Issuu on Google+

Pemimpin Umum Pemimpin Redaksi Redaksi Sekretaris Redaksi Kontributor

Tjandra Ghozalli Budi Santoso David Susilo, Doharto Simatupang Dita Nursari Sie Kek Chung, Malion, Didik.Wa, Boyke, Herwin, Tony Susanto, Wiyono.

Grafis Manajer Iklan Ir. Tjandra Ghozalli Ir Pemimpin Umum

BACA GRATIS Atau melalui SCOOP. Compatible dengan iPad, Galaxy, laptop, tablet dan PC.

A. Aziz Telp: 08161131936 / 021-33066836 Email: aziz_avi@yahoo.com

Keuangan

Ridwan Candra

Fotografer

A. Riff Syarifudin, Fajar Sutrisno

Alamat Redaksi

Jl. Pulo Buaran III F5 BPSP-Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur 13930

Majalah Audio Video on line & on time dapat dibaca gratis (free) melalui :

www.audiovideo-indonesia.com

Cecep

Telp: (021) 4619502 Fax: (021) 46826450

Penerbit

PT Audiomedia Nusantara Raya

Pres Dir

Mario Alisjahbana

Pres Kom

Milyanti Yani

Komisaris

Lukmanul Hakim Adham

Group Media

THANKS FOR YOUR RESPONSE!!

K

ami tidak menyangka kalau teman teman penjual perangkat audio video begitu anthusiast memberikan ucapan selamat atas terbitnya majalah Audio Video versi cetak. Many thanks for your response! Mereka juga mengucapkan selamat atas bonus DVD “Harmony in Surround Sound” yang kata mereka bagus untuk menguji perangkat home theater. Selama ini mereka hanya menyuguhkan film aksi tapi sekarang mereka juga menyuguhkan musik surround untuk para tamu, calon pembeli. Dan biasanya ampuh, begitu diperdengarkan lagu “Jali Jali” - calon pembeli ter-

pesona dan langsung rogoh kocek. Kali ini kover kita didominasi warna hijau tua dipadu warna merah maron yang konsisten dengan kulit katak hijau dengan mata merah. Memang headset “Audio Video” diberi banner dengan warna dasar berbeda beda tiap edisinya, tergantung warna dominan dari objek gambar. Kalau objek berupa ikam hias berwarna ungu maka banner berubah menjadi ungu gelap. Kalau gambar bunga merah, tentu warna banner dasar jadi merah pula. Dengan demikian tidaklah membosankan pandangan mata pembaca menatap kover majalah Audio Video yang tersayang.

audio video 4 April 2012

contents

8 NEW PRODUCT JVC GZ-E10, JBL RMA-330, Toshiba 32PB20, Bada HD-19

36 HI END 1 Esoteric

40 HI END 2

Penampilan Monster Lumpur, Suara Bidadari

44 HIEND 3 Manley

10 PRODUCT INFO Oppo BDP-95, Sennheiser HD439, Polk Audio RTi A3s, Canon VIXIA HF R20, iHome iHM79, Samsung BD-D7500, Panasonic DMP-BD60, LG BX 580

48 HIEND 4

36

Our Tubes Bigger Than You

51 TECHNO Teknologi 4K

53 TIPS & TRICKS 14 THEME

3D Semakin Nyaman

Tips Penggunaan Panasonic PT-AT500

40

54 HISTORY

18 REVIEW

Nad Viso1, Sony VPL-HW1000ES, Geneva XL, Bada PH-30, Sony PQ1, Samsung UA-40D6600, LG 42LW5700, Sharp LC40LE830,

30 TEST

Pioneer Steez Audio ATZ-DIOT, Panasonic PT-AE7000EA, Changhong LE 42401

Tivoli

56 VISIT

Samsung Electronic 2012 Product Launch

44

58 VISIT

Beli TV Changhong Sambil Beramal

59 REVIEW CD

Rush, Manic Street Preachers, Chris Cornell, Rihanna, Noel Gallagher, Bombay Bicycle Club

61 SHOPPING GUIDE

48

TV, HTiB, Camcorder, Micro Compo, Blu-ray, Proyektor

2011 audio video 6 April 2012

PENULIS

JVC GZ-E10

G

Z-E10 merupakan salah satu seri camcorder mcorder full HD besutan JVC yang didukung oleh sensor nsor CMOS sebagai media capture-nya. Dari fitur yang ditawarkan, JVC GZ-E10 memiliki sistem pengoperasian yang mudah, namun dilengkapi dengan fasilitas yang lengkap. Camcorder berbasis media kartu memori ini ditopang oleh Lensa Konica Minolta HD yang mampu merekam dengan resolusi full HD (1080p) dengan durasi lebih dari satu jam untuk memori internal yang disediakan (16 GB). Bahkan jika masih merasa kurang, maka disiapkan slot untuk memori eksternal kam jenis SDXC/SDHC/SD. Sedangkan untuk rekam ambar video, camcorder ini juga dapat mengambil gambar dengan perbesaran optikal mencapai 40 kali. a

NEW PRODUCT

Budi Santoso

JBL RMA-330

P

erlengkapan engkapan sistem karaoke yang satu ini adal adalah oduk buatan JBL yang didukung oleh pengu produk penguat ya keluaran yang terbilang besar, yaitu 300 watt daya per kanal, sepertinya lebih dari cukup untuk karaoke di rumah. Dengan penampilan yang eksklusif JBL RMA RMA-330 merupakan an salah satu seri dengan fitur karaoke yang sangat lengkap. an sistem pengaturan secara terpisah untuk musik Dengan dan vokal, memudahkan pengguna untuk keseimbangan sistem tata suara karaoke secara profesional, apalagi masing-masing dilengkapi dengan pengaturan tone agar diperoleh kualitas suara yang diinginkan. Bahkan jika Anda kurang puas dengan keluaran dayanya, maka JBL RMA-330 dapat diaplikasikan sebagai piranti preamplifier karaoke yang juga mendukung keluaran khusus untuk subwoofer. a

Bada HD-19

S

eperti “saudara tua� nya, Bada HD-22, CD player Bada HD-19 merupakan jenis pemutar CD yang memberikan kinerja HDCD bagi kebutuhan Au-

Toshiba 32PB20

J

enis TV LCD kali ini merupakan salah satu produ produk anyar keluaran Toshiba dari seri 32PB20 yang dikemas dengan layar 32 inci yang didukung teknologi andalannya Power Meta Brain. Tingkat kontras yang ditawarkan Toshiba 32PB20 adalah sebesar 50.000 : 1 dengan resolusi layar 1366 x 768. Walau hanya menawarkan HD Ready, TV ini dilengkapi dengan jalur masukan yang cukup melimpah, termasuk 2 masukan HDMI yang mampu menghantarkan kualitas 1080i, bahkan dengan dukungan port USB, TV dengan aspek rasio 16:9 ini mampu menjalankan 28 jenis format video, 4 format audio , dan 2 format gambar. a

diophile, hanya menawarkan kualitas dengan harga yang kompetitif. Desain elegan dari HD-19 menggunakan laser optik buatan Sony dan sirkuit servo keluaran Philips sama seperti yang ditemukan di HD-22, begitu juga dengan konversi digital ke analog (DAC) yang menghasilkan 96kHz/ 24-bit menggunakan chipset Burr Brown PCM1732 yang digabungkan ke tabung 6N3/5670 kelas audiophile. HD-19 memberikan tingkat distorsi yang sangat rendah, hanya 0,005%. Dengan rasio S/N yang sangat baik, 110 dB. Bagi para Audiophile, HD-19 menawarkan keluaran tabung maupun solid state. a

audio video 8 April 2012

PENULIS

Budi Santoso

Oppo BDP-95

I

nilah salah produk buatan Oppo yang dapat dikatakan sebagai mesin player universal, karena dirancang untuk mampu memainkan berbagai format audio video, terutama sebagai mesin player berbasis blu-ray. Dikatakan universal, memang tidak salah, karena player Oppo BDP-95 dengan tampilan yang eksklusif ini ternyata mampu menjalankan dua jenis format audio kelas HD yang biasanya saling “bermusuhan” yaitu format DVD-Audio serta SACD (Super Audio CD), tentunya ini akan sangat didambakan oleh para Audiophile. Player ini didukung mesin DAC ganda dari keluarga DAC Sabre ESS, dengan 8-kanal DAC - satu didedikasikan untuk audio multichannel,

H

D 439 besutan Sennheiser dirancang sebagai headphone menawarkan kinerja yang solid dengan harga terjangkau, dimana dukugan driver berkualitas untuk menghadirkan nuansa musik yang hangat dan bas yang mantap. Headphone ini memiliki earcup yang mewah dengan alir udara agar dapat “bernapas” serta ditopang headband yang empuk, sehingga ‘ideal untuk mendengarkan musik dengan nyaman man selama berjam-jam. HD 439 memiliki blok penutup yang didesain agar menguurangi tingkat kebisingan ketikaa digunakan saat bepergian, di kantor maupun di rumah padaa lingkungan yang bising . Headphonne ini didesain n dengan impedansi rendah, sensitivitas tinggi membuat sehingga ideal untuk digunakan dengan pemutar musik portabel seperti iPod, tablet, dan smartphone.

M

erekam video dengan format HD langsung ke memori internal memang sangat menyenangkan. Itulah yang ditawarkan Canon HF R20 yang merupakan jenis camcorder yang dapat meng-capture video kelas HD ke built-in memori internal 8GB, sehingga mampu menampung tayangan video hingga 3 jam. Untuk dapat merekam lebih dari 3 jam, maka HF-R20 disipakan slot kartu memori ganda, yang memungkinkan Anda untuk menambahkan sebagai memori eksternal, dimana secara otomatis beralih rekaman video dari satu kartu memori ke lainnya ketika memori internal penuh, sehingga tidak perlu khawatir tentang kehabisan waktu perekaman dan kehilangan momen. Camcorder ini memiliki zoom 28x (advanced Zoom optical) dan ketika digabungkan dengan zoom digital , maka dihasilkan perbesar mencapai 400 kali. Dengan mode otomatis, kamera ini secara cerdas akan mendeteksi dan menganalisa wajah, kecerahan, warna, jarak, serta gerakan,

sementara yang lain menyediakan 4 channel DAC disusun untuk tiap kanal stereo, sehingga menghasilkan distorsi makin rendah serta detail yang luar biasa. Mesin ini juga dilengkapi dengan fitur etherne dan Wi Fi, sehingga memungkinkan untuk memutar film melalui jaringan internet.

Polk Audio RTi A3s

D

iluncurkannya Polk RTI A3s, membuktikan bahwa Anda tidak perlu loudspeaker berukurang besar untuk mendapatkan suara yang bagus. Speaker ini dikemas model bookshelf yang tunjang eksklusif driver Polk Dynamic Balance® untuk merespon sinyal audio secara akurat . Dengan desain kabinet model baru yang dirancang asimetris untuk membantu karakter suara yang jelas dan mengurangi getaran, dimana kotak loudspeakernya dipoles dengan veneer kayu asli. RTI A3s dirancang untuk dapat menghasilkan musik stereo yang bertenaga, bahkan untuk keperluan home theater, loudspeaker ini juga direkomendari sebagai surround speaker yang dinamis.

kemudian secara otomatis memilih pengaturan terbaik untuk setiap adegan yang diambil. Dengan mode Video Snapshot, memungkinkan Anda menembak klip film pendek yang kemudian dapat digabung bersama-sama pada camcorder dan diputar dengan musik latar belakang. Bahkan dukungan koneksi HDMI kabel mini, maka dimungkinkan untuk melihat kualitas video berdefinisi tinggi pada monitor Anda.

pril 2012 audio video 10 April

audio video 11 April 2012

PENULIS

Budi Santoso

Samsung BD-D7500

B

lu-ray Samsung BD-D7500 menayangkan gambar 2D berkualitas premium dan gambar 3D dengan kedalaman luar biasa. Kualitas gambar HD yang dikombinasikan dengan TV 3D dan kaca mata aktif 3D membuat blu-ray 1080p sulit disaingi. Dengan fasilitas “toko” Samsung Apps – Samsung Blu-ray cerdas ini mampu mencari acara interaktif atau mencari film favorite anda di Netflix atau Blockbuster, video dari YouTube, musik dari Pandora, dan jejaring sosial Facebook atau Twitter. Penampilan BD-D7500 sangat stylish yang boleh ditaruh di atas meja atau digantung di dinding.

Panasonic DMP-BD60

P

anasonic meneruskan langkah besarnya di bidang Blu-ray dengan mesin yang berkualitas gambar spektakular dan sistem pengoperasian yang bersahabat. Fasilitas Viera Cast yang lebih menarik dari YouTube dan Picasa kompatibel dengan Panasonic DMPBD60. Memakai chip gambar UniPhier, menghasilkan gambar bermutu unggulan.

iHome iHM79

B

ayangkan jika Anda memegang sebuah kapsul kecil di telapak tangan Anda, kemudian dengan gerakan tangan sedikit cekatan, abracadabra, maka berubah menjadi sistem speaker portabel yang mampu mengeluarkan suara dengan jelas dari iPod® Anda. Itulah konsep dibalik speaker portabel iHome iHM79. Speaker tersebut telah built-in baterai rechargeable yang dapat Anda isi ulang melalui port USB dari komputer maupun charger adaptor. Selain mendukung iPod dan iPhone, dengan dukungan koneksi audio Minijack, maka speaker ini kompatibel dengan perangkat portabel atau komputer yang memiliki output headphone minijack. Jadi, Anda dapat mendengarkan suara dari peranti konsol game ponsel, PDA, MP3 player, bahkan untuk pemutar CD portabel.

LG BX 580

M

esin ini siap 3D yang mampu menyulap ruang keluarga anda menjadi ruang bioskop rumah full 3D. Memakai kaca mata pasip 3D yang harganya dan beratnya lebih ringan dari kaca mata aktif 3D. Bila anda memiliki gambar atau foto di external HDD, maka gambar dan suaranya dapat diambil melalui koneksi USB kemudian ditayangkan melalui mesin Blu-ray ini.

Panasonic VIERA TC-P50GT30

U

ntuk menonton tayangan film, Anda akan dimanjakan oleh warna TV berbasis Plasma yang kaya dan dinamis. Panasonic TCP50GT30 mampu menampilkan fitur yang brilian, seperti Netflix ®, Hulu Plus ™, dan lebih (berlangganan diperlukan untuk beberapa layanan). Anda dapat menghubungkan pemutar Blu-ray 3D tanpa menggunakan kacamata 3D, di mana tayangan film dapat ditampilkan melampaui batas layar Anda. GT30 menawarkan desain yang ramping dan tidak menyita ruang tamu, walau ukuran layarnya sebesar 49,9 inci. Untuk fitur suara, Panasonic VIERA® TCP50GT30 menawarkan sistem THX® dan kemampuan gambar video 2D yang dapat dikonversi menjadi 3D, sehingga dapat menampilkan film dengan kualitas bioskop. TV Panasonic ini built-in Wi-Fi, sehingga Anda akan dapat menikmati ati internet tanpa p kabel,, serta menonton episode tererrbaru dari acara favorit di Hulu Plus dan film streaming dari Netflix. Anda juga dapat memanfaatkan TV ini dengan Skype bila Anda menambahkan sebuah kameraa opsional.

audio video 12 April 2012

PENULIS

THEMA

Budi Santoso

MENONTON 3D SEMAKIN NYAMAN

Maraknya konten hiburan yang dikemas dalam format 3D, tentunya memacu beberapa produsen elektronik untuk mengambil kesempatan emas ini, terbukti dengan diluncurkannya beragam jenis produk dengan embel-embel 3D, seperti 3D TV, 3D Monitor, 3D Camcorder, 3D Smartphone, 3D Notebook, dan masih banyak lagi.

S

eperti kita ketahui mitos mengenai teknologi 3D sudah terinspirasi sejak lama, dimana efek 3D itu sendiri memanfaatkan kemampuan mata manusia dalam melihat dunia nyata melalui sebuah fenomena yang disebut binocular fusion (fusi teropong), sehingga teknologi tersebut meniru cara kerja otak kita dalam mempersepsikan 3D dalam kehidupan nyata. Kesan 3D yang dihasilkan oleh 3D TV misalnya, tak lepas dari cara kerja otak kita dalam memandang secara

perspektif melalui mata kiri dan kanan yang memiliki jarak tertentu, sehingga dengan menggunakan kacamata khusus akan dihasilkan efek tiga dimensi. Sejarah membuktikan bahwa film 3D pertama “The Power of Love� dirilis pada tahun 1922 dapat ditonton menggunakan jenis kacamata merah dan hijau sebagai filter untuk menciptakan efek 3D, dimana saat ini jenis kacamata tersebut sudah ketinggalan jaman, walau jenis kacamata“Anaglyph� ini masih dapat digunakan untuk

audio video 14 April 2012

SEJARAH MEMBUKTIKAN BAHWA FILM 3D PERTAMA “THE POWER OF LOVE” DIRILIS PADA TAHUN 1922 DAPAT DITONTON MENGGUNAKAN JENIS KACAMATA MERAH DAN HIJAU SEBAGAI FILTER UNTUK MENCIPTAKAN EFEK 3D

menghasilkan efek 3D standar. Perkembangan teknologi 3D yang semakin maju memang memacu para produsen untuk menghasilkan produk khususnya 3D TV yang mampu memanjakan konsumennya dalam menghadirkan tampilan gambar tiga dimensi dengan berbagai metode yang ditawarkan, termasuk jenis kacamata 3D yang sampai saat ini tetap masih menjadi primadona. Sampai saat ini, penggunaan kacamata 3D dalam menghadirkan efek gambar tiga dimensi masih banyak digunakan sebagai media representasi yang masih menjanjikan, terbukti sejak generasi pertama diluncurkannya 3D TV pada tahun 2010, terdapat dua jenis kacamata 3D yang popular, yaitu jenis aktif dan pasif. Kalau sebelumnya banyak dikeluhkan oleh pengguna 3D TV, bahwa efek 3D yang dihasilkan melelahkan mata, sehingga jarang yang mampu berlama-lama menonton tayangan film berdurasi satu setengah jam menggunakan kacamata 3D. Namun dengan perkembangan teknologi 3D TV, akankah menjamin tingkat kenyamanannya? Silakan simak ulasan Tema kali ini.

SG 3D VS FPR 3D

Sejak penggunaan pertama kali teknologi 3D di tahun 1890 dengan metode “Analglyph”, dimana metode ini menggunakan kacamata 3D yang memiliki lensa dengan 2 warna berbeda, yaitu merah-hijau atau merah-biru,

kemudian berkembang dengan menggunakan metode “Stereoscopy”, yaitu jenis kacamata 3D yang dikenal sebagai“Shutter Glasses 3D” atau SG 3D dan Film Patterned Retarder 3D (FPR 3D). SG 3D merupakan jenis kacamata 3D sistem aktif generasi pertama yang menggunakan lensa dilapisi Liquid Crystal (Kristal Cair) dengan metode memisahkan gambar dengan menutup gambar kiri dan kanan yang ditampilkan oleh 3D TV secara bergantian, sehingga efek 3D dihasilkan melalui kacamata, bahkan untuk mengaktifkannya memerlukan rangkaian elektronik dan batere. Lain halnya dengan FPR 3D yang merupakan jenis kacamata 3D pasif terpolarisasi yang disempurnakan, dimana proses pemisahan gambar dilakukan pada lapisan panel FPR dari 3D TV, sehingga kacamata FPR 3D tidak membutuhkan baterai dan terasa ringan layaknya kacamata biasa, jadi efek 3D dihasilkan melalui TV. Jika harus membandingkan teknologi 3D TV sebagai konsumen, tentunya Anda akan bingung untuk memilih antara keduanya, apalagi sebagai produsen masingmasing mengklaim yang terbaik. Namun tidak perlu khawatir, karena setelah membaca ulasan ini tentunya Anda akan mendapat sedikit pencerahan. Apalagi penjelasan secara akademis disampaikan oleh pakarnya, yaitu Raymond Soneira, seorang ahli di bidang layar

audio video 15 April 2012

PENULIS

THEMA

Budi Santoso

dengan 62 gram dibandingkan dengan kacamata 3D Pasif yang hanya memiliki berat 14 gram). Kacamata 3D Aktif juga memberikan sudut pandang 2D Brightness 456 cd/m2 392 cd/m2 358 cd/m2 441 cd/m2 yang sangat buruk. Anda hanya dapat melihat tampilan gambar yang baik, jika Anda berada pada 3D Brightness 61 cd/m2 60 cd/m2 152 cd/m2 157 cd/m2 posisi tepat atau hanya beberapa derajat persis di 3D/2D 0,13 0,15 0,42 0,36 depan TV dengan posisi kepala yang tegak lurus, Brightness Ratio selain itu maka kualitas gambar, kecerahan dan kontras menurun. Sementara pada 3D Pasif Anda dapat menyaksikan tampilan dengan berbagai poSamsung TV Sony TV Vizio TV LG TV Active Glasses Active Glasses Passive Glasses Passive Glasses sisi natural dengan sudut pandang yang mencapai 178 hingga 180 derajat. Straight On 00 Viewing Angle Berdasarkan penilaian diatas (lihat tabel 1), Center Eye Level Crosstalk 65 : 1 Crosstalk 209 : 1 Crosstalk 152 : 1 Crosstalk 59 : 1 Viewing Distance maka 3D Pasif berhasil memenangkan ketiga test 6 feet or more yang dilakukan. Pada 3D TV dengan Teknologi Horizontal 300 3D Pasif, memiliki tingkat kecerahan 150 cd/m2, Viewing Angle Center Eye Level sementara 3D TV dengan Teknologi 3D Aktif 60 Crosstalk 15 : 1 Crosstalk 10 : 1 Crosstalk 144 : 1 Crosstalk 132 : 1 Typical for many cd/m2. Living Rooms Berikutnya, “menepis klaim bahwa FPR 3D Vertical 10 Viewing Angle dengan setengah-resolusi menghasilkan kualitas Child sitting on floor Crosstalk 31 : 1 Crosstalk 21 : 1 Crosstalk 90 : 1 Crosstalk 23 : 1 with eye height 25� gambar yang lebih rendah dari pada 3D Aktif�. Viewing Distance 6 feet with the TV on Soneira menemukan hasil yang mengejutkan : a 22� high TV Stand Not Recommended walaupun hanya menggunakan 540 garis horisontal untuk setiap mata, 3D Pasif tetap menghasilkan gambar berdefinisi tinggi atau Full HD 1080p, dan lebih digital dari DisplayMate Technologies Corp (Standat mengesankan lagi bahwa 3D Pasif menghasilkan gambar Industri Terbaik untuk Gambar dan Kualitas Gambar) yang yang lebih tajam dibandingkan 3D Aktif. telah memperoleh berbagai penghargaan dan telah diakui Bahkan Soneira sempat memberikan penjelasan oleh NASA. Dalam analisanya, Soneira membagi kriterianya dari yang paling mendasar, baik dari sisi kenyamanan dalam penggunaan kacamata 3D, sampai pada perbandingan kualitas gambar dan kontras, termasuk bagian sudut pandang yang ideal. Menurut Soneira, kacamata 3D Aktif dinyatakan tidak nyaman, rumit (menggunakan sensor elektronik dan lensa Teknologi Kacamata SG 3D dan FPR 3D LCD) serta lebih berat (sampai Samsung TV Active Glasses

Sony TV Active Glasses

LG TV Passive Glasses

Vizio TV Passive Glasses

0

Hal yang paling menyebalkan dari sistim 3D aktif adalah setiap perusahaan memiliki standar sendiri dan mereka saling tidak kompatibel. Jadi bagi pengguna seperti saya yang menggunakan TV Sony, proyektor Panasonic dan Epson, saya harus membeli tiga macam kacamata 3D yang akhirnya menjadi mahal bukan main. Belakangan ini di eBay dan Amazon juga banyak toko di Indonesia, Singapura, Australia mulai bermunculan berbagai merek kacamata 3D yang lucunya meskipun ada berbagai merek, tampilan kotak dan kacamatanya 100% persis sama. Telusur punya telusur, saya temukan suppliernya di China dan saya dipinjamkan satu pasang kacamata untuk di review. Ketika saya menerima paketnya, saya hanya bisa senyumsenyum karena paket yang mereka kirimkan juga persis sama dengan paket-paket yang dijual dengan berbagai merek. Hanya saja paket yang saya terima ini tidak bermerek sama sekali. Kualitas kacamatanya sendiri tidak terlalu buruk. Tentu saya tidak mengharapkan sebaik merek Sony/Samsung/Panasonic

karena toh harga modalnya hanya $25 dengan harga jual berkisar antara $50 hingga $70. Segi positif kacamata ini adalah batere yang tidak perlu diganti karena rechargeable dengan kabel mini USB yang sudah termasuk dalam paket pembelian. Pengguna tinggal mencolokkan kabel ke USB komputer, dan 20 menit kemudian sudah fully charge dan bisa dipakai untuk menonton 3 film (menurut manualnya bisa untuk 10 jam / 5 film, tetapi baru di awal film keempat, kacamatanya sudah mati). No problem. Berapa seringnya sih

April il 2012 audio i video 16 A

yang sangat rumit mengenai hal di atas, yang penjelasan sederhanya adalah : Pemisahan gambar Teknologi 3D Aktif terjadi pada kacamata 3D, dimana setiap mata menerima gambar penuh 1080p secara bergantian (saat mata kiri menerima gambar, mata kanan ditutup dengan gambar hitam dan sebaliknya, sehingga menyebabkan efek kedipan/ Flicker), sementara pemisahan gambar teknologi 3D Pasif dilakukan pada Layar 3D TV dengan mengirimkan 540 garis horisontal pada mata kiri dan kanan secara bersamaan, sehingga otak kita menerjemahkan gambar tersebut dengan menjumlahkan 540 + 540 = 1080 (Full HD). Namun semuanya bermuara pada proses neurologis yang disebut fusi gambar, atau dengan kata lain, 3D Aktif mungkin terdengar seperti memiliki spesifikasi yang lebih tinggi, tetapi pada prakteknya, otak kita lebih memilih metode 3D Pasif. Hasil riset di atas membuktikan, bahwa 3D TV Pasif mampu menghasilkan gambar 3D dengan proses pemisahan (kiri dan kanan) yang jauh lebih baik dibandingkan 3D Aktif. Dengan menggunakan statistik model baru yang disebut “crosstalk ratio�, diukur dengan menggunakan “spectroradiometer�, Soneira menandai kualitas dasar gambar 3D dari hasil tes yang dilakukannya : 3D TV dengan teknologi 3D Pasif menghasilkan gambar 3D empat kali lebih baik dari pada 3D TV dengan teknologi 3D Aktif, bahkan3D Pasif memiliki sudut pandang yang lebih luas dan menghasilkan kualitas gambar 3D yang lebih tajam, dengan tingkat kedalaman gambar 3D yang lebih baik, apalagi dengan hasil level Crosstalk (gambar berbayang atau

kita perlu nonton lebih dari 3 film nonstop? Kacamata universal ini juga sungguhan kompatibel dengan TV Sony terbaru yang saya miliki, juga dengan Panasonic PT-AE7000U/AT5000. Ketika saya coba dengan proyektor Epson, TV Samsung dan Sharp, kacamata ini juga kompatibel dengan ketiga merek tersebut. Jadi apakah kacamata ini bisa saya rekomendasikan? Murah meriah sih, tapi tetap tidak bisa saya rekomendasikan. Hal ini disebabkan karena berat kacamata yang 57 gram (berat kacamata Panasonic, misalnya, hanya 26 gram, kacamata Sony yang paling baru hanya 17 gram) membuat tidak nyaman untuk digunakan lebih dari setengah jam. Ditambah lagi refresh rate yang sangat rendah sehingga menimbulkan flicker yang membuat sakit kepala. Ketika saya tanya pabrikan kacamata tersebut, ternyata memang meskipun

tumpang tindih) yang sangat rendah, maka akan menunjang tingkat kenyamanan saat menonton. Pertanyaannya, Apakah teknologi 3D Aktif lebih baik daripada 3D Pasif? Sesuai hasil riset yang dilakukan dengan dukungan berbagai alat canggih secara mendalam, maka jawabannya adalah : Tidak. Bahkan beberapa produk dari Teknologi 3D Pasif telah mendapatkan sertifikasi dari beberapa Organisasi terkenal yang berkompeten dalam menetapkan standar kualitas dan keamanan, sementara produk dari teknologi 3D Aktif belum mendapatkan sertifikasi tersebut.

NEXT GENERATION

Teknologi 3D yang terus berkembang, sepertinya tidak berhenti sampai di sini, bahkan dengan hadirnya teknologi layar monitor 3D model terbaru yang tidak lama lagi memasuki pasar, maka memacu teknologi panel TV yang mampu menghadirkan nuansa tiga dimensi tanpa harus menggunakan kacamata khusus lagi, dan dalam waktu dekat diharapkan Glasses Free 3D akan memenuhi kebutuhan hiburan di rumah. Dengan konsep Autostereoscopy, yaitu metode yang menampilkan gambar stereoskopik (menambahkan persepsi binocular kedalaman 3D) tanpa menggunakan kacamata khusus, maka akan dihasilkan citra panel TV yang dibuat seolah terpisah untuk bagian mata kiri dan kanan, ini berkat adanya lapisan penghalang yang disusun secara parallel (Parallax barrier) yang letaknya berada di depan panel screen, atau menggunakan model Lenticular Lens, sebagai lensa pembesar yang dirancang sedemikian rupa untuk menghasilkan gambar dengan pembesaran berbeda dari sudut yang berbeda. a

kompatibel dengan sinyal sinkronisasi secara universal, kacamata ini hanya memiliki refresh rate 120 Hz (60 Hz per mata); padahal hanya 3D generasi pertama yang 120 Hz. Sekarang semua TV dan proyektor sudah menggunakan 240 Hz untuk 3D (120 Hz per mata) dan malah Panasonic menggunakan refresh rate 480 Hz (240 Hz per mata). Jadi meski pabrikan China itu memberi saya opsi untuk membeli kacamata yang saya review itu dengan harga hanya $25, saya memilih untuk mengembalikan kacamata review tersebut ke mereka. Murah, meriah, bikin sakit kepala. Buat apa?

April il 2012 audio i video 17 A

PENULIS

REVIEW

David Susilo

PRODUK Nad Viso 1

SPESIFIKASI � Made

for iPod Music System. � NAD Direct Digital DAC/Amplifier - 35 bit/844kHz, 0.005% THD � Frequency Response 33Hz – 28kHz (-6dB) Anechoic, 50Hz to 20K � Bluetooth aptX wireless high fidelity receiver works with any Bluetooth device. � Optical digital input accepts up to 24/96k music from external devices like TV, Disc Player or Media Streamer. � USB port for software upgrades. � IR remote control.

NAD VISO 1 Bosan rasanya melihat semua perusahaan latah merilis iPod dock. Dari yang berpenampilan buruk hingga yang berpenampilan cantik, rata-rata kualitas suaranya hanya biasa-biasa saja.

I

Pod dock B&W Zeppelin, yang secara de-facto diagungkan sebagai iPod dock bersuara terbaikpun hanya biasa-biasa saja. Memang sih paling baik dari iPod dock manapun juga, tetapi kualitas suaranya bagi saya masih kurang mapan. Ini bukan berarti kualitas audionya tidak enak ditelinga, tetapi tidak cukup akurat untuk aplikasi mixing di studio atau untuk pendengar macam saya yang lebih mengutamakan akurasi suara. Problem iPod dock lainnya adalah rata-rata tidak memiliki digital input sehingga dock-nya hanya bisa digunakan untuk iPod. Sayang sekali karena seperti misalnya Monitor Audio iDeck 200 memiliki DAC yang sangat baik tetapi tidak memiliki digital input. NAD Viso 1 wireless digital music system merubah kesulitan-kesulitan ini. NAD Viso 1 iPod dock adalah

satu-satunya iPod dock yang tidak hanya bekerja sebagai docking station, tetapi bisa juga digunakan sebagai studio monitoring unit dengan adanya optical digital input lengkap dengan built-in 35-bit / 844 kHz Digital-to-Analog Converter yang bisa menerima sinyal digital hingga 24-bit / 96 kHz linear PCM. Hal ini membuat NAD Viso 1 tidak hanya bisa digunakan dikalangan audiophile, tetapi juga dikalangan audio professionals macam mixing engineer dan produser. Sebagai iPod dock resmi, alat ini memiliki sertifikasi “Made for iPod” yang berarti kompatibel total dengan spesifikasi iPod masa sekarang dan masa depan (kompatibilitas iPod dimasa mendatang bisa dilakukan melalui USB port dibelakan NAD Viso 1. Hal yang sangat penting dimana iPod dan iPhone acapkali berubah yang buntutnya

audio video 18 April 2012

S,+/S=Sumber += menaikan volume - = menurunkan volume

USB

S/PDIF (Optical)

Komponen Output Video Alternating Input

Docking Cradle (Bisa diputar 90 derajat)

Indikator Daya

membuat kompatibilitas kedepan (future compatibility) menjadi mustahil. Dengan adanya USB port untuk software / firmware upgrade, kompatibilitas kedepan tidak lagi menjadi masalah. Kabar lebih baik lagi, musik dari iPod di transfer secara digital dan langsung diumpan ke internal DAC NAD Viso 1 dengan resolusi 35 bit/844 kHz. Bila kita lebih suka menggunakan sistim wireless, Viso 1 juga memiliki penerima Bluetooth aptX wireless high fidelity receiver yang kompatibel dengan alat Bluetooth manapun. Jadi bukan saja bisa bekerja dengan iPod, Iphone dan iPad, tetapi bisa juga bekerja dengan Android OS, MAC OS, Windows OS, Linux OS, dan juga si anak tiri, Blackberry OS! Sistim keluaran (output stage) Viso 1 juga sangat impresif. Speakernya adalah hasil design Paul Barton’s (“P” dan “B” dari merek speaker PSB, speaker referensi studio saya sejak tahun 1994) berukuran 2x 2.75” full range drivers dengan black anodized aluminum dome yang menggunakan focused neodymium magnet system serta sebuah subwoofer dengan dual-coil symmetrical magnetic drive berukuran 5.75” subwoofer yang diamplifikasikan dengan sistim bi-amplifier. Sistim amplifier NAD Viso 1 ini menggunakan amplifier digital 2x 15W plus tambahan 50W untuk subwoofer alone dengan distori yang hanya 0.005% THD. Sistim amplifikasi ini menggunakan desain dasar yang persis sama dengan NAD Master Series M2 Direct Digital Amplifier seharga $6,000 yang tidak saja sangat

akurat, tetapi juga sangat irit dalam konsumsi listrik. Menggunakan Real Time Analyzer dengan mikrofon diletakkan sekitar 2 meter dari Viso 1 (jarak rata-rata monitoring di studio rekaman) saya mendapatkan respons frekuensi dari 35 Hz hingga 28 kHz dengan varian hanya +/- 2 dB. Sangat hebat untuk alat yang berukuran mini seperti ini (sekitar 19-inci lebar dan 10-inci tinggi). Malah frekuensi respons ini merupakan respons terdatar dari semua iPod dock yang pernah saya uji coba dari yang paling murah hingga yang berlipat ganda lebih mahal dari Viso 1 ini. Satu-satunya kekurangan NAD Viso 1 adalah bahwa USB input-nya hanya bisa digunakan untuk software / firmware upgrade dan tidak bisa digunakan sebagai media player. Dari segi suara? Akurat bukan main. Sebegitu akuratnya, saya malah berani merekomendasikan alat ini bukan saja untuk pembaca majalah audio video, tetapi juga pembaca majalah pro audio karena bisa digunakan sebagai compatibility-sound-mastering system. Impresif!! a

BUKAN SAJA BISA BEKERJA DENGAN IPOD, IPHONE DAN IPAD, TETAPI BISA JUGA BEKERJA DENGAN ANDROID OS, MAC OS, WINDOWS OS, LINUX OS, DAN JUGA SI ANAK TIRI, BLACKBERRY OS!

audio video 19 April 2012

PENULIS

REVIEW

David Susilo

PROYEKTOR 4K SONY VPL-HW1000ES Di tahun 2011, Sony mendemokan prototipe proyektor 4K versi konsumen untuk pertama kalinya ke pengunjung show CEDIA 2011. Proyektor VPL-VW1000ES ini khusus di design untuk memenuhi kebutuhan visual home theatre papan atas dimana proyeksi HD biasa masih dianggap kurang baik, terutama untuk proyeksi dengan layar diatas ukuran 130-inci.

D

engan brightness level tulen (bukan berdasarkan perhitungan “jadi-jadian”) setinggi 2,000 ANSIlumens dan resolusi empat kali lipat HD biasa, proyektor ini mampu memproyeksikan gambar PRODUK sebesar 200-inci dengan jarak tonton minimal sedekat Sony VPL-HW1000ES 4-meter karena rapatnya struktur pixel yang digunakan. SPESIFIKASI Ditambah dengan teknologi Iris3, proyektor ini mampu � 4096 x 2160 resolumereproduksi black level yang lebih kelam dengan dynamic tion, more than 4x the contrast hingga 1,000,000:1. resolution of Full HD Selain menggunakan sensor 4K murni (JVC menggu� High brightness of nakan sensor 2K dengan teknologi e-shift untuk membuat 2,000lm for optimum gambar 4K “jadi-jadian”), proyektor ini menggunakan images in the home lensa yang di quality control satu per satu dari pabrik dan � “Reality Creation” 4K juga menggunakan chip X-Reality PRO yang tidak saja up-scaling to watch Blu-ray Disc™ content bisa upscale bahan SD dan HD menjadi 4K tetapi juga bisa in 4K meng-upscale 3D HD. Sesuatu hal yang tidak bisa dilaku� Zoom lens and wider kan oleh proyektor 4K manapun saat ini. Seperti proyektorlens shift for maximum proyektor 4K rumahan lainnya, input HDMI proyektor ini installation flexibility tidak bisa menerima sinyal 4K. Bukan karena bandwidth� Picture position memory nya tidak ada, tetapi karena belum ada standar transmisi 4K for variety aspect movia HDMI. Diperkirakan sekitar pertengahan 2012, HDMI vies (zoom and shift akan meluncurkan standar transmisi 4K karena baik Sony position) maupun Pioneer akan meluncurkan blu-ray player yang � Noise reduction techbisa meng-upscale blu-ray biasa dari sinyal HD biasa (2K) nology � Simultaneous anamormenjadi sinyal 4K. Tidak seperti proyektor-proyektor Sony phic and 3D viewing sebelumnya, VPL-HW1000ES ini sudah memiliki trans-

mitter kacamata 3D built-in didalam proyektornya sendiri sehingga tidak perlu lagi menggunakan transmitter terpisah seperti halnya tipe VPL-HW30ES maupun VPL-HW95ES. Proyektor ini juga dilengkapi dengan 2.1x motorized zoom dengan memori, colokan RS232, IP Control dan kompatibel dengan berbagai macam sistim home automation macam AMX, Crestron dan Control4. Setelah menyaksikan demo proyektor ini saat CEDIA 2011 dan CES 2012, saya menguji coba proyektor seharga $25,000 ini dirumah klien saya yang berada di San Francisco. Proyektor miliknya

pril 2012 audio video 20 April

HANYA DENGAN MERUBAH SETTING LAMPU KE SETTINGAN TERTINGGI, SAYA BISA MENONTON TAYANGAN 3D DENGAN NYAMAN DENGAN BRIGHTNESS LEVEL VIA KACAMATA 3D DIKISARAN 14 FOOT-LAMBERT sudah dimodifikasi oleh Sony sehingga bisa menerima sinyal 4K dari digital video workstation miliknya sehingga saya bisa menguji coba proyektor ini dengan hasil rekaman dari kamera 4K profesional RED Scarlet-X. Entah kenapa, format 4K ini tidak menggunakan aspek rasio 16:9 seperti HD biasa, tetapi menggunakan aspek rasio 17:9. Sedikit lebih lebar.

HASIL UJI COBA VPL-HW1000ES

Menggunakan layar Stewart StudioTek 100 seukuran 160-inci, saya gunakan grid pattern dan saya bisa lihat fokus lensa yang sempurna di semua sisi layar meskipun saya hanya menggunakan throw distance sekecil 1.27. Biasanya, throw distance sekecil ini membuat soft focus di sisi layar dan menimbulkan color-fringing. Hingga saya cari-caripun, colour fringing sangat sulit ditemukan. Yang saya temukanpun hanya terlihat bila saya sangat berkonsentrasi dengan jarak pandang sekitar 1-meter dari layar. Dari jarak tonton biasa, colour-fringing sama sekali tidak terlihat. Akurasi warna juga sangat mencengangkan. Dengan menggunakan pilihan “Color Space” BT. 709 dengan Gamma Correction di titik 2.6, rendisi warna relatif akurat dengan standar warna THX/ISF REC 709 dengan Gamma 2.2. Respon Gamma dengan setting 2.6 relatif sangat flat di 2.0, cukup dekat dengan standar industri yang 2.2. Sayang, tidak ada opsi untuk meninggikan respon gamma lebih dari preset 2.6 (yang secara membingungkan menghasilkan respons hanya 2.0). Kontrol R/G/B/C/M/Y juga tidak ada. Aneh untuk proyektor semahal ini. Tetapi meskipun kontrol video-nya kurang, hanya dengan menggunakan preset dan tweaking dengan spectrocolorimeter Sencore yang saya gunakan, akurasi warnanya sangatlah tinggi. Biasanya saya sangat anti Auto Iris (dynamic contrast) karena biasanya menghasilkan efek pumping dimana gambar menjadi mendadak terang atau mendadak gelap. Dengan sistim Iris3, untuk pertama kalinya menggunakan sistim Auto Iris. Adapun pilihannya “limited” dan “full”, saya hanya menggunakan pilihan “limited” karena pilihan “full” masih menghasilkan efek pumping meskipun efeknya tidak terlalu kentara. Video Upscaling proyektor ini juga sangat mengesankan. Asal saya menggunakan rekaman blu-ray yang berkualitas reference, hasil upscaling-nya sangat baik dan relatif dekat dengan rekaman RED Scarlet-X. Tentu playback

rekaman RED Scarlet-X menghasilkan gambar yang tetap lebih tajam dan akurat penuh detil diatas kualitas upscaling dari HD ke 4K. Performa 3D lagi-lagi mengesankan. Hanya dengan merubah setting lampu ke settingan tertinggi, saya bisa menonton tayangan 3D dengan nyaman dengan brightness level via kacamata 3D dikisaran 14 foot-Lambert, lebih dari 50% lebih terang dari rata-rata bioskop 3D komersil yang kebanyakan hanya bisa menghasilkan brightness setinggi 8 foot-Lambert. Performa 2D cukup dengan menggunakan setting lampu ke settingan terendah dan gambarnya menghasilkan brightness setinggi 16 foot-Lambert. Setara dengan bioskop komersil yang baru satu bulan mendapatkan sertifikasi THX !! a PERALATAN YANG DIGUNAKAN UNTUK UJI COBA: � Sony VPL-HW1000ES projector RED Scarlet-X 4K video camera for native 4K source � Pioneer Elite BDP-09 THX Certified Blu-ray Player � Kimber Kable HD 19e HDMI cables Stewart StudioTek 100 160‰ 16:9 screen � � � �

BLU-RAY YANG DIGUNAKAN UNTUK UJI COBA: Anonymous Men In Black Cloudy With a Chance of Meatballs 3D Hugo 3D

audio video 21 April 2012

FULL HD

4K

FULL HD

4K

FULL HD

4K

PENULIS

Budi Santoso

GENEVA G MODEL XL

REVIEW

SIMPLICITY SOUNDS BETTER

Mendengar nama Geneva tentunya akan merujuk pada salah satu negara netral di dunia, yaitu Swiss atau Switzerland. Dan benar adanya kalau produk sound system yang satu ini memang berasal dari negara tersebut.

PRODUK Geneva Model XL

KONTAK 021-62301920/021-6126118

SPESIFIKASI � Digital

FM radio with 6 presets � LED display for volume/ mode/track/frequency iPod/iPhone Universal Dock � CD player – slot loading Stereo mini line-in jack for external audio � Stereo RCA line-in jack for external audio � Remote control � Floor stand in satin chrome aluminum � Power Amplifier: Digital � Hi-Fi amplifiers (Class � D) with 600 (6 x 100) � Frequency Range: 30Hz to 20kHz (-3dB)

audio video 22 April 2012

eneva Lab yang bermarkas di Swiss memang tak lepas dari perkembangan teknologi yang berkiblat tek mode, termasuk produk pada dunia mod sound system ddengan brand Geneva dari model XL yang dikemas secara serta menggunakan istilah fashionable ser XL, layaknya uukuran pakaian. Dan memang demikian karena kenyataan mem juga diluncurkan model S. sebelumnya jug M, ddan L L, bbahkan M hk yang paling jumbo terdapat model XXL. Geneva model XL merupakan perangkat berukuran besar yang dirancang sebagai stereo system dengan konsep single all-in-one cabinet, dimana dari satu kabinet tersebut telah dikemas menjadi mesin player sekaligus sebagai tata suara sistem stereo dengan kesan sangat praktis dan sederhana. Sebagai mesin player, Geneva XL selain mendukung komponen eksternal melalui fasilitas jalur masukan stereo mini-jack 1/8 inci dan RCA, juga dilengkapi dengan docking khusus iPod/iPhone yang port-nya berada tepat di atas kabinet, dimana docking tersebut dapat di buka-tutup, sehingga terkesan rapi. Bahkan jika Anda ingin memutar musik CD, disediakan pula CD player model slot-loading yang posisinya juga berada di atas kabinet. Dan tak ketinggalan, dilengkapi pula dengan penala radio FM digital dengan 6 preset. Khusus model XL, kabinet ditunjang oleh sebuah stand terbuat dari bahan aluminium berlapis krom, sehingga tampak semakin eksklusif. Dari tampilan secara keseluruhan. Geneva model XL terkesan cukup kompak dan elegan, berkat dukungan kotak yang di laquer ala piano serta pelindung loudspeaker terbuat dari bahan grill yang kokoh dengan ciri khas grill cembung di bagian tengah dari semua model produk Geneva, dimana setiap produknya dikerjakan secara hand-made dengan teknologi yang telah dipatenkan untuk mendapat kualitas audio stereo dengan akurasi yang optimal. Walau hanya kabinet tunggal (monoaural box), ternyata model XL ini didukung oleh 6 unit driver speaker yang terdiri dari sepasang tweeter 1 inci, sepasang woofer 5,25 inci (fullrange), dan sepasang driver subwoofer 8 inci, dimana untuk sistem stereo ini dikemas dengan sistem bilik terpisah,

Ketika dicoba untuk memainkan musik dari perangkat iPhone, secara otomatis Geneva XL mendeteksi koneksi secara cepat, bahkan kualitas musik berbasis MP3 mampu direproduksi, layaknya kita mendengar musik CD, dimana nuansa stereo tetap ditampilkan dengan apik. Berbanggalah bagi pengguna iPod maupun iPhone, karena Anda akan disuguhkan dengan alunan musik yang megah. Bahkan ketika kami coba dari media portabel eksternal menggunakan koneksi mini-jack to RCA, hasilnya juga tak beda jauh dengan pengujian di atas. Lain halnya ketika kami memanfaatkan CD player yang telah built-in di Geneva XL, hasil sangat memuaskan, dimana kualitas audio yang dihadirkan tidak saja detil tapi juga sangat dinamis. Ini membuktikan kalau amplifier dan speakernya memang match alias cocok, tidak ada kesan player kompo yang disuguhkan, sehingga secara keseluruhan hasilnya memenuhi syarat high fidelity untuk sebuah perangkat yang sederhana atau dapat disimpulkan bahwa Simplicity Sounds Better. a

Terlihat 6 buah driver dibalik grill kokoh bertujuan untuk menghasilkan sistem akustik yang akurat. Bahkan sebagai penguat dayanya, Geneva XL telah built-in amplifier kelas D (digital) dengan total penguatan sebesar 600 watt, dan diklaim memiliki konsumsi daya listrik yang rendah. Setiap produk sound system besutan Geneva ternyata memang didedikasikan untuk dapat dikoneksi dengan perangkat iPod maupun iPhone, dan perlu diketahui bahwa Genevca Lab dikenal sebagai penemu sistem hi-fi untuk iPod, dengan menambatkan sistem speaker dengan hasil yang mengagumkan. Dari hasil kunjungan tim AVI di butik Audio 2000, kami dapati Geneva model XL baru saja masuk ruang demo, dan penulis agak kaget dengan sosoknya yang lumayan besar, apalagi hanya untuk digunakan sebagai player for iPod/iPhone, rasanya terlalu berlebihan. Tapi begitu diamati secara lebih detil, ternyata perangkat ini memang benar-benar all-in-one, karena selain mampu memainkan musik dari berbagai sumber, juga didukung fitur yang komplit.

A

Pemutar CD model slot-loading

Beragam aksesoris Geneva, termasuk konektor

B

C

Gambar A, B, C adalah tampilan Indikator LED yang terlihat jelas

audio video 23 April 2012

PENULIS

BADA PH-30 SI MINI

REVIEW

Budi Santoso

AMPLIFIER

Jika sebuah amplifier dirancang untuk memenuhi kebutuhan sistem tata suara stereo, pada umumnya akan memilih daya yang besar serta bentuk yang besar pula, padahal untuk sistem audio di rumah, kita tidak pernah menggunakan seluruh dayanya secara maksimal. Bagaimana jika Bada menawarkan sebuah amplifier yang cukup memadai untuk kebutuhan di atas ?

N

PRODUK Bada PH-30

KONTAK 021-70530159

SPESIFIKASI � Tanggapan

frekuensi: 20Hz-20KHz ±1dB � Daya keluaran :30W+30W 8 Ω � S/N Ratio: ≥85dB A (Weight) � THD : ≤0.1 (1KHz 20W) � Dimensi (W×H×D): 110×70×240mm � Bobot:2.5 Kg

ama Bada mungkin masih asing di telinga, tapi jangan salah kalau brand and yang satu ini ternyata sudah ada sejak tahun n 1988, dimana Bada Audio selaku manufaktur aktur asal Italy yang sejak awal concern dalam bidang perangkat audio, termasuk produk Bada PH-30 H-30 dengan sosok miniaturnya. Bada PH-30 pertama kali tim m AVI dapati di butik Utama Audio, yang merupakan jenis amplifier stereo bersosok mini, dimana lebar panel depannya tidak lebih dari 12 cm, hanya casingnya yang terlihat memanjang ke belakang dan didukung panel yang kokoh. Tidak ada pernak-pernik yang disuguhkan dari amplifier ini, bahkan hanya sebuah knop putar pengatur volume serta sebuah jalur masukan khusus us headphone yang disediakan, artinya nya Bada PH-30 tidak dilengkapi dengan tone control, trol, layaknya kebanyakan amplifier stereo, awalnya kami beranggapan kalau perangkat ini hanya sebagai penguat daya khusus headphone saja. Tapi kalau Anda melirik bagian panel belakang PH30, maka akan ditemukan jalur keluaran terminal khusus loudspeaker dan dua pasang jalur masukan khusus RCA dan dapat di switch melalui selektor manual model flip yang disediakan, termasuk power on/off yang juga berada di panel belakang tersebut. Teknologi yang ditawarkan dari Bada PH-30, terletak dari desain rangkaian yang didukung oleh komponen di

dalamnya, termasuk penerapan transformer toroidal tipe ROHM yang diklaim mampu memberikan performa dengan tingkat efesiensi dengan konsumsi daya listrik rendah serta tetap stabil dan dingin saat beroperasi. Dengan daya keluaran sebesar 30 watt per kanal pada impedansi 8 ohm, saat kami coba dengan loudspeaker sistem 3-jalur buatan Canton serta menggunakan mesin source yang juga masih keluaran Bada dari seri HD-19, ternyata amplifier mini tersebut mampu men-drive loudspeaker model floorstanding dengan baik. Performa bas yang tadinya kami ragukan, hasilnya diluar dugaan, karena memiliki bobot yang tidak loyo, terbukti saat diputarkan salah satu lagu dari CD demo keluaran Dali seri 2, respon loudspeaker Canton menjadi sangat dinamis,. Untuk kualitas mid-bas, hasil reproduksinya tidak dapat disangkal memiliki performa yang baik, sehingga mampu menopang kualitas vokal dengan karakter tebal. Bahkan secara umum, amplifier tanpa tone control ini menampilkan kualitas tonal balance yang sempurna, sehingga cocok untuk para Audiophile yang menginginkan karakter suara apa adanya. a

audio video 24 April 2012

Siapa tak kenal merek Sony ? puluhan tahun merajai pasar elektronik dunia yang di kenal dengan kualitas teratas di kelasnya. Beberapa tahun terakhir, headphone sony mulai kembali hadir di pasaran Indonesia. Tidak seperti desain Sony kebanyakan, kami sangat tertarik dengan desain PQ series yang sangat diluar pakem produk mereka selama ini.

S

etelah t l h bbrowsing i kkesana kkemarii akhirnya khi saya mendapatkan produk ini, melalui distributor resmi Sony headphone, PQ 1 hadir dihadapan saya, merupakan produk teratas dari PQ series (PQ 1 – PQ 5) tak sabar rasanya tangan ini segera membuka packaging mika bening yang memamerkan grafis dan warna menarik di sekujur headphone tersebut. Masuk ke kelas headphone over ear seharga Rp.1.300.000, kami mulai menjelajahi seluruh headphone dan mengagumi nya. Berbalut bahan mesh untuk earcup nya, corak hitam dan pink berpadu sempurna, dan yang paling keren menurut kami adalah kabel gepeng yang menghubungkan headphone dan perangkat pemutar audio. Keunikan PQ 1 tidak berhenti sampai disini, driver 40mm di buat serong menghadap ke lubang telinga, bukan sejajar dengan earcup seperti headphone lain yang pernah kami liat. Material berkelas dan headband kokoh namun ringan menegaskan kalau ini memang buatan Sony, walau tidak ditemukan logo Sony di seluruh badan headphone. Cukup untuk urusan desain, saatnya membuktikan kualitas suara dari headphone yang di klaim mempunyai respon frekuensi 8 – 25.000 hz, dan mampu mengatasi input hingga 1000MW. File audio berjenis FLAC yang mempunyai bitrate hingga 1200kbps sukses menghantarkan detail suara yang di inginkan, di tes di frekuensi low, mid, dan high cukup bisa di andalkan. Bass nya berdentum dengan lembut, tidak berlebihan seperti produk headphone mahal yang di desain

oleh rrapper yang mengaku bergelar doktor. Ketika preamplifier digital audio player di Keti naikan hingga di atas level setengah , ternyata kualitas membuat suara pecah, hal ini di karenakan suaranya tidak me PRODUK PQ 1 mempunyai impedance 70 Ohm, yang berarti mampu Sony PQ1 professional audio player, tapi tetap bisa menahan input pro KONTAK portable player tanpa memakai tambahan di putar oleh porta amplifier. Kelebihan Kelebih lain adalah sistem pengunci ukuran 021-6128331, (62) 81286477493 headband yang membuat ukuran yang telah pada pangkal head SPESIFIKASI disesuaikan di ik ddengan kepala tidak mudah berubah-ubah. Amplifier Section Beberapa kelemahan minor PQ1 adalah busa di balik �Impedance : 70 ohms headband yang keras dan kurang nyaman ketika menyentuh at 1 kHz ubun-ubun kepala, lalu tidak disediakannya adaptor jack auGeneral dio, mengingat kemungkinan produk ini untuk penggunaan �Design : Over-the-head professional, kemudian headband yang kokoh ternyata tidak �Magnet : Neodymium begitu mencengkram telinga sehingga seperti mengambang, �Plug : Gold-plated walau mungkin untuk beberapa orang ini justru menjadi L-shaped stereo mini kelebihan karena merasa seperti tidak memakai headphone. Power �Power Handling Kesimpuilan kami, Selain desain PQ1 ini sangat outCapacity : 1000mW stan-ding untuk ukuran merek Sony dan sangat cocok untuk anak muda yang suka bepergian menggunakan headphone, Audio �Driver Unit : 40 mm kualitas suaranya yang bagus tanpa perlu mengumbar bass (CCAW Voice Coil), yang berlebihan untuk mengelabui telinga awam, dan dome type kualitas material yang baik, kami menyebutnya keanggunan �Frequency Response : gaya jalanan.

audio video 25 April 2012

8 - 25,000 Hz Weights and Measurements �Cord Length (Approx.) : 3.9 ft. �Weight (Approx.) : 9 oz. Hardware �Cord : Connecting cord 3.9 ft (1.2 m) Audio Features �Ear Cups : Closed, Dynamic (supra-aural

PENULIS

REVIEW

Doharto

SAMSUNG UA-40D6600

PRODUK Samsung UA-40D6600

HARGA

Samsung dikenal dengan inovasi produk yang sangat kaya. Sangat produktif dalam mengeluarkan produk-produk untuk terus memborbardir pasar. Ciri khas produk Samsung adalah dalam desain yang selalu menarik, fitur yang kaya serta terus menjaga harga produknya tetap kompetitif.

S

alah satunya adalah TV LCD dengan penggunaan LED pada layarnya yaitu tipe UA-40D6600. SPESIFIKASI Kelebihan TV ini banyak sekali, selain penggunaan LED pada layar, TV ini juga mampu Audio � Dolby Digital Plus, menghadirkan tayangan tiga dimensi (3D) serta merupakan Dolby Pulse TV pintar dan juga tersedianya Samsung platform Apps. � DTS 2.0 + Digital Out Dimana Samsung Apps adalah kumpulan aplikasi web yang � 2 Output Suara 10 terhubung dan terus berkembang yang secara khusus dibanWatt (RMS) gun untuk TV Anda yang menghubungkan Anda ke konten Input & Output favourit digital seperti video, olahraga, permainan, jaringan � 4 HDMI sosial dan banyak lagi. Oleh Samsung, UA-40D6600 di� 3 USb Input&output lengkapi Surfing internet di TV Anda. Sebuah web browser � PC In (D-sub) khusus, dioptimalkan untuk penggunaan dengan Smart � PC Audio In (Mini Jack) TV Samsung, yang memberikan pengalaman online yang �1 benar-benar menarik dan interaktif. Mencari, berbelanja, Video � Resolusi 1920 x 1080 terhubung dan jaringan - terserah Anda.

Harga Rp 16.000.000

� �

Clear Motion Rate 400 Engine Hyper Real 3D 3D CONVENTER Konsumsi Daya (Maks) Hal mengasyikan lain yang terdapat pada TV ini adalah 130 Watt 3D Conventer. Terintegrasi dengan smart TV Samsung,

teknologi persembahan Samsung ini dapat mengkonversi film 2D dan menampilkannya dalam 3D, menjadikan konten sebelumnya menjadi lebih seru. Sekedar flashback - pada masa menjelang tahun 2000 lalu teknologi Flicker Free atau non-Flickering (100Hz) alias bebas kedip hanya terdapat pada TV tabung kelas atas. Maksudnya adalah ukurannya minimal 29 “ serta dari brand ternama. Sekarang ini UA-40D6600 mampu menghadirkan Clear Motion Rate sangat halus yaitu hingga 400Hz. Clear Motion Rate berguna untuk menentukan gerakan dari suatu gambar dengan menggunakan tiga faktor: chipset, panel TV, dan lampu latar. Dengan standar baru dalam pengukuran gerakan dan kontrol, Anda akan mengetahui dengan jelas perbedaannya. Selain itu TV ini punya koneksi yang berlimpah. Pada tubuhnya dipasangi 4 port HDMI, 3 USB dan 1 PC input. Saat beroperasi dia menyedot daya listrik sebanyak 130 watt, tidak irit memang. Swiffel yang menopang TV ini dapat digerakan kearah kanan dan kiri.a

audio video 26 April 2012

LG 42LW5700 Sama seperti Samsung - LG (d/h Lucky Goldstar) juga merupakan produk dari negara ginseng. Di dunia otomotif teknologi Korea memang belum bisa menyamai Jepang.

N

amun tak bisa dipungkiri bahwa teknologi elektronika (TV, handphone, home appliances) dari Korea sudah menyamai Jepang bahkan tinggal tunggu waktu sebentar lagi untuk mengungguli Jepang. Jadi tidak heran jika harga produk Jepang malah sudah lebih murah dibanding Korea. Seperti TV LCD racikan Sanyo dan Toshiba. Kali ini yang diikutkan pada product review adalah TV LED LG 42LW5700. Layaknya Samsung - LG juga menghadirkan teknologo LED serta 3D untuk TV racikannya ini. Ada yang istimewa dari layar 42LW5700 yaitu adanya penggunaan teknologi Hard Panel. Efeknya adalah layar TV LG ini tidak mudah tergores, lebih aman. Sering terjadi jika di rumah masih ada anak-anak usia balita – maka permukaan layar TV LCD tidak luput dari explorasi tangan mungin mereka. Dengan contrast ratio hingga 5.000.000:1 membuat gambar TV ini sangat jelas sehingga makin menambah kepuasan saat menonton. Namun Clear Motion Rate TV ini cuma 120Hz. Bandingkan dengan Samsung UA-40D6600 yang mampu menghadirkan Clear Motion Rate sangat halus yaitu hingga 400Hz. Pun begitu TV ini tergolong Smart TV namun untuk dapat menikmati internetan - TV ini harus dibantu oleh perangkat tambahan yang dinamakan dongle (seperti modem flashdisk).

Umur (life time) pengoperasian TV ini adalah 30.000 jam. Jadi jika tiap harinya TV ini dinyalakan selama 8 jam maka umur TV LG 42LW5700 adalah 3.750 hari atau sekitar 10 tahun! Untuk koneksi TV ini juga dilengkapi dengan 4 HDMI, 2 USB, dan tentunya juga ada PC input. Namun koneksi andalannya sendiri adalah WiFi! Remote Tanpa Battery Kelebihan lain dari TV ini adalah teknologi pembuatan kacamata 3D dari LG yang menghasilkan kacamata yang jauh lebih ringan yaitu cuma 16 gr, sementara itu kompetitornya lebih dari 40 gr. Rahasianya adalah karena kacamata 3D rancangan LG tidak memerlukan batu baterai. Maka tak heran jika remote TV LG ini jauh lebih ringan dan lebih hemat karena tak perlu membeli batu battery. LG 42LW5700 juga memiliki teknologi 3D Converter, yaitu untuk mengkonversi film 2D dan menampilkannya dalam 3D. Selain itu ada hal yang istimewa pada TV ini yaitu hanya perlu waktu singkat (2.4ms) untuk menghidupkannya. Fitur Smart TV pada LG juga dibarengi penyediaan conten-conten gratisan via LG apps. Layaknya Samsung Apps. a

audio video 27 April 2012

PRODUK LG 42LW5700

HARGA Harga Rp 15.000.000

SPESIFIKASI � Full

HD (1080p) : Yes : 1920 x 1080 �Contrast Ratio : 5,000,000:1 � TruMotion™: 120 Hz �Response Time : 2.4ms � Life Span (hr) : 30,000 hr � NetCast™ Entertainment Access* : Yes (WiFi) *Third party services may be changed, removed, or interrupted, without notice, and LG makes no representation or warranty that any content or service will remain available for any period of time. � SmartTV : Yes � Cinema 3D : Yes � HDMI In : Yes (4) � USB 2.0 : Yes (2 - Music / Photo / Video) � LAN (For Modem) : Yes � Garansi 2 tahun � Resolution

PENULIS

REVIEW

Doharto

SONY KDL-46EX720

Setelah tadi membahas “duo” dari Korea maka tiba saatnya kita mengetahui apa keunggulan produk dari negeri Samurai – Jepang yaitu Sony.

S

elama ini Sony dikenal dengan produkanya yang berkualitas dan sangat inovatif. Selain itu juga SONY KDL-46EX720 banderol harga Sony bisanya lebih mahal daripada kompetitor. HARGA Kali ini sengaja kami memilih TV LED ukuran 46” Harga Rp 24.000.000 agar seimbang dalam hal spesifikasi, Sony KDL-46EX720. SPESIFIKASI Namun keunggulan TV ini bukan hanya ukuran fisik yang � Display Resolution : lebih besar tapi juga adanya fitur-fitur unggulan lainnya. Full HD 1080p Berikut eksplorasi “Audio Video” atas produknya. � Internet_Browser : Yes Perlu diketahui bahwa seluruh TV LED yang beredar di � Wi-Fi Direct : Yes (Firm ware Update Required) Indonesia biasanya sudah Full HD namun belum tentu dia mampu menampilkan tayangan 3D. Sony KDL-46EX720 � Wireless LAN : Ready (UWA-BR100 required, adalah TV yang mampu memberikan pengalaman menonton sold separately) tayangan 3D dengan sumber gambar yang 3D pula tentu� USB Play : Yes nya. Selain itu dia juga termasuk dalam kategori Smart TV � HDMI™ Connection(s) Serta juga ada fitur PiP-nya. Perlu diketahui bahwa tidak (Total) : 4 (1 Side/3 Rear) semua TV LCD/LED ukuran 32” dilengkapi PiP. � HDMI™ PC Input : Yes Untuk urusan koneksi, Sony KDL-46EX720 menyaji� PC In (D-Sub) + Audio kan koneksi cukup lengkap. Disana ada USB port (2), In (Stereo Mini) : D-Sub HDMI (4), PC input bahkan ia sudah dilengkapi dengan 1(Side), Mini 1(Rear) Wi-Fi direct. Meskipun berdiagonal 46” - Power Consump� USB 2.0 : 2 (Side) Power Consumption (in tion TV ini lebih kecil yaitu hanya 122 watt (Samsung UAOperation) max. : 122W 40D6600 130watt). Sedangkan audio output yang dihasilVideo Signal : 1080/24p kan adalah sama dengan kompetitornya yaitu 20watt 10% (HDMI™ only), 1080/60i, RMS. Menganalisa jeroan dari sumber pembangkit suara 1080/60p (HDMI™ / TV ini - diketahui bahwa Sony KDL-46EX720 melengComponent), 720/60p, kapi TV produknya dengan 2 buah speaker yang diposisikan PRODUK

di kiri-kanan. Untuk menghasilkan suara yang mantap maka Sound Booster juga digunakan. Selain itu juga TV ini dilengkapi 5.1 Channel Audio Out, Dolby Digital, Dolby Digital Plus, Dolby Pulse serta S-Force Front Surround 3D, serta Surround Effect. Semua itu untuk menghasilkan kualitas suara yang prima. Oh iya, TV ini dilengkapi swivel pada dudukannya. Dan untuk memiliki seluruh keunggualan TV Sony ini maka bersiaplah untuk merogoh kocek Rp 24 juta. a

480/60i, 480/60p

audio video 28 April 2012

SHARP LC40LE830

T

HARGA Harga Rp 12.700.000

SPESIFIKASI

: Yes Size : 40” - Full HD X-Gen Panel (UV2A Technology) �Resolution : 1.920 x 1.080 pixel �Audio Output : 10 watt saat menonton TV ini dilengkapi fitur SRS Tru Surround + 10 watt , 15 Watt HD dan juga 3D Surround serta Bass Enhancer. Subwoofer � Amplifier : Yes – Digital TV yang pada saat dioperasikan membutuhkan listrik sebesar 109 watt ini dilengkapi koneksi berlimpah. Koneksi Video Color System : PAL, SECAM , NTSC 3.58 , macam HDMI (4), USB (3) dan PC input (1) sudah tersedia NTSC 4.43 , PAL 60 bahkan juga wireless LAN. Namun kekurangan TV ini ada� Stereo Systems : NICAM / lah ia tak termasuk Smart TV! Sayang sekali. Namun masih A2 / BTSC sesuai dengan banderolnya yang mencapai Rp 12.7 juta. � OSD Language : 10 TV Sharp mempunyai umur hingga 100.000 jam atau Language Include Bahasa lebih lama dibanding LG 42LW5700 yang cuma 30.000 Indonesia jam. Jadi konsumen dijamin bakal puas memakai TV ini � Video In : 2 hingga bosan sendiri. a � HDMI : 4 � PC Input : 1 � Digital Audio Output : 1 optical � USB : Yes, 3 Port USB with version 2.0 & Wireless LAN & Web Camera � Power Supply : AC 110 240 volt - 50/60 Hz � Power Consumption : 109 watt (Standby 0.5 Watt)

Satu lagi TV Jepang yang sudah dimanufaktur di negeri Thailand yaitu TV LED Sharp tipe LC40LE830 dimana panelnya sendiri masih dibuat langsung di Jepang.

V ini diberi garansi selama 3 tahun (paling lama)! Sama seperti kompetitornya - TV ini mengusung fitur andalan macam TV 3D, Conventer 3D serta X-Gen Panel. Namun Clear Motion Rate TV ini cuma dia angka 100Hz-120Hz! Fitur andalan lain dari TV ini adalah kualitas audio yang mantap. Dimana audio output yang mampu dihasilkan oleh TV memiliki casing warna hitam ini sama seperti yang lain yaitu 20watt 10% RMS. Namun LC40LE830 dilengkapi active sub woofer yang memproduksi kekuatan suara hingga 15watt 10% RMS, hingga total outputnya mencapai 35 watt 10% RMS! Selain itu juga untuk menambah kenikmatan

PRODUK SHARP LC40LE830

audio video 29 April 2012

� 3D TV

� Screen

PENULIS

Budi Santoso

PIONEER

TEST

STEEZ AUDIO STZ-D10T

Buat yang suka nge-dance atau para DJ (Disc Jockey) serta penggemar musik dengan irama beat tertentu, parangkat yang satu ini bisa jadi teman yang mengasyikan, karena ditunjang oleh fitur Mixtrax. aplikasi Mix xtrax.

PRODUK Pioneer Steez Audio STZ-D1OT

KONTAK 021-6321946/47

SPESIFIKASI �

� � �

� �

Format iPod, iPhone, MP3, WMA, AAC, WAV files from USB / Internal memory, Portable devices via Aux-in Speaker :2 x full range 40mm 2-way Terminal -1 x iPod/iPhone Docking Terminal -1 x USB -1 x mini-USB for PC connection -1 x Aux-in (3.5 mm Mini-Jack) -1 x Headphone (3.5 mm Mini-Jack) Memori Internal: 4 GB Layar peraga : 2.4” LCD (QVGA) Dimensi (W x H x D) : 360 x 113 x 108 mm Bobot : 1.2 kg AC Adapter (100-240V) / 6 x AA batteries (not included)

S

ebagai brand yang sudah memasuki dunia professional sejak tahun ’90 an, bahkan telah memenangkan penghargaan untuk jenis perangkat Pro-DJ. Pioneer kini memperluas pada pasar produk konsumen dengan komunitas tertentu dengan meluncurkan komponen portabel dengan nama Steez Audio. Dari 3 model yang diluncurkan, salah satunya adalah Steez Audio tipe T yang sempat masuk lab AVI. Saat produk Steez Audio STZD10T dikirim ke lab AVI, penulis agak kaget dengan produk tersebut, karena ukuran fisiknya benar-benar portabel, bahkan mirip dengan mini kompo. Tapi kami beranggapan pasti ada sesuatu yang spesial dari perangkat ini, apalagi ketika ditanyakan harganya, ternyata tidak murah. Setelah kami membongkar semua isi kardus kemasannya, ternyata terdapat sebuah remote, kabel USB serta adaptor AC to DC. Dari penampilannya, Steez memang terkesan ekslusif, dengan perpaduan antara warna hijau limau dan hitam, namun tetap menyuguhkan produk dengan kelas tersendiri. Produk ini juga dapat diaplikasikan menggunakan 6 buah batere ukuran AA atau dengan adaptor 12 volt DC, sehingga sangat tepat untuk orang yang mobile, dan desainnya cocok bagi kalangan muda. Jika melihat modelnya yang mirip mini kompo, tentunya

anda akan menanyakan jenis pemutar yang digunakan. Awalnya kami beranggapan bahwa Steez ini dapat memutar piringan CD, tapi ternyata tidak ada satupun trayer CD di perangkat ini, bahkan hanya kami dapati sebuah deck layaknya pemutar kaset yang dapat dibuka tutup, tapi inipun juga bukan sebagai media playback pita kaset, tapi adalah jenis docking khusus untuk iPod/iPhone yang dirancang tertutup. Jadi kesimpulannya, bahwa Pioneer Music Player yang satu ini memang dirancang untuk memutar format audio dari media memori (sudah tersedia 4 GB memori internal). Selain didukung docking iPod, Steez juga dilengkapi dengan layar LCD QVGA 2,4 inci warna sebagai indikator dengan cahaya yang cukup terang, dan dapat terlihat dengan jelas. Terdapat dua unit loudspeaker fullrange serta fitur jalur koneksi ke PC maupun USB port untuk memori eksternal, ditambah dengan keluaran headphone.

MIXTRAX

Sebelum kita menjajal Steez Audio STZ-D10T, tentunya tidaklah sempurna jika kita tidak memahami aplikasi Mixtrax seba-

audio video 30 April 2012

gai pendukungnya. Mixtrax merupakan program aplikasi berupa software inovatif yang dapat didownload langsung (www.mixtraxnet.com) dari internet secara gratis maupun diinstall melalui CD (include paket Steez), dimana merupakan jenis software manejemen musik yang interfacenya mirip iTunes dan mampu membaca berbagai format audio, seperti MP3,WMA, AAC serta WAV. Pada

dasarnya, Mixtrax merupakan media penghubung antara PC dengan Steez agar setiap trek format audio yang telah masuk playlist dapat diaplikasikan pada mesin Steez, sehingga mampu diberlakukan layaknya anda memiliki mesin DJ. Bahkan saat di Mixtrax, setiap trek secara otomatis terbaca bpm (bit per minute)-nya, dan terolah secara sistematis menjadi musik dengan perpindahan antar trek tanpa jeda.

Pioneer yang memberi kemudahan bagi para dancer untuk beradu kebolehan, kapanpun dan dimanapun hanya cukup dengan mengatur waktu atau genre musik, dan mode secara otomatis serta mengedit lagu untuk keperluan pertandingan antar dancer melalui sebuah mesin portabel yang mampu menghasilkan suara cukup megah. a

Ternyata trek musik yang telah masuk mesin Steez dapat diperlakukan seperti di mesin DJ, dimana kontrol tempo dapat diubah-ubah tanpa mengubah pitch, sehingga setiap lagu dapat dimainkan pada irama dengan kecepatan lambat atau cepat sesuai keinginan.

Docking, iPod/iPhone model deck

UJI COBA

Dalam pengujian Steez Audio STZ-D10T dengan lagulagu format MP3 dari memori eksternal (flashdisk), dapat diputar secara langsung, walau hanya berfungsi layaknya sebagai media putar MP3 player. Lain halnya ketika kami menggunakan hasil transfer dari Mixtrax yang sudah terolah secara otomatis saat masuk daftar lagu, ternyata setiap trek format MP3 yang tadinya terasa kaku, kini menjadi lebih luwes, bahkan dapat diorganisir secara rapi dan diklasifikasikan menurut bpm yang sama. Yang menakjubkan, ternyata trek musik yang telah masuk mesin Steez dapat diperlakukan seperti di mesin DJ, dimana kontrol tempo dapat diubah-ubah tanpa mengubah pitch, sehingga setiap lagu dapat dimainkan pada irama dengan kecepatan lambat atau cepat sesuai keinginan, ini tentunya cocok bagi para dancer yang menginginkan irama dengan beat tertentu. Fitur “8-Beat Skip” dan “Dancer Cue” pada mesin Steez menjadi andalan yang memungkinkan Anda melakukan repeat dari bagian trek lagu pada 8 ketukan secara berulang-ulang serta menetapkan titik start lagu dengan menekan tombol “Cue”, semua fungsi tersebut dapat dilakukan melalui sebuah remote wireless seukuran kartu kredit yang tipis dan praktis. Secara umum, Steez Audio menggabungkan “Auto Battle Mode” - teknologi unik buatan

Koneksi USB untuk memori aksternal serta jalur koneksi untuk PC

Tempat batere saat mobile

audio video 31 April 2012

PENULIS

Kabar gembira bagi para pengguna sistem home theater yang antusias, bahwa Panasonic belum lama ini meluncurkan mesin proyektor beresolusi full HD 1080p (1.920 x 1080 piksel), yang juga merupakan proyektor 3D pertama di dunia dengan panel LCD pada 480 Hz, yaitu seri PT-AE7000EA.

TEST

Budi Santoso

PANASONIC PT-AE7000EA LCD PROJECTOR FULL-HD 3D

D

i saat maraknya jenis mesin proyektor yang harganya semakin terjangkau serta bentukyna yang juga cenderung ke mini portabel, Panasonic justru menawarkan sebuah produk bagi kalangan kelas atas dengan merilis jenis proyektor dengan ukuran yang cukup besar, tapi dengan bobot yang ringan. Belum lama ini, lab AVI kedatangan paket yang dikePRODUK Panasonic PT-AE7000EA mas dalam ukuran kardus besar, ternyata isinya tidak lain adalah mesin proyektor Panasonic PT-AE7000EA yang KONTAK dimensinya juga lumayan besar. Tidak hanya itu, bahkan (021) 6128331, (62) 81286477493 setelah kami bongkar, di dalam dus tersebut disertakan pula SPESIFIKASI sepasang kacamata khusus 3D aktif serta kabel HDMI, �Resolusi 2,073,600 (1,920 bahkan untuk kabel listriknya disediakan dalam dua model, × 1,080) yaitu dengan jenis colokan dua dan colokan tiga (Japan �Contrast Ratio 300,000:1 model). �Full-HD Optimized Optical Dari tampilannya, Panasonic PT-AE7000EA memiliki System desain yang ergonomis, dimana tidak ada kesan kaku di �480-Hz Compatible LCD setiap bagian sudutnya. Dengan lensa yang terlihat besar Panels (seukuran cakram CD pada bagian terdepannya) memberi�3D Picture Balance with kan kesan proyektor profesional. Untuk sistem pengaturan Waveform Monitor standar disediakan fasilitas beberapa tombol yang terdapat � 2D-3D Conversion � 3D Viewing Monitor for Addi samping, termasuk untuk power soft start, pengatur zoom justment of Depth-of-Field dan focus. Scdangkan pada bagian panel belakang terdapat �Precisely Tuned 3D Projecberagam jalur masukan video, dari model komposit sampai

tion with Optional Panasonic VIERA 3D Eyewear �Built-in 3D Infrared Transmitter � Intelligent Lens Memory with Auto Detection �2x Optical Power Zoom/ Focus and Wide Lens Shift Range �Waveform Monitor for Precise Calibration �Advanced Gamma Adjustment Function � Split Adjust Mode for Easy Picture Adjustment

Lensa full HD untuk proyeksi ala Panasonic

HDMI, bahkan disediakan pul pula la RS-232C (D-sub 9-pin) sebagai konektorr untuk kontro kontrol eksternal. Setelah diamati, ati, Panasonic PT-AE7000EA memang bukan jenis mesin n proyektor berbasis LCD biasa, karena didukung oleh refresh fresh rate tinggi tinggi, yaitu 480 Hz yang dikomdikom binasi dengan teknologi knologi Overdrive asli buatan Panasonic, agar mewujudkan n crosstalk (cacat silang) rendah yang signifikan. Panasonic PT-AE7000EA T-AE7000EA ditopang oleh mesin optik terbaru yang mampu mpu menghasilkan kontras rasio luar biasa tinggi untuk jeniss mesin proyektor (300.000 :1), dengan tingkat kecerahan mencapai 2.000 lumen, yang tentunya cocok bagi sistem home cinema berskala besar. Selain itu, proyektor tersebut menyertakan ftur memory lensa yang cerdas, yang memungkinkan pengguna untuk menyimpan preset enam posisi zoom/fokus yang berbeda. Bahkan peralihan otomatis antara tampilan rasio 16:9 dan 2,35:1 dari konten video juga dimungkinkan berkat kemampuan deteksi sinyal aspek rasio pada Panasonic PT-AE7000EA. Anda juga dapat mengandalkan fitur teknologi Panasonic Pure Contrast Plates, Pure Color Filter Pro maupun Dynamic Iris Pro untuk menghadirkan tayangan video yang kelas profesional. Selain dukungan fitur yang berlimpah dan mewah, Panasonic PT-AE7000EA juga menunjang faktor

Kipas pembuangan panas yang efektif

audio video 32 April 2012

Tampilan gambar video pada layar 72”

eekologis ek ekol kol oloo dan memenuhi standar “produk hijau” , dimana sistem ssi iist stteem m “manajemen cerdas” mampu mengurangi konsumsi ddaya da ayaa lampu sesuai dengan kebutuhan yang tepat dari kecerahan, tergantung dari konten video yang ditampilkan, kece ke er ddimana di dima ima ma sirkuit cerdas tersebut mampu menganalisa lebih ma dari 3 milyar pola gambar yang berbedar, sehingga dapat menghemat energi listrik mencapai 10 persen. Termasuk meng pula dengan fasilitas off-timer serta konsumsi daya saat siaga yang hanya sebesar 0,08 watt saja. Sedangkan untuk kekuatan lampunya adalah 4.000 jam pada mode “normal”, keku atau 5.000 jam pada mode “ecomony.” Di Indonesia, Panasonic PT-AE7000EA sudah dapat D diperoleh dengan garansi resmi dari Gobel, selain dapat 2 buah kacamata 3D secara gratis, pembeli resmi produk Gobel ini Anda juga mendapatkan voucher sebesar 1 juta rupiah dan free satu kali overhoul di tahun pertama.

PENGUJIAN

Dalam pengujian Panasonic PT-AE7000EA, kami menggunakan media format video paling tinggi saat ini, yaitu dengan blu-ray player buatan Samsung. Sebelumnya kami setting terlebih dahulu proyektornya dengan menggunakan layar 72 inci, dimana jarak antara layar dan proyektor hanya berkisar 3 meter. Dengan fasilitas zoom, dari jarak yang relatif dekat dapat digunakan layar berukuran besar.

Tombol fungsi yang cukup lengkap

Dengan sedikit pemanasan setelah kami tekan tombol soft start, secara perlahan muncul logo Panasonic yang semakin lama semakin terang. Fungsi keystone pada saat setting sangat membantu kami untuk menghasilkan gambar video yang proporsional, apalagi dengan fungsi tambahan pengaturan horizontal dan vertikal yang rinci, tentunya akan diperoleh visualisasi yang lebih akurat, walau kemiringan posisi proyektor sebesar 30 derajat. Saat kami coba cakram blu-ray dari mesin Samsung, terlihat secara otomatis, Panasonic PT-AE7000EA mendeteksi sumber masukan dan format videonya, hasilnya memang sangat mengagumkan, karena terlihat kualitas gambar pada mode normal terlihat sangat detil, dimana tampilan perpikselnya hampir tidak kentara, sehingga tayangan video mampu disuguhkan dengan smooth. Dan yang paling kami suka adalah kepekatan warna yang solid namun tetap lembut, termasuk kualitas warna kulit terlihat alami. Begitu juga dengan warna hitamnya yang tidak pucat, sangat memanjakan mata kita dalam setiap adegan video, layaknya kita menonton dari monitor TV LCD. Ketika dicoba format DVD melalui fasilitas upscaler yang ada di player blu-ray, maka hasilnya adalah konversi format 1080p sesuai dengan keinginan kita, dan hasilnya juga cukup mengagumkan, walau hanya hasil konversi, kualitas video yang dihadirkan tetap memberi tekstur warna yang tetap solid dan detil. Untuk mengobati rasa penasaran dengan fitur 3D yang ditawarkan Panasonic PTAE7000EA, kami jajal pula fasilitas tersebut dengan menggunakan mode konversi 2D to 3D pada mesin proyektor. Dari kacamata 3D jenis shutter glass ini, secara otomatis mengadaptasi setiap mode 3D melalui built-in 3D infrared transmitter, sehingga menghasilkan efek tiga dimensi yang dalam. a

Jalur koneksi yang sangat berlimpah

Fitur 3D full HD dari Panasonic

audio video 33 April 2012

PENULIS

TEST

Budi Santoso

CHANGHONG LE 42401(3D)

Setelah sukses dengan produk TV plasma 3D yang belum lama ini diluncurkan Changhong, kali ini kembali merilis produk paling anyar berupa TV dengan layar LED (backlighting) yang juga masih didukung teknologi 3D, yaitu seri LE 42401(3D)

M

araknya jenis TV yang dapat diaplikasikan untuk tayangan 3D, tentunya memacu Changhong, selaku brand terkenal asal Cina untuk meluncurkan kembali produknya dengan teknologi yang sama, bahkan kali ini hadir dengan PRODUK tampilan yang lebih elegan. Ini dapat terlihat dari TV Changhong LE42401 Changhong LE 42401 yang baru saja masuk lab AVI dengan KONTAK mengusung jenis layar berbasis backlighting LED. Walau 021-6126288 wujudnya tidak berbeda jauh dengan jenis TV LCD yang SPESIFIKASI ada di pasaran, Changhong LE 42401ditopang oleh oleh � Teknologi LED (bach layar 42 inci beresolusi full HD (1080p) yang tentunya akan lishting) cocok bagi kebutuhan tayangan film format HD saat ini. � Ultra Slim design Dengan stand penyangga yang � Full HD 1920 x 1080 fl eksibel untuk mengatur posisi � 2D to 3D Convertion layar agar dapat diatur arah kanan � 4 HDMi dan kiri, TV monitor ini men� Swivel Stand gadopsi teknologi 3D TV berkat � Energy Saving + Eco dukungan kacamata khusus jenis Friendly � Bobot : 19 kg Shutter Glass (mendapat 2 unit � Dimensi : 1094 x 210 x pada setiap paket pembelian TV) 755mm yang dapat diaplikasikan melalui

fasilitas infrared untuk menghasilkan tayangan gambar tiga dimensi. Dari tampilannya, Changhong LE 42401 mempunyai ukuran layar yang sepadan dengan bingkainya, termasuk ketebalan TV ini tergolong cukup pipih. Untuk frame-nya dikemas bersaput warna hitam glossy yang terkesan mewah, sehingga secara keseluruhan memiliki tampilan yang elegan. Untuk

audio video 34 April 2012

PENGUJIAN

Pada pengujian Changhong LE 42401, kami langsung mencoba dengan format blu-ray menggunakan koneksi HDMI, agar kami mendapatkan performa optimalnya, dan secara otomatis resolusi full HD tertampil di layar. Dan hasilnya dengan mode video setting normal, detil full HD dapat ditampilkan dengan baik, bahkan pada saturasi standarnya, kami anggap tidak masalah, karena warna skin tone yang disuguhkan memiliki kepekatan yang lumayan padat, tidak ada kesan pucat. Adanya fasilitas USB, kami juga mencoba beberapa jenis format, termasuk format JPEG (foto) sampai pada format video MP4, walau aksesnya tidak terlalu cepat,namun hasilnya cukup memuaskan, bahkan untuk format blu-ray (berekstensi mkv), Changhong LE 42401dapat menampikan kualitas video dengan sangat baik, hanya sayangnya efek suara tidak keluar. Ketika kami mencoba mode 3D, maka kacamata aktif bawaan Changhong harus sudah diaktifkan terlebih dulu agar dihasilkan efek 3D, dimana sebelumnya kami charger terlebih dahulu agar batere kacamata terisi penuh. Kacamata 3D Changhong merupakan jenis shutter glass dengan tapis LCD untuk memperoleh efek 3D. Pengaktifan kacamata ini juga tergantung dari pemasangan modul infrared yang sebelumnya harus terpasang di pesawat TV, sehingga terjalin komunikasi antar keduanya dan mempengaruhi kinerja kacamata tersebut. Kualitas efek 3D yang dihadirkan ternyata cukup dalam, walau hanya hasil konversi dari format 2D, namun agar menghasilkan efek 3D yang baik, jarak pandang yang dilakukan memang harus lebih dari 2 meter, karena semakin mendekat, maka efek bayangan masih terasa. Dalam penfoperaasiannya, Changhong LE 42401 tergolong cukup mudah untuk awam sekalipun, tak beda jauh dengan jenis TV CRT, dimana dukungan fasilitas remote yang disediakan, sangat membantuk untuk pengaturan setting audio maupun video, dari pencarian kanal TV sampai pada pengatur switching mode 3D dapat dilakukan dari sini. a

Circle Crosshatch

Resolusi 200 TVL

Color Full Bar jalur in/out, selain konektor untuk antenna, disediakan 2 set video komponen, 4 koneksi HDMI , 2 set AV model RCA + 1 model mini-plug, 2 buah port USB, serta sebuah port khusus 3D Sync. Dalam pe-ngoperasian TV ini dapat dilakukan melalui fasilitas remote wireless, dimana pengaturan video dan audio memiliki fungsi menu yang familiar, bahkan secara sederhana dapat menggunakan preset yang tersedia, sehingga tidak perlu repot-repot untuk meng-adjust secara manual. Fasiltas konversi 2D to 3D melalui switching menu dari TV Changhong ini menjadi salah satu fitur yang diandalkan, karena mampu menampilkan pola gambar tiga dimensi dari sumber video 2D melalui fasilitas tersebut.

Aksesosis paket TV Changhong LE 42401

audio video 35 April 2012

PENULIS

HI END

Tjandra Ghozalli

ESOTERIC

ANTARA TEKNOLOGI DAN SENI Di pertengahan dekade 60 hingga akhir dekade 80 merek TEAC dikenal sebagai produsen tape deck terkemuka dunia. Tapi seiring dengan kemajuan teknologi, tape (kaset) digantikan oleh piringan laser (CD), membuat kiprah TEAC di belantika hifi meredup. Namun jauh hari sebelum hal itu terjadi, TEAC sudah mempersiapkan n Esoteric sebagai penggantinya.

E

soteric secara harfiah diartikan sebagai komunitas audio fans yang mempunyai pendapat ekstrem yang dipercayai dan dibela kebenarannya selama hayat di kandung badan. Perangkat Esoteric dari A sampai Z masih asli buatan Japang. Jika dilihat, jumlah produksi Esoteric memang bukan tandingan TEAC yang mass production. Esoteric dikerjakan secara “hand made” alias pekerjaan tangan. Makanya jangan

heran harganya puluhan bahkan ratusan juta Rupiah tetapi jumlah produknya terbatas hanya di kalangan para pemain audio high end saja. Di dalam pameran CES Esoteric mengambil kamar suite hotel The Venetian yang harganya dua setengah kali lebih mahal dari kamar standard. Merek audio high end Jepang seperti Sony, TAD dan Esoteric terbiasa menggunakan kamar suite sebagai pertanda bahwa “kelas” mereka yang lebih tinggi dari kebanyakan merek

audio video 36 April 2012

SPESIFIKASI ESOTERIC K-01

COMPATIBLE DISC TYPES SUPER AUDIO CD, CD (CD-R/CD-RW COMPATIBLE) Jacks

*XLR jacks (2 channel) x 1 *RCA jacks (2 channel) x 1 Output impedance

*XLR: 100 ohms *RCA: 47 ohms Maximum output level (1 kHz, full scale, 10 k ohms)

*XLR (Gain: 0 dB): 2.45 Vrms *RCA: 2.45 Vrms Frequency response

5 Hz to 55 kHz ( 3 dB) Signal-to-noise ratio (S/N)

115 dB Total harmonic distortion

0.0015% (1 kHz) DIGITAL AUDIO OUTPUT Coaxial RCA jack x 1

0.5 Vp-p/75 ohms DIGITAL AUDIO INPUT Coaxial RCA terminal x 1

(input impedance 75 ohms) Optical digital terminal x 1

24.0 to 14.5 dBm peak USB port B connector

USB 2.0 / 192 kHz-24 bit async. WORD SYNCHRONIZATION INPUT FORMAT Jack

BNC Input impedance

p produk lain buatan Amrik dan Eropa.. Di kamar Esoteric saya E jjumpai ada beberapa sistem pperangkat audio, dan yang tengah ddioperasikan adalah: • Digital Player • Line Preamp • Power Amp • Loudspeaker

: Esoteric K-01 : Esoteric C-03 : Esoteric A-100 (mono) x 2 : Esoteric MG-20

Memang disain casis produk Esoteric luar biasa, memakai E rangka dan panel aluminium tebal r hasil ruter balok almunium yang h

Input level

Rectangle wave: equivalent to TTL levels. Sine wave: 0.5 to 1.0 Vrms/50 to 75 ohms. THE K-01 CAN ACCEPT AND SYNCHRONIZE TO THE FOLLOWING FREQUENCIES RECEIVED FROM EXTERNAL CLOCK DEVICES: 44.1 KHZ, 88.2 KHZ, 176.4 KHZ, 10 MHZ (THE ACCURACY OF LOCKING RANGE LIMITED WITHIN ±15 PPM) D/A CONVERTER K-01

32bit AK4399 x8 DACs / per channel GENERAL Power supply

*AC 230 V, 50 Hz *AC 120 V, 60 Hz *AC 220 V, 60 Hz Power consumption

33 W External dimensions (W x H x D)

445 x 162 x 438 mm (17 1/4” x 6” 3/8 x 13 1/4”) (including protrusions) Weight

31 kg (68 3/8 lbs) Accessories

*Remote control unit (RC-1156) x 1 *Batteries (AA) x 2 *Power cord set x 1 *Felt pads x 3 *Owner’s manual x 1 *Warranty card x 1

75 ohms

dibubut dan gurinda demikian halusnya sehingga produk Esoteric selain dapat dikatagorikan sebagai benda teknologi juga dikatagorikan sebagai benda seni. Sebagai materi pengujian diambil beberapa album SACD dari Lindsey Striling, gadis remaja yang pandai membuai kita dengan permainan biolanya, mirip Vanesha Mae. Dalam kesempatan ini diputar nomor “Crytallize”. Permainan biola gadis ini luar biasa – dibuka dengan gesekan cello yang berat lalu dilanjutkan dengan permainan biola yang lincah. Musik yang dibawakan adalah campuran klasik dan pop. Dari pengamatan kami, reproduksi bunyi biola murni, tidak terlalu bright atau terlalu soft – pas tonalnya. Hanya saja menurut saya pribadi bunyi reproduksi bass kurang bertenaga, terlalu flat. Lagu kedua “Some One Like You” dibawakan oleh Adele, penyanyi remaja perempuan yang tengah naik daun. Lagu semacam ini cocok untuk menguji kualitas vokal dari

audio video 37 April 2012

PENULIS

HI END

Tjandra Ghozalli

sebuah produk. Vokal Adele tersimak lantang – bunyi sibilansnya tersimak wajar – tidak sedikitpun terkandung unsur metaliknya. Karena lagu Adele ini hanya diiringi oleh piano maka sulit dipakai untuk menguji kemampuan repro bass. Untuk itu saya minta mereka mengganti album, dan dipilih album Pitbull “Rain Over Me”. Pada lagu ini ada materi gebukan bass dan saya simak memang reproduksi bass Esoteric MG-20 kurang dalam (kurang rendah frekuensinya) namun untuk musik sejenis Pitbull – minimnya bass rendah tidak mempengaruhi kesemarakannya. Dikarenakan di dalam kamar Esoteric hanya ada loudspeaker MG-20 (standing floor, 2 woofer 6.5”) dan MG-10 (bookshelf, 1 woofer 6.5”) - tidak ada loudspeaker tipe / merek lain yang ukuran woofernya lebih besar maka saya tidak tahu kemampuan seutuhnya dari perangkat elektronik buatan Esoteric ini terutama dari reproduksi low tone. Kalau diresume, sistem sajian Esoteric ini memiliki kualitas reproduksi mid dan treble yang patut diacungkan jempol, sayanganya untuk infra bass kurang bertenaga dan kurang deep. a

SPESIFIKASI ESOTERIC C-03

GENERAL Power supply

*Europe model AC 230 V, 50 Hz *U.S.A./Canada model AC 120 V, 60 Hz *Korea model AC 220 V, 60 Hz Power consumption

18 W We i g h t

SPESIFIKASI ESOTERIC MG-20

22 kg (48 lb 8 oz) External dimensions (W x H x D)

445 x 129 x 383 mm (17 1/2” x 5 1/16” x 15 1/16”)

Total harmonic distortion

*0.005% (1 kHz, 2 V input) *0.001% (1 kHz, 2 V input, Awgt) Frequency response

*5 Hz to 120 kHz (–3 dB) *10 Hz to 35 kHz (–0.5 dB) Signal-to-noise ratio

100 dB (2 V input, Awgt) Gain

0 dB /+12 dB switchable I nput sensi t i v i t y

AUDIO FEATURES (GAIN=0DB

*2.05 V (rated output) *870 mV (850 mV output) *410 mV (400 mV output)

MODE) Maximum output level

7V

7V Rated output level

Maximum input level Input impedance

40 k Ohms (RCA, XLR)

2V Output impedance

*47 Ohms (RCA) *100 Ohms (XLR)

SPESIFIKASI ESOTERIC A-100

DESCRIPTION: CRI RIIPT PTIO PTI ON:

way, reflex-loaded, Two-way, floorstanding loudspeaker. Drive-units: 1” (25mm) magnesium-dome tweeter, two 6.5” (165mm) magnesium-cone woofers. Crossover frequency: 1.9kHz. Crossover slopes: second-order low-pass,thirdorder high-pass. Frequency response: 38Hz–48kHz, –6dB. Sensitivity: 89dB/2.83V/m. Nominal impedance: 6 ohms. Minimum impedance: 3.7 ohms. Power handling: 20–170W.

DIMENSIONS: Speaker:

41.75” (1061mm) H by 8.5” (216mm) W by 10.7” (272mm) D. Internal volume: 21.5 liters. Weight: 33 lbs (15kg). STD-MG-20 stand: 10.2” (260mm) W by 1.4” (36mm) H by 12.2” (310mm) D. Weight: 9 lbs (3.9kg).

Output power

Input terminals

Minimum 45W+45W 1kHz, 4 Ohms / 8 Ohms

RCA x3, XLR x1

Frequency response

WBT-0710Cu pole terminals x 1

20 Hz to 60 kHz (at 1W, 8Ohms, 1dB/-3dB) S/N ratio

more than 98dB (JEITA) Input sensitivity

400 mVrms / 45 W (8 Ohms Input impedance

10 K Ohms (Line in) 1M Ohms (Direct in)

audio video 38 April 2012

Output terminals

pair (4 Ohms / 8 Ohms) Vacuum Tubes

Bottom stage: KT88 x4 Drive stage: 12AU7 x4 First stage: 12AT7 x2 Power supply

AC 120 V, 60 Hz (U.S.A. / Canada model)

audio video 39 April 2012

PENULIS

HI END

Tjandra Ghozalli

PENAMPILAN MONSTER LUMPUR, SUARA BIDADARI. Loudspeaker Hansen Audio King E (Englightened) memang berbentuk tinggi besar, tingginya mencapai 1,5 meteran dan beratnya sekitar 200 kilogram per unit! Dan penampilan kabinetnya sangat unik seakan monster lumpur sedang menatap pendengarnya!

P

ertama kali, kami melihat loudspeaker Hansen King E di CES 2011 yang berlangsung di hotel mewah The Venetian. Boleh dibilang CES The Venetian adalah pameran audio high end terbesar di dunia yang diikutsertakan oleh 925 perusahaan dan mengambil 332 kamar! Ketika pertama kalinya kami melihat loudspeaker ini sungguh tak tertarik untuk menyimak suaranya. Mungkin karena sugesti alam bawah sadar, kalau loudspeaker jelek tentu suaranya tidak enak untuk disimak. Tapi pada kunjungan ke esokan harinya

audio video 40 April 2012

SPESIFIKASI TENOR PHONO-1

*Single *Si l Chassis Ch i - stereo t *2 MC Balanced, 3 MC & 1MM UnBalanced Stereo Input *1 Balanced and UnBalanced Stereo Outputs *Selectable Cartridge Loadings *1 Audio & 1 Chassis Ground

SPESIFIKASI TENOR 350M HP

dan kebetulan kamar sedang kosong , maka kami tertarik untuk masuk ke kamar Demo Hansen Audio dan mencoba memantau karakter suara loudspeaker Hansen King E yang kata sebagian orang penggemar audio “ok”, “gila”, “hebat”, ini membuat kami jadi penasaran. Ketika kami masuk di dalam kamar tersedia perangkat audio: • • • • •

Turntable Pre Amp Phono Pre Amplifier Power Amplifier Loudspeaker

: Clearaudio (tone arm Graham Phantom 2) : Tenor Phono-1 : Tenor Line-1 (dan Power-1) : Tenor 350M HP (mono blok) : Hansen Audio King E

Lars Hansen adalah peracik sekaligus pemilik Hansen Audio, produser loudspeaker Hansen Audio King E. Kiprah Lars berawal di pabrik Dahlquist – ketika itu Lars mengerjakan proyek DQ-10 yang hingga saat ini menjadi produk legendaris. Agaknya Lars Hansen ingin mengabadikan namanya di produknya, maka lahirlah kemudian Hansen Audio

*High Power Supplay with Custom Select Components *Dual Cassis - Limited Special Edition MonoBlock Amplifiers *400 Watts per Channel *BiWire Speaker Terminals *Balanced/UnBalanced Mono Inputs *12 Volt On/Off Preamp Triger *Selectable Grounding Options

FILOSOFI RANCANGAN LARS

Lars Hansen menekankan pada dua parameter unggulan yang diadaptasi pada kabinet King E. Suara Koheren. Seperti halnya loudspeaker Dahlquist DQ-10 yang mengacu pada ke “koheren”an suara dimana komposisi woofer, midwoofer, mid, dan tweeter dari Dahlquist DQ-10 dibuat tidak berada pada satu bidang bafel, tetapi pada beberapa bidang bafel yang berjarak pisah antara satu dan lainnya. sehingga kesannya tidak rapih. Kini untuk loudspeaker Hansen King E cukup satu bafel namun tidak berbentuk bidang datar melainkan bidang melengkung sedemikian rupa sehingga acoustic center dari mid dan tweeter berada dalam jarak yang sama ke telinga pendengar – artinya suara yang tiba di telinga adalah suara koheren. Tidak Ada Pewarnaan. Kabinet loudspeaker yang umumnya berbentuk bidang paralel (kotak atau trapesium) akan menimbulkan standing wave yang akhirnya menciptakan resonansi. Setiap kabinet loudspeaker

audio video 41 April 2012

PENULIS

HI END

Tjandra Ghozalli

yang memiliki resonansi (betapapun kecilnya) akan mewarnai reproduksi suaranya. Supaya tidak ada pewarnaan suara – harus dihindarkan bidang paralel. Makanya bentuk kabinet loudspeaker Hansen King E menjadi semacam monster lumpur yang banyak lekukan lekukan (tapi nggak sexy lho). Disamping itu Lars Hansen memakai formula khusus untuk bahan dinding kabinet King E supaya tegar dan tidak mudah beresonansi.

SPESIFIKASI TENOR LINE-1

UJI DENGAR

Dengan memakai PH “Brucker Symphony No.6”, “Peter Schreir Mozart Requiem”, dan “Tango Piazzolla” kami menguji dengar perangkat sajian Hansen Audio. Secara purata kami jabarkan bahwa reproduksi Hansen King E memiliki staging megah dengan tonal balance sedikit condong ke nada bass. Reproduksi bunyi perkusi, string dan tiup tersimak murni, tanpa ada pewarnaan suara. Hanya nada bass kami simak sedikit lebih gemuk dari referensi kami. Vokal tersimak jelas artikulasinya. Yang paling menakjubkan adalah kemiripan antara bunyi reproduksi dan bunyi instrumen asli. Mungkin ketika merancang cross over, Lars memakai referensi bunyi beragam instrumen akustik seperti: violin, gitar, trumpet, dan perkusi. Kemiripan ini tercipta oleh suara yang koheren dan tanpa pewarnaan suara di dalam kabinet. a

*Dual Chassis (Line Stage & Power Supplay) *Dual Mono (Separate Left & Right Channels & Grounding) *2 Balanced & 5 UnBalanced Stereo Inputs *2 Balanced & 2 UnBalanced Outputs *1 Headphone Output & 2 Tape Monitor In/Out *6 Amplifier Triggers @ 12VDC *Unique Selectable Dual Mono Grounding Options

SPESIFIKASI HANSEN AUDIO KING E GENERAL *Time Coherent *Dispersion Coherent *Frequency Response: 18 Hz-23,000 Hz 2db *Sensitivity: 89db *Nominal Impedance: 6 Ohms *True Dynamic *Tonal Accurate TECHNOLOGY *Engineered, designed, and manufactured by Hansen Audio *Hansen Composite Matrix material with Class “A” finish *Hansen Audio “CLOAKING DEVICE” *Sound wave diffraction distortion elimination technology *Acoustically inert TERMINAL CONNECTIONS *High current pole terminal *Decreased transition resistance WEIGHT *420lbs. (with crate) SIZE *Height: 63 inches *Width: 19 inches *Depth: 20.5 inches

audio video 42 April 2012

audio video 43 April 2012

PENULIS

HI END

Tjandra Ghozalli

EVEANNA MANLEY MAKES YOU FLY IN THE SKY Siapa tak kenal EveAnna Manley? Dia seorang wanita super yang mampu membawa Manley Labs ke kelas dunia high end. Hampir tiap pameran CES, saya menyambangi EveAnna. Saya mengenalnya ketika dia dan suaminya datang ke Jakarta di tahun 1995.

B

erbeda dari kebanyakan “pabrikan” amplifier tabung Amerika Serikat yang terkadang menyewa pabrik lain untuk merakit produknya, Manley tidak demikian karena punya pabrik sendiri yang lumayan besar (990 m²) dua lantai yang berlokasi di Chino (Anna suka menegaskan kalau produknya made in Chino bukan made in China!!) yang berada sekitar 60 km dari California.

Anna menurut dugaan saya berusia sekitar 44 tahun – masih tergolong muda dan energik! Meskipun tubuhnya rada gemuk, toh jalannya cepat sehingga kalau kita lagi jalan sama-sama melewati koridor hotel – dia lebih cepat jalannya! Kali ini Manley berkongsi bersama Tannoy menyewa sebuah kamar di hotel The Venetians, Las Vegas – ajang pamer CES 2011 khusus produk high end.

audio video 44 April 2012

POWER AMP MANLEY NEO-CLASSIC 250

�Daya sembur

: 250 Watts (tetroda) dan 100 Watts (trioda) �Impedansi masukan : 116 kOhm @ 1 Khz (RCA) 270 kOhm @ 1 Khz (XLR) �S/N Ratio : 80 dB atau 90 dB �Desah (noise) lantai : - 67 dB (tetroda) dan - 65 dB (trioda)

PRE AMPLIFIER MANLEY STEELHEAD

�Masukan

: Moving Magnet , impedansi 25, 50, 100, 200, dan 47.000 Ohms Moving Coil, impedansi 25, 50, 100, 200, dan 400 Ohms �Masukan kapasitansi : Pilih 10 hingga 1100 picofarad. �Deviasi kurva RAA kurang dari + 0,5 / 0,3 dB dari 20 – 20.000 Hz �THD 0,0042%

OLD FASHION

Anna Manley

Anna menyukai gaya oldies – panel pre amplifier dan power amplifier produk Manley bergaya klasik dengan pelat aluminium yang tidak terlalu tebal. Kalau kita lihat penampilan pre amplifier Manley – Steelhead terkesan posisi knob tidak rapi berjajar horizontal, melainkan membentuk slope naik-turun. Dari segi desain penampilan panel depannya – Steelhead tidak layak dibanggakan. Begitupun dengan power amplifier Manley NEOClassic 250 juga tidak bisa dibilang bagus, pasalnya lebih mirip kandang marmut ketimbang amplifier.

Ada empat jendela besar berkisi kawat terpasang di panel depannya!! Tapi itu kan seni, siapa yang bisa kasih angka pada produk seni? Anna suka lagu-lagu lama dan country seperti “Green Green Grass of Home”nya Tom Jones. Dan ketika saya mengunjungi kamar Manley, memang dia sedang menyetel lagu tersebut. “Hi, Tjandra!” sapanya renyah – saya heran jika dia masih ingat nama saya, mungkin karena hampir tiap ada CES saya suka mampir ke kamarnya (Hush! kamar Manley maksud saya). Di dalam kamarnya sudah banyak tamu dan dikarenakan tubuh orang Amrik rata-rata tambun maka terasa kamar hotel jadi sempit. Beruntung ada tamu di kursi tengah beranjak keluar dan saya lekas menduduki kursi “sweet spot” ini. Perangkat yang digunakan antara lain: Pre amplifier : Manley The Steelhead Power amplifier : Manley Neo-Classic 250 Loudspeaker : Tannoy Kingdom Dari hasil “penerawangan” saya atas sejumlah lagu oldies dan country yang disajikan Anna, maka saya berkesimpulan bahwa reproduksi suaranya hangat alias warm, voka-

audio video 45 April 2012

PENULIS

HI END

Tjandra Ghozalli

lnya menonjol, penuh harmonik. Kebetulan Anna memakai piringan hitam jadi kesan “old fashion”nya kentara sekali. Tentu saja Anda jangan mengharapkan gebukan bass yang membahana – sebab kebanyakan produk Manley dipakai untuk lagu-lagu sweet oldies bukan disco! Bentukan bayangan stereo-nya cukup melebar, tetapi tidak membuat posisi vokalis goyah. Detail vokal cukup terasa – entah mengapa Tom Jones mengingatkan saya sewaktu masih SMP – yang waktu itu begitu populernya - sehingga di sekolah ada teman saya menyanyikan lagu “Green Green Grass of Home”nya Tom Jones sebagai lagu wajib! Reproduksi high tone seimbang dengan mid tone. Meskipun rekaman oldies ini tidak bersih, dikotori pop noise, toh mampu menghanyutkan saya bernostalgia ke awal dekade ‘70-an.

DI BALIK DESAIN

Anna memberikan saya lembaran teknis dari pre amplifier Manley The Steelhead untuk menjadi referensi. Dikatakan bahwa pre amplifier ini menggunakan autotransformer (bukan op amp) untuk memperkuat sinyal (gain) dari cartridge MC (Moving Coil). Ada sejumlah pilihan impedansi; 25, 50, 100, 200, dan 400 Ohms – baik trafo maupun sirkuit elektroniknya dikerjakan oleh Mitch Margolis salah seorang staf Manley yang terpercaya. Ada dua masukan phono untuk MC dan satu untuk MM (Moving Magnet) dengan pilihan impedansi 25, 47, 50, 100, dan 200 Ohms. Selain itu dilengkapi dengan variabel kapasitansi dari 0 hingga 1100 picofarad dengan langkah 10 picofarad! Aha, ini terobosan berani memakai potensio dengan langkah 10 picofarad, menata kapasitansi masukan melalui knob putar adalah sesuatu yang sangat memudahkan audiophile. Selama ini audiophile harus bergaul dengan solderan kalau mau mengubah kapasitansi masukan pre amp. Menggunakan enam tabung hampa, 2 x 6922 dan 4 x 7044 – gainnya sangat besar yang mampu mendorong apa saja kecuali mobil Cruisser Cutloss Oldsmobile, kata Anna seraya tertawa renyah. Penguatan ditata empat langkah via knob yang ada di panel depan. Supaya tidak ada bunyi gangguan selama menata knob maka disiapkan tombol “mute”. Pre amp terbaru The Steelhead diberi tambahan kata “RC” yang artinya dilengkapi Remote Control tapi tanpa menaikkan harganya. Anna suka seafood, makanya nama produknya kebanyakan berbau “amis” se-perti ikan kepala timah (steelhead), ikan pari (stingray), dan ikan krapu merah (snapper). Power amp Neo-Classic 250 memakai 10 tahung hampa 6CA7 dan driver 2 buah 12BH7 yang menyemburkan daya sebesar 100 Watts (trioda) atau 250 Watts (tetroda).

KOMBINASI IDEAL

Kombinasi yang pas buat pasangan power dan pre amp Manley adalah loudspeaker Tannoy Kingdom (Royal). Loudspeaker Tannoy Kingdom cukup besar dengan tinggi 1,2 meter dan lebar 0,6 meter yang tersusun atas woofer 15”, mid 12” dual concentric dengan tweeter 3” aluminium (true horn loaded tweeter) yang bermotor besar dan di atasnya terpasang super tweeter yang berada di luar kotak loudspeaker sehingga tanggapan frekuensi dari loudspeaker

SEKILAS MANLEY Manley tidak melulu memproduk perangkat audio untuk keperluan hi-fi (hi-end) tetapi juga untuk keperluan profesional dan recording yang menggunakan merek Manley dan Langevin. Beberapa tipe produknya sudah cukup banyak dipakai oleh perental pro audio dan studio rekaman di Indonesia. Sejumlah produknya yang terkenal adalah: –Mixer tabung hampa –Preamp microphone Manley TNT –Preamp line Manley Mono Tube DI –Equalizer Langevin Mini Massive Stereo –Dynamic Expander Manley Stereo Variable Mu –Combo Manley Voxbox Combo –Microphone Manley Reference Cardoid –Mastering , Master Backbone –Monitoring: Loudspeaker Tannoy MC-10 dengan crossover Manley.

Mixer tabung hampa Preamp microphone Manley TNT

Preamp line Manley Mono Tube DI ini sangat lebar mulai 24 Hz hingga 61 kHz (deviasi 6 dB). Daya masukan yang dianjurkan mulai dari 20 hingga 600 Watts. Dan ini ternyata pas dengan daya sembur amplifier Manley Neo Classic yang sebesar 100 W (trioda). Sisi badan kiri kanan Tannoy Kingdom terlapis kayu Oak mengkilap produk Italia sehingga menambah kental gaya classic-nya. Selain pas secara elektronik, kedua produk ini juga pas secara gaya sebab keduanya bermodel old fashion (classic). Bila Anda punya rumah besar bergaya classic dengan ruang keluarga yang juga besar, maka kombinasi dari Manley Neo Classic 250 dan Tannoy Kingdom adalah pilihan tepat. Sungguh reproduksi suaranya (vokal) demikian hangat dengan bunyi sibilans tidak metalik. Dimensi ruang musik terdengar luas - diprediksi karena efek dari pemakaian super tweeter, sebab fungsi super tweeter selain melebarkan tanggapan frekuensi juga untuk meluaskan dimensi (bayangan suara). Saya tidak tahu apakah sekarang ada agen Manley hi-fi di Indonesia? Kalau ada, tolong undang saya untuk menyimaknya lagi - terus terang saya tidak bisa enjoy lama-lama dengerin musik sewaktu pameran CES karena saya harus tergesagesa pergi ke beberapa tempat. a

audio video 46 April 2012

PENULIS

HI END

Tjandra Ghozalli

OUR TUBES BIGGER THAN YOU

Our Tubes Bigger Than You ini adalah slogan tidak resmi dari Audio Power Labs, perusahaan perakit amplifier tabung yang berdomisili di Ohio, Amerika Serikat.

M

emang slogan tersebut bukan omong kosong atau gertak sambel. Pasalnya vacuum tube yang mereka pakai tipe 833C ukurannya memang sangat besar. Saya sempat terpesona melihat power amplifier monoblock Audio Power Labs 833TNT – ya, terpesona akan keunikan dan besarnya vacuum tube final 833C. Sesungguhnya vacuum tube ini dirancang untuk keperluan transmitter (pemancar) radio AM yang diproduksi tahun 1940. Tetapi oleh engineer Peetya Iwagoshi dan Clyde Holobaugh, komponen vacuum tube NOS (New Old Stock) 833C yang hampir saja di “clearence sale” oleh tangan dingin mereka disulap menjadi power amp monoblock kelas high end Audio Power Labs 833TNT dengan harga per pasang Rp 1,5 miliar!!! Saya sempat berbincang dengan mereka berdua tentang teknologi yang berada di balik power amplifier ini. Sesungguhnya peru-

sahaan Audio Power Labs didirikan oleh Gerry Moersdort di tahun 2009 – dan hingga tulisan ini dibuat, produk Audio Power Labs hanya satu: power amplifier monoblock 833TNT dan tidak ada yang lain.

TEKNOLOGI 833TNT

Berikut ini uraian Peetya bersama Clyde tentang rancang bangun amplifier buatannya. Di dunia bukan cuma Audio Power Labs yang menggunakan komponen tabung pemancar sebagai penguat tingkat akhir - masih ada beberapa pabrikan lain yang melakukannya – hanya saja yang lain memakai konfigurasi pemancar trioda. Audio Power Labs memakai rancangan yang berbeda, tingkat masukan berupa differential

audio video 48 April 2012

AMPLIFIER AUDIO O POWER LABS

• Daya keluaran 200 Watts RMS • Distorsi 1% pada daya penuh • Perbandingan sinyal terhadap desis 75dB

• Analog penuh dari masukan ke keluaran • Komponen tabung 833C x2, 6550 x2, dan 12BH7 x2

LOUDSPEAKER VANDERSTEEN 3A

• Tanggapan frekuensi 26 – 30 kHz (3dB) • Crossover first order • Woofer 8*, mid 4,5”, tweeter 1”, dan subwoofer 10” • Impedansi 6 Ohm amplifier yang memiliki karakteristik high common mode rejection ratio dengan sifat unggulan meredam derau (hum) lebih kuat. Sedang tingkat keluarannya berupa push-pull yang juga mempunyai karakteristik unggulan meredam distorsi order genap. Lalu dipakai transformer keluaran berkelas high end dengan daya sembur 200 Watts, class A dengan nilai THD 1% - cacat ini sangat kecil bila dibanding dengan besarnya daya keluaran. Boleh dijamin kalau reproduksi suara / bunyi amplifier ini tidak memiliki pewarnaan (coloration). Selain itu, amplifier ini dileng-

CD Player Musical Fidelity M6CD

kapi dengan fasilitas penataan bias dan kalibrasi otomatis yang akan menyamakan spesifikasi antara pasangan vacuum tube. Di panel depan amplifier ini dipasangi LCD screen sebagai penunjuk parameter tabung. Jadi pada amplifier Audio Power Labs ada dua bagian – pertama perangkat tabung untuk bagian audio yang boleh dibilang old fashion. Yang kedua rangkaian catu daya dan auto bias dan kalibrasi yang full solid state, boleh dibilang new fashion. Kombinasi yang pas antara old and new fashion terkemas dalam power amplifier ini.

audio video 49 April 2012

Kika : Clyde Holobaugh dan Peetya Iwagushi

PENULIS

Di dalam kamar di The Venetian hotel sewaktu pameran akbar CES, Las Vegas berlangsung telah tersedia seperangkat audio high end:

LINE PREAMP AUDIO RESEARCH LS27

• CD Player : Musical Fidelity M6CD • Pre Amplifier : Audio Research LS 27 • Power Amplifier : Audio Power Labs The 833TNT

HI END

Tjandra Ghozalli

SIMAK LAGU

• Loudspeaker

: Vandersteen 3A

Ketika mereka tanya album CD yang familier untuk didengar, maka saya pilih album Norah Jones “Aint No Grave”. Oleh mereka diputarkan album tersebut dan saya simak – vokal Norah Jones terkesan sweet – dengan sibilans tidak menyerang telinga. Saya cukup surprise menyimak reproduksi bunyi bass betot (akustik bass) yang cukup rendah. Umumnya amplifier tabung yang menggunakan transformer keluaran akan mereproduksi bunyi bass terkesan loyo dan boomy tetapi kedua hal ini tidak saya jumpai pada reproduksi Audio Power Labs The 833TNT. Lagu kedua saya pilih nomor dari penyanyi jadul Michael Franks “Rendevouz in Rio” - sejak masih kuliah saya suka dengan vokal Michael yang ringan dan santai. Saya memiliki beberapa album PH-nya. Sekali lagi saya simak vokal Michael yang tetap santai dan ringan direproduksi oleh power amplifier Audio Power Labs ini. Memang sulit untuk mencari tandingan dari power amplifier Audio Power Labs The 833TNT yang berdaya besar namun berdistorsi kecil (kondisi paradox). Sudah barang tentu semua ini berkat rancangan yang tepat dari vacuum tube 833C, 6550 dan 12BH7.

• Tanggapan frekuensi 0,2 Hz – 160 kHz • Distorsi 0,01% pada 2V pd keluaran balance • Penguatan 24dB • Impedansi masukan 120 kOhm

CD PLAYER MUSICAL FIDELITY M6CD

• True sampling • Kuantisasi 24-bit, sampling 192 kHz • Kelas A untuk tingkat analog • Keluaran RCA dan Balance

PENAMPILAN

Power amplifi p er monoblock Audio Power The 833TNT berpenampilan Labs Th macho sekaligus penuh daya m tarik. Ini karena adanya sepasang vacuum tube bertubuh tambun 833C berpijar cukup terang. Selain itu, panel serta tubuhnya yang terbuat dari aaluminium tebal dengan garis aarsir halus bergaya Art Deco. Di tengahnya terdapat layar D LCD warna. Sungguh unik dan L menarik penampilan power m aamp ini. Ketika telinga saya ddekatkan ke arah tabung 833C – saya tidak mampu menyimak bbunyi (desis) apapun. Sungguh ssaya sedikit heran kalau ada vvacuum tube telah berusia 62 ttahun masih mampu bekeerja dengan baik – ini artinya kkualitas kacanya sangat bagus ttidak ada rembasan udara ssedikitpun!! Apakah ini bukan NOS tapi made in China?! a m

Tube Final 833C

Line Preamp Audio Research LS27

audio video 50 April 2012

PENULIS David Susilo

TECHNO

4K...

TEKNOLOGI MENDATANG? Pihak NHK Engineering Group Japan menelurkan teknologi High Definition di tahun 1979. Di akhir tahun ’80-an, mereka dengan sukses memulai siaran High Definition dengan nama Hi-Vision (singkatan dari High-definition teleVISION).

D

i awal sejarah Hi-Vision, aspek rasionya bukan 1.78:1 (16:9) melainkan 2:1, lebih mirip cine-mascope (yang beraspek rasio 2.4:1). Sayang, teknologi tabung CRT jaman itu membuat format 2:1 menjadi terlalu mahal untuk dimanufaktur dan diturunkan menjadi 1.78:1 (mahal sih mahal, tetapi jauh lebih terjangkau dengan teknologi tahun ’80-an). Maju 20 tahun kemudian, NHK Engineering Group mengintroduksikan teknologi 4K dengan resolusi 4x HDTV biasa. Nah, sekarang berbagai perusahaan besar didunia baik di Jepang maupun di Amerika beramai-ramai menggunakan teknologi 4K. Dari pihak professional macam Panavision, RED, Arri, Sony; mereka semua sudah merilis video kamera professional dengan resolusi 4K. Dari sudut display, proyektor professional rilisan Sony dan Barco sudah merajalela. Malah bagi para konsumen rumahan, JVC, Sony, Sharp di tahun 2012 ini merilis berbagai proyektor, TV, Blu-ray Disc player dengan teknologi 4K.

audio video 51 April 2012

PENULIS

Well, kita sekarang ini tidak perlu ketakutan bahwa High Definition akan hilang. Pihak NHK Engineering Group Japan memprediksikan bahwa baru pada tahun 2016 standarnisasi dan adopsi 4K akan lengkap... itupun kalau dunia tidak jadi kiamat tangal 21 Dessember 2012 :) Jadi, apa itu 4K? 4K merupakan evolusi dari HDTV biasa yang berjumlah pixel sekitar 2 MP. 4K itu jumlah pixelnya adalah 8.8 MP. 4K itu juga merupakan resolusi equivalen dengan film 35mm yang berkualitas baik. Ya, selama ini yang banyak orang agung-agungkan sebagai kehebatan HD sebetulnya masih jauh dibawah kualitas film 35mm. Dengan teknologi 4K, kita bisa melihat lebih banyak detil tanpa bisa melihat struktur pixel TV ataupun proyektor meskipun kita duduk dengan jarak hanya 50% dari tinggi layar. Dengan begitu, kita bisa menyimak film dengan jarak tonton yang lebih dekat sehingga gambar yang kita lihat memiliki efek imersif dan lebih mudah untuk membawa kita ke dunia narasi film yang kita tonton. Tidak perlu lagi 3D untuk membuat gambar seakan „hidup‰ karena dari resolusi dan besarnya gambar, kita akan serasa „disana‰ dan terbuai dalam lokasi cerita dalam film yang kita tonton. Ditambah lagi aspek rasio 4K sedikit lebih lebar dari HDTV biasa, yaitu 17:9 (bukan lagi 16:9 ala HDTV biasa) sehingga efek imersif akan lebih terasa dengan layar yang lebih lebar ini. Catatan, perlu diingat bahwa meskipun berbagai perusahaan dunia mulai merangkul teknologi 4K, di musim panas 2011, NHK Engineering Group lagi-lagi sudah menelurkan teknologi baru bernama Ultra Hi-Vision dengan resolusi 8K, ekuivalen dengan 33 Megapixel. Bagi yang penasaran, bisa pergi ke Tokyo Tower di Jepang dan melihat demo Ultra Hi-Vision dengan tata suara 22.2 kanal dengan masa putar sekitar 20 menit.

TECHNO

David Susilo

JADI, APA SIH 4K INI? KAPAN AKAN DIADOPSI SECARA TOTAL?

APA SAJA YANG DIPERLUKAN UNTUK MENGADOPSI 4K?

Proyektor, atau setidaknya TV berlayar 60-inci keatas, dan sumber 4K tentu diperlukan. Tetapi bila Anda sudah menggunakan sistim proyektor, bukan berarti hanya proyektor yang perlu diganti. Dengan teknologi 4K, layar proyektor menjadi sangatlah penting. Tetapi setidaknya sudah tidak ada lagi perlunya memikirkan layar apa yang sesuai dengan proyektor yang digunakan. Tidak ada lagi pilihan high-gain atau low-gain screen, tidak ada lagi pilihan layar perak (silver screen), putih terang (brilliant white), abu-abu (grey-screen) maupun hitam (black-screen). Pilihannya hanya satu. Matte White Screen dengan gain 1.0 (atau maksimal 1.1 macam Stewart Studiotek 100). Tidak ada lagi pilihan drop-down. Pilihannya hanya layar yang digantung ditembok. Kedua hal tersebut diatas disebabkan karena pilihan diluar layartembok Matte White dengan gain 1.0-1.1 akan menghasilkan artifak yang membuat resolusi 4K menjadi tidak efektif macam shimmer, colour shifts, hotspotting serta mottling (saturasi warna yang tidak seragam) yang biasanya tidak terlalu kentara dengan sinyal HD biasa, menjadi amat sangat kentara dengan teknologi 4K. Malah baik pihak engineering Sony serta Stewart Filmscreen sama-sama

Common Resolutions (by Pixel Count) merekomendasikan tipe layar persis sama. Dari semua pihak badan standarnisasi THX, Imaging Science Foundation (ISF), serta Society of Motion Picture and Television Engineers (SMPTE) dan “biang” video Joe Kane juga Home Theatre Designer kelas dunia Theo Kalomirakis semua berbagi pandangan yang 100% sama. Ini berarti bila Anda menggunakan Stewart StudioTek 100 atau layar putih dof merek apapun dengan gain 1.0 hingga 1.1, Anda tidak perlu beli layar lagi. Tetapi bila Anda menggunakan layar paling laku dari Stewart (yaitu StudioTek 130), atau layar abu-abu maupun hitam dari SI Screens, atau yang ditarik turun, siap-siap saja membuang layar itu karena seperti yang saya tuliskan diatas, semua layar itu tidak laik untuk 4K. Oh, tambahan lagi. Layar perforated juga tidak layak dipakai karena juga akan mengurangi tampilan resolusi (resolving resolution) dari teknologi 4K. Untuk ukuran layar diatas 180-inci diagonal, layar perforated masih boleh dipakai ka-rena ukuran lubangnya (perforation dimension) relatif lebih kecil dibandingkan dengan ukuran layar yang digunakan. Terakhir, kabel HDMI murahan tidak bisa lagi digunakan. Data 4K sangatlah tinggi sehingga kalau menggunakan kabel murahan bisa-bisa data gambar tidak disalurkan dengan sempurna dan/atau umur kabel menjadi pendek karena lama kelamaan shielding kabel murahan itu jadi rusak dana korupsi data akan terjadi. Perlu diingat bahwa kabel murahan bukan berarti kabel berharga murah. Bisa saja kabel berharga mahal tetapi dibuat secara murahan dan sebaliknya bisa saja kabel yang relatif murah yang dibuat secara baik. Tetapi yang pasti adalah kabel yang murah, sudah pasti dibuat secara murahan. a

ril 2012 audio video 52 April

a

Kaki depan

Lensa Proyeksi Penutup Saringan Udara

PENULIS David Susilo

Alat Kontrol

Penerima Sinyal Remote Control

TIPS PENGGUNAAN

PANASONIC PT-AT5000

Resmi sudah, penjualan proyektor 3D entry level dipegang oleh Panasonic PT-AT5000 (di US dan Canada dinamakan PT-AE7000U). Karena hal yang sama, saya cukup banyak dibombardir dengan pertanyaan setting apa yang paling baik untuk proyektor ini.

T

entu yang paling penting adalah untuk proyektor ini dikalibrasi secara professional untuk mendapatkan hasil yang paling optimal. Tetapi bila hal tersebut tidak memungkinkan, bisa kita gunakan berbagai tips dibawah ini.

1

Hanya gunakan kacamata 3D resmi dari Panasonic. Hal ini disebabkan karena Panasonic adalah satu-satunya proyektor yang menggunakan refresh rate 480 Hz (merek-merek lain maksimal di 240 Hz) sehingga kacamata Panasonic paling minim kedipannya.

2

Warm-up proyektor sekitar 30 menit sebelum menonton sajian tayangan 3D (10 menit cukup untuk tayangan 2D) agar panel LCD-nya berfungsi optimal.

3

Gunakan kabel HDMI yang baik untuk mengurangi crosstalk gambar. Untuk sementara ini, Kimber Kable HD 19e, Monster M2000HD dan Audioquest adalah 3 kabel yang paling minim crosstalk

4 5

Settingan “screen size� di proyektor dinaikkan 50%. Jadi bila layarnya 100-inci, buat settingnya 150-inci

6 7

Untuk menonton tayangan 2D, settingannya adalah sebagai berikut: A. Pilih Preset: Cinema 1 B. Iris: ON C. Lamp: ECO Untuk tayangan 3D, settingannya adalah sebagai berikut; A. Pilih Preset: Dynamic B. Iris: OFF C. Lamp: Standard Selamat menikmati! a

Kalau blu-ray playernya ada setting 3D depth, gunakan settingan pabrik dan turunkan satu step. Misalnya di blu-ray player Panasonic BDT-310, dari pabrik settingannya ada di 0, nah sebelum film dimulai, turunkan jadi -1

audio video 53 April 2012

TIPS &TRICKS

Pemancar Kacamata 3D

PENULIS

HISTORY OF TIVOLI

HISTORY

Budi Santoso

K

loss memiliki semangat yang luar biasa dengan konsep radio, sehingga sampai masa pensiunnya, Ia tetap eksis dengan konsep tersebut. Bahkan Ia juga telah mengembangkan jenis radio meja kualitas musik dengan harga terjangkau. Di usianya yang telah mencapai 70 tahun pada tahun 2000, Ia bekerja sama dengan rekannya bernama Tom DeVesto yang terkesan dengan radio buatan Kloss, yang kemudian berdua membentuk sebuah perusahaan Tivoli Audio dan memproduksi jenis radio meja, walaupun keduanya bukan kali pertama dalam bekerja sama, karena sebelumnya mereka telah berkolaborasi sebelumnya di Cambridge Soundworks. Pada tahun 1952, Henry Kloss mendirikan Acoustic Research (AR) bersama Edgar Villchur pada tahun 1954, yang kemudian selama 50 tahun mengembangkan dan diakui sebagai produk audio video. Pada waktu itu, Kloss memang tidak terpaku pada anggaran maupun tengat waktu, bahkan tidak mengikuti tren saat itu, namun Ia lebih mengedepankan kualitas, sehingga cukup banyak penghargaan yang diperoleh, walau pada akhirnya, produk Tivoli mengikuti tren berkembang saat ini, sampai sepeninggal Kloss pada tahun 2002.

Mendengar nama Tivoli Audio, memang tak lepas dari seseorang bernama Henry Kloss yang dianggap sebagai master Zen Audio

TEKNOLOGI MODEL ONE

Produk buatan Henry Kloss yang sangat terkenal adalah dari model One, yang merupakan jenis radio meja bertata suara mono yang kabinetnya dikemas dari bahan kayu dengan desain yang kompak. Melihat desainnya, memang terkesan klasik, karena mirip dengan model radio tabung jaman dulu, bahkan hanya terdapat tiga buah tombol, source, volume dan tunning. Model One merupakan jenis radio penerima FM yang didukung oleh loudspeaker 3 inci, namun dibalik itu terkandung teknologi yang mampu menyesuaikan tingkat keluaran loudspeaker sehingga menghasilkan kualitas suara yang balance. Apalagi dengan obsesinya yang menggunakan komponen berkualitas, termasuk rangkaian tuner FM terpisah

audio video 54 April 2012

Tivoli Audio Music System untuk hasil yang optimal. Kalau melirik bagian belakang model One, maka disediakan koneksi untuk antena eksternal serta jalut auxiliaty untuk masukan dari berbagai jenis player serta keluaran untuk headphone, sehingga mengesankan sebuah produk radio yang eksklusif. Selama karirnya, Kloss ikut mendirikan manufaktur peralatan audio dan beberapa perusahaan video, sebagian besar yang berlokasi di Cambridge, Massachusetts. Kloss juga terkenal dengan gaya manajemen informalnya, berpakaian santai, dan naik sepeda menyusuri jalan-jalan di Cambridge.

Tivoli Audio MODEL DAB

HENRY KLOSS IN MEMORIAM

Henry Kloss adalah salah satu pelopor dalam industri audio, Ia meninggal pada Januari 31 pada usia 72 tahun di Cambridge, Massachusetts. Menurut laporan, Mr Kloss meninggal karena hematoma subdural. Setelah lulus dari Institut Teknologi Massachusetts, Ia bergabung dengan Acoustic Research (AR) pada tahun 1952. Bersama dengan insinyur Edgar Villchur, mereka menggunakan bakatnya untuk penemuan dalam pengembangan model AR-1yang merupakan jenis loudspeaker model bookshelf sistem suspensi pertama, karena sebelumnya sistem suspensi speaker akustik yang berkualitas tinggi

Tivoli Audio iYiYi

cenderung kabinetnya berukuran besar. Pada tahun 1960an, Mr Kloss menjadi salah satu pendiri dari KLH, dimana dia memperkenalkan Model 8. Juga diperkenalkan model 11, yaitu sebuah phonograf portabel pertama yang menggunakan teknologi solid-state. Pada tahun 1967, Mr Kloss membentuk Advent. Dia memperkenalkan speaker akustik suspensi ganda dalam berbagai ukuran atau dijuluki sebagai Advent kecil dan Besar. Selain itu, Mr Kloss juga bekerja tekun dalam mengubah jenis kaset kompak dari format yang sesuai ke format yang mampu mereproduksi kualitah high-fidelity (hi-fi). Pada tahun 1971, ia memperkenalkan kaset dek pertama di dunia dengan teknologi Dolby Noise Reduction. Para Videophile berhutang budi kepada Mr Kloss juga; dimana dia memperkenalkan Video Advent Beam 1000, yaitu jenis televisi berwarna terbesar pertama untuk konsumsi perumahan. Pada tahun 1980, Mr Kloss membentuk Cambridge Sound Works, dan memperkenalkan banyak sistem, termasuk Sistem speaker satelit dual subwoofer (setiap kanal memiliki subwoofer tersendiri) Pada tahun 1999, Mr Kloss ,mengembangkan Model Tivoli 88, yang merupaka jenis radio Meja serta versi terbaru dari Model KLH klasik 8..Seperti desain sebelumnya, Kloss adalah revolusioner: yang memperkenalkan radio tabel pertama built in “subwoofer.� Untuk menghormati atas jasa-jasanya, Mr Kloss mendapatkan Emmy Award, serta masuk ke dalam Hall of Fame Audio. a

Audio System Tivoli dengan CD Player

audio video 55 April 2012

PENULIS

VISIT

David Susilo

SAMSUNG ELECTRONICS 2012 PRODUCT LAUNCH

Toronto, Maret 6, 2012 – Samsung Electronics of Canada (SECA) hari ini melakukan launching berbagai produk mereka untuk tahun 2012 termasuk blu-ray player, TV plasma dan LCD, sound bar serta audio dock. Produk-produk ini akan mulai muncul di toko-toko sekitar april 2012.

U

ntuk audio dock, Samsung merilis untuk pertama kalinya, docking station yang sangat stylish dan unik. Dua model yang paling unik adalah dock putih berbentuk mirip tanduk dan audio dock dengan tabung-hampa yang katanya bisa membuat suara digital terdengar lebih “analog”. Untuk audio dock dengan tabung-hampa, dibelakangnya diterakan subwoofer sehingga respons bass menjadi lebih baik daripada docking station dikisaran harga yang sama. Untuk pemutar cakram Blu-ray, Samsung memasukkan fungsi Smart Hub didalam semua blu-ray player mereka sehingga semua TV sim-sala-bim menjadi SmartTV. Pengguna bisa menonton YouTube, mengakses Twitter, Facebook, Picasa, bahkan browsing tanpa perlu komputer lagi. Malah blu-ray player papan atas dari Samsung (BD-E6500) bukan saja berkemampuan 3D, Smart Hub dan Wi-Fi, tetapi juga dilengkapi dengan 2 HDMI inputs, sehingga konsumen yang tidak menggunakan receiver (atau konsumen yang kekurangan HDMI input) bisa menyambung tambahan 2 peralatan HDMI seperti X-Box dan PS3 menjadi satu colokan dengan blu-ray player tersebut.

Satu sound-bar unik dari Samsung adalah “4-in-1” soundbar yang bukan saja bisa dipasang ditembok atau diatas meja, tetapi bisa juga “dibelah tengah” menjadi speaker kiri dan kanan untuk di install di sebelah kiri dan kanan TV

audio video 56 April 2012

atau diberdirikan diatas meja sehingga bisa menghasilkan stereo imaging yang lebih luas. Lebih hebatnya lagi, bracket untuk instalasi di tembok, stand untuk instalasi di meja, bracket untuk instalasi secara terpisah di tembok dan stand untuk instalasi secara terpisah di meja semua sudah termasuk didalam paket sound-bar tersebut sehingga kapan saja sang pengguna berubah pikiran (atau merubah lokasi TV), stand maupun bracket semuanya sudah siap sedia untuk digunakan. Untuk jajaran TV di tahun 2012, fungsi-fungsi unik dari Samsung adalah sebagai berikut: 1. Micro Dimming and Micro Dimming Ultimate untuk TV LCD TV 2. Lapisan anti refleksi Real Black and Real Black Pro untuk TV plasma Dual-core CPU untuk memperbaiki kualitas video processing 3. Voice dan gesture control serta face recognition untuk Signature-Series TVs yang dilengkapi dengan kamera dan noise-cancelling microphone 4. Remote Control Smart Touch dan Smart Wireless Keyboard

Sony XBR menggunakan 228 local dimming LED dan Sharp Elite, TV LCD terbaik didunia menggunakan 340 local dimming LED. Well, di tahun 2012, Samsung menggunakan 288 local dimming LED yang dijuluki “Micro Dimming” untuk TV entry-level mereka dan 576 local dimming LED yang dijuluki “Micro Dimming Ultimate” untuk TV papan atasnya. Dari demo yang saya lihat, efek blooming sama sekali tidak tampak, jauh lebih baik dari TV Sharp Elite sekalipun (padahal TV Sharp Elite harganya lebih dari dua kali lipat harga TV Samsung ini). TV dengan Micro Dimming Ultimate, berdasarkan observasi saya, merupakan satu-satunya TV LCD yang layak untuk dijadikan alternatif dari TV plasma. Akurasi warna tentu belum bisa dibilang karena TV yang digunakan untuk demo sayangnya tidak dikalibrasi. Untuk TV plasma, Samsung menggunakan lapisan anti refleksi berbahan nano-carbon yang fungsinya adalah untuk menyerap sinar dari luar sehingga pantulan sinar nyaris bisa dihindari. Dengan lapisan yang dijuluki Real Black CAR (nanoCarbon Anti Reflective) black level menjadi lebih kelam 500% dari plasma TV Samsung tahun 2011 dan dengan lapisan real Black Pro CAR, black level malah lebih kelam 600% dari plasma TV Samsung tahun 2011!! Tambahan lagi, semua 3DTV Samsung tahun 2012 akan termasuk dua pasang kacamata 3D yang hanya seberat 18 gram (termasuk batere gepeng yang tahan sekitar 300 jam). Kalaupun perlu membeli tambahan kacamata 3D, versi dengan batere gepeng bisa dibeli dengan harga hanya US$30. Dan bila pengguna mau membeli versi yang bisa diisi ulang (rechargeable), harganya hanya US$50 dengan kemampuan batere 4 jam untuk 1 menit charging. a

audio video 57 April 2012

������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������

PENULIS

VISIT

Budi Santoso

Beli TV Changhong Sambil Beramal

Belum lama ini brand asal Cina, Changhong mengadakan program “Heart Fot NTT” yang bekerja sama dengan Yayasan Tunas Mulia Adi Perkasa, dimana merupakan salah satu bentuk program peduli sesama.

S

etelah mendapatkan penghargaan China Top Brand 2012 pada awal tahun ini, PT Changhong menggelar konperensi pers pada 20 Maret lalu dengan program khusus kepedulian terhadap sesama, terutama kepada masyarakat Indonesia yang hidup berkekurangan. Pada konferensi pers yang diadakan di Kuningan Place, PT Changhong melalui Managing Director PT. Changhong Electric Indonesia, Washington Feng menjelaskan bahwa “Dengan membawa 10 potong pakaian layak pakai, Anda bisa mendapat potongan harga satu juta rupiah, bila membeli satu unit televisi Changhong pada tanggal 23-25 Maret di toko-toko bertanda khusus” Dengan jatah 1.000 unit televisi 3D Changhong khusus seri Plasma PT50890, LED LE42401 dan LED32GX918, semua pakaian bekas layak pakai yang terkumpul itu nantinya akan disumbangkan kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur melalui panitia Charity Concert “Heart For NTT” yang diadakan oleh Yayasan Tunas Mulia Adi Perkasa. Pada program khusus kali ini bertujuan membangun sebuah dusun terbelakang bernama Koko di pedalaman

NTT. Menurut Indri Gautama, selaku Ketua Yayasan Tunas Mulia Adi Perkasa pada saat konferensi pers, menjelaskan bahwa dipilihnya dusun Koko, karena dusun tersebut paling tertinggal, sehingga akan dimulai dengan membangun sarana pendidikan, “Sebab kami meyakini setiap anak Indonesia punya hak untuk mengenyam pendidikan”, demikian menurut Indri. Pada kesempatan ini, pihak Changhong juga mendorong masyarakat yang lebih mampu untuk ikut membantu masyarakat NTT dengan menyaksikan Charity Concert yang diadakan di Jakarta, pada 31 Maret 2012, acara ini diisi oleh Aminoto Kosin Orchestra bersama jajaran musisi ternama seperti Sandhy Sondoro, Dira Sugandi, Gabriel Harvianto, pianist Oktav Tumbel, flutist Song Solnamoo. Dengan program peduli sesama hasil kerjasama PT Changhong dengan Yayasan Tunas Mulia Adi Perkasa, tentunya akan mendorong masyarakat golongan mampu untuk mendapatkan televisi dengan teknologi 3D sekaligus beramal. a

audio video 58 April 2012

PENULIS Andre

Rush Title: Time Machine (Live Album) Genre: Progresif Rock

Chris Cornell

Title: National Treasure, The Complete Singles Genre: Alternatif Rock

Title: Song Book (Live Album) Genre: Accoustic Live/Alternatif Rock

ebih dari dua dekade, band asal Wales ini mengumandangkan alternatif rock di pentas dunia. Band ini sukses merilis 10 album, yang beberapa di antaranya sanggup menarik perhatian peminat musik di dunia. Band yang saat ini digawangi oleh James Dean Breadfield (vokal, gitar), Nicky Wire (bass, vokal), dan Sean More (drum) akhirnya merilis album yang merupakan kumpulan hits terbaik sepanjang karier mereka. Album ini bukan album The Best yang pertama kali mereka rilis. Akan tetapi, album ini adalah kumpulan single paling komplet yang mereka rilis. Double album ini berisi 38 lagu, dari single ‘Motown Junk’ (1991) sampai dari album terakhir ‘Postcard from Young Man’ (2010). Namun, di album ini mereka juga menampilkan lagu baru, “This is the Day” yang masih menampilkan aura rock alternatif, tetapi lebih easy listening walaupun ada distorsi. SUGESTI : Nuansa rock tahun ‘90-an untuk meningkatkan mood di waktu istirahat atau saat senggang. a

ebagai vokalis yang lahir di era Grunge, Chris Cornell memiliki jam terbang yang cukup tinggi. Tercatat bergabung dengan beberapa band besar dan akhirnya memilih untuk bersolo karier. Album ini adalah live akustik pada periode bulan Maret-Mei di Amerika. Menarik karena semua lagu hanya diiringi dengan akustik gitar, dan lebih menarik lagi album yang berisi 16 lagu ini tidak hanya rangkuman dari solo project-nya, misalnya lagu ‘Can’t Change Me’ atau lagu ‘Scar on the Sky’. Simak saja lagu ‘Like a Stone’ (Audioslave), ‘Black Hole Sun’ (Soundgarden), ‘Call Me a Dog’ (Temple of the Dog), di mana Chris sempat menjadi vokalis band-band tersebut. Di album ini juga dibawakan cover version lagu ‘Imagine’ (John Lennon) dan ‘Thank You’ (Led Zeppelin), yang semuanya disajikan dalam iringan gitar akustik. Kekuatan suara serak-basahnya menjadi andalan di album ini. SUGESTI : Sore hari, hujan gerimis dengan aktivitas yang tidak terlalu berat. Mengantarkan pergantian siang ke malam dengan manis. a

L

S

COLD PLAY, BRITISH ROCK YANG LEBIH MEGAH

W

alaupun diakui popularitas band asal London ini sudah mulai menurun, tetapi aksi mereka masih tetap dinantikan. Band yang berdiri sejak pertengahan tahun ‘90-an ini merupakan band yang termasuk solid. Guy Berryman (bass), Jonny Buckland (gitar), Will Champion (drum), dan Chris Martin (vokal, keyboard) mampu membuat nama mereka menjadi headlinner dengan konsep post-britpop-nya. Perjalanan band ini memang termasuk mulus, hingga akhirnya industri musik mengalami goncangan yang berat, yang juga berimbas pada band ini. Akan tetapi, rupanya Chris Martin CS tetap bersemangat untuk mempertahankan eksistensinya. Album kelima ini adalah pembuktiannya. Mereka tidak hanya stuck di konsep musik lama, tetapi lebih melebarkan dalam sisi aransemen. Namun,

mereka masih tetap memperhatikan pembangunan nuansa dalam membuat aransemen. Buktinya saat peluncuran pertama kali di akhir tahun 2011, album ini sudah mampu menduduki puncak tangga US Billboard 200 dan terjual hampir sebanyak 500 keping di minggu pertama peluncuran album ini. Apakah yang membuat album ini begitu istimewa? ‘Every Tear Drop is a Waterfall’ menjadi salah satu lagu penentunya. Masih berkarakter post-britpop, tetapi simak saja sisi aransemen mereka yang lebar dan berani. Berbagai unsur sound dari clean sound sampai akutik gitar mampu membangun nuansa yang kuat. Bahkan beat berkarakter dance membuat musik ini sangat lebar, dengan eksplorasi sound dengan banyak layer yang menarik membawa ke nuansa futuristik yang megah. Atau ‘Paradise’ yang bernuansa sama, lagi-lagi pilihan aransemennya yang lebar dan kuat membuat lagu ini tampil sangat dinamis, di

audio video 59 April 2012

REVIEW CD

B

and legend ini salah satu pemrakarsa genre musik Progresif Rock. Tetap eksis dan solid hingga saat ini, bahkan masih aktif menggelar konser di seluruh penjuru dunia. Anda berada di era tahun ’70 hingga ‘80-an, di mana ‘Tom Sayer’ atau ‘The Spirit of Radio’ menjadi lagu paling mengganggu. Ya, double album ini merupakan rekaman dari salah satu tour mereka yang bertajuk ‘Time Machine’, di Cleveland pada Januari tahun 2011 lalu. Sekitar 28 lagu ditampilkan dalam double CD. Rangkaian lagu hits yang dikemas dalam sebuah aksi konser yang menarik. Tentu saja dengan pamer skill dari Alex Liferson (gitar), Geddy Lee (vokal, bass, keyboard), dan Neil Peart (drum). Mereka masih mampu menunjukkan keperkasaannya dalam bermusik. Proses recordingnya apik, sehingga Anda bisa menikmati konser ini dalam bentuk audio dengan nyaman. SUGESTI : Nikmati indahnya aransemen yang rumit dan nuansa konser dengan mata tertutup dari sebuah headphone. a

Manic Street Preachers

tengah karakter vokal Chris Martin yang sangat kuat. Penjelajahan musik mereka tidak hanya itu, menggaet Rihanna untuk berkolaborasi (Rihanna memang nama yang cukup laris untuk diajak kolaborasi) di lagu ‘Princess of China’. Sebenarnya tidak berbeda jauh dengan nuansa lebar dan luas seperti lagu di atas, tetapi lagu ini mendapat sentuhan nuansa dance dari beat digital yang ditampilkan, lagu ini terkesan lebih ballad. Atau lagu ‘Charlie Brown’ yang menampilkan karakter sound yang lebih dark. Membangun sebuah nuansa untuk memperkuat sebuah lagu adalah hal yang paling menakjubkan dari album ini. Tidak mengherankan jika Coldplay masih mampu mempertahankan eksistensinya di panggung musik dunia. a

PENULIS

REVIEW CD

Andre

Rihanna

Noel Gallagher

Title: Talk That Talk Genre: Hip Hop, Pop Dance

R

ihanna diakui memang menjadi penyanyi yang bersinar beberapa waktu terakhir. Tampil dengan image liar di albumnya yang keenam ini. Tidak mengherankan jika album ini sangat diminati. Bagaimana tidak, hampir semua lagu-lagu di album ini menjadi hits atau digemari. Menampilkan aransemen musik yang lebar, tidak hanya pop dance atau hip hop saja. Misalnya lagu ‘Cockiness (Love It)’, walaupun menampilkan beat digital yang kuat, tetapi lagu ini mengambil nuansa etnik Afrika yang eksotik. Tentu saja lagu bernuansa pop dance masih menjadi andalan. Simak saja ‘We Found Love’ yang berkolaborasi dengan Calvin Harris, seorang DJ yang banyak berkolaborasi dengan penyanyi papan atas dunia. Nuansa club dengan aroma beat yang energik tentu saja menjadi salah satu andalan di lagu ini. ‘Talk That Talk’ (feat. Jay Z) menampilkan karakter hip hop yang kuat. Lagu dengan aransemen yang menarik dan sedikit berbeda, tetapi terkesan dinamis tampak di lagu ‘You Da One’ walau masih berpijak pada pop dance. Dan juga menampilkan lagu berkarakter ballad ‘Drunk on Love’ yang banyak menampilkan nuansa sound analog, tetap saja nyaman dengan karakter lagu seperti ini. Karakter vokalnya yang memang unik, rupanya cukup bisa beradaptasi dengan berbagai karakter aransemen yang lebar. SUGESTI: Perjalanan album yang sayang jika dinikmati sendiri, lebih maksimal di tengah aktivitas atau keramaian dalam sebuah rutinitas. a

P

endatang baru asal London ini, memang langsung sukses mengibarkan eksistensinya di pentas dunia. Penyanyi, songwriter sekaligus produser ini, langsung populer di debutnya ‘Departure’ (2008). Penyanyi bernama lengkap Jacob Taio Cruz ini semakin mengukuhkan kariernya di albumnya yang ketiga ini. Membuka album dengan Taio Cruz hits ‘Hangover’ (feat. Flo Rida), Title: TY.O Anda akan mendapatkan nuansa Genre: Electropop, R&B electropop yang sangat mengentak,

Bombay Bicycle Club

Title: High Flying Birds Genre: Britpop

Title: A Different Kind of Fix Genre: Indie Rock

etelah tidak sejalan lagi dengan band bentukannya, yakni Oasis, Noel Gallagher akhirnya memilih melanjutkan kegiatan bermusiknya dengan bersolo karier. Dengan debut solonya ini, Noel Gallagher berusaha membuktikan bahwa dia bisa terus eksis di panggung musik dunia. Walaupun masih memilih jalur britpop, seperti bandnya terdahulu. Noel Gallagher sepertinya berusaha keras keluar dari bayang-bayang bandnya terdahulu dan menampilkan jati dirinya yang utuh. ‘Everybody’s on the Run’ sebagai lagu pembuka bisa mewakili. Tampil lebih lebar dengan aransemen yang cenderung bernuansa kuat, baik dari string sampai choir, walau masih berpijak pada britpop. Justru ‘I Had a Gun’ yang bernuansa akustik masih tampil seperti britpop yang pernah dia bawakan sebelumnya. Dan hitsnya ‘The Death of You and Me’ mampu memberikan perubahan besar. Masih kuat britpopnya, tetapi dengan sentuhan akustik, folk dan sedikit alternatif rock, lagu ini terkesan lebih eksploratif. Atau ‘AKA What a Life’ yang tampil lebih gahar dengan nuansa alternatif rock. Dan diakhiri ‘Stop the Clock’ yang seharusnya dibawakan dengan bandnya Oasis, tetapi akhirnya dimasukkan di album solonya ini. Lagu bernuansa ballad, yang mencampurkan akustik gitar dengan distorsi sound lebar dengan permainan efek sound yang unik, membuat jati diri Noel Gallagher lebih menonjol. SUGESTI : Menikmati dan berkonsentrasi di saat cuaca yang tidak bersahabat untuk melakukan aktivitas di luar. a

and asal London ini bukan termasuk pendatang baru di panggung musik dunia. Jack Steadman (lead vokal, gitar), Jamie MacColl (gitar), Ed Nash (bass), dan Suren de Saram (drum) baru saja merilis album terbarunya ini, walaupun baru album ketiga ini masuk ke pasar Indonesia. Musik yang mereka tawarkan memang bukan termasuk jenis karakter mainstream. Akan tetapi, sepertinya mereka meramu bebas musik yang dimainkan. Hitsnya seperti ‘Lights Out, Words Gone’ tampil dengan nuansa indie yang kuat. Simpel tetapi lebih menampilkan atmosfer, dengan pilihan clean sound dan imbuhan efek sound yang lebar. Untuk sebuah band indie, aransemennya memang cukup menarik. Atau ‘Shuffle’ di mana mereka bereksplorasi bebas, yang mencampurkan sound digital dan analog dengan aransemen yang sulit ditebak. Walaupun sebenarnya lagu ini juga termasuk lagu simpel. Atau lagu ballad ‘How Can You Swallow So Much Sleep’ menampilkan karakter folk, tetapi tetap dibangun dengan nuansa yang cukup kaya. Lagu ini sama dengan lagu-lagu di atas, diaransemen dengan bebas, tanpa harus mengikuti batasan, termasuk bagaimana mereka memilih sound. Mungkin hal inilah yang menjadi selling point dari band ini. SUGESTI: Naikkan mood saat tubuh mulai merasa lelah, malam hari atau bahkan tengah malam jika melakukan aktivitas tanpa keramaian. a

bahkan disisipi nuansa distorsi gitar di antara beat digital yang cukup tebal. Di ‘Troublemaker’ menampilkan nuansa dance dengan permainan digital sound. Dari sisi aransemen lagu ini tampil lebih kaya, walaupun berkarakter sama dengan lagu sebelumnya. Tidak selamanya menampilkan nuansa dance digital yang mengentak, setidaknya lagu ‘Telling The World’ yang berkarakter ballad, ditampilkan dengan nuansa R&B dengan aransemen yang kaya dan cukup anthem. Sedangkan lagu yang cukup

mewakili kiprahnya, yaitu di lagu ‘Little Bad Girl’ yang tampil dengan nuansa dance electro yang berenergi. Apalagi nama David Guetta, seorang DJ papan atas saat ini, ikut memberi nuansa electro dance yang kuat dengan mix-nya. Lagu berkarakter ini memang lagi tren, tetapi Taio Cruz mampu memberikan nuansa yang fresh. SUGESTI : Siap memanaskan dance floor atau meriahnya sebuah pesta. a

S

audio video 60 April 2012

B

SHOPPING GUIDE Agis BSD Ruko Golden Madrid Blok B1-B2 Jl. Letj. Sutopo (Depan Pasar Modern Sektor XIV) BSD Telp : (021) 531 60403, 532 60404 Fax : (021) 531 60405

Agis Pondok Indah Metro Pondok Indah Lt.1 Jl. Metro Prondok Indah Jakarta 12310 Tel : (021) 751 2423, 750 6737 Fax : (021) 750 6741

LED

Agis Bekasi Mall Metropolitan II Bekasi, Lt.2 Jl. K. H. Noer Ali Bekasi Selatan Tel : (021) 886 6957 Fax : (021) 886 6956

ATTACK! S

ecara perlahan selama dua tahun ini pasar TV nasional diramaikan oleh hadirnya TV LED. Bahkan selama beberapa bulan terakhir ini - pasar sepertinya diserbu oleh dilengkapi jjenis i TV LCD yang sudah d h dil k i oleh l h LED iini. i Luar Biasa!! Itu bisa dilihat di Lipas majalah kesayangan kita ini yang semakin dijejali oleh TV LED dari berbagai pabrikan. Tinggal tunggu waktu (tidak lama lagi) bahwa TV LED akan tergolong sebagai bukan barang mewah. Hal ini karena semakin hari harga TV LED terus dikoreksi. Rugilah mereka - para user yang telah membeli TV LED secara kredit (cicilan). Yaitu rugi dari segi bunga yang harus dibayar serta tidak bisa menikmati harga TV LED yang sekarang ini semakin terjangkau. Mereka hanya diganjar dengan lebih dulu bisa memiliki dan menikmati TV LED. Bagi sebagian orang hal ini adalah penting (baca:gengsi). Namun begitu - nilai lebih TV LED

Agis Summarecon Mal Serpong Mal Summarecon Serpong Lt.1 Jl. Boulevard Gading Serpong Tangerang Tel : (021) 546 0866 Fax : (021) 546 8325

ini hanya bisa optimal dinikmati jika user juga memiliki pasangan idealnya yaitu Blu-ray player. Ada kabar baik lagi yaitu harga Blu-ray player sudah menyentuh satu juta Rupiah. Bahkan LG BD-620 dibanderol cuma Rp 1 juta! Belum lagi Changhong yang notabene pabrikan dari RRT berani menjual produknya (BD-3101) cuma Rp 900.000. Pertanyaan adalah, bagaimana sih pasaran harga TV LED sekarang? Dari hasil survey pasar – memang benar bahwa harga TV LED semakin terjangkau saja. Sebagai contoh TV Changhong dengan diagonal 24” tipe LE24818 dibanderol cuma Rp 1,7 juta. Pilihan lain adalah TV LED Polytron PLD24D300 (24”) yang banderolnya lebih mahal yaitu Rp 1.875 juta. Bandingkanlah mereka dengan TV LED racikan Sharp yaitu LC22LE420, (22”) Rp 1.675 juta yang sedikit lebih murah dibanding dengan Changhong & Polytron 24”. Sebagai catatan bahwa banderol segitu sudah lebih murah dibanding TV flat CRT ukuran 29”. Untuk diagonal populer yaitu 32” tawaran dari Changhong pada tipe LE32868 (Rp 2,7 juta) patut dipertimbangkan. Untuk diagonal yang lebih besar lagi Panasonic memberikan pilihan yang kompetitif. Perhatikan saja banderol TV LED Panasonic THL42E30G (42”) yaitu cuma Rp 8 juta, dan yang lebih mewah lagi dengan ukuran layar lebih besar yaitu 55” (LG 55LV3730) harga yang ditawarkan LG cuma dua puluhan juta, tepatnya Rp 23.5 juta saja. Gimana, tertarik? Buruan saja kunjungi geraigerai elektronik favorit anda.

audio video 61 April 2012

PENULIS Doharto

PRODUK

Doharto

Seluruh Produk di Jual di Indonesia

PENULIS

������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������

TV PLASMA PRODUK

HARGA

Changhong PT42890,42”,3D,Full Stereo,Full HD,1.920x1.080p, 3 HDMI,PC input, Optical output, Rp 4.300 Changhong PT50890,50”,3D,Full Stereo,Full HD,1.920x1.080p, 3 HDMI,PC input, Optical output, Rp 7.600 LG 50PJ350,50”,Full Stereo,1366X768p,Dynamic Contrast, PC input,HDMI,USB, Rp 9.265 LG 42PJ350,42”,Full Stereo,1024X768p,Dynamic Contrast, PC input,HDMI,USB, Rp 5.160 LG 42PJ250,42”,Full Stereo,1024X768p,Dynamic Contrast, PC input,HDMI,USB, Rp 5.250 LG 42PT250,42”,Full Stereo,1024X768p,PC input,HDTV Ready, USB,HDMI, Rp 4.800 LG 42PT350,42”,Full Stereo,1024X768p,PC input,HDTV Ready, USB,HDMI, Rp 4.800 LG 50PT350,50”,Full Stereo,1024X768p,PC input,HDTV Ready, USB,HDMI, Rp 9.600 LG 42PW450,42”,3D,Full Stereo,1024X768p,PC input, HDTV Ready,USB,HDMI, Rp 6.500 Panasonic TH-P42UT30,42”,3D,Full Stereo,Full HD, 1.920x1.080p,card Reader, PC input,USB,HDMI, Rp 9.300 Panasonic TH-P50UT30,50”,3D,Full Stereo,Full HD, USB, 1.920x1.080p,cont. 5.000.000:1, card Reader,PC input,HDMI, Rp 13.500 Panasonic TH-P65UT30,65”,3D,Full Stereo,Full HD, USB, 1.920x1.080p,cont. 5.000.000:1, card Reader,PC input,HDMI, Rp 47.500 Panasonic TH-P42U30,42”,Full Stereo,Full HD,1.920x1.080p, card Reader,PC input, USB,HDMI, Rp 5.800 Panasonic TH-P46U30,46”,Full Stereo,Full HD,1.920x1.080p, card Reader,PC input, PC input,HDMI, Rp 8.800 Panasonic TH-P50U30,50”,Full Stereo,Full HD,1.920x1.080p, card Reader,PC input,PC input,HDMI, Rp 12.400 Panasonic TH-P42X10,42”,Full Stereo,PiP(1 tuner),PC input, DVD input,HDMI, Rp 4.850 Panasonic TH-P42X30,Smart TV,42”,Full Stereo,1024X768p, LAN,Card Reader,PC input, 3 HDMI,USB, Rp 5.100 Panasonic TH-P50X30,Smart TV,50”,Full Stereo,1024X768p, LAN,Card Reader,PC input, 3 HDMI,USB, Rp 9.200 Panasonic TH-P42X306,42”,Full Stereo,Full HD,3 HDMI,USB, PC input, Rp 6.700 Panasonic TH-P42ST30,42”,Full Stereo,3D,Full HD,HDMI, USB,PC input, Rp 14.000 Samsung PS-42C450,42”,Full Stereo,1.366x768p,Tru Surround, DNIe,PC input, 3 HDMI,DVD input, Rp 5.740 Samsung PS-43D450,43”,Full Stereo,Full HD 1.920x1.080p, Tru Surround,DNIe, PC input,3 HDMI,DVD input, Rp 4.900 Samsung PS-51D450,51”,Full Stereo,Full HD 1.920x1.080p, Tru Surround,DNIe, PC input,3 HDMI,DVD input, Rp 11.000 Samsung PS-51D490,51”,Full Stereo,Full HD 1.920x1.080p, Tru Surround,DNIe, PC input,3 HDMI,DVD input, Rp 10.200 Samsung PS-43D490,43”,Full Stereo,Full HD 1.920x1.080p, Tru Surround,DNIe, PC input,3 HDMI,DVD input, Rp 5.700 Samsung PS-51D550,51”,Full Stereo,Full HD 1.920x1.080p, Tru Surround,DNIe, PC input,3 HDMI,DVD input, Rp 12.000 Samsung PS-64D8000,51”,Full Stereo,Full HD 1.920x1.080p, Tru Surround,DNIe, PC input,3 HDMI,DVD input, Rp 42.000

TV LED PRODUK Advance LC-40LE820,40”,Full Stereo,1920x1080p, Tru Surround,PC input,HDMI,USB, Akira LED-24B10FHD,24”,Full Stereo,Full HD 1920X1080p, Contrast 50.000:1, Brightness 300 cd/m2,Response Time 5ms, HDMI,PC input,USB, Changhong LE19718,19”,Full Stereo,Full HD 1920X1080p, 2 HDMI,PC input,USB, DVD input, Semua harga yang ditampilkan dalam Ribuan Rupiah

HARGA Rp 10.000

Rp 1.900 Rp 1.800

Changhong LE24718,24”,Full Stereo,Full HD 1920X1080p, 2 HDMI,PC input,USB, DVD input, Changhong LE24818,24”,Full Stereo,Full HD 1920X1080p, 2 HDMI,PC input,USB, DVD input, Changhong LE32868,32”,Full Stereo,Full HD 1920X1080p, 2 HDMI,PC input,USB, DVD input, Konka LED47IS988,47”,3D,Full Stereo,1920x1080p, Tru Surround,DVD input,PC input, HDMI,USB, LG 37LE5500,37”,Full Stereo,1920x1080p,Tru Surround, DVD input,PC input, 4 HDMI,USB, LG 47LE5500,47”,Full Stereo,1920x1080p,Tru Surround, DVD input,PC input, 4 HDMI,USB, LG 42LE7500,42”,Full Stereo,1920x1080p,Tru Surround, Bluetooth,PC input, Wireless,4 HDMI,USB, LG 32LF2000,32”,Full Stereo,1920x1080p,Tru Surround, DVD input,PC input, 4 HDMI,USB, LG 22LV2130,22”,Full Stereo,1920x1080p,Tru Surround, DVD input,PC input, HDMI,USB, LG 32LV2130,32”,Full Stereo,1920x1080p,Tru Surround, DVD input,PC input, HDMI,USB, LG 32LV2530,Smart TV,32”,Full Stereo,1920x1080p, Tru Surround, PC input, HDMI,USB, LG 32LV3500,Smart TV,32”,Full Stereo,1920x1080p, Tru Surround, PC input, HDMI,USB, LG 42LV3500,Smart TV,42”,Full Stereo,1920x1080p, Tru Surround, PC input, HDMI,USB, LG 32LV3730,Smart TV,32”,Full Stereo,1920x1080p, Tru Surround, PC input, HDMI,USB, LG 42LV3730,Smart TV, 42”,Full Stereo,1920x1080p, Tru Surround, PC input, Smart TV,HDMI,USB, LG 47LV3730,47”,Full Stereo,1920x1080p,Tru Surround, PC input,HDMI,USB, Smart TV, LG 55LV3730,55”,Full Stereo,1920x1080p,Tru Surround, PC input,HDMI,USB, Smart TV, LG 42LV3500,42”,Full Stereo,1920x1080p,Tru Surround, PC input,3 HDMI,USB, LG 32LW4500,32”,3D,Smart TV,Full Stereo,1920x1080p, Tru Surround,PC input, HDMI,USB, LG 42LW4500,42”,3D,Full Stereo,1920x1080p,Tru Surround, PC input,HDMI,USB, LG 47LW4500,47”,3D,Full Stereo,1920x1080p,Tru Surround, PC input,HDMI,USB, Digital TV, LG 42LW5700,42”,3D,Full Stereo,1920x1080p,Tru Surround, Smart TV, Digital TV,LAN,PC input,4 HDMI,USB, LG 47LW5700,47”,3D,Full Stereo,1920x1080p,Tru Surround, Smart TV, Digital TV,LAN,PC input,4 HDMI,USB, LG 55LW5700,55”,3D,Full Stereo,1920x1080p,Tru Surround, Smart TV, Digital TV,LAN,PC input,4 HDMI,USB, LG 47LW6500,47”,3D,Full Stereo,1920x1080p,Tru Surround, Smart TV, Digital TV,LAN,PC input,4 HDMI,USB, LG 55LW6500,55”,3D,Full Stereo,1920x1080p,Tru Surround, Smart TV, Digital TV,LAN,PC input,4 HDMI,USB, Panasonic THL42E30G,42”,Full Stereo,1920x1080p, Tru Surround,100Hz, Power Cons. 140w,DVD input,3 HDMI, USB,PC input, Polytron PLD24D300,24”,Full Stereo,1920x1080p,Sub Woofer, HDMI,USB, PC input, Polytron PLD55D603,55”,Full Stereo,1920x1080p,Sub Woofer, HDMI,USB, PC input, Polytron PLD46D603,46”,Full Stereo,1920x1080p,Sub Woofer, HDMI,USB, PC input, Samsung UA40C7000,40”,3D TV,Full Stereo,1920ix1080p, Tru Surround, Clear Motion Rate 600Hz,PC input,DVD input, 4 HDMI,USB, Samsung UA46C7000,46”,3D TV,Full Stereo,1920ix1080p, Tru Surround,Clear Motion Rate 600Hz,20w 10% RMS, Power Cons. 170W,PC input,DVD input,4 HDMI,USB, Samsung UA46C8000,46”,3D TV,Full Stereo,1920ix1080p, Tru Surround,PiP, 20w 10% RMS,Clear Motion Rate 800Hz, Internet @ TV,WiFi,PC input,DVD input,4 HDMI 1.4,USB, Samsung UA55C8000,55”,3D TV,Full Stereo,1920ix1080p, Tru Surround,PiP, Clear Motion Rate 800Hz,Internet @ TV,WiFi, 30w 10% RMS,PC input,DVD input,4 HDMI 1.4,USB, =Penurunan Harga

audio video 62 April 2012

HARGA Rp 1.900 Rp 1.700 Rp 2.700 Rp 14.000 Rp 8.425 Rp 18.842 Rp 14.850 Rp 3.555 Rp 2.170 Rp 3.250 Rp 3.500 Rp 5.200 Rp 7.000 Rp 3.800 Rp 8.000 Rp 13.680 Rp 23.500 Rp 7.800 Rp 5.000 Rp 13.000 Rp 21.600 Rp 14.000 Rp 20.000 Rp 31.200 Rp 25.650 Rp 47.500

Rp 8.000 Rp 1.875 Rp 20.000 Rp 13.000

Rp 19.000

Rp 24.000

Rp 26.315

Rp 42.105

HARGA

Semua harga yang ditampilkan dalam Ribuan Rupiah

Rp 3.300 Rp 6.300 Rp 7.000

Rp 13.650

Rp 8.000

Rp 13.650

Rp 13.775

Rp 17.575

Rp 15.200

Rp 21.000

Rp 30.000

Rp 24.200

Rp 39.000

Rp 2.110 Rp 1.675 Rp 3.500 Rp 3.375 Rp 6.400 Rp 2.000 Rp 8.800

Rp 36.500 Rp 43.700

Rp 14.200 Rp 14.300 Rp 29.000 Rp 21.000 Rp 8.000 Rp 22.000 Rp 21.000 Rp 54.000 Rp 56.000 Rp 78.000 Rp 3.740 Rp 2.210 Rp 1.690 Rp 4.315 Rp 3.700 Rp 6.000 Rp 2.200 Rp 4.300 Rp 6.300

Rp 10.000 Rp 14.000 Rp 28.000

Rp 20.530 Rp 16.000

Rp 25.250

TV LCD 40‰ - 49‰

Rp 8.250 Rp 2.430

Rp 51.000

Rp 9.300

Rp 11.250 Rp 22.800

PRODUK Advanced LC-40M500,40”,Full Stereo,Full HD 1920X1080p, PC input,HDMI,USB, Konka KL42QS80,42”,Full Stereo,PC input,HDMI,USB, LG 42LD420,42”,Full HD 1920x1080p,Full Stereo, PC input, Contrast Ratio 80.000:1, 3 HDMI,DVD input,USB, LG 42LD450,42”,Full HD 1920x1080p,Full Stereo, Brightness 450cd/m2, Audio output 20w 10% RMS,PC input, 2 HDMI,DVD input, LG 42LD460,42”,Full HD 1920x1080p,Full Stereo,USB, PC input,HDMI,DVD input, =Penurunan Harga

audio video 63 April 2012

HARGA Rp 6.350 Rp 4.400 Rp 7.265

Rp 6.850 Rp 7.895

Seluruh Produk di Jual di Indonesia

Sharp LC40LE830,40”,3D,Full Stereo,Full HD 1920ix1080p, Yamaha 3D Surround, X-Gen Panel,Power Cons. 126W, PC input,4 HDMI,USB, Sharp LC46LE830,46”,3D,Full Stereo,Full HD 1920ix1080p, Yamaha 3D Surround, X-Gen Panel,PC input,4 HDMI,USB,

Rp 3.950

HARGA Doharto

Sharp LC40LE820,40”,Full Stereo,Full HD 1920ix1080p, 100hz/120Hz,Tru Surround Power Cons. 126W,PiP,PC input, 3 HDMI,USB,

Rp 3.300

PRODUK Sharp LC52LE830,52”,3D,Full Stereo,Full HD 1920ix1080p, Yamaha 3D Surround, X-Gen Panel,PC input,4 HDMI,USB, Sharp LC60LE830,60”,3D,Full Stereo,Full HD 1920ix1080p, Yamaha 3D Surround, X-Gen Panel,PC input,4 HDMI,USB Sharp LC40LE835,40”,3D,Full Stereo,Full HD 1920ix1080p, Internet TV via Dongle, Yamaha 3D Surround, Built-in Sub Woofer, PC input,4 HDMI,USB,WiFi, Sony KDL-40EX720,40”,3D,Smart TV,Full Stereo,1920ix1080p, 4 HDMI, Internet TV,LAN,X-Reality,WiFi,PC input,USB, Sony KDL-55EX720,55”,3D,Smart TV,Full Stereo,1920ix1080p, 4 HDMI, Internet TV,LAN,X-Reality,WiFi,PC input,USB, Sony KDL-46EX720,46”,3D,Smart TV,Full Stereo,1920ix1080p, 4 HDMI, Internet TV,LAN,X-Reality,WiFi,PC input,USB, Sony KDL-32EX720,32”,3D,Smart TV,Full Stereo,1920ix1080p, 4 HDMI, Internet TV,LAN,X-Reality,WiFi,PC input,USB, Sony KDL-40NX720,40”,3D,Full Stereo,1920ix1080p,WiFi, DVD input,4 HDMI, PC input,USB,Internet TV, Sony KDL-46NX720,46”,3D,Full Stereo,1920ix1080p,WiFi, DVD input,4 HDMI, PC input,USB,Internet TV, Sony KDL-60NX720,60”,3D,Full Stereo,1920ix1080p,WiFi, DVD input,4 HDMI, PC input,USB,Internet TV, Sony KDL-55HX925,55”,3D,Full Stereo,1920ix1080p, Internet TV,WiFi, 4 HDMI,PC input,USB, Sony KDL-65HX925,65”,3D,Full Stereo,1920ix1080p, Internet TV,WiFi, 4 HDMI,PC input,USB, TCL 32LP11E,TV LED,32”,Full Stereo,1920ix1080p,HDMI, PC input,USB, TCL 24LP11E,TV LED,24”,Full Stereo,1920ix1080p,HDMI, PC input,USB, TCL 19LP11E,TV LED,19”,Full Stereo,1920ix1080p,HDMI, PC input,USB, Toshiba 32PS1,32”,Full Stereo,1920ix1080p, DVD input, HDMI,PC input,USB, Toshiba 32AL10ES,32”,Full Stereo,1920ix1080p, 2 HDMI,PC input,USB, Toshiba 40AL10ES,40”,Full Stereo,1920ix1080p,2 HDMI, PC input,USB, Toshiba 24PS10,24”,Full Stereo,1920ix1080p,2 HDMI, PC input,USB, Toshiba 32PS10,40”,Full Stereo,1920ix1080p,2 HDMI, PC input,USB, Toshiba 40PS10,40”,Full Stereo,1920ix1080p,2 HDMI, PC input,USB, Toshiba 42XL700,42”,Full Stereo,1920ix1080p, Contrast 3.000.000:1, 20w 10% RMS,149w Power Cons., DVD input,4 HDMI, PC input,USB, Toshiba 46WL700,46”,3D,Full Stereo,1920ix1080p,4 HDMI, PC input,USB, Toshiba 55WL700,55”,3D,Full Stereo,1920ix1080p,4 HDMI, PC input,USB, Toshiba 55XL700,55”,Full Stereo,1920ix1080p, DVD input, Contrast 3.000.000:1, 20w 10% RMS,149w Power Cons., 4 HDMI,PC input,USB, Toshiba 40TL20,40”,3D,Full Stereo,1920ix1080p,4 HDMI, PC input,USB,

PENULIS

PRODUK Samsung UA32D550,32”,Full Stereo,1920ix1080p,Tru Surround, PC input, 4 HDMI,USB, Samsung UA32D4010,32”,Full Stereo,1920ix1080p,Tru Surround, PC input, 4 HDMI,USB, Samsung UA32D4003,32”,Full Stereo,1920ix1080p,Tru Surround, PC input, HDMI,USB, Samsung UA40D5003,40”,Full Stereo,1920ix1080p, 20w 10% RMS, Tru Surround,PC input,HDMI,USB, Samsung UA40D5030,40”,Full Stereo,1920ix1080p,Tru Surround, WiFi Ready,PC input, HDMI,USB, Samsung UA46D5500,46”,Smart TV,Full Stereo,1920ix1080p, Tru Surround, 100Hz CMR,Digital HD Tuner Built-in,PC input, 4 HDMI,2 USB, Samsung UA40D5500,40”,Smart TV,Full Stereo,1920ix1080p, Tru Surround, 100Hz CMR,Digital HD Tuner Built-in,PC input, 4 HDMI,2 USB, Samsung UA46D5500,46”,Smart TV,Full Stereo,1920ix1080p, Tru Surround, 100Hz CMR,Digital HD Tuner Built-in,PC input, 4 HDMI,2 USB, Samsung UA40D6000,Smart TV,40”,3D,Full Stereo, 1920ix1080p,3D Sound, 200Hz CMR,Digital HD Tuner Built-in, LAN,PC input,4 HDMI,3 USB, Samsung UA46D6000,Smart TV,46”,3D,Full Stereo, 1920ix1080p,3D Sound, 200Hz CMR,Digital HD Tuner Built-in, LAN,PC input,4 HDMI,3 USB, Samsung UA40D6600,Smart TV,40”,3D,Full Stereo,1920ix1080p, 3D Sound, 400Hz CMR,Digital HD Tuner Built-in,LAN,PC input, 4 HDMI,3 USB, Samsung UA46D6600,Smart TV,46”,3D,Full Stereo,1920ix1080p, 3D Sound, 400Hz CMR,Digital HD Tuner Built-in,LAN,PC input, 4 HDMI,3 USB, Samsung UA55D6600,Smart TV,55”,3D,Full Stereo,1920ix1080p, 3D Sound, 400Hz CMR,Digital HD Tuner Built-in,LAN,PC input, 4 HDMI,3 USB, Samsung UA46D7000,Smart TV,46”,3D,Full Stereo,1920ix1080p, 3D Sound, 800Hz CMR,Digital HD Tuner Built-in,LAN,PC input, 4 HDMI,3 USB, Samsung UA55D8000,Smart TV,55”,3D,Full Stereo,1920ix1080p, 3 D Sound, 800Hz CMR,Digital HD Tuner Built-in,LAN, PC input,4 HDMI,3 USB, Sanyo LCE-24C100,24”,Full Stereo,1920ix1080p, Dynamic Contrast 2.500.000:1, Tru Surround, Response Time 6.5ms,PC input,HDMI,USB, Sharp LC22LE420,22”,Full Stereo,Full HD 1920ix1080p, Tru Surround,PC input,HDMI, USB, Sharp LC32LE420,32”,Full Stereo,Full HD 1920ix1080p, Tru Surround,PC input,HDMI, USB, Sharp LC32LE430,32”,Full Stereo,Full HD 1920ix1080p, Tru Surround,PC input,HDMI, USB, Sharp LC40LE430,40”,Full Stereo,Full HD 1920ix1080p, Power Cons. 105w, Tru Surround,PC input,HDMI,USB, Sharp LC19LE520,19”,Full Stereo,1366x768p,PC input,HDMI, Sharp LC40LE530,40”,Full Stereo,Full HD 1920ix1080p, Tru Surround,X-Gen Panel, PC input,HDMI,USB, Sharp LC60LE630,60”,Full Stereo,Full HD 1920ix1080p, Tru Surround,X-Gen Panel, PC input,HDMI,USB, Sharp LC-40LE700M,40”,Full Stereo,1920ix1080p, Brightness 450cd/m2, Contrast 2.000.000:1,Tru Surround, 20w 10% RMS, Power Cons. 134,PC input,DVD input,4 HDMI, Sharp LC22LE520,22”,Full Stereo,Full HD 1920ix1080p, PC input,3 HDMI, Sharp LC70LE735,70”,3D,Full Stereo,Full HD 1920ix1080p, Internet TV via Dongle, Tru Surround,PC input,4 HDMI,USB, WiFi,Wireless LAN,

Doharto

Seluruh Produk di Jual di Indonesia

PENULIS

������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������

PRODUK

HARGA

LG 42LD550,42”,Full HD 1920x1080p,200 Hz,Full Stereo, PC input,3 HDMI,DVD input, Rp 8.425 LG 46LD550,46”,Full HD 1920x1080p,200 Hz,Full Stereo, PC input,3 HDMI,DVD input, Rp 9.685 LG 42LD650,42”,Full HD 1920x1080p,100 Hz,Full Stereo, Contrast Ratio 150.000:1, USB,PC input,HDMI,DVD input, Rp 10.105 LG 42LK410,42”,Full Stereo,1920x1080p,PC input,2 HDMI,USB, Rp 6.100 LG 42LK450,42”,Full Stereo,1920x1080p,PC input,HDMI,USB, Rp 7.200 Panasonic TH-L42U30,42”,Full Stereo,Full HD 1920x1080p, Contrast 20.000:1, LAN,Tru Surround,Card reader,PiP,DVD input, PC input,3 HDMI,USB, Rp 5.850 Panasonic TH-L42E36,42”,Full Stereo,Full HD 1920x1080p, Contrast 3.000.000:1, PiP,DVD input,PC input,HDMI,USB, Rp 7.550 Polytron PLM-42M11,42”,Full Stereo,Full HD 1920X1080p, Contrast ratio 50.000:1, 106w 10% RMS,Power Cons. 250W, Brightness 500cd/m2,Times Response 4mm,HDMI,USB,XBR, Rp 5.500 Samsung LA-40C550,40”,Full Stereo,Full HD 1920X1080p, 20w 10% RMS,PiP (1 Tuner), PC input,4 HDMI,USB, DNIe,Tru Surround, Rp 8.630 Samsung LA-46C550,46”,Full Stereo,Full HD 1920X1080p, 20w 10% RMS,PiP (1 Tuner), power Cons. 210W,PC input, 4 HDMI,USB,DNIe,Tru Surround, Rp 10.530 Samsung LA-40D550,40”,Full Stereo,Full HD 1920X1080p, PiP (1),PC input,4 HDMI, USB, Rp 5.500 Samsung LA-46D550,46”,Full Stereo,Full HD 1920X1080p, PiP (1),PC input,4 HDMI, USB, Rp 8.750 Samsung LA-40D551,40”,Full Stereo,Full HD 1920X1080p, PiP (1),PC input,2 HDMI, USB, Rp 5.700 Sharp LC40M500,40”,Full Stereo,Tru Surround,PC input, DVD input,HDMI, Rp 6.000 Sharp LC40M550,40”,Full Stereo,Full HD,Tru Surround, 20w 10% RMS,PC input,HDMI, Rp 6.900 Sharp LC40L500,40”,Full Stereo,Full HD 1920ix1080p, 3 HDMI, Contrast Ratio 50.000:1,PiP, Tru Surround,PC input,DVD input, Rp 6.650 Sharp LC40L650,40”,Full Stereo,Full HD 1920ix1080p,100hz, Contrast 50.000:1, Tru Surround,USB,PC input,PiP, DVD input,3 HDMI, Rp 8.800 Sony KLV-46BX400,46”,Full Stereo,Full HD 1920x1080p, PiP,2 HDMI, 20w 10% RMS,Power Cons. 151w,PC input,USB, DVD input,PiP, Rp 6.060 Sony KLV-40BX420,40”,Full Stereo,Full HD 1920x1080p,PiP, HDMI,PiP, 20w 10% RMS, PC input,USB,DVD input, Rp 5.200 Sony KDL-40CX520,40,Full Stereo,Full HD 1920x1080p, 4 HDMI,USB,Internet TV, WiFi,PC input, Rp 7.000 Sony KDL-46CX520,46,Full Stereo,Full HD 1920x1080p, 4 HDMI,USB,Internet TV, WiFi,PC input, Rp 9.500 Toshiba 40PB1,40”,Full Stereo,1366x768p,Contrast 50.000:1, DVD input,HDMI,PC input,USB,Tru Surround, Rp 6.300 Toshiba 40PB20,40”,Full Stereo,Full HD,Contrast 50.000:1, 20w 10% RMS,HDMI, PC input,USB,Tru Surround, Rp 5.600 Toshiba 40CV700,40”,Full Stereo,Full HD 1920x1080p, Contrast 50.000:1,PiP (1 Tuner), DVD input,2 HDMI, PC input,USB,Tru Surround, Rp 6.000 Toshiba 40AV10,40”,Full Stereo,Full HD 1920x1080p, Tru Surround,PC input,USB, DVD input,2 HDMI, Rp 6.400

TV LCD 32‰ PRODUK Changhong LT32716,32”,1920x1080p,Full Stereo,PC input, 3 HDMI,USB,Swivel, LG 32LD310,32”,1366x768p,Full Stereo,Contrast 30.000:1, Contrast 30.000:1, Time Response 5.2ms,PC input,HDMI, DVD input, LG 32LK311,32”,1366x768p,Contrast 60.000:1,Full Stereo, PC input,HDMI, Panasonic TH-L32C20,32”,Full Stereo,Tru Surround,1366x768p, Contrast 20.000:1, Card Reader,Analog TV,DVD input,PC input, 1 HDMI,Long Panel Life up to 60.000 jam, Semua harga yang ditampilkan dalam Ribuan Rupiah

HARGA Rp 2.200

Rp 2.750 Rp 2.600

Rp 3.400

PRODUK Panasonic TH-L32C22,32”,Full Stereo,Tru Surround,1366x768p, Card Reader, DVD input,PC input,1 HDMI, Long Panel Life up to 60.000 jam, Panasonic TH-L32C30,32”,Full Stereo,Full HD 1920x1080p, Tru Surround, PC input,1 HDMI,USB,WiFi,LAN, Panasonic TH-L32C3,32”,Full Stereo,Full HD 1920x1080p, Tru Surround, PC input,1 HDMI,USB,WiFi,LAN, Panasonic TH-L32C4,32”,Full Stereo, 1366x768p,Tru Surround, PC input,1 HDMI,USB, Polytron PLM 32M11,32”,Full Stereo,Full HD,Contrast 40.000:1, Picture Freeze, Ultra XBR,Time response 5 ms,HDMI, USB,PC input, Polytron PLM 32B21,32”,Full Stereo,Full HD,Contrast 40.000:1, PiP,Picture Freeze, Ultra XBR,Audio Output 700w PMPO, Time response 5 ms,HDMI,USB,PC input, Polytron PLM 32B72,32”,Full Stereo,Full HD,Contrast 40.000:1, Picture Freeze, Ultra XBR,Time response 5 ms,HDMI, USB,PC input, Samsung LA-32C530,32”,Full Stereo,Tru Surround, Full HD 1920x1080p,20w 10% RMS, PiP (1 Tuner),DVD input, PC input,3 HDMI,DNIe, Samsung LA-32D403,32”,Full Stereo,Tru Surround, 1366x768p,20w 10% RMS, PC input,HDMI,DNIe, Samsung LA-32D450,32”,Full Stereo,Tru Surround, Full HD 1920x1080p,20w 10% RMS, PC input,HDMI,DNIe, Samsung LA-32D550,32”,Full Stereo,Tru Surround, Full HD 1920x1080p,20w 10% RMS, PC input,HDMI,DNIe, Samsung LA-32D451,32”,Full Stereo,Tru Surround, HDMI,DNIe, Full HD 1920x1080p,20w 10% RMS, DVD input,PC input, Sony KLV-32BX320,32”,Full Stereo,1366x768p,PC input,HDMI, Sony KLV-32BX311,32”,Full Stereo,1366x768p,PC input,HDMI, Sharp LC-32L4071,32”,Full Stereo,1366x768p,PC input,HDMI, Tru Surround, Sharp LC-32M400,32”,Full Stereo,1366x768p,PC input,HDMI, USB,Tru Surround, TCL L32H9,32,Full Stereo,1366x768p,DVD input,HDMI, PC input,Power Cons. 130W, Toshiba 32PB1,32”,Full Stereo,1366x768p,Contrast 50.000:1, DVD input,HDMI,PC input,USB,Tru Surround, Toshiba 32PB2,32”,Full Stereo,1366x768p,Contrast 50.000:1, DVD input,HDMI,PC input,USB,Tru Surround, Toshiba 32PB20,32”,Full Stereo,1366x768p,Contrast 50.000:1, 20w 10% RMS, HDMI,PC input,USB,Tru Surround, Toshiba 32HV10,32”,Full Stereo,1366x768p, Contrast 50.000:1, 20w 10% RMS, USB input,1 HDMI,PC input,Tru Surround,

HARGA

Rp 2.450 Rp 3.100 Rp 3.300 Rp 2.500

Rp 2.850

Rp 2.600

Rp 2.700

Rp 2.900 Rp 2.470 Rp 2.900 Rp 3.550 Rp 3.050 Rp 3.000 Rp 2.600 Rp 2.775 Rp 2.450 Rp 2.575 Rp 2.450 Rp 2.500 Rp 2.700 Rp 2.450

TV LCD 19‰ - 24‰ PRODUK Akira Advance V2220,22”,Full Stereo,1366x768p,PC input, HDMI,DVD input, Changhong LT24699,24”,Full Stereo,Full HD 1920X1080p, Contrast 100.000:1, Brightness 500cd/m2,HDMI,PC input,USB, Changhong LT19699,19”,AV Stereo,1366x768p,PiP,HDMI, PC input, Changhong LT24799,24”,Full Stereo,Full HD 1920X1080p, Contrast 100.000:1, Brightness 500cd/m2,2 HDMI,PC input,USB, Konka 24NS80,24”,Full Stereo,1366x768p,HDMI,PC input, DVD input, LG RT-22LD310,22”,Full Stereo,1366x768p,Contrast 30.000:1, 20w 10% RMS, 1 HDMI,PC input,DVD input, LG RT-19LD330,19”,Full Stereo,1366x768p,Contrast 50.000:1, 20w 10% RMS, 1 HDMI,PC input,DVD input, LG RT-22LD330,22”,Full Stereo,1366x768p,Contrast 50.000:1, 20w 10% RMS, 1 HDMI,PC input,DVD input, LG RT-22LK311,22”,1366x768p,Contrast 40.000:1,1 Speaker, USB,PC input, LG M-227WAP,22”,Full Stereo,1366x768p,1 HDMI,PC input, DVD input, =Penurunan Harga

audio video 64 April 2012

HARGA Rp 1.250 Rp 1.550 Rp 1.535 Rp 1.450 Rp 1.425 Rp 1.740 Rp 1.530 Rp 1.635 Rp 1.400 Rp 1.555

HARGA

Rp 1.600

Rp 1.600

Rp 2.100 Rp 1.740 Rp 1.355 Rp 1.475 Rp 2.000 Rp 1.370 Rp 1.565 Rp 1.650 Rp 1.375 Rp 1.690 Rp 930 Rp 1.500 Rp 1.700 Rp 1.600 Rp 1.375

HTiB PRODUK

HARGA

LG LH-HT305SU,1 DVD,DivX,6 Speaker,300w 10% RMS, DVD output,Dolby AC3,dts, Dolby Prologic II,USB,HDMI, LG LH-HT356SD,1 DVD,DivX,6 Speaker,300w 10% RMS, DVD output,Dolby AC3,dts, Dolby Prologic II,USB,HDMI, LG LH-HT503PH,1 DVD,DivX,6 Speaker with 2 floorstanding, 500w 10% RMS, DVD output,Dolby AC3,dts, Dolby Prologic II,USB,HDMI, LG LH-HT554,1 DVD,DivX,6 Speaker with 4 floorstanding, USB, 500w 10% RMS, DVD output,Dolby AC3,dts,Dolby Prologic II, LG LH-HT805,1 DVD,DivX,6 Speaker with 4 floorstanding, 850w 10% RMS, DVD output,Dolby AC3,dts,Dolby Prologic II, USB,1080p up-scaling,USB, LG LH-HT806TM,1 Bluray,3D,6 Speaker with 4 floorstanding, 1080p up-scaling, Dolby AC3,dts,Dolby Prologic II,USB, LG LH-HB905TA,1 DVD,DivX,6 Speaker with 4 floorstanding, 1100w 10% RMS, 1080p up-scaling, DVD output,Dolby AC3, dts,Dolby Prologic II,USB, LG LH-HT906TA,1 DVD,DivX,6 Speaker with 4 floorstanding, 1100w 10% RMS, 1080p up-scaling, DVD output,Dolby AC3,dts, Dolby Prologic II,USB,lPod Docking, LG LH-HX906TX,1 Blu-ray 3D,6 Speaker with 4 floorstanding, Bravia Internet Video Streaming,Dolby AC3,dts, Dolby Prologic II,USB,lPod Docking, Semua harga yang ditampilkan dalam Ribuan Rupiah

Rp 1.560 Rp 1.450

Rp 2.895 Rp 3.115

Rp 2.650 Rp 2.650

Rp 3.800

Rp 3.800

Rp 6.600

=Penurunan Harga

audio video 65 April 2012

HARGA

Rp 7.400 Rp 1.330 Rp 1.650 Rp 2.200 Rp 2.550 Rp 3.650 Rp 5.000 Rp 4.400 Rp 9.600 Rp 1.595 Rp 1.650 Rp 3.100 Rp 1.705

Rp 3.000

Rp 5.000

Rp 5.100 Rp 2.890 Rp 3.950 Rp 8.500 Rp 1.000 Rp 1.500 Rp 1.930

Rp 8.000

Rp 2.500

Rp 2.400

Rp 1.525 Rp 1.450

Rp 1.500

Rp 3.500

Rp 1.950

Seluruh Produk di Jual di Indonesia

Rp 1.425

LG LH-HX995TA,1 Blu-ray 3D,6 Speaker wireless with 4 floorstanding, 5.1 ch,Dolby AC3,dts,Dolby Prologic II,USB, iPod or iPhone Docking, Panasonic SC-XH10,1 DVD,DivX,6 Speaker,DTS,Dolby AC3, dts,30w 10% RMS,USB, HDMI. Panasonic SC-XH50,1 DVD,DivX,6 Speaker,DTS,Dolby AC3, dts,HDMI,USB, Panasonic SA-BT230,1 Bluray,DivX,6 Speaker,DVD output, DTS,Dolby AC3,dts, Dolby Prologic II,USB, Panasonic SC-XH55,1 DVD,DivX,6 Speaker with 2 floorstanding, Dolby AC3, dts,Dolby Prologic II,USB,HDMI, Panasonic SC-XH155,1 DVD,DivX,6 Speaker with 2 floorstanding, Dolby AC3, dts,Dolby Prologic II,1.000w 10% RMS,USB,HDMI, Panasonic SC-XH165,1 DVD,DivX,6 Speaker with 4 floorstanding, Dolby AC3, dts,Dolby Prologic II,1.000w 10% RMS,USB,HDMI, Panasonic SC-BTT270,1 Bluray,3D,6 Speaker,Dolby AC3,dts, Dolby Prologic II,USB, HDMI,Dock for iPod, Panasonic SC-BTT775,1 DVD,DivX,6 Speaker with 4 floorstanding,Dolby AC3, dts,Dolby Prologic II,USB,HDMI, Philips HTS2500,1 DVD,DivX,6 Speaker,DVD output,DTS, Dolby AC3,dts, Dolby Prologic II,USB,300w 10% RMS, Philips HTS3181,1 DVD,DivX,6 Speaker,DVD output,DTS, Dolby AC3,dts, Dolby Prologic II,USB,300w 10% RMS, Philips HTS3276,1 DVD,DivX,6 Speaker with 2 Floorstanding, DVD output, DTS,Dolby AC3,dts,Dolby Prologic II,HDMI,USB, Philips HTS3510,1 DVD,6 Speaker,DVD output,DTS, Dolby AC3,dts,Dolby Prologic II,HDMI, Philips HTS3530,1 DVD,DivX,6 Speaker with 2 Floorstanding, 600w 10% RMS, DVD output,DTS,Dolby AC3,dts, Dolby Prologic II,HDMI,USB, Philips HTS5540,1 DVD,DivX,6 Speaker with 4 Floorstanding, 1080p up-scaling,DVD output,DTS,Dolby AC3,dts, Dolby Prologic II,HDMI,USB, Philips HTS5550,1 DVD,DivX,6 Speaker with 4 Floorstanding, 1080p up-scaling,1.200w 10% RMS,DVD output,DTS,Dolby AC3, dts,Dolby Prologic II,HDMI,USB, Pioneer HTZ-181,1 DVD,6 Speaker,DVD output,Dolby AC3,dts, Dolby Prologic II,HDMI, 350w 10% RMS, Pioneer HTZ-202,1 DVD,6 Speaker with 4 Floorstanding, DVD output,Dolby AC3, dts,Dolby Prologic II,HDMI, Pioneer HTZ-808,1 DVD,6 Speaker with 4 Floorstanding, Ready for iPod,,Dolby AC3, dts,Dolby Prologic II,HDMI, Polytron PHT138,1 DVD,DivX,6 Speaker, DVD output,Dolby AC3,dts, Dolby Prologic II,80w 10% RMS,Power Cons.98w, Polytron PHT158,1 DVD,DivX,6 Speaker, DVD output, Dolby AC3,dts,Dolby Prologic II, Polytron PHT170,1 DVD,DivX,6 Speaker, DVD output, Dolby AC3,dts,Dolby Prologic II, USB,HDMI,Bluetooth, Samsung HT-C5550W,1 Blu-Ray,6 Speaker with 4 Floorstanding, Wireless LAN Ready, WiFi,1.000w 10% RMS,Dolby AC3, dts,Dolby Prologic II,2 HDMI,USB,iPod Dock, Samsung HT-D455HK,1 DVD,1080p Up-scale,6 Speaker with 4 Floorstanding, 850w 10% RMS,Power Bass,DVD output, Dolby AC3,dts,Dolby Prologic II,HDMI,USB, Samsung HT-D453HK,1 DVD,1080p Up-scale,6 Speaker with 4 Floorstanding, 850w 10% RMS,Power Bass,DVD output, Dolby AC3,dts,Dolby Prologic II,HDMI,USB, Samsung HT-D350K,1 DVD,6 Speaker,330w 10% RMS, Power Bass, Dolby AC3,dts, 1080p Up-scale, Dolby Prologic II,HDMI,USB, Samsung HT-D3330,1 DVD,6 Speaker,330w 10% RMS, Power Bass, Dolby AC3,dts, Dolby Prologic II,USB, Sharp HTCN-390DVW,1 DVD,1080p Up-scale,6 Speaker, DVD output,Dolby AC3,dts, 210w 10% RMS, Dolby Prologic II,HDMI,USB, Sharp HTCN-790DVW,1 DVD,1080p Up-scale, 6 Speaker with 4 Floorstanding, 210w 10% RMS,DVD output, Dolby AC3,dts,Dolby Prologic II,HDMI,USB, Sharp HTCN-830DVW,1 DVD,1080p Up-scale, 6 Speaker with 2 Floorstanding, 210w 10% RMS,DVD output, Dolby AC3,dts,Dolby Prologic II,HDMI,USB,

Doharto

Rp 1.320

PRODUK

PENULIS

PRODUK LG M-197WAP,19”,Full Stereo,1366x768p,1 HDMI,PC input, DVD input, Panasonic TH-LH19C20,19”,Full Stereo,1366x768p, Contrast 20.000:1, Bass X,1 HDMI,PC input, Polytron PLM 24M60,24”,Full Stereo,Full HD,Contrast 40.000:1, Brightness 300cd/m2, Picture Freeze,6w 10% RMS, Time response 5 ms,Power Cons. 55W,2 HDMI,USB,PC input, Polytron PLM 24M61,24”,Full Stereo,Full HD,Contrast 40.000:1, Brightness 300cd/m2, Picture Freeze,6w 10% RMS, Time response 5 ms,Power Cons. 55W,2 HDMI,USB,PC input, Polytron PLM 24M51,24”,Full Stereo,Full HD,Contrast 40.000:1, Brightness 300cd/m2, Picture Freeze,6w 10% RMS, Time response 5 ms,Power Cons. 55W,2 HDMI,USB,PC input, Samsung LA-19C350,19”,Full Stereo,1366x768p,6w 10% RMS, 1 HDMI,PC input,DVD input, Samsung LA-19D400,19”,Full Stereo,1366x768p, 85w Power Cons.,HDMI,USB, PC input, Samsung LA-22D400,22”,Full Stereo,1366x768p, 85w Power Cons.,HDMI,USB, PC input, Samsung LA-26D400,26”,Full Stereo,1366x768p, 85w Power Cons.,HDMI,USB, PC input, Sanyo 19K40,19”,Full Stereo,1366x768p,DVD input, HDMI,PC input, Sanyo 24K50,24”,Full Stereo,1366x768p,DVD input, HDMI,PC input, Sharp LC-22L10,22”,Full Stereo,1366x768p,HDMI, PC input,10w 10% RMS, TCL 20E6,20”,Full Stereo,1366x768p,power Cons. 45W, DVD input,HDMI, PC input, TCL 24D10,24”,Full Stereo,1366x768p,DVD input,HDMI, PC input, Toshiba 19HV10,19”,Full Stereo,Contrast 8400:1,1366x768p, HDMI,PC input, USB, Toshiba 24HV10,24”,Full Stereo,1366x768p,USB input, 1 HDMI,PC input, Toshiba 24PB1,24”,Full Stereo,1366x768p, Contrast ratio 20.000:1, USB input,1 HDMI,PC input, Toshiba 24PB2,24”,Full Stereo,1366x768p, Contrast ratio 20.000:1, USB input,1 HDMI,PC input, Weston WS TV2001,20”,Full Stereo,1366x768p,DVD input, HDMI,PC input,

Doharto

Seluruh Produk di Jual di Indonesia

PENULIS

������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������ ������

PRODUK Sharp HTCN-890DVW,1 DVD,1080p Up-scale, 6 Speaker with 4 Floorstanding, 420w 10% RMS,DVD output, Dolby AC3,dts,Dolby Prologic II,HDMI,USB, Sharp HTCN-9300DVW,1 DVD,1080p Up-scale,6 Speaker with 2 Floorstanding, 600w 10% RMS,X-Bass,DVD output, Dolby AC3,dts,Dolby Prologic II,HDMI,USB, Sharp HTCN-9900DVW,1 DVD,1080p Up-scale,6 Speaker with 4 Floorstanding, 600w 10% RMS,X-Bass,DVD output, Dolby AC3,dts,Dolby Prologic II,HDMI,USB, Sony DAV-TZ200,1 DVD,DivX,6 Speaker,DVD output, 500w 10% RMS, Dolby Prologic II, Sony DAV-TZ135,1 DVD,DivX,6 Speaker,DVD output, 350w 10% RMS,Dolby AC3, Dolby Prologic II,USB, Sony DAV-DZ640,1 DVD,6 Speaker with 4 Floorstanding, Dolby AC3, Dolby Prologic II,HDMI,USB, Sony DAV-DZ840,1 DVD,6 Speaker with 4 Floorstanding, 1.000w 10% RMS,Dolby AC3, Dolby Prologic II,HDMI,USB, Sony BDV-E985,1 Bluray,3D,6 Speaker with 4 Floorstanding, Dolby AC3,3D Surround, Dolby Prologic II,HDMI,USB,

HARGA

PROJECTOR Rp 2.300

Rp 2.250

Rp 2.600 Rp 2.650 Rp 1.400 Rp 3.000 Rp 4.000 Rp 9.000

CAMCORDER PRODUK

HARGA

MEDIA REKAM : HARD DISK DRIVE JVC GZ-HM445,Zoom 40/200,LCD 2.7”,Full HD 1920x1080i, SD Card,Built-in HDD, Digital Camera,HDMI,USB, JVC GZ-MG630,Zoom 40/200,LCD 2.7”,SD Card, Built-in HDD 60 GB, Digital Camera,HDMI,USB, Sony DCR-SR21,Zoom:67/..LCD 2.7” Touch Panel,HDD 80GB, Carl Zeiss Vario Tessar Lens,Digital Camera,SD Card, Memory Stick DuoTM, Sony DCR-SR68,Zoom:60/..LCD 2.7” Touch Panel,HDD 80GB, Carl Zeiss Vario Tessar Lens,Digital Camera,Memory Stick DuoTM, MEDIA REKAM : KARTU MEMORI BenQ DV M21,Zoom : 5/..,Full HD,LCD 3.0”,SD Card,HDMI, Canon HFR26,Zoom : 28/..,Full HD 1920x1080i,CMOS Censor, SDHC Card Slot, Dynamic Image Stabilizer,Digital Camera, LCD 3.0”,32GB Built-in HDD,HDMI,USB, Canon FS405,Zoom : 41/.., LCD 2.7”,SDHC Card Slot, Dynamic Image Stabilizer, Digital Camera, Canon FS46,Zoom : 37/..,Digital Camera,LCD 2.7”, Stereo Condenser Microphone JVC GZ-MS95,Zoom 35/..,LCD 2.7”,Digital Camera,Dual Memory, JVC GZ-E205,Zoom 40/200,LCD 3.0”,Digital Camera, Dual Memory, JVC GZ-MS215,Zoom 45/900,LCD 2.7”,Digital Camera, Berat 230gr,Dual Memory, JVC GZ-HM30,Zoom 40/200,LCD 2.7”,Digital Camera, SD Card Slot,HDMI, JVC GZ-HM445,Zoom 40/200,LCD 2.7”,Digital Camera, Full HD,LED Light.,SD Card Slot, JVC GZ-HM650,Zoom 40/200,LCD 2.7”,Digital Camera,Full HD, SD Card Slot, JVC GZ-MS110,Zoom 45/800,LCD 2.7”,Digital Camera,SD Card, Panasonic SDR-S15,Zoom 10/..,LCD 2.7”,Digital Camera, 1.5m’ water proof,SD Card, Sony DCR-PJ5E,LCD 2.7”,Carl Zeiss Lenses,Digital Camera, Built-in Projector,Exmor R CMOS Censor,Full HD,HDMI, Memory Stick Pro DuoTM Sony HDR-PJ10,LCD 3.0”,Carl Zeiss Lenses,Digital Camera, Built-in Projector,Exmor R CMOS Censor,Full HD,HDMI, 16 GB Built-in Flash Memory,Memory Stick Pro DuoTM Sony HDR-CX210,LCD 2.7”,Full HD,8 GB Built-in HDD, Carl Zeiss Lenses, Digital Camera 5.3MP, Sony DCR-SX20,Zoom:50/2000,LCD 2.7”,Carl Zeiss Lenses, Pro-HG DuoTM,Memory Stick Pro DuoTM Sony DCR-SX21,Zoom:57/2000,LCD 2.7”,Face Detection, SD Card Slot, Pro-HG DuoTM,Memory Stick Pro DuoTM Sony DCR-SX44,Zoom:60/2000,LCD 2.7”,Carl Zeiss Lenses, USB Port, Digital Camera,4 GB Built-in Flash Memory, Pro-HG DuoTM,Memory Stick Pro DuoTM Semua harga yang ditampilkan dalam Ribuan Rupiah

Rp 5.300 Rp 2.400

PRODUK

HARGA

DLP PROJECTOR BENQ MP670,1024x768p,Brightness 3200 ANSI Lumens, Contrast 3000:1,S-Video,HDMI,Lamp Life 3000 jam,Berat :2.75kg, BENQ MP515, InFocus X16,800x600,Brightness 2400 ANSI Lumens, Contrast 2000:1 InFocus IN102,800x600,Brightness 2500 ANSI Lumens, 4000hrs lamp life,Berat 2.3kg, InFocus IN105, 1024x768p,Brightness 3000 ANSI Lumens, 4000hrs lamp life, Berat 2.3kg, Samsung P410M,800x600p,Brightness 170 ANSI,Contrast 1000:1, 32dB,PC input, USB,Lamp Life 30.000 jam,Berat:0.95kg, LCD PROJECTOR Acer C110,854x480,Contrast 1000:1,Brightness 50 ANSI Lumens, 20000hrs LED life, Berat:175gr, Acer C110,800x600,Contrast 4000:1, 3D Ready, Brightness 2700 ANSI Lumens,5000hrs lamp life, Berat: 2.2 kg, Epson EB-X7,800x600,Brightness 2200 ANSI Lumens, 5000hrs lamp life, Epson EB-X9,800x600,Brightness 2500 ANSI Lumens, 5000hrs lamp life, Hitachi CP-RX79,1024x768,Brightness 2200ANSI Lumens, 4000hrs lamp life,2.2kg, Samsung SP-L220/221,1024x768p, Brightness 2200 ANSI Lumens,Contrast 500:1,stereo speaker, Sony VPL-HW15,Full HD 1920x1080p, Brightness 1000 ANSI Lumens, Contrast 60.000:1,2 HDMI, PC input,S-Video,Berat 10 kg,

US$ 2.100 Rp 5.800 Rp 5.000 Rp 4.000 Rp 6.000 Rp 3.290

Rp 3.550 Rp 3.550 US$ 579 US$ 449 Rp 4.395 US$ 599

US$ 3.000

Rp 2.950

BLU-RAY PLAYER

Rp 3.350 Rp 1.500

Rp 5.750 Rp 2.000 Rp 3.000 Rp 2.265 Rp 3.650 Rp 2.055 Rp 2.425 Rp 3.370

PRODUK

HARGA

Changhong BD-3101,Dolby Stereo,DTS,HDMI, LG BD370,Dolby True HD Support,USB Port, LG BD550,Dolby True HD Support,USB Port, LG BD560,Dolby True HD Support,USB Port, LG BD570,Dolby True HD Support,USB Port, LG BD620,3D,Dolby True HD Support,USB Port, LG BD660,3D,Dolby True HD Support,USB Port, Panasonic DMP-BD45,Dolby True HD Support,USB Port, Panasonic DMP-BD75,Dolby True HD Support,USB Port, Pioneer DV-430V,Dolby True HD Support,USB Port, Pioneer BDP-330,Dolby True HD Support,USB Port, Sharp BD-HP25,3HDMI ver. 1.3a,USB,Tru Surround,Simplink, Sharp BD-HP90,3HDMI ver. 1.3a,USB,Tru Surround,Simplink, Sony BDP-S380,internet video streaming,WiFi,Dolby True HD, Wireless,USB, Sony BDP-S470,internet video streaming,WiFi,Dolby True HD,

Rp 900 Rp 3.100 Rp 1.100 Rp 1.765 Rp 2.000 Rp 1.050 Rp 2.500 Rp 1.000 Rp 1.750 Rp 1.225 Rp 1.900 Rp 2.790 Rp 4.850

Rp 5.700 Rp 1.630

MICRO COMPO

Rp 2.970

Rp 3.300

Rp 8.000 Rp 5.100 Rp 2.160 Rp 2.000

Rp 2.650

Rp 1.700 Rp 2.300

PRODUK

HARGA

LG XB-12,1 DVD,DivX,FM radio, LG FB-166,1 DVD,FM radio,iPod/iPhone Dock, Philips MCD-122,1 DVD,FM radio,Dinamic Bass boost, Dolby Digital, Audio Output 40w 10% RMS,USB, Philips MCD-170,1 DVD,DivX,FM radio,Dinamic Bass boost, Automatic Recording Level, Audio Output 400w PMPO,USB Philips MCD-183/98,1 DVD,DivX,FM radio,Dinamic Bass boost, 100w 10% RMS,USB, Philips MCD-909,1 DVD,MP3,FM radio,Dinamic Bass boost,USB, Polytron PNH-2100,1 DVD,FM tuner,USB,Docking for Didital Player, Powerfull Bass,30w 10% RMS,Sub Woofer Out, Polytron PNH-2201,1 DVD,FM tuner,USB,Docking for Didital Player,XBR Bass Booster, 60w 10% RMS,Sub Woofer Out,

Rp 1.025 Rp 2.200

=Penurunan Harga

audio video 66 April 2012

Rp 1.600 Rp 1.500 Rp 1.700 Rp 6.500 Rp 2.000 Rp 3.000


AUDIO VIDEO EDISI 6