Page 1


2

KAWASAN / EDISI 53 - 2010


DAFTAR ISI

4

PESAN REDAKSI

LAPORAN UTAMA

Industrialisasi dan Iklim

Mewujudkan JIEP Ecogreen Industrial Estate

8

WAWANCARA KHUSUS

Ketua Apindo Sofyan Wanandi : Industri Panik, Resah dan Gelisah...

10

SOROT

Mengetahui Lebih Jauh Dampak Pemanasan Global Presiden RI Targetkan Penurunan Karbon Emisi 26 Persen

13 14

TEHNOLOGI INFORMASI

Pemanfaatan Aplikasi Informasi Tehnologi di KIP

INFO SINGKAT

Perdagangan Bebas yang Ditakutkan Perekonomian 2010 akan Bergairah Tenaga Kerja Merasa Plong... Dll

16

LINGKUNGAN

Pemanasan Global, Kotoran Sapi dan Solusinya Hasil Pertemuan dari Kovensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim PBB

20 23

FOKUS

Melihat Kondisi Sektor Riil

SERBA-SERBI

Kembangkan Lingkungan Berwawasan Hijau Trek-Trekan Motor Meresahkan Area Parkir Kantor JIEP Resmi Menjadi Zona Berstiker Lulus Uji Emisi

Majalah Bulanan

KAWASAN

Sarana Informasi Bisnis & Industrial Aktual

Diterbitkan untuk masyarakat Bisnis dan Industri. Merupakan Community Paper Kawasan Industri Pulogadung dengan sajian informasi bisnis dan industrial aktual.

Pemanasan global menjadi kenyataan yang tidak terelakkan dan menjadi persoalan serius yang perlu dicarikan penyelesaian bersama. Bagaimanapun iklim menjadi persoalan yang dampaknya nyata. Berdasarkan pengalaman proses industrialisasi tidak akan pernah bisa mengabaikan iklim. Sumber air, pertanian, transportasi (darat,laut,udara), kehutanan, wilayah pantai, energi, kesehatan manusia, turisme, asuransi, ataupun jasa keungan , industri sangat rawan terhadap perubahan iklim. Semua percaya bahwa pemanasan global yang menyebabkan terjadinya perubahan iklim, merupakan ancaman serius. Sekitar 15 ribu politisi dari sekitar 50 negara baru-baru ini berkumpul di Kopenhagen, Denmark ,Dimana pada kesempatan ini Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono hadir langsung ikut membahas perubahan iklim global. Protokol Kyoto –Jepang pada tahun 1997 lalu juga mencari solusi dalam mencegah pemanasan global agar lebih tidak parah lagi. China dan India sudah melakukan upaya-upaya menyelesaikan perubahan iklim. Bagaimana dengan Indonesia ? Presiden RI sudah berjanji akan melakukan upaya penurunan emisi karbon sampai 26 persen. Berangkat dari sinilah harusnya kalangan dunia industri mendukung komitmen Presiden RI. Bagaimana memulainya? Tentunya khususnya di dalam kalangan industri adalah melakukan eco green industry atau industri yang berwawasan lingkungan yaitu melakukan aktivitas memproduksi dengan standar –standar lingkungan yang telah ditetapkan dunia industri global. PT JIEP sebagai pengelola Kawasan Industri Pulogadung (KIP), telah memulai melakukan komitmennya untuk menjadikan KIP sebagai Eco Green Industrial Estate. Tentunya ini semua harus didukung oleh kalangan industri yang didalamnya termasuk stakeholders lainnya. Usaha PT JIEP akan sirna bilamana industri-industri yang ada didalamnya cuek melakukan eco green industry. Tapi harus diingat bahwa dunia global sudah mensyaratkan, bila ajakan untuk mewujudkan eco green industri tetap diacuhkan dunia industri kita akan berhadapan dengan industri-industri lain dari Negara lain yang telah melakukan green industry , dan dalam percaturan global kompetitif industry kita akan semakin lemah saja…Untuk itu dunia industri kita sudah waktunya juga memikirkan iklim, walaupun “sedikit” harus ikut memikirkan lingkungan… Mulailah dari lingkungan kecil dan terus kembangkan. Ini semua juga untuk perkembangan industri Indonesia …(*).

SUSUNAN REDAKSI Pelindung Pemimpin Umum Pemimpin Redaksi Dewan Redaksi Redaktur Pelaksana Iklan dan Distribusi Penerbit Alamat

Salam Redaksi

: : : : : : : : :

Direksi PT. JIEP Agus Dwitarto Asrul Waryanto Achmad To’at Puri, Yanu Hardi, Titin F. Mauli Anas, Slamet Narutama, Suharyono PT. Persero JIEP Jl. Pulokambing No. 1 Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta 13920 Phone : (021) 4600305, Fax. (021) 4600730 E-mail : jiep@jiep.co.id Website: www.jiep.co.id

Redaksi menerima sumbangan tulisan/artikel/kritik/saran dari pembaca. Tulisan diketik 2 spasi, maksimal 5 halaman kuarto. Tulisan yang dimuat akan diberikan souvenir cantik dari redaksi dan yang dimuat akan dikembalikan bila dilampiri fotocopy KTP

KAWASAN / EDISI 53 - 2010

3


LAPORAN UTAMA

Mewujudkan JIEP Ecogreen Industrial Estate


Industri dituntut untuk menerapkan ecogreen industry

Langkah PT JIEP sebagai pengelola Kawasan Industri Pulogadung (KIP)untuk mewujudkan Ecogreen Industrial Estate terus dilakukan. Tidak hanya sekedar rencana ,akan tetapi aksi-aksi untuk menunju Ecogreen Industrial Estate sudah menjadi komitmen utama jajaran Direksi baru PT JIEP.

D

iawali dengan menanam ribuan pohon oleh karyawan PT JIEP dan membuat biori di lingkungan KIP, JIEP juga terus melakukan aksi nyata untuk menjadikan KIP hijau, tanpa polusi, bersih, tertib, rapi dan aman sebagai area kawasan industri di Jakarta. Hal yang baru dilakukan adalah aksi uji emisi gratis bagi kendaraan yang ada di KIP. Apa tanggapan stakeholders untuk mewujudkan KIP menjadi Ecogreen Industrial Estate? Komentar –komentar dari komunitas yang ada di KIP diantaranya wakil dari pemerintah BPLHD DKI, Organisasi pengusaha Apindo, Manajemen JIEP, dan Komisaris Utama PT JIEP dijadikan cover story majalah

Kawasan edisi 53 (awal 2010). Direktur JIEP Dicky Digdoyo mengatakan bahwa lingkungan faktor penentu dalam kehidupan manusia dan dampaknya akan luar biasa jika tidak dikelola dengan baik. “Untuk itulah JIEP menjadikan acara ini sebagai tagline KIP menuju ecogreen industrial estate,” kata Dicky dalam kesempatan acara uji emisi kendaraan bermotor dan pencanangan zona parkir bebas emisi di lingkungan kantor PT JIEP beberapa waktu lalu. (baca serba-serbi). Sekarang ini, dalam bisnis orientasi pelanggan berubah kearah orientasi lingkungan. ”Untuk itulah sekarang isu lingkungan juga menjadi perhatian utama JIEP. Mengelola lingkungan merupakan

Dicky Digdoyo Direktur JIEP

“Mengelola lingkungan merupakan kesadaran, tanpa kesadaran tinggi lingkungan akan semakin rusak, makin tidak bersahabat..” KAWASAN / EDISI 53 - 2010

5


LAPORAN UTAMA kesadaran, tanpa kesadaran tinggi lingkungan akan semakin rusak, makin tidak bersahabat,” tandas Dicky. Seperti diketahui bersama bahwa dunia global telah mensyaratkan isu lingkungan bagi setiap industri untuk benar-benar menerapkan standar pengelolaan lingkungan dalam industri atau yang dikenal ecogreen industry. “Untuk itu jajaran Direksi baru JIEP mempunyai komitmen tinggi untuk menjadikan KIP sebagai eco green industrial estate, dan kalau bisa sebagai pelopor di lingkungan Jakarta Timur,”

Kesadaran untuk uji emisi kendaraan merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan KIP. “Dalam hal kepedulian terhadap lingkungan harus dimulai dari lingkungan diri sendiri. Mudah-mudahan dengan mulai dari uji emisi kendaraan kita bisa menjaga lingkungan KIP dan Jakarta pada umumnya dari polusi,”kata Agus Guntur. Untuk itu mulai dari karyawan, Direksi harus sadar untuk mengelola lingkungannya masingmasing dengan baik sesuai dengan standar yang dipersyaratkan baik dalam segi produksi maupun lingkungan secara luas. Kita mulai dari yang kecil, membuat taman, utilitas air yang baik, pengelolaan limbah yang baik. Kita tidak usah muluk-muluk seperti di luar negeri dimana suatu bangunan industri akan punya taman yang luas akan tetapi mulailah dari yang kecilkecil dulu,” ujarnya. Sementara itu Kepala Bidang Penegakan Hukum BPLHD DKI Jakarta Ridwan Panjaitan mengatakan langkah

Ridwan Panjaitan Kepala Bidang Penegakan Hukum BPLHD DKI Jakarta

“JIEP harus kembangkan menjadi 10-20 dan kalau bisa semua perusahaan KIP menerapkan zona berstiker..” tandasnya. Ketua Apindo Jakarta Timur Agus Guntur menyambut baik komitmen jajaran manajemen baru JIEP untuk merubah KIP menjadi ecogreen industrial estate. ”Dari kegiatan uji emisi kendaraan gratis ini merupakan langkah luar biasa JIEP untuk KIP menuju ecogreen industrial estate,” kata Agus Guntur. 6

KAWASAN / EDISI 53 - 2010

Agus Guntur Ketua Apindo Jakarta Timur

“Dalam hal kepedulian terhadap lingkungan harus dimulai dari lingkungan diri sendiri...”

Gebyar H. Triono Komisaris Utama PT JIEP

“Tidak ada jalan lain mulai sekarang harus mulai berorientasi pada lingkungan kalau tetap ingin kompetitif dalam persaingan global..” JIEP melakukan uji emisi gratis sangat baik untuk melangkah menjadikan KIP ecogreen industrial estate. “Dari uji emisi kendaraan dengan penetapan zona parkir lulus uji emisi bisa dikembangkan kepada seluruh investor di KIP. Sekarang baru ada 3, JIEP harus kembangkan menjadi 1020 dan kalau bisa semua perusahaan KIP menerapkan zona berstiker,” tandasnya. Soal menjadikan KIP sebagai ecogreen industrial estate bisa dimulai dari hal kecil dalam mengelola kawasan industri. Komisaris Utama PT JIEP Gebyar H. Triono menanggapi KIP menuju eco green industrial estate mengatakan bahwa jajaran komisaris sangat mendukung langkah manajemen baru JIEP . “Kami mendukung sekali rencana menjadikan KIP ecogreen industrial estate. Dalam perdagangan bebas sekarang ini hal hal yang berkaitan dengan lingkungan, utamanya bagi investor KIP yang berkaitan


dengan produksi bersih sudah menjadi tuntutan perdagangan bebas. Untuk itu Dewan Komisaris 100 persen mendukung. Mulailah dari yang kecil dalam mengelola lingkungan bersih. JIEP sebagai pengelola KIP harus bisa bekerjasama dengan 400 investor di dalamnya untuk mewujudkan KIP sebagai ecogreen industrial estate. “Akan sia-sia usaha JIEP bila tidak mendapat dukungan dari investor, karena untuk mewujudkan eco green industrial estate, investor KIP ditingkat perusahaannya harus menerapkan eco green industry mulai dari aktivitas, produk untuk mencegah pencemaran lingkungan, “ katanya. “Memang tidak ada jalan lain bagi perusahaan di KIP mulai sekarang harus mulai berorientasi pada lingkungan kalau tetap ingin kompetitif dalam persaingan global,� tandas Gebyar. (pr/yh).

Eco Green Industry sangat penting diterapkan secara nyata dalam industri untuk mencegah lebih jauh lagi dampak pemanasan global.

KAWASAN / EDISI 53 - 2010

7


WAWANCARA KHUSUS

Industri Panik, Resah dan Gelisah Produk China Membanjiri Indonesia Setelah CAFTA Diberlakukan Kalau Anda jalan ke mal-mal di kota besar Indonesia segala macam produk China sudah mulai ramai diperdagangkan dan banyak dibeli konsumen Indonesia. Mulai dari produk mainan anak, baju , sepatu , sandal dan berbagai ragam produk Indonesia . Apalagi di pasar Tanah Abang, Jakarta yang merupakan pasar terbesar di Asia Tenggara, barang –barang dari China menguasai perdagangan di pasar tersebut. Selain harganya murah, produk China juga punya kualitas dan disain bagus. Untuk itu banyak industri merasa resah dan gelisah atas serbuan barang China tersebut. Belum lagi dari produk industri permesinan, elektronik, peralatan listrik, besi, baja produk China juga mulai mendominasi. Sofyan Wanandi, ketua Apindo

B

arang China sudah mulai masuk Indonesia sepuluh tahun terakhir, akan tetapi begitu perjanjian bebas antara ASEANdan China CAFTA (Asean Cina Free Trade Area)berlaku 1 Januari 2010 lalu barang-barang China mulai masuk secara gencar ke Indonesia. Bagaimana industri menghadapi ini semua ? Majalah Kawasan telah berbincang dengan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sofyan Wanandi baru-baru ini di kantornya, Jakarta. Pusat. Ada banyak hal yang menyebabkan produk China unggul di pasaran. Streteginya bagus dan kerjasama antara pemerin8

KAWASAN / EDISI 53 - 2010

tah dengan swasta bukan main hebatnya. Selain itu China mempunyai infrastruktur yang baik, peluang pasar dalam negerinya juga baik dengan 1,2 milyar penduduknya. �Tenaga kerjanya produktif, dukungan pemerintahnyapun sangat besar dimana industrinya mendapatkan bunga murah 3 persen per tahun dan berapapun modal yang dibutuhkan diberikan oleh pemerintahnya termasuk memberikan intensif ekspor,� kata Sofyan. Birokrasi pemerintahnya juga lebih efisien. Ini semua bertolak belakang dengan Indonesia, tambahnya. Apa yang harus dilakukan dengan

serbuan produk China di Indonesia? Dalam jangka pendek bisa dicegah dengan mengantisipasi masuknya barang-barang China yang illegal atau tidak membayar bea masuk dan PPn itu dengan memperbaiki system yang ada. Selain itu pemerintah harus melakukan uji standar nasional Indonesia (SNI) atau melalui badan POM (Pengawasan Obat dan Makanan) terhadap barang-barang China yang masuk . Karena banyak barang China yang masuk utamanya industri makanan dan minuman yang di dalam negaranya sendiri tidak boleh dipasarkan. “ Jangka panjangnya pemerintah harus perbaiki high cost


economy, infrastruktur, birokrasi dan aturan-aturan yang memberatkan industri,” katanya. Tidak Dikerjakan Ini semua harus dilakukan, kata Sofyan. Dari dulu sebetulnya hal tersebut sudah diusulkan APINDO akan tetapi tidak dikerjakan oleh pemerintah. Akibatnya bagaimana kita bisa bersaing kalau listrik tidak ada, macet dimana-mana, high cost logistic bisa seratus sampai dua ratus lebih besar dari China. “Harga sewa container yang ada di pelabuhan Tanjung Priok begitu tingginya daripada container yang disewa di China. Belum lagi pemerintah China membantu pengusahanya melalui kredit yang sebanyak-banyaknya dengan bunga yang rendah. Pemerintah China itu selalu membantu semaksimal mungkin selama rakyatnya itu mau berusaha. Ini pemerintah kita malah mengganggu. Bukan membantu, jadi bagaimana mungkin kita bisa melawan China,”tandas Sofyon dengan muka serius. “Terus terang, pada awalnya saya tidak tahu ada perjanjian ACFTA. Pada saat ditandatangani APINDO tidak pernah dilibatkan. Pemerintahan Megawati saat itu main teken aja. Mungkin menurutnya toh masih lama, dia pikir masih delapan tahun lagi. Atau biarkan saja nanti akan menjadi urusan pemerintah yang akan datang.Atau mungkin malu dengan Negara ASEAN lainnya. Yang jelas pada waktu itu pemerintah tidak berkonsultasi dengan para pengusaha terlebih dahulu, sehingga akibatnya seperti ini,” tandas Sofyan. Dan yang fatal lagi dari saat tandatangan tersebut, kata Sofyan, pemerintah tidak mempersiapkan apa-apa bahwa ACFTA nantinya akan dihadapi. Kalau Negara ASEAN lain mungkin sudah siap bersaing dengan China. Dampak Positif Sofyan tidak menampik bahwa perjanjian ACFTA juga ada positifnya bagi Indonesia, mengingat China juga memiliki pasar besar buat pengusaha Indonesia. Volume perdagangan ekspor impor China dan Indonesia mencapai 10 persen dari GNP. “Tapi yang diekspor ke China adalah produk-produk tambang seperti minyak, gas, batubara dan produk perkebunan seperti kelapa sawit dan semua mentah. Sedangkan China menjual barang jadi seperti juga mesin-mesin listrik ke PLN dengan proyek 10.000 megawatt. Selain

itu kita mengalami ketimpangan devisa dengan China dimana dia lebih untung dari kita.Sehingga kita punya trade dengan China justru deficit.Ini yang seharusnya diusahakan bagaimana Indonesia China melakukan perdagangan yang saling menguntungkan,”jelas Sofyan. Terus terang dengan posisi sekarang ini dengan perjanjian ACFTA yang paling diuntungkan adalah China. China melakukan foreign exchange control dimana jual beli devisa di dalam negerinya ditentukan oleh pemerintah. ”Selain itu pemerintah-

sebaiknya Indonesia tidak menjual barang mentah, bahan mentah sebaiknya diproduksi di Indonesia saja.“Dibikin finish good sehingga nilai tambahnya tinggi ada rakyat yang bekerja. Ini yang sebetulnya akan menjadi kekuatan ekonomi kita. Sekarang ini lucu, sejak jaman VOC kita selalu mengekspor bahan-bahan mentah, minyak mentah, tapi kemudian kita impor premiumnya, solarnya, LNG, LPG, itu semuanya nilai tambahnya untuk Negara lain dan rakyat Negara lain yang bekerja. Ini lucu,” kata Sofyan.

Produk garment Cina juga membanjiri pasar Indonesia

“Pemerintah sebaiknya mengubah kebijakannya dimana semua kekayaan alam kita bikin finish good..”. nya juga yang mematok exchange rate dari nilai mata uangnya dan harus ijin dengan pemerintah bila ingin membeli mata uang asing. Jadi bisa saja kalau sekarang bilang jangan beli dari Indonesia, maka pemerintah tidak memberikan devisa kepada perusahaan importer tersebut. Sehingga pengusahanya tidak bisa bebas jual beli dengan siapa saja melainkan pemerintahlah yang menetapkan berapa yang boleh dipakai devisanya oleh pengusaha tersebut dalam melakukan eksporimpor. Sedangkan pemerintah Indonesia menganut system devisa bebas sehingga sebenarnya China lebih diuntungkan dari kita dalam perjanjian ini. Jangan Lagi Menjual Bahan Mentah Sofyan mengatakan mulai sekarang

Begitu juga kita mengekspor kakao ke Singapura dan Malaysia, disana diolah pabriknya lalu diimpor coklatnya ke Indonesia. Kelapa sawit juga begitu kita ekspor ke China turunannya kita impor ke Indonesia. “Pemerintah sebaiknya mengubah kebijakannya dimana semua kekayaan alam kita bikin finish good. Dengan begitu perdagangan kita bersaing dengan China. Sedangkan untuk bersaing dalam produk consumer good sudah dilupakan saja, pasti kita akan kalah,”katanya. Pedagang memang diuntungkan akan tetapi industri akan mati kalau hal ini dibiarkan.”Kalau ini terjadi akan terjadi pengangguran besar-besaran. Jadi intinya apa, kita mau memberi untung pedagang atau memberi kerjaan rakyat. Prioritas mana yang dipilih ?? (pr/yh). KAWASAN / EDISI 53 - 2010

9


SOROT

Malapetaka akibat pemanasan global mengakibatkan perubahan iklim dan mengancam semua makhluk hidup tanpa kecuali di seluruh dunia. Untuk itu utusan lebih dari 190 negara telah hadir pada Konferensi Perubahan Iklim PBB di Kopenhagen, Denmark pertengahan Desember 2009 lalu.

D

alam pertemuan para pihak ke 15 (COP 15) Konferensi Perubahan Iklim PBB (UNCCC) ini telah berlangsung negosiasi untuk mencapai kesepakatan baru sebagai pengganti skema Protokol Kyoto yang akan berakhir masa berlakunya pada 2012. Sebanyak 145 negara meretifikasi Protokol Kyoto yang disetujui pada 1997. Fenomena pemanasan global jelas juga sudah terjadi di Indonesia. Pemanasan global terlihat dari perubahan suhu permukaan di seluruh wilayah Indonesia. Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, klimatologi dan geofisika (BMKG) tentang perubahan suhu minimum yang terpantau pada 1980-2002 di 33 stasiun pemantau , kenaikan tertinggi perubahann suhu maksimum di Denpasar, Bali, sebesar 0,087 derajat Celsius per tahun. Sementara kenaikan tertinggi perubahan suhu maksimum ada di Polonia, Medan, Sumatera Utara sebesar 0,172 derajat Celsius. Dan kenaikan suhu ini merupakan kecenderungan yang sedang dihadapi dunia. Sejumlah bukti ilmiah menunjukkan , kenaikan suhu global pada abad ke 21 diperkirakan 2-4,5 derajat Celsius akibat meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer.

Mengetahui Lebih Jauh Dampak Pemanasan Global 10

KAWASAN / EDISI 53 - 2010


SOROT derajat Celsius berpotensi menaikkan muka laut hingga 1 meter pada tahun 2100. Puluhan juta penduduk dii seluruh dunia akan terancam migrasi karena banjir, kekurangan air, dan iklim ekstrem.

Di Indonesia, perubahan itu terasa pada panjang pendeknya musim hujan dan kemarau. Secara umum, perubahan iklim berdampak pada musim hujan memendek, sebaliknya musim kemarau semakin panjang. Di bidang pertanian hal itu berdampak langsung pada hasil panen. Memendeknya musim hujan berbanding terbalik dengan musim kering. Interval kedatangan El Nino pun kian sering menjadi sekali dalam 3-4 tahun, yang semula 7 tahun rentangnya. El Nino diikuti musim kering yang panjang yang berpotensi timbulkan kebakaran hutan. Dampak kelautannya, iklim ekstrem mengganggu pelayaran dan nelayan karena badai tropis kian sering. Gelombang tinggi juga semakin sering mengganggu nelayan. Nelayan sekarang melaut rata-rata tinggal

200 hari setahun dibanding 10 tahun lalu yang bisa 365 hari setahun. Malapetaka Berdasarkan perkiraan sejumlah ahli, suhu bumi saat ini meningkat 0,5 derajat Celsius dari level 150 tahun silam. Kenaikan akan terus meningkat jika tak ada kemauan Negara maju menurunkan laju emisi. Kenaikan muka laut sudah terasa di sejumlah Negara, termasuk Indonesia. Kota Semarang, Belawan – Medan dan Jakarta merupakan kota terdampak kenaikan muka laut itu, berkisar 5-9,37 milimeter per tahun pada tahun 1990 an. Berdasarkan scenario “Panel Internasional Antar Pemerintah untuk Perubahan Iklim (IPCC), kenaikan suhu bumi hingga 6

Polusi kendaraan bermotor merupakan salah satu penyebab pemanasan global

Kota Jakarta Jakarta hingga kini masih berpredikat sebagai salah satu kota besar penghasil polusi udara terbesar di dunia. Emisi karbon yang dihasilkan kendaraan bermotor dan industri juga besar. Untuk itu, sejak enam tahun terakhir, Jakarta mulai berbenah. “Perang melawan dampak buruk perubahan iklim dilakukan dengan dua strategi, yaitu adaptasi dan mitigasi. Adaptasi yaitu bagaimana kita berupaya membenahi lingkungan yang mengalami kerusakan dan mitigasi atau pencegahan,� kata Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Jakarta Peni Susanti. Beberapa upaya adaptasi misalnya dengan penanaman bakau di lahan seluas 344 hektar dipesisir Jakarta Utara, khususnya di kawasan Kapuk. Sementara upaya mitigasi, antara lain dengan penerapan uji emisi kendaraan bermotor, pemberlakuan hari bebas kendaraan bermotor rutin setiap bulan, kampanye pengelolaan sampah dan mengurangi pembuangan sampah tidak pada tempatnya, serta pembuatan sumur resapan maupun lubang biopori. Dan program lainnya adalah penggunaan bahan bakar gas untuk bus transjakarta dan bajaj. Dan Jakarta juga telah menjajaki kemungkinan melebarkan pelayanan bus jalur khusus ke Bekasi dan Tangerang, untuk menyediakan angkutan umum yang nyaman dan mengurangi emisi karbon. Semua orang sebenarnya berkontribusi pada isu perubahan iklim karena pada setiap aktivitasnya mengeluarkan emisi karbon. Mobilitas dengan kendaraan itu mengeluarkan emisi karbon karena memakai bahan bakar fosil, bensin. Juga ketika kita membeli barang dan menggunakan barang-barang elektronik. Bahan bakar pembangkit listrik juga bahan bakar fosil dan batubara. Beberapa perilaku yang bisa diubah untuk mengurangi emisi karbon antara lain memilih kendaraan yang lebih kecil emisinya, naik kendaraan umum, naik sepeda atau kalau perlu jalan kaki. Dan posisi sekarang kesadaran akan pemanasan global dan perubahan iklim masih sangat rendah. (tim) KAWASAN / EDISI 53 - 2010

11


SOROT

Presiden RI Targetkan Penurunan Karbon Emisi 26 Persen Presiden RI telah mengumumkan target penurunan emisi karbon sukarela pada G-20 Summith, Pittsburgh, Amerika Serikat, September 2009 lalu, membawa pengaruh baru dalam perundingan Climate Change hingga pada konferensi perubahan iklim di Kopenhagen, Denmark pertengahan Desember 2009 yang dihadiri 15 000 perwakilan dari 190 negara di dunia.

P

residen RI mentargetkan angka 26 persen dengan upaya sendiri dan angka 41 persen dengan bantuan luar negeri tersebut seakan menjawab tantangan Negara maju, khususnya Amerika Serikat, yang mensyaratkan Negara berkembang untuk punya target penurunan emisi. Kepemimpinan Indonesia dalam negosiasi perubahan iklim kembali ditunjukkan oleh Presiden RI Yudhoyono sebagai seorang presiden di Negara yang rentan terhadap dampak perubahan iklim disusul China dan India. India mengikuti jejak Indonesia dengan angka target penurunan emisi 25 persen pada tahun 2020 dari tingkat emisi tahun 2005. Sementara China dengan target yang lebih tinggi, yaitu 40 persen sampai 45 persen. Apakah target sebesar 26 persen itu akan tercapai? Artinya, Indonesia akan menurunkan emisi pada tingkat 0,59 giga ton CO2 ekuivalen dari total emesi karbon tahun 2020, yaitu 2,95 giga ton CO2 ekuivalen. Bidang energi akan bertanggungjawab mengurangi emisi 0,03 giga ton CO2 ekuivalen. Untuk bidang energi, pemakaian energi panas bumi dan pengembangan energi tenaga air adalah sebagai target utama pemerintah untuk sector hilirnya, sedangkan sector hulu melalui upaya pengembangan budaya hemat energi dan pemakaian perangkat hemat energi. Selanjutnya kita apakah target tersebut realistis atau tidak ? Jika diasumsikan keberhasilan program energi di sector hilir akan mencapai tingkat reducing emisi karbon sebesar 5 persen, dan diasumsikan lagi jika pengembangan energi air berkontribusi sebesar 5 persen emisi karbon sector energi, maka sisa 90 persen pengurangan emisi 12

KAWASAN / EDISI 53 - 2010

karbon akan menjadi beban sector hulu 0,027 giga ton CO2 ekuivalen atau 27 juta ton CO2 ekuivalen atau 27 juta ton CO2 ekuivalen dari pengembangan energi panas bumi. Pemerintah mengisyaratkan pengembangan energi panas bumi baru 1000 MW dari usaha pemerintah dan 2000 MW dari usaha swasta, total 3000 MW pada 2020. Target ini sebenarnya masih jauh di bawah target dalam kebijakan energi nasional

yaitu 9.500 MW pada 2025. Pemerintah mencoba lebih realistis. Proyeksi Pengembangan Dengan pengembangan model ekonometrika untuk kasus panas bumi Indonesia, dengan fungsi pertumbuhan dan perkembangan teknologi panas bumi itu sendiri, didapatlah proyeksi pengembangan energi panas bumi Indonesia seperti terlihat pada grafik 1.. Terlihat bahwa pengembangan energi panas bumi prospeknya amat bagus amat bagus di Indonesia dan diperkirakan akan naik sangat tajam mencapai 16.600 MW

pada 2100. Sementara 2020 pengembangan energi panas bumi ini akan mencapai 3100 MW. Akan melebihi target yang ditetapkan pemerintah sebesar 3000 MW. Kredit Emisi Pertanyaan berikut adalah, bagaimana dengan potensi pengurangan emisi karbonnya?Grafik 2 memperlihatkan potensi pengurangan emisi karbon akan mencapai maksimum 20 juta ton CO2 ekuivalen tahun 2020, itu pun jika diasumsikan semua energi panas bumi diperuntukkan mengurangi batu bara sebagai sumber energi di Indonesia. Masih selisih 7 juta ton CO2 ekuivalen dan angka ini bukanlah angka yang dapat diabaikan. Sebelum dibahas lebih lanjut bagaimana usulan solusinya, akan dijelaskan lebih lanjut tentang potensi kredit emisi. Tidak fair jika tidak dihitung potensi karbon kredit atau clean development mechanism (CDM) dari usaha energi panas bumi tersebut. Co-benefit yang didapatkan yaitu akan diperoleh besaran kredit emisi sebesar 2 miliar dollar AS per tahun pada 2020 dengan asumsi nilai kredit emisi 100 dollar AS per ton karbon tahun 2020. Angka ini akan mungkin lebih besar jika Kopenhagen sukses. Tantangan ke Depan Kembali ke angka 7 juta ton CO2 ekuivalen, bagaimana mencukupi kekurangannya? Salah satu jalan keluar yang sangat proekonomi Indonesia adalah dengan memanfaatkan hasil jual karbon kredit untuk pengembangan potensi energi terbarukan lainnya, seperti energi matahari, energi angina, biodesel dan pemanfaatan energi coal bed methane. (Disarikan dari tulisan Armi Susandi-ITBWakil Ketua Pokja Adaptasi- Dewan Nasional Perubahan Iklim dan Delegasi Indonesia untuk Kopenhagen)


TEKNOLOGI INFORMASI

Pemanfaatan Aplikasi Informasi Teknologi Di KIP

P

erkembangan Kawasan Industri Pulogadung (KIP) tidak dipungkiri sangat pesat dan dinamis. Berdiri sejak tahun 1973, KIP telah menjadi sebuah kawasan industri yang tidak hanya didiami oleh perusahaan industri pembuatan dan pengolahan namun kini juga mulai didiami oleh perusahaan logistic dan pergudangan. Mengingat lokasi KIP yang sangat strategis, di timur kota Jakarta, menjadikan KIP sebagai pintu bagi distribusi dan logistic. Kebutuhan akan gudang dan tranpostasi logistic juga mengalami peningkatan yang signifikan seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan sarana pendukung usaha logistic. Salah satunya adalah kebutuhan akan dukungan aplikasi informasi tehnologi yang mendukung. Aplikasi–aplikasi tersebut memiliki peran yang berbeda dengan dengan sasaran yang berbeda pula. Aplikasi yang dapat dimanfaatkandi KIP antara lain: 1. Enterprise Resource Planning Enterprise Resources Planning (ERP) adalah merupakan aplikasi terpadu yang memberikan dukungan sistem informasi kepada manajemen dalam hal pengelolaan sumberdaya perusahaan yaitu : Keuangan, Sumberdaya Manusia, dan Logistik. Ketiga sumberdaya tersebut akan membentuk sistem informasi back office bagi perusahaan dalam rangka mendukung kegiatan bisnis utama. Adapun definsi ERP adalah “Suatu solusi terpadu yang melibatkan pengelolaan sumberdaya organisasi baik Manusia, Uang, Material dan Manajemen dengan memanfaatkan basis data yang terintegrasi sehingga hanya dibutuhkan satu kali input data untuk setiap transaksi dan akan berpengaruh dengan fungsi lain didalam modul sistem informasi”; ERP telah secara luas dimanfaatkan, dengan beragam solusi yang dibangun dan ditawarkan oleh vendor sistem informasi, hampir 70% perusahaan yang tergabung dalam fortune 500 memanfaatkan ERP sebagai tulang punggung sistem informasi mereka. 2. Supply Chain Management Supply Chain Management (SCM) adalah merupakan aplikasi terpadu yang memberikan dukungan sistem informasi kepada manajemen dalam hal pengadaan barang dan jasa bagi perusahaan sekaligus mengelola hubungan diantara mitra untuk menjaga tingkat kesediaan produk dan jasa yang dibutuhkan oleh perusahaan secara optimal. SCM memiliki keterkaitan secara langsung dengan ERP terutama dari sisi Logistik Perusahaan, pembelian dan hutang serta manajemen mitra. Adapun definsi SCM adalah “ Suatu solusi terpadu yang melibatkan pengelolaan sumberdaya organisasi atas kebutuhan barang dan jasa dan juga meliputi manajemen para mitra dengan memanfaatkan basis data yang terintegrasi dan bertujuan untuk menjamin terpenuhinya tingkat kebutuhan material suatu organisasi”; 3. Customer Relationship Management Customer Relationship Management (CRM) adalah merupakan aplikasi terpadu memberikan dukungan sistem informasi kepada manajemen dalam hal hubungan kepada pelanggan dengan memiliki keterkaitan yang erat secara langsung dengan ERP terutama dari sisi penjualan, serta piutang. CRM lebih berfokus kepada upaya untuk memahami kebutuhan pelanggan agar dapat diberikan layanan secara cepat dan tepat. Adapun definsi CRM adalah “ Suatu solusi terpadu yang melibatkan pengelolaan sumberdaya organisasi meliputi manajemen para pelanggan dengan memanfaatkan basis data yang terintegrasi dan bertujuan untuk menjamin terpenuhinya tingkat kebutuhan pelanggan akan barang dan jasa serta meningkatkan kualitas hubungan antara organisasi dengan pelanggan” 4. Enterprise Application Integration Pada saat implementasi suatu sistem informasi dilakukan seringkali akan ditemui masalah yang menyangkut integrasi dengan sistem yang telah ada, dimana sistem yang telah ada masih memiliki manfaat yang

signifikan sehingga akan lebih efisien dan efektif bilamana sistem tersebut dipertahankan. Permasalahan lain menyangkut integrasi sistem informasi adalah meliputi integrasi beberapa sistem yang berbeda sebagai konsekuensi pemilihan aplikasi yang berbeda untuk setiap fungsi perusahaan sesuai dengan kelebihan yang dimiliki oleh masing-masing vendor. Sebagai contoh diantaranya adalah SAP untuk ERP, Siebel untuk CRM dan Baan untuk SCM. Biasanya solusi yang dipilih adalah menggunakan interfacing dengan menggunakan API, tetapi hal ini tidak dapat diandalkan terutama untuk permasalahan sistem yang sangat kompleks. Untuk itu dibutuhkan solusi aplikasi yang mampu untuk mengintegrasikan seluruh sumberdaya sistem informasi yang berbeda platform. Solusi tersebut dikenal dengan istilah Enterprise Application Integration (EAI). Keempat aplikasi sebagaimana dijelaskan diatas akan menjadi tulang punggung sistem informasi manajemen perusahaan yang teritegrasi dengan kegiatan operasional perusahaan seperti Billing system, Network Maintenance System dan beragam aplikasi operasional lainnya. Aplikasi terakhir selain keempat aplikasi bisnis sebagaimana dimaksud diatas adalah Decision Support Sistem (DSS), sebagai muara dari keseluruh sistem yang bertujuan untuk memberikan dukungan sistem informasi kepada manajemen perusahaan dalam rangka pengambilan keputusan. DSS akan menjadi aplikasi terminasi dari alur informasi yang terjadi mulai dari transaksi hingga pengambilan keputusan ditingkat manajemen puncak perusahaan. Gambaran hubungan diantara keempat aplikasi sebagaimana dijelaskan diatas dalam kaitannya dengan Decision Support System adalah sebagai berikut:

SOLUSI JIEPNET UNTUK KIP Untuk menjawab kebutuhan akan aplikasi IT pendukung, kini telah hadir JIEPNet sebagai solusi IT KIP. Dengan layanan global dan bermutu. Dikembangkan oleh PT JIEP, kehadiran JIEPNet bukan hanya menyediakan aplikasi-aplikasi yang dibutuhkan oleh perusahaanperusahaan di KIP, namun juga memberikan solusi dan integrasi dari keseluruhan kegiatan berusaha perusahaan yang nantinya akan semakin meningkatkan kinerja perusahaan. Awal Februari, JIEPNet akan meluncurkan layanan internet service provider (ISP). Dengan kelebihan: - Mengunakan jaringan gygabite Fiber Optic end to end Jakarta – Singapura 96 core dan Gedung Cyber ke JIEP Net 4 core - Koneksi upstream IIX memanfaatkan 5 mitra : PCCW, Equinix, BT, Singtel dan Matrix - Kecepatan transmisi atau Ping Ratio untuk Eropa, Amerika, Australia dan Asia < 200 ms (round trip) - Broadband Global Peering (BGP) mengunakan Cisco Series 7200 Keberadaan ISP ini merupakan landasan dasar bagi pemanfaatan IT di KIP. Dengan internet protocol JIEPNet, aplikasi-aplikasi IT perusahaan dapat berjalan dengan lebih cepat, real time dan reliable. (Achmad Maulizal, MSi - Penulis adalah Kepala Sub Divisi Database & IT PT. JIEP)

KAWASAN / EDISI 53 - 2010

13


INFO SINGKAT

Perdagangan Bebas yang Ditakutkan PEMERINTAH berencana mengkaji ulang sebagian perjanjian perdagangan bebas antara Negara-negara ASEAN dan China yang mulai diberlakukan 1 Januari 2010. Menurut Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa saat ini sedang dibahas oleh Departemen Perdagangan dan Departemen Perindustrian. â&#x20AC;&#x153;Kami akan mencoba mencari jalan keluarnya. Nanti untuk produk-produk tertentu, seperti baja, tekstil dan sepatu yang diperkirakan akan terkena dampak negative, kami upayakan jalan keluarnya,â&#x20AC;? tandasnya. Sekarang ini barang-barang produk China sudah mulai membanjiri pasaran dalam negeri yang meresahkan dan menakutkan produsen, karena produk dari China lebih murah, dan lebih bermutu. Posisi sekarang Indonesia belum mampu bersaing dengan produk China karena infrastruktur dalam negeri belum siap. Ini membuat biaya pokok produksi lebih tinggi daripada barangbarang China. Contoh dalam industri sepatu produk China bisa 20 persen lebih murah dibanding buatan Indonesia. Sekarang di Indonesia ada 400 an pabrik sepatu skala UKM yang terkena imbas FTA. (*)

Tenaga Kerja Merasa Plong , Indonesia Selamat dari Krisis Global PRO KONTRA masalah bantuan talangan ke Bank Century dari pemerintah terus bergulir kencang seiring pemeriksaan Pansus Bank Century DPR RI kepada pihakpihak yang terkait Akan tetapi bagi tenaga kerja Indonesia merasa plong karena Indonesia telah selamat dari krisis global dan ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) sampai 1,5 juta orang yang tidak terjadi sepenuhnya sampai akhir 2009. Angka pengangguran terbuka menurut Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2009 pun menyentuh 7,87 persen, turun dari 8,39 per Agustus 2008. Jumlah angkatan kerja pada Agustus 2009 mencapai 113,83 juta orang naik 90.000 orang dari Februari 2009 atau 1,88 juta orng per Agustus 2008. Dari jumlah itu hanya 104,87 juta orang yang bekerja di Indonesia dan ada 8,96 juta orang yang bekerja di luar negeri. Walau sector ketenegakerjaan mencatat pertumbuhan positif, pemerintah masih akan menghadapi tantangan berat, yakni mensejahterakan buruh. (*)

14

KAWASAN / EDISI 52 - 2009

Perekonomian 2010 Akan Bergairah INVESTASI dan ekspor bakal jadi pendorong pertumbuhan ekonomi tahun 2010 yang diperkirakan mencapai 5,5 persen. Tren penurunan suku bunga kredit, ekpansi usaha sector riil, dan pemulihan ekonomi global merupakan factor-faktor pemicu pertumbuhan investasi dan ekspor. Berdasarkan Tinjauan Kebijakan Bank Indonesia yang dirilis tahun 2010 diperkirakan tumbuh 8,7 persen, naik dibanding pertumbuhan tahun 2009 yang diperkirakan 3,7 persen. Adapun kinerja ekspor pada 2010 diperkirakan tumbuh 9 persen dibanding tahun sebelumnya yang minus 12 persen. Sektor konsumsi yang menjadi pendorong pertumbuhan tahun 2009 justru akan tumbuh melambat menjadi 5,3 persen dibandingkan dengan sebelumnya 5,8 persen. Optimisme perbaikan ekonomi diperkirakan mendorong investasi tumbuh 8,5-8,7 persen tahun 2010. Akselerasi pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan pemulihan ekspor diikuti peningkatan aktivitas disisi produksi. (*)

Hingga Kini PP CSR Belum Terbit HINGGA awal 2010, Undang-Undang tentang Perusahaan Terbatas yang mewajibkan perusahaan melaksanakan tanggungjawab social atau corporate social responsibility (CSR) belum terbit PPnya. Akibatnya tidak ada rumusan pasti tentang CSR. Sekarang ini hampir semua perusahaan besar telah menimplementasikan CSR. Numun, usaha kecil dan menengah kesulitan jika CSR diwajibkan . Oleh karena itu, pemerintah semestinya membuat panduannya atau Peraturan Pemerintah (PP) tentang CSR. (*)


INFO SINGKAT

Harga BBM dan TDL Tidak Naik di Tahun 2010

BKPM Akan Luncurkan Sistem Elektronik

MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengemukakan bahwa pemerintah memastikan tidak akan ada kenaikan harga bahan bakar minyak dan tarif dasar listrik pada tahun 2010 meskipun harga minyak dunia saat ini masih berfluktuasi. Tanpa kenaikan tariff, pemerintah juga optimistis kinerja dan keandalan suplai oleh perusahaan listrik Negara atau PLN juga dapat ditingkatkan. “Kita sudah melihat bahwa sama sekali tidak ada kemung-kinan untuk menaikkan harga BBM.Terkait dengan hal itu, pemerintah mengusulkan penambahan subsidi bahan bakar minyak (BBM), elpiji, dan bahan bakar nabati sebesar Rp. 28,1 triliun. Asumsi harga minyak di APBN 2010 juga diusulkan pemerintah untuk direvisi dalam APBN perubahan 2010 menjadi 80 dollar AS per barrel. Sebelumnya asumsi harga minyak 65 dollar AS per barrel.Harga minyak mentah di pasaran dunia saat ini berkisar 80 dollar AS per barrel.

BADAN Koordinasi Penanaman Modal akan meluncurkan system elektronik penanaman modal di Indonesia sebagai pengembangan dari system pelayanan terpadu satu pintu.“Upaya itu ditempuh untuk mempermudah investor melihat potensi suatu daerah dan membantu investor mengurus perizinan investasi,”kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan baru-baru ini. Saat ini, kata dia sebagian wilayah Indonesia, pelayanan penanaman modal untuk investor sudah lebih sederhana. Investor tidak perlu mendatangi banyak tempat untuk mengurus perizinan investasi, tetapi cukup datang disatu tempat.”Itu membuat proses pelayanan penanaman modal lebih sederhana. Kami akan terus menyosialisasikan di seluruh provinsi dan diharapkan diatur dalam peraturan daerah masing-masing,”ujar Gita. Di Batam dan Kepulauan Riau diluncurkan tanggal 15 Januari 2010, dan menyusul daerah lain. Sistem elektronik sebetulnya program tahun 2012.

Penyaluran KUR Bertambah JUMLAH bank penyalur kredit usaha rakyat (KUR) tahun 2010 bertambah dari enam bank pada 2009 menjadi 15 bank, demikian dikatakan Menteri Negara Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Syarifuddin Hasan. Pada tahun 2010 penyaluran KUR akan lebih optimal dibandingkan tahun 2009. KUR yang telah disalurkan hingga tahun 2009 mencapai Rp.18 triliun. (*)

Abaikan K3 Akan Ditindak PEMERINTAH akan menindak tegas perusahaan yang mengabaikan prinsip keselamatan dan kesehatan kerja atau K3. Hal ini akan dilakukan setelah masa sosialisasi dan kampanye K3 selama sebulan pada 12 Januari hingga 12 Februari 2010. “Pemerintah juga akan membentuk forum tripartite pengawasan K3,”tegas Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar di Jakarta baru-baru ini. Sepanjang tahun 2009 tercatat 54.398 kasus kecelakaan kerja. Jumlah tersebut tidak banyak berkurang dibandingkan dengan tahun 2008 yang tercatat 58.600 kasus kecelakaan kerja. Ketua Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional Harjono mengatakan , Jamsostek membayar klaim kecelakaan kerja Rp.300 miliar sampai Rp.400 miliar per tahun. Namun, kerugian tidak langsung sebenarnya jauh lebih besar lagi, yang diperkirakan mencapai Rp.50 triliun. (*)

Tiga Kendala Investasi Tiga kendala yang menghambat dunia usaha, yakni ketidaktersediaan infrastruktur yang memadai, keterbatasan energi dan masih buruknya regulasi. Hal inilah mengemuka dalam Forum Bersama Ekonomi Indonesia- Jepang di Jakarta. Delegasi Jepang yang dipimpin Naoshima mengatakan , penataan infrastruktur adalah hal penting bagi investor, terutama bagi pengusaha Jepang. Dalam kesempatan ini pemerintah memperkenalkan program percepatan pembangunan dalam kerangka Indonesian Economic Development Corridor , adalah Sumatera bagian timur, dan Jawa Barat bagian utara, Jawa bagian utara, Kalimantan, Sulawesi bagian barat, Jawa Timur-Bali- Nusa Tenggara dan Papua. Tiga kendala tersebut, masuk dalam program100 hari pemerintahan baru. Pemerintah berkomitmen menghilangkan hambatan-hambatan yang dirasa mengganggu iklim investasi. (*).

Biaya Pelabuhan Sangat Tinggi BIAYA pelabuhan di Indonesia relative tinggi dibanding dengan biaya pelabuhan di Negara-negara anggota ASEAN lainnya. Hal itu membuat ongkos pengiriman barang melalui pelabuhan menjadi tinggi sehingga mempengaruhi daya saing produk Indonesia.Biaya penanganan container (terminal handling charge/THC) ukuran 20 kaki di Indonesia mencapai 95 dollar AS per container. Padahal di Malaysia hanya 88 dollar AS,Thailand dan Vietnam lebih murah lagi, masing-masing 63 dollar AS dan 70 dollar AS. “Bagaimana mungkin kita dapat bersaing dengan produk Negara lain untuk ongkos mengirimkan barang saja di negeri kita lebih mahal,”kata Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia Benny Soetrisno pada jumpa pers di Jakarta baru-baru ini. KAWASAN / EDISI 52 - 2009

15


LINGKUNGAN

PEMANASAN GLOBAL, KOTORAN SAPI DAN SOLUSINYA Oleh : Ermay Lasari (Staff Direktorat Bidang IV - Divisi Teknik Lingkungan)

P

ada dasarnya pemanasan global merupakan fenomena peningkatan temperatur global dari tahun ke tahun karena terjadinya efek rumah kaca yang disebabkan oleh meningkatnya emisi gas-gas seperti karbondioksida (CO2), Metana (CH4), dinitrooksida (N2O) dan Chloro Fluoro Carbon (CFC) sehingga energi matahari terperangkap dalam atmosfer bumi. Dalam laporan PBB (FAO) yang berjudul Livestockâ&#x20AC;&#x2122;s Long Shadow: Enviromental Issues and Options (Dirilis bulan November 2006), PBB mencatat bahwa industri peternakan menghasilkan emisi gas rumah kaca yang paling tinggi (18%), jumlah ini melebihi gabungan dari seluruh transportasi di seluruh dunia (13%). Peternakan terutama peternakan sapi memberikan konstribusi besar terhadap pemanasan global. Kotoran sapi mengandung gas metana yang notabenenya lebih berbahaya dari gas emisi kendaraan bermotor, apalagi populasi sapi di dunia yang mencapai + dua miliyar. Melihat fenomena tersebut maka kita membutuhkan solusi yang tepat dan cermat. Solusi yang mampu berpacu dengan waktu untuk memperlambat laju pemanasan global. Salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan kotoran sapi sebagai energi alternatif berupa biogas. Dengan begitu kandungan gas metana yang ditimbulkan dapat disalurkan menjadi energi yang cukup ramah lingkungan. Dari sini kita mendapatkan dua keuntungan, yang pertama kita memperoleh energi alternatif (dengan kemungkinan menguntungkan secara finansial) dan secara tidak langsung kita turut menyelamatkan bumi dari serangan gas metana. Latar Belakang Berbicara tentang global warming atau pemanasan global semua orang pasti sudah pernah mendengar bahkan mengetahuinya. Pada dasarnya pemanasan global merupakan fenomena peningkatan temperatur global dari tahun ke tahun karena terjadinya efek rumah kaca yang disebabkan oleh meningkatnya emisi gas-gas seperti karbondioksida (CO2), Metana (CH4), dinitrooksida (N2O) dan Chloro Fluoro Carbon (CFC) sehingga energi matahari terperangkap dalam atmosfer bumi. Efek rumah kaca sendiri sebenarnya adalah fenomena alami, namun kita manusia sebenarnya yang telah mempermainkan. Aktivitas manusia seperti membakar bahan bakar fosil

16

KAWASAN / EDISI 53 - 2010

batubara dan minyak untuk industri dan transportasi serta industri peternakan. Sebagaimana kita ketahui bahwa pemanasan yang terjadi secara luas memang berasal dari dampak ulah manusia di seluruh bumi. Bertambahnya jumlah kendaraan bermotor di dunia, berkembangnya industri di negara maju, kurangnya kepedulian manusia terhadap lingkungan adalah salah satu faktor penyebab terjadinya pemanasan global. Lalu bagaimanakah kaitannya pemanasan global dengan kotoran sapi ?. Dalam laporan PBB (FAO) yang berjudul Livestockâ&#x20AC;&#x2122;s Long Shadow: Enviromental Issues and Options (Dirilis bulan November 2006), PBB mencatat bahwa industri peternakan menghasilkan emisi gas rumah kaca yang paling tinggi

(18%), jumlah ini melebihi gabungan dari seluruh transportasi di seluruh dunia (13%). PBB juga menambahkan bahwa emisi yang dihitung hanya berdasarkan emisi CO2 saja, padahal industri peternakan juga merupakan salah satu sumber utama pencemaran tanah dan air bersih. Peternakan melepaskan 9% karbondioksida dan 37 % gas metana (26 kali lebih berbahaya dari CO2). Selain itu, kotoran ternak menyumbang 5 % dinitrooksida (296 kali lebih berbahaya dari CO2), serta 64 % amonia penyebab hujan asam, menandakan bahwa alarm tanda bahaya dampak pemanasan global semakin nyaring dan pola pencairan es di kutub merupakan salah satu indikatornya. Pembahasan Peternakan terutama peternakan sapi memberikan konstribusi besar terhadap pemanasan

global. Kotoran sapi mengandung gas metana yang notabenenya lebih berbahaya dari gas emisi kendaraan bermotor, apalagi populasi sapi di dunia yang mencapai + dua miliyar. Bisa dibayangkan berapa besar prosentase yang ditimbulkan kotoran sapi terhadap pemanasan global. CO2 sejauh ini adalah gas rumah kaca paling berlimpah yang dibuat manusia. Namun Metana (CH4) dan dinitrogen oksida (N2O) lebih berpotensi dan konsentrasinya juga meningkat. Secara umum Metana adalah molekul hidrokarbon rantai terpendek dan teringan yang berbentuk gas dengan rumus kimia CH4. Metana yang merupakan komponen utama gas alam juga termasuk gas rumah kaca yang dapat menciptakan pemanasan global ketika terlepas ke atmosfer, dan umumnya dianggap sebagai polutan ketimbang sumber energi yang berguna. Ia merupakan insulator yang efektif, mampu menangkap panas 26 kali lebih banyak bila dibandingkan karbondioksida. Metana dilepaskan selama produksi dan transportasi batu bara, gas alam, dan minyak bumi. Metana juga dihasilkan dari pembusukan limbah organik di tempat pembuangan sampah (landfill), bahkan dapat dikeluarkan oleh hewan-hewan tertentu, terutama sapi, sebagai produk samping dari pencernaan. Melihat fenomena-fenomena tersebut maka kita membutuhkan solusi yang tepat dan cermat. Solusi yang mampu berpacu dengan waktu untuk memperlambat laju pemanasan global. Salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan kotoran sapi sebagai energi alternatif berupa biogas. Dengan begitu kandungan gas metana yang ditimbulkan dapat disalurkan menjadi energi yang cukup ramah lingkungan. Dari sini kita mendapatkan dua keuntungan, yang pertama kita memperoleh energi alternatif (dengan kemungkinan menguntungkan secara finansial) dan secara tidak langsung kita turut menyelamatkan bumi dari serangan gas metana. Biogas adalah gas-gas yang dihasilkan dari proses penguraian anaerob (tanpa udara) atau


LINGKUNGAN fermentasi dari material organik seperti kotoran hewan, lumpur kotoran, sampah padat, atau sampah terurasi secara bio. Gas utama dari proses biogas terdiri dari metana dan CO2. Biogas konvensional umumnya menggunakan proses cair di mana kotoran/sampah dicampur dengan air untuk membantu proses penguraian. Biogas sistem padat juga dimungkinkan, misalnya yang terjadi pada tempat pembuangan sampah padat (landfill). Karena CH4 mempunyai sifat sulit dikompres (berbeda dengan LPG), maka CH4 dari pembangkit biogas umumnya dipakai secara langsung. Beberapa pendapat lebih menyarankan gas dari biogas digunakan langsung untuk memasak, pemanas, penerangan, menggerakkan pompa atau kompresor, atau bahkan untuk sistem pendingin absorpsi dibandingkan dikonversi menjadi listrik. Biogas sistem anaerob (kedap udara) dapat dibuat dengan mudah. Terdapat dua jenis sistem biogas, yaitu jenis terapung (floating) dan jenis kubah tetap (fixed dome). Pada tipe terapung, diatas tumpukan bahan bio (digester) diletakkan drum terbalik dalam posisi terapung. Pada reaktor biogas jenis kubah tetap, digester diletakkan didalam tanah dan bagian atasnya dibuat ruangan dengan atap seperti kubah terbalik. Fungsi drum terbalik atau kubah terbalik ini untuk menampung biogas yang dihasilkan dari digester (lihat gambar atas). Tumpukan bahan bio diselimuti oleh bahan yang tidak mudah bocor, misalnya plastik yang tahan pada temperatur agak tinggi. Kemudian dibagian luarnya dibuat dinding seperti membuat dinding bangunan rumah. Alternatif lain, dinding digester dapat dibuat dari plat yang agak tebal. Selain digester, diperlukan juga saluran masuk untuk bahan baku, saluran keluar lumpur sisa (slurry) dan saluran/pipa untuk distribusi biogas yang terbentuk. Berikut contoh pemanfaatan kotoran sapi untuk biogas. Rata-rata dapat diasumsikan bahwa 1 ekor sapi menghasilkan kotoran 5 kg/ hari. Dengan 16 ekor sapi akan diperoleh kotoran 80 kg/hari. Kotoran tersebut kemudian dicampur dengan air 80 liter. Hasil yang diperoleh adalah biogas 1 m3/hari atau setara dengan 0,65 m3 gas CH4 yang mengandung energi sebesar 6.5 kWh. Perlu dicatat bahwa beberapa penelitian bahkan menyebutkan kotoran sapi yang dikeluarkan perharinya di Indonesia bisa mencapai 22 kg/ hari. Angka terakhir ini sepertinya terlalu besar kalau hanya memperhitungkan fesesnya saja. Data yang lebih mutakhir menunjukkan bahwa pada peternakan sapi perah, sapi potong dan kerbau diperoleh kotoran rata-rata perhari sebesar 12 kg/ekor. Jenis floating drum di Indonesia dengan kapasitas digester 27 m3 biaya yang dibutuhkan untuk membangunnya adalah sebesar Rp. 9.000.000. Untuk biodigester skala kecil kapasitas 0,2 m3 dapat dibuat dari dua drum bekas. Biaya untuk skala kecil ini sekitar Rp. 200.000. Tahapan untuk terbentuknya biogas dari pro-

ses fermentasi anaerob dapat dipisahkan menjadi tiga. Tahap pertama adalah tahap hidrolisis. Tahap kedua adalah tahap pengasaman. Tahap ketiga adalah tahap pembentukan gas CH4. Pada tahap hidrolisis, bahan-bahan biomas yang mengandung selulosa, hemiselulosa dan bahan ekstraktif seperti protein, karbohidrat dan lipida akan diurai menjadi senyawa dengan rantai yang lebih pendek. Sebagai contoh polisakarida terurai menjadi monosakarida sedangkan protein terurai menjadi peptida dan asam amino. Pada tahap hidrolisis, mikroorganisme berperan dalam mensekresikan enzim ekstraselular seperti selulose, amilase, protease dan lipase. Pada tahap pengasaman, bakteri akan menghasilkan asam yang akan berfungsi untuk mengubah senyawa pendek hasil hidrolisis menjadi asam asetat, H2 dan CO2. Bakteri ini merupakan bakteri anaerob yang dapat tumbuh pada keadaan asam. Untuk menghasilkan asam asetat, bakteri tersebut memerlukan oksigen dan karbon yang diperoleh dari oksigen yang terlarut dalam larutan. Selain itu, bakteri tersebut juga mengubah senyawa yang bermolekul rendah menjadi alkohol, asam organik, asam amino, CO2, H2S dan sedikit gas CH4. Pada tahap pembentukan gas CH4, bakteri yang berperan adalah bakteri metanogenesis. Bakteri ini akan membentuk gas CH4 dan CO2 dari gas H2, CO2 dan asam asetat yang

dihasilkan pada tahap pengasaman. Ketiga proses dalam reaktor biogas dapat dilihat pada Gambar 6 di bawah ini. Perlu diketahui bahwa laju pembentukan gas CH4 dalam reaktor biogas sangat dipengaruhi oleh temperatur. Temperatur ini akan berhubungan dengan kemampuan bakteri yang ada dalam reaktor. Bakteri psyhrophilic pada temperatur 0 – 7 oC, bakteri mesophilic pada temperatur 13 – 40 oC sedangkan thermophilic pada temperatur 55–60 oC. Temperatur yang optimal untuk digester adalah temperatur 30 – 35 oC, kisaran temperatur ini mengkombinasikan kondisi terbaik untuk pertumbuhan bakteri dan produksi methana di dalam digester dengan lama proses yang pendek. Massa bahan yang sama akan dicerna dua kali lebih cepat pada 35°C dibanding pada 15°C dan menghasilkan hampir 15 kali lebih banyak gas pada waktu proses yang sama. Pemanfaatan kotoran sapi ini diharapkan memperlambat laju pemanasan global yang terjadi serta sebagai salah satu energi alternatif untuk menanggulangi krisis energi yang terjadi di bumi ini. Kesimpulan Tidak semua orang tahu dan menyadarinya bahwa peternakan sapi khususnya kotoran sapi ternyata memberikan peranan yang cukup besar terhadap pemanasan global. Upaya yang sering dilakukan adalah menggunakan kendaraan yang ramah lingkungan, mengurangi penggunaan kendaraan bermotor dll, karena paradigma yang berkembang adalah “penyebab utama pemanasan global saat ini hanyalah dari emisi kendaraan bermotor dan industri”. Padahal CH4 yang terkandung dalam kotoran sapi memberikan peranan yang lebih besar daripada emisi kendaraan dan industri. Oleh karena itu pemanfaatan kotoran sapi dengan teknik biogas adalah salah satu alternatif usaha memperlambat laju pemanasan global. Alternatif lain yang patut kita pertimbangkan yaitu mengubah pola makan kita menjadi vegetarian. Mengubah kebiasaan kita mengkonsumsi daging sebagai kontributor terbesar emisi gas rumah kaca. Mari dengan mata jernih sejenak merasakan beban berat bumi ini menjaga bumi dari pemanasan global.

KAWASAN / EDISI 53 - 2010

17


LINGKUNGAN

HASIL PERTEMUAN DARI KONVENSI KERANGKA KERJA PERUBAHAN IKLIM PBB (UNFCCC) Oleh : Ir. Yulianto

Negara hutan tropis menjaga hutannya untuk menyerap emisi karbon dari negara maju, sebaliknya negara maju memberikan bantuan dana kepada negaranegara hutan tropis.

P

rotokol Kyoto merupakan sebuah kesepakatan yang merupakan kelanjutan dari berbagai kesepakatan penyelamatan bumi, telah menjadi sebuah titik awal upaya mengatasi pemanasan global. Protokol Kyoto telah memperoleh kekuatan hukum internasional sejak 16 Februari 2005, saat Rusia menjadi negara ke-55 yang meratifikasi protokol ini sekaligus memenuhi syarat 55 persen total emisi dari negara maju. Indonesia sendiri telah meratifikasi Protokol Kyoto melalui UU No. 17/2004. Hingga tahun 2006, 161 negara di dunia telah meratifikasi protokol ini, kecuali Amerika Serikat dan Australia yang menjadi penyumbang terbesar emisi gas rumah kaca (GRK). Bersamaan dengan pertemuan Bali, Australia melakukan ratifikasi protokol tersebut, dan akan menjadi bagian dari protokol pada bulan Maret 2008. Protokol Kyoto mewajibkan sejumlah negara maju yang masuk dalam daftar Annex I untuk menurunkan emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari perkembangan industri dan aktivitas pembangunan di negaranya. Konferensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim PBB (the United Nations Framework on Climate Change Conference â&#x20AC;&#x201C; UNFCCC) telah berhasil melahirkan Bali Road Map. Beberapa poin yang telah dihasilkan dalam Bali Road Map adalah sebagai berikut:

Biaya adaptasi adalah pendanaan yang diperuntukkan bagi negara-negara yang rentan terhadap dampak perubahan iklim untuk melakukan kegiatan adaptasi. Dana berasal dari 2% penjualan CER (Certified Emission Reduction) serta sumbersumber lain yang belum teridentifikasi dengan jelas. Adaptation Fund muncul sebagai upaya agar negara maju melunak (Khususnya Amerika) dalam perundingan yang cukup alot sehingga diperoleh kesepakan agar negara berkembang juga bertanggung jawab menurun-kan karbon melalui pembangunan yang berkelanjutan. Untuk itu diperlukan transfer teknologi, funding dan investasi.

Negara peserta konferensi sepakat membiayai proyek adaptasi di negaranegara berkembang, yang ditanggung melalui Clean Development Mechanism (CDM) yang ditetapkan Protokol Kyoto. Proyek ini dilaksanakan oleh Global Environmental Facility (GEF).

REDD merupakan isu utama di Bali. Para peserta UNFCCC sepakat untuk mengadopsi program dengan menurunkannya pada tahapan teknologi. REDD akan fokus pada penilaian perubahan cakupan hutan dan kaitannya dengan emisi gas rumah kaca, metode

2. Teknologi (Transfer of Technology) Peserta konferensi sepakat untuk memulai program strategis untuk alih teknologi mitigasi dan adaptasi yang dibutuhkan negara-negara berkembang. Tujuan program ini adalah memberikan contoh proyek yang konkrit, menciptakan lingkungan investasi yang menarik, termasuk memberikan insentif pada sektor swasta untuk melakukan alih teknologi. GEF akan menyusun program ini bersama dengan lembaga keuangan internasional dan perwakilan-perwakilan dari sektor keuangan swasta.

3. REDD (Reducing Emission from Deforestation and 1. Adaptasi atau Adaptation Degradation). Fund.

18

KAWASAN / EDISI 53 52 - 2010 2009


LINGKUNGAN

pengurangan emisi dari deforestasi. Deforestasi dianggap sebagai komponen penting dalam perubahan iklim sampai 2012. Dengan REDD, terjadi mekanisme yang adil. Negara hutan tropis menjaga hutannya untuk menyerap emisi karbon dari negara maju, sebaliknya negara maju memberikan bantuan dana kepada negaranegara hutan tropis. Sebagai gambaran, Inggris telah berupaya untuk menjadikan Indonesia sebagai kandidat mendapatkan US $ 30 juta melalui Forest Carbon Partnership Facility (FCPF) disamping menyiapkan dana melalui Environmental Transformation Fund (ETF). Pemerintah Indonesia sendiri yakin akan memperoleh dana hingga US$ 3,75 miliar (Rp 33,75 triliun) per tahun dari negara-negara maju melalui skema REDD tersebut. Dana dari negara maju diperkirakan bisa mencapai US$ 20-30 miliar per tahun untuk program adaptasi di seluruh dunia, dengan asumsi setiap hektar hutan dalam setiap tahunnya dihargai US $ 10, sementara harga di pasar internasional sangat bervariasi dari US$ 5-40 setiap ton dan sangat tergantung pada kesepakatan internasional. Sebagai gambaran kemampuan dari hutan tanaman menyerap karbon berkisar 24 ton karbon per hektar setiap tahun, hutan alam berpotensi menyerap 200-300 ton karbon per hektar setiap tahun.

5. CDM (Clean Development Mechanism) Peserta sepakat untuk menggandakan batas ukuran proyek penghutanan kembali menjadi 16 kiloton CO2 per tahun. Peningkatan ini akan mengembangkan angka dan jangkauan wilayah negara CDM ke negara yang sebelumnya tidak bisa ikut mekanisme ini.

6. Negara Miskin. Peserta sepakat memperpanjang mandat Grup Ahli Negara Miskin atau the Least Developed Countries (LDCs) Expert Group. Grup ini menyediakan saran kritis untuk negara miskin dalam menentukan kebutuhan adaptasi. UNFCCC sepakat negara-negara miskin harus didukung, karena kapasitas adaptasinya yang rendah. Untuk Indonesia Road Map ini memiliki 4 poin yaitu memberikan arahan untuk pelaksanaan reducing emission from deforestation and degradation (REDD), transfer teknologi ramah lingkungan, keuangan dalam rangka Credit Carbon dan adaptation fund.

Sementara itu, pertemuan ini tidak sampai membahas atau menetapkan besaran dari penurunan emisi, karena beberapa negara maju khususnya Amerika masih tidak menerima untuk menurunkan emisi sebesar 25 â&#x20AC;&#x201C; 40 persen, padahal Amerika penyumbang emisi karbon terbesar. Sabagai gambaran Amerika, Jepang dan Kanada merupakan negara maju/industri yang telah menyumbang emisi karbon, berturut turut Amerika 38 %, Jepang 18 % dan Kanada 8 %. Namun dengan munculnya kesepakatan adaptasi, maka negara maju akhirnya sepakat mengurangi emisi di bawah 40 % pada tahun 2020 nanti di bawah emisi tahun 1990 (Sementara pihak ada yang mengharapkan agar Amerika bisa menurunkan emisinya hingga 30 % pada tahun 2020). Pembahasan tentang penurunan emisi akan dilakukan pada pertemuan di Kopenhagen tahun 2009, diharapkan dalam kurun waktu dua tahun yang akan datang, negara-negara industri akan setuju mengurangi emisi dan menyedia-kan dana untuk alih teknologi demikian pula halnya dengan negara berkembang dapat melaksanakan REDD dengan baik.

Indonesia akan menghadapi kehilangan sekitar dua ribu pulau kecil akibat kenaikan permukaan air laut. Bencana banjir dan kekeringan menjadi ancaman.

4. IPCC. Peserta sepakat untuk mengakui Laporan Assessment keempat dari the Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) sebagai assessment yang paling komprehensif dan otoritatif. Lembaga ini melakukan kajian bahwa, bila tidak dilakukan upaya pengurangan emisi gas rumah kaca maka 75-250 juta penduduk di Afrika akan menghadapi krisis air di tahun 2020. Kelaparan yang meluas akan terjadi di Asia Timur, Asia Tenggara dan Asia Selatan. Indonesia pun akan menghadapi kehilangan sekitar dua ribu pulau kecil akibat kenaikan permukaan air laut. Bencana banjir dan kekeringan menjadi ancaman. Selain itu IPCC juga melaporkan bahwa pada tahun 2004 terjadi kenaikan 20% emisi gas rumah kaca dari emisi pada tahun 1990. KAWASAN / EDISI 53 - 2010

19


FOKUS

Melihat Kondisi Sektor Riil Buruknya infrastruktur pendukung sudah jadi keluhan klasik dunia industri atau dunia usaha di sector riil. Lemahnya implementasi kebijakan di tingkat perencanaan juga menjadi hambatan . Belum lagi soal koordinasi antara aparat pemerintahan pusat dan daerah yang tidak sejalan . Ini semua dari tahun ke tahun menghantui dunia usaha akan ketidakpastian apakah usaha mereka akan berjalan mulus atau sewaktu-waktu berbalik dan justru menyusahkan.

D

i atas kertas, rencana-rencana pembangunan infrastruktur yang selalu diomongkan oleh para petinggi negeri ini tampak begitu bagus. begitu sempurna. namun, begitu sampai pada implementasi malah amburadul. Butuh komitmen Dalam diskusi panel ahli ekonomi di Jakarta bartajuk â&#x20AC;&#x153;ke mana Indonesia hendak dibawa?â&#x20AC;?, pekan lalu, seorang panelis dari kalangan pelaku dunia usaha kembali menggugat komitmen pemerintah dalam pengadaan infrastruktur, yang merupakan salah satu prasyarat penting terciptakan iklim usaha efisien dan berdaya saing. ia mengaku sejak lima tahun lalu, antara lain, menggugat lambannya realisasi pembangunan jalan tol untuk mendukung kelancaran perputaran roda ekonomi nasional. Sejak era Soeharto berkuasa, katanya, sudah begitu banyak izin diberikan kepada beberapa pengusaha yang sebetulnya tidak punya duit. jangankan untuk membangun infrastruktur jalan tol itu sendiri, dana untuk pembebasan tanah pun tidak punya. dan memang, para pengusaha pemegang izin-izin pembangunan jalan tol itu sesungguhnya adalah para broker, yang sejak awal berniat menjual izin-izin itu kepada orang yang bisa mendanainya. Tidak heran bila proyek-proyek jalan tol yang sudah dimiliki izin pembangunannya bahkan ada yang di biak, papua- itu 20

KAWASAN / EDISI 53 - 2010

tidak jalan. â&#x20AC;?Lebih aneh lagi, meski proyeknya tidak jalan, izin yang mereka miliki tersebut enggak pernah bisa ditariktarik. Ini bagaimana?â&#x20AC;? ujarnya. Berkaca pada penyediaan infrastruktur jalan saja, sesungguhnyaposisi tawar pemerintah agar bisa menarik minat investor menanamkan modal mereka di negeri ini amat lemah. Di sini, komitmen pemerintah untuk memberi dukungan pada dunia usaha patut dipertanyakan. Berkaca pada china yang dalam setahun terakhir saja bisa membangun 20.000 kilometer jalan tol untuk mendukung kelancaran perputaran roda ekonomi nasional mereka, Indonesia dalam lima tahun terakhir hanya bisa membangun jalan tol sepanjang 45 kilometer. Ini baru menyangkut komitmen pemerintah dalam pengadaan prasarana jalan. Bagaimana dengan ketersediaan listrik yang hingga kini masih jadi persoalan besar bagi kalangan dunia usaha? Bagaimana pula masalah pembebasan tanah, di mana dalam banyak kasus tiba-tiba para pengusaha harus berhadapan dengan calo-calo yang membuat harga tanah meningkat hingga berlipat ganda? Pembebasan tanah menjadi isu sekaligus masalah yang melelahkan bagi pengusaha, terutama menyangkut ketidakpastian harga dan aspek hukumnya. Akibat ketidaktegasan pemerintah, serta ketidakpastian kapan pembangunan infrastruktur penunjang bisa di realisasikan, langsung atau tidak telah membuat para pengusaha ragu untuk berinvestasi mengembangkan rencana proyek jangka panjang hanya berangkat dari janji pemerintah membangun sarana dan prasarana pendukungnya. â&#x20AC;&#x153;Terus terang saja, kalangan dunia usaha sebetulnya takut sekali bekerja (baca: berusaha) di dalam situasi sekarang dimana ketersediaan infrastruktur yang buruk di satu sisi, sementara di sisi lain untuk (usaha) jangka panjang tidak ada kepastian dari kebijakan yang diambil pemerintah,â&#x20AC;? kata sang panelis Harus fokus Ditengah pergulatan menyiasati buruknya infrastruktur pendukung yang berakibat pada ekonomi biaya tinggi, rendahnya komitmen dan ketidaktegasan pemerintah, kalangan dunia usaha di

sektor riil juga masih harus menghadapi berbagai persoalan terkait masalah ketenagakerjaan. Dalam beberapa aspek, ketentuan-ketentuan dal;am undangundang no 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan terutama terkait ketentuan pemutusan hubungan kerja (PHK), penetapan upah minimum regional, dan penggunaan tenaga kerja lepas (outsourcing)masih terus jadi permasalahan di lapangan. Sejak krisis 1997/1998, para pengusaha cenderung membatasi usaha yang bersifat padat karya. Mereka sengaja menghindari usaha yang melibatkan banyak tenaga kerja lantaran menimbulkan banyak masalah. Bahkan, ada pengusaha yang selama ini bergerak di bidang tekstil merelokasi usahanya ke jasa properti, seperti hotel dan mal. Sementara untuk mengembangkan usaha di bidang manufaktur, lantaran tidak didukung ketersediaan Infrastruktur memadai, prospeknya kurang menggembirakan. Ditingkat global hampir bisa dipastikan akan kalah bersaing dengan usaha-usaha sejenis di Negara lain, terutama china. Alhasil, sejak krisis 1997/ 1998, sebagian besar bidang usaha yang dikembangkan terbatas pada industri yang berbasis sumber daya alam. Itu pun hanya sebatas bahan mentah, tidak dalam bentuk bahan jadi, sehingga nilai tambahnya justru lebih banak dinikmati orang lain. Kenyataan ini seharusnya membuka mata para pengambil kebijakan di negeri ini untuk menciptakan iklim usaha yang lebih baik. Ketersediaan infrastuktur sudah tidak bisa lagi ditawar-tawar jika pemerintah benar-benar ingin menggenjot pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, pemerintahan diminta lebih focus pada penyediaan infrastruktur usaha di segala bidang, tidak perlu â&#x20AC;&#x153;mengganguâ&#x20AC;? dunia usaha dengan kebijakan-kebijakan yang justru menjadi kontraproduksif. Di balik itu semua, pemerintah seharusnya tegas dalam menyikapi setiap persoalan yang muncul, termasuk persoalan politik yang berimbas ke sector ekonomi. Harapan adalah satu, kenyataan adalah hal lain. Jika ber kaca pada peristiwa yang terjadi selama 1-2 bulan terakhir, melihat cara kepemimpinan di negeri ini menyelesaikan beberapa kasus yang menguras energy bangsa terutama kasus komisi pemberantas korupsi dan bank century muncul sedikit pesimisme mengawali perjalanan hingga lima tahun ke depan dengan gaya berseloroh, seorang panelis sampai berkata, â&#x20AC;&#x153;â&#x20AC;Ś barangkali saya mesti pension cepat-cepat.â&#x20AC;? (KEN - KOMPAS)


FOK CU SR S

Bagaimana CSR Diaplikasikan ? Tanggung jawab social perusahaan atau corporate social responcibility (CSR) menunjukkan kepedulian perusahaan terhadap kepentingan pihak lain secara lebih luas dari pada hanya sekedar kepentingan perusahaan saja. CSR merujuk kepada semua hubungan yang terjadi antara sebuah perusahaan dengan semua stakeholders, termasuk didalamnya pelanggan,karyawan, komunitas , investor, pemerintah supplier, bahkan juga competitor .Sudah menjadi tuntutan global bahwa CSR harus diaplikasikan setiap perusahaan didunia.

P

engembangan program CSR dapat berupa bantuan fisik, pelayanan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi masayarakat dan pemberian beasiswa, pembangunan tempat ibadah, infrastruktur umum, gedung sekolah dan kesenian tradisional komunitas local dan lainnya. CSR banyak mengandung nilai posistif dan menjadi tuntutan yang perlu dilaksanakan oleh setiap perusahaan yang ingin berkembang.satu hal yang sangat penting untuk mendapatkan perhatian perusahaan yang semakin berkembang adalah pada saat yang sama dapat terjadi kesenjangan social dan kerusakan lingkungan hidup disekitar perusahaan. CSR bisa dimunculkan untuk mengurangi dampak negative dari berkembangnya perusahaan tersebut. Banyak perusahaan besar swasta maupun BUMN sekarang ini mengembangkan program CSR. Sejumlah penelitian me-

nunjukkan adanya hubungan positif antara pelaksanaan CSR dengan kinerja keuangan perusahaan, walaupun dampaknya terjadi dalam jangka panjang. Banyak perusahaan menganggap bahwa pelaksanaan program CSR tidak lagi dianggap sebagai cost, melainkan merupakan investasi perusahaan.

Program CSR telah banyak dilaksanakan oleh perusahaan yang menyadari pentingnya etika bisnis dalam persaingan bisnis yang semakin ketat.Etika bisnis bukan hanya sebagai alat untuk menilai pantas atau tidak pantas , benar atau salah, buruk atau baik tetapi juga menjadi perekat dalam setiap transaksi bisnis, menjadi aturan yang menjamin terlaksananya transaksi yang adil dan saling menguntungkan pihak yang terlibat. Bisnis harus berkembang menjadi profesi yang luhur dan etis. Hal ini berarti bisnis perlu dijalankan secara etis pula. Perkembangan CSR. KonsepCSR tidak terlepas dari konteks waktu pada konsep tersebut berkembang dari berbagai factor yang terjadi di lingkungan internal maupun eksternal perusahaan. Perkembangan konsep CSR yaitu: 1. perkembangan awal konsep CSR 19501960, 2. Perkembangan konsep CSR di era 1970-1980 dan 3 perkembangan konsep CSR tahun 1990 sampai sekarang. Dan jauh sebelum konsep CSR diperkenalkan, para pelaku usaha telah melakukan berbagai aktivitas pemberian derma yang sebagian besar berasal dari kasadaran pribadi pimpinan perusahaan untuk berbuat sesuatu kepada masyarakat. Semangat berbuat baik kepada sesame manusia antara lain dipicu oleh nilai-nilai spiritual yang dimiliki para perusahaan pada saat ituâ&#x20AC;Ś Bagaimana dengan perusahaan Anda dalam penerapan CSR. (tim) KAWASAN / EDISI 53 - 2010

21


Dari Redaksi : Para pembaca bisa langsung mengirimkan kritik, saran, solusi khususnya masalah yang ada di lingkungan KIP melalui SMS ke nomor :

0812 1895652 - 0813 10901112 - 0813 15221008

Seperti Monas

Membayangkan KIP Menjadi Bersih...

Selamat tahun baru 2010 , lebih semangat dan sukses. Kami karyawan perusahaan yang ada di KIP – JIEP tercinta mau usul gimana kalau titik taman dekat pintu masuk gerbang sampai depan Marta Tilaar dan dekat bundaran dekat Bank Mandiri, area dekat masjid Jayakarta ditata menjadi taman kota seperti Monas lengkap dengan refleksi batunya. Jadikan kawasan JIEP “berirama” bersih indah ramah dan aman . Harapan saya semoga KIP menjadi kawasan primadona tempat rekreasi dan olahraga di hari minggu . Dan semoga inspirasi menjadikan KIP sebagai eco green industry terwujud (Supriyanto 081316447060).

Cepat Perbaiki Jalan KIP Manajemen PT JIEP kurang cepat dalam memperbaiki jalanjalan yang rusak di KIP. Mohon Direksi baru PT JIEP lebih cepat lagi dalam memperbaiki jalan-jalan KIP karena jalanjalan yang rusak sangat mengganggu aktivitas transportasi industri . (Hartono 081245558XXX)

Hujan Sedikit Banjir KIP sebagai kawasan industri pertama di Indonesia sudah selayaknya untuk berbenah mengingat kondisi sekarang ini sebentar saja hujan jalan-jalan yang ada di KIP sudah tergenang dan banyak jalan yang rusak akibat air tidak mengalir ke saluran yang disediakan. Mohon manajemen JIEP lebih memperhatikan lagi tentang masalah ini karena kalau dibiarkan rusak jalan lebih parah lagi. (Setiawan 08136668XXX)

Eco Green Industry Kami setuju sekali kalau JIEP berusaha menjadikan KIP sebagai eco green industrial estate mengingat tujuannya sangat baik untuk seluruhnya baik bagi pengelola industri, karyawan maupun masyarakat lingkungan sekitar. Memang siapa lagi yang mau membenahi lingkungan kita kalau tidak dimulai dalam lingkungan terkecil dulu. Perusahaan harus sadar itu, ingat pemanasan global sudah mulai dirasakan , perubahan iklim besar atau kecil akan mengganggu dunia industri.

Setuju sekali dengan rencana JIEP akan menjadikan KIP sebagai eco green industrial estate. Yang kami bayangkan lingkungan KIP akan menjadi bersih, utilitas listrik, air, limbah akan tertata rapi, dan taman serta hutan kota akan terkelola dengan baik.Sementara itu setiap industri yang ada didalamnya juga demikian.. Lanjutkan…! (investor 08118884XXX).

Artikel Manajemen Saya lihat dan cari pada edisi 2 terakhir Majalah Kawasan tidak lagi memuat artikel manajemen. Kami mohon untuk edisi selanjutnya majalah kawasan tetap memuat artikel manajemen maupun artikel masalah pemberdayaan SDM. Artikel tersebut sangat saya perlukan untuk menambah wawasan kami. Terima kasih. (Investor-08118878XXX).

Berita Forum Pekerja Tahun terakhir ini kami tidak melihat lagi aktivitas Forum Serikat Pekerja KIP. Apa aktivitas yang dilakukan Forum SP ? Forum SP KIP mmenurut saya sangat berperan penting untuk membantu ribuan karyawan KIP dalam memperjuangkan aspirasinya. (Karyawan KIP 08122556XXX).

Kasus Century Kasus Bank Century cukup membuat kita semua terbelenggu dengan pemikiran-pemikiran bahwa Negara ini sarang korupsi. Sebagai karayawan kita melihatnya juga demikian , ternyata korupsi merajalela dimana-mana. Kalau mengikuti berita di TV terlihat jelas bahwa dari sisi hukumpun sangat membingungkan, mulai dari kasus Antasari, Anggodo dan perilaku anggota pansus. Ini hanya unek-unek pekerja yang merasa geram dengan kasus Negara tercinta ini yang membingungkan…. (Handi 081569956XXX).

(investor. 08112344XXX). 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 KIRIMKAN SARAN, KRITIK DAN SOLUSI YANG ANDA TAWARKAN 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 KE REDAKSI MAJALAH KAWASAN 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345 1234567890123456789012345678901212345678901234567890123456789012123456789012345678901234567890121234567890123456789012345678901212345

22

KAWASAN / EDISI 53 - 2010


SERBA - SERBI

Membangun Sistem Kerja Perusahaan Berbasis Kinerja

P

erkembangan dunia usaha yang semakin kompetitif mendorong perusahaan-perusahaan untuk terus melakukan perbaikan secara dinamis. Karena tidak dipungkiri lagi, jika sebuah perusahaan tidak mampu untuk mengikuti perkembangan yang terjadi, akan berakibat pada kinerja dan kesehatan perusahaan. Apalagi jika perusahaan tersebut didalamnya customer yang memegang kendali bisnis, dimana pengukuran kinerja perusahaan diukur dari sisi customer. Jika diterapkan dalam lingkungan yang didalamnya customer memegang kendali bisnis, pengukuran kinerja sebagaimana yang dilaksanakan dalam manajemen tradisional tidak lagi memadai. Dalam manajemen modern, kinerja personel (manajer dan karyawan) tidak hanya cukup diukur, namun perlu dikelola , direncanakan secara strategik, diukur dan dinilai, serta diberi penghargaan berbasis kinerja. Memahami hal tersebut, PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung “ pada tanggal 22 – 24 Januari 2010 lalu di Hote Mercure, Ancol, Jakarta Utara mengadakan workshop “Membangun Sistem Kerja Perusahaan Berbasis Kinerja” yang diikuti oleh jajaran struktural Manajamen di tubuh PT JIEP. Workshop yang menghadirkan trainer-trainer Managing Consultant Rio Harcan dan Ruli Adi dari Orange Pratam Consultant memberikan gambaran secara detil dan langsung mengenai sistem kerja perusahaan berbasis kinerja yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan pengetahuan pejabat baru Manajemen PT JIEP dalam melayani para investor dan tenant Kawasan Industri Pulogadung sebagai customer yang memegang kendali utama PT JIEP.

Tantangan Pengembangan Bisnis Baru Direktur Utama PT JIEP, Agus Dwitarto yang membuka workshop mengatakan bahwa saat ini PT JIEP sedang menghadapi

Green Canteen

U

ntuk melengkapi fasilitas akan kebutuhan makan karyawan JIEP baru-baru ini telah membuka area kantin baru “green canteen’ atau warung hijau di komplek BPSP 4 lantai , KIP , Jakarta Timur. Green canteen dibangun sesuai tagline eco green industrial estate yang telah dicanangkan manajemen baru PT JIEP. Dan untuk sementara ada 15 pedagang yang berusaha di kantin ini dengan berbagai menu makanan yang disajikan, mulai dari bakso, ayam goreng, bebek goreng, sate , berbagai minuman dan lainnya. Green canteen adalah wujud untuk penataan pedagang kaki lima dengan kaedah bersih lingkungan yang dikelola oleh Koperasi Karyawan JIEP Sejahtera. (pr)

tantangan untuk mampu mengembangkan bisnis baru bagi kemajuan perusahaan. Bisnis baru yang akan dikembangkan oleh JIEP antara lain JIEPNet (diluncurkan pada bulan Februari), JIEP Logistic, Driving Range, Rumah Sakit dan Power Plant. “Kedepan, sistem kerja perusahaan berbasis kinerja, tantangan pengembangan bisnis baru JIEP akan lebih mudah untuk dihadapi, mengingat dengan sistem kinerja, setiap manajer dan karyawan secara individual dinilai berdasarkan kontribusi mereka dalam mewujudkan sasaran-sasaran strategik perusahaan secara keseluruhan,” terang Agus. Selain pembahasan mengenai sisem kerja perusahaan berbasis kinerja, workshop juga membahas mengenai risk management, penerapan Good Corporate Governance (GCG ) berbasis IT pengembangan SDM yang bermanfaat bagi peningkatan kinerja PT JIEP. (mo) Contact Person PT JIEP yang berhubungan dengan Investor dan tenant  Asrul Waryanto (Corporate secretary)  Puri Sulistiyo (Kepala Bidang Humas /Public Relation)  Asep Hadimulyana (Kepala Divisi Pemasaran dan Pengendalian)  Agus Budianto (Kepala Sub Divisi Kawasan Industri )  Adi Setioko (Kepala Sub Divisi Jasa Lain).

Disain Baru Stiker Kendaraan Keluar- Masuk KIP Tahun 2010-2013

P

T JIEP segera meluncurkan disain baru stiker untuk kendaraan keluar masuk Kawasan Industri Pulogadung (KIP) Jakarta Timur. Akhir Pebruari 2010 investor atau tenant bisa mendapatkan stiker baru di kantor PT JIEP dengan menunjukkan data investor atau STNK kendaraan yang dimintakan stiker. Stiker baru dengan disain “ecogreen” berlaku 4 tahun (20102013) dan setiap tahunnya para investor atau tenant wajib melakukan regrestasi dan melakukan penyobekan . Pemakaian stiker pada kendaraan yang masuk –keluar KIP merupakan kebijakan PT JIEP yang sudah diberlakukan dari beberapa tahun lalu mengingat sebagai kawasan industri terbatas yang sekarang ini dihuni sekitar 450 investor dan tenant serta ada sekitar 70 ribu karyawan perusahaan perlu kondisi usaha yang aman, nyaman dan harmonis. Untuk itulah salah satunya diberlakukan stiker untuk kendaraan yang masuk keluar KIP. (pr)

KAWASAN / EDISI 53 - 2010

23


SERBA - SERBI

Tim Bulutangkis PT Danone Aqua Juarai Green Tournament 2010

M

emasuki tahun baru 2010, PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) menyelenggarakan turnamen bulutangkis Green Tournament 2010 pada tanggal 25 30 Januari 2010 lalu di Gedung Olah Raga(GOR) PT JIEP. Tidak kurang dari 32 (terdiri dari 10 pemain) tim bulutangkis dari perusahaan-perusahaan di dalam Kawasan Industri Pulogadung (KIP) ikut ambil bagian. PT Danone Aqua tampil sebagai juara pertama dan berhak atas hadiah tropi Green Tournamen dan uang pembinaan sebesar Rp. 5 juta, setelah pada pertandingan Final (Sabtu malam, 30 Jan 2010) mengalahkan tim PT Taruna Grafika yang tampil sebagai juara kedua. “Saya sungguh bangga dan senang atas perjuangan yang ditunjukkan anak-anak hingga dapat menjadi juara pertama,” manajer Tim PT Danone Aqua, Siswoyo, mengungkapkan perasaan bangga dan senang atas kemenangan yang diraih timnya pada Green Torunament 2010. Aqua mengalahkan Taruna 2-0, setelah merebut dua kemenangan dari tiga pertandingan yang direncanakan. Kemenangan Aqua disambut meriah oleh para karyawan dan pekerja Aqua yang memenuhi GOR JIEP pada malam itu. Sementara itu tampil sebagai juara ketiga adalah PT Brataco yang mengalahkan PB Mandala 525 pada pertandingan perebutan juara ketiga yang dilaksanakan tepat sebelum pertandingan final. Menurut Ketua Turnamen Green Tournament 2010, Edi Praptomo, dukungan sponsor menjadi bagian penting untuk terlaksananya turnamen. Edi menambahkan pada turnamen kali

ini PT Bank Negara Indonesia 46 menjadi sponsor utama yang menyediakan tidak hanya dana untuk pelaksanaan namun juga bantuan hadiah yang diberikan kepada para pemenang turnamen. Hadiah yang disediakan BNI 46 berupa uang pembinaan masingmasing Rp. 5 juta untuk juara I, Rp. 3 juta untuk juara 2 , Rp. 2 juta untuk juara 3 dan juara 5 Rp. 500 ribu. Untuk penonton, panitia juga memberikan beragam hadiah hiburan yang diberikan kepada penonton melalui berbagai jenis games dan kuis yang menarik yang dipandu oleh MC acara. “Saya senang mendapatkan jaket dari panitia, setelah mengikuti games memukul shuttlecock terjauh,” ungkap Tri, salah satu penonton yang mendapatkan hadiah. “Saya mengharapkan agar kedepan turnamen ini diadakan kembali dan dengan skala yang lebih besar,” lanjutnya. Selain BNI 46, Green Tournament 2010 juga mendapat dukungan sponsor dari PT. Bintang Tujuh, Susu Kedelai, Mandala 525, Batavia Motor (Yamaha) dan JIEP yang menjadikan Green Tournament 2010 sebagai bagian dari program JIEP Eco Green. (mo)

Trek-Trekan Motor Meresahkan

B

alapan liar atau trek-trekan motor yang dilakukan di area jalan Kawasan Industri Pulogadung (KIP) sangat meresahkan investor dan karyawan KIP. Ulah para treker tersebut membuat gaduh dan kebisingan yang mengganggu kelancaran industri di KIP. Untuk mengatasi ini semua PT JIEP

24

KAWASAN / EDISI 53 - 2010

sebagai pengelola KIP telah bekerjasama dengan Polsek Cakung untuk membubarkan trek-trekan tersebut. Trek-trekan biasanya dilakukan pada Sabtu dan hari Minggu jam 4-6 sore dibeberapa ruas jalan Pulogadung Raya, Rawasumur dan Puloayang, Diikuti kumpulan remaja dari Kelapa Gading, Pondok Gede, Jatinegara dan dari wilayah Jakarta Selatan. Humas PT JIEP Puri mengatakan bahwa balapa liar selama ini yang marak di KIP sangat mengganggu seluruh warga KIP baik investor, karyawan KIP maupun masyarakat sekitar, untuk itu dalam pembrantasannya JIEP telah bekerjasama dengan Polsek Cakung dan Siskomas.“Kami merasa heran karena trektrekan tersebut sudah membawa korban tewas, polisi juga telah menjaring beberapa kendaraan dalam razianya, tetapi tetap saja mereka tidak gerah,”tandas Puri. Padahal secara legal hukumnya juga berat , tambahnya. Masalah trek-trekan memang masalah bersama antara JIEP, investor, masyarakat dan aparat setempat. Untuk informasi aduan trek-trekan, pihak aparat telah membuka hotline atau sms ke 1717. (yh)


SERBA - SERBI

Area Parkir Kantor JIEP Resmi Menjadi Zona Berstiker Lulus Uji Emisi Kalau Anda ke kantor JIEP di KIP, Jakarta Timur sekarang tidak boleh sembarangan parkir. Periksalah kendaraan Anda, apakah sudah punya stiker lulus uji emisi apa belum ? Kalau belum maka kendaraan Anda pasti akan disuruh parkir agak jauh dari lokasi perkantoran. Ini semua harap dimaklumi karena manajemen JIEP mempunyai komitmen yang tinggi terhadap polusi udara KIP.

B

erawal dari penyelenggaraan uji emisi gratis bagi kendaraan di KIP pada Desember 2009 lalu , kini JIEP resmi memberlakukan Zona Berstiker Lulus Uji Emisi bagi kendaraan yang parkir di area perkantoran JIEP. “Keberadaan udara yang bersih sangat penting artinya, untuk itu langkah JIEP melakukan uji emisi kendaraan bermotor di KIP sangat penting artinya bagi kehidupan manusia bersamaan dengan meningkatnya jumlah penduduk dan pembangunan, bertambahnya kebutuhan transportasi tentunya kualitas udara semakin buruk. “Kalau tidak ditanggulangi dapat menyebabkan terganggunya kehidupan,” kata Kepala Bidang Penegakan Hukum BPLHD DKI Jakarta Ridwan Panjaitan. Dijelaskan oleh Ridwan kendaraan bermotor merupakan penyumbang terbe-sar pencemaran udara di Jakarta (70 persen) , 20 persen kegiatan indutri , 10 persen kegiatan rumah tangga, pembakaran sampah. “Udara yang tercemar zatnya dapat menyebabkan sakit paruparu dan pembuluh darah, mata dan kulit, bronkitis, asma, ginjal, sesak napas dan bahkan kanker paru-paru, serta menye-

babkan kematian “kata Ridwan. Untuk menanggulangi permasalahan polusi udara Pemerintah DKI Jakarta telah mengeluarkan kebijakan untuk pencegahan pencemaran dan pemulihan kualitas udara yaitu menerbitkan Peraturan Daerah Khusus DKI Jakarta No. 2 Tahun 2005 tentang pengendalian pencemaran udara , Juklak Peraturan Gubernur NO. 92 Tahun 2007, Peraturan Gubernur No.. 91- 2008 tentang ambang batas emisi. Kewajiban pemilik kendaraan bermotor umum pribadi wajib memenuhi ambang batas emisi gas buang.Sekurang-kurangnya setiap 6 bulan sekali wajib melakukan uji emisi. Dan pada tahun 2010 lulus uji emisi merupakan persyaratan pembayaran pajak STNK. “Kami berharap apa yang dirintis JIEP perusahaan zona berstiker diikuti perusahaan

lainnya. Sekarang di KIP baru Martina Berto, Dankos dan JIEP, terus berkembang ke perusahaan lainnya yang ada di KIP,” kata Ridwan Ketua Apindo Jakarta Timur Agus Guntur mengatakan bahwa Apindo akan support kegiatan yang dilakukan JIEP dengan terus mengingatkan anggota Apindo untuk melakukan uji emisi mulai dengan tingkat Direktur sampai karyawan. Ridwan juga mengungkapkan bahwa uji emisi di wilayah Jakarta terus digalakkan. Dua bulan terakhir sudah 4000 kendaraan roda empat yang melakukan uji emisi 70 persen lulus. Yang tidak lulus kendaraan operasional yang perawatannya terbengkelai. Uji emisi gratis diantaranya dilakukan di Monas, disediakan bengkel.“Kalau perawatan mobil baik pasti lulus. Persoalannya di perawatan. Uji emisi hanya butuh waktu 5-7 menit. Ikut uji emisi lingkungan menjadi bersih, pembakaran bagus dan bensin irit 7-10 persen,” tandas Ridwan. (pr/yh)


FORMULIR BERL ANGGANAN BERLANGGANAN Saya ingin dicatat sebagai pelanggan Majalah KAWASAN Nama : ....................................................................................................................... Perusahaan : ....................................................................................................................... Alamat : ....................................................................................................................... Phone/Fax : ....................................................................................................................... dengan jumlah eksemplar pada setiap edisi : (Pilih salah satu) 5 eks./edisi : Rp. 40.000,-

10 eks./edisi : Rp. 80.000,-

15 eks./edisi : Rp. 120.000,-

Kirimkan formulir ini ke alamat Redaksi Majalah KAWASAN PT. JIEP Jl. Pulokambing No. 1 Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur 13920 Phone / Fax : 021-4600305 / 021-4600730 Majalah Kawasan terbit 2 (dua) bulan sekali. Biaya berlangganan per eksemplar : Rp 8.000,- (Jabotabek), Rp. 10.000,- (luar Jabotabek)

26

KAWASAN / EDISI 52 - 2009


community paper  

edisi 53 kawasan

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you