Page 1

CMYK

CMYK

JUMAT PAHING, 20 NOVEMBER 2009 / 3 DZULHIJAH 1430 H

Dirikan Organisasi Golongan Lanjut Umur PASCA pensiun dari jabatannya sebagai Kepala Prodi Keperawatan Politeknis Kesehatan (Poltekes) Dekes Bandung, Drs H Turmin BSc lebih memilih menghabiskan masa pensuinnya dengan para lanjut usia (lansia). Alumnus SM Negeri Indramayu tahun 1958 telah mendirikan sebuah organisasi dengan nama Golongan Lanjut Umur (Glamoer) yang beranggotakan para lansia di Kabupaten Indramayu. Organisasi Glamoer yang dipimpinnya ini mendapat dukungan yang luar biasa dari teman dekatnya, yaitu mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Drs H Suherman yang saat ini mendudkui jabatan sebagai Direktur Apotek Dharma Ayu. Ratusan anggota lansia yang sudah masuk menjadi anggota Glamoer. Mereka kebanyakan dari para pensiunan PNS dan pegawai swasta di lingkungan Pemkab Indramayu. Karena merasa dituakan, teman-teman lamsia akhirnya sepakat menunjuknya sebagai ketua Glamoer. Dibentuknya organisasi lansia, menurut Turmin, tidak lain untuk memberdayakan potensi yang berada pada diri lansia, sehingga mereka kesehriannya ada kesibukan. Di samping mengisi kesibukan, organisasi Glamoer sebagai wahana silaturahmi antar lansia yang berada di Kota Mangga. ”Alhamdulilah, lansia yang masuk dalam Glamoer itu hampir ratusan orang dan tersebar di seluruh pelosok desa di Indramayu,” tutur Turmin. Turmin mengaskan, organisasi yang dipimpinnya juga tidak sekedar mengumpulkan lansia, namun mereka bisa melakukan kegiatan sosial kemasyarakatan, keagamaan hingga membiasakan diri utuk berolahraga bareng.”Setiap anggota lansia kita wajibkan untuk jalan santai bareng bersama dengan anggota Glamoer lainnya. Sehingga dengan jalan santai dan olahraga bareng, tubuh kita menjadi sehat dan terbebas dari panyakit yang bakal menyerang para lansia. Pendirian organisasi Glamoer, menurut Turmin, mendapat resposn dari semua pihak dan termasuk dari Pemkab Indramayu yang mau memberikan fasilitas guna menunjang kegiatan para lansia. Untuk kegiatan yang sekarang dilakukan, lanjut dia, kegiatan pos pembinaan terpadu (Pos Bindu) bekerjasama dengan Puskesmas Sindang dan didalamnya beranggotakan para lansia. Di dalam Pos Bindu, para anggota lansia memberikan pelatihan kepada manula tentang bagaimana menciptakan lingkungan yang bersih hingga menciptakan prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) setiap harinnya. Jadi, kegiatan mereka lebih diarahkan kepada kreativitas dalam kehidupan seharinya. Bahkan, yang paling dominan kita berikan pendalaman ilmu ke agaman untuk persiapan ketika meninggal dunia ini.”Saya berharap dengan organisasi Glamoer mampu memberikan pencerahaan kepada lansia. Sehingga diharapkan tak dihantui rasa stress setiap harinya. Masa tua bisanya orang itu dihantui rasa ketakutan akan meninggal dunia, padahal setiap orang pasti akan meninggalkan alam yang selama ini kita agung-agungkan. Di samping keseibukannya sebagai ketua Organisasi Glamoer, dirinya masih aktif menjadi seorang dosen di STIKes Indramayu. Pihaknya tidak bisa meninggalkan dunia pendidikan, karena dunia pendidikan adalah dunia yang selama ini digelutinnya,”tutur mantan Ketua Yayasan Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jabar yang memilki moto dalam hidupnya adalah berkarya amal dunia akhirat. Selain berkarya dalam amal dunia akhirat, dirinya juga memiliki moto dalam pendidikan adalah Tenang, yaitu tertib, efektif, efesien, naikan prestasi, amankan dan amalakna semua ketentuan, nasib semua komponen harus diperhatikan, gunakan potensi yang ada secara profesional. (Adun Sastra)

foto: adun sastra

BERSAMA KELUARGA. Drs H Turmin BSc bersama keluarga mengisi hari-hari dengan kegiatan positif. Seperti mendirikan organisasi Golongan Lanjut Umur (Glamoer) di Kabupaten Indramayu.

CMYK

L I F E

B E G I N S

A T

5 0

Radar Cirebon Group

HALAMAN 12

BIODATA Nama

: Drs H Turmin BSc

TTL

: Kandanghaur, 6 Juni 1940

Alamat 130/E Indramayu

: Jl Letnan Wargana No.

Istri

: Hj Susri

Pendidikan : - SR VI Kandanghaur (1955) - SMP Negeri Indramayu (1958) - Sekolah Pengatur Perawat (SPR) (1962) - Akademi Perawatan (Akper) (1975) - Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara (1962) - IKIP Badung-Akta IV (1984) Anak : - Hj Junija Ekasari SE - H Fatchurrochman SH Not - Hj Janti Januarti ST

foto: adun sastra

DUKUNGAN ISTRI. Drs H Turmin BSc mendapat dukungan dari istrinya Hj Susri untuk memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Indramayu.

Terkenang Masa Jadi Perawat Kini Miliki Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan SETELAH berkiprah puluhan tahun di bidang pendidikan kesehatan, Drs H Turmin BSc mengaku enggan untuk meninggalkan dunia pendidikan kesehatan. Pria kelahiran 6 Juni 1940 masih terlihat enerjik dan memilki semangat yang tinggi dalam memajukan dunia pendidikan kesehatan di Indramayu. Berangkat dari pengalaman memimpin lembaga pendidikan, suami dari Hj Susri saat ini memiliki sebuah lembaga pendidikian dengan nama Sekolah Tinggi Kesehatan (STIKes) dan SMK Farmasi. Seabreg jabatan di bidang pendidikan kesehatan pernah diduduki Turmin. Mulai Direktur Akademi Kebidanan Departemen Bandung hingga terakhir pada tahun 2000-2005 sebagai Lektor Kepala Program Keperawatan Ploliteknis Kesehatan (Polteks) Departemen Kesehatan Bandung. Ayah tiga anak ini dikenal di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Indramayu sebagai babak pendidikan kesehatan. Pasalnya, ketua Yayasan Indra Husada ini sudah banyak mencetak tenaga kesehatan yang sekarang sudah menduduki jabatan di instansi pemerintah maupun swasta. Keberhasilan dalam mena-

ngani bidang pendidikan kesehatan, baiki tingkat Kabupaten Indramayu maupun Jabar itu tidak dengan mudah seperti orang membalikan telapak tangan. Turmin mulai menitir karirnya pada tahun 1962 diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Mantan Kepala Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) Indramayu ini mulai bekerja di tenaga perawat di lingkungan RS Fatwati Jakarta. Bahkan, yang paling menyedihkan pada tahun 1964-1965, ia harus dipindah menjadi tenaga perawat di Depkes di Kamar Bedah Rumah Sakit Samarinda Kalimantan Timur. Sehingga untuk menduduki posisi di lingkungan Depkes itu dilaluinya dengan pengorbanan yang luar biasa. Berangkat dari pengalaman di bidang pendidikan kesehatan, pada tahun 2002 mendirikan STIKes Indramayu dan SMK Farmasi di bawah Yayasan Indra Husada Indramayu. Menurut Turmin, mendekati masa pensiun pada tahun 2005, dirinya banyak yang mengajak untuk membangun lembaga pendidikan di bidang kesehatan. ”Ketika itu, saya berpikir

memang benar apa lah artinya sukses di daerah orang, sementara di kampung halaman sendiri tidak mampu berkiprah untuk masyarakat Indramayu sendiri,” tutur Turmin, kepada Radar, kemarin saat persiapan berangkat untuk menunaikan ibadah haji ke empat kalinya. Turmin menceritakan, sebelum menduduki jabatan strategis di lingkungan pendidiikan kesehatan, ia juga sudah lama menjadi guru pengajar di sekolah keperawatan. Keinginan untuk menjadi tenaga pendidi kesehatan, ia sejak duduk di bangku sekolah rakyat (SR) sudah ada dan sekarang cita-cita itu tercapai dan sekarang bisa membangun lembaga pendidikan sendiri, meski masih jauh yang diharapkan masyarakat. Ditambahkannya, tidak terbayangkan dalam pikirannya pasca pensiun ini membangun STIKes Indramayu, namun dengan dukungan keluarga dan temanteman akhirnya tiga tahun sebelum masa pensiun ia sudah membangun lembaga pendidikan yang sudah melululuskan ratusan mahasiswa yang ahli di bidang kesehatan. (adun sastra)

Drs H Turmin BSc


hal-12  

CMYK CMYK JUMAT PAHING, 20 NOVEMBER 2009 / 3 DZULHIJAH 1430 H Pendidikan : - SR VI Kandanghaur (1955) - SMP Negeri Indramayu (1958) - Sekola...

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you