Page 18

metropolitan

18

Pontianak Post

l

Kamis 16 November 2010

Murzani Yusuf Pimpin IKPI Pontianak 2010 – 2014

Optimalkan Pembinaan Terhadap Wajib Pajak P O N T I A NA K – R a b u (15/12) pagi, bertempat di Hotel Gajahmada Pontianak, Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Cabang Pontianak menggelar pelantikan pengurus IKPI Cabang Pontianak yang baru, periode II 2010 – 2014. Pelantikan IKPI tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua IKPI Pusat Sukiatto Oyong, sekaligus membuka kegiatan seminar sehari perpajakan mengambil tema ‘Update SPT masa PPN Formulir 1111 dan E-SPT, SPT masa PPh pasal 21/26 serta pengisian SPT tahun 2010,’ yang dihadiri para akademisi, karyawan perbankan, serta karyawan di beberapa perusahaan di Kota Pontianak Dalam kesempatan itu juga, ketua IKPI Pusat, Sukiatto Oyong, melakukan penyematan pin pada seragam H Murzani Yusuf, SH, menandakan IKPI cabang Pontianak periode 2010 – 2014 resmi dipimpinya. Sukiatto mengatakan, kepemimpinan IKPI periode II ini berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Pusat No. KEP-024/PP.IKPI/

+

XII/2010, pada tanggal 1 Desember 2010 lalu. Menurutnya, SK ini juga terlampir nama-nama pengurus IKPI yang baru, di antaranya; H Murzani Yusuf sebagai ketua IKPI Cabang Pontianak; Tjhang Kian On, SE, sebagai sekretaris; Fauzi Noer sebagai bendahara; Hiu Ban Hin, SE, sebagai Kabid Humas IKPI; serta Heny Nurlaili, SE.Ak, sebagai kabid pendidikan. “Keberadaan organisasi IKPI Cabang Pontianak pertama kali diresmikan 7 Juni 2007 lalu dan IKPI sendiri sudah diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor: 485/KMK.03/2003, tertanggal 30 Oktober 2003. Yang diubah terakhir dengan Permen Keuangan Nomor: 98/ PMK.03/2005, tertanggal 13 Oktober 2005,” ujar Sukiatto. Kepada Pontianak Post, Ketua IKPI terpilih, Murzani, mengatakan bahwa IKPI adalah organisasi yang menaungi para konsultan pajak yang berada di seluruh Indonesia. Untuk menjadi seorang konsultan pajak, mereka harus menempuh ujian sertifikasi

konsultan pajak (USKP) yang diselenggarakan oleh IKPI Pusat. Adapun persyaratan mengikuti USKP ini antara lain, minimal lulus sarjana, setelah lulus mereka akan diberikan sertifikat yang disebut brevet. Brevet sendiri terdiri dari tiga tingkatan, yaitu Brevet A, B, dan C, dan masing-masing mempunyai batasan dalam hak memberikan jasa di bidang perpajakan kepada wajib pajak, sebagaimana diatur dalam Bab V Pasal 9 Kepmen Keuangan RI Nomor : 485/ PMK.03/2003, tertanggal 30 Oktober 2003. Menurutnya, setelah mendapatkan sertifikat (brevet), secara otomatis mereka menjadi anggota IKPI dan mendapatkan rekomendasi baru serta dapat mengurus izin praktik konsultan pajak ke Direktorat Jenderal Pajak. Ia menambahkan, konsultan pajak yang memiliki ijin praktek Brevet A berhak memberikan pelayanan jasa perpajakan hanya kepada wajib pajak orang pribadi, dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya.

+

ISTIMEWA

PELANTIKAN: Ketua IKPI Pusat Sukiatto Oyong saat menyematkan pin diseragam Murzani Yusuf saat pelantikan IKPI Cabang Pontianak di Hotel Gajahmada, kemarin.

“Izin praktik konsultan Pajak Brevet B berhak memberikan pelayanan jasa perpajakan kepada wajib pajak orang pribadi dan wajib pajak badan dalam memenuhi hak

dan kewajiban perpajakannya,” terang Murzani. “Sedangkan ijin praktek Brevet C berhak memberikan pelayanan jasa perpajakan, selain kepada wajib pajak orang

pribadi dan wajib pajak badan, serta juga dapat memberikan pelayanan kepada wajib pajak penanaman modal asing dan bentuk usaha tetap,” tandasnya. (and/ser)

Berharap Bertemu Gubernur dan Pangdam Ditemani Vespa, Hendra Jelajahi Nusantara PONTIANAK – Hendra Jaya, AMd (42), pemuda asal Bengkulu ini memang tampak berbeda dengan kebanyakan

pemuda lainnya. Kepribadian Hendra sangat unik dan mungkin kebanyakan orang mengaggapnya aneh atau bah-

kan kurang kerjaan. Pasalnya, pemuda ini hobi mengoleksi benda-benda bersejarah bernilai spiritual.

ISTIMEWA

ADVENTURE: Hendra Jaya, sang adventure nusantara (dua dari kanan) dengan Vespa-nya diabadikan bersama Nugroho Riyadi (paling kiri) dan Wahyu Asmidi (dua dari kiri) di Sekretariat Bersama FKPPI Kalbar.

Hendra yang juga anggota Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI) Bengkulu sekaligus Ketua Malborough Vespa Club ini mengatakan, dengan Vespa Sprin buatan 1968, pemberian ayahnya yang purnawiraan TNI asal Curup, Rejang Lebong, Bengkulu, ini telah melakukan adventure nusantara mengelilingi 32 provinsi di Indonesia. “Saya memulai penjelajahan ini dari tahun 2006 lalu sampai sekarang, dimulai saat melakukan penjelajahan dari Bengkulu menuju Sabang, Nanggroe Aceh Darussalam,” ujar Hendra. Lebih 250 benda bersejarah telah memenuhi kendaraan Vespa ini. Mulai dari, patungpatung bersejarah, tulang manusia, senjata perang kuno, prasasti, keris, aneka bendera, pakaian adat dan militer, amunisi senjata api, granat, bahkan

sisa abu milik Almarhum Mbah Marijan juga nampak menghiasi Vespa kunonya. Jelajah yang dilakukannya tersebut sebetulnya dimaksudkan untuk mengumpulkan tanda tangan prajurit/panglima TNI se-Indonesia dan kepala SKPD se-Indonesia, yang menjadi syarat bagi dia untuk masuk MURI. “Di samping itu, ini wujud rasa cinta dan bangga saya sebagai anak bangsa Indonesia, serta wujud persaudaraan antarsuku bangsa di Indonesia,” ucapnya. Hendra tiba di Kalbar, Selasa (14/12) kemarin, menginap di Sekretariat Bersama Keluarga Besar FKPPI Kalbar. Dia berencana melakukan perjalanan ke seluruh wilayah Kalbar, sekaligus berharap bertemu langsung dengan Gubernur Kalbar Drs Cornelis, MH, dan Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Geerhan

Lantara. Ketua FPPI Kalbar Nugroho Riyadi didampingi Ketua Generasi Muda FKPPI Wahyu Asmidi menyatakan kekagumanya terhadap Hendra, yang sekaligus kader muda bangsa yang bengitu mencintai bangsa dan negaranya. “Dengan Vespa, ia telah menyatukan kekayaan ragam seni suku bangsa, dan ini menjadi contoh bagi generasi muda FKPPI untuk berkarya demi bangsa Indonesia,” puji dia. Untuk mewujudkan mimpi mendapatkan piagam MURI, FKPPI berharap Gubernur Kalbar dapat berkenan menemui langsung Hendra Jaya demi mendapatkan tandatangan. Rencananya di akhir penjelajahanya, Hendra akan menulis buku berjudul ‘Perjalanan Anak Bangsa,’ semoga usahanya menjadi inspirasi bagi generasi muda Bangsa Indonesia. (and/ser)

Bazda Salurkan Bantuan ke Korban Banjir

Banjir Menyebabkan Sakbaniah Ngungsi ke Tetangga Sebagai bentuk kepedulian terhadap korban banjir, Senin (13/12) lalu, Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) Provinsi Kalbar memberikan bantuan secara langsung kepada lima korban banjir. Mereka adalah warga Kota Pontianak yang rumahnya hancur dan rusak berat akibat banjir yang melanda hampir setiap penjuru Kota Pontianak beberapa waktu lalu.

ASHRI ISNAINI, Pontianak SEKITAR pukul 10.00 WIB, tampak lima warga korban banjir mendatangi Kantor Bazda Kalbar, di Komplek Masjid Raya Mujahidin Pontianak. Kedatangan warga korban banjir tersebut disambut hangat jajaran pengurus dan Ketua Bazda Provinsi Kalbar Salmin Daud. Mereka adalah warga Kecamatan Pontianak Barat, yang rumahnya persis berada di pinggiran sungai.

+

cmyk

Rumah-rumah mereka hancur dan rusak berat akibat derasnya air ketika banjir mengenangi Kota Pontianak beberapa waktu lalu. ”Waktu terjadi banjir saya sedang bekerja, ketika ditelefon istri bahwa rumah saya sudah terendam air, saya segera pulang. Namun ketika sampai di depan rumah, saya telah melihat rumah saya roboh akibat terjangan gelombang dan derasnya air,” cerita Supriyanto, 30, warga Gang Alpokat Raya, Kelurahan Sungai Beliung, Pontianak Barat. Supriyanto sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan. Hal yang sama juga dialami Sakbaniah, warga Gang Bunga Dalam, Jalur III, Pontianak Barat. Dia menceritakan bagaimana banjir menerjang rumahnya, di saat dia tengah melayat sanak keluarganya yang meninggal. Sakbaniah yang mendapat kabar rumahnya kebanjiran, segera bergegas

pulang untuk menyelamatkan barang-barang berharga yang ada dirumahnya. ”Yang ada di rumah saat banjir hanya suami saya yang sedang sakit dan satu orang anak lelaki saya. Waktu itu airnya memang pasang dan gelombang pun tinggi dan cukup deras. Akhirnya rumah saya rusak berat, dan karena tidak bisa ditempati lagi, sementara waktu kami sekeluarga mengungsi di rumah tetangga,” ungkapnya lirih. Dengan mendapat bantuan dari Bazda Kalbar, Sakbaniah dan korban-korban lainnya merasa bersyukur dan berharap semoga dengan bantuan yang diberikan tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki rumah mereka yang roboh dan rusak berat. Katua Bazda Provinsi Kalbar Salmin Daud mengungkapkan bahwa saat mengetahui ada sebagian warga korban banjir di Kota Pontianak yang

+ ASHRI ISNAINI/PONTIANAK POST

BANTUAN: Salmin Daud, ketua Bazda Kalbar langsung menyerahkan bantuan kepada lima warga korban banjir di Kecamatan Pontianak Barat. Bantuan disalurkan berupa uang tunai sebesar Rp3,5 juta dan Rp2,5 juta.

membutuhkan bantuan, mereka segera melakukan rapat bersama dan berinisiatif untuk sesegera mungkin menyalurkan bantuan kepada para korban. Bantuan yang diberikan berupa uang tunai sebesar

Rp3,5 juta untuk warga yang rumahnya roboh atau hancur, dan Rp2,5 juta bagi warga yang rumahnya rusak berat. ”Kami dari Bazda Kalbar berharap dengan adanya bantuan ini dapat meringankan beban

warga yang menjadi korban banjir. Kami berharap ke depan akan semakin banyak lagi pihak yang berperan aktif membantu para korban banjir tersebut,” ajak Salmin. (*)

Pontianak Post  

16 Desember 2010

Pontianak Post  

16 Desember 2010

Advertisement