Page 1

EDISI KHUSUS KEMERDEKAAN

EDISI 12-18 AGUSTUS 2013

AGUS SALIM

RP 33.000

WWW.TEMPO.CO MAJALAH BERITA MINGGUAN ISSN: 0126 - 4273

00024 9 770126 427302

DIPLOMAT JENAKA PENOPANG REPUBLIK


DAFTAR ISI

4224/12-18 AGUSTUS 2013

Kulit muka: Arsip Nasional Republik Indonesia

NASIONAL 224

Politikus Menggasak Proyek Madrasah SEJUMLAH proyek madrasah meruapkan kongkalikong pejabat Kementerian Agama dan Komisi Agama Dewan Perwakilan Rakyat. Anggota Komisi meminta success fee. Anehnya, penyelidikan kejaksaan tidak menyentuh politikus itu. Siapa saja mereka?

EDISI KHUSUS 32-114 A G U S

EKONOMI 246

Keraguan Membeli Minyak Asing AKUISISI PT Pertamina (Persero) terhadap blok minyak ConocoPhillips Algeria Ltd di Aljazair diragukan bakal menambah sokongan produksi minyak. Produksi minyak dalam kontrak dinilai melebihi realisasi di lapangan. Sayangnya, Pertamina telanjur membayar uang muka 10 persen dari total akuisisi Rp 17,5 triliun. Mengapa Pertamina teledor?

Prelude Album 10 Angka 12 Etalase 14 Inovasi 16 Kartun 22 Seribu Kata 24 Surat 6 Tempo Doeloe 20 Opini Bahasa 116 Catatan Pinggir 290 Kolom 108, 112 Hukum Hukum 236

DIPLOMAT CERDIK DAN PENDEBAT ULUNG SAREKAT ISLAM MENJADI AJANG AGUS SALIM MENEMPA DIRI. DI SANA, DIA MENYADARI BETAPA ORGANISASI DENGAN RIBUAN ANGGOTA BISA DIDIRIKAN DAN DIGERAKKAN DI MASA KOLONIAL BELANDA. NAMUN DIA MESTI MENJAGA SAREKAT ISLAM DARI LAWAN POLITIKNYA: KAUM KOMUNIS.

Sains Lingkungan 270 Internasional Internasional 258 Momen 256 Seni Seni 274 Sinema 278 Seni Rupa 280 Ekonomi Momen 252 Tokoh Tokoh 288 Wawancara 284

Politik Ringkasan 28

4|

S A L I M

| 18 AGUSTUS 2013

BONUS POSTER


SURAT Penjelasan Primkop Paspampres TERIMA kasih atas artikel majalah Tempo edisi 29 Juli4 Agustus 2013, halaman 104, yang berjudul ”Jatah Sandal dan Semir Sepatu”, mengenai implikasi dari sidang konsinyasi PT Dharma Distrindo Sarana Sejati terhadap Primkop Paspampres. Atas nama Primkop Paspampres, kami hendak menyampaikan beberapa hal untuk meluruskan informasi. Dalam alinea terakhir artikel majalah Tempo disebutkan: ”Beredar kabar bahwa Dharma Distrindo Sarana Sejati dekat dengan bekas petinggi TNI. Mantan Komandan Paspampres (1997-1998) Endriartono Sutarto disebut terlibat dalam proses perubahan perjanjian kerja sama itu.” Kami sampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar dan bukan berasal dari Primkop Paspampres. Mayjen TNI Endriartono Sutarto bertugas selaku Komandan Paspampres dari 11 Juni 1997 hingga 15 September 1998. Sedangkan perjanjian pendirian SPBU ditandatangani pada 24 Juni 1995, saat Mayjen TNI Endriartono Sutarto belum menjabat, dan perubahan perjanjian kerja sama ditandatangani pada 12 Juli 1999, setelah dia selesai menjabat. Informasi resmi dari Primkop Paspampres saat ditanya wartawan hanya soal kronologi konsinyasi melalui Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, yang diawali oleh temuan Wasrik Badan Pemeriksa Keuangan secara berulang mengenai kewajiban PT Dharma Distrindo Sarana Sejati terhadap kas negara. Jadi ini sesungguhnya persoalan tanggung jawab manajemen PT Dharma Distrindo Sarana Sejati dan tidak ada hubungannya dengan para pejabat Paspampres sebelumnya.

Edi Wuryanto, SIP Inspektur Pasukan Pengamanan Presiden

Ralat Berita Maleo KAMI ingin meralat sedikit tulisan mengenai maleo yang diterbitkan majalah Tempo, 24-30 Juni 2013, halaman 64-65, pada artikel ”Rindu Maleo di Pantai Sulawesi”. Pada halaman 65 kolom 2, di paragraf pertama tertulis: ”Sumber telur maleo dan inkubator berasal dari Taman Nasional Lore Lindu dan Cagar Alam Morowali.” Seharusnya telur berasal dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Tengah. Dan kami akan bekerja sama dengan Taman Nasional Lore Lindu dan Cagar Alam Morowali untuk mendapatkan telur maleo. Sedangkan inkubator merupakan kerja sama dengan Dr Mobius Tanari, dosen peternakan Universitas Tadulako, yang dimulai sejak satu tahun lalu (2012).

Sugeng Putranto Spesialis Lingkungan PT Donggi Senoro LNG

Menyoal Gratifikasi SAYA ingin memberikan sumbang saran untuk hal-hal yang berkaitan dengan gratifikasi. Jika negara terus berupaya menyempurnakan Undang-Undang Gratifikasi, saran saya segala sesuatu yang diterima oleh pejabat penyelenggara negara atau pegawai negeri sipil, selama dia bertugas atau

6 |

| 18 AGUSTUS 2013


SURAT

menjabat, harus diserahkan untuk negara. Apa pun bentuknya. Apakah itu gitar kepada Jokowi atau baju olahraga kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Nanti semua hadiah atau gratifikasi tersebut dibuatkan museumnya. Ini seperti yang dilakukan Pak Harto dengan Museum Bhakti Pertiwi di TMII. Di sana, sebagian besar isinya adalah cendera mata yang pernah diterima Pak Harto selama menjabat Presiden Republik Indonesia. Jika gratifikasinya berupa uang atau benda berharga, masukkan ke kas negara. Nama museumnya bisa saja Museum Gratifikasi Pejabat Negeri, misalnya.

Pandu Syaiful Kompleks Cendana Pinggir, Riau

Ralat Dalam artikel ”Bayi-bayi Haris di Melbourne” di halaman 78 edisi 29 Juli-4 Agustus 2013 disebutkan bahwa pameran tersebut dikuratori oleh Joseph C. Roberts. Yang benar pameran itu dikuratori oleh Farah Wardani. Dalam artikel ”Harga Selangit Siapa Membeli” di halaman 79 edisi 22-28 Juli 2013 tercantum nama seniman Angki Prabandono, yang seharusnya Angki Purbandono. Kami mohon maaf atas kekeliruan tersebut. -Redaksi

PEMIMPIN REDAKSI/PENANGGUNG JAWAB Wahyu Muryadi WAKIL PEMIMPIN REDAKSI Gendur Sudarsono REDAKTUR EKSEKUTIF Arif Zulkifli KELOMPOK TEMPO MEDIA NASIONAL DAN HUKUM REDAKTUR PELAKSANA Budi Setyarso, Elik Susanto, L.R. Baskoro, Yosep Suprayogi REDAKTUR Anton Aprianto, Bagja Hidayat, Efri Nirwan Ritonga, Jajang Jamaluddin, Maria Rita Ida Hasugian, Setri Yasra, Sukma N. Loppies, Widiarsi Agustina STAF REDAKSI Anton Septian, Bobby Chandra, Fanny Febiana, Mustafa Silalahi, Stefanus Teguh Edi Pramono REPORTER Ananda Wardhana Badudu, Aryani Kristanti, Febriyan, Febriana Firdaus, Francisco Rosarians Enga Geken, I Wayan Agus Purnomo, Indra Wijaya, Ira Guslina Sufa, Kartika Candra Dwi Susanti, Muhamad Rizki, Nur Alfiyah BT Tarkhadi, Prihandoko, Rusman Paraqbueq, Satwika Gemala Movementi, Subkhan, Sundari, Tri Suharman EKONOMI REDAKTUR PELAKSANA Nugroho Dewanto REDAKTUR Ali Nur Yasin, Dewi Rina Cahyani, Jobpie Sugiharto, Retno Sulistyowati, Y. Tomi Aryanto STAF REDAKSI Abdul Malik, Fery Firmansyah, Rachma Tri Widuri, RR Ariyani Yakti Widyastuti, Setiawan Adiwijaya, Sorta Marthalena Tobing REPORTER Akbar Tri Kurniawan, Amandra Mustika Megarani, Ananda Wardhiati Theresia, Ananda Widhia Putri, Angga Sukma Wijaya, Ayu Prima Sandi, Bernadette Christina, Gustidha Budiartie, Maria Yuniar Ardhati, Martha Ruth Thertina, Pingit Aria Mutiara Fajrin, Rafika Usnah, Ririn Agustia, Rosalina INTERNASIONAL DAN NUSA REDAKTUR PELAKSANA Bina Bektiati, Idrus F. Shahab REDAKTUR Dwi Arjanto, Juli Hantoro, Mustafa Ismail, Raju Febrian, Sapto Yunus STAF REDAKSI Abdul Manan, Eko Ari Wibowo, Endri Kurniawati, Harun Mahbub, Hayati Maulana Nur, Istiqomatul Hayati, Nathalia Shanty, Sandy Indra Pratama, Sita Planasari REPORTER Afrialia Suryanis, Dimas Indra Buana Siregar, Istman Musaharun Pramadiba, Mohammad Andi Perdana, Syailendra Persada SURABAYA Agus Supriyanto, Jalil Hakim, Zed Abidin. YOGYAKARTA Sunudyantoro (Kepala Biro), L.N. Idayanie, R. Fadjri BANDUNG Eni Saeni MAKASSAR Grace Samantha Gandhi, M. Reza Maulana NE WS DAN ME TRO REDAKTUR PELAKSANA A.A. Gde Bagus Wahyu Dhyatmika REDAKTUR Purwanto, Rini Kustiani, Yandi Rofiyandi, Yudhono Yanuar Akhmadi, Zacharias Wuragil BK. STAF REDAKSI Ahmad Nurhasim, Ali Anwar, Aliya Fathiyah, Hadriani Pudjiarti, Martha Warta Silaban, M.C. Nieke Indrietta Baiduri, Nur Haryanto, Suseno REPORTER A. Aditya Budiman, Amirullah, Anggrita Desyani Cahyaningtyas, Baiq Atmi Sani Pertiwi, Choirul Aminudin, Cornila Desyana, Fiona Putri Hasyim, Jayadi Supriadin, Munawwaroh, Rina Widiastuti, Sutji Decilya INVE STIGASI DAN EDISI KHUSUS REDAKTUR PELAKSANA Purwanto Setiadi REDAKTUR Philipus Parera, Yandhrie Arvian STAF REDAKSI Agung Sedayu, Muhammad Nafi, Yuliawati

G AYA H I D U P D A N S E N I REDAKTUR PELAKSANA Qaris Tajudin, Seno Joko Suyono REDAKTUR Ahmad Taufik, Dody Hidayat, Dwi Wiyana, Kurniawan, Nurdin Kalim, Purwani Diyah Prabandari STAF REDAKSI Agoeng Wijaya, Andari Karina Anom, Cheta Nilawati Prasetyaningrum, Dian Yuliastuti, Evieta Fajar Pusporini, Nunuy Nurhayati, Sadika Hamid REPORTER Heru Triyono, Isma Savitri, Ismi Wahid Rohmataniah Maulid, Mitra Tarigan, Muhammad Iqbal Muhtarom, Ratnaning Asih, Retno Endah Dianing Sari, Riky Ferdianto SAINS DAN SPORT REDAKTUR PELAKSANA Tulus Wijanarko, Yosrizal Suriaji REDAKTUR TB. Firman D. Atmakusumah, Clara Maria Tjandra Dewi H., Hari Prasetyo, Irfan Budiman, Nurdin Saleh STAF REDAKSI Agus Baharudin, Budi Riza, Kelik M. Nugroho, Kodrat Setiawan, Untung Widyanto REPORTER Anton William, Arie Firdaus, Dwi Riyanto Agustiar, Erwin Prima Putra Z., Gadi Kurniawan Makitan, Mahardika Satria Hadi K R E AT I F REDAKTUR KREATIF Gilang Rahadian REDAKTUR DESAIN Eko Punto Pambudi, Fitra Moerat Ramadhan Sitompul, Yuyun Nurrachman DESAINER SENIOR Ehwan Kurniawan, Imam Yunianto, Kendra H. Paramita DESAINER Aji Yuliarto, Ary Setiawan Harahap, Deisy Rikayanti Sastroadmodjo, Djunaedi, Edward Ricardo Sianturi, Fransisca Hana, Gatot Pandego, Munzir Fadly, Rizal Zulfadli, Robby PENATA LETAK Achmad Budy, Ahmad Fatoni, Agus Darmawan Setiadi, Agus Kurnianto, Arief Mudi Handoko, Imam Riyadi Untung, Kuswoyo, Mistono, Rudy Asrori, Tri Watno Widodo, Wahyu Risyanto REDAKTUR FOTO Rully Kesuma (koordinator), Ijar Karim, Mahanizar Djohan PERISET FOTO Ayu Ambong, Gunawan Wicaksono, Jati Mahatmaji, Nita Dian Afianti, Ratih Purnama Ningsih, Tomy Satria, Wahyu Setiawan FOTOGRAFER Aditia Noviansyah, Amston Probel, Subekti BAHASA REDAKTUR BAHASA Uu Suhardi (Koordinator), Hasto Pratikto, Sapto Nugroho STAF SENIOR Iyan Bastian STAF Fadjriah Nurdiarsih, Hadi Prayuda, Heru Yulistiyan, Michael Timur Kharisma, Mochamad Murdwinanto, Rasdi Darma, Sekar Septiandari, Suhud Sudarjo P U S AT D ATA D A N A N A L I S A T E M P O KEPALA Priatna RISET Ngarto Februana, Ade Subrata, Dina Andriani, Ismail, M. Azhar, Indra Mutiara REDAKTUR SENIOR Bambang Harymurti, Diah Purnomowati, Edi Rustiadi M, Fikri Jufri, Goenawan Mohamad, Leila S. Chudori, Putu Setia, S. Malela Mahargasarie, Toriq Hadad KEPALA PEMBERITAAN KORPORAT Toriq Hadad KEPALA DESAIN KORPORAT S. Malela Mahargasarie KEPALA BIRO EKSEKUTIF DAN PENDIDIKAN M. Taufiqurohman

PT TEMPO INTI MEDIA TBK DIREKTUR UTAMA Bambang Harymurti DIREKTUR Herry Hernawan, Toriq Hadad SEKRETARIAT KORPORAT Diah Purnomowati P E M A S A R A N Herry Hernawan (Direktur)

S I R K U L A S I D A N D I S T R I B U S I Windalaksana (Kepala), Erina (Sekretariat)

IKLAN Gabriel Sugrahetty (Wakil Direktur), Adelisnasari, Tito Prabowo, Adeliska Virwani, Dani Kristianto, Dody Waspodo, Lina Sujud, Agung Djahuri S., Melly Rasyid, Nurulita Pasaribu, Sulis Prasetyo, Tanty Hendriyanti

SIRKULASI Shalfi Andri (Kepala Unit), Boy Hariyadi, Indra Setiawan, Ivan B. Putra, Yefri PERWAKILAN DAERAH JAWA TIMUR R. Adi Budikriswanto (Kepala), Solex Kurniawan DI YOGYAKARTA-JAWA TENGAH Aqshol Amri (Kepala)

PENGEMBANGAN DAN KOMUNIKASI PEMASARAN Meiky Sofyansyah (Kepala) PROMOSI Rachadian Nashidik RISET PEMASARAN Ai Mulyani K. BUSINESS DEVELOPMENT Siti Rhanty Widiastuti KREATIF PEMASARAN Prasidono Listiaji (Kepala) TIM PENULIS S. Dian Andryanto, Hotma Siregar, Mira Larasati, Nugroho Adhi, Rifwan Hendri, Susandijani, V. Nara Patrianila DESAIN KREATIF PEMASARAN Kemas M. Ridwan (Koordinator), Andi Faisal, Andi Suprianto, Arcaya Manikotama, Danny Rizal Darmawan, Jemmi Ismoko, Juneidi Abdillah, Juned Aryo Sembada, Rachman Hakim, Setiyono, Oktaviardi Pratama Putra FOTOGRAFI & RISET Foto Lourentius EP. TRAFFIC Abdul Djalal, Muhammad Assad Islamie ALAMAT REDAKSI Kebayoran Centre Blok A11- A15 Jalan Kebayoran Baru, Mayestik, Jakarta 12240, Telp. 021-7255625, Faks 725-5645/50 Email red@tempo.co.id

DISTRIBUSI Ismet Tamara (Kepala Unit) LAYANAN PELANGGAN Berkah Demiat (Kepala) ALAMAT IKLAN Gedung Cahaya Palmerah Jalan Palmerah Utara III No. 9, Jakarta Barat 11480 Tel. 62-21-53660242. Fax. 62-21-53660248 ALAMAT DIVISI SIRKULASI DAN DIVISI KOMUNIKASI PEMASARAN Gedung Matahari, Jalan Palmerah Utara II No. 201 AA, Jakarta Barat 11480 Telp. 62-21-5360409. Faks. 62-21-53661253

PENERBIT PT TEMPO INTI MEDIA Tbk, BNI Cabang Kramat, Jakarta, A.C. 017.000.280.765.001

ALAMAT PERUSAHAAN Jalan Palmerah Barat No. 8, Jakarta 12210, Telp. 021-5360409, Faks 5439569, http://korporat.tempo.co

ISSN 0126-4273 SIUPP No. 354/SK/MENPEN/SIUPP/1998. PENCETAK PT TEMPRINT, Jakarta.

8 |

| 18 AGUSTUS 2013


Sebanyak 48 pemain berbakat yang terpilih akan disaring kembali menjadi 24 terbaik untuk menerima beasiswa Pertamina Soccer School selama tiga tahun di Jakarta. etelah dua hari melewati babak penyisihan Pertamina Soccer Star, Minggu (7/7) akhirnya terpilih 8 peserta berbakat dari 621 orang yang mendaftar di Jakarta. Jakarta merupakan kota terakhir pelaksanaan penyisihan Pertamina Soccer Star yang sebelumnya sukses dilaksanakan di lima kota, yakni Malang, Balikpapan, Makassar, Palembang, dan Sorong. Acara yang diadakan di Lapangan Olahraga Pertamina Learning Center (PLC) Simprug tersebut dibuka Direktur Eksekutif Pertamina Foundation Jakarta Nina Nurlina Pramono. Selama masa penyisihan, para peserta Pertamina Soccer Star yang berusia 13-16 tahun tersebut mengikuti rangkaian tes yang cukup ketat, mulai dari tes keterampilan (juggling, tendangan penalti, long pass accuration), tes fisik, hingga tes permainan atau tanding. Dari ratusan peserta, secara bertahap terpilih 8 anak, yaitu Ramadhan Dwi, Putra Deta, Pandan Wijaya Kosasih, Rossi Nuril, M. Fathurrahman, Firdaus Aprillian, Fadil Muslimin dan Yoga Triseptian. Sebelum masuk ke Pertamina Soccer

PEMAIN MUDA PERTAMINA SOCCER STAR JAKARTA

S

School, delapan anak berbakat ini akan dikirim terlebih dahulu ke Pertamina Soccer Camp di Bandung beserta para peserta terpilih dari berbagai kota lainnya. Direktur Eksekutif Pertamina Foundation, Nina Nurlina Pramono, menuturkan bahwa di camp yang mengadopsi tipikal camp AC Milan ini, mereka mendapat pelatihan awal, seperti pendidikan budaya dan kedisiplinan. “Mereka digembleng oleh pelatih dari internal AC Milan Academy dan pelatih nasional terpilih dari UNJ. Mereka akan menempuh beberapa tes seperti psikotes dan tes kesehatan yang mendalam. Intelegensia dan kesehatan jasmani adalah hal penting,” kata Nina Pramono. Dari 48 pemain berbakat yang tersaring dari berbagai kota akan disaring kembali

menjadi 24 pemain berbakat terbaik untuk menerima kesempatan beasiswa Pertamina Soccer School maksimal tiga tahun di Jakarta. “Ini sebagai komitmen nyata Pertamina terhadap bakat yang dimiliki generasi muda. Program ini sangat komprehensif, menantang dan bagus sekali. Masyarakat bisa melihat Pertamina memberikan manfaat yang sangat maksimal bagi masyarakat,” ucap Manager Brand Pertamina Agus Mashud. Pertamina tidak hanya ingin menyiapkan pemain muda tapi juga data base untuk pembinaan jangka panjang. “Kami punya 3.000 data anak yang terdaftar di Pertamina Soccer Star dari berbagai kota. Data ini bisa dipakai untuk berbagai pihak jika akan membina generasi muda sepak bola,” ujar Nina Nurlina Pramono.z

Rehabilitasi Mangrove di Aceh PERTAMINA Terminal BBM Krueng Raya, Branch Manager Aceh bersama Sobat Bumi Aceh melaksanakan pelestarian keanekaragaman hayati daerah pesisir pantai, pertengahan Juni 2013 lalu. Kegiatan yang akan terus berkesinambungan ini diawali dengan penanaman 1.000 pohon mangrove di Desa Ruyung Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar. Operation Head Terminal BBM Krueng Raya Tengku Muhammad Fahmi mengatakan, lingkungan lestari berimbas terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar. “Misalnya, nelayan

P T P E R TA M I N A ( Pe rsero )

mudah memperoleh ikan, mengurangi potensi keruskan tanah akibat erosi dan banyak manfaat lainnya,” ujarnya.

Kegiatan ini dimulai dengan penanaman mangrove oleh Ast.HR Branch Manager Aceh Hamlet, Tengku Muhammad Fahmi didampingi Camat Mesjid Raya, Danramil V, Kapolsek Krueng Raya. Hingga 2014 mendatang, kegiatan akan berlanjut dengan sosialisasi dan edukasi manfaat mangrove bagi nelayan, pembibitan 20 ribu mangrove, budi daya udang, kepiting, tiram, dan penanaman akbar mangrove. Ketua Sobat Bumi Aceh, Mirdha Fahlevi (21), mengucapkan terima kasih kepada Pertamina yang sangat komit terhadap perlindungan keanekargaman hayati. z

INFORIAL


ALBUM

KOORDINATOR Indonesia Corruption Watch Emerson Yuntho, di Jakarta, Ahad dua pekan lalu. Ia meminta kinerja hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi dipantau ketat karena banyak koruptor yang dihukum ringan.

”Dijewer saja, kuping saya sudah panjang.” WAKIL Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di Jakarta, Selasa dua pekan lalu. Dia menanggapi sikap Fraksi PPP DPRD Jakarta yang menganggap gaya bicaranya arogan dan dapat merusak stabilitas politik Ibu Kota.

JUARA

PELANTIKAN

Ryan Bagus Fitradi cs

Suhajar Diantoro

WAKIL Indonesia mengukir prestasi dalam Olimpiade Kimia Internasional atau International Chemistry Olympiad (IChO) ke45. Dalam kejuaraan yang berlangsung di Moscow State University, Rusia, 15-24 Juli itu, Indonesia mendapat tiga medali perak dan satu perunggu. Medali perak didulang oleh Ryan Bagus Fitradi, siswa SMAN 81 Jakarta, Putu Ivan Budi Gunawan dari SMAN 4 Denpasar, dan Ivan Kurniawan dari SMAN 1 Purwokerto. Sedangkan medali perunggu disumbangkan Jason Mahadika Nathanael, siswa SMAK Penabur Gading Serpong, Jakarta. Ini untuk ke-16 kali Indonesia berpartisipasi. Tahun lalu Indonesia juga meraih tiga perak dan satu perunggu. IChO adalah kompetisi internasional bidang kimia bagi siswa sekolah menengah atas. Setiap peserta menghadapi ujian tulis dan praktek selama 10 jam. Kompetisi tahun ini diikuti 291 siswa dari 77 negara.

MENTERI Dalam Negeri Gamawan Fauzi melantiknya menjadi Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Pelantikan dilakukan di kampus IPDN, Cilandak, Jakarta Selatan, pada Senin, 22 Juli 2013. Mantan Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau itu didapuk menggantikan I Nyoman Sumaryadi. Nyoman berhenti sebagai Rektor IPDN sejak 24 Juni lalu, tersandung skandal istri simpanan. ●

Drum Corps Indonesia K ELOMPOK ini meraih medali perak dan perunggu dalam pergelaran World Music Contest ke17 di Parkstad Limburg, Kerkrade, Belanda, pada 20-21 Juli lalu. Dalam lomba marching band internasional itu Melanie Subono, didapuk menjadi komandan lapangan. Mereka ikut dalam dua pertandingan: World Mars Competition dan World Show Competition. Dalam World Mars Competition, yang digelar pada 20 Juli, Drum Corps Indonesia (DCI) meraih piala perunggu. Selanjutnya, dalam World Show Competition keesokan harinya, mereka menyabet perak. Dalam pertandingan itu, DCI membawakan lagu Paris Berantai, Minang Fantasi, Gilang Indonesia Gemilang, dan Overture. Mereka juga unjuk kebolehan tari tradisional, seperti tari piring dan kecak. ●

10 |

| 18 AGUSTUS 2013

MENINGGAL

Eko Maulana Ali Suroso GUBERNUR Bangka Belitung ini meninggal pada usia 61 tahun karena sakit, Selasa dinihari dua pekan lalu. Jenazah disalatkan di Masjid Jamik Pangkalpinang dan selanjutnya dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan Pawitralaya, Jalan Raya Koba, Bangka Tengah, hari itu juga. Pemakaman dipimpin Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan. Dalam satu tahun terakhir kondisi kesehatan politikus Partai Golkar ini memburuk karena komplikasi penyakit ginjal. Pada Senin, 29 Juli 2013, ia dilarikan ke rumah sakit Metropolitan Medical Centre, Jakarta Selatan. Eko sempat menjalani perawatan intensif, tapi nyawanya tidak tertolong. Almarhum meninggalkan satu istri dan dua anak. Sebelum menjabat Gubernur Bangka Belitung, pria kelahiran Kelapa, Kepulauan Bangka Belitung, 26 September 1951, ini pernah menjadi Bupati Bangka. ●

TEMPO/EKO SISWONO TOYUDHO (EMERSON), TEMPO/ADITIA NOVIANSYAH (BASUKI), BABELPROV.GO.ID (EKO), DOK. PRIBADI (DRUM CORPS)

”Pengadilan Tindak Pidana Korupsi dalam kondisi siaga satu.”


ANGKA

DARI BUMI percaya bahwa emas dan logam lain yang lebih berat daripada besi bukan asli bumi. Materi itu dibawa oleh meteor dan asteroid yang membombardir bumi sekitar 3,8 miliar tahun lalu. Karena warnanya yang menawan dan tak bisa berkarat, telah lama logam ini menjadi tanda kekayaan, kejayaan, dan kedudukan tinggi. Selain sebagai perhiasan, kini emas merupakan sarana investasi dan konduktor terbaik bagi peralatan elektronik. Tak mengherankan bila naik-turunnya harga emas selalu menjadi perhatian serius, dari ibu rumah tangga hingga pengusaha kaya.

, rata-rata produksi emas dunia per tahun.

Cina Amerika Serikat

Goldcorp

emas yang ditambang setiap tahun dijadikan

Australia

Newmont Kinross

Indonesia

#1 #2 #3 #9

industri terutama

Barrick

India JANUARI

Cina

FEBRUARI

Amerika Serikat

MARET APRIL

Indonesia

MEI perkiraan cadangan terbukti emas dunia saat ini.

JUNI

seluruh emas yang pernah ditambang di dunia. Bisa mengisi penuh

biaya penambangan emas termahal, di Obuasi, Ghana.

, emas yang siap ditambang saat ini. , ratarata kandungan emas terbaik. Artinya, Anda harus menggali sedikitnya satu ton tanah dan bebatuan untuk mendapatkan emas seberat kira-kira satu cincin kawin.

Amerika Utara 11.214 ton

Eropa 935 ton Asia 8.410 ton

Afrika Amerika Selatan SUMBER: DAILYINFOGRAPHIC.COM, WIKIPEDIA, NUMBERSLEUTH.ORG, GOLDPRICE. ORG FOTO: TEMPO/EKO SISWONO TOYUDHO

12 |

| 18 AGUSTUS 2013

13.083 ton 4.206 ton

Australia 8.877 ton


ETALASE

YANG CANGGIH SEPUTAR POPOK

D I A P E R atau popok tak lagi dapat dipisahkan dengan keseharian si mungil ataupun orang dewasa yang membutuhkannya. Popok terutama digunakan bila sedang dalam perjalanan atau bepergian. Kini popok tidak lagi sederhana, sekadar untuk menampung kotoran. Banyak fungsi mulai ditambahkan, dari alat diagnosis penyakit hingga perangkat untuk memonitor gerakan bayi.

Harga sekitar

Rp 50 ribu

PIXIE

KIRO M5 R O B O T Kiro-M5 ini memiliki kemampuan khusus untuk mensterilkan dan menghilangkan bau udara. Alat ini juga bisa memberi tahu jika popok sudah penuh dan harus diganti. Kiro M5 memiliki kemampuan mengendus udara untuk mendeteksi popok kotor. Sang robot juga dapat membantu kegiatan harian, seperti membangunkan anak, memberi tahu jadwal makan, bahkan menjadi alarm dalam keadaan darurat. Alat yang menggunakan baterai ini beroperasi selama delapan jam. Robot ini dikembangkan oleh Universitas Sains dan Teknologi Pohang. Tingginya 1 meter dengan berat 80 kilogram.

P O P O K ini dilengkapi teknologi yang dapat menganalisis kesehatan bayi. Lewat air kemih yang tersimpan di diaper, dapat diketahui apakah bayi menderita infeksi saluran kemih, mengalami dehidrasi, dan apakah ginjalnya dalam keadaan baik atau tidak. Popok teknologi terbaru dari Pixie ini dengan demikian dapat mengingatkan orang tua sebelum masalah kesehatan sang bayi menjadi serius. Hal itu dimungkinkan karena popok ini disertai strip yang bereaksi terhadap leukosit, nitrat, dan berbagai zat lain—masing-masing bisa menunjukkan masalah kesehatan yang berbeda.

Harga di situs Amazon sekitar

Rp 1 juta

T E R K A D A N G orang tua sulit tidur karena ingin memastikan bayi bergerak secara normal pada malam hari. Lewat Snuza, orang tua dapat memonitor pergerakan bayi dengan menempelkan alat ini ke diapernya. Alat bekerja dengan memonitor gesekan dengan kulit bayi. Bila tak ada pergerakan gesekan selama 20 detik, alarm akan berbunyi membangunkan orang tua.

14 |

| 18 AGUSTUS 2013

TWEETPEE H U G G I E S mengeluarkan produk TweetPee yang dapat mengirimkan pesan ke smartphone orang tua bila diaper bayi sudah saatnya diganti. Teknologi ini menggunakan sensor kelembapan. Untuk membuat popok ini, produsen Huggies, Kimberly-Clark, bekerja sama dengan iPhone.

GIZMAG.COM, AMAZON.COM

SNUZA


SKK MIGAS - KONTRAKTOR KKS ndustri hulu minyak dan gas bumi (migas) merupakan tulang punggung ekonomi negara yang rata-rata setiap tahun menyumbang sekitar 30 persen penerimaan negara. Namun, ternyata banyak yang belum paham mengenai sektor strategis ini. Industri migas secara umum melakukan lima tahapan kegiatan, yaitu eksplorasi, produksi, pengolahan, transportasi, dan pemasaran. Lima kegiatan pokok ini dapat dibagi menjadi dua, yaitu kegiatan hulu (upstream) dan kegiatan hilir (downstream). Kegiatan usaha hulu migas adalah kegiatan eksplorasi dan produksi, sedangkan kegiatan usaha hilir adalah pengolahan, transportasi, dan pemasaran. Kegiatan industri hulu terdiri atas kegiatan eksplorasi dan produksi. Eksplorasi yang meliputi studi geologi, studi geofisika, survei seismik, dan pengeboran eksplorasi, adalah tahap

I

BANYAK masyarakat belum paham mekanisme pengelolaan minyak dan gas bumi. Inilah gambaran pengelolaan migas sehingga mampu menjadi penopang ekonomi nasional.

awal dari seluruh kegiatan usaha hulu migas. Kegiatan ini bertujuan mencari cadangan baru. Jika hasil eksplorasi menemukan cadangan migas yang cukup ekonomis untuk dikembangkan, kegiatan eksplorasi akan dilanjutkan dengan kegiatan produksi. Kegiatan produksi adalah mengangkat migas ke permukaan bumi. Aliran migas akan masuk ke dalam sumur, lalu dinaikkan ke permukaan melalui tubing (pipa salur yang dipasang tegak lurus). Pada sumur yang baru berproduksi, proses pengangkatan ini dapat memanfaatkan tekanan alami, tanpa alat bantu. Namun, bila tekanan formasi tidak mampu memompa migas ke permukaan, maka dibutuhkan metode pengangkatan buatan. Migas yang telah diangkat akan dialirkan menuju separator (alat pemisah minyak, gas, dan air) melalui pipa salur. Separator akan memisahkan minyak (liquid) dan gas. Liquid selanjutnya akan dialirkan menuju tangki pengumpul, sedangkan gas akan dialirkan melalui pipa untuk selanjutnya dimanfaatkan, atau INFORIAL

TANGAN NEGARA DI BISNIS HULU dibakar, tergantung pada volume gas, harga gas, dan jarak ke konsumen gas. Rangkaian Aktivitas Kompleks Kegiatan eksplorasi dan produksi pada industri hulu migas meliputi serangkaian aktivitas yang kompleks dan bersifat jangka panjang. Tentunya, kegiatan sektor ini diatur dengan regulasi khusus. Dalam mengelola usaha hulu migas, Indonesia mengembangkan model kontrak bagi hasil (production sharing contract) atau kontrak kerja sama. Dengan model ini, negara memegang kontrol atas pengelolaan sumber daya alam migas. Ada beberapa karakter kontrak kerja sama. Pertama, kegiatan produksi dilakukan hanya setelah dinilai komersial oleh pemerintah. Untuk mendapatkan persetujuan pemerintah, operator harus menunjukkan rencana kerja dan anggaran yang dibutuhkan. Kedua, kepemilikan bahan tambang berada di tangan pemerintah hingga titik penyerahan. Semua migas adalah milik pemerintah, sampai titik penjualan. Setelah itu, barulah kontraktor memiliki hak sebagian hasil produksi, sesuai besaran yang telah diatur dalam kontrak. Ketiga, manajemen operasi berada di tangan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) yang merupakan lembaga negara yang dibentuk khu-

sus untuk melaksanakan pengawasan dan pengendalian kegiatan usaha hulu migas. Perencanaan anggaran dan program kerja kontraktor harus mendapat persetujuan dari SKK Migas, sebagai wakil dari pemerintah. SKK Migas memberikan persetujuan atas rencana kerja dan anggaran (work program and budget atau dikenal dengan istilah WP&B), biaya, dan juga metode keteknikan yang digunakan. Dalam Kontrak Kerja Sama, Kontraktor KKS wajib menyediakan dana awal untuk membiayai fase eksplorasi. Bila berhasil menemukan cadangan migas yang cukup ekonomis, maka pemerintah akan mengganti semua biayanya. Namun, penggantian biaya operasi hanya diberikan setelah menghasilkan minyak atau gas. Kontraktor KKS akan menerima bagiannya berupa sejumlah volume minyak atau gas (in kind). Sebagian besar hasil produksi migas diserahkan kepada negara. Berdasarkan Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, bagian negara untuk minyak bumi sebesar 85 persen, sisanya kontraktor. Untuk gas, pemerintah memperoleh 70 persen, sedangkan kontraktor mendapat 30 persen. Bisnis hulu migas adalah proyek negara. Oleh karena itu, sudah seharusnya semua pihak mendukung industri hulu migas. „


INOVASI

NYAM, BURGER DAGING KLONING

P

16 |

| 18 AGUSTUS 2013

Jaringan otot sapi hasil budi daya laboratorium.

ambil dari leher seekor sapi. Namanya sel myosatellite. Oleh para peneliti, sel itu ditempatkan dalam cairan serum janin sapi sebagai medium pengembangbiakan. Lalu, dibantu teknologi rekayasa biologi, sel-sel itu dibiarkan tumbuh dan membelah diri hingga membentuk jaringan otot. Setelah dianggap cukup, mencapai 20 ribu strip, jaringan otot itu dirakit menjadi selapis daging burger. Suatu ketika, manakala populasi bumi sudah sangat padat, sementara ruang untuk beternak dan bertani berkurang, kelangkaan pangan merupakan keniscayaan. Nah, Post dan para koleganya percaya daging kloning yang mereka ciptakan akan bermanfaat bagi kelangsungan hidup manusia pada masa itu. Sebuah studi menerangkan, pada

2050, dunia akan dihuni lebih dari sembilan miliar jiwa dengan beragam keinginan konsumsi. Tingkat permintaan akan daging bakal melonjak drastis, terutama di kalangan kelas menengah. Pada 1961, konsumsi daging dunia baru sekitar 71 juta ton per tahun. Namun sebuah survei yang dilakukan pada 2007 menunjukkan konsumsi daging tahun itu sudah mencapai 284 juta ton per tahun. Para ilmuwan dari Universitas Oxford, Inggris, menilai riset ini merupakan langkah besar untuk melindungi dunia dan manusia dari kelangkaan pangan. Selama ini memelihara sapi hingga disembelih butuh banyak energi, seperti air, lahan, dan pakan. Temuan ini juga disyukuri oleh kelompok pencinta hewan. Ben Williamson, juru bicara Peta, organisasi masyarakat untuk perlakuan etis terhadap hewan, misalnya, mengatakan mereka siap menggelontorkan hadiah US$ 1 juta untuk Post dan rekan-rekannya. “Apa pun yang mengurangi penderitaan hewan akan kami dukung,” katanya. ●

3278AS3UDZZE1HDK0F2TH5NF18C1.WPENGINE.NETDNA-CDN.COM, ILUSTRASI: ANINDYAJATI HANDARUVITRI

EKAN ini, dalam sebuah pertemuan eksklusif di bagian barat London, Inggris, satu lapis daging burger termahal di dunia rencananya bakal dipanggang. Dalam lelang online selama hampir empat bulan belakangan, potongan daging olahan seberat 500 gram itu akhirnya laku dengan harga yang dahsyat: hampir menyentuh Rp 3 miliar. Daging olahan temuan para peneliti Universitas Maastricht, Belanda, itu memang istimewa. Daging itu bukan berasal dari bagian tubuh sapi hidup yang disembelih, melainkan dari jalinan hampir 20 ribu lembar jaringan otot sapi hasil budi daya laboratorium. Istilahnya dikloning. Tak ada sapi yang mati disembelih dalam pembuatan setengah kilogram daging burger itu. “Rasanya cukup enak, tak beda dengan yang asli. Lagi pula bisa dipastikan daging olahan ini tak memiliki kandungan lemak,” kata Dr Mark Post, kepala penelitian kloning daging ini, kepada The Independent, beberapa bulan lalu. Rencananya, pada pemanggangan nanti, Post hanya akan menambahkan garam dan merica pada daging olahan mereka. Daging olahan ini mulai dibuat pada awal tahun lalu dari sebuah sel yang di-


TEMPO DOELOE 8 JUNI 1985

BILA ORMAS MESTI DIATUR I tengah pro-kontra,

D

Dewan Perwakilan Rakyat mengesahkan Rancangan Undang-Undang Organisasi Kemasyarakatan pada awal Juli lalu. Pengesahan itu didukung 311 orang dari 361 legislator yang hadir. Sejumlah organisasi kemasyarakatan memprotes dan berniat mengajukan uji materi. Mereka menilai aturan pengganti UndangUndang Nomor 8 Tahun 1985 itu masih represif serta melanggar kebebasan berkumpul dan berpendapat. Majalah Tempo pernah menulis tentang rancangan undang-undang organisasi kemasyarakatan saat pertama kali disahkan menjadi undang-undang, pada edisi 8 Juni 1985. Sejak awal kemunculannya, tahun itu, aturan ini memang sudah diwarnai perdebatan. Hari itu, Jumat, awal Juni 1985. Senyum lebar tak lepas dari wajah Menteri Dalam Negeri Soepardjo Rustam saat memberi sambutan dalam sidang DPR untuk mengesahkan RUU tentang Organisasi Kemasyarakatan. ”Sungguh, RUU tentang Organisasi Kemasyarakatan kita merupakan gema dari Sumpah Pemuda, gema dari proklamasi kemerdekaan kita, gema dari penjabaran konstitusi dan ideologi nasional kita,” kata-

nya. RUU Keormasan itu akhirnya disahkan DPR. Lebih dari separuh, atau 249 dari 451 orang, anggota Dewan setuju. Kegembiraan Soepardjo bisa dimengerti. Sejak disampaikan pemerintah satu tahun sebelumnya, pembahasan RUU itu jalan di tempat. Resistensi muncul dari pelbagai organisasi kemasyarakatan, mahasiswa, hingga pengurus masjid. Banyak organisasi kemasyarakatan memandang RUU Keormasan dengan penuh curiga. Yang paling ditakutkan adalah ketentuan bahwa semua organisasi kemasyarakatan harus menganut asas tunggal Pancasila. Itu dianggap menghilangkan ciri tiap organisasi. Tidak cukup melakukan pembicaraan maraton 50 hari, tiga fraksi—Fraksi Karya Pembangunan, Fraksi Persatuan Pembangunan, dan Fraksi Partai Demokrasi Indonesia—menggelar dengar pendapat dengan berbagai ormas hingga 40 kali. Banyaknya acara dengar pendapat itu menjadi dasar Ketua Panitia Khusus RUU Suhardiman mengklaim RUU Keormasan sudah demokratis dan menampung aspirasi organisasi kemasyarakatan. Ia mengibaratkan diri sebagai penja-

Artikel lengkap terdapat dalam Tempo edisi 8 Juni 1985. Dapatkan arsip digitalnya di: http://store.tempo.co/majalah/detail/ MC201301040103/salemba-bobol-kemanamereka-lari atau http://bit.ly/1bkghYD

20 |

| 18 AGUSTUS 2013

hit yang membuatkan baju sesuai dengan keinginan organisasi kemasyarakatan, pengguna baju itu. Tetap saja banyak pihak memprotes. Pasalnya, meski gelar pendapat diadakan berpuluh kali, berbagai usul yang muncul selalu menguap begitu saja. Usul dari Lembaga Bantuan Hukum, dalam dengar pendapat dengan Fraksi Karya Pembangunan, yang meminta supaya pembubaran organisasi kemasyarakatan hanya bisa dilakukan setelah melalui proses peradilan, misalnya, ternyata tak pernah digubris. Ketika kembali ke Senayan, Fraksi Karya Pembangunan tetap menyatakan pembubaran adalah hak prioritas pemerintah dan bukan aspek hukum. Sebagai fraksi mayoritas, tentu keputusan Fraksi Karya Pembangunan akhirnya yang jadi pemenang. Begitu pula usul Majelis Ulama Indonesia, agar pasal tentang pembina-

an organisasi kemasyarakatan dihilangkan, tidak pernah ditanggapi. Sebenarnya pendapat fraksi di Dewan juga terbelah. Ada sejumlah poin yang pembahasannya berjalan alot. Pertama, tentang judul. Fraksi Persatuan Pembangunan mengusulkan nama RUU itu diganti menjadi RUU Organisasi Kemasyarakatan dan Peribadatan. ”Bagi kami, itu penting, agar masjid yang punya AD/ART itu juga tidak dicakup dalam ormas,” kata Yusuf Syakir, juru bicara Fraksi Persatuan Pembangunan di Pansus. Usul ini akhirnya ditolak. Kedua, soal pembekuan dan pembubaran organisasi kemasyarakatan. Fraksi Persatuan Pembangunan meminta pembubaran harus melalui pengadilan. Begitu juga Fraksi Partai Demokrasi Indonesia, yang mengusulkan supaya Mahkamah Agung yang berwenang membubarkan organisasi kemasyarakatan. Kedua usul itu pun mental. Perihal definisi organisasi kemasyarakatan juga jadi masalah. Sebagian kelompok— seperti Majelis Agung Waligereja Indonesia (MAWI), Dewan Gereja-gereja Indonesia, dan MUI—tidak ingin didefinisikan sebagai organisasi kemasyarakatan. Mereka enggan jika nantinya mesti terkena ketentuan undang-undang ini. ”MAWI bukanlah organisasi tersendiri, melainkan hanya merupakan suatu bagian atau sebuah perangkat dari Gereja Katolik, yang hanya ada satu di seluruh dunia. Gereja Katolik bukanlah ormas. Jadi MAWI, sebagai salah satu bagiannya, juga bukan ormas,” ujar Sekjen MAWI Leo Soekoto. Akhirnya, untuk mengurangi penolakan, pemerintah sedikit melunak dengan mengambangkan kesimpulan apakah ketiga organisasi itu termasuk organisasi kemasyarakatan atau bukan. ●


KARTUN

Mudik Sepeda Motor Masih Populer

22 |

| 18 AGUSTUS 2013

Trend of Awareness

1.800 1.600 1.400 1.200 1.000 800 600 400 200 0

Sepeda motor: 1.660 Mobil: 1.303 Kapal: 814 Kereta api: 638 Pesawat: 237

13 20 uli J 22

Share of Awareness 13%

31%

8% 10% 6%

32%

13 13 13 13 20 20 20 20 uli uli uli uli J J J J 24 25 26 23

Mobil Sepeda motor Bus Kereta api Pesawat Kapal

Bus: 195

13 13 20 20 uli uli J J 27 28

INDIKATOR PEKAN INI Menurut Anda, apakah upaya pemerintah dalam melindungi hak penganut Syiah di Sampang untuk kembali ke rumah mereka pada Lebaran ini sudah maksimal? Kami tunggu jawaban dan komentar Anda di www.tempo.co.

Ikuti juga polling Indikator di www.yahoo.co.id.

KARTUN: PRIYANTO S

MUSIM mudik telah tiba. Diprediksi ada 20-30 juta orang di kota-kota besar bergerak dalam rombongan raksasa menuju kampung halaman masing-masing. Semua moda transportasi umum, dari kapal laut hingga pesawat terbang, penuh sesak. Situs berita Tempo.co bekerja sama dengan lembaga pemantau media sosial PoliticaWave memonitor percakapan khalayak pada periode 22-28 Juli lalu dan menemukan bahwa 32 persen netizen masih memilih mudik dengan sepeda motor. Sebanyak 31 persen netizen lain pulang kampung dengan mobil. Walhasil, perbincangan di media sosial selama dua pekan lalu dipenuhi dengan segala rupa pernak-pernik mudik dengan kendaraan pribadi itu. Misalnya ada 1.660 buzz dari para pemudik dengan sepeda motor yang berbagi informasi mengenai perawatan kendaraan selama mudik, jalur mudik yang aman, sampai tempat peristirahatan yang ideal. Meski begitu, percakapan tentang moda transportasi lain juga terekam. Misalnya soal kenyamanan mudik dengan kapal laut atau mahalnya tiket pesawat terbang. â—?

INDIKATOR


SERIBU KATA

DEMI ANGPAU. Warga terinjak-injak saat open house Idul Fitri 1434 di rumah mantan wakil presiden Jusuf Kalla di Jalan Haji Bau, Makassar, Kamis pekan lalu. Ratusan warga saling dorong untuk mendapatkan uang sebesar Rp 50 ribu dan nasi kotak. FOTO: TEMPO/IQBAL LUBIS

24 |

| 28 JULI 2013


SERIBU KATA

GANDA-GANDA JUARA. Tontowi Ahmad (kiri) dan Liliyana Natsir merayakan kemenangan setelah mengalahkan ganda campuran Cina, Xu Chen dan Ma Jin, pada ďŹ nal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2013 di Guangzhou, Cina, Ahad lalu. Pada hari yang sama, pasangan Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan merebut gelar juara ganda putra. FOTO: AP


28 JULI 2013 |

| 27


RINGKASAN

REMISI UNTUK TERPIDANA KORUPSI

PERATURAN PENGETATAN REMISI SEJAK 2012, pemerintah memperketat pemberian remisi, asimilasi, dan bebas bersyarat bagi narapidana kejahatan terorisme, narkoba, korupsi, pelanggaran hak asasi manusia berat, dan kejahatan terhadap keamanan negara. Untuk memperolehnya, terpidana harus memenuhi syarat: ❯❯ Bersedia bekerja sama dengan penegak hukum untuk membantu membongkar perkara tindak pidana yang dilakukannya; ❯❯ Telah membayar lunas denda dan uang pengganti sesuai dengan putusan pengadilan; ❯❯ Telah mengikuti program deradikalisasi yang diselenggarakan lembaga pemasyarakatan/Badan Nasional Penanggulangan Terorisme.

‘SELEB’ KORUPTOR PENERIMA REMISI EBANYAK 182 koruptor mendapat pengurangan hukuman dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia pada Idul Fitri dan 17 Agustus. Menteri Hukum Amir Syamsuddin beralasan, para narapidana perkara korupsi itu masih menerima remisi karena perkaranya telah berkekuatan hukum tetap sebelum Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012 diterbitkan. Peraturan itu memperketat pemberian remisi bagi terpidana kasus korupsi, narkotik, dan terorisme. ”Dari 2.565 napi korupsi, 182 orang menerima,” kata Amir, Kamis pekan lalu. Amir menegaskan, aturan untuk narapidana lama mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2006. Adapun narapidana yang divonis setelah 12 November 2012, tanggal diterbitkannya Peraturan Nomor 99 Tahun 2012, mengikuti aturan baru ini. ”Kalau ada yang diuntungkan, sudah risiko,” ujarnya. Dalam aturan baru, narapidana bisa memperoleh remisi bila bersedia menjadi justice collaborator, berkelakuan baik, serta telah membayar denda dan uang pengganti. Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Busyro Muqoddas menilai pemberian remisi untuk terpidana korupsi tidak tepat. ●

S

POLISI TEWAS DITEMBAK AJUN Inspektur Satu Dwiyatna, 49 tahun, anggota Unit Pembinaan Masyarakat Kepolisian Sektor Cilandak, tewas ditembak di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Rabu pekan lalu. Ia sedang menembus hujan melewati jalan sepi menuju tempat kerjanya. 28 |

| 18 AGUSTUS 2013

Dwiyatna tewas dengan kepala belakang ditembus peluru berkaliber 9 milimeter. Tim forensik Markas Besar Kepolisian RI menemukan selongsong peluru di lokasi kejadian. ”Dari temuan itu, diketahui pelakunya terlatih memakai senjata,” kata juru bicara Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto. Sejumlah saksi mata menyebutkan dua sepeda motor membuntuti Dwiyatna. Dari

GAYUS TAMBUNAN Gayus menjalani hukuman total 30 tahun penjara dalam berbagai perkara kejahatan pajak di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung. Hukumannya dikurangi tiga bulan. URIP TRI GUNAWAN Bekas jaksa yang dipenjara 20 tahun karena menerima suap dari pengusaha Artalyta Suryani ini memperoleh pengurangan hukuman empat bulan.

tiga kamera keamanan yang memantau kawasan itu, tak satu pun menjangkau lokasi penembakan. Markas Besar Polri menyimpulkan penembakan terhadap Dwiyatna mirip dengan yang dialami Ajun Inspektur Dua Patah Satiyono, anggota Polisi Lalu Lintas Gambir, Jakarta Pusat, di Jalan Cirendeu Raya, Ciputat, pada Sabtu subuh, 27 Juli 2013. Patah Satiyono tewas ketika berangkat dinas. ●

ANTARAFOTO/FANNY OCTAVIANUS, TEMPO/ AMSTON PROBEL (GAYUS), DOK. TEMPO/ZULKARNAEN

Amir Syamsuddin mengumumkan remisi di Jakarta, Selasa pekan lalu.


PABRIK NARKOTIK DI PENJARA CIPINANG TIM gabungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia plus Direktorat Narkoba Kepolisian Negara Republik Indonesia melaksanakan operasi di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur, dua hari menjelang Lebaran. Mereka menemukan ”pabrik narkotik” di dalam penjara itu. ”Pabrik” ditemukan di bengkel dan, menurut polisi, sudah beroperasi lama. Tempat pembuatan narkotik itu disebutkan sebagai hasil kongsi antara sipir penjara dan narapidana kasus narkoba. Bahan pembuat sabu, seperti serbuk prekursor sabu dan mesin pencetak ekstasi, ditemukan di bengkel. Menurut Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Amir Syamsuddin, satu sipir penjara Cipinang ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Tiga narapidana juga menjadi tersangka kasus baru. Mereka dituduh sebagai pemilik ”pabrik”. ●

Khofifah Indar Parawansa dan Herman S. Sumawiredja (kanan).

KHOFIFAH BISA BERSAING DI JAWA TIMUR EWAN Kehormatan Penyelenggara Pemilu memutuskan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, Khofifah Indar Parawansa dan Herman Sumawiredja, bisa mengikuti pemilihan di Jawa Timur pada 29 Agustus. Komisi Pemilihan Umum Daerah awalnya mencoret mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan bekas Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur ini dengan alasan tidak memenuhi ambang batas dukungan syarat pengajuan calon. Sejak awal pekan ini, Khofifah-Heru serta tiga pasangan calon lain harus berkampanye: Soekarwo-Saifullah Yusuf, Eggi Sudjana-Muhammad Sihat, dan Bambang D.H.-Said Abdullah. Dewan Kehormatan juga menjatuhkan sanksi bagi ketua dan anggota Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur. Tiga anggota diberhentikan sementara. Adapun Ketua KPU Jawa Timur Andry Dewanto Ahmad diberi peringatan. Andry dinyatakan tidak tegas terhadap anggotanya tentang verifikasi dukungan bagi Khofifah. ●

ANTARA FOTO/WIDODO S. JUSUF (CIPINANG), ANTARA FOTO/ERIC IRENG (KHOFIFAH)

D

TERSANGKA TERORIS DITANGKAP DI MALIOBORO DUA tersangka teroris ditangkap di pelataran parkir hotel di kawasan Jalan Malioboro, Yogyakarta, Jumat pekan lalu. Dua lelaki yang, menurut polisi, berasal dari Kebumen, Jawa Tengah, dan Sleman, Yogyakarta, itu lalu dibawa tim Detasemen

Khusus 88 Antiteror. Mereka diduga berhubungan dengan sejumlah kasus pengeboman. Juru bicara Markas Besar Kepolisian RI, Komisaris Besar Agus Rianto, menyebutkan mereka ditahan berkaitan dengan penangkapan tersangka teroris lain di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, dan Jalan Bangka, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu. Mereka disebut sebagai bagian kelompok yang berencana melakukan teror di Kedutaan Besar Myanmar di Jakarta. Kasus

lain adalah bom di Vihara Ekayana, Jakarta Barat, yang ditemukan pada 4 Agustus. ”Mereka ikut latihan bikin bom, cari dana, dan lainnya,” kata Agus. Juni lalu, Detasemen menangkap tersangka teroris di Bendungan Hilir dan Jalan Bangka. Polisi mengklaim menyita beberapa bom pipa yang siap diledakkan. Menurut Agus, dari pemeriksaan kasus itu, polisi menyimpulkan tersangka berencana menebar teror demi pembalasan atas pembantaian muslim Rohingya di Myanmar. ●

18 AGUSTUS 2013 |

| 29


LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN

MENJAMIN KEPERCAYAAN NASABAH PERBANKAN KEPUTUSAN LPS bukan didasarkan semata pada pertimbangan aspek komersial, untuk memperoleh keuntungan, tapi pada kepentingan lain, yaitu memelihara kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan dan stabilitas system keuangan yang biayanya mungkin besar atau sangat besar .

ilai tukar rupiah terhadap dolar AS saat ini mengalami pelemahan. Pertumbuhan ekonomi juga melambat, sebagaimana dialami banyak negara. Pelemahan juga terjadi pada indeks harga saham gabungan (IHSG), terutama dalam 45 hari terakhir. Potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia ini diakui tak hanya terjadi di negeri kita, tetapi juga di tingkat global maupun regional. Bagaimana pun, kondisi ekonomi ini memiliki pengaruh tersendiri pada industry perbankan nasional. Gangguan terhadap likuiditas perbankan diakui akan terjadi. Jika tak segera diatasi, dalam jangka panjang akan merembet pada solvabilitas bank. Untuk itu, bank harus mampu mengendalikan risiko, meningkatkan efisiensi, dan melakukan ekspansi secara bijak. Situasi ini juga tak lepas dari perhatian Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Sebagai anggota Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK), LPS bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terus berupaya meningkatkan koordinasi untuk melakukan berbagai langkah dalam memelihara

N

INFORIAL

stabilitas sistem perbankan. “LPS perlu melakukan early warning, baik fundamental makro, kualitas industry perbankan atau dengan cara memantau kondisi perbankan secara individual, yang nantinya ditransmisikan kepada pihak-pihak terkait di FKSSK untuk dibicarakan atau ditindaklanjuti. Selain itu early warning dilakukan juga melalui Evaluasi LPS rate, penetapan Crisis Management Protocol (CMP), serta penguatan cadangan,” begitu kata Ketua Dewan Komisioner LPS C. Heru Budiargo. Kendati belum memperlemah kepercayaan masyarakat terhadap perbankan, kondisi saat ini tetap harus diwaspadai. Sebagaimana diketahui, LPS adalah lembaga yang independen, transparan, dan akuntabel yang didirikan melalui Undang-Undang No 24 tahun 2004 yang selanjutnya diubah menjadi Undang-Undang No 7 tahun 2009 (UU LPS). Lembaga ini menjalankan fungsi untuk menjamin simpanan nasabah penyimpan serta turut aktif dalam memelihara stabilitas sistem perbankan sesuai dengan kewenangannya. Dalam rangka melaksanakan fungsifungsi tersebut LPS berwenang antara lain untuk memungut premi penjaminan dari bank peserta penjaminan. “LPS

juga melakukan proses penyelesaian dan penyelamatan bank gagal baik yang berdampak sistemik maupun yang berdampak tidak sistemik,” ujar Heru. “Sebagai otoritas penjamin dan resolusi bank gagal, LPS senantiasa siap dengan berbagai skenario,” tutur Heru. “Yang dimaksud dengan skenario adalah skenario krisis yang situasinya tidak terduga. LPS harus selalu siap dengan simulasi-simulasi krisis terkait dengan tugas utamanya misalnya mobilisasi resources, pelaksanaan resolusi bank-bank besar, penghitungan kerugian atau jumlah Penyertaan Modal Sementara (PMS), pemecahan masalah terkait persoalanpersoalan likuiditas maupun solvabilitas LPS yang mungkin terganggu, test case dukungan hukum yang diperlukan, implementasi kewenangankewenangan LPS, internal governance dan sebagainya. Dari pengalaman yang ada, penting untuk selalu mengingat bahwa orientasi perlindungan konsumen atau masyarakat menjadi dasar atau semangat skenario yang dikembangkan. Ini penting, mengingat keberadaan LPS memang ditujukan untuk melindungi konsumen. Kebijakan-


kebijakan yang dibuat harus ditujukan melindungi masyarakat sebagai stakeholders utama LPS.” Sampai saat ini, LPS telah melikuidasi 49 BPR dan 1 Bank Umum. Jumlah klaim penjaminan yang telah dibayar sampai Mei 2013 mencapai Rp 644,52 miliar. Sementara itu, tingkat recovery biaya klaim penjaminan rata-rata berkisar 10-12 persen. Rendahnya recovery rate ini menunjukkan kualitas aset bank yang sangat buruk. Saat ini, aset LPS sekitar Rp 40 triliun. Eksposur yang dihadapi sebesar Rp 3.307 triliun (jumlah simpanan). Untuk rekening dengan saldo di bawah Rp 2 miliar mencapai Rp 1.846 triliun. “Sebagai bagian dari stabilitas sistem keuangan di Indonesia, concern LPS ialah memantau melihat daya tahan bank secara mikro, kualitas portofolio di sektoralnya, juga kualitas manajemennya. Hal tersebut terkait juga dengan potensi kegagalan individu banknya,” kata Heru. Untuk mengantisipasi ancaman krisis saat ini, sayangnya belum ada paying hukum yang kuat untuk menaungi tindakan-tindakan yang diperlukan dalam rangka pencega-

C. Heru Budiargo ketua Dewan Komisioner Chairman LPS

han dan penanganan krisis. “Dari sisi otoritas, FKSSK memang mempunyai kewenangan untuk mengambil kebijakan dalam mencegah dan menangani krisis, tetapi masih belum cukup lengkap mengatur siapa melakukan apa dan kapan”, ucap Heru. Selain itu, kendati sudah ada UU OJK, menurut Heru, masih belum ada pengaturan mengenai pemberian Fasilitas Pembiayaan Darurat (FPD) bagi bank yang mengalami kesulitan likuiditas dan berdampak sistemik. “Karena itu, LPS mendorong pemerintah dan DPR untuk segera membahas dan mengesahkan RUU JPSK,” tuturnya.

Ke depan, LPS dihadapkan pada tantangan yang tak ringan. Dalam rangka implementasi UU OJK pada 2014, LPS bisa melakukan pemeriksaan pada bank dengan berkoordinasi dengan OJK. “Terkait dengan divestasi Bank Mutiara, sesuai UU LPS, tahun 2014 adalah tahun terakhir upaya penjualan, jika dalam 2013 ini tidak terlaksana penjualan saham Bank Mutiara dengan harga minimal 6.7 T,” kata Heru. “Dalam menjalankan peran secara efektif, LPS membutuhkan data yang seharusnya bisa diperoleh dari industri perbankan atau data dari publik maupun dari sesama anggota FKSSK,” kata Heru. Apalagi, peran LPS kini diperluas ke dalam sistem deteksi dini dan secara proaktif bisa memberikan masukan pada FKSSK. Jika sebelumnya, LPS menerima saja bank bermasalah, kini LPS bias proaktif berkoordinasi dengan anggota FKSSK terkait dengan banyak hal yang bisa diatur dan diputuskan bersama-sama dalam rangka pencegahan maupun pencegahan krisis. Sebagai institusi yang terlibat dan ikut memutuskan pencegahan dan penanganan krisis maka otomatis LPS punya tanggung jawab. Tanggung jawab tersebut memerlukan set of competencies yang spesifik dan berbeda dengan sebelumnya, intinya LPS harus profesional menyikapinya. Dalam konteks ini, menurut Heru, LPS tak merasa bekerja sendirian. Biaya kegagalan bank ada di LPS, tapi tools dimiliki bersama oleh seluruh anggota FKSSK. Masing-masing memberi andil secara optimal,” ujarnya. LPS secara aktif menjaga kepercayaan masyarakat, menjamin simpanan, mendorong bank untuk melakukan kehatihatian, memberi dan menerima masukan dari FKSSK. “Keputusan LPS untuk menutup atau menerima penyelamatan bank bukan didasarkan semata pada aspek komersial atau pertimbangan untung rugi pada transaksi tersebut, tapi pada kepentingan stabilitas sistem keuangan, kalau harus mengeluarkan biaya atau transaksi yang dianggap rugi memang itulah biaya yang wajar dipikul dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan. Untuk itulah premi dipungut dan kontribusi uang pemerintah digunakan untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan stabilitas sistem keuangan,” kata Heru. l

INFORIAL


1947


A G U S

S A L I M

TAPAK LANGKAH THE GRAND OLD MAN DIA adalah diplomat yang cerdik dan pendebat ulung, santri yang kritis dan ulama yang moderat. Tapi dia juga pernah kehilangan iman dan susah payah merebutnya kembali hingga menemukan Islam untuk Indonesia: Islam yang tidak terikat adat kebiasaan, tapi dapat menggerakkan bangsa untuk menentukan nasib sendiri. Berbagai peristiwa yang dialaminya dari masa penjajahan Belanda hingga Indonesia merdeka itu menempanya menjadi Haji Agus Salim. FOTO: REPRO BUKU SERATUS TAHUN AGUS SALIM


A G U S

S A L I M

Agus Salim melihat lontar di perpustakaan Cornell University.

GAMBARAN ringkas tapi jitu tentang Haji Agus Salim bisa diwakili oleh sebuah foto tua yang berbicara seribu kata. Sebagian dari kata-kata itu, tentu saja, berupa deskripsi tentang ”adegan” di dalamnya: Pak Tua yang lahir di Koto Gadang, Sumatera Barat, 8 Oktober 1884, itu, dengan jenggot putihnya, mengenakan busana tanpa kerah bercorak garis-garis yang lebih mirip piama; berkopiah dan berkacamata, tangan kanannya mengangkat sehelai kartu remi; di meja di hadapannya berserakan tumpukan kartu dalam posisi terbuka…. Sebagian yang lain berkaitan dengan hal-hal tersirat—tapi sesungguhnya merupakan kenyataan. Di dalam foto itu, Salim tidak sedang berada di rumah megah. Setting ini melengkapi apa yang dikatakan Profesor Willem ”Wim” Schermerhorn, ketua delegasi Belanda dalam Perundingan Linggarjati, tentang Salim: sebagai pe-

34 |

| 18 AGUSTUS 2013

mimpin, salah seorang pendiri negara, dia ”selama hidupnya selalu melarat dan miskin”. Tapi, untuk keperluan edisi khusus merayakan kemerdekaan Indonesia ini, diperlukan penjelasan lebih, yang menguatkan ketokohan Salim. Hal yang sama berlaku untuk edisi-edisi serupa sebelumnya. Diskusi-diskusi dengan narasumber sejak pertengahan Juli lalu, di antaranya sejarawan Taufik Abdullah dan Rushdy Hoesein, mengarahkan perhatian ke satu titik awal yang pas: masa awal kemerdekaan. Di masa itu, jabatan tertinggi Salim hanya Menteri Luar Negeri. Ini pun tugas yang dipercayakan kepadanya setelah dua kali di masa kabinet Sjahrir dia mentok di jabatan Menteri Muda Luar Negeri; sebelumnya dia menjadi penasihat Menteri Luar Negeri Achmad Soebardjo. Walau demikian, sebagai penasihat dan menteri muda, perannya sama sekali tak remeh. Pada 1947, ia ikut delegasi Indonesia ke Lake Success, New York, untuk membela pendirian dan kedudukan Indonesia terhadap Belanda di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pada tahun yang sama, dia juga mengunjungi negara-negara Arab menggalang pengakuan de jure atas kemerdekaan Indonesia.

REPRO BUKU PESAN-PESAN ISLAM

Salim masih terlibat aktif dalam forumforum perundingan lain, sebenarnya. Tapi pengakuan negara-negara Arab itu— datang kala Perjanjian Linggarjati masih menempatkan Indonesia dalam kedaulatan Belanda—adalah pencapaian yang tak terkira nilainya. Belanda gusar. Dalam pengantar buku Hadji Agus Salim: Pahlawan Nasional (1965), Mohammad Hatta mengisahkan bagaimana Salim merespons amarah Belanda atas pengakuan itu: ”...Kalau Tuan-tuan menganggap usaha kami mendapatkan pengakuan de jure negara-negara Arab atas Republik Indonesia bertentangan dengan Perjanjian Linggarjati, apakah aksi militer yang Tuan lancarkan terhadap kami sesuai dengan Perjanjian Linggarjati? Pengakuan de jure yang kami peroleh adalah akibat daripada aksi militer Tuan. Kalau Tuan-tuan melancarkan sekali lagi aksi militer terhadap kami, kami akan mencapai pengakuan de jure dari seluruh dunia.” Salim tak cuma-cuma memperoleh kedudukannya di masa kemerdekaan. Dia ikut berjuang membebaskan Hindia Belanda, bahkan bekerja keras untuk itu, sejak memilih bergabung dengan Sarekat Islam pada 1915—dan melepaskan keterikat-


PENANGGUNG JAWAB: PURWANTO SETIADI KEPALA PROYEK: KURNIAWAN, DODY HIDAYAT, DWI WIYANA, PHILIPUS PARERA, SAPTO YUNUS PENULIS: PURWANTO SETIADI, DODY HIDAYAT, DWI WIYANA, KURNIAWAN, PHILIPUS PARERA, SAPTO YUNUS, NURDIN KALIM, MUHAMMAD NAFI, SANDY INDRA PRATAMA, YULIAWATI, DIAN YULIASTUTI, AGOENG WIJAYA, NUNUY NURHAYATI, AGUNG SEDAYU, AMANDRA MUSTIKA MEGARANI, AKBAR TRI KURNIAWAN, ANTON WILLIAM, HARUN MAHBUB, ISTIQOMATUL HAYATI, SITA PLANASARI AQUADINI, M. REZA MAULANA, DWI RIYANTO AGUSTIAR, HERU TRIYONO, MUHAMMAD IQBAL MUHTAROM, MAHARDIKA SATRIA HADI, ISMA SAVITRI PENYUMBANG BAHAN: YULIAWATI, AGUNG SEDAYU, ISMA SAVITRI, HERU TRIYONO (JAKARTA), FEBRIANTI (KOTO GADANG), SOETANA MONANG HASIBUAN (TANAH KARO), SERVIO MARANDA (MUNTOK), JEFFREY W. PETERSEN DAN JIN HEE YOO (NEW YORK) PENYUNTING: ARIF ZULKIFLI, HERMIEN Y. KLEDEN, PURWANTO SETIADI, BINA BEKTIATI, BUDI SETYARSO, IDRUS F. SHAHAB, SENO JOKO SUYONO, NUGROHO DEWANTO, YOSRIZAL SURIAJI, QARIS TAJUDIN, TULUS WIJANARKO, YOSEP SUPRAYOGI, KURNIAWAN, DODY HIDAYAT, DWI WIYANA, PHILIPUS PARERA, SAPTO YUNUS PERISET FOTO: RATIH PURNAMA NINGSIH BAHASA: UU SUHARDI, SAPTO NUGROHO, IYAN BASTIAN DIGITAL IMAGING: AGUSTYAWAN PRADITO

1951 KITLV

DESAIN: AGUS DARMAWAN SETIADI, AJI YULIARTO, DJUNAEDI, EKO PUNTO PAMBUDI, KENDRA PARAMITA, RIZAL ZULFADLY, TRI WATNO WIDODO


A G U S

S A L I M

Sukarno beserta keluarga mengunjungi Agus Salim sebelum berangkat ke Cornell, Amerika Serikat.

Sarekat Islam menjadi ajang bagi Salim untuk menempa diri. Di sana, untuk pertama kalinya, dia menyadari betapa sebuah organisasi dengan ribuan anggota bisa didirikan dan digerakkan di masa kolonial Belanda.

annya dengan penguasa Belanda. Di perkumpulan ini, dia lekas memperoleh kepercayaan, berkenalan langsung dengan pemimpinnya, Haji Oemar Said Tjokroaminoto, dan kemudian ikut menjadi ahli strategi organisasi. Sarekat Islam menjadi ajang bagi Salim untuk menempa diri. Di sana, untuk pertama kalinya, dia menyadari betapa sebuah organisasi dengan ribuan anggota bisa didirikan dan digerakkan di masa kolonial Belanda. ”Suatu hal yang belum pernah saya impikan,” katanya. Di sana pula dia menyaksikan infiltrasi dari golongan yang kemudian menjelma sebagai komunis. Dan hampir sepanjang masa pergerakan, dia mesti menjaga Sarekat Islam (kemudian berubah menjadi Partai Sarekat Islam), berhadapan secara intelektual dengan kubu komunis di dalamnya, dan akhirnya harus memilih jalan sendiri karena berseberangan pendirian dengan sebagian pemimpinnya.

36 |

| 18 AGUSTUS 2013

Sarekat Islam merupakan satu di antara beberapa organisasi pelopor pergerakan nasional, yang berdiri di awal abad ke-20. Dibandingkan dengan organisasi-organisasi lain, Sarekat Islam berusia lebih panjang; malah, melalui keputusan pada 1923, bertransformasi menjadi partai politik. Kontribusi Salim menjadi kian penting di sini. Berkat pikiran-pikirannya yang mereformasi pandangan dan kebiasaan usang, Sarekat Islam menjadi organisasi politik berasaskan Islam yang modern dan moderat. Di kemudian hari, platform ini diteruskan Partai Masyumi, yang sebagian besar penggeraknya ”murid” Salim. Cara Salim ”mengajarkan” pandanganpandangannya tentang Islam mengilhami, antara lain, anak muda berpendidikan Belanda seperti Mohamad Roem, Mohammad Natsir, dan Kasman Singodimedjo. Dalam artikel di buku Seratus Tahun Haji Agus Salim (1984), Roem menuliskan kesannya mengikuti pelajaran itu sewaktu

DOK. KELUARGA

menjadi anggota Jong Islamieten Bond: ”... JIB Cabang Jakarta, yang baru saja didirikan, berbahagia pada tahun pertama itu dapat menikmati beberapa pelajaran dari Haji A. Salim. Pelajaran diberikan dalam bahasa Belanda yang baik dan jelas oleh orang yang mampu tidak saja mengambil intisari agama, tetapi juga memberi inspirasi kepada golongan muda akan tugasnya di hari kemudian.” Memberi ilham dan memberi contoh, ini hanya sebagian dari gambaran lengkap mengenai Salim, yang wafat pada 4 November 1954. Edisi khusus ini, melalui riset, reportase ke sejumlah tempat, serta wawancara dengan sejarawan dan keluarga Salim, adalah upaya kami memaparkan lebih lengkap kehidupan Salim yang multifaset. Seperti yang sudah-sudah, ini adalah cara menuliskan sejarah dengan pendekatan jurnalistik. Dari upaya menyelami aneka detail yang bisa diperoleh, satu hal terus-menerus mengemuka: memang benar perkataan Kasman Singodimedjo berkaitan dengan mentornya itu bahwa memimpin adalah menderita, leiden is lijden. Salim merupakan pelakunya yang tiada duanya. Dia tahu ”risiko” jauh dari hidup yang gemerlap itu dan menjalaninya dengan lapang hati. ●


A G U S

S A L I M

LELAKI TUA DAN DIPLOMASI KITA 38 |

| 18 AGUSTUS 2013


Bersama Perdana Menteri Mesir Nokhrashi Pasha ketika menandatangani perjanjian persahabatan Mesir-Indonesia, 10 Juni 1947.

FOTO: REPRO BUKU SERATUS TAHUN AGUS SALIM

PENGAKUAN kedaulatan Indonesia oleh Mesir tak lepas dari tangan dingin Haji Agus Salim. Itulah pengakuan de jure pertama dunia internasional terhadap Proklamasi 17 Agustus 1945. Setelah Mesir, sejumlah negara Arab berturut-turut mendukung: Libanon, Suriah, Irak, Arab Saudi, dan Yaman. Sukses di Timur Tengah, lelaki yang dijuluki �The Grand Old Man� oleh Sukarno itu melanjutkan aksinya ke Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Di tangan Agus Salim, bayi Republik yang masih belajar merangkak tampil percaya diri: berdiri di panggung dunia dengan tangan mengepal.

18 AGUSTUS 2013 |

| 39


A G U S

S A L I M

DIA SANG PERINTIS JALAN Indonesia dan Mesir meneken perjanjian persahabatan pada 10 Juni 1947—pengakuan de jure internasional pertama atas kemerdekaan Indonesia. Haji Agus Salim memimpin delegasi.

G

GEDUNG Kementerian Luar Negeri Mesir, 10 Juni 1947. Pagi itu, sejak pukul sembilan, delegasi Indonesia yang diketuai Haji Agus Salim, Menteri Muda Luar Negeri dalam kabinet Sjahrir, sudah hadir di ruang tunggu. Bersama Salim, ikut dalam rombongan itu A.R. Baswedan (Menteri Muda Penerangan), Nazir Pamuntjak (pejabat di Kementerian Luar Negeri), H.M. Rasjidi (pejabat di Kementerian Agama), dan R.H. Abdulkadir (pejabat di Kementerian Pertahanan). Agenda hari itu: penandatanganan Perjanjian Persahabatan Indonesia-Mesir di bidang sosial-ekonomi. Setengah jam menunggu, rombongan dipersilakan masuk ke ruang kerja Nokhrashi Pasha, Menteri Luar Negeri sekaligus penjabat Perdana Menteri Mesir. Berbincang sebentar, Salim dan Nokhrashi meneken perjanjian: pengakuan de jure Mesir atas kedaulatan Indonesia. Sebelumnya, pada 23 Maret 1947, Mesir merupakan

40 |

| 18 AGUSTUS 2013

Penandatanganan perjanjian persahabatan, hubungan diplomatik, konsuler, serta perniagaan antara RI dan Mesir, Juni 1947. BUKU DIPLOMASI REVOLUSI INDONESIA DI LUAR NEGERI/MUHAMMAD ZEIN HASSAN

negara pertama di kawasan Timur Tengah yang memberikan pengakuan de facto terhadap Proklamasi 17 Agustus 1945. ”Lega dan syukur kepada Allah, karena Republik Indonesia pada akhirnya mendapat pengakuan de jure dari dunia internasional,” kata Baswedan mengenang peristiwa itu dalam ”Catatan dan Kenangan”, salah satu artikel dalam Seratus Tahun Haji Agus Salim (1984). ”Tak terbayangkan perasaan saya, tak terlukiskan dalam kalimat karena tidak akan pernah sebanding dengan rasa yang menggelora,” demikian Baswedan menulis. Sebelum Agus Salim menandatangani perjanjian persahabatan, Nokhrashi bertemu dengan seorang perwakilan Belanda di Mesir yang nyelonong masuk ke ruangannya. Tamu itu memprotes rencana penandatanganan perjanjian Indonesia-Mesir tersebut dan mengingatkan soal hubungan ekonomi Mesir dan Belanda. Ia juga mengumbar janji dukungan Belanda terhadap Mesir dalam masalah Palestina di Perserikatan Bangsa-Bangsa. Belanda menuding, melalui perjanjian itu, Indonesia mengkhianati Perjanjian Linggarjati, yang mendudukkan Indonesia di bawah Persemakmuran Belanda. Tapi Nokhrashi tak terpengaruh. Se-

perti ditulis Baswedan, Nokhrashi menjawab permintaan delegasi Belanda. Katanya, ”Menyesal sekali kami harus menolak protes Tuan. Sebab, Mesir selaku negara berdaulat dan sebagai negara yang berdasarkan Islam, tidak bisa tidak, mendukung perjuangan bangsa Indonesia yang beragama Islam. Ini adalah tradisi bangsa Mesir dan tidak dapat diabaikan.” Perwakilan Belanda meninggalkan ruangan Nokhrashi dengan raut kecewa. Dalam percakapannya dengan Salim setelah itu, demikian tulis Baswedan, Nokhrashi meminta maaf kepada delegasi Indonesia karena telah membiarkan mereka menunggu, sementara Perdana Menteri bertemu dengan wakil dari Belanda. Keberhasilan menggaet pengakuan de jure dari Mesir menjadi modal awal bagi Agus Salim dan rombongan. Pengakuan ini menjadi blokade terhadap keinginan Belanda untuk tetap mencengkeram Indonesia. Blokade itu makin tinggi setelah sejumlah negara Arab mengikuti langkah Mesir. Negara-negara itu adalah Libanon (29 Juni 1947), Suriah (2 Juli 1947), Irak (16 Juli 1947), Arab Saudi (24 November 1947), dan Yaman (3 Mei 1948). ”Pengakuan Mesir telah menghancurkan harapan Belanda untuk dapat kemba-


Di Kairo, 1947 KOLEKSI RUSHDY HOESEIN

li menguasai Indonesia,” kata H.M. Rasjidi dalam Seratus Tahun Haji Agus Salim. Upaya Belanda untuk kembali menguasai Indonesia tecermin dalam Perjanjian Linggarjati, yang ditandatangani di Kuningan, Jawa Barat, 25 Maret 1947. Isi perjanjian ini, antara lain, Belanda dan Indonesia sepakat membentuk Republik Indonesia Serikat. Dalam bentuk RIS, Indonesia harus tergabung dalam Commonwealth (Persemakmuran) Indonesia-Belanda dengan Negeri Belanda sebagai kepala.Dengan adanya pengakuan de facto dan de jure, posisi Indonesia sebagai negara merdeka yang berdaulat makin kokoh. Kunjungan Agus Salim ke negara-negara Arab merupakan misi kunjungan balasan atas kedatangan Muhammad Abdul Mun’im, Konsul Jenderal Mesir di Bombay, India, ke Indonesia pada 13-16 Maret 1947. Ia menyampaikan keputusan sidang Dewan Liga Arab pada 18 November 1946, yang mengakui Indonesia sebagai negara merdeka dan berdaulat. ”Peran Agus Salim tak bisa dilepaskan dalam memperjuangkan dukungan bagi Indonesia dari negara-negara Arab,” kata sejarawan Rushdy Hoesein akhir Mei lalu. Beres menjalankan misi diplomatik di negara-negara Arab, Agus Salim melanjut-

kan perjalanan ke Amerika Serikat. Pada 10 Agustus 1947, pria kelahiran Koto Gadang, Sumatera Barat, 8 Oktober 1884, ini tiba di lapangan terbang LaGuardia, New York. Saat itu, dengan perantaraan Radio Republik Indonesia Yogyakarta, pemerintah Indonesia mengajukan permohonan kunjungan resmi kepada Dewan Keamanan PBB. Lembaga internasional itu diminta menerima wakil Indonesia yang diberi kuasa penuh untuk memberikan keterangan jika perseteruan Indonesia dan Belanda dibicarakan. Selain Agus Salim, delegasi Indonesia adalah Sutan Sjahrir, Charles Tambu, Soedjatmoko, dan Sumitro Djojohadikusumo. Di PBB, Salim memberikan kesempatan kepada Sjahrir, yang jauh lebih muda, untuk berpidato. Ia pun mengungkapkan secara jelas eksploitasi Belanda atas Indonesia. Sjahrir sukses mematahkan satu per satu argumen yang disampaikan wakil Belanda, Eelco van Kleffens. Mata dunia pun terbuka terhadap perjuangan Indonesia menggapai kedaulatannya. Sejarah mencatat, dunia menentang agresi militer Belanda I (21 Juli-5 Agustus 1947) dan membawa persoalan itu dalam persidangan PBB. Rosihan Anwar, dalam buku Sutan Sjahrir: True Democrat, Fighter

for Humanity, 1909-1966, menulis, ”Tanggal 14 Agustus 1947, Dewan Keamanan PBB membicarakan sengketa Indonesia-Belanda sebagai kasus dekolonisasi pertama sejak berdirinya PBB.” Perjuangan Agus Salim dan kawan-kawan di PBB tak ringan. Sebab, saat itu Belanda masih menganggap Indonesia sebagai wilayah kekuasaannya. Toh, dengan kepandaian diplomasi mereka, sejumlah hasil positif bisa diraih. Antara lain, lahirnya resolusi tentang gencatan senjata dan resolusi pembentukan Komisi Jasa Baik untuk menyelidiki kekejaman Belanda. Pada 27 Agustus 1947, Agus Salim dipanggil pulang oleh pemerintah Indonesia. Tiga bulan kemudian, pria yang dijuluki ”The Grand Old Man” oleh Presiden Sukarno ini memberikan laporan tentang hasil-hasil misi diplomatik yang dipimpinnya dalam sidang kabinet. Menilik kiprahnya, Solichin Salam, sejarawan dan penulis sejumlah biografi tokoh Indonesia, dalam bukunya, Hadji Agus Salim: Pahlawan Nasional (1965), menilai Salim bukan hanya diplomat ulung, melainkan juga diplomat Indonesia yang pertama. ”Dia merintis jalan bagi Indonesia dalam hubungan maupun kegiatan-kegiatan dengan dunia internasional.” ●

18 AGUSTUS 2013 |

| 41


A G U S

S A L I M

PENENGAH DI SIDANG GEBRAK MEJA Meski menginginkan Islam sebagai dasar negara, Agus Salim tidak agresif. Ia malah menjadi penengah antara kelompok Islam dan nasionalis.

P

ADA April 1945, Perang Dunia II hampir sampai di pengujung. Tokyo hancur lebur setelah dibombardir Sekutu pada 10 Maret. Jepang membalas dengan mengirim hampir 1.500 pilot kamikaze, yang berhasil menenggelamkan 21 kapal perang Amerika Serikat di Okinawa. Tapi serangan pada 6 April itu memperlemah kekuatan Jepang. Di Eropa, kekuatan fasis sudah porak-poranda. Italia bertekuk lutut pada 9 April. Austria diduduki Sekutu empat hari kemudian. Pada 30 April, pemimpin Nazi Jerman, Adolf Hitler, bunuh diri bersama Eva Braun, perempuan yang baru sehari dinikahinya. Tepat di hari pernikahan Hitler, saat Kaisar Hirohito berulang tahun ke-44, pemerintah penjajahan Jepang di Indonesia membentuk Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Pembentukan lembaga yang dalam bahasa Jepang disebut Dokuritsu Junbi Cosakai ini merupakan upaya Jepang untuk merangkul dukungan dari bangsa Indonesia. Mereka tahu tak lama lagi Sekutu akan datang ke Nusantara, dan mereka perlu dukungan dari bangsa Indonesia untuk menahannya. Enam puluh tujuh anggota BPUPKI, ter-

42 |

| 18 AGUSTUS 2013

masuk Agus Salim, yang mewakili kelompok Islam, baru bersidang sebulan setelah badan itu dibentuk. Badan yang diketuai dokter Radjiman Wedyodiningrat itu bersidang di gedung Tyuuoo Sangi-in, Pejambon, Jakarta—kini masuk kompleks Kementerian Luar Negeri—pada 28 Mei 1945. Agus Salim yang bertubuh mungil itu duduk di baris ketiga sayap kanan, tepat di samping Oei Tjong Hauw, Ketua Partai Chung Hwa Hui, partai kaum peranakan Tionghoa. Mereka yang berasal dari berbagai golongan itu bahu-membahu membentuk fondasi bagi negara yang akan dibentuk. Dasar negara dan konstitusi harus bisa dirumuskan sebelum Indonesia merdeka. Dalam sidang pleno pertama BPUPKI— sejak 28 Mei hingga 1 Juni 1945—mereka membahas dasar negara dan batas-batas daerah. Banyak yang menyampaikan pendapat, termasuk Muhammad Yamin dan Mohammad Hatta. Tapi baru di hari terakhir sidang ada titik terang. Pada Jumat, 1 Juni 1945, tepat pukul 09.00, semua anggota BPUPKI telah duduk di kursi masingmasing. Sidang dimulai dengan doa. Lalu Sukarno dipersilakan menuju mimbar. Dia diminta mengemukakan pemikirannya tentang dasar negara.

Seperti biasanya, pidato Sukarno selalu menyihir. ”…Saudara-saudara, saya bertanya: apakah kita hendak mendirikan Indonesia merdeka untuk sesuatu orang, untuk sesuatu golongan? ...Sudah tentu tidak! Baik Saudara-saudara yang bernama kaum kebangsaan yang di sini, maupun saudara-saudara yang dinamakan kaum Islam, semuanya telah mufakat bahwa bukan yang demikian itulah kita punya tujuan. Kita hendak mendirikan suatu negara ’semua buat semua’. Bukan buat satu orang, bukan buat satu golongan,” begitu kata Sukarno seperti dikutip ”Risalah Sidang BPUPKI”. Pidato yang menggetarkan ini kemudian dikukuhkan sebagai momen kelahiran Pancasila. Tapi tak semuanya puas dan setuju. Selama reses satu setengah bulan, kasak-kusuk tentang dasar negara ini tak pernah berhenti. Karena itu, di tengahtengah masa istirahat, 36 anggotanya— termasuk Agus Salim—bersidang untuk membagi pekerjaan dalam panitia-panitia yang lebih kecil. Kali ini Salim tak lagi duduk nyempil di tengah. Dia ada di ujung meja, dekat Ki Hadjar Dewantara. Agus Salim masuk panitia sembilan, yang terdiri atas Sukarno, Mohammad Hatta, Muhammad Yamin, Achmad Soebardjo,


Presiden Sukarno saat memimpin sidang BPUPKI. DOK.TEMPO

A.A. Maramis, Kiai Abdoelkahar Moezakir, Wachid Hasjim, Abikoesno Tjokrosoejoso, dan Haji Agus Salim. Tim inilah yang kemudian melahirkan Piagam Jakarta yang kelak menjadi rancangan preambul atau pembukaan Undang-Undang Dasar. Piagam Jakarta yang disusun cukup alot itu hasil kompromi antara golongan nasionalis dan Islam. Piagam ini ditandatangani pada 22 Juni 1945. Meski disepakati, bagian piagam ini juga mengundang kontroversi. Itu terletak pada tujuh kata yang berbunyi ”kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Tujuh kata ini juga menjadi perdebatan dalam pembahasan beberapa pasal dalam rancangan Undang-Undang Dasar. Agus Salim cukup tegas menyampaikan buah pikirannya. ”Wajib umat Islam menjalankan syariat, biarpun tidak ada Indonesia merdeka, biarpun tidak ada hukum dasar Indonesia. Itu adalah satu hak umat Islam yang dipegangnya…,” ujar Salim. Kendati demikian, Agus Salim tak agresif dan tak se-ngotot tokoh Islam lain, se-

perti Abikoesno dan Abdoelkahar Moezakir. Dalam sidang kedua pada pertengahan Juli 1945, Abdoelkahar bahkan sempat memukul meja. Dalam Hadji Agus Salim: Pahlawan Nasional, dikatakan sikap Salim lebih tenang. Saat terjadi perdebatan seru antara golongan Islam dan nasionalis, dia sering bertindak sebagai penghubung. Ia bersama Sukarno meredakan perdebatan yang panas. Itulah kenapa dalam sidang tersebut Ketua BPUPKI Radjiman meminta Agus Salim duduk di panitia kecil untuk perancangan hukum dasar. ”Saya tunjuk: Tuan-tuan (R. Roeslan) Wongsonagoro, (Mr A.) Soebardjo, Maramis, Soepomo, Soekiman, dan Salim,” ujar Radjiman sebelum menutup sidang yang berlangsung hingga sore pada 11 Juli 1945 itu. Tak hanya duduk di panitia perancang hukum dasar dan panitia sembilan, pria yang pernah memimpin redaksi beberapa surat kabar ini juga duduk sebagai anggota panitia penghalus bahasa dalam rancangan undang-undang. Dia menjalankan

Kepiawaian Agus Salim dalam urusan bahasa ini memang tak meragukan. Dia menguasai sembilan bahasa asing, antara lain Belanda, Inggris, Prancis, Arab, Jerman, dan Turki.

tugasnya sebagai penghalus bahasa bersama Soepomo dan Prof Dr P.A.H. Djajadiningrat. Panitia kecil ini juga menata susunan kalimat dalam rancangan undangundang itu saat terjadi perdebatan redaksional antar-anggota. Kepiawaian Agus Salim dalam urusan bahasa ini memang tak meragukan. Dia menguasai sembilan bahasa asing, antara lain Belanda, Inggris, Prancis, Arab, Jerman, dan Turki. ”Yang paling bagus bahasanya ya Yamin, Hatta, dan Agus Salim. Sudah terang bukan Sukarno, tapi dia memang memukau,” ujar sejarawan dan anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia, Taufik Abdullah, dalam diskusi dengan Tempo beberapa waktu lalu. BPUPKI dibubarkan pada 17 Agustus 1945 dan perannya dijalankan badan lain, yakni Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Panitia ini beranggotakan 25 orang dengan seorang ketua dan wakil, yakni Sukarno dan Mohammad Hatta. Sebagian anggota PPKI ini adalah anggota BPUPKI, tapi tak ada nama Agus Salim. ”Tak jelas mengapa dia (Salim) masuk panitia sembilan, sementara pas di Panitia Persiapan Kemerdekaan enggak kelihatan,” ujar sejarawan Rushdy Hoesein. ●

18 AGUSTUS 2013 |

| 43


A G U S

S A L I M

PERAMU KAMUS PARA SERDADU

Pelantikan perwira Peta di Bogor. KOLEKSI RUSHDY HOESEIN

Agus Salim oleh Jepang pernah diminta membuat kamus istilah kemiliteran. Kamus ini selesai, tapi hilang tak pernah ditemukan sampai sekarang.

S

IANG itu, rapat bos-bos Pembela Tanah Air di sebuah ruangan Boei Gyugun Shidobu atau Goikutai, markas Peta di Bogor, buntu. Para petinggi organisasi militer bikinan Jepang awal Oktober 1943 itu kelimpungan mencari padanan berbagai istilah kemiliteran untuk bekal latihan ratusan serdadunya. Yang membikin kepala mereka pening adalah mencari pengganti kata untuk ”meriam”. Saat itulah lelaki ceking berkopiah, Agus Salim, datang bak dewa penolong. Dengan gayanya yang khas, Salim— ketika itu berusia 59 tahun—tiba-tiba nyeletuk, ”Bagaimana kalau disebut kodok? Kan, bentuk meriam mirip kodok?” Tak disangka, celetukan iseng itu tidak cuma memantik tawa para pembesar Peta. Mereka menganggap ide usil Salim brilian. Salim pun kemudian didapuk membuat kamus istilah kemiliteran untuk tentara. Misalnya istilah untuk komando, pelatuk, sikap tubuh, serta taktik militer kesatuan kecil. Namun proses pembuatan kamus tersebut tak berjalan mulus. Menurut petugas Museum Peta di Bogor, Letnan Satu CAJ Suroso, Salim sempat kesulitan meracik kamus yang diminta kubu Jepang. Pasalnya, Salim hanya me-

44 |

| 18 AGUSTUS 2013

nguasai bahasa Jepang secara pasif—berbeda dengan bahasa Inggris, Belanda, dan Arab, yang fasih dilafalkan lelaki asal Minangkabau itu. Salim akhirnya meminta bantuan Surowijono, yang kelak jadi besannya. Salah satu putri Surowijono menikah dengan putra keenam Salim, Islam Basari, yang sempat bergabung di Peta dan menjadi instruktur akademi militer Tangerang. Untuk proyek ini, Salim juga dibantu Sutan Perang Bustami—karibnya sejak di Sarekat Islam—Sukendar, dan Islam. Komposisi tim yang andal membuat proses kreatif menciptakan berbagai istilah kemiliteran berlangsung singkat. Bukan hanya bermacam peraturan ketentuan yang dapat diterjemahkan Salim cs, melainkan juga tata tertib, aneka aba-aba, perlengkapan, serta berbagai ketentuan operasi militer yang berguna dalam sejarah ketentaraan Indonesia. Sayang, kamus sumbangsih Salim itu lenyap tak berjejak. Tak satu pun bekas tentara Peta menyimpan kamus kemiliteran tersebut. ”Banyak yang bilang pernah melihat buku itu, tapi tak tahu ada di mana,” kata Bibsy Soenharjo, 84 tahun, putri Agus Salim. Juga Museum Peta di Bogor, sampai kini, tak menyimpan kitab bi-

kinan Salim. Suroso menduga kamus itu dibumihanguskan Jepang sebelum hengkang dari Indonesia. Selain menjadi penerjemah para calon opsir, Salim berstatus penasihat di Peta. Posisi itu didapat Salim karena, di kompleks Oka Dai 1602 Butai, ia sangat dihormati. Bahkan, kata Bibsy, oleh para petinggi Peta asal Jepang, Salim dipanggil erai hito atau orang terpandang. Termasuk oleh Kepala Kantor Pusat Peta, yang bekas guru di negara asalnya, Hajime Yamasaki. Sejumlah literatur menyebutkan hubungan Yamasaki dan Salim cukup dekat. Keduanya bahkan tinggal serumah di kompleks Oka Dai 1602 Butai, bersama istri dan dua anak Salim. Kedekatan hubungan keduanya juga kentara saat Jepang menyerah kepada Sekutu, 14 Agustus 1945. Sesuai dengan semangat bushido, Yamasaki ketika itu sudah ancang-ancang untuk melakukan harakiri. Namun rencana itu digagalkan Salim. Dengan bahasa isyarat, serta campuran potongan bahasa Jepang dan Indonesia, Salim meyakinkan Yamasaki bahwa harakiri adalah tindakan pengecut. Yamasaki terbujuk. Ia pun urung mengakhiri hidupnya, lalu kembali mengajar di negara asalnya. ●


A G U S

S A L I M

AKTOR DI GELADAK KAPAL RENVILLE Agus Salim menjadi anggota delegasi dalam Perjanjian Renville. Berhubungan dekat dengan juru runding Belanda.

D

UDUK tenang di sebelah kanan Perdana Menteri Amir Sjarifuddin, Agus Salim tak banyak bicara. Pada siang, 8 Desember 1947, dia bukan tokoh sentral. Ia hanya anggota delegasi yang dipimpin Amir dalam perundingan dengan Belanda di geladak kapal perang Amerika Serikat, USS Renville. Renville, kapal pengangkut Angkatan Laut Amerika Serikat yang lepas jangkar di perairan Tanjung Priok, Jakarta, dipilih sebagai tempat netral untuk menuntaskan sengketa Belanda dan Indonesia. Perundingan yang dimediasi Komite Jasa Baik bentukan Perserikatan Bangsa-Bangsa— kemudian dikenal dengan Komite Tiga Negara, terdiri atas Amerika Serikat, Australia, dan Belgia—itu ternyata dimanfaatkan Belanda untuk menyerang delegasi Indonesia. Mereka mempersoalkan Indonesia yang beberapa bulan terakhir bergerilya mencari pengakuan kedaulatan ke negara-negara Arab. Sorotan paling tajam mengarah ke Agus Salim, Menteri Luar Negeri kabinet Amir Sjarifuddin. Bahkan, sejak menjabat Wakil Menteri Luar Negeri kabinet Sjahrir II, Salim merupakan lakon utama misi diplomasi Indonesia ke dunia internasional.

46 |

| 18 AGUSTUS 2013

Berkat kedekatannya dengan Liga Arab, Salim membuka jalan bagi delegasi Indonesia untuk mengikuti sidang Dewan Keamanan PBB di Lake Success, New York, Amerika Serikat, 19 Agustus 1947. Sidang inilah yang memutuskan membentuk Komite Jasa Baik. Wakil Presiden Mohammad Hatta mengatakan kala itu Belanda marah bukan main. Alasannya, seperti ditulis Hatta dalam pengantar buku Hadji Agus Salim: Pahlawan Nasional, ”Menurut hukum internasional yang berlaku dan berdasarkan Perjanjian Linggarjati, kedaulatan Indonesia masih berada di bawah Kerajaan Belanda.” Toh, di atas kapal Renville, delegasi Indonesia, yang beranggotakan antara lain Ali Sastroamidjojo, Dr Tjoa Sik Len, Mohamad Roem, Narsun, dan Ir Juanda, tak

mau terpancing tekanan Belanda. Mereka menganggap aksi Belanda mempersoalkan lobi internasional Indonesia sebagai bagian dari strategi menguasai jalannya perundingan. Agus Salim punya argumentasi. Kepada seorang utusan Belanda, dia balik bertanya, ”Apakah aksi militer yang Tuan lancarkan terhadap kami sesuai dengan Perjanjian Linggarjati?” Dia berpendapat pengakuan kedaulatan Indonesia oleh negara-negara Arab justru disebabkan oleh serangan Belanda pada 21 Juli 1947, yang kemudian dikenal sebagai Agresi Militer I. ”Kalau Tuan-tuan melancarkan sekali lagi aksi militer terhadap kami, kami akan mencapai pengakuan de jure di seluruh dunia.” Saling tuduh di antara kedua delegasi tentang siapa yang melanggar kesepakat-

Di tengah ketegangan, Agus Salim tetap tenang dan jenaka. Di sela-sela perundingan di atas USS Renville itu, dia merasa kehausan dan segera meminta air es. ”Hampir saya jatuh pingsan,” katanya kepada pelayan kapal, seorang perempuan Amerika Serikat. Pelayan menyahut, ”Kalau nanti Tuan jatuh pingsan, tentu Tuan akan saya peluk.” Agus Salim cepat membalas, ”Buat apa dipeluk kalau saya sudah pingsan!”


(Dari kiri) Agus Salim, Amir Sjarifuddin, dan Ali Sastroamidjojo pada penandatanganan Perjanjian Renville, 1948. KITLV

Agus Salim pada Perjanjian Linggarjati, November 1946. KOLEKSI RUSHDY HOESEIN

an gencatan senjata membuat Perundingan Renville dibuka dengan suasana menegangkan. Terlebih ketika keesokan harinya Indonesia menolak usul Belanda agar batas kedua negara merujuk pada garis demarkasi buatan Letnan Gubernur Jenderal Belanda Hubertus Johannes van Mook. Jika garis yang menghubungkan titik-titik terdepan pasukan dalam agresi militer ini disetujui sebagai tapal batas, Indonesia harus melepas sebagian besar wilayah Jawa Barat, Jawa Timur, dan Pulau Sumatera. Delegasi Indonesia lewat Perdana Menteri Amir mengkritik pasal tersebut, yang kemudian dibalas ketus oleh ketua delegasi Belanda, Raden Abdulkadir Widjojoatmodjo, seorang kolonel tentara HindiaBelanda (KNIL). ”Buktikanlah lebih dahulu ketangguhanmu dan setelah itu soalsoal politik akan mendapat alurnya yang tepat,” kata Abdulkadir, seperti tercatat di Arsip Sejarah Keesings. Karena tak ada titik temu, pada hari kedua perundingan, Amir Sjarifuddin, Agus Salim, dan semua anggota delegasi Indonesia turun dari kapal. Dugaan bahwa Belanda sebenarnya telah memilih jalan perang dalam Perundingan Renville terbukti. Mereka mengultimatum agar dalam

kurun waktu tiga hari Republik memberikan jawaban tentang garis demarkasi Van Mook. Jika tidak, mereka mengancam akan melanjutkan agresi militer hingga ke Yogyakarta. Di tengah ketegangan, Agus Salim tetap tenang dan jenaka. Di sela-sela perundingan di atas USS Renville itu, dia merasa kehausan dan segera meminta air es. ”Hampir saya jatuh pingsan,” katanya kepada pelayan kapal, seorang perempuan Amerika Serikat. Pelayan menyahut, ”Kalau nanti Tuan jatuh pingsan, tentu Tuan akan saya peluk.” Agus Salim cepat membalas, ”Buat apa dipeluk kalau saya sudah pingsan!” Sejarawan Rushdy Hoesein menilai wajar jika Agus Salim tampil tanpa beban dalam Perundingan Renville. Negosiasi tersebut sebenarnya bak reuni antara dia dan Abdulkadir. ”Keduanya sudah lama mengenal dan sangat dekat,” ujar Rushdy. Keduanya sama-sama bertugas di Konsulat Belanda di Jeddah meski pada periode yang berbeda. Pada 1906-1911, Agus Salim menjadi leerling drogman alias juru bahasa magang dan pengawas jemaah haji. Sedangkan Abdulkadir pernah menjadi sekretaris konsulat. Saking dekatnya mereka, suatu keti-

ka pada akhir 1946, menantu Agus Salim, yakni Djohan Sjahroezah, pernah ditangkap Netherlands Indies Civil Administration (NICA). Salim pun menghubungi Abdulkadir, yang ketika itu menjadi konsultan layanan umum Van Mook di NICA. ”Hari itu juga Djohan pulang,” kata Rushdy. Rushdy yakin kedekatan Agus Salim dan Abdulkadir sedikit-banyak membuka kebuntuan negosiasi Indonesia dan Belanda. Setelah sebulan tawar-menawar pasal, dijembatani Komite Tiga Negara yang bolak-balik Jakarta-Yogyakarta, kesepakatan pun tercapai dengan penandatanganan Perjanjian Renville di atas kapal yang sama pada 17 Januari 1948. Belakangan perjanjian tersebut menuai protes karena banyak menguntungkan Belanda, antara lain pengakuan garis demarkasi Van Mook dan penarikan pasukan Indonesia di kantong-kantong wilayah kekuasaan Belanda. Di Jawa Barat, laskar pimpinan S.M. Kartosoewirjo menolak ketika Divisi Siliwangi diperintahkan melakukan long march ke Jawa Tengah sebagai konsekuensi menyempitnya wilayah Indonesia. Dua tahun kemudian, Kartosoewirjo mendirikan Negara Islam Indonesia di Tasikmalaya. ●

18 AGUSTUS 2013 |

| 47


A G U S

S A L I M

JEJAK DI TANAH PEMBUANGAN Enam bulan lebih Agus Salim hidup menjadi orang buangan. Dipindahpindah di tiga kota.

(Dari kiri) Sukarno, Sjahrir, dan Haji Agus Salim di pengasingan Berastagi. REPRO TEMPO/SOETANA MONANG

EDUNG tua bertugu di halamannya itu dikenal sebagai Wisma Ranggam. Berdiri tak jauh dari Pelabuhan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Bangka Belitung, bangunannya menyerupai penginapan dengan kamar berderet membentuk huruf U. Tokoh-tokoh pergerakan, yakni Sukarno, Mohamad Roem, Ali Sastroamidjojo, dan Agus Salim, pernah ditempatkan di gedung ini sebagai pengasingan. Agus Salim menempati kamar berplafon tinggi seluas 24 meter persegi. Sejak 14 tahun silam, ruangan itu ditempati penjaga Wisma, Edy Rasyidi, dan istrinya. Edy menganggap ruangan itu paling strategis. ”Jika menempati ruangan lain, saya tidak akan tahu pengunjung yang datang,” kata Edy, 75 tahun. Dibangun pada 1827 oleh Bangka Tin Mining, Wisma Ranggam dulunya tempat peristirahatan karyawan perusahaan timah Belanda itu. Raden Affan, warga berusia 79 tahun, menuturkan Salim dibawa ke pulau itu bersama Sukarno menggunakan pesawat amfibi Catalina pada 5 Februari 1949. Mendarat di perairan Pangkal Balam, Pangkal Pinang, Menteri Luar Negeri dan Presiden dibawa ke Muntok me-

G

48 |

| 18 AGUSTUS 2013

nempuh perjalanan hampir empat jam. Salim banyak menghabiskan waktu menemani Sukarno. Mereka bertemu dengan masyarakat atau menerima tamu dari luar negeri. Mereka juga kerap melakukan rapat dengan beberapa tokoh nasional yang diasingkan pula ke Muntok, seperti Wakil Presiden Mohammad Hatta, Ketua Komite Nasional Indonesia Pusat Mr Assaat, Sekretaris Negara A.G. Pringgodigdo, dan Komodor Udara S. Suriadarma. Tetamu itu tinggal di tempat terpisah, di pesanggrahan puncak Bukit Menumbing. Mengendarai mobil BN-1, Bung Karno dan Agus Salim bolak-balik ke pesanggrahan. Rapat semakin sering dilakukan menjelang perundingan Mohamad Roem dan Van Royen. Banyak diplomat asing mondar-mandir ke Wisma Ranggam ikut menggodok konsep perjanjian. Affan, ketika itu menjelang remaja, sering melihat Salim berjalan kaki seusai salat subuh ditemani Mohamad Roem. ”Pak Haji selalu membawa tongkat dan mengenakan jas tebal menghindari dingin,” ujarnya. Beberapa kali Salim memberikan ceramah agama atau bertemu dengan ibuibu pengajian di Muntok. Menurut Affan, Salim sempat didampingi anak perempuannya. Orang-orang

di sekitar Wisma menyapanya Adek. Adek adalah nama panggilan Maria Zenobia, anak keempat Salim. Siti Asiah, adiknya, menuturkan Adek didatangkan ke Bangka untuk mengurus ayahnya yang sakit. Dari sang kakak, keluarga memperoleh kabar: kehidupan Agus Salim di Muntok tak seburuk yang mereka bayangkan. ”Orang Bangka baik sekali,” ujar perempuan yang akrab disapa Bibsy ini. Selain ke Muntok, Salim dibuang ke Berastagi dan Parapat, Sumatera Utara. Pembuangan ini dilakukan setelah serangan militer Belanda ke Yogyakarta pada 19 Desember 1948. Pemerintah Belanda, yang menduduki ibu kota Indonesia itu, menangkap sejumlah tokoh penting, termasuk Agus Salim. Dalam buku Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia, yang ditulis Cindy Adams, Sukarno menuturkan perjalanan ke tempat pembuangan, empat hari setelah agresi. Ketika pesawat B-25 Mitchell yang membawa mereka mengudara, tak satu pun tahu tujuannya. Penerbangnya baru memberitahukan tujuan pesawat setelah membuka surat perintah di dalam tasnya. Mohammad Hatta, Assaat, dan Pringgodigdo diturunkan ke Pulau Bangka. Sukarno, Sutan Sjahrir, dan Agus Salim ditawan di ru-


Wisma Ranggam, Bangka. TEMPO/SERVIO MARANDA.

mah berhalaman luas di lereng bukit kawasan Berastagi Rumah di Desa Lau Gumba, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Tanah Karo, itu masih kokoh berdiri. Bangunan ini memiliki tiga kamar tidur, satu ruang tamu, dan satu ruang makan. ”Dulu kamarnya hanya dua,” kata Sumpeno, pegawai negeri Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang bertugas menjaga rumah itu sejak 2009. Salim berbagi kamar dengan Sjahrir. Adapun Sukarno menempati kamar sendiri di area ruang makan. Di dinding ruang tamu dipajang dua foto hitam-putih. Satu foto menampilkan Salim berkopiah dan berkacamata menggenggam tongkat, Sjahrir di tengah, lalu Sukarno. Di foto lain, seorang tentara Belanda memegang senjata laras panjang tampak di latar rumah. Sampe Sinaga, pengurus pesanggrahan itu pada 19852009, yakin kedua foto tersebut diambil di rumah pengasingan Berastagi. Kedua foto merupakan hasil reproduksi Sem Anthonius Meliala. Foto aslinya, kata Sinaga, berada di tangan seorang warga Belanda. Pada 2001, foto dipinjamkan kepada Sampe untuk dicetak ulang. Ayah Sampe, J. Sinaga, adalah koki yang dipekerjakan Belanda untuk ketiga tokoh di

rumah pengasingan. Mengutip cerita ayahnya, Sampe mengatakan penjagaan di rumah itu amat ketat selama Sukarno, Salim, dan Sjahrir tinggal di situ. ”Tidak ada yang boleh berbicara dengan mereka,” ujarnya. Mereka juga dilarang keluar dari rumah yang dipagari kawat berduri itu. Ketatnya penjagaan selama di Berastagi juga diungkapkan Sukarno dalam Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia. ”Kami berada di dalam lingkungan kawat berduri dua lapis dan antara rumah kami dengan kawat berduri enam orang pakai senapan mondar-mandir secara bersambung,” katanya. Pada 1 Januari 1949, Belanda memindahkan mereka ke Parapat, di pinggir Danau Toba. Rumah baru tempat penawanan itu indah dan cantik. Ketiga tokoh tetap tak bisa ke mana-mana. ”Rumah kami letaknya di ketinggian di ujung semenanjung di atas tebing yang curam menghadap ke danau. Sangat indah pemandangan itu. Pun sukar untuk dimasuki,” Sukarno bercerita dalam otobiografinya. Dalam buku yang ditulis Untung S., Mengikuti Jejak H. Agus Salim dalam Tiga Zaman, ketika ketiganya tinggal di Parapat, sekelompok gerilyawan Sumate-

ra Utara berniat membebaskan mereka. Lewat seorang pelayan bernama Ludin, yang tiap pagi berbelanja ke pasar, rencana itu disampaikan para gerilyawan. Rencana itu gagal. Pada malam yang direncanakan, Bung Karno memberi tahu Salim agar memasang pelita di jendela, tanda bahwa penjagaan amat ketat. Ternyata peringatan yang dipasang Salim terlambat diketahui gerilyawan. Dengan sebuah perahu, mereka tetap menyusup mendekati pagar berduri. Begitu mendekati pantai, mereka disambut tembakan. Hanya beberapa gerilyawan selamat. Di Parapat pula muncul perselisihan antara Sjahrir dan Sukarno. Sukarno dan Salim kemudian dipindahkan ke Muntok, berkumpul dengan tokoh-tokoh yang sudah lebih dulu ditawan di sana. Sjahrir, yang ikut di pesawat, tak ikut turun. ”Dia melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta,” ujar Affan, yang juga dikenal sebagai sejarawan Bangka. Berawal dari perundingan antara Mohamad Roem dan Van Royen yang ditandatangani di Jakarta pada 7 Mei 1949, Bangka akhirnya menjadi persinggahan terakhir Agus Salim dan semua tokoh yang ditawan. Pada 6 Juli 1949, mereka dibebaskan dan meninggalkan Bangka. ●

18 AGUSTUS 2013 |

| 49


A G U S

S A L I M

DALAM RANGKULAN SAREKAT

50 |

| 18 AGUSTUS 2013


A G U S

S A L I M

Kongres Jong Islamieten Bond di Yogyakarta, Desember 1927. PERPUSNAS

DIMINTA pemerintah Hindia memata-matai Sarekat Islam, Agus Salim malah kepincut pada organisasi massa itu. Kecerdasan serta pengetahuan agamanya yang tinggi membuat dia lekas menjadi kepercayaan Haji Oemar Said Tjokroaminoto, pemimpin SI. Belakangan keduanya dikenal sebagai dwitunggal. Salimlah yang menggagas gerakan disiplin partai untuk �mengusir� anasir komunis dari SI. Dia ikut membidani salin wujud SI menjadi partai dan menjadi pucuk pimpinan Partai Sarekat Islam Indonesia setelah Tjokroaminoto meninggal.

18 AGUSTUS 2013 |

| 51


A G U S

S A L I M

TELIK SANDI JADI PETINGGI PARTAI Agus Salim disebut paling berpengaruh di Partai Sarekat Islam setelah Tjokroaminoto. Satu-satunya intelektual partai yang dapat menandingi kelompok komunis, Semaoen dan kawan-kawan.

P

PERANG Dunia I pada Agustus 1914 sungguh merepotkan Belanda dan Hindia Belanda. Demi menjaga keamanan Hindia, Gubernur Jenderal Idenburg, yang seharusnya purnatugas akhir tahun itu, diminta bertahan. Belanda khawatir negeri jajahannya terseret perang, terutama setelah ada kabar Jepang tengah melancarkan agresi ke Cina dan koloni-koloni Jerman di Samudra Pasifik. Dalam situasi itulah Agus Salim, yang baru menikahi Zainatun Nahar di Koto Gadang, tiba di Jakarta. Ketika itu tahun 1915. Dia tidak punya pekerjaan. Meski demikian, sebagai mantan pegawai Konsulat Belanda di Jeddah dan pernah bekerja untuk dinas pekerjaan umum pemerintah Hindia di Jakarta, dia cukup dikenal. Ketika Salim sedang mencari-cari pekerjaan, seorang teman sekolah yang telah menjadi pegawai pemerintah Hindia datang menemuinya. Namanya Datuk Tumenggung, penasihat urusan bumiputra

52 |

| 18 AGUSTUS 2013

atawa adviseur voor inlandsche zaken. Datuk berkedudukan tinggi itu menawarinya pekerjaan sebagai telik sandi. Salim diminta memata-matai Haji Oemar Said Tjokroaminoto, pemimpin Sarekat Islam (SI). Ada desas-desus, Tjokroaminoto telah disogok Jerman 150 ribu gulden agar memberontak terhadap pemerintah Hindia. Saat itu, dikatakan, sebuah kapal Jerman tengah berlayar menuju Jawa membawa 40 ribu pucuk senjata. ”Tjokroaminoto dikabarkan sepakat untuk memimpin revolusi bila senjata-senjata itu diserahkan kepadanya,” kata Salim, seperti dikutip Kustiniyati Mochtar dalam buku Seratus Tahun Haji Agus Salim (1984). Menerima tawaran tersebut, Salim mulai mendekati Tjokroaminoto. Kebetulan, saat itu SI hendak menggelar kongres di Surabaya dan Tjokroaminoto mengundangnya hadir. Dari Surabaya, Salim kemudian mengikuti Tjokroaminoto mengunjungi berbagai daerah di Jawa Timur untuk rapat SI. Salim terkesan oleh Tjokroaminoto. Dia, misalnya, terpana melihat puluhan ribu orang mengelu-elukan pemimpin SI itu dan bagaimana mereka merunduk ke tanah dan mencium kakinya. Tak suka pada sembah-menyembah yang dia lihat, Sa-

lim menyampaikan kepada Tjokroaminoto bahwa membiarkan diri dipuja sedemikian rupa bisa berbahaya. Bukannya marah, Tjokroaminoto malah kian dekat padanya. ”Pada waktu itulah di antara kami berdua tercetus kesepakatan untuk saling membantu,” cerita Salim, seperti dikutip Kustiniyati—bekas wartawan harian Indonesia Raya ini orang paling akhir yang mewawancarai Salim, pada 1954, beberapa saat sebelum Salim meninggal. Begitu mereka tiba kembali di Surabaya, Salim memutuskan masuk SI. Sejak itu, dia boleh dibilang menjadi penasihat pribadi Tjokroaminoto. Ketika mengajarkan kebudayaan Islam di Cornell University, Amerika Serikat, sejak Januari hingga Juni 1953, Salim mengatakan, saat pertama kali bergabung dengan SI, dia sudah menceritakan hubungannya dengan polisi Belanda kepada Tjokroaminoto. Menurut dia, Tjokroaminoto tak mempersoalkan hal itu. Apalagi dia sudah menyatakan mundur dari pekerjaan sebagai mata-mata Hindia. Tokoh SI lain, seperti Abdoel Moeis, Alimin Prawirodirdjo, Soerjopranoto, dan Abikoesno Tjokrosoejoso, juga menerima kehadiran Salim dengan gembira. Tapi tak sedikit aktivis gerakan kala itu


Kongres SI, 1921. TROPENMUSEUM

yang mencurigai niat Salim bergabung dengan SI. Salah satunya dr Sutomo. Dalam wawancara dengan surat kabar De Indische Courant, dia menuding Salim telah memperalat SI. Sutomo menyebut Salim ”seorang intelek tinggi”. Menurut dia, Salim datang ke Surabaya untuk mengacaukan Indonesische Studieclub, kelompok studi antikolonial yang dia dirikan pada 1924. Ini terjadi pada 1927, ketika SI telah bersalin menjadi Partai Sarekat Islam (PSI) dan Salim salah satu pucuk pimpinannya. Tudingan Sutomo menimbulkan gejolak. Hardjosudarmo, Ketua PSI Kediri, lantas membentuk sebuah komite untuk mengklarifikasi tuduhan itu dalam sebuah rapat terbuka. Sutomo diminta hadir menyampaikan bukti-bukti pengkhianatan Salim. Namun baik Sutomo maupun pihak Studieclub tak menanggapi hal itu. Belum lagi persoalan dengan Sutomo mereda, Mr Singgih melemparkan tudingan baru kepada Salim melalui surat kabar Timboel. Dia mengatakan Salim dibayar pemerintah Hindia 750 gulden untuk memata-matai Radicale Concentratie. Salim membantah keras tudingan itu. Dalam ”Balasan Kata” di koran Bandera Islam, 2 Mei 1927, dia menegaskan sudah memutus hubungan dengan polisi Hindia

setelah masuk SI. Lima hari kemudian, pada 7 Mei, digelar sidang terbuka di Sekolah Adi Dharmo, Pakualaman, Yogyakarta. Salim dan Mr Singgih diminta mengajukan bukti kepada tim juri yang dipimpin Adipati Aryo Kusumo, pensiunan Bupati Jepara. Sidang terbuka itu dihadiri pula oleh ribuan pengunjung. Singgih gagal mengajukan bukti yang kuat atas tuduhannya. Keesokan harinya, juri memutuskan Salim tak bersalah. Meski demikian, perdebatan soal hubungan Salim dengan pemerintah Hindia tak pernah usai. Suradi dalam naskah bukunya, Haji Agus Salim dan Persoalan Kooperasi-Nonkooperasi dalam Sarekat Islam 1915-1940 (1996), menulis bahwa Salim ternyata masih melaporkan kegiatan SI kepada pemerintah Hindia. Laporan-laporan Salim itu tersimpan dalam arsip milik Idenburg. Sebenarnya, kalaupun ini benar, boleh jadi itu laporan-laporan terdahulu. Soalnya, Idenburg sudah meninggalkan Hindia Belanda pada 1916. Dia digantikan Graaf van Limburg Stirum. ●●●

EMPAT tahun Salim bergabung, pada 1919 kedudukan Central Sarekat Islam (CSI) mulai goyah. Pemerintah kini marah

kepada SI lantaran berbagai aksi ”perjuangan ekonomi” yang dilakukan aktivis SI di berbagai penjuru Hindia. Munculnya ”perjuangan ekonomi” melalui gerakan buruh, terutama oleh SI Semarang di bawah pimpinan Semaoen dan Darsono serta SI Yogyakarta, amat menjengkelkan pemerintah. Mereka sering memprovokasi gerakan buruh dan aksi mogok. Ketika itu, organisasi buruh terbesar adalah Personeel Fabriek Bond, yang didirikan pada 1918 oleh R.M. Soerjopranoto, salah seorang komisaris CSI. Soerjopranoto, kakak Soewardi Soerjaningrat alias Ki Hadjar Dewantara, kemudian dikenal sebagai ”raja mogok”. Ada dua insiden yang membuat pemerintah meradang: peristiwa Tolitoli di Sulawesi Tengah dan Garut di Jawa Barat. Di Tolitoli, aksi menolak kerja paksa pecah pada Mei 1919 manakala Abdoel Moeis berkunjung dalam rangka tur propaganda CSI. Seorang controleur Belanda terbunuh dalam peristiwa itu, dan Moeis dihadapkan ke pengadilan. Di Garut, satu keluarga petani dibunuh polisi di bawah pimpinan asisten residen karena tak mau menyerahkan hasil panen sawah mereka. Pemerintah menyimpulkan SI berada di belakang pembangkangan itu.

18 AGUSTUS 2013 |

| 53


A G U S

S A L I M

H.O.S. Tjokroaminoto. ANRI

Akibat sikap permusuhan yang ditunjukkan pemerintah, banyak pengikut setia SI, terutama para pedagang Arab dan Cina, ketakutan. Berbondong-bondong mereka meninggalkan organisasi ini. Posisi Tjokroaminoto melemah, sementara anasir komunis—Semaoen, Darsono, dan kawan-kawan—berusaha menguasai SI. Itu sebabnya, pada Kongres CSI di Surabaya, 1919, Salim ditunjuk menjadi komisaris, mewakili Yogyakarta. Dia diberi tugas khusus mengurusi serikat buruh karena di sanalah Semaoen dan Darsono paling berperan. Dalam buku Zaman Bergerak: Radikalisme Rakyat di Jawa 1912-1926 (1997), Takashi Shiraishi menulis bahwa Salim memang satu-satunya intelektual CSI yang dapat menandingi Semaoen dan kawan-kawan. Abikoesno dan yang lain, menurut dia, cuma pelayan Tjokroaminoto. Lagi pula, menurut Shiraishi, yang meneliti pergerakan kemerdekaan di Hindia Belanda, hanya Salim pemimpin CSI yang disukai Belanda kala itu. Snouck Hurgronje, penasihat untuk urusan bumiputra, adalah bekas gurunya. Sebagai aktivis SI, pada 19171919, Salim bekerja sebagai anggota staf di Volkslectuur (Balai Pustaka) yang dipimpin Dr Rinkes. Belakangan, Rinkes meng-

54 |

| 18 AGUSTUS 2013

gantikan Hurgronje sebagai penasihat urusan bumiputra. Salim juga memiliki akses ke beberapa pejabat Hindia lain. Begitu masuk jajaran pengurus, Salim memunculkan isu disiplin partai. Selain ”menjaga” Tjokroaminoto, Salim hendak memperkuat nilai Islam dalam SI. Dia kemudian menyusun Keterangan Asas (Beginsel Verklaring) bagi SI. Seturut asas itu, SI berkeyakinan bahwa yang dimaksudkan dengan kemerdekaan adalah lepasnya rakyat Hindia dari segala bentuk perhambaan, ”dengan jalan kemerdekaan yang berasaskan keislaman”. Asas ini disahkan dalam Kongres CSI pada 1921. ●●●

SETELAH urusan dengan ”SI Merah”— Semaoen, Darsono, dan kawan-kawan— selesai, posisi Salim di SI makin kuat. Dia kian ”disayang” oleh Tjokroaminoto. Keduanya malah sering disebut sebagai dwitunggal Sarekat Islam. Manakala masa kerja Tjokroaminoto di Volksraad berakhir pada 1921, pemerintah Hindia menunjuk Salim menggantikannya. Ada cerita lucu yang dikisahkan Violet Hanifah, anak ketiga Salim, tentang kedekatan dua tokoh SI itu. Pada 1927, Salim hendak mengikuti kongres Muktamarul Alami Islamy Farul-

him bil Syarqiyyah di Mekah. Rencananya, dia naik kapal laut dari Jakarta. Kongsi Tiga nama kapal itu. Tapi, hingga kapal hendak berangkat, Salim masih di Surabaya mengurus paspor. Mengetahui itu, Tjokroaminoto mengirim telegram kepada perwakilan Kongsi Tiga di Jakarta. Isinya: jika kapal berangkat tanpa Haji Agus Salim, tahun berikutnya tidak akan ada calon haji naik kapal Kongsi Tiga. Dua hari mereka menunggu Salim. Ketika dia akhirnya naik kapal, diadakanlah penyambutan meriah. Salim bingung. Dia lalu bertanya kepada kapten, kenapa disambut meriah. ”Bukankah saya hanya orang biasa?” ujarnya. Kapten menjawab ketus, ”Kapal ini tidak akan menunda keberangkatan selama 2 x 24 jam hanya untuk menunggu orang biasa!” Solichin Salam, ketika itu wartawan, dalam buku Seratus Tahun Haji Agus Salim, mengatakan Salim dan Tjokroaminoto tak pernah berselisih pendapat. Mereka sangat akur dalam bekerja sama. Salim, menurut dia, menyarikan dan merumuskan gagasan-gagasan Tjokroaminoto dalam bentuk yang sistematis, untuk kemudian disampaikan ke publik. ”Hanya terhadap Tjokroaminotolah Salim mau mengalah,” katanya.●


A G U S

S A L I M

POLITIK ZIGZAG PENDUKUNG VOLKSRAAD Sikap politik Agus Salim terhadap pemerintah Hindia Belanda kerap berganti, antara berkompromi dan tidak berkompromi. Dianggap mencari keuntungan pribadi.

Kongres Volksraad, Mei 1918. TROPENMUSEUM

A

GUS Salim tiba-tiba tampil beda. Dalam suatu sidang Volksraad, Dewan Rakyat Hindia Belanda, pada 1922, ia tiba-tiba berpidato menggunakan bahasa Melayu. Puluhan anggota Dewan, yang sebagian orang Eropa, tercengang. Tingkah Salim membuat geger peserta sidang. Maklum, Volksraad sesungguhnya lembaga yang dibentuk untuk kepentingan pemerintah Hindia Belanda. Ada semacam aturan tak tertulis yang mewajibkan semua anggota berbicara bahasa Belanda. Mohammad Hatta dalam pengantar buku Hadji Agus Salim: Pahlawan Nasional (1965) menulis, meski melanggar pakem dan ditegur Ketua Volksraad, Salim tidak berhenti. Salim beralasan, sebagai anggota Dewan, ia memiliki hak berbicara dalam bahasa Melayu. Tidak cukup di situ, Salim mengkritik sikap pemerintah Belanda yang tak peduli kepada rakyat jajahannya. ”Apa yang diputuskan Volksraad tidak diindahkan oleh pemerintah dan hilang lenyap,” ujarnya seperti dikutip Kustiniyati Mochtar dalam buku Seratus Tahun Haji Agus Salim (1984). Padahal, Salim melanjutkan, Hindia Belanda telah menyelamatkan Nege-

56 |

| 18 AGUSTUS 2013

ri Belanda dari kehancuran akibat Perang Dunia I. Gusar oleh perbuatan Salim, anggota Volksraad dari perwakilan Zending bernama Bergmeyer meminta Salim menerjemahkan kata ”ekonomi” ke bahasa Melayu. Ia berharap Salim menghentikan pidato karena malu tidak bisa menjawab pertanyaannya. Tak dikira, Salim menyambut tantangan itu. Katanya, dia akan menjawab pertanyaan Bergmeyer. Tapi dia mengajukan syarat. ”Tuan sebutkan dulu apa kata ’ekonomi’ itu dalam bahasa Belanda,” ujarnya. Bergmeyer terdiam dan Salim terus melanjutkan orasinya. Ternyata kala itu memang belum ada padanan kata bahasa Belanda yang cocok untuk kata ”ekonomi”. Kata staathuishoudkunde, yang jamak dipakai sebagai pengganti, lebih tepat berarti ”politik-ekonomi”. Dari waktu ke waktu hingga masa jabatannya di Volksraad berakhir, sikap oposisi Salim semakin menjadi. Ia bahkan menyebut Volksraad ”komedi omong”. Menurut dia, anggota lembaga itu seperti komedian yang bisa berbicara apa saja karena memiliki imunitas hukum, tapi apa yang diomongkan tidak berguna karena pemerintah Belanda tidak pernah menggubrisnya.

Padahal, beberapa tahun sebelumnya, Salim termasuk yang mendukung pembentukan Volksraad. ●●●

SEJAK awal Belanda memang tidak sepenuh hati memberi lembaga perwakilan untuk masyarakat Hindia. Volksraad tidak lebih dari ”pemanis” politik etis Belanda. Suradi, dalam draf bukunya, Haji Agus Salim dan Persoalan Kooperasi-Nonkooperasi dalam Sarekat Islam 1915-1940 (1996), malah melihat ada agenda tersembunyi Belanda pada Volksraad. Agenda itu adalah meredam tumbuhnya kesadaran kebangsaan masyarakat Hindia yang dipelopori kelompok-kelompok pergerakan, termasuk Sarekat Islam (SI) pimpinan Haji Oemar Said Tjokroaminoto. Karena itu, meski disebut sebagai Dewan Rakyat, Volksraad tidak memiliki kewenangan layaknya badan legislatif yang mampu membuat undang-undang. Kewenangan Volksraad hanya sebatas memberi nasihat dan mengajukan usul. Lantaran cuma berupa nasihat dan usul, pemerintah Belanda boleh mengabaikannya. Sebagian tokoh pergerakan tidak menyetujui pembentukan Volksraad. Dalam SI pun ada perbedaan pendapat tentang


itu. Semaoen dan Darsono dari SI Semarang menolak keras. Mereka tak ingin ada kerja sama dengan Belanda. Salim dan Abdoel Moeis berpendapat sebaliknya. Mereka memproklamasikan sikap kooperasi atau bersedia bekerja sama dengan Belanda dan mendukung SI menempatkan wakil di Volksraad. Meski wewenang Volksraad terbatas, lembaga itu diyakini berpotensi menjadi dewan perwakilan rakyat yang sebenarnya. Central Sarekat Islam (CSI) lalu mengirim Tjokroaminoto dan Abdoel Moeis sebagai anggota periode 1918-1921. Ketika Gubernur Jenderal Graaf van Limburg Stirum meresmikan berdirinya Volksraad pada 18 Mei 1918, surat kabar Neratja—Agus Salim merupakan pendiri dan pemimpin redaksinya—memujimuji Volksraad: ”Ini hari Sabtu tanggal 18, datanglah hari permulaan tanah Hindia menginjak yang pertama di jalan yang menuju pada cita-cita parlementaire zelfstandigheid (parlemen independen).” Salim selanjutnya menduduki posisi Tjokroaminoto di Volksraad, pada periode kedua, 1921-1923. Tapi pada periode ini mulai terjadi perubahan haluan di tubuh SI. Perhimpunan itu semakin radikal dan sering bergesekan dengan pemerintah Be-

landa. Sikap keras itu memuncak kala pemerintah Hindia Belanda menangkap dan menahan Tjokroaminoto selama tujuh bulan pada 1921-1922. Tjokroaminoto dituduh terlibat gerakan bawah tanah SI. Sikap Salim pun mulai bergeser, dari kooperasi menjadi oposisi. Ia gencar mengkritik kebijakan Belanda di sidang-sidang Volksraad. Meski begitu, Belanda menganggap Salim sebagai orang yang kooperatif karena tidak melepaskan keanggotaannya di Volksraad. Keanggotaan itu sempat dipermasalahkan dalam Kongres Nasional CSI kelima pada 1921. Salim dianggap tidak pantas mewakili SI di Volksraad karena dia bukan Ketua SI. Mencurigai Salim hanya ingin mencari keuntungan pribadi, sebagian anggota mempertanyakan honor Salim. Selanjutnya, dalam Kongres Nasional CSI ketujuh di Madiun pada 1923, bersamaan dengan perubahan bentuk organisasi Sarekat Islam menjadi Partai Sarekat Islam (PSI), organisasi yang dipimpin Tjokroaminoto itu berubah haluan menjadi nonkooperasi, menolak kerja sama dengan pemerintah. Salim mengikuti keputusan itu dan berhenti dari Volksraad. Sebenarnya sikap PSI itu belum final. Partai masih membuka kompromi dan ber-

sedia kembali kooperatif dengan syarat pemerintah mengangkat lagi Tjokroaminoto sebagai anggota Volksraad. Menurut Salim, pengangkatan kembali Tjokroaminoto penting sebagai permintaan maaf pemerintah, sekaligus memulihkan nama baik pemimpin PSI itu, yang tercemar akibat ditahan Belanda. Namun, hingga masuk periode ketiga Volksraad, pada 1924, permintaan tersebut tak dipenuhi Belanda. Kecewa terhadap sikap Belanda, PSI tak mau lagi memiliki wakil di Volksraad. Raden Pandji Soeroso, yang bersedia diangkat menjadi anggota Volksraad, dipecat dari keanggotaan partai. Baru pada 1927, Gubernur Jenderal A. C.D. de Graaff memutuskan mengangkat Tjokroaminoto sebagai anggota Volksraad demi kembali merangkul PSI. Tapi Salim beranggapan itu sudah terlambat. Pada awal 1930-an, sikap politik Salim bergeser lagi. Ia mengajak PSI, yang telah berganti nama menjadi Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII), kembali bekerja sama dengan pemerintah. Alasannya, strategi politik nonkooperasi tidak tepat lagi karena Belanda sedang gencar-gencarnya menekan gerakan anti-pemerintah. Keputusan Salim ini memicu perpecahan di tubuh partai. ●

18 AGUSTUS 2013 |

| 57


A G U S

S A L I M

SAAT ARSITEK STRATEGI TURUN TANGAN Perseteruan antara Sarekat Islam Putih dan Merah diselesaikan dengan kebijakan disiplin partai. Pimpinan yang berafiliasi dengan Partai Komunis Indonesia mundur.

S

AREKAT Islam terbelah dua. Faksi yang berhadapan, yakni SI Yogyakarta yang berhaluan Islam dan SI Semarang yang berpaham komunisme, terus beradu kekuatan. Pimpinan pun berinisiatif menggelar pertemuan pengurus SI pada 17 Januari 1921 di Yogyakarta. Beberapa pejabat organisasi yang hadir adalah perwakilan kedua kubu. Perwakilan Yogyakarta yang tampak antara lain Soerjopranoto (Wakil Ketua SI), Agus Salim (Sekretaris SI), dan Marco (Wakil Sekretaris SI). Tokoh SI Semarang antara lain Semaoen (komisaris SI), Darsono (propagandis SI), dan Piet Bergsma. Dalam pertemuan diputuskan untuk mengakhiri pertikaian dan mengadakan kongres lanjutan pada Maret 1921 di Yogyakarta dan Oktober 1921 di Surabaya. Dari kedua kongres ini, Agus Salim menyampaikan butir-butir perjuangan, yakni asas organisasi, bentuk, dan sifat serta disiplin partai. ”Perubahan itu bukanlah berubahnya sesuatu seperti dalam kodok menjadi ular. Hanya mempertegas yang selama ini belum tegas,” kata Salim, yang kerap menjadi bintang dalam kongres, seperti dikutip Kustiniyati Mochtar dalam buku Sera-

58 |

| 18 AGUSTUS 2013

tus Tahun Haji Agus Salim. ●●●

SEMAOEN, pemuda berusia 18 tahun, tampil mencolok di antara pemuda sebayanya. Dalam usia yang masih belia, dia telah berhasil mengambil alih pimpinan SI Semarang pada 1917. Dia sukses menggerakkan pemogokan, dan menjadikan SI Semarang organisasi paling radikal. Semaoen, murid Hendricus Josephus Franciscus Marie Sneevliet yang paling berbakat, sukses berkarier sebagai propagandis yang belajar Marxisme sekaligus cara mengorganisasi buruh dan pemogokan. Sneevliet adalah warga Belanda yang memasukkan ideologi Marxisme ke Indonesia. Lahir pada 1899 di Mojokerto, Jawa Timur, sebagai anak buruh kereta api, Semaoen bukan keturunan priayi. Dia dibesarkan zaman Politik Etis sehingga menikmati pendidikan Barat. Dia lulus dari ”sekolah angka satu” dan bergabung dengan SI sebagai juru tulis pada 1912 di usia 13 tahun. Semaoen memimpin SI Semarang sekaligus Vereeniging voor spoor en Tramwegpersoneel (VSTP), organisasi buruh kereta api bentukan Sneevliet. Posisi Semaoen semakin kuat ketika, dalam kongres 1918, dia ditunjuk sebagai

komisaris dan Abdul Moeis sebagai propagandis SI. Penunjukan ini merupakan kemenangan besar pihak ISDV—cikal-bakal Partai Komunis Indonesia, yang didirikan oleh Sneevliet. Tapi orientasi Semaoen yang Marxis di bawah pengaruh ISDV kerap berseberangan dengan SI yang dipimpin Tjokroaminoto dan kawan-kawan, yang berorientasi pan-Islamisme. Semaoen berkampanye menentang Indie Weerbaar dan partisipasi SI dalam Volksraad pada 1917. Kritiknya kepada SI membuat Tjokro naik pitam. Dalam kongres SI pada Oktober 1917, SI memutuskan hubungan dengan ISDV. Kongres SI pada 1919 menjadi titik balik gerakan SI. Menurut Takashi Shiraishi dalam buku Zaman Bergerak: Radikalisme Rakyat di Jawa 1912-1926, keberadaan Afdeling B (divisi SI Komunis) dan pengawasan ketat terhadap SI lokal di Jawa Barat membuat para pengikut setia SI—orang-orang Arab, pedagang pribumi muslim putihan—lari ketakutan. Inilah yang meruntuhkan basis kekuasaan Tjokroaminoto. Selain itu, Tjokro kehilangan dukungan dari elite Belanda. Runtuhnya basis dukungan itu membuat Tjokroaminoto kian tersingkir. Pada Mei 1920, persoalan bertambah: SI dibelit kri-


Semaoen, tokoh Partai Komunis Indonesia. DOK. TEMPO

sis ekonomi. Muncullah ide memurnikan SI, yang dilontarkan dalam kongres 1920 dan diterjemahkan sebagai usaha mendisiplinkan partai. Persoalan pelik ini membuat Agus Salim, pendukung setia Tjokroaminoto, turun tangan. Salim dikenal sebagai arsitek strategi SI. Menurut Shiraishi, Salim jadi komisaris SI dan penasihat kunci Tjokroaminoto dalam kongres SI pada 1919 karena memiliki hubungan yang ekstensif dan sempurna dengan Belanda. Sesudah kongres 1919, bersama Hasan Djajadiningrat, Salim mencoba membangun koalisi anti-PKI/SI Semarang dan membimbing SI dengan basis Islam. Langkah pertama diambil pada 1920, Tjokroaminoto dan Salim mengadakan perjanjian dengan pemimpin Muhammadiyah untuk saling bantu melawan PKI/SI Semarang. ●●●

KONGRES SI pada Maret 1921 diadakan di Yogyakarta dihadiri oleh 57 SI lokal dan berakhir menurut rencana yang disusun SI. Kedua pihak menandatangani deklarasi yang dianggap mewakili dua kelompok. Deklarasi itu di satu pihak menyatakan SI berdasarkan prinsip-prinsip Islam, tapi SI juga percaya pada kejahatan dominasi

penguasa ekonomi akibat kapitalisme. Isi deklarasi juga menyebutkan rakyat di koloni harus dibebaskan dari kejahatan dan melawan kapitalisme. Jika perlu dengan seluruh tenaga dan kemampuan, terutama oleh persatuan serikat buruh dan petani. Kelompok Semarang puas terhadap deklarasi ini karena mengandung gagasan komunisme. Sebaliknya unsur SI Yogyakarta sangat puas karena komunisme termaktub dalam bahasa Islam. Dan mereka pun dapat berbalik melawan komunis dengan mengatakan bahwa komunis tidak percaya kepada Tuhan dan agama Islam. Seusai kongres, pemimpin SI Putih memperkuat posisi mereka. Salim membantu pemimpin Muhammadiyah memperluas jaringan organisasinya dari Karesidenan Yogyakarta. Dalam waktu singkat, Muhammadiyah memiliki divisi baru di Surabaya, Madiun, Garut, dan tempat lain. Kongres SI dilanjutkan pada Oktober 1921 di Surabaya untuk membahas disiplin partai. Kongres didominasi oleh Salim dan Abdoel Moeis. Kelompok kiri, seperti Semaoen dan Tan Malaka, meminta perkecualian bagi PKI dalam pelaksanaan disiplin partai. Namun Salim dan Moeis mengabaikannya.

Salim memaparkan argumen dengan mengatakan cita-cita dan usaha bermula dari perserikatan rakyat untuk meminta keadilan kemudian menjadi persatuan golongan yang berusaha keras menuntut keadilan. Dalam mengajukan tuntutan itu terbawa pula elemen pendukung, asas, maksud, dan tujuan organisasi. Semua ini tak tergarap saat SI sebagai perserikatan. ”SI perlu diganti menjadi partai, demi terlaksananya cita-cita yang luas dan mendalam,” katanya, seperti termaktub dalam buku Seratus Tahun Haji Agus Salim. Dia memperkenalkan gagasan disiplin partai: bahwa keanggotaan SI dapat dirangkap dengan organisasi atau perkumpulan lain semacam Muhammadiyah atau Budi Utomo. Namun keanggotaan tak bisa dirangkap dengan keanggotaan partai lain atau pegawai pemerintah. ”Bagi yang sudah telanjur, silakan memilih: melepas keanggotaan partai lain atau lepas dari SI sama sekali.” Berbagai alasan Semaoen dan Darsono ditangkis oleh Salim, yang mengatakan disiplin partai semata demi kepentingan perjuangan. Lewat pengambilan suara, usulannya mendapat suara terbanyak. Akhirnya Semaoen, Darsono, dan Muhammad Kasan mundur dari SI. ●

18 AGUSTUS 2013 |

| 59


A G U S

S A L I M

LELAKI TUA TEMPAT BERTANYA Rentang usia yang jomplang membuatnya dijuluki ”Oude Heer” atau sang lelaki tua. Agus Salim hadir bak bidan untuk kelahiran banyak cendekiawan Islam Indonesia.

M

ENERABAS jalanan becek penuh lubang dengan kereta angin akhirnya menjadi kebiasaan yang mengasyikkan bagi Mohamad Roem, Kasman Singodimedjo, Soeparno, serta banyak aktivis pemuda di awal berdirinya Jong Islamieten Bond (JIB)—organisasi gerakan pemuda berideologi Islam pertama di Indonesia—pada 1925. Dari asrama STOVIA di Gang Kwini, dengan sepeda yang lebih banyak dituntun daripada ditunggangi lantaran jalanan yang super-rusak, mereka menuju sebuah rumah sempit di dalam gang di bilangan Tanah Tinggi, Jakarta. Rumah yang disambangi para aktivis belia itu tak lain adalah rumah Haji Agus Salim, penasihat JIB sekaligus guru agama Islam bagi Roem dan kawan-kawan yang masih belajar di kelas II STOVIA (sekolah kedokteran Hindia). ”Saya diajak Kasman dan Soeparno untuk pertama kalinya bertemu dengan Haji Agus Salim, orang yang dikenal sebagai pemimpin rakyat, pemimpin Sarekat Islam terkenal, pandai agama Islam, yang juga mahir berbagai bahasa,” kata Mohamad Roem dalam bukunya, Bunga Rampai dari Sejarah, yang diterbitkan Bulan Bintang (1983).

60 |

| 18 AGUSTUS 2013

Hari itu, Roem mengenang, di serambi rumah yang sangat sederhana, lelaki yang kala itu sudah berusia 41 tahun tersebut menerima mereka apa adanya. Ramah, hangat, dan memperlakukan para aktivis belia seperti teman yang setara, hampir tak ada strata. Ia menyapa dengan bahasa Belanda—bahasa yang selalu menjadi media diskusi mereka kala mendapat wejangan agama dari orang yang mereka juluki ”Lelaki Tua” itu. ”Kali ini, karena hujan tak turun, kalian datang seperti biasa saja, menunggangi sepeda, bukan sebaliknya,” ujar Roem dalam bukunya, mengenang canda sang bapak spiritualis, yang menyindir bahwa jalan menuju rumahnya membuat seolaholah sepeda menunggangi si empunya, saking rusaknya. Di rumah orang tua yang kelak diberi julukan ”Grand Old Man” lantaran jasa dan kepiawaiannya berdiplomasi itu, Roem dan para cendekiawan muslim lainnya memang kerap mendapat pencerahan. Bagi para aktivis JIB, Salim bahkan merupakan guru organisasi yang kelak melahirkan tokoh-tokoh pejuang muslim Indonesia itu. ”Apabila pengurus JIB penat mencari keputusan, menjumpai Haji Agus Salim adalah sebuah ja-

lan,” kata Mohammad Natsir dalam buku Zamrud Khatulistiwa, yang ditulis Ridwan Saidi (1993). Persentuhan Salim dengan JIB, yang sebenarnya ia bidani kelahirannya, bermula pada sebuah kongres tahunan Jong Java di Yogyakarta, Desember 1924. HAS—salah satu panggilan akrab Agus Salim—saat itu diundang menghadiri pembukaan kongres pemuda Jawa yang ketujuh. Kongres berlangsung lancar, sampai pada suatu ketika perdebatan tak terelakkan. Raden Syamsuridjal, Ketua Umum Jong Java, mengangkat gagasan diadakannya kursus agama Islam bagi para anggota Jong Java yang beragama Islam. Ide itu ditolak oleh kongres dengan dalih Jong Java merupakan organisasi nasionalis yang tak mau dicampuri urusan agama. Saking alotnya perdebatan, keputusan akhirnya diambil dengan jalan pemungutan suara. Kecewa terhadap penolakan dari para anggotanya, Syamsuridjal pergi menemui Salim. Kepada lelaki yang sudah dianggapnya sebagai orang tua itu, Syamsuridjal mengadu. Saat itu, Salim tak menolak diajak bersama-sama mendirikan organisasi yang bertujuan mengajarkan pengetahuan agama bagi pemuda dari kalang-


Pengurus besar dan anggota Kongres II Jong Islamieten Bond, Solo, 1926. PERPUSNAS

an terdidik, yang bernama Jong Islamieten Bond. ”Deklarasi dilakukan pada malam hari di sebuah kelas sekolah Muhammadiyah dengan restu Ahmad Dahlan dan H.O.S. Tjokroaminoto, bermodal lampu tempel. Sejak itu, Haji Agus Salim menjadi pembina bagi organisasi kami,” tutur Roem dalam bukunya, Diplomasi: Ujung Tombak Perjuangan RI. Dalam menjalankan tugas pembinaan terhadap cendekiawan muslim belia semacam Natsir, Roem, dan Kasman, Salim tak pernah membeda-bedakan muridnya. Bahkan, saking egaliternya, ia sendiri tak pernah mau dianggap sebagai guru dalam organisasi. Menurut sejarawan Ridwan Saidi, ciri khas yang dia temukan dalam metode pengajaran Salim adalah caranya mendidik bukan mengajari. Salim menjadi tempat bagi orang muda untuk mengembalikan persoalan yang rumit menjadi lebih mudah dipahami. Itu dilakukan bukan dengan cara mendikte, melainkan dengan memberi ilham. Salim merupakan pemberi dorongan, bukan macam orang yang hanya memberi petunjuk pelaksanaan. Ia berupaya memperluas ufuk pandangan lewat transformasi pengetahuan agama dan umum se-

cara luas. Salim tak pernah memandang generasi muda sebagai tanah liat yang bisa sekehendak hatinya ia bentuk. ”Ia membimbing dalam proses penalaran, tapi tidak menyediakan kesimpulan atau jawaban atas suatu pertanyaan. Sering kali ia berkata bahwa jawabannya ada pada tangan anak muda Indonesia itu sendiri,” kata Ridwan. Hasrat Salim untuk menularkan pemikiran-pemikirannya tentang agama Islam tersalurkan dengan berdirinya JIB. Ia dan para aktivis muda saling mengisi dalam upaya menguak segala macam tekateki pengetahuan dari sudut pandang Islam. Semua masalah, baik politik maupun sosial kemasyarakatan, sesuai dengan testimoni Mohamad Roem, dibahas tuntas menggunakan kacamata Islam sebagai solusi. ”Satu hal saja yang tak mau ia bahas dalam setiap diskusinya, yaitu masalah khilafiyah, hukum atau hal yang masih dipertentangkan para ulama,” ujar Ridwan. JIB terus berkembang hingga melahirkan kelompok studi mahasiswa Islam lain yang bernama Studenten Islam Studie Club (SIS). Dua organisasi itu lantas menelurkan dua media cetak, yakni Het Licht, yang mereka kelola sendiri, dan Moslim-

se Reveil, bekerja sama dengan SIS. Pada kedua media itu, Salim mencurahkan semua pemikirannya sebagai langkah transformasi gagasan. ”Para aktivis rajin mengikuti pemikiran dari tulisan-tulisan yang diterbitkan. Selepas itu, mereka akan menanyakan hal yang tak mereka pahami dalam diskusi-diskusi di rumah Agus Salim,” tutur Ridwan. Bagi Mohamad Roem, Mohammad Natsir, Kasman Singodimedjo, dan banyak cendekiawan muslim lainnya, sosok Salim hadir bak bidan yang membantu kelahiran mereka dalam kancah politik Islam modern di Indonesia. Dari diskusi dan tulisannya, ia membebaskan pikiran para aktivis belia itu. Banyak gebrakan doktrin keagamaan yang kaku ia luluh-lantakkan. Buktinya, dalam Kongres JIB kedua di Yogyakarta pada 1927, dengan persetujuan para aktivis organisasi, ia menyatukan tempat duduk perempuan dan lelaki, yang pada kongres sebelumnya terpisah. ”Semua wejangan, jawaban, dan tindakan Agus Salim pada masa itu dinilai sebagai hasil dari pemikiran yang brilian, terutama bagi perkembangan pandangan Islam terhadap kehidupan,” kata Roem, seperti dikutip Ridwan. ●

18 AGUSTUS 2013 |

| 61


A G U S

S A L I M

MUNCULNYA BAYANG-BAYANG TJOKROAMINOTO Bersama sahabatnya, Tjokroaminoto, Agus Salim memimpin Partai Sarekat Islam. Dari kooperatif menjadi nonkooperatif terhadap pemerintah Hindia Belanda. Agus Salim (duduk, keempat dari kanan) pada Kongres PSII di Jakarta, Januari 1929. PERPUSNAS

N

OVEMBER 1919 menjadi saat istimewa dalam perjuangan politik Haji Agus Salim. Waktu itu, dia secara resmi ditunjuk menjadi Komisaris Central Sarekat Islam (CSI). Setelah empat tahun bergabung, disebut-sebut sebagai bayang-bayang dan penasihat Ketua CSI Haji Oemar Said Tjokroaminoto, baru hari itu Salim tampil ke depan. Bukan tanpa maksud bila Tjokroaminoto akhirnya memunculkan Salim. Seperti ditulis Takashi Shiraishi dalam bukunya, Zaman Bergerak: Radikalisme Rakyat di Jawa 1912-1926, Salim menjadi amat penting karena Tjokroaminoto sedang berhadapan dengan Semaoen, Darsono, dan teman-temannya. Para tokoh Sarekat Islam (SI) Semarang berhaluan komunis itu terus-menerus merongrong kepemimpinan Tjokroaminoto. Rongrongan ”SI Merah” juga membuat hubungan SI dengan Belanda mulai tak mesra. Aksi-aksi yang dilakukan cabang SI di daerah-daerah—tanpa bisa dikontrol CSI—membuat Belanda marah. Belanda mengira sikap Tjokroaminoto terhadap pemerintah adalah kooperatif, tapi cabang-cabang SI (SI afdeeling) malah bersikap sebaliknya. Nah, Salim, yang diketa-

62 |

| 18 AGUSTUS 2013

hui oleh Tjokroaminoto dekat dengan beberapa pejabat Hindia Belanda diharapkan bisa ”menjinakkan” sikap tuan-tuan penjajah itu. Setidaknya ada 12 komisaris di CSI yang terpilih dalam kongres. Selain Salim, antara lain ada Abikoesno Tjokrosoejoso, adik Tjokroaminoto; Alimin Prawirodirdjo; dan Semaoen. Salim diberi tugas mengatur serikat buruh. Ketika itu, banyak serikat buruh yang berafiliasi ke SI, tapi kebanyakan berada di bawah kendali atau dekat dengan SI Semarang, yang dipimpin Semaoen dan Darsono. Sebut saja Vereniging van Spoor-en Tramwegpersoneel (VSTP), serikat buruh kereta api dan trem; Indische Sociaal Democratische Vereniging (ISDV), serikat sosial demokrat Hindia; serikat sekerja kehutanan; serikat sekerja pelabuhan; serta serikat sekerja sopir dan kusir. Serikat-serikat buruh inilah yang membuat resah pemerintah Hindia karena sering melakukan aksi mogok. Salim punya kedekatan tersendiri dengan serikat buruh. Pada 1930, lama setelah konflik dengan Semaoen selesai, Salim diminta Nederlands Verbond van Vakverenigingen menjadi penasihat dalam sidang Biro Internasional Perburuhan untuk membicarakan soal penghapusan

sanksi kontrak buruh. Dalam pertemuan itu, Salim membuat sendiri naskah pidatonya dalam bahasa Prancis. Kepercayaan Tjokroaminoto kepada Salim untuk menghadapi Semaoen terbayar. Keandalan Salim terbukti manakala dia merumuskan gerakan disiplin partai. Anggota SI dilarang merangkap menjadi anggota organisasi lain. Kebijakan itu akhirnya menyingkirkan kelompok komunis dari SI. Semaoen selain menjadi Ketua SI Semarang juga menjadi Ketua ISDV. Sejak itu, posisi Salim di antara elite pimpinan CSI makin kuat. Pada 1921, manakala masa tugas Tjokroaminoto di Volksraad berakhir, Salimlah yang ditunjuk menggantikan Tjokroaminoto. Tapi persoalan SI belum selesai. Posisi SI afdeeling yang cenderung otonom tetap menjadi masalah. Akhirnya, dalam Kongres CSI di Madiun pada 17-23 Februari 1923, SI memutuskan berganti bentuk menjadi Partai Sarekat Islam (PSI). Migrasi ini bukan keputusan tiba-tiba. Beberapa tahun sebelumnya, Salim sudah melontarkan gagasan ini. Alasan dia, dengan berubah menjadi partai, mereka bisa melakukan reorganisasi dan mengetatkan pengawasan terhadap cabang-cabang. Dalam Kongres CSI di Madiun itu, dele-


gasi SI Madiun dan Nganjuk sempat mengajukan usul membuat pengecualian disiplin partai bagi anggota yang juga bergabung dengan PKI. Tapi usul itu dipotong oleh suara marah para peserta. Pemimpin PSI yang terpilih dalam kongres itu adalah Tjokroaminoto sebagai ketua, Sjahboedin Latif dan Soerjosasmojo sebagai sekretaris, serta Fachrodin sebagai bendahara. Bersamaan dengan itu, PSI mengubah haluan politiknya menjadi nonkooperasi. Salim keluar dari Volksraad. Dia semakin dekat dengan Tjokroaminoto. Salimlah yang merumuskan gagasan-gagasan Tjokroaminoto sehingga menjadi lebih sederhana dan mudah dimengerti publik. Salah satunya persoalan Keterangan Asas (Beginsel Verklaring). Salim menganggap politik nonkooperasi sama dengan hijrah. Namun, dalam tulisannya di Bandera Islam, 14 Februari 1927, dia menyebut nonkooperatif PSI itu mulanya bersifat protes. ”Tapi dalam masa empat tahun yang lalu berganti dengan yang lain. Nonkooperasi dalam PSI telah di... hijrah. Artinya telah diganti dengan tujuan bekerja bersama menyusun diri.” Dalam Kongres PSI pada 1927, tujuan partai diperjelas, yaitu mencapai kemerdekaan nasional atas dasar agama Islam.

PSI bersalin nama menjadi Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII) pada Januari 1929. Penambahan kata ”Indonesia” ini tak terlepas dari semangat Sumpah Pemuda. Sukiman, yang memberi ide ini, mengharapkan kesegaran dan kehidupan baru sejak perpecahan pada 1921. Pimpinan Pusat dibagi menjadi Dewan Partai yang dibentuk oleh kongres partai (Majelis Tahkim) dan Lajnah Tanfidziyah, pemimpin harian yang bertanggung jawab dalam masa di antara dua kongres. Hal ini dilakukan karena berkurangnya kesehatan Tjokroaminoto dan Salim, pemimpin yang saat itu tidak dapat digantikan oleh siapa pun di dalam partai. Tjokroaminoto diangkat sebagai Ketua Partai, dengan Salim sebagai wakilnya, dalam kongres di Yogyakarta. A.M. Sangadji menjadi Ketua Lajnah Tanfidziyah dan Sukiman sebagai Wakil Ketua Lajnah Tanfidziyah. Namun, tak lama kemudian, Sukiman dipecat dari PSII bersama Soerjopranoto. Keduanya dianggap telah mencemarkan nama baik Tjokroaminoto dalam masalah ketidakberesan keuangan organisasi Persatuan Pegawai Pegadaian Hindia—Tjokroaminoto menjadi salah seorang pengurus serikat pekerja itu. Banyak cabang yang tidak menyetujui

keputusan pemecatan tersebut. Cabang Yogyakarta kemudian terpecah dua. Kelompok yang tak setuju membentuk PSII Merdeka. Ada juga cabang yang membentuk Persatuan Islam Indonesia. Perpecahan itu semakin memperlemah kedudukan PSII. Konflik ini berlanjut setelah Tjokroaminoto wafat pada 1934. Setelah 20 tahun, Salim akhirnya mencapai puncak pimpinan PSII. Dalam kongres pada 1935, dia ditunjuk menjadi ketua. Bagi Salim, berpulangnya Tjokroaminoto setahun sebelumnya bukan sekadar kehilangan teman seperjuangan. Kepergian sahabatnya itu merupakan awal dari merosotnya pengaruh Salim dalam PSII. Salim melihat sikap politik nonkooperasi PSII merugikan partai karena ruang geraknya kian dibatasi oleh pemerintah Belanda. Pada Maret tahun berikutnya, Salim mengeluarkan pernyataan politik yang dikenal sebagai pedoman politik: ”… adalah akan merugikan besar kepada pergerakan PSII, jika hendak dikeraskan juga sikap non-kooperasi. Oleh karena itu supaya PSII mengambil sikap buat melepaskan ’non’ yang sekali-kali tidak bertentangan dengan sikap ’hijrah’ PSII….” Tapi sejumlah anggota partai menentang haluan politik baru ini. ●

18 AGUSTUS 2013 |

| 63


A G U S

S A L I M

TERANTUK POLITIK HIJRAH Didepak Abikoesno dari PSII, Agus Salim mendirikan Pergerakan Penyadar.

Agus Salim bersama Sangadji (duduk, kanan) mendirikan Partai Penyadar.

T

AK pernah sekali pun terlintas dalam benak Agus Salim, niatnya meluruskan haluan politik Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII) berujung pada perpecahan. Gagasannya meninjau ulang garis politik hijrah, nonkooperasi, dan kembali ke politik kooperasi ditentang Ketua Lajnah Tanfidziyah PSII Abikoesno Tjokrosoejoso, adik kandung Haji Oemar Said Tjokroaminoto. Perselisihan dengan Abikoesno bermula saat Salim menjadi Ketua Dewan Partai PSII menggantikan Tjokroaminoto, yang wafat pada 17 Desember 1934. Sebagai pemimpin tertinggi, Salim ingin PSII ”berbaikan’dengan pemerintah kolonial. Ia menilai sikap ini sangat berisiko. Soalnya, Belanda kian ketat menekan partai-partai politik yang tidak kooperatif. ”Sikap nonkooperasi hanya akan melumpuhkan partai,” kata menantu Salim yang pernah menjadi Sekretaris II Centraal Comite Partai Penyadar, H.M. Soedjono Hardjosoediro, dalam buku Seratus Tahun Haji Agus Salim (1984). Salim menyampaikan sikap ini secara terbuka dalam rapat partai pada April 1935. Sarekat Islam mulai menerapkan politik hijrah pada 1923. Salim mengatakan perumusan politik itu semata-mata ka-

64 |

| 18 AGUSTUS 2013

rena Allah, bukan atas dasar membenci satu pihak. ”Tak seorang pun yang dapat menghalangi sebagaimana tak seorang pun yang memaksa,” ujarnya seperti dikutip dari draf buku Haji Agus Salim dan Persoalan Kooperasi-Nonkooperasi dalam Sarekat Islam 1915-1940 (1996), karya Suradi. Karena itu, menurut dia, politik hijrah tak haram dikoreksi. Salim berharap usulnya dibahas dalam Kongres PSII ke-22 pada 1936. Sayangnya, ajakan kembali ke sikap kooperasi itu sama sekali tidak digubris. Malah Abikoesno menuduh Salim mengusulkan itu karena berambisi kembali duduk di Volksraad. Dalam kongres ke-22 itu, situasi memburuk saat Abikoesno didapuk menjadi ketua dan formatur tunggal pemilihan pengurus PSII. Dia menegaskan PSII akan tetap menjalankan politik nonkooperasi. Dia mencoret Salim dari kepengurusan. Lima hari setelah kongres, Salim menarik diri dari kegiatan partai. Tapi, sementara itu, dia dan para pendukungnya mempersiapkan kubu oposisi. Mereka membentuk Comite Penyadar Barisan PSII, yang kemudian dikenal sebagai Barisan Penyadar PSII. Diketuai Mohamad Roem, tokoh muda PSII binaan Salim, Barisan Penyadar ber-

KOLEKSI RUSHDY HOESEIN

gerak di lingkungan internal partai. Mereka mengajak setiap anggota mempertanyakan hak-hak organisasi mereka yang dilanggar Lajnah Tanfidziyah dan Dewan Partai setelah kongres. Propaganda ini dengan cepat meraih simpati anggota PSII di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Selatan, dan Sumatera Barat. Merasa terancam oleh manuver Salim, pada Januari 1937, Abikoesno menjatuhkan skorsing terhadap pemimpin pusat dan daerah Barisan Penyadar. Sebulan kemudian, ia memecat Salim, Roem, A.M. Sangadji, Sabirin, dan 24 tokoh Barisan Penyadar lainnya dari keanggotaan PSII. Pemecatan ini membulatkan tekad Salim dan para pendukungnya untuk mendeklarasikan Barisan Penyadar sebagai Partai Pergerakan Penyadar . Dalam kongres perdana partai itu pada 23-26 Februari 1937, Salim ditetapkan sebagai pemimpin umum dan A.M. Sangadji sebagai wakilnya. Adapun Roem didapuk menjadi presiden partai. Sebagai ”sempalan” PSII, kiprah Pergerakan Penyadar tidak dapat diremehkan. Hanya dalam waktu satu tahun, partai berhaluan kooperasi ini telah memiliki 52 cabang di seluruh Indonesia. Tapi pengaruhnya memudar setelah Jepang masuk. ●


A G U S

S A L I M

ISLAM DALAM PERGULATAN ENCIK SALIM


PENDIDIKAN Barat telah menjauhkan Agus Salim dari Islam. ”Saya mulai merasa kehilangan iman,” katanya. Pertemuan dengan pamannya, Syekh Ahmad Khatib, di Mekah dan perkenalannya dengan pemikiran Islam modern telah mengembalikannya kepada Islam. Kali ini Islam yang berbeda dengan yang dikenalnya di masa kecil. Agus Salim sebagai pemikir Islam dikenal lebih bebas ketimbang Ahmad Dahlan dan Hasyim Asy’ari.

Agus Salim (duduk, kanan) ketika bertugas sebagai sekretaris dan penerjemah Konsulat Jenderal Belanda di Jeddah, 1907-1912.

FOTO: REPRO BUKU SERATUS TAHUN AGUS SALIM


A G U S

S A L I M

JALAN TERANG DI JEDDAH DI JEDDAH, Agus Salim menjadi penerjemah plus di Konsulat Belanda. Mengurusi jemaah haji dan berhubungan dengan tokoh Islam terkenal di Arab Saudi, seperti Muhammad Asad.

T

TANGGAL 20 Februari 1909. N. Scheltema, Konsul Belanda di Jeddah, mengirim kartu pos kepada Snouck Hurgronje, ahli Islam yang jadi Penasihat Urusan Pribumi Hindia Belanda dan Arab. Ia mengirim foto hitam-putih yang menggambarkan Sayyid Muhammad, seorang syekh haji (pemimpin rombongan haji), memainkan gambus didampingi dua rekannya, Jamal Tajudin, yang juga syekh haji, dan Mas Muhammad Hasim, anggota staf konsulat. Tampak dalam foto, dengan menggunakan sebuah fonograf silinder—alat yang baru ditemukan Thomas Alva Edison pada 18 Juli 1877—mereka merekam permainan gambus itu. Terlihat pula Agus Salim duduk bersila mengamati gambus. ”Seperti yang Anda lihat di balik kartu ini, saya berhasil membujuk Sayyid Mu-

68 |

| 18 AGUSTUS 2013

hammad merekam tiga lagu yang Anda minta, yang hasilnya sangat bagus. Saya harap dalam waktu dekat dapat merekam suara azan,” Scheltema menulis di balik foto itu. Agus Salim saat itu bekerja di Konsulat Belanda di Jeddah, selama 1906-1911, di bawah Konsul N. Scheltema, mantan controleur (jabatan setingkat bupati) di Wlingi, Jawa Timur. Pemuda 22 tahun itu diangkat pemerintah Belanda sebagai drogman (penerjemah). Menurut M. Shaleh Putuhena dalam Historiografi Haji Indonesia, Salim datang untuk menggantikan Raden Aboe Bakar Djajadiningrat, putra mantan Bupati Pandeglang, yang menjadi pribumi Indonesia pertama yang bekerja di konsulat itu. Selama di sana, Aboe Bakar juga membantu penelitian Hurgronje di Mekah dan Jeddah. Aboe Bakar dipensiunkan pada 1908 dan meninggal pada 1915. Nama Agus Salim sebagai penggantinya juga atas usul Hurgronje. Menurut Rudi Andri Syahputra dalam ”Colonial Networks: The Role of the Jeddah Consulate in the Decision Making of the Dutch Government (1921-1931)”—tesis masternya di Universitas Leiden—Konsulat Belanda di Jeddah baru berdiri pada 1872 karena meningkatnya jumlah anggo-

ta jemaah haji dari Hindia Belanda, dari 2.000 lebih pada 1865/1866 menjadi 3.500 lebih pada 1870/1871 dan 5.300 lebih pada 1871/1872. Jeddah adalah kota pelabuhan. Jemaah haji Hindia mendarat di sana setelah naik kapal uap selama tiga bulan. ”Jemaah haji dari Hindia Belanda sudah jadi rombongan terbesar di masa itu,” kata Arsiparis Muda Arsip Nasional Republik Indonesia ini. Pada mulanya, semua anggota staf konsulat adalah orang Belanda, tapi itu jadi masalah karena mereka bukan muslim— sehingga tak bisa masuk ke Mekah dan Madinah. Hukum di sana menggariskan bahwa siapa pun nonmuslim yang masuk ke dua ”kota terlarang” itu akan dibunuh. Hurgronje menyarankan pemerintah memilih wakil konsul dari kalangan pribumi dengan syarat: muslim yang baik, setia kepada Belanda, berpendidikan Eropa, menguasai bahasa Melayu, Jawa, dan Arab, serta lancar berbahasa Sunda, Madura, dan Bugis. Belanda pada mulanya hanya mengangkat pribumi yang memenuhi syarat itu sebagai drogman. Namun kenyataannya, kata Rudi, perannya hampir seperti diplomat, karena si penerjemah juga mengurus jemaah haji dari Hindia Belanda (Indone-


Agus Salim (paling kiri) di Jeddah. REPRO BUKU ARCHIPEL

sia) serta mewakili konsulat di acara-acara resmi kenegaraan di Mekah dan Madinah. Agus Salim di Jeddah mula-mula jadi leerling drogman (magang penerjemah), sesuai dengan keputusan Ratu Belanda Wilhelmina tertanggal 27 Agustus 1906. Dia mendapat gaji 1.080 gulden setahun dan 500 gulden untuk perabot serta 720 gulden hak pensiun. Karena ketekunan dan kecakapannya, enam bulan kemudian dia diangkat jadi sekretaris penerjemah dengan gaji 2.400 gulden dan hak pensiun 1.600 gulden per tahun. Kenaikan gaji yang sangat besar itu menandakan Belanda sangat menghargai prestasi Agus Salim. Seorang penerjemah seperti Salim, kata Rudi, menjadi penghubung antara jemaah haji dan konsul. Masalah yang dihadapi umumnya mirip dengan persoalan jemaah haji sekarang, seperti penipuan oleh syekh haji atau soal utang dan warisan bila ada yang meninggal. ”Kalau ada anggota jemaah haji yang meninggal dan punya utang kepada syekh, sang syekh akan menagih ke konsulat, dan konsulat akan menagih ke keluarganya di Hindia Belanda,” ujar Rudi. Meski bekerja di Konsulat Belanda, dalam banyak hal Salim rupanya lebih sering

memihak jemaah haji. Selain itu, Salim sebetulnya menerima tawaran jadi penerjemah di sana dengan pertimbangan dia bekerja untuk pemerintah Belanda, bukan untuk pemerintah kolonial. Akibatnya, konflik sering muncul antara Salim dan pejabat konsulat. Dalam catatan Mohammad Hatta di buku Hadji Agus Salim: Pahlawan Nasional yang disunting Solichin Salam, ada suatu perdebatan yang meruncing hingga atasannya menyindir Salim: ”Salim, apakah engkau kira bahwa engkau ini orang yang paling pintar di dunia?” Salim menangkisnya. ”Itu sama sekali tidak. Banyak orang yang lebih pintar dari saya, cuma saya belum bertemu dengan seorang di antara mereka,” kata Salim. ”Mungkin di kala itu atasan saya orang Belanda sering merasa kesal, karena dalam mengurus jemaah haji, jika terjadi persoalan, saya lebih banyak berpihak kepada jemaah daripada melihat masalah dari pihak Konsulat Belanda,” ujar Salim di belakang hari. ●●●

POSISI Agus Salim sebagai penerjemah plus juga menguntungkannya karena dia berkesempatan bergaul leluasa de-

ngan para tokoh dan ulama di Mekah, Madinah, dan sekitarnya. Muhammad Asad dalam karyanya, The Road to Makkah, bercerita sempat bertemu dengan Agus Salim di istana Raja Abdul Aziz Ibnu Saud pada 1920-an. Asad bahkan menyebut Salim sebagai ”sahabat saya dari Jawa” dan Salim pula yang memperkenalkannya dengan ulama terkenal Sayyid Ahmad di Madinah. Muhammad Asad adalah nama wartawan terkenal asal Lemberg (kini Ukraina), Leopold Weiss, setelah pindah ke agama Islam. Jarak Jeddah-Mekah kala itu biasanya ditempuh dengan naik unta selama dua malam. Hal ini memungkinkan Agus Salim sering berkunjung ke kediaman pamannya, Syekh Ahmad Khatib al-Minangkabawi (1852-1915), di Mekah. Ahmad Khatib adalah guru terhormat di Universitas Harramain Massajidal dan imam mazhab Syafei di Masjidil Haram. Dia tentu membela mazhab Syafei, tapi juga mengajari murid-muridnya mempelajari Islam dan adat secara kritis. Dia mengizinkan muridnya membaca karya ulama modernis, mendukung ide pembaruan, dan mengkritik ajaran tarekat. Muridnya yang kemudian menjadi penggerak pembaruan pemikiran Islam di Minangkabau adalah Syekh

18 AGUSTUS 2013 |

| 69


A G U S

S A L I M

Keluarga tempat Agus Salim menumpang selama di Jeddah. REPRO BUKU ARCHIPEL

Muhammad Djamil Djambek (1860-1947), Syekh Abdul Karim Amrullah (1879-1945), dan Haji Abdullah Ahmad (1878-1933). Pikiran Ahmad Khatib yang terbuka terhadap pembaruan itu rupanya memikat Agus Salim. Salim belum pernah mendalami Islam secara formal. Sebaliknya, sejak remaja dia ditempa oleh pendidikan Barat di Hogere Burger School, yang menjauhkannya dari Islam dan agama lain. ”Meskipun saya lahir dalam keluarga muslim yang taat dan mendapat pendidikan agama sejak kanak-kanak, (setelah masuk sekolah Belanda) saya mulai merasa kehilangan iman,” kata Salim, seperti dikutip Yudi Latif dalam Inteligensia Muslim dan Kuasa. Bahkan, sebelum Salim berangkat ke Jeddah, dia dan ayahnya sempat membaca jurnal Al-Imam, jurnal pembaruan Islam terbitan Malaysia, yang mengharapkan Encik Salim muda melayani jemaah haji ”pihak kita” di Jeddah. Tapi Haji Muhammad Nur dari Tanjungpura mempertanyakan apakah anak muda itu sungguhsungguh seorang muslim, dan Al-Imam menjawab bahwa mereka mengakui banyak anak muda yang mendapat pendidikan Barat sukar mempertahankan imannya.

70 |

| 18 AGUSTUS 2013

Di belakang hari, Salim menyimpulkan bahwa Snouck Hurgronje-lah biang keladi dari pola pendidikan Barat yang sekuler itu. Dia menilai Hurgronje menerapkan pendidikan Barat di Hindia Belanda untuk merangkul lapisan atas bangsa Indonesia agar masuk budaya Belanda sehingga mau bekerja sama. Kebijakan ini juga menjauhkan orang dari ajaran Islam, yang sampai waktu itu menyebabkan orang tak tertarik pada pengaruh Barat. Pertemuan Agus Salim dengan Ahmad Khatib menjadi titik balik dalam kehidupannya. Selama lima tahun di Jeddah, Salim memanfaatkan betul kesempatan itu. Setiap tahun dia menunaikan ibadah haji. Dia juga melancarkan bahasa Arabnya, mendalami Islam pada Ahmad Khatib, serta berhubungan dengan ulama dan pemimpin dunia Arab. Dia giat mempelajari buah pikiran Muhammad Abduh dan Jamaluddin al-Afghani, dua tokoh Islam modern yang berpengaruh di masa itu. Namun, menurut Hamka, Agus Salim berbeda dengan murid-murid lain Ahmad Khatib. Karena telah mempunyai banyak pengetahuan umum, Salim tak menelan begitu saja apa yang disampaikan pamannya itu. Pelajaran Ahmad Khatib dapat dia banding-bandingkan dengan pengetahu-

annya, sehingga pertemuan mereka lebih mirip diskusi ketimbang sekadar murid mendengar fatwa guru. ”Pamannya bilang diskusi dengan Agus Salim paling sulit, karena keponakannya itu suka mendebat,” kata Agustanzil Sjahroezah, cucu Salim, yang jadi Ketua Yayasan Hadji Agus Salim. Banyak pertanyaan yang diajukan Agus Salim. Misalnya soal Al-Quran. Bagaimana Al-Quran diturunkan? Kalau dikatakan Al-Quran diciptakan Nabi Muhammad, ini tidak masuk akal, karena Muhammad tidak bisa membaca dan menulis. Lantas siapa yang membuatnya? Syekh Ahmad Khatib meladeni pertanyaan-pertanyaan kritis itu. Dia sadar bahwa keponakannya ini mendekati Islam dengan akal dan tak dapat meyakini yang irasional, sehingga ia harus memberikan jawaban yang rasional. Pelan-pelan Agus Salim menemukan kembali keimanannya. Tujuh belas tahun kemudian, dia membuat pengakuan di surat kabar Bandera Islam: ”Selama lima tahun di Arab Saudi… bertambah dalam sikap saya terhadap agama, dari tidak percaya menjadi syak, dari syak menjadi yakin mengakui keadaan Allah dan agama Allah.” ●


BakƟ BCA Beberapa anak Papua antusias menerima bantuan dari BCA di depan Honai, rumah tradisional Papua. Tampak dalam foto Sekretaris Perusahaan BCA Inge SeƟawaƟ, Head of CSR BCA Sapto Rachmadi, Duta Nasional UNICEF Indonesia Ferry Salim, serta Corporate Partnership Oĸcer UNICEF Indonesia Charlie Hartono. (Foto : Aris Agam)

menyuarakan penƟngnya perlindungan untuk perempuan dan anak-anak. Program Pendidikan Ramah Anak yang digagas UNICEF Indonesia bersama dengan UNFPA dan UN Women di bawah payung UN Joint Program (UNJP) memilih Wamena sebagai daerah percontohan dan pusat kegiatannya.

ED I SI 1 4 A g u st u s - 1 7 A gu st u s 2 0 1 3

BCA senanƟasa berkomitmen mendukung program kemanusiaan UNICEF Indonesia

B

agai muƟara yang belum terasah, begitulah distrik Wamena di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua. Potensi dan kekayaan alamnya sungguh berlimpah ruah dan menjadi warisan generasi mendatang untuk mengolahnya. Kota di Lembah Baliem yang disebelah selatannya diapit oleh Pegunungan Jayawijaya ini memiliki keƟnggian sekitar 1.600 meter di atas permukaan laut. Distrik ini pun berbatasan langsung dengan Papua New Guinea (PNG). Geliat pembangunan mulai menyentuh kota ini. Di sisi lain, penyiapan sumber daya manusia berkualitas pun terus digalakkan. Bukan hanya taraf pendidikan dan kesehatan yang terus diupayakan kualitasnya, tapi juga pemahaman sisi hukum dan sosial terhadap perlindungan perempuan dan anak-anak, perlu terus diedukasi. Pasalnya, perempuan dan anak-anak masih sering menjadi korban Ɵndak kekerasan dalam rumah tangga dan lingkungannya. Di sini, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menunjukkan komitmennya untuk mendukung berbagai program kemanusiaan UNICEF Indonesia. Melalui program Pendidikan Ramah Anak, BCA berperan akƟf turut Internet Banking BCA : www.KlikBCA.com

BCA memiliki harapan, parƟsipasi tersebut akan memberikan manfaat yang berarƟ untuk perubahan di Papua dan Papua Barat. Pendidikan ramah pada anak dan perempuan akan lebih berkembang. Serta akan ada banyak pihak lain yang turut bekerja sama dalam menghenƟkan kekerasan tersebut. “Besar harapan kami, parƟsipasi BCA dalam Pendidikan Ramah Anak akan memberikan makna yang berarƟ dalam mendukung program UNICEF Indonesia di Papua,” ujar Sekretaris Perusahaan BCA Inge SeƟawaƟ. Bertepatan dengan Hari Anak Nasional 23 Juli lalu di distrik Wamena, Jayawijaya, Papua, BCA menyampaikan donasi sebesar Rp 850 juta kepada UNICEF Indonesia serta 600 buah peralatan tulis bagi siswa SDN Wamena dan SMPN 3 Megapura Wamena. Selain Sekretaris Perusahaan BCA Inge SeƟawaƟ, turut hadir Head of CSR BCA Sapto Rachmadi, dan Kepala KCU Jayapura Rudy Tinton Soeprapto. Turut hadir pula Duta Nasional UNICEF Indonesia Ferry Salim, Corporate Partnership Oĸcer UNICEF Indonesia Charlie Hartono, Project Assistant UNICEF Indonesia Zona Papua Dwi Utari Tamanbali, dan Kepala Dinas Pendidikan Kab. Jaya Wijaya, Murjono Murib. Corporate Website : www.BCA.co.id

P›Ä—®—®»ƒÄ RƒÃƒ« Aă» UNICEF IėÊěݮƒ çÄãç» WƒÃ›Äƒ

Selama 22-24 Juli di Wamena, BCA berkesempatan melakukan dialog dengan para pelajar dan pengurus yayasan, saat mengunjungi asrama pelajar Yayasan Yasumat yang bangunan asramanya berupa Honai (rumah tradisionil Papua) dan Yayasan Humi Inane di Desa Sogokmo. Kondisi Honai yang sangat memprihaƟnkan bersanding dengan semangat penghuninya untuk belajar, sangat menyentuh perasaan.Yayasanyayasan ini mengupayakan anak-anak di Kabupaten Jaya Wijaya dan Yahukimo untuk dapat bersekolah formal. BakƟ BCA senanƟasa berkomitmen mendukung program kemanusiaan UNICEF Indonesia. Selain untuk program Pendidikan Ramah Anak, bentuk dukungan lain BCA kepada UNICEF Indonesia ialah bantuan untuk program Pengembangan Anak Usia Dini (PAUD) melalui penjualan SUKUK SR-005, program Pendidikan Ramah Anak melalui penjualan SUKUK SR-004, pembuatan kartu korporasi perusahaan, serta program Edukasi Laktasi bagi karyawaƟ yang juga baru-baru ini dilaksanakan. BCA SenanƟasa di Sisi Anda ĩ.com/GoodLifeBCA dan follow @GoodLifeBCA


A G U S

S A L I M

SANG MUJADID YANG MEMBELA KARTINI MEMADUKAN pendidikan Barat dan Islam, Agus Salim membuka tafsir baru dalam praktek-praktek keagamaan. Kerap mendapat tentangan.

P

ADA kongres kedua Jong Islamieten Bond (JIB) di Solo, akhir 1927, secara demonstratif Agus Salim menegaskan sikapnya. Sebagai penasihat organisasi kepemudaan Islam itu, ia memerintahkan tabir yang memisahkan kelompok pria dan wanita disingkirkan. ”Ini bertolak belakang dengan segala sesuatu yang menjadi kelaziman. Sikap ini nyata tidak benar,” kata Salim kepada peserta kongres. Perintah tersebut tentu menjadi tanda tanya hadirin. Membuat pembatas di antara mereka merupakan kebiasaan khas muslim. Ini kerap terjadi pada rapat yang digelar, termasuk dalam kongres pertama dua tahun sebelumnya di Yogyakarta. Karena itu, Ketua JIB Wiwoho meminta Salim memberi penjelasan kepada peserta pertemuan. Di atas mimbar, Salim berceramah mengenai duduk perkara yang jadi sikapnya dengan tegas. Menurut dia, tujuan pendirian JIB adalah mengenal dan mengamalkan Islam secara sempurna. Caranya, segala sesuatu yang bukan hukum Islam atau tak bersumber pada ajaran Islam harus disingkirkan. ”Pengucilan kaum wanita merupakan suatu adat Arab, bukan keharus72 |

| 18 AGUSTUS 2013

an agama Islam,” ujar Salim, yang kemudian menuliskannya pada majalah Het Licht, Tahun II, 1926. Dia lalu menukil Surat An-Nur ayat 30 untuk mendukung argumentasinya yang menyebutkan kaum lelaki diperintahkan menjaga pandangan mata dan memelihara rasa malunya. Dalam ayat selanjutnya, hal serupa dituntut untuk dilakukan perempuan. Dengan demikian, tanpa tirai pun, laki-laki dan perempuan bisa berkomunikasi. Wakil Ketua Partai Sarekat Islam Indonesia ini juga menyitir pendapat Dr Th.W. Juynboll. Tokoh orientalis ini menyatakan, sebelum zaman Islam, penyelubung tubuh wanita dilazimkan di dunia Timur, termasuk oleh kaum Kristen. Namun kebiasaan itu rupanya malah tidak lazim di lingkaran Nabi Muhammad. ”Lagi pula, pengucilan kaum wanita pada rapat-rapat JIB tidak menguntungkan untuk propaganda himpunan kita,” katanya. Pembelaan Salim terhadap perempuan juga diperlihatkan ketika muncul ”serangan” kepada Raden Ajeng Kartini. Sebuah tulisan di Bendera Islam menghujat putri Rembang itu. Buku Door Duisternis tot Licht, yang berisi surat-surat pribadinya dan diterbitkan ketika dia sudah me-

ninggal, dianggap melecehkan Islam. Salim mengajukan sejumlah alasan bahwa celaan itu tidak pada tempatnya. Menurut dia, surat-surat Kartini merupakan pendapat pribadi yang tidak dimaksudkan untuk diterbitkan. Dari sisi pemikiran, pandangan Kartini dianggap belum stabil ketika ia mengungkapkan pikirannya pada usia dini. Selain itu, informasi mengenai Islam masih minim diperoleh putri Jawa ini. Ketika itu, Quran memang tidak boleh disalin atau diartikan. Sikap Salim yang kerap memberontak juga muncul pada masa bulan madunya. Setelah menikahi Zainatun Nahar, putri Almatsier, kepala sekolah sejumlah perguruan, pada Agustus 1912, Salim memboyong istrinya pindah rumah. Lazimnya, sang suami akan tinggal di rumah istrinya di masa-masa awal pernikahan. Masyarakat menganggap adat tersebut sebagai bagian ajaran Islam sehingga wajib dijalani. Padahal, menurut Salim, ini kebiasaan yang sama sekali tak ada kaitannya dengan hukum Islam. Solichin Salam, penulis buku Hadji Agus Salim: Pahlawan Nasional, mengatakan kondisi masyarakat Islam ketika itu memang dalam kemunduran dan kebodohan. Karena itu, sering terjadi campur-aduk


Agus Salim seusai salat Idul Fitri memberi ceramah di lapangan Gambir. DOK TEMPO

antara adat dan agama. Pada situasi seperti itulah Agus Salim mendobrak kebekuan dan kekolotan masyarakat, menjadi seorang pembaru atau mujadid. Ketika memperingati 100 tahun pahlawan kemerdekaan ini pada 1984, Ahmad Syafii Maarif—tokoh Muhammadiyah—menyatakan sikap merdeka Salim dalam berpendapat itu menjadikannya layak disebut sebagai bapak kaum intelektual muslim Indonesia. ”Salim benar-benar menjadi pelopor, mendahului Muhammadiyah dan organisasi Islam lainnya,” demikian Syafii menuliskan penilaiannya. Walau berpandangan moderat, lelaki kelahiran Koto Gadang, Minangkabau, ini pernah dicap kurang nasionalis lantaran sehaluan dengan Pan-Islamisme dalam menghadapi penjajahan. Barat menganggap gerakan ini berbahaya karena diduga akan menumbuhkan teokrasi negara Islam dan membangkitkan kembali jihad, perang suci melawan kaum kafi r. ”The Grand Old Man”, begitu julukan yang kadang ia terima, menepis tudingan itu dalam lawatannya ke sejumlah negara. Ketika memberi ceramah dalam pertemuan Indonesia-Pakistan Cultural Association pada 9 Desember 1953, ia

menyatakan keyakinannya bahwa Islam mengandung pesan untuk seantero alam. Namun ini bukan berarti Islam bertujuan menghapus semua agama, tapi memadukannya. Tak cuma itu, bagi Salim, agama tidak hanya bermaksud menggairahkan perlombaan dalam mengamalkan kebajikan, tapi juga bekerja sama dalam menghadapi dunia yang terbagi-bagi oleh imperialisme. Nah, di sinilah pentingnya agama yang tidak terhalang tapal batas negara. Kekuatannya bisa menggerakkan pengusiran penjajah. Adapun perang-perang perluasan wilayah kerajaan Islam dari Andalusia hingga Asia Tengah lebih merupakan perang politik daripada perang agama. ”Jelas sekali bukan perang suci atau jihad,” kata Salim dalam bahasa Inggris kepada peserta kolokium. Tema ini pula yang ia paparkan ketika mengisi ceramah penutup di Cornell University, Amerika Serikat, pada 25 Mei 1953. Menurut sejarawan Taufik Abdullah, pikiran-pikiran brilian Salim yang diakui hingga tingkat internasional itu merupakan sumber kepemimpinannya dalam mendorong gerak organisasi. Karena itu, di dalam Sarekat Islam, ia menjadi ideolog organisasi yang menopang kepemim-

pinan H.O.S. Tjokroaminoto. Begitu juga di beberapa partai politik atau organisasi kemasyarakatan lain, seperti JIB dan Partai Penyadar. Kecendekiaan Salim itu, kata Taufik, diperoleh berkat pendidikan sekuler yang ia terima sebagai lulusan terbaik dari Europeesche Lagere School atau sekolah dasar hingga level menengah, Hogere Burger School. Kombinasi pendidikan Belanda dan sejumlah pelajaran agama yang ia peroleh ketika bermukim di Jeddah, Arab Saudi, selama lima tahun itulah yang menjadi modal dasar intelektualitasnya. Di Jeddah, ia banyak mempelajari Islam terutama dari pamannya, Syekh Ahmad Khatib al-Minangkabawi. Menurut Taufik, intelektualitas Salim itulah yang menyebabkan pengaruhnya melampaui lingkaran resmi kepemimpinannya, sebelum ataupun setelah meninggal. Dia bukan hanya seorang perumus ideologi Islam yang penting, melainkan juga penggerak utama orang-orang terpelajar Barat untuk menjadikan Islam sebagai agama yang secara kognitif dan emosional dihayati. ”Salim menarik para pelajar Barat kembali ke dasar agamanya,” ujar Taufik dalam diskusi dengan Tempo awal Juni lalu. ●

18 AGUSTUS 2013 |

| 73


A G U S

S A L I M

SATU GURU BEDA AMALAN HAJI AGUS SALIM meminta Ahmad Dahlan dan Hasyim Asy’ari mendidik santri agar tidak mendewakan guru. Lebih suka berdiskusi ketimbang menggurui.

KH Hasyim Asy’ari. WIKIMEDIA

K

APAL laut yang seharusnya

mengangkut Haji Agus Salim pulang dari Mekah ke Jakarta pada musim haji 1927 itu rusak. Nahas ini membuat kepulangan Salim dari menghadiri muktamar Alami Islamy mundur sepekan. Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka), yang sedang belajar agama di Mekah, memanfaatkan kesempatan ini untuk berguru singkat kepada Salim. Kala itu Hamka berusia 23 tahun. Ini pertemuan keduanya dengan Salim. Dua tahun sebelumnya dia bertemu dengan Salim di Pekalongan, Jawa Tengah. Hamka sangat mengagumi Salim, yang tersohor sebagai pribumi jenius dan tokoh Sarekat Islam. Dalam buku 100 Tahun Haji Agus Salim, Hamka menuliskan perjalanannya menjadi pemandu Salim di Tanah Suci saat itu. Mereka mengunjungi beberapa ulama asal Indonesia yang bermukim belasan tahun di sana. Beberapa di antaranya Janan Thaib, ulama asal Minangkabau, dan Ahmad Baqir dari Yogyakarta. Dalam kunjungan silaturahmi itu, Hamka menyatakan keinginannya meniru para ulama Nusantara yang bermukim di Mekah tersebut. Bukan dukungan yang

74 |

| 18 AGUSTUS 2013

dia dapat, Salim malah meminta Hamka membatalkan rencananya. ”Datang ke Mekah itu untuk menunaikan ibadah haji,” kata Salim. Dia mengatakan, jika seseorang bermukim lama di Mekah, pulangnya nanti paling-paling hanya diminta jadi pembaca doa di acara kenduri. Agus Salim menilai berumah di Mekah membuat seorang ulama tak akrab dengan problem yang dihadapi umat di Indonesia. Ia merujuk pada ayah Hamka, Abdul Karim Amrullah, yang belajar Islam di Mekah sebentar lalu pulang ke Tanah Air untuk mendirikan Sumatera Thawalib, sekolah Islam modern pertama di Nusantara. ”Masalah agama yang timbul di Indonesia, yang memecahkan masalahnya adalah orang Indonesia sendiri. Karena itu ayahmu adalah ulama Indonesia,” katanya. Salim memang gemar berdiskusi dengan anak muda. Mantan Ketua Umum Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif menilai kelebihan Salim adalah perhatiannya dalam mendidik anak muda. ”Tokoh intelektual muslim, seperti Mohammat Natsir, Mohamad Roem, Kasman, dan Jusuf Wibisono, adalah hasil bentukan Salim yang gemilang,” ujarnya dalam buku yang sama.

Mekah pada masa itu masih jadi tujuan para calon ulama Indonesia. Di sana sebelumnya ada Syekh Ahmad Khatib al-Minangkabawi (1852-1915), paman Agus Salim yang jadi imam mazhab Syafei di Masjidil Haram. Agus Salim pernah berguru padanya selama dia bekerja di konsulat Belanda di Jeddah pada 1906-1911. Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, dan Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama, juga pernah berguru kepadanya. Kendati sama-sama berguru ke satu ulama, Agus Salim, Dahlan, dan Hasyim memiliki gaya berislam yang berbeda. Pada masa itu pula wacana tentang Islam modern oleh Muhammad Abduh dari Mesir mencuat. Pemikiran Abduh mendobrak tradisi Islam, yang didominasi empat mazhab besar: Syafei, Maliki, Hambali, dan Hanafi. Abduh mengajarkan agar umat Islam tidak terkungkung pada mazhab itu. Deliar Noer dalam buku Membincangkan Tokoh-tokoh Bangsa mengatakan ulama asal Minangkabau banyak dipengaruhi ide Abduh. ”Kiai Dahlan tidak jauh berbeda dengan mereka,” katanya. Adapun Hasyim Asy’ari kurang sreg dengan pemikiran Abduh. Dalam Tradisi Pesantren karya Zamakhsyari Dhofier disebut-


Agus Salim bersama tokoh Muhammadiyah, Abdul Razak (tengah) dan H Sudji (kanan). PERPUSNAS

kan bahwa Hasyim menilai dalam mempelajari Islam tidak bisa meninggalkan empat mazhab itu. Dahlan dan Agus Salim memiliki kesamaan dalam menampilkan Islam. Keduanya sama-sama menjadi anggota Muhammadiyah dan Sarekat Islam. Dahlan resmi menjadi anggota Sarekat Islam sejak berdiri pada 1910 dan Salim lima tahun kemudian. Belakangan Agus Salim menjadi orang nomor dua setelah Haji Oemar Said Tjokroaminoto di organisasi itu. Ketika Dahlan mendirikan Muhammadiyah pada 1912, tidak lama kemudian Agus Salim bergabung. Keduanya terpisah ketika Salim memimpin gerakan disiplin organisasi dalam Sarekat Islam: setiap orang hanya boleh bergabung dengan satu organisasi. Salim memilih bertahan di Sarekat dan Dahlan memilih Muhammadiyah. Dakwah Dahlan lebih menggiatkan puritanisasi Islam, seperti memerangi praktek takhayul, bidah, dan khurafat. Agustanzil Syahroezah, cucu Salim, mengatakan, dalam berdakwah, Salim memilih mendekati muslim yang berlatar pendidikan Eropa. Tujuannya, ”Supaya mereka kembali ke Islam dan ke Indonesia,” kata putra Violet Hanifah, anak ketiga Sa-

lim, itu. Menurut Ibong Salim, panggilan Agustanzil, meski memiliki guru yang sama, kakeknya jarang bertemu dengan Dahlan dan Hasyim, karena keduanya banyak bermukim di daerah. Namun Agus Salim pernah berpesan ketika kedua teman seperguruannya itu membangun pesantren. ”Ajari santrimu agar jangan mendewakan guru hingga melupakan Nabi Muhammad,” kata Salim. Syafii Maarif menilai Agus Salim sebagai pemikir Islam yang lebih bebas ketimbang Dahlan dan Hasyim. Tapi membandingkan ketiganya dengan sudut pandang yang sama adalah tidak tepat. ”Kebesaran Agus Salim tidak dapat diukur dengan kebesaran Dahlan dan Hasyim,” ujarnya. Agustanzil mengatakan Salim lebih menyukai diskusi ketimbang dakwah yang bersifat menggurui. Ia suka membuat diskusi dan menghindari membuat perintah. ”Ia membuka peluang orang menemukan jawabannya sendiri,” kata Ketua Yayasan Hadji Agus Salim itu. Agustanzil menceritakan keluwesan kakeknya dalam beragama. Pada suatu hari umat Islam dihadapkan pada perbedaan merayakan Idul Fitri. Salim meyakini datangnya 1 Syawal, penanda hari Idul Fitri,

jatuh sehari setelah hari Idul Fitri yang diyakini banyak kaum muslim. Karena itu, Salim tetap menjalankan puasa Ramadan terakhirnya. Namun pada hari itu datanglah tamu dari Condet, Jakarta Timur, yang merayakan Lebaran. Salim menerima dan menjamu tamunya. ”Ia membatalkan puasa dan ikut makan bersama tamunya,” kata Agustanzil. Sehari setelahnya, Salim menjalankan salat Id. Esoknya ia berpuasa lagi untuk membayar utang puasa Ramadan terakhirnya. Menurut Agustanzil, kondisi semacam itu tidak susah bagi kakeknya. ”Agus Salim meyakini silaturahmi adalah hal yang penting juga,” katanya. Agus Salim juga tokoh muslim yang menghormati perbedaan agama. Isye Salim, cucu Salim dari anak keenam Salim, Islam Basari, menuturkan kakeknya pernah diolok-olok karena Khalid, adik Agus Salim, dikenal sebagai ateis dan kemudian memeluk Katolik. Sebagai ulama bergelar haji, Agus Salim dinilai gagal karena tidak bisa mengajak sang adik memeluk Islam. Celotehan itu ditanggapi enteng oleh Salim. ”Saya sekarang jauh lebih dekat dengan Khalid karena dia Katolik. Artinya, dia punya Tuhan. Kalau dulu kan dia ateis,” kata Isye menirukan kakeknya. ●

18 AGUSTUS 2013 |

| 75


A G U S

S A L I M

PERSINGGAHAN SPIRITUAL SANG VEGETARIAN AGUS SALIM bergabung dengan Himpunan Teosofi. Aktif menerjemahkan buku dan menjadi kontributor majalah internal.

A Textbook of Theosophy karya C.W. Leadbeater yang diterjemahkan Agus Salim ke bahasa Melayu dengan judul Kitab Theosofie cetakan tahun 1912. TEMPO/PRIMA MULIA

AMA Haji Agus Salim terpa-

N

cak pada halaman pertama Kitab Theosofie. Penerbit yang mewakili Himpunan Teosofi, A.F. Folkersma, dalam bahasa Melayu, menulis, ”Syahdan yang mengerjakan kebanyakan terjemahan kitab ini, yaitu Haji A. Salim, maka atas usahanya itu kami pun mengucapkan terima kasih.” Buku yang diterjemahkan Salim ditulis C.W. Leadbeater, dengan judul asli A Textbook of Theosophy, pada 1912. Buku ini dijual 1,2 gulden pada tahun penerbitannya. Tempo memperolehnya dari pegiat komunitas sejarah Aleut Bandung, Muhammad Ryzki Wiryawan, 26 tahun. ”Saya membeli dari toko online. Harganya di bawah Rp 100 ribu,” katanya. Salim diperkirakan bergabung dengan gerakan teosofi pada 1916-1918. Dalam buku Seratus Tahun Haji Agus Salim, ia dikutip mengatakan, ”Bersamaan dengan masa perjumpaan saya dengan Sarekat Islam, saya pun mulai ada hubungan dengan kalangan teosofi.” Menurut Iskandar P. Nugraha dalam buku Teosofi, Nasionalisme dan Elite Modern Indonesia, setelah menerjemahkan Kitab Theosofie, nama Salim tersohor di seluruh Hindia Belanda. Bukunya menja-

76 |

| 18 AGUSTUS 2013

di bacaan di beberapa negara Islam. Buku lain yang ia terjemahkan: Tassaoef dalam Agama Islam karya Syekh Sjarafoedin. Salim mengikuti Himpunan Teosofi karena gerakan ini mengakomodasi banyak muslim, khususnya muslim yang diasingkan pendidikan Barat dan masih berpegang kuat pada tradisi. Alasan lain, program pokok Himpunan: membentuk persaudaraan umat manusia, mengkaji segala agama, serta menelaah kekuatan gaib di alam dan di dalam manusia. Menurut Iskandar, gerakan teosofi di Hindia diperkirakan mulai tumbuh pada 1881 dengan berdirinya Perkumpulan Teosofi Pekalongan. Dipimpin tokoh pembaruan pendidikan, Dirk van Hinloopen Labberton, beberapa tokoh muda dan terpelajar Indonesia ikut bergabung. Selain Salim, tokoh pergerakan yang aktif dalam gerakan ini di antaranya Goenawan Mangoenkoesoemo, Tjipto Mangoenkoesoemo, Amir Sjarifuddin, dan H Mutahar. Kalangan Mangkunegaran dan Pakualaman serta pejabat sipil dan militer juga aktif di gerakan ini. Gerakan teosofi didirikan di New York, Amerika Serikat, pada 1875, oleh perempuan bangsawan keturunan Rusia, Helena Petrovna Blavatsky. Ia dibantu dua orang

Amerika bernama Henry Steel Olcott dan W.Q. Judge. Teosofi dibentuk untuk menghadapi ”bahaya materialisme dan ateisme, yang menguatkan egoisme menuju kapitalisme dan kolonialisme”. Salim mengenal Himpunan Teosofi ketika diundang ke rumah seorang anggotanya. Pemilik rumah mengaku vegetarian. Salim menimpali dengan menyatakan keluarganya juga vegetarian, yang dijalani dengan alasan kesehatan. ”Persamaan ini membuat kami dekat,” kata Salim. Salim kemudian diberi kitab Maktubati Sadi, berupa surat-surat dalam bahasa Parsi. Ia memperolehnya dalam bahasa Inggris, yang ia terjemahkan lagi ke bahasa Indonesia dan diberi judul Tasawuf di Dalam Islam. Selain menerjemahkan beberapa buku, Salim menjadi editor dan kontributor majalah Pewarta Theosofie. Hampir dua tahun Agus Salim aktif di Himpunan Teosofi. Pada awal 1918, dia mundur. ”Jalan kami masing-masing terpisah,” katanya, tak menjelaskan lebih jauh. Dalam buku Herman A.O. de Tollenaere, The Politics of Divine Wisdom, setelah keluar dari Himpunan Teosofi, Agus Salim menyerang ide-ide dalam sistem sosial kasta Hindu. ●


PROGRAM AGUSTUS – SEPTEMBER 2013,

Dapatkan Power Bank 3000 mAH !

JADILAH PELANGGAN TEMPO! MAJALAH TEMPO

TEMPO ENGLISH

KORAN TEMPO

Majalah Berita Mingguan Terbesar dan Terdepan yang Menjadi Referensi Utama Para Pengambil Keputusan dan Masyarakat Indonesia

Majalah Berita Mingguan Berbahasa Inggris Pertama di Indonesia yang Menyajikan Referensi Terpilih Bagi Masyarakat Internasional dalam Perspektif Indonesia

Harian Pilihan yang Mengupas Tuntas Persoalan Politik dan Ekonomi yang Ada di Indonesia

Harga cover: Rp 33.000,Harga Auto Debit Bulanan : Rp 143.000,-/bulan. SEKARANG HANYA Rp 115.000,-/bulan

Harga cover: Rp 35.000,Harga Auto Debit Bulanan: Rp 151.000,/bulan. SEKARANG HANYA Rp 120.000,-/bulan

Harga cover: Rp 3.000,-

EDISI 8-14 JULI 2013

Demi menyelamatkan Partai Demokrat dan kepentingan keluarga, Pramono Edhie digadang-gadang menjadi calon presiden.

Harga Auto Debit Bulanan: Rp 69.000,-/ bulan

RP 33.000

WWW.TEMPO.CO MAJALAH BERITA MINGGUAN ISSN: 0126 - 4273

Berlangganan Sekarang dan Pilih Hadiah Spesial Anda

00019

EDISI 7 | JULI 2013

RP 15.900

9 770126 427302

Berlangganan 1 Tahun*: Jaket Eksklusif Berlangganan 6 bulan*: Polo Shirt

* Anda dapat memilih berlangganan gratis Majalah AHA! Aku Tahu sebagai hadiah pilihan (syarat dan ketentuan berlaku)

NATIONAL REMISSION MANEUVERS

JULY 22-28, 2013

Khusus program auto debet bulanan*: Power Bank

INDONESIA’S NEWS WEEKLY ISSN: 1411 - 6065 WWW.TEMPO.CO

RP35,000

E

ISSN 2303-0925

9

77 2 3 0 3 0 9 2 5 1 8

N

LAW NABIRE STAMPEDE

G

L

I

OUTREACH CLASSICAL ARTS REVIVAL IN BALI

S

H

AHA! Aku Tahu

NETSPLOITATION The Communications Ministry’s graft-tainted mobile internet service project. 00048 9 771411 606501

SELASA 23 JULI 2013 EDISI NO. 4296 TAHUN XIII 40 HALAMAN RP 3.000

Powe r Ban k

(LUAR JAWA + ONGKOS KIRIM)

Polo Shirt

BERGURU DI SPACE CAMP

DUIT INDOGUNA JOKOWI BANTAH DISEBUT MENGALIR MANFAATKAN DANA KE MUKERNAS PKS RP 26,6 MILIAR

ILMU & TEKNOLOGI »A12

NASIONAL »A6

BERITA UTAMA »A4

www.korantempo.com

www.tempo.co

YUSUF MANSUR LANGGAR ATURAN Jaket Eksklusi f

PASAR MODAL

LIMA YANG DILANGGAR Cita-cita Yusuf Mansur mengakuisisi stasiun televisi hingga bank untuk sementara harus masuk peti dulu. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyetop aksinya mengumpulkan dana dari jemaah sampai ia membenahi bisnisnya. Berikut ini kekurangan bisnis Yusuf.

INFORMASI & APLIKASI BERLANGGANAN: NA Customer Service TEMPO, Jl. Palmerah Utara II No. 201 AA, Jakarta Barat 11480 Telp: +6221-5360409 Ext. 9 - Fax: +6221-53661253 - Pin BB: 293627AF, 24E3EB9D WhatsApp: 081212220501, 081212220502, 081284133343 Twitter: @cstempodotco - Email: cs@tempo.co.id - TEMPO Store: http://store.tempo.co/

Yusuf tidak mendirikan badan hukum untuk mengelola dana jemaah. Dalam situs web Patungan Usaha disebutkan, dana investasi sebesar Rp 12 juta per unit disetor ke rekening pribadinya.

2 TIDAK MEMILIKI IZIN USAHA Penghimpunan dana dengan investor lebih dari 50 pihak tergolong kegiatan penawaran umum. Berdasarkan UndangUndang Pasar Modal, yang boleh melakukannya adalah perusahaan publik, berbentuk perseroan terbatas.

3 BUKTI INVESTASI TIDAK JELAS

OJK: Belum ada investor yang mengadu. JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan aksi Yusuf Mansur menggalang dana masyarakat melanggar Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal. “Sebagaimana diatur Undang-Undang Pasar Modal, usaha Yusuf Mansyur termasuk kategori penawaran umum, sehingga wajib tunduk pada aturan yang berlaku,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Nurhaida dalam keterangan pers tentang pemeriksaan Yusuf di kantor OJK kemarin. Aturan tersebut di antaranya mendapat pernyataan efektif dari OJK. Pernyataan efektif itu hanya diberikan setelah ustad ternama ini mendaftarkan usahanya dalam bentuk perseroan terbatas (PT). Sebelum membereskan izin usahanya, “OJK meminta Yusuf berhenti menghimpun dana umat,” kata dia. Bisnis investasi Yusuf Mansur menjadi buah bibir dalam dua pekan terakhir. Melalui Patungan Usaha, Yusuf menghimpun dana masyarakat untuk diinvestasikan dalam berbagai jenis usaha, di antaranya hotel dan apartemen.Yusuf mengaku, sejauh ini dia telah menghimpun dana sekitar Rp 20 miliar dari masyarakat. Yusuf kemarin mengatakan akan memenuhi persyaratan yang ditetapkan undang-undang. Karena itu pula, dia telah menghentikan pengumpulan dana sejak pertengahan Juli 2013. “Saya akan membereskan dulu aspek legalnya. Bila sudah beres, nanti akan saya lanjutkan lagi,” katanya di kantor OJK. Yusuf mengaku siap bila anggota jemaah meminta dananya dikembalikan. Namun, Nurhaida mengatakan, Yusuf tak perlu mengembalikan dana masyarakat yang sudah diinvestasikan. “Untuk melindungi masyarakat, investasi yang lama masih boleh dikelola,”

1 BELUM BERBADAN HUKUM

Peserta Patungan Usaha hanya mendapat bukti pemilikan. OJK meminta Yusuf membentuk badan usaha perseroan, sehingga kepemilikan investor dalam bentuk saham.

4 MENETAPKAN IMBAL HASIL Dalam ketentuan pasar modal, hanya ada dua pendapatan bagi pemegang saham, yaitu dividen dan kenaikan harga saham. Perusahaan tidak boleh memberikan janji imbal hasil tetap seperti yang dipraktekkan oleh Yusuf.

ASET MASIH ATAS 5 NAMA ORANG LAIN Badan Perizinan dan Pelayanan Terpadu Kota Tangerang menyebutkan, Hotel dan Apartemen Topas yang dibeli Yusuf masih terdaftar atas nama Shahnan Lubis. Pengalihan aset belum didaftarkan kembali.

katanya. Anggota Dewan Komisioner OJK Kusumaningtuti Soetiono menambahkan, belum ada investor bisnis Yusuf Mansyur yang mengadu kepada OJK. Pengamat pasar modal Yanuar Rizki mendesak OJK melakukan verifikasi ketat terhadap rencana pengajuan izin investasi oleh Yusuf. “OJK harus melihat apakah ada penyimpangan atau tidak,” katanya kemarin. Ketua Bidang Perekonomian dan Produk Halal Majelis Ulama Indonesia, Amidhan, menyarankan agar Yusuf segera mengurus izin usahanya. Ia mengatakan badan hukumnya bisa berupa perbankan syariah, multilevel marketing syariah, atau multifinance syariah. ● MARTHA THERTINA | ISMI DAMAYANTI | LINDA HAIRANI | RIRIN AGUSTIA | DEWI RINA

DARI BIRO PERJALANAN HINGGA HOTEL A2

“Sebagai ustad, (investasi Patungan Usaha dan Aset) saya stop. Saya benerin dulu legalnya. Kalau semuanya sudah benar, nanti saya buka lagi.” – YUSUF MASYUR (22 JULI) ● MARTHA THERTINA | ISMI DAMAYANTI | EFRI R

ILUSTRASI: TEMPO/ IMAM YUNNI


A G U S

S A L I M

WARTAWAN TANPA KOMPROMI Perdebatan adalah cara mengungkap kebenaran: ini keyakinan Agus Salim. Melalui surat kabar yang dia pimpin, dia mengemukakan gagasan, menampilkan aspirasi rakyat, serta melontarkan kritik kepada siapa saja, termasuk pemerintah. Dia tipikal pemikir generalis, dengan pengetahuan luas dan menguasai banyak bahasa. Tulisan-tulisannya terentang dalam periode 1917-1953, berupa risalah pendek politik, kebudayaan, sejarah, dan terutama agama.

78 |

| 18 AGUSTUS 2013


Agus Salim, 1931. PERPUSNAS

18 AGUSTUS 2013 |

| 79


A G U S

S A L I M

KEPALA REDAKSI, KEPALA BATU Dia menerapkan prinsip-prinsip dasar yang dia yakini dalam pekerjaannya. Hal itu tecermin dari cara ia mengelola surat kabarnya.

K

KEPADA teman dekatnya, Mohamad Roem, Agus Salim pernah menyatakan prinsip yang dia pegang teguh sepanjang hidup: ”Keyakinan saya tentang peri kehidupan; dan pendapat saya tentang pemerintah Hindia Belanda serta kebijaksanaannya, saya tidak bersedia tawar-menawar.” Kutipan di atas bisa kita temukan dalam buku Manusia dalam Kemelut Sejarah (1978). Di buku yang sama kita bisa membaca betapa terperanjatnya Roem lantaran Salim melepaskan jabatan Pemimpin Redaksi Hindia Baroe saat harian itu menanjak pamornya pada 1926. Ternyata sehari sebelumnya pemilik koran meminta ia memperlunakkan kritik terhadap pemerintah kolonial. Tatkala menerima jabatan itu, dia telah membuat kesepakatan dengan pemilik Hindia Baroe bahwa dia mendapat kebebasan penuh mengelolanya. Alhasil, dia memilih mundur. Sebab, bila jalan terus, hanya ada dua opsi, yaitu mengabaikan permintaan pemilik atau berkompromi dengan hati nuraninya.

80 |

| 18 AGUSTUS 2013

Agus Salim bersama utusan Belanda di Konferensi Buruh Sedunia di Jenewa, Swiss. PERPUSNAS

Sikap kepala batu yang sama dia tunjukkan ketika memimpin Neratja. Dia menolak tawaran subsidi pemerintah Belanda dalam wujud pembelian beberapa ribu eksemplar koran itu. Kompensasinya, Salim harus meredam perilaku oposan. Penolakan itu justru menaikkan tiras Neratja. Tapi ia harus menebusnya dengan berhenti. Untuk menyingkirkan Salim, pemilik koran memintanya meninjau ulang jabatan rangkapnya: memimpin Neratja dan memimpin Central Sarekat Islam (CSI). Neratja adalah debut Salim dalam pengelolaan koran. Kees van Dijk dalam The Netherlands Indies and the Great War: 19141918 (2007) menyebutkan keuangan Neratja didukung pemerintah. Batavia membutuhkan koran berbahasa Melayu untuk ”menjaga” pemikiran warganya. Mohammad Hatta dalam Untuk Negeriku: Sebuah Otobiografi (2011) menulis, pada 1917 pemerintah mempercayakan Neratja kepada Landjumin Datuk Tumenggung. Bernama pena Notonegoro, Landjumin adalah pegawai kantor agama dan patih di Meester Cornelis, Batavia. Landjumin mengajak Salim, teman masa mudanya, untuk mengelola Neratja. Abdoel Moeis, keponakan Landjumin, yang juga Wakil Ketua CSI, menjadi pemimpin redaksi.

Pemilihan Moeis sebagai pimpinan Neratja adalah strategi pemerintah mengekang pergerakan CSI yang menuntut pembentukan ”kolonial parlemen” atau parlemen jajahan yang dipilih rakyat. Strategi itu ibarat senjata makan tuan. Moeis justru menjadikan Neratja corong CSI. Landjumin pun meminta dia turun dari kursi pemimpin redaksi. Posisi yang ditinggalkan Moeis diberikan kepada Salim. Setali tiga uang dengan Moeis, Salim menjadikan Neratja koran oposisi. Dia mempopulerkan istilah ”kaum sana” dan ”kaum sini” untuk mempertentangkan penjajah dengan terjajah. Salim menampilkan aspirasi rakyat untuk membentuk pemerintahan sendiri. Mudah diduga, kariernya di Neratja cepat kandas. Salim lantas berlabuh ke Bandera Islam, di Yogyakarta. Bandera Islam dikelola oleh para petinggi CSI, seperti Haji Oemar Said Tjokroaminoto, Soekiman, dan Sjahboedin Latif. Setelah eksis selama empat tahun, koran yang menjadi corong pergerakan CSI ini dilanda krisis keuangan. Solusinya, kantor Bandera Islam pindah ke Jakarta dan berganti nama menjadi Fadjar Asia. Penerbitan Fadjar Asia kian terbuka setelah Salim pulang dari Muktamarul Ala-


mi Islamy Farulhim bil Syarqiyyah di Mekah, Arab Saudi, pada 1927. Di sela-sela muktamar, Salim berdialog dengan penguasa Saudi. Raja Saudi terkesan. Hasil dari interaksi ini, Salim memperoleh dana untuk menerbitkan surat kabar. Terbit setiap hari, Fadjar Asia mampu memancarkan harapan bagi bangsa terjajah. Sebagai pemimpin redaksi, dia langsung ke lapangan. Ia berkeliling ke pedalaman Jawa, Sumatera, dan Kalimantan untuk membuat laporan tentang keadaan buruh-buruh yang diperas tenaganya dan diupah amat minim. Laporan Salim tersebar luas karena distribusi Fadjar Asia mencapai kota seperti London, Den Haag, Moskow, hingga negeri Mesir, India, dan Cina. Kelakuan pemerintah kolonial sampai juga ke kuping Himpunan Serikat Buruh Belanda (Nederlands Verbond van Vakverenigingen, NVV). Melihat kiprah Salim, NVV mengangkatnya menjadi penasihat Konferensi Buruh Sedunia di Jenewa, Swiss. Di depan forum itu, Salim berpidato dalam bahasa Inggris, Belanda, Prancis, dan Jerman, membeberkan kekejaman Belanda di Hindia Belanda. Pidato itu membuka mata dunia. Amerika Serikat bahkan meninjau kembali politik perdagangan dengan Belanda. Akhir-

nya, Belanda terpaksa mengubah politik kolonialismenya. Malaise melanda, Fadjar Asia terkena dampaknya. Ketika Salim masih berada di Eropa dan Tjokroaminoto sakit, pimpinan redaksi diserahkan ke Kartosoewirjo. Dalam kondisi keuangan perusahaan yang merosot drastis, istri Salim, Zainatun Nahar, terpaksa menjual perhiasan untuk membayar gaji karyawan. Saham Salim di perusahaan itu terpaksa dialihkan ke istri Tjokroaminoto. Otomatis, pada 1930, Salim tak lagi punya andil di surat kabar yang ia lahirkan. Pengalaman luasnya di bidang jurnalistik membuat Persatuan Wartawan Indonesia menjadikan Salim anggota Dewan Kehormatan. Menurut Rosihan Anwar, dalam buku Sejarah Kecil ‘Petite Histoire’ Indonesia jilid 3 (2009), bersama Mohammad Natsir dan Roeslan Abdulgani, Salim menjadi narasumber kode etik jurnalistik di Kongres PWI 1954. Hasil rumusan kemudian disahkan menjadi Kode Etik Jurnalistik PWI dalam kongres 1955. Di mata budayawan Taufik Rahzen, Salim adalah pribadi menarik. ”Dia menyediakan diri dan kehidupannya sebagai eksperimen gagasan besar,” kata pendiri dan pengelola Newseum ini. ”Di satu sisi dia orang yang prinsipil, konservatif, tapi si-

kapnya terbuka, demokratis.” Taufik melihat ada dua prinsip dasar yang dipegang Salim dengan teguh. Pertama, kebenaran itu harus ditegakkan melalui perdebatan. Kedua, pekerjaannya harus sesuai dengan prinsip-prinsip dasar yang ia percayai. Prinsip ini tecermin dari cara ia membangun surat kabarnya. Ketika Salim di Neratja, yang menggunakan sandaran Islam. Begitu ke Hindia Baroe, dia mulai berpikir nasionalisme tak mungkin tanpa Islam, dan sebaliknya. Ketika di Bandera Islam, dia cenderung ke Pan Islamisme, dan di Fadjar Asia, ia mengidolakan Pan Asia. Taufik, melalui Yayasan Indonesia Buku yang dipimpinnya, enam tahun lalu membuat proyek buku pers Indonesia. Salah satunya Tanah Air Bahasa: Seratus Jejak Pers Indonesia (2007). Agus Salim masuk 100 Tokoh Pers. Alasan Taufik, Indonesia termasuk sedikit negara di dunia yang nasionalismenya dibangun dari percetakan. ”Benedict Anderson menyebutnya printed nationalism. Kesadaran muncul karena bentukan dari cetakan, terutama surat kabar,” ujarnya. Walhasil, hampir semua founding father—termasuk Agus Salim—lazimnya menjadi pemimpin redaksi sebelum memimpin partai. ●

18 AGUSTUS 2013 |

| 81


A G U S

S A L I M

RISALAH PENDEK DARI MEJA PAATJE Penulis, pemikir, penerjemah, pendongeng, juga khatib salat Jumat. Agus Salim dijuluki Hatta sebagai seorang generalis.

T

AK ada yang boleh mende-

kat bila Agus Salim sudah duduk di balik meja tulis. Aturan itu sudah sama-sama dipahami semua anak Paatje—panggilan sayang anak-anak Salim kepadanya. Siti Asiah, yang saat itu berusia 10 tahun, kerap mendengar peringatan dari kakak sulungnya, Theodora Atia, begitu ia mendekati sang ayah. ”Jangan ganggu, Paatje lagi kerja,” ujar Bibsy—begitu Siti kerap dipanggil—menirukan perintah kakaknya yang disapa Dolly itu. Bibsy mengingat tak ada waktu khusus kapan Salim berada di balik meja lalu tenggelam dengan buku dan mesin ketiknya itu. ”Paatje tidak punya jam kerja,” kata Bibsy, 84 tahun, putri kedelapan Salim, di kediaman putranya, Ilham Soenharjo, di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan, pertengahan bulan lalu. Biasanya Salim menghabiskan waktunya untuk menulis artikel surat kabar, menyusun naskah pidato, atau menyiapkan khotbah Jumat ketika tak ada tamu yang datang. Sebagai pemimpin Sarekat Islam, nama Agus Salim sudah tersohor. Banyak anak muda yang sowan ke rumahnya hingga larut malam, sekadar untuk ber-

82 |

| 18 AGUSTUS 2013

diskusi dan meminta wejangan. Mohammad Hatta dan Mohamad Roem adalah sedikit di antara tetamu yang bertandang ke rumah Salim. Dalam sehari, Salim bisa merampungkan tiga tulisan sekaligus. Menurut Bibsy, ayahnya selalu menuliskan setiap pidato yang akan ia baca. Meskipun ada mesin ketik, tak jarang Salim menulisnya dengan tangan. ”Misal pidato yang akan ia sampaikan untuk pertemuan Jong Islamieten Bond,” ucap Bibsy. Atau pernah suatu kali Agus Salim kebagian jatah sebagai khatib Jumat. Namun ia baru menyadarinya setengah jam menjelang salat Jumat. Dengan waktu yang mepet, Salim segera mengetik naskah khotbah Jumatnya. Sebagai kepala redaksi harian Neratja, Salim rutin menerbitkan tulisan-tulisannya di koran yang menjadi corong Sarekat Islam itu. Meski koran terbit di Jakarta, gagasan-gagasan kritisnya terbaca hingga Sumatera. Salah satu pembaca setia tulisan-tulisan Salim adalah Hatta. Pada 1917, Hatta, yang kala itu masih bersekolah di

Padang, terpesona oleh ketajaman katakata yang dipilih Salim. ”Menarik dan tangkas,” tulis Hatta dalam pengantar buku Hadji Agus Salim: Pahlawan Nasional. Hatta mengatakan Agus Salim sesungguhnya bukan sosok yang penuh disiplin dalam mengikat gagasan-gagasannya. Salim, kata dia, tak punya kesabaran yang panjang Produktivitas Salim dalam menulis semakin lengkap dengan penguasaannya dalam banyak bahasa. Ia setidaknya bisa berbicara dalam sembilan bahasa, dari bahasa Belanda, Arab, Inggris, Jerman, Prancis, Latin, Cina, Jepang, sampai Turki, selain bahasa daerah, seperti Minang, Jawa, dan Sunda. Dengan penguasaannya terhadap banyak bahasa itu, Salim rajin menerjemahkan buku-buku asing ke bahasa Indonesia. Saat bekerja di Balai Pustaka pada 19171919, ia menerjemahkan banyak buku. Salah satunya empat jilid buku Sejarah Dunia karangan E. Molt. ”Itu adalah buku-buku

Penguasaannya atas banyak bahasa kelak menempatkan Salim dalam posisi yang istimewa dalam perkembangan gerakan modern Islam di Indonesia.


Agus Salim di Jakarta, 1951. KITLV

yang dibaca di seluruh dunia,” kata Bibsy. Bukan cuma buku-buku teks, Salim juga menerjemahkan buku-buku sastra karya William Shakespeare. Juga kumpulan fabel karangan Rudyard Kipling, The Jungle Book, yang kemudian diterjemahkan Salim dengan judul Tjerita Mowgli, Anak Didikan Rimba, yang diterbitkan Balai Pustaka pada 1934. Menurut penuturan Agustanzil Sjahroezah, cucu Agus Salim, sang kakek tak sekadar menerjemahkan, tapi juga mengisahkannya kembali kepada anak-anaknya. ”Dengan cara mengobrol ramai-ramai. Bahkan jika ada tokoh-tokoh politik datang,” ujar pria yang akrab dipanggil Ibong yang juga Ketua Yayasan Hadji Agus Salim itu. Jauh sebelum di Balai Pustaka, Salim pernah bekerja sebagai penerjemah di Konsulat Belanda di Jeddah, Arab Saudi, mulai 1906 hingga 1911. Tawaran ini datang dari Snouck Hurgronje tak lama sesudah ia lulus dari Hogere Burger School. Hurgronje sudah mengetahui kecakapan Salim dalam berbahasa. Kesempatan ini oleh Salim digunakan untuk mengasah kemampuan berbahasa Arab, juga mendalami ilmu-ilmu keislaman. Di Mekah, ia berguru kepada Syekh Ah-

mad Khatib, yang tak lain pamannya sendiri, ulama terkenal asal Minangkabau. Ketekunannya sebagai pegawai konsulat ditambah kefasihannya berbahasa Arab mengundang kekaguman para ulama Mekah. Majalah Al Munir, yang terbit di Padang, juga memuji prestasi kerja Agus Salim sebagai pegawai konsulat Belanda di Jeddah. Tampaknya Salim memang dianugerahi kefasihan berbicara dalam banyak bahasa. Ini ia tunjukkan saat duduk di bangku Europeesche Lagere School. Salim diminta tinggal bersama keluarga Belanda. Ia tinggal di rumah tersebut sampai jam makan malam. Cara inilah yang membuat Salim sangat luwes berbahasa Belanda tanpa aksen. Penguasaannya atas banyak bahasa kelak menempatkan Salim dalam posisi yang istimewa dalam perkembangan gerakan modern Islam di Indonesia. Seperti ditulis Deliar Noer dalam Gerakan Modern Islam di Indonesia 1900-1942, para pemuda yang menggabungkan diri dengan gerakan modern Islam pada awal abad ke-20 umumnya berasal dari sekolah Belanda. Karena tidak menguasai bahasa Arab, mereka kemudian mengenal Islam dari sumber kedua, yakni buku-buku Islam dalam bahasa Belanda dan bahasa Eropa lainnya.

Sebagai sumber referensi, mereka mengandalkan karya-karya tafsir dalam bahasa Belanda dan Inggris. Di sinilah yang membedakannya dengan Haji Oemar Said Tjokroaminoto. Salim punya akses yang luas terhadap bacaan-bacaan sumber berbahasa Arab. Pada posisi inilah Salim kemudian menjadi rujukan dan sumber utama pengetahuan anak-anak muda Islam awal abad lalu. Hatta mencatat tulisan-tulisan Agus Salim di surat kabar Neratja punya pengaruh yang besar terhadap jalan politik yang ditempuh Sarekat Islam. Semula ia menyorongkan politik kooperatif dengan duduk di parlemen. Volksraad, bagi Salim, bisa digunakan sebagai jalan untuk mengajukan tuntutan kepada pemerintah jajahan. Namun enam tahun kemudian pendapat Salim berubah. ”Kata-katanya punya pengaruh yang besar sekali atas kebijakan yang ditempuh Sarekat Islam,” tulis Hatta. Setelah tidak lagi menjabat di pemerintahan, Salim tetap aktif menulis, baik untuk majalah maupun surat kabar harian. Pada saat Salim wafat pada 1954, berbagai tulisannya yang tersebar di banyak terbitan kemudian dibukukan dalam Djejak Langkah Hadji A. Salim oleh penerbit Tintamas. ●

18 AGUSTUS 2013 |

| 83


A G U S

S A L I M

BARA GAGASAN SANG POLIGLOT Agus Salim menghasilkan setidaknya 22 buku dan menerjemahkan 12 buku asing. Pemikirannya tajam.

B

ERASAL dari desa kecil di

pinggiran Bukittinggi, pemikiran Agus Salim menjelma menjadi gelombang yang menyapu ke pusat dunia. Kepintaran Salim yang di atas rata-rata—terbukti dengan menjadi lulusan terbaik untuk sekolah menengah Hogere Burger School— membuat tokoh ini kaya dengan gagasan. Dengan gagasan itu pula ia membawa Indonesia menuju kemerdekaan. ”Kakek Agung” yang poliglot ini juga diundang menyampaikan wawasannya soal Islam di depan civitas academica Cornell University di New York, ketika ia berada di pengujung usia. Sepanjang usianya, Salim menghasilkan setidaknya 22 buku dan menerjemahkan 12 buku asing—termasuk dua karya William Shakespeare. Sebagai jurnalis, ia juga rajin menulis di pelbagai media cetak. Pesan-pesan Islam, Rangkaian Kuliah Musim Semi 1953 di Cornell University, Amerika Serikat (Penerbit Mizan, 2011) Bagi Salim, Islam adalah agama yang damai dan rasional. Pemikiran itu ia sampaikan ketika menjadi dosen tamu di Cornell

84 |

| 18 AGUSTUS 2013

University, Amerika Serikat, pada musim semi 1953. Dalam kuliah yang berlangsung empat bulan itu, Salim menyusun kepingan sejarah Islam yang merentang selama 13 abad menjadi sebuah rupa yang utuh, indah, dan kontekstual. Padai usia 69 tahun, Salim seperti menemukan kearifannya memandang agama. Perjuangannya bersama tokoh lintas bangsa dalam memerdekakan Indonesia membuatnya memiliki pandangan yang luas soal agama. Islam, dilihat dari kacamata Salim, adalah agama yang lapang. Salim mewakili sebuah bangsa yang ditindas bangsa lain. Namun tak terlintas di pikirannya untuk melakukan perlawanan menggunakan teror seperti banyak dilakukan ekstremis agama sekarang. Baginya, jihad adalah perang wajib antara kebajikan dan kebatilan yang dilakukan dengan cara cerdas dan rasional. Jihad, bagi Salim, bukan sekadar perang fisik. Berada di negara yang tegak oleh sendi rasionalitas dan pluralitas seperti Amerika, Salim membawakan agama dalam

konsep yang rasional. Ia memasukkan perumpamaan ilmiah dalam ceramahnya. Seperti penjelasannya mengenai ciptaan Tuhan yang selalu berguna, yang ia ibaratkan seperti udara yang terdiri atas campuran oksigen, karbon dioksida, dan nitrogen. Udara harus terdiri atas gas tersebut dalam komposisi yang seimbang agar bisa dihirup manusia. Jika udara hanya berisi oksigen—sebagai simbol kebaikan—ia berubah menjadi racun. Hal lain yang membuat buku ini menarik adalah terdapat sesi tanya-jawab antara Salim dan peserta kuliah. Pertanyaan yang diajukan mahasiswa Salim mengandung banyak permasalahan. Salim, dengan wawasannya yang luas, bisa menjawab pertanyaan tersebut dengan tangkas. Rakyat dan Polisi (Fadjar Asia, 29 November 1928) Ancaman dan penganiayaan oleh polisi terhadap seorang terperiksa begitu lazim terjadi di Hindia Belanda. Hal ini berbeda dengan laporan pemerintah kepada Volksraad, yang berkilah penganiayaan sebagai kasus khusus yang jarang terjadi. Salim melihat terjadi keambiguan atur-


Haji Agus Salim. ANRI

an. Aturan melarang polisi menyiksa seseorang demi mendapatkan pengakuan. Namun prestasi seorang polisi dinilai dari pengakuan terperiksa yang ia dapat selama pemeriksaan. Salim mengusulkan perubahan sistem penilaian prestasi dan perbaikan mentalitas petugas polisi. Capaian polisi sebaiknya tak dinilai dari keterangan yang didapat, tapi dilihat dari caranya melakukan pemeriksaan. Ia juga menuntut pergantian sikap polisi terhadap rakyat. Salim berpendapat polisi jangan menganggap masyarakat sebagai orang dari kasta terendah. Keterangan Filsafat tentang Tauhid, Takdir, dan Tawakal (Penerbit PT Intermassa, edisi keempat, 1987) Manusia berfilsafat demi mengupayakan kesempurnaan ilmu pengetahuan. Dalam proses ini terkandung keindahan dan hikmah. Buku ini merupakan perenungan Agus Salim terhadap tiga pokok ajaran Islam, yaitu tauhid, takdir, dan tawakal. Keesaan Tuhan atau tauhid menjadi po-

kok ajaran Islam dan menjadi pembuka buku ini. Kepercayaan akan takdir dan tawakal harus bertopang pada tauhid. Atas dasar pengakuan atas keesaan Tuhan pula seluruh upaya seorang muslim harus dimulai dengan penyebutan nama Tuhan. Dalam pikiran Salim, tak lengkap suatu pekerjaan tanpa didahului pengakuan atas penyebutan nama Tuhan. Takdir sendiri merupakan bentuk kuasa Tuhan yang tak bisa diubah manusia. Ia mencontohkan hal ini dengan nyawa yang bisa melayang dari raga sewaktu-waktu. Adalah Tuhan yang mengizinkan hidupmati seorang manusia. Kekuasaan Tuhan pula yang menentukan di mana dan kapan seorang manusia lahir ke bumi. Ketiadaan kuasa manusia dalam memilih rahim ibu tempat ia dilahirkan membuktikan kuasa yang utuh dari Tuhan Yang Mahatunggal. Kesadaran akan kuasa Tuhan dalam takdir itulah yang menyebabkan seorang muslim tak boleh memiliki perasaan kecewa ketika kehendak Tuhan berbeda dari keinginan pribadi. Dalam tafakurnya, Salim beranggapan setiap manusia telah diberi segala alat dan kecakapan yang dibutuhkan untuk menjalani hidup. Itu sebabnya nama Tuhan selalu disandingkan dengan Maha-

pengasih dan Mahapenyayang. Ketuhanan Yang Maha Esa (Majalah Hikmah, 21 Juni 1953) Dalam artikel ini Agus Salim menegaskan pentingnya Pancasila sebagai semboyan politik sekaligus lambang persatuan semua golongan yang ada di Indonesia. Salim mafhum bangsa Indonesia terdiri atas berbagai suku dan golongan. Interaksi aneka perbedaan itu bisa memunculkan perseteruan dan pertikaian. Namun semua perbedaan tersebut akan mengalir pada satu kesepakatan bersama yang sudah dirangkum dengan sempurna melalui Pancasila. Pancasila sebagai simbol persatuan sendiri tak luput dari interpretasi berbeda dari berbagai kelompok. Setiap kelompok memiliki pemahaman berbeda terhadap lambang persatuan ini. Salim, dalam harapannya, meminta kelompok-kelompok tersebut tak terlalu memperturutkan ego dalam memiliki semangat Pancasila yang menjadi modal kemerdekaan Indonesia. â—?

18 AGUSTUS 2013 |

| 85


A G U S

S A L I M

BERDAKWAH DI CORONG NIROM Menarik diri dari politik, Agus Salim aktif berceramah agama di radio Hindia Belanda. Kadang mendapat pesanan menerjemahkan lagu koboi.

Gedung NIROM di Jalan Merdeka Barat, Jakarta, Mei 1949. PERPUSNAS

G

ADIS cilik itu tersenyum girang di dalam Oteva yang melaju menuju kantor Maskapai Siaran Radio Hindia Belanda (NederlandschIndische Radio Omroep Maatschappij, NIROM) di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Wajahnya yang mungil itu menempel di jendela mobil, gumun mengamati jalanan. ”Kami dijemput dari Tanah Abang Bukit, lewat Pasar Tanah Abang, terus masuk ke Jalan Karet,” kata gadis cilik itu, yang kini berusia hampir 84 tahun, mengenang sebuah hari pada 1939. Gadis itu adalah Siti Asiah Soenharjo, putri kedelapan Haji Agus Salim, yang sering dipanggil Bibsy. Ditemui di kediamannya di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan, oleh Tempo, Bibsy lalu mengisahkan kenangannya tentang ayahanda sebagai penyiar radio. Setiap Rabu, Oteva alias taksi memang menjemput Salim di rumahnya di Jalan Karet (kini Jalan KH Mas Mansyur) Nomor 44, persis di depan gerbang pemakaman Karet. Bibsy saat itu berusia sekitar 11 tahun. ”(Setiap kali ke NIROM) Ayah memang dijemput Oteva, yang pool-nya ada di sebelah NIROM.” Bibsy tak selalu diajak, hanya seseka86 |

| 18 AGUSTUS 2013

li. Karena itu, ia senang sekali ketika mendapat kesempatan menemani sang ayah ke studio. Di kantor NIROM, sementara Paatje—panggilannya untuk Salim—sedang mengudara, Bibsy menunggu di ruang lain. ”Paatje ceramah apa, saya tidak tahu,” katanya. ”Seingat saya tentang keislaman.” Salim aktif di NIROM pada 1939-1942. Di radio yang menjadi cikal-bakal Radio Republik Indonesia itu ia menjabat penasihat bagian ketimuran. Tak seperti aktivitasnya di koran yang selalu mengkritik pemerintah, di sini ia tak berpolitik. Agama dan budaya menjadi tema utama ceramahnya. Sayang, rekaman ceramah itu hangus ketika gedung RRI dilahap api pada 20 Juli 1985. ”Sebanyak 70 persen koleksi rekaman terbakar,” kata Kepala Bidang Humas RRI Ginda Hutapea. Meski begitu, bukan berarti jejak Salim di NIROM hilang. Bibsy ingat Paatje biasa berceramah di corong radio itu sekali setiap pekan selama 30-60 menit. Solichin Salam, penulis buku Hadji Agus Salim: Pahlawan Nasional, mengungkapkan, ”Dia bicara di depan radio tanpa teks dan selalu selesai tepat pada waktunya.” Menurut Solichin, ceramah Salim di radio bertumpu pada kekuatan bahasa, ke-

fasihan pengucapan, serta nalar. ”Tidak menggeledek seperti Tjokroaminoto,” tulisnya. Karena itu, materi ceramah Agus Salim lebih ditujukan kepada golongan cendekiawan atau ulama. Sejarawan Ridwan Saidi, dalam 100 Tahun Agus Salim, mengatakan Salim selalu menghindari persoalan khilafiah—perbedaan fikih—dalam setiap ceramahnya. ”Salim menghidangkan tema-tema pembahasan yang menantang intellectual exercising,” tulis Ridwan. Tapi urusan Salim di NIROM tak melulu ceramah. Ada kalanya ia menerima pekerjaan menerjemahkan lagu yang sedang kondang saat itu. Bibsy masih ingat suatu hari Paatje pulang membawa setumpuk rekaman lagu-lagu koboi (country). ”Yang menerjemahkan kakak-kakak saya,” katanya. ”Kami sampai bisa menyanyikan lagu-lagu itu.” Bibsy tak ingat lagulagu apa saja yang pernah mereka garap. Kepada Tempo, Bibsy lantas melantunkan salah satu baris liriknya, ”Kamu meninggalkan aku ketika daun berguguran.” Sayang, ia lupa judul dan penyanyinya. Sejak mendirikan Pergerakan Penyadar, Salim memilih berpaling ke persoalan agama dan menyorongkannya kepada publik lewat stasiun radio. ●


A G U S

S A L I M


CERDAS DAN KRITIS SEJAK BELIA Agus Salim sudah menorehkan prestasi gemilang sejak duduk di bangku sekolah dasar. Di tengah kawan-kawan sekolahnya yang sebagian besar anak Eropa, dia tak minder, malah berpikir kritis. Kemampuannya menonjol dalam semua pelajaran, terutama penguasaan bahasa, ilmu sosial, dan ilmu pasti. Lulus pun dengan predikat terbaik sejak pendidikan dasar hingga menengah. Dengan pendidikan dan kemampuan tinggi, Agus Salim sesungguhnya dapat hidup enak asalkan mau bekerja untuk pemerintah Hindia Belanda. Tapi dia memilih resistan. Tinggal di rumah kontrakan hingga akhir hayatnya.

Agus Salim saat baru lulus dari HBS, 1905. ANRI

18 AGUSTUS 2013 |

| 89


A G U S

S A L I M

TAK LELAH BERPINDAH RUMAH Hidup sangat sederhana tapi gembira. Sulit mencari nafkah karena kritis terhadap kebijakan pemerintah Hindia Belanda.

SITI Asiah masih mengingat sepenggal kisah hidupnya berpuluh tahun silam. Sejak bayi hingga remaja, ia dan keluarganya harus berpindah rumah puluhan kali. Ada masa ketika keluarganya harus pindah rumah lebih dari satu kali dalam sebulan. ”Sebab, begitu keadaan lebih baik, ada penghasilan, pindah ke tempat lebih bagus,” ujar anak kedelapan Haji Agus Salim yang tinggal bersama anaknya di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan, ini. Perempuan 84 tahun ini mengatakan keluarganya sudah biasa pindah dari rumah kontrakan kecil sederhana ke rumah besar. Kalau keuangan keluarganya sedang tak bagus, mereka akan menyewa rumah lebih kecil. Dia masih ingat suatu ketika keluarganya pindah ke sebuah rumah besar di Gang Nangka, Kwitang, Jakarta. ”Kami pindah ke rumah itu karena keadaan keuangan ayah agak bagus.” Dari Kwitang, keluarganya pindah lagi

90 |

| 18 AGUSTUS 2013

beberapa kali, antara lain ke Krukut, Jalan Karet, dan Jalan Gereja Theresia. Di rumah terakhir inilah pasangan Haji Agus Salim-Zainatun Nahar dan anak-anaknya menetap. ”Buat kami, rumahnya bukan jadi soal, yang penting berkumpul. Semua rumah itu baik,” katanya. Keluarganya pernah tinggal cukup lama di Jalan Karet, Petamburan. Di rumah itu salah seorang kakak perempuannya menikah dan tinggal di sana bersama suaminya. ”Banyak sekali kamarnya, tujuh barangkali, seperti kereta api.” Perempuan yang akrab disapa Bibsy ini mengatakan kakak tertuanya, Theodora Atia, yang akrab dipanggil Dolly, lahir di kampung ayahnya, Koto Gadang, pada Juni 1912. Dua tahun kemudian, anak kedua, Jusuf Tewfik Salim, lahir di Bogor. Sejak itu, keluarganya terus berpindah rumah dengan kondisi ibunya melahirkan setiap dua tahun. Mereka tak cuma pindah di dalam Kota Jakarta, tapi hingga ke Majalengka, Surabaya, bahkan Madura. Ibunya, yang terbiasa tinggal bersama keluarga dan sepupu satu nenek, tiba-tiba mesti menetap di tempat asing jauh dari sanak kerabat. ”Baru settle mesti pindah lagi, harus mulai kenalan lagi sama orang.”

Meski menjadi kaum ”kontrakan”, ibunya tak mengeluh. Menurut Bibsy, orang tuanya tak pernah bertengkar atau memperlihatkan sedang susah di depan anakanaknya. Setiap berkumpul, mereka selalu gembira dan menghibur anak-anaknya. Menurut cucu Agus Salim, Agustanzil Sjahroezah, kakeknya sering pindah rumah karena dia tak kenal kompromi dan teguh memegang prinsip. Misalnya, kata dia, suatu ketika kakeknya bekerja sebagai redaktur di sebuah media, tapi keluar karena dilarang menulis tentang sesuatu hal. ”Namun, syukurlah, masih ada yang bersedia menolong, menampung dia, istri, dan anak-anaknya,” ujar pria 58 tahun yang akrab disapa Ibong ini. Putra Violet Hanifah—anak ketiga Agus Salim—ini mengatakan kakeknya sudah terbiasa hidup nomaden sebelum menetap di rumah di Jalan Gereja Theresia—kini Jalan KH Agus Salim Nomor 72. Menurut Agustanzil, di rumah inilah Piagam Jakarta disusun. Hingga kakeknya meninggal pada 4 November 1954, rumah itu masih berstatus sewa. Anak-anak Salim kemudian patungan membelinya beberapa tahun kemudian setelah mereka hidup mapan. Ketua Yayasan Hadji Agus Salim ini mengatakan Wakil Presiden Adam Malik per-


Bekas rumah Haji Agus Salim yang dulu beralamat di Jalan Theresia 20, sekarang menjadi Jalan KH Agus Salim 72. TEMPO/WISNU AGUNG PRASETYO

Bersama keluarga di rumah di Jalan Gereja Theresia 20, 1950 (bawah).

REPRO BUKU SERATUS TAHUN AGUS SALIM

nah mengatakan kepada Presiden Soeharto agar pemerintah membeli rumah itu setelah neneknya meninggal pada 2 Desember 1977. Soeharto mau membelinya, tapi rumah itu akan diratakan dan kemudian dibangun rumah baru. ”Adam Malik tidak sepakat, bagaimana komentar dunia kalau presidennya sendiri yang membeli bangunan bersejarah dan kemudian menghancurkannya. Akhirnya Pak Harto tidak jadi membelinya,” ujarnya. Rumah itu, kata Ibong, akhirnya dibeli seseorang dan dihancurkan juga. Kini di atas bekas rumah itu berdiri bangunan dua lantai berbenteng pagar tembok setinggi lebih dari dua meter. Pintu gerbangnya tertutup. Untuk memasuki rumah itu, pengunjung harus melewati pintu gerbang toko kue De’Panna di samping kanannya. Fendi, yang mengaku bekerja pada pemilik rumah itu, enggan menyebutkan pemiliknya. Dia hanya mengatakan si empunya berada di luar negeri. ”Rumah ini dulu memang rumah Agus Salim. Dibeli sekitar 1990. Sebelum dibeli sudah berpindah tangan beberapa kali,” ucapnya. Menurut Agustanzil, Sukarno pernah memberi Salim sebuah rumah di Jalan Hanglekir I. Rumah itu pernah ditempati anak bungsunya, Mansur Abdur Rachman

Ciddiq, tapi akhirnya dijual karena menjadi langganan banjir. Ihwal pindah-pindah rumah itu pernah disebutkan Mohamad Roem dalam Manusia dalam Kemelut Sejarah. Pada suatu hari pada 1925, dua pelajar Stovia, Kasman Singodimedjo dan Soeparno, mengajaknya berkunjung ke rumah Salim di Gang Tanah Tinggi, Jakarta. Jarak asrama Stovia di Gang Kwini ke Tanah Tinggi ditempuh selama sepuluh menit dengan sepeda. Dia menyatakan jalan yang diaspal hanya sampai Stasiun Senen, selanjutnya jalan tanah penuh lubang. ”Lewat jalan ini dengan sepeda bagaikan naik perahu di atas air yang berombak.” Itulah pertama kalinya Roem bertemu dengan Salim. Ia tertarik pada Salim karena berbeda dengan tokoh lain. ”Rumahnya rumah kampung. Meja dan kursinya sangat sederhana. Sangat berlainan dengan apa yang saya bayangkan tentang seseorang yang sudah terkenal.” Roem di kemudian hari menjadi sahabat keluarga Salim. Beberapa bulan setelah Roem berkenalan dengan Salim, dia mendengar keluarga Salim pindah ke Gang Toapekong di Pintu Besi di depan Gereja Ayam, Jakarta. Menurut dia, rumahnya tak kalah besar dari

18 AGUSTUS 2013 |

| 91


A G U S

S A L I M

Sukarno dan istri berkunjung ke rumah Agus Salim pada hari ulang tahunnya yang ke-70, Oktober 1954. REPRO BUKU SERATUS TAHUN AGUS SALIM

rumah di Tanah Tinggi. Di bagian luar ada meja dan kursi, tapi di dalam nyaris kosong. Ketika berkumpul di ruang dalam, mereka duduk beralas tikar. ”Rumah itu menunjukkan rumah keluarga yang kurang berada,” Roem menulis. Beberapa bulan kemudian, keluarga Salim pindah lagi ke rumah temannya yang bekerja di sebuah surat kabar, Saeroen, di Mr Cornelis (Jatinegara). Menurut Roem, rumah itu lebih besar dan bagus, terletak di jalan lebih baik, tapi seluruh keluarganya tumplek di satu ruangan. ”Koper bertumpuk-tumpuk di pinggir dan beberapa kasur digulung.” Setelah tinggal beberapa bulan di situ, Salim pindah ke Bogor di sekolah swasta yang dibina Sarekat Islam. Salim kembali ke Jakarta pada 1926 dan tinggal di Gang Lontar Satu. Rumahnya lebih sederhana daripada rumah di Tanah Tinggi dan Gang Toapekong. ”Penderitaannya ditunjukkan dalam hidup sederhana, yang kadangkadang mendekati hidup dalam kekurangan dan kemiskinan,” Roem menulis. Sikap hidup sederhana Agus Salim juga mendapat perhatian Belanda. Dalam buku hariannya, Het dagboek van Schermerhorn, ketua delegasi Belanda dalam Perundingan Linggarjati, Willem Schermerhorn, me-

92 |

| 18 AGUSTUS 2013

muji Agus Salim sebagai orang tua yang sangat pintar, seorang jenius dalam bahasa, berbicara dan menulis dengan sempurna paling sedikit dalam sembilan bahasa. ”Ia hanya mempunyai satu kelemahan: selama hidupnya melarat!” Schermerhorn menuangkan kalimat itu dalam buku hariannya tersebut, yang ditulis pada 14 Oktober 1946 dan diterbitkan pada 1970. Dalam Seratus Tahun Haji Agus Salim (1984), Kustiniyati Mochtar menulis, dengan pendidikan dan kemampuan tinggi, sebenarnya Agus Salim dapat hidup enak bila mau bekerja untuk pemerintah Hindia Belanda. Lantaran sikapnya yang kritis terhadap kebijakan pemerintah kolonial, ia kesulitan mencari nafkah. Sejak keluar dari Bureau voor Openbare Werken (Dinas Pekerjaan Umum) pada 1912 dan memasuki dunia pergerakan setelah 1915, dia hidup miskin. ”Tak jarang mereka kekurangan uang belanja,” Kustiniyati menulis dalam buku itu. Zainatun, yang mendapat panggilan sayang Maatje dari anak-anaknya, harus putar otak agar dapat memberi makan anakanaknya. Suatu ketika Salim tak punya uang untuk membeli lauk-pauk. Ia tak kehabisan akal. Sambil bergurau, ia membuat nasi goreng. Dalam suasana ceria, me-

reka makan bersama dan anak-anaknya merasa telah mendapat traktiran istimewa dari ayahnya. Dalam kesempatan lain, mereka pernah hanya makan nasi panas dicampur kecap, mentega, atau susu karena tak ada uang untuk beli sayur. Kustiniyati juga menggambarkan Zainatun sebagai ibu penyabar. Pernah suatu ketika keluarga Salim tinggal di rumah yang atapnya bocor. Bila turun hujan, air membanjiri kamar. Alih-alih panik atau sedih, Zainatun meletakkan ember untuk menampung air hujan. Ia lalu mengajak anakanaknya membuat perahu dari kertas dan mereka asyik bermain perahu-perahuan. Dalam buku Hadji Agus Salim: Pahlawan Nasional, Solichin Salam menulis, suatu waktu salah seorang anak Salim meninggal. Karena tak punya uang untuk membeli kafan, dia mengambil taplak meja dan kain kelambu yang sudah terpakai dan mencucinya untuk membungkus jenazah. Ia menolak pemberian kafan baru dari kawannya. Agus Salim mengatakan orang yang masih hidup lebih berhak memakai kain baru itu. Katanya, ”Adapun untuk yang mati, cukuplah kain itu. Selagi dia masih hidup, dia memerlukan pertolongan, akan tetapi sekarang dia tidak lagi memerlukannya.” ●


A G U S

S A L I M

DEN BAGUS DARI KAKI SINGGALANG Di sekolah khusus untuk anak-anak Eropa, Agus Salim suka berdebat dan berpikir kritis. Menempa kemampuan di atas loteng.

J

IKA nama adalah doa, Agus Salim sudah memanggul segunung doa sejak kecil. Ia lahir pada 8 Oktober 1884 di Koto Gadang, Bukittinggi, Sumatera Barat. Orang tuanya memberi nama Masjhudul Haq, yang berarti pembela kebenaran. Tentu selalu ada cerita di balik nama. Masjhudul anak keempat dari 15 bersaudara. Ayahnya, Sutan Mohammad Salim, menikah tiga kali setelah dua istrinya meninggal berturut-turut. Syahdan, pada awal Oktober 1884, sang ayah terkesan oleh Masjhudul Haq, tokoh utama buku yang sedang dia baca. Ketika Mohammad Salim sedang di surau beberapa hari kemudian, datang kabar gembira. Istrinya, Siti Zainab, baru saja melahirkan seorang bayi laki-laki. Maka dinamakanlah bayi itu Masjhudul Haq. Namun nama itu tak bertahan lama. Solichin Salam dalam Hadji Agus Salim: Pahlawan Nasional (1965) menulis bahwa pembantu asal Pulau Jawa yang mengasuh Masjhudul kecil kerap memanggilnya Den Bagus—istilah Jawa untuk menyebut anak lelaki dari keluarga ningrat atau terpandang. Biasa disingkat Agus atau Gus. Panggilan ini meluas sampai ke luar rumah. Hingga masuk Europeesche Lagere

94 |

| 18 AGUSTUS 2013

School (ELS), sekolah khusus anak-anak Eropa di Hindia Belanda, nama Agus masih bertahan. Lalu berubah menjadi August sesuai dengan lidah guru-gurunya dari Belanda. ”Sebagai murid sekolah Belanda, dia tercatat dengan nama August Salim,” tulis Untung S. dalam Mengikuti Jejak H. Agus Salim dalam Tiga Zaman. Nama Salim disematkan di belakang namanya sebagai nama keluarga. Ia merasa lebih nyaman dengan nama populer masa kecilnya ini. Setelah itu, dia terus memakai nama tersebut, tapi menurut versi lokalnya: Agus Salim. Salim bisa bersekolah di ELS lantaran posisi ayahnya sebagai pegawai pemerintah. Saat Salim berusia sekitar 6 tahun, pemerintah Hindia Belanda mengangkat ayahnya menjadi hoofd djaksa pada Landraad di Riau en Onderhorigheden atau jaksa tinggi pada Pengadilan Negeri Riau dan daerah bawahannya. Bagi orang Hindia Belanda, posisi hoofd djaksa termasuk tinggi dan terhormat. Di sekolah, bintang Salim mulai berkilau. Dia menunjukkan ciri-ciri anak cerdas: suka berdebat dan berpikir kritis. Hobinya main bulu tangkis, hoki, tenis, dan bridge. Meski tergolong nakal, suka bertengkar, dan keras dalam pendirian, dia di-

sukai guru dan teman-teman karena pintar. Salim pun menonjol dan menunjukkan punya kecerdasan di atas rata-rata, termasuk untuk pelajaran bahasa Belanda. Kustiniyati Mochtar dalam Seratus Tahun Haji Agus Salim menulis bahwa Salim berteman dengan anak-anak Eropa, termasuk dengan anak-anak perempuannya. ”Sering kali ia menonton bioskop atau pertunjukan lain, dan kadang-kadang ikut acara piknik di waktu libur.” Aktivitas pergaulannya yang luas itu tak menyurutkan prestasinya. Salim tetap cakap di berbagai mata pelajaran, bukan hanya bahasa, melainkan juga dalam hal berhitung dan sejarah. Saat itu, sempat beredar kabar Salim anak yang istimewa, pandai tanpa belajar. Namun dalam kenyataannya tidak demikian. Semua prestasinya merupakan buah dari ketekunan. Soal ini dicatat oleh Haji Zainal, teman masa kecilnya. ”Sangkaan orang-orang itu sesungguhnya keliru. Pujian orang bahwa aku luar biasa pandai adalah berlebihan, karena mungkin mereka tak pernah melihat aku menekuni pelajaran di rumah,” kata Salim kepada Zainal seperti dituliskan oleh Kustiniyati. Salim belajar keras di rumah, meski lingkungan kurang mendukung karena dia ke-


Rumah kelahiran Agus Salim di Koto Gadang. TEMPO/FEBRIYANTI

Agus Salim di depan rumah kelahirannya di Koto Gadang.

rap menerima tugas rumah dan ajakan bermain dari teman-temannya. Untuk menyiasati kondisi ini dan menghindari gangguan dari luar, Salim punya jalan keluar. Pada siang hari setelah makan, dia mengendap-endap naik ke loteng. Di sana dia menekuni pelajaran yang baru didapat sekaligus mempersiapkan untuk esok harinya. Karena di atas plafon itu gelap, dia selalu membuka beberapa genting agar cahaya dengan leluasa masuk. Selesai belajar, sebelum turun dia membereskan kembali genting-genting itu. ”Hati tak enak kalau tak belajar lebih dulu,” tuturnya kepada Zainal. Aksi belajar diam-diam ini baru terbongkar setelah terjadi ”kecelakaan”. Suatu hari sehabis belajar, Salim lupa menutup genting. Nahas hujan turun tak lama kemudian. Air pun membanjiri rumah, dan si biang kerok muncul sambil cengarcengir. ”Maka jangan suka menyuruhnyuruh terus kalau saya lagi belajar.” Kecerdasannya menarik perhatian Jan Brouwer, guru Belanda yang berjiwa revolusioner. Melihat bakat potensial Salim, Brouwer meminta kepada Sutan Mohammad Salim agar Salim boleh tinggal bersamanya. Ia ingin memberi bimbingan langsung kepada ”bibit unggul” itu sambil

memberinya makanan bergizi yang dibutuhkan anak dalam pertumbuhan. Ayah Salim tertarik, tapi memilih jalan kompromi. Sesekali Salim boleh tinggal pada keluarga Brouwer sepulang sekolah sampai sehabis makan malam. Sesudah itu, dia harus pulang. Masa ini menjadi salah satu fragmen berharga dalam kehidupan Salim. Dia makin percaya diri berhadapan dengan bangsa asing. Di sekolah ini kecerdasannya tertempa oleh lingkungan terpelajar dan disiplin belajar yang ketat. Dia lulus dari ELS dengan predikat juara. Koto Gadang kembali melahirkan sosok intelektual ternama. ●●●

NAGARI Koto Gadang adalah kampung permai di sebelah barat Bukittinggi. Lokasinya di seberang Ngarai Sianok di kaki Gunung Singgalang. Cemara tua berderet di sepanjang jalan masuk ke kampung itu. Rumah-rumah lama berarsitektur kolonial awal abad ke-20 masih terpelihara. Koto Gadang melahirkan kaum cerdik cendekia sejak zaman kolonial. Sejumlah dokter, menteri, jenderal, diplomat, sampai perdana menteri berasal dari sini. Memasuki Koto Gadang, di persimpangan jalan persis di depan Balai Adat berupa

DOK. KELUARGA

Rumah Bagonjong, sejumlah papan menunjukkan arah ke jalan-jalan yang lebih kecil. Di sana tertera Jalan Sutan Syahrir, Jalan Rohana Kudus, dan Jalan H Agus Salim. Tokoh-tokoh itu dilahirkan di nagari ini. Salah satu petunjuk itu menuntun ke rumah kelahiran Salim di Jalan H Agus Salim 14, Jorong Koto Gadang Mudiak, Nagari Koto Gadang, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam. Rumahnya terletak paling belakang. Halaman belakangnya luas, langsung berbatasan dengan Ngarai Sampik, yang terhubung dengan Ngarai Sianok. Di rumah bergaya Eropa awal abad ke20 ini Salim lahir dan tumbuh. Beberapa bagian rumah menyisakan cerita masa kecil. Loteng rumah salah satunya. ”Kata cucu-cucunya, Opa dulu belajarnya di sana. Tapi saya tidak tahu bagaimana jalan ke loteng karena cukup tinggi, sekitar 3,5 meter,” ujar Teti, penjaga rumah itu sejak 17 tahun silam. Seturut dengan sejarahnya, pada abad ke-18 Koto Gadang adalah pusat para perantau yang menjadi tukang emas. Era berganti, penduduknya banyak yang menduduki jabatan terhormat di birokrasi. Semangat belajar dan kesempatan mendapat pendidikan berpadu di salah satu sudut ranah Minangkabau ini. ●

18 AGUSTUS 2013 |

| 95


A G U S

S A L I M

NYARIS AGNOSTIK DI SALEMBA Orientalis Snouck Hurgronje membuat siswa Hindia Timur menjauhi Islam. Tapi Hurgronje pula yang membawa Agus Salim ke Jeddah dan mendekatkannya kembali dengan Islam.

G

YMNASSIUM Koning Wil-

lem III (KW III) didirikan pada 27 November 1860. Sekolah ini menggunakan nama Raja Belanda Willem III, yang bertakhta waktu itu. Tujuannya memang memuliakan Raja Willem dengan mencerdaskan anak-anak Belanda yang tinggal di tanah jajahan. Karena itu, sekolah ini juga kerap disebut sekolah raja. KW III, yang beralamat di Jalan Salemba Raya 28 A Jakarta Pusat, kini gedung Perpustakaan Nasional, merupakan sekolah menengah pertama yang didirikan pemerintah kolonial. KW III kemudian berubah nama menjadi Hogere Burger School (HBS) pada 1867 dan menerima siswa pribumi pada 1874. Penerimaan siswa Indonesia ini akibat desakan liberalisme yang bertiup di Eropa pada pertengahan abad ke-19 dan timbulnya Politik Etis (politik balas budi) di Hindia Belanda pada awal abad ke-20. Sutan Muhammad Salim, hoofd djaksa atau kepala jaksa di Pengadilan Tinggi Riau, sudah mempersiapkan anaknya, Agus Salim, untuk melanjutkan studi di HBS itu. Bila lulus dari HBS, Salim bisa meneruskan sekolahnya di perguruan tinggi ilmu kedokteran di Belanda seperti cita-

96 |

| 18 AGUSTUS 2013

citanya sendiri dan ayahnya. Sutan akan mengajukan permohonan beasiswa kepada pemerintah Belanda untuk putranya ini. Apalagi ia percaya putranya cerdas. Sebagai pejabat, Sutan berhak menyekolahkan anaknya ke sekolah yang lebih tinggi selepas menyelesaikan Europeesche Lagere School (ELS) di Riau. Hanya siswa Belanda dan bumiputra golongan pangkat tinggi atau bangsawan yang bisa bersekolah di HBS. ”Syarat bisa menyekolahkan anak di KW III adalah orang tua bisa berbahasa Belanda dan anak dari bangsawan,” kata Soebardi, 89 tahun, alumnus KW III. Begitu masuk HBS, Agus Salim indekos di rumah T.H. Koks, guru sekolahnya yang ditunjuk sang ayah sebagai wali dan pengasuhnya. Masa sekolah selama lima tahun dilaluinya dengan gemilang. Salim menjadi kesayangan para guru karena kemampuannya yang menonjol dalam semua pelajaran, terutama penguasaan bahasa, ilmu sosial, dan ilmu pasti. Kecerdasan Salim ini sempat merisaukan teman sekelasnya, seorang gadis Belanda. Merasa terancam lantaran menjadi juara kedua setelah Salim, gadis Belanda ini meminta pengertian kawannya. ”Aku dijanjikan ayahku, kalau aku juara perta-

ma dan kamu juara kedua, aku akan mendapat uang 2,5 gulden,” ujar gadis Belanda itu seperti dikisahkan kembali oleh Siti Asiah, yang akrab disapa Bibsy, putri kedelapan Agus Salim. ”Ayah kemudian sengaja membikin kesalahan saat ujian sehingga teman perempuannya menjadi juara pertama.” Agus Salim memang gemilang di sana. Namun HBS, yang banyak memberikan pendidikan filsafat Barat, telah menjauhkannya dari Islam. Ini diakuinya saat berbicara sebagai dosen tamu di Cornell University di Ithaca, New York, Amerika Serikat, pada 1954. ”Ketika berumur 13 tahun, saya dikirim sekolah di Jakarta. Ketika itu, saya telah menyelesaikan pendidikan agama Islam. Maka saya mulai sekolah sesuai dengan aturan Barat,” katanya. Apa yang terjadi di HBS tidak lepas dari kebijakan pendidikan Belanda di Hindia Timur, yang disusun oleh orientalis Snouck Hurgronje. Tujuannya merangkul lapisan atas bangsa Indonesia masuk ke alam kultur Belanda. ”Tujuan kedua adalah menjauhkan orang-orang tersebut dari ajaran Islam, yang menyebabkan mereka menjaga jarak dan kurang tertarik pada pengaruh Barat,” ucap Salim. Agus Salim berterus terang pendidikan


Bangunan Koning Willem III-school te Batavia yang kini menjadi gedung Sekretariat Perpustakaan Nasional. TEMPO/WISNU AGUNG PRASETYO

di HBS telah berhasil menggoyahkan keimanannya. ”Ketika itu, ilmu pengetahuan dianggap berlawanan dengan agama. Saya pun merasa tak dapat berpegang kepada satu agama saja.” Ia pun diingatkan ayahnya untuk kembali ke Islam. Tapi Sutan Muhammad Salim berada dalam dilema. Saat itu ia justru dihadapkan pada pilihan yang sulit. Cita-citanya agar Salim lulus dengan gemilang dan berpeluang mendapat beasiswa ke Belanda hampir jadi kenyataan. Salim berhasil menjadi lulusan terbaik di tiga Hogere Burger School: Batavia, Semarang, dan Surabaya. Ia seharusnya secara otomatis mendapat beasiswa untuk melanjutkan sekolah di Belanda. Dan itu artinya Salim semakin jauh dengan Islam karena semakin dalam berada dalam didikan Belanda. Sambil menunggu jawaban akan pengajuan beasiswa itu, Salim masuk sekolah kedokteran di School tot Opleiding van Indische Artsen (STOVIA) di Kwitang, Batavia. Ia lebih dulu menjadi murid STOVIA dibanding dokter Tjiptomangunkusumo. Tunggu punya tunggu, beasiswa itu tak pernah menghampirinya. Kabar itu sampai di Jepara dan membuat seorang putri bangsawan mengirim surat kepada Menteri Kebudayaan, Aga-

ma, dan Kerajinan Hindia Belanda Jacques Henrij Abendanon pada 24 Juli 1903 setelah mendengar kabar seorang pemuda bumiputra gagal meneruskan studi kedokteran di Belanda. Surat dari Raden Ajeng Kartini, nama putri bangsawan itu, berisi permintaan kepada pemerintah kolonial agar mengalihkan beasiswa pendidikan yang seharusnya dia terima ke pemuda bumiputra tersebut: Agus Salim. ”Anak muda itu ingin sekali pergi ke Negeri Belanda untuk belajar menjadi dokter. Sayang sekali gaji ayahnya cuma 150 gulden sebulan. Alangkah indahnya andai pemerintah bersedia membiayai seluruh pendidikannya yang berjumlah kirakira 8.000 gulden. Bila tidak mungkin, kami akan berterima kasih seandainya Salim dapat menerima jumlah 4.800 gulden yang disediakan untuk kami itu.” Tapi Salim tidak pernah menerima pengalihan beasiswa itu. ”Ayah menolak. Ayah bilang, ’Kalau beasiswa itu akan diberikan kepadaku karena desakan RA Kartini saja, lebih baik tidak kuterima’,” kata Bibsy. Dalam versi Asvi Warman Adam, Agus Salim tidak mengetahui informasi surat Kartini itu. ”Saya belum mene-

mukan dokumen tentang penolakan Agus Salim. Bagi saya, lebih masuk akal jika dia tidak mengetahui surat permintaan Kartini itu.” Apalagi saat itu nama Kartini belum banyak diketahui. Patah arang, Agus Salim, yang bernama asli Masjhudul Haq, kembali ke Riau. Menurut Untung S. dalam bukunya yang berjudul Mengikuti Jejak H. Agus Salim dalam Tiga Zaman, Salim bekerja sebagai penerjemah di sebuah kantor akuntan selama setahun, kemudian pindah ke sebuah perusahaan pertambangan batu bara di Retih, Indragiri. Dia menguasai bahasa Inggris, Jerman, Prancis, Belanda, Turki, Jepang, dan Arab. Sebagai hadiah hiburan, Salim ditawari pemerintah Hindia Belanda, melalui usul Snouck Hurgronje, yang juga guru kesayangannya, bekerja sebagai ambtenaar (pegawai negeri) di Konsulat Belanda di Jeddah, Arab Saudi, pada 1906. Tawaran bekerja selama lima tahun ini langsung diterimanya sekaligus menjadi kesempatan memperdalam Islam. Apalagi, selama mengenyam pendidikan Barat, Salim nyaris agnostik. Di sana, selama lima tahun, ia berhaji setiap tahun. Dia juga bertemu dengan para ulama terkenal dari Indonesia. ●

18 AGUSTUS 2013 |

| 97


A G U S

S A L I M

SEJOLI DARI TEPI NGARAI SIANOK Haji Agus Salim selalu romantis kepada istrinya hingga sampai usia lanjut. Sebelumnya pernah beristrikan orang Arab.

Agus Salim bersama istrinya, Zainatun Nahar, saat ulang tahun perkawinan mereka yang ke-40, Agustus 1952.

I

KRAR itu tak akan pernah dikhia-

nati pemuda Haji Agus Salim, 22 tahun. Sebuah janji yang telah ia teguhkan kepada Zainatun Nahar, 12 tahun, sebelum berangkat ke Arab Saudi untuk bekerja di Konsulat Belanda di Jeddah. Waktu itu Salim mewanti-wanti, kelak sepulang dari perantauan, ia akan menikahi gadis tambatan hatinya tersebut. Ia membuktikannya lima tahun kemudian. Begitu sampai di Tanah Air, Salim langsung mencari Zainatun itu di Koto Gadang. ”Sekembali dari Jeddah, Opa benar-benar melaksanakan niatnya,” ujar Maryam Subadio, cucu Agus Salim-Zainatun, dalam Seratus Tahun Haji Agus Salim. Zainatun Nahar alias Jaja adalah anak kedelapan Almatsier dan Siti Maryam, adik Sutan Mohammad Salim, ayah Agus Salim. Ya, ”Mereka (memang) bersepupu,” kata Siti Asiah Soenharjo alias Bibsy, 84, anak kedelapan Agus Salim-Zainatun. Seperti layaknya daerah lain di Minangkabau, di Koto Gadang berkembang tradisi perjodohan antarsepupu. Sebenarnya keluarga berencana menikahkan Salim dengan kakak Zainatun. Namun perempuan itu keburu dinikahkan dengan lelaki lain karena Salim tidak kunjung pulang. Pulang ke kota kecil itu, Salim cukup

98 |

| 18 AGUSTUS 2013

PERPUSNAS

populer di kalangan para gadis. Maklum, dia anak orang terpandang, sudah berhaji, dan berpendidikan tinggi pula. Dia juga menguasai tujuh bahasa. Dengan semua itu, lelaki 27 tahun itu pantas menjadi idaman para dara. Tapi Salim ingin setia pada cinta sejatinya, yaitu Zainatun. Sayang, tak banyak yang tahu hubungan romansa keduanya sebelum perkawinan. Cerita yang terekam kemudian justru berbagai keputusan Salim yang menerabas adat setempat, di antaranya permintaannya bertemu calon pengantin putri sehari sebelum perhelatan. Ini membikin para tetua mengerutkan dahi. Adat tak mengizinkan. Tapi dia benar-benar melakukan itu karena ingin memastikan Zainatun bersedia menikah tanpa paksaan. Kejutan belum selesai. Itu terjadi saat dilangsungkan pesta pernikahan di kediaman Almatsier di Pisang, Koto Gadang, pada 12 Agustus 1912. Suasana sungguh meriah. Ada arak-arakan dan tabuhan rebana. Di tengah upacara, tiba-tiba Salim menyerahkan uang kepada Zainatun sebagai bukti tanggung jawab suami ke istri. Hal ini, lagi-lagi, tidak ada di adat Minang. Berikutnya, mara pulai alias mempelai pria—yang seharusnya diam—tiba-tiba

angkat bicara saat musyawarah ninik-mamak. Salim meminta kebebasan menentukan keluarga mana yang harus dikunjungi pengantin. Dia seolah-olah menegaskan Zainatun telah menjadi istrinya, lepas dari status anak-kemenakan ninik-mamak. Zainatun, saat diwawancarai wartawan Kustiniyati Mochtar pada 1970-an, mengatakan dia ingat betul suasana pesta pernikahannya. Salim mengenakan baju merah menyala dan kuning keemasan serta sorban. Dia sendiri berbaju kurung dengan tilakuang, penutup kepala berbahan beludru bersulam, khas Koto Gadang. ”Semua tampak indah sekali,” katanya. Kepada Kustiniyati, yang menuliskan hasil wawancaranya di Seratus Tahun Haji Agus Salim, Zainatun awalnya malu akan kelakuan suaminya yang bertingkah kebarat-baratan, seperti mencium dan menggandeng istrinya di depan orang banyak. ”Paatje mempraktekkan keinginannya untuk mengangkat kedudukan wanita.” Paatje adalah panggilan anak-anaknya kepada Salim. Zainatun dipanggil Maatje. Sejatinya, saat menikah, Salim masih berstatus suami orang. Saat di Jeddah, dia mengawini perempuan setempat karena butuh perawat di rumah saat sakit. Perkawinan itu menghasilkan seorang putri,


Agus Salim bersama istri dan putra bungsunya, A.R. Ciddiq, 1939. REPRO BUKU SERATUS TAHUN AGUS SALIM

tapi meninggal saat bayi. ”Saat itu, keluarga juga diberi tahu,” kata Bibsy. Nah, beberapa saat setelah pernikahan Salim di Koto Gadang, istri pertamanya datang. Tidak ada yang tahu pasti namanya karena kendala komunikasi. Keluarga hanya menyebutnya si Juddah, ada kemungkinan mengacu pada tempat asalnya, Jeddah. Saat itu, Salim ingin menceraikannya, tapi dia menolak. ”Akhirnya mereka berpisah baik-baik,” ujar Bibsy. Pemberontakan Agus terhadap adat berlanjut. Dia meninggalkan rumah yang disediakan keluarga Zainatun di Koto Gadang dan pindah ke Jakarta. Zainatun mengatakan itu merupakan langkah suaminya untuk mengajarkan kehidupan yang sebenarnya. Langkah pertama adalah keluar dari lindungan ninik-mamak. Di Jakarta, lima hari setelah perkawinannya, Salim berhenti dari pekerjaannya di Bureau voor Openbare Werken atau Dinas Pekerjaan Umum Hindia Belanda karena merasa tak betah. ”Bagi orang Koto Gadang saat itu, berhenti dari dinas pemerintah adalah bencana besar,” kata Zainatun. ”Kira-kira sama seperti mendengar kematian keluarga.” Lalu mereka kembali ke Koto Gadang— tempat Salim mendirikan sekolah dasar.

Mereka menjalaninya tiga tahun, lalu berpindah lagi ke Jakarta. Mereka hidup berpindah-pindah rumah, dari satu gang ke gang lain. Zainatun tak menyesal hidup pas-pasan. ”Opa dan Oma selalu mesra, tidak pernah berpisah,” kata Maryam. Kunci kemesraan pasangan ini adalah sifat romantis Salim terhadap sang istri. Dia tak segan-segan menunjukkan perasaan kasihnya dalam situasi apa pun. Dalam Hadji Agus Salim: Pahlawan Nasional disebutkan saat menumpang taksi yang menembus malam Jakarta, sekitar 1940, Salim melihat istrinya kedinginan. ”Maatje, dinginkah?” Tanpa menunggu jawaban, dia membuka mantel dan menjadikannya penutup kaki Zainatun. Julukan Grand Old Lover pantas ditahbiskan kepadanya. Sifat romantis itu bahkan suatu saat berwujud menjadi pengorbanan. Ini, misalnya, terjadi ketika toilet di rumah kontrakan mereka mampet. Saking baunya kakus, Zainatun kerap muntah saban masuk ke sana. Salim lalu memintanya menjauhi toilet dan buang air di sebuah wadah. Dialah yang membuang kotoran istrinya itu. Salim juga tak segan menjalankan tugas mengasuh anaknya yang masih kecil. Mengganti popok dan membuat susu di malam hari sudah biasa baginya. Salim

tak tega membangunkan istrinya yang terlelap karena kelelahan akibat kerja sepanjang siang mengasuh anak. ”Paatje sangat protektif terhadap Maatje,” kata Bibsy. Salim bisa melabrak siapa pun yang dia anggap melukai hati kekasihnya, bahkan jika hal itu dilakukan anakanaknya sendiri. Setiap Bibsy dan saudara-saudaranya menaikkan nada bicara di hadapan sang ibu, Salim—yang biasanya lembut—langsung menghardik. ”Kalian jangan bicara kasar kepada istriku!” Keromantisan sejoli itu berlangsung sampai maut memisahkan mereka. Menjelang akhir 1954, di luar kebiasaan, Salim membelikan kado lebih awal untuk istrinya, yang sebenarnya baru berulang tahun pada 16 Desember. Sebelum tanggal bahagia itu, Salim keburu wafat pada 4 November 1954. Jenazahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Setelah itu, ”Oma selalu menaruh peti itu di samping tempat tidurnya,” kata Maryam. Zainatun menyusul pria terkasihnya itu pada 2 Desember 1977 dan dimakamkan di Karet Bivak, Jakarta. Pusara mereka memang terpisah, tapi kedua anak manusia ini telah membuktikan bahwa cinta mereka tak lekang oleh berbagai macam cobaan. ●

18 AGUSTUS 2013 |

| 99


A G U S

S A L I M

PENDIDIKAN TANPA SEKOLAH FORMAL Agus Salim mendidik sendiri anakanaknya di rumah, dibantu istrinya. Sejak lahir, anak-anaknya sudah diajak berbicara dalam bahasa Belanda.

T

UTUR katanya begitu runut dan tertata, khas orang sekolahan. Kadang dia berbicara dalam bahasa Belanda dan Inggris yang fasih. Wawasannya luas. Bagi yang baru mengenalnya, tentu tak akan mengira Bibsy Soenharjo tak pernah mengenyam pendidikan bangku sekolah. Bibsy, yang bernama asli Siti Asiah, adalah ”lulusan” homeschooling sang ayah, Haji Agus Salim. Bibsy kecil tak pernah menimba ilmu di sekolah formal—seperti keenam saudaranya yang lain. Ibunya, Zainatun Nahar, mengajar dia membaca, menulis, dan berhitung. Ayahnya mengajarkan segala hal. ”Tidak ada kelas dan jam pelajaran yang mengikat,” kata Bibsy saat ditemui Tempo di rumah anaknya, Ilham Soenharjo, di Bukit Pamulang Indah, Tangerang Selatan, pertengahan Juli lalu. Wanita 84 tahun yang ke mana-mana dibantu kursi roda itu menuturkan, dari delapan anak Agus Salim, hanya si bungsu Mansur Abdur Rachman Ciddiq yang menempuh pendidikan di sekolah formal. Bibsy ingat ucapan ayahnya—yang dituturkan sang ibu kepadanya. ”Nanti kalau kita punya anak, kita tidak akan sekolahkan mereka. Dan Ibu menerima itu.”

100 |

| 18 AGUSTUS 2013

Keputusan Salim itu dianggap aneh oleh kerabat dan tetangga. Di masa itu, anak yang tak bersekolah formal dipandang aneh dan tak wajar. Apalagi Salim adalah orang terpelajar dan berpendidikan tinggi. Jacob Salim, kakak kandung Salim, tiada henti mendorong saudaranya menyekolahkan anaknya, tapi tak berhasil. Dia punya alasan sendiri, yang amat ideologis. Dia menganggap pendidikan saat itu adalah sistem pendidikan kolonial. Dia tak ingin anaknya dicekoki pemikiran dan kebudayaan penjajah. Dia juga menilai pendidikan saat itu amat diskriminatif, seperti pemberian nilai rendah bagi pribumi meskipun kemampuan mereka sama atau bahkan melebihi orang Belanda. Mantan Menteri Negara Lingkungan Hidup Emil Salim mengatakan Agus Salim menilai sekolah Belanda bukan mendidik kemandirian jiwa melainkan kepentingan penjajah. ”Jiwa tak diberi kebebasan tumbuh sesuai dengan jiwa masing-masing anak didik,” kata keponakan Salim ini. Setelah Belanda meninggalkan Indonesia, Salim memasukkan Ciddiq ke sekolah formal. Dia menilai, meskipun masih diawasi Jepang, sekolah Indonesia kala itu sudah tak lagi bersifat kolonial. ”Saat Ciddiq, yang lahir pada 1939, masuk usia seko-

lah, Indonesia sudah merdeka,” ujar Bibsy. ”Sehingga di antara kami, dialah satusatunya yang masuk sekolah formal.” ●●●

BEGINILAH model homeschooling ala Salim dan istrinya: keduanya mulai memberi pelajaran kepada anak-anak sejak mereka dilahirkan. Mereka mengajak anak-anak berbicara bahasa Belanda sejak bayi—sehingga bahasa ini ibarat bahasa ibu bagi mereka. Salim menilai bahasa Belanda amatlah penting untuk pengetahuan. Apalagi, dalam keluarga golongan terpelajar, Belanda menjadi bahasa sehari-hari. Mohamad Roem, tokoh Masyumi yang dekat dengan keluarga Salim, menyaksikan langsung hasil pendidikan itu. Suatu hari dia datang ke rumah Salim. Saat itu, Ahmad Sjauket Salim, anak Salim yang baru berusia 4 tahun, keluar dari kamar tidurnya dan meminta ayahnya menggaruk punggungnya. ”Bocah 4 tahun itu sudah bisa berbicara bahasa Belanda dengan baik,” kata Roem, seperti dikutip dalam buku Seratus Tahun Haji Agus Salim. Setelah anak-anaknya pandai bahasa Belanda, Salim dan istrinya mengajarkan dasar-dasar membaca, menulis, dan ber-


Agus Salim bersama istri dan anak-anaknya. DOK. TEMPO

Siti Asiah atau Bibsy di rumahnya. TEMPO/WISNU AGUNG PRASETYO

hitung. Menurut Bibsy, mereka belajar tak duduk dalam kelas. Tak ada jam pelajaran yang mengikat. Mereka bisa belajar di mana saja di rumah, bisa di beranda atau di ruang tamu. ”Pelajaran membaca dan berhitung disampaikan dengan santai, seolah-olah kami sedang bermain.” Menurut Bibsy, ayah dan ibunya mengajar dengan memberi tahu sesuatu, bercerita, dan menyanyikan lagu yang liriknya sajak-sajak pujangga dunia. Pelajaran sejarah, misalnya, disampaikan seperti tengah membacakan buku cerita. Dengan begitu, Bibsy tertarik mencari ilmu sendiri lewat berbagai cara—termasuk lewat buku-buku yang disediakan di rumah. ”Di rumah selalu ada buku, karena kakak-kakak saya adalah anggota perpustakaan.” Meski begitu, ayah-ibunya tak mengharuskan dia membaca buku ini-itu. Saat dia berusia sekitar 11 tahun, di atas meja kecil di dalam kamarnya terdapat buku cerita Little Red Riding Hood, yang merupakan terjemahan bahasa Prancis, Le Petit Chaperon Rouge, karya Charles Perrault. Isinya tentang seorang anak kecil berjubah merah dan seekor serigala. ”Dari buku itu, saya belajar tentang suatu masa di zaman dahulu kala,” ujarnya. ”Saya senang bisa menemukan hal-hal baru dari buku itu.”

●●●

AGUS Salim menerapkan sikap terbuka dan memberi bimbingan sebaik-baiknya dalam mendidik putra-putrinya. Saat mengajar, ia tak keberatan dibantah. Dalam menerangkan persoalan, ia tak akan berhenti sebelum anak-anaknya paham. Pekerjaan dan kegiatan politiknya amat padat, tapi ia memastikan waktunya tersedia untuk mengajar anak-anak. Biasanya saat makan pagi, siang, atau malam. Sambil makan, dia bercerita hingga berjam-jam. ”Karena pandai berhumor, pembicaraannya memikat dan tak membosankan,” kata Solichin Salam dalam Hadji Agus Salim: Pahlawan Nasional. Dia juga tak pernah marah. Kepada Solichin— penulis tokoh-tokoh sejarah—istri Salim sempat menceritakan sikap suaminya dalam pendidikan anak-anaknya. ”Kami dilarang memberikan kualifikasi kepada anak-anak, misalnya, ’kamu nakal’ atau ’kamu jahat’, itu tidak boleh.” Prinsip dasarnya membuat anak-anak menjadi senang—dan bukan semata-mata membuat mereka pintar. Intinya, dia menghendaki agar pertumbuhan dan perkembangan jiwa anak tak terkekang oleh kehendak dan perintah orang tua. Orang tua hanya berkewajiban membimbing dan

menuntun. Kebebasan diberikan untuk memberi kesempatan tumbuh-kembang jiwa serta bakat anak secara wajar. Nah, dengan model pendidikan itu, anak-anak Agus Salim meraih sukses dalam hidup mereka. Putri sulung Salim, Theodora Atia, aktif dalam gerakan Wanita Islam dan organisasi Lembaga Indonesia Amerika. Anak kedua, Jusuf Taufik Salim, pernah bekerja pada Inter Vista, sebuah biro iklan, dan kemudian menjadi penerjemah. Islam Basari Salim, anak keenam, menjadi tentara dengan pangkat kolonel dan pernah menjabat atase militer Indonesia di Cina. Bibsy adalah putri bungsu. Dia bekerja di sebuah perusahaan asuransi sebelum menikah dengan Soenharjo, mantan konsul di Jepang. Bibsy juga pernah bekerja di perusahaan asing—dan dikenal sebagai penyair. Pada 1998, dia meluncurkan antologi Hearts & Soul, kumpulan puisi yang ditulisnya sepanjang 1962-1998. Dalam antologi tersebut, dari 50 sajak, tercatat 11 sajak ditulis dalam bahasa Indonesia, 2 dalam bahasa Prancis, dan sisanya dalam bahasa Inggris. Bibsy, yang mulai aktif menulis puisi sejak 1962, memang seorang poliglot (mampu menguasai banyak bahasa)—seperti halnya sang ayah. ●

18 AGUSTUS 2013 |

| 101


A G U S

S A L I M

PULANG KAMPUNG DEMI SEKOLAH PRIBUMI Agus Salim membesarkan HIS Koto Gadang untuk menyaingi HIS pemerintah Belanda.

L

IMA pemuka masyarakat itu

duduk santai di ruang tamu Balai Adat Koto Gadang di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Rabu dua pekan lalu, di ruang yang dindingnya dipenuhi potret tokoh asal Koto Gadang tempo dulu itu, mereka berbincang tentang masa kecil pada akhir 1930-an. Tak jarang pembicaraan dan ungkapan terlontar dalam bahasa Belanda. Bahkan sesekali, di hadapan buku berisi kumpulan lagu Belanda, mereka menyanyi bersama. ”Semua orang tua seusia kami di Koto Gadang lancar berbahasa Belanda,” kata salah satu dari mereka, M. Rusdi Inyiak Rajo Lelo, 83 tahun, kepada Tempo. Siang itu Rusdi bernostalgia bersama Jusuf Zakir Tuanku Indo Marajo, 85 tahun, Rusli Syarif Sutan Marah Laut (80), Nurdin Nursin Sutan Rajo Ameh (74), dan Heratina Mahzar (72). Keterampilan berbahasa Belanda mereka peroleh tatkala mengecap pendidikan di Hollandsch Inlandsche School (HIS) Koto Gadang. Sekolah ini didirikan oleh sejumlah tokoh dan kaum terpelajar di Koto Gadang pada 1912. Salah satunya Haji Agus Salim. Kisah HIS Koto Gadang memang tidak luput dari nama Agus Salim. Dalam buku

102 |

| 18 AGUSTUS 2013

Seratus Tahun Haji Agus Salim disebutkan Salim mendirikan HIS setelah dia berhenti bekerja di Bureau voor Openbare Werken (Dinas Pekerjaan Umum pemerintah Hindia Belanda) di Batavia. Salim keluar lantaran permintaan tambahan cutinya untuk pulang kampung ditolak atasannya. ”Ia kemudian memutuskan kembali ke Koto Gadang dan mendirikan HIS.” Tekadnya mendirikan sekolah didasari persinggungannya yang intens dengan Belanda. Sebagai pribumi, ia kerap mengalami dan menyaksikan perlakuan diskriminatif pemerintah Belanda terhadap penduduk daerah jajahan. Pengalaman di sekolah dasar ini membekas dalam diri Salim dan membuatnya ingin melepaskan diri dari segala hal yang berbau Belanda. Salim bahkan sejak awal perkawinan telah menganjurkan istrinya, Zainatun Nahar, untuk banyak membaca dan belajar. ”Kalau kita punya anak nanti, tak usah kita sekolahkan mereka ke sekolah Belanda. Kita sendiri harus mengajar mereka!” ujar Zainatun menirukan ucapan tegas Salim. Pernyataan Zainatun itu direkam oleh putra-putrinya beberapa tahun sebelum ia wafat pada 1977. Menurut Heratina, salah seorang alumnus HIS Koto Gadang, kepulangan Agus Sa-

lim untuk menikah berbarengan dengan pendirian HIS oleh masyarakat Koto Gadang. Salim saat itu baru setahun pulang dari Jeddah, Arab Saudi, lalu bekerja di Batavia. ”Karena tidak boleh cuti lama, akhirnya dia berhenti dan diminta masyarakat Koto Gadang menjadi guru di HIS karena dianggap jenius dan hebat,” katanya. HIS Koto Gadang awalnya berdiri dengan nama HIS Studiefonds. Waktu itu sekolah di bawah pengelolaan perkumpulan Studiefonds ini masih berstatus partikelir alias swasta. Gedungnya dibangun secara swadaya. Pada zaman itu HIS di Koto Gadang terbilang maju karena HIS pada umumnya ada di kota dan kabupaten. ”Koto Gadang kan kampung tapi sudah berhasil mendirikan HIS,” ujar perempuan yang masih kerabat Agus Salim ini. Berdasarkan arsip Stamboek der Partie H.I.S te Koto Gadang, pendaftaran pertama jatuh pada 5 Juli 1912, dengan masa belajar perdana dimulai tiga bulan kemudian. Ayah Heratina, Mahzar bin Soetan Maharadja Kassier, merupakan pendaftar keempat dari total 151 murid angkatan pertama HIS. Di urutan pertama adalah kakak Mahzar, Moesbar bin Soetan Maharadja Kassier. Kakak-adik ini kelak sama-sama menjadi dokter.


Sekolah HIS yang didirikan Haji Agus Salim kini menjadi SD Negeri 08 Koto Gadang, Kabupaten Agam. TEMPO/FEBRIYANTI

Heratina mengatakan peran Salim bersama HIS juga terekam dalam buku laporan tahun ketiga Vereeniging Studiefonds Koto Gadang. Di dalamnya tertulis selain menjadi pengajar, Salim diangkat sebagai penasihat HIS. Sayangnya, masa baktinya bersama HIS hanya tiga tahun. ”Tak lama sesudahnya aku kontak pertama kali dengan Sarekat Islam. Aku masuk dunia pergerakan,” ujar Salim seperti dikutip dalam Seratus Tahun Haji Agus Salim. Muncul spekulasi yang menyebutkan kepindahan Salim ke Jawa karena gagal mendapat diploma hoofdacte yang akan memberinya hak sebagai guru HIS. Namun, yang pasti, Salim membesarkan HIS Koto Gadang lantaran ketidakpuasannya terhadap sejumlah HIS kepunyaan pemerintah Belanda. HIS Koto Gadang juga terbilang unik. Selain menjadi HIS swasta pertama, semua guru berasal dari Koto Gadang meski pengajarannya menggunakan bahasa Belanda. Lulusan sekolah ini bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, seperti MULO, HIK, Huishoudschool, dan STOVIA. Melihat kesungguhan warga Koto Gadang mendirikan HIS, akhirnya pada 1 Juli 1929 HIS Studiefonds diambil alih oleh pemerintah dan dijadikan Gouvernements

Hollandsch Inlandsche School atau HIS Gouvernements. Muridnya 207 orang dengan jenjang tujuh kelas. Sejak itu, pemerintah membiayai pengoperasian HIS. Sayangnya, hal ini tak berlangsung lama. Perjalanan HIS sempat terseok pada 1934, saat statusnya diturunkan menjadi sekolah standar. Krisis ekonomi yang melanda dunia ketika itu membuat pemerintah Belanda berhemat. Selama tiga tahun, subsidi untuk HIS dikurangi secara perlahan. Pengelolaannya juga dikembalikan ke Studiefonds Koto Gadang. Azizah Etek, Mursjid A.M., dan Arfan B.R., dalam buku Koto Gadang Masa Kolonial, mengatakan para petinggi Studiefonds Koto Gadang memperjuangkan HIS tetap disubsidi pemerintah. Ninik mamak penghulu berusaha mempertahankan HIS agar tak menjadi sekolah standar. Namun upaya ini gagal. Kabar baik datang saat Datuk Perpatih, warga Koto Gadang yang menjadi anggota Volksraad di Betawi, berhasil mempertahankan HIS dan membatalkan rencana perubahan ke sekolah standar. Di ruang tamu Balai Adat, Rusdi memutar kembali memorinya saat menuntut ilmu di HIS. Ia mulai belajar bahasa Belanda saat duduk di kelas II. Tak hanya seba-

gai bahasa pengantar di sekolah, bahasa Belanda dipraktekkan di rumah, sehingga ibunya menguasainya. Rusdi juga belajar ilmu berhitung, ilmu bumi, budaya, dan sejarah Belanda. ”Kami jadi tahu berapa jumlah kincir angin di Belanda.” Kini semua itu tinggal kenangan. Gedung HIS lenyap tak berbekas. Tak ada lagi ruang kelas berdinding kayu dan beratap seng di areal seluas 825 meter persegi itu. Sekolah rendah ini telah dihancurkan saat dijadikan SD Inpres pada 1980-an dan menjadi SD Negeri 08 Koto Gadang hampir 30 tahun kemudian. Gedung HIS telah digantikan oleh gedung dua lantai berdinding beton yang berdiri di sisi kanan Jalan Mr Mohamad Nazif, 200 meter sebelah kiri persimpangan di depan Balai Adat. Di dalamnya terdapat enam ruang kelas, satu ruang perpustakaan, dan satu ruang majelis guru. Heratina sangat menyayangkan hancurnya gedung HIS. Tidak hanya bersejarah, sekolah itu juga telah melahirkan banyak dokter. ”Kami ingin membangunnya lagi seperti dulu,” kata perempuan yang menjadi Wakil Ketua Badan Permusyawaratan Nagari Koto Gadang ini. Ironisnya, tak ada satu pun jejak HIS Koto Gadang di sana, sekalipun cuma selembar potret. ●

18 AGUSTUS 2013 |

| 103


A G U S

S A L I M

PENGAJAR ISLAM RASIONAL DI CORNELL UNIVERSITY Agus Salim gembira bisa mengajar di Cornell. Amerika tempat yang menguntungkan untuk mengantarkan pesan Islam ke seluruh dunia.

K

LEK! Terdengar suara gagang pintu dibuka. Seisi ruangan menatap ke arah pintu. ”Awas, kiai datang,” bisik mereka hampir bersamaan. Sebagian bergegas memasukkan botolbotol anggur ke lemari. Mereka khawatir kena ”semprot”. Ternyata Haji Agus Salim, yang baru masuk, malah berkata, ”Tak ada minuman hangat dalam cuaca dingin begini enggak sempurna.” Semua tertawa. Wine pun kembali disajikan. Kenangan itu terjadi pada akhir musim dingin Januari 1953 di sebuah club house tempat berkumpul dosen di Cornell University, Ithaca, Amerika Serikat. Saat itu, Salim mengajar agama Islam sebagai dosen tamu. Emil Salim, 83 tahun, menceritakan kembali kisah yang didengarnya langsung dari pamannya itu kepada Tempo. ”Om tahu batas. Ia tidak mabuk. Tubuhnya yang dihangatkan, bukan otak,” kata Emil di kantor Dewan Pertimbangan Presiden, Jakarta, awal Juli lalu. Tahun ini tepat 60 tahun sejak Agus Salim pertama kali menginjakkan kaki di kampus tersebut. Walau sudah lebih dari setengah abad, jejak Salim masih bisa ditemukan. Di arsip Perpustakaan Kroch, salah satu dari 17 perpustakaan di Cornell,

104 |

| 18 AGUSTUS 2013

catatan tentang Agus Salim bisa dilihat di salah satu map yang terjepit di antara koleksi lain. Di dalamnya tersimpan salinan surat lama yang diketik dan ditulis tangan oleh Salim. Ada juga sehelai telegram tahun 1953 yang sudah menguning, beserta kertas pengumuman Cornell tentang dua kelas baru yang akan diberi materi kuliah oleh Salim pada semester musim semi. Saat itu, Salim begitu masyhur. Di kalangan mahasiswa, ia disebut ”Kakek Agung Indonesia” (”The Grand Old Man of Indonesia”). Menurut Emil, waktu itu pamannya berhasil menjelaskan kepada publik di Amerika bahwa Islam bukanlah agama perang. Islam diperkenalkan sebagai agama rasional. Karena itu, pamannya tidak mengharamkan minum alkohol. Sebab, menghangatkan tubuh dengan minuman di musim dingin, baginya, adalah rasional. Sebaliknya, kata Emil, Salim tidak suka Islam yang tidak rasional. Misalnya puasa yang mengikuti waktu matahari terbit dan terbenam. Ketika tinggal di Amerika, Salim selalu sahur pukul 4 subuh dan berbuka pada pukul 7 malam, sesuai dengan waktu Amerika berbuka seharusnya pukul 10 malam. ”Kalau tinggal di Kutub Utara, kapan bukanya?” ujar putra Bay Salim, adik Haji Agus Salim, ini.

Agus Salim menjadi penghulu di Cornell University. DOK. FATIMAH SHADILY

Saat masih menjadi mahasiswa, Ketua Dewan Pertimbangan Presiden ini beberapa kali bersua dengan pamannya di rumah di Jalan Gereja Theresia Blok 20 (kini Jalan KH Agus Salim Nomor 72), Menteng, Jakarta. Rumah itu sekarang sudah dibongkar dan menjadi bangunan baru. Menurut Emil, pamannya selalu menekankan beragamalah dengan memakai otak. ”Kalau puasa di Amerika jangan melihat matahari,” kata Emil mengutip pamannya itu. Adalah George McTurnan Kahin, Direktur Program Asia Tenggara Cornell University, yang mengundang Salim mengajar. Awalnya permintaan Kahin itu tidak ditanggapi Salim. Dia merasa minder karena cuma lulusan Hogere Burger School. Setelah diyakinkan, Salim akhirnya bersedia—dengan catatan bisa membawa istrinya, Zainatun Nahar, ke Amerika. Saat itu, Kahin mengiyakan syarat Salim. ”Kakek saya berangkat naik American Airlines,” ujar Dyon Soenharjo, cucu Salim, yang menuangkan materi kuliah kakeknya itu ke buku Pesan-pesan Islam yang tebalnya 389 halaman, pada kesempatan terpisah. Kahin memang dekat dengan Salim. Dalam buku Seratus Tahun Haji Agus Salim (1984), disebutkan Kahin mengenal Salim di Yogyakarta pada 1948. Saat itu, Sa-


Agus Salim bersama anggota staf Cornell University. REPRO BUKU SERATUS TAHUN AGUS SALIM

lim menjabat Menteri Luar Negeri. Kahin sendiri wartawan kantor berita Amerika, Overseas News Agency. Saking dekatnya, Salim memfasilitasi pengiriman berita Kahin dengan sandi Republik Indonesia melalui saluran diplomatis via New Delhi. Sebagai dosen tamu, Salim mengajar dua kelas serta memberikan kuliah tentang agama Islam dan pengaruhnya di Asia Tenggara dan Timur Tengah, khususnya Indonesia dan Pakistan. Semua perkuliahannya disampaikan dalam bahasa Inggris dan direkam. Ada 31 materi kuliah. Perkuliahan Salim digelar setiap Sabtu pukul 11 siang. Yang hadir, menurut buku Seratus Tahun Haji Agus Salim, begitu banyak. Padahal waktu itu adalah masa mahasiswa menyiapkan acara malam Minggu. Yang menjadi daya tarik dari Salim, menurut Dyon, adalah gaya mengajarnya nyentrik. Walau berjas dan berdasi, saat mengajar, Salim selalu memakai peci khusus yang bagian sampingnya bisa dibuka. Bila cuaca dingin, peci itu bisa menutupi kupingnya. Peci itu, menurut Emil, dibuat sendiri oleh Salim dan mulai dipakai sejak 1930-an ketika ia aktif di Sarekat Islam. Kekhasannya yang lain adalah rokok kretek. Rokok menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi Kahin. Selain bertugas

menjinjing tas Salim, ia harus menjamin agar Salim selalu bisa merokok. Kalau tidak, Salim tidak mungkin memulai kelas. Tapi ada juga keuntungannya. Tatkala ruang kuliah dipindahkan, mahasiswa hanya perlu mengikuti bau kreteknya. Salim juga menjadi penghulu dalam upacara pernikahan Islam yang pertama kali dilakukan di Cornell pada 19 Mei 1953. Pasangan yang menikah adalah Yulia Madewa, saat itu 29 tahun, dan Hassan Shadily, 32 tahun, dua mahasiswa Indonesia. Upacara pernikahan dilakukan di Annabel Taylor Hall, kapel universitas yang masih digunakan untuk acara khusus sampai hari ini. ”Ayah memakai baju Teluk Belanga dan ibu memakai kebaya. Baju-baju itu pinjam dari Paatje dan Maatje (panggilan Salim dan istrinya),” kata Fatimah Shadily, yang lahir pada 20 April 1954, di Ithaca, kepada Tempo, akhir Juli lalu. Bersama Profesor John M. Echols dari Cornell University, Hassan menyusun Kamus InggrisIndonesia yang sangat terkenal. Pada awal April, Salim diundang memberikan ceramah di acara Majelis Umum Simulasi Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang berlangsung di Myron Taylor Hall Cornell University. Pembicara lainnya adalah Duta Besar Israel untuk PBB, Abba Eban. Di de-

pan 350 mahasiswa dari 62 universitas seluruh Amerika, kedua pembicara memberikan pandangannya mengenai persoalan dunia pada tahun itu. Salim fasih berbicara dalam lima bahasa dan pandai mengemukakan pendapat. Kahin pernah dibuat terperangah mendengar percakapan dalam bahasa Prancis antara Ngo Dinh Diem, yang baru diangkat menjadi Perdana Menteri Pemerintah Vietnam Selatan, dan Salim. Percakapan itu terjadi di Ruang Pertemuan Tenaga Pengajar Cornell University, dan Kahin duduk di tengah kedua orang tersebut. Dalam buku Seratus Tahun Haji Agus Salim, Kahin menulis bahwa percakapan Diem dan Salim begitu intim. Tapi Salim mendominasi yang membuat Diem banyak diam. Dalam pertemuan The Indonesia-Pakistan Cultural Association, 9 Desember 1953, di Jakarta, dalam pidatonya, Salim mengaku gembira bisa mengajar di Cornell. Ia senang karena Amerika merupakan tempat yang tepat untuk mengantarkan pesan Islam ke seluruh dunia. Dalam kedinginan cuaca bersalju, Salim menjumpai kehangatan: persahabatan sejati. ”Saya hanya berkumpul selama empat bulan di sana. Rasanya sudah bersahabat seumur hidup,” ujar Salim. ●

18 AGUSTUS 2013 |

| 105


A G U S

S A L I M

HARI-HARI TERAKHIR OUDE HEER Diplomasi rokok kretek hingga pernikahan Sukarno-Hartini.

Suasana di depan rumah Haji Agus Salim saat jenazah akan dikebumikan di TMP Kalibata.

K

ABAR itu tiba di Kobe mela-

lui telegram. ”Ayah sakit, tidak fatal tapi kritis.” Membaca kabar dari rumah, Siti Asiah, yang akrab disapa Bibsy, pun sangat terkejut. Putri kedelapan Agus Salim itu tengah berada di Jepang mengikuti suaminya yang bertugas di Konsulat Jenderal Indonesia. Rasa sedih pun menyergap perempuan yang tengah hamil anak pertama itu. ”Saat itu, saya tidak punya uang untuk pulang. Tapi saya ingin menjenguk Ayah,” kata Bibsy mengenang hari-hari terakhir sang ayah. Ia menemui suaminya, Soenharjo, di kantor Konsulat Jenderal Indonesia. ”Suami saya langsung meminjam uang agar saya dapat kembali ke Jakarta,” ujar perempuan 84 tahun itu bulan lalu. Mengingat usia kandungannya yang mulai tua, Soenharjo berpesan agar istrinya tidak memaksakan diri ke Jepang dalam waktu dekat. Bahkan keduanya sempat berencana Bibsy melahirkan anak kedua mereka, Ilham Soenharjo, di Jakarta. Takdir berkata lain. Saat Bibsy tiba di Jakarta pada 4 November 1954, jasad Salim telah masuk ke liang kubur. Padahal ia hanya terlambat setengah jam dari upacara pemakaman kenegaraan di Taman Ma-

106 |

| 18 AGUSTUS 2013

kam Pahlawan Kalibata, Jakarta. ”Saya tidak menyesal pulang. Karena yang paling penting saya dapat menghibur orang yang ditinggalkan, terutama Mama,” tutur Bibsy seraya menghela napas. Selama sepekan, Bibsy tinggal di rumah terakhir tempat ayahanda mengembuskan napas terakhir. Di rumah yang terletak di Jalan Gereja Theresia (kini Jalan KH Agus Salim 72), ia sempat menemani ibunya, yang terpukul atas kepergian sang suami. Menurut Bibsy, Mama alias Maatje memang sangat dekat dengan suaminya. ”Mama sangat menyayangi Ayah. Adapun Ayah sangat menghormati Mama.” ●●●

BIBSY bersyukur sempat bertemu dengan orang tuanya saat mereka berkunjung ke Jepang, sekitar setahun sebelum Salim wafat. Saat itu, orang tuanya baru mengunjungi penobatan Ratu Inggris, Elizabeth II. Dengan menumpang kapal, mereka singgah di Yokohama dan bertemu dengan anak mereka sebelum kembali ke Amerika Serikat. Dalam pertemuan itu, Bibsy beroleh cerita langsung dari sang ibu tentang pertemuan Salim dan Pangeran Philip, suami Ratu Elizabeth. ”Sementara cerita yang

DOK. KELUARGA

beredar di berbagai media sempat simpang-siur, ini adalah cerita dari orang kedua Ayah alias Mama,” ucap Bibsy. Dalam penobatan Elizabeth, yang menggantikan ayahnya yang mangkat pada 4 Juni 1953, Salim diutus mewakili pemerintah Indonesia bersama Sri Paku Alam IX. Saat jamuan makan malam berlangsung di Buckingham Palace, Salim melihat Duke of Edinburgh, suami sang Ratu, dikelilingi bangsanya sendiri. ”Ayah melihat Pangeran masih sangat muda sehingga canggung meninggalkan lingkaran itu,” Bibsy berkisah. Padahal, di antara tamu kehormatan yang hadir, tampak Raja Arab Saudi hingga putra mahkota Jepang saat itu, Akihito. Agus Salim, yang kerap disapa Oude Heer, kemudian menghampiri Pangeran Philip dan melambai-lambaikan rokok kretek yang telah disulutnya. ”Apakah Paduka mengenal bau rokok ini?” ia bertanya. Pangeran Philip menjawab ragu. ”Rasanya saya tidak mengenal aroma ini, Tuan,” kata Philip dengan sopan. Sambil tersenyum Salim berkata, ”Inilah yang menyebabkan bangsa Paduka beramai-ramai mendatangi negeri saya.” Sang Pangeran tertawa sehingga suasana pun menjadi cair. Ia kemudian bergerak


Presiden Sukarno melayat jenazah Haji Agus Salim di rumahnya di Jalan Theresia. DOK. KELUARGA

luwes menghadapi para tamu kehormatan dari berbagai negara itu. ”Ayah tidak berniat merokok dalam acara kenegaraan itu. Tapi itu adalah diplomasi Ayah untuk melepaskan Pangeran Philip dari lingkaran bangsanya sendiri,” tutur Bibsy. Salim sudah diwanti-wanti agar tidak melakukan kebiasaannya itu di Westminster Abbey, saat penobatan Elizabeth berlangsung. Hal ini ditegaskan Robert Brash, Duta Besar Inggris untuk Indonesia pada periode 1982-1984. Dalam penobatan Ratu pada 1953, Brash muda adalah diplomat pendamping Salim. Dalam Seratus Tahun Haji Agus Salim, Brash menulis sang tamu agung terusmenerus merokok selama di mobil menuju Westminster Abbey. ”Saya minta ia berjanji harus berhenti merokok sebelum memasuki gedung,” demikian tulis Brash. Tapi aksi Salim dan rokok kreteknya di Buckingham Palace rupanya memiliki makna khusus bagi Pangeran Philip. Kepada Bibsy, Maatje bercerita bahwa Pangeran Philip menghampiri Salim saat pasangan kerajaan hendak meninggalkan Westminster Abbey. Kepada istrinya, Philip mengenalkan Agus Salim, ”Gentleman ini berasal dari Indonesia.” ●●●

SETELAH berkunjung ke Jepang, Salim dan istrinya kembali ke Amerika Serikat untuk menghadiri seminar Kebudayaan Islam yang diselenggarakan Princeton University pada Agustus 1953. Bagi Salim, acara ini sangat berarti karena menyatukan ulama dan fukaha dari semua negara Islam di dunia untuk pertama kali. Dalam ceramah pertemuan Asosiasi Kebudayaan Indonesia-Pakistan di Jakarta, 9 Desember 1953, ia mengungkapkan seminar yang diselenggarakan atas kerja sama Perpustakaan Kongres Amerika Serikat itu adalah pengalaman perjalanan luar negeri paling mengesankan. ”Kaum muslimin yang diwakili di sana beraneka ragam. Dari utusan Turki, yang berkukuh bahwa syariat tidak sesuai sebagai dasar perundangan modern, hingga Kadi Agung dari Sanaa, yang menerangkan tepatnya syariat sebagai dasar konstitusi Yaman,” ujar Salim dalam pidatonya. Kunjungan ke Princeton mengakhiri petualangan Salim dan istrinya ke luar negeri. Meski kondisi kesehatannya makin turun, dia tetap beraktivitas di kampung halaman. Ia sempat mempersiapkan diri mengajar di Perguruan Tinggi Ilmu AlQuran Yogyakarta (kini Universitas Islam Sunan Kalijaga). Tapi, hingga akhir hayat-

nya, ia tak sempat mengajar di sana. Perayaan ulang tahun Salim ke-70 pada 8 Oktober 1954 berlangsung meriah. Selain dihadiri Presiden Sukarno, para sahabat dan muridnya mempersembahkan kompilasi tulisan dalam sebuah buku berjudul Djedjak Langkah Hadji Agus Salim. Ia juga sempat memberikan wawancara khusus yang terakhir kepada wartawan harian Indonesia Raya, Kustiniyati Mochtar. Wawancara sehari sebelum perayaan ulang tahun ke-70 itu berlangsung seraya Agus Salim berbaring di tempat tidur. Agar tak melelahkan, wawancara disepakati hanya 30 menit, ditandai bunyi weker. Salah satu hal menarik yang terungkap dari wawancara itu adalah tanggapan Salim mengenai pernikahan Sukarno-Hartini yang menghebohkan saat itu. Ia tak mau menanggapi kehebohan itu secara frontal. Salim hanya mengatakan, ”Saya telah mengecap kehidupan kekeluargaan yang amat berbahagia selama 42 tahun. Memang hidup kekeluargaan yang berbahagia itu tak ada bandingannya.” Jam weker berbunyi, dan selesailah wawancara dengan seorang tokoh pemikir Islam dan pergerakan nasional itu. Tepat 28 hari kemudian, Agus Salim kembali kepada Sang Pencipta. ●

18 AGUSTUS 2013 |

| 107


A G U S

S A L I M

H

AJI Agus Salim diminta menjadi Pemimpin Redaksi Hindia Baroe. Koran ini dimiliki beberapa orang Belanda yang “berpikiran maju”. Salim menerima dengan satu syarat: diberi kebebasan dalam mengelola. Saat itu, pada 1925, ia salah seorang pemimpin Sarekat Islam. Sebelumnya, Salim memimpin koran Neratja, yang dikenal keras terhadap rezim kolonial Belanda. Syarat tersebut diterima. Namun, seiring dengan waktu, para pemilik gerah juga dengan arus pemberitaan Hindia Baroe yang kerap mengkritik pemerintah Belanda dengan keras. Mereka meminta Salim melunak. Tak perlu berlama-lama, keesokan harinya, ia langsung mengajukan pengunduran diri. Mohamad Roem, salah seorang yang menganggap Agus Salim sebagai mentor politik, bertanya, ”Mengapa reaksinya begitu kontan? Mengapa tidak berusaha mencari waktu agar tidak tergesa-gesa pindah rumah, karena pendapatan sekonyong-konyong berhenti dan tidak dapat membayar sewa rumah lagi?” Salim menjawab panjang-lebar. Intinya ada di ujung, “Kalau saya terus menulis, hanya ada dua kemungkinan: saya tidak mempedulikan permintaan pemilik hari-

108 |

| 18 AGUSTUS 2013

an atau saya menyerah dan berkompromi dengan hati nurani saya,” ujar Salim (Mohamad Roem, 1977). Pria kelahiran Koto Gadang, 8 Oktober 1884, itu memilih yang pertama. Roem menyebut soal rumah lantaran, selama di Jakarta, Salim tinggal di satu rumah kontrakan ke rumah kontrakan lain. Ia menjalani “pola nomaden” ini bersama istri dan tujuh anaknya. Ia, misalnya, pernah tinggal di sebuah rumah di kawasan yang kini dikenal sebagai Jatinegara, Jakarta Timur. “…keluarga Agus Salim hanya menempati satu ruangan. Koper bertumpuk-tumpuk di pinggir dan beberapa kasur digulung,” kenang Roem, yang kelak menjadi Menteri Luar Negeri. Kemiskinan tak membuat Agus Salim menggadaikan integritas. Saat mengelo-

la Hindia Baroe, ia tak menjadikan harian itu sebagai corong Sarekat Islam. Pemberitaan tentang partai hanya muncul sejauh berkaitan dengan kepentingan umum. Tulisan-tulisan rekan separtai akan dimuat jika bermutu. Perkawanan bukan faktor. Tak urung ia menjadi sasaran kritik koleganya di Sarekat Islam. Ada satu contoh keteladanan Agus Salim yang lain. Suatu ketika ia ditawari menjadi Ketua Umum Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII). Dalam surat tertanggal 26 Maret 1950 kepada Zein Arief, ia menolak tawaran tersebut. Tanpa menafikan signifikansi partai politik dalam demokrasi, Salim cemas terhadap kehidupan berpartai yang salah arah dan terlampau gaduh pada saat itu. Kabinet gonta-ganti. Belum genap lima tahun merdeka, ada satu kementerian yang sudah ganti menteri sampai enam kali. Sialnya, dalam bahasa Agus Salim, para menteri diangkat “…tidak dengan memandang pelajaran, kecakapan, dan pengalaman yang lalu.” Kita ingat, PSII bukan partai gurem. Pada Pemilihan Umum 1955, partai ini meraih delapan kursi—ada di peringkat kelima, setelah Partai Komunis Indonesia, yang meraih 19 kursi di parlemen. Agus Salim menolak tawaran itu. Wangi kekuasaan tak

ILUSTRASI: EDI RM

KESEDERHANAAN, KETELADANAN YANG MENGGERAKKAN


K O L O M

Anies Baswedan*

membuatnya bertekuk lutut. Jika mengingat kisah itu hari ini, hanya ironi yang tiba-tiba meninju kepala kita. Sekarang banyak politikus hanya memiliki kemampuan finansial dan keberanian narsisistik untuk muncul di spanduk atau baliho—beberapa di antaranya dengan selera artistik yang begitu memprihatinkan. Integritas hanya selesai di bibir dan di poster, tak mengejewantah dalam laku politik. Hampir tiap hari menyeruak berita-berita para politikus, baik dari jajaran eksekutif maupun legislatif, yang menjadi tersangka kasus korupsi. Maka, meski reformasi telah bergulir selama 15 tahun, peringkat indeks persepsi korupsi Indonesia tak banyak berubah. Komisi Pemberantasan Korupsi telah bekerja keras, tapi para pencuri uang rakyat masih jauh dari tumpas. Terlalu banyak tokoh politik yang lebih mengejar kosmetik ketimbang menjadi otentik. Kita butuh politikus dan pemimpin otentik: memiliki visi dan segenap kemampuannya bakal dikerahkan demi mengejar pencapaian visi tersebut. Mereka memiliki determinasi, bukan sosok yang ciut nyali menghadapi kontroversi. Inilah elemen kenegarawanan. Para negarawan

berpikir soal generasi mendatang, sementara non-negarawan hanya berkutat soal pemenangan pemilu. Juga untuk masalah ide. Politik memang urusan merebut dan mempertahankan kekuasaan. Toh, ada perbedaan terangbenderang antara mereka yang menjajakan gagasan dan mereka yang cuma pintar memasarkan citra. Golongan kedua niscaya mengklaim juga memiliki ide. Kita tak berbicara soal orisinalitas. Tiada yang baru di bawah matahari, kata kaum bijak bestari. Namun pemeriksaan yang saksama bakal menghasilkan kesimpulan bahwa tak ada kesegaran dalam ide-ide mereka. Andai sekadar reproduksi dari ide terdahulu, minus upaya memperkaya dan menemukan pijakan di kondisi kekinian, kita layak cemas. Politik Indonesia masa kini memperlihatkan betapa miskin imajinasi—sebagian besar—politikus di negeri ini mendemonstrasikan ketidaksanggupan menemukan hal-hal substansial dalam mengelola negara. Satu contoh, secara eksplisit, pembukaan konstitusi mengamanatkan perlindungan kepada seluruh warga negara tanpa kecuali. Ini adalah janji kemerdekaan kita. Tapi masih saja ada saudara-saudara kita yang mesti mengungsi bukan karena

bencana alam, melainkan lantaran diancam pihak-pihak tertentu. Alih-alih mencokok para pengancam, para pengelola negara sibuk berdalih ini dan itu. Lalu saudara-saudara kita itu harus pergi meninggalkan kampung halaman. ■■■

SEJATINYA Agus Salim seorang politikus. Pada 1921, ia menjadi anggota Volksraad. Begitu masuk, ia membuat kejutan: berbicara di forum menggunakan bahasa Melayu (Kustiniyati Mochtar, 1984). Padahal anggota-anggota Volksraad yang lain menggunakan bahasa Belanda. Di Volksraad, Salim melancarkan kritikkritik tajam, terutama perihal ketidakpedulian Belanda terhadap rakyat jajahan. Tapi ia hanya dua tahun di sana. Bersama beberapa anggota PSII lainnya, Salim mengundurkan diri. Pasalnya, ia merasa kritik-kritiknya tak didengar. Agus Salim pergi dan menyebut kegiatan Volksraad sebagai “komedi omong yang disensor”. Beberapa tahun kemudian, Agus Salim mengusulkan Sarekat Islam mengubah gaya berpolitik. Belanda memperketat pengawasan terhadap kaum pergerakan. Sejumlah regulasi dibuat untuk menjerat orang-orang yang dianggap menyebarkan

18 AGUSTUS 2013 |

| 109


kebencian kepada rezim kolonial. Polisi makin giat mematai-matai. Hanya karena dicurigai, belum ada bukti, seseorang bisa ditangkap dan disiksa. Agus Salim lalu menyarankan politik kooperasi. Segera ide ini memantik perdebatan internal. Beberapa kolega menuduh Salim hendak masuk lagi menjadi anggota Volksraad. Intrik dan fitnah merebak. Perpecahan akhirnya tak terhindarkan. Akhirnya Agus Salim dan sejumlah rekan mendirikan Pergerakan Penyadar dan keluar dari PSII. Ironis. Beberapa tahun sebelumnya, Agus Salim memimpin aksi pendisiplinan Sarekat Islam dari unsur-unsur komunis. Bersamaan dengannya, organisasi tersebut juga memformulasikan sebuah ideologi untuk menandingi komunisme. Itu adalah oplosan dari ide Pan-Islamisme Jamaluddin al-Afghani dan reformisme-modernisme Islam ala Muhammad ‘Abduh dengan sosialisme. Agus Salim juga menjadi motor karena bacaannya paling kaya mengenai Islam dan sosialisme. Intelektualitas Agus Salim pula yang membuatnya dikelilingi para anak muda: Roem, M. Natsir, Kasman Singodimedjo, dan Jusuf Wibisono. Mereka adalah aktivis Jong Islamieten Bond (JIB). Agus Salim di-

110 |

K O L O M

S A L I M

| 18 AGUSTUS 2013

plot sebagai guru atau mentor. Dalam sebuah acara Himpunan Mahasiswa Islam, Natsir mengisahkan satu hal tentang Agus Salim. Ketika sulit memperoleh jalan keluar dari sebuah permasalahan, para pengurus JIB berpaling ke Agus Salim. Di depan orang tua itu, mereka memaparkan permasalahan. Setelah menyimak dengan cermat, giliran Salim berbicara. Panjang-lebar, dari semua aspek. Tapi tak menyinggung soal solusi. Kemudian seorang pengurus JIB angkat menyela: tapi mana jawabnya? Agus Salim menjawab, “Jawab permasalahan itu ada pada Saudara-saudara karena ini persoalan generasi Saudara, bukan persoalan saya. Lihat anak saya (sambil menunjuk anaknya yang masih kecil). Jikalau saya menggendongnya terus, kapan ia berja-

lan? Biarlah ia mencoba berjalan. Terjatuh, tetapi ia akan beroleh pengalaman dari situ” (Ridwan Saidi, 1984.) Inilah kepemimpinan yang menggerakkan. Menginspirasi, bukan mendikte. Saya kurang setuju pada pemimpin yang menawarkan diri: lihat, saya datang untuk menyelesaikan masalah Anda. Mohon maaf, itu kuno. Kepemimpinan yang dibutuhkan Indonesia saat ini adalah kepemimpinan yang menggerakkan: memberi semangat, membawa “nyawa”, menyajikan nuansa, dan menyodorkan perasaan tentang tujuan yang sama serta berkomitmen tanpa syarat (unconditional commitment) untuk menegakkan hukum di tanah ini. Kita membutuhkan pemimpin yang bersahaja, pikirannya mendalam, artikulasinya santun-cerdas, dan sikapnya tegas. Pemimpin yang mampu membuat orang yang dipimpin bergerak, turun tangan, dan berkontribusi untuk menyelesaikan masalah. Bukan pemimpin yang menumbuhkan afeksi pasif, yang membuat orang yang dipimpin terlena dan tidak bisa keluar dari jebakan pola patron-client yang mengungkung demikian lama. Kepada Agus Salim, kita bisa belajar itu semua. *) REKTOR UNIVERSITAS PARAMADINA

ILUSTRASI: EDI RM

A G U S


A G U S

S A L I M

HAJI AGUS SALIM, INDONESIA, DAN ISLAM

K

ARIER Haji Agus Salim da-

pat dipantau melalui seribu satu jendela: penerjemah, aktivis politik, wartawan, diplomat ulung, negarawan, alim, dan intelektual kelas berat. Sekiranya dulu usul RA Kartini dikabulkan pemerintah kolonial untuk memberikan beasiswa kepada alumnus terbaik Hogere Burger School tahun 1903 ini buat belajar ilmu kedokteran di Negeri Belanda, boleh jadi Salim akan menjadi manusia lain sama sekali. Tidak mustahil ia akan menjadi seorang agnostik, bahkan ateis. Atau jika manusia cerdas ini tidak berkenalan dengan kultur rantau yang merangsang potensi intelektualnya untuk berkembang sampai batas maksimal dengan radius yang sangat jauh, dengan hanya terenyak di Koto Gadang (Bukittinggi), misalnya, tentu Salim, yang nama aslinya Masjhudul Haq, hanya akan dikenal di sekitar tempat kelahirannya. Pergumulannya dengan kultur rantau telah menempa Salim menjadi manusia universal dengan wawasan kemanusiaan, keindonesiaan, dan keislaman yang mendahului zaman. Profesor Willem “Wim” Schermerhorn, ketua delegasi Belanda dalam Perundingan Linggarjati, dalam catatan hariannya

112 |

| 18 AGUSTUS 2013

tertanggal 14 Oktober 1946 menulis hanya satu kelemahan Salim, yaitu “selama hidupnya selalu melarat dan miskin”. Di antara elite Indonesia, Salim adalah salah seorang asketis sejati dalam formatnya yang sempurna. Mr Mohamad Roem menulis satu artikel dalam Seratus Tahun Haji Agus Salim (Sinar Harapan, 1984) tentang kehidupan mentornya ini pada 1920an: “Rumah itu menunjukkan rumah keluarga yang kurang berada. Tetapi waktu itu kami tak pernah menanyakan terus terang, mengapa pindah dari Gang Tanah Tinggi (ke Gang Toapekong). Tidak sempat memikirkan perasaan kasihan dengan keluarga Haji A. Salim yang hidup dalam keadaan kekurangan.” Tentu kurang masuk akal bila Salim yang melarat sebenarnya sudah menjadi tokoh penting Sarekat Islam (SI) bersama H. O.S. Tjokroaminoto dan Abdoel Moeis. Sekiranya semangat anti-penjajahannya tidak menulang sumsum dan mau terus bekerja sama dengan kekuasaan kolonial, cerita tentang asketisme di atas tidak akan pernah muncul. Roem melanjutkan: “Berpindah-pindah rumah dalam keadaan tambah memburuk ternyata sudah dalam perhitungannya. Pada waktu itu penulis ingat kepada perkataan Kasman: Leiden is Lijden.

‘Memimpin adalah menderita’.” Pada tulisan lain di buku Manusia dalam Kemelut Sejarah (LP3ES,1981), Roem memberi kesaksian lagi: “Haji Agus Salim menarik perhatian saya karena dia lain dari yang lain. Rumahnya rumah kampung. Meja dan kursinya sangat sederhana. Sangat berla– inan dengan apa yang saya bayangkan tentang seseorang yang sudah terkenal.” Roem memang dikenal dekat dengan Salim dan keluarganya. Bagi Salim, penderitaan untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsa adalah risiko belaka. Hamka dalam buku yang sama mencatat kualitas patriotisme seorang Salim: “…tidak beberapa hari sesudah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945, yang ketika itu usianya telah 61 tahun, ketika seorang wartawan asing menanyainya, ‘Bagaimana jika bangsa Belanda meminta kembali agar Indonesia diserahkan kembali kepadanya?’ Beliau menjawab, ’Daripada menyerahkannya kembali kepada Belanda, lebih baik saya bakar Indonesia ini’.” Salim, yang pernah bekerja sama dengan Belanda, sadar betul sistem penjajahan harus dilawan dengan segala kekuatan. Dalam harian Neratja, 25 September 1917, jiwa revolusioner Salim terbaca da-


K O L O M

Ahmad Syafii Maarif*

lam ungkapannya: “... dalam negeri kita, janganlah kita yang menumpang.” Sebuah hasrat kuat untuk segera lepas dari kekuasaan penjajahan. Anehnya, Salim tidak pernah ditangkap oleh aparat Belanda. Keinsafan Salim ini terutama setelah terlibat kegiatan SI, dari semula ditugasi polisi Belanda untuk memata-matai gerakan rakyat itu. Inilah tuturan Salim tentang perubahan sikap politiknya yang dramatis, seperti dikutip dari The Modernist Muslim Movement in Indonesia 1900-1942 karya Deliar Noer. Pengakuan Salim itu dimuat pertama kali dalam Bandera Islam, 2 Mei 1927: “Perkenalan pertama saya dengan organisasi ini… terjadi pada waktu saya sebagai anggota seksi politik polisi. Saya diminta untuk menyelidiki kebenaran tentang rumor yang mengatakan bahwa Tjokroaminoto telah ‘menjual Sarekat Islam kepada Jerman’ seharga f 150.000; dengan uang ini memungkinkannya untuk melakukan pemberontakan berskala luas di Jawa yang disuplai senjata oleh Jerman. Dari semula saya meyakini dua hal: pertama, bahwa rumor itu nonsens, dan kedua, bahwa jika pemberontakan itu menjadi kenyataan, itu hanyalah akan mengakibatkan suatu malapetaka besar bagi negeri dan rakyat. Saya terimalah tugas itu, tetapi pada waktu yang sama

saya juga beritahukan perwira atasan saya tentang keyakinan di atas…. Penyelidikan itu membawa saya kepada pengetahuan yang lebih dalam tentang Sarekat Islam, terutama tentang kepemimpinan Tjokroaminoto dan ini menyebabkan saya turut serta dalam gerakan itu, setelah itu saya putuskan hubungan saya dengan kepolisian.” Sekiranya tidak berkenalan dengan Tjokroaminoto—pemimpin rakyat yang sangat dikaguminya, dan masuk SI pada 1915—belum tentu Salim muncul sebagai seorang revolusioner. Sebenarnya, dalam struktur pimpinan Central Sarekat Islam (CSI) dalam Kongres 1919 di Surabaya, posisi Salim hanyalah komisaris yang mengurus divisi perburuhan dan sekaligus penasihat Tjokroaminoto. Tapi, tanpa Salim, Tjokroaminoto dan Abdoel Moeis (Wakil Ketua 1 CSI) akan kewalahan menghadapi serangan gencar SI Merah dengan tokoh-tokoh utamanya, seperti Semaoen dan Darsono. Pertarungan Islam versus Marxisme yang memanas itu, yang semula terjadi dalam tubuh SI/CSI, berlanjut sampai puluhan tahun kemudian pasca-proklamasi kemerdekaan—dengan korbannya masing-masing dalam jumlah besar. Salimlah aktor intelektual terdepan yang memberikan warna Islam ke tubuh

SI berhadapan dengan kekuatan Marxisme yang diselundupkan Henk Sneevliet melalui SI Semarang. Sneevliet, yang bernama lengkap Hendricus Josephus Franciscus Marie Sneevliet, adalah warga Belanda kelahiran Rotterdam yang berjaya memasukkan ideologi Marxisme ke Indonesia. Ideologi kiri yang sedang di atas angin inilah kemudian yang memecah-belah SI menjadi SI Putih dan SI Merah. Sejak perpecahan itu, SI semakin kehilangan daya sebagai kekuatan politik rakyat terjajah berhadapan dengan sistem kolonial. Trio Tjokroaminoto-Moeis-Salim tidak pernah berhasil mengembalikan kebesaran SI, yang mencapai puncaknya pada 1916. SI Merah, yang kemudian pada Mei 1920 menjadi Partai Komunis Indonesia, oleh Salim dicap sebagai kekuatan politik yang “membahayakan kesatuan Islam”. Kelebihan Salim terutama terlihat pada kekuatan intelektualismenya yang sangat mengesankan Tjokroaminoto, bukan pada posisinya dalam struktur CSI. Tapi saya belum punya data apakah Salim pada saat pergumulan ideologis yang sengit itu telah membaca Das Kapital karangan Karl Marx, seperti halnya Tan Malaka, Sukarno, Hatta, dan Sjahrir. Sengaja disinggung Das Kapital, yang

18 AGUSTUS 2013 |

| 113


telah jadi semacam kitab suci kaum pergerakan Indonesia, karena Salim dalam beberapa artikelnya pada 1925-1953 tak khusus berbicara tentang Marxisme. Paling-paling ketika Semaoen dan Tan Malaka dalam Kongres Nasional VI SI, Oktober 1921, menuduh pimpinan pusat SI “sebagai bersifat kapitalis dan antisosialis” karena menolak prinsip perjuangan kelas seperti yang diajarkan Marx, reaksi Salim terasa lebih bercorak defensif. Seperti dikutip dari Nationalism and Revolution in Indonesia karangan George McTurnan Kahin (Cornell University Press, 1970), Salim mengatakan: “…bahwa Muhammad telah menyampaikan sistem ekonomi sosialis dua belas abad sebelum Marx lahir.…” Salim ketika itu tidak menyinggung situasi umat Islam di muka bumi yang centang-perenang selama berabad-abad. Memang sulit melawan gelombang Marxisme global di saat dunia Islam, termasuk Indonesia, sedang di tikungan terendah peradaban manusia. Sekalipun AlQuran melalui Nabi Muhammad di era Mekah (610-622) telah berbicara lantang tentang absennya keadilan dan pembelaan keras terhadap masyarakat marginal yang merupakan mayoritas penduduk Mekah, pesan universal ini telah lama tertimbun abu sejarah, dibenamkan oleh para pe-

114 |

K O L O M

S A L I M

| 18 AGUSTUS 2013

nguasa muslim despotik dan mabuk kekuasaan. Semaoen dan Tan Malaka dengan senjata Marxismenya merasa berada pada posisi atas setelah Vladimir Ilyich Lenin memenangi Revolusi Oktober 1917 di Rusia. Tjok– roaminoto, Salim, dan Moeis secara empiris tampaknya menemui kesukaran untuk mematahkan dalil-dalil sosialisme SI Merah. Jalan yang aman adalah menegakkan disiplin organisasi dengan mengeluarkan kekuatan merah dari tubuh SI dengan risiko kehilangan semangat radikalnya. Karier politik Salim telah menyatu dengan seluruh napas perjuangan kemerdekaan Indonesia dengan visi Islam moderat, ramah, damai, dan sangat maju. Kebesaran Salim sebenarnya tidak bergantung pada dukungan suatu partai politik, karena diri dan pemikirannya telah menja-

di institusi tersendiri. Setelah Tjokroaminoto wafat pada 1934, Salim berselisih dengan Abikoesno Tjokrosoejoso, adik kandung Tjokroaminoto, tentang masa depan SI. Lalu didirikannya Partai Penyadar sebagai tandingan SI Abikoesno. Kedua sayap politik Islam ini tidak pernah membesar, baik sebelum maupun sesudah Indonesia merdeka. Tapi kader-kader SI bersama Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama pada awal November 1945 berhasil membentuk Partai Masyumi, partai Islam modern pembela demokrasi dan konstitusi. Mohammad Natsir, Mohamad Roem, Kasman Singodimedjo, Prawoto Mangkusasmito, dan Jusuf Wibisono, yang menguasai sayap politik Masyumi, tidak lain anak spiritual dan intelektual Salim saat mereka aktif dalam gerakan pemuda Jong Islamieten Bond, yang didirikan pada akhir 1925. Salim adalah penasihat gerakan anak muda ini. Gagasan besar Salim tentang kemanusiaan, keindonesiaan, dan keislaman dapat diikuti dalam berbagai karyanya. Termasuk yang mutakhir adalah kumpulan kuliahnya yang memikat dan memukau di Universitas Cornell pada 1953 yang sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia di bawah judul Pesan-pesan Islam (Mizan, 2011). *) BUDAYAWAN DAN PENDIRI MAARIF INSTITUTE

ILUSTRASI: EDI RM

A G U S


Bahasa! SILANG-SENGKARUT AKSARA TWITTER Ahmad Sahidah*

ARUSKAH kicauan media sosial, seperti Twitter,

H

mematuhi aturan tata bahasa? Ya dan tidak. Namun ketidakpatuhan ini tentu tidak berakibat ganjaran, hukuman, atau sanksi sosial, kecuali dalam ujian sekolah. Hanya, ada kaitan erat antara gagasan dan ketepatan ungkapan. Di sini, setidak-tidaknya ada dua teori, yaitu Intensionalisme, yang menegaskan bahwa makna itu bisa diraih secara pasti karena bahasa bisa menampilkan diri apa adanya. Bayangkan, kalau penggunanya sesuka hati menulis istilah dan kata, khalayak akan mudah salah paham. Sedangkan teori Tanggapan Pembaca memberikan keleluasaan kepada pembaca untuk mengail pesan dari sebuah ujaran, betapapun susunannya kacau. Bahkan, meskipun kalimatnya tertib, tafsir terhadap teks senantiasa mengandaikan banyak makna. Kita acap menemukan banyak kicauan di Twitter yang berbau bahasa lisan, karena percakapan di media sosial ini sering mengandaikan pertukaran sapaan dan keakraban. Sepertinya bahasa resmi tak sesuai dengan gaya percakapan yang lebih santai dan emosional. Apalagi, lema tweet, sebagai kata dasar Twitter, bermakna ”kicau bunyi burung kecil” dan secara kiasan ”bercakap kosong”. Betapapun kata padanannya juga sering digunakan—untuk mengelak dari makna kedua dari ”kicau” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai ”tipu” dan ”kecoh”—pemilik akun memilih kata twit sebagai pengalihsuaraan dari kata asal. Menariknya, kata twitter yang diandaikan oleh kamus Cambridge sebagai ”pengicau sesuatu yang tak begitu penting secara singkat” (1997, halaman 1574) bisa bergeser menjadi pengicau gagasan yang panjang dan berguna melalui kultwit, singkatan dari kuliah twit. Aneh, mereka yang mengenal susunan DM malah secara sewenang-wenang memanfaatkan struktur MD bahasa Inggris. Lebih aneh lagi, kuliah yang digambarkan sebagai ajang penyemaian pengetahuan secara ilmiah malah dikicaukan. Sebaliknya, untuk menunjukkan perang kata-kata di microblogging ini, pengguna membuat tanda # (hashtag) di depan kata twitwar untuk menunjukkan apa yang ditulis sebagai adu hujah. Ketidakajekan ini menunjukkan memang belum ada pedoman untuk penyeragaman istilah. Selain itu, tak hanya di sini, di negara asalnya, pengguna Twitter memanfaatkan media sosial ini untuk menyebarkan ideologi tertentu. Hanya, mereka menulis sebuah ide atau seruan dengan taat asas, yaitu sesuai dengan tata bahasa dan tanpa singkatan sewenang-wenang. Kicauan akun @Edward_Abbey yang sering memanfaatkan jumlah karakter dengan baik, seperti ”Religious environmentalism is a joke considering that re-

ligious organizations work to subdue the revolutionary of the masses”, adalah salah satu contoh. Banyak akun serupa mengicaukan pandangan kritis tentang pelbagai isu, tapi dengan bahasa baku. Mengingat bahasa Indonesia tidak seringkas bahasa Inggris, kita bisa menyiasatinya dengan memanfaatkan singkatan yang telah ditetapkan KBBI. Pembiasaan ini secara perlahan akan mengikis sikap sewenang-wenang dan membelajarkan pemilik akun untuk berbahasa secara benar. Meskipun pada mulanya kicauan dianggap cakap kosong, kalau menyimak tulisan Edward Abbey, kita menemukan gagasan yang serius. Kicauan Abbey sering berupa satu kalimat yang bernas dan tepat memenuhi syarat batas kicauan, yang tak lebih dari 140 karakter. Sedangkan di sini kita sering menemukan kicauan yang tak hanya ditulis seenaknya, tapi malah dihubungkan dengan kaitan (link) berita, video, dan penggabungan beberapa kultwit dalam chirpstory. Salah sebuah akun penerbit ternama menyebut pengikutnya dengan tuips. Kata terakhir ini merupakan peminjaman dari kata tweeps. Dalam kamus online Oxford, istilah ini adalah sebutan untuk pengikut di situs media sosial Twitter, yang merupakan gabungan dari kata tweet dan peeps. Kata peep sendiri adalah ungkapan tidak resmi untuk teman. Ketidakkonsistenan pengalihan seperti ini juga berlaku pada kata retweet yang kadang ditulis ritweet. Lalu, dengan wujud kesimpangsiuran seperti ini, mungkinkah Badan Bahasa menjadi pelopor untuk mengalihbahasakan istilah-istilah teknis dalam Twitter? Tentu agak riskan karena, di negeri asalnya, kata-kata tersebut diikuti dengan kata ”informal” atau dalam KBBI ditandai dengan ”cak”. Nah, masalahnya, mengapa ragam cakapan ini menyusup pada tulisan? Jawaban dari pertanyaan di atas: Twitter itu adalah kicauan. Pemilik akun bisa sesuka hati berkicau. Akun resmi sebuah penerbitan mencampuradukkan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia, tapi para akademikus pun melakukannya. Pendek kata, setiap pemilik akun mempunyai kebebasan untuk mengekspresikan dirinya. Hanya, kalau seorang guru besar menulis kata jamak ”teman” dengan temans, mungkin kebiasaan seperti ini tidak elok karena ia bukan anak remaja lagi. Betapapun Twitter pada asalnya dikaitkan dengan bicara kosong, banyak ustad yang berbicara ihwal agama di sini, bahkan ada sebuah akun khusus yang mengunggah ayat-ayat Al-Quran. Mungkin bisa kita terima apabila partai politik menggunakan Twitter untuk berkampanye, karena ungkapan politikus sering berupa kabar burung.

... di negara asalnya, pengguna Twitter memanfaatkan media sosial ini untuk menyebarkan ideologi tertentu.

116 |

| 18 AGUSTUS 2013

● *) DOSEN FILSAFAT DAN ETIKA UNIVERSITAS UTARA MALAYSIA


SUPLEMEN KEMERDEKAAN

INDONESIA

MENUJU TRANSFORMASI EKONOMI

T

erganggunya stabilitas sosial dan politik akan berdampak pada terpuruknya sejumlah penopang pertumbuhan ekonomi. Indonesia pernah mengalaminya, di saat badai krisis 1998. Pertumbuhan ekonomi saat itu minus 13 persen, inflasi mencapai 77 persen, dan angka kemiskinan melonjak drastis. Beruntungnya, proses pemilu berjalan lancar, transisi demokrasi mulus dan

konstitusional. Alhasil, stabilitas nasional terselamatkan. Perekonomian pun, kembali pulih. Di usia yang ke-68 tahun, tantangan yang dihadapi negeri beribu pulau ini kian keras. Stabilitas nasional menjadi harga mati, demi menghadapi ujian besar: pemberlakuan ASEAN Economic Community (AEC) 2015. Tempat dimana harkat dan martabat bangsa ini dipertaruhkan.

DIPRODUKSI OLEH TIM INFO TEMPO

TONI HARTAWAN (TEMPO)

2 0 1 3


SUPLEMEN KEMERDEKAAN

INDONESIA 2 0 1 3

BERAWAL DARI STABILITAS NASIONAL Antisipasi stabilitas nasional akan menentukan perekonomian Indonesia yang tak lama lagi menghadapi ujian besar: pemberlakukan ASEAN Economic Community (AEC) pada 2015.

S

eperti api dengan asap, stabilitas sosial dan politik dengan pertumbuhan ekonomi tidak dapat dipisahkan. Terganggunya stabilitas sosial dan politik akan membuat sejumlah penopang pertumbuhan ekonomi, terutama sektor investasi dan konsumsi, terpuruk. Tidak pernah ada negara yang berhasil membangun perekonomian dalam kondisi seperti itu. Mesir bisa menjadi contoh. Revolusi pada 2011, ditambah dengan

penggulingan Muhammad Mursi sebagai Presiden Mesir oleh militer pada 3 Juli lalu, jelas berdampak pada pada perekonomian negeri itu. Sebelum revolusi, Negeri Firaun itu sempat diramalkan Goldman Sachs menjadi salah satu raksasa ekonomi baru pada 2050, setelah pemerintah berhasil mereformasi kebijakan perekonomian dalam tiga dekade terakhir. Namun, baru-baru ini PBB mengumumkan angka kemiskinan Mesir melonjak tajam, keamanan pangan pun memprihatinkan. Siapa yang mau berinvestasi di Mesir di tengah ketidakpastian ini? “Tanpa ada stabilitas politik dan kebijakan yang dapat diperkirakan, investor dan turis tidak akan kembali,� kata Caroline Freund, analis dari Peterson Institute for International Economics, Washington, seperti dikutip di Associated Press, awal Juli lalu. Indonesia juga pernah mengalaminya saat reformasi 1998. Pertumbuhan ekonomi saat itu minus 13 persen, inflasi mencapai 77 persen, dan angka kemiskinan melonjak tinggi. Kondisi ini memang efek bola salju dari krisis AMSTON PROBEL (TEMPO)

DIPRODUKSI OLEH TIM INFO TEMPO

keuangan, lalu menjadi krisis ekonomi, krisis sosial, dan berakhir dengan krisis politik. Pemulihan krisis ekonomi masa itu sangat bergantung pada kondisi politik nasional. Investor bersikap menunggu proses transisi pemerintahan yang berlangsung cepat. Di pihak lain, pemerintah juga melakukan intervensi dengan menggelontorkan stimulus fiskal untuk menjaga konsumsi domestik. Untungnya, proses pemilu berjalan lancar, transisi demokrasi berjalan baik dan konstitusional, sehingga stabilitas nasional terjaga. Perekonomian nasional pun kembali pulih. Beberapa tahun belakangan ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia berjalan dengan baik, rata-rata di atas enam persen per tahun. Bahkan saat dunia mengalami krisis ekonomi akibat kegagalan sektor kredit properti pada 2009, ekonomi nasional tetap tumbuh sebesar 4,6 persen, tertinggi di dunia setelah Cina dan India. Tahun ini, pemerintah menargetkan, pertumbuhan ekonomi sebesar 6,2 persen, sementara tahun depan 6,4-6,9 persen, lalu 7-8 persen setelah tahun 2015. Pertumbuhan itu terjadi di tengah kondisi sosial dan politik pasca-reformasi


EKO SISWONO TOYUDHO (TEMPO)

yang cenderung stabil. Penegakan demokrasi di berbagai daerah terus membaik, meskipun dalam perjalanannya ditemui sejumlah kendala, seperti munculnya kelompok radikal serta kuatnya identitas kedaerahan. Tantangan yang dihadapi Indonesia kini adalah pelaksanaan Pemilihan Umum 2014 yang sudah di depan mata. Dalam sambutannya di Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional 2013 lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan bahwa suhu politik bisa memanas akibat adanya kompetisi. Jika tidak dikelola dengan baik, kompetisi politik ini bisa menimbulkan benturan sosial yang berdampak pada terganggunya stabilitas sosial dan politik nasional. “Akibatnya bisa berpengaruh kepada perekonomian kita, dan jika perekonomian kita terganggu maka hampir pasti peningkatan kesejahteraan rakyat juga terganggu,” katanya.

Itu sebabnya, dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2014, pemeliharaan stabilitas sosial dan politik menjadi satu dari tiga isu strategis yang menjadi fokus pemerintah, selain pemantapan perekonomian nasional dan peningkatan kesejahteraan rakyat. Terkait dengan hal tersebut, awal tahun

ini Menko Polhukam Djoko Suyanto mendorong dilakukannya Operasi Terpadu yang dijalankan oleh jajaran TNI, Polri, dan Kementerian bekerja sama dengan aparat keamanan dan lembagalembaga struktural di daerah. “Kita menyukai proses demokrasi dimana kebebasan diberikan kepada masyarakat maupun perorangan tetapi kita juga menyukai bahwa masyarakat mendambakan keamanan dan kenyamanan dalam bekerja,” ujar Djoko. Antisipasi ini perlu dilakukan karena stabilitas nasional juga menentukan perekonomian Indonesia yang tak lama lagi menghadapi ujian besar: pemberlakuan ASEAN Economic Community (AEC) pada 2015. Kerja sama regional ini akan mengintegrasikan sektor ekonomi, di antaranya area perdagangan bebas serta keterbukaan pasar tenaga kerja dan arus modal antar-negara ASEAN. Menurut Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Raja Sapta Oktohari, mengatakan AEC merupakan ajang kompetisi perdagangan antara negara-negara ASEAN. Harkat dan martabat bangsa dipertaruhkan yang pada akhirnya terkait dengan kelangsungan hidup negeri ini. Itu sebabnya, HIPMI berharap stabilitas nasional bisa terkendali saat pesta demokrasi berlangsung. Bukan hanya untuk AEC, stabilitas nasional juga menjadi awal dari berbagai peluang pembangunan nasional. z MILA NOVITA (DARI BERBAGAI SUMBER)

WISNU AGUNG PRASETYO (TEMPO)

Penanggung Jawab: Gabriel Sugrahetty, Penanggung Jawab Produksi: Prasidono Listiaji, S. Dian Andryanto, Pelaksana Produksi: Mira Larasati, Penulis: S. Dian Andryanto, Hotma Siregar, Mira Larasati, Rifwan Hendri, Susandijani, V. Nara Patrianila, Mila Novita, Wawan Priyanto, Tim Info Tempo. Fotografi & Periset Foto: Lourentius EP, Tim Info Tempo. Desain: Kemas M. Ridwan, Juned Aryo Sembada, Andi Faisal, Jemmi Ismoko, Junaedi Abdillah, Setiyono. Traffic: Abdul Djalal, Muhammad Assad Islamie. Tim Iklan: Lina Sujud, Rahma Guntari, Fransisca Widita Ratri, Farisya, Ayusya Elok Puspawersti, Yoesoef Alfredo Saboe.

DIPRODUKSI OLEH TIM INFO TEMPO


PEMERINTAH KABUPATEN SORONG

aerah yang mendapatkan kebebasan karena otonomi pada dasarnya memangku tanggung jawab besar. Banyak daerah yang merayakan kebebasan tetapi kemudian kelimpungan saat ditagih tanggung jawab dan sumbangan kerjanya untuk masyarakat. Lebih banyak waktu, tenaga, dan kesempatan digunakan untuk sekadar merayakan kebebasan, kewenangan yang lebih. Tidak heran bila ujungnya banyak pemimpin daerah baru terjerembab kesandung urusan hukum. Kisah yang berbeda ditunjukkan oleh Kabupaten Sorong, Papua Barat. Kabupaten ini memanfaatkan kebebasan, kewenangan, dan peluang yang ada untuk aksi konkret bagi masyarakat. Salah satunya menggolkan pembangunan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Papua (UNIPA) atau Kampus II UNIPA yang terintegrasi dengan rumah sakit di Sorong. “Nantinya, rumah sakit di Sorong yang direncanakan jadi rumah sakit rujukan, akan jadi rumah sakit pendidikan. Fakultas Kedokteran UNIPA juga terintegrasi dengan rumah sakit ini,” kata Dr Stefanus Malak, M.Si., Bupati Sorong, Papua Barat. “Kalau tidak ada otonomi daerah, sulit sekali membangun fakultas kedokteran di daerah. Karena semua kewenangan ada di pusat. Dengan adanya otonomi, kami punya kesempatan untuk membangun,” kata Stefanus. Sekalipun ada moratorium pendirian fakultas kedokteran di Indonesia, tetapi ada dispensasi untuk kawasan Papua. Stefanus menga-

D

FAKULTAS Kedokteran UI siap menjadi pengampu dan mendampingi, hingga nantinya Fakultas Kedokteran UNIPA bisa berdiri di atas kaki sendiri.

INFORIAL

“FAKULTAS KEDOKTERAN UNIPA-UI” DI KABUPATEN SORONG takan, akan lama sekali bila mengirim satu dua orang putra dan putri Papua untuk sekolah kedokteran di Jawa. Kalau ada fakultas kedokteran di daerah, tentu lebih mudah dan cepat untuk mencukupi kebutuhan dokter di daerah. Pembangunan Fakultas Kedokteran UI-UNIPA di Sorong ini merupakan salah satu terobosan Stefanus untuk memajukan Sorong. Pemkab Sorong bekerja sama dengan UNIPA, UI dan Yapmedi (Yayasan Pengembangan Medik Indonesia) dalam menyiapkan modul. Saat ini proses perizinan pendirian sudah masuk ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Kita sudah ketemu dengan pihak UI, dan telah dirujuk untuk berdiskusi lebih lanjut dengan Yapmedi untuk persiapan

pembangunan. Paling tidak UI menyatakan kalau izin sudah turun, UI siap untuk menjadi pengampu (pendukung),” kata Stefanus. Semua pihak menyatakan antusiasnya untuk mendukung pendirian Fakultas kedokteran UI-UNIPA di Sorong ini. Proposal lengkap pendirian sudah masuk ke kementerian. Dr Suriel S. Mofu, S.Pd, Med, M.Phil, sebagai rektor UNIPA periode 20122017 menegaskan dukungan penuhnya pada rencana ini. “Saya berharap bahwa nantinya, fakultas kedokteran di Sorong ini akan melahirkan banyak ahli penyakit tropis. Malaria misalnya. Papua kan gudangnya penyakit tropis. Harusnya kita yang menguasai dari sisi keilmuan penyakit tropis,” kata Suriel, doktor lulusan Oxford, Inggris, ini yang


ikut membidani lahirnya Fakultas KEdokteran UNIPA-UI di Sorong sebagai kampus II UNIPA. Suriel menjelaskan lebih jauh rata-rata pengampuan itu lima tahun lamanya. Pada tahun pertama pengajar dari UI mendampingi para pengajar dari Papua. Biasanya setelah tahun kelima UI bisa melepas dan UNIPA bisa jalan sendiri. “Pemkab Sorong sudah siap menyerahkan 11 dokter, dari dinas kesehatan untuk jadi dosen. Untuk Pemprov Papua ada sembilan dokter. Jadi ada 20 dosen dari pemerintah daerah. Dalam tahun ini kita merekomendasikan merekrut 15 dokter lagi sebagai dosen (9 dokter umum, dan 6 dokter spesialis),” kata Suriel. Selain membangun fakultas kedokteran, UNIPA juga membangun fakultas teknik di Sorong. “Saya sudah

di Sorong berbasiskan kurikulum 2005. Tentu ada modifikasi isi bahan ajar menyesuaikan kebutuhan lapangan. Dukungan Pemda selain dalam bentuk penyediaan lahan juga memberikan dana awal. Pemkab menyediakan dana awal untuk biaya operasional pendidikan tahun 2013 sebesar Rp 5 miliar, pembangunan kampus Rp 10 miliar dengan luas areal kurang lebih 200 hektare. Selanjutnya juga melibatkan seluruh Pemkab Papua Barat dan Pemprov Papua Barat. Misalnya saja dengan mewajibkan pemkab dan pemprov mengirim dua wakilnya untuk menjadi dokter termasuk dana sumbangan Rp 1 miliar untuk setiap calon yang dikirim. “Kami juga meminta pemerintah pusat untuk mendukung dana. Sebagai salah satu universitas negeri di Indone-

bahwa sebagai kepala daerah memiliki kewenangan yang besar,” kata Stefanus. Menjawab kebutuhan nyata masyarakat jadi tugas utama pemerintah daerah. “Pada HUT kemerdekaan ini paling tidak saya menetapkan untuk membuat perubahan. Minimal satu kali setahun ada perubahan nyata di daerah. Di Sorong ini sendiri, kesehatan salah satu kebutuhan nyata,” katanya. Resep inilah yang membuat Kabupaten Sorong bisa sukses melewati jeratan eforia otonomi daerah. Menurut Stefanus, setiap daerah memiliki tantangan dan hambatannya sendiri. Setiap kepala daerah wajib menjawab setiap tantangan untuk semata-mata memenuhi kebutuhan masyarakatnya. Langkah terobosan Pemkab Sorong memang layak ditunggu. Mengingat

Dr Stefanus Malak, M.Si Bupati Kabupaten Sorong

Dr. dr. Minarma Siagiau, MS, Aifm Universitas Indonesia

Dr Suriel S. Mofu, S.Pd, Med, M.Phil Rektor UNIPA

menyediakan lahan seluas 200 hektare untuk pembangunan kampus dua ini. Otonomi khusus Papua memang berakhir beberapa tahun lagi, nah kalau sudah ada fakultas semacam ini, paling tidak ada jejak yang jelas, nyata dan berguna bagi masyarakat Papua,” kata Stefanus. Pendidikan jadi salah satu modal utama yang perlu ditambah dan dikuatkan terus menerus di Papua. Pada tahap pertama, harapannya sudah bisa menerima 50 calon dokter. Pada tahun kedua 100 dokter. Nah, pada tahun kedua ini, diperkirakan lokasi lengkap kampus sudah jadi. Menurut keterangan Yapendi, kurikulum yang diterapkan untuk pendidikan kedokteran

sia, UNIPA juga berhak mendapatkan dana,” katanya. Apalagi banyak kekhususan di ilmu yang dikembangkan. Pendirian fakultas, apalagi kedokteran bukan barang murah. Perlu banyak dana. Namun, itu semua seimbang dengan hasilnya nanti. Tercukupinya kebutuhan dokter jadi harga yang pantas didapatkan. Bupati Sorong meyakini bahwa keberadaan dokter ini konkret. Terutama di masa kini dan mendatang. “Pasti dibutuhkan. Pemerintah memfasilitasi supaya ada aksi konkret setiap tahunnya bagi masyarakat. Mendorong hal-hal konkret terjadi inilah peran pemerintah daerah. Tidak hanya sekadar unjuk keangkuhan

hingga sekarang kawasan Papua masih tertinggal jauh dalam bidang pendidikan. Dengan adanya fakultas kedokteran yang mempelajari secara khusus penyakit tropis, bisa jadi akan banyak kejutan dimulai dari tempat ini. Mengingat sampai sekarang, pendidikan kedokteran konteksnya masih dunia barat. Sorong memulai dengan cara yang cerdas untuk memangkas ketimpangan yang selama ini terjadi. Tidak hanya memangkas ketimpangan pendidikan, lewat langkah ini, jauhnya perbedaan fasilitas layanan kesehatan pada masyarakat bisa diperpendek. Apalagi dokter-dokter yang tumbuh dan lahir dari bumi Papua itu sendiri. z INFORIAL


PROVINSI SULAWESI SELATAN

emerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk ketiga kalinya secara berturut-turut berhasil mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk pengelolaan keuangan daerah dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Laporan hasil pemeriksaan keuangan tersebut diserahkan Anggota VI BPK RI Dr H Rizal Djalil kepada Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo di Gedung BPK, Jakarta, Selasa, 2 Juli 2013. “Pemprov Sulawesi Selatan meraih tiga kali berturut-turut WTP. Sulsel merupakan institusi pemerintahan pertama yang meraihnya tiga kali secara terus menerus, Hal ini membuktikan Pemprov Sulsel berhasil dalam menjalankan kinerja tata keuangannya dengan baik dan bersih,” kata Rizal, pada sambutannya di acara tersebut. Syahrul mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh jajaran Pemprov Sulsel yang telah bekerja dengan keras sehingga membuahkan penghargaan bergengsi di bidang tata kelola keuangan. Menurut Gubernur, predikat Wajar Tanpa Pengecualian yang diraih Sulsel ini juga tidak lepas dari peran Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang berkomunikasi dan memberikan penjelasan mengenai apa yang boleh dan tidak boleh. Intinya, semua harus berada sesuai jalur dan mekanismenya. Predikat WTP ini sekaligus cermin bagi keberhasilan Sulsel dalam menjalankan kerangka pemikiran yang ditekankan pada tiga hal pokok yakni agenda intelektual, management system, dan leadership.

P

PEMERINTAH Provinsi Sulawesi Selatan berhasil melakukan pengelolaan pertanggungjawaban keuangan dengan sangat baik, tidak ada penyimpangan dan tidak ada kasus korupsi.

INFORIAL

TIGA KALI BERTURUT-TURUT

RAIH WTP

“Predikat WTP ini sekaligus mencerminkan kinerja Pemprov Sulsel sepanjang tahun lalu berjalan dengan sangat baik. Apresiasi ini akan memacu seluruh jajaran di Pemprov Sulsel untuk bekerja dengan lebih baik lagi dan kami berharap dapat berdampak pada peningkatan layanan ke masyarakat,” kata Syahrul di Gedung BPK, Jakarta. Keberhasilan ini tentu tidak terlepas dari kinerja apik seluruh jajaran Pemprov Sulsel dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan. Secara garis besar, jajaran pemprov beserta dinasdinas terkait betul-betul memahami dan mengetahui tentang pelaksanaan tugas dan fungsinya, termasuk di dalamnya pengelolaan pertanggungjawaban keuangan pemerintahan yang bagus, tidak ada penyimpangan dan tidak korupsi. Bagi sebuah provinsi, lanjut Syahrul, tidaklah mudah untuk mendapatkan predikat WTP karena ada begitu banyak persyaratan yang harus dipenuhi.

Salah satunya adalah karena sebuah proses pengawasan yang terus-menerus dilakukan. Auditor dan bendaharawan ditempatkan di setiap unit kerja, agar tidak menunggu jika ada kesalahan. Begitu juga dengan e-government juga dihadirkan untuk melakukan pengawasan dari BPK langsung pada bendahara gubernur. Sehingga, transparansi, akuntabilitas, sistem partisipasi yang terbuka, membuat penyimpangan bisa diminimalkan atau tidak ada penyimpangan. Syahrul mengakui jika menghadirkan pengelolaan keuangan yang bersih dan bebas dari korupsi merupakan hal yang sangat berat bagi semua gubernur, bupati dan wali kota di Indonesia. Sehingga, banyak daerah yang pengelolaan keuangannya bermasalah karena akselerasi yang sangat tinggi dan harus dibiayai negara, daerah dan pemerintah tetapi tidak mampu diwujudkan melalui pertanggungjawaban laporan keuangan yang benar. “Kuncinya adalah jangan


pernah korupsi, jangan mau disuap,” ujar Syahrul. Soal korupsi ini, Syahrul mengakui memiliki trik tersendiri sehingga praktek korupsi Pemprov Sulsel dapat diminimalkan. Salah satunya adalah mengadakan kontrak kerja kepada setiap kepala dinas di Pemprov Sulsel. Kontrak kerja ini ditandatangani setiap enam bulan sekali. Penekanan yang tertuang di dalam kontrak kerja ini adalah pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan, termasuk di dalamnya kesepakatan untuk tidak melakukan korupsi dan suap. Kontrak kerja ini disepakati bersama, setiap

enam bulan dievaluasi. Keberhasilan dalam menjalankan roda pemerintahan ini secara signifikan berdampak pada pertumbuhan di bidang ekonomi. Dalam tiga tahun terakhir, Sulawesi Selatan berhasil mencapai pertumbuhan ekonomi yang menggembirakan. Pada 2009, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan mencapai 6,23 persen dan meningkat menjadi 8,19 persen pada 2010. Pada tahun 2011, pertumbuhan ekonomi turun menjadi 7,62 persen. Kendati demikian, capaian ini masih di atas pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6,46 persen. “Tahun 2012, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan mencapai 8,36 persen. Tertinggi di Indonesia,” ujar Gubernur Syahrul. Berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas harga berlaku pada tahun 2011, peranan sektor pertanian memberikan sumbangan yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Seiring dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi tersebut. PDRB per kapita Provinsi Sulawesi Selatan mengalami peningkatan dari Rp 12,57 juta pada 2009 menjadi Rp 14,67 juta pada 2010. PDRB per kapita pada tahun 2011 sebesar Rp 16,93 juta, angka tersebut dicapai dengan nilai PDRB atas dasar harga berlaku sebesar Rp 137,389 miliar dan PDRB atas dasar harga konstan sebesar Rp 55,098 miliar. “Tahun 2012 lalu, PDRB per kapita Sulawesi Selatan sudah mencapai hampir

SYAHRUL YASIN LIMPO Gubernur Sulawesi Selatan Rp 20 juta,” kata Syahrul. Begitu pula di sektor pertanian, pada 2011 (angka tetap) produksi padi di Provinsi Sulawesi Selatan tercatat 4,51 juta ton gabah kering giling (GKG), yang terdiri dari padi sawah 4,48 juta ton dan padi ladang 32,79 ribu ton. Produksi padi 2012 mencapai 5 juta ton GKG, yang terdiri dari 4,94 juta ton GKG padi sawah dan 61,75 ribu ton GKG padi ladang. “Tahun lalu, Sulsel memiliki kelebihan stok beras hingga 2 juta ton dan itu cukup untuk menghidupi 17 provinsi di Indonesia,” kata Syahrul yang berharap kelebihan produksi beras tahun ini mencapai lebih dari 3 juta ton. Surplus beras inilah yang menjadi salah satu variabel penilaian penting bagi Syahrul untuk menerima penghargaan Bintang Maha Putra Utama. Selama periode tersebut, Syahrul yang mengawali leadership dari jabatan kepala daerah ini sudah mendapatkan 128 penghargaan nasional, termasuk di dalamnya penghargaan prestisius Bintang Maha Putra Utama. Di Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2013, Syahrul juga mendapatkan penghargaan Pataka Parasamya Purna Karya Nugraha. Sebuah penghargaan tertinggi di bidang pemerintahaan yang diberikan berdasarkan hasil Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EKPPD). Penghargaan tersebut merupakan yang pertama sejak era reformasi. z INFORIAL


SUPLEMEN KEMERDEKAAN

INDONESIA 2 0 1 3

ADITYA HERLAMBANG PUTRA (TEMPO)

BUDI PURWANTO (TEMPO)

PELANGI Tak ada pelangi jika hanya jingga Tak ada Indonesia jika hanya Jawa Pelangi bukan sekadar nila. Merah menggandeng jingga, kuning menopang hijau, biru melayani nila, dan ungu yang melindungi. Indonesia itu putih. Dalam putih ada pelangi. Dalam putih ada seribu warna. Pelangi yang berpadu jadi putih. Eloknya pelangi, indah itu keragaman. Dalam satu ada banyak, dalam banyak itu satu. Aku, kamu, kita dan kalian itu satu, Indonesia. Dirgahayu Indonesia ke-68 17 Agustus 2013 z NARA

DIPRODUKSI OLEH TIM INFO TEMPO


ARIF WIBOWO (TEMPO)

SURYO WIBOWO (TEMPO)

SANTIRTA M (TEMPO)

DIPRODUKSI OLEH TIM INFO TEMPO


PEMERINTAH KOTA SAMARINDA

JURUS JEMPUT BOLA erbagai program dan rencana pembangunan terus diupayakan serta ditingkatkan, dengan memberdayakan potensi daerah yang ada di berbagai bidang. Mulai dari bidang sosial, pariwisata, maupun investasi. “Saya tak mau berpangku tangan. Saya datangi investor dan kalangan bisnis, jemput bola untuk berperan serta meningkatkan pembangunan di Samarinda,” ucap Wali Kota Samarinda H. Syaharie Jaang atau Jaang yang biasa dipanggil oleh masyarakat, saat ditemui di Jakarta beberapa waktu lalu. Wakil Wali Kota Samarinda periode 2005-2010 ini menjelaskan, untuk melambungkan investasi dan perekonomian warga di Kota Samarinda, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus meningkatkan keamanan, kenyamanan bahkan memanjakan warga dan kalangan bisnis. Khusus investor diberikan berbagai insentif, sarana maupun fasilitas, plus berbagai program terobosannya. Salah satunya, program terobosan di bidang infrastruktur khususnya dalam pembangunan jalan. Sebab, sambung Jaang, infrastruktur jalan dibutuhkan untuk memperlancar aktivitas masyarakat Samarinda, baik di bidang ekonomi, sosial, pendidikan, maupun yang lainnya.

B

SAMARINDA bekerja keras membangun bandara, jembatan, dan jalan hingga ke dalam gang perumahan warga.

INFORIAL

KEMBALIKAN Citra Niaga seperti dulu, Dalam beberapa kesempatan Walikota Samarinda H Syaharie Jaang mengunjungi kompleks Citra Niaga yang rencananya akan dikembangkan kawasannya menjadi pusat berbagai hasil kerajinan tangan daerah.

“Sekarang ini, infrastruktur merupakan salah satu kebutuhan dasar. Karena itu, kami sedang bekerja keras membangun bandara, jembatan, dan jalan yang bagus, hingga ke dalam gang perumahan warga,” ujarnya. Pembangunan infrastruktur hingga ke gang di lingkungan pemukiman warga berlabel semenisasi jalan ini, merupakan salah satu terobosan Jaang di bidang infrastruktur. Program semeninasi ini menjadi penyeimbang dan bukti terobosan Wali Kota Samarinda, dalam melayani kebutuhan dasar warganya. Lebih dari 1000 gang di lingkungan perumahan kota Samarinda, bisa dilalui

BEKAS galian PDAM yang kerap dikeluhkan masyarakat, juga menjadi perhatian serius Walikota untuk langsung turun ke lapangan meninjau aktivitas bekas galian yang kerap tidak ditutup dengan baik.

dengan nyaman oleh warga, karena semakin baik kondisinya setelah dicor semen atau diaspal. “Saya ingin, semua warga itu nyaman ketika mereka melalui jalan, tidak hanya di jalan besar atau muara gang, hingga ke dalam dan di ujung gang pun saya ingin jalannya bagus,” ucapnya. Perwujudan pembangunan jalan di lingkungan warga ini, seiring dengan


pemukiman warga. Terobosan lain di bidang infrastruktur terbilang fenomenal, berupa pembangunan jembatan dan jalan raya Mahakam Ring Road, yang akan menghubungkan masyarakat kota Samarinda yang dipisahkan sungai Mahakam selebar 800 meter. Terobosan tersebut disinergikan dengan terobosan lain, khususnya di bidang pariwisata. Festival Mahakam contohnya, perhelatan akbar tradisi tahunan khas Samarinda ini terus digelorakan dan berhasil mendongkrak pamor serta kunjungan masyarakat dari tahun ke tahun. Bukan hal yang berlebihan, jika tahun ini Pemkot memasang target dan harapan lebih tinggi untuk tahun ini, ketimbang tahun-tahun sebelumnya.

Pemkot juga mempermudah dan memperlebar akses permodalan khususnya untuk pengusaha kecil dan pemula, sebagai upaya Pemkot mengangkat taraf perekonomian, menuju kemerdekaan finansial dengan harapan bisa mencapai kemerdekaan ekonomi bagi masyarakat Samarinda. “Kami tidak ingin warga kami susah, bergantung pada rentenir yang justru memberatkan hidup mereka, kami punya BPR dan pemegang saham Bank Kaltim,” kata Jaang. Alhasil, terobosan-terobosan itu mampu menarik kalangan bisnis nasional untuk menanamkan modalnya, setidaknya berperan serta membangun dan meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan rakyat Indonesia di Samarinda. z

FESTIVAL MAHAKAM KIAN MERIAH

peningkatan sarana dan penyadaran di bidang sanitasi, termasuk program penertiban dalam masalah sampah dan penanggulangan banjir. Untuk pengendalian banjir, imbuh Jaang, Pemkot Samarinda meluncurkan beberapa program. Yaitu pembangunan pemukiman warga sebagai tempat relokasi pemukiman warga yang ada di bantaran sungai, memindahkan warga ke pemukiman yang baru, dan program terkait lainnya. “Setelah warga berhasil direlokasi, maka pingir sungai itu bisa diturap, sehingga daya tampung dan debit air bisa semakin membesar,” katanya. Sebagai pilot project sungai Karang Mumus, Pemkot Samarinda selesai membangun 1000 rumah dan merelokasi warga di bantaran sungai. Pemkot juga membeli mesin penyedot lumpur, untuk menjalankan program pengerukan atau normalisasi endapan sungai sekaligus melakukan normalisasi drainase, sehingga tidak ada air yang meluap dan menggenangi jalan, apalagi

UNTUK ketiga belas kalinya, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menggelar event besar terkait dengan ikon-ikon kebanggaan masyarakat Kota Samarinda, terutama Sungai Mahakam, bertajuk Festival Mahakam. “Festival Mahakam itu selalu kami adakan setiap Oktober-November, dan tahun ini akan lebih besar lagi. Ini sudah menjadi agenda dan destinasi tetap Kemenparekraf,” ucap Wali Kota Samarinda, H. Syaharie Jaang atau biasa di panggil Jaang. Beberapa acara unggulannya antara lain berenang menyeberangi Sungai Mahakam, yang terbentang sekitar 750–800 meter, ditambah permainan-permainan di sungai, seperti berperahu, jet ski, power booting. Plus, pesta kuliner berupa jajanan tradisional yang akan digelar di tepian Sungai Mahakam pula, yang membuat pesta rakyat setahun sekali ini bakal tetap ada bahkan semakin ramai. “Semua digelar berdekatan, karena memang Kota Samarinda ini dibelah Sungai Mahakam. Kami akan menyelenggarakannya dengan lebih baik lagi, agar menjadi tempat yang ramai dan nyaman,” kata Wali Kota Jaang. Tak hanya itu, Pemkot Samarinda pun berencana menggelar kegiatan budaya. Sejak dulu Samarinda dikenal sebagai salah satu Indonesia mini, karena semua suku, etnis, agama dan budaya ada di sini. “Karena itu, kami juga berencana untuk menggelar pawai budaya, tradisi dan adat dari semua suku yang ada di Samarinda,”

ujar Jaang menambahkan. Putra daerah yang lahir di Long Pahangai, Mahakam Ulu, ini menjelaskan, selain agar masing-masing budaya, suku atau etnis yang ada di Samarinda bisa memiliki kesempatan tampil yang sama, pawai dan pergelaran budaya tersebut juga diadakan sebagai wadah dan sarana silaturahmi. Dengan terwujudnya silaturahmi tersebut akan memperkokoh persatuan dan kesatuan di antara sesama warga Kota Samarinda, agar tidak terjadi peristiwa yang tidak diinginkan seperti di daerah lain. “Karena bagaimana pun bagusnya perencanaan pembangunan, seperti apa pun bagusnya konsep kota yang kita buat, tapi kalau kota itu tidak aman, maka kita tidak bisa membangun, kalau pun ada yang bisa dibangun, warga tidak bisa menikmati pembangunan tersebut,” tutur Jaang memaparkan. Dalam pelibatan peran serta warga pada Festival Mahakam ini, pria kelahiran 10 September 1964 ini juga melibatkan PKK, Dharma Wanita, maupun perkumpulan ibu-ibu dari tingkat kota hingga kelurahan. Semua akan dirangkul dan dilibatkan untuk berpartisipasi. Semua ini dilakukan demi memberikan kenyamanan kepada seluruh warga Kota Samarinda. “Tahun ini, saya berharap tak hanya wisatawan nasional yang datang, tapi juga internasional,” ucap Jaang optimistis. z

INFORIAL


PEMERINTAH KOTA SAMARINDA

asalah air bersih, tentu menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menjadikan persoalan air bersih sebagai pekerjaan prioritas. Di kepemimpinan Syaharie Jaang-Nusyirwan Ismail (Jaanur) sebagai wali kota dan wakil wali kota, keluhan warganya, itu dijawab dengan beberapa program yang langsung menyasar kepada pokok masalah. Itu diwujudkan dengan pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) dan penambahan jaringan pipa dari ukuran kecil hingga besar, demi mengembangkan pelayanan PDAM Tirta Kencana Samarinda di Kota Tepian. PDAM pun kemudian mengalami penambahan pelanggan hingga 12 ribu pelanggan. “Jadi, memang sudah jadi program wali kota, dan ini harus diupayakan oleh PDAM,” kata Humas PDAM Tirta Kencana Samarinda, Syarif Rahman Hakim. Wali Kota Syaharie Jaang memang menekankan agar seluruh warga Kota Samarinda bisa terlayani air bersih PDAM, yang juga menjadi misi perusahaan daerah itu. Program tersebut direalisasikan dengan pembangunan IPA di Loa Bakung, penambahan jaringan pipa baru di beberapa titik di Kota Tepian. Berbagai upaya tersebut, menambah kapasitas produksi PDAM yang sebelumnya 1.685 liter per detik, menjadi 2.085 liter per detik. Penambahan tersebut tergolong signifikan, lantaran penambahan pelanggan PDAM bisa mencapai 12 ribu rumah tangga. “Penambahan pelanggan makin kelihatan di dua tahun terakhir rata-rata penambahan per tahun lebih dari 5.000

M

PEMKOT berkomitmen memberikan air bersih untuk masyarakat dengan melakukan berbagai pembenahan pada infrastrukturnya.

INFORIAL

BLUSUKAN, Wali Kota Samarinda H Syaharie Jaang didampingi Sekkot Zulfakar Noor saat langsung turun kelapangan mengecek distribusi air bersih dari PDAM langsung di rumah salah satu warga di kota Tepian.

AIR BERSIH UNTUK WARGA pelanggan. Dua tahun terakhir dari sekitar 96 ribu, menjadi 111 ribu pelanggan untuk Samarinda,” ujar Syarif. Pada 2010, pelanggan PDAM berjumlah 101.711. Bertambah 5.673 pelanggan pada tahun berikutnya menjadi 107.384. Sementara hingga September 2012, pertambahan pelanggan mencapai 4.278, membuat pelanggan PDAM menjadi 111.662. Menyisakan data tiga bulan, tentu jumlahnya bakal terus bertambah. Per bulannya pada 2012, konsumen PDAM sedikitnya bertambah 405 pelanggan. “Masyarakat bisa melihat, dua tahun terakhir ini, dengan PDAM yang terus membenahi pelayanan air bersih dengan membangun IPA dan pemasangan jaringan baru. Dampaknya, sambungan baru ke rumah-rumah warga pun mengalami peningkatan,” ujar Jaang. Cita-cita memberikan pelayanan air bersih dari Jaang kepada warga secara merata bukan hanya sekadar mimpi. ”Ada harapan saya yang paling tinggi sepanjang jabatan menjadi Wali Kota Samarinda, saya  berkeinginan mengunjungi salah satu rumah warga secara mendadak di daerah pinggiran Samarinda. Saya masuk ke kamar mandinya, dan memutar kran air. Air dari PDAM mengalir deras memenuhi bak mandi mereka. Itulah yang harus terwujud untuk semua warga,” katanya. Masalah air bersih hingga sekarang masih menjadi program pekerjaan prioritas Pemkot Samarinda, menyusul tak hentinya keluhan warga pada persoalan yang satu ini. Karena tujuan dari pelayanan air bersih  merupakan bagian

terpenting bagi kesehatan masyarakat dalam membantu mencukupi kebutuhan sehari-harinya untuk mandi, cuci dan kakus (MCK). Saat ini PDAM melayani 111.662 pelanggan. Jika berjalan lancar, pada 2015, pemenuhan 80 persen warga Samarinda dapat tercapai. MDGs adalah Deklarasi Millenium hasil kesepakatan kepala negara dan perwakilan dari 189 negara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mulai dijalankan pada September 2000, berupa delapan butir tujuan untuk dicapai pada 2015. Targetnya, mencapai kesejahteraan rakyat dan pembangunan masyarakat pada 2015. Raihan 80 persen tak hanya memenuhi deklarasi MDGs, tapi juga mampu memberi sumbangan pada Pendapatan Asli Daerah (PAD). Yang ujung-ujungnya akan ada tambahan anggaran yang bisa dialokasikan Pemkot demi peningkatan PDAM. Sekretaris Kota Samarinda Zulfakar Noor yang juga pengawas PDAM di Samarinda, mengatakan pada proyek 2013, PDAM mampu meningkatkan pelayanan warga Samarinda. Ia pun mengatakan, beberapa proyek yang bakal jadi prioritas PDAM pada anggaran 2013 di antaranya, jaringan pipa, peremajaan mekanis dan elektris, pembuatan sistem booster di permukiman, pembangunan dan perbaikan fasilitas utilitas produksi, serta penambahan perbaikan fasilitas bangunan umum. Beberapa pekerjaan itu ditargetkan mampu menambah jumlah pelanggan PDAM. z


LOURENTIUS EP (TEMPO)

Baik buruknya pelayanan publik, tak sekadar urusan kinerja. Namun, cermin berfungsinya suatu negara. IKLAN LAYANAN MASYARAKAT INI DIPERSEMBAHKAN OLEH


SUPLEMEN KEMERDEKAAN

INDONESIA 2 0 1 3

MENUJU NEGERI ADIDAYA ENERGI Sebanyak 40 persen sumber daya panas bumi dunia ada di Indonesia. Perlu investasi besar untuk memanfaatkannya.

H

ingga saat ini Indonesia belum mampu mengelola sumber energi dengan baik. Padahal, Indonesia memiliki beragam sumber energi dengan potensi cukup besar, mulai dari minyak, gas alam, hingga panas bumi. Salah satu contohnya adalah panas bumi yang diklaim terbesar di dunia, atau gas metan batu bara (coal bed methane) yang terperangkap dalam lapisan batu bara. Indonesia memiliki potensi panas bumi terbesar di dunia karena 40 persen sumber daya panas bumi dunia ada di Indonesia. Meski melimpah, pengembangan energi panas bumi Indonesia masih berada di urutan ketiga di dunia, dengan kapasitas pembangkit panas bumi terpasang 1.341 megawatt. Urutan pertama adalah Amerika Serikat dengan kapasitas terpasang 3.093 megawatt, kedua Filipina 1.904 megawatt. Optimalisasi sumber energi seperti panas bumi maupun coal bed methane memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Untuk memanfaatkan kedua sumber energi itu diperlukan investasi yang tidak sedikit. Untuk mempermudah masuknya investor di bidang energi inilah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana menghapus 21 perizinan. Alasan penghapusan perizinan ini disebabkan terlalu rumitnya calon investor mengurus perizinan, mulai

DIPRODUKSI OLEH TIM INFO TEMPO

dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga kementerian. ”Harus disederhanakan supaya calon investor masuk ke Indonesia dengan mudah,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik, awal Juni 2013 lalu. Dari catatan Kementerian ESDM, investasi sektor energi pada 2012 mencapai US$ 33,7 miliar, atau naik cukup signifikan dari tahun sebelumnya, yaitu US$ 27,19 miliar. Sementara pada 2010, realisasi investasi sektor energi mencapai US$ 27,19 miliar dan pada 2009 realisasi investasi mencapai US$ 20,31 miliar. Dengan tren realisasi investasi tersebut, Jero merasa yakin investasi sektor energi Indonesia akan kembali meningkat pada 2013. Kementerian menargetkan investasi energi pada 2013 mencapai US$ 38,94 miliar, sedangkan investasi produk migas mencapai US$ 27,94. Pertumbuhan investasi di bidang energi tidak terlepas dari fenomena pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai lebih dari 6 persen. Selain faktor pertumbuhan ekonomi yang baik, pertumbuhan investasi sektor energi juga didukung oleh peningkatan produksi gas bumi nasional. Semakin majunya teknologi juga membuat perusahaan migas dan pemerintah menyadari gas bumi merupakan salah satu produk energi yang bernilai tinggi. “Terlebih lagi, diperkirakan masih banyak blok-blok gas bumi yang belum tergali di Indonesia,” kata Jero. Potensi sumber daya alam yang begitu besar ini diharapkan mampu menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional, bahkan menjadikan Indonesia sebagai negara adidaya energi. Hal ini sejalan dengan pilar pembangunan yang dicanangkan Presiden Susilo Bambang Yudhono pada 2005 silam yakni pro-growth, pro-job, pro-poor, dan pro-environment. z WAWAN PRIYANTO (DARI BERBAGAI SUMBER)


DASRIL ROSZANDI (TEMPO)

Cetak Biru Pengelolaan Energi Nasional PEMERINTAH merilis cetak biru Pengelolaan Energi Nasional 2010-2025 yang disiapkan menjadi dasar penyusunan pola pengembangan dan pemanfaatan energi secara nasional hingga 2025. Penyusunan cetak biru Pengelolaan Energi Nasional ini didasari Pasal 33 UUD 1945 dan merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden (Perpres) No. 5/2006 tentang Kebijakan Energi Nasional yang mengamanatkan Menteri ESDM menetapkan cetak biru tersebut. Sasaran pengelolaan energi yang ingin dicapai hingga 2025 antara lain konsumsi energi primer per kapita minimal 10,6 standar barel minyak (SBM) dan rasio elektrifikasi 93. Juga terjaminnya keamanan pasokan energi melalui perwujudan elastisitas energi yang lebih kecil dari satu dan tercapainya bauran energi primer yang optimal pada 2025. Target bauran energi pada 2025 tersebut adalah minyak bumi 20,2 persen, gas bumi 21,1 persen, gas metana batu bara 3,3 persen, batu bara 34,4 persen, batu bara cair 3,1 persen, panas bumi 6,3 persen, bahan bakar nabati (BBN) 10,2 persen, dan energi baru dan terbarukan yakni air, surya, bayu, dan biomassa 1,4 persen. Di sisi infrastruktur energi, sasaran yang ingin dicapai adalah tersedianya jaringan pipa BBM di Jawa dan jaringan pipa gas ruas Natuna-Kalimantan-Jawa, Jawa Barat-Jawa Timur, dan Sumatera-Jawa yang sekaligus menjadi embrio pipanisasi gas di kawasan ASEAN. Selain itu, hingga 2025, target penambahan kapasitas kilang minyak adalah 1,343 juta barel per hari, kilang batu bara cair 300 ribu barel per hari, produksi gas metana batu bara (coal bed methane/ CBM) 3,24 triliun kaki kubik (TCF), dan kapasitas regasifikasi gas alam cair (LNG) 6 miliar kaki kubik per hari. Dalam cetak biru ini juga ditargetkan penambahan kapasitas pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) 12,6 gigawatt (GW), pabrik biodiesel 639 ribu barel per hari, pabrik bioetanol 415 ribu barel per hari, pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 156,76 megawatt (MW), dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) 2 GW. Di sektor pembangkit listrik, kapasitas pump storage dicanangkan bertambah 3 GW, pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) 0,43 GW, pembangkit listrik tenaga uap biomassa 0,08 GW, pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) 0,1 GW, tambahan kapasitas pipa gas 10,05 miliar kaki kubik per hari, dan jaringan transmisi listrik bawah laut Sumatera-Jawa sebesar 6,0 GW. z WP

DIPRODUKSI OLEH TIM INFO TEMPO


PEMERINTAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT

“GERTAK PADUKA” MEMBAWA BERKAH

usim panen telah tiba di Desa Sungai Rambai, Kecamatan Senyerang, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Jambi, akhir Juni lalu. Hamparan sawah dengan padi yang menguning terlihat sejauh mata memandang. Di desa itu, terdapat 525 hektare sawah yang menjadi mata pencarian sebagian besar warga. Di tempat lainnya, Kelurahan Teluk Nilau, Kecamatan Pengabuan, musim panen sudah lewat. Tak mau membuang waktu, petani mulai menanami sawahnya kembali. Diperkirakan, Oktober mendatang padi yang baru ditanam itu siap dipanen. Sungai Rambai dan Teluk Nilau yang berada di sepanjang aliran Sungai Pengabuan merupakan dua dari sejumlah daerah yang kini menjadi andalan penghasil beras di Tanjabbar. Kabupaten seluas 4.984,25 kilometer persegi yang terbagi menjadi 13 kecamatan ini sejak dulu dikenal sebagai lumbung padi Provinsi Jambi. Produksi berasnya melimpah, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Tanjabbar, tapi juga kebutuhan daerah lainnya seperti Riau dan Kepulauan Riau.

M

INFORIAL

Bupati Tanjabbar Usman Ermulan mengatakan, saat ini produksi beras Tanjabbar mencapai surplus 25 ribu ton per tahun. Keberhasilan produksi beras itu merupakan berkah Gerakan Serentak Tanam Padi Dua Kali Setahun atau Gertak Paduka, yang mengubah pola tanam padi setahun sekali pada tahun-tahun sebelumnya, menjadi dua kali dalam setahun. Program ini merupakan gerakan moral untuk menambah produksi beras

“Saat ini produksi beras Tanjabbar mencapai surplus 25 ribu ton per tahun.” Usman Ermulan, Bupati Tanjabbar

sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tanjabbar yang dicanangkan pada 2011 lalu. “Selama ini kami boleh dikatakan unggul dalam industri padi hingga mencapai surplus 25 ribu ton per tahun. Kondisi ini tercapai dengan penanaman padi bibit unggul di daerah pasang surut yang bisa dipanen setelah usia 100 hari, dua kali dalam setahun. Program ini ternyata berhasil dan mulai dicontoh daerahdaerah lain yang memiliki lahan pasang surut,” ujar Usman. Ia menambahkan, dengan gerakan ini Tanjabbar akan ikut berkontribusi dalam pencapaian program surplus beras nasional 10 juta ton untuk menyokong ketahanan pangan dalam negeri pada 2014 mendatang. Gertak Paduka dinilai langkah yang paling efektif untuk meningkatkan produksi beras. Sebab, seperti daerahdaerah lainnya, peningkatan produksi dengan penambahan lahan dengan mencetak lahan sawah baru (ekstensifikasi) tidak dapat mengimbangi laju alih fungsi lahan. Berdasarkan angka statistik 2011, luas panen padi di Tanjabbar mencapai 25.703 hektare. Dari luas lahan itu, lebih


dari 18 ribu hektare merupakan lahan pasang surut. Selain subur, lahan pasang surut juga nyaris tidak pernah kekurangan air sehingga memungkinkan ditanami dua kali setahun. Adapun produksi padi di tahun-tahun belakangan ini terus mengalami peningkatan rata-rata sebesar 5,99 persen. Jika pada 2008 produksi padi 64.366 ton gabah kering giling (GKG) maka pada 2011 mencapai 93.380 ton. Angka ini sempat menurun di 2012 menjadi 77.775 ton karena gangguan iklim yang bukan hanya menimpa Tanjabbar, tetapi juga seluruh wilayah di Indonesia. Pengembangan pertanian di Tanjabbar bukan hanya dari penanaman padi dua kali setahun. Pemerintah Kabupaten juga mulai menggali potensi penanaman sayur dan buah-buahan. Setelah mulai dikenal sebagai penghasil semangka, kini kabupaten ini merintis jalan untuk menjadi penghasil kubis dan melon yang ditanam di lahan sawah dengan sistem surjan. Agak mengejutkan, kubis yang biasanya hanya tumbuh di dataran tinggi, bisa tumbuh di lahan pasang surut yang tingginya sekitar lima meter di atas permukaan laut. Saat ini pengembangan kubis dan melon baru dilakukan di Desa Makmur Jaya, Kecamatan Betara. Namun, keberhasilan daerah itu tentu akan berimbas ke daerahdaerah pasang-surut lainnya sehingga Tanjabbar bisa menjadi sentra produksi kubis dan melon. “Ini akan kami kembangkan terus. Selama ini kami mendatangkan kubis dari daerah dataran tinggi, Padang dan (Kabupaten) Kerinci. Tahun ini, kami bisa mengembangkan kubis dan melon. Kubis bisa untuk memenuhi kebutuhan lokal, sementara melon bisa dikirim ke Batam,� kata Usman usai melakukan panen perdana kubis dan melon di Desa Makmur Jaya. Di sektor peternakan, Tanjabbar juga ikut mendukung program swasembada daging sapi nasional melalui Gerakan Serentak Birahi atau Gertak Birahi. Program inseminasi buatan yang dimulai pada 2011 ini berhasil meningkatkan angka kelahiran ternak sehingga populasinya meningkat. Jika pada 2010 populasi ternak sapi sebanyak 6.510 ekor, pada 2011 meningkat sebesar 9,39 persen menjadi 7.121 ekor. Kini populasi ternak di kabupaten ini lebih dari 10 ribu ekor ternak besar dan lebih dari 25 ribu ekor ternak kecil. Untuk mendukung program ini, dilakukan penyebaran ternak ke masyarakat sebagai tambahan akseptor Gertak Birahi, penyediaan sarana dan prasarana inseminasi buatan, serta peningkatan kualitas petugas inseminasi.

UNTUK meningkatkan produksi, jadwal tanam padi yang sebelumnya satu kali ditambah menjadi dua kali dalam setahun.

Tanjabbar juga dikenal sebagai daerah penghasil minyak dan gas bumi (migas). Berdasarkan data Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, potensi migas daerah ini sebesar 1,4 miliar barel yang terbagi dalam empat blok, yaitu Jabung, Lemang, Batu Gajah, dan East Jabung. Adapun produksi tahun lalu sebesar 2,21 juta barel minyak, 2,27 juta barel kondensat, 31 british thermal unit (BBTU) gas, dan 399,9 metrik ton liquefied petrolium gas (LPG). Dana bagi hasil dengan pemerintah daerah dari sektor migas mencapai Rp 700 miliar. Angka itu belum maksimal karena masih simpang siurnya jumlah sumur. Di era pemerintahan ini, operasional perusahaan-perusahaan migas, terutama terkait dengan lifting, diupayakan lebih transparan dan terkoordinasi baik sehingga dana bagi hasil kepada negara maupun daerah pun meningkat. Sektor pariwisata pun tak mau ketinggalan. Sebuah pulau kecil di depan muara anak sungai di Kuala Tungkal, yang dinamai Pulau Paduka, akan dikembangkan menjadi daerah wisata yang terintegrasi dengan kawasan Ancol Beach, lokasi wisata favorit di kota itu yang dibangun sejak 2002. Menurut Usman, potensi ekonomi pengembangan Pulau Paduka amat besar. Sebab, tak banyak lokasi wisata di sekitar Tanjabbar maupun Jambi yang menyuguhkan keindahan pantai seperti di Kuala Tungkal. “Satu-satunya potensi wisata yang bisa melihat laut, di Kuala Tungkal. Apalagi kita punya pulau. Selama ini masyarakat kalau mau berwisata datang ke Kerinci, butuh waktu 12-13 jam. Sementara daerah-daerah sekitarnya kurang menarik wisatawan,� kata Usman. Bersamaan dengan pengembangan Pulau Paduka, Pemerintah Kabupaten juga akan mengembangkan potensi kuliner khas Tanjabbar, seperti minuman sarang burung walet, buah nipah yang menjadi campuran es sampur, sirup buah pedada yang baik untuk kesehatan, serta kopi ekselsa dengan rasa dan aroma khas yang jarang ditemui di tempat lain. Jadi, sambil menikmati kawasan wisata itu, pengunjung bisa juga bisa merasakan segarnya minuman setempat. Usman mengatakan, pengelolaan kawasan wisata ini akan melibatkan masyarakat sekitar sebagai penyedia sarana transportasi maupun pemasok sajian kuliner. Seperti Gertak Paduka, pada akhirnya pengembangan kawasan wisata ini juga akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tanjabbar di masa mendatang. z

INFORIAL


SUPLEMEN KEMERDEKAAN

INDONESIA 2 0 1 3

PERBANYAK RISET PANGAN UNTUK INVESTASI Ketika kekurangan ditutupi dengan membeli, sampai kapan pun Indonesia terancam krisis pangan.

T

ernyata Indonesia yang kaya sinar matahari, tanah subur, lautan berlimpah ikan bisa juga diancam krisis pangan. Ini bukan mengada-ada. Simak saja harga bahan pangan yang berloncatan. Daging sapi yang semula Rp 50 ribu, berubah di atas Rp 100 ribu per kilogram-nya. Belum lagi bahan

pokok lainnya. Terjadinya krisis pangan bisa datang bila investasi untuk berdaulat pada sektor pangan diabaikan. Ketika kekurangan ditutupi dengan membeli, sampai kapan pun Indonesia terancam krisis pangan. Membeli lebih mahal daripada memetik di tanah sendiri. Contohnya soal benih. “Sekitar 95 persen benih berasal dari negara asing. Benih cabai saja dari asing,” kata Prof Yohanes Surya, Ph.D, peneliti dan pendiri Surya University. Investasi pemerintah untuk pengembangan benih masih minim. Bahkan benih padi juga tak majumaju amat. Itu belum soal ternak, ikan, pupuk dan lainnya. Sampai sekarang metodenya masih

FULLY SYAFI (TEMPO)

DIPRODUKSI OLEH TIM INFO TEMPO

“memadamkan” kebakaran. Artinya segera tambal yang kurang. Nah, Indonesia perlu bergerak sigap membangun investasi pada infrastruktur dan kebijakan. Bila tidak, sampai kapan pun Indonesia terus membeli untuk menutupi kekurangan. Meski bidang teknologi pendongkrak produksi pangan telah pesat melejit. Indonesia sebagai konsumen beras, wajib bergerak cepat menguasai teknologi ini. Kalau bisa jadi jawaranya. Memang, pemerintah tidak bisa bergerak sendiri, namun yang pertama pemerintah lah yang sejatinya membukanya. z NARA PATRIANILA


PT POS INDONESIA (PERSERO)

T Pos Indonesia (Persero) telah menjadi infrastruktur pemerintah untuk menyalurkan dana-dana sosial seperti pensiun, beasiswa, askes, dan lainnya. Mulai Juli 2013, Pos Indonesia siap mendistribusikan BLSM (Bantuan Langsung Sementara Masyarakat) kepada 15.530.897 Rumah Tangga Sasaran (RTS) di 33 provinsi. “Dalam konteks ekonomi, ribuan kantor pos yang sudah online menjadikan BLSM dibelanjakan di daerah penerima. Ini menumbuhkan perekonomian,” ujar Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Dr I Ketut Mardjana. Pengalaman PT Pos Indonesia menjalankan tugas-tugas negara sangat panjang. Sebut saja mencetak dan mendistribusikan Kartu Perlindungan Sosial (KPS), pembayaran Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Siswa Miskin (BSM), Bantuan Operasi Sekolah (BOS), Bantuan Langsung Tunai (BLT), dan pembayaran sosial lainnya. Selain itu PT Pos juga rutin menangani ujian negara, e-KTP, dan logistik Pemilu. Setelah tertidur sejak 2004 dan tak mampu mencetak laba, pada 2009 PT Pos Indonesia bangkit. Di bawah kepemimpinan I Ketut Mardjana, PT Pos Indonesia tidak sebatas melayani jasa pos, tapi bertekad menjadi perusahaan jaringan terdepan (The Leading Network Company) di 2016. Gerakan revolusioner PT Pos Indonesia telah mengubah performa keuangan, infrastruktur bisnis, infrastruktur ICT, struktur organisasi, serta sistem akuntansi dan operasional. Pasca-pergantian manajemen pada 2009 hingga tahun ini, perseroan selalu mencetak laba. Struktur bisnis masa

P

KESELURUHAN titik virtual dan fisik PT Pos Indonesia bisa diandalkan sebagai sumber pendapatan. Fungsi Bank Tabungan Pos memperkuat struktur ekonomi bangsa.

MENUJU MERPATI TERBANG TINGGI

Dr I Ketut Mardjana Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero)

depan Pos Indonesia ditetapkan pada enam lini yakni Postal Courier, Jasa Logistik, Jasa Keuangan, Retail, Properti, dan Bhakti Wasantara Net. “Kami tidak lagi mengandalkan Postal Company, tapi menjadikan semua titik virtual dan fisik bisa dibisniskan,” kata Ketut Mardjana. Secara konkret, terobosan dan pembenahan internal di PT Pos mencakup 3.746 kantor pos terhubung secara online, mempercantik bangunan, mengganti kendaraan operasional, dan memiliki pesawat kargo. Pada struktur organisasi, diterapkan kepemimpinan yang memahami jiwa perubahan, menumbuhkan semangat entrepreneurship di kalangan karyawan serta menumbuhkan mentalitas business

owner. Semua transformasi ini untuk menghadapi persaingan global setelah UU No.38 Tahun 2009 tentang Pos resmi diterapkan. Fund distribution adalah satu dari empat jasa keuangan PT Pos Indonesia. Tiga servis lainnya adalah remittance (transfer dana melalui jariangan elektronik), PosPay (pembayaran online berbagai tagihan), dan Bank Chanelling (layanan terbatas perbankan). Khusus Bank Chanelling, PT Pos menggandeng PT Bank Mandiri Tbk dan PT Taspen yang melayani saving dan lending. Portofolio Bank Chanelling didasarkan fakta hanya 30 juta penduduk yang memiliki rekening bank dari populasi Indonesia 244 juta jiwa (2012). "Pos Indonesia bisa berperan lebih jika diberi kewenangan menjalankan fungsi Bank Tabungan Pos. Dana masyarakat yang disimpan di Pos akan memperkuat struktur ekonomi bangsa," kata Ketut. Untuk bisnis retail PT Pos Indobesia fokus pada optimalisasi aset-aset yang kurang dimanfaatkan khususnya di pedesaan dan kota-kota kecil. Layanan pada bisnis retail antara lain PostShop, konter bank terintegrasi, Pos 24 jam, e-Commerce, dan logistik di pedesaan. Di bisnis properti, PT Pos berencana membangun hotel, apartemen, dan pusat perbelanjaan. Secara perlahan-lahan transformasi dan teknologi baru telah membawa angin perubahan bagi PT Pos Indonesia. Sosok keong yang berjalan perlahan kini digantikan oleh merpati yang siap terbang tinggi. INFORIAL


PEMERINTAH KOTA SORONG

SIMBOL MODERNITAS RAKYAT PAPUA idak semua wilayah di Papua, laki-lakinya menggunakan koteka. Coba saja datang ke Kota Sorong. Dipastikan kita tidak akan menemukan laki-laki di sana memakai koteka. Ya. Kota Sorong merupakan pintu gerbang Papua. Karena itu, banyak pendatang dari luar Papua. Lihat saja Pelabuhan Sorong yang selalu ramai setiap hari. Selain penumpang, banyak sekali komoditas yang diangkut ke luar masuk Pelabuhan Sorong. Bagi Provinsi Papua Barat maupun Provinsi Papua, Kota Sorong menjadi amat penting. Dari sanalah komoditas pangan dari luar kedua provinsi itu masuk. Sehingga, arus barang di Pelabuhan Sorong makin hari makin meningkat. Pelabuhan Sorong pun akan ditingkatkan menjadi pelabuhan internasional. Jika hal itu terwujud, maka Pelabuhan Sorong menjadi satu-satunya pelabuhan berkelas internasional. Sorong pun berkembang menjadi kota perdagangan dan ke depan lebih ditingkatkan lagi menjadi kota industri. Wali Kota Sorong Drs Ec. Lamberthus Jitmau, MM, mengakui bahwa wilayah yang dipimpinnya memang tak banyak memiliki potensi sumber daya alam. Karena itu perkembangan Kota Sorong bertumpu pada sektor jasa. Semangat ini pun didukung oleh pemerintah pusat. Kementerian Perhubungan mendukung Bandara Domine Eduard Osok (DEO) ditingkatkan menjadi bandara internasional. “Saya fokusnya kepada bandara, setelah itu baru pelabuhan,”

T

INFORIAL

ucap Lamberthus Jitmau. Pelabuhan Sorong ini mampu menghubungkan kabupaten-kabupaten yang ada di Sorong Raya dan Maluku, Maluku Utara serta Sulawesi Utara, bahkan Makassar. “Arus barang dan penumpang itu kalau mau ke kabupaten-kabupaten pemekaran tadi tentunya harus melalui Kota Sorong,” ujar Lamberthus. Sebagai kota persinggahan, sektor perdagangan di Sorong berkembang sangat cepat. Sekarang ini, kota yang berpenduduk lebih kurang 296 ribu jiwa tersebut sudah memiliki sejumlah pusat belanja. Di antaranya 2 mal, yaitu Mega Mall dan Ramayana Mall serta 4 supermarket, yaitu Saga, Yohan, Thio dan Papua Supermarket. Wali Kota Sorong pun bertekad membangun pasar tradisional yang bersih dan bagus. “Saya ingin jadikan Sorong sebagai kota yang nyaman,

DIBANDINGKAN wilayah lain di Papua, Kota Sorong memang lebih cepat berkembang. Ini karena lokasinya yang sangat strategis, yakni berada di ujung ‘kepala burung’ bumi Papua.

aman, bersih dan indah,” kata Lamberthus Jitmau. Bisnis hiburan pun juga ada di Sorong. Di antaranya diskotik dan biliar. Hotel berbintang juga mulai menjamur. Sedangkan industri kreatif dan pariwisata juga berkembang. Salah satu tempat favorit masyarakat Sorong adalah kawasan kuliner di tepi Pantai Lido yang dikenal dengan nama Tembok Berlin. Konon, nama Tembok Berlin dipakai karena tembok ini sangat kuat menahan terjangan ombak dari pantai, sekuat Tembok Berlin. Setiap hari menjelang petang, kawasan ini selalu ramai dikunjungi orang. Bahkan,


bagi sebagian orang Sorong yang tengah menuntut ilmu di Pulau Jawa, Tembok Berlin menjadi kenangan indah yang selalu mereka rindukan. “Kita bisa menikmati sunset yang indah sambil mencari makanan favorit,” kata Jeremia suatu ketika. Ada makanan khas di Tembok Berlin, yaitu pisang gendut. Makanan ini dijual dengan harga cukup murah. Desadesa di sekitar Kota Sorong memang tanahnya subur dan menghasilkan pisang yang cukup melimpah. Di samping itu, ikan bakar dan makanan hasil laut lainnya juga menjadi

ciri khas kota pantai ini. Jangan lupa untuk mencari menu kepiting, karena jenis masakan ini cukup murah dibanding di kota-kota lain. Tiga ekor kepiting besar harganya cuma Rp 30 ribu. Tidak jauh dari pantai ini memang ada pasar ikan. Namanya Bozwezen. Selebihnya, warung-warung tenda di sekitar Tembok Berlin banyak menjual masakan khas dari daerah lain, seperti masakan Makassar, masakan Sunda, masakan Jawa atau masakan Manado. Ada juga masakan Chinese. Itulah ciri khas kota pendatang. Industri kreatif lain yang akan

dikembangkan Pemko Sorong adalah melakukan eksplorasi Tanjung Kasuari. Pantai berpasir putih ini sangat potensial dikembangkan sebagai destinasi wisata Kota Sorong. Langkah berikutnya yang akan dibangun Pemko Sorong adalah rumah sakit. Menurut Lamberthus, pihaknya telah memperbaiki Rumah Sakit Sele be Solu menjadi lebih baik kondisinya. Sebelum akhir tahun ini rumah sakit tersebut akan diresmikan Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi. “Lokasinya dari Le Meridien Hotel sekitar 4 kilometer ke arah timur. Rumah sakit yang ada itu akan ditingkatkan menjadi BLUD (Badan Layanan Umum Daerah),” katanya. Ciri-ciri modernitas sebuah kota sudah dimiliki Sorong. Dibandingkan wilayah lain di Papua, Kota Sorong memang lebih cepat berkembang. Ini karena lokasinya yang sangat strategis, yakni berada di ujung ‘kepala burung’ bumi Papua. Jadilah Sorong sebagai simbol modernitas bagi masyarakat Papua. Bila pemerintah pusat berhasil membangun jalur kereta api SorongManokwari sebagaimana dijanjikan Menteri Perhubungan Freddy Numberi tahun 2010, maka modernitas itu akan bisa ditularkan kepada wilayah lain di Papua. z INFORIAL


PEMERINTAH KOTA SORONG

engaku tak memiliki sumber daya alam yang memadai, Pemerintah Kota Sorong, Provinsi Papua Barat, mempunyai strategi yang berbeda dalam memajukan daerahnya. Potensi apa yang akan dikembangkannya? Berikut ini wawancara dengan Wali Kota Sorong Drs Ec. Lamberthus Jitmau, MM. Program apa saja yang menjadi fokus kebijakan kota Sorong? Terkait dengan perkembangan Kota Sorong, kami tidak mempunyai sumber daya alam seperti daerah lain. Kami akui itu. Tetapi di sisi lain kami merasa bangga karena mempunyai sumber daya manusia. IPM (Indeks Pembangunan Manusia), Kota Sorong di atas rata-rata nasional. Angka rata-rata nasional kan 65. Kota Sorong IPM-nya 67. Dibandingkan tahun lalu bagaimana? Ada perubahan. Ini merupakan modal utama yang saya andalkan untuk membangun Kota Sorong ke depan. Kami mempunyai sumber daya manusia yang diharapkan akan menghadirkan sektor jasa. Kota Sorong bertumbuh dan berkembang intinya dari sektor jasa. Saya ibaratkan seperti di daerah Batam dan Singapura. Mereka tidak mempunyai sumber daya alam, tetapi dengan sumber daya manusia kedua daerah ini maju karena menghadirkan sektor-sektor jasa, sesuai keahlian yang dimiliki oleh SDM tadi. Untuk mendukung perkembangan sektor jasa, infrastruktur apa yang dibangun? Infrastruktur dasar, utamanya sektor perhubungan. Yang menjadi ikon di Kota Sorong adalah infrastruktur di perhubungan udara dan laut. Karena, Kota Sorong itu menjadi pintu gerbangnya Tanah Papua. Setiap hari ada arus masuk barang maupun manusia. Frekuensi urbanisasi itu makin meningkat. Sedangkan Kota Sorong luasnya hanya 1.105 kilometer persegi. Jumlah penduduk sampai hari ini mencapai 296 ribu jiwa. Saya perhitungkan, tidak sampai satu bulan lagi jumlah penduduk bisa mencapai 300 ribu jiwa. Bandara yang sekarang ada apakah sudah cukup memadai? Ya. Saya punya program utama membangun Bandara Kota Sorong, yaitu Bandara DEO (Domine Edward Osok) menjadi bandara berkelas

M

INFORIAL

DRS EC. LAMBERTHUS JITMAU MM, WALI KOTA SORONG.

SORONG AKAN MILIKI BANDARA INTERNASIONAL internasional. Sekarang sedang dang proses ganti rugi, karena dari lokasi si Bandara yang sekarang ini kan di sebelahnya belahnya ada penghuni. Saya sudah pindahkan masyarakat di sana semua. Jadi lokasi Bandara tetap di tempat semula? Tetap. Tinggal ditambah 180 meter lagi, nantinya bisa menjadi bandara internasional. Kemarin marin saya sudah presentasikan ke Pak Menteri Perhubungan.. Bandara yang sekarang adaa itu kan lebarnya 30 meter. Itu harus ditambah 15 meter lagi agi sehingga lebarnya menjadii 45 meter. Kemudian, panjangnya ditambah ke arah timur lebih kurang 180 meter. Sekarang sedang dikerjakan. Jadi, dua atau tiga bulan lagi, wajah Kota Sorong akan berubah, jadi tambah cantik. z


ekerjaan rumah Perum BULOG seperti tiada habisnya. Diselesaikan satu masalah, muncul masalah di tempat lain. Maklum, di Perum BULOG inilah persoalan ketersediaan pangan rakyat Indonesia disandarkan. Semester pertama tahun ini, evaluasi pun dilakukan BULOG. Dari sisi tujuan yang berpihak kepada petani, diharapkan gambaran situasi harga gabah yang lebih tinggi dari Harga Pembelian Pemerintah (HPP) adalah harga yang diterima petani. Dan disisi keberpihakan pada konsumen berpendapatan rendah (Rumah Tangga Miskin), BULOG mampu menyalurkan seluruh pagu Raskin kepada rumah tangga sasaran termasuk tambahan alokasi untuk Raskin ke-13, 14 dan 15 hingga akhir tahun 2013. Rata-rata harga gabah kering panen selama tahun 2013 ini selalu berada di atas HPP menjadi salah satu indikator keberhasilan pengadaan dalam negeri BULOG untuk menjaga HPP. Berdasarkan laporan BPS awal Juli 2013, posisi harga gabah Rp. 3.989/kg atau 28,45 % diatas HPP. Perkembangan harga beras mengalami kenaikan selama enam minggu , harga beras IR III di PIBC mulai mengalami penurunan. Harga beras IR III saat ini masih berada di level Rp. 7.400/kg. BULOG mencatat, total pengadaan sampai dengan 25 Juli 2013 adalah 2.516.612 ton, serta realisasi penyaluran Raskin mencapai 87,52% atau sebesar 1,835 juta ton dari rencana Januari sampai Juli 2013 sekitar 2,096 juta ton. Hingga 25 Juli ini, stok beras BULOG mencapai 2,820 juta ton atau dapat memenuhi kebutuhan penyaluran sebelas bulan kedepan.

P

KOMODITASkomoditas penting seperti beras, daging sapi hingga kedelai terus diamankan BULOG.

INFORIAL

LANGKAH-LANGKAH STRATEGIS AMANKAN PANGAN RAKYAT Isu yang juga mengemuka adalah sebanyak 64,68 ton, disusul sehari ketidakstabilan harga beras dipasar. kemudian sebanyak 85,41 ton. SedangUntuk itu BULOG mengadakan operasi kan melalui Pelabuhan Tanjung Priok pasar, tercatat operasi pasar dengan pada 26 Juli 2013 sebanyak 96,97 ton. menggunakan CBP (Cadangan Beras Jumlah yang telah disalurkan ke pasar Pemerintah) guna pengendalian harga sampai 24 Juli 2013 sejumlah 46,89 ton. konsumen, dan telah tersalur sampai Total daging impor yang didatangkan samdengan 25 Juli 2013 sebanyak 37.303 ton, pai 2 Agustus 2013 mencapai 1.093 ton. sedangkan operasi pasar beras premium Seluruh daging impor BULOG adalah (murni beras komersil daging-daging berkualitas BULOG) sebanyak 48.115 dan memiliki sertifikasi ton, sehingga total realisasi halal resmi yang dikeoperasi pasar beras BUluarkan Badan Sertifikasi LOG adalah 85.418 ton. Halal Pemerintah Australia Saat ini, kegiatan komerantara lain Supreme Islamic sil BULOG berkonsentrasi Council of Halal Meat in pada stabilisasi komoditasAustralia inc (SICHMA), komoditas pangan yang Islamic Co-Ordinating strategis. Salah satunya Council of Victoria dan dengan melakukan operasi Western Australia Halal pasar daging yang memaAuthority (WAHA), yang sarkan komoditas daging telah diakui Majelis Ulama beku impor dari Australia. Indonesia (MUI). Sutarto Alimoeso Jenis daging yang diimpor Selain itu, komoditas lain Direktur Utama itu terdiri dari dua jenis yang strategis dan perlu Perum BULOG yaitu daging tanpa tulang penanganan khusus adalah dan daging variasi. Strategi kedelai. Stabilisasi harga BULOG untuk stabilisasi itu dibagi kedelai ini diatur melalui Perpres No. menjadi dua tahap, jangka pendek yang 32/2013 tentang Penugasan Kepada Pemelalui impor dan jangka menengah rum BULOG untuk Pengamanan Harga serta panjang bekerjasama dengan dan Penyaluran Kedelai pada tanggal 8 pelaku usaha dan industri. Mei 2013, serta diterbitkannya empat Persoalan daging sapi sebagai kebuPermendag terkait aturan atau kebijakan tuhan rakyat, itu pun menjadi pemoperasional sebagai implementasi Perpres bicaraan hangat, terlebih saat menjelang No. 32/2013. Kerjasama lainnya dilakukan Lebaran. Untuk memenuhi ketersepembahasan dengan asosiasi eksportir diaannya, daging impor sudah tiba di dan importir kedelai, MOU dengan GaBandara Soekarno-Hatta, 24 Juli 2013 poktindo, KTNA dan lainnya. z


KABUPATEN MUARO JAMBI

BERGEGAS MENGEJAR KETERTINGGALAN

ejak 1999 berdiri, Kabupaten Muaro Jambi menghadapi banyak soal seperti puluhan kabupaten baru yang lahir sejak orde reformasi. Sebut saja minimnya infrastruktur, ketidaksian apan sumber daya manusia, dan desakan dari masyarakat untuk segera mencicipii manisnya pembangunan. Sementara di satu sisi, seperti lumrahnya wilayah di Indonesia, selalu berlimpah sumber daya alam, baik itu minyak dan gas bumi, mineral hasil tambang, luasnya tanah yang subur dan hasil lautan. Kabupaten Muaro Jambi punya kisah jatuh bangun saat membangun dirinya. Salah satu yang mencolok adalah bangkitnya dalam penataan administrasi dan keuangan. “Ini merupakan sejarah di Kabupaten Muaro Jambi. Di tahun awal saya masuk Muaro Jambi, predikatnya

S

INFORIAL

KABUPATEN MUARO JAMBI punya kisah jatuh bangun saat membangun dirinya. Salah satu yang mencolok adalah kebangkitannya menata administrasi dan keuangan. Meraih WTP pada tahun ini.

terburuk atau disclaimer. Tahun 2013 Muaro Jambi meraih predikat WTP dari BPK (Badan Pemeriksa Keuangan). Ini merupakan hari besar impian setiap daerah meraih predikat WTP. Jadi barometer keberhasilan daerah mengelola keuangan,” kata Burhanuddin Mahir, Bupati Muaro Jambi. Burhanuddin menambahkan, pada 2006 pemerintahannya pernah diperi-

ngatkan untuk segera berbenah. “Bila tahun depan masih saja disclaimer, status kabupaten bisa dicabut dan dikembalikan ke kabupaten induk,” katanya. Catatan membaik di bidang ketepatan pada peraturan saat penggunaan anggaran ini jadi penting sekali karena APBD Muaro Jambi meningkat pesat. APBD sejak 2006 hingga 2012 berhasil bertambah Rp 472,99 miliar. Dengan rincian, tahun 2006 sebesar Rp 345,42 miliar lalu 2007 sebesar Rp 446,40 miliar, dan 2008 Rp 558,84 miliar. Pada 2009 Rp 575,89 miliar, tahun 2010 Rp 604,07 miliar, tahun 2011 Rp 696,07 miliar dan 2012 Rp 759,55 miliar. Pada 2012, lonjakan APBD terjadi. Tercatat Rp 818,41 miliar. “Dengan angka-angka tersebut, ditambah dengan perkembangan pembangunan yang ada, ini sebuah kemajuan ya luar biasa tentunya,” ujarnya. yang “Saya sadar bahwa kabupaten ini haru bergerak cepat. Intinya adalah, dalam rus be bekerja harus taat peraturan. Prosedur ha harus dilaksanakan. Kedua ada niat baik u untuk bekerja. Ketiga, hari ini harus lebih baik dari kemarin, serta hari esok lebih baik dari hari ini,” katanya. Dengan modal prinsip ini, Muaro Jambi meraih WTP di antara 11 kabupaten/ kota yang ada di Provinsi Jambi. Pengelolaan beragam potensi di daerah juga dilakukan. “Saat ini potensi yang sedang digarap adalah perkebun baik itu sawit, karet maupun tanan n naman lainnya. Di Muaro Jambi ada seti tidaknya 500 ribu hektare kebun sawit,” ka katanya. Selain itu, ada potensi migas, ba bara dan pasir kuarsa. Burhanuddin batu mengatakan potensi yang tergarap baru sekitar 15 persen dari total potensi yang ada. Sedangkan tambang migas sudah dalam tahap eksploitasi. Pembangunan infrastruktur tentunya jadi prioritas utama. Daya ungkitnya untuk kesejahteraan masyarakat sangatlah besar. Salah satunya pembangunan jembatan Batang Hari Tiga. Risikonya anggaran terserap di sektor ini. Burhanuddin menganggap dukungan pemerintah


Burhanuddin Mahir Bupati Muaro Jambi

pusat dalam menyokong program di luar infrastruktur sangat penting. “Program pertanian misalnya, anggaran APBD tidak mencukupi untuk mendorong bidang ini,” katanya. Padahal Burhanuddin meyakini kalau Muaro Jambi berpotensi besar untuk jadi

lumbung sapi atau lumbung tanaman pangan. Misalnya saja pemerintah pusat mendukung kegiatan satu hektare dua sapi di Muaro Jambi, maka kabupaten ini bisa jadi lumbung sapi. “Indonesia tidak perlu impor sapi. Cukup ambil dari Muaro Jambi saja,” ujarnya. Sebelumnya Burhanuddin punya hitung-hitungan yang bisa membuat Muaro Jambi jadi lumbung sapi. Ada 380 ribu hektare sawit, bila ditempatkan dua ekor sapi per hektare bisa diperkirakan ada 200 ribu ekor sapi. Nah, dari hasil anakan sapi itu saja, bisa lahir 100 ribu per tahunnya. Dengan angka sebesar itu jadi tidak perlu impor sapi seperti sekarang ini. “Sayangnya, uang kita tidak ada. APBD kita baru sekitar Rp 1 triliun.

Kemampuan kabupaten, dari anggaran yang ada sekitar 50-100 sapi. Ini terlalu kecil,” katanya. Muaro Jambi terus melakukan beragam cara mengejar ketertinggalan. Beberapa cercah harapan mulai terlihat. Mulai status WTP di laporan keuangannya sampai dengan berkurangnya angka kemiskinan. Pada 2006 jumlah keluarga miskin ada 21.700, termasuk kategori tertinggi. Dalam enam tahun tinggal 6.200 (laporan BPS 2012). Terjadi penurunan hampir 70 persen. Ini angka tertinggi di republik ini. Beberapa hasil manis sudah mulai terasa. Kabupaten Muaro Jambi berada di jalur yang tepat, tinggal menambah kecepatan saja tentunya. z

CAPAIAN MUARO JAMBI DI BIDANG KESEHATAN, angka Usia Harapan Hidup masyarakat Muaro Jambi naik. Di tahun 2011 69,1 tahun menjadi 69,89 pada 2012. Sedangkan masyarakat miskin peenerima Jamkesmas dan Jampersal APBN sebanyak 76.004 jiwa. Mulai 2007 Pemkab menganggarkan pendamping keluarga pasien. Tahun 2011 dan 2012 dana pendamping Jamkesda Rp 225 juta, dengan bantuan Rp 50 ribu/hari per orang, maksimal lima hari. Bidang pendidikan juga dibangun. Kabar teranyar tingkat kelulusan 100 persen di setiap level pendidikan. Angka APK (Angka Partisipasi Kasar) di 2012, 106,56 persen (SD), 85,83 persen (SMP), dan 50,35 persen (SMA). Angka APM (Angka Partisipasi Murni) 96,59 persen (SD), 81,31 persen (SMP), dan 47,07 persen (SMA). Angka kemiskinan juga turun. Menurut BPS dan TNP2K, pada 2003 tingkat kemiskinan 9,98 persen, turun hampir separuhnya di 2011 (per September) menjadi 4,98 persen. Sejalan dengan itu, indeks kemiskinan juga menurun. Pada 2003, indeksnya 1,13 turun lebih separuh menjadi 0,43 di 2011. Pariwisata juga salah satu yang dibangkitkan. Pada saat kunjungan Presiden ke Muaro Jambi pada 22 September 2012, kawasan ditemukannya peninggalan Kerajaan Sriwijaya hingga Melayu Kuno seluas 17 km persegi di DAS Batang Hari, ditetapkan sebagai salah satu Kawasan Wisata Sejarah Terpadu di Indonesia. Atas sederet kerja tersebut, beberapa

Jembatan Batanghari Tiga penghargaan yang diterima oleh Muaro Jambi di antaranya. Penyematan Pin Emas oleh Wakil Presiden RI pada Acara Festival Anak Sholeh Nasional pada Tahun 2012, Penyerahan Penghargaan 10 besar Kabupaten/Kota dan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil yang dinilai mempunyai rekor tertinggi pada saat Rakernas Kependudukan dan Catatan Sipil yang bertemakan “Penerapan e-KTP dan Pencatatan Sipil akan meningkatkan efektifitas Pelayanan Publik” oleh Mendagri pada Tanggal 19 Februari 2012, dan Penyerahan Penghargaan “Anubhawa Sasana Desa” oleh MenKumHam tentang Desa Sadar Hukum kepada Bupati Muaro Jambi Burhanuddin Mahir pada 15 Juni 2013. z

BANGUN JEMBATAN BATANGHARI TIGA SALAH SATU PROBLEM daerah yang baru mekar adalah keterisolasian. Kabupaten Muaro Jambi mendorong pembangunan jembatan Batanghari Tiga yang menghubungkan daerah di lintas timur dan lintas barat. “Prasarana jaringan jalan dan jembatan merupakan salah satu urat nadi dalam pertumbuhan ekonomi wilayah dan pengembangan wilayah. Perekonomian masyarakat akan maju lebih pesat,” ucap Burhanuddin Mahir, Bupati Muaro Jambi. “Tahun ini insya Allah lima desa sudah terbuka. Tahun 2014 dilanjutkan harapannya di DAS tidak lagi bergantung dengan sungai. Oorang di DAS mau menjual hasil tangkapan ikan perlu tiga jam dengan perahu. Sampai pasar, konsumen sudah balik. Pembelinya tinggal makelar dan harga pun jatuh,” ujar Bupati Burhanuddin. z

INFORIAL


LOURENTIUS EP (TEMPO)

Kecintaan sesungguhnya pada negeri ini tak semestinya hanya tertumpu pada hamparan alam nan elok, pantai berpasir putih nan bersih. Namun, sejatinya tercurah pula pada entakan kaki para penari, tetabuhan yang mengiringi sebuah ritual, spirit kecintaan seutuhnya pada seni budaya. IKLAN LAYANAN MASYARAKAT INI DIPERSEMBAHKAN OLEH


PROVINSI SULAWESI BARAT

RAGAM POTENSI PROVINSI TERMUDA rovinsi Sulawesi Barat mulai terbentuk sejak 2004 melalui UndangUndang Nomor 26 Tahun 2004. Sebagai provinsi termuda (ke33), Sulawesi Barat (Sulbar) memiliki luas wilayah 16.937 kilometer persegi dengan lima kabupaten. Kabupaten Mamuju sebagai Ibu Kota provinsi dan pusat pemerintahan, Mamuju Utara sebagai pusat perkebunan dan pengolahan, Majene sebagai pusat pelayanan pendidikan dan pelabuhan perikanan, Polman sebagai pusat pertanian dan pengolahan hasil bumi, dan Mamasa sebagai destinasi wisata unggulan. Selain itu, kini Sulbar memiliki sebanyak 69 kecamatan dan 645 kelurahan/ desa untuk mendukung perangkat pemerintahan. Wilayah Sulbar berada di sekitar garis khatulistiwa dengan iklim tropis. Kondisi ini menguntungkan Sulbar untuk dikembangkan sebagai daerah agraris. Pertanian merupakan penghasil pendapatan daerah regional bruto (PDRB) terbesar. Hampir 50 persen atau setara dengan nilai Rp 6,254 triliun per tahun. Oleh karena itu, hampir 60 persen penduduknya menggantungkan hidup di sektor pertanian. Pada sektor tanaman pangan, padi dan palawija yang paling dominan. Pada 2011, sebanyak 365.683 ton padi diproduksi. Sedangkan tanaman palawija seperti jagung sebesar 82.995 ton, ubi jalar 20.407 ton, ubi kayu 47.670 ton, kacang tanah 1.230 ton, kedelai 2.433 ton dan kacang hijau 714 ton. Besarnya produksi tanaman pangan pun dipengaruhi meningkatnya luas panen, yang pada 2011 mencapai 76.347 hektare. Menurut Gubernur Sulawesi Barat H. Anwar Adnan Saleh, hampir tiap tahun Sulbar mendapat penghargaan

P

INFORIAL

peningkatan produksi beras nasional (P2BN) dari presiden karena mampu meningkatkan produksi pangan hingga 5 persen per tahunnya. Selain itu, Sulbar ikut berkontribusi dalam program nasional yang digalakkan oleh pemerintah yakni surplus beras nasional sebanyak 10 juta ton pada 2014. Dari target surplus beras 3,2 juta ton pada 2011, Sulbar berhasil menyumbang 91.471 ton. Selain pertanian, Sulbar terkenal pula dengan sektor perkebunan. Sebanyak 21.9 persen dari total PDRB Sulbar berasal dari sektor tersebut, atau setara dengan Rp 2,823 triliun per tahun. Pada sektor ini, kakao dan kelapa sawit merupakan tanaman yang diunggulkan dengan produksi mencapai 141.987 ton dan kelapa sawit sebanyak 37,52 ribu ton pada 2011. Potensi perkebunan yang dimiliki Sulbar banyak terdapat di Mamuju, Mamuju Utara dan Polman dengan luas areal kakao sebesar 132 ribu hektare dan kelapa sawit 84.248 hektare. Melihat potensi perkebunan yang sangat besar, pemerintah provinsi akan mengembangkan pabrik pengolahan

USIA boleh belia, tapi prestasi membanggakan dan potensi sumber daya alam pun melimpah.

minyak di Pasangkayu, Mamuju Utara. Pabrik ini akan menghasilkan minyak 1000 ton per hari dan akan menjadi pabrik minyak terbesar di kawasan timur Indonesia. Dengan kapasitas tersebut, pabrik minyak goreng Sulbar mampu menyuplai kebutuhan minyak goreng di 15 provinsi di kawasan timur Indonesia. Selain pabrik minyak, pemerintah juga akan membangun pabrik pengolahan kakao di Polman dan Mamuju. Pasalnya produksi kakao di Sulbar termasuk besar dan mampu mensuplai 24 persen kebutuhan kakao nasional. Sehingga kakao dijadikan sebagai ikon Sulbar. Sulbar memiliki kawasan hutan yang cukup potensial untuk dikembangkan. Sekitar 11.776 kilometer persegi dari total 16.973 kilometer persegi adalah hutan. Rotan dan getah pinus merupakan salah satu komoditas hasil hutan yang banyak diproduksi, yakni masing-masing sebesar 2.566 ton dan 132.359 ton. Ke depannya, pemerintah provinsi akan membangun pabrik pengolahan rotan di atas lahan seluas 5 hektare di kawasan Pelabuhan Belangbelang, Kabupaten Mamuju. Selain itu, potensi perikanan juga menjanjikan. Empat dari lima kabupaten di Sulbar berbatasan langsung dengan Selat Makassar.


Sehingga dapat dikembangkan perikanan tangkap dan perikanan budi daya. Produksi perikanan budi daya mencapai 47.493,53 ton dengan nilai produksi sebesar Rp 403,344 miliar sedangkan perikanan tangkap mampu memproduksi sebanyak 72.454 ton dengan nilai produksi hingga Rp 560,124 miliar. Untuk mengembangkan produksi perikanan, Pemerintah Provinsi Sulbar siap membangun pabrik pengolahan ikan di Majene. Potensi lain yang sangat besar yakni hasil bumi seperti tambang emas, pasir besi, dan batu bara. “Bahkan hasil penelitian menyebutkan kandungan uraniun terbaik ada di tanah Sulbar,” ujar H. Anwar Adnan Saleh, saat diwawancarai di kediamannya. Tapi

khusus uranium, untuk saat ini pengelolaannya diserahkan kepada pemerintah pusat. Soal investasi, menurut Gubernur, Sulbar merupakan provinsi dengan sejuta peluang. Oleh karena itu, untuk mendukung semua itu, pemerintah provinsi akan terus memperbaiki fasilitasnya. Mulai dari ketersediaan hotel, jalan, pelabuhan dan jembatan. “Agar investasi masuk, fasilitas dan infrastruktur harus menunjang,” ujar Adnan. Setidaknya ada beberapa hal yang membuat Sulbar bisa menjadi lahan investasi untuk para investor. Pertama soal sumber daya alam yang tersedia. “Para investor tahu bahwa kita memiliki perkebunan terbaik di kawasan timur Indonesia, dan juga pertambangan

yang menjanjikan,” kata Adnan. Kedua adalah posisi Sulbar di segi tiga emas antara Provinsi Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan dan Kalimantan Timur dan berbatasan langsung dengan Selat Makassar yang merupakan jalur pelayaran internasional. Sehingga Sulbar bisa terhubung langsung dengan negara-negara seperti Cina, Korea dan Jepang. “Mereka tidak perlu lagi keliling atau masuk ke daerah Jawa, tapi cukup masuk dari pelabuhan yang ada di Sulbar,” ujar Adnan. Selain potensi yang besar, provinsi yang memiliki jumlah penduduk sebesar 1,189 juta jiwa ini menorehkan beberapa prestasi yang sudah diakui secara nasional. Provinsi Sulbar termasuk daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang besar yakni 12,91 persen di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 6,37 persen pada 2012. Di samping itu, Sulbar berhasil memiliki nilai indeks pembangunan masyarakat (IPM) mencapai 70,11 pada 2011 hampir setara dengan nilai IPM Indonesia yang mencapai 72,77. Pada 2012, Sulbar meraih penghargaan Energi Prabawa dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Karena dinilai mampu mendistribusikan energi listrik di hampir seluruh wilayah Sulawesi Barat dengan memanfaatkan teknologi pembangkit listrik tenaga mikro hydro (PLTMH). “Persentase kelistrikan kita sudah menjangkau 85 persen wilayah Sulbar,” kata Adnan. Dibanding 2005, saat awal Sulbar menjadi provinsi, listrik hanya mencapai 32 persen. Dilihat dari persentasenya Sulbar termasuk tercepat dalam pembangunan kelistrikan. Soal pemberdayaan masyarakat, Sulbar berhasil meraih penghargaan Kompak Award 2013 sebagai provinsi yang berhasil menunjukkan kinerja terbaik dalam pendampingan dan pengelolaan program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) mandiri. Dalam bidang seni dan budaya, dua tahun berturut-turut yakni 2009 dan 2010, Sulbar berhasil memenangi Piala Presiden di Karnaval Budaya Nusantara. Karnaval yang diadakan setiap 19 Agustus itu diikuti 33 provinsi di Indonesia. “Tahun ini karnaval akan diadakan lagi di Istana Presiden. Dan kami sudah siap,” kata Adnan. z INFORIAL


PROVINSI SULAWESI BARAT

ejak memekarkan diri menjadi provinsi, Sulawesi Barat terus menggenjot pembangunan di berbagai sektor. Mulai dari infrastruktur hingga sektor pariwisata. Berikut kutipan wawancara Tim Info Tempo dengan Gubernur Sulawesi Barat H. Anwar Adnan Saleh seputar geliat pembangunan di Sulawesi Barat. Seperti apa program pembangunan yang digalakkan Pemprov Sulbar? Di awal saya menjadi gubernur pada 2006, program pembangunan yang saya lakukan adalah membangun jalan, jembatan, pelabuhan dan bandara. Percuma punya potensi yang besar, tapi akses menuju ke tempat tersebut tidak ada. Alhamdulillah, setelah empat tahun, sudah bisa dirasakan hasilnya. Bagaimana kesiapan SDM untuk peningkatan pelayanan publik? Saat pertama kali Sulbar jadi provinsi, sumber daya manusia (SDM) siap pakai sangat sedikit. Jadi kita pakai yang seadanya saja. Karena waktu itu, tenaga kerja di pos-pos pemerintahan seperti kepala dinas harus berpangkat tinggi. Sedangkan pangkat tertinggi adalah guru. Maka habislah guru dan kepala sekolah di Sulbar. Namun, tiga tahun berikutnya, setelah semua berjalan dengan baik, semua guru kita kembalikan lagi. Dengan pertimbangan, tenaga guru lebih dibutuhkan siswa di Sulbar. Tahun ini, kami akan melakukan penerimaan pegawai baru. Penerimaannya akan lebih selektif dan akan disesuaikan dengan kebutuhan. Jadi, kita tidak akan menerima banyak pegawai tapi tidak tahu mau dikemanakan. Selain itu, untuk menyiapkan tenaga kerja yang andal dan siap pakai, kami telah membangun Balai Diklat Pemerintah Provinsi Sulbar. Karena, tidak mungkin bisa kerja dengan hanya bermodalkan ijazah. Dibutuhkan berbagai pelatihan. Sehingga seluruh pegawai akan dilatih di tempat tersebut. Bagaimana pencapaian Pemprov Sulbar saat ini? Memasuki periode kedua, sudah terasa ada perubahan. Awalnya, kami tidak memiliki bandara. Sekarang, sudah ada bandara dengan panjang landasan hingga 2500 meter melayani pesawat jenis ATR-77. Kami sudah juga membangun jalan dan jembatan. Pembangunan sudah

S

INFORIAL

H. ANWAR ADNAN SHALEH, GUBERNUR SULAWESI BARAT

BANGUN INFRASTRUKTUR UNTUK INVESTASI sepanjang 574 kilometer. Sebelumnya, jalan di Sulbar hampir 80 persen rusak parah. Sekarang yang terjadi sebaliknya. Tinggal 20 persen yang rusak. Selebihnya sudah bagus dan mulus. Pelabuhan pun, yang awalnya tidak ada, sekarang sudah ada dan sedang kita kembangkan fasilitasnya. Pelabuhan ditempatkan di Belang-belang, sekitar 78 kilometer dari Kota Mamuju, Ibu Kota Provinsi Sulbar. Tidak hanya di ibu kota, tapi hampir semua kabupaten sudah tersedia pelabuhan untuk melayani aktivitas masyarakat dan bongkar muat. Artinya, kesejahteraan masyararakat makin meningkat? Di tengah pembangunan infrastruktur yang terus kita percepat, pendapatan per kapita masyarakat Sulbar juga berangsur meningkat. Sebelumnya hanya sekitar Rp 3-Rp 4 juta per tahun. Sekarang sudah mendekati Rp 10 juta per tahun dan kita targetkan pendapatan per kapita masyarakat bisa mencapai Rp 15-Rp 20 juta per tahun. Padahal, pertumbuhan ekonomi Sulbar di awal saya menjadi gubernur hanya 4 persen. Tapi setelah infrastruktur jalan telah selesai, perbaikan dimana-mana, tingkat pembangunan ekonomi sempat

mencapai 15,1 persen. Dan ini sempat menjadi tingkat pertumbuhan ekonomi paling tinggi melebihi tingkat pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya sampai 6 persen. Adakah hal-hal yang perlu diakselerasikan ke depannya? Ke depan, kita ingin mempercepat penyelesaian seluruh infrastruktur di Sulbar. Karena tidak mungkin ada perbaikan ekonomi tanpa ada perbaikan infrastruktur. Jangan harap ada investasi yang masuk tanpa ada perbaikan infrastruktur. Selanjutnya, kami juga akan mempercepat pembangunan akses pelayanan pendidikan dan kesehatan, penurunan angka kemiskinan dan terakhir mempercepat pelayanan pertanian dan perkebunan. z


BERBENAH infrastruktur terus dilakukan dan mendorong pengusaha untuk ikut berpartisipasi.

embangun infrastruktur merupakan modal pembangunan. Tanpa infrastruktur, perekonomian tidak akan lancar. Seperti itulah yang dipahami Gubernur Sulawesi Barat H. Anwar Adnan Saleh. Sehingga sejak awal pemerintahan sampai periode kedua menjabat sebagai gubernur, selalu menekankan pada pembangunan infrastruktur. Hal itu tertuang dalam Panca Karya Pembangunan Provinsi Sulbar yakni meningkatkan kualitas perluasan ketersediaan sarana dan prasarana ekonomi vital di Sulbar. Melalui panca karya tersebut, Pemerintah Sulbar berusaha untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur dan mengurangi keterisolasian antardaerah di Sulbar. Berawal dari hal itu, dari waktu ke waktu, Pemerintah Sulbar terus membenahi infrastrukturnya. Mulai dari pembangunan akses jalan dari tingkat desa hingga jalan provinsi, jembatan, pelabuhan hingga bandara. Saat ini, menurut Anwar, dari 6.912 kilometer jalan yang ada di Sulbar, tinggal 20 persen yang rusak parah. “Hal tersebut akan digenjot terus sehingga tak ada lagi jalan yang rusak,” ujarnya. Soal jalan yang masih rusak, disadari olehnya terkendala soal anggaran. Perekonomian di Sulbar masih belum mampu untuk membiayai pembangunan jalan tersebut. Kebanyakan jalan yang rusak berada di jalan kabupaten dan provinsi. Sedangkan kondisi anggaran di Sulbar masih terbatas. Maka Pemprov Subar membuka peluang kerja sama dengan para pengusaha yang ingin mengembangkan potensi tersebut. “Jika pengusaha ingin masuk, maka mereka harus membangun akses menuju ke

MEMBENAHI INFRASTRUKTUR DI BUMI KAKAO

M

lokasi tersebut,” ujar Anwar. Salah satu contoh pengusaha yang tertarik untuk berinvestasi di Sulbar adalah Kalla Group. Rencananya, Kalla Group akan membangun pembangkit listrik tenaga air dengan kapasitas 2x125 MW di Sulbar. “Kalla Group juga sudah bersedia untuk membangun jalan beton sepanjang 80 kilometer menuju lokasi pembangkit di perbatasan Sulbar,” ujar Adnan. Selain Kalla Grup, ada pula beberapa pengusaha yang sudah mencoba untuk melirik tambang emas di perbatasan Tana Toraja dan Mamasa. Selain pembangunan jalan, Sulbar pun membangun pelabuhan. Saat ini, aktivitas pelabuhan di Sulbar mencapai 2.152 unit pelayaran. Terdiri dari 136 pelayaran nasional, 15 kali pelayaran umum, dan 1304 pelayaran rakyat serta 697 kali nonpelayaran. Pembangunan pelabuhan terus dikejar. Saat ini, Sulbar telah memiliki empat pelabuhan yang berada di Kabupaten Majene, Kabupaten Polman dan dua pelabuhan di Kabupaten Mamuju. Pelabuhan itu, selain melayani penumpang, juga melayani aktivitas bongkar muat barang. Dari pelabuhan

inilah, crude palm oil (CPO), hasil bumi dari kelapa sawit yang jadi unggulan Sulbar di jual di pasar nasional dan internasional. Dari data 2011, sebanyak 376.470 ton CPO yang banyak di muat di kapal Sulawesi Barat dan diekspor keluar negeri. Pemerintah provinsi tengah mengembangkan Bandar Udara Tampapadang di Kabupaten Mamuju. Saat ini, bandara tersebut telah melayani penerbangan dari Makassar ke Mamuju dengan tipe pesawat ATR-77. Adanya bandara tersebut bisa menghemat waktu. Tadinya jika melalui darat bisa sampai 10 jam. Tapi dengan pesawat hanya menghabiskan waktu 50 menit saja. Kini, Pemprov Sulbar tengah mengembangkan fasilitas di bandara tersebut. Panjang landasan pacu sepanjang 2500 x 80 meter sendiri sudah bisa didarati oleh pesawat airbus. Setidaknya untuk pesawat boeing 737200 berkapasitas penumpang hingga 150 orang bisa mendarat. Jika semua infrastruktur beres, bandara sudah bagus, jalan dari bandara menuju kota sudah bagus, Anwar berharap, tadinya orang datang ke Sulbar hanya berencana tinggal satu hari, bisa bertambah menjadi tiga hari. z INFORIAL


PROVINSI SULAWESI BARAT

ebagai provinsi yang terus berkembang, Sulawesi Barat selalu berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Tanpa SDM yang memadai maka pembangunan masyarakat akan jalan di tempat. Oleh karena itu, pendidikan menjadi aspek yang sangat penting. Menyadari hal itu, Gubernur Sulawesi Barat, H. Anwar Adnan Saleh berupaya agar kualitas pendidikan masyarakat Sulbar meningkat. Salah satu program adalah pendidikan anak usia dini (PAUD) yang memberikan wadah kepada anak-anak di pelosok dan ingin mengenyam pendidikan. “Kita berharap agar anak-anak di kampung-kampung bisa mendapatkan pendidikan sejak usia dini,” ujar Anwar. Pemerintah terus membangun PAUD bekerja sama dengan pengurus PKK setempat. Saat ini sudah 1.554 lembaga PAUD yang tersebar di setiap kabupaten dan desa di Sulbar.

S

MENINGKATAN kualitas pendidikan dan kesehatan dengan program-program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

MENYIAPKAN SDM UNGGUL Program lain yang dijalankan yakni mengembalikan anak putus sekolah. Gubernur pun menerapkan program dengan slogan “Kembalikan Aku ke Sekolah”. Lewat program ini, Pemerintah Sulbar menerapkan subsidi kepada anak yang kurang mampu. Mulai dari pembayaran hingga seragam. “Hal ini dilakukan sejak tiga tahun lalu, dan dari 2500 siswa, dua per tiganya telah kita kembalikan ke sekolah,” katanya. Angka buta aksara berada di tingkat 12,69 persen pada 2008 juga menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. Beragam langkah terus dilakukan sehingga kini angka tersebut berangsurangsur menurun menjadi 11,46 persen meskipun tidak signifikan. Dalam hal ini, pemerintah provinsi bersama-sama dengan masyarakat dan

lembaga swadaya masyarakat (LSM) menggelar program berantas buta aksara. “Dalam waktu tiga minggu, ibuibu yang tadinya tidak bisa membaca, akhirnya bisa membaca,” ujar Anwar. Pada segi fisik, pemerintah provinsi memiliki 1736 unit gedung SD hingga SLTP, 172 unit gedung SLTA dan 22 perguruan tinggi, di mana Universitas Sulawesi Barat kini telah beralih status menjadi negeri. Selain ketersediaan gedung, pemerintah terus berusaha untuk memperbaiki fasilitas yang ada di sekolah tersebut dengan cara membuka laporan dari masyarakat. “Kita buka laporan. Dan kita respon. Dengan cara turun langsung ke lapangan. Jika saya temukan sekolah yang tidak layak pakai langsung diperbaiki,” ujar Anwar. z

Optimalkan Puskesmas sebagai Garda Terdepan DULU masyarakat Sulbar masih melakukan pengobatan tradisional melalui dukun-dukun. Melihat kondisi itu, Pemerintah Sulbar berusaha untuk mensinergikan antara bidan dan dukun. Hampir setahun sekali diadakan pertemuan antara dukun beranak dan bidan. “Hasilnya, dukun-dukun ini mau bekerja sama. Bahkan sekarang sudah ada dukun yang memanggil bidan,” ujar Gubernur Sulbar Anwar Adnan. Soal penyakit yang berkembang di masyarakat, pemerintah menginstruksikan ke setiap Puskesmas agar melakukan pemantauan setiap minggu di masyarakat. Untuk itu, setiap bidan dibekali dengan kendaraan bermotor dan

INFORIAL

tiap Puskesmas disediakan ambulans. Setelah melakukan itu, rasio kesehatan sudah semakin baik. Berdasarkan angka harapan hidup masyarakat Sulbar pada 2008 sebanyak 67,4 tahun meningkat menjadi 68 tahun pada 2011. Dan kesadaran orang untuk berobat ke Puskesmas semakin tinggi. Ketersediaan Puskesmas di Sulbar 1.057 unit dan 6 rumah sakit daerah. Sedangkan tenaga kesehatan yang tersedia 2.868 orang. Selain itu, agar mendorong ketersediaan dokter ahli di Sulbar, pemerintah menyiapkan beasiswa kepada dokter dan calon dokter untuk mengambil spesialis. Dengan perjanjian, setelah belajar kembali ke Sulbar untuk mengabdi. z


SULBAR menawarkan beragam pesona wisata mulai dari wisata alam, budaya, sejarah hingga wisata religi.

ektor pariwisata di Sulbar menunjukkan angin segar. Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Sulbar menunjukkan peningkatan pada tiga tahun terakhir. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Barat pada 2009 jumlah wisatawan mancanegara sebanyak 627 orang. Meningkat menjadi 699 orang pada 2010 dan meningkat lagi menjadi 777 orang pada 2011. Sedangkan untuk wisatawan domestik juga menunjukkan kenaikan yang sama. Pada 2009 jumlah wisatawan 10.353 orang, meningkat menjadi 11.504 orang pada 2010. Terakhir 2011 meningkat menjadi 12.783 orang. Peningkatan tersebut belum signifikan tetapi hal tersebut bisa menjadi bukti bahwa destinasi pariwisata Sulbar bisa jadi daya tarik para wisatawan. Gubernur Sulawesi Barat, H. Anwar Adnan Saleh mengatakan saat ini pemerintah Sulbar tengah berusaha memperbaiki berbagai sarana dan prasarana. Termasuk ketersediaan hotel, infrastruktur jalan dan fasilitas pendukung lainnya. “Pemerintah akan membangun bandara di Mamasa. Sehingga bisa memperlancar akses para turis ke Sulbar,� kata Anwar. Program lain yang dilakukan oleh pemerintah yakni memberikan dukungan untuk memperbaiki situs-situs yang ada dan gencar mempromosikan destinasi wisata di Sulbar kepada para wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Berkunjung ke Sulbar akan memberikan kesan baru. Apalagi bagi yang baru pertama berkunjung, sepanjang ratusan kilometer akan disuguhi

MAMASA

PRIMADONA WISATA

S

pemandangan laut yang menawan. Sejak 2008, Pemerintah Provinsi Sulbar melalui Peraturan Gubernur telah menobatkan Mamasa sebagai destinasi wisata unggulan di Sulbar. Penunjukan tersebut bukan tanpa alasan. Kondisi geografis Mamasa yang terletak di daerah pegunungan dengan ketinggian rata-rata 700-2.741 meter menawarkan panorama alam yang indah dengan suhu yang sejuk, plus potensi budaya yang khas yang masih terjaga kelestariannya. Mamasa memiliki setidaknya sepuluh air terjun dengan ketinggian rata-rata 70-80 meter. Di antara semua air terjun yang ada, Air Terjun Liawang merupakan air terjun paling tinggi mencapai 200 meter. Di Mamasa terdapat pemandian air panas. Salah satu yang terletak di tengah kota adalah Pemandian Air Panas Kole. Pemandian ini diyakini mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk yang senang memacu adrenalin, Wisata Tirta Arung Jeram tampaknya patut dicoba. Karena di Mamasa terdapat sungai yang mengalir membelah dua Kabupaten Mamasa dan sesuai untuk lokasi arum jeram. Pesona budaya yang unik menjadi daya tarik bagi para wisatawan. Khususnya di Kecamatan Balla, terdapat perkampungan tradisional balla peu`. Tempat itu menyimpan 100 rumah tradisional dengan lumbung padi di

depan rumah masing-masing. Tak hanya itu, di kecamatan yang sama terdapat makam tua tedong-tedong minanga sebagai tempat penyimpanan mayat yang disebut erong. Berbeda dengan peti biasa, di Mamasa bentuknya menyerupai perahu dan juga tedong (kerbau). Selain itu, di Mamasa ada ritual kematian yang di kenal dengan dipatadongkon/ dipato`dang. Upacara tersebut merupakan salah satu rangkaian acara kematian (Rambu Solo`) dengan mendudukkan mayat di lantai atau di atas kursi dengan memakai pakaian adat. Acara ini hanya ada di Sulbar dan bahkan tidak ditemukan di tempat lain di Indonesia. Provinsi Sulbar pun menawarkan wisata sejarah. Banyak peninggalan sejarah dari zaman Belanda, di antaranya gereja tua yang dibangung pada 1929 di Kelurahan Tawalian, meriam yang digunakan saat perang, batu terapung, batu kumila` (batu nakal), batu laledong (batu bergoyang) dan lainnya. z

INFORIAL


SUPLEMEN KEMERDEKAAN

INDONESIA 2 0 1 3

AKSELERASI PEMBANGUNAN DAERAH DIPERCEPAT Penggunaan dana transfer daerah tak selalu untuk belanja pegawai dan belanja rutin. Kebijakan pembangunan daerah harus disinkronkan dengan kebijakan pusat.

P

erjalanan Tayan-Sanggau sejauh 150 kilometer harus ditempuh tiga jam. Padahal, jika jalan bagus, waktu tempuh 90 menit. Begitu pula Sanggau-Sintang yang berjarak 128 kilometer harus ditempuh dua jam. �Di tempat kami banyak jalan yang kondisinya rusak,� ujar Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Yohanes Kiteng. Jalan

berlubang dan berlumpur sehingga memperpanjang waktu tempuh menjadi pemandangan yang lazim di Indonesia Timur seperti Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Pembangunan infrastruktur adalah salah satu tantangan besar dan menjadi penggerak utama pertumbuhan di Indonesia. Diperlukan investasi infrastruktur sebesar 5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) untuk mempertahankan target pertumbuhan ekonomi 6,4 persen yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Nasional 2010–2014. Sejak 2005-2013 memang terjadi peningkatan pembiayaan infrastruktur melalui APBN. Jika 2005 pembiayaan infrastruktur hanya 0,94 persen dari PDB, maka di 2013 angkanya mencapai 4,72 persen. Menteri Koordinatot Perekonomian Hatta Rajasa pada acara Rakernas IV Asosiasi Bappeda Provinsi se-Indonesia di Samarinda Februari silam menyatakan Indonesia perlu belajar dari RRC dan India dalam pembangunan infrastruktur. EKO SISWONO TOYUDHO (TEMPO)

DIPRODUKSI OLEH TIM INFO TEMPO

Sejak medio 1990-an, kontribusi belanja infrastruktur RRC konsisten 9-11 persen dari PDB. Adapun investasi infrastruktur di India meningkat sejak 2009 di atas 7 persen dari PDB. Alokasi belanja negara untuk pembangunan infrastruktur dimaksudkan mendukung akselerasi dan perluasan pembangunan. Selain itu diharapkan mampu menekan ekonomi biaya tinggi dan memperlebar kesempatan kerja untuk menekan angka pengangguran dan kemiskinan. Sistem logistik nasional, minimnya infrastruktur maritim, tidak ekonomisnya produksi nasional dan aksesibilitas wilayah-wilayah potensial yang rendah menjadi sasaran pembangunan infrastruktur dalam RAPBN-2013. Kebutuhan infrastruktur tak hanya mendukung aktivitas ekonomi nasional dan keterhubungan domestik (dalam dan antar-pulau) tapi juga dapat meningkatkan keterkaitan dengan dunia internasional. Dalam RAPBN Perubahan 2013, komitmen membenahi kualitas infrastruktur tercermin melalui alokasi


ARIF FADILLAH (TEMPO)

belanja modal yang mencapai Rp 210 triliun atau 12,67 persen dari APBN sebesar Rp 1.657,9 triliun. Enny Sri Hartati, Direktur Institute for Development of Economic and Finance, mengatakan realisasi belanja infrastruktur sebesar Rp 210 triliun bisa lebih optimal jika memenuhi tiga syarat: fokus dan mampu mendorong sektor lain tumbuh, efisien, dan transparan. Menurutnya, penggunaan belanja infrastruktur harus fokus kepada tiga hal yaitu infrastruktur energi, pangan dan konektivitas daerah. Ada sejumlah agenda pembangunan infrastruktur yang tertuang dalam RAPBN-2013. Untuk perhubungan darat meliputi pembangunan lebih dari 380 km jalur Kereta Api baru, pembangunan rel ganda Jakarta-Surabaya sepanjang 727 km dan pembangunan terminal transportasi jalan di 24 lokasi. Untuk meningkatkan daya saing logistik nasional, pemerintah pusat berencana meningkatkan kapasitas jalan Lintas Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, NTB, NTT, dan Papua sepanjang 4.431 km. Untuk perhubungan laut mencakup pembangunan 29 pelabuhan di enam

koridor, pembangunan prasarana 61 dermaga penyeberangan serta pengembangan dan pengelolaan pelabuhan perikanan di 25 lokasi. Untuk mendukung keterhubungan antar-wilayah (domestic connectivity), juga akan dibangun 24 bandara baru kelas menengah pada 2013-2014 dan rehabilitasi 120 bandara lama. GUNAWAN WICAKSONO (TEMPO)

DIPRODUKSI OLEH TIM INFO TEMPO

Menurut Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, dengan Master Plan Percepatan dan Perluasan Ekonomi Indonesia (MP3EI), peluang investasi dalam pembangunan infrastruktur khusus di kawasan industri karena memungkinkan swasta ikut serta melalui pola Private Public Partnership (PPP) atau kerja sama pemerintah-swasta. “Ada tiga mega proyek prioritas senilai US$ 764 juta dengan mekanisme PPP yaitu pelabuhan, jalan tol dan infrastruktur pengolahan sampah,” katanya. Di sisi lain, pemerintah pusat mendorong pemerintah daerah memaksimalkan penggunaan dana transfer daerah untuk pembangunan infrastruktur. Sebab, selama ini dana transfer daerah cenderung dihabiskan untuk belanja pegawai dan belanja rutin. Porsi anggaran infrastruktur dalam APBD masih kecil yakni Rp 69,5 trilun di 2013. Jika pemerintah pusat memprioritaskan infrastuktur yang memiliki multiplier effect tinggi terhadap peningkatan kegiatan perekonomian, pemerintah daerah harus membangun infrastruktur pedesaan terutama membuka akses pasar hasil produksi pertanian dan membuka akses wilayah-wilayah terpencil. Sinkronisasi kebijakan pembangunan infrastruktur daerah dengan pemerintah pusat sebenarnya bisa meningkatkan anggaran infrastruktur. “Infrastruktur kan tidak hanya milik pusat, provinsi, kabupaten kota juga ada, itu perlu disinkronkan,” ujar Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional Armida Alisjahbana. z HOTMA SIREGAR (DARI BERBAGAI SUMBER)


Menteri PDT Helmy Faishal bersama istri, Santi Annisa Helmy Faishal saat melihat produk unggulan Kabupaten Seram Bagian Barat.

Meretas Daerah Tertinggal dengan Komoditas Lokal Berbagai upaya terpadu dilaksanakan Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) dalam upaya melakukan percepatan pembangunan daerah tertinggal. SELAIN melakukan pembangunan di bidang infrastruktur, KPDT juga menggali potensi lokal sebagai komoditas unggulan yang mampu mengangkat ekonomi masyarakat daerah tertinggal untuk menuju kesetaraan.

Program tersebut dikenal dengan Produk Unggulan Kabupaten (Prukab). Pelaksanaan program pembangunan tersebut dilakukan dalam satu wilayah utuh dan terpadu dengan menitikberatkan pada kemampuan menemukenali potensi

dan unggulan wilayah yang ada untuk dikembangkan. Karenanya kita mesti mengenali dan preferensi atas potensi unggulan dari masing-masing daerah untuk dijadikan program unggulan dalam pembangunan. Preferensi program berdasarkan potensi unggulan wilayah diharapkan agar tidak terjadi generalisasi program pembangunan untuk masing-masing wilayah atau daerah. Di sini perlu adanya spesialisasi program pembangunan berdasarkan potensi wilayah yang ada


satu produk unggulan sebagai unggulan komperatif dan kompetitif. Melalui kegiatan dan sasaran yang terfokus ini diharapkan terjadinya spesialisasi industri pada tiap-tiap wilayah di daerah tertinggal yang selanjutnya akan dapat meningkatkan skala ekonomi (economic of scale) dan produktivitas industri yang bersangkutan yang akhirnya akan meningkatkan daya saing (competitiveness).

di masing-masing daerah. Pendekatan spesialisasi program, jika dilakukan VHFDUD HÂżVLHQ HIHNWLI GDQ DNXUDW diharapkan dapat mencapai hasil optimal. Prukab dijalankan sejak 2011, di mana Prukab merupakan program satu kabupaten daerah tertinggal yang didorong untuk fokus pada pengembangan satu produk unggulan di daerah tertinggal. Satu daerah memiliki

Hampir tidak percaya, tanah yang subur namun dibiarkan terlantar, kini bisa menjadi daerah penghasil jagung. Kita akan upayakan membangunkan Embung untuk menampung air hutan, sehingga bisa ditanami jagung 2 kali setahun

Program Prukab Salah satu daerah yang dinilai berhasil dalam mengembangkan prukab adalah Kabupaten Dompu di Nusa Tenggara Barat (NTB). Keberhasilan Dompu sebagai penghasil jagung menjadi satu hal yang diapresiasi Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Helmy Faishal Zaini. “Berarti sebentar lagi akan ada satu daerah yang akan melewati masa ketertinggalannya. Hamparan jagung mulai dari ujung kabupaten ini, menjanjikan untuk daerah ini maju,� kata Menteri PDT, saat melakukan panen raya Jagung di Desa Taropo, Kecamatan Kilo Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, bulan Maret lalu. Dalam kunjungan kerja tersebut Menteri mengaku terkejut tatas pesatnya pertumbuhan di Dompu selama 3 tahun terakhir. Menteri yang pernah berkunjung di daerah Dompu pada tahun 2010, mengaku melihat banyak lahan tidur. Bahkan saat itu, ia berpikiran Dompu akan sangat sulit keluar dari daerah tertinggal. “Hampir tidak percaya, tanah yang subur namun dibiarkan terlantar, kini bisa menjadi daerah penghasil jagung. Kita akan upayakan membangunkan Embung untuk menampung air hutan, sehingga bisa ditanami jagung 2 kali setahun,� kata Menteri. Pada kenyataannya petani di daerah ini antusias untuk melakukan penanaman jagung. Pada tahun 2011 dari 10 ribu hektar yang ditargetkan, mampu terealisasi mencapai 25 ribu hektar. Begitu juga tahun 2012, dari 27 ribu hektar terealisasi seluas 31 ribu hektar. Namun, pada tahun 2013 ini kondisinya tidak sesuai target karena harga jagung anjlok. Dengan peningkatan komoditi unggulan ini angka kemiskinan di Kabupaten Dompu, bisa turunkan hingga 18 persen dari 21 persen pada tahun 2010. Komoditas lain yang dikembangkan dalam program prukab adalah rumput laut. Keberhasilan budidaya

rumput laut ditemukan di kalangan masyarakat Saumlaki, Maluku Tenggara %DUDW .RQGLVL JHRJUDÂżV ZLOD\DK yang didominasi oleh pesisir dan laut, merupakan potensi yang sangat besar untuk pengembangan sumberdaya kelautan dan perikanan. Pulau-pulau kecil yang dimiliki Provinsi Maluku, Jumlah pulau sebanyak 1.340 buah, dengan 131.792,18 Km2, terkandung potensi Sumberdaya Kelautan dan Perikanan yang cukup besar untuk dikembangkan. Sesuai dengan potensi yang dimiliki ini, banyak kegiatan ekonomi produktif yang dapat dikembangkan seperti penangkapan tuna dan budidaya rumput laut. Rumput laut merupakan salah satu primadona di wilayah tersebut. Untuk itu, KPDT melalui Prukab saat ini tengah melakukan penggiatan produk rumput laut. Kementerian PDT memainkan peranan penting dalam memecahkan masalah yang dihadapi masyarakat pembudidaya rumput laut. Misalnya, dengan menyediakan bibit, karena selama ini keterbatasan bibit masih merupakan salah satu kendala. Dengan begitu ketersediaan bahan baku di seluruh wilayah pesisir Kabupaten Saumlaki dapat dikembangkan hingga ke tahap produksi menjadi barang siap pakai seperti tepung. Yang akhirnya akan berdampak pada harga jual rumput laut para petani lebih stabil serta pembenihan kontinyu dapat dilakukan. Rumput laut juga menjadi komoditi yang menjanjikan di Kabupaten Saumlaki Provinsi Maluku. Setiap kali musim panen, petani bisa mendapatkan penghasilan lebih dari 1 milyar dengan harga jual rumput laut Rp 7.000 per kg. (ADV)


PEMERINTAH KABUPATEN SORONG SELATAN

erap pembangunan terus mewarnai Kabupaten Sorong Selatan. Jika pada periode pertama kepemimpinannya, Bupati Sorong Selatan Drs Otto Ihalauw, MA, fokus membangun infrastruktur, maka pada periode kedua ini pihaknya berusaha meningkatkan kualitas sumber daya manusia warganya. Alumnus Universitas Gadjah Mada tersebut meyakini bahwa hanya dengan peningkatan sumber daya manusia, maka daerahnya akan cepat maju. Memang, dibandingkan 11 daerah otonom baru lainnya di Tanah Papua Barat, hanya tiga daerah yang tercatat cukup pesat kemajuannya. Yaitu, Kaimana, Sarmi dan Sorong Selatan. Pembangunan infrastruktur sangat berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi dengan sasaran akhir meningkatnya kesejahteraan warga Sorong Selatan. Sejak dibukanya jalan pintas dari Kota Sorong menuju Kota Teminabuan, sudah ada beberapa investor yang masuk. Di antaranya adalah PT Austindo Nusantara Jaya Agri Papua (ANJAP) pada 2008 dan PT Perhutani pada 2013. Saat ini ANJAP siap melakukan launching sementara Perhutani baru pada tahap persiapan EPC (engineering procurement, and constructing). Kedua perusahaan itu mendapat kesempatan untuk menggali potensi sagu hutan di Sorong Selatan. “Kami ingin menjadikan papeda bernilai dolar,” ucap Otto Ihalauw seraya menjelaskan bahwa papeda adalah makanan khas Papua yang terbuat dari sagu. Dalam perhitungan bisnisnya PT ANJAP akan menyumbangkan devisa sebanyak US $ 243 juta atau Rp 2,20

D

KABUPATEN Sorong Selatan, Kaimana, Sarmi mencatat kemajuan pesat, lebih maju dibanding 11 daerah otonom baru lainnya di Tanah Papua.

INFORIAL

KABUPATEN Sorong Selatan terus membenahi infrastruktur sebagai modal dasar pembangunan hingga pelosok daerah.

MERAIH DOLAR DEMI

KESEJAHTERAAN WARGANYA triliun per tahunnya dari hasil pengolahan pati sagu. Anak perusahaan PT Austindo Nusantara Jaya ini diberi hak pengelolaan hutan sagu seluas 40.000 hektare. “Bulan September nanti kita akan launching dan diharapkan Menteri Pertanian, Menteri Kehutanan dan Menteri BUMN bisa hadir,” kata Otto. Angka sebesar itu tentu sangat berarti bagi Pemkab Sorong Selatan. Menurut Otto, sekarang ini Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru mencapai Rp 13.690.649.175,00. Rinciannya, Pendapatan Pajak Daerah sebesar Rp 467.860.000,00. Pendapatan Retribusi Daerah Rp 4.662.789.175,00. Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan Rp 2.500.000.000,00 dan Lain-lain pendapatan yang sah sebesar Rp 6.060.000.000,00. Pembangunan infrastruktur juga memudahkan wisatawan untuk datang ke Sorong Selatan. Potensi wisata Sorong Selatan ini lumayan banyak. Kondisi hutan yang masih lestari di Sorong Selatan menawarkan pesona yang tiada tara bagi para pelancong. Sungai-sungainya besar dan airnya sangat jernih. Saking jernihnya, seorang wisatawan tergoda untuk meminum langsung air sungai di Sungai Kohoin yang biasa digunakan untuk berendam

penduduk sekitar serta wisatawan. Air got maupun selokan pun terlihat bening. Teminabuan merupakan kota air. Dalam bahasa setempat, temi berarti air. Karena itu, wisata bahari di sini sangat menonjol. Ada air terjun, sungai, danau dan pantai. Tiga destinasi wisata yang akan dikembangkan dalam waktu dekat oleh Otto adalah sungai dan air terjun Kohoin, Sembra dan Klaoging. “Airnya di sana biru. Sudah ada investor yang survei untuk mengembangkan tiga obyek wisata ini,” ucapnya. Fasilitas bagi wisatawan pun cukup memadai karena Pemkab Sorong Selatan sudah membangun penginapan. “Kami punya hotel, namanya Cottage Mratua dengan kapasitas 50 kamar,” ujar Otto. Di samping itu, ada 2 hotel kecil yang dikelola swasta. Wisata budaya dan wisata kuliner pun banyak menarik wisatawan yang datang. Teminabuan merupakan penghasil udang dan kepiting “Daging kepiting dan udang di sini manis rasanya. Juga besar-besar,” ujar Otto. Semua kekayaan alam itu bisa mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat Sorong Selatan. Untuk itu, Otto Ihalauw ingin mengubah pola pikir masyarakat Sorong Selatan agar mempunyai jiwa kewiraswastaan. z


upati Sorong Selatan Drs Otto Ihalauw, MA, kembali terpilih untuk masa jabatan berikutnya. Sekarang ini adalah tahun kedua periode kedua alumni Universitas Gadjah Mada tersebut menjabat sebagai Bupati Sorong Selatan. Apa saja yang sudah dicapainya selama menjabat bupati? Berikut hasil wawancara dengan Otto Ihalauw yang berkunjung ke Jakarta, belum lama ini. Pada periode pertama dulu apa saja yang sudah Anda kerjakan dan bagaimana pencapaiannya? Begini, begitu kabupaten ini diresmikan, kami bisa langsung menempati Kota Teminabuan sebagai tempat operasional pemerintahan. Kalau daerah-daerah lain biasanya masih menggunakan kabupaten induk sebagai pusat pemerintahan sementara, tetapi kami tidak. Mengapa bisa begitu? Karena Teminabuan ini merupakan kota sejarah peninggalan pemerintah Belanda. Teminabuan dikenal sebagai daerah perjuangan Trikora (Tri Komando Rakyat –red). Kota Teminabuan inilah yang menjadi tempat bersejarah kembalinya tanah Papua ke pangkuan Ibu Pertiwi. Karena itu kami memilih Teminabuan sebagai

B

DRS OTTO IHALAUW, MA. BUPATI KABUPATEN SORONG SELATAN.

PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR MENJADI PRIORITAS PERTAMA Ibu Kota kabupaten. Jadi tak perlu lagi membangun dari nol ya? Ya. Maka, pada periode pertama itu dinamikanya cukup tinggi. Saya mengarahkan pada pembangunan infrastruktur dengan prioritas pada pembangunan jalan dan jembatan. Jadi kalau dulu jalan menuju Teminabuan waktu tempuhnya mencapai 10 hingga 11 jam dari Kota Sorong, maka sekarang bisa dicapai hanya dalam waktu 3 hingga 4 jam. Apa sarana transportasi lainnya yang dibangun? Tahun ini kami juga baru menyelesaikan FS & DEE (Fisibilities and Detail Enginering Estimate)pembangunan Depo Pertamina. Pembangunan ini menjadi salah satu sektor yang vital. Di Sorong Selatan sudah ada 3 SPBU dan di Maybrat ada 2 SPBU. Untuk sarana pelayanan dasar, infrastruktur apa yang dibangun? Ya, kami juga membangun sarana pelayanan dasar. Bukan hanya pembangunan infrastruktur di bidang pendidikan dan kesehatan, tapi juga di bidang ekonomi. Saya membangun pusat-pusat pertumbuhan baru. Saya membangun pasar tradisional di beberapa titik distrik. Kalau di Papua, kecamatan itu disebut distrik. Tapi di Ibu Kota kabupaten saya juga membangun pasar sentral. Pasar modern belum ada ya? Belum. Anda terlihat sibuk pada periode pertama itu? Iya. Dinamikanya luar biasa. Di bidang prasarana pemerintahan kami juga membangun kantor bupati. Kantor kita ini oleh Pak Kapolda saat ini, yaitu Pak Tito disebut sebagai kantor bupati terbaik di Indonesia. Di bidang kesehatan, infrastruktur apa

PEMBENAHAN sarana jalan menjadi salah satu prioritas pembangunan. yang dibangun? Oh saya membangun rumah sakit daerah. Di seluruh kecamatan kami sudah membangun Puskesmas, Puskesmas dengan Rawat Inap, Puskesmas Pembantu, Polindes (Pondok Bersalin Desa –red) dan penempatan petugas paramedis dan dokter dan PTT (Pegawai Tidak Tetap). Rumah sakit daerah baru saja selesai pembangunannya pada periode terakhir ini. Bahkan rumah sakit daerah ini dilengkapi dengan 7 dokter spesialis. Sebab, hal itu sebagai syarat operasional sebuah rumah sakit daerah yang harus dilengkapi dengan dokter spesialis. Rumah sakit daerah yang dibangun ini termasuk tipe apa? Tipe C. Kita berharap dengan infrastruktur sebuah rumah sakit daerah yang sudah lengkap ini banyak warga Sorong Selatan dan sekitarnya yang bisa dilayani. Saya baru saja melakukan soft opening untuk rumah sakit daerah ini. Kita harap Bu Menteri Kesehatan bisa hadir untuk acara grand opening. Jadi rumah sakitnya sudah beroperasi? Sudah. Dan kalau dilihat fisik ruangannya, kami sudah melaksanakan fungsi pelayanan rumah sakit yang baik. Itu terbukti ada beberapa daerah di wilayah kita yang sudah bisa merujuk pasiennya ke rumah sakit kami. Misalnya di daerah Maybrat dan beberapa distrik di wilayah kita. z INFORIAL


PEMERINTAH KABUPATEN SORONG SELATAN alah satu hal yang mempercepat kemajuan Kabupaten Sorong Selatan adalah sektor pendidikan. Bupati Sorong Selatan Drs Otto Ihalauw, MA, menyadari pentingnya pendidikan bagi warganya. Sebab, kekayaan alam tak akan bisa dimanfaatkan jika sumber daya manusianya tak punya kemampuan intelektual untuk mengolahnya dengan baik. Pada periode kedua masa jabatannya ini, Otto Ihalauw fokus meningkatkan kualitas SDM melalui berbagai macam program pendidikan. Di bidang kesehatan misalnya, Otto menjalin kerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada dan Universitas Negeri Cenderawasih. Kami memberikan kesempatan kepada putra-putera daerah untuk mengambil pendidikan dokter, bahkan dokter spesialis dan akademi keperawatan dan kebidanan berbagai jurusan. Tentu saja, bukan hanya di bidang kesehatan. Bidang-bidang lain yang menjadi kebutuhan Sorong Selatan, juga mendapatkan dukungan dari Otto. ”Beberapa waktu yang lalu saya sudah menandatangani kontrak kerja sama dengan Rektor Universitas Gadjah Mada untuk bidang-bidang tadi. Ada bidangbidang khusus yang kita butuhkan. Jadi kita berikan kesempatan untuk anakanak Papua bersekolah,” ujarnya. Meski demikian, tak hanya asal sekolah, tetapi anak-anak tersebut diarahkan untuk memilih program studi yang sesuai dengan kebutuhan daerahnya. Sebab, saat ini Kabupaten Sorong Selatan membutuhkan tenagatenaga ahli di bidang pemberdayaan ekonomi kerakyatan, planologi, geologi dan magister pertanahan.

S

OTTO Ihalauw mendapatkan apresiasi dari Amerika Serikat karena dinilai sebagai bupati yang mempunyai visi pendidikan.

INFORIAL

VISI PENDIDIKAN

SEORANG BUPATI

BUPATI Otto Ihalauw berkomitmen meningkatkan sumber daya manusia melalui pendidikan, dengan mengajak pemerhati dan praktisi pendidikan untuk berperan serta, salah satunya Prof Yohanes Surya. Kerja sama dengan perguruan tinggi tak sebatas pendidikan, namun juga konsultasi. Khususnya menyangkut pendataan aset, permasalahan tata ruang, dan sumber daya alam pertambangan. “Jadi UGM sebagai perguruan tinggi selama ini sudah menjadi konsultan kami dalam bidang tertentu. Kami bekerja sama dengan UGM untuk melakukan seleksi terhadap calon-calon direktur, baik itu direktur utama, direktur teknis maupun direktur umum di perusahaan daerah,” ujar Otto. Dengan Universitas Negeri Cenderawasih (Uncen), Pemkab Sorong Selatan bekerja sama membuka program PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar). Mengacu pada hasil penelitian Uncen yang menyebutkan bahwa pada 2015 akan terjadi kelangkaan tenaga guru karena banyaknya guru yang akan pensiun. “Ini sebagai langkah antisipatif, kami telah memberi kesempatan kepada 250 orang calon guru yang akan kita didik melalui program PGSD tadi,” kata Otto. Apa yang dilakukan Otto Ihalauw mendapat apresiasi dari Duta Besar Amerika Serikat Scot Marciel. Otto dinilai sebagai salah satu bupati yang mempunyai visi pendidikan. Penilaian itu diungkapkan pada waktu dialog pendidikan di Universitas Surya di

Serpong, Tangerang Selatan. Ungkapan senada diucapkan Prof Yohanes Surya. Menurut Rektor Universitas Surya ini, dari 11 kabupaten di Papua Barat yang dia tawari kerjasama di bidang pendidikan, hanya Otto Ihalauw yang merespon positif. “Saya sudah lama sekali kenal dengan para bupati di wilayah Papua dan Papua Barat dan hanya Pak Otto yang concern membenahi daerahnya dengan meningkatkan kualitas pendidikan,” ujarnya. Seberapa benar ungkapan itu bisa dilihat dari perkembangan sarana pendidikan di Kab. Sorong Selatan. Pada awal terbentuk pada 2003, kabupaten baru hasil pemekaran dari Kabupaten Sorong ini hanya memiliki TK 1 unit, SD 63 unit, SMP 9 unit, SMA 2 unit, SMK 1 unit dan perguruan tinggi 1 unit. Kini, tahun 2013 yang merupakan tahun kedua periode kedua masa jabatannya, di Kab. Sorong Selatan sudah memiliki sarana pendidikan TK 9 unit, SD 72 unit, SMP 15 unit, SMA 5 unit, SMK 2 unit, dan PT 2 unit. Tahun depan, Otto Ihalauw akan membuka satu perguruan tinggi negeri baru. Namanya Akademi Komoditas Pangan dan juga pembentukan karakter di bidang mental spiritual/agama. z


utiara dari Timur. Itulah sebutan paling populer untuk Papua yang menggambarkan kekayaan alamnya. Gambaran tersebut juga terlihat nyata di Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat. Meski baru berusia 10 tahun, kabupaten hasil pemekaran dari Sorong ini mulai terlihat potensinya yang bisa tergali dalam waktu dekat. Salah satu kekayaan alam itu adalah bidang pangan. “Kami punya hutan sagu terluas di Indonesia, yaitu 750 ribu hektare,” ucap Bupati Sorong Selatan Otto Ihalauw, MA, di Jakarta, beberapa waktu lalu. Upaya peningkatan perekonomian daerah sudah dilakukan Pemkab Sorsel. Pada Mei 2013 lalu Pemkab Sorsel memberikan kesempatan kepada Perum Perhutani untuk mengelola pemanfaatan hasil hutan non-kayu

M

pada hutan alam sagu di wilayah distrik Kais dan Matemani seluas 15 ribu hektare. “Namun demikian, kami juga mewajibkan untuk menanam kembali pohon sagu, supaya hutan kami lestari,” kata Otto. Sebelum Perhutani, Pemkab Sorsel juga telah memberikan hak pengelolaan hutan sagu kepada PT ANJAP (Austindo Nusantara Jaya Agri Papua). Luasnya 40 ribu hektare. “Hasilnya nanti akan dibuat berbagai macam produk,” ucap Otto. Dulu, masyarakat Papua hanya membuat papeda dari bahan sagu. Tetapi sekarang sagu sudah berorientasi kepada dolar, karena sagu sudah bisa dibuat berbagai jenis komoditas. Sagu juga bisa jadi beras dengan nilai protein

SAGU telah menjadi komoditi yang menjanjikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

SORONG SELATAN, GUDANG PANGAN PAPUA yang luar biasa dan tidak mengandung gula. “Orang sakit diabetes itu kan takut makan beras. Tapi, mereka nanti bisa makan beras sagu, karena ternyata kandungan sagu itu luar biasa,” katanya tegas. Master dari Universitas Gadjah Mada ini juga membuat kebijakan untuk mewajibkan perusahaan pengelola sagu untuk menanam kembali pohon sagu. “Sagu ini adalah makanan asli orang Papua. Jadi wajib hukumnya untuk mereka tanam kembali. Tidak hanya asal tebang saja, tapi mereka harus tanam kembali,” ujarnya. PT ANJ rupanya juga sudah budi daya tanaman sagu di Sorong Selatan. Bahkan, mereka mendatangkan bibit sagu dari Sentani yang hasilnya bisa dua kali lipat dibanding sagu dari Sorong Selatan. “Sagu Sentani itu pohonnya bisa tinggi. Makanya diuji coba di

SETELAH PT Austindo Nusantara Jaya Agri Papua (ANJAP), kini Perhutani masuk Sorong Selatan untuk mengolah sagu.

sini dan berhasil. Jadi mereka bukan hanya kelola, tebang, tapi juga wajib mengembangkannya dengan budi daya tanaman sagu. Sehingga, lestarilah sagu itu,” kata Otto. Sementara itu dari pihak PT ANJAP menyebutkan, untuk bisa memanen sagu yang berkesinambungan, pihaknya hanya akan melakukan satu ronde panen per tahun. Dan, hanya pohon berbunga yang akan dipanen (berumur lebih kurang 10 tahun). Dengan pola panen seperti itu maka diperhitungkan rata-rata satu hektare terdiri atas 175 rumpun atau 525 pohon/ hektare. Dalam satu tahun, rata rata yang dipanen hanya 30 – 44 pohon/ hektare (dengan hasil rata rata 5 s/d 6 ton pati kering /hektare). Ini hanya merupakan 5.71- 8.38 persen dari total pohon dalam satu hektare. Sehingga dibutuhkan 12 tahun untuk selesai satu siklus panen dari 525 pohon/hektare yang menjamin siklus pertumbuhan yang berkesinambungan. Saat itu, generasi berikutnya akan siap dipanen lagi. Di samping itu, luasnya area hutan bakau di Sorong Selatan juga menyimpan potensi tanaman nipah yang cukup melimpah. Tanaman ini punya banyak manfaat. Di bidang pangan, tanaman nipah bisa diambil niranya untuk membuat gula palem. Cairan manis (nira) tanaman nipah ini disadap dari tandan bunga yang belum mekar. z INFORIAL


KINK KUSUMA REIN (TEMPO)

Masihkah hutan menjadi rumah bersama... Bagi pepohonan hijau yang senantiasa meneduhkan kehidupan, bagi satwa liar yang menjaga kesinambungan ekosistem, dan sumber kehidupan bagi masyarakat banyak? Semoga bukan ‘bencana’ sebagai jawabannya.. IKLAN LAYANAN MASYARAKAT INI DIPERSEMBAHKAN OLEH


KEMENTERIAN KEHUTANAN

utan sebagai bagian dari sumber daya alam memiliki arti dan peranan penting dalam berbagai aspek kehidupan. Selain berperan besar bagi kelangsungan bumi, hutan juga memiliki nilai ekonomi besar yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Dulu, pemanfaatan hutan dilakukan berdasarkan pandangan antropocentris atau berorientasi pada kepentingan manusia. Pendekatan yang berkembang sejak zaman Renaissance itu menimbulkan berbagai masalah lingkungan. Bencana hidrometeorologi seperti banjir, kekeringan, topan/siklon, kebakaran hutan, dan lain-lain semakin meningkat. Bumi semakin panas sehingga tidak nyaman lagi untuk dihuni. Kondisi ini menimbulkan keyakinan bahwa perubakelangkaan sumber daya alam. Prinhan iklim global disebabkan oleh ulah sip ini mengutamakan keseimbangan manusia dan bersifat sistemik akibat antara ekonomi dengan ekologi guna pandangan antropocentris. mendukung keberlanjutan sumber Menteri Kehutanan daya hutan. “Dengan Zulkifli Hasan mengapendekatan ekonomi hijau takan, kini pengelolaan dalam jangka panjang akan hutan bukan lagi antropotercapai win win solution, centris, tetapi ecocentris yang yaitu profit (keuntungan fitidak semata-mata untuk nansial), planet (konservasi kepentingan manusia, flora, fauna, tanah, dan air), tetapi kepentingan yang dan people (kesejahteraan seimbang antara manusia, masyarakat),� kata Zulkifli. flora, fauna, tanah, dan air. Salah satu bentuk praktek Perubahan pandangan ekonomi hijau itu adalah ini menghasilkan pendekawirausaha di bidang kehutan ekonomi hijau, yang tanan, seperti pembibitan Zulkifli Hasan menurut United Nations dan penanaman pohon Menteri Kehutanan Environment Programme sengon. Kegiatan menanam (UNEP) merupakan aktivipohon bukan semata-mata tas ekonomi yang meninguntuk perbaikan lingkunkatkan kesejahteraan dan kesetaraan gan (biodiversitas dan penyerapan karmanusia, sekaligus secara signifikan bon), tetapi juga menjadi investasi. Momengurangi kerusakan lingkungan dan dal yang dibutuhkan tidak terlalu besar, keahlian khusus pun tidak diperlukan. Itu sebabnya, usaha ini bisa dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat. Dalam kaitannya dengan ekonomi hijau, ada tuntutan keadilan distributif JIKA dan rekognisi dalam pengelolaan sumdulu usaha sektor ber daya hutan. Jika dulu usaha sektor kehutanan hanya kehutanan hanya dibuka untuk perusahaan besar melalui Hutan Tanaman dibuka untuk perusahaan Industri (HTI) dan Hak Pengusahaan besar melalui hutan Hutan (HPH), kini juga dibuka untuk tanam industri dan hak masyarakat. Dasar legalitas atas keadilan ini adalah Peraturan Pemerintah No. pengusahaan hutan, 6/2007 juncto Peraturan Pemerintah kini juga dibuka untuk No. 3/2008. Peraturan tersebut memmasyarakat. berikan akses legal kepada masyarakat yang tinggal di dalam atau di sekitar hutan dan masyarakat hukum adat dalam

H

WIRAUSAHA KEHUTANAN BERBASIS MASYARAKAT

INFORIAL

bentuk Hutan Tanaman Rakyat (HTR), Hutan Kemasyarakatan (HKm), hutan desa, dan hutan rakyat pola kemitraan dengan industri perkayuan yang ada. Sampai 2014, Kementerian Kehutanan mengalokasikan 2,5 juta hektare hutan untuk masyarakat. Menurut Zulkifli, pelaksanaan program-program tersebut mendorong perubahan sikap, pencerahan pengetahuan, dan perubahan perilaku masyarakat dalam memahami hutan pada khususnya dan lingkungan hidup pada umumnya. “Berbagai program kehutanan tersebut telah mengedukasi masyarakat ke arah yang lebih baik untuk pengembangan usaha atau bisnis yang berbasis hasil hutan. Oleh karena itu, pada saat ini telah berkembang bisnis kehutanan berbasis masyarakat yang mampu menguatkan perekonomian terutama di pedesaan sekitar dan di dalam hutan,� ujarnya. z


PERUSAHAAN GAS NEGARA

MENJADIKAN GAS BUMI

TUAN RUMAH DI NEGERI SENDIRI ndonesia sudah merdeka selama 68 tahun. Namun, kemerdekaan masyarakat Indonesia untuk bisa mengonsumsi gas bumi dari bumi pertiwi serasa masih terkendala. Begitu nyata di hadapan kita bahwa masih banyak pelaku industri dalam negeri di berbagai daerah yang mengalami kekurangan pasokan gas bumi untuk menjalankan usaha dan meningkatkan daya saingnya, baik di tingkat nasional maupun internasional. Banyak faktor yang menjadi penyebab terkendalanya pasokan gas di dalam negeri. Antara lain, masih tingginya ketergantungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terhadap pendapatan dari ekspor migas, yang mana saat ini menjadi sumber pendapatan negara terbesar kedua, setelah pajak. Situasi ini memang dilematis; di satu sisi ekspor gas masih sangat diharapkan untuk memenuhi target APBN, namun di sisi lain industri dalam negeri makin membutuhkan pasokan gas untuk terus berkembang dan bahkan terkadang hanya sekedar untuk mempertahankan eksistensinya. Untuk meningkatkan pemanfaatan gas bumi di dalam negeri bukanlah hal yang mudah. Salah satu kunci suksesnya adalah terciptanya sinergitas dan sinkronisasi antara produsen gas (pasokan), kesiapan jaringan pipa transmisi dan distribusi gas dari produsen ke konsumen (infrastruktur) dan kondisi konsumen (pasar). Menciptakan sinergi di antara ketiga komponen tersebut juga tidak gampang. Selalu dibutuhkan koordinasi yang baik di antara para pemangku kepentingan,

I

INFORIAL

terutama dalam aspek perencanaan pasokan, perencanaan infrastruktur serta perencanaan arah dan kesiapan pasar. Ketiga aspek ini membutuhkan ketepatan perencanaan lokasi dan waktu dikarenakan operasionalisasi infrastruktur gas memiliki keterikatan waktu dan potensi risiko kerugian jika terjadi keterlambatan. Upaya konversi energi bahan bakar minyak (BBM) ke gas dalam rangka penghematan dan diversifikasi energi serta prioritasi pasokan gas dalam negeri patut terus didukung. Selain merupakan energi ramah lingkungan, gas bumi memiliki nilai ekonomis yang tinggi mengingat harganya sepertiga dari harga BBM; dan Indonesia kaya akan sumber daya gas ini. Dengan demikian, pemanfaatan serta pengutamaan pasokan gas untuk keperluan dalam negeri bukan hanya dapat mengembangkan industri dalam negeri, namun juga dapat meningkatkan efisiensi dan daya saing serta dapat meningkatkan penciptaan lapangan pekerjaan dan berbagai dampak turunan positif lainnya. Kesiapan pasar juga merupakan faktor yang tak kalah pentingnya. Pembangunan infrastruktur gas untuk dapat menghubungkan antara sumber pasokan ke pasar membutuhkan investasi yang besar. Terlebih lagi, lokasi sumber-sumber gas bumi mayoritas berada di lokasi terpencil seperti di wilayah Indonesia Timur, sementara lokasi pasar mayoritas berada di wilayah Indonesia Barat. Di sisi operasional, penyalur dan pembangun infrastruktur gas juga

dihadapkan dengan resiko operasional antara lain keterikatan dengan aturan take or pay, yang mana mengharuskan untuk membayar gas dari produsen apabila pasar ternyata tidak mampu menyerap pasokan gas. Dalam mendukung upaya konversi BBM ke gas terutama untuk kendaraan bermotor, kesiapan pasar juga perlu ditingkatkan sehingga penyalur gas mendapatkan kepastian untuk membangun infrastruktur stasiun pengisian bahan bakar gas. Memperbanyak outlet agar konsumen dapat dengan mudah mendapatkan converter gas untuk kendaraannya serta solusi atas resiko hilangnya garansi ATPM jika konsumen mengubah kendaraannya menjadi menggunakan converter gas, patut diperhatikan. Peran Nyata PGN Guna meningkatkan pemanfaatan gas di dalam negeri, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menjalankan kampanye mereka yang bertajuk “Meneruskan Energi Baik�, dengan komitmen yang tinggi dalam pembangunan infrastruktur. Hal tersebut dibuktikan oleh BUMN ini dengan terus membangun berbagai infrastruktur gas di berbagai daerah di Indonesia. Sampai saat ini komitmen


Meningkatkan Pemanfaatan Gas Dalam Negeri

PGN terwujud dalam bentangan infrastruktur gas bumi sepanjang lebih dari 5900 km; meneruskan kebaikan energi gas bumi untuk melayani lebih dari 89 ribu segmen pelanggan baik pembangkit, industri, komersial dan rumah tangga juga transportasi. Dengan pengelolaan gas bumi lebih dari 1600 MMSCFD, PGN berkontribusi nyata dalam membantu negara dalam penghematan biaya energi sebesar lebih dari Rp 5,5 triliun setiap tahunnya. Untuk memenuhi kebutuhan gas bagi pelanggan di Banten dan Lampung, PGN membangun Floating Storage Regasification Unit (FSRU). Di Sumatera, PGN juga sedang mengembangkan infrastruktur pipa gas dari Duri di kepulauan Riau ke Medan sepanjang 500 km. Di Jawa Timur, PGN sudah memulai pembangunan infrastruktur gas baru sepanjang 150 km. Pembangunan infrastruktur ini merupakan bentuk “Energi Baik� yang dilakukan PGN untuk mendukung pertumbuhan sektor industri yang tumbuh sangat baik dan besarnya pasokan gas di Jawa Timur. Pemanfaatan gas bumi di Jawa Timur terbukti efisien dan menguntungkan pelanggan. Dengan konsumsi gas sebesar 133 MMSCFD, setiap tahun para pelanggan PGN di Jawa Timur dapat menghemat biaya energi

lebih dari Rp 900 miliar. Untuk memperkuat daya saing dan pertumbuhan Industri di Jawa Tengah, PGN membangun infrastruktur gas hingga 350 km. Pipa tersebut akan menyalurkan gas untuk berbagai wilayah seperti Pekalongan, Kendal, Semarang, Solo hingga Kudus dan Pati. Guna menyukseskan program konversi ke gas di sektor transportasi, PGN telah mengembangkan fasilitas pengisian bahan bakar gas dalam bentuk Mobile Regasification Unit (MRU). Kehadiran MRU diharapkan akan semakin mempermudah pemilik kendaraan berbahan gas seperti bus Transjakarta, bajaj dan kendaraan dinas instansi-instansi pemerintahan dan kendaraan operasional sejumlah BUMN dalam mendapatkan gas bumi. Sebagai BUMN yang memiliki pengalaman selama 48 tahun khususnya dalam pengelolaan infrastruktur dan rantai nilai industri gas secara terintegrasi, PGN siap untuk menjadi mitra strategis bagi para pemangku kepentingan dalam mencari solusi dan titik temu atas berbagai permasalahan ini, diharapkan dengan misinya untuk “Meneruskan Energi Baik�, produksi gas bumi dapat dinikmati di dalam negeri dan bermanfaat sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat Indonesia. z

PEMANFAATAN gas dalam negeri membutuhkan investasi besar terutama untuk membangun infrastruktur gas. Proyek pembangunan pipa transmisi gas dan LNG selama empat tahun (2013-2016) membutuhkan investasi sekitar Rp 51 triliun, atau kurang dari Rp 13 triliun setahun. Angka ini masih jauh lebih kecil dari dana yang dialokasikan bagi subsidi BBM di dalam APBN-P 2013 yang sebesar Rp199,9 triliun. Dengan memfokuskan pada investasi jaringan pipa, mulai tahun 2017, Indonesia dapat menghemat sampai Rp 135 triliun per tahun. Jumlah tersebut berasal dari penghematan devisa Rp 55 triliun per tahun, penghematan biaya operasional Rp 50 triliun per tahun, dan penghematan subsidi listrik Rp 30 triliun per tahun. Berdasarkan ilustrasi di atas, sudah seyogyanya kita bersamasama memikirkan solusi atas beban dan pencapaian target APBN, namun di sisi lain dapat pula menghadirkan solusi bagi peningkatan pemanfaatan gas untuk kebutuhan dalam negeri sehngga industri dalam negeri dapat terus berkembang dan bermanfaat bagi kehidupan bangsa Indonesia. z

INFORIAL


AMATUL RAYYANI (TEMPO)

Lantunkan simfoni bagi negeri ini. Lewat indahnya berbagi dan saling sapa. IKLAN LAYANAN MASYARAKAT INI DIPERSEMBAHKAN OLEH


KEMENTERIAN AGAMA

INDONESIA CONTOH TOLERANSI TERBAIK erbedaan adalah anugerah. Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat pluralisme yang kompleks di dunia. Bukan saja beragamnya suku bangsa, tapi juga agama dan penganut kepercayaan. Toleransi dan kerukunan umat beragama di Indonesia, belakangan sering mendapat sorotan di dalam maupun dunia internasional. Menurut Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali, tuduhan buruk kerukunan umat beragama di Indonesia tidaklah benar. “Sesungguhnya, Indonesia adalah contoh negara yang menjunjung toleransi terbaik di dunia,” katanya. Salah satu model kerukunan antarumat beragama di Indonesia yakni dengan dijadikannya hari raya umat beragama, misalkan Idul Fitri (Islam), Natal (Kristen Protestan dan Katolik), Nyepi (Hindu), Waisak (Buddha), Imlek (Kong Hu Cu), sebagai hari libur nasional. Bahkan, Presiden dan wakil presiden serta pejabat tinggi negara pun turut merayakannya. “Justru negara asing harus belajar dari Indonesia bagaimana negara ini menjaga menciptakan kerukunan antarumat be-

P

ragama,” ujar Suryadharma. Ia merujuk pernyataan mantan Presiden Polandia, Lech Walesa yang disampaikan pada Forum Presidential Lecture di Istana Negara beberapa waktu lalu. Menurut Lech Walesa, negara-negara Barat harus belajar kerukunan dan toleransi dengan Indonesia. Utusan Presiden Amerika ketika berkunjung ke Kementerian Agama beberapa waktu lalu, Rashad Hussain pun pernah mengakui dirinya iri dengan toleransi di Indonesia yang menghargai umat beragama, kepada minoritas sekalipun. Menag Suryadharma menjelaskan bagaimana negara menghargai agama minoritas di Indonesia. Misalkan Konghucu, meski ada pandangan bahwa Kong Hu Cu adalah agama, juga budaya. Dengan pemeluk yang hanya 0,1 persen, hari besar Kong HuCu tetap diliburkan dan Presiden serta Wakil Presiden ikut merayakannya. Menag pun menantang negara mana di dunia yang memberlakukan hal itu seperti di Indonesia, apapun agama mayoritasnya. “Tidak ada selain di Indonesia. Karena itulah bisa diyakini toleransi umat beragama Indonesia adalah contoh

toleransi terbaik,” kata dia, menegaskan. Ketua Pusat Dewan Masjid Indonesia Dr H. Jusuf Kalla, pun dalam berbagai kesempatan mengingatkan tentang pentingnya meningkatkan kerukunan umat beragama. “Tingkatkan kerukunan antarumat beragama. Ini yang penting,” ujarnya. “Indonesia merupakan negara paling hebat untuk urusan toleransi beragama,” katanya, menambahkan, tidak ada negara yang lima hari raya agamanya di dunia ini libur semua, dimana penduduk Islam 88 persen dan 12 persen ini non- Islam semua ada hari rayanya. Di Filipina yang penduduknya Kristen hampir 90 persen hari raya Idul Fitri baru dirayakan tahun lalu. Di Thailand tidak ada, di Burma sama sekali tidak. Suryadharma meminta kepada masyarakat, untuk menjaga kerukunan yang sudah diakui dunia ini, tidak gampang terprovokasi dan hendaknya menyelesaiakan maslah dan perbedaan dengan komunikasi dan musyawarah. “Kembalikan kehidupan antarumat beragama di Indonesia seperti dahulu, damai dan harmonis antar-pemeluknya,” kata Menag. Ia pun menegaskan, setiap pihak perlu berupaya merawat kerukunan dengan cara tidak mengompori persoalan yang ada. Menag juga mengingatkan, kebebasan beragama juga tidak absolut agar tidak menabrak prinsip agama lain. Karena itu kebebasan harus diatur agar tetap tertib. “Menjaga kerukunan ini bukan hanya kerja dari Presiden saja, atau Menteri Agama dan tokoh Agama. Tapi ini semua kerja kita bersama dan jangan ada yang berusaha merusaknya,” kata dia, tegas. l

KERUKUNAN dan toleransi antarumat beragama diakui bangsabangsa dunia.

INFORIAL


KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

ejarah akhirnya tercipta. Setelah sekian lama mendapat opini disclaimer terhadap penilaian atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) sukses meraih opini WajarTanpa Pengecualian (WTP) untuk LKPD 2012. Kukar merupakan daerah yang pertama kali meraih opini WTP di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Hasil laporan penilaian keuangan tersebut diserahkan langsung oleh anggota VI BPK RI Dr H Rizal Djalil kepada Bupati Kukar Rita Widyasari dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kukar pada Senin (8/7). Rapat dengan agenda Penyampaian Laporan Pemeriksaan BPK RI atas Laporan Keuangan Pemkab Kukar Tahun Anggaran 2012 tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Kukar Salehuddin. “Selamat atas predikat opini WTP ini,” kata Rizal Djalil dalam sambutannya saat penyampaian laporan. Menurut Rizal, penyampaian laporan ini merupakan hari yang bersejarah dalam konteks perbaikan tata kelola keuangan daerah. Sebab, Kukar yang telah berkali-kali mendapat opini disclaimer akhirnya meraih opini WTP. Inilah hasil penilaian terbaik dari BPK. “Saya

S

INFORIAL

MERAIH WTP PERTAMA DI KALIMANTAN TIMUR mengingatkan Bupati agar opini WTP ini dipertahankan secara terus menerus, kalau tidak hati-hati bisa turun,” katanya. Rizal mencontohkan penurunan penilaian yang dialami Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Dulu, lembaga yang berwenang mengatur dan melaksanakan kebijakan pengawasan obat dan makanan ini pernah mendapat predikat WTP, tetapi sekarang disclaimer. Rizal berharap, hal tersebut tidak dialami Kukar. Di bawah pimpinan Bupati Rita Widyasari, Rizal merasa yakin bahwa opini WTP ini bisa terus dipertahankan. Mengapa? Dari sisi sumber daya manusia (SDM), Pemkab berkali-kali melakukan pembinaan, dan secara teknis BPKP memberikan bimbingan khusus dengan

mendatangkan 20 orang dari Jakarta. “Jadi jelas, hal ini bukan sesuatu yang jatuh dari langit, melainkan hasil kerja keras semua perangkat daerah, SKPD, dan DPRD Kukar. Pemeriksaan keuangan ini dilakukan selama 60 hari, dan saya katakan di Kaltim baru Kukar yang mendapat opini WTP,” ujar Rizal. Selain hasil yang memuaskan, proses pemeriksaan juga berjalan lancar. Tahun ini Kukar juga pertama kalinya tepat waktu dalam pelaporannya. “Biasanya molor hingga enam bulan, tapi tahun ini Kukar pertama kali tepat waktu. Semoga tahun-tahun berikutnya dapat dipertahankan,” kata Rizal. Rizal juga meminta pemerintah kabupaten melakukan peninjauan ulang terhadap Dinas Pendidikan Kukar, terutama menyangkut SDM. Dinas Pendidikan memiliki anggaran yang


besar dan menyangkut hajat hidup orang banyak. “Menurut saya Bupati harus segera melakukan review atau revitalisasi, jangan ditunda lagi kalau ingin lebih baik,” tutur Rizal. Harapan itu pun langsung disanggupi Rita. Pada kesempatan yang sama, Bupati Rita Widyasari menyambut gembira opini WTP yang diperoleh kabupaten ini. Predikat ini merupakan sejarah bagi Kukar. “Mimpi saja saya tidak berani, namun hari ini merupakan hari yang bersejarah atas opini WTP, dan saya mengucapkan terima kasih dan memberikan penghormatan kepada anggota BPK RI Rizal Djalil yang menyerahkan langsung hasil pemeriksaan keuangan Pemkab Kukar 2012,” katanya. Pemkab Kukar berkomitmen mewujudkan prinsip-prinsip penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan bersih (good governance). Komitmen ini merupakan bagian dari pelaksanaan misi pertama Gerakan Pembangunan Rakyat Sejahtera (Gerbang Raja) 2010-2015 untuk mewujudkan masyarakat Kukar yang sejahtera dan berkeadilan. Terkait dengan itu, Pemkab Kukar kerap menyelenggarakan sejumlah pembinaan terhadap SDM di lingkungan pemerintahan. Sebagai contoh, belum lama ini dilakukan bimbingan teknis pengisian dan pelaporan dokumen Laporan Harta Kekayaan Penyelenggaraan Negara (LHKPN) di lingkup Pemkab Kukar. Bimbingan ini merupakan penguat motivasi para pejabat pemerintah agar lebih transparan dan bertanggung jawab demi kelangsungan pembangunan daerah tersebut. Kegiatan yang diikuti

PRINSIP-PRINSIP penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan bersih diterapkan untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan berkeadilan.

diikuti 30 peserta dari 37 SKPD ini meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan pemahaman UndangUndang No. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN), yang mengamanatkan bahwa setiap penyelenggara negara wajib melaporkan dan mengumumkan LHKPN sebelum dan saat memangku jabatan. Untuk meraih akuntabilitas laporan keuangan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) Pemkab Kukar menyusun strategi dengan mengusung sejumlah kiat yang tidak terlepas dengan kriteria yang menjadi pertimbangan dalam penentuan opini yaitu kesesuaian dengan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP), efektivitas pengendalian internal, kepatuhan terhadap peraturan dan ketentuan perundangan, serta kecukupan pengungkapan. Kemudian  mewujudkan opini WTP atas laporan keuangan Pemkab Kukar mewujudkan opini WTP atas LKPD Tahun 2012 dibutuhkan  komitmen bersama baik di tingkat pimpinan maupun pelaksana untuk melakukan aksi perbaikan  laporan keuangan sehingga Pemerintah Kabupten  Kukar mampu meraih opini WTP Tahun 2012 lalu.   Aspek-aspek perbaikan yang di lakukan Pemkab Kukar antara lain didasarkan pada  instruksi Bupati No: ITKAB-188.5/1078/IZ/2012 Tanggal 28 September 2012. Bupati  menginstruksikan kepada Wakil Bupati, Sekkab dan seluruh kepala SKPD untuk melakukan langkah-langkah pencapaian target opini WTP. Sedang Implementasi rencana aksi langkah yang dilakukan adalah  penyusunan rencana aksi perbaikan opini laporan keuangan Pemkab Kukar, perbaikan sistem pengendalian internal atas pengelolaan keuangan daerah, percepatan penyusunan laporan keuangan Pemkab Kukar, peningkatan Quality Assurance oleh Aparat Pengawas Intern Pemerintah ( APIP) dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan, serta persiapan menghadapi pemeriksaan dan saat proses pemeriksaan atas laporan keuangan Pemkab Kukar tahun 2012 oleh BPK RI.  Pemkab Kukar pun mencanangkan Perbaikan Sistem Pengendalian

Internal melalui sistem perencanaan dan penganggaran, sistem pelaksanaan, akuntansi, dan pertanggungjawaban keuangan daerah, dan sistem pengelolaan barang/aset daerah  Sistem ini diimplementasikan ke setiap SKPD dalam bentuk Briefing seluruh pimpinan SKPD tentang rencana aksi seperti sosialisasi rencana aksi kepada PPK, PPTK, bendahara dan Staf dengan narasumber BPKP / /inspektorat tentang kiat mencapai opini. Selain itu, melaksanakn sistem pengendalian internal, Bimtek manual akuntansi pada SKPD dan cara cara Verifikasi dokumen keuangan oleh PPK SKPD, dan penunjukan dua orang staf pelaksana akuntansi dan verifikasi pada SKPD, serta Bimtek akuntansi pengelolaan barang SKPD untuk pengelola barang daerah dengan narasumber : inspektorat/BPKP/BPKAD Tak cukup hanya itu, perbaikan pada sistem pengelolaan keuangan daerah pun dilakukan dengan peningktana SDM semua pejabat pengelolaan keuangan daerah pada SKPKD dan SKPD, pembuatan manual akuntansi SKPD, peningkatan sistem Aplikasi komputerisasi pada SKPD, peningkatan kontrol terhadap penganggaran dan verifikasi belanja SKPD, peningkatan kontrol penertiban SP2D, sajikan laporan keuangan secara disclosure dan lengkap, juga memberikan atensi dan keterangan yang diperlukan oleh Auditor BPK secepat mungkin dan lengkap  Perbaikan sistem inventarisasi aset pun dianggap perlu, dengan cara pemberdayaan fungsi pengurus dan penyimpanan barang pada SKPD, penggunaan sistem aplikasi pengelolaan barang daerah, pelaksanaan sensus/ inventarisasi barang daerah dengan melibatkan SKPD bekerjasama dengan BPKP Perwakilan, dan pelaksanaan program kegiatan atas hukum kepemilikan barang daerah  Temuan resmi yang disampaikan BPK kepada Bupati , wajib ditindaklanjuti oleh pejabat terkait dalam tempo maksimal 40 hari sejak diterima. Tindak lanjut dilengkapi dengan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan (accountable) z

INFORIAL


PARTAI GERINDRA

6 PROGRAM AKSI GERINDRA CETAK BIRU HARGA DIRI BANGSA

B

angsa ini butuh kebanggaan, setelah tak sedikit keterpurukan yang dialami. Meskipun, tanpa menutupi pula berbagai keberhasilan yang sudah diraih selama negara kita berdiri. Masalah korupsi menjadi arang yang mencoreng wajah bangsa ini. Data dari Transparansi Internasional menyebutkan angka korupsi di Indonesia selama 2012 membuat Indonesia tergabung dalam 60 besar negara terkorup di dunia. Versi Transparansi Internasional itu melansir pula, Indonesia berada di peringkat 118 dari daftar peringkat indeks persepsi korupsi 174 negara dunia. Namun, jika mengacu poin tiap negara, Indonesia ada di posisi 56 negara terkorup. Indeks persepsi korupsi di Indonesia mencapai poin 32. Indonesia berjarak 24 poin dari Somalia yang jadi negara terkorup. Indonesia terpaut 58 poin dari Denmark yang dinilai sebagai negara paling bersih dari korupsi tahun 2012. Peringkat Indonesia ini menurun bila dibanding tahun 2011, Indonesia berada di posisi 100 saat itu. 

Bangun Pemerintah Bersih Persoalan membangun pemerintahan yang bebas korupsi, menjadi salah satu dari enam program Partai Gerindra yang di deklarasikan pada 15 Juli lalu. Meskipun berbagai upaya sudah dilakukan saat ini untuk memberantas korupsi, rasanya masih belum cukup untuk membuat Indonesia dihargai dunia. “Membangun pemerintahan yang bebas korupsi, kuat, tegas dan efektif” tersebut, menurut Partai Gerindra salah satunya dengan mempercepat peningkatan kesejahteraan aparatur negara, mengakselerasi reformasi birokrasi untuk mencapai sistem birokrasi yang efisien dan melayani dengan menerapkan sistem insentif dan hukuman yang efektif. Selain INFORIAL

itu, perlu pula menciptakan kepastian dan menegakkan hukum tanpa pandang bulu dan seadil-adilnya, serta mencegah dan memberantas korupsi, kolusi dan nepotisme dengan menerapkan teknikteknik manajemen yang terbuka dan akuntabel. Kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia itu, mencakup peningkatan kesejahteraan prajurit TNI/Polri, pegawai negeri sipil dan keluarganya, termasuk para veteran dan pensiunan. Soal pemberdayaan perempuan, Partai Gerindra berniat menempatkan 30 persen perempuan dalam posisi menteri, dan atau pejabat setingkat menteri dan mendorong kedudukan strategis lainnya bagi perempuan pada pemerintahan provinsi dan kabupaten/kota. Selain itu, rasa kebanggaan negeri ini pun bakal terbang bersama angin, jika kedaulatan pangan dan energi pun terganggu. Potensi kekayaan sumber daya alam yang melimpah, jika tak tergarap baik dan bermuara untuk kesejahteraan rakyat bisa berakibat laiknya pepatah ayam mati di lumbung padi. Kesuburan tanah di sepanjang pelosok negeri, nampaknya memprihatinkan jika rakyat masih juga kurang pangan, para petani tak juga sejahtera karena tak bisa bersaing dengan hasil pertanian impor. Bahkan swasembada beras yang pernah berjaya seolah sekarang tinggal menjadi dongeng belaka. Martabat bangsa sungguh dipertaruhkan bukan hanya ketergantungan kita terhadap persoalan pangan kepada dunia luar, tapi juga ketakberdayaan kita dalam pemenuhan kebutuhan energi. Partai Gerindra mengemukakan program “membangun kedaulatan pangan dan energi serta pengamanan sumber daya air”.

Lahan Baru, Cetak 12juta Pekerjaan Implementasinya dengan mencetak 2 juta hektare lahan baru untuk meningkatkan produksi pangan antara lain; beras, jagung, kedelai, tebu, sagu dan lainnya yang dapat mempekerjakan lebih dari 12 juta orang. Begitu pula mendorong peningkatan produksi dan konsumsi protein dari susu, telur, ikan, dan daging. Tak cukup hanya itu, mencetak 2 juta hektare lahan untuk aren, ubi kayu, ubi jalar, kelapa, kemiri serta bahan baku bioetanol lainnya, dengan sistem tumpangsari yang dapat mempekerjakan lebih dari 12 juta orang pun sebaiknya dilakukan. Hal yang lain, membangun pabrik pupuk urea dan NPK baru milik petani dengan total kapasitas 4 juta ton. Untuk memenuhi kebutuhan energi nasional perlu segera dibangun pembangkit listrik tenaga panas bumi

ENAM program Aksi Transformasi Bangsa antara lain menjadi landasan membangkitkan pemerintahan yang bebas korupsi dan membangun kedaulatan pangan.


dan air dengan kapasitas total 10 ribu MW, mendirikan kilang-kilang minyak bumi, pabrik etanol, dan pabrik Di Methyl Ether atau DME (pengganti LPG), mengamankan dan merehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) dan sumber air, serta menjamin harga pangan yang menguntungkan petani dan nelayan, dan melindungi konsumen. Selain program “pemerintahan yang bebas korupsi” dan “membangun kedaulatan pangan”, dalam enam program Partai Gerindra yang disebut sebagai Aksi Transformasi Bangsa, juga terdapat program “Membangun Ekonomi yang Kuat, Berdaulat, Adil dan Makmur”, “Melaksanakan Ekonomi Kerakyatan”, “Meningkatkan Kualitas Pembangunan Manusia Indonesia melalui Program Pendidikan, Kesehatan, Sosial dan Budaya serta Olahraga”, dan “Membangun Infrastruktur dan Menjaga Kelestarian Alam serta Lingkungan Hidup”.

Kebanggaan yang terus dipertanyakan masyarakat dan nyaris terkikis adalah prestasi di cabang olahraga, khususnya sepak bola. Ini tercakup dalam program “Meningkatkan Kualitas Pembangunan Manusia Indonesia Melalui Program Pendidikan, Kesehatan, Sosial dan Budaya serta Olahraga”. Prestasi berbagai cabang olahraga yang dinanti-nanti masyarakat bisa dipersembahkan bila seluruh stakeholder olahraga negeri ini bisa bersatu dengan muara yang sama, prestasi untuk bangsa. Partai Gerindra menekankan perlunya pembinaan dan pelatihan khusus untuk meningkatkan prestasi Tim Nasional Indonesia. Begitu banyak hal yang bisa dilakukan untuk memberi nilai pada arti kemerdekaan Indonesia saat ini. Mencari dan meraih kembali kebanggaan sebagai anak negeri. Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Kalau bukan kita, siapa lagi? z

6 Program Aksi Transformasi Bangsa 1. Membangun Ekonomi Yang Kuat, Berdaulat, Adil dan Makmur. 2. Melaksanakan Ekonomi Kerakyatan. 3. Membangun Kedaulatan Pangan dan Energi serta Pengamanan Sumber Daya Air. 4. Meningkatkan Kualitas Pembangunan Manusia Indonesia Melalui Program Pendidikan, Kesehatan, Sosial dan Budaya serta Olahraga. 5. Membangun Infrastruktur dan Menjaga Kelestarian Alam serta Lingkungan Hidup. 6. Membangun Pemerintahan yang Bebas Korupsi, Kuat, Tegas dan Efektif.

INFORIAL


SUPLEMEN KEMERDEKAAN

INDONESIA 2 0 1 3

SEKTOR WISATA, SAATNYA JADI ANDALAN Potensi ekonomi dari sektor wisata mulai disadari oleh lebih banyak kabupaten di Indonesia.

S

ektor pariwisata terbukti kerap jadi andalan pembangunan. Meski sebagian negara maju dan berkembang di dunia pada 2012 masih susah payah utnuk berusaha pulih dari krisis ekonomi dunia, industri wisata dunia di tahun itu, menurut laporan World Tourism Organization justru masih bisa tumbuh sebesar 4 persen. Secara total jumlah wisatawan di dunia tahun itu bahkan mencapai 1 miliar orang. Pariwisata di Indonesia pun tetap jadi andalan bagi perekonomian nasional. Tahun lalu saja, ada sekitar 8,04 juta wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia. Dibanding 2011, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara

itu naik 5,16 persen. “Pendapatan dari industri ini mencapai US$ 41 miliar, dan telah menciptakan sekitar 9 juta lapangan kerja,� kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidatonya di acara pembukaan International Tourismus Borse 2013 (ITB) di Berlin, 5 Maret lalu. Berdasarkan data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, pada 2012 rata-rata pengeluaran setiap wisatawan mancanegara sebesar US$ 1.133,81 per kunjungan. Total penerimaan devisa negara dari wisatawan itu pun mencapai US$ 9.120,85 juta. Sementara itu, wisatawan dalam negeri rata-rata mengeluarkan Rp 700 ribu per perjalanan wisata. Total pengeluaran wisatawan lokal ini sepanjang 2012 mencapai Rp 171,50 triliun. Meski begitu, potensi wisata Indonesia masih sangat besar. Soalnya, Indonesia bisa dikatakan sebagai negeri paling beragam di dunia. Negeri ini punya sekitar 250 juta penduduk yang terdiri dari sekitar 1.128 kelompok etnis, berbicara dengan ratusan dialek, dan

hidup di tiga zona waktu berbeda. Yang paling istimewa, Indonesia adalah negeri kepulauan terluas, yang terdiri dari lebih dari 17 ribu pulau. Potensi ekonomi dari sektor wisata ini pun mulai disadari oleh lebih banyak kabupaten di Indonesia. Sekarang, tak hanya Bali yang menjadikan pariwisata sebagai andalan perekonomian daerahnya. Daerah lain pun bergeliat menata sektor wisatanya masing-masing. Kabupaten Banyuwangi misalnya, kini sangat serius mengembangkan sektor pariwisatanya. Sejumlah ajang pariwisata besar sengaja dihelat untuk mendatangkan wisatawan. Salah satunya, adalah Banyuwangi Festival (B-Fest) yang akan digelar untuk kedua kalinya. Mulai dari Banyuwangi Ethno Carnival, Batik Night Festival, pertunjukan tari kolosal Sewu Paju Gandrung, Banyuwangi Seaside Jazz Festival, sampai Tour de Ijen ada di festival itu. Pemerintah kabupaten Cilacap juga tengah mempromosikan potensi wisata Cilacapnya. Pulau Nusa Kambangan, SUBEKTI (TEMPO)

DIPRODUKSI OLEH TIM INFO TEMPO


Beragam event pariwisata akbar kembali digelar di Banyuwangi, Jawa Timur. Diberi tajuk Banyuwangi Festival (B-Fest), rangkaian kegiatan tersebut bakal dihelat selama September sampai Desember 2013. Ini merupakan perhelatan kedua setelah sukses digelar pada tahun lalu. ”Festival ini adalah etalase besar dari potensi wisata Banyuwangi yang sangat kaya, lengkap dengan kehidupan sosial budaya masyarakatnya yang terbuka, egaliter, dan punya jiwa seni yang kuat,” ujar Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas. Banyuwangi Festival akan menyajikan berbagai atraksi budaya dan event yang berbasis potensi alam di kabupaten berjuluk The Sunrise of Java itu. Dari sisi atraksi, konsep Banyuwangi Festival adalah mendorong kombinasi kultur lokal dan global, sehingga menghasilkan daya kreasi seni-budaya yang unik dan memikat, seperti BEC dan Jazz Festival. Adapun dari sisi event yang berbasis potensi alam, ajang ini menyajikan konsep wisata minat khusus (special interest tourism), seperti sport-tourism lewat ajang Banyuwangi Tour de Ijen. Rangkaian Banyuwangi Festival dibuka dengan pelaksanaan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) yang digelar 7 September. BEC kali ini akan mengusung tema ”The Legend of Kebokeboan Blambangan”. Kebo-keboan adalah sebuah ritus masyarakat lokal Banyuwangi yang berisi permohonan kepada Tuhan agar sawah mereka subur dan panen berlangsung

B

BANYUWANGI Festival menampilkan berbagai atraksi budaya dan event yang berbasis potensi alam. Di antaranya karnaval etnik, sport-tourism, sampai jazz pantai. Inilah ”Banyuwangi Experience” yang tak akan bisa ditemui di daerah lain.

INFORIAL

BANYUWANGI FESTIVAL KEMBALI DIGELAR sukses. Dalam ritus itu, sejumlah orang didandani seperti kerbau yang merupakan simbolisasi mitra petani di sawah untuk menghalau malapetaka selama musim tanam hingga panen. Acara lain yang sangat menarik adalah Paju Gandrung Sewu, akan menjadi pertunjukan kolosal yang menampilkan sewu (seribu) penari gandrung dan seribu paju (penonton pria yang diajak ikut menari bersama). Event ini bakal dihelat 23 November 2013 di Pantai Boom. Tari gandrung sendiri adalah tari dari Banyuwangi yang sudah mendunia. “Sewu Paju Gandrung akan menjadi pertunjukan spektakuler dan fenomenal. Bisa dibayangkan betapa memikatnya jika pesisir pantai dipenuhi seribu penari Gandrung dan seribu penari pendamping,” kata bupati yang pernah menimba ilmu kepemerintahan di Harvard Kennedy School of Government, Harvard University, Amerika Serikat, tersebut. Ajang sport-tourism Banyuwangi Tour de Ijen bakal digelar 2-5 November 2013 dengan menempuh empat rute menantang sepanjang 600 kilometer. Para peserta dan wisatawan di ajang internasional ini bakal disuguhi alam dataran tinggi Banyuwangi yang elok, mulai dari perkebunan kopi, karet, hingga lereng Kawah Ijen yang terkenal dengan api birunya (blue fire)—yang hanya ada dua di dunia, di Banyuwangi dan Alaska. Para wisatawan juga bisa menikmati

perpaduan unik antara pesisir pantai dan musik jazz dalam gelaran “Banyuwangi Beach Jazz Festival” pada 16 November 2013. Dengan view Selat Bali di malam hari yang menawan, wisatawan bisa menikmati rythim jazz dari para musisi papan atas. Event lainnya yang sangat memikat adalah Festival Kuwung yang dihelat 14 Desember 2013. Festival ini akan menampilkan beragam budaya asli Banyuwangi . Anas mengatakan, untuk memudahkan wisatawan dalam berkunjung, pihaknya telah meningkatkan aksesibilitas berupa perbaikan infrastruktur transportasi, mulai dari udara, darat, hingga laut. Banyuwangi telah bisa diakses melalui jalur udara dengan penerbangan rutin setiap hari dari Jakarta melalui Surabaya. z

BANYUWANGI FESTIVAL Banyuwangi Ethno Carnival 7 September 2013 Banyuwangi Tour De Ijen 2 – 5 November 2013 Banyuwangi Beach Jazz Festival 16 November 2013 Paju Gandrung Sewu 23 November 2013 Festival Kuwung 14 Desember 2013 banyuwangikab.go.id

@Bwi_festival


SUPLEMEN KEMERDEKAAN

INDONESIA 2 0 1 3

FULLY SYAFI (TEMPO)

salah satunya. Pulau yang terkenal dengan penjara super ketat itu ternyata memiliki pantai-pantai yang indah, puluhan gua, serta benteng bawah tanah peninggalan zaman Belanda. Selain itu, ada pula Pantai Teluk Penyu, Pantai Widara Payung, Benteng Pendem, dan banyak lagi. Salah satu keunggulannya, obyek wisata di Cilacap begitu mudah dijangkau. Teluk Penyu misalnya, dapat ditempuh selama 15 menit naik becak dari stasiun kereta api, atau sekitar 10 menit berkendara dari Bandara Tunggul Wulung, Cilacap. Langkah yang diambil untuk mengembangkan wisata di Cilacap, adalah dengan membuka peluang yang lebar kepada investor.“Kami memberikan kemudahan perizinan dan keringanan pajak,” ucap Bupati Cilacap, Tato Suwarto Pamuji. Kabupaten Manggarai Barat lain lagi. Kabupaten yang terkenal dengan reptil purba komodo ini akan segera menggelar puncak acara Sail Komodo 2013, pada 9-14 September nanti. Malah, ajang ini diharapkan bisa menggenjot sektor wisata dan kemudian mempercepat pembangunan ekonomi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). “Sail Komodo bermanfaat bagi percepatan pembangunan di NTT dan memberdayakan ekonomi masyarakat serta membuka peluang pengembangan usaha di setiap destinasi wisata,” kata Bupati Manggarai Barat, Agustinus Chula.

Sebelumnya, sudah digelar pula Sail Morotai pada 2012. Tujuannya serupa, menjadikan Morotai --yang dikenal dengan keindahan alam bawah air dan bangkai kapal dan persenjataan perang dunia kedua-- sebagai gerbang percepatan pembangunan ekonomi di kawasan sekitarnya. Tahun ini, untuk mendukung tujuan Sail Morotai, Manggarai Barat kini tengah membangun bandara termegah seprovinsi Nusa Tenggara Timur. Dibangun di ibu kotanya, Labuan Bajo, Bandara ini akan dilengkapi landasan pacu sepanjang 2.300 meter, dengan bangunan tiga tingkat, plus terminal kedatangan berbentuk lidah komodo. LOURENTIUS EP (TEMPO)

DIPRODUKSI OLEH TIM INFO TEMPO

Pembangunan itu tidak berlebihan. Karena, Manggarai Barat tak cuma punya Komodo sebagai andalan wisata. Ada pantai unik dengan hamparan pasir berwarna merah muda yang sangat eksotis di sebelah barat Komodo. Perairan Komodo pun dikenal sebagai salah satu situs diving terbaik di dunia. Masih ada lagi situs wisata Gua Batu Cermin, gua alam dengan stalaktit-stalaktit yang indah dan terus tumbuh, kawasan Hutan Mbeliling, desa wisata Budaya Liang Ndara, dan lain-lain. Pembangunan sektor wisata jelas diperlukan agar sektor pariwisata terus bisa jadi andalan pembangunan. z TIM INFO TEMPO


Kabupaten Manggarai Barat

MAJU BERSAMA PRIMADONA BARU

ariwisata ditetapkan sebagai leading sector dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2010-2015 Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) yang dituangkan dalam Perda No.2 Tahun 2011. Pilihan itu berdasarkan potensi Pulau Komodo— dengan keindahan underwater paradise-yang masuk “New Seven Wonders” dan dikenal di seluruh dunia. Sejak 2004, Taman Nasional Komodo mampu menarik minat 30 ribu turis asing dan domestik setiap tahunnya. Selain itu magnet Manggarai Barat tak hanya Pulau Komodo. Wilayah darat Flores Barat juga memiliki beragam obyek wisata menakjubkan seperti Danau Sano Nggoang, Istana Ular, Hutan Mbeliling serta air Terjun Cunca Wulang dan Cunca Rami. Sejak tiga tahun silam, sektor pariwisata di Manggarai Barat begitu menggeliat. Enam hotel berbintang di Labuan Bajo, 40 hotel melati dan puluhan home stay dengan total 1.000 kamar siap menampung ribuan pengunjung. Keberadaan marina di Batu Gosok berpeluang meningkatkan pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat setempat. Potensi wisata khususnya di Pulau Komodo dan wilayah Mabar secara umum harus dioptimalkan. Secara tradisional masyarakat Manggarai bertumpu pada pertanian dan perkebunan. Keberlangsungan pariwisata yang berkelanjutan juga membutuhkan

P

Drs. Agustinus Ch Dula Bupati Mabar.

dukungan lintas sektoral seperti pertanian, transportasi, kesehatan, dan lain-lain. “Pariwisata sebagai sektor primadona baru harus dilihat sebagai sarana peningkatan ekonomi rakyat,” ujar Bupati Mabar, Drs. Agustinus Ch Dula. Seruan pemerintah untuk mengelola pariwisata ini harus menjadi komitmen bersama semua stakeholder. Di 2013, Pemerintah Pusat menetapkan APBD Mabar Rp 340 miliar. Sebanyak Rp 100 miliar dialokasikan untuk pembangunan sarana publik seperti pengaspalan jalan-jalan menuju obyek-obyek wisata, jaringan air bersih dan listrik. Kementerian PU membantu pengadaan water treatment untuk mengatasi krisis air bersih. Sedangkan Kementerian Kesehatan

PARIWISATA membutuhkan dukungan lintas sektoral. Penyelenggaraan Sail Komodo 2013 menggerakkan perekonomian masyarakat.

membantu pembangunan RSUD Komodo di Laboan Bajo, Ibu Kota Mabar. Penyelenggaraan Sail Komodo 29 Juli14 September 2013 memberikan dampak pada daerah di bagian Barat Pulau Flores ini. Salah satunya pembangunan terminal ruang tunggu dua lantai dan perpanjangan landasan Bandara Komodo hingga 2.150 meter yang mampu didarati pesawat berbadan lebar. Jalur penerbangan Makassar-Denpasar-Labuan Bajo diharapkan segera terealisasi. Agustinus mengakui keberadaan program MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia) sejak 2011 telah banyak mengubah wajah Indonesia Timur yang identik dengan minim infrastruktur. Namun kriteria alokasi DAU dan DAK yang mensyaratkan variabel jumlah penduduk dan luas wilayah harus dikoreksi. Dalam pandangan Bupati Mabar, Pemerintah Pusat sebaiknya juga mempertimbangkan faktor topografis, kemiskinan, dan fluktuasi harga. Jika jumlah penduduk menjadi syarat DAU dan DAK, Mabar tidak bisa mendapatkan dana seperti kabupaten di Pulau Jawa. “Labuan Bajo dan Sail Komodo sudah menjadi representasi Indonesia sehingga wajar jika kabupaten ini layak diperhatikan,” ujarnya. Di usia yang ke-10 tahun, Kabupaten Manggarai Barat merasakan manfaat pemekaran yang luar biasa. Meski begitu masih banyak daerahnya yang belum tersentuh pembangunan. “Dalam lima tahun lagi sentuhan itu akan mencapai tempat terpencil,” ujarnya. z

Sekilas Kabupaten Manggarai Barat Landasan hukum Luas wilayah

: UU RI No. 8 Tahun 2003 : total 9.450 km persegi, 70 persen (6.052,50 kilometer persegi) lautan. Wilayah adminstrasi : 10 kecamatan, 116 desa dan lima kelurahan. Potensi investasi : transportasi, perikanan, pertanian, perkebunan, pertambangan, perhotelan. INFORIAL


SUPLEMEN KEMERDEKAAN

INDONESIA 2 0 1 3

EKONOMI NAIK, KESEJAHTERAAN RAKYAT MULAI MEMBAIK ARIS ANDRIYANTO (TEMPO)

Ekonomi nasional tumbuh sekitar 6,3 persen, tingkat kemiskinan turun menjadi 9,5 sampai 10,5 persen.

P

ertumbuhan ekonomi Indonesia terus tumbuh. Tahun ini, pemerintah optimistis mematok pertumbuhan ekonomi sebesar 6,3 persen. Namun, pertumbuhan itu dibayang-bayangi oleh tekanan dari naiknya BI rate dari 6,0 persen menjadi 6,5 persen. Kenaikan suku bunga acuan BI itu, dikhawatirkan akan mendongkrak kenaikan suku bunga kredit, sehingga melemahkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini. Beruntung, Indonesia punya beberapa sektor andalan yang diharapkan bisa menopang pertumbuhan ekonomi nasional di tahun ular ini. Salah satunya,

adalah sektor konsumsi rumah tangga. Terutama, melalui belanja politik menjelang Pemilihan Umum 2014 mendatang. Sektor berikutnya, yaitu investasi yang tetap tinggi, yang juga diyakini akan mampu menumbuhkan ekonomi Indonesia. Selain itu, belanja pemerintah juga mengambil porsi yang sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Sayangnya, selama semester-I 2013, belanja modal pemerintah baru Rp 34 triliun atau 18,1 persen dari Rp 188,3 triliun anggaran dalam APBNP 2013. Karena itulah, pemerintah akan meningkatkan serapan belanja modal pada semester II-2013. Sejalan dengan tingginya pertumbuhan ekonomi, peningkatan kesejahteraan masyarakat juga terus diupayakan oleh pemerintah. Anggaran belanja negara pun dikucurkan cukup deras untuk mensejahterakan dan meringankan beban masyarakat. Lihat saja. Berdasarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara

DIPRODUKSI OLEH TIM INFO TEMPO

(APBN) 2013, sebesar Rp 115,5 triliun dianggarkan oleh pemerintah untuk program penanggulangan kemiskinan di tahun ini. Jumlah itu meningkat lebih dari dua kali lipat ketimbang tahun 2007 yang hanya sebesar Rp 53,1 triliun. Sasarannya, menurunkan tingkat kemiskinan dari 10,5-11,5 persen pada 2012 menjadi 9,5-10,5 persen tahun ini. Sejak 2012, seluruh upaya pengurangan kemiskinan di Indonesia sudah diintegrasikan dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinan Indonesia (MP3KI). Kebijakan ini tak mengandalkan peningkatan kesejahteraan pada bantuan sosial saja. Melainkan, mencakup 4 klaster. Pertama, bantuan dan perlindungan sosial, kedua pemberdayaan masyarakat, ketiga pengembangan usaha kecil dan mikro, dan yang keempat program penyediaan prasarana dan sarana murah. Tahun ini, perlindungan sosial dijalankan melalui beberapa program


PEMERINTAH KABUPATEN CILACAP

KAWASAN wisata pantai Teluk Penyu Cilacap, Jawa Tengah

CILACAP SIAP MENGGALI POTENSI eberapa perusahaan besar beroperasi di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Di antaranya kilang Pertamina, pelabuhan laut, pabrik semen dan pembangkit listrik tenaga uap. Pada masa mendatang diharapkan putra-putri Cilacap dapat menjadi pemegang kendali di perusahaan-perusahaan tersebut. “Untuk itulah kita perlu terobosan di bidang sumber daya manusia,” ucap Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji. Terobosan yang dimaksud Tatto adalah dengan meluncurkan Program “Leader Class”. Melalui program ini seluruh pelajar terbaik di setiap jenjang pendidikan di Kabupaten Cilacap dikumpulkan dalam satu kelas dan mengikuti sistem pembelajaran maksimal. “Dengan program pembelajaran yang kita gunakan diharapkan dari kelas-kelas ini lahir generasi berkualitas,” ujar Tatto. Siswa-siswa yang masuk dalam Program Leader Class ini dijaring dari tiap kecamatan. Mereka merupakan siswasiswi berprestasi, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik. Pemerintah Kabupaten Cilacap memberikan

B

tersebut bisa langsung ditindaklanjuti, Tatto juga mengajak Kepala SKPD terkait untuk ikut turun ke desa-desa. Dengan kerap turun ke desa inilah berbagai program pembangunan bisa berjalan dengan baik. Di bidang pertanian misalnya, produksi padi Cilacap bisa terus meningkat. Saat ini petani di Cilacap mampu memanen padi 10 hingga 11 ton per hektare. Hasil ini lebih tinggi dari rata-rata panen padi nasional yang mencapai 5 ton per hektare. Pada 2012 lalu, Cilacap surplus produksi beras sebanyak 324 ribu ton sehingga menjadi salah satu penyangga kebutuhan pangan, khususnya di Jawa Tengah.

Potensi Investasi Bidang pariwisata juga mendapat perhatian serius. “Untuk pariwisata kami memiliki obyek yang lengkap, mulai dari pantai hingga ke kawasan pegunungan,” ujar Tato. Namun ia menambahkan, kondisi destinasi ini masih perlu sentuhan sehingga pihaknya membuka selebar mungkin peluang kepada investor. “Kami memberikan kemudahan perizinan dan keringanan pajak,” ucapnya. Pesona utama wisata di beasiswa kepada seluruh Cilacap adalah Pulau Nusa pelajar yang terpilih. Kambangan yang memang menjadi salah satu destinasi Bangga Mbangun Desa wisata nasional. Pulau yang Beragam bidang terkenal dengan penjara sumenjadi sasaran pembaper maksimalnya ini memingunan yang dilakukan liki pantai-pantai yang indah, Bupati Tatto dan jajaran puluhan gua dengan stalaktit Pemerintah Kabupaten dan stalagmit menarik, serta Cilacap. Hal ini terangbenteng bawah tanah peningkum dalam Program galan zaman Belanda. “Bangga Mbangun Desa” Obyek lain yang saat ini Tatto Suwarto Pamuji yang meliputi bidang ramai dikunjungi wisatawan Bupati Cilacap pendidikan, kesehatan, adalah Pantai Teluk Penyu, ekonomi, budaya dan Pantai Widara Payung, lingkungan. Dengan menekankan pemBenteng Pendem, Gunung Selok dan bangunan di pedesaan, diharapkan Gunung Serandil. Sebagaimana daemampu mengangkat potensi-potensi rah tujuan wisata lainnya, sejumlah yang ada sehingga warga desa tidak haevent wisata rutin digelar di Cilacap. Di rus melakukan urbanisasi ke perkotaan. antaranya festival layang-layang tingkat “Apabila semua desa di Kabupaten Cinasional, festival perahu naga, tradisi lacap maju, maka Cilacap akan maju,” adat sedekah laut, serta festival Nusa ujar Tatto. Kambangan dan Segara Anakan. Untuk menggali potensi yang ada Obyek wisata di Cilacap mudah didi pedesaan, Tatto secara rutin turun jangkau. Teluk Penyu misalnya, dapat langsung ke pedesaan dan bermalam di ditempuh selama 15 menit naik becak rumah warga. “Dengan cara ini saya bisa dari stasiun kereta api, atau sekitar 10 berdialog langsung dan lebih mengenal menit berkendara dari Bandara Tunggul suasana desa,” ujarnya. Agar program Wulung, Cilacap. z INFORIAL


SUPLEMEN KEMERDEKAAN

INDONESIA 2 0 1 3

NURDIANSAH (TEMPO)

utama. Salah satunya, Program Keluarga Harapan, dalam bentuk bantuan tunai bersyarat sebesar Rp 2,8 triliun untuk 2,4 juta rumah tangga sasaran (RTS). Ada lagi program beras harga murah untuk rakyat miskin, senilai Rp 17,2 triliun untuk 15,5 juta RTS. Sementara itu, peningkatan pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri. Pemberdayaan ini terdiri dari PNPM pedesaan dengan anggaran Rp 8 triliun di 5.230 kecamatan, serta PNPM perkotaan dengan anggaran Rp 1,7 triliun yang digelar di 10.922 kelurahan. Tak hanya itu. Kesejahteraan rakyat juga berusaha ditingkatkan melalui layanan kesehatan murah untuk masyarakat. Untuk kebutuhan itu, pemerintah menganggarkan dana sebesar Rp 55,9 triliun. Prioritasnya adalah untuk beberapa program utama. Pertama, peningkatan pelayanan kesehatan dasar dan rujukan di puskesmas, dan kelas 3 rumah sakit pemerintah. Pelayanan kesehatan dasar ini disalurkan melalui Jamkesmas bagi sekitar 86,4 juta masyarakat miskin. Yang kedua, pemberian pelayanan persalinan lewat Jaminan Persalinan (Jampersal) bagi sekitar 2,7 juta ibu hamil. Berikutnya, pemerintah menambah 91 puskesmas perawatan di daerah perbatasan dan pulau-pulau kecil terluar, meningkatkan perawatan balita bergizi buruk hingga 100 persen, serta meningkatkan jumlah rumah sakit yang melayani peserta Jamkesmas hingga mencapai 90 persen. Semua, bertujuan agar pertumbuhan ekonomi nasional mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tingkatkan Kesejahteraan Lewat Pendidikan Murah PERBAIKAN pendidikan adalah salah satu hal yang sangat berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tak heran jika pemerintah memberi perhatian besar di bidang pendidikan. Salah satu buktinya, adalah anggaran pendidikan dalam APBN yang terus naik. Tahun ini, anggaran pendidikan mencapai sekitar Rp 336,8 triliun. Dengan anggaran sebesar itu, pemerintah menjalankan sederetan program pendidikan dengan beberapa prioritas utama. Pertama, melanjutkan program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk menuntaskan wajib belajar 9 tahun bagi sekitar 45 juta siswa SD,MI, SMP, dan MTs. Kedua, memulai pelaksanaan Pendidikan Menengah Universal (PMU), antara lain dengan menyediakan BOS pendidikan menengah bagi 8,9 juta siswa SMA, SMK, MA. Juga, melalui pembangunan 224 sekolah baru, dan 6.900 ruang kelas baru untuk SMA, SMK dan MA. Ketiga, menyediakan beasiswa untuk sekitar 9,4 juta siswa dan mahasiswa miskin yang ingin melanjutkan pendidikannya. Keempat, menyediakan dana tunjangan profesi guru sebesar Rp 43,1 triliun, dan yang kelima memulai rehabilitasi sekitar 23 ribu ruang kelas yang rusak berat dan 30.350 ruang kelas yang rusak sedang, untuk semua jenjang pendidikan. z TIM INFO TEMPO

z TIM INFO TEMPO (BERBAGAI SUMBER)

DIPRODUKSI OLEH TIM INFO TEMPO


DIREKTORAT KONSERVASI ENERGI DIREKTORAT JENDERAL ENERGI BARU TERBARUKAN DAN KONSERVASI ENERGI ebutuhan energi Indonesia cukup besar dengan tingkat pertumbuhan energi rata-rata 7% per tahun. Hal ini terutama disebabkan pertumbuhan ekonomi yang cukup baik yaitu rata-rata 6% per tahun dan tingkat pertumbuhan penduduk rata-rata 1,1% per tahun. Pemenuhan kebutuhan energi nasional sebagian besar (95%) masih berasal dari energi fosil. Padahal cadangan energi fosil sendiri menurun. Dilain pihak hampir semua pengguna energi menggunakan energi secara tidak efisien atau boros. Kondisi tersebut diatas sangat berpotensi untuk terjadinya krisis energi. Menurut Menteri ESDM, Jero Wacik, perilaku hemat dalam menggunakan energi merupakan langkah yang paling sederhana dan mudah untuk dilakukan dan jika hal tersebut dilakukan jutaan rakyat Indonesia maka penghematan yang diperoleh cukup besar. Menghemat energi misalnya listrik sebesar 1 kWh jauh lebih murah dari memproduksi listrik 1 kWh. Begitu pentingnya penggunaan energi secara hemat dan efisien, sehingga Pemerintah membentuk unit tersendiri yaitu Direktorat Konservasi Energi DJEBTKE KESDM yang tugas utamanya menyusun berbagai kebijakan dan program penghematan energi. Konservasi energi merupakan penggunaan energi secara efisien dan rasional tanpa mengurangi hasil maupun tingkat keamanan dan kenyamanan. Direktur Jenderal EBTKE, Rida Mulyana mengatakan bahwa tingkat keborosan energi di Indonesia terlihat dari intensitas dan elastisitas yang masih tinggi. “Intensitas energi atau perbandingan antara jumlah konsumsi energi dengan pendapatan domestik bruto (PDB) pun mencapai 400, jauh dibandingkan dengan Jepang yang hanya 100 atau negara-negara Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) yang rata-rata 200,� katanya. Elastisitas atau perbandingan antara pertumbuhan konsumsi energi dengan pertumbuhan ekonomi tercatat 1,63 atau jauh lebih tinggi daripada negara-negara maju yang berkisar antara 0,1-0,6. Pemborosan ini terjadi menurut Rida mungkin disebabkan karena masyarakat masih memiliki pandangan bahwa Indonesia merupakan negeri kaya energi. Harga energi pun cenderung murah karena disubsidi. Selain itu, masyarakat juga belum memiliki pengetahuan mengenai penggunaan energi secara bijak. Padahal, potensi penghematan energi di Indonesia amat besar. Adapun potensi

K

HEMAT ENERGI UNTUK KETAHANAN DAN KEMANDIRIAN ENERGI NASIONAL konservasi energi berdasarkan studi Kementerian ESDM di sektor rumah tangga sebesar 15-30 persen, transportasi 15-35 persen, serta industri dan komersial 10-30 persen. Dicontohkan Rida, perilaku hemat dalam menggunakan energi misalnya, mematikan lampu saat tidak digunakan atau keluar ruangan, meski ini hal sederhana namun belum menjadi budaya kita, ini masalah perilaku. Contoh lain adalah penggunaan lampu hemat energi. Jumlah rumah tangga pelanggan PLN saat ini sekitar 48 juta KK. Bila seluruh rumah tangga tersebut menggantikan 1 (satu) lampu pijar (40Watt) dengan 1 (satu) lampu hemat energi CFL (8Watt), maka total daya yang dapat dihemat: (40Wx48juta) – (8Wx48juta) =1536 megaWatt. Intinya menghemat energi sama halnya dengan menyediakan energi tanpa investasi baru. Namun banyak pengguna energi belum menyadari hal tersebut. Dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya melakukan langkah-langkah penghematan energi, Kementerian ESDM melalui Direktorat Konservasi Energi Ditjen EBTKE sebagaimana disampaikan Direktur Konservasi Energi, Maritje Hutapea, telah melakukan berbagai hal antara lain: z Penyusunan kebijakan konservasi energi, dalam bentuk UU, Peraturan Pemerintah, Instruksi Presiden, Peraturan Presiden, maupun Peraturan Menteri. z Memberikan layanan audit energi secara gratis khususnya kepada industri dan bangunan gedung. Pemberian audit energi secara gratis ini dimaksudkan untuk membantu pemilik industri maupun gedung untuk mengidentifikasi potensi penghematan energi di industri atau gedung masing-masing sekaligus mengetahui langkah-langkah penghematan energi tersebut. Sampai saat ini sudah sekitar 800 unit industri dan bangunan yang telah diaudit dengan total potensi penghematan energi sebesar 3800 GWh. Namun dalam kenyataannya, masih banyak industri dan bangunan gedung tersebut belum dapat mengimplementasikan rekomendasi auditor energi terutama karena kekurangan investasi. Untuk hal tersebut saat ini Kementerian ESDM bekerjasama

dengan BKF Kementerian Keuangan sedang mengkaji tentang Dana Bergulir Energi Efisiensi. Dana ini nantinya akan difokuskan kepada industri dan bangunan yang berkeinginan untuk melakukan langkah-langkah penghematan energi. z Labelisasi Tanda Hemat Energi pada peralatan rumah tangga. Labelisasi ini dimaksudkan agar masyarakat lebih mudah mengetahui dan membedakan peralatan-peralatan yang hemat energi sesuai dengan data dan informasi yang terdapat pada label yang tercantum pada peralatan tersebut. Saat ini labelisasi tanda hemat energi untuk lampu CFL sudah berjalan. Pada label lampu hemat energi tersebut terdapat gambar bintang yang menunjukkan bahwa semakin banyak jumlah bintang berarti semakin hemat. z Penyusunan standar energi efisiensi yang menjadi acuan dalam menentukan suatu peralatan / teknologi yang hemat energi. z Mendorong pengguna-pengguna energi untuk menerapkan manajemen energi dan memperkenalkan ISO 50001 tentang Energy Management Standard pada industri. z Membangun Clearing House Konservasi Energi yang merupakan pusat informasi tentang konservasi energi. Melalui Clearing House ini, masyarakat dapat memperoleh berbagai informasi tentang konservasi dan energi efisiensi. Clearing House ini juga menyediakan berbagai layanan terkait penerapan konservasi energi. z Kampanye dan sosialisasi hemat energi yang dilakukan secara rutin kepada masyarakat luas, institusi, rumah tangga dan anak-anak sekolah dengan maksud agar perilaku hemat energi menjadi bagian dari budaya nasional. Dengan penerapan berbagai program tersebut secara baik dan konsisten, diyakini bahwa penghematan energi yang dicapai akan membantu kita semua dalam meningkatkan ketahanan energi nasional dan penciptaan lingkungan yang bersih. Selain itu, manfaat lain adalah biaya produksi akan semakin menurun yang pada akhirnya dapat meningkatkan daya saing produk. Melakukan langkahlangkah penghematan energi pada dasarnya tidak sulit. Mari kita mulai dari diri kita sendiri. Mari kita menggunakan energi secara hemat dan efisien demi kita dan anak cucu kita. „ INFORIAL


KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA DIREKTORAT JENDERAL ADMINISTRASI HUKUM UMUM

FIDUSIA ONLINE

UNTUK LAYANAN HUKUM CEPAT, AKURAT, DAN BEBAS PUNGLI ementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) terus melakukan pembenahan dan inovasi dalam rangka memberikan pelayanan publik bidang hukum kepada masyarakat. Salah satu terobosan dilakukan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) dengan memberikan layanan hukum bidang Fidusia secara online. Menurut Direktur Jenderal AHU Kemenkumham, Aidir Amin Daud, terobosan ini dilakukan agar pelayanan jasa hukum bidang Fidusia bisa lebih cepat, akurat, dan bebas pungli. “Sekarang yang kita nomor satukan adalah pelayanan publik yang tadinya berhari-hari, berminggu-minggu dan bahkan sampai sebulan, kita bikin mudah dan selesai dalam hitungan menit. Cepat, akurat dan tentu bebas pungli,” ucap Aidir. Inovasi dan revolusi pelayanan publik ini, jelas Aidir, juga merupakan gagasan dari Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin serta Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana yang terus menginstruksikan kepada seluruh

K

SETIAP dokumen yang sudah diproses dengan berkas-berkas yang lengkap sudah sah dan dapat digunakan.

INFORIAL

MENTERI Hukum dan HAM Amir Syamsuddin (kanan) serta Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana (kiri)

jajaran Kemenkumham untuk melaksanakan terobosan-terobosan, dalam rangka memperbaiki pelayanan pada masyarakat. “Pak Menteri Amir Syamsuddin dan Wakil Menteri Denny Indrayana selalu menginstruksikan jajarannya agar terus melakukan inovasi pelayanan publik di kemenkumham,” jelasnya. Aidir menegaskan, Inovasi pelayanan publik dalam bentuk Fidusia Online ini dilaksanakan sebagai upaya Kementerian Hukum dan HAM dalam hal ini Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) untuk patuh pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang pelayanan publik. “Dasar hukumnya jelas bahwa ini adalah upaya Kemenkumham dalam hal ini Direktorat Jenderal AHU untuk patuh pada ketentuan UU No 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Dalam UU tersebut jelas, bahwa kami sebagai aparatur pemerintah harus semaksimal mungkin memenuhi hak

dan kebutuhan Warga Negara dalam kerangka pelayanan publik,” jelasnya. Selain itu, layanan online ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi mengingat Fidusia Online ini secara signifikan meningkatkan pendapatan negara dari sektor Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). “Kalau dulu Fidusia yang dilakukan manual ada keterbatasan memproses. Setiap hari hanya terproses sedikit dari target penyelesaian. PNBP yang bisa kita kumpulkan hanya Rp 300 juta. Dengan online ini meningkat lima kali lipat menjadi sekitar Rp 1,5 miliar. Menjadi sangat signifikan,” ucap Aidir. Aidir menambahkan, salah satu masalah yang sering dikeluhkan perihal layanan Fidusia Online adalah soal keabsahan sertifikat yang diperoleh notaris setelah registrasi. Untuk itu Aidir menjamin bahwa setiap dokumen yang sudah diproses dengan berkas-berkas yang lengkap sudah sah dan dapat digunakan. Pengecekan dapat dilakukan di


website Kemenkumham dengan mengetikkan nomor tertentu yang ada dalam akta tersebut. “Sertifikat yang didapatkan dari registrasi via Fidusia Online ini sudah sah. Karena kami pun simpan database-nya jika sewaktu-waktu ada yang ingin cek dan ricek ke situs Kemenkumham. Anda tinggal masukkan saja nomor yang dimaksud, maka akan langsung ditampilkan data terkait sertifikat tersebut,” kata Aidir. Layanan Fidusia Online ini, diharapkan menjadi jalan keluar bagi pengurusan dokumen yang sebelumnya menghadapi kendala, baik di pusat maupun daerah. Dengan layanan ini, maka hambatan-hambatan birokratis yang memakan waktu dihilangkan dan diganti dengan sebaik-baiknya layanan. Contohnya, pengurusan dokumen dari notaris di pusat maupun daerah yang terkendala persyaratan. Misalnya datang hari ini namun ternyata syaratsyaratnya tidak bisa langsung dicek. Masih harus bolak balik. Hambatan misalnya, Kakanwil yang memiliki jadwal padat, karena koordinasi antar instansi, hingga harus mengikuti meting di Jakarta dan lainnya, kemudian diambil kebijakan sertifikat onlinenya cukup ditandatangani kepala divisi saja. Tapi ternyata tetap belum maksimal. “Hambatan-hambatan birokrasi ini yang dicoba kita hilangkan satu persatu dengan layanan Fidusia ini. Dibuat mudah degan proses yang tidak perlu menunggu hari. Dan kemudahan itu juga dibarengi dengan keabsahan dokumen yang bisa langsung dicek di website kami,” ujarnya. Dengan Sistem Pendaftaran Fidusia Online, penerimaan negara melalui PNBP akan melesat tajam. Demikian pula penghematan yang dilakukan sangat signifikan. “ Misalnya, dulu ada cetakan formulir dan sertifikat fidusia. Setahunnya bisa dibiayai hingga lebih dari 20 miliar rupiah. Dengan on-line tidak perlu lagi. Karena kita sudah paperless,” ungkapnya “Kita tidak memprediksi dapat PNBP sebesar Rp 1,5 miliar dari sistem ini.

Aidir Amin Daud Direktur Jenderal AHU Kemenkumham

Tapi kita bersyukur karena di satu sisi kita bisa memberikan layanan terbaik bagi masyarakat, di sisi lain kita tidak selalu menghabiskan anggaran tapi juga berkontribusi memberikan pemasukan bagi negara,” kata Aidir. Ke depan, Aidir meyakinkan bahwa seluruh jajaran Direktorat Jenderal AHU akan terus melakukan inovasi dan perbaikan di berbagai sektor, untuk lebih memaksimalkan layanan Fidusia Online ini. Salah satunya, dengan menyediakan call center dan customer service untuk menerima keluhan dari masyarakat soal layanan yang diberikan. “Kami sudah berencana dan mengkaji untuk memberikan pelayanan dengan menyediakan customer service yang siap sedia, cerdas, mengerti, bersih, tanggap dan tidak berbelit, dengan sistem call center seperti di bank. Ini yang akan melayani dan memberikan penjelasan jika ditemukan masalah-masalah pada layanan,” ujarnya. Untuk itu, diharapkan dari masyarakat, untuk memberikan masukan bagi perbaikan layanan ini ke depan serta apa yang harus ditambah maupun dihilangkan agar bisa berjalan lebih cepat, akurat, dan bebas pungli. “Tentu masih banyak kekurangan yang ada pada layanan Fidusia Online ini. Untuk itu kami tidak henti untuk meminta masukan dari berbagai pihak untuk perbaikan layanan ini secara terus menerus dan berkesinambungan,” kata Aidir. Diakui, pada awal penerapan Fidusia Online ini, tentu sistem birokrasi banyak

yang harus menyesuaikan diri. Dari yang tadinya menyelesaikan apa adanya dan membawa pulang berkas, sekarang dituntut cepat karena situasi zaman yang sudah berubah. “Pada awalnya memang birokrasi seringkali gagap karena sekadar menyelesaikan pekerjaan tanpa berpikir inovasi lebih jauh. Maka, sejak saya dipercaya di posisi ini saya coba cari terobosan dengan sistem yang relevan. Saya punya pengalaman kerja di media dan terbiasa dengan melakukan semuanya cepat dan harus selesai,” kata Aidir. Dengan cara kerja dan filosofi seperti media, Aidir meminta seluruh pegawai di direktoratnya untuk bisa merespon segala kebutuhan layanan publik dengan cepat dan tidak perlu menunggu. “’Media mengenal apa yang disebut dengan deadline. Harus cepat dan tidak boleh menunggu. Itu yang coba kami bangun pelan-pelan untuk memberikan layanan. Bersyukur kami terus didukung oleh pimpinan untuk terus melakukan inovasi sepanjang bermaksud memberikan layanan pada publik,” tuturnya. Ke depan, Fidusia Online ini akan terus memperluas layanan dengan memberikan kemudahan juga bagi mereka yang ingin mengurus pendirian badan hukum, yayasan, dan beberapa yang lain via layanan Fidusia. Aidir berharap, dengan sistem online dan terintegrasi dari pusat sampai daerah, maka masyarakat semakin mendapatkan kemudahan dalam pengurusan dokumen. Selain itu, tambah Aidir, untuk pengurusan dokumen kewarganegaraan, kegiatan pemesanan nama, pengesahan badan hukum (PT dan yayasan serta lainnya) akan dilakukan dengan on-line. Dari hitungan hari, minggu nantinya juga akan selesai dalam waktu di bawah 10 menit. Semuanya tinggal menunggu pengadaan server yang sedang ditenderkan. “Inovasi ini terus diberikan agar masyarakat juga bisa terlayani dengan baik. Segala masukan dan kritik perihal sistem ini juga kami tampung terus dan kami benahi. Untuk badan hukum dan yayasan sedang kami siapkan segala sesuatunya agar bisa langsung terintegrasi dengan layanan online ini,” tutup Aidir. l

INFORIAL


LOURENTIUS EP (TEMPO)

Kemerdekaan dan kemajuan suatu bangsa tak bisa dilepaskan dari kemerdekaan dalam mengenyam pendidikan. IKLAN LAYANAN MASYARAKAT INI DIPERSEMBAHKAN OLEH


KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA

Muhamad Nawir Messi Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU)

MENATA EKONOMI MELALUI PERSAINGAN klim Persaingan usaha di Tanah Air diakui banyak kalangan mengalami perbaikan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini dapat kita cermati di sejumlah industri seperti telekomunikasi, penerbangan, dan sektor lain yang bergerak dinamis dan ikut mendorong laju pertumbuhan ekonomi. Persaingan menjadi dasar bagaimana inovasi dan produktivitas berkembang sebagai basis bagi pertumbuhan berkualitas. Menurut Ketua KPPU, M. Nawir Messi, disahkannya UU No. 5 Tahun 1999 dalam situasi krisis menjadi semacam “deklarasi” bahwa Indonesia memulai tatanan ekonomi pasar yang berkeadilan. Mengapa? Karena nilai-nilai yang ditetapkan menuju pada persaingan usaha yang sehat. “Melalui UU ini KPPU hadir untuk mengawal dan menjaga kelangsungan ekonomi pasar yang berkeadilan tersebut,” ujarnya tegas. Selanjutnya Nawir memaparkan kondisi industri penerbangan yang mengalami perubahan signifikan. “Dulu sebelum KPPU campur tangan, tiket ke Surabaya berkisar Rp 3-4 juta. Tapi seka-

I

INFORIAL

rang harga tiket pesawat sangat terjangkau,” ucapnya. Situasi yang sama terjadi di sektor telekomunikasi. Semula tarif per SMS Rp 300- Rp 350 namun setelah KPPU turun tangan dan memberi sanksi, biaya SMS turun menjadi sekitar Rp 75- Rp 100. Apa dampak ekonomi turunnya tarif pesawat dan SMS? Sangat signifikan. Konsumen tidak hanya bisa berhemat tetapi juga mendorong dinamika ekonomi yang luar biasa. “Hari ini kita melihat perluasan di sejumlah bandar udara karena sudah tidak mampu menampung para penumpang yang terus membludak. Kita juga bisa menyaksikan bagaimana para petani kakao di Kalimantan dan Sulawesi bisa memiliki akses informasi pasar di pusat perdagangan di Surabaya atau Jakarta. Konsep ekonomi pasar yang berkeadilan tertuang dalam visi KPPU “Terwujudnya Ekonomi Nasional yang Efisien dan Berkeadilan untuk Kesejahteraan Rakyat”. Dari visi ini KPPU diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam mendorong perbaikan masyarakat di Tanah Air. Untuk mewujudkan visi

tersebut, menurut Nawir ada dua aspek yang akan dibangun; pertama, efisiensi perekonomian dimana efisiensi ekonomi diwujudkan dalam rangka mendorong terciptanya daya saing (competitiveness). Kedua, proses ekonomi yang berkeadilan. Ekonomi yang berkeadilan, menurut Nawir memiliki dua aspek. Pertama, efisiensi dunia usaha sebagai basis pertumbuhan yang dinamis. Kedua, efisiensi dibiayai melalui proses-proses yang wajar. “Dua hal inilah yang men-drive program-program KPPU ke depan,” ujarnya. Untuk itu KPPU mencanangkan prioritas kegiatan penegakan hukum dan kebijakan persaingan pada sektor yang menjadi hajat hidup orang banyak. “Untuk periode 2012-2017, KPPU merumuskan lima sektor prioritas yaitu sektor pangan  (food) keuangan (finance), energi (energy), infrastruktur dan logistik (infra-structure and logistic), dan pendidikan dan kesehatan (health and education sector),” kata Nawir memaparkan. Lalu bagaimana mengukurnya? Menurutnya, ukurannya bisa dilihat dari apakah KPPU mempunyai kontribusi yang dapat mendorong perbaikan kinerja perekonomian Indonesia ke depan? Apakah KPPU bisa menyentuh bidang-bidang yang selama ini menjadi hambatan daya saing nasional? Dan apakah KPPU dapat memberikan solusi terhadap kegiatan-kegiatan ekonomi yang menguasai hajat hidup orang banyak? Merujuk pada sejumlah kasus yang diputus KPPU Nawir percaya bahwa tugas yang diemban KPPU mampu mendorong peningkatan kesejahteraan rakyat. l

TUGAS yang diemban KPPU mampu mendorong peningkatan kesejahteraan rakyat.


DEWAN ENERGI NASIONAL

PENGELOLAAN ENERGI UNTUK WUJUDKAN KETAHANAN NASIONAL ertumbuhan ekonomi di beberapa negara dan kawasan yang disertai pertambahan penduduk dunia, memberikan implikasi langsung terhadap pertumbuhan dan permintaan akan energi. Pertumbuhan konsumsi energi dunia yang masih didominasi energi fosil (minyak bumi, gas bumi dan batu bara) harus berhadapan dengan fakta bahwa sumber daya dan cadangan energi fosil yang sifatnya tak terbarukan terus menurun dan suatu saat akan habis. Berkaitan dengan kondisi tersebut, Dewan Energi Nasional (DEN) merasa perlu melakukan reorientasi perencanaan dan pengelolaan energi nasional yang menempatkan sumber daya energi sebagai modal pembangunan, dan tidak

P

SUMBER daya energi harus menjadi ‘development driver’ yang memberikan jaminan pasokan bagi kebutuhan energi, dalam rangka meningkatkan nilai tambah hasil produksi.

INFORIAL

semata-mata komoditas. pertemuan dan diskusi ini diharapkan Sebagai awal dari upaya tersebut, DEN ada solusi awal yang bisa dihasilkan,” mengadakan Dialog Energi 2013 bertajuk ujarnya. Hadir sebagai narasumber pada "Reorientasi Pengelolaan Energi untuk Mewujudkan Ketahanan Energi Nasional" dialog energi kali ini anggota DEN Dr di Balai Kartini Jakarta, pertengahan Juli Herman Darnel Ibrahim, anggota DEN 2013, lalu. Dr Tumiran, Deputi Bidang Sumber Sekretaris Jenderal DEN Hadi Purnomo Daya Alam dan Lingkungan Hidup/ dalam sambutannya mengungkapkan, Kementerian Negara Perencanaan laju pertumbuhan konsumsi Pembangunan Nasional/ energi dalam beberapa tahun BAPPENAS, Dr Ir Rr terakhir lebih cepat dibandingkan Endah Murningtyas, M.Sc, kemampuan penyediaan. dan Staf Ahli Menteri Hal tersebut disebabkan oleh Negara Riset Bidang Energi hambatan penyediaan sumber dan Material Maju, Dr energi, khususnya energi Idwan Suhardi. fosil. "Hambatan dari sisi Hadi menambahkan, hulu sampai ke hilir, dimana masalah infrastruktur sebagian merupakan isu atau energi juga menyebabkan permasalahan yang sudah harga energi di dalam muncul sejak lama seperti negeri menjadi lebih mahal. Dr. Ir. Tumiran, M.Eng subsidi energi," ucap Hadi. Kondisinya semakin rumit Anggota DEN Menurutnya, Dialog Energi karena akses masyarakat 2013 ini diadakan sebagai sarana kepada energi sangat rendah, terutama komunikasi dan meminta masukan dari masyarakat yang berada di kepulauan dan berbagai pihak, khususnya stakeholder daerah terpencil. di bidang energi dan pertambangan. Hal Di sisi lain pengembangan energi ini sebagai bagian dari rencana menuju baru terbarukan (EBT) yang menjadi Ketahanan Energi Nasional, dimana harapan untuk menggantikan peran banyak hal yang harus disesuaikan agar energi fosil masih terkendala dalam bisa relevan dengan situasi. pengembangannya. “Kondisi saat ini harus dikaji bersama Menuju Ketahanan Energi Nasional seluruh pihak. Misalnya bagaimana Dalam temuan anggota DEN Dr mengatasi pengelolaaan energi yang Tumiran, data menunjukkan bahwa belum efisien dan belum kuatnya telah terjadi ketimpangan antara sisi keberpihakan untuk mendorong penyediaan dan peningkatan energi penguatan industri energi nasional. Dari


2050). dalam negeri, dimana laju pertumbuhan “R-KEN ini yang selanjutnya akan konsumsi energi dalam beberapa tahun menjadi pedoman dalam pengelolaan terakhir lebih cepat dibandingkan energi nasional ke depan. Di semua kemampuan penyediaan. sektor baik pemerintah, pengusaha, Menurut Tumiran, Hambatan dari maupun pihak lain yang berkepentingan sisi penyediaan ada di hulu dan sampai dengan pengelolaan energi,” ujarnya. ke hilir, yang sebagian merupakan isu Rancangan KEN mengamanatkan atau permasalahan yang sudah muncul perubahan dalam pengelolaan sumber sejak lama seperti subsidi energi, daya energi fosil yang selama ini penurunan produksi yang diperlakukan sebagai komoditas, tidak diimbangi dengan ke depan sebagai modal penemuan cadangan pembangunan nasional jangka baru dan mengakibatkan panjang. tingginya impor sumber “Perubahan ini merupakan hal energi terutama minyak yang sangat mendasar sebagai (minyak mentah dan produk paradigma yang menempatkan minyak). sumber daya dan cadangan “Pengelolaan energi yang energi fosil sebagai aset jangka belum efisien dan belum panjang dan memiliki implikasi kuatnya keberpihakan untuk langsung terhadap ketahanan mendorong penguatan Hadi Purnomo ekonomi, sosial dan politik industri energi nasional, Sekretaris Jenderal DEN negara,” ucap peraih gelar Ph.d serta permasalahan di bidang infrastruktur yang menyebabkan dari Universitas Saitama Jepang ini. harga energi dalam negeri menjadi lebih Pengertian sebagai modal mahal serta akses masyarakat kepada pembangunan, kata Tumiran, adalah bahwa sumber daya energi fosil, terutama energi rendah, terutama masyarakat yang berada di daerah kepulauan dan daerah gas dan batu bara harus bisa memberikan terpencil,” ucap Tumiran. nilai optimal melalui proses konversi Karena itu, dalam rangka mencapai yang memberikan nilai tambah. ketahanan energi nasional dan sesuai Sumber daya energi tersebut harus menjadi ‘development driver’ yang dengan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi, maka memberikan jaminan pasokan bagi kebutuhan energi untuk pembangunan DEN telah menyelesaikan Rancangan ekonomi, dalam rangka meningkatkan Kebijakan Energi Nasional (R-KEN) yang nilai tambah hasil produksi. memuat arah kebijakan di bidang energi dalam jangka panjang (sampai dengan “Melalui transformasi teknologi dan

inovasi yang terus menerus maka akan menciptakan lapangan kerja baru berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Industri juga akan merasakan manfaat dari proses transfer of knowledge ini,” kata Tumiran. Salah satu aspek penting yang diatur dalam R-KEN adalah mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil terutama minyak bumi agar target pertumbuhan ekonomi yang ingin dicapai di tahun-tahun mendatang tetap terjaga. Pengurangan kontribusi energi fosil tersebut dilakukan dengan mendorong pemanfaatan energi baru dan terbarukan sebagai substitusi yang ditargetkan mencapai lebih dari 23 persen pada tahun 2025 dan di atas 35 persen pada 2050. Ini harus terus digenjot agar mencapai target. Tumiran menegaskan, tujuan dari Ketahanan Energi Nasional di antaranya adalah sumber daya energi sebagai penggerak ekonomi nasional. Karena itu, harus ada perubahan cara pandang melihat energi sebagai modal pembangunan dan bukan komoditas. “Komoditas untuk diekspor, diperdagangkan, dan lain-lain. Tapi, dengan menjadikan energi sebagai modal pembangunan, berarti diorientasikan dalam negeri untuk memberi nilai tambah dan untuk kepentingan industri dalam negeri,” kata pria yang pernah duduk sebagai anggota Tim Penyusunan Naskah Akademis RUU Energi ini. DEN melihat pola pengelolaan energi pemerintah belum memiliki nilai tambah ekonomi secara maksimal. Selama ini, kata Tumiran, kebijakan pemerintah mengelola energi masih sebatas sebagai komoditas dan belum menjadi modal pembangunan, “Kondisi sekarang ini, misalnya domestik kesulitan dalam mendapatkan sehingga beberapa daerah seperti mengalami kekurangan dan kesulitan mengakses sumber daya gas. Batu bara juga demikian. Situasi ini belum terakomodasi karena masih kesulitan pada daya dukung infrastruktur,” ucapnya. Karena itu, pada pembangunan infrastruktur yang menyeluruh, visi menjadikan energi sebagai modal pembangunan bisa terealisasi. Menurutnya, jika infrastruktur belum mendukung, pemanfaatan energi tentu akan mengalami kesulitan. “Misalnya di sektor pembangkit. Kalau alat penggerak listrik bisa berjalan lancar maka industri juga akan berkembang karena pasokan energi menjadi lancar. Dengan energi lancar dan industri berkembang, maka akan menghasilkan lapangan kerja baru,” ucapnya. z INFORIAL


SUPLEMEN KEMERDEKAAN

INDONESIA 2 0 1 3

AYU AMBONG (TEMPO)

SIAP BERKOMPETISI LEBIH TERBUKA Memasuki era globalisasi, Indonesia pun harus menghadapi berbagai tantangan yang lebih berat. Salah satu kuncinya, meningkatkan kualitas sumber daya manusia itu sendiri.

G

lobalisasi adalah perubahan yang begitu cepat dan kadangkala radikal, yang terjadi di kehidupan manusia, disebabkan oleh teknologi. Untuk mengimbanginya, sejatinya diikuti perbaikan di segala bidang. Berbicara soal sumber daya manusia (SDM) yang siap menghadapi era baru ini, salah satu yang bisa ditempuh adalah melalui reformasi birokrasi. Kinerja aparat yang bersih dan SDM

yang profesional tak bisa ditawar lagi. Seperti tertuang dalam Pidato Kenegaraan Presiden yang disampaikan di depan Rapat Paripurna DPR RI pada 16 Agustus 2007, pada Bab 14 terdapat pengakuan Pemerintah bahwa reformasi birokrasi yang dilakukan pemerintah selama ini belum berjalan sesuai yang diharapkan masyarakat. Hal tersebut diakui Pemerintah dengan menunjukkan berbagai permasalahan mendasar yang masih dihadapi di bidang kelembagaan, ketatalaksanaan, sumber daya manusia

DIPRODUKSI OLEH TIM INFO TEMPO

aparatur, pelayanan publik, dan pengawasan. Maka, program pengelolaan SDM aparatur yang bertujuan meningkatkan sistem pengelolaan dan kapasitas SDM dalam melaksanakan tugasnya pun harus dilaksanakan optimal. Di antaranya, melalui penyusunan dan penyempurnaan berbagai peraturan perundang-undangan di bidang SDM aparatur. Contohnya, penyusunan RPP tentang penilaian prestasi kerja PNS; RPP tentang Peraturan Disiplin PNS; perbaikan remunerasi yang layak dan adil; juga terselenggaranya pusat penilaian pegawai (assesment center) sebagai metode untuk menilai dan mengukur potensi pegawai. Menyiapkan SDM unggul, ini menjadi perhatian ekstra tak hanya di pusat. Namun, pemerintah daerah pun terus melakukan perbaikan. Sulawesi Barat, salah satu provinsi yang terus berkembang, juga menyiapkan beberapa formula untuk meningkatkan kualitas SDM-nya. Gubernur Sulawesi Barat, H. Anwar Adnan Saleh, mengatakan, saat pertama kali Sulbar menjadi provinsi, SDM siap pakai sangat sedikit. “Waktu itu, tenaga kerja di pos-pos pemerintahan seperti kepala dinas harus berpangkat tinggi. Sedangkan pangkat tertinggi adalah guru. Maka habislah guru dan kepala sekolah di Sulbar. Namun, tiga tahun berikutnya, setelah semua berjalan dengan baik, semua guru kita kembalikan,” ujar Anwar Adnan. Pada tahun ini, Sulbar akan melakukan penerimaan pegawai baru. “Penerimaannya lebih selektif, sesuai kebutuhan. Dan untuk menyiapkan tenaga kerja siap pakai, telah dibangun Balai Diklat Pemprov Sulbar. Karena, tidak mungkin kerja hanya bermodalkan ijazah. Seluruh pegawai akan dilatih di tempat tersebut,” ucap Gubernur. Tanpa pendidikan, pembangunan ibarat berjalan di tempat. Menyadari hal itu, Anwar Adnan berupaya agar kualitas pendidikan masyarakat juga meningkat. Salah satunya, menerapkan slogan “Kembalikan Aku ke Sekolah”. Lewat program ini, pemprov menerapkan subsidi bagi anak yang kurang mampu. “Dilakukan sejak tiga tahun lalu, dan dari 2500 siswa, dua per tiganya telah dikembalikan ke sekolah,” ucapnya. z ML


KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF

mpat hari mengarungi Kepulauan Komodo, Flores, Nusa Tenggara Timur di atas Kapal Phinisi sangat berkesan bagi aktris Holywood Gwyneth Paltrow dan kedua anaknya. Selain mengamati “Naga Komodo” di alam liar, dan berenang mengiringi kura-kura, wanita Amerika ini juga belajar kearifan lokal dari kru kapal. Berkunjung ke Pulau Komodo seperti yang dilakukan Gwyneth memang tak lagi susah. Rute melalui Labuan Bajo, NTT sebagai pintu masuk ke Pulau Komodo itu terdapat dalam konektifitas transportasi udara, khususnya ke sejumlah destinasi wisata di Indonesia Timur. Hal ini berkembang pesat dalam 10 tahun terakhir. Penerbangan dari Jakarta ke Ambon, Ternate, Sorong, Raja Ampat, Fakfak, saat ini dilayani lebih dari satu maskapai penerbangan sehari. Bahkan bandara di Makassar menjadi hub untuk penerbangan ke luar negeri. Sedangkan bandara di Palembang dan Yogyakarta melayani puluhan penerbangan sehari. Industri penunjang pariwisata seperti akomodasi dan hotel di kedua kota itu juga tumbuh pesat. “Kalau dulu pergi ke Maluku atau Papua hitungannya di ujung dunia. Saat ini kita masuk era konektifitas daerah Timur,” ujar Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar. Kemajuan lainnya di sektor transportasi udara adalah terbentuknya penerbangan point to point tanpa harus transit di Jakarta. Penerbangan langsung Surabaya-Makassar, Bali-Yogyakarya, Surabaya-Pontianak telah mendukung peningkatan arus kunjungan wisata domestik yang mencapai 220 juta per-

E

KONEKTIFITAS transportasi udara meningkatkan kunjungan turis domestik dan asing ke destinasi wisata di Indonesia.

INFORIAL

MENUJU DESTINASI WISATA KELAS DUNIA visa negara cukup besar dengan target jalanan per tahun. Konektifitas bandara sekitar US$ 11 miliar di 2014. Ini belum daerah dengan bandara luar negeri juga termasuk pajak hotel dan restoran, seramendukung kunjungan turis asing yang pan tenaga kerja, PDB 4 persen, serta berjumlah 8 juta orang di 2012, target 8,6 multiplier effect yang menyertainya. juta di 2013 dan target 10 juta di 2014. Meski dana promosi Kementerian Kementerian Parekraf yang merancang Parekraf sekitar Rp 600,7 miliar di 2013 Program Destination Management Organi—50 persen dari angka ideal UN World zation (DMO) telah mendorong sejumlah Tourism Organization— daerah seperti NTB, NTT, namun penggunaannya Kepulauan Riau, Maluku cukup efektif dibanding Utara, dan Papua untuk negara tetangga yang dana membenahi destinasi wisata promosinya lebih besar serta memperbaiki sarana namun devisa yang diraih dan prasarana penunjang. hampir sama dengan “Melalui program MP3EI, Indonesia. kita sedang membenahi infrastruktur di wilayah Selain aktif berprotimur dan daerah-daerah mosi di travel mart di wisata lainnya,”kata Sapta. Eropa, Asia Timur dan Selain itu Kementerian Australia, Kementerian Parekraf lebih menarParekraf juga gencar memSapta Nirwandar promosikan tujuh wisata getkan pada komunitas Wakil Menteri Pariwisata seperti kelompok pencinta minat khusus yaitu sejarah dan budaya, alam dan ekogolf atau kelompok belanja. dan Ekonomi Kreatif wisata, kuliner dan belanja, Paket wisata belanja dan MICE, olahraga dan rekreasi kuliner Kuala Lumpur(sports tourism), wisata kapal pesiar Bandung yang terbukti sukses akan di(cruise ship) serta wisata kesehatan dan tambah dengan Kuala Lumpur-Surabaya. kebugaran. Promosinya pun sampai ke Penggabungan pariwisata dengan pasar wilayah Eropa, Asia Timur, Malayekonomi kreatif juga menjadi nilai sia, Singapura, dan Australia. tambah tersendiri. Potensi wisata mengJika Malaysia dan Singapura mengadagerakkan berbagai multisektor seperti kan lebih dari 365 event setiap tahun, pertanian, perikanan, transportasi, jasa, maka kegiatan MICE di Indonesia juga dan lain-lain. Dengan keindahan alam cukup kreatif melalui agenda tahunan dan keramahan, bukan tak mungkin Jakarta Fair, APEC, Miss World, WTO, Indonesia menjadi tujuan wisata kelas World Toilet Organization, Java Jazz, dan dunia. “Sektor wisata saat ini menempati pertandingan persahabatan klub-klub peringkat lima penyumbang devisa terbeLiga Primer Inggris. sar. Satu saat kenapa tidak wisata menjadi Kontribusi pariwisata terhadap depenyumbang utama,” kata Sapta. z

DIRGAHAYU RI KE-68


LOURENTIUS EP (TEMPO)

Di antara bentangan samudera, tersimpan kemolekan pantai. Jajaran pepohonan bakau nan teduh, dan mahluk-mahluk kecil yang menari-nari di kedalaman. Di sanalah negeri ku dilahirkan. Indonesia. IKLAN LAYANAN MASYARAKAT INI DIPERSEMBAHKAN OLEH


DPD RI

BABAK BARU PROSES PEMBENTUKAN UNDANG-UNDANG

ewenangan legislasi Dewan Perwakilan Daerah (DPD), yang diamanatkan UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945), telah kembali. Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dikeluarkan 27 Maret 2013 membuat DPD memiliki lagi kewenangannya untuk terlibat penuh dalam proses pembahasan rancangan undang-undang (RUU) bidang tertentu yang selama ini hanya dilakukan antara Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Presiden (pemerintah). Artinya, proses legislasi dijalankan dengan model tripartit yang menyejajarkan kewenangan DPD dengan DPR dan Presiden. Proses pembentukan UU pun kini memasuki babak baru. Ketua DPD Irman Gusman mengatakan bahwa putusan MK memulihkan kewenangan legislasi DPD. Pasal 22D UUD 1945 menyebutkan bahwa DPD dapat mengajukan dan ikut membahas RUU bidang tertentu yang terkait otonomi daerah, hubungan pusat

K

dan daerah, pembentukan, pemekaran, serta penggabungan daerah, pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya, serta perimbangan keuangan pusat dan daerah. DPD juga ikut memberi pertimbangan terhadap RUU yang terkait pajak, pendidikan, dan agama. “Selama ini, kewenangan legislasi DPD itu direduksi UU MD3 dan UU P3, sehingga tidak sesuai dengan konstitusi,” kata Irman. Kedua UU tersebut menempatkan setiap RUU dari DPD sebagai RUU usul DPD, kemudian dibahas Badan Legislasi (Baleg) DPR, dan keluar sebagai RUU DPR. Dalam proses pembentukan UU pun, keterlibatan DPD tergantung kepentingan tertentu. Padahal, lembaga negara ini dibentuk sebagai upaya konstisional untuk lebih mengakomodasi suara daerah-daerah di seluruh Indonesia. Putusan MK merupakan buah dari permohonan uji materi Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3) dan Undang-Undang Nomor 12 Tahun

SEJAK adanya Putusan Mahkamah Konstitusi yang dikeluarkan pada 27 Maret 2013, keterlibatan DPD dalam pembahasan RUU bidang tertentu merupakan hal wajib.

2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (UU P3), yang diajukan DPD pada 14 September 2012. Dalam putusannya, MK menegaskan lima hal, yaitu 1) Dalam mengajukan RUU yang berkaitan dengan daerah, kedudukan DPD seperti DPR dan Presiden; 2) Hak dan kewenangan DPD sama dengan DPR dan Presiden dalam membahas RUU yang berkaitan dengan daerah; 3) DPD ikut membahas RUU yang berkaitan dengan daerah tapi tidak ikut memberi persetujuan RUU menjadi UU; 4) DPD ikut menyusun Prolegnas; dan 5) DPD memberikan pertimbangan tanpa ikut dalam pembahasan RUU yang berkaitan dengan pajak, pendidikan, dan agama. Jadi, UU MD3 dan UU P3 dengan sendirinya bertentangan dengan konstitusi. Dengan demikian, keterlibatan DPD dalam pembahasan RUU bidang tertentu yang terkait kewenangan legislasi DPD merupakan hal wajib. “Putusan MK tersebut final dan mengikat, jadi harus dipatuhi. Jika tidak melibatkan DPD maka produk UU tersebut cacat formal,”ujar Irman. Ia menambahkan, konsekuensi UU cacat formal adalah produk tersebut tidak sah atau batal demi hukum. Masyarakat bisa saja tidak melaksanakan UU tersebut atau menggugurkannya melalui MK. Babak baru proses pembentukan UU ini tentu akan memberi pengaruh pada hasil akhir. Jika pra-putusan MK, pembahasan RUU hanya melibatkan DPR dan Presiden sehingga hanya mewakili aspirasi partai politik dan pemerintah, pasca-putusan MK, keikutsertaan dan keterlibatan DPD yang mewakili kepentingan daerah pun mempunyai andil besar dalam menentukan UU yang akan berlaku di seluruh daerah di Indonesia.z INFORIAL


KABUPATEN LANDAK

CERDAS DAN SEJAHTERA DI NEGERI INTAN ota Texas dan 3T (termiskin, terbodoh, dan terbelakang) menjadi cap yang melekat pada Ngabang, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat. Label itu perlahan-lahan terkikis. Sejak berpisah dari Kabupaten Pontianak 13 tahun silam, banyak kemajuan terjadi. Apa yang bisa dibanggakan di The Land of Dayak ini? Di sisi ketahanan pangan, Bupati Landak Adrianus Asia Sidot, lima tahun berturut-turut menerima penghargaan Presiden karena prestasinya mampu mempertahankan

K

RATUSAN penerima beasiswa telah ditempatkan sebagai tenaga pengajar di semua jenjang pendidikan. Komoditas kelapa sawit dan karet menopang perekonomian masyarakat.

INFORIAL

produksi beras di atas 5 persen per tahun. Selain itu, STKIP Pamane Lamino satu-satunya perguruan tinggi se-Kalbar yang pengajaran di ruang kelasnya menggunakan video teleconference. Mewujudkan masyarakat yang cerdas dan berdaya saing menjadi visi RPJMD Kabupaten Landak 2012-2016. Meski begitu tantangan ke depan di “Negeri Intan” cukup berat karena 14,75 persen warganya miskin. Angka IPM Landak 68,76 atau setara SMP kelas dua menempati peringkat 9 dari 14 kabupaten/kota se-Kalbar. Dengan berpegang pada empat pilar yakni Cerdaskan Rakyat, Sejahterakan Petani, Lancarkan Transportasi, dan Lestarikan Lingkungan, diharapkan mampu menurunkan angka kemiskinan, pengangguran, dan buta huruf. Memang Pemkab Landak harus selektif menentukan program prioritas karena kemampuan finansialnya terbatas dengan APBD hanya Rp 843 miliar (2013). Program pertama Cerdaskan Rakyat berkaitan dengan bidang pendidikan dan kesehatan. Di bidang pendidikan, ratarata tingkat kelulusan di semua jenjang pendidikan hampir 100 persen. Kelulusan SMA masuk enam besar tingkat provinsi dengan nilai rata-rata 7,08. “Untuk mengganti 600 guru yang pensiun tahun

Kabupaten Landak Luas wilayah : 9.909,10 km2 (6,75 persen dari Kalbar) Wilayah administratif : 13 kecamatan, 156 desa, dan 558 dusun. Populasi : 403 ribu jiwa (2012) Dasar hukum : UU Nomor 55 Tahun 1999

depan, sekitar 400 mahasiswa lulusan PT di Jawa telah disebar ke sekolah-sekolah,” kata Kepala Dinas Pendidikan Jongki. Akselerasi sektor pendidikan dipercepat melalui tiga strategi yakni akreditasi pendidikan tinggi, SMK jurusan pertanian dan perkebunan, serta mengembangkan pendidikan terpadu. Bidang pendidikan juga terkait dengan program keempat Lestarikan Lingkungan yang berupaya menanamkan pendidikan hijau di semua jenjang pendidikan. Di bidang kesehatan, RSUD Landak diharapkan menjadi RS rujukan seluruh Kalbar. “Keinginan masyarakat untuk sehat cukup tinggi, karena itu kita bangun RS dengan standar yang bagus,” kata Kepala Bappeda Landak, Vinsensius. Dalam Program Sejahterakan Petani, Landak sebagai lumbung pangan telah


Cabut Gigi Tak Perlu (Lagi) ke Kuching

membentuk kawasan sentra pangan di Kecamatan Mandor, Sengah Temila, Sompa, Manjalin, dan Sebangki. Jagung, kedelai, ubi jalar dan ubi kayu juga termasuk komoditas unggulan pertanian. “Kita tidak ingin hanya produk primer, tapi harus olahan jadi. Karena itu kelompok tani mendapat bantuan rice milling unit atau mesin perontok padi,”kata Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan Pa’du Palembong. Adapun komoditas unggulan sektor perkebunan meliputi kelapa sawit, kakao, karet, kopi, kelapa dan lada. Peternakan sapi dan perikanan air tawar juga menjadi program unggulan Dinas Pertanian. Salah satu aplikasi Program Sejahterakan Petani adalah pembangunan Kawasan Industri Mandor (KIM) seluas 345 hektare, sebagai kawasan industri berbasis agro bisnis dan agro industri. Lahan itu diperuntukkan bagi 20 perusahaan skala industri besar, industri sedang serta industri kecil dan mikro. Tata ruang kawasan juga mengalokasikan lahan untuk properti (perumahan dan mal), sekolah, RS, lapangan golf, tempat rekreasi, dan bandara. PLN menyanggupi

suplai 150 MW dari total kebutuhan KIM sebesar 350 MW. Sejumlah perusahaan telah berkomitmen menjadi tenant KIM. Mereka adalah PT Citra Energi Nusantara yang memproduksi medical equipment berbasis karet seperti surgery glove, steteskop, kateter, dan kondom. Berikutnya aneka tambang, Great Giant Agro Industri, dan perusahaan India yang memproduksi carbon chips dari limbah kayu. Program ketiga Lancarkan Infrastruktur selain membuka akses tansportasi untuk hasil-hasil pertanian dan perkebunan juga mendukung potensi pariwisata yang beragam dan menarik. Festival Tato 16-17 Agustus, Wisata Sejarah di Kecamatan Mandor, Wisata Budaya Rumah Betang di Desa Saham, Kecamatan Sengah Temila yang telah berusia 115 tahun dan Upacara Naik Dango setiap akhir April. Berikutnya situs Kerajaan Melayu Islam Keraton Ismahayana, serta wisata alam Air Terjun Manangar dan Air Terjun Pade Kemabayong di Kecamatan Air Besar. “Kemasan wisata yang saya pasarkan yakni menikmati air terjun, mandi di Sungai Landak, sambil mencari intan, rafting, dan adventure,” kata Bupati Landak. π

Masyarakat Landak kini tak perlu berobat jauh-jauh ke Kuching, Pontianak atau kabupaten tetangga. Karena RSUD Landak sejak tiga tahun lalu memiliki empat poliklinik spesialis yakni penyakit dalam (internis), anak, kebidanan, dan bedah, plus satu residen THT. “Saya punya optimisme RSUD Landak menjadi RS terbaik se-Kalbar,” kata Bupati Adrianus Asia Sidot. Cita-cita Bupati Adrianus memang masih panjang. Meski sudah pindah ke lokasi yang lebih luas dan berdiri sejak 13 tahun silam, RSUD Landak masih berstatus tipe D. RSUD di lokasi baru seluas 12 ha memiliki fasilitas medis cukup lengkap. Yakni 70 tempat tidur untuk kelas II dan III, 102 perawat dan bidan serta delapan dokter umum. Tahun depan akan didatangkan dokter anestesi dan radiologi, serta pembangunan ruang rawat inap kelas I, paviliun VIP dan VVIP serta penginapan untuk keluarga pasien. Perbaikan fasilitas di RSUD terbukti mampu meningkatkan jumlah kunjungan pasien yang semula 20 per hari menjadi 100 hari. “Dengan perubahan ini, kita telah berjalan dari satu langkah ke sepuluh langkah ke depan,” ujar Pjs Direktur RSUD Landak, Pius Edwin Wiwin. Masing-masing poliklinik masih dilayani satu dokter. Permintaan penambahan tenaga ahli medis terbentur kebijakan Kementerian Kesehatan yang mengutamakan daerah kepulauan dan terpencil. Selain itu tergantung kesanggupan daerah memberikan insentif untuk para dokter spesialis. Saat ini Kabupaten Landak hanya mampu menganggarkan Rp 15 juta per orang. Untungnya keempat dokter spesialis yang bertugas di RSUD Landak adalah PNS setempat yang disekolahkan dan telah kembali. Bupati Adrianus berangan-angan, RSUD Landak bisa meng-capture 25 persen dari 8.000 warga Kalbar yang berobat ke Kuching per tahun. “Tujuannya agar mereka bisa mensubsidi pasien miskin di kamar non-kelas,” kata Bupati. Karena pendanaan terbatas, Pemkab berencana membangun gedung paviliun VIP dan VVIP bekerja sama dengan pihak ketiga melalui KSO atau bagi hasil. π

INFORIAL


KABUPATEN LANDAK

Adrianus Asia Sidot, Bupati Kabupaten Landak.

Memajukan Daerah di Tangan ‘Creative Minority’ Pengalaman birokrasi yang panjang dan menyandang gelar Doktor di Bidang Ilmu Sosial menjadi modal berharga bagi Adrianus Asia Sidot memimpin Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Dengan tutur bicara yang runut dan sistematis, pria kelahiran Desa Saham, Kecamatan Sengah Temila, 2 Februari 1961, ini memaparkan sejumlah program pembangunan di wilayahnya. Apa yang mendasari Anda menetapkan empat program kerja dalam lima tahun ini? SDM, mentalitas, dan mindset menjadi masalah mendasar. Program pertama Cerdaskan Rakyat karena saya ingin selain pintar intelegensinya, masyarakat juga harus cerdas secara spiritual, mental, dan sosial. Jumlah gedung sekolah di tiap jenjang pendidikan tumbuh pesat. Kami juga mengalokasikan dana Rp 12 miliar setiap tahun untuk beasiswa. Ratusan anakanak kami belajar di sejumlah perguruan tinggi di Pulau Jawa, Pontianak, Thailand, Australia dan Belanda. Saya berharap mereka menjadi “the creative minority” untuk memajukan Landak.

Kami punya 16 puskesmas di 13 kecamatan, pustu dan poskesdes. Saya punya obsesi RSUD Landak menjadi yang terbaik se-Kalbar. RSUD juga alternatif untuk para pasien mampu. Saat ini sekitar 8.000 warga Kalbar per tahun berobat ke sejumlah medical center di Kota Kuching, Malaysia. Jika 2.000 pasien mampu, berobat ke Landak, mereka bisa mensubsidi pasien miskin.

Sektor apa lagi yang menopang perekonomian masyarakat? Selain sawah, orang di sini punya kebun sawit dan kebun karet. Ketika harga dua komoditas itu tinggi, masyarakat sejahtera. Walau Ngabang kota kecil, di sini ada lima minimarket, agen-agen sepeda motor, show room mobil, bank-bank dan credit union. Ini adalah indikator kesejahteraan masyarakat.

Apakah untuk mendapatkan layanan pendidikan dan kesehatan yang baik, masyarakat masih harus membayar? Saya belum mau mencanangkan berobat dan sekolah gratis karena kami masih perlu dana untuk pembangunan infrastruktur dan pertanian. Masyarakat tak mampu, bisa mendapatkan layanan dasar lewat Jamkesmas, Askesda, BOS dan BOSDA.

Sektor pertanian dan perkebunan membutuhkan infrastuktur untuk pemasaran, bagaimana kondisinya? Ini terkait program ketiga, Lancarkan Transportasinya. Dengan peningkatan produksi pertanian dan pertumbuhan perkebunan kelapa sawit, akses jalan sangat penting. Usaha perkebunan cukup menjanjikan karena lokasi Landak cukup strategis. Jaraknya dari Pontianak sekitar 3 jam.

Bagaimana kiatnya sehingga Anda mendapat lima kali penghargaan Presiden karena berhasil mempertahankan produksi padi? Dengan program kedua Sejahterakan Petani, para petani diajarkan menggunakan sarana dan prasarana yang tepat dan aman. Ratusan kelompok tani telah mendapatkan bantuan hand tractor, benih unggul dan pupuk bersubsidi. Setiap tahun Landak menghasilkan 200 ribu ton gabah kering dari total lahan 62 ribu hektare sawah. Selain membangun lumbung-lumbung pangan desa, kami juga mengembangkan tanaman pangan lain seperti jagung, ubi kayu, sagu, ketela.

Bagaimana mengurangi dampak negatif dari kegiatan-kegiatan perkebunan dan pertambangan? Pencemaran sungai dan tanah tidak bisa dibiarkan. Saya tidak ingin generasi mendatang mewarisi lingkungan yang rusak. Berapa target IPM Kabupaten Landak hingga masa akhir jabatan Anda? Saya berharap IPM Landak menyamai rata-rata IPM nasional yakni 72. Angka kemiskinan bisa diturunkan hingga 7 persen dari 14,75 persen, dan tingkat pengangguran ditekan hingga 1,5 persen.π

Angka IPM bidang kesehatan Kabupaten Landak cukup rendah. Bagaimana memperbaiki kondisi ini?

INFORIAL


SUPLEMEN KEMERDEKAAN

INDONESIA 2 0 1 3

DUA SISI PELAYANAN PUBLIK Sejak diberlakukannya Otonomi Daerah pada 2005 lalu, ibarat ada dua wajah pelayanan publik.

M

enyoroti kinerja pelayanan publik, tentu saja sangat terkait dengan faktor politik. Menurut pakar kebijakan publik yang juga Guru Besar Universitas Indonesia, Eko Prasojo, biaya pilkada yang sangat mahal itu menyangkut relasi yang saling menguntungkan kepentingan antara pengusaha, politisi, dan birokrasi. Untuk melancarkan bisnisnya, tentu pengusaha memerlukan kemudahan dalam berbagai hal seperti perizinan dan jaminan keamanan berinvestasi.

Sementara politisinya juga berharap mendapatkan dukungan pembiayaan dari para pengusaha. Sedangkan di sektor birokrasi, tentu saja terkooptasi dengan kepentingan politik berkaitan dengan posisi dan jabatannya. Dari sejumlah indikator keberhasilan pembangunan suatu daerah, salah satunya adalah jika pemerintahannya mampu memenuhi lima kebutuhan dasar masyarakat. Yaitu, pangan, sandang, papan, pendidikan, dan kesehatan. Kepala daerah pun dituntut harus mampu melihat suatu permasalahan secara komprehensif dan terintegrasi agar tidak terjebak secara sektoral dan parsial semata, atau keuntungan jangka pendek. Sejak diberlakukannya Otonomi Daerah pada 2005 lalu, secara umum ada dua wajah pelayanan publik. Ada sejumlah wilayah yang semakin membaik, tetapi juga ada wilayah lain yang semakin terpuruk. Jadi sangat tergantung

kepada kualitas kepemimpinan kepala daerahnya. Pemerintah pusat pun memberikan kesempatan kepada daerah untuk mengembangkan wilayah yang dipimpinnya. Namun keberhasilan itu antara lain secara dominan sangat tergantung kepada figur kepala daerahnya. Menurut Eko, kondisinya menjadi saling mengunci dan menyandera, sehingga orientasinya lebih banyak mengarah kepada kepentingan politik dan pribadi daripada pelayanan publik. Dalam beberapa penelitian, kontrol sosial masyarakat pun mengalami proses pelemahan. Problemnya adalah keikutsertaan masyarakat dalam proses kontrol sosial itu sangat tertutup dan kekuatan kontrol itu sangat kecil jika dibandingkan dengan kekuatan jaringan antara pengusaha, politisi, dan birokrasi. Lebih lanjut Eko juga mengatakan bahwa kualitas pelayanan publik sangat FAHMI ALI (TEMPO)

DIPRODUKSI OLEH TIM INFO TEMPO


PEMERINTAH KABUPATEN ENREKANG

B

isa dibayangkan, tanpa listrik, apa jadinya aktivitas manusia di era industrialisasi modern seperti saat ini. Padahal alam menyediakan banyak sumber daya yang bisa dimanfaatkan manusia untuk pembangkit listrik. Misalnya, dengan membangun teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLTMH) yang memanfaatkan aliran sungai. Pengembangan PLTMH inilah yang kemudian dikembangkan di Bumi Massenrempulu, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Tahun 2005 Sulawesi Selatan sempat terimbas krisis energi. Tetapi Kabupaten Enrekang mampu bangkit. Di bawah kepemimpinan Bupati Enrekang, Haji La Tinro La Tunrung, ia mampu mengentaskan krisis energi di Enrekang. Padahal (beberapa departemen) sebelumnya berdasarkan maka pada tahun 2005-2008 survei Dinas Pertambangan Pemerintah Kabupaten dan Energi Pemda Kabupaten Enrekang membangun Enrekang tercatat sebanyak 13 PLTMH. Yang menjadi 5.648 KK (kepala keluarga) di tantangan selanjutnya adalah Kabupaten Enrekang belum menciptakan rasio eletrifikasi menikmati listrik. 100 persen di Kabupaten Program mujarab yang Enrekang. diusung untuk mengatasi Hasilnya, sampai dengan krisis tersebut adalah 2013, sebanyak 15 PLTMH “Menuntaskan Kebutuhan telah dibangun di Kabupaten Energi Listrik Masyarakat HAJI LA TINRO LA Enrekang. Pembangunan Pedesaan Kabupaten TUNRUNG, PLTMH terus berlangsung, Enrekang dengan Bupati Enrekang. terakhir 2 PLTMH dibangun di Membangun Potensi-potensi Desa Betteng, Kecamatan Energi Terbarukan baik Bungin dengan kapasitas energi itu PLTMH, PLTS dan Biogas (Kotoran sebesar 33 KW dan PLTMH di Desa Ternak) hingga tahun 2008� Malannying, Kecamatan Curio Berkat keuletan Bupati Enrekang, dengan daya 20 KW. Haji La Tinro La Tunrung melakukan Pengembangan PLTMH di lobi hingga ke pemerintah pusat Kabupaten Enrekang sangat tepat karena memiliki potensi air yang melimpah. Pegunungan Latimojong (gunung tertinggi di Sulawaesi) mengaliri sungai-sungai besar dan kecil, di antaranya Sungai Saddang, Sungai Mata Allo, Sungai PENGEMBANGAN Tabang, Sungai Pasui, dan Sungai Baraka, yang airnya mengalir sepanjang tahun. PLTMH di Kabupaten Nah, potensi sungai tersebut bisa Enrekang sangat dibangun PLTA, PLTM dan PLTMH tepat karena memiliki dengan kapasitas dari 300 MW (Potensi PLTA Batu), 2 x 65 MW (Potensi PLTA potensi air yang Bonto Batu) PLTM Belajen (Potensi 2 x melimpah. 3,5 MW), PLTM Baruka (Potensi 2 x 1,5 MW), hingga PLTMH yang berpotensi dan potensi PLTMH sangat menunjang mulai dari 10 KW s/d 500 KW.

ENTASKAN KRISIS LISTRIK

DENGAN ENERGI TERBARUKAN Selain PLTMH, potensi alam di Kabupaten Enrekang memungkinkan pula untuk dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang bisa dibangun di bagian selatan daerah ini. Dan juga potensi biogas, khususnya kotoran ternak, dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk menggerakkan generator pembangkit listrik. Khusus PLTS, pada periode 2005 sampai dengan 2007 telah terbangun 793 unit PLTS di Kabupaten Enrekang. Dengan keberhasilan tersebut Pemda Kabupaten Enrekang melalui kepemimpinan Bupati Enrekang Haji La Tinro La Tunrung telah menyediakan penerangan Listrik berupa PLTS bagi masyarakat. Sementara pembangunan biogas mampu mengurangi dampak krisis minyak tanah. Bupati Enrekang Haji La Tinro La Tunrung memerintahkan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Enrekang untuk mengembangkan kompor biogas dari kotoran sapi. Alhasil, pada 2006 dilakukan pemasangan 10 unit kompor biogas dan 3 unit generator set untuk pembangkit listrik biogas. Pengembangan pembangkit listrik PLTMH, PLTS dan pengadaan biogas tak semulus yang diperkirakan. Sejumlah kendala menghadang, seperti keterbatasan dana APBD Kabupaten Enrekang. Namun, kendala ini tak menyurutkan pengembangan pembangkit listrik guna memenuhi kebutuhan energi masyarakat. z INFORIAL


SUPLEMEN KEMERDEKAAN

INDONESIA 2 0 1 3

SURYO WIBOWO (TEMPO)

ditentukan oleh kualitas lingkungan politik, lingkungan sosial, dan lingkungan budaya setempat. “Jadi sejauh problem pilkada masih belum selesai, rasanya sulit untuk mengharapkan adanya kualitas pelayanan publik yang baik,� ujarnya. Ya, hal itu sangat tergantung pada desain proses pilkada, termasuk desain keterkaitan antara politik dan birokrasi. Pelayanan publik memang sangat tergantung dari bekerjanya sistem dan struktur yang ada di pemerintahan daerah. Jadi jangan sampai ada seorang kepala daerah tidak memahaminya hingga berakibat rakyatlah yang harus menanggung akibatnya. Dengan kondisi umum pelayanan publik yang menurun, perlu dilakukan revitalisasi birokrasi publik, khususnya bagi aparatur pemerintah daerah. Dengan begitu diharapkan pelayanan publik yang lebih baik dan profesional dapat mewujudkan fungsi sebagai pelayan masyarakat, fungsi pembangunan, dan juga fungsi perlindungan.

Pelayanan publik pun tak semata milik pemerintah daerah. Pemerintah pusat justru memegang peran penting dengan membuat grand design kebijakan yang berkaitan dengan pelayanan publik. Salah satunya adalah kebijakan subsidi BBM yang banyak dinilai justru menghukum rakyat. Instansi pemerintah seperti Kementerian Pekerjaan Umum, khususnya menjelang Lebaran, akan menghadapi fenomena sosial tahunan. Menjadi tugas dan tanggung jawab Departemen PU untuk memberikan pelayanan terbaik, termasuk menjamin keselamatan dan kelancaran pergerakan manusia antarkota ataupun kota-desa tujuan pemudik yang hingga kini hampir 90 persen bertumpu pada jaringan jalan raya. Begitu pula dengan jaminan sosial yang sudah dirintis lewat kehadiran Askes, Jamsostek, Taspen, Asabri, serta lembaga Dana Pensiun. Jumlah peserta program jaminan sosial yang berada dikisaran 20

DIPRODUKSI OLEH TIM INFO TEMPO

persen, semakin memperjelas bahwa sebagian besar penduduk masih belum dapat menikmati Program Jaminan Sosial. Dengan telah terbentuknya Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), tentu diharapkan dapat segera mempercepat terwujudnya Sistem Jaminan Sosial Nasional. Demikian pula dengan eksistensi PT Pos Indonesia yang mampu mengadaptasi era digital lewat layanan yang berkualitas. Walau begitu, Pos Indonesia masih dituntut untuk mengembangkan layanan terbaiknya, termasuk memberikan informasi layanan yang dibutuhkan masyarakat. Ya, kini masyarakat semakin sadar tentang hak dan kewajibannya sebagai warga negara dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Masyarakat semakin kritis dan berani untuk mengajukan tuntutan, keinginan, dan aspirasinya kepada pemerintah untuk melakukan kontrol terhadap apa yang dilakukan oleh pemerintahnya. z MIRA LARASATI/TIM INFO TEMPO


BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL (BATAN)

etiap kali harga BBM naik, masyarakat selalu panik dan terpikir untuk mencari sumber energi alternatif. Padahal, ketergantungan negeri ini terhadap bahan bakar minyak (BBM) dan gas sangat tinggi. Sedangkan, cadangan minyak bumi Indonesia hanya 9 miliar barel (Kemen. ESDM, 2013) yang diperkirakan habis selama 18 tahun dengan laju produksi rata-rata 500 juta barel per tahun. Pemerintah telah berupaya mengatasi persoalan kekurangan energi yang mendekati krisis ini dengan diversifikasi energi atau penganekaragaman pemakaian energi dengan meningkatkan pemanfaatan energi nuklir, surya, biomassa, angin, air dan panas bumi. Juga, konservasi energi meliputi pemanfaatan energi yang efisien dan menerapkan manajemen energi di semua sektor yaitu sektor industri, transportasi, rumah tangga dan komersial. Terdapat keinginan untuk mendorong penggunaan energi baru dan terbarukan (EBT) untuk mengimbangi penurunan penggunaan energi fosil. Salah satu jenis EBT yang kemungkinannya akan dikembangkan adalah energi nuklir. Pengembangan ini dilakukan mengingat beberapa fakta dari kelebihan energi nuklir, antara lain, bahan bakarnya tidak mahal, energi yang dihasilkan sangat besar dan tidak mempunyai efek gas rumah kaca serta hujan asam. Bersama energi berbasis hidrokarbon, energi nuklir bisa memenuhi kebutuhan energi nasional untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Penggunaan teknologi nuklir sebagai salah satu sumber energi listrik telah

S

INDONESIA dulu memiliki dan menguasai teknologi nuklir dan mempunyai SDM yang cukup mumpuni di Asia Tenggara.

INFORIAL

REAKTOR Serbaguna GA Siwabessy, salah satu dari tiga reaktor milik Indonesia. Sampai saat ini, reaktor riset tersebut beroperasi dengan aman dan selamat.

UPAYA NUKLIR ATASI KRISIS ENERGI dikembangkan sejak era 1950-an. Sekitar 31 negara menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) sebagai sumber energi di negaranya saat ini. Di antaranya Amerika, Prancis, Rusia, India, Pakistan, Brazil, Argentina, dan Vietnam. Dua negara Asia Tenggara lainnya Malaysia dan Thailand menyusul. Kedua negara yang belakangan mengenal teknologi nuklir itu sudah membentuk tim persiapan pembangunan PLTN. Sayangnya, meskipun di kawasan Asia Tenggara, Indonesia lebih dahulu memiliki dan menguasai teknologi nuklir dan mempunyai SDM yang cukup mumpuni, hingga hari ini belum bergerak dari wacana. Padahal, payung hukum dan regulasi yang mendampinginya sudah tersedia. Bahkan semestinya PLTN sudah didirikan pada 2010 lalu. Sejak 1954, pemerintah melalui Lembaga Tenaga Atom (kini menjadi Badan Tenaga Nuklir Nasional - BATAN), menyiapkan visi besar bangsa Indonesia dalam pemanfaatan teknologi nuklir sebagai sumber energi kebutuhan nasional. Indonesia sebagai negara terbesar keempat penduduknya yang memiliki 250 juta manusia membutuhkan energi, terutama listrik. Ketersediaan energi listrik saat ini masih jauh dari cukup bahkan untuk aktivitas konsumsi sekalipun. Mempertimbangkan perbandingannya 20 gram uranium setara dengan 2 ton batu bara, menyebabkan negara-negara maju berlomba-lomba membangun PLTN untuk mendukung kemajuan

bangsanya. Fakta menunjukkan bahwa negara yang sudah memiliki PLTN mempunyai tingkat ekonomi yang kuat dan ketersediaan energi mereka terjamin. Selain itu, lingkungan tetap bersih, tidak tercemari polusi, karena PLTN bersifat rendah emisi karbon. Ketersediaan energi listrik Indonesia masih jauh dari cukup bahkan untuk aktivitas konsumsi sekalipun. Nilai konsumsi energi listrik rakyat Indonesia 588 KWh per kapita yang menempati nomor tiga terendah di ASEAN. Sedangkan dari sisi elektrifikasi jaringan listrik di Indonesia baru menjangkau 67 persen rakyat Indonesia. Angka 67 persen belum mempertimbangkan kualitas, kuantitas dan reliabilitas energi listrik yang tersalurkan. Industri nasional di masa datang harus didukung penyediaan energi yang besar. PLTN ini selalu dikaitkan dengan bom nuklir dan bom radiasi. Seluruh teknologi memiliki sisi manfaat dan sisi pengrusakan. Sebilah pisau akan memberi manfaat di tangan seorang koki dan sebaliknya jika dipegang seorang penodong. Begitu pula dengan teknologi nuklir. Keamanan akan dijamin di tangan orang-orang yang berkeahlian memanfaatkan energi nuklir sebagai sumber energi listrik. Kemampuan SDM serta penguasaan teknologi nuklir yang dimiliki BATAN sekarang ini, menjadi modal utama dalam mendirikan PLTN dalam waktu dekat, untuk menjadi jawaban terhadap krisis listrik di masa depan. z


SUPLEMEN KEMERDEKAAN

INDONESIA 2 0 1 3

PARLIZA HENDRAWAN (TEMPO)

MENAMBANG POTENSI INDONESIA Negeri ini memiliki kekayaan alam yang siap dieksplorasi. Potensi yang tinggal menunggu waktu.

S

ejak awal diberlakukannya Undang-Undang Otonomi Daerah Nomor 22 Tahun 1999, yang kemudian direvisi menjadi UU Nomor 32 Tahun 2004, banyak pihak berharap akan terjadi perubahan besar di Indonesia.

Sebuah perubahan yang akan membawa Indonesia ke arah yang lebih baik dengan terbentuknya pemerintah yang bersih, demokratis, terbuka, dan berpihak pada masyarakat. Demikian pula dengan pengelolaan sumber daya alam, otonomi daerah diharapkan mampu membawa perubahan pola pikir dalam pengelolaan sumber daya alam yang berkeadilan dan berkelanjutan. Harapan ini didasarkan pada pengalaman sebelumnya yang mengarah pada eksploitasi secara besar-besaran terhadap sumber daya alam yang ada. Berdasarkan data Indonesia Mining

DIPRODUKSI OLEH TIM INFO TEMPO

Association, Indonesia menduduki peringkat ke-6 terbesar negara yang kaya akan sumber daya tambang. Potensi tambang ini merata di berbagai sektor, yang tinggal menunggu waktu untuk digarap secara lebih optimal. Meski cadangan batu bara Indonesia hanya 0,5 persen dari cadangan dunia, dari sisi produksi Indonesia menempati posisi ke-6 sebagai produsen dengan jumlah produksi mencapai 246 juta ton. Posisi ini di peringkat ke-2 terbesar dunia sebagai eksportir atau mencapai 203 juta ton, dengan posisi pertama ditempati Australia sebesar 252 juta ton. Sedangkan


DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA 17 AGUSTUS 1945 - 17 AGUSTUS 2013

Tiket Kereta Api Semakin Mudah Didapat Manfaat Kemudahan Reservasi Tiket KA Melalui : Contact Center 121 tiket.kereta-api.co.id Agen Resmi KAI Indomaret Alfamart Fastpay Tiket.com

Aerotiket.com Citos Connection Tiketkai.com Fin Channel Delaprasta Paditrain PT. Pos Indonesia

HMSKP


SUPLEMEN KEMERDEKAAN

INDONESIA 2 0 1 3

EKO SISWONO TOYUDHO (TEMPO)

Cina sebagai produsen batu bara terbesar dunia, hanya menempati peringkat ke-7 sebagai eksportir atau sekitar 47 juta ton. Sedangkan minyak dan gas Indonesia menempati peringkat 25 sebagai negara dengan potensi minyak terbesar, yaitu sebesar 4,3 miliar barel; peringkat 21 penghasil minyak mentah terbesar dunia sebesar 1 juta barel/hari; peringkat ke13 negara dengan cadangan gas alam terbesar sebesar 92,9 triliun kaki kubik. Dan di sektor gas alam, tercatat pada peringkat ke-8 penghasil gas alam terbesar dunia atau sebesar 7,2 triliun kaki kubik, dan peringkat ke-2 negara pengekspor LNG terbesar dengan jumlah 29,6 juta kaki kubik. Adapun cadangan emas Indonesia berkisar 2,3 persen dari cadangan emas dunia, atau menduduki peringkat ke-7 yang memiliki potensi emas terbesar di

dunia. Dalam hal produksi, menduduki peringkat ke-6 di dunia atau sekitar 6,7 persen. Karena itu, potensi tambang ini menjadi salah satu faktor pemicu bagi pemerintah daerah untuk bisa mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam yang dimilikinya. Kondisi ini juga membuka ruang-ruang baru kerja sama kekuatan modal, baik lokal, nasional, maupun internasional untuk melakukan eksplorasi sumber daya alam di daerah. Pemerintah daerah pun sejatinya berlaku sebagai ujung tombak globalisasi ekonomi yang membawa investasi untuk daerah. Yang bisa memberikan akses langsung terhadap pengelolaan sumber daya alam melalui perangkat UU yang telah diintegrasikan ke dalam seluruh sistem kepentingan pasar bebas. Sejumlah daerah di Indonesia diakui

DIPRODUKSI OLEH TIM INFO TEMPO

memiliki kekayaan alam yang siap ditambang dan dieksplorasi. Contohnya, Kabupaten Muaro Jambi. “Meski saat ini potensi yang sedang digarap adalah perkebunan, namun di Muaro Jambi juga ada potensi migas, batu bara dan pasir kuarsa. Yang tergarap baru sekitar 15 persen dari total potensi yang ada,” kata Burhanuddin Mahir, Bupati Muaro Jambi. Tambang migas ini sudah dalam tahap eksploitasi. Bahkan Muaro Jambi sudah ditetapkan sebagai salah satu daerah penghasil migas oleh pemerintah pusat. Dampaknya adalah lonjakan pendapatan daerah pada masa mendatang. Untuk itu, sejumlah pihak mendorong pemerintah pusat maupun daerah untuk lebih ramah terhadap investasi yang datang. DPR melalui Komisi VII dan XI juga mendorong hal serupa agar pemerintah juga memberikan kewenangan bagi daerah untuk menerima investor. Di samping itu, sistem pengelolaan dan pengusahaan yang baru di bawah UU No.4/2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara, memberikan kewenangan kepada bupati/wali kota maupun gubernur untuk mengeluarkan Izin Usaha Pertambangan (IUP). Ternyata, pemberian IUP ini membawa dampak grafik peningkatan yang signifikan. Karena itu, Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi, meminta para bupati untuk membuat terobosanterobosan dengan tujuan meningkatkan kemandirian daerah. Kemandirian daerah akan mendorong tumbuhnya perekonomian. ”Kalau pertumbuhan ekonomi di setiap daerah bisa sampai 7 persen, pertumbuhan ekonomi nasional pun bisa 7 persen. Namun, kalau ada daerah yang pertumbuhan ekonominya tidak sampai 5 persen, pertumbuhan ekonomi nasional pun akan terganggu,” kata Gamawan. Kendati demikian, pemanfaatan sumber daya alam untuk mendukung kemandirian daerah itu harus tetap dievaluasi secara berkala. ”Apakah dengan mulai dieksploitasinya sumber daya alam itu lantas meningkatkan kesejahteraan masyarakat, itu yang harus dievaluasi,” ujar Gamawan. Memang, yang terpenting dari penerapan otonomi daerah ini adalah perbaikan yang signifikan terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat. z MIRA LARASATI


PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR

MANTAP SEBAGAI LOKOMOTIF EKONOMI INDONESIA

mpat tahun sudah masa kepemimpinan Gubernur Jawa Timur Dr H. Soekarwo dan Wakil Gubernur Jawa Timur Drs H. Saifullah Yusuf. Berbagai hal telah dilakukan, prestasi pun ditorehkan. Salah satu bidang yang berkembang dengan pesat dan membuahkan prestasi di tingkat nasional dari tahun ke tahun adalah sektor ekonomi. Hal ini menjadikan Jatim sebagai The Emerging Province yakni provinsi yang menjadi lokomotif ekonomi Indonesia. Indikator Jatim sebagai lokomotif ekonomi Indonesia bisa dilihat dari meningkatnya pertumbuhan ekonomi, menurunnya jumlah kemiskinan, berkurangnya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), naiknya Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan mengecilnya disparitas wilayah. Ekonomi Jawa Timur selama empat tahun terakhir terus tumbuh dengan baik. Pada 2009 ekonomi Jatim hanya tumbuh 5,01 persen naik menjadi 6,68 persen pada 2010, kemudian pada 2011 naik cukup besar menjadi 7,22 persen. Pada 2012 naik lagi menjadi 7,27 persen. Sedangkan jika dilihat dari inflasi di Jatim, tahun 2012 mencapai 4,50 persen. Tahun 2011 mencapai 4,09 persen, tahun 2010 mencapai 6,96 persen, dan tahun 2009 mencapai 3,62 persen. Pada kondisi ini, Jatim sudah dalam posisi on the track. Pertumbuhan ekonomi Jatim itu diperkuat dengan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim atas dasar berlaku pada 2012 mencapai angka Rp 1.001,72 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan tahun 2000 mencapai Rp 393,67 triliun. Sedangkan produk PDRB per kapita Jatim atas dasar harga berlaku

E

INFORIAL

mencapai Rp 26,32 juta atau meningkat 12,16 persen dibandingkan pada 2011. “Struktur PDRB Jawa Timur didominasi oleh tiga sektor utama yaitu sektor perdagangan, hotel, dan restoran, sektor industri pengolahan, dan sektor pertanian yang mana secara keseluruhan berkontribusi sebesar 72,98 persen,” ujar Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim itu. Ia pun optimistis pertumbuhan ekonomi Jatim pada 2013 bisa mencapai 7,5 persen. Angka tersebut diyakini takkan sulit diraih karena hingga akhir 2012, ekonomi Jatim sudah berhasil tumbuh hingga 7,3 persen. “Nantinya, sektor perdagangan, hotel dan restoran (PHR) tetap akan memberi kontribusi cukup besar terhadap PDRB tahun 2013. Tahun depan kontribusi dari sektor PHR terhadap PDRB mencapai 31 persen naik dibanding tahun ini sebesar 30 persen,” katanya.

Pemprov Jatim memprioritaskan tiga aspek untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi di Jatim tahun 2013. Ketiga prioritas tersebut adalah usaha mikro, kecil, menengah, dan koperasi (UMKMK), pasar dalam negeri, dan infrastruktur. Tiga aspek ini sesuai tema RKPD 2013 Jatim,“Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat Jawa Timur Melalui Perluasan dan Penguatan UMKMK, Pasar Dalam Negeri, Serta Perbaikan Infrastruktur”. Upaya penurunan angka kemiskinan di Jatim pun menjadi prioritas kerja Pemprov Jatim. Dibuktikan, pada 2010, angka kemiskinan sebanyak 5.529.300 jiwa (15,26 persen). Pada September tahun 2011, angka kemiskinan 5.356.210 jiwa (14,23 persen). Dan September 2012, penduduk miskin Jatim sebanyak 4,961 juta jiwa (13,08 persen). Dengan penurunan tersebut mengindikasikan bahwa terjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah Jatim. Dari berbagai faktor itulah Pemprov Jatim telah melakukan berbagai upaya dalam menanggulangi kemiskinan, antara lain, program JALIN KESRA RTSM, Bosda Madin, Jamkesda, Ponkesdes, Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan Rumah Hijau, bantuan sosial terpadu berupa integrasi program-program perlindungan sosial berbasis keluarga (BLT, PKH, bantuan pangan, Jamkesmas, beasiswa anak keluarga miskin) PNPM Mandiri dengan pemenuhan BLM Rp 3 miliar/kecamatan untuk minimal 30 persen kecamatan termiskin & integrasi PNPM pendukung, kredit usaha rakyat dan kredit untuk TKI Jatim, dan transmigrasi keluarga miskin. z

FAKTA PEMBANGUNAN EKONOMI JAWA TIMUR INDIKATOR Pertumbuhan Ekonomi (%) PDRB (ADHK) (Rp/Triliun) Pendapatan perKapita (juta)

2009

2010

2011

2012

5,01

6,68

7,22

7,27

684, 23

778,45

884,14

1001,72

18,68

20,77

23,4

27,19

Kemiskinan (%)

16,7

15,26

14,23

13,08

TPT (%)

5,08

4,25

4,16

4,12

IPM Disparitas ICOR

71,06

71,62

72,18

72,54

115,85

115,14

112,53

-

3,59

3,33

3,09

2,92


PEMERINTAH KOTA SURABAYA

ota Surabaya sejak dahulu sudah dikenal dengan sebutan Kota Pahlawan. Mengingat begitu dahsyatnya perjuangan arek-arek Suroboyo dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Puncaknya terjadi ketika pecah perang besar pada 10 Nopember 1945 di Surabaya. Akibat perisitiwa tersebut, banyak korban jiwa harus ‘membayar harga’ demi tergapainya kemerdekaan bangsa yang berdaulat. Dari situlah akhirnya setiap tanggal 10 Nopember dikenang sebagai Hari Pahlawan. Seiring berjalannya waktu, Surabaya mulai berkembang menjadi kota megapolitan yang maju di segala bidang. Dalam menjalankan pembangunannya, Pemerintah Kota (pemkot) Surabaya selalu berpedoman pada visi kota. Adapun, visi Kota Surabaya yakni “Menuju Surabaya Lebih Baik Sebagai Kota Jasa dan Perdagangan yang Cerdas, Manusiawi, Bermartabat, dan Berwawasan Lingkungan”.

K

Tetap Berwawasan Lingkungan ditengah Laju Pembangunan Membangun sebuah kota bukan berarti mengabaikan lingkungan. Komitmen itulah yang terus dipegang pemkot dalam menjalankan setiap program pembangunannya. Pemkot menyadari, sampah merupakan problem utama bagi kota-kota besar pada umumnya. Mengatasi masalah tersebut, pemkot mengawali dengan program kebersihan pengelolaan sampah. Bank sampah menjadi salah satu alternatif pengurangan volume sampah. Saat ini, terdapat 135 bank sampah aktif yang tersebar di seluruh kota. Keunggulan bank sampah yakni mampu mereduksi volume sampah yang masuk ke TPA dan juga mendatangkan nilai ekonomis bagi warga. Dengan omzet rata-rata Rp 350.000 - Rp 2.000.000 per bulan, bank sampah dapat mereduksi sampah anorganik hingga 7,14 ton per minggu. Kota Surabaya juga mematahkan anggapan pertumbuhan penduduk diikuti oleh peningkatan jumlah sampah. Berdasar data Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), dari tahun ke tahun, volume sampah yang masuk ke TPA Benowo semakin berkurang. Pada 2010 dengan jumlah penduduk sebanyak 2.929.528 jiwa, ada 1.242 m3 sampah yang masuk TPA Benowo. Jumlahnya berkurang menjadi 1.150 m3 dengan penduduk 3.024321 jiwa pada 2011. Dan pada 2012, volume sampah sedikit bertambah menjadi 1.169 INFORIAL

SEMANGAT PERJUANGAN DALAM PEMBANGUNAN

KOTA PAHLAWAN m3 tapi dengan catatan pertumbuhan mencapai 3.117.886 jiwa. Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, mengatakan untuk urusan pengelolaan lingkungan ini pihaknya menjalin kerja sama green sister city dengan Pemerintah Kota Kitakyushu yang menyepakati pelaksanaan sembilan program pengelolaan lingkungan. “Sembilan program diantaranya meliputi pembuatan tempat pembuangan sementara (TPS) terpadu, instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal, dan pengelolaan kawasan industri yang ramah lingkungan,” paparnya. Salah satu bentuk nyata kerja sama green sister city ini adalah berdirinya super depo Sutorejo yang diresmikan Menteri Lingkungan Hidup RI, Balthasar Kambuaya pada 8 April 2013. Kerja keras dan konsistensi pemkot dalam menjalankan program-program lingkungan membawa dampak positif yang bisa dirasakan masyarakat. Lebihlebih, pengakuan atas keberhasilan Surabaya mewujudkan kota yang berwawasan lingkungan mulai berdatangan. Hal ini bisa dilihat dari capaian prestasi Surabaya di bidang lingkungan. Sederet penghargaan bidang lingkungan yang berhasil diraih Kota Pahlawan diantaranya, Green Building

(Graha Pangeran tahun 2002 dan Graha Wonokoyo tahun 2006), Energy Globe 2005, The Green Apple Award 2007 for Environmental Best Practice, dan Dubai International Award for Best Practice to Improves The Living Environment 2008. Selain itu ada pula Asian Cities of the Future 2009/2010, ASEAN Environment Sustainable City (ESC) Award 2011 dan C2C Award of Public Participation Category by Citynet, 2012. Tegaskan Label Kota Jasa dan Perdagangan dengan Pemberdayaan Ekonomi Menyandang predikat sebagai kota jasa dan perdagangan, tak mengherankan jika banyak orang berbondong-bondong menyerbu Surabaya. Baik untuk tinggal menetap maupun sekadar mencari penghasilan. Letak Surabaya yang strategis dan multikultur memberi peluang usaha yang menjanjikan. Jadilah Surabaya sebagai surga perdagangan. Meski, banyaknya pedagang yang datang ke Surabaya tak bisa dipungkiri terkadang menyisakan masalah tersendiri. Berjualan seenaknya di jalan sehingga menimbulkan kemacetan dan mengganggu ketertiban umum seakan menjadi problem klasik kota-kota berbasis perdagangan. Menyikapi hal tersebut, Pemkot Surabaya tidak kehabisan akal. Instansi


yang dipimpin Tri Rismaharini itu menggunakan cara-cara yang lebih manusiawi dalam memperlakukan para pedagang kaki lima (PKL). Pemkot membangun sentra-sentra PKL sebagai suatu solusi. Langkah tersebut sesuai Perda No.17/2003 Tentang Penataan dan Pemberdayaan PKL. Jadi upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat bisa tetap berjalan. Para pedagang yang mau ditata bisa berjualan tanpa harus mengganggu hak orang lain. Dengan mengusung konsep tersebut, Surabaya kini sudah mempunyai 22 sentra PKL yang dikelola pemkot dan 6 sentra PKL yang dikelola swasta. Pada 2013 ini, pemkot kembali berencana membangun 12 sentra PKL baru. Keberhasilan Kota Surabaya dalam mengelola PKL mendapat apresiasi tingkat nasional. Penghargaan Inovasi Manajemen Perkotaan (IMP) yang digagas Kementerian Dalam Negeri pada 28 Februari 2013 lalu seakan mengisyaratkan bahwa langkah yang ditempuh pemkot terkait penanganan PKL sudah dalam track yang benar. Lain PKL lain pula UKM (usaha kecil menengah). Ditengah persaingan pasar global, geliat UKM masih dipercaya sebagai motor utama penggerak ekonomi kerakyatan. Menyadari hal itu, pemkot melakukan pemberdayaan UKM melalui program-program efektif. Mulanya, sebagai modal awal memulai usaha, masyarakat potensial dibekali pelatihan keterampilan sesuai minat.

Dengan demikian, pelaku usaha bisa mandiri dengan merintis usahanya sendiri. Tidak berhenti sampai di situ, pemkot juga membantu pemasaran UKM binaan dengan menggelar UKM expo di sejumlah mal/pusat perbelanjaan. Dukungan juga diberikan untuk membantu UKM mendapatkan legalitas usaha dan legalitas produk. Wali Kota Tri Rismaharini pada suatu kesempatan menuturkan, saat ini jumlah UKM di Surabaya sekitar 1.200 UKM. Menurut dia, idealnya ada satu UKM dalam satu RW. Jadi, pemkot menargetkan 1.800 UKM baru untuk memenuhi jumlah ideal 3.000 UKM di Surabaya. Satu lagi program kota Surabaya untuk mendongkrak nilai investasi yakni dengan menjalankan mekanisme perizinan online Surabaya Single Window (SSW). Seiring penerapan skema baru satu jendela itu, waktu penyelesaian perizinan pun menjadi lebih cepat. Perbedaan yang paling mendasar antara SSW dengan sistem sebelumnya terletak pada mekanisme pemrosesan izin yang pararel. Artinya, beberapa izin yang diajukan pemohon dapat diproses secara simultan, tidak saling tunggu antara izin satu dengan izin lainnya. Sementara sistem sebelumnya masih menggunakan metode seri. Namun, melalui SSW, seluruh izin dapat langsung diproses secara bersamaan. Rentang

SENTRA PKL TERBANGUN & LOKASI PEMBANGUNAN 2013 Sentra PKL Sawah Pulo

Sentra PKL Babat Jerawat II Sentra PKL Sememi

9

3 2

Sentra PKL Indrapura

4

1 5

3

1

33

3

Sentra PKL Kandangan

4

Sentra PKL Pondok Maritim

Sentra PKL Lidah Kulon

6

Sentra PKL 2009

Sentra PKL 2010

Sentra PKL 2011

44

Sentra PKL Lidah Wetan

8 10 Sentra PKL Indrapura Sentra PKL Semolowaru

Sentra PKL Jambangan

2

Sentra PKL Wiyung

5 Sentra PKL Kebraon

Sentra PKL Sukomanungga

5

4

Keterangan : Sentra PKL 2008

Sentra PKL Urip Sumoharjo Sentra PKL Taman Bungkul

Sentra PKL Karah

2 4

3

Sentra PKL Keputih

Sentra PKL Dharmawangsa

2

Sentra PKL Sukomanunggal

Sentra PKL Sambikerep

1

Sentra PKL Ketabang

1 7

Sentra PKL Putro Agung

Sentra PKL Deles

Sentra PKL Taman Prestasi

22

Sentra PKL Pakal (T. Dono)

Sentra PKL Bulak Banteng

7

Sentra PKL Putro Agung

3 2

Sentra PKL Wonokusumo

6

6

Sentra PKL Karangpoh

Sentra PKL Terminal Manukan

Sentra PKL Babat Jerawat

Sentra PKL Penjaringansari

Sentra PKL Tanah Merah

Sentra PKL Pegirian

Sentra PKL Penjaringansari

55

Sentra PKL Gayungan

Sentra PKL RMI-Kebun Bibit RM

1 1

Sentra PKL Wonorejo

Sentra PKL Gayungan

Sentra PKL 2012 Sentra PKL 2013

Sentra PKL Taman Preatasi

waktu penyelesaian perizinan di SSW ini beragam, mulai dari 14 hari hingga 30 hari tergantung jenis izin yang diajukan. Iklim usaha tidak bisa lepas dari dukungan infrastruktur yang memadai. Sebagai kota jasa dan perdagangan, Surabaya tentu wajib menjamin tersedianya fasilitas. Dengan begitu, iklim investasi juga akan membaik seiring tingkat kepercayaan investor menanamkan modalnya di Surabaya. Kota dengan tren pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat dari tahun ke tahun ini tentu tak ingin capaian yang telah ditorehkan menurun. Sebagai catatan, tingkat pertumbuhan ekonomi pada 2010 sebesar 7,09 persen, tahun 2011 sebesar 7,56 persen dan pada 2012 terus naik hingga 7,62 persen. Angka tersebut melampaui pertumbuhan ekonomi Jawa Timur dan Nasional. Mewujudkan Kota yang Manusiawi dan Bermartabat Meski modernitas dan laju pembangunan semakin pesat, Kota Surabaya tetap dituntut peka terhadap persoalan-persoalan sosial. Ditengah hiruk-pikuk kesibukan perkotaan ternyata masih menyisakan sekelumit problem menyangkut penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). Ada lansia terlantar, penyandang cacat, anak jalanan, dan lain sebagainya. Melihat kenyataan itu, pemkot tak mau hanya berpangku tangan. Berbagai program sosial sudah dilakukan. Berdasar data dari Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya, pemkot memberikan bantuan permakanan tambahan bagi 6.014 lansia terlantar, 4.160 penyandang cacat, dan 2.627 anak yatim piatu. Sementara itu, PMKS mendapat tempat yang layak dan dipelihara oleh pemkot. Griya Werdha yang baru diresmikan Wali Kota Surabaya pada 16 Juli 2013 menyediakan 38 tempat tidur (bed) dan empat kamar bagi lansia terlantar. Di sana, para lansia mendapat fasilitas dan perlakuan yang layak, plus pelayanan kesehatan. Ada pula lingkungan pondok sosial (liponsos) yang menampung PMKS sesuai permasalahannya. Liponsos Kalijudan dan Kampung Anak Negeri masing-masing memberikan tempat bagi anak nakal/ anak jalanan/anak autis guna dibina dan dibekali keterampilan. Sedangkan Liponsos Keputih dihuni oleh kebanyakan penderita Psikotik dan Liponsos Babat Jerawat bagi penderita kusta. z INFORIAL


YAYASAN DANA SEJAHTERA MANDIRI

BERGOTONG ROYONG WUJUDKAN KESEJAHTERAAN RAKYAT alan menuju kesejahteraan rakyat, salah satu dari cita-cita pendirian negara Indonesia yang tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, masih panjang. Saat ini, masih banyak rakyat miskin yang belum mencapai kesejahteraan seperti yang diinginkan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik sampai dengan Maret 2013 lalu, jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 28,07 juta atau 11,37 persen dari seluruh jumlah penduduk. Bagaimana agar mereka mencapai hidup sejahtera? Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) membantu mewujudkan kesejahteraan rakyat yang merata melalui pembangunan sumber daya manusia (SDM). Prioritas utama yayasan yang berdiri sejak 15 Januari 1996 ini adalah pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan keluarga dengan pembentukan Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya). Menurut Ketua Yayasan Damandiri Prof Dr Haryono Suyono, Posdaya yang saat ini berjumlah 20 ribu di seluruh Indonesia merupakan forum untuk bergotong royong mencapai peningkatan kesejahteraan keluarga. Dalam hal ini, kesejahteraan bukan hanya ekonomi, tetapi juga menyangkut fungsi keluarga lainnya. “Setelah keluarga berencana terlaksana, kesejahteraan keluarga diwujudkan dengan delapan fungsi keluarga, yaitu fungsi keagamaan, cinta kasih, reproduksi, fungsi perlindungan, sosial budaya, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, serta pelestarian lingkungan,� katanya. Haryono menambahkan, sesuai dengan sasaran Millenium Development Goals (MDGs) seperti yang tercantum dalam Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2010 tentang Program Pembangunan yang Berkeadilan. Selain delapan fungsi keluarga tadi, Posdaya yang digagas Yayasan

J

INFORIAL

Damandiri memiliki usaha pokok yang disebut dengan Waras, Wasis, dan Wareg. Waras merupakan usaha di bidang kesehatan keluarga, misalnya mencegah kematian ibu melahirkan, mengurangi angka kekurangan gizi pada anak, atau menghidupkan kembali Posyandu. Adapun Wasis yang bergerak di bidang pendidikan merupakan upaya menyekolahkan anak-anak keluarga miskin yang belum sekolah atau putus sekolah. Sementara Wareg adalah usaha di bidang ekonomi dengan memberi pekerjaan atau keterampilan pada keluarga miskin. Khusus untuk Wareg, Damandiri akan menyiapkan lahan air payau yang telantar untuk dijadikan lokasi budi daya rumput laut oleh keluarga miskin. Akan disediakan bibit rumput laut sebanyak 1.000 ton. Hasil panen rumput laut itu bisa dijadikan bahan dasar untuk industri makanan, minuman, atau kosmetik. Kegiatan ini akan segera dimulai di Pacitan, Jawa Timur, dengan menggunakan lahan seluas 16 hektare dan bibit rumput laut sebanyak 16 ton. Lahan itu juga bisa dimanfaatkan sebagai tempat budi daya kepiting atau berbagai jenis ikan air payau. Setelah itu, kegiatan serupa akan dilanjutkan di daerah pantai utara Jawa Timur lainnya. Tidak hanya bibit, Damandiri juga

DAMANDIRI bersama bank mitra menyiapkan kredit tanpa agunan yang disebut Tabungan dan Kredit Pundi Sejahtera yang bisa digunakan sebagai modal awal usaha keluarga miskin.

Prof Dr Haryono Suyono Ketua Yayasan Damandiri menyiapkan kredit tanpa agunan sebagai modal awal usaha mereka yang disebut dengan Tabungan dan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja). Dana Tabur Puja tersebar di sejumlah bank, antara lain Bank Perkreditan Rakyat, Bank Pembangunan Daerah, Bank UMKM dan Bukopin. Keluarga miskin bisa mengajukan pinjaman tanpa agunan maksimal Rp 2 juta per keluarga. Karena dana tersebut masih belum mencukupi sebagai modal usaha, mereka bisa berkelompok yang didorong menjadi koperasi sebagai wadah bergotong royong membangun usaha kecil. “Ini merupakan upaya pengentasan kemiskinan secara konkret. Mereka bisa punya usaha dengan meminjam dana Tabur Puja. Kalau belum


PROF Dr Haryono Suyono dan Dr (HC) Subiakto Tjakrawerdaja mendampingi Menko Kesra Agung Laksono melihat langsung Sentra Kulakan

Dr (HC) Subiakto Tjakrawerdaja Sekretaris Yayasan Damandiri bisa mengelolanya, nanti akan ada mahasiswa yang melatih. Kami bekerja sama dengan Akademi Perikanan Sidoarjo,” kata Haryono. Tabur Puja juga bisa digunakan untuk usaha jenis lainnya. Damandiri, bekerja sama dengan 200 perguruan tinggi dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posdaya desa, akan memberikan pendampingan usaha. Para mahasiswa yang melakukan KKN ke desa-desa diharapkan ikut memberdayakan keluarga miskin dalam berbagai kegiatan ekonomi industri rumahan. Kerja sama serupa juga dilakukan dengan universitas Islam, seperti UIN, IAIN, UII, STAIN, dan STAI Muhammadiyah untuk membuat Posdaya melalui masjid. Masjid

dijadikan sebagai pusat pemberdayaan keluarga melalui pembelajaran agama, cinta kasih, bisnis, atau membuka pendidikan anak usia dini (PAUD). Meskipun Damandiri menyiapkan dana yang berasal dari sumbangan para wajib pajak, tidak semua kegiatan Posdaya menggunakan dana tersebut. Sebagian merupakan dana yang berasal dari sumbangan masyarakat, baik melalui institusi atau pribadi. Untuk penanaman rumput laut, misalnya, bibit rumput laut disumbang oleh Tabrani dari Universitas Pancasakti, Tegal, Jawa Tengah. Persatuan Wredatama RI (PWRI) juga ikut membantu kegiatan Posdaya dengan membentuk PAUD. Damandiri juga menerapkan kebijakan financial inclusion untuk menyediakan akses pinjaman modal bagi orang miskin dengan jaminan deposito. “Orang yang ingin membantu, tinggal sebutkan di bank mana depositonya, sehingga bank bisa meminjamkan uang kepada keluarga miskin dengan agunan deposito itu. Sebanyak 10 persen dari bunga deposito itu disiapkan untuk pinjaman macet. Tapi kalau tidak macet, uangnya akan tetap utuh. Ini sama saja dengan memberi tanpa kehilangan,” ujar Haryono. Upaya yang dilakukan Damandiri merupakan wujud dari ekonomi

kerakyatan untuk mencapai kesejahteraan yang merata seperti yang dicita-citakan. Sekretaris Damandiri Dr (HC) Subiakto Tjakrawerdaja mengatakan bahwa untuk mengukur pencapaian cita-cita tersebut, ukurannya bukan semata-mata pertumbuhan ekonomi, tetapi juga gini rasio (ketimpangan pendapatan masyarakat). Berdasarkan data BPS, gini rasio 2011 mencapai 0,41 persen yang artinya kesenjangan antara si kaya dan si miskin masih terlalu lebar. Kesenjangan itu bisa diperkecil dengan program-program ekonomi yang berpihak pada rakyat, misalnya menguasai cabang-cabang produksi yang penting bagi hajat hidup orang banyak, seperti kebutuhan pokok. “Kesejahteraan bisa dicapai kalau hargaharga kebutuhan pokok terjangkau dan stabil,” katanya. Program ekonomi yang berpihak pada rakyat juga termasuk memberi akses ekonomi pada rakyat kecil, seperti yang dilakukan Damandiri. “Damandiri membantu dengan mendorong mereka membentuk kelompok-kelompok agar menjadi koperasi, serta membantu permodalan dan pemasaran,” kata Subiakto. Dengan akses ekonomi itu, masyarakat membentuk industri kecil untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Subiakto menambahkan, ekonomi kerakyatan ini perlu diperkuat dengan peran pemerintah sebagai pelindung, apalagi di era globalisasi ini. Di Cina, misalnya, hasil produksi industri kecil diatur pemerintah melalui perusahaan negara hingga akhirnya bisa diekspor. Itulah yang membuat industri kecil di negara tersebut bertahan bahkan mampu menguasai pasar di era globalisasi. Hal yang sama juga dibutuhkan oleh industri kecil di dalam negeri. “Kelompok-kelompok masyarakat ini membutuhkan pendampingan. Mereka yang umumnya berpendidikan rendah tidak mungkin menghadapi globalisasi yang memiliki kekuatan begitu besar,” katanya. Jika ekonomi kerakyatan ini dijalankan, tentu cita-cita mensejahterakan seluruh rakyat bisa diwujudkan. z INFORIAL


SUPLEMEN KEMERDEKAAN

INDONESIA 2 0 1 3

UNGGUL KARENA KUALITAS TONI HARTAWAN (TEMPO)

Setiap sekolah yang mampu memupuk tradisi berkualitas dan terasa perannya di tengah masyarakat akan menjadi sekolah unggulan.

S

ekolah itu tidak sekadar gedung megah bertingkat, ruang kelas berpendingin udara, lengkapnya laboratorium dan sederet fasilitas. Sekolah sejatinya sebuah institusi yang mengemban tugas mulia yaitu menjadikan siapa pun yang belajar di dalamnya bisa menjadi manusia berkualitas. Baik itu kualitas olah pikir, olah rasa, maupun olah jiwa. Sayangnya untuk mencapai ke titik itu, sebuah sekolah harus jatuh bangun membangun diri, mengembangkan tradisi, dan membuktikan dengan sederetan prestasi, baik itu prestasi murid maupun lulusan. Pelan-pelan namun pasti, setiap sekolah yang mampu memupuk tradisi berkualitas dan terasa perannya di tengah masyarakat akan jadi sekolah unggulan dan dambaan setiap anak didik untuk belajar di dalamnya. Dari ratusan sekolah menengah atas yang jadi idaman banyak anak muda, berikut beberapa di antaranya.

Sekolah Menengah Negeri 3 Denpasar Jl. Nusa indah No.20 X, Denpasar, Bali. Sekolah ini tidak hanya menggenjot murid didiknya jadi orang pintar. Banyak fasilitas diberikan pada murid untuk mengembangkan kepribadian. Salah satunya karakter yang terpuji dan kreatif. Salah satu yang menarik adalah adanya kantin JUJUR di sekolahan ini. Di kantin ini, tidak ada yang menjaga. Jadi konsumen, baik itu murid, guru maupun karyawan sekolah, kalau membeli dipersilakan ambil sendiri dan meletakkan uang di tempat yang disediakan. Termasuk untuk mengambil kembaliannya. Tidak ada yang mengawasi. Hanya kejujuran yang jadi pegangan. Menarik.

Sekolah Menengah Atas Kolese Loyola Semarang Jl. Karanganyar No.37 Semarang, Jawa Tengah. Kolese Loyola Semarang merupakan sekolah Katolik yang didirikan oleh biarawan Jesuit. Tujuan utama pendidikan yang diselenggarakan adalah mendorong setiap anak didik menjadi manusia yang utuh. Semua aspek dalam diri manusia yaitu kecerdasan, kepekaan hati, dan spiritualitas diberi kesempatan untuk tumbuh. Tidak heran di tempat ini media untuk olah pikir, olah rasa dan olah spiritualitas ada semuanya. Mulai dari beragam laboratorium keilmuan sampai dengan ekstra musik orkestra dan teater untuk mengasah kepekaan. Prestasi teranyar saat ini yaitu Kolese Loyola di UN tahun 2013 menduduki peringkat satu tingkat Kota Semarang. Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Percut Sei Tuan Jl. Kolam No.3 Medan Estate, Sumatera Utara. SMKN ini jadi dambaan banyak orang muda di Medan. Salah satunya karena konsisten menghasilkan lulusan yang terampil sesuai bidang yang dipelajarinya. Tidak jarang banyak perusahaan yang langsung menyerap lulusan SMKN ini untuk menjadi tenaga kerjanya. Dengan

DIPRODUKSI OLEH TIM INFO TEMPO

kata lain, SMKN 1 Percut Sei Tuan jadi jaminan kualitas lulusannya. Perusahaan besar seperti Zyrex (perusahaan komputer) PT Metrik, PT Ciputra Internasional, PT Karya Berseri Balkon, PT Citra Kreasi Latena dengan senang hati menerima lulusan ini sebagai karyawan. Banyak jurusan bisa dipilih, mulai dari pembangunan sampai dengan teknologi komunikasi dan informasi. Sekolah Menengah Atas Negeri Kompleks (SMAN 1, SMAN 2, SMAN 5, SMAN 9) Jl. Wijaya Kusuma No. 48, Surabaya, Jawa Timur. Sekolah ini salah satu warisan Belanda. Sewaktu jadi Hogere Burger School (HBS) Soerabaia sekolah ini jadi tempat Ir Soekarno, proklamator menuntut ilmu. Selanjutnya banyak tokoh-tokoh besar yang juga mencicipi bangku sekolah di tempat ini. Setelah kemerdekaan, HBS diubah menjadi empat sekolah meski satu komplek, yaitu SMAN 1, SMAN 2, SMAN 5, SMAN 9. Semuanya mewarisi tradisi pendidikan yang berkualitas. Komitmennya untuk menjadi tempat pendidikan ditunjukkan dengan banyaknya alumni yang lahir menjadi tokoh besar di banyak bidang seperti seni, politik, pemerintahan dan intelektual. z NARA PATRIANILA


KURIKULUM 2013 UNTUK 100 TAHUN INDONESIA MERDEKA

K

dan negara ini dijalankan. Agar tidak terlambat memberikan bekal kepada mereka, kini persiapan pun dilakukan. Kurikulum 2013 adalah salah satu jawabannya. Mengiringi implementasi Kurikulum 2013 berbagai program strategis pun dijalankan. Inilah beberapa program yang kini disiapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk 100 Tahun Kemerdekaan Indonesia.

DHEMAS REVIYANTO ATMODJO (TEMPO)

apan Kemerdekaan Indonesia memasuki usia 100 tahun? Tiga puluh dua tahun lagi, tepatnya pada 2045. Waktu yang relatif singkat bagi perjalanan sebuah bangsa. Bagaimana Indonesia saat itu? Salah satunya sangat bergantung pada dunia pendidikan saat ini. Mereka yang kini berada di jenjang SMP-SMA akan menjadi generasi 100 tahun Indonesia merdeka. Saat itu mereka berusia antara 40-55 tahun. Di tangan mereka lah kelak bangsa

DIPRODUKSI OLEH TIM INFO TEMPO


EFEK DOMINO KURIKULUM 2013 uasana berbeda di beberapa sekolah --terutama di kelas 1 dan 4 SD, kelas 7 SMP, dan kelas 10 SMA/SMK-- ditemukan pada awal tahun pelajaran baru ini. Suasana diterapkannya Kurikulum 2013. Implementasi menjangkau pada 6.326 sekolah jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK. Ketersediaan anggaran penyebab Kurikulum 2013 diimplementasikan bertahap dan terbatas. Bertahap artinya, tidak diterapkan di semua kelas di tiap jenjang, hanya di kelas 1 dan 4 SD, kelas 7 SMP, dan kelas 10 SMA/SMK. Terbatas hanya di sejumlah sekolah yang melaksanakan, disesuaikan dengan sumber daya yang ada. Ada banyak perubahan bisa dilakukan berkait dengan implementasi Kurikulum 2013. Sedikitnya ada enam efek domino menyertainya. Pertama, terkait dengan penataan sistem perbukuan. Lazim berlaku selama ini, peran penerbit cukup dominan, baik menyangkut isi maupun harga, sehingga beban berat dipikul peserta didik dan orang tua. Menyangkut isi, karena keterbatasan wawasan dan kurangnya kepekaan para penulis buku, kegaduhan terhadap isi buku sering terjadi. Kejadian terakhir di Kabupaten Bogor pada buku Pelajaran Bahasa Indonesia untuk kelas 6 SD. Isi buku pada Kurikulum 2013 dapat dikendalikan dan kualitas lebih baik, sedang harga bisa ditekan lebih wajar (public awareness). Kedua, penataan Lembaga Pendidik Tenaga Kependidikan (LPTK) di dalam penyiapan dan pengadaan guru. Kurikulum 2013 dengan pendekatan tematikterpadu di tingkat SD, dan pengintegrasian mata pelajaran IPA maupun IPS dalam satu platform di SMP, serta adanya kontribusi tiap mata pelajaran terhadap sikap peserta didik, maka LPTK pun “wajib� hukumnya melakukan reorientasi atau penataan, agar guru yang dihasilkan memiliki mindset sesuai tuntutan kurikulum.

S

INFORIAL

Selama ini, jalan tanpa koordinasi, sehingga banyak lulusan LPTK tidak terserap dengan kebutuhan sekolah atau banyak guru mengampu mata pelajaran tidak sesuai dengan yang ditekuninya di bangku kuliah. Ketiga, penataan terhadap pola pelatihan guru. Pengalaman pada pelaksanaan pelatihan instruktur nasional, guru inti, dan guru sasaran untuk persiapan implementasi Kurikulum 2013, misalnya, banyak pendekatan pelatihan yang harus disesuaikan, baik menyangkut materi pelatihan maupun modelnya. Momentum Kurikulum 2013 adalah hal yang tepat untuk melakukan penataan terhadap pola pelatihan guru termasuk penjenjangan terhadap karier guru dan kepangkatan. Ke depan, sedang disiapkan konsep yang terintegrasi antara jenjang karier dan kepangkatan dengan penilaian profesi guru. Selama ini, keduanya terpisah. Keempat, memperkuat budaya sekolah melalui pengintegrasian kurikuler, ko-kurikuler, dan ekstra kurikuler, serta penguatan peran guru bimbingan dan konseling (BK). Kurikulum 2013, yang menekankan pada pendekatan capaian kompetensi peserta didik, di dalamnya

mensyaratkan pengintegrasian tiga ranah pendidikan antara kurikuler, ko-kurikuler, dan ekstra kurikuler. Selama ini, ketiganya berjalan terpisah, padahal semestinya dalam satu kesatuan. Ekstra kurikuler pramuka menjadi bagian kegiatan wajib di tiap jenjang. Ini efek domino kelima terkait dengan memperkuat NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Melalui kegiatan ekstra kurikuler kepramukaan lah, peserta didik diharapkan mendapat porsi tambahan pendidikan karakter, baik menyangkut nilai-nilai kebangsaan, keagamaan, toleransi dan lainnya. Keenam, masih terkait hal kelima, memperkuat integrasi pengetahuanbahasa-budaya. Pada Kurikulum 2013, peran bahasa Indonesia menjadi dominan, sebagai saluran mengantarkan kandungan materi dari semua sumber kompetensi kepada peserta didik, sehingga bahasa berkedudukan sebagai penghela mata pelajaran-mata pelajaran lain. Pembelajaran Bahasa Indonesia termasuk di dalamnya kebudayaan, dapat dibuat menjadi kontekstual, sesuatu yang hilang pada model pembelajaran Bahasa Indonesia saat ini. l


KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

IMPLEMENTASI DILAKUKAN BERTAHAP-TERBATAS alah satu alasan disusunnya kurikulum adalah untuk mengantisipasi perkembangan masa depan, karena itu kurikulum diharapkan dapat mencetak generasi yang siap dalam menghadapi masa depan. Persiapan implementasi dalam bentuk pelatihan instruktur nasional, guru inti, dan guru sasaran, sudah dilakukan dan masih akan terus dilakukan, agar pada 2014, semua sekolah dapat mengimplementasikannya. Sebanyak 61.074 guru sudah meneri-

S

ma pelatihan. Jumlah itu terdiri atas 572 instruktur nasional, 4.740 guru inti, dan 55.762 guru sasaran. Sebanyak 6.325 sekolah telah ditetapkan menjadi sekolah sasaran di jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK yang tersebar pada 295 kabupaten/kota di 33 provinsi, ditambah lebih dari seribu sekolah yang mengimplementasikan Kurikulum 2013 secara mandiri. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada daerah dan sekolah yang memilih untuk meng-

implementasikan secara mandiri. Tentu kemandirian yang dimaksud bukan berarti lepasnya tanggung jawab pemerintah, melainkan tetap dalam pantauan dan pengawasan serta evaluasi Kemdikbud. Berikut pendapat para guru yang telah ikut dalam pelatihan. Mereka menilai, Kurikulum 2013 jauh lebih baik, sederhana dan dapat membekali peserta didik untuk mengembangkan kreativitas, dengan syarat gurunya pun harus mengubah metodologi penyampaian materi pembelajarannya. l

Arsad

Yuli Sopiah

Guru Penjaskes, SDN Kebon Jeruk 11 Jakarta Barat.

Guru Inti, Guru SD SN Ujung Menteng 04 Jakarta Timur.

SEBELUM mengikuti pelatihan saya masih bingung karena guru harus mengajar secara menyeluruh, tidak hanya mewakili bidang studi yang diajarkan saja. Setelah ikut pelatihan kini saya mengerti, bahwa guru harus mengajarkan secara terpadu, menyeluruh sehingga anak bisa memahami dengan sederhana.

MELIHAT kompetensi guru-guru yang mengikuti pelatihan saya yakin mereka telah siap melaksanakan Kurikulum 2013. Sebenarnya mereka sudah melakukan pengajaran dengan pendekatan tematik, Kurikulum 2013 ini pendekatan tematiknya terpadu sehingga dalam mengajar lebih menyenangkan.

Agus Setiawan

Yolan Fitri Aryani

SD IT Al Uswah, Bangil, Pasuruan, Jawa Timur

Guru Bahasa Inggris SMPN I Sangatta Utara, Kutai Timur.

SAYA percaya Kurikulum 2013 sangat bagus dan mudah untuk diimplementasikan. Kurikulum baru ini memberikan harapan untuk dapat membentuk karakter anak. Saya sudah membuktikan bahwa pendekatan yang dilakukan seperti pada Kurikulum 2013 telah menghasilkan anak yang suka bertanya, suka mencoba, karena mencari sendiri dan mencoba, sehingga anak menjadi lebih inovatif.

PENGAJARAN dengan menggunakan Kurikulum 2013 lebih menyenangkan, dari pertemuan di kelas yang saya lakukan, siswa lebih aktif . Saya lebih enjoy menggunakan kurikulum baru ini, karena dalam satu siklus pelajaran, saya sudah dapat empat keterampilan, yakni writing, listening, speaking, dan reading. Sebelumnya saya harus memilah-milah terlebih dahulu sesuai silabus dan RPP. Pembuatan RPP untuk kurikulum baru ini juga lebih simpel.

INFORIAL


MENDORONG DESA MILIKI PAUD

PULUHAN RIBU DESA belum memiliki layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Melalui Program Satu Desa Satu PAUD, Kemdikbud berusaha agar ketersediaan lembaga untuk anak-anak berusia emas itu merata di setiap desa. Momentum bonus demografi pada periode 2010-2035 adalah hal paling tepat untuk menyiapkan Generasi Emas Indonesia. Generasi yang kelak akan memegang tongkat keberlanjutan pemerintahan dan pembangunan Indonesia.

enyiapkan dan membangun generasi emas perlu dimulai sejak usia dini. Itu pulalah kehadiran lembaga PAUD, menjadi sebuah keharusan. Karena mereka yang kini berada di usia emas itu, kelak ikut terjun menjalankan estafet perjalanan bangsa ini. Karena itu pula kenapa Direktorat PAUD Kemdikbud, mencanangkan Porgram Satu Desa Satu PAUD, diikuti dengan pencanangan

M INFORIAL

Bunda PAUD di daerah-daerah. Peran Bunda PAUD sangat signifikan didalam merealisasikan layanan PAUD. Sebab itu, pencanangan Bunda PAUD perlu terus disosialisasikan, mengingat program ini menjadi motivasi tersendiri bagi para penyelenggara dan lembaga yang selama ini bergerak di pendidikan anak usia dini. Prof Dr Lydia Freyani Hawadi, Psikolog, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Non-formal dan Informal

(PAUDNI) Kemdikbud, mengungkapkan, saat ini ada 25.834 desa tanpa layanan PAUD. Salah satu penyebab, karena lokasi yang sulit dijangkau dan minimnya ketersediaan anggaran. Pemerintah tiap tahunnya hanya mampu menyediakan 1.491 lembaga rintisan PAUD baru. Ini artinya, dibutuhkan waktu lebih dari 15 tahun agar semua desa terlayani PAUD. “Itu sebabnya, pendirian PAUD tidak bisa bergantung penuh pada APBN. Butuh dukungan pemerintah daerah, swasta, BUMN, dan masyarakat,� kata Lydia. Dukungan pemerintah daerah, dalam bentuk antara lain, adanya peraturan daerah (Perda), akan dapat menjamin layanan PAUD dalam anggaran pemerintah daerah baik di provinsi maupun kabupaten/kota. Beberapa daerah yang memiliki Perda, menunjukkan tingginya layanan PAUD dan APK. Jawa Timur untuk sekadar menunjukkan contoh, melalui Perda No. 63 tahun 2011, APK di beberapa kabupaten/kota mencapai 95 persen lebih, seperti di Kabupaten Pasuruan, Kediri, Jombang, Nganjuk, Probolinggo dan lainnya. Beberapa daerah juga sudah memiliki Perda serupa seperti Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Gorontalo, dan lainnya. Sedang dukungan dari pihak BUMN dan swasta berupa CSR, juga dibutuhkan untuk penuntasan bantuan kualifikasi bagi guru-guru PAUD Formal. Jumlah total lembaga PAUD di 33 provinsi pada tahun 2012 mencapai 162.748 lembaga, terdiri atas 3.789 berstatus negeri dan 132.269 swasta, dan 26.690 swadaya masyarakat. Jumlah itu terdiri dari 71.350 lembaga taman kanak-kanak (TK), 64.409 kelompok bermain (KB), 3.103 taman penitipan anak (TPA), dan 23.886 lembaga Satuan PAUD Sejenis (SPS). Jumlah lembaga sebanyak itu masih harus ditingkatkan jika melihat total


KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Pemerintah tiap tahunnya hanya mampu menyediakan 1.491 lembaga. Ini artinya, dibutuhkan waktu lebih dari 15 tahun agar semua desa terlayani PAUD. Itu sebabnya, pendirian PAUD tidak bisa bergantung penuh pada APBN. Butuh dukungan pemerintah daerah, swasta, BUMN, dan masyarakat.

jumlah penduduk usia 0-6 tahun yang harus dilayani mencapai 30,4 juta lebih. Program satu desa satu PAUD diharapkan akan dapat mempercepat tercapainya APK 75 persen, sesuai kesepakatan Deklarasi Dakkar. Ada empat isu besar dalam penyelenggaraan PAUD, yakni menyangkut kelembagaan; pendidik; sarana-prasarana; dan pembelajaran/kurikulum, yang juga menjadi perhatian kementerian. Keterlibatan dan peran serta masyarakat terus didorong dengan melakukan kerja sama dengan organisasi keagamaan. Salah satunya dengan pembentukan Satuan PAUD Sejenis (SPS) dengan Posyandu. “Pemerintah tiap tahunnya hanya mampu menyediakan 1.491 lembaga. Ini artinya, dibutuhkan waktu lebih dari 15 tahun agar semua desa terlayani PAUD. Itu sebabnya, pendirian PAUD tidak bisa bergantung penuh pada APBN. Butuh dukungan pemerintah daerah, swasta, BUMN, dan masyarakat.” z

Fokus pada Bantuan dan Peningkatan Kualifikasi Guru KEBERHASILAN PROGRAM Satu Desa Satu PAUD memang bukan hanya pada pencanangan. Tapi butuh realisasi, dimana dana menjadi salah satu faktor pendukung utama. Setelah realisasi pun, keberlanjutan terhadap kegiatan kelembagaan dan kualitas, menjadi fokus perhatian. Itu sebabnya, pencanangan Program Satu Desa Satu PAUD, selain diikuti dengan gerakan pencanangan Bunda PAUD, juga dilakukan serangkaian program peningkatan mutu, yang memfokuskan kegiatan pada pemberian bantuan dan peningkatan kualifikasi guru. Untuk program-program peningkatan mutu PAUD, Kemdikbud telah menyalurkan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) kepada 45 ribu lembaga PAUD yang menjangkau lebih dari 1,35 juta anak usia dini. Bantuan ini baru menjangkau sekitar 25 persen lembaga PAUD. Ke depan akan terus ditingkatkan. Kemdikbud pada tahun ini juga memberikan bantuan penguatan lembaga PAUD bagi 1.491 lembaga, pemberian alat peraga edukasi (APE) bagi 1.985 lembaga PAUD, dan juga penguatan sarana pembelajaran bagi 100 lembaga PAUD.

Kemdikbud telah memberikan kesempatan peningkatan kualifikasi, pada kurun waktu 20112013 sebanyak 17.994 guru PAUD telah melanjutkan pendidikan ke jenjang S1. Selain itu, untuk peningkatan mutu pendidik PAUD, Kemdikbud telah memberikan kesempatan peningkatan kualifikasi, pada kurun waktu 20112013 sebanyak 17.994 guru PAUD telah melanjutkan pendidikan ke jenjang S1. Jumlah ini masih sangat kecil dari jumlah guru PAUD yang ada. Bahkan kini baru 20 persen guru PAUD formal yang memenuhi persyaratan kualifikasi S1. Pada tahun 2012-2013 Kementerian telah pula memberikan sertifikasi kepada 8.733 guru PAUD, sebagai bentuk pengakuan kompetensi dan peningkatan kesejahteraan para pendidik tersebut. z

INFORIAL


KURIKULUM SD: TEMATIK TERPADU

urikulum dijenjang SD, menggunakan pendekatan tematik-terpadu, sehingga tidak ditemukan lagi buku mata pelajaran, yang ada adalah buku dalam tema-tema yang di dalamnya memuat materi-materi pelajaran.

K

Ada empat tema akan diajarkan pada semester pertama. Untuk kelas satu SD meliputi: tema diriku, kegemaranku, kegiatanku, dan keluargaku. Untuk kelas 4 SD meliputi: indahnya kebersamaan, selalu berhemat energi, peduli terhadap makhluk hidup, dan berbagai pekerjaan.

Pada kurikulum 2013, peran bahasa Indonesia menjadi dominan, yaitu sebagai saluran mengantarkan kandungan materi dari semua sumber kompetensi kepada peserta didik, sehingga bahasa berkedudukan sebagai penghela mata pelajaran-mata pelajaran lain. Kandungan materi mata pelajaran lain dijadikan sebagai konteks dalam penggunaan jenis teks yang sesuai dengan pelajaran Bahasa Indonesia. Dengan cara ini, maka pembelajaran Bahasa Indonesia termasuk kebudayaan, dapat dibuat menjadi kontekstual, sesuatu yang hilang pada model pembelajaran Bahasa Indonesia saat ini. Berikut pendapat para guru yang telah ikut dalam pelatihan. Mereka menilai, Kurikulum 2013 jauh lebih baik, sederhana dan dapat membekali peserta didik untuk mengembangkan kreativitas, dengan satu syarat, guru harus mengubah metodologi penyampaian materi pembelajarannya. Stigma negatif terhadap guru tentang tidak mudah mengubah pola pikir guru, terbantahkan dengan kesaksian pendapat beberapa guru di bawah ini. Kita yakin guru kita mau berubah dan bisa berubah demi masa depan generasi yang lebih baik. Simak testimoni berikut. l

Denny H.S Guru kelas I SDN Menteng 03 Pagi, Jakarta Pusat.

Erlin Setiorini SD IT Bitul Izah, Nganjuk, Jawa Timur.

Saya suka kurikulum ini, karena sudah disediakan silabus, buku guru, dan murid, sehingga lebih meringankan. Menurut saya kurikulum ini lebih mudah. Saya mengajar sejak 1975, sudah mengalami beberapa pergantian kurikulum. Kurikulum 2013 ini saya suka. Untuk penerapan kurikulum baru saya sudah siap, tadi sudah dilaksanakan simulasi mengajar, sehingga kita tahu bagaimana mengajar sesuai dengan kurikulum baru. Selama mengikuti pelatihan, alhamdulillah tidak mengalami banyak halangan.

Kurikulum 2013 sangat menyenangkan, dalam satu waktu bersamaan guru bisa mengintegrasikan beberapa mata pelajaran dan bahkan biasa menyelipkan pendidikan karakter. Kurikulum baru ini harus menjadi tantangan guru, bukan sebagai tuntutan, oleh karena itu guru harus memiliki motivasi tinggi. Penerapan kurikulum 2013 di lapangan memang butuh proses, namun dengan adanya rencana pendampingan, sesama guru akan bisa saling berbagi pengalaman dan saling membantu.

Maria Parwanti Guru Kelas I SD Kemurnian 2,Jakarta Barat.

Endang Siamtini Guru Kelas I SDN Penggilingan 09, Jakarta Timur.

Awalnya memang saya mengalami kesulitan dalam penyusunan RPP Kurikulum 2013, tematiknya juga berubah dari tahun lalu. Tapi setelah melakukan praktek mengajar, ternyata kurikulum ini sangat menyenangkan kerika dipraktekkan. Sebagai guru saya siap untuk menyampaikan pengajaran sesuai dengan kurikulum baru ini. Saya harap kurikulum ini segera dilaksanakan di semua sekolah.

Insya Allah saya sudah siap melaksanakan Kurikulum 2013. Kami merasa tidak terlalu sulit menerima materi-materi yang diajarkan pada pelatihan kurikulum 2013. Karena sebelumnya banyak yang sudah menerapkan pelajaran tematik ini. Bedanya, kalau sebelumnya kita menyiapkan semua sendiri sekarang kita hanya menyiapkan RPP harian saja. Sehingga guru merasa dimudahkan.

INFORIAL


KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

BSM DAN NOBEL EKONOMI 2010 MELALUI BSM diharapkan akan dapat meningkatkan akses terhadap pelayanan pendidikan yang berkualitas, mencegah putus sekolah, menarik anak usia sekolah dari rumah tangga miskin dan rentan untuk kembali ke sekolah. Program BSM juga mendukung komitmen pemerintah untuk meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) terutama di daerah terpencil.

PA hubungan Program Bantuan Siswa Miskin (BSM) dengan Hadiah Nobel Ekonomi 2010? Rasanya sangat erat. Karena Model DMP yang mengantarkan Diamond, Mortensen, dan Pissarides memperoleh hadiah paling bergengsi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi di jagat ini menjelaskan tentang mengapa banyak orang miskin di Indonesia. Teori Friksi yang dikembangkan oleh mereka bertiga dapat menjelaskan, karena sistem pendidikan tidak pas dan makin tidak terjangkau oleh orang miskin, yang status sosialnya sebenarnya bisa naik lewat pendidikan. Inilah yang ingin dijalankan pada Program BSM. Menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah meningkatkan anggaran dan jumlah penerima dana Bantuan Siswa Miskin (BSM). Upaya pendataan agar tepat sasaran telah dilakukan. Bagaimana nasib dunia pendidikan pascapengumuman kenaikan harga BBM? Ketika daya beli berkurang, himpitan kebutuhan meningkat, sebagian masyarakat berpenghasilan rendah cenderung mengabaikan pendidikan. Anak-anak usia sekolah diminta untuk membantu keluarga bekerja agar bisa menambah kebutuhan harian, sehingga sekolahnya terbengkalai. Agar masyarakat yang berpenghasilan ter-

A

“Awalnya kami bingung untuk mencari tambahan biaya sehari-hari sekolah anak kami. Berkat BSM kini beban kami sedikit lebih ringan. Anak saya pun semangat lagi pergi ke sekolah.”

batas itu terlindungi, Kemdikbud merealokasikan subsidi BBM untuk program Bantuan Siswa Miskin, bantuan tunai yang diberikan secara langsung kepada anak-anak usia sekolah untuk semua jenjang, dasar dan menengah yang berasal dari rumah tangga miskin dan rentan. Terhadap dampak dari kenaikan harga BBM inilah Program BSM melalui APBNP terus ditambah baik sasaran maupun nilai nominalnya. Kemdikbud telah menambah jumlah penerima BSM dengan total nilai Rp 6,09 triliun untuk 13,5 juta sasaran peserta didik jenjang sekolah dasar dan menengah. Melalui BSM ini diharapkan akan dapat meningkatkan akses terhadap pelayanan pendidikan yang berkualitas, mencegah putus sekolah, menarik anak usia sekolah dari rumah tangga miskin dan rentan untuk kembali ke sekolah. Program BSM juga mendukung komitmen pemerintah untuk meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) terutama di daerah terpencil. BSM lebih bersifat personal, diterima langsung oleh peserta didik. Mekanisme penyaluran BSM kini berbasis rumah tangga (kartu perlindungan sosial). Terhadap serangkaian program inilah Kemdikbud berharap kenaikan harga BBM yang belum lama diumumkan tidak berimbas kepada nasib dunia pendidikan. Berikut manfaat yang dirasakan dari pemberian Program BSM:

“Alhamdulillah berkat BSM saya tetap bersekolah hingga kini. Terima kasih BSM.”

Fera Paulina SDN Pulo 05 Pagi Jakarta

Barkah Wiguna Orang Tua Penerima BSM

“Terima kasih BSM. Bantuan ini amat berguna bagi saya, karena itu saya bisa sekolah lagi.”

Ratih Ningsih SMPN 156 Jakarta INFORIAL


PMU, MENYIAPKAN GENERASI 100 TAHUN INDONESIA MERDEKA

rogram PMU mendapat dukungan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Saat menyampaikan sambutannya pada acara Kongres PGRI dan Kongres Guru, 3 Juli lalu, Presiden berpesan kepada para guru untuk menyukseskan program pendidikan menengah universal serta kurikulum yang lebih tepat. “Saudara adalah pelaku yang mengubah jalannya sejarah, karena Indonesia akan memiliki sistem pendidikan selama 12 tahun dengan kurikulum yang lebih tepat. Jika PMU dijalankan untuk mencapai APK 97 persen tidak perlu menunggu sampai tahun 2040. Kapan Kemerdekaan Indonesia memasuki usia 100 tahun? Tahun 2045, tiga puluh dua tahun lagi. Waktu yang relatif singkat bagi usia anak manusia. Mereka yang kini berada dijenjang SMPSMA akan menjadi generasi 100 tahun Indonesia merdeka, berusia antara 40-55 tahunan. Di tangan merekalah kelak bangsa dan negara ini dijalankan.

P

INFORIAL

Untuk itu, agar tidak terlambat, persiapan pun harus dilakukan. Inilah antara lain kenapa Program Pendidikan Menengah Universal (PMU) diluncurkan. PMU adalah program yang sangat strategis untuk pembangunan bangsa Indonesia di masa depan dalam rangka menyiapkan generasi 100 tahun Indonesia merdeka. Program yang sangat strategis untuk adik-adik kita, untuk bangsa kita ke depan, kata Mendikbud Mohammad Nuh dalam acara peluncuran PMU, Selasa, 25 Juni lalu. Salah satu latar belakang PMU, adalah adanya potensi jumlah penduduk usia produktif yang sangat besar di Indonesia dalam beberapa dekade ke depan. Pertanyaannya adalah, apakah populasi usia produktif ini nanti menjadi bonus demografi atau bencana demografi, tentu kita ingin menjadikannya bonus demografi. Selain itu, program PMU merupakan kesinambungan atas keberhasilan program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun. Program ini diharapkan dapat

mempercepat kenaikan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan menengah. Sampai tahun 2012, APK pendidikan menengah baru sebesar 78,9 persen. Dengan PMU, ditargetkan pada tahun 2020 APK pendidikan menengah dapat meningkat menjadi 97 persen. Jika tanpa PMU, APK sebesar itu baru dicapai pada tahun 2040, waktu yang sudah terlambat untuk menyiapkan generasi 100 tahun Indonesia merdeka. Sebagai konsekuensi logis atas dilaksanakannya kebijakan PMU, Pemerintah mulai tahun ajaran 2013/2014 akan menyalurkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk pendidikan menengah. Nilai nominal BOS tersebut sebesar Rp 1 juta per siswa per tahun untuk seluruh siswa sekolah menengah, baik negeri maupun swasta. Selain BOS, akan dilakukan pembangunan unit sekolah baru (USB) dan ruang kelas baru (RKB), serta peningkatan kualifikasi dan kompetensi para pendidik dan tenaga kependidikan menjadi bagian tidak terpisahkan dari program PMU. Mulai tahun 2014 Kemdikbud memprogramkan pembangunan USB minimal 500 unit dan sekitar 10 ribu RKB, agar bisa menampung tambahan 400 ribu siswa baru. Usaha lain untuk menyukseskan PMU adalah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, antara lain dengan kepala dinas provinsi dan kabupaten/kota, maupun dengan kepala daerah gubernur dan bupati/wali kota, dalam memberikan komitmen pelaksanaan PMU, mengingat anggaran PMU cukup besar, sehingga pembiayaannya menjadi tanggungan bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan juga masyarakat. Konsekuensi logis dilaksanakannya kebijakan PMU, Pemerintah mulai tahun ajaran 2013/2014 menyalurkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk pendidikan menengah. Nilai nominalnya sebesar Rp 1 juta per siswa per tahun untuk seluruh siswa sekolah menengah, baik negeri maupun swasta. z


KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

KURIKULUM 2013, LENGKAPI PROGRAM PMU ersamaan dengan peluncuran Program PMU, Kurikulum 2013 pun diberlakukan di kelas X SMA/SMK. Penjurusan dijenjang SMA tidak ada lagi pengelompokan belajar, siswa tidak lagi berdasarkan jurusan, melainkan peminatan. Siswa yang telah memilih kelompok

B

mata pelajaran tertentu masih diperbolehkan mempelajari mata pelajaran lain di luar kelompoknya. Guru BK dituntut bekerja lebih cermat, karena peminatan bersifat pribadi. Jangan sampai pilihan terhadap mata pelajaran tertentu hanya karena ikut-ikutan. Melalui peminatan, siswa dapat lebih

fleksibel dalam mengambil mata pelajaran di luar kelompok yang diambilnya. Berikut testimoni para guru dijenjang SMA/SMK tentang Kurikulum 2013. Mereka optimistis dengan kurikulum baru ini, lulusan yang dihasilkan lebih baik, karena menyatunya sikap, pengetahuan, dan keterampilan dengan utuh. z

Siti Mutmainah

Andi Bustam

Guru Bahasa Indonesia SMAN 48 Jakarta

Kepala MA Al MuďŹ d Teluk Pandan, Kutai Timur

AWALNYA kami masih bertanya-tanya tentang Kurikulum 2013. Melalui pelatihan kami kini sudah bisa membuat RPP walau belum sempurna. Di Kurikulum 2013 ini siswa lebih aktif dalam proses belajar, karena keterampilan yang diutamakan. Jadi ada penyatuan sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Dari segi pembelajaran lebih enak kurikulum baru, karena siswa yang aktif sedangkan guru berfungsi sebagai fasilitator. Hasil pembelajaran berupa rapor juga ditulis dengan lebih detail dan berupa deskripsi, sehingga orang tua juga lebih mengerti tentang perkembangan anak di sekolah.

KURIKULUM baru ini lebih simpel, jika dulu satu mata pelajaran murid harus membawa beberapa buku sehingga harus membawa beban berat dan tas besar, dengan penerapan kurikulum baru ini murid bisa membawa buku yang jumlahnya sedikit. Di Kurikulum 2013 ini murid punya buku panduan murid dan guru juga memperoleh buku panduan guru, sehingga di dalam kelas bisa terjadi interaksi yang bagus. Menurut saya, walaupun kurikulum ini sudah bisa dilaksanakan tetapi guru masih memerlukan pelatihan lanjutan karena bagaimana pun Kurikulum 2013 ini adalah hal baru. Pelatihan lanjutan perlu terus dilakukan agar guru bisa memberikan materi dengan baik untuk memancing siswa dapat aktif di dalam kelas.

Suharja

Rielfosto Durin

Wakil Kepala Sekolah Bagian Kurikulum SMAN 1 Klaten

Guru Bahasa Indonesia SMKN 4 Jakarta

UNTUK Kurikulum 2013 dijenjang SMA, buku yang ada dan pelatihan memang baru 3 bidang studi: matematika, sejarah, dan bahasa Indonesia. Untuk lebih memperlancar penerapan kurikulum baru ini saya download berbagai bahan dari BSNP mengenai modul, peraturan dan juga bahan lain seperti dari blog guru mengenai Kurikulum 2013. Untuk kultur di sekolah ini cukup baik, sehingga dengan bahan-bahan yang bisa dicari dengan mandiri tersebut guru-guru selain mata pelajaran yang tiga tadi juga sudah mulai mengerti. Harapan saya ke depan, buku pegangan dan pelatihan untuk pelajaran lain juga dapat segera diberikan, sehingga penerapan kurikulum baru ini dapat dilaksanakan secara menyeluruh.

SECARA umum pelatihan ini sangat bermakna, kami memperoleh banyak pengetahuan untuk memperbaiki hal-hal yang kurang dalam kurikulum sebelumnya saat penerapan kurikulum baru ini. Menurut saya Kurikulum 2013 sudah bisa diterapkan mulai tahun pelajaran baru ini. Apalagi yang mengikuti pelatihan banyak guru-guru senior dan berpengalaman. Penerapan kurikulum bisa dilaksanakan karena ini matang, sudah ada buku untuk siswa, buku untuk guru dan bahan pelajaran juga mudah dicari.

INFORIAL


emerdekaan merupakan jembatan emas masa depan. Karena itu, kemerdekaan yang telah diberikan pada pejuang dan founding father Indonesia, harus dijawab ukuran-ukurannya dengan berbagai karya nyata. Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Supriadi Rustad, menyatakan hal tersebut, saat ditemui di tempat kerjanya beberapa waktu lalu. “Jadi ketika nanti kemerdekaan Indonesia ini sudah berumur 100 tahun, maka dalam ukuran usia manusia, hal itu berarti sudah bukan pada taraf dewasa apalagi tumbuh kembang, tapi sudah harus pada taraf senior,� ujarnya. Pada tahun 2045, sambungnya, Indonesia sudah harus jauh lebih maju dari sekarang. Tidak ada cara lain, kecuali melalui jalur pendidikan. Sebab, kemerdekaan dan kemajuan suatu bangsa tergantung dari kemerdekaan serta kemajuan pendidikannya. Karena itu, Kemendikbud melalui Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Diktendik) melakukan serangkaian upaya untuk memperjuangkan, mempertahankan dan memajukan pendidikan seluruh tumpah darah Indonesia, dengan menyiapkan guru dan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), melalui berbagai programnya terutama melalui Program Sarjana Mendidik Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM3T), untuk mencetak guru masa depan nan paripurna. Program SM3T merupakan program pengabdian sarjana pendidikan untuk berpartisipasi dalam percepatan pembangunan pendidikan di daerah 3T

K

KALAU tidak bisa mencetak atau mendidik guru yang baik, maka masa depan suatu bangsa akan buruk.

INFORIAL

MENYIAPKAN GURU MASA DEPAN selama satu tahun, sebagai upaya mengatasi kekurangan guru sekaligus sebagai penyiapan pendidik profesional. Ini salah satu upaya menyiapkan guru-guru andal masa depan, mereka digembleng mentalnya, komitmennya, kreatifitasnya, kedisiplinan dan daya juangnya. Selain tugas mengajar di kelas, peserta SM3T juga aktif dalam pemberdayaan masyarakat dan membaur dalam berbagai aktivitas sosial. Hal itulah yang membuat beberapa instansi seperti UP4B (Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat), Kemenkokesra, Kejaksaan Agung dan instansi lainnya tengah menjalin kerjasama melalui program ini. “Bahkan ada satu tugas mulia lainnya. Peserta SM3T ini juga kita minta untuk mencari dan merekomendasikan putra-putri terbaik lulusan SMA/SMK di daerah sekitar penugasan, untuk dididik menjadi sarjana pendidikan sekaligus bersertifikat pendidik, melalui Program Pendidikan Profesi Guru Terintegrasi

(PPGT). Anak-anak ini dididik di LPTK terbaik, berbeasiswa penuh dan berasrama. Kelak setelah lulus diharapkan mereka kembali mengabdi dan membangun daerah asalnya� tambah Agus Susilohadi, Kasubdit Program & Evaluasi, Ditjen Dikti. Di samping itu, karena penugasan peserta SM3T ini dilaksanakan dengan pola


KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

dan memilih anak-anak terbaik dan terpilih itu, maka lembaganya harus ditata. “Jangan sampai, anak-anak terbaik dan terpilih itu, masuk ke dalam proses pendidikan di lembaga yang tidak baik. Karena itu, LPTK harus ditata,” ujarnya. Supriadi Rustad menjelaskan, sekarang ini belum ada seleksi masuk ke LPTK yang berlaku nasional. Perguruan tinggi negeri memang sudah melakukannya seperti SMPT, UMPTN, SBMPTN maupun lainnya. Tapi di perguruan tinggi swasta kan belum ada, sementara LPTK ini terdiri dari negeri dan swasta, yang jumlahnya sudah banyak, lebih dari 400 LPTK. Rekruitmen guru nanti tidak boleh hanya lulusan S-1, tapi juga harus lulusan pendidikan profesi guru. Karena itu, LPTK harus ditata dan dirumuskan. -standarnya. Dalam Seminar dan Lokakarya (Semiloka) “Menyiapkan Guru Masa Depan” yang digelar di Jakarta, 3-4 Juli 2013, dibahas mengenai definisi, prasyarat, standar serta reward and punishment LPTK. “Di semiloka itu disebutkan perlunya standar LPTK ini. Jadi LPTK masa depan saling silang dengan daerah asal peserta, maka terjadi proses perekatan budaya, nasionalisme serta kebangsaan generasi muda bangsa. Dus, selain pemerataan akses pembangunan pendidikan di seluruh wilayah Indonesia, program ini juga menjadi media efektif untuk memperkokoh NKRI, pembangunan ekonomi hingga teknologi. “Kita memang mendambakan, guru yang bukan sekadar pekerja. Kita ingin sosok guru yang penyayang, yang penuh dengan watak Ibu Pertiwi,” ujarnya. Karena sesungguhnya, tambah Supriadi Rustad, masa depan suatu bangsa ada di tangan guru. Kalau tidak bisa mencetak atau mendidik guru yang baik, maka masa depan suatu bangsa akan buruk. Sebaliknya, kalau mampu menciptakan sistem dengan guru-guru yang hebat, tekanan dan persaingan apa pun, bisa diatasi serta dimenangkan. “Peran guru itu memang harus di depan. Kita ingin guru yang kualitasnya super, yang hebat. Kalau bisa jangan sembarang orang bisa menjadi guru. Jadi, hanya orang-orang terbaik dan terpilih saja,” kata dia. Karena itu, persoalan guru ini harus ditangani secara baik. Kuncinya ada diinputnya, untuk menyaring anak-anak terbaik dan terpilih. Nah, untuk merekrut

Supriadi Rustad Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ditjen DIKTI

yang kita cita-citakan adalah LPTK yang betul-betul fokus menggarap bidang-bidang pendidikan, bukan disambi-sambi, dan didukung oleh dosen-dosen yang handal, serta dilengkapi sarana penunjang yang memadai, seperti micro teaching, asrama dan labschool atau minimal sekolah mitra” kata Supriadi. Hal ini juga merupakan komitmen dan upaya untuk memenuhi amanat Undang Undang, yang menyatakan bahwa pemerintah wajib melakukan pendidikan berasrama dan berikatan dinas. Meski kewajiban implementasinya pada tahun 2016, namun langkah-langkah penerapannya sudah harus dimulai sejak sekarang. Hal tersebut diamini dan diperkuat pucuk pimpinan Ditjen Pendidikan Tinggi, Djoko Santoso. Dia menyatakan

bahwa yang fundamental, jika berbicara mengenai menyiapkan guru masa depan, maka kita berbicara mengenai yang mengajar alias guru. “Karena itu, yang harus kita lakukan, tidak ada lain, kecuali satu, memperbaiki mutu guru. Nah, kalau kita berbicara mengenai memperbaiki mutu guru, kita berbicara tentang yang mencetak guru alias produsen guru. Nah, produsen guru ini namanya Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK),” kata Djoko. Institusi pendidikannya pun sekarang ini, semuanya tidak lagi menyebut dirinya sebagai institusi yang mendidik keguruan dan mengembangkan ilmu pendidikan. Kalau dulu kan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP). “Artinya apa, dia itu mendidik calon guru dan mengembangkan ilmu pendidikan. Ya kalau sekarang kan berubah, lha wong namanya menjadi universitas semua. Itu tidak apa-apa. Tetapi yang tidak boleh adalah, kalau LPTK tidak bangga lagi mendidik calon guru,” tuturnya. Karena itu, sambungnya, mau tidak mau pola pikirnya harus dikembalikan lagi bahwa mendidik calon guru itu

Djoko Santoso Dirjen DIKTI

suatu kebanggaan tersendiri, malah seharusnya lebih bangga lagi. Sebab, mendidik calon guru itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Jika mendidik calon guru tetapi tidak mengetahui ilmu keguruan dan kependidikan, nantinya malah keliru. Karena itu, harus ada keilmuan yang lebih tinggi lagi, karena dia mendidik untuk menjadi bentuk lainnya lagi, bukan untuk menjadi seperti dia dan harus sesusai dengan tingkat kebutuhannya. “Jadi, Ilmu keguruan itu membutuhkan ilmu tersendiri. Bukan ilmu pendidikannya, tapi ilmu keguruannya itu,” katanya. Selain itu, fasilitas pendidik dan pendidikan terutama kesejahteraan guru harus terus diupayakan meningkat seiring dengan tuntutan atas kualitas mutu pendidikan. z INFORIAL


RUMAH BUDAYA DI MANCANEGARA

MENGHADIRKAN INDONESIA

DI LUAR NEGERI

KEHADIRAN RUMAH BUDAYA di beberapa negara adalah salah satu program Kemdikbud untuk menghadirkan Indonesia di mancanegara. Ini adalah salah satu tugas di jajaran Dirjen Kebudayaan untuk menjadikan kebudayaan sebagai alat diplomasi kultural. rof Kacung Marijan, Dirjen Kebudayaan Kemdikbud mengatakan, sedikitnya ada empat tugas harus dilakukan jajaran Kebudayaan. Pertama, melakukan konservasi warisan nenek moyang, baik yang sudah ditemukan maupun yang masih tersimpan. Ini perlu dilakukan agar budaya tersebut tidak hilang. Kedua, melakukan adopsi dan adaptasi terhadap budaya-budaya lain atau budayabudaya baru, sebagai usaha memperkaya kebudayaan. Ketiga, menjadikan kebudayaan sebagai alat diplomasi kultural. Hal ini karena kebudayaan dipercaya mampu membangun masyarakat dunia yang damai dan harmonis. Jika ketiga tugas tersebut berhasil dijalankan dengan baik, maka tugas keempat, yaitu kebudayaan memiliki peran untuk meningkatkan kesejahteraan.

P

INFORIAL

Rumah Budaya Indonesia adalah pendekatan strategis untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia di lingkungan internasional. Melalui benchmarking dengan pusat-pusat kebudayaan asing di Indonesia, kini telah disiapkan kehadiran Rumah Budaya Indonesia di beberapa negara. Konsep dari Rumah Budaya di mancanegara merupakan wadah representasi kebudayaan suatu negara yang dihadirkan di luar negeri untuk menyandang fungsi dan peran antara lain; wahana apresiasi dan presentasi kekayaan dan keragaman budaya suatu negara (culture expression/presentation); wahana pengenalan dan pembelajaran budaya (culture learning); dan alat pengembangan citra dan peran dalam pembangunan kebudayaan serta peradaban dunia.

Pada tahap awal telah dijajaki untuk menghadirkan Rumah Budaya di Amerika Serikat, Belanda, Prancis, Jerman, Turki, Jepang, Timor Leste, dan Australia. Melalui Rumah Budaya diharapkan Indonesia dapat lebih dikenal luas oleh masyararakat internasional, khususnya penguatan pengakuan internasional akan ikon-ikon budaya Nusantara baik yang tangible maupun intangible. Keinginan Indonesia lebih berperan dalam pembangunan kebudayaan di tingkat dunia juga menjadi tekat Pemerintah. Kementerian telah menyiapkan rencana pertemuan World Culture in Development Forum (WCF), di Bali, pada November 2013 mendatang. Melibatkan negara-negara di seluruh dunia untuk menghasilkan agenda pembangunan kebudayaan internasional, yang disepakati secara bersama, guna menjaga keselarasan antara bangsabangsa, menghargai keunikan dan keragaman, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat global, WCF diharapkan mampu menjadi “Global Home� bagi pelaksanaan diskusi tentang kebudayaan di tingkat internasional. WCF juga diharapkan dapat menjadi agenda tahunan bagi pertemuan internasional di bidang kebudayaan yang akan diselenggarakan secara berkelanjutan. Disadari, kebudayaan akan menjadi instrumen yang dapat menyatukan masyarakat dunia untuk dapat bekerja sama, bersinergi, dan berkolaborasi dalam pemecahan masalah global melalui kekuatan yang disebut soft power. Kekuatan budaya sebagai katalis dalam pembangunan yang berkelanjutan merupakan tema yang akan diangkat dalam rencana pelaksanaan WCF. Melalui WCF pula, diharapkan dapat dihasilkan kebijakan-kebijakan internasional di bidang kebudayaan yang nantinya menjadi bagian integral dari agenda Sustainable Development Goals (SDGs). z


KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

REGISTRASI PRODUK BUDAYA,

MEMPERMUDAH PELESTARIAN KEMBALINYA BIDANG KEBUDAYAAN ke Kementerian Pendidikan, menjadi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, bukan pada perubahan nomenklatur dan organisasi saja, tapi ada yang membedakan. Apa itu? Fokus terhadap bidang kebudayaan itu sendiri. Titik perhatian di dalam pengembangan Kurikulum 2013 pun, bidang kebudayaan menjadi bagian melekat, tidak terpisahkan saat mendesain kurikulum. anyaknya warisan budaya yang kita miliki menjadi tantangan tersendiri. Di tengah arus globalisasi, upaya melestarikan dan mengembangkan kebudayaan yang telah diwariskan nenek moyang, salah satunya. Upaya pelestarian ini adalah langkah strategis untuk menjaga agar identitas bangsa tetap bertahan dan hidup. Sebagai upaya pelestarian warisan budaya dunia, Pemerintah harus mampu menjadi mitra UNESCO, yang memiliki peran besar dalam membantu pelestarian warisan budaya dunia. Kita setuju dengan ucapan bahwa warisan dunia bukan hanya sekadar label, tapi lebih kepada pesan yang dibawa untuk digunakan oleh tiap generasi. Melestarikan kebudayaan bukanlah sebuah pekerjaan mudah, memerlukan komitmen dan kerja keras semua pihak. Salah satu tantangan yang harus dijawab adalah perkembangan globalisasi, modernisasi, dan populasi penduduk dunia, yang dikhawatirkan dapat mengubah keberadaan situs dan kawasan ber-

B

sejarah. Sebab itu, pelestarian situs dan kawasan peninggalan sejarah menjadi agenda utama berbagai negara, termasuk Indonesia, agar peradaban dunia bisa terus dinikmati oleh generasi mendatang. Untuk mempermudah pelestarian sekaligus pengembangan kebudayaan, kita harus mencatatkannya di UNESCO. Tujuannya, untuk melindungi warisan budaya itu sendiri. Namun, tidak semua warisan budaya serta merta diajukan ke UNESCO. Dalam mengajukan apakah warisan

tersebut layak atau tidak untuk diakui dunia, Kemdikbud telah membentuk tim untuk mengevaluasinya agar pengusulan ke UNESCO tidak sia-sia. Memang sejauh ini, tiap usulan diterima dan diakui sebagai warisan budaya dunia, seperti batik, wayang, keris, angklung, subak, dan noken. Sebagai langkah awal, dilakukan registrasi dan pendataan produk-produk budaya yang banyak tersebar di seluruh Nusantara. Dalam hal ini peran pemerintah daerah sangatlah besar. Bukan hanya nama produk budaya yang didata, tapi juga sejarah, nilai, dan pesan moral dalam tiap produk budaya tersebut. Registrasi produk-produk budaya di tiap daerah akan bermuara ke registrasi produk budaya nasional, sehingga nanti Indonesia memiliki data lengkap tentang produk budayanya. Kalau Indonesia telah berhasil melakukan pendataan produkproduk budayanya, akan makin banyak produk budaya Indonesia yang diakui dunia dan diharapkan tidak ada lagi klaim dari negara lain. Inilah harapan kita semua. z INFORIAL


Kementerian Pemuda dan Olahraga

Yayasan Dharma Bhakti Astra

Pemanfaatan IT pada Paskibraka 2013

Ayo Bergabung di Konvensi UKM

sai dibuka Menteri Pemuda dan Olahraga KRMT Roy Suryo, anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (PASKIBRAKA) Nasional 2013 mendapatkan pelatihan intensif sejak 22 Juli sampai menjelang perayaan Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2013, di Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional (PP-PON), Cibubur, Jakarta Timur. Salah satu materi yang akan mereka terima adalah pelatihan pemanfaatan kemajuan informasi dan teknologi bagi pengembangan kepemudaan. Materi pelatihan IT ini akan diberikan staf ahli IT Kementerian Pemuda dan Olahraga Richardus Eko Indrajit dan Heru Nugroho. Menpora memberikan perhatian khusus pada sesi ini dengan turut hadir selama pembekalan materi berlangsung. Pembekalan materi berlangsung pada Kamis, 1 Agustus 2013. Materi ini bertujuan untuk melengkapi kedisplinan dan kecerdasan seluruh anggota PASKIBRAKA menjadi pemimpin masa depan yang melek terhadap kemajuan teknologi informasi di masa depan. z

alam rangka merayakan ulang tahun ke33, Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) mempersembahkan acara konvensi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dengan tema “Inspirasi untuk Berbagi”, pada 23 - 24 Agustus 2013, di Gedung SMESCO, Jakarta. Acara ini akan diramaikan kegiatan seperti seminar, pameran dan pesta UKM. Acara dimeriahkan artis-artis Ibu Kota seperti Wali, Fatin, Ayu Dewi, The Icons dan Katakita. Menariknya, pengunjung juga dapat mengikut berbagai lomba dengan hadiah jutaan rupiah. Acara ini terbuka untuk umum dan gratis. Silakan klik www.ydba.astra.co.id. YDBA menjalankan program tanggung jawab sosial Astra dengan fokus pada Usaha Kecil dan Menengah. Hingga saat ini YDBA telah membina 7.722 UKM yang meliputi sub-kontraktor terkait value chain bisnis Astra, manufaktur tidak terkait bisnis Astra, bengkel mitra Honda, AHASS (Astra Honda Authorized Service Station), bengkel umum roda empat, bengkel umum roda dua, perajin dan petani. z

Singapore Airlines

KAGUM Hotels

Tingkatkan Frekuensi Penerbangan

Buka Puasa Bersama 1000 Anak Yatim

U

erhitung mulai Jumat, 26 Juli 2013, Singapore Airlines meluncurkan penerbangan kesembilan menuju Jakarta yang juga secara bersamaan akan meluncurkan penerbangan keempat menuju Denpasar (Bali). Hal ini berkaitan dengan komitmen peningkatan frekuensi penerbangan ke Jakarta dan Bali. Singapore Airlines saat ini melayani 56 kali penerbangan per minggu menuju Jakarta – yang merupakan frekuensi penerbangan terbanyak dibandingkan destinasi-destinasi lainnya dalam jaringan maskapai tersebut – serta 21 kali penerbangan per minggu menuju Denpasar. “Indonesia merupakan salah satu pasar terpenting bagi Grup Singapore Airlines, hal tersebut tercermin dari tambahan frekuensi penerbangan menuju Bali dan Jakarta. Layanan penerbangan baru ini akan memberikan pilihan penerbangan menuju dan dari Indonesia yang lebih beragam bagi pelanggan kami, serta kemudahan perjalanan menuju Singapura dan destinasi-destinasi lainnya di dalam jaringan kami,” kata Lee Wen Feng, Senior Vice President Marketing Planning Singapore Airlines. z

T

D

elalui KAGUM Social Responsibility, KAGUM Hotels, manajemen perhotelan berbasis di Kota Bandung, menggelar Buka Puasa Bersama 1000 Anak Yatim, Piatu dan Dhuafa, dari 21 – 26 Juli 2013. Sebagai perwujudan kepedulian di bulan Ramadan, serta menyambut Hari Anak Nasional 2013. Acara yang merupakan kali pertama ini digelar di 6 kota (Jakarta, Bogor, Yogyakarta, Bandung, Bontang dan Bali). Kegiatan ini merupakan kerja sama dari hotel-hotel di bawah jaringan KAGUM Hotels berdasarkan area atau kota. Dimana untuk Jakarta dipersiapkan oleh Hotel Oak Tree Urban Mahakam Jakarta dan Hotel Serela Kartini, di Bandung dipersiapkan oleh 12 jaringan KAGUM Hotels dan Zodiak Hotels, di Yogyakarta dipersiapkan oleh 3 hotel, yaitu Grand Tjokro Yogyakarta, Grand Tjokro Klaten dan Zodiak @ Cokro Yogyakarta, dan di Bali, disiapkan oleh 4 hotel, yaitu Amaroossa Suite Bali, Serela Kuta Bali, Sun Royal Bali dan Gino Feruci Villa Lovina. Tidak hanya berbuka puasa bersama, anak-anak juga diberikan sisi edukasi dan kreativitas selama mengikuti acara. z

M


SUPLEMEN

RUMAH SAKIT

Rumah Sakit Pemerintah Pun

Bisa Juara a KESAN kumuh, berjejal dan kurang sehat, sepertinya bakal menjadi cerita masa lalu untuk rumah sakit pemerintah di negeri ini. RSUPN dr Cipto Mangunkusumo (Jakarta) dan RSUP Sanglah (Denpasar), telah membuktikan bahwa rumah sakit pelat merah bisa berubah menjadi

DIPRODUKSI OLEH TIM INFO TEMPO | FOTO: BENNY, HENDRA KUSUMAH, DOK. RSUP SANGLAH

lebih baik, bahkan bersaing di kelas dunia. Kini tak hanya keselamatan pasien, tapi juga keselamatan tenaga medis dan lingkungan menjadi patokan layanan di rumah sakit pemerintah yang sudah berhasil meraih akreditasi internasional dari Joint Commission International ini.z


SUPLEMEN

RUMAH SAKIT

eberhasilan RSUPN dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan RSUP Sanglah yang berhasil meraih akreditasi internasional dari Joint Commision Internasional (JCI) pada April 2013, boleh jadi telah menyadarkan kita semua bahwa ternyata rumah sakit pelat merah di negeri ini mampu berada di jajaran rumah sakit kelas dunia lainnya. “Sangat membanggakan,” ujar Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Prof Dr dr. Akmal Taher, Sp.U(K). Asal tahu saja, prestasi tersertifikasi JCI bagi rumah sakit (RS) pemerintah merupakan suatu perjuangan besar dan menuntut pengorbanan moril dan materil serta waktu yang tidak kecil. “Mereka memiliki komitmen untuk berubah. Semua jajaran pimpinan dan stafnya kompak dan tak patah semangat untuk terus membangun perubahan itu. Sehingga prosesnya dilakukan dengan sadar dan disiplin,” katanya panjang lebar. Ada tiga hal yang bisa kita lihat saat menilai sebuah rumah sakit. Paling tidak begitu disebutkan mantan Direktur Utama RSCM, ini. “Yaitu akses, kualitas dan pembiayaan,” katanya. Apakah rumah sakit itu bisa diakses oleh masyarakat? Apakah kualitasnya sudah memadai? Apakah pembiayaannya pantas? Di usia kemerdekaan yang ke-68 ini, Indonesia telah memiliki 2.162 rumah sakit dan 832 (38 persen) di antaranya adalah rumah sakit pemerintah dengan berbagai kepemilikan (Kemenkes, Pemda Provinsi, Pemda Kabupaten/Kota, Kementerian Lainnya, dan TNI/POLRI). Bicara soal kualitas, sejak 1995, pemerintah telah menerapkan standar mutu pelayanan RS melalui akreditasi RS yang dilaksanakan oleh Komisi Akreditasi RS (KARS). Hingga wawancara berlangsung, jumlah yang sudah terakreditasi ada 1277 RS. Sejak Juni 2012, KARS telah menerapkan instrumen akreditasi versi 2012 dimana standar tersebut 75 persen mengacu pada JCI Edisi IV sebagai referensi utamanya dengan menambahkan pula pada standar yang dinilai pencapaian MDGs (terutama untuk standar kesehatan ibu dan anak). Kualitas KARS sebagai lembaga yang melakukan akreditasi terus ditingkatkan. Tak lama lagi KARS akan diakreditasi oleh ISQUA yaitu Badan Sertifikasi Internasional yang melakukan akreditasi terhadap semua Badan Sertifikasi Akreditasi. ISQUA ini juga yang telah melakukan

K

DIPRODUKSI OLEH TIM INFO TEMPO

Petugas medis RS Jantung Harapan Kita sedang melakukan persiapan scan terhadap pasiennya. HENDRA KUSUMAH

Si Pelat Merah yang Semakin Bersinar Semua jajaran pimpinan dan staf rumah sakit kompak dan tak patah semangat untuk terus membangun perubahan itu. DOK. KEMENTERIAN KESEHATAN

Prof Dr dr Akmal Taher, Sp.U(K) Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan RI

akreditasi pada JCI. JCI sendiri dipilih karena berbagai pertimbangan. Antara lain, lembaga internasional ini banyak bekerja sama dengan sejumlah lembaga asuransi sehingga kelak akan memudahkan pasien dalam mengakses RS yang telah terstandarisasi JCI. Menurut Akmal, JCI juga sangat dinamis, setiap tahun parameternya berubah atau bertambah sesuai dengan kondisi terbaru. Sehingga RS yang terakreditasi JCI jika ingin mempertahankan prestasinya akan terpacu untuk terus mempertahankan dan meningkatkan kualitasnya

sesuai perubahan zaman. Keberhasilan RSCM dan RS Sanglah meraih akreditasi JCI, ini menurut Akmal Taher membuat proses akreditasi internasional akan lebih ‘mudah’dilaksanakan oleh rumah sakit pemerintah lainnya. “Tidak benar ada anggapan bahwa pegawai pemerintah tidak bisa berprestasi dengan bagus di Indonesia. Dua RS itu sudah membuktikannya,” katanya. Diakui, proses akreditasi ini selain menguras tenaga karena perubahan itu, juga pastinya merogoh dana yang tidak sedikit. Tapi bukan berarti jika uangnya terbatas, maka mereka tidak bisa berubah menjadi lebih baik, “Paling tidak cara kerja serta budayanya dulu berubah menjadi lebih baik , juga sistemnya diperbaiki,” kata Akmal Taher menambahkan. Pada 2014 ini, diharapkan ada tiga RS pemerintah lagi yang tersertifikasi JCI. Yaitu RSUP Dr Sardjito (Yogyakarta), RSUP Dr Wahidin Sudiro Husodo (Makassar), dan RSUP Adam Malik (Medan). Keberhasilan RSCM dan RSUP Sanglah sepertinya menjadi momen perubahan bagi rumah sakit pelat merah lainnya untuk memberikan pelayanan lebih profesional, berkualitas dan better, cheaper, easier, faster, terutama bagi pasien yang dalam kondisi kritis yang memerlukan layanan di rumah sakit. zSUSANDIJANI


RS JANTUNG HARAPAN KITA aat terkena serangan jantung, waktu menjadi amat berharga. Semakin cepat pasien ditangani, risiko kematian kian kecil. Itulah tujuan utama Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPDHK) mendirikan Sistem Jaringan Jakarta Cardiovascular Care Unit (CCU). Dalam sistem ini, pasien yang mengalami gejala serangan jantung--dalam bahasa medis disebut infark myokard akut-dapat segera mendatangi puskesmas atau rumah sakit umum daerah terdekat. Misalnya, ketika pasien merasakan nyeri dada. Di pusat kesehatan yang didatanginya, pasien akan menjalani pemeriksaan EKG (elektrokardiograf). Datanya kemudian dikonfirmasi melalui “Heart Line” 5682424 ke Rumah Sakit Harapan Kita. “Tim ahli di Harapan Kita akan segera mendiagnosis pasien untuk ditentukan tindakan selanjutnya dengan cepat,” ujar Direktur Utama RSJPDHK, Dr.dr. Hananto Andriantoro, Sp.JP(K) FIHA, FICA. Sebagai pusat jantung nasional, RSJPDHK bertanggung jawab terhadap kualitas pelayanan kardiovaskular di Indonesia. Kini di seluruh Jakarta ada 44 Puskesmas dan 6 RSUD yang sudah tergabung dalam Sistem CCU. RSJPDHK juga telah memiliki sejumlah layanan unggulan yang dilengkapi teknologi terkini. “Bukan hanya menjadi unggulan di Indonesia, tapi di Asia-Pasifik,” ujar Hananto. Beberapa prosedur yang menjadi unggulan RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita antara lain Cardiac Resynchronization Therapy, pemasangan Automatic Implantable Cardioverter Defibrillators, dan prosedur Left Atrial Appendage untuk kasus aritmia.

S

SECANGGIH apapun teknologi untuk pengobatan penyakit jantung, yang terbaik adalah deteksi dini.

LAYANAN UNGGULAN RS JANTUNG HARAPAN KITA

DARI HEART LINE HINGGA DETEKSI DINI UNTUK PROFESIONAL

Dr.dr. Hananto Andriantoro, Sp.JP(K) FIHA, FICA, Direktur Utama RSJPDHK.

Bagi pasien hipertensi, dengan tekanan darah yang tidak juga turun meski sudah diberi 3 higga 4 macam obat tersedia Renal Denervation Therapy. Prosedur rutin lainnya adalah operasi katup jantung dengan Minimal Invasive Cardiac Surgery. Pada tindakan ini, kata dr. Tri Wisesa Soetisna, SpB, SpBTKV(K), FICA Direktur Pelayanan RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, dada pasien tidak perlu lagi dibuka. “Cukup dengan lubang sebesar 5 sentimeter dari tulang iga,” ujarnya. “Minimal surgery ini ini juga bisa dilakukan pada operasi bypass jantung, sehingga tidak terlalu banyak bagian dada yang dibuka.” Ada kalanya operasi bypass tak dimungkinkan lagi pada pasien

tertentu. “Untuk ini ada terapi noninvasif Extracorporeal Shockwave Myocardial Revascularization,” Tri Wisesa menambahkan. Secanggih apapun teknologi untuk pengobatan penyakit jantung, yang terbaik adalah deteksi dini. “Deteksi dini itu untuk mereka yang sehat, namun berisiko tinggi terkena penyakit jantung koroner,” kata Hananto. Mereka yang berisiko tinggi, di antaranya, laki-laki di atas usia 40 tahun dan wanita yang telah memasuki masa menopause, juga karena profesinya. “Mereka adalah populasi orang yang memiliki tanggung jawab luar biasa seperti pilot, manajer, atau pejabat,” ujar Hananto. Untuk deteksi dini, RSJPDHK mengadopsi metode dan teknik-teknik terbaik. Metode tersebut, antara lain dengan mengukur Intima Media Thickness (IMT) atau ketebalan dinding arteri, Ankle Brachial Index (ABI) atau rasio tekanan darah kaki dan lengan atas, serta teknik flow mediated dilatation untuk mengukur fungsi endothel. Teknik deteksi dini berbeda dengan general check up atau treadmill yang biasa dilakukan untuk mendeteksi penyakit jantung. “Sensitivitas treadmill hanya sekitar 70 persen. Sering terjadi, pasien dengan hasil treadmill yang baik, ternyata dinding pembuluh darah sudah mengalami penebalan,” ujar Dr. dr. Iwan Dakota, SpJP(K), FACC, FESC, FSCAI Direktur Umum dan SDM RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita. z INFORIAL


RSUPN DR CIPTO MANGUNKUSUMO

WORLD CLASS HOSPITAL

YANG MENOLONG, MEMBERIKAN YANG TERBAIK ndai dr Cipto International) di RSCM. Rupanya momen Mangunkusumo bisa tersebut menjadi titik awal yang bersejarah menyaksikan, boleh jadi tidak saja bagi RSCM namun juga bagi beliau yang paling bangga rumah sakit pemerintah di Indonesia. dengan begitu banyak Yaitu dengan diberikannya penugasan perubahan yang terjadi pada bangunan kepada RSCM untuk menjadi rumah sakit seluas 14 hektare dengan 21 gedung pemerintah yang berstandar internasional besar di belakang pada akhir 2012. Standar patungnya yang berdiri JCI menurut Dr Heriawan kokoh dekat pintu menjadi instrumen yang masuk gedung utama sangat ampuh untuk secara sebuah rumah sakit yang terstruktur mengubah mengabadikan namanya. sistem menjadi lebih baik. Bukan saja setiap ruang JCI sendiri adalah sebuah gedungnya yang sekarang badan akreditasi pelayanan bertambah benderang, kesehatan terbesar di bersih dan nyaman. Tapi Amerika Serikat, yang semangat menolong dan selama lebih dari 75 tahun melayani yang dulu begitu telah mensurvei sekitar 16 melekat pada dr Cipto saat Dr dr Czeresna Heriawan ribu program pelayanan Soejono, Sp.PD-KGer, FACP kesehatan di berbagai aktif menjadi dokter dan saat menolong wabah patek Direktur Utama RSCM negara melalui proses pada waktu itu. kini sudah akreditasi. Misi JCI adalah menjadi ruh 7300 pekerja dan peserta meningkatkan mutu dan keselamatan didik yang tergabung dalam 73 unit kerja pelayanan kesehatan di komunitas serta 167 sub-spesialisasi tersebut. internasional. Berubah menjadi sosok baru RS Jumlah pegawai yang sangat banyak, Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) luas dan keberagaman usia gedung kini, tentu bukan perkara mudah. menjadi tantangan besar RSCM Begitu banyak perjuangan yang telah dilakukan mengingat begitu beragam isi serta luasnya bangunan yang sudah berusia 93 tahun. “Banyak yang harus diubah, termasuk budayanya karena MESKI terkait pada pembiasaan,” ujar Direktur Utama RSCM, Dr dr Czeresna Heriawan telah terakreditasi Soejono, Sp.PD-KGer, FACP. secara internasional, Pada awal 2011, Direktur Utama tarif RSCM masih tetap RSCM pada saat itu, Prof. Dr. dr. Akmal Taher, SpU (K) bersama Dr dr Czeresna bisa terjangkau oleh semua Heriawan Soejono, Sp.PD-KGer, FACP lapisan masyarakat. yang saat itu menjabat sebagai Direktur Medik dan Keperawatan, menghadap Dirjen Bina Upaya Kesehatan, mendiskusikan rencana pelaksanaan akreditasi JCI (Joint Commision

A

INFORIAL

sebagai Pusat Rujukan Nasional dalam menerapkan 14 chapter JCI yang berisikan 320 standar dengan 1.222 elemen pengukuran yang dinilai. Proses perubahan itu sendiri jelas tak mudah, banyak pengorbanannya, termasuk bekerja 7 hari kali 24 jam seminggu. Untunglah ada semangat kebersamaan dan kesamaan persepsi terhadap standar pada seluruh pegawai , juga keteladanan para pimpinan rumah sakit dan lainlain yang rajin melakukan tracer di lapangan yang kemudian membantu berlangsungnya perubahan tersebut. Standar pelayanan ini diterapkan bagi seluruh pasien tanpa memandang status atau golongan ekonomi. Ini karena standar JCI menuntut keseragaman pelayanan di satu rumah sakit, meminta tenaga kesehatan untuk memiliki target yang terukur dalam setiap tindakan atau pengobatan yang dilakukan, menjamin keberlanjutan perawatan sesuai kebutuhan medis sehingga tata laksana pasien dapat lebih efisien dan efektif. “Contohnya, semua pasien gawat darurat yang perlu penanganan harus ditolong dalam 3 x 24 jam tanpa disulitkan masalah administrasi dulu,” ujar Dr Heriawan. Perubahan lainnya yang paling sederhana adalah ketersediaan sarana pencuci tangan (handrub) pada setiap ruangan dan setiap tempat tidur. “Juga eye washer di tempat yang rawan terkontaminasi matanya dan shower untuk dekontaminasi yang semuanya terstandar WHO,” ujar Dr Heriawan. Sistem yang sudah diterapkan dua tahun ini pun sudah tampak hasilnya. Dibandingkan pada 2010, pengaruh yang terlihat misalnya angka kejadian infeksi aliran darah turun dari 7,04 per mil


menjadi 1,82 per mil dan angka kejadian infeksi luka operasi kotor turun dari 13,3 persen menjadi 2,54 persen. Risiko jatuh pun berkurang sehingga tingkat kehatihatian bisa sampai 98 persen. Kondisi ini jelas efeknya besar sekali, menurut Heriawan, juga berpengaruh pada tingkat keselamatan dan kesembuhan pasien. Fakta lainnya adalah pada semua layanan kini telah diterapkan proses identifikasi pasien sesuai prinsip international patient safety goal (IPSG), termasuk komunikasi efektif saat menerima instruksi verbal, baik pada pasien atau pun keluarga pasien. Jadi jangan kaget jika Anda menjadi pasien atau keluarga pasien, lalu ada yang bertanya apa fungsi peralatan yang dipakai. “Jika yang bersangkutan bisa menjawab pertanyaan, artinya petugas telah berhasil memberikan informasi yang diperlukan,” katanya menambahkan. Anda juga kini tak sulit mencari informasi di RSCM, bahkan dengan menggunakan telepon. “Dalam deringan ketiga, maksimal telepon Anda akan diangkat petugas dengan menyebutkan identitasnya,” katanya. Anda dapat menghubungi Call Center

RSUPN dr Cipto Mangunkusumo pada nomor 500135 Prestasi ini tentu membanggakan dan tak heran jika pada April 2013, RSCM menjadi rumah sakit pemerintah pertama di Indonesia yang terakreditasi dengan standar pelayanan rumah sakit berkelas dunia oleh lembaga mutu internasional JCI. Selain terus mempertahankan dan memperbaiki mutu, RSCM pun terus mengembangkan fasilitas pelayanannya. RSCM Kencana, misalnya, yang telah menerapkan sistem perawatan secara cluster di mana beberapa dokter spesialis menangani satu pasien secara terpadu. “Dengan sistem cluster ini, penyebab sakit bisa lebih cepat ditemukan dan lebih cepat ditangani dengan tepat,” ujarnya. Sistem cluster tersebut sangat penting dilakukan di RSCM, karena sebagai rujukan nasional, RSCM otomatis menjaring kasus-kasus yang amat sangat sulit dan lazimnya membutuhkan lebih dari satu

disiplin ilmu. Bentuk pelayanan terpadu lainnya tercermin juga pada fasilitasnya yang terbaru, yaitu RSCM Kirana. Di sini, semua layanan mata ada di bawah satu atap. Keberadaan RSCM Kirana juga untuk mengantisipasi kebutuhan expertise dokter sub-spesialis serta kehadiran peralatan kedokteran yang lebih maju. Asal tahu saja bahwa 60 persen penyakit mata yang datang ke RSCM FKUI adalah kasus yang sangat sulit dan membutuhkan keahlian serta peralatan canggih. RSCM Kirana juga menjadi tempat pendidikan dan pelatihan ilmu penyakit mata FKUI yang terlengkap di Indonesia. Pelatihan tidak hanya dilakukan di dalam dry lab namun juga wet lab yang merupakan kedua di Asia. Meski telah terakreditasi secara internasional namun bukan berarti tarif RSCM menjadi mahal sehingga sulit dijangkau. Rumah sakit kelas dunia menurut Dr Heriawan pada hakikatnya bukan semata-mata dilihat dari gedung yang megah, fasilitas mewah, alat kedokteran canggih, sehingga mengesankan tarif atau biaya berobat menjadi mahal. “RS kelas dunia harus dilihat dari kinerja pelayanan rumah sakit yang berstandar internasional, berfokus pasien, berstandar keselamatan pasien,” ujarnya. Selain terus menjaga standar mutu yang sudah diraih, RSCM pun tak berhenti berkembang. Target kedepan adalah secepatnya menyelesaikan sarana pelayanan kesehatan terpadu anak dan ibu, meningkatkan daya serap pasien yang harus operasi (terutama dengan tehnik bedah minimal invasif), meningkatkan keterpaduan pelayanan Uro-Nefro (terutama yang memerlukan transplantasi ginjal), meningkatkan keterpaduan pelayanan geriatri dan pasien yang membutuhkan layanan kesehatan jiwa, menjadikan RSCM sebagai pusat pelatihan klinis dan pendidikan terkemuka, serta pemanfaatan teknologi sel punca. Dengan semangat menolong, semoga RSCM menjadi kebanggaan bangsanya sendiri. Semoga banyak pasien puas berobat di negeri sendiri, dan devisa negara pun terselamatkan. Semoga pula semangat dr Cipto menjalar ke setiap rumah sakit di negeri ini. z INFORIAL


SUPLEMEN

RUMAH SAKIT ROFIQI HASAN

Pelayanan dokter dan perawat selalu mengedepankan keramahan untuk menjamin kepuasan pasien.

Semakin Terjangkau Semua Lapisan Masyarakat Berfokus pasien, berstandar keselamatan pasien, serta semakin mudah dijangkau sepertinya menjadi benang merah dari misi di hampir setiap rumah sakit pemerintah sekarang ini. erobat ke rumah sakit, mungkin bagi sebagian besar mereka yang tak mampu merupakan sebuah mimpi buruk. Apalagi jika melihat begitu menterengnya gedung rumah sakit tersebut, mampukah membayar ongkos berobatnya? Apakah akan diperlakukan sama seperti mereka yang mampu? Dan banyak lagi kekhawatiran lain terkait pelayanannya. Kegelisahan itu tampaknya tak perlu lagi terjadi. Paling tidak inilah yang diberikan RSUPN dr Cipto Mangunkusumo dan RSUP Sanglah. Meski dua rumah sakit ini sudah meraih akreditasi internasional, tapi bukan berarti rumah sakit tersebut menjadi sulit dijangkau semua lapisan masyarakat. Direktur Utama RSCM, Dr dr. C. Heriawan Soejono, Sp.PD, Kger.,

B

DIPRODUKSI OLEH TIM INFO TEMPO

menyebutkan,“Meski telah terakreditasi secara internasional namun bukan berarti tarifnya menjadi mahal sehingga sulit dijangkau.” Pun pada 2014 akan diterapkan sistem jaminan kesehatan nasional dimana setiap penduduk harus memiliki jaminan kesehatan. Sistem pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional menggunakan INA CBG yang dihitung dengan sistem paket berdasarkan satuan biaya. Di sinilah kendali biaya menjadi sangat penting untuk berdampingan dengan kendali mutu. Senada dengan RSCM, Direktur Utama RSUP Sanglah, dr Wayan Sutarga, MPHM, pun menepis anggapan bahwa pelayanan berkualitas hanya boleh dinikmati oleh orang-orang kaya atau turis yang datang ke Bali. Peningkatan kualitas, juga disebutkan Sutarga karena RSUP Sanglah merupakan rujukan dan

lokomotif bagi rumah sakit lain di Bali. “Sehingga kualitas yang baik otomatis akan menarik rumah sakit lainnya untuk memperbaiki dirinya,” katanya. Berfokus pasien, berstandar keselamatan pasien, serta semakin mudah dijangkau sepertinya menjadi benang merah dari misi di hampir setiap rumah sakit pemerintah sekarang ini. Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPDHK), misalnya. Sejak 2010, RSJPDHK telah mendirikan Sistem Jaringan Jakarta Cardiovascular Care Unit (CCU). Di seluruh Jakarta, kini ada 44 Puskesmas dan 6 RSUD yang sudah tergabung dalam Sistem CCU. Dalam sistem ini, pasien yang mengalami gejala serangan jantung dapat segera mendatangi puskesmas atau rumah sakit umum daerah terdekat. Di pusat kesehatan yang didatanginya, pasien akan menjalani pemeriksaan EKG (elektrokardiograf). Datanya kemudian dikonfirmasi melalui “Heart Line” 5682424 ke Rumah Sakit Harapan Kita. “Tim ahli di Harapan Kita akan segera mendiagnosis pasien untuk ditentukan tindakan selanjutnya dengan cepat,” ujar Direktur Utama RSJPDHK, dr Hananto Andriantoro, Sp.JP(K) FIHA, FICA. Selanjutnya pasien akan diberikan terapi sesuai hasil pemeriksaan. Tindakan bisa berupa Primary Percutaneous Coronary Intervention (PPCI) untuk melebarkan pembuluh darah arteri jantung atau fibrinolytic therapy yaitu pemberian obat pengencer pembekuan di pembuluh koroner. Lalu pasien pun akan disalurkan ke rumah sakit terdekat yang bisa dicapai dengan segera, agar tidak kehilangan golden period yang berharga untuk hidupnya. Sistem ini diperlukan berdasarkan studi yang dilakukan RSJPDHK bahwa tingkat kematian pasien yang tidak menerima dua terapi tersebut, ternyata lebih tinggi dibanding pasien yang sudah menerima PPCI atau fibrinolitik . Disebutkan juga keterlambatan penanganan atau hilangnya golden period yang berharga disebabkan berbagai macam faktor. Antara lain, diagnosis di layanan yang pertama, kemacetan lalu lintas, ketiadaan kendaraan/ambulan, hingga kurangnya koordinasi antara dokter dan rumah sakit. Sistem CCU itu diharapkan bisa mengatasi keterlambatan yang seringkali tak bisa dihindarkan. zSUSANDIJANI DAN TIM INFO TEMPO


RUMAH SAKIT SANGLAH

umuh, berjejal dan kurang sehat. Begitulah kesan Rumah Sakit Pemerintah pada umumnya. Pelayanan pasien cenderung seadanya, apalagi karena sebagian besar yang dilayani berasal dari golongan yang kurang mampu. Kesan itulah yang berusaha dihapus oleh Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah di Denpasar dari waktu ke waktu. Upaya itu akhirnya menghasilkan pengakuan dari Joint Commision International Accreditation (JCIA) yang pada 24 April 2013 menyatakan rumah sakit pendidikan dengan 700 tempat tidur ini berada di lahan seluas 13,5 hektare layak mendapat sertifikat JCIA. Lembaga yang berpusat di Amerika Serikat adalah lembaga yang sudah diakui secara internasional sebagai akreditor untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan keselamatan rumah sakit. Keselamatan meliputi Patient Safety, Staf Safety dan Enviromental Safety. Tentu bukan hal yang mudah untuk mencapainya. Direktur Utama RSUP Sanglah dr Wayan Sutarga, MPHM, menyebut, secara resmi mereka menyatakan “kick off” untuk mencapai akreditasi itu pada 9 Agustus 2011. Berbagai workshop yang telah menghabiskan ribuan jam untuk mengevaluasi dan membuat rencana perbaikan yang terstruktur mengacu pada standar JCIA.  Perbaikan pun kemudian bergulir dalam penerapan di lapangan. Pada Agustus 2012, pihak JCIA melakukan survei pendahuluan untuk melihat perkembangan kondisi rumah sakit ini. Hasilnya adalah sejumlah saran perbaikan dan penyempurnaan kualitas layanan. Kemudian pada Desember, dilakukan initial survey untuk menilai

K

KALAU pun turis memanfaatkan jasa RS Sanglah, itu hanya bagian dari pelayanan, karena Bali merupakan daerah tujuan wisata internasional.

RSUP SANGLAH MENUJU KELAS DUNIA apakah pelayanan rumah sakit sudah memenuhi standar JCIA. “Penilaian dilakukan dengan sangat serius oleh tim yang berbeda-beda. Mereka lebih banyak bertanya kepada pasien dan melihat medical record sebelum bertanya kepada kami,” kata Sutarga. Dalam proses hingga mendapat sertifikat JCI itu berbagai kendala harus diatasi. Yang paling sulit adalah mengubah perilaku petugas rumah sakit untuk halhal yang seringkali dianggap sederhana tetapi sebenarnya sangat penting. Contohnya adalah kebiasaan untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan kontak dengan pasien. “Karena tangan yang tidak bersih sangat rawan menularkan penyakit,” ucap Sutarga. Contoh lain misalnya disiplin dalam menjaga suhu penyimpanan obat di kulkas. Karena obat harus disimpan pada suhu tertentu, selama 24 jam. Seringkali petugas masih lupa untuk mengontrol terus menerus stabilitas suhu tersebut. Pihaknya melakukan re-edukasi secara berkesinambungan untuk mengubah kebiasaan dan meningkatkan disiplin. Selain itu, Gugus Kendali Mutu (GKM) diterapkan di setiap unit dan bahkan dilombakan setiap bulan Agustus untuk memacu pencapaian prestasi terbaik di semua tingkatan. Dari segi fisik juga harus dilakukan perubahan yang signifikan. Seperti keharusan untuk mengubah pintu kamar mandi yang hampir seluruhnya terbuka ke dalam. Padahal dalam standar JCIA, pintu harus terbuka keluar sehingga bila terjadi masalah pada saat pasien berada di kamar mandi, proses evakuasi akan

lebih mudah dilakukan. Sedikitnya ada 2.000 pintu kamar mandi yang harus dibongkar untuk memenuhi standar ini. Dengan adanya sertifikasi oleh lembaga internasional itu, Sutarga berharap, peningkatan pelayanan akan dapat secara konsisten dilakukan. “Sertifikasi sendiri akan ditinjau ulang setiap tiga tahun dan kemungkinan degradasi tetap terbuka kalau kita gagal mempertahankan kualitas pelayanan,” ujarnya. Tetapi yang lebih penting dari itu, menurut Sutarga, pelayanan yang berkualitas itu adalah bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Kewajiban rumah sakit adalah memberikan pelayanan yang terbaik bagi pasien dan keluarganya. Sebagai rumah sakit pemerintah maka seluruh komponen rumah sakit bertekad memberikan pelayanan terbaik untuk rakyat. “Kalau toh, turis asing yang memanfaatkan layanan tersebut, kami menganggapnya sebagai bonus dari kerja keras seluruh komponen rumah sakit,” katanya. z

INFORIAL


NASIONAL KONFLIK KOALISI

224 |

| 18 AGUSTUS 2013


NASIONAL KASUS NAZARUDDIN

TIGA SERANGKAI PROYEK MADRASAH Tiga anggota Komisi Agama DPR ditengarai memuluskan perusahaan milik Muhammad Nazaruddin mendapatkan proyek pengadaan alat laboratorium madrasah pada 2010. Terungkap aliran dana pelicin miliaran rupiah.

ILUSTRASI: KENDRA H PARAMITA

T

IGA politikus memilih ruang ra-

pat privat di lantai 16 Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, untuk bertemu pada pertengahan Mei 2010. Dua orang di antaranya anggota Fraksi Partai Golkar Dewan Perwakilan Rakyat, yakni Mohammad Oheo Sinapoy dan Zulkarnaen Djabar. Seorang lainnya Nurul Iman Mustofa dari Fraksi Partai Demokrat. Anggota Komisi Agama DPR itu mengundang sejumlah pejabat Kementerian Agama dan pengusaha. Pejabat Kementerian yang datang adalah Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Affandi Mochtar, Pejabat Pembuat Komitmen A. Syaifuddin, Direktur Pendidikan Madrasah Firdaus Basuni, dan Kepala Biro Perencanaan Syamsuddin. Adapun mewakili pengusaha, antara lain, Mindo Rosalina Manulang, anggota staf marketing Grup Permai milik mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin. Undangan dikirimkan Oheo melalui pesan pendek di telepon seluler. Menurut seorang peserta, pertemuan malam itu dibuka Zulkarnaen, yang membacakan daftar proyek Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2010. Anggaran itu disahkan Badan Anggaran DPR

beberapa hari sebelumnya. ” Disebutkan juga pengusaha yang akan mengerjakan masing-masing proyek,” katanya, yang menuturkan pula pada malam itu Oheo dan Imam beberapa kali menyela untuk menguatkan pemaparan Zulkarnaen. Zulkarnaen juga mengingatkan kepada pengusaha penerima jatah proyek soal komitmen fee 5-7 persen dari total anggaran untuk anggota Komisi Agama Dewan. Pos lain yang mesti disediakan pengusaha adalah 3 persen jatah pejabat Kementerian Agama. ” Uang muka 30 persen dari total komitmen fee harus disetor sebagai bukti tanda jadi,” ujar peserta pertemuan tadi, menirukan Zulkarnaen. Dalam pertemuan yang berakhir tengah malam itu, para pejabat Kementerian Agama tidak banyak berkomentar. Mereka hanya mendengarkan. Tidak ada penolakan pembagian proyek yang disampaikan para pengusaha. Mereka mencatat saja. Malam itu, dari Rp 2,093 triliun alokasi anggaran Kementerian Agama dalam APBN Perubahan 2010, Grup Permai kebagian jatah empat proyek senilai Rp 200 miliar. Proyek itu meliputi pengadaan alat laboratorium ilmu pengetahuan alam serta alat perpustakaan untuk madrasah tsanawiyah dan aliyah di seluruh Indonesia. Oheo tidak ingin keputusan malam itu terganjal di belakang hari. Menjelang bubar, anggota DPR dari daerah

18 AGUSTUS 2013 |

| 225


NASIONAL KASUS NAZARUDDIN

NAMA PROYEK: Pengadaan alat laboratorium ilmu pengetahuan alam untuk madrasah » Tsanawiyah Rp 27,5 miliar » Aliyah Rp 44 miliar

KANAN-KIRI JALUR PERMAI

JENIS PERALATAN: Alat praktek dan peraga mata pelajaran biologi, fisika, dan kimia (lensa, neraca pegas, jangka sorong, stopwatch analog, meja optik, diafragma, termometer, prisma, akuarium, mikroskop, model rangka manusia, silinder, carta, zat kimia, dan lain-lain.)

Kegiatan pengadaan sudah bermasalah dari awal. Lewat orang-orangnya, Nazaruddin mengatur pembahasan anggaran di DPR hingga pelaksanaan tender.

3 MEI DPR mengesahkan APBN Perubahan 2010. Salah satu pos yang disetujui pengadaan alat laboratorium IPA sanawiah.

pemilihan Sulawesi Tenggara ini mewanti-wanti Affandi dan koleganya agar mengawal kesepakatan itu. ” You harus jaga ini orang, jangan macam-macam,” kata Oheo, ditirukan peserta pertemuan. Saat dihubungi pada Kamis pekan lalu, Oheo menolak menjawab soal pertemuan itu. ” Sebentar, nanti malam saja,” katanya. Nurul Iman juga tidak mau berkomentar. ”Sudah, nanti saja, saya sedang ada acara,” ujarnya. Saat dihubungi kembali, telepon seluler mereka tidak lagi aktif. Adapun Erman Umar, kuasa hukum Zulkarnaen, mengaku tidak pernah mendapat informasi dari kliennya mengenai hal itu.

226 |

| 18 AGUSTUS 2013

» Aliyah:

1. PT Buana Ramosari Gemilang 2. PT Alfindo Nuratama Perkasa 3. PT Marrel Mandiri 4. PT Ananto Jempiter 5. PT Sean Hulbert Jaya 6. PT Borisdo Jaya (Semua peserta terafiliasi dengan Grup Permai)

Terdiri atas: » Tsanawiyah Rp 23,086 miliar ( 250 paket) » Aliyah Rp 38,8 miliar (400 paket)

2010

13 APRIL Rapat antara Komisi Agama DPR dan Kementerian Agama menyepakati perubahan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian.

1. PT Dharmakusumah 2. PT Alfindo Nuratama Perkasa 3. PT Ananto Jempiter 4. PT Sean Hulbert Jaya 5. PT Putra Lakopo Perkasa 6. PT Gita Menata Jaya 7. PT Solusi Datama Tafuji 8. PT Bentiana Agung 9. CV Tunas Agro Arsyad Mandiri (Peserta nomor 1-5 terafiliasi dengan Grup Permai milik Nazaruddin)

SUMBER DANA: Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2010

25 OKTOBER Harga perkiraan satuan disepakati.

1 SEPTEMBER Panitia lelang menerima pemasukan dokumen lelang dari calon peserta.

6 SEPTEMBER Panitia tender membuka pendaftaran lelang.

23 SEPTEMBER Pembukaan dokumen tender.

”Belum ada panggilan kejaksaan. Nazaruddin belum pernah bercerita soal proyek di Kementerian Agama.” — ELZA SYARIEF, KUASA HUKUM MUHAMMAD NAZARUDDIN Mindo Rosalina tidak membantah atau membenarkan soal pertemuan itu. ” Saya no comment,” ujarnya. Inspektur Jenderal Kementerian Agama M. Jasin, yang telah memeriksa semua kegiatan pengadaan, tidak menyangkal pertemuan anak buahnya dengan anggota DPR tadi. ” Bisa jadi itu betul,” katanya. ■■■

ALOKASI proyek yang didapat Grup Permai tidak gratis. Sebab, sebelumnya sudah ada kesepakatan yang dibuat anak buah Nazaruddin dengan tiga anggota Komisi Agama. ” Memang sudah dipesan jauh-jauh hari,” ujar sumber lain. Menurut dia, sejak Januari 2010, Nazaruddin sudah mengutus Mindo Rosalina berkomunikasi dengan Nurul Imam untuk membicarakan proyek yang bisa ” di-

TEMPO/DHEMAS REVIYANTO

PROSES JANGGAL

25 FEBRUARI Pemerintah mengusulkan Rancangan APBN-P 2010.

Peserta Lelang » Tsanawiyah:

PROYEK pengadaan alat laboratorium ilmu pengetahuan alam untuk madrasah senilai Rp 71,5 miliar pada 2010 di Kementerian Agama digarap dua perusahaan Grup Permai milik Muhammad Nazaruddin, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat. Diperoleh dengan modus mengawal anggaran di DPR dan mengatur proses tender.


”Itu data keuangan Grup Permai, soal detail isinya silakan tanya ke KPK.” — YULIANIS, MANTAN WAKIL DIREKTUR KEUANGAN GRUP PERMAI mainkan” di Kementerian Agama. Perkenalan Mindo dengan Zulkarnaen dan Oheo digagas oleh Nurul Iman. Mereka bertemu di sebuah restoran di Hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta Selatan. Saat itu, Nurul Iman menyampaikan keinginan Grup Permai menggarap sejumlah proyek di Kementerian Agama. Lagi-lagi dua politikus itu menanyakan kesanggupan Grup

Permai membayar fee. Untuk nilai proyek Rp 200 miliar, disepakati komisinya Rp 10 miliar. Semua permintaan itu dipenuhi Nazaruddin. Menurut sumber tadi, seusai pertemuan di Hotel Aryaduta, mengalir Rp 3 miliar sebagai uang muka. Fulus itu kemudian diserahkan ke Oheo, Nurul Iman, Zulkarnen, Abdul Kadir Karding (saat itu

» Tsanawiyah:

Ketua Komisi Agama DPR), Hasrul Azwar (dari fraksi PPP), dan Said Abdullah (Fraksi PDI Perjuangan). Sebagian besar uang itu diterima langsung ajudan para legislator di kantornya di gedung DPR dari kurir Grup Permai. ” Kecuali Said, yang diantarkan ke rumah dinasnya di Kompleks DPR Kalibata,” ujar seorang yang mengetahui lalu lintas uang perusahaan Nazaruddin. Sisa Rp 7 miliar yang dijanjikan Grup Permai dialirkan secara bertahap. Sumber itu mengatakan Oheo pernah menerima sebagian uang secara langsung di Hotel Sultan dan kantor Grup Permai, Jalan

MODUS

1. PT Alfindo Nuratama Perkasa: Rp 22.752.125.000 2. PT Sean Hulbert Jaya: Rp 22.779.375.300 3. PT Dharmakusumah: Rp 22.916.140.000 (Ketiga perusahaan terafiliasi dalam Grup Permai)

» Mengawal anggaran Kementerian di

Komisi Agama dan Badan Anggaran DPR. » Mengatur pelaksanaan tender dengan

mengikutkan serta banyak perusahaan. » Aliyah

» Membuat tipis selisih harga penawaran

1. PT Sean Hulbert Jaya: Rp 38.507.260.000 2. PT Marrel Mandiri: Rp 38.547.861.000 3. PT Buana Ramosari Gemilang: Rp 38.605.534.000 (Ketiga perusahaan terafiliasi dalam Grup Permai)

di pemenang tender mengaburkan proses yang janggal. » Melakukan subkontrak pekerjaan ke pihak lain.

6 OKTOBER Pemenang lelang tiga tingkat teratas diumumkan.

12 OKTOBER Penetapan pemenang lelang dan penandatanganan kontrak kerja.

23 DESEMBER Serah-terima pekerjaan dari rekanan kepada Kementerian Agama.

2011

14 AGUSTUS 2011 Ketua KPK, yang saat itu dijabat Busyro Muqoddas, mengumumkan tengah menyelidiki 31 kasus korupsi Nazaruddin. Kasus itu antara lain proyek pengadaan di Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kementerian Kesehatan senilai Rp 6,037 triliun.

29 NOVEMBER Kejaksaan Agung menetapkan dua tersangka kasus pengadaan alat laboratorium madrasah, yaitu pejabat Kementerian Agama dan konsultan PT Sean Hulbert Jaya.

2013

25-28 FEBRUARI Enam orang yang terdiri atas pejabat Kementerian Agama dan direksi perusahaan diumumkan sebagai tersangka.

Zulkarnaen Djabar. Buncit Raya, Jakarta Selatan. Pada suatu ketika, Oheo menunggu hingga setengah jam di lantai IV Gedung Permai, karena Nazaruddin sedang memimpin rapat. ” Oheo ditemui Mindo Rosa dan Bayu Wijokongko, dia kemudian membawa uang tunai Rp 500 juta yang dimasukkan paper bag,” katanya. Semua pengeluaran ” support”—sandi untuk dana pembeli anggaran—dicatat rapi oleh Yulianis, Wakil Direktur Keuangan Grup Permai, di komputer kerjanya. Komputer ini disita penyidik Komi-

18 AGUSTUS 2013 |

| 227


NASIONAL KASUS NAZARUDDIN

» 11 Mei 2010

MENGALIR JAUH Catatan keuangan perusahaan yang dibuat Wakil Direktur Keuangan Grup Permai Yulianis terdapat sejumlah pengeluaran “dana support” alias pelicin untuk memenangkan proyek ini. *) » 24 Januari 2010

Keterangan: Support untuk Komisi VIII (Zulkarnain Djabar & Nurul Iwan) Penyetor: Bayu Yang menerima: Komisi VIII Kementerian: Kementerian Agama 2010 Program: Kementerian Agama 2010 Jumlah: Rp 1 miliar

Keterangan: Support “Karding Ketua Komisi VIII” Penyetor: Gerhana Penerima: Karding Kementerian: Kementerian Agama APBN-P 2010 Program: Kementerian Agama 2010 Jumlah: Rp 200 juta » 21 Januari 2010

Keterangan: Support Syamsudin (Kepala Biro Perencanaan) Kementerian Agama Penyetor: Dadiono Yang menerima: Syamsudin Kementerian: Kementerian Agama Program: Kementerian Agama 2010 Jumlah: Rp 100 juta » 27 Januari 2010

Keterangan: Support Said Penyetor: Clara

Yang menerima: Said Kementerian: Kementerian Agama 2010 Program: Kementerian Agama 2010 Jumlah: Rp 150 juta » 27 Januari 2010

Keterangan: Support untuk Syamsudin (Kepala Biro Perencanaan) Penyetor: Rossa/Bayu Yang menerima: Syamsudin Kementerian: Kementerian Kesehatan 2010 Program: Kementerian Agama 2010 Jumlah: Rp 150 juta » 26 April 2010

Keterangan: Support Imam Penyetor: Gerhana Yang menerima: Iman Kementerian: Kementerian Agama 2010 Program: Kementerian Agama 2010

Jumlah: Rp 250 juta » 11 Mei 2010

Keterangan: Support Kepala Biro Perencanaan Penyetor: Clara Yang menerima: Canaan Kementerian: Kementerian Agama APBN-P 2010 Program: Kementerian Agama 2010 Jumlah: US$ 5.000 » 11 Mei 2010

Keterangan: Sekretaris Dirjen Kementerian Agama Effendi Penyetor: Clara Yang menerima: Effendi Kementerian: Kementerian Agama APBN-P 2010 Program: Kementerian Agama 2010 Jumlah: US$ 5.000

”Saya tidak pernah tahu Grup Permai. Jika KPK memerlukan keterangan saya, suatu kehormatan, saya akan datang.” — M. SAID ABDULLAH, POLITIKUS PDI PERJUANGAN

228 |

| 18 AGUSTUS 2013

dari kliennya. ■■■

KARPET merah dari politikus Senayan mengantar Grup Permai mendapat proyek pengadaan proyek pengadaan alat laboratorium ilmu pengetahuan alam. Dua perusahaan yang terafiliasi, PT Alfindo Nuratama Perkasa dan PT Sean Hulbert Jaya, masing-masing terpilih menjadi rekanan pengadaan alat untuk madrasah tsanawiyah Rp 22,75 miliar dan aliyah Rp 38,5 miliar. Keberhasilan Alfindo dan Sean Hulbert mengundang banyak kecurigaan. Sebab, dua perusahaan itu tidak pernah memiliki pengalaman dalam pengadaan alat peraga pendidikan, seperti dipersyaratkan dalam aturan tender. Belakangan mereka diketahui menggandeng perusahaan produsen alat peraga CV Pudak Scientific. Direktur Pudak Zainal Arief membenarkan terlibat sebagai pemasok Alfindo dan Sean Hulbert. ” Kami hanya perusahaan pendukung, tapi kami tidak pernah ikut

dalam proses tender,” katanya. Dia mengatakan bersedia mendukung Grup Permai dengan catatan barang akan diserahkan setelah uang muka 20 persen dibayar. Namun, sejak penetapan pemenang hingga berakhir tahun anggaran 2010, pembayaran itu tidak kunjung dilakukan. Baru pada 12 Januari 2011, Pudak menyerahkan barang setelah Grup Permai melunasi kewajibannya. Namun keterlambatan ini menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan, yang membuat Zainal Arief menjadi tersangka di Kejaksaan

WWW.DPR.GO.ID

si Pemberantasan Korupsi saat menggeledah kantor Nazaruddin pada April 2011. Dalam dokumen Yulianis tercatat beberapa kali transaksi pengeluaran Grup Permai ke Komisi VIII dengan nilai dari Rp 50 juta hingga Rp 1 miliar. Periode pengeluaran uang dimulai sejak 24 Januari 2010 hingga pertengahan Januari 2011. Yulianis membenarkan soal catatan itu. ” Apa saja isinya, silakan tanya ke penyidik KPK,” katanya. Oheo dan Iman tidak menjawab pertanyaan tertulis yang dikirim lewat surat dan pesan pendek. ” Nanti saja saya jelaskan,” ujar Iman. Hasrul membantah pernah menerima uang dari Grup Permai. ” Saya tidak tahu itu,” katanya. Said Abdullah juga menyangkal. ” Kalau saya terlibat, pasti sudah ditangkap KPK.” Nazaruddin belum merespons permohonan wawancara yang dikirimkan lewat orang dekat A’an Ihyaudin. ” Belum ada jawaban,” katanya. Adapun Elza Syarief, pengacara Nazaruddin, mengaku belum pernah mendapat cerita tentang kasus itu


» 20 Mei 2010

Keterangan: Support untuk Hasrul, Zajuli, dan Kondo Penyetor: Rosa Yang menerima: Hasrul, Zajuli, Kondo Kementerian: Kementerian Agama APBN-P 2010 Jumlah: Rp 300 juta » 12 Juni 2010

Keterangan: Support Komisi VIII Penyetor: Cempaka Yang menerima: Komisi VIII Kementerian: Kementerian Agama 2010 Program: Kementerian Agama 2010 Jumlah: Rp 100 juta » 12 Juni 2010

Keterangan: Support Komisi VIII (Imam) Penyetor: Clara Yang menerima: Komisi VIII Kementerian: Kementerian

Agama 2010 Program: Kementerian Agama 2010 Jumlah: Rp 50 juta » 19 Juni 2010

Keterangan: Support Komisi VIII (Imam) Penyetor: Rosa Yang menerima: Komisi VIII Kementerian: Kementerian Agama 2010 Program: Kementerian Agama 2010 Jumlah: Rp 100 juta » 27 Juli 2010

Keterangan: Support Afandi (Sekretaris Dirjen Perencanaan) Penyetor: Rina Yang menerima: Afandi Kementerian: Kementerian Agama 2010 Program: Kementerian Agama 2010 Jumlah: Rp 60 juta

Mohammad Oheo Sinapoy (kiri) Nurul Iman Mustofa. Agung. ” Saya tidak mengerti kenapa terjerat persoalan hukum,” katanya. Sumber Tempo mengatakan tidak hanya persoalan subkontrak pekerjaan yang dilanggar Grup Permai. Belakangan, auditor Badan Pemeriksa Keuangan menemukan adanya praktek penggelembungan harga. Soal ini, Zainal mengaku tidak tahu. ” Saya memberikan harga pabrik,”

» 4 Agustus 2010

Keterangan: Support Sidik (ketua panitia) Penyetor: Bayu Yang menerima: Sidik Kementerian: Kementerian Agama 2010 Program: Kementerian Agama 2010 Jumlah: Rp 50 juta

» 31 Agustus 2010

Keterangan: Komitmen Komisi VIII Penyetor: Bayu Yang menerima: Komisi 8 Kementerian: Kementerian Agama 2010 Program: Kementerian Agama 2010 Jumlah: US$ 50 ribu

» 26 Agustus 2010

Keterangan: Support untuk Afandi (Sekretaris Biro Perencanaan) Penyetor: Rina Yang menerima: Afandi Kementerian: Kementerian Agama 2010 Program: Kementerian Agama 2010 Jumlah: Rp 50 juta

NASKAH: RUSMAN PARAQBUEQ, SETRI YASRA, SUMBER: WAWANCARA, DOKUMEN LELANG, PDAT

katanya. Pengacara Firdaus Basuni, Ria Khoiriah Irsyadi, mengaku kliennya tidak mengetahui adanya permainan pada saat pelaksanaan tender. ”Beliau hanya dilaporkan soal tiga kandidat pemenang,” katanya. Kejanggalan-kejanggalan proses pengadaan alat laboratorium tercium penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi pada Agustus 2011. Sesaat setelah Busyro Muqoddas saat itu menjabat Ketua KPK, beberapa penyelidik bergerak meminta keterangan saksi. Mereka juga mendatangi

pabrik milik Pudak di Bandung. ” Ada beberapa petugas KPK yang datang memeriksa,” ujar Zainal Arief. Namun, belum sempat berjalan, Kejaksaan Agung tiba-tiba mengumumkan telah menyidik kasus itu dan menetapkan dua orang tersangka pada akhir November 2011. Selanjutnya, pada Februari lalu, kembali diumumkan enam tersangka baru. Mereka adalah pejabat Kementerian Agama dan direksi rekanan penggarap proyek. Hampir dua tahun berjalan, tak satu pun anggota Komisi Agama yang dipanggil penyidik untuk dimintai keterangan. Demikian juga dengan Nazaruddin, selaku pemilik Grup Permai. Padahal, menurut seorang saksi kunci perkara itu, penyidik sudah memeriksa puluhan saksi. ” Mereka juga sudah mengantongi peran Nazaruddin dan beberapa anggota DPR,” katanya. Direktur Penyidikan Pidana Khusus Kejaksaan Agung Adi Toegarisman membantah soal itu. Menurut dia, tim penyidik belum menemukan ada keterlibatan politikus Senayan dalam perkara itu. Adi juga menyatakan bahwa ia tidak mengetahui proyek alat peraga tersebut melibatkan perusahaan milik Nazaruddin. ” Kami tidak mau melebar ke mana-mana.” ● SETRI YASRA, RUSMAN PARAQBUEQ, ALI AKHMAD HIDAYAT

18 AGUSTUS 2013 |

| 229


NASIONAL KASUS NAZARUDDIN

PENGHUNI SENAYAN BOLEH LEWAT Jejak politikus Senayan dalam korupsi alat laboratorium madrasah diungkap banyak saksi. Kejaksaan enggan menindaklanjuti. NCAMAN itu dilontarkan Zulkarnaen Djabar beberapa menit setelah majelis hakim Tindak Pidana Korupsi Jakarta membacakan vonis pada 30 Mei lalu. Anggota Komisi Agama Dewan Perwakilan Rakyat ini gusar dengan vonis 15 tahun penjara untuknya. Dendy Prasetya, anaknya, dijatuhi hukuman 8 tahun penjara dalam perkara yang sama. Ketika itu, Zulkarnaen berjanji membuka keterlibatan sejumlah pihak dalam perkara proyek pengadaan laboratorium madrasah tsanawiyah pada 2011 dan penggandaan AlQuran pada 2011-2012 di Kementerian Agama. Nama-nama baru, menurut politikus Partai Golongan Karya ini, akan dibuka saat mengajukan permohonan banding. ”Semua yang terlibat akan saya sebut,” ujarnya. Pernyataan menyengat itu merupakan yang pertama kali diungkapkan Zulkarnaen. Sebelumnya, dia lebih banyak menyangkal berbagai tuduhan adanya aliran dana suap yang diterima dalam proyek di Kementerian Agama. Sumber Tempo mengatakan Wakil Ketua Umum Musyawarah Keluarga GotongRoyong itu memegang banyak rahasia tentang aliran suap proyek di Kementerian

A

230 |

| 18 AGUSTUS 2013

Agama ke Komisi Agama DPR. Sebab, semua uang dari pemenang tender masuk lewat dia, untuk selanjutnya didistribusikan ke legislator lain. ”Kalau dia mau ’bernyanyi’, terbuka semua para penerima suap itu,” katanya. Jejak aliran dana ke Senayan sebelumnya sudah terungkap dalam satu lembar catatan milik Fahd El Fouz yang disita Komisi Pemberantasan Korupsi. Catatan tulisan tangan itu berisi perincian pembagian keuntungan proyek laboratorium yang dibiayai anggaran 2011. Antara lain tertulis PBS 1 dan Senayan 6. Ketika diperiksa penyidik komisi antikorupsi pada 21 Juni 2012, Fahd mengaku arti PBS 1 adalah jatah untuk Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso 1 persen dari nilai proyek atau Rp 312 juta. Meski demikian, belakangan Fahd mengaku pos itu hanya akal-akalan dia mencatut nama Priyo. Ketua Umum MKGR ini juga berkali-kali membantah telah menerima fulus. Catatan Senayan 6, menurut Fahd, adalah persentase 6 persen atau senilai Rp 1,86 miliar untuk jatah DPR yang diberikan lewat Zulkarnaen. ”Uang itu kemudian dibagikan ke beberapa anggota Komisi Agama yang berperan mengamankan

anggaran proyek itu,” ujar seorang politikus. Zulkarnaen—dalam percakapan dengan Fahd yang disadap KPK biasa dipanggil ”panglima” atau ”senior”—juga membuka nama-nama pemimpin komisi yang ikut rapat membahas anggaran proyek madrasah. Dalam keterangan kepada penyidik, pada 21 Juni 2012, dia menyebutkan sejumlah rangkaian rapat dan para peserta saat memberikan persetujuan anggaran proyek tersebut. Tidak hanya dalam proyek 2011, Zulkarnaen juga memiliki peran penting dalam proyek serupa tahun sebelumnya. Seorang sumber yang ikut dalam pembahasan proyek tersebut mengatakan, mantan Direktur PT Presiden Taksi ini ikut berperan mengantarkan dua perusahaan Grup Permai milik Nazaruddin menjadi pemenang. ”Dan itu tidak gratis,” katanya. Dalam catatan pengeluaran keuangan Grup Permai yang disita penyidik KPK di komputer kerja Yulianis, nama Zulkarnaen tiga kali muncul, di samping beberapa anggota Komisi Agama yang lain. Pada 24 Januari 2010, dia bersama seorang anggota Fraksi Partai Demokrat tertulis menerima Rp 1 miliar dari Bayu Wijokongko, pegawai Nazaruddin. Terakhir penyerahan uang dilakukan pada Januari 2011, sebagai pelunasan komisi senilai Rp 1 miliar. Seorang saksi yang terlibat dalam proyek ini mengatakan nama-nama politikus Senayan itu sudah diketahui oleh penyidik Kejaksaan Agung. ”Termasuk apa saja yang diterima dan peran masing-masing dalam mengegolkan anggaran proyek,” katanya. Adi Toegarisman, Direktur Penyidikan Kejaksaan Agung, mengatakan belum memiliki rencana memeriksa para legislator dalam perkara korupsi alat laboratorium madrasah. ”Jaksa penyidik menilai belum perlu meminta keterangan mereka,” ujarnya. Lepas dari jaksa, semakin sulit menjerat legislator yang kebagian duit suap proyek madrasah. Zulkarnaen pun sepertinya tak jadi membuka kartu para koleganya. ”Belum ada itu. Dulu hanya luapan emosi sesaat,” kata Erman Umar, kuasa hukum Zulkarnaen. ● SETRI YASRA, RUSMAN PARAQBUEQ, MAYA NAWANGWULAN

TEMPO/ DHEMAS REVIYANTO

Zulkarnaen Djabar (kanan) dan Dendy Prasetya.


POWER OF VIEW osok Ir Basuki Tjahaja Purnama, MM, alias Ahok jadi pembuka babak baru buku politik. Keterusterangan, sikapnya yang blak-blakan dan ketegasan menegakkan aturan membuat banyak orang geleng kepala. Tentu ada yang kagum, tidak sedikit yang murka. Namun, itulah Ahok. Pria yang lahir di Belitung Timur, 29 Juni 1966 ini menegaskan dirinya sekadar konsisten menjaga produk yang ditawarkan saat kampanye. “Politik itu tidak berbeda jauh dengan marketing. Saya terapkan saja ilmu yang saya dapatkan di Magister Manajemen (MM) Prasetiya Mulya,” katanya. Menurutnya, salah satu yang terberat di marketing adalah menjaga kualitas produk yang telah diluncurkan. “Masyarakat yang memilih kami karena menginginkan Jakarta Baru. Itu produknya. Jadi, ya kita ini terpaksa melabrak banyak orang karena harapan itu. Mau tidak mau, kita nyenggol oknum melarat sampai oknum konglomerat. Di tengahnya ada oknum aparat, teknokrat, dan birokrat.” katanya. Ahok meyakini, masyarakat itu tidak bisa ditipu. Kalau produknya jelek, kemudian didongkrak dengan beragam janji muluk itu namanya pencitraan. Cara ini menurutnya pasti akan jadi bumerang. Suatu saat produk semacam ini akan ditinggalkan masyarakat. “Namun kalau produknya bagus, itu pasti terlihat dan terasa. Setiap orang itu punya nurani, jadi kalau kita bicara tulus bukan bulus pasti terasa tulus juga.” Ketulusan itu penting bagi seorang pemimpin. Seorang pemimpin itu harus klop antara pikiran, hati dan perbuatan.

S

“MASYARAKAT punya persepsi, pejabat itu sama saja. Nah ketika saya masuk, saya menawarkan yang berbeda. Ini positioning di ilmu marketing.”

BASUKI TJAHAJA PURNAMA

POLITIK YANG MENDIDIK

Rakyat itu sudah bosan dengan banyaknya pemimpin yang hanya janji muluk saat kampanye namun si pejabat menghilang setelah terpilih. “Sebelum saya masuk ke politik di 2003, saya survei pasar dulu. Kalau marketing itu melihat market needs-nya Waktu itu masyarakat punya persepsi, paling kamu pejabat, itu sama saja. Nah setelah saya masuk menawarkan yang beda. Ini positioning di marketing. Ilmu ini juga saya pelajari waktu kuliah di Prasetiya Mulya.” Ahok memulai dengan membuat politik yang mendidik. Pengalamannya waktu kampanye DPRD Tk II di Belitung mengajak pemilih lebih cerdas menggunakan hak pilihnya. “Kalian mengelu-elukan saya hanya karena diberi kaus seharga Rp 15 ribu itu kalian bodoh. Waktu saya bilang begitu banyak orang yang kaget. Kok ada orang politik yang bicara keras. Tapi ini awal saya membangun awareness. Ini ilmu marketing juga,” katanya. Selanjutnya Ahok menguraikan, bahwa nantinya pejabat yang terpilih bisa mencuri lebih banyak uang masyarakat dari sekadar uang kaus dan uang pulsa.

Setelah memadupadankan beragam pengalaman di bidang manajemen, Ahok meyakini di politik itu sistem yang harus bicara. “Saya tidak suka membuat bakti sosial. Nanti kalau mereka sakit tapi tidak ada baksos bagaimana? Makanya dibuatlah sistem jaminan sosial. Supaya ada atau tidak ada baksos, orang bisa berobat,” ujarnya. Tak hanya itu, khusus di Indonesia Ahok meyakini gotong royong dan membantu orang lain itu harus jadi dasar semua kebijakan. “Sampai sekarang saya jadi seperti ini dengan lebih mudah karena saya konsisten mendahulukan membantu orang lain. Dengan membantu orang lain, kita jadi naik dengan lebih mudah,” katanya. Inilah Ahok, dengan gaya dan pengalamannya saat menerapkan ilmu manajemen di dunia politik. Kekayaan pengalamannya bisa menjadi inspirasi banyak orang khususnya mahasiswa yang sedang menekuni ilmu manajemen. z

www.pmbs.ac.id/s2

Wawancara Tim Info Tempo dengan Ahok bisa dilihat di w w w.tempo.co


NASIONAL KASUS NAZARUDDIN

M. JASIN:

D

ALAM setahun terakhir, Ke-

menterian Agama diterpa dua perkara korupsi: proyek penggandaan kitab suci 2011 dan pengadaan alat laboratorium untuk madrasah tsanawiyah dan aliyah 2010. Perkara pertama ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi, dan kasus kedua diusut Kejaksaan Agung. Empat pejabat Kementerian telah ditetapkan sebagai tersangka. Inspektur Jenderal Kementerian Agama M. Jasin pun mengecek pelaksanaan proyek hingga ke Poso, Sulawesi Tengah. Ia mendapati proyek alat laboratorium memang tak berjalan baik. Untuk menjelaskan pengusutan perkara-perkara itu, pada Kamis pagi pertengahan Juli lalu ia menerima Rusman Paraqbueq dari Tempo di rumah dinasnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Ia ditemani dua inspektur

232 |

| 18 AGUSTUS 2013

Kementerian. Mengapa audit Inspektorat tidak bisa mengetahui penyimpangan dari awal? Kami sudah melakukan audit. Bahkan KPK dan Kejaksaan juga mengambil informasi dari Inspektorat, mengenai hasil pemeriksaan. Saya justru bertanya, kenapa pemeriksaan di Kejaksaan kok lama banget? Seperti tidak ada ujung-pangkalnya. Data apa yang disuplai ke Kejaksaan Agung dalam kasus alat laboratorium? Selama mereka meminta, kami kasih. Jika memanggil auditor, kami penuhi. Mengenai data, selama ini yang sering meminta KPK. Kejaksaan Agung belum pernah. Apabila tujuannya kebaikan, ya, kenapa tidak kami berikan data itu? Intinya, kami sangat kooperatif. Benarkah ada keterlibatan anggota Dewan dalam proyek alat laboratorium

madrasah? Kami tidak punya kewenangan seperti KPK. Kami terbatas pada pejabat Kementerian dan, kalau terbukti terlibat, dikenai hukuman disiplin dari ringan, menengah, sampai berat. Untuk proyek pengadaan laboratorium dan komputer 2010, kami sudah menjatuhkan sanksi berat untuk empat orang. Tiga orang diberhentikan dengan tidak hormat dan satu orang dibebaskan dari jabatan. Kabarnya, ada pejabat Kementerian yang sering menggelar pertemuan dengan pengusaha dan anggota DPR di Hotel Aryaduta untuk membahas proyek itu? Informasi itu bisa juga betul. Tapi kami hanya memeriksa keterlibatan pegawai dalam penyimpangan pengadaan barang dan jasa. Saya tidak tahu apa yang dilakukan pegawai Kementerian dalam pertemuan-pertemuan di luar. Silakan penegak hukum mengusutnya. Pada saat audit apakah pegawai Kementerian mengakui ditekan anggota DPR? Kalau kami melihat, itu bukan atas dasar paksaan. Itu kan senang sama senang, suka sama suka. Selama ini mereka juga belum terbuka. Kalau dia menikmati, itu artinya suka sama suka. Mereka mengatakan tidak suka setelah diperiksa atau ditemukan terlibat. Makanya sampai diberi sanksi dipecat atau diberhentikan dengan tidak hormat. Apakah benar calo proyek sering mendatangi kantor Kementerian? Ya, banyak. Tapi Inspektorat Jenderal tidak bisa melarang mereka. Siapa saja boleh datang ke kantor Kementerian. Kami juga tidak punya wewenang menanyakan maksud mereka. Apa langkah Inspektorat dalam memerangi korupsi di Kementerian? Inspektorat itu ranahnya pemeriksaan internal. Kami mengaudit kinerja setiap satuan kerja dan mengevaluasinya. Kami bisa juga menerima laporan dari masyarakat. â—?

TEMPO/WISNU AGUNG PRASETYO

KASUS DI KEJAKSAAN KOK LAMA BANGET?


Metode & Teknik Penyusunan

STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP) q q

Jakarta’s Event

Kamis , 29 Agustus 2013 Selasa , 03 September 2013

Kamis-Jumat, 29-30 Agustus 2013 Biaya : Rp 3.000.000,-/peserta Waktu : 09.00 - 17.00 WIB

Pembicara :

Eko Supriyanto SE, MM, Mtb

Pembicara :

Biaya : Rp 2.000.000,-/peserta Waktu : 09.00 - 17.00 WIB

Informasi Pendaftaran : TEMPO Komunitas Telp : 021-5360409 ext. 232, 235 Fax : 021-53661253 Hp : 0817 185288 Email : prasetyo@tempo.co.id

Premier Customer Service

WORKSHOP 2 HARI

Workshop 1 Hari

Ir. Virja Dharma Gita

SUPPORTED BY

Informasi Pendaftaran : TEMPO Komunitas | Telp : 021-5360409 ext. 422, 235 Fax : 021 - 53661253 | Hp : 0856 95044346 | Email : Katarina@tempo.co.id

z Workshop 1 Hari

z Workshop 2 Hari

BUSINESS PROCESS MAPPING

Teknik Analisa Pendeteksian Fraud melalui Human Behaviour dan NLP

( SESUAI KEPMEN PAN- RB NO 12/2011 ) Jakarta’s Event Hari/ Tanggal: Jumat, 30 Agustus 2013 Jumat, 13 September 2013 Biaya: Rp 2.000.000,- / peserta Waktu: 09.00 - 17.00 WIB

Informasi Pendaftaran : TEMPO Komunitas Telp: 021 – 5360409 ext. 232, 235 Fax: 021 – 5366 1253 Hp: 0817 185288 (Joko Prasetyo) Email: prasetyo@tempo.co.id

Pembicara:

Ady A Subagya

Jakarta’s Event Hari/ Tanggal: Kamis - Jumat, 29 - 30 Agustus 2013 Biaya: Rp 3.200.000,- / peserta Waktu: 09.00 - 17.00 WIB

Pembicara:

R. Ervin. A. Priambodo, SE., MM

Informasi Pendaftaran : TEMPO Komunitas Telp: 021 – 5360409 ext. 422, 235 Fax: 021 – 5366 1253 Hp: 0856 95044346 (Katarina Sestika W) Email: katarina@tempo.co.id


NASIONAL PANGLIMA TNI

KARPET MERAH UNTUK ANAK JOGOBOYO Presiden hanya mengajukan satu nama ke DPR sebagai kandidat Panglima TNI: Jenderal Moeldoko, kini Kepala Staf Angkatan Darat. Dibayangi tudingan operasi sajadah.

P

tini,, Jakarta Selatan, siang itu berlangsung meriah. Jenderal Moeldoko, yang menjadi sahibulbait, tak henti menebar senyum. Apalagi melihat sejumlah tokoh, seperti mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Amien Rais, Ketua Majelis Ulama Indonesia Ma’ruf Amin, budayawan Ridwan Saidi, dan Slamet Rahardjo, bersedia mengenakan jaket loreng dan berpose dengan gerakan salam komando. ”Ini awal yang baik untuk keterbukaan TNI,” kata Kepala Staf Angkatan Darat itu, disambut tepuk tangan puluhan tamu yang hadir, 8 Juli lalu. Berjejaring dan membuka diri adalah sedikit di antara sejumlah kelebihan Moeldoko. Sumber Tempo di Istana menyebutkan ini merupakan satu dari sejumlah poin penting yang melengkapi rekam jejak Jenderal Moeldoko, yang disodorkan Markas Besar TNI, Cilangkap, ke meja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pertengahan Juli lalu. Poin lain adalah soal pengalaman operasi, kemampuan teritorial, dan kepemimpinan. ”Seluruh rekam jejak itu dipertimbangkan Presiden,” ujar sumber Tempo di Istana. Sebenarnya ada tiga nama yang disodorkan Cilangkap ke Presiden: Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Moeldoko, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Ida Bagus Putu Dunia, dan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Marsetio. Ketiganya sama-sama angkatan 1981 dan peraih Adhi Makayasa di angkatan mereka. ”Siapa yang dipilih, terserah Presiden,” kata Panglima Tentara Nasional Indonesia Laksamana Agus Suhartono. Namun hanya Jenderal Moeldoko yang diajukan Yudhoyono ke Dewan Perwakilan Rakyat dalam suratnya 23 Juli lalu. Di ba-

234 |

| 18 AGUSTUS 2013

dan legislatif, 20 Agustus nanti, sang kandidat akan menjalani uji kelayakan. ”Penunjukan Pak Moeldoko sudah melalui proses pertimbangan,” ujar Julian Aldrin Pasha, juru bicara Presiden. Sumber Tempo di Istana menuturkan Yudhoyono meneropong Moeldoko sejak masih taruna. Lahir di Kediri, 8 Juli 1957, karier Moeldoko melejit setelah menjadi Wakil Komandan Batalion Infanteri 202/Tajimalela, bagian dari satuan tempur khusus pengamanan Ibu Kota. Sebelumnya, Moeldoko adalah sekretaris pribadi Hendropriyono saat menjadi Panglima Kodam Jaya. Ketika Hendropriyono digantikan Wiranto pada 1994, Moeldoko tetap pada posisi yang sama. Saat itu, pangkat Moeldoko masih mayor. ”Dia cerdas, energetik, dan teruji. Pantas kalau dia jadi KSAD dan Panglima,” kata Wiranto. Boleh jadi karena berada di kumparan ”orbit” komando, karier Moeldoko terus melejit. Dia dipercaya sebagai Komandan Yonif 201/Jaya Yudha, lalu menjadi Komandan Kodim 0501 Jakarta Pusat pada 1996. Saat itu, jabatan Kepala Staf Kodam Jaya masih dipegang Yudhoyono. Dari sana, Moeldoko dipercaya menjadi Sekretaris Pribadi Wakil KSAD dan Perwira Pembantu Madya-3 Ops PB-IV/Sospad. Sejak itu, karier anak jogoboyo dari Dusun Purwoasri, Kediri, Jawa Timur, ini melesat. Sepanjang 2010, Moeldoko mengalami tiga rotasi untuk tiga posisi penting bintang tiga: Panglima Divisi 1 Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, Panglima Kodam XII Tanjungpura, lalu Panglima Kodam III Siliwangi—menggantikan Pramono Edhie Wibowo, yang menjadi Panglima Kostrad. Kodam Tanjungpura yang dipimpinnya adalah kodam baru yang membawahkan dua wilayah: Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Khusus Kalimantan Barat,

Serah-terima jabatan Kepala Staf Angkatan Darat dari Jenderal Pramono Edhie Wibowo kepada Letjen Moeldoko di Jakarta, 23 Mei lalu. wilayah itu berhadapan langsung dengan perbatasan negara tetangga Malaysia. Kompleksnya masalah perbatasan diangkat Moeldoko sebagai obyek penelitian untuk disertasinya di Jurusan Administrasi Universitas Indonesia (lulus 2011). Saat itu, Moeldoko sudah dimutasi ke Jakarta, sebagai Wakil Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional, sebelum akhirnya menjadi Wakil KSAD, Februari 2013. Dikenal tegas kepada pasukannya, Moeldoko berjanji membereskan sejumlah pekerjaan rumah di TNI: dari soal disiplin prajurit yang kian merosot, kesejahteraan prajurit, modernisasi persenjataan, soliditas TNI dan Kepolisian RI, transparansi anggaran, hingga netralitas dalam pemilu. ”TNI membutuhkan prajurit yang egaliter, santun, dan rendah hati,” ujarnya. Secara keseluruhan, meski baru dua bulan menjadi KSAD, Moeldoko dianggap memenuhi syarat. Sayangnya, dia tersandung tudingan menggelar operasi sajadah saat memimpin pasukan Siliwangi. ”Operasi sajadah” adalah kode sandi yang dibuat Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk ”mengislamkan” pengikut Ahmadiyah. Moeldoko membantah kabar tentang operasi itu. ”Tidak ada operasi sajadah. Yang ada program gelar sajadah,” katanya. Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso yakin isu operasi sajadah tak akan mempengaruhi penilaian DPR tentang Jenderal Moeldoko. ”Dijelaskan saja apa adanya, biar publik yang menilai,” ujarnya. ● WIDIARSI AGUSTINA, ISMI DAMAYANTI, DIAN KURNIATI

TEMPO/DIAN TRIYULI HANDOKO

ERSAMUHAN di Balai Kar-


PT JASA RAHARJA (PERSERO)

MUDIK GRATIS

BERBONUS ASURANSI

PESERTA MUDIK GRATIS Jasa Raharja selain mendapatkan perlindungan dari Undang-Undang Nomor 33 Tahun 1964 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang, juga mendapatkan perlindungan tambahan asuransi mudik lebaran “Si Kupon Aman”. erdasarkan data kecelakaan lalu lintas yang diterima PT Jasa Raharja (Persero), sekitar 60-70 persen korban kecelakaan dialami pengendara motor berusia 15-40 tahun, saat perjalanan pulang kampung. Oleh sebab itu, untuk mengurangi tingkat kecelakaan pengendara sepeda motor serta menciptakan rasa aman selama perjalanan mudik, Jasa Raharja mengadakan program mudik gratis dengan mengalihkan pengendara sepeda motor mempergunakan bus. Program rutin tahunan itu membawa 13.500 peserta dengan 44 kota tujuan seJawa dan Lampung yang berangkat menggunakan 250 armada bus dilengkapi AC. Pemberangkatan dilakukan dua tahap. Pertama dilaksanakan 1 Agustus 2013 di Lapangan Parkir Timur Senayan sebanyak 215 bus dengan 29 kota tujuan, antara lain Cirebon, Ciamis, Pekalongan, Semarang, Magelang, Yogyakarta, Kebumen, Sragen, Surabaya, Pacitan, dan Lampung. Pemberangkatan tahap kedua berangkat dari Surabaya, 2 Agustus 2013 dengan menggunakan 35 armada bus untuk 15 kota tujuan, seperti Banyuwangi, Jember, Kediri, Madiun, Ponorogo, Solo, dan

B

INFORIAL

Budi Setyarso Direktur Utama Jasa Raharja

Sumenep. Peserta cukup menunjukkan foto kopi KTP, SIM C, STNK dan kartu keluarga untuk ikut mudik gratis ini. Program mudik gratis ini bertujuan untuk mengalihkan para pemudik tidak lagi memakai sepeda motor, melainkan menggunakan bus yang disediakan Jasa Raharja sehingga mereka aman sampai kampung halaman masing-masing. Dan, untuk mendukung kelancaran mudik tahun ini segenap karyawan Jasa Raharja telah bersiap memberikan pelayanannya. “Sesuai tujuan Jasa Raharja, senantiasa mengedepankan pelayanan dan memberikan bantuan bagi korban kecelakaan lalu lintas, maka 2.000 karyawan Jasa Raharja tidak diperkenankan cuti, justru ikut bergabung serta melakukan koordinasi

dengan Kementerian Perhubungan dan Kepolisian terhitung sejak H-7 hingga H+7 Idul Fitri,” kata Direktur Utama Jasa Raharja, Budi Setyarso. Para peserta mudik gratis selain mendapatkan perlindungan berdasarkan UndangUndang Nomor 33 Tahun 1964 juga mendapatkan Asuransi tambahan yaitu program asuransi mudik lebaran “Si Kupon Aman” melalui PT Jasaraharja Putera. Produk asuransi gagasan terbaru Jasaraharja Putera ini dikeluarkan 1 Agustus 2013, bisa diperoleh melalui 30 outlet di rest area atau SPBU, terminal, dan bandara. Penyebarannya pun terdapat di Pulau Jawa, Bali, dan wilayah Lampung. Nasabah hanya perlu membayar premi Rp 5 ribu untuk satu lembar kupon asuransi. Apabila tertanggung mengalami kecelakaan selama dalam perjalanan, maka dia akan memperoleh santunan meninggal dunia sebesar Rp 15 juta, cacat tetap maksimal Rp 15 juta, dan biaya perawatan maksimal Rp 1,5 juta, berlaku selama tujuh hari masa pertanggungan sejak terbitnya polis. “Syaratnya mudah, hanya menuliskan nama dan alamat. Program ini menjadi bagian sosialisasi mengenalkan Jasaraharja Putera kepada masyarakat,” kata Direktur Utama Jasaraharja Putera, Slamet Riyadi. Berbagai upaya terus dijalankan Jasa Raharja dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan dengan menerapkan konsep pelayanan PRIME, diantaranya penanganan korban kecelakaan alat angkutan penumpang umum dan lalu lintas jalan. Bahkan, ketika ada laporan terjadi kecelakaan proses pengurusan klaim asuransi pun dimudahkan. Petugas akan siap mendatangi rumah korban untuk memberikan santunan tanpa dipungut bayaran. Selain program-program tersebut, Jasa Raharja turut menyediakan posko terpadu bersama Kemenhub, 168 pos kesehatan gratis di terminal, stasiun, pelabuhan. Kemudian, memberikan satu unit mobil ambulan kepada 14 rumah sakit dan satu unit untuk Kementerian Perhubungan Ditjen KA. Ditambah, 28 mobil unit keselamatan lalu lintas yang dioperasikan sebagai pelayanan kesehatan keliling, juga membagikan peta mudik bekerja sama dengan pihak Kepolisian dan Kemenhub. z


HUKUM BUPATI XXXXXXXXXXX KEPULAUAN SULA

236 |

| 18 AGUSTUS 2013


TAK MAJU KARENA TANGAN-TANGAN KUAT Kasus dugaan korupsi yang melibatkan Bupati Kepulauan Sula Ahmad Hidayat terbengkalai. Disebut berkat kedekatannya dengan sejumlah petinggi kepolisian.

ILUSTRASI: KENDRA PARAMITA

U

DARA dingin Selasa ma-

lam, 5 Juni 2012, itu tak sanggup meredakan suasana panas di ruang penyidik Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Kepolisian Daerah Maluku Utara. Tim penyidik kasus korupsi Masjid Raya Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, terbelah dua. Kedua kubu bersitegang, beradu mulut. Tak ada yang bersedia mengalah. Pemicu ketegangan malam itu adalah munculnya perintah mengubah berita acara pemeriksaan sejumlah saksi kasus pembangunan Masjid Raya Sanana yang melibatkan Bupati Kepulauan Sula Ahmad Hidayat Mus. Sang pemberi perintah: dua pengacara Hidayat Mus yang dipimpin Dumoli Siahaan. ”Demikian panasnya suasana ketika itu, bahkan kedua kubu hampir adu jotos,” ujar sumber Tempo yang mengikuti kejadian itu pekan lalu. Sebagai pengacara, Dumoli dekat dengan seorang penyidik kasus tersebut, Ajun Komisaris Watimena. Melalui polisi itulah pengacara ini mengintervensi penyidikan perkara yang melibatkan Mus— demikian sang Bupati dikenal di kalangan dekatnya. Sebelum keributan sesama penyidik, menurut sumber Tempo ini, Watimena membagi-bagikan uang—dalam pecahan dolar—kepada sejumlah penyidik.

Uang itu dari Dumoli. ”Uangnya ditaruh dalam kardus mi instan. Jumlahnya sekitar Rp 5 miliar,” katanya. Pertengkaran mulut itu juga terekam dalam laporan Direktorat Intelijen Keamanan Polda Maluku Utara bernomor R/Infosus-10/VI/2012/Dit Intelkam. Dalam laporan yang ditandatangani Komisaris Polisi Ismail Umasugi itu, Watimena disebut sebelumnya telah mengambil uang di Hotel Corner, tempat Dumoli menginap. Ismail ketika itu juga memerintahkan Polda segera menggeledah kediaman Watimena dan memeriksanya. ”Akhirnya Watimena sekarang dipindah dari Polda Maluku Utara,” kata sumber yang sama. Kepala Polda Maluku Utara saat itu, Brigjen Affan Richwanto, membenarkan adanya peristiwa penyuapan terhadap para penyidiknya. Kasus penyidikan korupsi ini awalnya memang ditangani sendiri oleh jajaran Polda Maluku Utara. Tapi belakangan, entah kenapa, Markas Besar Kepolisian RI turun tangan ikut memeriksa perkara ini. Kasus penyuapan terhadap para penyidik itu menjadi pembicaraan santer di kalangan polisi yang bertugas di Maluku Utara. ”Saat itu datang juga enam penyidik Bareskrim Mabes untuk mengecek soal suap di Reskrimsus, yang beritanya memang sudah berkembang luas,” kata Affan.

18 AGUSTUS 2013 |

| 237


HUKUM BUPATI KEPULAUAN SULA

PARA JENDERAL DI LINGKARAN BUPATI DIDUGA melakukan korupsi di berbagai proyek, Bupati Kepulauan Sula Ahmad Hidayat Mus hingga kini belum ditetapkan sebagai tersangka. Di Maluku santer disebut-sebut kuatnya Ahmad juga berkat kedekatannya dengan sejumlah petinggi kepolisian.

Komisaris Jenderal Purnawirawan Fajar Prihantoro

Dimintai konfirmasi tentang kedekatannya dengan Watimena, Dumoli Siahaan tak membantah. Tapi, ketika ditanya perihal perannya di balik penyuapan yang menggegerkan kalangan kepolisian Maluku Utara itu, Dumoli menggelengkan kepalanya dengan keras. ”Mana ada penyuapan itu? Saya melihat uang Rp 5 miliar saja belum pernah,” katanya kepada Tempo, akhir Juli lalu. ■■■

PERKARA penyuapan itu memang diduga erat kaitannya dengan perkembangan penyidikan korupsi pembangunan Masjid Raya Sanana pada 2006. Masjid yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula itu dicanangkan sebagai masjid paling megah di seantero Provinsi Maluku Utara. Untuk membangun tempat ibadah yang terletak di Sanana, ibu kota Sula, itu, pemerintah daerah sudah mengucurkan duit dari kas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Rp 23,5 miliar. Duit sudah keluar deras, masjid tak kunjung jadi, maka pembangunan masjid ini pun ber-

238 |

| 18 AGUSTUS 2013

Komisaris Jenderal Sutarman KEPALA Badan Reserse Kriminal Mabes Polri ini disebutsebut melakukan intervensi dalam penanganan kasus korupsi yang melibatkan Ahmad Hidayat. Tatkala Kepolisian Daerah Maluku Utara memanggil Hidayat pada Maret lalu untuk diperiksa, pada saat yang sama Bareskrim juga memanggilnya ke Jakarta. Sutarman juga mengirimkan surat telegram rahasia agar penanganan kasus yang melibatkan calon kepala daerah yang hendak bertarung dalam pemilihan kepala daerah dihentikan sementara. Penanganan kasus korupsi Kabupaten Kepulauan Sula di Bareskrim hingga kini juga terkatungkatung. Hingga Jumat dua pekan lalu, Tempo belum bisa meminta konfirmasi Sutarman. Surat yang dikirimkan Tempo tak berbalas, demikian juga dengan pesan pendek yang dilayangkan Tempo ke telepon selulernya.

ujung ke kepolisian. Polda Maluku Utara mencium bau korupsi dalam proyek ini. Masjid itu kini telantar. Penyidikan kasus korupsi Masjid Raya dimulai pada awal 2012. Kepolisian Daerah Maluku Utara sudah menetapkan tiga tersangka: Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sula Mahmud Syafrudin, pejabat pembuat komitmen Saifudin Buamonabot, dan pemenang tender Munawar Tjiarso Menge. Munawar Tjiarso Menge dan Saifudin Buamonabot sempat kabur dan ditetapkan sebagai buron. Tapi, akhir Juli lalu, keduanya ditangkap tim buru sergap Polda Maluku Utara. Menurut Kepala Bidang Humas Polda Maluku Utara Ajun Komisaris Besar Hendrik Badar, keduanya ditangkap di kediaman Soenadi di Dusun Karangsari, Desa Kawungaten, Cilacap, Jawa Tengah, pada 29 Juli 2013. Soenadi tak lain ayah Nurrohmah, istri pertama Ahmad Hidayat Mus. ”Dengan menangkap dua tersangka itu, penyidik akan semakin mudah mengembangkan kasus korupsi tersebut,” ujar Hendrik. Tapi dia menolak berkomentar

ketika ditanya apakah itu berarti keterlibatan Ahmad Hidayat semakin jelas. Sumber Tempo di kepolisian Maluku Utara mengatakan keterlibatan Ahmad Hidayat Mus dalam kasus ini memang terang-benderang. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi dan alat bukti yang dimiliki kepolisian, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Golkar Maluku Utara itu terlibat dalam penunjukan langsung perusahaan pemenang proyek pembangunan masjid, yakni perusahaan milik Munawar Menge. ”Nah, Munawar Menge itu paman Ahmad Hidayat Mus,” kata sumber ini. Keterangan dan alat bukti itulah yang membuat Hidayat ketar-ketir. Menurut sumber Tempo ini, tak hanya melakukan penyuapan, Hidayat juga mengintimidasi sejumlah penyidik. Dia mengancam akan memindahkan mereka dari Polda Maluku jika menyangkutpautkan perkara korupsi masjid itu dengan dirinya. Ancaman itu, menurut sumber Tempo ini, bukan sekadar bualan. Dia menunjuk nasib yang menimpa Kepala Polda Maluku Utara Brigjen Affan Richwanto. Affan

TEMPO/SUBEKTI (FAJAR) TEMPO/DHEMAS REVIYANTO ATMODJO (SUTARMAN)

MANTAN Inspektur Pengawasan Umum Markas Besar Polri ini disebut berperan dalam penggantian Kepala Polda Maluku Utara Brigadir Jenderal Affan Richwanto. Affan dicopot, antara lain, karena diduga mengancam memanggil paksa Ahmad Hidayat Mus karena mangkir dari panggilan. Fajar disebut dekat dengan Bupati Sula itu saat menjabat Kepala Polda Maluku Utara pada 2008- 2010. Fajar menolak tudingan membela Ahmad. “Saya dekat dengan semua orang di sana, dari anak buah, bupati se-Maluku Utara, dan masyarakat,” katanya. “Ada 13 perwira tinggi yang membahas (penggantian Affan). Semuanya memberikan rekomendasi. Saya tidak ada urusan Hidayat Mus mau masuk penjara atau tidak.”


Brigadir Jenderal Machfud Arifin

TEMPO/SUBEKTI

Jabatannya kini Kepala Polda Maluku Utara. Dia disebut memiliki kedekatan dengan Ahmad Hidayat Mus saat masih menjabat Direktur Polisi Satwa Baharkam Mabes Polri. Ahmad, yang dikenal memiliki hobi olahraga berkuda, menyumbang Rp 350 juta saat Machfud menyelenggarakan kejuaraan berkuda Kapolri Cup 2012. Machfud juga memutuskan untuk menghentikan sementara pemeriksaan Ahmad Hidayat Mus dalam kasus korupsi pembangunan Masjid Raya Sula. Alasannya, Ahmad maju dalam pemilihan Gubernur Maluku Utara. Machfud menolak jika disebut melindungi Ahmad Hidayat. “Tidak benar itu. Buktinya, 35 saksi telah diperiksa dan tiga orang ditetapkan sebagai tersangka. Berkas perkara kasus pembangunan masjid raya juga sudah dinyatakan lengkap.”

memang getol menyelidiki perkara korupsi di Maluku Utara, termasuk di Kabupaten Kepulauan Sula. Dalam perkara dugaan korupsi Masjid Raya Sanana, dia sudah mengeluarkan perintah pemeriksaan terhadap Ahmad Hidayat pada 18 Maret lalu. Saat itu bahkan Affan menyatakan akan memanggil paksa jika sang Bupati tak memenuhi panggilan polisi. Pada 18 Maret itu, Ahmad tak datang ke penyidik Polda. Ia menyatakan sedang ke Jakarta, memenuhi panggilan Badan Reserse Kriminal Mabes Polri. Affan kemudian melayangkan panggilan kedua. Tapi, sehari setelah membuat panggilan kedua itu, Affan ditarik dari jabatannya sebagai Kepala Polda. Posisinya diisi Brigadir Jenderal Machfud Arifin. Pemanggilan Polda dan Bareskrim secara bersamaan serta penggantian Affan, menurut Koordinator Gamalama Corruption Watch M. Muhidin, jelas merupakan bentuk intervensi terhadap penanganan kasus korupsi Ahmad Hidayat. Ahmad Hidayat, ujar Muhidin, memang memiliki kedekatan dengan sejumlah jenderal. Sa-

Bupati Kepulauan Sula Ahmad Hidayat.

lah satunya mantan Inspektur Pengawasan Umum Komisaris Jenderal Fajar Prihantoro. Fajar, menurut Muhidin, dekat dengan Ahmad karena dia pernah menjabat Kepala Polda Maluku Utara pada 2008. ”Pergantian Kapolda Maluku Utara itu juga karena peran Inspektur Pengawasan Umum,” kata Muhidin. Fajar tak membantah kedekatannya dengan Ahmad Hidayat Mus. Dia juga tak menampik saat diminta konfirmasi telah merekomendasi penggantian Kepala Polda Maluku Utara dari Affan ke Machfud. Hanya, dia menekankan rekomendasi itu dibahas oleh Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi Polri. ”Ada 13 perwira tinggi yang membahas, semuanya memberikan rekomendasi. Saya tidak ada urusan Hidayat Mus mau masuk penjara atau tidak,” katanya kepada Tempo. Tak hanya dengan Fajar, Ahmad Hidayat juga disebut dekat dengan Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Komisaris Jenderal Sutarman. Kedekatan inilah, menurut sumber Tempo, yang membuat kasus Ahmad Hidayat di Bareskrim

tak kunjung kelar. Saat ini Bareskrim memang sedang menangani kasus pembangunan jalan di Pulau Taliabu dan Pulau Mangole, Kabupaten Kepulauan Sula, dengan total anggaran Rp 272 miliar. Kedua proyek itu, kendati dananya sudah dikucurkan, ternyata fiktif. Demikian juga dengan kasus korupsi pembangunan kantor Bupati Kepulauan Sula senilai Rp 46 miliar dengan APBD 2006-2012. Proyek ini ditengarai sarat rasuah. Badan Reserse Kriminal Mabes Polri juga dituding sejumlah aktivis antikorupsi terkesan melindungi Ahmad. Itu, antara lain, terungkap dari munculnya perintah penghentian sementara penyidikan kasus Masjid Raya Sanana. Lewat surat telegram rahasia bernomor STR/190/III/ 2013, Sutarman meminta semua kasus yang berkaitan dengan para calon kepala daerah yang akan bertarung dalam pemilihan kepala daerah dihentikan sementara. Surat bertanggal 14 Maret 2013 itulah yang kemudian dijadikan landasan oleh Kepala Polda Maluku Utara untuk tak melanjutkan pemanggilan terhadap Ahmad

18 AGUSTUS 2013 |

| 239


HUKUM BUPATI KEPULAUAN SULA

DUIT MENGUCUR, PROYEK TERBENGKALAI S E B AG A I kabupaten yang baru dibentuk pada 2003, Kepulauan Sula berupaya menggenjot pembangunan infrastruktur. Ratusan miliar rupiah dana sudah dikucurkan, tapi infrastrukturnya tak kunjung menjelma seperti direncanakan. Inilah proyek pembangunan yang ditengarai diliputi praktek korupsi yang, antara lain, melibatkan saudara Ahmad Hidayat sebagai kontraktor atau pemborong.

240 |

| 18 AGUSTUS 2013

Kejuaraan berkuda di Markas Komando Direktorat Polisi Satwa Baharkam Polri, Kelapa Dua, Depok, Mei 2012. ngan Machfud memang dekat,” ujar sumber Tempo yang juga kolektor kuda itu. Dengan segala kedekatannya dengan para petinggi kepolisian yang memiliki kekuasaan itulah, menurut sejumlah aktivis antikorupsi di Maluku, wajar jika penyidikan kasus dugaan korupsi yang diduga melibatkan sang bupati ini seret alias tak maju-maju. Ini pula yang membuat para aktivis korupsi beberapa waktu lalu menggelar unjuk rasa, menuntut kepolisian serius mengusut kasus korupsi di Kabupaten Sula itu. Ahmad Hidayat, yang kini tengah maju ke putaran kedua pemilihan Gubernur Maluku Utara, menolak jika dituding melakukan korupsi. Dia menampik bila disebut mendapat perlindungan dari sejumlah jenderal polisi. Ketika dihubungi pada akhir Juli lalu, ia bersuara keras. ”Siapa yang bilang begitu ke kamu?” katanya. Kepada Tempo, Machfud Arifin membantah kabar bahwa kedekatannya dengan Ahmad Hidayat bakal membuat kasus korupsi itu jalan di tempat dan Ahmad lolos dari jerat hukum. ”Tidak ada itu. Buktinya, sudah 35 saksi diperiksa dan tiga orang ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Machfud. Menurut dia, berkas perkara kasus pembangunan masjid raya itu juga sudah dinyatakan lengkap. ● FEBRIYAN (JAKARTA), BUDHY NURGIANTO (TERNATE)

2. Pembangunan Jalan AuponhiaDofa (20 kilometer) Nilai proyek: Rp 6,999 miliar dengan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2007. 3. Peningkatan Jalan Falabisahaya-Auponhia Nilai proyek: Rp 1,6 miliar dengan dana APBD 2008. 4. Pembangunan Jalan GelaTikong-Lede (80 kilometer) Nilai proyek: Rp 105,145 miliar dengan dana APBD 2006-2010. 5. Pembangunan Jalan MalbufaWainib Sirtu (15 kilometer) Nilai proyek: Rp 5,624 miliar dengan dana APBD 2006. 6. Pembangunan Jalan DofaWaisakai (100 kilometer) Nilai proyek: Rp 106,816 miliar dengan dana APBD 2006-2010. 7. Pembangunan Jalan Akses Kota Fuata dan Jembatan Waikolbota Nilai proyek jalan: Rp 2,687 miliar dengan dana APBD 2009. Nilai proyek jembatan: Rp 1,138 miliar dengan dana APBD 2009. 8. Pembangunan Masjid Raya Sanana Nilai proyek: Rp 23,5 miliar dengan dana APBD 2006-2009.

ANTARA/INDRIANTO EKO SUWARSO

hingga kini. Ahmad Hidayat Mus memang sedang maju dalam pemilihan Gubernur Maluku Utara. Sutarman tak bisa dimintai konfirmasi mengenai hal ini. Tempo sudah mengirimkan sejumlah pertanyaan kepada Sutarman, tapi belum dibalas. Pesan pendek yang dikirimkan ke telepon selulernya juga tak ditanggapi. Menurut sumber Tempo lain, kasus Ahmad Hidayat tak naik karena kedekatannya pula dengan Kepala Polda Maluku Utara sekarang, Machfud Arifin. Kedekatan mereka terjalin karena sama-sama memiliki hobi olahraga berkuda. Ahmad memang dikenal sebagai ”penggila” kuda. Dia memiliki klub kuda bernama Taliabo, yang didirikannya pada 2011. Klub ini mendadak tenar di kalangan para penggemar kuda di Indonesia lantaran keberaniannya membeli sejumlah kuda dengan harga fantastis. Salah satunya adalah kuda dengan nama Red Silanos, yang dibeli Ahmad Rp 500 juta. Karena itu pula kuda yang kemudian mendapat julukan ”Si Gopek” ini disinyalir mengacaukan harga pasaran kuda di Jakarta (Tempo edisi 24-30 Juni 2013). Adapun Machfud, sebelum naik jabatan menjadi Kepala Polda, menduduki posisi Direktur Polisi Satwa Baharkam Mabes Polri. Pada Juni tahun lalu, Machfud menggelar kejuaraan pacuan kuda memperebutkan Kapolri Cup. Kejuaraan yang digelar dalam rangka memperingati ulang tahun Bhayangkara ke-66 ini antara lain disponsori oleh Ahmad Hidayat. Menurut sumber Tempo, saat itu Ahmad menyumbang Rp 350 juta. ”Jadi, hubungannya de-

1. Pembangunan Jalan Falabisahaya-AuponhiaMangoli-Waisakai (150 kilometer) Nilai proyek: Rp 167,2 miliar tahun anggaran 2006-2009.


LIVING ELEGANCE We wo u l d l i ke t o we l c o m e a l l o u r f u t u r e r e s i d e n t s w h o r e c e n t l y i n ve s t e d i n One East Residences at our Soft Launching on Sunday June 30, 2013

ONE EAST > MARKETING GALLERY

MORE INFORMATION

Jl. Kertajaya Indah Timur Blok S-III Nยบ. 27 Surabaya P (031) 595 7111

JOHAN DIANTI TIKA

F

SUPPORTED BY:

PT. MNC Land Tbk.

(031) 596 6115

0817 0933 211 0856 4570 7272 0898 3934 111


HUKUM BUPATI KEPULAUAN SULA

HABIS GEREJA TERBITLAH ISTANA mengingat penggusuran tersebut terjadi pada 2006. Saat itu, koh dengan ditopang delapan pilar di depannya. Pemerintah Kabupaten Sula berencana membangun rumah Di antara pilar keempat dan kelima, persis di te- dinas untuk bupati di kabupaten yang baru ini. Ahmad Hidangah-tengah, menempel gagah sebuah patung ga- yat Mus, yang berhasil menang dalam pemilihan kepala daeruda. Melengkapi patung itu, sebuah ornamen berbentuk se- rah, segera menebar janji: merelokasi ketiga bangunan. Nalendang merah mengelilingi bagian atas dinding bangunan, mun ternyata janji tinggal janji, tak kunjung terwujud hingga mengingatkan pada Istana Negara di Jakarta, tempat bermu- kini. ”Kami bahkan awalnya diberi tahu bahwa rumah adat di situ dirobohkan untuk direnovasi,” kata Ahmad. kimnya presiden. Ketua Sinode Gereja Protestan Maluku Jhon Ruhulessin Seperti Istana Negara, halaman ”istana” itu luas. Bermacam pohon tumbuh subur di pekarangan yang menghampar membenarkan cerita ini. Menurut dia, pihaknya memiliki mengelilingi bangunan tersebut. Sebuah pilar dengan ben- bukti-bukti sehubungan dengan janji Ahmad Hidayat ini. Nadera Merah Putih berkibar berdiri tegak di tengah pekarang- mun Jhon enggan menceritakan seperti apa bukti yang dia an. Di pintu gerbang, terlihat sejumlah anggota Brigade Mobil miliki. Menurut Jhon, mengingat karakter Ahmad Hidayat, bersenjata lengkap dan aparat Satuan Polisi Pamong Praja berjaga-jaga. Tak sembarang orang memang boleh masuk ke tempat tersebut. Inilah Istana Daerah Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara. Di tempat tersebutlah Bupati Kepulauan Sula Ahmad Hidayat Mus bermukim. Terletak di pusat Kota Sanana, ibu kota Kepulauan Sula, bangunan itu tercatat sebagai rumah dinas bupati termegah di seluruh penjuru Provinsi Maluku Utara. ”Pembangunannya menghabiskan lebih dari Rp 3 miliar,” kata Ketua Forum Masyarakat Sula Bersatu Bakri Buamonabot kepada Tempo, akhir Juli lalu. Abdul Karim, warga Desa Falahu, Sanana, mengatakan istana itu dibangun ”di atas” tiga bangunan yang sangat penting bagi masyarakat Sula. Ketiganya adalah Gereja Ayam, Gedung Musabaqoh Tilawatil Quran, dan balai pertemuan ma- Istana Daerah Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara. syarakat Sanana. Ketiga bangunan itu dulu berdiri berdampingan. ”Sebagai simbol toleransi agama dia tak ingin isu tentang gereja itu dipolitisasi Ahmad Hidadan kehidupan masyarakat yang harmonis,” ujar Abdul Ka- yat, yang kini sedang bertarung memperebutkan kursi Gurim kepada Tempo. Kini simbol tersebut lenyap, berganti de- bernur Maluku Utara. ”Kami belum mau masalah gereja ini diangkat,” ujarnya. ngan simbol kemewahan sang bupati, ya istana itu. Dihubungi Tempo, Ahmad Hidayat Mus membantah telah Menurut Bakri, Gereja Ayam dulu dibangun oleh masyarakat Sula yang beragama Islam. Begitu juga gedung tempat Mu- menyerobot lahan ketiga bangunan bernilai sosial tinggi itu sabaqoh Tilawatil Quran yang berdiri atas bantuan masyara- untuk membangun istananya. Menurut dia, pemerintah daekat Kristen. Sedangkan balai pertemuan yang berbentuk ru- rah sudah membangun gereja di Desa Mangong sebagai pengmah adat, antara lain, digunakan sebagai tempat penyelesai- ganti gereja yang ”lenyap” itu. Adapun lahan gedung Musabaan masalah jika terjadi konflik masyarakat. ”Biasanya, kalau qoh Tilawatil Quran dan balai pertemuan berada di tanah miada perang antarkampung atau antarkeluarga, semua selesai lik pemerintah. ”Jadi, siapa yang bilang ada masalah?” katanya. Soal hak milik lahan, sang Bupati mungkin benar. Tapi di balai pertemuan,” kata Bakri. Penggusuran ketiga bangunan di atas lahan total seluas se- dia lupa, tiga gedung tersebut bukan sekadar bangunan, mekitar tiga hektare itu sampai kini dipermasalahkan sejumlah lainkan juga simbol kesatuan dan kerukunan. Itu yang diletokoh di sana. Ahmad Soamole, tokoh masyarakat Sanana, nyapkannya. ● FEBRIYAN (JAKARTA), BUDHY NURGIANTO (TERNATE)

242 |

| 18 AGUSTUS 2013

TEMPO/BUDHY NURGIANTO

B

ANGUNAN dua lantai bercat putih itu berdiri ko-


PEMERINTAH KOTA DEPOK

PROGRAM ANDALAN RAIH KEBERHASILAN

emua anak mempunyai hak untuk mendapatkan perlindungan. Perlindungan anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Namun kenyataannya, kasus-kasus yang melibatkan anak-anak Indonesia mulai dari kekerasan, pelecehan seksual, dan kasus lainnya masih memperlihatkan jika potret perlindungan anak Indonesia masih buram. Belum banyak kabupaten/kota yang memiliki komitmen untuk mewujudkan Kota Layak Anak (KLA) seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Depok. Menurut Walikota Depok H. Nur Mahmudi Isma’il, Depok selalu menanggapi dan menyelesaikan segala macam problema anak-anak secara serius. “Misalnya saja ketika ada anak yang melakukan usaha pembunuhan, maka kami berusaha untuk mengadvokasi kedua pihak agar tidak dihukum di luar kapasitas mereka,” katanya. Sementara mengenai perlindungan hak identitas anak, Nur menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Depok sudah lama memberikan pelayanan pembuatan akta kelahiran gratis untuk seluruh masyarakat

S

INFORIAL

PROGRAM DEPOK KOTA Tertib dan Unggul serta Depok Cyber City yang dicanangkan Pemkot Depok berbuah prestasi. Predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pun diraihnya.

Depok. “Ini adalah bagian-bagian komitmen kami untuk melindungi hak anak terhadap identitasnya,” ujarnya. Nur juga menjelaskan bahwa dalam perkembangannya, Kota Depok saat ini sudah terbentuk 28 Rukun Warga (RW) Layak Anak. Selain itu, sudah ada beberapa perusahaan dalam tata ruangnya menyediakan ruang bermain untuk anakanak, dan sudah ada taman bacaan di beberapa tempat yang ditujukan agar meningkatkan minat baca anak-anak. Atas usaha yang dilakukan tersebut, Pemerintah Kota Depok meraih penghargaan KLA dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan

dan Perlindungan Anak dalam Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2013 pada akhir Juli lalu. Pemkot Depok dinilai telah berupaya memenuhi hak dan perlindungan anak. “Alhamdulillah, saya mewakili masyarakat Depok mengucapkan syukur karena pihak Kementerian melalui tim independennya menilai Kota Depok telah layak untuk mendapatkan penghargaan KLA. Ini merupakan hasil dari kerja sama antara Pemkot dengan warga Kota Depok,” kata Nur mengomentari penghargaan tersebut. Ia mengatakan, baik pemerintah, dunia usaha, warga, dan semua stakeholder sadar dan turut berpartisipasi untuk merealisasikan program dan kegiatan KLA, sehingga berhasil meraih penghargaan. Saat memberikan penghargaan KLA, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Gumelar mengatakan, penghargaan tersebut bisa

H. NUR MAHMUDI ISMA’IL WALIKOTA DEPOK

diraih karena Pemkot Depok sungguhsungguh dan memiliki komitmen yang tinggi untuk mewujudkan KLA. Linda mengatakan, penghargaan ini diberikan sebagai bentuk terima kasih kepada kabupaten/kota atas kepedulian dan kinerjanya yang telah memenuhi hak anak, yang juga merupakan amanah konstitusi dan undang-undang. ”Penghargaan ini juga sebagai bentuk apresiasi dari kami atas dedikasi kepada bupati/walikota atas usaha untuk mewujudkan KLA,” ujar Linda. Penghargaan sebagai Kota Layak Anak tahun 2013 ini terbagi dalam lima kategori, yaitu KLA, Utama, Nindya, Madya, dan Pratama. Kota Depok merupakan salah satu kabupaten/kota yang meraih peng-


hargaan KLA dengan kategori Pratama. Selain meraih penghargaan KLA yang menjadi bagian dari salah satu dari empat program andalan Kota Depok, Pemkot Depok juga meraih Piagam Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup pada Juni 2013 lalu. Penghargaan ini merupakan salah satu bukti pengakuan dari pihak eksternal terhadap program andalan Depok Kota Bersih dan Hijau yang dilakukan oleh Pemkot Depok. “Sebagai kota yang baru berdiri 14 tahun, ini pertama kalinya kami meraih Piagam Adipura,” ucap Nur. Hasil awal dari perjuangan yang telah dilakukannya dijadikan modal untuk terus berpacu dengan kota-kota lainnya. Sekali lagi, lanjut Nur, penghargaan ini diperoleh berkat peran serta warga Depok dan jajaran Pemkot Depok atas lingkungannya. Sebagai pribadi, Nur juga tak segan-segan memungut sampah bila menemukan di jalan. Kemudian, program Depok Kota Tertib dan Unggul yang dicanangkan Pemkot De-

Walikota Depok H. Nur Mahmudi Isma’il, menerima penghargaan piagam sebagai Kota Layak Anak Kategori Pratama tahun 2013. pok juga meraih sederet prestasi yang telah diraih Kota Depok selama 2012. Mulai dari penghargaan di bidang pengarusutamaan gender (Anugerah Parahita Ekapraya Tingkat Madya Nasional) dari Presiden RI,

perolehan pajak daerah, dan bidang kesehatan maupun pendidikan, serta meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Pada program andalan yang keempat, yakni Depok cyber city, Pemkot Depok juga meraih penghargaan ICT Pura untuk kategori muda dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Program Cyber City merupakan program pemanfaatan teknologi informasi untuk menjalankan pemerintahan, sekaligus menyediakan akses ke jaringan dan infrastruktur berbasis Internet untuk seluruh masyarakatnya. Khusus dalam bidang pemerintahan, penerapan teknologi informasi dan komunikasi ini tentu sangat membantu untuk meningkatkan efektivitas pelayanan bagi masyarakat. Dalam melanjutkan pembangunan Kota Depok ke depannya, Nur mengharapkan jajaran Pemkot Depok agar tetap kompak dan bagi warga Depok untuk senantiasa menjalani setiap peraturan yang berlaku karena semata-mata demi meningkatkan kesejahteraan warga Depok. z

Gerakan One Day SELAIN MEMILIKI empat Program Andalan (Depok Kota Tertib dan Unggul, Depok Kota Bersih dan Hijau, Depok Kota Layak Anak, dan Depok Cyber City), Pemerintah Kota Depok juga gencar melakukan kampanye Sehari Tanpa Mobil (One Day No Car) sebagai bentuk gerakan untuk menghemat bahan bakar minyak, mengurangi polusi dan kepadatan lalu lintas, menghemat pengeluaran, meningkatkan penumpang transportasi rakyat, serta mengajak para pejabat dan warga kaya “back to basic” untuk naik sepeda motor atau transportasi umum. Pada setiap Selasa, Nur mengimbau kepada seluruh aparatur Pemkot Depok untuk tidak menggunakan mobil dinas. Para kepala dinas diminta mengganti mobil dinasnya dengan sepeda motor atau transportasi umum. Bahkan, Nur sendiri memberikan contoh dengan menumpang angkutan kota, kereta, sepeda, atau ojek sepeda motor. Menurut Nur, One Day No Car merupakan langkah efektif yang dapat dijadikan sebagai gerakan penghematan energi secara nasional. Langkah gerakan Sehari Tanpa Mobil itu kini diikuti oleh seluruh pasukan Batalyon 328 Cilodong untuk tidak menggunakan mobil dinasnya. Gerakan One Day No Car itu menyu-

sul kampanye Sehari Tanpa Nasi (One Day No Rice) yang dicanangkan Pemkot Depok sejak 2011. Program yang dicanangkan ini berawal dari keterbatasan persediaan beras yang semakin tidak mampu memenuhi kebutuhan seluruh penduduk wilayah Indonesia. Selain karena ketersediaan beras, faktor berbagai penyakit yang ditimbulkan karena berlebihnya jumlah karbohidrat yang dikonsumsi oleh masyarakat menjadi alasan lain. “Kelebihan karbohidrat menyebabkan seseorang mengidap diabetes. Di Indonesia, diabetes merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi nomor empat,” kata Nur. Peraih Ph.D di bidang Food Science and Tech dari Texas A & M University itu menjelaskan bahwa singkong, jagung, sagu, atau jenis umbi-umbian lainnya memiliki kadar karbohidrat yang cukup memenuhi kebutuhan hidup seseorang. Menu Sehari Tanpa Nasi yang digagas Nur itu pada mulanya diterapkan di kantin lingkungan Pemkot Depok. Namun gerakan yang merupakan penghematan sekaligus menyehatkan itu kini sudah mulai dicoba di sejumlah hotel dan pelaku usaha kuliner, masyarakat, dan dunia pendidikan di Kota Depok. Bahkan, gerakan ini telah banyak dija-

dikan referensi bagi daerah lain untuk mereplikasi gerakan yang sama. Hal ini ditunjukkan seperti halnya dengan banyak kabupaten/kota lain seperti Tebing Tinggi, Bolaang Mongondouw Timur, dan juga Kepulauan Selayar yang telah mengukuhkan niatnya melalui kerjasama dengan Pemkot Depok. Tidak hanya itu saja, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan juga Kota Kendari akan segera melaunching untuk menerapkan gerakan ODNR ini di lingkungan Pemerintah daerahnya masing-masing setiap hari Selasa. Hal yang sama pun berlaku pada lembaga-lembaga pendidikan, penelitian dan organisasi profesi yang telah menjalin kerjasama terkait gerakan ODNR ini, seperti dengan IPB, UI, Universitas Jember, dan lain-lain. Harapannya, semoga gerakan ini mampu terinternalisasi dengan baik bagi seluruh pemangku kepentingan, salah satunya adalah seperti yang dicontohkan oleh instansi PT PLN (Persero) Depok. ”Gerakan ODNR dan ODNC ini sudah mulai dicoba diterapkan oleh PLN bersama serikat pekerjanya. Bahkan, PLN Jabar Banten bersama serikat pekerjanya saat ini sedang mempersiapkan launching dua gerakan sekaligus, yakni ODNR dan ODNC.” ujar Nur. z

INFORIAL


EKONOMI PERTAMINA

TERJEBAK SUMUR MINYAK ALJAZAIR Setelah gagal di beberapa negara, rencana Pertamina mengakuisisi ConocoPhillips Algeria kembali terganjal. Harga dianggap kelewat tinggi, proyeksi produksi juga diragukan.

begitu saja. Sesuai dengan perjanjian jual-beli yang diteken kedua pihak, pada tanggal itu PT Pertamina (Persero) semestinya menyelesaikan rencana akuisisi alias pembelian saham ConocoPhillips Algeria Ltd, yang menguasai Blok 405a di Aljazair. Tapi hingga menjelang Lebaran pada awal bulan ini, atau dua bulan setelah batas waktu, tak ada pembayaran dilakukan oleh perusahaan minyak pelat merah itu. Ketika mengumumkan penandatanganan kesepakatan pada pertengahan Desember tahun lalu, Wakil Presiden Eksekutif Komersial, Pengembangan Bisnis, dan Perencanaan Korporat ConocoPhillips Don Wallette mengatakan penjualan unit bisnis mereka di Aljazair itu senilai US$ 1,75 miliar. Dengan kurs rupiah yang berlaku saat itu, yang masih berkisar di angka 10 ribu per dolar, nilai akuisisi itu setara dengan hampir Rp 17,5 triliun. ”Penjualan unit bisnis Algeria ini merupakan tahap penting dalam transformasi basis aset ConocoPhillips dan tahap lanjut hak partisipasi strategis antara Pertamina dan ConocoPhillips,” kata Wallette melalui situs resmi perusahaan itu. Tapi proses pengalihan hak pengelolaan ladang minyak di negeri orang jelas tak bisa semba-

246 |

| 18 AGUSTUS 2013

rangan dan bukan hanya jadi urusan kedua perusahaan. Semuanya akan sangat bergantung pada persetujuan pemerintah Aljazair. Alasan inilah yang disampaikan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan ketika menjelaskan mengapa penyelesaian transaksi akuisisi itu tak terwujud sesuai dengan kesepakatan. ”Untuk closing, kami masih menunggu approval dari negara setempat," ujar Karen saat ditemui di sela kunjungan Menteri Energi dan Sum-

ber Daya Mineral di terminal BBM Plumpang, Jakarta Utara, Rabu, 31 Juli lalu. Sumber Tempo di pemerintahan mengatakan, selain penting buat perusahaan, secara pribadi Karen sangat memerlukan keberhasilan akuisisi ini. Diangkat sebagai direktur utama pada Februari 2009, salah satu ”jualan” Karen adalah membawa Pertamina menjadi pemain global dalam bisnis minyak dan gas. Dia berencana mengakuisisi ladang minyak milik operator lain di Australia, Venezuela, dan bebe-

AP/ALFRED DE MONTESQUIOU

T

ENGGAT 7 Juni lalu itu lewat


Lokasi tambang minyak di selatan Aljazair, Desember 2010.

rapa negara di Asia. Namun beberapa proyek itu menemui jalan buntu dengan beragam sebab. Di Venezuela, misalnya, rencana Pertamina membeli 32 persen saham Petrodelta SA, yang dikantongi Harvest Natural Resources Inc, terhadang kemenangan kembali Hugo Chavez yang anti-asing sebagai presiden di negeri itu, Oktober tahun lalu. ”Ya, kita tahu bagaimana gaya kepemimpinan Chavez selama ini,” kata Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen

Risiko Pertamina Afdal Bahaudin saat itu. Presiden beraliran kiri yang sudah berkuasa 14 tahun itu dianggap memperbesar risiko politik bagi investasi asing di negeri itu. Chavez tak segan mengusir dan menasionalisasi perusahaan asing yang sudah puluhan tahun beroperasi di wilayahnya. Belasan perusahaan minyak, pertambangan, pembangkit listrik, dan telekomunikasi telah merasakan kebijakan keras Chavez itu pada 2007. Kebanyakan merupakan milik Amerika Serikat, seper-

ti ExxonMobil, ConocoPhillips, Gold Reserve Inc, CMS Energy, dan Verizon. Sebagian besar dari mereka menggugat lewat International Chamber of Commerce (ICC), tapi tak ada yang bisa mengembalikan bisnis mereka seperti semula. Penggantinya, Nicolas Maduro, dianggap memiliki aliran politik dan pandangan tak berbeda. Itu sebabnya, meski sudah menyetor US$ 5 juta ke rekening penampung sebagai tanda keseriusan, Pertamina akhirnya memilih mundur dari transaksi senilai US$ 725 juta atau sekitar Rp 7,25 triliun itu. Beberapa rencana akuisisi lain sepanjang tahun lalu juga gagal. Karena itu, menurut sumber di kementerian tersebut, transaksi di Aljazair ini menjadi semakin krusial bagi Karen. Sumber ini menyebutkan kelanjutan rencana ekspansi ke luar negeri itu jadi salah satu pertimbangan saat pemerintah memutuskan memperpanjang masa jabatan Karen. ”Walau belum bisa seperti Petronas, supaya ada stabilitas manajemen dan tidak terguncangguncang,” ujar Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan ketika mengumumkan perpanjangan tersebut. Karen menegaskan, akuisisi ConocoPhillips Algeria berpotensi menambah produksi minyak bagi Pertamina 23 ribu barel per hari. ”Mega-akuisisi ini dapat menambah produksi Pertamina secara signifikan dalam waktu cepat dan dengan minyak mentah berkualitas tinggi,” katanya setelah menandatangani perjanjian jual-beli. Blok 405a terdiri atas tiga lapangan utama, yaitu Menzel Lejmat North, Purhoud, dan EMK. Di lapangan Menzel Lejmat North, ConocoPhillips Algeria Ltd menguasai 65 persen hak partisipasi sekaligus bertindak selaku operator. Adapun hak partisipasi anak usaha ConocoPhillips di lapangan Ourhoud 3,7 persen dan di Lapangan EMK 16,9 persen. Dalam perhitungan Pertamina, angka produksi 23 ribu barel per hari pada saat mereka meneken kesepakatan itu masih akan bisa digenjot menjadi sekitar 35 ribu barel per hari pada 2013. ”Setelah lapangan EMK mulai berproduksi,” Karen menjelaskan. Menurut dia, akuisisi yang dibiayai dari sebagian penerbitan obligasi global senilai US$ 3,25 miliar pada 10 Mei lalu ini merupakan tahap lanjut bagi pengembangan ekspansi bisnis hulu Pertamina. Ia juga 18 AGUSTUS 2013 |

| 247


EKONOMI PERTAMINA

berharap nantinya Pertamina dapat bekerja sama dengan Sonatracht, perusahaan migas milik pemerintah Aljazair, dan perusahaan mitra di Blok 405a untuk memaksimalkan produksi dari ladang dengan cadangan 100 juta barel minyak itu. Hitungan Karen yang optimistis itulah yang banyak dipertanyakan, bahkan di dalam Pertamina sendiri. Salah satu pejabat perusahaan yang tak mau disebutkan namanya mengatakan, sejak perencanaan, mereka sudah merasa janggal dengan angka-angka proyeksi yang disodorkan. ”Janji produksi 23 ribu bahkan 35 ribu barel per hari itu kelewat berani, karena nyatanya sekarang hanya 8.000-an barel per hari yang keluar dari sumur,” katanya. Sumber lain di perusahaan itu merujuk pada beberapa data pembanding yang banyak dikutip di sejumlah media seperti kantor berita Reuters, Wall Street Journal, dan Oil and Gas Journal, tak lama setelah Pertamina mengumumkan rencananya. Menurut catatan media asing internasional itu, net carrying value dari aset ConocoPhillips Algeria Ltd pada akhir tahun lalu disebutkan senilai US$ 850 juta. Adapun rata-rata jumlah produksi yang tercatat pada waktu perjanjian jual-beli ditandatangani Pertamina adalah 11 ribu barel minyak per hari. Angka itu jauh di bawah klaim yang disebutkan Karen, yakni 23 ribu barel per hari. ”Dari angka-angka itu saja kita sudah bisa menebak bahwa nilai akuisisi yang disepakati Pertami-

248 |

| 18 AGUSTUS 2013

na terlalu tinggi atau overvalued,” kata Pri Agung Rakhmanto, Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Ekonomi Pertambangan dan Energi. ”Ini harus diawasi karena melibatkan uang keluar, apalagi dengan selisih hitungan besar sekali.” Pri Agung juga mengkritik langkah Pertamina yang mengambil jalan pintas atau cara anorganik melalui akuisisi yang hanya memberi mereka hak partisipasi melalui penguasaan sebagian saham. ”Akuisisi itu tak selalu menempatkan Pertamina sebagai operator. Jadi tak lebih dari instrumen investasi seperti pembelian saham di bursa,” katanya. ”Pertamina tak bisa mengklaim cara itu akan menambah pasokan minyak mentah untuk kebutuhan kita.” Sekarang situasi menjadi sulit bagi Pertamina. Menurut sumber itu, meski dengan valuasi yang terlalu tinggi, sulit bagi Pertamina untuk mundur dari transaksi. ”Pertamina seperti terjebak. Uang muka sudah dibayarkan 10 persen dari nilai akuisisi. Kalau tak jadi, Pertamina juga terancam digugat di Badan Arbitrase Internasional,” ia mengungkapkan. ”Sialnya, keterlambatan closing dari tenggat Juni lalu juga berimplikasi denda bagi Pertamina. Besarnya diukur dari bunga Libor (London interbank offered rate) plus 2 persen.” Direktur Hulu Pertamina Muhammad Husen mengaku tidak berkompeten memberi tanggapan tentang akuisisi di Aljazair itu. "Yang menangani Pak Afdal, Direk-

tur Investasi dan Manajemen Risiko," ujarnya. Sementara itu, Afdal, yang ditemui saat mendampingi Karen di terminal BBM Plumpang, menolak memberi penjelasan lebih detail dengan alasan terikat perjanjian kerahasiaan dengan ConocoPhillips. "Kami harap ada progres baik setelah Lebaran ini," ujar Afdal. Mewakili Karen, Deputi Direktur Komunikasi Korporat Pertamina Ali Mundakir membantah anggapan bahwa perusahaannya terlalu tinggi menawar dalam akusisi di Aljazair. Ia juga menegaskan batas waktu 7 Juni yang disebut-sebut itu tak lebih sebagai harapan kedua pihak untuk bisa menyelesaikan transaksi secepatnya. ”Jadi bukan tenggat yang akan menimbulkan denda bagi Pertamina,” kata Ali. ”Saat ini masih dalam proses.” Ali tak menyangkal bahwa kritik berdatangan, termasuk dari dalam perusahaan, atas strategi ekspansi ke luar negeri. Namun dia memastikan Pertamina telah menjalankan best practice sebagaimana yang berlaku di industri migas. Setiap investasi, termasuk akuisisi di Aljazair, kata dia, telah dianalisis dengan pertimbangan yang rasional berdasarkan data riil di lapangan. Menurut dia, selain beberapa kegagalan yang lebih sering disebut, Pertamina mempunyai kisah sukses dalam akuisisi Blok Offshore North West Java (ONWJ) dari BP. Sejak diakuisisi, Ali menjelaskan, produksi meningkat dari 22 ribu barel pada 2010 menjadi 36-40 ribu barel minyak per hari saat ini. Sebaliknya, ia mengakui, ada pula investasi di salah satu blok di Australia yang pada saat diakuisisi sedang berproduksi, saat ini operasinya harus dihentikan karena pertimbangan keamanan dan lingkungan. ”Investasi di bidang migas memang penuh risiko. Keberhasilan dan kegagalan bisa terjadi dalam rentang yang lebar,” kata Ali Mundakir. Tapi, ia mengingatkan, beberapa rencana akuisisi Pertamina yang dikritik dan harganya dianggap terlalu mahal oleh berbagai pihak ternyata pada akhirnya batal karena dibeli oleh pihak lain dengan harga yang lebih tinggi dari yang ditawarkan Pertamina. ”Banyak kritik disampaikan dengan dukungan data minim.” ● Y. TOMI ARYANTO, AYU PRIMA SANDI

ANTARA/HO/HUMAS

Karen Agustiawan dan Don Wallette seusai penandatanganan akuisisi saham ConocoPhillips Algeria Ltd oleh Pertamina di Jakarta, 18 Desember tahun lalu.


TERTATIH MENGGAPAI AMBISI ISI Pertamina untuk menjadi perusahaan minyak kelas dunia tampaknya masih jauh dari harapan. Produksi minyak dan gas bumi di dalam negeri seret. Sepanjang semester pertama 2013, produksinya hanya 90 persen dari target perusahaan atau 464,82 juta barel setara minyak. Masalah klise, menurut Direktur Hulu Pertamina Muhammad Husen, yang mengakibatkan rendahnya realisasi

V

Komaidi Notonegoro

Muhammad Husein

itu. ”Soal lahan, perizinan, pengeboran, ya gitu-gitu saja alasannya,” katanya. Ada pula masalah teknis yang sulit terselesaikan. Ia mencontohkan proyek pengeboran sumur eksplorasi yang kurang berhasil. Sambil menyelesaikan masalah klise itu, Pertamina berusaha mengakuisisi ladang minyak di luar negeri. Namun, dalam setahun terakhir, perusahaan pelat merah itu harus tiga kali menelan kegagalan. Kegagalan pertama ketika ingin mengambil alih 32 persen saham Petrodelta SA (Venezuela) dari perusahaan migas asal Amerika Serikat, Harvest Natural Resources Inc. Petrodelta memiliki hak konsesi seribu kilometer persegi dengan cadangan 486 juta barel ekuivalen setara minyak. Pada akhir Februari lalu, rencana ini tidak berlanjut karena Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan tidak setuju dengan harganya. Pertamina juga batal membeli 15 persen saham Coastal Energy US$ 2,6 miliar atau sekitar Rp 26 triliun pada

250 |

| 18 AGUSTUS 2013

akhir tahun lalu. Penyebabnya, harga yang terlalu mahal. Coastal Energy merupakan perusahaan migas asal Kanada yang memiliki 100 persen blok migas di Teluk Thailand. Perusahaan itu juga memiliki empat konsesi migas di wilayah perairan Thailand utara. Lalu Pertamina juga melepas hak partisipasinya di Blok Basker Manta Gummy, Australia. Alasannya, blok ini sudah tidak lagi berproduksi. Sampai sekarang divestasi 10 persen saham tersebut belum selesai. Nilainya juga belum jelas. Ketika Pertamina membelinya pada 2009, cadangan pasti dan terkiranya sebesar 7,8 juta barel ekuivalen dan 19 juta barel ekuivalen setara minyak. Namun pada 2010 terjadi koreksi menjadi 1,7 juta ekuivalen dan 3,1 juta ekuivalen setara minyak. Toh, tiga kegagalan itu tidak menyurutkan ambisi Pertamina. Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan beberapa bulan lalu mengatakan masih ada empat blok migas asing yang menjadi incarannya. Ia tidak mau menyebutkan dengan rinci di mana saja lokasinya. Menteri Dahlan pernah menyebut Irak menjadi lokasi potensial. Saat ini blok migas asing milik Pertamina ada di Libya, Sudan, Qatar, Irak, Australia, Vietnam, dan Malaysia. Tapi, menurut pengamat energi dari ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, semuanya sekadar hak partisipasi. ”Belum ada yang memposisikan Pertamina jadi operator,” katanya. ”Apa bedanya dengan main saham?” Komaidi mengatakan, sebagai badan usaha milik negara, sebaiknya Pertamina tidak hanya mencari margin dan uang, tapi harus bisa menjadi tulang punggung menaikkan produksi minyak nasional. ”Mencari blok migas asing boleh saja, tapi jangan sampai meninggalkan fitrahnya,” ujarnya. Sudah lama Pertamina berinvestasi ke luar negeri. Tapi indikator cadangan dan produksi migas tidak naik signifikan. Komaidi mencatat, produksi minyaknya tidak mencapai 20 persen dari produksi nasional. Padahal target lifting minyak pada APBN-P 2013 sudah turun dari 900 ribu menjadi 840 ribu barel per hari. Tetap saja Pertamina kesulitan mencapai angka tersebut. Langkah ekspansi ke luar negeri memang tak terhindarkan. Kawasan Asia-Pasifik mulai minim cadangan minyak, sementara konsumsinya setengah dari pemakaian dunia. ”Tapi idealnya kuat di dalam dulu, seperti perusahaan migas nasional negara lain,” kata Komaidi. Deputi Kementerian Negara BUMN Bidang Manufaktur dan Strategis Dwiyanti Tjahjaningsih tidak mau banyak mengomentari investasi Pertamina di luar negeri. ”Setiap investasi di mana pun pasti ada kajian dan feasibility study-nya,” ujarnya. ”Sepanjang investasi tersebut hasilnya baik dan menguntungkan Pertamina, kami dukung.” ● SORTA TOBING, AYU PRIMA SANDI, BERNADETTE CHRISTINA

ANTARA/FANNY OCTAVIANUS (KOMAIDI), PERTAMINA ANNUAL REPORT 2011 (MUHAMMAD)

EKONOMI PERTAMINA


MOMEN EKONOMI PAJAK

WASHINGTON POST DIJUAL US$ 250 JUTA ENJELANG Lebaran lalu, pendiri dan CEO Amazon.com Inc, Jeff Bezos, menyatakan setuju membeli Washington Post senilai US$ 250 juta. Dalam transaksi itu, Bezos membuat kesepakatan sebagai individu dan mewakili Amazon, toko online terbesar di dunia. Dia yakin bisa menerapkan keberhasilannya di e-commerce ke industri surat kabar. Washington Post menjadi surat kabar legendaris setelah berhasil membongkar skandal Watergate pada 1970-an, yang memaksa Richard Nixon mundur dari posisi sebagai Presiden Amerika Serikat. Dengan pembelian Washington Post, Bezos menjadi miliarder kesekian kalinya yang tertantang menghidupkan kembali bisnis media cetak yang dilanda kelesuan. Pekan sebelumnya, John Henry, pemilik klub bisbol Amerika, Boston Red Sox, dan klub sepak bola Inggris, Liverpool, melakukan kesepakatan membeli surat kabar Boston Globe, yang dijual murah oleh The New York Times seharga US$ 70 juta. ”Tugas kami meneruskan agar Washington Post tetap di hati pembaca, dan saya sangat optimistis tentang masa depan,” kata Bezos seperti dikutip Bloom-

M

UTANG

REKOR UTANG TERTINGGI JEPANG UNTUK pertama kalinya Jepang memiliki utang lebih dari 1.000 triliun yen. Total utang Jepang mencetak rekor baru, mencapai 1.008,6 triliun yen atau US$ 10,46 triliun sampai Juni 2013. Jumlah ini naik 1,7 persen dibanding tiga bulan sebelumnya. Jumlah utang terbesar di dunia ini mendorong Perdana Menteri Shinzo Abe me-

252 |

| 18 AGUSTUS 2013

naikkan pajak penjualan dua kali lipat demi menjaga kestabilan keuangan pemerintah. Kamis pekan lalu, lembaga pemeringkat Moody’s Investors Service mengingatkan bahwa memburuknya kondisi keuangan akan menghapus tingkat kepercayaan investor pada obligasi pemerintah.

PAJAK PENGUSAHA PROPERTI NAKAL DIREKTORAT Jenderal Pajak bersiap memeriksa pembayaran pajak ribuan perusahaan properti yang terindikasi curang. Ditjen Pajak mencium adanya praktek nakal dalam pelaporan pajak oleh perusahaan-perusahaan tersebut. ”Akan kami periksa setelah Lebaran. Ada ribuan,” kata Direktur Jenderal Pajak Fuad Rahmany saat ditemui di acara open house Idul Fitri di kediaman Gubernur Bank Indonesia, Kamis pekan lalu. Menurut Fuad, pihaknya akan memeriksa sekitar 2.000 perusahaan properti yang beroperasi di Tanah Air. Dugaannya, mereka memperhitungkan pajak penghasilan (PPh) dan pajak pertambahan nilai (PPN) dari nilai jual obyek pajak (NJOP), bukan dari harga jual properti yang sebenarnya. ”Padahal aturannya dari harga jual,” ujar Fuad. Dengan kondisi ini, penerimaan pajak dari sektor properti jadi tak optimal. Fuad belum bisa mengkalkulasi berapa besar potensi pajak yang hilang akibat praktek semacam ini. ”Puluhan triliunlah,” kata Fuad. Ketua Umum Realestat Indonesia Setyo Maharso mengakui NJOP kerap dipakai untuk perhitungan PPh dan PPN. Tapi tak semua begitu. Ada juga yang menggunakan harga pasar. ”Tergantung notarisnya,” ucapnya. ● Total utang Jepang lebih besar dua kali lipat dari besaran ekonomi negara tersebut. Defisit fiskal akan naik menjadi 10,3 persen, dari posisi sebelumnya 9,9 persen dibanding total produk domestik bruto. ”Nilai utang yang terus merangkak naik memicu Abe meningkatkan besaran pajak penjualan. Kebijakan ini harus dilakukan,” kata ekonom di Royal Bank of Scotland Group Plc, Hanhua Wang, seperti dikutip Reuters, Jumat pekan lalu. ●

REUTERS/STELIOS VARIAS (THE POST), TEMPO/JACKY RACHMANSYAH (FUAD)

MEDIA


11 AGUSTUS 2013 |

| 253


MOMEN EKONOMI

IMPOR

BI MINTA PEMERINTAH KURANGI IMPOR

INVESTOR

UJI TUNTAS PEMINAT BANK MUTIARA IREKTUR Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan Mirza Adityaswara mengatakan para calon investor Bank Mutiara akan segera menjalani proses uji tuntas atau due diligence. ”Pekan ketiga Agustus ini segera dilakukan due diligence,” ujar Mirza saat ditemui di Jakarta, Kamis pekan lalu. ”Setelah itu, baru bidding.” Sebelumnya, LPS menyatakan ada dua penawar Bank Mutiara yang lolos seleksi administratif. Keduanya disebut-sebut merupakan bank asing. Sebenarnya, kata Mirza, ada enam calon investor yang menyatakan minat, tapi hanya lima calon investor yang mendaftar dan melengkapi syarat dokumen. Dari lima perusahaan itu, hanya dua bank asing inilah yang lolos proses penilaian dan prakualifikasi administrasi. Proses divestasi kali ini merupakan kesempatan terakhir bagi Bank Mutiara, yang dibanderol minimal sesuai dengan harga penyelamatannya, yakni Rp 6,7 triliun. Tahun depan, sesuai dengan Undang-Undang LPS, Bank yang 99 persen sahamnya dimiliki LPS tersebut bisa dilepas dengan harga penawaran tertinggi. ●

D

TELEKOMUNIKASI

TELEKOMUNIKASI

RUGI, BLACKBERRY ADA KEMUNGKINAN DIJUAL

LEBARAN, ANGKA PENJUALAN TELEPON SELULER NAIK 25 PERSEN

SEJUMLAH sumber menyebutkan manajemen perusahaan pembuat telepon seluler pintar asal Kanada, BlackBerry, sedang menjajaki kemungkinan menjual perusahaan ke pihak lain. Seperti dilansir kantor berita Reuters, Jumat pekan lalu, opsi ini diambil untuk menyehatkan bisnis dan mengembalikan keuntungan perusahaan yang kinerjanya terus menurun. Direktur Eksekutif BlackBerry Thorsten Heins dan petinggi lainnya kabarnya bersepakat terhadap opsi penjualan perusahaan. Penjualan itu diyakini dapat membantu mereka keluar dari masalah-masalah yang selama ini menjadi sorotan publik. ”Ada perubahan suara di jajaran petinggi perusahaan,” ujar sumber Reuters tersebut. Meski demikian, opsi penjualan akan tetap sulit ditempuh perusahaan karena pihak swasta atau perusahaan ekuitas belum tentu tertarik membeli BlackBerry, yang terus merugi dan kehilangan pelanggan dalam jumlah banyak. Tahun ini saham perusahaan yang sebelumnya dikenal dengan nama Research in Motion itu anjlok 19 persen. Nilai perusahaan turun menjadi US$ 4,8 miliar dari sebelumnya US$ 84 miliar pada 2008, yang merupakan nilai tertinggi perusahaan sepanjang sejarah. ●

254 |

| 18 AGUSTUS 2013

KETUA Asosiasi Importir Seluler Indonesia Eko Nilam mengatakan angka penjualan telepon seluler menjelang Lebaran lalu mengalami kenaikan sekitar 25 persen. ”Awal Juli saja sudah naik 25 persen dibanding Juni. Penjualan bagus sekali. Pada liburan ini bisa naik lagi,” katanya di Jakarta, Selasa pekan lalu. Peningkatan penjualan tersebut, menurut dia, disebabkan oleh momen kenaikan kelas yang hampir berbarengan dengan libur puasa dan Lebaran. ”Ini sesuai dengan prediksi para importir.” Eko mengungkapkan para pedagang umumnya menaikkan harga jual dua-enam persen karena dipicu oleh melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar. Tapi kenaikan harga itu hanya terjadi pada produk yang laku keras di pasar, yakni tipe smartphone. Tahun ini para importir memperkirakan jumlah produk telepon seluler yang diimpor ke Indonesia bisa melebihi 100 juta unit. Jumlah ini naik dibanding tahun lalu, yang mencapai 85 juta unit. ”Smartphone dan Android menjadi produk yang paling banyak diimpor karena paling dicari masyarakat,” ucap Eko. ●

TEMPO/EKO SISWONO TOYUDHO

GUBERNUR Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan telah merekomendasikan kepada pemerintah untuk mengurangi impor. Hal ini perlu dilakukan mengingat defisit transaksi berjalan kian lebar. ”Impor meninggi bukan hanya didominasi impor BBM, melainkan juga bahan baku dan konsumsi,” kata Agus saat open house Lebaran di rumah dinasnya, Kamis pekan lalu. Defisit transaksi berjalan sudah berlangsung tujuh kuartal berturut-turut. Pemicunya: laju impor terus meninggi, sementara ekspor melambat seiring dengan perlambatan ekonomi di sejumlah negara tujuan utama ekspor Indonesia. Defisit ini menunjukkan tak seimbangnya pasokan dan kebutuhan valuta asing. ”Kalau tidak didukung transaksi modal dan finansial, ini akan menekan neraca pembayaran dan nilai tukar,” ujar Agus. Sekretaris Komite Ekonomi Nasional Aviliani berpendapat defisit transaksi berjalan wajar terjadi pada negara yang ekonominya tengah berkembang. Lonjakan impor terjadi sebagai konsekuensi logis dari tingginya arus investasi masuk. ”Menahan impor malah menahan pertumbuhan,” katanya. ●


Berlebaran ke kampung halaman bukan lagi sekedar menjaga tradisi. Ada nilai-nilai luhur silaturahmi di balik perjuangan untuk kembali ke tanah kelahiran. Siapkan semuanya dengan seksama, hindari hal-hal yang dapat mengganggu kenyamanan perjalanan Anda dan pengguna jalan lain. Taat dan santun di jalan, niscaya akan membawa kebahagiaan keluarga di kampung halaman. Unit-unit Operasional Jasa Marga siap melayani, agar perjalanan Anda di jalan tol lancar, aman dan nyaman. Selamat kembali ke kampung halaman,

Selamat Idul Fitri 1434 H Mohon Maaf Lahir dan Batin

Menyediakan Jalan untuk Anda

live streaming: www.jasamarga.com website: www.jasamarga.com Jasa Marga Traffic Information Center: 021 8088 0123 www.facebook.com/jasamarga @PTJASAMARGA


DUNIA SEPEKAN

ITALIA

BRASIL

AMERIKA SERIKAT

ITALIA

ADU DIPLOMASI VIA TWITTER

IDENTITAS MONA LISA

EJARING sosial Twitter kini menjadi panggung fa-

J

vorit para politikus untuk menyampaikan pesan politik kepada dunia. Maklum, pengguna Twitter kini telah menyentuh angka 500 juta lebih di seantero jagat. Seperti dilansir Foreign Policy, Jumat pekan lalu, kajian terbaru firma komunikasi Burson-Marsteller bertajuk ”Twiplomacy” menyebutkan lebih dari dua pertiga pemimpin dunia berkicau di Twitter. Hingga Juli lalu, 505 pemimpin dunia, dari Presiden Amerika Serikat Barack Obama hingga Paus Fransiskus, telah menjaring 106 juta pengikut. Siapa yang kicauannya paling berpengaruh? Menurut data Klout—situs dan mobile app yang menggunakan analisis media sosial untuk memposisikan penggunanya menurut pengaruh sosial, dengan skor 1-100—Obama mendapat skor 99, yang bahkan mengungguli Justin Bieber (96) dan Lady Gaga (95). Obama merupakan pemimpin negara yang paling banyak pengikutnya dan juga paling banyak mengikuti orang. Siapa yang paling mempengaruhi Obama? Menurut Klout, Wakil Presiden Joe Biden dan Michelle Obama. Obama juga gila kerja. Ia berkicau tentang pekerjaannya 338 persen lebih banyak dari rata-rata pengguna Twitter. Kicauannya yang paling populer, ”Yes we can”, di-retweet 16.849 orang. Berbeda dengan Obama, Perdana Menteri Inggris David Cameron justru menjadi bulan-bulanan di Twitter. Ia kerap dikecam orang yang tak sepakat dengan kebijakannya. Cameron dicatat senang berkicau tentang seks, yakni 433 persen lebih banyak dari pengguna lain. Skornya masih tinggi, yakni 92. ”Twiplomacy” menganggap Paus Fransiskus sebagai pengicau paling berpengaruh di antara para pemimpin dunia. Meski begitu, skor kicauannya dalam bahasa Inggris tak tinggi, hanya 89. Namun, bila skornya digabungkan dengan kicauan dalam bahasa Jerman (65), Prancis (70), Polandia (61), Portugal (78), Spanyol (80), Italia (72), Latin (66), dan Arab (63), tak ada pemimpin dunia yang menandinginya. Kicauannya rata-rata di-retweet lebih dari 11 ribu orang. ●

256 |

| 18 AGUSTUS 2013

PARA pakar seni di Florence, Italia, untuk pertama kalinya dalam seabad membuka sebuah kuburan keluarga bangsawan pada Jumat pekan lalu. Tujuannya adalah mengkonfirmasi apakah jasad dalam kuburan itu perempuan dalam lukisan Mona Lisa karya Leonardo da Vinci. Dua tahun silam, para arkeolog mulai mencari kuburan Lisa Gherardini, perempuan yang dipercaya dilukis Da Vinci. Para arkeolog mengangkat lantai semen dari bekas Biara St Ursula, tempat kuburan Gherardini disembunyikan. Jasadnya dipindahkan pada tahun lalu. Dalam tahap akhir investigasinya, para pakar seni membuka ruangan bawah tanah milik keluarga Gherardini di bawah Basilica della Santissima Annunziata di Florence dan memindahkan sisa jasad suami Gherardini, Francesco del Giocondo, pedagang sutra yang kaya, serta jasad dua putranya, Piero dan Bartolomeo. Para pakar akan menganalisis DNA yang diambil dari jasad dua putranya dan membandingkannya dengan DNA dari tiga tulang-belulang perempuan yang digali tahun lalu. ”Tujuan kami untuk mengetahui apakah DNA dari salah seorang anaknya cocok dengan DNA perempuan itu,” kata Silvano Vinceti, sejarawan seni yang memimpin komite evaluasi sejarah dan aset kebudayaan Italia, seperti dikutip The Telegraph. Del Giocondo diyakini memesan lukisan istrinya kepada Da Vinci untuk merayakan kelahiran putra keduanya pada 1502. Perempuan itu menjadi biarawati setelah suaminya meninggal. Gherardini meninggal pada 1542 di usia 63 tahun. Jika para peneliti memutuskan ada hubungan di antara tulang-belulang tersebut, langkah berikutnya adalah mengumpulkan pecahan tengkorak dan merekonstruksi wajah Gherardini untuk menentukan apakah dia perempuan dalam lukisan yang kini disimpan di Museum Louvre, Paris, itu. ●

ZIMBABWE

AP PHOTO/CAROLYN KASTER

AMERIKA SERIKAT


ZIMBABWE

BURSA EFEK KULIT HITAM CINA

CINA

REUTERS/PAULO WHITAKER

TEMUAN BARU FLU BURUNG PARA ilmuwan Cina menemukan bukti kuat varian baru flu burung bisa menular antarmanusia, meski terjadinya tidak mudah. Seperti dilansir BBC pada Selasa pekan lalu, hingga akhir Juni lalu ada 133 kasus flu burung di Cina timur, yang merenggut 43 nyawa. Dalam kajian terbaru, para peneliti Cina mewawancarai keluarga dan teman dekat korban meninggal akibat virus H7N9 untuk mengetahui bagaimana virus itu menular di antara mereka. Dua pasien tinggal seatap dan sedang kritis ketika penelitian dilakukan sehingga tak dapat diwawancarai. Seorang lelaki 60 tahun, yang bertugas membeli bahan makanan untuk keluarga, membeli enam ekor burung puyuh sebelum jatuh sakit. Sedangkan putrinya, 32 tahun, jarang meninggalkan rumah dan diketahui tidak ada kontak dengan unggas, kecuali dengan dua ekor angsa yang dipelihara pemilik apartemen. Dia merawat ayahnya yang sakit itu tanpa mengenakan pelindung apa pun. Dia jatuh sakit beberapa hari kemudian dan meninggal sebulan kemudian. Virus flu burung yang menyerang keduanya secara umum identik. Tidak ada pengujian yang pasti untuk membuktikan kapan virus itu menular dari manusia ke manusia. Ilmuwan juga menguji 43 orang yang berhubungan dengan kedua pasien dan semuanya tidak terpapar virus. ”Dalam cluster ini, virus itu bisa menular dari manusia ke manusia,” demikian Xian Qi dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Provinsi Jiangsu dalam kajiannya. Para ilmuwan menyimpulkan penularannya terbatas dan tidak berkelanjutan. ●

PEMERINTAH Zimbabwe membuat keputusan rasialis. Selasa pekan lalu, Menteri Urusan Pribumi Saviour Kasukawere mengatakan pemerintah akan membuka bursa efek khusus untuk kulit hitam. Hanya warga kulit hitam yang diperbolehkan membeli saham perusahaan-perusahaan asing yang dinasionalisasi pemerintah. Seperti dilansir The Telegraph, Zimbabwe berencana menguasai perusahaan tambang asing—sebagian besar milik Afrika Selatan—menyusul terpilihnya kembali Presiden Robert Mugabe dalam pemilihan umum dua pekan lalu. Kasukawere mengatakan Zimbabwe akan menguasai 51 persen saham perusahaan asing, yang bernilai sekitar 4,8 miliar pound sterling atau setara dengan Rp 76,5 triliun. Pemerintah tidak akan membayar kompensasi apa pun kepada perusahaan asing tersebut. Pemerintah ingin menguasai perusahaan-perusahaan tambang, khususnya Zimplats, produsen platinum terbesar di negara itu, milik Impala Platinum Holdings dari Afrika Selatan. Kasukawere mengatakan perusahaan yang tidak menyerahkan 51 persen sahamnya kepada warga kulit hitam Zimbabwe atau negara akan berisiko kehilangan izin operasional. Juru bicara partai yang berkuasa, Partai Zanu-PF, Psychology Maziwisa, mengatakan apa yang diutarakan Kasukawere merupakan kebijakan resmi. ”Semua itu benar. Kami telah mengatakan hal ini kepada para pemilih.” Sebanyak 71 persen ekspor Zimbabwe berupa logam dan mineral, termasuk platinum dan emas, yang tahun lalu nilainya mencapai 480 juta pound sterling. ●

BRASIL

RAJUTAN NARAPIDANA EBUAH penjara dengan keamanan maksimum di Brasil mempe-

S

kerjakan sejumlah narapidana untuk merajut pakaian. Para narapidana itu mendapatkan libur sehari setelah tiga hari merajut pakaian. Program bertajuk Proyek Bunga Lotus itu merupakan kerja sama antara perancang perempuan Raquel Guimaraes dan penjara Ariosvaldo de Campos Pires de Juiz de Fora, Negara Bagian Minas Gerais, sekitar 160 kilometer sebelah utara Rio de Janeiro. Program ini dirancang untuk memberikan keterampilan dan penghasilan kepada para narapidana. Mereka mendapat upah sebesar 75 persen dari upah minimum Brasil. Seperempat upah mereka dipotong dan akan dibayarkan ketika mereka bebas. Perancang itu meminta bantuan penjara pada 2009 ketika dia kesulitan mendapatkan tenaga perajut untuk label Doiselles miliknya. Guimaraes kemudian melatih 18 narapidana, yang dipenjara dalam berbagai kasus, dari perampokan hingga pembunuhan. Hasil karya mereka kini sudah mendunia, tersebar di 70 toko di Brasil, bahkan hingga ke Amerika Serikat, Prancis, dan Jepang. ”Program itu memberi narapidana keterampilan dan mereka percaya diri ketika keluar,” ujar bekas narapidana kasus perampokan bersenjata, Celio Tavares, seperti dilansir Daily Mail, Ahad dua pekan lalu. ●

18 AGUSTUS 2013 |

| 257


INTERNASIONAL ARAB SAUDI

SEJARAH YANG MUSNAH DI TANAH HARAM

K

EGADUHAN mengungkung Ka’bah. Bukan karena umat Islam yang menyemut menjalankan ibadah umrah selama Ramadan, tapi oleh alat-alat berat raksasa yang berdiri di sekeliling kiblat salat di Mekah itu. Belalai-belalai metal yang menjulur ke langit sibuk bergerak memindahkan bahan bangunan. Suara yang dihasilkan mengganggu kemerduan dan kesyahduan zikir orangorang yang beribadah. Debu mengepul di mana-mana. ”Selama melakukan tawaf, suara riuh alat berat bergantian dengan lantunan talbiyah,” kata Ijar Karim dari Tempo, yang menjalankan ibadah umrah pada awal Juli lalu. Semua ketidaknyamanan ini merupakan bagian dari proyek akbar perluasan Masjidil Haram, yang dimulai pada 26 Agustus 2011. Kawasan Ka’bah, yang sebelumnya berkapasitas 48 ribu anggota jemaah, berkurang menjadi 22 ribu per jam. Saat meletakkan batu pertama, Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz menegaskan bahwa proyek perluasan ketiga ini akan menambah area masjid seluas 400 ribu meter persegi, yang memperbanyak daya tampung Masjidil Haram menjadi 1,2 juta orang dalam satu waktu. Seperti dilansir Gulfnews, Raja Abdullah saat itu mengatakan proyek perluasan akan meningkatkan kapasitas Masjidil Haram, baik di ruang ibadah maupun ruang terbuka. Proyek ini diharapkan akan mengurangi kepadatan jemaah haji saat beribadah di sekitar Masjidil Haram. ”Pembangunan ini terhitung yang terbesar,” kata Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Mustafa bin Ibrahim alMubarak, dalam konferensi pers di Jakar-

258 |

| 18 AGUSTUS 2013

ta, akhir Juni lalu. Salah satu konsekuensi dari proyek ini juga berimbas pada pemotongan jumlah anggota jemaah haji setiap negara hingga 20 persen. Indonesia pun merasakan dampaknya. Proyek dengan anggaran 40 miliar riyal atau sekitar Rp 91 triliun itu antara lain akan menghubungkan pintu keluar Masjidil Haram dengan Masaa, yang merupakan jalur sai (lari kecil) antara Safa dan Marwah, melalui serangkaian jembatan. Beraneka fasilitas juga akan dipasang untuk melengkapi pembangunan perluasan Masjidil Haram, seperti penyejuk udara, tangga berjalan, tempat sampah, dan sistem keamanan canggih. Proyek perluasan juga meliputi pembangunan transportasi kereta api untuk jemaah haji dan umrah, proyek terowongan yang menghubungkan Mina, Muzdalifah, dan Arafat, sampai perluasan akses jemaah, sehingga mudah mengambil air zamzam di Mekah. ”Proyek ini bagian dari upaya memberi layanan terbaik bagi jemaah,” ujar Habib Zain al-Abideen, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Arab Saudi. Sayang, megaproyek itu memakan korban. Seperti dikatakan Mustafa, proyek kali ini akan menghancurkan 44 tiang berusia ratusan tahun dari Dinasti Ottoman dan Abasid. Kepada Tempo dari London, Irfan al-Alawi, Direktur Eksekutif Islamic Heritage Research Foundation, menyayangkan kejadian ini. ”Saya tidak menentang perluasan. Tapi ada solusi lain daripada menghancurkan situs bersejarah,” tutur Alawi melalui surat elektronik kepada Tempo, pertengahan bulan lalu. Pembangunan perluasan area Masjidil Haram, 27 Oktober 2012.

REUTERS/AMR ABDALLAH DALSH

Penghancuran berbagai situs di Mekah-Madinah mencapai 95 persen. Demi mewujudkan “kemegahan”.


18 AGUSTUS 2013 |

| 259


INTERNASIONAL ARAB SAUDI

260 |

| 18 AGUSTUS 2013

ram,” kata Syaikh. Pemugaran Masjidil Haram memang ekstrem. Zulhusni Siregar sempat bengong ketika dibawa ustad pembimbing kelompok umrahnya berjalan mendekati pusat belanja mewah di Abraj al-Bait pada akhir April lalu. Pria 39 tahun yang bekerja sebagai tenaga teknologi informasi di sebuah perusahaan swasta di Jakarta itu menegur sang ustad karena dia tidak berniat berbelanja, tapi beribadah. ”Pak Ustad kemudian menceritakan, di mal mewah itu, dulu pernah berdiri kediaman sahabat Nabi sekaligus mertuanya, Abu Bakar,” katanya. Belum lepas dari rasa terkejut, rombongan umrah kemudian dibawa sang ustad menuju kakus umum di dekat Masjidil Haram. Dia melanjutkan penjelasan, di lokasi itulah dulu letak kediaman Khadijah, istri pertama Rasulullah. Situs ini hilang saat perluasan Masjidil Haram pada 1980-an. Tak ada lagi jejak rumah bersejarah tempat Rasulullah menerima wahyu pertama dan tinggal selama 29 tahun. Mendengar itu, sejumlah anggota jemaah perempuan menangis histeris. Termasuk ibunda Zulhusni, Murni Rambe, yang berusia 64 tahun. ”Dengan air mata bercucuran, ibu saya hanya dapat mendaras astagfirullah,” dia berkisah. Penghancuran berbagai situs bersejarah di dua kota suci umat Islam itu memang sudah mencapai titik kritis. Gulf Institute, lembaga berbasis di Washington, DC, Amerika Serikat, melansir sekitar 95 persen situs bersejarah berusia ribuan tahun di Mekah telah hancur hanya dalam dua dekade terakhir. Rumah tempat Nabi Muhammad dilahir-

Ratusan crane dikerahkan untuk perluasan Masjidil Haram, Juli lalu. Pemerintah Arab Saudi memperkirakan renovasi selesai paling cepat lima tahun. kan dan dibangun pada 570 Masehi pun turut menjadi korban. Kementerian Haji Arab Saudi dalam situsnya menjelaskan, lokasi rumah yang pernah menjadi pasar ternak itu berjarak sekitar 500 meter dari Masjidil Haram. Rumah itu kini berganti menjadi gedung perpustakaan dan sekolah. ”Bila tidak ada yang memberi tahu, saya bahkan tidak mengira gedung itu dibangun di atas rumah Nabi,” kata Ijar Karim. Kepada Tempo, Direktur Gulf Institute Ali Abbas al-Ahmed menuding penghancuran situs bersejarah, terutama yang berkaitan dengan keluarga Nabi, didalangi kelompok Wahabi. Menurut mereka, jangankan berdoa di situs, hanya peduli terhadap tempat peninggalan yang berbau religius itu saja akan menjauhkan orang dari tauhid alias syirik. ”Dengan menghancurkan situssitus itu, Wahabi yakin mereka justru membantu umat,” demikian tulis Ahmed dalam surat elektroniknya, pertengahan Juli lalu. Ahmed mendesak seluruh umat muslim di dunia berseru menghentikan perusakan situs. ”Mengkritik pemerintah Arab Saudi tidak sama dengan mengkritik Islam,” ia menegaskan. Alawi mendukung sikap Ahmed. ”Bagaimana mungkin Anda menentang pembuatan film tentang Nabi, tapi berdiam diri saat melihat peninggalan beliau dan keluarganya berkalang tanah?” ● SITA PLANASARI AQUADINI ( THE INDEPENDENT,

BBC,GULF NEWS)

TEMPO/IJAR KARIM

Bagi Alawi dan yayasan yang berusaha menyelamatkan situs bersejarah di dua kota suci Mekah-Madinah, keberadaan tiang yang telah menjadi bagian dari Masjidil Haram itu memiliki arti sangat penting bagi umat muslim sedunia. ”Beberapa tiang menandai tempat Rasulullah pernah duduk dan berdoa,” ia menambahkan. Toh, tak semua menyayangkan hancurnya kenangan itu. Mufti Besar Syekh Abdul Aziz bin Abdullah al-Sheikh, pemimpin spiritual tertinggi Kerajaan Arab Saudi, seperti dilansir situs televisi Iran, Press TV, menegaskan tidak ada yang salah dengan penghancuran situs-situs bersejarah di Masjidil Haram. ”Penghancuran ini memang harus dilakukan. Bahkan seharusnya Anda berterima kasih kepada pemerintah karena penghancuran ini bertujuan meningkatkan kapasitas Masjidil Haram,” katanya. Sebenarnya perataan situs sejarah demi alasan kenyamanan jemaah haji dan umrah telah terjadi sejak Dinasti Saud berkuasa di Al-Haramain. Pada 2002, perang diplomatik antara Arab Saudi dan Turki sempat berkobar gara-gara penghancuran Benteng Ajyad yang berhadapan langsung dengan Masjidil Haram. Benteng berusia 220 tahun itu dihancurkan bersama bukit di bawahnya, untuk melempangkan pembangunan Makkah Royal Clock Tower, menara jam tertinggi di dunia yang dihiasi tulisan ”Allah” pada puncaknya. Gedung setinggi 601 meter yang juga dikenal sebagai Abraj al-Bait itu memiliki tujuh menara dengan 120 lantai. Menempati lahan dua kali luas Pentagon, gedung terbesar di Amerika Serikat, bangunan ini menampung sejumlah hotel bintang lima hingga pusat belanja mewah. Dengan geram Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Turki saat itu, Istemihan Talay, menyatakan langkah tersebut sebagai tindakan barbar. ”Benteng yang didirikan dinasti Ottoman untuk melindungi Ka’bah dari bandit saat itu merupakan salah satu peninggalan bersejarah terbesar bagi umat manusia. Penghancurannya tak berbeda dengan penghancuran monumen Buddha oleh Taliban di Afganistan,” ucap Talay. Tanggapan Arab Saudi memerahkan telinga Turki. Menteri Urusan Islam Arab Saudi Saleh al-Syaikh saat itu menegaskan bahwa penghancuran benteng seluas 23 ribu meter persegi itu merupakan hak kedaulatan negaranya. ”Tidak ada yang boleh turut campur, karena ini untuk proses perluasan dan pembangunan Masjidil Ha-


INTERNASIONAL PALESTINA

Khalas di Inggris, Juli 2013.

SALAM METAL DARI PALESTINA Sukses di Timur Tengah, kelompok musik metal Israel dan Palestina mengadakan tur bersama keliling Eropa. EDUANYA hanya sepotong kecil demografi suatu negeri yang sekarang bernama Israel. Kelompok Orphaned Land, dengan Kobi Farhi, lead vocalist-nya yang terkenal di antara para pemuda Tel Aviv. Kemudian kelompok Khalas, dengan Abed Khatout, pemetik bas yang berasal dari Galilea, tapi namanya dikenal luas di kalangan pemuda Ramallah, Tepi Barat. Kobi dan semua personel Orphaned Land adalah anak Yahudi. Sedangkan Abed dan kawan-kawan dalam kelompok Khalas lahir di Israel, warga Israel yang berdarah Palestina, dan secara demonstratif mereka menyebut dirinya orang Palestina. Kobi, pemuda pertengahan 30-an tahun yang bertato dan berambut panjang, menyebut Abed brother atau saudara—mereka disatukan oleh sebuah keluarga imajiner: musik metal. Pada suatu malam Minggu, pertengahan Juli lalu, mereka naik pentas bersama di Tel Aviv, bahkan bersama-sama menyanyikan lagu terpopuler Orphaned Land, Norra el Norra. Sekarang mereka juga tengah serius menyiapkan rencana besar pada Oktober mendatang: tur bersama keliling Eropa. Rangkaian tur panjang yang berawal pada 26 Oktober di Lyon, Prancis,

K

262 |

| 18 AGUSTUS 2013

dan berakhir pada 15 November di Dublin, Irlandia Utara. Khalas dan Orphaned Land tidak menyanyikan lagu tentang cinta atau mantan kekasih yang kini bahagia atau menderita dengan orang lain. Keduanya samasama anak zamannya, yang merasa penat dengan permusuhan dan perang, seraya ingin hidup berdampingan secara damai. Khalas dalam bahasa Arab berarti sudah, selesai. Tentu saja ada sesuatu yang terputus dalam kata itu dan keinginan untuk tidak kembali lagi pada periode yang sama. Khalas memang kerap menerima kritik dari kalangan Palestina sendiri, karena mereka tampak lebih suka menyesuaikan diri dengan kenyataan pahit pendudukan Israel, ketimbang melawan mengacungkan tinju tinggi-tinggi atau mengangkat senjata. Sedangkan Orphaned Land adalah istilah yang menggambarkan terputusnya tali keturunan yang menghubungkan Kobi dan kawan-kawan dengan masa lalu bangsa Israel. ”Saya tidak peduli dengan negara, bendera, atau agama. Saya cuma tidak ingin anak saya akhirnya berkelahi ataupun saling bunuh dengan anaknya (putra Abed). Seperti kami kini, saya ingin mereka bermain bersama,” kata Kobi. Mimpi Kobi dan Abed tidak muluk-mu-

luk. ”Kami memang tidak bisa mengubah dunia. Tapi kami bisa memberi contoh bahwa koeksistensi itu mungkin terjadi. Kami akan menunjukkan bahwa dua orang di zona konflik, dengan latar belakang berbeda, dapat tampil bersama,” ujarnya. Sedikit berbeda dengan Khalas yang banyak mendapat pengaruh dari kelompok metal legendaris Black Sabbath, Orphaned Land memiliki formula ajaib yang membuatnya diterima di kalangan orang Yahudi dan Arab. Mereka mengangkat Norra el Norra, lagu populer Mesir; menerjemahkan liriknya ke bahasa Ibrani; serta memperkaya aransemennya dengan aneka instrumen tradisional Arab dan Yahudi. Pada puncaknya: mereka membubuhkan bunyi bergedebum dari petikan bas dan tabuhan drum khas musik metal—yang membuat kaum muda menonton konsernya sambil berjingkrak. Memang. Israel adalah sebuah kekuatan kolonial yang mengembangkan diri dengan menduduki wilayah luas yang bukan haknya. Dengan kekuatan militernya yang digdaya, Israel adalah si Daud yang telah menjadi Jalut yang penuh angkara murka terhadap negara-negara Arab tetangganya. Namun Orphaned Land dengan enteng melintasi batas-batas negara yang menjadi titik pusat konflik di Timur Tengah. Beberapa tahun yang lalu, konser mereka di Lapangan Taksim, Istanbul, berhasil menghimpun ribuan penonton. Mereka menggubah lagu baru, juga mengambil, mengaransemen ulang, memainkan lagu-lagu tradisional asal Yaman dan Arab lainnya. Tak ayal lagi, mendengar melodi yang tak asing tanpa harus kehilangan kesan bahwa musik mereka itu musik metal, anakanak muda Arab pun jatuh hati. ● IDRUS F. SHAHAB ( XINHUA, JERUSALEM POST )

REUTERS/OSMAN ORSAL, FAN PAGE KHALAS

Orphaned Land saat konser di Istanbul, Turki, September 2011 (kiri).


INDONESIA BUSINESS INSIGHTS

FILIPINA

SEBUAH IKHTIAR DI TAPAL BATAS 1

PNPM MANDIRI BERUSAHA MEMBEBASKAN WILAYAH-WILAYAH PERBATASAN DARI BELITAN KEMISKINAN. NUR FARIDA AHNIAR MENULISKAN HASIL REPORTASENYA DARI SANGIHE, SULAWESI UTARA, YANG BERBATASAN DENGAN FILIPINA.

LAUT PASIFIK

Pulau Marore

Medan Ekstrem Marore Kecamatan Marore di Kabupaten Sangihe termasuk salah satu areal tersulit lokasi PNPM Perdesaan. Seorang kader desa bahkan hampir kehilangan nyawa, saat menyusuri laut dengan perahu kecil dari Matutuang menuju Marore, pulau terdepan yang berbatasan dengan Filipina.

KECAMATAN MARORE Dana PNPM Perdesaan (2013): Rp

1,85 miliar Pulau Matutuang Hadir sejak 4 tahun lalu, terbangun:

LAUT SULAWESI

980 meter jalan 18

KABUPATEN SANGIHE:

kamar mandi umum (MCK)

Luas wilayah: 1.013km2 127.520 jiwa (2011)

meter tanggul 420 penahan ombak

38,9% penduduk miskin (2010) Dana PNPM Perdesaan (2013): Rp

14,6 miliar

12 kecamatan TAHUNA

Sebanyak enam edisi, mulai Juni 2013, KATADATA mengulas tentang jejak 15 tahun PNPM Mandiri Perdesaan. Artikel ditayangkan setiap pekan ketiga di majalah Tempo dan selengkapnya di situs www.katadata.co.id. Kritik dan saran ke info@katadata.co.id


15 TAHUN PNPM PERDESAAN (1998-2013) Pembangunan Berbasis Komunitas Terbesar di Dunia

RECKSAN Salur bisa merasakan enak dan

susahnya tinggal di wilayah perbatasan dua negara: Indonesia dan Filipina. Di Filipina, kampung halaman kakeknya, ia menghabiskan masa kecil hingga lulus SD. Di Indonesia, tempat asal ayahnya, ia tinggal sejak mulai duduk di bangku SMP. Pengalaman hidup di negara lain bisa menjadi kebanggaan. Tapi tidak bagi Recksan. Seperti ayahnya, ia tinggal di Pulau Matutuang, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Di wilayah itu, banyak orang berdarah campuran. Bahkan sebagian warga lebih fasih berbahasa Tagalog, bahasa nasional Filipina, dibanding Bahasa Indonesia. Sangihe bukan daerah perbatasan yang makmur. Tapi, Recksan bisa merasakan bahwa kehidupan di wilayah Indonesia lebih menyenangkan. “Untuk masalah lapangan kerja, di Matutuang lebih banyak,” kata lelaki 27 tahun ini. “Jika di Filipina, harus bekerja sekuat tenaga, tak ada subsidi (pemerintah). Harus bekerja sendiri.” Daerah perbatasan seperti Sangihe memang mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah. Sejumlah program pembangunan digelar di sana, termasuk Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan, kegiatan tempat Recksan bekerja sebagai Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa. Berbeda dengan kegiatan pembangunan lainnya, PNPM mengambil pola kegiatan berdasarkan usulan dari masyarakat sendiri, dan mereka pula yang mengerjakan. Dirintis dengan nama Program Pengembangan Kecamatan (PPK) pada 1998 sebagai kegiatan kerja sama dengan Bank Dunia, dalam kurun 15 tahun, PNPM Perdesaan telah menjangkau 63 ribu desa di seluruh Indonesia. Total dana yang dikucurkan pemerintah dan Bank Dunia mencapai Rp 70 triliun. Setiap kecamatan mendapat dana Rp 300 juta-4 miliar per tahun. Jeremia Pilsrun Antara, pendamping lokal PNPM di wilayah Tabukan Tengah, Sangihe, menyebut kecamatan tempatnya bertanggung jawab mendapat Rp 4 miliar pada 2010-2012. Dalam pembangunan model PNPM, masyarakat desa mengusulkan program apa yang akan digelar di wilayah mereka. Setiap desa membawa proposalnya untuk berkompetisi dengan desa-desa lain. Berbeda dengan proyek SHPUWLTIHUN\UHUÄZPRPUMYHZ[Y\R[\Y[PKHRIVSLO menggunakan kontraktor, harus dilakukan warga sendiri. Para pekerja juga harus dari warga setempat. Hal ini, selain membuat biaya menjadi jauh lebih murah, “Partisipasi masyarakat menjadi tinggi,” kata Menteri Dalam Negeri, Gamawan

Ketika semua itu menjadi proyek pemerintah semata, semua meminta ganti rugi sekecil apa pun.

PRODUKSI KATADATA/TIM INFO TEMPO

Fauzi, kepada tim Katadata. Ia memberi contoh bagaimana PNPM membangun pipa dan bak penampungan air minum yang lahannya didapat gratis dari warga. Ini berbeda dengan program pembangunan lain yang diputuskan oleh pusat. “Ketika semua itu menjadi proyek pemerintah semata, semua meminta ganti rugi sekecil apa pun,” katanya. Di desa Bowongkali, Tabukan Tengah, Sangihe, misalnya, warga mengusulkan pembangunan jalan sekitar 700 meter. “Warga swadaya menyumbangkan tenaga dan menyumbang 25 kubik batu,” kata Jeremia. “Masyarakat yang dulunya pengangguran, dilibatkan sebagai tukang sehingga mendapat penghasilan.” Di wilayah-wilayah terdepan Indonesia, pemerintah mengembangkan lebih jauh PNPM Perdesaan untuk mempercepat pemberantasan kemiskinan. Sejumlah daerah perbatasan mendapat dana lebih sejak 2010. Pada tahun itu, tiga kabupaten perbatasan di Sulawesi Utara mendapat alokasi Rp 41 miliar untuk dana PNPM. Selain Sangihe, dua lainnya adalah Talaud dan Kepulauan Siau Tagulandang Biaro. Hasilnya, di Kabupaten Sangihe, sejak 2010, program PNPM Mandiri Perdesaan telah membangun 47 kilometer jalan, dan 18 kilometer di antaranya dari program PNPM Mandiri Perdesaan di Perbatasan. Di Tabukan Tengah, selain program “konvensional” seperti pembuatan fasilitas air bersih dan jalan, atau pemberian dana pinjaman lewat dana bergulir, PNPM membuat unit pengolah sagu. Tanaman sagu menjadi salah satu sumber penghasilan warga Pulau Sangihe selain kelapa dan cengkih. Untuk mengolah sagu, dahulu warga harus mencacah dengan cangkul, yang memakan waktu sangat lama dan melelahkan. Butuh dua hari. Tapi, dengan membuat mesin pencacah I\H[HU ZLUKPYP·KPTVKPÄRHZP KHYP mesin kapal—sekarang mereka cuma membutuhkan waktu beberapa menit. “Kecamatan Tabukan Tengah menjadi daerah pertama di Sangihe yang memiliki bangunan pengolahan sagu,” kata Jeremia, yang baru saja diganjar penghargaan sebagai pendamping lokal terbaik dari Kementerian Dalam Negeri.

2


INDONESIA BUSINESS INSIGHTS

DOK. PRIBADI

3

BERDUEL DENGAN MAUT LIMA HARI LIMA MALAM, DUA PENGGERAK PNPM TERAPUNG DI LAUT LEPAS SEPUTAR SANGIHE. SEMPAT KOMA, DENGAN HARAPAN HIDUP TINGGAL 30 PERSEN. PERAHU itu tiba-tiba terbalik. Recksan Salur dan Karce Salensehe gelagapan. Mereka berusaha membalikkan kembali perahu kecil yang membawanya dari Matutuang ke Marore, dua pulau kecil di Kabupaten Sangihe, Sulawesi Utara. Saat akhirnya mereka bisa membalikkan perahu itu, mesin sudah mati. Recksan dan Karce harus naik perahu kecil menuju Marore, karena sebagai kader pemberdayaan masyarakat desa dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat di Pulau Matutuang, mereka mendapat undangan untuk rapat di pulau yang menjadi ibu kota kecamatan itu. Bagi Recksan dan Karce, yang sejak kecil hidup di pulau kecil di wilayah yang berbatasan dengan Filipina itu, ini bukan perjalanan yang asing. Mereka bahkan tidak menyempatkan diri untuk sarapan. “Kami hanya minum teh segelas karena kami pikir perjalanan membutuhkan waktu 90 menit,” kata Recksan mengenang kejadian tiga tahun lalu. Waktu 90 menit itu ternyata menjadi lima hari. Mereka terapung tanpa makanan dan minuman.

Ia dehidrasi dan sudah tidak sadar, saat ditemukan kapal patroli Angkatan Laut di hari kelima.

PRODUKSI KATADATA/TIM INFO TEMPO

Lapar dan haus ini ditambah dengan sengatan matahari yang membuat kulit mereka mengelupas semua. Karce, fasilitator perempuan yang KPWPSPO ^HYNH 4H[\[\HUN ÄZPRU`H lebih lemah. Ia dehidrasi dan sudah tidak sadar saat ditemukan kapal patroli Angkatan Laut di hari kelima. Mereka dibawa di Rumah Sakit Angkatan Laut di Bitung, Sulawesi Utara. Karce baru sadar setelah dua pekan. Ia selamat meski dokter sempat menyatakan peluang hidupnya hanya 30 persen akibat dehidrasi parah. Sedangkan Recksan, dua pekan di rumah sakit untuk memulihkan kulitkulitnya yang mengelupas. Menjadi penggerak PNPM di daerah perbatasan atau ekstrem, seperti di Sangihe, bukan hal mudah. Transportasi ke ibu kota kabupaten, Tahuna, dengan kapal yang cukup besar hanya dua pekan sekali. Jika tidak terpaksa, mereka mengandalkan perahu kecil yang—mengikuti istilah Filipina—disebut pumpboat. Telekomunikasi juga sangat buruk. Di pulau Matutuang, ponsel menjadi bisu. Komunikasi tercepat adalah surat. Itu pun dititipkan pada nelayan. Kehidupan sosial warga juga menjadi tantangan. Banyak warga tidak bisa berbahasa Indonesia dan semula tinggal di Filipina. “Kami harus menghadapi masyarakat dengan pendidikan rendah, adaptasi bahasa, pindahan dari Filipina,” kata Recksan. Recksan lahir pada 1986. Berayah asal Sangihe dan ibu berdarah campuran Indonesia-Filipina, ia baru hijrah ke Indonesia ketika duduk di bangku SMP. Saat PNPM masuk Matutuang pada 2009, Recksan tidak tahu ini program apa. Tapi, warga desa memilihnya, yang saat itu baru berusia 23 tahun, sebagai Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD). Sedang untuk kader perempuan, terpilih Karce. Ia tetap bersemangat meski upahnya sangat kecil: hanya Rp 100 ribu per bulan. Baru tahun lalu naik menjadi Rp 200 ribu. “Tetapi, tahun 2013 ini honor tidak cair sejak enam bulan lalu,” katanya. Dedikasi serupa ditunjukkan oleh Jeremia P. Antara, yang bertugas di Kecamatan Tabukan Tengah. Berkat ketekunannya, ia baru saja diganjar


15 TAHUN PNPM PERDESAAN (1998-2013) Pembangunan Berbasis Komunitas Terbesar di Dunia

jalanan becek dan warga tak harus berjalan jauh mengambil mata air. “Yang dulunya tidak punya modal untuk berdagang ikan, malah kini ada yang punya perahu. Yang dulunya hanya menjadi penjahit, kini memiliki toko baju kecil-kecilan.”

penghargaan sebagai pendamping lokal tingkat kecamatan terbaik se-Indonesia untuk wilayah ekstrem dan terpencil. Tak jarang ia harus menapaki perbukitan dan mengarungi laut dengan perahu pumpboat. Ia pun saban hari harus menempuh perjalanan sekitar 9 kilometer dari rumahnya di Bowongkali ke sekretariat PNPM Kecamatan Tahuna. Semua jerih-payahnya itu “terbayar”, ketika ia melihat anak sekolah tak lagi harus menempuh

MENTERI DALAM NEGERI GAMAWAN FAUZI:

4

JANGAN LAGI MODEL PROYEK

KATADATA/BERNARD CHANIAGO

PENGALAMAN yang panjang sebagai Bupati Solok (1995-2005) dan Gubernur Sumatera Barat (2005-2009) membuat Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi tahu persis apa model pembangunan yang tepat untuk bisa melibatkan warga masyarakat. Dalam wawancara khusus dengan tim Katadata, peraih Bung Hatta Anti-Corruption Award ini mengkritik tajam model proyek, yang kerap dilakukan sejak era Orde Baru. BAGAIMANA ANDA MELIHAT PNPM SELAMA INI?

Banyak program yang turun dari “atas”, tapi kemudian tidak bermanfaat. Ini karena masyarakat tidak merasa memiliki. Sense of belonging masyarakat rendah. Berbeda dengan proyek yang dikerjakan masyarakat sendiri. Mereka akan rawat. Hasilnya akan lebih maksimal. Ini kekuatan PNPM. CONTOHNYA?

Ketika saya menjabat Bupati Solok, Provinsi Sumatera Barat, daerah saya menjadi pilot project PNPM. Kami bangun infrastruktur air bersih. Masyarakat merasa ini kebutuhan mereka, akibatnya tingkat partisipasi tinggi. Lahan pekarangan mereka dipakai untuk jalur air. Pipa dan bak-bak penampungan juga dibangun. Semua itu tidak pernah ada yang dibayar. Tapi, ketika semua itu menjadi proyek pemerintah semata, semua meminta ganti rugi, sekecil apa pun. Saya pernah membangun micro-hydro tidak melalui PNPM. Program itu hanya bisa bertahan dua tahun. Seharusnya mereka kelola sendiri. Tapi, tidak mau, karena dianggap proyek pemerintah. Pembangunan seolah-olah menjadi kepentingan pemerintah saja.

Program-program semacam PNPM akan menjadi ikon, model pembangunan ke depan. PNPM betul-betul dirancang sebagai pembangunan yang murni bottom up. Saya akan mendorong ini sampai menjadi kekuatan pembangunan yang bisa menggeser model-model proyek. Kalaupun suatu saat program ini berhenti, spiritnya tidak boleh hilang. Pendekatan model PNPM harus dilanjutkan oleh gubernur, bupati, dan walikota. Pembangunan harus dari rakyat, untuk rakyat, dan dikelola oleh rakyat sendiri. ADA ANGGAPAN PNPM ADALAH PROGRAM REZIM PEMERINTAHAN SAAT INI…

Program ini kan sejak 1997. Program ini sudah lintas presiden, lintas partai politik. Sekali-kali kita perlu untuk tidak selalu membawa pikiran kita ke dunia politik. Kita harus melihat sebagai sebuah gagasan yang baik, yang harus dipandang secara jernih. Jika kita selalu melihat dari kacamata politik, akan menjadi tidak sehat.

PNPM AKAN BERAKHIR DI 2014…

Pembangunan dengan PNPM bisa meningkatkan partisipasi masyarakat, sekaligus menghemat biaya. Karena itu, saya berharap program ini tidak berhenti. PRODUKSI KATADATA/TIM INFO TEMPO

Wawancara Selengkapnya di www.katadata.co.id


Available on our daily flights to Tokyo Narita from Jakarta and Denpasar, starting from August 19, 2013.


LINGKUNGAN

RAMAI-RAMAI BEREBUT HUTAN ADAT Mahkamah Konstitusi memenangkan gugatan masyarakat adat ihwal hutan adat. Plang tuntutan di atas lahan konsesi mulai dipasang.

P

ENGUMUMAN di papan dengan cat putih itu dipasang di pohon meranti. Isinya menjelaskan bahwa lahan itu milik masyarakat adat Muara-tae. Mereka mengklaim melaksanakan putusan Mahkamah Konstitusi. Pada bagian bawah tertulis kalimat ”Sempekat Pesuli Lati Tana Adat Taqaak” atau ”Kembalikan Hutan dan Tanah Adat Kami”. Setelah menancapkan plang, tokoh adat berfoto bersama. Ada tiga plang ditancapkan di beberapa lokasi di hutan adat di Kutai Barat, Kalimantan Timur, itu. Sejak belasan tahun lalu, sebagian lahan di hutan ini menjadi perkebunan kelapa sawit milik PT Borneo Surya Mining Jaya dan PT Munte Waniq Jaya Perkasa. ”Dua pekan kemudian kami tak melihat plang itu lagi,” kata Petrus Asuy, tokoh warga Muara-tae, yang dihubungi lewat telepon oleh Tempo pada Jumat pekan lalu.

270 |

| 18 AGUSTUS 2013

Tak mau kalah, mereka pasang plang kembali. Namun akhir bulan lalu woroworo tersebut dicabut orang. Petrus akhirnya memfotokopi selebaran berisi putusan MK dan membagikannya kepada semua warga Kampung Muara-tae, Kecamatan Jempang, Kabupaten Kutai Barat. Warga, kata dia, bangkit lagi semangatnya setelah membaca selebaran yang dibuat Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) itu. Pada 16 Mei 2013, MK memang mengabulkan sebagian uji materi Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan yang dimohonkan AMAN dan dua komunitas masyarakat adat, yaitu Kanegerian Kuntu dan Kasepuhan Cisitu. Dalam putusan Mahkamah, hutan adat yang sebelumnya menjadi bagian dari hutan negara dalam undang-undang itu harus dimaknai sebagai hutan hak. Putusan ini memperkuat keberadaan masyarakat hukum adat sebagai subyek hukum yang da-

pat memiliki hak berupa hutan. Putusan ini membuat beberapa masyarakat adat bergerak menentang izin konsesi jangka panjang yang telah dikeluarkan pemerintah kepada perusahaan dalam pengelolaan hutan adat. Masyarakat adat Panduman-Sipituhuta di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, misalnya, memasang lima papan di wilayah hutan Kemenyan, daerah Dolok Ginjang. Pengumuman tersebut ditulis dengan cat merah, yang menjelaskan bahwa hutan adat Panduman-Sipituhuta bukan lagi hutan negara, sesuai dengan putusan MK. ”Kami pasang plang di tapal batas hutan kami yang pernah diukur bersama-sama dengan pemerintah daerah dan PT Toba Pulp Lestari,” kata Ketua Dewan Daerah AMAN Tano Batak James Sinambela kepada Tempo, Jumat pekan lalu. Sejak 2008, perusahaan yang dulu bernama PT Inti Indorayon Utama itu menguasai 500 hektare dari 4.100 hektare hutan Kemenyan yang ditanami eukaliptus. Secara keseluruhan di Humbang Hasundutan dan kabupaten lain, perusahaan bubur kayu milik Sukanto Tanoto ini menguasai lahan 269 ribu hektare, dengan izin untuk hutan tanaman industri. Konflik sering terjadi antara perusahaan dan masyarakat adat. Unjuk rasa juga dilakukan perwakilan masyarakat ke kantor Kementerian Kehutanan. Pada Februari lalu, polisi menangkap 16 warga sehubungan dengan konflik tersebut.

DOK.AMAN

Tokoh masyarakat adat Muara-tae di area perkebunan sawit yang diklaim oleh PT Munte Waniq Jaya Perkasa.


Beruntung tak ada yang mencabut papan itu. Bulan lalu Bupati mengundang pimpinan masyarakat adat untuk bersama-sama membuat tapal batas. Namun mereka menolak karena sudah beberapa kali pengukuran itu dilakukan. ”Kenapa tidak pakai hasil yang lama saja?” ujar James. Dia kini menyiapkan peta tanah adat dalam format tiga dimensi untuk dipaparkan dalam pertemuan di luar negeri. ”Kami,” kata dia, ”tetap menuntut hutan Kemenyan yang dicuri perusahaan dikembalikan ke warga adat.” Aksi yang sama dilakukan masyarakat adat Sawai Gemaf dan Sawai Kobe di Halmahera, Maluku Utara. Begitu pula dengan masyarakat adat Matteko dan Karunsi’e Dongi, Tana Luwu, Sulawesi Selatan; masyarakat adat Tumbang Bahanei, Kalimantan Tengah; warga adat Naga Hulambu, Tano Batak, Sumatera Utara; serta masyarakat adat di Papua dan Nusa Tenggara. Putusan MK tersebut memang ibarat membuka kotak pandora. Bagi masyarakat adat, ”Undang-Undang Kehutanan Tahun 1999 menampilkan wajah penjajah,” kata Deputi I Sekretaris Jenderal AMAN Arifin Saleh Monang tatkala berbicara dalam diskusi yang diselenggarakan Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4). Wajah itu ditampilkan melalui izin kepada perusahaan yang dikeluarkan Kementerian Kehutanan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Pertanahan Nasional, pemerintah daerah, serta intimidasi oleh aparat keamanan. Kini mereka mulai mempercayai negara. Namun, kata Monang, negara harus cepat melakukan renegosiasi antara perusahaan dan masyarakat adat, tanpa menunggu izin konsesi selesai. Aneka tuntutan itu tak urung meningkatkan tensi ketegangan di lapangan. Anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Sandra Moniaga, mewanti-wanti pemerintah segera turun tangan dengan mengeluarkan kebijakan transisional seperti peraturan presiden. Jika tidak, kata dia, ada potensi chaos di lapangan. ”Belum lagi penunggang gelap yang mengaku-aku sebagai masyarakat adat, padahal mereka

pembalak liar,” ujarnya. Sandra Moniaga tak yakin peraturan daerah yang diusulkan Kementerian Kehutanan akan menyelesaikan masalah. Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan Hadi Daryanto menjelaskan, pihaknya telah mensosialisasi ke dinas kehutanan dan unit pelaksana teknis agar mempercepat aturan daerah. Enam bulan lalu Kementerian meminta pemerintah provinsi mengirimkan peraturan daerah tentang masyarakat hukum adat di wilayahnya. Ada 11 provinsi yang menyampaikan aturan itu. ”Namun mereka tidak melampirkan peta batas wilayah, termasuk koordinatnya,” kata Hudoyo, Direktur Pengukuhan, Penatagunaan, dan Tenurial Kawasan Hutan Kementerian Kehutanan. Hadi Daryanto tak setuju dilakukan renegosiasi karena lahan yang dimiliki masyarakat adat relatif kecil. ”Tinggal dienklave, dikeluarkan saja dari area konsesi,” ucapnya. Cara ini sudah dilakukan dalam kasus tanah di Mesuji, Lampung. Atau penyerahan lahan untuk hutan desa di Sungai Utik dan sejumlah daerah. Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia Purwadi Soeprihanto tak sependapat dengan model penyelesaian lewat enklave. Menurut dia, kondisi di lapangan berbeda dengan pengamatan di atas meja. Masyarakat adat di Papua dan Papua Barat, misalnya, mengklaim semua hutan di provinsi itu miliknya. Artinya, tak ada lagi lahan yang dimiliki perusahaan telah mendapat izin konsesi dari pemerintah. Klaim tersebut juga akan berbuntut pada permintaan fee untuk tanah ulayat kepada perusahaan pemegang izin konsesi. Aturannya, fee minimum adalah Rp 60 ribu per meter kubik. Di lapangan, kata Purwadi, tarifnya mencapai Rp 200 ribu per meter kubik. Padahal harga kayu meranti hanya Rp 800 ribu per meter kubik. Untuk biaya operasional, perusahaan harus mengeluarkan cost sekitar Rp 500 ribu sehingga banyak perusahaan kini gulung tikar. Perusahaan yang tetap bertahan, kata Purwadi, hanya mengambil kayu merbau yang harganya tinggi.

Sekretaris Jenderal AMAN Abdon Nababan berharap Kementerian Kehutanan proaktif membuat peta wilayah dan memfasilitasi pemerintah daerah membuat aturan tentang masyarakat adat. Menurut Abdon, ada banyak komunitas masyarakat adat sehingga dibutuhkan banyak peraturan daerah. Dia tak yakin anggaran pembangunan daerah mampu membiayainya. Belum lagi pengaruh dari perusahaan atau pihak tertentu kepada DPRD ketika membuat aturan. Abdon memprediksi ada sekitar 40 juta hektare wilayah hutan adat di Tanah Air. AMAN telah memetakan 3,4 juta hektare hutan adat milik masyarakat adat. ”Tak mungkin kami sendirian membuat peta. Ada kewajiban negara membuat peta itu,” katanya. Abdon telah menyerahkan peta itu kepada Kepala UKP4 Kuntoro Mangkusubroto, Menteri Lingkungan Hidup, dan Badan Informasi Geospasial. Deputi Pemantauan Program dan Institusi Penegakan Hukum UKP4 Mas Achmad Santosa berharap Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Lingkungan Hidup menjadi mediator antara masyarakat adat dan perusahaan yang mendapat izin. Dua kementerian ini, kata Achmad, tidak mengeluarkan izin dan tak punya konflik kepentingan. Dia sepakat perlunya kebijakan transisional karena Rancangan Undang-Undang Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Adat serta RUU Pertanahan baru akan dibahas DPR. Menurut dia, keterlibatan UKP4 bertujuan mencegah terjadinya konflik agraria yang semakin luas. Putusan MK, kata dia, jadi pintu masuk untuk menyelesaikan konflik itu. Petrus Asuy sendiri tak ingin konfliknya dengan perusahaan berkepanjangan. Dia ingin kehidupan masa kecilnya pada 1970an dapat dinikmati cucunya. Ketika itu hutan menyediakan apa yang ia perlukan. Dia sering diajak ayahnya, seorang pemburu, keluar-masuk hutan. Namun, sejak akhir 1970-an, perusahaan mulai menebang pohon dan membuka hutan tanaman industri. ”Menghilangkan hutan sama artinya dengan menghilangkan budaya kami,” katanya. ● UNTUNG WIDYANTO

IKL AN

18 AGUSTUS 2013 |

| 271


OTORITAS JASA KEUANGAN

udah banyak catatan menunjukkan, beberapa negara mengalami kerontokan ekonominya karena industri keuangannya goyang dan ambruk. Perlu puluhan tahun untuk kembali pulih dan bisa membangun kembali. Bahkan negara semaju Amerika Serikat, negara kawasan Eropa Barat juga tak bisa mengelak ketika diserang krisis keuangan. Indonesia juga pernah mengalaminya, setidaknya krisis ekonomi 1998 salah satu yang terbesar. Untuk itu, perlulah mendorong usaha secara sistematis dalam mengamankan industri keuangan. Saat ini total aset perbankan lebih kurang empat ribu triliun. Sedangkan lembaga keuangan non bank seperti asuransi, pembiyaan, keuangan mikro sekitar seribu triliun. “Aset industri jasa keuangan sangatlah besar, kalau tidak dikelola dan diawasi dengan baik dan terintegrasi bila terjadi apa-apa dampaknya akan signifikan,” kata Muliaman D. Hadad Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan. Industri keuangan makin hari makin besar. Baik nasabah maupun kontribusinya pada ekonomi negara juga tambah besar. “Malah masyarakat tidak lagi bergantung hanya pada jasa-jasa bank saja. Masyarakat mulai memerlukan jasa asuransi. Kredit juga tidak dari bank saja tapi lembaga pembiyaan,” kata Muliaman. Muliaman menambahkan kondisi ini menjadi perhatian penuh OJK. “Salah satu prioritas kita yaitu menjamin industri keuangan yang ada ini dikelola dengan sehat, mengedepankan penerapan prinsip kehati-hatian, good governance dan para pengelola punya profesionalisme yang memadai. Oleh karena itu kami

S

OJK mendorong supaya isu yang terkait konsumen diangkat lebih tinggi. Konsumen diberdayakan dengan beragam edukasi.

INFORIAL

Call Center OJK (021) 500-655 Fax (021) 386-6032 email: konsumen@ojk.go.id

JADIKAN INDUSTRI KEUANGAN LEBIH INKLUSIF Muliaman D. Hadad Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

meluncurkan beberapa inisiatif kegiatan untuk memperkenalkan awarness pada pengelola tentang manajemen risiko,” kata Muliaman. Saat ini prioritasnya memang industri keuangan non bank. Bank sudah relatif mapan karena mulai lebih dulu. Namun menurut pengamatan OJK, ada kebutuhan yang mendesak soal harmonisasi ketentuan di industri jasa keuangan. “OJK memiliki previlage untuk mengetahui interaksi antar lembaga jasa keuangan itu,” katanya. Prioritas kedua bagaimana isu yang terkait konsumen diangkat lebih tinggi. “Sebelum era OJK, artikulasi mandat untuk melakukan edukasi dan perlindungan konsumen tidak teralu kuat,” kata Muliaman. Konsumen sekarang ini sudah jauh berbeda dari lima tahun yang lalu. Apalagi dalam kemudahan mendapatkan informasi yang dianggapnya penting. OJK mendorong supaya konsumen juga mendapatkan informasi yang memadai sebelum mengambil keputusan keuangan. Harapannya konsumen lebih

berdaya karena memiliki pengetahuan yang memadai, berdaya karena enforcement peraturan UU dan hukum diterapkan sebaik-baiknya. Jadinya konsumen terlindungi. “Paradigma ini harus dilihat oleh para pelaku industri keuangan. Jadi bukannya malah menjadikan edukasi pada masyarakat sebagai sebuah beban atau cost melainkan sebuah investasi,” kata Muliaman. OJK mengembangkan edukasi melek keuangan pada kelompok-kelompok strategis, bahkan sampai ke daerahdaerah juga diberikan sebuah edukasi beragam hal. “Programnya tailor made. Disesuaikan dengan target,” katanya. Secara umum OJK menekankan bahwa setiap masyarakat entah itu sebagai investor, debitor atau pelaku industri keuangan harus memahami betul apa yang dilakukan sebelum melakukan beragam kegiatan keuangannya. OJK siap merespon seluruh iklim terkait keuangan. “Kalau masyarakat belum bisa mendapatkan informasi yang cukup terbuka karena tidak ada infrastrukturnya, akan kita dorong pembangunannya. Kemudian akses keuangan yang tadinya ada di kota besar saja kita dorong penyebarannya ke kota kecil. Kalau tadinya investasi perlu biaya banyak, pecahan besar kini kita kecilkan. Misalnya lot di pasar modal besar, kita kecilkan,” kata Muliaman. OJK ingin supaya industri keuangan lebih ramah pada setiap orang. Tak hanya konglomerat tetapi juga masyarakat kebanyakan. z


BERSAMA Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, OJK melakukan MoU tentang Peningkatan Literasi Keuangan dan Perlindungan Konsumen di Sektor Jasa Keuangan bagi Perempuan dan Anak

PROGRAM PENINGKATAN LITERASI KEUANGAN toritas Jasa Keuangan RI (OJK) dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI (KPPPA) melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Peningkatan Literasi Keuangan dan Perlindungan Konsumen di Sektor Jasa Keuangan bagi Perempuan dan Anak. Nota Kesepahaman ini sebagai pedoman bagi para pihak dalam mensinergikan potensi dan program kerja kedua lembaga yang diarahkan guna meningkatkan literasi keuangan dan perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan bagi perempuan dan anak Indonesia. Kegiatan itu dilakukan pada Jumat 26 Juli, lalu. Hingga kini, tingkat pengetahuan masyarakat Indonesia dalam hal keuangan masih rendah. Survey literasi internasional yang pernah dilakukan VISA di 28 negara menempatkan Indonesia masih berada di peringkat bawah dengan skor 21.7, sedangkan negara di kawasan seperti Thailand dan Malaysia sudah mempunyai score di atas 40. “OJK dan KPPPA sepakat melakukan program edukasi keuangan sehingga tingkat melek finansial masyarakat dapat meningkat secara progresif lagi,” kata Direktur Komunikasi dan Hubungan Internasional OJK, Gonthor R. Aziz.

O

Pelaksanaan program peningkatan Literasi Keuangan oleh OJK dan KPPPA di Tanah Air diharapkan dapat membuat perempuan dan anak Indonesia memahami karakteristik, layanan dan produk Lembaga Jasa Keuangan; memahami hak dan kewajiban sebagai Konsumen di Lembaga Jasa Keuangan; meningkatkan kemampuan dalam melakukan perencanaan keuangan; serta mengetahui tata cara pengaduan konsumen melalui sistem pelayanan konsumen keuangan terintegrasi yang disediakan oleh OJK.

Implementasi dari Nota Kesepahaman ini dilakukan melalui beberapa program kegiatan. Pertama, penyampaian informasi secara tertulis dan/atau lisan kepada perempuan dan anak tentang layanan dan produk Lembaga Jasa Keuangan. Kedua, sosialisasi dan edukasi tentang layanan dan produk Lembaga Jasa Keuangan kepada perempuan dan Anak. Ketiga, penyusunan modul materi keuangan yang terintegrasi (perencanaan keuangan, kewirausahaan, perbankan, pasar modal dan industri keuangan bukan bank) ke dalam modul yang digunakan dalam sosialisasi dan edukasi. Keempat, pelatihan bagi pegawai dan/atau organisasi yang terkait dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Kelima, penyusunan Buku Saku Keuangan bagi perempuan dan Anak sebagai pengetahuan dasar dalam memahami karakteristik, layanan dan produk Lembaga Jasa Keuangan. Keenam, pemberian bantuan teknis dan fasilitasi oleh OJK kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam melakukan sosialisasi dan edukasi tentang layanan dan produk Lembaga Jasa Keuangan. z

Luncurkan Konsep Pengawasan Berbasis Risiko OJK, pada 26 Juli lalu, mengenalkan konsep pengawasan berbasis risiko atau risk-based supervision yang akan diterapkan ke industri keuangan non-bank (IKNB). Firdaus Djaelani Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank OJK mengatakan , konsep ini sebenarnya bukan ide baru di sektor keuangan, karena telah lama pula dikembangkan di negara-negara maju, penerapannya menjadi popular setelah terjadi krisis keuangan beberapa tahun lalu. “Pengawasan industri keuangan non-bank di Indonesia, saat ini berada pada masa transisi dari pengawasan yang berorientasi pada kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan (compliance-based supervi-

sion) ke penerapan risk-based supervision,” katanya. OJK mencoba untuk mengidentifikasi risiko yang melekat pada kegiatan usaha asuransi, dana pensiun, dan pembiayaan. Berdasarkan hasil review tersebut, telah teridentifikasi jenis-jenis risiko yang berlaku umum bagi perusahaan tersebut. Selain itu, diketahui pula terdapat jenis risiko yang memang spesifik untuk kegiatan lembaga keuangan tertentu. Risiko umum dan risiko spesifik itu selanjutnya menjadi acuan dalam melakukanpenilaian tingkat risiko perusahaan asuransi, dana pension, dan perusahaan pembiayaan. z

INFORIAL


SENI SASTRA INDONESIA

John McGlynn berbicara di Murdoch University, Perth.

Sastra Indonesia di Tiga Kota Australia Tim Penerbit Yayasan Lontar melakukan perjalanan ke Hobart, Melbourne, dan Perth untuk memperkenalkan buku-buku terjemahan sastra Indonesia. Pemanasan sebelum menuju Frankfurt Book Fair 2015.

D

I kaki Gunung Wellington, sebuah kota bernama Hobart memperkenalkan sastra Indonesia. Di Pulau Tasmania, negara bagian di selatan, Direktur Yayasan Lontar dan penerjemah John H. McGlynn membawa 25 buku sastra Indonesia yang sudah diterjemahkan ke bahasa Inggris sembari menggelar presentasi ”Why Translation Matters” (”Mengapa Penerjemahan Itu Penting”). ”Sejak dulu penerjemahan adalah alat komunikasi yang penting untuk menyebarkan gagasan,” kata McGlynn pada Juli lalu di hadapan ratusan peserta Indonesia Council Open Conference, konferensi dua tahunan yang dihadiri kalangan akademikus Australia peneliti Indonesia. McGlynn, yang menetap di Jakarta sejak 1970-an, mendirikan Yayasan Lontar bersama Umar Kayam, Sapardi Djoko Damono, Goenawan Mohamad, dan Subagio Sastrowardoyo 25 tahun silam sebagai lembaga nirlaba yang bertujuan menerjemahkan karya sastra Indonesia ke bahasa Inggris. Sejak itu, Yayasan Lontar su274 |

| 18 AGUSTUS 2013

dah menerbitkan puluhan novel, kumpulan puisi, antologi cerpen, naskah drama, dan jurnal sastra berkala Menagerie. McGlynn menyatakan, tanpa penerjemahan, mustahil terjadi pemahaman dan pelajaran sastra antarnegara. Dia berhadapan dengan ratusan Indonesianis terkemuka, seperti David T. Hill, Pamela Allen, Barbara Hatley, Greg Fealy, dan Adrian Vickers, serta mereka yang sedikit lebih muda, seperti Stephen Miller, dan puluhan kandidat PhD yang tengah melakukan penelitian tentang Indonesia. Inilah salah satu tujuan Yayasan Lontar memboyong setumpuk buku sastra itu ke tiga kota di Australia—yang dinamakan Modern Indonesian Library. ”Ini masih kelompok pertama dari berbagai karya sastra Indonesia yang diterjemahkan ke bahasa Inggris. Nantinya akan disusul dengan karya-karya berikutnya hingga berjumlah lebih dari 100 buku,” ucap McGlynn. Perjalanan promosi buku sastra ke tiga kota di Australia ini bertujuan mengangkat

sastra Indonesia yang sudah diterjemahkan ke bahasa Inggris, katakanlah sebagai pemanasan Road to Frankfurt Book Fair 2015—di mana Indonesia menjadi tamu kehormatan. Sejak tahun lalu Yayasan Lontar sudah dihubungi panitia Frankfurt Book Fair agar menjadi salah satu motor untuk program besar itu. Tapi, seperti diutarakan McGlynn, ”Tak mungkin upaya penerjemahan ratusan buku ini bisa berjalan tanpa dukungan pemerintah dan pihak lain yang berkepentingan untuk acara itu.” Karena itulah McGlynn berinisiatif menjalankan semacam pemanasan perkenalan Modern Indonesian Library ke Australia, sebagai negara tetangga pertama yang sangat tertarik mengenal kebudayaan Indonesia. Untuk program ini, Pamela Allen, dosen dan peneliti studi Indonesia Universitas Tasmania, mengkoordinasikan dukungan finansial dan fasilitas dari Australia-Indonesia Institute, University of Tasmania, dan Murdoch University. ”Sebagai seorang akademikus sastra sekaligus penerjemah, saya beranggapan sastra menyatakan kebenaran seperti halnya sejarah dan sains,” kata Pamela Allen dalam presentasinya. ”Karena itu, penerjemahan adalah proses vital agar karya sastra bisa menembus batas negara.” Ke-25 buku yang dibawa ke Australia dan dikemas menjadi satu seri itu terdiri atas novel klasik Sitti Nurbaya karya Marah Roesli, yang diterjemahkan George Fowler; Belenggu oleh Armijn Pane, yang diterjemahkan John McGlynn menjadi Shackles; Senja di Jakarta karya Mochtar Lubis, yang diterjemahkan Claire Holt dan John McGlynn menjadi Twilight in Jakarta; serta Para Priyayi ciptaan Umar Kayam, yang diterjemahkan Vladislav Zhukov menjadi Javanese Gentry. Juga rangkaian fiksi dan antologi puisi sastrawan yang lebih muda, seperti Dorothea Rosa Herliany dan Lily Yulianti Farid. ”Ke-25 buku yang sudah terbit lebih dulu ini tidak menunjukkan bahwa mereka lebih penting daripada karya berikutnya yang sedang dan akan diterjemahkan,” kata McGlynn menjawab pertanyaan Vedi Hadiz, dosen dan peneliti Murdoch University, Perth, yang mempertanyakan mengapa nama Chairil Anwar belum tercantum dalam daftar itu. McGlynn


Kota Hobart yang terletak di kaki Gunung Wellington.

FOTO-FOTO: YAYASAN LONTAR

University of Tasmania, Hobart, Australia.

mengatakan tentu saja nama-nama seperti Chairil Anwar dan Rivai Apin atau yang lebih muda, seperti Joko Pinurbo, sudah masuk daftar, ”Tapi semua masih dalam proses. Ada soal izin, ada soal teknis, ada soal minim dana dan minim penerjemah. Dua puluh lima karya sastra yang dibawa sekarang adalah yang sudah selesai diterjemahkan. Sebagian malah sudah lama diterjemahkan, seperti Belenggu karya Armijn Pane.” Soal lain yang akan makan waktu adalah karya sastrawan yang sudah mendunia, seperti Pramoedya Ananta Toer, yang sudah diterbitkan oleh penerbit besar internasional. Untuk dimasukkan ke koleksi Modern Indonesian Library agar bisa ditampilkan di Frankfurt Book Fair 2015 kelak harus melalui izin kerja sama yang panjang. ”Sementara itu, kita sudah harus melakukan perjalanan ini karena program Frankfurt Book Fair akan berlangsung dua tahun lagi,” ujar McGlynn. Tantangan terbesar seorang penerbit buku penerjemahan, katanya, kompleksitas izin menerbitkan karya sastrawan yang sudah wafat. Undang-undang di Indonesia mengharuskan perolehan izin dari seluruh ahli waris. ”Jadi, kalau ahli warisnya ada delapan orang, izin harus diperoleh semua orang,” katanya. McGlynn berterus terang bahwa daftar panjang karya sastra sesuai dengan zamannya sudah dibuat. Namun karena penerjemahan membutuhkan biaya yang sangat besar—antara lain buat membayar penerjemah dan ongkos penerbitan— perkenalan karya-karya Modern Indonesian Library dilakukan bertahap. ”Saat ini kami belum memiliki dana untuk merekrut penerjemah dengan imbalan profesional yang standar,” ucapnya. McGlynn mengaku Yayasan Lontar sangat berutang budi kepada para penerjemah yang beker-

ja hanya karena mereka jatuh cinta, meski dengan imbalatan sangat minim. McGlynn berharap, dengan dorongan Frankfurt Book Fair, penerjemahan karya sastra ke bahasa Inggris akan dilakukan dengan profesional—jumlah karya sastra yang harus ditampilkan di Frankfurt Book Fair minimal harus 100 buah. Selain untuk ditampilkan di acara Frankfurt Book Fair sebagai tamu kehormatan, karya-karya sastra Indonesia perlu diterjemahkan ke bahasa Jerman. Karena itulah, ”Selain kami harus mencari donatur, seharusnya pemerintah Indonesia sudah bergerak dari sekarang mempersiapkan buku-buku yang akan dibawa ke sana,” kata McGlynn sambil menunjuk negara lain, seperti Cina, yang menjadi tamu kehormatan Frankfurt Book Fair tahun lalu, langsung didukung pemerintahnya dan mengadakan persiapan penerjemahan tiga tahun sebelum acara Frankfurt Book Fair. Sementara menanti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bergerak, tim

Yayasan Lontar bekerja sama dengan berbagai universitas dan institusi di Australia ingin melakukan langkah awal. Sebab, menurut Pamela Allen, yang juga penerjemah novel Saman karya Ayu Utami yang diterbitkan Equinox itu, ”Penerjemahan sastra bukan hanya kunci utama untuk menguak kekayaan sastra Indonesia, melainkan juga buat mengungkap sejarah dan realitas politik negara ini.” Yang tampaknya tak disadari pemerintah—yang entah kapan akan menyelenggarakan persiapan sebagai tamu kehormatan Frankfurt Book Fair—adalah penerjemahan karya sastra ialah pekerjaan yang makan waktu, ongkos, dan tenaga. Jika pemerintah bersikap serius ingin menjadi tamu kehormatan dua tahun lagi, seharusnya sekarang sudah terdengar gerabak-gerubuk kerjanya. Menerjemahkan sebuah karya memerlukan penerjemah yang baik. Artinya pekerjaan itu bukan soal kemampuan memindahkan kata demi kata belaka. Tan18 AGUSTUS 2013 |

| 275


tangan penerjemahan dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris adalah karena ini sekaligus pekerjaan, ”Menerjemahkan kebudayaan,” ucap Harry Aveling, dosen dan peneliti kebudayaan dan linguistik Monash University, Melbourne, yang dikenal sebagai generasi awal penerjemah sastra Indonesia dan Malaysia. ”Bahasa Indonesia, misalnya, tak membedakan gender untuk orang ketiga tunggal; hanya ada kata ’dia’. Bahasa Indonesia juga tak mengenal bentuk past tense dan future tense. Tapi kompleksitas bahasa Indonesia ditentukan dari awalan, akhiran, sisipan, dan berbagai istilah unik,” kata Aveling, yang sudah menerjemahkan sekitar 50 karya Indonesia ke bahasa Inggris, dari karya Rendra, Iwan Simatupang, hingga Dorothea Rosa Herliany. Ucapan Harry Aveling senada dengan Pamela Allen, yang mengatakan tantangan terbesar penerjemahan adalah bagaimana membuat teks yang berbau ”domestik” atau faktor yang mengindikasikan sosio-kultural Indonesia—misalnya kata ”becak”, ”saweran”, ”kiai”, dan ”abangan”— menjadi sesuatu yang bisa dipahami oleh pembaca asing, terutama yang sama sekali tak pernah menyentuh atau mengenal Indonesia. Ini bisa disaksikan bagaimana sambutan pengunjung The Tasmanian Writers’ Centre, pusat kesenian Hobart yang berlokasi tak jauh dari Sungai Derwent, terhadap pembacaan cerita pendek Lily Yulianti Farid berjudul ”The Kitchen”. Cerita pendek ini adalah bagian dari antologi cerpen Family Room yang diterjemahkan John McGlynn yang berkisah tentang sebuah keluarga yang menggunakan dapur dan masakan sebagai bagian dari ekspresi problem keluarga, sosial, dan politik. Sebelum membacakan cerita pendeknya, Lily menjelaskan plot cerita dan konteks yang akan ia bacakan. Tokoh Kalyla, sang protagonis, adalah narator cerita ini yang berkisah dengan jenaka bagaimana ibunya dan Ruth, pengasuhnya, adalah dua perempuan yang menjadi panutannya. Dapur bukan hanya tempat mereka mengolah masakan, melainkan juga mengolah rasa dan emosi. ”You’re becoming an expert at making rubber bread,” Mother commented, describing in simple term Ruth’s reaction to her sadness and anger. Lily membacakan dengan nada gerutu seorang ibu. Pengunjung yang meme276 |

| 18 AGUSTUS 2013

nuhi ruangan kecil di The Tasmanian Writers’ Centre tertawa terkekeh-kekeh. ”The Kitchen” bukan hanya cerita jenaka, melainkan juga kisah kepedihan. Seperti yang dikatakan kritikus sastra Melani Budianta dalam pengantar antologi Lily, ”Ini adalah lembaran sedih dalam sejarah Indonesia di mana sesama warga Ambon terlibat konflik pada akhir 1990-an.” ”The bread and doughnut that Ruth produced in the kitchen while watching the horrible scenes of destruction in Ambon became the most pliable dough she had ever produced….” Pengunjung Hobart kini terdiam. Mereka tegang mendengarkan kalimat-kalimat yang dibacakan selanjutnya karena kini Lily tak hanya berkisah soal ”dapur”. Dia juga bercerita tentang seorang ibu tunggal yang harus menghadapi budaya korupsi, budaya pergunjingan yang destruktif setelah pecahnya sebuah ikatan perkawinan, dan lebih lagi persoalan kecamuk konflik di timur Indonesia, yang selalu menjadi perhatian utama Lily, yang dikenal sebagai penggagas Makassar International Writers Festival. Seusai pembacaan, tepuk tangan menggemuruh. Chris Gallagher, Direktur The Tasmanian Writers’ Centre, mengaku terpesona. ”Meski sama sekali tak mengenal Indonesia, saya bisa menangkap betapa universalnya cerita ini,” katanya kepada Tempo. Gallagher menyatakan, karena mendengar cerita-cerita yang dibacakan malam itu, dia jadi tertarik membaca karya sastra Indonesia lebih dalam dan ingin berkunjung ke Indonesia suatu hari. ”Inilah yang saya maksud bahwa penerjemahan sastra Indonesia akan berhasil menyampaikan pengetahuan, meski pada tahap perkenalan, tentang keadaan sosial dan politik Indonesia kepada pembaca asing,” ucap Pamela Allen. Bagi dia, tanpa penerjemahan, kekayaan dan keindahan karya ini hanya akan terkurung di negaranya sendiri dan tak bisa dinikmati masyarakat dunia lebih luas. Acara memperkenalkan sastra Indonesia di Hobart bisa dikatakan seperti sebuah acara intim yang asyik di sebuah kota pelabuhan dengan penduduk yang ramah dan menyenangkan. ■■■

SEMENTARA Hobart di Pulau Tasma-

nia yang memang jauh dari Indonesia secara geografis itu belum terlalu mengenal Indonesia secara dekat, kota-kota seperti Melbourne (apalagi Sydney dan Canberra) serta Perth adalah tempat masyarakat Indonesia dan para Indonesianis berkumpul. Dosen dan peneliti terkemuka David T. Hill dari Murdoch University mengkoordinasi program dua hari penuh dengan rapi untuk acara Modern Indonesian Library. Sebab, ”Selama ini Indonesia cenderung berorientasi ke bagian timur Australia, yaitu Sydney, Canberra, dan Melbourne,” katanya. ”Kini sudah waktunya kita menciptakan pertalian yang intens dengan bagian barat Australia, terutama Perth.” Maka, selain digelarnya presentasi Modern Indonesian Library, tim Yayasan Lontar dipertemukan dengan para peneliti dan kandidat PhD Asia di Asia Research Centre. Hill juga mengadakan acara buka puasa sekaligus pembacaan karya-karya sastra Indonesia, yang dipresentasikan tim David Moody dan Drama Department Murdoch University. Menurut McGlynn, pertama-tama yang dinilai seorang penerjemah adalah mutu sastra. ”It has to be a good story,” ujarnya. Setelah faktor estetika, penerbit asing akan mencari sesuatu yang ”unik”. Selain soal mutu sastra, tanpa jatuh pada eksotisme, ada hal yang berbau ”lokal” khas dari Indonesia yang akan menarik perhatian penerbit asing. Dalam hal ini, Yayasan Lontar sebagai lembaga penerjemah bertahan pada mutu sastra sebagai pilihan utama dan faktor lain, seperti tema politik atau sosial-budaya, kemudian menjadi pendukung. McGlynn juga menceritakan berbagai tantangan distribusi karya terjemahan, yang menurut dia merupakan ciri khas industri penerbitan di mana-mana. ”Penerbit di mana pun, termasuk di Indonesia, lebih terbuka pada bentuk fiksi, khususnya novel. Mereka kurang bersemangat mengedarkan kumpulan puisi. Dari penyair terkenal saja tidak terlalu laku, apalagi karya penyair yang belum pernah mereka dengar.” Bagaimanapun, Yayasan Lontar dan kelak tim kurasi untuk Frankfurt Book Fair 2015 tetap akan menyusun daftar karya sastra tanpa mengindahkan sisi komersial. Yang penting, seperti yang diutarakan McGlynn, ”Kita melangkah saja dulu sekarang. Penerjemahan sudah harus dimulai. Jika kita melakukannya pada menit terakhir, karya-karya itu akan diterjemahkan secara sembarangan dan tidak adil untuk para sastrawan Indonesia.” ● LEILA S. CHUDORI (HOBART, MELBOURNE, PERTH)

FOTO-FOTO: YAYASAN LONTAR

SENI SASTRA INDONESIA


SENI SINEMA

mengenal hubungan antara benda (air) dan kata ”water”, yang dikenalkan Sullivan lewat abjad jari. Dalam Moga Bunda, adegan pompa air berubah jadi adegan Melati mandi hujan dan bermain dengan air di pancuran air di halaman rumahnya. Jose tampak lebih banyak menggali sisi drama dari kisah ini. Karang digambarkan Film Jose Poernomo yang bersumber dari kisah Helen Keller, sebagai seorang pemuda yang mencintai perempuan buta-tuli Amerika pertama yang menjadi sarjana. anak-anak, tapi merasa frustrasi ketika gaMengabaikan konstruksi cerita. gal menyelamatkan anak-anak yang ia bawa berwisata. Di tengah laut, kapal mereka dihantam badai, dan 18 anak itu tewas. Adegan kapal yang diombang-ambingkan badai adalah adegan paling menarik dalam film ini. Jose juga setia pada novel Tere, yang menyisipkan hubungan asmara antara Karang dan dokter Kinasih (Shandy Aulia). Jose menyuguhkan gambar-gambar yang cantik, seperti tetesan hujan yang jatuh di lantai. Tapi konstruksi ceritanya lemah, sehingga film ini jadi seperti kisah Keller yang compang-camping. Sosok Karang kurang jelas, tapi pasti dia tak pernah punya pendidikan dalam menangani anak berkebutuhan khusus. Padahal melatih anak cacat butuh metode tersendiri. Itulah yang ditampilkan deKarang (Fedi Nuril) dan AGI itu Karang (Fedi Nuril) dangan cemerlang oleh Anne BanMelati (Chantika Zahra) tang dengan gagahnya ke rucroft, pemeran Sullivan dalam dalam film Moga Bunda mah Tuan HK (Donny Damara), Miracle, hingga diganjar Oscar Disayang Allah. orang kaya raya yang rumahsebagai aktris utama terbaik. nya seperti istana. Karang datang dengan Sullivan memang harus ”berdagu terangkat dan berkacamata hitam. lati hanya bisa bengong. tarung” melawan Keller yang Lagaknya seperti orang paling penting di Film sepanjang dua jam yang suka mengamuk, tapi dengan dunia. Sepatunya berdetak-detak di landisutradarai Jose Poernomo, telaten dia mengajarinya namatai ketika dipersilakan bergabung dengan yang namanya melambung senama dengan menghubungkan Tuan HK yang sedang sarapan bersama jak membuat film horor Jelangbenda yang bisa disentuh Kelkeluarganya: Bunda HK (Alya Rohali) serkung, ini adalah adaptasi di atas ler dengan kata lewat abjad jari, ta Melati (Chantika Zahra), putri tunggal adaptasi. Film ini diangkat dari yang kini biasa dipakai para peMOGA BUNDA HK yang buta, tuli, dan bisu. novel laris Tere Liye, yang menyandang tunawicara. DISAYANG ALLAH Karang menatap tajam Melati, yang sirupakan adaptasi bebas atas Bandingkan dengan Karang, PRODUSER: buk mengaduk-aduk bubur di piring defilm The Miracle Worker (1962). yang mengajar sambil berteriROCKY SORAYA, RAM ngan tangannya. Adukannya kacau, hingFilm Miracle diangkat dari The ak-teriak, padahal Melati jelas SORAYA ga bubur tumpah ke mana-mana. Usaha Story of My Life, otobiografi Hetuli. Dalam adegan Melati manSUTRADARA: Salmah, pembantunya, untuk menolong len Keller (1880-1968), peremdi hujan, Karang mengguratJOSE POERNOMO Melati makan gagal. Melati mengamuk puan buta-tuli Amerika Serikat kan huruf-huruf pada lengan PENULIS: RIHEAM dan bubur pun berhamburan. ”Apakah ia pertama yang menjadi sarjaMelati, sesuatu yang sebelumJUNIANTI, TERE LIYE selalu makan seperti ini? Tidak ada bedana. Dalam bukunya, Keller menya tidak dia ajarkan, tapi MePEMERAN: nya dengan seekor binatang saat makan?” ngisahkan bagaimana dia dilalati tiba-tiba tahu dan berusaha FEDI NURIL, SHANDY kata Karang dingin. tih Anne Sullivan, guru khusus menyebutnya dengan terbata. AULIA, CHANTIKA Pada menit-menit berikutnya dalam film tunanetra yang pernah buta Dengan segala kelemahan ZAHRA, ALYA ROHALI, Moga Bunda Disayang Allah ini kita akan pada masa mudanya. itu, film ini jadinya hanya meDONNY DAMARA, IANG menyaksikan bagaimana Karang melatih Meski terjadi pengadaptasinempatkan kisah Melati di beDARMAWAN Melati untuk mengenal dunia dan menjaan berlapis, adegan-adegan utalakang sosok Karang yang egodi manusia. Metode Karang kasar. Melati ma dalam film Jose masih jelas istis, yang kemudian merasa dipaksa makan dengan sendok. Bila Melamengacu pada Miracle. Adegan terkenal dafrustrasi, hingga membiarkan cambangti melempar sendok, dia diseret ke tangga lam Miracle tampak di sana, seperti adegan nya tumbuh liar. Sayang, cambang palsu dan dihukum tidak makan sepanjang hari. sarapan pagi, ketika Sullivan memaksa Kelitu pun terlalu lebat dan tak tampak alami Entah metode macam apa ini, tapi begituler makan dengan garpu, dan adegan pomdi muka mulus Fedi Nuril. ● KURNIAWAN lah yang terjadi, dan kedua orang tua Mepa air, ketika Keller untuk pertama kalinya

’Helen Keller’ yang Compang-camping

278 |

| 18 AGUSTUS 2013

DOK. SORAYA INTERCINE FILMS

P


T TEMPO MEDIA APPS Membaca majalah TEMPO semakin mudah dengan multimedia

TERSEBAB CAMRY DI KOMNAS HAM

BEREBUT LUKISAN WIDAYAT

EDISI 21-27 JANUARI 2013

BANJIR MASALAH 100 HARI JOKOWI ITAL

PO DIG

EM MBM T

99

2. US$

RP 29.700

WWW.TEMPO.CO MAJALAH BERITA MINGGUAN ISSN: 0126 - 4273

00047 9 770126 427302

MAJALAH TEMPO DIGITAL SUDAH BISA DI-DOWNLOAD SETIAP HARI MINGGU


SENI

Huruf-Kata-Kalimat-Kisah Ugo Untoro Karya pada kanvas atau permukaan apa pun berupa kata dan kalimat yang menuturkan suatu kisah. Ugo seperti kembali ke spirit pencipta awal: re-kreasi, kegiatan tanpa tujuan apa pun selain kegiatan itu sendiri. [1]

IDAK ada yang tau di mana

perempuan itu jadi aneh tingkahnya. Mungkin di tempat kerjanya di Jakarta atau di tengah jalan ketika ia memutuskan untuk pulang kampungnya berjalan kaki. Sampai di kampung, pada suatu siang yang pecah menjadi kegemparan.…” Kisah berjudul Setan yang Menjelma Menjadi Agar-agar yang disajikan pada kanvas 120 x 100 sentimeter itu salah satu karya Ugo Untoro pada pameran tunggalnya bertajuk ”Melupa” di Ark Gallery, Yogyakarta, hingga akhir Juli lalu. Ugo Untoro, 43 tahun, perupa yang ber– angkat dari garis, mendadak, pada 2007, menghadirkan karya instalasi berupa jasad kuda sebenarnya (”Poem of Blood”). Pameran instalasi yang mengisahkan nasib kuda: dipuja-puja di arena pacuan, difungsikan sebagai penarik gerobak, sampai akhirnya selesai di rumah jagal. ”Poem of Blood”, menurut saya, sampai hari ini bukan hanya pameran spektakuler Ugo, melainkan juga pameran instalasi perupa Indonesia yang paling total dan mengundang pertanyaan: apa yang bakal diciptakan Ugo Untoro setelah ”Puisi Darah Tumpah” itu? Ternyata ”puisi instalasi” seperti menjadi titik balik: Ugo kembali ke elemen yang diakrabinya sejak awal berseni rupa, garis—garis-garis Ugo yang tipis lebih menyajikan suasana bukan alami, lebih menampilkan garis itu sendiri daripada garis sebagai elemen untuk melahirkan bentuk. Dalam katalog pameran ”Papers and Ugo” di Taman Budaya Yogyakarta pada 2011 dengan kurator Aminudin T.H. Siregar, bisa dicermati garis-garis Ugo dari akhir 1980-an hingga 2008. Sebelum ”Puisi Darah Tumpah”, garis-garis Ugo masih diniatkan untuk melukiskan hal yang bersuasana realistis: ada gambar Bung Karno, gambar lelaki merokok memegang cangkir minum, dan gambar seorang anak tidur, misalnya. Selain itu, adalah bentuk-bentuk yang ”samar”, bentuk fantasi— kepala kuda disangga empat kaki tanpa tu280 |

| 18 AGUSTUS 2013

buh; figur-figur berkepala kuda; perempuan ditiduri banteng; serta dua figur berdiri, satu memegang garpu dan satu memegang sumpit, siap berebut sebiji buah di meja. Juga gambar-gambar yang disusun seperti komik, bahkan ada yang memang komik meski hanya sehalaman lengkap dengan judul Pendekar Cambuk Sakti. Dan, sudah tentu teks, misalnya: ”Tukijo tewas dg luka2 di seluruh tubuhnya, 2 bajingan tengik itu, preman picisan, meneruskan garapannya lagi, sampai gadis itu tewas juga. (Tdk bersambung).” Terkesan ada ketika Ugo tak cukup hanya berbicara dengan garis; ia memerlukan kata. Dan pada pameran termutakhirnya ini, ”Melupa” itu, yang ada hanyalah katakata tersusun menjadi kalimat dan kalimatkalimat tersusun menjadi kisah. Ugo pada 2013 ini ”menemukan” bahwasanya menggambar adalah menulis dan menulis adalah menggambar. ”Menggaris membentuk kuda saya rasa sama dengan menggaris membentuk huruf berbunyi ‘kuda’,” katanya. Bagi saya, ”Melupa” bukan sekadar ”melupakan” bentuk dan menggantinya dengan huruf-kata-kalimat-kisah. Dari 20an karya yang dipamerkan (tak semuanya tulisan pada kanvas, ada juga tulisan pada buku, pada rokok dan bungkusnya, pada meteran, serta pada lakban), terasa suatu spontanitas menggaris yang kemudian mengalir memenuhi atau tak memenuhi kanvas. Spontanitas yang mengalir sebagai kisah, yang terciptakan dalam suasana ketika jarak antara sang perupa dan kanvas hilang. Pertemuan antara Ugo dan kanvas (kanvas bisa diganti apa saja) seolah-olah melebur keduanya, dan itu memungkinkan Ugo berkisah tanpa peduli ”kiblat”: apakah garis pertama dan terakhir yang membentuk hurufhuruf itu berada di batas tepi kanvas atau agak ke tengah, apakah tulisan memenuhi kanvas atau hanya mengisi sebagian, apakah itu kanvas datar atau lakban yang melengkung, atau bungkus rokok yang kotak, atau rokok yang silinder. Bahkan ia tak pe-

duli apakah tulisan itu terbaca atau tidak. Dan semua karya Ugo itu bukanlah kaligrafi dalam makna yang lazim: susunan huruf yang membentuk kata yang direka secara artistik. Lebih bisa dibilang, dalam menciptakan karya-karya yang hanya huruf-kata-kalimat-kisah ini, Ugo menumpahkan begitu saja apa pun yang digagasnya, yang ada dalam benaknya. Dalam hal ini, sebenarnya ia mirip Affandi, yang tak ”memperhitungkan” segala elemen seni rupa, komposisi, dan sebagainya. Affandi hanya menumpahkan emosinya dengan memelototi cat dari tubenya langsung ke kanvas, mencoret-coretkannya sesuai dengan gerak emosi dengan berpedoman pada obyek yang menjadi sumber munculnya emosi itu. Bila kemudian terasa lukisan Affandi artistik, ada komposisinya, itu karena tangan dan dirinya sudah seperti hafal akan obyek yang membuatnya terangsang untuk ”memindahkan” obyek tersebut ke kanvas. Akan halnya Ugo, obyek itu adalah kisah yang muncul ke alam sadarnya, yang

BAMBANG BUJONO

T ”


[2]

[4]

[3]

FOTO-FOTO: TEMPO/SURYO WIBOWO

[1] Ugo Untoro di depan lukisan Akhirnya Anjing. [2] Pengunjung mengamati karya berjudul Object #1. [3] Setan yang Menjelma Menjadi Agar-agar. [4] Object #3 dengan media meteran.

”membimbing”-nya untuk menuliskannya—sebagai seorang perupa—pada kanvas, pada permukaan apa saja. Pengalaman estetiknya yang mengendap, saya kira, dengan sendirinya menjadikan kanvasnya tetap mengandung jejak-jejak pengalaman itu—walau misalnya ia tak berniat menyusun komposisi, menggoreskan aksen-aksen, dan semacamnya. Maka ada Akhirnya Anjing pada kanvas merah dengan tulisan putih yang tak sepenuhnya memenuhi kanvas. Ada sejumlah baris kalimat di alinea terakhir yang agak melengkung, lalu sisa kosong kanvas. Ada Regasa (ini nama tokoh dalam kisah) yang hanya mengisi penuh sekitar seperenam kanvas di sisi kiri. Ada Puntung Panjang yang dituangkan dalam beberapa gaya tulisan dan beberapa ukuran huruf, juga ada berbagai susunan alinea. Dan itu semua, menurut saya, jejak-jejak pengalaman estetik Ugo. Pun Ugo tak harus melebur ke dalam kanvas; bisa juga itu lakban, atau bungkus rokok, atau buku, atau meteran yang membuat ia ”harus” berkisah. Dari esai di katalog (ditulis oleh Stanislaus Yangni, mahasiswa Pascasarjana Institut Seni Indonesia, Yogyakarta), gambar tulisan Ugo konon lahir dari rasa bosan pada yang bentuk, pada yang artistik. Lalu kenapa yang lahir adalah huruf-katakalimat yang berkisah? Tampaknya, seperti sudah sedikit disinggung, ada ketika Ugo memerlukan kata. Ia sudah merasa begitu mudah menuangkan bentuk orang, pohon, meja, kuda, dan sebagainya, dan dengan cara apa pun jadilah sebuah karya yang pantas, yang artistik, yang komunikatif. Ada sesuatu yang lebih daripada itu yang hendak ia tuangkan di kanvas atau apa pun, sesuatu yang bisa ”langsung” berbicara, dan itu adalah huruf-kata-kalimat tadi. Dan ini bukan karena Ugo tak mampu membuat bentuk untuk mewadahi rasa yang hendak ia tuangkan dan komunikasikan ke dunia luar. Justru, sebaliknya, ia merasa sudah begitu gampang menciptakan bentuk-artistik itu, dan tetap ada yang dirasa kurang, atau ia terperangkap pada kejenuhan dengan semua yang sudah ia ciptakan. Bagi saya, ”Melupa” seperti mengembalikan kegiatan kreasi ke asal-usulnya: rekreasi, sesuatu yang terbebas dari pamrih, sesuatu yang tak pernah terjawab ketika dipertanyakan, sebenarnya untuk apa kita mencipta karya yang disebut karya seni. Konon, ini seperti anak-anak yang bermain di pantai melemparkan kerikil dan batu ke arah laut—hanya laku, tak untuk apa pun. ● BAMBANG BUJONO

18 AGUSTUS 2013 |

| 281


INFO TEMPO

Mengukur Prestasi Didukung Talenta BSI punya kepedulian khusus terhadap para pahlawan bangsa di era sekarang. ungguh ironis kalau kita melihat banyak mantan atlet Indonesia di usia tuanya tidak berprestasi lagi menjadi terlantar,” kata Naba Aji Notoseputro, Direktur Bina Sarana Informatika (BSI), di kantor BSI Cawang. Didorong oleh semangat kebangsaan dan bentuk kepeduliaan yang besar terhadap para pahlawan bangsa, yang telah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional lewat prestasiprestasinya, maka BSI pun memberikan beasiswa prestasi pada mahasiswanya. “ Beasiswa prestasi ini bukan hanya diberikan pada mereka yang punya nilai akademik bagus, tetapi mereka yang punya talenta dan prestasi yang luar biasa. Talenta dan prestasi ini bisa di dalam bidang seni, budaya, olahraga, musik dan

S

DIPRODUKSI OLEH TIM INFO TEMPO

lainnya, “ ujar Naba. BSI yang memiliki 52 kampus di 20 kota dan tersebar di seluruh Indonesia ini, memberikan kesempatan untuk mereka yang memiliki talenta dan prestasi. Baik itu prestasi tingkat internasional dengan memberikan beasiswa selama kuliah 100 persen, prestasi nasional 75 persen dan prestasi tingkat provinsi 50 persen. “Selama ini di dunia pendidikan Indonesia, mereka yang berprestasi selalu dilihat dari aspek IPK-nya, tapi tidak dinilai dari talenta atau kemampuannya. Kami menghargai pula talenta mereka,” ucap Naba. Program beasiswa prestasi ini ditawarkan BSI sejak 10 tahun terakhir. Dan sudah banyak mahasiswa lulusannya yang mendapat beasiswa prestasi. Dari sekian

banyak beasiswa prestasi yang diberikan kepada mahasiswanya sekitar 60-70 persen-nya adalah para atlet Indonesia. Mereka adalah pahlawan masa kini, yang punya prestasi di bidang olahraga seperti bola voli, pencak silat, karate, hingga sepak bola. Seperti Arian Dwipa Laksana, mahasiswa D3 jurusan Manajemen Informatika, pernah mewakili Indonesia dalam ajang World University Summer Games Universiade 26 th 2011 di Shenzhen China. Lalu ada Imam Choirul Roziqin, mahasiswa D3 jurusan Public Relations, mewakili Indonesia pada Youth International Leadership Conference 2011 di Republik Ceko. Ada Septio Hadi, atlet Voli mahasiswa D3 Manajemen Informatika, pernah meraih perak di Sea Games XXVI tahun 2011. Kemudian Rosmayani, atlet pesilat putri yang meraih juara 1 Sea Games di Indonesia tahun 2011, adalah mahasiswa D3 jurusan Manajemen Administrasi. Yaneva Febriana, mahasiswa D3 jurusan Manajemen Informatika, adalah atlet pencak silat yang pernah menjadi juara 2 ASEAN University Games 2010 di Thailand. Untuk bidang seni dan budaya , ada Justis Arimba, mahasiswa D3 jurusan Broadcasting, pemenang film terbaik dan film favorit di Eangle Award 2007 di metro TV. Dan ada Nur Fitria Napiz, sebagai pemenang film Dokumenter terbaik FFI tahun 2012, di Yogyakarta. “Mereka yang berprestasi dan mempunyai talenta khusus bukan nama-nama yang di atas saja, masih banyak mahasiswa BSI lain yang belum kami sebutkan yang juga berprestasi dan punya talenta, “ kata Naba. Saat kuliah, mungkin banyak mahasiswa yang punya talenta dan prestasi ini kesusahan dalam membagi waktu antara kuliah dan turnamen. Tapi, BSI memberikan banyak kesempatan, men-support serta mendorong mereka untuk terus berprestasi. Sehingga ada waktu khusus untuk mengejar ketinggalan kuliah. “Kami memberikan kebebasan, mereka hanya memikirkan prestasi saja. Untuk kuliah bisa diadakan kelas khusus untuk mengejar ketinggalan, atau perlu ada coach. Sehingga IPK pun bisa terpenuhi saat kelulusan,”ucap Naba. zTIM INFO TEMPO


3

1. Rosmayanti (ASM BSI - MA) World Championship di Indonesia tahun 2010 Juara 1 Sea Games di Indonesia tahun 2011 2. Yaneva (AMIK BSI - MI) Juara II ASEAN University Game di Thailand untuk kategori tunggal dan beregu putri

2

3. Septio Hadi (AMIK BSI - MI) Meraih Perak di Sea Games XXVI 2011

1

„ „ „ „ „ „ „ „

„

Dibanding dengan S1, program Akademi (D3) lebih cepat selesai Cepat merebut peluang pekerjaan Dibandingkan dengan lulusan S1 lulusan Akademi lebih banyak dicari oleh perusahaan WĞƌŬƵůŝĂŚĂŶůĞďŝŚĂƉůŝŬĂƟĨ dŽƚĂůďŝĂLJĂLJĂŶŐĚŝŬĞůƵĂƌŬĂŶůĞďŝŚĞĮƐŝĞŶ WƌĂŬƟŬƵŵůĞďŝŚďĂŶLJĂŬĚŝďĂŶĚŝŶŐ^ϭ <ƵĂůŝƚĂƐůƵůƵƐĂŶƟĚĂŬŬĂůĂŚĚĞŶŐĂŶ^ϭ Dapat melanjutkan studi ke S1

ŬĂĚĞŵŝDĂŶĂũĞŵĞŶ/ŶĨŽƌŵĂƟŬĂΘ<ŽŵƉƵƚĞƌ Akademi Sekretari Manajemen „ Komputerisasi Akuntansi „ Sekretaris „ DĂŶĂũĞŵĞŶ/ŶĨŽƌŵĂƟŬĂ „ Manajemen Administrasi „ Teknik Komputer

Akademi Komunikasi „ Kehumasan (WƵďůŝĐZĞůĂƟŽŶƐ) „ Penyiaran (ƌŽĂĚĐĂƐƟŶŐ) „ ĚǀĞƌƟƐŝŶŐ;ĚǀĞƌƟƐŝŶŐ)

„

BSI terakreditasi BAN PT dengan kurikulum yang up to date (selalu disempurnakan dengan perkembangan teknologi) „  ŝĂLJĂŬƵůŝĂŚƟĚĂŬŵĂŚĂů͗ Š Tidak sampai Rp 200.000,-/ bulan Š Bekerjasama dengan 9 Bank Nasional „  ŽƐĞŶƉƌŽĨĞƐŝŽŶĂůĚĂŶƚĞƌůĂƟŚ;ƐĞƌƟĮŬĂƐŝΎͿ „ Fasilitas kampus modern „ Tersedia beasiswa pendidikan (dari Yayasan,  <ŽƉĞƌƟƐ͕ŝŬƟĚĂŶƉĞƌƵƐĂŚĂĂŶƐǁĂƐƚĂͿ „ Bagi yang ingin melanjutkan studi ke jenjang S1, BSI bekerjasama dengan Universitas dan Sekolah Tinggi terkemuka

Akademi Manajemen Keuangan „ Manajemen Perpajakan

„ „

„

Ada BSI Career Center (BCC) yang bekerjasama lebih dari 1.000 perusahaan & BSI Entrepreneur Center ;ΎΎͿ On-line academic dan e-learning Kegiatan mahasiswa beragam (15 unit kegiatan mahasiswa) Š Puluhan prestasi mahasiswa internasional maupun lokal Š Kegiatan sosial kemasyarakatan Lokasinya tersebar dimana-mana, lebih dekat dari rumah atau kantor (menghemat biaya transport mahasiswa)

Akademi Bahasa Asing „ Bahasa Inggris „ Bahasa Cina (Mandarin)

Akademi Pariwisata Perhotelan

„

Konsentrasi Perpajakan „

Akuntansi Konsentrasi Perbankan Ύ/ŶƚĞƌŶĂů ΎΎ^ĞďĂŐĂŝ/ŶŬƵďĂƚŽƌǁŝƌĂƵƐĂŚĂŵƵĚĂ


KETUA MA JELIS PERMUSYAWARATAN RAK YAT SIDARTO DANUSUBROTO:

S

EJAK menggantikan mendiang Taufiq Kiemas sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, Sidarto Danusubroto melengkapi kiprahnya dalam perjalanan Indonesia pasca-kemerdekaan. Pada masa Orde Baru, dia malangmelintang di korps kepolisian, hingga akhirnya pensiun pada 1991 ketika menjabat Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat berpangkat mayor jenderal. Sekitar dua setengah dasawarsa sebelumnya, Sidarto, yang masih perwira menengah, adalah ajudan terakhir Presiden Sukarno. Tugas sebagai ajudan presiden hanya dilakoni selama tiga bulan. Sebab, Bung Karno, yang telah dicopot kekuasaannya oleh sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara, harus angkat kaki dari Istana Negara pada Mei 1967 dan pindah ke Wisma Yaso. Selama sepuluh bulan berikutnya, Sidarto bertugas mengawal bekas presiden itu di Wisma Yaso. Di rumah yang kini menjadi Museum Satria Mandala itu, fungsi Sidarto berubah. ”Ketika di Istana Negara, saya hanya disuruh menyiapkan atau mengambil ini-itu oleh Bung Karno,” katanya. ”Tapi, di Wisma Yaso, saya harus juga menjadi teman ngobrol.” Meski megah, Wisma Yaso bak penjara bagi Sukarno. Pemerintah baru yang dipimpin Pejabat Presiden Mayor Jenderal Soeharto menetapkan status tahanan kota terhadap Bung Karno atas tudingan terlibat dalam peristiwa Gerakan September Tiga Puluh (Gestapu). Sidarto menjadi saksi ketika kondisi Sang Proklamator memburuk setelah statusnya diperketat menjadi tahanan rumah. ”Dia jadi sering diam,” ujarnya. Jumat dua pekan lalu, Sidarto mengenang masa-masa bersama Sukarno ketika menerima wartawan Tempo Agoeng Wijaya di rumahnya di Jalan Kemang Utara, Jakarta Selatan. Pada usia 77 tahun—menjadikannya anggota Dewan Perwakilan Rakyat tertua pada periode ini—Sidarto tampak tetap bugar. ”Saya tak pernah absen berenang setiap pagi,” katanya. Baginya, masih ada tugas besar yang menunggu untuk dikerjakan: mengembalikan Indonesia yang menghargai kemajemukan dan mengedepankan negara ketimbang uang.

Anda menjadi ajudan Sukarno ketika dia merayakan hari kemerdekaan Indonesia untuk pertama kalinya di Wisma Yaso. Apa yang Anda ingat ketika itu? Saat itu, menjelang perayaan kemerdekaan 17 Agustus 1967, Bung Karno tinggal di Wisma Yaso dengan status tahanan kota. Di Istana Negara, panitia persiapan perayaan kemerdekaan kebingungan ka284 |

| 18 AGUSTUS 2013

rena bendera pusaka Merah Putih tak ditemukan. Rupanya Bung Karno menyimpan bendera itu. Bagaimana bisa? Saya tidak tahu persis bagaimana bendera pusaka bisa dibawa Bung Karno. Pokoknya saat itu Bung Karno meminta empat kepala staf angkatan bersenjata datang ke rumah untuk mengambilnya.

Yang hadir Panglima Angkatan Laut Laksamana Muljadi dan Panglima Angkatan Kepolisian Sucipto Yudodiharjo. Sedangkan Angkatan Darat dan Udara diwakilkan. Ternyata, selain untuk mengambil bendera, Bung Karno memanggil keempatnya untuk menyampaikan protes kepada Soeharto. Protes atas apa? Protes mengapa dia diperlakukan seperti tahanan. Sebab, menurut Bung Karno, Surat Perintah 11 Maret (Supersemar) bukan transfer of authority atau pengalihan kekuasaan kepada Soeharto. Waktu itu Bung Karno tidak menjelaskan, tapi belakangan kita tahu ada kesaksian bahwa Supersemar yang naskah aslinya tak ditemukan itu hanya perintah agar Pak Harto mengambil tindakan pengamanan. Lalu bendera itu benar ada di tangan Bung Karno? Tidak di rumah, tapi disimpan di Monas. Saya ikut dengan rombongan bersama Bung Karno ke Monas. Di sana Bung Karno menyerahkan bendera pusaka sambil sekali lagi bertanya, ”Kok, isi Supersemar jadi begini?” Apa jawaban dari para kepala staf angkatan bersenjata? Mereka menjawab akan menyampaikan pesan Bung Karno kepada Pak Harto. Tapi tak ada tanggapan, karena ternyata Bung Karno terus dikucilkan di Wisma Yaso hingga meninggal. Bagaimana kondisi rumah Yaso pada saat itu? Tidak terawat. Tikus wira-wiri. Tapi Bung Karno cuek saja. Maklum, dia juga tak tegaan kepada binatang. Pernah suatu waktu Bung Karno melihat seekor serangga terjerat di sarang laba-laba. Dia melepaskannya. Anda tinggal di situ juga? Tidak. Saya tinggal di perumahan poli-

TEMPO/ADITIA NOVIANSYAH

KINI IDEALISME DIKALAHKAN UANG


TEMPO/WISNU AGUNG PRASETYO


WAWANCARA SIDARTO DANUSUBROTO

Sukarno melantik Soeharto menjadi Ketua Presidium Kabinet Ampera, 1966.

pasang di Wisma Yaso. Lima tahun lalu kami mewawancarai Putu Sugianitri, mantan ajudan keluarga Bung Karno. Dia bercerita duitnya sering terpakai untuk belanja. Saya tidak tahu cerita itu. Nitri memang bertugas mengasuh anak-anak Bung Karno. Sebenarnya, ketika menjadi presiden, Bung Karno bisa saja memanfaatkan jabatannya untuk memupuk kekayaan. Karena pada masa itu banyak sekali pengusaha yang antre mendapat hak pengusahaan hutan (HPH) dari dia. Tapi, nyata-

S I D A R T O D A N U S U B R O T O TEMPAT DAN TANGGAL LAHIR: Pandeglang, Banten, 11 Juni 1936 PENDIDIKAN UMUM: ● Ujian Negara Sarjana Hukum (1965) ● SMAN VI, Yogyakarta (1955) ● SMPN 1, Yogyakarta (1952) ● Sekolah Rakyat Pujokusuman, Yogyakarta (1949) PENDIDIKAN KEPOLISIAN: ● Sekolah Staf dan Komando Gabungan (1977) ● Sekolah Staf dan Komando Kepolisian (1969-1970) ● Instructor School, US Naval Training School, Norfolk, Amerika Serikat (1965) ● Akademi Kepolisian, Washington, DC, Amerika Serikat (1964) ● Special Army Warfare School, Fort Bragg, Amerika Serikat (1964) ● Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta (1962) KARIER: ● Ketua MPR RI (Juli 2013-sekarang) ● Anggota DPR RI (1999-sekarang) ● Kepala Polda Jawa Barat (1988-1991) ● Kepala Polda Sumatera Bagian Selatan (1986-1988) ● Wakil Kepala Polda Jawa Barat (1985-1986) ● Kepala Staf Komapta Polri (1982-1985) ● Kepala Interpol (1976-1982) ● Kepala Dinas Penerangan Polri (1975-1976) ● Kepala Polres Tangerang (1974-1975) ● Ajudan Presiden RI (1967-1968)

286 |

| 18 AGUSTUS 2013

nya, no single HPH yang dia terbitkan. Kok, Anda tahu? Bung Karno bercerita kepada saya. Suatu hari dia mengajak saya jalan ke Senayan, meninjau kompleks olahraga yang sekarang menjadi Gelora Bung Karno. Dia bilang banyak yang minta hak menebang pohon, tapi ditolak. Bahkan, rencana dia, sepanjang Jalan Sudirman harus menjadi hutan kota seperti di Paris, London, dan New York. Jalan Sudirman, Jakarta, yang sekarang penuh gedung perkantoran dan pusat belanja itu? Ya, dari yang kini menjadi Senayan City, Ratu Plaza, sampai gedung DPR itu dulu adalah hutan. Kecuali kompleks parlemen yang ketika itu dibangun untuk penyelenggaraan Conefo (Conference of the New Emerging Forces). Kata Bung Karno, yang boleh dibangun di daerah itu hanya kompleks olahraga. Dia benar-benar sudah berpikir jauh ke depan. Kapan Bung Karno mulai tampak sakitsakitan? Pada waktu itu, meski kondisi fisiknya

BUKU JEJAK LANGKAH PAK HARTO

si yang sekarang menjadi Dharmawangsa Square, Jakarta Selatan. Bagaimana kondisi kesehatan Bung Karno waktu itu? Pada masa-masa awal di rumah Yaso, Bung Karno masih sehat, mungkin karena statusnya baru tahanan kota. Saya sering menemaninya jogging di halaman rumah. Dia juga masih bisa ke luar rumah, meskipun kalau ke luar kota saya harus minta izin kepada Panglima Kodam Jaya. Biasanya ke mana? Paling sering ke Bogor. Untuk ke sana pun saya harus mengajukan entry permit kepada Panglima Kodam Siliwangi. Bung Karno sering mendatangi sebuah warung yang terletak di antara Bogor dan Sukabumi karena dari situ dia bisa melihat tiga gunung sekaligus, yakni Gunung Salak, Gede, dan Pangrango. Dia happy, sangat happy. Bukankah sejak kekuasaannya beralih ke Soeharto, Bung Karno tak punya penghasilan. Dari mana Bung Karno memperoleh uang? Bung Karno memang sempat tak punya uang sama sekali dan menyuruh saya meminjam ke beberapa orang. Tapi waktu itu tidak ada yang berani membantu Bung Karno. Lalu saya diminta agar mendatangi Pak Tukimin, mantan pengurus rumah tangga Istana, yang kemudian memberikan US$ 10 ribu. Saya bingung bagaimana membawa kembali uang sebanyak itu karena untuk keluar-masuk Wisma Yaso diperiksa penjaga sangat ketat. Bagaimana akhirnya uang itu diterima Bung Karno? Saya masukkan ke kaleng biskuit yang dibawa masuk Mbak Mega (Megawati). Mbak Mega masih kecil, jadi tidak diperiksa. Untuk apa saja uang itu? Untuk bayar tukang kebun dan sebagainya. Bung Karno juga sering meminta saya menyewa film yang sedang diputar di luar. Seperti layar tancap. Saya minta ke Wakil Sekretariat Negara, dipenuhi, layarnya di-


mulai menurun, semangat Bung Karno tak pernah surut. Suatu hari dia berpesan kepada saya, ”Darto, jiwa, ide, ideologi, semangat tak dapat dibunuh.” Tapi semua berubah menjelang akhir 1967, ketika dia berstatus tahanan rumah, tidak boleh ke mana-mana. Dia jadi sering diam. Mungkin karena dia ekstrovert, senang ngobrol dan bergaul, sehingga terpukul ketika semua kebiasaan itu direnggut. Apalagi keluarganya juga tidak diperbolehkan berkunjung. Kesehatannya menurun drastis. Wajahnya mulai bengkak-bengkak. Lalu apa yang Anda lakukan? Saya melapor ke Kapolri bahwa Bung Karno lebih membutuhkan perawatan medis ketimbang ajudan. Pada Maret 1968, saya ditarik ke kesatuan. Tapi ternyata saya harus menjalani pemeriksaan oleh tim pemeriksa pusat. Saya dituduh bagian dari Barisan Sukarno yang ingin menyelamatkan kekuasaan Bung Karno. Siapa saja yang diperiksa? Banyak. Semua orang dekat Bung Karno dan mantan ajudan presiden, termasuk mantan ajudan Kolonel Bambang

Widjanarko, diperiksa. Belakangan, kesaksian Bambang yang dikutip banyak buku dijadikan alat oleh pemerintah Soeharto untuk mengaitkan Bung Karno dengan peristiwa G-30-S/PKI. Jadi, Anda tak mengetahui ketika Bung Karno juga diinterogasi di Wisma Yaso karena tudingan menjadi dalang G-30-S/PKI? Tidak. Saya sudah kembali ke kesatuan. Anda juga sudah tak lagi menjadi ajudan ketika tim dokter datang memeriksa kesehatan Bung Karno? Ya. Tapi, setelah Bung Karno wafat pada 1970, dokter Kartono Mohamad—mantan Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia— menemukan bahwa perawatan medis terhadap Bung Karno di Wisma Yaso sangat tidak layak. Berbeda sekali dengan kualitas perawatan tim dokter ketika Soeharto sakit. Meski sempat dianggap pro-Sukarno, Anda tetap bisa menjadi seorang jenderal polisi pada pemerintahan Orde Baru. Bagaimana bisa? Setelah empat tahun menjalani pemeriksaan, nama saya akhirnya dipulihkan.

Selama tujuh tahun saya tak naik pangkat. Ada yang bilang karier saya diatur mentok di pangkat kolonel. Hingga Pak Anton Sudjarwo, mantan Kepala Korps Brigade Mobil, diangkat menjadi Kepala Kepolisian RI. Dia dulu juga pernah diperiksa dan ditahan dua tahun karena terlibat dalam Barisan Sukarno. Berkat dia, saya akhirnya menjadi jenderal. Anda kemudian menjadi kepala kepolisian di beberapa daerah. Bagaimana rasanya menjadi anak buah Soeharto yang menurut Anda berbuat kejam kepada Bung Karno? Biasa saja. Asalkan Anda tahu, kepolisian pada waktu itu powerless. Yang berkuasa adalah Pangdam (TNI). Ketika baru menjadi Kapolda Sumatera Bagian Selatan, saya pernah bertanya kepada Kepala Unit Reserse Kriminal berkas kasus pembalakan liar. Ternyata tidak ada. Saya tanya kenapa, dijawab bahwa itu bukan wilayah hukum kepolisian. Kalau saya masuk bakal cepat dicopot. Begitu juga untuk urusan menindak praktek perjudian. Sekarang Anda menjadi Ketua MPR. Apa yang akan Anda kerjakan? Ada tugas besar yang sudah lama menjadi keprihatinan saya, yaitu semakin tergerusnya empat pilar kebangsaan. Ada yang menggugat Pancasila. Undang-Undang Dasar 1945 dan semboyan Bhineka Tunggal Ika juga dilanggar dengan diusirnya warga Syiah di Sampang, penyerangan terhadap muslim Ahmadiyah, dan penolakan pendirian gereja di Bogor. Kalau seperti ini terus, kelak akan ada cerita bahwa di sini dulu pernah ada Kerajaan Sriwijaya, Kerajaan Majapahit, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Apa yang bisa dilakukan MPR? Sedangkan selama ini lembaga tersebut boleh dikata tak punya peran. Masa jabatan Anda juga hanya kurang dari setahun. Ini memang pekerjaan berat. MPR tak bisa sendirian. Saya akan betul-betul berusaha, misalnya mendekati sekolah dan perguruan tinggi agar nilai-nilai luhur yang dibangun oleh founding father kita kembali masuk ke dunia pendidikan. Apakah Anda ingin tetap berpolitik setelah masa jabatan berakhir? Saya tak mencalonkan lagi dalam pemilihan anggota DPR periode mendatang. Saya akan mencalonkan diri di Dewan Perwakilan Daerah. Saya sudah capek, prihatin, melihat selama ini idealisme selalu kalah oleh uang. Makanya saya berharap, dalam pemilu tahun depan, masyarakat tak memilih karena uang. Kalau tidak, kualitas DPR akan sama saja seperti sekarang ini. ● 18 AGUSTUS 2013 |

| 287


POKOK &TOKOH

POKOK & TOKOH

PUASA

SYUTING M U S I M kejar tayang untuk mengisi acara Ramadan di televisi telah lewat. Bagi artis dan presenter Jessica Iskandar, itu berarti saatnya untuk memanjakan diri dengan berlibur dan bersenang-senang. Jauh-jauh hari gadis 25 tahun ini sudah mematok Yunani sebagai negara tujuan untuk melepas letih. Saking ngebetnya, perempuan yang berpuasa Ramadan sejak tiga tahun lalu itu beberapa kali menuliskan dalam cuitnya di Twitter. ”Aku berangkat 9 Agustus,” kata Jessica saat ditemui Tempo di kawasan Epicentrum Kuningan, Selasa malam dua pekan lalu. Sekitar seminggu, pemain Karra dalam film Dealova ini akan istirahat dari hiruk-pikuk syuting dan cengengesan dalam acara komedi di sebuah stasiun televisi swasta. Selain di Yunani, ada kemungkinan liburannya ditambah ke Turki dan Italia. ”Aku perginya ramai-ramai bersama teman. Kira-kira bersepuluh,” ujarnya. Liburan panjang diambil setelah sebulan penuh Jessica mengisi acara tanpa libur. Bersama Raffi Ahmad, Denny ”Cagur”, dan lain-lain, ia menggawangi Sahurnya Pesbukers, yang tayang dua setengah jam sejak pukul dua dinihari, dan Pesbukers Ramadan, yang menyapa pemirsa sejak pukul lima sore hingga dua setengah jam kemudian. Jumlah jam kerjanya belum dihitung dengan waktu persiapan sebelum syuting. Agar waktu istirahatnya cukup, Jessica harus rela menyewa apartemen di kawasan Kuningan selama Ramadan. ● 288 |

| 18 AGUSTUS 2013


TEMPO/ARNOLD SIMANJUNTAK (JESSICA), DOK. PRI (BARA), TEMPO/ DIANING SARI (ARTURO), TEMPO/JACKY RACHMANSYAH (TINA), DOK. TEMPO/ RAMDANI (FAUZI), TEMPO/ AMSTON PROBEL (ARTIKA)

PUASA PONSEL A R T U R O C E R U L L I menikmati betul liburannya di Indonesia. Wali Kota Monte Argentario, Italia, ini bisa mengistirahatkan tangan dari mengangkat telepon selulernya. Selama ”mudik” ke negeri istrinya, Sri Semiarti Sastropawiro, nomor telepon Italianya sering kehilangan sinyal. Akibatnya, banyak pesan pendek atau telepon dari Italia yang gagal masuk. ”Istri saya gembira karena handphone saya tidak terus berbunyi,” ujar pria 58 tahun yang membawahkan kota berpenduM E S K I Nasrani, koki Bara Pattiradjawane rajin berpuasa duk sekitar 15 ribu jiwa ini. Ramadan. Bahkan pria 49 tahun itu sudah menjalaninya selaDi Italia, ponsel wali kota muslim pertama di Italia ini memang ma 20 tahun. ”Bagi gua, puasa tak ada hukumnya. Gua suka tak henti-hentinya berdering. ”Hanya ada satu handphone dan sepuasa karena bisa melatih emosi dan menahan diri untuk tidak mua orang bisa menghubungi kapan saja, 24 jam 7 hari semingbergunjing,” kata Bara membuka rahasia saat ditemui Tempo di gu,” katanya ketika ditemui Tempo di sela-sela peluncuran buku Bara’s Lab Kitchen di Bintaro Jaya, Tangerang, akhir Juli lalu. Scappa Per Amore di Jakarta, pertengahan Juli lalu. Topik yang diKebiasaan Bara berpuasa Ramadan sempat membuat kasampaikan warga bermacam-macam, dari soal lubang kecil di jakak dan kerabatnya yang muslim heran. Sedangkan koleganya lan hingga lampu kota yang mati. Nah, selama di Indonesia, semua yang tahu Bara beragama Nasrani kerap terbengong-bengong. ”gangguan” itu reda. ”Banyak yang bingung karena saya tak mau diajak salat tapi Cerulli pernah bekerja di Badan Tenaga Nuklir Nasional di Serberpuasa, ha-ha-ha…,” ujar tukang masak yang ngetop lewat pong, Banten, pada 1988. Saat bekerja di lembaga inilah, ia beracara Gula-gula di salah satu stasiun televisi swasta ini. temu dengan Sri, yang kemudian dinikahi pada September Tak sekadar berpuasa, penulis sejumlah buku ma1989. Pasangan ini dikaruniai dua anak. Cerulli terpilih sakan—antara lain Puding dalam Gelas, Creative ADAKAH wali kota pada 2008, lalu terpilih kembali pada Cooking Strawberry, dan Masak Seru Bareng Si TuKITA BENAR- menjadi Mei 2013. ● kang Masak—ini juga berkurban saat Idul Adha. ●

BARA PUASA

BENAR MERDEKA?

”Belum merdekamerdeka amat. Mungkin ibarat ABG (anak baru gede) yang berasa mateng dan dewasa, padahal masih labil dan banyak kekurangan, ha-haha....” —Tina Toon, 19 tahun

”Yang penting, merdeka makan kerupuk dan balap karung.” —Fauzi Baadilla, 33 tahun, aktor, model, presenter

”Merdeka dari penjajah jelas sudah. Tapi, benar-benar terbebas dari kemiskinan dan kekerasan, belum! Masih banyak yang perlu dimerdekakan.” —Artika Sari Devi Kusmayadi, 33 tahun, Puteri Indonesia 2004, aktris

18 AGUSTUS 2013 |

| 289


Catatan Pinggir

Pentas

D

EMOKRASI adalah sebuah teater dan antiteater. Ia dimulai dengan penolakan terhadap panggung, pajangan, gerak, permainan cahaya, pilihan kostum yang dipergunakan raja (di Eropa: juga Gereja) untuk membangkitkan imajinasi tentang kekuasaan yang mempesona dan mencengkam. Dalam naskah Jawa ada Serat Mahasastata yang mengkodifikasikan tata cara dan tata busana keraton yang harus dipatuhi sebagaimana kewibawaan raja dipatuhi. Di balairung, di sitihinggil, baginda, punggawa, dan abdi adalah sosok-sosok yang berperan dan disaksikan, untuk dikagumi, setidaknya dinilai. Peran panggung, tempat upacara dipertunjukkan, begitu penting dalam kekuasaan di masa silam, hingga Clifford Geertz dalam satu studi tentang Kerajaan Bali abad ke-19 menyimpulkan, ”Power served pomp, not pomp power.” Kekuasaan itulah yang melayani kemegahan upacara, kata Geertz, dan bukan sebaliknya. Saya tak yakin kesimpulan dalam Negara: The Theatre State in Nineteenth-Century Bali itu benar. Tapi Geertz bisa dengan hidup melukiskan pertautan upacara ngaben raja-raja Bali dengan kemegahan dan kelanggengan derajat mereka: Seluruh upacara merupakan demonstrasi yang diulangi dengan beribu-ribu cara, dengan beribu-ribu citra, tentang betapa digdayanya hierarki menghadapi kekuatan yang paling ampuh dan membuat semua melata. —Maut, anarki, gelora hati, api. ”Raja telah dibumihanguskan! Hidup derajatnya!” Itu adegan dan kesan di abad lalu, tentu saja—yang kini umumnya tak diakui lagi. Perubahan dalam sejarah telah merontokkan aura dari pentas macam itu. Beberapa tahun yang lalu saya ikut upacara ngaben keluarga sebuah puri besar di Bali. Upacara itu masih tetap spektakuler meskipun saya tak bisa mendapat kesan bahwa inilah bagian dari yang disebut Geertz ”teater metafisik”. Seorang anggota keluarga puri berkata, ”Kami hanya bisa menyelenggarakan ngaben yang besar jika rakyat ikut membantu puri. Kami berutang budi kepada para petani itu.” Raja pergi dan raja datang, tapi jelas makin merasuk sebuah kecenderungan lain: para petani Bali itu, dan orang kebanyakan di mana pun di negeri ini, telah mengenal sumber-sumber kekuasaan lain, pembawa aura lain, yang dirayakan tiap kali: Republik Indonesia. Yang gemerlap dalam ”negara teater” Geertz telah dibongkar sebagai hanya ”sandiwara”—sebuah kata yang mengandung cemooh atau sikap tak percaya. Di zaman ini, teater, ”sandiwara” itu, dibenturkan ke ”realitas”. Bukan kebetulan jika semangat menegaskan ”realitas” hidup sehari-hari datang berbareng dengan revolusi demokratik. Dalam sejarah kesenian, semangat itu diwakili ”Realisme”. Di Indonesia, misalnya, pelukis S. Soedjojono menyua-

290 |

| 18 AGUSTUS 2013

rakan semangat ”Realisme” sebagai bagian dari ”Revolusi Agustus”. Di Prancis abad ke-19: Coubert. Dalam sepucuk surat bertahun 1851, pelopor ”Realisme” dalam seni rupa Prancis itu menyatakan, ”Aku tak hanya seorang sosialis, tapi juga seorang demokrat dan pendukung ide republik.” ”Realisme” dan ”demokrasi”: cetusan antiteater sebagai kehendak membongkar apa yang mereka anggap mitos dalam panggung politik raja-raja dan pembesar agama. Mitos disejajarkan dengan fantasi, dan fantasi atau imajinasi diletakkan sebagai lawan ilmu dan rasionalitas. Dengan pemikiran seperti itulah Tan Malaka, misalnya, tokoh Marxisme Indonesia (yang percaya bahwa Marxisme itu ilmiah), menggugat manfaat cerita Ramayana bagi bangsanya. Ia tak ingin mengutamakan teater. Ia ingin ”ilmu bukti”. Tapi demokrasi juga akhirnya punya tuntutan teaternya sendiri. Di zaman modern, gerakan massa merupakan bagian kehidupan politik yang tak terbendung. Pawai, suara semboyan, nyanyian perjuangan, poster, kata-kata bergelora, dan kostum yang spesial tampil di jalan, di lapangan, dan di tribun-tribun. Politik dan estetik bertaut; nilai yang diutamakan makin lama bukan transparansi seperti yang semula dicita-citakan demokrasi, melainkan yang oleh Walter Benjamin disebut ”nilai pameran”, Ausstellungswert. Dewasa ini ”nilai pameran” itu bisa kita saksikan di sebuah pentas yang sangat efektif: televisi. Citra, bukan fakta, jadi menentukan. Ilmu bukti tak berlaku. Demokrasi berpisah dengan ”realisme”. Yaron Ezrahi menulis sebuah buku, Imagined Democracies (Cambridge University Press, 2012) dengan subjudul Necessary Political Fictions. Ezrahi tak serta-merta mengecam politik sebagai kehidupan yang memerlukan fiksi. Agaknya baginya apa boleh buat, demokrasi, sebagai arena persaingan dan perbantahan, akhirnya lebih mementingkan opini ketimbang kebenaran. Kini konstituen yang menentukan pilihan politiknya bukanlah makhluk yang melihat dunia dari posisi ”aku berpikir”, melainkan dari ”aku-nonton-televisi”. Dan siapa menjamin ada kebenaran dalam TV? Tapi hidup berjalan dengan apa yang disebut Ezrahi sebagai ”suspension of disbelief”: kita lebih baik tak terus-menerus merisaukan ”kebenaran” dari seni pertunjukan yang disebut politik itu. Seperti ketika kita membaca novel atau menonton film, kita memasuki fiksi sebagai fiksi—dan menyesuaikan diri dengan itu. Fiksi bukanlah pangkal kesesatan. Khususnya dalam teater, fiksi punya ”kebenaran”-nya sendiri, yang berbeda dengan yang dirumuskan ”ilmu bukti”. Kebenaran yang berproses di atas pentas teater tetap berharga: kebenaran itu bukan sesuatu yang mandek karena dianggap pasti. Demokrasi adalah pergulatan di tengah kebenaran yang tak pasti itu. Mungkin itu kelebihannya. Ketidakpastian sering diingkari, padahal itulah hidup itu sendiri. ● Goenawan Mohamad


Majalah Tempo Edisi 18 Agustus 2013  

Edisi Khusus Kemerdekaan Indonesia "Agus Salim, Diplomat Jenaka Penopang Republik"

Majalah Tempo Edisi 18 Agustus 2013  

Edisi Khusus Kemerdekaan Indonesia "Agus Salim, Diplomat Jenaka Penopang Republik"

Advertisement