Page 1

SAJIANUTAMA

TERDAKWA PEMBUNUH DANRU POL PP DIANCAM 10 TAHUN PENJARA MENTAWAINEWS

4

5

204 SISWA MISKIN DI MENTAWAI PEROLEH BANTUAN PENDIDIKAN

Tabloid Alternatif Dwimingguan

Puailiggoubat Untuk Kebangkitan Masyarakat Mentawai

18 15

-3 0

No .2 7 Se Tah p un 2

te X m I be r2 01 3

HARGA ECERAN RP 3000

KEPALA DINAS KESEHATAN MENTAWAI JADI TERSANGKA


Puailiggoubat NO. 272, 15 - 30 September 2013

Uggla Tak pei aiaili sangarura ararau’ akeknia, KM.Simatalu kineneiget amamumuk at kalulut tak arapasikeli ka teteret aikuddu ka sosoroat Muara Padang piga ngalaggo pak. Tai tupnia surat ibailiu kapak nenda tak raobak akek ipuabak—3 Kenanen aigalaiat nia tersangka, dokter Warta Siritoitet, Kepala Dinas Kesehatan Mentawai, tak pei arapenjara akek nia sai penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Sumatra Barat—4

Dari Redaksi

Dari Tersangka, Sidang, Huntap Hingga Kapal

P

enetapan Kepala Dinas Kesehatan Mentawai dokter Warta Siritoitet sebagai tersangka kasus korupsi menjelang jadwal terbitnya Puailiggoubat, cukup membuat redaksi bekerja keras mengejar informasinya. Meski pihak kepolisian masih tertutup membeberkan rincian kasusnya, kami masih bisa mendapatkan informasi dari dr Warta dan penasehat hukumnya, agar informasi ini bisa kami sajikan kepada pembaca. Hal lain yang tak luput dari pantauan kami, sidang kasus penganiayaan yang menyebabkan meninggalnya Komandan Regu Satuan Polisi Pamong Praja Mentawai Hanes Martinus di Pengadilan Negeri Padang. Kelanjutan proses Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana Mentawai juga kami perbaharui informasinya, agar

Siripot besikakenenda sai Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai tak rasilok KemenPAN—6 Lepaknia aisailuk sia Kepala BNPB pagalaiat tai maola nia pasilepakat RR Bencana Mentawai, iapei rakua ralepakakek pasigalaiat lalep sai BPBD Sumbar ka rura nene’—8 Paroman rakau masirop akek satogat sikolah simagebak bulek imariu-riu rapusikolah—18 Maigi peilek sia sitai agai masipakei kompor gas samba magilak sia kalulut iginia silabok kalulut gas siitcokra ka televisi—21 COVER DEPAN: 1 FOTO: PATRIS 1 DESAIN: SYAFRIL TABLOID ALTERNATIF DWIMINGGUAN

Puailiggoubat Terbit setiap tanggal 1 dan 15

ISSN: 1412-9140 PENERBIT: Yayasan Citra Mandiri PEMIMPIN UMUM: Roberta Sarogdok PEMIMPIN USAHA: Pinda Tangkas Simanjuntak PEMIMPIN REDAKSI: Yuafriza DEWAN REDAKSI: Roberta Sarogdog Rus Akbar Saleleubaja REDAKTUR: Rus Akbar Syafril Adriansyah Gerson Merari Saleleubaja WARTAWAN DAERAH: Bambang Sagurung (Sikabaluan) Rapot Pardomuan (Sipora) Irman Jhon (Tuapeijat) Rinto Robertus (Saibi) Ferdinan Salamanang (Sikakap) Horas Marohatta Tasilipet (Sikakap) Patrisius Sanene’ (Padang) Daud Siribere (Siberut Barat) Legend Satoinong (Siberut Selatan) Dominikus Sabulat (Siberut Barat Daya) DISTRIBUTOR DAERAH: Arsenius Samaloisa (Sioban) Vincensius Ndraha (Siberut Selatan) Bambang (Siberut Utara) Juanda (Siberut Barat) ALAMAT REDAKSI DAN USAHA: Jl. Kampung Nias 1 No. 21, Padang. Telp (0751) 7877373 - Fax. (0751) 35528 REKENING: Bank Nagari Cabang Pembantu Niaga, Padang No.2105.0210.0207-1 PENCETAK: Padang Graindo, Padang (Isi di luar Tanggung Jawab Percetakan) Wartawan Puailiggoubat selalu dilengkapi Kartu Pers dan (sesuai Kode Etik Jurnalistik) tidak dibenarkan menerima suap (‘amplop’) dari narasumber.

www.puailiggoubat.com

2

KEHILANGAN Telah hilang sebuah STNK kendaraan Supra X125 CC dengan nomor polisi BA 5490 AC atas nama Hoskilius S (PNS Kantor Camat Sipora Utara) di sekitar Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara pada Agustus 2013. Bagi yang menemukan mohon menghubungi pemilik dengan nomor HP 081339112029 atau diantar ke Dusun Mapaddegat, Desa Tuapejat Kecamatan Sipora Utara

masyarakat yang menjadi korban tsunami mengetahui setiap kerja yang dilakukan BNPB, BPBD Sumbar dan BPBD Mentawai, termasuk Sekber yang kini menangani soal penyelesaian RR ini. Terakhir terkait kondisi KM Simatalu milik Pemda Mentawai yang kini dibiarkan sandar di Pelabuhan Muaro Padang berbulan-bulan, menjadi liputan utama Puailiggoubat edisi ini. Tentu saja, pengadaan kapal penumpang yang menggunakan dana publik ini harus diawasi penggunaannya. Jangan sampai, proyek yang menghabiskan uang rakyat Rp1,5 miliar ini sia-sia karena tidak bisa digunakan. Redaksi


3

Puailiggoubat NO. 272, 15 - 30 September 2013

Belum setahun diresmikan, KM Simatalu kini mulai lapuk karena dibiarkan tertambat di Pelabuhan Muaro Padang berbulan-bulan. Tidak adanya dokumen lengkap membuat kapal ini tidak diperbolehkan berlayar.

Patrisius Sanene

M. Simatalu, demikian tulisan di lambung kapal yang sedang sandar di Pelabuhan Muaro Padang, Senin, 9 September lalu. Kapal penumpang berkapasitas 55 orang itu kondisinya mulai lapuk. Padahal baru 20 Desember 2012 lalu kapal ini diresmikan Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet. Kapal berbobot 55 Gross Tonnage (GT) ini, kondisi lambung kanan bagian depan sudah terkelupas sehingga tampak kayu papan penutup lambung bagian dalamnya. Sementara cat lantai kapal bagian samping kiri dan kanannya juga mulai terkelupas, beberapa terlihat mulai lapuk. Pintu keluar masuk penumpang juga sangat sempit, tak ada aktivitas anak buah kapal kapal saat Puailiggoubat melihat-lihat kapal tersebut, 9 september lalu. Kapal motor tersebut dibuat dengan biaya APBD Mentawai 2012. Dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Mentawai 2012, anggaran pengadaan kapal yang dibuat sebuah perusahaan di Tegal, Jawa Tengah ini, Rp1,6 miliar dengan realisasi anggaran Rp1,5 miliar. Kapal ini dibuat untuk melayani rute pantai barat Siberut yakni Sikabaluan-Simatalu, Sigapokna, Labuan Bajau Kecamatan Siberut Utara. Namun

K

USANG

KM Simatalu yang s-dah mulai usang tersandar di Pelabuhan Muaro, Padang FOTO:PATRIS/PUAILIGGOUBAT

KM. SIMATALU

USANG SEBELUM BERLAYAR kenyataannya, usai diresmikan, kapal ini lebih sering sandar di pelabuhan ketimbang jalan. Salah satu anak buah kapal yang tidak ingin disebut namanya, kepada Puailiggoubat saat ditemui di rumahnya di Padang mengatakan, lantai mulai lapuk akibat air yang merembes sehingga para kru kapal bergiliran piket tiap minggu memompa air yang masuk ke dalam kapal. Ia menambahkan, kapal tersebut seharusnya tidak bersandar di Muaro Padang tapi bersandar di Sikabaluan. Sementara itu dari informasi yang didapat dari salah satu anak buah kapal FOTO:PATRIS/PUAILIGGOUBAT

TERKELUPAS - Lambung KM Simatalu sudah mulai terkelupas padahal kapal tersebut belum setahun diresmikan

lainnya melalui telepon, kapal ini tidak berlayar karena Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai belum membayar uang tambat labuh di Pelabuhan Padang yang dihitung per hari sejak bersandar di Muaro Padang. “Setiap empat jam kami harus memompa air, karena kalau tidak dipompa airnya akan masuk bagian mesin, dan informasinya kapal tersebut rencana akan dibawa ke Sibolga lagi karena kondisinya sangat kecil jadi perlu diperbaharui lagi,” katanya. Kepala Syahbandar Pelabuhan Muaro Padang, Herizal mengatakan, hingga saat ini Dinas Perhubungan Mentawai belum menyerahkan dokumendokumen kapal ke pihak Syahbandar. “Kita saja belum menerima dokumen-dokumen seperti sertifikat KM. Simatalu, masa perpanjangan izin pelayaran saja kita tidak tahu apakah sudah berakhir atau tidak, dan kita tidak bisa mengeluarkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) sebelum ada dokumendokumennya, dan kita juga tidak bisa mengatakan layak berlayar atau tidak karena kalau memastikan layak tidaknya tentu harus mengecek dulu dari dokumennya,” katanya saat ditemui di kantornya di Pelabuhan Muaro Padang, 9 September. Menanggapi kondisi KM Simatalu ini, Puailiggoubat meminta konfirmasi Dinas Perhubungan Mentawai selaku operator. Namun Kepala Dinas Perhubungan Mentawai, Tarcisius

Sakeru, tidak bisa dihubungi melalui telepon genggamnya. Demikian juga dengan pesan singkat yang dikirimkan tidak dibalas. Namun dalam wawancara dengan Puailiggoubat 10 Mei 2013, Tarcisius mengatakan, “KM. Simatalu tidak berlayar bukan karena tidak layak pakai, namun karena anggaran untuk perpanjangan sertifikat, anggaran jasa tambat labuh dihapus dalam APBD 2013, padahal di tingkat DPRD dan bupati, kita sudah sepakat dalam pengajuan ini, namun tidak tahu kenapa tidak tercantum dalam APBD,” katanya. Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai, Hendri Dori Satoko, mengatakan, sebagai legislator, DPRD hanya menganggarkan saja, “Kita di DPRD hanya menganggarkan pengadaan kapal itu, selanjutnya pengelolaan dilakukan Dinas Perhubungan, terkait tidak jalannya KM. Simatalu memang karena tidak anggaran pembuatan sertifikat, nah memang saat kita cek anggaran tersebut tidak masuk dalam anggaran 2013, namun upaya kita tetap mendorong bagaimana kapal ini berjalan,” katanya, Rabu 11 September. Dalam APBD Mentawai 2013, memang hanya tercantum anggaran pemeliharaan dan operasional KM Simatalu senilai Rp330 juta. Selain itu ada juga anggaran kegiatan uji layak sarana transportasi guna keselamatan penumpang senilai Rp230,3 juta Namun tidak jelas rincian kegiatan uji layak ini untuk kapal apa saja.

Selain KM Simatalu, APBD 2013 juga menganggarkan biaya pemeliharaan dan operasional kapal penumpang milik Pemda lainnya seperti KM Beriloga Rp487,9 juta, KLM Nade Rp339,9 juta, KM Simasin Rp392,9. Kapal-kapal yang dimiliki Pemda Mentawai ini memang umumnya berfungsi sebagai kapal penghubung antar pulau seperti Simatalu, Nade dan Simasin. Sementara Beriloga melayani rute Padang Mentawai. Namun kapal Pemda yang beroperasi kini hanya KLM Nade. Pengadaan KM Simatalu ini sebetulnya untuk memperlancar transportasi di Siberut Barat ke Siberut Utara. Seperti yang pernah diutarakan Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet saat peresmian KM Simatalu, “Dengan kapal ini masyarakat di pantai barat Siberut akan bisa ke Sikabaluan tanpa harus menunggu boat dan berebutan,” katanya. Namun kini, kapal yang usianya saja belum setahun ini hanya tertambat di Padang. Jika makin lama dibiarkan tanpa dioperasikan dan dirawat, tentu akan lapuk digerus air laut dan cuaca. Padahal masyarakat sangat membutuhkan kapal ini. Seperti saat tahun ajaran baru lalu, pelajar dari daerah Siberut Barat yang akan bersekolah ke Sikabaluan kesulitan mendapatkan boat (perahu mesin). Boat memang satusatunya akses dari Siberut Barat menuju Sikabaluan. (o)


Puailiggoubat NO. 272, 15 - 30 September 2013

Jembatan dan Penahan Abrasi Dibangun di Saibi SAIBI - Dua jembatan dan talud penahan abrasi akan dibangun di Desa Saibisamukop, Kecamatan Siberut Tengah, Kabupaten Mentawai, tahun ini. Proyek ini anggarannya sudah ada dalam APBD 2013. Demikian dikatakan Ketua DPRD Mentawai Hendri Dori Satoko, kepada Puailiggoubat saat berkunjung ke Dusun Simabolak, Selasa 10 September lalu. Dua jembatan yang akan dibangun tersebut merupakan penghubung Dusun Saibi dan Dusun Sibudda Oinan dan Dusun Sirisurak dengan Desa Saliguma. Sementara talud penahan abrasi dibangun di Dusun Masoggunei. “Dua jembatan itu dianggarkan senilai Rp7,8 miliar dan abrasi pantai senilai Rp3,7 miliar, anggarannya sudah kita sahkan di DPRD,” katanya. Namun Hendri tidak tahu kapan proyek akan dikerjakan. “Kapan dan bulan berapa dibangun tidak kita ketahui, yang jelasnya tahun ini kita sudah sahkan semua dan kalau prosesnya itu kan ditender dulu,” katanya. Menurut Hendri, pembangunan jembatan ini sangat penting sekali untuk memudahkan akses ke Saibi sebagai pusat kecamatan dan begitu juga sebaliknya. “Sementara jalan darat di daerah Sibudda Oinan dan Kaleak sudah dibangun lewat P2D Mandiri, meski kondisinya saat ini tak terawat dan rusak parah,” ujarnya. Sementara pembangunan talud penahan abrasi menurut Hendri, karena abrasi pantai di Dusun Masoggunei makin meluas, akibatnya luas pantai makin berkurang tiap tahun, warga dari berbagai kalangan juga di sekolah-sekolah sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mengantisipasi abrasi dengan cara menanam pohon pinus berkali-kali tapi hasilnya siasia karena dihempas gelombang. Penahan abrasi bisa mengatasi air laut masuk ke pemukiman warga yang mulai mendekati, kata Hendri. (rr/r)

Sanitasi Percontohan Dibangun di Sikabaluan SIKABALUAN - Kementerian Pekerjaan Umum melalui Dinas Pekerjaan Umum Mentawai kembali membangun sanitasi MCK tahun ini. Program ini akan menjadi percontohan, diantaranya di Sikabaluan Kecamatan Siberut Utara, Tuapeijat Kecamatan Sipora Utara, di Taileleu Kecamatan Siberut Barat Daya. Untuk di Kecamatan Siberut Utara, pembangunannya dikerjakan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Sikabaluan dengan anggaran Rp380 juta. “Pembangunannya dilakukan swadaya masyarakat, kita berharap nantinya bangunan ini bermanfaat dan dinikmati masyarakat,” kata Zulkisman ketua KSM Sikabaluan pada Puailiggoubat, Rabu, 11 September lalu. MCK percontohan di Sikabaluan dibangun di belakang kantor camat Siberut Utara, yang nantinya terdiri dari empat pintu untuk wanita dan empat pintu untuk laki-laki baik untuk WC maupun kamar mandi. (bs/r)

4

Diduga Terlibat Korupsi

Kepala Dinas Kesehatan Mentawai Jadi Tersangka FOTO:BAMBANG/PUAILIGGOUBAT

Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, dokter Warta Siritoitet, Kepala Dinas Kesehatan Mentawai, belum ditahan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Sumatra Barat.

JADI TERSANGKA Kepala Dinas Kesehatan Mentawai, dr Warta Siritoitet ditetapkan Polda Sumbar sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyalahgunaan anggaran pengadaan alat kesehatan (Alkes) tahun 2012.

Patrisius Sanene

K

epala Dinas Kesehatan Kabupaten Mentawai, dr. Warta Siritoitet ditetapkan

menjadi tersangka oleh Kepolisian Daerah Sumatra Barat, Rabu, 11 September lalu. Dia diduga terlibat dalam penyalahgunaan anggaran pengadaan alat kesehatan (Alkes) pada tahun 2012. Dokter Warta yang dikonfirmasi Puailiggoubat, membenarkan status tersangka itu. Ia telah diperiksa penyidik Polda selama 3 jam di ruang Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumbar, Kamis 12 September,. “Benar hari ini saya diperiksa, itu masalah alkes, dan saya sudah

ditetapkan tersangka oleh Polda,” katanya sesaat usai diperiksa penyidik. Dalam proses penyidikan tersebut, dr. Warta didampingi penasehat hukum Yuliwan Rajo Ameh. “Terkait proses sudah ada penasehat hukum saya,” katanya. Kepada Puailiggoubat, Yuliwan membenarkan kasus yang kini tengah dihadapi dokter Warta. “Untuk saat ini klien saya sudah ditetapkan

sebagai tersangka, dan saya sebagai pengacaranya yang ditunjuk tentu akan mengikuti prosesnya dan mendampingi klien saya tersebut,” katanya. Namun Yuliwan tidak mau membeberkan materi pertanyaan yang diajukan penyidik saat pemeriksaan begitu pula soal detail kasusnya termasuk kerugian negara. “Kalau materi, berapa nominal kerugian

Negara, itu bukan wewenang saya, itu boleh ditanya ke penyidiknya,” kata Yuliwan. Sementara itu penyidik kasus ini bungkam saat ditanyai Puailiggoubat beberapa saat usai pemeriksaan di Ditreskrim Polda Sumbar, Kamis sore. Puailiggoubat yang menunggui jalannya pemeriksaan di depan ruang penyidik sejak pukul 14.00 WIB hingga 16.30 WIB, terkecoh karena ternyata dr. Warta telah keluar ruangan melalui pintu lain. Seorang penyidik yang tidak mau dike-tahui namanya menolak membeberkan kasus ini. “Maaf saya tidak bisa memberi keterangan,” katanya singkat. Kasus yang kini membelit dokter Warta memang masih belum terang benderang. Namun jika mendengar pengakuannya soal pengadaan alat kesehatan, dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Bupati Yudas Sabaggalet dan Wakil Bupati Rijel Samaloisa, tahun 2012, pengadaan alat kesehatan tersebut dianggarkan Rp2,8 miliar dengan realisasi Rp2,4 miliar. Dalam laporan itu dituliskan hasil kegiatan berupa alat kesehatan dengan hasil yang dicapainya untuk meningkatkan hasil pelayanan kesehatan (trs)

KMP Gambolo Naik Dock

Pembangunan Puskesmas Relokasi Dilanjutkan

PADANG - Jadwal kapal milik Angkutan Sungai dan Danau (ASPD) cabang Padang berganti sementara karena satu dari dua armada yang melayani jalur PadangMentawai sedang menjalani masa perawatan (docking) selama kurang lebih tiga minggu yang dimulai sejak Rabu, 3 September 2013. “Direncanakan masa perawatannya selama kurang lebih tiga minggu, tentu dengan menjalani masa perawatan ini kapal kita yang biasanya melayani dua kali dalam seminggu akan menjadi sekali seminggu dan kemungkinan setelah itu giliran KMP. Ambu-ambu lagi yang akan menjalani perawatan,” kata Ospar Silaban, Manajer Umum PT. ASDP Indonesia Cabang Padang di jalan Perintis Kemerdekaan, Selasa 3 September lalu.

SIKABALUAN - Puskesmas relokasi yang tidak rampung dibangun tahun 2012 lalu oleh CV. Mentawai Pembangunan dengan anggaran Rp1,3 miliar kini kembali dilanjutkan pembangunannya oleh CV. Saibi Jaya. Brondon, pelaksana kegiatan di lapangan kepada Puailiggoubat mengatakan, pihaknya optimis akan merampungkan pembangunan puskesmas relokasi tersebut pada tahun ini. “Pekerjaan tidak seberapa lagi, sekarang sedang dalam tahap pemasangan lantai keramik, loteng dan pengecatan dinding,” katanya Sabtu, 7 September lalu. Kelanjutan pembangunan puskesmas relokasi ini dianggarkan dalam APBD Mentawai 2013 sebesar Rp1,050 miliar. Berdasarkan pantuan Puailiggoubat, di lapangan terlihat beberapa bagian atap belum memiliki seng, dan pekerja ada yang memasang lantai keramik, pengecetan dinding, pemasangan loteng dan penimbunan halaman Puskesmas. Ketika ditanya terkait dengan plang pembangunan, Brondon mengatakan plang proyek masih dalam tahap pencetakan di Padang. (bs/r)

Jadwal rutin KMP Gambolo ini akan digantikan oleh KMP. Ambuambu. Berdasarkan surat edaran yang dikeluarkan oleh ASDP Padang Nomor 08/UM.006/ASDPPDG/2013, jadwal pengoperasian KMP. Ambu-ambu selama KMP. Gambolo menjalani docking tahunan yakni pada Minggu berangkat dari Padang menuju Tuapeijat pukul 20.00 WIB, Selasa berangkat dari Padang menuju Sikakap pada pukul 17.00 WIB. Sedangkan Kamis berangkat menuju Siberut Selatan yang langsung transit Sikabaluan lalu dari Sikabaluan pada hari yang sama bertolak kembali ke Siberut Selatan pada malamnya pukul 21.00 WIB, dari Siberut Selatan langsung berangkat menuju Padang. (trs)


5 Puailiggoubat

MENTAWAINEWS

NO. 271, 1 - 14 September 2013

Terdakwa menuduh Sat Pol PP Mentawai telah merusak odong-odong miliknya yang ditertibkan

Patrisius Sanene

endrizal (35) warga Dusun Boleleu, Desa Sidomakmur, Kecamatan Sipora Utara, didakwa telah menganiaya hingga menyebabkan kematian Komandan Regu satuan Polisi Pamong Praja kabupaten Mentawai, Hanes Martinus Samangilailai, di Tuapeijat, 26 Juni lalu. Pria ini diancam hukuman penjara 10 tahun. Sidang perdana pembacaan dakwaan Hendrizal ini dilakukan Senin, 2 September lalu di Pengadilan Negeri Padang. Jaksa Penuntut Melia Trisna dan Elan mendakwa Hendrizal dengan pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan selama 7 tahun penjara dan subsidair pasal 354 ayat 2 KUHP selama 10 tahun penjara. Melia Trisna yang membacakan dakwaan selama 20 menit tersebut menceritakan kronologis peristiwa hingga korban meninggal dunia di rumah sakit. Kejadian ini berawal Minggu 16 Juni lalu, sekitar pukul 19.00 WIB. Terdakwa menerima telepon dari temannya bernama Zul, bahwa usaha odong-odongnya (kereta mainan) yang terletak di Dermaga Tuapeijat Kilometer 0 dibongkar Sat Pol PP Mentawai. “Terdakwa pada saat itu menyampaikan kepada Zul agar Sat Pol PP tidak membongkar dulu melainkan terdakwa akan membongkarnya sendiri,” kata Melia. Lalu kata Melia, pada pukul 21.00 WIB terdakwa datang bersama istrinya Yeni Darmawan hendak membongkar odong-odong tersebut. Namun sesampainya di lokasi ternyata odongodongnya telah dibongkar petugas Sat Pol PP. “Karena kecewa odong-odong telah dibongkar oleh petugas Sat Pol PP, terdakwa menemui Zul untuk menanyakan pembongkaran tersebut, dan Zul menerangkan bahwa dia telah mengingatkan kepada petugas tetapi petugas tetap melakukan pembongkaran,” baca Meli. Kemudian terdakwa berangkat ke rumah Ren Yani, Camat Sipora Utara untuk mempertanyakan hal tersebut, pada saat itu juga Ren langsung menghubungi Komandan Regu Hannes Martinus Samangilailai untuk mengkonfirmasi pembongkaran tersebut. Kemudian terdakwa, istri terdakwa beserta camat Sipora Utara berangkat menuju Dermaga Tuapeijat yang berada di Kilometer 0, sesampainya di sana ternyata Hannes Martinus sudah menunggu, selanjutnya terjadi pertengkaran mulut antara terdakwa

Sidang Pembunuhan Danru Sat Pol PP Mentawai

Terdakwa Diancam 10 Tahun Penjara

H

FOTO:PATRIS/PUAILIGGOUBAT

SIDANG PEMBUNUHAN - Hendrizal mendengarkan dakwaan dalam sidang di Pengadilan Negeri Padang dengan Hanes, karena tidak puas dengan pernyataan Hanes maka istri terdakwa ikut terlibat dalam pertengkaran mulut namun kemudian Hannes mengucapkan kata-kata kasar kepada Yeni, istri terdakwa. “Terdakwa yang mendengar hal itu menjadi sakit hati sehingga secara tibatiba terdakwa mengambil sepotong kayu yang ada didekatnya dan memukulkan kayu tersebut kepada Hanes sebanyak satu kali yang mengenai kepala Hanes pada bagian sebelah kanan,” kata Melia membacakan dakwaan. Akibat pukulan tersebut Hanes menjadi limbung, terhuyung dan kepalanya mengeluarkan darah, dan pada saat itu juga sejumlah warga yang berada di lokasi membawa Hanes RSUD Tuapeijat. “Kondisinya tak membaik sehingga korban dirujuk ke rumah sakit di Padang,” ujar Meli. Senin, 17 Juni Hanes langsung dirujuk ke RS. Yos Sudarso Padang, namun pada Rabu, 19 Juni pukul 03.55 WIB Hannes meninggal dunia akibat luka bera yang dideritanya di kepala. Sementara itu berdasarkan hasil visum et repertum RSUD Tuapeijat 17 Juni 2013 yang ditanda tangani dokter S. Bungaran Silaen, korban mengalami luka memar dan hematom (darah beku) di area frontalis (dahi) sebelah kanan dengan panjang daerah hematom tujuh centimeter dan lebar empat centimeter. Selain itu juga terdapat luka robek di dahi sebelah kanan dengan panjang 6 cm, lebar 1,5 cm kedalaman 1 cm, dengan kesimpulan hasil visum tersebut disebabkan trauma benda tumpul.

Sementara itu dari hasil visum et repertum RS. Yos Sudarso Padang 6 Juli 2013 yang ditanda tangani Dokter Yashinta dan Dokter Rika Susanti, korban mengalami luka terbuka yang sudah dijahit pada dahi kanan, patah tulang tertutup di dahi kanan, kelopak mata kiri dan kanan membengkak sehingga terhadap korban dilakukan pemasangan oksigen, infus dan tranfusi darah. Kemudian pemasangan penyangga leher, selang makanan dari mulut ke lambung, selang buang air kecil, juga dilakukan pemindaian otak dan kepala dengan hasil pendarahan selaput otak dan di dalam otak, kemudian juga dilakukan operasi pembukaan rongga kepala, dengan kondisi yang sangat kritis korban meninggal pada 19 Juni 2013. Usai pembacaan dakwaan, ketua majelis hakim Asmar dan anggota majelis Astriwati dan Syafrizal, memberikan waktu kepada pihak penasehat hukum terdakwa Desman Ramadhan, untuk mengajukan eksepsi. Namun penasehat hukum terdakwa tidak mengajukan eksepsi. “Kita mengikuti alur saja, dan tidak mengajukan eksepsi,” katanya. Pada sidang lanjutan, Selasa 10 Juni lalu, mengagendakan mendengar keterangan saksi. Ada tiga saksi yang dihadirkan jaksa pada sidang lanjutan tersebut yakni Ren Yani, Camat Sipora Utara, Marcelus Sabattilat, anggota Sat Pol PP Mentawai yang ikut penertiban saat itu, dan Esarlina Siritoitet, istri korban. Suasana sidang kedua ini, tampak banyak para pengunjung yang hadir di

ruang sidang yang didominasi keluarga korban, meski demikian sidang berjalan tertib dan lancar. Ketiga saksi yang dihadirkan tersebut, pertama kali dihadirkan adalah Marcelus Sabattilat, merupakan anggota Sat Pol PP Mentawai, pada saat kejadian ia bersama korban melakukan penertiban area lokasi pedagang yang berada di Dermaga Tuapeijat, Kilometer 0, Sipora Utara. Dalam persidangan Marcelus ditanyai sejauh pengetahuannya tentang pemukulan korban saat menertibkan para pedagang dalam rangka menyambut kedatangan Menkokesra ke Tuapeijat. “Saat itu saya tidak melihat langsung kejadian pemukulan, tapi saya mendengar ada suara pukulan yang tidak jauh dari saya, dan setelah saya melihat korban sudah tergeletak dengan kepala berdarah, masih sempat sadar, lalu pada saat itu juga sekitar empat orang kami bawa ke mobil kemudian menuju RSUD Tuapeijat,” jelas Marcelus. Sementara pelaku, kata Marcelus langsung pulang usai memukul korban. “Dia (Hendrizal) langsung pulang setelah memukul korban,” katanya. Penertiban area pedagang termasuk odong-odong milik Hendrizal tersebut menurut keterangan Marcelus, sudah diberitahukan kepada pedagang yang berjualan di daerah tersebut. “Satu hari sebelum penertiban sudah diberitahukan kepada semua pedagang, dan pedagang lain menerima imbauan itu,” kata Marcelus. “Dan pada saat itu terjadi percekcokan antara terdakwa dan

korban karena terdakwa tidak menerima pembongkaran atau pemindahan mainan tersebut, disitulah pemicu pemukulan,” kata Marcelus. Sementara itu saksi kedua yang dihadirkan Ren Yani, Camat Sipora Utara, yang langsung mengomandoi operasi penertiban tersebut. Ia mengatakan saat melakukan pemindahan barang milik terdakwa yang berupa kereta mainan atau odong-odong tersebut dilakukan dengan baik. “Pemindahan odong-odong itu dilakukan dengan baik, kita tata dengan rapi, tidak ada yang hancur dan sudah ada pemberitahuan kepada pedagang,” kata Ren Yani. Menurut Ren, pemindahan barang milik pedagang sudah dilakukan sejak Sabtu hingga Minggu. “Sedangkan pedagang lain menerima dan justru mereka membantu untuk melakukan pemindahan termasuk ada kepala dusun, kepala desa yang ikut memindahkan dan tidak ada yang rusak sama sekali,” ujarnya. Sementara Ren Yani menyinggung legalitas penggunaan area pelabuhan oleh para pedagang tersebut secara administrasi karena tidak ada izin dari pemerintah untuk berdagang. ”Area di situ wilayah Syahbandar, dari pemerintah sendiri izin untuk berdagang tidak ada sebenarnya, namun karena pihak Syahbandar memiliki rasa sosial akhirnya diizinkan untuk berdagang,” kata Ren. Diceritakan Ren Yani, saat peristiwa pemukulan di lokasi, terdakwa menuduh Sat Pol PP merusak odong-odong miliknya saat pemindahan dilakukan. “Padahal tidak ada yang hancur,” kata Ren. Kemudian terjadi pertengkaran mulut antara terdakwa termasuk istri terdakwa dengan korban dan Ren berusaha untuk menenangkan untuk tidak dibahas lagi dan ia bermaksud memindahkan barang ke tempat yang diinginkan. “Pada waktu itu kita sudah berusaha menenangkan tapi istri dari terdakwa tetap memancing suasana tidak kondusif, dan bersikap tidak bagus terus kita tenangkan pada saat itu,” kata Ren Yani. Sementara saksi terakhir yang dihadirkan yakni Esarlina Siritoitet. Ia dihadirkan untuk dimintai keterangan terkait informasi kejadian pemukulan yang menimpa suaminya dan saat persidangan dengan wajah tampak lesu istri korban mengaku tidak mengetahui persis kejadian itu. (trs/r)


MENTAWAINEWS Kebutuhan pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai tidak diakomodir KemenPAN

Rapot Pardomuan Simanjuntak

Puailiggoubat

adan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kepulauan Mentawai membuka pendaf-

taran Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) tahun 2013. Bertempat di tenda yang dipasang di depan kantor BKD, ratusan pelamar telah memadati halaman saat pendaftaran dibuka hari pertama, 12 September lalu. Aneka corak dan ragam pelamar pun terlihat di suasana hari pertama pendaftaran. Ada yang membawa anak, ada yang diantar orang tuanya. Beberapa PNS juga terlihat mengantar sanak famili yang akan mendaftar. Sekretaris BKD Mentawai, Oreste Sakeru mengatakan, tahun ini penerimaan pendaftaran pelamar diadakan di Tuapeijat secara langsung dan tidak bisa dikirim melalui pos. Sementara pada rekrutmen tahun-tahun sebelumnya, surat lamaran bisa dikirimkan melalui pos. “Pelamar dapat mendaftar ke panitia sejak pukul 7.30 WIB hingga pukul 16.00 WIB setiap hari kerja dan diberikan waktu pada hari Sabtu hingga siang hari, pendaftaran ditutup 18 September,” katanya Kamis, 12 September lalu. Lanjut Oreste, pelaksanaan Test

DAFTAR CPNS - Staf BKD Mentawai tengah melayani pelamar yang mendaftar CPNSD Mentawai, di halaman Kantor BKD, di Tuapeijat Kompetensi Dasar (TKD) akan dilakukan secara serentak di lima tempat sesuai dengan lokasi tempat yang dilamar pada 3 November 2013. Yang melamar formasi penempatan di Kecamatan Siberut Utara dan Siberut Barat, lokasi ujiannya di Muara Sikabaluan, formasi penempatan Kecamatan Siberut Selatan, Siberut Barat Daya dan Siberut Tengah, lokasi ujian di Muara Siberut, formasi penempatan di Kecamatan Sikakap dan

Pagai Utara, lokasi ujian di Saumanganyak, formasi penempatan di Kecamatan Pagai Selatan lokasi ujian di Malakkopa dan formasi penempatan di Kecamatan Sipora Utara dan Sipora Selatan lokasi ujian di SP II Tuapeijat. Terkait dengan formasi penerimaan CPNSD tahun ini, Oreste mengatakan penentuan formasi dilakukan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara yang menurutnya belum mengakomodir

Polindes Gotap Tak Terurus GOTAP - Polindes yang dibangun melalui program Coremap tahun 2007 di Dusun Gotap, Desa Saliguma, Kecamatan Siberut Tengah, Kabupaten Mentawai dijadikan kandang ayam karena tidak difungsikan, tidak ada petugas medis yang tinggal disana. Akibat masyarakat tidak mendapatkan pelayanan kesehatan, bila ada masyarakat yang sakit terpaksa dibawa ke Puskesmas Muara Siberut

6

Penerimaan CPNSD Tak Sesuai Kebutuhan Pemkab Mentawai FOTO:RAPOT/PUAILIGGOUBAT

B

NO. 272, 15 - 30 September 2013

untuk berobat. Dampak lain adalah jumlah kematian meningkat apalagi balita yang terkena muntaber. “Selama ini kami hanya mengandalkan obat tradisional, kalau memang sudah tidak bisa baru kami bawa ke Muara Siberut untuk dirawat di puskesmas,” kata Anton, warga Gotab pada Puailiggoubat, 1 September lalu. Tahun lalu, petugas dari Dinas Kesehatan Mentawai rutin melakukan

Rumah Dinas Dokter dan Medis Dibangun SIKABALUAN- Dinas Kesehatan Mentawai membangun rumah dinas medis di Sikabaluan Kecamatan Siberut Utara tahun ini. Rumah dinas itu dibangun di Puskesmas baru dengan nilai kontrak Rp342 juta. Selain pembangunan rumah dinas medis juga dibangun rumah dinas dokter yang pemborongnya CV. Indo Mentawai dengan nilai kontrak 306 juta. “Kalau tidak ada kendala pembangunan rumah dinas medis dan dokter dapat kita rampungkan sesuai dengan waktu kerja,” kata Muktar Andrean, pimpinan CV.Indo Mentawai kepada Puailiggoubat, Sabtu, 7 September lalu. Berdasarkan pantauan Puailiggoubat pada Sabtu tersebut, pembangunan rumah dinas medis sedang dalam tahap pemasangan atap, sementara untuk rumah dinas dokter masih dalam tahap penimbunan pondasi dan pemasangan lobrik untuk dinding bangunan. (bs/r)

kebutuhan daerah. “Kita butuh guru bahasa Indonesia, guru biologi, fisika serta lainnya namun yang ditentukan pusat justru guru kesenian dan keterampilan,” katanya. BKD Mentawai telah mengajukan usulan formasi sesuai kebutuhan namun menurut Oreste tidak dipenuhi kementerian. “Kita punya sekolah baru SMA di 4 tempat, namun gurunya tak ada. Siapa nanti yang akan mengajar ?” katanya.

Sepengetahuan Oreste, hanya dua kali penerimaan CPNSD diserahkan ke daerah yaitu tahun 2001 dan 2002, selebihnya kewenangan daerah ditarik. Sebelumnya pemeriksaan lembar jawaban masih dilakukan melalui kerjasama dengan perguruan tinggi yang ada di Padang, namun tahun ini menurut Oreste, semuanya diperiksa di KemenPAN. “Semua berkas lembar jawaban peserta test akan dibawa ke Jakarta

untuk diperiksa,” katanya. Untuk itu pihaknya akan ke Jakarta setidaknya 3 kali hingga pengumuman yang berimplikasi pada pengajuan anggaran pada perubahan APBD 2013. Pengumuman lulus test TKD akan dilakukan pada 21 Desember 2013, serta melengkapi administrasi yang lulus akan dilakukan pada 27 Desember 2013. Calon pendaftar telah memenuhi angkutan kapal Ambu-Ambu yang ke Tuapejat, Senin 9 September 2013, dan peserta yang sudah mendaftar terlihat juga di dermaga Tuapejat memesan tiket yang sudah melebih kapasitas angkutan KM Sumber Rezeki Baru yang akan berlayar Selasa, 12 September 2013 menuju Padang. Sesuai pengumuman yang dikeluarkan oleh Bupati Mentawai nomor 800/569/BKM/BKD-2013 tentang penerimaan CPNSD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai tahun 2013 dari pelamar umum, tanggal 3 September 2013, alokasi formasi CPNSD berjumlah 141 orang dengan rinciannya yaitu tenaga guru 56 orang, tenaga kesehatan 51 orang dan tenaga teknis 34 orang yang terdiri dari penyuluh perikanan, penyuluh pertanian dan penyuluh peternakan. (rpt/r)

Pemerintah Kecamatan Harus Bantu Masyarakat Urus Surat kunjungan tiap bulan, namun sepanjang tahun ini, belum sekalipun kunjungan petugas medis yang datang ke polindes, kata Kepala Dusun Gotap, Antonius. “Kita terpaksa harus pergi berobat ke puskesmas di Siberut Selatan yang lebih dekat, kalau ke Siberut Tengah cukup jauh, untung-untung masih bisa dibawa ke puskesmas dan tidak ada kendala minyak bensin untuk transportasi, disini BBM mahal, ini juga menjadi penghambat masyarakat untuk berobat,” kata Antonius. Kepala dusun dan masyarakat Gotap berharap pemerintah menetapkan satu orang tenaga medis menghuni polindes sehingga masyarakat bisa mendapatkan pelayanan pengobatan. “Kami mau pemerintah tegas untuk menetapkan satu orang yang menghuni polindes dan tidak ada lagi yang minta pindah jika penetapan itu dari pemerintah,” kata Elina, salah satu ibu yang kehilangan anaknya akibat Muntaber dan terlambat dibawa di Puskesmas. (bbr/r)

TUAPEIJAT- Pemerintah kecamatan ikut bertanggung jawab dalam pengurusan segala jenis surat-surat penduduk yang berkaitan dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, demikian dikatakan Poltak P.M.Saragih, Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Mentawai. “Kecamatan dimana masyarakat itu berdomisili ikut membantu masyarakat dalam mengurus surat-surat yang diperlukan,” katanya pada Puailiggoubat, Senin, 30 Agustus lalu diruang kerjanya. Pengurusan surat yang dimaksud Poltak diantaranya pengurusan surat akta nikah, akta lahir, kartu keluarga, perekaman KTP. “Petugas yang ditunjuk oleh camat di masingmasing kecamatan membantu masyarakat, termasuk pengurusannya ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Bukan masyarakat yang datang ke sini,” jelasnya. Lebih lanjut dikatakan Poltak, dalam pelaksanaannya memang akan banyak terjadi kesalahan data ketika masyarakat yang mengurus surat tersebut tidak membuatkan datanya dengan jelas dan benar. “Yang sering terjadi data sering salah ketika dicetak karena pihak kecamatan tidak tahu apakah data masyarakat itu benar atau tidak dan itu kewajiban kita untuk memperbaiki data itu kembali,” katanya. Dengan dibantu pihak kecamatan dalam pengurusan surat ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, biaya masyarakat lebih irit dan masyarakat tidak perlu bergerombolan datang ke dinas. “Dalam setiap bulannya pihak kecamatan tidak mungkin tidak ke Tuapeijat. Ketika mereka datang saat kordinasi atau perjalanan dinas ke Tuapeijat, pihak kecamatan bisa dengan serta merta ikut membawa berkas-berkas masyarakat,” katanya. (bs/r)


7 Puailiggoubat

MENTAWAINEWS

NO. 272, 15 - 30 September 2013

Banyak yang tidak hadir dalam diskusi publik Rencana Penanggulangan Bencana itu, termasuk instansi terkait yang sudah ditunjuk melalui SK Bupati Mentawai.

Diskusi Publik RPB Sepi Publik FOTO:RAPOT/PUAILIGGOUBAT

Rapot Pardomuan Simanjuntak

D

iskusi publik Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) Mentawai yang digelar

konsultan PT Catur Bina Guna Persada di Bunda Guest House, 11 September, sepi dari peserta yang diundang. Padahal kehadiran instansi yang diundang sangat diperlukan untuk memberi masukan penyusunan RPB. Hadir dalam acara itu perwakilan dari beberapa instansi terkait, tim substansi penyusunan RPB yang ditetapkan Bupati Mentawai, kepala desa, camat, LSM. Minimnya kehadiran peserta terlihat misalnya saja dari 10 orang camat yang diundang, yang hadir hanya 1 orang yaitu camat Sipora Selatan. Sebelumnya pada bulan Juli 2013, konsultan ini juga telah melakukan berbagai rentetan kegiatan yang di antaranya adalah Workshop Sosialisasi dan Internalisasi Penyusunan RPB Kabupaten Kepulauan Mentawai. Asisten 1 Bupati Mentawai, Nurdin, dalam sambutannya menyayangkan kurangnya perhatian dalam penyusunan RPB Mentawai. Padahal dokumen itu, merupakan dokumen penting yang menjadi dasar penanggulangan bencana

DISKUSI PUBLIK - Sejumlah peserta menempelkan usulan prioritas sasaran dalam Diskusi Publik Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana Mentawai di Tuapeijat2 di Mentawai. “RPB adalah dokumen penting sebagai dasar untuk bertindak saat terjadi bencana, namun belum selesai hingga saat ini,” katanya. Ia juga mengungkapkan, sebenarnya dokumen yang sama telah lama dibahas namun ketika pejabat berganti, dokumennya pun berganti. “Ganti pejabat, ganti pula dokumennya,” katanya. Penyusun dokumen RPB, sesuai amanat Undang-Undang Penanggulangan Bencana dimana setiap daerah wajib memiliki RPB. Nurdin juga merefleksikan kondisi penanganan bencana saat terjadi bencana beberapa kali di Mentawai. “Kita masih beruntung

dikasih bencana skala kecil-kecil, jika dikasih yang besar kita pasti kalang kabut dan saling tuding, mestinya jika dikasih yang kecil, kita harus menyiapkan diri,” katanya lagi. Ia juga mengungkap soal huntap yang telah diambil alih oleh Pusat. “Huntap diambil alih oleh Pusat karena kita memang lalai dan lemah dan inilah potret kita,” katanya. Selain itu ia juga memotivasi peserta diskusi untuk serius dan peduli dalam penyusunan RPB Mentawai. “Daerah kita paling berisiko bencana oleh karena itu bagaimana caranya agar kita bisa mengurangi risiko bencana itu. Kalau kita tidak peduli, bagaimana orang luar bisa

peduli,” katanya. Dalam sesi diskusi, Delau Lubis Sabelau, Kepala Dinas Perindagkop UMKM yang juga anggota tim substansi penyusunan RPB mempertanyakan minimnya dan bahan nyaris tak ada perwakilan dari masyarakat dari desa-desa. “Publiknya mana dalam acara diskusi publik ini,” tanyanya. Ia mengatakan, mestinya ada perwakilan dari desa-desa minimal kepala desanya yang mengetahui kondisi masyarakat dan wilayahnya. Pertanyaan serupa juga diajukan Yusuf Hadi Sumarto dari BPBD Mentawai yang juga masuk dalam tim substansi penyusunan RPB. “Ini

Pemenang Jambore PNPM Arak Piala di Tuapeijat TUAPEIJAT - Kontingen Kabupaten Kepulauan Mentawai yang mengikuti Jambore Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) ke-V tingkat Provinsi Sumatera Barat di Kabupaten Agam, 26-29 agustus 2013 lalu, berhasil menjadi juara umum. Pada Senin, 2 September lalu, sembilan utusan ke Tuapeijat untuk melaporkan hasil yang dicapai kepada Pemerintah Mentawai. Para kontingen itu, langsung mengarak piala bergilir yang berhasil direbut sepanjang jalan Tuapeijat hingga pertigaan di depan RSUD. Mentawai. Dari situ, tim kembali dan langsung menuju kantor Bupati. Bupati Kepulauan Mentawai, Yudas Sabaggalet, mengapresiasi hasil yang dicapai kontingen Jambore Mentawai. Ia juga meminta meminta maaf atas ketidakhadiran Pemkab Mentawai dalam acara Jambore tersebut. “Meski kami tidak hadir bukan membuat saudara-saudara lemah. Hasil yang didapat ini merupakan bukti nyata bakti saudarasaudara kepada Mentawai. Sekali lagi

saya ucapkan selamat dan terima kasih yang sebesar-besarnya,” ujarnya. Selain mengapresiasi tim, Bupati juga menyoroti SKPD Pemda Mentawai khususnya Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Bencana (BPMPKB), institusi yang diberi tanggung jawab untuk berkoordinasi dengan PNPM. “Harusnya kita semua merasa malu dengan partisipasi kontingen Mentawai di Jambore ini. Kontingen lain difasilitasi oleh pemdanya masing-masing, sementara keikutsertaan kontingen Mentawai bermodalkan dana pribadi, BPMPKB kita mana?,” tanyanya. Menurutnya ini merupakan agenda rutin Provinsi dan sudah pasti disampaikan kepada seluruh kabupaten/kota yang ada PNPM. “Kok tahun ini kita lepas tangan? Saya tidak ingin kembali terulang di tahun-tahun berikutnya. Kalau memang masih ada peluang untuk mengganti biaya tim Jambore di APBD Perubahan, tolong

diperjuangkan, tapi kalau tidak lagi memungkinkan, mungkin bisa bentuk penghargaan lain kepada tim ini harus ada. Ini tidak melanggar hukum, kalau orang yang berprestasi diberikan penghargaan, tolong Pak Joko (Kepala BPMP-KB-red) mengusulkannya di rapat perubahan anggaran. Syukur-syukur bapakbapak kita di DPRD menyetujuinya,” ujar Yudas. Terkait dengan status Mentawai yang meraih juara umum, seperti penyampaian Junaidi Sakerebau kepada Bupati, ada peluang untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan di tahun berikutnya. “Hal ini sudah menjadi kehormatan bagi yang meraih juara Pak. Namun berhubung tidak ada orang Pemda yang mendampingi, kami pun tidak berani memutuskan,” kata Junaidi. Menanggapi hal tersebut, Bupati langsung memberi perintah kepada Sekda Mentawai Ifdil Gusti dan Kepala BPM untuk berkoordinasi dengan Satker Provinsi. “Tolong ditelpon Satker Provinsi secepatnya.

Ini (menjadi tuan rumah-red) nilai plus bagi kita. Kalau peluang itu masih ada, sampaikan kita siap. Bila perlu sambungkan saya dengan Satker, biar saya yang ngomong,” kata Yudas. Menurut Yudas, jika masih ada peluang menjadi tuan rumah, maka harus segera disusun anggarannya. Dalam Jambore PNPM tahun ini, kontingen Mentawai harus patungan menanggung biaya yang diperlukan. “Ini belum termasuk biaya transportasi kami. Yang lebih ironisnya lagi pihak kabupaten tidak ikut mendampingi selama kegiatan,” katanya. Hal yang sama juga dikatakan Raju Tasirileleu ketua UPK PNPM Kecamatan Pagai Utara. “Pada tahun lalu untuk mengikuti jambore ini kita masing-masing UPK juga ikut membayar, tahu-tahunya tahun ini seperti itu juga,” katanya. Untuk mengikuti Jambore, 10 UPK di Mentawai patungan sekitar Rp665 ribu, dan ini belum termasuk biaya transportasi dan makan dalam mengikuti jambore tersebut. (fs/bs/r)

diskusi publik apaan?,” tanyanya ketika ia melihat prosesnya tidak sama dengan yang ia pahami tentang pelaksanaan diskusi publik. Namun walau begitu, acara tetap berjalan dengan baik. Dari 15 sasaran umum keberhasilan penanggulangan bencana Kabupaten Mentawai, setelah dilakukan diskusi dengan meminta peserta menempelkan metapoin ke lembaran yang ditempel di dinding, didapat hasil bahwa sasaran yang penting dan mendesak adalah membangun aturan daerah dan mekanisme pembagian kewenanagan dan sumber daya berdasarkan peran dan tanggung jawab antara pemerintah daerah dan komunitas lokal secara relevan dan sistematis, serta sasaran kelima yaitu membangun layanan system informasi peringatan bencana yang dapat diakses oleh seluruh penduduk dan diperbaharui setiap hari. Untuk sasaran spesifik, dari 7 sasaran yang dirasa penting dan mendesak adalah sasaran kedua yaitu terciptanya sistem peringatan dini yang mampu menyebarluaskan informasi peringatan dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat sebelum terjadi bencana serta sasaran keempat yaitu tersedianya tempat dan jalur evakuasi yang dilengkapi dengan rambu-rambu evakuasi yang dititik beratkan pada daerah yang memiliki risiko tinggi. Selain sasaran yang dirasa penting dan mendesak ada juga sasaran yang dianggap tidak mendesak tapi penting, tidak penting tapi mendesak serta tidak penting dan tidak mendesak. Sumber anggaran juga didiskusikan yakni dari pendanaan mandiri dalam hal ini APBD Mentawai, dari vertikal yang dikategorikan pusat dan propinsi serta kerjasama dengan LSM/NGO, dunia usaha serta swasta lainnya. Rencana tindak lanjut kegiatan penyusunan RPB ini akan dilakukan rally meeting III pada 25 September 2013, surat pelaporan BPBD berupa surat pernyataan yang akan dibawa untuk presentasi di BNPB pada minggu pertama Oktober dan dilanjutkan dengan presentasi di BNPB pada minggu ke dua Oktober 2013. Saat penutupun kegiatan, Nurdin mengatakan perlunya membangun sinergitas lintas sektoral dalam penanggulangan bencana dan berharap pada kegiatan selanjutnya agar peserta tidak berganti-ganti seperti yang terjadi sebelumnya. Ia juga menegaskan perlunya membangun kapasitas melalui pembelajaran dalam berorganisasi. “BPBD Mentawai adalah BPBD pertama di Indonesia dan sudah 5 tahun sejak terbentuk, untuk itu perlu meningkatkan capacity building” katanya. (rpt/r)


MENTAWAINEWS Setelah dikritik Kepala BNPB terkaitnya lambannya penyelesaian RR Bencana Mentawai, BPBD Sumbar berkomitmen menyelesaikan hunian tetap tahun ini.

Puailiggoubat

NO. 272, 15 - 30 September 2013

8

Land Clearing Pembangunan Huntap Dimulai Lagi FOTO:IRMAN JOHN/PUAILIGGOUBAT

Patrisius Sanene

B

adan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menganggarkan kelanjutan proses

Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana Mentawai tahun ini Rp147 miliar. Dana itu terdiri dari Rp96 miliar untuk pembangunan hunian tetap dan Rp51 miliar untuk pembangunan ekonomi, sosial dan lintas sektor. Dari Rp382 miliar dana RR Mentawai yang ditarik Kementerian Keuangan, 22 April lalu, jumlah dana ini menyusut menjadi Rp147 miliar. Demikian dikatakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumbar, Yazid Fadli kepada Puailiggoubat, 12 September. Terkait percepatan RR Mentawai, menurut Yazid, proses pembersihan lahan (land clearing) untuk pembangunan hunian tetap (huntap) untuk 2.072 korban gempa dan tsunami Mentawai sejak 25 Oktober 2010 silam sudah dimulai dilakukan Primkopad. “Besok (hari Jumat13/9) land clearing itu sudah kita mulai, alat berat kita sudah kirim sebagian melalui kapal Ambu-ambu, karena muatan terbatas kita kirim beberapa alat saja dulu,” kata

HUNTARA - Huntara di Dusun Mapinang,Desa Saumanganya, Pagai Utara Yazid. Proses land clearing tersebut dimulai dari Pagai Utara terlebih dahulu,” Kita inginnya land clearing dilakukan bersamaan untuk Pagai Selatan dan Sipora Selatan, tapi kita fokuskan di Pagai Utara terlebih dahulu untuk

memulai land clearing, setelah di Pagai Utara kita mulai lagi di tempat lain, ini juga atas kesepakatan kita waktu rapat dengan Bupati Mentawai dan itu tidak masalah yang penting kita kerja dulu,” katanya. Sementara itu terkait proses izin

penggunaan lahan sudah tidak ada kendala lagi, “Kalau soal izin tukar alih fingsi lahan sudah selesai semua dan tinggal land clearing dan pembangunan huntap lagi,” kata Yazid. Berdasarkan data, hampir 10 ribu hektare luas kawasan yang tersebar di

Pemetaan Mentawai Dianggarkan Rp 2,9 Miliar Lebih TUAPEIJAT – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Mentawai menganggarkan pembuatan peta Mentawai dengan nama kegiatan survei dan pemetaan. Pagu dana anggaran dalam APBD 2013, Rp 3.191.207.500 dengan belanja jasa konsultansi pemetaan Rp3.150.000.000. Anggaran itu tertera dalam APBD 2013. Proyek ini telah dilelang Kelompok Kerja Unit Layanan Pengadaan (Pokja ULP) secara manual dengan nama pekerjaan pemetaaan wilayah Kepulauan Mentawai dengan citra satelit resolusi tinggi, dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS/OE) Rp 3.026.761.000. Proyek yang dilelang ini pun telah diumumkan pemenangnya oleh Pokja ULP dengan pengumuman pemenang seleksi umum nomor 17/Pokja-ULP-Pemetaan/BappedaKKM/VI-2013. Pemenang lelang adalah PT. Rasicipta Consultan dengan penawaran Rp 2.947.451.000. Kepala Bidang Prasarana Tata

Ruang (Prataru) Bappeda Sumbar, Elvi Novira, yang ditemui di ruang kerjanya, Rabu, 21 Agustus lalu, mengatakan bahwa cakupan kerja pemetaan ini meliputi seluruh wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai dengan skala 1:2.500. “Cakupannya adalah peta dasar seluruh wilayah Kabupaten Mentawai dengan skala 1:2.500. Dilakukan perekaman dengan citra satelit resolusi tinggi,” katanya. Perekaman dengan citra satelit resolusi tinggi, akan menghasilkan peta yang sangat detil karena menggunakan skala 1:2.500. Pemetaan seluruh wilayah Kepulauan Mentawai ini menurut Elvi adalah data validasi terbaru dan up to date dan akan dapat digunakan oleh SKPD lain dalam perencanaan. Dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang diberikan Elvi, peta dasar berskala besar dapat dihasilkan dengan teknologi penginderaan jarak jauh (remote sensing), dengan teknik pengolahan citra satelit resolusi tinggi.

Pelaksanaan pemetaan dimaksudkan untuk penyediaan data spasial di seluruh Mentawai. Tujuan akhir dari kegiatan pemetaan ini adalah mendapatkan peta dasar digital skala besar yang dapat digunakan untuk keperluan perencanaan teknis tata ruang maupun perencanaan infrastruktur kepulauan Mentawai dan juga menyediakan data peta dasar yang dibutuhkan oleh berbagai SKPD yang ada di lingkungan Kabupaten Kepulauan Mentawai. Dikatakan Elvi, proyek survei dan pemetaan ini akan dilakukan selama 180 hari kalender terhitung 5 Juni 2013. Berkaitan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Kepulauan Mentawai yang sedang dalam proses pembahasan di DPRD, Elvi mengatakan bahwa kalaupun RTRW nantinya ditetapkan maka hasil pemetaan akan disesuaikan dengan RTRW yang telah ditetapkan. “RTRW menyesuaikan,” katanya. Selain survei dan pemetaan,

Bappeda juga menganggarkan kegiatan penyusunan master plan jaringan jalan dan jembatan dengan pagu anggaran sesuai APBD Rp 1.346.330.000 dengan anggaran belanja jasa konsultansi perencanaan Rp 1,2 miliar. Namun kegiatan ini menurut Elvi berbeda dengan kegiatan survei dan pemetaan meski detail prasarana jaringan jalan dan jembatan di identifikasi dalam kegiatan itu. “Master plan jaringan jalan dan jembatan adalah kegiatan tersendiri,” katanya. Dikatakannya, kegiatan ini adalah pembuatan perencanaan induk untuk jaringan jalan dan jembatan. Hasilnya akan dapat dipakai pada kegiatankegiatan PU, P2D di kecamatan untuk masa yang akan datang sehingga SKPD jika membangun menggunakan rencana induk yang telah dibuat. Selain itu Elvi juga mengatakan bahwa prioritas utama penyusunan jaringan jalan dan jembatan ini adalah rencana trans Mentawai. “Trans Mentawai merupakan prioritas,” katanya. (rpt)

Kecamatan Pagai Utara, Pagai Selatan, dan Sipora Selatan dijadikan lokasi relokasi. Sekitar 30 persen luas lahannya adalah non land clearing, seperti misalnya di Pagai Utara. Sebetulnya BNPB pernah meminta BPBD Provinsi melak-sanakan dulu hunian tetap di daerah non land-clea-ring ini, namun ditolak masyarakat. Untuk pembangunan huntap dan pe-mulihan ekonomi, dika-takan Yazid dapat dilakukan seiring, Yazid berkomitmen menyelesaikan huntap, “Komitmen kita bekerja secara maksimal untuk pembangunan huntap Mentawai, dan apa ken-dala di lapangan pokoknya kita bekerja saja dulu,” katanya Terkait isu pemotongan dana yang diisikan ke rekening pokmas yang beredar di masyarakat, Yazid meluruskan tidak ada terjadi pemotongan,”Perlu diluruskan dulu pemotongan itu tidak ada, memang isu beredar ada pemotongan, jadi bukan pemotongan, kita kirim itu memang tidak full separuh, nah yang kurang itu akan kita penuhi ketika saat kita kirim tahap kedua,” kata Yazid. Sementara terkait kritik Kepala BNPB Syamsul Maarif soal kurangnya koordinasi BPBD Sumbar dengan Pemda Mentawai, Yazid mengatakan semuanya hanya soal teknis. Meski demikian, Yazid mengakui selama ini kurangnya koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai yang alasannya disebabkan karena akses. Sementara, dua perwakilan korban tsunami Mentawai, Elsa Saogo (Leisa) dan Erdiman Saogo, hadir dalam pertemuan membahas anggaran RR bencana Mentawai di DPR RI, Kamis 12 Septem-ber. Dalam pertemuan antara BNPB dengan Ketua DPR RI Marzuki Ali, Komisi VIII dan Komisi V, Leisa memaparkan kondisi 2.072 korban tsunami Mentawai yang masih terlantar. “Melihat kondisi korban tsunami dari foto yang kami tampilkan, anggota DPRD RI terkejut dan heran, mengapa penuntasan huntap Mentawai begitu lama,” kata Leisa kepada Puailiggoubat, 14 September. Untuk melihat dari dekat kondisi korban tsunami Mentawai, anggota DPR RI berencana akan berkunjung 20 September mendatang ke huntara atau lokasi pengungsian. “Mereka mau melihat bagaimana kondisi kita pengungsi, apa saja kebutuhan-kebutuhan yang harus dibangun yang bisa diakomodir dari anggaran untuk 2014,” kata Erdiman. (o)


9

Puailiggoubat NO. 272, 15 - 30 September 2013

PPS Saibi Tetapkan 2.047 Data Pemilih Sementara SAIBI - Panitia Pemungutan Suara (PPS), Desa Saibi Samukop, Kecamatan Siberut Tengah menetapkan 2.047 Data Pemilih Sementara (DPS) di Balai Desa Saibisamukop, Senin 9 September lalu. Ketua PPS Arli Sabettliakek mengatakan pleno DPS ini tidaklah mutlak mendapatkan data pemilih yang akurat, yang didata para kepala dusun. “Jadi data yang kita terima itu tidak akurat, makanya diadakan pleno ini dan mengundang semuanya untuk memverifikasi data tersebu,” ujarnya. Hasil verifikasi yang dilakukan menetapkan 2.047 DPS di Desa Saibi Samukop dan datanya langsung dikirim ke KPU. ”Datanya sudah siap, kita juga segera kirimkan data tersebut, sebab 13 September KPU Mentawai melakukan pleno, kita tinggal menunggu Data Pemilih Tetap (DPT),” katanya. Tak hanya itu, untuk Desa Saliguma ada 1.580 DPS dan Desa Cimpungan 750 orang dan itu juga sudah dikirim ke KPU, dari data tersebut keseluruhan DPS Kecamatan Siberut Tengah 4.377 orang. Menurut Arli, kalau dilihat jadwal dari KPU, sebenarnya rapat pleno tersebut sudah terlambat tapi yang membuat lambatnya bekerja karena proses pelantikan sudah lambat. “Selain itu kita juga saat ini kita belum punya anggaran dan itu sudah di sampaikan ke KPU,” ujarnya. Hadir dalam pleno tersebut pemerintah desa, para kadus, anggota PPS, PPK dan Panwaslu tingkat kecamatan serta perwakilan pengurus partai politik. (rr/r)

Kades Saibi Ingatkan Kadus Tidak Mengurus Parpol SAIBI - Kepala Desa Saibi Samukop, Kecamatan Siberut Tengah, Kabupaten Mentawai, Masimo Satokonyo mengingatkan dan meminta para kepala dusun untuk tidak terlibat mengurus partai politik menjelang Pemilu 2014. “Saya mengingatkan bagi para kadus untuk tidak masuk dan terlibat kepengurusan partai politik, kalau ada yang terlibat tolong keluar dari kepengurusan itu,” katanya saat rapat pleno Daftar Pemilih Sementara, Senin 9 Septemberl lalu. Masimo juga mengatakan apabila ada yang terlibat secara diam-diam dan kemudian ketahuan akan menerima resiko. “Kalau ketahuan tak ada dispensasi, sebab pada pemilu ada Panwaslu, kalau ada yang ganjil masyarakat melapor dan panwaslu menampung dan memprosesnya,” ujarnya. (rr/r)

KPU memberikan waktu 30 hari setelah penetapan untuk masa perbaikan jika ada masyarakat yang belum terdaftar sebagai pemilih untuk Pemilu 2014.

Pemilih di Mentawai 57.223 Orang

Rapot Pardomuan Simanjuntak

omisi Pemilihan Umum Kabupaten Mentawai menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pemilu 2014 rapat pleno terbuka penetapan DPT, di aula Bundo Guest House KM 6 Tuapeijat, Kamis 12 September 2013 lalu. Dalam Surat Keputusan Nomor 33/kpts/KPU/003.435089/ 2013 ditetapkan pemilih di wilyah tersebut sebanyak 57.233 orang. Asisten I Pemkab Mentawai, Nurdin, dalam sambutannya berharap agar dengan penetapan DPT yang sudah melalui proses pendataan oleh petugas Pantarlih, dapat meminimalisir perbedaan angka DPT dan bisa mengakomodir seluruh warga yang mempunyai hak pilih. Ketua KPU Mentawai, Andres dalam sambutannya mengatakan, sesuai jadwal tahapan penyelenggaraan pemilu, penetapan DPT dilakukan paling lambat 13 September 2013. Namun ia mengatakan walau sudah ditetapkan masih tetap bisa diperbaiki jika masih ada warga yang belum terdaftar sebagai pemilih. “Sesuai Surat Edaran KPU, bagi warga yang belum terdaftar masih bisa dilakukan perbaikan daftar hingga 30 hari ke depan” katanya. Dalam sesi tanya jawab, peserta rapat pleno dari parpol mempertanyakan tidak adanya pembagian lembaran DPT yang sudah ditetap-

K

PENETAPAN DPT - Komisioner KPU mengumumkan jumlah pemilih dalam rapat pleno penetapan DPT di aula Bundo Guest House KM 6 Tuapeijat, Kamis 12 September kan itu kepada parpol. Selain itu perwakilan parpol juga menanyakan jumlah TPS juga bertambah dari 219 pada pemilukada 2011 menjadi 232 TPS untuk pemilu mendatang. Terkait pertanyaan itu, Andres menjawab, bertambahnya jumlah TPS dikarenakan adanya aturan kuota 1 TPS maksimal 500 pemilih. Sebelumnya kuota 1 TPS berjumlah 600 pemilih. Oleh karena itu KPU melakukan penambahan TPS dan didukung oleh usulan dari PPS untuk penambahan TPS. Namun menyoal penambahan TPS juga menjadi pembahasan yang alot dikarenakan tidak pernah ada sosialisasi yang dilakukan oleh KPU kepada parpol atau masyarakat. Namun ketidakpuasan peserta dari parpol atas jawaban komisioner KPU membuat suasana agak

memanas. “Jangan berprasangka buruk terhadap KPU,” kata Manroppen, salah seorang komisioner KPU. Namun akhirnya proses penetapan berjalan lancar.

Andres mengharapkan masukan dari masyarakat selama masa perbaikan 30 hari, agar masyarakat yang belum terdaftar menyampaikannya kepada KPU namun mekanisme untuk memberi masukan belum juga diketahui apakah melalui PPS atau langsung ke KPU. Andres menjanjikan bahwa DPT

yang ditetapkan akan dibagikan kepada pengurus partai politik peserta pemilu demikian juga penjelasan tentang dimana saja TPS yang bertambah. (o)

Daftar Pemilih Tetap Kabupaten Kepulauan Mentawai untuk Pemilu 2014 KECAMATAN

L

P

Jumlah

Pagai Utara   Sipora Selatan   Siberut Selatan   Siberut Utara   Siberut Barat   Siberut Barat Daya   Siberut Tengah   Sipora Utara   Sikakap  Pagai Selatan 

1804 3708 3112 3409 2758 2009 2262 3903 3815 3474

1641 3434 2885 3224 2462 1804 1312 3565 3503 3149

3445

JUMLAH

30254

26979

Jumlah Desa

TPS

5997

3 7 5

21

6633 5220 3813 3574 7468 7318 6623 57233

6 3 3 3 6 3 4 43

24 20 16 16 23 33 29 232

7142

18 32

Sumber: KPU Mentawai

KPU Atur Pemasangan Baliho Kampanye JAKARTA–Partai politik dan calon anggota DPD hanya boleh memasang satu unit baliho atau papan kampanye di satu desa atau kelurahan. Baliho tersebut hanya dibolehkan memuat foto pengurus parpol, bukan pengurus yang menjadi calon anggota DPR dan DPRD. Demikian aturan kampanye yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) melalui Peraturan KPU Nomor 15 tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan KPU Nomor 01 Tahun 2013 tentang Pedoman Pelaksanaan Kampanye Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD. Terkait perubahan peraturan tersebut, KPU menggelar kegiatan

sosialisasi kepada perwakilan partai politik (parpol) di Ruang Sidang Lantai 2 KPU, Senin 9 September. Peraturan KPU Nomor 15 tahun 2013 ini memuat beberapa perubahan ketentuan yang sebelumnya tertuang dalam Peraturan KPU Nomor 01 Tahun 2013. Perubahan tersebut antara lain tentang metode kampanye dalam pemasangan alat peraga. Hal tersebut disampaikan Ketua KPU Husni Kamil Manik di depan perwakilan parpol. Husni juga menjelaskan bagi parpol dan calon anggota DPR, DPD dan DPRD juga dapat memasang spanduk sebanyak satu unit pada zona wilayah yang ditetapkan oleh KPU, KPU/KIP

provinsi dan atau KPU/KIP kabupaten/kota bersama pemerintah daerah. Sedangkan untuk bendera dan umbul-umbul hanya dapat dipasang oleh parpol dan calon anggota DPD. “Ketentuan sebagaimana dimaksud pada Peraturan Nomor 15 Tahun 2013 ini berlaku satu bulan setelah peraturan ini diundangkan atau tanggal 28 September 2013,” kata Husni yang didampingi jajaran Komisioner KPU lainnya. Bagi peserta pemilu yang tidak melaksanakan ketentuan tersebut, Pemerintah Daerah setempat dan aparat keamanan berdasarkan rekomendasi Bawaslu, Bawaslu Provinsi atau Panwaslu Kabupaten/Kota

berwenang mencabut atau memindahkan alat peraga kampanye dengan memberitahukan terlebih dahulu kepada Peserta Pemilu tersebut. Mengenai pasal sanksi dalam hal pelanggaran iklan kampanye di media yang sebelumnya tercantum dalam Peraturan KPU Nomor 01 Tahun 2013, KPU juga menghapus pasal tersebut dalam Peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2013. Penjatuhan sanksi tersebut diserahkan kepada Komisi Penyiaran Indonesia dan Dewan Pers sesuai dengan kewenangannya sebagaimana diatur dalam peraturan perundangundangan yang mengatur tentang penyiaran atau pers. (kpu.go.id)


Bila Demam Terjadi pada Balita

D

emam anak umumnya tidak membahayakan jiwa, namun bukan berarti boleh diabaikan. Apalagi jika akibatnya anak jadi rewel. Lakukan tips berikut: Pantau perkembangan suhu tubuh secara berkala menggunakan termometer anak. Beri banyak cairan, misal minum air putih, sari buah atau sup. Tujuannya mencegah dehidrasi. Jika anak masih menyusu, tetaplah memberi ASI. Usahakan anak tetap mendapat asupan gizi seimbang. Makanan yang baik memperkuat daya tahan tubuh. Usahakan cukup istirahat dan tidak bergerak berlebihan.

Jaga sirkulasi udara di ruangan. Beri obat penurun demam jika suhu tubuh lebih dari 38 ºC. Patuhi aturan pemakaian, terutama dosis dan jangka waktu pemberian. Beri satu jenis obat saja. Kompres air hangat bila suhu tubuhnya mencapai 39 ºC atau lebih. Beri pakaian yang tepat, tidak terlalu tebal atau ketat dan terbuat dari bahan katun yang menyerap keringat. Jika anak menggigil, selimuti atau kenakan kaus kaki, namun lepas jika berhenti menggigil. Waspadai setiap gejala yang muncul, agar tahu kapan membawa anak ke dokter. Namun jika demam anak Anda lebih tiga hari atau diatas 39 derajat Celcius, tak ada pilihan selain segera dibawa ke dokter. (int/p)

○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

Puailiggoubat, NO. 272, 15 - 30 September 2013

O

rangtua tak perlu panik menghadapi anak demam. Justru orangtua perlu tenang dan memastikan anak tetap dalam kondisi baik. Kondisi demam menandakan sistem imun anak sedang bekerja, menghadapi serangan kuman yang membahayakan. "Orangtua tidak boleh panik dan harus tetap sigap. Bila tidak ada infeksi yang berbahaya, suhu tubuh anak akan kembali normal," kata dokter anak, dr Frieda Handayani SpA dari RSIA Evasari, di Jakarta seperti dilansir kompas.com Sabtu (14/9/2013). Untuk menjaga kondisi anak tetap baik saat demam, berikut beberapa kiat dari dr Frieda: 1. Beri minum yang banyak. Banyaknya cairan yang masuk mencegah anak mengalami dehidrasi. Air putih tetap menjadi pilihan terbaik. "Bila perlu orangtua bisa memberi jus buah yang kaya vitamin C. Asupan ini akan menjaga daya tahan tubuh anak tetap baik," katanya. Tentunya jus yang diberikan tidak perlu ditambah terlalu banyak pemanis. Sedangkan untuk bayi di

bawah usia enam bulan, ASI tetap menjadi pilihan terbaik. 2. Gunakan pakaian dan selimut yang nyaman. Frieda menyarankan orangtua tidak perlu memakaikan pakaian dan selimut tebal pada anak yang demam. Bahan yang terlalu tebal justru menyulitkan pelepasan panas dari tubuh anak. Selain pakaian, Frida juga menyarankan orangtua memperhatikan suhu kamar anak. Kamar yang terlalu panas atau dingin menyulitkan anak istirahat saat demam.

"Kalau memang masih ingin main, sebaiknya dibiarkan. Namun bukan berarti terlalu aktif seperti saat tidak demam," ujarnya. Dr Frieda menyarankan, anak yang sedang demam sebaiknya bermain di dalam rumah. Dengan begitu, saat ingin tidur anak bisa langsung beristirahat. 5. Jangan langsung diberi obat "Bukan berarti obat penurun panas berbahaya. Namun terlalu banyak obat tentu tidak baik bagi

12 10

ginjal dan livernya," kata dr Frieda. Obat bisa diberikan saat suhu tubuh mencapai 38,5 derajat Celcius. Obat juga bisa mulai diberikan saat anak mulai rewel, gelisah, dan terlihat lemas. Bila sampai dua hari kondisi anak tak juga membaik, dr Frieda menyarankan orangtua segera membawa anak ke dokter. "Apalagi jika ada riwayat kejang, disertai muntah, atau pusing," tambahnya. (int/p)

3. Kompres atau mandi air hangat. Sapuan air hangat membantu anak tetap nyaman saat demam. Suhu air yang digunakan berkisar 29-32 derajat Celsius. Penggunaan air hangat sekaligus menyesuaikan dengan sistem tubuh anak. "Dalam otak ada fungsi pengaturan suhu. Penggunaan air hangat akan merangsang penurunan suhu supaya tubuh tetap nyaman," tutur dr Frieda. 4. Perbanyak istirahat Istirahat yang dimaksud, lanjut dr Frieda, tidak harus harus tidur.

Ini 8 Jenis Demam yang Perlu Diwaspadai

D

emam bisa disebabkan oleh banyak faktor termasuk flu atau infeksi. Tetapi, ada beberapa jenis demam yang dapat mematikan jika tidak ditangani dengan baik. Berikut adalah beberapa jenis demam yang perlu Anda waspadai, seperti dilansir Boldsky. 1. Demam Viral Sebuah demam yang terjadi karena infeksi virus. Jenis demam ini biasanya terjadi selama 9 hari. Jenis demam ini demam juga disertai dengan infeksi tenggorokan. 2. Demam Berdarah Dengue Jenis demam ini bisa mematikan. Demam ini terjadi karena gigitan nyamuk yang disertai dengan nyeri pada sekujur tubuh. Penderita akan

mengalami demam yang sangat tinggi dan menggigil. Dalam kondisi parah, demam berdarah dapat menyebabkan pendarahan internal. 3. Malaria Malaria adalah jenis demam yang disebabkan oleh gigitan nyamuk. Beberapa orang di daerah tropis telah meninggal karena demam ini. Demam tinggi dengan menggigil merupakan gejala khas dari malaria. Hal ini dapat mengancam jiwa setelah menjadi ganas atau mempengaruhi otak. 4. Chicken Guinea Demam ini sebenarnya tidak ada hubungannya dengan ayam. Ini juga merupakan infeksi virus yang dibawa oleh nyamuk. Demam ini kurang mematikan jika dibandingkan

dengan malaria dan demam berdarah tetapi memiliki gejala yang hampir sama. 5. Tifus Tifus adalah demam yang terjadi karena infeksi perut. Jika Anda makan makanan atau air yang telah terinfeksi oleh bakteri tipus, Anda akan mengalami demam tinggi yang disertai sakit kepala dan diare parah. 6. Meningitis Meningitis adalah jenis radang otak yang mempengaruhi jaringan lunak dari sistem otak dan saraf. Demam ini bisa menyebabkan kerusakan otak dan sering disertai dengan kejang dan sakit kepala. 7. HIV

Salah satu tanda awal dari infeksi HIV adalah demam ringan tetapi terus-menerus. Kondisi ini bisa diatasi dengan mengonsumsi obat meskipun nantinya datang kembali. Jika Anda memiliki demam ringan selama seminggu lebih, Anda bisa mengecek apakah Anda terkena HIV, terutama bagi Anda yang pernah terjerumus dalam narkoba dan seks bebas. 8. Infeksi Saluran Kemih Kadang-kadang, infeksi pada saluran kemih dapat membuat Anda mengalami demam. Bukan demam tinggi, tetapi akan disertai dengan nyeri di perut bagian bawah dan rasa terbakar saat buang air kecil. Jangan anggap sepele demam yang Anda rasakan karena itu bisa berdampak fatal pada kesehatan Anda.


Ini Sebabnya Remaja Lebih Rentan Celaka saat Berkendara JAKARTA - Kecelakaan tragis terjadi Minggu (8/8/2013) di Tol Jagorawi dan merenggut nyawa 6 orang. Pu-tra musisi terkenal, Ahmad Dhani, yang masih berumur 13 tahun ter-libat dan diduga menjadi penyebab kecelakaan. Hal ini tentu amat disayangkan mengingat usianya masih di bawah umur. Secara hukum, remaja yang berusia di bawah 17 tahun tidak dibenarkan menyetir atau mengemudi kendaraan bermotor. Beberapa kalangan menilai, usia yang masih hijau bisa menjadi salah satu faktor penyebab kecelakaan. "Masa remaja memang masa yang labil karena perkembangan psikologisnya tidak secepat perkembangan fisiknya. Jadi mereka cenderung lebih emosional dan perilakunya cenderung lebih nekat," kata psikolog Anna Surti Ariani, Psi, MSi seperti dilansir detik.com Senin (9/9/2013). Ia menerangkan, ketidakstabilan emosi ini seringkali membuat remaja lebih mudah tersulut emosinya dan kurang memperhatikan keselamatan. Mereka mungkin tidak terima saat disalip orang lain di jalan, lalu terpacu melajukan kendaraan dengan kecepatan tinggi. Walaupun demikian, psikolog yang akrab disapa Nina ini tak mau menduga-duga dengan apa yang dialami putra Ahmad Dhani sehingga sampai membuat kecelakaan ini terjadi. Yang jelas, Nina menegaskan bahwa anak di bawah umur memang tak seharusnya menyetir kendaraan sendiri karena perkembangan emosinya belum matang. Yunita Gama Wibowo, psikolog klinis anak dan remaja dari Personal Growth mengamini pendapat Nina. Jika dirunut dari usia pekembangan mentalnya, anak berumur 13 tahun masih masuk dalam kategori remaja awal yang belum berkembang dengan baik kemampuan kognitifnya. "Secara hukum, tentu ada alasan mengapa seseorang baru diperbolehkan mendapat SIM setelah berusia 17 tahun. Secara psikologis, anak-anak seumur itu masih labil perkembangan emosinya, mereka lebih mudah lelah dan kurang cermat mengambil keputusan," terangnya. Nina dan Yunita menganjurkan orang tua untuk tegas kepada anak remajanya yang merengek ketika meminta dibelikan mobil. (p)

○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

Puailiggoubat, NO. 272, 15 - 30 September 2013

11

Pentingnya Pengetahuan Berkendara bagi Pelajar

B

elakangan ini, kecelakaan sering banget terjadi. Bahkan beberapa kasus kecelakaan melibatkan para pelajar. Bahkan, kebanyakan pelajar yang mengendarai motor belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Karena sepeda motor sudah menjadi salah satu kebutuhan sebagai alat transportasi, cara terbijak adalah memberi pengetahuan tentang cara berkendara yang baik, benar dan aman. Bagi kalian para pelajar, coba beberapa tips berikut. Selalu gunakan HELM Sudah tau dong fungsi helm untuk apa? Buat melindungi kepala kalau kalian jatuh. Selain itu, helm juga berguna untuk melindungi kepala dari terik matahari serta melindungi mata dari segala debu dan serangga yang mungkin ada di jalanan. Tapi, kenapa masih banyak yang tidak mau pakai helm? Jangan ugal-ugalan Pelajar memang masih punya jiwa muda yang bergelora. Tapi, bukan berarti menjadi raja jalanan. Hormati semua pengguna jalan dan jangan membahayakan yang lain. Patuhi semua rambu lalu-lintas Rambu lalu lintas dibuat dan dipasang untuk dipatuhi. Selalu pelankan laju kendaraan jika ada orang yang akan menyebrang di zebra cross. Melanggar rambu lalu-lintas sama halnya dengan menginjakan satu langkah mendekati malaikat maut. Jangan berkendara sambil SMS/Telepon SMS atau telepon akan mengalihkan perhatian saat berkendara dan membuat tidak fokus, utamanya saat mengetikan SMS. Selain itu, jika tidak berhati-hati ada

risiko ponsel akan terjatuh. Kalau telepon menggunakan handsfree sebenarnya boleh saja, tapi LEBIH BAIK JANGAN karena sama saja akan membuyarkan konsentrasi. Jaga jarak dengan kendaraan di depan Jarak yang aman itu tergantung pada kecepatan saat berkendara, tapi seti-daknya lebih dari 3 detik. Maksudnya, ada waktu 3 detik sebelum kendaraan kita menyentuh kendaraan di depan. Waktu ini bisa digunakan untuk mengerem jika kendaraan di depan berhenti mendadak. Jangan sejajar dengan kendaraan besar Kendaraan besar seperti bus dan truk biasanya cukup berbahaya di jalan, terutama bagi pelajar. Barangkali, ada 'sensasi' tersendiri jika sudah bisa menyalip kendaraan besar. Tapi, ada baiknya jika ingin menyalip kendaraan besar pastikan ada ruang yang cukup untuk menyalip. Lalu dahuluilah secepat mungkin tapi jangan sampai kehilangan kendali karena bisa sangat berbahaya. Pilih rute teraman Tips terakhir biar aman berkendara bagi pelajar adalah pilih rute teraman, jika berkendara dari rumah ke sekolah pilihlah rute dengan jalan yang paling

sepi, tidak ada kendaraan besar serta jalannya bagus. Ini setidaknya meningkatkan kemungkinan untuk

selamat sampai tujuan dan menurunkan risiko kecelakaan. namun yang terpnting selalu hati-hati di jalanan. (int/p)

1.600 Pelajar Ta npa SIM Ditilang Tiap H ari

A

ksi anak di baw ah umur menge mudikan kendaraan berm otor di jalan raya sudah mencapai ratusa n ribu kasus dala bulan pertama ta m enam hun ini kata Kor ps Kepolisian La Lintas Mabes Po lu lri. Namun marakny a penindakan ap arat jalan raya rupanya tak mem buat jumlah peng endara anak menyusut, kata Kepala Bidang Penegakan Huk Korlantas Polri um Komisaris Besar Polisi Indrajit. "Kita sudah men indak 290.068 ka enam bulan, sem sus, itu baru entara tahun lalu kita tindak 607 anak per 90 rib u pelajar" seru Indrajit seperti dilansir BBC In donesia 11 Sept ember 2013. Itu berarti sepa njang tahun ini saja setiap hari terdapat lebih da ri 1600 siswa se kolah, setingkat SD hingga SMA , yang dikenai sa nksi polisi kare berkendara tanp na a mengantongi SIM. Kebiasaan berk endara anak baw ah umur ini marak, menurut Indrajit juga ka rena sikap oran yang malah men g tua dukung pelangga ran itu. "Ada kebangga an oh, anak saya masih SD, masih SMP suda h bisa bawa mob il lho," kata Indrajit meniruka n. Meski demikian juga mengakui se bagian orang tua melepas anak berkendara di ja lan raya dengan 'terpaksa' karena merasa tak puny a pilihan lain. "Transportasi um um dianggap tid ak layak karena tidak am an, belum lagi m acet parah, nant anaknya telat ke i sekolah," tamba h Indrajit.


Potret

K

ekayaan dan keindahan bahari Mentawai, siapa yang hendak menyangkalnya. Daerah kepulauan dengan panjang garis pantai 1.402,66 km ini, memiliki pantai-pantai nan eksotik, teluk-teluk yang indah, air laut yang bening maupun hamparan pohon bakau nan memukau. Banyak spot-spot ombak yang menjadi incaran para peselancar. Banyak kawasan

Puailiggoubat NO. 272, 15 - 30 September 2013

perairan yang menjadi favorit penyelam. Namun keindahan alam Mentawai belum menjadi destinasi wisata utama di Indonesia. Padahal dibanding wilayah Indonesia Timur yang jauh, akses ke Mentawai lebih murah dan mudah. Namun kurangnya promosi membuat keindahan Mentawai tidak begitu dikenal terutama oleh wisatawan dalam negeri.

Keterbatasan transportasi dan infrastruktur, juga mempersulit pengembangan wisata di Mentawai. Pada akhirnya, Mentawai hanya menjadi tujuan wisata minat khusus, nan ekslusif dan mahal. Menjadikan wisata sebagai sumber pendapatan daerah dan meningkatkan ekonomi masyarakat, masih menjadi pekerjaan rumah Pemerintah

12

Pemandangan matahari tenggelam (sunset) di Dusun Sibudda' Oinan, Desa Saibi Samukop, Kecamatan Siberut Tengah

Teks: Yuafriza Foto: Patrisius, Rus Akbar

Pantai Meileppet, Kecamatan Siberut Selatan ramai dikunjungi tiap hari libur

Pengunjung menggunakan sepeda motor untuk menarik peselancar di Pantai Maileppet

Keindahan teluk Mailleppet


Potret

Pemandangan matahari tenggelam (sunset) di Dusun Jati, Tuapeijat, Kecamatan Sipora Utara

Seorang anak berlari menuju Pantai Mapaddegat, Kecamatan Sipora Utara

Puailiggoubat NO. 272, 15 - 30 September 2013

13

Dua bocah menikmati sunset di Pantai Mapaddegat, Kecamatan Sipora Utara

Wisatawan berfoto di saat tenggelamnya matahari di Pantai Mapaddegat, Kecamatan Sipora Utara

Pantai Dusun Jati, Kecamatan Sipora Utara menjadi salah satu tujuan wisata saat hari libur


Puailiggoubat NO. 272, 15 - 30 September 2013

GM PLN Wilayah Sumbar Wasito Adi berjanji akan memberikan kompensasi atas pemadaman listrik bergilir berupa pemotongan tagihan listrik 10 persen bagi semua pelanggan di Sumbar.

Pemadaman Bergilir

Masyarakat Demo PLN FOTO:PATRIS/PUAILIGGOUBAT

Patrisius Sanene

L

ebih dari seratus warga Kota Padang yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil

Sumatera Barat (KMSS) melakukan aksi demonstrasi di Kantor wilayah PLN Sumatera Barat, kamis 5 September lalu. Mereka menuntut PLN menghentikan pemadaman bergilir dan meminta transparansi pemeliharaan dan perawatan sejumlah pembangkit di Sumbar. Pemadaman tersebut sudah meresahkan warga kota Padang karena telah dilakukan beberapa bulan. Pemadaman itu dinilai masyarakat menganggu aktivitas kerja dan aktivitas ekonomi terutama usaha kecil menengah. Massa yang tergabung dari beberapa LSM dan mahasiswa diantaranya Walhi Sumbar, LBH, LBH Pers, YCM Mentawai, PAHAM, Kompak, serta Badan Eksekutif Mahasiswa, HMI, KAMMI dan PMKRI mendatangani kantor PLN (Persero) Sumbar di Jalan Dr Wahidin Padang. Saat mendatangi kantor PLN yang berada di Sawahan tersebut, para pengunjuk rasa membawa posterposter yang berisi kecaman terhadap PLN, mereka juga membawa karangan

DIALOG - Wasito Adi (kiri), General Manager PLN Sumbar berdialog dengan pendemo di halaman kantor PLN Sumbar bunga yang bertuliskan “Di Sini PLN Dikubur”. Massa meminta General Manager (GM) PLN Sumbar, Wasito Adi bertanggung jawab atas kerusakan sejumlah barang-barang elektronik masyarakat akibat pemadaman bergilir. Di kantor PLN Sumbar sempat terjadi aksi saling dorong dengan petugas untuk memaksa GM PLN Sumbar menemui para pengunjuk rasa namun

tak lama kemudian Wasito Adi bersama jajarannya keluar menemui massa yang sudah mengerumuni halaman kantor PLN Sumbar. Kepada Wasito, perwakilan KMSS mendesak pemerintah mengaudit pengelolaan ketenagalistrikan oleh PLN dan meminta PLN memberikan kompensasi (ganti rugi) kepada masyarakat sebagai konsumen sesuai dengan ketentuan UU No. 8 Tahun 1999 Jo UU No.

30 Tahun 2009. KMSS meminta pemerintah mengkaji ulang kebijakan interkoneksi dengan memprioritaskan kebutuhan listrik daerah penghasil, dan KMSS juga meminta PLN harus menghentikan pemadaman bergilir karena publik sebagai konsumen berhak mendapatkan tenaga listrik terus menerus dengan kualitas yang baik. Jika tuntutan KMSS ini tidak

Pelatihan Singkat Transparansi Anggaran

Mengungkap Modus-modus Penyimpangan Penggunaan Anggaran PADANG - Modus penyimpangan anggaran dalam APBD di daerah biasanya pada item belanja yang sudah dinaikkan harganya (mark up) dan pembuatan estimasi penerimaan pendapatan yang tidak sesuai dengan potensi yang ada sehingga terjadi potential loss (mark down) Demikian dikatakan Direktur LSM Jemari Sakato, Syafrimet Aziz saat menjadi narasumber Pelatihan Singkat untuk meningkatkan kapasitas jurnalis dalam mengawasi transparansi anggaran yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Padang yang dilakukan di Kafe Nunos, Sabtu, 7 September. Pelatihan singkat tersebut mengangkat tema mengawasi titik-titik rawan APBD dan menyingkap modus penyimpangan anggaran APBD . Pelatihan tersebut digelar 8 kali pertemuan dengan peserta 15 jurnalis di Padang.

14

Syafrimet menjelaskan, modus tersebut sering dilakukan pemerintah sebagai pelaku pengguna anggaran. Tak hanya itu, alokasi anggaran yang bertentangan dengan undang-undang atau peraturan yang berlaku misalnya pembelian mobil dinas yang tidak sesuai dengan PP Nomor 7 Tahun 2006. Modus penyimpangan anggaran juga terjadi pada pemborosan anggaran atau inefisiensi atau pemberian tambahan penghasilan kepada Pegawai Ne-geri Sipil tanpa didasarkan pada kriteria/ tunjangan atau gaji buta. Selain itu adanya duplikasi proyek misalnya antara tahun sebelumnya dan tahun sekarang proyeknya sama, dan kemungkinan juga adanya proyek ganda atau proyek yang target dan kelompok sasarannya sama, namun dilakukan oleh dua/lebih SKPD. Ada lagi honor atau tunjangan gan-

da karena rangkap jabatan honor yang diberikan kepada satu pejabat karena jabatannya. Misalnya sebagai sekda, sebagai pembina, sebagai pemimpin pelaksana. “Ada lagi modus penandatanganan perjalananan dinas yang dilakukan di daerah, yang ditandatangani misalnya 3 orang sementara yang hadir hanya 2 orang, jadi itu juga modus mereka menggerogoti anggaran,” kata Syafrimet. Untuk mengawasi kebocoran anggaran tersebut, menurut Syafrimet, dibutuhkan peran aktif masyarakat termasuk media. Ia menilai, partisipasi masyarakat mengontrol dan mengawasi APBD masih rendah. “Yang harus dilakukan saat ini adalah menyadarkan masyarakat bahwa uang yang digunakan dalam APBD itu adalah uang rakyat, pemerintah hanya sebagai pengelola,” katanya.

Pelatihan singkat tersebut berlangsung dinamis karena peserta aktif dalam diskusi. Hampir semua peserta yang berprofesi jurnalis itu mengeluhkan sulitnya mendapatkan dokumendokumen APBD mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan. “Kalau tahap awal seperti musrenbang dan perencanaan, kita bisa mengikuti, namun untuk mendapat dokumen sangat susah misal dokumen APBD dan DPA (Dokumen Pelaksanaan Anggaran), itu sangat sulit,” kata Aci Indrawadi, jurnalis dari Harian Umum Singgalang. Menanggapi hal itu, Syafrimet mengatakan, jurnalis harus berupaya mendapatkan dokumen-dokumen tersebut. Paling tidak, tiga dokumen penting yang diperlukan dalam menelusuri penyimpangan anggaran adalah Rencana Kegiatan Anggaran, APBD dan DPA. (trs)

dilakukan maka koalisi akan menempuh jalur-jalur hukum yang disediakan oleh undang-undang. Dalam dialog dengan KMSS, Wasito Adi mengaku tidak dapat menjamin penghentian pemadaman dengan alasan kerusakan generator di PLTU Om-bilin, dan perawatan dua PLTA akibat terbatasnya air danau Singkarak dan Maninjau sehingga Sumbar mengalami defisit daya “Dengan pemadaman listrik tersebut kami dari pihak PLN akan memberikan kompensasi 10 persen kepada masyarakat, kompensasi tersebut berupa pengurangan pembayaran tagihan khusus bulan depan,” katanya Wasito di hadapan pendemo. Wasito Adi juga menjanjikan pertengahan Oktober tidak akan terjadi pemadaman listrik lagi, “Untuk pemadaman listrik saya berjanji pertengahan Oktober tidak terjadi lagi, sebab turbin di PLTA Singkarak telah selesai diperbaiki,” kata Wasito. Sebelum berunjuk rasa di PLN, massa KMSS melakukan aksi di DPRD Provinsi Sumatera Barat dengan membubuhkan tanda tangan pada spanduk sebagai bukti mosi tidak percaya terhadap PLN. Di gedung DPRD Sumbar, massa ditemui M. Tohid, anggota Komisi III DPRD Sumbar. M. Tohid mengapresiasi aksi tersebut justru dan bergabung bersama massa KMSS melakukan demo di kantor Gubernur hingga PLN Sumatera Barat. “Kita sangat mendukung aksi tersebut, karena pemadaman yang dilakukan oleh PLN ini sudah meresahkan masyarakat,” kata M. Tohid saat diwawancarai wartawan. Usai melakukan aksi di gedung DPRD Sumbar, massa KMSS long march menuju kantor gubernur Sumbar untuk menemui Gubernur Irwan Prayitno. namun saat berunjuk rasa di kantor gubernur tak ada satu pun pejabat yang menemui pengunjuk rasa, bahkan massa memaksa masuk ke kantor gubernur. Karena sudah geram, massa memasuki ruang kerja Irwan Prayitno dan mengambil kursi kerja untuk dibawa ke halaman kantor gubernur. Di kursi kerja gubernur tersebut massa membawa karangan bunga yang bertuliskan “Turut Berduka Cita Atas Matinya Pemimpin Sumbar”. Selain itu kursi kerja tersebut dibakar oleh massa sebagai bukti kekecewaannya terhadap pemerintah yang tidak ingin menemui massa, usai aksi tersebut massa membubarkan diri dan melanjutkan aksi ke Kantor PLN Sumbar. (trs)


15

Puailiggoubat

Jemaah haji yang berangkat dari Embarkasi Padang berjumlah 5.979 orang dari 16 kloter. Yang terdiri dari jemaah asal Sumatera Barat 3.689 orang, dan 1.287 jemaah dari Bengkulu, serta 1.003 jemaah dari Jambi

Andri el Faruqi

mbarkasi haji Padang memberangkatkan kloter pertama jemaah haji tahun ini ke Arab Saudi, Selasa, 10 September 2013. Sebanyak 370 jamaah haji dari Tanah Datar, Padang Panjang dan Padang berangkat didampingi lima petugas haji berangkat dari Bandara Internasional Minangkabau. Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agam Sumatera Barat Syamsuir mengatakan, awalnya, jemaah haji dan petugas di kloter pertama ini berjumlah 374. Namun, ada satu orang calon jemaah yang meninggal dunia. “Tiga lainnya tak jadi berangkat, karena ada suami atau istrinya yang kena pemotongan. Jadi mereka memutuskan untuk berangkat bersama pada tahun berikutnya,” ujarnya kepada Puailiggoubat, Selasa 10

E

SEPUTARSUMBAR

NO. 272, 15 - 31 Agustus 2013

Sumbar Berangkatkan 16 Kloter Jemaah Haji September 2013. Menurut Syamsuir, jemaah haji yang berangkat dari Embarkasi Padang berjumlah 5.979 orang dari 16 kloter. Yang terdiri dari jemaah asal Sumatera Barat 3.689 orang, dan 1.287 jemaah dari Bengkulu, serta 1.003 jemaah dari Jambi. “Untuk Bengkulu, mereka tak masuk lagi ke asrama. Tapi langsung ke bandara untuk berangkat. Sebab, mereka ada embarkasi antara,” ujarnya. Calon haji yang berangkat pada 2013 ini, berumur 25 sampai 80 tahun. “Kalau rata-ratanya, 30 sampai 50 tahun. Yang berumur 80 tahun sedikit,” ujarnya. Sementara, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno berharap, seluruh jemaah haji asal Sumatera Barat bisa mendoakan daerah ini dijauhkan dari bencana dan malapetaka. Serta selalu diberkahi rahmad dan hidayah Allah. “Agar kita selalu hidup rukun, damai dan sejahtera,” ujarnya dalam pelepasan jemaah haji kloter pertama Senin malam. Sementara Anggota DPR RI Tubagus mengatakan, penyelenggaraan embarkasi haji Padang cukup baik dan sesuai dengan harapan. “Semoga ini bisa dipertahankan dan dapat meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat,” ujarnya. (o)

Usulan Pemberian Nama Jalan Soeharto Dikritik PADANG - Gagasan pemberian nama jalan By Pass, Air Pacah, Kota Padang menjadi Jalan Soeharto dikritik masyarakat. Jalan sepanjang 27 kilometer itu nantinya akan menjadi kawasan pusat pemerintahan Kota Padang setelah sejumlah gedung pemerintahan selesai dibangun, pascagempa 2009 lalu. Adalah Wali Kota Padang Fauzi bahar yang mengajukan usulan nama tersebut. Jalan tersebut rencananya akan dibagi menjadi tiga nama jalan, Jalan Soeharto, yang nantinya melintasi pusat pemerintahan Kota Padang, alias 0 kilometer. Selain Soeharto, juga ada nama Syafruddin Prawiranegara dan Walikota Padang pertama, Bagindo Aziz Chan. Sejarawan dari Universitas Andalas, Gusti Anan, menilai sosok Soeharto masih menjadi kontroversi di masyarakat karena itu usulan tersebut tidak tepat. Gusti Anan mengusulkan, nama jalan yang lebih pantai justru Tan Malaka. “Tan Malaka berasal dari Sumatra Barat dan jasanya banyak bagi republik ini,” ujarnya. Saat ini Tan Malaka hanya menjadi nama jalan salah satu gang kecil sepanjang satu kilometer di Padang. Anggota DPRD Kota Padang Maidestal Hari Mahesa mengatakan, daripada Soeharto, masih banyak pahlawan-pahlawan asal Sumatra Barat yang bisa dijadikan nama jalan di kawasan tersebut. Karena itu ia berpendapat, Fauzi Bahar harus menghimpun masukan dari masyarakat terkait dengan pemberian nama tersebut untuk menghindari konflik. Lagi pula, lanjut Maidestal, rancangan peraturan daerah tentang pemberian nama jalan itu belum masuk ke DPRD Padang. “Jika memang akan diusulkan, harus dalam bentuk raperda,” ujarnya. (a)

FOTO:APRIL/PUAILIGGOUBAT

BLOKIR JALAN - Mahasiswa Universitas Bung Hatta Padang memblokir jalan masuk saat melakukan aksi demo di kampus Ulak Karang Padang, Kamis, 12 September 2013. Mahasiswa menuntut agar pihak kampus membatalkan aturan tes toefl sebagai salah satu syarat untuk wisuda.

GAW Palupuh, Salah Satu Stasiun Pengukur Pencemaran Udara PADANG - Kawasan Palupuh Kabupaten Agam Sumatera Barat, menjadi salah satu stasiun Global Atmosphere Wathc (GAW). Stasiun ini menjadi kontributor data pengukuran pencemaran udara dari 33 buah stasiun yang ada di dunia. Hasil pengukuran pencemaran udara yang dilakukan negara-negara anggota WHO tahun 1989, menggambarkan dunia sedang mengalami permasalahan lingkungan secara global. Seperti penipisan ozon di strastosfer, hujan asam, asap kabut dan peningkatan gas rumah kaca di atmosfer yang saat ini disebut dengan perubahan iklim global dunia. Hal ini yang disampaikan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, pada acara Inagurasi Kerjasama BMKG-Meteo Swiss dalam Program CATCOS (Capacity Building and Twinning for Climate Observing System) di Bukit Kototabang, Palupuh Kabupaten Agam, Senin 9 September 2013. Hadir juga Duta Besar Swiss H E Heinz Walker- Nederkoorn, Direktur BMKG Andi Eka Sakya. Dalam kerjasama tersebut, Meteo Swiss memberikan bantuan peralatan terbaru untuk stasiun GAW di Kabupaten Agam. Sebab, peralatan di

stasiun yang sudah berdiri beberapa tahun yang lalu itu, sudah tidak layak digunakan. Irwan mengaku, pemilihan lokasi kerjasama BMKG-Meteo Swiss dalam program Catcos di stasiun GAW Bukit Kototabang, merupakan kepercayaan dari dunia internasional bahwa Sumatera Barat mampu melaksanakan program tersebut. Menurut Irwan, kerjasama saat ini menjawab persoalan yang terkait dengan pemanasan global dan perubahan iklim yang saat ini menjadi issu dunia. “Dengan adanya stasiun penelitian iklim ini, Sumatera Barat menyumbang untuk masyarakat dunia,” ujarnya. Irwan mengaku, Sumatera Barat masih memiliki alam yang asri. “Kita berharap, masyarakat kita tetap konsisten mempertahankan keasrian lingkungan hutan. Sehingga, menjadi kebanggaan untuk masyarakat dunia,” ujarnya. Meskipun Sumatera Barat bukanlah daerah industri, tapi kata Irwan, daerah ini beberapa kali terkena dampak dari kebakaran hutan di lahan industri provinsi tetangga. Dan pada skala tertentu kiriman asap akibat kebakaran lahan industri

mempengaruhi aktifitas masyaraka.. Direktur BMKG Andi Eka Sakya mengaku, awalnya Indonesia dituduh penyumbang gas rumah kaca yang tinggi. Namun, setelah dilakukan penelitian, negata ini sangat rendah dalam gas rumah kaca (Co2). “Kita masih memiliki alam dan hutan yang baik,” ujarnya. Menurut Andi, kondisi alam saat ini mengalami kejenuhan. Sebab, aktivitas manusia, seperti asap pabrik, kendaraan bermotor, kebakaran hutan. Sehingga, mengalami penumpukan gas CO2 yang menyebabkan terjadinya pemanasan global. Akibatnya, kata Andi, terjadi perubahan cuaca yang cukup ekstrim. Ini yang menyebabkan siklus antara musim hujan dan kemarau juga mengalami pergeseran , serta membawa dampak yang cukup signifikan di berbagai bidang kehidupan manusia. “Makanya diperlukan sebuah penelitian untuk memberikan pembuktian apa yang sedang terjadi terhadap alam kita ini. Dan di Stasiun GAW Kototabang ini, kita dapat memberikan laporan dan data-data kepada dunia internasional,” ujarnya. (a)


Puailiggoubat NO. 272, 15 - 30 September 2013

8

Suara Puailiggoubat Pengelolaan Kapal yang Amburadul

E

ntah bagaimana pengelolaan kapalkapal milik Pemda Mentawai saat ini. Sejatinya, kapal-kapal penumpang yang didanai pajak rakyat dari APBD itu digunakan untuk mengakomodir transportasi masyarakat antar pulau, namun kini, sebagian besar dari kapal-kapal itu, sandar di dermaga karena masalah operasional maupun tengah menjalani perawatan. Dari dokumen RPJMD Mentawai 20112016, tercantum jumlah kapal milik Pemda Mentawai 13 unit, namun itu sudah termasuk kapal operasional SKPD seperti Kapal Alloy dan KM Rimata. Namun jika dilihat APBD 2013, hanya empat kapal penumpang Pemda yang dibiayai operasional dan perawatannya tahun ini yakni KLM Nade, KM Beriloga, KM Simatalu, dan KM Simasin. KLM Nade, KM Simasin dan KM Simatalu melayani rute antar pulau sedang KM Beriloga, dulu menempuh rute Sikabaluan-Padang. Namun kini, tiga kapal tengah sandar karena sedang rusak atau dokumennya tidak lengkap. Beriloga dan Simatalu sandar di Pelabuhan Muaro Padang, Simasin di dermaga Tuapeijat. Tidak beroperasinya kapal-kapal penumpang milik Pemda ini tentu menjadi sebuah ironi ditengah rendahnya volume transportasi laut di Mentawai. Saat ini, kapal regular yang melayani transportasi PadangMentawai hanya tiga kapal. Dua milik ASDP yakni KMP Ambu-ambu dan KMP Gambolo dan satu unit kapal milik swasta, Sumber Rezeki Baru. Dengan minimnya kapal ini, tidak setiap hari kapal-kapal bisa menyinggahi lima pelabuhan besar di Mentawai. Sementara kapal antar pulau yang kini rutin berlayar hanya KLM Nade. Namun beberapa kali kapal ini mengalami persoalan kesulitan BBM sehingga sering tertunda berlayar. Bahkan saat libur Lebaran lalu, para penumpang terpaksa iuran membeli BBM agar kapal jalan. Kondisi kapal-kapal Pemda Mentawai ini patut menjadi pertanyaan sebab setiap tahun, anggaran operasional dan perawatan kapal selalu dialokasikan dalam APBD. Pengadaan kapal juga terus dilakukan untuk menambah moda transportasi, namun kenyataannya, kapal baru datang, kapal lama rusak sehingga jumlah moda yang beroperasi tidak bertambah. Pengawasan terhadap pengelolaan kapal-kapal milik Pemda ini tentu harus dilakukan baik oleh DPRD dan masyarakat. Pengawasan mulai dari perencanaan, pengadaan hingga pengoperasian. Jangan sampai biaya alokasi perawatan dianggarkan setiap tahun untuk merawat kapal-kapal yang kondisinya sudah tak laik lagi. Sebab kelancaran transportasi laut ini dibutuhkan untuk percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat, seperti yang sudah dicanangkan dalam RPJMD Mentawai 2011-2016. z

16

Pusat Penelitian di Perguruan Tinggi sebagai Pencetak Peneliti Muda

P

usat penelitian di Perguruan Tinggi (PT) merupakan wadah yang sangat berperan dalam mencetak ilmuwan muda sebelum mereka terjun pada institusi-institusi penelitian profesional. Bukan hanya masalah kepandaian yang menjadi pertimbangan utama, sikap/ tingkah laku (attitude) sebagai peneliti (junior) merupakan faktor yang lebih penting untuk dipelajari. Faktor sikap ini menjadi penting karena seringkali menjadi masalah para fresh graduate, baik lulusan S1 maupun S2, yang belum memiliki pengalaman kerja yang memadai. Lulusan baru biasanya masih idealis dan ‘sulit diatur’ karena idealismenya tersebut seolah memberikan ijin akan kebebasan dalam melakukan segala sesuatu. Yang terpikir saat melihat realita adalah ‘seharusnya begini dan begitu’, saya ingin ini dan itu. Terkadang tidak terbersit pertanyaan ‘apa yang diinginkan dari saya’? Karena kita direkrut untuk mengerjakan sesuatu dan untuk ‘tunduk’ pada atasan. Beberapa sikap (fisik dan mental) yang dapat meningkatkan ‘kualitas’ kita sebegai staf peneliti junior diantaranya: keingintahuan dan kreativitas. Rasa ingin tahu membuat kita bertanya, dan kemudian mencari jawabannya. Rasa ingin tahu adalah salah satu sumber dari munculnya ide-ide

oleh: Endah Puji Septisetyan Peneliti LIPI cemerlang. Kreativitas kita akan mendukung kita dalam pencapaian ide-ide tersebut. Lalu bekerja secara individu dan dalam tim. Setiap peneliti pasti memeliki ego masingmasing. Hal ini membuat suatu keharusan bagi peneliti untuk dapat bekerja secara individu. Peneliti harus rajin dan berusaha untuk tidak bergantung pada orang lain. Sebisa mungkin kita mengetahui dan melakukan sendiri apa yang kita kerjakan dan menjadi tanggung jawab kita. Bagaimanapun juga kita adalah bagian dari sebuah tim. Kita juga tidak bisa melakukan segala sesuatunya sendiri. Oleh karena itu, kita perlu bekerja sama dalam tim untuk mendapatkan suatu pencapaian yang lebih tinggi. Dalam hal ini, setiap individu tetap memegang peran dan tanggung jawab masing-masing untuk tujuan bersama. Yang sama adalah tujuannya, tetapi tanggung jawab dan pekerjaannya tidak ha-

rus sama. Gesekan dengan peneliti lain perlu dihindari untuk mencegah timbulnya konflik. Semangat dan kesungguhan, semangat tentu saja sangat diperlukan dalam bekerja. Apalagi jika kita mengalami suatu kegagalan. Dengan semangat tinggi dan kesungguhan, kita akan pantang menyerah dalam mencapai tujuan. Kesungguhan juga menentukan kualitas pekerjaan kita. Ketelatenan dan ketelitian. Seorang peneliti harus teliti dalam bekerja. Slowly but sure. Lebih baik melakukan sesuatu dengan pelan, tahap demi tahap dengan teliti, daripada bekerja terburu-buru dan ceroboh. Ketelatenan sangat diperlukan agar kita tidak mudah jenuh

dikala kita melakukan eksperimen yang monoton. Kejujuran Peneliti boleh salah, tetapi peneliti tidak boleh berbohong. Manipulasi data sangat tidak dibenarkan dalam etika penelitian. Menghargai ilmu dan pengalaman. Ilmu dan pengalaman tidak diperoleh dengan mudah. Untuk dapat memperoleh ilmu kita harus belajar dengan kesungguhan hati. Dengan demikian kita juga harus menghargai seseorang yang memiliki ilmu

atau pengalaman dalam sesuatu hal. Apalagi jika kita belajar dan mendapat bantuan dari orang tersebut, sudah sewajarnya kita berterima kasih dan menghargai orang itu. Meskipun seseorang itu adalah lebih muda atau orang yang tidak kita sukai sekalipun. Mengajari seseorang dan berbagi ilmu bukanlah hal yang mudah. Menghargai atasan. Sebagai seorang peneliti, sudah sewajarnya jika kita memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Dengan berbekal pada pengalaman kita pribadi, juga teori-teori yang telah kita dapatkan selama belajar, membentuk idealisme dan cita-cita kita. Meskipun demikian, di tempat yang baru kita harus dapat belajar untuk ‘tut wuri handayani’ untuk dapat mendukung apa yang sedang dikerjakan oleh atasan kita. Akan ada waktunya sendiri bagi untuk bisa mengembangkan sesuatu yang kita cita-citakan. Kita harus menunggu saat yang tepat. Dengan menyamakan visi dan misi dengan atasan pun, jika kita adalah seorang peneliti yang baik, kita juga tetap bisa ‘melakukan sesuatu’. Visioner. Suatu saat ketika kita menjadi peneliti senior, itulah waktunya bagi kita untuk memimpin dan membimbing. Waktunya menerapkan idealisme dan cita-cita kita untuk kemajuan bangsa ini. Hanya peneliti junior yang baik yang akan dapat menjadi peneliti senior yang baik. Hanya peneliti junior yang memahami setiap tahapan untuk berproses yang akan menjadi matang dan memetik buahnya. Jika di saat kita menjadi peneliti junior kita sudah semaunya sendiri, bagaimana kita bisa menjadi seorang pemimpin yang baik? Pada PT yang mendeklarasikan dirinya sebagai research university seyogyanya mendidik para mahasiswanya untuk memiliki sikap peneliti yang baik. Tidak hanya kemampuan teknik penelitian maupun kemampuan menulis ilmiah, faktor sikap ini justru akan menjadi faktor penentu profesionalisme di instansi penelitian yang sesungguhnya. Semoga bermanfaat!


17

Puailiggoubat

NO. 272, 15 - 30 September 2013

PODIUM

Kebijakan Pertanian Pemerintah Salah Arah K edaulatan Pangan adalah hak asasi untuk memproduksi, konsumsi dan pemasaran hasil pertanian berbasiskan rakyat. Hak asasi negara dan rakyat Indonesia ini semakin terancam oleh penetrasi modal korporasi di bidang perkebunan, pangan, tambang, air, laut dan udara. Dari segi produksi petani dibiarkan saling berebut lahan dengan perusahaan besar dan biaya produksi yang tinggi akibat ketergantungan alat-alat produksi. Dalam hal konsumsi rakyat dihadapkan pada pangan impor yang belum tentu sehat karena mengandung bahan-bahan kimia berbahaya. Kemudian hasil pertanian rakyat dihargai rendah karena tidak adanya perlindungan pasar. Negara dan rakyat Indonesia tidak lagi punya kedaulatan lagi dalam mengatur produksi, distribusi dan konsumsi di sektor pangan. Saat ini sektor pangan tergantung pada mekanisme pasar yang dikuasai oleh segelintir perusahaan raksasa. Pertanian tanaman pangan Indonesia dihadapkan pada situasi yang dilematis, di satu sisi ketersediaan lahan yang cukup luas (sebagai negara agraris) namun untuk memenuhi kebutuhan pangan rakyat, Indonesia melakukan impor pangan. Disaat kekurangan pangan bukannya memperkuat basis produksi pertanian rakyat, pemerintah justru mengganti peran petani kecil ke korporasi diantaranya melalui : 1. Food Estate atau pertanian tanaman pangan berskala luas. Food Estate memberikan penguasaan penuh

bagi perusahaan Nusantara; serta Peoleh: Sukardi Bendang swasta nasional dan rum Bulog (pengelola swasta asing untuk hasil produksi) deKetua Badan Pengurus Wilayah Serikat Petani Indonesia (SPI) Sumbar memproduksi ngan salah satu skepangan. Misalnya proyek Merauke Sygenta, Dupon, Mosanto, Mckinsey, manya yaitu pola pengelolaan (sewa Integrated Food Energy and Estate Indofood, ADM, SwissRA, Sinar Mas, lahan petani). PT PEN anak perusahaan (MIFEE) sudah mulai di garap oleh Bungee, dan Kraft. PT PUSRI pernah masuk Sumatera 3. Gerakan Produksi Pangan Barat untuk menyewa sawah petani di Wilmar Group dan Rajawali group, dan diikuti oleh perusahaan swasta asing dan dengan sistem Petani Plus Korporasi awal 2012 dan dengan tegas ditolak nasional lainnya pada lahan seluas Negara. Ada lima Konsorsium BUMN Serikat Petani Indonesia (SPI) Sumatera 570.000 ha yang dicadangkan Ke- yang terlibat : PT Pertani dan Sang Barat karena akan merugikan petani. menterian Pertanian Pemerintah membentangpe-riode 2010-2014. kan karpet merah bagi korKe-mudian PT Sang porasi untuk semakin menguHyang Seri dan PT asai tanah dan pangan di IndoPupuk Sriwidjaja menesia. Bahkan RUU Pangan respon program food yang tengah dibahas DPR RI estate seluas 100.000 saat ini tidak menjamin terpeha di Kalimantan nuhinya hak-hak rakyat atas (Mentan,Suswono 15 pangan, karena lebih melihat April 2012), PT Nusa pada aspek ketersediaan dan Agro Mandiri -pemilik pangan sebagai komoditas, restoran Solaria- 1.950 serta tidak terlindunginya ha dan PT Miwon Inbibit-bibit lokal. donesia 3.245 ha juga Kebijakan pemerintah mesudah mengelola Food ningkatkan tanaman berorienEstate di Kalimantan. tasi ekspor melalui perkebunan 2. Pertemuan Fobesar (korporasi) selama ini rum Ekonomi Dunia terbukti berakibat pada terjaAsia Pasifik (Jakarta dinya alih fungsi lahan dan 12-13 Juni 2011) konflik agraria berkepanjangmenghasilkan kesean. Alih fungsi lahan pertanian pakatan untuk memsecara nasional mengkwatirkan bentuk World Ecoyaitu berkisar 100 – 120 hektar nomic Forum Partnerpertahun. Kemudian, laporan ship for Indonesia Sustainable Agri- Hyang Seri (penyedia benih); PT Pupuk Badan Pertanahan Nasional (BPN), culture antara pemerintah dengan 14 Sriwijaya (pupuk); Perum Jasa Tirta I sepanjang tahun 2011 terjadi 2.791 perusahaan pertanian dunia seperti dan II (air); Perum Perhutani, PT kasus pertanahan di seluruh Indonesia. Medco, Nestle, Unilever, Cargill, Inhutani, dan PT Perkebunan Telah terjadi dominasi, hegemoni

kekuatan kapitalis global dalam hal penguasaan pangan dan sumber-sumber agraria di Indonesia, pemerintah gagal membangun konsep kemandirian atau ekonomi berdikari. Bahkan terjadi persaingan tidak sehat antara pemilik modal dengan masyarakat dalam perebutan sumber-sumber agraria. Pembaruan agraria sejati sudah sangat mendesak untuk dilaksanakan, menata kembali struktur ketimpangan penguasaan agraria selama ini. Di ikuti dengan pendistribusian tanah kepada petani, khususnya untuk pembangunan pertanian pangan berbasis rakyat, sebagai prasyarat utama mewujudkan kedaulatan pangan dan keadilan sosial. Pemerintah terlena dengan teoriteori ahli ekonomi kapitalis global bahwa “Pembangunan ekonomi yang tangguh memerlukan perkembangan ekonomi yang cepat, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi diperlukan peningkatan ekspor dan peningkatan investasi secara berkelanjutan�. Pemerintah mesti bercermin pada krisis ekonomi dimasa lalu dimana Indonesia mampu bertahan karena ditopang sistem produksi pangan lokal (pedesaan) yang mampu mencukupi kebutuhan pangan masyarakat sekitarnya. Demi memacu pertumbuhan ekonomi tinggi tidak seharusnya pemerintah mengorbankan kedaulatan negara dan rakyatnya atas pangan. Perkuat pertanian pangan berbasis rakyat, jangan serahkan hak asasi negara dan rakyat kepada perusahaan raksasa yang jelas-jelas mementingkan laba dan loba.z


Puailiggoubat NO. 272, 15 - 30 September 2013

Bantuan diberikan untuk mensubsidi biaya pendidikan siswa yang kurang mampu agar tetap bersekolah Gerson Merari Saleleubaja

204 Siswa Miskin di Mentawai Dapat Bantuan FOTO:IRMAN JOHN/PUAILIGGOUBAT

S

ebanyak 204 siswa SMA di Kabupaten Kepulauan Mentawai ditetapkan menjadi

penerima Bantuan Siswa Miskin (BSM) SMA tahun 2013. Jumlah penerima tersebut dibagi dalam dua tahap, tahap II sebanyak 92 siswa dan tahap III sebanyak 112 siswa yang dananya bersumber dari APBN, sementara tahap I, Mentawai belum diakomodir. Dalam SK Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Atas Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 1515/D2/KU/2013 yang ditandatangani Haris Iskandar, 3 Juni 2013, tentang siswa penerima bantuan siswa miskin (BSM) SMA tahun 2013 tahap II, ditetapkan sebanyak 145.234 siswa dari 415 kabupaten/kota seluruh Indonesia dengan jumlah dana sebesar Rp 72.617.000.000. Dari jumlah penerima tahap II tersebut, Kabupaten Kepulauan Mentawai mendapat kuota penerima sebanyak 92 siswa dengan jumlah dana sebesar Rp46 juta. Dana tersebut akan disalurkan melalui Kantor Pos masingmasing yang akan dicairkan langsung siswa atau melalui kuasa kepada kepala sekolah masing-masing. Sesuai SK tersebut pencairan dana untuk kelas X dan XI tahun pelajaran 2012/2013 diberikan sekaligus dua semester, yakni untuk semester II tahun ajaran 2012/2013 dan semester I tahun ajaran 2013/2014 masing-masing sebesarRp 1 juta per siswa. Sementara untuk kelas XII diberikan satu semester, yakni untuk semester II tahun pelajaran 2012/ 2013 masing-masing sebesarRp 500 ribu per siswa Untuk penerimaan tahap III, siswa SMA di Kabupaten Kepulauan Menta-

18

BERBARIS - Murid SDN 10 Saumanganya, Pagai Utara berbaris di depan halaman sekolah yang baru dibangun dua tahun lalu wai mendapat kuota penerimaan sebanyak 112 siswa dengan jumlah dana keseluruhan Rp116 juta, ditetapkan dalam SK Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Atas Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 1665/D2/KU/2013 tertanggal 11 Juni 2013, ditandatangani Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Atas Harris Iskandar tentang siswa penerima bantuan siswa miskin (BSM) SMA tahun 2013 tahap III. Meski sudah ada SK penetapan, jumlah penerima dari kementerian, Wakil Kepala SMAN I Siberut Selatan, Tuty Susanti mengatakan, hingga 12 September 2013 sekolahnya belum menerima informasi terkait pencairan dana tersebut. “Kami belum dapat informasi apaapa hingga saat ini,” katanya saat dikonfirmasi Puailiggoubat lewat telepon, Kamis, 12 September. Menurut Tuty, jumlah siswa yang

kurang mampu mereka ajukan untuk penerima tahap I untuk Mentawai atau tahap II kategori nasional yang pencairannya pada Agustus-September 2013 sebanyak 43 orang. Jumlah itu, kata Tuty, kemungkinan akan berkurang karena akan diseleksi dinas pendidikan kabupaten. Sementara itu, Kepala SMAN I Siberut Selatan, Yubob Salim, yang dikonfirmasi terkait pencairan dana BSM tahap II menyebutkan, dari informasi yang diterimanya dari Kepala SMAN I Siberut Utara, Paulus Sikaraja, dana untuk jatah sekolahnya sudah cair namun nyasar ke Pos Siberut Utara. “Sampai saat ini saya belum tahu jumlah pastinya karena dana masih di Sikabaluan kemungkinan baru dikirim hari Jumat, 13 September lewat kapal dan baru bisa dibagikan hari Senin, 16 September,” ujarnya. Yubob mengatakan, penerimaan dana tahap III yang dananya akan

dicairkan tahun 2014, pihaknya telah menyerahkan data tersebut ke dinas pendidikan kabupaten. “Semua siswa kita masukkan sebagai penerima tergantung dinas yang menyeleksinya nanti,” katanya. Pernyataan Yubob tersebut dibenarkan Tuty, sebelumnya mereka sempat bingung karena ada persyaratan pengajuan siswa penerima BSM mesti melampirkan Kartu Perlindungan Sosial (KPS).

“Kalau syarat itu diharuskan berarti tidak akan ada murid yang bisa diajukan karena semuanya tidak memiliki KPS, namun terakhir informasi dari dinas tidak masalah kalau calon murid penerima diajukan meski tidak memiliki KPS, maka prosesnya dilanjutkan,” ujarnya. Untuk saat ini, kata Tuty data calon penerima BSM di sekolahnya sudah dikirim ke kabupaten, “Sekarang tinggal menunggu hasilnya, mudah-mudahan kuotanya banyak,” katanya. Sesuai juknis yang dikeluarkan Direktorat Pembinaan SMA Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Tahun 2013, dana BSM digunakan siswa untuk buku dan alat tulis sekolah, pakaian dan perlengkapan sekolah

(sepatu, tas, dll), transportasi siswa ke sekolah, uang saku siswa ke sekolah serta biaya kursus atau les tambahan. Sementara di tingkat SD, meski tak mendapat kucuran dana Bantuan Siswa Miskin Sekolah Dasar (BSM-SD) tahap I yakni pada Juni 2013 lalu, SD di Kecamatan Siberut Selatan kembali mengajukan data murid yang layak menerima bantuan tersebut. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Siberut Selatan, Ijon Tasirilotik mengatakan, saat ini semua kepala SD tengah melakukan rapat penyusunan jumlah murid miskin yang layak menerima bantuan untuk diajukan sebagai penerima BSM-SD untuk periode 2013-2014. “Saya belum bisa memberikan data pastinya karena masih direkapitulasi kepala SD masing-masing,” katanya Kamis, 12 September. Prosesnya nanti kata Ijon, setelah data lengkap maka akan diberikan kepada cabang dinas untuk diteruskan ke Dinas Pendidikan Mentawai hingga ke Jakarta. Menyinggung pencairan sebelumnya, Ijon mengatakan, ia dan kepala sekolah sangat kecewa karena dana tersebut tidak dicairkan sementara data siswa miskin yang layak menerima bantuan tersebut telah diajukan. “Dua kali kami cek bersama kepala sekolah di kantor pos juga tidak ada, padahal menurut surat edaran dinas dana tersebut sudah cair,” ujarnya. Ijon berharap kali ini usulan mereka mendapat respon dari pemerintah pusat sehingga siswa yang kurang mampu terbantu menyediakan sarana pendukung belajarnya sehingga sekolah mereka tetap berlanjut (g) FOTO:PATRIS/PUAILIGGOUBAT

Rumah Guru Dijadikan Kantor Cabang Dinas Pendidikan Siberut Tengah SAIBI - Kepala Cabang Dinas Pendidikan Siberut Tengah, Kabupaten Mentawai beserta stafnya terpaksa menggunakan perumahan dinas guru sebagai kantor sementara. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Siberut Tengah, Jendam Purba mengatakan, mereka mesti merehab perumahan dinas guru SDN 01 Saibi Samukop untuk dijadikan kantor. “Cabang dinas masih baru di

Saibi ini, sehingga fasilitas serba terbatas, solusinya rumah dinas disulap jadi kantor,” katanya, Kamis, 12 September. Menurut Purba, Dinas Pendidikan Mentawai telah merencanakan membangun kantor baru. “Tahun depan mereka akan bangunkan, kita berharap bisa terwujud,” ujarnya. Selain kantor yang belum ada, kata Purba, staf cabang dinas baru satu orang. “Bukannya kita tak mau menambah staf namun ang-

garan kita terbatas, kalau ada kegiatan besar, guru-guru bisa djadikan staf sementara untuk membantu kegiatan,” ujarnya. Meski minim fasilitas dan orang, pelayanan pendidikan di Siberut Tengah berjalan lancar dan baik. Untuk biaya operasional Cabang Dinas Pendidikan Siberut Tengah tahun ini menurut APBD Mentawai 2013 sebesar Rp104.489.250. (rr/g)

GEDUNG BARU - Gedung baru SMAN Siberut Selatan di Desa Maileppet, Kecamatan Siberut Selatan


19

Puailiggoubat

PENDIDIKAN

NO. 272, 15 - 30 September 2013

Penerimaan guru PNS tahun ini belum menutupi kekurangan guru di Mentawai

Siberut Masih Kekurangan Guru FOTO:RUS/PUAILIGGOUBAT

Rapot Pardomuan Simanjuntak Gerson Merari Saleleubaja

eski penerimaan guru PNS telah dibuka sejak September 2013 di Kabupaten Mentawai, namun formasi yang tersedia belum mampu menutupi kekurangan guru yang ada. Di beberapa kecamatan masih banyak kekurangan guru, baik guru kelas maupun bidang studi terutama tingkat SD. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Siberut Tengah, Jendam Purba mengatakan, jumlah guru SD di wilayah kerjanya masih banyak yang kurang. “Namun persisnya saya tidak tahu jumlahnya, namun dari laporan dari kepala sekolah, guru kelas dan bidang studi masih kurang,” katanya saat dihubungi Puailiggoubat lewat telepon, Kamis, 12 September. Selain SD, lanjut Purba, guru SMP dan SMAN I Siberut Tengah juga sangat minim, “Guru SMA yang paling banyak kurang karena saat ini baru dua orang PNS yang ada yakni kepala sekolah dan satu lagi petugas TU,” ujarnya. Idealnya, kata Purba, guru di SMA berjumlah minimal 20 orang kalau bidang studinya ada 10 dengan perhitungan satu bidang studi diajar dua orang guru. Ia menyebutkan, untuk penerimaan guru tahun ini SMAN I Siberut Tengah hanya mendapat 1 orang pegawai Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

M

LOKAKARYA - Sejumlah guru mengikuti Lokakarya Muatan Lokal Budaya Mentawai di Muara Siberut beberapa waktu lalu. Hingga kini, daerah ini masih kekurangan guru termasuk guru pelajaran muatan lokal “Pegawai yang masuk tersebut lebih dikonsentrasikan menangani administrasi kantor, dari formasi penerimaan nampaknya kekurangan guru belum dapat ditutupi tahun ini khusus di Kecamatan Siberut Tengah,” ujarnya. Untuk mengatasi kekurangan tenaga guru, kata Purba, tiap sekolah memakai jasa pegawai tidak tetap atau guru honor. Guru-guru honor tersebut digaji dengan menggunakan dana sekolah seperti Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang jumlahnya sangat minim.

Lokal Baru SMPN 2 Siberut Selatan Dipakai PADANG - Tiga lokal belajar baru milik SMPN 2 Siberut Selatan yang dibangun sejak Agustus 2012 di Desa Madobak, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Mentawai, telah siap dikerjakan. Sejak 5 Maret 2013, lokal tersebut telah dipakai murid untuk proses belajar mengajar (PBM). Meski telah digunakan, menurut Kepala SMPN 2 Siberut Selatan, Saparman Sabolak, serah terima bangunan antara Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Mentawai dengan sekolah belum dilakukan. “Serah terima belum ada, kami memakai bangunan tersebut karena kebutuhan lokal yang mendesak, status tidak jelas, entah dipinjam yang jelas pakai dulu,” katanya saat ditelepon Puailiggoubat, Kamis, 12 September. Saparman mengatakan, pemakaian bangunan yang berbiaya Rp838.228.000 dari APBD Mentawai 2012 telah dikoordinasikan dengan pihak kontraktor yang membangun sekolah tersebut. “Urusan kontraktor nanti dengan dinas, yang jelas mereka telah mempersilahkan bangunan tersebut dipakai,” ujarnya. Sementara bangunan lama yang runtuh karena gempa 2007, kata Saparman, belum diperbaiki hingga saat ini. Menunggu tiga lokal selesai dibangun, sejak 2009 murid SMPN2 Siberut Selatan yang sebelumnya berstatus sekolah satu atap menumpang di gedung SDN 07 Madobak, dan baru memakai sekolah sendiri pada 5 Maret 2013. Untuk saat ini, lanjut Saparman, pembangunan yang dilakukan di SMPN 2 Siberut Selatan berupa rumah dinas. “Proses pembangunan baru dimulai,” ujarnya. Dalam APBD Mentawai 2013, pembangunan rumah dinas kepala sekolah, guru dan penjaga SMPN 2 Siberut Selatan beranggaran Rp1.143.060.000.(g)

“Kadang kita kasihan melihat mereka karena pengabdian mereka cukup besar namun kesejahteraan yang mereka dapat jauh dari kata layak,” katanya. Menurut Purba, agar guru honor betah mengajar ada baiknya mereka digaji layak dengan cara SK mereka memakai SK kepala dinas pendidikan sehingga plot gaji mereka bisa diakomodir dalam APBD yang jumlahnya lebih layak. Selama ini, guru honor hanya bekerja dengan SK kepala sekolah sehingga anggaran gaji mereka hanya tergantung sekolah tersebut. Senada dengan Purba, Kepala

Cabang Dinas Pendidikan Siberut Selatan, Ijon Tasirilotik, mengatakan kekurangan guru SD di Siberut Selatan saat ini sebanyak 35 orang. “Rata-rata satu sekolah kekurangan guru sebanyak dua orang,” katanya. Sebelumnya, Cabang Dinas Pendidikan Siberut Selatan telah mengajukan permintaan guru sebanyak 39 orang namun melihat formasi penerimaan PNS khusus guru yang berjumlah 56 orang tahun ini, kebutuhan itu tak terakomodir. “Untuk SD sepertinya tidak ada penyediaan guru, yang dapat hanya tiga guru SMAN I Siberut Selatan yakni satu

orang guru pendidikan TIK, satu orang guru kesenian dan satu guru keterampilan serta satu orang guru kesenian di SMPN I Siberut Selatan,” ujarnya. Menurut Ijon, selain SD, guru SMPN 2 Siberut Selatan yang ada di Madobak juga masih kurang karena beberapa diantaranya dimutasi. Sama halnya dengan Siberut Tengah, di Siberut Selatan menurut Ijon, kekurangan guru diatasi dengan mengangkat guru honor yang dibayar dari dana BOS. “Gaji mereka sangat kecil karena alokasi dana BOS untuk gaji hanya 20 persen dari jumlah keseluruhan dana, kita berharap pemerintah memberi perhatian kepada mereka agar kegiatan belajar berjalan lancar,” katanya. Terkait kurangnya jatah guru dalam penerimaan tahun ini, Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kepulauan Mentawai Oreste Sakeru menyesalkan penentuan formasi penerimaan CPNSD tahun ini ditentukan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara. “Kita butuh guru bahasa Indonesia, guru biologi, fisika serta lainnya namun yang ditentukan pusat guru kesenian dan ketrampilan,” katanya saat ditemui Puailiggoubat di halaman kantornya di sela-sela kegiatan pelamaran CPNSD, Kamis, 12 September. Menurut Oreste, upaya pengajuan formasi yang dibutuhkan daerah telah diusulkan, namun tidak dipenuhi kementerian. “Kita punya sekolah baru SMA di 4 tempat, namun gurunya tak ada. Siapa nanti yang akan mengajar?” katanya. (g)

September, Bumen Diterapkan di Siberut Tengah SAIBI - Dinas Cabang Pendidikan Siberut Tengah, Kabupaten Mentawai, September tahun ini siap menerapkan pelajaran Budaya Mentawai (bumen) di setiap SD yang ada di wilayah kerjanya. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Siberut Tengah, Jendam Purba mengatakan, pelajaran muatan lokal bumen akan diterapkan pada tujuh SD di Siberut Tengah. “Dokumen pelaksanaannya telah kita laporkan kepada kepala dinas pendidikan kabupaten,” katanya kepada Puailiggoubat, Kamis, 12 September. Terkait guru dan buku pelajaran, lanjut Purba, sudah tersedia, gurunya sudah dilatih beberapa waktu lalu, satu sekolah dua orang guru yang akan mengajarkan bumen. Buku-buku, kata Purba, sudah ada dan sudah disusun sesuai dengan tingkatan kelas masingmasing. “Yang jelas kita sudah siap tahun ini untuk mengajarkan bumen,

beberapa sekolah sudah mulai perlahan-lahan, dinas pendidikan sendiri sudah ada respon untuk mengajarkan bumen ini, hanya terkendala pendanaan,” ujarnya.

Purba berharap pelaksanaan bumen bisa ditopang dari APBD tahun depan, meski masih minim anggaran tidak menyurutkan niat mereka untuk menerapkan bumen. (rr/g) FOTO:PATRIS/PUAILIGGOUBAT

MEBEL BARU - Siswa kelas 1 SDN 01 Filial di Dusun Sibudda' Oinan, Desa Saibi Samukop, Kecamatan Siberut Tengah belajar dengan mebeler dan kelas baru


PENDIDIKAN Meski tinggal di pondok sederhana, siswa dari Peipei tetap semangat belajar demi mencapai cita-cita Barbarina Sapataddekat

amar pondok itu hanya berukuran 3x4 meter, terbuat dari papan beratap tobat (rumbia) berbentuk panggung, hanya memiliki satu kamar, dapur sempit selebar kurang dari 2 meter. Ada lima pondok yang berjejer, letaknya tak jauh dari sungai besar yang berlokasi di Dusun Puro Desa Muara Siberut Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Mentawai. Sehari-hari pondok sederhana yang letaknya di pinggiran perkampungan warga Puro itu menjadi tempat melepas penat siswa yang berasal dari Dusun Pei-pei, Desa Taileleu Kecamatan Siberut Barat Daya ketika pulang sekolah. Maklum untuk pulang ke rumah sepulang sekolah tidak memungkinkan karena jaraknya cukup jauh ditambah mesti menyeberangi laut pantai barat yang terkenal ganas karena gelombangnya yang tinggi. Matias, salah seorang siswa yang menghuni pondok itu mengatakan, minimnya fasilitas pondokan ditambah ketidakmampuan ekonomi orang tua memaksa mereka menempati pondokpondok itu. “Pondok itu dibangun orang tua sebagai tempat tinggal kami ketika selama belajar di SMA di Muara Siberut,” katanya kepada Puailiggoubat, Sabtu, 31 Agustus. Meski kurang nyaman, para pelajar ini berusaha ikhlas. “Kami tidur berdesakan dengan kawan lain. Kamar sempit berukuran 3x4 meter dihuni hingga 4 orang,” kata Matias.

K

Puailiggoubat

20

Cerita Kehidupan Siswa dari Pei-pei

Mengukir Asa di Pondok Sederhana FOTO:CHRIS/PUAILIGGOUBAT

MEMPRIHATINKAN - Pondok pelajar di Dusun Berkat, Kecamatan Sikakap yang kondisinya cukup memprihatinkan dijadikan sebagai tempat tinggal pelajar yang datang dari luar daerah Belum lagi penerangan dalam pondokan yang minim hanya mengandalkan lampu minyak yang membuat mereka terkadang sulit untuk belajar ketika malam hari. Terkadang, kata Matias, pondok mereka yang tingginya 0,5 meter dari tanah sering kebanjiran jika pasang besar yang mencapai 1 meter. “Kalau sudah kebanjiran kami biasa mengungsi ke tempat kawan, beberapa yang lain juga bertahan untuk mengamankan barang,” ujarnya. Meski begitu bagi Matias, keseder-

hanan pondok itu menjadi pemicu semangat untuk terus belajar. “Kami paham orang tua kami tidak mampu untuk menyewa tempat yang lebih bagus, namun itu tidak menjadi halangan untuk terus giat berusaha dan belajar karena itulah harapan kami dan orang tua di kampung,” katanya. Meski tinggal jauh dari orang tua, Matias mengaku perhatian orang tua mereka tidak berkurang. Biasanya tiap minggu, dua kali orang tua mereka datang menjenguk sambil membawa

Jauh dari Pemukiman, Siswa SMAN I Siberut Selatan ‘Berulah’ MAILEPPET - Sejak proses belajar mengajar siswa SMAN I Siberut Selatan dipindahkan dari gedung lama di Desa Muara Siberut ke gedung baru yang terletak di Desa Maileppet, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Mentawai, banyak siswanya yang bolos saat jam pelajaran. Menurut Kristin Filiana Maringga, salah seorang guru di SMA itu, banyaknya siswa yang cabut saat jam pelajaran disebabkan posisi sekolah yang jauh dari pemukiman warga ditambah lagi lokasi sekolah yang dikelilingi bukit dan hutan yang membuat mereka terlepas dari kontrol warga. “Sekolah yang belum memiliki pagar juga membuat pengawasan terhadap siswa sulit dilakukan karena satu titik diawasi ternyata siswa

NO. 272, 15 - 30 September 2013

sudah keluar dari jalur lain,” katanya saat ditemui Puailiggoubat, Jumat, 6 September. Kristin menyebutkan, saat istirahat belajar, siswa banyak yang berkeliaran di luar lingkungan sekolah, begitu juga tidak ada guru saat jam pelajaran. “Jalur komunikasi seperti penggunaan handphone di kalangan siswa membuat komunikasi satu dengan lain terbuka yang membuat mobilisasi mereka ke luar dari lingkungan sekolah lebih terorganisir,” ujarnya. Terkait pemakaian telepon genggam di kalangan siswa ketika di sekolah, kata Kristin, pihaknya tidak bisa melarang karena lokasi sekolah yang jauh ditambah situasi yang rawan bencana gempa dan tsunami yang mengharuskan mereka tetap siaga,”

katanya. Untuk mengatasi hal itu, lanjut Kristin, salah satunya pemerintah mesti memfasilitasi pembangunan pagar sekolah. Sementara menunggu pagar dibangun, siswa yang terlibat dalam Sispala menanam pohon irip yang dijadikan pagar hidup. “Kalau irip sudah ditanam baru dilanjutkan pemasangan kawat berduri agar siswa tidak bebas ke luar dan mempermudah pengawasan,” ujarnya. Selain dari dalam, sekolah juga berharap pengawasan dari masyarakat dan Satpol PP agar tingkah siswa terkontrol dan tidak merugikan masyarakat. “Kepada siswa juga kita meminta kesadaran sendiri untuk disiplin dalam belajar,” tambahnya. (bbr/g)

bekal makanan dan belanja. “Kalau pun tidak bisa datang langsung, biasanya mereka titip kepada warga lain,” ujarnya. Ertina, siswa lain menyebutkan, dalam sebulan orang tua mereka mengirim uang belanja hanya Rp200-300 ribu. “Jumlahnya memang tidak banyak namun cukup berarti bagi kami dan sangat bersyukur, selain uang, orang tua

juga mengirim pisang, keladi, 1 karung beras. Dengan adanya makanan, penggunaan uang lebih irit, paling digunakan beli ikan atau kebutuhan yang penting,” tambahnya. Ertina dan Matias menyebutkan, meski pondok yang kini mereka tinggali sederhana, namun itu akan menjadi ‘penginapan’ turun temurun untuk adikadik mereka nanti setelah mereka lulus. “Akan ada yang tinggal setelah kami, sehingga kami mesti merawat pondok itu dengan baik,” ujar Matias. Terkait keamanan lingkungan, menurut Ertina, meski tinggal di pondokan sederhana dan jauh dari orang tua, keamanan mereka cukup terjaga karena selalu dipantau kepala dusun dan warga setempat. “Selama ada pondok belum ada kejadian yang meresahkan masyarakat, bagi anak-anak yang tinggal di pondok yang membuat keonaran langsung diusir masyarakat, mereka sudah paham aturan seperti itu,” kata Kepala Dusun Puro Nurdin. Orang tua yang berusia 45 tahun itu mengingatkan anak-anak yang tinggal di pondok agar selalu menjaga ketertiban lingkungan dan tidak terlibat ke dalam pergaulan bebas. (g)

Tas ‘Aku Cinta Bumen’ Didistribusikan SIKABALUAN - Tas sekolah bertuliskan ‘Aku Cinta Bumen’ dari Yayasan Citra Mandiri Mentawai (YCMM) untuk murid SDN 12 Mongan Poula dan SDN 01 Malancan Kecamatan Siberut Utara, Kabupaten Mentawai didistribusikan. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Siberut Utara, Jop Sirirui, kepada Puailiggoubat mengatakan, tas tersebut diserahkan kepada kepala sekolah masing-masing untuk diteruskan kepada murid-murid. “Kita berterima kasih atas bantuan tas ini karena dapat membatu orangtua anak dan juga dapat membuat anak lebih bersemangat belajar lagi,” katanya, Senin, 2 September. Jop mengatakan, untuk SDN 12 Monganpoula tas yang didistribusikan sebanyak 181 buah, sementara di SDN 01 Malancan yang berada di Sirilanggai mendapat 130 buah. Menurut Jop, tas-tas tersebut sudah diberikan kepada murid. Bantuan tas yang diberikan YCMM ini merupakan tindak lanjut dari permintaan masyarakat korban banjir Siberut pertengahan tahun lalu. Bantuan tas sekolah ini juga didistribusikan ke beberapa sekolah di wilayah Cabang Dinas Siberut Selatan khususnya pada sekolah-sekolah yang kena banjir Siberut. (bs/g)


Puailiggoubat NO. 272, 15 - 30 September 2013

Pasar Diharapkan Dongkrak Ekonomi Masyarakat Siberut Utara SIKABALUAN - Pasar Kecamatan Siberut Utara di Dusun Muara Desa Sikabaluan, Siberut Utara, Kabupaten Mentawai, yang kondisi bangunannya sudah tidak layak kini dibangun baru. Camat Siberut Utara Sandra Oktavia mengatakan, dengan pembangunan pasar ini diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat Siberut Utara. “Kita berharap pembangunan pasar ini rampung tahun ini dan masyarakat kita dapat berjualan dan bertransaksi di pasar yang tersedia,” katanya kepada Puailiggoubat, Jumat, 6 September. Sandra menyebutkan, selama ini masyarakat yang mau berjualan khususnya penjual ikan, sayur-sayuran dan kebutuhan dapur lainnya terpaksa dilakukan di simpang dekat kantor camat pada pagi hingga siang hari, yang mengakibatkan jalur tersebut macet karena ramainya masyarakat yang melakukan transaksi jual-beli. Pada umumnya ibu-ibu yang berjualan di simpang dekat kantor camat, kata Sandra, berasal dari Desa Monganpoula Kecamatan Siberut Utara yang datang menggunakan pompong atau berjalan kaki, sebagian juga ibu-ibu pesisir Muara Sikabaluan yang menjual ikan hasil tangkapan nelayan. Berdasarkan pantauan Puailiggoubat, pembangunan pasar yang dianggarkan dalam APBD Mentawai 2013 sebesar Rp1.826.762.000 tersebut sedang tahap penggalian pondasi bangunan. Tidak terlihat plang proyek terpasang dilokasi pembangunan. (bs/g)

Emilia Bertahan Hidup dengan Daun Singkong MUNTEI - Tertatih-tatih Emilia (68), warga Desa Muntei, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Mentawai, melangkah dengan beban keranjang berisi daun singkong. Ia berjalan 8 kilometer setiap hari dari Muntei menuju Muara Siberut menjajakan daun singkong demi bertahan hidup. Kegiatan itu telah ia tekuni selama 21 tahun, sebelum suaminya meninggal. “Hanya dengan berjualan daun singkong ini saya bisa mendapatkan uang untuk kebutuhan sehari-hari, apalagi suami sudah tidak ada lagi,” katanya Minggu, 8 September lalu. Sebelum menjanda, berjualan sayur keliling Muara Siberut sudah dilakukan akan tetapi hanya pada hari minggu. Ia mengaku, sekali berjualan keuntungan yang didapat sekitar Rp20ribu-Rp30ribu. Saat ini Emilia tinggal di pondok berukuran 3 x 4 meter yang dibuat oleh anak-anaknya yang sudah berkeluarga. Sebelumnya, kata Emilia, ia tinggal di rumah anaknya namun kemudian ia diusir dengan alasan tidak mampu membiayai hidupnya. Emilia mengatakan, terkadang ia harus meminta sagu kepada tetangga jika tidak bisa berjualan apabila dalam kondisi sakit, sementara anak-anaknya hanya datang membesuk tapi tidak membawa makanan kecuali sakit parah. (bbr/g)

21

Mentawai Belum Siap Ikuti Program Konversi Minyak Tanah ke Gas Banyak masyarakat yang belum paham menggunakan kompor gas dan trauma akibat kecelakaan gas yang dilihat di televisi.

FOTO:BAMBANG/PUAILIGGOUBAT

Bambang Sagurung

R

encana konversi minyak tanah ke gas elpiji di Sumatera Barat telah didengung-

kan sejak 2011, namun kegiatan yang menjadi bagian program nasional yang dirancang sejak 2007 tersebut belum 100 persen diterima masyarakat karena masyarakat belum siap, salah satunya Kabupaten Kepulauan Mentawai. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (Disperindagkop dan UMKM) Kabupaten Kepulauan Mentawai, D. Lubis Sabelau mengatakan, kebijakan tersebut mesti dipertimbangkan lagi mengingat masyarakat Mentawai pada umumnya masih awam dengan penggunaan tabung gas untuk kebutuhan sehari-hari.

RENCANA KONVERSI - Masyarakat antre membeli BBM di Pangkalan Agum Jaya Burian Pokai Siberut Utara. Sebagian masyarakat belum siap terhadap rencana konversi minyak tanah ke elpiji karena minimnya sosialisasi. “Saat ini di Mentawai, penggunaan kompor minyak tanah masih merupakan barang yang mahal dan langka karena belum semua masyarakat yang memasak menggunakan kompor,” katanya kepada Puailiggoubat, Selasa, 24 Agustus lalu. Menurut Lubis, masyarakat lebih nyaman menggunakan kayu bakar saat memasak karena mudah didapat

dan lebih irit dari segi biaya. Untuk beralih ke gas, masyarakat nanti akan dihadapkan pada berbagai persoalan seperti kelangkaan tabung gas baik ukuran 3 kilogram maupun yang ukuran besar. “Untuk minyak tanah saja yang sudah biasa dipakai untuk menyalakan api di tungku atau kompor kadang susah didapat, apalagi tabung

gas,” ujarnya. Selain itu, kata Lubis, masyarakat belum banyak yang mengetahui cara menggunakan kompor gas yang bisa mengancam nyawa dan harta benda. “Melihat dari berita-berita tabung gas meledak masyarakat menjadi takut, karena masyarakat masih awam dengan hal tersebut,” katanya. (g)

BBM Mahal Picu Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok MUARASIBERUT - Harga eceran BBM yang mahal yang dipatok gila-gilaan di Kecamatan Siberut Selatan membuat harga beberapa kebutuhan pokok ikut mahal. Harga eceran yang ditetapkan sementara untuk jenis premium di Siberut Selatan Rp9 ribu per liter

namun beberapa pengecer dan kios menjual dengan harga yang jauh lebih mahal mencapai Rp13-15 ribu per liter. Akibat kenaikan harga tersebut, kata Asella, salah seorang warga, harga kebutuhan pokok seperti beras, telur, minyak manis, gula, FOTO:RUS/PUAILIGGOUBAT

HARGA NAIK - Mahalnya harga BBM mengakibatkan naiknya harga kebutuhan pokok di Mentawai termasuk cabai.

bawang, cabai dan tepung mengalami kenaikan hingga Rp2 ribu hingga Rp2.500 per kilo dari harga sebelumnya. Menurut Asella, kenaikan harga pokok tersebut turut memperburuk kondisi ekonomi rumah tangga, “Pendapatan suami yang seharihari menjadi nelayan tidak mampu lagi menutupi kebutuhan keluarga sehingga kami mesti turun tangan mencari pekerjaan untuk meringankan beban keluarga,” katanya, Rabu, 28 Agustus. Asella menyebutkan, untuk membantu suami, mereka membagi tugas yakni ketika suami melaut ia pergi ke ladang memanen buah coklat mesti hasilnya terkadang hanya mencapai 3-5 kilogram. Sementara itu, akibat kenaikan harga BBM, nelayan menaikkan harga ikan agar bisa menutupi kebutuhan operasional dan keluarga mereka. Harga ikan yang biasanya dijual Rp15 ribu per ikat dinaikkan

menjadi Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per ikat. Menurut Indra, salah seorang nelayan di Muara Siberut, naiknya harga penjualan ikan di tingkat konsumen terkadang belum bisa menutupi biaya operasional mereka yang sekali melaut menghabiskan BBM jenis premium sekitar 20-25 liter. “Terkadang penghasilan tak menentu dan tekor, kadang dari hasil penjualan hanya menutupi biaya bensin, belum ransum yang lain,” ujarnya. Indra mengatakan, mereka sedikit terbantu jika BBM bersubsidi dari Padang masuk ke Muara Siberut yang dijual Rp9 ribu per liter dan masing-masing kepala keluarga dijatah 5 liter. “Untuk itu kami berharap kepada pemerintah untuk segera menyelesaikan masalah harga BBM yang tidak merata,” katanya. (bbr/g)


22

Puailiggoubat

EKOKER

NO. 272, 15 - 30 September 2013

Ratusan hektar sawah dibuka dan direhabilitasi pemerintah agar bisa memenuhi kebutuhan pangan lokal Rapot Pardomuan Simanjuntak

Mentawai Menuju Swasembada Beras 919.185.000 dan upah non PNS sebesar Rp 780 juta. Cetak sawah di Desa Katurei seluas 30 hektar dengan pagu dana Rp 321.662.250 dan upah non PNS Rp 240 juta. Selain mencetak sawah baru, Novriadi menyebutkan, program dinasnya tahun ini juga diperuntukkan mere-habilitasi sawah di 3 lokasi dengan total 90 hektar, diantaranya di Desa Malancan dengan pagu dana Rp540.353.000, di Desa Sigapokna dengan pagu dana PANEN - Seorang petani memanen padi dari sawah di Dusun Seay Desa Sikakap Rp 333.644.000 serta di Desa Saibi Menurut Novriadi, program ini kegiatan cetak sawah di beberapa dengan pagu dana Rp 333.644.000. dimaksudkan untuk penanaman padi tempat. Cetak sawah menurut Novriadi Luas sawah di tiga daerah itu sama yakni ladang seluas 75 hektar. Ia juga menga- merupakan pembukaan persawahan masing-masing 30 hektar. takan bahwa upah non PNS ini dimak- baru seluas 230 hektar, diantaranya di Meski luas sawah yang akan sudkan untuk biaya perambahan, pena- Saureinuk seluas 100 hektar dengan direhabilitasi sama namun khusus di naman, pemeliharaan serta lainnya yang pagu anggaran Rp 926.614.000 dan Desa Malancan ada perbedaan jumlah berkaitan dengan biaya operasional sebagian besar digunakan untuk belanja anggaran pembangunan. Perbedaan ini masyarakat yang akan mengelola padi upah non PNS sebesar Rp802.500.000. terlihat dalam APBD yaitu adanya ladang itu. Di desa Muntei Kecamatan Siberut belanja bahan baku bangunan Selain padi ladang, lanjut Novriadi, Selatan, juga akan dibuka sawah baru Rp83.475.000 dan belanja upah non Dispertanakbun juga menganggarkan seluas 100 hektar dengan pagu dana Rp PNS berjumlah Rp 352.500.000 semenFOTO:CHRIS/PUAILIGGOUBAT

wasembada pangan berarti mampu memenuhi kebutuhan pangan di daerahnya. Program swasembada pangan setidaknya sudah terdengar sejak zaman pemerintahan orde baru yang dipimpin Presiden Soeharto. Untuk daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai, program swasembada pangan ini kembali digalakkan dengan menitikberatkan pada pertanian sawah yang dimulai tahun ini. Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan (Dispertanakbun) Kabupaten Kepulauan Mentawai, Novriadi mengatakan, selama kurun waktu 3 tahun ke depan program dinasnya akan difokuskan ke pertanian sawah, “Fokusnya menanam padi,” katanya saat ditemui Puailiggoubat di ruang kerjanya, Rabu, 28 Agustus. Novriadi menyebutkan, ia diminta Bupati Yudas Sabaggalet untuk mengusahakan agar melalui program dinasnya Mentawai dapat berswasembada pangan. Untuk itu, kata Novriadi, dalam kurun waktu 3 tahun dinasnya menargetkan 1.600 hektar sawah yang sudah dikelola. Program ini telah terakomodir dalam APBD Mentawai 2013 diantaranya, kegiatan pengembangan pertanian pada lahan kering dengan anggaran Rp 699.019.750 yang berlokasi di kecamatan Siberut Barat Daya. Namun dari total anggaran itu belanja upah non PNS berjumlah Rp 528.750.000.

S

Mencari Udang di Air Keruh PURO - Air keruh akibat banjir di hulu sungai dimanfaatkan sebagian ibu-ibu di Puro, Desa Muara Siberut, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Mentawai menangkap udang di muara sungai. Pada saat banjir biasa-

nya mereka tak bisa ke ladang atau ke sawahnya karena telah digenangi air. Naemi, salah seorang ibu mengatakan, hasil udang tangkapan mereka selain dikonsumsi di rumah, sebagian dijual kepada warga lain. Kata Naemi, FOTO:PATRIS/PUAILIGGOUBAT

tara untuk anggaran di Desa Saibi dan Sigapokna tidak ada belanja bahan bangunan dan upah non PNS berjumlah Rp 245.250.000. Untuk sarana penunjang pertanian sawah, Dispertanakbun juga menganggarkan pembangunan jaringan irigasi lokal (pipanisasi) yang berlokasi di Dusun Baiko Sikakap senilai Rp 1.079.760.500. Namun menurut Novriadi, program ini tidak dijalankan karena debit air tidak cukup. Selain program pertanian sawah, Dispetanakbun juga menganggarkan kegiatan peningkatan produktifitas dan mutu tanaman pala senilai Rp 624.040.000 dengan biaya belanja bibit tanaman Rp 500 juta. Novriadi mengatakan, kegiatan ini dilakukan di Desa Saibi untuk 2 kelompok tani masing-masing 5.000 bibit dan 3 kelompok di Desa Pasakiat Taileleu dengan jumlah bibit 15.000 untuk 3 kelompok. Selain pala, tahun ini juga Dispertanakbun akan melakukan kegiatan peningkatan produktifitas dan mutu tanaman karet dengan dana Rp 876.288.000 dengan belanja bibit tanaman sebesar Rp 765 juta. Bibit tersebut akan di berikan ke Desa Saibi sebanyak 28.000 bibit dan Desa Sipora Jaya sebanyak 10.000 bibit. Pada dua kegiatan peningkatan produksi dan mutu tanaman pala dan karet ini, pemerintah hanya membantu pengadaan bibit yang saat ini dalam tahap pelelangan. (g)

16 Ruas Jalan Dibangun di Pagai Utara udang satu plastik kecil mereka jual seharga Rp10 ribu. “Dalam sehari kami dapat pendapatan sekitar Rp4050 ribu, hasil itu cukup membantu keluarga ketika ladang tak bisa dipanen,” katanya, Sabtu, 7 September. Mina (38 ), ibu lain menyebutkan dengan cara ini mereka tak perlu pusing menunggu hujan reda di rumah. “Pekerjaan ini sudah biasa kami lakukan, biasanya kami pergi berkelompok antara 3 sampai 4 orang,” ujarnya. Menangkap udang, kata Nurti (48), tidak sulit apalagi masing-masing mereka telah memiliki panu (tangguk besar) dan sudah menjadi bagian tradisi di kalangan perempuan Mentawai. Sekali menangguk, mereka butuh 2 sampai 3 jam berendam di air sambil menyusuri tepian laut. “Pulangnya ke rumah bawa ikan dan uang buat keluarga, meski capek dan kedinginan namun tetap semangat,” katanya. (bbr/g)

PADANG - Sebanyak 16 ruas jalan dibangun di Kecamatan Pagai Utara untuk membuka akses perhubungan dan memperlancar kegiatan perekonomian yang didanai dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPMMP) tahun ang-garan 2012. Pembangunan jalan tersebut tersebar di tiga desa di Kecama-tan Pagai Utara yakni Saumanga-nyak, Silabu dan Betumonga. Ketua Unit Pengelola Kegiatan Kecamatan Pagai Utara Sri Raju Everlitan mengatakan, pembangunan jalan tersebut bera-sal dari dua mata anggaran PNPMMP yakni pascabencana sebesar Rp5,5 miliar dan Rp1,7 miliar dari dana regular. “Selain merehabilitasi infrastruktur jalan yang rusak karena benca-na gempa dan tsunami, juga diharapkan mempermudah akses ekonomi warga dalam hal mobilisasi komoditi mereka,” katanya saat diskusi di Kantor Redaksi Puailiggoubat, Rabu, 28 Agustus. Menurut Raju, pelaksanaan pekerjaan sudah mencapai 90 persen dan September 2013 memasuki tahap penyelesaian. “Penyelesaian program tinggal menunggu pencairan sisa dana sebesar Rp1,1 miliar untuk program pasca bencana, sementara untuk yang regular tinggal 20 persen dana dari jumlah keseluruhan,” ujarnya. Selain jalan, kata Raju, kegiatan peningkatan kesejahteraan masyarakat juga dilakukan dalam bentuk penyediaan listrik desa di Silabu sebanyak 36 unit dan pembangunan 4 unit jembatan.(g)


23

Puailiggoubat NO. 272, 15 - 30 September 2013

Suara Daun Rus Akbar

KM Simatalu Hanya Nama

M Anak yang Hilang D

ahulu kala ada sebuah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak perempuan yang masih kecil. Pada suatu hari ayah mereka pergi ke ladang dan anaknya mengikuti, tetapi ia tidak mengetahui bahwa anaknya mengikuti. Maka ia terus berjalan sehingga makin jauhlah jarak antara anak dan ayahnya. Akhirnya tersesatlah anak itu. Pada sore harinya, ketika ayah mereka pulang dari ladang, ia tidak melihat anaknya di rumah. Bertanyalah ia kepada istrinya, “Dimanakah anak kita?” Jawab istrinya, “Entahlah, aku kira kau bawa dia ke ladang.” Suaminya menjawab, “Dia tidak kubawa ke ladang.” Maka istrinya menjawab,” Kalau begitu, dia pasti sudah hilang.” Kemudian mulailah mereka mencari anaknya, tapi sampai lama tidak juga mereka jumpai. Mereka pikir pasti anaknya sudah meninggal. Tapi sebetulnya anak itu tidak meninggal, hanya disembunyikan oleh hantu. Setelah beberapa waktu lamanya, anak itupun kemudian dikembalikan ke kampung oleh hantu yang menyembunyikannya. Tapi orang tuanya sudah tidak mengenalinya lagi sehingga anak itu pun tidak

pulang ke rumahnya, tetapi tinggallah ia seorang diri seperti anak yang terlantar. Belum lama ia tinggal di situ, datanglah seorang pemuda melamarnya dan mereka menikah. Tidak lama kemudian mereka memperoleh seorang anak dari perkawinannya. Tapi orang tua si perempuan tadi belum mengetahui bahwa ia anaknya. Lama kelamaan, pada suatu hari ayah perempuan tadi pergi mengambil enau. Ketika ia sedang berada di atas pohon enau, datanglah anaknya yang dahulu hilang itu, tetapi tidak dilihat ayahnya. Anak itu berkata, “Gug, gug, gug, kapankan kita akan memotong babi untuk mengadakan punen?” Anak itu sengaja berkata demikian agar mereka dapat saling mengenal lagi. Tapi si ayah bahkan heran mendengar suara tersebut. Karena tidak dilihatnya siapa yang berbicara, berkatalah dia dalam hatinya,”Siapakah dia? Suara itu seperti suara anak kecil.” Kemudian turunlah si ayah dan langsung ia pulang ke rumahnya. Sesampainya di rumah, lalu diceritakannyalah kepada istrinya apa yang telah didengarnya, namun istrinya itu tidak mempedulikan cerita suaminya tadi. Tidak berapa lama kemudian,

tibalah saat mereka mengadakan punen, maka dipotongnyalah babi besar lalu dimasaknya. Anak yang hilang itu melibat bahwa babi telah dipotong, tapi ia tidak mendapat bagian karena ia tinggal di uma lain. Karena ia tidak mendapat bagian, disuruhnyalah anaknya pergi meminta bagian kepada ibunya yaitu nenek dari anak tersebut. Ketika anak itu sampai di rumah neneknya, ia berkata begini,”Berilah kami daging babi, Nek, karena ibuku memintanya.” Tapi neneknya tak menjawab, bahkan dalam hatinya ia merasa marah dan jengkel, karena ia tidak mengetahui bahwa anak itu cucunya. Karena marah, diambilnya satu buku daging dalam ogbuk pada saat masih mendidih, tapi isi dalam ogbuk tersebut hanyalah tulang belaka, lalu diberikannya kepada anak tersebut. Maka pulanglah si anak itu ke rumah orang tuanya, tapi karena ogbuk yang ia bawa itu panas, maka berteriaklah anak itu, katanya, “Aduh, aduh, ambil Bu, ini panas.” Kemudian ibunya datang mengambil okbuk itu dari tangan anaknya. Ketika ia memperhatikan tangan anaknya, dilihatnya tangan anaknya sudah melepuh kena panas, maka berkatalah ibunya,

“Sudah tahu ibuku bahwa ogbuk ini panas dan tak dapat dibawanya.” Lalu pergilah ia kepada ibunya untuk mengatakan kepadanya demikian, “Ibu, mengapa kau permainkan cucumu, kau suruh ia membawa barang yang panas. Lihatlah sekarang sudah luka tangan cucumu. Apakah ibi piker anak ini bukan cucumu? Tapi sebenarnya anak ini cucumulah. Akulah anakmu yang kalian cari waktu aku tersesat dahulu.” Maka percayalah ibunya dan tahulah ia kini bahwa dia adalah anaknya. Barulah ia senang hatinya. Ketika ayah dari anak yang hilang tadi kembali, berkatalah istrinya kepadanya, “Inilah anak kita yang hilang.” Lalu berkatalah anak itu kepada ayahnya, “Ya, Ayah, akulah anakmu yang dahulu telah tersesat di jalan ketika mengikutimu.” Barulah ayahnya mengetahui duduk persoalannya. Kemudian dibuatnyalah punen besar karena terlalu gembiranya, karena anak yang hilang dahulu telah ditemukan kembali. Setelah selesai punen, tinggallah mereka dengan rukun dan damai. Sumber: Mitos dan Legenda Suku Mentawai; Bruno Spina; PN Balai Pustaka; 1981

impi memperlancar transportasi di daerah bagian utara Siberut, Kabupaten Mentawai ternyata hanyalah mimpi. Kapal yang dinamakan KM. Simatalu yang semula direncanakan melayani daerah bagian utara Siberut itu hanya tinggal nama. Meskipun telah menggunakan nama daerah yang dilayani kapal tersebut, tetapi tetaplah nama dan hanya meminjam nama untuk menyukseskan proyek. Kini KM. Simatalu itu tidak beroperasi layaknya alat transportasi namun hanya dijadikan sebagai penghuni pelabuhan. Status KM. Simatalu inipun di tingkat pemangku kebijakan sepertinya lempar batu sembunyi tangan sejak kapal ada. Setiap dikonfirmasi selalu ada jawaban yang berbeda, lalu atas persetujuan siapakah pembelian kapal itu, dan mengapa tidak diperhatikan?. KM. Simatalu tersebut kini kondisinya sudah tidak layak untuk digunakan, using dan lapuk. Lalu banyak pertanyaan muncul, apakah benar dibeli sesuai dengan prosedur..? Nah jikalau itu telah sesuai aturan, mengapa tidak ada kejelasan tentang layak atau tidak untuk berlayar. Ataupun alasan lain yang diharapkan oleh semua pihak sehingga tidak bertanya lagi, mengapa kapal itu dibiarkan terkatung-katung di pelabuhan. Jarak Siberut Barat yang sangat jauh dari pusat kabupaten dan kecamatan lain, sangat memerlukan transportasi yang lancar yang harus disediakan oleh pemerintah. Jika telah ada kapal, apapun risiko biaya harus dianggarkan sehingga kapal bisa beroperasi. Urusan perpanjangan sertifikat dan yang lainnya jika itu diusahakan pasti akan ada jalan. Tetapi karena saling menyalahkan dan saling menunggu serta saling menjatuhkan di internal pemangku kebijakan itu sendiri maka kapal yang sedianya untuk melayani transportasi masyarakat, pengadaannya jadi sia-sia. z


Lingkungan

Puailiggoubat NO. 272, 15 - 30 September 2013

G

una mengatasi krisis listrik di Sumatra Barat, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berencana membangun pembangkit listrik secara mandiri. Mereka akan membangun tujuh titik pembangkit listrik geothermal (panas bumi) dan satu pembangkit tenaga angin. Pembangkit listrik tenaga angin ini direncanakan akan dibangun di Mentawai. Anggota DPRD Sumbar, Nurnas mengatakan, pembangkit listrik tenaga angin akan dibuat di Mentawai, pihaknya sudah menyiapkan DED (Detail Engineering Design). Membangun pembangkit geothermal dan tenaga angin termasuk salah satu upaya dalam revolusi energy bersih demi mencari solusi bagi perubahan iklim yang kini melanda bumi. Perubahan iklim akan mengakibatkan tekanan yang signifikan dan tantangan besar bagi kawasan Asia. Asia merupakan tempat hidup lebih dari 60 persen populasi dunia. Oleh karena itu sumber daya alam sudah berada dalam tekanan dan daya tahan banyak negara Asia terhadap perubahan iklim buruk. Kehidupan sosialekonomi beberapa negara bergantung pada sumber daya alam seperti air, hutan, padang rumput dan perikanan. Satu-satunya cara kita untuk menghentikan dampak buruk perubahan iklim di Asia adalah dengan menghemat energi dan memastikan energi yang kita butuhkan datang dari sumber yang bersih dan terbarukan. Teknologi tenaga angin, sumber energi paling cepat berkembang di dunia, sepintas terlihat sederhana. Namun dibalik menara tinggi, langsing dan bilahan besi putar terdapat pergerakan yang kompleks dari bahan-bahan yang ringan seperti desain aerodinamis dan komputer yang dijalankan secara elektronik.

daripada kebutuhannya.

Tenaga ditransfer melalui balingbaling, kadang dioperasikan pada variable kecepatan, lalu ke generator. Perkembangan teknologi dalam dua dekade terakhir menghasilkan turbin angin yang modular dan mudah dipasang. Saat ini sebuah turbin angin modern 100 kali lebih kuat daripada turbin dua dekade yang lalu dan ladang angin saat ini menyediakan tenaga besar yang setara dengan pembangkit listrik konvensional. Pada awal tahun 2004, pemasangan tenaga angin secara global telah mencapai 40.300 MW sehingga tenaga yang dihasilkan cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar 19 juta rumah tangga menengah di Eropa yang berarti sama dengan mendekati 47 juta orang. Dalam 15 tahun terakhir ini, seiring meningkatnya pasar, tenaga angin memperlihatkan menurunnya biaya produksi hingga 50 persen. Saat ini di wilayah yang anginnya maksimum, tenaga angin mampu menyaingi PLTU batu bara teknologi baru dan di beberapa lokasi dapat menandingi pembangkit listrik tenaga gas alam. Tenaga Angin pada 2020 Selama beberapa tahun terakhir pemasangan kapasitas angin meningkat melebihi 30 persen. Hal tersebut membuat target untuk menjadikan

tenaga angin mampu memenuhi kebutuhan energi dunia hingga 12 persen pada tahun 2020 menjadi realistis. Di saat bersamaan hal tersebut juga akan membuka kesempatan terbukanya lapangan pekerjaan hingga dua juta dan mengurangi emisi CO2 hingga 10.700 juta ton. Berkah terus meningkatnya ukuran dan kapasitas rata-rata turbin, pada tahun 2020 biaya pembangkit listrik tenaga angin pada wilayah yang menunjang akan turun hingga 2.45 sen per KWh- lebih murah 36 persen dari biaya pada tahun 2003 yang mencapai 3.79 euro/KWh. Sambungan kabel listrik tidak termasuk dalam biaya ini. Tenaga Angin Setelah 2020 Sumber angin dunia sangat besar dan menyebar dengan baik di semua kawasan dan negara. Menggunakan teknologi saat ini, tenaga angin diperkirakan dapat menyediakan 53.000 Tera watt/jam setiap tahunnya. Yang berarti dua kali lebih besar dari proyeksi permintaan energi pada tahun 2020-meninggalkan tempat yang penting untuk tumbuhnya industri bahkan dalam satu dekade kedepan. Amerika Serikat sendiri mempunyai potensi angin yang cukup untuk menyediakan pasokan kebutuhan energinya bahkan tiga kali lebih besar

Kelebihan Tenaga Angin Ramah lingkungan- keuntungan terpenting dari tenaga angin adalah berkurangnya level emisi karbon dioksida penyebab perubahan ikilm. Tenaga ini juga bebas dari polusi yang sering diasosiasikan dengan pembangkit listrik berbahan bakar fosil dan nuklir. Penyeimbang energi yang sangat baik -emisi karbon dioksida berhubungan dengan proses produksi. Pemasangan dan penggunaan turbin angin selama rata-rata 20 tahun siklus hidup ‘membayar kembali’ terjadinya emisi setelah 3-6 bulan pertama-yang berarti lebih dari 19 tahun produksi energi tanpa ongkos lingkungan. Cepat menyebar-pembangunan ladang angin (wind farm) dapat diselesaikan dalam waktu seminggu. Menara turbin, badan dan bilahan besi di pasang di atas permukaan beton bertulang dengan menggunakan alat pemindah besar. Sumber energi terbarukan dan dapat diandalkan- angin yang menjalankan turbin selalu gratis dan tidak terkena dampak harga bahan bakar fosil yang fluktuatif. Tenaga ini juga tidak butuh untuk ditambang, digali atau dipindahkan ke pembangkit listrik. Seiring meningkatnya harga bahan bakar fosil, nilai tenaga angin juga meningkat dan biaya keseluruhan pembangkit akan menurun. Selanjutnya, dalam proyek besar yang menggunakan turbin ukuran medium yang sudah disetujui, tenaga angin mampu beroperasi hingga 98% secara konstan. Artinya hanya dua persen waktu turun mesin untuk perbaikan- catatan yang jauh lebih baik dari yang bisa diharapkan dari pembangkit listrik konvensional. Variable Angin Variable angin menimbulkan masalah manajemen sistem jaringan listrik lebih sedikit daripada yang diharapkan oleh pihak-pihak yang

24

skeptis. Ketidakstabilan permintaan energi dan kebutuhan untuk melindungi gagalnya pembangkit listrik konvensional memenuhi kebutuhan tersebut, sesungguhnya membutuhkan sistem jaringan listrik yang lebih fleksibel daripada tenaga angin, dan pengalaman dunia nyata telah menunjukan bahwa sistem pembangkit listrik nasional mampu menjalankan tugas tersebut. Pada malam berangin, sebagai contoh, turbin angin 50% pembangkit listrik di bagian barat Denmark, tapi kekuatannya telah terbukti dapat diatur. Penciptaan jaringan listrik yang super mengurangi masalah ketidakstabilan angin. Caranya dengan membiarkan perubahan pada kecepatan di wilayahwilayah berbeda untuk diseimbangkan satu sama lain. Bergerak ke depan Perkembangan tenaga angin berkembang dengan pesat saat ini, namun demikian masa depan tenaga ini belum terjamin. Saat ini tenaga angin telah dimanfaatkan oleh sekitar 50 negara di dunia. Namun sejauh ini kemajuan itu disebabkan oleh usaha segelintir pihak, yang dipimpin oleh Jerman, Spanyol dan Denmark. Negaranegara lain perlu untuk memperbaiki industri tenaga angin secara dramastis jika target global ingin dicapai. Oleh karena itu prediksi untuk menjadikan tenaga angin dapat memasok energi dunia sebesar 12 persen pada tahun 2020 sebaiknya tidak dilihat sebagai hal yang pasti, tapi sebagai tujuan-satu kemungkinan masa depan yang kita bisa pilih jika kita mau. (sumber: greenpeace.org)

Edisi 272 ok  

Edisi 272,15-30 September 2013

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you