Page 17

3

PRO-KALBAR Pontianak Post

Rabu 17 April 2013

PILKADA

Doakan Bandar WALIKOTA Singkawang, Awang Ishak mengaku mendoakan kepada pejabat di jajarannya yang akan maju dalam Pemilihan Kepala daerah di luar kota ini. “ Bu k a n ha n ya izin, saya akan doakan kalau ada anak buah saya yang akan maju di pilkada,” kata Awang Ishak, Selasa (16/4). Hal tersebut dikatakan Awang Ishak ketika ditanya beberapa wartawan mengenai adanya Awang Ishack informasi yang menyebutkan Sekda Kota Singkawang, Syech Bandar akan mengikuti pesta pemilihan kepala daerah di Kabupaten Pontianak. “Kalau memang Pak Bandar maju dan kita doakan berhasil, itu adalah keberhasilan bersama, dan di kota ini sudah banyak buktinya, dan apa yang pernah dilakukan di Singkawang, tentunya akan bisa diterapkan di wilayah kerja barunya nanti,” kata Awang. Ke Halaman 27 kolom 5

MIRAS

17

Jangan Percaya Kunci Jawaban SINGKAWANG-Dewan Pendidikan Kota Singkawang minta kepada siswa termasuk orang tua untuk tidak percaya ada yang “menjual” kunci jawaban pada ujian nasional tahun ini. Apalagi, tahun ini pelaksanaannya jauh berbeda. Aparat keamanan hendaknya tetap mewaspadai bila ada oknumoknum yang menebar kepada siswa bahwa mereka memiliki

kunci jawaban dan menjualnya seharga ratusan ribu. “Sampai saat ini tidak ada yang namanya kunci jawaban. Itu bohong semua. Apalagi, sistem ujian nasional kali ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Karena menggunakan sistem paket. Apakah siswa itu akan memKe Halaman 27 kolom 1

SHANDO SAFELA/PONTIANAKPOST

BERBUKIT: Jalan Raya Tayan yang berbukit-bukit membuat pengendara harus ekstra hati-hati. Terlebih saat jalan malam hari. Disamping itu, tidak semua jalan mulus. Ada beberapa yang masih rusak.

ISTIMEWA

PERDA: Pekerja saat menyuling arak. Perlu perda miras.

Segera Buat Perda PEMKAB Sintang diharapkan dapat segera membuat aturan tentang pelarangan pembuatan dan peredaran minuman keras (Miras) jenis arak. “Saya meliahat home industri miras sudah mulai menjamur. Kalau tidak ada aturan yang jelas saya khawatir peredaran miras akan semakin tidak terbendung,”ujar Supriyadi sekretaris KNPI Sintang Selama ini, lanjut Supri, masyarakat yang ketangkap membuat dan menjual minuman keras jenis arak tidak mendapatkan hukuman yang berat. Kepolisian sendiri hanya memberikan hukuman dengan Tindak pidana ringan (tipiring).” Kalau hanya Tipiring saya melihat pelaku home industri Miras tidak akan jera. Ke Halaman 27 kolom 5

DESA MODEL

Selama 2 Tahun KETUA Tim Penggerak PKK Kota Singkawang, Ny Hj Agustina Abdul Muthalib, menyampaikan bahwa Kota Singkawang ditunjuk PKK Provinsi sebagai salah satu desa model untuk tahun 2013 - 2015, Selasa (16/4). Agustina menjelaskan, kepercayaan Singkawang ditetapkan sebagai desa model disampaikanlangsungoleh Ketua Tim PengHj Agustina AM gerak PKK Provinsi Kalimantan Barat, Ny Frederika Cornelis pada Rakon Tim Penggerak PKK Provinsi dengan TP PKK Kabupaten/Kota di Hotel Santika, Selasa (16/4). “Selain Kota Singkawang ada dua kabupaten lainnya yaitu Kubu Raya dan Sambas. Sebagai tindak lanjut secepatnya kita akan menetapkan kecamatan mana yang akan ditunjuk. Dalam menentukan locusnya akan diseKe Halaman 27 kolom 1

HARI KEDUA: Siswa-siswi SLTA Unas di hari kedua.

5 Investor Siap Benamkan Modal Bangun PDAM SINGKAWANG-Untuk menyelesaikan masalah air bersih, kurang lebih lima investor sudah mengajukan kesiapannya menanamkan modal ke PDAM Gunung Poteng Singkawang. Namun Pemerintah Kota akan melaksanakan kontes terlebih dahulu mengenai apa yang akan dikerjakan nantinya. Walikota Singkawang, Awang

Ishak mengatakan dalam rangka pemenuhan air bersih di kota ini, memerlukan anggaran yang tidak sedikit. Peran investor dengan tanpa menyalahi aturan bisa menjadi salah satu solusi yang akan dilakukan. “Agar tahu bagaimana pelaksanaan pekerjaan untuk menyelesaikan masalah air bersih, Pemkot akan melakukan kontes terlebih dahulu kepada para investor,” kata Awang Ishak,

Ke Halaman 27 kolom 1

OZY/PONTIANAKPOST:

SINGKAWANG- Lauk ikan goreng berulat ditemukan warga Kota Singkawang ketika membeli nasi bungkus di salah satu warung makan yang tidak jauh dari rumahnya. Warga yang tinggal di Jalan Alianyang itupun merasa kecewa dengan ulah pedagang yang maunya mengambil untung besar tapi tidak mempedulikan higienitas makanan. Seorang ibu, sebut saja, Sarmila (bukan nama sebenarnya), dirinya pada Selasa (16/4), sekitar pukul 15.00 Wib habis pulang dari tempat kerjanya, membeli makan di warung makan yang memang tidak jauh dari tempat tinggalnya.

BERULAT: Ikan tenggiri yang sudah dipenuhi ulat, namun masih dijual di warung makan.

Ayah dan Anak Digulung Ombak JUNGKAT-Dua nelayan yang terdiri atas orang tua dan anak, nelayan Desa Sungai Nipah Kecamatan Jungkat tenggelam saat melaut. Saini, 40 tahun dan anaknya Mayazi (16 tahun) yang pergi melaut Minggu, 14 April pukul 12.00 siang. Saat berada di tengah laut, keduanya sudah sempat membuang pukat. Mengetahui kondisi alam yang tidak bersahabat, keduanya memustukan untuk segera pulang. Naas bagi keduanya yang hanya menggunakan sampan ukuran sedang itu, ketika pada posisi menyeberang menuju pulang kemuara, sampan mereka dihantam gelombang laut yang diikuti dengan tiupan angin kencang membuat sampan yang mereka tump-

angi terbalik. Saini (orangtuared) terlempar dan digulung gelombang. Sementara Mayazi, malah lebih mengenaskan kondisinya. Dia tergulung oleh pukat yang digunakan untuk menjaring ikan. Dia tidak bisa bergerak, malah dalam posisi tersebutlah Mayazi ditemukan warga. Korban tersangkut disampan yang terbalik pada posisi yang sudah tak bernyawa. Sore kemarin, jenazah Mayazi sudah dimakamkan dipemakamam umum setempat. Sementara Saini masih dalam pencaharian. Kabar duka itu disampaikan Razali Kepala Desa Sui Nipah via seluler Koran ini. Ke Halaman 27 kolom 5

SHANDO SAFELA/PONTIANAKPOST

Ke Halaman 27 kolom 1

TINGGI: Ombak masih tinggi, hati-hati saat melaut.

SETELAH JALAN DI DAERAH MELIAU SEMAKIN HANCUR

Kaum Wanita dan Anak-anak Ikut Perbaiki Jalan

IBRAHIM BAYEM Meliau

SHANDO SAFELA/PONTIANAKPOST

Selasa (16/4). Awang mengaku memang sekitar lima investor sudah menemui dirinya. Seperti pada hari ini, Investor dari Kota Pontianak juga telah menawarkan diri untuk menanamkan investasi ke PDAM Gunung Poteng. “Hari ini, ada satu investor datang, kalau tidak salah dari Pontianak,” kata Awang.

Ikan Tenggiri Goreng Berulat

Jalan rusak membuat warga terpaksa turun tangan sendiri. Sebelumnya, protes sudah diluncurkan. Namun tak ditanggapi oleh pemda. Akibatnya, warga pun menggelar gotongroyong. Meski, perbaikan itu hanya alakadarnya.

TAHU: Tahu Singkawang tetap menjadi primadona kuliner saat berkunjung ke kota amoy. Produksi tinggi jika harga kedelai turun.

HAMDAN/PONTIANAKPOST

TAK tanggung-tanggung, kegiatan memperbaiki jalan pun melibatkan kaum wanita dan juga anak-anak. Yang pasti, ini sebagai wujud keperihatinan atas kerusakan jalan di dalam Kota Meliau Kecamatan Meliau. “Saya siap ambil bagian dalam kegiatan gotong royong ini,” ujar Mak Ngah, seorang penjual kopi di pinggiran Jalan Joko Sudarmo kepada war-

tawan. Dia bersama dengan warga lain berbaur ikut di dalam kegiatan gotong royong memperbaiki jalan yang rusak parah, dengan meratakan tumpukan tanah yang ditimbun di beberapa titik lokasi kerusakan. Dia bersama dengan warga lain, juga berharap agar segera lakukan perbaikan jalan oleh instansi terkait. Jangan sampai berlarut-larut dibiarkan sehingga kerusakannya semakin parah. “Diharapkan kepada Pemkab Sanggau melalui instansi terkait agar segera melakukan perbaikan jalan kami, supaya kerusakannya tidak semakin parah,” harap mereka. Sementara itu, Camat Meliau, Wayah Untung mengatakan, bahwa salah satu faktor

C

M

Y

K

IBRAHIM

RUSAK BERAT: Jalan-jalan di kota Meliau yang mengalami rusak berat. Pemkab tak mau turun tangan. Terpaksa masyarakat swadaya memperbaikinya.

penyebab kerusakan jalan adalah angkutan tandan buah

sawit (TBS) yang juga menggunakan jalan tersebut.

Ke Halaman 27 kolom 5

Pontianak Post  

17 April 2013

Pontianak Post  

17 April 2013

Advertisement