Issuu on Google+


Sekilas PT Perkebunan Nusantara XIII PT Perkebunan Nusantara XIII in a Glance

Di tahun ketiga sejak pencanangan “Mission Impossible” pada bulan Mei 2007, kami berhasil mencapai kinerja produksi yang signifikan. Peningkatan kinerja yang kami raih mencerminkan sinergi dari seluruh unsur perusahaan dan mitra dalam mewujudkan masa depan yang lebih baik melalui penerapan tiga kebijakan strategis berupa: (1) Peningkatan kualitas aset produksi, (2) Penataan dan pembenahan organisasi, SDM dan budaya kerja, serta (3) Pengembangan usaha. Di tahun 2009, kinerja kami tercermin dalam peningkatan efisiensi dan produktivitas, komitmen terhadap mutu, program pemberdayaan plasma yang semakin intensif, program ekspansi usaha, serta pelaksanaan tata kelola perusahaan yang semakin baik. Di tengah gejolak harga jual produk yang tidak menguntungkan, kami masih berhasil meraih laba bersih sebesar Rp 122,088 milyar.

In the third year following our “Mission Impossible” launched on May 2007, we have successfully achieved significant production performance. Our production leap achievement reflects the synergy of all elements within the company and our partners to struggle for better future through three strategic policies involving (1) Improvement on quality of production asset, (2) Restructuring & improvement on organizational, HR and work culture, and (3) Business development. In 2009, our performances were reflected from increasing efficiency and productivity, our commitment to quality, more intensive plasma estate empowerment program, business expansion program, better implemented corporate governance. In the midst of less profitable product sale price, we successfully gain net profit of Rp 122.088 billion.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report




Sekilas PT Perkebunan Nusantara XIII PT Perkebunan Nusantara XIII in a Glance

Daftar Isi Contents 1. SEKILAS PTPN XIII PTPN XIII IN A GLANCE 01 Towards Excellence with Partners Towards Excellence with Partners 01 Ikhtisar Keuangan & Operasional Financial & Operational Highlights 09 Daftar Anak Perusahaan dan atau Perusahaan Asosiasi 14 List of Branches and or Company Associates Sekilas Tentang Kami About Us 16 Visi, Misi dan Nilai-nilai Perusahaan Vision, Mission and Corporate Values 20 Tujuan dan Strategi Goals and Strategie 22 KPI dan Kontrak Manajemen KPI and Management Contract 25 Stuktur Organisasi Organizational Structure 28 Peristiwa Penting 2009 Significant Event during 2009 32 Wilayah Operasi & Proyek Pengembangan Site Area & Development Project 34 Penghargaan dan Sertifikasi Awards and Certifications 37 Akuntan Perusahaan Company Accountant 38 2. KEPADA PEMEGANG SAHAM TO SHAREHOLDERS 41 Laporan Dewan Komisaris Board of Commissioners Report 41 Profil Dewan Komisaris Board of Commissioners Profile 48 Laporan Direksi Board of Directors Report 53 Profil Direksi Board of Directors Profile 66 Surat Pernyataan Tanggung Jawab Dewan Komisaris dan Direksi 70 Board of Commissioners and Board of Directors Statement Letter 3. SDM HUMAN RESOURCES 72 Kebijakan Pengelolaan SDM HR Management Policy 72 Komposisi Karyawan Berdasarkan: Umur, Pendidikan, Golongan, Jenis Kelamin 73 Employee Composition By: Age, Education Level, Rank, Gender Rekrutmen dan Seleksi Recruitment and Selection 75 Pelatihan & Pengembangan Training & Development 75 Pengembangan Karir Carrier Development 77 Sistem Penilaian Karya Work Performance System 78 Sistem Kompensasi Compensation System 79 Produktivitas, Kepuasan dan Motivasi Karyawan 81 Productivity, Satisfaction and Employee Motivation 4. TEKNOLOGI INFORMASI INFORMATION TECHNOLOGY 83 5. TINJAUAN OPERASIONAL OPERATIONAL REVIEW 90 Tinjauan Industri Industrial Review 90 Tinjauan Operasional Operation Review 92 Komoditi Kelapa Sawit Oil Palm 92 Komoditi Karet Rubber 99 Manajemen Kebun Plasma Plasma Estate Management 103 Unit Pengolahan Biodiesel Bio-diesel Processing Unit 105 Dukungan Riset dan Pengembangan Research and Development Support 105 6. TINJAUAN PEMASARAN MARKETING REVIEW 107 Pangsa Pasar Market Share 107 Upaya Bagian Pemasaran Marketing Unit Effort 109 7. TINJAUAN KEUANGAN FINANCIAL REVIEW 114 Nilai Penjualan Total Sales 114 Laba Rugi Profit (Loss) 117



Laporan Tahunan 2009 Annual Report


Sekilas PT Perkebunan Nusantara XIII PT Perkebunan Nusantara XIII in a Glance

Posisi Keuangan Financial Position 119 Rasio Keuangan Financial Ratio 123 Kemampuan Membayar Hutang Debt Paying ability 123 Belanja Modal Capital Expenditure 124 Prospek Usaha Perusahaan Company Bussiness Prospect 128 Investasi dan Pengembangan Usaha Investment and Bussiness Develoment 130 8. GOOD CORPORATE GOVERNANCE GOOD CORPORATE GOVERNANCE 138 Landasan dan Pendekatan Tata Kelola Basis and Approach of Governance 138 Model GCG PTPN XIII GCG Model at PTPN XIII 139 Struktur GCG GCG Structure 142 Rapat Umum Pemegang Saham Shareholders’ Meeting 142 Dewan Komisaris dan Direksi Board of Commissioners and Board of Directors 146 Sekretaris Dewan Komisaris Board of Commissioners Secretary 160 Komite-Komite di Bawah Dewan Komisaris 161 Committees under Board of Commissioners Komite di Bawah Direksi Committees under Board of Directors 164 Pengawasan dan Pengendalian Intern Internal Supervision and Control 164 Kebijakan Pengungkapan dan Keterbukaan Policy on Disclosure and Transparency 169 Benturan Kepentingan Interest Conflict 170 Sekretasis Perusahaan Corporate Secretary 170 Perkara Penting yang Dihadapi Perusahaan 173 Significant Issues that the Company encounters Prinsip-Prinsip Etika Bisnis dan Etika Kerja 174 Principles of Business Ethics and Work Ethics Assessment GCG GCG Assessment 177 Dampak Strategis Implementasi GCG Strategic Impacts of GCG Implementation 179 Praktik GCG yang Melebihi Kriteria GCG Practices More than Criteria 181 Praktik Bad Corporate Governance Dalam Kriteria 181 Bad Corporate Governance Practices in the Criteria 9. MANAJEMEN RISIKO RISK MANAGEMENT 184 10. TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY 192 Kebijakan Tanggung Jawab Sosial Corporate Social Responsibility Policy 192 Komitmen Perusahaan Terhadap Konsumen Company Commitment to Consumers 193 Pengakuan Perusahaan Terhadap Hak-hak Karyawan 193 Company Recognition on Employees’ Rights Komunitas & Lingkungan Community & Environment 202 Pembinaan Plasma Pola PIRBUN Supervision on PIRBUN Pattern-based Plasma 203 Pembangunan Plasma Pola KKPA Development of KKPA pattern-based Plasma 203 Program Kemitraan dan Bina Lingkungan 204 Partnership and Community Enhancement Peduli Lingkungan Environment Concern 210 11. HUBUNGI KAMI CONTACT US 213 12. DAFTAR ISTILAH GLOSSARY 215 13. LAPORAN KEUANGAN KONSOLODASI CONSOLIDATING FINANCIAL REPORT 217 Laporan Auditor Independen Independent Auditor Report Neraca Konsolidasian Consolidating Balance Sheet Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasi Record on Consolidating Financial Report

Laporan Tahunan 2009 Annual Report




Sekilas PT Perkebunan Nusantara XIII PT Perkebunan Nusantara XIII in a Glance

Timwork yang Solid Solid Teamwork

Melalui teamwork yang solid, yang memiliki integritas, disiplin, dan tanggung jawab, produktivitas karyawan kami semakin meningkat, mencapai 31,52 ton produk jadi per karyawan pada tahun 2009, lebih tinggi dibandingkan tahun 2008 dan 2007 yang mencapai 25,18 ton produk jadi per karyawan dan tahun 2006 yang mencapai 24,64 ton produk jadi per karyawan. Kami berusaha untuk menyiapkan karyawan menjadi karyawan unggul dalam sikap, pengetahuan dan keahlian. Kami memberi ruang kepada seluruh karyawan untuk mengembangkan kemampuannya sesuai dengan bakat dan kompetensinya. Through our solid teamwork having integrity, discipline, and responsibility, the employees productivity continuously increases with achievement of 31.52 ton/employee in 2009, higher than in 2008 and 2006 achieving 25.18 ton/ employee and 24.64 ton/employee, respectively. We put great efforts on preparing our employees to be excellent in attitudes, knowledge and skills. We provide all employees with opportunities to develop their skill based on their talents and competences.

Berbasis Efisiensi dan Produktivitas Efficiency and Productivity based

Kami senantiasa bekerja mengikuti sistem peraturan dan norma yang berlaku, melakukan perbaikan terus-menerus dengan cara-cara efisien dan efektif yang mengarah pada cost effectiveness dan peningkatan produktivitas, serta menciptakan cara-cara baru dalam bekerja untuk mencapai hasil yang terbaik. Kami berhasil meningkatkan produktivitas TBS kebun inti 10,57% terhadap tahun 2008 atau 10,30% terhadap tahun 2006. We, from time to time, work in compliance with effective regulation and norm systems, perform sustainable improvement based on efficient and effective methods leading to cost effectiveness and productivity improvement, and create innovative ways in working for the best achievement. We have successfully increased the FFB (Fresh Fruit Bunch) productivity of our nucleus estates of 10,57% or 10,30% compared to those of 2008 or 2006, respectively.

Berbasis Kemitraan dengan Plasma Partnership with Plasma based

Kami meyakini bahwa pemberdayaan petani plasma sebagai mitra akan menghasilkan sinergi yang saling menguntungkan. Untuk itu, kami telah memiliki 5 (lima) unit Manajemen Kebun Plasma. Kami berhasil meningkatkan produktivitas kebun plasma sebesar 21,72% terhadap tahun 2008 atau 28,43% terhadap tahun 2006. We believe that the empowerment efforts on plasma farmers as partners will produce mutual synergy. To this end, we manage 5 (five) units of Plasma Estate Management. We successfully improve the plasma management productivity of 21,72% or 28,43% compared to those of 2006 and 2008, respectively.



Laporan Tahunan 2009 Annual Report


Sekilas PT Perkebunan Nusantara XIII PT Perkebunan Nusantara XIII in a Glance

Berbasis Peningkatan Mutu Quality Improvement based

Kami berkomitmen untuk meningkatkan mutu produk melalui pelaksanaan Sistem Manajemen Mutu secara konsisten. Kami telah mendapatkan Sertifikat SMM SNI – ISO 9001: 2008 untuk 2 (dua) PKR, PKR Tambarangan, PKR Sintang, 1 (satu) Pabrik Karet Sheet Dasal, dan SMM – ISO 9001: 2000 untuk 7 PMS, yaitu PMS Gn. Meliau, PMS Rimba Belian, PMS Ngabang, PMS Parindu, PMS Semuntai, PMS Longpinang, dan PMS Longkali. Our commitment is to improve product quality through consistent Quality Management System. The SMM SNI – ISO 9001: 2008 Certification was awarded for PKRs (Crumb Rubber Factories), i.e. PKR Tambarangan, PKR Sintang; 1 (one) DaSal Sheet Rubber Factory, and SMM – ISO 9001: 2000 for 7 PMS (Palm Oil Mills), i.e. PMS Gn. Meliau, PMS Rimba Belian, PMS Ngabang, PMS Parindu, PMS Semuntai, PMS Longpinang, and PMS Longkali.

Pertumbuhan Berkelanjutan Melalui Program Ekspansi

Sustainable Growth through Expansion Program Kami meyakini bahwa melalui program ekspansi akan terwujud pertumbuhan berkelanjutan yang akan menghasilkan keunggulan lestari. Sejumlah program pengembangan usaha tengah kami bangun, di antaranya pembangunan proyek dua PMS model simplified design dengan turn-key untuk menampung peningkatan produksi plasma dan pekebun, pembentukan anak perusahaan patungan bermitra dengan PT Pupuk Kaltim, pengembangan proyek kelapa sawit dan proyek HTI karet berbentuk konsorsium yang melibatkan beberapa PTPN. We believe that expansion program will produce sustainable growth, and hence long lasting excellences. A number of business development programs are being established; among others, the establishment of two Simplified Design Model-based PMSs to support improved the production of plasma and farmers, the establishment of Subsidiaries in joint-venture with PT Pupuk Kaltim, the development of Oil Palm Project, and Rubber HTI Project under a consortium involving several PTPN (State Owned Plantation Companies).

Harmoni dengan Pemangku Kepentingan Harmony with Stakeholders

Kami meyakini bahwa hubungan yang harmonis antara perusahaan sebagai suatu entitas dengan pelanggan, pemegang saham, individu dalam perusahaan, petani plasma, pemasok, kreditur, komunitas (publik), pemerintah, auditor, media massa, dan pesaing, akan mendukung keberlangsungan usaha dalam jangka panjang serta terwujudnya keseimbangan antara kepentingan perusahaan dengan seluruh Stakeholder. We believe that harmonious relationship between the Company as an entity, and customers, shareholders, individuals within the company, plasma farmers, suppliers, creditors, community (publics), government, auditors, mass media, competitors will produces the company excellences in the long run, and creates balance between the interests of the company and all Stakeholders

Laporan Tahunan 2009 Annual Report




Sekilas PT Perkebunan Nusantara XIII PT Perkebunan Nusantara XIII in a Glance

Secercah Harapan di Tengah Hamparan Sawit A Slight of Hope in the Midst of Oil Palm Spreading Keberadaan kami semakin dirasakan oleh petani plasma mitra binaan. Kami tumbuh dan berkembang bersama mereka. Our existence is increasingly realized by the plasma farmers. We grow and develop together with them.



Laporan Tahunan 2009 Annual Report


Sekilas PT Perkebunan Nusantara XIII PT Perkebunan Nusantara XIII in a Glance

Bapak Ruslan (Petani plasma PTPN XIII di afdeling 13 plasma 8, Dusun Seluang Danau, Desa Amboyo Selatan, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak) (A plasma farmer of PTPN XIII at afdeling 13 plasma 8, Seluang Danau Sub-village, Amboyo Selatan Village, Ngabang Sub-District, Landak District)

“Sebelum menjadi petani plasma, saya adalah seorang petani padi ladang dan karet di Desa Sidas Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak. Setelah bergabung dengan PTPN XIII, saya mendapatkan 1 kavling dengan 2 hektar tanah. Kehidupan saya sedikit demi sedikit mulai berubah. Dengan lahan seluas itu, ketika belum krisis, saya berhasil mendapatkan pendapatan antara Rp 4 sampai Rp 5 juta setiap bulan. Pada saat krisis, di mana harga buah TBS sawit turun drastis, saya masih bisa membawa uang ke rumah Rp 1.689.000,(Januari 2009-red). Dengan penghasilan tersebut, saya bisa menguliahkan dua anak saya. Anak pertama kuliah di Sekolah Pendidikan Agama Kristen di Ketapang dan satunya lagi di Program Studi Kedokteran Universitas Tanjungpura Pontianak.” “Before being a plasma farmer, I was a farmer of field paddy and rubber at Sidas Village, Sengah Temila Sub-district of Landak District. Having joined PTPN XIII, I got 1 lot of 2 hectare land area. My life gradually changed. With land of that acreage, before the economic crisis, my income ranged from Rp 4 million to Rp 5 million a month. At the time of crisis, where the price of Fresh Fruit Bunch of Oil Palm sharply decreased, I could still collect money of Rp 1,689,000,- (January 2009-red). With the income, I could finance my two children to take study at university. The first child is taking study at a Christianity College at Ketapang and the other one at Faculty of Medicines of University of Tanjung Pura in Pontianak.”

Laporan Tahunan 2009 Annual Report




Sekilas PT Perkebunan Nusantara XIII PT Perkebunan Nusantara XIII in a Glance

“Saya adalah anggota kelompok plasma binaan PTPN XIII, memiliki 2 hektar kebun sawit. Kelompok kami, yang beranggotakan 10 orang petani, memiliki sapi sebanyak 16 ekor, bantuan dari Program Bina Lingkungan PTPN XIII. Setelah mendapatkan pelatihan sekolah lapangan integrasi Sawit – Sapi yang diadakan PTPN XIII pada tangal 15 April 2009, saya semakin yakin bahwa kesejahteraan saya akan semakin meningkat, lahan saya akan semakin sehat. Saya dapat menghemat penggunaan pupuk buatan pabrik untuk tanaman kelapa sawit. Sapi saya tetap terjamin pakan dan pertumbuhannya.”

Bapak Ismail (Anggota Kelompok Plasma Sawit-Sapi di Desa Gasing Ngabang, Kabupaten Landak) (Member of Oil Palm-Cow Plasma Farmer Group at Village Gasing Ngabang of Landak District)

“I am farmer member of plasma group under guidance of PTPN XIII, with 2 hectares of oil palm estate. Our group, with total members of 10 farmers, has 16 cows, grants from Environmental Building Program of PTPN XIII. Having gained field school training of Oil Palm-Cow integration held by PTPN XIII on 15 April 2009, I was convinced that I would be more prosperous, and my land would be better. I could save in using the plant-made fertilizer for oil palm plants. My cow has enough feed for growing better.”

Bapak Suwandi (Petani plasma Program PSM di Desa Brewe Kebun Plasma Tabara Kalimantan Timur) (A plasma farmer of PSM Program at Village Brewe, Tabara-based Plasma Estate of East Kalimantan)



Laporan Tahunan 2009 Annual Report

“Saya mengikuti program Pola Satu Manajemen sejak akhir tahun 2008. Bersama kelompok tani, saya telah mendapatkan pelatihan dan pendampingan teknis penyusunan dan pelaksanaan rencana kegiatan seperti pemeliharaan kebun, panen, pengangkutan. Sebelum ikut PSM, produktivitas kebun saya hanya mencapai 9,60 ton TBS/ha. Setelah ikut program PSM, produktivitas kebun saya mencapai 13,80 ton TBS/ha. Saya juga diikutkan sebagai peserta program PKBL, dan akan mendapatkan kredit lunak dalam bentuk pupuk. Saya mengucapkan terimakasih kepada PTPN XIII yang betul-betul peduli kepada kami para petani.” “I joined the program of One Management Pattern since the end of 2008. Along with farmer group, I had already got technical training and guidance in developing and implementing action plans such as estate maintenance, harvesting, and transportation. Before joining the PSM, my estate only produced 9,60 tons Fresh Fruit Bunch/ hectare. After being a member, its production increased 13,80 tons Fresh Fruit Bunch/hectare. I was also involved as a member of PKBL program, and would get soft loan in the form of fertilizer. I thank you to PTPN XIII that really care of us, the farmers.”


Sekilas PT Perkebunan Nusantara XIII PT Perkebunan Nusantara XIII in a Glance

Ikhtisar Keuangan Financial Highlights

Laporan Tahunan 2009 Annual Report




Sekilas PT Perkebunan Nusantara XIII PT Perkebunan Nusantara XIII in a Glance

Ikhtisar Operasional Operational Highlights

10

Laporan Tahunan 2009 Annual Report


Sekilas PT Perkebunan Nusantara XIII PT Perkebunan Nusantara XIII in a Glance

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

11


Sekilas PT Perkebunan Nusantara XIII PT Perkebunan Nusantara XIII in a Glance

Ikhtisar Penting Critical Overview Nilai Penjualan Minyak Sawit, Inti Sawit dan Karet Tahun 2005 - 2009 (Rp Juta) Sales of CPO, Kernel and Rubber, Year 2005 - 2009 (Rp Million)

2.048.875

1.780.000 1.343.505 857.363

716.743

532.986

437.443

393.700

555.511

415.213

93.987

99.374

133.032

181.663

132.779

2005

2006

2007

2008

2009

Minyak Sawit (CPO) Inti Sawit (Kernel) Karet (Rubber)

Harga Jual Kelapa Sawit Dan Karet Tahun 2005 - 2009 (Rp/kg) CPO, Kernel And Rubber Prices, Year 2005 - 2009 (Rp/kg)

24.226,29

18.547,45

17.560,58

16.879,93

12.577,06

3.236,91 2.059,44

2005

3.357,01 1.749,60

5.623,66 2.936,77

2006

2007

6.378,59 3.230,57

2008

5.918,20 2.188,75

2009

Laba Bersih Tahun 2005 - 2009 (Rp Juta) Net Income, Year 2005 - 2009 (Rp Million)

210.991

141.595

45.665

2005

122.088

18.984

2006

2007

2008

2009

Total Aset Tahun 2005 - 2009 (Rp Juta) Total Assets, Year 2005 - 2009 (Rp Million)

1.487.061

1.567.287

1.613.998

2005

2006

2007

1.933.503

2.395.714

2008

2009

936.520

1.007.971

2008

2009

Ekuitas Tahun 2005 - 2009 (Rp Juta) Equity, Year 2005 - 2009 (Rp Million)

12

615.814

650.335

2005

2006

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

787.249

2007

Minyak Sawit (CPO) Inti Sawit (Kernel) Karet (Rubber)


Sekilas PT Perkebunan Nusantara XIII PT Perkebunan Nusantara XIII in a Glance

Produksi MS Total Tahun 2005 - 2009 (Ton)

Produksi Inti Sawit Total Tahun 2005 - 2009 (Ton)

Total CPO Production, Year 2005 - 2009 (Tons)

Total Palm Kernel Production, Year 2005 - 2009 (Tons)

66.835

345.554 232.548

246.310

242.577

2005

2006

2007

280.178

2008

2009

50.862

53.184

49.369

2005

2006

2007

54.864

2008

Produktivitas TBS Kebun Sendiri Tahun 2005 - 2009 (Ton/ha)

Produktivitas TBS Kebun Plasma Tahun 2005 - 2009 (Ton/ha)

FFB Productivity Of Nucleus Estate, Year 2005 - 2009 (Tons/ha)

FFB Productivity Of Plasma Estate, Year 2005 - 2009 (Tons/ha)

16,85

16,12

14,64

16,08

17,78

9,08 6,52

2005

2006

2007

2008

2009

2005

7,07

6,25

2006

2007

7,46

2008

Rendemen Rata-rata Minyak Sawit Tahun 2005 - 2009 (%)

Produksi Karet Kebun Sendiri Tahun 2005 - 2009 (Ton)

Average CPO Extraction, Year 2005 - 2009 (%)

Rubber Production Of Nucleus Estate, Year 2005 - 2009 (Tons)

8.311

22,60 21,01

21,25

2005

2006

22,00

22,04

2007

2008

2009

6.858

2009

2005

2009

9.126

8.885

7.498

2006

2007

2008

2009

Produksi Karet Kebun Plasma Tahun 2005 - 2009 (Ton)

Produktivitas Karet Kebun Sendiri Tahun 2005 - 2009

Rubber Production Of Plasma Estate, Year 2005 - 2009 (Tons)

Rubber Productivity Of Nucleus Estate, Year 2005 - 2009 (Tons/ha)

24.962

1,15

1,09

21.087

1,00

1,02

1,03

2006

2007

2008

17.941

2005

2006

2007

15.438

15.377

2008

2009

2005

2009

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

13


Sekilas PT Perkebunan Nusantara XIII PT Perkebunan Nusantara XIII in a Glance

Informasi Harga Saham

Stock Price Information

PTPN XIII sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Non-Listed mempunyai modal dasar Perseroan ditetapkan sebesar Rp. 1.500.000.000.000 (satu trilyun lima ratus milyar rupiah), terbagi atas 1.500.000 (satu juta lima ratus ribu) lembar saham, masing-masing saham dengan nilai nominal sebesar Rp. 1.000.000 (satu juta rupiah). Dari Modal dasar tersebut telah ditempatkan sebanyak 460.000 (empat ratus enam puluh ribu) lembar saham atau seluruhnya sebesar Rp 460.000.000.000 (empat ratus enam puluh milyar rupiah).

As a non-listed State-owned Enterprise (SOE), PTPN XIII has a basic capital of Rp.1,500,000,000, 000 (one trillion and five hundred billion rupiah), comprises of 1,500,000 (one million and five hundred thousand) shares with the nominal value of Rp.1,000,000 (one million rupiah) per share. Of the above capital, 460,000 (four hundred and sixty thousand) shares equal to Rp.460,000,000,000 (four hundred and sixty billion rupiah) have been fully paid.

Komposisi Pemegang Saham

Composition of Shareholders

Sebagai Perusahaan Negara, saham PTPN XIII 100% (seratus persen) dimiliki oleh Pemerintah Republik Indonesia. PTPN XIII dikembangkan untuk ikut melaksanakan dan menunjang kebijakan maupun program Pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional, khususnya di sektor pertanian sub sektor perkebunan.

As a SOE with 100% of its shares owned by the Government of Republic of Indonesia, PTPN-XIII is developed to participate in implementing and supporting government programs in economic field and national development, particularly in agricultural sector, i.e. plantation sub sector.

Kepemilikan Saham Direksi

Stock Ownership by Board of Directors

Direksi tidak memiliki saham di PTPN XIII (Persero)

Board of Directors does not have shares in PTPN XIII (Persero)

Kronoligis Pencatatan Saham Status PTPN XIII adalah BUMN kategori non-listed sehingga belum tercatat dalam Bursa Efek.

Daftar Anak Perusahaan dan atau Perusahaan Asosiasi Saat ini, PTPN XIII memiliki 1 (satu) perusahaan asosiasi, yaitu PT Perkebunan Agrintara berkedudukan di Jakarta dengan kepemilikan saham sebesar 15%. Perusahaan tersebut memiliki 1 unit usaha, yaitu: Unit usaha industri hilir karet yang berlokasi di Purwakarta memproduksi belt conveyor, karet gelang, resipren, rubber roll yang mulai beroperasi secara komersial pada 1 Januari 1997. Sejak bulan Mei 2006 Unit Industri Hilir Sawit di Batam telah dijual. Pembentukan Anak Perusahaan Patungan (PT Kalimantan Agro Nusantara) telah terealisasi sesuai Akta Notaris No. 40 tanggal 14 September 2009. Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Kalimantan Agro Nusantara, tanggal 24 Oktober 2009, yang dipimpin oleh Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero) selaku pemegang saham mayoritas, memutuskan menyetujui antara lain hasil pemeriksaan dan perhitungan aset tetap sesuai hasil rincian perhitungan yang dibuat oleh KJPP Sukardi, Israr & Rekan, surat No. 028LPAT/ TAP/VII/2009, dengan catatan bahwa nilai tanah sebesar Rp 5.388.500.000 ditetapkan berdasarkan luasan efektif sebesar 8.290 ha

14

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Share Listing Chronology PTPN-XIII is categorized as a non-listed company; hence, no registration is found at the Stock Exchange.

List of Subsidiaries and or Associate Company At the moment, PTPN-XIII has a Jakarta-based associate company, i.e. PT Perkebunan Agrintara with its 15% of shares ownership. The company runs 1 (one) business unit, i.e. a downstream rubber industry at Purwakarta producing conveyor belts, rubber bracelets, resipren, rubber rolls, which started its commercial operation on 1 January 1997. Since May 2006, the Batam downstream Oil Palm Unit was sold. The establishment of Joint Venture Subsidiary (PT. Kalimantan Agro Nusantara) was realized based on Notary Deed Number 40 dated 14 September 2009. The Meeting Minutes of the Extraordinary General Shareholders (RUPSLB) of PT Kalimantan Agro Nusantara, dated 24 October 2009, leaded by the President Director of PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero) as majority shareholder, decided to approve, among others, result of fixed asset examination and assessment based on detailed computation made by KJPP Sukardi, Israr & Partner, letter No. 028LPAT/ TAP/VII/2009, stating that the land under appraisal of


Sekilas PT Perkebunan Nusantara XIII PT Perkebunan Nusantara XIII in a Glance

atau Rp 650.000 per ha, yang apabila terdapat kekurangan atau kelebihan luasan dimaksud maka nilainya akan disesuaikan kemudian. Berdasarkan Perjanjian Usaha Patungan No. 6766/SPBTG/09 dan 13.00/PUP/04/V/2009 nilai ”Tanah” sebesar diatas merupakan status ijin lokasi yang bila terjadi permasalahan dalam perolehan sebelumnya dan menjadi tanggung jawab PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero). Bukti kepemilikan / hak atas tanah tersebut adalah Surat Keputusan Ijin Lokasi No. 188.4.45/28/ HK/2009, tanggal 10 Pebruari 2009, yang dikeluarkan oleh Bupati Kutai Timur, dengan masa berlaku selama 1 tahun sampai 10 Pebruari 2010. Penilaian ini dilakukan dengan asumsi bahwa ijin lokasi tersebut dapat diperpanjang dan atau diteruskan menjadi Hak Guna Usaha untuk keperluan pengusahaan perkebunan kelapa sawit, Kebun Sangata yang berlokasi di desa Tepian Indah, Kecamatan Rantau Pulung & Bengalon, Kabupaten Kutai Timur – Propinsi Kalimantan Timur. Dalam RUPSLB tersebut juga dikukuhkan anggota Direksi dan Komisaris untuk pertama kalinya pada Perseroan, sebagai berikut: Komisaris : Komisaris : Direktur Utama : Direktur Keuangan :

Robby Subianto Memed Wiramihardja Ryadi Sulaiman Ahmad Muhadi

Sesuai Risalah Rapat Direksi PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero), dengan agenda pembahasan surat dari PT Kalimantan Agro Nusantara Nomor: 003/DU/ X/2009, tanggal 26 Oktober 2009, perihal setoran modal dasar perseroan, diputuskan bahwa penyertaan yang akan disetorkan kepada PT Kalimantan Agro Nusantara oleh PT Perkebunan Nusantara XIII (persero) selaku pemegang saham sebesar total penyertaan PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero) dikurangi hasil penilaian Konsultan Appraisal atau sebesar Rp 20.400.000.000 - Rp 17.758.450.000 sama dengan Rp 2.641.550.000.

Rp 5,388,500,000 was stated based on the effective acreage of 8,90 Ha or Rp 650,000 per Ha, and in case shortage or excess of coverage was found, then the value would adjusted later on. Based on the Joint Venture Agreement Number No. 6766/SP-BTG/09 and 13.00/PUP/04/V/2009, the value of “Land” as mentioned above is based on location permit status which in case a problem is found in terms of previous possession it will be the responsibility of PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero). The evidence of ownership / the right of the land refers to the Decree on Location Permit No. 188.4.45/28/ HK/2009, dated 10 February 2009, issued by the East Kutai District Head, with one year validity period until 10 February 2010. Such appraisal was based on the assumption that such a location permit is subject to extend and or to be processed for Lease Right of concessions for oil palm plantations, the Sangata estate is located in the village of Tepian Indah, Rantau Pulung & Bengalon sub-district, East Kutai District - East Kalimantan Province. The RUPSLB also confirmed the members of the Board of Directors and Commissioners for the first time in the Company, as the following: Commissioner Commissioner President Director Finance Director

: : : :

Robby Subianto Memed Wiramihardja Ryadi Sulaiman Ahmad Muhadi

According to the Minutes of Meeting of Board of Directors of PTPN XIII (Persero), with the agenda of discussing the letter of PT Kalimantan Agro Nusantara Number: 003/DU/X/2009, dated 26 October 2009, regarding the basic capital of the company, it was decided that the shares which will be paid to PT Kalimantan Agro Nusantara by PT Nusantara XIII (Persero) as the shareholder was equal to the total investment in PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero) minus the result of Appraisal Consultant or Rp 20,400,000,000 - Rp 2,641,550,000 equal to Rp 17,758,450,000.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

15


Sekilas PT Perkebunan Nusantara XIII PT Perkebunan Nusantara XIII in a Glance

Sekilas Tentang Kami About Us In Brief

PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero) mengawali perjalanannya pada tahun 1996. Perusahaan yang merupakan satu-satunya BUMN perkebunan di wilayah Kalimantan ini adalah hasil penggabungan dari Proyek Pengembangan 8 (delapan) PTP yaitu PTP VI, VII, XII, XIII, XVIII, XXIV-V, XXVI dan XXIX. Keberadaan PTPN XIII berlandaskan pada Peraturan Pemerintah (PP) No.18 tahun 1996 dan Akte Notaris Harun Kamil, SH No. 46 tanggal 11 Maret 1996 dan telah disahkan oleh Menteri Kehakiman RI melalui keputusan No. C2-8341.IIT.01.01.TII.96 tanggal 8 Agustus 1996 serta tambahan berita negara RI No. 81.

PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero) started its path in 1996. It was the only plantation SOE in Kalimantan area, and a merger of the Development Project from 8 (eight)s PTPs involving PTPs VI, VII, XII, XIII, XVIII, XXIV-V, XXVI and XXIX. The existence of PTPN XIII is based on the Government Regulation (PP) No.18 of 1996 and the Deed of Notary Harun Kamil, SH No.46 dated 11 March 1996 and was approved by the Minister of Justice of the Republic of Indonesia through the Decree No. C2-8341.IIT.01.01.TII.96 dated 8 August 1996, and the Supplement to the RI State Gazette No. 81.

Dalam rangka membangun landasan yang kokoh bagi pertumbuhan bisnisnya, maka pada tahun 2002 telah diadakan perubahan Anggaran Dasar Perseroan sesuai dengan Akte Notaris Sri Rahayu Hadi Prasetyo, SH No. 05 tanggal 7 Oktober 2002 dan telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia No. C-20948 HT.01.04.Th. 2002 tanggal 28 Oktober 2002 dan tambahan berita negara R.I No. 24.

At the early of his establishment, our condition was unsettling. The three main assets we possess, namely movable assets, immovable assets, and human resources were at the lowest point. Through the Survivor Mentality, we perform some measurements to be exist, i.e.: Internal Consolidation, particularly human resources; Company Image to support consolidation process, centralized financing, the fulfillment of initial working capital, capital. During consolidation, we performed asset, organizational and staff personal restructuring. Then, we conducted “potential exploration program in optimizing productivity and minimizing costs� to produce increasing cash flow and liquidity.

Pada awal kelahirannya, kami memiliki kondisi yang memprihatinkan. Tiga kekayaan utama kami, yaitu aset bergerak, aset tidak bergerak, dan sumber daya manusia berada pada titik terendah. Melalui Survivor mentality, kami melakukan langkah-langkah agar tetap eksis, yaitu: konsolidasi internal. khususnya SDM; Company Image untuk mendukung proses

PTPN XIII didirikan, merupakan penggabungan dari proyek pengembangan 8 PTP, yaitu PTP VI, PTP VII, PTP XII, PTP XIII PTP XVIII, PTP XXIV-V, XXVI, dan XXIX

Periode Konsolidasi

Program Transformasi Bisnis

Restruktusisasi organisasi dengan membentuk empat distrik, Peresmian penggunaan jaringan komunikasi internet system L135, Peresmian pabrik Minyak Sawit Longkali, Kaltim. Melikuidasi PTP Centara yang mengelola pabrik gula di Kalsel, Mengkonversinya menjadi kelapa sawit.

1996

1996 - 1998

2001

2002

PTPN 13 was established, a merger of development of 8 (eight) PTPs, i.e. PTP VI, PTP VII, PTP XII, PTP XIII, XVIII, XXIV-V, XXVI and XXIX.

Consolidation Period

Launching of Business Transformation Program

Restructuring the Organization to form the four districts, Inauguration of the use of internet and intranet communication network system, L135, Palm Oil Mill Inauguration Longkali, Kaltim. PTP liquidated Centara which manages the sugar mill in South Kalimantan, converted it into oil palm plantations.

16

Laporan Tahunan 2009 Annual Report


Sekilas PT Perkebunan Nusantara XIII PT Perkebunan Nusantara XIII in a Glance

konsolidasi, pembiayaan secara terpusat, pemenuhan modal kerja awal, membendung terjadinya erosi capital. Pada tahap konsolidasi, kami melakukan restrukturisasi aktiva, restrukturiasi organisasi dan restrukturisasi personal staf. Tahap berikutnya yang kami lakukan adalah “program penggalian potensi dalam mengoptimalkan produktivitas dan minimalisasi biaya” sehingga cashflow dan likuiditas perusahaan semakin membesar. Memasuki usianya yang ke-13 tahun, kami telah memiliki landasan yang semakin kokoh untuk menjadi perusahaan agribisnis yang berdaya saing tinggi, tumbuh dan berkembang bersama masyarakat secara berkelanjutan.

Maksud & Tujuan Perusahaan Sesuai dengan Anggaran Dasar, (Akte Notaris P. Sutrisno A. Tampubolon No. 16 tanggal 12 Agustus 2008) maksud dan tujuan perusahaan adalah melakukan usaha di bidang agro bisnis dan agro industri serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya perseroan untuk menghasilkan barang dan/atau jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat, serta mengejar keuntungan guna meningkatkan nilai Perseroan dengan menerapkan pinsip-prinsip Perseroan Terbatas (PT). Untuk mencapai maksud dan tujuan di atas, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha utama sebagai berikut: a. Pengusahaan budidaya tanaman meliputi pembu kaan dan pengolahan lahan, pembibitan, penanam an, pemeliharaan dan pemungutan hasil tanaman serta melakukan kegiatan-kegiatan lain yang sehu-

To build a solid foundation for business growth, two times of changes in our statute; firstly was in 2002 based on the Deed of Notary Sri Rahayu Hadi Prasetyo, SH, Number 05 dated 07 October 2002 and under the approval of the Minister of Justice and Human Rights No. C-20 948 HT.01.04.TH.2002 on 28 October 2002 and the Supplement to the RI State Gazette No. 24; secondly, it was in 2008 and based P. Notary Sutrisno A. Tampubolon No. 16 dated 12 August 2008 and was approved by the Minister of Justice and Human Rights Republic of AHU-55430.AHA.01.02. Th.2008 dated August 26, 2008. Entering its 13th year, we have built an increasingly solid foundation to become a highly competitive, growing agribusiness company that is developing hand in hand in a sustainable society.

Corporate Goal & Objectives In accordance with the Articles of Statute (the Deed of Notary Tampubolon Sutrisno A. No. 16 dated 12 August 2008) the objective is to perform agro-business and agro-industry and to optimize the utilization of company resources in producing high quality goods and / or services with its strong competitiveness, and to seek profit in order to enhance corporate values by applying the principles of Limited Liability Company (PT). To achieve the above objectives, the Company may carry out the following major business activities: a. Cultivation including land clearing and processing, breeding, planting, tending and harvesting crops and performing other activities related to the cultivation,

Meraih sertifikat ISO 9001: 2000 untuk tujuh PMS, yang dikukuhkan oleh PT TUV NORD, dengan masa berlaku 3 tahun. Sertifikat ISO 9001: 2000 juga diterima Kebun Karet Danau Salak, Kebun Karet Tambarangan dan PKR Sintang. Sertifikat diberikan oleh YOQA dengan masa berlaku 3 tahun.

Pencanangan “Mission Impossible”, sekaligus peluncuran Tiga Kebijakan Strategis. Produksi CPO 242 ribu ton.

Dua UPT Biodisel mulai berproduksi dengan kapasitas masing-masing 6.000 liter/hari. Produksi CPO mencapai 346 ribu ton. Mendirikan anak perusahaan PT Kalimantan Agro Nusantara. Meraih sertifikasi SMM SNI – ISO 9001: 2000 untuk 2 PKR, dan telah direkomendasikan dapat menggunakan Sertifikat SMM SNI ISO 9001: 2008, meraih Sertifikat SMM ISO 9001: 2008 1 (satu) PKSS, meraih Sertifikat SMM SNI – ISO 9001: 2000 untuk proses produksi di 7 (tujuh) PKS.

2004

2007

2009

Awarded with ISO 9001: 2000 Certifications were awarded for seven PMSs,confirmed PT TUV NORD, with 3 (three) year validity. ISO 9001: 2000 Certifications were also awarded to Danau Salak Estate, Tambarangan Estate and PKR Sintang. YOQA Certification with 3 years validity.

“Mission Impossible” as well as the Three Strategic Policies were launched. CPO Production achieved total of 242 thousand tons.

Two UPT Bio-diesel started their production with the capacity of 6,000 liter/day. CPO production achieved 346 thousand tons. Establishing the subsidiary, PT Kalimantan Agro Nusantara. SMM SNI – ISO 9001: 2000 Certification for 2 (two) PKRs. This two PKRs was recommended to use SMM SNI ISO 9001: 2008 Certification. SMM ISO 9001: 2008 Certification Rubber Sheet Dasal Factory. SMM SNI – ISO 9001: 2000 Certification for production in 7 (seven) PM Sunit:

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

17


Sekilas PT Perkebunan Nusantara XIII PT Perkebunan Nusantara XIII in a Glance

bungan dengan pengusahaan budidaya tanaman tersebut, b. Produksi meliputi pengolahan hasil tanaman sendiri maupun dari pihak lain menjadi barang setengah jadi dan atau barang jadi serta produk turunannya, c. Perdagangan meliputi penyelenggaraan kegiatan pemasaran berbagai macam hasil produksi serta melakukan kegiatan perdagangan lainnya yang ber hubungan dengan kegiatan usaha Perseroan, d. Pengembangan usaha bidang perkebunan, agrowi sata, agrobisnis, dan agroforestry. Selain kegiatan usaha utama di atas, kami juga diperbolehkan untuk melakukan kegiatan usaha lainnya dalam rangka optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki seperti trading house, pengembangan kawasan industri, agro industrial kompleks, real estate, pusat perbelanjaan/mall, perkantoran, pergudangan, pariwisata, perhotelan, resor, olah raga dan rekreasi, pertambangan, rest area, rumah sakit, pendidikan dan penelitian, parasarana telekomunikasi, dan sumber daya energi, jasa penyewaan, jasa konsultasi bidang perkebunan, jasa pembangunan kebun, dan pengusahaan sarana dan prasarana yang dimiliki perusahaan.

In addition to the major business activities, we are also allowed to conduct other business activities in order to optimize the utilization of resources such as trading house, industrial zone development, agro-industrial complex, real estate, shopping centers/ malls, office buildings, warehouses, tourism, hospitality, resorts, sports and recreation, mining, rest areas, hospitals, education and research, infrastructure telecommunications, and energy resources, rental services, consulting services plantation sector, services, garden construction, and operation of facilities and infrastructure available within the Company.

Bidang Usaha

Business

Kami tetap fokus pada bidang agroindustri sebagai core bisnis, dengan komoditas andalan berupa kelapa sawit dan karet. Bidang usaha kelapa sawit meliputi pengelolaan kebun kelapa sawit inti dan plasma berikut Pabrik Minyak Sawit (PMS), dengan produk utama berupa minyak sawit dan inti sawit. Bidang usaha karet meliputi pengelolaan kebun karet inti dan plasma dengan produk utama berupa SIR 20 dan RSS.

We keep to focus on the areas of agro-industry as the core business, with oil palm and rubber as the mainstay of commodities. Business sectors including nucleus and plasma oil palm plantation management, and Palm Oil Mills (PMS), with the main products of palm oil and palm kernel. Field operations include the management of rubber plantation and nucleus and plasma rubber plantation with the main products of SIR 20 and RSS.

Produk kami saat ini mencapai 345.554 ton minyak sawit dan 66.835 ton inti sawit. Produk yang berasal dari karet mencapai 24.503 ton karet kering. Produk minyak sawit dan inti sawit sepenuhnya dipasarkan untuk memenuhi konsumsi industri minyak nabati di Indonesia. Produk olahan karet berupa SIR 20 dan RSS, 30% dialokasikan untuk pasar domestik dan 70% dialokasikan untuk pasar global seperti India, Pakistan, Turki, Cina, Jerman, dan Argentina. Kami memiliki lahan seluas 152.678 ha, terdiri atas komoditi kelapa sawit seluas 109.388 ha dan karet seluas 43.290 ha. Total areal inti yang kami kelola seluas 65.248 ha, sedangkan plasma seluas 87.430 ha. Dengan luasan plasma tersebut, kami mampu melibatkan dan membina 28.180 orang petani plasma sawit dan 14.798 petani plasma karet yang akan memberikan multiplier effect bagi lingkungan sekitar, di an-

18

b. Production involving the processing of both agricultural internal products and from other parties to become intermediate goods and or finished goods, and also derivatives product, c. Trading consisting of marketing activities of various products and performing other trading activities related to business activities of the Company, d. Business development of plantation, agro-tourism, agro-business, and agro forestry.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Our products now reach 345,554 tons of palm oil and 66,835 tons of palm kernel. Rubber products reached 24,503 tons of dry rubber. Palm oil and palm kernel are fully marketed for the Indonesian vegetable oil industry. In terms of rubber products such as SIR 20, RSS, the 30% of them are allocated for the domestic market and 70% allocated to global markets such as India, Pakistan, Turkey, China, Germany, and Argentina We have a land area of 152,678 ha, consisting of commodities covering 109,388 ha and 43,290 ha of oil palm and rubber plantations, respectively. Total nucleus area we manage is 87,430 hectares, while the plasma area is 57,835 ha. With the expansion of the plasma acreage, we are able to allow 28,180 oil palm farmers to be involved and under supervision in


Sekilas PT Perkebunan Nusantara XIII PT Perkebunan Nusantara XIII in a Glance

taranya kepada 172.000 Jiwa petani dan batihnya, serta peningkatan perekonomian setempat. Kami tengah melakukan program peremajaan tanaman kelapa sawit dan karet, serta penambahan areal untuk mencapai skala ekonomi yang optimal di unitunit eksisting. Selain itu, kami juga melakukan proyek pengembangan perkebunan kelapa sawit bersinergi dengan PTPN lain maupun konsorsium dengan Pupuk Kaltim dengan pencadangan lahan seluas Âą 104.000 ha. Untuk proyek pengembangan Hutan Tanaman Industri Karet, diperoleh pencadangan lahan karet 15.000 ha, sebagian akan dikerjasamakan dengan PT Inhutani. Kami telah mampu memproduksi biodiesel yang berasal dari dua Unit Pengolahan Biodiesel masingmasing berkapasitas 6.000 liter per hari/unit. Untuk mengoptimalkan limbah sisa pengolahan sawit, kami akan membangun pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar cangkang, tandan kosong, dan serabut sawit mulai tahun 2011. Selain itu, kami telah melakukan Pilot project pemanfaatan biomass perkebunan sebagai substitusi BBM untuk pembangkit listrik (PLTD-Janggel) kapasitas 60 KVA berlokasi di lingkungan perumahan karyawan PTPN XIII Kebun Pelaihari. Sejalan dengan kebijakan pemerintah yang menugaskan seluruh PTPN agar mengembangkan pengolahan sawit mulai dari CPO hingga turunan-turunannya, di tahun 2013 kami berencana mengembangkan klaster sawit beserta industri hilirnya, seperti oleochemical, biodiesel, surfactant, dan energi. Untuk komoditi karet, ke depan kami akan bergerak ke sektor hilir, yakni mendirikan perusahaan konsorsium dengan lima BUMN perkebunan untuk memproduksi ban sepeda motor. Strategi ini kami tempuh sebagai upaya memperoleh nilai tambah sekaligus memperlebar peluang pemasaran, dan memanfaatkan besarnya peluang bisnis dari produksi ban sepeda motor.

cultivating oil palm, and 14,798 rubber smallholders which will provide a multiplier effect for the environment; among others are for 172,000 farmers and their family, and it is also improving the local economy. We have been performing palm oil and rubber replanting program, as well as additional acreage to achieve the optimum economies of scale in the existing units. In addition, we also make oil palm plantation development project in the synergetic efforts either with other PTPNs or consortium with Pupuk Kaltim under reserve area program of Âą 104,000 ha. IN terms of Rubber Forestry System (HTI Karet) development project, 15,000 ha of land are reserved, and some will be under join cooperation with PT Inhutani. We have been able to produce bio-diesel from two processing units with 6,000 liters of bio-diesel daily production capacity by exploiting palm oil mill waste. In optimizing the processing of residual waste oil, the establishment of powerplants exploiting shell, emty fruit bunce and palm fibers as fuel will be realized in 2011. In addition, we have conducted pilot projects using biomass plantations as a substituting fuel for power plants (PLTD-Janggel) with 60KVA capacity situated at the employee housing complex of PTPN XIII Pelaihari. In line with government policy assigning all PTPNs to develop palm oil processing, from CPO to derivatives, in the year 2013 we plan to develop palm clusters and its downstream industries, such as oleochemicals, biodiesel, surfactants, and energy. In terms of rubber commodity, in the future we move forward into the downstream sector, namely, by establishing a consortium of five state-owned plantations to produce motorcycle tires. We go through this strategy as an effort to obtain value-added marketing opportunities as well as to widen and exploit motorcycle tire production business.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

19


Sekilas PT Perkebunan Nusantara XIII PT Perkebunan Nusantara XIII in a Glance

Visi, Misi, dan Nilai-Nilai Perusahaan Vision, Mission and Corporate Values

Visi Di dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan tahun 2010 - 2014, dinyatakan dengan jelas bahwa visi kami ke depan adalah “Menjadi perusahaan agribisnis yang berdaya saing tinggi, tumbuh dan berkembang bersama masyarakat secara berkelanjutan.”

Vision The 2010 - 2014 Long Term Plan of the Company clearly states that our vision for the future is “to be a highly competitive, sustainably growing, and developing agribusiness company hand in hand with society.”

Misi Menghasilkan produk dan jasa dalam bidang kelapa sawit, karet, industri hilir dan bidang usaha lainnya secara efisien dan bermutu tinggi. Mendinamisasikan perekonomian regional dan nasional. Mengembangkan dan memberdayakan potensi masyarakat berbasis kemitraan. Mengembangkan sistem perkebunan yang ramah lingkungan.

Mission Producing products and services in the areas of oil palm, rubber, downstream industries and other business sectors in an efficient and high quality. Dynamizing regional and national economy. Developing and empowering potentials of community-based partnerships. Developing environmental friendly-based plantation system.

20

Laporan Tahunan 2009 Annual Report


Sekilas PT Perkebunan Nusantara XIII PT Perkebunan Nusantara XIII in a Glance

Tata Nilai Values

INTEGRITAS INTEGRITY Menyampaikan sesuatu dengan benar tanpa kepentingan pribadi, tulus, dapat dipercaya, satu kata dengan perbuatan, melakukan pekerjaan dengan benar sekalipun tidak ada seorangpun sedang bekerja atau melihatnya. Expressing something truly, with no personal interest, sincerely, trustworthily, one word with one action, performing work properly even when no one is at work or nobody see it.

PERBAIKAN TERUS MENERUS CONTINUOUS IMPROVEMENT Perbaikan dengan cara-cara efisien dan efektif untuk memperoleh mutu pekerjaan dan kepuasan pelanggan, tuntutan mengatasi persaingan. Improvement under efficient and effective ways to obtain quality work and customer satisfaction, overcoming the demands of competition.

DISIPLIN DICIPLINE Bekerja mengikuti sistem peraturan dan norma yang berlaku serta hasil kerja tidak dilakukan melalui cara-cara jalan pintas. Working with effective system rules and norms, as well as the work is not performed through shortcut methods.

BERTINDAK SEGERA ACT QUICKLY Pekerjaan dilakukan dengan segera dengan pola pikir peluang tidak senantiasa ada, untuk meningkatkan laba dan mempercepat pertumbuhan. The job done immediately with the mindset of opportunities not always available, to improve profitability and accelerate growth.

TANGGUNG JAWAB RESPONSIBILITY

INOVASI INNOVATION

Mampu memberikan respon terhadap hasil pekerjaannya yang berkaitan dengan mutu, biaya, standard dan norma serta target-target yang ditetapkan.

Menciptakan cara-cara baru dalam bekerja untuk mencapai hasil yang terbaik.

Capable to provide responses to work results related to quality, cost, standards and norms and targets set.

Creating new ways of working to achieve the best results.

KOMUNIKASI COMMUNICATION

KERUKUNAN HARMONY

Proaktif dalam menyampaikan gagasan, focus terhadap apa yang benar bukan siapa yang benar dan mau mendengarkan.

Berpikir terbuka, menerima perbedaan dan kritik, berpikir positif, tidak sektoral dan tidak menyalahkan orang lain.

Proactive in presenting ideas, focus on what is right rather than who is right and willing to listen.

Open mind, accepting differences and criticisms, positive thinking, not sectoral, and not blaming others.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

21


Sekilas PT Perkebunan Nusantara XIII PT Perkebunan Nusantara XIII in a Glance

Enterprise Business Process

22

Tujuan

Goals

Rumusan tujuan perusahaan di dalam Rencana Jangka Panjang tahun (RJP) 2005-2009 dan telah diperbaharui di dalam RJP tahun 2010-2014 adalah sebagai berikut: Meningkatkan pertumbuhan keuntungan berdasar kan prinsip-prinsip perusahaan yang sehat melalui peningkatan kualitas asset produksi, penataan dan pembenahan organisasi, SDM dan Budaya Kerja, dan Pengembangan Usaha (PKO, carbon black, powerplant dan industri hilir lainnya). Memperluas lapangan kerja serta menciptakan ni lai tambah dalam rangka meningkatkan kesejah teraan rakyat melalui pembangunan ekonomi ke rakyatan, seperti: Kebun plasma pola PSM (Penge lolaan Satu Manajemen) serta Usaha Kecil dan Menengah (UKM) antara lain berupa tanaman pangan dan peternakan. Memelihara kelestarian sumber daya alam melalui pengelolaan komoditi yang bersifat Renewable Re sources dan ramah lingkungan (kelapa sawit dan karet) dan produk turunan dan by product. Se lain itu memelihara lingkungan sekitar kebun me lalui program Corporate Social Responsibilities (CSR). Untuk memenuhi kebutuhan pupuk dengan memba ngun supporting industry (pabrik pupuk) yang be kerjasama dengan BUMN/PTPN lain atau swasta. Optimalisasi aset dengan usaha patungan pertam bangan batubara dengan BUMN di wilayah Kaliman tan Selatan. Tercapainya perusahaa yang berdaya saing tinggi pada bidang yang digelutinya. Tercapainya kinerja Perusahaan yang sehat (AAA).

The formulation of corporate goals in the 2005 to 2009 Long Term Plan (RJP) has been updated by the 2010 to 2014 RJP as follows: Increasing growth in profits based on the principles of a healthy company through increased quality of production assets, restructuring and re-organization, Human Resources and Work Culture and Business Development. (PKO, carbon black, power plants and other downstream industries). Expanding employment and creating added value in order to improve people welfare through populist economic development, such as PSM patternplasma estate (One Management) and Small and Medium Enterprises (SMEs), among others are in the form of food crops and livestock. Maintaining the sustainability of natural resources through the renewable and environmental-friendly-based commodity management system (oil palm and rubber) and derivative products, and by products; also, maintaining surrounding environment Corporate Social Responsibilities (CSR) program. To meet the fertilizer demand, building a supporting industry (fertilizer plant) in collaboration with SOE/ PTPN or privates. Optimizing assets through joint ventures with state-owned coal mines in South Kalimantan. Achieving a highly competitive company in the field concerned. Achieving healthy company performance (AAA).

Laporan Tahunan 2009 Annual Report


Sekilas PT Perkebunan Nusantara XIII PT Perkebunan Nusantara XIII in a Glance

Mission “Impossible” Kami telah mencermati kondisi perusahaan di tahun 2006 dan 2005 dan menyimpulkan bahwa perolehan laba cenderung menurun. Di tahun 2006, PTPN XIII hanya mampu meraih laba bersih sebesar Rp 18,984 milyar dengan perolehan rentabilitas mencapai 1 digit (ROA 6,34% dan ROE 7,48%) dan kondisi leverage perusahaan yang kurang menguntungkan. Di lain pihak, perusahaan memiliki potensi sumber daya yang mampu dikembangkan lebih baik, seperti sumber daya manusia dan produksi, potensi lahan pengembangan, serta kerjasama dengan petani plasma. Dengan memperhatikan sungguh-sungguh kondisi perusahaan saat itu, sejak bulan Mei tahun 2007, kami mencanangkan “Mission Impossible”, sebuah keinginan ambisius dengan target utama berupa peningkatan produksi sebesar 100% dalam jangka waktu 5 (lima tahun) ke depan. Restrukturisasi portofolio yang kami pilih adalah dengan membangun landasan yang kokoh di bidang produksi dengan tetap mengedepankan pertumbuhan melalui ekspansi usaha, dan penyusunan portofolio investasi. Melalui sinergi dari seluruh unsur perusahaan dan kerjasama dengan plasma yang semakin intensif, kami ingin tetap eksis untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik. Sebagai satu-satunya Badan Usaha Milik Negara sektor perkebunan yang memiliki wilayah kerja di empat propinsi di Kalimantan, kami ingin menggapai cita-cita menjadi salah satu perusahaan agribisnis yang diperhitungkan dan sejajar dengan perusahaan besar sejenis lainnya. Kami menyadari sepenuhnya, bahwa untuk meraih cita-cita tersebut, bukan merupakan pekerjaaan yang mudah dan dapat dicapai dalam waktu yang singkat. Namun kami telah membuktikan, bahwa melalui strategi yang tepat, timwork yang solid, program yang detail, perubahan orientasi, ketegasan dan komitmen untuk menjadi yang terbaik, kinerja kami dari tahun ke tahun semakin membanggakan.

We observed the condition of the company in 2006 and 2005. We conclude that profit earning tended to decline. In 2006, PTPN XIII was only able to obtain net profit of Rp 18,984 billion with the acquisition of onedigit rentability (ROA and ROE of 6.34% and 7.48%, respectively) and the conditions of company leverage are less favorable. On the other hand, the company has potential resources for better development, such as human resources and production, potential land development, and cooperation with farmers. Considering the real condition of the company at the time, since May of 2007, we launched the “Mission Impossible”, an ambitious desire with the main target of increasing production by 100% within the next period of 5 (five years). Portfolio restructuring we prefer is to build a solid foundation of production by keeping growth promotion through business expansion, and the development of portfolio investment. Through more intensive synergy of all elements within the company and in hand in hand efforts with plasma, we want to exist in making a better future comes true. As the single State owned company in plantation sector with four provinces of Kalimantan as work site, we want to become one of the respectable agribusiness companies and in the position equal to other similar large corporations. We are fully aware that this goal is not easy to achieve in a short time. However, we have proved that through the appropriate strategy, solid team work, detailed program, changes in orientation, assertiveness and commitment to be the best, our performance is getting more and more to make us proud.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

23


Sekilas PT Perkebunan Nusantara XIII PT Perkebunan Nusantara XIII in a Glance

Strategi

Strategy

Kami telah memformulasikan strategi korporasi dan strategi bisnis yang merepresentasikan tindakan yang akan diambil untuk mencapai tujuan jangka panjang. Berdasarkan hasil analisis posisi perusahaan, PTPNN XIII berada pada kuadran I sehingga strategi korporasi yang sesuai adalah Pertumbuhan (Growth). Strategi ini menuntut perusahaan untuk melakukan konsolidasi guna menjamin tercapainya peningkatan dalam efisiensi dan perolehan laba serta ekspansi guna membangun daya tumbuh secara berkelanjutan. Langkah yang kami tempuh berkaitan dengan ekspansi adalah mengarah pada integrasi vertikal ke arah hilir (forward integration), integrasi horisontal, dan diversifikasi konglomerasi.

We have formulated corporate strategy and business strategy representing the action to take in achieving long term goals. According to the analysis of company position, PTPN XIII is in quadrant I; hence, Growth will be the appropriate corporate strategy. This strategy requires the company to perform consolidation in order to guarantee the improvement achievement in efficiency and profitability and expansion in order to build the ability to grow in a sustainable manner. The steps we go through related to the expansion is leading to downstream vertical integration (forward integration), horizontal integration, conglomerate diversification.

Pemilihan strategi bisnis kami, dilandasi oleh pemikiran “What Business are we in?” Kami adalah perusahaan agribisnis, sehingga nature of product kami adalah komoditas primer dengan kualitas yang terstandar, dan nature of market kami adalah pasar industri. Untuk dapat memenangkan persaingan, kami harus mampu berproduksi dengan biaya seefisien mungkin. Oleh sebab itu, strategi bisnis yang tepat bagi kami adalah “Overall cost Leadership”, yakni strategi keunggulan biaya secara menyeluruh. Strategi ini mengharuskan kami untuk menerapkan prinsip-prinsip pemasaran massal, dengan mengambil keuntungan rendah per unit barang (high-volume, low margin strategy) karena harga ditentukan oleh pasar. Oleh sebab itu kami harus mampu menghasilkan barang dengan sasaran harga pokok produksi lebih rendah dari harga produk serta pencapaian tingkat efisiensi tinggi melalui full capacity uitilization, economic of scale dan mempertahankan kualitas produk sesuai persyaratan pasar.

24

The business strategy we prefer, is based on such thinking “What Business are we In?” We are an agribusiness company; hence, the nature of our product is primary commodities with standardized quality and the nature of our market is industrial market. To be the winner of the competition, as possible as it can, our production should be based on cost efficiency principle. Therefore, the appropriate business strategy for us is the “Overall Cost Leadership”, i.e. overall cost advantage. This strategy requires us to apply the principles of mass marketing by taking lower advantage per unit of goods (high-volume, low margin strategy) because the price is determined by the market. Therefore, we must be able to produce goods with a lower target production cost than the price of the product as well as achieving high efficiency through full capacity utilization, economic of scale and to maintain product quality based on market requirements.

Tiga Kebijakan Strategis

Three Strategic Policies

Kami telah menetapkan tiga kebijakan strategis sebagai langkah nyata yang harus kami tempuh untuk mewujudkan sasaran kami, yakni: Peningkatan kualitas aset produksi Penataan dan pembenahan organisasi, SDM, dan budaya kerja Pengembangan usaha

We have established three strategic policies as concrete actions should we take to achieve our objectives, namely: Improvement on quality of production asset Restructuring and improvement on organizational, HR, and work culture Optimization Business Development

Pada penghujung tahun 2009, kami melengkapi tiga kebijakan strategis tersebut menjadi lima kebijakan strategis sebagai pedoman langkah kami di tahun 2010. Adapun dua tambahan kebijakan adalah “Keberpihakan kepada lingkungan” serta “Mengutamakan harapan pelanggan”.

At the end of 2009, we completed three strategic policies into five strategic policies as guiding for our action in 2010. The two additional policies involve Environmental Favorability and Customer Expectation.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report


Sekilas PT Perkebunan Nusantara XIII PT Perkebunan Nusantara XIII in a Glance

Program Kerja

Work Program

Kami telah merumuskan program kerja secara detail. Optimalisasi tiga pilar produksi, yakni kebun, transportasi/infrastruktur dan pabrik kami lakukan secara bersamaan sehingga tercipta sinergi dan saling ketergantungan yang kuat. Rumusan program kerja dari tiga kebijakan strategis kami adalah: 1. Peningkatan kualitas aset produksi Soil building dengan tandan kosong dan limbah cair. Pemupukan majemuk pola 4T Peremajaan/replanting tanaman yang sudah tidak produktif Rehabilitasi di semua PMS berupa penggantian peralatan dan peningkatan kapasitas Pabrik dan instalasi pengolahan, serta optimalisasi pengo lahan Bokar Infrastruktur: Perbaikan Jalan Penghubung, Jalan Produksi, Jalan Koleksi. 2. Penataan dan pembenahan organisasi, SDM, dan budaya kerja Melanjutkan Transformasi Distrik (Cost center) menjadi SBU (Profit Center) Pengelolaan Plasma dengan Pola Satu Manaja men (Pola Kemitraan) Pelatihan dan Pengembangan Internalisasi tata nilai perusahaan 3. Pengembangan Usaha Pemenuhan skala ekonomi unit-unit existing Pembangunan PMS dan Pabrik Karet Remah Program Kerja Sama Usaha (Sinergi) dengan bebe rapa mitra strategis Pembangunan power plant

We have formulated a detailed work program. The formulation of work program of three strategic policies involve: 1. Improvement on quality of production asset by increasing the three pillars of production, namely, estates, transportation / infrastructure and factories. The implementation is simultaneously performed so as to create a strong synergy and interdependency, including: Soil building exploiting empty fruit bunch and liquid waste. 4T pattern compound fertilization Crop Rejuvenation/replanting unproductive crops Rehabilitation of all PMSs in terms of equipment replacement and increased capacity of process ing factories and installations, and optimization of rubber processing Infrastructure: Improvement of Connecting Road, Production Road, Collection Road. 2. Restructuring and improvement on organizational, HR, and work culture Optimization Continuing District Transformation (Cost center) to SBU (Profit Center) One-Management-pattern-based Plasma Man agement (Partnership Pattern) Training and Development Internalization of corporate values 3. Business Development Meeting economies of scale in existing units PMS Development & crumb Rubber Factory Joint cooperation Work Program (synergy) with strategic partners

KPI dan Kontrak Manajemen

KPI and Management Contract

PTPN XIII menggunakan Key Performance Indicator (KPI) untuk menentukan dan mengukur kemajuan terhadap sasaran yang telah ditetapkan. Standar acuan yang kami gunakan adalah KPI BUMN Perkebunan. Strategi/inisiatif meliputi overall strategy, revenue management, cost management, business process, pengadaan, pengelolaan SDM, perspektif dinamis, pelestarian lingkungan, dan pembinaan lingkungan social. Selanjutnya, masing-masing strategi/inisiatif tersebut dijabarkan dalam indikator utama dan target yang harus dipenuhi serta penanggung jawabnya.

PTPN XIII uses Key Performance Indicator (KPI) to define and measure progress against set targets. Standard reference we use are KPI BUMN (State-owned Plantation). Strategies/initiatives include overall strategy, revenue management, cost management, business process, procurement, human resource management dynamic perspectives, preservation of environment, social and environmental development.

Komitmen Direksi untuk mewujudkan target KPI 2009 dikukuhkan dalam bentuk kontrak manajemen antara kuasa pemegang saham PTPN XIII dengan direksi dan komisaris PTPN XIII (Persero) tahun buku 2009, yang dilaksanakan pada tanggal 30 Januari 2009. Skor yang diperoleh pada tahun 2009 adalah sebesar 104,18 atau melebihi target sebesar 4,18.

The commitment of Board of Directors’ to achieve the 2009 KPI targets was confirmed with management contracts made between the shareholders representatives and Board of Directors of PTPN XIII with the Board Commissioner of PTPN XIII (Persero) in 2009 fiscal year, dated 30 January 2009. Score achieved in 2009 was 104.18 or it exceeded the target of 4.18.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

25


Sekilas PT Perkebunan Nusantara XIII PT Perkebunan Nusantara XIII in a Glance

Indikator PT Perkebunan Nusantara XIII Tahun 2009 dan Realisasinya Key Performance Indicator PT Perkebunan Nusantara XIII in 2009 and Realization No Indikator (Indicator) Satuan (Unit) Target 2009 Realisasi Bobot Target Realisasi Realization Realization I Overall Strategy 1. Laba bersih (Net Profit) 2. Net Profit Margin 3. Current ratio 4. Debt to EBITDA 5. DER

Rp jt (million) 150.612,67 122.088,50 % 5,50 4,70 % >100% 76,29 kali (times) 2.999 4.595 Ratio 48 : 52 58 : 42

4,00 4,00 4,00 4,00 4,00

3,24 3,42 3,05 2,61 3,31

20,00

15,63

II. Operational Management Sawit (Palm) 1. Kuantum Penjualan CPO (CPO Sales Quantum) 2. Produktivitas (productivity) 3. Rendemen (Extraction) 4. Kualitas (Quality): (ALB <3%) (3%<ALB <5%) (ALB >5%) 5. Utilitas Pabrik (Utility of Mills) 6. Inventory Turn Over Karet (Rubber) 7. Kuantum Penjualan (Sales Quantum) 8. Produktivitas-Inti (Productivity-Nucleus) 9. Kualitas (Quality): High grade Low grade 10. Utilitas Pabrik (Utility of Mills) 11. Inventory Turn Over

ton 337.801 346.196 1,50 ton/ha 17,28 17,78 2,00 % 23,50 24,12 2,00 1,50 ton - ton 90% 76% ton 10% 24% % 90 135 2,00 hari 8 7 2,00 ton 29.838 245,98 1,50 ton/ha 1,17 1,15 2,00 1,50 ton/% 100% 100 ton % 90 76,38 2,00 Hari 37 40 2,00

Jumlah (Total)

III.

Cost Management Sawit (ms + is)** Kebun Inti (Palm Oil CPO+Kernel Nucleus Estate)

1. Biaya Produksi Af Kebun (Production Cost of Estate Unit) 2. Biaya Olah (Processing Cost) 3. Biaya produksi FOB (FOB Production Cost) 4. Biaya produksi FOB (FOB Production Cost) Karet** Kebun Inti (Rubber Nucleus Estate) 5. Biaya Produksi Af Kebun (Production Cost of Estate Unit) 6. Biaya Olah (Processing Cost) 7. Biaya produksi FOB (FOB Production Cost) 8. Biaya produksi FOB (FOB Production Cost)

26

Jumlah (Total)

1,24 1,96 1,50

1,69 4,35 22,92

3,12

Rp/kg 419,85 469,81 1,50 Rp/ha 20.034,46 20.185,79 2,25 Rp/kg 4.732,55 4.797,07 2,00 Rp/kg 14.546,68 12.608,13 3,00

1,34 2,23 1,97

Rp/kg 2.597,23 2.436,48 1,50 Rp/ha 15.307,90 11.653,84 2,25 Rp/kg 19.247,00 17.842,92 2,00

1,60 2,95 2,16

IV. Business Process Jumlah rapat koordinasi (Total Coordination Metting): 1. Kunjungan Direksi ke kebun (BOD Visit to Estates) 2. Rapat Direksi (BOD Metting) 3. Rapat Direksi per bidang dengan Kabag & Staf (BOD Metting with Dept. Head & Staff) 4. Rapat Direktur Produksi dg. GM SBU, Adm. dan Manajer Pabrik. (Producting Directorâ&#x20AC;&#x2122;s Metting with GM SBU, Adm & Factory Manager) 5. Dibayar (Payment)

Jumlah (Total) 17,50 kali 60,00 60,00 1,00 kali 12,00 14,00 1,00 kali 12,00 14,00 1,00 kali 4,00 6,00 1,00 Rp (juta) 4.800 5.952 1,00

18,83

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

3.238,36

20,00

3,00 2,28

3,00

Rp/kg

1,54 2,05 2,05 1,26

Jumlah (Total)

3.116,60

5,00

3,46

1,00 1,16 1,16 1,50

1,24 6,06


Sekilas PT Perkebunan Nusantara XIII PT Perkebunan Nusantara XIII in a Glance

Indikator (Indicator)

Satuan (Unit)

Target 2009

Realisasi

No

V.

Ada keputusan Pengadaan (Procurement) 13.08/SE/01/ Launching Direksi 2009 Tindak Lanjut Permen No. 05 Based on E-Procurement 24 Feb 2009 Follow Up Permen No. 05) BODâ&#x20AC;&#x2122;decree

VI.

Pengelolaan SDM dan Umum (HR & GA Management)

1. Jenis, jumlah, peserta & lamanya pelatihan (type, Total, Participants, & Traning Duration) 2. Jumlah spesialis (Total Specialist) 3. Revenue/Karyawan (Revenue/Employees) 4. Cost/Karyawan (Cost/Employees) 5. SK HGU 6. Selesai Secara Hukum (Legal Solution)

VII. Perspektif Dinamis (Dynamic Perspective) 1. Perluasan lahan baru (ijin Lokasi) (Expantion New Area - site licensing) 2. Luas lahan TB/Replanting (Total Acreage TB/Replanting) 3. Pengembangan produk baru (New Product Development) 4. Pengembangan jenis usaha baru (Sinergi) (Development of New Business type Synergi) Inovasi (Inovation), RSPO, CDM, dll

Realization

Bobot Target

7,50

7,50

Man days 8.557 8.557 2,00 orang (Man) 2 2 1,00 Rp(Juta)org 205,69 209,66 2,00 Rp/org 181,02 171,85 1,50 ha 4.567,36 4.907,00 1,50 jumlah kasus 1 1 2,00 Number of Jumlah (Total) 10,00 Case

Realisasi Realization

2,00 1,00 2,04 1,58 1,61 2,00 10,23

ha 10.000,00 14.100,00 ha 2.680,16 2.700,16 Jumlah (Total) 1 1 Jumlah (Total) 1 1 Jumlah (Total) Jumlah (Total)

4,00 4,00 3,00 4,00 15,00

VIII. Pelestarian Lingkungan (Environmental Preservation) ha atau pohon minimal 1. Penghijauan lahan kritis 10.000 13.300 1,00 (Minimum ha or (Reforestation of Critical Land) Trees)

5,64 4,02 3,00 4,00

16,66

1,33

2. Penanganan limbah (Waste Management) 3. Pelestarian Alam (Nature Conservation)

merah (Red) 7 5 1,00 Rp (Jt) 100 162,94 0,50

0,71 0,81

2,50

2,85

62 1,50

0,93

IX. Pembinaan Lingkungan Sosial (Community Development) 1. Beasiswa anak tidak yang tidak mampu (Scholarship for unlucky children) 2. Sekolah, rumah sakit, puskesmas dan fasilitas lain yang dipakai & terpelihara dengan baik (School, hospital, local health center, & other facilities used & well maintained)

Jumlah (Total)

org (Man) 100

Rp (jt) IDR Billion 850 1.902,96 1,00

Jumlah (Total) To t a l

2,57

2,50

3,50

100,00

104,18

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

27


Sekilas PT Perkebunan Nusantara XIII PT Perkebunan Nusantara XIII in a Glance

28

Struktur Organisasi Perusahaan

Organizational Structure

Organisasi PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero) terdiri atas unit kerja Kantor Direksi dan Kantor Distrik. Unit kerja Kantor Direksi terdiri atas unit kerja di bawah Direktur Utama, 4 Direktur Bidang dan 13 (tiga belas) Bagian. Unit kerja Kantor Distrik terdiri atas Kantor Unit/Kebun dan Pabrik. Kantor Direksi PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero) berkedudukan di Pontianak, Kalimantan Barat dengan Kantor Distrik yang tersebar di Wilayah Kalimantan. Sampai dengan Desember 2009, jumlah Kantor PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero) adalah sebagai berikut: Kantor Direksi : 1 Kantor Kantor Distrik : 4 Kantor Kantor Perwakilan : 3 Kantor

The organization of PTP XIII (Persero) comprises the units of Board of Directors (Head) Office and District Office. The working units of Head Office involved working units under President Director, 4 (four) Directors and 13 (thirteen) Departments. The working units of District Office consist Unit /Estate and Factory Offices. The Head Office of PTP Nusantara XIII (Persero) is located in Pontianak, West Kalimantan, with its District Offices spread in all areas of Kalimantan. Up to December 2009, total number of Offices of PTP Nusantara XIII (Persero) are as the following: Head Office : 1 Office District : 4 Offices Representative Office : 3 Offices

Bagan struktur organisasi Kantor Direksi PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero) sesuai Surat Keputusan Direksi No. 13.00/KPTS/17/VI/2009 tanggal 30 Juni 2009 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero) adalah sebagai berikut:

The organizational structure of the Head Office of PTP Nusantara XIII (Persero), according to the Board of Directors Decision No. 13.00/KPTS/17/VI/2009 dated 30 June 30, 2009 on the Organizational Structure and Administration of PTP Nusantara XIII (Persero) is as follows:

Laporan Tahunan 2009 Annual Report


Sekilas PT Perkebunan Nusantara XIII PT Perkebunan Nusantara XIII in a Glance

Struktur Organisasi Perusahaan Kantor Direksi PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero) Organizational Structure of Head Office of PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero)

Ir. Kusumandaru NS, MBA

Ir. Baim Rachman

Ir. Listio Dwiatmanto

Drs. Natsir Tarigan

Drs. Amran Ginting

Ir. Wagio Ripto S, MM

Ir. Memed Wiramihardja, MM.IPM

SPI

Drs. Pahala Manurung A. Efendi Lubis, SE

Ir. Surya Dharma Harahap, MBA

Panglima Sinambela, SE

Ir. Sofyan Nasution

Agus Surono, BA Ir. Purwadi

Ir. Parsamanta Surbakti

Drs. Darwin Tarigan

Drs. Bachtiar Damanik

Syahrizal Rangkuti, BA

Ir. HS. Manalu

Ir. Pandapotan Girsang, MSi

Ir. Anang Chairul

Ir. Sunardi R. Taruna, MM

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

29


Sekilas PT Perkebunan Nusantara XIII PT Perkebunan Nusantara XIII in a Glance

Distrik berada di bawah koordinasi Kantor Direksi, dipimpin oleh seorang General Manager. Kantor Distrik mempunyai fungsi dan tanggung jawab untuk merencanakan, mengarahkan, mengoordinasikan, dan mengendalikan kegiatan operasional Kantor Distrik dan Kantor Kebun/Unit yang ada di bawahnya. Bagan struktur organisasi Kantor Distrik sesuai Keputusan Direksi No. 13.00/KPTS/04/I/2009 tanggal 5 Januari 2009 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero) adalah sebagai berikut: Struktur Organisasi Distrik Organization Structure of District

A district under the coordination of the Head Office, is headed by a General Manager. District Office serves its function and responsibility to plan, direct, coordinate and control the operations of the District Office and the Office of Estates/ Units beneath. The organizational structure based on the Decree of Board of Directors No. 13.00/KPTS/04/I/2009 dated 5 January 2009 on the Organizational Structure and Administration of PTP Nusantara XIII (Persero) as follows:

GENERAL MANAGER

KEPALA BIDANG TANAMAN

KEPALA BIDANG TEKNIK & PENGOLAHAN

KEPALA BIDANG ADMINISTRASI & UMUM

KEPALA BIDANG PENGADAAN

STAF INVESTASI & PEMEL TANAMAN INTI

STAF TEKNIK SIPIL

STAF ADMINISTRASI / KEUANGAN

STAF PENGADAAN BARANG/ JASA/TEKNIK/PENGOLAHAN

STAF PERAIHAN PRODUKSI

STAF PENGOLAHAN

STAF TANAMAN KKPA/ PLASMA

STAF MESIN & INSTALASI

STAF ADMINISTRASI KKPA / PKBL

STAF PSDM UMUM & HUMAS

STAF PENGADAAN BARANG/ JASA/TANAMAN/UMUM

STAF PENJUALAN

STAF VERIFIKASI

MANAJER KEBUN INTI

MANAJER PMS

MANAJER PKR

MANAJER RUMAH SAKIT

MANAJER KEBUN PLASMA

Struktur Organisasi Kebun Inti Organization Structure of Nucleus Estate

MANAJER

30

ASISTEN KEPALA TANAMAN

ASISTEN KEPALA TANAMAN

ASISTEN AFDELING

ASISTEN AFDELING

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

ASISTEN TEKNIK

ASISTEN TUK

ASISTEN PUH

ASISTEN KESEHATAN

KEPALA KEAMANAN


Sekilas PT Perkebunan Nusantara XIII PT Perkebunan Nusantara XIII in a Glance

Struktur Organisasi Kebun Karet Organization Structure of Rubber Estate

MANAJER

ASISTEN KEPALA TANAMAN

ASISTEN KEPALA PENGOLAHAN

ASISTEN AFDELING

ASISTEN PENGOLAHAN

ASISTEN TEKNIK

ASISTEN TUK

ASISTEN PUH

ASISTEN KESEHATAN

KEPALA KEAMANAN

ASISTEN PENERIMAAN Bokar & Lab

Struktur Organisasi Pabrik Minyak Sawit Organization Structure of Palm Oil Mill

MANAJER

ASISTEN KEPALA PENGOLAHAN

ASISTEN PENGOLAHAN

ASISTEN TEKNIK

ASISTEN TUK

ASISTEN GUDANG

ASISTEN MUTU

KEPALA KEAMANAN

Struktur Organisasi Kebun Plasma Organization Structure of Plasma Estate

MANAJER

ASISTEN WILAYAH

ASISTEN BINA TANI/KUD

ASISTEN TUK

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

31


Sekilas PT Perkebunan Nusantara XIII PT Perkebunan Nusantara XIII in a Glance

Peristiwa Penting 2009

07-5-2009

Important Events in 2009 20-1-2009

02-4-2009

Penandatanganan Surat Perjanjian No: 13.11/ SP/01/I/2009 dengan PT Sinar Galuh Pratama tentang Pembangunan proyek PMS Pelaihari kapasitas 30 Ton TBS/jam model Simplified Design dengan Turn-Key Project, nilai kontrak Rp 59,39 miliar

Peluncuran program inventory dan aset tetap on-line untuk meningkatkan keandalan dan pengendalian, serta pemutakhiran data asset perusahaan secara terintegrasi sebagai bagian dari pengelolaan risiko usaha.

Signing of Letter Agreement No:13.11/SP/01/ I/2009 with PT Sinar Pratama Galuh on Pelaihari PMS project development with capacity of 30 tons FFB/hour based on Simplified Design model with Turn-Key, the total contract value of Rp 59.39 billion

09-2-2009

21-4-2009

Penandatanganan Surat Perjanjian No: 13.11/ SP/02/II/2009 konsorsium PT Rekayasa Industri dengan PT Yasa Industri Nusantara, tentang Pembangunan proyek PMS Kembayan kapasitas 30 Ton TBS/jam extenable ke 60 ton TBS/jam model Simplified Design dengan Turn - Key, nilai kontrak Rp 63 miliar.

Penanaman sengon sebanyak 10.000 bibit di lahan seluas 10 ha di Dusun Rasau Karya Desa Rasau Desa Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya dalam program CSR. Program sengonisasi ini akan memberikan manfaat ganda bagi masyarakat dan lingkungan karena pohon sengon merupakan pohon yang serba guna.

Signing of Letter Agreement No: 13.11/SP02 /II/2009, consortium of PT Industrial Engineering with PT Industry Yasa Archipelago, concerning the development of Kembayan PMS with the project capacity of 30 tons FFB /daily, extenable to 60 ton FFB/hours, Design Simplified model with Turn - Key, the contract value of Rp 63 billion.

Planting 10,000 seedlings of sengon in the area of 10 ha in Rasau Karya sub-Village, Rasau Jaya Village, Kubu Raya District in CSR programs. Sengonisasi program will provide multiple benefits for the community and the environment as well because its multi-purpose property.

20-3-2009

24-4-2009

Pengumuman lomba karya tulis ilmiah dalam rangka HUT ke-13 PTPN 13 bekerja sama dengan Universitas Tanjungpura Pontianak dan Harian Umum Pontianak Post, kategori Umum, Kategori Dosen, Kategori Wartawan, Kategori Mahasiswa, Kategori Pelajar.

Ramah tamah antara Deputi Menteri Negara BUMN, Bidang Agroindustri, Kehutanan, Percetakan, dan Penerbitan, Agus Pakpahan yang sekaligus juga menjabat sebagai Komisaris Utama PTPN XIII dengan jajaran Pemkab Kubu Raya, dihadiri oleh Bupati Kubu Raya, Muda Mahendra, SH. Acara yang berlangsung di kediaman Bupati, Jalan Tanjung Sari Pontianak ini membahas Konsep pengembangan industri berbasis kelapa sawit. Kerja sama proyek juga akan bersinergi dengan PTPN III, IV.

Announcement on scientific writing competi tion in the 13th Anniversary of PTPN 13 in cooperation with the University Tanjungpura Pontianak, Pontianak Post, General category, Lecturer category, Journalist category, College Student category, secondary student category.

32

Launching of on-line inventory and fixed assets program to improve reliability and control, and updating data of integrated corporate assets as the part of its risk management business.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Informal meeting between Deputy Minister on SOE, Deputy of Agribusiness Division, Forestry, Printing, and Publication, Agus Pakpahan who once also served as Commissioner of PTPN XIII with Kubu Raya local government officials, attended by the Regent of Kubu Raya, Young Mahendra, SH. The event taking place at the residence of the Regent, Jalan Tanjung Sari discussed the concept of Pontianak oil palm-based industry development. The cooperation project will also be in synergy with PTPN III, IV.

Dalam rangka program One Man One Tree, telah dilakukan penanaman sebanyak 13.300 pohon pohon gaharu di wiiayah Distrik Kalimantan Barat I, Distrik Kalimantan Barat II dan Kantor Direksi Pontianak, Distrik Kalselteng dan Kaltim. Program One Man One Tree ini juga merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap lingkungan untuk melaksanakan penghijauan, mendukung program langit biru serta ikut mengurangi efek global warming. In terms of One Man One Tree Program, 13,300 gaharu trees were planted in District I, District II of West Kalimantan, and the Head Office of West Kalimantan, Head Office, District of South/East Kalimantan. One Man One Tree Program was also a true concern of the company to implement reforestation, supported the blue sky program and participated the global warming effect reduction program.

05-6-2009 Sosialisasi pengisian LKHPN (laporan Harta Penyelenggara Negara) oleh petugas KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) Ardi Aulia, dihadiri oleh Direksi dan pejabat teras terkait. Socialization on the filling-in LKHPN (Treasure of State report) form by the officers of KPK (Corruption Eradication Commission) Ardi Aulia, was attended by the Board of Directors and relevant echelons.

23-6-2009 Serah terima 2 unit Prosesing Biodiesel dari Direktorat Renbang ke Direktorat Produksi. UPB yang berlokasi di PMS Parindu (Kalbar) dan PMS Samuntai (Kaltim) saat ini sudah mulai produksi dengan kapasitas 6000 liter per unit. The handover of two of Bio-diesel Processing Units from the Directorate of Renbang to Bio-diesel Production Directorate. UPB was located in PMS Parindu (West Kalimantan) and PMS Samuntai (East Kalimanta) is starting production with a capacity of 6000 liters per unit.


Sekilas PT Perkebunan Nusantara XIII PT Perkebunan Nusantara XIII in a Glance

13-8-2009

15-10-2009

Pelatihan sekolah lapangan integrasi Sawit Sapi di Desa Gasing Ngabang Kab. Landak. Melalui pelatihan tersebut, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani peserta serta membantu program pemerintah dalam pengadaan daging di wilayah Kalimantan.

Pemberian penghargaan Sawit Nusantara Award. PTPN XIII selaku tuan rumah mendapat terbaik kedua di kategori inovasi untuk Kebun Longkali dan terbaik ketiga Batu Licin di kategori plasma. SNA merupakan ajang penghargaan sekaligus sarana memotivasi terhadap unit produksi berupa kebun dan pabrik kelapa sawit di lingkungan badan usaha milik negara (BUMN) sektor perkebunan.

A field school training on integration of Palm Oil - Cow, in Gasing Ngabang Village, Landak District. Through such a training, it was expected to improve the welfare of farmers participating in government programs and to assist in the procurement of meat in Kalimantan.

26-08-2009 Pemberian beasiswa penuh Outreaching kepada mahasiswa Universitas Tanjung Pura yang secara simbolis diserahkan oleh Direktur Utama PTPN XIII, Beasiswa ini ditujukan kepada mahasiswa yang berprestasi namun kurang mampu secara ekonomi. Acara yang berlangsung di aula Untan ini dihadiri oleh jajaran Direksi PTPN XIII, Rektor dan Pembantu Rektor, Dekan dan Dosen Untan. Granting full scholarship Outreaching to students of Tanjung Pura University, which symbolycally handed by Main Direoctos of PTPN XIII. This scholarship was intended to high achieving students but are economically disadvantage. Event that held in the auditorium was attended by board of directors, Rector, Assistant Rector, Deans, and Lecturers Untan.

The awarding of the Sawit Nusantara Award (SNA). PTPN XIII as the host achieved the second best in the category of innovation for the Longkali Estate, and the third best in the category of plasma for Batu Licin. SNA is an awards event, and at the same time, it was a mean for motivating to the production unit of oil palm plantations and palm oil mills within SOE of plantation sector.

05-10-2009 Harmoni Lebaran di PTPN XIII. Indahnya keharmonisan perayaan hari fitri yang dihadiri oleh para karyawan dan keluarga PTPN XIII. Ketua panitia yang bertanggung jawab terhadap jalannya acara Halal bilhalal 1429 H adalah seorang Nasrani (Bp. P. Surbakti). Lebaran Harmony in PTPN XIII. Beautiful harmony Fitri celebration attended by employees and families of PTPN XIII. Chairman of the committee in charge of the proceedings Halal bilhalal 1429 is a Christian follower (Mr. P. Surbakti).

14-9-2009 PTPN XIII bermitra dengan PT Pupuk Kaltim mendirikan perusahaan Joint Venture: PT Kalimantan Agro Nusantara (Kalianusa), berdasarkan akte Notaris No. 40. Kepemilikan saham: PTPN 13, sebesar 51% dan PT Pupuk Kaltim sebesar 49%. PTPN XIII partnering with PT Kaltim Fertilizer in the establishment of Joint Venture company: PT Kalimantan Agro Nusantara (Kalianusa), based on the Notarial Deed No. 40. Share ownership: PTPN XIII with 51%, PT Kaltim Fertilizer with 49%.

18-10-2009 PTPN XIII membentuk konsorsium bersama tiga BUMN lainnya, yakni PTPN IV dan PTPN V, dalam rangka pengembangan perkebunan sawit di Kubu Raya. PTPN XIII established a consortium with three other SOEs, namely PTPNs IV and V, in order to develop oil palm plantations in Kubu Raya.

10-11-2009 Pemancangan tiang perdana PKS berkapasitas 30 ton TBS per jam milik PTPN XIII di wilayah Desa Muda Kecamatan Pelaihari, Ka-

bupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan oleh Gubernur Kalsel, Bp Rudy Arifin. Peresmian pemancangan tiang pertama PMS Pelaihari ini juga dihadiri Dirjen Perkebunan, Ahmad Manggabarani, Ketua DPRD Kalsel, Nasib Alamsyah, Wakil Bupati Tanah Laut, Atmari, serta sejumlah pejabat lainnya Installation of the first PKS pole of PTPN XIII with capacity of 30 tons of FFB per hour in Muda Village, Pelaihari sub-District, Tanah Laut District of South Kalimantan, by South Kalimantan Governor, Mr Rudy Arifin. The Inauguration of the first pole installation of Pelaihari PMS was also attended by the Director General for Plantations, Achmad Manggabarani, Chairman of the South Kalimantan Local House of Representatives, Fate Alamsyah, Vice District Head of the Tanah Laut, Atmari, and other officials.

12-12-2009 Harmoni Natal di PTPN XIII. Indahnya kebersamaan yang dirajut para karyawan dan keluarga PTPN XIII pada perayaan Natal Oikumene di Hotel Grand Mahkota, Pontianak. Ketua panitia yang bertanggung jawab terhadap jalannya acara Natal di PTPN XIII adalah seorang muslim (Bp. H. Bachtiar Damanik). Christmas Harmony in PTPN XIII. Beautiful togetherness with employees and families of PTPN XIII on Ecumenical Christmas celebration at the Hotel Grand Mahkota, Pontianak. Chairman of the committee responsible for the Christmas celebration in PTPN XIII is a Moslem follower (Mr. H. Bachtiar Damanik).

22-12-2009 Pekan Inovasi dan Kreativitas. Pelaksanaan Lomba Kreativitas tahun 2009 terkumpul 63 makalah dari berbagai unit kerja, dibagi 2 (dua) kategori, yaitu Kategori Main Business Process dan kategori Supporting Business Process. Innovation and Creativity Week. The 2009 Creativity Contest successfully collected 63 papers from various work units, divided by 2 (two) categories, namely Business Process Main Category and Supporting Business Process Category.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

33


Sekilas PT Perkebunan Nusantara XIII PT Perkebunan Nusantara XIII in a Glance

Wilayah Operasi Dan Proyek Pengembangan Operation and Project Development Area

KALIMANTAN TIMUR Ngabang Gunung Meliau Gunung Mas

Kembayan Parindu Sintang Rimba Belian Sungai Dekan

Sangata

KALIMANTAN BARAT

Lengkali

KALIMANTAN TENGAH

Tabara Tajati KALIMANTAN SELATAN

Kumai Tambarangan

Batulicin

Danau Salak Kantor Direksi PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero) Jl. Sultan Abdurahman, No 11, Pontianak 78118 Kalimantan Barat, Indonesia

Pelaihari

Distrik Kalimantan Barat I District West Kalimantan I Kebun (Estates) NO

URAIAN (DESCRIPTION)

1

LUAS AREAL TANAMAN (Ha) PLANT COVERAGE (Ha)

KABUPATEN REGENCY

JENIS TANAMAN TYPE OF PLANT

Gunung Meliau Inti

5.743,28

Sanggau

Kelapa sawit

2

Gunung Meliau Plasma

3.577,08

Sanggau

Kelapa sawit

3

Gunung Emas

4.349,20

Sanggau

Kelapa sawit

4

Sungai Dekan

5.625,50

Sanggau

Kelapa sawit

5

Rimba Belian Inti

4.281,50

Sanggau

Kelapa sawit

6

Rimba Belian Plasma

4.567,38

Sanggau

Kelapa sawit

7

Sintang 1.352,48

Sintang

Karet

Total

29.496,42

Pabrik Minyak Sawit (Palm Oil Mill) NO

URAIAN DESCRIPTION

KAPASITAS CAPACITY

KABUPATEN REGENCY

KETERANGAN REMARK

1

Gunung Meliau

60 Ton TBS/Jam

Sanggau

Pabrik Minyak sawit

2

Rimba Belian

30 Ton TBS/Jam

Sanggau

Pabrik Minyak sawit

Pabrik Pengolahan Karet (Rubber Mill)

34

NO

URAIAN DESCRIPTION

1

PKR Sintang

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

KAPASITAS CAPACITY 20 Ton KK/Hari

KABUPATEN REGENCY

KETERANGAN REMARK

Sintang

Pabrik Karet Remah


Sekilas PT Perkebunan Nusantara XIII PT Perkebunan Nusantara XIII in a Glance

Distrik Kalimantan Barat II District West Kalimantan II Kebun (Estate) NO

URAIAN DESCRIPTION

LUAS AREAL TANAMAN (Ha) PLANT COVERAGE (Ha)

KABUPATEN REGENCY

JENIS TANAMAN TYPE OF PLANT

1

Parindu

2.657,10

Sanggau

Kelapa sawit

2

Parindu Plasma

7.636,17

Sanggau

Kelapa sawit

3

Kembayan Inti

4.244,77

Sanggau

Kelapa sawit

4

Kembayan Plasma

4.946,29

Sanggau

Kelapa sawit

5

Ngabang

3.830,00

Landak

Kelapa sawit

6

Ngabang Plasma

8.829,70

Landak

Kelapa sawit

Total

32.144,03

Pabrik Minyak Sawit (Palm Oil Mill) NO

URAIAN DESCRIPTION

KAPASITAS CAPACITY

KABUPATEN REGENCY

KETERANGAN REMARK

1

Parindu

60 Ton TBS/Jam

Sanggau

Pabrik Minyak sawit

2

Ngabang

30 Ton TBS/Jam

Landak

Pabrik Minyak sawit

3

UP Biodiesel Parindu

6000 liter/hari

Sanggau

Biodiesel

Rumah Sakit (Hospital) NO

URAIAN DESCRIPTION

KAPASITAS CAPACITY

1

Parindu 100 Kamar

KABUPATEN REGENCY

KETERANGAN REMARK

Sanggau

Rumah Sakit Tipe D

Distrik Kalimantan Timur District East Kalimantan Kebun (Estate) NO

URAIAN DESCRIPTION

LUAS AREAL TANAMAN (Ha) PLANT COVERAGE (Ha)

KABUPATEN REGENCY

JENIS TANAMAN TYPE OF PLANT

1

Tabara Inti

2

6.485,00

Paser

Kelapa sawit

Tabara Plasma 12.016,00

Paser

Kelapa sawit

3

Tajati Inti

4

5.255,00

Paser

Kelapa sawit

Tajati Plasma 11.776,00

Paser

Kelapa sawit

5

Long Kali

6

4.176,00

Paser

Kelapa sawit

Long Kali Plasma 1.668,00

Paser

Kelapa sawit

7

Long Kali

Total

399,00

Paser

Karet

41.775,00

Pabrik Minyak Sawit (Palm Oil Mill) NO

URAIAN DESCRIPTION

KAPASITAS CAPACITY

KABUPATEN REGENCY

KETERANGAN REMARK

1

Long Pinang

60 Ton TBS/Jam

Paser

Pabrik Minyak sawit

2

Semuntai

40 Ton TBS/Jam

Paser

Pabrik Minyak sawit

3

Long Kali

30 Ton TBS/Jam

Paser

Pabrik Minyak sawit

3

UP Biodiesel Samuntai

6000 liter/hari

Paser

Biodiesel

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

35


Sekilas PT Perkebunan Nusantara XIII PT Perkebunan Nusantara XIII in a Glance

Distrik Kalimantan Selatan & Tengah District South & Central Kalimantan Kebun (Estate) NO

URAIAN DESCRIPTION

LUAS AREAL TANAMAN (Ha) PLANT COVERAGE (Ha)

KABUPATEN REGENCY

JENIS TANAMAN TYPE OF PLANT

1

Batu Licin Inti 1.500,00

Tanah Bumbu

Kelapa sawit

2

Pelaihari Inti

3

Danau Salak Inti

3.406,00

Tanah Laut

Kelapa sawit

6.892,98

Banjar

Karet

2.295,00

Tanah Bumbu

Karet

536,00

Tapin

Karet

2.220,00

Kota Waringin

Karet

Tanah Laut

Kelapa Sawit

4

Batu Licin Inti

5

Tambarangan Inti

6

Kumai Inti

7

Pelaihari Plasma 1.000,00

8

Batulicin Plasma 1.054,40

Tanah Bumbu

Kelapa Sawit

9

Kumai Plasma

Kota Waringin

Karet

10

Tambarangan Plasma 13.361,91

11

Batulicin Plasma

Total

2.894,26

Tapin

Karet

3.383,40

Tanah Bumbu

Karet

38.543,55

Pabrik Pengolahan Karet (Rubber Mill) NO

URAIAN DESCRIPTION

KAPASITAS CAPACITY

KABUPATEN REGENCY

KETERANGAN REMARK

1

Tambarangan

40 Ton Karet Kering/Hari

Tapin

Pabrik Karet Remah

2

Danau Salak 10 Ton Karet Kering/Hari

Banjar

Pabrik Karet Sheet

Rumah Sakit (Hospital)

36

NO

URAIAN DESCRIPTION

KAPASITAS CAPACITY

KABUPATEN REGENCY

KETERANGAN REMARK

1

Danau Salak

54 Kamar

Banjar

Rumah Sakit Tipe D

Laporan Tahunan 2009 Annual Report


Sekilas PT Perkebunan Nusantara XIII PT Perkebunan Nusantara XIII in a Glance

Penghargaan & Sertifikasi Award and Certification No. Nama Penghargaan Titles 1. Penghargaan peringkat II Kategori BUMN

Tanggal Perolehan Date of Awarded

Penerbit Penghargaan Issuer

7 Oktober 2009

Kementrian Negara BUMN RI

Non Jasa Non Listed untuk Website dengan Marketing terbaik – Event Lomba Website

2.

Penghargaan Perusahaan PMA/PMDN yang telah melaksanakan tata kelola terbaik bidang penanaman modal tahun 2009

3. 4. 5.

Juara II untuk kategori inovasi terbaik (Kebun Longkali) 15 Oktober 2009 dan juara III untuk kategori kebun kelapa sawit plasma terbaik (Kebun Batulicin)

RI State Ministry of SOE

Second Rank Award, for Non Service, Non Listed SOE, for the best Website with the best Marketing–Website Contest Event

30 Desember 2009

Gubernur Kalimantan Barat West Kalimantan Governor

Award for PMA/PMDN with the best corporate governance in capital investment in 2009 Forum Sawit Nusantara Sawit Nusantara Forum

Second Winner for the best innovation (Longkali Estate) and third winner for the best plasma oil palm (Batulicin Estate) Sertifikat SMM SNI – ISO 9001 : 2000 untuk 2 PKR & 1PKSS SMM SNI – ISO 9001 : 2000 Certificationn for 2 PKRs & 1PKSS • PKR Tambarangan • PKR SIntang • Pabrik Karet Sheet Dasal (Rubber Sheet Dasal Factory) Kedua PKR ini telah direkomendasikan dapat menggunakan Sertifikat SMM SNI ISO 9001 : 2008 This two PKRs was recommended to use SMM SNI ISO 9001 : 2008 Certification.

Oktober 2009

Sertifikat SMM SNI – ISO 9001 : 2000 untuk proses produksi di 7 (tujuh) unit PMS: SMM SNI – ISO 9001 : 2000 Certification for production in 7 (seven) PMS unit: • PMS Gn. Meliau • PMS Rimba Belian • PMS Ngabang • PMS Parindu • PMS Semuntai • PMS Longpinang • PMS Longkali

Oktober 2009

Komitmen kami dalam menerapkan prinsip dan tata kelola perusahaan yang baik dan melaporkannya secara transparan tercermin pada beberapa penghargaan yang pernah kami peroleh, di antaranya adalah peringkat II kegiatan penghargaan Annual Report Award tahun 2007, 2006, 2005 dan 2003 Kategori BUMN Non Keuangan Non Listed, Annual Report terbaik tahun 2004. Kami senantiasa mendapat predikat Baik dalam Implementasi GCG yang dikeluarkan oleh BPKP Kantor Wilayah Kalbar, dengan perolehan skor yang selalu meningkat.

Lembaga Yogya Quality Assurance Yogya Quality Assurance Institution

PT TUV NORD Indonesia

Our commitment in implementing good corporate governance and report them in a transparent manner through the numerous awards we have received, among others, is the Second Rank in the Annual Report Award of 2007, 2006, 2005 and 2003 for NonListed, Non Financial SOE, and The Best Annual Report in 2004. We are always awarded with ‘good’ predicate in GCG Implementation evaluated by the BPKP of West Kalimantan Regional Office, with the score that is always rising from time to time.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

37


Sekilas PT Perkebunan Nusantara XIII PT Perkebunan Nusantara XIII in a Glance

Akuntan Perusahaan

Company Accountant

Pemeriksaan atas Laporan Keuangan PT. Perkebunan Nusantara XIII (Persero) setiap tahun dilakukan oleh Auditor Independen dan memberikan pendapat atas kewajaran Laporan Keuangan yang disajikan oleh Manajemen.

The examination on the Financial Statements of PTP Nusantara XIII (Persero) is conducted on yearly basis by independent auditors. Opinion the fairness of the Financial Statements that the Management prepares . This Independent KAP procurement is conducted under auction mechanism complying with effective procedures and regulations. To this end, the auction committee performs coordination with the Audit Committee. Then, the Auction set ranking system, and the result of such a ranking is reported, and the approval of the Board of Commissioner is given. Auditor Examination Period :

Pengadaan KAP Independen ini, dilakukan melalui mekanisme lelang dengan memperhatikan prosedur dan ketentuan yang berlaku. Terkait dengan hal tersebut, panitia lelang berkoordinasi lebih lanjut dengan Komite Audit. Panitia lelang melakukan perankingan, dengan hasil ranking tersebut untuk dilaporkan dan mendapat persetujuan dari Dewan Komisaris. Periode Pemeriksaan oleh Auditor : No.

Tahun Buku Book Year

Auditor Eksternal External Auditor

1. 2005 KAP Hadori & rekan 2. 2006 KAP Husni Muharram Rasidi (HMR)

Temuan Finding

Tindak Lanjut Follow Up

Sisa Temuan

Rp 444.350.808 (Incl. PPN 10%)

2

2

-

Rp 352.000.000 (Incl. PPN 10%)

3

2

-

3. 2007

KAP Husni Muharram Rasidi (HMR)

Rp 346.500.000 (Incl. PPN 10%)

4

3

-

4. 2008 5. 2009

KAP Husni Muharram Rasidi (HMR)

Rp 418.000.000 (Incl. PPN 10%)

5

4

-

KAP Hertanto, Sidik & Rekan (HSR)

Rp 396.452.100 (Incl. PPN 10%)

4

5

4*

*) Ditindaklanjuti tahun 2010 Followed up in 2010

38

Biaya Cost

Laporan Tahunan 2009 Annual Report


Laporan Kepada Pemegang Saham Report to Stockholders

Sinergi dari seluruh unsur Perusahaan dan mitra untuk memberikan yang terbaik, mampu menghasilkan prestasi di tengah gejolak harga komoditi yang sangat fluktuatif. Peningkatan produksi secara signifikan, akan menjadi landasan yang kokoh bagi PTPN XIII untuk mencapai tingkat efisensi yang tinggi dan meraih keunggulan pada masa yang akan datang. The synergy of all elements of the Company and its partners to provide the best achievement is capable of producing achievement in the midst of a very fluctuative commodity prices. Significant production increase will provide PTPN XIII with a solid platform to achieve its high level of efficiency and excellence in the future.

40

Dr. Ir. Agus Pakpahan Komisaris Utama (President Commissioner) Laporan Tahunan 2009 Annual Report


Laporan Kepada Pemegang Saham Report to Stockholders

Laporan Dewan Komisaris Report of Board of Commissioners

Pemegang Saham yang terhormat,

Dear Shareholders,

Pertama-tama, kami mengucapkan selamat atas suksesnya penyelenggaraan Sawit Nusantara Awards yang ketiga di Pontianak, sekaligus juga selamat atas prestasi yang diraih PTPN XIII, yaitu sebagai juara II untuk kategori inovasi terbaik (Kebun Longkali) dan juara III untuk kategori kebun kelapa sawit plasma terbaik (Kebun Batulicin). Harapan kami, hasil tersebut tidak menjadikan insan PTPN XIII berpuas diri. Namun sebaliknya, prestasi yang diraih bisa menjadi momentum dan pemacu semangat untuk berkinerja lebih unggul sehingga mampu bersaing di kancah yang lebih tinggi.

At the first place, we congratulate on the successfully implementation of the third Sawit Nusantara Awards in Pontianak, and also on the high achievement by PTPN XIII as the second winner for the best innovation category (Longkali Estate) and as the third winner category of the best plasma oil-palm estate (Batulicin Estate). Hopefully that by these achievements PTPN XIII will not be self-satisfied. Indeed, the success will be a good momentum in promoting work ethos in order for producing superior performance highly useful for us to be competitive at a higher level.

Prestasi di Tengah Gejolak Harga

Achievement in the midst of Price Turmoil

Sepanjang tahun 2009, PTPN XIII dihadapkan pada tantangan yang cukup berpengaruh, yaitu menurunnya harga jual produk komoditi akibat krisis finansial global. Meskipun demikian, PTPN XIII masih mampu meraih kinerja yang menggembirakan, yaitu:

During the year of 2009, PTPN XIII faced a difficult challenge as a result of the decreased sales price of some commodities due to the global financial crisis. However, PTPN XIII was still able to achieve promising performance, including:

Nilai penjualan mencapai Rp 2.596.867 juta, me ningkat sebesar 3,17% terhadap tahun 2008, dan bertumbuh sebesar 86,26% terhadap tahun 2006 (tahun sebelum “Mission Impossible” dicanangkan). Laba bersih mencapai Rp 122,088 miliar, di bawah perolehan laba tahun 2008 sebesar Rp 210,991 miliar, namun bertumbuh sebesar 543,11% terhadap tahun 2006. Komoditas kelapa sawit memberikan kontribusi laba sebelum pajak sebesar Rp 199,02 miliar, seiring dengan melonjaknya produksi minyak sawit total. Sementara itu, komoditas karet mengalami kerugian sebesar Rp 16,84 miliar, terutama terkait harga jual yang kurang menguntungkan. Total Aset perusahaan mencapai Rp 2.395.714 juta, meningkat sebesar 23.91% terhadap tahun 2008 dan bertumbuh sebesar 52,86% terhadap tahun 2006.

Sales value reached Rp 2,596,867, which increased 3.17% relative to the year of 2008, and rose 86.26% relative to the year of 2006 (the year “Mission Impossible” was set). Net profit was Rp 122,088 billion, still lower than that of 2008 that reached Rp 210.991 billion, but increased 543,11% compared to the year of 2006. Oil palm commodity contributed to the pre-tax net profit of Rp 199.02 billion, along with the increased total production of palm oil. Meanwhile, rubber commodity lost of Rp 16.84 billion, particularly due to the less profitable selling price. Total Asset of the company reached Rp 2.395.714 million, which increased 23.91% relative to the year of 2008 and grew 52.86% relative to the year 2006.

Mengkaji perkembangan lingkungan eksternal selama beberapa tahun, Dewan Komisaris menyimpulkan bahwa fluktuasi harga jual produk komoditas primer akan terus berlanjut. Menyikapi kondisi tersebut, Dewan Komisaris memandang bahwa PTPN XIII mau tidak mau harus meningkatkan kapabilitas internalnya

Reviewing the dynamics of external environment for years, Board of Commissioners concluded that the fluctuating selling price of the primary commodity products would persist. Viewing such condition, Board of Commissioners considered that PTPN XIII should improve its internal capability to win the pro-

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

41


Laporan Kepada Pemegang Saham Report to Stockholders

guna memenangkan daya saing produk/bisnis di industrinya. Melalui strategi bisnis ”Keunggulan Biaya Menyeluruh”, PTPN XIII harus mampu menghasilkan barang dengan sasaran beban pokok produksi lebih rendah dari harga jual produk serta pencapaian tingkat efisiensi tinggi dan sekaligus mempertahankan kualitas produk sesuai persyaratan pasar. Dengan demikian, fluktuasi harga jual produk yang terjadi hanya akan berpengaruh terhadap tinggi rendahnya marjin keuntungan yang diraih dan tidak akan menimbulkan kerugian usaha. Dengan memperhatikan rentabilitas usaha di tahun 2005 dan 2006 yang hanya mencapai 1 digit dan kondisi leverage perusahaan yang kurang menguntungkan, tetapi di sisi lain perusahaan memiliki potensi sumber daya yang mampu dikembangkan lebih baik, Dewan Komisaris mendukung sepenuhnya “Mission Impossible” yang dicanangkan Direksi sejak bulan Mei 2007. Meskipun terkesan sangat ambisius dan impossible, target utama berupa peningkatan produksi CPO sebesar 100%, dalam jangka waktu lima tahun bukan hal yang mustahil untuk dicapai. Dewan Komisaris memandang bahwa restrukturisasi portofolio dengan mengedepankan pertumbuhan, penyusunan portofolio investasi dan sinergi seluruh sumber daya dapat mengokohkan kinerja korporat guna meraih keunggulan pada periode ke depan. Dewan Komisaris mendukung program tiga kebijakan strategis, meliputi Peningkatan Kualitas Aset Produksi, Penataan dan Pembenahan Organisasi, SDM dan budaya kerja, serta Pengembangan Usaha, termasuk pengeluaran beban usaha (eksploitasi) dan investasi yang menyertainya. PTPN XIII telah melaksanakan program tersebut dengan baik, dengan adanya peningkatan produksi CPO, peningkatan mutu produk dan pelaksanaan program ekspansi. Di tahun ketiga sejak pencanangan “target ambisius” tersebut, PTPN XIII mampu meningkatkan produksi CPO-nya sebesar 23,33% terhadap tahun 2008 dan 40,29% terhadap tahun 2006. Demikian pula, manajemen juga mampu meningkatkan produktivitas kebun inti maupun kebun plasma dengan cukup signifikan, serta meningkatkan rendemen minyak sawit rata-rata menjadi sebesar 22,60%. Hal ini menjadi landasan yang kokoh bagi PTPN XIII untuk mencapai tingkat efisensi yang tinggi. Kinerja Pengelolaan Satu Manejemen untuk plasma yang dimulai sejak akhir tahun 2008 juga sangat luar biasa, terbukti dengan meningkatnya produktivitas kebun sebesar 123,60% di kebun Ngabang Kalbar

42

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

duct/business competition in the industry. Through a business strategy ”Overall cost leadership”, PTPN XIII should be able to produce goods aiming at the lower basic production cost than product selling price and achieving high efficiency and maintaining product quality as required by the market. Therefore, the fluctuating product selling price would only give impact on the high and low profit margin acquired and would not result in business loss. Considering the business rentability in 2005 and 2006 that only reached 1 digit and the company leverage that was less profitable, but fortunately the company had potential resources that can be developed, Board of Commissioners fully supported “Mission Impossible” announced by the Board of Directors since May 2007. Although it seemed too ambitious and impossible, the main target of increasing the CPO production of 100% within five years was not impossible to be reached. Board of Commissioners perceived that portfolio restructuring by setting out the growth, development of investment portfolio and synergy of all resources would be supportive to the corporate performance for gaining the advantage in the future. Board of Commissioners supported program of three strategic policies, including Improvement on Quality of Production Asset, Restructuring and Improvement on Organizational, Human Resource and work ethos/ culture, and Business Development, including bussiness expenses (exploitation) and the accompanying investment. PTPN XIII had implemented the program properly by increasing the CPO production, product quality improvement and business expansion. In the third year since the launch of the “ambitious target”, PTPN XIII has been able to boost the CPO production to 23.33% compared to 2008 and to 40,29% relative to 2006. Similarly, the management has also been able to increase both the nucleus estate productivity and plasma estate production significantly, and increase the sucrose content of palm oil up to 22.60% in average. This becomes a strong base for PTPN XIII to reach high efficiency level. The Performance of One-Management Organization (PSM) for plasma started by the end of 2008 was shown to be considerably promising, and it is evidently indicated by the increased estate productivity of 123.60% at Ngabang Estate of West Kalimantan and 45.47% at Tabara Estate of East Kalimantan. Board of Commissioners encourages PTPN XIII to expand the scope of estates directed through PSM organization so that the production of plasma estates will be get-


Laporan Kepada Pemegang Saham Report to Stockholders

dan 45,47% di kebun Tabara Kaltim. Dewan Komisaris mendorong agar PTPN XIII semakin memperluas cakupan kebun yang dibina melalui pengelolaan PSM sehingga produksi kebun plasma semakin meningkat yang akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan petani mitra binaan. Untuk komoditas karet, Dewan Komisaris memandang bahwa produksi dan produktivitas kebun inti maupun kebun plasma masih perlu ditingkatkan dan ditangani secara serius. Langkah manajemen untuk mengubah kebijakan pembelian bokar menjadi pembelian lump basah guna menghadapi persaingan dengan perusahaan swasta sejenis merupakan kebijakan yang sangat tepat. Dewan Komisaris mendorong dilakukannya inovasiinovasi melalui Pilot Project oleh bagian Riset dan Pengembangan untuk melakukan berbagai penelitian yang akan memberikan nilai tambah, termasuk di dalamnya penelitian peningkatkan produktivitas karet. Untuk hal tersebut, Dewan Komisaris telah menyetujui pengalokasian anggaran R&D dan HRD sebesar 2,5% dari total target laba tahun 2010. Di bidang SDM, Dewan Komisaris memandang bahwa kompetensi sumber daya manusia PTPN XIII semakin meningkat, terbukti dengan meningkatnya produktivitas karyawan dari tahun ke tahun. Meskipun demikian, langkah pembinaan dan pengembangan SDM untuk menyiapkan karyawan menjadi sumber daya yang unggul dan beretika serta memiliki pengetahuan dan keahlian harus terus dilakukan secara terarah dan terprogram.

ting increased that, in turn, will result in the increase wealth of the supervised farmers (petani binaan). Regarding rubber commodity, Board of Commissioners views that production and productivity of both nucleus and plasma estates were yet to be improved and handled seriously. The measures taken by the management to modify the policy of purchasing bokar (rubber material) to buying wet lump in the face of tight competition with the private sector companies in similar industry are highly acceptable. The Board promotes the innovations through Pilot Project by the Department of Research and Development by undertaking various studies that produce value-added, including a study on increasing rubber production. For this reason, Board of Commissioners has agreed with the allotment of R&D and HRD budgets reaching 2.5% of the total profit target in 2010. In Human Resources field, the Board of Commisioners assumes that the human resource competency of PTPN XIII is improving, evidently shown by the employeesâ&#x20AC;&#x2122; increased productivity every year. However, the direction and development of Human Resource to prepare the employees to be superior and ethical human resource and to acquire knowledge and skills should be done continously in a directed and planned way.

Dukungan Ekspansi Usaha

Support of Business Expansion

Sejalan dengan kebijakan Pengembangan Usaha, melalui pembahasan RUPS atas RKAP 2010 Dewan Komisaris telah menyetujui secara prinsip untuk penyertaan modal lanjutan pengembangan kebun kelapa sawit di Sangatta kerjasama antara PTPN XIII dengan PT Pupuk Kaltim, penyertaan PTPN XIII untuk pengembangan kebun kelapa sawit di Kubu Raya kerjasama dengan PTPN III, IV dan V, penambahan modal pada PTP Agrintara, kerjasama pembangunan industri ban kendaraan roda dua bersinergi dengan BUMN produsen karet. Demikian pula, Dewan Komisaris telah menyetujui secara prinsip untuk melakukan kerjasama dengan mitra strategis pengelolaan BLT, KSO, BOT dan lainnya dalam upaya pencarian peluang bisnis pada pembangunan power plant kapasitas 3,5 MW, pembangunan pabrik PKO, pembangunan CRF, persetujuan perbaikan/rekondisi areal plasma/KKPA secara selektif dan bertahap, serta program Satu

In line with the policy of Business Expansion, and through the discussion by General Shareholders Meeting on RKAP 2010, Board of Commissioners has in principle agreed with the advanced contributed capital for the expansion of oil palm estate at Sangatta in cooperation between PTPN XIII and PT Pupuk Kaltim, capital allotment of PTPN XIII for expanding oil palm estate at Kubu Raya in cooperation with PTPN III, IV and V, capital broadening in PTP Agrintara, for shared construction of a two wheeled vehicle-based tires industry in cooperation with the State-Owned Companies (BUMN) of rubber producers. Similarly, Board of Commissioners has principally accepted the implementation of cooperation with any strategic partners in the management of BLT, KSO, BOT and others in searching for business opportunity in the constructions of power plant of 3.5 MW in capacity, PKO plant, CRF plant, agreement on improving/recon-

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

43


Laporan Kepada Pemegang Saham Report to Stockholders

Manajemen. Selain harus bekerja keras untuk meningkatkan kinerja unit-unit eksisting, PTPN XIII juga harus membangun proyek-proyek strategis tersebut sesuai dengan program untuk keberlanjutan perusahaan dalam jangka panjang. Dewan Komisaris menyadari bahwa pelaksanaan kedua hal tersebut dalam waktu bersamaan bukanlah pekerjaan yang mudah. Dibutuhkan suatu keputusan berani dan perhitungan yang cermat untuk menjaga keseimbangan keduanya dengan tetap menjamin terjaganya likuiditas. Dalam hal ini Dewan Komisaris berperan untuk memberikan arahan dan menjalankan fungsi pengawasan agar program yang telah ditetapkan dapat terwujud.

Besides improving the performance of the existing units, PTPN XIII has also to construct the strategic projects in accordance with the program for the long term sustainability of the company. Board of Commissioners realizes that the implementation of both projects all at once is not an easy task. A courageous decision and concern ful calculation are needed to keep these projects in balance by keeping the liquidity favourable. In this case, Board of Commissioners plays important roles in giving direction and applying their supervising functions to assure that the predetermined program is realized.

Pemanfaatan Energi Terbarukan

Usage of Renewable Energy

Di bidang energi terbarukan, Dewan Komisaris mendorong Direksi untuk secepatnya mengoptimalkan kinerja 2 (dua) Unit Pengolahan Biodiesel yang telah dimiliki PTPN XIII sehingga secara bertahap seluruh pabrik dan kendaraan operasional dapat memanfaatkan bahan bakar biodiesel. Dewan Komisaris juga mendukung pembangunan Pusat Pembangkit Listrik berbasis biomass terintegrasi dengan pembangunan Pabrik Palm Kernel Oil kapasitas 150 ton kernel/hari di Kalimantan Barat, yang akan dilaksanakan mulai tahun 2010.

In renewable energy, Board of Commissioners urges the Directors to immediately optimize the performances of two Biodiesel Processing Units already owned by PTPN XIII so that all plants and operational vehicles may gradually use the biodiesel oil. The Board also supports the construction of biomass-based Central Power Plant integral with the construction of Palm Kernel Oil Plat with capacity of 150 tons kernel/day at West Kalimantan, that would be implemented in 2010.

Komitmen terhadap Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan

Commitment to the Implementation of Corporate Good Governance

Di bidang tata kelola perusahaan, pelaksanaan prinsip-prinsip GCG dipastikan terpenuhi oleh Perusahaan sesuai dengan KEP-117/M-MBU/2002 tanggal 1 Agustus 2002. Penerapan GCG pada tahun 2009 telah dievaluasi pelaksanaannya oleh badan independen dengan nilai 82,67% predikat ‘Baik’ mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2008 yang memperoleh nilai 81,05 dengan predikat ‘Baik’.

In the field of corporate good governance, the application of GCG principles is certainly met by the Company in accordance with KEP-117/M-MBU/2002 dated 1 August 2002. Application of GCG in 2009 has already been evaluated by an independent agency with score of 82.67% as “Good” category compared to 2008 with only 81.05%.

Terkait dengan kebijakan implementasi GCG sesuai rekomendasi BPKP, Dewan Komisaris menyambut dengan antusias Buku Panduan Direksi – Komisaris (Board Manual), serta Master Plan IT tahun 2009-2013. Terkait Code of Conduct, PTPN XIII telah merevisi Pedoman etika bisnis dan Pedoman Etika Kerja (PEBK), membentuk Komite Integritas Karyawan (KIK) sebagai alat bantu Direksi dalam memantau dan mengawasi pelaksanaan PEBK. Dewan Komisaris mendorong agar internalisasi PEBK Revisi dapat dilakukan secepatnya sehingga individu dalam perusahaan dapat bersikap, berperilaku, berinteraksi dan melakukan proses kerja dengan pihak-pihak di dalam dan di luar perusahaan yang se-

44

ditioning plasma/KKPA areas selectively and gradually, and One Management Program.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

In relation to the policy of implementing GCG according to the recommendation of Finance and Development Finance Controller (BPKP), Board of Commissioners enthusiastically welcomes the publication of Board Manual, and 2009-2013 IT Master Plan. Regarding Code of Conduct, PTPN XIII has revised the Business Ethics Guidelines and Work Ethos Guidelines (PEBK), established Employee Integrity Committee (KIK) as aids for Board of Directors to monitor and supervising the implementation of Work Ethos Guidelines. Board of Commissioners requires that the internalization of the revised Work Ethos Guidelines (PEBK Revisi) is to be implemented as soon as possible so that any individual in the company can behave, inter-


Laporan Kepada Pemegang Saham Report to Stockholders

jalan dengan budaya kerja dan budaya perusahaan. Dewan Komisaris menyadari bahwa beberapa risiko usaha senantiasa mengiringi dan mempengaruhi kinerja Perseroan. Untuk itu, Dewan Komisaris mendukung sepenuhnya langkah Direksi dalam memberdayakan Unit Manajemen Risiko tersentralisasi yang berfungsi dan berperan dalam melaksanakan identifikasi, pengukuran, pemetaan, menyusun mitigasi serta pelaporan pelaksanaan manajemen risiko kepada Komite Manajemen Risiko.

Komitmen terhadap CSR Di bidang CSR, Dewan Komisaris mendorong Direksi untuk menerapkan dengan sebaik-baiknya pelaksanaan komitmen terhadap konsumen, pengakuan perusahaan atas hak-hak karyawan, komitmen terhadap komunitas dan lingkungan. Dewan Komisaris merasa yakin bahwa kepedulian perusahaan sebagai suatu entitas dengan pemangku kepentingan, termasuk di dalamnya konsumen, karyawan serta komunitas dan lingkungan, akan menghasilkan keseimbangan antara kepentingan perusahaan dengan seluruh Stakeholder dan akan berdampak positif bagi keberlanjutan perusahaan dalam jangka panjang.

Pelaksanaan Tugas dan Peran Dewan Komisaris Sejalan dengan tugas dan perannya, Dewan Komisaris telah melakukan pertemuan (meeting) rutin 9 kali setahun, pertemuan insidentil sesuai kebutuhan, dan telah melaksanakan pertemuan/rapat gabungan dengan Direksi PTPN XIII secara rutin sebanyak 9 kali, yaitu: rapat pembahasan RKAP, Evaluasi Triwulan I, Triwulan II, Triwulan III, Triwulan IV, Laporan Keuangan Tahunan (Pra RUPS). Dalam menjalankan tugas-tugas pengawasan, Komisaris dibantu oleh Komite Audit. Berdasarkan Keputusan Dewan Komisaris Nomor Kom/SK-02/III/2009 tanggal 2 Maret 2009, tentang pengangkatan Ketua dan Anggota Komite Audit PTPN XIII periode tahun 2009, susunan Komite audit adalah Revrisond Baswir (selaku Ketua dari unsur Komisaris), Irland Y Muhammad (selaku Anggota), dan Moh. Nurhadi Cahyono (selaku anggota). Komite Audit telah memberikan rekomendasi penyempurnaan sistem pengendalian dan review management serta melakukan identifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian Komisaris terkait dengan pengawasan manajemen perusahaan. Atas peran dan pelaksanaan tugas yang penuh tanggung jawab dari Komite Audit, Dewan Komisaris menyampaikan ucapan terimakasih.

act and take action by working with the internal and external parties who share common work ethos and company culture. Board of Commissioners realizes that some business risks always go hand in hand with and give impact on the company performance. For this reason, the Board fully supports the measures taken by the Board of Directors in empowering the centralized Risk Management Unit functioning and playing important role in making identification, measurement, mapping, development of mitigation and reporting of the implementation of risk management to Risk Management Committee.

Commitment to CSR In the CSR field, the Board of Commissioners encour ages the Directors to apply properly any commitments to customers, company recognition of the employee rights, commitment to the community and environment. Board of Commissioner is confident that the company caring as an entity with the interested parties, including customers, employees, community, and environment will create a balance between the company and all Stakeholdersâ&#x20AC;&#x2122; interests and give positive impact on the company sustainability in the long term.

Task Implementation and Role of Board of Commissioners In line with its task and role, Board of Commissioners has held routine meetings nine times a year, incidental meetings as needed, and regular joint meeting/function with the Directors of PTPN XIII nine times, including: meeting of RKAP discussion, Evaluation of Quarter I, Quarter II, Quarter III, Quarter IV, Annual Financial Report (pre-General Shareholders Meeting). In the operation of supervision tasks, the Commissioners are assisted by an Audit Committee. Based on the Decree of Board of Commissioners No Kom/ SK-02/III/2009 dated 2 March 2009 regarding the appointment of Chief and Members of Audit Committee in PTPN XIII in 2009, the membership structure of the Committee is Revrisond Baswir (as Chief from Commissioners side), Irland Y Muhammad (Member), and Moh. Nurhadi Cahyono (Member). The Audit Committee has recommended the improvement of control system and review management and identified things requiring attention of the Commissioners in regard to the supervision of company management. For the role and the task completion taken by the Audit Committee with full responsibility, Board of Commissioners would like to say thank you very much.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

45


Laporan Kepada Pemegang Saham Report to Stockholders

Ungkapan Terima Kasih

Extending Gratitude

Dewan Komisaris menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Direksi dan seluruh Karyawan PTPN XIII. Tanpa komitmen, kerja keras, dan profesionalisme mereka semua, prestasi 2009 yang menggembirakan ini tidak akan terwujud. Ungkapan terima kasih yang tulus, kami sampaikan juga kepada pelanggan, pemegang saham, petani plasma, pemasok, kreditur, komunitas (publik), pemerintah, auditor, media massa, pesaing, yang telah menjalin hubungan harmonis dan mendukung kegiatan perusahaan selama ini.

Board of Commissioners would like to give high appre ciation and reward to the Directors and all Employees of PTPN XIII. Without their commitment, hard working and professionalism, this promising achievement is impossible to become a reality. Also, we would like to extend our sincere gratefulness to the customers, shareholders, creditors, public, government, auditor, mass media, and competitors, who has established harmonious relationship and supported the company activities to date.

Menyongsong Masa Depan

Welcoming the Future

Dewan Komisaris menilai prospek industri kelapa sawit maupun karet akan tetap cerah. PTPN XIII telah mengambil langkah yang tepat, yaitu keputusan untuk melakukan peningkatan produksi melalui “Mission Impossible” dan sekaligus juga melakukan program ekspansi sebagai dasar untuk mencapai pertumbuhan yang terbaik dalam jangka panjang.

Board of Commissioners considers that oil palm and rubber industries are clearly prospective. PTPN XIII has taken right measures in that it makes decision to increase production through “Mission Impossible” and at once undertakes expansion program as a basis for achieving the most promising growth in the long term.

Dewan Komisaris menyadari bahwa ke depan keberlanjutan perusahaan akan tetap diwarnai dengan perubahan dan ketidakpastian. Namun, kami berkeyakinan bahwa melalui timwork yang solid, harmoni, keunggulan dan kompetensi yang dimilikinya, PTPN XIII berkemampuan untuk mewujudkan visinya di tahun-tahun mendatang. Dewan Komisaris akan selalu memastikan bahwa PTPN XIII akan melaksanakan program kerjanya dengan penuh tanggung jawab, serta memegang teguh prinsip kehati-hatian.

Dr. Ir. Agus Pakpahan, APU Komisaris Utama President Commissioner

46

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Board of Commissioners realizes that in times to come the company sustainability will be overwhelmed by changes and uncertainty. But, we believe that with solid team work, harmony, advantage and competency it has acquired, PTPN XIII is able to realize its vision in the years to come. Board of Commissioners will always guarantee that PTPN XIII is going to implement the work programs with full responsibility and strongly hold a principle of concern fulness.


Laporan Kepada Pemegang Saham Report to Stockholders

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

47


Laporan Kepada Pemegang Saham Report to Stockholders

Profil Dewan Komisaris Board of Commissioners Profile

Thadeus Yus, SH, MPA Komisaris - Commissioner

48

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Drs. Revrisond Baswir, MBA Komisaris - Commissioner

Dr. Ir. Agus Pakpahan, APU Komisaris Utama - President Commissioner

Hamzah Tawil, S.Ag, MS Komisaris - Commissioner


Laporan Kepada Pemegang Saham Report to Stockholders

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara BUMN No. KEP-193/MBU/2008, tanggal 24 September 2008, susunan Dewan Komisaris PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero) adalah sebagai berikut: In accordance with the Decree of State Minister of State-Owned Enterprise No. KEP-193/MBU/2008 dated 24 September 2008, the structure of Board of Commissioners of PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero) is as follows:

Dr. Ir. Agus Pakpahan, APU Komisaris Utama - President Commissioner Lahir di Sumedang, Jawa Barat, 29 Januari 1956. Meraih gelar Sarjana Kehutanan dari Institut Pertanian Bogor (1978), Gelar Magister Sains (1981) dari Institut yang sama dan gelar Doktor dari Michigan State University (1988). Selain menjabat sebagai Komisaris Utama PTPN XIII (2008-sekarang), beliau juga menduduki posisi strategis sebagai Deputi Bidang Usaha Agro Industri, Kehutanan, kertas, Percetakan dan Penerbitan Kementrian BUMN (2005-sekarang), Komisaris PT Bank Rakyat Indonesia (206 – Mei 2010), Direktur Jenderal Bina Produksi Perkebunan Deptan (1998-2003), Komisaris Utama PTPN XIV (19992003), Peneliti Utama dengan menekuni bidang Sosial Ekonomi. Beliau aktif di dalam beberapa organisasi, di antaranya pengurus pusat Perhimpunan Insinyur Indonesia (1996-sekarang). Beliau aktif mempublikasikan karya ilmiah hasil penelitian lebih dari 100 judul.

Mayjend (Purn) Adang Sondjaja Komisaris - Commissioner

Beliau pernah menjadi Ketua Delegasi Indonesia pada pertemuan dengan US-FDA, US-TR, US-ASEAN Business Council dan Michigan State University (2000), Anggota Delegasi Indonesia dalam Kyoto Protocol Conference (1997). Di bidang Pendidikan dan Penelitian, beliau aktif mengajar di beberapa Perguruan Tinggi, di antaranya adalah Dosen Pasca Sarjana IPB (1998-sekarang), membimbing mahasiswa S2 dab S3 di Universitas Padjajaran, Universitas Andalas, Universitas Samratulangi.

Born in Sumedang, West Java on January 29, 1956. He obtained Bachelor Degree in Forestry Science in 1978 from Bogor Agricultural University, Master of Science (Agricultural Economics) in 1981 from the same University and Doctorate degree in 1988 from Michigan State University. Besides holding the position of President Commissioner of PTPN XIII (2008 – present), he also holds a strategic position as the Deputy of Agribusiness Division, Forestry, paper, Printing and Publication in the Ministry of State Owned Enterprises (2005 – present), Commissioner of PT. Bank Rakyat Indonesia (2006 – May 2010), Director General of Estate Crops Production Supervision of the Department of Agriculture (1998 – 2003), President Commissioner of PTPN XIV (1993 – 2003), Main Researcher focusing on Socio-Economics. He is active in several organizations, among others central office administrator of The Institution of Engineer Indonesia (1996 - present). He is active in publishing scientific work from researches for more than 100 titles. He was also the Head of Indonesian Delegation in a meeting with US-FDA, US-TR, US-ASEAN Business Council and Michigan State University (2000), the Member of Indonesian Delegation in Kyoto Protocol Conference (1997). In Research and Education sector, he is actively teaching in several Universities, among others Lecturer for Graduate Degree at IPB (1998 - present), supervising graduate degree and master degree

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

49


Laporan Kepada Pemegang Saham Report to Stockholders

students at Padjajaran University, Andalas University, Samratulangi University. Mayjend (Purn) Adang Sondjaja Komisaris - Commissioner Lahir di Subang, Jawa Barat pada tanggal 29 September 1951, lulusan AKABRI tahun 1975. Pengalaman karir diantaranya sebagai Anggota TNI AD sejak tahun 1976. Pada tahun 2007 menjabat sebagai Staf Ahli Menhan Bidang Keamanan dengan pangkat Mayor Jenderal. Sejak Oktober 2008 sampai sekarang menjabat sebagai Komisaris PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero).

1958. Lulus dari jurusan akuntansi FE UGM (1983). Memperoleh gelar MBA dalam bidang general business dari Western Michigan University, AS tahun 1991. Beliau sedang menyelesaikan Program Doktor Ilmu Ekonomi pada Program Pasca Sarjana, Universitas Airlangga Surabaya. Saat ini beliau sebagai Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Tim Ahli Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan, Universitas Gajah Mada Yogyakarta.

yakarta-based Gajah Mada University. In addition, he is now completing Doctorate Program in Economics at the Post-Graduate Program of Airlangga University, Surabaya. He has produced various articles widely spread in mass media and scientific journals, as Mafia Berkeley (Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 2005) and Manifesto Ekonomi Kerakyatan (Pustaka Pelajar, Yogya-karta, 2009).

He also actively participates in many social activities and the Non-GovernBeliau telah menghasilkan berament Organization. His concern er gam artikel yang tersebar di media experiences include: Acting Chief of massa dan jurnal-jurnal ilmiah, di Research and Development Institute antaranya Mafia Berkeley (Pustaka of Muhammadiyah Central Board Pelajar, Yogyakarta, 2005) dan (1995-2000), member of InternaBeliau pernah menulis buku yang Manifesto Ekonomi Kerakyatan tional NGO Forum on Indonesian berjudul “Meningkatkan Peranan (Pustaka Pelajar, Yogyakarta, Development (INFID) Management, Pendidikan Kewarganegaraan 2009). Di bidang kemasyarakatan Jakarta (1997-1999) and (2000Guna Pengembangan Karakter dan dan organisasi non pemerintah, 2002), member of Experts Board of Integritas Bangsa Dalam Rangka beliau pernah menjabat sebagai Anti-Debt Coalition (KAU), Jakarta Stabilitas Nasional” (Brigjen TNI Wakil Ketua Badan Pengkajian dan (2000-now). Adanga Sondjaja, KSA 13 LEMPengembangan PP MuhammadiHANAS 2005). Beliau juga pernah yah (1995-2000), anggota Dewan In the government, Specialized Staff mengikuti training ESQ Pengurus International NGO in Department of State Ministry of Forum on Indonesian DevelopHuman Rights Affairs (2000-2001). Born at Subang, West Java on ment (INFID), Jakarta (1997-1999) Now, member of Committee on Pub29 September 1951, Graduated dan (2000-2002), anggota Dewan lic Policy Committee of State Ministry from Military Academy in 1975. Pakar Koalisi Anti Utang (KAU), of State-Own Enterprise (2005-now), Concern ers include member of Jakarta (2000-sekarang). Dalam bi- also member of Board of CommisIndonesian Army since 1976. dang pemerintahan beliau pernah sioners at PT. Perkebunan Nusantara In 2007 as specialized staff at menjabat sebagai Staf Ahli pada XIII Pontianak. Ministry of Defense for Security Kantor Menteri Negara Hak Azasi . affairs with rank Major General. Manusia (2000-2001). Saat ini, be- Thadeus Yus, SH, MPA Since October 2008 up to now as liau menjadi Anggota Komite KeKomisaris - Commissioner a Commissioner of PT. Perkebunan bijakan Publik Kementerian Negara Lahir di Angan Limau, Kalimantan Nusantara XIII (Persero). BUMN (2005-sekarang), Anggota Barat, pada tanggal 22 Agustus Dewan Komisaris PT. Perkebunan 1957. Mendapat gelar Sarjana He wrote a book entitled “MeNusantara XIII Pontianak. Hukum Tata Negara dari Universitas ningkatkan Peranan Pendidikan Tanjungpura tahun 1985 dan gelar Kewarganegaraan Guna PengemBorn in Pekanbaru, 28 Pebruary MPA diperoleh dari Indiana University bangan Karakter dan Integritas 1958. Graduated from accounting Bloomington diperoleh pada tahun Bangsa Dalam Rangka Stabilitas department of Economic School of 1990. Pengalaman karir: Dosen proNasional” (Brigadier General TNI Gadjah Mada University in 1983. gram Pascasarjana Fakultas Hukum Adanga Sondjaja, KSA 13 LEMAcquired MBA degree in general (MH) dan Manajemen (MM) UniHANAS 2005). He also joined ESQ business from Western Michigan versitas Tanjungpura, Ketua Umum training University USA in 1991. Now he Dewan Adat Dayak Kalimantan Barat. is a Lecturer of Economic and Koordinator Program Kerjasama Uni Drs. Revrisond Baswir, MBA Business Program and member Eropa – Pemerintah Indonesia Bidang Komisaris - Commissioner of Specialized Team of the Study Kehutanan di Kalimantan Barat. Sejak Lahir di Pekanbaru, 28 Februari Center of Populist Economy, YogOktober 2008 sampai dengan seka-

50

Laporan Tahunan 2009 Annual Report


Laporan Kepada Pemegang Saham Report to Stockholders

rang menjabat sebagai Komisaris PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero). Born in Angan Limau, West Kalimantan , 22 August 1957. Acquired S-1 Degree in Administration Law from Tanjung Pura University in 1985 and MPA degree from Indiana University Bloomington in 1990. Concern ers: Lecturer of Graduate Program of School of Law and Management at Tanjungpura University, General Chief of Dayak Customs of West Kalimantan. Coordinator of Europe Union â&#x20AC;&#x201C; Indonesian Government Coope-ration on Forestry at West Kalimantan. Since October 2008 till now as Commissioner of PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero).

Hamzah Tawil, S. Ag. MS Komisaris - Commissioner Lahir di Padang Tikar, Kalimantan Barat, pada tanggal 07 November 1976. Mendapat gelar Sarjana Agama dari Universitas Islam Indonesia tahun 1998 dan gelar MS dari Universitas Tanjungpura tahun 2003. Pengalaman karir: Tahun 1999 sebagai Anggota DPRD Kabupaten Pontianak, Dosen Luar Biasa di STAIN Pontianak. Sejak Oktober 2008 sebagai Komisaris PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero).

Born in Padang Tikar, West Kalimantan, 7 November 1976. Acquired S-1 Degree in Islamic Religion Studies (Sarjana Agama) from Indonesian Islamic University in 1998 and MS Degree from Tanjungpura University in 2003. Concern ers: In 1999 member of Local House of Representatives of Pontianak Regency, Extraordinary Lecturer at STAIN Pontianak. Since October 2008 as Commissioners of PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero).

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

51


Laporan Kepada Pemegang Saham Report to Stockholders

Kami telah memancangkan tonggak “Mission Impossible” pada bulan Mei 2007, berupa keinginan ambisius dengan target utama peningkatan produksi sebesar 100% dalam jangka waktu 5 (lima tahun) ke depan. Dalam waktu yang bersamaan kami juga berkomitmen untuk melakukan ekspansi usaha. Kami memfokuskan pada implementasi program kerja tiga kebijakan strategis secara intensif dan konsisten, yang didukung oleh kerjasama tim yang solid dan kesungguhan dalam berkarya. We have set the “Mission Impossible” milestone in May 2007 as an desire mission with the main target of increasing production by 100% within a period of 5 (five years) to the front. At the same time we are also committed to expand our business. We focus on the implementation of work programs of three strategic policies in intensive and consistent manners, supported by solid team work and sincerity. Ir. Kusumandaru NS, MBA Direktur Utama (President Director)

52

Laporan Tahunan 2009 Annual Report


Laporan Kepada Pemegang Saham Report to Stockholders

Laporan Direksi Report of Board of Directors

Para Pemegang Saham yang Terhormat,

Dear Shareholders

Mengawali laporan ini, perkenankan kami menyampaikan bahwa pada tanggal 14-15 Oktober 2009, PTPN XIII telah dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggaraan Sawit Nusantara Award (SNA) yang ketiga. SNA merupakan ajang penghargaan sekaligus sarana bagi BUMN Perkebunan termasuk asosiasinya untuk meningkatkan komunikasi antar BUMN Perkebunan, sharing pengetahuan dan pengalaman, mengembangkan diri bersama, serta untuk meningkatkan motivasi unit produksi agar berkinerja lebih unggul. Pada forum tersebut, kami berhasil memperoleh 2 (dua) juara yaitu: juara II untuk kategori inovasi terbaik (Kebun Longkali) dan juara III untuk kategori kebun kelapa sawit plasma terbaik (Kebun Batulicin). Atas prestasi tersebut, kami merasa gembira bahwa hasil jerih payah kami selama ini mendapat apresiasi dari forum yang terpercaya. Lebih dari itu, kami sangat bersyukur atas karunia Tuhan yang Maha Esa, karena di tengah gejolak lingkungan eksternal yang kurang menguntungkan di tahun 2009, kami masih mampu menorehkan kinerja yang membanggakan.

At the first place, we would like to inform that starting from 14 October to 15 October 2009, PTPN XIII has been the host of the third Sawit Nusantara Award (SNA) event. SNA is a reward arena and also medium for BUMN Perkebunan (Plantation SOE) including the Associates to improve the communication between BUMN Perkebunan, knowledge sharing and experience, mutual self-development, and to increase motivation of production unit for superior performance. In the forum, we successfully won two rewards, i.e. the second winner for the best innovation category (Longkali Estate) and the third winner for the best plasma oil palm estate (Batulicin Estate). This achievement proved that our hard effort was highly appreciated by the trusted forum.

Kami telah mencermati kondisi perusahaan di tahun 2006 dan 2005, dan menyimpulkan bahwa perolehan laba bersih cenderung menurun. Di tahun 2006, PTPN XIII hanya mampu meraih laba bersih sebesar Rp 18,984 milyar dengan perolehan rentabilitas mencapai 1 digit (ROA 6,34% dan ROE 7,48%) dan kondisi leverage perusahaan yang kurang menguntungkan. Di lain pihak, perusahaan memiliki potensi sumber daya yang mampu dikembangkan lebih baik. Dengan memperhatikan sungguh-sungguh kondisi perusahaan saat itu, maka dicanangkanlah “Mission Impossible”, sebuah keinginan ambisius dengan target utama berupa peningkatan produksi sebesar 100% dalam jangka waktu 5 (lima tahun) ke depan. Dalam waktu yang bersamaan kami juga berkomitmen untuk melakukan ekspansi usaha, dengan landasan semangat ingin tetap eksis dan mampu tumbuh berkelanjutan serta menjadi salah satu perusahaan agribisnis yang diperhitungkan dan sejajar dengan perusahaan besar sejenis lainnya.

More than that, we are so grateful to God for the blessing upon us, because in the middle of the unfavourable external environment turmoil in 2009, we were still able to gain satisfied performance. We have concern fully examined the situation of the company in 2006 and 2005, and we conclude that the net profit gain tend to go down. In 2006, PTPN XIII only gained net profit of total Rp 18.984 billion with rent-ability gain that reached 1 digit (ROA 6.34% and ROE 7.48%) and the company’s unfavourable leverage condition. On the other hand, the company has potential resource to be developed more properly. Having concern fully considered the real condition faced the company, we then proclaimed a “Mission Impossible” program, an ambitious desire with main target, among others, to increase production of 100% in the next five years. At the same time, we are committed to make business expansion. Our basic spirit is that we want to persistently exist and reach sustainable growth and be one of the agro-business companies ably levelling other large companies in the similar industry.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

53


Laporan Kepada Pemegang Saham Report to Stockholders

Pada tahun ketiga semenjak pencanangan “Mission Impossible”, peningkatan produksi minyak sawit yang kami raih adalah sebesar 40,29% terhadap tahun 2006, dan 23,33% terhadap tahun 2008.

In the third year since the launching of the “Mission Impossible” program, production of palm oil increases 40.29% relative to the year of 2006, and 23.33% relative to the year of 2008.

Situasi Makro

Macro Situation

Tahun 2009 ditandai dengan masih berlangsungnya ketidakpastian situasi perekonomian global, termasuk pasar komoditas. Sebagai perusahaan penghasil produk primer, kinerja keuangan kami sangat sensitif terhadap perubahan harga jual produk. Berkah tahun 2008 berupa tingginya harga jual CPO dan karet, tidak terulang lagi di tahun 2009 ini. Tekanan terhadap harga jual produk terasa cukup berat. Harga jual semua produk kami cenderung di bawah tahun 2008, realisasi harga jual minyak sawit, inti sawit dan karet 2009 masing-masing sebesar 7,22%, 32,25% dan 30,32% di bawah realisasi tahun 2008.

In 2009, the global economy was still uncertain, in cluding the commodity market. As a producer of primary products, our company’s financial performance was extremely susceptible to the changing selling price of the products. The high selling price of the CPO and rubber products in 2008 did not persist to the year 2009. The pressure on the products’ selling price was profoundly intense. The selling price of all products tended to go down below that of 2008, and the selling price realization of palm oil, nucleus palm oil and rubber in 2009 was 7.22%, 32.25% and 30.32%, respectively, below that of 2008.

Yang Kami Lakukan

Our Action

Dinamika lingkungan bisnis yang penuh ketidakpastian, menuntut kami untuk menyesuaikan diri, menggali potensi sumber daya, mencermati setiap peluang dan tantangan yang menyertainya. Untuk itu semua, kami memfokuskan pada strategi korporasi, yaitu “Pertumbuhan” dan strategi bisnis yaitu “Keunggulan Biaya Menyeluruh” yang dijabarkan dalam tiga kebijakan strategis. Kami telah memetakan tiga kebijakan strategis tersebut ke dalam program yang detail dan mengimplementasikannya secara intensif dan konsisten. Dengan dilandasi semangat untuk berkinerja secara unggul dan didukung oleh kerjasama tim yang solid, kami telah mencapai banyak kemajuan selama tahun 2007 hingga 2009.

The uncertain dynamics of business world requires us to adapt to the condition, to search for the potential resources, and to accurately calculate the accompanying opportunities and challenges. For this reason, we focus on the corporate strategy, which is Growth and business strategy that is Overall Cost Leadership all of which is outlined in three strategic policies. We have mapped these policies into detailed program and implemented it intensively and consistently. Based on our motivation to have superior performance and due to the support from a solid teamwork, we have reached many progresses during the years 2007 to 2009

Peningkatan Kualitas Asset Produksi

Improvement on Quality of Production Assets

Soil building dengan tankos seluas 4.193,30 ha dari 48.839 ha Tanaman Menghasilkan atau 8,59%. Aplikasi limbah cair sampai dengan saat ini masih dalam skala percobaan. Pemupukan majemuk berpedoman pada pengelolaan 4T (tepat jenis, tepat waktu, tepat dosis, tepat aplikasi). Replanting dan perluasan tanaman seluas 8.986,19 ha (tahun 2009 seluas 4.593,46 ha) dengan nilai Rp 108,72 miliar (tahun 2009 sebesar Rp 52,11 milyar). Penggantian peralatan dan peningkatan kapasitas pabrik dan instalasi pengolahan terdiri dari eksploitasi sebesar Rp 192,95 miliar (tahun 2009 sebesar Rp 75,62 milyar) dan investasi sebesar Rp192,93 miliar (tahun 2009 sebesar Rp 103,49 milyar). Kapasitas terpakai pabrik meningkat dari 215,04

54

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Soil building with tankos (empty fruit bunches) of 4.193,30 ha out of total 48.839 Ha of Productive Plants or 8,59 %. Application of liquid waste is up to now be still under experiment. Compound fertilization is based on the administration of 4T (accuracy in variety, time, dosage, and application). Replanting and plant extension reach 8,986.19 ha (in 2009, 4,593.46 ha) totaling Rp 108.72 billion in value (in 2009, total Rp 52.11 billion). Equipment replacement and capacity increase of plant and processing installation consisting of exploitation of Rp 19.95 billion (in 2009, Rp 75.62 billion) and investment valuing Rp 192.93 billion (in 2009 of Rp 103.49 billion). The capacity utilization of plant increases from 21.04 tons/hour in


Laporan Kepada Pemegang Saham Report to Stockholders

ton/jam tahun 2006 menjadi 266,91 ton/jam pada tahun 2009 atau 86,10% dari kapasitas terpasang. Dampak dari kegiatan perbaikan instalasi pabrik ini adalah peningkatan rendemen rata-rata, yaitu 21,25% pada tahun 2006 menjadi 22,60% pada tahun 2009. Perbaikan jalan penghubung sepanjang 60,90 km, jalan produksi 129,47 km, jalan koleksi 87,45 km dengan biaya investasi sebesar Rp 77,36 miliar.

Penataan dan Pembenahan Organisasi, SDM dan Budaya Kerja Melanjutkan Transformasi Distrik (Cost center) menjadi SBU (Profit Center) Pemberdayaan Distrik Kalimantan Barat I, dan Distrik Kalimantan Barat II, berupa peningkatan wewenang & tanggungjawab dengan tujuan untuk menunjang kecepatan, kesederhanaan dan keluwesan operasional. Reorganisasi: PDCA (Planning di Kantor Direksi, Do di Unit Kerja, Control di Kantor Direksi dan Unit Kerja, Action di Unit Kerja). Perubahan Struktur Organisasi Kantor Direksi meliputi penambahan Urusan Quality Assurance pada bagian pabrik terkait komitmen kami terhadap pengendalian mutu produksi, penambahan Urusan Umum & Bina Tani untuk menangani pembinaan Koperasi/Petani dan penyelesaian sertifikasi lahan. Pengelolaan Plasma dengan Pengelolaan Satu Manajamen (Pengelolaan Kemitraan) yang saling menguntungkan melalui pelatihan petani plasma/ KKPA. Internalisasi tata nilai perusahaan, melalui peningkatan intensitas In House Training baik oleh Bagian PSDM maupun oleh Unit Kerja. Pembinaan SDM (Character Building) melalui pelatihan Peningkatan Karya Prestatif (PKP) sebanyak 12 Angkatan.

Pengembangan Usaha

Pemenuhan skala ekonomi unit-unit eksisting secara bertahap, kebun inti kelapa sawit bertambah 3.233 ha, plasma bertambah 2.327 ha, kebun inti karet bertambah seluas 1.312 ha. Pembangunan PMS Kembayan (di Kalbar) dan PMS Pelaihari, masing-masing dengan kapasitas 30 ton/ jam. Program Kerja Sama Usaha (Sinergi) dengan beberapa mitra strategis (PT Inhutani III, PT Pupuk Kaltim dan PTPN Lainnya) untuk pengembangan perkebunan kelapa sawit dan karet. Pembangunan 2 (dua) Unit Pengolahan Biodiesel (UPB).

2006 to 266.91 tons/hour in 2009 or 97,7% of total available capacity. The improvement of plant installation has resulted in the increased rendemen from average 21.25% in 2006 to 22.60% in 2009. The betterment of connecting road extending 60.90 km, production road of 129.47 km, collection road of 87.45 km with investment totaling Rp 77.36 billion.ment (PKP) involving 12 Levels.

Restructuring and Improvement on Organization, Human Resource and Work Culture Continuation of District Transformation (Cost cen- ter) to SBU (Profit Center) Empowerment of District of West Kalimantan I, and District of West Kalimantan II, through increasing authority and responsibility aiming at supporting operational speed, simplicity and flexibility. Reorganizing: PDCA (Planning at Directors Office, Do at Work Units, Control at Directors Office and Work Units, Action at Work Units). Modification of Organizational Structure at Directors Office brings about the additional task of Quality Assurance in plant department relating to our commitment to the production quality control, additional task of General Affairs and Farmer Supervision to deal with the guidance for Cooperative Unit/Farmers and completion of land certification. The Plasma Management using One Management Administration (Partnership Management) for shared advantages through training of the plasma farmers/KKPA. Internalization of companyâ&#x20AC;&#x2122;s values, by intensively increasing In House Training both by Department of Human Resource Development and Work Units. Human Resource Building (Character Building) through Training of the Prestigious Work Improvement (PKP) involving 12 levels.

Business Development Gradual fulfillment of Economy of Scales of the existing units, nucleus palm oil estate increases 3,233 ha; plasma, 2,327 ha; and nucleus rubber estate rises to 1,312 ha. Construction of Kembayan-based PMS (in West Kalimantan) and Pelaihari-based PMS, each of which with 30 tons/hours in capacity. Business Cooperation Program (Synergy) with several strategic partners (PT Inhutani III, PT Pupuk Kaltim and other PTPN) for the development of palm oil and rubber plantations. Construction of two Bio-diesel Processing Units.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

55


Laporan Kepada Pemegang Saham Report to Stockholders

Hasil yang Dicapai

Results Achieved

Kami berhasil meningkatkan nilai penjualan sebesar 3,17% terhadap tahun 2008 dan 86,26% terhadap tahun 2006. Pada tahun 2008 nilai penjualan mencapai Rp 2.517.174 juta sedangkan tahun 2009 mencapai Rp 2.596.867 juta. Laba setelah pajak yang diraih di tahun 2009 adalah sebesar Rp 122,088 miliar, di bawah perolehan laba tahun 2008 sebesar Rp 88,90 miliar, namun bertumbuh sebesar 543,11% terhadap tahun 2006.

We have successfully increased sales of 3,17% in value relative to the year 2008 and 86.26% relative to the year 2006. In 2008 sales value reached Rp 2,517,174 million, and in 2009 it reached Rp 2,596,867 million. Post-tax profit in 2009 was Rp 122.088 billion, below that of 2008 totalled Rp 88.90 billion, but the growth was 543.11% relative to the year 2006.

Komoditas kelapa sawit memberikan kontribusi laba sebelum pajak sebesar Rp 199,02 miliar, seiring dengan meningkatnya produksi minyak sawit total. Sementara itu, komoditas karet mengalami kerugian sebesar Rp 16,84 miliar terkait dengan harga jual yang turun secara signifikan.

Peningkatan Produksi Kelapa Sawit

Increase of Palm Oil Production

Perseroan berhasil mencapai kinerja operasional dengan sangat baik, terutama pada komoditas kelapa sawit. Produksi dan produktivitas kebun sendiri maupun plasma meningkat di atas tahun sebelumnya. Secara total kami mampu memproduksi CPO sebanyak 346 ribu ton, meningkat sebesar 23,33% dibandingkan tahun 2008 yang mencapai 280 ribu ton dan meningkat 40,29% terhadap tahun 2006.

The Corporate succeeded in gaining high perfor mance in operation, particularly in palm oil commodity. Production and productivity of own estate and plasma rose above that of previous years. In total, we were able to produce CPO of 346,000 tons, increased 23.33% compared to 2008 that reached 280,000 tons and rose 40.29% relative to 2006.

Perseroan mampu meraih produksi minyak sawit yang berasal dari kebun sendiri sebesar 182.157 ton, meningkat sebesar 21,74% terhadap tahun 2008. Seiring dengan hal tersebut, terhadap capaian tahun 2008 produksi TBS dan inti sawit masing-masing bertumbuh sebesar 17,75% dan 19,39%. Demikian juga, produktivitas TBS meningkat sebesar 10,57% terhadap tahun 2008. Kinerja operasional kebun plasma kelapa sawit juga membanggakan. Terhadap capaian tahun 2008, produksi TBS, minyak sawit dan inti sawit masing-masing bertumbuh sebesar 24,02%, 23,85% dan 23,01%. Demikian juga produktivitas TBS meningkat sebesar 21,72% terhadap tahun 2008. Hal ini mencerminkan bahwa beberapa upaya yang telah dilakukan perusahaan mulai menunjukkan hasil positif, di antaranya adalah Pengelolaan kebun plasma yang lebih fokus dengan terbentuknya manajemen kebun plasma serta program pelatihan dan pendampingan petani plasma.

56

Palm oil commodity contributes to pre-tax profit totalling Rp 199.02 billion, as the the increase of palm oil production. While, rubber commodity lost Rp 16.84 billion because of the significant decrease of selling price.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

The Corporate could reach palm oil production from own estate totalled 182,157 tons, increased 21.74% relative to 2008. Similarly, compared to 2008, the achievement of FFB and nucleus palm oil production grew 17.75% and 19.39%, respectively. Therefore, productivity of FFB rose 10.57% relative to 2008. Operational performance of palm oil plasma estate was also promising. Compared to the 2008 achievement, FFB, palm oil and nucleus palm oil production grew about 24.02%, 23.85% and 23.01%, respectively. Also, productivity of FFB increased about 21.72% relative to the year 2008. This reflected that some efforts already done by the company started to show the positive results, including the management of plasma estate that more focused on the establishment of plasma estate management training program and guidance of plasma farmers.


Laporan Kepada Pemegang Saham Report to Stockholders

Peningkatan Produksi Plasma dengan Pola Satu Manajemen (PSM)

Plasma Production Increase with One Management System (PSM)

Hasil program pengelolaan PSM yang dilaksanakan sejak akhir tahun 2008, menunjukkan peningkatan produktivitas yang luar biasa. Meskipun baru terealisasi di Gasing kebun Ngabang Kalimantan Barat dan di Brewe Kebun Plasma Tabara Kalimantan Timur, peningkatan produktivitas di kedua kebun tersebut mencapai 123,60% dan 45,47%. Hasil ini jauh melampuai peningkatan produktivitas plasma secara keseluruhan yang mencapai 21,72%. Ke depan, kami akan lebih mengintensifkan lagi program PSM, sehingga akan lebih banyak petani plasma yang terwadahi di dalamnya.

The result of One Management System (PSM) implemented since the end of 2008 has shown considerable production increase. Though just realized at Gasing, Ngabang-based estate of West Kalimantan and at Brewe, Tabara-based Plasma Estate of East Kalimantan, the productivity increase at both estates reached 123.60% and 45.47%, respectively. This result was far above the total increase of plasma production that reached 21.72%. In the future, we will intensively apply the program, so that it will accomodate more plasma farmers.

Produksi Karet

Rubber Production

Untuk komoditi karet, musim kemarau yang ekstrim kering sepanjang bulan Juni hingga Oktober 2009 berakibat pada menurunnya potensi pokok antara 37- 45% dan terjadinya gugur daun lebih dari satu kali antara bulan Juli â&#x20AC;&#x201C; Oktober 2009. Meskipun demikian, Perseroan masih mampu meningkatkan produksi dan produktivitas kebun sendiri masing-masing sebesar 2,71% dan 12,28% terhadap tahun 2008.

Regarding rubber production, the extremely dried summer along June to October 2009 resulted in the decrease of basic potential of between 3745% and the incidence of leaf fall more than once between July to October 2009. However, the Corporate was still able to increase the production and productivity of own estate of 2.71% and 12.28%, respectively, relative to the year 2008.

Produksi karet kebun Plasma belum berhasil ditingkatkan, realisasinya di tahun 2009 berada di bawah tahun 2008 sebesar 0,40%. Selain faktor iklim dan umur tanaman, tidak tercapainya target produksi adalah karena persaingan harga dengan perusahaan swasta sejenis yang mempunyai pabrik namun tidak memiliki kebun sendiri. Mengantisipasi persaingan harga, perseroan telah mengambil kebijakan berupa perubahan sistem pembelian Bokar kering (Blanket) menjadi pembelian basah yang telah dilaksanakan di kebun Sintang mulai bulan Juni 2009. Hasilnya adalah terjadi peningkatan produksi dari 20 ton pada bulan Februari 2009 menjadi 294 ton pada Juli 2009, dan meningkat hingga mencapai 545 ton/bulan pada bulan Agustus s.d Desember 2009. Perseroan juga telah melakukan Pilot project penyadapan mutakhir dan stimulansia pada tanaman karet di Kebun Danau Salak yang menunjukkan hasil positif sehingga akan diimplementasikan dalam skala komersial.

The rubber production of Plasma estate was yet to be improved, since the realization in 2009 was below that of 2008 that reached 0.40%. Besides climate and life time of the plants, the failure to achieve the production target was due to the price competition with the private companies of similar industry that operated their own plants but did not have own estates. To anticipate the price competition, the corporate had taken a policy, i.e., modifying the system of buying dried Bokar (Blanket) to buying wet Bokar and this had been applied at Sintang-based estate from June 2009. This resulted in the increase of production from 20 tons in February to 294 tons in July 2009, and then rose up to 545 tons/month from August to December 2009. The corporate had also implemented Pilot project of the most recent extraction method and the simulation had been done at Danau Salak-based estate with positive result that it would be implemented in commercial scale.

Perluasan Areal

Area Broadening

Dalam hal perluasan areal, di tahun 2009 kami berhasil menambah Tanaman Baru/Ulang kebun sendiri seluas 2.700,16 ha, sehingga total luas areal tanaman sawit kebun sendiri menjadi 51.553,35 ha. Untuk kebun plasma, terdapat tambahan Tanaman Baru seluas 1.474 ha, sehingga total luas kebun plasma kelapa sawit menjadi 57.835,02 ha. Pada proses peremajaan

Regarding area broadening, in 2009 we succeeded to add new plants/replanting at own estate of 2,700.16 ha wide, so that total area wide of oil palm plants at own estate became 51,553.35 ha. For plasma estate, there were additional plants in area of 1,474 ha wide, so that total area of the oil palm-specific plasma estate increased 57,835.02 ha. For plants

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

57


Laporan Kepada Pemegang Saham Report to Stockholders

tanaman, kami menggunakan sistem tumbang dan tidak melakukan pembakaran sisa tunggul sehingga lebih ramah lingkungan. Sistem ini telah diadopsi oleh beberapa perkebunan sawit di Sumatera.

replanting, we used falling-down system and did not apply stump remnants burning so that it was environmentally friendly. This system has been adopted by some oil palm plantation in Sumatera.

Luas areal kebun inti karet tahun 2009 mencapai 13.695,46 ha, menurun 86 ha terhadap tahun 2008. Hal ini terkait dengan kebijakan kami untuk meningkatkan produksi dan produktivitas karet melalui pemberoan lahan dengan potensi produksi sangat rendah seluas 1.479,40 ha dan penambahan areal tanaman baru seluas 1.393,33 ha.

The area broad of rubber nucleus estate in 2009 reached 13.695,46 ha, decreased 86 ha relative to the year 2008. This was in accordance with our policies to boost rubber production and productivity through land fallowing with the lowest potential production of 1.479,40 ha wide and addition of new plants area of 1.393,33 ha wide.

Efisiensi Harga Pokok Produksi

Efficiency of Basic Production Price

Kami berupaya untuk mendayagunakan seluruh aspek produksi yang kami miliki sehingga operasional perusahaan semakin efisien. Hal ini tercermin dari harga pokok produksi yang semakin ideal. Untuk komoditi kelapa sawit, harga pokok FOB tahun 2009 mencapai Rp.4.797,07/kg, menurun sebesar 8,69% terhadap tahun 2008. Untuk komoditi karet, harga pokok FOB berada di bawah realisasi tahun 2008 sebesar 15,86%.

We attempted to use all production aspects to make the company operation more efficient. This was reflected from the more acceptable basic production price. For oil palm commodity, the basic price of FOB in 2009 reached Rp.4.797,07/kg, decreased 8.69% relative to the year 2008. For rubber commodity, the basic price of FOB was below the 2008-realization that reached 15,86%.

Total Aset yang Semakin Bertumbuh

Total Growing Assets

Kami telah berhasil meningkatkan total Aset perusahaan sebesar 23,91%, dari Rp Rp 1.933.503 juta pada akhir tahun 2008 menjadi Rp 2.395.714 juta pada akhir tahun 2009. Terhadap tahun 2006, total aset bertumbuh sebesar 52,86%. Peningkatan tersebut antara lain berasal dari pertambahan aset lancar, aset tetap dan lain-lain.

We had effectively increased the companyâ&#x20AC;&#x2122;s total as sets of 23.91%, from Rp 1,933,503 million at the end of year 2008 to Rp 2,395,714 million by the end of year 2009. Relative to 2006, total assets increased 52.86%. Such increase occurred as a result of the addition of current asset, fixed asset and so on.

Rasio keuangan berupa Rentabilitas, Likuiditas, Solvabilitas dan Debt Equity Ratio (DER) masing-masing sebesar 10,40 %, 76,29 %, 172,63 % dan 58 : 42. Hal ini mengindikasikan bahwa pengendalian keuangan perusahaan berjalan dengan baik. Berdasarkan indikator tersebut perusahaan masih mampu memenuhi kewajiban dan menjalankan proses bisnisnya secara berkelanjutan, karena nilai solvabilitas di atas 100%.

58

Financial ratio such as Rent-ability, Liquidity, Solvability and Debt Equity Ratio (DER) was 10.40%, 76.29%, 172.63%, respectively, and 58 : 42. This indicated that control of the company financial resource was properly implemented. Based on the indicator, the company was still able to meet its duty and run its business process in a sustainable manner, since the solvability value was above 100%.

Produktivitas SDM yang Semakin Meningkat

The Increasing Productivity of Human Resource

Kami memandang bahwa SDM sebagai aset perusahaan harus memiliki keunggulan dan kompetensi baik dari sikap, pengetahuan dan keahlian. Untuk itu, kami secara konsisten melakukan pembinaan dan pengembangan SDM meliputi inhouse-training, consult training Plasma, penambahan pengetahuan melalui benchmarking, Character building, seminar-seminar dan pelatihan teknis serta meningkatkan kemampuan kepemimpinan dan manajerial melalui kursus jabatan.

We consider that Human Resource as the companyâ&#x20AC;&#x2122;s asset should be excellent and competent in terms of attitude, knowledge and skills. Therefore, we consistently build and develop Human Resource involving such programs as in house-training, consultant training Plasma, knowledge improvement through benchmarking, character building, seminars, technical training and increasing leadership and managerial skill by means of job courses.

Pengembangan karir karyawan diarahkan pada peluang untuk pengembangan diri seluas-luasnya pada

The employeesâ&#x20AC;&#x2122; concern er development is aimed at the opportunity for self-development as widely as

Laporan Tahunan 2009 Annual Report


Laporan Kepada Pemegang Saham Report to Stockholders

formasi jabatan yang tersedia, baik jalur struktural maupun fungsional, dengan mempertimbangkan kompetensi (Competency Based) dan bakat (Talent Based). Melalui konsistensi pembinaan dan pengembangan SDM secara terprogram dan didukung dengan timwork yang solid, kami berhasil meningkatkan produktivitas karyawan. Pada tahun 2009 produktivitas karyawan mencapai 31,52 ton produk jadi per karyawan, lebih tinggi dibandingkan tahun 2008 yang mencapai 25,18 ton produk jadi per karyawan.

Tata Kelola Perusahaan yang Semakin Baik Kami memiliki komitmen yang kuat pada standar Good Corporate Governance (GCG) dengan memastikan terlaksananya prinsip transparansi, akuntabilitas, pertangggungjawaban, kemandirian dan kesetaraan yang selalu dievaluasi dan diukur setiap tahunnya. Perseroan menyadari bahwa penerapan GCG bukan hanya sekedar kepatuhan terhadap peraturan semata, namun juga merupakan bagian yang tak terpisahkan dari seluruh kegiatan usaha PTPN XIII yang berakar pada nilai-nilai dan budaya perusahaan. Penerapan GCG sebagai budaya perusahaan bukan hanya di lingkup internal PTPN XIII, tetapi juga berlaku terhadap pemangku kepentingan. Selama tahun 2009 manajemen telah melakukan penyusunan dan atau perubahan terhadap sejumlah perangkat dan kebijakan implementasi GCG sesuai rekomendasi BPKP. Hal ini dimaksudkan untuk lebih meningkatkan pelaksanaan GCG sehingga Perusahaan dapat memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dalam jangka panjang dengan memperhatikan dan menyeimbangkan kepentingan stakeholders serta berlandaskan pada peraturan perundang-undangan dan nilai-nilai etika yang berlaku. Beberapa hal yang telah dilakukan dalam rangka peningkatan GCG adalah: Menetapkan kontrak manajemen yang memberikan nilai capaian KPI pada setiap Direksi. Penetapan Sasaran Utama tahun 2009 diawali dengan penjabaran KPI Direksi yang tercantum dalam Kontrak Manajemen antara Direksi dengan Pemegang Saham, yang diturunkan menjadi KPI General Manager dan KPI Kepala Bagian, selanjutnya diturunkan menjadi sasaran utama karyawan. Direksi juga membuat kontrak manajemen dengan GM, pimpinan kebun, pabrik dan unit usaha lainnya termasuk pemberian reward and punishment sebagai konsekuensi atas pencapaian target-target yang ditetapkan dalam RKAP. Kontrak manajemen

possible through the existing concern er formations, both structural and functional, by considering competency (Competency Based) and talent (Talent Based). Through the building and developing of Human Resource in a consistent and programmed way, which is supported by solid team work, we effectively increase the employees’ productivity. In 2009, their productivity reached 31.52 tons of finished product per employee, higher than that of 2008, which only reached 25.18 tons of finished product per employee.

Improved Good Corporate Governance We are highly committed to the standard of Good Corporate Governance (GCG) by insuring the application of transparency, accountability, responsibility, self-dependence and equality that were annually evaluated and measured. The Corporate realizes that the application of GCG does not merely adhere to the rules, but it was also an integral part of all business operations done by PTPN XIII, which take as its root in the company values and culture. As the company culture, GCG applies not only to the internal scope of PTPN XIII, but it does apply to the interested parties too. During 2009, the management had developed and/ or modified a number of tools and policies in implementing GCG as recommended by BPKP. The purpose was to promote the implementation of GCG more effectively so that the company could give value-added to the shareholders in the long term by considering and balancing the stakeholders’ interests based on the persisting rules of law and ethics. The following was some measures already taken in order to improve GCG: Setting management contract that provided every Director with the achieved KPI score. Setting the Main Goals in 2009 was conducted with the description of the KPI of Directors attached in the Management Contract between the Directors and the Shareholders, down to the KPI of General Managers and Department Chiefs, and then to the employees’ main goals. The Directors also developed management contract with GM, the heads of estate , plant and other business units including giving reward and punishment as the consequences of achieving the targets set up in RKAP. Such management contracts were delivered to the Shareholders as part of the Company’s KPI. Developing and legitimizing Board of Manual, aimed at effectively making work relationship of the Directors and Board of Commissioners in im-

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

59


Laporan Kepada Pemegang Saham Report to Stockholders

dimaksud disampaikan kepada Pemegang Saham sebagai bagian dari KPI Perusahaan. Menyusun dan mengesahkan Buku Panduan Direksi – Komisaris (Board of Manual), yang dimaksudkan untuk mengefektifkan hubungan kerja Direksi dan Dewan Komisaris dalam melaksanakan tugas agar tercipta pengelolaan Perusahaan secara profesional, transparan dan efisien. Merevisi Pedoman etika bisnis dan Pedoman Etika Kerja (PEBK) tahun 2003 sebagai cerminan Code of Conduct sesuai dengan tuntutan perubahan dalam era globalisasi dan telah selesai pada bulan Maret 2010. Menyusun Master Plan TI tahun 2009 – 2013 seba gai bagian dari kebijakan TI. Membentuk dan melaksanakan fungsi unit manajemen risiko. Selain itu, kami juga telah membentuk Komite Integritas Karyawan (KIK) sebagai alat bantu Direksi dalam memantau dan mengawasi pelaksanaan PEBK, serta Komite Investasi dalam rangka pengendalian investasi. PTPN XIII telah memiliki Unit Manajemen Risiko tersentralisasi yang berfungsi dan berperan dalam melaksanakan identifikasi, pengukuran, pemetaan, menyusun mitigasi serta pelaporan pelaksanaan manajemen risiko kepada Komite Manajemen Risiko. Ke depan setiap kegiatan akan melalui analisa risiko untuk meyakinkan bahwa semua kemungkinan sudah dapat diantisipasi.

plementing their tasks for a professional, transparent and efficient management of the Company. Revising the 2003 Business and Work Ethics Guidelines (PEBK) as a reflection of Code of Conduct in line with the requirement of change in the globalization era and it would be completely done in March 2010. Developing Information Technology 2009 – 2013 Master Plan as part of Information Technology plan. Establishing and executing the function of risk management unit. In addition, we had also created Employee Integrity Committee (KIK) as an aid for Board of Directors in monitoring and supervising the implementation of PEBK, and Investment Committee for investment control. PTPN XIII had a centralized Risk Management Unit with that functioned to make identification, measurement, mapping, mitigating, and reporting of the execution of the risk management to Risk Management Committee. In the future, each activity will be risk-analyzed to make sure that all possibilities would have been anticipated. In 2009, the actual application of GCG in the company had been evaluated by an independent agency by the BPKP representatives of West Kalimantan and it scored 82.67% of GOOD predicate and increased relative to the year 2008 that scored 81.05% of GOOD predicate.

Pada tahun 2009 penerapan GCG di perusahaan telah dievaluasi pelaksanaannya oleh badan independen yaitu BPKP perwakilan Kalimantan Barat memperoleh nilai 82,67% dengan predikat BAIK mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2008 yang memperoleh nilai 81,05 dengan predikat BAIK.

Kepedulian Kami Terhadap CSR

Our Concern on CSR

Kepedulian kami terhadap CSR terfokus pada pelaklaksanaan beberapa bidang kegiatan, meliputi komitmen kami terhadap konsumen, pengakuan perusahaan atas hak-hak karyawan, komitmen terhadap komunitas dan lingkungan. Komitmen terhadap konsumen kami wujudkan dalam bentuk Survei Kepuasan Pelanggan yang dilakukan secara rutin serta penyelesaian klaim yang diajukan oleh konsumen.

Our concern on CSR focused on the execution of several activities, which included commitment to the customers, the company recognition of the employees’ rights, commitment to the community and environment. Commitment to the customers were manifested in the form of a routine Survei on Customer Satisfaction and claims settlement put forwarded by the customers. Regarding its concern of the Community and Environment, PTPN XIII actively participated in building the populist economy to retain social and community balance adjacent to the estates. This included the development of Plasma Estate, operation of PIRBUN

Di bidang Komunitas dan Lingkungan, PTPN XIII ikut aktif secara nyata membangun ekonomi kerakyatan untuk menjaga keseimbangan sosial dan komunitas di sekitar kebun, meliputi pembangunan Kebun Plas-

60

Laporan Tahunan 2009 Annual Report


Laporan Kepada Pemegang Saham Report to Stockholders

ma pengelolaan PIRBUN (PIR Swadana, PIR Berbantuan dan PIRTRANS), KKPA (Kredit Koperasi Primer untuk Anggota), Program Kemitraan dan Bina Lingkungan. Perseroan berkomitmen untuk mendukung terciptanya kegiatan dan pertumbuhan ekonomi, perluasan lapangan kerja, kesempatan berusaha, dan pemberdayaan rnasyarakat.

(PIR Swadana/Self-Financing PIR, PIR Berbantuan/Subsidized PIR and PIRTRANS), KKPA (Primary Cooperative Credit for Members), Partnership Program and Environmental Building. The Corporate was committed to support the realization of any activities and economic growth, employment expanding, opportunity for doing business, and community empowerment.

Pada tahun 2009, penyaluran dana ke mitra binaan meningkat sebesar 109,15% menjadi Rp 5,58 milyar dibandingkan tahun 2008 yang mencapai Rp 2,67 milyar, sedangkan dana hibah menurun sebesar 10,65% menjadi Rp 267 juta dibandingkan tahun 2008 yang mencapai Rp 299 juta. Selama tahun 2009, mitra binaan yang mendapatkan dana pinjaman berjumlah 190 mitra, meliputi pengembangkan usaha di sektor industri, perdagangan, pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, jasa dan lainnya. Selain menyalurkan pinjaman dana bergulir, kami juga melakukan pelatihan wirausaha kepada mitra binaan, serta mengikuti berbagai gelar karya, pameran expo PKBL baik di tingkat regional maupun nasional untuk memperluas jaringan pemasaran produk mitra binaan.

In 2009, fund distribution to the partners under guidance increased 109.15% to become Rp 5.58 billion compared to the year 2008 that reached Rp 2.67 billion, while the grant decreased 10.65% to become Rp 267 million relative to the year 2008 that reached Rp 299 million. During 2009, the guided partners received fund credit amounted 190, which included business development in industrial sector, trades, farming, animal farm, fishery, services and others. Besides chanelling the revolving fund credit,we also provided the partners with entrepreneurship training, and attending various workshops, PKBL-expo fairs both in regional and national levels to broaden the marketing network of the guided partners’ products.

Program Bina Lingkungan yang kami lakukan meliputi Program BUMN Peduli dan Program BUMN Pembina. Program BUMN Peduli kami wujudkan dalam kegiatan ‘One Man One Tree’ dengan memberikan bantuan bibit Pohon Gaharu sebanyak 13.300 pohon di wilayah kerja perusahaan. Progam BUMN Pembina meliputi bantuan untuk bencana alam, pendidikan dan pelatihan, peningkatan kesehatan, prasarana & sarana umum, sarana ibadah dan pelestarian alam. Di bidang Pendidikan & Pelatihan, PTPN XIII ikut berpartisipasi melalui pemberian bantuan beasiswa bagi siswa yang berprestasi namun kurang mampu secara ekonomi. Di bidang pelatihan, kami antara lain telah membangun infrastruktur pelatihan Sawit - Sapi di Desa Gasing Ngabang Kab. Landak dan sekaligus mengadakan pelatihan sekolah lapangan integrasi Sawit – Sapi. Program ini diarahkan pada pendekatan Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA), di mana terjadi ketergantungan antara kegiatan tanaman dan ternak, yakni terjadinya daur ulang optimal dari sumber daya lokal yang tersedia. Kepedulian dan komitmen perseroan terhadap pelestarian lingkungan, kami wujudkan dalam bentuk penanaman sengon sebanyak 10.000 bibit, gaharu, ulin dan mahoni sebanyak 700 bibit, penghijauan sebanyak 1.000 bibit dan penanaman bibit trembesi di Distrik Kalimantan Barat 1 dan 2.

Environmental Building Program we had done included BUMN Peduli and BUMN Pembina. We implemented Program BUMN Peduli in the activity of ‘One Man One Tree’ by giving subsidized seeds of Eaglewood Tree totaled 13,300 trees in the company work area. Progam BUMN Pembina was inclusive of aid for disaster victims, education and training, heath concern , public infrastructures and facilities, facilities for religious worship and nature preservation. In Education and Training fields, PTPN XIII participated through scholarship grants for those students with high achievement but were poor economically. In training program, we already built such infrastructures as Oil Palm – Cow training at Desa Gasing Ngabang of Landak District (Regency) and also implemented the field school training for Oil Palm – Cow integration. This program was directed to Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA) approach, in which there was interdependency between planting and farming that enable optimum recycle of the existing local resources. The corporate’s concern and commitment to environmental preservation was manifested in the form of planting sengon tree totaled 10,000 seeds, eaglewood, ulin and mahoni of 700 seeds, reforestation of 1,000 seeds and planting of trembesi seeds at West Kalimantan Districts 1 and 2.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

61


Laporan Kepada Pemegang Saham Report to Stockholders

62

PTPN XIII di Masa Datang

Future PTPN XIII

Kami telah mendeklarasikan tahun 2010 sebagai “Tahun Mutu”, tahun di mana kami akan semakin fokus pada kualitas produk setelah landasan utama di bidang produksi berhasil kami bangun. Untuk menangani pengendalian mutu produksi, kami telah membentuk Urusan Quality Assurance dan Pengelolaan Sistem Manajemen Mutu. Demikian pula, kami telah memiliki fasilitas laboratorium yang representatif di unit-unit produksi maupun di kantor direksi. Sertifikasi SMM ISO 9001: 2000 untuk tujuh PMS, sertifikasi SMM SNI ISO 9001: 2008 dan sertifikasi produk untuk 2 PKR dan 1 PKSS telah kami peroleh tahun 2009.

We declared the year 2010 as “Year of Quality”, in which we would increasingly focus on the product quality once the principle foundation in production was already built. To deal with the quality control of the production, we had created Quality Assurance and Quality Management System Section. Similarly, we had developed the representative laboratory facilities at production units and director office. In addition, we were rewarded Certificate SMM ISO 9001: 2000 for seven PMSs, Certificate SMM SNI ISO 9001: 2008 and certificate product for two PKR and one PKSS in 2009.

Untuk jangka panjang, kami memandang bahwa prospek ke depan industri kelapa sawit maupun karet akan tetap cerah, meskipun harga minyak sawit maupun karet selalu mengalami pergerakan. Permintaan akan produk tersebut masih tetap tinggi. Oleh sebab itu, kami akan terus melanjutkan program ekspansi sebagai dasar pertumbuhan jangka panjang bagi perseroan dengan memegang teguh prinsip kehati-hatian dan kelayakan usaha.

In the long term, we considered that the future prospect of both oil palm and rubber industries would be promising. Although the prices of palm oil and rubber were fluctuating, the demand for the commodities remained significantly high. Therefore, we would continue the expansion program as the basis of long term growth for the corporate while strongly sticking to the principles of concern fulness and business feasibility.

Kami telah membentuk Anak Perusahaan Patungan (PT Kalimantan Agro Nusantara) bersinergi dengan PT Pupuk Kaltim, yang merupakan kelanjutan dari Proyek Pengembangan Perkebunan Kelapa Sawit di Sangatta Kabupaten Kutai Timur. Kepemilikan saham didominasi PTPN XIII dengan porsi hingga 51%, sedangkan sisanya 49% milik Pupuk Kaltim. Kami juga berkonsorsium dengan PTPN III, IV, dan V dalam Proyek Pengembangan Perkebunan Kelapa Sawit Kubu Raya. PTPN XIII menjadi pemegang saham mayoritas yakni 30%. Total pencadangan lahan sawit dan karet adalah ± 104.000 ha.

We had established a Joint Venture Subsidiary (PT. Kalimantan Agro Nusantara) in collaboration with PT. Pupuk Kaltim as the continuance of Oil Palm Plantation Development Project at Sangatta of Kutai Timur Regency. Shares ownership was predominantly acquired by PTPN XIII that reached 51% of shares, and the remaining 49% were owned by Pupuk Kaltim. Also, we had built a joint consortium with PTPN III, IV, and V in Oil Palm Plantation Development Project at Kubu Raya. A majority of shares, 30%, were owned by PTPN XIII. Total reserved land for oil palm and rubber estates was about 104.000 ha.

Untuk komoditas karet, PTPN XIII bekerjasama dengan PTPN III dan PT Inhutani III berencana membangun HTI Karet di Nanga Pinoh seluas ± 15.000 Ha. Evaluasi final Studi Kelayakan oleh Konsultan saat ini sedang dilakukan.

For rubber commodity, PTPN XIII in cooperation with PTPN III and PT Inhutani III managed to develop Rubber Industrial Forest (HTI Karet) at Nanga Pinoh of about 15.000 Ha wide. Final evaluation of Feasibility Study by a Consultant is now under process.

Untuk mendukung pengembangan perkebunan kelapa sawit di Kembayan dan Pelaihari, kami sedang membangun dua PMS masing-masing berkapasitas 30 ton TBS/jam yang secara bertahap akan ditingkatkan menjadi 60 ton per jam. Kami menggunakan model Simplified Design dengan Turn-Key Project yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Sistem ini lebih layak dan lebih menguntungkan sehingga beberapa Perusahaan tertarik dan akan mengadopsinya. PMS Kembayan dan PMS Pelaihari nantinya tidak hanya menampung produksi sawit dari kebun inti, namun

To support the expansion of Oil Palm Plantation at Kembayan and Pelaihari, we are building two PMS projects, each of which has capacity of 30 Tons FFB /hour that will gradually be increased to 60 tons per hour. We use a Simplified Design model with Turn-Key Project never done before. This system is more proper and advantageous that some Companies are interested to adopt it. PMS Kembayan and PMS Pelaihari will not only accommodate the oil palm production from nucleus estates, but also for oil palm production from Plasma Estate and private plantations nearby.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report


Laporan Kepada Pemegang Saham Report to Stockholders

juga menampung produksi sawit dari plasma dan perkebunan swasta di sekitarnya. Kajian pengembangan usaha baru juga akan kami lakukan meliputi pembangunan Power Plant di Kalbar dan Pabrik Karet Remah di Kalsel, serta Palm Kernel Oil yang diintegrasikan dengan pakan ternak.

Study on new business development will also be done including building of Power Plant in West Kalimantan, Smoke Rubber in South Kalimantan, and Palm Kernel Oil integrated with livestock feed.

Pengembangan Industri Energi Terbarukan (Renewable Energy)

Development of Renewable Energy Industry

Sebagai wujud kepedulian kami terhadap bahan bakar yang ramah lingkungan, kami telah berhasil membangun 2 unit Prosesing Biodiesel kapasitas masingmasing 6.000 liter/hari di PMS Parindu (Kalbar) dan PMS Samuntai (Kaltim). UPB tersebut sudah mampu memproduksi bahan bakar biodiesel dari limbah CPO atau CPO Drab Akhir sejak bulan Juli 2009. Produksi perhari mencapai 6.000 liter biodiesel.

As a manifestation of our concern to the environmentally-friendly oil, we successfully built two 2 Biodiesel Processing Units, each with capacity of 6,000 liters/ day at PMS Parindu (West Kalimantan) and PMS Samuntai (East Kalimantan). These Biodiesel Processing Units had been able to produce biodiesel oil from CPO waste or Final CPO Drab since July 2009. The daily production reached 6,000 liters of bio-diesel.

Mulai tahun 2010, ditargetkan seluruh pabrik perkebunan dan kendaraan pabrik yang kami kelola akan beralih menggunakan bahan bakar biodiesel sebagai sumber energi. Peningkatan jumlah produksi biodiesel juga akan terus dilakukan. Dengan menggunakan bahan bakar biodiesel ini, ke depan PTPN XIII dapat menghemat pembelian bahan bakar sebesar 30 persen dengan asumsi harga solar per liternya Rp 6.500 sedangkan bahan bakar biodiesel Rp 4.300 per liternya. Selain biodiesel, kami telah melakukan Pilot project pemanfaatan biomass perkebunan sebagai substitusi BBM untuk pembangkit listrik (PLTD-Janggel) kapasitas 60KVA berlokasi di lingkungan perumahan karyawan PTPN XIII Kebun Pelaihari, bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) serta didukung oleh Kementerian Ristek dan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut. Kami juga akan membangun Pusat Pembangkit Listrik Tenaga berbasis biomasa.

Starting from 2010, we are targeting that whole estate plants and vehicles under our management will shift to the use of bio-diesel oil as energy source. And, additionally, the number of bio-diesel production will be raised. Using this kind of energy source, PTPN XIII will save cost of 30 % in buying petroleum assuming that the diesel petroleum price will be Rp 6,500 per litre, while the bio-diesel will be of Rp 4,300 per litre. Other than bio-diesel, we have developed a Pilot project in using the plantation biomass as substitution of petroleum for power plant (PLTD-Janggel) with capacity of 60 KVA located in the employee housing of PTPN XIII at Kebun Pelaihari, in collaboration with Bandung-based Technology Institute (ITB) and supported by The Ministry of Research and Technology and the Local Government of Tanah Laut Regency. We will also build a biomass-based Power Plant.

Tantangan & Risiko

Challenges and Risks

Terkait program revitalisasi perkebunan, untuk membangun kebun plasma sesuai permintaan masyarakat terdapat kendala penyediaan lahan yang seharusnya menjadi kewajiban masyarakat dan Pemerintah Daerah. Kami akan terus melakukan sosialisasi kepada petani calon peserta dan mengupayakan pendekatan kepada pemerintah daerah.

In relation to plantation revitalization, there is an obstacle to develop plasma estate as required by the community because no land available. It is the duty and responsibility of the community and the local government to provide the land. But, we will persistently make efforts to socialize this with the participant farmers and approach the local government for this issue.

Sebagai avalis pengembangan plasma, kami menghadapi risiko berupa belum optimalnya capaian produksi TBS kebun plasma serta meningkatnya dana talangan kredit KKPA yang ditanggung perusahaan. Untuk mengurangi risiko tersebut, kami telah memiliki Manajer Kebun Plasma serta aktif melakukan sosialisasi, kemitraan dan pendampingan kepada petani plasma

As the pioneer in the plasma development, we are facing some problems in which the production of FFB from plasma estate is still under the desired target; and the increased credit covering fund KKPA borne by the company. To diminish the risk, we have appointed a Manager of Plasma Estate and actively engaged in

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

63


Laporan Kepada Pemegang Saham Report to Stockholders

dalam memelihara tanaman. Selain itu, kami telah bekerjasama dengan PT. Pertamina (Persero) melalui Program Kemitraan & Bina Lingkungan (PKBL) dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas kebun plasma. Dana yang diperoleh disalurkan dalam bentuk pinjaman lunak yang digunakan untuk pemupukan kebun plasma. Hal ini sekaligus juga dapat mengurangi dampak kenaikan harga pupuk bersubsidi sebesar 30-35% yang berlaku mulai 9 April 2010. Tantangan lain adalah belum adanya pelabuhan ekspor di Kalimantan Barat, sehingga nilai jual minyak sawit mentah belum mampu bersaing di pasar internasional. Nilai sawit kami hilang Rp 200 per kilogram karena harus melalui pelabuhan Belawan Medan.

Penutup Sebagai penutup, kami menyampaikan bahwa seluruh prestasi yang diraih PTPN XIII di tahun 2009 dan harapan-harapan kami ke depan tidak akan mungkin terwujud tanpa tetesan keringat dari seluruh insan PTPN XIII. Dengan mengucap syukur yang mendalam, kami ingin berterima kasih yang setulus-tulusnya kepada keluarga besar PTPN XIII, mitra bisnis, konsumen, dan para pemangku kepentingan lainnya atas keikhlasan, komitmen dan dukungannya. Semua hal yang telah mereka persembahkan kepada perusahaan merupakan sumber inspirasi dan kekuatan bagi kami untuk semakin mantap melangkah ke depan.

Ir. Kusumandaru NS, MBA Direktur Utama President Director

64

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

socialization, partnership and guidance of the plasma farmers in preserving the plants. Similarly, we have built a cooperation with PT Pertamina (Persero) through Program of Partnership and Environmental Building (PKBL) for the improvement of the plasma estate productivity. The collected funds are distributed in the form of soft loan used for fertilizing the plasma estate. This will also reduce the impact of the price increase of subsidized fertilizers of 30-35% that will be effectively started on 9 April 2010. Another challenge is the unavailability of export sea port in West Kalimantan, resulting in that the selling point/value of raw palm oil is unable to compete in international market. The value of our palm oil is reduced of about Rp 200 per kilogram because it is exported through Belawan sea port, Medan.

Closing In conclusion, we state that all achievements received by PTPN XIII in 2009 and our projections to be achieved in the future are impossible to be realized without hard work of all parties in PTPN XIII. As our deepest gratefulness, we would like to thank you to the big family of PTPN XIII, business partners, customers, and the interested parties for the commitments and supports. Every thing that all parties have dedicated to the company constitutes source of inspiration and strength for us to make go forward.


Laporan Kepada Pemegang Saham Report to Stockholders

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

65


Laporan Kepada Pemegang Saham Report to Stockholders

Profil Direksi Profil Direksi

Ir. Wagio Ripto Sumarto, MM Direktur SDM & Umum Human Resources and General Affair Director

66

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Ir. Memed Wiramihardja, MM, IPM Direktur Perencanaan & Pengembangan Planning & Development Director

Ir. Kusumandaru NS, MBA Direktur Utama President Director

Drs. Natsir Tarigan Direktur Keuangan & Pemasaran Finance & Marketing Director


Laporan Kepada Pemegang Saham Report to Stockholders

Ir. Kusumandaru NS, MBA Direktur Utama President Director Lahir di Cianjur, Jawa Barat, 25 Februari 1959. Meraih gelar Sarjana Pertanian dari Institut Pertanian Bogor dengan predikat Sangat Memuaskan (1983), meraih gelar Magister Bisnis Administrasi dari Sekolah Tinggi Manajemen Prasetya Mulya Jakarta (1992) dengan predikat Cum Laude. Mengawali karirnya sebagai Sinder Kebun PG Takalar PTP XXIV-XXV (1983-1989), selanjutnya beliau pernah menjabat Kepala Bidang Pemasaran PTP XXXII (1996), Administratur PG Takalar (1996), Kepala Divisi Tanaman Semusim dan Ternak PTPN XIV (1997-1998), Direktur Produksi PTPN XIV (19982001), Direktur SDM/Umum PTPN XIV (2001-1003), Direktur Produksi PTPN XIII (2003-2007). Semenjak April 2007 sampai dengan sekarang, beliau menjabat sebagai Direktur Utama PTPN XIII. Organisasi profesi yang pernah/sedang diikuti di antaranya adalah sebagai Ketua Team Persiapan ”Sugar Reform Policy” (19992004), Sekretaris I ”Ikatan Ahli Gula Indonesia” (1996-2004), Ketua GPPI Kalbar (2007 s.d. sekarang), Dewan Pembina Pusat GAPKI (2007 s.d. sekarang). Prestasi yang pernah diraih beliau di antaranya Penghargaan ”Sahwali Award” sebagai Pengusaha Nasional Berwawasan Lingkungan (1996), sebagai anggota Direksi berhasil membawa PTPN XIII meraih predikat ”The Best BUMN on Good Corporate Government (2004), pemenang kedua dalam kontes BUMN Award on Agroindustry 2005, The Big 6 of The Best Corporate Government Implementation 2005. Ir. Baim Rachman Direktur Produksi Production Director

Born at Cianjur, West Java on 25 Pebruary 1959. Graduated and acquired S-1 degree in Agriculture

from Bogor-based Agricultural Institute with Cum Laude predicate, Magister of Business Administration from Administration Business from Jakarta-based Prasetya Mulya Business Administration School, with Cum Laude predicate. He started his carrier Sinder (Estate Head) of PG Takalar PTP XXIV-XXV (1983-1989), Marketing Manager of PTP XXXII (1996), Administrator of PG Takalar (1996), Division Chief of Seasonal Plants and Livestocks (PTPN XIV (19971998), Director of Production PTPN XIV (1998-2001), Director of Human Resources/General PTPN XIV (2001-1003), Director of Production PTPN XIII (2003-2007). Since April 2007 up to now, President Director of PTPN XIII. Professional organizations where he had been/is being active in include Team Head for Preparation”Sugar Reform Policy” (1999-2004), Secretary I ”Indonesian Sugar Expert Association/Ikatan Ahli Gula Indonesia” (1996-2004), Head of GPPI West Kalimantan (2007 to now), Central Advesory Council of GAPKI (2007 to the present). Achievements he had acquired included”Sahwali Award” as Environment-oriented National Entrepreneur (1996), as member Board of Directors he successfully took PTPN XIII to achieve ”The Best BUMN on Good Corporate Government (2004), the second winner in the contest of SOE Award on Agroindustry 2005, The Big 6 of The Best Corporate Government Implementation 2005.

Ir. Baim Rachman Direktur Produksi Production Director Lahir di Ciamis, Jawa Barat pada tanggal 21 Juni 1955. Lulus dan meraih gelar Sarjana Pertanian dari Universitas Tanjungpura

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

67


Laporan Kepada Pemegang Saham Report to Stockholders

Pontianak. Beliau mengawali karir sebagai Asisten Tanaman di PTPN XIII (1987), Sinder Kepala Tanaman (1997). Menjabat sebagai Asisten Kepala hanya dalam kurun waktu 1 tahun dan langsung mendapat promosi jabatan sebagai Plh. Administratur Kebun Longkali atas prestasi peningkatan produksi dan produktivitas tanaman karet. Mendapat prestasi penghargaan kenaikan golongan dari IVA/0 menjadi IVB/0 dan IVC/0 secara berturut-turut atas prestasi membangun kebun inti kelapa sawit seluas 4.124 ha sesuai jadwal dan menjadi TBM terbaik se PTPN XIII. Selanjutnya, beliau menjabat sebagai Administratur di PTPN XIII (2000-2002), Manajer Distrik (2002-2007), dan sejak April 2007 sampai dengan saat ini menjabat sebagai Direktur Produksi PTPN XIII. Prestasi yang pernah diraih di antaranya sebagai Manajer Kebun Gunung Meliau telah berhasil meraih laba tertinggi se PTPN XIII, sebagai Distrik Manajer Kaltim berhasil meningkatkan produktivitas tanaman.

Born at Ciamis, West Java on 21 June 1955. Graduated and acquired S-1 Degree in Agriculture from Pontianak-based University of Tanjungpura. He began concern ers as an Assistant for Plants Affairs at PTPN XIII (1987), Sinder Kepala Tanaman (1997). He held position as Chief Assistant only within one year and then directly promoted to the job as Acting Administrator of Longkali Estate for his achievement in increasing production and productivity of rubber plant. Subsequently, he grasped positions as Administrator at PTPN XIII (2000-2002), District Manager (2002-2007), and since April 2007 to the present as Production Director of PTPN XIII.

68

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

The achievements he had ever received, among others, as Manager of Gunung Meliau Estate succeeded in gaining the highest profit across PTPN XIII, as District Manager of East Kalimantan in boosting plant productivity. Drs. Natsir Tarigan Direktur Keuangan & Pemasaran Finance & Marketing Director Lahir di Perbulan, Sumatera Utara pada tanggal 19 April 1957. Lulus dan meraih gelar Sarjana Muda Akuntansi dari Akademi Akuntansi YKPN Yogyakarta dan Sarjana Administrasi Niaga dari STI Lembaga Administrasi YUPMI, Medan. Pengalaman karir diantaranya sebagai Kepala Bagian Pemasaran PTPN XIII, Direktur Pemasaran PTPN XIII dan sejak April 2007 sampai dengan saat ini menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Pemasaran PTPN XIII. Born at Perbulan, North Sumatera on 19 April 1957. Graduatd and acquired Bachelor of Art Sarjana in Accounting from Accounting Academy YKPN of Yogyakarta and S-1 Degree in Trading Administration from STI Lembaga Administrasi YUPMI, Medan. Concern ers include Marketing Manager of PTPN XIII, Marketing Director of PTPN XIII and since April 2007 to the present as Finance and Marketing Director of PTPN XIII.

Ir. Wagio Ripto Sumarto, MM Direktur SDM & Umum Human Resources and General Affair Director Lahir di Sanggau, Kalimantan Barat, 09 Juni 1954. Lulus dan meraih gelar Sarjana dari Institut Teknologi Surabaya (1982) gelar Magister Manajemen dari Institut Manajemen Prasetya Mulya Jakarta (1997). Beliau mengawali karir sebagai Asisten Teknik di PTP VII Bah Jambi

(1983). Selanjutnya, beliau pernah menjabat sebagai Camp Manager Site Ketapang dan Kapuas Hulu PT. Alas Kusuma Group (1989), Managing Director PT. WET Jakarta (1995), Kepala Urusan Pengkajian PTPN XIII (1999), Manajer PMS Ngabang PTPN XIII (2000), Manajer PMS Gunung Meliau PTPN XIII (2003), dan sejak April 2007 sampai dengan saat ini menjabat sebagai Direktur SDM & Umum PTPN XIII. Beliau pernah menulis buku ”Bagaimana Membangun Perkebunan Sawit yang Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan” dan ”Potret Ibu Tiga Jaman” yang diterbitkan oleh Penerbit Lentera Community tahun 2010. Selain itu, beliau pernah menjadi Pembicara Seminar ”Peluang dan Tantangan Sektor Agroindusrti di Indonesia” Kantor Pusat PII Jakarta (25-5-2009), ”Kompetensi Sarjana Pertanian di Bidang Perkebunan” Universitas Tanjungpura Pontianak (14-1-2010), ”Membangun Kalbar Berwawasan Lingkungan” Workshop HMI (20-2-2010). Born at Sanggau, West Kalimantan on 9 June 1954. Graduated and acquired S-1 Degree from Surabaya-based Technology Institute (1982), degree of Magister Management from Management Institute Prasetya Mulya Jakarta (1997). He started his carrier as Technical Assistant at PTP VII Bah Jambi (1983). Then, he held positions such as Camp Manager Site Ketapang and Kapuas Hulu PT. Alas Kusuma Group (1989), President Director PT. WET Jakarta (1995), Head of Study Matters of PTPN XIII (1999), Manager of PMS Ngabang PTPN XIII (2000), Manager of PMS Gunung Meliau PTPN XIII (2003), and since April 2007 to the present as Human Resources & Gen-


Laporan Kepada Pemegang Saham Report to Stockholders

eral Affair Director of PTPN XIII. He also wrote some books included ”Bagaimana Membangun Perkebunan Sawit yang Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan” and ”Potret Ibu Tiga Jaman” published by Lentera Community Publisher in 2010. In addition, once been Speaker in Seminars on ”Peluang dan Tantangan Sektor Agroindusrti di Indonesia” at Headquarter of PII Jakarta (25-5-2009), ”Kompetensi Sarjana Pertanian di Bidang Perkebunan” at University of Tanjungpura Pontianak (14-1-2010), ”Membangun Kalbar Berwawasan Lingkungan” Workshop HMI (20-2-2010). Ir. Memed Wiramihardja, MM, IPM Direktur Perencanaan & Pengembangan Planning & Development Director Lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, 14 Agustus 1955. Lulus dan meraih gelar Sarjana Teknik Kimia dari Institut Teknologi Bandung (1982) dan gelar Magister Manajemen dari Prasetiya Mulya Jakarta (2003). Mengawali karirnya sebagai Project Control Staff di PT Rekayasa Industri (1982-1983), perjalanan karir beliau terus meningkat, di antaranya adalah Project Manager of Engineering Services di PT INCO 105 Extension Project (1987-1988), Area Lead Manager PUSRI-IB Project (1989-1992), General Construction Superintendent di Petronas Lube Oil Blending Plant Project, Malaka Malaysia (1994-1995), Deputy Project Manager PIM-2 Project (1999-2002), Manajer Proyek Joint Venture Kujang–IB PT. Rekayasa Industri (2003-2006), Direktur PT. Bakrie Rekin Bio Energy, VP Portofolio PT. Rekayasa Industri, VP Corporate Strategy PT. Rekayasa Industri (2006-2007) dan sejak April 2007 sampai dengan saat ini menjabat sebagai Direktur Perencanaan dan Pengembangan PTPN XIII.

Beberapa organisasi profesi yang diikuti beliau di antaranya adalah Indonesian Society of Engineer and Technicians, Project Management Institute, sebagai salah satu pengurus Persatuan Insinyur Indonesia (2007-2010), Asean Federation of Engineering Organization (2004 sd sekarang). Selain itu, beliau pernah menjadi instruktur pada program pelatihan Project Management di Perusahaan BUMN seperti di PT Krakatau Steel dan PT PINDAD. Selain itu, beliau pernah menjadi instruktur pada program Project Management di Perusahaan BUMN seperti di PT Krakatau Steel, PT PINDAD dan Pertamina. Prestasi yang pernah diraih di antaranya sebagai peserta terbaik dengan predikat sangat memuaskan dalam Advance Management Course angkatan 27 (2007), yang diselenggarakan oleh Deperindag dan Lembaga Manajemen Universitas Indonesia.

to the present as Director of Planning and Development PTPN XIII. Some professional organizations he once participated such as Indonesian Society of Engineer and Technicians, Project Management Institute, Indonesian Engineer Assosication, Asean Federation of Engineering Organization, Asean Engineer Membership. In addition, he has been an instructor at the Project Management program at the state-owned company such as PT Krakatau Steel, PT PINDAD and Pertamina. He achieved as the best participants with honors in Advance Course Management Course 27 (2007), organized by Deperindag and the Institute of Management, University of Indonesia.

Born at Tasikmalaya, West Java on 14 August 1955. Graduated and acquired S-1 degree in Chemical Engineering from Bandung-based Technology Institute (1982) and degree of Magister Management from Prasetiya Mulya Jakarta (2003). He started his carrier as Project Control Staff at PT. Rekayasa Industri (1982-1983), then Project Manager of Engineering Services at PT INCO 105 Extension Project (1987-1988), Area Lead Manager PUSRI-IB Project (1989-1992), General Construction Superintendent at Petronas Lube Oil Blending Plant Project, Malaka Malaysia (1994-1995), Deputy Project Manager PIM-2 Project (1999-2002), Project Manager of Joint Venture Kujang–IB PT. Rekayasa Industri (2003-2006), Director of PT. Bakrie Rekin Bio Energy, VP Portfolio PT. Rekayasa Industri, VP Corporate Strategy PT. Rekayasa Industri (2006-2007) and since April 2007

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

69


Laporan Kepada Pemegang Saham Report to Stockholders

Surat Pernyataan Tanggung Jawab Pelaporan

Reporting Responsibility

Dewan Komisaris dan Direksi bertanggung jawab penuh atas kebenaran dari Laporan Tahunan ini berikut laporan keuangan dan informasi keuangan lain yang terkait.

The Board of Commissioners and the Board of Directors hereby declare to take full responsibility of the truth of the contents of this Annual Report including the financial report and other relevant financial information.

Dewan Komisaris Board of Commissioners

DR. Ir. Agus Pakpahan, APU Komisaris Utama President Commissioner Mayjend (Purn) Adang Sondjaja Komisaris Commissioner

Drs. Revrisond Baswir, MBA Komisaris Commissioner

Thadeus Yus, SH, MPA Komisaris Commissioner

Hamzah Tawil, S. Ag, MS. Komisaris Commissioner

Dewan Direksi Board of Director

Ir. Kusumandaru NS, MBA Direktur Utama President Director Ir. Baim Rachman Direktur Produksi Production Director

Drs. Natsir Tarigan Direktur Keuangan & Pemasaran Finance & Marketing Director

Ir. Wagio Ripto Sumarto, MM Direktur SDM & Umum Director of Human Resources & General Affair

Ir. Memed Wiramihardja, MM, IPM Direktur Perencanaan & Pengembangan Director of Planning & Development

70

Laporan Tahunan 2009 Annual Report


Sumber Daya Manusia & TI Human Resouces & IT

Kami mengembangkan dan menjalankan sistem yang tepat untuk meningkatkan kepuasan kerja karyawan, memacu produktivitas, memberi ruang kepada seluruh karyawan untuk mengembangkan kemampuannya sesuai dengan bakat dan kompetensinya. Kepada petani plasma kami melakukan pelatihan dan pendampingan guna menuju plasma yang sehat dan mandiri. We develop and implement a proper system to increase the worker work satisfaction, promote productivity, give rooms to all employees to explore their capability in accordance with their talents and competency. We also provide training and advocacy to the plasma farmers to enable them to become health and self-dependent farmers. Laporan Tahunan 2009 Annual Report

71


Sumber Daya Manusia & TI Human Resouces & IT

Sumber Daya Manusia Human Resouces

PTPN XIII melakukan pendekatan di bidang sumber daya manusia didasarkan kepada prinsip bahwa sumber daya manusia merupakan aset terpenting untuk masa depan perusahaan. Konsep kami adalah memberi ruang kepada seluruh karyawan untuk mengembangkan kemampuannya sesuai dengan bakat dan kompetensinya. Oleh karena itu Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) berusaha untuk menyiapkan karyawan menjadi karyawan unggul dalam sikap, pengetahuan dan keahlian. PSDM juga mengembangkan dan menjalankan sistem yang tepat untuk meningkatkan kepuasan kerja karyawan, memacu produktivitas dan mengelola karyawan secara efektif.

The approach used by PTPN XIII in developing human resource is in principle based on the view that human resource constitutes the most important asset for the company in the future. Our concept is that giving rooms to all employees to expand their capability in line with their talents and compentencies. Therefore, Department of Human Resource Development tries to prepare the employees to be excellent in terms of attitude, knowledge, and skill. It also develops and implements a proper system to increase the employee work satisfaction, promote productivity and manage the employees in an effective way.

Kebijakan Pengelolaan SDM

Human Resource Management Policy

Kami telah menetapkan rambu-rambu kebijakan dalam pengelolaan SDM, yaitu: Mengisi formasi karyawan melalui sistem seleksi standar dengan mengutamakan karyawan dari da lam (promotion within) dan sumber-sumber dari luar perusahaan (sarjana luar, hire tenaga siap pakai). Penyesuaian kompensasi berdasarkan perubahan besaran sesuai ketentuan upah minimum yang berlaku. Melaksanakan pelatihan dengan memberdayakan fasilitator internal (in-house training) sebagai bagian dari penyebarluasan pengetahuan/ketrampilan. Melibatkan petani untuk ikut serta dalam Pengelolaan Satu Manajemen guna menuju plasma yang sehat dan mandiri. Pemberian bantuan beasiswa kepada karyawan yang kuliah sebagai upaya peningkatan persentase Sarjana sebesar 3% dari karyawan. Peningkatan dan pemberdayaan organisasi Kantor Distrik dan restrukturisasi tenaga kerja di Kantor Direksi ke arah efektifitas tenaga yang optimal.

We have set policy directions in the management of human resource, such as: the employee formation by a standard selection system with first priority for the employees from the internal milieu (promotion with in) and external recruits (hiring the ready-too-use-talents). adjusting the compensation system based on the quantity change according to the existing minimum wage. Conducting training using the internal facilitators (in-house training) as part of distributing knowledge/skills. Involving the farmers to take part in the Operation of One Management system to reach health and self-dependent plasma. Giving scholarship grants to the employees attending university study intended to increase the percentage of scholards to 3% of total employees. Increasing and empowering the organization of Distric Offices and restructuring the workers at the Directors Offices for optimum effectiveness of the personnel.

Penyempurnaan Struktur Organisasi

Improving Organization Structure

Pemberdayaan Distrik Kalimantan Barat I dan II melalui peningkatan wewenang dan tanggung jawab dengan tujuan untuk menunjang kecepatan kesederhanaan, dan keluwesan operasional, ditetapkan melalui Surat Keputusan Direksi.

72

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Empowerment of West Kalimantan Districts I and II through broadening authority and responsibility aiming at supporting the operational acceleration, simplicity and flexibility, which is determined by the Decree of Board of Directors.


Sumber Daya Manusia & TI Human Resouces & IT

Pembentukan Kebun Plasma Gunung Meliau. Areal yang menjadi kebun plasma Gunung Meliau adalah Kebun Plasma pola KKPA yang berada di Kebun Gunung Meliau, Kebun Sungai Dekan, dan Kebun Gunung Emas. Perubahan struktur organisasi bagian pabrik kantor direksi, karena adanya penambahan Kepala Urusan Quality Assurance dan perubahan pertanggungjawaban asisten mutu dari manajer pabrik kepada kepala bagian pabrik kantor Direksi. Penetapan personil wakil manajemen dalam pengelolaan Sistem Manajemen Mutu.

Komposisi Karyawan Dalam rangka memenuhi kecukupan rasio tenaga kerja serta peningkatkan produktivitas SDM, manajemen mengupayakan untuk menyusun standar formasi tenaga kerja. Hal ini juga dimaksudkan agar Perseroan memiliki komposisi karyawan yang tepat dan ideal baik dari aspek kuantitas maupun kualitas serta dapat memetakan karyawan berdasarkan umur, pendidikan, jabatan/golongan. Sampai saat ini, proses penyusunan standar formasi karyawan telah selesai 50%, sedangkan untuk wilayah Kalbar dan Unit/Kebun wilayah Kaltim dan Kalselteng telah memasuki proses inventarisasi. Target penyusunan standar formasi tenaga kerja ini diharapkan dapat selesai pada Triwulan II tahun 2010. Di dalam penempatan karyawannya, Perseroan menganut azas ”the right man, on the right place, at the right time” dan bukan berdasarkan prinsip senioritas maupun faktor like and dislike. Pengembangan karir karyawan diarahkan pada peluang untuk pengembangan diri seluas-luasnya pada formasi jabatan yang tersedia, baik jalur struktural maupun fungsional. Setiap karyawan memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk menduduki setiap level jabatan. Faktor penentu di dalam penempatan karyawan di antaranya adalah kompetensi, pendidikan, keunggulan dalam sikap, pengetahuan dan keahlian. Terkait dengan adanya tenaga kerja yang telah MBT (Masa Bebas Tugas) sebanyak 340 orang, pada akhir tahun 2009, jumlah karyawan tetap PTPN XIII menjadi 12.005 orang, lebih sedikit dibandingkan tahun 2008 yang mencapai 12.368 orang. Di luar 5 orang Komisaris dan 5 orang Direksi, jumlah karyawan yang menempati posisi Manajer Menengah Atas sebanyak 49 orang, Manajer Menengah Madya sebanyak 82 orang, Manajer Menengah Pertama sebanyak 346 orang, dan Karyawan Pelaksana sebanyak 11.528 orang. Berdasarkan tingkat pendidikan karyawan staff, sebanyak 1,26% berpendidikan S2/S3, 38,78% orang

The establishment of Plasma Estate of Gunung Meliau. The area used as Gunung Meliau-based Plasma Estate is Plasma Estate with pattern of Primary Cooperative Credit for Members (KKPA) located at Estate of Gunung Meliau, Estate of Sungai Dekan and Estate of Gunung Emas The change of Organizational Structure of Plant Department of the Director Office is taken because there is addition of Head of Quality Assurance Affairs and the alteration of responsibility of Quality Assistant from Plant Manager to Head of Plant Department of the Director Office. The assignment of Management Deputy in the Operation of Quality Management System.

Employee Composition In order to meet the worker adequacy ratio and to in crease the Human Resource productivity, the management has adjusted the standard formation of workers in accordance with the company’s needs progress. The purpose is to enable the Firm to gain a proper and ideal composition of its employees viewed from both quantity and quality aspects and to map the employees on the basis of age, education and job or class. Till the end of 2009, the process of developing the standard formation of the employees was 50% complete. The time target for its completion will be at Quarter II in 2010. In the placement of the employees, the Company holds a principle ”The right man on the right place and at the right time” and not on such factors as seniority and like and dislike. The career development of the employees is directed to an opportunity for maximum personal development in the existing job formation, both structural and functional. Each employee has equal right and chance to fill each job level. The determinant factors in the placement of the employee, among others, are competency, education, excellent attitude, knowledge and skill. Since some 340 personnels have entered Retirement Period at the end of 2009, the number of permanent employees of PTPN XIII became 12,005 persons, lower than that of 2008 totaling of 12,369 persons. Out of 5 Commissioners and 5 Directors, total employees who held Middle-Up Manager job was 49 persons, MiddleMedium Manage, 82 persons, First Line Manager, 346 persons and Operational Employees, 11,528 persons. Based on the educational level of staff employees, total 1.26% were graduates of Post-Graduate/Doctorate programs, 38.78% with S1-degree, 11.53% Diploma, and the remainings of total 48.43% were Senior High School graduates. Based on the time of service, some

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

73


Sumber Daya Manusia & TI Human Resouces & IT

berpendidikan S1, 11,53% berpendidikan Diploma, dan sisanya sebanyak 48,43% berpendidikan SMA. Berdasarkan masa kerja, sebanyak 75,06% dari jumlah keseluruhan, adalah karyawan yang telah bekerja lebih dari 10 tahun, 22,60% telah bekerja selama 510 tahun, dan yang telah bekerja di bawah 5 tahun sebanyak 2,34%.

75.06% of total employees were those who have worked more than ten years, some 22.60% for 5-10 years and 2.34% have worked less than 5 years.

Formasi Tenaga Kerja (Worker Formation) 2008

2009

5 5

5 5

4 12 30 0 46

4 12 32 1 49

8 36 28 9 81

16 28 29 9 82

260 105 365 492 11.876 12.368

241 105 346 477 11.528 12.005

1. Dewan Komisaris 2. Direksi 3. Manajer Menengah Atas (MMA) -Manajer Utama -Kepala Bagian -Manajer -Anak Perusahaan Jumlah 4. Manajer Menengah Madya: -Kepala Bidang -Kepala Urusan -Asisten Kepala Tanaman -Asisten Kepala Pengolahan Jumlah 5. Manajer Menengah Pertama (MMP) -Asisten -Staf Urusan Jumlah Jumlah Karyawan Golongan III - IV 6. Karyawan Gol I - II Jumlah Karyawan Tetap 7. Karyawan tidak tetap: Perwira Pengamanan -PKWT -Honorer Jumlah Jumlah (1+2+3+4+5+6+7) Pensiun Jumlah

27 1.223 331 1.581 13.959 324 14.283

31 1.490 334 1.855 13.870 340 14.210

1. Board of Commissioners 2. Board of Directors 3. Middle-up Manager (MMA) - Chief Manager - Department Head - Manager - Subsidiaries Total 4. Medium-Middle Manager (MMM) - Division Head - Head of Section (Kepala Urusan) - Plant Head Assistant - Processing Head Assistant Total 5. First-Line Manager (MMP) - Assistant - Staff of Matters Total Total Employees of Grade III-IV 6. Employees of Grade I â&#x20AC;&#x201C; II Total Permanent Employees 7. Temporary Employees Security Officials - PKWT - Honorary Total Total (1+2+3+4+5+6+7) Pensions Total

Komposisi Karyawan Tetap Berdasarkan Pendidikan (Composition of Permanent Employees by Educational Level)

Golongan (Grade)

Pendidikan (Education)

Jumlah Karyawan Th 2009 (Total Employees In 2009)

Jumlah Karyawan Th 2008 (Total Employees In 2008)

1. Golongan I-II (Grade I-II) - - - - -

S2/S3 S1 Diploma SMA (Senior High School) Di bawah SMA (lower than Senior High School)

- 127 52 3.708 7.641

50 51 3.806 7.969

Jumlah Gol I-II (total Grade I-II 2. Golongan III-IV (Grade III-IV) - - - - -

S2/S3 S1 Diploma SMA (Senior High School) Di bawah SMA (lower than Senior High School)

11.528

11.876

6 185 55 231 -

7 191 74 220 -

477

492

12.005

12.368

Jumlah Gol III-IV (total Grade III-IV

74

TOTAL

Laporan Tahunan 2009 Annual Report


Sumber Daya Manusia & TI Human Resouces & IT

Rekrutmen dan Seleksi

Recruitment and Selection

Rekrutmen dilakukan untuk mendapatkan tenaga pilihan dengan pola seleksi standar, bekerja sama dengan Unit Jasa Seleksi Lembaga Pendidikan Perkebunan Yogyakarta. Hal ini dimaksudkan agar dapat menjaring tenaga kerja yang profesional, sesuai dengan kualifikasi yang dipersyaratkan, serta menjamin netralitas dalam proses penerimaan. Rekrutmen dilakukan dengan memprioritaskan sumber dari dalam (promosi) atau mencari sumber dari luar (rekrut Sarjana Luar atau hire tenaga siap pakai).

Recruitment is done with a standard pattern to obtain the selected talents and it is executed in cooperation with Selection Service Unit of Yogyakarta-based Plantation Education Institute. This cooperation is established with purpose of recruiting the professional workers in accordance with the required qualification and to assure neutrality in the admission process. The recruitment is implemented by giving priority to the internal human resource (promotion) or searching for the source from external setting (recruiting outside scholars or hire the ready-to-use personnel).

Sampai dengan tahun 2009, telah dilakukan seleksi dari dalam perusahaan sejumah 99 orang dan rekrut sarjana dari luar sejumlah 33 orang. Untuk mendukung keberlangsungan operasional perusahaan yang menuntut tenaga profesional dan kompeten di bidangnya, perusahaan meng-hire tenaga siap pakai sejumlah 6 orang.

Pelatihan dan Pengembangan Pengembangan sumber daya manusia merupakan prioritas utama bagi PTPN XIII untuk mendukung strategi dan kebijakan perusahaan. Sepanjang tahun 2009, PTPN XIII terus mengembangkan pendekatan pengelolaan peta kompetensi ke arah yang lebih baik guna membangun program pengembangan sumber daya manusia yang fokus dan efektif. Kegiatan internalisasi tata nilai Perusahaan dilaksanakan melalui pelaksanaan program pengembangan sumber daya manusia, yang secara khusus dirancang untuk menyegarkan kembali pemahaman karyawan mengenai nilai-nilai budaya PTPN XIII. Kegiatan ini dilakukan secara internal melalui program pelatihan yang menggunakan proses pembelajaran berbasis pengalaman, dengan didukung oleh proses diskusi interaktif. Dengan demikian, peserta pelatihan tidak hanya memahami konsep yang mendasari nilai-nilai budaya perusahaan yang diterapkan, namun juga memahami aspek penerapannya dalam kegiatan kerja sehari-hari. Terkait dengan penjenjangan jabatan, Perseroan mengadakan kerjasama dengan Lembaga Pendidikan Perkebunan Yogyakarta, sebagai pihak yang berkompeten melaksanakan kursus jabatan. Terdapat empat tahapan kursus jabatan, yaitu Kursus Manajer Pimpinan Dasar (KMPD), Kursus Manajer Pimpinan Menengah (KMPM), Kursus Manajer Pimpinan (KMP), dan Kursus Manajer Pimpinan Lanjut (KMPL) untuk jenjang yang tertinggi.

Up to the year 2009, total 99 persons have been internally selected from the company and another 33 persons were selected from external graduates. To support the continued operational of the company requiring the professional and competent people in their field, the company has hired six ready-to-use persons.

Training and Development The human resource development has been our first priority to promote the strategies and policies of the company. During 2009, PTPN XIII had continuously developed the managerial approach of the competency map to a better direction in order to develop a focused and effective program of the human resource development. Internalization of the companyâ&#x20AC;&#x2122;s values is conducted through the implementation of the human resource development program, particularly designed to renew the employee understanding of the cultural values of PTPN XIII. This activity is carried out in internal setting of the company by a training program using an experience-based learning process, with the support of the interactive discussion process. Therefore, the training participants do not only understand the concept on which the cultural values applied by the company are based, but also they can realize the applicative aspect in the daily works. Regarding the job stratification, the Firm makes a relationship with Yogyakarta-based Plantation Education Institute (LPP) as a competent party in holding job courses. There are four steps of job courses, including Basic Leadership Manager Course (KMPD), Middle Leadership Manager Course (KMPM), Leadership Manager Course (KMP), and Advanced Leadership Manager Course for the highest level of job.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

75


Sumber Daya Manusia & TI Human Resouces & IT

Sampai dengan 31 Desember 2009, realisasi fisik (jumlah peserta) pelatihan sebanyak 3.639 orang, dengan jumlah mandays 8.557 dan manhours 81.740. Realisasi jumlah peserta pembinaan dan pengembangan meningkat sebanyak 806 orang dibandingkan tahun 2008, namun realisasi biaya menurun sebesar Rp 4,76 miliar. Hal ini terjadi karena adanya peningkatan intensitas In House Training baik oleh Bagian PSDM maupun oleh Unit Kerja searah dengan kebijakan strategis Perseroan.

Until 31 December 2009, the physical realization (total participants) of the training was 3,639 persons, with total mandays being 8,557 and manhours, 81,740. Realization of total participants of advocacy and development program increased to 806 person compared to 2008, but cost realization decreased to Rp 4.76 billion. This was due to the increase of In House Training intensively done by Department of Human Resource Development and by Work Units in line with the strategic policies of the Company.

PTPN XIII telah memiliki bagian khusus yang menangani In House Training, yang berada di bawah bagian PSDM Kantor Direksi, dan di bawah Distrik. Bagian Inhouse Training Kantor Direksi memiliki 4 orang Instruktur, sedangkan yang di Distrik memiliki 10 orang Instruktur. Tenaga Instruktur tersebut telah mendapatkan pelatihan berupa Training for the Trainer, sehingga mereka memiliki kompetensi dan kualifikasi sebagai pelatih. Beberapa pelatihan In House Training yang telah dapat dilaksanakan secara internal antara lain pengembangan diri/character building, pelatihan bidang teknis, pelatihan K3 (kesehatan dan keselamatan kerja), ISO dan Inovasi.

PTPN XIII has a special department in charge of In House Training, and it is under the control of Department of Human Resource Development of the Director Office, and under the Districts. The department of Inhouse Training of the Director Office has four instructors, while at Districts the department has ten (10) instructors. The instructors have undergone Train for the Trainer training, so that they can acquire the competency and qualification as trainers. Some trainings In House Training could have been conducted internally, such as character building, technical training, training of work safety and healthy, ISO and Innovation.

Fokus kegiatan Pembinaan dan Pengembangan SDM tahun 2009 meliputi dua hal, yakni: Membangun kemitraan dengan petani yaitu melakukan pelatihan dan pendampingan dengan metode dinamika proses, sejumlah 1.567 orang petani telah dilatih atau 43,06%. Membangun karakter khususnya karyawan golongan I - II agar mampu menghasilkan produktifitas kerja yang optimal serta menjadi karyawan yang terhormat. Bagian PSDM dan Kebun/Unit kerja telah melakukan pelatihan pengembangan diri karyawan golongan I - II sejumlah 887 orang atau 24,37%.

The building and development of Human Resource in 2009 focused on two aspects, i.e.: Building partnership with the farmers through training and advocacy programs using a dynamic process method; some 1,567 farmers or 43.06 % have been trained. Character building, particularly for those employees of grades I â&#x20AC;&#x201C; II. This policy is carried out to enable them to produce optimum productivity and be respected persons. Department of Human Resource Development and Estates/Work Units have executed personal development training for 887 employees of grades I - II or 24.37%.

Selain dua hal tersebut, kegiatan pembinaan dan pengembangan SDM sebagai investasi sumber daya manusia juga dititikberatkan pada penambahan pengetahuan melalui seminar-seminar dan peningkatan

76

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Besides, the building and development of human resource as the human capital investment are also focused on the knowledge enhancement by means


Sumber Daya Manusia & TI Human Resouces & IT

keterampilan meliputi pelatihan teknis lainnya seperti ISO, Satpam, Audit SPI, K3 serta meningkatkan kemampuan kepemimpinan dan manajerial melalui kursus jabatan (KMPD s.d KMPL). Pada tahun 2008, Perseroan telah mengirim sebanyak 54 orang untuk mengikuti Benchmarking Top Management ke Malaysia, Thailand dan Singapura. Pelatihan Peningkatan Karya Prestatif (PKP) dalam rangka Character building juga telah diselenggarakan, yaitu sebanyak 11 Angkatan pada tahun 2008, sedangkan tahun 2009 sebanyak 1 Angkatan.

of seminars and skills improvement including other technical trainings such as ISO, Security Unit, Audit SPI, Work Safety and Healthy and increasing leadership and managerial skills by means of job courses (from Basic Leadership Manager Course to Advanced Leadership Manager Course). In 2008, the Firm had dispatched 54 personnel to attend Benchmarking Top Management to Malaysia, Thailand and Singapore. Training of Prestigious Work Enhancement for Character building had also been carried out and in 2008 it had been done for 11 groups of participants, and in 2009 for 1 group.

Pihak manajemen juga melakukan evaluasi terhadap program dan hasil pelatihan, guna mengukur sejauh mana program pelatihan yang telah dilaksanakan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi SDM baik karyawan maupun petani, yang pada akhirnya memberikan ketentraman dalam bekerja sehingga berdampak pada peningkatan produktifitas perusahaan secara menyeluruh dan berkesinambungan.

The management also makes evaluation of the program and the outcomes to measure the extent to which the training already done has positive impact on the competency increase of human resource, both the employees and the farmers, which will finally creates a sense of comfort in work. Then, this will contribute to the increasing productivity of the company in a comprehensive and sustainable way.

Kegiatan Pembinaan dan Pengembangan SDM (Activities of Building and Developing Human Resource)

Uraian (Details)

2008 Fisik (Physic)

Kursus Jabatan (KMPL, KMP, KMPM, KMPD) Job Courses (KMPL, KMP, KMPM, KMPD) Seleksi / On The Job Training (OJT) Selection / On The Job Training (OJT) Pelatihan Petani Plasma/KKPA Plasma Farmers Training /KKPA Seminar & Lokakarya yang berkaitan dengan sasaran PTPN XIII Seminars & Workshops relating to the goals of PTPN XIII

Jumlah (Total)

2009 Rp (000)

Fisik (Physic)

Rp (000)

15

222,387

25

445,002

-

-

-

425,158

107

91,327

1,567

1.162.322

2,711

7,685,280

2,047

1,202,944

2,833

7,998,994

3,639

3.235.426

Pengembangan Karir

Career Development

Pengembangan karir karyawan diarahkan pada peluang untuk pengembangan diri seluas-luasnya pada formasi jabatan yang tersedia, baik jalur struktural maupun fungsional, dengan mempertimbangkan kompetensi (Competency Based) dan bakat (Talent Based) sebagai dasar pengelolaan. Filosofi utama dari pengembangan karir adalah memberi kesempatan yang sama pada karyawan untuk mencapai karir setinggi-tingginya sepanjang tersedia formasi dan dapat memenuhi persyaratan jabatan yang ditentukan. Sejauh ini, PTPN XIII terus mengembangkan pendekatan pengelolaan karir karyawan ke arah yang lebih baik meliputi: Penyesuaian metodologi dalam mengidentifikasi

The employee career development is directed to opportunity for maximum personal development in the existing job level, both structural and functional, in view of competency (Competency Based) and talent (Talent Based) as basis for management. The main philosophy of the career development is equal opportunity for all employees to reach their maximum careers as long as the formation is available and they can meet the requirements. So far, PTPN XIII continuously develops the management approach of the employee career to better direction through the following: Adjusting the methodology in identifying the employee mapping by Talent Classification Map, which is mapping of all leading employees on the

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

77


Sumber Daya Manusia & TI Human Resouces & IT

pemetaan karyawan melalui Talent Clasification Map, yaitu pemetaan terhadap seluruh karyawan pimpinan berdasarkan kemampuan nyata (Actual Ability) dan potensi yang dimiliki (Potensial Ability). Pengembangan kompetensi melalui pengayaan jabatan (enrichment) seperti penugasan khusus, alih tugas. Pembekalan keahlian melalui kursus jabatan, bench marking, dan pengisian kompetensi melalui pelatihan teknis dan manajerial dalam bentuk seminar, workshop dan lokakarya.

Sistem Penilaian Karya Sistem Penilaian Karya PTPN XIII merupakan sistem penilaian yang bersifat kuantitaif dan obyektif. Melalui SPK, performance kinerja kayawan diukur sesuai dengan pencapaian hasil berdasarkan sasaran yang disepakati. Kinerja yang diukur adalah nilai tambah yang dihasilkan dan merupakan kontribusi karyawan yang bersangkutan untuk mendorong tercapainya sasaran operasional perusahaan. Sistem Penilaian Karya (SPK) PTPN XIII mengalami revisi melalui Surat Keputusan Nomor: 13.09/ KPTS/009/2009 tanggal 8 April 2009. Revisi tersebut bertujuan untuk menyempurnakan sistem sebelumnya khususnya pada: Penetapan sasaran utama dalam Kesepakatan Karya (KK) yang diturunkan dari kegiatan atasan untuk mencapai sasarannya, Penetapan sasaran utama oleh atasan berdasarkan KPI Jabatan dan program kerja yang akan dilaksanakan, Penyebutan nilai kriteria sasaran dari A-B-C-D-F menjadi E-V-G-B-F, Penetapan kriteria penilaian sasaran utama yang dibedakan pada pencapaian sasaran dirinya, sasaran atasannya dan sasaran perusahaan, Penetapan standar kinerja berdasarkan capaian kinerja tahun sebelumnya, Perubahan elemen sikap kerja dan cara kerja, Penggunaan hasil evaluasi karya. Penetapan Sasaran Utama tahun 2009 diawali dengan penjabaran KPI Direksi yang tercantum dalam Kontrak Manajemen antara Direksi dengan Pemegang Saham, yang diturunkan menjadi KPI General Manager dan KPI Kepala Bagian, selanjutnya diturunkan menjadi sasaran utama karyawan. Untuk mendorong nilai Continuous Improvement (perbaikan berkelanjutan), maka pada saat penetapan kriteria Basic (Standar) mempertimbangkan capaian kinerja tahun sebelumnya. Misalnya, bila realisasi produksi tahun

78

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

basis of actual ability and potential ability. Competency development by means of job enrichment such special assignment and job transfer. Providing the employees with skills through job course, benchmarking, and competency filling up by means of technical and managerial trainings seminars and workshop.

Work Appraisal System Work Appraisal System of PTPN XIII is a quantitative and objective appraisal system. By means of this system, the employee performance is measured according to the achievement of outcomes on the basis of the agreed goals. The performance is measured in view of the value-added achieved by the employees and it is their contribution to the achievement of the company operational goals. Work Appraisal System (SPK) of PTPN XIII had been revised in accordance with the Decree No: 13.09/ KPTS/009/2009 dated 8 April 2009. The revision was done in order to improve the previous system, particularly in such aspects as: The main goals setting in Work Agreement derived down from the authority’s activities in achieving their goals, The main goals setting by the authority was based on Key Performance Indicator (KPI) of the job and work program to be performed. The revised scoring of goals criteria from A-B-C-D-F to E-V-G-B-F, The setting of the main goals assessment criteria that was different in the achievement of individual employee’s goals, authority’s goals and the company goals, Setting of performance standards in view of the performance achievement of the previous year, The change in work attitude and manner elements, Use of work evaluation results. The Main Goals Setting in 2009 was initiated by describing the Directors’ Key Performance Indicator that was put into the Management Contract between Board of Directors and Shareholders, reduced to the General Manager’s KPI and Head of Department’s KPI, and further reduced to the employee’s main goals. To promote a Continuous Improvement, then when setting up the basic criteria, it was important to consider the performance achievement of the previous year. For example, when the realized production last year was under the Company’s Work and Budget Plans (RKAP), then it should become the criteria standard for the current year.


Sumber Daya Manusia & TI Human Resouces & IT

lalu di bawah RKAP, maka capaian tahun lalu tersebut menjadi standar kriteria untuk tahun ini. Melalui SPK ini, karyawan akan mendapatkan umpan balik dan masukan terhadap hasil evaluasi kinerjanya, termasuk rekomendasi maupun usulan-usulan lainnya, seperti usulan kenaikan/tidak naik atas gaji berkala, usulan kenaikan/tidak naik golongan, usulan promosi/mutasi, kekuatan/kelemahan serta saransaran, usulan untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan.

By means of this Work Appraisal System, the employees will receive feedback and input on the evaluation result of his/her performance, including other recommendations and suggestions, such as periodic salary increase/nothing, job lifting up/nothing, promotion/ mutation, strengths/weaknesses and goals, suggestion for attending education and training.

Sistem Kompensasi

Compensation System

Penggajian Karyawan Tahun 2009 berdasarkan Perjanjian Kerja Bersama antara Direksi PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero) dengan Serikat Pekerja Perkebunan PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero) yang telah disahkan oleh Menteri Tenaga Kerja nomor: KEP.129/ PHIJSK/PKKAD/2008 tanggal 23 Desember 2008 dan telah ditetapkan dalam SK Direksi nomor: 13.09/KPTS/ R/043/2008 tanggal 30 April 2008 untuk karyawan Gol. III-IV. Untuk Gol. I - II terbagi lima wilayah yaitu:

The Employee Salary System of the 2009 was based on Agreement of Cooperation between Board of Directors of PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero) with the Plantation Labor Union of PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero) already legalized by Minister of Manpower No. KEP.129/PHIJSK/PKKAD/2008 dated 23 December 2008 and stipulated in the Decree of Board of Directors No: 13.09/KPTS/R/043/2008 dated 30 April 2008 for the employees of grades III-IV. For grades I - II, five districts were grouped as follows:

1. SK. No. 13.09/KPTS/R/044/2008 tgl. 30 April 2008 untuk Wilayah Kalbar 2. SK. No. 13.09/KPTS/R/046/2008 tgl. 30 April 2008 untuk Wilayah Kalsel 3. SK. No. 13.09/KPTS/R/047/2008 tgl. 30 April 2008 untuk Wilayah Kalteng 4. SK. No. 13.09/KPTS/R/073/2008 tgl. 30 Juni 2008 untuk Wilayah Kaltim 5. SK. No. 13.09/KPTS/R/048/2008 tgl. 30 April 2008 untuk Wilayah Jakarta

Kesejahteraan Karyawan Perseroan sangat memperhatikan kesejahteraan karyawannya melalui penyelenggaraan jaminan sosial untuk pemenuhan kesejahteraan karyawan. Hal ini dimaksudkan agar karyawan mendapatkan ketenangan dan kenyamanan di dalam bekerja sehingga mereka bisa memberikan yang terbaik bagi perusahaan. Upaya yang dilakukan Perusahaan untuk memenuhi kesejahteraan karyawan meliputi: a. Fasilitas pengobatan & perawatan kesehatan bagi karyawan beserta batih. b. Penyediaan fasilitas perumahan lengkap dengan listrik dan air bagi karyawan, terutama yang di Kebun/Unit sedangkan bagi yang tidak tersedia dalam bentuk fisik diberikan dalam bentuk santunan. c. Pengikutsertaan karyawan pada program Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) meliputi program: Jaminan Hari Tua Jaminan Kecelakaan Kerja Jaminan Kematian

1. SK. No.13.09/KPTS/R/044/2008 dated 30 April 2008 for West Kalimantan area 2. SK. No.13.09/KPTS/R/046/2008 dated 30 April 2008 for South Kalimantan area 3. SK. No.13.09/KPTS/R/047/2008 dated 30 April 2008 for Central Kalimantan area 4. SK. No.13.09/KPTS/R/073/2008 dated 30 June 2008 for East Kalimantan area 5. SK. No.13.09/KPTS/R/048/2008 dated 30 April 2008 for Jakarta area

Employee Welfare The Company has serious concern on employees wel fare through social security program in meeting their prosperity. It is meant that the employees are feeling secure and comfort in work so that they are able to give the best for the company. Some measures taken by the company to meet the welfare of its workers are: a. Medical facility and healtj care services for the employees and their nuclear families. b. Providing housings equipped with electricity and water, particularly for those employees working at Estates/Units while for those not having physical allotment, to them it is given benefits. c. Involving the employees in the Worker Social Insurance encompasses such programs as: Old age benefits Work Accident Benefits Death Insurance

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

79


Sumber Daya Manusia & TI Human Resouces & IT

d. Dana Pensiun Perkebunan (Dapenbun) dan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). e. Penyediaan tempat ibadah, olah raga, penitipan bayi yang memadai.

d. Plantation Pension Fund and Financial Agency Pension Fund. e. Building place for worship, sport facilities, and proper day care/nursery.

Program Pensiun & Kesehatan Pensiunan

Retirement Program and Pensioner Health

Posisi per 31 Desember 2009, Perseroran mengikutkan seluruh karyawan golongan I - IV atau sebanyak 12.017 orang sebagai peserta aktif Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP) pada Dana Pensiun Perkebunan (Dapenbun). Hal ini dimaksudkan agar pada saat karyawan memasuki masa purna tugas, mereka bisa menjalani masa pensiun dengan tenang.

On 31 December 2009, the Company had involved all employees of grades I - IV or total 12,005 persons as active members of Pension Program of Definite Benefit (PPMP) in Plantation Pension Fund. It is intended that when the employees have retired, they can enjoy the pension securely.

Ketentuan mengenai iuran pensiun Karyawan mengacu pada Peraturan Dana Pensiun Perkebunan (Dapenbun) nomor: XP-SURKP/04.07.2 tanggal 30 Maret 2009 beserta petunjuk pelaksanaannya. Besarnya iuran pensiun normal sebesar 14,10% yang terdiri dari: beban karyawan 6% dan beban perusahaan 8,10%. Pembayaran iuran pensiun kepada Dana Pensiun Perkebunan (Dapenbun) dilaksanakan oleh Kantor Direksi dan Rasio Kecukupan Dana PTP Nusantara XIII (Persero) berdasarkan valuasi per 31 Desember 2009 sebesar 60,20%.

The term regarding the pension premium of the employees referred to the Regulations of Plantation Pension Fund No: XP-SURKP/04.07.2 dated 30 March 2009 along with its manual. The quantity of the normal pension premium was 14.10% that consisted of the employee’s charge 6% and the company’s charge 8.10%. The payment of the premium to the Plantation Pension Fund was carried out by the Director Office and Fund Adequacy Ratio of PTP Nusantara XIII (Persero) based on the evaluation per 31 December 2009 of 60.20%.

Untuk karyawan golongan I - IV pengangkatan di atas tahun 2009, Perseroan mengikutkan mereka dalam Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) pada Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK).

Especially for the employees appointed before 2009, the Company involved them in the Program of Definite Premium Pension in Financial Agency Pension Fund.

Dalam hal kesehatan pensiunan, Perusahaan memberikan fasilitas perawatan dan pengobatan kepada Pensiunan Normal (usia 55 dan 56 tahun), Pensiunan Janda (suami meninggal dunia), Pensiunan cacat (Jasmani dan rohani).

In regard to the pensioner health, the Company provides health care and medical services to the Normal Pensioner (ages of 55 and 56 year old), Widow Pensioner (her husband died), Disabled Pensioner (Bodily and Mentally).

Tabel Komposisi jumlah pensiunan Composition of Total Pensioners No. Golongan (Class) Jenis Pensiunan (Type Of Pensions) 1 III – IV Normal (Normal) Dipercepat (Early Pension) Janda/Duda (Widow/Widower) Jumlah (Total)

121 73 33 227

2 I – II Normal (Normal) Dipercepat (Early Pension) Janda/Duda (Widow/Widower) Anak Jumlah (Total)

1.188 1.407 465 12 3.072

80

Jumlah (Total)

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Total ( 1+2)

3.299


Sumber Daya Manusia & TI Human Resouces & IT

Produktivitas Tenaga Kerja, Kepuasan dan Motivasi Karyawan

Worker Productivity, Employee Satisfaction and Motivation

Kinerja karyawan PTPN XIII yang tercermin dari produktivitas tenaga kerja dari tahun ke tahun semakin meningkat. Hal ini menjadi bukti bahwa pengelolaan Sumber Daya Manusia yang selama ini dilaksanakan telah berjalan sesuai tujuan strategis Perusahaan. Produktivitas tenaga kerja yang ditunjukkan oleh angka ton produk jadi per orang tahun 2009 mencapai 31,52 ton per orang, meningkat sebesar 21,57% terhadap tahun 2008 yang mencapai 25,18 ton per orang.

Employee performance reflected from worker productivity is getting increased every year. This proves that the management of the Human Resource carried out to date has been successfully practiced in accordance with the company’s strategic objectives. The worker productivity shown by the numbers in ton of the finished products in 2009 reached 31.52 tons per worker, increased of 21.57% relative to 2008 that reached 25.18 tons per employee.

Tabel Produktifitas Tenaga Kerja PTPN XIII th 2005-2009 Worker Productivity, Employee Satisfaction and Motivation Uraian (Description)

2005

2006

1.

Total Produksi (Total Production) - Minyak Sawit (Palm Oil) - Inti Sawit (Nucleus Oil Palm) - Karet (Rubber) Jumlah Produksi (Total Production) Produktivitas (ton) per orang (Productivity (ton) per person)

232.548 50.862 31.820 315,230 23.41

246.310 53.184 28.585 328,079 24.66

242.577 49.369 26.252 318,198 23.88

280.178 54.864 24.323 359,365 25.18

345.554 66.835 24.503 436,892 31.52

2.

Total Pendapatan (Rp Juta) (Total Revenue (Rp million) Total pendapatan per orang (Total Revenue per person)

1,204,430 89.44

1,394,180 104.80

2,009,523 150.81

2,517,174 176.36

2.596.867 187.36

3.

Laba (Rugi) sesudah PPh (Rp Juta) (Profit (Loss) after Income Tax (Rp Million) Laba sesudah PPh per orang Profit after (Income Tax per person)

45,665

40,116

141,595

210,991

122,088

3.39

3.02

10.63

14.78

8.81

No.

Kami telah melaksanakan survei untuk mengukur kembali secara kuantitatif tingkat kepuasan karyawan (employee satisfaction) dan motivasi karyawan (employee satisfaction) pasca program Mission Impossible (2007-2009). Format kuesioner dan metode penentuan jumlah sampel mengadopsi survei tahun 2002 dari AAJ Integrasi, tahun 2004 dan 2006. Hasil survei tahun 2009 menunjukkan indeks kepuasan mencapai nilai 3,28, terjadi peningkatan sebesar 0,13 poin terhadap survei tahun 2006 yang mencapai 3,15 (tahun 2004 sebesar 3,24, tahun 2002 sebesar 2,68). Angka 3,28 dalam skala 1 – 5 menunjukkan bahwa secara keseluruhan karyawan PTPN XIII ‘belum mencapai level puas’, namun dapat diartikan sebagai “potensial untuk menjadi puas’. Indeks Kepuasan terhadap faktor-faktor penggerak mengalami peningkatan, terutama Sistem Penilaian Karya, Sistem Penerimaan Karyawan, dan Sistem Pelatihan Karyawan. Indeks Motivasi tahun 2009 mencapai nilai 4,14, terjadi sedikit peningkatan dibandingkan tahun 2006 yang mencapai 4,11 (tahun 2004 sebesar 4,4 tahun 2002 sebesar 2,82). Atribut tertinggi gambaran motivasi karyawan terletak pada ‘Selalu bersemangat kerja’, ‘Selalu bekerja sepenuh hati’, dan ‘Bangga bekerja di PTPN XIII’.

2007

2008

2009

We have carried out a survey to re-measure quantitatively the level of employee satisfaction and employee motivation during the execution of Mission Impossible Program (2007-2009). Questionnaire format and sampling method adopted the 2020 survey from Integrated AAJ, years of 2004 and 2006. The findings of the 2009 survey demonstrated that satisfaction index scored 3.28, increase of 0.13 poin relative to the 2006 survey, which scored 3.15 (in 2004 of 3.24; in 2002 of 2.68). Score 3,28 in a scale 1 – 5 showed that in general the employees of PTPN XIII ‘had not yet achieved satisfaction level, but it might be interpreted as being “potential to become satisfied. Satisfaction index for the driving factors increased, particularly Work Appraisal System, Employee Recruitment System, and Employee Training System. Motivation Index in 2009 scored 4.14, slightly increased compared to that of 2006 that scored 4.11 (in 2004 of 4.4, in 2002 of 2.82). The highest attribute of the employee motivation picture laid in ‘Always energetic in work’, ‘Always working seriously, and ‘proud of working in PTPN XIII’.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

81


Sumber Daya Manusia & TI Human Resouces & IT

82

Turnover Karyawan

Employee Turnover

Jumlah karyawan yang mengundurkan diri pada tahun 2009 adalah sebanyak 52 orang atau 0,43% dari jumlah karyawan tetap (12.005 orang). Dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, tingkat turnover karyawan mengalami penurunan. Pada tahun 2007 dan 2008, tingkat turnover karyawan berturut-turut adalah sebesar 0,65% dan 0,64%.

Total employees quited the company in 2009 were 52 person or 0.43% of total permanent employees (12,005 persons). Compared to the previous years, the level of employee turnover decreased. In the years 2007 and 2008, the level of employee turnover was 0.65% and 0.64%, respectively.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report


Sumber Daya Manusia & TI Human Resouces & IT

Teknologi Informasi Information Technology

Untuk menunjang kegiatan perusahaan mengingat wilayah unit kerja yang tersebar di seluruh wilayah Kalimantan, maka kami telah memiliki jaringan informasi berbasis satelit guna menghubungkan unit kerja dengan Kantor Direksi. Selain itu, manajemen juga terus melakukan pengembangan dan penyempurnaan di bidang IT dengan melakukan pemeliharaan maupun meng-upgrade perangkat-perangkat software dan hardware yang dipandang perlu sesuai dengan master plan. Perseroan memiliki Perangkat Lunak Aplikasi, Perangkat Jaringan TI, dan Sistem Operasi (OS) Komputer dan Server dengan rincian sebagai berikut:

To support the company activities and considering the wide spread of work units accros Kalimantan Island, we have adopted the satellite-based information network to connect the work units with the Directors Offices. In addition, the management progressively carries out development and improvement of the network by maintaining and upgrading the softwares and hardwares considered necessary as outlined in the master plan. The Firm has Applicated Softwares, TI Network Tools, and Computer and Server Operational System as follows:

a. Perangkat Lunak Aplikasi

a. Applicated Softwares

Perangkat lunak aplikasi yang sudah berjalan maupun dalam masa uji coba pada tahun 2009 antara lain:

Applicated Softwares that have been under operation and in try-out stage in 2009 are:

No Nama Aplikasi Application

Name Jenis Type

Keterangan Remarks

Status Aplikasi Application Status

1 PB 71 Online Online

Untuk penyusunan Laporan Neraca Percobaan di Unit Kerja dan kantor Direksi For reporting of Experiment Scale at Work Units and Directors Offices

Runing

2 PAP-KS Online

Untuk pembuatan Laporan Pengolahan pabrik Minyak Sawit (PMS) For reporting of Palm Oil Processing Plant (PMS)

Runing

3 Payroll Stand Alone

Untuk pembuatan daftar gaji karyawan PTPN XIII For salary listing of the PTPN XIII employees

Runing

4 Inventory Online

Untuk membukuan barang dan perlengkapan masuk/keluar di gudang dan persediaannya di masing-masing Unit Kerja For booking of Goods and Equipment in/out at Storehouse and their stocks at each Work Unit

Runing

5 Aktiva Online

Untuk membukukan Aktiva Perusahaan serta mencatat nilai buku dan punyusutan serta akumulasinya dan nilai buku aktiva For booking of Goods and Equipment in/out at Storehouse and their stocks at each Work Unit

Runing

Untuk mencatat hutang karyawan kepada perusahaan untuk rincian dari potongan hutang karyawan pada daftar gaji For booking of the Company Assets and recording of book value and the accumulation and book value of assets

Runing

6 Hutang Stand Alone

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

83


Sumber Daya Manusia & TI Human Resouces & IT

No Nama Aplikasi Application

Name Jenis Type

Keterangan Remarks

7 Harga Barang Stand Alone

Untuk mencatat harga barang dan perlengkapan dan perubahannya untuk keperluan harga barang dan perlengkapan dalam penyusunan RKAP For recording the employee debt to the company for the details of the employee debt deduction in salary list

Runing

8 E I S Stand Alone

Untuk laporan operasional kinerja (produksi, angkut, olah, mutu) For reporting of operational performance (production, transport, processing, quality)

Runing

9 www.ptpn13.com Online

Website untuk informasi data perusahaan kepada Stakeholder Website for information of company data to Stakeholders

Runing

10 Gerbang Informasi Online Intranet (GII)

Untuk menerima dan menyediakan informasi dalam upaya knowledge sharing karyawan PTPN XIII To accept and provide information for knowledge sharing of the employees of PTPN XIII

Runing

11 Arsip Digital Online

Untuk menyediakan arsip perusahaan secara digital di komputer dan jaringan TI PTPN XIII To provide the companyâ&#x20AC;&#x2122;s digital file in computer and network TI PTPN XIII

Test run

12 e-LM Online

Untuk penyampaian data LM dari Unit Kerja ke Kantor Direksi For data delivery LM from Work Unit to Directors Offices

Runing

13 e-Procurement Online

Proses pengadaan barang secara online Processing online stocks

Runing

14 BUMN-online Online

Penyampaian data perusahaan ke dalam Portal BUMN di Internet Delivering company data into Portal BUMN on Internet

Runing

15 Web RKAP Online

Untuk penyampaian data RKAP dan Unit Kerja ke Kantor Direksi For data delivery of the Companyâ&#x20AC;&#x2122;s Work and Budget Plans (RKAP) and Work Units to Directors Offices

Runing

16 e-Mail Online

Untuk pengiriman dan penerimaan surat secara online For online e-mail delivery and acceptance

Runing

17 Neraca PKBL Online

Untuk penyusunan Laporan Neraca PKBL For reporting of PKBL Balance

Runing

b. Perangkat Jaringan TI

84

Status Aplikasi Application Status

Hub Broadband Satelit (HBS) PTPN XIII memiliki 1 (satu) set perangkat HBS yang ditempatkan di Kantor Direksi dan mulai beroperasi pada tahun 2003. HBS berfungsi sebagai Pengatur koneksi jaringan melalui satelit dari 18 unit RGs (perangkat satelit) yang dipasang di Unit Kerja, sehingga antar Unit Kerja dan Kantor Direksi bisa saling terkoneksi secara multi point. Remote Gateway Satelit (RGs) PTPN XIII memiliki perangkat RGs yang berfungsi untuk mengkoneksi antar Unit Kerja dengan Kantor Direksi dan merupakan pasangan dari perangkat HBS yang terpasang di Kantor Dirkeksi. Mulai beroperasi sejak tahun 2003

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

b.Technology Information Network Equipment Hub Broadband Satellite (HBS) PTPN XIII has a set of HBS tools placed in the Directors Offices and has started operating since 2003. HBS functions as a server of network connection by satellite of 18 unit RGs (satellite equipment) installed at work units, so that the work units and the Directors Offices can be inter-connected in a multi point way. Remote Gateway Satellite (RGs) PTPN XIII has RGs tool, functioning to inter-connect the Work Units and the Directors Offices and is pair of HBS tool installed at Directors Offices, and has been under use since 2003.


Sumber Daya Manusia & TI Human Resouces & IT

Radio Link (RL) PTPN XIII memiliki RL yang berfungsi untuk mengkoneksikan unit kerja dengan RGs terdekat agar dapat terkoneksi dengan antar Unit kerja dan Kantor Direksi.

RGs Radio Link (RL) Tool PTPN XIII has a RL tool, functionig to connect the Work Units and the closest RGs to enable to be inter-connected with the Work Units and Directors Offices,

Fibre Optic (FO) PTPN XIII memiliki 6 pasang FO yang dipasang pada tahun 2004. FO berfungsi untuk mengkoneksikan Unit Kerja dengan RGs di Unit Kerja terdekat lainnya.

Fibre Optic (FO) PTPN XIII has six pairs of Fos installed in 2004. These Fos function to connect the Work Units with RGs at other closest Work Units.

Local Area Network (LAN) Total computer yang terkoneksi di dalam jaringan LAN PTPN XIII sebanyak 492 unit. Jaringan LAN berfungsi untuk mengkoneksikan computer dengan server dan computer lainnya melalui kabel UTP.

Server PTPN XIII memiliki 33 unit server yang dipasang antara tahun 2003 sampai dengan tahun 2007. Server berfungsi sebagai tempat untuk program aplikasi dan data dari kegiatan komunikasi komputer di PTPN XIII. Internet Pada mulanya kapasitas bandwith koneksi internet dari jaringan TI PTPN XIII sebesar 512 Kbps, pada tahun 2009 ini ditingkatkan menjadi 1.024 Kbps. Penambahan kapasitas ini dimaksudkan untuk persiapan aplikasi e-Procurement. Transponder Internet Secara teknis kebutuhan bandwith transponder satelit sebesar 4 MHz. untuk kebutuhan uplinkdan downlink HBS sebesar 2,5 MHz, sisanya 1,5 MHz untuk kebutuhan koneksi 18 RGs terpasang, sehingga rata-rata koneksi per RGs sebesar 64 Kbps.

c. Sistem Operasi (OS) Komputer dan Server

Local Area Network (LAN) Total computers connected in the LAN of PTPN XIII are 492 units The LAN network functions to connect a computer with the server and other computers through UTP cables. Server PTPN XIII has 33 units of servers installed in between 2003 to 2007. A server is a place to store application programs and data resulting from the communication activities of the computers in PTPN XIII. Internet In 2009, bandwith capacity of internet connection from TI network in PTPN XIII was increased to 1,024 Kbps. This capacity increase was meant to preparing the application of e-Procurement. Transponder Internet Technically, the demand for satellite bandwith transponder is 4 MHz; for uplink and downlink HBS, 2,5 MHz; the remaining 1.5 MHz for connection need of 18 RGs installed, therefore the average connection per RGs is 64 Kbps.

c. Computer and Server Operation System

Perangkat lunak sistem operasi komputer, server, RGs dan HBS dari perangkat milik PTPN XIII sendiri dan sewa, terlihat pada tabel di bawah ini :

The software of computer, server, RGs and HBS operation systems from the equipment owned by PTPN XIII and from rent is shown in the following Table:

No

Uraian (Details)

Jumlah (Total)

Sistem Operasi (Operation System)

1 2 3 4 5 6.

RG Server Client Server Komputer PC Laptop HBS

20 16 17 386 24 1

Windows NT Windows 2003 Linux Windows 2000, 2003, XP Windows 2000, 2003, XP Windows NT, XP

Perseroan telah mengimplementasikan Master Plan Teknologi Informasi PTPN XIII tahun 2009 â&#x20AC;&#x201C; 2013. Selain itu, kami juga tengah melakukan beberapa Pilot

The Company has implemented Master Plan of Information Technology of PTPN XIII in 2009 â&#x20AC;&#x201C; 2013. In addition, we are carrying out some Pilot projects

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

85


Sumber Daya Manusia & TI Human Resouces & IT

project Sistem Informasi Manajemen, di antaranya Pilot project pembangunan Digital Library untuk penataan dan penyebaran informasi Litbang serta Knowledge Management, serta Pilot project penerapan Geographical Information System (GIS) untuk pengelolaan kebun kelapa sawit. Kami telah berhasil menyelesaikan pembangunan aplikasi CMMS (Computerize Maintenance Management System) untuk Preventive Maintenance Pabrik Minyak Sawit (PMS), dan sudah memasuki tahap pelatihan operasional dan input master data.

in Management Information System, including Pilot project of developing Digital Library for organizing and distributing information of Research and Development and Knowledge Management, and Pilot project of Geographical Information System (GIS) application for the operation of oil palm estate. We have also successfully accomplished the development of CMMS (Computerize Maintenance Management System) application for Preventive Maintenance of Palm Oil Plant, which has already moved into the stage of operational training and master data input.

Arah Stategi TI

Direction of IT Strategy

Mengoptimalkan fungsi TI dan infrastuktur TI yang ada untuk memenuhi aspirasi pimpinan perusahaan dengan melakukan pembangunan beberapa aplikasi berbasis online dalam bidang pengelolaan perkebunan melalui GIS, pemeliharaan pabrik, persediaan hasil olahan, logistik, pengadaan barang, keuangan, akuntansi dan pemasaran.

Optimization of IT function and infrastructure by establishing some online-based applications in the estate management by means of GIS, plant maintenance, supply of processing result, logistic, goods supply, finance, accounting and marketing.

TI menjadi alat untuk mengambil keputusan dengan cepat, tepat, akurat dan aman.

IT-based management information system re engineering

Reengineering sistem informasi manajemen yang ada menjadi sistem informasi manajemen berbasis TI

HRâ&#x20AC;&#x2122;s improvement in IT competence within PTPN XIII

It becomes instrument in fast, appropriate, accu rate, and safe decision making.

Peningkatan kompetensi SDM menjadi IT minded

Portofolio Proyek

Project Portfolio

Rencana pembangunan beberapa aplikasi teknologi informasi sebagai berikut: Sistem Informasi Eksekutif Sistem Informasi Eksekutif, yang dibangun berbasis online, dapat diakses melalui internet, sehingga Direksi dan pelaku bisnis yang terkait dengan informasi tersebut dapat memperoleh informasi kinerja utama perusahaan di mana saja dan kapan saja.

The development planning of some information technology applications is as follows: Executive Information System Executive Information System, which online-based, is accessible via internet, so that the Directors and the business players relating to the information can obtain information of the company ultimate performance at any place and at any time.

Aplikasi tanaman dan Produksi Aplikasi seluruh aktivitas operasional di bidang tanaman yang dibangun berbasis database online yang dapat diakses oleh manajemen di mana saja kapan saja, guna pengambilan keputusan dan pengendalian seluruh aktivitas di unit kerja, meliputi Aplikasi tanaman dan produksi, Aplikasi angkut produksi dan restan, Aplikasi pemeliharaan infrastruktur. Aplikasi pemeliharaan pabrik dan pengolahan. Aplikasi yang akan dibangun berbasis online database untuk memantau kegiatan pemeliharaan pabrik dan proses pengolahan produksi untuk Pabrik MInyak Sawit dan Pabrik Karet. Aplikasi persediaan hasil jadi Aplikasi yang akan dibangun berbasis online data-

86

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Plant and Production Application Application of all operations in plant aspect that is developed on the basis of database online accessible by the management at any place and at any time for decision making and controlling of all activities at work units, includes plant and production application, application of production and remnants transporting, and Application of infrastructure maintenance. Plant Maintenance and Processing Application. An online database-based application to be built to monitor any activities in maintaining plants and production processing for Palm Oil and Rubber Plants. Application of finished product stock An online database-based application to be built to monitor the supply of finished products of oil palm


Sumber Daya Manusia & TI Human Resouces & IT

base untuk memantau persediaan hasil jadi produk kelapa sawit dan karet. Aplikasi anggaran perusahaan Aplikasi yang akan dibangun berbasis online database untuk penyusunan RKAP dan RKO untuk sawit dan karet. Aplikasi keuangan dan akuntansi Aplikasi yang akan dibangun berbasis online data base untuk penyusunan laporan keuangan, laporan manajemen, laporan bahan baku dan perlengkapan (inventory control) serta laporan lainnya yang berkaitan dengan Keuangan dan Akuntansi. Aplikasi Personalia Aplikasi yang akan dibangun berbasis online data base untuk proses yang berkaitan dengan personalia, yaitu: rekrutmen, mutasi, promosi, demosi, payroll, pensiun, pengobatan, SPK dll. Aplikasi pengadaan Aplikasi yang akan dibangun berbasis online data base untuk proses yang berkaitan dengan pengadaan. Aplikasi pengadaan akan terintegrasi dengan aplikasi akuntansi, logistic dan data anggaran. Aplikasi CSR Aplikasi yang akan dibangun berbasis online database untuk proses yang berkaitan dengan kegiatan CSR. Secara sistem dan database akan berintegrasi dengan aplikasi akuntansi dan data anggaran.

and rubber production. Company Budget Application An online database-based application to be built to develop the Company Work and Budget Plans (RKAP) and RKO for oil palm and rubber. Financial and Accounting Application An online database-based application to be built to develop financial statement, management reports, raw material reports and inventory control and other reports related to Financing and Accounting. Personnel Application An online database-based application to be built for a process related to personnel, such as: recruitment, mutation, promotion, payroll, pension, medical service, Work Appraisal System and so forth. Stock Application An online database-based application to be built for any process in relation to stock. Stock application will be integrated with accounting application, logistic and budget data. Aplikasi CSR An online database-based application to be built for any process relating to CSR activities. From the aspect of system and database this application will be integrated with accounting and budget data application.

Arsitektur Jaringan IT PTPN XIII (Persero) IT Network Architecture PTPN XIII (Persero)

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

87


Sumber Daya Manusia & TI Human Resouces & IT

88

Laporan Tahunan 2009 Annual Report


Kami telah membangun landasan yang kokoh di bidang produksi, dan berkomitmen untuk meningkatkan produksi dan produktvitas serta meningkatkan mutu produk. Sebagai satu-satunya BUMN sektor perkebunan di wilayah Kalimantan, keberadaan kami semakin dirasakan oleh petani plasma mitra binaan. Kami tumbuh bersama mereka.

Tinjauan Operasional Operational Review

We have built a strong platform in production, and committed to increase production and productivity and to improve product quality. As the only State-Owned Enterprise in plantation sector in Kalimantan, our existence is meaningful for our supervised partner of smallholder farmers. We grow with them.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

89


Tinjauan Operasional Operational Review

Tinjauan Operasional Operational Review

Tinjauan Industri

Industrial Review

Komoditas Kelapa Sawit

Oil Palm Commodity

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tiga bulan terakhir tahun 2008 mulai melambat akibat krisis keuangan global. Meskipun demikian, secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2008 masih bisa mencapai 6,1% dikarenakan sepanjang tahun 2008, terutama sampai triwulan ke III, ekonomi Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan yang baik.

Indonesian economic development during the last three months of 2008 decelerated due to global financial crisis. However, in general Indonesian economic growth in 2008 reached 6.1% because during 2008 especially in the 3rd quarter, Indonesian economic still showed relatively positive growth.

Sektor agribisnis mengalami hambatan di sekitar akhir 2008. Perdagangan sejumlah komoditi unggulan seperti CPO, kakao, karet dan kopi terganggu karena harga komoditi tersebut anjlok di pasar dunia. Kondisi ini semakin parah bersamaan dengan terpuruknya perekonomian dunia akibat krisis ekonomi global, yang berakibat pada merosotnya permintaan dunia terhadap CPO Indonesia dari 800 ribu ton per bulan menjadi tinggal 400 ribu ton per bulan (Indonesian Commercial Newsletter, Desember 2008). Selama ini sekitar 70% produksi CPO Indonesia dipasok ke pasar internasional sehingga harga CPO sangat tergantung pada permintaan pasar dunia. Saat harga minyak mentah dunia naik mencapai di atas US$ 100 per barel, permintaan CPO dunia juga naik sehingga mendorong harga CPO mencapai titik tertinggi US$ 1.250 per ton pada Maret 2008. Namun, ketika harga minyak mentah dunia turun, harga CPO juga melandai menjadi US$ 850 per barel pada Agustus 2008. Bahkan saat harga minyak anjlok menjadi sekitar US$ 50 per barel, harga CPO ikut anjlok menjadi US$ 500 per ton. Melangkah menuju tahun 2009, ekonomi Indonesia menghadapi dampak krisis finansial global. Akibat krisis global, permintaan akan minyak sawit juga mengalami penurunan. Bagi perusahaan yang bergerak di sektor agribisnis, hal tersebut akan sangat berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Pada tahun 2009, harga minyak sawit berfluktuasi dan secara umum lebih rendah dari harga tahun 2008. Selain hal tersebut di atas, beberapa faktor

90

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

The agribusiness sector faced some obstacles at the end of 2008. The trade of several superior commodities such as CPO, cocoa, rubber and coffee was disturbed because the price of those commodities drops in the world market. Such condition was worsening by the downfall of world economics due to global economic crisis, affecting on the decrease of world demand for Indonesian CPO from 800 thousand tons per month to only 400 thousand tons per months (Indonesian Commercial Newsletter, December 2008). All these times, approximately 70% of Indonesian CPO production is supplied to the international market so that CPO price highly depends on the demand of world market. When the price of world crude oil increased to more than US$ 100 per barrel, the demand of CPO world also increased so that it boosted CPO price to its highest level US$ 1,250 per ton in March 2008. However, when the price of world crude oil decreased, CPO price also decreased to US$ 850 per barrel in August 2008. In fact, when oil price dropped to US$ 50 per barrel, CPO price also dropped to US$ 500 per ton. Approaching 2009, Indonesian economics faced the impact of global financial crisis. Due to the global crisis, demand for palm oil also decreased. For companies in agribusiness sector, it highly affected the company performance. In 2009, the price of palm oil fluctuated and in general it was lower than that of in 2008. Besides that, several factors causing the decrease of palm oil was the good result of soybean harvest as the substitute product of CPO (www.amazon.com).


Tinjauan Operasional Operational Review

yang menyebabkan turunnya harga adalah panen soybean yang baik sebagai produk substitusi CPO (www.amazon.com). Barometer harga minyak sawit dunia selama ini adalah harga yang terjadi di pasar Rotterdam dan Kuala Lumpur. Berikut ini disajikan grafik pergerakan harga CPO yang dikeluarkan oleh MPOB. Secara umum, harga CPO bulan Januari - September 2009 jauh di bawah harga tahun 2008, namun mendekati harga tahun 2007.

All these times, barometer for the price of world palm oil is the price is Rotterdam and Kuala Lumpur market. The following is a chart illustrating the CPO price trend issued by MPOB. In general, CPO price in January â&#x20AC;&#x201C; September 2009 was much lower than that of in 2008, but it was close to the price in 2007.

Komoditas Karet

Rubber Commodity

Seperti halnya minyak sawit, harga karet di pasar komoditi sangat terpengaruh oleh kondisi ekonomi global. Krisis global membuat permintaan karet alam menurun drastis, yang berakibat pada jatuhnya harga karet alam di pasar internasional. Di saat yang sama, pasokan karet dunia justru melonjak dari 9,942 juta di tahun 2008 menjadi 9,990 juta di 2009. Tiga negara produsen karet, Indonesia, Malaysia, dan Thailand yang tergabung dalam International Tripartite Rubber Council (ITRC) bersepakat menurunkan ekspor karet alam sebanyak 700 ribu ton dalam tahun 2009. Kebijakan mengurangi volume akan membantu para petani eksportir karet alam untuk mempertahankan harga yang lebih menguntungkan.

As palm oil, rubber price in the commodity market is also highly affected by the global economics condition. Global crisis caused the downfall of demand for natural rubber, resulted in the downfall of natural rubber price in the international market. At the same time, the world supply of rubber increased from 9.942 million in 2008 to 9.990 million in 2009. Three rubber producer countries, Indonesia, Malaysia and Thailand collaborated in International Tripartite Rubber Council (ITRC) agreed to decrease the volume of natural rubber export as much as 700 thousand tons in 2009. The policy to decrease volume would help natural rubber farmers to maintain more profitable price.

Data Departemen Perdagangan (Depdag) menunjukkan, realisasi ekspor karet dan produk karet Indonesia periode Januari - Agustus 2009 mencapai US$ 2,9 miliar, menurun hingga 46,3% dari tahun sebelumnya yang mencapai US$ 5,4 miliar. Berdasarkan data Komite Karet Nasional, konsumsi karet dunia pada

Data from the Department of Commerce showed that Indonesian rubber export and products during January - August 2009 reached US$ 2.9 billion, decreased by 46.3% from the previous year that reached US$ 5.4 billion. Based on data from the National Rubber Committee, the consumption of world rubber in 2009

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

91


Tinjauan Operasional Operational Review

2009 mengalami penurunan 5,6% dari konsumsi karet tahun lalu sebesar 9,55 juta ton menjadi 9,012 juta ton di 2009.

decreased by 5.6% from the consumption of world rubber in the previous year that reached 9.55 million tons to 9.012 million tons in 2009.

Secara agregat, harga karet tahun 2009 lebih rendah dibandingkan tahun 2008. Sepanjang tahun 2009, terutama sampai triwulan III, harga karet dunia berfluktuasi dan berada di kisaran US$ 1,5 per kilogram. Pada saat itu kurs dollar terhadap rupiah mencapai Rp 8.940 per US$ sehingga harga karet per kilogram hanya mencapai kisaran Rp 13.410.

Aggregately, rubber price in 2009 was lower than that of in 2008. In 2009, especially up to the 3rd quarter, the price of world rubber fluctuated and was around US$ 1.5 per kilogram. At that time, exchange rate for dollar to rupiah reached IDR 8,940/US$, therefore rubber price per kilogram only reached IDR 13,410. In the fourth week of October 2009, the price of world rubber reached US$ 2.53 per kilogram, the highest within the last one year. Since rubber price in the world market was better, the quantity of rubber export in the last quarter of 2009 increased.

Pada minggu keempat bulan Oktober 2009, harga karet dunia sudah mencapai US$ 2,53 per kilogram, harga tertinggi selama satu tahun terakhir. Dengan membaiknya harga karet di pasar dunia, laju ekspor karet di kuartal terakhir 2009 mengalami kenaikan.

Tinjauan Operasional Per Komoditas

Operational Review per Commodity

Komoditas Kelapa Sawit

Oil Palm Commodity

Luas Areal

Width of the Area

Sampai dengan 31 Desember 2009, areal tanaman kelapa sawit mencapai seluas 109.388 ha atau 3,22% dari luas tahun 2008 yang mencapai 105.977 ha, terdiri atas kebun sendiri seluas 51.553 ha dan kebun plasma seluas 57.835 ha. Sepanjang tahun 2009, terdapat penambahan areal seluas 4.174 ha, terdiri atas areal kebun sendiri seluas 2.700 ha dan areal kebun plasma seluas 1.474 ha. Areal perkebunan kelapa sawit PTPN XIII tersebar di 4 (empat) Distrik dan 12 unit kebun, meliputi wilayah Propinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.

Up to December 31, 2009, the width of oil palm area was 109,388 Ha or 3.22% of the width in 2008 that reached 105,977 Ha, consisting of nucleus estates with the total width of 51,553 Ha and smallholder estates with the total width of 57,835 Ha. In 2009, there was an addition of area width for 4,174 Ha, consisting of nucleus estates 2,700 Ha and smallholder estates 1,474 Ha. Oil palm plantation of PTPN XIII is distributed in 4 (four) Districts and 12 estate units, covering West Kalimantan Province, South Kalimantan, Central Kalimantan and East Kalimantan.

Areal Kebun Kelapa Sawit (ha) Tahun 2005-2009 Oil Palm Plantation Area (ha) in 2005 - 2009

104.034

102.971

48.008

54.963

92

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

109.388

105.977

55.469

55.508 48.320

56.361 49.616

2006

2007

2008

48.565

2005

103.828

51.553

57.835

2009

Kebun Inti (Nucleus Estate) Kebun Plasma (Plasma Estate) Total


Tinjauan Operasional Operational Review

Perbandingan Luas Areal Tanaman Sawit Kebun Sendiri dengan Kebun Plasma Width Comparison of Nucleus Estates and Plasma Estate

Kebun Sendiri Nucleus Estates Kebun Plasma Plasma Estates

Komposisi areal tanaman Kebun Sendiri pada tahun 2009 didominasi oleh Tanaman Menghasilkan, meliputi Tanaman muda hingga dewasa mencapai 47,75%, Tanaman Tua mencapai 11,26% dan Tanaman Tua Renta mencapai 29,90%. Sedangkan persentase Tanaman Belum Menghasilkan mencapai 5.85% dan Tanaman Baru/Tanaman Ulang mencapai 5,24%. Untuk Tanaman Tua Renta dan Tanaman Tua, secara bertahap akan diremajakan minimum 4% per tahun dari total areal sehingga menjamin kesinambungan produksi.

The composition of plants in the Nucleus Estates in 2009 was dominated by Matured Plants, consisting of Young Plants to Mature Plants as much as 47.75%, Old Plants as much as 29.90% and Post Old Plants as much as 11.26%. Meanwhile the percentage of immature plants was 5.85% and New Plants/Regenerated Plants was 5.24%. Post Old and Old Plants would be gradually regenerated at least 4% per year out of the total area in order to maintain the balance of production.

Komposisi areal tanaman kebun sendiri tahun 2009 The composition of nucleus estates in 2009

Uraian Description

Luas Areal (Ha) Width Of The Area

Persentase (%) Percentage

Tanaman Menghasilkan (TM) Matured Plants : Muda Young (3-8 years) Remaja Juvenile (9-13 years) Dewasa Mature (14-20 years) Tua Old (21-25 years) Tua Renta Post Old (>25 years) Tanaman Belum Menghasilkan Immature Plants Tanaman Baru/Tanaman Ulang New Plants/Regenerated Plants

5.819 12.735 6.064 5.807 15.414 3.014 2.700

11,29 24,70 11,76 11,26 29,90 5,85 5,24

51.553

100,00

Total

Komposisi areal tanaman Kebun Plasma pada tahun 2009 didominasi oleh Tanaman Menghasilkan, meliputi Tanaman muda hingga dewasa mencapai 47,55%, Tanaman Tua mencapai 36,63% dan Tanaman Tua Renta mencapai 6,00%. Sedangkan persentase Tanaman Belum Menghasilkan mencapai 7,26% dan Tanaman Baru/Tanaman Ulang mencapai 2,55%. Untuk Tanaman Tua Renta dan Tanaman Tua, secara bertahap akan diremajakan melalui program Revitalisasi Perkebunan.

The composition of plants in the Smallholder Estates in 2009 was dominated by Matured Plants, consisting of Young Plants to Mature Plants as much as 47.55%, Old Plants as much as 36.63% and Post Old Plants as much as 6.00%. Meanwhile the percentage of immature plants was 7.26% and New Plants/Regenerated Plants was 2.55%. Post Old and Old Plants would be gradually regenerated through Estate Revitalization program.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

93


Tinjauan Operasional Operational Review

Komposisi areal tanaman Kebun Plasma pada tahun 2009 The composition of Plasma Estates in 2009

Uraian Description

Tanaman Menghasilkan (TM) Matured Plants : Muda Young (3-8 years) Remaja Juvenile (9-13 years) Dewasa Mature (14-20 years) Tua Old (21-25 years) Tua Renta Post Old (>25 years) Tanaman Belum Menghasilkan (Immature Plants) Tanaman Baru/Tanaman Ulang (New Plants/Regenerated Plants) Total

Persentase (%) Percentage

9.128 11.597 6.780 21.188 3.471 4.197 1.474 57.835

15,78 20,05 11,72 36,63 6,00 7,26 2,55 100,00

Produksi dan Produktivitas

Production and Productivity

Kami berhasil mencapai kinerja operasional dengansangat baik. Produksi dan produktivitas kebun sendiri maupun plasma melonjak di atas tahun sebelumnya. Secara total kami mampu menghasilkan Tandan Buah Segar sebanyak 1.604.922 ton, melonjak sebesar 21,33% dibandingkan tahun 2008 yang mencapai 1.322.815 ton.

We were able to achieve excellent operational per formance. Production and productivity of nucleus estates and smallholder estates increased beyond the achievement in the previous year. In total we were able to produce Fresh Fruit Bunch as much as 1,604,922 tons, increased by 21.33% compared to that of in 2008 that reached 1,322,815 tons.

Kami juga berhasil memproduksi CPO sebanyak 346 ribu ton, melonjak sebesar 23,33% dibandingkan tahun 2008 yang mencapai 280 ribu ton. Produksi ini berasal dari kebun sendiri, kebun plasma dan kebun pihak ketiga. Pertumbuhan produksi CPO total sejak tahun 2007 hingga 2009 menunjukkan trend yang semakin meningkat, berturut-turut adalah sebesar 15,50% dan 23,33%.

We also succeeded in producing CPO as much as 346 thousand tons, increased 23.33% compared to that of in 2008 that reached 280 thousand tons. The production was originated from nucleus estates, smallholder estates and third party estates. The total increase of CPO production since 2007 â&#x20AC;&#x201C; 2009 showed stronger trends, 15.51% and 23.33%, respectively.

Produksi TBS total Total FFB Production

Produksi CPO total Total CPO Production

Perseroan mampu meraih produksi TBS yang berasal dari kebun sendiri sebesar 815.137 ton, bertumbuh sebesar 17,75% dari tahun 2008. Seiring dengan hal tersebut, produksi minyak sawit meningkat sebesar 21,74%, demikian juga produksi inti sawit bertumbuh sebesar 19,39%.

The company was able to produce FFB originating from nucleus estates as much as 815,138 tons, increased 17.75% from that of in 2008. At the same time, palm oil production also increased by 21.74%, and palm kernel production also increased by 19.39%.

Produktivitas TBS kebun sendiri bertumbuh sebesar 10,62%, yaitu dari 16,07 Ton TBS/ha pada tahun 2008 menjadi 17,78 Ton TBS/ha pada tahun 2009. Demiki-

94

Luas Areal (Ha) Width Of The Area

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

The productivity of FFB from nucleus estates increased by 10.62% from 16.07 tons of FFB/ha in 2008 to 17.78 tons of FFB/ha in 2009. And the productivity of palm oil and palm kernel from nucleus estates also


Tinjauan Operasional Operational Review

an pula, produktivitas Minyak dan Inti Sawit Kebun Sendiri meningkat masing-masing sebesar 17,57% dan 17,54%. Kinerja operasional kebun plasma kelapa sawit juga cukup membanggakan. Terhadap capaian tahun 2008, produksi TBS, minyak sawit dan inti sawit masing-masing bertumbuh sebesar 24,02%, 23,85% dan 23,01%. Produktivitas kebun plasma bertumbuh sebesar 21,72%, yaitu dari 7,46 ton TBS/ha menjadi 9,08 Ton TBS/ha, sedangkan produktivitas minyak sawit dan inti sawit masing-masing bertumbuh sebesar 21,57% dan 20,98%. Strategi yang dilaksanakan pihak manajemen untuk meningkatkan produksi dan produktivitas adalah peningkatan kualitas aset produksi, antara lain meliputi: Pemeliharaan tanaman sesuai baku teknis yang dipersyaratkan Pemupukan dengan berpedoman pada 4T dan berdasarkan hasil rekomendasi dari Puslit Kelapa Sawit. Soil building dengan memanfaatkan tankos dan limbah cair. Luas areal yang telah diberi tankos adalah 4.193,30 ha dari luas areal TM seluas 48.839 ha. Peningkatan pengutipan brondolan sekaligus untuk meningkatkan rendemen Diadakannya penilaian kebun terbaik untuk memotivasi karyawan di unit kerja Perbaikan infrastruktur selalu menjadi perhatian untuk menunjang angkutan produksi. Perbaikan PMS secara intensif dan dilaksanakan Preventive Maintenance secara terprogram. Beberapa faktor pendukung meningkatnya produksi plasma antara lain : Harga TBS relatif baik, sehingga mendorong seba gian petani melakukan pemeliharaan kebun dan panen lebih baik. Pengelolaan kebun plasma yang lebih fokus dengan terbentuknya manajemen kebun plasma. Peningkatan produktivitas yang signifikan di areal PSM, sehingga mendorong petani plasma yang lain untuk melakukan pemeliharaan kebun sesuai baku teknis. Program pelatihan dan pendampingan petani plasma dalam pengelolaan kebun plasma yang dilaksanakan pada sebagian petani sejak bulan Matahun 2009 menunjukkan hasil positif.

increased by 20.00% and 17.57%, respectively. Operating performance of oil palm smallholder estates was also encouraging. Compared to production in 2008, the production of FFB, palm oil and palm kernel increased by 24.02%, 23.85% and 23.01%, respectively. The productivity of smallholder estates increased by 21.72%, from 7.45 tons of FFB/Ha to 9.08 tons of FFB/ Ha, while the productivity of palm oil and palm kernel increased by 21.57% and 20.98%, respectively. The strategy used by the management to increase production and productivity is improvement on production of asset quality covering: Plant maintenance based on the required technical standard. Fertilization based on 4T (Cut, Plant, Leave, Harvest) and the recommendation from Oil Palm Research Institute. Soil building by using empty fruit bunch and liquid waste. The total area to which empty fruit bunch has been given was 4,193.30 Ha out of 48,893 Ha of matured plants area. Increasing the activity of picking fruits in order to increase yield. Assessing the best estate to motivate employees in the work unit. Repairing infrastructures should always be taken into account to support production transportation. Intensive Palm Oil Mill reparation and conducting scheduled Preventive Maintenance. Several supporting factors to increase smallholder production among others: FFB price was relatively good; therefore it encouraged some farmers to improve their estate maintenance and harvest. Smallholder estate management was more focused by the establishment of smallholder estate management. Significant increase of productivity in the Palm Oil Mill area and it encouraged the other smallholder farmers to manage their estates based on technical standard. Training and coaching program for smallholder farmers in managing smallholder estates conducted to some of the farmers since March 2009 has showed positive results.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

95


Tinjauan Operasional Operational Review

Perkembangan Produktivitas Kelapa Sawit Kebun Sendiri dan Kebun Plasma sepanjang 5 (lima) tahun terakhir adalah sebagai berikut

96

The Progress of Oil Palm Productivity in Nucleus Estates and Plasma Estates for the last 5 (five) years is as follows:

Produktivitas TBS Kebun Sendiri (ton/ha) FFB Productivity in Nucleus Estates

Produktivitas TBS Kebun Plasma (ton/ha) FFP Productivity in Smallholder Estates

Produktivitas MS Kebun Sendiri (ton/ha) CPO Productivity in Nucleus Estates

Produktivitas MS Kebun Plasma (ton/ha) CPO Productivity in Smallholder Estates

Produktivitas IS Kebun Sendiri (ton/ha) Palm Kernel Productivity in Nucleus Estates

Produktivitas IS Kebun Plasma (ton/ha) Palm Kernel Productivity in Smallholder Estates

Laporan Tahunan 2009 Annual Report


Tinjauan Operasional Operational Review

Infrastruktur

Infrastructures

Guna menjamin kelancaran pengangkutan Tandan Buah Segar hasil panen dari kebun ke pabrik, diperlukan sarana transportasi yang memadai, meliputi sarana angkutan dan sarana jalan. Target kami adalah TBS dapat terangkut ke pabrik tidak lebih dari 24 jam setelah panen. Untuk itu, kami telah melengkapi sarana dan prasarana yang diperlukan berupa:

In order to ensure the efficiency of transporting Fresh Fruit Bunch this has been harvested from the estate to the mill, adequate means of transportation consisting of transportation and roads. It is our target to transport FFB to the mill not more than 24 hours after the harvest. Therefore, we have prepared the required means and infrastructures in the form of:

Sarana angkutan produksi dengan truk sendiri dan koperasi. Sarana pemeliharaan jalan: excavator, grader, dan compactor. Sarana jalan: perbaikan jalan utama dan jalan penghubung, difokuskan untuk jalan produksi. Selama tiga tahun terakhir, kami telah berhasil memperbaikai jalan penghubung sepanjang 60,90 km, jalan produksi sepanjang 129,47 km dan jalan koleksi sepanjang 87,45 km dengan nilai sebesar Rp. 77,36 miliar.

Means of transportation for production goods using self-owned trucks and cooperative trucks. Means for road maintenance: Excavator, grader and compactor. Road: The reparation of the main road and the connecting road, focused for production roads. During the last three years, we have succeeded in repairing the connecting road for 60.90 km, production road for 129.47 km and collecting road for 87.45 km with the total value of IDR 77.36 billion.

Rendemen

Yield

Realisasi rendemen rata-rata Minyak Sawit dan Inti Sawit tahun 2009 berada di atas periode yang sama tahun 2008 masing-masing sebesar 0,56% dan 0,05%. Terdapat kecenderungan peningkatan rendemen minyak sawit selama lima tahun terakhir. Pada tahun 2005, realisasi rendemen minyak sawit mencapai level 21,01%, sedangkan tahun 2009 meningkat menjadi 22,60%.

The average yield of Palm Oil and Kernel in 2009 was higher than that of the same period in 2008, which was 0.56% and 0.05%, respectively. There was a trend of palm oil yield increase during the last five years. In 2005, the palm oil yield reached 21.01%, while in 2009 it increased to 22.60%.

Secara konsisten, kami berupaya untuk meningkatkan kinerja pabrik sehingga dapat beroperasi secara efisien dan menghasilkan tingkat ekstraksi yang tinggi. Selain itu, kami juga memberlakukan penerimaan produksi TBS berdasarkan luasan areal, kepemilikan, analisa mutu dan penerapan sanksi pengurangan harga bagi yang menyimpang dari norma.

Consistently, we have made several efforts to increase the mill performance in order to operate efficiently and to produce high quality extraction. Besides that, we also receive FFB production based on area width, ownership, quality analysis and sanction in the form of price reduction for those who violate the rules.

Rendemen Rata-rata Minyak Sawit (%) Average Palm Oil Extraction (%)

Kapasitas Olah Pabrik Kelapa Sawit

Processing Capacity of Palm Oil Mill

PTPN XIII memiliki 7 (tujuh) unit Pabrik Minyak Sawit, yang tersebar di wilayah Kalimantan Barat I, Kalimantan Barat II, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan/Tengah. Pada tahun 2009, produksi TBS yang berhasil diolah adalah sebesar 1.528.937 ton, meningkat 37,05% dibandingkan tahun 2008 yang mencapai

PTPN XIII possessed 7 (seven) units of Palm Oil Mill, distributed in West Kalimantan I, West Kalimantan II, East Kalimantan and South/Central Kalimantan. In 2009, FFB production which could be processed was 1,528,937 tons, increased by 20.26% compared to that of in 2008 which reached 1,271,393 tons. After

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

97


Tinjauan Operasional Operational Review

1.115.606 ton. Setelah mengalami penurunan kapasitas olah pada tahun 2007 hingga mencapai level 214 Ton TBS/jam, kami berupaya untuk meningkatkan kapasitas olah sehingga mampu mencapai 267 ton TBS/jam pada tahun 2009, atau 97,70% dari kapasitas tersedia. Untuk mendukung pengembangan perkebunan kelapa sawit di Kembayan dan Pelaihari, kami sedang dalam proses pembangunan proyek dua PMS masing-masing berkapasitas 30 ton TBS/jam yang secara bertahap akan ditingkatkan menjadi 60 ton per jam. PMS ini nantinya tidak hanya menampung produksi sawit dari kebun inti, namun juga menampung produksi sawit dari plasma dan perkebunan swasta di sekitarnya. Guna meningkatkan efisiensi kinerja PMS, kami melakukan sistem pemeliharaan dan pengoperasian di pabrik sesuai dengan Standar Operasional Prosedur. Sistem pemeliharaan pabrik kami lakukan secara intern maupun outsourcing kepada pihak ketiga yang kompeten. Selain itu, sepanjang tiga tahun terakhir ini kami juga telah melakukan perbaikan pabrik secara besar-besaran di seluruh PMS yang kami miliki. Untuk keperluan tersebut, kami telah mengalokasikan dana perbaikan pabrik sebesar Rp 343,82 milyar mulai tahun 2007-2009. Perbaikan yang telah kami lakukan berfokus pada perbaikan instalasi pabrik guna peningkatan rendemen dan kapasitas olah.

facing processing capacity reduction in 2007 to 214 tons of FFB/hour, we tried to increase the processing capacity up to 267 tons of FFB/hour in 2009, or 97.70% of the available capacity. In order to support the development of oil palm plantation in Kembayan and Pelaihari, we are in the process of constructing two Palm Oil Mill projects with 30 Tons of FFB/hour for each and gradually will be increased to 60 tons per hour. These two Palm Oil Mills will not only accommodate oil palm production from nucleus estates, but also accommodate oil palm production from the surrounding smallholder estates and private estates. In order to increase the efficiency of Palm Oil Mill performance, we performed a maintenance and operating system at the mill in accordance with the Standard Operating Procedure. The maintenance system of our mill was conducted internally and through outsourcing to competent third party. Besides that, during the last three years we have performed major mill reparation in every Palm Oil Mill that we possess. In order to do that, we have allocated mill reparation fund amounting to IDR 343.82 billion from 2007 - 2009. The reparation was focused on repairing mill installation to increase the yield and processing capacity.

Kapasitas Olah Pabrik Kelapa Sawit Terpakai (ton TBS/jam) Processing Capacity of Used Palm Oil Mill (tons FFB/hour)

Mutu Produksi

Production Quality

Sesuai dengan harapan pelanggan, kami berkomitmen untuk meningkatkan standar kualitas yang tinggi terhadap produk kami, yaitu minyak sawit dan minyak inti sawit. Dalam hal mutu ALB, kadar kotoran dan kadar air Minyak Sawit semakin membaik. Pada tahun 2009, mutu ALB mencapai 4.18% sedangkan tahun 2008 mencapai 4.97%. Demikian pula, mutu kadar air minyak sawit juga meningkat, yaitu dari 0.214% pada tahun 2008 menjadi 0.209 tahun 2009, sedangkan mutu kadar kotoran minyak sawit sesuai dengan standar, yaitu 0.020%.

In accordance with the customersâ&#x20AC;&#x2122; expectation, we are committed to improve the quality standard for our products, palm oil and palm kernel. The quality of free fatty acid, dirt content and water content of Palm Oil is getting better. In 2009, the quality of free fatty acid reached 4.18% while in 2008 it reached 4.97%. And the quality of water content in palm oil also increased, from 0.214% in 2008 to 0.209% in 2009, while the dirt content in palm oil was as standard, 0.020%.

Untuk produk inti sawit, kadar kotoran maupun ka-

98

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

For palm kernel product, dirt content and water content should be improved. In 2009, the quality of free


Tinjauan Operasional Operational Review

dar air masih perlu ditingkatkan. Pada tahun 2009, mutu ALB, kadar kotoran dan kadar air masingmasing mencapai 1,16%, 10,09% dan 7,69%, sedangkan pada tahun 2008 masing-masing mencapai 1,08%, 9,24% dan 7,84%. Beberapa kendala yang dihadapi adalah mutu TBS dari kebun plasma dan pihak ke III belum seluruhnya memenuhi standar yang diharapkan. Kami telah melakukan perbaikan mutu produk melalui pener-bitan Sertifikat Mutu Pengiriman Buah (SMPB), pengetatan pengiriman TBS pada malam hari terutama dari pihak plasma dan pihak III. Sejalan dengan komitmen terhadap peningkatan kualitas, kami telah mendeklarasikan tahun 2010 sebagai “Tahun Mutu”, tahun di mana kami akan semakin fokus pada kualitas produk setelah landasan utama di bidang produksi berhasil kami bangun. Untuk menangani pengendalian mutu produksi, kami telah memiliki Bagian Quality Assurance dan Pengelolaan Sistem Manajemen Mutu. Demikian pula, kami telah memiliki fasilitas laboratorium yang representatif di unit-unit produksi maupun di kantor direksi. Pabrik Minyak Sawit PTPN XIII dengan menggunakan teknologi tinggi dan didukung oleh performa sumber daya manusia yang handal telah berhasil mendapatkan produk berkualitas dan diakui dunia sejak tahun 2005. Perusahaan telah menerapkan dan meraih SMM SNI ISO 9001 versi 2000 (ISO 9001 : 2000) untuk proses produksi masing-masing di 7 (tujuh) Pabrik Minyak Sawit (PMS) yang dikeluarkan oleh PT TUV NORD Indonesia, tanggal 12 Agustus 2008 dengan masa berlaku sampai dengan 11 Agustus 2011. Ketujuh PMS yaitu PMS Gunung Meliau (Kalbar), PMS Rimba Belian (Kalbar), PMS Parindu (Kalbar), PMS Ngabang (Kalbar), PMS Long Pinang (Kaltim), PMS Samuntai (Kaltim), dan PMS Long Kali (Kaltim). Perusahaan telah melakukan pelatihan, sosialisasi dan revisi dokumentasi SMM ISO 9001 versi 2000 ke versi 2008 di PMS di wilayah Distrik Kalimantan Timur (DKT). Selanjutnya menyusul PMS lainnya.

fatty acid, dirt content and water content was 1.16%, 10.09% and 7.69%, while in 2008 was 1.08%, 9.24% and 7.84%. Several obstacles that we faced were the fact that not every product of FFB from nucleus estates and 3rd party estates met the expected quality standard. We have conducted product quality improvement by issuing Certificate of Fruit Shipping Quality (SMPB), limiting FFB shipping at night especially from smallholder estates and 3rd party estates. In relation to commitment to quality improvement, we have declared 2010 as the “Quality Year”, a year in which we will be more focused on product quality after we succeed in establishing the main platform in production sector. In order to control production quality, we possess Quality Assurance and Quality Management System Department. We have also possessed representative laboratory facilities in our production units and in the head office. The Palm Oil Mill of PTPN XIII by using high technology and supported by excellent performance of human resources has succeeded in producing high quality products and is admitted by the world since 2005. The company has applied and achieved Quality Management System of Indonesian National Standard ISO 9001: 2000 (ISO 9001: 2000) for production process in 7 (seven) Palm Oil Mills issued by PT TUV NORD Indonesia on August 12, 2008 which is valid through August 11, 2011. The seventh Palm Oil Mills are POM Gunung Meliau (West Kalimantan), POM Rimba Belian (West Kalimantan), POM Parindu (West Kalimantan), POM Ngabang (West Kalimantan), POM Long Pinang (East Kalimantan), POM Samuntai (East Kalimantan), and POM Long Kali (East Kalimantan). The company has held training, socialization and revision on documentation for Quality Management System of ISO 9001: 2000 to ISO 9001: 2008 in Palm Oil Mill in the District of East Kalimantan. The other Palm Oil Mills will follow.

Komoditas Karet

Rubber Commodity

Luas Areal

Width of the Area

Sampai dengan 31 Desember 2009, Perseroan memiliki areal karet seluas 43.290 ha, terdiri atas kebun sendiri seluas 13.695 ha dan kebun plasma seluas 29.595 ha. Sepanjang tahun 2009, terdapat penambahan areal tanaman baru kebun sendiri seluas 1.393,33 ha, untuk menggantikan areal yang tidak

Up to December 31, 2009 the Company has possessed rubber plantation with the total area of 43,290 ha, consisting of nucleus estates 13,695 ha and smallholder estates 29,595 ha. In 2009, there was an addition of area width for new plants in nucleus estates with the total size of 1,393.33 ha to replace uneco-

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

99


Tinjauan Operasional Operational Review

ekonomis seluas 1.479,40 ha. Areal perkebunan karet PTPN XIII tersebar di 3 (tiga) Distrik dan 6 (enam) unit kerja, meliputi wilayah Propinsi Kalimantan Barat I, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan/Tengah.

nomical areas with the total width of 1,479.40 Ha. Rubber plantation of PTPN XIII is distributed in 3 (three) Districts and 6 (six) work units, covering West Kalimantan I Province, East Kalimantan and South/ Central Kalimantan.

Areal Kebun Karet Tahun 2005-2009 Rubber Plantation Area in 2005 - 2009 42.766

42.559 31.025

11.534

31.026

11.740

43.376

41.977 29.595

12.382

29.595 13.781

43.290 29.595 13.695

Kebun Inti (Nucleus Estate) Kebun Plasma (Plasma Estate) Total

Perbandingan Luas Areal Tanaman Karet Kebun Sendiri dengan Kebun Plasma Width Comparison of Rubber in Nucleus Estates and Smallholder Estates

Kebun Sendiri Nucleus Estates

Kebun Plasma Smallholder Estates

Komposisi areal tanaman karet Kebun Sendiri pada tahun 2009 didominasi oleh Tanaman Menghasilkan, meliputi Tanaman muda hingga dewasa mencapai 49%, Tanaman Tua mencapai 3,64% dan Tanaman Tua Renta mencapai 5,21%. Sedangkan persentase Tanaman Belum Menghasilkan mencapai 31,98% dan Tanaman Baru/Tanaman Ulang mencapai 10,17%. Komposisi tanaman yang ideal ini memberi harapan bahwa ke depan produksi karet kebun sendiri akan semakin meningkat.

100

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

The composition of rubber in the Nucleus Estates in 2009 was dominated by Matured Plants, consisting of Young Plants to Mature Plants as much as 49%, Old Plants as much as 3.64% and Post Old Plants as much as 5.21%. Meanwhile the percentage of immature plants was 31.98% and New Plants/Regenerated Plants was 10.17%. Such ideal plants composition gives a hope that in the future the production of rubber from nucleus estates will keep increasing.


Tinjauan Operasional Operational Review

Komposisi Areal Tanaman Karet Kebun Sendiri Tahun 2009 The Composition Of Rubber Nucleus Estates In 2009 Uraian Description Tanaman Menghasilkan (TM) Matured Plants : Muda Young (6-10 tahun) Remaja Juvenile (11 - 15 tahun) Dewasa Mature (16 - 20 tahun) Tua Old (21-25 tahun) Tua Renta Post Old (> 25 tahun) Tanaman Belum Menghasilkan Immature Plants Tanaman Baru/Tanaman Ulang New Plants/Regenerated Plants

Jumlah

Komposisi areal tanaman karet Kebun Plasma pada tahun 2009 didominasi oleh Tanaman Menghasilkan, meliputi Tanaman dewasa mencapai 5, 44%, Tanaman Tua mencapai 46,46% dan Tanaman Tua Renta mencapai 48,10%.

Luas Areal (Ha) Width Of The Area

Persentase (%) Percentage

4.213 1.810 687 498 714 4.380 1.393

30,76 13,22 5,02 3,64 5,21 31,98 10,17

13.695

100,00

The composition of rubber in the Nucleus Estates in 2009 was dominated by Matured Plants, consisting of Young Plants to Mature Plants as much as 5.44%, Old Plants as much as 46.46% and Post Old Plants as much as 48.10%.

Komposisi Areal Karet Kebun Plasma Tahun 2009 The Composition Of Rubber Plasma Estates In 2009

Uraian Description

Luas Areal (Ha) Width of the Area

Tanaman Menghasilkan (TM) Matured Plants:

Persentase (%) Percentage

Dewasa Mature (16 - 20 tahun)

1.609

5,44

Tua Old (21-25 tahun)

13.750

46,46

Tua Renta Post Old (> 25 tahun)

14.236

48,10

Tanaman Belum Menghasilkan Immature Plants

-

-

Tanaman Baru/Tanaman Ulang New Plants/Regenerated Plants

-

-

Jumlah

29.595

100,00

Produksi dan Produktivitas

Production and Productivity

Untuk komoditi karet, musim kemarau yang ekstrim kering sepanjang bulan Juni hingga Oktober 2009 berakibat pada menurunnya potensi pokok antara 37 – 45% dan terjadinya gugur daun lebih dari satu kali antara bulan Juli – Oktober 2009. Demikian pula, lateks yang dihasilkan relatif rendah dan cepat membeku di alur sadap akibat pembentukan daun terganggu dan persediaan air tanah berkurang. Kondisi ini terjadi karena rendahnya curah hujan pada bulan September – Nopember 2009 yaitu rata-rata hanya 69 mm dengan 5 hari hujan (rerata curah hujan 5 tahun terakhir pada periode yang sama yaitu 160 mm dengan 8 hari hujan).

For rubber commodity, extreme dry season from June - October 2009 caused the decrease of main potential by 37-45% and falling leaves more than once between July - October 2009. As a result, the latex produced was relatively low and coagulated quickly in the latex vessels because leaves formulation was disturbed and soil water supply decreased. Such condition occurred due to the low rainfall in September – November 2009 which on average was only 69 mm with 5 rainy days (average rainfall during the last 5 years in the same period was 160 mm with 8 rainy days).

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

101


Tinjauan Operasional Operational Review

Produksi karet total meningkat tipis sebesar 0,73%, yaitu dari 24.323 ton pada tahun 2008 menjadi 24.503 ton pada tahun 2009, namun terdapat kecenderungan menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Meskipun demikian, kami berhasil meningkatkan produksi karet kering yang berasal dari kebun sendiri, yaitu dari 8.885 ton pada tahun 2008 menjadi 9.126 ton pada tahun 2009. Demikian pula, produktivitas kebun sendiri meningkat sebesar 12,28% menjadi 1.152 kg/ha, dari tahun sebelumnya yang mencapai 1.026 kg/ha. Upaya yang kami lakukan untuk meningkatkan produksi karet kebun sendiri di antaranya adalah penggunaan klon-klon unggulan untuk peremajaan tanaman.

The total rubber production slightly increased by 0.73% from 24,323 tons in 2008 to 24,503 tons in 2009, but there was a tendency to decrease compared to the previous years. However, we were succeeded in increase dried rubber production from the nucleus estates, from 8,885 tons in 2008 to 9,126 tons in 2009. And the productivity of nucleus estates increased by 12.28% to 1,152 kg/Ha from the previous year which reached 1,026 kg/ha. Our efforts to increase rubber production from the nucleus estates among others are using superior clones for plants regeneration.

Produksi Karet Total 2005 - 2009 (ton) Total Rubber Production in 2005 -2009 (tons)

Produksi karet kebun Plasma belum berhasil ditingkatkan, realisasinya di tahun 2009 berada di bawah tahun 2008 sebesar 0,40%. Selain faktor iklim dan umur tanaman, tidak tercapainya target produksi adalah karena persaingan harga dengan perusahaan swasta sejenis yang mempunyai pabrik namun tidak memiliki kebun sendiri. Perseroan telah mengambil kebijakan, yakni perubahan sistem pembelian Bokar kering (Blanket) menjadi pembelian basah yang telah dilaksanakan di kebun Sintang mulai bulan Juni 2009. Hasilnya adalah terjadi peningkatan produksi dari 20 ton pada bulan Februari 2009 menjadi 294 ton pada Juli 2009, dan meningkat hingga mencapai 545 ton/ bulan pada bulan Agustus s.d Desember 2009.

Rubber production from smallholder estates could not be improved, production in 2009 was below that of in 2008 by 0.40%. Besides due to climate and the age of the plants, production target could not be achieved due to price competition with similar private companies possessing mills but not possessing any estates. The Company has made a policy to change the purchase system of rubber raw materials from dried to wet which has been conducted in Sintang estates since June 2009. As a result, there was an increase of production from 20 tons in February 2009 to 294 tons in July 2009, and increased to 545 tons/month in August â&#x20AC;&#x201C; December 2009.

Produksi Karet Kebun Sendiri Tahun 2005 - 2009 (Ton) Rubber Production Of Nucleus Estate, Year 2005 - 2009 (Tons)

Produksi Karet Kebun Plasma Tahun 2005 - 2009 (Ton) Rubber Production Of Plasma Estate, Year 2005 - 2009 (Tons)

8.311 6.858

8.885

9.126

7.498

24.962 21.087 17.941

2005

102

2006

2007

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

2008

2009

2005

2006

2007

15.438

15.377

2008

2009


Tinjauan Operasional Operational Review

Pabrik Karet Remah (PKR)

Crumb Rubber Factory

PTPN XIII memiliki 2 (dua) Unit Pabrik Karet Remah dengan kapasitas terpasang 60 ton Karet Kering/hari. Realisasi kapasitas terpakai Pabrik Karet mencapai 35,08 ton/hari atau 56,58%, hal ini disebabkan karena Bahan Olah Karet (Bokar) dari plasma yang masuk ke Pabrik tidak terpenuhi.

PTPN XIII has 2 (two) units of Crumb Rubber Factory with the total capacity of 60 tons of dried rubber/day. The used capacity of Crumb Rubber Factory was below the available capacity amounting to 35.08 tons/ day or 56.58%, because quantity of rubber raw material from smallholder estates to the Factory could not be achieved.

Kapasitas Olah Pabrik Karet Remah (ton Karet Kering/hari) Processing Capacity of Crumb Rubber Factory in 2005 -2009 (tons/day)

Pabrik Karet Sheet (PKSS)

Ribbed Smoked Sheet Factory

PTPN XIII juga memiliki 1 Unit Pabrik Karet Sheet dengan kapasitas terpasang 10 ton Karet Kering/hari. Realisasi Kapasitas RSS tahun 2009 sedikit di bawah tahun 2008. Meskipun demikian, terdapat tren peningkatan kapasitas olah, yaitu dari 5,38 ton KK/hari di tahun 2005 menjadi 8,88 Ton KK/hari di tahun 2009.

PTPN XIII also has 1 (one) unit of Ribbed Smoked Sheet Factory with the total capacity of 10 tons of dried rubber/day. Ribbed Smoked Sheet capacity in 2009 was slightly lower than that of in 2008. However, there was a trend of processing capacity increase, from 5.38 tons of KK/Day in 2005 to 8.88 tons of KK/ Day in 2009.

Kapasitas Olah Pabrik Karet Sheet (ton Karet Kering/hari) Processing Capacity of Crumb Rubber Factory in 2005 -2009 (tons/day)

Manajemen Kebun Plasma Kelapa Sawit

The Management of Oil Palm Smallholder Estates

Untuk meningkatkan produksi plasma dan dalam rangka alih teknologi ke petani, kami telah memiliki bagian khusus yang mengelola plasma sejak tahun 2008. Manajemen Kebun Plasma ini secara struktur organisasi berada di bawah Direktorat Produksi. Saat ini, telah terbentuk 5 (lima) unit kerja plasma yaitu Tabara Plasma, Tajati Plasma, Kembayan Plasma, Rimba Plasma dan Meliau Plasma. Pada tanggal 30 Juni 2009, Direksi telah mengeluarkan Surat Keputusan Nomor: 13.00/KPTS/16/VI/2009 tentang Perubahan Struktur Organisasi Bagian Plas-

In order to increase production in the smallholder estates and to transfer technology to the farmers, we have possessed special division managing smallholder estates since 2008. Based on the organizational structure, the Management of Smallholder Estates is under the Production Directorate. At the present, 5 (five) work units of smallholder have been established, namely Tabara Smallholder, Tajati Smallholder, Kembayan Smallholder, Rimba Smallholder and Meliau Smallholder. On June 30, 2009, the Board of Directors issued the Decree Number: 13.00/KPTS/16/VI/2009

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

103


Tinjauan Operasional Operational Review

ma Kantor Direksi. Perubahan tersebut berupa penambahan Kepala Urusan Umum & Bina Tani untuk menangani permasalahan yang harus mendapatkan perhatian antara lain pembinaan Koperasi/Petani dan penyelesaian sertifikasi lahan. Dampak positif dari pembentukan manajemen plasma adalah produktivitas menunjukkan kecenderungan meningkat sebesar 21,72% yaitu dari 7,46 ton TBS per ha pada tahun 2008 menjadi 9,08 ton TBS/ha pada tahun 2009. Manajemen berkomitmen untuk meningkatkan produksi dan produktivitas plasma, di antaranya melalui perbaikan/rekondisi areal plasma /KKPA secara selektif dan bertahap dengan mengalokasikan dana sebesar Rp 34,86 milyar di tahun 2010. Sampai dengan tahun 2009, Perseroan telah mengadakan pelatihan dan pendampingan petani plasma sejumlah 1.674 orang yang menghabiskan biaya total sebesar Rp 866,2 juta. Intensifikasi pembinaan dilakukan dengan sasaran mengaktifkan organisasi kelompok tani, penyusunan dan pelaksanaan rencana kegiatan seperti pemeliharaan kebun, panen, pengangkutan dll. Rincian kegiatan pelatihan dan pendampingan sebagai berikut:

Uraian Description

No.

The positive impact of establishing smallholder management was a trend of productivity increase by 21.72% from 7.46 tons of FFB per Ha in 2008 to 9.08 tons of FFB/Ha in 2009. The management is committed to increase the production and productivity of smallholder estates, among others by repairing/reconditioning smallholder estate areas/KKPA selectively and gradually by allocating fund amounting to IDR 34.86 billion in 2010. Up to 2009, the Company has held training and coaching to smallholder farmers amounting to 1,674 people with the total cost of IDR 866.2 million. Intensification of coaching was conducted in order to activate farmer group organizations, formulate and implement activity plans such as estate maintenance, harvest, transportation, etc. The details of training and coaching activity is as follows: Kelompok Group

1.

Fasilitator Facilitator

2.

Pelatihan petani Farmerâ&#x20AC;&#x2122;s training

Kelas Class 10

50

Peserta (Orang) Participant (People) 207 1.111

3.

Sekolah Lapang Field School

9

139

4.

Pendampingan fasilitator Facilitatorâ&#x20AC;&#x2122;s coaching

6

109

Program PSM dilaksanakan secara bertahap, dimulai di Kebun Ngabang dan Kebun Tabara sejak Oktober 2008. Berdasarkan evaluasi, pengelolaan kebun plasma melalui PSM menunjukkan hasil yang baik, kondisi fisik tanaman terpelihara dan pemupukan dilaksanakan sesuai ketentuan teknis. Produktivitas meningkat secara signifikan, di Kebun Ngabang peningkatan produktivitas pada tahun 2009 mencapai 123,60%, demikian juga Kebun Tabara meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 45,47%. Perseroaan telah bermitra dengan PT Pertamina (Persero) melalui Program Kemitraan & Bina Lingkungan (PKBL), yang tertuang dalam perjanjian kerjasama No: 003/H00000/2010-SO dan 13.00/SP/01/II/2010 tanggal 11 Pebruari 2010 dengan tujuan meningkatkan produktivitas kebun plasma binaan. Dana yang diperoleh disalurkan dalam bentuk pinjaman lunak yang digunakan untuk pemupukan kebun plasma. Saat ini sedang dilakukan sosialisasi dan inventarisasi peserta program serta proses pengadaan pupuk.

104

concerning the Change of Organizational Structure for Smallholder Department in the Head Office. The change was in the form of the addition of the Head of General Affairs & Farmer Supervision to handle problems that require attention such as supervising Cooperative/Farmers and solving land certification problems.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

One Management System program was conducted gradually, started from Ngabang Estates and Tabara Estates since October 2008. Based on the evaluation result, the management of smallholder estates through One Management System showed fine results, the physical condition of plants was well maintained and fertilization was conducted based on technical standard. Productivity increased significantly, in Ngabang Estates the productivity increase in 2009 reached 123.60%, and in Tabara Estates the productivity increased from the previous year by 45.47%. The Company has collaborated with PT. Pertamina (Persero) through Partnership and Environment Development Program (PKBL) stated in the partnership contract No: 003/H00000/2010-SO and 13.00/SP/01/ II/2010 dated February 11, 2010 in order to increase the productivity of supervised smallholder estates. The fund was distributed in the form of soft loan used to fertilize smallholder estates. Now socialization and inventorying of program participants and fertilizer procurement are conducted.


Tinjauan Operasional Operational Review

Ke depan, Perseroan akan menambah areal yang dikelola dalam Pola Satu Manajemen (PSM) dan melanjutkan PSM pada pilot project (Gasing & Brewe). Dalam RKAP 2010 telah dianggarkan penambahan areal PSM seluas 1.400 ha dan saat ini dalam proses rekrutmen yaitu di Kebun Kembayan, Ngabang, Tajati, Rimba Belian, Gunung Meliau dan Tajati. Untuk keperluan tersebut, telah dianggarkan dana sebesar Rp 13,62 milyar dan telah mendapatkan persetujuan dalam RUPS.

Unit Pengolahan Biodiesel Kami telah memiliki 2 unit Prosesing Biodiesel kapasitas 6000 liter/hari di PMS Parindu (Kalbar) dan PMS Samuntai (Kaltim). Pekerjaan pembangunan telah dilaksanakan berdasarkan Surat Perjanjian antara PTPN XIII dengan PT.Tracon No: 13.11/SP/20/IX/2008 tanggal 8 September 2008 dengan nilai kontrak Rp 12 miliar dan telah dinyatakan selesai. Selanjutnya, UPB telah diserahterimakan dari Direktorat Renbang ke direktorat Produksi. UPB tersebut sudah mampu memproduksi bahan bakar biodiesel dari limbah CPO atau CPO Drab Akhir sejak bulan Maret 2009. Produksi perhari mencapai 6.000 liter biodiesel. Mulai tahun 2010, sebagian besar unit kerja yang kami kelola akan menggunakan bahan bakar biodiesel sebagai sumber energi. Peningkatan jumlah produksi biodiesel juga akan terus dilakukan. Dengan menggunakan bahan bakar biodiesel ini, ke depan PTPN XIII dapat menghemat pembelian bahan bakar sebesar 30 persen dengan asumsi harga solar per liternya Rp 6.500 sedangkan bahan bakar biodiesel Rp 4.300 per liternya.

Dukungan Riset dan Pengembangan Program Penelitian dan Pengembangan difokuskan pada kegiatan yang mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan. Sampai dengan Desember 2009, kami telah melakukan beberapa pilot project bekerjasama dengan Pusat Penelitian dan instansi terkait yang kompeten di bidangnya, di antaranya sebagai berikut : Bidang Tanaman meliputi: Pilot project peningkat an efisiensi pemupukan melalui aplikasi bahan organik/pembenah tanah, Pilot project aplikasi bahan pembenah tanah dan koservasi air â&#x20AC;&#x201C; tanah, Pilot project penyadapan mutakhir dan stimulansia pada tanaman karet direncanakan untuk implementasi dalam skala komersial di kebun Batulicin, Pilot project penanaman pohon penghasil Gaharu sebagai tanaman sela di Kebun Karet Sintang dengan kesimpulan tanaman gaharu dapat tumbuh

In the future, the Company will increase the width of area managed in One Management System and continued the system to pilot project (Gasing & Brewe). In Company Work Plan and Budget 2010, an addition of area width in One Management System with the total size of 1,400 Ha has been allocated and at the present recruitment process is conducted in Kembayan Estate, Ngabang, Tajati, Rimba Belian, Gunung Meliau and Tajati. In order to perform that activity, IDR 13.62 billion has been allocated and has been approved by the General Meeting of Shareholders.

Biodiesel Processing Unit We have possessed 2 Biodiesel Processing units with the total capacity of 6,000 liters/day in Parindu Palm Oil Mill (West Kalimantan) and Samuntai Palm Oil Mill (East Kalimantan). Construction work has been initiated based on the Contract between PTPN XIII and PT Tracon No: 13.11/SP/20/IX/2008 dated September 8, 2008 with the total contract value of IDR 12 billion and is declared to be completed. Afterwards, the Biodiesel Processing Unit is already transferred from the Directorate of Research and Development to the Directorate of Production. The Biodiesel Processing Unit has produced biodiesel fuel from CPO liquid waste since the end of March 2009. Production per day reached 6,000 liter of biodiesel. Since 2010, most of work units that we manage will use biodiesel fuel as the source of energy. Biodiesel production will be increased continuously. By using biodiesel fuel, in the future PTPN XIII will be able to save money to buy fuel by 30 percent by assuming that the price of diesel fuel is IDR 6,500 while the price of biodiesel fuel is IDR 4,300 per liter.

Research and Development Support Research and Development program is focused on activities which can give complementary value to the company. Up to 2009, we have held several pilot projects in collaboration with Research Center and concerned institutions that are competent in its field, among others: Plantation Department, consisting of: Pilot project to increase fertilizing efficiency by using organic substances/soil building, Pilot project to apply soil building material and water - soil conservation, Pilot project on modern rubber tapping and stimulation on rubber trees is planned to be implemented in commercial scale in Batulicin estate, Pilot project to plant Aquilaria sp. as auxiliary crop in Sintang Rubber Plantation with a conclusion that Aquilaria sp. will grow well as auxiliary crop for rubber tree.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

105


Tinjauan Operasional Operational Review

dengan baik sebagai tanaman sela karet. Bidang Teknik/Pabrik/Infrastruktur meliputi Pilot project peningkatan jalan kebun dengan teknologi Nextbase Road System (NRS) di Kebun Parindu dan Kebun Kembayan, Pilot project plant wide automation di PMS Gunung Meliau, Pilot project pemanfaatan biomass perkebunan sebagai substitusi BBM untuk pembangkit listrik (PLTD-Janggel), saat ini sedang dilaksanakan peningkatan kinerja PLTD-Janggel melalui modifikasi dan perbaikan peralatan. Sistem Informasi Manajemen meliputi: Pilot project pembangunan Digital Library untuk penataan dan penyebaran informasi Litbang serta Knowledge Management, Pilot project penerapan Geographical Information System (GIS) untuk pengelolaan kebun kelapa sawit di Kebun Sungai Dekan. Non Teknis meliputi: Baldridge Assesment. Hasil sementara berupa tindaklanjut Opportunity for Improvement (OFI) hasil Baldridge Assesment tahun 2008; Pelaksanaan Lomba Kreativitas tahun 2009 terkumpul 63 makalah dari berbagai unit kerja, dibagi 2 (dua) kategori, yaitu Kategori Main Business Process yang dimenangkan oleh unit kerja Kebun Pelaihari, Bagian Pabrik Kantor Direksi, dan Kebun Gunung Meliau, sedangkan Kategori Supporting Business Process dimenangkan oleh Bagian Pemasaran Kantor Direksi, Bagian Infrastruktur Kantor Direksi dan Kebun Rimba Belian; Pelaksanaan Sawit Nusantara Award 2009, PTPN XIII berhasil memperoleh 2 (dua) juara yaitu: juara II untuk kategori inovasi terbaik (Kebun Longkali) dan juara III untuk kategori kebun kelapa sawit plasma terbaik (Kebun Batulicin).

106

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Technical/Factory/Infrastructure Department, consisting of: Pilot project to improve estate roads using Nextbase Road System (NRS) technology in Parindu Estate and Kembayan Estate, Pilot project on plant wide automation in Gunung Meliau Palm Oil Mill, Pilot project to use estate biomass as fuel substitute for power plant (Diesel Power Plant â&#x20AC;&#x201C; Janggel), at the present the improvement of PLTD (Diesel Power Plant) performance is conducted through modification and equipment reparation. Information System Management, consisting of: Pilot project to build a Digital Library to manage and spread information on Research and Development and Knowledge Management, Pilot project to apply Geographical Information System (GIS) to manage oil palm plantation in Sungai Dekan Estate. Non-technical, consisting of: Baldridge Assesment. The temporary result was to follow up the Opportunity for Improvement (OFI) resulted from Baldridge Assessment in 2008; Holding a Creativity Competition in 2009 in which 63 papers from various work units were collected, divided to 2 (two) categories, namely the Main Business Process Category won by Pelaihari Estate work unit, Factory Department of the Head Office, and Gunung Meliau Estate, while the Supporting Business Process Category was won by the Marketing Department of the Head Office, the Infrastructure Department of the Head Office and the Rimba Belian Estate; In Sawit Nusantara Award 2009, PTPN XIII won 2 (two) categories, namely: 2nd winner for the best innovation category (Longkali Estate) and 3rd winner for the best oil palm smallholder estate category (Batulicin Estate).


Tinjauan Operasional Operational Review

Tinjauan Pemasaran Market Review

Tinjauan Pemasaran

Market Review

Produk yang dipasarkan PTPN XIII adalah MS, IS dan karet (SIR-20 dan RSS). Produk tersebut merupakan produk primer karena merupakan produk industri hulu dan bahan baku industri hilir. Minyak sawit dan inti sawit merupakan bahan baku bagi industri Refinery untuk menghasilkan minyak goreng, stearin dan Fatty Acids. Selain itu, minyak sawit dan inti sawit merupakan bahan baku industri oleokimia. Produk karet adalah bahan baku industri elastomer terutama menghasilkan ban kendaraan bermotor, seal, telapak sepatu, sarung tangan dan sebagainya.

Products marketed by PTPN XIII are palm oil, palm kernel and rubber (SIR-20 and Ribbed Smoked Sheet). The products are primary products because they are the product of upstream industry and the raw materials for downstream industry. Palm oil and palm kernel are raw materials for Refinery industry to produce cooking oil, stearin and fatty acids. Besides that, palm oil and palm kernel are raw materials for oleo chemistry industry. Rubber products are raw materials for elastomer industry especially to produce tires, seal, shoe sole, gloves, etc.

Karakteristik dari produk primer adalah kualitas produk sudah terstandar untuk semua industri, harga jual terbentuk atas penawaran dan permintaan pelanggan, industri dan trader, kegiatan produksi tidak elastis terhadap perubahan kualitas atau permintaan pasar, kualitas produk berbanding terbalik dengan waktu penyimpanan.

Characteristics of primary products are standardized product quality for every industry, price is formed based on supply and demand from customers, industry and traders, production activity is not directly proportional to quality change or market demand, product quality is inversely proportional to storage time.

Pangsa Pasar

Market Share

Harga jual produk PTPN XIII (Persero) ditentukan memelalui proses tender yang dilakukan oleh Kantor Pemasaran Bersama (KPB). Meskipun demikian, pihak manajemen selalu melakukan monitoring dan koordinasi dengan KPB guna mengetahui perkembangan harga jual, serta berupaya meningkatkan mutu produk agar sesuai dengan keinginan pelanggan.

Price of PTPN XIII (Persero) products are determined through tender by Kantor Pemasaran Bersama (KPB). However, the management always monitors and coordinates with PT KPB to check the price trend, and try to improve product quality in order that it correlates with customersâ&#x20AC;&#x2122; expectation.

Produk PTPN XIII sebagian besar dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan lokal, sedangkan sebagian kecil diekspor ke negara India dan China. Pangsa pasar produk sawit PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero) selama 1 (satu) Tahun adalah 0,017% dari 20.150.000 ton produksi sawit Indonesia, sedangkan terhadap produksi sawit Dunia mencapai 0,007% dari 45.000.000 ton. Sejalan dengan meningkatnya produksi minyak sawit, pertumbuhan pangsa pasar PTPN XIII tahun 20072009 terhadap produksi sawit Indonesia menunjukkan tren yang meningkat seperti terlihat pada grafik di bawah ini.

The products of PTPN XIII are mostly marketed to meet local needs and a few is exported to India and China. Market share of palm oil produced by PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero) for 1 (one) year is 0.017% of 20,150,000 tons of Indonesian palm oil production, and 0.007% of 45,000,000 tons of world palm oil production. In relation to the increase of palm oil production, the growth of PTPN XIII market share in 2007-2009 to Indonesian palm oil production showed an increasing trend as illustrated in the following chart.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

107


Tinjauan Operasional Operational Review

Pertumbuhan Pangsa Pasar Minyak Sawit PTPN XIII terhadap Produksi Indonesia Tahun 2005-2009 (%) The Growth of PTPN XIII Palm Oil Market to Indonesian Production in 2005 – 2009 (%)

Pangsa Pasar Produksi Sawit PTPN XIII Terhadap Produksi Sawit Indonesia Market Share of PTPN XIII Palm Oil Production to Indonesian Palm Oil Production

Pangsa Pasar Produksi Sawit PTPN XIII Terhadap Produksi Sawit Dunia Market Share of PTPN XIII Palm Oil Production to World’s Palm Oil Production

PTPN XIII

PTPN XIII

Indonesia

Dunia (World)

Pangsa Pasar Produksi Sawit di Indonesia Terhadap Produksi Sawit Dunia Market Share of Indonesian Palm Oil Production to World’s Palm Oil Production

Indonesia Dunia (World)

Pangsa pasar karet PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero) selama 1 (satu) Tahun adalah 0,009% dari 2.595.000 ton produksi karet Indonesia, sedangkan terhadap produksi karet Dunia mencapai 0,002%.

108

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Rubber market of PT. Perkebunan Nusantara XIII (Persero) for 1 (one) year was 0.009% of 2,595,000 Tons of Indonesian rubber production, while compared to the World rubber production was 0.002%.


Tinjauan Operasional Operational Review

Pertumbuhan Pangsa Pasar Karet PTPN XIII terhadap Produksi Indonesia Tahun 2005-2009 (%) The Growth of PTPN XIII Rubber Market to Indonesian Production in 2005 – 2009 (%)

Pangsa Pasar Produksi Karet PTPN XIII Terhadap Produksi Karet Indonesia Market Share of PTPN XIII Rubber Production to Indonesian Rubber Production

Pangsa Pasar Produksi Karet PTPN XIII Terhadap Produksi Karet Dunia Market Share of PTPN XIII Rubber Production to World’s Rubber Production

PTPN XIII

PTPN XIII

Indonesia

Dunia (World)

Pangsa Pasar Produksi Sawit di Indonesia Terhadap Produksi Sawit Dunia Market Share of Indonesian Palm Oil Production to World’s Palm Oil Production

Indonesia Dunia (World)

Upaya Bagian Pemasaran

Efforts of Marketing Department

Untuk memperoleh nilai penjualan yang optimal, kami telah melakukan beberapa upaya meliputi:

In order to achieve optimal sales volume, we conducted several efforts covering: Improving communication and collecting information to support the aim to get the best and the most optimal price. Synchronizing the time to deliver goods to prevent the change of goods’ quality.

Meningkatkan komunikasi dan perolehan infor masi untuk mendukung capaian harga terbaik dan optimal. Menyelaraskan waktu penyerahan barang untuk menghindari perubahan mutu barang.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

109


Tinjauan Operasional Operational Review

Mengevaluasi keluhan pelanggan sebagai feed back, dengan terus menerus melakukan peningkatan mutu dari tahun ke tahun agar dapat meminimalisir klaim. Dalam rangka meningkatkan penjualan dan mempertahankan hubungan harmonis dengan pelanggan, kami selalu berupaya meningkatkan pelayanan dan kualitas produk yang dipasarkan. Kami senantiasa mereview dan mengevaluasi Survei Kepuasan Pelanggan yang kami lakukan setiap tahun. Indeks tingkat kepuasan pelanggan di tahun 2009 mencapai 3,68%, menurun sebesar 0,07% dari tahun 2008 yang mencapai 3,75%. Menurunnya kepuasan pelanggan, terkait dengan meningkatnya klaim mutu di tahun 2009. Kami berupaya menyelesaikan klaim mutu yang diajukan oleh pelanggan dan mengganti kerugian sesuai ketentuan dan kesepakatan sebelumnya. Selain itu, kami juga melaksanakan komunikasi pemasaran secara intensif, berupa komunikasi internal antara Bagian Pemasaran dengan Unit Produksi untuk koordinasi, dan komunikasi eksternal antara Bagian Pemasaran dengan pembeli, KPB Nusantara, Bursa Berjangka Komoditi dan lain-lain.

In order to increase sales volume and to maintain harmonious relationship with customers, we keep trying to improve our service and the quality of marketed products. We keep reviewing and evaluating Customer’s Satisfaction Survey conducted every year. Customer’s satisfaction index in 2009 reached 3.68%, decreased by 0.07% from that of in 2008 which reached 3.75%. The decrease of customer’s satisfaction correlated with the increase of claim on quality in 2009. We tried to solve the claim on quality presented by the customers and to replace their loss in accordance with the previous terms and agreement. Besides that, we also held intensive marketing communication in the form of internal communication between the Marketing Department and the Production Unit to coordinate, and external communication between the Marketing Department and the customers, KPB Nusantara, Commodity Exchange, etc.

Kualitas Produk

Product Quality

Produk kami, berupa CPO, inti sawit, dan karet, telah memenuhi standar kualitas yang dipersyaratkan. Untuk karet, kami memproduksi karet kualitas high grade, dan telah mendapatkan Sertifikat Produk dari Lembaga Sertifikat Produk “Jogya Product Assurance”, Departemen Perindustrian RI.

Our products, palm oil, palm kernel and rubber, have met the required quality standard. For rubber, we produce high grade rubber, and rewarded Certificate Product from Product Certification Institution “Jogya Product Assurance”, Ministry of Industry RI.

NO.

110

Evaluating customers’ complaints as feedback by keep improving the quality from year to year in order to minimize claim on quality.

URAIAN DESCRIPTION

STANDAR KUALITAS QUALITY STANDARD

PRODUK PTPN XII PRODUCTS OF PTPN XIII

1.

Minyak sawit Palm Oil • ALB Free Fatty Acid • Kadar Air Water Content • Kadar Kotoran Dirt Content

3,5% – 5 % 0,150% - 0,20% 0,015% - 0,020%

4.18% 0.209% 0.020%

2.

Inti sawit Palm kernel • ALB Free Fatty Acid • Kadar Air Water Content • Kadar Kotoran Dirt Content

2% - 2,25% 7% - 9% 6%- 8%

1.16% 10.09% 7.69%

3.

Karet Rubber • Dirt • Ash • Volatille Matter • PO • PRI • Nitrogen

Max 0.20% wt Max 1.00% wt Max 0.8000% wt Min 30% Min 50% Max 0.60% wt

0,19% wt 0,98% wt 0,7850%wt 28,7% 48,3% 0,58% wt

Laporan Tahunan 2009 Annual Report


Tinjauan Operasional Operational Review

112

Laporan Tahunan 2009 Annual Report


Implementasi tiga kebijakan strategis secara intensif dan konsisten telah membawa banyak perubahan tidak hanya di bidang produksi. Pada kondisi harga jual yang kurang menguntungkan di tahun 2009, kami mampu mempertahankan kinerja keuangan dengan baik, sehingga perusahaan dapat menjalankan proses bisnisnya secara berkelanjutan. Intensive and consistent implementation of three strategic policies has brought a number of changes not only in the production sector. When commodity price was not profitable in 2009, we were able to maintain our financial performance; consequently the company could run its business sustainable.


Tinjauan Keuangan Financial Review

Tinjauan Keuangan Financial Review

Sebagai perusahaan agribisnis penghasil komoditas primer, kinerja kami sangat tergantung pada harga jual yang terbentuk di pasar komoditas. Sepanjang tahun 2009, fluktuasi harga jual minyak sawit, inti sawit maupun karet berada di bawah tahun 2008, masing-masing sebesar 7,22%, 32,25% dan 30,32%. Harga karet sepanjang bulan Januari hingga Agustus berada di bawah Rp 16.000/kg, bahkan menembus level terendah di bulan April yaitu sebesar Rp 14.075/ kg. Sementara itu, untuk komoditi minyak sawit, harga jual berada pada kisaran Rp 5.096/kg – Rp 5.868/kg selama 8 bulan, selebihnya harga jual berada pada kisaran Rp 6.100/kg – Rp 7.400/kg Di tahun 2009, peningkatan produksi yang kami raih mampu mengimbangi penurunan harga jual produk yang cukup signifikan. Meskipun terjadi penurunan capaian laba kotor sebesar 6,56% terhadap tahun 2008, secara keseluruhan kinerja keuangan dapat dipertahankan pada posisi yang relatif aman dan terjaga .

In 2009, the increase of production was able to compensate the significant decrease of commodity price. Although there was a decrease in gross profit by 6.56% compared to that of in 2008, in general financial performance can be maintained on relatively safe and protected position.

Nilai Penjualan

Sales Volume

Perseroan berhasil meraih nilai penjualan sebesar Rp 2.597 milyar pada tahun 2009, meningkat sebesar 3,17% terhadap realisasi tahun 2008. Hal ini sejalan dengan meningkatnya volume penjualan minyak sawit, inti sawit dan karet masing-masing sebesar 24,06%, 7,88% dan 7,27% dikarenakan adanya peningkatan produksi. Di sisi lain, harga jual semua produk PTPN XIII yang terbentuk seirama dengan dinamika fluktuasi harga di pasar komoditas tidak terlalu menggembirakan. Terhadap capaian tahun 2008, harga jual minyak sawit, inti sawit dan karet mengalami penurunan masing-masing sebesar 7,22%, 32,25% dan 30,32%.

In 2009, the Company reached IDR 2,597 billion of sales volume, which increased by 3.17% from that of in 2008. It correlated with the increase of palm oil, palm kernel and rubber sales volume, 24.06%, 7.88% and 7.27%, respectively due to an increase of production. On the other side, the price of all PTPN XIII products which was in line with the dynamics of price fluctuation in the commodity market was not uplifting. Compared to in 2008, the price of palm oil, palm kernel and rubber decreased by 7.22%, 32.25% and 30.32%, respectively.

Selama lima tahun terakhir sejak tahun 2005 nilai penjualan mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 22,07%.

114

As an agribusiness company producing primary commodities, our performance highly depends on the price in the commodity market. In 2009, the fluctuation of palm oil, palm kernel and rubber price was below that of in 2008, 7.22%, 32.35% and 30.32%, respectively. Rubber price from January – August was below IDR 16,000/kg, in fact it reached its lowest level in April, IDR 14,075/kg. Meanwhile, for palm oil, the price was between IDR 5,096/kg – IDR 5,868/kg for 8 months, afterwards the price was between IDR 6,100/kg – IDR 7,400/kg

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

During the last five years since 2005, sales volume has increased by 22.07% on average.


Tinjauan Keuangan Financial Review

Nilai Penjualan Kelapa Sawit dan Karet Tahun 2005 – 2009 (Rp Milyar) Sales Volume of Oil Palm and Rubber in 2005 – 2009 (IDR Billion) 2.597

2.517 2.009 1.204 811 393

2005

1.394

1.962

2.182

1.476

957 437

2006

533

2007

555

2008

415

Kelapa Sawit (Palm Oil) Karet (Rubber) Jumlah (Total)

2009

Harga Jual Minyak Sawit Tahun 2008 dan 2009 (Rp/kg) The Price of Palm Oil in 2008 and 2009 (IDR/kg)

Harga Jual Inti Sawit Tahun 2008 dan 2009 (Rp/kg) The Price of Palm Kernel in 2008 and 2009 (IDR/kg)

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

115


Tinjauan Keuangan Financial Review

Harga Jual Karet Tahun 2008 dan 2009 (Rp/kg) The Price of Rubber in 2008 dan 2009 (IDR/kg)

Beban pokok

Main Expenses

Sejalan dengan strategi bisnis “keunggulan biaya menyeluruh”, Perseroan berupaya semaksimal mungkin untuk dapat menghasilkan produk dengan beban produksi yang semakin efisien serta pencapaian target produksi yang semakin meningkat. Hal ini tercermin dari capaian beban pokok af kebun, af pabrik dan FOB. Beban pokok af kebun terdiri dari beban umum, beban pemeliharaan tanaman menghasilkan, pemupukan, panen dan pengangkutan ke pabrik, beban pengolahan, dan penyusutan. Beban pokok af pabrik terdiri dari beban pokok af kebun ditambah pembelian hasil, beban overhead, dan beban olah pembelian. Beban pokok FOB terdiri dari beban pokok af pabrik ditambah beban penjualan, beban administrasi, beban bunga, pendapatan lain-lain dan beban lain-lain. Pada tahun 2009, beban pokok FOB kelapa sawit maupun karet berada di bawah realisasi tahun 2008, masing-masing sebesar Rp 456/kg atau 8,69% dan Rp 3.364/kg atau 15,86%.

In relation to “overall cost leadership” business strategy, the Company makes its best effort to produce products with efficient production cost and an increase of production target. It was reflected on the achievement of main expenses at the estate, at the mill and FOB. The main expenses at the estate consisted of general expenses, maintenance expenses for matured plants, fertilization, harvest and transportation to the mill, processing expenses, and depreciation. The main expenses at the mill consisted of the main expenses at the estate plus the purchase of crops, overhead expenses, and crops processing expenses. The main expenses of FOB consisted of the main expenses at the mill plus the sales expenses, administrative expenses, interest expenses, non-operating gain and other expenses. In 2009, the main FOB expenses for oil palm and rubber was below the realization in 2008, IDR 456/ kg or 8.69% and IDR 3,364/kg or 15.86%, respectively.

Trend Beban Pokok Kelapa Sawit (Rp/kg) Trend of Oil Palm Main Expenses (IDR/kg)

BP FOB BP Af Pabrik BP Af Kebun

116

Laporan Tahunan 2009 Annual Report


Tinjauan Keuangan Financial Review

Trend Beban Pokok Karet (Rp/Kg) Trend of Rubber Main Expenses (IDR/Kg)

BP FOB BP Af Pabrik BP Af Kebun

Laba Kotor

Gross Profit

Seiring dengan harga jual produk yang kurang menguntungkan, Perseroan mengambil kebijakan bahwa prioritas beban pengeluaran terutama ditujukan untuk pencapaian produksi. Hasil dari kebijakan tersebut Perseroan membukukan laba kotornya sebesar Rp 468.301 juta, lebih rendah sebesar 6,56% dibandingkan tahun 2008, yang mencapai Rp 501.152 juta. Di sisi lain, beban pokok penjualan meningkat sebesar 5,58% terkait dengan peningkatan produksi komoditi kelapa sawit dan karet masing-masing sebesar 21,33% dan 0,74%.

In relation to non-profitable price products, the Company took a policy that the main priority for expenses was addressed to achieve production target. As a result of the policy, the Company recorded gross profit as much as IDR 468,301 million, 6.65% lower than in 2008, which reached IDR 501,152 million. On the other side, the main expense of sales increased by 5.58% due to the increase of production for palm oil and rubber by 21.33% and 0.74%, respectively.

Selama lima tahun terakhir sejak tahun 2005, laba kotor mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 20,38%. Marjin laba kotor total tahun 2009 sebesar 18,03% menurun sebesar 9,44% terhadap tahun 2008 yang mencapai 19,91%. Komoditi kelapa sawit membukukan marjin terbesar, yakni 20,90%, sedangkan tahun 2008 sebesar 19,86%. Komoditi karet membukukan marjin 2,97% lebih rendah dibandingkan tahun 2008 yang mencapai 20,09%.

Laba Usaha Pada tahun 2009, Perseroan berhasil meraih laba usaha sebesar Rp 218.803 juta, menurun sebesar 30,46% dibandingkan tahun 2008 yang mencapai Rp 314.663 juta. Hal ini disebabkan menurunnya laba kotor Perseroan sebesar 6,56% serta meningkatnya beban usaha sebesar 33,79%. Komponen beban usaha yang meningkat meliputi: Beban administrasi meningkat sebesar Rp 44.371 juta atau 30,54% terkait dengan peningkatan pensiunan karyawan aktuaria Golongan I-IV dan adanya Kebijakan Akuntansi Perkebunan bahwa beban administrasi tidak diandilkan lagi ke beban investasi tanaman.

During the last five years since 2005, gross profit has increased by 20.38% on average. The margin of total gross profit in 2009 was 18.03%, it decreased by 9.44% from 19.91% in 2008. Oil palm commodity recorded the highest margin, 20.90%, while in 2008 it was 19.86%. Rubber commodity recorded 2.97% of margin, lower than that of in 2008 which reached 20.09%.

Operating Income In 2009, the Company obtained operating income as much as IDR 218,803 million, decreased by 30.46% compared to that of in 2008 which reached IDR 314,663 million. It was caused by the decrease of Company gross profit by 6.56% and the increase of operating expenses by 33.79%. The components of the increasing operating expenses consisted of: The administrative expenses increased as much as IDR 44,371 million or 30.54% in relation to the increase of pension benefit for actuary employees Category I-IV or the Plantation Accounting Policy stating that administrative expenses will no longer categorized into plantation investment expenses. Selling expenses increased as much as IDR 18,638 million or 45.23% in relation to the increase of shipping and transportation expenses.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

117


Tinjauan Keuangan Financial Review

Beban penjualan meningkat sebesar Rp 18.638 juta atau 45,23% terkait dengan meningkatnya beban pengiriman dan pengangkutan.

During the last five years since 2005, operating income has increased by 31.83% on average.

Selama lima tahun terakhir sejak tahun 2005 laba usaha mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 31,83%.

Pendapatan Lain-lain

Non-operating Income

Realisasi pendapatan lain-lain tahun 2009 tehadap tahun 2008 meningkat sebesar Rp 40,34 miliar atau 49,50%. Hal ini merupakan hasil dari pendapatan pengurusan Plasma sebesar Rp 11,45 miliar, penjualan aktiva tetap yang afkir sebesar Rp 8,31 miliar, pendapatan selisih kurs sebesar Rp 6,25 miliar, pendapatan penjualan cangkang inti sawit sebesar Rp 1,6 miliar, pendapatan penjualan TBS Produksi Kebun Sendiri sebesar Rp 8,77 miliar dan kebun plasma sebesar Rp 1,88 miliar, selisih appraisal PT Kalianusa sebesar Rp 1,75 miliar, serta pendapatan rumah sakit sebesar Rp 0,33 miliar.

Non-operating gain in 2009 compared to that of 2008 increased as much as IDR 40.34 billion or 49.50%. It was the result of gain on Plasma estate management amounting to IDR 11.45 billion, sales on non-productive fixed assets IDR 8.31 billion, gain on exchange rate IDR 6.25 billion, sales on palm kernel shell IDR 1.6 billion, sales on FFB from Smallholder Estates IDR 8.77 billion and from plasma estates IDR 1.88 billion, the difference of PT Kalianusa appraisal IDR 1.75 billion, and hospital income IDR 0.33 billion.

Beban Lain-Lain Realisasi beban lain-lain tahun 2009 terhadap tahun 2008 meningkat sebesar Rp 22,48 miliar atau 22,77%. Hal ini disebabkan adanya peningkatan antara lain imbalan pasca kerja PSAK 24 gol I-IV sebesar Rp 0,28 miliar, tantiem sebesar Rp 2,74 miliar , beban produksi TBS dijual Rp 19,07 miliar (Pemeliharaan TM sebesar Rp 13,33 miliar dan beban panen pengangkutan sebesar Rp 5,74 miliar).

Other expenses in 2009 compared to that of 2008 increased as much as IDR 22.48 billion or 22.77%. It was the result of several increases among others on post-employment benefit PSAK 24 Criteria I-IV amounting to IDR 0.28 billion, bonuses of IDR 2.74 billion, production expenses for sold FFB IDR 19.07 billion (Matured plants maintenance IDR 13.33 billion and harvest-transportation expenses IDR 5.74 billion).

Beban bunga

Interest Expenses

Beban bunga meningkat sebesar 95,79%, dari Rp 19.006 juta pada tahun 2008 menjadi Rp 37.211 juta tahun 2009. Hal ini sejalan dengan meningkatnya hutang Perseroan yang berasal dari penarikan kredit investasi (uncommitted) dari Rp 225.000 juta menjadi Rp 256.933 juta yang digunakan untuk investasi kebun sendiri, dan penarikan kredit investasi/pembangunan KKPA Skim Bank Mandiri dari Rp 6.346 juta menjadi Rp 10.222 juta yang digunakan untuk investasi tanaman dan pembayaran talangan kebun plasma.

Interest expenses increased by 95.79% from IDR 19.006 million in 2008 to IDR 37.211 million in 2009. It correlated with the increase of Company debt from (uncommitted) investment loan withdrawal from IDR 225,000 million to IDR 256,933 million used for investment at smallholder estates, and the withdrawal of investment/development loan KKPA Skin Bank Mandiri from IDR 6,346 to IDR 10,222 used for investment in plantation and paying for advance installment for smallholder estates.

Laba Sebelum Pajak

Earning before tax in 2009 reached IDR 182,180 mil lion, decreased by 34.56% compared to that of in 2008 which reached IDR 278.392 million. Oil palm commodity gave profit amounting to IDR 199,018 million in relation to the increase of palm oil production, while rubber commodity suffered from loss amounting to IDR 16,838 million due to rubber production and price was lower than the target. Besides that, there was a loss from the sales of December

Laba sebelum pajak tahun 2009 mencapai Rp 182.180 juta, menurun sebesar 34,56% terhadap tahun 2008 yang mencapai Rp 278.392 juta. Komoditi Kelapa Sawit memberikan kontribusi laba sebesar Rp 199.018 juta seiring meningkatnya produksi minyak sawit, sedangkan komoditi karet mengalami kerugian sebesar Rp 16.838 juta dikarenakan produksi dan harga jual karet berada di bawah target. Selain itu, terdapat

118

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Other Expenses

Earning Before Tax


Tinjauan Keuangan Financial Review

kerugian yang berasal dari penjualan persediaan akhir Desember 2008 sebanyak 4.132 ton karet kering. Kerugian ini cukup material karena terdapat selisih harga jual, yaitu dari Rp 19.648/kg (penilaian persediaan akhir Desember 2008 berdasarkan harga pasar dibandingkan dengan beban pokok) menjadi Rp 16.880/kg (realisasi harga jual), sehingga total kerugian tersebut adalah 4.132 ton x (Rp 19.648/kg â&#x20AC;&#x201C; Rp 16.880/kg) = Rp 11.437 juta.

2008 final stock as much as 4,132 tons of dried rubber. This loss was quite material since there was a difference on selling price, from IDR 19,648/kg (assessment on December 2008 final stock based on market price compared to the main expenses) to IDR 16,880/kg (selling price), therefore the total loss was 4,132 tons x (IDR 19,648/kg â&#x20AC;&#x201C; IDR 16,880/kg) = IDR 11,437 million.

Pajak Perseroan

Company Tax

Pajak Perseroan menurun sebesar 28,00% menjadi Rp 52.250 juta dari Rp 72.568 juta di akhir tahun 2008. Hal ini terkait dengan menurunnya laba usaha akibat harga jual produk yang kurang menguntungkan.

Company Tax decreased by 28.00% to IDR 52,250 mil lion from IDR 72,568 million at the end of 2008. It correlated with the decrease of operating income due to non-profitable product price.

Laba Bersih

Net Profit

Laba Bersih di tahun 2009 sebesar Rp 122.088 juta, menurun sebesar 42,14% jika dibandingkan dengan realisasi tahun 2008 yang mencapai Rp 210.991 juta atau bertumbuh sebesar 543,11% terhadap tahun 2006.

Net Profit in 2009 was IDR 122,088 million, decreased by 42.14% if compared to that of in 2008 which reached IDR 210,991 million or increased by 543,11% from 2006.

Laba Bersih Tahun 2005 - 2009 (Rp Juta) Net Profit in 2005 - 2009 (IDR Million)

210.991 141.595

45.665

2005

122.088

18.984

2006

2007

2008

2009

Posisi Keuangan

Financial Position

Aktiva

Assets

Total Aset perusahaan meningkat sebesar 23.91%, dari Rp 1.933.503 juta pada akhir tahun 2008 menjadi Rp 2.395.714 juta pada akhir tahun 2009 atau bertumbuh sebesar 52,86% terhadap tahun 2006. Peningkatan tersebut disebabkan adanya pertambahan asset lancar sebesar Rp 147.008 juta dan asset tetap dan lain-lain sebesar Rp 302.595 juta. Uang muka kepada pemborong meningkat sebesar Rp 10,46 miliar merupakan uang muka pembangunan PMS Kembayan dan PMS Pelaihari.

The company total assets increased by 23.91% from IDR 1,933,503 million at the end of 2008 to IDR 2,395,714 million at the end of 2009 or increased by 52.86% compared to that of in 2006. The increase was caused by an increase on current assets amounting IDR 147,008 million and fixed assets and other assets amounting IDR 302,595 million. Down payment to contractor increased by IDR 10.46 billion for the construction of Kembayan Palm Oil Mill and Pelaihari Palm Oil Mill.

Aset Lancar

Current Assets

Aset lancar meningkat sebesar 30,74%, dari Rp 478.162 juta pada akhir tahun 2008 menjadi Rp

Current Assets increased by 30.74% from IDR 478,162 million at the end of 2008 to IDR 625,170 million at

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

119


Tinjauan Keuangan Financial Review

625.170 juta pada akhir 2009. Peningkatan tersebut terutama pada: Piutang penjualan meningkat sebesar Rp 26,87 miliar yang akan dibayarkan pada tahun berikutnya (umur piutang dibawah 10 hari). Uang Muka kepada pemborong meningkat sebesar Rp 10,46 miliar merupakan uang muka pembangunan PMS Kembayan dan PMS Pelaihari. Dana Talangan meningkat sebesar Rp 5,41 miliar. Hal ini disebabkan angsuran kredit petani sesuai PK 30% dari hasil produksi belum dapat dipenuhi oleh petani (rata-rata potongan 15%). Pendekatan kepada petani terus diupayakan oleh manajemen untuk dapat menagih sebesar 30% dari hasil produksi, dalam hal ini Kebun Batulicin dan Ngabang telah berhasil dipotong 30%. Persediaan bahan baku meningkat sebesar Rp 22,21 miliar. Hal ini disebabkan meningkatnya persediaan pupuk dan bahan kimia sebesar Rp 22,61 miliar terkait perubahan dosis dan komposisi pupuk yang disesuaikan dengan rekomendasi Pusat penelitian Kelapa Sawit.

the end of 2009. The increase was mainly on: Receivables from sales increased by IDR 26.87 billion which would be paid in the following year (for receivables less than 10 days). Down payment to contractor increased by IDR 10.46 billion for the construction of Kembayan Palm Oil Mill and Pelaihari Palm Oil Mill. Bridging Finance increased by IDR 5.41 billion. It was caused by farmersâ&#x20AC;&#x2122; loan installment under Loan Agreement amounting 30% from production yields could not be fulfilled by the farmers (average deduction 15%). The management was kept approaching the farmers to collect 30% from production yields, in this case Batulicin and Ngabang Estate were deducted 30%. Raw material supply increased by IDR 22.21 billion. It was caused by the increase of fertilizer and chemical supply amounting to IDR 22.61 billion in relation with the change of fertilizer dosage and composition as recommended by the Indonesian Oil Palm Research Institute.

Aset Tidak Lancar

Non-Current Assets

Aset tidak lancar meningkat sebesar 21,66%, yaitu dari Rp 1.455.341 juta pada akhir tahun 2008 menjadi Rp 1.770.544 juta pada akhir tahun 2009. Hal ini terkait dengan penambahan aset baru yang berasal dari meningkatnya Aset Tetap berupa Tanaman Menghasilkan Kelapa Sawit dan Karet masing-masing sebesar Rp 40.986 juta dan Rp 134.988 juta, investasi dalam penyelesaian sebesar Rp 41.850 juta.

Non-current assets increased by 21.66%, from IDR 1,455,341 million at the end of 2008 to IDR 1,770,544 million at the end of 2009. It correlated with the increase of new assets from current assets in the form of Oil Palm and Rubber Matured Plants amounting to IDR 40,986 million and IDR 134,988 million, respectively, investment in progress IDR 41,850 million.

Kewajiban

Liabilities

Total Kewajiban perusahaan pada tahun 2009 meningkat sebesar Rp 462.211 juta dibandingkan tahun 2008. Kewajiban lancar meningkat sebesar 40,43%, yaitu dari Rp 583.502 juta pada akhir tahun 2008 menjadi Rp 819.422 juta pada akhir tahun 2009. Hal ini disebabkan karena adanya, peningkatan hutang jatuh tempo, peningkatan hutang niaga (leveransir), hutang pembelian TBS, hutang jasa kepada pemborong, hutang uang muka penjualan. Pelunasan akan dilakukan sesuai jadual.

Company total liabilities in 2009 increased by IDR 462,211 million compared to that of in 2008. Current liabilities increased by 40.43%, from IDR 583,502 million at the end of 2008 to IDR 819,422 million at the end 2009. It was caused by the increase of matured loan, account payable (supplier), debt for purchasing FFB, service debt to contractor, debt for sales down payment. Payment shall be done on schedule.

Kewajiban jangka panjang meningkat sebesar 37,45%, yaitu dari Rp 413.481 juta menjadi Rp 568.321 juta pada akhir tahun 2009. Hal ini terkait dengan peningkatan hutang Perseroan yang berasal dari penarikan kredit investasi. Posisi modal kerja sampai dengan 31 Desember 2009 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2008 sebesar Rp 88,91 miliar atau 84,40%. Hal

120

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Long-term liabilities increased by 37.45%, from IDR 413,481 million to IDR 568,321 million at the end of 2009. It correlated with the increase of Company debt from investment loan withdrawal. The amount of working capital up to December 31, 2009 decreased compared to that of in 2008 by IDR 88.91 billion or 84.40%. It was caused by the decrease of commodity price in 2009, and payment on additional premium for Plantation Pension Fund.


Tinjauan Keuangan Financial Review

ini disebabkan menurunnya harga jual komoditi tahun 2009, dan pembayaran atas tambahan iuran Dapenbun.

Ekuitas

Equity

Ekuitas perusahaan pada tahun 2009 meningkat sebesar 7,63%, dari Rp 936.520 juta menjadi Rp 1.007.971 juta. Hal ini disebabkan naiknya cadangan umum menjadi sebesar Rp 160.353 juta, yang berasal dari pembagian laba yang diperoleh dari laba bersih Perseroan tahun 2008. Sejumlah laba ditahan ini dipergunakan untuk dana pengembangan dan penggantian investasi pabrik untuk peningkatan produktivitas.

Company equity in 2009 increased by 7.63%, from IDR 936.520 million to IDR 1,007,971 million. It was caused by the increase of general reserve to IDR 160,353 million, originating from profit distribution obtained from Company net profit in 2008. Some of these retained earnings were used for development fund and to replace investment on mill in order to improve productivity.

Ikhtisar Neraca dalam Juta Rupiah Summary of Balance Sheet in IDR Million Uraian 2008 2009 Description

% Pertumbuhan % Growth

Aset Assets

- Asset Lancar Current Assets

- Penyertaan Investment

- Asset Pajak Tangguhan Deferred Tax Assets

- Asset Tetap Fixed Assets

- Asset Lain-lain Other Assets

Total Asset

478.162

625.170

30,74

7.658

28.107

267,03

37.131

29.290

(21,12)

1.269.265

1.541.912

21,48

141.287

171.235

21,20

1.933.503

2.395.714

23,91

Kewajiban Liabilities

- Kewajiban Lancar Current Liabilities

583.502

819.422

40,43

- Kewajiban Jangka Panjang Long-term Liabilities

413.481

568.321

37,45

- Modal Sendiri Equity

Total Kewajiban Total Liabilities

936.520

1.007.971

7,63

1.933.503

2.395.714

23,91

Arus Kas

Cash Flow

Secara keseluruhan terjadi kenaikan arus kas bersih pada perusahaan sebesar Rp 23,52 miliar, sehingga saldo kas dan setara kas akhir periode 2009 menjadi Rp 89,84 miliar. Jumlah arus kas dari aktivitas operasi tahun 2009 meningkat sebesar Rp 172,82 miliar dari tahun 2008, hal ini disebabkan penerimaan dari pelanggan dan penerimaan PPN meningkat sebesar Rp 201,69 miliar. Jumlah arus kas dari aktivitas investasi tahun 2009 menurun sebesar Rp 73,32 miliar dari tahun 2008, dikarenakan meningkatnya pengeluaran investasi untuk tanaman dan non tanaman, investasi pada anak perusahaan, dll sebesar Rp 112,72 miliar. Jumlah arus kas dari aktivitas pendanaan tahun 2009 menurun sebesar Rp 10,29 miliar dari tahun 2008, dikarenakan menurunnya penarikan KMK sebesar Rp 11,10 miliar.

Overall, there was an increase of cash flow at the company amounting to IDR 23.52 billion, therefore cash balance and final cash equivalent in 2009 was IDR 89.21 billion. The total cash flow from operating activities in 2009 increased by IDR 172.82 billion from that of in 2008, it was due to an increase of revenue from customers and from VAT amounting to IDR 201.69 billion. The total cash flow from investment activities in 2009 decreased by IDR 73.32 billion from that of in 2008, due to an increase of investment expenses for plants and non-plants, investment for subsidiaries, etc by IDR 112.72 billion. The total cash flow from financing activities in 2009 decreased by IDR 10.29 billion from that of in 2008, due to the decrease of working capital loan withdrawal amounting to IDR 11.10 billion.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

121


Tinjauan Keuangan Financial Review

Keterangan 2008 2009 Selisih (+ / -) Description Difference 1 2 3 4 (3-2)

Arus kas dari aktivitas operasi Cash flow from operating activities Penerimaan dari Revenue from : Pelanggan/Pembeli Customer/Buyer Penerimaan PPN VAT Bunga & Jasa Giro Interest & Current Account Service Lain-lain Miscellaneous Total Penerimaan Total Revenue Pengeluaran kepada Expenditure for: Pemasok Supplier Karyawan Employees Bonus Karyawan Employee Bonus Pajak Tax Pembelian TBS/BOKAR Purchasing FFB/Rubber Raw Material Lain-lain Miscellaneous Total Pengeluaran Total Expenditure Jumlah arus kas dari aktivitas operasi Total cash flow from operating activities Arus kas dari aktivitas investasi Cash flow from investment activities Penerimaan Revenue: Penarikan Kredit Investasi Investment Loan Withdrawal Pinjaman KKPA (Revitalisasi) KKPA Loan (Revitalization) Total Penerimaan Total Revenue Pengeluaran Expenditure : Investasi tanaman & Non Tanaman Plants & Non-Plants Investment Investasi pada anak perusahaan Investment for subsidiaries Investasi KKPA KKPA Investment Lain-lain Miscellaneous Total Pengeluaran Total Expenditure Jumlah arus kas dari aktivitas investasi Total cash flow from investment activities Arus kas dari aktivitas pendanaan Cash flow from financing activities Penerimaan Revenue : Penarikan KMK Working Capital Loan Withdrawal Total Penerimaan Total Revenue Pengeluaran Expenditure: Pembayaran hutang bank Bank debt payment Pembayaran hutang bunga Interest payable payment Pembayaran KMK Working Capital Loan payment Angsuran kredit petani Farmersâ&#x20AC;&#x2122; loan installment Pembayaran dividen Dividend payment PKBL Partnership and Environment Development Program Tantiem Bonuses Total Pengeluaran Total Expenditure Jumlah arus kas dari aktivitas pendanaan Total cash flow from financing activities Kenaikan (penurunan) arus kas neto Increase (decrease) of net cash flow Saldo kas dan setara kas awal periode Cash balance and cash equivalent at the beginning of the period Saldo kas dan setara kas akhir periode Cash balance and cash equivalent at the end of the period

122

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

% Tase Perbandingan Percentage Of Comparison 5 (4:2)

2.452.155 51.812 1.250 110.736 2.615.953

2.622.563 83.090 968 101.780 2.808.401

170.408 31.278 (282) (8.956) 192.448

6,95 60,37 (22,56) (8,09) 7,36

793.939 412.410 45.034 90.640 1.156.928 37.188 2.536.139

893.167 460.519 45.714 66.556 1.070.907 18.903 2.555.766

99.228 48.109 680 (24.084) (86.021) (18.285) 19.627

12,50 11,67 1,51 (26,57) (7,44) (49,17) 0,77

79.814

252.635

172.821

216,53

225.000 9.999 234.999

256.933 10.222 267.155

31.933 223 32.156

14,19 2,23 13,68

117.935 0 32.225 448 150.608

227.621 2.692 24.978 791 256.082

109.686 2.692 (7.247) 343 105.474

93,01 0,00 (22,49) 76,56 70,03

84.391

11.073

(73.318)

(86,88)

68.655 68.655 101.606 31.425 96.350 27.432 35.399 4.248 2.093 298.553

56.748 56.748 48.837 67.356 72.792 54.190 42.198 8.440 3.123 296.936

(229.898)

(11.907) (11.907)

(17,34) (17,34)

(52.769) 35.931 (23.558) 26.758 6.799 4.192 1.030 (1.617)

(51,93) 114,34 (24,45) 97,54 19,21 98,68 49,21 (0,54)

(240.188)

(10.290)

4,48

(65.638)

23.520

89.213

(135,80)

132.018

66.325

(65.693)

(49,76)

66.325

89.845

23.520

35,46


Tinjauan Keuangan Financial Review

Rasio Keuangan

Financial Ratio

Rasio keuangan berupa rentabilitas, likuiditas dan solvabilitas tahun 2009 berada di bawah periode yang sama tahun 2008 masing-masing sebesar 10,29%, 5,66% dan 21,31%. Meskipun demikian, berdasarkan indikator tersebut perusahaan masih mampu memenuhi kewajiban dan menjalankan proses bisnisnya secara berkelanjutan, karena nilai solvabilitas di atas 100%.

Financial ratio consisting of rentability, liquidity and solvability in 2009 was below that of the same period in 2008, namely 10.29%, 5.66% and 21.31%, respectively. However, based on the above indicators the company was still able to meet its liabilities and run its business sustainable, since the solvability was higher than 100%.

Rasio Keuangan Perusahaan ( %) Company Financial Ratio (%) 193,94

195,22

170,92

172,63

170,92

Solvabilitas Likuiditas

73,51 6,44 2005

63,96

53,53 2007

2008

Rentabilitas

76,29

20,69

18,45

5,45 2006

81,95

10,40 2009

Kemampuan Membayar Hutang

Ability to Pay Debts

Tingkat Solvabilitas untuk mengukur kemampuan membayar hutang perusahaan sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 22 tahun 2004.

Solvability level to measure the company ability to pay its debts is in line with Government Regulation No. 22 of 2004.

Dalam (Rp Juta) In (IDR Million)

No

Uraian Description

1.

Jumlah Tingkat Solvabilitas Total Solvability Level

Kekayaan Assets

Tingkat Solvabilitas Solvability Level

2.

2008

2009

1.933.503

2.395.714

Kewajiban Liabilities

996.983

1.387.743

Jumah Total

936.520

1.007.971

193,94

172,63

Tingkat solvabilitas tahun 2009 sebesar 172,63% atau turun 21,31% dibanding tahun 2008 sebesar 193,94%. Penurunan ini disebabkan kenaikan kewajiban yang cukup signifikan sebesar Rp 390.760 juta atau 39,19 % dibandingkan dengan peningkatan kekayaan yang sebesar Rp 462.211 juta atau 23,91.%. Kenaikan kewajiban ini merupakan konsekuensi dari kebijakan Perusahaan berupa Pengembangan Usaha yang tentunya membutuhkan dana eksternal cukup tinggi. Selain hal tersebut, kemampuan membayar hutang Perseroan juga terkait dengan penurunan harga komoditi sebagai dampak adanya krisis ekonomi global. Sesuai dengan Rencana Jangka Panjang Perseroan tahun 2010 - 2014, dalam jangka waktu lima tahun ke depan rasio keuangan Perusahaan akan semakin membaik.

Solvability level in 2009 was 172.63% or decreased 21.31% compared to that of in 2008 which was 193.94%. The decrease was caused by a relatively significant increase of liabilities amounting to IDR 390.760 million or 39.19% compared to the increase of assets amounting to IR 462.211 million or 23.91%. The increase of liabilities was resulted from the consequence of Company policy related to Business Development which requires relatively high external fund. Besides that, Company ability to pay its debts was related to the decrease of commodity price as an impact of global economic crisis. In relation to Company Long-term Plan for 2010 â&#x20AC;&#x201C; 2014, within the next five years the Company financial ratio will improve.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

123


Tinjauan Keuangan Financial Review

Belanja Modal/Capital Expenditure

Capital Expenditure

Realisasi investasi tahun 2009 berjumlah Rp 325.964 juta, meningkat sebesar 19,35% dibandingkan tahun 2008 yang mencapai Rp 273.121 juta. Peningkatan investasi ini terutama terjadi pada investasi non tanaman dan investasi dalam penyelesaian meliputi: Investasi bangunan perusahaan meningkat sebesar 31,43%, dari Rp 8.999 juta menjadi Rp 11.827 juta. Investasi mesin dan instalasi meningkat sebesar 80,44%, dari Rp 55.136 juta menjadi Rp 99.488 juta. Investasi jalan, jembatan dan saluran air meningkat sebesar 88,33%, dari Rp 14.521 juta menjadi Rp 27.348 juta. Investasi bangunan dalam penyelesaian meningkat sebesar 354,12%, dari Rp 11.818 juta menjadi Rp 53.668 juta, terutama untuk proyek pembangunan PMS Kembayan & Pelaihari. Aktiva lain-lain untuk HGU meningkat sebesar 76,56%, dari Rp 448 juta menjadi Rp 791 juta.

Investment in 2009 was IDR 325,964 million, in creased by 19.35% compared to that of in 2008 which reached IDR 273.121 million. The increase of investment was mainly on non-plants investment and investment in progress consisting of: Investment for company building increased by 31.43% from IDR 8,999 million to IDR 11,827 million. Investment for machine and installation increased by 80.44% from IDR 55,136 million to IDR 99,488 million. Investment for road, bridge and drainage increased by 88.33% from IDR 14,521 million to IDR 27,348 million. Investment for building in progress increased by 354.12% from IDR 11,818 million to IDR 53.668 million especially for constructing Kembayan & Pelaihari Palm Oil Mill. Other assets for Land Cultivation Right increased by 76.56% from IDR 448 million to IDR 791 million.

Uraian (Description) 2008 2009 Kebun Inti Nucleus Estates a. Investasi Tanaman Investment on Plants 83.301 62.270 - Kelapa Sawit Oil Palm 70.372 57.386 - Karet Rubber 153.673 119.656 Jumlah Total (a) b. Investasi Non Tanaman Investment on Non-Plants 5.488 2.634 - Tanah Land 10.403 3.905 - Bangunan Rumah House Building 8.999 11.827 - Bangunan Perusahaan Company Building 55.136 99.488 - Mesin dan Instalasi Machine and Installation 14.521 27.348 - Jalan Jembatan dan sal Air Road, Bridge and Drainage 7.854 3.323 - Alat Pengangkutan Means of Transportation 3.583 3.246 - Alat Pertanian & Inv,Kecil Agricultural Equipments & Small Inv. 1.198 78 - Instalasi Pembibitan Nursery 107.182 151.849 Jumlah Total (b) 260.855 271.505 Jumlah Total ( a + b ) c. Investasi Dalam Penyelesaian Investment in Progress 11.818 53.668 - Non Tanaman Non-Plants 0 0 - Tanaman Plants 11.818 53.668 Jumlah Total (c) 272.673 325.173 Jumlah Total ( a + b + c ) d. Aktiva lain-lain Other Assets 448 791 - Hak Guna Usaha Land Cultivation Right 273.121 325.964 Jumlah Kebun Inti Total Nucleus Estates

% Pertumbuhan Growth

124

(25,25) (18,45) (22,14) (52,00) (62,46) 31,43 80,44 88,33 (57,69) (9,41) (93,49) 41,67 4,08 354,12 0,00 354,12 19,25 76,56 19,35

Ikatan yang Material untuk Investasi Barang Modal

Contract on Capital Investment

Pada tahun 2009, PTPN XIII (Persero) melakukan beberapa perikatan yang material untuk Investasi barang modal, antara lain: PTPN XIII (Persero) menandatangani perjanjian dengan PT Rekayasa Industri dan PT Yasa Industri

In 2009, PTPN XIII (Persero) drew up several contracts on Capital Investment, among others: PTPN XIII (Persero) signed an agreement with PT Rekayasa Industri and PT. Yasa Industri Nusantara for Constructing Kembayan Palm Oil Mill with total

Laporan Tahunan 2009 Annual Report


Tinjauan Keuangan Financial Review

Nusantara untuk Pembangunan proyek PMS Kembayan kapasitas 30 Ton TBS/jam model Simplified Design dengan Turn-Key, Surat Perjanjian No: 13.11/SP/02/II/2009, nilai kontrak Rp 63 miliar, kemajuan pekerjaan fisik tahun 2009 sebesar 50,73 %. PT Rekayasa Industri dan PT Yasa Industri Nusantara masih mengelola pembangunan proyek PMS Kembayan sampai kemajuan fisik pekerjaan mencapai 100%. PTPN XIII (Persero) menandatangani perjanjian dengan PT Sinar Galuh Pratama untuk pembangunan proyek PMS Pelaihari kapasitas 30 ton TBS/jam model Simplified Design dengan Turn-Key Project, Surat Perjanjian No: 13.11/SP/01/I/2009 tanggal 20 Januari 2009 dengan, nilai kontrak Rp 59,39 miliar. Kemajuan pekerjaan tahun 2009 sebesar 30%. PT Sinar Galuh Pratama masih terus mengelola pembangunan proyek PMS Pelaihari sampai kemajuan fisik pekerjaan mencapai 100%.

capacity 30 Tons of FFB/hour using Simplified Design model with Turn-Key, Agreement No: 13.11/ SP/02/II/2009, contract value was IDR 63 billion, the progress of physical work in 2009 was 50.73%. PT. Rekayasa Industri and PT. Yasa Industri Nusantara will still manage the construction of Kembayan Palm Oil Mill until the progress of physical work reached 100%. PTPN XIII (Persero) signed an agreement with PT Sinar Galuh Pratama for Constructing Pelaihari Palm Oil Mill with total capacity 30 Tons of FFB/ hour using Simplified Design model with Turn-Key, Agreement No: 13.11/SP/01/I/2009 dated January 20, 2009 with contract value amounting to IDR 59.39 billion. The progress of the work up to 2009 was 30%. PT Sinar Galuh Pratama will still manage the construction of Pelaihari Palm Oil Mill until the progress of physical work reached 100%.

Kejadian Luar Biasa dan Jarang Terjadi

Extraordinary and Rarely Occurred Events

Tidak ada kejadian yang luar biasa pada tahun 2009.

There was not any extraordinary event in 2009.

Perubahan Kepemilikan Saham pada Anak Perusahaan dan Perusahaan Asosiasi

Change on Share Ownership in Subsidiaries and Asociated Companies

Selama tahun 2009, Perseroan melakukan transaksi yang berkaitan dengan pendirian anak perusahaan dan perusahaan asosiasi, total jumlah penyertaan sebesar Rp 28.107.719.073 berupa: Penyertaan Saham pada PT Perkebunan Agrintara sebesar 15 % x Rp 50.808.438.092, sehingga jumlah penyertaan PTPN XIII sebesar Rp 7.621.265.713. Penyertaan Saham pada PT Kalimantan Agro Nusantara di Sangatta Kalimantan Timur sebesar 51% x Rp 40.000.000.000, sehingga jumlah penyertaan PTPN XIII sebesar Rp 20.400.000.000. Saham Indoham sebesar 8.000 DM @ Rp 4.556,67 atau 4 % belum termasuk Dividen tahun 1998, sehingga penyertaan sebesar Rp 36.453.360. Penyertaan Saham pada PT Riset Perkebunan Nusantara ( RPN ) sebesar Rp 50.000.000.

In 2009, the Company made several transactions related to the establishment of subsidiaries and associated companies, the total investment was IDR 28,107,719,073 consisting of: Shares Investment in PT. Perkebunan Agrintara amounting to 15% x IDR 50,808,438,092 so the total investment of PTPN XIII was IDR 7,621,265,713. Shares Investment in PT. Kalimantan Agro Nusantara in Sangatta East Kalimantan amounting to 51% x IDR 40,000,000,000 so the total investment of PTPN XIII was IDR 20,400,000,000. Indoham Shares amounting to 8,000 DM @ IDR 4,556.67 or 4% excluding dividend in 1998 so the total investment was IDR 36.45 million. Shares Investment in PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) amounting to IDR 50 million.

Transaksi Dengan Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa

Transaction with Special Parties

a. PT Kalimantan Agro Nusantara merupakan Anak Perusahaan yang dibentuk bersama antara PTPN XIII (Persero) dengan PT Pupuk Kaltim berdasarkan Akta Notaris No. 40, tanggal 14 September 2009 sesuai Akta Pendirian dan RUPSLB pertama kali tanggal 24 Oktober 2009. Kepemilikan saham didominasi PTPN XIII dengan porsi 51% dan sisanya dimiliki oleh PT Pupuk Kaltim. Investasi

a. PT Kalimantan Agro Nusantara is a Subsidiary established together between PTPN XIII (Persero) and PT Pupuk Kaltim under Deed No. 40, dated September 14, 2009 in accordance with Memorandum of Associations and the first Extraordinary Meeting of Shareholders on October 24, 2009. Share ownership is dominated by PTPN XIII holding 51% and the rest is held by PT Pupuk Kaltim. Initial in-

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

125


Tinjauan Keuangan Financial Review

126

awal sebesar Rp 600 M untuk pengadaan lahan kelapa sawit. Sampai dengan saat ini Laporan Keuangan PT Kalimantan Agro Nusantara per 31 Desember 2009 belum diperoleh, sehingga tidak dapat dilakukan konsolidasi dan tidak berdampak material terhadap laporan keuangan PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero). b. PT Perkebunan Agrintara merupakan usaha patungan di bidang jasa dan perdagangan pertanian dan perkebunan antara Perseroan dengan PTPN V (Persero) dan PT Sepanjang Intisurya Alami. Perusahaan ini didirikan dengan akta No. 20 tanggal 5 Juli 2003 dengan presentase komposisi kepemilikan saham PTPN XIII sebesar 15%. Sampai dengan saat ini PT Perkebunan Agrintara masih dalam posisi saldo rugi, namun masih memiliki nilai ekuitas positif. c. Saham Indoham sebesar 4% yang didasarkan pada Surat Menteri Pertanian Republik Indonesia No: TU.330/01/18/II/1998 tanggal 11 Februari 1998 dan Rapat Umum Pemegang Saham Indoham tanggal 6 Agustus 1998. d. PT Riset Perkebunan Nusantara merupakan perubahan status dari Lembaga Riset Perkebunan Indonesia yang bergerak dalam bidang Riset dan Penelitian perkebunan yang bertempat di Bogor Jawa Barat. Penyertaan saham kepada PT RPN merupakan perusahaan patungan antara PT Perkebunan Nusantara I - XIV dan PT Rajawali Nusantara Indonesia yang didasarkan pada keputusan RUPS tanggal 22 Januari 2009. Modal dasar Perseroan ditetapkan sebesar Rp 3 miliar terbagi atas 3.000 saham dengan nilai nominal sebesar Rp 1 juta, dari modal dasar yang ditempatkan dan diambil bagian oleh para pemegang saham sebanyak 750 saham atau seluruhnya sebesar Rp 750 juta dan telah disetor penuh dengan uang tunai melalui kas Perseroan, masing-masing sebesar 6,67% dengan nilai Rp 50 juta.

vestment was IDR 600 Billion for oil palm estates. Up to the present time, the Financial Statement of PT Kalimantan Agro Nusantara per December 31, 2009 is not received so that consolidation cannot be done and it has no significant impact for the financial statement of PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero). b. PT Perkebunan Agrintara is a joint venture in agricultural and plantation service and commerce between the Company with PTPN V (Persero) and PT Sepanjang Intisurya Alami. This company was established under Act No. 20 dated July 5, 2003 in which the percentage of share ownership of PTPN XIII was 15%. Up to the present time PT. Perkebunan Agrintara is still suffering from loss but its equity is still positive. c. Indoham shares amounting to 4% based on the Decree of the Minister of Agriculture of the Republic of Indonesia No: TU.330/01/18/II/1998 dated February 11, 1998 and the General Meeting of Indoham Shareholders on August 6, 1998. d. PT Riset Perkebunan Nusantara was the Indonesian Plantation Research Association focusing on Plantation Research and Investigation located in Bogor, West Java. Shares investment in PT RPN is a joint venture between PT Perkebunan Nusantara I-XIV and PT Rajawali Nusantara Indonesia based on the decision of General Meeting of Shareholders on January 22, 2009. The Company authorized capital was IDR 3 billion consisting of 3,000 shares with nominal value IDR 1 million, out of the issued capital and some was taken by the shareholders as much as 750 shares or in total IDR 750 million and was fully deposited in cash through the Company cash, each 6.67% and the value was IDR 50 million.

Kebijakan Dividen

Policy on Dividend

Distribusi laba diputuskan melalui RUPS Pengesahan Laporan Keuangan. Berikut distribusi laba tahun 2005 â&#x20AC;&#x201C; 2009 sesuai keputusan RUPS Pengesahan Laporan Keuangan.

Profit distribution was decided through General Meeting of Shareholders on Financial Statement Ratification. Below is profit distribution in 2005 - 2009 in relation with the decision of General Meeting of Shareholders on Financial Statement Ratification.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report


Tinjauan Keuangan Financial Review

Distribusi Laba Tahun 2005 â&#x20AC;&#x201C; 2009 (Rp. Miliar) Profit Distribution in 2005 â&#x20AC;&#x201C; 2009 (IDR Billion) 2005

%

Dividen

Tantiem Program Kemitraan Bina Lingkungan Cadangan Umum Jumlah

2006 Rp. M

%

2007 Rp. M

%

2009*

2008

Rp. M

%

Rp. M

25,00

15,90

20,00

9,13

24,76

35,07

20,00

3,00 1,00 5,00 66,00 100,00

1,91 0,64 3,18 24,07 45,70

1,69 1,00 2,00 75,31 100,00

0,77 0,46 0,91 34,39 45,66

1,48 1,00 2,00 70,76 100,00

2,09 1,42 2,83 100,19 141,60

- 2,00 2,00 76,00 100,00

%

Rp. M

20,00

24,42

- - 4,22 2,00 4,22 2,00 160,35 76,00 210,99 100,00

2,44 2,44 92,78 122,08

42,20

Informasi dan Fakta Material yang Terjadi Setelah Tanggal Neraca

Information and Facts about Events Occurred after the Balance Sheet Date

Pada tahun 2009 tidak ada informasi dan fakta/kejadian penting setelah tanggal laporan neraca termasuk dampaknya terhadap kinerja dan resiko usaha di masa mendatang.

In 2009, there was not any important information and fact/event occurred after the balance sheet date including its impact towards business performance and risk in the future.

Pengaruh Perubahan Peraturan Pemerintah

Impact of a Change on Government Regulation

Tidak ada perubahan peraturan pemerintah pada tahun 2009 yang berdampak terhadap Laporan Keuangan.

There was not any change on Government Regulation in 2009 affecting the Financial Statement.

Pengaruh Perubahan Kebijakan Akuntansi

Impact of a Change on Accounting Policy

Tidak ada perubahan kebijakan akuntansi pada tahun 2009.

There was not any change on accounting policy in 2009.

Kewajiban Terhadap Pemerintah

Obligation to the Government

Kewajiban PTPN XIII (Persero) kepada Pemerintah adalah dalam bentuk pembayaran dividen, PPh pasal 21, pajak keluaran net, pajak masukan, PBB, PPh pasal 25/29, PPh pasal 23 dan PPh pasal 22. Berikut ini adalah realisasi pembayaran tahun 2008 dan 2009 untuk periode 1 Januari 2009 s/d 31 Desember 2009.

The obligation of PTPN XIII (Persero) to the Government is in the form of dividend payment, PPh (Income Tax) article 21, net output tax, input tax, PBB (Land and Building Tax), PPh article 25/29, PPh article 23 and PPh article 22. Below is tax payment in 2008 and 2009 for the period of January 1, 2009 - December 31, 2009.

Uraian Description

Dividen Dividend PPh Pasal 21 Pajak Keluaran Net Net Outpt Tax Pajak Masukan Input Tax PBB Tahun Annual PBB PPh Pasal 25/29 PPh Pasal 23 PPh Psl 22 Jumlah Total

2008

Terhutang (Rp) Disetor (Rp) Payable (Idr) Deposited (Idr)

2009 Lebih (Kurang) Terhutang (Rp) Disetor (Rp) Disetor Excess (Lack) Payable (Idr) Deposited (Idr) Deposited

Lebih (Kurang) Disetor Excess (Lack) Deposited

35.398.916.000 15.352.211.552

35.398.916.000 12.196.132.023

0 (3.156.079.529)

42.198.290.700 12.019.456.201

42.198.290.700 9.692.426.439

0 (2.327.029.762)

153.608.645.224

153.608.645.224

0

170.099.896.078

153.823.482.759

(16.276.413.319)

68.822.456.423

68.340.031.209

(482.425.214)

68.340.031.209

68.340.031.209

0

7.784.907.349 90.639.815.520 4.952.552.548 129.218.455 376.688.723.071

7.784.907.349 83.086.497.560 3.869.427.578 129.218.455 364.413.775.398

0 (7.553.317.960) (1.083.124.970) 0 (12.274.947.673)

7.784.907.349 88.632.814.149 6.125.854.442 129.218.455 395.330.468.583

7.784.907.349 83.086.497.560 3.856.521.783 129.218.455 368.911.376.254

0 (5.546.316.589) (2.269.332.659) 0 (26.419.092.329)

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

127


Tinjauan Keuangan Financial Review

Prospek Usaha Perusahaan

The Prospect of Company Business

Permintaan CPO Dunia Meningkat

The Increase of World Demand for CPO

Menurut analis minyak nabati Dorab E Mistry dalam Indonesia Palm Oil Conference and Price Outlook 2010, di Nusa Dua, Bali, (4/12/2009), permintaan (demand) dunia terhadap minyak sawit diprediksi naik 5,5 juta ton pada 2010. Prediksi ini didasarkan pada naiknya konsumsi minyak nabati untuk kebutuhan pangan dan biofuel. Kenaikan permintaan CPO itu dipicu pertambahan kebutuhan pangan sekitar 4 juta ton dan industri biofuel 1,5 juta ton. Untuk tambahan stok CPO 2010, turun dari perkiraan optimistis 4,45 juta ton menjadi hanya 3,25 juta ton, sehingga harga komoditas bakal terdorong ke level lebih tinggi.

Based on Dorab E. Mistry, a vegetable oil analyst, in Indonesia Palm Oil Conference and Price Outlook 2010, in Nusa Dua, Bali (4/12/2009), world demand for palm oil was predicted to increase by 5.5 million tons in 2010. This prediction was based on the increase of vegetable oil consumption for food and bio fuel. The increase of CPO demand was triggered by the increase of food requirements for about 4 million tons and bio fuel industry for about 1.5 million tons. Additional stock of CPO in 2010 decreased from optimistic estimation of 4.45 million tons to only 3.25 million tons; therefore the commodity price will be led to a higher level.

Ke depan, kebutuhan CPO dunia terus bertambah seiring naiknya harga minyak dunia. CPO dinilai mampu merespon kebutuhan bahan bakar di masa mendatang, karena persediaannya bisa diperbarui terus-menerus. Dengan semakin terbatasnya ketersediaan sumber bahan bakar fosil, pemenuhan kebutuhan bahan bakar tidak bisa hanya bergantung pada sumber daya minyak bumi. Perhatian dunia kini mengarah pada energi alternatif, seperti biodiesel.

128

In the future, world demand for CPO will be kept increasing due to the increase of world oil price. CPO is estimated to be able to respond fuel demand in the future because the supply can be renewed constantly. Since the availability of fossil fuel is limited, we should not depend on the fulfillment of fuel demand only on oil. World attention is now directed to alternative energy such as bio diesel.

Harga CPO Menguat

CPO Price Climbed

Iklim yang tidak bersahabat di beberapa negara produsen di Amerika Selatan, membuat produksi minyak nabati kurang bagus. Penurunan produksi minyak nabati dan meningkatnya permintaan CPO mendorong kenaikan harga CPO, yang saat ini menguasai 56% pangsa pasar ekspor minyak nabati global. Secara umum harga minyak nabati tahun 2010 akan naik antara US$ 100-200/ton dari posisi rata-rata tahun ini. Penguatan harga CPO itu terkait penurunan produksi sawit dan kedelai, yang merupakan bahan baku utama minyak nabati dunia.

Unfriendly climate in several producer countries in South America decreased the production of vegetable oil. The decrease of vegetable oil production and the increase of CPO demand have triggered the increase of CPO price, which at the present controls 56% export market of vegetable oil in the world. In general, vegetable oil price in 2010 will increase between US$ 100-200/tons from the average position this year. The increase of CPO price correlates with the decrease of oil palm and soybean production, as the main raw material for world vegetable oil.

Harga Karet Menguat

Rubber Price Climbed

TB Tjandra dalam tulisannya yang berjudul “Perkembangan Harga Karet dan Pandangan ke Depan” (Januari, 2010) menyatakan beberapa hal berikut: Prediksi tahun 2010: Pertumbuhann ekonomi negara maju menurut IMF diperkirakan mencapai 1,5%; India kemungkinan akan tumbuh 7%; China kemungkinan akan tumbuh 8%. Harapan di sektor perkaretan 2010: Kebutuhan karet alam akan tetap bertambah sehubungan dengan harapan pemulihan ekonomi sedunia; Setidak-tidaknya sektor otomotif di Seluruh du-

TB Tjandra in his writing entitled “Perkembangan Harga Karet dan Pandangan ke Depan” (January, 2010) stated the followings: Prediction for 2010: According to IMF, economic development of develop countries is estimated to reach 1.5%; India probably will grow 7%; China probably will grow 8%. Expectations in the rubber sector in 2010: Demand on natural rubber will increase in relation to the expectation of world economic recovery; At least the automotive sector all over the world will begin

Laporan Tahunan 2009 Annual Report


Tinjauan Keuangan Financial Review

nia akan menggeliat (long term dari major tyre manufacturer: SMPT, BS, GY, Pirelli tahun ini bertambah); India  juga mengalami kekurangan karet alam. Jangka pendek: Pengaruh yang menekan harga karet adalah adanya kebijakan China dan Amerika yang menaikan CAR di perbankan sehingga akan menimbulkan gejolak di pasar finansial yang berimbas pada turunnya berbagai harga komoditi seperti minyak kurang dari 75 USD/barrel, emas kurang dari 1100 USD/ounce dan berbagai komoditi lainnya; Pengaruh yang dapat mendorong naiknya harga karet adalah ketatnya pasokan dari belahan utara; Terjadinya wintering di belahan utara pada bulan Februari 2010; Penurunan harga diperkirakan akan terjadi sementara secara landai dengan supporting level pada 2,85 USD/kg.

to boost (long-term of major tire manufacturer: SMPT, BS, GY, Pirelli will develop this year); India will suffer from natural rubber shortage. Short-term: Influence that keeps rubber price low is policy from China and US increasing bank CAR which cause fluctuation in the financial market and the effect is the decrease of several commodity price such as oil less than 75 USD/barrel, gold less than 1,100 USD/ounce and some other commodities; The influence that may boost rubber price is limited supply from the northern area; Winter in the northern area in February 2010; The decrease of price is estimated to occur in a slope pattern in a temporary of time with supporting level of 2.85 USD/kg.

Prospek PTPN XIII ke Depan

The Prospect of PTPN XIII in the Future

Dengan mencermati sungguh-sungguh tren harga dan permintaan CPO dan karet di tahun 2010, kami memandang bahwa prospek PTPN XIII akan lebih baik dibandingkan tahun 2009. Pada situsai harga yang kurang menguntungkan di tahun 2009, PTPN XIII masih mampu mencetak laba dengan cukup baik. Didukung oleh kinerja produksi yang semakin menguat, komitmen terhadap peningkatan mutu, program ekspansi serta sinergi dari seluruh sumber daya yang dimiliki, ditambah kondisi eksternal yang semakin mendukung, kami berkeyakinan bahwa ke depan kinerja korporat akan semakin kokoh. Dengan demikian, ke depan PTPN XIII akan semakin mampu meningkatkan nilai imbal balik yang tinggi bagi pemegang saham dan stakeholders lainnya.

By paying a close attention to the trend of price of and demand for CPO and rubber in 2010, we consider that the prospect of PTPN XIII will be better compared to that of in 2009. When price was not profitable in 2009, PTPN XIII could record relatively good profit. Supported by stronger production performance, commitment to quality improvement, expansion program and synergy of all available resources, and supportive external condition, we are certain that in the future the company performance will be much better. Therefore, in the future PTPN XIII will be able to give higher return value to shareholders and other stakeholders.

Posisi Produk PTPN XIII

The Position of PTPN XIII Products

Untuk menentukan posisi produk yang akan mempengaruhi portofolio bisnis/produk ke depan, perusahaan telah melakukan pemetaan produk dengan menggunakan GEâ&#x20AC;&#x2122;s Matrix. Pemetaan ini menggunakan analisa daya tarik industri dan analisa daya saing perusahaan guna menetapkan prioritas investasi perusahaan. Analisa daya tarik industri menggunakan 8 (delapan) indicator meliputi: pasar dan pertumbuhan, daya beli konsumen, tingkat keuntungan, tingkat persaingan, persyaratan teknologi, permodalan, lingkungan usaha, hambatan masuk dan keluar.

In order to determine the position of products that will influence business/product portfolio in the future, the company has made a product mapping using GEâ&#x20AC;&#x2122;s Matrix. This mapping used industrial attractiveness analysis and company competitiveness analysis to determine the priority of company investment. Industrial attractiveness analysis used 8 (eight) indicators consisting of: market and growth, customer purchasing power, profitability, competitiveness, technology requirements, capital, business environment, entry and exit barriers.

Analisa daya saing perusahaan menggunakan 6 (delapan) indikator meliputi: pangsa pasar yang dikuasai, variasi produk yang dimiliki, produktivitas, beban pokok produksi, kemampuan teknologi, efisiensi operasi, kualitas manajemen serta citra produk.

Company competitiveness analysis used 6 (six) indicators consisting of: market share, product variability, productivity, production main expenses, technology capability, operating efficiency, management quality and product brand.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

129


Tinjauan Keuangan Financial Review

Sesuai hasil pemetaan, komoditi kelapa sawit memiliki daya tarik industri yang tinggi, dan daya saing perusahaan yang sedang, komoditi karet memiliki daya tarik industri yang sedang dan daya saing perusahaan sedang. Berdasarkan hasil tersebut, kelapa sawit mendapat prioritas tinggi untuk investasi sedangkan karet mendapat prioritas sedang untuk investasi. Sejalan dengan strategi Perusahaan, yaitu pertumbuhan, kebijakan PTPN XIII adalah melakukan investasi untuk sawit maupun karet untuk memenuhi skala ekonomi sekaligus menghindari erosi kapital. Hal ini juga dimaksudkan agar PTPN XIII tidak kehilangan momentum mengingat komoditi kelapa sawit maupun karet tetap memiliki prospek yang cerah ke depan.

Based on the mapping result, oil palm commodity has high industrial attractiveness and medium company competitiveness, rubber commodity has medium industrial attractiveness and medium company competitiveness. Based on the result, oil palm got high priority for investment while rubber got medium priority for investment. In relation to the Company strategy, growth, it is the policy of PTPN XIII to make investment in oil palm and rubber to fulfill economic scale and to prevent capital erosion. It is meant to ensure that PTPN XIII would not loss its momentum considering that oil palm and rubber have bright prospect in the future.

Investasi dan Pengembangan Usaha

Investment and Business Development

Saat ini, Perseroan telah melakukan beberapa proyek pengembangan usaha untuk menghasilkan produk baru, maupun dalam bentuk usaha patungan. Di antaranya adalah : Pembentukan Anak Perusahaan PT Kalimantan Agro Nusantara (PT KAN)

At the present, the Company has conducted several business development projects to produce new products, and joint venture. Among others are: The Establishment of Subsidiary PT Kalimantan Agro Nusantara (PT. KAN)

PT Kalimantan Agro Nusantara (selanjutnya disebut PT Kalianusa) adalah perusahaan yang dibentuk bersama

130

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

PT Kalimantan Agro Nusantara (hereinafter referred to as PT Kalianusa) is a company established together between PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero)


Tinjauan Keuangan Financial Review

antara PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero) dengan PT Pupuk Kaltim berdasarkan Akta No 40, tanggal 14 September 2009 oleh Notaris Nurleila, SH., di Sangata Kabupaten Kutai Timur â&#x20AC;&#x201C; Propinsi Kalimantan Timur. Modal dasar Perseroan berjumlah Rp 120.000.000.000 terbagi atas 120.000 saham, masing-masing saham bernilai nominal Rp1.000.000. Dari modal dasar tersebut telah ditempatkan dan disetor penuh sejumlah 40.000 saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp 40.000.000.000, dengan komposisi bagian pendiri: PT Perkebunan Nusantara XIII sejumlah 20.400 saham dengan nilai nominal seluruhnya Rp 20.400.000.000 atau 51%, dan PT Pupuk Kalimantan Timur sejumlah 19.600 saham dengan nilai nominal seluruhnya Rp 19.600.000.000 atau 49% dari total modal dasar yang ditempatkan dan disetor penuh. Pembentukan anak perusahaan tersebut merupakan kelanjutan dari Proyek Pengembangan Perkebunan Kelapa Sawit di Sangatta Kabupaten Kutai Timur. Total areal yang akan dikembangkan diproyeksikan seluas 24.150 ha. Pada RUPS atas RKAP tahun 2010, telah disetujui penyertaan PTPN XIII sebesar Rp 30,60 milyar sebagai kelanjutan dari penyertaan sebelumnya.

and PT Pupuk Kaltim under Deed No. 40, dated September 14, 2009 drawn up by Notary Nurleila, SH., in Sangata, East Kutai Regency â&#x20AC;&#x201C; East Kalimantan Province. The Company authorized capital was IDR 120,000,000,000 divided into 120,000 shares, each share has nominal value IDR 1,000,000. From the authorized capital, 40,000 shares with total nominal value IDR 40,000,000,000 were issued and fully deposited, with the following composition: PT Perkebunan Nusantara XIII held 20,400 shares with total nominal value IDR 20,400,000,000 or 51%, and PT Pupuk Kalimantan Timur held 19,600 shares with total nominal value IDR 19,600,000,000 or 49% of the total authorized capital issued and fully deposited. The establishment of subsidiaries was the follow up of Oil Palm Plantation Development Project in Sangatta, East Kutai Regency. The total area to be developed was projected to reach the width of 24,150 Ha. At the General Meeting of Shareholders on Company Work Plan and Budget 2010, it was approved that the investment of PTPN XIII was IDR 30.60 billion as the follow up of the previous investment.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

131


Tinjauan Keuangan Financial Review

Pengembangan Proyek Kubu Raya

The Development of Kubu Raya Project

Kabupaten Kubu Raya merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Pontianak yang terbentuk pada tahun 2007. Berdasarkan data statistik, potensi perekonomian di Kabupaten Kubu Raya paling besar adalah sektor pertanian & perkebunan, antara lain kelapa sawit dengan luas lahan 18.041 ha, produksinya sebesar 49.245 ton. Potensi cadangan lahan untuk kelapa sawit mencapai 40.000 ha.

Kubu Raya Regency is the enlargement of Pontianak Regency established in 2007. Based on statistical data, the largest economic potential in Kubu Raya Regency is the agricultural and plantation sector, among other oil palm with the total estate width 18,041 Ha, the production yield is 49,245 tons. Land reserve potential for oil palm is 40,000 Ha.

PTPN XIII berkonsorsium dengan PTPN III, IV, dan V, tengah mengembangkan Perkebunan Kelapa Sawit Kubu Raya. PTPN XIII menjadi pemegang saham mayoritas yakni 30%, dengan penyertaan senilai Rp 91 milyar sampai dengan tahun 2012, untuk tahun 2010 sebesar Rp 21 milyar. Progres kemajuan Proyek Kubu Raya adalah sebagai berikut: Surat Bupati Kubu Raya No: 525/0193/BappedaFispra tanggal 6 Maret 2009 tentang informasi lahan, Surat Bupati Kubu Raya No: 072/0362/ Bappeda-Litdalbang tanggal 17 April 2009 tentang ijin melakukan pra suvey, Keputusan Bupati Kubu Raya no: 270 Tahun 2009 tentang Ijin Lokasi Perkebunan seluas 14.100 Ha, Surat Bupati Kubu Raya No: 525/0644/Bappeda-Fispra tanggal 26 Juni 2009 tentang Pencadangan Lahan Untuk Perkebunan Kelapa Sawit seluas ±8.500 ha. Surat Bupati Kubu Raya No: 488/0804/Pem tanggal 12 Agustus 2009 tentang Dukungan Pelaksanaan Sosialisasi Rencana Investasi Perkebunan. Pelaksanaan sosialisasi kepada Masyarakat telah dilaksanakan mulai dari tingkat Kecamatan, tingkat Desa hingga ke tingkat Dusun. Penyusunan Dokumen Amdal oleh Konsultan Independen sedang dalam pengerjaan dan selanjutnya akan dibahas dengan Tim Komisi Amdal Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, rancangan dan gambar serta perhitungan beban dan pelepasan lahan untuk jalan masuk ke areal ijin lokasi sudah selesai. Saat ini sedang dipersiapkan pelaksanaan pekerjaan fisiknya.

132

PTPN XIII in a consortium with PTPN III, IV and V is developing Kubu Raya Oil Palm Plantation. PTPN XIII holds the majority shares amounting to 30%, with total investment amounting to IDR 91 billion up to 2012, for 2010 the investment is 21 billion. The progress of Kubu Raya Project is as follows: Letter of Kubu Raya Regent No: 525/0193/BappedaFispra dated March 6, 2009 concerning land information, Letter of Kubu Raya Regent No: 072/0362/ Bappeda-Litdalbang dated April 17, 2009 concerning permit to conduct pre-survey, the Decision of Kubu Raya Regent No: 270 of 2009 concerning Plantation Location Permit with the total width of 14,100 Ha, Letter of Kubu Raya Regent No: 525/0644/Bappeda-Fispra dated June 26, 2009 concerning Land Reserve for Oil Palm Plantation with the approximate width of 8,500 Ha. Letter of Kubu Raya Regent No: 488/0804/Pem dated August 12, 2009 concerning Support for the Implementation of Socialization on Plantation Investment Plan. The implementation of socialization to the Community has been conducted from the Regency level, Village level to the Sub-village level. The formulation of Environmental Impact Analysis document by an Independent Consultant is in progress and afterwards it will be discussed by the Environmental Impact Analysis Commission Team of Kubu Raya Regency Government, the plan and the figure as well as expense calculation and land acquisition for the entrance to the area, the location permit is completed. At the present, the physical work is being prepared.

Proyek Nanga Pinoh HTI Karet seluas ±15.000 Ha.

Nanga Pinoh Project of Rubber Industrial Plant Forest in the approximate width of 15,000 Ha

Nanga Pinoh adalah sebuah Kecamatan yang juga merupakan ibu kota Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, potensi perekonomian yang cukup menonjol antara lain potensi kehutanan. Perusahaan berencana melakukan pembangunan HTI Karet di Nanga Pinoh seluas ± 15.000 Ha yang merupakan kerjasama PTPN XIII, PTPN III dan PT Inhutani III, saat ini sedang evaluasi

Nanga Pinoh is a District which also acts as the capital of Melawi Regency, West Kalimantan, with forestry as the major economic potential. The company plans to establish Rubber Industrial Plant Forest in Nanga Pinoh with approximate width of 15,000 Ha in which it is collaboration between PTPN XIII, PTPN III and PT Inhutani III, at the present final evaluation on Feasibility

Laporan Tahunan 2009 Annual Report


Tinjauan Keuangan Financial Review

final Studi Kelayakan oleh Konsultan dari Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura - Pontianak.

Study is conducted by a Consultant from the Forestry Faculty of Tunjungpura University â&#x20AC;&#x201C; Pontianak.

Pembangunan 2 (Dua) Proyek Pabrik Minyak Sawit

The Construction of 2 (two) Palm Oil Mill Projects

Untuk mendukung pengembangan perkebunan kelapa sawit di Kembayan dan Pelaihari, kami sedang dalam proses pembangunan proyek dua PMS masingmasing berkapasitas 30 ton TBS/jam yang secara bertahap akan ditingkatkan menjadi 60 ton per jam. 1. Pembangunan proyek PMS Kembayan kapasitas 30 ton TBS/jam model Simplified Design dengan Turn - Key, Surat Perjanjian No : 13.11/SP/02/II/2009 konsorsium PT Rekayasa Industri dengan PT Yasa Industri Nusantara, nilai kontrak Rp 63 miliar, kemajuan pekerjaan fisik sampai dengan bulan Desember 2009 sebesar 50,73%. 2. Pembangunan proyek PMS Pelaihari kapasitas 30 Ton TBS/jam model Simplified Design dengan TurnKey Project, Surat Perjanjian No: 13.11/SP/01/I/2009 tanggal 20 Januari 2009 dengan PT Sinar Galuh Pratama, nilai kontrak Rp 59,39 miliar. Kemajuan pekerjaan sampai dengan bulan Desember 2009 sebesar 30%.

In order to support the development of oil palm plantation in Kembayan and Pelaihari, we are in the process of constructing two Palm Oil Mill projects with 30 Tons of FFB/hour for each and gradually will be increased to 60 tons per hour. 1. The construction of Kembayan Palm Oil Mill project with total capacity 30 Tons of FFB/hour using Simplified Design model with Turn-Key, Agreement No: 13.11/SP/02/II/2009, a consortium between PT Rekayasa Industri and PT Yasa Industri Nusantara, with contract value IDR 63 billion, the progress of physical work up to December 2009 was 50.73%. 2. The construction of Pelaihari Palm Oil Mill project with total capacity 30 Tons of FFB/hour using Simplified Design model with Turn-Key, Agreement No: 13.11/SP/01/I/2009 dated January 20, 2009 with PT Sinar Galuh Pratama, with contract value IDR 59.39 billion. The progress up to December 2009 was 30%.

Kami menggunakan model Simplified Design dengan Turn-Key Project yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Sistem ini lebih layak dan lebih menguntungkan sehingga beberapa Perusahaan tertarik dan akan mengadopsinya. PMS Kembayan dan PMS Pelaihari nantinya tidak hanya menampung produksi sawit dari kebun inti, namun juga menampung produksi sawit dari plasma dan perkebunan swasta di sekitarnya.

We are using Simplified Design model with Turn-Key Project which has never been done before. This system is more appropriate and more beneficial so that several Companies are interested and will adopt it. Kembayan Palm Oil Mill and Pelaihari Palm Oil Mill not only will accommodate oil palm production from nucleus estates, but also accommodate oil palm prduction from the surrounding smallholder estates and private estates.

Pembangunan Pabrik PKO

The Construction of Palm Kernel Oil Mill

Pada tahun 2010, Perusahaan akan membangun Pabrik Palm Kernel Oil (PKO) yang berlokasi di IPP Tayan dan akan diintegrasikan dengan Pusat Pembangkit Listrik Tenaga Tandan Kosong. Saat ini sedang dalam tahap persiapan dokumen dan FS (Feasibility Study). RUPS telah menyetujui secara prinsip untuk melakukan kerjasama dengan mitra strategis pola BLT, KSO, BOT dan lainnya dalam upaya pencarian peluang bisnis pada pembangunan pabrik PKO senilai Rp 30 milyar serta pembangunan power plant kapasitas 3,5 MW senilai Rp 35 milyar.

In 2010, the Company will construct a Palm Kernel Oil (PKO) Mill located in IPP Tayan and will be integrated with the Empty Fruit Bunch Power Plant. At the present time documents and Feasibility Study are being prepared. The General Meeting of Shareholders has principally approved to cooperate with strategic partners using BLT (Build, Lease, Transfer), KSO (Joint Operation), BOT (Build, Own, Transfer) and other patterns in the effort to find business opportunities to construct a Palm Kernel Oil Mill with the total value of IDR 30 billion and the construction of power plant with the total capacity of 3.5 MW with the total value of IDR 35 billion.

Portofolio Bisnis PTPN XIII Dalam lima tahun ke depan, PTPN XIII diharapkan telah membangun kekuatan inti sekaligus juga telah berhasil melakukan ekspansi pengembangan usaha. Melalui penggalian potensi sumber daya yang dimiliki,

Business Portfolio of PTPN XIII Within the next five years, PTPN XIII is expected to have built the core power and expand its business de-

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

133


Tinjauan Keuangan Financial Review

sinergi dengan BUMN lain, peningkatan kapabilitas internal serta pengembangan usaha, portofolio bisnis perusahaan diproyeksikan telah semakin berkembang, yang digambarkan secara skematis seperti Gambar berikut.

134

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

velopment. By exploring the available resources potential, synergy with other State-Owned Enterprises, improving internal capability and business development, the company business portfolio is projected to improve, which is illustrated on the following Figure.


Tinjauan Keuangan Financial Review

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

135


Tata Kelola yang semakin baik mencerminkan komitmen kami dalam mengelola Perusahaan dengan memegang teguh prinsip-prinsip Transparansi, Kemandirian, Akuntabilitas, Pertanggungjawaban, dan Kewajaran. Kami mensinergikan kekuatan dan harapan stakeholders guna mewujudkan visi dan misi perusahaan. Better Governance reflects our committment in managing the company by observing Transparancy, Independence, Accountaibility, Responsibilty, and Fairness principles. We synergize the stakeholderâ&#x20AC;&#x2122;s powers and expectations in order to accomplish the companyâ&#x20AC;&#x2122;s vision and mission.


Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance

Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance

Landasan dan Pendekatan Tata Kelola

Basis and Approach of Governance

PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero) merupakan BUMN perkebunan yang selalu berkomitmen untuk melaksanakan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) dalam pelaksanaan bisnis usaha sesuai aturan, best practise dan nilai etika. Komitmen manajemen untuk menjalankan prinsip-prinsip GCG didasarkan atas Surat Keputusan Menteri Negara BUMN No. KEP-117/M-MBU/2002 tanggal 1 Agustus 2002 tentang Penerapan GCG pada BUMN yang mendefinisikan Corporate Governance sebagai suatu proses dan struktur yang digunakan oleh organ BUMN untuk meningkatkan keberhasilan usaha, dan akuntabilitas perusahaan guna mewujudkan nilai pemegang saham dalam jangka panjang dengan tetap memperhatikan kepentingan stakeholders lainnya, berlandaskan peraturan perundang-undangan dan nilai-nilai etika.

PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero) is a BUMN (government-owned) plantation that is always committed to implement Good Corporate Governance (GCG) principles in running its business according the regulations, best practise, and ethic value. Managementâ&#x20AC;&#x2122;s commitment to observe GCG principles is based on the Decree of State Minister for State Owned Enterprises No. KEP-117/M-MBU/2002 on 1 August 2002 regarding Implementation of GCG in BUMNs which defines Corporate Governance as a process and structure used by BUMN organ to improve the success of business, and company accountability in order to accomplish the value of stakeholders in a long term while keeping paying attention to other stakeholdersâ&#x20AC;&#x2122; interest, based on laws and regulations and ethic value.

Sesuai pasal 3 SK Meneg BUMN No. KEP-117/MMBU/2002 tanggal 1 Agustus 2002, prinsip-prinsip GCG yang menjadi landasan perusahaan untuk menjalankan GCG adalah sebagai berikut: a. Transparansi, yaitu keterbukaan dalam melaksanakan proses pengambilan keputusan dan keterbukaan dalam mengemukakan informasi materiil dan relevan mengenai perusahaan; b. Kemandirian, yaitu suatu keadaan di mana perusahaan dikelola secara profesional tanpa benturan kepentingan dan pengaruh/tekanan dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan peraturan per perundang-undangan yang berlaku dan prinsipprinsip korporasi yang sehat; c. Akuntabilitas, yaitu kejelasan fungsi, pelaksanaan dan pertanggungjawaban Organ sehingga pengelolaan perusahaan terlaksana secara efektif; d. Pertanggungjawaban, yaitu kesesuaian di dalam pengelolaan perusahaan terhadap peraturan per undang-undangan yang berlaku dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat; e. Kewajaran (fairness), yaitu keadilan dan kesetaraan di dalam memenuhi hak-hak stakeholder yang timbul berdasarkan perjanjian dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

138

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

According to article 3 the Decree of State Minister for State Owned Enterprises No. KEP-117/M-MBU/2002 on 1 August 2002, GCG principles that become the companyâ&#x20AC;&#x2122;s basis to run GCG are as follow: a. Transparency, that is openness in carrying out the process of decision making and openness in conveying material and relevant information regarding the company. b. Independence, that is a condition where company is managed professionally without conflict of interest and influence/pressure from any party who is not in compliance with prevailing laws and regulations and fair corporation principle; c. Accountability, that is clearliness of the functions, implementation, and accountability of the Organ so that company management runs effectively; d. Responsibility, that is concordance of company management with prevailing laws and regulations and fair corporation principle; e. Fairness, is justice and equality in fulfilling the rights of stakeholders that raise based on agreement and prevailing laws and regulations.


Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance

Untuk mencapai keberhasilan pencapaian GCG, maka manajemen telah berupaya menyusun struktur dan perangkat serta mengikuti aturan hukum dan best practise sesuai ketentuan yang berlaku.

To accomplish the success of GCG, the management has tried to establish a structure and instrument and observes laws and best practice according to the prevailing regulations.

Model GCG PTPN XIII

GCG PTNPN XIII Model

Model penerapan GCG di PTPN XIII (Persero) dapat digambarkan sebagai berikut :

The model of GCG implementation on PTPN XIII (Persero) can be illustrated as follow:

Dalam menerapkan GCG, kami tetap mengacu kepada aturan hukum, visi dan misi perusahaan serta internal/eksternal best practise. Berdasarkan ketentuan tersebut maka telah ditetapkan sejumlah perangkat untuk mengimplementasikan GCG di PTPN XIII (Persero) antara lain: Code of corporate governance atau Pedoman Tata Kelola Perusahaan yang disusun tahun 2005. Pedoman Etika Bisnis dan Etika Kerja (PEBK) yang berlaku sebagai code of conduct dan telah direvisi tahun 2009. Board Manual bagi Direksi dan Komisaris yang disusun tahun 2009. Pedoman Tata Kelola Perusahaan (Good of Corporate Governance) Komite Audit Charter SPI Charter Kebijakan Manajemen Risiko Kebijakan Teknologi Informasi Kebijakan mengenai hak-hak dan kewajiban karyawan Kebijakan mengenai hak-hak konsumen Kebijakan mengenai hak dan kewajiban pemasok Kewajiban mengenai tanggung jawab sosial perusahaan

In implementing GCG, we refer to laws, companyâ&#x20AC;&#x2122;s vision, mission and internal/external best practice. According to those provisions, some instruments to implement GCG have been established, among others: Code of corporate governance composed in 2005. Code of Business Ethics and Work Ethics (PEBK) prevailing as code of conduct and has been revised in 2009. Board Manual for Directors and Commissioners developed in 2009. Good of Corporate Governance Audit Charter Committee Internal Audit Charter Risk Management Policy Information Technology Policies Policies regarding employee rights and obligations Policies regarding consumers rights Policies regarding supplier rights and obligations Policies regarding corporate social responsibility

Program GCG Penjabaran lebih lanjut implementasi GCG dilaksanakan dalam bentuk pelaksanaan RUPS, pengembangan

GCG Programs Further translation of GCG is implemented in form of general meeting of shareholders, development of Standard Operation Procedures, Information Tech-

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

139


Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance

SOP, peningkatan TI, penyusunan annual report, dan sebagainya. Untuk membudayakan GCG sebagai bagian dari proses bisnis perusahaan maka kami telah berupaya melakukan internalisasi dan sosialisasi kepada seluruh staf perusahaan. Di samping itu review terhadap implementasi GCG dilakukan secara berkala oleh Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Barat sekali dalam setahun untuk memastikan bahwa perusahaan tetap konsisten menjalankan prinsip GCG dan melaksanakan rekomendasi assesor atas area yang perlu ditingkatkan.

nology advancement, annual report preparation, etc. To acculturate GCG as a part of company business process, we have made an effort to conduct internalization and socialization to all employees. In addition, review on GCG implementation is conducted regularly by the representatives of BPKP (Development and Finance Controller) of West Kalimantan Province once a year to ensure that the company consistently implementing GCG principles and execute assessor’s recommendations regarding areas needed to be improved.

Berikut ini adalah program GCG, indikator utama, target dan pencapaian yang telah dilaksanakan PTPN XIII selama tahun 2009

The followings are GCD program, main indicators, targets, and achievement accomplished by PTPN XIII in 2009.

No

KPI

1

GCG Assessment GCG Assessment

Nilai hasil assessment Assessment Results

2

Tindak Lanjut hasil assessment Follow Up of Assessment Results

Jumlah rekomendasi yang ditindaklanjuti Numbers of Followed Up Recommendations

3

4.

140

Inisiatif Program Initiative Program

Company compliance • RUPS General Shareholders Meeting • Rapat Dewan Komisaris Board of Commissioners Meeting • Rapat Dekom & Direksi Board of Commissioner and Directors Meeting • Rapat Direksi Directors Meeting • Rapat Evaluasi Kinerja Perseroan Corporation Performance Evaluation Meeting • Rapat Direksi per Bidang dengan Kabag dan Staf Directors Meeting with each department with the Head of Department and Staff • Rapat Direktur Produksi dengan Manajer Distrik, Administrasi dan Manager Pabrik Production Director Meeting with District Manager, Administration Manager and Factory Manager. Sosialisasi GCG: GCG Socialization • Media Harmoni Harmoni Media • Website dengan data & informasi terkini Website with the latest data

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Target Targets

Pencapaian Achievement

BPKP sebagai Assessor BPKP as the Assessor Selesai : 15 rekomendasi. Completed: 15 recommendations

Dalam Proses : 20 rekomendasi In the process: 20 recommendations Belum : 10 rekomendasi Pending: 10 recommendations Jumlah : 45 rekomendasi Total: 45 recommendations

Sesuai AD According to Articles of Association Jumlah Rapat Number of Meetings

Sesuai AD According to Articles of Association 9X per tahun 4 times a year

Sesuai AD According to Articles of Association 9X per tahun 4 times a year

Jumlah Rapat Number of Meetings

9X per tahun 6 times a year

9X per tahun 6 times a year

Jumlah Rapat Number of Meetings Jumlah Rapat Number of Meetings

10X per tahun 10 times a year 12X per tahun 12 times a year

14X per tahun 14 times a year 12X per tahun 12 times a year

Jumlah Rapat Number of Meetings

12X per tahun 12 times a year

14 X pertahun 14 times a year

Jumlah Rapat Number of Meetings

4X per tahun 4 times a year

6X pertahun 6 times a year

Terbit & dibagikan Bulanan

Bulanan Monthly Terlaksana Accomplished

Bulanan Monthly Terlaksana Accomplished

Issued and distributed monthly

Terlaksana Accomplished

Keterangan Notes

Pihak yang terkait/ pelaksana tindak lanjut : Pemegang Saham, Komisaris, Direksi, Organ Pendukung Concerned Parties/ follow up executors Shareholders, Commissioners, Directors, Supporting Organs

100%


Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance

No

Inisiatif Program Initiative Program

KPI

Target Targets

Pencapaian Achievement

Keterangan Notes

5

Internalisasi Tata Nilai Perusahaan Internalization of Company Values

Awareness karyawan Employee Awareness

6

Revisi Pedoman Etika Kerja Revision of Code of Work Ethics

Hasil Revisi Revision Result

80%

100%

Selesai Maret 2010 Completed March 2010

7

Revisi Pedoman Etika Bisnis Revision of Code of Business Ethics

Hasil Revisi Revision Result

80%

100%

Selesai Maret 2010 Completed March 2010

Peningkatan GCG di tahun 2009

GCG Improvement in 2009

Selama tahun 2009 manajemen telah melakukan penyusunan dan atau perubahan terhadap sejumlah perangkat dan kebijakan implementasi GCG sesuai rekomendasi BPKP. Hal ini dimaksudkan untuk lebih meningkatkan pelaksanaan GCG sehingga Perusahaan dapat memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dalam jangka panjang dengan memperhatikan dan menyeimbangkan kepentingan stakeholders serta berlandaskan pada peraturan perundangundangan dan nilai-nilai etika yang berlaku. Beberapa hal yang telah dilakukan dalam rangka peningkatan GCG adalah: Menetapkan kontrak manajemen yang memberikan nilai capaian KPI pada setiap Direksi. Penetapan Sasaran Utama tahun 2009 diawali dengan penjabaran KPI Direksi yang tercantum dalam Kontrak Manajemen antara Direksi de ngan Pemegang Saham, yang diturunkan men jadi KPI General Manager dan KPI Kepala Bagian, selanjutnya diturunkan menjadi sasaran utama karyawan. Direksi juga membuat kontrak manajemen dengan GM, pimpinan kebun, pabrik dan unit usaha lainnya termasuk pemberian reward and punishment sebagai konsekuensi atas pencapaian target-target yang ditetapkan dalam RKAP. Kontrak manajemen dimaksud disampaikan kepada Pemegang Saham sebagai bagian dari KPI Perusahaan. Menyusun dan mengesahkan Buku Panduan Direksi – Komisaris (Board Manual), yang dimaksudkan untuk menjelaskan hubungan kerja Direksi dan Dewan Komisaris dalam melaksanakan tugas agar tercipta pengelolaan Perusahaan secara professional, transparan dan efisien. Menyusun Pedoman etika bisnis dan Pedoman Etika Kerja sebagai cerminan Code of Conduc. PTPN XIII telah memiliki etika bisnis dan etika kerja sejak tahun 2003. Menyadari adanya tuntutan perubahan dalam era globalisasi, PTPN XIII memutuskan untuk merevisi Pedoman etika bisnis dan etika kerja dengan membentuk Tim Revisi. Pedoman Etika

During 2009 the management has constructed and or revised some instruments as well as implementation policies according to the BPKP recommendations. It is intended to improve the GCG implementation so that the Company can give added values to the shareholders in long term by giving attention and balancing the stakeholder’s interest according to the prevailing laws and regulations and ethic value. Some actions that have been done in order to improve GCG are: Establishing a management contract that gives KPI achievement value for every Director. Determining Main Objectives of 2009 started with explanation of Director's KPI mentioned in Management Contract between Directors and Shareholders which is descended into General Manager’s KPI and Head of Department’s KPI, and subsequently into employee’s main objectives. Directors also make a management contract with GM, head of plantation, factory, and other business unit including giving out reward and punishment as the consequences upon the target achievement determined in RKAP (Action Plan and Budget). Referred management contract should be reported to the Shareholders as part of Company's KPI. Developing and legalizing Board Manual intended to explain the working relationship between Directors and Board of Commissioner in order to conduct the duties so that professional, transparent, and efficient company management is created. Preparing Code of Business Ethics and Code of Work Ethics as the reflection of Code of Conduct. PTPN XIII have had business ethics and work ethics since 2003. Realizing the demand of changes in the globalization era, PTPN XIII have decided to revise Code of Business Ethics and Work Ethics by establishing Revision Team. Revised Edition of Code of Business Ethics and Code of Work Ethics have been completed in March 2010. Developing IT Master Plan in 2009 - 2013 as part of IT policies.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

141


Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance

Bisnis dan Pedoman Etika Kerja Edisi Revisi telah selesai pada bulan Maret 2010. Menyusun Master Plan TI tahun 2009 – 2013 sebagai bagian dari kebijakan TI. Membentuk dan melaksanakan fungsi unit manajemen risiko.

142

Establishing and implementing risk management unit function.

Struktur GCG

GCG Structure

Struktur GCG meliputi organ utama dan organ pendukung. Organ utama meliputi Rapat Umum Pemegang Saham, Komisaris dan Direksi. Organ Pendukung meliputi Sekretaris Perusahaan, Satuan Pengawasan Intern, Sekretaris Komisaris, Komite Audit. Fungsi utama organ pendukung adalah membantu organ utama Direksi dan Komisaris untuk menjalankan operasi perusahaan. Struktur GCG diuraikan sebagai berikut:

GCG Structure consists of main organ and supporting organ. The main organ consists of General Meeting of Shareholders, Commisioners, and Directors. The Supporting Organ consists of Company Secretary, Internal Control Unit, Commissioner Secretary, and Audit Comitte. The main function of supporting organ is assiting Main Organ Directors and Commissioner in running the company operation. GCG Structure can be describded as follow:

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)

General Meeting of Shareholders (RUPS)

RUPS merupakan struktur yang tertinggi dalam GCG, tempat di mana Direksi, Komisaris dan Pemegang Saham yaitu Pemerintah RI (100%) mengadakan pertemuan dan pengambilan keputusan strategis. RUPS memiliki wewenang meliputi: Menyetujui dan menolak RKAP dan RJP; memutuskan alokasi pembagian keuntungan perusahaan; Menetapkan dan mengesahkan system pengangkatan Direksi & Komisaris; Mengangkat dan memberhentikan Direksi dan Komisaris; Menetapkan sistem penilaian kinerja masing-masing Komisaris dan Direksi; Melakukan penilaian terhadap kinerja secara kolektif maupun masing-masing Komisaris dan Direksi; Menetapkan auditor eksternal untuk melakukan audit keuangan atas laporan keuangan; Menerapkan remunerasi Komisaris dan Direksi. Rapat Umum Pemegang Saham yang telah dilaksanakan selama tahun 2009 dan awal tahun 2010 adalah sebagai berikut:

RUPS is the highest structure in GCG, where Directors, Commissioners, and Shareholders namely Government of Republic of Indonesia (100%) hold a meeting and strategic decision making. RUPS have the authorities which include: Accepting and refusing RKAP and RJP (Long Term Plan); Deciding the allocation of company profit sharing; Determining and legalizing Directors and Commissioners appointment system; Appointing and Terminating Commissioners and Directors; De-termining performance assessment system of each Commissioner and Director; Appointing external auditor for auditing financial reports: Implementing remuneration for Commissioners and Directors. General Shareholder meetings that were carried out in 2009 and the beginning of 2010 are as follow:

RUPS Atas Pengesahan Laporan Keuangan Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2008

RUPS on The Legalization Of Financial Report Ended on 31 December 2008

RUPS atas pengesahan laporan keuangan tahun 2008 berlangsung pada tanggal 29 Juni 2009 di Jakarta. RUPS memutuskan hal-hal sebagai berikut:

RUPS on the legalization of financial report 2008 was held on 29 June 2009 in Jakarta. The RUPS made following decisions:

1. Menyetujui Laporan Tahunan dan mengesahkan Laporan keuangan PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero) Tahun Buku 2008 yang telah diaudit oleh kantor Akuntan Publik (KAP) Husni, Mucharam & Rasidi dengan pendapat “Wajar” sebagaimana termuat dalam laporan Auditor Independen atas Laporan Keuangan No. LAI/GA/09013, laporan hasil Evaluasi kinerja No. LEK/GA/09013, laporan atas pelaksanaan kepatuhan Terhadap peraturan Perundang-undangan dan Pengendalian Intern No.

1. Approving Annual Reports and legalize Financial Report of PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero) Book Year 2008 that had been audited by Public Accouting Firm (KAP) Husni, Mucharam & Rasidi with the conclusion “reasonable” as mentioned in Independent Auditor Report regarding Financial Report No. LAI/GA/09013, performance eva luation report No. LEK/GA/09013, report on the implementation of compliance to Laws and Regulations and Internal Control No. LAI/UU/09013 and

Laporan Tahunan 2009 Annual Report


Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance

LAI/UU/09013 dan LAI/IC/09013 masing-masing tertanggal 23 Maret 2009 atas dasar pelaksanaan Laporan Manajemen Perusahaan Tahun Buku 2008, dengan pokok-pokok sebagai berikut:

No.

LAI/IC/09013 each dated on 23 March 2009 based on the implementation of Company Management Report Book Year 2008; with the keys as follow:

Uraian (Description)

Jumlah (Total)

a.

Total Aktiva/Pasiva Total assets/liabilities

Rp. 1.933.503.306.470,00

b.

Laba Bersih Sebelum Pajak Net pr ofit before tax

Rp.

278.392.173.507,00

c.

Laba bersih Setelah Pajak Net profit after tax

Rp.

210.991.453.580,00

2. Menyetujui dan mengesahkan pertanggungjawaban dan pengelolaan Dana program Kemitraan dan Bina Lingkungan PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero) Tahun Buku 2008 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Husni, Mucharam & Rasidi sebagaimana termuat dalam Laporan Hasil Audit atas Pertanggungjawaban Pengelolaan Program kemitraan dan Bina Lingkungan No. LAI/ PKBL/09013 tanggal 23 Maret 2009. 3. Memberikan Pelunasan dan Pembebebasan sepenuhnya (acquit et decharge) kepada Direksi dan Komisaris PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero) atas pengurusan dan pengawasan yang telah dijalankan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008, sepanjang Tindakan tersebut tercermin dalam Laporan ta hunan dan perhitungan Tahunan yang telah di diaudit oleh Auditor Independent. Tindakan tersebut bukan merupakan tindakan pidana. Catatan Auditor Independent atas temuan-temu an dalam Laporan Kepatuhan pada Peraturan Perundang-undangan dan Pengendalian Intern Tahun Buku 2008 ditindaklanjuti dan diselesaikan secara tuntas. 4. Menetapkan penggunaan laba setelah pajak PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero) Tahun Buku 2008 sebesar Rp 210.991.453.580,00 (dua ratus sepuluh milyar sembilan ratus sembilan puluh satu juta empat ratus lima puluh tiga ribu lima ratus delapan puluh rupiah) rincian sebagai berikut:

2. Approving and Legalizing accountability and ma nagement of Partnership Program Fund and Envi ronment Preservation of PT Perkebunan Nusan tara XIII (Persero) Book Year 2008 that had been audited by Public Accounting Firm Husni, Mucharam & Rasidi as mentioned in Audit Report on the Accountability of Partnership Program Fund and Environment Preservation No. LAI/PKBL/09013 on 23 March 2009. 3. Giving settlement and full acquital (acquit et decharge) to the Directors and Commissioners of PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero) regarding the management and controlling that they have conducted for the period ended on 31 December 2008, as long as The action was reflected in the Annual report and Annual calculation that have been audit ed by an independent auditor. The action was not criminal act. Notes of Independent Auditor upon the findings in the Report of Compliance to the Laws and Regulations and Internal Control Book Year 2008 should be followed up and solved completely.

4. Determining the usage of profit after tax of PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero) Book Year 2008) with the amount of Rp. 210,991,453,580 (Two hundred and ten billion nine hundred and ninety one million four hundred and fifty three thousand five hundred and eighty rupiahs)

Uraian (Description)

Jumlah (Total)

a. Dividen Dividend

Rp. 42.198.290.700,00

20,00%

b. Cadangan Reserve

Rp. 160.353.504.880,00

76,00%

c. Program kemitraan Partnership program

Rp.

4.219.829.000,00

2,00%

d. Program Bina Lingkungan Environment Development Program

Rp.

4.219.829.000,00

2,00%

Jumlah Total

Rp. 210.991.453.580,00

100,00%

5. RUPS menyetujui Remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris untuk tahun 2009. 6. RUPS menyetujui pemeriksaan Laporan Keuangan (General Audit) Perusahaan Tahun 2009 dilakukan

5. RUPS approved the Remuneration for Directors and Board of Commissioner for 2009. 6. RUPS approved the Company General Audit 2009 conducted by Public Accounting Firm whose ap-

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

143


Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance

oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) yang pemilihannya dilakukan dengan berpedoman pada prosedur dan ketentuan yang berlaku. Selanjutnya TOR termasuk indikator penilaian pemilihan KAP perlu mendapatkan persetujuan Dewan Komisaris dan dilaporkan kepada Pemegang Saham. 7. Keputusan Lain-Lain: a. Menyetujui pemberian tantiem bagi Direksi, Komisaris dan Sekretaris Komisaris sebesar Rp 3.122.673.513,00 (tiga milyar seratus dua puluh dua juta enam ratus tujuh puluh tiga ribu lima ratus tiga belas rupiah), yang telah dibebankan dalam Tahun Buku 2008 sebesar Rp 3.687.917.450,00 (tiga milyar enam ratus delapan puluh tujuh juta sembilan ratus tujuh belas ribu empat ratus lima puluh rupiah), sedangkan sisanya sebesar Rp 562.243.937,00 (lima ratus enam puluh dua juta dua ratus empat puluh tiga ribu sembilan ratus tiga puluh tujuh rupiah) akan menjadi pendapatan lain-lain tahun buku 2009. Tantiem dibayarkan setelah dividen dibayar dengan komposisi pemberian tantiem sebagai berikut: Direktur Utama : 100% Direksi : 90% X tantiem Direktur Utama Komisaris Utama : 40% X tantiem Direktur Utama Komisaris : 36% X tantiem Direktur Utama Sekretaris Komisaris : 15% X tantiem Direktur Utama Pemberian tantiem agar diperhitungkan secara proporsional dengan periode jabatan dan Pajak Penghasilan (PPh) atas tantiem ditanggung pihak penerima dan tidak diperkenankan dibebankan sebagai biaya perusahaan. b. Dalam rangka meningkatkan motivasi kerja karyawan dengan mempertimbangkan kinerja tahun 2008, maka RUPS menyetujui pem berian apresiasi kepada karyawan sebesar Rp 48.903.608.049,00 (empat puluh delapan mil yar sembilan ratus tiga juta enam ratus delapan ribu empat puluh sembilan rupiah) yang telah dibebankan dalam Tahun Buku 2008. Pembayaran apresiasi tersebut diserahkan sepenuhnya kepada Direksi, dengan ketentuan PPh dibebankan kepada perusahaan. c. RUPS menyetujui pembayaran piutang oleh sesama BUMN dilakukan secara bertahap berkaitan dengan pengambilalihan asset eks PG Pelaihari. d. RUPS pada prinsipnya menyetujui PTPN XIII

144

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

poinment was executed according to the prevailing procedures and provisions. Subsequently, TOR including the assessment indicators of Public Accounting Firm should get approval from Board of Commissioner and reported to the Shareholders. 7. Other Decisions: a. Approving the tantiem for the Board of Directors, Commissioners, and Commissioner Secretary with the amount of Rp 3,122,673,513.00 (three billion, a hundred and twenty million, six hundred and seventy three thousand, five hundred and thirteen rupiahs) which has been charged into Book Year 2008 with the amount of Rp 3,687,917,450.00 (three billion, six hundred and eighty seven million, nine hundred and seventeen thousand, four hundred and fifty rupiahs) while the balance of Rp 562,243,937.00 (five hundred and sixty two million, two hundred and forty three thousand, nine hundred and thirty seven rupiahs) will be booked under the other income of book year 2009. Tantiem will be paid after the dividend is paid with the following composition: President Director : 100% Board of Directors : 90% X tantiem of President Director President Commissioner : 40% X tantiem of President Director Commissioners : 36% X tantiem of President Director Commissioner Secretary : 15% X tantiem of President Director The presentation of tantiem should be calculated proportionally in concordance with the period of tenure and income tax on tantiem should be paid by the recipient and is not allowed to be charged to the company budget. b. In order to increase the employeesâ&#x20AC;&#x2122; motivation to work by considering the performance in 2008, Shareholder General Meeting has approved to present appreciation to the employees with total amount of Rp 48,903,608,049 (forty eight billion, nine thousand and three million, six hundred and eight thousand and forty nine rupiahs) that has been charged into Book Year 2008. The payment of the appreciation should be left up fully to the Directors, with the condition that income tax should be charged to the company. c. Shareholder General Meeting has approved that the settlement of debts by BUMN counterpart should be executed gradually in concern with taking over of ex PG Pelaihari assets. d. Shareholder General Meeting in principal has approved that PTPN XIII acts as an avalist to the


Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance

bertindak sebagai avalist terhadap rencana penarikan dana dari PKBL BUMN lain untuk meningkatkan produktivitas petani plasma KKPA, dengan catatan agar dilakukan kajian mengenai besaran, resiko dan upaya-upaya untuk mencegah terjadinya resiko, serta pelaksanaannya dikonsultasikan kepada Dewan Komisaris untuk selanjutnya dimohonkan persetujuannya secara tertulis kepada Pemegang Saham. e. RUPS pada prinsipnya menyetujui perubahan status LPP, LRPI, dan KPB menjadi badan hukum. f. RUPS menyetujui pemberian honorarium, tunjangan, fasilitas dan atau insentif kerja Sekretaris Dewan Komisaris serta Perangkat Dewan Komisaris lainnya yang penetapannya dilakukan oleh Dewan Komisaris dengan terlebih dahulu didiskusikan dengan Direksi.

RUPS atas Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan 2010 RUPS atas RKAP 2010 diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 29 Januari 2010. Keputusan yang disetujui pada RUPS tersebut adalah sebagai berikut: 1. Mengesahkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan tahun 2010 berikut asumsi-asumsi yang digunakan dan target-target yang ditetapkan. 2. Mengesahkan Rencana Kerja dan Anggaran Program Kemitraan dan Bina Lingkungan. 3. Menyetujui secara prinsip untuk menjadi penjamin (avalist) dalam rangka penarikan kredit petani senilai Rp 112,94 milyar yang akan digunakan untuk program pemeliharaan tanaman belum menghasilkan (TBM) plasma sebesar Rp 35,89 milyar, pembangunan perluasan/replanting tanaman baru/ ulang sebesar (TB/TU) kebun kelapa sawit plasma melalui program revitalisasi perkebunan sebesar Rp 43,44 milyar, pembiayaan pengurusan sertifikasi lahan plasma/KKPA sebesar Rp 33,61 milyar. 4. Menyetujui secara prinsip untuk mengagunkan asset perusahaan dalam rangka penarikan kredit perbankan atau obligasi senilai Rp 398,14 milyar yang akan digunakan untuk investasi kebun sendiri/inti, kelanjutan pembangunan PMS di Pelaihari/Kembayan, peningkatan kapasitas PMS di Rimba Belian, Optimalisasi PKR di Tambarangan, penyertaan modal serta sarana/prasarana lainnya dengan total investasi senilai Rp 493,57 milyar 5. Menyetujui secara prinsip untuk penghapusan aktiva tanaman dan non tanaman tidak produktif sebesar Rp 772,40 juta, terdiri dari aktiva tanaman sebesar Rp 709,9 milyar, aktiva non tanaman sebesar Rp 62,5 milyar. 6. Menyetujui secara prinsip untuk penyertaan modal sebesar Rp 56,10 milyar, terdiri dari lanjutan

plan of fund withdrawal from other BUMNâ&#x20AC;&#x2122;s PKBL (Partnership and Environment Development Program) to improve the productivity of KKPA (credit primary cooperation) plasma farmers, with the notice to analyze the amount, risks, and efforts to prevent the risks and that the implementation should be consulted to Board of Commissioners and to be proposed later for written approval to the Shareholders. e. Shareholder General Meeting in principal has approved the status alteration of LPP, LRPI and KPB into a legal body. f. RUPS has approved the presentation of work honorarium, benefits, facilities, or incentives for Secretary of Board of Commissioners as well as other Board of Commissioners authority that is determined by the Board of Commissioners after consulting with the Board of Directors in advance.

Shareholder General Meeting on the Company Action Plan and Budget 2010 Shareholder General Meeting on the Company Action Plan and Budget 2010 was held in Jakarta on 29 January 2010. The followings are the decisions approved in the meeting: 1. Legalizing the Company Action Plan and Budget 2010 a long with the assumptions and fixed targets. 2. Legalizing the Action Plan and Budget of Partnership and Environment Development Program. 3. Approving in principal to become the avalist in order to withdraw farmer loan with the amount of Rp 112.94 billions that would be used for program of cultivation palm of plants that are not yet productive with the amount of Rp 35.89 billions, expansion/replanting of new/old palm plasma estates through the estates revitalization program with the amount of Rp 43.44 billions, funding of plasma land certification/KKPA with the amount of Rp 33.61 billions. 4. Approving in principal to collateralize the company asset in order to withdraw banking loan or obligation amounting to Rp 398.14 billions that will be used for the investment of private/core estates, sustainability of PMS development in Pelaihari/ Kembayan, improvement the PMS capacity in Rimba Belian, Optimization of PKR in Tembarangan, capital participation as well as other equipment/ infrastructure with total investment of Rp 493.57 billions. 5. Approving in principal the elimination of unproductive plant asset and non-plant asset with the value of Rp 772.40 million, consisting of Rp 709.9 billion plant asset and Rp 62.5 billion non-plant assets.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

145


Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance

pengembangan kebun kelapa sawit di Sangatta kerjasama antara PTPN XIII dengan PT Pupuk Kaltim, penyertaan PTPN XIII sebesar Rp 30,60 milyar; pengembangan kebun kelapa sawit di Kubu Raya kerjasama dengan PTPN III, IV dan V senilai Rp 91 milyar sampai dengan tahun 2012, untuk tahun 2010 sebesar Rp 21 milyar; penambahan modal pada PTP Agrintara sebesar Rp 1 milyar; kerjasama pembangunan industri ban kendaraan roda dua bersinergi dengan BUMN produsen karet dengan nilai penyertaan PTPN XIII sebesar 5.39% atau Rp 3,5 milyar dari total investasi sebesar Rp 65 milyar. 7. Menyetujui secara prinsip untuk melakukan kerjasama dengan mitra strategis pola BLT, KSO, BOT dan lainnya dalam upaya pencarian peluang bisnis pada pembangunan power plant kapasitas 3.5 MW senilai Rp 35 milyar; pembangunan pabrik PKO senilai Rp 30 milyar; pembangunan CRF senilai Rp 35 milyar; persetujuan perbaikan/rekondisi areal plasma/KKPA secara selektif dan bertahap sebesar Rp 34,86 milyar serta Program Satu Manajemen sebesar Rp 13,62 milyar. 8. Menyetujui untuk mengalokasikan anggaran R & D dan HRD sebesar 2,5% dari total target laba tahun 2010. 9. Memberikan dukungan kepada PTPN XIII untuk memajukan dan mengembangkan PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (PT KPB Nusantara) dengan target usaha yang secara mayoritas melayani fungsi strategis penjualan CPO dan komoditi lainnya.

Dewan Komisaris dan Direksi Sesuai Board Manual Dewan Komisaris dan Direksi, hubungan kerja Direksi dan Dewan Komisaris adalah hubungan Check and balances dalam rangka mencapai tujuan Perusahaan. Sesuai dengan fungsi masingmasing, Direksi dan Dewan Komisaris memiliki komitmen yang tinggi untuk secara bersama-sama: 1. Merealisasikan tujuan Perusahaan berupa tercapainya kelangsungan usaha Perusahaan dalam jangka panjang yang tercermin pada: Tercapainya Value of the Firm sebagaimana diharapkan oleh Pemegang Saham Terlaksananya dengan baik internal kontrol dan manajemen risiko. Tercapainya imbal hasil (return) yang wajar bagi Pemegang Saham. Terlindunginya kepentingan stakeholders secara wajar. Terlaksananya suksesi kepemimpinan dan kontinuitas manajemen di seluruh jajaran organisasi Perusahaan. Terpenuhinya pelaksanaan Good Corporate Governance. 2. Menyepakati hal-hal di bawah ini untuk mendu-

146

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

6. Approving in principal capital participation of 56.10 billions, consisting of advanced development of palm plantation in Sangatta, cooperation between PTPN XIII with PT Pupuk Kaltim; the participation of PTPN XIII is Rp 30.60 billions; development of palm plantation in Kubu Raya in cooperation with PTPN III, IV, and V with total value of 91 billions up to 2012, for 2010 it was 21 billions; Rp 1 billion capital addition in PTP Agrintara; cooperation concerning development of motorbike tire industry in synergy with state-owned rubber company with the capital participation from PTPN XIII as much as 5.39% or Rp 3.5 billions from the total investment of Rp 65 billions. 7. Approving in principal to perform cooperation with strategic partner using BLT, KS, BOT and other model in order to find business opportunity in power plant development with the capacity of 3.5 MW and value of Rp 35 billions; development of PKO with the value of Rp 30 billions; development of CRF with the value of Rp 35 billions; agreement on rehabilitation/recondition of smallholder area/KKPA selectively and gradually with the value of Rp 34.86 billions and One Management Program of Rp 13.62 billions. 8. Approving to allocate budget for Research and Development and Human Resource Department as much as 2.5% of the total target 2010. 9. Giving support to PTPN XIII to improve and develop PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (PT KPB Nusantara) with business target that majority serves strategic function of selling CPO and other commodity.

Board of Commissioners and Directors According to the Board Manual for Board of Commissioners and Directors, the working relationship between Board of Directors and Board of Commissioners should be â&#x20AC;&#x2DC;Check and Balanceâ&#x20AC;&#x2122; relation in order to achieve company goals. According to their respective function, Board of Directors and Board of Commissioners are highly committed in concert to: 1. Realize the company goals that is the achievement of company business sustainability in long term which is reflected into: The achievement of Value of the Firm as expect ed by the Shareholders. The good implementation of internal control and risk management. The achievement of fair return for the Sharehold ers. The appropriate protection of stakeholderâ&#x20AC;&#x2122;s inte est. The successful leadership succession and ma nagement continuity in all levels of company or ganization.


Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance

kung pencapaian visi dan misi serta strategi Perusahaan: Sasaran usaha, strategi, RJP maupun RKAP. Kebijakan dalam memenuhi ketentuan perun dang-undangan dan Anggaran Dasar Perusahaan. Kebijakan dan metode penilaian kinerja Perusahaan, unit-unit dalam organisasi Perusahaan dan personalianya. Struktur organisasi perusahaan di tingkat eksekutif yang mampu mendukung tercapainya sasaran usaha Perusahaan.

Dewan Komisaris Jumlah Komisaris sesuai Surat Keputusan Menteri Negara BUMN No. KEP-193/MBU/2008 tanggal 24 September 2008 sebanyak lima orang yang terdiri dari berbagai unsur di luar perusahaan. Tugas pokok dewan komisaris secara umum adalah memberikan persetujuan atas transaksi yang menjadi kewenangannya, melakukan pengawasan umum serta memberikan nasihat kepada Direksi atas pelaksanaan tugas operasionalnya. Untuk mempermudah tugasnya, komisaris dibantu oleh sekretaris komisaris dan komite audit.

Tugas Dewan Komisaris a. Komisaris bertugas melakukan pengawasan ter hadap kebijakan Direksi dalam melaksanakan peng urusan Perseroan serta memberi nasihat kepada Direksi termasuk pelaksanaan Rencana Jangka Panjang (RJP), Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) serta ketentuan-ketentuan Ang garan Dasar dan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku. b. Dalam melaksanakan tugasnya tersebut Komisaris harus: Tunduk kepada ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. Anggaran Dasar Perseroan dan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham. Bertindak sewaktu-waktu untuk kepentingan dan Usaha Perseroan dan bertanggung jawab kepada Perseroan yang dalam hal ini diwakili oleh RUPS. c. Para anggota Komisaris, baik bersama-sama maupun sendiri-sendiri setiap waktu berhak memasuki bangunan-bangunan dan halaman-halaman atau tempat lain yang dipergunakan atau yang dikuasai oleh Perseroan dan berhak memeriksa buku-buku, surat-surat bukti, persedian barang-barang, memeriksa dan mencocokkan keadaan uang kas untuk keperluan verifikasi dan lain-lain surat ber-

The implementation of Good Corporate Gover nance. 2. Agreeing on the following points to support the achievement of company vision, mission, and strategy: Business targets, strategy, Long Term Plan and Action Plan and Budget. Policies in complying with laws and regulations and company articles of association. Policies and methods of performance assessment upon the company, units within the company or ganization and its personnel. Company organization structure in the executive level which is able to support the achievement of company business targets.

Board of Commissioner The number of Commissioners according to Decree of State Minister of State Owned Enterprises No. KEP-193/MBU/2008 on 24 September 2008 should be five people consisting of various elements outside the company. The main duty of the Board of Commissioners in general is to give approval upon the transactions that fall under their authority, to conduct general monitoring as well as to give advice to the Directors regarding their task operation. To ease their duty, commissioner is assisted by commissioner secretary and audit committee.

Duties of Board of Commissioners a. Commissioner has the obligation to monitor the Board of Directorsâ&#x20AC;&#x2122; policies in managing the firm as well as advice Board of Directors including one on the implementation of Long Term Plan, Company Action Plan and Budget, the provisions of Articles of Association, the Decision of General Shareholders Meeting and prevailing Laws and Regulations. b. In performing his/her duties, the Commissioner has to: Comply with prevailing laws and regulations. Firm Articles of Association and Decisions of Shareholder General Meeting. Act in any time for the interest and the business of the firm and be responsible to the firm which in this case is represented by the Shareholder General Meeting. c. The member of commissioner, in group or individually, at any time is entitled to enter the buildings and yards or other venues used or owned by the firm and is entitled to check books, letters of evidence, goods stock, and to examine and to compare the cash position for verification objective and other eligible paper as well as to be informed about all actions performed by the Board of Directors.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

147


Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance

harga serta mengetahui segala tindakan yang telah dijalankan Direksi. d. Jika dianggap perlu, Komisaris dapat meminta bantuan tenaga ahli dalam melaksanakan tugasnya untuk jangka waktu terbatas atas beban Perseroan. e. Para anggota Komisaris berhak menanyakan dan meminta penjelasan tentang segala hal kepada Direksi dan Direksi wajib memberikan penjelasan. f. Komisaris dengan suara terbanyak setiap waktu berhak memberhentikan untuk sementara waktu seorang atau lebih anggota Direksi jikalau mereka bertindak bertentangan dengan Anggaran Dasar atau melalaikan kewajibannya atau terdapat alasan yang mendesak bagi Perseroan. g. Pemberhentian sementara itu harus diberitahukan secara tertulis kepada yang bersangkutan disertai alasan yang menyebabkan tindakan itu. h. Dalam waktu 30 (tiga puluh) hari setelah pemberhentian sementara itu, Komisaris diwajibkan untuk memanggil RUPS yang akan memutuskan apakah anggota Direksi yang bersangkutan akan diberhentikan seterusnya atau dikembalikan kepada kedudukannya. sedangkan yang diberhentikan sementara itu diberi kesempatan untuk hadir dan membela diri. i. Rapat ini dipimpin oleh salah seorang Pemegang Saham yang dipilih oleh dan dari antara mereka yang hadir. j. Jikalau RUPS tidak diadakan dalam waktu 30 (tiga puluh) hari setelah pemberhentian sementara itu, maka pemberhentian sementara itu batal. Untuk memperlancar dan mempermudah hubungan Komisaris dengan mitra kerjanya (Direksi, Pemegang Saham dan Pihak lainnya), maka Komisaris sepakat untuk membagi tugas/wewenang Komisaris sebagai berikut: 1. DR. Ir. Agus Pakpahan, APU Selaku Komisaris Utama dengan tugas mengkoordinasikan semua kegiatan para Komisaris. 2. Mayjend (Purn) Adang Sondjaja Selaku Anggota Komisaris menangani tugas yang berkaitan dengan Bidang Organisasi dan Bidang Keamanan serta Bidang Legal. 3. Drs. Revrisond Baswir, MBA Selaku Anggota Komisaris menangani tugas yang berkaitan dengan Keuangan/Investasi dan Bidang Pemasaran & Kebijakan Publik serta Bidang Humas. 4. Thadeus Yus, SH, MPA, Selaku Anggota Komisaris menangani tugas yang yang berkaitan dengan Bidang Pemberdayaan Masyarakat.

148

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

d. When deemed necessary, Commissioner can request expert assistance in performing his/her duties for limited period of time on the firmâ&#x20AC;&#x2122;s budget. e. The members of commissioner are entitled to inquire and to ask for explanation regarding all matters to the Board of Directors and they have to provide explanation. f. Commissioner with the most vote is all time entitled to temporary terminate a member or more than one members of Board of Directors when they do not comply with the Articles of Association or neglect their duties or there are some urgent reasons for the firm to do so. g. The temporary termination shall be informed in writing to the concerned person a long with the reason of it. h. In 30 (thirty) days after the temporary termination, the Commissioner is obliged to call a Shareholder General Meeting which will decide whether the concerned member of Directors will be terminated permanently or be returned to his/her position, while the temporarily terminated person should be given the opportunity to present and defense his/herself. i. The meeting is led by a Shareholder appointed from those who are present. j. If Shareholder General Meeting is not held within 30 (thirty) days after the temporary termination, then the temporary termination shall be void. To smooth and ease the relationship of Commissioners and their working partners (Directors, Shareholders and other parties), the Commissioners have agreed to share tasks/authorities of Commissioners as follow: 1. DR. Ir. Agus Pakpahan, APU As the President Commissioner with the duty to coordinate all commissionersâ&#x20AC;&#x2122; activities. 2. Mayjend (Purn) Adang Sondjaja As commissioner, is in charge of tasks related to Organization and Security as well as Legal Issues. 3. Drs. Revrisond Baswir, MBA As Commissioner, performs tasks related to Finance/Investment and Marketing Department & Public Policies and Public Relation. 4. Thadeus Yus, SH, MPA As Commissioner, is in charge of tasks related to Community Development. 5. Hamzah Tawil, S.Ag, MS As commissioner, is in charge of tasks related to Small and Medium Enterprise and Cooperation.


Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance

5. Hamzah Tawil, S.Ag, MS Selaku Anggota Komisaris menangani tugas yang berkaitan dengan Bidang Usaha Kecil & Menengah dan Bidang Koperasi

Keanggotaan Dewan Komisaris

Membership of Board of Commissioners

Profil dari masing-masing Dewan Komisaris disajikan pada halaman 49 dari LaporanTahunan ini.

Profiles of each Board of Commissioners will be presented on page 49 of this Annual Report.

Kepemilikan Saham Dewan Komisaris

Share Ownership of Board of Commissioners

Seluruh Anggota Dewan Komisaris tidak ada yang memiliki saham di PTPN XIII (Persero) maupun anak perusahaannya, baik secara langsung maupun tidak langsung.

None of Board of Commissioners owns share in PTPN XIII (Persero) or its subsidiary company, directly or indirectly.

Rapat Dewan Komisaris

Board of Commissioners Meeting

Selama tahun 2009, Dewan Komisaris telah melaksanakan rapat sebanyak 9 kali untuk membahas halhal sebagai berikut: 1. Membahas RKAP PTPN XIII Tahun 2009 dan Permohonan Persetujuan Investasi Indoham Gmbh 2. Membahas Rencana Jangka Panjang PTPN XIII Tahun 2009 – 2013 3. Presentasi Laporan Hasil Audit KAP PTPN XIII Tahun 2008; Membahas RJP PTPN XIII Tahun 2009 – 2013; Membahas Hasil Kajian Kelayakan Proyek Sangatta Kaltim 4. Pembahasan permasalahan Manajemen Perusahaan Patungan antara PTPN XIII dengan PT Pupuk Kaltim; Membahas Surat-surat Direksi yang memerlukan Rekomendasi Dewan Komisaris; Pembahasan Kinerja Perusahaan Triwulan II 2009, Pembahasan RKAP 2010 Dewan Komisaris, Komite Audit dan Tenaga Ahli PTPN XIII.

During 2009, Board of Commissioners has held 9 meetings to discuss the following issues: 1. Discussing Company Action Plan and Budget of PTPN XIII 2009; Proposal of Investment Approval on Indoham Gmbh 2. Discussing Long Term Plans of PTPN XIII 20092013 3. Presentation of Audit Result Report on PTPN XIII from Public Accounting Firm 2008; Discussing Long Term Plans of PTPN XIII 2009 – 2013; Discussing the Results of Feasibility Study regarding the Sangata, Kaltim Project 4. Discussing the problems of Joint Company Management between PTPN XIII and PT Pupuk Kaltim; Discussing Directors Letters needing Board of Commissioners recommendations; Discussing Company Performance Quarter II 2009, Discussing Company Action Plan and Budget for Board of Commissioners, Audit Committee and Experts of PTPN XIII.

Frekuensi dan kehadiran Dewan Komisaris dalam rapat adalah sebagai berikut:

Nama Names

Jabatan Position

Jumlah Rapat Number Of Meetings

Kehadiran Attendance

%

DR. Ir. Agus Pakpahan, APU

Komut (Pres. Commissioner)

9

7

78

Mayjen. Adang Sondjaja

Komisaris (Commissioner)

9

8

89

Drs. Revrisond Baswir, MBA

Komisaris (Commissioner)

9

8

89

Thadeus Yus, SH, MPA

Komisaris (Commissioner)

9

8

89

Hamzah Tawil, S.Ag, MS

Komisaris (Commissioner)

9

9

100

Rapat Dewan Komisaris dan Direksi Rapat antara Dewan Komisaris dan Direksi selama tahun 2009 dilaksanakan sebanyak 9 kali untuk membahas hal-hal sebagai berikut: 1. Membahas RKAP PTPN XIII Tahun 2009; Rencana Buyback saham Indoham Gmbh. 2. Rencana Investasi pembangunan Pabrik Palm Ker-

Board of Commissioner and Board Directors Meeting Meeting between Board of Commissioners and Board of Directors 1. Discussing Company Action Plan and Budget of PTPN XIII 2009; Plan to Buyback the Indoham Gmbh share

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

149


Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance

nel Oil (PKO) kapasitas 150 ton kernel per hari di IPP Tayan; Rencana Investasi Kebun, Pabrik dan Industri turunan berbasis sawit di Sangatta antara PTPN XIII dan PT. Pupuk Kaltim; Roadmap Kebun dan Pabrik PTPN XIII. Presentasi Direksi dan Pembahasan Laporan Hasil Audit KAP atas kinerja PTPN XIII tahun buku 2008; Pembahasan Draft Rencana Jangka Panjang PTPN XIII tahun 2009 – 2013; Pembahasan hasil kajian kelayakan proyek Sangatta Pembahasan lanjutan RJP PTPN XIII Tahun 2009 – 2013; Pembahasan hasil kajian kelayakan proyek sangatta Pembahasan permasalahan manajemen perusahaan patungan antara PTPN XIII dengan PT. Pupuk Kaltim; Pembahasan kinerja perusahaan sampai dengan Triwulan II 2009 Pembahasan draft RKAP 2010 PTPN XIII; Pembahasan Laporan manajemen perusahaan sampai dengan Triwulan III 2009

2. Plan of Investment in the development of Palm Kernel Oil Factory with the capacity of 150 tons per day in IPP Tayan; Plan of Investment in the Estates, Factory, and palm based derivative Industry in Sangatta between PTPN XIII and PT. Pupuk Kaltim; Roadmap of Estates and Factory of PTPN XIII 3. Presentation of Board of Directors and Discussion on the Audit Result Report from Public Accounting Firm upon PTPN XIII book year 2008; Discussing Long Term Plans Draft of PTPN XIII 2009-2013; Discussing the result of feasibility study of Sangatta Project. 4. Further discussion on Long Term Plans of PTPN XIII 2009 – 2013; Discussing the result of feasibility study of Sangatta Project 5. Discussing the problem of Joint Company Management between PTPN XIII and PT Pupuk Kaltim; Discussing company performance up to Quarter II 2009. 6. Discussing draft of Company Action Plan and Budget of PTPN XIII; Discussing the Report of Company Management up to Quarter III 2009

Adapun frekuensi dan kehadiran dalam rapat antara Dewan Komisaris dan Direksi adalah sebagai berikut:

Frequency and attendance in the Board of Commissioners and Board of Directors Meeting are shown in the table below:

3.

4.

5.

6.

Nama Names

DR. Ir. Agus Pakpahan, APU Mayjen. Adang Sondjaja Drs. Revrisond Baswir, MBA Thadeus Yus, SH, MPA Hamzah Tawil, S.Ag, MS Ir. Kusumandaru, MBA Ir. B. Rachman Drs. Natsir Tarigan Ir. Wagio Ripto, MM Ir. Memed Wiramihardja, MM

150

Jabatan Position Komisaris Utama (Pres. Commissioner) Komisaris (Commissioner) Komisaris (Commissioner) Komisaris (Commissioner) Komisaris (Commissioner) Dirut (President Director) Dirprod (Production Director) Dirkeu (Finance Director) Dir. SDM & Umum (Planning and Development Director) Dir. Renbang (Planning and Development Director)

Jumlah Rapat Number Of Meetings

Kehadiran Attendance

%

9 9 9 9 9 9 9 9 9

7 8 8 8 9 9 8 9 9

78 89 89 89 100 100 89 100 100

9

9

100

Direksi

Board of Directors

Jumah Direksi sesuai Surat Keputusan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Nomor: KEP-35/ MBU/2007 tanggal 4 April 2007 sebanyak lima orang dimana salah satunya adalah dari luar perusahaan (independen). Direksi adalah pemegang kekuasaan eksekutif di perusahaan yang mengendalikan operasi perusahaan sesuai amanat Undang Undang Perseroan Terbatas, Anggaran Dasar dan RUPS serta di bawah pengawasan Dewan Komisaris. Tugas dan fungsi utama perseroan secara menyeluruh adalah

The number of directors according to the Decree of State Minister of State Owned Enterprises Number: KEP-35/MBU/2007 on 4 April 2007 is five people where one of them should be from outside the company (independent) Board of Directors is the holder of executive authority in the company that control company operation according to the order of Firm Law, Articles of Association, and Shareholder General Meeting and they are under the Board of Commissioner’s control. The main duties and functions of the firm are to fully

Laporan Tahunan 2009 Annual Report


Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance

mengupayakan pencapaian hasil sesuai target RKAP, melaksanakan tanggung jawab sosial, memperhatikan berbagai kepentingan serta mendorong penerapan prinsip-prinsip GCG secara konsisten.

do all the efforts to achieve the targets of Action Plan and Budget, implement social responsibility, pay attention to various interests and promote the implementation of GCG principles consistently.

Fungsi Utama

Main Duty

Ir. Kusumandaru NS, MBA (Direktur Utama) Menetapkan Visi, Misi, Sasaran dan Kebijakan Perusahaan, serta Memimpin Perusahaan bersama-sama Anggota Direksi yang lain untuk mewujudkan Visi, Misi, Sasaran dan mengimplementasikan kebijakan Perusahaan untuk menghasilkan Laba serta Citra dan Pertumbuhan Perusahaan yang berkelanjutan.

Ir. Kusumandaru NS, MBA (President Director) To set up companyâ&#x20AC;&#x2122;s Vision, Mission, and Goals, Company Policies, and together with the other members of the Board of Directors to lead the company in order to achieve the Vision, Mission and Target, as well as implementing the policy of the company to produce sustainable profit, image, and company growth.

Ir. Baim Rachman (Direktur Produksi) Memimpin Direktorat Produksi untuk mengelola sumber daya: tanaman kelapa sawit & karet Kebun Inti, Plasma Existing (PIRBUN & KKPA); Pabrik dan Infrastruktur untuk mencapai produktivitas tinggi serta kualitas prima dalam rangka tercapainya Harga Pokok af Pabrik yang efektif dan efisien untuk memenuhi permintaan pasar.

Ir. Baim Rachman (Production Director) To lead the Production Directorate by managing the resources: of nucleus palm oil and rubber estates, existing plasma (PIRBUN & KKPA); Factories and Infrastructures so as to gain high productivity as well as prime quality product towards achieving an effective and efficient factory unit cost to meet market demand.

Drs. Natsir Tarigan (Direktur Keuangan & Pemasaran) Memimpin Direktorat Keuangan & Pemasaran untuk memperoleh, mengelola sumber daya keuangan dan pemasaran hasil produksi sesuai RKAP yang efektif dan efisien untuk meningkatkan kesehatan perusahaan serta memperoleh margin penjualan produk yang optimal.

Drs. Natsir Tarigan (Finance and Marketing Director) To lead the Finance and Marketing Directorate so as to gain, manage the financial resources and effectively and efficiently market the products established in RKAP to improve the company health and to obtain optimal margin of product sales.

Ir. Wagio Ripto Sumarto, MM (Direktur SDM & Umum) Memimpin Direktorat SDM & Umum untuk memberdayakan dan mengoptimalkan serta meningkatkan produktivitas sumber daya manusia sehingga mampu memberikan kontribusi dan nilai kepada Perusahaan serta mengelola pengadaan barang & jasa untuk memperoleh Harga Pokok FOB efektif dan efisien dan melakukan upaya meningkatkan citra perusahaan serta pengamanan aset perusahaan yang maksimum. Ir. Memed Wiramihardja, MM. IPM (Direktur Perencanaan dan Pengembangan) Memimpin Direktorat Perencanaan & Pengembangan dalam hal RJP, RKAP dan Pengembangan Usaha Industri Hulu, Hilir, Jasa, Perdagangan dan pemanfaatan limbah dengan teknologi terbaik serta mencari sumber dana investasi Pengembangan Usaha tersebut yang didukung dengan Sistem Manajemen Informasi, sistem pengendalian mutu serta penelitian dan pengembangan untuk kesehatan dan pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan.

Ir. Wagio Ripto Sumarto, MM (Human Resource and GA Director) To lead Human Resource and GA Directorate to empower and optimize the productivity of human resource to enable them to provide contribution and values to the company, and manage the procurement of goods and services so as to obtain effective and efficient FOB price and to improve the image and maximum security of company assets. Ir. Memed Wiramihardja, MM, IPM (Planning and Development Director) To lead the Planning and Development Directorate regarding the RJP, RKAP, and development of upstream and downstream industries, services, trades and waste utilization using the best technology and also to search for investment fund to develop above mentioned business undertaking supported by Management Information System as well as research and development for better health and sustainable company growth.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

151


Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance

152

Tugas dan Tanggung Jawab Direksi

Duties and Responsibilities of BOD

Berdasarkan fungsi utama dan tugas pokok Direksi yang meliputi tugas manajerial dan tugas operasional dalam mengendalikan perusahaan sesuai dengan tujuan visi dan misi yang dimilki oleh PTPN XIII, maka Direksi membagi membagi tugas/wewenang Direksi sesuai dengan bidang pekerjaannya masing-masing demi terciptanya sinergi yang baik antara Direksi dengan mitra kerja (Komisaris, Pemegang Saham dan Pihak lainnya). Kebijakkan internal PTPN XIII dalam pembagian tugas Direksi adalah sebagai berikut:

Based on the function and main duties of the Board of Directors that cover managerial and operational duties in controlling the company to comply with the PTPN XIIIâ&#x20AC;&#x2122;s vision and mission, the Board of Directors divide the duties and authorities of each director according to their respective expertise for the shake of good synergy between the Board of the Directors and their partners (Commissioners, shareholders and other parties). Internally, PTPN XIII describes the duties of the Board of Directors as follows:

Direktur Utama a. Melaksanakan proses manajemen transformasi dalam rangka terwujudnya Sustainable Value dan Sustainable Growth. b. Membangun Perusahaan yang berbasis pengetahuan (Knowledge Company). c. Mensukseskan pelaksanaan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2000 dan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 : 1996 serta Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3). d. Melaksanakan seluruh peraturan yang berlaku terhadap operasional perusahaan dalam rangka memenuhi kepatutan (etika bisnis dan kerja). e. Mempertanggungjawabkan kinerja perusahaan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

President Director a. Implementing the process of transformation management towards achieving sustainable values and growth. b. Building up knowledge-based Company. c. Making the implementation of ISO 9001: 2000 Quality Control Management System and ISO 14001:1996 Enviromental Management System and Health and Work Safety Management System a success. d. Implementing all prevailing regulations regarding company operation towards achieving properness (work and business ethics). e. Being held accountable for the company performance in the Shareholder General Meeting.

Unit kerja yang termasuk dalam Direktorat Utama: Satuan Pengawasan Intern Sekretaris Perusahaan & CSR

Divisions under President Director: Internal Control Unit Corporate Secretary & CSR

Direktur Produksi a. Menetapkan upaya strategik dan kebijakan Bidang Produksi serta mengevaluasi pelaksanaannya. b. Fokus pada peningkatan produktifitas, efisiensi dan perawatan fasilitas existing termasuk di dalamnya Replanting baik Inti maupun Plasma. c. Menerima hasil dari Produk Renbang, seperti kebun baru (konversi dari TBM ke TM), Pabrik Baru (PMS dan Industri hilir lainnya). d. Mengevaluasi dan menyempurnakan proses bisnis (work system) Bidang produksi untuk mewujudkan Best Practices. e. Mengendalikan biaya produksi serta investasi sarana/prasarana produksi pada tingkat yang efektif dan efisien. f. Mengimplementasikan dan mereview pelaksanaan inovasi di Bidang Produksi. g. Menterjemahkan kebutuhan pasar menjadi pelaksanaan operasional bidang produksi. h. Mengimplementasikan dan mereview pelaksanaan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2000 dan Sis-

Production Director a. Setting strategic and policies on production and evaluating their implementation. b. Focusing on increasing productivity, efficiency, and maintenance of the existing facilities including replanting both the plasma and nucleus estates. c. Receiving the results from Research and Development such as new estates (conversion from immature plants to matured plants, new plants (palm oil mills and other downstream industries). d. Evaluating and reviewing business process (work system) in production division towards realizing Best Practices. e. Controlling production cost, structural and infrastructural investment at an effective and efficient level. f. Implementing and reviewing the implementation of innovation in production division. g. Translating market needs into operational implementation in production division. h. Implementing and reviewing the implementation

Laporan Tahunan 2009 Annual Report


Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance

tem Manajemen Lingkungan ISO 14001 : 1996. i. Mengimplementasikan dan mereview pelaksanaan Sistem Penilaian Karya (SPK) bagi Bidang Tanaman/ Teknik-Pengolahan/Plasma. j. Melaksanakan seluruh program Strategic Initiative Total Quality Management (TQM), Quest for Innovation (QFI). Unit Kerja yang termasuk dalam Direktorat Produksi: Bagian Tanaman Bagian Plasma Bagian Pabrik Bagian Infrastruktur Direktur Keuangan dan Pemasaran a. Menetapkan upaya strategik dan kebijakan Bidang Keuangan, Akuntansi dan Pemasaran serta mengevaluasi pelaksanaannya. b. Mengevaluasi dan menyempurnakan proses bisnis (work system) Bidang Keuangan, Akuntansi dan Pemasaran untuk mewujudkan The Best Total Cost dan meningkatkan kepuasan pelanggan . c. Memelihara keseimbangan antara pertumbuhan dan profitabilitas perusahaan. d. Mengimplementasikan dan mereview pelaksanaan Assets Management secara berkesinambungan untuk menghindari erosi kapital. e. Mengendalikan dan mengevaluasi biaya produksi melalui pemanfaatan Activity Based Costing (ABC) f. Memelihara Cash Reserve requirement sebesar 2 (dua) bulan kebutuhan dana operasional. g. Menyediakan sumber dana bagi pengembangan perusahaan dan kebun masyarakat disekitar Unit Kerja. h. Mengimplementasikan dan mereview pelaksanaan Sistim Penilaian Karya (SPK) bagi Karyawan Bidang Keuangan, Akuntansi dan Pemasaran. i. Melaksanakan seluruh program Strategic Initiative Digital Business Design (DBD), Operational Excellence (OPEX), Strategic Alliance Comprehensive Program (SACP) dan Customer Relationship Management (CRM). j. Mengembangkan dan membina hubungan dengan mitra bisnis (pelanggan) serta mitra aliansi. k. Mengimplementasikan dan mereview pelaksanaan sistem pengendalian persediaan hasil produksi. l. Menghimpun dan mensiasati perkembangan pasar dan perilaku pesaing (market inteligence). m. Menginformasikan kebutuhan pasar secara berkesinambungan kepada Direktur produksi. n. Mengendalikan biaya penjualan pada tingkat yang efektif dan efisien. o. Melaksanakan seluruh program Strategic Initiative

of ISO 9001: 2000 Quality Control Management System and ISO 14001:1996 Enviromental Management System. i. Implementing and reviewing the implementation of Wok Evaluation System (SPK) in Plants/Processing Techniques/Plasma. j. Implementing all Strategic Initiative Total Quality Management (TQM) program, Quest for Innovation (QFI). Divisions under Production Directorate: Plant Division Plasma Division Factory Division Infrastructure Division Finance and Marketing Director a. Setting strategic efforts and policies on Finance, Accounting and Marketing, and evaluating their implementation. b. Evaluating and reviewing business process (work system) on finance, accounting and marketing divisions towards realizing The Best Total Cost and improving the level of customerâ&#x20AC;&#x2122;s satisfaction. c. Maintaining the balance between company growth and profitability. d. Implementing and reviewing the implementation of sustainable assets management to avoid capital erosion. e. Managing and evaluating production expenses through full utility of activity-based costing (ABC). f. Maintaining Cash Reserve requirement for 2month operating expense. g. Providing fund for Company and plasma estates development around the business units. h. Implementing and reviewing the performance of Work Evaluation System (SPK) in the finance, accounting, and marketing divisions. i. Conducting all Strategic Initiative Digital Business Design (DBD), Operational Excellence (OPEX), Strategic Alliance Comprehensive Program (SACP) and Customer Relationship Management (CRM). j. Improving and maintaining good relation with business partners (customers) and partner alliance. k. Implementing and reviewing the performance of production supply control system. l. Gathering and finding strategies to face market changes and competitorâ&#x20AC;&#x2122;s behavior (market intelligence). m. Providing sustainable information regarding market needs to the Production Director. n. Controlling selling costs at an effective and efficient level. o. Conducting all Strategic Initiative programs.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

153


Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance

154

Unit Kerja yang termasuk Direktorat Keuangan dan Pemasaran: Bagian Keuangan Bagian Akuntansi Bagian Pemasaran

Divisions under the Finance and Marketing Directorate Finance Division Accounting Division Marketing Division

Direktur SDM & Umum a. Menetapkan upaya strategik dan kewajiban Bidang Pengembangan SDM, Bidang Sekretaris Korporat dan Bidang Pengadaan serta mengevaluasi pelaksanaannya. b. Mengevaluasi dan menyempurnakan proses bisnis Bidang Pengembangan SDM (HR System) untuk meningkatkan kompetensi, kepuasan dan kinerja karyawan. c. Mengevaluasi dan menyempurnakan proses bisnis (work system) Bidang Sekretaris Korporat untuk mewujudkan keamanan lingkungan kerja dan pemenuhan aspek legalitas. d. Mengevaluasi dan menyempurnakan proses bisnis (work System) Bidang Pengadaan untuk meningkatkan kepuasan pemasok. e. Mengimplementasikan dan mereview pelaksanaan Perencanaan Kebutuhan SDM yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan (HR Strategic Planning). f. Mengembangkan sistem pendidikan dan pelatihan yang didasarkan atas hasil mapping personil dan kompetensi profil jabatan serta mengevaluasi pelaksanaannya. g. Mengembangkan dan mengevaluasi pelaksanaan program peningkatan kualitas hidup (Quality of Life) karyawan. h. Mengimplementasikan dan mereview pelaksanaan pembangunan dan pembinaan masyarakat lingkungan sekitar Unit Kerja melalui program KKPA, PUKK dan CD. i. Mengimplementasikan dan mereview pelaksanaan pelayanan kesehatan serta Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). j. Mengendalikan biaya Bidang Pengembangan SDM, Bidang Sekretaris Korporat dan Bidang Pengadaan secara efektif dan efisien. k. Mengimplementasikan dan mereview pelaksanaan Sistem Penilaian Karya (SPK) bagi Karyawan Bidang PSDM, Bidang Sekretaris Korporat dan Bidang Pengadaan. l. Melaksanakan seluruh program Strategic Initiative Competence Based Human Resource Management (CBHRM). m. Menetapakan upaya strategik dan kebijakan Bidang Pengadaan serta mengevaluasi pelaksanaannya. n. Mengevaluasi dan menyempurnakan proses bisnis (work System) Bidang Pengadaan untuk meningkatkan kepuasan pemasok.

Human Resource and General Affairs Director a. Setting strategic efforts and duties of Human Resource Development, Corporate Secretary, and Procurement Division and evaluating their implementation. b. Evaluating and reviewing business process of Human Resource Development (HR System) to improve employees’ competency, satisfaction and performance. c. Evaluating and reviewing business process of Human Resource Development (work system) in the Corporate Secretary Division to realize work environment safety and to comply with legal aspects. d. Evaluating and reviewing business process (work system) of the Procurement Division so as to increase suppliers’ satisfaction. e. Implementing and reviewing the implementation on the Human Resource planning to meet company needs (HR Strategic Planning). f. Developing training and education system on the basis of personnel mapping result and job profile competence and evaluating their implementation. g. Developing and evaluating the implementation of company employees’ quality of life. h. Implementing and reviewing the implementation on the enhancement and development of the community around the work units through KPPA (Cooperative Prime Credit for Members), PUKK (Small and Cooperative Enterprise support-assistance) and CD (Community Development) programs. i. Implementing and reviewing the performance of health service and Management System on Health and Work Safety (SMK3). j. Controlling the spending on Human Resource Development, Corporate Secretariat and Procurement divisions. k. Implementing and reviewing the performance of Work Evaluation System (SPK) to those employees in Human Resource Development, Corporate Secretariat and Procurement Divisions. l. Conducting all Strategic Initiative Competence Based Human Resource Management (CBHRM) programs. m. Setting strategic efforts and policies in Procurement Division and evaluating their implementation. n. Evaluating and reviewing business process (work system) of the Procurement Division so as to increase suppliers’ satisfaction.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report


Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance

o. Mengembangkan dan membina hubungan dengan mitra bisnis (pemasok) serta mitra aliansi. p. Mengimplementasikan dan mereview pelaksanaan sistem pengendalian persediaan bahan baku dan pelengkap. Unit Kerja yang termasuk Direktorat SDM & Umum: Bagian SDM & Umum Bagian Pengadaan Bagian Pengamanan Perusahaan Kantor Perwakilan Jakarta Direktur Perencanaan dan Pengembangan a. Menetapkan upaya strategik dan kebijakan Bidang Perencanaan dan Pengembangan Usaha serta mengevaluasi pelaksanaannya. b. Fokus pada pengembangan usaha baru seperti perluasan kebun baik Inti maupun Plasma, pembangunan Industri Hilir, dan jasa lain seperti Trading. c. Mengevaluasi dan menyempurnakan proses bisnis (work system) Bidang Perencanaan dan Pengembangan Usaha. d. Memelihara keseimbangan antara pertumbuhan dan profitabilitas perusahaan. e. Membangun sistem aliansi dalam pengembangan portofolio bisnis dan diversifikasi Usaha. f. Mengimplementasikan dan mereview pelaksanaan Sistem Penilaian Karya (SPK) bagi Karyawan Bidang Perencanaan dan Pengendalian dan Bidang Pengembangan Usaha. g. Mengelola Proyek pengembangan sampai diserahkan ke Direktur Produksi sesuai dengan Spesifikasi Teknis baik untuk Kebun maupun Pabrik, sementara untuk Jasa lain seperti Trading dan Usaha Patungan masih tetap dikelola oleh Bidang Perencanaan dan Pengembangan. Unit Kerja yang termasuk Direktorat Perencanaan dan Pengembangan: Bagian Perencanaan Strategis/CMR Bagian Pengembangan Usaha Board of Director (BOD) membawahi 4 (empat Distrik), yaitu: Distrik Kalbar 1 Distrik Kalbar 2 Distrik Kaltim Distrik Kalsel/Teng

o. Improving and maintaining good relation with business partners (customers) and partner alliance. p. Implementing and reviewing the implementation of inventory control system on raw as well as supporting material. Divisions under Human Resource and General Affairs Directorate: Human Resource and General Affairs Division Procurement Division Company Security Division Representative Office in Jakarta Planning and Development Director a. Setting strategic efforts and policies on the Planning and Business Development Division and evaluating their implementation. b. Focusing on a new business such as expansion of nucleus and plasma estates, construction of downstream industry and other services such as Trading. c. Evaluating and reviewing the business process (work system) in the Planning and Business Development division. d. Maintaining the balance between company growth and profitability. e. Setting alliance system in developing business portfolio and business diversification. f. Implementing and reviewing the performance of Work Evaluation System (SPK) to those employees in the Planning and Control Division and Business Development Division. g. Managing any project development until officially handed to the Production Director following the duly set up technical specifications both for estates and plants, while other services like Trading and Joint Venture undertakings are managed by Research and Development Division. Divisions under the Planning and Development Directorate: Strategic Planning Division/CMR Business Development Division Board of Directors (BOD) supervises 4 (four) districts, namely: Kalbar 1 District Kalbar 2 District Kaltim District Kalsel/Teng District

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

155


Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance

156

Keanggotaan Direksi

Membership of Board of Directors

Profil dari masing-masing Anggota Direksi disajikan pada halaman 67 dari Laporan Tahunan ini.

Profiles of each Board of Commissioners will be presented on page 67 of this Annual Report.

Kepemilikan Saham Direksi

Share Ownership of Board of Directors

Seluruh Anggota Direksi tidak ada yang memiliki saham di PTPN XIII (Persero) maupun anak perusahaannya, baik secara langsung maupun tidak langsung.

None of Board of Commissioners owns share in PTPN XIII (Persero) or its subsidiary company, directly or indirectly.

Rapat Direksi

Directors Meeting

Selama tahun 2009, Direksi telah melaksankan rapat sebanyak 14 kali dengan membahas topik sebagai berikut: 1. a). Areal statemen Kebun plasma karet, b).Program akuisisi LRPI, c). Evaluasi harga digester dan screw press, d). penyelesaian kasus lahan di Buntok, e). usulan mempekerjakan Sdr. Jinarman Girsang, f). Struktur Organisasi dan Tim Personil Proyek PMS Kembayan dan Pelaihari. 2. a). Review hasil rapat bulan Januari 2009, b). Pembahasan RJP 2009 â&#x20AC;&#x201C; 2013, c). KPI Direksi tahun 2009, d). Keikutsertaan lelang PT. Benua Indah Group, e). Evaluasi pengelolaan kebun plasma (Pola KKPA), f). Penyelesaian HGU Kebun Inti Kembayan, g). Tunjangan bagi Personil Kebun Plasma. 3. a). Review hasil rapat bulan Pebruari 2009, b). Penarikan Kredit Investasi Tanaman/Non Tanaman. 4. a). Review hasil rapat bulan Maret 2009, b).Bidang organisasi, c). Bidang Produksi, d). Bidang Keuangan, e). Bidang SDM & Umum dan Pengadaan, f). Bidang Perencanaan dan pengembangan. 5. a). Review hasil rapat bulan April 2009, b).Bidang organisasi, c). Bidang Produksi, d). Bidang Keuangan, e). Bidang SDM & Umum dan Pengadaan, f). Bidang Perencanaan dan pengembangan 6. a). Review hasil rapat bulan Mei 2009, b).Bidang organisasi, c). Bidang Produksi, d). Bidang Keuangan, e). Bidang SDM & Umum dan Pengadaan, f). Bidang Perencanaan dan pengembangan 7. a). Review hasil rapat bulan Juni 2009, b).Bidang organisasi, c). Bidang Produksi, d). Bidang Keuangan, e). Bidang SDM & Umum dan Pengadaan, f). Bidang Perencanaan dan pengembangan 8. a). Review hasil rapat bulan Juli 2009, b).Hasil kunjungan Direktur Utama, Direktur Produksi, Direktur SDM & Umum dan Direktur Perencanaan & Pengembangan ke Kebun/Unit Kalimantan Barat 9. a). Review hasil rapat bulan Juli 2009 dan Hasil Rapat Awal bulan Agustus 2009, b).Hasil kunjungan Direktur Utama, Direktur Produksi, Direktur SDM & Umum dan Direktur Perencanaan & Pengembangan ke Kebun/Unit Kalimantan Barat 10. a). Review hasil rapat bulan Agustus 2009, b).Hasil

During 2009, Board of Directors has held 14 meeting discussing the following topics: 1. a. Statement area of rubber plasma estates, b) LRPI acquisition program, c) Evaluation of digester and screw press cost, d) resolution on the case of land in Buntok, e) recommendation to hire Mr. Jinarman Girsang, f) Organizational Structure and Personnel Team for PMS Project in Kembayan and Pelaihari. 2. a. Review of the result of January 2009 meeting, b) Discussion on the RJP 2009 â&#x20AC;&#x201C; 2013, c) BOD KPI 2009, d). Participation in the auction of PT. Benua Indah Group, e). Evaluation on the cultivation of plasma estates (KKPA model), f). Resolution of the HGU of Kembayan Nucleus Estates, g). Incentives for the Personnel of Plasma Estates. 3. a. Review of result of the February 2009 meeting, b) Withdrawal of Plant/Non-Plant Investment Credit. 4. a. Review of the result of March 2009 meeting, b) Organization Division, c). Production Division, d). Finance Division, e). Human Resource & General Affairs and Procurement Divisions, f) Planning and Development Division. 5. a. Review of the result of April 2009 meeting, b) Organization Division, c). Production Division, d). Finance Division, e). HR & GA and Procurement Divisions, f) Planning and Development Division. 6. a. Review of the result of May 2009 meeting, b) Organization Division, c). Production Division, d). Finance Division, e). HR & GA and Procurement Divisions, f) Planning and Development Division. 7. a. Review of the result of June 2009 meeting, b) Organization Division, c). Production Division, d). Finance Division, e). HR & GA and Procurement Divisions, f) Planning and Development Division. 8. a. Review of the result of July 2009 meeting, b) Results of the visit of President Director, Production Director, HR and GA Director and Planning and Development Director to Estates/Units in West Kalimantan. 9. a. Review of the result of July 2009 meeting and result of early August 2009 meeting b) Results of the visit of President Director, Production Director, HR and GA Director and Planning and Development

Laporan Tahunan 2009 Annual Report


Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance

kunjungan Direktur Utama, Direktur Produksi, Direktur SDM & Umum dan Direktur Perencanaan & Pengembangan ke Kebun/Unit Kalimantan Barat. 11. Rencana penarikan kredit investasi tanaman 12. a). Review hasil rapat bulan September 2009, b).Bidang organisasi, c). Bidang Produksi, d). Bidang Keuangan, e). Bidang SDM & Umum dan Pengadaan, f). Bidang Perencanaan dan pengembangan 13. a). Review hasil rapat bulan Oktober 2009, b). Agenda rapat bulan November 14. a). Review hasil rapat bulan November 2009, b). Agenda rapat bulan Desember

Director to Estates/Units in West Kalimantan. 10. a. Review of the result of August 2009 meeting, b) Results of the visit of President Director, Production Director, Human Resource and GA Director and Planning and Development Director to Estates/ Units in West Kalimantan. 11. Planing of withdrawal of Plant Investment Credit. 12.a). Review of the result of September 2009 meeting, b) Organization Division, c). Production Division, d). Finance Division, e). HR & GA and Procurement Divisions, f) Planning and Development Division. 13. a). Review of the result of October 2009 meeting, b). Meeting agenda in November. 14. a). Review of the result of November 2009 meeting, b). Meeting agenda in December.

Frekuensi dan kehadiran dalam rapat Direksi adalah sebagai berikut:

Frequency and attendance in Board of Directors meetings are shown in the table below:

Nama Names

Ir. Kusumandaru, MBA Ir. B. Rachman Drs. Natsir Tarigan Ir. Wagio Ripto, MM Ir. Memed Wiramihardja, MM

Kehadiran Attendance

%

Jabatan Position

Jumlah Rapat Number Of Meetings

Direktur Utama President Director Direktur produksi Production Director Dirkeu Finance Director Dir. SDM & Umum Planning and Development Director Dir. Renbang Planning and Development Director

14 14 14 14

14 14 14 14

100 100 100 100

14

14

100

Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi

Remuneration for Boards of Commissioners and Board of Directors

Gaji Dewan Komisaris dan Direksi

Salary for BOC and BOD

Gaji Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero) untuk tahun 2009 ditetapkan sebesar Rp 61.366.000,00 (enam puluh satu juta tiga ratus enam puluh enam ribu rupiah) per bulan. Gaji Anggota Direksi lainnya dan Honorarium Komisaris Utama, Anggota Komisaris adalah masing-masing 90%, 40%, 36% dari gaji Direktur Utama yang berlaku surut sejak tanggal 1 Januari 2009. Penetapan Gaji direksi dan Honorarium Dewan Komisaris ini merupakan wujud penghargaan pemegang saham atas profesionalitas Direksi dan Dewan Komisaris sejalan dengan tanggung jawab dan resiko yang dihadapi. Oleh karena itu penetapan gaji dan honorarium ini tidak dapat dikaitkan dengan penetapan gaji karyawan.

The salary of PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero) President Director for 2009 has been decided Rp 61,366,000 (sixty one million three hundred and sixty six thousand rupiahs) The salaries of other BOD and Honorarium of President Commissioner and Board of Commissioner are respectively 90%, 40%, and 36% of the salary of President Director retroactively active from 1 January 2009. The decision on the salary of Board of Directors and Honorarium of Board of Commissioners is an appreciation of the shareholder on their professional performance a long with the responsibility and the risks they face. Therefore, this decision on the salary and the honorarium can not be related to the decision on the staffâ&#x20AC;&#x2122;s salary.

Tunjangan Direksi

Allowance for the Board of Directors

1. Tunjangan Hari Raya (THR) keagamaan diberikan sebesar 1 (satu) kali gaji. 2. Tunjangan komunikasi per bulan diberikan sebesar

1. Religious holiday allowance (THR) is given with the amount of 1 (one) time salary. 2. Communication allowance is given in accordance

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

157


Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance

158

sesuai dengan penggunaan (at cost) dengan batas maksimum sebesar Rp 4.000.000,00 (empat juta rupiah). 3. Santunan Purna Jabatan diberikan berupa premi asuransi paling banyak 25% (dua puluh lima persen) dari gaji. 4. Tunjangan pakaian diberikan sesuai dengan yang telah dianggarkan dalam RKAP 2009. 5. Tunjangan cuti tahunan diberikan setiap tahun sebesar (satu) kali gaji. 6. Tunjangan cuti besar diberikan sebesar 2 (dua) kali gaji setiap 3 tahun dimana dalam tahun tunjangan cuti besar diberikan, maka tunjangan cuti tahunan tidak diberikan. 7. Tunjangan perumahan diberikan sebesar 30% (tiga puluh persen) dari gaji atau maksimal Rp 19.000.000,00 (sembilan belas juta rupiah) per bulan apabila perusahaan tidak menyediakan rumah jabatan bagi Direksi. 8. Tunjangan utilitas diberikan setiap bulan sebesar maksimal 30% (tiga puluh persen) dari tunjangan perumahan.

with the usage (at cost) the maximum limit of Rp 4,000,000 (four million rupiahs). 3. Pension Benefit is given in form of insurance policy at the maximum of 25% (twenty five percent) of the salary. 4. Clothing allowance is given according to the prepared budget in RKAP 2009. 5. Annual Leave Allowance is given once a year with the amount of 1 (one) time salary. 6. Long Leave allowance is given with the amount of 2 (two) times salary every 3 year in which when the long leave allowance is given, the annual leave allowance is not given. 7. Houses Allowance is given as amount of 30% (thirty percent) salary of maximum of Rp 19,000,000 (nineteen thousand million rupiahs) per month if the company does not provide housing for the Board of Directors. 8. Utility allowances are given every month with the amount of maximum 30% (thirty percent) from houses allowance.

Tunjangan Dewan Komisaris

Allowances for Board of Commissioners

1. Tunjangan Hari Raya (THR) keagamaan diberikan sesuai 1 (satu) kali Honorarium. 2. Tunjangan Komunikasi diberikan per bulan sebesar 5% dari Honorarium. 3. Santunan Purna Jabatan diberikan berupa premi asuransi paling banyak 25% (dua puluh lima persen) dari honorarium. 4. Tunjangan pakaian diberikan sesuai dengan yang telah dianggarkan dalam RKAP 2009. 5. Tunjangan transportasi diberikan setiap bulan sebesar maksimal 20% (dua puluh persen) dari honorarium apabila tidak disediakan fasillitas kendaraan oleh perusahaan.

1. Religious holiday allowance (THR) is given with the amount of 1 (one) time Honorarium. 2. Communication Allowance is given every month with the amount of 5% of the Honorarium. 3. Pension Benefit is given in form of insurance policy at the maximum of 25% (twenty five percent) of the honorarium. 4. Clothing allowance is given according to the prepared budget in RKAP 2009. 5. Transportation allowance is given every month with the maximum amount of 20% (twenty percent) of the honorarium if the company does not provide transportation facility.

Fasilitas Direksi

Facilities for Board of Directors

1. Fasilitas kendaraan dinas diberikan berupa 1 (satu) unit kendaraan dengan kapasitas maksimal 3000 cc beserta biaya pemelliharaan dan operasional. 2. Fasilitas kesehatan pada prinsipnya diberikan sebesar pemakaian (at cost) termasuk isteri/suami dan maksimal 3 (tiga) orang anak yang berumur dibawah 25 tahun dan belum bekerja atau belum menikah. Kecuali perusahaan mempunyai program yang lebih baik dalam arti lebih efisien dan lebih baik mutu layanan dan kesehatannya, pelaksanaan program kesehatan tersebut agar dilakukan melalui program Askes (Asuransi Kesehatan) In Health. 3. Fasilitas bantuan hukum diberikan sebesar kebutuhan.

1. Transportation facility is given in the form of 1 (one) unit of car with the maximum capacity of 3000 cc a long with the maintenance and operational cost. 2. Health facility in principal is given according to the usage (at cost) including for the husband/wife and maximum 3 (three) children under 25 years and not working or single. Except that the company has the better program in term of more efficient and better in service quality and health, the implementation of health program should be performed using Askes (health insurance) program. 3. Legal assistance facility is given in accordance with the needs.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report


Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance

4. Fasilitas rumah jabatan diberikan apabila tidak disediakan tunjangan perumahan oleh perusahaan berupa 1 (satu) unit rumah jabatan beserta biaya pemeliharaan dan utilitas. 5. Fasilitas club membership diberikan hanya 1 (satu) keanggotaan maksimal sebesar Rp 50.000.000,(lima puluh juta rupiah) 6. Fasilitas perkumpulan profesi diberikan hanya 1 (satu) keanggotaan. 7. Fasilitas biaya representasi diberikan sebesar pemakaian (at cost) dengan batas maksimum Rp 120.000.000 (seratus dua puluh juta rupiah) per orang per tahun.

4. Should there be no housing allowances, Housing facility is provided by the company in form of 1 (one) unit of house a long with the maintenance and utility cost. 5. Club membership facility is given for only 1 (one) membership with the maximum amount of Rp 50,000,000 (fifty million rupiahs) 6. Profession Association is given for only 1 (one) membership. 7. Representation facility is given according to the usage (at cost) with the maximum limit of Rp 120,000,000 (a hundred and twenty million rupiahs) per person per year.

Fasilitas Dewan Komisaris

Facilities for Board of Commissioners

1. Fasilitas kesehatan diberikan sebesar pemakaian (at cost). Kecuali perusahaan mempunyai program yang lebih baik dalam arti lebih efisien dan lebih baik mutu layanan kesehatannya, pelaksanaan program kesehatan tersebut agar dilakukan melalui program Askes (Asuransi kesehatan) In Health. 2. Fasilitas perkumpulan profesi diberikan hanya 1 (satu) keanggotaan. 3. Fasillitas bantuan hukum diberikan sebesar kebu tuhan. 4. Dewan Komisaris tidak diberikan fasilitas kenda raan.

1. Health facility is given according to the usage (at cost). Except that the company has better program in term of more efficient and better in service quality and health, the implementation of health program should be performed using Askes (health insurance) program. 2. Profession Association is given for only 1 (one) membership. 3. Legal assistance facility is given in accordance with the needs. 4. Board of Commissioner is not provided with transportation facility.

Sebagaimana pasal 7 Undang-undang nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara, maka para anggota Direksi dan Dewan Komisaris dilarang mengambil keuntungan pribadi baik secara langsung maupun tidak langsung dari kegiatan BUMN selain penghasilan yang sah.

As referred in article 7 Law no 19/ 2003 regarding State-Owned Enterprises, Board of Directors and Board of Commissioners are not allowed to take personal profit directly or indirectly out of BUMN activities except from legitimate income.

Pengembangan Komisaris dan Direksi

Development of Commissioners and Board of Directors.

Untuk meningkatkan Knowledge anggota Dewan Komisaris dan Direksi berkaitan dengan tugas dan tanggung jawabnya, PTPN XIII memfasilitasi berbagai pelatihan, seminar, konferensi dan workshop. Hal ini dimaksudkan agar pengetahuan dan keahlian anggota Dewan Komisaris dan Direksi selalu meningkat dan mampu mengikuti perkembangan terkini.

To improve the knowledge of the Board of Commissioners and Board of Directors in relation to their duties and responsibilities, PTPN XIII facilitates various trainings, seminars, conferences and workshop. This is intended for improving the knowledge and skills of Board of Commissioners and Directors and for making them capable of following the latest development.

Pada tahun 2009, terdapat satu anggota Dewan Komisaris (Hamzal Tawil, S.Ag, MS) telah mengikuti seminar dengan topik berjudul ”Tata Kelola Korporasi BUMN Membangun Sistem Ketahanan Hukum dan Sistem Informasi”,dengan pembicara Bacelius Ruru.

In 2009, one member of Board of Commissioners (Hamzal Tawil, S.Ag, MS) that participated in seminar with the topic of ”BUMN Corporate Governance Building Legal Power System and Information System.” Bacellius Ruru as a speaker.

Pada tahun 2009, empat anggota Direksi telah mengikuti seminar/konferensi yang diselenggarakan oleh pihak eksternal. Seminar yang diikuti berkaitan dengan bidang teknis perkebunan, HR Summit serta Tata kelola Korporasi BUMN, sebagai berikut:

In 2009, four members of Board of Directors participated in seminars/conferences held by external parties. The seminars were related to technical issues of estates, Human Resource Summit and BUMN Corporate Governance, as follow:

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

159


Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance

1. Ir. Kusumandaru, MBA: Seminar Karet Nusantara dan Teh Nusantara (Surabaya) 2. Drs. Natsir Tarigan: Indonesia Palm Oil Conference dan Price Outlook 2010 (Bali, 1-4 Desember 2009) 3. Ir. Wagio Ripto Sumarto, MM: Seminar Indonesia HR Summit 2009 (The Westin Hotel Resort Nusa Dua Bali, 22-23 Oktober 2009), Holding Company Management (Jakarta, 27-28 Agustus 2009), Tata Kelola Korporasi BUMN membangun Sistem Ketahanan Hukum dan Sistem Informasi (The Sultan Hotel, 13 Agustus 2009) 4. Ir. Memed Wiramihardja, MM IPM: Seminar Pengembangan Industri Pupuk Organik (Jakarta, 21 Juli 2009)

1. Ir. Kusumandaru, MBA: Seminar on National Rubber and National Tea (Surabaya). 2. Drs. Natsir Tarigan: Indonesia Palm Oil Conference ang Price Outlook 2010 (Bali, 1-4 December 2009) 3. Ir. Wagio Ripto Sumarto, MM : Indonesian Seminar on HR Summit 2009 (The Westin Hotel Resort Nusa Dua Bali, 22-23 October 2009); Holding Company Management (Jakarta, 27-28 August 2009): BUMN Corporate Governance Building Legal Power System and Information System (The Sultan Hotel, 13 August 2009) 4. Ir. Memed Wiramihardja, MM: Seminar on Developing Organic Fertilizer Industries (Jakarta, 21 July 2009).

Sekretaris Dewan Komisaris

Board of Commissioners Secretary

Berdasarkan Keputusan Dewan Komisaris Nomor: Kom, Kep/02/XI/2008 tanggal 20 Nopember 2008, telah ditunjuk 1 (satu) orang Sekretaris Dewan Komisaris. Pengangkatan Sekretaris ini dimaksudkan untuk membantu kelancaran tugas Dewan Komisaris. Biaya Sekretaris Dewan Komisaris sepenuhnya menjadi beban PTPN XIII.

Based on the Decree of Board of Commissioner Num ber: Kom, Kep/02/XI/2008 on 20 November 2008, 1 (one) Board of Commissioner Secretary has been appointed. The appointment of this Secretary is intended to assist the performance of Board of Commissioner. The cost of Board of Commissioners secretary is fully charged into PTPN XIIIâ&#x20AC;&#x2122;s account.

Profil Sekretaris Dewan Komisaris

Profile of Board of Commissioners Secretary

Dwi Ary Purnomo, S1 Jurusan Akuntansi Universitas Borobudur, S2 Program MH Universitas Indonesia (sedang menyusun thesis). Pengalaman kerja sebagai Kepala Sub Bagian Organisasi dan Tata Laksana, Kementerian Negara BUMN, Sekretaris Dewan Komisaris PTPN XI, Sekretaris Dewan Komisaris PTPN XIII, Staf Kedeputian Kementerian Negara BUMN.

Dwi Ary Purnomo, S1 Accounting Department in University of Borobudur. S2 Master education in MH Program University of Indonesia (writing thesis). Working experience as the Head of Organization and Governance Sub Division, State Ministry of State-Owned Enterprises, as the Board of Commissioner Secretary of PTPN XI, as the Board of Commisioner Secretary of PTPN XIII, as Deputy Staff State Ministry of State-Owned Enterprises.

Kewajiban Sebagai penghubung antara Komisaris, Direksi dan Pemegang Saham, Sekretaris Komisaris memiliki kewajiban sebagai berikut: Penyiapan undangan rapat dan penyiapan rapat Komisaris. Pendokumentasian surat-surat Penyusunan notulen rapat. Pengumpulan data atau informasi yang relevan dengan pelaksanaan tugas Komisaris.

Tugas Pokok Melakukan analisa atas rencana kerja dan evaluasi atas kegiatan operasional perusahaan sebagai bahan masukan untuk Dewan Komisaris. Menyusun konsep surat persetujuan/tanggapan tertulis Dewan Komisaris. Melaksanakan koordinasi dan administrasi dilingkup sekretariat Dewan Komisaris.

160

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Duties As a liaison among Commissioner, Board of Directors and Shareholders, Commissioner Secretary holds the following duties: Preparing meeting invitation and commissioner meeting. Letter Documentation Preparing minutes of meeting Collecting data and information relevant to the implementation of Commissionersâ&#x20AC;&#x2122; duties,

Main tasks Preparing analysis upon the action plans and evalu ation of the operational activity as the material for recommendations to the Board of Commissioners. Preparing concept for agreement letter/ written response to the Board of Secretary. Performing coordination and administration within the Board of Commissioner secretariat.


Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance

Remunerasi

Gaji : Rp 9.204.900,-/bulan. Tunjangan bulanan : Rp 2.000.000 THP bulanan Rp 11.204.900 THP 2009 Rp 134.458.800 Tantiem 2008 + THR + Tunjangan Cuti Tahunan Rp 59.292.000 Total : Rp 193.750.800,-

Remuneration

Salary : Rp 9,204,900/month Monthly Allowance Rp 2,000,000 Monthly THP Rp 11,204,900 THP 2009 Rp 134,458,800 Tantiem 2008 + THR + Annual leave Rp 59,292,000 Total Rp 193,750,800

Komite-Komite di Bawah Dewan Komisaris

Committees under Boar of Commissioners

Komite Audit

Audit Committee

Berdasarkan Keputusan Dewan Komisaris Nomor Kom/SK-02/III/2009 tanggal 2 Maret 2009, tentang pengangkatan Ketua dan Anggota Komite Audit PTPN XIII periode tahun 2009, susunan Komite audit adalah sebagai berikut : Revrisond Baswir : selaku Ketua (dari unsur Komisaris) Irland Y Muhammad : selaku Anggota Moh. Nurhadi Cahyono : selaku Anggota

Based on the Decree of Board of Commissioner Number Kom/SK-02/III/2009 on 2 March 2009 regarding the appointment of the Head and Member of Audit Committee of PTPN XIII for the period of 2009, the structure of audit committee is as follow: Revrisond Baswir : as the Head (from Commi- ssioner element) Irland Y Muhammad : as member Moh. Nurhadi Cahyono : as member

Profil Komite Audit

Profile of Audit Committee

Revrisond Baswir (Ketua)

Revrisond Baswir (Head). His profile is detailed in Board of Commissionersâ&#x20AC;&#x2122; Profiles on page 50.

Profil dapat dilihat pada Profil Dewan Komisaris hal 50. Irland Y Muhammad (Anggota) S1 Teknik Mesin di Delft University, Netherlands, Belanda. S2 Program Magister Manajemen - Institut Pertanian Bogor. Pengalaman kerja sebagai Sekretaris Dewan Komisaris PT Merpati Nusantara Airlines (Persero), Peneliti di Badan Pengkajian dan Penerapan Tekhnologi (BPPT), Anggota Komite Audit PTPN XIII, Asisten Presiden Direktur PT ABK. Moh Nurhadi Cahyono (Anggota) S1 Jurusan akuntansi pada Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. S2 Program MM Universitas Pajajaran (sedang menyusun thesis). Pengalaman Kerja sebagai Anggota Komite Audit PTPN XIII, auditor pada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, advisor divisi keuangan, tenaga konsultan pajak

Independensi Anggota Komite Audit Komite Audit dibentuk berdasarkan UU No. 19 tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara pada Bab VI pasal 70. BUMN wajib membentuk Komite Audit yang bekerja secara kolektif dan berfungsi membantu Komisaris dan Pengawas dalam melaksanakan tugasnya. Atas penunjukan dan pengangkatan anggota Komite Audit dipersyaratkan yang bersangkutan memahami proses bisnis perseroan, dan satu di antaranya memiliki latar belakang pendidikan dalam

Irland Y Muhammad (Member) S1 Mechanical Engineering of Delft University, Netherlands, Holland. S2 Post graduate degree in Magister Management â&#x20AC;&#x201C; Bogor Agricultural University. Working Experience as Secretary of BOC of PT Merpati Nusantara Airlines (Persero), as a researcher in The Agency of Technology Study and Application (BPPT), as the member of audit committee of PTPN XIII, as the assistant of President Director PT ABK. Moh Nurhadi Cahyono (Member) S1 Accounting department in Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. S2 MM Program in Pajajaran University (writing thesis). Working experience as as Audit Committee Member of PTPN XIII, as an auditor in Financial and Development Supervisory Board, As an advisor in finance division, as tax consultant.

Independence of Audit Committee Members Audit Committee was established based on Law No. 19/2003 regarding State-Owned Enterprises, Chapter VI, article 70. BUMN has to establish Audit Committee working collectively and functioning to assist Commissioners and Supervisors in performing their duties. Regarding their appointment and inauguration, concerned audit committee members are required to

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

161


Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance

bidang keuangan/akuntansi (minimal S-1), memiliki pengalaman dan keahlian dalam bidang keuangan dan audit, serta menjalankan tugas dan fungsinya secara independen.

Tugas dan Tanggung Jawab Komite Audit (KA) bertugas menilai pelaksanaan kegiatan serta hasil audit yang dilakukan oleh Satuan Pengawasan Intern (SPI) maupun auditor eksternal, memberikan rekomendasi mengenai penyempurnaan system pengendalian manajemen serta pelaksanaannya, memastikan telah terdapat prosedur review yang memuaskan terhadap segala informasi yang dikeluarkan BUMN, melakukan identifikasi halhal yang memerlukan perhatian Komisaris dan Pengawas serta tugas-tugas Komisaris dan Pengawas lainnya, seperti: Membuat rencana kegiatan pengawasan tahunan yang disetujui Komisaris PTPN XIII. Melakukan penilaian atas efektivitas pelaksanaan fungsi Satuan Pengawasan Intern (SPI). Melakukan evaluasi atas efektivitas pelaksanaan audit oleh auditor eksternal termasuk menelaah independensi dan obyektivitas auditor eksternal. Melakukan evaluasi atas efektivitas pengendalian intern. Melakukan evaluasi atas kualitas informasi keuangan yang dihasilkan oleh perusahaan, terutama menyangkut laporan keuangan, proyeksi dan informasi keuangan lainnya. Melakukan tugas-tugas lain yang diberikan Komisaris.

Duties and Responsibilities The Audit Committee is to evaluate the implementa tion, activities, and auditing results duly carried out by both the internal control unit and external auditors. They are to provide recommendations on improving management control system and its implementation to ensure availability of satisfactory reviewing procedures against all information released by the BUMN, to identify matters requiring attention from the Board of Directors and Supervisors, and also on the other duties of The Board Directors and Supervisors, such as: Preparing annual supervising action plan that should be approved by Commissioners of PTPN XIII. Assessing effectiveness of the implementation of Internal Control Unit functions. Evaluating effectiveness of audit service of external auditor including analyzing independence and objectivity of external auditor. Evaluating effectiveness of internal control. Evaluating financial information quality produced by the company, particularly one regarding financial report and other financial information. Performing other duties tasked by Commissioners.

Laporan Komite Audit

Report of Audit Committee

Rapat Komite Audit

Audit Committee Meeting

Sejak penunjukan dan pengangkatan anggota baru, Komite Audit telah melakukan rapat rapat internal sejumlah 12 (dua belas) kali pertemuan pada tahun 2009 dengan data tingkat kehadiran sebagai berikut:

Since the appointment and inauguration of new members, Audit Committee has conducted 12 (twelve) internal meetings in 2009 with the following attendance frequency:

No.

Nama (Name)

Jabatan (Position)

Kehadiran (Attendance)

1.

Revrisond Baswir

Ketua Komite Audit Head of Audit Committee

10 kali

2.

Irland Y Muhammad

Anggota Komite Audit Member of Audit Committee

12 kali

3.

Moh. Nurhadi Cahyono

Anggota Komite Audit Member of Audit Committee

12 kali

Selain rapat internal, Komite Audit juga menghadiri rapat gabungan Komisaris - Direksi untuk mendampingi Komisaris sesuai undangan Sekretaris Dewan Komisaris. Selain itu, sesuai penugasan dari Komisaris, komite audit juga melakukan rapat dan pertemuan dengan bidang-bidang dan Satuan Pengawasan Internal.

162

understand firm business process, and one of them should have educational background in finance/ accounting (minimum undergraduate degree), and should have experiences and expertise in finance and audit, and perform their duties and functions independently.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Aside from internal meeting, Audit Committee also attended joint meeting of Commissioners â&#x20AC;&#x201C; Directors to assist Commissioners in accordance with invitation from Secretary of Board of Commissioners. In addition, according to the tasks from the Commissioner, audit committee also held meetings with divisions and Internal Control Unit.


Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance

No.

Keterangan Notes

Rencana Kegiatan Action Plan

Realisasi Realization

1

Review Laporan Manajemen Management Report Review

Triwulan I (Quarter I) 2009 Triwulan II (Quarter II) 2009 Triwulan III (Quarter III) 2009

Review Lapmen Tw1 dan Semester 1 Review Lapmen Tw3 Management Report Review Quarter 1 and Semester 1 Management Report Review Quarter 3

2

Review Kinerja Auditor Independen Review of Independent Auditor Performance

Tahun buku 2008 Book Year 2008

Review kinerja KAP dan Rekomendasi penunjukan Auditor Independen tahun buku 2010 Review of KAP performance and recommendations on auditor appointment book year 2010

3

Review Laporan Keuangan Audited tahun buku 2009 Review of Audited Financial Report book year 2009

Tahun buku 2008 Book Year 2008

Review Laporan Keuangan dan Laporan Manajemen tahun 2008 audited Review of audited Financial Report and Management Report 2008

4

Kunjungan lapangan Site Visit

5

Review Proses Penunjukan Auditor Independen tahun buku 2009 Review of Independent Auditor Appointment Process book year 2009

Tahun buku 2009 Book Year 2009

Review seleksi dan penunjukan KAP Review of KAP selection and appointment

6

Review dan Evaluasi RJP Review and Evaluation of RJP

RJP 2009 - 2013

Rapat-rapat dan dalam proses (selesai 2010 awal) Meetings and in process (completed in early 2010)

7

Review dan Evaluasi RKAP Review and Evaluation of RKAP

RKAP 2010

Rapat-rapat dan dalam proses (selesai 2010 awal) Meetings and in process (completed in early 2010)

Kunjungan lapangan ke DKB 1 dan DKB 2 Site Visit to DKB 1 and DKB 2

Pelaksanaan Tugas Komite Audit Tahun 2009 Sepanjang tahun 2009, Komite Audit telah melaksanakan berbagai kegiatan sesuai dengan rencana sebagai berikut:

Action Result Report In 2009, Audit Committee has prepared and submitted action result report to the Board of Commissioners as follow:

Pelaporan Hasil Kegiatan

Implementation of Audit Committeeâ&#x20AC;&#x2122;s Duties 2009

Dalam tahun 2009 Komite Audit telah menyusun dan menyampaikan laporan hasil kegiatan kepada Dewan Komisaris sebagai berikut di bawah ini. 1. 26 Juni 2009, No. Laporan KA.Kom/1/VI/2009 perihal Laporan Hasil Evaluasi Laporan Keuangan dan Laporan Manajemen (audited) tahun 2008 2. 8 Agustus 2009, No. Laporan KA.Kom/2/VIII/2009 perihal Laporan Hasil Kunjungan Lapangan tanggal 29 Juli sd 1 Agustus 2009 3. 30 September 2009 No Laporan KA.Kom/3/IX/2009 perihal Laporan Hasil Evaluasi Laporan Manajemen Semester I tahun 2009 4. 2 Nopember 2009 No Laporan KA.Kom/4/XI/2009 Seleksi dan Penunjukan Kantor Akuntan Publik selaku Auditor Independen atas Laporan Keuangan tahun 2009 5. 13 Nopember 2009 No Laporan KA.Kom/5/XI/2009 perihal Uji Petik Aktiva Tetap Diusulkan Afkir 6. 30 Nopember 2009 No Laporan KA.Kom/6/XI/2009 perihal Laporan Hasil Evaluasi Laporan Manajemen Triwulan III tahun 2009

In 2009, Audit Committee has conducted a lot of activities according to the plan as follow: 1. 26 June 2009, report No. KA.Kom/1/VI/2009, regarding Report on Evaluation of Financial Report and audited Management Report 2008. 2. 8 August 2009, report No. KA.Kom/2/VIII/2009, regarding Report on the result of Site Visit on 29 July to 1 August 2009 3. 30 September 2009, report No. KA.Kom/3/IX/2009, regarding Report on Evaluation of Management Report Semester I 2009 4. 2 November 2009, report No. KA.Kom/4/XI/2009, regarding Selection and Appointment of Public Accounting Firm as Independent Auditor against Financial Report 2009 5. 13 November 2009, report No. KA.Kom/5/XI/2009, regarding Fixed Asset Spot Check is recommended being culled. 6. 30 November 2009, report No. KA.Kom/6/XI/2009, regarding Report on Evaluation of Management Report Quarter III 2009

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

163


Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance

Komite Remunerasi

Remuneration Committee

Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi tahun 2009, ditetapkan pada saat penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham atas Persetujuan Laporan Tahunan dan Pengesahan Perhitungan Tahunan Tahun Buku 2008. Penetapan gaji Direksi dan Honorarium Dewan Komisaris merupakan wujud penghargaan pemegang saham atas profesionalitas Direksi dan Dewan Komisaris sejalan dengan tanggung jawab dan resiko yang dihadapi. Oleh karena itu penetapan gaji dan honorarium ini tidak dapat dikaitkan dengan penetapan gaji karyawan.

Remuneration for Board of Commissioners and Board of Directors 2009 was determined in the Shareholder General Meeting with the approval of Annual Report and Legalization of Annual Calculation Book Year 2008. The determination of salary for Board of Directors salary and Honorarium for Board of Commissioners is the implementation of appreciation. Therefore, this decision on the salary and the honorarium can not be related to the decision on the staffâ&#x20AC;&#x2122;s salary.

Remunerasi Karyawan Tahun 2009 berdasarkan Perjanjian Kerja Bersama antara Direksi PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero) dengan Serikat Pekerja Perkebunan PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero) yang telah disahkan oleh Menteri Tenaga Kerja nomor: KEP.129/PHIJSK/PKKAD/2008 tanggal 23 Desember 2008 dan telah ditetapkan dalam SK Direksi nomor: 13.09/KPTS/R/043/2008 tanggal 30 April 2008 untuk karyawan Gol. III-IV sedangkan untuk karyawan Gol I-II ditetapkan dalam SK Direksi tersendiri. Berdasarkan pertimbangan di atas, Dewan Komisaris menganggap bahwa keberadaan Komite Remunerasi di PTPN XIII belum diperlukan.

Based on above considerations, Board of Commissioners considers that the existence of Remuneration Committee in PTPN XIII is not yet necessary.

Komite di Bawah Direksi

Committee under Board of Directors

Komite Integritas Karyawan

Employee Integrity Committee

Untuk menjaga agar setiap karyawan perusahaan taat terhadap PEBK maka manajemen telah membentuk Komite Integritas Karyawan (KIK) sebagai alat bantu Direksi dalam memantau dan mengawasi pelaksanaan PEBK serta memudahkan dalam pengambilan keputusan pemberian tindakan terhadap pelanggaran Etika Kerja. Komite ini dibentuk berdasarkan SK Direksi No-mor: 13.09/KPTS/024/2010 tanggal 17 Maret 2010.

For keeping every employee complying with PEBK, management has established an Employee Integrity Committee (KIK) as an assisting apparatus for Board of Directors in monitoring and supervising PEBK implementation and for easing the decision making on acts upon violation of work ethics. This committee was established based on Decree of Board of Directors Number: 13.09/KPTS/024/2010 on 17 March 2010.

Tugas Komite Integritas Karyawan meliputi: Memantau dan mengawasi pelaksanaan dan penegakan Bisnis dan Etika Kerja. Menerima dan mencatat laporan tertulis baik internal dan eksternal perusahaan, terhadap setiap pelanggaran Etika Bisnis dan Etika Kerja. Meneliti kebenaran dan keabsahan bukti-bukti dari setiap laporan tertulis yang masuk, dan bila diperlukan dapat meminta penjelasan lebih terinci dari pelapor serta tidak meyakini pelapor yang tidak mempunyai identitas yang jelas dan informasi yang bisa dipertanggungjawabkan. Melaporkan

164

Staffâ&#x20AC;&#x2122;s remuneration for 2009 is based on the Joint Working Agreement between Board of Directors of PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero) and labor union of PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero) which had been legalized by Minister of Labor number: KEP.129/ PHIJSK/PKKAD/2008 on 23 December 2008 and has been stipulated by Decree of Board of Directors number: 13.09/KPTS/R/043/2008 on 30 April 2008 for the staff level. III-IV while for the staff level I-II is stipulated with different decree of Board of Directors.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Duties of Employee Integrity Committee: Monitoring and supervising the implementation and reinforcement of Business and Work Ethics. Receiving and recording company written reports both internal and external, upon all violation of Business ethics and Work ethics. Checking the correctness and validity against the all evidence of submitted written reports and if necessary they can ask for more detailed explanation from the informer and must not believe in informer who does not valid identity and unfounded information. Reporting to the Board of Directors every violation of Business Ethics and Work ethics


Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance

kepada Direksi setiap pelanggaran Etika Bisnis dan Etika Kerja yang telah diteliti keabsahan dan kebenarannya. Memberikan perlindungan terhadap identitas pelapor.

of which the validity and correctness have been confirmed. Protecting the identity of the informer.

Mekanisme kerja KIK PTPN XIII adalah sebagai berikut: Laporan hasil audit SPI, laporan hasil investigasi, laporan tertulis dari internal dan eksternal. Telaah dan evaluasi Direksi. Disposisi dari Direksi ke Ketua Harian KIK. Ketua Harian KIK mendisposisi ke Sekretaris untuk untuk menentukan jadwal rapat. Sekretaris mempersiapkan administrasi berkaitan dengan rapat. Rapat pembahasan kasus oleh KIK. Kesimpulan rekomendasi hasil rapat KIK yang dituangkan dalam notulen untuk diteruskan kepada Direksi. Direksi mendisposisi terhadap hasil rekomendasi KIK. Sekretaris mempersiapkan keputusan yang telah disetujui BOD dalam bentuk SK Direksi. SK Direksi

Working Mechanism of Employee Integrity Commitee (KIK) is as follow: Report of the SPI audit result, report of investigation result, internal and external written report. Analysis and Board of Directorsâ&#x20AC;&#x2122; Evaluation. Disposition from the Board of Directors to the KIK Executive Director. Executive Director disposes to the Secretary to set meeting schedule. Secretary prepares administration related to the meeting. Meeting to discuss the case by KIK. Recommendation Conclusion of the results of KIK meeting written in the minutes of meeting to be forwarded to the Board of Directors. Board of Directors disposes KIKâ&#x20AC;&#x2122;s recommendations. Secretary prepares the decisions approved by BOD in form of Board of Directors Decree, Board of Directors Decree

Susunan Keanggotaan KIK

Structure of KIK membership

Penasehat : Direktur Utama Ketua : Direktur SDM & Umum Ketua Harian : Kepala Bagian SDM Anggota Tetap : 1. Kepala Bagian SPI 2. Ketua Serikat Pekerja Tingkat Perusahaan 3. Kepala Urusan Personalia Bagian SDM 4. Kepala Urusan Risk Management

Advisor : President Director President Director : Human Resource and Ge- neral Affairs Director Executive Director : Head of Human Resource Division Permanent Member: 1. Head of SPI Division 2. Head of Labor Union at Company Level 3. Head of Personnel Affairs in Human Resource Division 4. Head of Risk Management Affairs Ad-Hoc Members According to the cases handled, consisting of: 1. Concerned Division Director 2. Concerned General Manager 3. Concerned Head of Division 4. Estate Manager/concerned unit Secretariat: 1. Secretary (Staff of Personnel Affairs in Human Resource Division) 2. Deputy Secretary (Operation al Staff in Human Resource Division)

Anggota Ad-Hoc Sesuai kasus yang ditangani, terdiri dari: 1. Direktur Bidang terkait 2. General Manager terkait 3. Kepala Bagian terkait 4. Manajer Kebun/Unit terkait Kesekretariatan: 1. Sekretaris (Staf Urusan Personalia Bagian SDM) 2. Wakil Sekretaris (Karyawan Pelaksana Bagian SDM)

Komite Investasi Dalam rangka pengendalian investasi, baik tanaman maupun non tanaman, agar tepat mutu, tepat waktu dan tepat biaya, maka Direksi PTPN XIII telah membentuk Komite Investasi berdasarkan SK Direksi Nomor 13.09/KPTS/010/2010 tanggal 15 Maret 2010. Keanggotaan dari Komite Investasi terdiri atas:

Investment Committee In order to control investment, both plant or non-plant one, towards is punctuality in quality, time, and cost, Board of Directors PTPN XIII have established Investment Committee based on Board of Director Decree number 13.09/KPTS/010/2010 on 15 March 2010. The membership of Investment Committee consists of: President Director:

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

165


Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance

Ketua : Kepala Bagian Perencanaan Strategis & CMR Sekretaris : Kepala Urusan Planning & Monitoring Anggota : Kepala Bagian Tanaman, Kepala Bagian Pabrik, Kepala Bagian Infrastruk- tur, Kepala Bagian Keuangan, Kepala Bagian Pengembangan Usaha. Lingkup tugas Komite Investasi meliputi evaluasi terhadap kegiatan-kegiatan investasi yang akan dilakukan, berupa biaya, urgensi, cost benefit, return yang akan diperoleh sebelum mendapat persetujuan Direksi; evaluasi terhadap hasil monitoring dari bagian terkait atas semua kegiatan investasi baik tanaman maupun non tanaman agar memenuhi 3 T (Tepat mutu, Tepat Waktu, Tepat biaya); melaporkan hasil evaluasi kepada Direksi untuk pengambilan keputusan.

Scope of Investment Committee covers evaluation on investment activity that will be performed, regarding cost, urgency, cost benefit, and return that will be received before getting approval from Board of Directors; evaluation on monitoring result from concerned division regarding all investment activities both plant and non-plant one so that it covers 3 T (Punctuality; Punctuality of quality, time, and cost); reporting the result of evaluation to the board of Directors for decision making purpose.

Pengawasan dan Pengendalian Intern

Internal Supervision and Control

Sesuai Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT), kebijakan pengawasan tahun 2009 ditekankan pada pelaksanaan audit based risk atas aktivitas berisiko tinggi, peningkatan kemampuan Auditor SPI untuk mencegah, mendeteksi suatu perbuatan fraud serta membangun suatu pengendalian intern di tingkat unit kerja.

According to the Annual Supervision Program (PKPT), supervision in 2009 is emphasized on the audit based risk implementation upon the high-risk activities, improvement of the capability of SPI Auditor to prevent and detect fraud and develop an internal control in working level unit.

Pelaksanaan Pengawasan dan Pengendalian Intern Secara umum kegiatan pengawasan dan pengendalian intern dilakukan secara langsung oleh manajer kebun/ pabrik serta didukung fungsi Tim Verifikasi di Kantor Distrik Manajer. Pengendalian intern dibangun melalui penerapan SOP, pelaksanaan manajemen mutu dan monitoring secara berkala oleh pimpinan. Pembentukan Bagian SPI didasarkan atas PP No. 3 tahun 1983 pasal 45, bahwa setiap BUMN dibentuk SPI yang merupakan aparatur pengawasan intern perusahaan yang bersangkutan. Secara struktural Bagian SPI berada dibawah Direktur Utama, dipimpin oleh seorang Kepala Bagian yang membawahi empat orang Kepala Urusan yaitu Kaur Tanaman, Kaur Teknik, Kaur Administrasi dan Umum serta Kaur Manajemen Risiko. Jumlah auditor Bagian SPI yang dimiliki PTPN XIII sebanyak 9 orang. Latar belakang auditor adalah berpendidikan Strata 1 bidang Pertanian, Ekonomi dan Teknik, dan kesemuanya telah memiliki kompetensi dan sertifikasi sebagai auditor sesuai standar yang dibutuhkan oleh perusahaan. Pengembangan kompetensi auditor dilakukan melalui pelatihan bidang audit. Selama tahun 2009, pendidikan dan pelatihan auditor meliputi: Dasar-dasar Audit: 9 orang Audit Operasional: 3 orang

166

Head of Strategic Planning Division & CMR Secretary : Head of Planning & Monitoring Affairs Members : Head of Plant Division, Head of Factory Division, Head of In frastructure Division, Head of Finance Division, Head of Busi ness Development Division.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Internal Supervision and Control Generally internal supervising and control are per formed directly by the estates/plant manager and supported by Verification Team in Manager District Office. Internal control is established through the SOP implementation, execution of regular quality management and monitoring by the managers. SPI establishment was based on PP No. 3/ 1983 article 45, that in every BUMN, SPI should be established and be one of internal supervising apparatus in the concerned company. Structurally, SPI Division goes under President Director, led by Head of Division supervising for Head of Sub-Division namely Head of Plant Sub-Division, Head of Technical Sub-Division, Head of Administration and General Affairs Sub-Division, and Head of Risk Management Sub-Division. There are 9 auditors in SPI division of PTPN XIII. The background of the auditors are graduates from Agriculture, Economic, and Engineering Departments and all of them have the competence and certificates as an auditor according to the standards required by the company. The improvement of auditorsâ&#x20AC;&#x2122; competence is conducted through audit trainings. In 2009, educations and trainings for auditors are: Basic of Auditing: 9 people Operational Audit: 3 people Communication and Psychology of Audit: 2 people


Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance

Komunikasi dan Phsikologi Audit: 2 orang Pengelolaan Tugas-tugas Audit: 2 orang Audit Kecurangan: 2 orang Diklat Khusus Kepala SPI: 2 orang

Profil Kepala SPI

Management of Auditing Tasks: 2 people Corruption Auditing: 2 people Special Training for Head of SPI: 2 people

Head of SPI Profile

Sofyan Nasution (Kepala SPI) Lahir di Batang Serangan Kabupaten Langkat Sumatera Utara, pada tanggal 8 Agustus 1967. Meraih gelar S1 dari Fakultas Pertanian USU Medan Tahun 1983. Memulai karier sebagai Asisten Pabrik di Kebun Gunung Bayu PTP VII Bah Jambi tahun 1983. Pada tahun 1998-2007 menjabat sebagai Manajer Kebun di Tabara, Tajati di Kaltim, Kembayan di Kalbar dan Kebun Batulicin di Kalsel PTPN XIII. Mulai tahun 2007 sampai dengan sekarang April 2010 menjabat sebagai Kepala SPI PTPN XIII.

Sofyan Nasution (Head of SPI) He was born in Serangan, Kabupaten Langkat, North Sumatra on 8 August 1967. He obtained undergraduate degree from Agriculture Faculty of University of North Sumatra, Medan in 1983. He started his career as a Factory Assistant in Kebun Gunung Bayu PTP VII Bah Jambi in 1983. In 1998-2007, he was Estates Manager in Tabari, Tajati in East Kalimantan, Kembayan in West Kalimantan, and Kebun Batulicin in PTPN XIII South Kalimantan. Beginning in 2007 up to present (April 2010) he has been the Head of SPI in PTPN XIII.

Wewenang

Authorities

Sesuai Audit Charter SPI tanggal 1 Januari 2006, SPI mempunyai akses terhadap dokumen, pencatatan, personal dan fisik kekayaan perusahaan di seluruh unit kerja perusahaan untuk mendapatkan data dan informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas auditnya.

According to SPI Audit Charter on 1 January 2006, SPI have the access to documents, records, personal and physical assets of the company in all company working units to obtain data and information related to his auditing tasks.

Fungsi dan peran SPI adalah melakukan post audit yang dilakukan setahun dua kali pada unit kerja yang ditekankan pada bidang tanaman, bidang teknik, bidang administrasi dan keuangan.

Tugas & Kewajiban Lingkup kerja SPI tidak hanya meliputi pemeriksaan dan evaluasi terhadap keandalan dan efektifitas sistem pengendalian intern perusahaan dan kualitas kinerja perusahaan namun juga termasuk pelaksanaan tugas khusus dari Direktur Utama. Tugas pokok dan kewajiban SPI meliputi: Membantu Direktur Utama dalam melakukan pengawasan baik secara preventif, represif maupun edukatif, dan menjabarkan operasional melalui perencanaan, pelaksanaan maupun pemantauan terhadap kegiatan unit kerja maupun bagian di Kantor Direksi; Memberikan rekomendasi kepada manajemen melalui Direktur Utama mengenai penyempurnaan system pengendalian intern, upaya penerapan dan pencapaian strategi bisnis, peningkatan efektivitas manajemennajemen resiko, mendorong pelaksanaan GCG; Membuat laporan tertulis atas setiap pelaksanaan tugasnya yang disampaikan kepada Direktur Utama.

Sasaran Audit Sasaran audit berbasis resiko adalah meningkatkan sense of audit semua manajer terhadap proses ma-

Function and role of SPI are to perform post audit conducted twice a year in working unit with emphasize on plant division, technical division, administration division, and finance.

Duties & Obligation Scope of SPI does not only cover examination and evaluation against reliability and effectiveness of company internal control system and company performance quality, but also execution of special tasks from the President Director. Main duties and obligation of SPI cover: Assisting President Director in conducting preventive, repressive, and educative supervising and translating operation through planning, implementation, or monitoring against the activities of working units of divisions in Board of Directors Office; Giving recommendations to the management through President Director regarding improvement of internal control system, efforts to implement and achieve business strategies, increase the effectiveness of risk management, promote GCG implementation; Preparing written reports on all implementation of his/her tasks and submitting them to the President Director.

Objectives of Audit Objective of risk-based audit is to improve sense of audit of all managers to managerial process in their divisions so that the supervising role is always ob-

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

167


Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance

najerial di bidangnya sehingga peran pengawas selalu dimiliki dan melekat pada seluruh jajaran manajer. Peran SPI tidak hanya sekedar watch-dog, namun berkembang untuk melaksanakan fungsi-fungsi sebagai konsultan, assurance, katalis maupun akselerator.

tained and adhered by all managers at all levels. SPI do not only serve as a watch-dog, but expand to perform function as consultant, assurance, catalyst and accelerator.

Laporan Kegiatan Audit

Audit Activities Report

Selama tahun 2009 realisasi pelaksanaan pemeriksaan mencapai 74 kegiatan dari target PKPT sebanyak 72 kegiatan (102,77%) pada 39 unit kerja. Dalam menetapkan obyek audit sesuai PKPT tahun 2009 dilakukan penilaian berbasis resiko (Risk Based Audit) terhadap tingkat pengendalian manajemen, perubahan lingkungan yang cepat, teknis lapangan yang sensitive, pengeluaran biaya yang tinggi, dan temuan yang tinggi dan berulang di seluruh unit usaha.

In 2009, there were 74 activities implemented out of PKPT target of 72 activities (102,77%) in 39 working units. For determining the object of audit according to PKPT 2009, we carried out Risk Based Audit against management control level, rapid environment changes, sensitive technical problems in the field, high spending, and frequent and repeated results in all working units. From the list of audit objects with risk potential in 39 working units, there are 468 objects, and 263 of them were selected as audit objects. Business unit activities with risk potential are plant investment, non-plant investment, plant cultivation, harvest cultivation, processing cost allocation, production and shipping management, material warehouse management, financial and operational performance, follow up monitoring, KKPA management, goods and service procurement, special audit in accordance to the needs.

Hasil inventarisasi obyek pemeriksaan yang memiliki potensi risk di 39 unit usaha sejumlah 468 obyek, di antaranya yang terpilih menjadi target pemriksaan adalah sejumlah 263 obyek. Aktivitas unit usaha yang berpotensi resiko adalah investasi tanaman, investasi non tanaman, pemeliharaan tanaman, pengelolaan panen, alokasi biaya pengolahan, pengelolaan produksi dan pengiriman, pengelolaan pergudangan material, kinerja keuanganan dan operasional, evaluasi dan monitoring tindak lanjut, pengelolaan KKPA, pengadaan barang dan jasa, audit khusus sesuai kebutuhan. Jumlah temuan dan status tindak lanjut temuan audit sampai dengan Desember 2009 adalah sebagai berikut: No.

Wilayah

Jumlah Temuan

Areas

168

Number of findings and follow up status of the audit findings up to December 2009 are us the following:

Tindak Lanjut

Number of Findings

Tuntas Completed

Dalam Proses Monitoring In the process Monitoring 24

Jumlah Total

1

DKB â&#x20AC;&#x201C; 1

72

36

12

72

2

DKB â&#x20AC;&#x201C; 2

48

34

3

DKST

72

37

9

5

48

22

13

72

4

DKT

90

56

5

KPJ

2

-

24

10

90

1

1

2

6

Kandir

-

-

-

-

-

Jumlah

284

163

80

41

284

Etika dan Norma Pengawasan serta Pengendalian

Ethics and Norms of Supervision and Control

Bagian SPI telah menerapkan standar perilaku (kode etik) yang ketat dan termuat dalam audit charter serta telah ditetapkannya standar pengelolaan tugas SPI yang mengatur etika, cara kerja dan pengenaan sanksi pelanggaran etika.

SPI Division has set rigid code of conduct that is mentioned in audit charter and there has been stipulated a standard of SPI task management which regulates ethics, working methods and sanction for ethic violations.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report


Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance

Kebijakan Pengungkapan dan Keterbukaan

Disclosure and Open Policy

PTPN XIII mempunyai kewajiban untuk mengungkapkan informasi penting dan relevan kepada Pemegang Saham dan Instansi Pemerintah terkait serta stakeholders lainnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku secara tepat waktu, akurat, jelas dan obyektif. Keterbukaan PTP XIII kepada pemegang saham, karyawan, pekebun, petani, masyarakat, mitra bisnis dan pemangku kepentingan lainnya telah dilakukan manajemen melalui berbagai sarana media, maupun pengungkapan (disclosure) pada berbagai event, komunikasi dalam rapat, serta komunikasi non formal seperti mailing list, coffe morning, gathering. Sekretaris Perusahaan memiliki tugas dan tanggung jawab untuk membangun komunikasi yang efektif antara Perusahaan dengan Pemegang Saham dan stakeholders lainnya, antara lain berupa siaran pers, pemaparan publik, publikasi laporan.

PTPN XIII has the obligations to reveal important and relevant information the shareholders and related government institution and other stakeholders according to the prevailing laws and regulations punctually, accurately, clearly, and objectively. The openness of PTP XIII to the shareholders, employees, smallholders, farmers, business partner, and other stakeholders has been implemented by management using many media and disclosures in many events, communication in the meetings, and non-formal communication such as mailing list, coffee morning, and gathering. Corporate Secretary has duty and responsibility to build effective communication between Company and Shareholders and other stakeholders, such as in form of press release, public presentation, and report publication.

Setiap sebulan sekali, Perseroan menerbitkan media Harmoni sebagai sarana sosialisasi dan komunikasi keluarga besar PTPN XIII.

Once a month, the Firm issues Harmoni media as means of socialization and communication among the big family of PTPN XIII.

Akses informasi melalui :

Information access:

Website : http://www.ptpn13.com Telepon : (0561) 749367, 749363, 749369 Faximile : (0561) 766026 Kantor Pusat : PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero) Jl. Sultan Abdurrachman No.11 Pontianak 78118, Kalimantan Barat.

Kantor Distrik/Wilayah: 1. Distrik Manajer Kalimantan Barat I Desa Meliau Hilir, Kecamatan Meliau, Kab. Sanggau, Kalbar 78571, Telp : 0564-22037, Email : dmkb@meliau.ptpn13.com 2. Distrik Manajer Kalimatan Barat II Desa Pasok, Kecamatan Parindu, Kab. Sanggau Kalbar 78561, Telp & Fax. : 0564-22050, Email : dmkb@parindu.ptpn13.com 3. Distrik Manajer Kaltim Jl. Negara KM 95, Semuntai, Kec. Long Ikis, Kab. Pasir Kaltim 76282, Telp dan Fax. : 0543-22792, Email : dmkt@semuntai.ptpn13.com 4. Distrik Kalimantan Selatan/Tengah Jl. Soekarno Hatta, Ds. Tebing Siring Kec. Pelaihari, Kab, Tanah Laut, Kalsel, Telp & Fax. : 0511-2702169.

Website : HYPERLINK “http://www.ptpn13.com” http://www.ptpn13.com Telephone: (0561) 749367, 749363, 749369 Facsimile : (0561) 766026 Head Quarter: PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero) Jl. Sultan Abdurrachman No. 11 Pontianak 78118, West Kalimantan. District/Branch Offices: 1. District Manager of West Kalimantan I Desa Meliau Hilir, Kecamatan Meliau, Kab. Sang gau, West Kalimantan 78571, Phone : 0564- 22037, Email: dmkb@meliau.ptpn13.com 2. District Manager of West Kalimantan II Desa Pasok, Kecamatan Parindu, Kab. Sanggau, West Kalimantan 78561, Phone: 0564-22050, Email: dmkb@parindu.ptpn13.com 3. District Manager of East Kalimantan Jl. Negara KM 95, Semuntai, Kec. Long Ikis, Kab. Pasir Kaltim 76282, Phone and Fax.: 0564-22792, Email:dmkt@semuntai.ptpn13.com” 4. District of South/Central Kalimantan Jl. Soekarno Hatta, Ds. Tebing Siring Kec. Pelaihari, Kab, Tanah Laut, Kalsel, Phone & Fax. : 0511-2702169.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

169


Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance

Kantor Pendukung : 1. Kantor Perwakilan Jakarta Wisma Budi 1st Floor, Suit 02, Jl. HR. Rasuna Said kav. C 6, Jakarta 12940, telp : 021-5201453, Fax. : 021-5201436, Email : kpjkt@ptpn13.com 2. Kantor Penghubung Balikpapan Jl, Markoni I No19, Balikpapan Kaltim 76262, Telp 0524-421942, Fax. 0542-731296, Email : kpbpn@balik.ptpn13.com 3. Kantor Penghubung Banjarmasin Jl. Kuripan No. 20 Banjarmasin Kalsel, Telp 0511-3266423, Fax. : 0511-3263469, Email : kppbjm@banjar.ptpn13.com

Supporting Offices: 1. Representative Office in Jakarta Wisma Budi 1st Floor, Suit 02, Jl. HR. Rasuna Said kav. C 6, Jakarta 12940, Phone : 021-5201453, Fax. : 0564-5201436, Email: kpjkt@ptpn13.com 2. Balikpapan Liaison Office Jl, Markoni I No19, Balikpapan Kaltim 76262, Phone 0524-421942, Fax. 0564-731296, Email: kpbpn@balik.ptpn13.com 3. Banjarmasin Liaison Office Jl. Kuripan No. 20 Banjarmasin South Kalimantan, Phone 0511-3266423, Fax: : 0564-3263469, Email: kppbjm@banjar.ptpn13.com

Benturan Kepentingan

Conflict of Interest

Di dalam Code of Corporate Governance dinyatakan bahwa pengungkapan adanya benturan kepentingan wajib dilaporkan kepada Pemegang Saham paling lambat 5 (lima) hari sejak terjadinya situasi/kondisi tersebut. Pemegang Saham meneliti situasi/kondisi yang menunjukkan adanya indikasi tersebut dan dalam waktu paling lambat 5 (lima) hari mengambil keputusan untuk mengatasi situasi tersebut. Anggota Direksi dan Komisaris termasuk keluarganya wajib mengungkapkan kepemilikan saham di perusahaan lain, yang disusun dalam format/surat pernyataan tersendiri.

In Code of Corporate Governance, it is stated that disclosure of conflict of interest must be reported to the Shareholders at the latest five days starting from the incident of conflict of interest. Shareholders have to examine the situation/condition showing the indications and within 5 (five) days of the latest have to make decision to solve the problems. Member of Board of Directors and Board of Commissioners including their families have to disclosure the ownership of share in other company, written in a separate statement form/letter.

Apabila terjadi benturan kepentingan Perusahaan dengan kepentingan salah seorang anggota Direksi, keputusan mengenai penyelesaian benturan kepentingan dilakukan oleh Direktur Utama dan anggota Direksi lainnya dengan persetujuan Komisaris. Apabila benturan kepentingan menyangkut semua Direksi, perusahaan diwakili oleh Komisaris mengadakan RUPS Luar Biasa untuk menyelesaikan benturan kepentingan tersebut. Apabila terjadi benturan kepentingan antara kepentingan perusahaan dengan kepentingan salah seorang anggota Komisaris, keputusan mengenai penyelasaian benturan kepentingan diambil dalam RUPS.

170

When there is a conflict of interest between the interest of the company and the interest of one of Board of Directors, decision on the conflict resolution should be made by the President Director and other board of Directors with the approval from Commissioners. When the conflict involves all Board of Directors, the company represented by Commissioners shall hold Special Shareholder General Meeting to resolve the conflict of interest. When there is a conflict of interest between the companyâ&#x20AC;&#x2122;s interest and one of commissionersâ&#x20AC;&#x2122; interests, the decision on the conflict resolution should be made in Shareholder General Meeting.

Sekretasis Perusahaan

Corporate Secretary

Sekretaris Perusahaan merupakan organ yang dibentuk oleh Direksi yang berfungsi sebagai penghubung antara Perusahaan dengan pemegang saham/pemilik dan pihak-pihak yang berkepentingan lainnya dengan Perusahaan dan melakukan pengelolaan dokumen-dokumen Perusahaan.

Corporate Secretary is one organ established by Board of Directors and has a role as liaison officer between the Company and Shareholders/Owners and other concerned parties and the Company and manages companyâ&#x20AC;&#x2122;s documentation.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report


Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance

Profil Sekretaris Perusahaan

Profile of Corporate Secretary

Drs. Pahala Manurung (Sekretaris Perusahaan dan CSR)

Drs. Pahala Manurung (Corporate Secretary and CSR)

Lahir di Medan, Sumatera Utara pada tanggal 12 Maret 1954. Meraih gelar S1 dari Universitas Tanjung Pura. Tahun 2003 menjabat sebagai Kepala Urusan Sekretariat & Rumah Tangga Bagian Umum PTPN XIII. Pada tahun 2004 menjabat sebagai Kepala Bagian Umum PTPN XIII dan Sejak April 2007 sampai dengan sekarang menjabat sebagai Kepala Bagian Sekretaris Korporat PTPN XIII. Selain itu juga, sejak tahun 2002 s/d sekarang menjabat sebagai Ketua Umum Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara (SPBUN) PTPN XIII.

He was born in Medan, North Sumatra on 12 March 1954. He obtained under graduate degree from Tanjung Pura University. In 2003, he served as the Head of Section of Secretary and Household General Affairs of PTPN XIII. In 2004 he was the head of General Affairs Department of PTPN XIII and since 2007 he has been appointed as the Head of Corporate Secretary Department of PTPN XIII. He has also been appointed as the Head of PTPN XIII Worker Union (SPBUN) since 2002 to present.

Tugas dan tanggung jawab Sekretaris Perusahaan

The duties and responsibilities of Corporate Secretary

1. Memastikan kelancaran komunikasi (corporate communication) antara perusahaan dengan pemangku kepentingan yang meliputi; pemegang saham, karyawan, mitra bisnis, masyarakat serta pengguna jasa sesuai dengan kebutuhan wajar dari pemangku kepentingan tersebut. 2. Menjamin tersedianya informasi yang boleh diakses oleh pemangku kepentingan sesuai dengan kebutuhan wajar dari pemangku kepentingan. 3. Menjalankan fungsi investor relation (RUPS, Laporan Tahunan, Public Expose, Investor Meeting, dan lain-lain). 4. Memastikan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. 5. Memfasilitasi penyelenggaraan rapat manajemen di tingkat pusat. 6. Bertanggung jawab kepada Direksi dan laporan pelaksanaan tugasnya disampaikan pula kepada Dewan Komisaris.

1, Ensure swift communication (corporate commu nication) between the company stakeholders covering the following aspects: shareholders, employees, business partners, community and service users in line with proper requirement of the stakeholders. 2. Ensure availability of in formation which is accessible to the Stakeholders in line with their proper needs. 3. Perform the function of investor relation (General Shareholder Meeting, Annual Report, Public Expose, Investor Meeting and the likes). 4. Ensure Compliance with prevailing laws and regulations. 5. Facilitate managerial meeting at the central level. 6. Be responsible to the Board of Directors and report to the Board of Commissioners on the implementation of his/her duties.

Pemberitaan Publik

Public Expose

Pada tahun 2009, sejumlah pemberitaan yang berkaitan dengan kegiatan maupun kinerja PTPN XIII termuat di sejumlah media, baik media lokal maupun media nasional. Berikut ini adalah daftar press release tahun 2009 3 Februari 2010: Empat PTPN (PTPN III, IV, VIII, dan XIII) Siap Bangun Pabrik Minyak Goreng 17 Februari 2009: Palm Kernel Oil, PTPN III & XIII Bangun Pabrik Rp 107 Miliar 28 Februari 2009: Asa di Tengah Perkebunan Sawit 09 Maret 2009: Kembangkan Biofuel, 13 PTPN Sinergi Konsorsium 18 Maret 2009: 40 Ribu Hektar Sawit di Kubu Raya 20 Maret 2009: Pengumunan Pemenang Lomba Karya Tulis Dalam Rangka 13 Tahun PTPN XIII 27 April 2009: Pihak PTPN XIII kian serius mena-

In 2009, some news related to activities and performances of PTPN XIII were announced in some local and national media. Here is the list of press release in 2009. 3 February 2010: Four PTPNs (PTPN III, IV, VIII, and XIII) Ready to Build Cooking Oil Plants 17 February 2009: Palm Kernel Oil; PTPN III&XIII Build a Rp 107 Billion Factory 28 February 2009: Hopes in the Middle of Palm Estates 09 March 2009: Developing Bio fuel, 13 PTPNs synergize a consortium 18 March 2009: 40 Thousand Hectares of Palm Oil in Kubu Raya 20 March 2009: Announcement of the Winners of Writing Competition for the 13th Anniversary of PTPN XIII.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

171


Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance

172

paki pengembangan sektor industri perkebunan di Kabupaten Kubu Raya 23 Juni 2009: PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIII Wilayah Kaltim, mampu memproduksi 140 ton Tandan Buah Segar/jam 25 Juli 2009: PTPN XIII Persero dan Serikat Pekerja Perkebunan (SP-BUN) Distrik Wilayah Kaltim membantu para korban kebakaran di Jl. Kandilo Bahari, Tanah Grogot 15-08-2009: PTP Nusantara XIII (Persero) menggunakan pendekatan baru Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA) 18 Agustus 2009: Bantuan PTPN XIII untuk kurangi korban DBD 26 Agustus 2009: PTPN XIII membagikan 11.000 masker kepada 23 sekolah di sekitar Kantor Direksi PTPN XIII Pontianak 17 September 2009: CSR (PKBL) di PTPN XIII (Persero) Kaltim 16 Oktober 2009: Sawit Nusantara Award – SNA tahun 2009, digelar Forum Sawit Nusantara – FSN, di Hotel Kapuas Palace Kalbar 17 Oktober 2009: 50 Perusahaan BUMN Berperingkat Hitam 18 Oktober 2009: (PTPN) XIII membentuk konsorsium bersama tiga badan usaha milik negara (BUMN) lain di sektor perkebunan untuk percepatan usaha tanam sawit di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. 25 Oktober 2009: Penanaman perdana sawit di desa Tepian Makmur, Kecamatan Rantau Pulung, Kutai Timur, Kaltim, PTPN XIII bekerjasama dengan PT Pupuk Kaltim membentuk PT Kalianusa dengan luas lahan kebun inti kelapa sawit 7.100 ha 30 Oktober 2009: Indonesia Akan Alihkan Pasar CPO; RI Bangun 3 Klaster Industri Hilir Kelapa Sawit 05 November 2009: Enam BUMN Perkebunan produsen karet alam tahun 2010 akan mendirikan perusahaan untuk memproduksi ban sepeda motor di Medan 11 November 2009: Gubernur Kalimantan Selatan Resmikan Pembangunan Pabrik Minyak Sawit Pelaihari 17 November 2009: Usulan manajemen PDAM Pelaihari untuk memanfaatkan waduk milik PTPN XIII di Desa Ambungan, Kecamatan Pelaihari direspon Bupati H Adriansyah. 06 Desember 2009: 50 BUMN Berperingkat Buruk Pengelolaan Lingkungan 9 Desember 2009: PTPN XIII Raih Juara III Plantation Cup 2009 16 Desember 2009: Harmoni Natal di PTPN XIII (Persero) 21 Desember 2009: Tahun 2010 PTPN XIII beralih menggunakan Biodiesel.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

27 April 2009: PTPN XIII gets more serious in exploring development of plantation industrial sector in Kabupaten Kubu Raya. 23 June 2009: PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIII in East Kalimantan is capable of producing 140 tons of Fresh Fruit Bunch. 25 July 2009: PTPN XIII Persero and Worker Union of East Kalimantan District help the victims of fire at Jln Kandilo Bahari, Tanah Grogot 15 August 2009: PTP Nusantara XII (Persero) use a new approach of Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA) 18 August 2009: PTPN XIII’s aid to reduce dengue fever victims 26 August 2009: PTPN XIII distribute 11,000 masks to 23 schools around the Directors Office of PTPN XIII in Pontianak 17 September 2009: CSR in PTPN XIII (Persero) East Kalimantan 16 October 2009: Sawit Nusantara Award (SNA) 2009 is carried out by Forum Sawit Nusantara -(FSN) in Hotel Kapuas Palace West Kalimantan 17 October 2009: 50 BUMN companies are in the Black List 18 October 2009: Sawit Nusantara Award (SNA) 2009 is carried out by Forum Sawit Nusantara -(FSN) in Hotel Kapuas Palace West Kalimantan 25 October 2009: Planting Palms for the First Time in Tepian Timur Village, Kecamatan Rantau Pulung, Kutai Timur, East Kalimantan, PTPN work together with PT Pupuk Kaltim and establish PT Kalianusa with 7,100 hectare nucleus palm oil estates. 30 October 2009: Indonesia will move their the CPO Market, Indonesia build 3 clusters of Palm Oil Downstream Industry 05 November 2009: Six BUMN of natural rubber industries will establish a tire factory to produce motorbike tires in 2010. 11 November 2009: Governor of South Kalimantan officially comment the Development of Pelaihari Palm Oil Factory 17 November 2009: Pelaihari PDAM’s Recommendation to utilize PTNP XIII’s reservoir in Ambungan Village, Pelaihari District is responded by Mayor H Adriansyah. 06 December 2009: 50 BUMNs are Bad Rated in Managing Environment 9 December 2009: PTPN XIII win the third place in Plantation Cup 2009 16 December 2009: Harmony on the Christmas Day in PTPN XIII (Persero) 21 December 2009: In 2010 PTPN XIII switch to Bio diesel.


Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance

Perkara Penting yang Dihadapi Perusahaan

Urgent Problems Faced by the Company

Sepanjang tahun 2009, perkara penting yang dihadapi perusahaan adalah perkara yang berkaitan dengan hukum, terutama masalah sengketa lahan. Status perkara sampai dengan saat ini adalah masih menunggu keputusan dari Mahkamah Agung. Tidak ada gugatan materiil maupun immaterial yang akan mempengaruhi posisi keuangan perusahaan, kemungkinan resiko financial akibat perkara adalah nihil.

In 2009, urgent problems faced by the company are related to laws, especially land dispute. The present status of the case is pending decision of Supreme Court. There are no any materials or non-material lawsuits that will influence the company financial condition, there is not any financial risk due to the lawsuits.

No.

No. Perkara No. Case

Jenis & Jumlah Gugatan Type & Number of Lawsuits

Materi Perkara Case Material

Posisi Position

Status Perkara Case Status

1

12/Pdt/2008/PN PW

Gugatan Perbuatan Melawan Hukum dengan nilai gugatan materiil & immateriil sebesar Rp. 509.401.872,Lawsuit on unlawful acts with material and non-material values of Rp. 509.401.872,-

Sdri. Murniati Ya’ Mariadi memiliki sebidang tanah seluas 24 Ha yang diperoleh dari jual beli dengan Mari bin Adjib pada tahun 1976, dimana tanah itu ber ada dalam areal HGU Kebun Ngabang. Murniati kemudian mengajukan gugatan ganti rugi tanam tumbuh kepada PTPN XIII ke PN Mempawah. Ms. Murniati Ya’ Mariadi owns 24 hectares of land purchased from Mari bin Adjib in 1976 and the land is in the area of HGU in Kebun Ngabang. Murniati then claim planting indemnity against PTPN XIII in Mempawah District Court.

PN Mempawah memutuskan bahwa gugatan Penggugat tidak dapat diterima (NO). Penggugat kemudian mengajukan Banding kepada PT. Dalam putusannya PT menguatkan putusan PN Mempawah Mempawah District Court decide that the clam is not acceptable (NO) The Plaintiff then appeal to High Court The High Court reinforce the decision of Mempawah District Court.

Penggugat mengajukan Kasasi ke MA Plaintiff appeal to the Supreme Court.

2

10/Pdt.G/2004/PN

Gugatan Perbuatan Melawan Hukum dengan nilai gugatan materiil & immateriil sebesar Rp. 12.040.000.000,Lawsuit on unlawful acts with material and non-material values of Rp. 12.040.000.000,-

Sian Cs mengklaim bahwa PTPN XIII telah menguasai tanah miliknya seluas 99,6625 Ha. Sian Cs kemudian mengajukan gugatan ganti rugi tanam tumbuh kepada PTPN XIII ke PN Buntok. Sian Cs claims that PTPN occupy his 99.662 hectare land. Sian Cs then claims planting indemnity against PTPN XIII in Buntok District Court.

PN Buntok di dalam putusannya menyatakan bahwa Tergugat (PTPN XII) telah terbukti melakukan perbuatan melawan hukum serta harus membayar ganti rugi. Terhadap putusan tersebut, PTPN mengajukan Banding. PT Kalteng kemudian membatalkan putusan PN Buntok & memenangkan PTPN XIII Buntok District Court decides that defendant is proven guilty of unlawful act and has to pay indemnity. Upon the decision, PTPN propose an appeal. Central Kalimantan High Court then annuls the decision of Buntok District Court and wins PTPN XIII.

Penggugat mengajukan Kasasi ke MA Plaintiff appeal to the Supreme Court.

Gugatan Wanprestasi dengan nilai gugatan materiil & immaterial Rp. 4.680.000.000,Lawsuit of Breach of Contract with material and non-material values of Rp. 4,680,000,000.00

Kumpi Cs mengklaim bahwa PTPN XIII telah menguasai tanah miliknya seluas 56,50 ha. Kumpi Cs kemudian mengajukan gugatan kepada PTPN XIII ke PN Buntok. Kumpi Cs claims that PTPN occupy his 56.50 hectare land. Kumpi Cs then claim lawsuit against PTPN XIII in Buntok District Court.

PN Buntok dalam putusannya menga bulkan gugatan Penggugat dan meng hukum Tergugat untuk membayar ganti rugi. PTPN mengajukan Banding. PT mengeluarkan putusan yang menguat kan putusanPN Buntok. PN Buntok grants the plain tiff’s claim and sentence the defendant with obligation of indemnity. PTPN appeal. High Court reinforces the decision of the District Court.

PTPN XIII mengajukan Kasasi ke MA PTPN appeal to the Supreme Court.

BTK

3

06/Pdt.G/2004/PN BTK

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

173


Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance

No. 4

174

No. Perkara No. Case 03/Pdt.G/09/PN TG

Jenis & Jumlah Gugatan Type & Number of Lawsuits Gugatan Perwakilan Kelompok (Class Action) berdasarkan Perbuatan Melawan Hukum dengan nilai gugatan materiil & immaterial Rp. 7.357.654.235,Class Action against unlawful acts with material and non-material values of Rp 7,357,654,235.00

Materi Perkara Case Material Alexius Fernandez, mewakili salah satu Anggota Kelompok Tani, mengklaim bahwa PTPN XIII (Tergugat 1) telah melakukan perbuatan yang merugikan karena tidak menyetor cicilan kredit ang gotanya kepada BRI Cab. Tanah Grogot (Tergugat 2). Alexius Fernandez, representing one of the members of Kelompok Tani (farmer group) claims that PTPN (defendant 1) have committed an action causing injury because they do not pay their credit installment of their members to BRI Bank Tanah Grogot (Defendant 2).

Posisi Position

Status Perkara Case Status

PN Tanah Grogot tidak menerima/menolak gugatan Class Action Penggugat. Tanah Grogot District Court refuses their claim.

Penggugat mengajukan Banding ke PT Plaintiff appeal to High Court.

Selain perkara penting tersebut, Perseroan telah mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Amuntai No.10/Pdt.G/2008/PN.AMT tanggal 20 September 2008, terkait pencemaran limbah batubara yang berasal dari PT Adaro ke tanaman HGU milik PTPN XIII. Berdasarkan Akte Perdamaian tanggal 23 April 2009, masing-masing pihak mencabut semua dalil gugatan dan tuntutan, PT Adaro memberikan kompensasi kepada PTPN XIII sejumlah Rp 150.000.000 pada bulan Maret 2009.

Aside from those urgent cases, the Firm have claim a civil lawsuit to Amuntai District Court (No.10/Pdt. G/2008/PN.AMT) on 20 September 2008, regarding coal waste pollution coming from PT Adaro destroying the estates of PTPN XIII. Based on peace agreement 23 April 2009, each party revokes all their claim and lawsuit and PT Adaro endow PTPN compensation of Rp 150,000,000 in March 2009.

Prinsip-Prinsip Etika Bisnis dan Etika Kerja

Business Ethics and Work Ethic Principles

Manajemen telah menetapkan Pedoman Etika Bisnis dan Etika Kerja yang berlaku sebagai code of conduct dan terakhir di revisi pada Februari 2010.

Management has established Code of Business Ethics and Work Ethics prevailing as code of conduct and was most recently revised in February 2010.

Etika Bisnis

Business Ethics

Etika Bisnis adalah sistem nilai atau norma yang dianut oleh Perusahaan sebagai acuan bagi pelaku bisnis dalam berhubungan dengan lingkungan internal maupun eksternal. Etika Bisnis mengatur hubungan antara perusahaan sebagai suatu entitas dengan pelanggan, pemegang saham, individu dalam perusahaan, petani plasma, pemasok, kreditur, komunitas (publik), pemerintah, auditor, media massa, pesaing serta menjelaskan bagaimana perusahaan (sebagai suatu entitas) beretika, bersikap dan bertindak dalam upaya menyeimbangkan kepentingan perusahaan dengan seluruh Stakeholder.

Business Ethics are value or norm system adhered by the Company and a reference for business actors in relation to internal and external parties. Business Ethics regulate the relationship between the company as an entity with customers, shareholders, individual in the company, nucleus farmers, suppliers, creditors, community (public), government, auditor, mass media, competitors and explain how the company (as an entity) have ethics, act and perform in attempt to balance the interest of the company and all stakeholders.

Etika Kerja PTPN XIII

Work Ethic PTPN XIII

Etika Kerja mengatur individu dalam perusahaan bersikap, berperilaku, berinteraksi dan melakukan proses kerja dengan pihak-pihak di dalam dan di luar perusahaan dalam membangun budaya kerja dan budaya perusahaan.

Work Ethics regulate company staffâ&#x20AC;&#x2122;s behavior and at titude in interacting and performing working process with internal and external parties to develop working culture and companyâ&#x20AC;&#x2122;s culture.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report


Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance

Dalam menjadikan Perusahaan yang berdaya saing tinggi, berkembang dan tumbuh berkelanjutan, seluruh karyawan sebagai pelaku bisnis bertekad mewujudkan: 1. Menciptakan nilai tambah dalam bekerja seharihari. 2. Mengutamakan kebutuhan pasar dan pelanggan serta mencermati persaingan. 3. Melakukan kegiatan Perusahaan yang cepat, sederhana dan berani mengambil resiko. 4. Bekerja dengan prinsip efektif dan efisien. 5. Bekerja sama dan rukun serta saling mengingatkan dalam tugas berdasarkan pengetahuan. 6. Menghargai hasil karya dan prestasi kerja untuk menjadi karyawan yang sejahtera dan terhormat. 7. Memberi manfaat kepada alam dan lingkungan sekitar.

To establish a company with high competitiveness, improving and growing in sustainable manner, all employees as business actors are committed to: 1. Create added values to company daily activities. 2. Give priority to the market needs and customers while playing close attention to competitions. 3. Carry out a swift and simple corporate activities and daringly take necessary risks. 4. Apply effective and efficient working principles. 5. Cooperate harmoniously and remind each other’s task on knowledge basis. 6. Appreciate one’s work and achievement towards becoming a respected and prosperous employee. 7. Providing benefits to the nature and surroundings.

Tata Nilai Perusahaan

Company Values

1. Integritas: menyampaikan sesuatu dengan benar tanpa kepentingan pribadi, tulus, dapat dipercaya, satu kata dengan perbuatan, melakukan pekerjaan dengan benar sekalipun tidak ada seorangpun sedang bekerja atau seorangpun melihatnya. 2. Disiplin: bekerja mengikuti system peraturan dan norma yang berlaku serta hasil kerja tidak dilakukan melalui cara-cara jalan pintas. 3. Perbaikan terus-menerus: perbaikan dengan caracara efisien dan efektif untuk memperoleh mutu pekerjaan dan kepuasan pelanggan, tuntutan mengatasi persaingan. 4. Bertindak segera: pekerjaan dilakukan dengan segera dengan pola pikir peluang tidak senantiasa ada, untuk meningkatkan laba dan mempercepat pertumbuhan. 5. Tanggung jawab: mampu memberikan respon terhadap hasil pekerjaannya yang berkaitan dengan mutu, biaya, standard an norma serta target-target yang ditetapkan. 6. Inovasi: menciptakan cara-cara baru dalam bekerja untuk mencapai hasil yang terbaik. 7. Komunikasi: proaktif dalam menyampaikan gagasan, focus terhadap apa yang benar bukan siapa yang benar dan mau mendengarkan. 8. Kerukunan: berpikir terbuka, menerima perbedaan dan kritik, berpikir positif, tidak sektoral dan tidak menyalahkan orang lain.

1. Integrity Conveying any matter truly and free of per sonal interest, sincerely, trustworthily, in line with attitude, and performing duties correctly although there is not any body working and seeing it. 2. Discipline: working in line with the system and prevailing norms and not taking shortcuts in achieving the results. 3. Continuous Improvement: efficient and effective improvement to achieve good quality work and customer’s satisfaction, and to win competition. 4. Prompt action Duties are performed promptly with the mind set that opportunities are not always present to increase benefit and accelerate growth. 5. Responsible: Being able to respond against the results of their work related to quality, cost, standards, norms, and set up targets. 6. Innovation: Creating new ways in working to achieve the best results. 7. Communication: Proactive in conveying ideas, focusing on what is right not who is right and willingness to listen. 8. Harmony: Having open mind, receiving criticism, thinking positively, broad-minded and not blaming others.

Sikap individu dalam perusahaan kaitannya dengan wewenang dan jabatan: Menggunakan wewenang dan jabatannya dengan penuh tanggung jawab untuk kepentingan perusahaan. Menggunakan wewenang dan jabatannya untuk

Individual’s attitude regarding his/her authority and position: Using their authority and position responsibly for the interest of the company. Using their authority and position to maintain and use all the data, information, facilities and company’s asset for the interest of the company.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

175


Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance

menjaga dan menggunakan seluruh data, informasi, fasilitas dan harta perusahaan untuk kepentingan perusahaan. Menjaga nama baik perusahaan sesuai wewenang dan jabatan dalam sikap dan perilakunya di luar maupun di dalam perusahaan. Hal-hal yang dilarang Perusahaan yang termasuk pelanggaran berat antara lain meliputi: Menerima hadiah atau pemberian dalam bentuk apapun. Memalsukan data/informasi atau memberikan keterangan palsu kepada pihak yang memerlukan. Mengungkapkan rahasia perusahaan yang seharusnya dirahasikan kecuali untuk kepentingan Negara. Membujuk pimpinan, bawahan dan atau teman sekerja untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan hokum dan atau kesusilaan. Melakukan perbuatan asusila di tempat kerja. Menyalahgunakan wewenang dan jabatannya untuk kepentingan pribadi maupun golongan. Melalaikan pelaksanaan tugas, pekerjaan yang seharusnya dilaksanakan sehingga menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Melakukan tindak kejahatan antara lain mencuri dan atau menggelapkan aset perusahaan, melakukan penipuan kepada atasan, bawahan maupun kepada sesame rekan kerja, memperdagangkan barang perusahaan baik di dalam maupun di luar lingkungan perusahaan.

Sosialisasi GCG Internalisasi jiwa GCG dalam operasional perusahaan sehari-hari merupakan langkah penting untuk meningkatkan nilai perusahaan. Dalam tahun 2009, Bagian SPI telah melakukan sosialisasi penerapan GCG khususnya kepada calon karyawan pimpinan sejumlah 31 orang guna memberikan pemahaman yang memadai tentang konsep dan prinsip GCG secara komprehensif.

Sosialisasi PEBK Sosialisasi Pedoman Etika Bisnis dan Pedoman Etika Kerja dilakukan secara bertahap, yaitu dengan menerbitkan PEBK dan membagikannya kepada karyawan. Pedoman Etika Bisnis dibagikan kepada karyawan golongan III ke atas sedangkan Pedoman Etika Kerja dibagikan kepada seluruh karyawan tetap, mulai golongan I-IV. Seluruh karyawan yang telah menerima PEBK wajib menandatangani Surat Pernyataan yang berisi kesanggupan untuk menerima dan menerapkan PEBK dengan sebaik-baiknya.

176

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Maintaining company’s reputation according to their authority and position with their good attitude inside or outside the company. Prohibition and Severe Violations: Receiving gifts and gratification in any form. Falsifying data/information or giving false information to the parties who need it. Revealing company’s secrets that should be kept except for the state’s interest. Persuading supervisors, subordinates, and working partners to commit something against the law or morality. Committing immoral acts in working venue. Abuse the authority and power for personal or group’s interest. Ignoring duties so that it causes loss to the company. Committing crime like theft, embezzling company’s asset, deceiving supervisors, subordinates, or working partners, selling company’s asset within or outside the company.

GCG Socialization Internalization of GCG spirit and company daily operation is an substantial step to increase company’s values. In 2009, SPI Division has conducted some socialization on the GCG implementation especially to the employee manager candidates (31 people) for providing sufficient understanding regarding the concepts and principles of GCG comprehensively.

PEBK (Code of Business Ethics and Work Ethics) Socialization Socialization of Code of Business Ethics and Work Ethics was conducted gradually, that is by issuing PEBK handbook and distributes them to the employees. Code of Business Ethics were distributed to the level III and up employees while Code of Ethics to all permanent employees at level I-IV. All employees receiving PEBK had to sign a Statement Letter mentioning the commitment to receive and implement PEBK at best.


Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance

Kepatuhan

Compliance

Perusahaan telah mentaati segala prosedur, kebijakan atau peraturan tertentu yang ditetapkan oleh pihak yang berwenang atau manajemen, yang mencakup penghimpunan dan pengevaluasian bukti-bukti untuk menentukan dan melaporkan apakah kegiatan financial maupun operasional perusahaan telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan atau perundangundangan yang berlaku.

Company have complied with all procedures, facilities, or particular laws stipulated by authorized parties or management covering gathering and evaluation of evidence to determine and report whether financial or operational activities have been performed accordance to the prevailing laws and regulations.

Dari keseluruhan akuntan eksternal yang mengaudit PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero) sejak tahun 2000 - 2009, hasil pengujian kepatuhan terhadap hukum, kontrak dan bantuan yang berlaku bagi PTPN XIII menunjukkan bahwa unsur yang auditor uji tidak ada satupun yang menyebabkan auditor tidak percaya bahwa PTPN XIII tidak mematuhi dalam hal-hal yang material.

All external auditors auditing PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero) since 2000 - 2009 show the results of examination regarding law compliance, contracts, and assistance of PTPN XIII that indicate none of examined elements causes auditors to believe that PTPN XIII do not comply with material matters.

Assessment GCG

GCG Assessment

Hasil Assessment GCG

Results of GCG Assessment

Assessment penerapan Good Corporate Governance PTPN XIII dilaksanakan oleh Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kalbar. Pengujian dilakukan beberapa aspek yang telah ditentukan, meliputi 50 buah indicator, dan 156 parameter. Nilai assessment GCG PTP XIII dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan yang cukup berarti. Pada tahun 2008, nilai yang diperoleh sebesar 81,35 dengan predikat baik, sedangkan pada tahun 2009 nilai yang dicapai meningkat menjadi sebesar 82,67 dengan predikat baik.

Assessment of GCG Implementation of PTPN XIII was conducted by representatives of Financial and Development Supervisory Board (BPKP) West Kalimantan. The assessment was applied upon some determined aspects covering 50 indicators and 156 parameters. The score of PTPN XIII shows year to year substantial improvement. In 2008, PTPN obtained score of 81.35 with good predicate while in 2009 the grade was 82,67 with good predicate.

Rekapitulasi perkembangan nilai assessment GGC oleh Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan BPKP Kalbar adalah sebagai berikut: TAHUN (Year)

NILAI (Score)

Recapitulation of GCG assessment score from representatives of Financial and Development Supervisory Board West Kalimantan is as follow:

PREDIKAT (Predicate)

2003

71,52

Cukup (Sufficient)

2004

78,99

Baik (Good)

2005

81,47

Baik (Good)

2006

79,85

Baik (Good)

2007

80,97

Baik (Good)

2008

81,35

Baik (Good)

2009

82,67

Baik (Good)

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

177


Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance

No.

Aspek Pengujian Assessment Aspects

Bobot Indikator Indicator Weight

Capaian Score 2009 Score Achievement 2009

Capaian Score 2008 Score Achievement 2008

1.

Hak & Tanggung Jawab Pemegang Saham Rights and Responsibility of Shareholders

9

6.91

6.38

8

6.13

6.31

27

24.46

24.45

6

4.88

4.96

2.

Kebijakan GCG GCG policies

3.

Penerapan GCG GCG Implementation

a. Dewan Komisaris Board of Commission

b. Komite di bawah Dewan Komisaris Committees under BOC

c. Direksi Board of Directors

27

23.44

22.46

d. SPI

3

2.70

2.70

e. Sekretaris Perusahaan Corporate Secretary

3

2.09

2.18

4.

Pengungkapan Informasi Information Disclosure

7

4.78

4.70

Komitmen Commitment

10

7.28

7.21

100

82.67

81.35

5.

178

TOTAL

Tindak Lanjut atas Rekomendasi BPKP

Follow Up of BPKP Recommendations

PTPN XIII telah menindaklanjuti rekomendasi assement GCG tahun 2008 oleh BPKP dalam rangka perbaikan pelaksanaan GCG di masa yang akan datang. Berikut disajikan status tindak lanjut atas rekomendasi assessment GCG tahun 2008, sebagai berikut: Status Tindak Lanjut selesai: 1. Mendokumentasikan setiap kegiatan yang relevan dengan upaya-upaya meningkatkan citra perusahaan (PIC: Komisaris) 2. Bersama dengan Direksi menetapkan kriteria mengenai jenis informasi yang dapat diberikan oleh Komisaris kepada stakeholders. (PIC: Komisaris & Direksi) 3. Seluruh anggota Komisaris yang menghadiri rapat Dewan Komisaris agar menandatangani risalah rapat sesuai ketentuan Anggaran Dasar (PIC: Komisaris) 4. Menginstruksikan Sekretaris Komisaris menyimpan dokumen komisaris di Kantor Perwakilan Jakarta (PIC: Komisaris) 5. Menyempurnakan Pedoman Etika Bisnis dan Etika Kerja (PEBK) yang disetarakan sebagai code of conduct (PIC: Direksi). 6. Mengesahkan Board Manual yang antara lain memuat tentang program pengenalan bagi Direksi baru (PIC: Direksi) 7. Menyusun program pengembangan skill and knowledge bagi Direksi sesuai dengan bidang yang ditanganinya (PIC: Direksi). 8. Memfungsikan Unit MR sehingga dapat melakukan analisa risiko dan melaporkan kepada komisaris (PIC: Direksi) 9. Melaporkan pelaksanaan sistem teknologi informasi kepada Komisaris tepat waktu (PIC: Direksi) 10.Melaporkan proses pengadaan barang jasa yang

PTPN XIII has followed up GCG assessment recommendations from BPKP in order to improve GCG implementation in the future. Below is the status of GCG assessment recommendations 2008: Status : Complete 1. Documenting every activity relevant to efforts for improving companyâ&#x20AC;&#x2122;s reputation (PIC: Commissioners) 2. Together with the Boards of Directors determine criteria on type of information may be given by Commissioners to the Stakeholders (PIC: Commissioners & BOD) 3. Evaluating the results of Board of Commissioner Meeting and mentioning them in every minutes of meeting (PIC: Commissioners) 4. All board of commissioners attending a Board of Commissioners Meeting should sign the minutes of meeting according to the provision in Articles of Association (PIC: Commissioners) 5. Instructing Commissioner Secretary to file commissioner documents in Jakarta Representative Office (PIC: Commissioners) 6. Improving Code of Business Ethics and Work Ethics that are equal and prevail as code of conducts. (PIC : BOD). 7. Legalizing Board Manual that includes among others initiation program for new Board of Directors. (PIC : BOD) 8. Preparing skill and knowledge development for Board of Directors according to their assignment. (PIC : BOD) 9. Functioning MR unit so that they can perform risk analysis and report to the commissioners. (PIC : BOD) 10.Reporting the implementation of information

Laporan Tahunan 2009 Annual Report


Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance

bersifat substansial kepada Komisaris tepat waktu (PIC: Direksi) 11.Dewan Direksi hendaknya membahas evaluasi terhadap pelaksanaan keputusan hasil rapat sebelumnya dan menuangkannya dalam risalah rapat (PIC: Direksi & Sekretaris Perusahaan). 12.Meningkatkan peran Sekretaris Perusahaan sebagai pejabat yang menatausahakan dan menyimpan dokumen-dokumen perusahaan seperti risalah-risalah rapat Direksi dan risalah RUPS (Direksi & Sekretaris Perusahaan). 13.Menyampaikan Laporan Tahunan kepada Pemegang Saham dan stakeholders lainnya tepat waktu (PIC: Direksi & Sekretaris Perusahaan). 14.Menetapkan mekanisme baku untuk menindaklanjuti keluhan stakeholders lainnya (pemasok, kreditur, dan petani plasma), PIC: Direksi

technology to the Commissioners in timely manner. (PIC : BOD) 11.Reporting the substantial service and goods procurement process to the Commissioners in timely manner. (PIC : BOD) 12.Enhancing the role of Corporate Secretary as an officer managing and filing company documents such as minutes of Directors meeting and minutes of Shareholder General Meeting. (PIC : BOd & Corporate Secretary) 13.Submitting Annual Report to the Shareholders and other stakeholders in timely manner. (PIC : BOd & Corporate Secretary) 14.Setting up a standardized mechanism to follow up stakeholders’ complaint (suppliers, creditors and nucleus farmers). PIC: BOD

Dampak Strategis Implementasi GCG:

Strategic Impacts of GCG Implementation:

1. Dalam rangka transparansi Laporan Tahunan, PTPN XIII secara aktif mengikuti Annual Report Award (ARA) sejak tahun 2002, dengan prestasi sebagai berikut: Peringkat terbaik ke 3 dari 20 peserta kategori BUMN/BUMD Non-Listed pada Annual Report tahun 2003 oleh Dewan Juri Penghargaan Laporan Tahunan. Laporan Tahunan Terbaik Tahun 2004 kategori BUMN/BUMD Non-Listed Oleh Dewan juri Penghargaan Laporan Tahunan Jakarta, Sertifikat Penghargaan Kementerian Negara BUMN Republik Indonesia atas pencapaian Laporan Tahunan Terbaik tahun 2004 kategori BUMN/BUMD Non-Listed. Penghargaan Terbaik ke 2 Annual Report Tahun 2005 kategori BUMN/BUMD Non-Listed dari Menteri Negara BUMN dan Direktorat Jenderal Pajak. Sertifikat Penghargaan Peringkat II Kegiatan Penghargaan Laporan Tahunan 2006 Kategori BUMN Non Keuangan – Non Listed dari Menteri BUMN RI, Menteri Keuangan RI dan Direktorat Jenderal Pajak Sertifikat Penghargaan Peringkat II Kegiatan Penghargaan Laporan Tahunan 2007 Kategori BUMN Non Keuangan – Non Listed. Diterbitkan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sertifikat Penghargaan Peringkat II Kegiatan Penghargaan Laporan Tahunan 2007 Kategori BUMN Non Keuangan – Non Listed Diterbitkan oleh Kementerian Negara BUMN Republik Indonesia 2. Sertifikasi sistem manajemen mutu: Perusahaan telah menerapkan dan meraih SMM SNI ISO 9001 versi 2000 untuk proses produksi masing-masing di

1. Regarding Annual Report Transparency, PTPN XIII has actively followed Annual Report Award (ARA) since 2002. In Annual Report Award, PTPN XIII’s achievement is quite satisfactory, namely: 2nd Runner up out of 20 participants within the category of non-listed BUMN/BUMD in An nual Report 2003 assessed by Board of Judges of Annual Report Award. Best Annual Report 2004 in the category of non-listed BUMN/BUMN assessed by Board of Judges of Jakarta Annual Report Award, Award Certificate from Indonesia BUMN State Minister upon the achievement of Best Annual Report 2004 in the category of Non-Listed BUM/ BUMD. First Runner Up of Annual Report 2005 in the category of Non-Listed BUMN/BUMN from the BUMN State Minister and Tax Directorate General. Award Certificate as 1st Runner Up in the Annual Report Award 2006 in category of Non Finance – Non-Listed BUMN from Indonesia BUMN State Minister, Indonesia Finance Minis- ter and Tax Directorate General Award Certificate as 1st Runner Up in Annual Report 2007 in the category of Non-Finance – Non-Listed BUMN Issued by Indonesia Finance Minister, Award Certificate as 1nd Run ner Up in Annual Report 2007 in the category of Non-Finance – Non-Listed BUMN issued by Indonesia BUMN State Minister. 2. Certification on Quality Management System: The company have implemented and achieved SMM SNI ISO 9001 version 2000 for the production process each in 7 (seven) PMS that were issued by PT

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

179


Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance

7 (tujuh) PMS yang dikeluarkan oleh PT TUV NORD Indonesia tanggal 12 Agustus 2008 dengan masa berlaku sampai dengan 11 Agustus 2011, sertifikasi SMM SNI ISO 9001: 2008 untuk 2 PKR dan 1 PKSs dari Yogyakarta Quality Assurance (YOQA) tanggal 17 Maret 2008 dengan masa berlaku 16 Maret 2010, serta sertifikat produk untuk 2 PKR dan 1 PKSs

TUV NORD Indonesia o n 12 August 2008 with the validity period up to 11 August 2011, certificate SMM SNI ISO 9001: 2008 for two PKR and one PKSs from Yogyakarta Quality Assurance (YOQA) on 17 March 2008 with validity period up to 16 March 2010, and certificate product for two PKR and one PKSs.

Peningkatan Kinerja Perusahaan Improvement of Company Performance No.

Uraian Description

2005

2006

2007

2008

2009

1.

Produksi Total CPO (ton) CPO Total Production (tons)

232.548

246.310

242.577

280.178

345.554

2.

Produksi Total Karet (ton) Rubber Total Production (tons)

31.820

28.585

26.252

24.323

24.503

3.

Laba setelah PPh (Rp Juta) Profit after tax income (million rupiahs)

45.665

18.984

141.595

210.991

122.088

4.

Total Aset (Rp Juta) Total Assets (million rupiahs)

1.487.061

1.567.287

1.613.998

1.933.503

2.395.714

5.

Total Pajak (Rp Juta) Total Tax (million rupiahs)

18.851

23.322

63.497

72.568

52.250

6. Dividen (Rp Miliar) 15,90 9,13 35,07 42.20 Dividend (billion rupiahs)

Masih menunggu hasil kpts RUPS Pending RUPS decisions

7. Opini Auditor Independen Independent Auditor Opinion

8.

Wajar Tanpa Pengecualian Fair without exception

Wajar Tanpa Pengecualian Fair without exception

Wajar Tanpa Pengecualian Fair without exception

Wajar Tanpa Pengecualian Fair without exception

Wajar Tanpa Pengecualian Fair without exception

Tingkat Kesehatan

Perusahaan Company Health Level

75,60 % (A)

75,50 % (A)

87,90% (AA)

89,00 % (AA)

88,60 % (AA)

KPI

59.60%

61,50%

75,90%

86,75%

104,18%*

81,47 (Baik) (Good)

79,85 (Baik) (Good)

80,97 (Baik) (Good)

81,35 (Baik) (Good)

82,67 (Baik) (Good)

9.

10. Assessment GCG

*Catatan: tahun 2009 menggunakan KPI BUMN Perkebunan (Note: using KPI, State Own Enterprise Estate in 2009) Kinerja Operasional & Keuangan (Target Anggaran Vs Realisasi Tahun 2009) Table Of Operational And Financial Performance (Budget Target And Realization In 2009)

180

No.

1.

Uraian Description

Target Targets

Realisasi Realization

% Capaian % Achievement

Produksi CPO: CPO Production

• Kebun Sendiri Nucleus Estates

176.913

182.157

102,96

• Plasma + Pihak ketiga Plasma+ 3rd Parties

160.888

163.397

101,56

22,59

22,60

100,04

2.

Rendemen Minyak Sawit Sawit Palm Oil Yield

3.

Produksi Karet: Rubber Production

• Kebun Sendiri Nucleus Estates

9.283

9.126

98,31

• Plasma Plasma Estate

20.554

15.377

74,81

4.

Penjualan Sales

2.736.934

2.596.867

94,88

5.

Laba Rugi setelah PPh Earning after Tax

150.613

122.088

81,06

6.

Total Aset Total Asset

2.064.767

2.395.714

116,03

Laporan Tahunan 2009 Annual Report


Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance

Tabel Remunerasi Dewan Komisaris Tahun 2009 Remuneration of Board of Commissioners 2009 Nama Gaji Salary

Tunjangan THP bulanan THP 2009 bulanan Monthly THP Monthly Allowance

Tantiem 2008+ THR+ Tunjangan Cuti Tahunan Tantiem 2008 + THR + Annual Leave Allowance

Total

DR. Ir. Agus Pakpahan, APU

24.546.400

7.409.280

31.955.680

383.468.160

207.208.800

590.676.960

Mayjen. Adang Sondjaja

22.091.760

6.418.352

28.510.112

342.121.344

186.483.520

528.604.864

Drs. Revrisond Baswir, MBA

22.091.760

6.418.352

28.510.112

342.121.344

186.483.520

528.604.864

Thadeus Yus, SH, MPA

22.091.760

6.418.352

28.510.112

342.121.344

186.483.520

528.604.864

Hamzah Tawil, S.Ag, MS

22.091.760

6.418.352

28.510.112

342.121.344

186.483.520

528.604.864

Tantiem 2008+ THR+ Tunjangan Cuti Tahunan Tantiem 2008 + THR + Annual Leave Allowance

Total

Remunerasi Direksi Tahun 2009 Remuneration of Board of Directors 2009 Nama Gaji Salary

Tunjangan THP bulanan THP 2009 bulanan Monthly THP Monthly Allowance

Ir. Kusumandaru, MBA

61.366.000

4.000.000

65.366.000

784.392.000

518.012.000

1.302.404.000

Ir. B. Rachman

55.229.400

16.000.000

71.229.400

854.752.800

466.208.800

1.320.961.600

Drs. Natsir Tarigan

55.229.400

4.000.000

59.229.400

710.752.800

466.208.800

1.176.961.160

Ir. Wagio Ripto, MM

55.229.400

16.000.000

71.229.400

854.752.800

466.208.800

1.320.961.600

Ir.Memed Wiramihardja, MM

55.229.400

4.000.000

59.229.400

710.752.800

466.208.800

1.176.961.160

282.283.600

52.000.000

326.283.600

3.915.403.200

2.382.847.200

6.298.249.520

Total

Praktik Bad Corporate Governance dalam Kriteria Rekomendasi BPKP atas Hasil Assessment Tahun 2009 Terhadap kelemahan dalam pelaksanaan GCG dan dalam upaya memperbaiki kinerja pencapaian praktik-praktik yang terbaik (best practices) penerapan GCG, Perwakilan BPKP Provinsi Kalbar telah merekomendasikan beberapa hal yang perlu menjadi prioritas organ perusahaaan sebagai berikut: 1. Pemegang Saham/RUPS 1) Mendorong Direksi untuk segera menyampaikan rancangan RJP 2010-2014 yang telah mendapat persetujuan Komisaris kepada RUPS/ Pemegang Saham untuk mendapatkan pengesahan. 2) Untuk penetapan KAP yang akan mengaudit Laporan Keuangan tahun berikutnya agar dilakukan oleh Pemegang Saham/RUPS atas usulan dari Komisaris. 3) Menetapkan sistem pengangkatan bagi ang gota komisaris yang memenuhi prinsip transparansi atau keterbukaan melalui proses fit and proper test dan melaksanakan sistem tersebut. 4) Menetapkan aturan jumlah maksimum jabatan Komisaris yang boleh dipegang oleh seorang anggota Komisaris.

Bad Corporate Governance Practices according to the Criteria of BPKP Recommendations upon the Results of Assessment 2009 Upon the weakness of GCG Implementation and within the efforts to improve performance to achieve GCG implementation best practices, Representatives of BPKP West Kalimantan have provided some recommendations that need to be the company organ priorities as following: 1. Shareholders/RUPS 1. Urge the Board of Directors to submit RJP 2010- 2014 draft that has been approved by Board of Commissioners to RUPS/Shareholders to be legalized. 2. Appointment of KAP that will audit financial report of the following year should be conduct ed by Shareholders/RUPS upon the recommen dations from the Commissioners. 3. Establishing a system for appointing boards of commissioners that comply with transparent and open principles through fit and proper test and implementing it. 4. Determining the maximum number of commis sioner positions that can be held by a member of commissioners.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

181


Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance

182

5) Menetapkan dan melaksanakan sistem penilaian atas kinerja Komisaris dan Direksi secara individual.

5. Establishing and implementing assessment system on performance of Board of Commissio ners and Board of Directors individually.

2. Komisaris 1) Untuk penetapan KAP yang akan mengaudit Laporan Keuangan tahun berikutnya agar Komisaris atas usulan dari Komite Audit mengajukan calon KAP kepada Pemegang Saham/ RUPS yang selanjutnya Pemegang Saham/RUPS akan menunjuk dan menetapkannya. 2) Menyusun suatu kriteria/tolok ukur sebagai bagian dari mekanisme penilaian kinerja Komisaris secara self assessment sesuai dengan pembagian tugas yang telah disepakati. 3) Menginstruksikan kepada Sekretaris Dewan Komisaris untuk mencantumkan adanya evaluasi atas pelaksanaan keputusan rapat sebelumnya dalam setiap risalah rapat.

2. Commissioners 1. To appoint KAP that will audit financial report of the following year, Commissioners should re commend KAP candidates based on Audit Com mitteeâ&#x20AC;&#x2122;s recommendations to Shareholers/RUPS and subsequently Shareholders/RUPS will select and appoint it. 2. Preparing a criteria/standard as part of assess ment mechanism on the Commissioners perfor mance using self assessment method according to the agreed task allocation. 3. Instructing Board of Commissioners Secretary to mention the evaluation on the implementation of previous meeting decisions in every minutes of meeting.

3. Direksi 1) Menyusun kebijakan sistem pengendalian intern yang berbasis COSO (Committee of Sponsoring Organization of the Treadway Commission) yang secara komprehensif memuat unsur unsur: lingkungan pengendalian, pengkajian dan pengelolaan risiko, aktivitas pengendalian, sis-tem informasi dan komunikasi, serta monitoring dan evaluasi. 2) Mengoptimalkan fungsi Unit Manajemen Risiko dalam melakukan kajian analisa risiko terhadap proses bisnis perusahaan dan melaporkannya kepada Komisaris. 3) Melaporkan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa yang bersifat substansial kepada komisaris dan melaksanakan audit atas pengadaan barang dan jasa di tingkat Kantor Direksi. 4) Menyusun dan manyampaikan laporan pelaksanaan manajemen risiko kepada Komisaris. 5) Menginstruksikan Kepala Bagian Sekretaris Perusahaan untuk memperbaharui konten web site www.ptpn13.com, terutama untuk mengkomunikasikan pedoman prilaku (PEB dan PEK) kepada stakeholders di luar perusahaan. 6) Menyusun dan menandatangani Statement of Corporate Intents (SCI) bersama Komisaris dan Pemegang Saham.

3. Board of Directors 1. Preparing system policies on COSO (Committee of Sponsoring Organization of the Treadway Co mmission) based-internal control comprehensi vely including the following aspects: Environ ment development, risk analysis and manage ment, control activities, information and commu nication system, monitoring and evaluating. 2. Optimizing the function of Risk Management Unit in performing risk analysis against company business process and reporting it to the Commi- ssioners. 3. Reporting the implementation of substantial ser service and goods procurement to the Commissi oners and perform an audit upon the service and goods procurement at the level of Directors of fice. 4. Preparing and submitting report on implementa- tation of risk management to the Commissioners 5. Instructing the Head of Corporate Secretary Di vision to renew to content of www.ptpn13.com especially to communicate code of conducts (PEB and PEK) to the stakeholders outside the com pany. 6. Preparing and signing Statement of Corporate Intent (SCI) together with the Commissioners and Shareholders.

Penyimpangan Internal

Internal Deviation

Direksi dalam kebijakannya terus berkomitmen untuk menerapkan reward and punishment kepada para karyawannya. Terhadap penyimpangan yang berindikasi pidana yang dilakukan karyawan akan diproses secara hukum dan kepada yang bersangkutan

Within their policies, Board of Directors is continually committed to implement reward and punishment to their employees. To the employees committing deviation with criminal indications, legal process will be imposed upon and he/she will be sanctioned accord-

Laporan Tahunan 2009 Annual Report


Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance

akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan PKB. Kasus penyimpangan terbesar dalam tahun 2009 yang berindikasi fraud dan mengarah kepada tindak pidana adalah terjadinya penyalahgunaan uang perusahaan untuk kepentingan pribadi di Kebun Parindu. Terhadap perbuatan tersebut manajemen telah melaporkan asisten TUK yang diduga melakukan tindak pidana ke Polres Sanggau.

ing to PKB provision. The biggest case of deviation in 2009 with fraud indication and heading for criminal act was abuse of company money for personal interest in Kebun Parindu. The management has reported the TUK assistant suspected of committing the crime to Polres Sanggau.

Jumlah Penyimpangan Internal berdasarkan hasil pemeriksaan SPI, baik penyimpangan adminstratif berupa pelanggaran SOP dan ketentuan Perusahaan maupun pelanggaran hukum adalah sebagai berikut:

Below is the number of internal deviations based on SPI examination, both administrative infringement in form of SOP violations and law infringement:

Uraian (Description)

2009

2008

Jumlah kasus penyimpangan Number of Cases

2

3

Kasus yang telah diselesaikan Cases resolved

2

3

Telah proses penyelesaian internal Processed internally

2

3

Dalam proses penyelesaian internal In the process of internal resolution

-

0

Telah ditindaklanjuti pihak berwajib Followed up by Law Enforcement

1

0

Proses pemberian sanksi dilaksanakan sesuai dengan PKB, yaitu terhadap temuan hasil penyimpangan, SPI memberikan laporan dan rekomendasi kepada Direksi. Selanjutnya, berdasarkan hasil rekomendasi tersebut dan setelah mempertimbangkan berdasarkan berbagai faktor, Direksi mengeluarkan keputusan pemberian sanksi.

The process of imposing sanction is conducted according to the PKB, which is SPI submit report and recommendations upon the findings of deviation to the Board of Directors. Afterward, based on the recommendations and after considering various factors, Board of Directors make a decision on imposing sanctions.

Jumlah Sanksi yang diberikan kepada Karyawan, yang diterbitkan oleh Kantor Direksi:

Number of Sanctions imposed to Employees, issued by Board of Directors Office.

Uraian (Description)

2009 orang (person)

2008 orang (person)

Teguran Warning

8 orang

1 orang

Peringatan Strong Warning

5 orang

2 orang

Skorsing Suspension

2 orang

12 orang

Demosi Demotion

3 orang

2 orang

Pemberhentian Termination

2 orang

-

Lain-lain Others

4 orang

-

Untuk mengevaluasi dan meningkatkan pengelolaan administrasi keuangan, Direksi telah membentuk tim audit khusus melalui SK Direksi nomor: 13.09/ KPTS/006/2010 tanggal 4 Ferbruari 2010 tentang Pembentukan Tim Audit Khusus Kinerja Administrasi Pembayaran di Kebun/Unit PTPN XIII (Persero). Tim ini bertugas melakukan audit dan validasi keabsahan tahun 2009 meliputi: pembayaran PBB ke kantor pajak; iuran Jamsostek; PPh pasal 21 & 23; PPN 10%; iuran SPBUN, Siharta, idapertabun; pembayaran biaya sertifikat; pembayaran cicilan kredit petani; saldo kas/ bank; pembayaran TBS/Bokar; pembayaran OPL setempat, perlakuan pembayaran pengadaan jasa bo-

To evaluate and improve the finance administration management, Board of Directors has established special audit team based on Board of Directors decree number: 13.09/KPTS/006/2010 on 4 February 2010 regarding the Establishment of Special Audit Team on Payment Administration Performance in Estates/Units of PTPN XIII (Persero). This team are assigned to perform audit and validation in 2009 covering: Payment of Land and Building Tax to the Tax Office; Social Insurance fee, income tax article 21 & 23; value added tax; SPBUN fee, Siharta fee; idapertabun fee; certificate cost; payment of farmer installment; cash/bank balance; TBS/Bokar payment; local OPL payment; pay-

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

183


Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance

184

rongan; pembayaran biaya perolehan lahan. Waktu pelaksanaan tugas tim diselesaikan dalam waktu 2 (dua) minggu.

ment of wholesale service procurement; payment of land procurement cost. The assignment should be completed in 2 (two) weeks.

Dalam hal pengelolaan lingkungan, berdasarkan pemeringkatan yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dalam program proper, 2 (dua) kebun milik PTPN XIII masuk dalam kategori hitam, yakni Kebun Danau Salak Karet Kalimantan Selatan dan Gunung Meliau Sawit Kalimantan Barat Sanggau. Kinerja yang dinilai pada PROPER mencakup: penaatan terhadap pengendalian pencemaran air, udara, pengelolaan limbah B3, dan penerapan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan). Sedangkan penilaian untuk aspek lebih dari taat, meliputi penerapan sistem manajemen lingkungan, pemanfaatan limbah dan konservasi sumber daya, pelaksanaan kegiatan pengembangan masyarakat (commmunity development) dan penerapan CSR (Corporate Social Responsibility).

In regards to environment management, based on rating made by Environment Ministry in proper program, 2 (two) estates of PTPN XIII are included in the black category, that is Kebun Danau Salak Karet South Kalimantan and Gunung Meliau Sawit in West Kalimantan Sanggau. Performances assessed in PROPER cover: Management of water and air pollution control, management of toxic and dangerous waste, and implementation of environmental impact analysis (AMDAL). While the assessment on more rigid aspects covers the implementation of environment management system, utilization of waste, and resources conservation, implementation of community development and implementation of CSR (Corporate Social Responsibility).

Manajemen PTPN XIII memiliki komitmen yang tinggi terhadap lingkungan dan penerapan AMDAL, antara lain melalui soil building dengan menggunakan tankos dan limbah cair, peremajaan tanaman dengan sistem tumbang dan zero burn. Selain itu, manajemen juga selalu berkoordinasi dengan Bappedal maupun LSM setempat. Hal ini dimaksudkan agar pengelolaan kebun bisa selaras dengan ketentuan yang berlaku dalam PROPER. Terhadap hasil pemeringkatan oleh Kementrian Lingkungan Hidup, manajemen akan terus berusaha untuk memperbaikinya, dengan melakukan upaya pengelolaan lingkungan yang dipersyaratkan sesuai dengan ketentuan atau peraturan yang berlaku.

PTPN XIII management have a strong commitment to environment and AMDAL implementation, among others soil building using empty bunches and liquid waste, plant rejuvenation with falling system and zero burn. In addition, management also coordinate with Bappedal (Enviromental Impact Management Agency) and local NGOs. It is intended to harmonize estates management with prevailing provisions in PROPER. Regarding the rating in the Environment Minister List, management will continue to improve by applying required environmental management efforts according to the prevailing laws and regulations.

Manajemen Resiko

Risk Management

Sejalan dengan visi, misi, dan tujuan perusahaan untuk menjadikan PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero) sebagai perusahaan agribisnis yang berdaya saing tinggi di pasar gobal, berkembang dan tumbuh berkelanjutan, bermanfaat bagi pemegang saham, karyawan, pekebun, petani, masyarakat dan lingkungan, serta memperhatikan lingkungan bisnis perusahaan yang berubah dan berkembang cepat, manajemen risiko harus menjadi bagian integral dari proses bisnis, pengambilan keputusan, dan budaya setiap insan perusahaan. Oleh sebab itu, manajemen PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero) menetapkan kebijakan manajemen risiko yang merupakan komitmen manajemen dan seluruh karyawan perusahaan sebagai landasan berfikir dan bertindak dalam penerapan manajemen risiko (enterprise risk management).

In line with companyâ&#x20AC;&#x2122;s vision, mission and objec tives to make PTPN XIII as a highly competitive agro business company in global market, to develop and grow sustainable manner, to be advantageous for shareholders, employees, workers, farmers, society, and environment and also to consider the company business environment that quickly change and develop, risk management has to be an integral part of business process, decision making and culture of every staff. Therefore, management of PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero) set up risk management as commitment of the management and all companyâ&#x20AC;&#x2122;s staff as a foundation of thoughts and performance of implementation of Enterprise risk management.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report


Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance

Tujuan penerapan manajemen risiko adalah agar perusahaan mampu: Mengakomodasikan prinsip-prinsip good corporate governance sesuai SK Menteri BUMN Nomor: 117/M-MBU/2002 tanggal 1 Agustus 2002 Menetapkan dan mengelola risiko yang dihadapi, serta mampu meminimalkan dampak yang ditimbulkannya. Membangun kemampuan mensosialisasikan pe mahaman mengenai risiko dan pentingnya pengelolaan risiko. Membantu membentuk risk management charter dan fungsi-fungsi terkait. Membentuk proses pengelolaan risiko mulai dari identifikasi, pemantauan risiko, sampai dengan pelaporan risiko, serta memastikan bahwa strategi mitigasi risiko telah ditetapkan semaksimal mungkin. Membangun alat bantu pemantauan risiko pada masing-masing fungsi organisasi. Memastikan bahwa Komisaris dan Direksi mendapatkan informasi yang tepat untuk mengelola risiko secara optimal.

Objective of risk management implementation is to enable the company to: Accommodate good governance principles according to the Decree of BUMN Minister number 117/ M-MBU/2002 on 1 August 2002 Determine and manage risks, and to be capable of minimizing the impacts. Develop the capability to socialize understanding on risks and the importance of managing them. Help formatting risk management charter and concerned functions. Develop risk management process starting from identification, risk monitoring, to risk reporting as well as ensuring that risk mitigation strategies have been applied optimally. Develop assisting apparatus of risk monitoring in each organization functions. Ensuring that Commissioners and Directors obtain the accurate information to managing risks optimally.

Strategi penerapan manajemen risiko PTPN XIII adalah sebagai berikut: Membentuk unit organisasi manajemen risiko terintegrasi. Mengintegrasikan manajemen risiko ke dalam proses bisnis organisasi untuk menjadikan proses manajemen risiko sebagai bagian tidak terpisahkan dari kegiatan usaha sehari-hari. Mengintegrasikan strategi transfer risiko, yang dilaksanakan secara portofolio untuk melindungnilai, yaitu hanya pada risiko residual yang tidak dikehendaki oleh manajemen, bukan risiko pada level transaksi atau individual. Mengintegrasikan manajemen risiko ke dalam budaya dan nilai-nilai organisasi.

Strategies of PTPN XIII risk management implementation are as follow: Develop integrated risk management organization unit. Integrate risk management to the organization business process to make risk management process as inseparable part of daily activities. Integrate risk transfer strategies performed in portfolio to protect the values, which is limited to residual risks unexpected by the management, not the risks in transaction or transaction levels. Integrate risk management in the culture and values of the organization.

Komite Manajemen Risiko

Risk Management Committee

Komite ini merupakan bentukan dari Direksi yang terdiri dari para Direktur Bidang, diketuai oleh Direktur Perencanaan dan Pengembangan serta bertanggungjawab kepada Direktur Utama. Adapun wewenang dan tanggung jawabnya adalah sebagai berikut: Merumuskan Pedoman Kebijakan Manajemen Ri siko secara tertulis, sistematis, dan terstruktur yang akan diusulkan kepada Direktur Utama untuk disahkan. Mengusulkan risk tolerance level korporat kepada Direktur Utama untuk ditetapkan dalam bentuk pernyataan umum.

This committee is established by the Board of Direc tors and consists of Division Directors and led by Planning and Development Director and is responsible to the President Director. Whereas, their authorities and responsibilities are as follow: Formulate Risk Management Policy Guideline in writing systematically and structurally and propose it to the President Director to be legalized. Proposing corporate risk tolerance level to the President Director to be stipulated in a general statement. Implement the translation of risk tolerance to the level of working unit of the risk-taker as the refer-

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

185


Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance

Melakukan penjabaran risk tolerance ke level unit kerja pemilik risiko sebagai acuan bagi pemilik risiko dalam memutuskan tentang seberapa besar risiko yang dapat diambil. Menyampaikan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan manajemen risiko kepada Direktur Utama. Mengintegrasikan semua upaya pengelolaan risiko di seluruh organisasi (organization-wide) sebagai bentuk penerapan prinsip manajemen risiko dan sebagaimana dikemukakan dalam tujuan manajemen risiko organisasi. Mengevaluasi aktivitas atau transaksi usaha yang memerlukan persetujuan Direksi, antara la in aktivitas atau transaksi usaha yang telah melampaui kewenangan pejabat Perusahaan satu tingkat di bawah Direksi, sesuai dengan kebijakan dan prosedur yang berlaku. Mengevaluasi efektivitas penerapan Manajemen Risiko Perusahaan secara berkala setelah membaca Laporan Hasil Reviu Manajemen Menetapkan hal-hal yang terkait dengan keputusan bisnis yang menyimpang dari prosedur normal (irregularities). Memantau independensi operasi Unit Kerja Manajemen Risiko Mengembangkan budaya sadar risiko (risk consciousness) pada seluruh jenjang organisasi, antara lain meliputi komunikasi yang memadai kepada seluruh jenjang organisasi tentang pentingnya pengendalian internal yang efektif. Mengembangkan kompetensi sumberdaya manusia yang terkait dengan Manajemen Risiko. Membangun proses cepat tanggap risiko, meliputi penyusunan program kontingensi dan kesinambungan bisnis.

186

ence for him/her in deciding how big the risk that can be taken. Submit responsibility report on the implementation of risk management to the President Director. Integrate all efforts of risk management organization-wide as an implementation of risk management principle as mentioned in the objectives of organization risk management. Evaluate business activities or transaction required Directorâ&#x20AC;&#x2122;s approval, such as business activities or transaction beyond the authority of company manager one level below the Board of Directors, according to the prevailing procedure. Evaluate effectiveness of Company Risk Management Implementation regularly after reading Report on the Management Review. Determine aspects related to business decision different from normal procedures (irregularities). Monitoring the independence of Risk Management Working Unit Develop risk conscious culture at all organization levels including among others sufficient communication to all organization levels regarding the importance of effective internal control. Develop human resource competence related to risk management. Develop risk quick response process covering the development of contingency plan and business continuity.

Unit Manajemen Risiko

Risk Management Unit

Unit Manajemen Risiko di PTPN XIII (Persero) dibentuk sesuai SK Direksi No. 13.00/KPTS/19/2008 tanggal 23 Juni 2008 tentang Pedoman Kebijakan Manajemen Risiko. Perusahaan membentuk Unit Manajemen Risiko tersentralisasi yang melapor secara langsung kepada Komite Manajemen Risiko. Komite ini bertanggung jawab menetapkan kebijakan umum bagi seluruh aktivitas pengambilan risiko. Unit Manajemen Risiko dipimpin oleh Kepala Bagian SPI/ Kepala Unit Manajemen Risiko, yang bertanggungjawab mengawasi seluruh aspek risiko di setiap lini organisasi. Unit manajemen risiko mulai berjalan pada Agustus 2009,dilengkapi dengan Kaur Manajemen Risiko yang bertanggung jawab kepada Kepala Bagian SPI.

Risk Management Unit in PTPN XIII (Persero) was established based on Board of Directors Decree No. 13.00/KPTS/19/2008 on 23 June 2008 regarding Risk Management Policies Guideline. Company establishes centralized Risk Management Unit reporting directly to the Risk Management Committee. This committee is responsible to determine general policies for all risk taking activities. Risk Management Unit is lead by a Head of SPI Division/ Head of Risk Management Unit responsible to supervise all risk aspects in organization lines. Risk Management Unit started to operate in August 2009, completed with Head of Risk Management Sub-Division responsible to Head of SPI Division. Whereas the functions and roles of risk management unit are to identify, measure, map and prepare miti-

Laporan Tahunan 2009 Annual Report


Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance

Adapun fungsi dan peran unit manajemen risiko adalah melaksanakan identifikasi, pengukuran, pemetaan, menyusun mitigasi serta pelaporan pelaksanaan manajemen risiko kepada Komite Manajemen Resiko.

gation and report on risk management implementation to the Risk Management Committee.

Satuan Pengawasan Intern (SPI)

Internal Control Unit

Merupakan bagian yang melaksanakan fungsi assurance dan consulting independence, dibentuk untuk memberikan nilai tambah dan memperbaiki kegiatan operasi perusahaan, membantu perusahaan mencapai tujuan dengan melakukan pendekatan secara sistematis dan terstruktur dalam mengevaluasi efektifitas proses manajemen risiko, pengendalian, dan corporate governance. SPI di pimpin oleh seorang Kepala Bagian dengan wewenang dan tanggung jawab di bidang manajemen risiko, antara lain Melakukan kegiatan assurance berupa evaluasi manajemen risiko, Melakukan audit internal berbasis risiko (risk-based audit), Melaporkan hasil kegiatan evaluasi manajemen risiko kepada Direktur Utama dengan tembusan kepada Dewan Komisaris (Komite Audit), yang menggunakannya sebagai salah satu input untuk keperluan reviu manajemen, Melakukan klarifikasi dengan unit kerja pemilik risiko, dalam hal SPI berpendapat bahwa manajemen unit kerja (risk taking unit) telah mengambil risiko melebihi risk tolerance yang ditetapkan Direktur Utama.

SPI is a division performing assurance function and consulting independence. It was established to give added values and to improve company operation activities, to help the company achieving their goals by conducting systematic and structural approach in evaluating the effectiveness of risk management process, control, and corporate governance. SPI is led by a Head of Division with authorizes and responsibilities in risk management division, such as Performing assurance activities in form of risk management, Performing risk-based internal audit, Reporting the evaluation of risk management activities to the President Director with CC to Board of Commissioners (Audit Committee) that use it as one of inputs for management review, Clarifying with Work Unit of the risk-taker, where SPI consider that the risk taking unit management has taken the risk beyond risk tolerance determined by President Director.

Koordinator Risk Taking Unit (RTU)

Coordinator of Risk Taking Unit (RTU)

Merupakan unit kerja yang mengkoordinasikan seluruh pelaksanaan self assessment pada risk taking unit yang ada dalam wilayah distrik dan dipimpin oleh seorang General Manager. Wewenang dan tanggung jawab Koordinator RTU adalah sebagai berikut: Memfasilitasi dan mengendalikan kegiatan self assessment di tingkat proses (Distrik). Menyusun hasil risk assessment dari seluruh Risk Taking Unit untuk dilaporkan kepada Unit Manajemen Risiko. Memberikan masukan kepada Unit Manajemen Risiko dalam rapat reviu manajemen tentang pelaksanaan manajemen risiko. Melakukan monitoring dan pengendalian terhadap pelaksanaan aktivitas di level proses yang memiliki tingkat risiko tinggi.

RTU is a working unit that coordinates all implementation of self assessment in risk taking unit existing in district area and led by a General Manager. Authorities and Responsibilities of RTU Coordinator are as follow: Facilitating and controlling self-assessment activities in the process level (District). Composing the results of risk assessment from all Risk Taking Units to be reported to the Risk Management Unit. Giving inputs to the Risk Management Unit in management review meeting regarding the implementation of risk management implementation. Monitoring and controlling activities in the process level which have high level risks.

Risk Taking Unit

Risk Taking Unit

Merupakan unit kerja pemilik risiko yaitu para Kepala Bagian dan Manajer Kebun/Pabrik yang memiliki serangkaian tahapan proses. Wewenang dan tanggung jawab Risk Taking Unit di bidang manajemen risiko adalah sebagai berikut :

This unit is a unit of risk takers that is the Heads of Division and Estates/Plant Manager that has a series of process. The authorities and responsibilities of Risk Taking Unit in risk management division are as follow:

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

187


Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance

Melaksanakan kegiatan self-assessment atas risiko level proses dan pengendalian yang ada di unit kerja masing-masing yang dikoordinasikan oleh Koordinator RTU Melaporkan peristiwa risiko yang terjadi dalam pelaksanaan bisnis normal, baik yang telah teridentifikasi sebelumnya pada saat self-assessment,maupun yang belum teridentifikasi, kepada Komite Manajemen Risiko melalui Unit Manajemen Risiko. Memelihara catatan historis atas tingkat capaian kinerja dan peristiwa risiko yang terjadi di masa lalu dalam unit kerja masing-masing sebagai indikator peringatan dini (early warning indicator) dan sebagai database untuk memprediksi keterjadian risiko di masa yang akan datang.

188

Implementing self-assessment activities upon risks at process level and controlling the ones existing in their own working units coordinated by RTU Coordinator. Reporting risk occurrence happening in the normal business implementation, including the ones identified before and at the event of self assessment, or unidentified ones to the Risk Management Committee through Risk Management Unit, Maintaining historical reports upon the performance achievement level and risk occurrence happening in the past within each working unit as an early warning indicator and as database to predict risks in the future.

Klasifikasi Risiko (Risk Taxonomy)

Risk Taxonomy

Guna memudahkan identifikasi peristiwa dan pelaporan manajemen risiko, diperlukan adanya pengklasifikasian risiko (risk taxonomy). Pengklasifikasian risiko didasarkan atas metode yang dikembangkan ERM COSO. PTPN XIII mengklasifikasikan resiko menjadi dua, yaitu faktor eksternal dan faktor internal.

To ease the identification of occurrence and risk management report, we need risk taxonomy. Risk taxonomy is based on the methods developed by ERM COSO. PTPN XIII classifies risks into two, namely external and internal factors.

Faktor eksternal meliputi: Ekonomi: Persaingan, Jumlah Permintaan, Kemitraan Plasma, Kemitraan PKBL, Kemitraan Pihak Ketiga, Kepuasan Pelanggan, Ketersediaan Produk, Nilai Tukar, Harga Komoditas, Suku Bunga, Inflasi Lingkungan Alam: Bencana Alam, Kondisi Lahan, Hama Tanaman, Iklim, Politik: Hukum, Peraturan/Kebijakan Pemerintah, Proses Eksternal, Sosial: Tuntutan Masyarakat

External Factors include: Economy: Competition, Number of Request, Plasma Partnership, PKBL Partnership, Partnership with third party, Customer Satisfaction, Product Availability, Exchange Rater, Commodity Price, Interest Rate, Inflation Natural Environment: Natural Disasters, Land Condition, Plant Pests, Climate, Politics: Laws, Government Regulations/Policies, External Process, Social: Demands of Society

Faktor Internal meliputi: Infrastruktur: Kelayakan Infrastruktur, Lahan Inti, Proses: Pengembangan Usaha, Tanaman, Plasma, Pabrik, Infrastruktur, Pemasaran, Sekretaris Perusahaan, Akuntansi, Keuangan, Pengadaan, Perencanaan dan Pengendalian, Satuan Pengawasan Intern Teknologi: Integritas Data, Akses, Prasarana Sumber Daya Manusia: Jumlah Pegawai, Kompetensi, Produktivitas, Kepuasan Pegawai, Integritas Pegawai.

Internal Factors include: Infrastructure: Infrastructure propriety, nucleus land, Process: Business Development, Plasma Plants, Factories, Infrastructures, Marketing, Corporate Secretary, Accounting, Finance, Procurement, Planning and Controlling, Internal Supervision Unit. Technology: Data Integrity, Access, Equipments Human Resource: Number of employees, Competence, Productivity, Employeesâ&#x20AC;&#x2122; Satisfaction, Employeesâ&#x20AC;&#x2122; Integrity.

Pemetaan Resiko

Risk Mapping

Pemetaan resiko dilakukan melalui mekanisme risk assessment. Pada tahun 2009, faktor penyebab resiko tertinggi yang teridentifikasi adalah faktor eksternal, sebagai akibat dari harga komoditi yang kurang

Risk mapping is conducted through risk assessment mechanism In 2009, highest risk due factor identified was external one, as a result of disadvantageous commodity price and plasma partnership in relation

Laporan Tahunan 2009 Annual Report


Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance

menguntungkan, dan kemitraan plasma berkaitan dengan posisi PTPN XIII sebagai avalis kredit.

to PTPN XIII function as credit avalist.

Hal-hal yang perlu diperhatikan manajemen PTPN XIII, terutama pada tahun yang akan datang adalah resiko yang mungkin timbul, antara lain: Resiko atas rendahnya produktivitas tanaman sawit plasma, akibat adanya pengalihan penjualan kepada pihak III (titip buah), rendahnya pemeliharaan dan kurangnya pemupukan oleh petani plasma. Dampak atas resiko tersebut adalah belum optimalnya capaian produksi TBS serta meningkatnya dana talangan kredit KKPA yang ditanggung perusahaan. Resiko perusahaan sebagai avalist dalam perjanjian kredit petani plasma KKPA dengan pihak bank atas pembangunan kebun plasma pola KKPA, mengharuskan perusahaan untuk menyediakan dana talangan pada saat hasil produksi dan penjualan dari kebun plasma belum mampu untuk membayar kewajiban pokok dan bunga pinjaman. Dampak resiko tersebut dapat mempengaruhi dana modal kerja dan investasi yang dibutuhkan perusahaan. Resiko kenaikan harga barang (inflasi) akibat perubahan nilai tukar, pengaruh bisnis ekonomi global, serta trend kenaikan harga minyak dunia akan memiliki dampak berganda (multiplier effect) terhadap tingginya kebutuhan cashflow untuk proses pengadaan barang/jasa dalam tahun 2010. Resiko atas keterlambatan birokrasi pengurusan HGU atas ijin lokasi baru atau perpanjangan HGU yang seringkali memerlukan waktu dan biaya akibat rendahnya kepastian hokum. Lahan milik perusahaan yang belum memiliki HGU atau HGUnya telah habis masa berlakunya berpotensi dapat diklaim oleh masyarakat atau pihak-pihak lain.

Things to consider by PTNP XIII management, particularly in the upcoming years are risks that are likely to rise, such as: Risk on the low productivity of plasma palm plants, due to sales switch to the third parties (fruit consignment), low maintenance and lack of fertilizing by plasma farmers. The impacts of the risk are production achievement that is not optimum as well as the increase of KPPA credit bail out assumed by the company. Company risk as an avalist in the agreement of KPPA plasma farmer with the bank on development of plasma estates with KPPA pattern, forces the company to provide bail out fund when the production and sales from plasma estates are not yet capable to pay the principal payment and interest. Impacts of that risk can influence the working capital fund and investment needed by the company. Risk of inflation due to the change of exchange rate, global economic business impacts, and the trend of increasing world oil price will cause multiplier effect against the high cash flow requirement to procure goods/service in 2010. Risk of the bureaucracy slowness in administrating HGU of new location permit or renewal of HGU frequently consumes time and cost and it is caused by the low legal insurance. Companyâ&#x20AC;&#x2122;s lands without HGU or with expired HGU are potentially claimed by society or other parties.

Kendali resiko merupakan prioritas utama dalam mengamankan kelangsungan usaha Perusahaan. Oleh karena itu, PTPN XIII menerapkan mitigasi resiko berikut: Membentuk Manajer Kebun Plasma, melakukan sosialisasi, kemitraan dan pendampingan kepada petani plasma dalam memelihara tanaman serta bertindak sebagai avalist dalam pemberian kredit lunak untuk pemupukan tanaman dalam rangka peningkatan produktivitas tanaman sawit plasma. Melakukan perikatan dengan Petani dengan berkewajiban menjual hasil panennya kepada Perusahaan sekaligus menyicil piutangnya. Perusahaan senantiasa melakukan efisiensi atas pengadaan barang dan jasa melalui penetapan skala prioritas pengadaan dan membentuk Tim Pemantau Harga yang melakukan evaluasi atas

Risk control is the main priority in securing the company business existence. Therefore, PTPN XIII implements risk mitigation as follow: Appoint Plasma Estates Manager, conduct socialization, partnership, and assistance to the plasma farmers in cultivating their plants and act as an avalist for soft loan provision to fertilize the plants in order to improve the productivity of palms. Making agreement with farmers with the obligation for farmers to sell their harvest to the company and pay their credit installment. The company is always efficient in procuring goods and service by determining priority scale of procurement and establishes Price Monitoring Team who evaluate product unit base price. In the license process, the company attempt to complete all required documents and to always

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

189


Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance

harga dasar satuan barang. Dalam proses perijinan, Perusahaan berusaha untuk memenuhi secara lengkap dokumen yang diperlukan dan senantiasa mengikuti peraturan hokum yang berlaku. Perusahaan telah mengembangkan dan menerapkan system on-line pendataan asset tetap yang dimiliki serta mengasuransikan beberapa aset vital yang dimiliki. Selain itu, Perusahaan juga mengasuransikan SDM dan Pengurus Perseroan dalam bentuk asuransi jiwa dan program jaminan kenetagkerjaan di PT Jamsostek untuk menjamin ketenangan, kenyamanan, dan kesungguhan bekerja mereka dalam bekerja. Perusahaan berusaha secara bertahap dan terusmenerus meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan efektivitas proses pengolahan produksi di pabrik-pabrik yang dimilik melalui keikutsertaan dalam penerapan system manajemen mutu berstandar internasional.

Kegiatan Manajemen Resiko Tahun 2009

Risk Management Activities in 2009

Kegiatan yang telah dilakukan sampai dengan akhir 2009 adalah: Melakukan risk assessment atas investasi pembangunan CRF Batulicin Kalsel. Melakukan risk assessment atas investasi pembangunan PKO Tayan dan kajian terhadap penggunaan energi listrik alternatif. Melakukan studi banding atas unit MR pada PTPN III (Persero) Medan. Merancang contingency plan atas RKAP 2010.

Activities conducted up to the end of 2009 are: Risk assessment on the investment on development of CRF Batulicin South Kalimantan. Risk assessment on the investment on development of PKO Tayan and study of alternative electricity energy utilization. Comparison study upon MR unit in PTPN III (Persero) Medan. Preparing contingency plan in RKAP 2010.

Mengingat bahwa dengan terbitnya ISO 31000:2009 tentang risk management menuntut perusahaan untuk melakukan analisa risiko dalam setiap pengambilan keputusan dan proses bisnis perusahaan, maka manajemen berkomitmen untuk menjalankan kebijakan manajemen risiko sehingga dapat dicapai nilai tambah bagi perusahaan.

190

comply with the prevailing laws and regulations. The company has developed and implemented online system for the inventory of companyâ&#x20AC;&#x2122;s fixed assets and insured some vital assets. In addition, the Company has insured their human resource and firm managers in form of life insurance and has participated in worker insurance in PT Jamsostek to guarantee their secure feeling, comfort, and commitment in working. The company attempt to gradually and continuously improve their efficiency, productivity and effectiveness of production process in the factories through the participation in the implementation of quality management system with international standards.

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Considering that the issuance of ISO 31000:2009 on risk management requires the company to perform risk analysis in every decision making and company business process, the management is committed to implement risk management policies so that added values to the company can be achieved.


Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Hidup Social and Environmental Responsibility

Berawal dari dedikasi yang tulus, kami berkomitmen untuk melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) guna membangun dan memelihara kemitraan antara Perseroan dan seluruh pemangku kepentingan secara berkesinambungan. Kami juga berkomitmen untuk mendukung terciptanya kegiatan dan pertumbuhan ekonomi, perluasan lapangan kerja, kesempatan berusaha, dan pemberdayaan masyarakat. Encouraged by a sincere dedication, we are committed to accomplish the companyâ&#x20AC;&#x2122;s social responsibility (CSR) program in order to build and preserve the sustainable partnership between the Firm and stakeholders. Also our commitment is to support the establishment of the growing economic activities, employement expansion and social empowerment. Laporan Tahunan 2009 Annual Report

191


Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Hidup Social and Environmental Responsibility

Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Hidup Social and Environmental Responsibility

Strategi CSR dan Pendekatan Pembangunan Berkelanjutan

The Companyâ&#x20AC;&#x2122;s Social Responsibility Strategy and Sustainable Development Approach

Strategi Implementasi CSR diselaraskan dengan salah satu Misi PT Perkebunan Nusantara XIII (Persero) yaitu bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Hal ini penting dilakukan untuk menjaga konsistensi dan Kesinambungan implementasi. Program CSR PTPN XIII dilaksanakan sesuai kemampuan perusahaan dengan mempertimbangkan asas manfaat, keadilan, efisiensi dan efektifitas di sekitar unit usaha PTPN XIII yang mencakup 4 provinsi yaitu Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Strategy of implementing the CSR is taken in harmony with one of the missions of PTPN XIII (Persero), which is producing benefit for the nearby community and environment. It is very important to keep the implementation of the program from being consistent and sustainable. The CSR program of PTPN XIII is implemented on the basis of the companyâ&#x20AC;&#x2122;s capability by considering the principle of benefit, fairness, efficiency, and the available funding around the business units of PTPN XIII encompassing four provinces West Kalimantan, East Kalimantan, South Kalimantan and Central Kalimantan.

PTPN XIII melaksanakan CSR dalam bentuk Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) dan dalam bentuk Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Menteri BUMN nomor SE-21/MBU/2008 tanggal 24 Desember 2008 tentang Pelaksanaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) dan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) BUMN. Strategi CSR - PKBL antara lain: Melaksanakan sosialisasi dan kegiatan CSR yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas sehingga dapat meningkatkan citra/ image positif perusahaan. Melaksanakan program CSR melalui dana Program Kemitraan/dana bergulir dan lebih diutamakan kepada calon mitra yang menghasilkan produk unggulan daerah/ciri khas daerah. Penyaluran dana bergulir diarahkan untuk membantu wirausaha kecil dalam mengembangkan usahanya, sehingga menjadi wirausaha yang berintegritas, tangguh, profesional dan mandiri. Bersinergi dengan BUMN Pembina PKBL/penyalur lainnya untuk membantu Koperasi/Kelompok tani/ petani dalam pengadaan pupuk. Dalam hal ini PTPN XIII mengadakan kerjasama dengan PT Pertamina yang telah tertuang dalam perjanjian kerjasama No: 003/H00000/2010-SO dan 13.00/SP/01/II/2010 tanggal 11 Februari 2010 dengan tujuan meningkatkan produktivitas. Saat ini sedang berlangsung sosialisasi dan inventarisasi petani peserta program pemupukan serta proses pengadaan pupuk.

192

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

PTPN XIII carries out the CSR in such forms as Partnership and Environmental Building Program and Social and Environmental Responsibility. This is in accordance with a Handbill issued by Minister of State Owned Enterprise No SE 21/MBU/2008 dated 24 December 2008 on the Implementation of Partnership and Environmental Building Program and Social and Environmental Responsibility of the SOE. The strategies of CSR - PKBL are: Carring out the socialization and activities of CSR so that the benefits can be directly enjoyed by the community, which will in turn increase the positive image of the company. Implementing the CSR program through Partnership Program fund/revolving fund that is allocated more to the prospective partners who make the local spesific products. Distribution of revolving fund is meant to assist small entrepreneurs in developing their business to enable them to become integrated, unbendable, professional and self dependent entrepreneurs. Working in synergy with other BUMN Pembina PKBL/distributors to support the Cooperative/farmer groups/farmers in supplying the fertilizer. PTPN XIII work with PT Pertamina, the agreed items of which have been put into a cooperation agreement No: 003/H00000/2010-SO and 13.00/SP/01/II/2010 dated 11 February 2010 intending to increase productivity. At present, the socialization and inventory of the farmers participating in the fertilizing progam and the fertilizer supplying process are being conducted.


Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Hidup Social and Environmental Responsibility

Komitmen Perusahaan Terhadap Konsumen

Company’s Commitment to Customers

PTPN XIII memiliki komitmen yang tinggi dalam menjaga kepuasan konsumen dengan tetap memperhatikan kualitas dan kuantitas produk. Kami berupaya untuk selalu meningkatkan mutu produk sesuai dengan tuntutan konsumen. Produk yang akan dipasarkan ke konsumen, terlebih dahulu dianalisa di laboratorium milik PTPN XIII, yang pelaksanaannya dilakukan sebelum, selama dan setelah proses pengolahan di pabrik.

PTPN XIII is highly committed in maintaining the customer satisfaction by persistently paying attention to the quality and quantity of the products. In case of the product quality, the Firm tries to increase the product quality as demanded by the customers. The products are firstly analyzed in the laboratory of PTPN XIII before they are marketed to the customers. This is carried out before, during and after the processing stage in plant.

Dalam hal penyerahan produk, apabila terdapat kualitas ataupun kuantitas yang melebihi norma yang disepakati dalam kontrak, Perusahaan akan menyelesaikan klaim yang diajukan oleh konsumen. Pada tahun 2009 PTPN XIII telah membayar klaim sebesar Rp 16,89 milyar.

Regarding the product delivery, in case of the quality or quantity of the products is beyond the norms as agreed in the contract, the Company will settle the claims launched by the customers. In 2009, PTPN XIII had paid the claims of total Rp 16.89 billion.

Untuk mengetahui “Voice of Customer”, Perseroan setiap tahun menyelenggarakan Survei Kepuasan Pelanggan secara rutin. Hasil dari survei tersebut dievaluasi dan dijadikan sebagai feedback oleh pihak manajemen untuk meningkatkan kinerjanya. Nilai indeks kepuasan pelanggan pada tahun 2009 sebesar 3,68% dari standar 4% mengalami penurunan sebesar 0,07% dari tahun sebelumnya. Selain berkomitmen terhadap pelanggan, Perseroan juga memiliki kepedulian untuk menjaga hubungan harmonis dengan petani plasma dan meningkatkan tingkat kepuasan mereka selaku mitra. PTPN XIII memiliki kewajiban sebagai Agent of Development (alih teknologi dan pembinaan dalam bidang kualitas dan kuantitas produksi), membeli produksi TBS dari petani Plasma binaan, mengolah dan memasarkan produk Petani Plasma. Oleh sebab itu, PTPN XIII selalu berupaya agar produksi dan produktivitas kebun plasma mitra binaan dapat ditingkatkan yang akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan petani plasma. Upaya tersebut antara lain diwujudkan dalam program ”Pola Satu Manajemen” seperti yang telah dipaparkan dalam Penjelasan Operasional.

To get insight into the “Voice of Customer”, the Firm annually holds Survey of Customer Satisfaction. The findings of the survey are then evaluated and used as feedback by the management to improve the performance. The index score of customer satisfaction in 2009 was 3.68% from 4% standard, this level of customer satisfaction decreased 0.07% lower than that of the provious year. Besides the commitment to the customers, the Firm also cares of preserving the harmonious relationship with the plasma farmers and increasing their satisfaction as partners. PTPN XIII has the duty as Agent of Development (technology transfer and guidance in the quality and quantity of the production) to buy the Fresh Fruit Bunch product from the development the advocated Plasma farmers to process and market the products of Plasma Farmers. For this reason PTPN XIII always tries to augment the production and productivity of the plasma estates owned by the advocated partners that will, in turn, improve their welfare. This is realized in, among others, the program of ”One Management System/Pattern” as described in the Operational Explanation.

Pengakuan Perusahaan Atas Hak-Hak Karyawan

Company Recognition of the Employees’ Rights

Tindak Diskriminatif

Discriminative Action

Manajemen PTPN XIII menghormati dan mengakui hak-hak pribadi karyawan, tidak melakukan diskriminasi atas dasar apapun, dan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh karyawan untuk berkembang dan memberikan yang terbaik bagi perusahaan. Hal ini dapat dilihat dalam carier planning

The Management of PTPN XIII pays high respect to and recognize the rights of individual empoyee, does not conduct discriminative action on whatever reasons, and gives equal opportunity to entire employees for their development and do the best for the company. This can be seen in the career planning, the

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

193


Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Hidup Social and Environmental Responsibility

yang pelaksanannya berdasarkan kompetensi dan bukan lagi berdasarkan senioritas.

execution of which is on the basis of competency and not of seniority.

Perjanjian Kerja Bersama (PKB)

Cooperation Agreement

Untuk menjamin terjaganya hak-hak dan kewajiban karyawan, Manajemen bermitra dengan Serikat Pekerja Perkebunan (SPBUN) membangun kemitraan yang tertuang dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Perjanjian Kerja Bersama merupakan perjanjian kesepakatan kerja antara Direksi PTPN XIII dengan Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara (SP-BUN) PTPN XIII. Perundingan penyusunan PKB dilakukan setiap 2 tahun sekali. PKB mengatur Hak & kewajiban perusahaan; Hak & kewajiban serikat pekerja serta pekerja; Jangka waktu dan tanggal mulai berlakunya PKB; Tanda tangan para pembuat PKB. Ketentuan dalam PKB tidak boleh bertentangan dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. Apabila bertentangan, maka ketentuan tersebut batal demi hukum dan yang berlaku adalah ketentuan dalam peraturan perundanganundangan yang berlaku. PKB disosialisasikan kepada seluruh karyawan secara berjenjang.

To secure the protection of the employeesâ&#x20AC;&#x2122; rights and duties, the Management and the Plantation Labor Union establish a partnership that is clearly stated in an Agreement of Cooperation. The Agreement constitues a deal between the Directors of PTPN XIII and the Nusantara Plantation Labor Union of PTPN XIII. The development of the Agreement is conducted once every two year. It rules out the rights and duties carried by th company; the Rights and Duties of the Labor Union and the laborers; the term and date the Agreement is put into effect; the Signatures of the makers of the Agreement. The term and conditions in the Agreement should not be in opposed to the existing regulations. If they are against the regulations, then the terms and conditions are nullified and instead, the pre existing regulations are put into effect. The Agreement of Cooperation is socialized to all employees step by step.

Hak-hak karyawan yang diatur di dalam Perjanjian Kerja Bersama meliputi kesempatan untuk mengembangkan karir, hari dan jam kerja resmi, cuti tahunan, cuti panjang, cuti melahirkan, cuti di luar tanggungan perusahaan, uang gaji, uang lembur, tunjangan jabatan, tunjungan struktural, biaya pelaksanaan tugas, biaya perjalanan dinas, biaya pengumandahan, biaya pisah keluarga, biaya pindah, biaya pendidikan, bonus, keselamatan dan kesehatan kerja, extra fooding, Jamsostek, fasilitas rumah, listrik dan air, bantuan kematian, THR, penghargaan masa pengabdian, program pensiun, pendidikan dan pelatihan.

The employee rights governed in the Agreement of Cooperation include career development, official work days and hours, annual off duty, long off duty, delivery off duty, off duty exclusive of the companyâ&#x20AC;&#x2122;s responsibility, salary, over time pay, functional allowance, structural allowance, operational task cost, office trip cost, pengumandahan cost, family divorce cost, biaya pindah, educational cost, bonus, work safety and healthy, extra fooding, Jamsostek (worker social insurance), house facility, electricity and water, bereavement pay, allowances for religious days (THR),service term reward, pension program, education and training.

Kebebasan Berserikat Sejalan dengan UU No. 21 tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh, PTPN XIII memberikan wadah bagi karyawannya untuk membentuk serikat pekerja. Di PTPN XIII hanya ada 1 (satu) serikat pekerja yang tercatat, yaitu Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara (SP-BUN). SP-BUN PTPN XIII merupakan organisasi yang dibentuk dari, oleh, dan untuk karyawan PTPN XIII, yang bersifat bebas, terbuka, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab guna memperjuangkan, membela serta melindungi hak & kepentingan karyawan serta meningkatkan kesejahteraan karyawan & keluarganya. SP-BUN berfungsi sebagai pihak dalam pembuatan perjanjian kerja bersama dan penyelesaian perselisihan industrial, sebagai wakil karyawan dalam lembaga kerja sama di bidang ketenagakerjaan sesuai dengan tingkatannya, sebagai sarana menciptakan hubungan industrial yang harmonis,

194

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

Freedom of Union In accordance with the 2000 Act No. 21 concerning Labor Union, PTPN XIII gives freedom to the employees to establish labor union. In PTPN XIII, there is only one registered labor union, which is Labor Union of Nusantara Plantation (Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara). It is an organization formed by and for the sake of the employees of PTPN XIII. It is free, open, self dependent, democtratic, and accountable in nature and intends to fight for, defend and protect the workersâ&#x20AC;&#x2122; rights and interests and improve the prosperity of the workers and their families. The labor union acts as one party involved in the making of cooperative agreement and the settlement of industrial disputes. It also acts as the representative of the employees in a cooperative organization in manpower affairs according to the level. Similarly, it plays important role in


Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Hidup Social and Environmental Responsibility

dinamis, dan berkeadilan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, sebagai sarana penyalur aspirasi dalam memperjuangkan hak & kepentingan anggotanya

establishing harmonious, dynamic, and fair industial relationship as stipulated by the existing regulations, as an aspiration channelling tool in struggling for the rights and interests of the members.

Untuk pembinaan di unit kerja, telah dibentuk SPBUN Tingkat Unit Kerja.

For the advocation at the work unit levels, the work units based labor union has also been created.

Layanan Konsultasi Karyawan

Worker Consultative Service

Untuk penyelesaian keluh kesah karyawan telah diatur dalam PKB dengan tata cara sebagai berikut: 1. Setiap keluh kesah Karyawan pertama-tama dibicarakan dan diselesaikan dengan Atasan Langsung. 2. Bilamana keluh kesah tidak dapat diselesaikan oleh atasan langsung Karyawan yang bersangkutan maka penyelesaiannya melalui tatacara sebagai berikut : a. Bila penyelesaian sebagaimana butir 1 di atas belum menyelesaikan keluh kesah Karyawan, maka Karyawan dapat meneruskan keluh kesah kepada atasan yang lebih tinggi secara berjenjang tetapi harus sepengetahuan Atasan Langsung. b. Bila prosedur sesuai butir 2.a. di atas tidak memberikan hasil, maka Karyawan dapat meneruskan keluh kesah kepada Serikat Pekerja Perkebunan (SP-BUN) secara berjenjang. c. Bila prosedur sesuai butir 2.b. di atas tidak memberikan hasil, maka keluh kesah Karyawan dapat diselesaikan secara Bipartit. d. Bilamana penyelesaian secara Bipartit tidak memberikan hasil maka keluh kesah Karyawan diselesaikan sesuai Undang-Undang No. 2 Tahun 2004 berikut peraturan pelaksanaannya.

Regarding the worker complaints, some procedures for the settlement have been stipulated in the Agreement of Cooperation such as: 1. Any complaints on the part of an employee should be previously discussed and solved by the immediate supervisor. 2. In case of the complaints cannot be solved by the immediate supervisor of the employee, then the procedures for the settlement shall be as follows: a. If the settlement procedure as referred to as the item No. 1 above cannot solve the complaints of the employee, then the employee may bring it forward to the higher supervisor in a step by step way. but it should be on the knowledge of the immediate supervisor. b. If the procedure as referred to the item No. 2.a. above results in no solution,the employee may bring it forward to the Plantation Labor Union in a step by step way. c. If procedure as referred to as the item No. 2.b. above still does not work, the the complaint can be settled under bipartite scheme. d. In case of the bipartite settelement cannot solve the complaint, then it should be settled in accordance with the 2004 Act No. 2 including its implementation regulations.

Praktek Pengamanan Aset Aset yang dimiliki dan dikuasai oleh Perusahaan meliputi aset tanah (HGU), bangunan rumah, bangunan perusahaan, mesin dan instalasi, jalan jembatan dan saluran air, alat pengangkutan, alat pertanian, instalasi pembibitan. PTPN XIII memiliki komitmen untuk mengamankan aset tersebut. Praktek pengamanan aset yang dijalankan oleh Perseroan berpedoman pada Surat Edaran Menteri Negara BUMN RI Nomor SE09/MBU/2008 tertanggal 23 Mei 2008 dan nomor: SE-03/MBU/2009 tertanggal 23 Februari 2009 yang meminta kepada Direksi BUMN untuk melakukan pembenahan terhadap administrasi dan dokumen kepemilikan dan penguasaan aset yang dimiliki dan dikuasai perusahaan dari segala bentuk gangguan atau upaya-upaya lain untuk menguasai atau mengalihkan aset perusahaan kepada pihakpihak lain melalui cara-cara yang tidak sah serta me-

Asset Securing Practice Assets owned and acquired by the Company include land (right of tenure), house buildings, company buildings, machine and installation, road, bridge, aqueduc, tranportation, agricultural equipment, and seeding installation. PTPN XIII is committed to secure those assets. The assets securing practice taken by the Firm is based on the handbill of State Minister of Indonesian State Owned Enterprise No. SE09/MBU/2008 dated 23 May 2008 and No. SE 03/MBU/2009 dated 23 February 2009 requiring the Directors of State Owned Entreprise to improve the administration and document of ownership and control over the assets possessed and acquired by the company in order to protect them from any kinds of intrusions or other deeds to acquire or hand over the company assets to other

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

195


Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Hidup Social and Environmental Responsibility

lakukan langkah-langkah untuk mengamankan dan menguasai kembali aset-aset perusahaan yang dikuasai pihak lain secara tidak sah dengan melakukan koordinasi dengan pihak berwenang apabila diperlukan. Meneg BUMN melalui suratnya No. SE-09/MBU/2009 tanggal 25 Mei 2009 juga memerintahkan agar Direksi BUMN segera melakukan langkah penguasaan/ penarikan semua aset yang dikuasai oleh yang tidak berhak. Dalam penguasaan & pengamanan aset tersebut, Direksi wajib melakukan pembenahan administrasi & dokumen kepemilikan serta dapat berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah, Kepolisian, dan Kejaksaan serta aparat TNI bila dipandang perlu. Beberapa kasus pengamanan aset yang dihadapi PTPN XIII adalah sengketa lahan dengan masyarakat, pemagaran dan penyerobotan lahan HGU. Manajemen telah melakukan beberapa hal untuk menangani kasus tersebut maupun tindakan preventif pengamanan aset, meliputi: Menertibkan dokumentasi kepemilikan berupa SKHGU dan atau sertifikat HGU dan dokumen terkait lainnya. Mengasuransikan aset strategis yang dipandang penting oleh Perusahaan. Membentuk Kepala Pengamanan Perusahaan di Kantor Direksi dan Kantor Unit/Kebun, dimaksudkan untuk pengamanan aset secara maksimum dan menangani kecelakaan dan kerugian dari segi pandangan pencegahan dan peningkatan sistem berlanjut yang berdampak pada kinerja perusahaan. Melakukan pendekatan persuasif dan jalur hukum, koordinasi kepada pihak Muspika/tokoh masyarakat dan tokoh adat untuk menyelesaikan masalah yang timbul. Melaksanakan program CSR di sekitar wilayah kerja perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Membina hubungan yang harmonis dengan seluruh unsur pemangku kepentingan.                 

Praktek Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Dasar kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja PTPN XIII adalah Peraturan perundang-undangan keselamatan dan kesehatan kerja, UU No 14 Tahun 1969 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Mengenai Ketenagakerjaan, UU No.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, Peraturan Perusahaan tahun 2002 tanggal 30 April 2002, Perjanjian Kerja Bersama (PKB) antara Direksi PTPN XIII (Persero) dengan Serikat Pekerja Per-

196

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

parties through illegal practices and to take measures to protect and regain the company assets unlawfully grasped by other parties by making coordination with the authorities. State Minister of State Owned Enterprise by the Circular Letter No. SE 09/MBU/2009 dated 25 May 2009 also orders that Board of Directors of State Owned Enterprise should take immediate actions to regain/ withdraw all assets under the control of other parties that have no rights over the assets. In regaining and protecting the assets, Board of Directors are obliged to improve the administration and document of ownership and may coordinate with the Local Governments, National Police. Attorney, and personnel of Indonesia Armed Forces if necessary. Some cases of securing the assets encountered by PTPN XIII include land disputes with the community. fencing, and illegal occupancy of the right of tenure land. The Management has taken actions to deal with the cases and also carried out preventive measures to secure the assets, such as: Disciplining the ownership documents such as Letter of Decree of Right of Tenure (SK HGU) and/or (certificate of Right of Tenure) and other relevant documents. Insurance of the strategic assets considered as important by the Company. Forming the Company Security Head at the Directors’ Office and Unit/Estate Offices, meant to provide maximum protection of the assets and to handle accidents and losses from the aspect of prevention and improvement of sustainable system that give impact on the company performance. Conducting persuasive approach and legal action and making coordination with the Local Government/social figures and local custom leaders to solve the emerging problems. Implementing the Company Social Responsibility at the nearby work areas of the company to increase the community prosperity. Building harmonious relationship with stakeholders.

Work Safety and Health The reasoning on which the Work Safety and Healthy Policy of PTPN XIII base is the Regulations on work safety and healthy of the 1969 Act No 14 concerning the Basic Rules about Manpowership, Company Rules of 2002 dated 30 April 2002, the Agreement of Cooperation between Board of Directors of PTPN XIII (Persero) with the Estate Labor Union at periods of 2008 2010 dated 23 12 2008.


Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Hidup Social and Environmental Responsibility

kebunan (SP-Bun) periode tahun 2008-2010 tanggal 23-12-2008. Perseroan berkomitmen untuk melaksanakan Program Zero Accident, yang sebelumnya diawali dengan kegiatan evaluasi tingkat Kecelakaan Kerja di Kebun/ Unit. Sosialisasi Program Pelaksanaan K3 melalui 4 pendekatan, yaitu Penerapan Berbasis Resiko, Penerapan K3 berbasis regulasi, Pemberdayaan Lembaga K3, Pemberdayaan SDM. Selain itu, Perseroan juga menyediakan Alat Pelindung Diri (APD) dan ramburambu K3 di Bagian/Kebun Unit serta memberdayakan P2K3 diseluruh Kebun/Unit. Sejalan dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Koperasi No. Per/01/Men/1976 Kewajiban Latihan Hiperkes bagi Dokter Perusahaan, Perseroan telah mengadakan pelatihan yang berhubungan dengan K3 bekerja sama dengan instansi terkait.

The Firm is committed to execute Zero Accident Program, and it is initiated by the evaluation of the Work Accident at Estates/Units. Socialization of Work Safety and Healthy Program is done through four approaches, which is Risk based Application, regulation based Work Safety and Healthy, empowerment of Work Safety and Healthy agency, and empowerment of Human Resource. Additionally, the Firm also provides Self Protection Tool and Work Safety and Healthy signs at Unit Sections/Estates and empowerment of P2K3 at all Estates/Units. In line with the Regulation of Minister of Manpower, Transmigration and Cooperative No. Per/01/Men/1976 concerning the obligation of Hiperkes Training for the Company Medician, the Firm has conducted training relating to Work Safety and Healthy in cooperation with the relevant instance.

Sebagai langkah preventif Insiden Kerja dan Kecelakaan Kerja, maka Perseroan melakukan audit faktor-faktor yang berpotensi terhadap terjadinya Kecelakaan Kerja dan Penyakit Akibat Kerja (PAK) di setiap Kebun/Unit instansi terkait. Demikian pula Perseroan juga mengaudit peralatan K3 di setiap Kebun/Unit, menyediakan APD dan Rambu-rambu K3 di setiap Kebun/Unit sesuai ketentuan yang berlaku.

In preventing Work Incident and Work Accident, the Firm has audited the potential factors for the incidence of Work Accident Work Originated at each Estate/Unit of the related instance. Similarly, the Firm also audits Work Safety and Healthy equipment at each Estate/Unit, provide Self Protection Tool and Work Safety and Healthy Signs at each Estate/Unit as required by the persisting rules.

Insiden kerja dan kecelakaan kerja yang terjadi selama tahun 2009 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2008. Pada tahun 2009 kecelakaan kerja yang terjadi berjumlah 19 orang sedangkan tahun 2008 berjumlah 34 orang. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan kerja tersebut, dan selanjutnya sudah diproses dengan PT Jamsostek Cabang Kalimantan Barat. Kecelakaan kerja ini pada umumnya terjadi pada karyawan yang bekerja di pabrik, karyawan yang sedang memanen TBS, anggota tubuh terluka saat menyadap karet terkena pisau sosrok dll.

Work Incident and Work Accident occurred during 2009 decreased compared to those in 2008. In 2009 work accidents involved 19 persons while in 2008 it involved 34 persons. No fatality was found in the accident, and it had been processed by PT Jamsostek of West Kalimantan Chapter. Generally. the Work Accidents happened to the employees who worked at plant, those who was harvesting Fresh Fruit Bunch. or the employees wounded when tapping rubber with knife.

Data insiden kerja dan kecelakaan kerja tahun 2008 dan 2009 Data on Work Incident and Work Accident during 2008 and 2009

Tahun Year

Jumlah Kecelakaan Kerja Total Of Work Accidents

Meninggal Died

Cacat Disabled

Keterangan Remarks

2008 34 0 5

Sudah diproses dengan PT. Jamsostek Cabang Kalimantan Barat Already processed by PT. Jamsostek of West Kalimantan Branch

2009 19 0 3

Sudah diproses dengan PT. Jamsostek Cabang Kalimantan Barat Already processed by PT. Jamsostek of West Kalimantan Branch

Laporan Tahunan 2009 Annual Report

197


Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Hidup Social and Environmental Responsibility

Dalam hal pelayanan kesehatan kerja, sesuai Peraturan Menteri Tenaga kerja dan Transmigrasi No 03/ Men/1982, Perseroan telah menyediakan pelayanan kesehatan di setiap Kebun/Unit. Demikian pula, Perseroan juga telah menyediakan Peralatan Kesehatan Manajemen berupa peralatan medis yang sesuai standar di setiap Kebun/Unit. Sesuai UU No.3 Tahun 1992 tentang Jaminan Perlindungan kepada Pekerja, Perseroan telah mengikutkan semua karyawan yang berusia kurang dari 55 tahun dalam program Jaminan Asuransi Tenaga Kerja, Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) berupa Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua, Jaminan Pelayanan Kesehatan.

Koperasi Karyawan Di setiap unit usahanya, manajemen mendirikan Koperasi Karyawan yang kegiatannya berupa usaha penyewaan kendaraan penumpang, truk angkutan buah, penjualan sembako, simpan pinjam. Sejalan dengan tujuan pendirian koperasi yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan, Koperasi Karyawan Sejahtera juga memberikan beasiswa kepada anak karyawan yang berprestasi dan anak karyawan yang berhasil lolos ke Perguruan Tinggi Negeri. Pada tahun 2009, Koperasi Karyawan Sejahtera telah memberikan bantuan kepada sejumlah 170 orang anak karyawan, dengan nilai bantuan total sebesar Rp 86,9 juta.

Komunitas dan Lingkungan

198

Regarding health care, as stipulated by the Regulation of Minister of Manpower. Transmigration No.03/ Men/1982, the Firm has provided health care service at each Estate/Unit. Also, the Firm has provided Management Health Equipment such as the standard medical equipment at each Estate/Unit. According to the 1992 Act No. 3 about Protection Insurance for Worker, the Firm has included all employees aged below 55 years old in the program of Worker Insurance. Worker Social Insurance (Jamsostek) in the forms of Work Accident Insurance, Death Insurance, Old Age Insurance (benefits), Health Care Insurance.

Employee Cooperative At each unit of business. the management establishes Employee Cooperative Unit where the acitivities include engaging in car/vehicle rent business for passangers. fruit transporting truck. selling nine basic needs of household, and saving and loan services. In accordance with the erection of the cooperative unit. which is to improve the employeesâ&#x20AC;&#x2122; prosperity. Koperasi Karyawan Sejahtera also provides scholarship to the children of top performing employee and those children who were admitted into State University. In 2009. Koperasi Karyawan Sejahtera had given fund assistance to 170 children of the employees in a total of Rp 86.9 million.

The Community and Environment

PTPN XIII ikut aktif secara nyata membangun ekonomi kerakyatan untuk menjaga keseimbangan sosial dan komunitas di sekitar kebun yang tersebar dalam remote area pada 4 (empat) provinsi (Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah). Pola pembangunan ekonomi kerakyatan yang dilakukan PTP