Page 6

6 *Dipicu Latihan Korsel dan Terowongan Korut SEOUL – Semenanjung Korea masih tegang. Kemarin (15/12), Korea Selatan (Korsel) kembali memanaskan perbatasan lewat serangkaian latihan militer. Simulasi pertahanan yang diklaim terbesar kali ini juga mencakup latihan evakuasi. Sementara itu, Korea Utara (Korut) mulai menggali terowongan untuk uji coba nuklir pada Maret nanti. Perdana Menteri (PM) Korsel Kim Hwang-shik menegaskan, latihan militer di perbatasan itu bertujuan menangkal serangan udara Korut. Selain itu, meningkatkan kesiapan para serdadu Korsel, jika sewaktu-waktu pemerintah menginstruksikan serangan balasan ke Korut. “Pemerintah menunjukkan kesiapan untuk membalas segala bentuk pro-

internasional

Pontianak Post Kamis 16 Desember 2010

Korea Kembali Tegang vokasi,” tegasnya. Militer Korsel menyatakan bahwa latihan di Laut Kuning tersebut penting dilakukan, untuk menghadapi ancaman Korut. Dengan gencar melakukan simulasi di perbatasan, aksi provokatif Pyongyang akan berkurang. “Kekhawatiran publik terhadap provokasi Korut semakin meningkat,” terang National Emergency Management Agency dalam pernyataan tertulis seperti dikutip Agence France-Presse. Apalagi, lanjut lembaga pemerintah itu, aktivitas nuklir Korut semakin meningkat. Setelah menegaskan bahwa pemerintahannya tidak pernah berhenti melakukan aktivitas nuklir di reaktor yang ada, Pyongyang menyatakan niat untuk melakukan uji coba ketiga. Konon, uji coba nuklir tersebut dilaksanakan awal Maret mendatang. Kemarin, Pyongyang di-

laporkan mulai membuat terowongan sebagai persiapan uji coba tersebut. Mengutip pejabat intelijen Korsel, harian Chosun Ilbo menyatakan bahwa Korut sudah menggali tanah di sekitar fasilitas nuklir mereka. “Terowongan itu akan selesai dikerjakan pada Maret mendatang. Bertepatan dengan jadwal uji coba nuklir berikutnya,” kata pejabat yang tidak disebutkan namanya itu. Menurut sang pejabat anonim tersebut, gundukan tanah yang cukup tinggi bisa dilihat di Kota Punggye, kawasan timur laut Korut. Di kota itulah Korut melakukan uji coba nuklir pada 2006 dan 2009. Dilihat dari tingginya timbunan, dia memprediksi kedalaman terowongan sudah mencapai 500 meter. Konon, kedalaman ideal terowongan yang layak digunakan menguji coba nuklir adalah 1 kilometer. “Aktivitas menggali itu

tidak hanya dilakukan pada satu reaktor saja, tetapi dua,” ungkap pejabat tersebut sebagaimana dilansir Reuters. Selain di Punggye, peningkatan aktivitas nuklir Korut tampak di kompleks utama Reaktor Yongbyon. Di reaktor yang berfungsi sebagai fasilitas pengayaan uranium tersebut, Pyongyang sedang membangun sebuah bangunan baru. Saat ini, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Korsel tengah intensif mengawasi aktivitas nuklir di reaktor Korut. Tapi, berbeda dari laporan pejabat intelijen tersebut, Kemenlu menyatakan bahwa aktivitas nuklir Korut normal. Bahkan, cenderung tidak ada peningkatan aktivitas secara signifikan. Kemenlu juga mengaku kesulitan mendapatkan bukti konkret soal penggalian terowongan tersebut. Sementara itu, latihan

evakuasi yang dilancarkan di Kota Seoul ditanggapi dingin oleh warga. Penduduk ibu kota yakin Korut tidak akan melancarkan serangan di wilayah mereka. “Kami tidak peduli dengan latihan itu. Korut tidak akan mungkin menyerang Seoul,” ujar pebisnis Korsel, Choi Duk-Soo, kepada Associated Press. Dia mengimbau pemerintah mengadakan latihan militer yang lebih realistis. Dalam latihan 15 menit tersebut, militer Korsel melibatkan 12 jet tempur. Salah satu di antaranya bermanuver rendah di langit Seoul, menyimulasikan serangan udara Korut. Seluruh jalanan di kota berpenduduk 10 juta jiwa itu dikosongkan. Warga pun terpaksa menghentikan semua aktivitas, termasuk belajarmengajar dan transaksi bisnis, selama seperempat jam. (hep/ dos)

AFP PHOTO / MUSTAFA TAUSEEF

BERSITEGANG: Beberapa personil kepolisian India terus menghalau para demonstran Muslim Syiah asal Kashmir dengan barikade kawat berduri, ketika mereka mencoba untuk menentang pemberlakuan jam malam untuk prosesi Muharram di Srinagar, kemarin (15/12). Pihak berwenang pada tanggal 15 Desember memberlakukan jam malam di beberapa bagian Srinagar, ibukota Kashmir, untuk menggagalkan rencana prosesi Muharram.

Pontianak Post  

16 Desember 2010

Pontianak Post  

16 Desember 2010

Advertisement