Page 1

desember 2012

.com


Published in December 2012 by Panduan Wisata Concept and Design : Tim Panduan Wisata Teks dan Foto : Senja Yustitia contact us for more informations:

CV. PANDUAN WISATA Jl. Palagan Tentara Pelajar Km. 7 No. 27 Yogyakarta phone : +62 274 7171 131 | email : info@panduanwisata.com http://yogyakarta.panduanwisata.com

DAFTAR ISI

0

DAFTAR ISI


a professional architect and builder

berpengalaman dalam disain & konstruksi Jl. Palagan Tentara Pelajar 27 Yogyakarta 55581 website : www.wimarchitect.com email : wim.arsitek@gmail.com (0274) 889-964, 081-126-7424

GIGASTEEL Rangka Atap Baja Ringan KELAS ATAS

PRE-FABRIKASI

KANTOR & FABRIKASI : JL. KALIURANG KM.11, YOGYAKARTA

A N SI O A N SI N A R A

G

GIGASTEEL SYSTEM

L

Pastikan Kualitas Investasi Rumah Anda di Jogja Dengan Menggunakan

0274-7000.600


Pesona Kediaman Raja di

KERATON NGAYOGYAKARTA HADININGRAT

Para abdi dalem dengan telatennya mengurus istana. Guide dengan sabar memandu wisatawan. Turis tak henti-hentinya mengangumi setiap detail arsitektur. Penari dengan kalem berlenggak-lenggok bak putri kerajaan. Itulah suasana Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Ada banyak hal yang bisa kita lihat saat mengunjungi keraton. Di bagian depan atau yang berhadapan dengan alun-alun lor, kita bisa melihat detail bangsal mangunturtangkil. Di bagian depan bangsal terdapat keterangan yang menjelaskan bahwa bangsal ini digunakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono saat menghadiri upacara gerebeg pasa, gerebeg besar maupun gerebeg maulud. Selain itu bangsal ini juga digunakan untuk penobatan putra mahkota atau seorang pangeran menjadi Sultan Yogyakarta. Penobatan terakhir yang dilaksanakan di bangsal ini adalah saat Kanjeng Gusti Pangeran Haryo dinobatkan menjadi Sri Sultan Hamengku Buwono X pada 7 Maret 1989. Untuk melihat dari dekat bangsal mangunturtangkil Anda harus membayar tiket masuk seharga Rp. 3.000.

Selanjutnya, kita akan menyusuri bagian dalam keraton melalui Jalan Rotowijayan. Di jalan ini berdiri sebuah Museum Kereta Keraton yang buka sejak pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Sebelum masuk ke area keraton bagian dalam yang disebut dengan kompleks Kamandhungan, kita harus membayar tiket masuk seharga Rp. 5.000 plus bea tambahan Rp. 1000 untuk setiap kamera yang dibawa pengunjung. Yang paling menarik dari kompleks Kamandhungan adalah kita bisa melihat kediaman Sri Sultan Hamengku Buwono X yang tak lain adalah Gubernur DIY saat ini, pertunjukkan seni tradisional dan Museum Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Kediaman Sri Sultan Hamengku Buwono X disebut dengan Gedhong Jene hanya bisa kita lihat dari kejauhan. Bangunan ini dihiasi dengan ornamen khas Jawa yang luhur. Selanjutnya, kita melangkah ke Museum Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang diresmikan pada tanggal 28 November 1992. Bangunan museum ini sangat indah. Atapnya dipenuhi dengan hiasan bernuansa emas dan warna merah. Koleksi Museum Sri Sultan Hamengku Buwono IX adalah seputar barang-barang pribadi mendiang Raja Yogyakarta ini seperti mainan, sarung tangan, foto sewaktu anak-anak, foto saat dewasa dan masa-masa pemerintahan. Tak ketinggalan juga foto Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Ratu Hemas beserta 5 putrinya. Bagi penyuka batik, Anda juga bisa mengunjungi ruang yang memamerkan aneka koleksi batik lengkap dengan keterangannya.

panduanwisata | 01


Secara umum, bangunan di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dibagi menjadi beberapa bagian yakni Siti Hinggil Ler, Kamandhungan Kidul Ler, Sri Manganti, Kedhaton, Kamagangan, Kamandhungan Kidul dan Siti Hinggil Kidul. Nah, daya tarik selanjutnya adalah pagelaran budaya tradisional yang rutin dihelat setiap hari. Pada hari Minggu misalnya, Anda bisa melihat tari klasik Jawa yang dipertunjukkan sejak pukul 11.00 WIB di bangsal Sri Manganti. Para penari dengan lemah gemulai bergantian membawakan tarian klasik ini seperti tari Golek Ayun-Ayun dan tari Beksan Srikandi. Selain melihat semua pesona budaya Jawa di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Anda juga bisa melihat aktivitas para guide, abdi dalem dan pengunjung dari berbagai negara, termasuk juga wisatawan domestik. Keraton khususnya di hari Minggu banyak dimanfaatkan para pelajar dari berbagai kota di Indonesia untuk mempraktekkan kemampuan berbincang dalam bahasa Inggris. Turis-turis ini pun dengan senang hati meladeni berbagai pertanyaan dan berbincang sekaligus berfoto bersama. Keraton Yogyakarta yang dibangun sejak tahun 1756 M oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I ini bukan sekedar situs sejarah. Ia menjadi kediaman raja yang hingga kini masih memimpin sebagai Gubernur DIY. Liburan ke Yogyakarta tak akan pernah lengkap tanpa berkunjung ke istana raja ini. Letaknya ada di pusat kota tidak jauh dari Malioboro, tepatnya berada di belakang alun-alun utara.

panduanwisata | 02


Selain menyiratkan sebagai tempat peristirahatan, Taman Sari juga menegaskan aura religius mistis. Disinilah Sultan kerap bersemedi dan bertemu dengan Nyi Roro Kidul. Nyi Roro Kidul dikenal sebagai penguasa pantai selatan yang menjadi teman diskusi Sultan saat membincangkan berbagai masalah kenegaraan dan pemerintahan. Nah, salah satu sudut yang paling menarik dari Taman Sari adalah masjid bawah tanah. Masjid ini berbentuk seperti lorong yang memutar. Terdiri dari 2 lantai yang digunakan untuk memisahkan antara jemaah pria dan wanita. Jika Anda berada di sini, niscaya yang terasa adalah hawa dingin dan sejuk sepanas apapun cuaca di luar sana. Lorong-lorong ini dilengkapi dengan lampulampu kecil yang membangun suasana temaram. Di salah satu bagian masjid terdapat mihrab yang digunakan Imam untuk memimpin shalat berjamaah. Indahnya arsitektur dan lorong masjid bawah tanah ini membuatnya sering digunakan sebagai tempat pemotretan khususnya untuk lokasi foto pre-wedding. Pernahkah terlintas di benak Anda, bagaimana tempat peristirahatan, pemandian sekaligus semedi Raja Yogyakarta? Temukan jawabannya di Taman Sari yang terletak di Jl. Taman Yogyakarta Kota/Kraton. Keindahan arsitektur Taman Sari masih bisa kita lihat hingga sekarang. Kendati sudah tidak selengkap saat dibangun pertama kali pada tahun 1757, namun sisasisa kejayaan tempo dulu masih jelas tergambar hingga kini. Taman Sari sering disebut sebagai istana air karena didalamnya terdapat kolam pemandian. Sejatinya, Taman Sari lebih dari sekedar pemandian. Ia menjadi tempat perlindungan sekaligus pertahanan dari serangan musuh. Didirikan pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono I, ada banyak bagian dari Taman Sari yang menarik untuk dilihat. Atraksi utama untuk para pengunjung adalah kolam pemandian yang dihiasi beberapa pot-pot bunga. Karena berfungsi sebagai pemandian, kolam tidak terlalu dalam. Di salah satu sudutnya terdapat menara yang memungkinkan kita untuk melihat pemandangan yang utuh seluruh kawasan pemandian. Konon melalui tempat inilah Sultan melihat para selir yang sedang berendam dan memilih salah satu diantara mereka untuk menemani dengan melempar sekuntum bunga. Di bagian ini pula keindahan arsitektur Taman Sari tampak. Kolam memancarkan pendar-pendar gelombang air. Belum lagi pancuran yang terus menyuarakan gemericik air. Ada tiga bagian kolam pemandian di Taman Sari yakni umbul muncar, blumbang kuras dan umbul binangun.

Menyusuri Taman Sari yang berada di kawasan keraton ini tidak hanya mengasyikkan tetapi juga memberikan pengalaman wisata yang berharga. Taman Sari terletak di tengah perkampungan warga yang kini disebut dengan Kampung Cyber. Penamaan ini bukan tanpa alasan. Kampung Cyber menunjukkan bahwa setiap rumah di perkampungan ini terhubung dengan akses internet. Menarik bukan? Bagi Anda yang tertarik mengunjungi Taman Sari, cukup naik becak dari keraton. Sesampainya disana Anda bisa meminta memandu wisata untuk menemani berjalanjalan. Mereka tidak pernah menetapkan tarif, para pelancong bisa memberikan sejumlah tip dengan sukarela. Anda hanya perlu membayar tiket masuk Rp. 3.000 untuk wisatawan domestik dan Rp. 7.000 untuk turis mancanegara. Taman Sari buka setiap hari pukul 09.00-15.30 WIB. Jika datang terlalu sore, Anda bisa mengakses Taman Sari melalui pintu belakang dan melihat kolam pemandian dari rumah warga.

panduanwisata | 03


Bukan liburan jika pulang tak membawa oleh-oleh. Bukan Yogyakarta juga jika tak punya destinasi yang unik untuk berburu barang-barang hasil karya anak negeri. Datanglah ke Malioboro dan dapatkan semuanya disini. Maliboro adalah sudut legendaris di kota pelajar ini. Namanya melambung ke seantero nusantara. Disini pedagang kaki lima, penjual kerajinan, sovenir, penjual oleh-oleh, Mall Malioboro, pasar Beringharjo dan aneka pertokoan berderet membentang dari kawasan Stasiun Tugu Yogyakarta hingga perempatan Kantor Pos Besar. Malioboro seakan tidak pernah tidur. Hingga malam tak pernah sepi dari hilir mudik wisatawan berbaur dengan berbagai pedagang jajanan kaki lima dan seniman jalanan. Untuk para pecinta batik, tempat ini menyediakan bermacam-macam produk dengan bahan kain asli Indonesia itu. Ada baju, celana, daster, taplak meja dan asesoris yang terbuat dari batik. Bagi remaja penyuka asesoris seperti gelang, kalung, cincin, hasrat Anda akan terpuaskan disini. Harganya mulai dari dibawah Rp. 10.000 hingga kisaran Rp.30.000 ribu. Jangan ragu untuk menawar setengah harga untuk setiap barang yang dijual di sepanjang Malioboro. Singkat kata, semua fashion item bisa Anda temukan di Malioboro, khususnya yang bernuansa etnik. Tidak itu saja, kerajinan tangan khas Yogyakarta seperti replika mobil, becak, sepeda baik yang terbuat dari besi maupun kayu bisa Anda temukan disini. Hiasan-hiasan dari perak, bambu, kayu dan besi pun tersedia. Barang unik lainnya yang bisa kita peroleh di Malioboro adalah kaos-kaos dengan desain nyleneh dan tulisan yang lucu. Diawali dengan munculnya kaos Dagadu yang dijual di

lower ground Mall Malioboro, lahirlah beberapa pabrikan lain yang serupa. Kaos-kaos non-Dagadu ini bisa Anda beli sepanjang Malioboro. Berbagai desain warna, tulisan dan ukuran tersedia, Anda tinggal pilih mana yang disuka. Harganya tak sampai Rp. 100.000. Sovenir lainnya ada gantungan kunci, lukisan, hiasan berbentuk bunga, ikat pinggang, bermacam-macam tas etnik dan masih banyak lagi. Jika haus dan lapar, Anda bisa mencicipi makanan yang dijual di depan Pasar Beringharjo. Pecel, tempe dan tahu bacem, sayur mayur, trancam dan sate tersedia. Minumnya ada es kelapa muda, es teh, es dawet, es jeruk dan lain-lain Selain aneka jualan oleh-oleh dan sovenir khas Yogya, Malioboro adalah salah satu entitas tak terpisahkan dari kota gudeg. Seniman-seniman jalanan tak hentihentinya menghibur pengunjung. Beberapa diantara panduanwisata | 04


mereka hanya bermodalkan gitar, beberapa lainnya menggunakan instrumen yang lengkap. Bahkan ada grup angklung “Motekar � yang kerap mempertontonkan alunan musiknya plus suguhan seorang penari. Rancak musik angklung ini mampu menghipnotis para pejalan khaki. Malioboro juga bersolek. Baru-baru ini pemerintah Kota Yogyakarta mempercantik salah satu landmark DIY dengan patung dan hiasan lainnya. Deretan huruf Jawa kuno dengan apik menjadi pembatas jalan antara stasiun Tugu dan Malioboro. Yang paling mencolok adalah patung yang menjulang di depan Monumen 1 Maret. Ya, Malioboro tidak saja pusat oleh-oleh tapi objek wisata untuk para penghobi fotografi. Bagi Anda yang membawa kendaraan pribadi, lahan parkir di Malioboro cukup banyak. Anda bisa parkir di pedestrian sekitar Mall Malioboro, depan Pasar Beringharjo, depan Benteng Vrendeburg dan pasar sore. Tarif parkir untuk sepeda motor Rp. 1.000 dan Rp. 2.000 untuk mobil. Bagi yang naik kendaraan umum tak

Tak perlu menawar dan menyediakan segala macam souvenir khas Yogyakarta. Itulah kalimat yang tepat untuk menggambarkan Mirota Batik. Mirota merupakan kependekan dari “Minuman, Roti, Tawar�. Berdiri di ujung selatan Malioboro, tepatnya di seberang Pasar Beringharjo, Mirota Batik adalah ikon. Berdiri sejak tahun 1980an, Mirota Batik bagaikan toko serba ada. Ada batik, kerajinan dan souvenir untuk oleh-oleh. Begitu masuk, Anda akan merasakan nuansa Jawa yang kental plus sambutan wanita berkebaya yang memberikan salam selamat datang. Aroma terapi khas

perlu risau, di Malioboro terdapat beberapa shelter bus Trans Jogja. Dari Malioboro, Anda bisa dengan mudah ke destinasi wisata dan belanja lainnya. Tempat ini hanya 800 meter dari Keraton Yogyakarta dan berdekatan dengan sentra bakpia Pathuk. Bila naik becak dari Malioboro ke kawasan Jalan KS Tubun untuk membeli bakpia Anda hanya perlu merogoh kocek Rp. 5.000. Nah, tunggu apalagi? Ayo penuhi keranjang belanjaan Anda!

tempo dulu menguar di bangunan 3 lantai ini. Lantai pertama diisi dengan berbagai model baju batik baik untuk wanita maupun pria segala usia. Tidak hanya batik yang sudah jadi, yang masih berbentuk lembaran kain pun tersedia. Batik-batik di Mirota dibanderol mulai harga Rp. 20.000an hingga ratusan ribu. Selain batik, di ruangan ini juga tersedia lulur tradisional, aneka barang antik, coklat khas Yogya dan minuman instan tradisional seperti bandrek, jahe dan the. Berbelanja di Mirota tidak sekedar melihat barang yang bagus untuk dibeli. Kita juga bisa melihat-lihat dengan seksama aneka pajangan kuno yang ada di beberapa sudut toko. Sesekali perhatian pengunjung di lantai ini panduanwisata | 05


akan tertuju pada ibu-ibu tua yang membatik dengan cara tradisional di salah satu sudut ruangan. Ia tak keberatan menjawab pertanyaan Anda sekaligus berfoto bersama. Puas berbelanja batik di lantai 1, naiklah ke lantai dua yang menyediakan bermacam souvenir dan kerajinan tangan. Menuju lantai dua, Anda harus menaiki tangga. Di tangga ini terdapat sepeda-sepeda kuno yang juga dijual dengan harga mulai Rp. 1.000.000an. Nah, bersiaplah untuk memilih barang-barang yang Anda suka. Di sebelah kiri tangga, kita akan menemukan penghias interior rumah seperti lampu hias, tempat tisu yang terbuat dari bambu, tempat sampah, asbak, mainan anak-anak dari kayu, tikar, kursi dari anyaman rotan, tempat koran dan masih banyak lagi. Sedangkan di bagian yang lurus dengan anak tangga terdapat berbagai asesoris seperti kalung, gelang, cincin dengan desain beragam. Gantungan kunci, tas

Konsep bersantai di beranda rumah adalah keunikan yang ditawarkan Raminten. Ditemani gamelan Jawa dan suasana temaram, The House of Raminten adalah salah satu jujugan wisata kuliner Yogyakarta di malam hari. Mengunjungi Raminten berarti memanjakan mata, telinga dan lidah Anda. Interior kafe dengan nuansa tradisional Jawa ini memang jempolan. Di bagian depan, kita akan disambut dengan kereta kuda, pernakpernik tradisional dan pelayan yang siap mencarikan tempat duduk untuk para pengunjung. Maklum, kafe ini

batik, tas kulit dan sandal etnik tersedia. Beralih di sebelah kanan tangga, disini terdapat berbagai hiasan yang cocok sebagai pajangan rumah. Ada bermacam – macam kerajinan gerabah, replika tokoh pewayangan, lukisan dan hiasan-hiasan lain bernuansa Jawa. Oya, jangan risau masalah harga karena benda-benda unik di Mirota Batik yang buka sejak pukul 08.00-21.00 WIB ini berbanderol mulai dari Rp. 1500 hingga ratusan ribu. Murah meriah bukan? Usai puas berbelanja, Anda bisa beristirahat sejenak di lantai paling atas. Ada kafe Oyot Godhong yang menyediakan berbagai macam makanan dan minuman dengan harga terjangkau. Desain kafe mengusung nuansa pedesaan dengan saung-saung dari bambu dan kayu. Anda bisa lesehan meluruskan kaki sambil menikmati kudapan yang sudah dipesan. Saung-saung yang mengelilingi panggung itu akan disesaki penonton acara kabaret setiap Sabtu malam.

selalu penuh sesak sehingga setiap pengunjung yang datang harus antri jika tempat duduk belum tersedia. Sesampainya di dalam, deretan kursi lesehan sudah menanti. Sudut-sudut kafe ini ditata dengan sangat “Jawa�. Para pelayan perempuan menggunakan kemben dan jarik. Pelayan prianya pun memakai kostum dengan nuansa yang sama, minus kemben tentu saja. Kini saatnya memilih deretan menu yang tersedia. Jangan bingung karena menunya memang banyak sekali. Mulai dari makanan berat seperti brongkos, panduanwisata | 06


ayam goreng, gudeng, bakso, sego liwet, pepes, sego goreng (nasi goreng), kupat tahu dan masih banyak lagi. Minumannya pun unik-unik. Ada wedang serai, es carica, beer Jawa, ice krim bakar, aneka jus, gudir, kopi, jamu dan susu. Jika ingin melahap makanan ringan, Anda bisa memilih pisang bakar, roti bakar, risoles dan gorengan. Salah satu minuman yang cukup unik adalah gajah ndekem. Minuman serupa teh ini rasanya segar disajikan dalam gelas yang besar. Didalamnya terdapat apel utuh yang sudah dikupas. Perpaduan rasa antara apel dan teh inilah yang membuat rasa wedang gajah ndekem seharga Rp. 10.000 ini unik.

Yogyakarta selain identik dengan bakpia pathuk yang melegenda juga sering dikaitkan dengan gudeg. Gudeg Wijilan adalah salah satu jujugan kuliner yang telah menjadi bagian dari sejarah kota ini. Dengan makan gudeg Wijilan, kita tak hanya mencecap gurihnya racikan gori tetapi juga menikmati sepotong Yogyakarta dalam salah satu masakan khasnya. Sentra gudeg yang eksis selama puluhan tahun ini berada tepat di sebelah timur alun-alun Keraton Yogyakarta. Setelah melewati plengkung Wijilan, deretan penjual gudeg sudah terlihat berjajar. Disini,

Selain gajah ndekem, cobalah sajian yang juga cukup digemari yakni es krim bakar. Lelehan es krimnya berada di atas roti tawar yang sudah dibakar. Didalam roti tawar terdapat irisan pisang penambah selera. Suapkan es krim dan roti kedalam mulut Anda seketika. Lumer dan renyah roti bakar berpadu menjadi satu. Rasanya tidak terlalu manis, sehingga tidak akan meninggalkan rasa tidak nyaman di kerongkongan Anda. Singkat kata, semua sajian murah meriah Raminten memang mengedepankan rasa dan originalitas. Cobalah pesan susu, Anda tidak hanya disuguhi minuman susu namun juga gelas dengan bentuk payudara. The House of Raminten memiliki dua tempat di Yogyakarta. Yang pertama ada di Jl. Faridan M. Noto no.7 Kotabaru, tepat disamping Mirota Bakery. Dan yang kedua ada di Jalan Kaliurang Km 15,5 Sleman dengan nama The Waroeng of Raminten. Anda bisa datang kapan saja karena Raminten buka selama 24 jam. Nah, bagi pencinta makanan enak dan tempat yang unik, Raminten adalah destinasi yang harus dikunjungi saat liburan ke Yogyakarta!

Anda bisa memesan seporsi gudeg dengan pilihan lauk ayam ataupun telur. Dengan nasi yang masih mengepul, racikan gudeg pun lengkap tersaji di meja. Kini saatnya mengisi perut dengan santapan istimewa. Gudeg Wijilan ini memang dimasak dengan sempurna. Gorinya empuk dan manis. Ditemani sayur tempe dan krecek yang akan bergantian memanjakan lidah Anda. Beberapa potong cabe utuh menambah selera karena pedasnya berbaur menjadi satu. Belum lagi nasi yang dimasak agak lembek sangat cocok untuk melumerkan rasa lapar. Tambahkan krupuk sebagai teman bersantap. Seporsi gudeg dengan lauk telur plus panduanwisata | 07


minuman seperti teh hangat dihargai Rp. 11.000. Harga yang sangat murah untuk citarasa gudeg legendaris. Jika ingin membawa pulang gudeg Wijilan sebagai oleholeh. Gudeg kering yang tahan hingga 2-3 hari itu dikemas dalam wadah tertentu sehingga memudahkan pembeli untuk membawanya. Gudeg kering dibanderol mulai dari harrga Rp. 20.000. Para penjual gudeg sudah mulai buka lapak sejak pukul 6 pagi. Mereka melayani warga setempat dan pelancong untuk sarapan. Setidaknya lebih dari 10

penjual bisa Anda pilih untuk menemani hari berwisata atau liburan. Tak hanya sarapan, karena gudeg cocok dimakan kapan saja. Setelah lelah menyusuri Keraton Yogyakarta, Anda bisa mampir ke Wijilan untuk merasakan lezatnya masakan khas kota pelajar. Ada kedai Bu Lies, Bu Rini, Bu Slamet, Bu Tarto, Bu Widodo, dan masih banyak lagi. Juga kedai gudeg Yu Djum yang sangat populer di Yogyakarta. Rata-rata mereka setia melayani para pembeli hingga pukul 8 malam. Kini, siapkah Anda menikmati manisnya gudeg yang semanis kota Yogyakarta ?

penanda yang menjanjikan kelezatan makanan rumahan ini. Begitu datang, Anda akan langsung disambut pelayan warung ini dengan ramah. Sajian brongkos sepintas mirip dengan gudeg, hanya saja rasanya tidak semanis makanan khas Yogya itu. Isinya daging sapi, krecek, dan kacang tolo. Anda bisa menambahkan lauknya dengan telur ceplok ataupun telur rebus. Beberapa lauk lainnya tersaji diatas meja seperti tahu bacem, tempe mendoan dan kepala ayam. Jangan lupa krupuk sebagai teman makan. Takaran nasi untuk satu porsi brongkos tidak terlalu banyak, lebih tepatnya pas untuk satu kali makan. Banyak yang tidak mengerti mengapa ada orang yang rela memburu makanan enak hingga ke pelosok desa. Temukan jawabannya dengan mencicipi brongkos warung ijo milik Bu Padmo. Sesuai dengan namanya, warung brongkos Bu Padmo bercat warna hijau tua. Di depan warung tertulis “Brongkos Mak Nyuuss, Wisata Kuliner�. Sebuah

Nah, begitu melahap brongkos dan nasi putih ini, rasa lezatnya langsung lumer di lidah. Walaupun brongkos terdiri dari berbagai macam racikan, namun Anda tidak akan merasa eneg. Semua komponen menyatu menjadi satu. Manisnya pas berpadu dengan daging sapi yang empuk. Cabai merah yang dibiarkan utuh akan menambah selera makan Anda khususnya bagi penyuka masakan pedas. Santaplah brongkos Bu panduanwisata | 08


Padmo dengan nasi yang masih mengepul plus teh hangat. Sedap! Kelezatan brongkos Bu Padmo ini sudah sangat dikenal. Kru Wisata Kuliner arahan Bondan Winarno sedikitnya sudah 3 kali mampir dan mereview masakannya. Tidak itu saja, setiap pelancong yang melintasi kawasan Yogyakarta – Magelang pun sering menyempatkan diri untuk mengisi perut disini. Bahkan beberapa diantaranya rela datang ke warung yang berjarak sekitar 20 km dari pusat kota Yogyakarta ini hanya untuk melahap seporsi brongkos, plus minum dan krupuk seharga Rp. 22.000. Warung yang kini dikelola oleh Eni, anak Bu Padmo tersebut memang menjadi salah satu landmark kawasan Tempel. Di sepanjang jalan Yogyakarta Magelang pun berdiri warung-warung serupa dengan sajian andalan brongkos. Namun, warung Bu Padmo yang sudah berdiri sejak tahun 1950 ini hanyalah yang berada di Tempel dan 1 cabang lainnya di jalan Yogyakarta – Magelang.

Sarapan nasi pecel di warung legendaris dengan iringan musik. Mau? Pagi itu, mereka membawakan lagu-lagu top 40 Indonesia secara akustik, sementara orang-orang hilir mudik melahap sarapan pagi berupa nasi pecel. Beberapa diantaranya memilih sop ditemani tempe dan tahu goreng. Ya, inilah pemandangan lazim di Warung SGPC Bu Wiryo 1959. Berada di Jl, Agro CT VIII Klebengan, warung ini larut dengan kesibukan kawasan Universitas Gadjah Mada (UGM). Sesuai dengan namanya “SGPC� yang berarti Sego Pecel

Dulu warung ijo ini berada di bawah jembatan Krasak Tempel. Seiring dengan membludaknya pembeli, warung yang lama tidak lagi mampu menampung kendaraan para pengunjung. Jadilah di awal November tahun ini, warung ijo Bu Padmo bergeser sedikit ke arah jalan Turi di kawasan yang sama. Jika Anda dari arah Yogyakarta, melajulah hingga gapura batas kota YogyaMagelang. Setelah melewati jembatan, putar kembali kendaraan Anda menuju pasar Tempel yang berada di sisi kiri. Lurus saja hingga sekitar 200 meter. Warung ijo Bu Padmo ada di samping kiri jalan Turi. Bagi yang dari arah Magelang, langsung berbeloklah ke kiri setelah gapura batas wilayah. Mudah bukan? Mencicipi brongkos di warung ijo Bu Padmo ini semakin meneguhkan bahwa santapan enak tidak selalu identik dengan makanan mewah. Menikmati seporsi brongkos di kursi panjang warung plus musik yang mengalun dari balik meja kasir adalah sensasi yang sangat layak dicoba.

alias nasi pecel yang menjadi menu utama warung ini. Nasi pecelnya terdiri dari beberapa jenis sayur dan kecambah, lalu disiram dengan sambal pecel. Anda bisa menambahkan lauk yang tersedia di meja, ada tempe tahu goreng, mendoan, telur dan perkedel kentang. Di atas meja pengunjung tersedia kerupuk untuk menambah kriuk sarapan Anda. Sambal kacangnya tidak terlalu manis juga tak pedas. Cocok untuk lidah kebanyakan orang. Jika merasa kurang pedas, cukup tambahkan sambal yang sudah tersedia. Larutan sambal kacang ini membasahi seluruh nasi serta sayuran, menyelinap di setiap suapan ke panduanwisata | 09


mulut kita. Sesekali dipadukan dengan lauk yang sudah dipilih. Tempe goreng misalnya. Digoreng dengan amat sempurna, rasanya renyah, warnanya cantik kecoklatan. Seporsi nasi pecel dengan lauk tempe tahu goreng, perkedel kentang, es teh plus kerupuk dihargai Rp. 16.500. Warung SGPC Bu Wiryo telah berdiri sejak tahun 1959 dan menjadi jujugan kuliner warga Yogyakarta dan para pelancong yang sedang liburan ke kota pelajar ini. Awalnya, tempat yang buka sejak pukul 06.00 – 21.00 WIB hanya dikenal di kalangan mahasiswa UGM. Tapi

Alunan jazz mengalir kencang diantara gelak tawa pengunjung yang kebanyakan turis. Segelas kopi hangat dan kudapan sudah tersedia diatas meja. Inilah saatnya menikmati malam di Yogyakarta tepatnya di sudut Via Via Cafe. Berada di Via Via Cafe seperti tidak berada di Indonesia. Turis mancangara silih berganti memadati setiap kursi yang kosong. Di tempat inilah mereka berinteraksi dengan sesama turis dan warga Indonesia. Di tempat ini pulalah obrolan tentang apapun menjadi satu kegairahan yang sama. Budaya para pejalan dan penikmat wisata memang jelas terlihat di Via Via Cafe. Saat raga penat dengan aktivitas dari pagi hingga sore, malam harinya adalah waktu yang tepat untuk sekedar meluruskan badan dan menyantap kopi atau beer. Ya, Via Via Cafe memang menyajikan menu barat dan Indonesia. Mulai yang standar seperti kopi, jus, teh, minuman ringan, milkshake hingga beer dan wine. Makanannya pun beragam ada pasta, salad, aneka olahan ayam, sup dan roti.

lambat laun seiring dengan budaya cicip kuliner yang menjadi agenda wajib para pelancong, SGPC Bu Wiryo makin dikenal. Warungnya lumayan luas, ada sekita 28 meja panjang yang tersedia. Setiap meja bisa digunakan untuk 6-8 orang pengunjung sekaligus. Tempat makan ini cocok untuk sarapan beramai-ramai dengan teman atau kerabat. Berseberangan dengan Fakultas Kedokteran Hewan UGM, SGPC Bu Wiryo menunggu Anda dengan santapan lezat menggugah selera!

Kafe yang berdiri sejak tahun 1995 ini juga menyajikan makanan untuk para vegetaris. Mulai dari sarapan, makan siang hingga makan malam. Mereka juga mengganti menu setiap hari tetap dengan konsep masakan barat dan timur. Sejak pukul 07.30 WIB kafe ini sudah bisa Anda kunjungi hingga malam menjelang sekitar pukul 23.30 WIB. panduanwisata | 10


Menerima pesanan pesta, arisan, rapat, dan ulang tahun Menerima delivery area babarsari dan seturan


Oya, Via Via Cafe juga menyediakan aneka souvenir yang berada di Yoga Studio tepat disamping cafe. Kaos, tas, dan barang-barang unik lainnya bisa Anda dapatkan disini. Via Via Cafe tak hanya melayani para traveller dengan makanan namun juga musik. Suara penyanyi jazz mengalun diiringi berbagai instrumen. Sesekali mereka menyapa pengunjung dan tak lama kemudian kembali menyanyi di salah satu sudut cafe. Nuansa cafe semakin

hidup dengan interior ruangan yang khas Eropa. Di salah satu dinding Via Via Cafe terpasang 7 jam dinding yang menunjukkan waktu di 11 negara termasuk Indonesia. Di kesebelas negara itulah Via Via Cafe hadir menemani hari para pelancong. Di Yogyakarta, Via Via Cafe berada di Jalan Prawirotaman No 30. Malam sudah larut, pelantun jazz juga sudah mulai beringsut. Via Via Cafe pun mulai senyap dari gelak tawa..

Terminal Prambanan – S5. Kalasan – Bandara Adisucipto - S3. Maguwoharjo – Janti (bawah) – S3. UIN Sunan Kalijaga – S4. Demangan – S4. Gramedia – S4. Tugu – Stasiun Tugu – Malioboro – S4. Kantor Pos Besar – S4. Gondomanan – S4. Pasar Sentul – S4. SGM – Gembira Loka –S4. Babadan Gedongkuning – JEC – S4. Blok O – Janti (atas) – S3 Maguwoharjo – Bandara Adisucipto – S5. Kalasan – Terminal Prambanan.

Terminal Prambanan – S5. Kalasan – Bandara Adisucipto – S3. Maguwoharjo – Janti (lewat bawah) – S4. Blok O – JEC – S4. Babadan Gedongkuning – Gembira Loka – S4. SGM – S4. Pasar Sentul – S4. Gondomanan – S4. Kantor Pos Besar – S3. RS. PKU Muhammadiyah – S3. Pasar Kembang – S4. Badran – Bundaran SAMSAT – S4. Pingit – S4. Tugu – S4. Gramedia – Bundaran UGM – S3. Colombo – S4. Demangan – S3. UIN Sunan Kalijaga – Janti – S3. Maguwoharjo – Bandara Adisucipto – S5. Kalasan – Terminal Prambanan.

Terminal Prambanan – S5. Kalasan – Bandara Adisucipto – S3. Maguwoharjo – Janti (lewat bawah) – S4. Blok O – JEC – S4. Babadan Gedongkuning – Gembira Loka – S4. SGM – S4. Pasar Sentul – S4. Gondomanan – S4. Kantor Pos Besar – S3. RS. PKU Muhammadiyah – S3. Pasar Kembang – S4. Badran – Bundaran SAMSAT – S4. Pingit – S4. Tugu – S4. Gramedia – Bundaran UGM – S3. Colombo – S4. Demangan – S3. UIN Sunan Kalijaga – Janti – S3. Maguwoharjo – Bandara Adisucipto – S5. Kalasan – Terminal Prambanan. panduanwisata | 11


Terminal Jombor – S4. Monjali – S4. Kentungan – Terminal Condong Catur – S3. Colombo – Bundaran UGM – S4. Gramedia – Kridosono – S4. Duta Wacana – Fly Over Lempuyangan – S4. Gayam – S4. Mandala Krida – S3. Cendana – S4. SGM – Gembira Loka - S4. Badadan Gedongkuning – S4. Rejowinangun – S3. Basen – S4. Tungkak – S4. Jokteng Wetan – S4. Gondomanan – S4. Kantor Pos Besar – S3. RS PKU Muhammadiyah – S4. Ngabean – S4. Wirobrajan – S3. BPK – S4. Badran – Bundaran SAMSAT – S4. Pingit – S4. Tugu – S4. Monjali – Terminal Jombor.

Terminal Giwangan – S4. Tegalgendu – S3. H.S Silver – Jl. Nyi Pembayun – S3. Pegadaian Kotagede – S3. Basen – S4. Rejowinangun – S4. Babadan Gedongkuning – JEC – S4. Blok O – Janti (lewat atas) – S3. Janti – S3. Maguwoharjo – Bandara Adisucipto – S3. Maguwoharjo – Ringroad Utara – Terminal Condong Catur – S4. Kentungan - S4. MM UGM – S4. Mirota Kampus – S3. Gondolayu – S4. Tugu – S4. Pingit – Bundaran SAMSAT – S4. Badran – S3. Pasar Kembang – Stasiun Tugu – Malioboro – S4. Kantor Pos Besar – S3. RS. PKU Muhamadiyah – S4. Ngabean – S4. Jokteng Kulon – S4. Plengkung Gading - S4. Jokteng Wetan – S4. Tungkak – S4. Wirosaban – S4. Tegalgendu – Terminal Giwangan.

Terminal Giwangan – S4. Tegalgendu – S4. Wirosaban – S4. Tungkak – S4. Jokteng Wetan – S4. Plengkung Gading – S4. Jokteng Kulon – S4. Ngabean – S3. RS. PKU Muhammadiyah – S3. Pasar Kembang – S4. Badran – Bundaran SAMSAT – S4. Pingit – S4. Tugu – S3. Gondolayu – S4. Mirota Kampus – S4. MM UGM – S4. Kentungan – Terminal Condong Catur – Ringroad Utara – S3. Maguwoharjo – Bandara Adisucipto – S3. Maguwoharjo – Janti (lewat bawah) – S4. Blok O – JEC – S4. Babadan Gedongkuning – S4. Rejowinangun – S3. Basen – S3. Pegadaian Kotagede – Jl. Nyi Pembayun – S3. HS. Silver – S4. Tegalgendu – Terminal Giwangan.

Terminal Giwangan – Jl. Imogiri Timur – Jl. Pramuka – Jl. Perintis Kemerdekaan – Jl. Menteri Supeno – Jl. Taman Siswa – Jl. Sultan Agung – Jl. Gadjah Mada – Jl. Hayam Wuruk – Stadion Kridosono – Jl. Hayam Wuruk – Jl. Gadjah Mada – Jl. Sultan Agung – Jl. Taman Siswa – Jl. Menteri Supeno – Jl. Perintis Kemerdekaan – Jl. Pramuka – Jl. Imogiri Timur – Terminal Giwangan.

Terminal Giwangan – Jl. Imogiri Timur – Jl. Pramuka – Jl. Perintis Kemerdekaan – Jl. Veteran – Jl. Pandean – Jl. Glagahsari – Jl. Kusumanegara – Jl. Sidobali – Jl. Ipda Tut Harsono – Jl. Urip Sumoharjo – Jl. Sudirman – Jl. Suroto – Jl. Wardani – Jl. Kusbini – Jl. Langensari – Jl. Urip Sumoharjo – Jl. Ipda Tutu Harsono – Jl. Sidobali – Jl. Kusumanegara – Jl. Glagahsari – Jl. Pandean – Jl. Veteran – Jl. Perintis Kemerdekaan – Jl. Pramuka – Jl. Imogiri Timur – Terminal Giwangan.

panduanwisata | 12


Mondi Coffeehouse Jl. Demangan Baru No. 33 Yogyakarta Telp. : 0818262624 / 088806119976 Email/FB : mondi.coffeehouse@yahoo.com Open daily 17.00-24.00


1

1 Desember 2012 t the even

1-5 Desember 2012

2 t the even

JEC : Expo APKOM YESS 2012

5 Desember 2012

3 t the even

FBS UNY : Koessuka Plus Cinta (cp. 08996626202)

7 Desember 2012

4 the even

t

Imogiri Bantul : Upacara Nguras Enceh

11 Desember 2012

5 t the even

Keraton Yogyakarta : Jemparingan

14-16 Desember 2012

6 t the even

7

Grand Pacific Konser Michael Learns To Rock (MLTR)

Monumen Jogja Kembali : Indonesia Championship Rubik's Cube JEC : The Parade 2012

16 Desember 2012 t the even

Dusun Tunggularum : Merti Bumi Saparan Tunggularum

21 Desember 2012

8 t the even

PKKH UGM (d/h Purna Budaya) : Universitawa (PLESeTANDUP Show) (cp. 08993213215)

22 Desember 2012

9 t the even

UNY : Seribu Mawar Menari Untuk Ibu (cp: 085729645355)

25 Desember 2012

10 the even

t

JEC : Kebaktian Natal

28 Desember 2012

11 t the even

12 t the even

Balai desa Ambarketawang, Sleman : Saparan Bekakak

1, 4, 6, 8, 11, 13, 15, 18, 20, 22, 25, 27, 29 Desember 2012 Prambanan : Ramayana Ballet panduanwisata | 14


01

TAXI Jas ASA Sadewa Indra Kelana Setia Kawan Vetri Centri Armada

0274-373737 0274-545545 0274-414343 0274-564572 0274-522333 0274-563351/ 563555 0274-544977 0274-512787

RUMAH SAKIT RSUP Dr. Sardjito RSU PKU Muhammadiyah RS Panti Rapih RS Bethesda RSI Hidayatullah RSUD Yogyakarta RS Dr. Yap

02 0274-587333 0274-512653 0274-514845 0274-586688 0274-389194 0274-371195 0274-562054

BANDARA Bandara Adi Sucipto

0274-486666

0274-512940 0274-868410 0274-367410 0274-391410 0293-362187

Kepatihan UPT Malioboro Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta

06 0274-566000 0274-555467 0274-588025

LAIN-LAIN 04

0274-514270/512870 0274-512454

Poltabes Yogyakarta Polres Sleman Polres Bantul Polres Gunung Kidul Polres Magelang

05

TOURIST INFORMATION

03

STASIUN Stasiun Tugu Stasiun Lempuyangan

KEPOLISIAN

Ambulance Informasi SAR Pemadam Kebakaran Kantor Imigrasi

07 113 108 115 0274-412118 0274-489165


01

SABTU, 22 Desember 2012 Sampai di Yogyakarta Istirahat di hotel Kabaret di Mirota, Pertunjukkan Kabaret di Mirota Batik lantai 3 yang terletak di Malioboro (depan pasar Beringharjo) dimulai sejak pukul 19.00 – 20.30 WIB.

02

MINGGU, 23 Desember 2012 Sarapan dengan menu berbahan dasar jamur di Jejamuran, jalan Niron Pendowoharjo Sleman Museum Ulen Sentalu Merupakan museum pribadi yang berisi peninggalan Raja Mataram terletak di jalan Boyong Taman Wisata Kaliurang. Buka pukul 09.00 – 15.30 WIB (Selasa-Minggu). Makan siang di warung sate kambing Pak Min/warung sate ayam Pak Raji di Kaliurang Volcano Tour Kepuharjo Cangkringan Melihat dan meningkatkan empati terhadap kawasan dan korban erupsi Merapi 2010 lalu. Makan malam di Raminten, jalan Kaliurang

03

SENIN, 24 Desember 2012 Sarapan di SGPC Bu Wiryo, jalan Selokan Mataram UGM Pantai Parangtritis Pantai yang menjadi jujugan banyak wisatawan dan terkenal dengan mitos Ratu Pantai Selatan alias Nyi Roro Kidul. Pantai Depok + makan siang Letaknya dekat dengan Parangtritis. Selain pantainya yang indah, banyak penjual seafood di pantai ini. Belanja di Kasongan Membeli oleh-oleh dari gerabah dan barang-barang unik lainnya seperti pelengkap interior rumah dan pernik khas Yogyakarta. Makam malam di Warung Bu Ageng, jalan Tirtodipuran No.13 Mantrijeron

04

SELASA, 25 Desember 2012 Sarapan di hotel Goa Pindul, Desa Bejiharjo Gunung Kidul Menyusuri sungai dan gua yang eksotis dengan gemericik air dan kelelawar Makan siang di sekitar tempat wisata Air terjun Sri Gethuk dan Gua Rancang Kencono Melihat keindahan air terjun yang berasal dari 3 mata air yakni Dung Poh, Ngandong dan Ngumbul Makan malam panduanwisata | 17


05

RABU, 26 Desember 2012 Sarapan brongkos di Warung Ijo Bu Padmo, jalan Turi Tempel, Sleman Candi Borobudur Candi Buddha yang terdaftar sebagai situs warisan dunia UNESCO. Berada di Magelang, Jawa Tengah tepatnya berada di barat laut Yogyakarta. Makan siang di sekitar tempat wisata Taman Sari Kotagede Selain menjadi situs sejarah, Kotagede merupakan sentra industru perak. Toko-toko kerajinan perak dapat kita dapatkan disini. Makan malam di Omah Dhuwur Restaurant, jalan Mondorakan 252 Kotagede

06

KAMIS, 27 Desember 2012 Sarapan di hotel Wisata Keraton Yogyakarta Makan siang di gudeg Wijilan, jalan Wijilan Candi Ratu Boko Mengunjungi istana yang dibangun di areal seluas 25 hektar. Selain bangunan candi, kita juga bisa melihat pemandangan kota Yogyakarta dan sunset yang indah. Makan malam di RM. Sabar Menanti, jalan Solo Km.11 Candi Prambanan Melihat Ramayana Ballet yang dimulai sejak pukul 19.30 – 21.30 WIB dengan tiket mulai Rp. 25.000 hingga Rp. 300.000.

07

JUMAT, 28 Desember 2012 Sarapan di hotel Benteng Vredeburg Melihat diorama sejarah Indonesia Belanja oleh-oleh di Malioboro termasuk Pasar Beringharjo dan Mirota Batik Belanja bakpia pathuk (makan siang dan makam malam di Malioboro)

08

SABTU, 29 Desember 2012 Persiapan pulang ke kota masing-masing

panduanwisata | 18


Jam Kuno di Malioboro

Gedung Agung dari balik pagar di Jalan Malioboro

Turis bertanya kepada tukang becak di Jalan Malioboro

Penampinan duo indie, EndahNRhesa di Plaza Ambarukmo Jalan Malioboro di sore hari yang mendung

panduanwisata | 19


Rombongan turis dari China berfoto bersama di salah satu sudut Keraton Yogyakarta.

Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949, Jalan Malioboro

Para penghobi motor nongkrong di Jalan Malioboro

Turis dari China mendengarkan guide mereka yang sedang menjelaskan sejarah Keraton Yogyakarta

Patung di depan Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949, Jalan Malioboro


Batas kota Yogyakarta, Jalan Solo – Yogyakarta

Gedung BNI di ujung kawasan Malioboro

Turis melintas di depan Museum Kereta Keraton

Sunset di Taman Sari

panduanwisata |


DAFTAR HARGA SEWA KENDARAAN ALL IN No 1 2 3 4 5 6

Jenis Kendaraan Avanza Toyota Inovva Toyota Yaris KIA Travello KIA Pregio Isuzu Elf

Harga

Jumlah Seat 6 6 4 12 12 12

12 jam

18 jam

Rp. 495.000 Rp. 675.000 Rp. 575.000 Rp. 735.000 Rp. 735.000 Rp. 735.000

Rp. 685.000 Rp. 785.000 Rp. 745.000 Rp. 845.000 Rp. 845.000 Rp. 845.000

HOTLINE

0274 - 7171.131 Keuntungan menggunakan sewa mobil Panduan Wisata: Perusahaan Lebih aman dan terpercaya Kondisi kendaraan aman & nyaman, tahun pembuatan unit kendaraan 2008 keatas. Hemat biaya untuk guide, anda dapat menentukan sendiri mana yang ingin anda kunjungi. Mendapatkan copy saran wisata di mobil.

Notes: Harga sewa kendaraan udah termasuk driver fee dan BBM untuk Daerah Istimewa Yogyakarta, Candi Prambanan dan Candi Borobudur. Harga sewa kendaraan belum termasuk makan untuk driver, tiket tol, parkir dan tiket masuk objek wisata. Apabila ada perjalanaan ke luar kota Yogyakarta/ bermalam akan dikenakan biaya tambahan (call). Kami tidak menggunakan system overtime, apabila ada pengguna kendaraan melebihi 12 jam, maka overtime otomatis akan dihitung sebagai sewa 18 jam.

Saran Wisata Tentukan terlebih dahulu 2-5 Tujuan wisata di Yogyakarta dan sekitarnya perhari, agar mendapatkan waktu travelling yang paling efisien. Cari informasi dan pilihan anda melalui http://yogyakarta.panduanwisata.com Beritahu driver tujuan anda agar dapat memberikan jalur yang paling efisien Jangan ragu kontak kami di 0274 – 7171.131

Ketentuan Pemesanan Pemesanan kami terima paling lambat 24 jam sebelum jam pemakaian, pesanlah jauh-jauh hari sebelum jadwal anda. Pembatalan pemesanan maksimal 2x48 jam sebelum jam pemakaian, dan dikenakan biaya administrasi sebesar 50%. Pembayaran lunas pada saat pemesanan.

CV. PANDUAN WISATA JL. Palagan Tentara Pelajar km 7, No 27, Yogyakarta, email : info@panduanwisata.com


Panduan Wisata Jogja Magazine  

Majalah Panduan Wisata Online untuk kota Jogja. Dapatkan informasi terkini tentang Jogja di sini.

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you