Page 12

world soccer

12 SEBUAH pesta berlangsung di Porto Alegre, Brazil, menyambut kekalahan Internacional dari TP Mazembe kemarin. Porto Alegre merupakan kota asal Internacional. Tentu saja, pesta itu tidak digelar fans Internacional, melainkan fans klub rival sekota mereka, Gremio. Ya, Kekalahan Internacional tak ubahnya kemenangan bagi Gremio. Beberapa puluh suporter dengan atribut Gremio terli-

Pontianak Post Kamis 16 Desember 2010

Gremio Puas, Moratti Waswas hat berkeliling jalanan Porto Alegre dengan meneriakkan yel-yel klub kebanggaannya. “Kekalahan Internacional menjadikan Gremio sebagai satu-satunya Gaucho (sebutan untuk orang asal Porto Alegre, Red) yang tidak terkalahkan di Piala Dunia Antarklub. Kami menyampaikan selamat untuk TP Mazembe,” demikian ucapan salah satu fans Gremio di situs jejaring sosial Twitter.

Gremio merupakan juara Piala Interkontinental (nama lama Piala Dunia Antarklub) 1983. Gremio memenangkannya setelah mengalahkan klub Jerman Hamburg SV dengan skor 2-1 lewat babak tambahan. Dengan kegagalan Internacional kemarin, berarti Internacional dan Gremio tetap sejajar dengan masing-masing hanya sekali meraih titel juara dunia. Colorados - sebutan Internacional - adalah juara Piala

Massimo Moratti

Dunia Antarklub 2006. Pelatih Gremio Renato Gaucho juga terlihat girang dengan kegagalan Internacional. “Saya tidak perlu mengomentari hasil pertandingan, tapi saya merasa puas. Tentu saja kami tidak mendukun Colorados di Piala Dunia Antarklub karena yang terjadi selama ini antara kami adalah saling mencibir hasil masing-masing,” ungkapnya di Globoesporte. Internacional dan Gre-

mio memang terlibat rivalitas sengit sejak 1909. Derby atau laga mereka dinamai dengan Gre-Nal. Tahun depan, kedua tim sama-sama berkiprah di Copa Libertadores. Di kejuaraan antarklub Amerika Latin itu, baik Gremio maupun Internacional sama-sama mengoleksi dua gelar. Sementara dari Milan, Presiden Inter Milan Massimo Moratti ikut terkejut dengankegagalanInterna-

cional lolos ke final. Moratti pun waswas dengan sepak terjang Mazembe seandainya Inter akan bertemu wakil Afrika itu di partai final. “Kami belum lolos ke final. Tapi, yang pasti, kami menghadapi laga sulit melawan Seongnam di semifinal maupun melawan Mazembe seandainya kami berada di final nantinya,” tutur Moratti di Football Italia. (dns)

2 TP Mazembe v Internacional 0

Sejarah Wakil Afrika

SEJARAH: Mulota Kabangu (kanan) dari TP Mazembe bertarung di udara dengan Kleber dari Internacional pada pertandingan semi final Piala Dunia FIFA Club di Abu Dhabi beberapa hari yang lalu. TP Mazembe menciptakan sejarah dalam 10-tahun terakhir dari Klub Piala Dunia dengan mengalahkan Internacional 2-0. AFP PHOTO / KARIM sahib

ABU DHABI - Tout Puissant (TP) Mazembe membuat kejutan di Piala Dunia Antarklub 2010. Mazembe berhasil menembus final setelah menang dua gol tanpa balas atas Internacional di Mohammed Bin Zayed Stadium, Abu Dhabi, kemarin. Itu adalah kali pertama wakil Afrika lolos ke final. Mazembe yang asal Republik Demokratik Kongo itu pun mengagalkan tradisi final yang selalu melibatkan wakil Amerika Latin. Internacional merupakan jawara Copa Libertadores asal Brazil. Lawan Mazembe di final Sabtu nanti (18/12) adalah juara Eropa Inter Milan atau juara Asia Seongnam Ilhwa yang dimainkan dini hari tadi. Dalam lima edisi sebelumnya atau sejak 2005, final Piala Dunia Antarklub dianggap sekadar skenario. Itu karena FIFA sebagai organizer membuat kebijakan dengan langsung meloloskan wakil Eropa dan Amerika Latin ke semifinal. Karena itu, lolosnya Mazembe ke final disambut suka cita seluruh anggota klub berjuluk The Crows (si Gagak) itu. “Sulit menjelaskan apa yang baru saja kami raih. Perasaan senang, terharu, dan masih sulit percaya bercampur menjadi satu seusai laga,” kata Mulota Kabangu, defender Mazembe, seperti dilansir AFP. Kabangu merupakan pencetak gol pertama Mazembe pada menit ke-53. Satu gol lainnya dilesakkan Dioko Kaluyituka di menit ke-85. “Laga melawan Internacional adalah pertaruhan harga diri dan kami sukses menjalaninya,” sahut Lamine N’Diaye, pelatih Mazembe. N’Diaye yang berkebangsaan Senegal itu ikut bangga karena sukses Mazembe sekaligus sukses Afrika. “Hasil ini tidak hanya bagus bagi

seluruh warga Kongo. Seluruh bangsa Afrika ikut bangga,” tambahnya. Dengan lolos ke final, Mazembe melebihi prestasinya tahun lalu yang dua kali kalah dari dua laga. Tahun ini, Mazembe yang disebut sebagai Chelsea-nya Afrika itu telah menang dua kali setelah sebelumnya mengalahkan Pachuca 1-0 di perempat final. “Sekalipun kami datang ke turnamen ini sebagai underdog, saya rasa siapapun lawan kami di final nanti akan lebih memperhitungkan kekuatan kami,” terang N’Diaye. Di kubu lawan, pelatih Internacional Celso Roth sangat kecewa dengan kegagalan timnya mengulang sukses lolos ke final empat tahun lalu. Tapi, Roth tidak menyalahkan Andres D’Alessandro dkk yang sudah berjuang maksimal. “Kami menciptakan peluang, tapi tidak mampu menjadikannya sebagai gol Beginilah sepak bola. Kami bermain lebih bagus daripada Mazembe, tapi kami harus kalah. Saya salut dengan cara bertahan Mazembe,” ungkap Roth kepada Associated Press. “Saya rasa kami tidak harus malu kalah dari tim Afrika. Kami harus memberikan apresiasi kepada lawan kami. Tahun ini memang waktunya Afrika lolos ke final karena mereka telah mengalami perkembangan pesat,” tambahnya. (dns) Statistik Pertandingan TP Mazembe Internacional 8 Tembakan ke Gawang 8 3 Tembakan Melenceng 10 8 Penyelamatan 6 4 Sepak Pojok 6 2 Offside 1 2 Kartu Kuning 1 - Kartu Merah 14 Pelanggaran 16 46% Penguasaan Bola 54%

Pontianak Post  

16 Desember 2010

Pontianak Post  

16 Desember 2010

Advertisement