap biasa oleh Pemprov. “Kita anggap wajar kalau ada yang masih belum merekam e-KTP dengan berbagai alasan seperti alamat yang tidak jelas dan lain-lainnya, tapi yang jelas kita sudah berusaha semaksimal mungkin,” bebernya. Namun demikian berdasarkan rekapitulasi data yang diterima oleh Pemprov hingga 20 September, dari total lebih dari Rp 1 juta wajib e-KTP di Babel data perekaman yang sudah terindentifikasi sebanyak 743.853. Sedangkan data yang masih dalam proses impor ke data center berjumlah 22.726 dengan begitu total perekaman mencapai 766.579.

Dari data tersebut Achyar menegaskan jika Babel dalam melaksanakan program nasional tersebut dianggap telah melebihi target yang diberikan Kemendagri. “Pada prinsipnya Babel sudah menjalankan amanat dan petunjuk dari pusat terkait dengan pembuatan e-KTP. Perekaman e-KTP kita sudah melampaui target yang diberikan pusat,” imbuhnya. e-KTP itu juga, kata Achyar nantinya tidak seperti KTP lama yang memiliki masa berlaku dalam tahun tertentu. Menurutnya e-KTP itu nantinya akan berlaku seumur hidup. Untuk mensukseskan program itu juga kini pemerintah dijelaskan Achyar sudah menerapkan sistem jemput bola. “Sekarang ini program eKTP sudah merambah ke sekolah-sekolah, jadi contohnya petugas Dukcapil mendatangi kelas 2 SMA yang masih berusia 16 tahun untuk dilakukan perekaman, jadi pada saat siswa itu sudah berusia 17 tahun e-KTPnya bisa langsung diambil,” tandasnya.(rga)

63 Koperasi Mati Suri PANGKALPINANG-Jumlah koperasi di Kota Pangkalpinang hingga kini sudah mencapai 210 unit. Namun dari jumlah tersebut, 63 unit koperasi diantaranya tidak aktif lagi alias mati suri. Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pangkalpinang, M Nasir menyebutkan, banyaknya koperasi mati suri dikarenakan manajemen koperasi yang tidak baik. Selain itu,rendahnya sumber daya manusia (SDM) pengurus koperasi tersebut dalam menjalankan usaha. “Sekarang hanya tinggal plang nama tanpa aktivitas. Kondisi ini lah yang menyukitkan kita melakukan pendataan dan pembinaan,” ungkap Nasir kepada wartawan, Selasa (24/9) kemarin, di gedung DPRD Kota Pangkalpinang. Nasir m e n g a t a k a n , p a d a dasarnya koperasi membutuhkan pengurus berkualitas, jujur dan amanah karena uang koperasi tersebut tidak dijamin pemerintah

tetapi dipegang oleh pengurus. Jika pengurus tidak jujur dan amanah, katanya, maka merugikan anggota koperasi tersebut. “Sebagian besar koperasi ini tidak aktif karena kredit macet, uang tidak berjalan dan anggota koperasi tersebut tidak membayar pinjaman dan simpanan wajib. Kemungkinan juga pengurus koperasi tidak jujur dan amanah, banyak uang simpanan wajib anggotanya dan keuntungan usaha koperasikan digelapkan, sehingga koperasi tersebut sulit untuk berkembang, akhirnya usahanya berhenti total,” jelas Nasir. Namun demikian, pihaknya terus mendorong koperasi yang tidak aktif ini kembali aktif menjalankan usahanya, melalui pembinaan dan pelatihan SDM pengurus dan anggota koperasi. “Kami siap memfasilitasi koperasi yang tidak aktif untuk kembali aktif, sehingga lembaga ekonomi kerakyatan ini benarbenar menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat, seka-

September ....

ligus memberantas kemiskinan dan pengangguran,” tegasnya. Hanya saja, dikatakan Nasir, fasilitas yang diberikan tersebut hanya bersifat pembinaan. Dan aktif atau tidaknya koperasi tersebut tergantung pengurusnya. “Tugas pemerintah itu membina. Tapi kalau sudah tak memungkinkan lagi dibina, maka bisa saja koperasi bubar sendiri. Koperasi itu dibentuk masyarakat, sehingga mereka sendiri yang membubarkan. Prosesnya panjang. Kita tidak bisa intervensi dalam hal ini,” ujarnya. Namun ketika disinggung soal anggaran untuk bantuan dan pembinaan koperasi, diakui Nasir, hal tersebut tidak dianggarkan oleh Pemkot. Bantuan tersebut, lanjutnya, langsung dari pemerintah pusat melalui dana Kementerian Koperasi UMKM. “Jadi bantuan ini dari pusat langsung ke provinsi. Nah, pihak provinsi lah nanti yang akan menyeleksi koperasi yang berhak mendapatkan bantuan ini,” tandasnya. (sap)

dari Hal 9

jakan proyek ditahun ini sesuai target yang ditetapkan, dimana total anggarannya mencapai hingga Rp27 miliar. “Total anggarannya sebesar itu, yang terdiri dari belasan proyek besar. Namun rata-rata proyeknya pembangunan perkantoran diantaranya gedung Dukcapil, ruang pertemuan Kecamatan Grimaya, Kesbangpol,Kelurahan Temberan, Kelurahan Kepala Tujuh dan Pasar Padi,” jelas Khairil. Selain itu, lanjutnya, pengerjaan fisik yang saat ini berlangsung yakni Kantor Inspektorat, perpustakan, pertemuan Kecamatan Gerunggang dan pembangunan pasar los terbuka pasar eks kebakaran beberapa waktu lalu.

“Akan tetapi sekian banyak proyek, ada juga yang gagal tender seperti halnya rehab eks ruang operasional, bahkan tendernya sudah dilaksanakan tiga kali. Yang jelas pada intinya, sedang dalam tahap pengerjaan,” tegasnya. Menanggapi hal ini, Ketua Komisi III DPRD Kota Pangkalpinang, Arnadi saat dikonfirmasi merasa prihatin terhadap kondisi tersebut. Mestinya, katanya, memasuki September realisasi proyek sudah harus diatas 50 persen. “Secara pasti kita tidak tahu, karena laporannya nggak pernah masuk ke kami. Bahkan selama jadi Ketua Komisi III, baru sekali laporannya kita terima. Makanya, kita sangat prihatin,” ungkap Ar-

nadi. Dikatakan Arnadi, berdasarkan kesepakatan dengan mitra komisi III sebelumnya bahwa laporan penggunaan anggaran tersebut harus dilaporkan setiap bulan. Untuk itu, ia juga menyayangkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang terkesan terlalu sibuk, sehingga tidak sempat lagi untuk membuat laporan. “Makanya wajar saja kita tidak mengetahui secara jelas realisasi pengerjaan. Tapi kita harap target penyelesaian secepat mungkin. Desember harus sudah selesai. Untuk itu, kita juga meminta agar masyarakat untuk melakukan pengawasan,” tandasnya. (sap)

(BPN). “Kita sudah melakukan upaya sesuai tahapan Undang-undang yang harus diikuti. Penetapan lokasi pembebasan lahan juga sudah diumumkan ke masyarakat luas melalui media massa dan juga sosialisasi ke masyarakat,” terangnya. Selain lokasi jalan jembatan Baturusa II, Pemprov juga merencanakan perluasan lahan di seputaran Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Air Anyir, Bangka seluas 8 hektar. Kita sudah

mintakan surat pelaksanaan dari BPN,” imbuhnya. Setelah proses pengajuan, langkah yang dilakukan oleh Pemprov adalah dengan kembali berkoordinasi dengan BPN sebagai pelaksana dalam mengurusi segala macam proses pembebasan lahan. “Pelaksanaan akan dilakukan oleh Kanwil BPN, mereka yang melakukan sosialisasi dan survey di lapangan untuk nanti diserahkan ke tim penilai,” bebernya. Hak penuh diberikan kepada

BPN dalam mengurusi surat-surat serta persyaratan lainnya dijelaskan Achyar karena telah sesuai dengan tupoksi kerja, sehingga ditegaskannya Pemprov hanya akan menunggu hasil yang akan diberikan BPN. “Pelaksanaannya kita serahkan pada BPN, pemerintahan hanya melakukan penetapan lokasi saja, kita akan terus berkoordinasi dan mensosialisasikan pembebasan lahan ini kepada masyarakat,”tandasnya. (rga)

Dewan .... kan dulu terhadap pembahasan APBD yang juga sangat penting yang akan kita lakukan di Oktober ini. Sehingga tidak terlambat seperti waktu lalu,” katanya, Selasa (24/9) kemarin. Kendati demikian untuk urusan wagub mendatang, dikomentarkannya bahwa sesuai aturan Undang-undang posisi orang nomor dua di Babel itu memang harus ada pengisian. Berdasarkan aturan yang ada meliputi, tahapan tata tertib (Tatib) dari pasangan pemenang Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2013 kemarin yakni EkoTrus (Eko Maulana Ali-Rustam Effendi) dengan tiga partai politik pengusung dan pendukung, yaitu Golkar, PDIP dan PKS. “Memang harus melalui aturan. Yang jelas ini tahapan-

dari Hal 9 nya harus dirembukkan dengan tiga parpol pengusung,” jelasnya. Lebih lanjut sikap PDIP pada pencalonan nama untuk diusung menjadi Wagub, sejauh ini menurut Didit, memang PDIP mempunyai kewenangan sebagai partai pengusung seperti halnya Golkar. Hanya saja untuk saat ini PDIP tidak banyak ikut campur pada proses pencalonan nama untuk wagub, kecuali keadaan mendesak yang mengharuskan PDIP untuk ikut serta. “Kita tahu PDIP dan Golkar punya kewenangan untuk mengusulkan nama-nama calon. Akan tetapi PDIP sampai saat ini tidak mencalonkan siapapun kecuali nantinya ada sesuatu yang mengharuskan kita untuk mencalonkan. Dan pasti ini akan

dikoordinasikan lagi dengan DPP PDIP,” ungkapnya. Oleh karena itu dirinya menghimbau kepada seluruh kader PDIP yang ada di Babel untuk tidak terlalu berambisi menduduki posisi wagub berdasarkan konsultasi DPD dengan DPP PDIP. Dan meskipun PDIP tidak dicalonkan, kader PDIP akan tetap harus diajak berkoordinasi. Karena menurutnya, PDI P juga berhak mengetahui terkait posisi wakil gubernur. “Yang jelas pak Rustam menerima siapa saja yang akan menjadi wagub. Karena yang terpenting bagi pak Rustam, pendampingnya kelak bisa kerjasama dengan gubernur yang sejalan dengan visi-misi EkoTrus, dan tidak saling mengganggu. Ini lah harapan PDIP,”tutupnya.(iam)

Subari .... Pantauan Radar Bangka, Ketua Komisi II DPRD Pangkalpinang, A Subari terlihat terburu-buru meninggalkan ruangan rapat menuju ruang lobi yang diikuti sejumlah Kepala SKPD termasuk Pelaksana Harian Walikota Pangkalpinang, Fery Insani. Didalamnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pangkalpinang, Magdalena terlihat menangis dan kaca meja yang diduduki Subari sudah dalam kondisi pecah dan berhamburan. Ketua DPRD Kota Pangkalpinang, Suhaili Ishak sekaligus pimpinan sidang rapat awalnya membantah bahwa rapat banggar berlangsung panas. Hanya saja, katanya, terjadi kesalahpahaman antara dewan dengan SKPD. “Nggak ada yang gebrak meja. Hanya kesenggol oleh Pak Subari. Awalnya, Subari membanting buku ke meja tapi mengenai asbak, sehingga kaca meja pecah. Biasa lah dalam rapat banggar terjadi salah paham seperti ini,” kilah Suhaili. Terkait Kepala Dinkes Kota Pangkalpinang, Magdalena sampai menangis, diakui Suhaili, kemungkinan merasa terkejut saja mendengar suara gebrakan meja yang dilakukan Subari. “Yang jelas hanya terjadi perdebatan sedikit antara anggota dengan Kepala SKPD. Dan Subari tidak menerima hasil voting yang dilakukan saat membahas soal kesehatan,” tutur Suhaili.

dari Hal 9 Sementara, Ketua Komisi II DPRD Kota Pangkalpinang A Subari saat dikonfirmasi terkait hal tersebut mengakui telah mengebrak meja hingga membuat kaca meja menjadi pecah. Katanya, hal tersebut sebagai luapan emosi terhadap keputusan yang diputuskan akibat ketidak seriusan anggota Banggar dalam pembahasan banggar. Padahal kata dia, ketika itu rapat sudah masuk kesimpulan alias dilakukan voting. “Dari awal saya sudah minta skor rapat itu. Tapi Pak Ketua (Suhaili-red) masih terus membahas rapat dengan mendengar pendapat dari anggota banggar lain. Teman teman dewan saya lihat tidak serius dalam pembahasan anggaran ini. Dan akhirnya voting pun dilakukan. Yang tadinya mereka protes saat pembahasan, malah setuju saat voting akhir. Saya lihat mereka ngeyel dan bicara yang tidak-tidak,” ungkap Subari. Subari mengatakan, sebelum menggebrak meja dirinya sempat mempertanyakan pada realisasi kegiatan pada Dinas Kesehatan. Dimana ketika itu, dirinya meminta data realisasi anggaran APBD 2012 yang dapat menjadi dasar pembahasan APBD 2013, namun tidak digubris. “Ketika saya minta skors itu adalah agar kita bahas lagi di internal badan anggaran soal realisasi anggarannya. Karena saya

lihat pengajuan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan tidak tepat. Apalagi program yang diakukan tidak berdasarkan kebutuhan masyarakat dan dilakukan harus dengan dasar dan analisa yang benar, makanya saya minta skors dan di bicarakan di internal badan anggaran. Namun nyatanya tidak,” papar Subari dengan kesal. Kekesalan memuncak, lanjut Subari, ketika dirinya hendak membahas permasalahan premi asuransi, dimana yang dibahas malah rehab parkir di puskesmas. “Makanya saya menyayangkan Ketua DPRD sebagai mediator tidak mampu memahami keinginan dari anggota banggar. Padahal saya meminta itu agar anggaran yang dikeluarkan tidak mubazir. Karena kita harus jeli bahas anggaran ini. Apa dasarnya minta tambahan anggaran di ABT, sementara di APBD induk masih banyak yang tidak terealisasi. Contohnya saja untuk Dinkes, APBD Induk saja baru terealisasi 20 persen,” tambahnya. Subari menilai, dari hasil pembahasan jelas SKPD tidak bisa bekerja. Selain itu, program yang direncanakan banyak yang kurang matang. “Ini patut kita pertanyakan. Anggaran awal saja tak digunakan, kok malah minta duit lagi. Ini kan lucu,” tandasnya. (sap)

Pemprov .... lah Harun,mengaku tidak tahu menahu tentang permasalahan tersebut. Oleh karena itu Pemprov tidak dapat berbuat banyak. “Sebetulnya kita tidak ada kewenangan sama sekali terkait keputusan yang sudah dibuat oleh BLH Kota itu. Kita tidak akan mengintervensi mereka, kita akan turun tangan apabila ada permintaan bantuan dari BLH Kota,”kata Amrullah kepada RB kemarin (24/9). Selain itu alasan BLHD Babel tidak dapat mengambil langkah untuk mencarikan solusi terkait polemik tersebut karena diakui Amrullah tidak adanya surat tembusan atau berkas apapun yang tertuju kepada Pemprov dalam penyelesaiannya. Namun demikian, Amrullah menegaskan jika Pemprov tidak akan lepas tangan dalam per-

dari Hal 9 masalahan tersebut. Pemprov, kata Amrullah akan mencoba melakukan evaluasi lisensi Amdal. “Kita akan coba melakukan evaluasi lisensi Amdal BLH Kota Pangkalpinang, kita lihat dulu bagaimana” tegasnya. Kewenangan tersebut kembali dikatakan Amrullah hanya sebatas melihat apakah lisensi Amdal yang dimiliki oleh KIP dapat diteruskan. “Kita tahu Pangkalpinang belum ada komisi lisensi Amdal, sementara pengerjaan itu Amdal pada tahun 2009 yang memang belum diwajibkan ada komisi lisensinya,” ungkap Amrullah. Dievaluasinya lisensi Amdal yang akan dilakukan oleh BLHD tersebut dikarenakan menurut Amrullah Pangkalpinang hingga kini belum nemiliki komisi lisensi amdal. “Pangkalpinang berbeda

dengan Kabupaten lain yang saat ini sudah ada komisi lisensi amdal. Sejauh ini permasalahan terkait amdal itu akan diserahkan sepenuhnya kepada BLH Kota,” bebernya. Dengan berbagai pertimbangan dan terbentur dengan batas kewenangan itulah dilanjutkan Amrullah pihaknya tidak berani terlalu jauh memberikan keterangan apalagi terkait dengan keputusan yang mana berdasarkan peraturan adalah kewenangan kota. “Nanti kita lihat Amdalnya peruntukannya untuk apa, apakah sesuai peruntukan izinnya bagaimana cocok atau tidak dengan dokumen lingkungannya. Karena kita belum lihat dokumennya maka belum berani kita simpulkan,”tandasnya. (rga)

RADAR BANGKA

Bersama Membangun Daerah

Harian Pagi Radar Bangka menerima tulisan, keluhan dan opini anda untuk dimuat di halaman perspektif. Kirimkan tulisan anda ke Harian Radar Bangka, Jl. Depati Hamzah, Ruko Lothing Boulding No A1 Bacang, Bukit Intan , Pangkalpinang atau email radarbangka@yahoo.com. Tulisan harus sopan dan tidak boleh mengandung unsur SARA. Redaksi berhak mengedit tulisan yang dikirimkan sebelum dimuat. PENERBIT

JAWA POS GROUP Komisaris Utama : Alwi Hammu, Komisaris : Suparno Wonokromo. Direktur : Ardiansyah, Pemimpin Umum : Syahril Sahidir. General Manager : Sudarmo.

PENCETAK

Pemimpin Redaksi : Faisal Djoang. Dewan Redaksi : Sudarmo, Faisal Djoang, Hairul. Redaktur Pelaksana : Hairul. Redaktur: Hendri, Hairul, Renjana Reno. Redaksi : Agus Putra, Caturangga, Elza, Julian (Pangkalpinang). M. Syarif (Biro Sungailiat), Dafitri, (Biro Muntok), Yusuf (Biro Toboali). Bagian Pracetak/Layout: Janpiter Gunawan Siahaan, Tedya, Pemimpin Perusahaan : Sudarmo Bagian Keuangan : Deska Yulan Sari, Yulita (Kasir) Bagian Iklan : Sri Wulandari, Yayuk, Vivi, A Chen, Ade (Kolektor) . Desain Iklan : Rian Wahyudi. Bagian Pemasaran/Sirkulasi : Salomo (Kabag) . Bagian Personalia/Umum: Deska, Bagian Event Organizer: Yahya Yusuf Bersama Membangun Daerah

Alamat : Jln. Raya Muntok No. 62 Pangkalpinang Telp. (0717) 437117. Fax (0717) 438919. Web. www.radarbangka.co.id | email : radarbangka@yahoo.com

Alamat Redaksi/Sirkulasi/Iklan: Jl. Depati Hamzah, Ruko Lothing Building No A1 Bacang, Bukit Intan , Pangkalpinang 33117 Tlp. (0717) 437117. Fax: (0717) 438919. Email: radarbangka@yahoo.com . Perwakilan Jakarta: Gedung Graha Pena Jakarta (Jawa Pos Group) Jl. Kebayoran Lama No. 12 Jakarta Selatan. Tlp. (021) 53699576-82 Fax. (021) 53651427. Perwakilan Palembang: Jl. Kol. H Burlian No.773 Palembang Tlp. (0711) 411768 Fax. (0711) 420066. Tarif Iklan: Iklan Baris Rp. 10.000,-/Baris (minimum 3 baris, maksimum 10 baris), Full Color (FC) Hal 1 Rp. 40.000,-/Kolom, Hal 8 & 9 Rp. 20.000,-/Kolom, Hal 16 Rp. 25.000, Iklan Display Black / White (BW) Hal 1 Rp. 26.000,-/Kolom, B/W Hal 16 Rp. 18.000,-/Kolom, B/W Hal 2 - 15 Rp. 10.000,-/Kolom. Kontak Iklan Jakarta: Rosmiati. Hadi Ismanto, Harga Eceran: Rp 3.000/eksemplar. Harga Langganan: Wilayah Pangkalpinang - Sungailiat Rp 70.000/Bulan. Di Luar Wilayah Pangkalpinang - Sungailiat Tambah Ongkos Kirim. Bank: SUMSEL BABEL Cabang Pangkalpinang AC: 1446100900, Bank Muamalat : 0000479297, Bank BCA : 0411010987 Atas Nama PT. WAHANA BABEL MEDIA

www.radarbangka.co.id

v

PT WAHANA BABEL MEDIA

Wartawan Radar Bangka dibekali Identitas resmi. Dalam melaksanakan tugas dilarang menerima uang dan bingkisan berharga lainnya.

PT SUMEK INTERMEDIA Divisi Percetakan: Hm Zadjuli (Direktur), Hj. Eni Hartati (Manager Keuangan dan Accounting), Oktarina (Acounting), Achmad Wahyudi (Financial), Halimatusaddyah (Kasir) Mus Mulyadi (Kabag), Eka Bambang Saputra, Rustam Effendi, Isman Mulyadi, Andi Gunawan

ISI DILUAR TANGGUNG JAWAB PERCETAKAN

e-mail: radarbangka@yahoo.com


Halaman 11 Rabu, 25 September 2013

Tangkap Bos TI, Polisi Dihadang Massa

Dua alat berat yang akhirnya berhasil diamankan ke Polda Babel.

Kapolres Larang

Polisi Gunakan Senpi SUNGAILIAT - Kapolres Kepolisian Resor Bangka AKBP I Bagus Rai melarang anggotanya menggunakan senjata api saat melakukan pengamanan pelatikan Bupati dan Wakil Bupati Bangka terpilih di gedung DPRD, hari ini (25/9). “Tidak perlu menggunakan senjata api dalam pengamanan pelantikan tersebut, hanya perlu diawasi semua orang yang keluar masuk halaman DPRD,” katanya, Selasa (24/9). Dia mengatakan, dalam pengamanan pelantikan Bupati dan Wakilnya, semua anggota yang diterjunkan untuk bertindak atas perintah pimpinan baik personel dari Polres, Sat Brimobda dan Polda, dalam hal ini pimpinan tertinggi adalah Kapolres Bangka. “Inilah hasil pesta demokrasi siapapun yang terpilih adalah pilihan masyarakat dan kepolisian hanya bertugas melakukan pengamanan,” katanya. Jumlah personel yang diterjunkan untuk mengamankan jalannya pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Bangka sebanyak 2/3 kekuatan Polres atau sekitar 280 personel anggota Polri yang tergabung dari anggota Polres Bangka dan Polda Bangka Belitung. “Anggota anggota polisi dari Polres Bangka hanya 2/3 dari kekuatan yang ada atau sekitar 160 personel, sedangkan selebihnya bantuan personel Pasukan pengendali massa (Dalmas) dari Polda Bangka Belitung,” jelasnya yang menambahkan, pihaknya akan melakukan pengamanan dengan memeriksa setiap tamu undangan yang datang menggunakan peralatan metal detektor milik Satyan Brimob. “Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, mulai hari ini sejumlah personel polisi sudah melakukan pengamanan di lingkungan DPRD Kabupaten Bangka menstirilkan lingkungan tempat pelantikan,” ujarnya. Kapolres mengharapkan jalannya pelantikan Bupati dan Wakil Bupati berjalan lancar seperti yang diharapkan bersama. “Mudah-mudahan jalannya pelantikan yang akan dilantik langsung oleh Gubernur Bangka Belitung berjalan lancar tanpa ada kendala apapun,” katanya. (rb/atr)

KPU Ajak Caleg Sukseskan Pemilu MUNTOK - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bangka Barat, mengajak para calon anggota legislatif ikut mengawal simpatisan dan kader partai politik hingga pencoblosan untuk menyukseskan Pemilu 2014. “Kami berharap para caleg dan parpol ikut mengawal simpatisannya saat menyalurkan aspirasi ke tempat pemungutan suara karena mereka memiliki kepentingan langsung terhadap hasil pemilu,” kata anggota KPU Kabupaten Bangka Barat Pardi, kemarin (24/9). Ia menjelaskan, selama ini KPU dan Panwaslu yang selalu menjadi sorotan utama mengenai rendahnya tingkat partisipasi masyarakat dalam menunaikan haknya dalam setiap gelaran pemilu. Menurut dia, parpol peserta Pemilu bersama para caleg juga memiliki peran yang jauh lebih penting karena mereka sebagai peserta kompetisi tersebut. “Jadi harus ada kerja sama yang bagus antara KPU, Panwaslu dan parpol untuk meningkatkan jumlah partisipasi dalam setiap gelaran pemilu tersebut,” kata dia. Ia mengatakan, selama ini KPU sudah melakukan berbagai sosialisasi melalui berbagai media dan masuk

ke sekolah-sekolah untuk memberikan pengetahuan pentingnya pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan itu terhadap pembangunan daerah. Upaya tersebut diharapkan mampu mendongkrak partisipasi para pemilih pemula sekaligus memberikan gambaran akan pentingnya pelaksanaan pemilu untuk menyukseskan pembangunan daerah agar sesuai keinginan masyarakat. “Warga sendiri yang menentukan siapa saja yang akan duduk menjadi wakil rakyat lima tahun ke depan, untuk itu kami berharap kepada para caleg untuk mengawal simpatisannya hingga tahapan pemilu berakhir, khususnya dalam pelaksanaan pencoblosan pada 9 April 2014 nanti,” kata dia. Ia mengatakan, pada gelaran Pilkada Gubernur Babel 2012 tingkat partisipasi warga sekitar 60 persen, sementara pada Pemilu Legislatif 2014 pihaknya menargetkan tingkat partisipasi mencapai 70 hingga 75 persen. Berdasarkan Rapat Pleno Rekapitulasi DPT tingkat Kabupaten Bangka Barat dalam Pemilu Legislatif 2014 ditetapkan sebanyak 126.653 jumlah pemilih yang tersebar di enam kecamatan. (rb/atr)

Klik::..http:www.radarbangka.co.id

foto rahmi/radar bangka

SIMPANG TERITIP - Tim Polda Bangka Belitung berhasil mengamankan dua unit PC (excavator) yang beroperasi di kawasan hutan Produksi Air Linding desa Simpang Tiga Kecamatan Simpang

Teritip sekitar pukul 17.00 WIB, Senin (23/9). Namun upaya polisi mengamankan dua unit PC tersebut tak mudah karena sempat mendapat perlawanan dari massa yang keberatan dua unit PC tersebut dibawa polisi. Sekitar 600 massa menghadang anggota Dit Reskrimsus Polda Babel yang hendak melakukan evakuasi dua PC dan para pelaku yang diduga melakukan ilegal minning di kawasan hutan Air Liding. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, Tim yang dipimpin Kasubdit IV AKBP Purwanto mengamankan 2 unit alat berat jenis Excavator merk Hitachi warna orange yang sedang beroperasi dan Kobelco warna hijau terparkir di lokasi tambang milik Sam Kerinjing. Sempat terjadi ketegangan antara petugas dengan masyarakat sekitar Pukul 20.30 WIB saat masyarakat Desa Simpang Tiga menghadang Tim dengan merubuhkan batang pohon di tengah jalan guna menghadang tim keluar dari TKP. Namun mobil Avanza yang ditumpangi petugas berhasil keluar membawa pelaku, sedangkan rombongan petugas lainnya terhadang oleh massa. Sam, pemilik tambang yang sempat dibawa petugas dengan mobil Avanza akhirnya

dikeluarkan paksa oleh massa. Karena massa semakin beringas akhirnya tim dan massa melakukan negosiasi dengan hasil Sam Kerinjing dilepaskan dan excavator boleh dibawa keluar. Namun akhirnya Sam Kerinjing berhasil dibawa ke Polsek Simpang Teritip oleh petugas penjemput. Pada saat penjemputan muncul oknum yang mengatasnamakan masyarakat meminta polisi melepaskan excavator. Tak lama kemudian, sekitar pukul 23.00 WIB, tim penjemput Sam Kerinjing dari Polsek datang di tempat penghadangan dan mengembalikannya ke masyarakat. Setelah Sam Kerinjing dikembalikan ke massa, massa pun mempersilahkan tim untuk mengevakuasi excavator menggunakan tronton. Sebelumnya, sekitar pukul 19.00 WIB rombongan Kapolsek Simpang Teritip beserta anggota tiba di lokasi, disusul rombongan Kabag Ops, Kasat Polair, Kasat Reskrim dan Kasat Intelkam. Mereka datang untuk menenangkan massa agar tidak melakukan tindakan anarkis. Selanjutnya pada pukul 22.00 wib, personil Polres Bangka Barat juga tiba di lokasi yang dipimpin oleh Wakapolres Bangka Barat Kompol Jojo Sutarjo S.IK MH.

Polisi yang tidak mau mengambil resiko melihat banyaknya massa yang melakukan perlawanan akhirnya meminta bantuan kekuatan dengan mendatangkan satu Peleton rombongan BKO Sat Brimobda Polda Babel. Sekitar pukul 00.30 wib Kapolres Bangka Barat AKBP Djoko Purnomo S.IK juga tiba di lokasi. Sekitar pukul 02.30 WIB, barulah 2 unit excavator tersebut berhasil dikeluarkan dari lokasi menggunakan tronton. Setengah jam kemudian, seluruh personil meninggalkan lokasi di Desa Simpang Tiga menuju Polsek Simpang Teritip untuk kemudian dibawa menuju Polda Kepulauan Babel untuk diamankan guna penyidikan lebih lanjut. Kapolres Bangka Barat AKBP Djoko Purnomo S.IK, menerangkan bahwa penangkapan tersebut dilakukan oleh Polda Babel. “Untuk konfirmasi penangkapan langsung ke Polda saja. Polres Babar sifatnya hanya back-up untuk mengantisipasi adanya gejolak-gejolak yang terjadi masyarakat, untuk sementara situasi masih kondusif,” ucap Djoko. Hingga berita ini diturunkan beberapa anggota Polres Babar terlihat masih standby di Polsek Simpang Teritip untuk berjaga-jaga. (dv)

Gladi bersih pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Bangka kemarin

foto syarif /radar bangka

BBI Sungailiat Kekurangan Bibit Lele SUNGAILIAT - Balai Benih Ikan (BBI) Sungailiat, Kabupaten Bangka dalam satu pekan terakhir mengalami kekurangan benih lele sehingga tidak mampu memenuhi permintaan petani. Kepala BBI Sungailiat Sujono mengatakan, kurangnya bibit lele hasil pembenihan karena faktor alam yakni rendahnya intensitas hujan sehingga sejumlah kolam kekurangan air. “Selain masalah alam yang mempengaruhinya, faktor teknis

juga berpengaruhi karena beberapa kolam besar tempat induk ikan lele masih dilakukan perbaikan,” ujarnya, Selasa (24/9). Menurutnya, jumlah benih lele berukuran tiga sampai empat centimenter sesuai permintaan petani yang belum mampu dipenuhi mencapai lebih dari 50.000 ekor di seluruh wilayah Kabupaten Bangka. “Jumlah tersebut kemungkinan akan bertambah sesuai dengan minat masyarakat yang cukup tinggi

terhadap pengembangan lele,” katanya. Ia mengatakan, kekurangan benih lele tidak hanya terjadi di BBI Sungailiat, melainkan di sejumlah unit pembenihan rakyat (UPR) yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Bangka. “Umumnya benih lele yang berhasil dikembangkan oleh UPR baru berukuran satu sampai dua centimeter, belum layak untuk dipelihara petani,” katanya. Menurut dia, dalam dua tahun

ini minat masyarakat atau petani mengembangkan lele cukup tinggi karena selain dianggap mampu memberikan tambahan pendapatan keluarga juga tingginya permintaan ikan untuk konsumsi masyarakat. “Budidaya lele relatif mudah, cukup memberikan pakan yang teratur, tidak perlu dengan air kolam yang bersih. Di sisi lain, pasar untuk ukuran konsumsi juga mudah karena tingginya permintaan dari sejumlah rumah makan,” katanya. (rb/atr)

Dewan Minta Pemda Seriusi Pariwisata

MUNTOK - Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Bruri Rusyadi meminta Pemerintah Kabupaten Bangka Barat (Babel) menyeriusi pembangunan sektor pariwisata sebagai persiapan pengganti ekonomi masyarakat pascatimah. “Suatu saat kandungan bijih timah akan semakin sulit didapati warga penambang, untuk itu pemkab harus jeli menyiapkan sektor lain agar perekoniman masyarakat tetap stabil setelah timah benar-benar habis,” ujar legislator dari PDIP tersebut, Selasa (24/9). Ia menjelaskan, sektor wisata bisa diandalkan untuk dikembangkan di daerah itu karena banyak peninggalan bersejarah, khususnya di Kota Muntok, selain wisata alam dan kuliner. Di kota ujung Barat Pulau Bangka itu terdapat berbagai peninggalan sejarah mulai dari masa pembentukan Muntok, sejarah pertambangan bijih timah, lokasi pertempuran Perang Dunia II, pusat perdagangan lada putih hingga lokasi pengasingan Soekarno-Hatta dan para pejuang lain pada masa Perjuangan Kemerdekaan RI.

“Wisata sejarah cukup potensial, apalagi Muntok telah ditetapkan sebagai salah satu kota pusaka yang tentunya bisa disejajarkan dengan kota pusaka lain di Indonesia, tinggal bagaimana daerah bisa memaksimalkan potensi itu dan mengemasnya,” kata dia. Namun, menurut dia, wisata sejarah tidak akan bisa berdiri sendiri tanpa dukungan wisata sektor lain, seperti transportasi, kuliner, cindera mata, wisata alam dan keindahan pantai. Menurut dia, Pantai Batu Rakit yang cukup dekat lokasinya dengan pusat Kota Muntok, bisa menjadi salah satu alternatif untuk mendukung wisata pantai dan wisata keluarga. “Lokasi cukup bagus dan dekat pusat kota, apalagi saat ini sudah ada jalan disepanjang bibir Pantai Batu Rakit, meskipun masih berupa jalan tanah merah,” kata dia. Ia mengatakan, tahun depan pihaknya akan mengupayakan agar Pemprov bisa menyelesaikan pembangunan jalan itu menjadi jalan aspal sehingga akses jalan semakin bagus.

“Kami yakin akan bisa melobi DPU Babel untuk merealisasikan penyelesaian jalan itu, sekarang tinggal bagaimana pemkab setempat mengalokasikan anggarannya untuk mendukung pembangunan fasilitas lainnya, agar wisatawan semakin betah berkunjung ke tempat itu,” kata dia. Ia mengharapkan pemkab membangun sarana dan prasarana umum lain seperti tempat pemandian air tawar, lokasi parkir, penataan lokasi pedagang dan berbagai fasilitas yang bisa menghidupkan suasana di lokasi wisata tersebut. Ia yakin jika pemkab fokus mengembangkan lokasi wisata pantai Batu Rakit, akan semakin banyak wisatawan berkunjung ke lokasi tersebut dan bukan tidak mungkin akan menarik banyak investor pariwisata. “Kami yakin ke depan investasi pariwisata akan semakin meningkat kalau pemkab mendukung upaya masyarakat menghidupkan pariwisata pantai yang berada tidak jauh dari menara suar Tanjung Kalian itu,” kata dia. (rb/atr)

PN Sungailiat akan Naik Status SUNGAILIAT - Pengadilan Negeri Sungailiat, Kabupaten Bangka direncanakan akan naik status dari IIB ke I B setelah selesai pembangunan kantor pengadilan itu yang dikerjakan selama tiga tahap. “Tahap pertama tahun 2013 sampai dengan tahap ketiga pada tahun 2015 mendatang dengan total dana tahap pertama sebesar Rp2 miliar yang bersumber dari APBN,” kata Ketua Pengadilan Negeri Sungailiat Albertina Ho, SH, MH, Selasa (24/9). Setelah pembangunan selesai 100

persen sesuai yang direncanakan kata dia, Pengadilan Negeri Sungailiat bisa dinaikan status dari IIB menjadi IB, ketentuan naik kelas tentu sesuai dengan prosedur tetap dari Mahkamah Agung. Kantor Pengadilan Negeri Sungailiat nantinya dilengkapi sejumlah fasilitas yang sesuai serta ruang sidang sehingga memudahkan para hakim untuk menyidangkan perkara yang masuk ke pengadilan. Dijelaskan, pembangunan kantor Pengadilan Negeri Sungailiat meru-

pakan kegiatan proyek rehab besar karena dianggap kondisi fisik kantor sebelumnya kurang memadai. “Kondisi fisik bangunan yang kurang memadai dikarenakan terbatasnya ruang sidang tentu berdampak pada terlambatnya sejumlah perkara yang dikerjakan oleh para hakim,” jelasnya. Dia mengharapkan, pembangunan kantor Pengadilan yang menelan dana cukup besar dari pemerintah pusat dapat selesai sesuai dengan jadwal kontrak oleh kontraktor seb-

agai pelaksana pihak swasta. “Proyek ini kami lakukan sedang sistem lelang sesuai dengan prosedur karena nilai kontrak cukup besar,”katanya. Utamannya lagi dengan pembangunan serta kelengkapan fasilitas kerja kata dia, tentu membantu peningkatan pelayanan kepada masyarakat yang datang ke kantor Pengadilan Negeri Sungailiat. “Kami tetap akan melakukan yang terbaik dan maksimal dalam melayani masyarakat yang membutuhan sesaui dengan bidang kami,” katanya. (rb/atr)

e-mail: radarbangka@yahoo.com


Halaman 12 Rabu, 25 September 2013

Terdapat Pemilih Ganda

KPUD Jadwal Perbaikan DPT Perubahan Penyerahan DPT yang sudah ditetapkan kembali tanggal 12-13 Oktober 2013 itu akan diserahkan kepada Parpol tanggal 14-17 Oktober 2013.Sementara pengumuman DPT tanggal 18 Oktober 2013,”

Syuryansyah Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Bangka-Tengah

KOBA-Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Bangka-Tengah (Bateng) Suryansyah mengungkapkjan, setidaknya terdapat pemilih ganda dan masyarakat yang belum terdaftar dalam DPT (Daftar Pemilih Tetap) yang diumumkan belum lama ini. Hal itu katanya diketahui, setelah pihaknya menerima masukan dari parpop serta masyarakat terkait surat edaran KPUD Bateng Nomor 664/ KPU/09/2013 dan surat edaran Bawaslu telah dilayangkan ke setiap parpol terkait DPT. “Penyerahan DPT yang sudah ditetapkan kembali tanggal 12-13 Oktober 2013 itu akan diserahkan kepada Parpol tanggal 14-17 Oktober 2013.Sementara pengumuman DPT tanggal 18 Oktober 2013,” kata Syuryansyah Senin (23/9). Ia melanjutkan, pencermatan dan perbaikan DPT tanggal 11 Oktober nanti dilanjutkan dengan penetapan DPT perubahan dan penetapannya menjadi DPT final pada tanggal 12-13 Oktober 2013. “Surat edaran itu maksudnya untuk meminta masukan tentang DPT baik dari Parpol maupun masyarakat mengenai pemilih ganda dan sejenisnya,” tutupnya.(cr51)

PPTK Diminta Fokus Tuntaskan Kegiatan TOBOALI-Wakil Bupati Bangka-Selatan (Basel) Nursyamsu mengingatkan memasuki akhir tahun anggaran 2013 akan banyak kegiatan yang akan dievaluasi. “Kegiatan apa yang sudah dilaksanakan dan kegiatan apa yang harus dituntaskan harus diperhitungkan, mengingat tahun anggaran sudah dipenghujung tahun yaitu tinggal 3 bulan kedepan lagi,” katanya kepada Radar Bangka,Selasa (24/9). Menurutnya Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan (Basel) terus berupaya untuk meningkatkan perbaikan dalam rangka pemerintahan yang baik dan tertib administrasi yakni menuju Wajar Dengan Pengecualian (WDP) yang akan dinilai dan diaudit langsung oleh BPK. Dikatakan dia, bahwa berdasarkan presentasi akhir masih belum mencapai 70 persen dari setiap anggaran, dari sebab itulah tiga bulan terahir ini kita harus berkonsentrasi. “Oleh karena itu, tiga bulan terahi ini saya berharap kepada semua PPTK untuk fokus atau konsentrasi dalam menyelesaikan kegiatan berkaitan dengan anggaran. Dan hal ini juga perlu dievaluasi oleh KPA dan dimasing-masing SKPD dalam rangka menuntaskan kegiatan anggaran 2013 yang sudah diambang pintu,”tukasnya. Sementara itu, Sekretaris Fraksi PKS di DPRD Basel, Samir mengatakan kemungkinan penetapan APBD Perubahan tahun 2013 mundur lagi dikarenakan sampai saat ini masih dalam tahap penelusuran tentang rendahnya realisasi capaian dana perimbangan. Dimana kata dia, Dana Bagi Hasil bukan pajak yaitu royalty yang diestimasikan di APBD Induk sebesar Rp 45 miliar pada PMK 23 tahun 2013 yang merupakan PMK definitif hanya diprediksi dan diestimasikan kurang lebih Rp 31 miliar. “Dan sampai saat ini baru disetorkan ke kas negara sebesar Rp 18 miliar dan sitransfer ke Bangka Selatan baru sebesar Rp 11 miliaran lebih. Begitu juga dari land rent yang diestimasikan sebesar Rp 6,2 milar sampai september. 2013 ini baru terealisasi sebesar Rp 2,6 miliar,”terangnya. Sedangkan dalam draft APBD perubahan pemerintah Bangka Selatan melalui tim anggaran pemerintah daerah menaikan anggaran sebesar kurang lebih Rp 64 miliar dari Rp 577 miliar menjadi Rp 591 miliar dengan adanya sedikit kenaikan dari pajak dan retribusi daerah maka diestimasikan real pendapatan daerah yang bisa dicapai di kisaran Rp 578 miliar. Maka dengan adanya efesiensi dari pelelangan akibat adanya selisih hps dengan harga penawaran didapat kurang kebih Rp 7,8 miliar dan ini artinya akan ada defisit setelah diperhitungan kan kekuatan realisasi sisa waktu 3 bulan lagi maka akan terjadi defisit Rp 6 miliar pada APBD tahun Anggaran 2013 ini. “Menyikapi hal ini kami dari Fraksi PKS DPRD Bangka Selatan dan sebagai salah satu anggota badan anggaran mengharapkan SKPD yang ada agar bisa membuat skala prioritas untuk program kegiatan yang dianggap urgent dan penting dan selebihnya terutama yang sifatnya belanja rutin. Operasional yang tidak penting agar dianggarkan tahun 2014,”paparnya seraya menuturkan jangan sampai banyak kegiatan tetapi akhir tahun anggaran pemerintah kabupaten tidak bisa membayar. (bim)

MIGRASI LISTRIK PLN : PT PLN Wilayah Bangka-Belitung Senin (24/9) kemarin melakukan migrasi Listrik Prabayar (LPB) atau biasa dikenal listrik Pintar ke pelanggan Desa Foto : Ist Kurau Bangka Tengah. Setidaknya dalam kesempatan tersebut sebanyak 666 pelanggan yang siap migrasi.

Pendatang di Basel Capai 2001 Jiwa 32 Jerigen Arak Diamankan TOBOALI-Jajaran Resintel Polres BangkaSelatan (Basel) berhasil mengamankan dua tersangka pengedar minuman keras (miras) jenis arak. Kedua tersangka yang berhasil diamankan tersebut yakni AN (31) warga Sungailiat dan MT (28),warga Pangkalpinang Selasa (24/9)sekitar pukul 10.30 WIB. Informasi yang dihimpun Radar Bangka,petugas yang saat itu berpatroli di Jalan Teladan tepatnya di depan sebuah gudang

sembako milik Akhuan, mencurigai sebuah truck nopol B 9506 ID sedang membawa sembako di jalan tersebut. Karena gerak-gerik dari sopir yang terkesan mencurigakan, ahirnya polisi memeriksa truk tersebut. Ketika memeriksa bagian dalam truk, petugaspun menemukan 32 jirigen yang semuanya berisi arak. Kapolres Basel AKBP Indra saat dikonfirmasi Radar Bangka membenarkan penemuan arak didalam

truk tersebut. “ Benar, barang bukti beserta dua orang pengirim jirigen berisi arak sudah kita amankan di Polres,guna pemeriksaan lebih lanjut,”kata Kapolres. “Kecurigaan petugas kami ternyata benar. Dimana dalam mobil tersebut petugas mendapati 32 jirigen yang masing-masing berisi 20 liter arak. Dan kemudian petugas mengamankan dua orang pengirimnya beserta truk yang digunaknnya,”ujarnya. (bim)

Barang bukti (BB) sebanyak 32 jerigen yang diisi 740 liter arak. Foto : Yusuf/RADAR BANGKA

TOBOALI–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) BangkaSelatan (Basel) harus punya program yang benar-benar bisa menekan peningkatan pendatang. Mengapa tidak, berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), jumlah penduduk pendatang yang masuk ke Basel hingga September 2013 mencapai 2001 jiwa. Kepala Disdukcapil Basel, Husni kepada Radar Bangka menyebutkan 2001 jiwa pendatang yang terdata terdiri dari laki-laki sebanyak 1.247 ribu jiwa dan perempuan 754 jiwa. “Hasil ini berdasarkan hasil operasi yustisia kependudukan, Operasi ini sejak April sampai Juli di 8 Kecamatan,”terangnya,Selasa (24/9). Menurutnya dari data tersebut, memang penduduk pendatang yang masuk ke Basel di antaranya ada yang memang mencari pekerjaan. Apalagi jika mengacu kepada ketentuan dan persyaratan, bahwa setelah enam bulan jika mereka memiliki pekerjaan tetap tentunya dapat diizinkan untuk menjadi penduduk tetap Basel. “Sedangkan banyaknya yang belum memiliki identitas diri maupun dokumen kependudukan yang sah seperti KTP dan KK, maka dikenakan sanksi administrasi kependudukan sebesar Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu. Sesuai dengan administrasi kependudukan ini diberlakukan sebelum terbitnya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006,”terangnya. Untuk meningkatkan pendataan dan antisipasi masuknya pendatang baru,kata Husni, Disdukcatpil akan terus melakukan, penertiban ataupun pendataan. Dan ini akan ditindak lanjuti dengan membangun kerjasama antara pihak Dinas pekerjaan (Dinasker),

“Kedepannya kita akan melakukan kerjasama dengan Dinasker, karna banyak juga pekerja yang ternyata pendatang baru, tapi tidak memiliki KTP Basel sementara mereka tinggal di Basel bertahun-tahun, “paparnya. Husni juga menegaskan kepada para pendatang yang masuk ke Basel segera melaporkan diri ke RT, Lurah dan Camat setempat. Bukan itu saja, kepada para pendatang yang bermukim dan ingin menetap di Basel diharapkan membawa surat pindah jiwa dari daerah atau tempat asal mereka tinggal. “Jika mereka mau menetap disini, buat surat pindah dari daerah asal masing-masing, kalau tidak ada surat keterangan otomatis kita akan memulangkan mereka didaerah asalnya,”pungkasnya seraya menuturkan pendatang yang memiliki KTP luar Basel terdapat 948 jiwa. Sementara itu, Wakil Bupati Basel Nursyamsu menegaskan, pihaknya tidak melarang warga dari daerah lain datang ke Basel. Namun, Pemkab Basel berupaya menertibkan pendatang baru, yakni harus memiliki dokumen yang jelas, serta keterampilan dan pendidikan yang memadai. Pendatang baru yang tidak dapat menunjukkan dokumen yang jelas, diberi dispensi sesuai dengan Perbup Nomor 13 Tahun 2013 tentang dispensasi dalam pelayanan pendaftaran penduduk WNI atau pendatang diwilayah Basel. Yang mana pendatang harus melampirkan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dari pihak Kepolisian setempat. “Bila pendatang baru yang telah berulang kali mengabaikan Perbub itu akan dipulangkan ke daerah asalnya. Perbub tersebut juga mewajibkan setiap warga yang datang ke Basel untuk melapor ke RT setempat,”tegasnya.(bim)

Anggota Polres Bateng Diminta Bebas Korupsi KOBA-Kepolisian Daerah (Polda) Bangka-Belitung (Babel) memberikan sosialisasi pedoman pembangunan zona integeritas menuju wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih kepada anggota Polres Bangka-Tengah (Bateng). Sosialisasi langsung diberikan oleh Kepala Biro (Karo) Perencanaan (Rena) Polda Babel, Kombespol Wawan di dampingi Kepala Bagian (Kabag) Reformasi Birokrasi Polri (RBP) AKBP Zainudien Selasa (24/9) kemarin di aula Pratisara Wirya. “Zona bebas korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) di Mapolres Bateng akan selalu kita lakukan, semua pro-

Klik::..http:www.radarbangka.co.id

gram kegiatan Polri seperti pembuatan Surat Izin Mengemudi(SIM) ataupun Surat Keterangan Catatan Kepolisian(SKCK) di wajibkan membayar iuran sesuai ketentuan berlaku tidak boleh lebih”kata Kapolres AKBP M.Zainul dalam sambutannya di hadapan para anggotanya. Sementara itu, Karo Rena Kombespol Wawan, menjelaskan bahwa, sosialisasi ini merupakan rangkaian tindak lanjut dari Reformasi Birokrasi Polri yang bertujuan untuk membangun negara lebih baik dan bersih dari segala unsur praktek KKN. “Penerapan zona bebas KKN melalui reformasi birokrasi sudah se-

harusnya dilakukan aparatur negara salah satunya Polri, karena dalam memberikan pelayanan yang maksimal kepada publik masih banyak tuntutan dan celah yang memberatkan masyarakat berdampak syarat terjadinya KKN,”katanya. Wawan mengungkapkan kegiatan zona bebas KKN merupakan terobosan yang di lakukan Polri, secara bertahap pelayanan publik berkaaitan dengan tupoksi Polri juga telah dilaksanakan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). “Kita harus mengutamakan pelayanan prima dan transparan step bye step Polri terus berbenah diri dalam bidang

pelayanan dan fungsional.SOP menjadi pedoman untuk melaksanakan tugas, SOP juga syarat bagaimana agar kita terhindar dari praktek KKN,” ulasnya Dengan adanya sosialisasi ini, Wawan mengingkan semoga kedepan Polri bekerja sesuai SOP, zona bebas KKN di tubuh Polri harus digapai bersma dengan membenahi diri melalui internal polri itu sendiri. “Korupsi tidak dibenarkan termasuk korupsi dalam waktu yang telah dipertanggungjawabkan kepada kita, kemudian bagaimana supaya kita dapat terhindar dari korupsi maka bekerjalah sesuai aturan, teknis dan job diskripsi,”pungkas ajak wawan.(cr51)

e-mail: radarbangka@yahoo.com


Halaman 13 Rabu, 25 September 2013

Tunggakan Sertifikasi Guru Capai Rp 4 Triliun MAKASSAR - Dirjen Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, mengungkapkan, tunjangan sertifikasi guru yang belum terbayarkan (menunggak) hingga saat ini mencapai Rp 4 triliun. Dari jumlah itu, tercatat sekitar Rp 100 miliar tunggakan sertifikasi wilayah Sulsel. Besarnya tunggakan ini, ujar Jazidie, disebabkan adanya kenaikan gaji pokok guru setiap tahun berjalan, sementara penetapan tunjangan tersebut telah dipatok sejak awal tahun. Kondisi ini, jelasnya, membuat anggaran yang diajukan dalam APBN setiap tahun, tidak pernah mencukupi kenaikan tunjangan sertifikasi guru yang harus dibayarkan oleh Kementerian. Kapan tunggakan itu dibayarkan? Jazidie belum berani memastikan. Yang jelas, kata dia, pemerintah akan membayarkan tunggakan tersebut. Kementerian Pendidikan, sambungnya, sudah mengantisipasinya dengan mengalokasikan anggaran lebih, hanya saja tetap tidak mencukupi. “Makanya tunggakan itu menumpuk,” ungkap Jazidie

usai mengikuti rapat koordinasi dalam rangka Analisis Implikasi Pencapaian Opini WTP Pemprov Sulsel dan Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan BPK RI, di Hotel Clarion, Senin (23/9). Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin, yang hadir dalam pertemuan itu menyampaikan, menunggaknya pembayaran tunjangan sertifikasi guru ini, disebabkan karena tidak maksimalnya kontrol atau pengawasan yang dilakukan pemerintah. Pasalnya, kata Ilham, program ini diawasi dan dievaluasi langsung pemerintah pusat. “Harusnya kewenangan pengawasannya diberikan ke daerah, sehingga guru tidak hanya mengejar jumlah jam mengajar tanpa menghiraukan kualitas nilai ajaran,” ujar Ilham. Kondisi ini, sambung Ilham, membuat keberhasilan capaian program peningkatan mutu dan kualitas pendidikan hanya sekitar 10 persen. Program ini, menurut wali kota Makassar dua periode ini, cenderung hanya menjadi lahan pendapatan bagi guru dengan mengejar jam mengajar yang cenderung mengabaikan kualitas ajaran. (kas/sil)

Kemdikbud Kirim 63 Guru SM3T ke Biak

BIAK - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia melalui Universitas Negeri Makassar, Sulsel, mengirim 63 guru Program Sarjana Mendidik di daerah Terluar, Terdepan dan Tertinggal di wilayah pengabdian Pemkab Biak Numfor, Papua. Pelaksana tugas Sekretaris Daerah Biak Abdul Kahar di Biak, Selasa (24/9), mengatakan bahwa pengiriman guru dri Sarjana Mendidik di daerah Terluar, Terdepan dan Tertinggal (SM3T) Kemdikbud ke Biak Numfor untuk membantu pemerintah daerah dalam mengatasi kekurangan tenaga guru di berbagai sekolah jenjang pendidikan SD hingga SMA/ SMK. “Ke 63 guru SM3T yang secara resmi ditempatkan ke berbagai sekolah SD hingga SMA/SMK merupakan jawaban Kemdikbud atas kebutuhan tenaga guru di Biak Numfor,” ujar Pelaksana Tugas Sekda Abdul Kahar melepas pengabdian 63 guru SM3T. Kepada guru SM3T yang ditempatkan di Biak, menurut Kahar, diharapkan harus menyiapkan fisik dan mental dalam rangka menjalankan tugas mulia di Kabupaten Biak Numfor mendidik masa depan anak Biak supaya menjadi pintar, cerdas dan memiliki karakter. Di wilayah pengabdian di Biak Numfor, menurut Kahar, sesuai pengalaman dari dua kali penempatan guru SM3T tahun 2011/2012 serta 2102/2013 para guru SM3T telah berhasil melaksanakan tugas pengabdian serta diterima masyarakat. “Bukti nyata masyarakat, orang tua dan siswa menerima kehadiran guru SM3T di Kabupaten Biak Numfor saat

menyelesaikan tugas selama satu tahun banyak kesan diungkap siswa, pemuka adat serta masyarakat sekitar tempat mengajar,” ujar Plt Sekda Abdul Kahar. Bagi guru SM3T yang selesai mengabdi di Kabuopaten Biak Numfor, lanjut Kahar, diminta terus belajar serta mengamalkan berbagai pengetahuan, ketrampilan dan pergaulan dengan masyarakat Biak Numfor saat kembali ke Makassar, Sulawesi Selatan, pada 25 September 2013. “Kesan dan pengalaman yang baik selama mengabdi di Biak Numfor jadikan pengalaman hidup saudara untuk tetap dikenang siswa maupun orang tua murid sepanjang hidup,” ungkap Plt Sekda Abdul Kahar. Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Hendri Jan Rumkabu mengakui, program bantuan tenaga guru SM3T ke berbagai daerah di Indonesia merupakan program Nasional Kemdikbud bersama lima menteri terkait dalam rangka mencerdaskan anak Indonesia di daerah terluat, terdepan dan tertinggal. “Untuk Biak tahun 2013 jumlah penempatan guru SM3T menurun mencapai 63 orang sementara pada angkatan pertama dan kedua, Biak mendapat 87 orang guru daerah terluat, tertinggal dan terluar,” ujar Kadis Pendidikan Hendri Jan Rumkabu. Dijadwalkan, para guru SM3T jilid tiga pengiriman Universitas Negeri Makassar, Sulsel, itu akan disebar ke berbagai sekolah di pulau terluar, terdepan dan tertinggal untuk mendidik siswa berbagai jenjang pendidikan SD hingga SMA/SMK. (Ant/RB)

Info

Bagi Anda yang memiliki informasi menarik atau kegiatan yang ingin dipublikasikan. Dapat menghubungi redaksi Radar Bangka (RB) di 085279977848 atau mengirimkan rilisnya di radarbangka@yahoo.com.

Target Kelulusan

Merusak UN foto ilustrasi

MAKASSAR - Upaya pembenahan Ujian Nasional (UN) tidak hanya pada tingkatan teknis penyelenggaraan. Pembenahan mental pejabat yang selaku memaksakan target persentase kelulusan juga harus dibersihkan. Dirjen Pendidikan Menengah Kementerian Pendikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Prof Dr Achmad Jazidie menyatakan, dari hasil analisis penyelenggaraan UN selama ini, ada kecenderungan kepala dinas dipaksa pejabat setempat untuk mencapai target kelulusan. Hal ini dinilai tidak baik dalam kajian perbaikan mutu pendidikan. Padahal, UN tidak hanya menjadi alat untuk menentukan kelulusan, tetapi juga untuk menjadi bahan evaluasi. Khususnya dalam merumuskan kebijakan intervensi agar pada UN tahun berikutnya bisa meningkat. “Seringkali kita lihat kepala

dinas ditarget harus lulus sekian persen. Akibatnya, kepala sekolah juga ditarget harus begitu. Ini malah merusak, karena UN yang dilaksanakan tidak benar-benar mengukur sejauhmana tingkat pencapaian siswa,” ucap Jazidie dalam prakonvensi pendidikan seperti yang dilansir FAJAR (JPNN Group), Senin (23/9). Itu sebabnya, dia berharap agar para kepala daerah baik gubernur maupun bupati agar menyadari hal ini. Memberikan target tanpa didasari pada rasionalisasi pencapaian dengan melihat proses pembelajaran justru akan melahirkan masalah. Yakni mengganggu sistem pembenahan pendidikan untuk meningkatkan hasil UN. Menurut Jazidie, keberhasilan pendidikan bukan diukur dari tingkat kelulusan UN. Tetapi harus dilihat dari proses pengembangan pada tingkat proses dan pembangu-

nan fisik seperti Ruang Kelas Baru (RKB). Termasuk kebijakan dalam peningkatan mutu pendidikan. “Soal kelulusan itu urusan lain. Yang menjadi tugas dinas pendidikan di daerah itu adalah membuat program peningkatan mutu pendidikan. Bukan membuat target kelulusan. Berikan saja sama Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP) kalau soal kelulusan,” katanya. Kepala Badan Pengembangan SDM Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan, Prof Syawal Gultom menyebutkan, kebijakan intervensi sangat dibutuhkan. Termasuk di Sulsel, kata dia, dibutuhkan pendekatan tersebut. Apalagi, menurut Gultom di Sulsel ada satu kasus menarik jika melihat rata-rata kelulusannya. Berada pada satu kabupaten tetapi satu sekolah berada jauh melampaui rata-rata nasional. Sementara pada sekolah lainnya di kabupaten sama jauh di bawah rata-rata nasional. Kabupaten tersebut yakni Jeneponto. SMA Negeri 1 Binamu, capaian indeks kompetensi sekolahnya luar biasa dengan menembus angka di atas 80. Kelas IPA 86,45 dan IPS 80,07. Namun SMA Negeri 1 Bangkala berbanding terbalik. Capain indeks kompetensi sekolahnya kelompok IPA hanya 59,97 dan kelompok IPS 57,39. Angka rata-rata nasional yakni 60,58. Ternyata kata dia, hal ini terjadi karena infrastuktur pengajaran yang tidak sama.

Pada SMA Negeri 1 Binamu, fasilitas lengkap dengan tenaga pendidik tersertifikasi serta sebagian besar lulusan magister. Sementara, pada SMA Negeri 1 Bangkala Barat sebaliknya. Jumlah guru juga terbatas dengan kompetensi yang lebih rendah. “Nah, ini harusnya menjadi cermin dan model untuk melakukan intervensi kebijakan agar SMA Negeri Bangkala bisa sama dengan SMA Negeri Binamu,” katanya. Secara nasional, disebutkan Gultom, Sulsel pada urutan ke 30 dari 33 provinsi di Indonesia pada UN 2012 lalu. Bahkan Sulsel kalah dari Papua dan Sulbar yang merupakan daerah pemekaran. Di bawah Sulsel hanya ada Gorontalo, Sulteng, dan Maluku Utara. Rata-rata kelulusan Sulsel juga di bawah rata-rata provinsi yakni hanya pada posisi 49,59. Rata-rata provinsi yakni 56,71 dan rata-rata nasional 60,58. Kepala Dinas Provinsi Sulsel, Abdullah Jabbar mengatakan, hasil yang ditunjukkan untuk Sulsel tersebut tidak bisa jadi ukuran. Pasalnya, pada pelaksanaan UN tahun ini, Sulsel tergolong yang menerapkan pola yang sangat jauh dari kecurangan. “Perlu juga dipahami bahwa pada UN tahun ini ada masalah pada saat distribusi soal ujian. Ini menjadi masalah sehingga merusak konsentrasi siswa. Makanya, angka itu tidak tepat untuk mencerminkan posisi Sulsel sesungguhnya,” ucapnya. (arm/pap)

Komposisi Kelulusan Unas 50:50 Porsi Nilai UAS dan Ujian Nasional JAKARTA - Hasil prakonvensi pendidikan tentang ujian nasional (unas) sudah mulai mengerucut. Masyarakat peserta prakonvensi menghendaki ada perubahan komposisi nilai kelulusan ujian tahunan itu. Komposisi baru yang mulai disuarakan adalah 50 persen dari nilai ujian akhir sekolah (UAS) dan 50 persen dari unas. Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Bidang Pendidikan Musliar Kasim mengatakan, seluruh pandangan masyarakat dalam prakonvensi belum bisa dipastikan. “Semua aspirasi dari masyarakat ini digodok lagi dalam konvensi utama yang dilaksanakan 26 September nanti,” kata mantan rektor Universitas Andalas (Unand), Padang itu. Musliar menuturkan tidak masalah jika masyarakat mengidamkan perubahan komposisi nilai kelulusan unas. Selama ini komposisi nilai kelulusan unas terdiri dari 60 persen nilai unas dan 40 persen nilai UAS. “Komposisi kelulusan itu bukan harga mati. Bisa dimodifikasi,” ujar Musliar. Dia mengatakan bahwa Kemendikbud tidak antipati terhadap perubahan pelaksanaan unas. Namun untuk pelaksanaan unas-nya sendiri, harus tetap dijalankan terus. Sebab dia beralasan, pelaksanaan unas merupakan amanah dari undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) serta sejumlah peraturan perundangundangan terkait lainnya. Dari rangkuman Kemendikbud, pelaksanaan prakonvensi sedikitnya merumuskan 15 butir usulan masyarakat. Seluruhnya

terbagi dalam kelompok manajemen pelaksanaan unas dan kelompok komposisi nilai unas. Untuk komposisi nilai unas, masyarakat mengusulkan perbandingannya 50:50. Alasannya adalah ada keseimbangan antara sekolah dan pemerintah sebagai pengambil kebijakan kelulusan dan mengontrol aspek kejujuran. Selain itu masyarkaat juga menuntut Kemendikbud memperbaiki sistem pendataan nilai rapor. Mereka mengusulkan supaya Kemendikbud memiliki sistem pencatatan nilai rapor siswa sejak kelas 1 hingga kelas 3. Dengan sistem ini, bisa mencegah terjadinya pengatrolan nilai rapor untuk mengerek nilai UAS. Sementara itu masukan untuk kelompok manajemen unas antara lain kisi-kisi unas disiapkan oleh Kemendikbud dan pembuatan butir soalnya melibatkan guru. Jumlah paket soal disediakan sesuai dengan jumlah peserta ujian dalam satu ruangan. Sehingga potensi sontek massal bisa ditekan. Dan penggandaan naskah dilakukan oleh percetakan yang kredibel dan profesional, sehingga tidak kacau seperti tahun lalu. “Semua masukan dari masyarkat ini belum pasti, kami tampung dulu,” tandasnya. (wan)

Musliar Kasim Wamendikbud

Universitas Melbourne Perluas Kesempatan Bagi Mahasiswa Indonesia JAKARTA - University of Melbourne di Australia menggencarkan kerjasama dengan Indonesia di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Salah satunya dengan memperkenalkan program “Believe : The Campaign for the University of Melbourne, Senin (23/9), di Jakarta. Vice Chancellor University of Melbourne, Profesor Glyn Davis AC, mengatakan bahwa salah satu tujuan program itu adalah untuk menyediakan lebih banyak lagi beasiswa bagi mahasiswa Indonesia di Australia. “Indonesia merupakan negara penting secara regional, anggota komunitas dunia, berpengaruh

Klik::..http:www.radarbangka.co.id

dan salah satu negara demokrasi terbesar di dunia. Bagi kami, ke depan perekonomian Indonesia akan memegang peranan penting,” ujar Davis dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin (23/9). Dalam kesempatan itu Davis didampingi Vice Principal (Advancement) The University of Melbourne, Vice Chancellor’s Fellow The University of Melbourne serta Pro ViceChancellor (Internasional) The University of Melbourne Profesor Simon Evans. Universitas ini sebenarnya sudah punya hubungan erat dengan Indonesia dan telah menghasilkan 2.700 alumni sejak 1945. Bahkan, saat ini tercatat lebih dari 1000 mahasiswa

Indonesia terdaftar di universitas itu. “Dengan kampanye University of Melbourne, kami akan terus mendidik para calon pemimpin di masa depan, menghasilkan terobosanterobosan baru sebagai solusi berbagai permasalahan dunia,” katanya. Peluncuran program Universitas Melbourne yang diikuti komunikasi dengan sejumlah alumninya itu diharapkannya juga dapat menjadi kesempatan bagi perguruan tinggi terkemuka di Australia itu untuk mengetahui berbagai isu penting. “University of Melbourne memiliki komunitas alumni yang cukup aktif di Indonesia,” katanya. Sedangkan Profesor Simon men-

gatakan, University of Melbourne terus mencari peluang kerjasama pendidikan dengan Indonesia. Nantinya, universitas akan membiayai riset di bidang biomedis, kebudayaan, hukum dan lainnya. “Kita masih membuka kesempatan untuk semua,” ujarnya. Menurut Simon, salah satu penelitian yang dilakukan saat ini adalah kerjasama dengan Bio Farma dalam pengembangan vaksin untuk rotavirus (penyakit diare berbahaya). Dalam program ini, dana AUD (Australian Dollar) 500 Juta Dolar akan digunakan untuk beasiswa dan riset. Saat ini, sambungnya, juga telah terkumpul AUD 266 juta dari 12 ribu donatur. (boy/jpnn)

e-mail: radarbangka@yahoo.com


Halaman 14 Rabu, 25 September 2013

Usulan Wagub Tergantung Partai Koalisi

Tim Formatur Diberi Waktu Dua Minggu

Saya akan meminta arahan dan masukan dari Menteri Dalam Negeri untuk mengetahui wewenang setiap partai pengusung dalam pengusulan calon wakil gubernur,”

Penentuan kepengurusan dilakukan melalui seleksi oleh tim formatur yang terdiri dari ketua terpilih, ketua tidak terpilih, unsur DPP, Poksi, pengurus tingkat II Pangkalpinang dan pengurus AMPG (Angkat Muda Partai Golkar),”

Didit

Ketua DPRD Provinsi Babel.

PANGKALPINANG-Sekretaris DPD PDIP Bangka Belitung (Babel) Didit Srigusjaya menyatakan, pengusulan nama calon yang akan mengisi posisi Wakil Gubernur Babel tergantung koalisi partai pengusung Almarhum Eko Maulana Ali dan Rustam Effendi pada Pilgub 2012. “Hal ini sesuai dengan aturan perundangundangan yang mengharuskan pengisian posisi wakil gubernur jika sisa masa jabatan melebihi 18 bulan dari koalisi partai pengusung yakni PDIP, Golkar dan PKS,” katanya Selasa (24/9). Ia menjelaskan, tiga partai politik pengusung itu sebaiknya melakukan rapat bersama untuk menentukan nama calon yang akan mengisi jabatan wakil gubernur sebelum diusulkan kepada Gubernur dan DPRD Provinsi Babel. “Sejauh ini PDIP Babel belum ada wacana untuk mencalonkan kader mengisi posisi wakil gubernur, namun kami sebagai salah satu partai pengusung harus tetap diikutsertakan dalam rapat dan koordinasi penentuan nama calon yang akan diusulkan,” kata Didit. Ia juga menyatakan PDIP, Partai Golkar dan PKS memiliki kewenangan untuk mengusulkan nama calon yang akan mengisi posisi wakil gubernur. “Saya akan meminta arahan dan masukan dari Menteri Dalam Negeri untuk mengetahui wewenang setiap partai pengusung dalam pengusulan calon wakil gubernur,” jelas Didit yang juga Ketua DPRD Provinsi Babel. Menurut dia, setiap partai pengusung memiliki kesempatan yang sama untuk mengusulkan nama calon, namun harus tetap memperhatikan aturan dan tata tertib yang ada. “DPP (PDIP) sudah mengimbau kami agar tidak terlalu ambisius dalam pengusulan nama calon wagub, yang penting semua calon yang diusulkan nantinya harus mamiliki kapabilitas dan mampu bekerja sama dengan gubernur,” jelas Didit. Ia berharap partai koalisi harus tetap solid dan menjaga komunikasi dan koordinasi untuk menentukan nama-nama calon. “Kami tidak akan terlalu ikut campur dalam pengusulan nama calon wakil gubernur, namun kami meminta agar tetap disertakan dalam rapat penentuan calon itu,” katanya. (rb/ant)

Hendra Apollo Sekretaris demisioner DPD I Golkar Babel

PUTU WAHYU RAMA/RM

KEMBALI BERSAKSI: Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M. Nazaruddin menjawab pertanyaan wartawan setibanya di Gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan di Jakarta, Senin (23/9). Terpidana kasus wisma atlet yang telah divonis tujuh tahun penjara tersebut diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Anas Urbaningrum terkait dugaan penerimaan hadiah terkait proyek pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Hambalang, Bogor.

PANGKALPINANG-Pasca terpilihnya Hidayat Arsani sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Bangka-Belitung (Babel) pada musyawarah daerah luar biasa (Musdalub) tahun 2013 di DPP Golkar, Jakarta kemarin malam, tim formatur diberi waktu dua minggu untuk menentukan kepengurusannya. “Penentuan kepengurusan dilakukan melalui seleksi oleh tim formatur yang terdiri dari ketua terpilih, ketua tidak terpilih, unsur DPP, Poksi, pengurus tingkat II Pangkalpinang dan pengurus AMPG (Angkat Muda Partai Golkar),” kata Sekretaris demisioner DPD I Golkar Babel, Hendra Apollo dihubungi Selasa (24/9) kemarin. Ia berharap, melalui penentuan kepengurusan baru di DPD I Golkar Babel, dapat memberikan motivasi dan semangat baru untuk membawa Partai Golkar memenangkan pemilu legislatif 2014 nanti. “Selain juga akan berjuang untuk memenangkan Calon Presiden Partai Golkar, Abu Rizal Bakrie (ARB). Kita harap pengurus baru ini lebih semangat lagi,” imbuh Hendra.(iam)

Didit Isyaratkan PAW Dodot PANGKALPINANG-Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung (Babel) Didit Srigusjaya, akhirnya angkat bicara setelah mendapat kritik dari Ketua Badan Kehormatan (BK), Bruri Rusady terkait nasib Ismiryadi. Pasalnya Bruri menilai pimpinan DPRD itu tidak tegas menangani status Ismiryadi di lembaga legislatif setelah lepas jabatan sebagai Ketua DPRD Babel karena niat maju di Pemilihan Walikota (Pilwako) Pangkalpinang tahun 2013. Kepada wartawan, Didit pun berusaha menjelaskan, bahwa

yang bersangkutan akan segera di PAW. Karena menurut Didit, Dodot diklaim telah resmi dipecat dari PDIP berdasarkan surat dari DPP dan penyerahan Kartu Tanda Anggota (KTA) sebagai anggota kepartaian. “Dalam surat DPP itu, sudah jelas yang bersangkutan tidak boleh lagi mengatasnamakan PDIP untuk ditempatkan di badan kelengkapan manapun di DPRD. Jika tetap masukan, maka jelas saya dan Ketua DPD PDIP Babel, pak Rustam Effendi akan melanggar aturan yang telah ditetapkan,” ujar dia, Selasa (24/9). Kendati demikian, PAW yang

dimaksudkan oleh Didit untuk saat ini belum bisa dilaksanakan mengingat masih dalam proses hukum, berupa gugatan yang dilayangkan Dodot ke Pengadilan Negeri (PN) Pangkalpinang. Ditujukan kepada DPD PDIP Babel sebagai tergugat I, DPP PDIP sebagai tergugat II, para Wakil Ketua DPRD Babel sebagai tergugat III dan Gubernur Babel sebagai tergugat IV serta Mendagri sebagai turut tergugat. “Saya bingung dimana letak ketidaktegasan saya. Sedangkan pak Dodot sekarang lagi menggugat,” kata Didit. Yang pasti dikatakan Didit

lagi, bahwa sudah jelas fraksi telah mengirim surat kepada yang bersangkutan. Dan sangat kurang etis jika dirinya yang kini menjabat sebagai Ketua DPRD Babel hanya mengurusi satu orang saja sementara kepentingan orang banyak menjadi terabaikan. “Saya ini kan ketua DPRD bukan lagi ketua Fraksi lagi. Yang jelas DPP telah menyampaikan surat bahwa beliau tidak boleh duduk di komisi, banleg dan kelengkapan lainnya di DPRD karena tidak mewakili rakyat lagi. Itu sudah jelas surat DPP PDIP, dan saya rasa pak

Dodot pun telah mendapat surat dari DPP,” ucap Sekretaris DPD PDIP Babel itu. Lebih jauh ia menegaskan, terkait posisi Dodot yang mengundurkan diri melalui penyerahan KTA PDIP itu, tentunya akan disikapi secepatnya oleh DPD PDIP Babel. Bahkan usulan PAW sendiri sudah disampaikan ke gubernur. “Kita masih tunggu proses hukumnya. Jelas dari surat DPP PDIP sendiri menyatakan pak Dodot tidak berhak lagi mengatasnamakan partai. Karena beliau telah mengembalikan KTA,”tutupnya.(iam)

Utang Negara pada Rakyat L

eluhur negeri ini menitip pesan pada penerus bangsa untuk “mencerdaskan dan menyejahterakan” anak negeri (rakyat). Nyatanya, setelah 68 tahun negeri ini merdeka, utang negara atas rakyat guna melaksanakan amanat leluhur semakin membengkak dan seakan sulit untuk dilunasi. Andaikata para pejuang negeri ini masih hidup, mereka akan kecewa atas apa yang terjadi. Mereka menitipkan negeri ini dengan cucuran keringat dan darah untuk mencerdaskan dan menyejahterakan anak cucu mereka. Namun, kecerdasan dan kesejahteraan tersebut seakan belum juga kunjung tuntas terlaksana. Hidup serba latah selalu menjadi tren bagi penentu kebijakan. Tatkala ada kepala daerah suatu negeri membangun bangunan nan megah, maka tren tersebut akan selalu ditandingi di daerah lain. Seyogyanya, kebijakan perlu berbasis rakyat dan pemenuhan keperluan rakyat. Alangkah bijak, tatkala pemerintah kabupaten/ kota yang ada di Negeri Lancang Kuning ini membangun kebijakan proswasembada ba-

han pokok keperluan rakyat. Bila setiap daerah (kabupaten/ kota) memiliki kekuatan pada swasembada pangan pada salah satu keperluan pokok rakyat, maka negeri ini akan makmur. Kita akan berubah dari negeri yang konsumtif menjadi negeri yang produktif. Bukan pembangunan pada sesuatu yang bersifat fenomenal fisik, namun tak pernah dinikmati oleh rakyat. Rakyat seyogyanya dicerdaskan, bukan dipaksa kagum hanya untuk melihat suatu bangunan megah, tapi hanya untuk segelintir orang. Upaya mencerdaskan bangsa seakan tuntas dengan program wajib belajar (Wajar) 12 tahun dan program pendidikan gratis. Meski pendidikan gratis justeru memiliki kelemahan yang seakan luput dari kajian. Kelemahan tersebut antara lain: Pertama, terindikasi semakin rendahnya tanggung jawab orang tua dan murid dalam menuntut ilmu. Kedua, rendahnya partisipasi masyarakat kaya. Sebab, masyarakat berpenghasilan tinggi dan rendah memiliki hak yang sama untuk menikmati pendidikan serba gratis. Seyogyanya, si kaya membantu si miskin melalui

Klik::..http:www.radarbangka.co.id

Oleh: Samsul Nizar Guru Besar pada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Suska Riau

subsidi silang yang justeru bernilai edukatif. Ketiga, pendidikan gratis membangun pandangan yang “miring” atas pendidikan yang dilaksanakan. Namun sayang, kebijakan ini hanya pada lembaga pendidikan negeri. Sementara bagi lembaga pendidikan swasta yang dikembangkan oleh masyarakat mengalami kebijakan yang berbeda. Akibatnya, bagi masyarakat yang kuat ekonominya, mereka mematok biaya yang tinggi atas pelaksanaan pendidikan dengan jaminan kualitas/keterampilan tertentu. Sementara, bagi lembaga pendidikan yang dikelola oleh masyarakat yang lemah dalam sisi finansialnya, maka mereka hanya bisa mematok dengan harga yang lebih rendah. Secara teori, kondisi ini akan mengakibatkan lembaga pendidikan Berbeda dengan berada pada penstrataan gaya kasta pada zaman penjajahan nan feodal. Keempat, pendidikan seakan

belum mampu mempersiapkan lulusan yang siap pakai dengan moral bangsa yang dapat dibanggakan dan keterampilan multi guna yang dapat digunakan bagi menyongsong masa depan mereka sesuai dengan perkembangan zaman. Indikator yang terlihat jelas adalah semakin tingginya angka pengangguran di negeri ini yang justeru menimpa pada generasi usia produktif yang telah dihasilkan oleh lembaga pendidikan. Negeri yang kaya dan besar ini sangat mudah digoyahkan secara ekonomi dan politik sederhana. Mulai kebijakan menaikan BBM karena dianggap terlalu membebani keuangan negara. Padahal, pada waktu bersamaan negara memberikan BLBI pada bank (tertentu) atas pajak yang mereka keluarkan seakan tak pernah muncul kepermukaan. Kasus Bank Century yang seakan tak kunjung terselesaikan, padahal merugikan negara sedemikian besar. Persoalannya tenggelam

hanya oleh kenaikan kacang kedelai yang harganya tak seberapa. Pengalihan isu selalu terjadi untuk menggeser fokus ikan besar kepada ikan kecil. Ketidakstabilan ekonomi global selalu menjadi alasan terjadinya inflasi. Negeri yang kaya ini justeru menyimpan rakyat miskin yang jauh dari kesejahteraan normal. Kondisi ini semakin meningkat tajam setiap tahunnya. Budaya leluhur yang kaya nilai seakan luntur oleh budaya modern yang miskin makna. Kepedulian untuk menyelamatkan budaya leluhur menjadi semakin menipis dan kurang mendapat perhatian. Dunia pendidikan seakan belum “terpanggil” atau mungkin belum mendapatkan bentuk format budaya yang akan ditransformasikannya. Bagai dua sisi mata uang, kecerdasan akan berdampak pada kesejahteraan. Demikian pula sebaliknya, kesejahteraan akan berdampak pada kecerdasan. Keduanya saling berkaitan antara satu dengan yang lain. Gagalnya pendidikan akan berdampak pada rendahnya kesejahteraan. Demikian pula, rendahnya kes-

ejahteraan akan berdampak pada rendahnya kualitas pendidikan. Berkaca pada kondisi saat ini, terlihat jelas bahwa 68 tahun serasa belum cukup bagi mencerdaskan dan menyejahterakan rakyat. Berapa lama lagi waktu yang diperlukan bagi negeri ini untuk bisa mengangkat kepalanya menatap pada wajah para pejuang bangsa yang telah mengamanahkan negeri ini untuk menuju pada cita-cita kemerdekaan yang sesungguhnya. Masihkah kita bangga dengan kebanggaan teoritis yang hanya dibalut asesoris semu, padahal sesungguhnya justeru kita menjadi generasi yang tak bisa dibanggakan oleh generasi yang akan datang. Bila kebanggaan semu yang menjadi target diri, maka kita sesungguhnya telah menambah utang pada generasi yang akan datang atas kecerdasan dan kesejahteraan mereka yang tertawan dan dirampok oleh generasi saat ini. Untuk itu, sudah saatnya pemimpin dan seluruh rakyat di negeri ini menyadari akan utang mereka pada pejuang bangsa tempo dulu untuk mencerdaskan dan menyejahterakan rakyat negeri ini.(**)

e-mail: radarbangka@yahoo.com


Halaman 15 Rabu, 25 September 2013

Astaga, Oknum Anggota DPRD Gelar Pesta Narkoba

Polres Pangkalpinang akan Terus Razia Cafe PANGKALPINANG - Setelah sempat menginap di Polres Pangkalpinang, sebanyak 10 orang wanita yang menjadi korban trafficking di lokalisasi Parit 6 dan Pasir Padi diserahkan ke Dinas Sosial Kota Pangkalpinang guna penanganan lebih lanjut. “Biasanya nanti akan dipulangkan ke daerah asal atau ke keluarga,” jelas Kabag Ops Polres Pangkalpinang Kompol AB. Arifin, S.Ik, saat ditemui di ruang kerjanya kemarin (24/9). “Untuk ketiga tersangka masih mendekam di sel tahanan Mapolres Pangkalpinang dan berkas ketiga tersangka akan kita serahkan ke Pengadilan Negeri guna proses hukum lebih lanjut. Namun masih ada data lagi yang harus kita lengkapi untuk proses pemberkasan,” lanjutnya. Untuk menjaring germo-germo nakal lainnya, kata Kabag Ops kedepannya Polres Pangkalpinang akan terus melakukan razia terhadap cafe-cafe di wilayah Pangkalpinang,” tutup Kabag Ops.(cr50)

PNS Pinjam Kamar Tukang Pijat untuk Ngeseks COT GIREK - Seorang oknum PNS bersama tunangannya terpaksa menanggung aib. Mereka dibuat malu setelah digerebek massa lalu diarak keliling gampong di Alue Leuhop, Cot Girek, Aceh Utara kemarin siang sekira pukul 15.30 WIB. Pasalnya, kedua pelaku dituding berbuat mesum di rumah tukang pijat, dengan dalih kusuk badan bersama. Pelaku yakni salah satu pekerja kantor Camat di Aceh Utara, berinisial MD (38). Dia tak berkutik ketika disergap warga bersama pasangannya, FZ (19). Saat ditangkap penduduk, mereka berdalih sedang kusuk badan. Tapi keterangan tak bisa percaya hingga dimandikan dan diarak keliling desa setempat. Bukti yang menguatkan adalah saat dipergoki massa, MD dan FZ sedang berduan di dalam kamar. Tetapi malah menyangkal tuduhan ngeseks. “Keduanya bukan orang kampung kami, yang perempuan warga daerah Langkahan, sedangkan yang pria seorang PNS bekerja di kantor Camat. Setelah ditangkap dan diarak keliling kampung, maka keduanya dijemput oleh polisi,” kata Tala salah seorang warga sekitar. Sementara Kapolsek Cot Girek, Iptu Teguh Yano Budi membenarkan telah mengamankan pasangan tersebut. Pihaknya mengamankan bertujuan untuk tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Pada saat itu, kami hanya mengamankan saja. Namun setelah situasi memanas berkurang maka mereka kita kembalikan kepada aparat desa lagi, untuk diselesaikan di desa saja. Karena itu bukan hak kita mengambil keputusan,” kata Kapolsek. Berdasarkan informasi dari sumber lain, setelah disepakati perdamaian maka pasangan tersebut harus membayar Rp 7 juta untuk peusijuek gampong. Dan, keduanya juga dinikahkan. Karena, berdasarkan informasi diterima, keduanya telah bertunangan. (zub)

Kapolres Pangkalpinang AKBP Nur Romdhoni, S.Ik, MH berada diantara tamu yang sengaja diundang untuk pembacaan Surat yasin dan do’a selamat di ruang kerjanya, kemarin (24/9) malam. Foto : IST

Nur Romdhoni Ingin Lebih Kenal Pangkalpinang

PANGKALPINANG - Memasuki hari ke-5 masa kerjanya, banyak hal yang dialami Kapolres Pangkalpinang, AKBP Nur Romdhoni, S.Ik, MH yang secara resmi menggantikan AKBP Bariza Sulfi sejak 23 September lalu. Banyak sisi menarik dari seorang Nur Romdhoni saat diwawancara Radar Bangka di ruang kerjanya, kemarin (24/9). Sederet prestasi mengangumkan pernah diterima oleh pria asli Surabaya ini. “Sebelumnya, dalam 6 bulan saya pernah pindah jabatan sebanyak 3 kali. Jabatan sebagai Kasatintelkam Polrestabes Polda Jatim pun cuma saya pegang selama 3 bulan. Terus langsung dipindahkan ke sini (pangkalpinang, red),” paparnya. Disinggung kesan pertama beliau saat menginjakkan kaki di ibukota Babel, Romdhoni mengungkapkan cuaca yang dirasakan kurang bersahabat. Meski demikian Ia memuji citarasa masakan khas Pulau Bangka, lempah kuning. “Panas cuacanya kayak diung-

kep (dipanggang, red). Tapi kalau lempah kuningnya menggoyang lidah. Enak lho dan saya baru pertama kali makan lempah kuning,” tambahnya. Selain itu, Romdhoni juga merasa selama 5 hari berada di Pangkalpinang, ukuran celananya menjadi sedikit longgar. “Kalau kemarin pas menjabat Kasatintelkam kan ritme kerja saya tidak teratur, sehingga konsekuensinya pola makan saya juga sembarangan dan tidak teratur. Walhasil, perut juga membuncit. Tapi 5 hari saya disini (Pangkalpinang, red), celana saya jadi melorot. Berarti program diet saya berhasil. Karena menurunkan berat badan termasuk dalam to do list saya begitu menjabat Kapolres Pangkalpinang,” selorohnya. Untuk menunjang kinerjanya selama memimpin Polres Pangkalpinang, Nur menggelar acara yasinan dengan mengundang anak yatim, di ruang kerjanya kemarin usai solat Magrib. “Biar sukses du-

nia akhirat dan untuk meresmikan saya duduk di kursi kerja di ruangan ini. Karena kalau belum didoakan saya belum mau menduduki kursi di ruangan kerja saya ini,” ujar Nur yang masih duduk di kursi penerima tamu di ruang kerjanya saat wawancara berlangsung. Ditanyai kebijakan pertama yang ingin ditempuh Nur selama menjabat sebagai Kapolres Pangkalpinang, Ia belum bisa berkomentar banyak. Karena Ia akan mempelajari terlebih dahulu karakter wilayah Pangkalpinang. Selain itu, Ia juga akan mengevaluasi seluruh SDM di internal Polres Pangkalpinang, siapa saja anggota yang ahli di bidang tertentu. “Baru nantinya saya bisa membuat list program-program apa saja yang perlu diambil. Harapan saya cuma 2, yang pertama saya bisa bekerja dan sama-sama bekerja. Yang kedua, kepada segenap anggota Polres Pangkalpinang mari tegakkan 4 pilar pendukung tugas Polri,” pungkasnya. (cr50)

Hut Polantas Dimeriahkan Goyang Caesar

Dirlantas Polda Babel Kombespol Ai Afriandi, SH, S.Ik saat memimpin aksi Goyang Caesar pada acara Syukuran HUT Polantas di Gedung Tri Foto : IST Brata Polda Babel, kemarin (24/9).

PANGKALPINANG - Memperingati hari jadi lalu lintas yang ke-58, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Babel menyelenggarakan Syukuran HUT Polantas dengan tema ‘Meningkatkan Pelayanan Prima Polantas dan Mengglorifikasikan

Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas Guna Tercipta Kamsetibcarlantas Mantap’. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Tri Brata Polda Babel, kemarin (24/9). Hadir pada acara tersebut Kapolda Babel Budi H. Untung, Wakapolda Babel, Irwasda Polda

Klik::..http:www.radarbangka.co.id

Babel dan sejumlah pejabat utama polda lainnya. Dirlantas Polda Babel Kombespol Ai Afriandi, SH, S.Ik dalam kesempatan tersebut memberikan sambutan dan ucapan terima kasih kepada para undangan beserta seluruh pemangku kepentingan, yang telah memberikan sumbangsih dalam upaya menciptakan Pelayanan Prima terpadu serta menghimbau kepada masyarakat untuk menjadi Pelopor keselamatan berlalu lintas dan budayakan keselamatan sebagai kebutuhan. Sehingga masyarakat Babel dapat terlayani lebih baik ke depannya. Pada kesempatan tersebut, Kapolda juga menyampaikan dan mengajak seluruh Stake Holder untuk menumbuhkan kebersamaan, bersinergi dan menciptakan Pelayanan Prima kawasan Lalu Lintas Babel. Kapolda juga turut menyampaikan terimakasih dan selamat ulang tahun kepada Ditlantas Polda Babel karena telah memberikan banyak perubahan kepada lalulintas di wilayah Babel.

Dalam perhelatan tersebut juga diadakan penyematan pin pelopor keselamatan keselamatan berlalulintas kepada 3 orang warga yang telah membantu tugas Polda Babel yakni Bapak Yusron dari desa Air Itam, Bapak Robasan bin Imron dari desa Kelapa, dan Bapak Idrus bin Hasan dari desa Kenanga. Selain penyematan pin, kepada 3 warga ini juga diserahkan cinderamata oleh Dirlantas Polda Babel. Puncak acara diisi dengan pemotongan tumpeng yang diserahkan Kapolda Babel kepada Dirlantas Polda Babel. Penampilan kabaret dari SMAN 1 Pangkalpinang dengan membawakan kabaret bertema “Polisi 58” dan penampilan dari band percussion asal Bandung The Athena semakin membuat meriah acara. Acara diakhiri dengan penampilan Goyang Caesar seluruh jajaran Ditlantas Polda Babel dipimpin Dirlantas Polda Babel. Para tamu undangan sempat memberikan standing applaus untuk perform Kombespol Ai dan sempat mengulang goyang Caesar sebanyak 3 kali. (cr50)

TENGGARONG - Nasib seorang oknum anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) berinisial AD, kini layaknya telur di ujung tanduk. Pasalnya Jumat (20/9) malam, AD bersama rekannya sebut saja MY, ditangkap petugas Satuan Reserse Narkoba (Sat Reskoba) Polres Kukar, seusai pesta sabu di sebuah rumah di Jl Teratai, Tenggarong. Dari situ polisi menyita 2 bungkus plastik kecil berisi sabu, seluruhnya mencapai berat 0,5 Gram (Gr). “Dalam kesehariannya di DPRD Kukar, AD merupakan ketua komisi. Sedangkan MY dikenal sebagai rekan dekat AD. Kini keduanya resmi ditahan selaku tersangka. Kami dalam hal ini memang tak langsung membeber soal penangkapan AD bersama MY, karena masih mengembangkan penyelidikan mengenai keterlibatan pelaku lainnya maupun asal-usul sabu terkait,” jelas Kapolres Kukar, AKBP Abdul Karim didampingi Kepala Satuan (Kasat) Reskoba AKP Suwarno kepada wartawan, kemarin. Terungkapnya ulah AD dan MY sebagai pengguna sabu, setelah petugas Sat Reskoba Polres Kukar melakukan penyelidikan. Mengingat belakangan ini kuat dugaan AD yang duduk di DPRD Kukar, kerap menggelar pesta sabu di rumah kontrakannya di Jl Teratai, Tenggarong. “Begitu petugas mengetahui AD dan MY menggelar pesta sabu di rumah kontrakannya, secepatnya langsung bergerak. Ternyata benar, saat kediamannya digerebek anggota kami, AD dan MY baru selesai nyabu. Itu diketahui dari ditemukannya sejumlah alat bukti, seperti perangkat bong yang masih ada sisa-sisa sabunya,” tambah Suwarno. Apalagi ketika ditangkap petugas, AD maupun MY sedang ‘fly” alias di bawah pengaruh sabu yang baru selesai dinikmati keduanya. Kondisi itu termasuk membuat polisi kesulitan mengembangkan penyelidikan di lapangan. Bahkan AD sempat didapati sakau, sehingga tak bisa diambil keterangannya oleh polisi. “Kami harus menunggu sampai kondisi AD maupun MY sudah pulih kesadarannya. Saat pemeriksaan di rumah AD, pertama ditemukan 1 bungkus plastik kecil berisi sabu disimpan di laci meja kerja tersangka (AD, Red). Masih saat ditangkap, petugas kembali menemukan 1 bungkus plastik sabu berada di bawah kasur pada kamar tidur AD. Semua barang terlarang itu diaku sebagai milik AD,” urai Suwarno. Setelah cukup lama menunggu kesadarannya pulih, maka Minggu (22/9) siang, barulah AD maupun MY menjalani pemeriksaan oleh penyidik. Diketahui sabu diperoleh AD dari seorang kenalannya berinisial MD, yang juga tinggal di Tenggarong. Makanya kini polisi terus berusaha mengungkap jaringan pengedar sabu yang sudah merambah ke jajaran legislatif Kukar. “Sesuai pasal dijeratkan yakni Pasal 112 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Itu ancamannya pidana penjara paling sebentar 4 tahun dan terlama 12 tahun,” katanya. Sementara sampai kemarin, AD yang sudah mulai menjalani pemeriksaan penyidik Sat Reskoba, telah dikunjungi kerabatnya. Seperti sang istri WI sampai pejabat di jajaran Sekretariat DPRD Kukar. Namun kerabat AD enggan memberikan komentar kepada wartawan, terkait penangkapan tersebut. (idn/upi/agi)

Minta Dibelikan Sepeda, Bocah 11 Tahun Gantung Diri KOTA - Ramona Ratulio (11) murid salah satu Sekolah Dasar (SD) warga Jalan Kaharuddin Nasution Kelurahan Simpang Tiga Kecamatan Bukitraya ditemukan tewas tergantung di rumahnya pada Senin (23/9). Belum diketahui secara pasti kenapa korban nekat mengakhiri hidupnya. Namun diduga karena keinginannya untuk memiliki sepeda tak kunjung terpenuhi. Almarhum yang masih duduk dikelas 3 SD pertama kali ditemukan sang adik Vinky Sibililla (9) ketika pulang sekolah. Saat membuka pintu rumah, Vinky menemukan sang kakak tergantung dengan seutas tali plastik dan kursi yang terjatuh di sekitarnya. “Kakak tadi tergantung, pas dipanggil-panggil diam aja,” tutur sang adik dengan polosnya. Karena ketakutan, Vinky meminta bantuan kepada pekerja tukang di sekitaran Wisma Tirta. Mendengar teriakan adik korban, warga sekitar langsung memberikan bantuan. Tetapi karena di rumah dalam keadaan kosong, warga sekitar beserta RT langsung menghubungi Sumiati (43) ibu korban. Mendapatkan kabar dari tetangganya, Sumiati segera pulang kerumah dan melihat sang anak tergantung Sumiati pun jatuh pingsan. Korban sempat dibawa ke Rumah Sakit terdekat, namun naas nyawanya tidak dapat tertolong

lagi. Kepada Riau Pos Sumiati menceritakan bahwa beberapa hari yang lalu anaknya pernah meminta dibelikan sepeda dan dirinya berusaha membelikan sepeda bekas. Tetapi ketika dibelikan ternyata sepeda tersebut terlalu besar dan almarhum meminta untuk diganti. “Beberapa hari yang lalu dia marah-marah sama saya bahwa ingin meminta sepeda yang baru. Tadi malam dia meminta lagi, dan pagi ini saya baru tahu kalau begini akhirnya” Jelas Sumiati dengan tangisnya. Dijelaskan Sumiati bahwa anaknya menggantung diri dengan seutas tali plastik yang dijadikan ayunan bagi anak kakaknya. Ketika Sumiati hendak pergi bekerja, korban belum bangun tidur. “Saya pergi kerja pukul 07.00 WIB anak saya belum bangun dan tadi saya tidak sempat bercerita kepada dia bahwa sepeda yang dimintanya akan saya tukar hari ini. Tetapi kejutan yang akan saya berikan kepada anak saya hanya tinggal kenangan,” ungkap janda beranak empat ini. Kanit Reskrim Polsek Bukitraya, AKP Dedy Suryadi membenarkan peristiwa itu. “Korban dibawa ke rumah sakit. Dari keterangan dokter tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Tim identifikasi juga telah melakukan olah TKP, diduga sementara korban murni bunuh diri,” jelas Kanit. (5/fuz/jpnn)

e-mail: radarbangka@yahoo.com


Update Terakhir, 25 September 2013

11,325.00

www.rmol.co

11,625.00

9,050.20

9,200.20

18,050.85

18,598.85

15,114.55

Halaman 16 Rabu 25 September 2013

15,549.55

Temukan Kristal Cantik di Rizky Jaya Keramik PANGKALPINANG - Ingin menghiasi rumah dengan perabotan mewah? Risky Jaya Keramik di Jalan Prajurit KKO Harun PangkalbalamKetapang dapat Anda datangi untuk menghiasi kelengkapan rumah Anda dengan beragam keramik kristal yang mewah dan elegan. Beragam merek dan model keramik cantik dapat Anda temui dengan harga yang ekonomis. “Kami menyediakan keramik kristal cantik nan mewah untuk mereka yang ingin menghiasi kelengkapan rumahnya, ada keramik Vicenza, Soga, Piory, Bistro dan keramik lain yang tak kalah cantiknya dengan keramik kristal lainnya,” ungkap Rizky, Pemilik Rizky

Jaya Keramik, Selasa (24/09) kemarin. Dengan harga yang ekonomis, keramik kristal ini ditawarkan dari harga Rp 245 ribu per set (prasmanan vicenza). “Untuk sejenis toples soga itu berkisar 500 ribu per set (berisi 4 toples) dengan ukuran yang beragam. Selain itu kami juga menyediakan karpet-karpet cantik dari harga Rp 380 ribuan tergantung jenis ukuran dan bahannya,” terang Rizky. Tak hanya itu, Rizky Jaya juga menyediakan beragam karpet,

Cicipi menu terbaru Ga’z Papa Cafe & Resto

Ada Nasi Tumpeng & Paket Ulang Tahun foto elza

Salah satu model kristal yang bisa Anda dapatkan di Rizky Jaya Keramik.

tikar dan bunga hias cantik untuk menghiasi rumah Anda. “Bantal, bunga, tikar dan karpet-karpet ini kita ambil langsung dari Jakarta. Model dan motifnya selalu terbaru karena dalam 1 minggu barang kita masuk 2-3 kali agar kita tidak ketinggalan model untuk motif-motif terbaru,” ujarnya. Dengan banyaknya produk terbaru yang selalu Ia datangkan, Rizky berharap usahanya ini terus berkembang dan terus dikenal masyarakat. “Kita selalu mengutamakan produk terbaru agar konsumen dan pelanggan kita selalu memilih kita dalam melengkapi perabotan rumah tangganya. Kita juga berharap toko ini terus berkembang agar dapat membuka cabang di daerah laing,” pungkasnya. (eza)

Saya berumur 60 tahun dan sering mengalami ejakulasi dini, sehingga sering mengalami masalah dalam hubungan seksual. Karena istri saya berumur jauh lebih muda, biasanya saya hanya mampu bertahan kurang dari 10 menit, Sehingga seing kali mengecewakan istri saya. Namun setelah saya mengkonsumsi rutin MADUCENG sampai 2 botol mulai ada perubahan. Saya jadi mampu bertahan lebih lama setiap berhubungan dengan istri saya. Terima kasih MADUCENG.... (bpk iwan / gatsu-bandung 0877 347 xxx) Prinsip awal hanya sekedar mencoba, namun setelah 1 minggu mencoba mulai tampal hasilnya. Ini saya anggap ;uar biasa, ketika saya praktekkan bersama istri saya ternyata dia menjadi terheran-heran karena Merasakan ada perubahan dalam “permainan” saya dan ternyata dia sangat menyukainya. Sekarang gantian istri saya Yang minta dilayani. Ternyata “ukuran” bukanlah satusatunya alasan, tapi perlu juga “ketahanan”. Kini moment Bersama istri menjadi hal yang selalu saya tunggu-tunggu............... (bpk sugeng / bandung 0858 6114 xxx)

DICARI

Aneka menu terbaru doi Ba’z Papa yang harus Anda coba. foto elza

PANGKALPINANG - Ga’z Papa Cafe di Jl. Ahmad Yani Dalam (depan pasar pagi) Pangkalpinang kembali menawarkan suasana baru dan aneka menu terbarunya untuk Anda yang ingin bersantap ria bersama pasangan, rekan, keluarga maupun relasi Anda. Mengusung konsep tradisional food, Gazebo Pasar Pagi (Ga’z Papa) Cafe & Resto menawarkan paket ulang tahun, paket nasi tumpeng dan aneka menu terbaru Ga’z Papa Cafe & Resto. Manager Operational Ga’z Papa Cafe & Resto, Mr. Wenkwenk mengatakan, Ga’z Papa Cafe menawarkan aneka menu terbaru serta paket ulang tahun dan paket nasi tumpeng untuk Anda yang ingin merayakan hari spesial. “Untuk memberikan suasana baru sekaligus melengkapi sajian menu kita, kali ini Ga’z Papa cafe menghadirkan aneka menu terbaru serta paket ulang tahun dan paket nasi tumpeng yang ditawarkan dengan harga terjangkau agar semua kalangan dapat menikmati aneka

menu dan paket spesial kita,” ungkapnya Selasa (24/09) kemarin. Wenkwenk menjelaskan, aneka menu terbaru yang disajikan Ga’z Papa Cafe & Resto yakni gulai kepala tenggiri, tongseng sapi, soup oriental, ayam gurih, jebung bakar, iga asam pedas, bayam krispi dan buntut asam pedas dengan harga mulai dari Rp 5 ribu. “Untuk harga kita sangat terjangkau mulai dari Rp 5 ribu (untuk bayam crispy), soup oriental hanya Rp 10 ribu, tongseng sapi/ayam, gulai kepala tenggiri hanya Rp 25 ribu, jebung bakar Rp 15 ribu per ons dan iga/buntut asam pedas hanya Rp 33 ribu per porsi. Dalam satu porsi juga dapat dinikmati oleh 3 orang sekaligus,” terang Wenkwenk. Untuk paket ulang tahun Ga’z Papa Cafe & Resto hanya seharga Rp 18 ribu (paket 1) dan Rp 25 ribu (paket 2) dengan aneka pilihan nasi, ada nasi putih, kuning, nasi uduk dan nasi hijau. “Paket 1 lengkap dengan mie/bihun goreng, ayam gorng/bakar, lalap sambel + air mineral. Paket 2 lengkap dengan mie/bihun goreng, ayam goreng/bakar, soup bakso/daging/ayam, cumi/udang goreng, lalap sambal + air mineral,” ujarnya. Khusus paket nasi tumpeng juga Anda dapat pilih sendiri, ada nasi kuning, nasi ijo, nasi hitam dan nasi pelangi dengan harga Rp 25 ribu (nasi tumpeng 1) dan Rp 350 ribu (nasi tumpeng 2). “Nasi tumpeng 1 ada ayam potong, telor sambal, oseng tempe, ikan teri, mie/bihun goreng dan karedok/pecel. Nasi tumpeng 2 ada ayam utuh, telor sambel, oseng tempe, ikan teri, karedok/pecel dan sapi lada hitam/ayam pilet,” ujarnya. Dengan adanya aneka menu terbaru ini Wenk-wenk berharap Ga’z Papa cafe & resto semakin dicintai konsumen dan pelanggan karena aneka menu ini dibuat dengan resep tradisional food. “Kita juga berharap Ga’z Papa Cafe & Resto dapat menjadi kebanggaan masyarakat untuk tetap menjadi pilihan cafe terbaik untuk santap makannya,” tutup Wenkwenk. (eza)

Kaos Seragam Olahraga Sekolah & Kantor Kaos Seragam Perusahaan Kaos Komunitas Laos Partai Seragam bengkel, dll

Alamat : Plaben Batu Rusa

BERMINAT HUBUNGI :

ADAM : 0852 791 999 - 0819 9545 9009 - 082371170999

Klik::..http:www.radarbangka.co.id

e-mail: radarbangka@yahoo.com

Full page  

EDISI RABU

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you