Page 5

Pontianak Post

Kamis 16 Desember 2010

Halo Publik

5

Keluhan SMS 3935

Jalan Gajah Mada Semrawut

Terima kasih kepada redaksi Pontianak Post yang telah menerbitkan surat pembaca ini. Hanya sekedar informasi kepada Pembaca dan juga pelanggan Telkomsel, beberapa hari ini atau bahkan beberapa minggu ini Telkomsel melalui nomor 3935 cukup gesit dan rajin mengirimkan sms tentang iklan-iklan, misalnya ada sms yang isinya “ Plgn Yth, Dapatkan Hp Ti-Phone T56 Paket Adem Ayem Kartu As Telkomsel (fitur: dual sim, tipis/Ramping, bluetooth, Java, Radio, HP Music, kamera digital, MP3/MP4, dll) dengan bonus GRATIS BICARA selama 3 bulan tanpa perlu isi ulang pulsa,� dan masih banyak lagi promo lainnya. Sebagai pelanggan Telkomsel, saya secara pribadi merasa terganggu dengan sms tersebut karena dalam sehari bisa masuk berka-

Kesemrawutan jalan tidak hanya terjadi di kota-kota besar Jakarta saja, tetapi ini juga menimpa pada kota Pontianak sendiri. Saya sebagai pengguna jalan tidak merasa nyaman dalam mengendarai kendaraan jika melewati jalan ini. Jalan ini adalah jalan Gajah Mada yang merupakan salah satu jalan penghubung bagi ekonomi yang ada di Pontianak ini. Jalan ini penuh sesak, bau dan tidak indah dipandang mata. Hal ini dipicu karena adanya parkir sembarangan yang dilakukan oleh pemilik kendaraan roda empat dan roda dua ketika berada di pasar Flamboyan untuk berbelanja. Belum lagi orang-orang yang berbelanja di pasar melewati jalan ini semaunya, kemudian ditambah lagi para penjual koran yang kesana kemari menawarkan korannya yang cukup membahayakan keselamatan dirinya. Kemudian keadaan pasar yang tidak indah dilihat mata, sudahlah baunya menyebar dan kebersihan

li-kali. Mohon kepada pihak Telkomsel jangan seenaknya untuk men-Spam SMS iklan tersebut karena sangat mengganggu. Mohon penjelasan dari Telkomsel. Zauzi di Pontianak Catatan redaksi : Selain surat pembaca ini, masih ada beberapa lagi SP dan sms yang masuk ke Redaksi mengeluhkan terganggunya mereka akan kiriman SMS 3935 ini. Dari semua keluhan itulah, maka hari ini juga pihak Telkomsel langsung memberikan tanggapan mengenai surat pembaca tersebut dan lain-lainnya. Berharap dengan adanya penjelasan ini, pembaca bisa mengetahui duduk persoalan sebenarnya. (lihat bagian lain dari halaman ini, Red).

Telkomsel tentang SMS 3935 Menanggapi Surat Pembaca di Harian Pontianak Post dan sejumlah SMS yang masuk ke Redaksi ini mengenai SMS 3935, sebelumnya Kami haturkan terima kasih kepada Bapak / Ibu atas kepercayaan yang diberikan karena telah menggunakan produk Telkomsel kartuHALO, simPATI dan Kartu AS sebagai sarana berkomunikasi. Serta ucapan terima kasih atas segala perhatian dan himbauan yang menjadi masukan sangat berharga bagi Kami dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para pelanggan dan masyarakat. Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesarbesarnya pada Bapak / Ibu yang merasa terganggu dengan SMS dari 3935 yang kami kirimkan, yang berisi tentang berbagai produk Telkomsel, informasi event Telkomsel serta informasi program loyalty yang sedang berlangsung. SMS tersebut kami sampaikan, agar para pelanggan Telkomsel mendapatkan informasi secara akurat dan cepat tentang berbagai promo Telkomsel yang sedang berjalan. Sehingga pelanggan bisa me-

nikmati berbagai program-program yang Telkomsel tawarkan yang memberikan banyak keuntungan bagi para pelanggan. Kami sangat memahami dengan berbagai aktivitas para pelanggan yang sangat mobile, SMS ini adalah salah satu upaya kami selain lewat brosur, spanduk, iklan media agar pelanggan dapat mengetahui berbagai program/event Telkomsel yang sedang berlangsung dan dapat menikmatinya. Sebagai operator yang berkomitmen untuk selalu memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggannya, Telkomsel juga memperhatikan keinginan pelanggan yang melaporkan tidak bersedia menerima SMS dari 3935, maka nomor pelanggan tersebut akan dimasukkan dalam daftar pelanggan yang tidak bersedia menerima SMS, untuk selanjutnya pelanggan yang bersangkutan tidak akan dikirimi sms promo lagi. Rina Dwi Noviani Corporate Communication Telkomsel Regional Kalimantan

Pasar Pemangkat Tarif Parkir Tolong pemkot, banyak parkiran yang memungut biaya parkir motor 1000. Kalau dikasi Rp500, mereka tidak mau terima. Mau tidak mau diberi, karena takut. Kalau sehari 5 kali parkir, sebulan bisa 150.000. (081567652403) Tolong Pak Camat, kapan akan menertibkan PKL di Pasar Pemangkat, sebab pasar makin kumuh saja. (081256332422)

Melawan HIV/AIDS

Proyek Jembatan Baru Kami sebagai warga Dusun Siak Desa Durian, Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya, mohon penjelasan dari bapak Bupati Kubu Raya, Bapak Muda Mahendra khususnya kepala PU Kubu Raya yang menangani masalah proyek. Apakah proyek baru (jembatan baru) boleh menggunakan kayu bekas, kerena di jembatan Dusun Siak ada pembangunan jembatan baru dan sebagian kayunya pakai kayu bekas. Kalau memang boleh, ini preseden kurang baik untuk kabupaten terbaru yang sangat kami cintai. Kalau memang gak boleh tolong suruh ganti ama pemborongnya biar gak merugikan warga karena ini untuk kepentingan orang ramai (085750161430)

Ngabang Kurang Perbankan Di Ngabang ini sangat kekurangan perbankan, padahal kalau dilihat setiap hari baik di BRI maupun Bank Kalbar, tidak pernah sepi. Tapi kok gak ada perbankan yang mau buka di Ngabang? (083151065896)

kurang terjaga. Coba Anda pergi bekerja, sekolah, kuliah pada waktu pagi hari melewati jalan ini, Anda akan merasakan hal yang sangat merugikan anda. Tidak teraturnya parkir kendaraan roda empat dan roda dua yang mempersempit jalan, bau yang Anda rasakan, sehingga membuat kemacetan dan tabrakan tidak terelakkan. Seharusnya pemerintah bertindak tegas

terhadap siapa saja yang parkir sembarangan di tepi jalan. dan juga seharusnya pemerintah menyiapkan lokasi baru untuk para pengendara menaruh kendaraan mereka ketika mereka sedang berbelanja di pasar Flamboyan. Jika perbaikan tatanan kota dilakukan pemerintah, tentunya hal ini sangat menguntungkan bagi keselamatan pengendara dan mengurangi kecelakaan lalu lintas. Jika itu sudah dilakukan oleh pemerintah tentunya tatanan kota kita dapat dirasakan oleh masyarakat kita dengan nyaman dan indah. Karena kota kita saat ini susah mencari udara segar dan sehat, dengan ditambahnya pemanasan global. Jangan diperparah lagi dengan tidak menjaga tatanan kota yang teratur, kebersihan jalan yang diabaikan, kerapian kota ditiadakan. Taufiq Mahasiswa STAIN Pontianak.

Pelarangan AKDP Setuju dengan peraturan AKDP, AKAN dan lain lain dilarang masuk dalam kota. Cuma minta tolong ditentukan tarifnya berapa? Baik angkutan kota maupun tukang ojek, karena selama ini kami tidak tau yang benar berapa.? (085252311934)

Byar Pet PLN Pak, kalau mau mati lampu matikan aja sekaligus jangan mati terus hidup, bikin lampu orang terbakar aja (081256085189)

Pada 1 Desember (2010) lalu, dunia memperingati hari AIDS sedunia. Ini dimaksudkan agar umat manusia menyadari betapa bahayanya HIV/AIDS itu bagi kelangsungan hidupnya. HIV/AIDS adalah musuh bersama yang harus dimusnahkan. Meski dunia berhasil menurunkan angka kematian akibat HIV/AIDS cukup signifikan, di sejumlah belahan dunia angka kematian terkait HIV/AIDS tetap saja tinggi. Stigma masyarakat Indonesia terhadap pengidap HIV/AIDS (ODHA) memang mengalami pergeseran ke arah yang lebih positif. Namun dalam aspek kuantitas, pengidap HIV/AIDS di Indonesia terus bertambah. Generasi muda yang produktif adalah asset bangsa. Peran mereka sangat vital bagi eksistensi negeri ini. Generasi muda merupakan pewaris regenerasi dan agen perubahan kehidupan berbangsa, bernegara, dan kepemimpinan nasional. Generasi muda merupakan sumber daya produktif pembangunan dan kelompok strategis dalam struktur demografi. Itulah sebabnya, menjaga generasi muda usia produktif dari ancaman HIV/ AIDS yang dapat mendegradasi peran dan keberadaan mereka mutlak diperlukan.

Ini penting mengingat jerat HIV/AIDS bak genggaman jari-jari gurita yang begitu kuat cengkeramannya dan sulit sekali untuk dilepaskan. Sebagaimana yang telah dipaparkan di atas, kasus HIV/AIDS di kalangan generasi muda usia produktif begitu memprihatinkan dan mencemaskan. Yakni, 47,8% berusia 20-29 tahun dan 31% berusia 31-39 tahun. Dari data-data tersebut, jika tidak diantisipasi dan ditanggulangi secara serius, dalam waktu sepuluh tahun ke depan, kelompok angkatan kerja (usia produktif) itu akan hilang dari komunitas masyarakatnya (karena narkoba) dan terjangkit penyakit HIV/AIDS ini. Untuk itu upaya antisipatif, preventif dan kuratif kasus HIV/AIDS ini mutlak diperlukan untuk menghindari punahnya generasi usia produktif kita. Upaya-upaya yang mesti dilakukan untuk mengantisipasi dan menanggulangi HIV/AIDS adalah pertama, diperlukan adanya gerakan budaya (moral) yang konsisten dan terus-menerus untuk melawan HIV/AIDS. Upaya yang konsepsional dan sistematis untuk mencegah dan menanggulangi HIV/AIDS mutlak diperlukan. Kedua, obat anti retroviral yang mampu menekan perkembangbiakan HIV  dalam

tubuh pengidap ODHA mutlak diberikan. Ketiga, masyarakat harus terlibat aktif menciptakan lingkungan kondusif bagi upaya penanggulangan HIV/AIDS. Ini penting mengingat pelibatan dan pemberdayaan populasi kunci dan jaringannya, bersama anggota masyarakat lain, terbukti berdampak positif pada upaya penanggulangan AIDS di Indonesia (Nafsiah Mboi, 2010). Keempat, lingkungan yang penuh dengan stigma-diskriminasi terhadap ODHA mesti (mutlak) dihilangkan. Pemerintah, masyarakat, dan jaringan populasi kunci harus bersinergi menciptakan lingkungan yang memberi informasi yang benar tentang penularan, pencegahan, dan pengobatan HIV yang dapat melindungai anak bangsa dari dampak HIV/AIDS. Kelima, kesadaran dan kepedulian masyarakat serta kerja sama lintas sektoral antar lembaga untuk melawan (bahkan memerangi) HIV/AIDS harus diintensifkan. Keenam, institusi pendidikan harus meningkatkan kewaspadaannya terhadap bahaya HIV/AIDS ini bagi para siswanya. Edukasi terkait HIV/ AIDS dengan segala dampaknya mutlak dilakukan untuk para siswa. Di setiap sekolah harus dibentuk Satgas anti HIV/AIDS. Hal yang sama mesti dilakukan di tingkat keluarga. HIV dan AIDS adalah musuh kita bersama sebagai bangsa. Untuk itu, semua komponen bangsa yang peduli pada nasib generasi muda usia produktif harus bersineri melawan HIV/ AIDS. Mudah-mudahan dengan soliditas dan sinergisitas antarkomponen bangsa itu, HIV/ AIDS dapat direduksi bahkan dibasmi dari negeri ini. Semoga!!! Priyono Pasti Kepala SMA Santo Fansiskus Asisi Pontianak.

Pontianak Post  

16 Desember 2010

Pontianak Post  

16 Desember 2010

Advertisement