Page 21

Pontianak Post

sambas

Rabu 17 April 2013

terigas

Sita Kayu dari Selakau BANYAKNYA kasus ilegal loging yang ditangkap dan diproses hingga dimejahijaukan, ternyata tak memberikan efek jera terhadap para pelakunya dan masyarakat. Terbukti, masih ditemukannya warga yang dengan sengaja melanggar aturan perkayuan, seperti HR dan HK, yang tertangkap pada Jumat (12/4) lalu, di Dusun Pangkalan Bamban, Selakau, karena menjalankan bisnis kayu ilegal. Pihak kepolisian menemukan dua sawmil yang melakukan aktivitas mengolah kayu, dengan beragam ukuran dan jenisnya, di mana  kayu-kayu tersebut berasal dari  lahan hutan dan perkebunan kelapa sawit di Selakau. Setelah hasil-hasil hutan tersebut diolah, para pelaku kemudian menjualnya kepada masyarakat. Kapolres Sambas, AKBP Pahala HM Panjaitan, melalui Kasat Reskrim AKP Dudung Setiawan, mengungkapkan, saat dilakukan pemeriksaan terhadap HR dan HK, keduanya tidak dapat memperlihatkan dokumen-dokumen yang diperlukan kepada petugas. Ketika itu, para petugas kepolisian meminta dokumen-dokumen, terkait bisnis yang dijalankan mereka. Akibatnya, kayu-kayu beserta mesin pembelah, terpaksa disita,  sedangkan tersangka HR dan HK tidak ditahan karena usia yang sudah lanjut. “Sementara kita amankan barang bukti kayu, karena pelaku tidak bisa menunjukkan dokumen resmi terhadap beragam kayu olahan tersebut,” katanya. Akibat perbuatan keduanya, HR dan HK, mereka dikenakan pasal 50 ayat 3 hurub f, h, Jo 78 ayat 5, 7 UndangUndang (UU) Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dengan ancaman 10 tahun kurungan. (Har)

21

Legislatif Minta Segera Pelebaran Jalan SAMBAS – Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Sambas, Erwin Saputra, meminta agar Pemkab Sambas secepatnya mendesak Pemerintah Provinsi Kalbar dan Pemerintah Pusat, agar merealisasikan pelebaran jalan poros Pemangkat – Tebas. Ini mengingat kelayakan jalan yang kurang maksimal, seiring bertambahnya volume kendaraan. “Lihat saja dengan mata kepala, jalan poros Tebas – Pemangkat sempit. Tak heran, banyak kendaraan tabrakan, bahkan tercebur ke parit,” ungkap Legislator PDI Perjuangan ini. Menurut dia, jika dibandingkan dengan ruas jalan menuju Kota Singkawang atau Sambas, ruas-ruas jalan di sepanjang itu sudah dilebarkan. Seharusnya, menurut dia, keberadaan jalan negera seperti ini, membuat akses warga menjadi mudah, bukan sulit seperti ini. “Selain sempit, jalan poros Pemangkat – Tebas ini banyak berlubang dan bergelombang,” jelas warga Pemangkat tersebut. Oleh sebab itu, ia mendesak agar Pemkab melalui instansi teknis, dapat segera melakukan upaya, agar segera merealisasikan pelebaran dan peningkatan ruas jalan poros

Pemangkat – Tebas. Sementara itu, anggota DPRD Provinsi Kalbar Dapil Kabupaten Sambas, Tony Kurniadi, meminta agar Pemerintah Provinsi mendesak segera direalisasikannya pembangunan peningkatan jalan poros Pemangkat – Tebas. Legislator Partai Amanat Nasional tersebut menilai, kondisi seperti ini sudah terlalu lama terbiarkan, tanpa memiliki kejelasan, sehingga masyarakat dibuat menunggu. “Banyak laporan ke saya dan bertanya, kapan jalan dibangun, karena sudah hampir dua tahun sudah dilakukan sosialisasi tapi belum ada realisasi,” ungkap sosok murah senyum ini kepada koran ini, kemarin. Tony menilai pertanyaanpertanyaan seperti ini merupakan sesuatu yang wajar. Pasalnya, dia menambahkan, antara poros Singkawang dan Tebas menuju Kota Sambas, saat ini sudah berbenah alias mulus. Sementara, dia menyayangkan, kondisi jalan poros Pemangkat – Tebas, kondisinya malah memrihatinkan. “Sempit, bergelombang, dan berlubang, begitulah kondisinya, sementara laju volume kendaraan terus

HARI KURNIATHAMA/PONTIANAK POST

TRUK TERCEBUR: Salah satu truk tercebur ke parit, kemarin (16/4) pagi, persis di tepian Jalan Semparuk. Selain karena human error, sempitnya ruas jalan menjadi salah satu penyebab seringnya kejadian seperti ini berlaku.

bertambah,” ujarnya. Tony meminta agar keterlambatan pembangunan ruas jalan poros Pemangkat – Tebas ini, jangan menjadi preseden

buruk bagi keinginan pemerintah, yang terus mengampanyekan pembenahan dan perbaikan infrastuktur. “Saya akan melakukan koordinasi

dengan instansi terkait, mengenai perkembangan kondisi pembangunan jalan poros Pemangkat – Tebas ini,” jelasnya. (Har)

Distanak Agendakan Sosialisasi SL-PTT Upayakan Peningkatan Produksi Beras Nasional

HARI KURNIATHAMA/PONTIANAK POST

DISITA: Kepolisian berhasil menyita kayu-kayu dari dua sawmill di Dusun Pangkalan Bamban, Selakau, Jumat (12/4) lalu, lantaran tidak disertai dokumen pendukung.

SAMBAS – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Sambas berencana melaksanakan Sosialisasi Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) Tahun 2013 di Kabupaten Sambas. Kegiatan yang akan dilaksanakan akhir April hingga awal

Mei ini, dimaksudkan untuk menyukseskan program pemerintah pusat dalam upaya Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) di Kabupaten Sambas. “Sosialisasi dilaksanakan dalam rangka mendukung program peningkatan P2BN di Kabupaten Sambas. Agenda dilaksanakan di setiap kecamatan, dengan melibatkan tim P2BN. U n t u k kecamatan penanggungjawabnya adalah camat. Ini sesuai SK Bupati Nomor 33 A Tahun 2012 tentang Pembentukan Tim P2BN Tahun

C

m

y

k

2012,” ungkap kepala Distanak Kabupaten Sambas, Daryanto, Selasa (16/4) di Sambas. Hal ini, dikatakan dia, sebagai wujud dan tindak lanjut

Daryanto

dari Surat Keputusan Bupati, yang mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 45/ Pementan/0T.140/8/2011 tentang Tata Hubungan Kerja antar Kelembagaan Teknis, Penelitian dan Pengemban-

gan, dan Penyuluhan Pertanian dalam Mendukung P2BN. “Dalam program ini, jelasnya ada dilakukan MoU bersama TNI, seperti MoU yang dilaksanakan Kementerian Pertanian dan TNI,” ungkapnya. Hal senada juga diungkapkan kepala Seksi (Kasi) Perbenihan Tanaman Pangan Distanak Kabupaten Sambas, Uray Joni Sirais. Dia mengungkapkan bahwa sosialisasi SL-PTT tersebut bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) petani. “Rencana akhir April hingga awal Mei, kegiatan SL-PPT akan dilaksanakan dengan melibatkan penyuluh lapangan, terutama dalam memberikan pembinaan kepada petani tentang teknik budidaya,” ujarnya. Dalam program SL-PTT tersebut, dijelaskan dia, bahwa mereka juga memiliki MoU bersama TNI, yang tujuannya untuk pengawalan dan pendampingan, dalam rangka

mendukung ketahanan pangan nasional. Di antaranya, disebutkan dia, mengenai program peningkatan P2BN menuju surplus beras 10 juta ton tahun 2014. “Program ini terus dilaksanakan dan berkelanjutan pada swasembada jagung dan pencapaian swasembada kedelai tahun 2014,” jelasnya. Menurutnya, dalam sosialisasi LS-PTT tersebut, Distanak melibatkan seluruh elemen kecamatan dan desa. Makanya, dia menambahkan, dalam struktur tim tersebut, jabatan kepala desa masuk sebagai anggota program P2BN untuk tingkat kecamatan. “Melalui SL-PTT ini, harapan kita dapat meningkatkan SDM petani yang disesuaikan dengan spesifik lokasi, kedua, meningkatkan produksi tanaman padi melalui teknologi baru, serta pemanfaatan prasarana dan sarana yang ada secara efektif dan efesien ditingkat kecamatan,” terangnya. (Har)

Pontianak Post  

17 April 2013

Pontianak Post  

17 April 2013

Advertisement