Page 31

Pontianak Post

Rabu 17 April 2013

FOOTBALL LOVERS

PSG Bantah Dekati Rooney

Leonardo

SEBULAN lalu, Sir Alex Ferguson menegaskan bahwa Wayne Rooney masih menjadi bagian Manchester United musim depan. Pelatih United itu pun mengancam bakal mencekal media untuk menghadiri sesi konferensi pers di Carrington (markas latihan United) seandainya nekat memberitakan kepergian Rooney. Kebijakan Fergie - sapaan akrab Ferguson - ternyata tak mempan. Berbagai media kembali mengembuskan kepergian Rooney sepanjang hari kemarin. Striker 27 tahun itu dikaitkan dengan klub kaya raya Paris SaintGermain (PSG). Michel Moulin, mantan penasehat PSG pada 2008, bahkan mengklaim kesepakatan Rooney telah terjadi. Tapi, Fergie tak perlu repotrepot merespons rumor Rooney lagi. Itu karena bantahan telah disampaikan PSG via direktur olahraga Leonardo tadi malam. Leonardo sekaligus menyangkal

keinginan PSG mendatangkan eks bintang United yang kini menjadi ikon Real Madrid, Cristiano Ronaldo. “Untuk Ronaldo, tak pernah ada penawaran. Saya juga tidak pernah mendengar Rooney atau (Edinson) Cavani). Kami bukannya tidak tertarik merekrut bintang, tapi itu baru terjadi seandainya memang memungkinkan,” kata Leonardo seperti dilansir La Gazzetta dello Sport.. Leonardo menambahkan, untuk rekrutan ke depannya, PSG memiliki kebijakan tersendiri. “Ide kami adalah melihat lebih banyak pemain Prancis di skuad kami. Saya sedang tidak membicarakan (Karim) Benzema, tapi mungkin untuk (Samir) Nasri atau (Yohan) Cabaye,” terang mantan pelatih AC Milan dan Inter Milan tersebut. Pelatih PSG Carlo Ancelotti seia sekata dengan Leonardo. “Saya pikir mustahil bagi kami membeli Rooney. Dia idol Manchester United,” tutur mantan pelatih Chelsea itu kepada L”Equipe. Terlepas muncul bantahan dari PSG, rumor kepergian Rooney sepertinya masih belum akan berakhir. Itu mengacu pengalaman tiga tahun lalu kala Rooney juga gencar diberitakan hengkang. Rumor baru berakhir setelah Wazza meneken kontrak baru (hingga 2015). (dns)

LAZIO

0 2

31 JUVENTUS

Scudetto Semakin Dekat

ROMA- Kegagalan Juventus di Eropa tinggal cerita lama. Kini, mereka telah terfokus pada Serie A Liga Italia. Scudetto ke-29 makin dekat seiring dengan keberhasilan memperlebar jarak angka dari pesaing utamanya Napoli dan AC Milan. Berkat kemenangan atas Lazio 2-0 (2-0) pada giornata ke-32 di Olimpico, Roma, kemarin dini hari WIB, Juve mengoleksi 74 poin. Klub berjuluk Nyonya Tua itu unggul 11 angka atas Napoli yang berada di posisi kedua dan 15 angka dari Milan. Dengan sisa enam pertandingan, secara matematis, Juve hanya butuh tujuh angka lagi untuk mengunci gelar ke-29. Peluang merebut tujuh angka dalam tiga laga ke depan cukup terbuka, mereka melawan Milan (21/4), Torino (28/4), dan Palermo (5/5). Bila berhasil meraih tujuh angka, maka seusai melawan Palermo di Juventus Stadium, Gianluigi Buffon dkk bisa berpesta. Memang, total poin menjadi 81, akan sama banyak dengan Napoli bila terus menang, namun Juve tetap unggul head to head. “Ini langkah besar buat kami di Serie A. Memang kami belum berbicara soal pesta scudetto. Sudah dekat, kami masih butuh tujuh poin

C

M

AFP PHOTO / ALBERTO PIZZOLI

PENALTI: Pemain Juventus Arturo Vidal melakukan eksekusi penalti ke gawang Lazio pada pertandingan Serie A Italia di Stadion Olympic, Roma (16/5).Juventus menang 2-0.

lagi. Semua dalam tim ingin segera memastikannya,” jelas Arturo Vidal, gelandang Juve, seperti dikutip Football Italia.

Y

K

Beberapa media di Italia, terutama yang berbasis di Turin, seperti Tuttosport, bahkan menulis Juve di ambang scudetto yang ke-31. Bila

dua scudetto mereka tidak dicabut karena skandal calciopoli pada 2006, itulah jumlah scudetto Juve. Melawan Lazio, Juve lebih dulu mengambil inisiatif. Apalagi Lazio kehilangan banyak pemain bertahan mereka karena skors dan cedera. Terpaksa Lorik Cana yang biasa bermain sebagai gelandang bertahan pun ditarik ke belakang. Ternyata, keputusan itu menjadi awal kegagalan Lazio. Pelanggaran Cana atas Mirko Vucinic di area terlarang berbuah penalti. Vidal yang ditunjuk sebagai eksekutor mampu membawa Juve unggul pada menit kedelapan. Vidal kembali menggandakan skor di menit ke-28. Kemenangan itu kian meneguhkan dominasi Juve atas Lazio. Sejak Desember 2003, mereka tidak pernah kalah dari Juve di Serie A. Juve merebut 12 kemenangan dan lima kali imbang. “Segalanya lebih sulit setelah kami terkena penalti,” keluh Vladimir Petkovic, pelatih Lazio. Namun, dia mengakui Juve bermain lebih baik setelah unggul. “Mereka pantas mendapatkan kemenangan itu. Para pemain kami terlihat lelah. Wajar, itu setelah kami bermain lima laga dalam waktu yang pendek,” kata Petkovic. (ham)

Pontianak Post  

17 April 2013

Pontianak Post  

17 April 2013

Advertisement