Page 1

Eko & Viona:

“Terserah Jadi Apa, Asal Bisa Jadi Pribadi yang Menyenangkan�

Si Batita Hobi JungkirBalik

Waktunya Minum Pakai Gelas!

Si Praremaja Minta Nginap ke Rumah Temannya

Duh, Nggak Ada

Ketika Si Kecil Alami Asma Kulit

Ibu Hamil

Perlu Minum Susu? Memangnya

Kolostrum Sapi sama dengan Kolostrum ASI?

Sopan-sopannya! Minum Susunya Kuat Banget, Makannya Susah


sapa

redaksi

K

eluar Kota atau di Rumah Saja?

Pemimpin Umum Tia Setiati Mahatmi

Pemimpin Redaksi

DR. Dr. H. Tb. Rachmat Sentika, Sp.A. MARS

�Mau liburan panjang ke mana?� Ini pertanyaan

yang mungkin muncul ke hadapan kita dalam beberapa hari ke depan. Ya, mulai pekan kedua bulan Juni ini anak-anak sekolah mulai libur panjang. Adakah Ibu dan Bapak sudah membuat rencana untuk memanfaatkan liburan panjang itu?

Ternyata Bu, Pak liburan berpengaruh positif pada kesehatan. Sekelompok peneliti di Amerika Serikat meneliti 749 wanita (bekerja maupun ibu rumahtangga) untuk dilihat kesehatannya. Seorang ibu yang menyempatkan berlibur sekali dalam 6 tahun atau kurang, berisiko 2 kali terkena serangan jantung. Sementara ibu yang berlibur dua atau lebih dalam setahun lebih kecil terkena risiko serangan jantung. Rutinitas tanpa jeda pun ternyata mempengaruhi kesehatan. James Sands dari South Coast Institute for Applied Gerontology yang meneliti 112 wanita, menemukan hubungan antara rutinitas hidup dan menurunnya fungsi intelektual (kerja otak). Ini yang lebih menarik. Liburan juga berdampak positif pada kehidupan keluarga. W.J. Kaiser menganalisa 390 pegawai pabrik baja yang diperkenankan berlibur 13 pekan. Hasilnya, mereka menyatakan berlibur bersama pasangan dan anak mampu memperbaiki kualitas hubungan dalam keluarga. (An experiment in leisure, Science Journal 1968). Tak mengherankan memang, terkadang sebuah perjalanan (liburan) seperti eksplorasi perjuangan hidup. Dari perjalanan itu orang dapat mengubah cara pandang terhadap dirinya, orang lain, serta memandang kesulitan dalam kehidupan berkeluarga. Bayangkan jika liburan itu kita lakukan bersama anakanak. Barangkali mereka juga mengalami hal yang sama. Aktivitas selama liburan seperti makan malam atau sarapan bersama mungkin selama ini menjadi aktivitas langka. Belum lagi bakal bertambah baiknya hubungan kakak dan adik. Liburan bisa pula memunculkan tanggung jawab serta kemandirian anak, misalnya kakak yang menemani adiknya ke toilet, bergandengan tangan saat menyeberangi jalan, membantu membereskan kopor, dan lainnya. Jika pun tak ada rencana berlibur keluar kota, berlibur di rumah juga tak masalah. Ayo segera ambil cuti dan rencanakan liburan di rumah. Untuk para Bapak dan buyungnya yang hobi sepakbola, selama sebulan penuh ada gelaran Piala Dunia 2010. Nonton bareng pasti menyenangkan.

Redaksi

Wakil Pemimpin Redaksi Bambang Triyono

Dewan Pakar

dr. Dian Nurcahyati Basuki, IBCLC | dr. Trully Kusumawardhani, Sp.A | dr. Nurwansyah, SpOG | dra. Farida K. Yusuf, Msp.ED | DR. Rachmat Sentika, dr., Sp.A, Mars.|Yulistya, MPsi | dra. Sani Budiantini, Psi. | Tisna Chandra, Psi.

Redaksi

Muhammad Sobari Abdullah | Rilla Nugraheni | Deti Gurnita

Kontributor

Leni Sinin, S.Pd, Uskar

Fotografer Nirwan Arief

Desain & Artistik

Dani Oe | Hairul Anwar

Pemasaran & Komunikasi JIP Megawati Hartono | nelly paulina Komunitas TUMBUH-KEMBANG

Mohammad Adriansyah | Mariona Harijono

Sirkulasi & Distribusi Muchamad Romly

Administrasi & Layanan

Fahmi f. Jauhari | Rita Artha Kesuma

Penerbit

PT. Tribuwana Cahya Ananta CIMB Niaga Tebet No Rek. 025.012.505.5006

Pemimpin Perusahaan Tia Setiati Mahatmi

Kepala Divisi Penerbitan Majalah Enny Lenggogeni

Direktur Pengembangan Usaha Nidhianti Larasati

Keuangan muhammad fajar

Alamat REDAKSI & IKLAN

Jl. Bangka I No. 8, JAKARTA 12720 Telp. (021) 719 6000 Fax. (021) 719 4000 redaksi@tumbuh-kembang.com IKLAN E-mail: iklan@tumbuh-kembang.com KOMUNITAS 021 330 0 87 53 (Adri) E-mail: komunitas@tumbuh-kembang.com Majalah Tumbuh-Kembang menerima partisipasi tulisan/artikel, foto dan partisipasi menjadi model, sesuai dengan misi Majalah TUMBUH KEMBANG. Artikel/tulisan serta permohonan partisipasi menjadi model (sertakan portfolio) dikirim ke alamat redaksi atau email. Redaksi berhak menyeleksi, mengedit atau mengubah artikel/tulisan, foto dan permohonan pasrtisipasi bila dianggap perlu. HAK CIPTA DILINDUNGI. PT. TRIBUWANA CAHYA ANANTA MEMILIKI HAK ATAS MAJALAH. MENGUTIP SEBAGIAN ISI ATAU SELURUH ISI MAJALAH DAN SITUS DALAM BENTUK CETAK, ELEKTRONIK, ATAU MESIN, HARUS SEIZIN PENERBIT.


Edisi

28 Juni 2010

BAYI BARU (0-6 bulan) “Saatnya Menstimulasi Penglihatan Si Kecil”

nutrisi

23

Nutrisi Icip-icip

57 59

“Si Kecil Lebih Senang Tengkurap” 24 “Asma Kulit, Apa Itu?”

26

tanya ahli BAYI (6-12 bulan) Dari ASI ke Gelas 28 Hihihi… Akulah Si Periang 29 Duh, Adek Kok Nangis Terus, Sih?” 31

BATITA (1-3 TAHUN) “Jungkirbalik Kesukaanku” 33 “Begitu Ditinggal, ya Nangis lah Dia…” 34 Jeduk…Kepala Si Kecil Benjol 36

Psikologi Kehamilan Kesehatan Anak

62 63 64

EDUKASI Rumahku Sekolahku 0 - 3 Bulan 3 - 6 Bulan 6 - 9 Bulan 9 - 12 Bulan 1 - 2 Tahun 2 - 3 Tahun 3 - 4 Tahun 4 - 5 Tahun

66 67 68 69 70 71 72 73

73

BALITA (3-5 TAHUN)

KETERANGAN SAMPUL: Model

: Gwyneth

Wardrobe

: Koleksi Gingersnap

Properti

:

Fotografer

: Nirwan Arief

Wow... Nikmatnya Bermain Fantasi “Ma, Aku Mau Adik Dong..!” “Gak Mau Makan, Susu Lagi…. Susu Lagi….!”

38 39 42

Khasanah Kunjungan Sekolah Kursus & Klub Baca-Baca Bimbingan Orangtua

74 76 77 78 80

ANAK (5-9 TAHUN) Sapa Redaksi Surat Pembaca Bintang TK Curhat Ibu Bagi Kiat Sekitar Kita Catatan Janin Catatan Kehamilan Ultah Si Kecil Tatap Muka Peristiwa Aksi Si Kecil

4 6 7 9 10 12 17 19 50 83 86 90

Perkembangan dan Pertumbuhan Usia 7-9 tahun 45 Bila Anak ’Lupa’ Sopan Santun 46 Thalassemia: Kelainan Darah yang Bisa Dicegah! 48

praremaja (9-13 TAHUN) Ih…Centil Ih!! 51 “Wah Sudah Mulai Minta Nginap di Rumah Temannya” 52 “Polip, Haruskah Dioperasi? 54

23

38

31

48 57

74 Tumbuh Kembang . Juni 2010

5


KOTAK

SURAT Ng Suka

bab Si Ne

arah, Se

“SuSah M

Ulas Tontonan Anak r” Ngebodo

miA Anle Astik:

emia Ap kedar An kan se Bu

isa Supas yMaenByusui Teru

ita Pakai Si kabaSetka li a

Su tu ayahny Sepa Perlukah Digunduli? Rambut

Maunya

Bayi

Ditetah

Terus.

a-apa Ya

p Nggak A

?

sis: idroke cil si HiperH sebab t ini dia keringa Banjir

heck-up generalSiC balita

untuk

h Duh Susa

nya Dia

asi! Konsentr

Cover Menggemaskan Dear

TUMBUH KEMBANG, saya penggemar beratmu lho. Saya memilihmu karena memang sangat membantu dalam membesarkan putri kami yang kini berusia 1 tahun. Saya menjadikan kamu sebagai pemandu, sebab orangtua maupun mertua saya ada di Sumatra. Saya perhatikan pula, semakin hari tampilan kamu semakin oke saja deh. Covernya lucu-lucu, apalagi cover edisi 27 kemarin. Meski modelnya lokal, tampilannya sangat menggemaskan. Pertahankan terus ya. Selain itu saya sangat beruntung berlangganan kamu karena informasi yang lengkap tentang perkembangan anak – terutama perkembangan anak usia 1 tahun. Terima kasih dan terus berkreasi. Gira Mayang Jl. Padasuka, Cimahi, Bandung

Punya saran, ide atau kritik? Silahkan kirim ke: Redaksi Majalah Tumbuh Kembang Jl. Bangka I No. 8, Jakarta Selatan 12720 Fax: (021) 719 4000, SMS: 021-3300 8753 atau e-mail: redaksi@tumbuh-kembang.com (sertakan biodata)Surat yang terpilih akan mendapat bingkisan menarik.

6

Juni 2010 . Tumbuh Kembang

TUMBUH KEMBANG yang baik, saya amat prihatin akan perkembangan anak yang perilakunya banyak dipengaruhi oleh tayangan televisi, apalagi sinetron. Sebagai media edukasi keluarga, kapan nih TUMBUH KEMBANG membahas tentang tontonan yang layak dikonsumsi anak? Karena anak saya pun yang ABG sudah mulai ingin berpakaian seperti layaknya artis sinetron yang dia tonton. Tolong dong ungkap problematika ini ya... Tasia Albertina Jl. Parakan Buah Batu, Bandung Soal pengaruh televisi untuk anak, kami memang belum membahasnya secara khusus. Tapi Ibu bisa lho memanfaatkan Rubrik Bimbingan Orangtua. Rubrik ini menyajikan tontonan apa saja yang layak untuk anak. Terima kasih.

Dianggap Bukan Bayi Sehat Salam kenal TUMBUH KEMBANG. Saya ibu soerang anak berumur 9 bulan. Beberapa waktu lalu saya cemas karena anak saya dikategorikan tidak sehat dalam even lomba bayi sehat. Sebabnya, karena di umurnya yang 9 bulan gigi anak saya cuma tumbuh dua, itu pun kecil sekali. Tapi berkat TUMBUH KEMBANG edisi 27 halaman 31, saya jadi lega. Terima kasih ya TUMBUH KEMBANG. Tidak salah pilihan saya untuk memilihmu di antara pilihan yang lain.

Lomba Foto Anak Dear TUMBUH KEMBANG, saya mama dari Matthew (8 tahun), Justin (4 tahun) dan Gaby (2 tahun). Saya mama yang paling setia membaca TUMBUH KEMBANG. Menurut saya, isi yang kamu sajikan ‘top banget deh’. Lengkap bahasannya, mulai dari usia janin hingga anak memasuki usia remaja. Usul dong, boleh kan ya? Kapan nih kamu mengadakan lomba foto untuk anak usia 1-13 tahun. Soalnya, anak saya yang pertama ingin sekali ikutan lomba foto yang ratarata hanya untuk anak usia 1-5 tahun. Ditunggu ya.

Sorta Uli S, Jl. Galunggung, Karang Indah,Karawang Barat

Rumah Sakit Sayang Bayi Halo TUMBUH KEMBANG, sebagai ibu baru, sebelumnya saya tak pernah mendengar Majalah TUMBUH KEMBANG. Beruntung beberapa waktu lalu ada rekan kerja yang memperkenalkan kamu kepada saya. Setelah saya baca, wah ternyata TUMBUH KEMBANG sangat informatif dan saya pun memutuskan untuk berlangganan. TUMBUH KEMBANG, saya mau tanya, apakah kamu pernah mengulas topik mengenai rumah sakit sayang bayi dan anak? Saya kira tema ini menarik untuk para orangtua. Jika sudah, di edisi mana saya bisa membacanya? Nah, kalau belum, bagaimana kalau kamu mengangkat topik ini untuk menambah referensi pembaca? Terima kasih jika usulan ini bisa diterima.

Bunda Mikyal, Padokan Lor, Tirtonirmolo, Kasihan Bantul, DIY

Mona, Kompleks Maharaja , Depok

Alhamdulillah. Ajak juga teman-teman Ibu untuk memilih kami ya.

Usul yang menarik dan akan kami pertimbangkan. Semoga dalam waktu dekat kami bisa memunculkannya. Sabar ya.


bintang tumbuh kembang

Tumbuh Kembang . Juni 2010

7


bintang tumbuh kembang menemukan sendiri betapa mudah dan cepatnya si sulung ini menguasai keterampilan berkomunikasi. Baru usia 2 tahun perbendaharaan katanya sudah banyak sekali. Sekarang Syawal jadi terlihat supel sekali. Nayla juga kurang lebih sama, dia cepat banget hapal lagu baru. Nyanyi di depan umum pun nggak takut-takut. Kalau Varo, agak sedikit beda dengan kakak-kakaknya dalam keterampilan berbahasa. Sekarang saya dan suami masih terus melatih untuk kesempurnaan artikulasi bicaranya.

Mengurus anak, semua dikerjakan sendiri? Kalau sedang sibuk bagaimana metode memantau dan berkomunikasi dengan anakanak? Sebenarnya sih, kami menggunakan bantuan babysitter untuk mengurusi keperluan anak-anak, dan mengawasi mereka. Tapi jujur saya dan suami agak kurang pede kalau melepas seluruh pengawasan ke babysitter. Bukannya berprasangka buruk ya, tapi hanya sekedar mengantisipasi agar anak-anak saya berada di pengawasan yang tepat.

“Profesi Terserah Anak, yang Penting Bisa Jadi Pribadi yang Menyenangkan”

Nah, saya dan Mas Eko memutuskan meminta bantuan saudara kami untuk ikut memantau anakanak. Bahkan saudaraku itu jadi semacam ‘manager’ anak-anak kami yang selalu melaporkan kegiatan anak-anak yang akan dilakukan dan bahkan yang sedang dilakukan. Model memantaunya juga biasa lah, pakai cara ’remote prenting’, kami sering menelepon untuk bicara langsung ke anak-anak.

Sejauhmana anak-anak mengerti pekerjaan dan kesibukan kedua orangtuanya?

tak muncul di layar kaca, aktris Viona Rosalina (31 tahun) kini bertambah satu lagi statusnya; ‘Istri seorang anggota legislatif’. Predikat baru ini menambah sederet statusnya yang lebih dulu melekat, ya ’istri komedian’, ya ’istri pengusaha’.

Saya pernah ajak anak-anak untuk mengenal seperti apakah pekerjaan mama-papanya. Ya misalnya, yang paling gampang mengajak mereka ke lokasi shooting atau tempat Mas Eko saat jadi host. Ini bukannya mau menggiring anak untuk ikut jejak kami lho ya...tapi sekedar memberi pemahaman tentang profesi. Kalau profesi sih biar mereka yang tentukan sendiri mau menekuni bidang apa.

Tapi diluar sederet predikat itu, istri dari Hendro ‘Eko Patrio’ Purnomo (40 tahun) ini tampaknya lebih menikmati statusnya sebagai seorang ibu. Viona mengibaratkan saat ini ia berada di fase terpenting dalam hidupnya, karena harus mengawal pertumbuhan dan perkembangan Syawal (8 tahun), Nayla (6 tahun) dan Varo (3 tahun), buah cintanya dengan Eko.

Kami nggak akan pernah mencampuri pilihan mereka. Kami hanya akan menyediakan fasilitas agar mereka bisa mencapainya, tentu saja harus yang terbaik. Begitu pula dengan pendidikan, kami akan berusaha membentuk anak-anak yang pintar untuk bekal hidupnya, kalau perlu mereka harus mencapai S2. Karena sebagai orangtua, kami menyadari sekali pentingnya bekal pendidikan untuk anak-anak.

Di sela kesibukannya comeback di dunia akting untuk produksi FTV, Viona berbagi berbagi cerita seputar ‘fase terpenting’ yang kini tengah dijalaninya.

Apa harapan terbesar Viona untuk anak-anak?

Lama

Mengamati betul pertumbuhan dan perkembangan anak-anak ya? Iya, saya sangat menikmati keseharian yang selalu berada dekat dengan anak-anak. Saking seringnya, saya sering merasa luar biasa melihat perkembangan anak-anak. Dulu, waktu anak pertama, saya

8

Juni 2010 . Tumbuh Kembang

Sebenarnya tidak muluk-muluk ya, harapan saya akan sama dengan para Ibu dan orangtua lainnya. Tapi yang terpenting, semoga mereka terbentuk menjadi pribadi yang menyenangkan. Karena dengan menjadi pribadi yang seperti itu mereka akan diterima di semua kalangan, bisa ‘masuk’ kalangan atas maupun kalangan bawah, tanpa harus membedakannya. Dengan begitu mereka akan lebih menghargai hidup.


curhat ibu

“Menyiapkan Adik Baru untuk Si Sulung” Kehamilan

saya sudah menginjak pekan kesembilan. Sebelumnya saya sudah memiliki anak berusia 4 tahun. Sampai saat ini saya masih bingung bagaimana caranya ‘memberitahu’ si sulung tentang akan hadirnya seorang adik baru. Memang sedikitsedikit sudah saya katakan padanya kalau ada adik baru tapi nampaknya dia tidak mengerti, terlihat dari ia tetap ingin digendong. Nampaknya ia tidak mendengarkan kata-kata saya. Saya kuatir kelak ketika adiknya lahir ia masih bersikap sama. Adakah pembaca bisa membantu saya dengan saran-sarannya? Terimakasih Wulansari, Curug Sukabumi

Tanggapan :

“Ajak Belanja Keperluan Adiknya” Saya dulu juga punya kondisi yang sama waktu Tyas akan punya adik. Dia rewel dan manja sekali begitu tahu ada calon adiknya dalam perut ibunya. Makan minta disuapin, tidur inginnya dikelonin, padahal sebelumnya nggak tuh. Saya cemas sekali sebenarnya. Kuatir si sulung akan tidak menyayangi dan galak pada adik barunya. Bahkan, Bu Wulan suatu hari si sulung menendagn perut saya gara-gara saya bilang padanya,”Ayo, De kita sekarang makan, ya.” Rupanya si kakak iri karena saya mengajak bicara calon adiknya. Tapi, suatu hari saya mengajak si kakak belanja keperluan calon adiknya. Saya ajak dia memilih warna, motif baju dan perlengkapan bayi lainnya. Ajaib, dia senang sekali. sejak itu dia lebih perhatian pada saya dan calon adiknya. Kebaikannnya itu berlanjut hingga si adik lahir dan hingga sekarang. Alhamdulillah. Semoga ini dapat menolng Ibu Wulan yang sedang gundah.

“Sabar Aja, Bu, Nanti Juga Ngerti Sendiri, Kok” Terus terang saja termasuk Ibu yang santai menghadapi kehadiran adik baru buat si sulung Nita (sekarang 6 tahun). Saya percaya, pada waktunya nanti si sulung akan memahami sendiri artinya adik dan bagaimana harus bersikap. Yang penting kita sabar saja dan seirng mengkomunikasikan kehadiran si adik pada si sulung. Nita, sampai sekarang tidak galak ke adiknya. Kalau sesekali mereka berantem yaw ajar saja kan masih anak-anak. Jadi, begitu ya Bu Wulan, dikomunikasikan saja sesering mungkin tapi jangan juga terlalu tegang dan kuatir. Lama-lama si kecil akan ngerti sendiri, kok. Salam. Ratna Mustika, Cililitan Jakarta Timur

Atri Meyla, Panorama Cikampek.

9 Edisi 2 Tema

“Si Kecil Sukanya Nguping” Ilustrasi: Da

ud

Ingin unek-unek soal pengasuhan dibahas bersama pembaca lain? Silahkan kirim tulisan & Foto ke: Redaksi Majalah Tumbuh Kembang Jl. Bangka I No. 8, Jakarta Selatan 12720 Fax: (021) 719 4000, SMS: 021-3300 8753 atau e-mail: redaksi@tumbuh-kembang.com (sertakan biodata) Tanggapan tulisan paling lambat 28 Juni 2010. 1 orang pengirim 'Curhat' terpilih dan 2 penanggap terbaik akan mendapat bingkisan menarik.

Anak saya usia 4 tahun punya kebiasaan aneh sekaligus memalukan. Dia senang sekali menguping pembicaraan ayah-bundanya. Apalagi kalau ada tamu, waduh itu ada aja alasan untuk dekat-dekat kami hanya agar bisa mendengarkan pembicaraannya. Duh, bikin malu. Kalu disuruh pergi ada saja alasannya. Gimana ya cara mengatasinya? Ada yang punya pengalaman unik seperti saya? Nelly Ayundina, Pamulang Bekasi

Tumbuh Kembang . Juni 2010

9


bagi kiat

“Mencuci Pakaian yang Mudah Luntur” Seringkali ibu-ibu rumah

tangga dibuat jengkel dengan pakaian yang mudah sekali luntur sewaktu direndam atau dicuci. Tidak hanya luntur namun juga bisa membuat noda pada pakaian yang lain. Kalau warna pakaian yang luntur itu biru dapat menjadikan pakaian putih menjadi bernoda biru juga, untuk itu diperlukan tips agar pakaian yang luntur tadi tidak mudah luntur lagi

i:

as

str

Ilu ud

Da

Yaitu diperlukan kentang 2 buah yang direbus sampai lunak setelah itu dihaluskan. Lalu dicampur air garam dan pakaian yang luntur tadi direndam dalam air garam tadi (kira-kira 2 gayung air saja) selama 20 menit, setelah itu bisa dicuci air biasa. Pasti si luntur tak lagi bermasalah.

Meganingsih, Jelambar Jakarta Barat

ian Gas”

ka “Menghemat Pema

sedang dipanasi. lewati wadah yang me n ga jan i ap ala Ny g. i berwarna biru teran klep udara hingga ap

1 2 3 4

an kebutuhan.

Masaklah sesuai deng

lator harus dimatikan alur gas pada Regu Matikan tombol peny pastikan tidak ada n da tidak digunakan or mp ko at sa iap ngan percuma. set gas tidak terbuang de kebocoran sehingga ung LPG, bila regulator ke mulut tab kebocoran ng sa ma me at sa Perhatikan berarti ada cium bau khas LPG terjadi desisan dan ter ngkat keluar rumah dia g un tab ra ut. Sege pada tabung terseb . dealer LPG Anda dan laporkan pada sih bahwa segelnya ma tabung LPG pastikan an eli ng de mb , me kg at 14 u sa da ata 9 Pa bersih sebesar rat be la pu an n. stik pa elia utuh dan saat pemb gsung tabung pada cara menimbang lan t a jika ingin membua n memasak’. Misalny li ka a rap be be Terapkan ‘manajeme untuk uslah daging ayam di masakan ayam, reb ng tidak digunakan ya am ay g gin da at akan sa a iny bu um olahan. Simpan sisa da tinggal memb An in. ing nd pe ari dalam lem hari. memasaknya di lain

5 6

ntingan Makassar

Nona Maria Rossa, Bu

10

Aturlah

Juni 2010 . Tumbuh Kembang

“Merawat Oven” 1. Untuk menghemat listrik atau energi dan agar hasil

panggangan maksimal, jangan bolak-balik membuka-tutup pintu oven. Cukup longok dari jendela oven. Asal tahu saja, setiap kali membuka pintu oven, temperatur akan turun sebesar 25 derajat C.

2. Untuk membersihkan oven, gunakan sodium bikarbonat

yang telah dicampur air. Gosokkan pada dinding serta dasar oven lalu nyalakan oven tersebut dengan panas rendah selama 30 menit. Sisasisa makanan yang menempel menjadi kering dan lebih mudah dibersihkan. Bagaimana, Bu? Oven yang bersih kuenya akan semakin enak, kan?

Nunuy Adinda, Curug Garut


bagi kiat

“Meningkatkan Nafsu makan Si Kecil”

“Kue Kering ” Tetap h a y

Ren

lanya kalau a ka Ad lah e dalam jum ku t ua mb me k habis saat banyak tida un, kalau itu juga. Nam e lu lama si ku rla disimpan te h a ny re k n ta jadi apek da ya kiat untuk un p ya Sa i. g la e buatan Ibu membuat ku h. tetap renya

kkan saja Caranya, leta bersama kue el sepotong ap , ples. Dijamin to m la a d u Ib p ta te n ka aa kue keringny daging kering karena nyerap e m t a p a d apel sehingga kelelbaban kue tetap si t ua b mem ah. isi kering-reny dalam kond , lo. ga Dan, fresh ju Cibinong Dian Ekawati, Depok

Terutama

empat sehat lima sempurna adalah kebutuhan yang sangat penting dalam menjaga kesehatan kita. Kebutuhan terhadap zat gizi yang lengkap dan seimbang akan membantu meningkatkan daya tahan fisik terhadap berbagai macam virus dan pernyakit. Nah, berikut ini tips ringkas membantu meningkatkan nafsu makan : memulai dengan makan makanan yang manis-manis. Seperti aCobalah permen atau coklat. mulai timbul keinginan makan, penuhi keinginan tersebut, jangan aSaat ditunda.

aSajikanlah makanan dalam keadaan masih segar atau hangat. menambah nafsu makan, makanlah bersama-sama dengan aUntuk keluarga atau teman. makanan apa yang sedang diinginkan saat ini, cobalah aTanyakan untuk memenuhi keinginan tersebut. Tentu saja sepanjang makanan itu adalah makanan sehat.

aJangan menunda-nunda waktu makan, jika sudah datang rasa lapar. Vit B Komplek atau minuman penambah nafsu makan yang aKonsumsi banyak tersedia di apotik atau toko obat. setelah berolahraga, akan membantu meningkatkan nafsu aMakan makan. masih belum merasakan perkembangan positif, konsultasilah ke aJika dokter, agar diketahui penyebab dan cara mengatasinya.

Siska, Bunda Achieva, Depok

“Agar Perabotan Plastik Kembali Kinclong”

Untuk

membersihkan perabot dari plastik yang ternoda, rendam di dalam satu galon air hangat yang telah dicampur 1 mangkuk kecil pemutih. Rendam dan biarkan selama 20 menit, setelah itu ambil dan cucilah dengan bersih. Terakhir, cuci seperti biasa dengan menggunakan sabun pencuci piring dan air hangat. Cling lagi deh……Selamat mencoba, ya. Amandawati, Ds. Grojok Kendal Jawa Tengah Punya pengalaman dan ingin berbagi tips/kiat menarik seputar pengasuhan, tumbuh-kembang, atau masalah kesehatan anak? Silahkan kirim tulisan & foto ke: Ilustrasi: Dau

d

Redaksi Majalah Tumbuh Kembang Jl. Bangka I No. 8, Jakarta Selatan 12720 Fax: (021) 719 4000, SMS: 021-33008753 atau e-mail: redaksi@tumbuh-kembang.com (sertakan biodata) 3 orang pengirim 'Kiat Terbaik' akan mendapat bingkisan menarik.

Tumbuh Kembang . Juni 2010

11


SEKITAR

KI T A

Pilih sekolah formal atau homeschooling? Orangtua lah yang paling tahu model pendidikan yang paling cocok untuk buah hatinya.

Homeschooling, Sekolah Alternatif untuk Anak?

Jessica

merasa puas memasukkan Adam (10 tahun) di sebuah homeschooling di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Bukan apa-apa, Adam yang mulai memasuki dunia akting, tentunya tak banyak waktu tersisa untuk bersekolah di sekolah umum. Kebetulan, Adam menjadi tokoh utama acara anak di sebuah stasiun televisi swasta sehingga jadwal syutingnya pun lumayan padat. Namun dengan homeschooling, Adam jadi bisa mengatur sendiri jam belajarnya. Tanpa harus hadir di dalam kelas setiap hari, kebutuhan pendidikan Adam tetap dapat terpenuhi. Ini terbukti dengan prestasinya yang tetap tinggi di bidang akademis, tanpa meninggalkan kesibukannya di dunia akting. Jadi, Jessica tak salah kan memilihkan sekolah untuk adam? *** Benar, homeschooling memang menjadi solusi buat anak-anak seperti Adam. Lebih detailnya dra. Wahyu Indianti, M.Si menegaskan bahwa

homeschooling bisa menjadi model pendidikan alternatif karena beberapa alasan. Pertama, ketika anak karena satu dan lain hal tak bisa mengikuti pendidikan di sekolah formal. Misalnya, ia mengikuti ayahnya bekerja di daerah di mana tak tersedia sekolah formal yang memadai, seperti misionaris atau pelopor di pulau terpencil. Kedua, ketika anak mengalami permasalahan yang membuatnya tak bisa mengikuti pendidikan di sekolah formal, seperti mengalami penyakit/masalah yang tak memungkinkannya untuk sekolah

Model: Rashesa

12

Juni 2010 . Tumbuh Kembang


sekitar kita Orangtua Harus Siap Ya, orangtua lah sebenarnya yang paling tahu kebutuhan pendidikan seperti apa yang paling sesuai untuk buah hatinya. Apakah sekolah formal atau model pendidikan homeschooling. Karenanya bila orangtua melihat homeschooling yang paling cocok untuk buah hatinya, ya lakukan saja. Hanya saja orangtua mesti mencermati apa konsekuensi bila hal itu menjadi pilihannya.

di sekolah biasa. Ketiga, ketika situasi tak memungkinkan anak mengikuti sekolah formal, misalnya pada waktu perang di mana sekolah formal tutup semua. Atau, berada di daerah bencana di mana sekolah formal tak berjalan seperti biasanya. “Jadi yang namanya alternatif, ya baru ada kalau sekolah yang formal tak dapat memenuhi kebutuhan belajar anak,� tegas staf pengajar psikologi pendidikan Fakultas Psikologi UI ini. Namun di mata Ir. M. Budihardjo, keberadaaan homeschooling tak terbatas karena alasan seperti itu. Budihardjo mengibaratkan kelas itu layaknya hutan belantara yang

berdasarkan kemampuan anak di semua bidang studi. Padahal, apa mungkin harimau disuruh terbang atau burung diharuskan untuk berenang? Untuk itulah model pembelajaran homeschooling menjadi penting. “Di sini, anak diberi kebebasan untuk memilih hal-hal yang ingin dipelajari sesuai bakat dan minat masing-masing,� ujar direktur Homeschooling Kak Seto ini.

Meski demikian, Wahyu menyarankan orangtua untuk mengkonsultasikan dulu dengan psikolog sekolah sebelum memutuskan apakah anaknya akan dipindahkan ke pendidikan model homeschooling atau tidak. Selain itu, sebelum memutuskan sebaiknya anak mengikuti asesmen (penilaian berdasarkan kompetensi) terlebih dulu sehingga dapat diperoleh saran-saran yang tepat apakah anak perlu semuanya itu. Tak hanya itu. Ada beberapa persyaratan untuk terciptanya sebuah homeschooling yang efektif dan bermanfaat bagi anak. Misalnya, diperlukan kesiapan anak dan orangtua untuk dapat melaksanakan proses

Saat Homeschooli ng Jadi Pilihan Mintalah dukungan sel uruh keluarga, teruta yang dimaksud. Jelas ma pada anak kan kepada anak -dengan bahasa yang mudah dimen gerti -- apa itu home schoo mengapa mesti ia me njalani program terseb ling dan paham dan merasak ut. Pastikan dia an manfaatnya. Seba b jika tidak, dia mungkin berpikir An da bermaksud meng asingkannya dari teman sebayanya. Ga

dihuni berbagai binatang. Ada harimau yang kuat, kuda yang bisa berlari kencang, bebek yang bisa berenang, burung yang pandai terbang, dan lainnya. Nah, di sekolah formal, semua anak disamaratakan dan kemampuan masing-masing anak kurang diapresiasi. Akibatnya, tolok ukur kenaikan kelas pun

li informasi sebanyak mu ngkin tentang home dan lembaga yang schooling mewadahinya. Ini pe nting agar orangtua semakin yakin dan sia p dengan segala ko nsekuensi yang mungkin nantinya ak an terjadi. Belajar di rumah memb uat anak merasa leb santai. Ini kadang me mbuat anak tak disipl ih bebas dan in. Orangtua harus menerapkan dis iplin dan tetap konsi sten pada jadwal yang sudah disepak ati. Homeschooling juga memerlukan kesabaran orangtua , ke konsisten dalam pena rja sama antaranggota keluarga, dan naman kebiasaan.

Tumbuh Kembang . Juni 2010

13


sekitar kita pemahaman bahwa anak bisa belajar ’dengan suasana seperti di rumah’. Jadi, proses ajar-mengajar itu bisa dilakukan di mana saja, kapan saja dan dengan siapa saja. Pendek kata, homeschooling menekankan pola kurikulum yang lebih fleksibel dalam pengajarannya. ”Konsep ini tak mengharuskan anak belajar di sebuah gedung dengan kelas dan bangku-bangku yang tersusun rapi. Di pinggir jalan, di bawah pohon pun anak bisa belajar,” imbuhnya.

Pendidikan Kesetaraan

Model pendidikan dalam UU 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, meliputi: pendidikan formal atau pendidikan reguler seperti sekolah. Lalu pendidikan nonformal, yaitu jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang seperti kursus. Terakhir adalah pendidikan informal, yakni jalur pendidikan keluarga dan lingkungan di antaranya seperti homeschooling. Untuk memperoleh ijazah, para siswa homeschooling akan mengikuti program kesetaraan Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP) dan paket C (setara SMU). Dengan demikian, saat ujian mereka mengikuti standar yang ditetapkan pemerintah. Untuk tingkan SMU, setelah lulus pun mereka bisa melanjutkan ke perguruan tinggi negeri sesuai keinginan dan kemampuannya.

14

Juni 2010 . Tumbuh Kembang

belajar secara efektif. Proses pendidikan juga harus dikemas secara terstruktur dan sistematis agar semua ilmu yang diberikan nantinya bisa digunakan untuk mempersiapkan anak hidup mandiri dalam masyarakat. Pendek kata, karena efektivitasnya menuntut persyaratan yang tak mudah, orangtua yang memilih homeschooling bagi anaknya, harus mempersiapkan materi ajar yang sesuai kebutuhan anak. Artinya, anak harus dipersiapkan untuk mendapatkan materi ajar seperti yang diperoleh di sekolah formal. Orangtua pun harus menyediakan fasilitas yang dibutuhkan anak untuk belajar mandiri seperti misalnya komputer, internet, atau media lain yang bisa membuat anak punya pengalaman belajar setara dengan anak lainnya.

Dengan pemahaman seperti itu, tak salah bila saat ini bermunculan banyak lembaga yang mewadahi konsep homeschooling. Hadirnya lembaga ini membuat orangtua tidak lagi ‘berjuang’ sendirian di rumah. Artinya, ada lembagalembaga homeschooling yang siap menyediakan silabus materi pelajaran anak di rumah. Ini tentu saja sangat membantu orangtua menyampaikan pelajaran untuk sang buah hati. Bila orangtua memang sibuk atau tak sempat, lembaga tersebut juga menyediakan tenaga guru atau tutor yang bisa didatangkan ke rumah sesuai kesepakatan.

Dalam pelaksanaannya, disiplin dan konsistensi dari proses belajar juga harus tetap terpantau sehingga kontrol terhadap proses belajar itu tetap ada. Sebab kalau proses belajar itu tidak efektif dan tidak sesuai dengan kebutuhan anak, tentu saja hasilnya menjadi tidak optimal.

Tak hanya itu, proses belajar anak pun tak cuma di rumah, ada waktu-waktu tertentu di mana anak belajar bersama teman lainnya di lembaga homeschooling tersebut. Dengan demikian, selain bisa bermain dengan teman sebayanya di rumah, anak juga bisa bersosialisasi dengan temanteman di ‘sekolahnya’.

Belajar di Mana Saja

Kenyataan seperti itu sekaligus menampik sejumlah mitos yang keliru tentang homeschooling selama ini. Misalnya, anak kurang bersosialisasi, orangtua tidak bisa menjadi guru, orangtua harus tahu segalanya, anak tak terbiasa disiplin dan seenaknya sendiri, dan lainnya.

Ya, sesuai namanya, homeschooling memang menuntut orangtua dan anak siap belajar di rumah. Namun Budihardjo menambahkan, bahwa konsep homeschooling itu bukan sekadar anak ’belajar di rumah’ lho. Tapi lebih kepada


sekitar kita Ketidakpuasan pada Sekolah Formal

Agar Lebih Nyaman

Buatlah kesepakatan dengan anak soal waktu belajar yang nyaman. Namun, biarkan anak sendiri yang menentukan waktu yang pas buat belajar. Ada anak yang lebih senang belajar di pagi hari tapi ada pula yang senang di sore hari. Ada pula yang suka belajar usai bermain dengan temannya. Ini penting agar anak tak merasa terpaksa untuk belajar. Siapkan ruangan khusus dan peralatan yang memadai untuk anak selama proses belajar-mengajar di rumah berlangsung.

Tak bisa dipungkiri, ‘sekolah rumah’ yang awalnya di rumah sekarang menjadi lebih terinstitusi dalam lembaga-lembaga pendidikan. Meski bukan ‘sekolah formal’, pada kenyataannya ada kelasnya, ada gurunya, ada peraturannya, ada jam-jam belajar bersama bukan di rumah. Di mata Wahyu, itulah yang patut dipertanyakan. Kenyataan tersebut membuat konsep homeschooling itu sendiri menjadi tidak konsisten dan tidak konsekuen. Karena pada akhirnya sumbernya adalah adanya ketidakpuasan terhadap sekolah formal sehingga ada orangtua yang berusaha untuk mencarikan sekolah yang benarbenar sesuai bagi pendidikan anaknya. “Ini sebenarnya tantangan bagi sekolah-sekolah formal untuk dapat menyediakan pendidikan yang baik dan berkualitas bagi anak didiknya,” ungkapnya. Selanjutnya, bila masalahnya adalah ketidakpuasan, kapan orangtua memilih homeschooling juga beragam. Biasanya tergantung kapan anak mengalami masalah dengan sekolah formalnya. Wahyu pun menyayangkan bila itu motivasinya. Sebab, homeschooling sekadar menjadi pelarian dari masalah yang tidak terselesaikan di sekolah formal. Padahal masalah yang dialami anak sebaiknya diselesaikan sehingga proses belajar anak tak terhambat dan harus melakukan pendidikan alternatif. Terakhir, bisa jadi selama masa pendidikan dasar dan menengah, anak bisa mengikuti homeschooling. Namun bagaimana ketika ia masuk perguruan tinggi? Nah, di sinilah anak dihadapkan pada tantangan lain, yaitu beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya.

16

Juni 2010 . Tumbuh Kembang

Orangtua tetap perlu terus menambah pengetahuan. Tak mesti menguasai semua jenis ilmu, yang penting memiliki pemahaman tentang anak. Orangtua jangan memaksakan diri untuk mengajar bila sedang bad mood. Mintalah bantuan tutor agar proses belajar anak berjalan lancar.

Testimoni

Ny. Inaya, Syamil (11 tahun) dan Hariz (9,5 tahun) Saya memasukkan anak ke homeschooling karena di sekolah formal anak hanya mengikuti pelajaran yang ada di sekolah itu. Saya melihat sekolah formal itu tak sesuai kebutuhan anak saya di masa depan. Memang saat memilih homeschooling, komitmen orangtua harus kuat. Di rumah selain dibantu tutor, anak-anak juga saya ajari sendiri. Tutor biasanya baru berperan bila saya sedang tak mood mengajar. Soal waktu belajar juga bisa diatur lebih fleksibel sesuai keinginan anak. Dengan demikian anak tak merasa tertekan saat belajar dan orangtua juga enjoy mengajarinya. Secara emosi, kami juga jadi lebih dekat. Kalau soal disiplin tergantung bagaimana orangtua menerapkannya di rumah.

Ny. Farah Indirani, Andra Raditya Hutama (7 tahun) Saat di sekolah formal, Andra kelihatannya kurang nyaman. Kalau mau ke sekolah, pasti ngambek dan nggak gairah ke sekolah. Saya lihat, dia kurang cocok dengan waktu sekolah yang lama. Akhirnya, Andra saya masukkan ke homeschooling. Ternyata, dia lebih nyaman belajar dengan konsep ini. Apalagi di rumah, saya sendiri yang mengajarkannya. Karena waktu bermainnya cukup, saat belajar kelihatannya dia menikmati sekali. Nilai-nilainya juga bagus. Dalam belajar, saya tak mau menekan anak. Saya ingin memunculkan kesadaran anak sendiri untuk mau belajar. Sehingga, dia bisa lebih konsentrasi dengan pelajarannya, tak terkekang dengan rutinitas seperti di sekolah formal, dan akhirnya bisa berkembang sesuai potensi serta bakatnya.


Pekan

CATATAN JANIN

-

e k n Peka

9 8 7-

Selaput jari dan kakinya sudah menonjol keluar dari telapak tangan dan kakinya. Kelopak matanya sudah sempurna menutupi matanya,

Masih berbentuk embrio, tapi sekarang sudah ‘berekor kecil’. Inilah yang nanti menjadi cikal bakal tulang ekornya. ‘Ekor’ itu akan segera menghilang (mengecil) dalam beberapa minggu ke depan. Tangan dan kakinya sedang terbentuk, meski bentuknya lebih mirip dayung.. Sementara organ lain justru berkembang.

Kelopak matanya mulai terlihat seperti

sebuah lipatan yang menutupi bola matanya (sudah mulai berwarna).

Saluran pernafasannya sudah terbentang dari kerongkongannya. Tulang ekornya juga sudah ‘menghilang’. Di otaknya, sel sarafnya sudah mulai

mencabang dan saling terkoneksi satu sama lain membuat jalur saraf yang masih primitif.

Organ kelamin bagian luarnya belum

terbentuk dan belum tampak sempurna.

Janin sudah bisa bergerak dan bergeser.

Cuping hidung dan pembuluh darahnya (urat) juga sudah sedikit kelihatan. Kedua belahan otaknya mulai tumbuh. Hatinya sudah mulai mengolah sel darah

merah sampai sumsum tulang terbentuk sempurna dan mengambil alih pekerjaan itu.

Pankreasnya juga sudah mulai berfungsi yang nantinya akan memproduksi hormon insulin.

Lompatan perkembangan ususnya kini sudah menyesakkan tali pusat (yang sekarang sudah mengalirkan darah beserta oksigen dan nutrisi yang dibawanya dari dan ke tubuh janin).

Tumbuh Kembang . Juni 2010

17


CATATAN JANIN

Pekan

Ukuran janin kini hampir mendekati 2 cm (1 inchi) panjangnya, ini seukuran anggur kecil. Beratnya sekira 1 ons.

Bagian-bagian tubuhnya yang paling mendasar sudah muncul semua, meski dalam beberapa bulan ke depan, diantaranya, akan menyempurnakan bentuknya.

Apa yang Rasakan/AIbu lami?

Sekarang, u n aktivitas ya tuk makan saja rasanya ng Morning sic berat dan membosa menjadi nkan. kn terjadi lebih ess sekarang mungki n akan sering. Ibu hamil ju ga akan le bih sering b (buang air erke ke berjalan de cil), itu karena fungsi g mih ngan baik m in Volume da engalirkan jal ra darah. Di akhir keh h meningkat (10% leb ih banyak). amilan nan ti meningkat hingga 40-5 volume darah 0% untuk m kebutuhan em ja menyebab nin. Membesarnya rah enuhi kan tekana im np Sekarang b ra terasa se ada kantung kemih. mpit sekali. berarti mem Ibu b besar sekara utuhkan ukuran yang lebih ng. Peningka menyebab tan kadar h kan payud ormon ara jaringan lain berkemban membesar dan pertanda b g ahwa payu . Ini sebagai dara siap m kelak. enyusui Akan mera sa cepat le lah. Ini akib perubahan at h pada prog ormon (peningkatan lu esteron). ar biasa Mual dan p ening kepa la mungkin menguras e akan n Tidur malam ergi Ibu juga. juga akan se apalagi bila makin sulit te Kekacauan Ibu ingin berkemih di m rasa, emosi masi a lam hari. h berlangsu pekan ming ng di g mulai terbia u ini, tapi mungkin Ibu sudah sa dengan itu hamil akan menemuka . Kebanyakan ibu n bahwa g perasaan itu ejo memasuki u akan hilang begitu ke lak hamilan sia 6 – 10 m in di trimester kedua, dan ggu. Menghilang muncul lag kehamilan lanjut. i di usia

Perubahan besar-besaran lainnya; jantung sudah membentuk diri menjadi 4 bilik dan katupnya mulai terbentuk. Ekor masa embrio sudah benar-benar hilang sekarang. Organ dalam, otot dan saraf mulai bekerja. Organ seks luarnya masih belum terlihat jelas memberi petunjuk.

Kedua matanya sudah terbentuk, tapi

kelopak matanya tetap tertutup dan belum akan terbuka sampai di minggu ke 27 nanti.

Dia sudah punya daun telinga berbentuk mungil, dan mulut, hidung serta dengan lubang hidung yang sudah terlihat jelas. Plasenta sudah semakin berkembang baik untuk mengambil alih pekerjaan kritis dalam memproduksi hormon.

Secara fisiologis dasar, bentuk tubuhnya sudah pada jalurnya.

18

Juni 2010 . Tumbuh Kembang

u Apa yang Bisa Ib Lakukan?

osi itu luhan fisik dan em Hadapi semua ke dan santai. dengan nyaman al harian untuk Mulai lakukan ritu in. ngan dengan jan mempererat hubu hari untuk p tia se it en m 0 Sisihkan waktu 5-1 memikirkan janin. balah n sebelum tidur co Setelah bangun da dan letakkan kedua ng untuk duduk tena kus dengan terus Fo . rut pe di kan lengan n mulailah memikir i da s ga mengatur napa ba se an ng ya dan ba harapan, mimpi, orangtua.


CATATAN KEHAMILAN

"

Seperti menentukan pilihan sulit, ya, Bu. Sebenarnya tidak juga. Mau minum susu hamil atau tidak, tergantung status gizi ibu hamil.

model: Nurul

"

“Susu, Minum.... Nggak…. Minum.... Nggak…. Minum….” Tumbuh Kembang . Juni 2010

19


CATATAN KEHAMILAN

Sejak diketahui positif hamil

sejak itu pula Nina (27 tahun) terus didesak suaminya Allan untuk minum susu khusus ibu hamil. Setiap pagi segelas susu rasa coklat sudah tersedia di meja. Begitu juga malam sebelum tidur segelas susu lagi. Enak juga sih mendapat perhatian begitu rupa dari sang suami. Masalahnya, Nina tak doyan susu. Boro-boro susu hamil susu biasa saja ia enek. Mencium baunya dari jauh ia bisa muntah-muntah apalagi harus minum susu. Jadilah sejak hamil Nina harus ‘berperang’ dengan suaminya bahkan kucingkucingan saat minum susu. Tak jarang ia justru membuang susu buatan suaminya ke wastafel. Duh.

Bukan Susunya Melainkan Kandungannya

kehamilan dan perkembangan janinnya. Berabe, kan? Ditambah lagi dengan komposisi makanan para perempuan Indonesia yang kurang seimbang. Coba saja perhatikan, banyak di antara kita yang kurang mengindahkan kelengkapan dan keseimbangan zat gizi dalam setiap porsi makannya. Ada kalanya hanya dengan sayur tak jarang pula hanya dengan lauknya saja. Komposisi makanan seperti itu bisa memicu kekurangan zat gizi tertentu yang sangat dibutuhkan oleh janin. Asam Folat misalnya. ibu hamil membutuhkan sekira 400 mikrogram per harinya. Seringkali jumlah tersebut tak bisa dipenuhi oleh kebiasaan makan para perempuan hamil di negeri ini. Karena itu, kemudian harus dicari solusinya. Sebagian orang menemukan salah satu solusinya adalah dengan minum susu khusus hamil yang sudah difortifikasi oleh zat gizi tertentu. Misalnya, diperkaya dengan kalsium, asam folat dan zat besi.

" "

Kalau tidak suka susu, ya jangan dipaksa,

demikian dr. Arief Endang Trikurniadewi, Sp.OG yang berpraktik di RS Grha Permata Ibu Depok. Meminum susu hamil, menurutnya, diperuntukkan bagi para bumil yang merasa kecukupan nutrisinya kurang. Terutama asam folat. Ceritanya begini. Para ibu hamil umumnya mengalami morning sickness yang ditandai dengan mual, muntah, dan lesu. Boroboro mau makan banyak untuk memenuhi nutrisi dirinya dan si janin yang ada malah makanan yang masuk perut langsung ke luar lagi. Kondisi tersebut bakal menyebabkan status nutrisi bumil tidak baik. Mereka bisa kekurangan zat gizi yang dibutuhkan selama masa

20

Juni 2010 . Tumbuh Kembang

“Jadi, masalahnya bukan terletak pada susunya, melainkan pada kandungannya. Minum susu hamil dianggap sebagai cara paling gampang memberi asupan nutrisi bagi ibu hamil. Kan, tinggal slurup saja, beres,� papar Endang. Selama ibu hamil bisa memenuhi asupan gizinya dengan seimbang, meminum susu khusus hamil tidak mutlak diperlukan. Apalagi kalau si ibu mengonsumsi vitamin untuk ibu hamil yang kandungannya lengkap tidak minum susu tak mengapa. Meminum susu khusus hamil malah bisa-bisa menyebabkan kenaikan berat badan berlebih.

Kebutuhan Nutrisi Bumil Berapakah kebutuhan gizi para ibu hamil ? Sebelumnya sudah disebutkan kebutuhan asam folat. Zat ini terutama diperlukan pada trimester awal kehamilan. Asam folat berguna untuk mencegah cacat bawaan khususnya pada pembentukan organ yang berhubungan dengan sumsum tulang belakang. Untuk kalori, dibutuhkan sebanyak 300 kkal per hari. Kalori sangat penting untuk pembentukan energi tubuh. Sementara itu, kebutuhan protein sekitar 12 gr per hari dan berguna untuk pertumbuhan janin, plasenta, cairan amnion, jaringan uterus, hemoglobin, plasma protein, serta untuk cadangan maternal kala melahirkan dan laktasi. Suplai protein yang dianjurkan, sebagian besar hendaknya dari sumber hewani karena sumber ini menyediakan asam amino dalam kombinasi optimal. Sementara itu, kalsium diperlukan untuk pembentukan tulang dan gigi janin, serta peningkatan metabolisme kalsium si ibu. Ibu hamil menahan sekitar 30 gr kalsium selama kehamilan. Sebagian besar ada di tulang yang dapat dengan mudah dimobilisasi untuk pertumbuhan janin pada kehamilan lanjut. Akan halnya vitamin, yang diperlukan per harinya: 200 mikrogram RE vitamin A; 10 mikrogram vitamin D; 10 mg vitamin E; 65 mg vitamin K; 0,2 mg tiamin; 0,2 mg riboflavin; 0,1 mg niasin; 0,3 mikrogram vitamin B12; dan 150 mg asam folat. Sedangkan mineral yang dibutuhkan per harinya: 20 mg zat besi, 5 mg seng, 400 mg kalsium, 25 mikrogram yodium, 15 mikrogram selenium. Jadi, mau pilih mana,

susu atau menenggak vitamin?

Makanan Tinggi Asam Folat Bayam Brokoli Kembang kol Sayuran hijau lainnya, jeruk pisang


ASI LAKTASI Dr. Dian Nurcahyati Basuki, IBCLC SENTRA LAKTASI INDONESIA

Kolostrum sapi memang punya banyak kesamaan dengan kolostrum ASI. Tapi serta merta bisakah menggantikan peran kolostrum ASI seperti saat bayi baru lahir?

Kolostrum Sapi

sama dengan

Kolostrum ASI Jika sempat memperhatikan iklan-iklan di sela

tayangan anak di Minggu pagi, kita akan banyak melihat iklan susu formula. Salah satunya, ada yang menawarkan susu pertumbuhan untuk anak yang diperkaya dengan koslostrum. Tentu saja kolostrum sapi alias colostrum bovine. Susu yang diperkaya dengan kolostrum sapi itu katanya dapat meningkatkan daya tahan tubuh anak dalam masa tumbuh-kembangnya. Dulu juga pernah ada produk multivitamin yang mengklaim diperkaya oleh kolostrum sapi ini. Tapi mungkinkah kolostrum sapai sama dengan kolostrum ASI (manusia)? Sama pulakah khasiatnya?

Serupa Tapi Tak Sama Profesor B.R. Thapa dalam jurnal kesehatan Indian Pediatric Journal lewat artikelnya ‘Health Factors in Colostrum’ memang menyatakan kalau kolostrum sapi dan kolostrum ASI punya banyak kesamaan. Seperti halnya kolostrum ASI yang berwarna kekuningan encer atau jernih dan keluar di hari pertama sampai hari keempat usai melahirkan itu, kolostrum sapi mengandung unsurunsur kekebalan dan faktor-faktor pertumbuhan. Unsur kekebalan dan faktor pertumbuhan itu adalah dua komponen utama dalam kolostrum (baik dari ASI maupun di susu sapi). “Ada sekitar sembilan puluh komponen yang sudah diketahui di dalam kolostrum sapi,” tulis ahli anak dari Postgraduate Insititute of Medical Education and Research (PGIMER), Chandigarh, India ini. Coba bandingkan dengan kolostrum ASI yang punya lebih dari 100 komponen

Model: Freya

Tumbuh Kembang . Juni 2010

21


ASI LAKTASI Meski banyak kesamaan, tapi kolostrum sapi punya lebih banyak IgG (imunoglobulin G) dibanding kolostrum ASI. “Kolostrum sapi agak lebih kaya 20% IgG dibandingkan IgG dalam kolostrum manusia yang hanya 2%,” papar Profesor Thapa. Tepatnya, kolostrum sapi mengandung 8%-25% IgG, sementara kolostrum manusia mengandung 2% IgG.

Anak Lebih Butuh IgA dari pada IgG Imunoglobulin adalah sejenis protein yang memerangi infeksi virus, bakteri, alergi, ragi dan jamur. Dalam kolostrum sapi ada lima jenis imunoglobulin: IgA, IgD, IgE, IgG dan IgM. Bayi manusia yang baru lahir sebenarnya lebih banyak memerlukan SIgA (secretory IgA) dibandingkan IgG. Mengapa? Sebab, seperti dijelaskan dalam publikasi La Leche League International, sebelum lahir bayi sudah mendapat manfaat

perlindungan dari IgG lewat melalui plasenta ibunya. Sementara itu, SIgA merupakan ‘zat baru’ bagi bayi, lantaran pertama kali didapat bayi dari ASI (terutama dari kolostrum, yang mengandung zat antiinfeksi 10-17 kali lebih banyak dibanding ASI). Bahkan, SIgA adalah imunoglobulin utama di dalam ASI. Jika IgG bekerja di sepanjang sistem peredaran darah bayi (sifatnya menyebar dan lebih umum), maka SIgA melindungi bayi tepat di tempat-tempat yang paling mungkin diserang kuman: yakni selaput membran mukosa di dalam tenggorokan, paru-paru dan usus. Data dalam Infant Feeding in Emergency Situation Module menyebutkan, radang paru-paru dan diare (berawal dari usus/ pencernaan) adalah penyakit yang paling banyak menyebabkan

kematian pada anak-anak balita. Dan bicara soal kematian akibat penyakit infeksi, bayi-bayi yang tidak disusui adalah yang paling besar risikonya, yakni 1½ - 6 kali lipat dibanding bayi-bayi yang disusui. Kolostrum sapi mungkin banyak kesamaannya dengan kolostrum ASI dan berguna untuk suplemen multivitamin anak. Tapi untuk menggantikan kolostrum ASI di hari-hari pertama kehidupan bayi, jelas tak bisa. Mengingat kolostrum lebih dibutuhkan anak di awal kehidupannya saat dilahirkan dulu, agaknya susu pertumbuhan yang diperkaya dengan kolostrum sapi juga tak seheboh di pikiran kita. Daya tahan tubuh anak usia 1-6 tahun tak hanya ditentukan oleh susu, tapi nutrisi lain.

22

Juni 2010 . Tumbuh Kembang


“Saatnya Menstimulasi

AKU TUMBUH &

BERKEMBANG

TUMBUH & KEMBANG 0-6 BULAN

Penglihatan Si Kecil”

"

Merangsang daya penglihatan si kecil memberikan kesempatan lebih dini mengenal ‘dunia anyar’. Juga mengoptimalkan kecerdasannya.

"

Baru pada usia 4- 5 bulan si kecil sudah bisa membedakan warna terutama warna primer seperti merah, hijau, dan biru. Sedangkan warna serupa seperti merah atau oranye belum ada dalam memori otaknya.

Stimulasi, Stimulasi!

Tak henti-hentinya Dewi (24 tahun) takjub

memandangi bayi mungilnya yang baru berusia 2 minggu. Dewi sering menangkap basah si kecil sedang melirik-lirikkan matanya yang bulat-bening itu. Masak iya sih sekecil itu sudah bisa melihat? Dewi penasaran.

Belum Fokus Menurut dr. Rouli Nababan, Sp.A dari RS Omni Pulomas Jakarta timur, penglihatan bayi baru lahir belum sempurna. Bahkan, mata bayi-bayi itu hanya bisa menangkap secara samar berupa bayangan saja. “Itupun belum fokus benar,” tukasnya sambil menambahkan kalau kemampuan penglihatan lebih belakangan dari kemampuan mengecap dan membaui. Wajah Ibu pun baru tampak jelas baginya bila berjarak tidak lebih dari 25 cm dari matanya. Usia lahir hingga 1 bulan, mata belum bisa focus, tapi sudah belajar mengenali wajah dalam jarak dekat. Saat menginjak usia 1 bulan, penglihatan cukup jelas dalam jarak 8 hingga 12 inchi, akan memandang wajah ibu saat disusui. Nah, baru ketika usianya 2 bulan mereka mulai mengenali wajah-wajah yang berbeda meski masih sulit membedakan warna.

Seiring perkembangan usianya, maka berkembang pula sel-sel otak yang sudah siap mengolah informasi yang ditangkap oleh indera penglihatan. Dari sinilah, orangtua sudah dapat memberikan stimulasi awal dengan mengenalkan benda-benda bergerak ataupun yang dapat mengeluarkan sinar. Bayi akan sangat antusias mengikuti arah dan gerak bendabenda yang menarik perhatiannya. "Bermain senter salah satu cara untuk merangsang penglihatan anak. Tapi bukan menyenteri mata anak, ya,” ujar Rouli. Permainan yang bisa dimulai sejak usia beberapa hari ini untuk melatih bagaimana respon si kecil terhadap cahaya apakah bola matanay mengikuti arah dan gerak cahaya atau tidak.

Hal lain yang bisa Ibu lakukan untuk menstimulasi antara lain: Letakkan mainan gantungan di atas tempat tidur si keci yang bisa berbunyi akan lebih bagus. Bisa yang berupa bola-bola aneka warna atau mainan yang berputar-putar. Bermain dengankain-kain aneka warna. Gerakkan kain-kain tersebut di depan matanya. Sesering mungkin memandang wajah dan matanya dan bebricaralah. Bermain senter atau cahaya lain Redupkan lampu kamar terutama ketika malam hari. Ini akan mengistirahatkan matanya. Jangan lelah dan bosan menstimulasi matanya, ya Bu.

Model: Audrey

Tumbuh Kembang . Juni 2010

23


tingkah

polah TUMBUH & KEMBANG 0-6 BULAN

“Si Kecil Lebih Senang Tengkurap� 24

Juni 2010 . Tumbuh Kembang

Model: Farrel

Kalau hobi si kecil tengkurap, ia sedang melatih otototot tubuhnya untuk mempersiapkan ia memasuki tahap motorik selanjutnya. Latih dia, yuk.


TINGKAH POLAh

TUMBUH & KEMBANG 0-6 BULAN

Merawat Oscar (4

bulan) sekarang harus lebih hatihati. Meninggalkannya sendirian meski sejenak tak berani lagi. Sudah seminggu ini Oscar sudah terampil tengkurap. Gerakannya pun cepat sekali, hup! langsung tengkurap dengan leher sedikit terangkat. Memang, sekarang Oscar lagi senang tengkurap. Sedikit-sedikit tengkurap, bangun tengkurap, tidur tengkurap. Kalau bisa mungkin mandipun maunya tengkurap.

Memang Masanya Bayi-bayi seumuran Oscar sedang memasuki tahapan tengkurap. Umumnya, kepandaian menengkurapkan badan mulai tampak pada usia 2,5 sampai 5 bulan. Kata Fitri Lubis, M.Psi yang aktif mengajar di Fakultas Psikologi Universitas Padjajaran Bandung, pada anak-anak yang termasuk memiliki pertumbuhan cepat akan mulai tengkurap pada usia 2,5 bulanan. Sebelumnya, ia akan mulai memiring-miringkan badannya ke salah satu sisi. “Tengkurap, salah satu tahapan kemampuan bayi yang cukup penting. Sebab, gerakan itu akan dilanjutkan dengan kemampuan duduk,� papar Fitri. Maka dari itu, kalau si kecil belum bisa tengkurap maksimal di usia 5 bulan Ibu mestinya waspada. Itu bisa menjadi pertanda ada sesuatu yang tak beres pada kemamtangan otot-ototnya. Ketidakberesan ini banyak penyebabnya. Salah satunya adalah adanya gangguan seperti cerebral palsy yaitu kelainan congenital yang menyerang susunan syaraf.

Fenomena Meninggal Mendadak Tengkurap memang merupakan masa penting. Namun, ada beberapa hal yang mesti menjadi perhatian saat si kecil doyan tengkurap. Sebab kalau Ibu sembrono, tak jeli mengawasi si kecil sudah banyak kejadian fatal dikarenakan tengkurap ini.

Saat tengkurap, banyak kemungkinan terjadi pada si kecil. Yang paling perlu diwaspadai adalah tertutupnya saluran napas sementara si kecil belum bisa membebaskan diri secara baik sehingga terjadi kematian mendadak. Fenomena ini dikenal dengan nama SIDS atau Sudden Infant Death Syndrome atau kematian mendadak pada bayi. Namun, kata Fitri apra orangtua tidak usak terlalu kuatir terjadinya SIDS pada si kecil saat ia doyan tengkurap. “Asalkan kiat menagwasinya dan tidak lalai hal itu tidak akan (terjadi),� ujarnya menenangkan. Justru, rajin-rajinlah menstimulasi si kecil agar bisa tengkurap

Faedah posisi bayi tidur tengkurap Memberikan kesempatan berisitirahat untuk bagian belakang kepala bayi

dan membalikkan badannya dengan berbagai stimulasi. Ini lebih penting dari sekadar mengkuatirkan bayinya kena sindrom tersebut. Malahan, kalau memungkinkan biarkan si kecil tidur dalam keadaan tengkurap asalkan setiap 15 menit diperiksa keadaannya. Beberapa stimulasi yang bisa Ibu lakukan antara lain miringmiringkan badan si kecil ke satu arah lalu bergantian kea rah lain. Sealin itu, untuk merangsangnya bisa tengkurap sendiri tariklah tanagn bayi Ibu ke ke satu arah sedemikian rupa hingga ia seakan hendak berbalik tengkurap. Tentunya, ini dilakukan dengan hati-hati ya Bu agar si kecil tetap merasa nyaman.

Kalau si kecil Lebih Senang Tengkurap : Upayakan alas tidur bayi rata. Ada baiknya tidur di atas kasur busa yang padat.

Membantu menguatkan otot-otot leher bayi, sebagai persiapan untuk merangkak

Gunakan sprei dengan rapi dan tidak mudah mengkerut.

Membantu mempercepat kemampuan bayi untuk mengangkat pantat, berguling, duduk, hingga akhirnya berdiri

Hindari pemakain pakaian yang sangat longgar sebab ada kemungkinan berkerut yang akan menutup saluran napasnya.

Membantu memperbaiki perkembangan motorik bayi

Balikkan arah kepala si kecil setiap 15 menit agar ia tidak merasa pegal.

Membantu perkembangan otot-otot kaki

Selamat menstimualsi si kecil!

Mencegah terjadinya kepala gepeng atau peyang Membuat si kecil lebih nyaman, bisa tidur nyenyak, tangisnya berkurang, gerak pernapasan dan perkembangan motoriknya juga lebih baik.

Tumbuh Kembang . Juni 2010

25 25


kesehatan

bayi TUMBUH & KEMBANG 0-6 BULAN

“Asma Kulit,

Apa Itu?� Manifestasi alergi yang menyerang kulit. Bagaimana merawatnya?

Waktu

dokter spesialis anak yang memeriksa ruam kulit di punggung Ayesha (4 bulan) mengatakan bahwa kemungkinan Ayesha kena asma kulit, Widyawati kaget. Baru sekali ini ia mengetahui kalau asma tak hanya menyerang sistem pernapasan melainkan kulit juga. Dan, mengingat penyakit asma pernapasan sebegitu parahnya, Widya cemas bukan kepalang. Mungkinkah asma kulit Ayesha akan bertahan seumur hidup sama

seperti asma yang terjadi pada pernapasan. Risaunya Widya.

Kenali Asma Kulit Si Kecil Menurut Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dari Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre Jakarta dr. Fauziah. S Landjono, Sp.KK, asma kulit merupakan kelainan kulit yang sering terjadi pada bayi dan anak. Asma kulit ditandai dengan rasa gatal, penyakit sering kambuh dan

Model: -Kaiomi

26

Juni 2010 . Tumbuh Kembang


KESEHATAN BAYI

TUMBUH & KEMBANG 0-6 BULAN gambaran ruam kulit serta lokasi ruam yang khas. Tempat munculnya pyn khas tergantung kondisi kulit bagian mana yang rentan.

tungkai bayi. Awalnya ruam, merah kadang berair.

“Penyebabnya multifaktor. Genetik, emosi, trauma, keringat dan faktor imunologis, paparnya.

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, asma kulit ini merupakan bentuk alergi yang lain. Karena itu, faktor genetik sangat dominan. Namun, bukan berarti si kecil yang menderita asma kulit ada riwayat asma kulit juga. Bisa saja ada anggota keluarganya yang menderita asma pernapasan namun turunnya ke buah hati Ibu berupa asma kulit.

Asma kulit kerap dikenal dengan istilah dermatitis atopik. Karena proses patogenesisnya hampir sama denagn asma pernapasan yakni alergi. Biasanya ada riwayat penyakit alergi seperti asma, alergi hidung (rhinitis alergika). Dasar penyakit ini pada umumnya adalah proses alergi. Nah, alergi ini dapat dicetuskan oleh faktor allergen (bahan penyebab alergi) yang berinteraksi dengan antibodi sehingga menyebabkan reaksi penyimpangan berupa manifestasi gejala alergi pada kulit. Alergi kulit yang kadang muncul pada beberapa bulan pertama setelah si kecil lahir ini kerap muncul pada wajah, kulit kepala, daerah yang tertutup popok, tangan, lengan, kaki atau

Keturunan?

ternyata si kecil merah-merah kulitnya karena udara panas ya segera atur ventilasi dan sirkulasi udara di rumah. “Sebagian besar dermatitis atopik dapat sembuh dengan bertambahnya umur, tetapi dapat juga menetap sampai usia dewasa,� ujar Fauziah.

Berikut yang bisa Ibu lakukan agar kulit si kecil tetap mulus. Bayi lahir dengan kulit berkerut dan lapisan pelindung yang disebut dengan vernix. Lapisan ini selanjutnya akan terlepas. Ibu tidak perlu terburu-buru menggosok dan mengolesi kulit bayi dengan krim atau lotion.

Sehingga, untuk menghindarinya sama dengan penyakit akibat alergi lainnya yakni menjauhkan si kecil dari allergen pencetusnya. Kalau si kecil terkenan ruam asma Hindari produk bayi pada setelah menggunakan bedak beberapa bulan pertama. tabur merek tertentu ganti saja segera. Atau, Cuci baju bayi sebelum lebih bagus lagi dikenakan. Pastikan kalau tak usah menggunakan deterjen untuk t a w berbedak bayi yang bebas pewangi a r Me il sama sekali. c dan pewarna. Cucilah e K Si an t i Kalau ik l s baju, alas tidur dan u a K nd selimut bayi secara kome erawat s e r e m m lia ik a h i a terpisah dari cucian ia b z m Fau uk lebih ara ala ian keluarga. a c k e s a unt il

"

. i kec ri pem kulit s nghinda a buatandalam Jangan sering-sering me smetik kimia memandikan bayi. ayi ko an zat duk brgi g Terlalu sering mandi o n r u p d Kan berapa icu ale akan mengangkat be ru mem l. u minyak alami yang c n just u m berfungsi melindungi kulit

"

bayi. Hal ini akan membuat kulit bayi lebih rentan mengalami reaksi dengan alergen, sehingga memicu rekasi. Bayi cenderung bersih, kecuali masalah air liur dan penggantian popok. Di bulan-bulan pertama mandi dengan spons cukup dilakukan sebanyak dua atau tiga kali seminggu. Di tengahtengahnya, si kecil cukup dibersihkan di mulutnya dan area penggantian popok dengan air. Kulit penderita asma umumnya kering. Maka, mandi sekali seminggu untuk memungkinkan kulit mempertahankan minyakminyak alami. Oleskan lotion di area yang kering. Sering-sering memeriksa popok. Segera ganti popok setelah basah atau kotor.

Selamat merawat si kecil!

Tumbuh Kembang . Juni 2010

27


AKU TUMBUH &

BERKEMBANG TUMBUH & KEMBANG 6-12 BULAN

Dari ASI ke Gelas

Melatih harus konsisten, agar kemandirian menjadi hasil yang sempurna.

Masa

hanya meminum ASI sudah jauh terlewat. Kini Kemal (8 bulan) sudah dikenalkan dengan makanan pendamping ASI, tapi sayangnya untuk urusan minum Kemal masih minta ASI daripada minum air dari gelas.

Sangat Dianjurkan Dede Gemayuni Yusman Psi, menjelaskan bahwa proses perpindahan ini sangat dianjurkan terjadi pada anak di usia 6-12 bulan. Hal tersebut natural, karena merupakan bentuk kematangan dan pendewasaan anak sebagai individu. Pada anak berusia 6 bulan adalah masa anak mulai mengenal asupan makanan selain sebelumnya si kecil hanya diberikan ASI saja. Sehingga hal ini berkaitan dengan teori Erikson yaitu Autonomy vs Shame and Doubt (Otonomi vs Rasa Malu dan Ragu-ragu). Teori yang mengulas perkembangan si kecil yang memiliki karakteristik bahwa setelah memperoleh kepercayaan diri

dari orangtua mereka, individu mulai menemukan bahwa perilaku mereka adalah milik mereka sendiri, menyadari kemauan mereka. Otonomi dibangun atas perkembangan kemampuan mental dan motorik, otonomi yang terbentuk adalah kemandirian. Penting bagi orangtua untuk mengenal motivasi anak untuk melakukan apa yang dapat mereka lakukan sesuai dengan kemampuan mereka. Selanjutnya mereka dapat belajar mengendalikan kemampuan psikomotorik dan dorongan keinginan si kecil sendiri. Pada usia ini, si kecil mencoba untuk mandiri yang secara fisik dimungkinkan oleh kemampuan mereka untuk mulai minum melalu tanpa dibantu orang dewasa lagi. Dengan kebebasan ini, si kecil masuk dalam periode menjelajah dan eksplorasi. “Pokoknya pada periode inilah kemampuan anak untuk percaya diri dikembangkan,” tegas Dede, psikolog Buraq Consulting Bandung ini. Problem yang dapat terjadi, menurut Dede, adalah rasa malu karena mereka merasa tidak mampu ’be on their own’. Ini akan terjadi bila orangtua terlalu banyak mengkoreksi kekeliruan mereka dan tidak konsisten dalam mengajarkan.

Caranya? Sebaiknya pada periode ini orangtua sering berkomunikasi dengan si kecil, mulai mengenalkan betapa menyenangkannya minum dengan training cup. Sambil tak lupa menciptakan suasana yang menyenangkan dan mengarahkan dengan tidak langsung. Jika anak berusaha memegang dan minum dengan cangkirnya walau tertumpah maka pujilah, dan jangan menunjukkan kesalahannya dengan lantang. Pada saat ini yang si kecil pelajari bukanlah minum melalui gelasnya melainkan inisiatif si kecil untuk melakukan sesuatu yang baru. Terlebih lagi itu berhubungan erat dengan pelatihan motoriknya dan konsep diri si kecil. Bila si kecil mampu melampuai tahapan ini ia akan mulai belajar tentang "citra diri" atau "Sense of Identity". Si kecil yang tak mengembangkan kemampuan mereka ini, cenderung menjadi terlalu patuh dan penurut, dan tidak mempunyai kemandirian yang baik. Orangtua perlu terus menerus menggugah rasa percaya anak bahwa mereka bisa untuk memulai minum dari gelas. Penolakan adalah hal wajar terjadi, karena otonominya baru tumbuh. “Sabar, tekun dan konsistensi pada orangtualah yang diperlukan. Biarkan si kecil bereksplorasi dengan kebebasan yang diawasi,” pungkas Dede.

Model: Asa


tingkah

polah

TUMBUH & KEMBANG 6-12 BULAN

Hihihi…

Akulah Si Periang Mudah tersenyum, tertawa serta ’gaul’ dengan lingkungan sekitarnya. Inilah ciri bayi periang.

Wah, lucunya Salsa. Bayi berusia 11 bulan ini

gampang sekali digoda. Colek sedikit pinggangnya sudah ketawa, jawil pipinya senyum-senyum. Apalagi kalau diajak main ciluk ba, makin rame deh, tawanya akan kian kencang. ”Salsa memang obral senyuman banget. Karena jarang menangis, sering lho Salsa diajak pergi oleh tetangga tanpa mamanya,” cerita Diana, sang bunda, bangga. *** Ya, tak ada yang lebih mengasyikkan dibanding saat bermain dengan si kecil. Apalagi bila dia tergolong bayi periang. Tak percaya, lihatlah reaksinya saat diajak berinteraksi. Dia akan mendekati orang lain, menyapa atau bertanya, melakukan tindakan yang dapat menarik perhatian (tersenyum, tertawa,

mengoceh), mengulang perilaku yang membuatnya berhasil menarik perhatian, dan lainnya. Dalam pandangan Mulia Sari Dewi, Psi, pada usia 6-12 bulan umumnya anak memang mulai bisa memberi respon terhadap orang. Mulai ada rasa ingin tahu bahwa ada orang lain di samping dirinya, kemudian mempelajari bahwa ada orang lain selain ayah dan ibunya. Dia juga mulai mempelajari emosi dasar manusia seperti sedih, senang dan takut. Selanjutnya, bayi akan menampilkan ekspresi emosi seperti riang dan menarik perhatian orang lain.

Karakter dan Lingkungan Perilaku periang, sambung Mulia, merupakan bagian keterampilan yang dipelajari bayi sesuai tugas perkembangan di usianya. Namun pengalaman awal si mungil tetap menentukan karakter anak yang akan berkembang kemudian di usia selanjutnya. Bisa saja, kelak anak menjadi si periang karena mendapat

Model: Jirnie

Tumbuh Kembang . Juni 2010

29


TINGKAH POLAH

TUMBUH & KEMBANG6-12 BULAN rangsangan dari lingkungan yang memperkuat perilaku tersebut menjadi karakter atau sifat. Namun bisa juga yang terjadi sebaliknya. Perilaku periang tidak melekat menjadi karakter dan sifat karena rangsangan lingkungan yang kurang. Persistensi (kecenderungan) kepribadian merupakan interaksi yang kompleks antara faktor bawaan, pendidikan anak, nilai-nilai orangtua, peran yang dipelajari di rumah dan lingkungan sosialnya. Jadi memang masih terlalu dini untuk mengatakan itu adalah karakter atau sifat si bayi. Sebab, menetap atau tidaknya nanti dipengaruhi faktor lingkungan. ”Bila memang anak memiliki pembawaan periang lalu ia mendapatkan respon positif dari lingkungannya, besar kemungkinan ia kelak akan menjadi anak periang,” tegas staf pengajar Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini. Mulia menambahkan bahwa karakter, watak atau sifat adalah bagian dari ciri kepribadian individu. Dulu, orang berpendapat bahwa kepribadian seseorang dipengaruhi oleh faktor hereditas (bawaan) semata. Namun penelitian dan berbagai studi menunjukkan, kepribadian adalah interaksi dari hereditas dan lingkungan. Pendek kata, kepribadian dibentuk oleh temperamen dan lingkungan yang terus-menerus saling mempengaruhi.

Yuk, Memujinya! Asyik memang berinteraksi dengan bayi periang. Anak seperti ini biasanya disukai banyak orang. Buat si kecil, respon seperti itu tentu saja sangat menyenangkan. Secara teori, penilaian positif dari lingkungan juga menguntungkan bagi perkembangan kepribadian anak dan penyesuaian dirinya

kelak di lingkungan yang lebih luas lagi. Karenanya, tak berlebihan bila banyak orangtua yang ingin anaknya menjadi sosok yang periang. Namun bagaimana mewujudkannya? Mulia membagi kiatnya. Yang utama adalah, orangtua mesti merespon secara positif terhadap perilaku riang anak agar perilaku tersebut menetap menjadi sifat atau karakter. Banyak stimulasi yang bisa dilakukan orangtua. Misalnya dengan memberi pujian ketika perilaku tersebut

Juni 2010 . Tumbuh Kembang

Lebih konkretnya Mulia mencontohkan budaya Amerika yang cenderung berorientasi pada individu. Akibatnya, anak tumbuh menjadi lebih egosentris, lebih memperhatikan kemandirian dan hak, serta lebih mengutamakan kepentingan diri sendiri daripada orang lain. Sementara di negaranegara Asia, budaya yang dikembangkan berorientasi pada keluarga. Budaya ini akan membuat anak mengembangkan pola kepribadian yang bercirikan loyalitas, kerjasama, pengorbanan diri serta konsep tentang diri dan peran mereka dalam hidup.

Membentuk Sifat Periang! Karakter bayi sangat dipengaruhi oleh cara orangtua merawatnya. Karena itu agar si kecil periang:

muncul. “Wah, anak pintar, mau bersalaman dengan teman Mama.” Atau, pujian-pujian lain yang menyenangkan buat si kecil. Orangtua juga bisa memberi harapan-harapan atas perilaku yang ditunjukkan si kecil. Seperti: “Bagus, adek tadi menyenangkan sekali waktu ketemu om dan tante”, atau “Mama senang melihat kamu tadi mau bermain dan bercanda dengan orang”. Tak ada salahnya jika pujian tersebut diperkuat dengan sentuhan fisik misal ciuman atau pelukan. Satu lagi yang dapat dilakukan orangtua adalah, memasukkan anak dalam lingkungan yang Model: Jirnie

30

memiliki budaya ’riang’. Mulia mengakui, orangtua memang tak bisa menjauhkan budaya dari anak, namun orangtua bisa menjauhkan anak dari budaya. Dalam tiap budaya, anak mengalami tekanan untuk mengembangkan suatu pola kepribadian yang sesuai dengan standar yang ditentukan budayanya.

Jadilah orangtua periang. Bayi akan mengimitasi berbagai perilaku orang di sekitarnya. Maka berikan contoh yang baik, terutama lewat diri Anda. Atau, jadilah orangtua yang periang juga. Kepada pengasuh bayi atau siapa saja yang dilibatkan dalam pengasuhan si kecil, bicarakanlah bahwa Anda ingin si kecil mendapat respon yang baik dan lebih riang. Ada kemungkinan berubah. Yakinlah bayi bisa tumbuh menjadi seseorang yang ‘baru’ sama sekali. Bila ada perilaku bayi yang dirasa ‘kurang’ di mata orangtua, jangan dibiarkan dan menganggap itu ‘memang cara anak bertingkah laku’ atau ‘sudah dari sananya’. Selalu ada kemungkinan si kecil untuk berubah dan berkembang sesuai keinginan orangtua.


kesehatan

bayi

Duh , Adek Kok

Nangis Terus, Sih?

TUMBUH & KEMBANG 6-12 BULAN

Kalau si kecil nangis terus pasti ada apa-apanya, Bu. Yang penting jangan panik.

�

Risih

juga lama-lama mendengar anak tetangga baru itu menangis terus. Sekali menangis bisa sejam full. Tidak siang tidak malam. Begitu juga di pagi hari saat bayi itu bangun tidur. Rasanya telinga jadi tebal terus mendengar tangisannya yang melengking kencang. Duh!

Menangis? Memang Itu Kepandaiannya Si kecil menangis. Ada apa memang kalau si manusia baru ini menangis. Bukankah itu salah satu kepandaian si kecil berkomunikasi. Akan terasa aneh dan janggal, justru kalau bayi sampai usianya 12 bulan tak pernah menangis. Malah, itulah yang mengherankan, bayi kok tak menangis. Ada bayi kok adem ayem saja. “Lazimnya bayi ya menangis,� ujar dr. Caroline Mulawi, Sp.A dari RS Omni Pulomas Jakarta Timur, tergelak. Menangis, bagi para bayi adalah bentuk komunikasi yang ia bisa. Ia ingin mengatakan sesuatu, ia sedang merespon kondisinya dan memberitahukannya pada orang lain yang ada di dekatnya. Anakanak umur 6 bulan sampai setahun belum bisa berkata apa-apa secara sempurna. Sehingga, menangis merupakan cara satu-satunya bagi mereka. Hanya saja, menangis menjadi penanda bahwa bayi Ibu sedang

Tumbuh Kembang . Juni 2010

31


KESEHATAN BAYI

TUMBUH & KEMBANG 6-12 BULAN merasakan sesuatu yang tidak menyamankannya. Mungkin si kecil sedang takut berada sendirian di dalam kamarnya. Semula memang ia tidak apa-apa karena asyik dengan mainannya namun lamalama ia baru menyadari kalau ia sendiri maka menangislah ia. Si kecil minta ditemani sehingga ia memanggil orangtuanya atau siapapun yang bisa menemaninya dengan mengelaurkan senjatanya yakni menangis. Penyebab bayi menangis juga bisa karena ia cemas kehilangan sesuatu yang diminatinya. Mainan, misalnya. Selain itu, Bu pada rentang usia ini si kecil sudah bisa mengidentifikasi bebunyian yang menurutnya pantas ditakuti seperti bunyi halilintar. Kalau ia takut ia akan mengekspresikannya dengan menangis. Perubahan lingkungan yang mendadak juga bisa membikin ia menangis. Ia merasa tidak nyaman bila secara tiba-tiba berada di rumah baru yang ramai atau sekadar kedatangan orang baru yang punya wajah tak simpatik misalnya. Banyak ya Bu penyebab anak kita menangis menjerit-jerit.

Waspada Bila Karena Sakit Kalau penyebab sebelumnya bisa diredakan dengan sentuhan kasih sayang Ibu yang lembut maka yang perlu diwaspadai adalah bila tangisan si kecil dikarenakan ia mengalami sakit tertentu. Kalau si kecil tiba-tiba menjerit kesakitan, tentu Ibu bisa membedakan mana jeritan kesakitan atau bukan, kemungkinan ia terantuk sesuatu. “Maklum, umur segitu kan biasanya sudah bisa hilir-mudik jadi mungkin saja terbentur kepala atau terjatuh saat belajar jalan,� tutur Caroline.

tersebut. Memberikan pertolongan pertama untuk meredakan sakitnya lalu gendonglah ia untuk meredakan tangisnya. Nah, jika menangis terus-menerus seperti ilustrasi di atas ada kemungkinan si kecil memang sakit. Anak-anak di usia 6 atau 7 bulanan sedang masa keluar gigi susunya. Harus dipahami proses keluarnya gigi ini sangat menyakitkan. Jadi, wajar saja kalau ia menangis dalam waktu yang lama dan relatif sering.

Nangis Terus, Berbahayakah? Ada sebagian orangtua yang memilih membiarkan anakanaknya menangis dengan tidak meresponnya cepat-cepat. Alasannya, untuk melatih agar jantungnya kuat dan memberinya pelajaran mental. Toh, nanti akan berhenti sendiri lalu tertidur. Boleh saja memiliki argumen

semacam itu. Namun, membiarkan bayi Ibu menangis dalam waktu lama dan berkali-kali bisa memberi dampak kurang baik. Sebagai bentuk ketidaknyamanan, tangis si kecil mestinya segera direspon agar ia kembali nyaman. Ada lo sekelompok ahli psikologi yang berpendapat bahwa jika kondisi tersebut dibiarkan maka bisa merusak perkembangan otak. bisa menghasilkan banyak hormon stres yang dapat merusak otak bayi. Jika bayi semakin keras menangis menunjukkan ia sedang stres, dan stres yang akut bisa menyebabkan reaksi hormonal berantai yang pada akhirnya dapat merangsang kelenjar adrenalin untuk melepaskan hormon stress. hormone ini yang akan mengganggu otak bayi. Hiii ‌‌. seram ya Bu. Maka, kata Caroline kalau bayi menangis segeralah respon dengan berbagai cara yang akan membuatnya nyaman, aman, tenang. Berikan ia susu atau ASI bagi yang masih menyusu ASI, mungkin ia lapar Peluklah si kecil dan gendong lalu timang-timang Pijat bisa menenagkan si kecil Putarkan musik yang lembut mengalun Ajak ia ke luar untuk berganti suasana Mandikan dengan air hangat akan membuatnya rileks. Kalau Ibu tetap kuatir segera bawa ke dokter. Yang jelas, kalau perutnya kenyang, badannya nyaman, suhu ruangannya nyaman, bunyi-bunyian di rumah tidak keras, si kecil akan tenang sepanjang tidak sakit.

Kalau itu yang terjadi Ibu mesti segera memeriksa dampak benturan

Model: zahir ali


AKU TUMBUH &

BERKEMBANG

TUMBUH & KEMBANG 1-3 TAHUN

“Jungkirbalik Model:-Bagas

Kesukaanku”

Anakku kok senangnya jungkir balik ya? Wajarkah?

Maya

(27 tahun) sangat heran melihat kebiasaan baru si kecil Echa (3 tahun) yang belakangan ini terlihat seperti pemain akrobat cilik. Senangnya jungkir-balik, berulang-ulang. Kadang sambil menahan posisi Echa berkata, “Ih, Mama jadi terbalik!”. Maya geli campur kuatir, “nggak tahu apa kalau aku cemas lihat dia begitu”

Karena Mencontoh atau Menyenangkannya Apa yang membuat anak seperti tak kenal takut? Itu karena kekuatan pikiran bawah sadarnya. Anak memiliki potensi besar untuk belajar tentang apapun. Termasuk memanipulasi gerakan tubuhnya. Evi Elviati, Psi, dari Essa Consulting, Jakarta, menjelaskan bahwa perkembangan fisik anak usia 1 – 3 tahun, pada periode ini memang sedang mengalami perkembangan fisik yang amat cepat. Kita bisa lihat dari bertambahnya berat badan, semakin kuatnya tulang-tulang mereka dan bahkan bertambahnya tinggi badan. Seiring dengan hal tersebut maka anak akan mengalami kesiapan untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan perkembangan psikomotoriknya, baik motorik halus (memegang alat, menulis, menggambar) maupun motorik kasar mereka seperti berlari, memanjat, berjalan, dan sebagainya. “Apa yang terjadi pada Echa memang tak umum ditemui. Bisa jadi hal ini terjadi karena ia pernah melihat orang lain melakukan hal ini, jadi ia pun mencobanya,” ungkap Evi. Kemungkinan lain adalah karena secara tak sengaja, saat ia melakukan eksplorasi atau kegiatan ini, si kecil merasakan kesenangan kemudian ia ulangi lagi. Bila kegiatan ini

dilakukan hanya sesekali saja masih dapat ditolerir. Tapi kalau ini jadi kebiasaan maka orangtua perlu waspada mengingat kegiatan jungkir balik ini mengandung banyak resiko bila untuk anak usia batita. “Keseimbangan badan si kecil belum berkembang optimal pada usia ini,” wanti-wanti Evi Berhati-hatilah dengan risiko keseleo, cidera kepala, terbentur, dan risiko lain.

Cegah dengan Mengalihkan Perhatian Memang jungkir balik ini merupakan salah satu kegiatan dalam hal psikomotorik kasar. Namun ada baiknya orangtua melatih perkembangan psikomotorik ini dengan cara yang lain, misalnya dengan mengajarnya untuk berlari, naik tangga, melompat, melempar dan menangkap bola. Kegiatan-kegiatan ini mengandung resiko yang jauh lebih kecil. Kegiatan ini sebaiknya dicegah kecuali bila orangtua memang berniat mengembangkan bakat anak, misalnya ingin menjadikannya penari balet atau pesenam. Ini pun harus dikonsultasikan dulu dengan pihak-pihak profesional yang terkait. Sudah banyak tempat dimana terdapat pelatihan untuk melatih motorik anak dengan pengawasan dan penanganan terbaik. “Untuk mengantisipasi agar seorang anak tak melakukan kegiatan ini terus menerus sebaiknya orangtua mengalihkan perhatian anak pada hal lain. Lebih baik lagi orangtua ikut serta dalam kegiatan tersebut,” pesan Evi. Kan bisa Bu, dialihkan menjadi bermain lempar dan tangkap bola ya?

Model: Sabrina

Tumbuh Kembang . Juni 2010

33


tingkah

polah TUMBUH & KEMBANG 1-3 TAHUN

Tenang rasanya Dara

bekerja seharian di kantornya meski ia meninggalkan buah hatinya Sasha (2 tahun) di rumah bersama pengasuh. Pasalnya, tak seperti anak-anak lain yang selalu menangis menjerit-jerit setiap ditinggal ibunya bekerja, Sasha kelihatannya anteng-anteng saja. Bahkan, dengan santainya Sasha hanya melirik sekilas pada Dara yang berpamitan sambil mengecup kedua pipinya yang tembem. Rupanya, Dara tak menyadari attachment antaribu-anak sedang mengancam hubungan keduanya.

Indikator Kedekatan dan Ketidaksukaan Menurut Fitri Ariyanti Abidin, M.Psi staf pengajar di Fakultas Psikologi Universitas Padjajaran Bandung, menangis saat ditinggalkan merupakan tanda positif dalam tahapan perkembangan anak. Si kecil yang berusia 1-2 tahun sedang melalui proses pematangan emosionalnya. Menangis, dalam kasus-kasus

34

Juni 2010 . Tumbuh Kembang

Pertanda kedekatan yang lekat dan kematangan emosi. Waspada ketika si kecil lempeng aja meskipun bundanya pergi meninggalkannya.

Model: Adhi

“Begitu Ditinggal, ya Nangis lah Dia‌â€?


TINGKAH POLAH

TUMBUH & KEMBANG1-3 TAHUN semacam ini menunjukkan kedekatan anak dengan figurfigur yang dianggapnya memberi kemanan dan kenyamanan. “Itu bisa menjadi indikator kelekatan atau attachment antaranak-ibu atau siapapun itu,” tegas Fitri. Si kecil yang tiba-tiba saja ‘ngeeeng….’ menangis menyaksikan ibu atau orang dekatnya pergi sebenarnya cara ia menyatakan ketidaksukaannya sekaligus ketidaknyamanannya ditinggalkan. Ia, lanjut Fitri, merasa ditinggalkan, dibiarkan sendiri. Bisa juga si kecil merasa tak lagi menjadi perhatian orang dewasa.

Model: Adhi

Reaksi ini bermacam-macam untuk setiap anak. Ada yang menangis, ngambek, marah-marah, atau bahkan diam membisu. Semua tergantung karakter dasar si kecil. Reaksi ini justru menandakan emosinya sedang berkembang, ditandai dengan kecemasan itu tadi. Dan, itu adalah sangat wajar, normal bagi anak-anak seusianya. Justru kematanagn emosi semacam ini bisa menjadi sistem proteksi alami untuk keselamatan si anak. Ketika ia bereaksi saat ditinggal pergi berarti kemungkinan besar ia tidak nyaman dan tidak aman bersama orang lain selain orang yang meninggalkannya. Ibu dan Bapak pasti sepakat untuk alasan yang satu ini. Coba, bayangkan kalau si kecil diam saja waktu ditinggal pergi lalu ada orang asing yang mendekatinya eh dia anteng saja. Bukankah itu sangat berbahaya. Tapi, kalau si kecil menangis didekati orang asing tentu kita menajdi waspada, ‘siapa yang membuat si kecil menangis’.

bersama orang asing yang tidak disukainya. “Peringatan’ ini sangat bermanfaat untuk mendeteksi sekaligus menhindarkan anak dari penculikan.

Apakah si kecil yang cengeng ini akan menjadi anak yang sulit bersosialisasi? Tidak juga. Sebab, sampai usia 2 tahun kemampuan bersosialisasi si kecil belum begitu terasah. Ia masih berperilaku egosentris alias interaksi dengan lingkungannya belum berkembang secara optimal.

Dampak Tinggal Bersama Keluarga Besar Tetapi, jangan buru-buru cemas dulu, Bu ketika si kecil tetap anteng saja meski berpisah dari ibunya. Coba perhatikan apakah di rumah terdapat banyak orang, misalnya keluarga besarnya ada nenek, kakek, paman, bibi, bahkan sepupu-sepupu si kecil. Anak yang terbiasa tinggal bersama dengan banyak orang akan memiliki multi attachment dengan orang-orang tersebut. Sehingga, ia tidak akan mudah menangis meskipun ayah dan ibunya tidak berdekatan dengannya. Umumnya, anak yang demikian akan mudah beradaptasi dengan berbagai macam orang. Ia juga mudah bersosialisasi kelak.

Teknik Berpisah

Fitri kemudian berbagi kiat bagaimana menyiasati ‘berpisah’ dengan si kecil, terutama bagi para orangtua yang dua-duanya bekerja.

Ketika Ibu bersiap-siap hendak pergi komunikasikan lah dengan anak. Katakan, “Sekarang Ibu mau pergi, lo.” Ketika benar-benar akan pergi katakana saja “Ibu pergi.” Lalu pergilah jangan sesekali mengundur-undur karena itu akan memunculkan anggapan dari si kecil bahwa Ibu tidak benar-benar pergi. Janjikan padanya bahwa Ibu

atau Bapak akan pergi sebentar nanti malam atau sore kembali pulang dan akan main lagi bersamanya.

Kalau terjadi reaksi menangis

atau yang lainnya, biarkan saja. Percayalah sebentar saja tangisnya akan berhenti.

Kalau Ibu konsisten dengan teknik seperti itu Suatu saat nanti, si kecil tidak gampang lagi ngeeeennnnggg…mencucurkan air mata.

Sehingga, tutur psikolog yang beranak tiga anak, ini menangis bisa menjadi indikator juga bagi ketidaknyamanan si kecil pada seseorang. Sebabnya tentu macam-macam. Kemungkinan ia sangat tidak menyukai orang lain selain individu yang meninggalkannya. Sehingga, tangis si kecil menjadi semacam ‘alarm’ bagi orangtua bahwa si kecil sedang

Tumbuh Kembang . Juni 2010

35


kesehatan

balita TUMBUH & KEMBANG 1-3 TAHUN

Jeduk‌

Benjol dan memar di kepala memang menghantui si kecil yang sedang senang bergerak dan bereksplorasi. Apa yang seharusnya dilakukan orangtua?

Kepala Si Kecil Benjol

Semua

orang yang melihat wajah Ramzi pasti iba. Bagaimana tidak, di pelipis kepalanya ada benjolan besar dengan warna kebiruan akibat jatuh dari sofa. Itu sih tak seberapa. Saat terjatuh tiga hari lalu, malah lebih besar lagi. Tapi kenapa lama sekali kempesnya ya? Padahal sudah diberi salep yang fungsinya untuk menghilangkan memar. Berbahaya tidak ya? Inilah sederet pertanyaan dari Tyas, sang bunda. *** Model: Rasya

Brukkk, jatuh. Saat memasuki usia batita, si kecil seolah tak kenal lelah, dia terus mengeksplorasi dunia sekelilingnya. Berjalan, berlari, duduk sambil tangannya terus memegang sesuatu. Tak heran bila si kecil berisiko terjatuh dan mengalami benjol di kepala. dr. Robert Soetandio SpA, M.Si. Med. mengakui, kasus trauma kepala serius memang jarang terjadi dalam kegiatan anak sehari-hari. Tetapi bila anak terjatuh dan terjadi benturan di kepala, orangtua sebaiknya segera membanya ke dokter. Pemberian obat antimemar di bagian yang benjol tak banyak membantu selain hanya mengencerkan darah yang membeku tanpa mengobati luka dalam yang mungkin terjadi.

Bisa Timbul Trauma Berbahaya Lebih jauh Robert menjelaskan, setiap benturan di kepala anak bisa menimbulkan trauma atau cedera berbahaya. Cedera tersebut biasanya ditandai adanya benjolan. Pembengkakan ini muncul akibat peradangan di kulit dan jaringan lunak di bawahnya. “Benjolan tersebut akan mengecil jika di bawah jaringan lunak tersebut tak mengalami banyak perdarahan,� jelas dokter spesialis anak dari RS Global Medika Tangerang-Banten ini. Selain benjol, benturan keras di kepala juga bisa menimbulkan cedera serius, yakni gegar otak. Gangguan ini terjadi akibat guncangan yang

36

Juni 2010 . Tumbuh Kembang

riuss SSeeriu la a la p a e p K e K a aa isis ma g, bb rauum CCiriri-i-cciriri iTTra arkaannddiriirai atatauubbegen.nggoonng,

ddark nng. jaja ee k ksa sa -k-k gg il iltata nn cc jaja ee SiSK uuke ke iK tata a ll h a ee a ww h lis a e lis uurere aagge tata gg juju hhaa tata nn uu -m h -m ta h n ta u n im mm i mu lala aa gg nn .. ee lala MM ii aa dd pp sisijaja aa ke kitkitke stst sa rere a sa ,p n a hh re ,p n la o ka k la o kare se k h se aah dd ggsusu nn k kya ya aa nn aaaa dd aa PP ,, sa iaia sa .. nn ib rtrt ruru ib ee uu pp nn ee mm k ksese aa nn d aa ti D , d ti a r. D , u lit a r. d a k ktitidu uubbalit ya tata nn a a y a i y b a a i a y ih b b a b a ih b le dda uu leb aa PP tata ggaa .. nn nn ee ka gg nn nn ka uu ee gg nn ihihcc aa bb ibib lele dd kk h tata sa h su sa nnoo r su u ira r d aa u ti ira d u ti uucc lalau tata ka hhaa ka ra a ra d a r d a r lu , k, e .. hh kelua hidid gg tutu nn rja rja t ttete uu h uu aa tata Sa /a Sa nn /a aa d a d g a lin g ri ritetelin aa dd


KESEHATAN BALITA

TUMBUH & KEMBANG1-3 TAHUN hebat pada jaringan otak sehingga menyebabkan perdarahan kecil di sana-sini, serta membuat jaringan otak mengalami pembengkakan. Itulah mengapa bila ada benturan di kepala, orangtua sebaiknya selalu waspada. Bagaimanapun di dalam organ ini tersimpan pembuluh darah yang berjalan memanjang dan melintang, ada yang mengalirkan darah dari bawah ke atas, ada pula yang berjalan di daerah dasar tengkorak.

Demikian pula bila tengkuk yang cedera. Tengkuk berperan melindungi daerah batang otak yang mengontrol fungsi vital, seperti pernapasan, kesadaran, dan fungsi jantung. Jadi, bisa dibayangkan jika organ yang satu ini mengalami gangguan alias gegar otak.

Segera Bawa ke Dokter bila… Orangtua memang perlu waspada saat si kecil mengalami trauma di kepalanya. Meski demikian, sambung Robert, orangtua tak perlu cemas berlebihan saat mendapati benjol atau memar di kepala si kecil. Sebab, gejala tersebut belum memastikan ia mengalami gegar otak. “Benjol atau memar sebagian besar akibat perdarahan di antara kulit kepala dan tulang tengkorak. Biasanya relatif tak berbahaya asalkan anak tetap sadar penuh, tidak muntah-muntah, tidak pusing, dan tidak tampak mengantuk terus,” Robert mengingatkan. Namun untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan, segera membawa si kecil ke dokter adalah solusi terbaik. Dokter biasanya akan memberikan diagnosa apakah anak mengalami gegar otak atau tidak. Dokter juga akan melakukan foto rontgen atau CT Scan kepala bila ada ciri-ciri trauma kepala serius. Dengan alat ini dokter ingin memastikan apakah ada kerusakan tulang tengkorak serta di mana letak perdarahan yang terjadi. Nah, bila dari diagnosa di atas ada gejala trauma kepala serius, dokter akan menganjurkan si kecil menjalani rawat inap. Robert menambahkan, bila tak ada (tak banyak) perdarahan dan fungsi otak anak tetap tak terganggu, penanganan akan dilakukan secara konservatif alias tanpa operasi. ”Namun jika gumpalannya besar apalagi sampai mendesak jaringan otak, tentu perlu tindakan operasi,” papar staf pengajar ilmu kesehatan anak Universitas Pelita Harapan ini.

Linddung Lin ungi iKKeepala pala SSi i Kec Perhatik Pe Kecil!il! rhatikan an kea ebaikny keamm sesb aanan d

Kehati-hatian orangtua juga perlu karena pada setiap bagian kepala si kecil berisiko mengalami luka serius. Entah itu benjol di pelipis, bagian kepala belakang (tengkuk), dan lainnya. Saat pelipis terkena benturan keras misalnya, bisa terjadi retak tulang pelipis. Karena kejadiannya di pelipis, posisi retaknya bisa seperti memotong jalur pembuluh darah. Menurut Robert, jika pembuluh darah putus, akan timbul perdarahan yang bisa mendesak jaringan otak. Selanjutnya, perdarahan tersebut bisa menjepit bagian batang otak yang dapat berakhir fatal.

nan di ru i ru ah iknyaaddiberi p ana agar unmm angga ah. T.aTn eri pag an naik-tib akakna a u r ru k menggga ik u n n -t pengaw urun aatau b tutu k pe hind enghin erekspm ngawaasan. tau bere san. rasi tandariari ksplolo ra s pa i P tanpa Pasatisktiakan lanta n lanta i tidak s e h in sehingg gga ami tidak tetergena an ana rgenang n aman beraktia be anak kbberjala gairair raktivitva itas la erjalan n atau n s lainin y a . nya. atau Beri kes Be ri kesetet di de d p a i a ta d n e u p atau didi sekit pan pinintu ka sekitarakr kolam tu kamm ar an tata k ktete nangaar mm ncir. olam rere n di rgrg elienlic na gaa ng aga ir r sidkiecil . r H s i in kecil dari uju Hinda ng-ujun ri jung g -u itar uru fu ju seskeitka ng furnrnitur ya itur n ng run mm aa.hB. ilBaila p husur sru khku g runcin cin p erlubbeyria’p ehh sus’ s’esh in g g e ’pen engam g gdidi inggaatataekrlu m a g elurika a k melu m a epala an n kai ki ekp ala ana nak. k.

Tumbuh Kembang . Juni 2010

37


AKU TUMBUH &

BERKEMBANG TUMBUH & KEMBANG 3-5 TAHUN

Wow...

Biarkan anak bermain dengan teman fantasinya. Namun beri kesempatan pula anak untuk bebas bermain dengan teman sebayanya.

Nikmatnya Bermain Fantasi Si Kindi kelihatan lagi asyik

bermain. Tangannya memegang cangir plastik. Di depannya ada beberapa piring kecil. Sepertinya sedang ada pesta. Dari mulut mungilnya terdengar suara yang tak terlalu jelas. Dia seolah sedang asyik mengobrol dengan seseorang. Tapi mana teman ngobrol-nya? Ah, ternyata dia sedang berfantasi. *** Begitulah Kindi kalau sedang bermain sendiri. Putri kecil berusia 3 tahun itu senang sekali mengajak mainannya -- entah itu boneka, alat tulis, cangkir atau apa saja – menjadi teman bermain yang mengasyikkan. Semua benda tersebut dianggapnya bernyawa layaknya teman sungguhan.

Berfantasi = Bermain Berfantasi (berimajinasi atau berkhayal) adalah bagian kehidupan anak. Kita kadang melihat anak berbicara sendiri di depan cermin, berbicara dengan bonekanya, atau seperti yang dilakukan Kindi dalam ilustrasi di atas. Sesungguhnya itu normalnormal saja. Karena memang itulah hidupnya, fantasinya, imajinasinya yang sangat luas. Dalam pandangan Eri Vidiyanto M.Psi, pada usia balita anak

memang suka berfantasi. ”Dunia anak itu bermain. Dan fantasi adalah salah satu permainan anak. Selain bermain aktif (penuh gerak) dan bermain pasif (membaca, mewarnai),” ujar psikolog dari Essa Consulting Human Resources ini. Sebagai permainan, aktivitas ini tentu bermanfaat buat anak. Misalnya, anak bisa mengembangkan daya ingat dan imajinasinya. Dia dapat membayangkan sesuatu yang tak ada di hadapannya dan mengarang suatu cerita yang mungkin diperoleh dari pengalaman sehari-hari serta diberi ’bumbu’ cerita sesuai keinginannya.

Anak Butuh Interaksi Sosial Saat berfantasi, si kecil sudah pasti menentukan sendiri aktivitas dan siapa teman di dunia fantasinya. Inilah mungkin yang membuat anak begitu menikmatinya. "Ibarat orang dewasa yang melakukan hobi tertentu, begitu pula yang dirasakan si kecil saat berfantasi,” imbuh Eri. Berfantasi umumnya juga dilakukan anak dengan sesuatu yang riil dan keseharian. Nah, di sinilah kesempatan orangtua untuk masuk ke dalam fantasi anak. Misalnya, menanyakan kenapa adik ingin jadi ibu guru (saat berfantasi tentang sekolah), kenapa dia kerap menyebut nama sepupunya menjadi teman imajinernya, dan seterusnya. Meski demikian, orangtua juga mesti memahami bahwa perlaku ini sebenarnya pertanda si kecil ingin berinteraksi sosial secara lebih nyata. Karena itu, orangtua perlu memberi kesempatan anak bisa bergaul dengan saudara atau teman sebayanya. Di sana, si kecil bisa belajar secara riil dan belajar menerima situasi yang nyata.

Tak hanya itu, kecerdasan bahasa dan visual si kecil juga ikut terasah (sesuai fantasi cerita yg dikembangkan). Saat anak berimajinasi sedang berada di suatu ruangan, tentu saja kemampuan visualnya yang bekerja. Ketika dia berdialog dengan teman bonekanya, kemampuan bahasanya lah yang terlatih.

Sebaiknya Dilakukan Orangtua Jadilah pendengar aktif. Ketika anak sedang berfantasi ‘pesta’ dengan temannya, orangtua bisa menanyakan siapa temannya, apa saja makanannya, mengapa dia punya ide tersebut, dan lainya. Pujilah ide dan permainan fantasi anak. Namun ajarkan anak untuk mengenal mana yang realistis dan mana yang bisa diwujudkan. Model: Tata

38

Juni 2010 . Tumbuh Kembang


tingkah

polah

TUMBUH & KEMBANG 3-5 TAHUN

Model: Fadillah

Keinginannya yang wajar. Hanya perlu penjelasan untuk mencari kompromi dengan si calon kakak.

“Ma, Aku Mau Adik Dong..!”

"Mama, kenapa, sih,

aku nggak punya adik? Temantemanku punya semua. Pokoknya, aku mau adik!" ujar Keyla (4 tahun). Bukan cuma itu pernah bahkan sampai meminta untuk mencari ke supermarket. “Memangnya adik bisa dibeli?” tanya Tasya (29 tahun). Key pun menjawab, “Bisa dong!!”

Pada tahapan usia ini anak, menurut Angie Sulistio, Psi., biasanya sudah berkembang ke tahap bermain kooperatif. Anak sudah membutuhkan seorang teman. Karenanya tahapan usia

“Di usia ini anak sudah lebih independen, mungkin karena mereka sudah menguasai toilet training dan menghilangkan separation anxiety (pemisahan kecemasan) dan lebih fokus kepada orang dewasa dan anak lain diluar keluarga mereka,” jelas Angie. Hubungan dengan saudara kandung dan teman bermain

Model: Putri & Luki

Lebih dari Sekedar Pertemanan

ini kerap disebut juga sebagai tahap usia prasekolah. Anak mulai berpikir mengenai hal-hal diluar dirinya, belajar bahwa mereka dapat mengekspresikan pikiran, perasaan dan keinginan mereka melalui bahasa, belajar konsep bergiliran atau bergantian, berbagi dan bermain secara kooperatif.

Tumbuh Kembang . Juni 2010

39


TINGKAH POLAH

TUMBUH & KEMBANG3-5 TAHUN juga menjadi semakin bermakna pada tahap usia ini. Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa hubungan pertemanan menjadi semakin penting dalam tahap prasekolah.

Ingin Punya ’Teman Abadi’ Berbeda halnya dengan keluarga inti yang tinggal lepas dari keluarga besar. Seorang anak dari keluarga seperti ini butuh teman yang selalu ada untuknya. “Keinginan untuk punya adik sangatlah wajar terjadi pada anak tunggal yang berada di keluarga kecil. Wajar kok anak seusia ini minta adik,” ujar Angie. Terutama apabila ia sering mendengar cerita temannya yang mempunyai adik atau melihat temannya yang sedang bermain dengan adiknya, melihat sebayanya

Model: Adnil

Namun ada kalanya hubungan lebih dari sekedar pertemanan juga muncul. Mereka ingin ’teman yang selalu ada’ untuknya. Jika kita tinggal serumah dengan keluarga besar (ada kakak atau adik yang juga sudah berkeluarga) si kecil pun tak akan merasa kesepian. Saudara sepupunya bisa dianggapnya sebagai adik atau kakaknya.

bercanda dengan bayi di mal atau televisi. Kebanyakan anak di usia ini bangga dengan peran mereka sebagai kakak dan mereka dengan sukacita menceritakan aktivitasnya (bermain,memandikan, dan sebagainya) bersama sang adik ke teman-temannya. Interaksi antara anak dengan anak, sangat berbeda dengan interaksi anak dengan orang dewasa. Apalagi, bermain bersama teman sebaya memang sudah merupakan kebutuhan anak yang alamiah. Itulah mengapa, kala keinginannya tercapai, yaitu ia mempunyai adik, ia akan semangat sekali kala dilibatkan dalam pengurusan adiknya. Baginya, semua kegiatan itu adalah kegiatan bermain, seperti halnya dia bermain dengan bonekanya. Tapi jika kemauannya tak juga terwujud, ngotot pun jadi hasil akhirnya.

Beri Penjelasan dan Alternatif Apa yang mesti dilakukan jika si kakak minta adik? Ya kalau Ibu (dan suami) belum ada rencana menambah anggota keluarga jelaskan pada anak bahwa ia tetap bisa bermain dengan kedua orangtua atau pengasuhnya. Ia juga boleh mengajak temannya bermain

40

Juni 2010 . Tumbuh Kembang

atau bahkan menginap di rumah di akhir pekan. ”Memberinya hewan peliharaan yang bersih-jinak dan memintanya merawat, bisa juga jadi alternatif,” usul Angie. Dengan cara ini anak dapat merasa lebih ’penting’ dan menambah rasa tanggungjawab mereka. Kalau memang sudah berencana, tinggal memberi pemahaman bahwa kehadiran adik tidak bisa tiba-tiba. Jelaskan saja proses kehamilan, dan libatkan ia di setiap aktivitas pemeriksaan kehamilan. Bisa juga memberi anak bacaan tentang peran menjadi kakak, dan sebagainya. Yang harus dihindari, sebaiknya tidak berdiam diri atau tak memberi penjelasan apapun kepada anak. Namanya anak, ia akan terus mengejar dan memerlukan jawaban. Berilah ia jawaban dan penjelasan yang bisa ia pahami. Karena itu, orangtua harus memaklumi keinginan anak tersebut sebagai sesuatu yang wajar. Daripada membohongi anak, lebih baik beri si kecil kompensasi. Misalnya, hari Sabtu dan Minggu, ajak anak bertemu dan bermain dengan sebayanya atau mendatangi rumah kerabat atau teman yang mempunyai anak seusianya. Tak usah pula pusing dengan permintaan yang mungkin di telinga kita terdengar aneh dan lucu. "Seiring dengan pertumbuhan anak, masa-masa si kecil ngotot minta adik itu, akan lewat dengan sendirinya," pesan Angie.


Ayo Berlangganan! Lebih Pasti , Lebih Hemat , Lebih Banyak Manfaat

LANGGANAN 6 BULAN

Rp 120.000

GRATIS

paket kosmet ik bay i / T-shirt TUK

E

LANGGANAN 12 BULAN

GRATIS

Rp 235.000

Sa nd al ca nt ik

LANGGANAN 24 BULAN

GRATIS

Rp 360.000

Sandal cantik

+

+

GRATIS

paket kosmetik bayi / T-shirt TUKE

Free member

Pembayaran dengan cara transfer melalui: Bank CIMB Niaga Cab. Tebet a/n PT. TRIBUWANA CAHYA ANANTA No. Rekening 025.012.505.5006 Isi dan kirim formulir ini melalui fax ke: Bagian Layanan Pelanggan MAJALAH TUMBUH KEMBANG Jl. Bangka I, No. 8 Jakarta 12720 Telp. 021 – 7900-900 Fax. 021- 719 4000 Contact : Rita/Fahmi Majalah & hadiah akan dikirim setelah transfer kami terima. Harga belum termasuk ongkos kirim untuk pelanggan diluar Jabodetabek. NOTE: Bukti pembayaran ini dianggap sah jika sudah di tandatangani oleh bagian keuangan disertai stemple ! Langganan untuk luar JABODETABEK ditambah ongkos kirim

YA!

CATAT & DAFTARKAN

C

Komunita s Tumbuh Kembang

Saya Sebagai Pelanggan Majalah TUMBUH KEMBANG

Na ma : ________________________________________________________________ Peker jaa n : ________________________________________________________________ Ala mat : ________________________________________________________________ Kot a : ________________________Kode Pos _________________________ Telp/ Hp : ________________________________________________________________ Na ma A na k : _______________________________________ _______________________________________ Umur A na k : _______________________________________ Mohon dicat at s ebaga i p ela ngga n s ela ma : o 6 bula n o 1 t a hun Berla ngga na n Mula i Edisi Bula n : _____________________ Menget a hui o Tert arik o Tida k Tert arik Bergabung ke Komunit a s TUMBUH K EMBANG

Bagia n keua nga n

Tumbuh Kembang Juni - .JuliJuni 20092010 4141 Tumbuh Kembang


kesehatan

balita TUMBUH & KEMBANG 3-5 TAHUN

Terlaluk banyasusu minumurangi mengafsu n . makan

"

"

“Gak Mau Makan, Susu Lagi…. Susu Lagi….!” Sebelumnya, ketika Ozzy berusia tiga

tahunan tak ada masalah dengan makan maupun minum susunya. Ia makan tiga kali dengan porsi yang cukup begitu juga dengan minum susunya sekitar 400 ml. Namun, sejak tiga bulan terakhir ini susah banget makannya. Setiap waktu makan adalah persoalan tersendiri. Ozzy susah sekali makan. Menu sudah berganti dan dibuat sevariatif mungkin, tetap saja mulutnya tak mau membuka. Sekalipun masuk akan diemut lama sekali. Sebaliknya, minum susunya kuat sekali. Setengah hari ia isa menghabiskan hampir seliter susu. Ya ampun, bagaimana ini?

Model: Rajwa

42

Juni 2010 . Tumbuh Kembang


Tumbuh Kembang . Juni 2010

43


KESEHATAN BALITA

TUMBUH & KEMBANG 3-5 TAHUN Seperti Lingkaran Setan Persoalan antara minum susu dan makan memang selalu menajdi momok bagi para orang tua. Hampir seluruh orangtua yang memiliki anak dari 0 tahun sampai balita pernah berhadapan dengan kondisi seperti ini: anaknya lebih doyan susu daripada makan. “Seperti lingkaran setan itu,” tukas dr. Lindana Sastra, Sp.A dari Brawijaya Women and Children Hospital menanggapi momok tersebut. Ia menyebut demikian karena antara susu dan makan makanan adalah masalah yang saling kait-mengait tak ada ujung pangkalnya. Orangtua memberikan susu pada anak balitanya dengan alasan kurang makan atau susah makan. Namun, terlalu banyak minum susu justru menyebabkan si anak kenyang dan malas makan. Jadi, memang benar ungkapan seperti lingkaran setan, itu. Banyak orangtua zaman sekarang menyerahkan solusi susah makan anak-anaknya pada susu. Apalagi sekarang ada banyak produk yang mengklaim sebagai minuman susu yang bernutrisi lengkap dan seimbang sehingga seakan-akan sanggup menggantikan proses makan. Ditambah dengan teknis membuat dan minum susu yang lebih mudah daripada proses makan menyebabkan minum susu menajdi pilihan utama para orangtua bagi anak-anaknya. “Itu sama sekali keliru. Makan makanan tak bisa tergantikan oleh hanya minum susu. Banyak sekali efek negatifnya,” tutur Lindana. Ia menjelaskan, jika anak sudah terlalu banyak minum susu, otomatis makanan padatnya akan berkurang. Terutama, si kecil akan kekurangan serat karena serat tidak ditemui pada produk makanan hewani, susu, telur dan hasil olahannya. Padahal serat dibutuhkan untuk melancarkan gerak peristaltik usus sekaligus memudahkan pengeluaran sisasisa makanan. Serat menyapu bersih sisa makanan dengan cara mengikat sisa makanan dalam usus

44

Juni 2010 . Tumbuh Kembang

dan menyerap air sebanyakbanyaknya. Dengan begitu volume tinja meningkat dan lunak, sehingga bisa dengan mudah dan cepat dikeluarkan oleh usus. Hasilnya, proses buang air besar pun menjadi lancar. Bukan itu saja, lemak dan aneka macam produk hasil metabolisme tubuh yang tidak perlu, ikut terbuang. Nah, jika anak sampai kekurangan serat karena terlalu banyak minum susu itu artinya pematangan saluran cernanya terhambat. Akibatnya, anak jadi sering mencret, bahkan lebih ekstrimnya lagi, efek jangka panjang ke depan kelak ia

pencernaan terhadap makanan. Anak yang punya jadwal makan tetap dengan porsi makanan yang cukup akan punya kebaisaan makan yang tetap. Demikian juga seluruh organ pencernaannya. Itu baru dari segi disiplin. Belum lagi, soal variasi tekstur makanan dan nutrisi bagi tumbuh-kembang si kecil. Makanan, apapun dengan sayart diolah dengan baik, lebih baik dari sekadar minum susu.

Lalu Gimana, Dong…? Tidak gampang! Itu jawabannya kalau ditanya tentang bagaimana mengatasi kondisi ini. Apalagi jika sedari usia 6 bulan, usia ketika anak seharusnya diperkenalkan dengan makanan padat secara bertahap terlewati. Akan sangat menyusahkan untuk mengembalikan pola makan yang benar. Tapi, tidak ada kata terlambat, bukan? Kembali susun jadwal makan skalian menu yang akan disukai si kecil. Orangtua bisa memulainya dengan kembali mengenalkan makan makanan sesuai jadwal makan si anak. Patuhilah jadwal makan tersebut hingga suatu saat menjadi pola makan yang jadi kebiasaan.

berisiko menderita kanker usus. “Memberikan susu bukan jalan keluar pemenuhan gizi lengkap dan seimbang buat anak,” ujar Lindana lagi.

Efek Lain Lagipula, Bu, Pak banyak proses yang akan hilang jika anak terlalu banyak minum susu dibanding makan. Melatih anak makan selain merangsang pertumbuhan gigi juga baik untuk enzim ptialin yang terdapat di dalam air ludah. Bukankah si balita sedang memantapkan susunan gigigeliginya menjadi tahapan gigi tetap? Selain itu, kata Lindana proses yang terlewati dari melewatkan makan adalah disiplin. Baik disiplin waktu maupun disiplin organ

Sedaiakan waktu yang cukup untuk menyuapinya atau menungguinya ketika ia makan. Bersabarlah. Yang paling penting kurangi jumlah susunya. Caranya: Berilah susu sejam sebelum jam makan. Jangan berikan camilan lain sebelum makan. Buatlah susu dalam jumlah yang dikurangi dari porsi sekali minum sebelumnya. Cukup berikan 300 sampai 400 ml susu untuk tiga kali pemberian dalam sehari. Selesaikan acara minum susu di waktu siang saja. Gantikan susu dengan minum air putih terutama ketika malam hari.


AKU TUMBUH &

BERKEMBANG

TUMBUH & KEMBANG 5-9 TAHUN

Model: Jihan-Sakinah

Perkembangan dan Pertumbuhan Usia 7-9 tahun

Perkembangan fisik anak pada periode ini merupakan kelanjutan dari masa balitanya.

Perkembangan

dan pertumbuhan fisik pada masa ini berjalan lambat dan relatif seimbang. Peningkatan berat badan anak lebih banyak terjadi, daripada pertambahan panjang badannya. Peningkatan berat badan itu terjadi terutama karena bertambahnya ukuran sistem rangka, otot dan ukuran beberapa organ tubuh lainnya. Perkembangannya ditandai dengan terjadinya perubahan yang kasat hingga motorik dan kognitif yang meliputi perubahan dalam sikap, nilai, dan perilaku.

Aktif dan Menyukai Kecepatan Stella Himawan M.Psi., mengemukakan bahwa anakanak di kisaran usia 7-9 tahun lebih aktif, gesit dan meluapluap semangatnya. Mereka memandang penting kecepatan. Mereka tidak sabar menghadapi anak-anak yang lambat, dan mungkin segala sesuatu yang berjalan lambat, misalnya laju kendaraan. Tak heran jika mereka mengeluhkan "kelambatan" ini setiap saat. ‘Besar keyakinan, daripada kemampuan’ inilah ciri utama anak-anak di usia ini. Mereka cenderung menganggap kemampuan mereka lebih baik

dari yang sesungguhnya. Tak heran jika mereka kerap merasa gagal kegagalan. Selanjutnya bisa ditebak, mereka kecewa, apalagi jika kegagalan itu berdampak langsung pada hilangnya peluang mendapatkan apa yang mereka inginkan. “Itu sebabnya ada pendapat yang mengatakan bahwa kompetisi menang-kalah perlu diminimalkan untuk anak usia 7 - 9 tahun ini,” ujar Stella yang lebih banyak aktif di kota Bandung. Biasanya juga, anak di usia ini ingin diperlakukan sebagai orang dewasa. Sangat mudah tersinggung kalau merasa direndahkan untuk penilaian fisik atau mentalnya. Kalau ketersinggungan itu tak bisa diungkapkan lewat kemarahan atau air mata kesedihan, bukan tidak mungkin anak akan mulai mengeluh, menggerutu panjang pendek. Misalnya, “Kenapa sih aku nggak boleh tidur jam 12 malam seperti Papa?”

Lebih Penting Sebaya Kenyataan lain yang juga kerap terjadi adalah, anak tak terlalu mementingkan guru tapi lebih mementingkan teman sebaya. Kalau di mata anak usia 7 tahun guru adalah idola, maka bagi anak usia 8 tahun guru tidak sepenting itu lagi kedudukannya.

bangan Tugas Perkem lah: ko Se ia Us Anak rgaul dan 1. Belajar be alam kelompok d a bekerjasam sebaya angkan 2. Mengemb asar membaca, d n ila p m ketera berhitung menulis dan epangkan kons 3. Mengemb ing dalam konsep pent hari-hari se n a up rani, kehid ngkan hati nu a b 4. Mengem i n sistem nila moralitas, da erilaku p n a m o d e sebagai p i yang njadi pribad 5. Belajar me mandiri

Waktunya habis digunakan untuk bersama temantemannya dan memilah siapa yang tak pantas dijadikan teman. Mungkin itu sebabnya mereka banyak mengeluhkan teman-temannya. Terhadap guru, mereka hanya menyukai guru yang cekatan, mau meluangkan waktu, dan kalau bicara tak lagi berdasarkan argumen kosong. Patokan ini bisa menjadi sebuah pertimbangan bagi orangtua dalam menilai pencapaian kematangan perkembangan anak. Pencapaian pada perkembangan ini sangat penting, karena bila gagal dalam mencapai satu level perkembangan akan dapat mempengaruhi perkembangan di level usia berikutnya. “Jadi dengan kata lain, tahap perkembangan pada suatu level usia berhubungan erat dengan tugas perkembangan pada level usia yang lainnya,” pungkas Stella.

Tumbuh Kembang . Juni 2010

45


tingkah

polah TUMBUH & KEMBANG 5-9 TAHUN

Bila Anak ’Lupa’ Sopan Santun Ada saja sikap anak yang memancing rasa jengkel. Salah satunya adalah perilakunya yang kurang sopan di hadapan orangtua. Bagaimana menyikapinya?

“Aries

… kalau lewat di depan orangtua, permisi dulu dong. Masa oma lagi duduk dilewati begitu aja sih?” Tegur Shanti pada putra sulungnya yang berusia 9 tahun itu. Bukannya meminta maaf, Aries malah cengar-cengir sambil ngeloyor pergi. Duh, dasar anak zaman sekarang, nggak ada sopan santunnya sama orangtua. Shanti mengeluh. Padahal, nggak bosanbosannya dia mengingatkan. *** Entah apa sebabnya, perilaku kurang sopan kadang ditunjukkan anak dengan entengnya. Dan, tiba-tiba saja semua tata krama yang pernah diajarkan orangtua pada sang buah hati seolah menghilang tanpa bekas. Semua nasihat yang diberikan seperti masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri. Duh.

Sudah Terpola, Ingin Perhatian Kenapa ya, sang buah hati kita ‘tiba-tiba’ seperti itu? 46

Juni 2010 . Tumbuh Kembang

lembaga konsultasi Personal Growth ini. Inilah pertanyaan yang perlu dicermati orangtua. Menurut Maria Herlina, M.Si, Psi, banyak sebab kenapa anak bersikap kurang santun di hadapan orangtuanya. Pertama, perilaku tersebut mungkin sudah terpola dan terbentuk sejak kecil. Namun orangtua kurang menyadari karena masih menganggap itu hal biasa pada si kecil. Orangtua mulai terusik manakala anak mulai beranjak besar dan perilakunya kian menjengkelkan. Bila itu yang terjadi, Maria menyarankan orangtua untuk segera meminta bantuan tenaga profesional (psikolog atau psikiater) untuk memperbaiki perilaku tersebut. Ini penting, karena di tahapan usia ini anak sedang punya minat yang tinggi untuk bersosialisasi, terutama dengan teman sebayanya. ”Sikap negativistik tentu akan menghambat anak dalam bergaul dalam lingkungan yang lebih luas,” jelas psikolog dari

Sikap ‘semau gue’ tersebut juga bisa muncul terkait adanya suatu perubahan tertentu. Misalnya: si kakak punya adik baru, ibu kembali bekerja, kesibukan orangtua sehingga anak kurang mendapat perhatian. Jadi, sebenarnya anak tak bermaksud kurang sopan, tapi semata ingin mencari perhatian orangtua. Karena pada dasarnya anak ingin mendapat perhatian sebagai wujud rasa sayang yang ia butuhkan. Bila tak berhasil mendapat perhatian secara positif, dia akan berusaha meraihnya meski secara negatif.

Bentuk ‘Perlawanan’ Hanya itu? Tentu saja tidak. Perilaku kurang sopan anak bisa jadi juga merupakan hasil ‘peniruan’ anak akan sikap orangtua terhadap kakekneneknya. Tanpa disadari mungkin anak memperhatikan bagaimana sikap orangtua bila menghadapi kakek/neneknya, misalnya suka tak menghiraukan nasihat atau permintaan mereka.


TINGKAH POLAH

TUMBUH & KEMBANG 5-9 TAHUN

anak * Ajak mahami e untuk misalnya, bila M situasi. n bertamu , aka g lain ah oran ke rumskan situasi an jela but ak p at terse a di tempi apa, dan sik sepert yang harus apa kkan ditunju k. a n a

ahan * Perub anak u k la peri rjadi apat te tidak d instan. Jadi, secaragtua harus oran ar, tidak bersab g emosi, in terpancs mencoba ru te n da rahkan mengaak. an

Lakukan Pula H Beriku al t…

* Ja anak ungan paksa ntu manis , cuku k bersikap p diing saja. 'M atkan anak d emojokka sanga i depan um n' t tidak baik um perkem bangauntuk n em keprib osi dan adiann ya.

Lalu anak meniru sikap tersebut karena dianggap sesuatu nyang boleh-boleh saja. Sikap kurang sopan anak bisa pula menunjukkan bentuk ‘perlawanan’ karena ada hal yang tak disukai dari orangtuanya. Sikap ini biasanya bersifat sebab-akibat. Anak yang merasa kurang mendapat perhatian orangtua lalu berusaha untuk mencari perhatian dengan bersikap negatif. Dan biasanya orangtua menanggapi sikap negatif tersebut sehingga anak merasa 'senang'. Pola seperti inilah yang terus berulang.

Nah, bila kondisi tersebut tak direspon (dihargai) dengan baik oleh orangtua, tentu bisa menyebabkan anak

Empati dan Contoh Ya, orangtua mana yang senang bila anak bersikap kurang sopan. Namun kesal saja tentu tak menyelesaikan masalah. Karena itu Maria mengingatkan orangtua untuk tetap menyikapinya dengan bijaksana. Misalnya dengan mengajaknya berdialog dari hati ke hati. Tanyakan, kenapa dia berperilaku kurang sopan. Jelaskan juga konsekuensinya jika dia terus-menerus bersikap urakan seperti itu, misalnya dia akan dijauhi orang lain, tak punya teman, dan lainnya.

Tak hanya itu. Alangkah baiknya bila orangtua juga mengasah sikap empati anak. Beri gambaran bagaimana rasanya diperlakukan tak sopan oleh orang lain. Ajaklah ia membayangkan betapa senangnya bertemu dengan orang yang sikap dan perkataannya lembut dan menyenangkan. Dan sebaliknya, betapa tidak enaknya kalau kita diperlakukan secara kasar oleh orang lain. Ini akan membuat anak lebih menyadari dampak tingkah laku kurang sopannya. Tak kalah penting, orangtua sebaiknya menjadi contoh yang baik bagaimana berperilaku sopan terhadap orang lain. Sebab tanpa disadari, anak sebenarnya mengamati dan mempelajari tata krama dari orangtuanya. Dengan kata lain, mana bisa orangtua mengharapkan anaknya bertingkah sopan, sementara dirinya bersikap ‘semau gue’ di depan anak? Kalau orangtua suka berkata kasar pada pada orang lain, jangan heran bila anaknya juga melakukan hal yang sama. Tumbuh Kembang . Juni 2010

Model:Aira&Nindy

Maria menambahkan, pada tahapan usia 5-9 tahun, anak umumnya sedang menjalani titik kritis antara cara berpikir 'industri vs inferioriti'. Artinya, anak lagi senang-senangnya menghasilkan sesuatu, bisa ide/ gagasan, prestasi atau apapun. Untuk semua itu dia tentu saja senang dihargai.

merasa rendah diri, menutup keinginannya untuk produktif, mematikan gagasan, atau bisa pula membuatnya melakukan perlawanan. Karena itu, sambung Maria, orangtua jangan hanya merespons halhal negatif yang dilakukan anak, tapi hargai juga hal positif yang dilakukannya. “Seringkali orangtua merasa hal positif itu adalah wajar, sehingga tak perlu diberikan reward atau pujian,” sesalnya.

47


KESEHATAN

ANAK TUMBUH & KEMBANG 5-9 TAHUN

Thalassemia:

Kelainan darah ini menjadi momok menakutkan bagi banyak orangtua. Namun sebenarnya kehadirannya bisa dicegah lho. Caranya?

Kelainan Darah yang Bisa Dicegah! Nora

tertunduk lesu. Dari hasil skrining diketahui kalau Dimas, jagoannya yang berusia 7 tahun, positif menderita thalassemia mayor. Penyakit yang pernah merenggut kakak sulungnya beberapa tahun lalu itu ternyata mengalir pula dalam darah buah hatinya itu. Ada sedikit penyesalan dalam dirinya. Namun mau bagamana lagi? Batinnya gundah. *** Ya, tak mudah memang mendapati kenyataan pahit seperti dirasakan Nora. Bagi sebagian besar orangtua, punya anak dengan thalassemia merupakan beban berat, baik moral maupun material. Sebab, selain harus terus memonitor tumbuh kembang si anak, biaya yang dibutuhkan untuk pengobatan juga tergolong mahal. Menurut Dr. dr. Pustika Amalia Wahidayat, ApA (K), dari Divisi Hematologi-Onkologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM, di Indonesia biaya penanganan anak

48

Juni 2010 . Tumbuh Kembang

dengan thalassemia sekitar Rp 200-300 juta per tahun per pasien. ”Sementara di banyak negara biaya perawatannya sekitar 30 ribu dolas AS untuk 1 anak tiap tahun,” ujarnya pada acara ’Program Social Responsibility Prodia, 2000 untuk Berjuta Harapan, Kamis (29/4). Belum lagi masalah psikososial yang mesti dihadapi si penderita. Seperti perasaan rendah diri, malu dan inferior, sulit mendapatkan teman, pekerjaan dan juga pasangan, perasaan bosan dengan pengobatan yang seumur hidup serta aktivitas yang terbatas.

Kelainan pada Rantai Globin Thalassemia berasal dari bahasa Yunani: Thalassa yang bermakna ’laut’ dan Haema berarti ’darah’. Kelainan ini disebut juga penyakit Mediterranian atau Cooley’s anemia. Secara medis, thalassemia merupakan penyakit gangguan

darah akibat salah satu rantai globin di dalam hemoglobin tak dibentuk atau pembentukannya sedikit. Lebih sederhananya Pustika menjelaskan bahwa pada kondisi normal, hemoglobin dibentuk oleh sepasang rantai protein (globin) alfa (α )dan sepasang rantai protein beta (β). Hemoglobin adalah pigmen dalam sel darah merah (eritrosit) yang berfungsi untuk membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Nah, pada anak dengan thalassemia, salah satu rantai tersebut tidak ada sehingga hemoglobin menjadi tidak normal dan sel darah merah lebih cepat rusak.


KESEHATAN anak

TUMBUH & KEMBANG 5-9 TAHUN Secara umum, gejala gangguan ini pada anak sangat bervariasi. Namun pada penderita thalassemia mayor, gejalanya antara lain: anak akan kekurangan darah (anemia). Dia akan terlihat pucat, cepat lelah, lemas, kehilangan nafsu makan dan gagal tumbuh kembang. Kulit akan terlihat kehitaman dan matanya agak kuning karena adanya pemecahan dari sel darah merah. Selain itu limpa anak juga membesar sehingga perutnya terlihat membuncit. Sementara mukanya mengalami perubahan, terutama saat anak beranjak dewasa. Perubahan ini karena tubuh anak berusaha untuk membentuk sel darah merah lebih banyak pada sumsum tulang.

Jenis-jenis Thalassemia or. Selain Thalassemia may ak juga an , as kh a ny gejala transfusi darah membutuhkan yang rutin.

rmedia. Thalassemia inte dibanding n ga rin gejala lebih . Anak or ay m ia m se thalas ini tetap an gu dengan gang transfusi darah membutuhkan tin. ru namun tidak or/trait/ Thalassemia min angguan G . at sif a w pemba omatic pt ym ini berrsifat as ala serta ej rg be ak tid atau hkan transfusi tidak membutu darah.

Bisa Dicegah, Lho! Menurut data WHO (tahun 2001), sekitar 7% dari total penduduk dunia pembawa sifat thalassemia. Sementara di Indonesia pembawa sifatnya meliputi: thalassemia beta sekitar 3-5%, di beberapa daerah mencapai10%. Thalassemia alfa 2,6-11% dan Hemoglobin E: 1,5-36% (jenis thalassemia alfabeta). Jumlah pasien tercatat di Indonesia sampai tahun 2008 sekitar 5.000 orang. Wow, jumlah angka yang tidak sedikit tentu saja. Bagaimana itu bisa terjadi? Pustika menjelaskan, ini merupakan penyakit keturunan. Anak dengan thalassemia mayor lahir dari perkawinan orangtua yang dua-duanya pembawa sifat. Dengan kata lain, suami-istri pembawa sifat, kemungkinan janinnya terkena thalassemia mayor sebesar 25%. Untuk perkawinan antara orangtua thalassemia mayor dengan orangtua normal, 100% anaknya adalah pembawa sifat. Sementara perkawinan orangtua pembawa sifat dengan orangtua normal, kemungkinan sang anak pembawa sifat 50%. Melihat proses munculnya gangguan ini, tak heran jumlah penderita thalassemia cenderung terus bertambah dari tahun ke tahun.

memeriksakan janinnya pada usia kehamilan 10-12 minggu. Dan jika ternyata janin positif thalassemia mayor, pilihannya adalah aborsi. Pilihan yang sulit memang. Namun di negara maju, pendekatan seperti ini sudah dilakukan sehingga jumlah penderita thalassemia mayor cenderung menurun.

Terapi untuk

Penderita Thalassemia Anak dengan thalassemia mes ti menjalani pengobatan seumur hidup. Antara lain dengan: Transfusi darah. Rata-rata seka li dalam sebulan secara teratur, si penderita mesti menjalani transfusi darah. Zat besi yang berlebihan di dalam tubuhnya juga mesti dikeluarkan lewat suntikan di bawah kulit (denga n obat deferioksamin/desferal) atau dengan obat oral seperti deferiprone/ferriprox dan lainnya. Menghindari makanan kaya zat besi terutama daging merah dan hati. Sementara makanan kaya kalsium sebaiknya diperbanyak: seperti susu, keju , makanan jenis gandum, dan minum teh (menghambat penyerapan besi). Tak kalah penting, anak juga perlu mendapat terapi psikosia l terkait rasa rendah diri yang bersemayam dalam dirinya.

Bila demikian, dapatkah perkembangan penyakit ini dicegah? Oo... ternyata bisa. Caranya dengan melakukan skrining (tes darah) sebelum menikah. Ini penting untuk bisa diketahui seberapa besar kemungkinannya untuk memiliki anak dengan thalassemia. “Pasangan beresiko tinggi atau pembawa sifat thalassemia, sangat dianjurkan untuk tidak menikah,� ujar Pustika. Pada pasangan yang berisiko tinggi sebaiknya juga model: Sashi

Tumbuh Kembang . Juni 2010

49


ULANG TAHUN

SI KECIL

Teman-teman Tumbuh Kembang, kenalkan aku Asyhia Kaylanurra Rubianto. Aku anak pertama dari Mama Mia Ayu dan Papa Firmansyah Rubianto. Kecilkecil begini aku pernah juara Lomba Foto Bayi Ceria Bintang Belia Pigeon, lho. Nah, tanggal 20 Mei kemarin aku berulang tahun di Mc. Donald. Nih aku kasih lihat foto-fotonya.

“Mama, Kayla mau nyanyi, dong.” “Mulutku berlepotan kue..., habis kuenya enak sih.”

“Lihat tuh, temanku bernyanyi untukku!”

“Yah, aku keduluan Mama Papa nih tiup lilinnya.”

Form ulang tahun si kecil

“Ayo, siapa yang lebih cepat selesai pakai baju dapat hadiah.”

“Mama cium pipi kanan, papa cium pipi kiri... Duh senangnya..., jangan iri ya teman-teman. Hehehe...”

“Buka mulut Papa, kok Mama ikut buka mulut juga. Hihihihi...”

E

mu ebat, ka “Wah h gnya ya? n pemena a!” ty a m la e S

“Potong kuenya..., potong kuenya..., potong kuenya bersama Mama.”

“Kayla mau tiup lilinnya.”

Ingin acara pesta ulangtahun si kecil diliput oleh majalah Tumbuh Kembang? Isi saja formulir di bawah ini dan kirimkan ke alamat redaksi di Jl. Bangka I No. 8, Jakarta Selatan, atau faks ke 021-719 4000. Info lewat SMS 021-3300 8753 Nama anak : ____________________________________________________________________________________________________________________________ Tanggal lahir : ____________________________________________________________________________________________________________________________ Nama orangtua : ____________________________________________________________________________________________________________________________ Lokasi Pesta & Waktu : ____________________________________________________________________________________________________________________________ Tumbuh Kembang Juni - Juli 2009 50 Juni 2010 . Tumbuh Kembang


at

AKU

TUMBUH

TUMBUH & KEMBANG 9-13 TAHUN

Ih…

Centil Ih!! Febri (35 tahun) cukup

Sudah m i danudla da aann genitnd seka..li.

terkejut saat mengetahui Yasmin (12 tahun), sedang mencoba alat rias miliknya. Teguran pertama memang manjur, tapi lama-kelamaan putrinya yang baru duduk di kelas 6 itu mengulanginya. Febri heran dengan perubahan Yasmin yang ingin tampil cantik padahal hanya pergi ke sekolah. Namun, saat dia hendak pergi sekolah dan Febri tegur untuk menghapus riasannya, Yasmin menolak sambil uring-uringan, ”Please deh Ma, aku ‘kan harus tampil cantik, aku ’kan sudah besar!”. Ih centil sekali ya. Centil Wujud Eksplorasi Anak dengan usia 9-13 tahun atau disebut praremaja ini tak jarang kerap mengalami kebingungan-kebingungan, termasuk terhadap jatidirinya. Tak sedikit yang telihat canggung dalam bersikap atau gampang gelisah melihat lingkungan sosialnya yang lebih luas. Karena perubahan di dalam diri dan tuntutan baru dari lingkungannya, ada anak praremaja yang tak sanggup memenuhi semuanya. Karena hal inilah tak heran anak praremaja senang bereksperimenti dan bereksplorasi.

“Berperilaku centil, dengan mulai mengenal riasan adalah salah satu eksplorasi yang ingin remaja tunjukkan. Ini ekspresi untuk menjawab masa peralihan peran dari anak-anak ke dewasa,” jelas Rika Herawati, Psi. Kecenderungan bereksplorasi dan bereksperimen itu kerap dilakukan ’berjamaah’, membentuk kelompok atau dan kecenderungan berkegiatan secara berkelompok. Karakteristik Sosial Mulai Terbentuk. Bagi orangtua, melihat anakanak praremaja seperti melihat kode rahasia dan menghadapi sebuah petualangan. Mereka sedang mempelajari kerja bersama-sama. Kesenangan akan hal baru adalah keinginan alamiah pada usia ini. Orangtua sebaiknya tak melihat ini sebagai kenakalan. “Usia ini adalah suatu usia yang mengagungkan role model dan keyakinan ingin seperti

role model tersebut,” terang Rika. Ketertarikan pada lawan jenis masih minim, walaupun ada. Anak laki-laki menjadi diri mereka sebagai anak laki-laki sedangkan yang wanita memilih kegiatannya sendiri. Rika juga mengatakan bahwa anak-anak di usia ini sedang memasuki tahap Industry versus inferiority. Anak selalu berusaha mencapai sesuatu yang diinginkannya. Bila dalam tahap ini anak terlalu mendapat tuntutan dari lingkunganya dan anak tak berhasil memenuhinya maka akan timbul rasa inferiorty (rendah diri). Bantuan dari orangtua atau orang lain menjadi begitu penting untuk menguatkan perasaan dan kepercayaan diri agar anak berhasil melalui fase ini. Kalau Ibu tak ingin anak terlihat menor, Ibu bisa mengungkapkan mengapa Ibu tak ingin anak tampil seperti itu. Kemukakan apa pertimbangan, juga harapan Ibu pada si centil. ‘Dandan boleh tapi jangan malah seperti ingin main lenong’ ya Bu?

model: Nafisha

Tumbuh Kembang . Juni 2010

51


tingkah

polah TUMBUH & KEMBANG 9-13 TAHUN Si ABG sudah mulai pintar merangkai alasan-alasan untuk menginap di rumah temannya, kenapa sih?

“Wah Sudah Mulai Minta Nginap di Rumah Temannya”

“Ma, aku mau nginap di

rumah Helen ya? Mau bikin pajamas party nih…” minta Jessi (12 tahun). Loh kenapa harus menginap ya? Gumam Henny (32 tahun). Ini sudah kali kedua Jessi meminta menginap di akhir pekan ke rumah temannya. Apa saja sebenarnya yang anak-anak itu lakukan ketika bermalam bersama? Sejumlah kekuatiran lain melintas di kepala Henny.

Mencari Kesenangan Alva Handayani, Psi. menjelaskan kecocokan dengan teman di satu sisi, dan ketidakcocokan dengan orangtua di sisi lain bisa menjadi faktor yang membuat anak praremaja semakin terikat dengan teman atau kelompoknya. Apalagi di masa ini, mereka mulai menikmati kebersamaan dengan teman atau kelompoknya karena merasa punya banyak kecocokan (minat,hobi,aktivitas dan sebagainya). Variasi aktivitas yang dilakukan oleh kelompok ABG tentunya sangat beragam. ”Salah satunya, bisa saja berupa kesepakatan untuk berkumpul di rumah salah satu anggotanya, bahkan termasuk menginap di rumah teman,” urai Alva. Keinginan menginap di rumah teman dilandasi oleh banyak faktor. Misalnya mengerjakan tugas sekolah, punya rencana membahas aktivitas kelompok sampai sekedar jadi teman tidur salah seorang temannya yang ditinggal orangtuanya bepergian.

52

Juni 2010 . Tumbuh Kembang


tingkah polah TUMBUH & KEMBANG 9-13 TAHUN

Tumbuh Kembang . Juni 2010

53


TINGKAH POLAH TUMBUH & KEMBANG 9-13 TAHUN Namun adakalanya, kondisi rumah sendiri juga bisa jadi alasan lho Bu. Mungkin saja misalnya di rumah si ABG selalu dibatasi; tak boleh nonton tv setelah jam 21, tak bisa bermain games malam hari, dan lain sebagainya. Meski ia tampak menerima aturan itu, boleh jadi sebenarnya ia merasa dibatasi. ”Yang ekstrim, kadang anak tak mendapatkan kehangatan dan kenyamanan di rumahnya sendiri,” imbuh Alva. Menurut Alva sebuah perilaku akan bertahan jika memang sangat kuat ‘menawarkan’ kesenangan dan relatif tak ada alternatif lain yang sebanding atau lebih tinggi dari itu. Prinsip ‘kesenangan’ ini juga berlaku untuk perilaku menginap di rumah teman. Jika ternyata menginap terasa lebih ’asyik’ dibanding di rumah, maka godaan untuk menginap akan sangat kuat menggelitik ABG. ”Tapi hal ini tak otomatis menjadi suatu kebiasaan yang akan terbawa hingga dewasa kok,” tutur Alva.

Wajarkah? Penilaian wajar dan tak wajarnya, bergantung pada kriteria yang jadi pedoman orangtua. Ada orangtua yang menganggap perilaku ini

wajar, ada juga yang sebaliknya. Tapi, pesan Alva, ada beberapa kriteria yang dapat dijadikan dasar penilaian orangtua. Intensitas menginap, kalau hanya dilakukan sesekali dan di waktuwaktu yang tak mengganggu kegiatan sekolah, mungkin masih bisa dikatakan wajar. Tapi jika intensitasnya menjadi lebih sering, dan orangtua mulai mengendus ada hal yang ‘aneh’ pada alasan yang disampaikan atau sikap anak, maka orangtua boleh mulai pasang ’radar’. Kawan menginap si ABG, jika orangtua kenal betul dengan siapa si ABG ini menginap maka takkan ada masalah yang mengintai. Namun pastikan juga kita mengenal keluarganya, kondisi rumahnya dan bagaimana kebiasaan-kebiasaan yang ada di rumah itu. ”Kalau kondisinya mirip-mirip dengan kondisi di rumah sendiri pasti kita juga nyaman memberi izin kan?” kata Alva. Kegiatan apa yang dilakukan, mungkin ada anak yang segan menceritakan apa saja kegiatan yang akan dilakukan bersama temantemannya. Paling hanya sekilas-sekilas saja. Ini cuma persoalan privasi Bu, anak-anak praremaja sudah mulai membutuhkan ruang privasi yang lebih lebar.

model: Rianti & Dilla

54

Juni 2010 . Tumbuh Kembang

Nilai-nilai yang dianut keluarga sang teman, bisa juga menjadi ukuran memberi izin. Banyak keluarga yang memegang teguh nilai-nilai dan norma kehidupan. Tapi jangan tutup mata juga Bu, karena ada juga keluarga yang tak terlalu menaruh perhatian pada aspek itu. Apalagi kehidupan di kota besar dimana kedua orangtua biasanya bekerja. Individualitas tak hanya terjadi diantara dua keluarga, tak jarang dengan sesama penghuni rumah pun terjadi. Yang terakhir, sebelum memberi izin sebaiknya Ibu menelisik lagi alasan yang diutarakan anak. ”Lepaskan dulu kriteria kita sebagai orangtua, dan masuklah ke dalam sudut pandang anak,” pesan Alva. Melarang secara frontal tanpa mendengarkan keinginan anak malah akan membuat anak ambil jarak dengan kita. Daripada begitu, lebih baik tawarkan kepadanya untuk mengajak teman-temannya menginap di rumah. Selain bisa dimanfaatkan untuk melihat teman sepergaulan si praremaja, bisa juga dipakai untuk memantau apa saja minat dan aktivitas yang mereka lakukan selama ini. Omongomong dulu Ibu pernah meginap di rumah kawan nggak?


kesehatan

pra-remaja

TUMBUH & KEMBANG 9-13 TAHUN

“Polip,

Haruskah Dioperasi?" Meski bukan tergolong tumor, jangan sepelekan polip di hidung. Jika dibiarkan, polip bisa menimbulkan gejala radang otak dan merusak struktur wajah penderitanya.

Sejak

kecil, Aura (12 tahun) sering sekali sakit pilek. kalau sudah terserang pilek bisa berminggu-minggu baru sembuh. Dania, ibunya mengira itu hanya pilek biasa yang tidak akan berdampak apa-apa. Namun, ternyata pileknya Aura menyebabkan putri semata wayangnya itu menderita polip. Haruskah dioperasi untuk menghilangkan benjolan di hidung anaknya itu?

Tentang Polip Seperti yang disampaikan Dr.Syahrial, MH,Sp.THT seorang ahli dari laring faring Departemen THT FKUI/RSCM, polip hidung atau yang biasa disebut polip nasi adalah selaput lendir (mukosa) yang membengkak kemudian melebar. Sehingga, terbentuk suatu tonjolan.

Tumbuh Kembang . Juni 2010

55


KESEHATAN PRA-REMAJA TUMBUH & KEMBANG 9-13 TAHUN “Namun, benjolan ini bukan termasuk tumor karena bukan jaringan baru melainkan berasal dari yang sudah ada,� ujar Syahrial. Polip, lanjutnya, biasanya tumbuh di daerah selaput lendir, seperti di daerah sekitar lubang sinus pada rongga hidung. Awalnya, besarnya hanya sebesar air mata lalu akan matang sendiri hingga warnanya keabu-abuan dan ada tangkainya. Tonjolan ini bisa hanya satu bisa juga banyak. Sampai saat ini para pakar belum mendapat jawaban pasti apa yang mendasari munculnya benjolan kenyal tersebut. Namun, sejumlah faktor yang memudahkan pemunculan polip disebut antara lain radang kronis yang berulang akibat infeksi dan alergi pada mukosa hidung. Misalnya seperti yang dialami Aura di masa kecil: pilek berulang.

Haruskah Operasi?

Cegah, Yuk!

Dalam menangani polip, yang terpenting adalah mengatasi dan menghindari penyebabnya.Jika polip disebabkan oleh infeksi, yang diobati adalah peradangan akibat infeksinya. Jika disebabkan oleh alergi, jauhi pemicu alerginya.

Polip bisa kambuh tapi bisa juga tak muncul lagi asal kita mencegahnya. Yuk, Bantu si kecil mencegahnya.

Bila faktor penyebab tidak teratasi, polip rawan kambuh berulangulang. Karena itu kepatuhan pasien sangat diharapkan. Untuk menangani polip bisa dengan obat oral atau semprot hidung atau gabungan keduanya. Obat yang dimaksud mengandung kortikosteroid yang berfungsi memperkecil ukuran, atau bahkan menghilangkan polip. Cara ini efektif untuk mengatasi polip berukuran kecil. Operasi diperlukan jika ukuran si polip sudah terlalu besar yang dapat menghambat pernapasan. Jangan takut, sebab operasi penghilangan polip termasuk operasi kecil yang sederhana. Antara lain dengan tang polip atau snare polip. Bahkan, saat ini operasi polip bisa dilakukan dengan cara endoskopi yang lebih menguntungkan pasien. Metode ini tidak membutuhkan sayatan dan bisa dilakukan melalui rongga hidung. Operasi yang dilakukan juga bergantung pada ukuran, jumlah, dan lokasi polip.

1 2 3

Mengatur alergi dan asma. Tata kelola asma ini penting untuk mencegah pilek berulang yang meningkatkan risiko polip. Hindari iritasi. Sebisa mungkin, hindari hal-hal yang mungkin memberikan kontribusi untuk peradangan atau iritasi sinus si kecil, seperti alergen, polusi udara dan bahan kimia. Hidup bersih yang baik. Biasakan cuci tangan secara teratur dan menyeluruh. Ini adalah salah satu cara terbaik untuk melindungi terhadap infeksi bakteri dan virus yang dapat menyebabkan peradangan pada hidung dan sinus.

4 5

Melembabkan rumah. Gunakan pelembab ruangan jika udara di rumah cenderung kering Gunakan bilasan hidung atau nasal lavage. Gunakan air garam (saline) spray atau nasal lavage untuk membilas hidung

Mencegah selalu lebih baik, kan Bu daripada mengobati.

Gejalanya?

56

Juni 2010 . Tumbuh Kembang

Model: Sinta

Orang yang mem iliki polip. Sinusitis seba alergi atau sinusitis berisiko lebih be ga sa tidak bisa keluar da i akibat munculnya polip terjadi ka r terkena rena cairan ri rongga hidung dan tertahan. Enda itu menjadi area yang cocok untu pan cairan k berkembangny Kondisi itulah yang a kuman penyak mengakibatkan pe it. lebih dikenal deng radangan pada sinus atau yang an sinusitis. Polip ditandai de ngan hidung tersu mba demam, atau sakit bila hidung ditekan t, hidung berair, sakit kepala, akan tampak pe mbengkakan di da . Kalau dicek oleh dokter THT lam hidung. Jika dibiarkan, po lip dapat menutup rongga hidung dan menim bulkan komplikasi. �Harus segera dio bati. Kalau dibiar kan bisa merusak organ lai n seperti mata ba hkan dapat menyebabkan ra dang otak,� ujar Syahrial. Dan, meski jarang terja di, struktur tulang muk polip juga bisa merusak a penderitanya, ka menekan tulang rena polip wajah dalam wa ktu lama.


nUTRISI

Anak Minum Isotonik, Boleh?

ANAK

KESEHATAN & NUTRISI

Sekarang ramai promosi jenis minuman ringan baru: isotonik. Dipercaya mampu mengganti cairan ion tubuh yang hilang karena beraktivitas. Boleh buat anak yang juga aktif beraktivitas?

“Ma, Rasyad pengen

minuman yang diminum Papa dong, supaya kuat kaya di iklan!� pinta Rasyad (4 tahun) kepada Mitha (29 tahun). Sambil menarik dan merengek si kecil Rasyad terus meminta. Mitha pun melarang tegas kepada Rasyad. Sebenarnya boleh tidak ya si kecil minum minuman isotonik? Karena di iklan pun disebutkan aman di konsumsi anak-anak, benar tidak ya? Minuman isotonik semakin gencar menyerbu pasaran. Melalui iklan, produk ini dicitrakan mampu mengganti cairan tubuh yang hilang dalam waktu singkat. Di balik kesan kesegarannya, minuman isotonik dapat berbahaya apabila dikonsumsi sembarangan. Sebuah iklan minuman isotonik di televisi mengatakan, ion di dalam isotonik mampu menjaga kelembaban kulit dan tubuh lebih baik daripada air biasa. Iklan lain menyebutkan, kehilangan dua persen cairan tubuh akan menurunkan stamina dan konsentrasi. Benarkah?

Cermati Kandungannya dr. Soeklola menjelaskan bahwa Isotonik terdiri dari dua kata, yaitu Iso adalah sama dan tonik artinya tekanan. Tekanan yang sama artinya cairan didalam minuman isotonik harus mempunyai tekanan yang sama dengan yang terdapat dalam sel tubuh dan darah. Kandungan dalam minuman isotonik adalah elektrolit (Na+, K+, Ca2+, Mg2+, Cl-), sedangkan

Model: Verrell

Tumbuh Kembang . Juni 2010

57


NUTRISI ANAK

KESEHATAN & NUTRISI kandungan gula cukup rendah hanya 6%-7% per 100 mL-nya (ratarata= kurang lebih 26 kkal/ 100 mL). Gula dalam hal ini dibutuhkan untuk membantu mempercepat penyerapan elektrolit dan sudah tentu kandungan yang terbanyak adalah air. Komposisi isotonik 98 persen berupa air. Dua persen lainnya berupa ion Natrium Klorida, Kalium Fosfat, Magnesium Sitrat, dan Kalsium Laktat. “Tidak menutup kemungkinan minuman tersebut mengandung bahan pengawet. Kita tahu ada dua zat pengawet yang ada di minuman kemasan, yakni natrium benzoate dan kalium sorbet. Kita lihat saja di kemasan minuman isotonik, ada nggak dua zat itu,” ujar doketer cantik yang berpraktek di RS. Bayangkara ini. Zat pengawet yang ada dalam minuman kemasan itu sangat berbahaya. Pengawet merupakan bahan yang ditambahkan untuk mencegah atau menghambat terjadinya kerusakan atau pembusukan minuman atau makanan.

Makan Harian Cukup Menurut Lola, makanan yang dikonsumsi sehari-hari sudah cukup untuk menggantikan natrium dan klorida yang keluar bersama keringat. ”Setiap makanan selalu menggunakan garam. Itu sudah cukup untuk mengganti garam yang keluar dari tubuh. Bahkan itu saja sudah berlebih,” paparnya. Lola mengingatkan, apabila dalam kondisi normal tubuh orang dewasa hanya memerlukan 2,3 gram natrium per hari, sedangkan klorida hanya 50100 mg. Pada anak-anak, kebutuhan dua zat itu lebih sedikit dibandingkan dengan orang dewasa. Maka tidak perlu berlebihan. Kebutuhan natrium dan klorida juga sudah bisa dipenuhi dari bahan makanan. Ia mencontohkan, 1 ons daging merah mengandung 70 mg natrium, sementara setiap 10 ons nasi mengandung 10 mg natrium. Bahan makanan lain, seperti telur, daging ayam, kacang-kacangan, buah, dan sayur, juga mengandung natrium. ”Karena itu, pada kondisi normal, si kecil tidak perlu lagi mengkonsumsi minuman isotonik,” kata Lola

Dampak pada anak.

Sebenarnya belum ada penelitian khusus mengenai konsumsi cairan isotonik pada anak. Namun, bilamana mengandung bikarbonat sebaiknya tak diberikan pada anak apalagi jika anak tersebut masih dibawah usia 5 tahun. Sebenarnya cairan isotonik lebih tepat diberikan pada kondisi tertentu. Dimana tubuh mengalami dehidrasi (misalnya diare pada anak), sehingga cairan isotonik ( oralit atau campuran air garam dan gula) diberikan untuk rehidrasi. Namun, pada kondisi normal. Selama hanya berisi natrium, kalium, calsium, dan magnesium masih dapat diberikan pada anak dalam jumlah terbatas. Memang belum ada kadar patokan berapa banyak yang aman. Namun, mengingat fungsi ginjal yang belum berkembang optimal pada anak-anak, lebih dianjurkan banyak mengkonsumsi air putih saja. Dampak dari bahan pengawet tentu akan berakibat fatal bagi tubuh. Salah satunya bisa menyebabkan penyakit sistemik lupus ery-thematosus (SLE), penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Selain hal tersebut, efeknya juga dapat memperberat fungsi ginjal anak yang belum optimal, jadi lebih baik diberikan saat tertentu saja. Misalnya sakit: diare, atau kekurangan cairan tubuh secara akut. Meski begitu tetap saja pada keadaan ini cairan isotonik hanya digunakan sebagai tambahan terapi, air putih tetap perlu dikonsumsi.


ICIP

ICIP

Sandwich Mini Richeese Ahh

KESEHATAN & NUTRISI

Dimakan seperti biasa mungkin sudah sering ya, tapi kalau Richeese Ahh dibuat seperti ini tentu akan menarik perhatiannya.

Bahan: • Richeese Ahh (iris bundar, tebal 1 cm) • Roti tawar (potong ukuran 3x3 cm)

50 gr butir 10 lembar

Vla coklat: • Susu cair coklat • Gula pasir • Tepung maizena • Kuning telur (kocok dengan garpu) • Garam • Coklat pasta

400 cc 100 gr 50 gr 2 butir secukupnya ½ sdt

Cara Membuat: 1. Vla coklat: masak susu, gula pasir, maizena, garam hingga mendidih. Aduk rata. Ambil + 2 sendok makan adonan susu, campurkan ke kuning telur, aduk rata. 2. Tuang kuning telur ke panci adonan susu, aduk rata sa,pai matang. Angkat, dinginkan. 3. Penyajian: ambil selembar roti yang sudah dipotong-potong tadi, oleskan vla coklat, letakkan 1 iris Richeese Ahh, oleskan vla coklat lagi, letakkan 1 iris Richeese Ahh lagi. Oles vla coklat lagi, tutup dengan selembar roti. 4. Tata di piring saji.

Hasil: 4 porsi Kandungan gizi per buah Kalori

: 605,37 kal

Protein

: 17,27 gr

Lemak

: 17,53 gr

Karbohidrat

: 120,71 gr

Tumbuh Kembang . Juni 2010

59


ICIP ICIP

KESEHATAN & NUTRISI

Tim roti

keju

Rasanya akan sedikit hurĂ­. Ini bagus sebagai awal untuk mengenalkan aneka rasa untuk si kecil yang baru belajar melumat makanan.

Bahan: Roti tawar (hancurkan) Air Udang (cincang halus) Tomat (iris kecil-kecil) Kuning telur Keju parut

100gr 150 gr 50 ml 25 gr 1 butir

Cara Membuat: 1. Rebus air, masukkan udang, aduk sampai berubah warma 2. Tambahkan roti tawar, tomat, aduk rata. 3. Masukkan kuning telur dan keju, aduk rata, angkat 4. Tuang ke piring saji.

60

Juni 2010 . Tumbuh Kembang

Hasil: 2 Porsi Kandungan gizi Kalori Protein Lemak Karbohidrat

per buah : 178,97 kal : 12,00 gr : 6,68 gr : 26,93 gr


ULANG TAHUN

SI KECIL

py Birthday to me... Hap y Birthday, y a hd rt Bi y p Hap Happ py Birthday, nna, hehehe. to me... Hap ue Q e m to ay Happy Birthd man, kenalkan namaku lis te lah satu fina Hallo temanAthalaya, sa tta ne Lu a ama papa nn Que Cilik 2008. M i tr Pu a tr Pu an Quenna. Pemilihan nggilku deng erayakan a m e m a ny biasa aku m ga pril kemarin Tanggal 28 A yang pertama. Mama Bi ilih u m nk e hu m ta ro o nt ulang pa Akbar Aria . Nih, Rinjani dan Pa bagai tempat pestaku se KFC Kemang at foto-fotonya. lih h le kamu bo

““Tidur dulu ah, kan ada Mama Papa. Hihihi.”

“Di tengah pesta aku pose dulu ah sama mamaku yang cantik ini.”

“Ayo teman-teman, mana kudakudanya? Mamaku siap memukul boneka berisi permen, lho.”

“Semoga senang dengan goody bagnya ya, temanteman.”

“Mamaku memang baik ya, dimakan ya teman-teman rotinya.”

“Seru ya gamesnya, siapa cepat dia dapat.”

E

“Tiup lilinnya... tiup lilinnya... lho kok, malah mama dan papa yang niup?”

Form ulang tahun si kecil

“Wah siapa yang dapat paling banyak ya permennya? Quenna bagi dong. Hehehe.”

“Karena a ku masih bob o, mama de h yang poto ng kue bu temen-tem at en. Hehehe.”

Ingin acara pesta ulangtahun si kecil diliput oleh majalah Tumbuh Kembang? Isi saja formulir di bawah ini dan kirimkan ke alamat redaksi di Jl. Bangka I No. 8, Jakarta Selatan, atau faks ke 021-719 4000. Info lewat SMS 021-3300 8753 Nama anak : ____________________________________________________________________________________________________________________________ Tanggal lahir : ____________________________________________________________________________________________________________________________ Nama orangtua : ____________________________________________________________________________________________________________________________ Tumbuh Kembang . Juni 2010 61 Lokasi Pesta & Waktu : ____________________________________________________________________________________________________________________________


TANYA

PSIKOLOGI TANYA AHLI

:

dra Farida K. Yusuf, Msp. ED

Menjelaskan Soal Anak Adopsi Sekitar 6 tahun lalu

saya mengambil anak dari ’saudara jauh’ saya yang baru saja melahirkan. Namanya Dido. Itu saya lakukan setelah 3 tahun pernikahan, kami belum juga dapat momongan. Selain ingin ’memancing’ agar punya anak, kami juga ingin agar rumah terasa lebih ’rame’-lah. Selama ini, kami sayang sekali dan menganggapnya seperti anak sendiri. Tapi saya sedih ketika suatu saat, dia pulang main sambil menangis. Katanya dipukul temannya. Sang teman juga mengatakan dia anak pungut, bukan anak kami. Setelah tangisannya reda, dia bertanya apakah benar dia bukan anak yang lahir dari perut saya? Saat itu saya hanya diam dan coba mengalihkan perhatiannya. Namun, Dido ternyata tak puas karena saya tak menjawabnya tuntas. Jujur, saya belum siap saat itu. Bu Farida, bagaimana ya menjelaskan masalah ini? Bagaimana pula merespon kalau dia kecewa dengan penjelasan saya? Terima kasih.

Angrum Husnalillah Puri Mulia Residence, Kayuringin Bekasi 62

Juni 2010 . Tumbuh Kembang

Ibu Angrum, problem yang Ibu hadapi saat ini sebenarnya telah menjadi problem orangtua angkat sejak lama. Ada kesepakatan yang diterima banyak ahli bahwa waktu yang tepat untuk memberitahu anak mengenai statusnya adalah saat mereka sudah siap. Namun batasan mengenai kapan anak siap berbeda antara satu anak dengan anak lainnya. Ini wajar mengingat manusia adalah makhluk yang unik. Meski begitu ada beberapa panduan umum sebelum memutuskan kapan sebaiknya orangtua memberitahu anak adopsinya. Hal pertama yang perlu diingat ud Ilustrasi: Da adalah, sejauhmana anak sudah mampu mencerna alasan mengapa ia diadopsi dan mengapa orangtuanya ‘membiarkan’ orang lain ‘mengambilnya’. Pada usia 8 tahun ke atas, anak biasanya sudah mampu diajak memahami bahwa ada alasan yang masuk akal di balik suatu tindakan, dan ia mulai belajar berempati terhadap orang lain. Pertimbangan kedua, keadaan emosi atau kepribadian anak. Ada anggapan usia remaja bukanlah masa yang tepat karena anak sedang bergejolak emosinya. Namun ada pengalaman bahwa memberitahukan anak adopsi pada saat mereka berusia di awal 20 tahunan juga menimbulkan respon negatif. Jadi, bagaimana dong? Kembali ke Dido, saya sarankan Ibu mengingat kembali hal yang membuat Dido sedih. Betulkah dia sedih karena tahu ia anak pungut atau karena telah dipukul temannya? Betulkah ia ingin tahu statusnya yang sebenarnya atau hanya ingin tahu apa yang dimaksud dengan anak pungut? Jangan-jangan ia hanya ingin mendapatkan info lebih lanjut tentang pengertian anak pungut dari Ibu, hehe.... Terlepas apa yang membuat Dido sedih, sebaiknya Ibu menjawab pertanyaannya tentang pengertian anak pungut dengan jujur, dengan bahasa yang mudah dimengerti, dan secukupnya saja. Berbicaralah dengan cara yang biasa Ibu lakukan, dan dalam suasana tenang. Hindari reaksi yang bisa menunjukkan keterkejutan Ibu. Setelah itu segera alihkan pembicaraan ke hal lain agar ia tak sempat bertanya lebih banyak mengingat Ibu ’belum siap’ menjawabnya. Selanjutnya siapkan mental Ibu bila suatu saat ia akan menanyakan statusnya. Hal yang penting diingat, asuhlah ia dalam suasana yang sama seperti biasanya agar ia tetap merasa diterima dan disayang orangtuanya. Bila kondisi seperti ini dipelihara, sesungguhnya Ibu mempersiapkan ia untuk mengetahui statusnya suatu saat nanti. Hal lain yang perlu dibenahi adalah, anggapan Dido diadopsi untuk memancing kelahiran seorang anak, karena hal ini bisa menyakitkannya. Demikian Ibu. Salam manis.

Kirimkan pertanyaan ke: Redaksi Majalah Tumbuh Kembang Jl. Bangka I No. 8, Jakarta Selatan 12720, atau SMS: 021-33008753 E-mail: redaksi@tumbuh-kembang.com Pertanyaan yang dimuat akan mendapatkan bingkisan menarik.


TANYA

kehamilan TANYA AHLI

:

dr. Irham Suheimi, SpOG

Selalu Terjadi Perdarahan Saat Hamil Usia

saya 25 tahun dan suami 29 tahun. Lima bulan setelah menikah, saya langsung hamil. Namun pada usia kandungan 2 bulan, saya mengalami perdarahan yang lama-kelamaan bertambah banyak dan akhirnya harus dikuret. Empat bulan setelah peristiwa tersebut, saya dinyatakan hamil. Sayangnya, peristiwa sebelumnya terulang lagi pada persalinan kedua tersebut, meski tak sampai dikuret karena sudah keluar dengan sendirinya. Saat ini, saya minum pil KB karena masih takut untuk hamil lagi.

Ibu Ririn, peristiwa keguguran terjadi pada sekitar 20% dari seluruh kehamilan, di mana sekitar 80% keguguran terjadi pada trimester pertama (sebelum 12 minggu). Seringkali keguguran tak diketahui penyebabnya dan sebagian besar kejadian keguguran tak dapat dicegah. Ilustrasi: Daud Meski penyebabnya kerap tak bisa diketahui pasti, penyebab terbesar keguguran -- terutama pada keguguran pertama -- adalah kelainan kromosom pada janin yang dikandung. Kelainan ini menyebabkan janin berhenti berkembang dengan sendirinya sampai akhirnya gugur. Sebaiknya jaringan sisa dari keguguran yang dialami diperiksakan untuk melihat ada-tidaknya kelainan kromosom.

Pada keguguran berulang, seperti yang Ibu Ririn alami, penyebabnya beragam. Salah satunya adalah adanya kelainan anatomi yang bisa berupa kelainan pada struktur rahim yang mungkin disebabkan adanya miom. Penyebab lainnya, kelainan pada darah yaitu kelainan golongan darah atau rhesus inkompatibilitas (biasanya terjadi setelah kelahiran anak pertama), kelainan pada pembekuan darah (salah satunya yang disebabkan oleh antiphospholipid syndrome -- terkenal dengan istilah kelainan ACA) serta kelainan hormonal (prolaktin, insulin, tiroid dan defect fase luteal). Sementara penyakit yang diketahui dapat menyebabkan keguguran adalah adanya infeksi virus TORCH serta penyakit seperti lupus dan TBC. Kelainan genetik pada ibu atau ayah juga diketahui bisa menyebabkan keguguran. Hamil di usia lanjut serta gaya hidup orangtua seperti kebiasaan merokok, konsumsi alkohol dan penggunaan obat-obatan tertentu diketahui dapat meningkatkan kejadian keguguran.

Dok Irham, mengapa selalu terjadi perdarahan pada kehamilan saya? Normalkah rahim saya? Apa yang mesti saya dan suami lakukan agar semuanya berjalan lancar? Terus terang, suami saya ingin sekali kami mendapat momongan.

Biasanya setelah terjadi keguguran berulang, dokter kandungan akan melakukan beberapa pemeriksaan antara lain pemeriksaan pelvis dan USG untuk melihat ada-tidaknya kelainan struktur rahim serta pemeriksaan darah untuk melihat adanya kelainan pada darah, infeksi atau penyakit yang mungkin menyebabkan terjadinya keguguran berulang. Dengan demikian diharapkan bisa dilakukan pengobatan sebelum dilakukannya percobaan untuk kembali hamil.

Ririn Arian Jl. Praja Dalam, Kebayoran Lama, Jaksel

Ibu Ririn, keguguran berulang cenderung meningkatkan kemungkinan terjadi keguguran kembali pada kehamilan berikutnya. Untuk itu, segeralah berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk dapat diketahui penyebabnya, diatasi, dan akhirnya memperoleh kesuksesan pada kehamilan berikutnya.

Kirimkan pertanyaan ke: Redaksi Majalah Tumbuh Kembang Jl. Bangka I No. 8, Jakarta Selatan 12720, atau SMS: 021-33008753 E-mail: redaksi@tumbuh-kembang.com Pertanyaan yang dimuat akan mendapatkan bingkisan menarik.

Tumbuh Kembang . Juni 2010

63


TANYA

kesehatan anak TANYA AHLI

:

Pilek Saat Sore Menjelang Malam Anak saya (Felix) laki-

laki berusia 3 bulan lebih. Minum ASI hanya pada bulan kedua karena ASI ibunya tak bisa keluar lagi. Sebelumnya, kesehatan Felix relatif baik dalam arti tidak pilek, batuk dan tidur malamnya pun nyenyak. Tapi memasuki bulan ketiga ini, dia sering pilek dan kembung, pernah juga radang tenggorokan. Semua ini sudah sembuh. Namun sampai sakarang si kecil kerap pilek saat sore menjelang malam hari. Memang kalau tidur malam pakai AC. Padahal saya sudah set supaya tak terlalu dingin. Dok, apa anak saya ada alergi ya? Sekarang, apa yang harus saya lakukan? Atas perhatiannya saya ucapkan banyak terima kasih.

Lasmaida Puri Kompleks PT Pelindo II, Tg Priok, Jakarta

Membaca keluhan Ibu, kecurigaan saya memang mengarah pada alergi. Seperti diketahui, reaksi alergi dapat mengenai berbagai sistem tubuh. Yang paling sering pada bayi adalah, adanya dermatitis atopi atau ruam pada pipi yang hilang-timbul, bisa juga timbul kemerahan pada sisi siku dalam dan daerah kulit yang lain.

Ilustrasi: Daud

dr. Trully Kusumawardhani, Sp A

Ibu senang sekali ya si kecil sudah berusia 3 bulan, sudah besar dan sedang tumbuh dengan sehat. Namun sayang ya, Ibu tidak dapat memberikan ASI lagi, karena ASI sangat bagus dan penting untuk tumbuh kembang bayi dan balita.

Pada saluran pernapasan, manifestasi alergi yang sering adalah adanya lendir atau sekret pada saluran pernapasan bagian atas. Mulai dari hidung, tenggorok sampai percabangan saluran napas besar. Adanya keluhan yang timbul pada waktu-waktu tertentu -- dalam hal ini hanya malam hari dan berulang pada saluran napas berupa pilek -- kemungkinan Felix menderita rhinitis alergi. Yaitu suatu reaksi inflamasi kronis pada saluran napas dengan gejala: adanya lendir di hidung, sumbatan pada hidung, rasa gatal di tenggorokan, dan bersinbersin. Biasanya anak dengan alergi punya riwayat alergi di keluarga terutama dari orangtuanya. Nah, apakah di keluarga Ibu ada yang menderita alergi? Yaitu adanya riwayat asma, alergi makanan pada kulit, rhinitis alergi dengan bersinbersin yang sering pada pagi hari setelah bangun tidur, alergi obat-obatan dan lain- lain. Selain faktor genetik, faktor lingkungan juga berperan. Baik lingkungan lingkungan eksternal (seperti polusi udara, cuaca, jamur) maupun lingkungan internal (kutu debu rumah, kecoa, bulu-bulu hewan, dan jamur). Faktor lingkungan dalam ruangan seperti pemakaian AC, harus diperhatikan kelembaban dan kebersihannya. Lingkungan dalam ruangan yang lembab dapat meningkatkan pertumbuhan kutu debu rumah tangga dan jamur. Dari riwayat perjalanan penyakit dan pemeriksaan fisik dapat ditegakkan diagnosa rhinitis alergi, selanjutnya dilakukan manajemen terapinya. Pada prinsipnya yang terpenting adalah pencegahan terhadap alergen (penyebab alergi). Tujuannya untuk mengendalikan gejala penyakit, keparahan penyakit, faktor pencetus dan keberhasilan pengobatan. Penghindaran alergen bisa dengan pembersihan ruangan secara rutin, menjemur kasur, tidak memakai karpet, dan menjaga kelembaban ruangan. Jika membutuhkan obat karena dirasa gejala alergi tersebut mengganggu, biasanya diberikan terapi oral berupa obat antihistamin, dekongestan dan kortikosteroid intranasal. Demikian penjelasan saya, semoga bermanfaat Kirimkan pertanyaan ke: Redaksi Majalah Tumbuh Kembang Jl. Bangka I No. 8, Jakarta Selatan 12720, atau SMS: 021-33008753 E-mail: redaksi@tumbuh-kembang.com Pertanyaan yang dimuat akan mendapatkan bingkisan menarik.

64

Juni 2010 . Tumbuh Kembang


0-3 Bulan

9-12 Bulan

1-2 Tahun 2-3 Tahun

3-6 Bulan

6-9 Bulan

Rumahku Sekolahku 3-4 Tahun

4-5 Tahun Tumbuh Kembang . Juni 2010

65


rumahku

sekolahku EDUKASI |USIA 0-3 BULAN Perkembangan organ pendengaran bayi-bayi usia tiga sampai tujuh pekan biasanya makin baik. Setelah terbiasa mendengar suara-suara di dalam kandungan, kini mereka mulai adaptif dengan suarasuara ‘dunia’ luar. Ayo distimulasi!

Cara Bermain:

Ayo

Cari.. Dimana Sumber Bunyinya! Alat yang Diperlukan:

1.

Gelang krincingan atau lonceng kecil atau gelas bertangkai (plus sendok kecil)

2.

Manfaat untuk Si Kecil

3.

Merangsang dan memperkuat perkembangan keterampilan mendengarnya. Mengaktifkan otot-otot di leher.

Bunyikan krincingan/lonceng/gelas dari arah atas kaki si kecil. Perhatikan, apakah ia melakukan gerakan seperti mencari sumber bunyi. Jika ia bereaksi, lakukan sekali lagi. Kali ini, bunyikan dari arah sebelah telinga kirinya. Perhatikan lagi reaksinya, apakah ia menolehkan kepalanya. Gantian, bunyikan dari arah telinga kanannya. Perhatikan lagi reaksinya.

4. Sekarang, bunyikan dari arah atas

Melatih keterampilan awal koordinasi mata-tangan.

wajahnya. Perhatikan juga, apakah kedua tangannya bergerak-gerak seolah ingin menggapai sumber bunyi.

5.

Jika ia menggerakkan tangannya, sentuhkan krincingan/lonceng/gelas ke kedua telapak tangannya.

6.

Lakukan latihan di atas berulangulang, setidaknya sampai tiga kali

Tips:

Lokasi pemotretan rubrik rumahku sekolahku:

"

Lak dalam ukan ketika b bayi te kondisi segar; ayi sore, us rbangun dari setelah tidur pa ai man di pa gi/ mandi gi atau seusa sore. i Jangan mem krincing an/bel/ bunyikan gelas te rlalu Mainka kuat. n lagi p ini di ha ermainan ri lain.

"

Model:Azka

66

Juni 2010 . Tumbuh Kembang


RUMAHKU

”Mana Si Jempol?”

SEKOLAHKU

EDUKASI |USIA 3-6 BULAN

Sekali lagi, ajak ia mengenal nama-nama organ tubuhnya. Kali ini kenalkan nama jari-jemari di telapak tangannya. Alat yang Diperlukan: Cukup kedua telapak tangan bayi, dan Ibu.

Cara Bermain:

1. Tidurkan bayi dalam posisi

telentang

2.

Ambil salah satu telapak tangannya. Mulai buka genggamannya, dan ambil setiap jari. Bisa dimulai dari jari jempol terlebih dulu, sambil mengatakan ”ini jempol adik”..lalu ke jari telunjuk dan seterusnya.

Manfaat: Menstimulasi indera visual dan pendengarannya sekaligus lewat interaksi verbal Mengenal organ tangannya; jemari Pengenalan awal konsep kiri dan kanan

3.

Ulangi lagi ke telapak tangan yang satunya.

4.

Sekarang, acungkan kedua telapak tangan Ibu ke hadapan wajahnya dalam posisi saling mengepal dan berhadapan.

Model: Dzaky

5.

Lakukan dengan cepat, sebelum bayi teralihkan perhatiannya oleh hal lain, katakan ”Jempolnya mana ya?”...lalu tegakkan jari jempol di tangan kiri. Berikutnya, ”si telunjuk mana ya?”....lalu naikkan jari telunjuk di tangan kanan. Ajukan pertanyaan dan lakukan hal yang sama untuk jari sisanya.

6.

Lakukan semua berulang-ulang.

Model: Raffa

Tips:

"

lam at bayi da Lakukan sa g dan segar an kondisi sen emaksakan m rlu e p k Ta h jemari. lkan seluru atlah a n e g n e m mudah, lih Ukurannya i terlihat bosan y a apakah b atau tidak. hinga ainan Ulangi perm di hari lain i 2-3 kali lag

"

Tumbuh Kembang . Juni 2010

67


rumahku

sekolahku EDUKASI |USIA 6-9 BULAN Ini permainan mengenalkan konsep atas dan bawah lagi. Tapi kali ini akan melibatkan batang tubuh dan keseimbangan si kecil karena ia harus mendongak melihat balon atau kaus kaki dilemparkan.

”Lempar ke Atas!” Alat yang Diperlukan: Balon tiup, atau kaus kaki

Manfaat: Mengenalkan konsep ’naik’ dan ’turun’ Melatih koordinasi matatangan Melatih fokus (awal)

Cara Bermain:

1.

Dudukkan si kecil di atas karpet empuk. Taruh bantal di sekeliling tubuhnya.

2.

Kalau ingin gerakannya lambat, gunakan balon. Tiup balonnya kira-kira seukuran kepala si kecil.

3.

Sambil duduk berhadapan, Ibu melempar balon/kaus kaki ke atas dengan kedua tangan Ibu. Katakan ”Balon..lempar (sambil melempar) ke atas (Ibu mendongak)”. Lakukan berulang-ulang (sampai setidaknya 3-4 kali).

4.

Saat balon melambung ke atas, arahkan pandangan si kecil agar ikut melihat ke atas (mendongak) dan katakan ”Balonnya naikkk...”.

5.

Ulangi aktivitas ini dalam dalam beberapa hari ke depan. Pekan depan, kenalkan konsep ’turun’, ketika balon meluncur turun ke bawah.

6.

Setiap kali usai mencontohkan, mintalah si kecil untuk melakukan hal yang sama seperti Ibu lakukan. Jika bisa melakukannya dengan baik, jangan lupa untuk memberi pujian padanya

68

Juni 2010 . Tumbuh Kembang

Model: Attala


RUMAHKU

SEKOLAHKU

EDUKASI |USIA 9-12 BULAN

”Keluar.. Masuk” Konsep ’keluar-masuk’ tentu terlalu abstrak bagi bayi-bayi di usia ini. Mengingat mereka sudah mahir merangkak atau mungkin berjalan, konsep ini tetap perlu dikenalkan.

Alat yang Diperlukan: Kotak bekas sepatu Mainan replika hewan atau orang-orangan atau mobil-mobilan

Manfaat: Mengenal konsep awal ’keluar’ dan ’masuk’ Melatih keterampilan motorik halus (memegang mainan kecil dan menggerakkannya) Melatih kepercayaan diri Mengasah keterampilan koordinasi mata-tangan

Cara Bermain:

1. Buatlah irisan (hanya dua irisan,

tidak terputus) berbentuk seperti pintu kecil (bisa dibuka dan ditutup), di salah satu sisi bawah kotak sepatu. Ukurannya dibuat seukuran dengan mainan. Kalau bisa buat lagi satu ’pintu’ seperti pintu garasi yang bisa dibuka ke atas di sebelah ’pintu’ pertama tadi.

Tips:

"

jian Beru pu a k li si setiap a pu kecil m um melak keanngan aktivitasad b ik.

2.

Tunjukkan ’rumah’ berpintu kecil itu pada si kecil. Bilang kalau Ibu akan memasukkan mainan ke dalamnya lewat pintu kecil yang ada di situ.

3.

Masukkan mainan (orangorangan/hewan) dengan membuka pintunya terlebih dulu, katakan ”Ini masukkan ya...lewat pintu kecil..”

"

4.

Gantian, masukkan mobil-mobilan ke ’garasi’..katakan ”sekarang mobilnya yang masuk...brmmmm”

5.

Lalu, keluarkan mainan (orangorangan/hewan) sambil mengatakan ”Sekarang orangnya/harimaunya mau keluar rumah dulu.....”

6.

Lakukan juga pada mobil-mobilan, ”Brmmmm...mobilnya juga mau keluar”

7.

Ulangi aktivitas ’keluar-masuk’ itu dengan menggunakan jenis mainan yang lain.

8.

Jangan lupa Bu, ajak si kecil untuk melakukan aktivitas dengan tangannya sendiri sambil terus menekankan kata ’keluar’ dan kata ’masuk’.

9.

Setiap kali mainan masuk atau keluar, jangan lupa untuk ’menutup’ dan ’membuka’ daun pintunya. Beri tekanan pada kata ’tutup’ dan ’buka’.

Model: Corey

Tumbuh Kembang . Juni 2010

69


Kenali Wajahmu Nak (2)

rumahku

sekolahku EDUKASI |USIA 1-2 TAHUN

Tiaipmsele:takkan

"

Bantu pat a di tem penand benar yang p kali ia an setia p ri Be uji ngikuti instruksi n me mampu k tampak bosa a n a . a n Jik paksaka tu jangan k i lain wa d Ulangi

"

Ini sebenarnya pengulangan dan penguatan. Meneruskan permainan yang sama seperti edisi lalu, namun kali ini tak menggunakan spidol sebagai penanda. Alat yang Diperlukan: Kertas hvs atau kertas gambar putih kosong Potongan kertas krep (warna), atau kertas yang digunting membentuk tanda panah

Manfaat untuk Si Kecil: Melatih keterampilan motorik halus Melatih koordinasi mata-tangan Memperkuat pengetahuan tentang organ di kepala/ wajahnya Melatih kepercayaan diri melakukan sesuatu (penandaan) Berlatih mengikuti instruksi

Cara Bermain:

1.

Gunting kecil-kecil kertas krep/warna atau bentuk menjadi seperti tanda panah. Gambar lagi bentuk wajah lengkap dengan rambut, sepasang mata telinga dan seterusnya. Duduklah berhadapan, letakkan gambar wajah di hadapannya (diantara Ibu dan si kecil). Lalu ingatkan dirinya dengan permainan yang lalu, tentang menyebut dan mengenal setiap anggota tubuh di kepala dan wajahnya. Sebutkan ’rambut’, dan minta ia untuk menandai setiap bagian yang Ibu sebut. Lakukan unruk semua anggota yang lain, mata, hidung, alis, bibir dan telinga.

2. 3. 4. 5.

Model: Verdine

70

Juni 2010 . Tumbuh Kembang


RUMAHKU

SEKOLAHKU

EDUKASI |USIA 2-3 TAHUN

”Mana yang Besar, Mana yang Kecil?” Cara Bermain:

1. 2.

Setelah adonan lempung jadi, ajak anak untuk duduk berhadapan. Ambil adonan dan tunjukkan bagaimana memainkan adonan itu: meremas, menggulung, membuat ’bola’, menyambung, dan sebagainya. Buatlah sebuah pilinan memanjang, lalu gabungkan (lakukan di atas baki) menjadi sebuah lingkaran. Buat satu lagi, yang berukuran lebih kecil/besar. Tunjukkan pada anak, kedua lingkaran itu bahwa yang satu lingkaran ’besar’, satunya lagi lingkaran ’kecil’. Setelah lingkaran, buatlah bentuk segitiga, segi empat atau sebuah lempungan besar. Semuanya dibuat menjadi dua, ukuran yang ’besar’ dan yang ’kecil’. Selalu tekankan mana yang ’besar’ dan mana yang ’kecil’. Berikutnya, minta anak untuk membuat hal yang sama. Mau dibebaskan membuat bentuk apapun boleh, asal ada yang ’kecil’ dan ada yang ’besar’.

3. 4. 5. 6. 7.

Kali ini mengenalkan konsep ’besar’ dan ’kecil’ dengan memanfaatkan media lempung.

Alat yang Diperlukan: Meja tamu/meja kecil beralas baki atau taplak plastik Lilin lempung, atau plastisin buatan sendiri: 2 cangkir tepung terigu, ½ cangkir garam dan 1 cangkir air. Campurkan tepung dan garam, dan masukkan perlahan-lahan air, sampai adonan menjadi lempung. Agar menarik, campurkan pewarna makanan bersama air tadi.

Manfaat: Mengenalkan konsep ’besar’ dan ’kecil’ Melatih koordinasi mata-tangan 3.Melatih keterampilan motorik halus (jari-jemari)

Model:Keyra

Tumbuh Kembang . Juni 2010

71


rumahku

sekolahku EDUKASI |USIA 3-4 TAHUN Cara Bermain:

1.

Buat dulu lubang-lubang berjajar lurus ke samping/ memanjang ke bawah, melingkar, atau berbentuk segitiga di atas karton bekas kalender duduk. Gunakan paku agar lubangnya lebih besar sedikit Setelah jadi, tempelkan karton berlubang itu ke atas kertas gambar/HVS. Agar tak bergeser rekatkan dengan selotip. Saatnya bermain bersama, ajak balita duduk bersama di lantai atau menggunakan meja. Tunjukkan bagaimana Ibu membuat titik melalui lubang-lubang yang ada. Gunakan spidol warna. Lakukan untuk 1-2 titik, setelah itu serahkan pada si balita. Minta anak untuk melakukan hal yang sama. Jika ia lancar melakukannya, lanjutkan dengan bentuk titik yang lain (lingkaran, dan segitiga). Setelah selesai, bukalah rekatan/selotip karton bertitik itu sehingga tinggal kertas gambar/HVS yang bertitik-titik saja yang tampak. Tunjukkan padanya, seperti itulah hasilnya. Sekarang, minta lah ia menyambung setiap titik yang ada menjadi sebuah bentuk. Minta ia melakukannya dengan perlahan dan rapih.

2.

Titik...Titik...Titik... dan Sambungkan Melatih keterampilan motorik halus, sebab saat di sekolah prasekolah nanti ia harus mahir menggunakan jemarinya untuk menggambar, membuat garis, dan sebagainya.

Alat yang Diperlukan: Karton (bekas kalender duduk pun tak apa) Selotip, spidol warna, paku Kertas gambar (HVS pun tak apa)

3.

4.

Manfaat: Melatih koordinasi mata dan tangan Melatih keterampilan menulis awal Melatih fokus dan konsentrasi Melatih kepercayaan diri untuk melakukan gerakan mandiri

5. 6. 7.

Tips:

n Beri pujika setiap ealelisai s si balitaka satu melakuerjanan. pek

"

72

"

Juni 2010 . Tumbuh Kembang

Model: Alisha


RUMAHKU

SEKOLAHKU

EDUKASI |USIA 4-5 TAHUN

Mengenal CaraMenulis

Huruf Besar dan Huruf Kecil Pengenalan huruf atau alfabet mungkin sudah Ibu lakukan sejak ia usia batita ya? Sekarang ajarkan bagaimana cara menulisnya.

Cara Bermain:

1. Langsung praktikan saja. 2. Pertama perkenalkan

dulu mulai dari huruf A dan huruf kecilnya ’a’, dan cara menuliskannya. Minta ia meniru cara penulisan huruf itu di atas kertas dorslah yang ditaruh di atas poster/buku/kartu alfabet. Lakukan untuk beberapa huruf selanjutnya.

3.

Alat yang Diperlukan: Poster/buku tentang alfabet, yang memuat huruf kapital dan huruf kecil lengkap dengan alur/cara penulisannya atau menggunakan kartu alfabet. Kertas dorslah (kertas tipis transparan) dan pensil.

4.

Manfaat: Mengenal huruf besar (kapital) dan huruf kecil. Mengenal cara penulisan huruf Melatih keterampilan motorik halus (menulis) Melatih koordinasi mata-tangan Melatih konsentrasi atau fokus

Tips:

"

nak paksa a Jangan nulisan untuk an pe rena melakuk rtentu huruf, ka n. sa te o h sejumla a anak cepat b tiap biasany ktu, baiknya se dan Lain wa gi pengenalan gan , ulan minggu penulisan den ih b le cara g yan metode angkan. n menye

"

Model: Maura

Tumbuh Kembang . Juni 2010

73


khasanah EDUKASI

“Main Congklak,

Yuk!�

Ayo kita perkenalkan

permainan Congklak pada si kecil! Sambil bermain bersamanya, Ibu bisa juga menceritakan kisah di balik permainan yang satu itu.

Kisah di Balik Congklak Di Sumatra permainan Congklak dikenal dengan sebutan Congkak. Sedangkan di Jawa, Congklak, Dakon, atau Dakonan adalah nama yang biasa digunakan. Yang unik adalah sebutan di beberapa daerah lainnya untuk permainan ini. Di Lampung, misalnya. Permainan ini disebut Dentuman Lamban. Sementara di Sulawesi, permainan congklak dikenal dengan nama Mokaotan, Maggaleceng, Aggalacang, dan Nogarata. Sedangkan dalam bahasa Inggris, permainan ini disebut Mancala. Di daerah Jawa sendiri, Congklak dulunya hanya dimainkan oleh anak-anak perempuan dari kalangan bangsawan. Sedangkan di Sulawesi, Congklak dulunya hanya dimainkan di saat-saat berduka sesudah kematian orang yang dicintai. Yang menarik, di Jawa Tengah, Congklak dulunya digunakan oleh para petani untuk memperhitungkan musim tanam dan panen, bahkan untuk meramal masa depan.

Cara Memainkan Congklak Jumlah pemain: 2 orang Alat permainan: Papan Congklak dari kayu atau plastik yang terdiri dari 14 lubang kecil yang saling berhadapan dan 2 lubang besar di kedua sisinya. Setiap 7 lubang kecil di sisi pemain dan lubang besar di sisi kanannya dianggap sebagai milik sang pemain. 98 (14x7) buah biji Congklak. Biasanya terbuat dari cangkang kerang, biji-bijian, batu-batuan, kelereng, atau plastik.

Aturan permainan: Di awal permainan, setiap lubang kecil sudah diisi dengan tujuh buah biji. Dua orang pemain duduk berhadapan, lalu menentukan siapa yang akan jalan lebih dulu. Yang jalan duluan bisa mulai mengambil biji dari salah satu lubang kecil dan meletakkan satu biji ke lubang di sebelah kanannya, dan seterusnya. (tapi ia tidak boleh mengisi di lubang besar milik lawannya). Bila biji habis di lubang kecil yang berisi biji lainnya, ia bisa mengambil biji-biji tersebut dan melanjutkan mengisi. Bila biji habis di lubang besar miliknya, maka ia bisa melanjutkannya dengan memilih lubang kecil di sisinya. Bila habis di lubang kecil di sisinya, maka ia berhenti dan mengambil seluruh biji di lubang yang ada di hadapannya (milik lawan). Bila berhenti di lubang kosong, maka ia berhenti dan tidak mendapatkan apa-apa. Permainan dianggap selesai bila sudah tidak ada lagi biji yang dapat diambil (seluruh biji ada di lubang besar kedua pemain). Pemenangnya adalah yang mendapatkan biji terbanyak. Mudah bukan memainkannya? Ajak saja si kecil bermain bersama sambil melatih keterampilan motorik halusnya! Hitung-hitung mengusir suasana sepi di rumah. Biji-biji congklak yang bejatuhan bisa menjadi irama yang membuai lho.

74

Juni 2010 . Tumbuh Kembang


Tumbuh Kembang . Juni 2010

75


kunjungan

sekolah EDUKASI

membantu dia berkonsentrasi dalam mengikuti pelajaran di kelas.

Sekolah Bunga Matahari:

’Memupuk’ Bunga Matahari Sesungguhnya Beberapa anak tampak membaca buku di Sentra Menulis dan Membaca, sementara beberapa anak lagi riuh mengamati water cycle di salah satu sudut Sentra Sains,. ditemani seorang guru.

Tak

jauh dari situ sekelompok siswa sibuk berlari-lari kesana kemari di area bermain. Setiap anak fokus di setiap sentra eksplorasi, yang memang menjadi bagian dari metode pembelajaran ’active learning’ dan ’fun learning’ di sekolah ini. Metode seperti itu bukannya tanpa filosofi. Dengan aktif dan belajar yang menyenangkan harapannya semua alumni sekolah ini akan menjadi anak ”yang tumbuh ceria seperti bunga matahari yang berwarna cerah dan berkepribadian hangat layaknya matahari,” Kepala Sekolah Bunga Matahari, Riyanti Nugrahini,.

Program Inklusi Sentra eksplorasi itu masing-masing punya fungsi yang berbeda.

Ada sentra sains, seni dan budaya, imaginative corner hingga audio visual. Ada juga program yang terbilang unik di sekolah ini, yakni program di kelas yang melibatkan orangtua murid untuk mengajar di kelas. Rasio guru dan murid yang sangat rendah juga menunjang terciptanya proses belajar mengajar yang efektif dan efisien. Hal ini juga ditunjang dengan adanya konseling dengan psikolog sekolah secara berkala, parenting class untuk orangtua murid serta berbagai aktifitas luar kelas lainnya seperti outing, kunjungan, partisipasi lomba dan kegiatan bermanfaat lainnya. Sekolah ini peduli terhadap perkembangan anak, dengan menjadikan anak sebagai pusat perhatian. “Kami menjadikan anak sebagai ‘pusat’, pusat perhatian dari orangtua, guru dan lingkungan sekitarnya. Jadi, anak anak adalah pusat perhatian kami.” harap Riyanti. Karena peduli dengan anak, Bunga Matahari juga peduli dengan anak-anak berkebutuhan khusus. Lewat program inklusinya, 1-2 anak berkebutuhan khusus dapat berinteraksi bersama temantemannya yang tak berkebutuhan. Dalam kelas anak ini akan diberikan fasilitas guru shadow untuk

Pendekatan ‘Satu Anak, Satu Psikolog’ Bunga Matahari pun terus memantau perkembangan aanak bukan hanya pada aspek akademis, tapi juga aspek psikologis. Karenanya dibuka fasilitas konsultasi anak untuk membantu para orangtua dalam memahami, mengoptimalkan potensi anak serta menangani problematika seputar perkembangan anak. Pendekatan menggunakan metode “satu anak satu psikolog” sehingga penangan berjalan secara efektif. Jasa ini juga meliputi tes Penelusuran Minat Belajar yang kami selenggarakan secara klasikal (massal) yang bertujuan untuk membantu pelajar mengetahui potensi dan minat yang dimilikinya. Sekolah yang berdiri tahun 2005 silam ini memiliki fasilitas, ruang kelas yang berpendingin. Ruang belajar dibagi menjadi ruang kelas utama, ruang makan, ruang audio-visual, ruang bermain motorik kasar indoor, ruang kelas kecil dengan imaginative corner, ruang terbuka bermain outdoor, dan perpustakaan anak dengan buku yang tersebar di berbagai ruang kegiatan. Media belajar luar ruang seperti Area berkebun dan mini zoo pun menjadi nilai tambah sekolah ini. Selain itu ada juga fasilitas fisik yang sesuai kebutuhan dan keamanan anak seperti closet dan wastafel anak, tangga ergonomis, stop kontak aman untuk anak, dan lain sebagainya.

Keterangan lebih lanjut, hubungi:

Sekolah Bunga Matahari Jl. Cipinang Muara No 17, Jakarta Timur 13420 Telp. 021 - 8509034 / 70989416

76

Juni 2010 . Tumbuh Kembang


I LIKE GYM:

kursus & club EDUKASI

Membantu Anak Menjadi Pribadi Pemenang Tampaknya falsafah latin ‘Mens Sana In Corpore Sano’ benar-benar diterapkan oleh lembaga pengayaan luar sekolah untuk anak ini.

Suatu

sore, di sebuah ruangan di sudut area bermain Miniapolis Plaza Indonesia lantai 3, terlihat seorang anak perempuan usia 4 tahun begitu percaya diri berjalan di sepotong balok titian. Sang instruktur mengawasinya dari dekat. Usai menaklukkan ujung balok, anak perempuan itu melompat girang. Tak terlihat sedikitpun ekspresi gentar atau cemas di wajahnya. Justru sebaliknya ia malah banyak tersenyum girang. Sang anak dan instruktur saling memberi ‘toss’. Begitulah aktivitas yang ada di I LIKE GYM, sebuah pusat pengembangan anak yang secara khusus dirancang untuk mengembangkan kemampuan fisik, sosial, dan kognitif dalam aktivitas menyenangkan, penuh perhatian, dan lingkungan yang aman. Tak heran, bukan hanya si anak perempuan tadi yang terlihat antusias dan gembira. Anak-anak lain yang berada di gym itu semua juga terlihat gembira.

Fisik dan Mental “Kami memang bertekad mencetak anak yang menjadi pemenang, Kami rancangkan program yang fokus, menyenangkan, menarik sekaligus aman untuk anak,” papar Jenny Hartono, pemiliki lembaga ini.

Program-program yang ada di I LIKE GYM akan memelihara dan memupuk kebiasaan sehat serta positif yang akan menjadi landasan kesuksesan masa depan anak-anak yakni menjadi ‘pribadi terbaik’. “Kami satu-satunya lembaga di Indonesia yang punya misi menetapkan standar emas dalam mengembangkan kemampuan motorik, nilai diri, dan kebebasan untuk si kecil,”imbuh Jenny Pada dasarnya ini tempat spesial untuk para orangtua yang ingin mengembangkan dan memperkuat keterampilan fisik (motorik) anak. I LIKE GYM merancang kurikulumnya untuk menyediakan sebuah program non-kompetitif yang mempromosikan pertumbuhan otot yang sehat, meningkatkan stamina dan fleksibilitas sekaligus peningkatan kemandirian, kepercayaan serta harga diri anak.

Memperkuat Fisik untuk Fokus “Program di setiap kelas didasarkan pada Olimpiade Jr USAG Program, disempurnakan oleh ahli senam dan prasekolah dari AS dan diadaptasi oleh tim kami yang tak lain adalah pesenam nasional dengan lebih dari 20 tahun pengalaman langsung,” jelas Jenny. Semua peralatan, seperti bar, balok, trampolin, cincin gelang dan lainnya, diimpor langsung dari USA. Aktivitas fisik di sini memadukan senam dengan gerakan-gerakan

eksplorasi dan bermain imajinatif. Dengan begitu anak akan belajar bagaimana untuk tetap fokus, mencapai tujuan dan merasa senang belajar keterampilan baru. Kelas utama di I LIKE GYM adalah kelas ‘U & Me’ (untuk anak usia 6 bulan sampai 3,5 tahun), ‘Tumblekids’ (usia 3 – 5 tahun) dan ‘Preeten’ (praremaja usia 6-12 tahun). Setiap kelas berlangsung 45 menit. Semua kelas goal-nya mencapai potensi fisik, mental, dan emosional anak secara maksimal. Ada juga program ‘Crawler’ (anak usia 6-12 bulan), ‘Walker’ (usia 12-24 bulan)dan ‘Jumper’ (24-42 bulan) untuk anak-anak yang usianya lebih muda. Ada juga kelas yoga untuk ibu dan bayi, yoga kehamilan, yoga anak, taekwondo capoeira dan lain-lain. Dengan fasilitas dan program yang terencana, kisaran biaya untuk mengiukti program ada diantara angka Rp. 1.500.000 hingga Rp. 2.700.000. “Boleh ikut fasilitas free trial dulu, untuk anak yang ingin bergabung di ILG ini,” pesan Jenny mengakhiri pembicaraan. Keterangan lebih lanjut, hubungi:

I LIKE GYM

Miniapolis Area Plaza Indonesia Fl. 3# E43 MH. Thamrin Kav. 28-30 Jakarta 10350 p + 6221 2992 3588 f + 6221 2992 3587 info@ilikegym.com

Tumbuh Kembang . Juni 2010

77


baca baca EDUKASI

GOL! Penulis : Luigi Garlando Harga : Kick-off (Rp 38.000,00) Kejuaraan Dimulai (Rp 35.000,00) Sekarang Semua ke Brazil! (Rp 29.000,00) Penerbit: Erlangga for Kids

Sudah

punya rencana untuk mengisi liburan sekolah untuk sang buah hati, Bu, Pak? Bila belum, buku seri olahraga sepak bola ini bisa dijadikan salah satu alternatif pilihan yang menarik. Apalagi liburan nanti berbarengan dengan digelarnya event akbar Piala Dunia Sepak Bola di Afrika Selatan. Si praremaja Anda pasti tergugah untuk membacanya. Buku karya Luigi Garlando – wartawan olaharaga di Gazetta dello Sport, Milan, Italia -- ini mengupas dinamika dunia sepak bola dalam bentuk sastra sehingga enak dibaca. Ada kisah perseteruan antar-kesebelasan, cerita mantan pemain dan pemain, bagaiman berlatih sepak bola, dan lainnya. Menariknya lagi, ada pula situasi pertandingan menegangkan yang dikemas dalam bentuk komik yang mudah dicerna anak. Secara garis besar, buku ini menceritakan petualangan delapan orang anak yang penuh semangat sepak bola. Mereka tergabung dalam Tim Cipolline. Ada Gaston Champignon (pelatih), Tommi (penyerang tengah), Dante (pengarah lapangan), Spike (kiper), Lara & Sara (bek), Becan (sayap Kanan), Joao (sayap kiri) dan Ciro (cadangan).

78

Juni 2010 . Tumbuh Kembang

Me, My Food and My Health

(Makanan dan Kesehatanku) Penulis : Nur Farida Harga : Rp 50.000,00 Penerbit: Grasindo

’You are what you eat’ (apa

yang kamu makan menentukan kesehatanmu). Bagi Nur Farida -- sang penulis -- kata-kata bijak tersebut tak sekedar enak didengar, juga ingin ditanamkan pada anak-anak. Caranya? Ya, dengan menghadirkan buku ini ke tengah masyarakat. Sesuai judulnya, buku ini mengulas makanan yang dikonsumsi seharihari. Ada makanan dengan kandungan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Bahkan ada pula ulasan soal alergi makanan serta bagaimana membaca label makanan kemasan. Namun semua itu tentu saja disajikan untuk anak-anak dengan ilustrasi gambar dan foto yang mudah dipahami. Bahkan ada pula lembar kerja dan puzzle yang bisa diisi anak sebagai ’pengingat’ informasi yang baru saja dibacanya. Buku ini merupakan satu dari tujuh seri buku Kid’s Helath Book Stories. Buku lainnya antara lain: Pertolongan Pertama di Saat Gawat Darurat, Kebiasaan untuk Tetap Sehat, Penyakit-penyakit Saat Ini, Mengenal Tubuhku, Mengenal Profesi Kesehatan, serta Aku dan Lingkunganku.

Go, Go, Gol!! Penulis : TIM EFK Harga : Rp 54.000,00 Penerbit: Erlangga for Kids

Bu,

Pak, buah hati Anda senang bermain sepak bola? Kini dia tak lagi harus bermain bola di tanah lapang. Buku ini sengaja dikemas agar anak bisa belajar dan bermain bola dengan cara yang unik. Yakni dengan mewarnai atau mungkin memecahkan teka-teki sepak bola. Sambil mewarnai, anak juga dikenalkan dengan istilah yang kerap dipakai dalam dunia sepak bola. Misalnya, apa itu heading (menyundul), dragback (menarik bola ke belakang), joykeying (menghadang) dan lainnya. Asyiknya lagi, anak juga bisa mengikuti pertandingan sepak bola dengan menempelkan lebih dari 300 stiker menarik seputar sepak bola. Ada stiker berbentuk pemain, wasit, penonton, bendera setiap negara, dan lainnya. Anak pasti tertarik karena dia bebas menempelkan stiker tersebut sesuai kreasi dan imajinasinya. Ayo, selamat bermain!


Tumbuh Kembang . Juni 2010

79


bimbingan

orangtua EDUKASI DINOSAUR KING

HOMESTAY TRANS 7 Rabu: 15.00-15.30 WIB

INDOSIAR Minggu: 07.30-08.00 WIB

Bagaimana ya rasanya mempelajari Max

Taylor adalah putra dari paleontologis terkenal Dr. Spike Taylor. Bersama dua sahabatnya -- Rex Owen dan Zoe Drake -- ia mendirikan grup bernama D-Team. Suatu hari mereka melihat sebuah meteor jatuh dan berusaha mencarinya di hutan. Di sana mereka justru menemukan fosil dan secara tak langsung terlibat dalam petualangan untuk menyelamatkan dinosaurus bersejarah. Max dan teman-temannya harus mempertaruhkan dinosaurus miliknya dalam pertarungan di Alpha Gang, dinosaurus yang kalah akan terkurung dalam kartu. Grup yang dapat mengumpulkan kartu terbanyak akan menjadi ’Dinosaur King’. Dinosaur King diangkat dari video game Sega terkenal yang mengangkat tema pertarungan antardinosaurus. Game ini mengingatkan pada beberapa film animasi seperti Pokemon, B-Damon, Bakugan Battle Brawlers, dan lainnya, mengenai gambar kartu yang dapat hidup dan bertarung di dunia nyata. Anime asal Jepang ini juga dirilis dalam bentuk manga (komik) dengan cerita yang kurang lebih sama dengan anime dan video game-nya. Pendampingan orangtua sangat diperlukan dalam menyaksikan anime ini. Anak perlu banyak penjelasan agar bisa memahami cerita yang cenderung rumit, serta muatan negatif di dalamnya.

Muatan Positif: Karakter dinosaurus yang ada di serial ini bisa meningkatkan imajinasi anak tentang rupa binatang yang sudah punah tersebut. Pertandingan dalam film ini mengajak anak untuk memahami sifat sportif, berani menerima kekalahan dan kemenangan dengan besar hati.

Muatan Negatif: Sering menampilkan adegan kekerasan, seperti dinosaurus menghancurkan gedung dan membuat orang ketakutan, serta pertarungan antar-dinosaurus. Sarat dengan penggambaran mistis, dinosaurus yang kalah berubah menjadi kartu.

80

Juni 2010 . Tumbuh Kembang

kebudayaan, keahlian, dan kegiatan yang benarbenar baru? Terutama bila kita sendiri masih sulit memahami bahasa daerahnya? Inilah yang dirasakan anak-anak dalam program ini. Homestay mengajak beberapa anak Indonesia dan anak ekspatriat (orang asing yang tinggal di Indonesia) ke dalam sejumlah aktivitas bersama. Mereka mempelajari kebudayaan di daerah tertentu dan keahlian khusus seperti memasak, sulap, sirkus, dan lainnya. Anak-anak yang rata-rata berusia 9-12 tahun ini bermain serta tinggal bersama selama beberapa hari. Melalui kegiatan bersama, mereka diharapkan dapat mempelajari dan memahami kebudayaan yang berbeda, seperti bahasa, tingkah laku, maupun kebiasaan dalam berperilaku sehari-hari. Tontonan ini dibawakan oleh seorang narator cilik yang menyampaikan acara dengan menyenangkan. Berbagai ekspresi dan reaksi yang tak terduga menjadi salah satu keunggulan program ini. Misalnya, timbul kelucuan tersendiri ketika seorang anak ekspatriat mencoba mengucapkan bahasa daerah tertentu dengan logat asing.

Muatan Positif: Anak sedikit demi sedikit bisa belajar berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan cara mudah. Di layar ditampilkan tulisan serta ada pengejaannya yang membantu anak mempraktikkan secara langsung. Menumbuhkan motivasi anak untuk mencintai Tanah Air. Memberi informasi mengenai kebudayaan dari berbagai daerah di Indonesia; Anak belajar untuk bertoleransi dan menerima perbedaan (baik budaya hingga bahasa), bahkan mengambil hikmah dari perbedaan kebudayaan dan kebiasaan yang ada. Di setiap episode, penonton dimanjakan dengan pemandangan yang indah. Mengandung nilai-nilai positif yang bermanfaat, seperti saling menghargai, persahabatan, menerima perbedaan, dan tolong-menolong.


bimbingan orangtua EDUKASI

SAMURAI 7 Global TV Setiap Hari: 04.30-05.00 WIB

Perjuangan tersebut menggiring para samurai untuk memerangi pemerintah yang korup dan tak peduli pada kemiskinan rakyat. Sekalipun harus dibayar dengan nyawa dan hancurnya Desa Kanna, Shimada dan teman-temannya akhirnya mampu meruntuhkan pemerintahan korup tersebut.

Para

petani di desa Kanna tak punya pilihan lain selain mencari para samurai untuk melindungi desa mereka dari para bandit. Setelah sekian lama menjarah beras dan uang, bandit tersebut juga kian ganas dan mulai membawa para wanita dan anakanak. Sayangnya tak ada uang atau imbalan sepadan yang bisa mereka berikan pada para samurai kecuali beras. Karenanya beberapa petani memutuskan untuk pergi dan mencari sendiri samurai yang bersedia melakukan pekerjaan mulia tersebut. Maka terkumpulah tujuh samurai tangguh, yakni Shimada Kambai, Akamoto Katsushiro, Katayama Gorobei, Shiciroji, Kikuchiyo, Hayasida Heihachi, dan Kyuzo. Mereka bahu-membahu melindungi Desa Kanna, juga mengajarkan ilmu beladiri kepada warga desa dengan menggunakan peralatan tani sebagai senjata.

Aman

Anime ini menampilkan kisah patriotik para samurai yang sarat dengan nilai-nilai perjuangan membela kebenaran dan keadilan bagi rakyat miskin. Namun sama halnya dengan berbagai kisah samurai umumnya, Samurai 7 penuh muatan kekerasan yang tak sesuai untuk anak. Muatan Negatif: Alur cerita yang ruwet mengenai perjuangan menggulingkan pemerintahan dan strategi perang. Kekerasan terpapar jelas dalam setiap episode, mulai dari adegan memukul dan menendang dengan tangan kosong, hingga kekerasan berdarah dan bersenjata. Kematian dan kesakitan kerap digambarkan dengan gamblang dan perlahan, sehingga memperkuat penggambaran kekerasan. Kisah cinta segiempat antara Katsushiro-Kirara-Kambai-Kyuzoo bukan hanya digambarkan cukup jelas, bahkan ada adegan ciuman antara Katsushiro dan Kirara, serta adegan di mana Kyuzoo melihat Kirara tengah mandi. Tokoh Kirara digambarkan sebagai sosok gadis yang santun dan dipuja oleh Katsushiro dan Kyuzoo, namun selalu tampil dengan pakaian minim.

Hati-Hati

Bahaya

Rubrik ini hasil kerja sama TUMBUH KEMBANG dengan Yayasan Pengembangan Media Anak (Kritis! Media untuk AnakKIDIA). Jl. Taman Malaka Utara Blok C2 No. 8-9, Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta Timur. Telp. 021-86905680

Berjuta Bintang

di Langit Sekolahku Executive Producers: Parents and Alamku Foundation Music Directors: A. Fadly dan Sylvie Arizkiany Featuring: A. Fadly, Rindra PADI, Hendri Lamiri, Ine Febriyanti, Ronny Waluya, Netta KD Sekolah Alam Indonesia ternyata tak hanya menjadi lembaga yang memberi warna baru dalam dunia pendidikan di Indonesia. Lewat SAIgreen Voices, sekolah ini pun turut mewarnai khasanah musik Indonesia dengan menghadirkan album lagu-lagu bertema edukasi. Tak kurang delapan lagu ditawarkan dalam album ini dan semuanya diciptakan sebagai materi pembelajaran di sekolah. Antara lain: Samudera, Jiwa Pemberani, Berjuta Bintang, Senandung Cinta, Nyanyian Malam, Uang, Days of The Week dan Always Together. Asyiknya lagi, lagu-lagu tersebut disajikan dengan alunan musik yang beragam. Ada yang bernuansa jazz, rock, pop, marawis dan lainnya. Keberagaman inilah yang membuat album ini asyik untuk dinikmati, khususnya buat anakanak. Selain menampilkan siswasiswi Sekolah Alam Indonesia, album ini juga ‘menghadirkan’ beberapa pemusik terkenal seperti Fadli PADI, Ronny Waluya, Rindra PADI dan lainnya. Berminat? Yuk, kita jadikan album ini sebagai hadiah pengisi libur sekolah sang buah hati. Tumbuh Kembang . Juni 2010

81


promo

pembaca

Training Pants

Catering

Anak

Ada produk baru nih, celana ini buat ngelatih anak untuk lepas dari pampers, dan juga bisa sebagai toilet training. Kalau pakai celana ini pipisnya gak bakal meleber ke mana-mana, jadi gak perlu khawatir sofa kesayangan becek, sprei yang baru diganti mesti diganti lagi, atau takut anaknya kepeleset karena pipisnya sendiri deh. Tapiiii ini bukan diapers yang bisa nahan pipis dan tetep kering yaahh.. Training pants akan tetep basah kalo udah dipipisin (walaupun pipisnya dikit n baru sekali), namanya juga training pants....

Kami adalah Cabe Rawit Kidz Catering, sebuah bidang usaha penyediaan makanan sehat untuk bekal anak di sekolah/di rumah. Kami menyediakan makanan yang sehat, dibawah pengawasan Nutritionis berpengalaman, dengan komposisi yg berimbang (Kalori, protein, dan vitamin), Menu bervariasi, dan cocok untuk anak usia 3-14 thn. Makanan tidak menggunakan bahan pengawet dan bebas MSG. Dengan tampilan (gurnish) yang funny dan packing yang baik, menjamin makanan tetap fresh dan berkualitas pada saat diantar. Saat ini kami masih baru dapat melayani antaran di sekitar Jakarta Selatan. Harga Promosi : Rp. 18.500,-/pax Info lebih lanjut hubungi : Telp: 021 – 4786 2413 / 718 3947 E-mail : info@cabe-rawit.net Web: www.cabe-rawit.net * menerima Birthday Package, hrg mulai Rp 22.000 s/d Rp 63.000,-

Bisa juga buat ngelatih anak kalau pipis di celana itu tidak enak atau tidak nyaman. Anak akan merasa risih jika pipis di celana karena basah. Jadi anak akan tahu kalau pipis itu harus ke kamar mandi bukan di celana. Bahan tidak panas. Ada 2 motif : 1. Motif Disney (Mickey, Minnie, Pooh): 1 set isi 3 celana hanya Rp. 145.000, 2. Motif Anpanman (Biru, Pink, Kuning): 1 set isi 3 celana hanya Rp. 135.000,Info lengkap bisa kunjungi http://roepa2- qu.blogspot. com/ Pemesanan or tanya-tanya bisa call or sms ke 021 9903 8873 Thank's Yenni - 021 9903 8873

Kerupuk 3D Aku mau tawarkan kerupuk 3D dgn 11 pilihan rasa : keju, bbq, jagung, balado, udang bawang, bawang bumbu, coklat, strawberry, pisang, nangka dan durian. Kerupuk tanpa bahan pengawet...tanpa jemur dan goreng sendiri...(dari pada beli snack t***). Harga Rp 15.000,- /bks untuk setiap kemasan 250-300gr. Minimum order 3 bungkus....Pengiriman via TIKI JNE atau rekomendasi pembeli Payment by transfer BCA / Mandiri...pengiriman 1-3hari barang sudah diterima.. Order bisa dikirim via sms ke 0899.983.4541 atau di 021-3386.8750. Thank's Rgds, jen www.loveproof.multiply.com Hp : 0899-983-4541. Flexi: 021-33 86 87 50 (label nama, diapers bag, tware) loveproof.multiply.com flexi : 021 3386 8750. Sms : 0899 983 4541 - 0838 9213 7722

Ingin mempromosikan produk atau barang-barang seken (ponsel, buku, perabotan, motor, mobil, dsb), jasa (info yayasan babysitter, PRT, dsb), rekomendasi atau acara Anda di halaman ini? GRATIS! Silahkan kirimkan iklan Anda ke redaksi@tumbuh-kembang.com

82

Juni 2010 . Tumbuh Kembang


tatap muka

“Liburan Fun Tetap Mendidik. Yang Seperti Apa?"

Merancang liburan

yang membikin anak sejenak lepas dari rutinitas sekolah, namun tetap bernilai memang tak mudah. Banyak strategi dan trik untuk menyiasatinya. Apalagi kalau budget minim. Kali ini, kiat mengisi liburan yang edukatif datang dari arena Lobby Margo City di pusat kota Depok. Acara yang didesain sebagai talkshow ini digelar tanggal 9 Mei 2010, sengaja mengambil tema liburan edukatif untuk membantu para keluarga yang ingin memberikan liburan yang tetap mendidik bagi anak-anaknya. Dipandu oleh Majalah Tumbuh Kembang yang bekerjasama dengan RSIA Grha Permata Ibu, talkshow ini berlangsung ramai dengan antusiasme dari sekitar 100 peserta. Irma Gustiana Andriani, M. Psi, Psi dari Bahtera Jiwa Human Resources & Psychology Consultant yang didapuk sebagai narasumber sanggup memuaskan seluruh pertanyaan peserta yang kebanyakan keluarga lengkap dengan buah hatinya. Kata Irma, inti dari liburan adalah mengisi waktu dengan tujuan

melepaskan diri dari rutinitas seharihari. Konsep itu harus dipegang oleh setiap keluarga yang sedang merancang liburan keluarga. Sehingga, orangtua harus sadar bahwa liburan itu berarti terbebas dari segala kekakuan seharihari. “Anak bebas dari jadwal sekolah,mengerjakan tugas-tugas, bahkan bisa berleha dengan aturan bangun dan tidur,” tambah Irma. Namun, bukan lantas masa libur tanpa edukasi sama sekali. Bukankah sambil fun, happy kita masih bisa memasukkan nilai-nilai pendidikan selama liburan. Ajaklah si kecil dan keluarga ke tempat yang bisa merilekskan sekaligus memberi pengetahuan. Tapi, yang ringan-ringan saja ya Bu. Misalnya ke pantai, gunung, ke rumah kakek neneknya, atau ke tempat lain. Di rumah pun tetap bisa liburan asyik kok asal tak melulu diisi dengan duduk di depan televisi.

Untuk soal liburan sambil menonton tv ini ada pertanyaan menarik dari Ibu Ami, ibu berusia 29 tahun beranak dua. Ibu Ami memiliki problem dengan keponakannya yang diasuh oleh bibinya dan orangtuanya sendiri. Ketika mengisi liburan yang satu membolehkan menonton sementara yang lainnya tidak boleh, Sehingga, si anak menjadi bingung dan berbalik menentang salah satunya. Menurut Irma, itu terjadi karena si anak mengalami pola asuh berbeda dari dua pihak. Sehingga, ia memilih yang paling menyenangkan hatinya. Sayangnya, diskusi menarik tentang liburan efektif ini harus dibatasi waktu. Di akhir acara, Irma berpesan agar keluarga merancang liburan seefektif mungkin tentu sesuai dengan budget tapi jangan lupakan unsure fun, happy, dan enjoy.

Testimony Ibu Ami, 29 tahun “Senang sekali ada acara seperti ini. Saya bisa bertanya langsung. Saya juga senang dengan majalah Tumbuh Kembang karena isinya tidak mengawangawang. Sesuai dengan persoalan ibu-ibu di Indonesia.”

Ibu Fitria, bunda tiga putri “Ini majalah yang lokal banget. Saya memang mencari yang begini.”

Tumbuh Kembang . Juni 2010

83


tatap muka Parenting Class Sekolah ASA:

“Anakku Mulai Suka Lawan Jenis, Wajar Nggak Ya?” Tim

Tumbuh Kembang kembali meluncur bergegas menuju bilangan Bekasi. Tujuan kami kali ini, ASA ISLAMIC SCHOOL. Setiba di tujuan, kami disambut tawa canda para siswa-siswi ASA. Kami bersemangat menyambut antusias para orangtua murid yang ‘haus’ akan informasi yang menjadi bekal membentuk anak mereka untuk berkembang dan bermutu. Parenting class kali ini, Sabtu (22/5) menghadirkan Chintya S.Psi. M.M. sebagai narasumber dari Human Resources & Psychology Consultant. Yang kali ini mengupas tentang “Perkembangan Psikologis Anak yang Mulai Suka Lawan Jenisnya”.

Pubertas anak dimulai dengan peningkatan tajam dari perubahan fisik. Peningkatan hormon bisa membuat fisik anak seperti menjadi bau badan dan membuat wajah lebih berminyak. Perkembangan anak normalnya dapat terlihat dengan berubahnya fisik, kognitif, otonomi, berkembangnya harga diri dan keintiman. Keintiman membuat anak suka pada lawan jenis. Ini merupakan kebutuhan emosional mereka. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan anak. Antara lain faktor keturunan, lingkungan, kematangan, keluarga, status budaya dan ekonomi, budaya yang biasa dialami, dan ras atau suku. “Selain itu, secara umum fase praremaja atau remaja ditandai munculnya pubertas. Yaitu proses yang pada akhirnya akan menghasilkan kematangan seksual atau kemampuan reproduksi,” ujar Ibu satu anak ini.

Penjelasan Sudah Cukup Sebuah Kewajaran Tahap demi tahap perkembangan pada anak sudah terlewati, hingga tiba saatnya berada di satu masa di mana anak mulai menyukai teman lawan jenisnya. “Ini wajar loh Bu, Pak, mereka harus melewati masa ini secara natural,” jelas Chintya. Hal itu pertanda anak dalam masa peralihan, secara pandangan pun sedang memilih dan ingin melakukan apa yang dia suka.

Menyambut masa pubertas anak, orangtua harus siap menjelaskan konsep reproduksi dan fungsi alat kelamin dengan bahasa yang mudah dipahami anak. Idealnya, orangtua jadi teman untuk anaknya. Selain itu, pendidikan seks yang diberikan orangtua menjadi perlu, agar anak tak mencari tahu dari sumber lain yang tak benar. Bila dilarang, anak biasanya akan nekat “backstreet”. Maka lebih baik didampingi. Minta anak mengajak teman dekat lawan jenisnya itu ke rumah agar bisa dikenal oleh orangtua. Jalin hubungan juga dengan orangtua dari teman dekat anak. Orangtua juga harus mempersiapkan diri atas pertanyaan mengenai perbedaan

84

Juni 2010 . Tumbuh Kembang

gender dan mengetahui jawabannya sebelum anak bertanya. Dalam psikoseksual, ada suatu fase di mana anak mulai menyadari adanya perbedaan jenis kelamin, ketertarikan pada lawan jenis mulai muncul. Pada fase ini anak sering meniru cara orangtua berjenis kelamin sama dengannya, misalnya dalam berpakaian dan tingkah laku. Masa-masa ini anak belajar menolak, belajar suka, dan mencari pengalaman untuk masa dewasanya. “Perhatikan dan awasi anak Ibu dan Bapak. Yang sangat penting adalah tidak boleh ada hubungan fisik antara lawan jenis,” pesan Chintya.

Testimoni: Ibu Maya “Ternyata masa perkembangan anak itu harus dijalani sebaik mungkin, sehingga anak tidak salah kaprah. Dengan tema seperti ini, masalah dan segala pertanyaan tentang hal tersebut terjawab sudah.” Ibu Sri Kuntari “Sebagai nenek, acara seperti ini bisa memotivasi orangtua yang hadir. Kami jadi tahu cara mendidik anak dengan benar. Saya berharap acara seperti ini diselenggarakan secara rutin, karena orangtua muda harus mengerti bahwa mendidik anak kini beda dengan waktu saya mendidik mereka dulu.”


Nyamuk pergi, tidur pun lelap.. Lindungi si kecil dan orang-orang yang kita sayangi dari demam berdarah. Caranya?

Langkah-langkah kecil

berlarian ke sana kemari, tak lupa suara riuh tawa anak-anak yang memakai beragam pakaian daerah. Ada yang memakai pakaian adat Sumatra Barat, Bali, Betawi dan lainnya. Keriuhan juga kian menyeruak ketika aneka lomba diadakan, seperti lomba fashion show, baca puisi, serta bazaar. Itulah suasana yang terpancar saat perayaan Hari Kartini di Taman Kanak-kanak Yasporbi I, Tebet, Jakarta, Sabtu (1/5) lalu. Tak kalah menarik, di sela acara tersebut, ada pula seminar ringan dari Baygon Mat Elektrik. Seminar ini merupakan program roadshow Baygon Mat Elektrik terkemuka dengan bertema: ’Lindungi Keluarga Tercinta dari Nyamuk Demam Berdarah’. Acara ini menghadirkan pembicara Dr. Sri Nurhayati dari Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta.

Waspadai Gejalanya Dalam pemaparannya, Dr. Sri Nurhayati membagi kiat buat para orangtua bagaimana mengamankan anak dari penyakit demam berdarah. Demam berdarah dengue (Dengue Hemorrhagik Fever/DHF) adalah penyakit akibat infeksi virus dengue tipe 1-4. Penularannya lewat gigitan nyamuk Aedes aegypti betina (dominan) dan beberapa spesies Aedes lainnya. ”Di Indonesia keempat tipe virus dengue ditemukan, dan yang dihubungkan dengan gejala DHF yang parah adalah tipe tiga,” jelas Dr. Sri Nurhayati. Gejala akibat infeksi virus dengue biasanya muncul setelah masa inkubasi 3-8 hari. Jika sistem

pertahanan tubuh kuat, gejala yang tampak bisa ringan atau bahkan tak ada sama sekali. Bila sebaliknya, bisa timbul kondisi, seperti demam tinggi mendadak >38° C, 2-7 hari dan demam tak dapat teratasi dengan penurun panas biasa. Ada pula gejala mual, muntah, nafsu makan berkurang, nyeri sendi dan otot (pegal), pusing disertai nyeri atau rasa panas di belakang bola mata, wajah kemerahan dan sulit buang air besar atau diare. Nah, jika beberapa gejala di atas ditemukan, secara medis orang itu didiagnosis menderita DHF.

Yuk, Mencegahnya! Dalam seminar ini, Dr. Sri Nurhayati juga memberi tips mengendalikan gangguan demam berdarah. Misalnya, dengan menggunakan kawat nyamuk atau kelambu, memastikan lingkungan sekitar dalam keadaan bersih, dan memberantas tempat berkembang biak jentik nyamuk dengan 3M plus. Apa itu 3M plus? Yakni Menguras atau menyikat bak mandi/ drum seminggu sekali dan sering mengganti air di vas bunga, tempat minum burung. Menutup rapat semua tempat penampungan air. Mengubur barang bekas seperti kaleng, ban, dan botol yang sudah tak terpakai. Plusnya adalah Menggunakan Anti Nyamuk Pencegah Demam Berdarah.

Ibu Indah (Tebet): "Apakah Zat yg terkandung di dlm baygon Mat elektrik berbahaya untuk kesehatan anak?" Dr.Sri Nurhayati menjawab : "Formulasi anti nyamuk elektrik telah melalui uji kelayakan instansi terkait di kementrian kesehatan dan kementrian pertanian , pada intinya zat yg terkandung memang di takar untuk membunuh nyamuk namun tdk berbahaya untuk manusia selama penggunaannya sesuai petunjuk pada label"

Tak ada kata terlambat buat mencegah dan memberi yang terbaik untuk keluarga. Untuk mengingatkan pentingnya upaya pencegahan, roadshow pun tak hanya dilakukan di TK Yasporbi. Rencananya, seminar Baygon Mat Anti Nyamuk ini juga akan digelar di SD Tadika Puri Pamulang dan SD Al Azhar Kemang yang bertempat di Taman Mini Indonesia.

Keunggulan Baygon Mat Elektrik Dengan formula mengandung transflutrin, 3x Lebih Efektif melumpuhkan nyamuk dalam 10 menit pertama* (berdasarkan hasil uji lab UKPHP IPB) Dilengkapi alat pemanas yang tahan lama dengan daya kerja yang konsisten. Wangi tak menyengat. Tersedia dalam 3 varian: Reguler (wangi bunga), Lavender, dan Baygon Mat Demam Berdarah dengan wangi sangat lembut. Nyaman dan praktis, cukup sekali pasang. Baygon Mat mampu melindungi keluarga semalaman.

* dibandingkan merek lain

*Melumpuhkan dalam 10 menit pertama (berdasarkan hasil uji lab. UKPHP IPB)

Tumbuh Kembang . Juni 2010

85


peristiwa

Mama, Aku Sudah Besar Mengapa perilaku remaja

menjadi lebih menyulitkan buat orangtua? Salah satu jawabannya adalah karena orangtua kerap masih merasa buah hatinya itu masih anak kecil. Akibatnya, perlakuan terhadap anak pun tidak mengalami perubahan. Padahal secara fisik dan emosi, anak sudah berubah. Tak salah bila Jam’iyyah SDI Al Azhar 13 Rawamangun bekerja sama dengan Yayasan Kita dan Buah Hati menggelar seminar pubertas bertema ’Mama, Aku Sudah Besar!’ di Aula Masjid YAPI Al Azhar Rawamangun, Sabtu (17/4). Tampil sebagai narasumber adalah Astri Ivo.

2000

untuk Berjuta Harapan Dibanding penyakit diabetes, jantung dan stroke,

thalassemia memang kalah populer. Namun penderitaan anak dengan thalassemia mayor, tak kalah dahsyatnya dibanding ketiga penyakit tersebut. Anak dengan thalassemia sering merasa kelelahan, sering mengalami perubahan suasana hati, sakit kepala, dan jantung berdebar-debar karena harus bekerja keras memompa darah dan mensuplai oksigen lebih banyak.

Itulah yang terungkap dalam acara ‘Program Social Responsibility Prodia, 2000 untuk Berjuta Harapan’, Kamis (29/4). Acara ini merupakan hasil kerjasama antara Laboratorium Klinik Prodia, Jakarta dan Yayasan Thalassaemia Indonesia. Hadir sebagai pembicara DR. dr. Pustika Amalia Wahidiyat, ApA(K), dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM, Dra. Ampi Retnowardani, M.Si selaku Marketing Communication Manager Prodia, Charles Bonar Sirait sebagai ketua relawan thalassemia Indonesia, dan lainnya. ”Penyakit ini disebabkan adanya kelainan pada gen globin alfa dan beta sehingga produksinya berkurang sampai menjadi nol,” jelas Pustika.

Tema diangkat seolah-olah ingin menyadarkan orangtua bahwa putra-putri mereka bukan anak kecil lagi. Mereka sangat membutuhkan bimbingan orangtua ketika mengalami menstruasi bagi putri, mimpi basah bagi putra, serta informasii yang masuk baik melalui tayangan media televisi, internet , HP maupun dari lingkungan rumah atau sekolah.

Berjuta Bintang Tugas guru adalah mengajar. Itu benar. Namun di Sekolah Alam Indonesia, guru pun ternyata pandai menciptakan lagu. Tak heran bila muncul album hasil kreasi mereka. ” Syair dalam album ini merupakan pengalaman batin para guru ketika mereka mendedikasikan dirinya di lingkungan Sekolah Alam Indonesia,” ujar Pepen Supendi, Kepala Sekolah Alam Indonesia saat peluncuran album bertajuk ’Berjuta Bintang’, di Gedung Yamaha, Jakarta, Rabu (12/5). Selain dinyanyikan oleh siswa-siswi Sekolah Alam Indonesia (SAI Green Voives), album ini juga menampilkan Fadli Padi, Roni Waluya, Netta KD, dan Inne Febriyanti. ”Album ini salah satu album anak terbaik yang ada di Indonesia. Musiknya juga lebih beragam. Ada nuansa jazz, rock, marawis, pop dan lainnya,” jelas Fadli.

86

Juni 2010 . Tumbuh Kembang

Liburan Nonton Sirkus Liburan nanti enaknya melakukan aktivitas apa ya? Jangan bingung Bu, Pak. Untuk mengisi liburan sekolah dan menyemarakkan HUT Jakarta yang ke 483, akan ada hajatan besar berupa ’Indonesia International Circus Festival’. Acara yang akan digelar area Parkir Timur Senayan berlangsung selama 10 hari (2-11 Juli). Meski namanya festival, acara ini bukan ajang kompetisi lho. Namun untuk menampilkan beragam atraksi sirkus dan seni dari dalam dan luar negeri. Menurut Muhammad Hananto, koseptor festival sekaligus Direktur PT Nant Adi Pariwara, acara tersebut merupakan festival sirkus pertama dan terbesar di Indonesia. Ada kelompok sirkus ternama di dunia. Seperti Cisque Le Masque (Amerika Serikat), The Shanghai Circus (Cina) dan kelompok Cyclon Circus (Eropa). Selain mereka, ada pula sirkus lokal, pertunjukan capoeira, wushu, barongsai, serta grup-grup band terkemuka. ”Semuanya kami hadirkan agar kebutuhan masyarakat akan hiburan berkualitas terpenuhi,” ujar Hananto.


Bijak Berkata

peristiwa

Santun Berperilaku Game asyik untuk dimainkan? Jawabannya sudah pasti ‘ya’. Namun buat LMPI School of Applied Education, aktivitas ini tak hanya mengasyikkan, juga menjadi sumber inspirasi untuk mengasah karakter anak. Bertempat di gedung LMPI Utan Kayu Jakarta Timur, Minggu (2/5), lembaga pendidikan ini mengadakan kegiatan ‘Edu Ekspo’. Mengusung ’Bijak Berkata Santun Berprilaku’, kegiatan ini mengeksplorasikan beberapa game inspiratif. Antara lain: Cari bandera sembunyi, Papapan air berjalan, Take the word Out, kumpul-kumpul air, kejutan balon udara, sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit dan jalan misterius. Sementara anak bermain, para orangtua serius mendengarkan sarasehan di tempat yang sama. Dan di akhir kegiatan, anak-anak ini diajak melakukan refleksi dari makna setiap game yang telah dimainkannya.

Kiwi, Kaya

Vitamin C Apakah Anda suka buah kiwi? Tentunya. Buah berbentuk oval dengan kulit cokelat berbulu ternyata kaya vitamin C, bahkan lebih tinggi dibanding jeruk. Selain vitamin C, buah kiwi terbukti memiliki kandungan antioksidan untuk mencegah kerusakan sel akibat proses oksidasi. Mikronutrien dan vitamin E pun dimiliki kiwi dan lebih unggul dibandingkan mangga, pepaya dan buah lainnya. Hal tersebut diungkap Zespri Health Science Research dalam Media Workshop di Birdcage Café, Selasa (18/5). “Vitamin C berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh dan berfungsi sebagai antioksidan,” jelas ahli gizi Dr. Fiastuti Witjaksono, MS. Sp. GK . Di balik keunggulan kiwi, Zespri Internasional -- sang produsen New Zealand -- juga berkomitmen untuk terus memberikan yang terbaik melalui penyediaan buah kiwi yang berstandar tinggi, baik rasa maupun ukuran.

Dari Kiri ke Kanan. Noppi Surjatmo (Bussiness manager), Erwin Octavia (Bisnis Coordinator) dan Ady Poerwoko (National Sales Manager) PT. Biomed dan dr. Soeklola dalam Media Gathering A-Z Appeton Junior di Fish Market Minneapolis Plaza Indonesia.

Prihatin Tontonan Anak

TV memang punya dua sisi: positif dan negatif. Namun kenyataannya, TV seringkali justru berdampak negatif buat anak. Lihat saja tayangan anak yang kian hari dijejali oleh muatan yang tidak sesuai dengan usia mereka? Keprihatinan inilah yang mendorong Fakultas Ilmu dan Budaya Universitas Indonesia, menyelenggarakan ‘Seminar Nasional Tontonan Anak Indonesia’, Selasa (11/5). Seminar ini menghadirkan pembicara, seperti Ishadi SK (Komisaris Utama Trans Corp), Sapardi Djoko Damono (budayawan), Arswendo Atmowiloto (budayawan), Ade Armando (Ketua KPI), dan Veven Sp. Wardhana (pengamat media). “Anakmu bukan anakmu, anakmu adalah anak masa depan,” ujar Sapardi menginterprestasikan seorang anak. Dan, di tengah gempuran ‘tontonan anak’ yang bukan buat anak, tugas orangtua lah yang akhirnya sangat penting untuk memilih tontonan yang layak untuk sang buah hati.

Tumbuh Kembang . Juni 2010

87


peristiwa Kisah dan Pembentukan

Karakter Anak Pernah

menceritakan kisah tertentu pada si kecil Bu? Berbahagialah. Ternyata aktivitas ini sangat banyak manfaatnya. Lewat cerita yang kita tuturkan, imajinasi anak akan tumbuh sekaligus akan membangun karakter anak. Anak jadi lebih mengenal etika, mengenal baik dan buruk. “Kisah itu sebenarnya story of life. Sehingga bisa dijadikan ajang pembelajaran akhlak pada anak,” ujar Bunda Neno Warisman, pada seminar bertema ‘Fungsi Kisah Dalam Pembentukan Karakter Anak’, di TK Islam Mitra Amanah Alhamid Cilangkap-Depok, Sabtu (17/4). Neno menambahkan, banyak cara agar penyampaian kisah tersebut lebih mengena di hati anak. Bisa dengan ekspresi muka yang sesuai dengan alur cerita, suara dan intonasi yang pas, atau mengajak anak lebih Interaktif. Yakni memintanya memerankan tokoh cerita atau menebak alur cerita.

Mengaktifkan Otak Tengah Ternyat mudah untuk mengetahui bakat dan potensi anak. Setidaknya ini menurut MAP Quasar Talenta. Setelah sukses melakukan aktivasi otak tengah terhadap 30 anak (1-2 Mei), pada 15-16 Mei lembaga iyang dipimpin oleh Bagus Irmansyah dan Irawati Bagus kembali melakukan aktivasi otak terhadap 15 anak berusia 5-16 tahun, bertempat di Hotel Ambhara Jakarta. Dengan analisa sidik jari, dapat diketahui mana kecerdasan yang lebih dominan pada anak, dominasi penggunaan otak kanan dan kiri serta metode pembelajaran yang cocok bagi anak. Setelah diambil sampel sidik jari lalu dilakukan pula pelatihan untuk menggunakan otak tengah (mid brain) dengan metode Mesencepalon Activation Program. Dengan mengaktifkan otak tengah, diharapkan akan membuat anak lebih cerdas.

Masak Sehat dan Mudah dengan Phillips Banyak orang yang tahu tentang pentingnya makanan yang sehat. Namun belum mereka juga tahu tahu cara masak yang benar. Akibatnya, makanan yang dikonsumsi pun belum tentu menjadi makanan yang sehat. Makanan sehat merupakan hasil perpaduan sempurna dari bahan makan yang sehat, cara memasak yang sehat, serta alat masak yang sehat. Bertempat di Healthy Choice, Kemang, Jakarta, Sabtu (22/5) Chef Hiang Marahimin berhasil memadukan ketiga poin tersebut secara bersamaan. “Memasak makanan yang sehat itu tidak sulit. Setiap orang, bahkan mereka yang sangat sibuk pun, masih tetap dapat menyiapkan makanan sehat,” ujar Hiang. Peralatan memasak dari Phillips, misalnya, selain membantu menyiapkan makanan sehat yang praktis, juga punya kualitas bahan yang memenuhi standar internasional.


Sidik Jari Cerdas ala Frisian Flag Tak hanya peduli pada kuaitas susu, Frisian Flag 123 & 456 juga peduli pada bakat anak. Bertempat di Balai Kartini, Kamis (27/5), produsen susu ini mengajak orangtua untuk mengetahui potensi bakat, karakter dan gaya belajar anak lewat analisa sidik jari. Analisa sidik jari merupakan sebuah metode pengukuran dengan pemindaian (scanning) sidik jari untuk mengetahui gaya bekerja otak yang paling dominan dalam kaitannya dengan potensi, bakat, motivasi, karakter dan gaya belajar anak. “Tiga faktor yang mempengarui tumbuh kembang yaitu genetik, stimulasi dan nutrisi. Selain itu tiga aspek lainnya adalah kepribadian, kecerdasan, dan bakat,” jelas Dr. Dwi Putro Widodo, SpA(K), pada acara tersebut. Tak han ya di Jakarta, bulan Mei-Juli 2010 diadakan pula kota-kota besar lain, seperti Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan lainnya. “Hanya dengan membeli produk Susu Pertumbuhan Frisian Flag 123 & 456 mulai dari Rp 150.000, orangtua bisa mengajak buah hatinya mengikuti tes analisa sidik jari,” jelas Davy Johan selaku Marketing Manager Frisian Flag Indonesia.

“Ber-Piala Dunia

Bersama McDonald’s” Setelah nonton aksi para pesepak bola dunia di ajang Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan mendatang, pasti lapar kan? Atau sambil nonton lesatan si kulit bundar sambil menyesap lembut dan dinginnya es krim? Ha-ha McDonald’s punya solusinya. Sebagai sponsor resmi Piala Dunia sejak 1994, resto makanan cepat saji ini siap menemani semua penonton sepak bola di seluruh dunia dengan aneka sajian khasnya. Aneka pilihan menunya yang pastinya sudah dikenal akrab akan ikut menyemarakkan tontonan piala dunia 2010. Selain itu, ada yang baru lo di resto Amerika ini. “Sebagai tanda ikut memeriahkan event ini dengan menghadirkan pilihan makanan yang disesuaikan dengan tema piala dunia. Dukungan terhadap piala dunia dan sepakbola merupakan bentuk komitmen kami untuk mendukung balanced active lifestyle. Suatu gaya hidup seimbang yang penuh vitalitas,” ujar Dian Supolo, Marketing Communication Director Rekso Nasional Food, panjang lebar. Tapi, apa itu menu barunya? CheeseStrike dan Sundae Greenfield! CheeseStrike adalah burger hangat berlapis keju yang kaya kalsium. Sundae Greenfield yang berupa es krim vanilla dengan sirup kiwi segar ditambah potongan kiwi dan nata de coco. Hmmm........slurup dan Goooolllll..........

peristiwa

ACT Now: Kontrol Asmamu, Sekarang!

Mengidap asma sangat merepotkan bagi penderitanya. Penyakit kesulitan bernapas yang ternyata diidap oleh 200 juta orang di dunia, ini membuat hidup pengidapnya kehilangan gairah. Tidak begitu mematikan sih, memang tapi sangat memengaruhi kualitas hidup. Karena itu, asma harus dikontrol. Apalagi tujuannya kalau bukan agar penderita bisa hidup sama normalnya dengan yang bebas asma. Nah, tanggal 9 Mei 2010 lalu, pas di Hari Minggu Dewan Asma Indonesia bekerjasama dengan Yayasan Asma Indonesia dan GlaxoSmithKline menggelar senam asma bersama. Plus pemecahan rekor MURI pengisian Asthma Control Test atau ACT. Kegiatan yang digelar sekaligus merayakan Hari Asma Dunia ini dihadiri oleh ribuan orang. Tak melulu penderita asma lo tapi juga yang berpotensi menderita asma. ACT adalah sebuah form isian yang berisi lima pertanyaan. ACT berguna untuk mengontrol seberapa parah asma yang diderita seseorang dengan mengisi setiap pertanyaan. Dari sana akan diperoleh skor status asma seseorang. Status asma seseorang akan menentukan cara pengobatan dan penyembuhan asma. Ayo, kontrol asmamu sekarang

Tumbuh Kembang . Juni 2010

89


Ayo

Pilih Mana Favorit Ibu dan Bapak

1

2

Angelo Benhanan Abinaya F. Klaten, 14 April 2006 Orangtua : Th. Ida Purnawati & Nico Fuun Jl. Perak Ngingas, Klaten, Jawa Tengah

AZKIYA CINTARI MA CAHYANI

Jakarta, 26 Ma ret 2008 Orangtua: Siti Ru kmawati & M.Yan Ariansya h Dj Jl. Pramuka Bhak ti, Utan Kayu Utara, JakTim

3

4

Joellianne Gabrielle Basuki

KAYLA MARITZA RINALDY

Jakarta 29 Mei 2007

13 September 2007 Orangtua: Raden Satria Rinaldy & Vidrie Riscky Meidiani Komp. BDN Blok c, Sawangan Depok

Peraih SMS terbanyaK Aksi Si Kecil edisi 27 1. Nurfajriani Rizkia Mahadewi ----------71% 2. Alisha Kamilah Nikmah --21%

5

6

Kiera Shoesmith

Sukabumi, 26-02-2007 Orangtua: Euis Nurlaelawati/ Geoffrey Shoesmith Jl Selabintana Karawang Dalam, Sukabumi 43151

3. Raphael Situmorang -----8%

KINNARA NA

JMI ALLYSA

tyas 2 tahun tria Ayuning Orangtu: Fi

8 7 M. Albion Rifkysan (Abi) 19 bln Orangtua : Achmad Rifky & Junita

90

?

Marwah Khumaira Firmansyah

20 bulan Orangtua : Iman Firmansyah & Tian Lustiana Jl. Cikaso Selatan, Gg.Bahagia Dalam, Bandung 40121

Juni 2010 . Tumbuh Kembang

9 Nadine Zafira Albayita

Jakarta ,31 Maret 2009 Orangtua : Desy Masyita Jl. Nanas Gg. Flamboyan, Utara, Jakarta Timur 13120

10 Nakeisha A laika Kuniawan

Jakarta, 19 Mei Orangtua : Ba 2007 liyanto Wah yudi Kurniawan & Evyta Rahm a Dewi Taman Pulo Gebang, Jl. Gebang Mas , Cakung, Tim ur 13910


Tumbuh Kembang . Juni 2010

91


92

Juni 2010 . Tumbuh Kembang

TUKE  

parents guite

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you