Issuu on Google+

Pontianak Post Kamis, 14 Mei 2009 M / 18 Jumadil Awal 1430 H

P E RT A MA DA N T E RUT A MA DI K AL I M A N T A N B A R A T

Eceran Rp. 2.500

SELEBRITAS

$NXL6D\DQJ5DI¿ HUBUNGAN spesial antara penyanyi Yuni Sara dengan Raffi Ahmad belakangan menjadi sorotan masyarakat luas. Selain karena status Yuni yang janda, usia Raffi yang 15 tahun lebih muda menjadi hal yang menarik untuk disimak. Menanggapi hal itu, Yuni justru dengan terbuka mengakui kalau ia dan Raffi saling sayang. “Kalau Rafi nggak sayang sama saya, masa dia datang ke saya,” ucap Yuni saat ditemui di studio 4 IndoYuni Shara siar, Daan Mogot, kemarin. Dari apa yang disampaikanYuni mengenai hubungannya dengan Raffi, terlihat jelas Yuni begitu menikmati ‹ Ke Halaman 11 kolom 5

GALANG DUKUNGAN: Wapres Jusuf Kalla bersama KHR Fawaid Asíad. Kalla kemarin melakukan kunjungan ke Jawa Timur. Silaturahmi dengan para kiai NU.

SBY Lebih Wah daripada JK-Win F-EDY SUPRIYONO/Radar Banyuwangi

Besok, Deklarasi Gandeng Boediono

Di Jatim, JK-Win Gerilya Tokoh NU SURABAYA – Pasangan Jusuf KallaWiranto (JK-Win) benar-benar ingin membuktikan slogan lebih cepat lebih baik yang sudah menjadi trade mark mereka. Hanya tiga hari setelah deklarasi di Jakarta, keduanya kemarin sudah ke Situbondo dan Surabaya sehingga menjadi capres-cawapres pertama yang turun ke Jatim. Begitu tiba di Surabaya, JK-Win mengunjungi mantan gubernur yang juga sesepuh masyarakat Jatim, HM. Noer, di kediamannya, Jalan Ir Anwari. Di sana pasangan yang diberangkatkan Partai Golkar dan Hanura itu minta restu kepada Pak Noer untuk maju dalam pemilihan presiden (pilpres) Juli mendatang. Dari kediaman Pak Noer, pasangan itu

JAKARTA – Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tampaknya, tak mau kalah oleh Jusuf Kalla (JK) ketika sama-sama bersaing menuju pilpres (pemilihan presiden). Setidaknya, hal itu terlihat dari cara keduanya mendeklarasikan pasangannya. Deklarasi capres-cawapres SBY-Boediono yang dilaksanakan di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga) Bandung besok malam (15/5) di-setting lebih wah daripada deklarasi pasangan JK-Wiranto. CEO Fox Indonesia Zulkarnain Mallarangeng yang merupakan konsultan politik SBY dan Partai Demokrat menyatakan, deklarasi di Sabuga Bandung tersebut dirancang berbeda dari suasana deklarasi capres yang selama ini ada di Indonesia. ’’Suasananya dibuat gloria dan khidmat,’’ ujarnya saat dihubungi tadi malam. Choel –sapaan Zulkarnain Mallarangeng– menjelaskan, Bandung dipilih sebagai tempat deklarasi karena Kota Kembang tersebut memiliki kedekatan historis

‹ Ke Halaman 11 kolom 1

‹ Ke Halaman 11 kolom 1

KESEHATAN

Jaksa Urip Dicipinangkan 20 Tahun Waspadai! Racun pada Isi Perut dan Insang Ikan Air Tawar

Dua Suspect Flu Babi Masuk RSPI JAKARTA – Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta, kembali memeriksa dua orang yang dicurigai tertular firus flu babi. Dua orang tersebut adalah SL, 70, dan CS, 54. SL dinyatakan suspect flu babi setelah bepergian ke Hongkong. Dia masuk RSPI pada Senin malam (11/5). Kemudian CS, WNI yang telah lama tinggal ‹ Ke Halaman 11 kolom 5

“Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (An-Nisa’: 103)

Urip Tri Gunawan

11:41 15:04

17:45 18:57 04:16

JAKARTA – Hidup Urip Tri Gunawan, jaksa penerima suap sekitar Rp 6 miliar (USD 660 ribu) dalam kasus BLBI yang melibatkan taipan Sjamsul Nursalim, mulai kemarin harus dijalani di Lapas Cipinang. Itu setelah jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi mantan Kajari Klungkung itu untuk menjalani hukuman 20 tahun. Sebenarnya KPK menerima salinan putusan seminggu lalu. Namun, eksekusi baru bisa dilaksanakan kemarin karena sejumlah persoalan. Jaksa harus merampungkan urusan administrasi di Rutan Brimob Kelapa Dua, Depok, tahanan yang selama ini dihuni pria asal Sragen, Jawa Tengah itu.

Bukan hanya itu. Sejak beberapa hari lalu, Urip mengeluh sakit. Karena itu, jaksa harus menanyakan kesiapan terpidana korupsi yang diganjar hukuman paling lama tersebut. Pukul 13.00 kemarin sejumlah jaksa meluncur ke Rutan Kelapa Dua Depok. ”Kami persiapan dulu, lalu tanyakan kesiapannya,” ujar Jaksa Sarjono Turin di Pengadilan Tipikor kemarin. Sampai di sana jaksa dan beberapa pengawal menggiring Urip ke bui baru di Lapas Cipinang. Urip pun pasrah. Dia hanya membawa sejumlah pakaian ganti. Keberangkatan Urip juga dilepas sejumlah kolega yang juga menjadi tahanan KPK. Di rutan tersebut ada sejumlah tahanan top. Di antaranya para pesakitan ‹ Ke Halaman 11 kolom 5

Antasari Pernah Diteror Nasrudin Ajudan Antasari Diperiksa Penyidik JAKARTA--Para tersangka kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnain mulai perang kata-kata. Kubu Antasari Azhar sedikit demi sedikit mulai membuka data masa lalu Nasrudin. Kemarin, pengacara Antasari, Maqdir Ismail menjelaskan kliennya pernah diteror oleh

Nasrudin. Teror itu disampaikan melaui telepon dan sms. “Diteror seolaholah ada semacam pelecehan seksual,” ujar Maqdir usai menjenguk Antasari di rutan narkoba Polda Metro Jaya kemarin (13/5). Menurut pengacara alumnus Fakultas Hukum UII itu, teror yang disampaikan Nasrudin mulai dilakukan sejak tahun 2008. “Jadi, sejak awal-awal pak Antasari

menjabat sebagai Ketua KPK,” katanya. Saat itu, Antasari pernah melapor ke Mabes Polri. “Sebagai warga negara beliau melaporkannya kepada yang berwajib,” katanya. Namun Maqdir tidak tahu apakah laporan itu sudah ditindaklanjuti oleh kepolisian atau belum. “Saya tak berwenang menjawab,” tambahnya.

Penggemar masakan jeroan dan insang ikan air tawar sebaiknya berpikir dua kali untuk mengkonsumsi masakan kesukaannya itu. Dibalik kelezatan cita rasanya yang khas, ternyata isi perut dan insang ikan air tawar menyimpan kandungan racun (toxin) yang amat berbahaya bagi manusia. Salah satunya racun dari logam berat.

TEMUAN kandungan racun dalam jeroan dan insang ikan air tawar ini terungkap saat DR Ir MardanAdijaya Kusuma Ibrahim MSc mengadakan penelitian di hulu Sungai Kapuas. Dalam penelitian tersebut, dosen Fakultas Pertanian di Universitas Tanjungpura ini menemukan fenomena yang

Mardan Adijaya

aneh. Di dalam isi perut serta insang Ikan Mas, Kelabau, Jelawat, serta Gabus yang hidup di hulu Sungai Kapuas ditemukan kandungan racum logam berat berbahaya, seperti Mercury (Hg), Corm (Cm), Argentums (Ag), serta Zeng (Zn). ‹ Ke Hal 11 kolom 5

‹ Ke Halaman 11 kolom 1

Risal Satiaputra; Dokter Indonesia di Tim Operasi Face-off Pertama Amerika

Sebelum Connie, Pernah Tangani Pasien Ingin seperti Angelina Jolie Setelah upaya puluhan tahun, akhirnya operasi perbaikan wajah (face-off) pertama di AS sukses dilakukan di Cleveland Clinic, Ohio, pekan lalu. Nama Indonesia ikut harum dalam momen bersejarah itu. Sebab, dari 20 dokter yang terlibat, terdapat dokter asal Sulawesi Utara.

AGUNG PUTU ISKANDAR, Jakarta MESKI baru saja terlibat dalam peristiwa medis bersejarah di negara yang memimpin perkembangan ilmu kedokteran, Risal Satiaputra Djohan, 43, terkesan sangat bersahaya. Beberapa kali wartawan

PEKERJA KERAS: Risal Satiaputra Djohan (atas) dan tim dokter saat mengoperasi wajah Connie Culp selama 22 jam di Klinik Claveland.

koran ini menghubungi untuk wawancara, bapak dua anak itu melayani dengan ramah. Risal dengan akrab melayani pertanyaan yang diajukan. Bahkan, kadang dia menjawab dengan merendah. Soal prestasi monumentalnya terlibat dalam tim yang melakukan operasi face-off pertama diAmerika Serikat, itu misalnya. Dia menolak kalau kesuksesan operasi itu karena perannya. “Ah, enggak. Itu kan pekerjaan sebagai tim. Tidak hanya saya yang mengoperasi si Connie (Connie Culp, pasien face-off, Red),” ujar Risal dalam bahasa Indonesia yang jelas. Operasi terhadap Connie memang menjadi perhatian besar diAmerika. Connie adalah pasien yang mengalami kerusakan wajah hebat akibat ditembak suaminya dari jarak dekat lima tahun silam. Dia berhasil ditransplantasi dengan muka perempuan yang telah meninggal. Operasi itu dilakukan lima bulan lalu di Klinik Cleveland, Ohio. Pada Selasa (5/5) pekan lalu, Connie untuk kali pertama muncul di depan publik setelah sekian lama identitasnya dirahasiakan.

Online: http://www.pontianakpost.com/ *Mempawah, Sambas, Singkawang, Bengkayang Rp 2.500 *Landak, Sanggau, Sintang Rp 3.000 *Ketapang Rp 3.000 *Kapuas Hulu Rp 3.000

‹ Ke Halaman 11 kolom 1

Jawa Pos Group Media

Nasional

2

Pontianak Post

Kamis 14 Mei 2009

Sumber Daya untuk Pertahanan Negara PONTIANAK-Kekayaan berlanjut. Reformasi ketahanan sumber daya alam dan buatan itu mencakup upaya penataan struktur, kultur dan merupakan modal tata nilai sebagai dasar dalam pensatu kesatuan peingkatan pertahanrubahan yang utuh an negara. Dengan dan menyeluruh.   memanfaatkan poUntuk bisa mentensi yang ada, jalankan amanah diharapkan upaya yang ada dalam mempertahankan reformasi ketahkedaulatan NKRI anan Negara tersedapat semakin but, maka dipermaksimal. lukan dukungan Hal ini diungdata base tentang kapkan Komandan Trikora Harjo potensi kekayaan Pangkalan TNIAL (Lanal) Pontianak, Kolonel sumber daya yang ada di seLaut (P) Trikora Harjo saat jumlah daerah. Dalam kegiatan menemani kunjungan rombon- Dikreg Seskoal angkatan 47 ini, gan 49 Perwira Siswa (Pasis) para Pasis akan diajak untuk Pendidikan Reguler (Dikreg) mengenal lebih dekat kondisi Sekolah Staf dan Komando setiap provinsi yang ada di IndoAngkatan Laut (Seskoal) ke nesia, khususnya yang memiliki wilayah berbatasan langsung Kantor Walikota Pontianak. Dia mengungkapkan saat dengan negara tetangga. “Daini reformasi pertahanan negara lam lingkungan Seskoal, kegiatelah bergulir. Reformasi ketah- tan ini dikenal dengan sebutan anan negara merupakan bentuk Forum Strategi II,” jelas mantan komitmen bangsa dalam men- Komandan Pangkalan Udara jaga keutuhan NKRI yang di- TNI AL (Lanudal) Juanda, laksanakan secara bertahap dan Surabaya ini.(go)

Roadshow Sutera Ungu PONTIANAK-Radio Mujahidin 105,8 FM menggelar Roadshow Sutera Ungu Kupas Tuntas Seks Islami pada 16 dan 17 Mei mendatang. Manager Event Radio Mujahidin 105,8 FM Ibnu Shomad mengungkapkan kegiatan tersebut menghadirkan Ustadz Abu Umar Basyir, penulis buku Sutra Ungu Panduan Berhubungan Intim dalam Perspektif Islam. Kegiatan ini untuk menggali lebih dalam tentang masalah seks dalam Islam, dan meluruskan pemahaman tentang masalah seks ini. Roadshow ini diawali dengan Talkshow Sutera Ungu di Masjid Raya Mujahidin pada 16 Mei

pukul 19.00 WIB. Dilanjutkan bedah buku 24 Jam Bersama Setan di Poltekkes Pontianak keesokan harinya pada pukul 09.30 WIB. Senin (18/5) Ustadz kembali membedah buku Sutra Ungu di UPT Perpustakaan Wilayah Propinsi Kalimantan Barat pada pukul 08.00 WIB. Bagi masyarakat yang berminat dapat meng­hubungi Radio Mujahidin 105,8 FM di Kompleks Masjid Raya Mujahidin Gedung Islamic Centre lantai 2. ”Dapat menghubungi telepon (0561) 762647 atau Ibnu Shomad di 085252129936. Semua kegiatan ini gratis,”kata Ibnu. (uni)

UNJUK RASA : Puluhan wartawan media cetak dan elektronik kemarin berunjuk rasa di Gedung Bank Indonesia, Jakarta. Mere­ka mendesak pejabat BI untuk menindak satpam BI yang memukul Reporter SCTV dalam liputan Boediono.

Fery Pradolo/INDOPOS

Kantor Litbang Perlu Tenaga Peneliti, Perekayasa dan Teknisi Litkayasa PONTIANAK- Kepala Kantor Penelitian dan Pengembangan Provinsi Kalimantan Barat Drs. Agus Muharso Thaufik, M.Si mengatakan, salah satu permasalahan yang dihadapi Lembaga Litbang saat ini adalah disamping kurangnya sarana dan prasarana, juga yang tak kalah pentingnya adalah kurang tersedianya tenaga fungsional para peneliti, perekayasa dan teknisi litrekayasa. “Tenaga ini sangat diperlukan mengingat tantangan dunia ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini dari tahun ketahun semakin berkembang pesat. Di satu sisi kegiatan penelitian dan pengembangan diperlukan untuk mendukung kebijakan daerah, sementara disisi lain pengembangan iptek untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Untuk itu saat ini sangat diperlukan melalui rekrutmen tenaga fungsional,” ungkapnya di ruang

juga melakukan penelitian terapan, sehingga hasilnya bukan saja ilmu pengetahuan namun juga teknologi. Sedangkan jabatan teknisi litkayasa tugasnya adalah membantu kegiatan perekayasa dalam tim inovasi teknologi maupun penelitian terapan.. “Pendirian lembaga penelitian dan pengembangan (litbang) bukan merupakan kegiatan konsumtif. Melainkan sebagai kegiatan investasi dengan mengarahkan kegiatan litbang sesuai dengan kebutuhan daerah dan pemerintahan. Untuk Tahun 2010, kegiatan penelitian dan perekayasan dalam program kerja akan memprioritaskan ke wilayah perbatasan untuk menjawab berbagai permasalahan yang berkaitan dengan hubungan kerjasama antar Negara tetangga,” paparnya. (Citra/Humas Pemprov. Kalbar)

dibutuhkan, sebagai sarana alih pengetahuan bagi segenap aparat dilingkungan Litbang daerah. Sedang dua misi Litbang yang harus dicapai adalah dukungan bagi proses pengambilan keputusan melaui penyelenggaran penelitian kebijakn dan ikut berpartisipasi dalam pembangunan teknologi. Hal tersebut sesuai dengan amanat UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan UU No. 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, pengembangan dan penerapan Iptek. Agus menjelaskan, jabatan fungsional perekayasa dan teknisi rekayasa merupakan jabatan fungsional dilingkungan lembaga yang menangani penelitian dan pengembangan. Sementara jabatan peneliti diutamakan melakukan penelitian, yang hasilnya lebih banyak kearah ilmu pengetahuan. Perekayasa melakukan tugas inovasi teknologi dan

kerjanya, Rabu (13/5). Menurut Agus, pada RAKORNAS LITBANG IX yang berlangsung di Palembang tanggal 26 sd 29 April lalu, Menteri Dalam Negeri Drs.Mardiyanto telah menginstruksikan kepada seluruh Pemerintah Daerah yang Badan Litbangnya belum memiliki pejabat fungsional peneliti sesuai dengan proporsi yang dibutuhkan agar segera mengajukan formasi CPNS kepada Kantor MENPAN yang langsung diperuntukkan untuk mengisi formasi jabatan fungsional peneliti. Dalam sambutan tertulisnya, kataAgus, Mendagri menyatakan untuk mengatasi kendala dan jumlah penelitian dapat dilakukan dengan membentuk kemitraan dengan lembaga-lembaga litbang lainnya atau outsourching tenaga ahli dari luar sesuai dengan kompetensi yang

“Invaginasi” Suatu Kegawatan Anak Tanya: Dokter Her, saya mempunyai keponakan laki-laki, saat itu usia 8 bulan, tahun lalu   di Banyumas Jawa Tengah. Anak tersebut mengalami sakit perut,   muntah-muntah, dan buang  air besar (BAB)

bercampur   darah, dibawa ke rumah sakit, dikatakan kemungkinan Invaginasi. Karena sudah parah keponakan saya meninggal sebelum dilakukan pertolongan. Apakah yang dimaksud Invaginasi? Apakah penyebabnya, mohon penjela-

Konsultasi Pengasuh :Dr. Hermanto, SpB. SpBA              Dokter Spesialis Bedah, Konsultan Bedah Anak.                 RSUD Dokter Soedarso Pontianak. Konsultasi : HP: 081399553050 Email : hermantospb2003@yahoo.com

san, Terima kasih.

(hilirnya), kita dibayangkan seperti menyingsingkan lengan baju atau menggulung kaus kaki. Kondisi ini  menyebabkan sumbatan saluran pencernaan. Akibatnya isi usus (makanan, cairan dan udara) terhambat, sehingga si kecil tidak bisa BAB, Perut menjadi kembung dan muntah, isi muntah biasanya berwarna hijau atau kuning. Pada kondisi lanjut karena usus tersumbat, tekanan usus makin tinggi, sehingga pembuluh

Bp Hd,  Pontianak   Jawab: Bapak yang budiman, saya turut berduka cita atas kejadian tersebut, semoga pengalami ini bisa dipetik sebagai pelajaran kita semua. Invaginasi (Intussusception) adalah suatu kelainan dimana usus bagian proksimal (hulu) masuk ke usus dibagian distal

PENETAPAN HARGA TANDAN BUAH SEGAR (TBS) Hasil Rapat Tim Pengkajian dan Kesepakatan Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit Produksi Petani Kalbar Bulan April 2009

PATOKAN HARGA / KG TBS KELAPA SAWIT PRODUKSI PETANI KALBAR SBB : • • • • • • • •

UMUR UMUR UMUR UMUR UMUR UMUR UMUR UMUR

TANAMAN TANAMAN TANAMAN TANAMAN TANAMAN TANAMAN TANAMAN TANAMAN

3 TAHUN 4 TAHUN 5 TAHUN 6 TAHUN 7 TAHUN 8 TAHUN 9 TAHUN 10 S/D 20 TAHUN

RP. 880.22,RP. 947.71RP. 1.017.27,RP. 1.052.79,RP. 1.088.79RP. 1.124.30,RP. 1.160.30,RP. 1.196.81,-

Harga Kernel/Kg : Rp. 2.361,36,- (tidak termasuk PPN) Indeks “K” : 84,23 %

Harga CPO/ Kg Rp. 6.130,89 (tidak termasuk PPN)

TIM PENETAPAN HARGA PEMDA TINGKAT I KALBAR

HARGA KOMODITI DAN PAKAN TERNAK DI PONTIANAK MINGGU KE 3 BULAN APRIL 2009 Komoditi

Komoditi

Harga Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.

Doc Broiler FS/Ekor Broiler Hidup/kg Ayam Buras hidup/kg Daging Sapi/Kg Daging Babi/Kg Karkas Kambing/Kg Telur Ayam Ras/Kg

4.500,17.000,40.000,70.000,42.000,55.000,15.000,-

Harga

Pakan Petelur Stater/Kg Pakan Petelur Grower/Kg Pakan Layer/Kg Pakan Pedaging Starter/ kg Pakan Pedaging Finisher/kg Kulit Sapi / Kg Kulit Kambing / Kg

Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.

6.000,5.500,5.500,6.000,5.800,21.000,26.500,-

PERKEMBANGAN HARGA RATA-RATA BEBERAPA BAHAN POKOK PENTING DI KOTA PONTIANAK NAMA BARANG

NO.

SATUAN

HARGA

KG KG KG LITER KG KG KG KG KG KLG 400 GR/KTK KG 250 GR/BKS KG KG BKS KG KG KG KG KG KG LITER KG KG KG

5.800 6.500 8.000 12.500 9.625 72.000 16.250 34.750 13.250 7.825 24.925 3.875 750 7.225 7.750 1.175 15.250 13.000 50.000 11.750 12.625 2.375 3.000 27.450 21.750 4.250

KET.

BAHAN KEBUTUHAN POKOK 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26

Beras Lokal/Kampung Beras IR64 Gula Pasir Minyak Goreng Bimoli Minyak Goreng Curah Daging Sapi Murni Daging Ayam Ras Daging Ayam Kampung Telur Ayam Ras Susu Kental Manis Putih Cap Bendera Susu Bubuk Putih Cap Bendera Jagung Pipilan Kering Garam Beryodium Tepung Terigu Segitiga Biru Kacang Kedelai Mie Instan (Indomi Rasa Kaldu Ayam) Cabe Merah Besar (Biasa) Bawang Merah Ikan Asin Teri Kacang Hijau Kacang Tanah Ketelah Pohon Minyak Tanah Telur Ayam Kampung Cabe Keriting Bawang Putih

BANK (Rp) Bank Panin Bank Muamalat Bank Centradana Kapuas BPR Lokadana

DEPOSITO RUPIAH / DOLLAR AS

Luar Negeri Kualitas A

Sumber Data : Dinas Perindag Prop. Kalbar

1 bulan (%) 8,00

3 bulan(%) 8,00

6 bulan (%) 8,00

12 bulan (%) 8,00

-8.25 7,5%

-8.25 8.5%

-8.25 9,5%

-8.25 10,5% * (Nisbah utk Nasabah)

darah kapiler permukaan usus pecah, ini yang menyebabkan anak BAB darah dan lendir tanpa ada kotoran. Anak akan menangis kesakitan sesuai pergerakan usus, sehingga sakitnya hilang timbul, setelah kesakitan anak akan terdiam, tenang bahkan bisa tertawa. Kemudian tiba-tiba nyeri kembali yang makin lama makin hebat dan makin sering. Kadangkadang invaginat bisa diraba di perut seperti tumor, atau dapat diraba melalui anus bila sudah lanjut. Sering diperlukan pemeriksaan ultrasonografi (USG) saat sakit, untuk mendeteksi invaginasi. Keadaan di atas adalah suatu kegawat-daruratan  pada anak, karena usus yang sakit akan membusuk dan bocor. Anak bisa syok berat sehingga dibutuhkan operasi segera yang beresiko tinggi. Invaginasi biasanya terjadi pada semua umur, paling sering terjadi pada bayi usia 6 sampai 12 bulan, bayi biasanya sehat dan gemuk, umumnya dimulai batuk pilek dan demam. Penyebabnya tidak jelas,  paling sering akibat infeksi virus pada ileum terminal (usus halus yang berbatasan dengan usus besar)   mengandung banyak Plak Peyeri (sejenis kelenjar untuk pertahanan tubuh terhadap infeksi virus). Pada anak lebih besar, di atas 2 tahun, penyebabnya terlihat jelas karena polip usus, tumor, divertilel (dinding usus yang tipis sehingga menonjol) atau penyebab lainnya pada penampang usus. Keponakan bapak datang terlambat, biasanya sering disangka diare atau muntah berak, karena awalnya memang BAB darah bercampur feses yang masih ada sebelum terjadinya invaginasi. kemungkinan usus yang invaginasi   panjang, sehingga terjadi jepitan yang luas, kebocoran usus. Cairan dalam pembuluih darah dan dalam sel akan keluar. Ini sering menyebabkan syok berat, infeksi keseluruh tubuh melalui pembuluh darah (sepsis). Bila kondisi ini terjadi akan memperburuk kondisi anak. Invaginasi pada kondisi awal, sebelum terjadinya kembung, demam atau syok, ditangani dengan puasa, dipasang selang melalui hidung atau mulut ke lambung, pasang infus untuk monitor cairan dan pemberian obat. Bisa dibantu oleh seorang Radiolog di rumah sakit, untuk mendorong usus melalui selang lewat anus dengan cairan Barium atau udara. Bila cara ini gagal harus segera operasi darurat. Semoga pengalaman keluarga bapak tidak terulang kembali  pada keluarga lainnya, demikian jawaban dari saya, semoga dimengerti dan bermanfaat, terima kasih. (*)

cmyk

Pontianak Post

Kamis 14 Mei 2009

Nasional

3

Pontianak Post Open Tournament Golf 2009 Pendaftaran Dibuka Tanggal 15-28 Mei PONTIANAK - Pencinta olahraga golf di Kalimantan Barat patut berbahagia. Pasalnya, dalam waktu dekat ini Pontianak Post bekerjasama dengan Persatuan Golf Indonesia (PGI) Kalbar akan mengelar Pontianak Post Open Tournament Golf 2009. Rencananya tournamen ini bakal digelar selama satu hari,

yakni Sabtu (30/5) di lapangan golf Khatulistiwa Pontianak. Bagi pemenang, panitia telah menyediakan hadiah menarik berupa uang puluhan juta rupiah, kendaraan roda empat khusus hole in one, serta memperebutkan piala bergilir Pontianak Post. Tak hanya itu, panitia juga menyiapkan door prize menarik khusus untuk lucky draw. “Saat ini kami sedang melakukan berbagai persiapan. Salah satunya mencari sponsor. Alhamdulillah sudah mendapat dukungan penuh dari PGI Kalbar. Jadi bagi

Kami masih menunggu lagi beberapa sponsor yang mau bergabung untuk mensukseskan event ini. Budi Darmawan

golfer segera mempersiapkan diri untuk ujuk kebolehan,” kata Budi Darmawan, Koordinator Divisi Event Organizer Pontianak Post.

Dijelaskan Budi, tujuan event ini digelar selain ingin lebih memasyarakatkan olahraga golf di Kalbar, juga untuk mendukung visit Kalbar

2010. Selama ini, lanjut Budi, banyak orang menganggap olahraga golf itu eksklusif dan elit. Padahal anggapan itu tidak benar. Selain itu, kata Budi, olahraga golf di Kalbar jarang tersentuh media dengan baik. Padahal, kalau dicermati banyak sisi menarik dan ekonomi yang bisa dimanfaatkan demi kepentingan kemajuan daerah. “Atas dasar itulah Pontianak Post mencoba memberikan perhatian lebih kepada olahraga golf. Meski pun sarana dan prasana untuk

mendukung olahraga itu butuh perhatian lebih dari semua pihak,” kata Budi. Dikatakan Budi, bagi golfer yang ada segera mendaftar. Panitia akan membuka pendaftaran mulai tanggal 15-28 Mei 2009. Tempat pendaftaran dibagi tiga. Pertama di Graha Pena Pontianak, Lt V Divisi Event Organizer, Jl Gajahmada. Kedua di lapangan Golf Khatulistiwa, Jl 28 Oktober. Ketiga Driving Range, Jl MT Haryono. Uang pendaftaran per orang sebesar Rp200 ribu.

Pontianak Post Open Tournament Golf 2009 didukung oleh Garuda Airline Pontianak dan Bank Kalbar. “Kami masih menunggu lagi beberapa sponsor yang mau bergabung untuk mensukseskan event ini,” kata Budi. Budi mengucapkan terimakasih, kepada PGI Kalbar yang sudah bersedia bekerjasama dan mendukung penuh event ini secara moril. Budi berharap Pontianak Post Open Tournament Golf 2009 bisa diagendakan PGI Kalbar sebagai event rutin tiap tahun.(bdi)

+

+

+

+

cmyk

4

Pontianak Post

Lokomotif Kemajuan Ekonomi Kalbar

Kamis 14 Mei 2009

Malaysia Undang Kadin Kalbar

Bahas Malindo Kalimantan SME

MADE/PONTIANAK POST

BAHAS EXPO: Pihak Malaysia dan pengurus Kadin Kalbar membahas rencana pameran Malindo Kalimantan SME atau UKM Expo di Kantor Konsulat Malaysia di Pontianak, kemarin.

PONTIANAK-Pengurus Kadin Kalbar diundang ke Kantor Konsulat Malaysia, kemarin (13/5). Pertemuan membicarakan rencana pameran ‘Malindo Kalimantan SME atau UKM Expo’ yang bakal digelar Malaysia di Pontianak Convention Center (PCC) pada 9-12 Oktober 2009. Pameran ingin memperkenalkan produk UKM Malaysia. Pihak Malaysia diwakili Konsul Malaysia Zairi Basri, Presiden Dewan Usahawan Industri Desa Malaysia H.Mahmud bin Mohd Nor dan GM Lasme Enterprise SDN BHD Olivia Lim. Sementara itu, pihak Kadin diwakili Ketua Umum Kadin Kalbar Santyoso Tio dan enam wakilnya masingmasing Raja Sapta Oktohari, Junaidi, Soetaryo Soeradi, Zulkarnaen M Noor, Syafrudin Nasution dan Hengky RN. Sedangkan pihak manajemen PCC diwakili Tamy dan Kuke. Pameran bakal menampilkan hampir semua produk UKM Malaysia. Mulai dari industri makanan minuman, pertanian,

produk kesehatan, kosmetik, tekstil, pakaian, mesin hingga pemprosesan. Usai pertemuan Santyoso Tio mengatakan, Kadin Kalbar menyambut baik rencana pameran tersebut. Sebab, katanya, pada Malindo Kalimantan SME ini para pengusaha Malaysia, Thailand, Taiwan dan China juga akan datang. “Jelas kita sambut baik, apalagi pengusaha yang mereka bawa ke sini nanti akan membeli bahan baku keperluan industri makanan minuman dan bahan tambang,” ujar Santyoso sembari mengatakan tak menutup kemungkinan mereka yang datang untuk berinvestasi di daerah ini. Selain membicarakan rencana pameran di Kalbar, Kadin dan Malaysia bersepakat untuk meningkatkan hubungan perdagangan dan industri. Hal itu diakui Wakil Ketua Umum Kadin Kalbar Bidang Pariwisata, Promosi dan Hubungan Luar Negeri Raja Sapta Oktohari usai pertemuan. Ia menegaskan, kesepakatan

saling menguntungkan dimaksudkan adanya peran yang saling berimbang. “Hampir disemua sektor usaha Malaysia lebih mendominasi kita. Ini tergambar dari kegiatan promosi baik secara langsung maupun tidak. Tak tertutup kemungkinan warga kita menjadi sangat konsumtif dengan produk Malaysia secara perlahan,” katanya. Secepat mungkin kondisi ini harus diatasi dan dibalikkan. Warga Kalbar harus dapat lebih produktif dan partisipatif memasarkan potensi serta kekayaan daerah pada pihak luar, Malaysia salah satunya. Ia mengingatkan, tidak lama lagi Malaysia akan mengelar expo di Kalbar. “Ini momen yang bagus untuk mempromosikan potensi dan kekayaan kita. Jangan kita hanya menjadi penonton, menerima apa saja yang mereka tawarkan pada kita. Perimbangan harus kita lakukan, karena potensi dan kekayaan kita sangat layak jual,” ujar pengusaha muda itu. (mde/abu)

ekonomi bisnis

5

Pontianak Post

Kamis 14 Mei 2009

ANALISA

Bank dan Sektor Riil P E RT U M BU H A N kredit pada triwulan pertama 2009 relatif stagnan. Pada akhir Maret 2009, posisi kredit adalah Rp 1,286 trilyun, tidak beda jauh dengan posisi kredit akhir Desember 2009 yang sebesar Rp 1,285 trilyun. Ironisnya, laba bersih perbankan naik dari Rp 7,05 trilyun pada Februari 2008 menjadi 7,65 trilyun pada Februari 2009. Ini jelas menunjukkan bahwa intermediasi perbankan tidak jalan. Perbankan saat ini sepertinya memang benar-benar profit oriented, tidak peduli pada sektor riil yang secara langsung akan berpengaruh pada penyerapan tenaga kerja, produktivitas, dan beberapa variabel ekonomi makro lainnya. Meski BI rate terus menurun, perbankan menahan tingkat suku bunga kredit tetap tinggi sehingga meski tidak ada kenaikan kredit, laba bersih akan tetap

meningkat. Oleh: Dian Patria riil yang menghadapi beban berat Sebagai conakibat turunnya toh, selama periode Januari – April 2009, permintaan dan ancaman BI rate turun dari 8,50% pengangguran. Yang terjadi menjadi 7,25%, atau 125 justru perbankan semakin basis point. Tapi tingkat suku mencekik sektor riil denbunga kredit rata-rata hanya gan tingkat bunga relatif turun 42 basis point. Sedang- tinggi. JIka ini terus terjadi, kan tingkat bunga deposito 1 bulan, indikator tingkat suku sektor riil secara perlabunga simpanan, rata-rata han akan mati yang pada turun 81 basis point. Jadi akhirnya akan menyebabmargin, selisih antara tingkat kan kemerosotan kinerja bunga kredit dan tingkat perbankan. Kredit macet bunga simpanan, semakin akan meningkat dan usaha besar, yaitu 590 basis point banyak yang tutup sehingga dari sebelumnya hanya 400 perbankan akan kehilangan basis point. Inilah mengapa pasarnya. Menurunnya seklaba bersih perbankan terus tor riil seharusnya menjadi tumbuh meski kredit yang momentum bagi perbankan disalurkan relatif tetap. untuk mengembangkan Masalahnya, ini terjadi berbagai jenis usaha baru justru ketika perekonomian yang relatif tahan terhadap kita dalam tren menurun krisis sekaligus memulihkan akibat imbas krisis keuangan sektor riil yang ada. global. Sepertinya tidak Dilain pihak, memaksa ada upaya signifikan dari perbankan menyalurkan perbankan untuk mem- kredit secara serampangan bantu pemulihan sektor juga tidak bisa diterima

mengingat dana yang ada di perbankan adalah dana masyarakat yang harus dikelola dan dipertanggungjawabkan dengan baik. Ini jelas berpengaruh pada kepercayaan masyarakat yang harus benar-benar dijaga agar tidak terulang hancurnya kepercayaan masyarakat pada perbankan akibat krisis beberapa tahun lalu. Untuk menjaga laba bersih agar tetap stabil, efisiensi internal harus dilakukan. Selain itu, sistem bonus dengan berbagai bentuknya harus ditinjau ulang karena ternyata menjadi salah satu penyebab krisis keuangan. Ironis sekali, hasil “mencekik” sektor riil ternyata sebagiannya dibagikan sebagai bonus kepada pimpinan dan karyawan yang dinilai “berprestasi” menaikkan laba.(Penulis adalah dosen Fakultas Ekonomi Untan)**

MUJADI/PONTIANAK POST

DOORPRIZE: Region Head Astra Motor Pontianak Afriano Nadianto, memberikan ucapan selamat kepada para dealer Federal Oil serta pemilik bengkel AHASS yang mendapatkan doorprize pada acara gathering.

Penyerapan Produk Lokal Masih Minim JAKARTA - Sektor industri menjadi penyumbang terbesar PDB (Product Domestic Bruto) dalam perekonomian nasional. Sayangnya, dalam dua dasawarsa terakhir populasinya masih belum merata. Sebanyak 70 persen kegiatan industri masih berada di Jawa, dan hanya 30 persen di luar Jawa. “Salah satu faktor kurang meratanya industri dalam negeri adalah minimnya masyarakat yang menggunakan produksi lokal, baik jasa maupun barang,” ujar Menteri Perindustrian, Fahmi Idris kemarin. Menurut dia, banyak kemajuan di sektor industri, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas yang sudah memberi kontribusi bagi perekonomian di daerah. “Karena itu, Kementrian dan Lembaga (K/L) diminta menyerap 471 barang dan jasa yang diproduksi di dalam negeri,” sambung Sekretaris Jenderal Departemen Perindustrian (Depperin), Agus Tjahajana Wirakusumah. Permintaan itu sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) program Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN). “Kita berharap ada alokasi 20-30 persen anggaran belanja untuk membeli produk lokal,” cetusnya.

Menurut Agus, juknis tersebut mengacu pada Keputusan Presiden (Keppres) No. 80/2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Barang dan Jasa Pemerintah, serta Instruksi Presiden (Inpres) No. 2/2009 tentang Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri. Depperin sudah mengategorikan berbagai jenis barang dan jasa yang sudah bisa diproduksi di dalam negeri. “Kita kelompokkan dalam 21 kategori,” terangnya. Pemerintah juga menetapkan preferensi harga, yaitu untuk kategori jasa sekitar 7,5 persen, untuk produk industri 15 persen dan 30 persen, dan untuk produk dengan kandungan lokal rendah diberi batasan hingga 15 persen. “Artinya, kalau harga produk lokal lebih mahal 15 persen dibanding impor, produk itu masih layak memenangkan tender,” terangnya. Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang Industri, Riset, dan Teknologi, Kadin, Rachmat Gobel menyerukan kalangan pengusaha, terutama di sektor manufaktur untuk memanfaatkan momentum khusus peringatan hari tertentu buat menggalang pekerja dan masyarakat dalam meningkatkan konsumsi produk lokal. (wir/bas)

Tambah Lahan dan Bangun Pabrik Sawit JAKARTA - Tren penurunan harga komoditas perkebunan belakangan ini tidak membuat PT Astra Agro Lestari Tbk mengerem aksi korporasi. Emiten perkebunan Grup Astra dengan kode perdagangan AALI itu terus menambah areal lahan kelapa sawit. Dirut PT Astra Agro Lestari Tbk Widya Wiryawan mengatakan, hingga triwulan I lalu pihaknya telah melakukan penanaman baru seluas 1.332 hektare. “Dengan penambahan itu, total areal perkebunan kelapa sawit yang dikelola seluas 252.215 hektare,” ujarnya dalam RUPS di Jakarta kemarin (13/5).Dari data PT Astra Agro Lestari, sekitar 194.836 hektare lahan sudah menghasilkan. Saat ini AstraAgro Lestari sedang menyelesaikan pembangunan pabrik kelapa sawit di Kaltim dengan kapasitas 45 ton TBS (tandan buah segar) per jam, serta pabrik pengepresan kernel berkapasitas 100 ton per hari di Jambi.Widya menuturkan, untuk mengoptimalkan lahan yang dimiliki, Astra Agro Lestari perlu penambahan 3-4 pabrik pengolahan kelapa sawit. Tapi, pabrik itu akan dibangun secara bertahap. Pada triwulan I lalu, Astra Agro Lestari mencatat kinerja keuangan cukup positif dengan mencatat laba bersih Rp.217,7 miliar. Pendapatan bersihnya tercatat Rp.1,4 triliun. Harga rata-rata penjualan CPOnya pada 2008 sebesar Rp.7.134 per kg atau naik 18,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp.6.002 per kg. Total volume penjualan CPO-nya pada 2008 mencapai 970.568 ton atau meningkat 13,1 persen dari tahun sebelumnya. Dari volume itu, 88,6 persen dijual di pasar domestic dan sisanya ekspor.(iw/dwi)

Pontianak Post

Kamis 14 Mei 2009

KOMUNIKASI BISNIS

6

advertorial

PANITIA: Koordinasi panitia Ultah Emas FE Untan di ruang TLSC.

FENNY/PONTIANAK POST

Seminar Bisnis Online Awali Rangkaian Ultah Emas FE Untan Sabtu: Aerobik, Jalan Santai, Outbond & Check Kesehatan

Paling Banyak Leasing, Telepon Genggam dan Properti PA R A produsen barang dan jasa harus meningkatkan kualitas produknya. Sebab, Direktorat Perlindungan Konsumen Direktorat Jendral Perdagangan Dalam Negeri kini semakin aktif melakukan tindakan pada korporasi yang dinilai merugian masyarakat. “Kami telah mendapat banyak sekali laporan pengaduan kerugian konsumen. Paling banyak diantaranya karena produk perusahaan leasing, telepon seluler, dan properti,” kata Direktur Direktorat Perlindungan Konsumen Direktorat Jendral Perdagangan Dalam Negeri Radu M. Sembiring

Diadukan Merugikan Konsumen

seusai Seminar Meningkatkan Sinergi Kerja Aparatur melalui Penyelarasan Penyelenggaran Perlindungan Konsumen, di Hotel Sahid Surabaya, kemarin (13/5). Radu mengatakan kerugian konsumen diakibatkan pelanggaran regulasi karena kebohongan produsen. “Sanksinya berat maksimal bisa dipenjara sampai 5 tahun atau pidana denda Rp.2 miliar,” jelasnya. Dia mencontohkan salah satu jenis laporan dugaan pelanggaran yang paling banyak diterima pihaknya adalah kekecewaan terhadap perusahaan leasing. Ini karena banyak pihak yang baru sadar banyak dirugikan oleh perjanjian setelah ada masalah terhadap kreditnya.

“Biasanya banyak konsumen yang tidak terima pada klausula perjanjian yang menyebutkan perusahaan pemberi leasing diperbolehkan menjual obyek perjanjian jika ada kredit macet,” ujarnya. Banyak juga yang mengadukan tidak puas pada layanan purna jual telepon seluler. Selain itu, juga banyak konsumen yang melapor karena dirugikan pengembang properti. “Kini konsumen harus lebih berhati-hati, terutama terhadap properti yang dijual walau proses pembangunan belum selesai. Banyak yang tertipu dengan hal ini terutama tentang status tanah bagunan,” terangnya. Dia mengaku masa pihaknya akan lebih serius dengan melakukan upaya jemput bola. (luq)

RANGKAIAN kegiatan Ultah Emas & Reuni Akbar FE Untan 14-16 Mei 2009 dikatakan Subhan Noviar, SE, selaku sekretaris umum kegiatan, akan dimulai hari ini (Kamis, 14/5) diawali dengan seminar bisnis online: Working @home dengan narasumber Louise Wulandari,ST,MT (praktisi dan pembicara nasional seminar bisnis online), H. Nur Iskandar, SP (Pimred Borneo Tribune) dengan moderator Hj. Yarlina Ya’coub,SE,Msi (dosen FE Untan) mulai Pukul 08.30 – 11.30 WIB. Seminar ini juga terbuka untuk

umum dengan menghubungi ke nomor 085245748384. Siangnya, Kamis, 14 Mei akan dilanjutkan dengan pelatihan Pembuatan Blog dan Web Design di Ruang Telkom Speedy Library Corner (TSLC) FE Untan. Menurut M. Amin SE, selaku koordinator pelatihan, karena terbatasnya kapasitas ruangan TSLC yang hanya bisa menampung sekitar 20 orang, maka kegiatan ini akan dibuat per gelombang dan gelombang I akan diprioritaskan untuk para dosen FE Untan. Kemudian pada Jumat, 15 Mei, pukul 08.30-11.00 WIB akan dilaksanakan kegiatan sharing alumni dengan pimpinan dan dosen FE Untan. Pada kegiatan sharing alumni ini, panitia juga akan mengundang Walikota Pontianak, dan beberapa pengusaha yang ada di Kota Khatulistiwa ini. Siangnya (Jumat, 15/5)

direncanakan akan dilaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) dan pemilihan pengurus Ikatan Alumni FE (IKAFE) Untan yang baru. Selanjutnya pada Sabtu (16 Mei) pukul 05.30-selesai akan dilaksanakan Oikonomos Sport Party (OSP) di halaman Kampus Ekonomi Untan. OSP ini akan dimulai dengan senam aerobik bersama PT. Askes, kegiatan ini juga terbuka untuk umum, bahkan penyelenggara telah menyediakan berbagai doorprize yang menarik seperti lemari es, televisi, dan lain-lain. Dalam kegiatan ini, lanjut Subhan, dianjurkan agar para dosen, karyawan, mahasiswa dan alumni mengajak serta keluarga dan kolega yang lain. Setelah senam aerobik kegiatan dilanjutkan dengan jalan santai yang juga memiliki doorprize yang tak kalah menariknya

dengan senam aerobic. Dalam kegiatan OSP ini juga disediakan Pemeriksaan Kesehatan, Check Tulang, Check Gula Darah, Check Lemak dan Tensi Darah. Menurut Yorry Pratama, SE dalam OSP ini juga disediakan mini outbond serta pertandingan tarik tambang, tenis meja dan futsal pantai. Dari tanggal 14 s.d. 16 Mei 2009 itu juga ada Expo Bazaar Wirausaha Muda yang akan menampilkan usaha milik mahasiswa dan alumni FE Untan serta beberapa stand perusahaanperusahaan yang akan berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan ini. Ditambahkan Koordinator Expo Bazaar, Fakhrurazi, SE, mengatakan, selama rangkaian kegiatan ini dari tanggal 14 s.d 16 Mei di arena Expo Bazaar ini juga akan ada pemeriksaan kesehatan gratis serta panggung talk show bisnis & hiburan.(ser2)

Revitalisasi Pasar dan Gudang Batal JAKARTA - Keinginan untuk memperbaiki kualitas dan higienitas pasar dan gudang di tahun 2009 tak terwujud. Setelah rapat tertutup, Departemen Perdagangan dan DPR akhirnya memutuskan untuk tidak melangsungkan program revitalisasi dengan anggaran Rp.325 miliar itu. “Masalah tender dan teknisnya tidak memungkinkan karena terkait juga dengan kesiapan dari pemerintah daerah. Kita minta dibatalkan,” ujar Sekretaris Jenderal Departemen Perdagangan Ardiansyah Parman di gedung DPR kemarin. Salah satu alasan kuat

yang menjadi dasar pembatalan ini adalah masalah waktu pelaksanaan yang sangat mepet. Hal itu diperkirakan bisa berdampak pada teknis penyaluran dana, realisasi tender dan pengerjaan proyek di daerah-daerah. Saat ini sudah” banyak proposal dari daerah yang meminta alokasi dana tersebut dalam rangka perbaikan dan pembangunan pasar, namun belum semuanya siap. “Masih ada masalah kendala teknis seperti pencarian lahan,” tukasnya. Ketua Komisi VI DPR RI, Toto Daryanto menyatakan

secara prinsip pihaknya menyetujui permintaan pembatalan stimulus setelah alasan yang disampaikan Depdag diterima termasuk masalah kendala koordinasi dengan pemda. “Pada dasarnya kita menyetujui permintaan pembatalan ini karena Depdag menyatakan belum siap dari sisi waktu dan beragam persyaratan,” ungkapnya. Rencananya dana itu dialokasikan Rp.215 miliar untuk revitalisasi pasar di 32 lokasi di 20 kabupaten, dan untuk perbaikan gudang sebesar Rp.110 miliar untuk 41 gudang di

31 kabupaten. Menurut Toto, Depdag masih memiliki kesempatan untuk merealisasikan stimulus” di APBN-P 2009 atau APBN 2010. “Tapi tergantung kemampuan keuangan maupun penilaian dari Depkeu dan Panitia Anggaran DPR nanti,” tegasnya. Sebelumnya, Deputi Kerja Sama dan Investasi Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo), Suhendro mengatakan, dari sekitar 8 ribu pasar tradisional di Indonesia, sekitar 75 persen sudah berusia di atas 20 tahun. (wir)

Pontianak Post

Kamis 14 Mei 2009

Stroke Akibat Tekanan Darah Tinggi

MAL & PROPERTI BURSA OTOMOTIF HANDPHONE KOMPUTER & ELEKTRONIK

PASANG KOMBIS

MENGAPA orang bisa stroke? Stroke akibat tekanan darah tinggi disebabkan tersumbatnya pembuluh darah di otak. Penyakit ini cukup kejam, sehingga orang menginginkan lebih baik mati dari pada hidup menderita dan menyusahkan keluarga. Presentase kasus meninggal akibat stroke di atas 20%. Gejala awal dari hipertensi. Seperti sakit kepala, pusing, kejang pada tangan dan kaki yang sering dirasakan, mudah lelah, penglihatan kabur, sering mimisan dan bumi terasa berputar. Apabila aliran darah tidak lancar (pembuluh darah tersumbat), dapat menyebabkan pusat pergerakan maupun pembicaraan tertekan Kisman sehingga merasa lumpuh, mati rasa, berbicara tak jelas karena mulut miring dan tidak mampu mengurus diri sendiri. Pendarahan di otak dapat menyebabkan stroke, yang bisa menyebabkan kematian. Kisman, warga Pontianak Tenggara, sudah 5 tahun stroke akibat tekanan darah tinggi. Tangan dan kakinya sudah hilang rasa, sehingga ia tidak dapat mengurus diri sendiri. Apabila ada rekannya menyuruh minum obat atau makan buah-buahan, ia mengkomsumsinya sekitar 3 bulan, untuk mengetahui apakah ada perubahan, jika tidak ia hentikan. “Mei 2008, seorang rekan prihatin dengan penderitaan saya alami menawarkan kapsul Prima Tensi. Baru sebulan saya mengkomsumsi sudah merasakan ada perubahan. Kurang lebih 3 bulan tangan dan kaki sudah bisa digerakkan. Saya sangat bersyukur dengan mengkomsumsi Prima Tensi, kini saya sudah mulai bisa mengurus diri sendiri, dan saya yakin akan terbebas dari stroke, karena saya tetap mengkomsumsi Prima Tensi,” ceritanya. Kapsul Prima Tensi sudah teruji dan terbukti secara klinis dapat menormalkan tekanan darah tinggi, membuka sumbatan pembuluh darah tersumbat baik yang lama maupun baru, memperlancar peredaran darah ke jantung dan otak, memperbaiki jaringan yang sakit karena dapat melancarkan metabolisme tubuh, tak ada epek samping pada tubuh karena berasal dari bahan alami, sehingga aman dikomsumsi walau dalam jangka waktu lama. Prima Tensi harganya ekonomis, isi 60 kapsul. Satu botol sudah bisa di rasakan mampaatnya. POM TR. 053 349531.Tersedia di apotik dan toko obat terdekat di kota Anda. Pontianak: Apt Imam Bonjol Jl Imam Bonjol. Apt Sei Raya Dalam, Apt Murni, Apt Amelia, Toko Batara Jl Sungai Raya Dalam. Apt Makmur 2, Apt Gajah Mada, Apt Bintang,TO Sinar Abadi I dan 2 Jl Gajah Mada. Apt Kimia Farma, Apt Sehat, TO Murni, Apt Utama Jl Tanjungpura. Apt Merdeka Timur Jl Cokroaminoto. Apt Mulia Jl Urip. Apt Mandiri I dan 2 Jl Merdeka Barat. TO Jenaka, TO SLestari Jl Ahmad Dahlan. TO Fajar Jl Komyos Sudarso. Apt Kharitas Bhakti Jl Siam. Apt Makmur Jl Serayu. Apt Abadi Jl Dipanegoro. Apt Mega S Farma Jl Veteran. TO Paris Jl Parit Husin 2. Kota Singkawang: Apt Singkawang, Apt Merdeka Jl Dipanegoro. Mempawah: Apt Mempawa Jl GM Taufik. Sambas: The Santos Jl Keramat. Sanggau: Apt Yoga Jl A Yani. Ketapang: Apt Lestari Farma, Apt Medistra farma Jl R Suprapto. Informasi lebih lanjut hubungi perwakilan kami di nomor. 081352022980.(biz)

Ingin mempublikasikan kegiatankegiatan di perusahaan, sekolah dan apa saja yang kiranya perlu diketahui masyarakat banyak

HUBUNGI CONTACT PERSON KAMI * Timan : 0561-9194999 * Mujiono : 08125712194 * Chairunnisya : 081345734559

KOmunikasi bisnis

7

Advertorial

Garam LoSoSa & Flexi, Sangat Hemat Dikelasnya NELPON pagi, siang maupun malam memakai flexi ke keluarga dan relasi di Jawa Timur dan Jakarta sangat hemat dan tidak bohong memang, apalagi sekarang ada program gratis nelpon lokal sesama teman bikin lupa daratan hingga ke 50 teman se Komunitasse Indonesia merupakan inovasi baru dari Telkom. Hal itu diungkap Sugiyatno, Kacab. PT. Garam (Persero) Indonesia saat exibisi tenis lapangan, antara Tim LoSoSa dan Tim Flexi di lapangan Tenis Telkom Pontianak dan ungkapan pula disampaikan oleh Khamim Utomo Personalia Telkom Pontianak bahwa kami sekeluarga telah mengkonsumsi LoSoSa, yaitu garam rendah sodium dan cocok untuk mencegah dan mengendalikan hypertensi/ darah tinggi, dan ini diikuti sebagian besar karyawan Telkom Pontianak yang peduli kesehatan. Menurut Sugiyatno, sepantasnyalah seluruh BUMN melakukan sinergi dan saling mendukung untuk pencapaian yang berorintasi pada target. Hal ini kita lakukan guna memupuk rasa kebersamaan, dan yang penting masing-masing pihak (PT. Telkom dan PT. Garam) bertePesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi diberbagai bidang, terjadinya perubahan orientasi pelayanan kesehatan dan terbukanya kesempatan kerja yang luas harus dapat diimbangi oleh sumber daya manusia kesehatan yang handal dan berkualitas. Oleh karena itu, STIK SINT. CAROLUS JAKARTA, STIKES BANTEN, SISMADI DAN AKADEMI KESEHATAN LAINNYA selaku penyelenggara pendidikan kesehatan dan keperawatan di Indonesia berkolaborasi dengan berbagai institusi kesehatan dan non kesehatan yang berkompeten berupaya hadir DI KALIMANTAN BARAT untuk menjawab tantangan tersebut dengan mendidik melatih para calon tenaga kesehatan yang disiapkan untuk dapat bersaing dan berkompetisi dalam dunia kerja baik lokal maupun Internasional, untuk itu segeralah bergabung bersama kami.. Ingat, jangan salah pilih, telitilah sebelum memilih. PENERIMAAN MAHASISWA BARU TAHUN AKADEMIK 2009 / 2010 1. STIK SINT. CAROLUS JAKARTA PUSAT. Program Pendidikan : A. S.1 KEPERAWATAN – NERS Jalur A : Masa studi 10 -16 Semester ( 151 SKS untuk akademik + 25 SKS untuk profesi ) Jalur B : Masa studi 5 – 10 Semester (62 SKS untuk akademik+25 SKS untuk profesi) B. DIPLOMA KEPERAWATAN. Masa studi 6 – 10 semester.

Tim LoSosa dan Tim Flexi melakukan exibisi tenis di lapangan tenis Telkom Pontianak belum lama ini.

kad dan sepakat untuk menjamin kepuasan konsumen, dan selalu melakukan inovasi yang berkesinambungan sesuai harapan stakeholder serta berpartisipasi mewujudkan generasi sehat dan cerdas. Pada kesempatan lain DGM Telkom Kalbat M. Amin Yunus mengatakan, saat ini Telkom melakukan inovasi baru pada komunitas pemakai Flexi Indonesia khususnya di Kalbar, nelpon gratis lokal sesama komunitas hingga 50 teman se Indonesia, sehingga bikin lupa bahwa mereka bicara/ via telpon dan saatnya konsumen

Flexi menikmati program ini. Dan yang belum memakai Flexi saatnya untuk bergabung sebagai komunitas Flexi Kalbar, dan ini sebagai terobosan dan memanjakan serta memberi kepuasan konsumen. Caranya adalah, ketik Create(spasi)nama_group,kirim ke : 345 untuk registrasi, minimal pulsa Rp.10.000 atau kunjungi plasa Telkom terdekat. Menurut Sugiyatno, hidup di dunia ini tidak ada yang kekal dan langgeng, sehingga untuk eksis baik secara individual maupun dalam organisasi, harus melaku-

kan perubahan dan yang tidak mau berubah bersiaplah untuk ditindas dan ditinggal oleh zaman. Makanya dari segi yang kecil seperti garam dan hanya diurus oleh pembantu, PT. Garam (Persero) eksis melakukan inovasi dengan garam LoSoSanya. LoSoSa dibuat dari garam dapur alami dan diolah dengan tehnologi pemurnian garam terbaik, juga diperkaya dengan senyawa meniral kalium yang merupakan mineral terpenting yang dibutuhkan oleh tubuh di dalam metabolismenya. Kalium (potasium) merupakan mineral pasangan natrium (sodium) di dalam cairan tubuh baik di luar maupun di dalam sel. Mineral kalium terutama terdapat di dalam sel, sementara natrium di luar sel. Kalium di butuhkan oleh tubuh dari tiga kali kebutuhan natrium, dan fungsinya merupakan kebalikan dari mineral natrium. Jika konsentrat natrium meningkat di dalam tubuh, maka kalium akan di tarik keluar dari sel, yang berdampak pada kehilangan keseimbangan natrium-kalium dan tekanan darah menjadi naik. Untuk mendapatkan tekanan darah yang baik perlu dijaga ke-

STIKES & STIK

(Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan dan Keperawatan) DKI Jakarta dan Banten C. DIPLOMA KEBIDANAN Masa studi 6 – 10 semester. D. S.1 GIZI Lahan Praktek: Pelayanan Kese­ hatan Sint. Carolus ( PKSC) RS. UKI, RS. Sumber Waras, RS PGI Cikini, RS Atmajaya, RSAB Harapan Kita, dan Rumah Sakit dan institusi pelayanan kesehatan lain di DKI Jakarta. PELUANG BEASISWA : DITI, DIKMENTI DAN IKATAN DINAS RUMAH SAKIT BESAR DI DKI. Tersedia tempat kost. PERSYARATAN PENDAFTARAN. Tinggi badan minimal 155cm berat badan proporsional, SKCK terbaru, Tidak buta Warna, tamatan DIII Kep, SPK, SMU/ SMA, pasfoto terbaru 4X6 dan 2X 3 masing-masing 5 lbr, akte lahir, 2lbr foto copy ijasah atau Surat Tanda Kelulusan, 2 lbr foto copy STTB atau Daftar Nilai Ujian di legalisir Kepala Sekolah, 1 lbr foto copy raport kelas 1 – 3 legalisir kepala seklah, hasil pemeriksaan lab Hbs Ag terbaru ( 6 bln terakhir ), Surat keterangan Sehat. 2. STIKES BANTEN Program Pendidikan : S. 1 Keperawatan, S.1 Manajemen Rumah Sakit, Diploma III Kebidanan dan Diploma III Sekretaris Medik. PERSYARATAN PENDAFTARAN. Foto copy KTP, Ijasah, pasfoto warna 3 x 4 = 4 lbr, 2 x 3 = 2lbr, surat keterangan sehat dari dokter. Tidak buta Warna. Tidak mempersyaratkan Tinggi badan. Peserta didik : Tamatan SMA/ SMK/MAN/SMEA/ SPK atau sederajat dan Lulusan Paket C. KAMPUS STIKES BANTEN, BSD City, SERPONG. Jln. Rawa

Buntu No. 10 Serpong. Tersedia tempat kost. Lokasi strategis dipusat kota mandiri BSD City dengan pencapaian yang mudah dari akses Tol BSD – Pondok Indah ( Jakarta Outer Ring Road ) & Tol Merak – Kb jeruk. Kemudahan pembayaran SPP dengan metode cicilan pada setiap semester, tersedia kredit pembiayaan pendidikan via BANK. Ruang kampus mempergunakan AC dan dilengkapi dengan sarana audio visual. Laboratorium Komputer dan internet gratis untuk mahasiswa. Didukung oleh staf pengajar yang berkualitas dari berbagai instansi pendidikan & instansi pelayanan Rumah Sakit yang berkompeten pada bidangnya. 3. STIKES SISMADI TANJUNG PRIOK JAKARTA UTARA Program Pendidikan : S. 1 Keperawatan, Diploma III Keperawatan Harum dan Diploma III Kebidanan Sismadi.

PERSYARATAN PENDAFTARAN. Foto copy KTP, Ijasah, pasfoto warna 3 x 4 = 4 lbr, 2 x 3 = 2lbr, surat keterangan sehat dari dokter. Lulusan Paket C.Tidak buta Warna. Peserta didik : Tamatan SMA/ SMK/MAN/SMEA/ SPK atau sederajat dan Lulusan Paket C. FASILITAS : Kampus milik sendiri, perpustakaan lengkap, laboratorium komputer, bahasa inggris, ruangan FULL AC. Tersedia tempat kost milik staf Sismadi. Praktek klinik Milik Sismadi Group ( RS. Harum, RS. Sukmul ) RSPI Suliyanti Saroso, RSUD Sekar Wangi Sukabumi dan RS Bersalin Tri tunggal Jakarta utara. 4. AKADEMI KESEHATAN SWAKARSA Program Pendidikan : Diploma III Keperawatan dan Diploma III Kebidanan. Angkatan ke XI, fasilitas pendidikan : Gedung perkulihan milik sendiri, ruang kuliah FULL AC, perkuliahan

seimbangan kalium dengan mengkonsumsinya bersamaan dengan sodium. Hal ini tidak dimiliki pada garam dapur biasa. LoSoSadengankandungankaya kalium akan menbantu menjaga keseimbangan mineral dalam tubuh menurunkan tekanan darah, dengan keseimbangan mineral garam LoSoSa sebagai mineral nutrisi bukan merupakan formula obat, yang terdaftar sebagai makanan dan pengganti garam dapur untuk mereka yang kehilangan keseimbangan mineral akibat pola hidup. Sebagai garam kesehatan sangat aman dikonsumsi untuk segala usia. Selain itu, LoSoSa juga mengandung iodium, yakni mineral yang dibutuhkan oleh kelenjar tiroid,untukmenghasilkanhormon pertumbuhan dan kecerdasan terutama pada anak-anak. Namun apabilan dibandingkan dengan beberapa produk garam rendah sodium yang serupa di pasaran, harganya jauh lebih murah. Bagi Anda yang mencintai dan menghargai pentingnya kesehatan, akan berpikir seribu kali bila nilai manfaatnya jauh lebih menguntungkan untuk masa yang akan datang.(biz) didukung dengan AVA, Dosen lulusan S.1 dan S.2 yang ahli dibidangnya, tersedia Asrama. 5. AKADEMI FARMASI YAYASAN BHUMI HUSADA JAKARTA KAMPUS AKFAR Gedung Graha Elok Jln. Utan Kayu Raya No. 67 Jakarta Timur. Lahan Praktek : Industri Farmasi: Indofarma, Kimia Farma, Martina Berto, Dankos, Pharos Indonesia, Bintang Tujuh. Apotik : PT. Kimia Farma, PT. Askes dan Balai POM DKI Jakarta. 6. AKADEMI RONGTION NUSANTARA KAMPUS ATRO Gedung Graha Elok Jln. Utan Kayu Raya No. 67 Jakarta Timur. 7. STIKES DAN AKADEMI LAINNYA. Pelaksanaan Tes untuk GELOMBANG : 1. TGL. 01–02 MEI 2009 2. TGL. 09–10 JULI 2009 3. TGL. 04–05 AGUSTUS 2009 BERTEMPAT DIAULA RUMAH SAKIT SANTO ANTONIUS PONTIANAK LANTAI IV JAM : 08 s/d Selesai. Bagi mahasiswa yang dinyatakan LULUS test akan diberangkatkan ke Jakarta tgl 20 Agustus 2009. Calon Mahasiswa akan diantar dan didampingi oleh panitia dari Pontianak ke Jakarta dan langsung dijemput di Bandara untuk menuju Kampus. Biayapendaftaran,testdankuliah dapat menghubungi Bp.Tonalius, SKM atau langsung ke alamat dibawah ini. Lokasi pendaftaran dapat di akses langsung dengan BUS KOTA, JURUSAN KOTA BARU ATAU JERUJU. maupun OPLET PASAR DAHLIA. Tempat pendaftaran: Jl. Martadinata (Gracia Warnet) Ruko Samping Gg Gunung Gede Pontianak. Telp. (0561) 770033, Hp 08125765537 dan 08125667959. (biz)

Indosat Berikan Layanan Kesehatan Gratis KOMITMEN Indosat terus memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitar, diwujudkan melalui berbagai kegiatan perusahaan seperti yang dilakukan di daerah Ciboleger, Baduy Luar, di Kabupaten Lebak, Banten, melalui ‘Mobil Klinik Sehat Keliling Indosat’. Upaya tersebut diwujudkan dengan memberikan berbagai layanan kesehatan secara gratis bagi masyarakat setempat seperti pemeriksaan kesehatan, pengobatan, pemberian konsultasi gizi bagi ibu hamil. Selain bantuan kesehatan, juga diberikan bantuan pendidikan kepada tiga SD Negeri, pemberian bantuan kepada masjidmasjid, serta sumbangan sosial untuk masyarakat Baduy yang beberapa waktu lalu mengalami musibah kebakaran, termasuk membantu membuat petunjuk lokasi beberapa desa di daerah Baduy. “Kegiatan kepedulian sosial perusahaan kami upayakan juga menjangkau wilayah dan masyarakat pedalaman seperti wilayah Baduy Luar ini, dalam upaya membantu meningkatkan kualitas kesehatan dan kehidupan mereka, dengan berbagai fasilitas yang mungkin selama ini sulit mereka peroleh. Kami sangat berbahagia sekali dapat bertemu dan membantu mereka dengan progam-program kepedulian sosial perusahaan, sesuai dengan apa yang mereka butuhkan,” kata

FOTO IST

BANTUAN: Wakil Gubernur Banten Mohammad Masduki (kanan) dan Direktur Utama Indosat Johnny Swandi Sjam (tengah) serta Head of Jabotabek Region Indosat Asep Suhendi (kiri) sedang meninjau pengobatan gratis warga Kampung Baduy Luar, Banten.

Direktur Utama Indosat Johnny Swandi Sjam. Selain berbagai kegiatan sosial tersebut, Indosat juga mewujudkan komitmen membantu pengembangan pariwisata di wilayah tersebut, dengan membuka akses layanan telekomunikasi bagi masyarakat di Ciboleger, Baduy Luar, Banten. Kehadiran BTS Indosat di daerah Baduy ini, merupakan satu-satunya BTS telekomunikasi yang berdiri, karena di wilayah tersebut selama ini belum pernah mendapatkan akses layanan telekomunikasi dari operator manapun. “Kehadiran kami di Kampung Ciboleger yang berbatasan langsung dengan Kampung

Baduy ini, kembali membuktikan komitmen Indosat untuk terus membuka akses layanan bagi masyarakat di wilayah pedalaman agar dapat menggali potensi di wilayahnya. Seperti pariwisata di daerah Baduy Luar yang selama ini juga dikenal sebagai daerah tujuan wisata, karena keunikan tradisi dan budayanya yang masih dipertahankan sampai sekarang, ” tambah Johnny. Wakil Gubernur Banten Drs. H. Mohammad Masduki Msi mengatakan, ”Pemerintah tentu saja menyambut positif komitmen setiap operator, yang melakukan inisiatif dalam mempercepat pembukaan akses telekomunikasi di daer-

ah-daerah pedalaman termasuk yang dilakukan Indosat, dengan memberikan akses telekomunikasi di daerah Baduy ,yang kami harapkan dapat membantu meningkatkan potensi pariwisata di daerah tersebut.” Menjadi operator pertama yang hadir di daerah ini, Indosat akan melayani masyarakat di wilayah tersebut dengan berbagai layanan seluler seperti Matrix, Mentari dan IM3. Kehadiran Indosat diharapkan dapat turut mendorong dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya bagi Kampung Ciboleger dan juga masyakat Baduy Luar. Masyarakat Ciboleger dan Baduy Luar sebagian besar memiliki mata pencaharian sebagai petani dan membuka ladang. Ciboleger sendiri merupakan kampung yang menjadi pintu utama masuk ke masyarakat Baduy dan berbatasan secara langsung dengan masyarakat Baduy Luar. Masyarakat Ba­ duy Luar merupakan bagian dari masyarakat Baduy yang memiliki adat istiadat lebih longgar dari masyakat Baduy Dalam. Masyarakat Baduy tinggal di tanah hak ulayat sekitar kurang lebih 5100,83ha dengan jumlah penduduk Desa Kanekes 10047 orang, terdiri dari laki-laki 5.086 orang dan perempuan 4.988 orang dengan jumlah KK sebanyak 2.665 diantaranya Baduy dalam 1.053 orang.(biz)

KALBAR

8

Pontianak Post

Kamis 14 Mei 2009

Warga Jangkang Datangi Kantor Bupati

Minta Kebijakan Soal Pengolahan Kayu Hutan SANGGAU–Warga Kecamatan Jangkang dengan menumpang sejumlah truk Rabu (13/5) kemarin, mendatangi Kantor Bupati Sanggau. Mereka menyampaikan aspirasi berkaitan pengolahan kayu di wilayahnya. Puluhan warga ini diterima Wakil Bupati Sanggau Paolus Hadi yang didampingi Asisten II Dra Hj Jamilah MM dan Kabag Ops Polres Sanggau Kompol A Rahman. Beberapa hal yang disampaikan perwakilan masyarakat pada pertemuan siang kemarin. Diantaranya permintaan kepada Pemkab agar bisa mengeluarkan kebijakan yang memperbolehkan masyarakat mengolah atau memanfaatkan kayu. Termasuk tuntutan agar kayu-kayu yang ada saat ini dapat dikeluarkan. Menurut mereka akibat kayukayu di hutan Jangkang tak bisa diolah, membuat masyarakat kesulitan dalam hal lapangan pekerjaan. Jika tidak diperbolehkan memanfaatkan hasil hutan, mereka meminta pemerintah mau membuat kebijakan

ANTO WINARNO/KAPUAS POST

SAMPAIKAN ASPIRASI: Warga Jangkang saat mendatangi kantor Bupati Sanggau kemarin.

soal kompensasi lapangan pekerjaan lain.Pada kesempatan itu, Jamilah memberikan penjelasan, belum lama ini Pemkab Sanggau berangkat ke Jakarta untuk mendatangi departemen kehutanan dengan membawa agenda terkait izin mengelola hasil hutan.

Upaya ini ditempuh lantaran aspirasi masyarakat yang menginginkan pengelolaan hasil hutan secara legal dan sulitnya pemenuhan kebutuhan kayu untuk pembangunan. Beberapa hal yang diusulkan ke Dephut, diantaranya meminta pelimpahan kewenangan

khusus kepada kepala daerah untuk mengatur Izin Pemungutan Hasil Hutan Kayu (IPHHK) dengan target di atas 20 meter kubik per tahun per kepala keluarga dan dapat diperdagangan untuk memenuhi kebutuhan kayu lokal. Mengusulkan pula soal aturan

yang mengatur pemenuhan kebutuhan kayu untuk per individu dengan jumlah maksimal 20 meter kubik dan tidak boleh diperdagangkan, dan untuk kepentingan umum maksimal 50 meter kubik dan tidak boleh juga diperdagangkan. Selanjutnya, meminta Dephut memberikan izin kepada pemegang Izin Pemanfaatan Kayu (IPK) untuk menjual hasil produksinya minimal 50 persen untuk memenuhi kebutuhan kayu lokal kebutuhan kayu untuk keperluan pembangunan di Kabupaten Sanggau sebesar 1.015 meter kubik per tahun. Kemudian meminta diterbitkan segera Peraturan Menteri Kehutanan yang mengatur lebih lanjut pemanfaatan hasil hutan secara terkendali. Meminta Dephut meninjau kembali penetapan status kawasan hutan sesuai dengan kondisinya mengingat Kabupaten Sanggau memiliki kawasan hutan yang cukup luas yaitu kurang lebih 586.052,97 hektar atau 46 persen dari total luas wilayah. Usulan lain, agar diberi

Izin Pemanfaatan Kayu (IPK) sehingga kayu tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku guna pemenuhan kayu olahan lokal maupun dimanfaatkan untuk bahan baku pabrik kertas. Kemudian membebaskan pengenaan PSDH dan DR atau menurunkan tarifnya atas produksi kayu yang dialokasikan untuk kebutuhan local dan usulan terakhir, adalah supaya Dephut harus punya kompensasi kepada masyarakat yang menjaga hutan untuk memperoleh fasilitas jalan, pertanian atau perkebunan rakyat. Tanggapan Setditjen Pengusahaan Hutan, Pemkab Sanggau dapat segera mengajukan usulan Hutan Produksi untuk dijadikan Hutan Tanaman Rakyat yang akan diproses di departemen kehutanan. Setelah mendapat persetujuan sebagai Hutan Tanaman Rakyat dari Menteri Kehutanan, selanjutnya pengelolaan akan menjadi kekuasaan penuh Kepala Daerah yang bersangkutan. Wakil Bupati menyatakan soal kayu memang tak mudah

dan diibaratkannya seperti memakan buah simalakama. Apalagi, Pemeirntah Daerah tidak memiliki kewenangan soal pengaturan pemanfaatan hutan. Kewenangan itu hanya berada di tingkat Pemerintah Pusat. Meskipun begitu, Wabup bisa merasakan kesulitan apa yang dirasakan masyarakat. Tentunya, akan mempelajari kondisi ini dan memanfaatkan kemungkinan adanya celah yang bisa dimanfaatkan untuk membantu masyarakat dengan melibatkan Dephut dan juga perusahaan-perusahaan untuk membantu masyarakat. Pihak Kepolisian, juga menyinggung soal pada aturan yang sudah ada. Jika dalam menjalankan tugasnya Polri melanggar ketentuan, maka tindakan itu sudah jelas tidak dibenarkan. Demikian pula dalam hal kebijakan pengelolaan hasil hutan semuanya harus mengacu kepada aturan yang berlaku. Hingga berita ini turun cetak, pertemuan masih sedang berlangsung hingga petang kemarin.(An)

ingin pasang iklan di...Pontianak

Post

Call aja...disini...

735071 gedung GRAHAPENA Lt.2 Jl. Gajahmada No. 2-4 Pontianak

Pontianak Post

9

Kamis 14 Mei 2009

Happy Fun With Honda

Honda West Borneo Community g n a w a k g in S e h T g n ri u o T g in Safety Rid TIDAK kurang dua ratus motor dari 11 club

motor Honda turut memeriahkan acara touring bersama ke Singkawang. Kegiatan ini di helat pada 9-10 Mei di Taman Pasir Panjang Indah, Singkawang. Dibawah bendera Honda West Borneo Commnity (HWBC), para biker ini berkesempatan melakukan touring in the city dengan menyusuri jalan-jalan raya di Kota Pontianak dan Kota Singkawang. Komunitas biker yang ambil bagian dalam touring the Singkawang ini adalah Pontianak Tiger Club, Mempawah Tiger Club, Singkawang Tiger Club, CBR Rider, CS-1 Community, Honda Su-

PERSIAPAN: Sebelum berangkat, peserta touring melakukan foto bersama. Mereka juga berkesempatan menggelar rolling city di Kota Pontianak.

FOTO BERSAMA: CS Community

Safety Reading Skill Training turut serta.

Geng BeAT

HIBURAN: Gerak tari dan lagu dipersembahkan sejumlah anggota HWBC. Mereka tampil memikat di atas Honda Exhibition Car. Bagi anggota club motor yang tampil heboh, panitia menyediakan sejumlah door prize yang menarik. Honda Jreng Commnunity

Revo Club

PULANG: Rombongan HWBC bertolak pulang ke Pontianak.

ISTIRAHAT: Sambil melepas lelah, para peserta touring the Singkawang menikmati pemandangan di Alun-Alun Kota Mempawah dan Taman Burung Singkawang. Sebelumnya, mereka menggadakan rolling city di Kota Singkawang.

bertolak menuju Taman Pasir Panjang Indah Singkawang. Disana, para biker mania ini mengikuti sejumlah game-game seru, seperti slow race competition, freestyle at sand, beach futsal dan lain sebagainya. Acara bertambah meriah dengan penampilan gerak tari dan lagu oleh sejumlah anggota HWBC, di atas Honda Exhibition Car. Bagi anggota club motor yang tampil heboh, panitia menyediakan sejumlah door prize yang menarik. Acara touring the Singkawang ini diakhiri dengan konvoi bersama menuju Kota Pontianak. Bravo Honda, Bravo HWBC.**

Narasi S Pringgo Foto-foto Mudjadi & Dokumen HWBC

HWBC: Anggota Honda West Borneo Commnity (HWBC) foto bersama dalam acara Safety Riding Touring The Singkawang.

KETANGKASAN: Acara touring the Singkawang meriah setelah sejumlah anggota HWBC unjuk kebolehan dalam mengendarai motor Honda.

pra Community, Revo Club, Geng BeAT, Vario Club, Honda Jreng Commnunity, dan Pontianak Motor Ceper Commnunity. Saat melintasi Kota Mempawah, seluruh peserta touring berkesempatan menikmati pemandangan indah panorama alam di Alun-Alun Kota Mempawah. Setelah beristirahat sejenak, rombongan para biker mania ini kemudian melanjutkan perjalanan ke Kota Singkawang. Setibanya di Kota Singkawang, rombongan HWBC diberi kesempatan rolling city dan beristirahat di Taman Burung Singkawang. Puas melepas lelah, rombongan langsung

Honda Supra Community

10

MENUJU

KEKUASAAN

Pontianak Post

Kamis 14 Mei 2009

SBY-JK Mulai Kampanye JAKARTA – Meski belum resmi mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), calon presiden Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan calon presiden Partai Golkar Jusuf Kalla sudah mulai berkampanye di media. Iklan kedua calon presiden yang masih menjabat itu wara-wiri di sejumlah media elektronik sejak dua hari lalu. Berbeda dengan iklan SBY yang terlihat mirip iklan Obama pada pemilu presiden Amerika Serikat, materi kampanye Jusuf Kalla dibuat seperti iklan layanan masyarakat. Dalam iklan yang dibuat Johans Foundation itu, sejumlah

tokoh memberikan testimoni tentang efektivitas model kepemimpinan Jusuf Kalla. Mereka, antara lain, tokoh Sunda Solichin Gautama Purwanegara, kolumnis Budiarto Shambazy, Ketua PB NU Hasyim Muzadi, mantan Ketua PP Muhammadiyah Ahmad Syafi’i Ma’arif, dan mantan Menko Perekonomian Kwik Kian Gie. Tentu saja Jusuf Kalla juga menjadi salah satu tokoh yang berbicara tentang kepemimpinan efektif dalam iklan tersebut. ’’Saya kira beruntung SBY punya Jusuf Kalla. Saya kira dialah yang banyak berbuat untuk bangsa ini, mulai soal Aceh, Ambon, dan BLT

memang itu JK. Walau dikritik banyak orang, tapi banyak yang senang,” ujar Syafi’i dalam iklan itu. Pendiri Johans Foundation Johan Silalahi tak membantah pihaknya berkampanye untuk Jusuf Kalla. Iklan itu dinilai sebagai soft campaign untuk memperkenalkan visi kepemimpinan Jusuf Kalla yang selama ini tenggelam di bawah bayangbayang SBY. ’’Kita tidak mengiklankan JK sebagai pribadi, tapi leadership (kepemimpinan). Jadi, iklan itu bersifat pendidikan kepemimpinan,” terangnya. (noe)

KPU Tak Gegabah Tetapkan Caleg Terpilih PONTIANAK-Kabar gembira buat para calon legislative (caleg) terpilih. Pada 17-18 Mei mendatang, mereka akan di tetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Barat sebagai caleg terpilih 2009-2014. Penetapan itu dilakukan atas dasar hasil rapat koordinasi antar sesama unsur pimpinan KPU se-kabupaten/ kota. Penetapan caleg terpilih ini menurut Ketua KPU Kalbar AR Muzamil tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Sebagaimana yang dimanahkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD, KPU memiliki kewenangan kuat untuk mencoret caleg terpilih jika mereka nyata-nyata melanggar Pasal 218, khususnya ayat 1. Dalam pasal 218 ayat 1 disebutkan penggantian calon terpilih anggota DPR, DPD, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota dilakukan

apabila calon terpilih yang bersangkutan meninggal dunia, mengundurkan diri, tidak lagi memenuhi syarat untuk menjadi anggota DPR, DPD, DPRD provinsi, atau DPRD kabupaten/ kota, terbukti melakukan tindak pidana Pemilu berupa politik uang atau pemalsuan dokumen berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap. Kendati hukum telah memberi kuasa untuk melakukan pencoretan, namun KPU tidak bisa berlaku sewenang-wenang. Sebelum memutuskan suatu perkara, KPU wajib melakukan klarifikasi terhadap segala bentuk temuan yang masukan. “Kami tidak gegabah. Sebelum menjatuhkan sebuah keputusan, kita akan selalu melakukan cross check dengan instansi terkait,” katanya kepada Pontianak Post, Rabu (13/5) kemarin. Seperti apa cross check yang dilakukan? Ses-

uai dengan aturan perundangan yang ada, KPU akan meminta surat keterangan kematian yang di keluarkan rumah sakit atau kelurahan terhadap caleg terpilih yang meninggal dunia. Bagi caleg terpilih yang mengundurkan diri, KPU juga akan meminta surat pengunduran diri yang disahkan oleh unsur pimpinan parpol. Untuk caleg terpilih yang tidak lagi memenuhi syarat untuk menjadi anggota DPR, DPD, DPRD provinsi, atau DPRD kabupaten/ kota, KPU akan melakukan penelusuran secara lebih mendalam tentang kebenaran laporan yang masuk dengan bekerjasama dengan instansi terkait. Khusus bagi caleg yang terbukti melakukan tindak pidana Pemilu, seperti melakukan politik uang, pemalsuan dokumen dan memiliki putusan hukum tetap, maka KPU akan meminta salinan putusan dari pengadilan. (go)

Pontianak Post

ANEKA

Kamis 14 Mei 2009

SBY Lebih Wah daripada JK-Win Sambungan dari halaman 1

dengan capres Partai Demokrat, SBY. ’’Bandung adalah tempat SBY menghabiskan separo karir militernya sejak mengikuti tes sebagai taruna Akabri,’’ ungkap adik kandung Juru Bicara Presiden Andi Mallarangeng tersebut.Selain itu, lanjut dia, dua putra kesayangan SBY lahir di ibu kota Jawa Barat tersebut. Putra sulung SBY, Agus Harimurti Yudhoyono, lahir pada 10 Agustus 1978 dan putra bungsu SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono, lahir pada 24 November 1980. ’’Bandung juga merupakan kota yang identik dengan simbol-simbol perjuangan serta patriotisme,’’ jelasnya.Tempat deklarasi di Sabuga merupakan gedung megah di kompleks ITB, Jalan Taman Sari 73, Bandung. Acara akan dilangsungkan di auditorium hall berkapasitas 1.581 kursi dengan tambahan 200 tempat duduk. Di website

www.sabugacenter.com, sewa gedung tersebut disebutkan Rp 25.650.000 per 12 jam. Acara yang akan dimulai pukul 19.00 itu menampilkan Elfa Secioria dan Bimbo. ’’Kami memang tidak banyak mengundang artis karena ini bukan kampanye. Ini deklarasi,’’ tegas Choel. Sejumlah tokoh nasional, kata dia, akan hadir. Namun, dia belum bersedia menyebutkan nama mereka. ’’Yang pasti, pimpinan parpol-parpol mitra koalisi akan ikut hadir,’’ ujarnya.SBY akan datang langsung dari Manado setelah menghadiri World Ocean Conference (WOC). Sementara itu, Boediono akan naik kereta api dari Stasiun Gambir besok pagi. SBY dan Boediono masing-masing akan diberi kesempatan berpidato selama 10 menit. Keduanya akan mengenakan kostum merah putih yang dirancang khusus di Kwongtung Tailor, rumah

Waspadai! Racun pada Isi Perut dan Insang Ikan Air Tawar jahit ternama dan mahal di Jakarta.Melihat rancangan acara deklarasi SBY-Boediono sangat kontras dengan deklarasi capres-cawapres Partai Golkar dan Hanura JK-Wiranto di Tugu Proklamasi, 10 Mei 2009. Saat itu, JK dan Wiranto hanya mengenakan pakaian kuning dipadu celana panjang hitam yang biasa dikenakan dalam acara-acara partai. JK dan Wiranto juga mengenakan peci yang diklaim sebagai simbol kerakyatan. Tempat di Tugu Proklamasi itu jelas kalah mewah daripada Sabuga. Tugu Proklamasi merupakan areal terbuka yang hanya dihiasi patung proklamator Soekarno-Hatta. Tempat tersebut biasa dipakai mahasiswa atau masyarakat berunjuk rasa. Korban Lapindo juga kerap menjadikan Tugu Proklamasi sebagai markas mereka selama di Jakarta. Tinggal PKS Menolak Partai Demokrat tak terlalu pusing atas penolakan empat

parpol bakal mitra koalisinya terhadap sosok Gubernur BI Boediono, kandidat terkuat cawapres SBY. Mereka mengklaim hanya PKS yang masih ’’rewel’’. Tiga partai lainnya, yakni PPP, PAN, dan PKB, sudah mengamini pilihan SBY tersebut.’’Di antara empat itu, yang tiga sudah pasti. Yang satu masih proses,’’ kata Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Ahmad Mubarok setelah diskusi di gedung DPD, Kompleks Parlemen Senayan, kemarin (13/5). Dia menyatakan tidak terkejut atas manuver parpol-parpol tersebut. ’’Semua parpol menengah butuh olahraga politik. Biar tetap sehat,’’ ujarnya.Menurut Mubarok, duet SBY-Boediono tinggal menunggu gongnya. ’’SBYBoediono sudah 99 persen,’’ tegas politikus kontroversial yang pernah memprediksi Golkar mendapat 2,5 persen suara nasional dalam Pemilu 2009 tersebut.(tom/pri/dyn/kum)

Di Jatim, JK-Win Gerilya Tokoh NU Sambungan dari halaman 1

melanjutkan perjalanan menuju Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah, Situbondo. Selanjutnya, sekitar pukul 16.00, JK-Win sudah berada di kantor Pengurus Wilayah (PW) NU Jatim untuk bertemu jajaran pengurus ormas terbesar di Indonesia itu. Di sana mereka disambut KH Miftakhul Akhyar (Rais Syuriah) dan KH Hasan Mutawakkil Alallah (ketua Tanfidiyah), serta para ketua PC NU se-Jatim. Sambutan cukup hangat diberikan ketika KH Miftakhul Akhyar mengalungkan serban putih ke leher JK. Di Kantor PW NU Jatim itu, JK meresmikan Social Emergency Response (SER). Ini adalah semacam lembaga penanggulangan bencana. Tak hanya meresmikan, JK juga menyumbangkan satu unit kendaraan amfibi untuk operasional

lembaga di bawah bendera NU tersebut. Dalam sambutannya, JK memuji langkah PW NU mendirikan lembaga bencana. Dia menyebut langkah pengurus mendirikan SER sebagai langkah cepat sebelum bencana datang. ’’Bencana cepat terjadi. Karena itu, harus bertindak cepat. Paling cepat paling baik,’’ ucap JK disambut tepuk tangan hadirin, seperti ingin menggandengkan dengan slogannya, lebih cepat lebih baik. Selesai dari acara tersebut, JK-Win diundang menghadiri acara yang dihelat para pengusaha Madura di RM Agis yang lokasinya berdekatan dengan Kantor PW NU. Dari sana pasangan itu melanjutkan perjalanan ke kantor redaksi Jawa Pos Group di Graha Pena. Kedatangan JK-Win yang juga didampingi Wagub Saifullah Yusuf disambut Chairman Jawa Pos Dahlan Iskan.

Pada kesempatan itu, baik JK maupun Wiranto kembali memaparkan alasannya memilih slogan lebih cepat lebih baik. ”Sama sekali tak ada alasan untuk menyindir, apalagi takabur,” kata JK. Ini secara tidak langsung merespons pernyataan SBY yang menyebut JK takabur. Slogan lebih cepat dipilih, lanjut JK, karena dia dan Wiranto memang paling cepat mengambil keputusan sebagai capres-cawapres. ’’Habis, bagaimana? Bu Mega terkunci, Gerindra terkunci. Juga Pak SBY yang sibuk memilih (calon cawapres). Kalau tidak ada yang masuk, tidak dimulai permainan,’’ ucap JK lantas tertawa lepas. Wiranto menimpali, slogan lebih cepat lebih baik adalah bahan jualan untuk memopulerkan dirinya dan JK. ”Namanya jualan. Ya, slogannya harus menarik. Lebih cepat lebih baik, dengan hati nurani,”

tambahnya. Dalam kesempatan itu, JK-Win mendapat banyak pertanyaan dari awak redaksi. Salah satunya, ada yang mengonfirmasi dugaan bahwa pasangan JK-Win punya peran di balik belum solidnya empat parpol pendukung SBY (PAN, PKS, PKB, dan PPP). JK mengatakan, dalam berpolitik, perpecahan koalisi sudah hal yang biasa. Namun, dia membantah jika kurang harmonisnya hubungan empat parpol dengan kubu SBY karena intervensinya. ’’Saya tidak mampu dan tidak mau memecah belah,’’ tukasnya. JK mengatakan, bisa saja perpecahan itu disebabkan perbedaan pendapat terhadap pilihan SBY yang menjadikan Boediono sebagai cawapres. ’’Biasalah politik. Tidak senang terus berbalik arah,’’ papar politikus dan pengusaha asal Makassar tersebut. (fid/kum)

asal Tangerang itu masih berada dalam perlindungan tim khusus yang dibentuk Direktorat Rerserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Mereka berpindahpindah dari satu apartemen ke apartemen lainnya. Padahal, jika Rani dimunculkan, tentu teka-teki motif pembunuhan akan segera terungkap. Direktur Reserse Umum dan Kriminal Polda Metro Jaya Kombes Muhammad Iriawan mengungkapkan, motif akan jelas di pengadilan. “Nanti tunggu di pengadilan,” kata perwira ramah itu kemarin. Penyidik

masih mengembangkan kasus ini dengan memanggil sejumlah saksi. “Ajudan pak Antasari dan staf Sigid diperiksa,” kata Iriawan. Ajudan berinisial FHK itu seorang polisi dan selama ini selalu mendampingi Antasari dalam setiap aktivitasnya. Penyidik juga masih menunggu hasil pemeriksaan rekening oleh Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan. PPATK memeriksa empat rekening yakni rekening Antasari, Wiliardi, Sigid dan Rani Juliani. “Hasilnya belum keluar,” kata Iriawan(rdl)

Antasari Pernah Diteror Nasrudin Sambungan dari halaman 1

Nasrudin juga pernah meminta bantuan Antasari terkait posisinya di PT RNI yang tak kunjung diangkat padahal sudah ada surat keputusan dari Meneng BUMN Sugiharto. Soal ini juga pernah disampaikan langsung oleh Antasari pada Rabu malam (29/4) saat dicegat wartawan di depan komplek perumahan Giri Loka II, BSD, Serpong. Maqdir menilai selama ini penyidik Polda tidak punya bukti yang cukup kuat untuk menjerat kliennya.

“Kami yakin pak Antasari terseret dalam pusaran skenario besar,” katanya. Pengacara Antasari yang lain, Juniver Girsang menilai masyarakat dijebak dalam sebuah drama cinta segitiga. “Padahal, penyidik tak punya bukti yang cukup kuat,” katanya. Soal posisi Rani Juliani pun, kata Juniver, juga tidak membuktikan apa-apa. “Seperti yang sudah saya jelaskan, pak Antasari kenal Rani sebatas sebagai caddy golf itu saja,” katanya. Hingga kemarin, polisi memang belum memunculkan Rani. Wanita

Sebelum Connie, Pernah Tangani Pasien Ingin seperti Angelina Jolie Sambungan dari halaman 1

Dipimpin dr Maria Siemionow, tim dokter yang di dalamnya termasuk Risal, melakukan operasi selama 22 jam. Tim dokter mengganti 80 persen bagian wajah Connie dengan tulang, otot, saraf, kulit, dan pembuluh darah pedonor. Dia baru keluar rumah sakit pada 5 Februari lalu, tapi tetap berkonsultasi dengan dokter. Bagaimana Risal bisa bergabung dalam tim dokter bedah terbaik di AS? Risal memang mengawali sekolahnya di SD dan SMP Ora et Labora Kebayoran Baru. Lulus dari situ, lelaki kelahiran Jakarta itu melanjutkan ke SMA Pangudi Luhur di Jakarta. Setelah itu, barulah dia merantau ke Amerika pada 1986. Di negeri rantau yang jauh dari orang tua dan saudara, Risal berjuang habis-habisan. Dia

mengerahkan seluruh upaya untuk menjadi yang terbaik di dunia kedokteran AS. Pada tahun pertama, Risal menempuh studi di Santa Fe Community College dan langsung melanjutkan ke University of South Florida jurusan Medical Technology Program pada 1989. Ijazah dari dua universitas kedokteran bergengsi di AS itu tak membuat pria kelahitan Jakarta 15 Oktober 1965 tersebut cepat puas. Tamat dari University of South Florida, Risal terus memburu ilmu dengan mengambil spesialisasi Reconstructive Microsurgery Fellow dan Plastic and Reconstructive Surgery Resident di University of Chicago Hospitals pada 2000 hingga 2002. Nah, setelah lulus dari dua kelas spesialisasi itulah Risal baru praktik di Cleveland Clinic. Kini, sudah enam tahun Risal bekerja di klinik tersebut.

11

Sudah banyak operasi bedah plastik yang dia tangani. “Lupa, ada berapa. Yang jelas, banyak sekali. Belum lagi research. Pokoknya nggak terhitung,” katanya. Selain melakukan operasi bedah untuk korban kecelakaan seperti Connie, Risal sering menerima pasien untuk bedah kosmetik. Mereka biasanya orang-orang yang ingin mengubah bentuk wajah dan tubuhnya agar terlihat lebih menarik. Pernah, Risal mendapat pasien yang ingin wajahnya mirip bintang Hollywood Angelina Jolie. Suami Bradd Pitt yang memang dikenal superseksi itu ingin ditiru bentuk bibir dan rahangnya. “Kalau kami bisa, ya akan kami layani. Kalau tidak bisa, kami tolak dengan baik-baik,” katanya. Karena reputasinya terjaga, karir Risal di Cleveland Clinic terus menanjak. Dari dokter

spesialis biasa kini dia dipercaya menjadi kepala pendidikan untuk Plastic Surgery dan kepala bidang Microsurgery and Breast Reconstruction (untuk penderita kanker payudara). Tak hanya itu, jam terbang serta kualitas hasil kerja Risal akhirnya juga menarik perhatian dr Maria Siemionow. Atasan Risal ini tak ragu sedikit pun ketika mengajaknya bergabung dalam tim dokter terbaik untuk melakukan operasi paling rumit di Amerika. Setelah sukses memulihkan wajah Connie yang sebelumnya hancur hampir 80 persen, lulusan terbaik ke-20 dari The Chicago Medical School itu mengakui mendapat banyak respons, baik dari sesama kolega dokter di Amerika maupun rekan-rekan lamanya di tanah air. “Kakak saya yang tinggal di Jakarta juga memberi tahu. (kim)

Sambungan dari halaman 1

Ketika temuan itu dikomparasikan dengan jenis ikan yang sama namun hidup diperairan gambut, hasilnya sangat bertolak belakang. Ikan air tawar yang hidup diperairan gambut ternyata tidak terkontaminasi dengan racun dari logam berat. Kalau pun ada, prosentasenya sangat kecil. Mengapa bisa demikian? Berdasarkan hasil penelitian yang ia lakukan, air gambut ternyata memiliki kemampuan untuk menguraikan racun logam mulia. Beberapa zat organic yang bisa melakukan penguraian dengan baik adalah Asam Fulfat, Asam Humate (Humic Acid) dan Asam Humin. Zat asam itu dihasilkan oleh akarakaran, dedaunan serta kayu yang membusuk. Temuan logam berat ini secara tidak langsung telah mengilhami lahirnya standarisasi Ecolabelling di Indonesia. Ecolabelling perikanan sendiri bukan sebuah gagasan yang baru di tingkat nasional dan internasional. Pada tahun 1998, sebuah koalisi organisasi konservasi, industri akuarium, sealife centers, dan kelompok konsumen hobbyist mendorong terbentuknya Marine Aquarium Council (MAC). Selain tertarik meneliti kandungan racun logam berat pada ikan air tawar, Raja Mempawah yang bergelar Pangeran Ratu

Mulawangsa Mardan Adijaya Kusuma Ibrahim ini rajin meneliti pengaruh makanan terhadap ketahanan tubuh manusia. Kesimpulannya ternyata cukup mengagetkan, yakni makan merupakan salah satu sumber racun. Tanpa disadari, makan dan minum yang sehari-hari dikonsumsi membawa bahan racun (toxin). Selama bertahun-tahun lamanya, jumlah racun yang mengendap dalam tubuh manusia akan terakumulasi menjadi racun yang sangat berbahaya. Akumulasi senyawa racun seperti ini merupakan bom waktu bagi bangkitnya berbagai penyakit berbahaya. Cepat dan lambat, racun-racun tersebut akan menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Beberapa racun yang terbawa oleh makanan dan minuman bisa datang dari lima hal, yaitu pertama, secara alami terdapat di dalam makanan, seperti antitripsin pada kedele, asam jengkolat pada jengkol, dan hemaglutinin pada kacangkacangan mentah. Kedua, akibat reaksi-reaksi kimia dari komponen pangan yang terjadi selama proses pengolahan dan penyimpanan. Ketiga, akibat penambahan senyawa tertentu selama proses pengolahan pangan, misalnya penggunaan bahan tambahan pangan (food additives) secara berlebih atau penggunaan senyawa kimia yang beracun.

Keempat, akibat migrasi senyawa beracun dari wadah/ kemasan ke dalam makanan, misalnya monomer dari plastik atau logam best dari koran bekas. Dan kelima, akibat kontaminasi dari lingkungan yang tidak sehat, berupa kontaminasi senyawa kimia yang beracun atau mikroba penghasil racun. Untuk mengurangi dampak dari racun yang ada di dalam tubuh, ada baiknya jika melakukan puasa. Dengan berpuasa, bahan-bahan beracun yang bisa menganggu sel, jaringan dan organ dalam tubuh dapat terlepas. Beberapa kajian ilmiah menunjukkan bukti bahwa puasa terbukti aman bagi siapa saja. Puasa sangat efektif untuk tujuan membersihkan bagian dalam tubuh, regenerasi sel, dan peremajaan tubuh. Karena itu, puasa sebaiknya dilakukan secara teratur dan berkala. DR Ir Mardan Adijaya Kusuma Ibrahim MSc adalah dosen di Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Pada tahun 1985, pria kelahiran Pontianak, 19 Maret 1960 ini berhasil menamatkan kuliah di IPB jurusan perikanan perairan. Pada tahun 1994, dia melanjutkan studi S-2 di Universitas of New Brunswik, Kanada. Disana ia mendapat gelar master biologi bidang menejemen kualitas air. Di tahun 1998, pada univeritas yang sama dia sukes membawa pulang gelar doctor di bidang eco toxicology.(Pringgo)

Jaksa Urip Dicipinangkan 20 Tahun Sambungan dari halaman 1

kasus aliran dana BI Rp 100 miliar, besan Presiden SBY, Aulia Pohan, Kepala Biro Gubernur BI Rusli Simanjuntak, dan anggota DPR Hamka Yandhu. ”Sejumlah tahanan lain melepasnya,” kata jaksa Dwi Aries Sudarto, salah satu anggota tim eksekusi. Urip akhirnya dijebloskan ke tahanan sekitar pukul 15.00. ”Biasa saja, berjalan lancar dan tak ada perlawanan,” katanya. Menurut Dwi Aries, Urip

harus menjalani putusan kasasi yang menghukumnya 20 tahun. Pengajuan peninjauan kembali (PK) upaya hukum, sebagai upaya hukum terakhir, tak menghalangi eksekusi. Proses eksekusi Urip tertunda cukup lama. Sejak putusan kasasi dijatuhkan lima hakim agung lalu (11/3), salinan putusan tak kunjung diterima KPK. Komisi beralasan putusan tersebut masih dalam perjalanan dari MA ke PN Jakarta Pusat. Sebelumnya dalam sidang, majelis hakim yang diketuai

Artidjo Alkostar menyatakan tidak menemukan adanya kekeliruan penerapan hukum dalam putusan judex facti di Pengadilan Tingkat Banding PT DKI Jakarta dan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Dalam pemeriksaan di sidang, Urip disebut menerima USD 660 ribu sebagai akibat dari melakukan sesuatu yang berhubungan dengan kasus Sjamsul Nursalim, obligor BLBI. Perbuatan itu bertentangan dengan kewajiban Urip sebagai jaksa di Kejaksaan Agung. (git/kum)

$NXL6D\DQJ5DI¿ Sambungan dari halaman 1

kebersamaannya dengan Raffi. “Dia orangnya baik, saya senang jalan sama Raffi, dia nggak pernah risih dan ragu walaupun saya seorang janda,” katanya. Apakah sudah ada pernyataan cinta dari Raffi, ia hanya menjawab dengan singkat. “Tanya aja sama dia,” ucapnya. Ketika ditanyai apakah hubungan ini

akan mengarah ke jenjang yang lebih serius, Yuni mengatakan belum dalam waktu dekat ini. “Saya nggak pernah ada pemikiran melakukan pernikahan atau tunangan dalam waktu dekat. Kalaupun diberikan Tuhan seseorang, saya pingin orang itu lebih dari saya, artinya orang yang bisa meringankan beban hidup saya,” katanya. Mengenai usia yang terpaut

jauh, apakah nggak malu jalan sama brondong? “Raffi kan bukan brondong biasa,” ucapnya singkat. Berbeda dengan Yuni, Raffi lebih terttutp mengenai hubungannya dengan Yuni. “Bagus dong kalau deket sama cewek, daripada sama cowok,” ujarnya dan langsung lari, bergegas masuk ke sedan silver bernopol B 1787 R miliknya. (rma/hds)

Dua Suspect Flu Babi Masuk RSPI Sambungan dari halaman 1

di Kanada, masuk RSPI pada Selasa malam (12/5). ’’Memang, ada dua orang suspect dan dirawat di RSPI. Tapi, bukan TKI yang pulang dari Pelabuhan Tanjung Priok. Keduanya melalui pintu Bandara Soekarno-Hatta,’’ ujar Kepala Dinas Kesehatan DKI Dien Emawati kemarin. Klarifikasi Dien tersebut untuk menepis kabar kepulangan 300 TKI pada Selasa pagi (12/5). Para TKI tersebut dikabarkan dievakuasi dari negara yang terkena wabah flu babi. Di antara 300 TKI tersebut, beberapa orang diduga terkena flu babi hingga harus dipulangkan. ’’Itu beda. Yang suspect itu bukan rombongan TKI,’’ kata Dien. Dua pasien tersebut langsung dirawat begitu terlihat ada gejala flu babi. Hasilnya, demam, batuk, pilek, lesu, letih, nyeri tenggorokan, dan napas cepat atau sesak napas disertai mual dan diare. Karena itu, keduanya

langsung diperiksa apakah positif virus H1N1 (flu babi) atau tidak. Berdasar pemeriksaan tahap awal, dua pasien itu negatif. Tidak ditemukan ada indikasi virus mematikan tersebut. Namun, pemeriksaan lanjutan akan dilakukan hingga keduanya benar-benar dinyatakan bebas virus flu babi. ’’Begitu yang dua orang suspect masuk RSPI, yang satu sudah keluar Sabtu (9/5). Tapi, observasi tetap dilakukan,’’ terangnya. Seorang yang sudah keluar adalah Jhon, 30. Untuk mengantisipasi masuknya virus flu babi di Jakarta, petugas mewaspadai setiap warga yang datang dari 30 negara yang terkena wabah flu babi. Orang yang datang dari 30 negara tersebut langsung dilakukan investigasi. Jika setelah diperiksa suhunya sekitar 90 derajat atau lebih, akan dicek secara klinis, apakah ada kemungkinan tertular flu babi atau tidak. Yang membedakan flu biasa dengan flu babi adalah adanya sesak napas. Riwayat

medis juga akan ditelusuri apakah pernah kontak langsung dengan babi atau tidak, serta apakah pernah bepergian ke daerah yang terkena wabah flu babi atau tidak. Dengan penelusuran itu, indikasi flu babi bisa dengan mudah diidentifikasi. Penanganan dan pencegahan juga dengan mudah bisa dilakukan. ’’Malaysia sih tidak apaapa. Di bandara atau Tanjung Priok juga ditetapkan protapnya. Petugas pakai pelindung diri. Obat tamiflu juga disiapkan,’’ ungkapnya. Seperti diberitakan sebelumnya, kewaspadaan flu babi di Jakarta ditingkatkan setelah Jhon, 30, warga yang pernah bepergian ke Australia, memiliki gejala mirip flu babi. Jhon dirujuk dari SOS Medika Klinik Cipete, Jakarta Selatan, ke RSPI pada Selasa (5/5) pukul 23.00. Belakangan Jhon diperbolehkan pulang dari RSPI setelah dilakukan beberapa kali pemeriksaan dan tidak terdapat tanda-tanda terkena virus H1N1. (aak/jpnn/nw)

12

Pontianak Post

Kamis 14 Mei 2009

Penyelundupan 99 Ekor Arwana Digagalkan Tujuan ke Malaysia Polsek Tahan di Entikong

ENTIKONG- Rencana penyelundupan 99 ekor ikan Arwana asal Sekadau ke Malaysia, berhasil digagalkan aparat Kepolisian, kemarin. Pembawa ikan-ikan itu adalah Thien Chin Loong, Warga Sarawak tertahan saat razia rutin --Mengantisipasi barang illegal dan mewaspadai flu babi-- yang digelar Polsek Entikong. Kapolsek Entikong, AKP.Miko Indrayana,S.Ik saat dikonfirmasi membenarkan adanya temuan tersebut. Dirinya memimpin langsung razia, kemarin. Razia rutin tersebut dimulai pukul, 03.00-07.00 WIB terhadap semua

kendaraan yang melintas menuju ke Seberang maupun sebaliknya. Terungkapnya kasus ini lantaran, ikan Arwana yang dibawah tidak dilengkapi dokumen yang sah. Modusnya, ungkap Miko, 99 ekor Arwana temuan tersebut dimasukan ke dalam empat kantong plastic. Kemudian di masukan lagi kedalam sebuah tas besar. Untuk menghindari pemeriksaan petugas, tersangka menempatkan tas yang berisikan ikan di bagasi dekat tempat duduk penumpang. Karena biasanya pemeriksaan hanya dilakukan pada bagasi barang bawaan penumpang yang terletak di bawah serta bagian belakang bus SJS. Untuk memastikan tidak ada penyelundupan dan sebagainya, petugas biasanya melakukan pengecekan secara menyeluruh terhadap barang bawaan penumpang dan kelengkapan dokumen, pada saat memeriksa barang bawaan.

AGS/KAPUAS POST

BARANG BUKTI: Empat kantong plastik yang berisi 99 ekor ikan Arwana beserta tersangka penyelundupan diamankan Polsek Entikong.

“Tersangka saat itu, terlihat gelisah dan mencurigakan. Melihat gelagat mencurigakan, petugas langsung menghampiri dan mengecek barang bawaan tersangka. Ketika ditanya apa isi tasnya. Tersangka mengatakan hanya pakaian dan oleh-oleh dari Pontianak. Namun, begitu dibuka terlihat bungkusan plastik yang dipenuhi ikan Arwana berukuran sebesar tiga jari orang dewasa.� Jelas Miko. Dikatakan Miko, tersangka me ngakui bahwa ikan tersebut di dapatkan di Kabupaten Sekadau. Dari Sekadau dia menyewa kendaraan kemudian singgah di Tanjung untuk menunggu Bus jurusan Kuching dari Pontianak. Menurut keterangan tersangka kepada petugas, bahwa ini yang kedua kalinya dirinya membawa ikan Arwana tanpa dilengkapi dengan dokumen sah dari

pemerintah. Pada waktu yang pertama kali dirinya hanya membawa sekitar 15 ekor, tanpa diketahui oleh petugas. Karena merasa bisa lolos akhirnya tersangka kembali mengulangi perbuatannya melakukan penyelundupan. Padahal tersangka mengetahui bahwa ikan tersebut dilindungi pemerintah Indonesia. Atas perbuatannya tersebut akhirnya tersangka berurusan dengan pihak berwajib, dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Tersangka beserta barang bukti diamankan di Polsek Entikong, karena di Polsek tidak tersedia sarana untuk menampung ikan arwana maka dititipkan di karantina ikan Entikong. Sampai berita ini diturunkan tersangka masih terus menjalani pemeriksaan yang intensif dari pihak Kepolisian Entikong. (ags)

LFP

Pontianak Post l

Kamis 14 Mei 2009

13

Ter baik Steven Gerrard

di Mata Zidane dan Kaka

Kehebatan Steven Gerrard tidak ada yang meragukan. Bahkan menurut legenda sepak bola Prancis, Zinedine Zidane, Gerard layak dinobatkan sebagai yang terbaik di dunia. “Apakah dia yang terbaik di dunia? Dia mungkin tidak mendapatkan perhatian seperti Messi dan Ronaldo, tetapi ya,” kata Zidane seperti dilansir situs Goal. Menurut, Zidane, Gerrard adalah motor serangan tim yang pengaruhnya kepada performa tim sangat kuat. “Ketika memenangkan gelar liga dan Eropa bersama Real Madrid, saya selalu berkata Claude Makelele adalah afp pemain kami yang sangat penting. Zinedine Zidane Itu tidak berlaku bagi saya sendiri, Luis Figo atau Raul Gonzalez tidak Gerrard di Liverpool. Dia punya kemampuan pasing luar akan mampu melakukan apapun tanpa Makelele. Situsi itu berlaku juga untuk biasa, tekling bagus, dan mencetak

afp

Kaka

Apakah dia yang terbaik di dunia? Dia mungkin tidak mendapatkan perhatian seperti Messi dan Ronaldo, Zinedine Zidane

banyak gol. Tapi yang paling penting adalah dia bisa membuat pemain disekelilingnya yakin dan percaya diri,” beber pemain terbaik dunia edisi 1998, 2000, dan 2003 ini. Pujian kepada Gerrard juga melundur dari bintang AC Milan, Kaka. Pemain terbaik Dunia 2007 ini mengatakan Gerrard merupakan pemain hebat di era sepakbola modern. Pemain asal Brazil itu mensejajarkan Gerrard winger Manchester United Cristiano Ronaldo dan gelandang serang Barcelona Lionel Messi. Ketika ditanya majalah FourFourTwo tentang siapakah yang terbaik, Kaka menjawab sulit untuk memilih. “Ini adalah pertanyaan sulit. Jika saya harus memilih tiga, saya akan memilih Ronaldo, karena kualitas dan kecepatannya. Saya pilih Messi, karena bakat dan kualitas. Dan Gerrard, bagi saya adalah pemain lengkap di era sepakbola modern,” ujar Kaka. (ali)

agenda Premier League Sabtu, 16 Mei 2009

Pilihan Wartawan Inggris LONDON - Liverpool belum mendapatkan gelar juara musim ini. Bahkan terancam tidak memenangkan apapun. Tapi sang kapten Steven Gerrard tidak. Di saat The Reds, sebutan Liverpool, tengah berjuang keras menjadi yang terbaik di Premier League, Gerrard ditahbiskan sebagai Pemain Terbaik (Footballer of the Year) versi Asosiasi Jurnalis Sepakbola Inggris atau The Football Writers’ Association (FWA). Gerarrd teplilih berkat penampilannya yang luar biasa musim. Berkali-kali, pemain 28 tahun ini menjadi actor penting kemenagan The Reds lewat gol-golnya yang spetakuler. Musim ini Gerrard mencetak 15 gol dari 29 pertandingan Premier League. Itu adalah rekor gol terbanyak Gerrard dalam satu musim sejak menjalani debut bersama Liverpool pada musim 1998/99 lalu. Gol terbanyak Gerrard dalam satu musim adalah 11 gol. Itu dicetaknya musim lalu. Jumlah gol Gerrard masih mungkin bertambah karena The Reds masih pu-

nya sisa dua laga musim ini. Di semua ajang pemain binaan akademi sepak bola Liverpool itu mengoleksi 23 gol dari 40 pertandingan. Torehan sangat bagus untuk ukuran pemain berposisi gelandang. Tidak salah jika Gerarrd dinobatkan sebagai yang terbaik oleh para penulis seantoro Inggris. Terpilihnya Gerrard ini sekaligus memupuskan ambisi winger Manchester United, Cristiano Ronaldo untuk mencetak rekor hat-trick sebagai yang terbaik versi FWA. Musim ini, Ronaldo bahkan tidak masuk tiga besar. Pemain asal Portugal itu kalah dari dua rekan satu timnya, Ryan Giggs dan Wayne Rooney yang ada di urutan kedua dan ketiga dibawah Gerarrd. Pada 26 April lalu, Giggs dinobatkan sebagai Pemain Terbaik 2009 versi Asosiasi Pesepakbola Profesional (PFA). Musim lalu terbaik versi FWA dan PFA semua digondol Ronaldo. “Saya terkesan tapi juga terkejut. Sebab, banyak pemain berkualitas di liga ini. Tak hanya Manchester United. Chelsea, Arsenal, dan tim-tim lainnya

juga punya pemain fantastis. Jadi sangat intimewa bisa memenangi penghargaan ini,” kata Gerrard seperti dilansir Sky Sports. “Penghargaan terasa lebih special bagi saya karena saya mengikuti jejak legenda Liverpool, John Barnes, Steve Nicol, dan Kenny Dalglish. Mereka adalah hero di hati saya. Lalu pemain seperti Ian Callaghan dan Terry McDermott adalah pahlawan di mata ayah saya dan juga suporter Liverpool yang lain,” sambung gelandang timnas Inggris ini. Gerrard menjadi pemain Liverpool

Man United Bolton Everton Middlesbrough Newcastle Stoke Tottenham

Profil

Nama : Steven George Gerrard Tanggal lahir : 30 Mei 1980 Kota kelahiran : Whiston, INggris Tinggi badan : 1,83 meter Posisi bermain : Gelandang Klub saat ini : Liverpool Nomor kostum : 8 Karir klub Junior : 1987-1997 : Liverpool Senior : 1998” - : Liverpool ( 329 kali main, 70 gol ) Timnas Inggris : 1999 : U-21 : 4 kali main, 1 gol 2000.. : Timnas senior (72 kali main, 14 gol )

pertama dalam 19 tahun terakhir yang memenangi penghargaan ini. Kali terakhir penggawa The Reds yang terpilih sebagai yang terbaik versi FWA adalah John Barness ( 1989/90). Prestasi individu Steven Gerrard ini mendapat apresiasi dari pelatih Rafael Benitez.” Saya sangat senang dengan yang didapat Steven ( Gerrard). Ini

fantastis buat dia. Sebab, dia bersaing dengan para pemain berkualitas lainnya. Gelar ini prestasi besar bagi Steven dan membuktikan betapa besar apa yang telah diraihnya,” ujar Benitez. Penghargaan FWA mulai diberikan sejak musim 1947-48 dan merupakan yang tertua di Eropa. FWA sendiri merupakan kumpulan dari sekitar 400 jurnalis dan koresponden dari harian dan kantor berita di seluruh Inggris. “Performa (Gerrard) musim ini benar-benar berkualitas tinggi. Kerja keras dan ambisinya merupakan fondasi bagi Liverpool yang sedang berusaha meraih gelar Premier League dan menjanjikan hasil akhir yang ketat di musim ini. Steven adalah salah satu gelandang terbaik di generasinya,” kata Steve Bates, Chairman FWA seperti dilansir Reuters. Rencananya, anugerah bagi Gerrard akan diserahkan FWA dalam gala dinner yang berlangsung di London, 29 Mei 2009 mendatang atau sehari sebelum Gerrard merayakan ulang tahunnya yang ke-29. (ali)

v v v v v v v

Arsenal Hull West Ham Aston Villa Fulham Wigan Man City

Liga Primera Minggu, 17 Mei 2009 (dini hari WIB) Deportivo Osasuna Villarreal

v v v

Getafe Sevilla Real Madrid

Senin, 18 Mei 209 (dini hari WIB) Betis v Almeria Espanyol v Athletic Bilbao Numancia v Recreativo Racing Santander v Valladolid Sporting Gijon v Malaga Mallorca v Barcelona Atletico Madrid v Valencia Serie A Italia Minggu 17 Mei 2009 Bologna Fiorentina Genoa Inter Juventus Napoli Palermo Reggina Roma Udinese

v v v v v v v v v v

Lecce Sampdoria Chievo Siena Atalanta Torino Lazio Cagliari Catania Milan

14

Pontianak Post Kamis 14 Mei 2009

sosok

Tetap Termotivasi Jadi Wasit Tom Henning Ovrebo menjadi sosok paling diburu usai memimpin partai second leg semifinal Liga Champions antara Chelsea kontra Barcelona pada 6 Mei lalu. Setelah sempat bungkam, wasit asal Norwegia itu akhirnya buka suara. Seusai insiden di Stamford Bridge, Ovrebo langsung jadi sasaran kem a r a h a n k u bu Chelsea serta pendukungnya. Pria kelahiran Oslo, 6 Februari 1966 itu mendapat beberapa ancaman pembunuhan dari pihak yang merasa dirugikan Tom Henning Ovrebo oleh keputusannya. Dia juga harus pulang ke negaranya dengan kawalan ekstraketat dari polisi. Setelah beberapa hari terakhir bungkam seribu bahasa, Ovrebo akhirnya angkat bicara. Tapi, dia enggan mengomentari laga yang dipimpinnya di Liga Champions. “Saya tidak akan berkomentar soal apa yang terjadi pada Rabu (6/5) lalu. Fokus saya adalah pada tugas berikutnya, memimpin pertandingan di Norwegia dan lainnya,” ungkap Ovrebo kepada Guardian. Dia menjelaskan, tidak ada yang berbeda dengan kehidupannya. “Yang berbeda, hanyalah setelah insiden tersebut saya lebih dikenali oleh orang banyak ketika berada di jalanan,” kata Ovrebo. (ham)

Sudah Kembali Bermain MILAN - Cedera ligamen lutut telah memaksa gelandang AC Milan Gennaro Gattuso harus absen dari lapangan hijau lebih dari lima bulan. Sempat diperkirakan absen hingga akhir musim, Gattuso ternyata pulih lebih cepat. Mantan pemain Salernitana dan Glasgow Rangers itu bahkan sudah diturunkan dalam partai persahabatan antara Milan versus Albania yang berakhir seri 3-3. Pada laga yang memperebutkan Taci Oil Trophy itu Milan akhirnya menang adu penalti 8-7. Carlo Ancelotti, pelatih Milan, memberi kesempatan Gattuso tampil di lapangan selama 45 menit. “Sebenanya, saya sama sekali tidak berpikir siap bermain selama 90 menit, tapi ini tes yang penting bai saya,” kata Gattuso, seperti dilansir Goal. “Saya sedikit emosional menjalani pertandingan itu. Setelah lima bulan cedera, tentu saja Anda punya ketakutan akan mengalami rasa sakit itu lagi. Tapi, setelah beberapa menit tampil, saya kembali percaya diri,” katanya kepada Milan Channel. Sekalipun telah diturunkan pada partai persahabatan, Gattuso belum berharap banyak untuk diturunkan di kompetisi resmi, terutama pada tiga laga sisa Ros-

soneri (julukan Milan) di Serie A musim ini. Sebab, atmosfer dan tekanannya berbeda. “Liga (Serie A) merupakan hal yang berbeda. Saya sudah siap dimainkan dalam tim dan apabila bisa memberikan kontribusi tentu saja saya akan sangat gembira. Tapi, saya masih belum bisa menyesuaikan dengan ritme pertandingan,” lanjut Gattuso. Saat ini, di Serie A, Milan berada di posisi kedua dengan koleksi 71 poin. Mereka tertinggal tujuh angka di belakang Inter Milan yang berkuasa di puncak klasemen. Bagi Nerazzurri (julukan Inter) satu kemenangan lagi sudah membuat mereka mengunci scudetto. Perlu diketahui, Gattuso mengalami cedera pada 7 Desember tahun lalu saat membela Milan mengalahkan Catania 1-0. Saat itu, Gattuso bermain penuh selama 90 menit sebelum akhirnya didiagnosa mengalami cedera. Dampak dari cedera ligament lutut, dia harus naik meja operasi. Pada 19 Desember, Gattuso akhirnya dioperasi oleh dokter spesialis Profesor Martens di Antwerp, Belgia. Setelah itu, dia disinyalir akan absen selama enam bulan dari lapangan hijau. (ham)

Gattuso

cmyk

Pontianak Post

BPOC Minta Sama Rata

+

PONTIANAK - Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Badan Pembinaan Olahraga Cacat (BPOC) Kalbar, Ibrahim Chandra SE meminta jangan ada yang dianaktirikan dan dianakemaskan dalam pembinaan cabang olahraga. ”Ini merupakan amanah UU Nomor 3 tahun 2005,” ujarnya kepada wartawan kemarin. Selaku pengurus BPOC Kalbar, Ibrahim juga mengatakan, keberadan BPOC sendiri, sesuai dengan UU Nomor 3 Tahun 2005 tentang sistem keolahragaan, seharusnya menjadi perhatian. Dimana pembinaan olahraga penyandang cacat hendaknya juga sama dengan olahraga normal. Alasan kenapa BPOC menuntut untuk disamaratakan, kata dia, even-even olahraga yang dipertandingkan dalam BPOC sendiri saat ini sudah mengarah ke tingkat internasional. ”Bagi atlet BPOC yang berprestasi di tingkat internasional, ini jelas akan mengangkat harkat dan martabat bangsa. Kemudian mengenai soal bonus bagi atlet berprestasi ke depan sudah tidak ada lagi semacam diskriminasi,” tandasnya. (bdi)

+

15

l Kamis 14 Mei 2009

n Mahmud Bicara Pengurus KOPROV

Pilih Figur Muda dan Profesional PONTIANAK - Ketua KOPROV Kalbar terpilih Sy Mahmud Alkadrie menegaskan, bahwa pengurus KOPROV haruslah orang yang benar-benar mau berjuang memajukan olahraga Kalbar. Mahmud tidak mau menyebutkan siapa saja yang akan masuk dalam posisi utama di pos penting pengurus KOPROV mendatang. Namun dia mengisyaratkan bahwa pengurus mendatang kebanyakan adalah figur-figur muda. “Kita akan tempatkan orang-orang profesional di posisi masing-masing. Kebanyakan adalah figur muda,” kata dia kepada Pontianak Post kemarin. Menurutnya, mendapat amanah sebagai Ketua KOPROV tidaklah mudah. Beban berat dipikulnya untuk membawa olahraga Kalbar memiliki derajat lebih tinggi dari sebelumnya. Setidaknya, ujar Mahmud, hasil PON XVIII di Riau 2012

Sy Mahmud Alkadrie

mendatang harus lebih baik dari PON Kaltim XVII 2007 kemarin. ”Kita akan lebih fokus ke pembinaan. Dan mereka yang berpotensi meraih emas di PON akan kita bina secara profesional,” katanya. Pengalaman Mahmud menahkodai Pengprov IMI Kalbar selama

dua periode memang tak sebanding dengan memimpin KOPROV saat ini. Namun setidaknya, pengalaman dan prestasi dia di Pengprov IMI Kalbar bisa menjadi acuan untuk membangun kemajuanolahragaKalbar kedepan. ”Yang diurus bukan satu pengprov saja, tapi 33 pengprov. Ini tidak mudah. Jika setengah-setengah, tentu akan berdampak negatif bagi prestasi olahraga kita,” katanya. Oleh karena itu, dia mengajak seluruh insan olahraga Kalbar menyatukan visi misi, bersama-sama membina olahraga daerah ini. Berbagai permasalahan yang selama ini menjadi penghambat kemajuan olahraga Kalbar akan diupayakan untuk dicarikan solusinya. ”Ini tugas semua pengprov. Jangan berpangku tangan. Ayo kita samasama memikirkan hal itu. Prestasi olahraga tak akan dicapai hanya dengan diam,” ajaknya. (bdi)

Olahraga Tradisional Kalbar Juara Umum Sarfani : Kado Manis Buat Ketua KOPROV PONTIANAK—Sukses diraih tim olahragatradisionalKalbar.DalamPON olahraga tradisional yang berlangsung di Komplek Candi Borobudur Magelang Senin (11/5) kemarin, tim Kalbar meraih juara umum dengan mengumpulkan satu emas dan satu perunggu. Dari empat cabor yang dipertandingkan, Dagongan Kalbar merebut medali emas. Lima pemain Dagongan yang dikomandoi oleh Udin Jawa, mampu menaklukan tim kuat Lampung, Jambi, Irian Jaya dan Jawa Barat. Di nomor ini, Lampung berada diposisi kedua diikuti Jambi diposisi ketiga. Tak hanya itu di cabang Enggrang tim Kalbar juga berhasil mempersembahkan medali perunggu. Medali emas di nomor ini direbut Sumatera Barat, disusul Sumatera Utara yang sukses meraih perak. Hal itu diungkapkan

ZainalSarfanipelatihtimPONolahraga tradisional Kalbar. Menurutnya, kejuaraan ini diikuti oleh 33 propinsi. Dalam PON ini Kalbar sendiri mengirimkan 15 atlet, 3 official dan mengikuti empat cabor tradisional yakni, Dagongan, Enggrang, Trompa dan Gala Hadang. ”Ini hasil yang membanggakan bagi Kalbar,” kata dia. Menurut Zainal, hasil ini dipersembahkan bagi ketua KOPROV terpilih Sy MahmudAlkadrie. Semoga prestasi ini memberikan efek positif bagi kemajuan olahraga Kalbar. ”Ini kado manis buat Ketua KOPROV yang baru, Pak Sy Mahmud,” kata Sarfani. Sementara Ketua KOPROV Kalbar, Sy MahmudAlkadrie menyambut baik hasil tersebut. Dia mengatakan prestasi ini merupakan awal yang baik bagi prestasi KOPROV Kalbar. ”Tak hanya diolahragaprestasi,olahragatradisional seperti ini juga patut kita kembangkan, sebagai upaya pelestarian budaya daerah ini,” tandasnya. (bdi)

+

+

cmyk

Pontianak Post 16

Kamis 14 Mei 2009

Kunjungan Kerja Kadin Kalbar ke Kabupaten Kayong Utara dan Ketapang

Gali Potensi Ekonomi, Cari Peluang Investasi

PENGURUS: (dari kiri) Rinjani, Burhan, Hendrik, Subhan Nur, Usman Mailah, Syahran Nur, Santyoso Tio, Soetaryo Soeradi, Aries Sanjaya, Hengky RN, Abdulbad dan Junaidi diabadikan bersama sebelum peresmian Hotel Mahkota Kayong di Sukadana Kabupaten Kayong Utara oleh Gubernur Kalbar.

ESUAI Program Musyawarah Provinsi ke-V Kadin Kalimantan Barat, pengurus Kadin melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kayong Utara (KKU) dan Ketapang, satu minggu lalu. Kunjungan kerja diikuti pengurus Kadin Kalbar bersama Ketua Kadin Sintang dan Kubu Raya. Kegiatan ditujukan untuk bertatap muka dan bersilahturahmi dengan pengurus Kadin KKU dan Ketapang, serta Bupati KKU Bapak Hildi Hamid BE dan Bupati Ketapang Bapak H.Morkes Effendy SPd MH.

S

Pertemuan menghasilkan kesepakatan dan kesepahaman dalam fungsi kemitraan antara Kadin dengan Pemda KKU dan Ketapang. Hasilnya dituangkan dalam MOU yang langsung ditandatangani Ketua Umum Kadin, Bupati KKU dan Ketapang. Ada tiga hal pokok yang dicapai dalam MOU itu, yaitu: 1. Membina dan mengembangkan kemampuan, kegiatan dan kepentingan pengusaha daerah, serta mendorong terciptanya iklim dunia usaha yang kondusif. 2. Meningkatkan fungsi kemitraan pemerintah ka-

bupaten dengan Kadin dalam kegiatan promosi, pengembangan potensi ekonomi, peluang investasi dan program pembangunan daerah. 3. Mendukung pelaksanaan dan penjabaran surat edaran Mendagri tentang keanggotaan Kadin bagi setiap pengusaha. Disamping itu, kunjungan pengurus Kadin ke KKU juga untuk memenuhi undangan peresmian Hotel Mahkota Kayong Sukadana KKU. Gubernur Kalbar sendiri yang meresmikan hotel itu. (*)

DEWAN PENASEHAT, DEWAN PERTIMBANGAN & DEWAN PENGURUS KAMAR DAGANG & INDUSTRI KALIMANTAN BARAT Ketua Dewan Penasehat: Leo Abam Ketua Dewan Pertimbangan : H.M.Ali Kadir Ketua Umum Dewan Pengurus : Santyoso Tio SH MH Wakil Ketua Umum Bidang - Organisasi Keanggotaan, Asosiasi & Himpunan : Junaidi SE - Pemberdayaan Pelaku Usaha & Kebi jakan Publik : Drs.H.Soetaryo Soeradi

MASA BHAKTI 2009– 2014 - Perhubungan & Infrastruktur : H.Abdulbad H.A.Rani SPd - UMKM, Koperasi & Ekonomi Perdesaan : Drs.Ibrahim Banson SH - Industri, Perdagangan & Investasi : Arie Chandra - Jasa Konstruksi :H.Zulkarnaen M Noor - Energi, Distribusi BBM & Gas : Ir.J.Alexander Lesil

Narasi: Made Frans Foto-foto: Kadin Kalbar

TANDA TANGAN: Bupati Kayong Utara Hildi Hamid menandatangi MOU dengan Ketum Kadin Kalbar Santyoso Tio.

JABAT TANGAN: Santyoso Tio dan Hildi Hamid berjabat tangan usai penandatanganan kesepakatan dan kesepahaman.

- Pariwisata, Promosi & Hubungan Luar Negeri : Raja Sapta Oktohari - Jasa Pengadaan, Konsultan & Jasa Lainnya : Drs.H.Syamsul Rizal - Perkebunan & Pertanian : H.Syafrudin Nasution SH MH - SDM, Ketenagakerjaan & Pendidikan : Budi Santoso

- Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Perbatasan : H.Subhan Nur - Keuangan, Perbankan, Dana & Sarana : Paulus Andy Mursalim SE SIp MM - Perikanan & Peternakan : H.Usman Mailah - Kehutanan & Sumber Daya Alam : Makarius Sintong SH MH - Real Estate & Pengembangan Wilayah : H.A.Aries Sanjaya SE

HADIR: Ketum Kadin Kalbar Santyoso Tio dan Gubernur Kalbar Cornelis menghadiri peresmian Hotel Mahkota Kayong.

BERSAMA: Pengurus Kadin Kalbar dan Ketapang diabadikan bersama di depan kantor Kadin Ketapang.

DISKUSI: Pengurus Kadin Kalbar dan Kayong Utara bertemu dan saling berdiskusi.

KERJASAMA: Bupati Ketapang Morkes Effendi dan Santyoso Tio menandatangi MOU bersama didampingi Syafrudin Nasution (Kabang). DIABADIKAN: Bapak H.Oesman Sapta, Santyoso Tio, Arie Chandra dan Anatasius Bantang Anggota DPRD Kalbar wakil Ketapang diabadikan bersama usai peresmian Hotel Mahkota Kayong.

KUNJUNGI: H.Aries Sanjaya (kiri) dan H.Subhan Nur bersama pengurus Kadin lainnya mengunjungi UKM binaan Kadin Ketapang.

JAMUAN MAKAN: Kapolda Kalbar Brigjend Pol Erwin TPL Tobing, Santyoso Tio dan Arie Chandra berbincang pada jamuan makan peresmian Hotel Mahkota Kayong.

SERAHKAN: Santyoso Tio menyerahkan cinderamata pada Presiden Dewan Usahawan Industri Desa Malaysia H.Mahmud bin Mohd. Nor disaksikan Konsul Malaysia di Pontianak Zairi Basri (tengah). BERI PLAKAT: Santyoso Tio memberikan plakat pada Morkes Effendi usai menandatangani kesepakatan dan kesepahaman.

Maia Estianty

gemerlap dunia

Cathy Sharon

Menanti Jodoh Pria Kaya MENGANDANG predikat janda, tidak membuat Maia Estianty dijauhi para lelaki. Justru dengan predikatnya itu, banyak laki-laki yang mencoba mendekatinya. Namun tak jarang lakilaki tersebut mudnur perlahan setelah menyatakan cinta. Waduh kenapa ya? “Aku tahu banget, banyak cowok yang mendekati Bunda Maia. Tapi kebanyakan mereka minder duluan. Karena nikahi Bunda Maia itu gampang, yang mahal adalah biaya hidupnya,” ucap rekan duo Maia, Mey Chan ketika ditemui di Studio RCTI, belum lama ini. Hal tersebut diamini oleh Maia. Ia pun tak menapik, kalau tengah mengharapkan jodoh laki-laki kaya. “Yang pasti, kalau masalah pendapatan, pendapatan si laki-laki harus lebih dari aku,” Maia. Kendati demikian, Maia mengaku belum siap menikah dalam waktu dekat. Saat ini, ia lebih focus untuk mengembangkan karirnya di dunia musik. “Pokoknya selama belum kawin dan ngurus anak, aku mau cari duit dulu. Rencananya 2012 ada ancang-ancang mau kawin, tapi belum tahu jodohnya” ucapnya, tertawa. rma/hds

VJ Cathy Sharon akhirnya angkat bicara seputar kabar kedekatannya dengan Ridho Irama. Cathy mengaku kagum dengan putra Raja Dangdut, Rhoma Irama itu. “Aku memang kagum dengan Ridho, tetapi hanya sebatas musiknya saja. Dia itu pria yang berbakat,” kata Cathy saat ditemui di Studio Penta, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (11/5). Di mata Cathy, pria berbulu lebat itu sangat menarik. Tetapi, kakak Julie Estelle ini mengatakan Ridho bukan tipe pria impiannya. “Dia itu terlalu pendiam dan kalau jadi pacar kayaknya nggak. Aku ingin punya pacar bukan dari kalangan artis,” ujar Cathy. Lalu mengenai gosip yang mengatakan, Cathy memiliki perhatian khusus terhadap Ridho? “Itu kerjaan teman-teman aku saja yang iseng. Tapi aku biasabiasa saja kok sama Ridho,” jelasnya. Cathy mengaku selama ini dirinya belum pernah bertegur sapa dengan pria yang tengah menjadi idola barunya itu. “Aku belum pernah ngobrol sama sekali. Mungkin dia sibuk dan aku juga sibuk,” ujarnya. adt/hds

Belum Pernah Ngobrol dengan Ridho

Pontianak Post l

Kamis 14 Mei 2009

17

Siapkan Resepsi setelah Pilpres

Angie Saat Ini Tengah Hamil Muda

Foto pernikahan Adjie Masaid dan Angelina Sondakh. Adik Angelina Sondakh, Maya Tampilang saat memberikan keterangan. (bawah).

JAKARTA-Kebahagiaan pasangan Angelina Sondakh dan Adjie Massaid berlipat ganda. Keduanya resmi menikah pada 28 September 2008, status itu pun resmi di mata hukum pada 29 April 2009. Mereka juga kembali lolos menduduki kursi DPR. Dan, saat ini Angie “demikian Angelina biasa disapa” hamil muda. Disebutkan Maya Tampilang, kakak kandung Angie, usia kandungan adiknya saat ini 14”16 minggu atau sekitar empat bulan. Maya menyatakan, kehamilan itu disambut baik oleh orang tuanya yang selama ini disebut-sebut tidak mendukung pernikahan tersebut. “(Orang tua Angie) sangat senang. Mereka bahagia kalau Adjie dan Angie bahagia,” ujarnya saat jumpa pers di Butik Bagaya milik Angie kemarin. Untuk melengkapi kebahagiaan, keluarga kedua pihak sudah sepakat merencanakan resepsi setelah pemilihan presiden (pilpres) tahun ini. Resepsi direncanakan digelar dua kali, di Jakarta dan Manado, kampung halaman Angie. “Keluarga (kedua pihak) sudah mengadakan pertemuan, syukuran keluarga, kumpul-kumpul di Bali. Itu dilakukan setelah akad nikah. Membicarakan resepsi itu salah satunya,” jelas Maya. Maya juga menampik anggapan bahwa orang tua Angie tidak setuju terhadap pernikahannya dengan mantan suami Reza Artamevira itu. “Setelah pernikahan, orang tua kami sudah kumpul beberapa kali, termasuk

jpnn

di Bali. Mereka (kedua orang tua) sangat akur, apalagi sama-sama menyukai golf,” tuturnya. Meski begitu, saat pernikahan terjadi, Maya mengakui bahwa orang tua Angie tidak hadir. Dirinya yang menjadi salah seorang saksi menjelaskan, pernikahan berlangsung di salah satu rumah Angie di Jakarta. “Mas kawinnya cincin indah dengan mata berlian dan seperangkat alat salat,” terangnya. Maya pribadi merasa sangat bersyukur dan mendukung rumah tangga Angie bersama Adjie. Menurut dia, pernikahan itu dilandasi rasa saling cinta yang sangat dalam. “Pernikahan mereka benar-benar suci. Mereka saling mencintai dan bersatu dalam ikatan pernikahan,” ungkapnya. (gen/tia)

Halo Publik

18

Memikirkan Kembali Pendidikan Indonesia Pendidikan merupakan ujung tombak terhadap kemajuan suatu bangsa. Sayangnya, tidak semua rakyat Indonesia merasakan enaknya duduk di bangku sekolah, berpakaian seragam sekolah, belajar menulis, membaca dan berhitung di sekolah. Pendidikan sekarang identik hanya dinikmati oleh kaum yang berduit saja, besarnya biaya pendidikan semakin memperkecil ruang bagi kalangan tidak mampu untuk menikmati dunia pendidikan serta anggaran 20 % yang wajib dipenuhi oleh pemerintah untuk sektor pendidikan yang merupakan amanah konstitusi dimana tidak semua dari APBD memenuhinya, kecurangan-kecurangan yang terjadi saat UAN dan pro kontra dengan diberlakukannya UAN, belum lagi dengan

diterbitkannya Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan yang banyak mendapatkan perlawanan dari kalangan mahasiswa karena dinilai akan menjadikan dunia pendidikan sebagai ajang komersialisasi, privatisasi dan lain sebagainya. Apapun dalil serta alasan-alasan yang dikeluarkan oleh pemerintah, yang jelas pendidikan murah bahkan gratis sekalipun merupakan tuntutan bagi semua lapisan masyarakat. Sebagai pelajar dan mahasiswa, tuntutlah ilmu sematamata untuk ibadah dan menuntut ilmu demi masa depan kita yang lebih baik. Jika kita sebagai Guru dan Dosen, jadikanlah pekerjaan itu sebagai panggilan jiwa mencerdaskan kehidupan bangsa dan bukan hanya sekedar ingin mengharapkan

gaji ataupun lainnya, jadilah seorang guru dan dosen yang benar-benar ikhlas melakukan tugas mulia ini. Jika kita sebagai orangtua atau masyarakat marilah bersama-sama mendorong sang anak agar giat untuk belajar dan tidak takut-takut untuk mengeluarkan fasilitas belajar sang anak. Apabila Guru, Dosen, Pelajar, Mahasiswa, dan Orangtua saling bahu membahu untuk memajukan dunia pendidikan Indonesia, Insya Allah dunia pendidikan kita akan mengalami kemajuan yang sangat pesat dan cita-cita bangsa Indonesia untuk mencerdaskan kehidupan bangsa akan tercapai. Amiiiin…. Rudiansyah Mahasiswa Penjaskes FKIP Untan.

Pertanyakan Mental Pemkot Setelah beberapa waktu lalu, aset pemerintah (rumah dinas DPRD ) telah terjual, kini lahan parkir akan dijual. Sungguh sangat disayangkan jika pemerintah kota dalam hal ini Dinas Perhubungan Kota Pontianak berkeinginan melelang lahan parkir yang selama ini telah menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) cukup besar kepada kota ini. Penjualan rumah dinas DPRD mis-

alnya, padahal jika saja lahan tersebut tidak dijual, maka dapat digunakan pemerintah kota Pontianak sebagai tempat alokasi bagi pedagang kaki lima (PKL), sehingga pemerintah tidak saja hanya bisa menggusur, tapi sekaligus memberikan penyelesaian dengan memberikan alokasi bagi pedagang kaki lima (PKL) di lahan tersebut. Kemudian lahan parkir yang selama ini telah banyak memberikan kontri-

Jalan Balai Karangan Dengan sering terjadinya kecelakaan di kota Balai Karangan, kami mengharapkan kepada Bupati terpilih agar bisa inisiatif untuk memperbaiki jalan raya yang rusak. Jangan lupakan janjinya ya! (081352516990)

Lahan Bongkar Muat Pelindo harus sediakan lahan aktivitas bongkar muat. Kalau diamati perkembangan kota Pontianak saat ini memang seharusnya pelabuhan kapal barang terpisah dari kapal penumpang. Selain untuk menghindari kemacetan, juga mengantisipasi berbagai macam bahaya.

businya melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk kota ini yang akan menunggu gilirannya untuk dijual. Seharusnya Dinas Perhubungan Kota Pontianak dapat memelihara salah satu pendapatan terbesar kota ini. Jika sedikit demi sedikit aset-aset pemkot akan dijual dengan alasan privatisasi, maka akan mendidik birokrasi kota Pontianak bermental kompeni yang hanya dapat memungut pajak, bahkan

Secara hukum sudah jelas melalui UU No.14 Tahun 2003 dan Peraturan Walikota No. 4 tahun 2009 bahwa kendaraan angkutan barang jenis truk tronton dan truk lainnya yang besar-besar dilarang beroperasi di dalam wilayah Kota Pontianak. Karena itu kalau menurut kami selaku masyarakat awam, didesak ataupun tidak Pelindo harus menyediakan lahan bongkar muat barang. Tak perlu Walikota Pontianak bertindak tegas tehadap pengemudi truk dimaksud. Karena mereka selain bekerja untuk cari nafkah juga mereka diperintah oleh pengusaha. Jadi saat ini sudah saatnya Pelindo menyediakan lahan bongkar muat barang. Saran kami sebaiknya di dekat Muara Jungkat atau di Sungai Kakap. Semoga berguna. (085245391975)

Ulah Jukir Kepada Walikota dan Kadis Hubtel, saya sangat resah dengan ulah jukir yang memungut tarif tidak sesuai dengan perda, apalagi di Planet Futsal Kapuas Besar. Dari pagi – sore Rp 1000, tapi dari jam 6 keatas, Rp 2000/motor. Di tempat lain juga sama. Tolong dong ditindak tegas! (08115702238)

Pontianak Post Kamis, 14 Mei 2009

Listrik Padam, Belajar ‘Terusik’ PLN, nama perusahaan yang satu ini sudah tidak asing lagi dengan keseharian kita. Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang listrik. Tanpa adanya listrik tidak mungkin kita bisa beraktifitas, apalagi penggunaan listrik pada waktu malam hari sangat diperlukan sekali. Apalagi sekarang ini para siswa-siswi tingkat Sekolah Dasar sedang menghadapi Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional ( UASBN ). Jadi bagaimana nantinya siswa akan belajar dalam kondisi gelap. Diharapkan kepada pihak PLN agar tidak mengadakan pemadaman selama waktu tahapan ujian berlangsung karena akan mempengaruhi semangat belajar siswa dalam proses belajar. Sekalipun kalau memang ada jadwal

pemadaman, maka sebelumnya harus menghimbau dahulu sebelum mengadakan pemadaman. Pasti kita tidak mau anak – anak kita kegelapan dalam menghafal pelajaran. Sebagai seorang pelajar pasti mengharapkan kondisi yang tenang dan terang dalam belajar agar semua yang dipelajari bisa di fahami dan dimengerti untuk menghadapi ujian yang akan dihadapi pada esok hari. Benz Leo Mahasiswa Kab. Sambas

pajak tersebut berasal dari aset sendiri yang tadinya telah terjual. Pemerintah Kota Pontianak harus segera merubah mentalnya dari mental penjual aset-aset dan menghamburhamburkan anggaran melalui praktik mark-up kearah yang menghasilkan atau bahkan melakukan investasi. Syamsir Alam di Sei. Jawi Dalam.

Salut Gubernur Saya kagum dengan pak Gubernur dimana melihat kondisi memprihatinkan, salah satu contoh adalah jalan sekarang. Beliau sudah memperjuangkan jalan untuk semua jalan di Kalbar dengan penuh hati. Selamat berjuang pak Cornelis! (081352671403)

Pendidikan Profesi Tolong muatkan syarat-syarat mau masuk pendidikan profesi di FKIP Untan dan kapan waktu pendaftarannya. (081345668213)

Bangun SMA Saya sangat senang sekali dengan adanya program wajib belajar 9 tahun didukung dengan fasilitas sekolah SD - SMP yang cukup bagus. Tapi di daerah kami, khususnya Desa Kuala Mandor B dan Desa Mega Timur tak ada sekolah tingkat SMA. Sehingga banyak sekolah ke kota yang jelas memerlukan biaya besar dan beresiko tinggi. Saya mohon dengan sangat kepada Pemkab, Pemprov & dinas terkait, dll agar dibangun SMA/sederajat

diantara kedua desa tersebut diatas. Yang paling penting lagi untuk membangun SMA itu jangan berdasarkan berapa banyak sekolah yang menunjang. Jangan mengharapkan tanah wakaf/hibah dari masyarakat. Hari gini mau gratis, capee deh! (Rube’i, 081256743419)

Seminggu Ngalir PDAM tolong dong, air ledeng di rumah kami sebulan hanya 1 minggu ngalir padahal dekat rumah pejabat pemkot & rekanan PDAM. (085245834929)

RPH Ilegal Ada RPH ilegal di samping gang Agung Sei Jawi dengan memotong hewan kambing di tepi sungai. Harap ditertibkan oleh pihak terkait karena cukup mengganggu pemandangan. (085245108927)

Pipa Bocor Tolong PDAM ada pipa bocor di jalan Purnama di depan Gg Perintis IV, sudah satu minggu lebih. (081256061971)

Pontianak Post

Opini

Kamis 14 Mei 2009

19

editorial

Menunggu Kaukus Antikorupsi Lantang di DPR SILAKAN berbangga orang-orang yang bekerja di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lembaga antikorupsi itu begitu disayangi masyarakat, setidaknya yang tecermin di media. Ketika lembaga tersebut goyah karena ketuanya, Antasari Azhar, terbelit kasus berat, ramai-ramai orang menyerukan harapannya agar KPK jangan kendur. Mereka seperti bersepakat: Antasari bukan KPK dan KPK bukan Antasari. Ini sangat masuk akal. Jangan sampai lembaga yang begitu hebat tersebut mengalami patah hati dan loyo karena kesalahan individu pimpinannya. Jangan sampai pula para koruptor tertawa terbahak-bahak dan dengan aman sentosa meneruskan penjarahannya. Dengan semangat menjaga KPK itu, tidak mengherankan banyak yang mengecam anggota-anggota DPR yang bersuara sumbang dalam rapat dengar pendapat empat pimpinan KPK dengan Komisi III DPR (koran ini kemarin). Mereka mempersoalkan pimpinan KPK yang tinggal empat orang. Gara-gara ini, ada anggota DPR yang meminta KPK tidak melakukan penangkapan, penyidikan, dan tindakan yang menentukan nasib orang. Anggota lain DPR menyebut fungsi KPK yang masih boleh dilaksanakan. Misalnya, pendidikan masyarakat. Jelas, tanpa kewenangan menangkap, menyidik, dan menuntut, KPK secara praktis sudah bubar. Buat apa lembaga dengan 520 pegawai itu bila hanya berfungsi sebagai lembaga pedidikan antikorupsi? Ataukah memang ‘’pembubaran’’ de facto KPK itu yang memang mereka ingini? Kalau mau adil, maukah DPR -lantaran banyak anggotanya masuk penjara karena korupsidikurangi kewenangannya secara drastis hingga tinggal, misalnya, menjadi lembaga pengawas? Memang mengherankan, ketika suara-suara di luar parlemen menyerukan penyelamatan KPK, justru suara-suara sumbang dari DPR seakan menyoraki musibah yang menimpa KPK. Kenapa suara dari DPR tidak sejalan dengan suara rakyat dan akal sehat? Padahal, DPR merupakan wakil rakyat. Mewakili siapa mereka ketika menyuarakan ‘’pengebirian’’ terhadap lembaga yang berhasil menyentuh koruptor-koruptor kelas hiu itu? Cara mengukur bahwa suara sumbang itu tidak sejalan de­ ngan pemikiran orang banyak bisa dilihat ketika kampanye. Bisa dipastikan, tidak ada satu pun caleg yang menyuarakan pengebirian KPK. Termasuk para caleg Pemilu 2004 yang sekarang menjadi aleg alias anggota legislatif kita. Kalaupun menyua­rakan pembubaran atau pengebirian KPK dalam kampanye, mereka pasti dikecam banyak orang. Para caleg semacam itu bisa dianggap prokorupsi atau setidaknya tidak antikorupsi. Bukankah caleg yang bersuara semacam itu tidak ada? Maka, dari mana munculnya ‘’aspirasi’’ mengebiri KPK itu? Seakan mengambil kesempatan dalam kesusahan, ‘’aspi­rasi’’ itu ingin membonsai kewenangan KPK. Sekali lagi, se­benarnya, suara semacam itu mewakili siapa? Berkembang dugaan bahwa kalangan DPR sangat risau dengan para aleg yang ditangkapi KPK. Kerisauan itulah yang dianggap mengilhami semangat menjinakkan KPK, termasuk lewat RUU Pengadilan Tipikor yang kini tengah dikerjakan DPR. Kalau dipikir dalam-dalam, DPR bukanlah instansi yang perlu melindungi diri dari lembaga semacam KPK. Secara asasi, DPR adalah representasi individu-individu dengan kepentingan yang berbeda sehingga diwadahi dalam lembaga perwakilan. Gelagat menjinakkan KPK itu mencerminkan pola pikir DPR yang ‘’instansional’’. Padahal, DPR lembaga perwakilan yang perbedaan kepentingannya memang diwadahi.**

gagasan

KPK, Komisi Pantang Kalah! Meski masih seperti setetes air di tengah padang pasir, komitmen dan gebrakan KPK untuk memberantas korupsi di Indonesia sudah tidak diragukan. Namun, setelah Antasari Azhar ditetapkan sebagai tersangka dan dinonaktifkan sementara, beragam respons bermunculan. Para pimpinan KPK tidak boleh patah semangat hanya ka­ rena ketuanya masih tersandung kasus. Eksistensi dan pelaksanaan tugas dari KPK harus tetap berjalan. Para penyidik KPK harus tetap ?bersemangat untuk mengejar para koruptor di negeri ini. Jika KPK mulai loyo dalam memberantas korupsi, para koruptor justru akan bertepuk tangan. Ayo, maju terus pantang mundur, KPK. Mukani.

Pojok Selisih Data, Inventarisasi Aset *Hitung ulang dong DBD Renggut 6 Warga *Waspadalah…waspadalah

Pawang

Pontianak Post

Nasib Bangsa Indonesia Sudah diramalkan oleh banyak pengamat bahwa Partai Demokrat akan keluar sebagai Bintang dalam Pemilu Legislatif, karena sosok SBY masih dianggap cukup popular di dalam masyarakat, sehing­ ga sosok SBY terasa cu­kup kuat untuk mendongkrak pe­ rolehan suara untuk Partai ini. Masyarakat yang semula menginginkan angin perubahan, yang sebelum Pemilu Legis­latif dilaksanakan, sempat berpikir “ABS” (Asal Bukan SBY), ternyata mulai berpikir kritis-pragmatis & logis. Bukan saatnya lagi masyarakat kita menjiplak mentah-mentah pe­rilaku masyarakat Amerika Serikat yang mengusung Motto “ABB” (Asal Bukan Bush) untuk menyelesaikan masalah dalam negeri mereka, sehingga di luar dugaan, Presiden yang berasal dari kulit hitam pun dapat dipilih menjadi Pang­lima dari Negara Adidaya ini (pertama kali dalam sejarah Ameri­ ka Serikat yang mayori­t as warganya adalah kulit putih), karena masyarakat ingin suatu hal yang baru, yakni perubahan itu sendiri. Kondisi di Indonesia tidaklah sama dengan kondisi di Negeri Paman Sam. Pemerintahan SBY saat ini memang terlihat seolah-olah melaksanakan Reformasi “Setengah-Hati.” Akan tetapi, masyarakat maklum, karena kendatipun SBY menang dalam Pemilu Eksekutif, dia juga merasa perlu

mendengar suara Parlemen. Memang SBY tidak mungkin digulingkan oleh Legislatif (seperti kasus Mantan Presiden sebelumnya), karena proses pemilihan SBY adalah dilakukan oleh Rakyat Indonesia & bukan oleh Legislatif. Akan tetapi, SBY merasa perlu menjalin hubungan baik dengan Partai Pemenang Pemilu 2004 untuk meng-golkan semua rencana-rencana pembangunan ekonominya. Dengan suasana riuh, sulit bagi Kabinet SBY untuk mengimplementasikan program-program ekonominya, karena bisa jadi Rancangan Undang-Undang (RUU) yang disusun oleh Eksekutif akan ditolak mentah-mentah di Parlemen. Intinya, masyarakat Indonesia sudah mulai pintar dan dapat berpikir kritis. Mereka sadar bahwa dalam pemerintahan sekarang posisi SBY ter­j epit. Istilah kata, “maju kena - mundur pun kena.” SBY ingin melaksanakan cita-cita reformasi yang hakiki, yakni pemberantasan korupsi yang selalu didengung-dengungkan dalam Kampanye 2004 maupun 2009. SBY merasa mempunyai kontrak politik dengan rakyat Indonesia sebagai pemilih. Disisi lain, apabila Ia bertindak terlalu radikal, Ia akan dijegal di Parlemen. Untuk menyiasatinya, maka Ia perlu memilih para pembantu yang handal, berani bertindak, & jujur. Beberapa Pandawa Ekonomi yang

Oleh: Aceng Mukaram dipilihnya memang sudah kita kenal dengan baik di jalur Akademisi, Korporat, Lembaga Sosial Masyarakat, & Kancah Internasional, seperti Sri Mulyani, Mari Pangestu dan Dr. Boediono. Terlepas dari pro & kontra apakah mereka adalah antekantek kapitalis yang menjerumuskan bangsa Indonesia ke dalam jurang ketergantungan atau apakah mereka adalah Agen IMF (The IMF Girls), namun yang jelas sepak terjang Pandawa Ekonomi ini di Depkeu secara umum & Ditjen Pajak & Bea Cukai secara khusus, patut diacungi jempol. Tak heran jika Ia dianugerahi sebagai The Best Asian Finance Minister & Menteri yang berhasil mereformasi Direktorat yang paling Korup di Indonesia. Yang lebih hebatnya lagi adalah, Para Pandawa Ekonomi ini terlepas dari kegiatan politik praxis, sehingga segala tindakan mereka cenderung netral & mempertimbangkan rasa keadilan masyarakat. Terlihat jelas dan nyata bahwa memang akar permasalahan bangsa Indonesia adalah korupsi yang sudah merasuk sampai tulang sum-sum kehidupan Bangsa. Perlu upaya pergantian Kabinet 5 tahun lagi (yang artinya 25 tahun lamanya) agar Indonesia benar-benar bebas ko-

rupsi, sebagaimana dikatakan oleh Mantan Jaksa Agung Abdurrahman Saleh. Akan tetapi, pemberantasan Korupsi harus dimulai sejak kapan apabila bukan sejak dini? Demikian kiranya SBY merespons kehausan publik dalam kampanye 2004 & 2009. Terbentuknya KPK & diseretnya para koruptor ke meja hijau memberikan lampu hijau bagi rakyat akan keseriusan pemimpinnya yang akan melaksanakan amanat reformasi itu. Di Pemilu 2004, SBY boleh kalah dalam Pemilu Legislatif, namun menang dalam Pemilu Eksekutif. Rakyat maklum jika dalam pemerintahan sekarang sepak terjang SBY cukup terbatas, karena Ia merasa perlu memperhatikan suara di dalam Parlemen yang tidak didominasi oleh Partainya. Di Pemilu 2009, agaknya rakyat mencoba kembali kebolehan SBY untuk berlaga di kancah perpolitikan nasional, sehingga tidak ada lagi “excuse” di akhir masa jabatannya apabila ia bertindak setengah-hati menjalankan amanat reformasi. Rakyat agaknya sudah mulai bosan diberikan janji-janji surga tentang sembako murah yang berasal dari dana pinjaman yang tidak jelas sampai kapan akan lunas terbayar. Rakyat sudah mulai jemu dengan janji-janji politik yang ditebarkan pada saat Pemilu namun hilang lenyap ketika menjalankan roda pemerin-

tahan. Rakyat merasa tidak rela membayar pajak apabila uang mereka dihambur-hamburkan oleh Dewan Rakyat yang terhormat demi kepentingan pribadi mereka. Istilah kata “Ada Pemilu Datang, Abang Disayang ; Ketika Pemilu Hilang, Abang Melayang.” Semoga SBY dapat segera menyusun Kabinet Bayangan dan komposisi Pandawa Ekonominya, karena krisis yang menghantam negaranegara maju benar-benar sangat dahsyat. Indonesia masih dapat selamat sampai kuartal 1 tahun 2009 karena pemilu legislatif. Banyak pengeluaran dana kampanya yang berhasil menggerakkan roda perekonomian rakyat. Diperkirakan denyut nadi perekonomian masih akan terus bergerak sampai kuartal 3 Tahun 2009 ka­rena Pemilu Eksekutif di bulan Oktober. Kita semua berdoa agar ketika selesai Pemilu Eksekutif, krisis di negara-negara maju akan berakhir, sehingga ekspor Indoneisa dapat berjalan normal kembali. Dengan terpilihnya Presiden yang jujur dalam menjalankan amanat reformasi & dengan ditopang oleh para Pandawa Ekonomi yang cakap, bersih, & berani, niscaya investasi asing akan masuk & tentunya Indonesia akan maju selangkah lagi. ** *) Penulis, Wartawan Kantor Berita Radio 68 H Jakarta di Pontianak.

Air Mata Ibu Pertiwi PENULIS cuplikkan sebagian bait lagu, “Kulihat Ibu Pertiwi, sedang bersusah hati. Air matanya berlinang, ... Kini Ibu sedang lara. Merintih dan berdoa”. Untaian lagu tersebut diatas dibawakan dengan penuh hikmat dan kontemplatif oleh kakak-kakak kelas IV, V dan VI Sekolah Rakyat di kampung kami, mengiringi tarian yang entah apa namanya 52 tahun yang lalu. Penulis pada tahun itu baru masuk kelas 1 Sekolah Rakyat, di kampung nun jauh di pedalaman Kalimantan Barat. Sungguh senang melihat kakak-kakak  latihan menari, menyambut perayaan hari kemerdekaan yang ke-12, tujuh belas Agustus 1957. Untuk ukuran kampung pada masa itu, tentulah perayaan se­­macam itu sangat meriah, terlebih lagi bagi para anak-anak seusia penulis. Pada masa itu hidup terasa sangat enak dan mudah, mencari uang  sangat gampang, asal mau bangun subuh, pergi ke kebun karet, uang menunggu di setiap pohon. Satu kilo karet harganya Rp. 100,- dibawa nyemokel ke  Sarawak dibayar  Rp. 500,- sekati (kurang lebih 6 ons). Tak tahu apa sebabnya,  kenapa pada keadaan yang sepertinya enak tadi, kok Ibu Pertiwi  bersusah hati, berlinang air mata. Penulis tidak tahu siapa pencipta, dan apa judul lagu tersebut, namun salut kepadanya. Beliau  sungguh paham dan se­

pertinya banyak tahu, bagaimana keadaan negeri ini nantinya. Pada saat  itu, republik ini baru berumur 12 tahun, sumber alam masih melimpah ruah, Air mata Ibu Pertiwi sudah berlinang dan bersedih hati, merintih dan berdoa saking sedihnya melihat tingkah polah anak bangsa ini. Entah bagaimana lagi dengan sekarang, di usia ke 64, boleh jadi sumber alam yang dimiliki Ibu Pertiwi hampir semuanya sudah punah ranah,  bencana silih berganti, boleh jadi pingsan berkepanjanganlah beliau, kehabisan air mata, bahkan bisa jadi darah pun sudah kering. Tidak berapa lama lagi kita akan memperingati hari kemerdekaan yang ke-64. Bila dibandingkan dengan seorang manusia, tentu sudah menjadi kakek dan nenek, sudah cukup tua dan sudah uzur. Penulis tidak tahu, apakah sekarang ini masih ada anak-anak Sekolah Dasar yang  menari di atas pentas hiburan di kampungkampung, sambil menyanyikan lagu “Ibu Pertiwi” itu. Boleh jadi tak ada lagi yang mengingatkan dan menyadarkan kita. Tahun 1957, menurut catatan sejarah, termasuk tahun-tahun panas bagi lembaga legislatif di negeri ini. Dua tahun sebelumnya, yakni tahun 1955, telah diselenggarakan Pemilihan Umum untuk pertama kalinya. Menurut beberapa pihak pemilu tersebut dinilai sebagai yang paling demokratis. Penulis

Oleh: Murni Safwan tentu saja tak memiliki kompetensi untuk mendebat atau membenarkannya, tetapi sekali lagi begitu katanya. Perdebatan panas di Konstituante (MPR) tak selesai-selesai, dan sekali lagi “katanya”  hal itulah yang akhirnya mengantar­ kan kepada ke luarnya Dekrit Presiden 5 Juli 1959 itu. Boleh jadi suasana panas di lembaga tersebut yang membuat penga­ rang  lagu, mengingatkan se­ mua pihak, agar segera sadar, dan berhenti bertikai. Kepentingan negara dan bangsa mesti diutamakan, bukan kepentingan golongan, partai, apalagi kepentingan diri sendiri. Suasana panas seperti 52 tahun yang lalu, seakan terulang kembali sekarang ini. Beberapa pihak, golongan dan partai berebut dan berambisi ingin menjadi anggota legislatif, bahkan kalau mungkin ketua lembaga legislatif atau presiden. Bermacam manuver dilakukan agar dapat mencapai keinginan tersebut atas nama koalisi, tanpa mengindahkan harga diri, sungguh malu kita dibuatnya. Sekiranya kita boleh berdialog secara imaginatif dengan Sang Ibu Pertiwi, tentu bermacam komentar pilu akan kita peroleh dari Sang Bunda. Hampir dapat dipastikan bahwa Sang Ibu sedang

galau dan sangat sedih sekarang, kering sudah air matanya. Anakanaknya semakin tidak rukun, setiap hari, setiap saat mengatur strategi bagaimana mengalahkan saudaranya. Media massa, cetak maupun elektronik dengan gembira menyiarkan segala macam geliat perseteruan itu. Magnet jabatan Presiden sungguh kuat daya tariknya, saksikan di televisi dan koran-koran, sungguh banyak peminatnya. Prestise jabatan Presiden itu sungguh menakjubkan. Mati dan hidup orang terletak di tangannya. Bila Presiden berkenaan memberikan grasi selamatlah nyawa orang, bila tidak melayanglah nyawa.  “Matilah kau Bujang,” kata Naga Bonar. Kekuasaan semacam itu  mirip dengan apa yang dikatakan Namruz  kepada Nabi Allah Ibrahim as. “Bila kukatakan bunuh, matilah orang itu, bila kukatakan lepaskan, hi­duplah orang itu,” kata Raja Namruz mendebat Nabi Allah Ibrahim di dalam suatu riwayat. Tentu kita tak mau mempunyai presiden berhati Namruz. Belum lagi bermacam kenikmatan lainnya turut menjadi daya tarik jabatan tersebut, berkunjung ke luar negeri, dielukan di mana-mana, dapat baju baru setiap meresmikan proyek, selalu diliput media massa, dan lain sebagainya. Tentu masih banyak lagi kenikmatan lain yang penulis tak tahu, tetapi pasti dipahami oleh mereka yang

sangat menginginkannya. Boleh jadi lebih banyak enak daripada tak enaknya, kalau tidak demikian, tentu tidak banyak yang  memperebutkannya. Para calon bersedia mengeluarkan biaya berapapun jumlahnya. Rakyat pun bertanya bagaimana mengembalikan duit yang telah dihabiskannya. Pantaslah bila Ibu Pertiwi bersedih,  menangis berlinang air mata. Anak-anak dan cucunya tidak lagi mementingkan bangsa dan negara, mereka lebih mementingkan dirinya, golongan dan partainya. Para pendukung masing-masing calon, tak kalah sibuknya, mereka berharap percikan berkah bila jagonya menang. Urusan rakyat, bangsa dan negara, tercecer entah dimana. Semoga masih ada yang tulus memikirkannya.Sungguh luar biasa pesona jabatan presiden tersebut, wajar bila banyak yang ingin. Patut untuk selalu di kenang para calon presiden bahwa dua presiden paling terkenal di negeri ini, mengakhiri hidupnya dalam ke­adaan tragis dan mengenaskan. Kondisi bangsa carut marut pada saat mereka melepaskan jabatan.  Banyak mantan pemimpin di negeri ini berpenyakit lingau dan linlung. Boleh kiranya diambil sebagai pelajaran, sungguh sedih bila terperosok lagi untuk ketiga kalinya. *) Penulis, alumni FKIPUntan.

Terbit 7 Kali Seminggu. Izin terbit Menteri Penerangan RI No. 028/SK/Menpen/SIUP/A7. Tanggal 3 Februari 1986. Per­setujuan Peru­bahan Nama No: 95A/Ditjend. PPG/K/1998 Tanggal 11­September 1998. Alamat Redaksi dan Tata Usaha: Jalan Gajah Mada No. 2-4 Pontianak 78121. Kotak Pos 1036. Fax. (0561) 760038/575368. Telepon Redak­si: (0561) 735070.Telepon Iklan/Pema­saran:735071. Hunting (Untuk seluruh bagian) Fax. Iklan 741873/766022. Email: redaksi @pon­tianakpost.com. Penerbit: PT.Akcaya Utama Press Pontianak. Pembina: Eric Samola, SH, Dahlan Iskan. Komisaris Utama: Tabrani Hadi. Direktur: Untung Sukarti. Pemimpin Re­daksi/Penang­gung Jawab: B Salman. Wakil Pemimpin Redaksi : Nies Alantas. Sidang Redaksi: Abu Sofian, Muslim Minhard, Surhan Sani, Mela Danisari, Khairul­rahman, Yulfi Asmadi, Donatus Budiono, Basilius. Sekre­taris Redaksi: Silvina. Staf Redaksi: Marius AP, U Ronald, Efrizan, Aseanti Pahlevy, Budianto, Chairunnisya, Pringgo, Pracetak/Artistik: Karnadi (Koordinator), Jawa Pos Group Grafis: A.Riyanto, Ilustrator: Kessusanto, Sigit. Fotografer: Timbul Mudjadi, Bea­ring, Sando Shafella. Biro Singkawang: Zulkarnaen Fauzi, M Khusdarmadi, Hari Kurniathama (Jl. Gunung Raya No.15 Telepon (0562) 631912). Biro Sambas: Mursalin (Jl P Anom Telp (0562) 392683) Biro Sanggau: Anto Winarno (Jl. Sudirman No. 4 Telp. (0564) 21323). Biro Ketapang: Andi Chandra, Andre Januardi (Jl. Gajahmada No. 172. Telp. (0534) 35514). Kabupaten Pontianak: Hamdan, . Biro Sintang: Mustaan, Budiman. Pema­saran/Sirkulasi: -. Iklan: Dewiyanti.S. Percetakan: Surdi. Devisi Event: Budi Darmawan. Jakarta: Max Yusuf Alkadrie, Bank: BPD Kalbar, BEII, Bapin­do. Harga Lang­ganan per 1 Bulan dalam kota Rp 65.000,- (luar kota tambah ongkos kirim). Tarif iklan: Per mm kolom hitam putih Rp 20.000,- spot colour Rp 25.000,- full colour Rp 30.000,Iklan baris Rp 8.000,- per baris (minimal 2 baris, mak­­si­mal 10 baris) pem­bayaran di muka. Telepon Langganan/Pengaduan: 735071. Iklan: 730251. Perwakilan Jakarta: Jl. Jeruk Purut-Al-Ma’ruf No.4 Pasar Ming­gu, Jakarta Selatan 12560. Telepon: 78840827 Fax. (021) 78840828. Percetakan: PT.Akcaya Pariwara Pontianak. Anggota SPS-SGP ISSN 0215-9767. Isi di luar tanggung jawab percetakan.

PERTAMA DAN TERUTAMA DI KALIMANTAN BARAT

Pontianak Post, Kamis 14 Mei 2009

20

Ketok palu tanda usainya pelaksanaan Musorprov X

Memberikan sambutan sebagai ketua KOPROV

Mendapat salam dari mantan Gubernur Kalbar Usman Jafar

Siap Bawa Perubahan

S

y Mahmud Alkadrie secara aklamasi terpilih sebagai Ketua KOPROV Kalbar periode 20092013. Itu terlihat dalam Musoprov X KOPROV Kalbar yang berlangsung di Hotel Orchardz, Senin (11/5) kemarin. Dari 32 pengprov, 12 KONI kabupaten kota dan enam organisasi olahraga fungsional sepakat memilih Sy Mahmud sebagai ketua KOPROV menggantikan Usman Jafar. Terpilihnya Mahmud menahkodai KOPROV empat tahun ke depan setelah lima kandidat lainnya tidak memenuhi syarat penjaringan ketua KOPROV. Dengan demikian, Mahmud menjadi calon tunggal. Ada tiga hal yang disorot Ketua Pengprov IMI Kalbar tersebut, yakni, pembenahan organisasi, pembinaan prestasi dan pendanaan keolahragaan. Tiga hal ini yang menurut Mahmud

cukup urgen dan menjadi landasan kuat untuk membangun dan memajukan prestasi olahraga Kalbar empat tahun kedepan. ”Insya Allah dengan bekerjasama kita bisa memajukan olahraga Kalbar,” kata Mahmud. Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Pengprov IMI Kalbar ini mengatakan, siap melakukan reformasi diberbagai bidang yang menyangkut kepentingan olahraga Kalbar. Tak ada halangan, katanya, jika semua pengurus dan insan olahraga Kalbar satu suara, satu tekad, satu visi misi, demi mencapai prestasi olahraga yang lebih baik. ”Ayo kita bersama-sama bahu membahu membuat perubahan bagi kemajuan olahraga Kalimantan Barat,” ajaknya. (Uray Budianto)

Syarif Mahmud Alkadrie

Usman Jafar

Mendapat mandat kerja dari Sukimin, pimpinan sidang pleno Musorprov

Sy Mahmud bersama unsur pimpinan sidang pleno Musorprov X

Mendapat salam dari pengurus Pengprov

Pengurus KORPOV 2004-2009

Jabat tangan dengan Damianus Yordan

Dikenakan jas KOPROV oleh Zulfadli

Sy Mahmud berpelukan bersama Yaman Nuriman

Mendapat salam dari pengurus Pengprov

Sy Mahmud diwawancarai insan pers

Ahmadin Umar mengucapkan salam kepada Sy Mahmud

Sekda Kalbar Syakirman memberi salam kepada Sy Mahmud

Bersama pengurus Pengprov IMI Kalbar

Mendapat salam dari Slamet Rahardjo

Bersama insan pers

metropolis Pontianak Post

Kamis, 14 Mei 2009

Polisi

Desak BKSDA Sita Orangutan Dipelihara Warga

Melatih 32 Preman POLDA Kalbar bekerjasama dengan Unit Latihan Kerja Industri Kalbar memberi pelatihan keterampilan kepada 32 pemuda, sejak Rabu (13/5) dibuka hingga dua pekan kedepan. Sebagian peserta adalah mereka yang pernah terjaring razia preman yang digelar polisi. Peserta pelatihan keterampilan kali ini adalah mereka yang berada di Kecamatan Pontianak Kota. Mereka direkrut dari data yang ada di Polsek Pontianak Kota saat menggelar razia Erwin TPL Tobing preman. 32 pemuda ini akan diberikan pelatihan keterampilan otomotif dan las karbit di bengkel Polda Kalbar Jalan Alianyang. Kapolda Kalbar Brigjen Pol TP Lumban Tobing saat membuka pelatihan di Kantor Camat Pontianak Kota, mengatakan, tindakan hukum yang dilakukan oleh polisi mestinya tidak sekedar memberi sanksi. Perlu solusi dan menelaah apa penyebab seseorang melakukan tindak ■ Ke Halaman 27 kolom 1

Bandara

MUJADI/PONTIANAK POST

Regulasi Harus Jelas SEKRETARIS Komisi B DPRD Kalimantan Barat Luthfi A Hadi kemarin di Pontianak mengatakan sebelum donasi dilaksanakan pemungutannya harus jelas regulasinya. “Saya menilai hukum donasi adalah tidak wajib bagi para pengguna jasa penerbangan,” katanya. Ia menyebutkan penumpang pesawat di bandar udara Supadio tidak mempunyai kewajiban membayar donasi. Tegasnya, karena masyarakat sudah dikenakan berbagai Luthfi A Hadi pungutan. “Sebelum masuk ke ruang tunggu penumpang sudah membayar boarding pass (kartu tanda naik kapal) dan airport tax (pajak bandara). Jika aturannya donasi diwajibkan maka akan memberatkan para pengguna jasa bandara,” ungkap legislator PBR ini. Menurutnya, bila dikalkulasikan dua hal yang dibayar pengguna jasa mungkin nilainya sudah mencapai Rp50.000. Dikatakannya, bila ditambah lagi dengan donasi maka penumpang pesawat dibebani.“Informasi yang kami dapatkan nilai donasi

SERIUS: Keseriusan penanganan orang utan, penghuni Bunbin Pontianak inipun berpindah tangan ke Singkawang. Aktivis meminta BKSDA melakukan razia kepemilikan orangutan di rumah-rumah warga.

SUNGAI RAYA – Target pungutan donas Bandara Supadio sebesar Rp1,2 miliar pada 2009 bakal tidak tercapai. Namun hingga lima bulan berjalan, pungutan itu belum dilaksanakan. “Titik pungutan ini yang tidak ketemu,” ungkap Ali Asmadi, kepala Dinas Perhubungan, Telekomunikasi dan Informatika Kubu Raya seusai menghadiri rapat koordinasi bersama Komisi B dan PT Angkasa Pura

II, Rabu(13/5). Kata Ali, pemerintah ingin ada satu meja. Petugas resmi sudah siap. Namun, pihak bandara tidak sependapat. Jika tidak ada titik temu, maka target pungutan tidak berjalan efektif sesuai target. Apalagi menyangkut masalah sumbangan dari pemakai jasa. “Kita inginnya seperti itu. Tetapi sepertinya tidak terjadi,” ujar dia.

Padahal, kesiapan personel, sarana dan prasarana loket bandara diakuinya sudah dipersiapkan sejak Januari 2009. Kendati berkali-kali bertemu dengan Angkasa Pura II, tidak terjalin kesepakatan. “Sampai rapat kali ini, hasilnya juga seperti ini,” ungkapnya. Joko Sudarmanto, kepala Divisi Pelayanan Angkasa Pura II mengatakan ■ Ke Halaman 27 kolom 1

Dompet Simpatik

Menderita Tumor

Sumbangan Selasa (12/5) Sumbangan Rabu (13/5)

Rp 160.000

1. Ceng Meng 2. Gading Florist 3. Hamba Allah

Rp 200.000 Rp 100.000 Rp 300.000

Jumlah Total

Rp 600.000 Rp 760.000

Bekelit

■ Ke Halaman 27 kolom 1

PONTIANAK - Sekretaris Daerah Kalimantan Barat Syakirman mengungkapkan, telah terjadi selisih jumlah nominal aset yang ada pada neraca tahun 2008 dengan data inventarisasi barang daerah tahun 2008 yang ada pada biro pengelolaan aset. Hal ini mengacu pada temuan sementara tim pemeriksa BPK tahun 2008 yang mengambil sampel penelitian terhadap 10 satuan kerja perangkat daerah induk di Pemprov Kalbar. Jika dilihat dari pengolahan data, jelas dia, penyusunan neraca dan penyusunan inventariSyakirman sasi barang daerah memang berbeda karena peraturan yang mendasarinya juga berlainan. Penyusunan inventaris barang daerah mengacu pada Permendagri Nomor 17 tahun 2007, laporan inventarisasi barang dan fisik yang ada pada SKPD. Sedangkan penyusunan neraca mengacu ■ Ke Halaman 27 kolom 1

FOGGING: Merebaknya penyakit demam berdarah di tengah masyarakat, warga Perumnas III, Pontim pun minta pengasapan. MUJADI/PONTIANAK POST

DBD Renggut Nyawa Enam Warga PONTIANAK - Dari awal 2009 hingga minggu ke 19 terdapat 303 demam berdarah dengue, enam diantaranya meninggal dunia. ”Dalam seminggu ditemukan sekitar tiga sampai empat kasus demam berdarah,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Multi Juto Bhatarrendro di Pontianak Rabu (13/5). Sebagian besar pasien demam ber-

darah meninggal dunia di rumah sakit, bukan puskesmas ataupun di rumah. Hal ini menunjukan terlambatnya pertolongan terhadap pasien. Seharusnya, jika anggota keluarga panas tinggi atau demam, segera diperiksakan ke dokter ataupun puskesmas terdekat, sehingga secepatnya bisa ditangani. ”Pasien yang meninggal dunia ini tersebar di seluruh kecamatan yang ada. Kasus paling sedikit

di Pontianak Utara dan Pontianak Barat,” kata Multi. Penyumbang kasus demam berdarah terbanyak adalah Kecamatan Pontianak Barat. Sedikitnya 100 kasus atau sepertiga dari total kasus yang ada ditemukan di kecamatan tersebut. Jika kondisi ini terus dibiarkan, jumlah kasus demam berdarah dapat terus meningkat. ■ Ke Halaman 27 kolom 1

PT Tuntaskan Perkara Banding Pidana Pemilu PONTIANAK—Pengadilan Tinggi Kalimantan Barat telah menuntaskan sebanyak 14 kasus banding pidana pemilu. Kasus-kasus tersebut merupakan pelimpahan pengadilan negeri dari berbagai kabupaten/ kota. Sebagian besar vonis sudah dikeluarkan dan disampaikan ke pengadilan negeri masing-masing. ”Rata-rata putusan menguatkan putusan pengadilan negeri,” ungkap Nunung Kelana, Panitera Muda Pidana Pengadilan Tinggi Kalbar, kemarin. Adapun kasus-kasus yang naik banding itu misalnya kasus kampanye di luar jadwal (pasal 269 UU/10/2008), politik uang (pasal 274 UU/10/2008) dan manipulasi perolehan suara (pasal 288 UU/10/2008). Sebanyak lima kasus merupakan pelimpahan dari Pengadilan Negeri Ketapang, dua kasus dari PN Bengkayang, dua kasus dari PN Sanggau, dua ■ Ke Halaman 27 kolom 1

Sabina; Siswa Tertua yang Ujian Akhir Sekolah di Pontianak

Bagikan Undangan Pesta Ulang Tahun Usai Ujian Sabina sudah berumur 32 tahun. Ia menjadi peserta tertua yang ikut ujian akhir sekolah. Tidak ada perlakuan istimewa. Ia bergabung dengan siswa lainnya dan mengerjakan soal yang sama. Satu pengawas siap mendampinginya jika ada yang tidak dimengerti. CHAIRUNNISYA Pontianak

Ilustrasi kekes

PONTIANAK - Penegakan hukum terhadap kejahatan satwa dinilai masih belum optimal. Dari enam laporan pemeliharaan Orangutan (Pongo pygmaeus) tanpa izin oleh Yayasan Titian kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalbar, hanya satu yang disita. “Laporan sejak Februari 2009, tapi yang lainnya masih tidak tersentuh,” kata Koordinator Penyelamatan Satwa Yayasan Titian Ian Hilman. Laporan tersebut berdasarkan survei yang dilakukan Yayasan Titian di beberapa wilayah Kalbar. Di antaranya dua orangutan dipelihara di Sungai Raya, Dua di Sungai Ambawang, dan dua di Ketapang. “Di Sungai Raya justru dipelihara oleh pengusaha dan salah satu calon Walikota Pontianak yang lalu,” tegas Ian. Dirinya menyesalkan ketidaktegasan aparat menyikapi laporan tersebut. Memang, kata Ian, selama ini sudah beberapa kali dilakukan penyitaan Orangutan di Ketapang dan sudah dikirim ke panti rehabilitasi di Kalteng. “Tapi hanya semata-

Data, Target Pungutan Donasi Selisih Inventarisasi Rp1,2 M Bakal Melayang Aset Daerah

■ Ke Halaman 27 kolom 1

Nurmiah (20) penderita tumor ganas di leher stadium tiga akan menjalani pengobatan di RS Dharmais Jakarta. Untuk kelancaran proses pengobatan Nurmiah, kami kembali membuka program dompet simpatik. Partisipasi pembaca dan donatur sangat diharapkan demi kesembuhannya. Partisipasi dalam bentuk uang daNurmiah pat diserahkan ke Redaksi Pontianak Post (Lantai 5) Gedung Graha Pena Pontianak. Sekecil apapun sumbangan Anda, sangat berarti bagi kesembuhan Nurmiah.

21

SEJAK Senin (11/5) dilaksanakan ujian di seluruh sekolah dasar dan menengah pertama. Siswa sekolah dasar mengikuti ujian akhir sekolah berstandar nasional, sedangkan pelajar sekolah menengah pertama mengikuti ujian akhir sekolah. Ujian ini tak hanya dilaksanakan di sekolah umum, melainkan sekolah luar biasa. Di Sekolah Luar Biasa Dharma Asih, ujian

ini dilaksanakan secara serentak untuk seluruh tingkatan, yakni SD, SMP, dan SMA. Saat ujian dilaksanakan, sekolah tersebut tampak hening. Beberapa orangtua siswa duduk santai menunggu anaknya hingga selesai ujian. Pelaksanaan ujian SLB B (tuna rungu), sama seperti sekolah umum lainnya. Satu kelas diawasi dua pengawas. Peserta ujian juga serius dalam mengisi soal. ”Untuk tingkat sekolah dasar, hari ini ujian Matematika. Kemarin Bahasa Indonesia. Hari terakhir IPA. Sedangkan siswa SMP dan SMA mengikuti ujian akhir sekolah,” ujar Kepala Sekolah SLB B Dharma Asih, Suyanti kemarin. Peserta UASBN sekolah dasar sebanyak tujuh orang. Selama ini, kata Suyanti, tidak ada kendala dalam pelaksanaannya. Hanya saja, saat ujian Bahasa Indonesia, beberapa siswa mengeluh. Bacaan soal terlalu panjang menyulitkan bagi siswa tuna rungu. ”Sejauh ini lancar saja. Karena

■ Ke Halaman 27 kolom 1

BEARING/PONTIANAKPOST

UJIAN: Siswa Sekolah Luar Biasa Tunas Bangsa mengerjakan soal ujiannya.

MetropolitaN

22

pendidikan

PNS Pemkot Sekolah di Australia PEGAWAI negeri sipil pemerintah Kota Pontianak melanjutkan pendidikan ke Australia secara gratis, yakni melalui program beasiswa Ausaid. ”Beasiswa ini dari pemerintah Australia. Pegawai negeri memiliki kesempatan besar, karena dua per tiga dari beasiswa diprioritaskan untuk mereka,” Siska Wilihana dari ungkap Departemen Pendidikan Kedubes Australia saat bertemu pemerintah Kota Pontianak Rabu (13/5) kemarin. Pemerintah Australia memberikan beasiswa ini untuk meningkatkan pembangunan yang berkelanjutan dan memajukan bidang pendidikan di Asia Pasifik. Ada empat prioritas pembangunan atau prioritas area yaitu pembangunan yang berkelanjutan dan manajemen pertumbuhan ekonomi, investasi peningkatan SDM, demokrasi, keadilan dan good governance, serta keamanan. Indonesia merupakan negara penerima beasiswa terbesar dibanding negara lainnya. Program Manager Beasiswa Ausaid, Harris Siagian mengharapkan pemerintah Kota Pontianak mampu menganalisa pegawainya yang bisa diikutsertakan dan target dalam programscholarships ini. “Kerana banyak siswa yang setelah dikirim, kemampuannya tidak bisa diterapkan karena tidak sesuai lagi dengan keadaan di lapangan,” ungkap Harris kemarin. Wakil Walikota Pontianak Paryadi mengungkapkan pegawai Pemkot Pontianak yang menimba ilmu di luar negeri masih sangat minim. “Sebenarnya pemkot menyediakan tugas belajar, tapi mungkin jika diukur dari sisi biaya sangat terbatas sehingga hanya pada ruang lingkup lokal atau di Indonesia saja,” ungkap Paryadi kemarin. Ia berharap adanya kerjasama program Ausaid ini bisa membuka peluang bagi pemkot untuk mengirimkan pegawainya menimba ilmu di luar negeri khususnya di Australia. Pusat Administrasi Kerja sama Luar Negeri Depdagri, Alfani Mirza menambahkan Depdagri sangat mendukung aparatur daerah khususnya di Kalbar mengikuti program ini. Karena perlu dilakukan peningkatan sumber daya manusia dalam menghadapi persaingan diera globalisasi. Program tersebut juga terkait dengan Depdagri. Karena pada salah satu pasal dalam Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, disebutkan segala kegiatan harus dikoorinasikan dengan Depdagri, apalagi khususnya bidang pendidikan. “Jika salah satu staf diterima pada perguruan tinggi di luar negeri, tentunya sebagai aparatur daerah harus mendapat izin dari Sekretariat Negara (Setneg), namun rekomendasinya dari Depdagri,” jelas Alfani kemarin.(uni)

seminar

Bahas Kekerasan di Dunia Pendidikan BADAN Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP Untan akan menggelar seminar dan lokakarya pendidikan nasional, Senin (18/5). Seminar akan mengupas mengenai kekerasan di dunia pendidikan. Ketua panitia seminar dan loka karya, Memet mengatakan, mengupas kekerasa di dunia pendidikan mengingat maraknya kekerasan yang terjadi di dunia pendidikan akhir – akhir ini. “Ditambah lagi banyaknya opini yang bermunculan akan hal tersebut. Mulai dari yang pro maupun yang kontra,” ucap Memet. Seminar ini, terang Memet, berskala nasional karena menghadirkan pemateri tingkat nasional yang merupakan bagian dari elemen pendidikan. Yaitu Turmudi, dan Sudarsono. Kegiatan akan dilaksanakan di aula Fakultas Kedokteran Untan, pada 18 Mei 2009 pukul 07.00 WIB – 17.00 WIB. Peserta akan dikenakan biaya pendaftaran Rp 150 ribu untuk guru dan Rp 100 ribu untuk mahasiswa. Peserta akan mendapatkan dua sertifikat berstandar nasional dan hasil dari loka karya yang berupa buku. “Pendaftaran paling lambat tanggal 17 Mei. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Memet 085260350399 dan Alwa (085252647864).(hen)

Ujian Nasional Bukan Hantu

PONTIANAK--Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Barat, Akim, mengatakan ujian nasional mestinya tidak dilihat seperti hantu. Selama ini, menurutnya banyak elemen masyarakat yang sengaja ataupun tidak telah menciptakan suasana mencekam dan menyeramkan menjelang ujian nasional. “Anak yang mau ujian sering ditakut-

takuti,” katanya belum lama ini. Perkataan seperti “hayo, awas kalau nanti tidak lulus” dari orang tua, atau “hati-hati, ujian sebentar lagi”, menurutnya bisa berdampak psikologis terhadap anak. Mereka jadi terpengaruh dan tegang ketika menghadapi ujian. Selama ini ujian seolah-olah dipandang seperti malaikat pencabut nyawa yang siap

BEARING/PONTIANAK POST

MANCING: Di bawah deru dan debu ribuan kendaraan yang melintasi Jembatan Kapuas I seorang warga mencari tambahan lauk-pauk dengan memancing di pengaman jembatan.

Pembangunan Terhalang Pembebasan Lahan PONTIANAK–Pembangunan infrastruktur dasar di Kalimantan Barat sering terhalang persoalan pembebasan lahan. Hal itu dikemukakan Sekretaris Komisi C DPRD Kalbar Rosliyan Ramli Saleh kemarin di Pontianak. “Ada beberapa masalah lahan yang tidak selesai, sehingga pelaksanaan proyek terhenti. Dampaknya, masyarakat sebagai pengguna hasil kegiatan pembangunan belum dapat menikmati,” ungkapnya. Sebagai contoh jalan lingkar A Yani II, karena pembebasan lahan bermasalah hingga sekarang jalan itu terbengkalai. Padahal, katanya, badan jalan yang dibangun tinggal beberapa meter saja. “Kondisi ini juga menjadi permasalahan bagi investasi di daerah. Seperti pembangunan PLTU di Parit Baru dan rencana pelabuhan di Tanjung

Gundul yang masih terkendala soal pembebasan lahan,” kata Rosliyan. Anggota Fraksi PDIP ini juga menyebutkan pembebasan lahan pertambangan bagi PT Antam Tbk. Perusahaan ini baru membebaskan 557 hektar dari 775 hektar yang mereka ajukan perizinannya. “Penanam modal dengan kondisi ini banyak berpikir dua kali bila ingin berinvestasi di Kalbar. Kami berharap masyarakat tidak memanfaatkan kondisi pembangunan untuk mencari keuntungan,” harapnya. Rosliyan mengemukakan, khu­ sus pembangunan jembatan Tayan, Komisi C DPRD Kalbar sudah mengingatkan pemerintah provinsi supaya menyelesaikan persoalan sosial (pembebasan lahan). Ia menyebutkan sekitar 25 hektar

lahan yang harus dibebaskan untuk membangun jembatan terpanjang di Kalimantan tersebut. “Kita berharap masalah sosial tuntas, sehingga pemerintah pusat bisa mengalokasikan dana pembangunan melalui APBN. Bila perlu ada keputusan atau instruksi presiden untuk memprioritaskan pembangunan jembatan Tayan.” Ia juga berharap pemerintah provinsi dapat meminta BPN tidak menerbitkan sertifikat lahan di kawasan yang akan dibangun jembatan. Sehingga tak menjadi masalah. “Kita tidak ingin setelah pemerintah pusat menganggarkan pembangunan, tetapi terbengkalai pelaksanaannya akibat masalah lahan. Mudah-mudahan lima tahun ke depan akses jalan transKalimantan selesai dibangun,” harapnya.(riq)

Suksesi Ketua DPD Golkar KKR

Teluk Pakedai Siap Rebut Kursi Ketua

MADE/PONTIANAK POST

SIAP DIPILIH: Rasiman M Tohar (duduk) bersama pendukungnya.

KUBU RAYA–Dalam beberapa bulan kedepan DPD Golkar Kubu Raya akan memilih ketua baru. Namun kepastian tanggalnya belum diungkapkan. Begitu pula kandidat yang digadang bakal menjabat Ketua DPD Golkar KKR periode 2009-2014. Namun, delapan dari 12 suara sah yang ada sudah mendorong satu nama untuk menjadi ketua DPD baru.Mereka mengusung Pimpinan Kecamatan (PK) Golkar Teluk Pakedai Rasiman M Tohar. “Kami mengusung Pak Rasiman, karena beliau berasal dari akar rumput dan

merupakan kader militan. Tidak seperti kebanyakan kader karbitan lainnya,” kata PK Kuala Mandor, Mansur M di Pontianak kemarin (13/5). Mereka menilai Rasiman dapat merangkul semua kader hingga ke akar rumput. Apalagi Ia memiliki pengalaman birokrasi, sebagai pensiunan Kantor Camat Telok Pakedai. Ia juga dinilai dapat menggerakkan mesin politik Golkar dengan baik. Menanggapi pengusungan itu, Rasiman menyatakan kesiapannya. Ia memiliki dua visi, diantaranya siap

meraih kemenangan bagi Golkar KKR pada Pemilu 2014 dan siap membentuk pengurus DPD KKR yang kompak. “Bayangan namanama pengurus sudah saya miliki. Jika terpilih nanti, struktur kepengurusan yang pertama kali saya benahi agar mesin Golkar dapat maksimal,” ujar Rasiman. PK Sungai Ambawang Saeman menyatakan, keputusan mengusung Rasiman diambil dari pertemuan di Hotel Kartika Pontianak (12/5). Tujuh PK dan Ketua DPC Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) KKR sebagai organisasi pendiri DPD Golkar KKR yang menghadirinya. Antara lain Sabran AB dari Sungai Raya, Saeman K dari Sungai Ambawang, Suhartono dari Terentang, Ibrahim dari Batu Ampar, Mar’i SH dari Sungai Kakap, Rasiman dari Telok Pakedai dan Mansur dari Kuala Mandor, serta Ketua DPC SOKSI KKR Sabran AB. “Untuk PK Rasau Jaya dan Kubu segera saya coba rangkul sebagai koordinator,” katanya. Disamping itu, mereka tetap menegaskan masih loyal pada ketua DPD Golkar KKR saat ini. (mde)

Pontianak Post

Kamis 14 Mei 2009

merenggut kehidupan anak. “Harusnya jangan seperti itu, hadapilah ujian itu biasa-biasa saja. Jangan tegang,” ujarnya. Dia berharap ke depan, siswa dan semua elemen masyarakat dapat menjadikan ujian seperti sahabat dan menyambutnya dengan ceria. Ujian hanya merupakan alat untuk evaluasi dan merupakan “ger-

bang” untuk menapaki jenjang yang lebih tinggi. Suasana mencekam yang sering diciptakan, tambah Akim, bisa memancing ketidakjujuran anak saat ujian. “Jangan salahkan kalau ada anak yang curang saat ujian. Itu karena kita sering menakutnakuti mereka dan mereka takut tidak lulus,” kata dia.(rnl)

PONTIANAK—Sekolah Da­ sar Negeri 29 Pontianak Kota mendapat bantuan pemerintah pusat sebesar Rp 500 juta, karena jadi sekolah percontohan bertaraf internasional. Dananya berasal dari anggaran pendapatan dan belanja negara 2008. ”Sebagian bantuan sebesar Rp240 juta kita belikan komputer sebanyak 28 unit,” ujar Kepala Sekolah SDN 29, Wailam Matna Rabu (13/5), disela-sela peresmian laboratorium sekolah tersebut. Dana lainnya digunakan untuk pembangunan sekolah yang terletak di belakang kantor camat Pontianak Kota Jalan P Natakusuma itu. Saat ini SDN 29 memiliki 240 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6. Dalam satu kelas terdapat 40 murid. Setelah ditetapkan sebagai sekolah bertaraf internasional, SDN 29 memperketat penerimaan siswa. Tahun ajaran baru nanti, sekolah hanya menerima 28 siswa saja. Penerimaan siswa melalui tes tenaga independen yakni tenaga psikolog. Untuk tes, satu calon siswa dikenakan biaya Rp20 ribu. ”Anak yang mendaftar di sini minimal berumur enam tahun,” kata Wailam. Sebagai sekolah bertaraf nasional, kegiatan belajar mengajar di SDN 29 menggunakan dua bahasa, yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Wailam menambahkan, jika SDN 32 yang terletak diregrouping dengan sekolahnya, maka total kelas yang dimiliki menjadi enam kelas. ”Sekarang kan baru ada enam kelas. Ma­

sing-masing tingkatan hanya satu kelas,” ujar Wailam. Walikota Pontianak Sutarmidji mengatakan pemkot mendukung SDN 29 menjadi sekolah bertaraf internasional. Karena di Indonesia hanya ada 60 SD negeri yang bertaraf internasional, SDN 29 Pontianak Kota, salah satunya. Terpilihnya sekolah ini melalui verifikasi tim dari pemerintah pusat, karena sejak awal berakreditasi A. Pemkot berencana meregrouping SDN 32 dengan SDN 29.”Rencananya akan menjadi sekolah terpadu karena nantinya ada SMPN 9 Pontianak. Tahun 2010 akan dianggarkan agar sekolah ini menjadi sekolah terpadu,” ungkap Sutarmidji sebelum meresmikan laboratorium komputer di SDN 29 kemarin. Jika digabungkan SDN 29, SDN 32, dan SMPN 9, tersedia lahan sa­ ngat luas yakni lebih dari dua hektar. Tahun ini pemkot akan mengkaji sekolah dasar yang menjadi donor untuk SMPN 9. ”Sekarang banyak guru bersertifikasi. Kedepannya, guru SMP terpadu harus mampu mendidik siswa pintar dan yang tidak pintar,” kata Sutarmidji. Pemkot juga akan meregrouping sekolah dasar lainnya hingga lima tahun kedepan. Menurut Sutarmidji, idealnya di Kota Pontianak hanya terdapat maksimal 100 sekolah dasar. Namun saat ini jumlah sekolah dasar masih melebih 140 sekolah. ”Bahkan, 96 SD negeri sudah cukup untuk Kota Pontianak. Yang perlu ditambah itu SMP ne­ geri,” timpal Sutarmidji. (uni)

Pontianak Miliki Sekolah Dasar Negeri Taraf Internasional

Perlu Dinas Perumahan Rakyat PONTIANAK—Masyarakat Peduli Perumahan dan Pemukiman Indonesia (MP3I) Provinsi Kalimantan Barat mengusulkan kepada pemerintah daerah membentuk instansi setingkat dinas atau kantor yang khusus membidangi perumahan dan pemukiman.Ketua MP31 Kalbar Burhanudin Abdullah mengatakan, dalam kongres MP3I di Solo pada 2008, usulan ini pernah diutarakan ke Menteri Perumahan Rakyat Mohammad Yusuf Asy’ari. “Saat itu menteri mendukung. Beliau bilang, Kalbar harus menjadi pilot project untuk ini,” kata Burhan yang juga menjabat sebagai Presidium Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Kalbar ini. Dengan adanya Dinas Perumahan dan Pemukiman di daerah, kata Burhan, maka akan mempermudah dalam menjalankan program-program Kementerian Perumahan Rakyat. “Program-program dari Menpera terkait dengan perumahan rakyat

akan cepat teralisasi dan dirasakan masyarakat. Koordinasi pun jadi tidak terlalu sulit,” katanya. Ditegaskannya pula bahwa berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007, perumahan merupakan urusan wajib bagi peme­ rintah daerah meskipun kenyataannya kelembagaan di daerah masih sangat memprihatinkan. “Karena itu kita harus memiliki dinas perumahan. Saat ini kelembagaan yang ada di daerah masih menempel pada dinas-dinas lain yang terletak pada level di bawahnya,” kata Burhan. Dijelaskannya juga, lembaga MP31 Kalbar yang saat ini dipimpinnya bertugas untuk membantu Menpera dalam mengawasi pelaksanaan dan perencanaan pembangunan perumahan di daerah, serta membantu dalam sosialisasi program-program Menpera.Ditambahkannya, tahun 2009 ini Menpera mengucurkan dana sebesar Rp2,5 triliun untuk program pembangunan perumahan rakyat se-Indonesia. (zan)

Mujali; Sembilan Tahun Jadi Juru Parkir

Demi Kebutuhan Dapur dan Sekolah Anak Menjadi juru parkir dijalaninya dengan ikhlas. Terpenting bagaimana membuat dapur tetap ngebul dan bisa tetap menyekolahkan anakanaknya.

Fahrozi, Pontianak PANAS matahari sudah terbiasa menyengat badannya yang memang sudah kehitaman. Sesekali melihat tiap jejeran motor yang ada, dan sigap menyambut setiap orang yang akan memarkir kendaraan.Pekerjaan tersebut merupakan mata pencaharian pokoknya guna menghidupi semua kebutuhan keluarganya. Baik kebutuhan sehari-hari ataupun bahkan biaya sekolah anak-anaknya. Mujali (49) adalah salah satu diantara puluhan bahkan ratusan juru parkir yang ada di Pontianak. Di depan perpustakaan daerah

provinsi Kalbar inilag ladangnya selama sembilan tahun mencari nafkah.“Tahun 1999 tepatnya, saya sudah menjadi juru parkir di sini, hingga sekarang belum pindah ke lokasi lain. Ini memang pekerjaan utama saya,” tambah bapak lima anak tersebut. Dalam sehari-hari, lanjutnya, penghasilan yang didapat tidaklah besar. Karena parkir di tempat itu di bawah naungan koperasi kantor perpustakaan tersebut. Pendapatan sehari dipotong untuk setoran ke koperasi.“Setiap hari saya harus setor uang ke koperasi perpustakaan daerah. Misalnya pendapatan dalam sehari Rp70 ribu, maka jumlah tersebut akan dikurangi dengan uang setor Rp 40 ribu per hari,” ungkapnya. Dalam menjalani pekerjaan ini, lanjutnya, banyak sekali cobaan yang datang. Seperti sering disalahkan pemilik kendaraan. Belum lagi pemilik meminta ia menjaga ekstra motor yang

diparkir baik helm atau perlengkapan lain tetap aman. “Ada helm yang jatuh, pemiliknyta marahmarah. Padahal bukan kesalahan saya. Terkadang cara menaruhnya yang tidak benar atau kena angin. Eh yang punya, marah ke saya.” Karena sudah lama menjadi juru parkir di tempat ini, Mujali sudah hafal muka siapa-siapa yang sering datang dan siapa yang baru berkunjung. Itu ternyata memudahkan dia untuk mengawasi kendaraan yang diparkir. “Hal tersebut bisa mengurangi bahaya kehilangan,” ujarnya. Penghasilan parkir memang menjadi tumpuan dari keluarganya. Kelima anaknya, yang dua orang sudah berumahtangga. Meski berkurang, ia masih menanggung tiga anaknya yang masih sekolah.“Ketiga anak saya masih sekolah. Yang bungsu duduk di sekolah dasar, yang SMP dan satunya kelas tiga SMEA. Biaya untuk sekolah dari ketiganya itu

FAHROZI/PONTIANAK POST

SIGAP: Mujali saat memarkirkan salah satu sepeda motor di halaman perpustakaan daerah agar terlihat rapi.

menjadi tanggung jawab saya. Alhamdulillah yang kakaknya sudah bekerja, jadi bisa membantu dalam pembiayaan,” jelasnya. Jam kerja Mujali ini mulai pukul 08.00 hinggga 16.00. Hari yang paling ramai biasanya Rabu. “Kalau

semakin ramai penghasilan juga bertambah. Kadang untuk menambah penghasilan saya biasa membantu pekerjaan dari orang-orang kantor, terpenting adalah bagaimana anakanak saya tetap sekolah,” pungkas warga Jeruju ini.(*)

Pontianak Post

PINYUH

Kamis 14 Mei 2009

23

FIGURA

FPI: Dewan Musti Siap Dikerangkeng

Kritisi Perda No 5 Tahun 2007 MUNCULNYA Peraturan Daerah (Perda) No 5 tahun 2007 tentang peristiwa Mandor sebagai hari berkabung daerah dan makam juang mandor sebagai monumen daerah Provinsi Kalbar, yang kemarin disosialisasikan Bagian Karo Kesejahteraan Sosial Setda Provinsi Charles Oktavianus Kalbar, dihadiri Drs Charles Oktavianus, Kabag Humas Setda Kabupaten Pontianak. Bukan Oktav namanya, jika ada sesuatu yang dipandang, dipelajari dan diteliti memiliki kandungan yang bisa memunculkan persepsi dan pertanyaan. Langsung dikritisi, sebagai bentuk respon atas Perda yang diterbitkan bagian Kessos Setda Provinsi tersebut. Dia melihat, ada kerancuan tata bahasa yang dipergunakan, seperti tertuang dalam Bab IX larangan pasal ayat (1) setiap orang atau sekelompok orang dilarang melakukan kegiatan yang dapat merusak makam, monumen, serta lingkungan dalam kawasan makam juang mandor. Sedangkan pada Bab XII ketentuan pidana pasal 15 ayat (1) setiap orang atau sekelompok orang yang dengan sengaja tidak melaksanakan larangan sebagaimana dimaksud dalam pasal 12 ayat (1) Perda ini diancam pidana kurungan paling lama enam bulan atau denda setinggi-tingginya Rp50 juta. (ham)

SEGITIGA EMAS

Hubungan yang Harmonis PASANGAN Bupati terpilih Ria Norsan dan Rubijanto akhir-akhir ini mulai menjadi sorotan beragam elemen dan komponen masyarakat. Tentu saja, sorotan dimaksudkan adalah yang positif dipandang dari segi hubungan yang harmonis keduanya. Hal itu mereka perlihatkan dengan saling tukar kepercayaan serta adanya pelimpahan kewenangan untuk mewakili. Gambaran riil itu, Bupati Ria Norsan menghadiri pembukaan Musrenbang nasional yang dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Usai menghadiri pembukaan, kemarin Bupati pulang ke Mempawah dan menugaskan Wakil Bupati untuk mengikuti pembahasan Musrenbangnas tersebut hingga selesai. Karena Bupati akan menerima kunjungan Sesko yang akan dilakukan Kamis hari ini. “Pagi ini juga Ketua TP PKK Kabupaten akan melantik Ketua dan pengurus Tim penggerak PKK Kecamatan Sui Pinyuh. Setelah sebelumnya melakukan pelantikan bagi ketua dan pengurus TP PKK kecamatan Segedong,” kata Bupati. Terlepas dari itu semua, kalangan masyarakat melihat R2 begitu harmonis. Mereka bisa memilah mana yang harus dihadiri Bupati dan mana yang dihadiri Wakil Bupati. (ham)

HAMDAN/PONTIANAK POST

AMANKAN KOTAK SUARA: Menjelang pelaksanaan Pilpres semua kotak suara dari 9 kecamatan kembali diangkut ke KPU Mempawah. Banyaknya jumlah kotak suara dikeluhkan KPU karena kantor mereka tak mampu menampung ribuan buah yang masih berisikan dokumen negara.

UPT Lab Keswan Berikan Vaksinasi HC  Babi Aman Dikonsumsi MEMPAWAH- Hingar bingar seputar berjangkitnya virus babi di beberapa negara Afrika yang sudah menewaskan nyawa manusia, tidak perlu membuat para konsumen di Indonesia khususnya di Kabupaten Pontianak resah dan gelisah. “Pasalnya, ada jaminan kalau daging babi lokal aman untuk dikonsumsi oleh konsumen,” tegas Drh Julita, kepala UPT Laboratorium (Keswan) Kesehatan Hewan dalam perbincangan dengan Pontiank Post kemarin. Mantan pacar Plt Kadistannak Ka-

M E M PAWA H - Ke m e r d e kaan yang kita nikmati saat ini hasil perjuangan dari para pejuang terdahulu yang sangat besar pengorbannya yang telah dilakukan kepada republik ini termasuk pula Kalbar. Peristiwa Mandor, merupakan momentum bersejarah yang menyisakan kepedihan yang amat mendalam bagi kita semua khususnya di Kalbar. Sebab, tragedi memilukan itu terjadi saat Kalbar diduduki tentang Naippon (Jepang) yang begitu singkat sejak 1942-1945. “Tetapi memberikan luka yang begitu dalam dengan jatuhnya korban nyawa mencapai 21.037 nyawa dari kalangan keraton

BOING 737 Dan AIR BUS A 319

PONTIANAK - JAKARTA

Reservasi JAKARTA

(021) 3840 888

DARI TERMINAL 1B BANDARA SOEKARNO HATTA Computer Sabre/A bacus Atau hubungi BIRO PERJALANAN ANDA

Jam : 07.00,07.55, 11.55, 16.00 WIB Telp. :(0561) 734488

PTK - YGY - SUB (PP) Jam 10.10 WIB

JAKARTA - BANJARMASIN

2X

depan akan dilakukan penyemprotan di Desa Pak Laheng berupa vaksinasi dan Bio Security. Semua ternak yang disemprot itu adalah ternak lokal milik warga. Sebab, untuk perusahaan peternakan babi di Kabupaten Pontianak hanya ada satu yakni di Desa Pakbulu. Diakui Drh Julita, untuk RPH Babi di Sui Pinyuh memang belum dilakukan penyemprotan. Sebab, ternak babi yang dibeli pedagang dan dipotong di RPH Gang Usaha, dimungkinkan babinya sudah disemprot dengan vaksinasi HC. “Yang pasti, hingga hari ini, semua warga yang mengkonsumsi daging babi masih aman,” tegasnya kembali. (ham)

tergaungkan kalau Dewan memang ingin mendapatkan kesejahtaraan yang memadai waktu itu. Kalaulah ada diantara mereka yang menolak menerima uang yang diplotting dari Pos Sekda waktu itu, tentunya mereka tidak perlu khawatir akan terjerat hukum kasus korupsi berjemaah. Bahkan, masukan, pandangan maupun nasehat dari orang dekat untuk lebih berhati-hati dan waspada terhadap jeratan sama sekali ditampik anggota dewan waktu itu. “Walhasil, nikmat membawa sengsara baru dirasakan setelah menikmati sekitar tujuh tahun berjalan. Hukum tentunya haruslah ditegakkan di bumi pertiwi ini. Yang merasa bersalah haruslah koreksi diri. Jangan mencari kambing hitam dibalik semua persoalan yang sudah menjadi buah bibir masyarakat itu,” pinta FPI. Kajari didesak untuk terus mengejar dan mengkarantina semua yang merasa menerima tanpa pandang bulu ataupun lihat kiri lihat kanan, termasuk kalangan Pimpinan DPRD Kabupaten Pontianak maupun pimpinan DPRD KKR. (tim)

Kemerdekaan Berkat Perjuangan Para Suhada

Terbang Setiap Hari Dengan

4X

bupaten Pontianak itu ditemui seusai melakukan penyemprotan di Desa Dema Kecamatan Anjongan, kemarin. Dijelaskan, secara rutin UPT Laboratorium Keswan melakukan penyemprotan kepada ternak-ternak masyarakat berupa vaksinasi (HC) Hog Cholera. Bahkan, sebelum imbas berkembangnya virus babi di Afrika, UPT Laboratorium Keswan tetap kontinyu melakukan penyemprotan khusus untuk vaksinasi sejak April di Desa Dema. Untuk peternak di Pinyuh dengan Bio Security dan Desa Terap (Toho) berupa vaksinasi dan Bio Security. Bahkan, direncanakan minggu

MEMPAWAH-Dewan Pimpinan Wilayah Front Pembela Islam (DPW FPI) Kabupaten Pontianak menegaskan, 35 anggota dewan baik yang masih aktif maupun non aktif, musti legowo menerima kondisi sebagai tersangka kasus YB Gate jilid II yang pemeriksaannya masih berlanjut oleh Kejari Mempawah. “Mau tidak mau, siap tidak siap, lima terpidana sudah meringkuk dalam rutan Mempawah, karena diganjar hukuman dari putusan Mahkamah Agung. Bahkan mereka juga musti membayar denda sejumlah uang serta mengembalikan ganti kerugian negara mencapai Rp2,8 miliar, dengan subsidair empat bulan kurungan tambahan,” tegas Ketua DPW FPI Kabupaten Pontianak H Muhammad Lazim didampingi Sekretarisnya Sawadi SE kepada Pontianak Post kemarin. Apapun bahasa dan sebutan yang dilontarkan oleh komponen anak bangsa terhadap pengguna dana YB secara rutin itu, tidak boleh dikatakan berlebihan. Masalahnya, sejak awal sudah

Jam : 08.05, 17.55 Telp. :(0511) 58996

(Raja, Penembahan), intelektual, dokter, pengusaha dan wartawan,” kata Asisten Tata Praja Gusti Ramlana SSos, mewakili Bupati ketika memberikan sambutan pada sosialisasi perda No 5 tahun 2007 tentang peristiwa Mandor sebagai hari “berkabung daerah” dan makam juang Mandor sebagai monumen daerah Kalbar, kemarin. Hadir Karo Kesejahteran Sosial Setda Provinsi Dra Sri Jumiadatin MSi dan staf, Kadis, Kaban, Kakan serta camat. Dikatakan, bangsa yang besar, adalah bangsa yang senantisa menghargai jasa para pahlawannya. Kutipan kalimat menggugah itu diucapkan Ramlana seraya

JAKARTA - BALIKPAPAN

2X

Jam : 08.05, 15.10 Telp. :(0542) 739225

JAKARTA - PALEMBANG

2X

JAKARTA - TARAKAN

2X

Jam : 05.10 Telp. :(0561) 32262

Jam : 09.50, 12.15, 15.20 Telp. : (0717) 436980

JAKARTA - PAKANBARU

2X

Jam : 17.15, 11.40 Telp. :(0761) 856031

Jam : 08.05, 11.40 Telp. :(0711) 378655

JAKARTA - JAMBI

2X

Jam : 10.05, 15.40 Telp. :(0561) 50643, 51861

JAKARTA - MEDAN

JAKARTA - PANGKALPINANG

3X

mengaku sepatutnya masyarakat Kalbar memberikan penghargaan atas peristiwa yang ditulis dengan tinta emas itu menjadi hari berkabung daerah setiap 28 Juni sebagai bentuk hormat, bangga sebagai wujud penghargaan atas segala pengorbanan para suhada bangsa. Pemkab Pontianak mendukung pelaksanan hari berkabung menaikan bendera setengah tiang setiap 28 Juni. Peristiwa itu tidak hanya menjadi sebuah kenangan memilukan, tetapi dapat menjadi motivasi untuk bekerja lebih giat dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan di masa kemerdekaan ini. (ham)

2X

Jam : 07.30, 13.05 Telp. :(061) 4537620

JAKARTA - PADANG

2X

Jam : 10.45, 18.25 Telp. :(0751) 446600

HAMDAN PONTIANAK POST

BERKABUNG DAERAH: Kasat Bina Mitra AKP Syarifah Salbiah berbincang dengan Karo Kessos Setda Provinsi Dra Sri Jumiadatin dan Asisten I Gusti Ramlana S.Sos usai sosialisasi Perda No 5 tahun 2007 tentang hari berkabung daerah.

JAKARTA - SEMARANG Jam : 07.00, 18.25 Telp. :(024) 3549888

2X

JAKARTA - YOGYA

2X

Jam : 15.50 Telp. :(0274) 32262

JAKARTA - SURABAYA

3X

Jam : 08.05, 14.35, 16.05 Telp. :(031) 5049666

PONTIANAK-BATAM-MEDAN

4X

Jam : 10.30

JAKARTA - MANADO

JAKARTA - BIAK

Jam : 15.10 Telp. : (0341) 855878

Jam : 22.00 Telp. : (0981) 591636

JAKARTA - MAKASAR

JAKARTA - DENPASAR

Jam : 05.00 Telp. : (0411) 3655255

JAKARTA - KUPANG Jam : 14.35 Telp. : (080) 830555

JAKARTA - JAYAPURA Jam : 22.00 Telp. : (0967) 550666

JAKARTA - MANOKWARI Jam : 22.00 Telp. : (0986) 215666

2X

Jam : 16.00, 20.15 Telp. :(0361) 429620

JAKARTA - BATAM

2X

Jam : 10.30, 13.50 Telp. :(0778) 429620

PONTIANAK - KUCHING (Via Pontianak) Jam : 08.00 Telp. : (082) 244299

GUANGZHOU

Dari Terminal 2D Jam : 07.30 Telp. : 86-20-6120 6350

sambas

24

terigas

Bentuk Pansus Kapal DPRD Kalbar diminta untuk segera membentuk Pansus guna menyikapi kasus pemakaian kapal yang masih dalam status sita karena tersangkut hukum yang ditangani provinsi. “Pansus penting guna menelusuri lebih dalam sehingga terjadinya hal tersebut. Dengan adanya Pansus tentu ditemui titik terang,” ujar A Majid Songke, Ketua HNSI Kabupaten A Majid Songke Sambas, kepada Koran ini kemarin, di Sambas.Ia menegaskan bahwa untuk memperkuat aspirasinya tersebut, HNSI Kabupaten Sambas siap untuk melayangkan surat ke HNSI Provinsi Kalbar supaya memberi tekanan kepada legislative provinsi. “Kalau sampai tidak berbuat apa-apa dalam masalah ini, maka Kami akan mempertanyakan komitmen HNSI Provinsi,” ungkap Majid.(mur)

Pontianak Post

Berantas Narkoba Sampai Tuntas Syabas:Tanpa Pandang Bulu SAMBAS-Aparat Kepolisian di Kabupaten Sambas diminta untuk memberangus narkoba di daerah ini sampai tuntas. Siapapun pelakunya, tegas Syabas Khan, harus diproses sesuai hukum tanpa pandang bulu. “Ini penting demi menyelamatkan daerah ini dari cengkaraman

narkoba yang kian menjadi-jadi,” ujar Wakil Ketua KNPI Kabupaten Sambas, kepada Koran ini kemarin, di Sambas.Syabas menegaskan bahwa apa yang diharapkannya tersebut sangat beralasan. Karena buktinya, tukas dia, narkoba saat ini bisa dikatakan merambah hampir ke seluruh kawasan di Kabupaten Sambas. Di ibu kota kabupaten yang sering dijuluki sebagai Bumi Serambi Mekkah ini saja, ungkapnya, juga tak

terlepas dari peredaran narkoba.Ia mengaku cemas, baru sebulan lebih berhasil diciduk di Kota Sambas kasus narkoba, malam Minggu lalu terjadi hal serupa. Syabas khawatir hal itu menunjukkan betapa ternyata narkoba sekarang sudah tersebar luas di tengah-tengah masyarakat. “Wah, memprihatinkan sekali kalau begini. Mau diapakan nasib Kabupaten Sambas kedepan,” tandasnya.Melihat persoalan narkoba

yang semakin menjadi-jadi, tegas Syabas, maka tidak bisa tidak perang terhadap barang haram ini mesti terus dikumandangkan secara serentak. Tugas untuk memberangusnya tidak hanya semata diberikan kepada aparat penegak hukum, masyarakat juga hendaknya untuk proaktif. Misalnya kalau mengetahui ada pengguna maupun pengedar di lingkungan tempat tinggal, pintanya, agar jangan segan untuk

Pemadaman Bergilir Berlanjut

Bawa Narkoba Dibekuk KOTA Nanga Pinoh sempat dihebohkan dengan kejadian penangkapan dua orang yang diduga penjual Narkoba oleh petugas reskrim Polres Melawi, Senin (11/5) sekitar pukul 14.00 WIB di Jalan Juang Nanga Pinoh. Sore itu juga keduanya digelandang ke Mapolres Melawi untuk diperiksa lebih lanjut. Informasi yang diperoleh Kapuas Post (Pontianak Post) berdasarkan keterangan saksi mata, Bbg (27) warga Melawi menjelaskan pada sore itu, dirinya lagi santai berjalan di kawasan Jalan Juang Nanga Pinoh. Namun secara tiba- tiba, dikejutkan dengan adanya petugas dari Polres Melawi yang memakai baju “preman” itu langsung mengamankan salah seorang yang diduga sebagai penjual Narkoba. Waktu itu, pria yang diamankan oleh petugas baru keluar dari toko TM, setelah di depannya langsung diamankan petugas,” tegas Bbg kepada koran ini petang kemarin. Lanjutnya, setelah rekannya diamankan, petugas langsung mencari rekannya yang memang jaraknya tidak jauh dari rekannya yang pertama. Dengan sigap petugas pun bergerak cepat, sehingga rekannya juga tidak banyak berbuat. Sore itu juga keduanya dibawa petugas ke Mapolres Melawi untuk diminta keterangan lebih lanjut.(bd)

melaporkannya kepada petugas terdekat.Keseriusan ini penting, imbuh Syabas, karena narkoba pada dasarnya menjadi ancaman bagi setiap orang siapapun dia. Sebab jika dibiarkan, ujarnya, tidak mustahil orang dekat yang Kita cintai juga dapat menjadi korbannya. “Jadi, tidak ada isitilah untuk lengah. Terlebih pemerintah, harus proaktif dalam program pemberantasan narkoba,” tandasnya.(mur)

Lembar Jawaban Langsung Diboyong ke Provinsi

tilik

PROGRAM pemadaman lampu secara bergilir ternyata tetap berlanjut dilakukan PLN wilayah Sambas, Pemangkat, dan beberapa yang lainnya. Padahal harapan agar pemadaman di stop selama musim ujian sudah disampaikan. “Kami berharap masalah ini mendapat perhatian PLN di Pontianak selaku pimpinan di provinsi ini,” tegas Suryadi, salah seorang warga di Tanjung Bugis, kepada Pontianak Post kemarin, di Sambas. Menurutnya mestinya disituasi urgen dimana anak-anak sedang menjalani ujian seperti sekarang, ada upaya perbaikan servis dilakukan oleh lembaga penyedia kelistrikan di Kabupaten Sambas. “Masalah bagaimana solusinya, tentu PLN yang lebih mengerti cara mengatasi,” ungkap Suryadi. Persoalan ini penting, kata Suryadi, karena setelah pelaksanaan UASBN, anak-anak segera menjalani ujian akhir sekolah. Ujian ini juga menjadi penentu keberhasilan pelajar dalam menentukan nasibnya kedepan. “Kasihan kalau sampai ada yang tak lulus akibat konsentrasi mereka terganggu oleh pemadaman,” tandasnya. Pihak PLN ketika dihubungi menjelaskan bahwa pemadaman yang terjadi di beberapa titik di Kota Sambas, tadi malam, karena memang merupakan jadwal yang telah teragendakan sebelumnya. “Tidak selurunya mengalami mati. Hanya di beberapa desa saja,” tukas petugas yang dihubungi melalui saluran telepon layanan PLN.(mur)

Kamis 14 Mei 2009

Mahrus:UABN Berakhir, Koreksi Tim Pusat Mursalin/Pontianak Post

SIDAK PRODUK: Maraknya isu makanan mengandung babi membuat tim gabungan Pemkab segera bersikap. Beberapa hari terakhir petugas melakukan sidak ke sejumlah toko yang ada di daerah ini.

BLT ‘Pak SBY’ Laris Manis SAMBAS-Bantuan Langsung Tunai yang diprogramkan Pemerintah SBY laris manis, bak kacang goreng. Hanya dalam tempo lima hari, hampir saratus persen BLT tersalurkan kepada masyarakat. Pembagian tersebut dilakukan sejak Jumat (8/5). “Hari ini mungkin yang terakhir pembagian bantuan tersebut,” ujar Kepala Pos dan Giro Sambas Jalalulin, Rabu (13/5), ketika dihubungi di Sambas. Khusus untuk wilayah kerja Sambas, Pos dan Giro di ibu kota kabupaten ini melayani enam kecamatan, diantaranya Sambas, Sebawi, Sajad, Sejangkung, Subah, dan Sajingan. Jumlah BLT yang dibagikan yaitu sebanyak 7546 orang. Hinga pukul duabelas siang kemarin, sudah 7521 orang yang mengambil jatahnya. Kemungkinan yang 28 lainnya memang tidak mengambil lantaran meninggal ataupun pindah, imbuh Jalal menerangkan. Suksesnya pelaksanaan serupa

juga terjadi di Tebas. Dari 4306 orang penerima BLT di 23 desa di kecamatan ini, yang sudah mengambil sebanyak 4264 orang. Apa gerangan yang menyebabkan 42 warga lainnya belum bertandang ke Kantor Pos guna mendapatkan uang Rp 200 ribualokasi Janurari dan Februari, tukas Abdurahman, Kepala Kantor Pos dan Giro Tebas, belum diketahui secara persis. “Bisa saja orangnya sedang tidak berada di tempat atau mungkin juga statusnya sudah berubah menjadi sejahtera sehingga tidak perlu lagi BLT,” ungkapnya. Menurut Abdurahman untuk pembagian BLT kali ini mereka di Kantor Pos memang manargetkan bisa dilaksanakan secepatnya. Bahkan diluar hari kerja pun, ungkapnya, petugas tetap membuka loket untuk melayani warga yang hendak mengambil jatahnya. “Karena prinsip Kami, semakin cepat tentu semakin baik. Karena pada saat hari kerja, selain melayani BLT, Kami

juga harus melayani jasa pengiriman,” terangnya.Disamping senang karena hampir seluruh jatah BLT terdistribusi, baik Jalal maupun Abdurahman mengaku gembira lantaran proses pembagiannnya berjalan aman, tertib, dan lancar. Mungkin karena sudah kesekian kali, imbuh Abdurahman, sehingga mereka tidak lagi kagok dan menjadi terbiasa. “Acuan Kami dalam membagikan adalah kartu BLT yang telah ditetapkan,” tandasnya. Berdasarkan pantauan koran ini, baik di Kantor Pos Sambas maupun Tebas, selama proses pembagian BLT ditempatkan sejumlah aparat Kepolisian. Mereka ikut berperan mengatur warga yang berjubel datang guna mendapatkan jatah bantuan langsung tunai dari pemerintah sebesar Rp 200 ribu untuk bulan Januari dan Februari. “Lumayan, untuk beli beras dan minyak tanah,” celetuk salah seorang kakek-kakek yang datang berjalan kaki bersama cucunya.(mur)

SAMBAS-Selesai pelaksanaan UASBN, kemarin, lembaran jawaban yang berjumlah 27450-untuk tiga mata pelajaran, langsung diboyong panitia ke Pontianak guna dilakukan koreksi. Mahrus menjelaskan bahwa yang mengoreksi lembar jawaban hasil pekerjaan siswa ini nanti adalah panitia Jakarta. Sedangkan panitia provinsi hanya mengirimkan scan setiap lembar jawaban ke pusat, katanya. “Mengingat kunci jawaban yang memegang hanya Jakarta, jadi, Kami tidak mengetahui apa hasil dari pekerjaan siswa. Ya, tinggal Kita tunggu saja nanti print out nilai yang dikirim dari pusat ke panitia provinsi,” papar Kepala Bidang TKSD Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas, kemarin, di Sambas. Secara keseluruhan pelaksanaan ujian akhir sekolah berstandar nasional di daerah ini berjalan aman, tertib, dan lancar. “Hingga hari ketiga kemarin, belum ada laporan yang masuk mengenai siswa yang absen mengikutinya,” tandas Mahrus.Begitupun selanjutnya nanti disaat ujian akhir sekolah dilaksanakan usai UASBN ini, tukasnya, diharapkan semua

siswa dapat mengikutinya sampai selesai. “Biasanya kalau ada yang absen, akan segera dilaporkan ke panitia kabupaten. Karena nanti akan disediakan waktu untuk ujian susulan,” ungkap Mahrus. Wakil Bupati Sambas dr Hj Juliarti Djuhardi Alwi MPh, disela memantau pelaksanaan UASBN di SDN 04 Nagur, dua hari lalu, mengatakan suksesnya pelaksanaan ujian mulai dari SMA, SMP, dan terkahir SD, menjadi kegembiraan semua komponen tentunya. Begitu juga dengan hasilnya nanti, ungkapnya, mestinya juga menggembirakan. “Mudah-mudahan persentase kelulusan akan semakin meningkat tahun ini,” tandasnya. Menurut Juliarti selaku pemerintah daerah, mereka menghaturkan terimakasih kepada semua pihak yang telah ikut menyukseskan penyelenggaraan ujian akhir di Kabupaten Sambas-yang merupakan agenda nasional. Mulai dari para guru, kepala sekolah, orang tua, tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat keamanan, dan berbagai komponen lainnnya yang telah memerankan diri sesuai dengan kiprah masing-masing. Ikut mendampingi Wabup memantau sekolah penyelenggara ujian dua hari lalu yaitu Kadis Pendidikan Drs Nurpinarto dan Kabid TK SD Disdik Kabupaten Sambas H Mahrus Saman SPdSD.(mur)

Kebijakan Politik Kapuas Raya Tunggu Pusat SINTANG—Pengajuan pemekaran Kapuas Raya ke Badan Musyawarah (Banmus) DPR RI sedikit terganjal. Pasalnya, berkas pemekaran Kapuas Raya menyangkut Peta dan sejumlah SK bersama lima Bupati wilayah timur harus diperbaiki lebih dulu. Sehingga, realisasi pengajuan berkas tersebut, Banmus masih menunggu kebijakan politik pusat. “Kita telah bertemu Sekretaris Komisi II untuk memperbaiki peta yang tidak sesuai skala serta surat lain.

Sampai saat ini, semua hal yang harus disempurnakan itu telah dilengkapi. Artinya, aspek administrasi dan teknis dikategorikan lengkap, ” kata Drs.H. Zulkifli, Assisten I Setda Kabupaten Sintang, Selasa (12/5) lalu. Menurut Zulkifli, pembahasan di tingkat Banmus memang harus menunggu keputusan pusat. Namun, hal yang bersifat teknis tersebut bisa saja dilakukan tergantung kebijakan yang akan dikeluarkan nanti. Lagi pula, pasca Pileg lalu kesibukan anggota dewan untuk

mengagendakan ini memang menyita waktu dan menjadi sedikit kendala..“Yang terpenting sekarang kita telah menyempurnakan. Mengenai peluang pemekaran sepertinya tinggal menunggu waktu. Bisa saja pada tahun 2010 ataupun tahun 2011,” jelasnya. Dikesempatan yang sama, Sekda Sintang Drs H Abdussamad Ismail MSi mengatakan, adanya perbaikan berkas Kapuas Raya yang dimaksud bukan merupakan masalah besar dalam pemekaran Kapuas Raya. Optimisme

pemekaran ini akan terealisasi tetap mengemuka. Sebab, hal itu sudah merupakan kebutuhan masyarakat Timur Kalbar.”Kita tetap optimis pemekaran ini akan terwujud,” imbuhnya.Mengenai adanya asumsi di masyarakat yang menyatakan hanya Sintang saja yang getol memperjuangkan Kapuas Raya, dibantah oleh Sekda. Menurutnya, Getolnya perjuangan tersebut dikarenakan pelimpahan tugas sebagai koor-

dinator oleh kepala daerah lima kabupaten. Sedangkan adanya niatan Sanggau menjadi ibukota Kapuas Raya, juga merupakan hal yang wajar. Namun, mengingat kebutuhan teknis kota sebagai ibukota Provinsi, Sintang lebih layak karena merupakan daerah yang luas dan berpotensi.” Sanggau lebih kecil dari Sintang. Dan dari aspek teknis, Sintang tentu mempunyai kesempatan,” pungkasnya.(zal)

DIJUAL KAVLING TANAH 1. Desa Dalam Kaum Sambas (600 meter dari Kantor Imigrasi Sambas) 2. Gang Usaha Baru Desa Lumbang Sambas

Dijual tunai dan kredit 3 s/d 5 tahun Kredit tanpa uang muka, Angsuran mulai Rp 350.000,- per bulan Hub: Tan Abdul Malik

HP. 0856 5442 8275 alat Vital GELAR Pengobatan Hj. Ma irOt Ditangani Langsung Cucu Asli MAK IROT - MBA AJIS

Mengatasi Pria & Wanita

PRIA : • Menambah ukuran Alat Vital, Besar Panjang • Kuat, Keras, Tahan Lama • Impoten Total Normal Kembali • Lemah Syawat (Ejakulasi Dini) • Kencing Manis • Mani Encer WANITA : • Mengencangkan menambah besar MaHar Payudara rp. 350.000 • Mengobati Mandul, Takpunya Keturunan • Penglaris Pastikan Anda berobat pada Ahlinya TANPA EFEK SAMPING, Permanen, Semua Agama, Usia, Bukan Bahaya Kimia. Menggunakan Ramuan TRADISIONAL disertai Penerapian yang unik dan ditambah DOA.

MELAYANI PASANG SUSUK PUTAR GILING Hubungi : HOTEL JERUJU BARU Jl. Kom Yos Sudarso Gg jambu mente No 1 B Depan Hotel Jeruju

HP. 081345616640, 081345642992 0561 7182194

Jam: 08.00 WIB s/d 21.00 WIB (Malam) Bisa dibuktikan di tempat

Pontianak Post

Kamis 14 Mei 2009

Singkawang

25

Potong Dana BLT, Kades Dilaporkan

walet

Tak Ada Kontribusi KETUA Tim Investigasi LSM Citra Bangsa Zulkifli prihatin terhadap maraknya rumah walet di Kota Singkawang. Fenomena itu bahkan telah meresahkan bagi warga. “Pemkot Singkawang hendaknya menertibkan rumah walet. Kemudian izin-izin bangunan difungsikan sebagaimana ketika dikeluarkan yakni pembangunan ruko maupun gudang,” kata Zulkifli dalam relis yang diterima Pontianak Post, kemarin. Rumah walet, kata Zulkifli, sudah lama dipersoalkan warga. Namun Pemkot Singkawang sama sekali tidak menggubris. “Sebenarnya jika wali kota mau menertibkan maka semua bisa beres,” ujar dia. Pemkot selama ini, menurut Zulkifli, selalu menertibkan pedagang kaki lima (PKL). Padahal mereka semata-mata mencari nafkah demi kebutuhan sehari-hari. Ironisnya, PKL senantiasa membayar retribusi. “Pengusaha walet bukan mencari nafkah sehari-hari. Sebaliknya mencari kekayaan dan mereka tidak pernah memberikan kontribusi kepada daerah. Coba cek dibagian pendapatan mana ada kontribusi dari mereka,” katanya. Sikap wali kota, dinilai Zulkifli, pilih kasih. “Seharusnya kepala daerah bersikap adil dan peduli terhadap masyarakat kecil. Jangan hanya memandang etnis tertentu saja,” kata Zulkifli. Sikap waspada, kata Zulkifli, perlu terhadap rumah walet. Kemungkinan bangunan menjulang dijadikan wadah pembuatan narkoba terbuka lebar. “Kita serahkan kepada aparat kepolisian untuk menindaklanjuti,” ujarnya. (zrf)

PLB Aruk

Kunjungan Dipercepat Kedatangan presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono untuk meresmikan pos lintas batas (PLB) Aruk - Sajingan di Sambas dipercepat. Sebelumnya orang nomor satu Indonesia ini direncanakan ke Sambas 9 Juni, namun dimajukan menjadi 1 Juni 2009. “Informasi kita peroleh dari Bupati. Kita minta semua komponen masyarakat menyambut presiden dengan antusias sembari berbenah, terutama soal kebersihan dan keindahan kota,” ungkap Camat Pemangkat M Syerli. Bersama jajaran muspika lainya Kapolsek Pemangkat IPDA Cucu Safiudin, Danki Senapan B Pemangkat, Catur PN, Danramil Pemangkat, Paningun dan cabang Kejari Sambas, Hamid sepakat menyukseskan acara penyambutan tersebut. Camat Pemangkat secara spesifik menyebutkan perlunya pembenahan jalan, tata lingkungan dan estetika kota. Karena rombongan kepresidenan akan melewati Pemangkat dan sekitarnya sebagai salah satu jalur sutera. Dalam hal kebersihan, ia meminta masyarakat menjaga lingkungan sekitar dari sampah. “Masyarakat khususnya mereka yang tinggal di tepi jalan raya untuk terus memantau sampah di sekitar pemukiman, termasuk tanaman liar seperti rumput agar dibenahi supaya rapi,” imbaunya. Kemudian diharapkan masyarakat juga sering membersihkan selokan-selokan mampet sehingga jangan sampai terkesan kotor. Sedangkan untuk keindahan kota dia mengimbau masyarakat secara swadaya dan atas kesadarannya merapikan hal-hal yang dianggap merusak pemadangan. Seperti tanaman liar yang atau spanduk yang tidak berfungsi lagi. Termasuk muspika nantinya bersama masyarakat akan membenahi taman kota. Dengan demikian kota Pemangkat akan terlihat asri, bersih dan indah. (har)

ODY/PONTIANAKPOST

SALAMAN: RT dan Lurah berebut menyalami Wakil Walikota Singkawang H Edy R Yacoub rampung pertemuan Pengembangan Wawasan Lurah dan RT se kota Singkawang kemarin.

PDAM Singkawang Makin Kacau Selalu Macet dan Air Keruh SINGKAWANG-Seiring de­ ngan penyerahan aset PDAM dari Kabupaten Sambas ke Kota Singkawang bukannya malah baik, namun sebaliknya makin kacau. “Kami melihat bukannya makin baik, tapi malah makin kacau saja. Pelayanan bukannya maksimal, tapi menurun dratis. Berbulan-bulan air tak ngalir, apakah itu lebih baik,” kata salah satu pelanggan di Jalan Kempol Machmud, kepada Pontianak Post, kemarin. Menurut pelanggan, seharusnya usai penyerahan aset PDAM dari Pemkab Sambas ke Kota Singkawang, harus lebih baik. “Wali kota harusnya sudah start sejak diserahkan. Lihat sekarang, direktur saja harus dijabat sebagai pejabat pelaksana tugas (Plt). Apakah bisa konsentrasi mengurus PDAM. Padahal, soal

air bersih ini sangat vital,” kata pelanggan lain yang tinggal di Jalan Sudirman. Pelanggan melihat tidak ada perhatian serius dari pemerintah guna membenahi PDAM ini. “Semuanya hanya melihat yang mudah-mudah saja. Sumber air tak pernah dilihat oleh kepala daerah. Mereka hanya melihat penampungan air saja. Wali kota sih tak merasakan karena setiap hari airnya diantarkan oleh stafnya,” kata pelanggan. Di Roban, lebih parah lagi, ada warga yang menggunakan air yang bersumber dari PDAM bukannya lebih baik, malah menimbulkan gatal-gatal. “Kita menggunakan air dari PDAM, malah gatal-gatal. Tak tahu juga kenapa,” kata salah satu pelanggan, Dedi kepada Pontianak Post. Anggota DPRD Singkawang, Suganda Gani menilai belum ada keseriusan dari pemerintah dalam pembenahan PDAM ini.

“Sekarang saja, banyak warga yang mengeluh selain sulit air itu diperoleh juga airnya keruh. Mana ada perhatian dari peme­ rintah soal air keruh ini,” kata Suganda, kepada Pontianak Post, terpisah. Bila pemerintah serius, kata dia, tentu bisa dibenahi PDAM tersebut. “Sumber-sumber air itu dibenahi,” katanya. Andi, pelanggan di Jalan Alia­ nyang heran ada yang masih berorientasi pada keuntungan dari PDAM. “Harusnya, bagaimana pelayanan. Jangan mencari keuntungan dulu. Pelayanan harus diutamakan. Buat apa untung, kalau air tidak maksimal bahkan macet,” kata Andi. Sementara itu, kemarau ini dimanfaatkan oleh sejumlah orang untuk mencari peluang bisnis dengan berjualan air bersih. Menurut salah satu karyawan PDAM, penjual air itu mengambil dari Hangmoy dan membayar kepada warga sebesar Rp5 ribu. (zrf)

SUI RAYA-Kepala Desa Pulau Lemukutan Kecamatan Sui Raya Kepulauan Kabupaten Bengkayang, Rabu (13/5) dilaporkan oleh warganya ke Kejaksaan Nege­ri Bengkayang. Kepala desa ini diduga telah melakukan pemotongan BLT tersebut sebanyak 150-an warganya. “Sudah kita laporkan ke kejaksaan untuk ditindaklanjuti,” kata Dedi Hermanto, kepada Pontianak Post, via telepon, kemarin. Dedi dan Abang Zulkarnain membawa tanda tangan sejumlah warga yang mengatakan bahwa telah terjadi pemotongan dana BLT tersebut sebesar Rp30-Rp65 ribu perwarga. “Warga sudah menceritakan dan telah mengakui kalau sudah ada pemotongan,” kata Dedi. Anggota DPRD Bengkayang dari daerah pemilihan Kecamatan Sui Raya, Suhada Hadran mencerita, ide awalnya adalah Kantor Pos dan Giro berembuk dengan sejumlah kepala desa dan RT. “Kantor pos minta kepada ke­pala desa untuk membagikan BLT ini kepada masyarakat. Kepala desa kemudian memberikan kuasa penuh kepada RT yang ada untuk membagikan BLT. Ide dan pelaksanaan ini sangat baik,” kata Suhada, ditempat yang sama. Semuanya, kata Suhada, berjalan lancar lantaran semuanya tak terbebani, lantaran tak antri maupun berongkos lagi untuk pergi ke Sui Duri mengambil ke kantor pos. Namun, yang aneh terjadi di Desa Pulau Lemukutan, Kecamatan Sui Raya Kepulauan. BLT itu bukannya dibagikan di Pulau Lemukutan guna menekan

biaya, namun dibagikan di Singkawang. “Rumah kepala desa juga ada di Singkawang. Jadi, semua RT dipanggil ke Singkawang untuk mengambil BLT itu, kemudian RT membagikan kepada warga,” katanya. Disitulah, menurut Suhada mendapat laporan dari masyarakat, kades memotong BLT tersebut mulai Rp30-65 ribu perwarga sesuai laporan warga. Laporan kepada kejaksaan, kata Suhada, diharapkan bisa ditindaklanjuti oleh penegak hukum. “Jangan sampai merusak cit­r a pemerintah yang intinya membe­r antas kemiskinan, tapi ada oknum yang mau mengambil keuntungan. Itu yang tidak kita inginkan,” kata Suhada. Sementara itu, Kepala Desa Pulau Lemukutan, Achmad Nizam membantah telah melakukan pemotongan terhadap BLT warga sebanyak 156 orang. Menurut dia, uang sebesar Rp20 ribu itu untuk biaya transportasi sepuluh RT yang mengambil BLT di Singkawang dan kemudian Rp10 ribu untuk uang makan dan foto copi serta lainnya. “Saya tak terima kalau dikatakan memotong. Saya ini Ketua LAKI Bengkayang. Saya tahu soal itu,” katanya, dihubungi terpisah. Menurut Nizam, sudah ada surat kuasa dari warga untuk mengambil uang tersebut dan sejumlah warga tidak mempersoalkannya. “Hanya segelintir saja. Besok (hari ini) saya juga minta pertanggungjawaban dari para RT dan menjelaskan kepada warga agar jangan sampai menimbulkan persoalan,” kata Nizam. (zrf)

Lurah dan RT Diingatkan Tanggap Lingkungan SINGKAWANG – Menjadi hal yang penting dalam pembangunan, Lurah dan Ketua Rukun Tetangga (RT) menjadi ujung tombak dalam tanggap lingkungan. Ini tersirat pada kegiatan Pengembangan Wawasan lurat dan Ketua RT di Aula Kantor Camat Singkawang Selatan, Rabu (12/5). Kegiatan ini merupakan kali kedua, setelah pada hari Selasa kemarin berlangsung di Kecamatan Singkawang Utara. Menyusul kegiatan pada Kecamatan Singkawang Timur (13/5), Tengah (18/5) dan Barat (19/5). Wakil Walikota Singkawang, Drs H Edy R Yacoub MSi dalam pengarahan-

nya menyebutkan beberapa hal yang mendasari sendi kehidupan. Mulai dari mencintai kebersihan lingkungan hingga mengantisipasi keberadaan air bersih pada musim kemarau. Dijelaskannya, bahwa nilai kebersihan lingkungan mengandung unsur estetika yang berpengaruh terhadap kehidupan. Bahkan dikarenakan nilai kebersihan lingkungan diakui begitu tinggi, hingga dimotivasi dengan penghargaan Adipura bagi setiap Pemerintah Daerah yang melaksanakannya. Penghargaan itu tak lepas dari pola tingkah laku warga yang mengerti dan menghargai kebersihan.

Suatu kebanggaan ketika Kota Singkawang mendapatkan penghargaan Adipura. Tentu keberhasilan tersebut atas partisipasi warga secara keseluruhan. Ini juga menjadi motivasi kepada warga untuk meningkatkannya. ”Bukankah kebersihan itu sebagian dari iman,” tanya Edy kepada peserta dan dijawab dengan nada setuju. Kemudian, diingatkan kembali untuk bisa bertindak sesuai jadwal dan tepat waktu. Ini melandasi keberhasilan kegiatan tanpa menunda waktu. Sehingga setiap waktu begitu berharga untuk dapat dimanfaatkan dan bernilai positif. Negera-negara yang maju

sangat menghargai waktu dalam melakukan setiap kegiatan. Begitu pula dengan penghargaan terhadap hasil karya dan kerja orang lain. Contohnya dalam memperhatikan suatu acara. Sehingga capaian dalam kegiatan itu bisa didapat secara baik. ”Bila saja kita berbicara atau asyik dengan SMS, maka kita akan sulit untuk berkonsentrasi. Sehingga kita tidak bisa mendengarkan dengan baik yang berakibat kita tidak bisa memperoleh informasi,” tuturnya. Berkenaan dengan musim kemarau, Edy mengakui sulitnya untuk mendapatkan air bersih.

Begitu pula harapan besar warga terhadap PDAM sebagai lembaga pengelaola air. Namun hal ini mesti dimaklumi dengan jiwa besar. Saat ini PDAM terus melakukan pembenahan. Mengingat prasarana yang belum memadai, tentu perlu waktu. Ini diperparah dengan prasarana PDAM yang memang sudah tua dan perlu sejumlah perbaikan. ”Pemerintah Kota Singkawang serius dalam menyiapkan berbagai hal yang berkaitan dengan pembenahan PDAM,” ujarnya seraya meminta warga untuk bisa melihat segala sesuatu secara positif. (ody)

KETAPANG

26

Pontianak Post

Pemilih di KKU Tambah 1.700-an

POTRET

Senyum Sapa Salam “SENYUM, sapa dan salam adalah modal kami di jalan”. Kalimat ini tercetus dari Bripka Purwanto BBS, Baur Tilang, Satlantas Polres Ketapang. Ketika berada di lapangan, berbagai perilaku pengendara lalu lintas mereka temukan. Apalagi, ketika operasi lalu lintas digelar, tak jarang anggota satuan lalu Bripka Purwanto lintas justru mendapat dampratan, umpatan bahkan wajah masam dari pengendara lalu lintas yang ditilang. “Walaupun begitu senyum, sapa dan salam adalah modal kami di jalan, dalam bertugas, kami dituntut untuk sabar dan kerja keras,” kata anggota satuan Lalu Lintas Polres Ketapang itu. Pantauan Pontianak Post di lapangan, dalam beberapa pekan terakhir, anggota satuan satlantas rajin menggelar penegakan disiplin lalu lintas. Dalam operasi itu, masih banyak pengendara yang diotemukan tak membawa STNK, SIM, bahkan helm standard an kaca spion juga tidak ada. Padahal, sejak lama Polres Ketapang sudah sering mengimbau untuk disiplin berlalu lintas. (ndi)

ALE - ALE

40 Petinju Terdaftar KEJUARAAN tinju Amatir se-Kalbar yang akan dilaksanakan di Stadion Tentemak tanggal 15- 16 Mei 2009, sampai kemarin sudah terdaftar 40 petinju dari kabupaten/kota. Menurut Dachlan AR, Humas Kokab Ketapang, (13/5) tak menutup kemungkinan jumlah tersebut akan terus bertambah. “Sekarang ring tinju sudah dipasang,” kata Dachlan AR. Ia menyebutkan tujuan kejuaraan tinju a m a t i r i n i u n t u k m e n g e m b a l i k a n ke jayaan tinju di Ketapang. Supaya pertandi ngan berjalan fair, dipastikan empat wasit dari pusat juga hadir di Ketapang. (ndi)

RAGAM

Mensejahterakan Masyarakat RENCANA pelantikan pengurus DPC Barindo Kabupaten Ketapang pada 11 Maret 2009, diundur sampai 28 Mei 2009. Menurut Susilo Aheng, dalam penlantikan tersebut renacananya dihadiri pengurus Barindo pusat. Ia menegaskan Barisan Indonesia (Barindo) tujuannya berupaya turut mensejahterakan masyarakat. Pelantikan pengurus Barindo merupakan penegasan tekad dan komitmen untuk memajukan organisasi. Demikian juga memberdayakan kehidupan masyarakat, mengembangkan penghormatan terhadap keanekaragaman sebagai bangsa dan memiliki suatu visi untuk membentuk Indonesia yang bersatu, berdaulat, damai serta sejahtera. (ndi)

Kamis 14 Mei 2009

Alkap: Panwas Dapat Bantu Pemutakhiran Data Pilpres

FOTO ISTIMEWA

MAKANAN TAMBAHAN: Ketua TP PKK Ny Suma Jenny Morkes Effendi menyerahkan makanan tambahan kepada salah satu kelompok usia lanjut di sela-sela peresmian keberadaan Posyandu Kamboja di Dusun Darussalam, Desa Sungai Awan Kanan, Rabu (13/5).

Isi Pembangunan, Masyarakat Desa Harus Sehat Jenny Resmikan Posyandu Balita-Manula SEI AWAN — Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ketapang Ny Hj Suma Jenny Morkes Effendi meresmikan keberadaan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Kamboja di Dusun Darussalam, Desa Sungai Awan Kanan, Kecamatan Muara Pawan, Rabu (13/5). Yang menarik dari keberadaan posyandu tersebut bahwa bukan hanya diperuntukkan melayani bayi di bawah lima tahun (balita), akan tetapi turut pula memberikan pelayanan kepala manusia lanjut usia (manula). Peresmian posyandu tersebut ditandai dengan pembukaan selubung papan nama oleh Jenny dengan didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang M Chonidi Azis,

serta Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Perempuan, dan Keluarga Berencana Kabupaten Ketapang Bambang Wahjuhadi. Peresmian tersebut dihadiri segenap unsur muspika serta PKK di Kecamatan Muara Pawan, serta para kader posyandu di kecamatan tersebut. Dalam kesempatan itu, Jenny sempat melakukan peninjauan terhadap kegiatan pelayanan kepada masyarakat. Posyandu yang diresmikan tersebut sebetulnya telah berdiri sejak 4 bulan lalu di daerah yang oleh masyarakat lebih dikenal dengan nama Tembilok tersebut. Pelayanan kepada masyarakat dilaksanakan para kadernya dengan tidak hanya terbatas kepada para balita. Mereka juga memberikan pelayanan kepada kelompok usia lanjut atau manula. Dalam sambutannya Jenny berpe-

san agar keberadaan posyandu di Kabupaten Ketapang dapat lebih berkembang. Dia meminta kepada para perangkat desa untuk dapat memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan menyangkut posyandu. “Masyarakat desa harus sehat dalam mengisi pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan keluarga. Jadi kita harapkan tidak ada lagi istilah gizi buruk nantinya,” ungkap Jenny. Dia meminta keberadaan posyandu tersebut dapat benar-benar dimanfaatkan. Pasalnya kunci sukses sebuah kabupaten sepertihalnya Ketapang, dikatakan dia, dimulai dari tataran paling bawah yakni desa. Dia juga berharap keberadaan tempat pelayanan dalam waktu mendatang dapat lebih disempurnakan. (ote/pk)

KAYONG UTARA – Ketua KPU Kayong Utara, Dedy Effendy mengimbau masyarakat untuk memastikan nama mereka terdaftar atau tidak di DPS Pilpres. Pihak KPU sudah mengumumkan DPS Pilpres Kayong Utara di tingkat Desa. “Untuk memastikan nama terdaftar atau tidak di DPS Pilpres, silakan hubungi petugas PPS atau pada tingkat RT,” kata Dedy. Ia menyebutkan DPS Pipres diumumkan ke masyarakat dari tanggal 11 sampai 17 Mei 2009. DPS tersebut diumumkan dengan ditempel di tempat masyarakat atau setiap RT. Dengan demikian masyarakat bisa melihat langsung apakah nama mereka terdaftar atau tidak di DPS Pilpres. Jika masih ada nama yang belum terdaftar, maka segera mendaftarkan diri. Jika tak dapat mendaftarkan pada PPS, KPPS atau petugas RT, pihak KPU Kayong Utara membuka kesempatan kepada masyarakat untuk memperbaiki nama ataupun melaporkan nama mereka yang sudah layak memilih. “Kita harapkan data yang sudah disampaikan ke masyarakat itu, akan dimutakhirkan, dan disampaikan ke KPU selambatlambatnya tanggal 21 Mei 2009, sebab tanggal 24 Mei adalah masa penetapan DPS Pilpres

menjadi DPT Pilpres,” ujar Dedy. Dibanding DPT Legislatif, data sementara pemilih Pilpres di Kayong Utara mengalami penambahan sekitar 1.700 pemilih. Dengan demikian, kini jumlah pemilih KKU sekitar 67 ribuan. Sementara itu, di Kabupaten Ketapang, DPS pilpres juga diumumkan 11-17 Mei 2009. Menurut Ronny Irawan, ketua Pokja Pemutakhiran data Pemilih beberapa hari lalu, bahwa terjadi penambahan pemilih Pilpres untuk sementara sekitar 3,5 persen dibanding Pemilu legislative. DPS Pilpres untuk sementara sekitar 295 ribu. Data tersebut akan divalidkan dengan metode diumumkan ke masyarakat. Selain itu, dalam entry data jika ada yang ganda, pindah alamat, meninggal dunia, keluarga TNI/Polri juga dihapus. Sampai kemarin (13 Mei 2009), para anggota KPU Ketapang masih berada di lapangan. Mereka melakukan monitoring DPS Pilpres. Anggota KPU Ketapang F.Alkap Pasti mengatakan panitia pengawas Pemilu (Panwaslu) sebaiknya membantu pemutakhiran data pemilih. Sebab, dalam undang-undang disebutkan penyusunan DPS dan DPT dapat diawasi panwas. Jadi panwas di lapangan jika mengetahui ada orang yang belum terdaftar tolong di laporkan ke KPU. “Panwas di lapangan dapat juga mengecek DPS yang diumumkan siapa tahu ada orang yang tidak terdaftar,” tegas F.Alkap Pasti. (ndi)

Harkitnas Diharap Beri Dampak Psikologis KETAPANG — Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-101 baru akan dijelang pada 20 Mei mendatang. Namun Pemerintah Kabupaten Ketapang telah melakukan berbagai persiapan menyongsong hari bersejarah tersebut. Pada Rabu (13/5), dengan dipimpin Sekretaris Daerah Bachtiar, rapat persiapan digelar di ruang rapat kantor Bupati Ketapang. Dalam arahannya Bachtiar ber-

harap peringatan tahun pertama di usianya yang seabad, harkitnas dapat memberikan dampak psikologis bagi masyarakat. Terutama, lanjut dia, bagaimana memaknai peringatan dari sebuah peristiwa bersejarah. Harkitnas dimulai dari sebuah peristiwa berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908. Organisasi ini menjadi awal gerakan yang bertujuan untuk mencapai kemerdekaan Republik Indone-

sia. Berbagai peristiwa tersebut, kata Bachtiar, menjadi tonggak sejarah perjuangan bangsa merebut kemerdekaan. Semangat yang terpendam di dalamnya adalah persatuan dan kesatuan. Untuk itu dia mengimbau agar rasa nasionalisme tetap dipupuk dan ditingkatkan. Bagi para aparatur di lingkungan pemerintahan Kabupaten Ketapang, dia mengatakan bahwa rasa tersebut dapat diwujudkan dengan meningkatkan kinerja dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,

terutama dalam menumbuhkan wawasan kebangsaan. Kepanitiaan untuk peringatan Harkitnas ke-101 di lingkungan pemerintahan Kabupaten Ketapang menunjuk Asisten I Sekretariat Daerah F Sungkalang sebagai ketua panitia, serta Kepala Kantor Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat, Donatus Gasa selaku sekretaris. Dalam pemaparannya Sungkalang mengajak seluruh panitia untuk mempersiapkan segala sesuatu, berkaitan dengan kegiatan apel bendera yang bakal digelar di Halaman Kantor Bupati Ketapang pada 20

TEKNIK FOTO

Mei mendatang. Meskipun terkesan berupa kegiatan seremoni, namun makna yang terkandung dalam kegiatan tersebut menjadi sesuatu yang dinilai dia paling bermakna. Makna yang dimaksud yakni semangat kebangsaan yang mengandung pesan moral, di mana diharapkan dapat meningkatkan rasa nasionalisme menghadapi era globalisasi. “Sehingga bangsa kita tidak terkikis dari akar budaya bangsa, meskipun tergerus arus global,” ucapnya. Rencananya Peringatan Hardiknas ke-101 dilaksanakan di Kantor Bupati Ketapang pada 20 Mei mendatang. (ote)

Jl. Suprapto No. 86, Telp. 0534-3037153 Melayani : pas foto, foto keluarga, foto glamour, foto pengantin, foto anak-anak, dll. Melayani : ‡&HWDNIRWREHUEDJDLXNXUDQGDQELVD ditunggu ‡5LDVSHQJDQWLQ SDNHWSHUQLNDKDQ ‡0HQMXDOELQNDLIRWREHUEDJDLXNXUDQ kamera digital

Pontianak Post

ANEKA PONTIANAK

Kamis 14 Mei 2009

DBD Renggut Nyawa Enam Warga Sambungan dari halaman 21

Untuk mencegahnya, Dinas Kesehatan Kota Pontianak bersama stakeholder lainnya menggelar Gerakan Bersama mulai Sabtu (16/5) mendatang di Pontianak Barat. Kegiatan ini dilaksanakan bersama perguruan tinggi jurusan kesehatan di Kota Pontianak, RS Bhayangkara (Dokkes) dan Kodim. Tim ini siap turun ke lapangan untuk melakukan pengasapan (fogging) ke pemukiman warga, lebih-lebih pemukiman yang sudah ada penderitanya. ”Selain

pengasapan, juga dilaksanakan pemberian abate kepada warga sekaligus menyosialisasikan cara mencegah demam berdarah,” ungkap Multi. Pengasapan dalam gerakan bersama ini dilakukan pada 10 lokasi dalam sekali kegiatan. Yakni radius 100 meter bagian kiri, kanan, dan belakang rumah. ”Gerakan bersama ini juga dilaksanakan bertahap di kecamatan lainnya,” ujar Multi. Multi mengungkapkan penyakit demam berdarah menular melaluli gigitan nyamuk Aedes aegypti. Pada umumnya, gejala pada penderita dikenal

dengan gejala bintik-bintik atau ruam merah pada kulit, yang apabila diregangkan malah terlihat jelas bintik-bintiknya. Gejala lainnya, demam tinggi yang mendadak, terus menerus berlangsung dua sampai tujuh hari. Panas dapat turun pada hari ketiga, kemudian naik lagi. Pada hari keenam atau ketujuh mendadak turun. Jika digambarkan, grafiknya menyerupai pelana kuda. Namun, jangan tunggu hingga tujuh hari. Jika terdapat gejala tersebut, dianjurkan memeriksakan diri dengan tes darah. Karena apabila dalam

Bangun Kebun, Manfaatkan Obat Herbal Untuk Ternak waktu kurang dari tujuh hari tidak ditangani dengan cepat dan tepat, penderita dapat meninggal dunia. Cara paling efektif untuk mencegah penularannya yakni dengan menghindari gigitan nyamuk penular, mengurangi populasi nyamuk penular, dan mengenali cara hidup nyamuknya. ”Cara paling efektif adalah pemberantasan sarang jentik dan nyamuk. Kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan sangat diperlukan untuk mencegahnya,” timpal Multi.(uni)

Bagikan Undangan Pesta Ulang Tahun Usai Ujian Sambungan dari halaman 21

sebelum ujian siswa juga mendapatkan latihan soal,” ungkap Suyanti. Situasi berbeda tampak di ruangan khusus SLB C (Tuna Grahita). Ruangan tak hanya dipenuhi peserta ujian saja, melainkan juga pengawas ujian. Jumlah pengawas ini sama banyak dengan peserta ujiannya. Jika di sekolah umum siswa tidak boleh berbicara, di SLB C ini siswa berulang kali bertanya kepada pengawas. Bahkan, mereka juga berbicara

dengan sesamanya. Kepala SLB C, Uray Ramayani mengungkapkan total peserta ujian sekolah di SLB C dari tingkat SD hingga SMA sebanyak 18 orang. Peserta ujian SD sebanyak 10 siswa, SMP tiga siswa, dan SMA enam siswa. ”Pengawasnya guru di sini juga. Satu pengawas mengawasi satu siswa. Kan mereka berbeda dengan anak-anak lainnya,” kata Uray kemarin. Ujian nasional bagi siswa SDLB sebanyak enam mata pelajaran, yakni matematika, PPKn, IPS, IPA, Agama, dan

muatan lokal masak-memasak bagi putri dan menyusun puzzle bagi putra. Sedangkan mata pelajaran yang diujiankan bagi siswa SMP dan SMA sama. Yakni matematika, PPKn, IPS, IPA, Agama, Bahasa Inggris, dan muatan lokal. Di antara para peserta ujian SMALB C, terdapat peserta bernama Sabina. Ia merupakan peserta ujian tertua. Seusai ujian, Sabina mengeluarkan beberapa undangan dan membagikan kepada pelajar lainnya, dan meminta teman-

temannya itu untuk datang ke pesta ulang tahunnya, yang genap 32 tahun pada 31 Mei mendatang. ”Datang ya,” pesan Sabina sambil berlalu. Uray menjelaskan Sabina sebelumnya pernah bersekolah di Dharma Asih hingga tingkat SMP. Namun ia tidak langsung melanjutkan ke SMA karena belum ada. ”Untuk SMALB ini kan baru ada tiga tahun terakhir. Saat Dharma Asih membuka tingkat SMA, Sabina melanjutkan sekolah kembali,” kata Uray. (*)

Desak BKSDA Sita Orangutan Dipelihara Warga Sambungan dari halaman 21

Padahal, lanjutnya, sudah jelas tertera di pasal 21 Undangundang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati Dan Ekosistemnya. Ayat 2 huruf a berbunyi, Setiap orang dilarang untuk menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki,

memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup. “Sudah jelas aturannya. Mengapa tidak diterapkan,” tegas Ian. Dijelaskannya, perdagangan satwa dilindungi termasuk tiga besar kejahatan di dunia setelah narkoba dan senjata api. Di Kalbar banyak terdapat pelangga-

ran terhadap satwa, namun tidak ada pemilik, pedagang atau pemburu yang diproses hukum. “Baru satu, yaitu kasus telur penyu beberapa waktu lalu. Terhadap kejahatan satwa lainnya bagaimana,” ujarn Ian. Menurutnya, punahnya Pongo pygmaeus tidak hanya karena habitatnya semakin sempit. Satu Orangutan yang

dapat menjelajah lima kilometer setiap harinya sudah tidak mendapat tempat lagi. Disamping itu, yang tidak kalah mempercepat kepunahan Orangutan adalah perburuan, pemeliharaan dan perdagangannya. “Selain terus mendorong pelestarian habitatnya, perburuan dan pemeliharaan juga harus ditekan,” kata Ian.(hen)

tersebut tidak memiliki keterampilan. Hal itu menyebabkan angka pengangguran tidak berkurang, karena sifatnya menunggu lapangan pekerjaan. “Mudah-mudahan pelatihan ini menjadi solusi pengurangan angka pengangguran di Kalbar,” ucapnya. Setiap pengangguran, Mardiana melanjutkan, setiap angkatan kerja berhak mengem-

bangkan dirinya. ULKI dan Polda Kalbar saat ini memberi kesempatan bagi 32 pemuda untuk mengembangkan dirinya. Setelah mendapatkan pelatihan ini, Mardiana berharap, peserta tidak lagi mencari kerja. “Tapi mereka yang semestinya membuka lapangan pekerjaan. Lebih baik lagi, jika mereka dapat menyerap tenaga kerja,” harapnya.(hen)

Melatih 32 Preman Sambungan dari halaman 21

baik,” tegasnya. Menurut Kapolda, salah satu penyebab seserang melakukan tindak kriminal adalah tingginya angka pengangguran. Dirinya menilai, pengangguran identik dengan premanisme. Apa yang dilakukan polisi saat ini dengan merazia preman tidak memberikan solusi

optimal. Mengurangi angka kriminalitas, kata kapolda, dengan cara mengurangi pengangguran. “Pelatihan keterampilan ini adalah solusi menekan tingginya angka kriminal,” tuturnya. Kepala ULKI Kalbar, Syarifah Mardiana menyebutkan, angka pengangguran Kalbar mencapai 116 ribu orang. Sebagain besar pengangguran

PT Tuntaskan Perkara Banding Pidana Pemilu Sambungan dari halaman 21

kasus dari PN Pontianak, dua kasus dari PN Mempawah dan satu kasus dari PN Singkawang. Sayangnya, Nunung enggan merinci terkait kasus dari Pengadilan Negeri Ketapang. ”Itu biar majelis hakim saja yang memberi keterangan,” katanya. Untuk kasus dari PN Sanggau atas nama Suharsoyo (pasal 274), putusan pengadilan tinggi menguatkan putusan PN

yakni terdakwa dibebaskan. Demikian pula kasus atas nama Raji’i. Putusan PT menguatkan putusan PN yakni terdakwa terbukti pelanggar pasal 269 dipidana tiga bulan dan denda Rp3 juta. Untuk kasus Bengkayang atas nama Akin alias Sintok (pasal 288), putusan PT juga menguatkan yakni pidana 12 bulan dan denda 12 juta subsider tiga bulan. Putusan PT untuk kasus atas nama Fransiska pun menguat-

kan pidana 12 bulan dan denda 12 juta yang telah dikeluarkan PN. Sedangkan kasus banding dari PN Singkawang atas nama Tavip Purba, menurut Nunung, beberapa hari lalu telah dicabut oleh jaksa. ”Tetapi kita tidak tahu apa alasan pencabutan itu,” ujarnya. PN setempat telah menjatuhkan vonis kepada yang bersangkutan pidana tiga bulan, percobaan satu tahun dan denda Rp2 juta. Kasus dari Mempawah

atas nama Mukhlis, PT juga menguatkan putusan PN yaitu pidana enam bulan dan denda Rp6 juta. Begitu pula untuk kasus atas nama H Jupriadi yang dijatuhi pidana enam bulan dan denda Rp6 juta. Untuk kasus dari PN Pontianak atas nama Ya’ Syamsuddin, amar putusan bebas yang dikeluarkan PN dikuatkan juga oleh PT. ”Kalau untuk kasus PKS, sampai sekarang belum lapor ke kita,” katanya.(rnl)

Selisih Data, Inventarisasi Aset Daerah Sambungan dari halaman 21

pada PP Nomor 24 tahun 2005 dan didukung dokumen bukti pengeluaran atau SP2D serta laporan SPj fungsional. ”Harusnya, walaupun proses input-nya berbeda, output datanya harus sama,” kata dia saat membuka Rapat Rekonsiliasi Aset Unit Kerja Pemprov di Balai Petitih, kemarin. Kenyataannya, saat ini data inventaris barang yang ada di SKPD belum sepenuhnya menggambarkan jumlah barang/aset yang dimiliki oleh SKPD sampai dengan Desember 2008 dan belum direkonsiliasi dengan data barang/aset yang ada di Biro Pengelolaan Aset. Akibatnya terjadi selisih antara jumlah data inventarisasi

aset dengan data yang ada di neraca. Melalui rapat rekonsiliasi aset, diharapkan didapat suatu solusi terhadap perbedaan tersebut sehingga masalah yang sama tidak terulang kembali di masa mendatang. Dalam acara ini, pemprov mendatangkan beberapa sumber antara lain dari pihak konsultan. Menurut Syakirman, ke depan pola kerja yang sekarang tidak terkoordinasi dengan baik harus segera diubah menjadi lebih baik dan terintegrasi. ”Jika selisih ini terusmenerus terjadi, kerja kita bisa disebut kerja yang semrawut karena datanya selalu selisih. Opini yang kita terima pun terus-menerus disclaimer yang artinya pekerjaan kita tidak dapat diberi penilaian. Dengan

demikian berarti kita dianggap tidak mampu melakukan pekerjaan kita dengan baik,” katanya. Sebagai langkah antisipasi, mulai 2009 dia menginstruksikan agar setiap kepala SKPD selaku pengguna anggaran dan barang wajib menyampaikan laporan barang semester I dan II. Selain itu, diharuskan pula untuk menyampaikan laporan triwulan barang milik daerah yang ada di unit kerjanya. Supaya bentuk laporannya seragam, format laporan barang/aset akan disiapkan oleh Biro Pengelolaan Aset. Laporan triwulan ini dapat digunakan oleh unit kerja maupun oleh Biro Pengelolaan Aset sebagai alat cross check data barang, baik yang ada di Biro Pengelo-

laan Aset maupun di SKPD. Beberapa waktu lalu, Kepala Biro Keuangan Sekretariat Daerah Kalbar, Bahtiar juga mengakui hal ini. Menurut dia, memang terjadi perbedaan neraca yang dibuat oleh Biro Keuangan dengan Biro Pengelolaan Aset. Sebetulnya, kata Bahtiar, kedua pihak tidak dapat dipersalahkan karena masing-masing memiliki dasar dalam membuat neraca. Permasalahan hanya terletak pada komunikasi dan penyamaan persepsi. Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihaknya terus melakukan koordinasi dan diskusi dengan inspektorat dan mencoba untuk menyeragamkan data sehingga ke depan tidak lagi menjadi temuan. (rnl)

Target Pungutan Donasi Rp1,2 M Bakal Melayang Sambungan dari halaman 21

untuk menarik donasi di satu loket sepertinya tidak bisa dipenuhi. Alasannya bertentangan dengan peraturan AP II itu sendiri. “Beribu-ribu maaf saya ucapkan atas nama pribadi dan AP II. Bukannya ingin berkelit dan menghalang-halangi, namun untuk sementara tidak bisa mengabulkan,” katanya. Ia mengatakan masalah pungutan donasi harus jelas formatnya seperti apa. Sebab,

masyarakat sekarang sudah pintar. Bisa saja suatu saat mereka akan datang bertanya dananya. Apalagi, kontrol media terbilang ketat. ”Ini yang juga perlu kita pahami. Salah langkah dapat berakibat fatal,” ucap dia. Pihak bandara juga paham maksud Pemkab Kubu Raya. Akan tetapi perlu dipahami pula kewenangan yang harus dipatuhi. Masalah tempat dari aspek bandara dan ideal adalah berada setelah melakukan chek-in kemudian masuk ke

meja donasi. “Tetapi sepertinya itu tidak bisa diterima juga,” ujarnya.Kalau perdebatan tidak ketemu, ia mempersilakan berkoordinasi kepada manager Angkasa Pura II. Pasalnya, sebagai pengambil keputusan, mereka hanya menjalankan aturan. ”Jadi ada atasan kami. Tinggal disuruh berkoordinasi saja,” kata dia. Suprapto, ketua Komisi B sebelumnya sempat tersinggung uang punggutan donasi untuk apa. ”Tentu saja untuk

27

pembangunan fasilitas bandara dan sebagai PAD Kubu Raya,” ucapnya.Ia memahami aturan AP II kalau loket boarding pass tidak boleh bergabung dengan loket lain. Counter donasi bisa saja berdampingan meski hanya berjarak 2 cm. Yang terpenting tidak menyalahi. “Kenapa tidak dibuat pemisah dindingnya. Khan bisa jadi solusi. Yang penting tempat punggutan kami kena. Jangan sampai disamakan dekat asuransi,” jelas dia.(den)

Sambungan dari halaman 28

itu,” ujarnya. Kebun percontohan ini nanti juga sekaligus untuk tempat rekreasi. Menurut Manaf, pembangunan kebun percontohan tersebut merupakan suatu langkah pemprov untuk mendorong pemanfaatan obat-obat tradisional herba untuk ternak sebagai substitusi dari obat pabrik, walaupun tidak secara keseluruhan. Ada banyak alasan yang menjadi dasar kebijakan ini. Obatobatan ternak yang diproduksi pabrik harganya relatif mahal dan terus mengalami kenaikan. Di samping itu, obat-obat pabrik juga relatif lebih sulit didapatkan peternak lantaran harus melalui jalur distribusi yang rata-rata di berada perkotaan. Bahkan ada sebagian obat yang dalam aplikasinya harus

diawasi oleh dokter hewan. Sementara, jumlah dokter hewan di Kalbar sangat terbatas. Malah ada kabupaten yang tak memiliki dokter hewan. Di sisi lain, herbal-herbal atau tumbuhan yang berkhasiat obat cukup tersedia di Kalbar dan belum termanfaatkan. Harganya relatif murah dan obat tradisional ini pun mudah untuk dibuat sendiri oleh peternak. Karena itu, pemanfaatan herbal tradisional dinilai dapat membantu peternak. Untuk mewujudkan rencana ini, pemprov bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Hewan di Intitut Pertanian Bogor. Sejumlah petugas dari intansi terkait di tiap kabupaten/kota dilatih dan dididik tentang pemanfaatan herbal untuk ternak. ”Sistemnya TOT (Training of Trainer). Setelah kita latih, kita harapkan nanti setelah petu-

gas ini kembali ke daerahnya masing-masing, mereka dapat melatih paramedis hewan, mantri hewan dan kelompok tani yang sekarang tidak bisa hadir,” jelasnya. Pakar dari Fakultas Kedokteran Hewan IPB, Umi Cahyaningsih, di tempat yang sama menambahkan, pemanfaatan obat-obat tradisional (herbal) punya keunggulan dibandingkan dengan obat pabrik. Berdasarkan penelitian, ternyata obat-obat pabrik yang mengandung bahan kimia, ada yang meninggalkan residu pada produk ternak (daging, telur dan susu) misalnya prefarat sulfa. Namun, rata-rata konsumen tidak mengetahuinya. ”Kalau kita mau ekspor ke Jepang, jika ada residu bahan kimia dalam produk, produk kita akan ditolak,” ujarnya.(rnl)

Biaya PengerukanMuara Jungkat Rp15,9 Miliar Sambungan dari halaman 28

“Sedimentasi dan erosi pantai merupakan isu lingkungan di perairan pesisir. Keduanya menimbulkan hambatan yang cukup serius terhadap pemanfaatan berbagai sumber daya perairan dan aktivitas ekonomi di dalam perairan tersebut,” terang Slamet, Selasa (12/5). Untuk meminimalisir tingkat sedimintasi yang ada, sebaiknya PT (Persero) Pelindo II Pontianak berkoordinasi dengan

Dinas Pertanian. Dengan kuasa yang ada, masyarakat di sekitar alur pelayaran Muara Jungkat di ajak untuk menanam tanaman tahunan, bukan musiman. Tanaman tahunan di pilih karena memiliki akar yang kuat sehingga mampu menahan gerusan gelombang dari laut. Di lain pihak, PT Pelindo II Pontianak berencana melakukan pengerukan alur pelayaran di Muara Jungkat. Berdasarkan dokumen perjanjian yang ada, 10 Februari lalu

PT Pelindo II Pontianak dan PT Mekar Kaya Abadi Pratama telah membuat MoU untuk melakukan pengerukan. Nilai proyek itu mencapai Rp15.999.855.000. Dalam kesepakatan bersama itu disebutkan bahwa pengerukan akan dilakukan sepanjang kurang lebih 13,5 kilometer, mulai dari spot 15 sampai dengan spot 100, dengan kedalaman 4 LWS (dalam keadaan surut). MoU itu efektif berlaku 25 Maret 2009.(go)

Dua Bulan, 9 Kasus Cabul Sambungan dari halaman 28

kali. Saat melapor korban dalam keadaan hamil. Kasus dengan tersangka Dk (51) ini terjadi di Pontianak Utara. “Pelakunya sudah kami tangkap, korbannya masih berusia 15 tahun,” ujar Andi. Kapoltabes Pontianak Kombes Pol M Asep Syahrudin, mengatakan, penanganan pencabulan tak jarang mengalami kendala pada proses hukum tingkat berikutnya. Sering berkas yang diserahkan ke kejaksaan dikembalikan karena kurang lengkap. “Kejahatan jenis ini

termasuk kejahatan tersembunyi. Tidak ada saksi dan sulit mencari barang bukti, itu jadi kendala,” katanya. Sejauh ini, penanganan cabul atau perkosaan dipusatkan di PPA Poltabes Pontianak. Karena Polsek tidak memiliki sarana dan personel menanganinya. Hal tersebut juga dinilianya, menjadi kendala percepatan proses kasus yang masuk. “Semua laporan pencabulan yang ada di polsek digeser ke poltabes. Karena memang di polsek tidak ada personel dan ruangan khusus,” ujar Asep. Tingginya pencabulan yang

terjadi di Pontianak, Asep melanjutkan, seharusnya dapat dicegah mulai dari keluarga. Karena hampir semua kasus terjadi di lingkungan keluarga. Dirinya mengimbau kepada orang tua lebih selektif dan tidak mudah percaya membawa orang menginap dirumah. Memberikan pengawasan terhadap anak perempuan secara ekstra. “Orang tua mestinya mengendalikan sarana komunikasi seperti handpone dan internet, termasuk televisi. Karena fasilitas ini dapat mempengaruhi anak melakukan perbuatan yang tidak benar,” ungkapnya.(hen)

Segera Lantik Pejabat Sambungan dari halaman 28

kepada jajaran dibawahnya. Dikatakannya, padahal untuk pengangkatan pejabat eselon IV cukup dilakukan Sekda atau Kadis, tidak mesti Gubernur yang turun tangan menyeleksinya. “Bila ingin tertib pemerintahan segera lantik

pejabat eselon IV dan isi SOPD kosong,” tegas Tony.Sekretaris Daerah Kalbar Syakirman belum lama ini mengungkapkan pelantikan 696 pejabat Eselon IV akan dilakukan pertengahan Mei 2009. “Tinggal tunggu gubernur untuk melantik,” katanya. Menurutnya, pejabat es-

elon IV rencananya dilantik Gubernur Kalbar Cornelis di Pendopo. Ketika disinggung mengenai pelantikan tambahan pejabat Eselon II, Syakirman mengungkapkan hingga saat ini belum diproses. “Mungkin dalam waktu dekat pelantikan pejabat segera dilaksanakan,” katanya. (riq)

Tawarkan Tiga Lokasi, Harapkan Bupati Tepati Janji Sambungan dari halaman 28

pergi sejauh-jauhnya. Namun dengan tenaganya yang tak seberapa, ia hanya bisa menanggis dan mengumpat. Itulah bentuk protes kaum akar rumput ini kepada Pemerintah kabupaten termuda.Perlawanan Sri tidak sendirian. Kawannya yang pria dan karib disapa Yudi bahkan menjadi seperti “kegilaan”. Sebelum proses sampai penertiban berlangsung, ia memberontak. Dia berteriak sehabishabisnya karena di rumah, istri dan 9 anaknya menunggu. Yudi membiarkan kakinya tidak beralasan sandal atau sepatu. Yang pasti, ia cuma meminta lapaknya dan lapak kawankawan jangan ditertibkan. “Tolong pak anak-anak saya 9, mereka di rumah menunggu. Tolong perlihatkan kemanusiaannya sedikit,” ucap dia

berteriak lantang. Kemarahan-kemarahan tersebut hanya gambaran protes dari PKL yang berada di kawasan Sungai Raya Dalam. Mereka, tidak berdaya melawan pemerintah daerah yang berjuang demi ketertiban, keindahan dan kebersihan. Kubu Raya, terutama Kecamatan Sungai Raya juga menyimpan potensi konflik pedagang dan pemda selanjutnya. Sebab, tidak sedikit pedagang bertebaran di wilayah ini. Di kawasan Parit Baru, Arang Limbung, seputar kawasan Sungai Ambawang hingga ke Jembatan Landak bertebaran pedagang di pinggir jalan. Lalu seperti apa sikap pemerintah. Dalam wawancara dengan Wakil Bupati Kubu Raya, Andreas Muhrotien mengatakan kalau operasi eksekusi akan berlangsung. ”Bukan saja di kawasan Serdam, tetapi di tempat lain

akan kita lanjutkan. Cuma kita menunggu koordinasi dan jalan keluar,” ucapnya. Kalau di kawasan Serdam solusinya menunggu Bupati Kubu Raya (Muda Mahendrawan) pulang. Sementara, ditempat lain harus dicarikan dulu jalan keluar sebagai tempat penganti mereka. ”Itu yang tengah kita pikirkan bersama,” katanya. Tempat penganti pedagang yang sesuai keinginan pedagang tidaklah mudah. \ Dua opsi awal seperti eks Asrama Mahasiswa Kabupaten Landak dan Kawasan Kebun Binatang (Bunbin) kurang terpakai memang bisa menjadi solusi. Namun menuntaskan kedua tempat ini tidaklah semudah membalikan telapak tangan. “Harus ada prosesnya dulu. Dan itu panjang, karena kita butuh koordinasi berkelanjutan,” ungkap dia. (*)

Ungkap 20 Kasus Narkoba Sambungan dari halaman 28

Berdasarkan rangking kerawanan di tiap tiap polres/ poltabes, Suhadi menerangkan, peredaran narkoba didominasi Poltabes Pontianak, dengan sembilan kasus, Polres Sanggau empat kasus. “Selanjutnya, Polres Singkawang dua kasus

dan Polres Pontianak, Sambas, Sekadau, Kapuas Hulu serta Polres Ketapang masing-masing satu kasus,” papar Suhadi. Untuk menekan tingkat peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba, Suhadi mengimbau, kepada masyarakat untuk lebih proaktif. Mulai dari yang terkecil dengan mengawasi anaknya

agar terbebas dari pengaruh narkoba. Dirinya juga berharap masyarakat mau bekerjasama dengan polisi dengan memberi informasi tentang peredaran narkoba. “Mari kita bersihkan Kalbar dari peredaran atau penggunaan narkoba dengan semangat perang terhadap narkoba” imbuhnya.(hen)

Regulasi Harus Jelas Sambungan dari halaman 21

makin besar. Sehingga nantinya dikhawatirkan memberatkan calon penumpang,” ujarnya. Luthfi mengatakan masyarakat sekarang sangat kritis terhadap apa yang mereka bayarkan. Menurutnya, harapan mereka

ada timbal-balik dengan apa yang diberikan kepada pemerintah daerah. “Saya mungkin sebagai salah satu pengguna jasa bandara mengharapkan ada peningkatan pelayanan. Salah satunya ada sarana publik yang membuat calon

penumpang pesawat nyaman,” katanya.Ia menjelaskan banyak bandara internasional seperti di Bali, Jakarta dan Kaltim tidak menarik donasi. “Supaya tidak ada komplain dari pengguna jasa sebaiknya pemerintah daerah mempersiapkan aturan,” ujar Luthfi. (riq)

Pontianak Post

28

Kamis, 14 Mei 2009

Biaya Pengerukan Muara Jungkat Rp15,9 Miliar

SOPD

Segera Lantik Pejabat ANGGOTA Komisi A DPRD Kalimantan Barat Tony Kurniadi mengingatkan pihak eksekutif segara mengisi struktur ogranisasi perangkat daerah yang masih kosong. “Hingga sekarang pelantikan pejabat eselon IV di lingkungan Pemprov Kalbar masih belum dilaksanakan,” ujarnya kemarin di Pontianak. Ia menilai pengisian SOPD lamban. Dampaknya, kata dia, Tony Kurniadi penyelenggaraan pemerintahan terhambat sehingga pelayanan publik tidak maksimal. “Kami mendesak Gubernur Kalbar cepat melantik eselon IV. Karena kinerja pemerintahan serta sistem pemerintahan yang tertib dan baik diukur dari tatanan organisasi,” tegas Tony. Ketua Fraksi PAN DPRD Kalbar mengemukakan Gubernur Kalbar terindikasi mempertimbangkan faktor politik dalam mengangkat pejabat eselon IV. Namun, katanya, mengabaikan kepentingan profesionalisme pegawai negeri sipil. “Kami mengharapkan penempatan pejabat the right man in the right place. Kedepankan prinsip objektivitas dan profesionalisme pegawai,” harap mantan sekretaris panitia khusus Perda SOPD ini. Tony mengemukakan sumber daya manusia di lingkungan Pemprov Kalbar cukup banyak. Menurutnya, tidak perlu mendatangkan pejabat eselon IV dari berbagai kabupaten/kota. “Seharusnya pengangkatan eselon IV melibatkan Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Kalbar. Percuma ada lembaga ini dalam organisasi pemerintahan tetapi tidak dimanfaatkan,” ungkapnya. Politikus daerah pemilihan Kabupaten Samba ini melihat lambatnya pelantikan pejabat eselon IV menandakan ketidakpercayaan kepala daerah u Ke Halaman 27 kolom 5

MEJA HIJAU

Sejoli Miliki Sabu SIDANG kasus kepemilikan narkoba jenis sabusabu satu gram digelar kemarin (13/5). Terdakwa Luk (37) dan Rob (32), sepasang kekasih yang tertangkap tangan oleh polisi di rumah kontrakannya. Luk dan Rob, warga Jalan Tanjungpura ini, tertunduk lemas di ruang sidang saat duduk di bangku terdakwa. Hanya ratapan penyesalan yang tampak diwajah keduanya. Sidang menghadirkan tiga saksi dari kepolisian. Menurut saksi, dua hari pengintaian setelah mendapat laporan dari masyarakat. Polisi langsung menuju tempat kejadian perkara pukul 21.00. Dengan menunjukan surat perintah penggeledahan petugas menyisir setiap sudut rumah. Ditemukan narkoba jenis sabu seberat satu gram yang terletak di lantai. Barang bukti lainnya, Satu buah alat penghisap sabu dan dua lainnya ada di tong sampah, alumunium foil satu rol di atas lemari makan serta timbangan elektrik didapat dari saku celana terdakwa. Saat ditanyai polisi tentang siapa yang sudah mengkonsumsinya. Rob berdalih tidak memakai barang itu. ”Hanya Luk yang mengkonsumsinya,” kata wanita berparas cantik itu. Saat petugas melakukan penyisiran, Luk berhasil memanfaatkan situasi. Dengan alasan pergi kencing, dia melarikan diri. Polisi langsung melakukan pengejaran. Menyusuri tempat-tempat yang biasa dikunjungi pelaku. Tak lama berselang, keesokan harinya buron sudah berhasil diamankan. Di persidangan Luk berdalih barang itu pesanan orang. Dibeli dari Pontianak Timur kemudian diantarkan ke pelanggan di Jalan Gajah Mada. ”Dari satu gie itu, dikonsumsi sedikit sebelum saya antarkan,” katanya. Setelah mendengarkan keterangan dari semua saksi dan pengakuan pelaku, Majelis Hakim yang diketuai oleh Yunus Sesa menunda persidangan hingga Selasa (19/5). (vic)

SHANDO/PONTIANAK POST

TUNGGU PEMBELI: Pedagang di Pasar Flamboyan sedang menanti pembeli. Hingga siang hari, beberapa pedagang di pasar ini masih melakukan aktivitas dagangnya.

Ungkap 20 Kasus Narkoba PONTIANAK – Sebanyak 20 kasus narkoba diungkap Direktorat Reserse Narkotika Polda Kalbar beserta jajarannya sepanjang April. Kasus tersebut terdiri dari lima kasus narkotika dan 15 kasus psikotropika. Selain mengungkap 20 kasus narkoba ini, Polda Kalbar juga mengamankan 28 tersangka. “Saat ini mereka masih menginap di hotel prodeo Polda Kalbar, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,” ungkap Kabid Humas Polda Kalbar AKBP Suhadi SW, kemarin.

Para tersangka tersebut terdiri dari tujuh pelaku narkotika dan 21 pelaku narkoba jenis psikotropika. Para pelaku masih berusia produktif, antara 20 - 29 tahun sebanyak 11 orang dan usia 30 tahun ke atas sebanyak 17 orang. “Ini yang sangat kita sayangkan. Mereka masih mudamuda,” ujar Suhadi. Suhadi memaparkan, ke-28 tersangka memiliki latar belakang pendidikan berbeda. Berpendidikan SD lima orang, SMP lima orang dan SLTA 18 orang. Sedangkan latar profesi, lanjut Suhdai, swasta 20

orang, PNS satu orang, mahasiswa dua orang dan Pengangguran lima orang. “Kejahatan narkoba tidak mengenal status seseorang, baik pendidikan maupun profesi. Selain karena ketagihan, sebagian dari mereka juga tidak dapat melepaskan dirinya dari jerat barang haram ini,” ungkap Suhadi. Dari 20 kasus narkoba yang terungkap ini, polisi telah menyita barang bukti berupa 16,53 kilogram ganja, 459,05 butir ekstasi, 5,3 gram sabu 6 handpone dan 1 unit sepeda motor. u Ke Halaman 27 kolom 5

Bangun Kebun, Manfaatkan Obat Herbal Untuk Ternak PONTIANAK - Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalimantan Barat Manaf Mustafa mengatakan tahun 2010 pemerintah provinsi akan membangun kebun koleksi percontohan pemanfaatan herbal untuk ternak. Dalam hal ini, Kalbar adalah provinsi kedua di Indonesia setelah Banten. ”Dari segi

Manaf Mustafa

Dari segi lahan kita tidak masalah. Sudah ada di Anjungan. Ada pusat pembibitan babi, kambing, dan itik serta kebun hijau makanan ternak.

lahan kita tidak masalah. Sudah ada di Anjungan,” ungkapnya kemarin di sela acara Apresiasi Obat Tradisional pada Hewan Ternak di Hotel Merpati. Di Anjungan, saat ini sudah terdapat pusat pembibitan babi, kambing dan itik serta kebun hijauan makanan ternak (HMT). ”Nanti kita akan masuk di HMT u Ke Halaman 27 kolom 5

baiknya jika PT PONTIANAK (Persero) Pelindo - Rencana kerja II melakukan studi pengerukan alur kelayakan di sekipelayaran di Muara tar daerah Muara Jungkat oleh PT Jungkat. Penelitian (Persero) Pelabuhan ini menurut Slamet Indonesia II PonTarno, pakar teknik tianak semestinya pantai dari Polnep, dilakukan. Kebuwajib untuk dilakutuhan itu mendesak kan agar tingkat karena pada saat air sedimintasi dapat surut kedalaman air Slamet Tarno diukur, untuk ketinggal 3,8 meter. Kondisi ini mengganggu aktivitas mudian di prediksi intensitasnya dalam lima sampai sepuluh tahun pelayaran. Meski keputusan pengerukan kedepan. Berdasarkan pengalaman yang merupakan pilihan tepat dalam mengatasi persoalan pendang- ada, penyebab utama terjadinya kalan di Muara Jungkat, bukan sedimentasi di wilayah DAS berarti kegiatan itu harus dilaku- (Daerah Aliran Sungai) adalah kan secara terus menerus dalam adanya lahan kosong akibat waktu yang berdekatan. Selain perubahan fungsi hutan menjadi memerlukan biaya yang tidak daerah perumahan, perkebunan sedikit, kegiatan itu juga akan atau pertanian. Tingkat sedimmenyebabkan terganggunya intasi akan terlihat semakin tinggi aktivitas lalulintas pelayaran pada daerah yang memiliki kemiringan tanah diatas 15º. kapal. u Ke Halaman 27 kolom 5 Untuk menyiasatinya, ada

Dua Bulan, 9 Kasus Cabul PONTIANAK Ironisnya, Kes– Unit Perlindunembilan kasus ini gan Perempuan pelakunya adalah dan Anak (PPA) orang dekat. ArtiPoltabes Pontianak nya, korban menmelansir, selama genal baik pelaku. dua bulan terakhir Mulai dari abang terjadi delapan kakandung, tentangga sus pencabulan dan dan orang yang sersatu perkosaan yang ing menginap di ruterjadi di wilayah mah korban. “Tapi kerja Poltabes Pondua bulan ini belum Asep Syahruddin tianak. April enam ada kami temukan kasus dan Mei tiga kasus. kasus pencabulan atau perkosaan Dari enam kasus yang terjadi yang dilakukan orang yang ada pada April, dua diantaranya su- hubungan darah,” kata Andi. dah diserahkan ke kejaksaan. Dicontohkannya, kasus teraSedangkan empat kasus masih khir yang ditangani PPA Poltabes ditangani polisi. “Sedangkan Pontianak terjadi awal Mei lalu. Mei, semuanya masih ditangani Pelaku adalah karyawan bengkel polisi, belum diserahkan ke kejak- milik orang tua korban. Korban saan,” tutur Kanit PPA Poltabes yang masih duduk di bangku kelas Pontianak Ipda Andi Tenriangka, III SMP itu digauli lebih dari satu kemarin. u Ke Halaman 27 kolom 5

Setelah Kios Pedagang di Jalan Sungai Raya Dalam Dibongkar

Tawarkan Tiga Lokasi, Harapkan Bupati Tepati Janji Eksekusi paksa pedagang kaki lima berdampak. Pedagang terpinggirkan kini menanti keputusan. Ada dua tempat pengganti ditawarkan ke. Akankah Pemkab menerima tawaran pada pedagang tersebut?

DENY HAMDANI, Sungai Raya MUKA Sri marah. Ia geram kepada petugas polisi pamong praja gabungan. Sebab, tempatnya berdagang sayur-mayur kini tidak berbentuk lagi. Padahal, tempat tersebut menjadi asa dan masa depan

BEARING/PONTIANAKPOST

BONGKAR: Petugas Sat Pol PP saat menertibkan lapak pedagang di Serdam

anak-anaknya. Kini, tempatnya menggali rupiah hanya tinggal kenangan belaka. Sebagai wanita ia tidak bisa bertindak. Ingin marah seperti teman pedagang pria lainnya, dia tak mampu berbuat. Hanya tetesan air mata mengalir deras dari raut wajahnya yang nampak agak keriput. Ia pun melampiaskan berbicara lantang dengan suara tinggi kepada kuli tinta. Sebagai pedagang, dirinya tidak bisa terima lapaknya dibongkar paksa. Apalagi, tempatnya mengepulkan dapur sudah tidak ada lagi. Kartini ulet ini cukup lama berdagang. Sudah 6 tahun, mengantungkan rejeki dari lapak pasar tumpah. Dari menjual sayur mayur hingga ikan segala kebutu-

han dilakoninya demi masa depan lebih baik. Apalagi cita-citanya ingin mencetak anaknya sebagai polisi terlampir. Sri punya 3 anak. Anak tertua masih duduk di bangku kuliah. Nomor duanya masih berstatus pelajar SLTA. Ia ingin anaknya menjadi pegawai negeri sipil, termasuk akademi polisi. ”Nomor dua itu, yang ingin saya teruskan sekolahnya dari hasil berdagang ini. Tetapi kalau begini harus bagaimana,” kata dia. Ia tidak percaya pemerintah Kubu Raya berbuat tega. Padahal, rejeki dan hidupnya sudah digantungkan dari pasar tumpah ini. Sri ingin berontak, melawan dan berusaha menyuruh Pol PP u Ke Halaman 27 kolom 5


Pontianak Post