Issuu on Google+

“ menata kampung “

April 22, 2013


Kampung: •Kenapa, tantangan & peluang Penataan: •Perlu? Peran kita? •Alternatif2  skenario Komunikasi dengan warga


“kampung” kampung kota  desa • • • •

“pulang” tak teratur rumah, -- perumahan tak terencana ~ spontan permukiman spontan (spontaneous settlement)


Pemilikan • • • •

atau legalitas, “hak-hak”

Lahan (tanah) ? Bangunan ? Jalan & saluran, lapangan ? Fasilitas umum ?


Tataruang • Tumbuh inkremental – longgar  padat – pola perdesaan  perkotaan • prasarana berkembang berangsur: jalan, saluran  sampai masuk proyek Pemda • pembagian lahan keluarga, oleh tokoh atau preman lokal: waris, wakaf, sewa/kontrak dst • membelakangi sungai • .....

• Multi-guna / mixed landuse • Berbagai tingkat pendapatan / mixed incomes dan status pemilikan / “tenure”: milik / sewa / kontrak


Swadaya tanpa layanan publik, pendampingan, perhatian.

ďƒ  kualitas lingkungan: ventilasi, cahaya, sanitasi, inefisiensi ruang, risiko (kebakaran, keamanan, kesehatan ‌)


. . .tapi tetap bertahan, mengapa?


mengapa cocok di kampung? • kriteria tempat bermukim:  tempat kerja  pasar  juragan  keluarga  sekolah  fasilitas – umum ...


Lokasi, lokasi, lokasi Akses ke 

Lahan

 Dana  Pelayanan  Teknologi

ruang

? ?


Akses ke lahan


Akses ke lahan

Apakah kota hanya buat kelompok ini?


PORTION DELIVERY METHOD Perumahan komersial

ACTOR AND MOTIVE

Real estate/developer through formal market, for profit

Public Housing / PERUMNAS & BUMN/BUMD untuk perumahan melaksanakan program dan mencapai umum sasaran pemerintah Perumahan swadaya

Masyarakat, atas dasar kebutuhan, dengan prakarsa dan upaya sendiri: (a) perorangan / keluarga; (b) kelompok / community self-help housing

of total delivery (estimate)

Income level

< 16% 12%, no low income Âą4% Less than 5% > 80% Mostly low income


Lots of security and architecture â&#x20AC;Ś where is the community?


ruang keluarga & ruang . tamu bersama ruang bermain


open

open

open


- pada jam tertentu â&#x20AC;Ś. ramai - mengasuh anak org - warung setiap 50 m


Modal sosial Kuat, • di mana terdapat nilai-nilai universal yang dianut bersama • di lingkungan di mana terdapat yang ‘kepadatan yang tinggi’ dan bervariasi dari hubungan-hubungan antara berbagai pelaku….

senasib seRT perkutut

sesama pengrajin

dagang buah

langganan lotek

arisan

kegiatan2  jaringan2


Design lingkungan bersama warga â&#x20AC;˘ Contoh kasus: pemanfaatan kolong jalan tol oleh masyarakat.


Mercy Corps, Penjaringan 2010

Mempercayakan pemanfaatan kolong tol kepada warga: â&#x20AC;˘produktif, peluang pendapatan â&#x20AC;˘tersedia ruang luar serbaguna bagi kampung padat â&#x20AC;˘tanggungjawab mencegah pemanfaatan yang tak sesuai: rumah & jongko liar


MCK BUDP di Babakan Surabaya, Bandung

mengapa sepi ? lokasi tidak dirembug, tapi ditentukan oleh elit kelurahan (bukan keputusan bersama)


Cikutra & Babakan Surabaya, Bandung 1979


Akses ke lahan: KESENJANGAN Lahan: Middle- High Income = 90-2000m2 Low Income = 30-200m2

Ru-sun: Middle-High Income = 36-120m2 Low Income =18m2 + dapur & mandi bersama

35 jw/Ha

“daya tampung”: Bila luas HI diganti LI  menjadi 5x lipat


Peremajaan Kota gusur

partisipasi

Warga asal = cost factor

Warga asal = subyek, partisipan

Warga diberi informasi minimal

Warga diberdayakan: akses ke sumberdaya

Minimalisasi hak-hak warga ( =

Hak warga dilindungi, organized/mobilized

tekan biaya)

GANTIRUGI, dana â&#x20AC;&#x153;kerohimanâ&#x20AC;?

GANTI-UNTUNG atau bahkan dari STAKEHOLDER menjadi SHAREHOLDER


Pendampingan ď&#x192; 

akses ke informasi, dana, teknologi â&#x20AC;Ś.

pergeseran peran engineer

intermediary

konsultan

facilitator


Lingkup Pendampingan -

CO / community organization

+ sedikit dari:

 TEAM

-

UNSUR PENGIKAT: KOMITMEN, KEPEDULIAN

-

pertanahan planning, tataruang design, engineering bangunan & lingkungan keuangan bisnis mikro, perkoperasian manajemen konstruksi legal: badan hukum, kontrak2, perizinan bisa jadi: menyusun business plan, peternakan, industri kecil dst

AKUNTABILITAS THD KELOMPOK

SERTIFIKASI? •Teknis: masing2 asosiasi. • Komitmen: ? Sertifikasi LSM? Jaringan pendamping yang saling melapor dan belajar ?


Peran pendamping 1. fasilitator 2. mediator 3. motivator

• Meluaskan wawasan (tataruang) • Memberi metoda, teknik – – – – – –

Survey swadaya Membaca, membuat peta Rembug perencanaan Pertanahan Perizinan Dst

• Menghubungkan dengan Pemda, swasta


bila open space+pras= total sisa lantai dasar

B.3.5 lantai, cukup ruang terbuka:

40%

491

736 3.67 lantai(tkt)

16m

12m air rights

pot. X 14m

X

Jual / sewa ke developer?

m2

4 4 4 2 3 2 4 4 4

3 4 4 1

jumlah unit 4 lt 3 lt 16 16 16 8 3 12 8 3 16 16 16 0 6 0 6 12 16 3 16 3 4 3 0 total unit

Business plan oleh komunitas ?


MEKANISME 1. 2. 3. 4.

KOMPENSASI RELOKASI KONSOLIDASI PARTISIPASI (sumber: Nugroho Suksmanto)

2

bagaimana urutan idealnya? 4. risiko terkecil developer 3. . . 2. . . . 1. memberdayakan warga


Community Post-tsunami Settlement Mapping

02/09/14

Community Did It


Community Post-tsunami Settlement Mapping

02/09/14

Community Did It


A

A

A: the only building left standing


Ngobrol dengan warga untuk Sketsa, apakah terutama akan gali ‘kebutuhan’, ‘harapan’?

• Persepsi umum saat ini

• •

• Perbedaan persepsi antar-warga

Yang dikenal = perbaikan kampung / MHT; selain itu, penggusuran; mungkin ada yang sudah pernah dengar “kampung deret”nya pak Jokowi, tapi umumnya belum siap diajak membahas kampungsusun. Tidak mau ru-sun dalam bentuknya yg sekarang Sudah investasi besar di aset, kenapa mesti dibongkar?

Perlu lihat perbedaan antara • tokoh, staf kelurahan, perempuan, laki2, pemuda, orang-tua • warga pemilik / penyewa / numpang pada keluarga induk (“extended family”)


Ngobrol Ngobroldengan denganwarga warga bisa sambil membuat sketsa dan mengukur tanpa meteran?

• Wawancara perorangan

• •

satu-dua orang, yang punya waktu •

• Kelompok:

mungkin terjadi, akan

lebih efektif

• Rembug warga : X (lain kali)

• • •

Posisi kita: belajar dari warga. Informal; arah pembicaraan bebas sesuai minat / respon warga Seadanya peluang waktu & tempat: tanya kesibukan saat ini, Hindari suasana wawancara (~ interogasi) Idealnya, wawancara oleh 1-2 org Tunjukkan interes kita pd tema (‘ruang’ untuk kerja, main / belajar anak2 , sistem sirkulasi & akses, dst …? )

* Sambi mengamati kualitas lingkungan – cahaya, ventilasi, pembuangan, lalulintas, ruang terbuka, hijau, keamanan thd kebakaran  bisa menanyakan warga, apakah ada keinginan atau gagasan menyangkut kualitas tsb.


kampung masa depan kota