Issuu on Google+

Pontianak Post

Kubu raya

Senin 4 Oktober 2010

19

Periksa Jalan Simpang-Pasar Punggur

TUMOR MATA

Butuh Uluran Tangan SUNGAI KUPAH—Maya dan Ismail (28) sudah 17 hari terkatung-katung di Kubu Raya. Itu karena dokter mata tidak bisa mengoperasi Rado (3) yang divonis menderita kanker ganas di mata bagian sebelah kanan. Ia sendiri kini menumpang di rumah saudaranya Hendri di Desa Sungai Kupah, Kecamatan Sungai Kakap Hendri mengatakan sudah satu bulan lamanya, Maya dan Rado menumpang dikediamannya. Sebab untuk pulang lagi ke Dusun Suka Maju RT 11/ RW 01, Desa Kuala Kacang, Kecamatan Teluk Pakedai, biayanya tidak ada lagi. apalagi untuk konsultasi ke RSUD Soedarso Pontianak, terpaksa dibantu kerabat lain. Ia mengatakan kondisi mata Rado, anaknya sudah tidak memungkinkan disembuhkan. Pasalnya, Rado harus dioperasi. Akan tetapi, pihak rumah sakit enggan melakukan pembedahan karena kondisi Rado demam, batuk juga filek. “Kami masih menunggu Rado sembuh dan operasi,” ungkap Hendri. Menuru Maya, anak keduanya dari 2 bersaudara pasangan Ismail dan Maya ini, sejak kecil sudah terserang tumor ganas di bagian mata. Tumor tersebut semakin membesar. Setiap harinya, Rado hanya menangis karena kesakitan. “Kami sudah tidak punya apa-apa lagi. Sebab, suami saya adalah nelayan yang pendapatannya tak menentu. Untuk ongkos pulang pergi berobat ke Soedarso saja, kami dibantu kerabat,” katanya. (den)

LANDAK

KPU Susun Program Kerja KOMISI  Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Landak terus melakukan persiapan untuk menghadapi Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Landak yang akan digelar 2011 mendatang. Studi banding ke kabupaten lain juga sudah dilakukan KPU Landak. Menurut Hubungan Partisipasi Masya­ rakat (Hupmas) Sekretariat KPU Landak, Silvanus mengatakan KPU Landak sudah melaksanakan penyusunan program kerja dan rencana kebutuhan biaya Pemilukada Landak. Penyusunan inipun dilakukan dari awal Maret sampai April 2010 lalu. “Kita pun melakukan koordinasi dengan pihak Pemkab Landak dan DPRD Landak tentang anggaran kebutuhan biaya Pemilukada Landak yang telah disusun KPU Landak,” ujar Silvanus, Kamis (30/9) di kantornya. Dikatakannya, KPU Landak juga sudah melaksanakan monitoring, konsultasi atau koordinasi ke kabupaten yang telah melaksanakan Pemilukada di Kalbar ini. “Antara lain kita memonitoring pelaksanaan pemungutan suara di Bengkayang dan konsultasi atau koordinasi tentang persiapan Pemilukada ke Sintang, Sekadau, Melawi dan Ketapang,” katanya. Selain itu lanjutnya, KPU Landak juga sudah melakukan penyusunan tahapan, jadwal dan program Pemilukada Landak tahun 2011 mendatang. “Kita pun melakukan konsultasi atau koordinasi tentang tahapan, jadwal dan program Pemilukada ke KPU Kalbar yang dilaksanakan 3 Agustus hingga 22 September lalu,” pungkasnya. (wan)

MUJADI/PONTIANAK POST

RUNTUH: Jalan Tani yang menghubungkan Tanjung Raya II – Perumnas IV, rusak berat. Selain jalan yang pernah diaspal tersebut hancur, barau juga runtuh. Kawasan ini sudah banyak komplek perumahan baru.

Panen Padi Unggul Sungai Rengas

Distanak Kubu Raya Bantu Peralatan SUNGAI RENGAS-Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap merupakan sentra pertanian Kubu Raya. Luas arealnya mencapai seluas 2.200 hektar. Daerah sudah dicanangkan sebagai salah satu lumbung pangan Kubu Raya. “Kita tidak akan mengubah lahan pertanian kawasan pemukinan atau perumahan, apalagi untuk areal perkebunan,” M Nazaruddin, Kepala Desa (Kades) Sungai Rengas seusai melakukan panen perdana padi unggul di Kampung Baru, Desa Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap, Sabtu kemarin bersama Bupati Muda Mahendrawan dan Kadis Pertanian dan Peternakan Kubu Raya, Suharjo. Menurut dia Desa Sungai Rengas merupakan daerah karakteristik. Jumlah kepala keluarganya mencapai 1.662 KK. Rinciannya kembali terdiri dari 30 kelompok tani dengan dua Gabungan Kelompokk Tani (Gapoktan) dan dua Usaha Pelayanan Jasa Alat dan Mesin (UPJA). ”Dan ada dua kali tanam dalam setahun di musim rendengan juga gadu dengan hasil panen mencapai 3-4 ton per hektar,” ujarnya. Meski begitu, produktivitas hasil pertanian di desanya terus dipantau. Sebab, hasil panen biasanya tidak

berimbang dengan besarnya biaya pengeluaran. Mulai dari penggarapan lahan sampai kepada panen. Ia menuturkan, banyak kendala yang masih menjadi persoalan dan harus diselesaikan. Akan tetapi, sejak Kubu Raya menjadi kabupaten mandiri, perubahan di bidang pertanian banyak terjadi. Salah satunya intensitas dinas teknis terkait semakin meningkat memperhatikan kesejahteraan para petani. “Kita akui keterbatasan anggaran. Semua itu tentunya harus dilakukan bertahap,” ucap dia. Dalam kesempatan panen raya padi unggul tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kubu Raya Suharjo mengatakan, sejak kedatangan Menteri Pertanian di Kubu Raya beberapa bulan lalu, kabupaten Kubu Raya sudah berani mencanangkan tahun mekanisasi. Makanya pertanian menjadi salah satu andalan. ”Di Desa Sungai Rengas, kita bantukan bermacam alat pertanian. Tujuannya supaya produktivitas pertanian meningkat tajam,” ucap dia. Khusus peralatan pertanian diperbantukan Distanak Kubu Raya antara lain Hand Tractor sebanyak 3 unit, pompa air 1 unit, transplanter

1 unit, alat panen padi 1 unit, pedel thresser 1 unit, appo 1 unit, power weeder 1 unit, alat bengkel 1 unit dan traktor mini 1 unit. Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan mengatakan sebagai Kabupaten berkembang khususnya di bidang pembangunan, Kubu Raya memiliki tantangan mempertahankan swadaya pangan yang saat ini sedang digalakkan pemerintah daerah. Salah satunya mencegah agar lahan pertanian tidak semakin menyempit setiap tahunnya. Karena itu ia meminta dan mewajibkan seluruh kepala desa membuat Peraturan Desa (Perdes) dalam mempertahankan areal pertanian. “Diwajibkan kepada seluruh desa membuat Perdes mempertahankan areal pertanian,” ucap Bupati Muda. Ia mengatakan semakin sempitnya areal pertanian jelas menjadi tantangan bagi Pemkab Kubu Raya yang saat ini berkonsentrasi meningkatkan produktivitas pertanian melalui produk beras lokal. “Masalah perkebunan sudah ada perusahaan yang mengurus. Akan tetapi kalau pertanian, Pemkab KKR saat ini turun tangan memperhatikan kesejahteraan petani,” ungkapnya. (den)

SUNGAI KAKAP—Pemerintah Kubu Raya diminta merespon proyek pembangunan jalan Simpang Punggur--Pasar Punggur yang dinilai pemborosan anggaran. ”Anggarannya cukup besar kalau dikeluarkan Rp1 miliar yang selesai hanya 700 meter dan lebar 4 meter. Itupun proyeknya tambal sulam,” kata Effendi pemerhati Kubu Raya, menanggapi sidak para wakil rakyat dapil Sungai Kakap. Menurut dia sidak para wa­ kil rakyat asal Daerah Pemilihan (Dapil) Sungai Kakap terhadap proyek-proyek pembangunan di daerah mereka sudah tepat. Kunjungan tersebut mewakili perhatian terhadap kegelisahan warga. ”Ini yang harus dipahami. Sebab, bagaimanapun Kubu Raya ma­sih butuh anggaran besar,” ujarnya. Ia mendukung pernyataan para politisi Kubu Raya dapil Sungai Kakap terkait proyek pembangunan jalan Simpang Punggur – Pasar Punggur ku­rang pas dan berbau pembo­rosan anggaran. Dengan dana proyek mencapai lebih dari Rp1 miliar lebih, yang terbu­at hanyalah 700 meter saja. “Perencanaannya yang tidak matang di sini. Masak proyek tambal sulam, justru dibuat dengan dana besar,” ucap dia. Dengan pemborosan anggaran tersebut, ia juga berharap penyidik kepolisian dan Polda Kalbar ikut turun tangan. Jangan sampai di kabupaten baru seperti Kubu Raya, tercipta banyak pemborosan. Pengerjaan proyek harus diatur bagus, hemat dan berfungsi tepat guna.

Sebelumnya Usman Wakil Ketua DPRD Kubu Raya bersama wakil rakyat dapil Sungai Kakap berkunjung. Ia menilai di areal tersebut sebelumnya sudah ada jalan aspal dan ditimpa kembali. Hanya saja penambalan dilakukan tidak dengan rabat beton. ”Khan sebelumnya dengan aspal. Kenapa tidak ditampal dengan aspal juga,” protes dia. Politisi Demokrat Kubu Raya ini tidak mempermasalahkan posisi pekerjaan. Sayangnya kenapa jalan tersebut dijadikan jalan rabat beton bertingkat. Justru jalan tersebut seharusnya menjadi jalan poros mobilitas tinggi. Misalnya lebar 4 meter akan tetapi posisi badan jalan juga bahu jalan tidak membahayakan orang. ”Rawan kecelakaan jalan ini. Sebab, bahu jalan tidak ada. Seharusnya perencanana menyesuaikan kondisi lapangan,” ujarnya. H. Sahdan anggota DPRD da­pil setempat mengakui ja-lan kondisi rawan banjir aspal musuhnya adalah air. Itu boleh saja dilakukan rapat beton. Namun kalau pekerjaan awalnya hanya tambal sulam berupa perebahan dan lafen sepertinya tidak cocok. ”Ini yang salah merupakan perencanaan awal,” katanya. Ia meminta yang membuat perencaaan awal harus menyesuaikan dengan topologi daerah setempat. Sebab, yang namanya jalan poros adalah jalan ramai, padat dan banyak dilalui lalu lalang kendaraan. “Proyek ini sepertinya pemborosan. Dulunya jalan aspal namun ditimpa kembali dengan rabat beton,” ujar dia. (den)

Sungai Deras, Berharap Pembangunan SMK SUNGAI DERAS-Masyarakat Sungai Deras, Kecamatan Teluk Pakedai mulai merasakan konstribusi dari perkebunan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. “Awalnya, sangat banyak masyarakat kita merantau keluar mencari pekerjaan. Namun, dibukanya perkebunan kelapa sawit, banyak warga kami yang sudah kembali bekerja di perusahaan sawit itu,” beber Suherman, Kepala Desa Sungai Deras, di Kecamatan Teluk Pakedai, kemarin Menurutnya saat ini sudah ban-

yak masyarakat luar yang ting­gal di desa Sungai Deras untuk bekerja di perusahaan perkebunan. Sebab, sejak masuknya investasi sawit dari tahun 2008 lalu, pergerakan kepala keluarga terus merangkak naik. Diperkirakan ada sekitar 1000 KK dari awalnya yang hanya 600 KK. “Hadirnya KK baru jelas membuktikan banyak keluarga yang berani menggantungkan hidupnya di Desa Sungai Deras. Yang pasti peluang kerja di desa kami sangat baik. Sehingga banyak keluarga lain yang memang ingin hijrah ke sini,” ucap dia.

Subandi, salah satu tokoh mas yarakat desa setempat menimpali tidak  hanya kaum pria saja memburu pekerjaan di Sungai Deras. Kaum wanita baik muda maupun tua, kini juga bisa membantu mencari nafkah. Pasalnya, cukup banyak pekerjaan, sehingga kaum ibu bisa terakomodir. Kehadiran investasi sawit juga menghadirkan manfaat bagi ja­ lan berbagai desa banyak terakomodir. Misalnya Desa Sungai Deras-Ambawang, Sungai DerasBemban dan jalan penghubung lain.

Ia menambahkan kondisi bangunan warga disana sebagian besar juga sudah bermaterialjan beton dan beratap seng. Bahkan, ada warga berani mengambil kreditan motor dan memasukkan berbagai perabot rumah tangga di rumah. ”Sebelumnya, jangankan membeli TV, makan sehari-hari saja, kami masih kesusahan. Masuknya investasi perkebunan di desa kami, jelas membawa perubahan, dan kami sangat bersyukur akan hal itu,” ucapnya. Warga disana juga berharap kemajuan investasi mendatangkan manfaat.

warga meminta pemerintah Kubu Raya bisa menghadirkan SMK. Ini sangat diharapkan lapisan berbagai war­ga masyarakat. ”Keinginan tersebut sudah disampaikan sejak dua tahun lalu. Namun, sampai sekarang reali­sasinya belum terwujud,” kata dia. Ia menerangkan, rencana pembangunan SMK sebelumnya sempat terdengar tahun 2009 . Akan tetapi hanya kabar angina karena sampai sekarang belum ada realisasi. ”Dan kita berharap pemerintah tergerak hatinya,” ujar dia. (den)


Pontianak Post