Page 23

Pontianak Post‡Rabu 17 April 2013

SINTANG

Pimpinan SKPD Diminta Kreatif

IMI Siap Fasilitasi Balapan

+

SINTANG—Ketua Koordinator Wilayah Ikatan Motor Indonesia Sintang Syamsul Hadi mengatakan cukup prihatin dengan maraknya aksi balap liar yang kerap dilakukan generasi muda. Pasalnya berisiko tinggi terhadap keselamatan pribadi maupun pengguna jalan. Karena itu lebih baik disalurkan melalui jalur balap resmi. “Kita Korwil IMI siap menampung. Jangan balap liar. Semua ada wadahnya. Sintang banyak klub yang bisa mewadahi pebalap. Bergabung ke klub lebih baik ketimbang balap liar di jalan,” kata Syamsul, kemarin. Menurut Syamsul, setiap SabtuMinggu latihan rutin senantiasa digelar di sirkuit Sintang. Para pebalap berbagai klub motor selalu menjajal kemampuan disana. Latihan tersebut merupakan bentuk penyaluran kemampuan bagi pebalap Sintang, sehingga ketika

kejuaraan dilangsungkan, semua siap mengikuti. Syamsul menambahkan, Korwil IMI Sintang juga cukup tegas dalam mengawasi para pebalap. Yakni untuk pebalap yang mengantongi Kartu Ijin Start (KIS), jika ketahuan terlibat aksi balap liar, maka suratnya tersebut bakal langsung dicabut. “Displin pasti kita jalankan. Ini juga menjadi upaya untuk mencegah aksi balap liar,” kata dia. Ia pun meminta kepada para pebalap serta pengurus klub motor memperhatikan kaidah keselamatan saat latihan setiap pekan. Kelengkapan pebalap, seperti pakaian harus standar. Pasalnya sangat berkaitan dengan keselamatan sewaktu latihan. Keselamatan itu juga dinilai dengan disiplin, dan bentuknya yakni harus menggunakan seragam standar.Sementara untuk prestasi yang sudah diukir pebalap Sintang, menurut Syamsul,

23

SINTANG-- Keterbatasan dana menjadi alasan Bupati Sintang Milton Crosby belum bisa mengakomodir keinginan Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan (Distan) Sintang untuk membangun kantor lebih resentatif. Pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tersebut disarankan lebih proaktif melakukan lobi-lobi ke pemerintah pusat, siapa tahu bisa dialokasikan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). “Karena kalau mengharapkan APBD kita, sangat terbatas. Banyak prioritas lain yang mesti dikerjakan seperti jalan,” kata Milton, kemarin. Menurut Milton bukan hanya Dinas Pertanian Peternakan dan

Syamsul Hadi

cukup membanggakan. Banyak torehan juara berhasil dicatatkan. Raihan tersebut tentunya sangat positif serta perlu dipertahankan. Maka, lanjutnya, sangat disayangkan jika bakat para generasi muda tidak disalurkan secara positif. Justru sebaliknya terlibat aksi balap liar dijalanan. (stm)

+

Perikanan yang mendesak dilakukan rehab, beberapa SKPD lain menghadapi persoalan serupa. Milton menyebutkan seperti Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian, Perikanan, Kehutanan dan Ketahanan Pangan (BP4KP), Badan Kepegawaian Daerah (BKD) maupun Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil). “Semua ini mendesak. Tidak ada istilah mana yang prioritas, karena memang prioritas kita lebih kepada infrastruktursepertijalan,”tegasMilton. Bila pembangunan kantor, lanjut Milton, diprioritaskan, pastinya rakyat akan menjerit. “Dengan memprioritaskan pembangunan kantor,

otomatis dana untuk pembangunan bidang lainnya terganggu. Kita tidak ingin hal-hal yang benar-benar prioritas seperti jalan terganggu. Sekarang saja dengan dana yang ada kita masih kesulitan untuk membuat jalan lebih baik, macam mana lagi kalau dana untuk itu harus dikurangi. Saya yakin sana sini masyarakat teriak karena jalan rusak,” beber Milton. Diakui Milton, kondisi bangunan Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan Sintang memang cukup memprihatinkan. Bagaimana tidak, sejak dibangun tahun 1975 silam, tidak pernah mendapatkan rehab. (stm)

+

+

C cmyk

M

Y

K

Pontianak Post  

17 April 2013

Pontianak Post  

17 April 2013

Advertisement