Page 1


BIAYA: Rp 2.900.000/orang (minimal keberangkatan 4 peserta) TERMASUK

TIDAK TERMASUK

- Akomodasi seperti tertera atau setaraf

- Tiket pesawat

- Antar jemput di Kota Kinabalu

- Airport tax Jakarta dan KK

- Transportasi dengan perahu motor ke Tunku Abdul Rahman Marine Park

- Asuransi perjalanan

- Makan seperti di jadwal (B: Breakfast, L: Lunch, D: Dinner

- Pembuatan paspor

- PADI Instructor/Divemaster

- Porter di bandara dan hotel

- Program Diving seperti tertera di jadwal

- Makan/minum di luar yang tersebut di jadwal

- Diving equipment rental (tank, weight)

- Perlengkapan pribadi

- Tiket masuk P. Mamutik atau P. Sapi

- Dan lain-lain yang tidak tercantum dalam program


hi, travelers!

Slow Traveling Fast Traveling

K

Di Wayang Orang Bharata Teguh Sudarisman editor-in-chief@pristamedia.com

“If you reject the food, ignore the customs, fear the religion and avoid the people, you might better stay at home.” James Michener

alimat James Michener ini merupakan salah satu kutipan tentang traveling yang paling saya sukai. Ya, traveling adalah tentang me­nemukan hal-hal yang baru: makanan, adat-istiadat, budaya, kepercayaan, dan kehidupan orangorang. Kalau traveling hanya digunakan untuk menunjukkan kepada orang lain ‘I was there’, ya, tidak apa-apa juga. Tapi kita kehilangan banyak hal dari makna traveling yang sesungguhnya. Itu sebabnya, agak berlawanan dengan tipe traveling sebagian orang yang me­ngunjungi sebanyak mungkin tempat dalam waktu sesingkatsingkatnya, saya justru cenderung lebih suka meluangkan waktu di satu tempat saja dalam sekali traveling, supaya bisa menyerap se­banyak mungkin hal-hal

yang menarik di tempat itu. Kalaupun traveling bersama rombongan, saya selalu mencari cara agar bisa memperpanjang tinggal, meski risikonya harus mengurus banyak hal seorang diri saja. Tapi manfaatnya, tentu saja, lebih banyak yang bisa diceritakan, baik dalam foto maupun tulisan. Jadi, kalau saya ditanya mengapa saya bisa membuat tulisan traveling panjang lebar dan detil, ya itulah jawabannya. Kalau anda serius ingin menjadi travel writer, anda juga bisa mulai mencoba trik ini. Tapi kalaupun anda tak berminat untuk menuliskannya, try to slow down. Mudah-mudahan anda menemukan lagi hal-hal unik yang masih tersembunyi. Yuk, kita traveling lagi!

surat cinta Mahasiswa Boleh Magang?

Surat Bulan Ini Pengirim akan mendapat 1 copy buku Nibiru dan Kesatria Atlantis

Website LIBURAN Kosong Saya beberapa kali mengunjungi website LIBURAN, namun isinya hanya versi digital majalah-majalah edisi lalu, dan tidak ada informasi lain. Apakah Redaksi memang tidak membuat website untuk berkomunikasi dengan para pembaca? Seharusnya Redaksi LIBURAN punya tim kreatif yang bertanggung jawab terhadap isi, layout, dan desain website agar menarik dan bisa diakses pembaca di seluruh Indonesia. [Mega Denditya – Semarang] Kami memang kekurangan SDM untuk menangani website LIBURAN karena media-media online lain yang kami handel cukup banyak (Facebook dan Twitter LIBURAN, serta berbagai website sister company kami). Jadi untuk sementara kami belum mengembangkan website LIBURAN. Namun anda bisa join Fanpage LIBURAN di Facebook di http:// www.facebook.com/pages/Majalah-Liburan/ atau follow kami di Twitter: @liburanmagazine.

Halo, saya ingin tahu, apakah LIBURAN juga menerima mahasiswa untuk magang bekerja? [Fachbrilian Jejep - Jakarta] Ya, kami menerima mahasiswa magang kerja, terutama untuk jurusan Jurnalistik, atau mahasiswa yang tertarik untuk membantu mengelola event. Namun kami baru sebatas memberikan uang saku sebagai imbalan. Kalau tertarik, silakan kirim surat lamaran dan CV ke paceo@bulanmadu.com.

Ragu Mengirim Review Saya menyukai wisata kuliner dan tertarik untuk mengirimkan review ke LIBURAN. Namun saya lihat di LIBURAN sudah ada cukup banyak rubrik kuliner, seperti Dine Out, Jl. Makan, dan Barefood. Apakah masih ada ruang bagi penulis lain untuk mengirimkan review? [Rully Astawan – Bogor]

Kami masih terbuka untuk menerima review makanan dari penulis luar. Jadi silakan kirim review anda ke editor@pristamedia.com. Panjang review sekitar 2-3 paragraf, disertai keterangan pen­dukung (seperti di Jl. Makan). Sertakan 2-3 foto ber­ ukuran minimal 500 Kb.

Minta Diajari Menulis Artikel Saya pernah melihat iklan se­ minar pe­nulisan traveling yang

pembicaranya Editor-in-Chief LIBURAN. Apakah beliau juga mau men­­jadi pembicara misalnya di kampus atau komunitas bersepeda? Bagai­­mana prosedurnya? [Andreas Bagus – Jakarta] Boleh saja, dengan senang hati. Silakan kirim e-mail atau proposal ringkas acara ke editor-in-chief@ pristamedia.com,nanti akan di­ pertimbangkan.

kalau cinta, kirimlah surat...

K

arena ada hadiahnya! Kirim ke editor@pristamedia.com. Satu surat atau e-mail yang kami anggap bagus akan mendapat hadiah buku Lost in Japan! Foto cover: Courtesy of Karma Kandara, Bali

monthly travel magazine

Majalah LIBURAN

LIBURANmagazine

LIBURAN online: majalahliburan.com

PUBLISHER Panca R. Sarungu Managing Director - Executive Editor Anastasia Ratih P. Tyas TECHNICAL ADVISOR Riana Bismarak EDITOR-IN-Chief Teguh Sudarisman WRITER Viviana Asri ART DIRECTOR Iskandar GRAPHIC DESIGNER Didy Hardyansyah EXECUTIVE SECRETARY Intan Nuari HEAD OF SALES Intan Pulungan ACCOUNT MANAGER Johnny V Bussert JR. ACCOUNT MANAGER Akbar Riza Putra GROUP BD MANAGER Walid Salim SALES SUPPORT Githa Anasthasia, Yanti (Bali) FINANCE Reni Maya Tadung, Junita Embong Pasak IT MANAGER Windy Agustian HEAD OFFICE Ruko Permata Timur, Jl. Curug Raya No. 7E , Kalimalang - Jakarta 13450, [P] +62 21 8636 0376, 7090 8871, 9282 1263, 3403 8297 6 Liburan, vol.21018690 - th.5677 II BALI OFFICE Jl. Banda No. 21, Denpasar - Bali 80113, [P] +62 361 225 530, +62 817 008 4119 EMAIL liburan@pristamedia.com PRINTER PT. Indonesia Printer [F] +62


DUNIA LIBURAN Thai Airways Kurangi Jejak Karbon

Foto: Achdiyatmo Reza

Batavia Terbangi Dili Mulai 27 Desember lalu, Batavia Air membuka rute baru Denpasar-Dili, setiap hari dengan Airbus A320. Pesawat ini berangkat dari Denpasar pukul 07:00 dan tiba di Dili pukul 09.40, dan dari Dili ke Denpasar berangkat pukul 10.25. Dengan rute baru Batavia Air ini, masyarakat Timor Leste kini punya akses untuk berkunjung ke Bali maupun kota-kota lain di Indonesia. Batavia Air sendiri telah menerbangi 40 kota di Indonesia dan 6 kota internasional. “Kami berharap, potensi wisata di Dili juga lebih dikenal lagi oleh masyarakat Indonesia,” kata Yudiawan Tansari, Presiden Direktur Batavia Air.

Logo Baru Starbucks Life is new at forty mungkin berlaku untuk Starbucks. Di ulang tahun ke-40, Starbucks mempunyai logo baru, yang mulai diaplikasikan di white cups, green aprons, dan juga promotional merchandise. Sebagai penghargaan kepada para pelanggan, Starbucks juga meluncurkan Tribute Blend™, kopi khusus campuran 4 biji kopi berbeda – aged Sumatra, sun-dried Ethiopia, Papua New Guinea, dan Colombia, di samping Cocoa Cappuccino dan Starbucks Petites, menu baru Starbucks. Para barista Starbucks kini juga tampil beda, karena mereka mengenakan t-shirt batik bermotif Sekar Jagat. Hal ini selaras dengan konsep Shared Planet dari Starbucks, yang berkomitmen untuk menyeimbangkan antara melakukan bisnis kopi, melestarikan lingkungan hidup dan menghargai masyarakat lokal.

Taiwan - The Heart of Asia Setelah 10 tahun sukses dengan branding Taiwan Touch Tour Heart, Badan Pariwisata Taiwan me­ luncur­kan branding ter­baru­nya, Taiwan The Heart of Asia pada 17 Februari lalu. Sejalan dengan itu, dibuat juga logo baru berbentuk hati, dan dirilis video promosi baru. Diharapkan dengan branding baru ini wisman yang berkunjung ke Taiwan makin meningkat. Tahun lalu, 5,3 juta turis mancanegara mengunjungi Taiwan, dan tahun ini diharapkan menjadi 6 juta orang.

Visit Korea Goes Mobile Korea Tourism Organization (english.visitkorea.or.kr), meluncurkan aplikasi mobile Visit Korea untuk pengguna iPhone dan ponsel Android. Berbagai informasi seperti itinerary yang direkomendasikan, galeri foto, fasilitas penerjemahan, kurs mata uang, cuaca lokal, informasi waktu, hingga kosakata penting bahasa Korea, ada di aplikasi ini. Dengan integrasi GPS, pengguna juga dapat mencari informasi wisata lokal di tempat wisatawan berada saat di Korea. Untuk mengunduh aplikasi, pengguna iPhone tinggal search ‘Visit Korea’ di Apple Apps Store atau search ‘KTO’ di Google Android Market. Aplikasi ini juga tersedia di tiga toko online utama di Korea, yakni LG Oz Store, SK T Store, dan KT Olleh Market. 8 Liburan, vol. 01 - th. II

Mau jadi traveler yang lebih ramah lingkungan? Terbanglah dengan Thai Airways, airlines pertama di Asia Pacific yang berkomitmen untuk mengurangi jejak emisi karbon yang dihasilkan dari aktivitas terbang. Caranya, saat calon penumpang booking dan melakukan pembayaran di www.thaiairways. com, maka ditampilkan juga informasi tentang jumlah karbon yang dihasilkan dari aktivitas terbang penumpang itu, serta biaya yang bisa dibayar untuk menanggulanginya. Jika penumpang mau, ia bisa sekaligus membayar biaya jejak karbon itu. Hasil pembayaran itu seluruhnya akan disumbangkan ke proyek-proyek energi terbarukan yang sudah disertifikasi PBB.

festival

1 Maret – 30 April 2011 Shanghai, China

Peach Blossom Festival Sejak 1991, menjelang dimulainya musim semi, masyarakat di Distrik Nanhui, Shanghai, mengadakan festival tradisional untuk merayakan mekarnya bunga-bunga persik (peach). Tahun ini, festival akan berlangsung dari 1 Maret - 30 April. Selain diisi berbagai petunjukan kesenian lokal di berbagai tempat di Shanghai, festival ini juga sering menjadi ajang mencari jodoh. Bunga persik sejak dulu dianggap sebagai simbol kehidupan, kemakmuran, dan cinta abadi. Konon pasangan yang jatuh cinta di bawah bunga-bunga persik yang bermekaran akan mendapatkan kehidupan yang penuh cinta.

22 Maret – 4 Mei 2011 Berbagai tempat, Jepang

Cherry Blossom Festival Mekarnya bunga sakura (cherry blossom) merupakan saat yang dinanti-nanti di seluruh Jepang. Bunga ini hanya mekar selama seminggu bagi orang Jepang melambangkan kehidupan dan kemuliaan manusia. Jadi mereka akan me­ manfaatkan waktu seminggu itu untuk me­mulia­ kan kecantikan bunga ini. Karena letak geografis Jepang yang memanjang, tiap wilayah memiliki waktu mekar sakura yang berbeda-beda. Di Nagasaki, sakura diperkirakan mekar 22 Maret. Di Osaka, Nagoya dan Tokyo diperkirakan 26 Maret, sedangkan di Sapporo diperkirakan 4 Mei. Informasi lebih detil bisa dilihat di http://www.jnto. go.jp/eng/indepth/seasonal/sakura2011/.

1 April-16 April 2011 Ternate, Maluku Utara

Festival Legu Gam Festival Legu Gam adalah pesta rakyat yang digelar setiap tahun oleh Kesultanan Ternate dalam upaya untuk memeriahkan ulang tahun Sultan Ternate Mudafar Syah. Legu Gam atau pesta rakyat berasal dari tradisi adat istiadat Maluku Utara. Secara historis pesta rakyat yang melibatkan pihak kerajaan/kesultanan ini dilakukan dalam bentuk tari-tarian atau biasa disebut Tarian Legu.


TEMAN JALAN Catch the Sakura Mood!

You Tryx Me

Sebentar lagi sakura-sakura ber­mekar­an, dan tak ada yang lebih matching selain me­nyam­ but­nya dengan Zephira Sakura Blossom SVB XL. Dengan kom­binasi warna putih tulang dan plum, Zephira mem­­punyai strap multifungsi yang me­ mungkinkan kita mencangklong, mengcangklong silang, atau memakai­nya dengan gaya ransel. Dengan bahan kulit sintetis berkualitas prima, Zephira sangat pas untuk menyimpan banyak pernik-pernik, karena mem­punyai 3 kompartmen utama yang luas plus 1 kantong tambahan. Harga Rp 149.900 di www. gotosovie.com.

Umumnya kamera poket digital dibuat dengan desain seperti kotak kecil. Namun Casio TRYX berbeda. Kamera ini mempunyai frame yang mem­buat­nya bisa diputar, ditekuk, digantung atau berdiri dalam ber­bagai posisi berbeda, sehingga dapat mengambil gambar dengan angle lebih bagus. TRYX mem­punyai prosesor Exilim Engine HS 12 megapiksel, 3 inchi LCD, lensa lebar 24 mm, serta video berkualitas 1080p fullHD 30 fps. TRYX mulai tersedia April men­datang dengan harga 250 dolar.

Sun Shaver Biasa cukur dengan pencukur elektrik? Bisa timbul masalah kalau traveling ke daerah tanpa listrik, tapi tetap ingin klimis. Stuff Junction menawarkan solusi brilian: pencukur bertenaga surya. Cukup menaruh alat ini di bawah sinar matahari, baterenya segera terisi dan alat pun siap digunakan. Harga 40 dolar.

Hot & Cool with Contigo Setiap orang pasti merindukan teh, cokelat atau kopi panas saat cuaca dingin, atau air kulkas saat cuaca terik. Namun mungkin sulit mem­perolehnya saat sedang bepergian, atau risih kalau harus mem­bawa termos tradisional. Contigo West Loop Travel Mug yang ‘gaya’ ini bisa men­jadi alternatif. Contigo memiliki insulasi yang menjaga minuman tetap panas selama 4 jam, atau tetap dingin selama 12 jam. Fasilitas Auroseal yang anti-bocor dan anti-tumpah mem­buat anda tak perlu membuka tutupnya saat hendak minum dari mug ini. Harga 20 dolar.

Small Size, Big Sound Speaker kecil cenderung menghasilkan suara so-so. Namun tidak untuk Altec Lansing Orbit. Speaker yang dirancang untuk iPod dan alat musik portabel lain ini memang kecil, kompak, dan mudah dimasukkan dalam kantog saku atau tas tangan. Tapi suara stereo yang dihasilkannya, dengan ruang suara yang 360 derajat, membuatnya enak didengar dari semua arah. Dengan daya disuplai oleh 3 batere AAA, Orbit bisa dimainkan terus-menerus selama 24 jam. Kabel dan konektor Orbit ini praktis sekali karena bisa digulung di dalam bodi speaker. Harga 40 dolar.

Handy Lifebuoy Sakit perut saat traveling sangat biasa terjadi, dan penyebabnya sudah bisa diduga: tangan yang kotor. Lifebuoy Hand Sanitizer ideal untuk dibawa karena membuat tangan bebas bakteri dan virus. Bahan aktif Lifebuoy merusak lapisan membran sehingga bisa membunuh bakteri dan menginaktifkan virus. Lifebuoy ini terbukti 99% efektif membunuh kuman termasuk virus influenza H1N1, dan juga cepat kering dan tidak lengket, beraroma lembut, serta mengandung pelembab dan vitamin E untuk menjaga tangan tetap halus.

Charge Instantly Punya banyak gadget? Pasti makin repot pula mengecasnya, apalagi saat traveling. Solusinya, bawalah Duracell Instant USB Charger sebagai perangkat daya cadangan. Untuk mengisi Duracell ini, cukup colokkan ke slot USB komputer atau laptop. Saat terisi penuh, Duracell bisa mengecas gadget lain selama 35 jam. Berbagai gadget dari Apple, Motorola, Palm, Blackberry, Sony, Samsung, kompatibel dengan pengisi daya ini. Harga 32 dolar.

10 Liburan, vol. 01 - th. II


postcards

ARNHEM, BELANDA Mampir ke jembatan bersejarah di Lower Rhine yang gagal direbut Sekutu dari Jerman saat Perang Dunia II, yang memunculkan idiom “A bridge too far”. [Ade Purnama – Jakarta]

SAWARNA, LEBAK – BANTEN Meskipun mendung, kami tetap ceria menyusuri pematang-pematang sawah di Desa Sawarna. [Aida Anggraini (ketiga dari kanan) – Jakarta]

PURA ULUN DANU, BALI Bali memang selalu bikin kangen. Saya ingin mengunjungi lagi Pura Ulun Danu di Danau Bratan ini. [Kartini Hudiono – Banyumas]

12 Liburan, vol. 01 - th. II

KAWAH IJEN, JAWA TIMUR Berpose sejenak sebelum menuju para penambang belerang di pinggir kawah. [Eva – Jakarta]

PULAU UNTUNG JAWA, JAKARTA Sisa akar pohon besar dan latar belakang laut biru yang menarik untuk tempat berfoto. [Astrid Nindya M. - Tangerang Selatan]

BELITUNG, BABEL Tadinya kami akan ke Pulau Batu Layar, tapi karena airnya pasang dan kami tidak bisa mendarat, kami pun meneruskan perjalanan ke Pulau Burung. [Bunga Mentari (kedua dari kiri) – Jakarta]


postcardS

PULAU PANJANG KECIL, KEPULAUAN SERIBU - JAKARTA Setelah seharian capek island hopping, saatnya bersantai-santai bersama suami tercinta di dermaga Pulau Panjang Kecil. [Rita Harahap – Jakarta] PANTAI TANJUNG, RANAI - NATUNA Kampung halaman saya, Ranai, punya banyak pantai yang keindahannya tidak kalah dengan di Bali. Salah satunya Pantai Tanjung ini. [Aprina Siska – Jakarta Barat]

GUNUNG ANAK KRAKATAU, LAMPUNG Setelah melewati hutan cemara, pendakian ke Gunung Anak Krakatau pun dimulai. [Muchamad Irfan (tengah) – Jakarta]

TAMAN BUNGA CIPANAS, CIANJUR Kalau saja tanahnya tidak basah, pasti rasanya asyik tidur di antara bunga-bunga. [Julia Sembiring – Jakarta] 14 Liburan, vol. 01 - th. II

GUNUNG BROMO, JAWA TIMUR Kabut pagi masih menyelimuti Gunung Batok, sesaat sebelum naik ke anak tangga Gunung Bromo. [Marley Gultom – Jakarta]

GOLDEN TEMPLE, AMRITSAR - INDIA Tidak hanya kemegahan Kuil Emas yang memukau, pengawal kuil yang super besar ini juga membuat saya merasa seperti putri kerajaan. [Zee Shie - Jakarta]


best shotS DI ATAS AWAN RINJANI Menikmati pagi memandang bantalan awan putih menyelimuti seluruh Lombok adalah kebahagian tak terhingga para pendaki Rinjani. Tampak puncak Gunung Agung – Bali di kejauhan. KAMERA: Konica Minolta DiMAGE Z2, LENSA: Konica at 105mm, KECEPATAN: 1/800S, DIAFRAGMA: f/6.3, ISO: 50 [Imam Saepudin – Bandung]

GEMERLAP PARIS Saat malam, Eiffel terbungkus warna emas, dan sorot sinarnya dari puncak menara menyebar menerangi Paris, the City of Light. KAMERA: Canon EOS 500D, LENSA: Kit 18-55mm at 18mm, KECEPATAN: 0,6s, DIAFRAGMA: f/3.5, ISO: 200 [Mimi Champy – Paris]

MENJARING PAGI Matahari belum sepenuhnya mengusir kabut pagi, namun satu keluarga pencari ikan sudah menebar jala di Situ Parigi, Serpong. KAMERA: Olympus E3, LENSA: 50-200mm SWD at 143mm, KECEPATAN: 1/200s, DIAFRAGMA: f/4, ISO: 200 [Eka Novianto N. – Jakarta]

KOLAM ISTANA SUROSOWAN Ganggang hijau kekuningan menyelimuti salah satu kolam yang tergenang di dalam reruntuhan Istana Surosowan, Banten. LOVE IS IN THE AIR Kita dapat mengamati aktivitas Gunung Anak Krakatau secara dekat dari P. Sertung, P. Panjang atau P. Rakata. Mendapati gumpalan awan vulkanik berbentuk hati adalah keberuntungan tersendiri. KAMERA: Canon PowerShot G10, LENSA: Canon 6.1-30.5 mm, KECEPATAN: 1/640s, DIAFRAGMA: f/5.6, ISO: 100 [Abi Ismarrahman – Jakarta] 16 Liburan, vol. 01 - th. II

KAMERA: Nikon D40, LENSA: Kit 18-55mm at 18mm, KECEPATAN: 1/250 DIAFRAGMA: f/8, ISO: 800 [Farah Dina – Tangerang]


th:

in conjunction wi

INDONESIA

days Now in 4 Visitors : Trade 31 Mar r : Public 1-3 Ap

1 1 0 2 l i r p A 3 h c r a M 31

Post Show Summary Of Deep And Extreme Indonesia 2010 Total Attendance

14.000 VISITORS Total Companies

155 COMPANIES Total Area

4500 Sqm

all ter AssemblyCH ention Cen v n o a t r a Jak

ST ARCHIPELAGO E G R LA ’S LD R O W E H T KETS OF GATEWAY TO THE MAR

TOP 5 REASONS TO EXHIBIT AND VISIT DEEP AND EXTREME INDONESIA 2011 The one and only exhibition showcasing diving, water sports and adventure travel combined with extreme sports, outdoor and eco tourism in this region 2 Shows under 1 roof, providing tremendous opportunity for networking The only comprehensive platform to tap into the huge potential market of Indonesia’s growing adventure sports industry Your company’s branding and positioning opportunities to a population of more than 9 million people in Jakarta Organized by a dedicated and passionate team of experts that has many years of experience in the international exhibition industry

www.deepandextremeindonesia.com email : info@xnetindonesia.com supported by :

official publication :

supporting publication :

organized by :

creative networking

media partner :

in association with :

official TV : supporting media online :


Let’s go wallpaper

Dokter Gigi Gajah

M

emandikan gajah merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh para mahout (pawang gajah) yang tergabung dalam Community Response Unit Desa Tangkahan. Gajah-gajah itu dimandikan dua kali sehari, jam 8 pagi dan 4 sore, di Sungai Batang. Tangkahan merupakan pintu masuk menuju Taman Nasional Gunung Leuser dari Kabupaten Langkat, Sumatra Utara. Badan gajah yang sudah jinak itu digosok dengan sikat, giginya diperiksa, kuku-kukunya dirawat. Hewan besar ini juga dilatih menuruti instruksi mahout masing-masing, misalnya berbaring di salah satu sisi badan, berjalan mundur, diam di tempat, duduk, mengangkat kaki, hingga bersalaman dan mencium pipi

18 Liburan, vol. 01 - th. II

dengan belalai. Setelah mandi, sebagian dari 7 gajah ini akan dibawa mahout untuk melakukan patroli hutan. Sebagian lagi, jika ada turis datang, digunakan untuk program eco-tourism, membawa turis-turis trekking menyusuri sungai, menembus hutan. Para turis itu kemudian didrop di suatu tempat dan pulang ke markas CRU dengan tubing, mengambang di sungai memakai ban dalam mobil. Untuk info trekking gajah, kontak Darwin (+6281361423245), E-mail: cto_tangkahan@yahoo.co.id, www.tangkahanecotourism.com. Teguh Sudarisman


DINE OUT

Incredible Ganesha

J

Tak suka masakan India karena rasanya terlalu spicy? Ganesha Ek Sanskriti membuatnya dengan cara berbeda.

ujur saja, pasti banyak di antara kita yang suka film India, dengan ceritanya yang mendayu-dayu dan taritarian­nya yang atraktif. Tapi kalau di­tanya soal masakannya, komentar yang paling banyak kita temui umumnya ‘terlalu spicy’ atau ‘rasanya seperti jamu’. Intinya, merasa kurang cocok dengan masakan negeri Shahrukh Khan ini. Tapi sebenarnya banyak resto India yang sudah me­nye­ suai­kan citarasa menunya agar bisa diterima oleh lidah orang Indonesia. Seperti yang di­laku­ kan Ganesha Ek Sanskriti Indian Restaurant & Bar, yang ada di Wisma BRI II maupun di Kemang Square, Jakarta Selatan. Di Ganesha Kemang, misal­ nya, menu-menu yang disajikan –dari makanan pembuka hingga penutup– mempunyai citarasa sedang, denga aroma yang subtle, sehingga hampir tak ada bedanya dengan me­nyantap masakan Padang atau Aceh. Untuk pembuka, cobalah Samosa, pastel India berbentuk piramid yang berisi kentang dan kacang polong. Atau Potli

20 Liburan, vol. 01 - th. II

Samosa, yang berbentuk kan­ tung seperti dimsum dan ber­ isi kacang polong, keju cottage dan kacang-kacangan. Favorit lain yang rasanya ramah di lidah adalah Chicken Tikka, potongan daging ayam tanpa tulang yang direndam dalam saus yoghurt, jahe, pasta bawang putih dan cabai, dan dipanggang dalam tandoor, tungku khas India. Paling nikmat jika di­cocolkan ke saus tamarind. Sebagai makanan utama, Nasi Biryani is a must. Meski pe­­nampilannya agak ramai, dengan daun mint dan cabai hijau, rasanya yang gurih dan wangi seperti se­buah versi lain nasi uduk atau nasi goreng. Kita

bisa memilih nasi biryani daging kambing (gosht biryani), daging ayam (murg biryani), sayuran (subz biryani), atau seafood (samudri biryani). Ya, Ganesha juga me­nyediakan menu-menu vege­tarian. Pilihan yang tak kalah lezat adalah Butter Chicken, daging ayam tanpa tulang yang di­pang­ gang dalam tandoor, lalu di­ masak dalam kaldu krim tomat yang kental. Pasangannya ada­lah Naan, roti pipih khas India. Kalau mau tahu cara pem­buat­an naan, kita bisa me­longok ke dapur resto dan me­lihat sang koki me­ masuk­kan bulatan tepung roti ke dinding dalam tandoor yang panas dengan tangan telanjang.

Kalau suka hidangan pe­nutup yang manis-manis, Ganesha me­ nye­diakan banyak dessert yang patut dicoba. Kalau suka yang dingin, Mango Kulfi pilihannya. Ini adalah homemade ice cream yang lunak dan berbahan dasar Alfonso Mango dari India. Kalau suka yang hangat, ada Gulab Jamun, padatan susu yang di­ balut tepung dan dijadikan bulat­an, lalu digoreng dan di­ celup­kan ke dalam sirup gula ber­aroma saffron. Favorit lain­ nya Rasmalai, dumpling keju yang direndam dalam susu ber­ aroma cardamom. Banyak lagi menu ala carte di sini yang bercitarasa lezat, dan paling cocok jika disantap saat

dinner bersama teman-teman atau keluarga. Berbagai jenis wine dari Prancis, Italia, Afrika Selatan, Chile hingga Australia bisa menjadi pelengkap santap. Tapi kalau datang sendiri, misal untuk makan siang, tersedia paket lengkap Combo Meals yang sudah mencakup nasi, lauk dan sayur, dengan harga hanya Rp 80.000. Di hari Minggu, Ganesha Kemang me­­nyaji­­ kan Sunday Brunch, sedang­­kan di Ganesha BRI ada Saturday Brunch, yang masing-masing me­­nyedia­kan 32 item menu. Satu saran, sebaiknya jika ingin me­nikmati brunch ini, ambillah menu per menu, jangan men­ campur beberapa menu dalam satu piring, karena rasanya mungkin tidak cocok. Meski perbedaannya tidak kaku, Ganesha Kemang yang ber­kapasitas sekitar 65 orang se­benarnya menspesialisasikan diri pada menu-menu India Selatan, yang didominasi sea­ food dan santan. Tempatnya yang cozy, santai, dan dilengkapi lounge, sangat tepat untuk acara-acara yang kasual. Interior resto ini di­dominasi warna terakota, dengan pernik-pernik yang men­cerminkan per­padu­ an gaya Muslim dan Hindu India. Sedangkan Ganesha BRI II yang lebih awal berdiri, ber­kapasitas 150 orang dan menyajikan menu-menu India Utara yang banyak meng­guna­ kan daging kambing, susu, dan krim. Interiornya lebih lega dan senada dengan Ganesha Kemang, namun dilengkapi dua ruang meeting, bar, serta lantai dansa, dengan DJ yang me­main­ kan lagu-lagu disko India.

Ganesha Ek Sanskriti 9th Floor, Center Park, Gedung BRI II - Jl. Jend. Sudirman Kav 44-46, Jakarta. Tel. 021-5719415, 5713567 Kemang Square Lt. 2 - Jl. Kemang Raya No 5. Jakarta. Tel. 021-7196837 E-mail: mktg@ganeshaeksanskriti.com, www.ganeshaeksanskriti.com


Nikmat-Kenyang di Serang Teks & Foto Ismurtyanto

N., Teguh S.

Next time, nggak bakal deh melewatkan kota ini kalau mau ke Anyer.

B

osan dengan makanan di Jakarta? Coba deh sesekali main ke Serang, 2 jam berkendara dari Jakarta. Kalau kebetulan mau berlibur ke Anyer, sempatkanlah mampir ke ibukota Propinsi Banten ini untuk mencicipi hidangan khasnya. Kita mungkin tidak akrab dengan kuliner yang ada di kota Serang, tapi Banten sendiri merupakan daerah tua dengan sejarah kesultanannya yang ada sejak abad ke-16. Jadi jangan heran kalau kota Serang memiliki sejumlah hidangan khas Banten yang sudah ratusan tahun keberadaannya. Liputan kuliner Serang ini hanya sedikit dari hidangan khas Banten yang ada. The journey of happy tummy begins now!

Hafida Meutia hafidameutia@yahoo.com

RM Taman Taktakan

Rabeg Khas Serang H. Naswi

Taman Baru RT-18/16 Serang-Banten, Tel. 0254-7075252, Fax. 0254-230776, Jam buka: 09.00-21.00 Kebersihan: ***** Kenyamanan: ***** Pelayanan: **** Kelezatan: *****

Depan LP Serang, Jl. Mayor Syafe’i, Magersari, Serang, Jam buka: 09.00-21.00, Tel. 0254-221234 Kebersihan: *** Kenyamanan: *** Pelayanan: **** Kelezatan: ****

Suasana rumah makan ini sungguh me­nyejuk­kan dengan saung-saungnya yang rindang penuh pepohonan. Kalau tidak mau duduk lesehan, pe­ngunjung bisa memilih duduk di dalam restoran. Jangan khawatir tak kebagian tempat karena resto­ran ini bisa menampung sampai 400 orang. Menu khas rumah makan ini adalah sop ikan (1 porsi=85k, ½ porsi=45k). Satu porsi sop ikan cukup untuk dimakan empat orang. Pengunjung juga bisa memesan sop seafood, tapi hari itu saya ingin mencicipi sop ikannya yang menang sangat ter­kenal. Ikan yang digunakan adalah ikan kue dengan tekstur dagingnya yang kenyal. Sop ikan ini terasa segar dengan irisan tomat sayur warna hijau dan daun kemangi. Kuahnya lumayan menghangatkan tenggorokan karena jahe yang cukup banyak ditambah pedas cabe rawit utuh yang menghiasinya. Benar-benar hidangan yang pas untuk cuaca dingin di musim hujan dan untuk orang yang sedang terserang flu.

Warung kecil sederhana ini menjadi rujukan orang Serang maupun turis lokal yang ingin mencicipi hidangan khas Serang. Kalau boleh diumpamakan, rabeg ini mungkin berada di antara semur dengan tongseng. Kuahnya terlalu kental untuk semur tapi juga terlalu ringan dibanding tongseng. Rabeg konon kabarnya adalah hidangan para sultan Banten dan dahulu hanya bisa ditemui pada acara pernikahan ataupun sunatan. Pada waktu kami berkunjung ke warung ini, pengunjung silih berganti memenuhi warung yang memang hanya mampu menampung kurang lebih 12 orang. Menurut Kang Jaka yang akrab dipanggil Jack, resep yang ia pakai adalah resep asli neneknya yang kemudian diturunkan kepada ayahnya Kang Jaka yang kemudian membuka warung rabeg ini pada tahun 1982. Satu mangkok kecil rabeg (10k) dihidangkan dengan nasi putih yang di pinggir piringnya disajikan acar yang terdiri dari irisan tipis ketimun, wortel dan kol. Daging yang digunakan bisa daging sapi, kambing ataupun ayam. Kuahnya yang coklat membuat rabeg ini mirip sekali dengan semur daging tapi dengan rasa lada, jahe dan kayu manis yang sangat menonjol. Saya sebenarnya kurang begitu suka dengan hidangan agak manis, tapi untuk rabeg ini saya membuat pengecualian karena aroma lada dan jahenya yang cukup dominan.

Nasi Bakar Sumsum Mang Puri Depan Bank BRI, Jl. Diponegoro, Serang, Jam buka: 17.00 sampai habis Kebersihan: ***** Kenyamanan: ***** Pelayanan: **** Kelezatan: ***** Ketika dihidangkan, bau sereh langsung tercium dari pembungkus daun pisang nasi bakar sumsum ini. Nasi sumsum ini memang baru akan dibakar jika ada pelanggan yang memesannya. Aroma harum bakaran yang bercampur dengan bau sereh, bumbubumbu gurih yang sedikit pedas, ditambah tampilan nasi yang berminyak dari sumsum yang sudah meleleh di nasi sungguh membuat saya lupa diri. Tiap suapan memaksa lidah saya untuk bermain-main dulu sebelum menelannya. Satu porsi nasi terdiri dari 3 bungkus nasi sumsum (1 bungkus=4k). Ada dua jenis nasi bakar sumsum ini yaitu nasi bakar sumsum sapi dan sumsum kerbau. Namun sayang pada saat itu nasi bakar sumsum kerbau sudah habis jadi kami hanya bisa mencicipi nasi bakar sumsum sapi. Sambil menunggu nasi bakarnya matang, kami disajikan otak-otak. Menurut Teh Kiky anak Mang Puri, cara memasak nasi ini relatif mudah. Beras dimasak dulu, sementara itu bumbu-bumbu yang terdiri dari bawang merah, bawang putih dan cabe merah diulek kemudian ditumis.Bumbu yang sudah matang dimasukkan dan diaduk bersama dengan nasi. Sumsum dan sebatang sereh mentah dimasukkan paling akhir saat dibungkus daun pisang. Inilah yang menyebabkan aroma sereh begitu kuat saat disajikan. Buat yang tidak ingin terlalu kenyang, bisa minta satu porsi yang terdiri dari 2 bungkus nasi sumsum. Sebungkus nasi bakar sumsum sedikit lebih besar dari lontong atau buras. Teman makan nasi bakar sumsum yang pas adalah sate lidah kerbau atau sate bebek.

Sate Bandeng Ibu Aliyah Jl. Sama’un Bakri RT-01/1 Lopang Gede No. 21, Serang 42113, Tel./Fax. 0254- 206129, 0817-4842112 Kebersihan: **** Kenyamanan: **** Pelayanan: ***** Kelezatan: ***** Ibu Aliyah adalah pelopor penjual sate bandeng di Serang. Ibu yang ramah ini memulai usahanya pada tahun 1989 di­latar­belakangi alasan ekonomi karena suaminya terkena PHK. Ada dua jenis sate bandeng yaitu rasa original (gurih) dan rasa pedas. Keduanya dibandrol dengan harga sama, 30k. Sehari hari Ibu Aliyah mampu membuat 60 tusuk sate bandeng dengan 20 kg daging bandeng jenis bandeng tambak. Bumbu sate bandeng ini antara lain bawang merah, bawang putih, jahe, lengkuas, kunyit, lada, gula aren, kelapa parut, santan matang. Untuk sate bandeng rasa pedas ditambahkan cabe merah dan cabe rawit. Gurihnya sate bandeng yang dijepit bambu ini bukan saja diperoleh dari bumbu yang sangat kaya tapi karena sate ini mengalami proses pemangggangan sebanyak tiga kali. Pemanggangan pertama dilakukan dengan mengisi kulit bandeng yang sudah dikeluarkan isinya dengan daging bandeng yang sudah diaduk bersama bumbu. Pada pemanggangan kedua, kulit bandeng yang sudah terisi padat dilapisi lagi dengan adonan bumbu sesuai dengan ukuran sate bandeng yang ingin dijual. Untuk panggangan terakhir, badan sate dilapisi sedikit bumbu lagi dengan tujuan membuat sate menjadi kering sehingga tidak lembek dan tidak mudah basi. Hasilnya adalah hidangan paripurna yang dahsyat dari bumbu rempah yang kaya rasa dan proses pemangggangan yang berulang-ulang. Bayangkan sendiri kelezatan sate bandeng Ibu Aliyah ketika dimakan bersama nasi pulen hangat. vol. 01 - th. II, Liburan 21


ADVERTORIAL

KINABALU

Taman Tropis Nan Eksotis TEKS Jacky Djokosetio foto Tourism Malaysia, Istimewa

Kinabalu Park tak hanya menawarkan gunung, tapi juga keindahan taman-taman nasional, trekking melihat kantung semar raksasa, dan relaks di pemandian air panas alami.

S

abah yang dijuluki The Land below the Wind atau dalam bahasa lokal disebut Negeri Di Bawah Bayu, memiliki ikon pariwisata berupa gunung. Negara bagian Malayasia yang paling timur dan terletak di Pulau Kalimantan (Borneo) ini amat bangga dengan Gunung Kinabalu, sehingga ada anggap­ an bahwa seseorang belum me­­ngun­jungi Sabah bila belum men­daki Gunung Kinabalu. Tentu saja itu sekedar ba­ hasa promosi, karena untuk wisa­­ta­­wan non-climber, masih banyak tempat di Sabah yang layak dikunjungi. Di antaranya ada­lah Kinabalu Park yang ter­ letak di daerah dataran tinggi Kundasang, sekitar 88 km dari ibukota Sabah, Kota Kinabalu.

22 Liburan, vol. 01 - th. II

Kundasang dapat ditempuh dalam waktu 2 jam dengan taksi (biaya RM 160 per sekali jalan), atau dengan bis (RM 15 per se­kali jalan) dari terminal bis Bandaraya Kota Kinabalu. Udara yang bersih dan sejuk serta hutan tropis yang hijau men­ jadi­­kan Kinabalu Park se­bagai tempat tuju­an wisata andalan Sabah. Banyak kegiatan yang dapat dilakukan di sini selain mendaki Gunung Kinabalu. Di ketinggian 1.585 m di atas permukaan laut, Kinabalu Park merupakan tem­pat ideal untuk trekking di taman nasional. Ada paket guided walk yang didampingi oleh pemandu lokal yang akan men­­­­jelas­kan berbagai jenis eko­ sistem yang ada di sini. Ter­sedia 9 trail atau jalan setapak seperti

Liwagu Trail, Pandanus Trail dan Bukit Burung Trail dengan waktu antara 30 menit hingga 2 jam me­­lintasi perbukitan, sungai dan hutan hujan tropis. Berjalan santai di area kebun raya seluas 2 hektar merupakan pilihan akti­ vitas lain untuk keluarga atau untuk pasangan yang sedang meng­isi liburan bulan madu. Untuk melengkapi kunjung­ an ke Kinabalu Park, pihak pe­ nge­lola menyediakan resto­ran ber­taraf internasional, Balsam dan Liwagu, dengan menu pras­ man­­an sehingga pengun­jung bisa memilih sendiri masakan ke­­sukaan ala internasional, Asia maupun tra­disi­onal. Mulai dari makan­an pembuka seperti sup, salad, makanan utama seperti spageti, steak, mi goreng, ikan asam manis, hingga pe­nutup

seperti puding dan kue jajan­an pasar. Cukup dengan menge­ luar­kan dana sekitar RM 35-50 per orang. Tak ketinggalan 2 toko cindera mata yang menyediakan oleh-oleh khas Sabah, khususnya Kinabalu Park, seperti t-shirt, gantungan kunci, kartu pos, dan

ke­rajin­an tangan seperti kalung dan gelang. Dibandingkan di tem­pat lain, harga barang di sini lebih mahal, namun Kinabalu Park hanya menjual barangbarang suvenir dengan kualitas prima.


ADVERTORIAL

Tidak cukup mengunjungi Kinabalu Park dalam 1 hari? Tak perlu khawatir, karena terdapat penginapan yang disebut chalet. Ada 4 tipe akomodasi yaitu Rajah Lodge, Kinabalu Lodge, Summit Lodge dan Garden Lodge yang masing-masing memiliki 2 atau 3 kamar tidur dengan harga RM 2.500 sampai RM 8.000 ter­masuk 3 kali makan. Lokasi semua chalet tepat berada di antara pohon-pohon pinus se­ hingga amat cocok untuk ber­isti­ rahat menikmati suasana hutan. Fairy Garden Resort dan Kinabalu Rose Cabin merupakan pilihan akomodasi yang lebih ekonomis. Dengan harga se­ kitar RM 60 hingga RM 200, pe­­­nginap­an sederhana namun bersih ini selalu penuh di akhir pekan. Jaraknya hanya 5 sampai 10 menit dari Kinabalu Park, ter­ letak di jalan raya utama dan pe­mandangan ke arah Gunung Kinabalu. Fairy Garden Resort maupun Kinabalu Rose Cabin me­miliki restoran yang me­­nye­ diakan masakan dan minum­an dengan harga ter­jangkau.

Kantung Semar Raksasa Bila memiliki waktu yang cukup, di sekitar Kinabalu Park ada beberapa destinasi yang sayang jika dilewatkan, misal­nya Mesilau Nature Park, yang letak­ nya lebih tinggi dari Kinabalu Park, sekitar 2.000 meter di atas

permukaan laut. Dari Kinabalu Park hanya butuh waktu 30 menit untuk tiba di Mesilau Nature Park, yang juga merupa­ kan jalur pendakian alternatif ke Gunung Kinabalu yang disebut Mesilau Trail, selain Timpohon Trail di Kinabalu Park. Mesilau Nature Park juga sudah dikembangkan sebagai resor pegunungan dengan fasi­ litas akomodasi dan restoran di dalam­nya. Aktivitas yang dapat di­lakukan pun tak jauh ber­beda, yakni trekking keliling bukit di kaki Gunung Kinabalu. Nephentes Rajah Nature Trail adalah satu di antara program yang banyak diminati. Dalam ke­ giat­an ini tujuan utamanya ada­ lah melihat tanaman kantung semar raksasa atau giant pitcher plant yang dalam bahasa lokal di­sebut Nephentes Rajah, serta bunga Rafflesia. Bagi penggemar bird watching, ke­giat­an ini juga me­nawar­kan ke­sempat­an untuk mengamati be­berapa spesies

burung. Jalur setapak dibuat se­ alamiah mung­kin, seperti me­ lintasi jembatan kayu di atas Sungai Mesilau dan melewati air terjun. Akomodasi yang tersedia diberi nama sesuai nama puncak Gunung Kinabalu seperti St. John’s Peak, Low’s Peak, King Edward’s Peak dan Donkey Ear’s Peak. Harga kamar per malam dari RM 1.115 hingga RM 3.000. Akomodasi di Mesilau Nature Park juga dilengkapi dengan resto­ran dan ruang rapat yang dapat digunakan untuk acaraacara pertemuan kantor mau­ pun keluarga. Di perjalanan dari Kinabalu Park menuju Mesilau Nature Park terdapat Kinabalu Golf Club yang merupakan padang golf tertinggi di Sabah, di ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut. Dengan green fees sekitar RM 100 sampai RM 200 dan golf cart sekitar RM 50 untuk 2 orang, rasakan bermain golf 18 holes yang penuh tantangan di dataran tinggi Pinosuk dan berlatar belakang pemandangan Gunung Kinabalu.

Kundasang, yakni ke Ranau, ada sumber air panas yang ber­ nama Poring Hot Spring and Nature Reserve. Inilah sumber air panas yang paling terkenal di Sabah. Dari Kinabalu Park dapat di­tempuh selama 1 jam. Poring Hot Spring yang ter­ letak di tepi Sungai Mamut men­jadi tempat favorit untuk be­rendam di air panas yang suhu­nya dapat mencapai 60o Celcius dan mengandung sulfur. Untuk mencapai kolam-kolam air panas ini, pengunjung harus melalui jembatan goyang di atas Sungai Mamut. Selain berendam di kolam air panas, berjalan di hutan melintasi canopy walkway, se­ buah jembatan gantung yang terbentang di atas pohon-pohon tinggi, atau mengunjungi pusat konservasi tanaman anggrek dan taman kupu-kupu, merupakan

atraksi wisata yang dapat di­laku­ kan di Poring Hot Spring. Di sini juga disediakan ako­ modasi yang sebagian ter­ buat dari bahan kayu, serupa di Kinabalu Park dan Mesilau Nature Park. Jungle Lodge, River Lodge dan Palm Villa ditawarkan dengan harga RM 790 hingga RM 4.000. Kinabalu Park, Mesilau Nature Park dan Poring Hot Spring dikelola oleh Sutera Sanctuary Lodge, perusahaan swasta yang mengembangkan be­berapa lokasi wisata di Sabah. Kampung Luanti, masih di sekitar Poring Hot Spring, me­ nawar­kan fish spa di Sungai Moroli yang dipenuhi oleh ikan yang disebut Ikan Pelian oleh masyarakat lokal. Ikan-ikan ini di­larang untuk ditangkap dan hanya ‘bertugas’ untuk melaku­ kan massage dengan cara meng­ gigiti kulit mati di kaki. Bagi yang ingin menginap, tersedia homestay yang dapat disewa dari pen­duduk. Sebelum kembali ke Kota Kinabalu, sempatkan diri mam­ pir di per­kebunan teh Sabah untuk membeli teh Sabah yang terkenal atau langsung men­­ cicipi­nya di Sabah Tea Garden. Jadi, siapkan liburan men­datang untuk mengunjungi Sabah, khusus­nya Kinabalu Park dan se­kitar­nya untuk men­dapat­ kan sensasi keindahan alam dari taman-taman tropis yang eksotis.

Poring Hot Spring Kota Kundasang tepat ber­ ada di tengah antara Kinabalu Park dan Mesilau Nature Park. Kota ini terkenal dengan penjual sayur-sayuran yang dihasilkan oleh desa-desa sekitarnya. Namun Kundasang lebih dikenal karena terdapat monumen Perang Dunia II yang disebut Kundasang Memorial Park, yang di­dirikan tahun 1962 untuk me­ ngenang tahanan perang dari tentara Australia dan Inggris yang gugur di Sandakan. Se­ keliling taman memorial ini di­­tumbuhi pohon pinus dan tanam­an bunga mawar sehingga akan terasa sejuk dan harum saat ber­ada disini. Ke arah timur laut dari

vol. 01 - th. II, Liburan 23


TOP 10

10

HIDEAWAYS PLACES IN ASIA

1

1. Hangzhou, China Selain sebagai salah satu pusat kebudayaan terpenting di China, Hangzhou juga tersohor karena panoramanya yang spektakuler. Se­lama berabadabad, panorama tersebut telah menjadi inspirasi yang dituangkan dalam puisi maupun lukisan. Yangzhou berada di antara delta Yangtze, di tepi Sungai Quitang, dan berujung di Grand Canal. Atraksi utama di Hangzhou, West Lake (Xi Hu), memiliki tempat menarik yang wajib dikunjungi, antara lain the Ling Yin Temple, Solitary Hill, the Six Harmonies Pagoda, dan the Mausoleum of General Yue Fei. Kunjungi juga Silk Market di Tiyuchang Road dan mampir ke salah satu kedai teh tradisional di sore hari. The National Silk Museum dan The Tea Museum dikhususkan sebagai tempat untuk mengapresiasi produk-produk daerah. Desa Longjin, Manjuelong, dan Meijiawu merupakan destinasi menarik untuk menyaksikan kegiatan memetik teh. Sementara Guo’s Villa (Guo Zhuang) adalah taman cantik bernuansa tradisional a la Taoisme yang harmonis dan romantis.

2. Udaipur, India

Taj Mahal memang diklaim sebagai mahakarya terindah di India yang berkaitan erat dengan kisah cinta. Namun, Udaipur-lah tempat paling romantis di negara ini. Kota yang dijuluki ‘City of Lakes’ ini memadukan keindahan melalui bangunan istana dari abad 17-18, kuil, taman, bazaar, dan museum, yang semuanya berlatar panorama danau. Berperahu di Danau Pichola saat matahari terbenam memberi suasana romantis yang luar biasa. Danau ini memiliki dua pulau dengan istana megah, yaitu Jag Niwas dan Jag Mandir. Bukit indah turut mewarnai pemandangan, sementara City Palace berdiri di sepanjang tepian timur danau. Bangunan ini merupakan salah satu istana pualam terbesar di dunia. Jangan lewatkan kunjungan ke Bharatiya Lok Kala Mandal (museum kesenian rakyat), Fatesh Prakash (istana yang mengoleksi kristal dan permadani bertaburkan perhiasan), Monsoon Palace (ke­diaman keluarga kerajaan pada musim panas), serta Eklingji (kompleks kuil dari abad ke-8 dengan 108 kuil pualam dan batu pasir). Di beberapa bazaar, sapi dan gajah ikut berkeliling pada jalan setapak bebatuan, di mana para pengrajin menjajakan hasil karya­nya. Udaipur sungguh seperti kota dongeng. Cantik, unik, dan romantis.

2

4

4. Kyoto, Japan Nikmati romantisme tradisional di Kyoto, tempat bersejarah yang sempat menjadi ibukota Jepang selama tahun 794 sampai 1860. Kyoto merupakan satu dari sedikit kota di Jepang yang masih memelihara bangunan tua. Tujuh belas properti di sini, terdiri dari 198 monumen, dideklarasikan sebagai Historic Monuments of Kyoto dari UNESCO World Heritage Site pada 1994. Monumen bersejarah yang paling dikenal adalah Kinkaku-ji (the Golden Pavilion) dan Gingakuji (the Silver Pavilion). Kinkaku-ji didirikan pada abad ke-14. Bangunannya klasik dan elegan. Sementara Gingaku-ji merupakan bangunan kayu yang dihiasi taman tradisional. Di kawasan yang sama, Higashiyama, ada juga Kiyomizu-dera yang memiliki struktur menakjubkan dengan panorama lembah yang spektakuler. Monumenmonumen ini masuk dalam World Heritage Site karena masing-masing merepresentasikan gaya arsitektur dari sebuah era dalam perkembangan kota. Kyoto masih memiliki banyak objek menarik. Ada 1.700 candi Zen Buddha, 300 kuil Shinto, dan beberapa vila yang berkaitan erat dengan keluarga kerajaan. Taman dan bangunan bersejarah di Kyoto merupakan sumber inspirasi dan aspirasi bagi daerah lain di Jepang.

24 Liburan, vol. 01 - th. II

3

3. Samarkand, Uzbekistan Pada abad ke-14, Timur Gurkani menjadikan Samarkand sebagai ibukota kerajaannya yang terbentang dari India hingga Turki. Dahulu, kota ini terkenal dengan sebutan ‘mutiara berharga di dunia’ yang letaknya berada di Lembah Zarafshan, Jalur Sutra. Kini Samarkand adalah kota terbesar ketiga di Uzbekistan dan merupakan pusat jajaran pesona arsitektur dan kebudayaan yang merepresentasikan sejarah. Shah-i-Zinda adalah tempat terindah dan romantis di Samarkand. Tempat ini pernah menjadi tempat tinggal saudara sepupu Nabi Muhammad, Qusam Ibn Abbas, yang turut menyebarkan agama Islam di Uzbekistan. Ada pula Gur-e Amir, makam keluarga kerajaan dari Dinasti Timurid yang dibangun pada tahun 1403. Di dalamnya terdapat batu jade terbesar di dunia sebagai lambang kejayaan Timur Gurkani. Tempat menarik lainnya adalah Registan, alun-alun tengah kota di antara tiga madrasah yaitu Ulugh Beg, Sherdar, dan Tilla Kari. Tempat ini boleh jadi merupakan monumen Islami terindah di dunia, karena dekorasinya yang memadukan batu bata, mosaik biru toska, dan pahatan pualam. Masjid Bibi Khanum adalah peninggalan sejarah arsitektur yang merupakan salah satu bangunan terbesar di Samarkand. Kebanyakan bangunan di kota ini roboh karena gempa bumi pada 1897, namun telah direstorasi oleh pemerintah Rusia.


TOP 10 6. Bali, Indonesia

5

Bali, pulau kecil di Indonesia yang kaya akan unsur alam dan kebudayaan, telah mengalami banyak tragedi. Namun pulau ini senantiasa pulih dari keterpurukan. Keindahan menyentuh setiap aspek kehidupan seharihari. Pulau ini dipenuhi seniman, pemahat, musisi, dan penari. Sementara Ubud –jantung kesenian Bali– telah menjadi hunian seniman Eropa sejak 1920-an. Di pulau ini anda dapat menikmati pemandangan klasik persawahan hijau, candi, hingga alunan gamelan yang mengiringi tarian Ramayana di bawah bulan purnama. Aktivitas lain yang layak dilakukan antara lain mendaki gunung, berenang dengan lumba-lumba di Lovina, berjalan sepanjang pantai berpasir keemasan, dan menyaksikan warna-warni berbagai prosesi keagamaan. Bali dan masyarakatnya sungguh menarik dan memikat.

5. Phang-Nga Bay, Thailand Phang-Nga Bay merupakan salah satu surga di Thailand. Terletak di antara Phuket dan Krabi, teluk ini di­kelilingi oleh hutan bakau sebagai tempat tinggal ber­ bagai formasi pulau batu kapur. Beberapa di antaranya ber­ukuran kecil, namun banyak pula yang berukuran besar dan memiliki bentuk artistik hingga mencapai tinggi 300 meter dan semuanya ditumbuhi aneka ragam vegetasi. Pusat area teluk ini menawarkan ukiran pulau yang fantastis, termasuk James Bond Island yang menjadi lokasi syuting film The Man with the Golden Gun. Pem­ berhentian di sini merupakan agenda wajib dalam setiap itinerary tur. Hanya sedikit penghuni di pulau-pulau dalam teluk ini, dan lebih sedikit pula tempat untuk me­ netap. Sementara Ko Panyi adalah desa nelayan Muslim yang dikerumuni wisatawan pada siang hari. Di sini, anda bisa menyewa kano dan mengeksplorasi PhangNga Bay. Manjakan diri lewat panorama cantik tebingtebing bercorak merah dan jingga. Selain panjat tebing, wisatawan yang datang kemari juga senang melakukan aktivitas seperti sea kayaking, berlayar, dan tentunya memancing.

9

7 7. Langkawi, Malaysia Langkawi adalah kepulauan di kawasan Laut Andaman. Dari 99 pulau yang menjadi bagiannya, hanya dua pulau yang berpenghuni, yaitu Pulau Langkawi dan Pulau Tuba. Pemerintah melarang pembangunan di area pantai yang lebih tinggi dari pohon kelapa. Di samping bebas pajak belanja, olahraga air adalah daya tarik utama di sini. Scuba diving dan snorkeling terbaik yaitu di Pulau Payar Marine Park. Selain potensi alam bawah laut, pulau ini turut menawarkan jungle trekking di salah satu hutan hujan tertua di dunia, yang merupakan rumah bagi lebih dari 200 jenis burung.

8. Maldives, Indian Ocean

6 8

Kepulauan Maldives terletak 480 km barat daya Cape Cormorin, India. Terdiri dari 26 atol besar berisi 1.190 pulau, kepulauan ini terbentang 648 km dari utara ke selatan. Hanya 200 pulau yang berpenghuni, dan 88 di antaranya merupakan resor eksklusif. Pulau-pulau Maldives yang terbentuk dari pasir karang merupakan dataran rendah, tidak lebih dari 2 m. Coba lihat ke bawah permukaan laut, banyak coral gardens yang mempesona dan ikan-ikan cantik berwarna-warni. Diving dan snorkeling merupakan daya tarik utama, sementara eksklusivitas resor-resor menjadi favorit bagi banyak selebriti internasional.

10

9. Mauritius, Indian Ocean Mauritius terletak di sebelah timur Madagaskar. Negara kepulauan ini terdiri dari lima pulau, yaitu St. Brandon, Rodrigues, dua Pulau Agelagas, dan Mauritius. Pada 1715, Prancis menamakan pulau ini Ile de France dan membangun perekonomian dengan hasil utama gula. Namun Inggris merebutnya pada 1810 dan nama pulau ini diubah kembali ke aslinya. Setelah kemerdekaan pada 1968, negara ini semakin stabil, dengan pariwisata sebagai sektor terpenting. Secara alami Mauritius mampu menarik pengunjung, sebab tempat ini memiliki akses termudah di wilayah Samudra Hindia. Terlebih karena keindahan alam yang ditawarkan. Sebut saja Taman Nasional Black River Gorges, Curepipe, The Grand Bay Resort, Flacq Market, Vieux Grand Port, serta Chamarel. Selain festival mingguan, cicipi juga beragam kuliner khas Mauritius. Di atas segala daya tarik itu, Mauritius menawarkan sesuatu yang unik dan tak terlupakan. Keramahan penduduk dan eksotisme kebudayaannya senantiasa meninggalkan kesan bagi pengunjung. Penulis Mark Twain bahkan mengatakan Mauritius diciptakan sebelum surga, dan surga merupakan tiruan dari Mauritius.

10. Mahe Island, Seychelles Negara Afrika yang memiliki populasi terkecil adalah Republik Seychelles, salah satu negara kepulauan di Samudera Hindia. Setidaknya ada lebih dari 150 pulau di Seychelles, Mahe adalah pulau terbesar di bagian utara. Titik tertinggi pulau ini adalah Morne Seychellois, menawarkan pemandangan memikat. Pengunjung yang melewati Mahe saat ke pulau-pulau lain akan kehilangan kesempatan menikmati esensi pulau ini – panorama spektakuler, gunung-gunung menjulang tinggi, vegetasi tropis yang melimpah, dan pantai yang indah. Victoria adalah ibukota terkecil di dunia. Jalan-jalan kuno dan pelabuhan tua dapat dijelajahi dengan berjalan kaki. Menara jam di sini merupakan replika dari Big Ben di London Parliament House. Tur menarik di Mahe Island yaitu berperahu dari Taman Laut St. Anne ke Pelabuhan Victoria, di mana anda akan melewati enam pulau lepas pantai yang termasuk habitat bagi penyu sisik. [Novieta Tourisia] vol. 01 - th. II, Liburan 25


COVER STORY

From Karma to Karma

teks & Foto Teguh

Sudarisman, Foto tambahan Karma Resorts

Resor mewah yang tersembunyi, pantai dan pemandangan yang luar biasa, makanan yang memanjakan lidah. Hidup seperti di alam mimpi.

J

alan yang saya lalui semakin lama semakin menanjak, dan berkelok-kelok dengan kanan-kirinya berhias tanah kosong yang di­­tumbuhi semaksemak dan berbagai pepohonan. Se­per­ti­­nya tidak ada ladang per­ tani­an di sini, karena daerah Bukit di sisi selatan Bali ini me­rupa­kan tanah kapur yang kurang subur. Rumah-rumah pen­­duduk pun makin sedikit saya jumpai, dan saya mulai menebak-nebak berapa lama lagi saya akan sampai di Karma Kandara, resor yang saya tuju. 26 Liburan, vol. 01 - th. II

Papan penunjuk ke resor ini sudah saya temui tadi sebelum di jalan yang menanjak, tapi saya tidak mengira akan masih jauh lagi. Mengapa saya sampai ke sini, tak lain karena undangan seorang teman dari Singapura. Tadi­nya ia bekerja sebagai public relations officer di se­ buah airlines, sebelum ke­mudi­ an pindah ke sebuah konsultan public relations yang klienkliennya hotel, resor mewah, hingga kapal pesiar. Ia me­ngirim­ kan e-mail, menawari saya untuk me­ngun­jungi Karma Kandara

dan Karma Jimbaran. Tentu saja saya terima dengan senang hati. Selama ini saya hanya tahu Karma Kandara dari iklaniklan yang dipasang di majalah tempat saya bekerja dulu. Akhirnya, setelah melewati penunjuk arah dari batu, dan melihat garis Samudera Hindia di kejauhan sana, sampai juga saya di sebuah turunan yang menjadi pintu masuk, dan mobil pun berhenti di depan teras bangunan mirip rumah yang men­jadi lobi resor. Suasana pagi ini terasa sepi, namun te­ rasa sejuk oleh banyaknya pe­

pohon­an dan suara gemericik air pancuran, yang sesekali di­ tingkahi bunyi kicau burung. Fanny, guest relations officer Karma Kandara, menyambut saya dengan senyumnya. Aksen sengau bahasa Inggris-nya mem­ buat saya segera tahu dari mana ia berasal, Prancis. Ia meng­antar saya menuju vila nomor 18, yang akan saya tempati. Vilanya tidak jauh, hanya melalui jalanan menurun yang kanan kiri dihiasi pagar pem­batas vila dari batu kapur be­rwarna putih gading. Saya tidak mengira kalau vila yang akan saya tempati adalah Three Bedroom Luxury Pool Villa -tarifnya 1.065 dolar per malam- dengan tiga kamar tidur. Ruang tamunya luas dengan sofa-sofa yang empuk dan tv plasma yang besar. Ruang tamu ini menyambung dengan kitchen yang mempunyai per­ alat­an masak yang komplet ter­ masuk microwave, dan, hohoo… dua kaleng penuh Illy Coffee! Langit-langit vila tinggi dengan aksen kayu hitam dan garisgaris bambu, menopang pe­ nutup atap yang di atasnya lagi be­rupa anyaman alang-alang.

Kamar mandinya terdiri dari shower indoor dan outdoor, yang berbatasan dengan jalan dan se­pertinya tampak dari vilavila lain di seberangnya. Rasanya saya tidak cukup berani untuk me­makai yang terakhir ini. Pintu samping digeser, dan tampaklah kini teras dengan se­ buah kolam renang mungil yang mempunyai pandangan lepas ke jurang dan bukit meng­hijau di depan sana, serta garis lautan di kejauhan. Udara segar me­ nyeruak masuk ke vila dan mem­ buat lega paru-paru saya. Dari yang sempat saya baca, banyak spot menarik di resor ini. Jadi, meski menyenangkan untuk bermalas-malasan di dalam vila, saya segera melangkahkan kaki, mengarah Di Mare Restaurant yang berdiri kokoh di atas tebing, di atas kolam renang. Karma Kandara, yang terdiri dari 72 vila, menempati sisi barat dan timur dari sebuah jurang sungai kering yang membelah resor. Antara kedua sisi ini dihubungkan oleh 2 jembatan, satu di sebelah utara vila saya, satu lagi di depan sana, di samping Karma Spa. Vila saya dan spa ini berada di sisi barat


COVER STORY sungai, sementara Di Mare dan kolam renang utama berada di sisi timur sungai. Jalan-jalan kecil di dalam kom­pleks resor ini sungguh asyik, karena rimbun dan tem­ bok pagar gadingnya mem­beri nuansa seperti gang-gang di Santorini, dan warna pintu-pintu vilanya berbeda-beda, ada yang hijau, biru, atau merah. Me­ lewati Karma Spa yang lobinya se­perti pendopo, suara desau ombak terdengar jelas meskipun pantai­nya belum ter­lihat. Saya pun melewati jem­bat­an dan sampai di kolam renang. Melihatnya kolam renangnya saja saya sudah berdecak kagum. Kolam berbentuk me­ lengkung hampir setengah ling­ kar­an dengan huruf K di dasar airnya itu berada di pinggir se­ buah bukit. Berenang di sini, kita bisa mempunyai pandangan ke lautan lepas, serta Pantai Nammos dan hutan rimbun di samping­nya, di bawah sana. Di atas­nya ada Di Mare (artinya: di tepi laut), resto dengan desain me­­lengkung, dan dindingnya bisa dibuka-geser sehingga sam­ bil dinner atau breakfast kita bisa menikmati desau angin dan laut lepas. Di atas atap Di Mare masih ada lagi Temple Lounge & Bar, bar bernuansa Maroko dengan lampu-lampu kaca patri­ nya yang colorful dan karpet serta bantal-bantal besar untuk ber­santai.

Nammos Beach Club Dari Temple Lounge, ada pintu samping ke tangga batu yang menuju Nammos Beach, jauh di bawah sana. Tak jauh dari pintu ini juga ada Pura Masuka,

satu dari beberapa pura tua di daerah Bukit. Hari mulai panas dan tangga sebanyak 350 undak­ an melintasi hutan rimbun dan berkelok-kelok itu rasanya bukan pilihan yang bijak. Jadi saya me­ milih untuk naik inclinator dari samping Di Mare. Tinggal pencet tombol hijau di pagarnya, kabel ke­reta rel itu pun menarik kabin tung­gal yang tengah ada di stasiun bawah, kira-kira 85 meter jauh­nya. Kereta pun datang, dengan seorang staf Karma di dalamnya. Melihat curamnya rel yang dilalui kereta tarik ini, rasanya saya tak akan berani naik sen­ diri­an, meski sebenarnya bisa saja mengoperasikan sen­diri, misal­nya kalau pagi-pagi ingin ke pantai. Kereta ini memang baru di­kawal staf mulai pukul 11 siang hingga 11 malam. Bagi tamu Karma Kandara, naik kereta ini gratis. Pe­ngunjung dari luar resor bisa naik kereta ini, tapi mesti mem­­bayar Rp 250.000 per orang, Rp 100.000 di antara­nya se­bagai ‘deposit’ untuk makan-

makan di Nammos Beach Club & Grill. Lewat undak-undakan gratis, tapi tetap mesti me­nyim­ pan deposit. Suasana santai dan agak ramai saya temui begitu turun dari kereta dan masuk di Nammos Beach Club & Grill. Nuansa Me­di­terania lang­sung te­­rasa. Turis-turis bule menem­ pati meja-meja di klub yang atapnya berbentuk melingkar, di­topang bambu-bambu dan anyam­­an alang-alang. Sebagian lagi tengah berjemur dan ber­ malas-malasan di gazebo mau­ pun di daybed yang berjajar di pantai. Sebagian tengah be­ renang atau ber­main kayak di air laut hijau turquoise. Pantai berpasir putih ini se­ bagian dihiasi batu-batu kecil yang ter­hempas ombak. Ber­jalan ke barat, saya sampai di bagian yang lebih berbatu dan akhir­ nya masuk ke area yang men­jadi wilayah resor lain. Jadi saya ber­ balik ke timur. Batu-batu karang besar dan berpermukaan tajam meng­hiasi bagian ini, namun pantai­nya lebih bersih dengan pasir yang sangat lembut, tanpa batu-baru kecil. Jika diteruskan ber­jalan kaki menyusuri pantai, kata seorang staf Nammos, saya bisa sampai ke kompleks resor besar lain­nya. Hanya saja, dengan hem­pasan ombak yang kadang cukup kuat, dan akses pantai yang bisa terputus saat laut pasang –sementara sekarang saya tidak tahu apakah laut sedang pasang atau surut– jadi tidak cukup aman untuk me­ laku­kan susur pantai. Saya pun kembali ke klub, dan segera me­ mesan menu makan siang. Dengan udara pantai yang panas ber­angin, paling asyik kalau minum salah satu sig­

na­ture drink klub ini, yakni Kandara Krush, minuman dingin yang ter­diri dari campuran light and dark rum, dikocok bersama amaretto dan jus nenas. Rasanya segar dengan tone seperti air gula tebu. Se­bagai hidangan utama saya memilih Capriciosa, pizza tipis yang renyah, yang di­ pang­gang dalam oven dengan api kayu. Pizza yang cukup untuk dua orang ini mempunyai top­ ping jamur, artichoke, black olive, dan proscuitto (cured ham) yang telah diganti irisan daging sapi. Sebagai penutup, saya me­­ mesan Jasmine Panna Cotta, puding lembut dengan kismis dan sirup red currant. Se­benar­­ nya saat itu sedang ada promo lobster, namun meng­habis­kan Capriciosa saja saya me­laku­kan­ nya dengan susah payah.

Tamu Tak Diundang Sebenarnya di beberapa tempat di resor ini dipasang pe­­ringat­an agar berhati-hati kalau-kalau ada kera yang iseng. Maklum, lingkungan resor ini masih rimbun dengan pe­pohon­ an tinggi. Tapi saya tak me­ngira kalau kera itu akan masuk ke dalam vila. Sore hari, se­waktu tengah membuat kopi, tiba-tiba saja seekor kera yang cukup besar masuk dari pintu kolam renang yang terbuka. Se­benar­ nya si kera ini kalem saja, cuma saya agak panik karena di meja ada kamera, hanpdhone dan be­berapa benda berharga yang bisa saja iseng ia ambil. Saya pun hendak menelepon front office untuk minta bantuan me­ ngusir tamu tak diundang ini. Tiba-tiba saya ingat kalau di atas vol. 01 - th. II, Liburan 27


COVER STORY meja kitchen ada buah-buahan. Saya pun segera melemparkan jeruk, lalu salak, lalu apel, yang sayangnya ditanggapi dengan dingin oleh si kera. Setelah di­ lempar pisang, barulah ia me­ mungut­nya dengan kalem, di­ timang dan dicium-cium, lalu ber­anjak pergi. Segera saya tutup pintu geser itu, dan tertawa sen­diri. Jangan-jangan, si kera datang karena ia mencium bau pisang itu. Dan bukannya kera me­mang sukanya pisang? Malam hari saya habiskan dengan dinner di Di Mare, yang me­nyajikan menu Mediterania yang dikombinasikan dengan citarasa masakan Asia. Resto ini separuhnya diisi para tamu, be­berapa di antaranya datang dengan keluarga dan anak-anak. Din­ding samping ditutup untuk meng­­halangi angin malam. Deru ombak terdengar lemah di kejauh­an. Saya menyukai ben­ tuk atap resto ini yang putih stream­­line seperti papan luncur, de­ngan beberapa rangka baja men­­­­­­jadi penahan­nya, yang ber­ tumpu pada tiang-tiang bulat yang bisa menyimpan dinding geser. Namun saya sengaja ha­ nya mem­­­bawa kamera poket dan me­­motret tanpa flash, tidak enak kalau meng­­ganggu suasana te­nang makan malam ini. Pilihan menu dinnernya cu­ kup banyak, sebagian besar be­­­ rupa menu seafood, mulai dari sea bream fish, barramundi, salmon, canadian black mussel, hing­ga oyster. Namun menu lamb, oxtail, dan wagyu steak ser­ta beberapa jenis makanan

28 Liburan, vol. 01 - th. II

Bali juga ada. Sommelier Di Mare me­­rekomen­dasikan white wine dari Auntsfield Marlborough New Zealand, yang beraroma fruity dan sangat ringan, paling juicy di­banding beberapa white wine yang pernah saya coba. Sebagai makanan pembuka, se­lain di­sediakan beberapa canape, saya memilih Canadian Black Mussels, kerang hitam yang di­masak dalam santan, jahe, cabai merah, dan lemon. Rasa pedas jahenya merangsang saya untuk menghabiskan ke­ rang ini. Untuk hidangan utama, saya memilih Sea Bream, se­ potong daging ikan semacam kakap besar yang dimasak dalam brown butter. Untuk penutupnya ada enam pilihan menu, namun saya memilih Manjari Souffle, satu skup es krim pistachio yang di­dampingi kue cokelat yang me­ leleh saat dipotong. Sebelum kembali ke vila, saya mampir ke Temple Lounge & Bar di atas atap Di Mare. Hanya ada sepasang tamu dari Inggris di bar semi terbuka ini. Suasana yang sepi ini paling tepat untuk duduk di bangku tinggi dan ber­ sandar ke pagar pinggir bar, me­ nik­mati pemandangan kolam renang Karma di bawah, dan laut­­an yang gelap di kejauhan sana. Sebuah keluarga yang mem­­­bawa empat anak remaja dan tampak­nya dari Jakarta, men­­­jadi satu-satunya pe­makai kolam renang malam itu. Saya pun kem­bali ke vila dengan di­ antar memakai kereta boogie, me­­­lalui jalur belakang me­ lewati rangkaian vila-vila awal

Karma Kandara. Kini saatnya ber­­istirahat sambil menyetel musik dengan menyambungkan mp3 player saya ke sistem home theather vila.

Vila 6.000 Dolar Semalam Saya terbangun dari tidur oleh suara burung tekukur yang se­pertinya dari tadi bernyanyi. Sungguh menyenangkan men­ dengar­kan suara khas burung ini, karena saya baru mendengarnya kembali setelah sekian lama. Rupanya tadi pagi subuh hujan, dan sisa airnya masih terlihat di teras. Namun sekarang cuaca sudah cerah, dan setelah mandi saya bergegas kembali ke Di Mare untuk sarapan. Dan, wohoo… din­ding samping resto kini di­ buka, sehingga pemandangan spekta­kuler laut dan langit biru kini mem­bentang di depan mata, me­ngiringi makan pagi saya. Sungguh makan pagi yang sa­ngat berbeda. Saya memilih Poach Egg with Salmon, yang terdiri dari 2 butir telur rebus setengah matang yang diselimuti hollandaise sauce, di­alaskan pada potongan asparagus dan smoked salmon di atas sepotong roti bulat, di­ temani daun arugula segar. Menu favorit lain adalah Straw­ berry Pancake, tiga lapis pan­ cake yang dihiasi dengan dengan

kismis dan butter, serta saus stroberi. Duduk berlama-lama de­ ngan pe­mandangan luar biasa di sini bisa membuat angan me­­­­layang kemana-mana, jadi saya memutuskan untuk turun lagi ke Nammos Beach de­ngan inclinator. Mung­kin karena masih pagi, tidak ada tamu yang tengah berjemur. Laut biru tenang, dan para staf ma­ sih menata-nata daybed dan payung-payung pantai. Saya pun tiduran-tiduran di salah satu gazebo sambil menikmati musik lem­­­but dari beberapa speaker yang dipasang di beberapa sudut. Saat sepi seperti ini, baru­ lah ke­indahan pantai ini menjadi le­bih terasa. Tapi saya punya janji pagi ini dengan Fanny, dan ia pun me­ ngajak saya berkeliling vila-vila yang tak jauh dari lobi resor, yang ke­marin belum sem­pat saya lihat. Kontur tanah kompleks vila di sini lebih landai, se­hing­ ga vila-vilanya tampak lebih ter­­atur. Seluruh vila di resor ini di­miliki oleh perorangan, yang pe­­­ngelolaannya diserahkan ke­ pada Karma Kandara. Kadang pe­­­milik­nya juga tinggal di sini di waktu-waktu tertentu. Ada juga

pe­milik yang tidak menyewakan vila­nya untuk tamu, jadi hanya ia tempati sendiri sewaktu-waktu ia ke Bali. Yang membuat saya takjub adalah ketika Fanny me­nunjuk­ kan satu vila yang besar, Grand Clif-Front Residence. Vila dengan halam­an luas ini di tengahnya ter­dapat kolam renang yang besar. Ada bangunan khusus untuk dapur, lalu bangunan untuk sauna dan hamam (mandi uap ala Turki), sampai… biskop mini. Kamar tidurnya di dua lantai, dengan ruang tamu yang luas dihiasi lukisan-lukisan bali. Be­gitu membuka pintu kaca depan, voila… ada halaman depan yang luas dengan sebuah kolam renang lagi! Angin laut pagi lembut menyapa, dan biru laut­­an mem­bentang di kejauhan bawah sana. Letak Grand Cliff-Front Residence ini paling tinggi di antara vila-vila lain, dan berdiri di tebing ujung halaman ini lamalama bisa pusing, terlebih kalau tahu rate sewa vilanya. Karma Kandara memiliki 3 jenis vila ini, yang mem­punyai 4 dan 5 kamar tidur. Salah satunya dimiliki bos sebuah airlines terkenal dari Malaysia, yang vilanya tidak di­ sewa­kan ke tamu. Per malam, yang vila 4 kamar sewanya 5.000 dolar, sementara yang 5 kamar 6.000 dolar! Agak siang nanti, saya akan men­­coba spa treatment di Karma Spa. Tapi untuk sekarang ini, saya ingin menikmati Grand Cliff ini dulu, meski hanya memotretmotret­nya saja. Hmm.. kapan ya saya bisa punya ‘rumah’ seperti ini? Apakah saya harus menjadi bos perusahaan penerbangan dulu? [Bersambung]

KARMA KANDARA Jalan Villa Kandara, Banjar Wijaya Kusuma, Ungasan, Bali 80362 - Indonesia T : +62 (0) 361 848 2200, F : +62 (0) 361 848 2201 info@karmaresorts.com, www.karmakandara.com


advertorial

Gaya dan Percaya Diri dengan

AVTECH

disesuaikan dengan atur­­­­an maskapai penerbangan tentang dimensi tas, agar dapat di­­­­bawa ke dalam kabin pesawat. Be­­be­rapa daypack AVTECH me­milki ruang khusus untuk me­ nyimpan laptop.

K

WAIST/HIP BAG. Tas ukur­­an kecil yang dipakai di ping­gang ini sangat praktis dan aman untuk me­nyim­ pan barang ber­harga seperti telepon geng­gam, uang tunai, traveler’s cheque atau dokumen per­jalan­­ an se­perti paspor. Di­leng­kapi tali sandang sebagai alter­natif men­jadi tas sandang.

Liburan segera tiba. Tiket pesawat dan voucher hotel sudah dipesan, paket wisata telah diatur oleh travel agent. Kini saatnya menyiapkan perlengkapan perjalanan. e manapun tujuan per­ jalanan anda, apa­kah ke resor pe­gu­nung­an, ke pantai, ataupun berkeliling kota me­ nik­mati wisata sejarah, belanja dan kuliner, baik di dalam maupun luar negeri, pasti­kan anda menggunakan produk AVTECH untuk keperluan per­­­leng­kapan perjalanan. Sejak 1996, AVTECH telah mem­pro­duksi per­­l­engkapan untuk para peng­giat alam bebas seperti men­­daki gunung dan ber­kemah. Dari pengalaman kami ber­­­aktivitas di alam bebas, kami pun menciptakan per­leng­­kap­ an yang memenuhi standar ke­kuat­ an, kenyamanan dan desain untuk ke­butuhan para petualang. Me­ning­ kat­­­nya jumlah traveler me­rupa­kan tan­­tangan bagi kami untuk terus ber­­­­­­kreasi menciptakan produk untuk para penggemar jalan-jalan. Jadikan AVTECH sebagai sahabat perjalanan anda. Travel in style and be confident with AVTECH products. TRAVEL BAG. Sesuaikan pilih­an ukuran tas dengan lama per­jalan­­

an anda: ukuran 35 liter untuk per­ jalanan akhir pekan hingga ukuran 60 liter untuk per­jalanan hingga lebih dari 1 minggu. CARRIER. Tas punggung ini bagi peng­­gemar backpacking yang me­ nuntut kepraktisan da­lam mem­ bawa keperluan per­­jalan­an. Ter­ sedia dalam be­be­rapa ukuran, mulai dari 40 liter hingga 100 liter, yang didesain khusus dengan berbagai back system agar nyaman di pung­ gung, suspension system agar mam­ pu me­nahan beban berat, dan adjustable belt yang ber­fungsi mem­­ bagi beban antara pung­­gung dan pinggang. DAYPACK & SHOULDER BAG. Tas ransel dan tas sandang ini praktis untuk jalan-jalan di dalam kota dan me­nyim­pan ber­bagai ke­perluan harian seperti botol minum, jaket, payung, buku catatan dan buku pandu­an wisata, brosur, peta dan lain-lain. Ukuran tas ini mulai dari 18 liter hingga 30 liter, dan telah

TOILETRIES/WASH BAG. Tas kecil ini untuk mem­bawa per­­­­leng­kap­an mandi se­perti sabun, sampo, sikat gigi, pasta gigi, dan keperluan mandi lain­­nya. Di­lengkapi dengan hanging loop atau tali gantung yang prak­tis, se­hingga mudah di­gan­­tung di kamar mandi.

bagian kepala se­hingga ter­hindar dari dehidrasi. JAKET. Melindungi anda dari angin dan udara dingin. Tersedia dari bahan windproof yang mam­pu me­­­ nahan dinginnya angin, namun me­­­ miliki sirkulasi udara agar suhu tubuh tetap terjaga. Jaket double polar AVTECH ada­lah per­paduan 2 jaket, yaitu jaket polar di bagian dalam untuk me­­­nahan udara dingin dan windbreaker di lapisan luar untuk menahan angin. Cocok di­­­­guna­kan untuk bepergian ke negara-negara yang memiliki musim salju. RAINCOAT. Lindungi diri anda dari hujan saat berwisata. Guna­kan jas hujan AVTECH yang di­buat dari bahan waterproof dengan sealing system yang melapisi bagi­­­an jahitan.

MOUNTAIN SANDALS. Sandal ini banyak digunakan untuk wisata di daerah pe­gunungan seperti naik gunung, ber­­­­kemah, maupun arung sungai. Namun cocok juga untuk ke­­­­ giat­an wisata di pantai karena ter­­­­ buat dari bahan yang kuat dan tahan air laut. Berjalan-jalan ke­­liling kota pun lebih terasa nyaman dengan sandal ini.

DIGITAL POCKET CAMERA POUCH. Lindungi ka­mera digital anda de­ngan cover yang didesain khu­sus dari bahan tebal sehingga tahan ben­­­tur­an.

T-SHIRT. Aneka motif dan warna t-shirt dengan desain yang unik cocok untuk dipakai saat libur­an di dalam kota, di pantai, atau gunung. Ter­buat dari bahan yang nyaman untuk diguna­kan di segala cuaca.

HAT/CAP. Topi ini untuk me­ lindungi dari terik matahari saat di pan­tai atau saat berjalan kaki ke­liling kota di negara tropis. Cocok juga di­gunakan di daerah pe­gunung­an untuk mengurangi penguapan dari

SHORTS & TROUSERS. Celana pendek atau panjang ini tersedia dengan ber­bagai ukuran, warna dan motif, membuat anda bebas ber­­gerak ke manapun anda pergi. Praktis dan nyaman.

vol. 01 - th. II, Liburan 29


diary vesta

Sea, Food & Fun in amalla vesta Email: SwankyTraveler@gmail.com Twitter: @SwankyTraveler

Makassar Foto Vesta

& Evert Thadate

Menikmati empat hari yang sempurna di Makassar dengan diving, bermain di Trans Studio, dan mencicipi banyak makanan enak!

Pantai Losari di sore hari

Sunset di Pantai Losari

I’ve never been to The Land of Celebes in my whole life. Makanya saya se­mangat sekali untuk trip kali ini, walaupun ada unsur kerjaan se­dikit. But still, saya bisa me­mampat­kan skedul pe­kerjaan saya sehingga masih ada waktu untuk bersenang-senang di Makassar. 30 Liburan, vol. 01 - th. II

Saya berangkat dari Jakarta naik Garuda pukul Day 1 08.15. Per­jalanan Jakarta-Makassar ditempuh dalam waktu 2 jam 10 menit. Men­­­­dekati Pulau Sulawesi, saya me­lihat dari pesawat ada sebuah pulau yg berbentuk lonjong dan di­kelilingi air berwarna biru turquoise, cantik sekali. Penasar­ an, tapi saya tidak tahu itu pulau apa hehehe! (Baru kemudian saya tahu, itu Pulau Selayar). Jam 11.35 pesawat men­ darat di Bandara Sultan Hasanuddin. Saya cukup kagum me­lihat betapa modernnya ban­ dara ini. Mobil jemputan yang

disiapkan oleh Ochy teman saya sudah menunggu. Dari bandara saya langsung diantar ke Hotel Aryaduta Makassar. Hotel ini ter­­letak di Jl. Penghibur, dan ber­­hadapan langsung dengan pantai, sekitar 100 meter dari Pantai Losari yg terkenal itu. Setelah menaruh kopor, saya dijemput Ochy dan 3 anaknya: Aya, Giva, dan Zahra yg baru berumur 2 bulan. Ochy saya kenal waktu kami sama-sama bekerja satu kantor di Jakarta. Sekarang ia bekerja sebagai HR di Trans Studio Makassar. Saat ini Ochy sedang cuti melahirkan, jadi dia bisa mengantar saya jalan-jalan, hehehe!


diary vesta Kami menuju sebuah resto­ ran seafood RM Nelayan, di Jl. Ali Malaka, tidak jauh dari hotel. Ochy memesan Ikan Papakulu Bakar Parape, Cumi Te­ropong, Otak-Otak, dan Tauge Ikan Asin. Yang unik di restoran ini adalah sambal-sambalnya. Mereka menyajikan dalam be­ berapa mangkok yang berisi iris­an mangga, sambal dabudabu, gula jawa, sambal merah, dan semacam bumbu tauco. Nah, masing-masing isi ini bisa kita racik sendiri sesuai minat. Favorit saya adalah Ikan Bakarnya yang memiliki bumbu unik dengan bumbu parape yang manis. Ngomong-ngomong, dengan menu makanan sebanyak itu, kami mem­bayar total Rp 217.000. Dan saya pun dibayari Ochy. Thank youuu…! Selesai makan, saya diajak ber­keliling ke pusat kota, me­ le­wati Fort Rotterdam, Mo­ nu­­men Mandala, Lapangan Karebosi, dan pusat oleh-oleh Makassar. Lalu saya didrop di Trans Studio Mall, di daerah Tanjung Bunga. Di situ saya hanya survei keliling malnya, dan melihat Trans Studio Theme Park dari luar. Dari sana saya kembali ke hotel menggunakan taksi argo. Ada beberapa pilihan taksi meter di Makassar, seperti Putra, Bosowa, dan sebagainya. Jarak yang ditempuh dari Trans Studio ke Hotel Aryaduta cukup dekat, sekitar 10 menit, dan saya hanya membayar Rp 15.000. Ok, it’s time to work, jadi saya mengerjakan dulu be­ be­rapa pekerjaan yang harus di­ selesaikan. Sekitar jam 6 sore, saya naik becak ke Pantai Losari untuk me­lihat sunset. Cuaca hari itu lumayan bagus, dan matahari

Evert dan Vesta di Kodingareng Keke

Lunch di RM Nelayan

dan ukurannya pun lumayan besar. Harga per porsi Rp 38.000. Kami kemudian kembali ke hotel naik becak.

Vesta di Kodingareng Keke

ter­lihat besar. Menjelang sunset, pantai ini ramai sekali dengan orang-orang yang duduk di ping­ gir­nya, atau mencoba per­main­ an bebek air yg ditarik, se­perti permainan banana boat. Saya naik becak lagi ke Pier 52, sebuah tempat makan ber­ ben­tuk dermaga, 300m dari Pantai Losari. Saya akhirnya ter­ goda mencoba Pisang Epe yang gerobaknya banyak terdapat di sepanjang jalan kota ini. Pisang Epe terbuat dari pisang kepok yang dibakar lalu dipenyet (diepe kalau istilah orang Makassar) lalu disiram gula merah, keju, cokelat atau durian. Harganya Rp 5000- 9.000. Well, it’s not my kind of food karena agak keras. Jenis pisang­nya seperti masih mengkal begitu. Tujuan berikutnya adalah ke

Lapangan Karebosi. Saya puaspuasin naik becak, karena selain murah, bisa sambil melihat-lihat kota, juga karena di Jakarta tidak ada. Lapangan Karebosi ini se­ betul­nya sebuah lapangan bola yang di bawahnya dijadikan se­ macam per­tokoan. Terdapat se­­buah hipermarket terkenal di situ. Uniknya, di pertokoan ter­ sebut ada jalan menuju sebuah mal di seberang jalan. Saya bilang unik, di Jakarta tidak ada soal­nya, hehehe! Di Lapangan Karebosi ini saya janji dengan Evert, sahabat saya dari Jakarta. Atas rekomendasi Ochy, kami sepakat mencoba makan Konro Bakar di RM Sop Konro Karebosi, sekitar 500 meter dari lapangan. Rasa Konro Bakar-nya cukup pas di lidah,

Pulau Kodingareng Keke

The day that I’ve been waiting for. Sebab hari ini Day 2 skedul­nya adalah island hopping dan snorkeling. Dan cuaca pagi itu pun cerah. Yeay! Jam 07.30 pagi, saya dan Evert dijemput Pak Imran, rekan Ochy. Pak Imran ini memiliki bisnis diving dan snorkeling yang baru ia buka. Kami menuju Pe­ labuh­an Kayu Bangkoa, sekitar 1 kilometer dari hotel. Di pe­ labuh­an ini sudah disiapkan se­ buah perahu kayu bermesin, leng­kap dengan life jacket. Jam 8, kami beranjak menuju Pulau Kodingareng Keke. Kami mampir ke Pulau Samalona dulu untuk me­ng­ambil peralatan snorkeling. Kenapa harus ke Samalona, tak lain karena di Kodingareng Keke tidak ada orang, alias pulau tak ber­penghuni.. Tiba di Kodingareng Keke, memang tidak ada siapa-siapa di pulau ini. Ukuran pulaunya sen­­diri cukup kecil, punya pasir putih yang lumayan halus, walau tidak sehalus pantai-pantai di Belitung. Air di sekitar pulau ini juga jernih dan dingin. Sebelum nyebur untuk berenang dan snorkeling, kami puas-puasin dulu berfoto-foto. Jiwa narsis kami tetap ada sih, hehehe! Kan mumpung di pulau ini tidak ada siapa-siapa, jadi nggak perlu malu-malu. Kami snorkeling di sekitar pulau. Koral-koralnya terlihat cukup bagus dan banyak ikanikan cantik berkeliaran di sekitar­ nya. Saya pun bertemu si Dori teman­nya Nemo. Sayangnya si Nemo sendiri nggak terlihat. Sebuah perahu kayu lain me­ rapat di pulau ini. Isi­nya adalah Tio dan rekan-rekan mahasiswa Universitas Hassanudin. Mereka

adalah maha­siswa kelautan dan sedang me­laku­kan survei karena akan ada acara bahari di tahun 2011 ini. Puas bermain di Kodingareng Keke, kami pindah ke Pulau Samalona. Di pulau ini kami makan siang dengan menu ikan bakar, tumis sawi dan tomat, nasi putih, sambal, dan kelapa muda. Semua itu dimasak lang­ sung oleh penduduk pulau. Harga makanan­nya tidak murah, kami meng­habiskan Rp 140.000 untuk 3 orang. Dan ternyata untuk duduk di saung kami harus bayar lagi Rp 20.000. Lain kali mungkin lebih baik bawa makanan lengkap dari Makassar dan piknik di Pulau Kodingareng Keke. Kami mencari spot untuk snorkeling di sekitar Samalona, namun ternyata air di sekitar pulau ini tidak sejernih di Koding­ areng Keke. Akhir­nya kami minta di­antar dengan pe­rahu untuk men­cari spot yang lebih baik. Kami bertemu lagi dengan Tio dan rekan-rekannya yang sedang ganti­an menyelam. Kami pun di­ tawari menyelam gratis! Tentu saja kami nggak menolak. Pengalaman diving pertama saya adalah di Tulamben, Bali, tahun 2006 lalu. Saya melakukan discovery diving, yakni dituntun selama diving. Jadi, kali ini akan menjadi yang kedua buat saya, discovery diving lagi. Kondisi bawah laut cukup bagus, tapi saya masih lebih suka Tulamben, karena lebih berwarna dan di Tulamben ada shipwreck (bang­ kai kapal) USS Liberty. Puas menyelam, kami kem­ bali ke Makassar dengan dua perahu kayu. Jam 4 sore kami me­rapat di pe­labuh­an Kayu Bangkoa. Dan lengkap dengan baju renang ala teletubbies saya naik becak menuju hotel. Cuek saja, nggak ada yang kenal, kan? Hehehe! Jam 5.45 saya sudah siap me­nuju Akkarena Beach, tidak vol. 01 - th. II, Liburan 31


diary vesta

Trans Studio Mall

Salah satu wahana kincir angin di Trans Studio

Kawasan Hollywood di dalam Trans Studio Theme Park

Wahana Si Bolang - Trans Studio

jauh dari Trans Studio Mall. Dengan naik taksi dari hotel, saya mem­bayar Rp 25.000. Akkarena Beach ini pantai­nya ber­pasir hitam, terdapat tempat makan, dan mini outbond untuk anak-anak. Pantai ini juga biasa di­­jadi­kan tempat menikmati sunset. Sayang hari itu awan cukup tebal, se­hingga sunset tidak ter­lihat. Dari Akkarena Beach, saya dijemput Ochy dan kami pun ke rumah­nya di sebuah kompleks tidak jauh dari Akkarena Beach. 32 Liburan, vol. 01 - th. II

Malam ini saya dan Evert di­ traktir makan Mie Anto, se­jenis Mie Titi yang terkenal itu, hanya ber­beda nama. Lokasi Mie Anto di sekitar China Town. Mi ini sendiri benar-benar mirip Ifu Mie, yaitu masakan mi kering yang di­siram kuah berisi ayam dan sayur­an. Minggu pagi ini, iti­ne­rary saya ada­­lah me­ngun­ Day 3 jungi Trans Studio Theme Park. Jam 10 pagi kami

sudah tiba di lokasi. Tidak ter­ lihat antrian yg berarti, bah­ kan be­berapa per­mainan belum di­buka. Harga tiket masuk weekdays Rp 110.000 (21 wahana) dan weekend Rp 160.000 (21 wahana) atau Rp 110.000 (15 wahana). Indoor Theme Park ini me­ miliki langit-langit yang tinggi dan ber­warna hitam. Di dalam­ nya, kita serasa ada di se­ buah kota lengkap dengan Fire Station, Police Station, Res­tau­ rant, Theatre, Store, dan se­ bagai­nya. Nampak­nya saya dan Evert datang kepagian deh, karena be­berapa wahana belum buka. Di dalam theme park ini terdapat 4 area utama. Pertama, Studio Central, sebuah kawasan yang menyerupai Hollywood. Kita bisa melihat adanya Walk of Fame artis-artis Hollywood, dan juga arsitektur bergaya tahun 60-an. Kedua, Lost City, sebuah kawas­an menyerupai safari track. Ada wahana jelajah be­ rupa perahu yang berjalan di air me­ne­lusuri lorong-lorong, lalu me­luncur di air terjun. Siap-siap basah ya, hehehe! Buat yang bawa anak, di sini ada wahana Si Bolang, berupa rumah pohon, jaring-jaring penghubung, pokoknya seru! Lalu ada Cartoon City, kawas­ an paling ‘terang’ yang ada di Trans Studio. Warna-warni dunia kartun­nya sangat menarik. Wahana yang ada di sini pun memang untuk anak-anak, se­ perti karousel, mini bom-bom car, kids studio, dan sebagainya. Ter­akhir, Magic Corner. Masuk ke kawas­an ini seperti masuk ke dalam dunia Harry Potter, dunia sihir yang magis. Ada rumah hantu bernama Dunia Lain. Hari itu saya dan Evert men­ coba berbagai wahana yang bisa untuk orang dewasa. Tentu saja,

saya melewatkan Dunia Lain, pe­nakut sih, hehehe! Untuk makan, tidak perlu khawatir karena banyak terdapat food court mau­pun restoran di dalam theme park ini. Selesai makan siang, saya dan Evert masuk ke 4D Cinema yang menampilkan Sponge Bob. We had a great laugh inside. Langsung terbayang, pasti anakanak saya akan senang kalau dibawa melihat si Sponge Bob dan kawan-kawannya yang lucu. Dari sini kami masuk ke Trans City Theatre yang sejak 1 Januari lalu menampilkan kisah Cinta & Keajaiban, sebuah pertunjukan musikal. Buat saya yangg sudah sering menonton musical play di Jakarta, Cinta & Keajaiban ini cukup bagus, baik secara akting maupun nyanyian dan tariannya. Hebat! Tidak jauh dari Theatre ada wahana untuk Studio Tour di mana kita bisa mencoba teknik Green Screen dan juga melihat mu­seum lilin yang isinya artisartis Indonesia seperti Indy Barends, Ferdy Hasan, Indra Herlambang, dan sebagainya. Puas bermain di Trans Studio, kami naik taksi menuju Fort Rotterdam yang ada di seberang kawas­an Kampung Popsa. Masih jam 3.30 dan matahari ber­ sinar terang dan panas. Fort Rotterdam ini adalah benteng pe­ning­galan Kerajaan GowaTallo, dibangun tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9. Di area ini ter­dapat Musem La Galigo yang berisi sejarah kebesaran Makassar. Kita juga bisa melihat ruang sempit tempat ditahannya Pangeran Diponegoro. Kami kembali ke hotel dulu untuk beristirahat dan mandi se­belum menikmati sunset di Kampung Popsa. Di kampung ini kita bisa duduk-duduk di ‘dermaga’ pinggir pantai dan

memesan hidangan yang ada di foodcourt. Saya mencoba Es Pisang Hijau, sedangkan Evert memesan Es Pallubutung dan Jalang Kote. Ternyata, yang nama­nya Es Pisang Hijau dan Pallu­butung itu mirip, hahaha! Hanya saja Es Pallubutung tidak mem­­balut pisangnya dengan lapis­an hijau. Jalang Kote sendiri me­­rupa­kan pastel dengan bumbu yang khas. I like it! Sayang, sore itu lagi-lagi langit mendung dan awan tebal, sunset tidak terlihat, dan tidak berapa lama kemudian gerimis turun. Kami segera mencari taksi untuk makan malam di RM Nelayan. Saya ketagihan sambalsambalnya yang enak itu. Nggak pernah nemu deh di Jakarta. Ini adalah hari terakhir saya di Makassar. Jam Day 4 10 saya dijemput Ochy dan berkeliling mencari titipan teman saya Ria, sebuah makanan khas bernama Gogos, lemper bakar dari beras ketan merah. Ternyata makanan ini sudah langka, jadi kami lumayan muter-muter nyari. Akhirnya kami menemukan juga penjual Gogos di pasar. Lalu saya diajak ke Jl. Somba Opu tempat dijualnya oleh-oleh khas Makassar. Saya membelikan Mama sepasang kain sarung dan selendang tenun sutra Makassar, serta snack Kacang Rempah. Selesai packing di hotel, saya segera memesan mobil hotel untuk mengantar ke bandara. Biayanya Rp 150.000 sekali jalan. Pesawat Garuda GA 605 yang terbang jam 2.15 dari Bandara Sultan Hasanuddin pun membawa saya kembali ke Jakarta. See you next time, Makassar! Berlibur Asyik di Makassar 1. Pilihlah hotel yang berlokasi mudah, terutama yang berada di sepanjang pantai dekat Losari 2. Salah satu trip yang wajib dicoba adalah island hopping. Sewa perahu untuk ke 2 pulau dekat Makassar (Kodingareng Keke dan Samalona) biayanya Rp 500.000 untuk 1 hari 3. Bawa bekal makanan dari restoran di kota dan piknik di Pulau Kondingareng Keke yang tidak berpenghuni. Pasti seru! 4. Naik becak kemana-mana juga asik lho, sekalian bisa melihat tempat-tempat yang kita lalui 5. Banyak pilihan penerbangan dari Jakarta ke Makassar, seperti Garuda dan Lion Air.


made in jakarta

Nasib Bhisma

di Bharata Foto Teguh Sudarisman

Made Wahyuni made_wahyunie@yahoo.com

G

edung itu tidak men­­colok, ber­ impit­an dengan gedung-gedung lain di tepi jalan raya yang sibuk, di utara Terminal Bis Pasar Senen. Hanya tulisan ‘Bharata’ di depannya dan sebuah papan bertuliskan lakon pertunjukan yang akan digelar, yang membedakannya. Masuk ke lobi –yang untungnya ber-AC– saya langsung dibawa ke suasana pewayangan oleh lukisan timbul besar yang menggambarkan anggota Pandawa Lima dalam cerita Mahabharata. Beberapa foto pementasan dan para awak Wayang Orang (WO) Bharata dipamerkan di dinding lobi. Saya, yang tak punya bayangan tentang WO Bharata, mulai mendapat pen­cerahan setelah dijelaskan oleh Marsam Mulyo Atmojo, pimpin­an wayang orang ini. Ternyata WO Bharata sudah berdiri sejak 1962 dengan nama WO Panca Murti, lalu ganti nama menjadi Bharata tahun 1972, sampai se­karang. Saya masuk ke ruang per­ tunjukan dan melihat per­sonil Bharata sedang latihan untuk pementasan nanti malam. Tuamuda, pria-wanita, nampak serius berlatih sesuai peran masing-masing. Anak-anak me­ reka berlarian di dalam gedung. Yang membuat saya kagum, mereka luwes sekali me­nari dan olah gerak. Lebih kagum lagi waktu saya tahu bahwa pementasan Bharata tidak

Make-up sendiri, dandan sendiri, berkelahi di panggung, akhirnya mati.

memakai skenario. Para pe­­main bebas berimprovisasi asal sesuai dengan jalan cerita. Latih­an­juga cuma sekali, Sabtu siang jam 3, untuk pentas nanti malam jam 8.30. “Kalau latihan beberapa kali, berat di ongkos,” senyum Erwin, sang sutradara malam ini. Wayang orang, konon berasal dari Solo, merupakan seni pertunjukan yang lengkap. Selain ada tari-tarian, dialog, juga ada tembang dan iringan musik gamelan yang leng­kap. Tak heran jika pemain wayang orang juga mesti punya be­ berapa talenta. Saya menyempatkan diri me­ lihat tempat pertunjukan secara keseluruhan. Panggung pentas memiliki beberapa sekat untuk tiap adegan yang dimainkan. Di atas layar panggung terdapat running text untuk memberikan ringkasan adegan dalam bahasa

Indonesia. Jadi orang yang tak paham bahasa Jawa seperti saya tidak perlu bengong saat me­nonton. Di bawah pang­gung ada tempat untuk para pemain gamelan beserta alat-alatnya, plus empat pesinden. Tempat mereka hanya dipisahkan sekat pembatas dengan tempat duduk VIP yang terdepan. Gedung Bharata juga memiliki balkon bagi para penonton yang mem­ beli karcis lebih murah. Total jumlah kursi pe­nontonnya 255. Latihan selesai menjelang magrib. Dua ibu mulai me­nyiap­­ kan kostum-kostum wa­yang, para pe­main mulai menyiapkan diri. Ruang ganti pemain WO Bharata ber­ada di lantai dua. Di sini ada lorong yang dilengkapi kaca di kedua sisinya, dan men­ jadi tempat rias para pemain pria, se­men­tara kamar ganti wanita ada di belakang. Se­mua

pe­main sibuk, ada yang me­­ mulas bedak, membuat alis, memoles lipstik. Semua di­laku­­ kan sendiri. Memang, ke­ahli­ an lain yang harus dimiliki oleh semua pemain, baik lelaki mau­ pun perempuan, adalah bisa me­rias wajah dan memakai kostum sendiri.

Bhisma vs. Srikandi Waktu menunjuk jam 8.30 malam. Para penonton sudah memasuki ruang per­tunjukan, diselingi para ‘waitress’ yang bolak-balik me­ng­an­tar pesanan teh botol, nasi goreng, atau ketoprak untuk para penonton, dari kakilima di depan gedung. Layar pun dibuka. Adegan pertama lakon Bhisma Gugur ini adalah ketika Prabu Duryudana beserta para Kurawa dan Patih Sengkuni berpesta-pora merayakan ke­me­nang­an atas

gugurnya beberapa panglima Pandawa. Tiga penari wanita tam­pil dan menari dengan luwes­nya. Di sinilah ‘perjuangan’ saya dimulai, karena dialog yang dimainkan oleh WO Bharata semuanya memakai bahasa Jawa. Saya pun susah payah berusaha memahami cerita dari running text. Singkat cerita, dengan dipimpin Resi Bhisma, para Kurawa pun menggempur Pan­dawa, sehingga terjadi banyak pertempuran. Inilah adegan favorit saya, karena para pemain beradegan perang dengan sangat baik. Adegan favorit saya yang lain adalah para punakawan. Semar, Petruk dan Gareng mampu mengocok perut penonton dengan dagelannya, sehingga mampu mengusir kantuk yang mulai datang. Hingga kemudian, di babak terakhir, Resi Bhisma bisa ditewaskan oleh Srikandi, pang­lima perang wanita dari Pan­­dawa, melalui adegan tarung yang menegangkan. Saking seru­nya, Srikandi sam­pai jatuh berguling-guling dan mahkota­ nya lepas hingga ram­but­­­­nya yang panjang terurai. Tiga jam tepat, menjelang tengah malam, pertunjukan pun selesai. Hmm… banyak sekali pengetahuan yang saya peroleh malam ini. Salut kepada WO Bharata, yang terus berusaha eksis untuk melestarikan budaya Indonesia, khususnya budaya Jawa. Wayang Orang Bharata Jl. Kalilio No. 15, Senen, Jakarta Pusat 14350 • E-mail: senthunb@yahoo.com http://www.facebook.com/group. php?gid=61296988954&v=wall • Pertunjukan setiap Sabtu, 20.30 - 23.30 WIB • Pemesanan tiket: Yunus (0856-1211842), Endang (021-98896844) VIP Rp 50.000, Kelas 1 Rp 40.000, Balkon Rp 30.000 vol. 01 - th. II, Liburan 33


M

engejutkan sekaligus mem­­banggakan. Begitu kesan yang bisa kami ungkapkan dari Lomba Foto Wisata Religi, yang kami adakan dalam rangka Pameran Wisata Religi Indonesia 2011. Di­laku­kan dalam waktu yang singkat, dan hanya melalui posting online di Fan Page Majalah LIBURAN di Facebook, di luar duga­an ada lebih dari 400 orang mengikuti lomba ini. Total foto yang diposting mencapai 704 buah (tiap orang maksimal mengirimkan 2 foto), dan jumlah vote ‘Like’ yang diberikan men­capai ribuan.

Sebagai lomba foto wisata religi yang baru pertama kali diadakan, antusiasme para peserta lomba menyadarkan kami bahwa jenis wisata ini ternyata mem­punyai banyak sekali peminat. Akhirnya, kami ucapkan Selamat! atas ter­pilihnya foto-foto karya Anda sebagai Juara, dan juga terima kasih kepada semua peserta yang telah memposting foto, serta para fans yang telah memberikan ‘Like’ kepada foto-foto ini. Semoga lomba ini dapat memacu kita semua untuk lebih giat lagi berkarya melalui fotografi.

PARA PEMENANG LOMBA FOTO WISATA RELIGI LIBURAN & ESCAPE! INDONESIA

JUARA I: I Ketut Indra Prasta – Denpasar, Bali Temple of the Holy Water – Pura Tirta Empul – Gianyar, Bali HADIAH: * Tiket pesawat pp Bali-Jakarta untuk 1 orang * Voucher menginap 3D 2N di hotel di Jakarta * Gratis langganan LIBURAN selama 6 bulan * Voucher cetak dari Quick Print senilai Rp 500.000

34 Liburan, vol. 01 - th. II


JUARA II:

R. Heru Hendarto - Yogyakarta Langkah Ziarah Pembesar Buton – Sulawesi Tenggara HADIAH: * Voucher menginap 3D 2N di hotel di Bali senilai Rp 2.000.000 * Gratis langganan LIBURAN selama 6 bulan * Voucher cetak dari Quick Print senilai Rp 500.000

JUARA III:

Ferdy Siregar - Medan Festival Bakar Tongkang Bagan Siapi-api - Riau HADIAH: * Voucher menginap 3D 2N di Bandung senilai Rp 1.000.000 * Gratis langganan LIBURAN selama 6 bulan * Voucher cetak dari Quick Print senilai Rp 500.000

FOTO FAVORIT

(Masing-masing 259 vote di Facebook)

1. Norman Hasiholan – Bekasi Timur Angkor Wat Sunrise – Siem Reap, Kamboja

2. Endah Wijayanti – Ciomas, Bogor The Beautiful Sleeping Buddha – Wat Pho, Bangkok

vol. 01 - th. II, Liburan 35


20

FOTO MENARIK PILIHAN PANITIA

2. Hasan Basri – Jakarta Selatan Salat Berjamaah – Masjid Istiqlal, Jakarta

HADIAH: * Voucher cetak dari Quick Print senilai Rp 500.000

1. Sugiharto Tjiptohardjo - Sidoarjo Green Dragon – Wat Chaiyamangalaram, Penang

4. Ken Aminto Isti – Bekasi Utara Ave Maria – Katedral Notre Dame, Ho Chi Minh City

3. Barry Kusuma – Jakarta Timur Upacara Sanghyang Jaran – Ubud, Bali

5. Rizal Adi Dharma – Tangerang Selatan Breakfast Time – Siem Reap, Kamboja 7. Tandur Rimoro - Solo Belajar Berdoa Klenteng Tien Kok Sie Pasar Gede, Solo

8. Roy A.M. Pohan Festival Pangguni Uttiram – Lubuk Pakam, Sumatra Utara 6. Agung Mardiyanto - Solo Imlek Praying - Klenteng Tien Kok Sie Pasar Gede, Solo

9. Neni Nuraeni Tempatku Bersimpuh – Masjid Agung Semarang

10. Deni Iskandar Karawang Mengaji di Pedesaan Karawang 36 Liburan, vol. 01 - th. II


11. Budi Winarno – Bekasi Sumur Gumuling, Masjid Bawah Tanah di Kompleks Taman Sari Yogyakarta

12. Dessy Ristiana Winarsih - Jakarta Merenung – Luang Prabang, Laos

15. Heri Juanda – Bireun, Aceh Message in a Sakura – Banda Aceh

13. I Nengah Balajatmika, ST – Bangli, Bali Upacara Ngusaba di Desa Demulih - Bangli 14. A.P. Hari Wibowo – Jakarta Barat Membawa Sesaji – Cigugur, Kuningan

18. Syahrul Rizal – Banda Aceh Pesona Mesjid Raya Baiturrahman – Banda Aceh

17. Adhi Rachdian - Bandung Working in Details for the Golden Temple - Bangkok

16. Bambang Agung Widodo - Bekasi Doa – Masjid Bank Indonesia, Jakarta

20. Agung Samosir - Jakarta Membakar Hio di Antara Lilinlilin Raksasa – Klenteng Petak Sembilan, Jakarta

19. Alexander Wijayanto - Bogor Notre Dame Basilica – Ho Chi Minh City vol. 01 - th. II, Liburan 37


Let’s go Sutiknyo sutiknyo80@yahoo.com *) Sutiknyo a.k.a Tekno Bolang, adalah seorang nature trekker dan pecinta pantai sepi. Hidupnya didedikasikan untuk menyusuri pantai-pantai indah dan memotretnya. Temui tulisan dan foto-fotonya yang keren di http:// techno80.multiply.com.

Surga Tersembunyi

di Sekotong Teks & Foto Sutiknyo

Temukan tiga gili lain yang tak kalah eksotik di ujung Lombok Barat.

S

iang itu terlalu terik untuk berada di atas sebuah bukit. Tapi di bawah sebuah pohon yang rindang saya bisa se­dikit mengurangi sengatan sang matahari. Sengatan itu men­­­­ jadi tidak begitu berarti lagi ke­tika saya alihkan pandang­ an mata ke segala arah diatas bukit ini. Deretan bukit-bukit 38 Liburan, vol. 01 - th. II

indah membentang, lautan biru ber­­­padu dengan birunya langit yang di hiasi dengan awan yang berarak. Di kejauhan terlihat samar-samar beberapa pulau kecil yang indah, semuanya ber­ satu dalam bentang cakrawala yang indah di Sekotong, Lombok Barat ini. Lombok memang selalu mem­­­­­pesona dengan beragam

ke­­­indahan­nya, baik keindahan alam maupun adat istiadat dan bu­daya­­­nya. Selain memiliki pano­­rama pengunungan yang indah di kawasan Gunung Rinjani, Lombok juga memiliki pano­rama pantai yang aduhai dan menggoda mata siapapun yang memandangnya. Seperti daerah Sekotong ini, yang me­ miliki deretan pantai yang indah

dan sepi, yang bisa kita nikmati dari pinggir jalan raya yang juga lengang. Menceburkan kaki ke dingin­­­nya air laut adalah pilihan yang tepat, karena air laut yang segar dan jernih dipadu pantai pasir putih yang indah dan cerah­­nya sinar matahari menjadi se­­buah pemandangan yang luar biasa. Lombok Barat memiliki pan­ tai yang tidak kalah indah bila di­­­banding­­kan deretan pantaipantai di daerah Kuta mau­ pun Mawun. Sebut saja Pantai Mekaki. Belum banyak yang tahu ke­­beradaan pantai ini karena akses menuju pantai ini masih sulit. Letaknya yang hampir di ujung barat Pulau Lombok, harus di­tempuh dengan cara menyisir pantai dari daerah Sekotong sampai jalan aspal habis. Setelah sedikit me­nye­­­lusuri jalan tanah, akhir­nya tiba­­lah di bentangan pantai pasir putih yang sangat panjang ini. Sepi. Begitu yang saya rasa­ kan ketika mendekat ke bibir pantai. Tidak ada aktivitas apa­pun di pantai ini. Ombak berkejar-kejaran seolah sedang ber­­dendang menikmati ke­sunyi­­­ an yang tiada habis. Terik mata­ hari masih begitu menyengat, namun dinginnya air laut kem­ bali menghipnotis saya untuk menceburkan diri. Meski­pun hanya sebatas lutut, namun dingin­­­­­­­­nya seolah me­rasuk sampai tulang. Jika ditilik dari ben­­tuk­­­nya, pantai ini me­nye­ rupai sebuah teluk kecil seperti pada umunya pantai-pantai indah di Lombok. Yang menarik, selain pasir putih dan airnya yang bening, cangkang kerangkerang kecil berwarna-warni

banyak berserakan di pantai. Menikmati pantai ini bisa dengan hanya berjemur di pasir putihnya, atau berenangrenang di pinggir pantai. Di be­­ be­rapa sisi pantai, ombak yang datang lumayan besar, mungkin karena waktu saya ke pantai ini ombak sedang tinggi – seperti hampir di semua pantai lain di Indonesia. Jadi se­kedar me­ nyusuri pantai pasir putih sambil mengumpulkan kulit-kulit kerang warna-warni yang terbawa oleh ombak juga mem­­beri­kan sensasi tersendiri. Tapi karena tidak ada fasilitas apapun di pantai ini, dan juga tidak ada transportasi umum ke sini, jadi kita harus mem­bawa kendara­an sendiri, apa­kah itu menyewa mobil atau­ pun motor dari Mataram. Pesona keindahan Sekotong makin lengkap dengan adanya pulau-pulau kecil yang oleh masyarakat setempat disebut gili. Selain Gili Air, Gili Meno dan Gili Trawangan yang sudah sangat terkenal di seantero dunia, Lombok masih punya gili-gili yang lain. Di Sekotong ini misal­nya terdapat banyak sekali gili yang indah dan layak untuk di­jelajahi. Tiga gili yang populer di daerah ini adalah Gili Sudak, Gili Tangkong dan Gili Nanggu, yang masing-masing menyimpan pesona yang luar biasa.

Gili Sudak Untuk menyeberang ke Gili Nanggu, Gili Tangkong, ataupun Gili Sudak, kita bisa melalui pe­ labuhan penyeberangan di Desa Tawun, Sekotong. Siang itu, se­ waktu saya sampai di sini, pe­ labuhan ini lumayan sepi. Hanya ada beberapa mobil terparkir


Let’s go

dan sebuah kios yang ter­nyata me­­rupa­kan loket pe­nyewaan perahu untuk me­nye­berang ke gili. Jika ditarik garis lurus dari pelabuhan ini, urutannya adalah Gili Nanggu, Gili Tangkong, dan Gili Sudak. Untuk mencapai Gili Sudak bisa menggunakan perahu ketingting dari pelabuhan Tawun dengan waktu tempung sekitar 30 menit. Gili Sudak ini sebuah pulau kecil yang dikelilingi pantai yang indah, dengan luas sekitar 30 hektar. Sudah tentu, gili ini men­jadi incaran para wisatawan. Namun jika dibandingkan dengan Gili Nanggu maupun Gili Tang­kong, gili ini minim sekali fasilitas. Hanya ada sebuah rumah makan yang hampir semua menu makanannya sea­ food, yang siang itu juga ter­lihat sepi. “Tidak ada penginapan disini, Mas,” ungkap Pak Rahmat, salah seorang awak perahu ketingting yang biasa melayani rute keliling gili-gili ini. “Padahal jika dikelola, mungkin wisatawan akan ramai mampir ke pulau ini. Biasa­nya mereka mampir ke Gili Sudak hanya untuk singgah dan makan siang. Untuk bermalam, mereka lebih memilih ke Gili Nanggu atau Gili Tangkong.” Melihat pantai pasir putih dengan air sebening kaca itu

bagi saya sebuah godaan yang sangat berat. Akhirnya saya pun menceburkan diri ke laut, walau­pun hanya di daerah yang se­­batas lutut, karena memang waktu itu tidak ada persiapan mem­bawa baju ganti. Terlihat gradasi airnya yang sangat me­ nakjub­kan, agak ke tengah se­ dikit terlihat bebatuan karang. Tentu akan menyenangkan se­­­­kali jika bisa menikmatinya dengan snorkeling. Ada beberapa pemancing saya jumpai di pulau kecil ini. Ada juga beberapa rumah pen­ duduk yang menjual kelapa muda di pinggir pantai. Gili Sudak berhadapan langsung dengan Gili Kedis, sebuah pulau karang kecil yang tidak lebih dari 3 hektar namun terkenal di­­kalang­an para wisatawan dengan nama Romantic Island. Mungkin disebut begitu karena pulau­­nya kecil, indah dan sepi, serta dikelilingi oleh pantai pasir putih yang indah, sehingga para honeymooners bisa merasakan ke­bersama­an mereka dengan lebih intim.

Gili Tangkong Sunyi. Begitu yang saya rasa­ kan ketika perahu ketingting yang saya tumpangi berlabuh di pulau ini. Hanya terlihat sepasang wisata­­wan mancanegara yang sedang menikmati keelokan gili ini. Mungkin karena kurangnya publikasi dan sarana menuju lokasi wisata ini menjadikan para wisatawan tidak mengenal keelokan dari Gili Tangkong ini. Baru saja menjejakkan kaki, saya disuguhi sebuah pe­man­ dangan yang menakjub­kan. Pantai pasir putih yang indah di­padu dengan beningnya air laut serta birunya langit yang di­ hiasi awan berarak. Semuanya ber­­padu dalam satu bentang cakra­wala yang indah di depan mata saya. Pantai pasir putihnya, langit birunya, serta bening dan be­ragam­nya biota laut di sekitar pulau seolah menjadi daya tarik utama untuk mengunjungi gili kecil nan indah ini. Sekedar me­­­rebah­kan diri di putihnya

pasir pantai, atau memasang hammock di antara pohonpohon sambil membaca buku di­­­­temani tembang-tembang yang me­nenangkan, seolah kita ber­­­­­ada di dunia lain yang penuh dengan keindahan. Berenang mau­­pun snorkeling juga bisa di laku­­­kan di gili ini. Pulaunya sendiri tidak terlalu luas, hanya sekitar 28 hektar, namun dengan potensi wisata yang dimilikinya Gili Tangkong pasti akan memikat siapapun yang mendatanginya. Cuma sayang­nya, menurut keterangan Pak Rahmat, konon separuh pulau ini sudah disewakan kepada tiga warga asing untuk pe­nge­lola­an selama 50 tahun. Bila benar adanya, sungguh sangat disayangkan…

Gili Nanggu Dibandingkedua gili tadi, Gili Nanggu merupakan pulau yang memiliki fasilitas terlengkap, karena konsep pengelolaan pulau ini adalah pulau resor.Jadi para wisatawan bisa menginap di pulau kecil ini. Pertama mendarat di pinggir pantai, saya disambut oleh sebuah papan nama yang lumayan besar bertuliskan Gili Nanggu diantara rimbunan pohon waru yang rapi dan rindang. Dibagian depan ter­ dapat deretan bungalow yang meng­hadap langsung ke pantai, sedang­­kan di bagian belakang ada beberapa cottage yang meng­hadap ke arah hutan kecil pulau. Di bagian paling belakang resor ini terdapat beberapa cottage lain berupa rumah pang­ gung yang menghadap ke laut. Para tamu dimanjakan dengan pemandangan laut serta pantai­ nya yang indah.

Pulau yang luasnya tak lebih dari 12,5 hektar ini terdiri dari pantai pasir putih dan di se­ bagian pinggir pulaunya me­rupa­ kan deretan batu karang yang lumayan terjal. Di tengah pulau terdapat hutan kecil dengan pohon-pohon yang besar dan asri. Mengelilingi pulau ini tidak perlu waktu lama. Tak lebih dari satu jam saya sudah sampai kembali ke titik awal. Pulau ini sebenar­nya adalah pulau pribadi yang dikembangkan untuk resor dengan konsep Forest Virgin Island, namun baru belakangan ini dibuka untuk pengunjung umum. Tidak perlu khawatir dengan fasilitas yang ada di pulau kecil ini. Tersedia deretan shower yang mempunyai desain sangat unik untuk membersihan diri setelah puas berenang di laut. Juga tidak usah khawatir dengan masalah perut, karena di pulau ini ada sebuah restoran yang cukup nyaman, yang juga menyewakan alat snorkeling dengan harga terjangkau. Listrik yang dipakai pulau ini di­ suplai dari 3 kincir angin yang ber­jajar rapi di salah satu sisi pulau. Dengan begitu pulau ini benar-benar hening, bebas dari bising­nya kendaraan bermotor maupun suara mesin diesel pembangkit listrik, sehingga cocok sekali bagi yang berniat me­nikmati keheningan ataupun yang sedang berbulan madu. Pesona keindahan Gili Nanggu tidak hanya terpancar dari daratan pulaunya saja. Justru keindahan bawah laut­nya yang menarik para wisata­wan mancanegara untuk me­ngun­ jungi pulau kecil ini. Hanya be­ be­rapa meter dari bibir pantai, saya sudah disuguhi keindahan bawah laut yang luar biasa.

Terumbu-terumbu karang mulai me­nyembul dengan ikan-ikan ber­aneka ragam menghiasi di sekeliling karang tersebut. Yang sedikit berbeda dengan lokasi-lokasi snorkeling yang pernah saya datangi, di mana ikan­nya menjauh ketika ada orang snorkeling di lokasi itu, namun di sini ikan-ikannya malah mendekat ke sekeliling tubuh saya sambil menari-nari dengan lincahnya. Terlihat pula beberapa nemo di balik softcoral sedang memperhatikan ke­ datang­­­an saya dengan wajah seperti diliputi tanda tanya. Sungguh pengalaman yang mengesankan, menikmati indah­ nya tiga gili yang belum populer ini. Mungkin jika dikelola dengan baik, keindahannya tak akan kalah dengan trio Gili Air, Gili Meno dan Gili Trawangan yang sudah mendunia itu.

Mencapai 3 Gili Untuk mencapai tiga gili di Sekotong ini dari kota Mataram tidaklah susah.Dari Mataram harus ke Pelabuhan Tawun dulu di Sekotong dengan jalan darat menyusuri pinggir pantai. Waktu yang diperlukan sekitar 1,5 jam. Dari Tawun, jika sedang beruntung kita bisa ikut di rombongan yang sudah terlebih dahulu menyewa perahu ketingting. Kalau berombongan ini akan lebih menguntungkan karena per orang paling membayar Rp 50-70 ribu. Jika tidak ada rombongan yang sedang mengadakan trip, mau tidak mau kita harus menyewa perahu sendiri. Biaya sewa untuk sekali trip dari Tawun mengelilingi tiga gili ini berkisar antara Rp 200-400ribu per trip. Tapi jika ingin menyeberang dan menginap di Gili Nanggu bisa konfirmasi dulu ke pihak resor, karena akan dipersiapkan jemputan sendiri dari mereka. Untuk mengelilingi gili-gili sekitarnya pihak resor juga menyediakan jasa penyewaan perahu, dengan harga yang terjangkau. Untuk sampai ke Gili Nanggu, waktu tempuh dari Tawun hanya 20 menit.

vol. 01 - th. II, Liburan 39


PASPOR

Sensasi Cable Car Pulau Terkutuk Teks Teguh Sudarisman Foto Teguh S., Tourism Malaysia

Dengan lintasan yang hampir vertikal, Cable Car Langkawi menawarkan pengalaman yang mendebarkan.

T

adinya saya mengira, Langkawi adalah se­ buah pulau yang besar, se­hingga mungkin akan butuh waktu satu atau dua jam untuk men­capai Langkawi Cable Car dari tempat saya me­ng­i­nap, di Berjaya Beach & Spa Resort. Ternyata saya keliru. Oriental Village, di mana ter­letak Base Station alias stasiun pem­­­berang­ kat­an cable car, hanya lima menit saja ber­­jalan kaki dari hotel. 40 Liburan, vol. 01 - th. II

Ketika saya kem­bali membaca buku ten­tang Langkawi, saya baru tahu kalau luas pulau ini hanya 487 kilometer persegi, atau panjang dan lebarnya kirakira 22 kilometer. Jika me­ngen­ darai mobil, 3 jam pun sudah se­lesai me­­ngelilingi pulau. Begitu sampai di depan loket karcis, kembali pikiran bertanyatanya, apa istimewanya cable car ini dibanding dengan yang di Taman Mini atau Ancol Jakarta?

Setelah membayar tiket masuk 30 ringgit (Rp 87.000) dan untuk anak 2-12 tahun 20 ringgit, saya pun masuk ke stasiun pemberangkatan. Baru­ lah di sini perasaan saya me­nge­ rut merasakan bunyi ge­muruh mesin dan melihat roda-roda baja besar yang berputar di atas kepala, menggerakkan kabel untuk menarik gondola. Dari sini pula, mengikuti arah ber­­gerak­nya gondola, barulah

ke­­­mudian saya melihat jelas bahwa gondola-gondola itu ber­ gerak menuju ke sebuah puncak gunung. “Ayo masuk,” suara petugas mengagetkan saya. Refleks, saya pun meloncat ke dalam gondola yang terbuka pintunya, namun tidak benar-benar berhenti. Dua orang lain ikut masuk ke dalam gondola berkapasitas enam orang ini. Pintu ditutup, gon­dola yang bergantung pada kabel


PASPOR baja tunggal berdiameter 5 senti itu pun meluncur pelan-pelan me­ninggalkan stasiun pem­be­ rang­katan. Hutan, Teluk Burau, dan pulau-pulau sekeliling Langkawi ter­hampar di bawah. Perjalanan gondola ini akan ber­langsung dalam dua bagi­ an. Pertama menuju Middle Station dengan jarak 1.700 meter, melewati dua menara pe­­nyangga. Dari Middle Station, gondola lalu membelok mem­ bentuk huruf L menuju Top Station dengan lintasan se­pan­ jang 450 meter, sehingga total jarak yang ditempuh sekitar 2.150 meter. Jika ditempuh lang­ sung pergi-pulang, konon lama

per­jalanannya hanya 15 menit. Panjang lintasan cable car ini memang masih kalah dengan Ngong Ping Skyrail di Lantau Island, Hong Kong yang 5,7 km, atau Skyrail di Cairns-Australia, yang 7,5 km. Namun ada ke­ istimewa­an lain yang di­miliki Langkawi Cable Car, yakni ada­ nya bagian lintasan per­jalan­an yang terasa seperti naik vertikal. Gondola meluncur pelan, dengan kecepatan sekitar 3 meter per detik. Hutan hijau mem­­bentang di bawah. Di belakang, terlihat di kejauhan yacht-yacht ditambatkan di Telaga Harbour Park, lalu mulai ter­­lihat Burau Bay dengan pantai­­­nya yang berwarna putih krem. Gondola melewati menara pe­nyangga pertama dan pe­ nyang­ga kedua dengan mulus tanpa hentakan. Begitu melewati menara kedua, pemandangan gunung batu di depan pun ter­

bentang luas, dengan Middle Station di salah satu puncaknya. Ada rasa kagum melihat bagai­­mana cable car ini bisa me­ lintas hingga ke puncak gunung, tanpa ada jalan darat satu pun di bawahnya. Konon, ketika di­ bangun tahun 2003 dengan tekno­logi Austria, semuanya mate­rial dan peralatan di­ang­ kut dengan menggunakan helikopter-helikopter raksasa. Gondola terasa berjalan me­­lambat dan menanjak, dan se­­­sekali berdenyut-denyut. Jan­tung pun mulai berdebar ken­­cang. Ter­nyata saya sudah sampai di bagian yang paling me­ ne­gang­­kan, yakni antara menara kedua dan Middle Station. Lin­ tas­an ini merupakan bentangan yang paling panjang, 919,5 meter, dengan 608 meter di antara­nya seperti nyaris vertikal. Padahal, jika sudut kenaikannya di­ukur dari awal perjalanan, gondola ini sebenarnya hanya

me­naiki sekitar 42 derajat. “Ini belum seberapa ngeri. Coba nanti rasakan waktu pulang,” kata salah seorang penumpang yang ke­lihatannya sudah pernah naik. Saya mencoba mengambil beberapa foto dan memandang ke sekeliling, untuk mengurangi ke­tegangan. Di sisi kanan, tam­ pak air terjun Telaga Tujuh, di bawah rang­kai­an bukit, sebagian ter­­tutup oleh kerimbunan hutan. Untung­lah, perjalanan se­­lama 10 ini kemudian berakhir di Middle Station. Saya keluar dulu dari gondola, dan naik ke menara pandang yang ada di sisi kanan. Dari sini, kita bisa melihat ke se­ gala arah. Angin dingin terasa me­­nyapu tulang pipi, dan pe­ man­dangan dari ketinggian 652,5 meter dari atas permukaan laut ini sungguh menakjubkan. Selain bisa melihat Hanging Bridge dan Top Station di sisi barat, di sisi vol. 01 - th. II, Liburan 41


PASPOR untuk olahraga, pikir saya. Me­ nurut seorang penjual suvenir, jalur menuju Hanging Bridge me­mang bagus untuk ber­jalan kaki pagi. “Tapi kalau men­jelang sore, kita mesti berhati-hati karena biasa­nya saat itu hewanhewan malam seperti ular mulai ke­luar mencari makan.” Kalau masih mempunyai waktu, dari Top Station ini juga ada jalur trekking menuju ke Middle Station, terus hingga ke Recreational Park di dekat Telaga Tujuh. Panjangnya sekitar 2,5 km. Ada jalur trekking berupa tangga-tangga beton, dan kita bisa memulai trekking dari atas atau dari bawah. Seperti yang dikatakan pe­

timur hampir seluruh Langkawi bisa terlihat, begitu juga pulaupulau kecil di sisi selatan Pulau Langkawi. Puas menikmati pemadang­ an dan udara sejuk, saya naik ke gondola lain, menuju Top Station. Stasiun ini ada di ke­ tinggi­an 705 meter, di puncak Gunung Mat Cincang. Perjalanan kali ini relatif lebih mudah, karena hanya menempuh waktu se­­­kitar 4 menit dan hanya me­ naiki sekitar 55 meter dari Middle Station.

BATUAN CADAS TERTUA Ada yang menarik dari Gunung Mat Cincang (Machin­ chang) ini. Menurut para ahli geologi, gunung ini dan rangkai­ an gunung di sisi barat-utara Langkawi, terbentuk di Era Kambrium, sekitar 520 juta tahun yang lalu, dan merupakan salah satu pem­bentukan geologis paling tua di Asia Tenggara. Pem­­bentukan ini membentang dari Pantai Kok di sisi selatan Langkawi Barat, hingga ke Teluk Datai di Langkawi Barat Laut, yang me­rupa­kan lansekap paling cantik di Langkawi. Mat Cincang, yang puncak­ nya membentuk figur wajah se­ orang lelaki sedang berbaring,

me­­rupa­kan gunung batu cadas dengan inti batu granit, dan men­jadi gunung tertinggi kedua di Langkawi setelah Gunung Raya (890 m). Penamaan yang unik ini tak lepas dari legenda Langkawi, yang menyebutkan bahwa dulu Mat Raya dan Mat Cincang merupakan dua raksasa yang bersahabat, namun ke­mu­ dian bertengkar hebat di hari per­nikah­an putra-putri mereka. Setelah didamaikan oleh Mat Sawar, ketiganya lalu berubah wujud menjadi gunung, dengan Gunung Mat Sawar berada di tengah-tengah Gunung Raya dan Gunung Mat Cincang. Turun di Top Station, ada tiga tempat yang menawarkan pe­mandangan berbeda. Dengan ber­jalan kaki menaik ke sisi selatan stasiun, kita sampai di South Platform, area pandang 360 derajat yang dilengkapi sebuah kafe. Di sini kita bisa se­ jenak melepaskan lelah dengan duduk sambil minum kopi, me­ lihat pemandangan jauh ke bawah. Dari sini ada jembatan kecil menuju North Platform, di mana kita bisa melihat ke­ seluruhan pulau, serta pe­man­ dang­an Laut Andaman yang ke­ hijauan di sisi barat, dan Pulau Ko Tarutao, Ko Adang serta Ko Lipeh di sisi utara, yang sudah

PERHATIKAN JADWAL PEMELIHARAAN Cable car Langkawi ber­operasi setiap hari, Senin-Kamis pukul 10-18, Rabu pukul 12-18, Jumat-Minggu dan hari libur pukul 9.30-21. Namun cable car bisa berhenti beroperasi jika cuaca memburuk. Dalam setahun, cable car juga tidak di­operasikan beberapa kali untuk pemeliharaan. Jadwal pe­melihara­an berikutnya 5-6 April 2011 dan 17-30 April 2011. Kontak: Langkawi Cable Car, Oriental Village, Jalan Telaga 7, 07000 Langkawi, Kedah, Malaysia, Tel. +60 4 959 4225, Fax. +60 4 959 4121, www.langkawicablecar.com.my.

42 Liburan, vol. 01 - th. II

masuk ke wilayah Thailand. Alternatif lain, begitu keluar dari gondola, kita bisa berjalan kaki turun di sisi utara stasiun, menuju Hanging Bridge. Saya me­milih yang ini dulu. Saya pun me­nuruni jalan setapak dari beton, berbelok-belok kira-kira 100 meter ke bawah. Di kirikanan jalan dipenuhi pohonpohon seperti pohon meranti, namun paling besar hanya se­ ukuran lengan orang dewasa. Batang­nya berwarna kuning ke­ merah­an dan keras seperti besi. Konon pohon-pohon ini ber­usia ratusan tahun, namun batang­ nya tak bisa membesar lagi, karena energi yang seharusnya di­guna­kan untuk membesar, sudah terkuras untuk mencari air dan makanan di dalam batu cadas gunung. Jembatan gantung dengan panjang 125 meter dengan lin­ tas­­an melengkung setengah ling­­­karan, siang itu ramai oleh para turis yang berfoto-foto. Se­­sekali beberapa turis wanita me­mekik ketika jembatan ber­ goyang tertiup angin. Saat udara cerah, pemandangan di sisi barat meng­­hadirkan bukit hijau tegak lurus, dengan Laut Andaman di bawah­­nya. Di atas kepala me­ lintas gondola-gondola, dan di kejauhan tampak laut yang membiru. Jika cuaca tengah men­dung, kabut akan me­nutupi puncak gunung dan pe­mandang­ an berubah menjadi keabuabuan. Saya kembali ke Top Station, dan sampai dengan terengahengah karena kali ini harus ber­ jalan menanjak. Sangat bagus

numpang satu gondola tadi, per­ jalanan turun dari Top Station ternyata jauh lebih me­negang­ kan. Sebab begitu melewati Middle Station, kembali gondola me­lalui jalur dengan kemiringan hampir vertikal. Kabel gondola se­perti ada di bawah kaki, dan gondola turun seperti lift yang ber­gantung di alam terbuka. Saya berusaha mengurangi ke­­cemasan dengan banyak me­ motret pemandangan di Burau Bay. Untunglah, perjalanan se­ gera ber­akhir, dan begitu keluar dari stasiun pem­be­rang­kat­an, saya segera menuju sebuah kafe di Oriental Village dan memesan se­gelas teh tarik.

LEGENDA LANGKAWI Langkawi, kepulauan yang terdiri dari 105 pulau (6 di antaranya timbul-tenggelam oleh pasang laut), terletak di negara bagian Kedah, Malaysia, berbatasan dengan Propinsi Satun, Thailand. Pulau utamanya, Langkawi, dulu hanya sebuah pulau sepi. Ibukotanya, Kuah Town, tak lebih ramai dari sebuah kota kecamatan kalau di Jawa. Sepinya Langkawi konon tak lepas dari legenda Mahsuri, wanita suci yang dituduh ibu tirinya melakukan perselingkuhan, sehingga dihukum mati. Mahsuri mengutuk pulau tersebut terbelakang 7 turunan. Entah benar atau tidak, Langkawi baru berkembang setelah ditetapkan menjadi daerah duty free tahun 1987, setelah lewat masa kutukan 7 turunan tersebut. Meski demikian, jangan bandingkan Langkawi dengan Pulau Penang yang sudah ultra-modern. Hingga sekarang tidak ada bangunan yang lebih tinggi dari pohon kelapa di Langkawi. Menuju Langkawi Air Asia dan Malaysia Airlines mempunyai penerbangan ke Langkawi dengan transit ke Kuala Lumpur. Langkawi juga bisa ditempuh dengan kapal cepat dari Pulau Penang – Malaysia, dari Kuala Perlis dan Kuala Kedah – Malaysia, dan juga dari Satun – Thailand.


PASPOR dengan daybed, serta kamar mandi yang terpisah. Suite ini me­rupakan salah satu dari suite baru yang dibangun 2 tahun lalu. Aman at Summer Palace, yang mulai dibuka pada musim gugur 2008, memiliki 51 kamar dan suite, dengan sepertiganya merupakan bangunan lama yang sudah berusia 100 tahun lebih. Dulu, kompleks ini merupakan tempat tinggal sementara untuk para tamu kerajaan yang hendak menghadap Ratu Cixi. Total, Aman mempunyai 8 guestroom dan 10 courtyard guestroom, yang hampir semua­ nya dilengkapi tempat tidur kingsize bergaya era Dinasti Ming (1368-1644 M). Lalu 8 Suite, 17 Deluxe Suite, 7 Courtyard Suite, dan 1 Imperial Suite. Semua guestroom dan suite me­­­­­nge­­­lilingi halaman dalam yang dinaungi pohon-pohon persimmon dengan buahnya ber­­­­warna oranye menghiasi ranting-ranting yang daunnya telah gugur, dan dipagari bambubambu hijau. Imperial Suite terdiri dari tiga paviliun yang terpisah: paviliun kamar tidur, paviliun belajar, dan paviliun formal untuk rapat yang bisa menampung 18 orang. Nuansa kayu coklat tua sangat te­rasa di semua bangunan resor. Gaya bangunannya simpel dan cen­derung seragam, namun elegan dan mengingatkan saya

Menjadi Tamu

Ratu Cixi Teks Teguh Sudarisman, Foto Dok. Amanresorts

Asyiknya menginap di Aman at Summer Palace, dengan kompleks istana seluas 290 hektar sebagai taman bermainnya.

S

uhu yang hangat dan senyum yang ramah menyambut saya begitu me­masuki Arrival Pavillion di Aman at Summer Palace, Beijing. Di musim gugur mendekati musim dingin seperti November ini, suhu di luar mencapai 9 derajat celsius. Menemukan sebuah

44 Liburan, vol. 01 - th. II

tempat dan sambutan yang hangat menjadi penghibur saya yang tengah menggigil ke­ dinginan. Resor mewah yang berada tepat di samping pintu timur kompleks Istana Musim Panas Beijing ini memang menjadi tempat retret eksklusif bagi orang-orang yang ingin menjauhi

ke­riuhan Beijing, ataupun ingin mengeksplorasi Summer Palace, yang pernah menjadi kediaman Ratu Cixi (memerintah 18611908 M) dari Dinasti Qing. Saya menempati sebuah kamar Deluxe Suite yang luas di kiri depan Arrival Pavillion. Suite ini mempunyai kamar tidur dengan meja ketik, ruang tamu

pada film Raise the Red Lantern yang dibintangi Gong Li. The Lounge, yang meng­ hadap ke taman dalam di Arrival Pavillion, bisa dipakai untuk breakfast dan menikmati makan­ an ringan di sore hari. Di samping Arrival Pavillion, terdapat resto­ ran Naoki, yang menyajikan menu kaiseki, gabungan teknik masak Prancis dengan seni tinggi kuliner Jepang. Menu-menu ini diganti setiap tiga bulan sekali. Berdampingan dengan Naoki adalah The Grill, yang me­nawar­ kan masakan Barat dengan spe­­sialisasi steak dan seafood panggang. Namun saya ber­ untung karena bisa men­cicipi menu spesial lunch yang ber­ tema jamur truffle. Executive Chef Paolo Vitaletti dengan sem­ purna menyajikan lima menu kreasi­nya yang, meski di­saji­­­kan dalam porsi kecil, namun eksotik dan kaya rasa. Terletak di samping The Grill adalah The Chinese Restaurant, dengan spesialisasi pada masak­ an Kanton dan Sechuan. Dengan porsi saji yang cukup besar, resto ini sangat cocok untuk dinner ber­sama keluarga atau sahabat.

Menyesap Teh, Belajar Kaligrafi Berbagi halaman dengan The Lounge adalah Cultural Pavillion, yang terdiri dari ruang tamu tempat dimainkan musik


PASPOR tradisi­onal China, lalu ruang­ an di belakangnya yang dibagi men­­jadi perpustakaan, butik, dan bagian tengahnya untuk belajar membuat kaligrafi China. Saat musim gugur atau dingin, menghabiskan waktu di paviliun yang hangat ini akan me­­­nyenangkan, entah sekedar membaca-baca buku ditemani se­­cangkir teh, bermain catur, atau belajar kaligrafi. Di belakang paviliun ini ter­ dapat dua ruang meeting, serta The Bar, yang memiliki ruang cerutu dan koleksi wine dari se­ luruh dunia, termasuk dari China. Ter­pisah oleh sebuah kolam dari bar ini adalah Music Pavillion yang bergaya Ming. Saat cuaca hangat di sini dimainkan musik live, atau menjadi tempat untuk dinner romantis.

Pintu Khusus ke Summer Palace Kompleks di samping dan belakang Music Pavillion me­ rupa­­kan Courtyard 3 hingga 9, di mana di antaranya terdapat Imperial Suite. Di bagian paling belakang adalah tembok yang ber­batasan langsung dengan Summer Palace. Di sini ada se­­buah pintu kayu yang bisa men­­jadi akses langsung bagi tamu Aman ke Summer Palace. Seorang staf Aman mengantar saya untuk membukakan kunci pintu, dan memberi saya sebuah handphone untuk me­manggil­ nya lagi kalau saya hendak kem­ bali dari mengelilingi kompleks istana ini. Begitu masuk dari pintu ini, saya sudah berada di halaman Great Stage yang menjadi tempat ber­­latih seniman-seniman istana. Saat pagi, dari bukit Garden of Harmonious Interests di sebelah kanan bangunan ini, orang-orang berusia lanjut ber­ kumpul dan menyanyikan lagulagu tradisional, yang suara­nya sampai hingga ke Aman. Se­ balik­nya, membelok ke kiri dari Great Stage akan sampai ke Hall of Benevolence and Longevity, ber­temu dengan berbagai rom­ bong­an pengunjung umum yang masuk dari Pintu Timur istana ini. Dibangun tahun 1750, Summer Palace merupakan se­ buah taman yang indah seluas 290 hektar, dihiasi istana-istana, pa­viliun, menara, bulevar, serta jembatan-jembatan hias yang mengelilingi Danau Kun­ ming. Yang menjadi favorit pe­

ngun­­jung adalah SeventeenArch Bridge, jembatan lengkung de­ngan 17 jalan air di bawahnya, serta Long Corridor sepanjang 728 meter yang berhias muralmural cantik khas China dan di­ hubung­­kan secara simetris oleh Gate of Dispelling Clouds di tengah­­nya. Tak jauh dari koridor ini terdapat paviliun Ratu Cixi – setiap musim panas ia menginap di sini– yang secara mengejutkan ter­­nyata tempat tidurnya tidak se­mewah gelarnya sebagai se­ orang ratu.

Menikmati Mongol Seorang Diri Aman masih mempunyai ber­­bagai fasiltas lain untuk me­ manja­­kan tamu. Di samping depan Arrival Pavillion terdapat The Aman Club Lounge, yang di bawah­nya terdapat 2 lantai under­ground recreational faci­ lity seluas 5000 meter per­segi. Di Lower Level 1 ada indoor swimming pool dengan pe­ngatur suhu air untuk semua musim, studio pilates yang menawarkan

kelas privat dan grup, squash court, dan gym yang mendapat cahaya dari atap kaca besar di atas­nya. Lower Level 2 adalah tempat untuk memanjakan diri. Aman Spa memiliki sauna, mandi uap, sembilan ruang perawatan, serta berbagai layanan kesehatan dan ke­cantikan. Pakar spa rambut paling terkenal di Asia, Kim Robinson, ikut membawa ke­ pakar­an­nya ke Hair Studio di sini. Yang mungkin tak ada di resor lain adalah adanya bios­ kop berlayar 21 meter per­segi dengan 37 kursi kulit. Selain untuk memutar film, siaran televisi, juga bisa untuk pre­sen­ tasi bisnis. Tak masalah jika anda hanya seorang diri ‘menguasai’ bioskop ini, seperti yang saya laku­kan kemarin. Saya memilih film Mongol, dan malam itu saya habis­kan dengan menikmati kisah hidup Jenghis Khan, di­ temani satu bowl popcorn. [Selesai]

vol. 01 - th. II, Liburan 45


PASPOR

terpesona SHINTA T. PURWADI shinta@universal-holiday.com *) Shinta bekerja di Universal Holiday Travel - Bandung, menyukai kegiatan alam bebas dan bersyukur bisa bekerja sambil menikmati indahnya dunia.

M

endengar nama Casablanca, orang Jakarta mung­kin segera mem­­bayangkan jalanan macet di depan Mal Ambassador, dan se­buah terowongan yang sempat menjadi judul film horor. Bagi yang sudah cukup

46 Liburan, vol. 01 - th. II

Casablanca

Foto Shinta TP, Istimewa

Kota di ujung barat Maroko ini menawarkan pesona arsitektur yang megah, makanan yang menenangkan maupun bikin mual, dan fashion yang unik. jadul, mungkin segera ingat film Casablanca, kisah cinta berlatar be­lakang Perang Dunia II yang di­­bintangi Humphrey Bogart dan Ingrid Bergman. Baik jalan maupun film ini sebenarnya punya kesamaan, yakni samasama mengambil nama sebuah kota di Maroko, Casablanca. Dan

ke kota di tepi Samudra Atlantik ini­lah saya berkunjung. Casablanca berasal dari ba­hasa Spanyol yang artinya ‘rumah putih’. Namanya saja indah dan enak kalau diucapkan. Ter­­bayang betapa cantiknya kota ini. Dan memang demikianlah ke­­­nyataannya, setidaknya dalam

pan­­dang­an saya. Suasana kota Casablanca sama dengan kota besar lain, sibuk, padat, macet. Apalagi saat sore hari setelah jam kerja. Maklum, Casa­blanca adalah kota ter­besar di Maroko, lebih besar dari ibu­kota­nya sendiri, Rabat. Ken­dara­an ter­lihat maju

perlahan-lahan, semen­tara orang-orang berjalan kaki di tro­ toar yang lebar-lebar, bersih dari sam­pah dan pe­dagang kaki lima. Bangunan-bangunan bergaya arsi­­tek­tur Art Deco nampak masih banyak terpelihara, men­ jadi­­kan Casablanca kota yang indah dan terawat.


PASPOR Seperti semua kota di Maroko, Casablanca pun mem­ punyai Kota Baru dan Kota Lama. Kota Baru dipenuhi bangunanbangun­an modern, sementara Kota Lama dengan Old Medina dan pasar tradisionalnya me­nye­ dia­­­kan suvenir, karpet, per­hias­ an dan teh khas Maroko yang di­bubuhi daun mint yang segar, yang menjadi daya tarik bagi wisa­ta­wan. Tempat wisata lain yang tak boleh di­lewatkan adalah Masjid Raja Hassan II. Masjid se­kaligus objek wisata utama kota Casablanca ini terletak di tepi Samudera Atlantik, dan di­ bangun tahun 1986 hingga di­ resmi­­kan tahun 1993. Dibangun di atas tanah reklamasi, hampir se­tengah dari masjid ini berada di atas lautan. Jika dilihat dari ke­jauhan masjid ini seperti ter­ apung. Bangunan masjid ini sangat indah dan megah dengan luas 2 hektar, dapat menampung 25 ribu jemaah di dalam masjid serta 80 ribu jemaah di halaman­­ nya. Konon ini masjid ter­­­besar ketiga di dunia, setelah Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Me­naranya yang setinggi 210 meter me­ rupa­kan yang tertinggi di dunia. Bagian unik masjid ini ada­ lah lantainya yang terbuat dari kaca sehingga para jemaah saat bersujud dapat melihat lang­sung air dari Samudera Atlantik. Pada malam hari dari atas me­nara dinya­lakan lampu sorot yang me­ ngarah ke kiblat di Mekkah, yang di­­buat khusus atas permintaan

Raja Hassan II (memerintah 1961-1999). Keunikan lainnya, mas­jid ini dibangun dengan kons­truksi tahan gempa, me­mi­ liki pe­manas lantai, pintu oto­ matis, serta atap yang dapat dibuka-geser. Arsitekturnya sa­ ngat di­pengaruhi oleh ke­bu­daya­­­ an bangsa Moor, seperti juga Istana Alhambra dan Mezquita di Spanyol. Ini terlihat dari detildetil ornamen di luar dan di dalam masjid yang sangat kental dengan nuansa seni bangsa Moor. Saat berada di halamannya saja, perasaan kagum yang luar biasa sudah menguasai hati saya. Se­lama ini saya sering menikmati keindahan dan keanggunan bangunan-bangunan di Eropa se­­perti Cathedral Notre Dame di Paris, The Dome di Cologne, maupun istana Vatikan, namun baru kali ini saya bisa melihat dan menikmati keindahan, ke­­­­­agung­­­an, dan kemegahan luar biasa dari sebuah tempat ibadah. Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah memang lebih besar dan juga tidak kalah indah, namun setiap kali ke sana saya tidak bisa menikmati keindahan­ nya karena tujuannya khusus untuk ber­ibadah. Baru kali ini saya sungguh-sungguh dapat me­­­nikmati dan merasakan setiap detil keindahan dan kemegahan masjid, mulai dari pintu, lantai, atap, tempat wudu. Sungguh me­ngun­dang kekaguman dan ke­­­banggaan yang tak terkatakan. Semua bahan bangunan se­ perti batu granit, marmer, kayu dan material lain untuk kons­ truk­si masjid ini berasal dari Maroko, kecuali kolom granit putih dan lampu-lampu kristal yang didatangkan dari Italia. Ribu­an seniman bekerja selama lima tahun untuk menghasilkan mosaik yang luar biasa indah pada lantai marmer, kolom, ukir­

vol. 01 - th. II, Liburan 47


PASPOR an serta lukisan di langit-langit kayu. Masjid Hassan II merupakan salah satu dari dua masjid di Maroko yang terbuka untuk umum (non-muslim). Yang lain­ nya adalah Masjid Tin Mal di Marrakech. Siapapun yang ingin me­masuki­nya harus membayar tiket masuk sekitar Rp 150.000 ter­masuk penduduk Maroko sen­ diri, kecuali umat muslim yang datang pada saat waktu salat. Dalam sehari banyak mampir grup tur dengan pemandu yang menerangkan secara lebih detil mengenai masjid ini.

Mual di Old Medina Mencoba makanan khas Ma­roko saat ke Casablanca ten­ tu­­­­­lah suatu keharusan, karena banyak orang me­ngata­kan Maroko terkenal dengan ke­­lezat­ an makanannya. Hampir se­­tiap hidang­an di sini disertai buah zaitun baik segar ataupun di­­acar. Untuk hidangan utama yang ter­kenal adalah Tajin, se­perti tongseng daging kambing yang empuk dan rasanya lebih manis, biasa­nya dimasak dalam tungku terbuat dari tanah liat. Ada pula Tajin yang sudah diolah seperti daging cincang. Namun saya agak kurang berselera karena nasi yang menyertainya tidak se­ suai harapan. Saat memasuki Old Medina, saya melihat ada kerumunan orang banyak mengantri. Saat saya hampiri, ternyata itu adalah pen­­jual… bekicot! Bekicot di­ simpan dalam bak bambu dan di­masak dalam rebusan air. Rasa mual sempat mampir saat melihat air rebusan yang ber­ warna hijau. Yang saya tahu, orang Prancis memang me­nye­ nangi hidangan daging bekicot. Mungkin karena penga­ruh jajah­­­­an Prancis (1907-1956) mem­­buat orang Maroko pun ke­­­­tularan menyukai daging be­ kicot. Ada lagi Beignet, kue ber­­­ ben­tuk donat dengan rasa asin yang menjadi jajanan sehari-hari penduduk. Saya pun men­­­coba­ nya dan ternyata cukup lezat. Memesan makanan di resto­ ran khas Maroko harus siap-siap sabar dengan pelayanannya yang lama. Lebih dari setengah jam makanan baru terhidang se­kaligus semuanya. Untung pelayannya ramah-ramah, se­ hing­ga kita tidak dibuat kesal karena kelaparan. Makanan pe­ nutup mulut begitu beragam, se­ mua­nya terasa sangat manis me­

48 Liburan, vol. 01 - th. II

lebihi kue wajik, dibuat dan di­ tata dengan cantik di atas piring datar dalam potongan kecilkecil. Ter­akhir tinggal menikmati teh hijau yang disertai daun mint segar, sungguh membuat nyaman perut ini.

Antara Zara dan Jalaba Kalau sering jalan ke malmal kelas atas, kita pasti me­ nemu­kan toko dari merek Zara. Merek yang cukup terkenal di Indonesia ini berasal dari Maroko. Tapi jangan salah, kalau di Casablanca, toko-toko Zara yang sempat saya temui tampak se­perti toko pada umumnya, tidak istimewa. Saya sempat mam­pir, namun ukuran yang tidak sesuai membuat saya tidak bisa membelinya. Yang saya perhatikan, pria dan wanita Casablanca terlihat modis, dengan gaya lebih ke arah mode Prancis. Tidak seperti di kota lain yang para wanitanya ke­banyakan memakai Jalaba, pakaian khas Maroko yang me­ miliki tudung di kepala. Kunjungan terakhir adalah ke Corniche d’Ain Diab, salah satu pantai favorit wisatawan mau­pun penduduk Casablanca. Pantai ini berdampingan dengan mercusuar El Hank yang ber­diri kokoh berwarna putih, di­bangun pada masa pe­me­rin­tah­an Prancis tahun 1916 untuk mem­ bantu kapal-kapal me­ng­arungi samu­­dera dalam cuaca buruk. Saat ini mercusuar itu tidak di­ guna­­kan lagi namun tetap ber­ diri kokoh sebagai bagian dari se­jarah masa lalu. Tidak jauh dari mercu­suar ini kita bisa men­ dapati pantai dengan kafé-kafé yang nyaman, juga kolam renang meng­hadap ke laut lepas. Ada juga Sinbad Amusement Park dan pe­rumahan mewah. Sebenarnya di Casablanca ada dua restoran yang terkenal karena kekhasan makanannya, yaitu La Reserve dan La Cabestan. Sayang kali ini saya tidak sem­ pat mencobanya karena ke­­­ ter­­ba­tas­­­an waktu. Selain itu di Casablanca pun terdapat per­

pus­taka­an termodern dan ter­­ leng­kap di Afrika yang men­jadi bagian dari Saoudienne Ibn Seoud Foundation, serta makam Sidi Abderrahman yang banyak di­kunjungi peziarah muslim. Dalam perjalanan ke ban­ dara, pemandu wisata kami Latif, seorang muslim peranakan Prancis dan Maroko, membawa kami mampir ke Gereja Notre Dame de Lourdes, seakan ingin me­nunjuk­kan bahwa walaupun pen­duduknya mayoritas muslim, namun mereka dapat hidup ber­ dampingan dengan harmonis. Ciri khas gereja ini ada­lah jendela kaca patrinya yang indah dan berwarna cerah se­ hing­ga menjadi perhatian siapa pun yang melihatnya. Sayang agak sulit mendapatkan foto indah dari gereja ini, karena lokasi­nya di pinggir jalan yang ramai kendaraan dan terselip di tengah-tengah bangunan per­ toko­an dan perkantoran. Berhubung masih ada sisa waktu sedikit, Latif meng­antar­ kan kami ke International Mall, siapa tahu di antara kami ber­ minat membeli Jalaba. Saya ke­ mudi­an tahu, ter­nyata harga Jalaba sangat ber­variasi, ter­ gantung bahan dan peruntukan­ nya. Jalaba untuk ke pesta harga­­nya bisa mencapai jutaan rupiah karena hiasan, bordir dan payet yang meng­hiasinya sangat indah dan terbuat dari bahan yang ber­kualitas tinggi. Sebagai kenang-kenangan, saya membeli se­buah Jalaba yang terbuat dari bahan suede berwarna ungu muda dengan hiasan renda warna senada di sekelilingnya. Hmm, saya pun membayangkan bisa memakainya nanti saat me­nunaikan umrah. Salah satu ke­­tertarikan saya mengunjungi Maroko adalah karena sering me­lihat wanita-wanitanya yang me­ngena­kan Jalaba saat me­ laku­­­kan ibadah umrah. Lengkap sudah saya berjalan-jalan menikmati banyak hal di Casablanca. Apakah saya akan kembali ke Maroko? Ya, kenapa tidak?

Cara Naik ke Lantai 12? Ada pengalaman lucu dan akan selalu saya ingat tentang Casablanca. Sesaat setelah check-in hotel, saya memasuki lift dan mencari nomor 12 di dinding lift sesuai lantai yang tertera di kunci kamar. Namun saya kebingungan karena angka yang tertera hanya 0 sampai 9, tidak ada 10 sampai 19 sesuai jumlah lantai. Pintu tertutup, namun sesaat kemudian terbuka kembali. Begitu terus, dan saya tetap di lantai yang sama. Akhirnya saya kembali ke resepsionis dan seorang petugas mengantar saya ke dalam lift. Ia dengan santainya memijit angka 1 dan 2. Barulah lift beranjak. Oh Tuhan, begitu toh caranya, hahaha! Siapa tahu nanti suatu saat bertemu lagi dengan lift semacam ini, saya sudah tahu caranya.


bookworm

Let’s

NOVIETA TOURISIA http://novietatourisia.multiply.com Twitter: @novietatourisia

traveling…

in Fantasy

The Hobbit J.R.R. Tolkien, Gramedia Pustaka Utama, Rp 6.000

Nibiru dan Kesatria Atlantis

Bilbo Baggins, seorang bangsa hobbit, tak pernah membayangkan hidupnya yang tenang berubah menjadi petualangan. Bermula dari kedatangan 13 kurcaci dan seorang penyihir (Gandalf), ia terpaksa bergabung dan melalui banyak ujian ketika membantu para kurcaci itu merebut harta karun turun-temurun yang dikuasai oleh seekor naga, Smaug. Berbagai rintangan menghalangi tujuannya. Dihadang pasukan goblin, tersesat ke gua Gollum, hingga menemukan cincin yang mampu membuatnya tak kelihatan. Namun siapa sangka, cincin itu justru membantunya saat ia berhadapan dengan Smaug, dan melindunginya dalam peperangan.

A Discovery of Witches Deborah E. Harkness, Viking Adult, US$ 14.91 Segalanya berawal dari ditemukannya sebuah naskah yang lama hilang di Per­ pustakaan Bodleian di Oxford, serta Matthew Clairmont – vampir berusia 1.500 tahun. Diana Bishop adalah anak perempuan dari dua penyihir kuat yang memiliki kecerdasan luar biasa. Namun ia bergantung pada ke­ kuat­an sihir ketika penelitiannya terhadap spesies supernatural menyebabkan dirinya di­ancam dan dilecehkan oleh berbagai makhluk tersebut. Selain penelitiannya yang menimbulkan pertanyaan tentang evo­lusi dan kepunahan manusia, jalinan asmara antara dirinya dan Clairmont juga mem­bang­kit­kan permusuhan yang telah lama tenggelam. Keinginan dan harapannya ter­hadap kekuatan magis melebihi ekspektasinya.

Tasaro GK, Tiga Serangkai, Rp 78.000 Pulau Kedhalu memiliki selubung gaib yang menolak serangan dari luar. Tradisi olah tubuh penduduknya mampu menciptakan kekuatan super zaman purbakala, yang disebut pugabha. Pulau ini terbagi menjadi dua wilayah, utara yang bergelimang kemewahan, dan selatan yang sederhana. Penduduk di kedua pulau telah mengenal kisah tentang Nibiru sejak lama. Dhaca Suli, salah satu anggota Empat Keparat Kecil, sadar bahwa Kedhalu akan segera mengalami kehancuran setelah Niburu kembali muncul. Apalagi sejak serangkaian peristiwa aneh menimpanya. Buku aksi fantasi ini mengajak kita mengikuti kisah Dhaca Suli bersama tiga kawannya menghadapi ancaman kekuatan Atlantis dan Nibiru demi mempertahankan Kedhalu.

The Lost Gate Orson Scott Card, Tor Books, US$ 14.17 Danny North adalah keturunan penyihir yang diasingkan dari dunia lain dan datang kembali dengan kekuatan sejati sebagai gatemage. Dahulu ia bisa menghubungkan para pengikutnya ke dunia mereka yang hilang, namun gatemage biasanya dibunuh demi mempertahankan perdamaian rapuh di antara klan yang diasingkan. Ia pun melarikan diri dan menemukan tempat berlindung, di mana ia mengeksplorasi potensinya dan merencanakan pembangun­ an Great Gate pertama pada abad ke-14. Sementara itu di belahan dunia lain, Wad –seorang gatemage muda– menemukan cinta, konspirasi, dan pengkhianatan secara samar pada masa lalunya.

Red Riding Hood

Season of the Witch

Warner Bros

Relativity Media

Valerie (Amanda Seyfried) adalah wanita muda yang menjalin cinta dengan Peter (Shiloh Fernandez). Namun orangtuanya menjodohkan ia dengan lelaki kaya, Henry (Max Irons). Bersama Peter, Valerie berencana melarikan diri ketika mereka menemukan kakak Valerie dibunuh oleh manusia serigala yang kerap muncul di hutan gelap sekitar desa mereka setiap bulan purnama. Bertahun-tahun lamanya orangorang mencoba mempertahankan keselamatan dari manusia serigala tersebut. Mereka turut memanggil Father Salomo (Gary Oldman) untuk membunuh manusia serigala, namun Salomo justru memperingatkan bahwa manusia serigala itu memiliki kemampuan menyamar sebagai manusia, yang sanggup mengecoh siapapun.

Pada abad ke-14, tiga wanita dituduh penyihir dan digantung serta ditenggelamkan oleh seorang pendeta. Ia melakukan ritual demi mencegah para penyihir kembali, namun salah satu penyihir berhasil membunuhnya. Saat Perang Salib seratus tahun kemudian, Behmen (Cage) dan Felson (Perlman) memutuskan berhenti perang setelah melihat perempuan dan anak-anak dibantai. Mereka pun pulang ke rumah dan menemukan terjangkitnya wabah hitam yang dipercaya akibat sihir dan setan. Cardinal D’Ambroise yang terinfeksi wabah hitam meminta mereka untuk membawa seorang gadis ke sebuah biara terpencil yang dihuni sekelompok biksu agar dapat menentukan apakah gadis tersebut memang penyihir.

widescreen

vol. 01 - th. II, Liburan 49


TRAVEL gAL

Dare to Traveling

Alone?

Asal tidak ‘mengundang’, berlibur sendirian juga oke saja kok. veling sen­dirian ini bisa di­anti­ sipasi: yeyen nursjid Twitter: @YenCeu http://yenceu.multiply.com

P

ingin liburan dan me­ nyepi sendiri, tapi takut nanti kenapa-kenapa kalau di jalan? Bukan cuma dirisendiri yang ragu sih, tapi biasa­ nya juga orang lain, ter­utama ke­luarga atau kerabat. Mereka merasa khawatir, takut kita ter­ sesat lah, takut ditodong lah, takut dicopet lah, dan takut… di­ perkosa! Padahal, kata Beth Whitman, penulis buku Wanderlust and Lisptick: Essential Guide for Women Traveling Solo, be­pergi­ an sen­diri nggak berarti kurang aman di­banding pergi sama teman-teman. Nasib buruk juga bisa ter­jadi di mana saja, nggak peduli sedang traveling atau di kota sen­diri. Hanya saja, ka­ rena kini kita sendirian, kitalah yang mesti lebih waspada dan ber­hati-hati. Untungnya sih, dari ber­bagai pengalaman, kata Mbak Beth lagi, traveler cewek jarang mengalami masalah ke­ aman­an sepanjang mereka was­ pada. Nah, kalau sudah mantap ingin jalan sendiri, beberapa ma­sa­lah khusus cewek yang tra­

Digodain Cowok Iseng Kadang kita suka risih dan mesti tahan mental kalau pergi sendirian (atau dengan geng cewek saja), karena suka di­goda­ in cowok iseng. Mending kalau cakep dan baik hati. Lha, kalau iseng­nya ke arah jahat bagai­ mana? Untuk menghindari siulan atau keisengan cowok-cowok, hin­dari ber­pakaian yang terlalu minim. Kadang daerah yang kita datangi belum bisa menerima cara berpakaian kita. Misal pe­ nga­laman saya awal bulan ini saat jalan ke perkampungan nelayan di pesisir selatan Sumatra Barat. Maksud hati bercelana pendek biar simpel karena mau ke Pulau Cubadak, eh cowok-cowok di situ iseng godain saya dalam bahasa setempat. Aduh, saltum nih saya! Next time harus lihat kondisi ah. Oh ya, sebaiknya kita juga tidak bersikap yang ‘meng­ undang’ atau memberi harapan. Kalau kita tegas dan serius, umum­­nya cowok tidak akan me­ nerus­kan lebih lanjut.

Kecurian dan Kecopetan Tahun 2009 saat ke Bangkok, beberapa jam menjelang pulang

ke Jakarta saya baru sadar kalau tas saya disobek. Saya kecopetan paspor dan dompet saat sibuk shopping di Chatuchak Market. Ke­bayang dong bagaimana pa­ nik­­nya saya? Duh, ini sih bukan orang iseng lagi, tapi jahat. Antara sedih dan panik, saya lapor ke pos polisi turis dan kem­ bali check-in di hotel. Beruntungnya saya, malam hari Pak Polisi menelpon dan bilang bahwa mereka sudah me­nemukan paspor saya. God bless me. Dari kejadian ini, ada pelajaran positif bahwa kita harus hati-hati menjaga barang bawa­an kita: • Pastikan kita telah men-scan paspor dan identitas diri lain­nya di flashdisk (untuk di­bawa), 1 copy disimpan di rumah, dan 1 copy lagi di­ kirim ke alamat e-mail pri­ badi kita (misal di yahoo atau google), sehingga mudah di­ akses saat keadaan darurat • Dompet, paspor dan barang berharga lain dimasukkan dalam tas khusus, misalnya tas pinggang. • Biasanya kan cewek suka me­makai tas selempang. Pasti­kan tas itu dijaga de­ ngan baik, selempangkan di depan sehingga tetap bisa men­­jadi fokus kita • Tidak menggunakan akse­soris

yang mencolok, ter­utama emas permata. Juga ja­ngan ngo­­brol­in tentang uang, kartu ATM, atau hotel tem­pat me­ ng­­i­nap di tempat umum, ka­ rena bisa didengar oleh orang yang punya niat jahat • Jangan panik dan segera me­ lapor ke petugas keaman­an terdekat.

Tersesat Kalau kita tersesat, stay cool. Yakinkan diri-sendiri bahwa kita masih berpijak di atas bumi, bukan di planet antah-berantah. • Saat ini banyak ponsel dan BlackBerry yang dilengkapi fitur GPS. Tinggal klik dan baca peta GPS, kita tahu se­ dang ada di mana dan harus menuju arah mana • Perhatikan bangunan se­ kitar. Apakah ada tandatanda tem­pat ini sudah kita le­­wati sebelumnya? • Jangan malu untuk bertanya ke masyarakat setempat bagai­­ mana mencapai daerah atau tempat yang kita akan tuju • Next time sebelum be­pergi­ an, pastikan kita membawa peta, dan pelajari dengan sing­kat.

Perkosaan dan Penculikan Saat

ini

banyak

cewek

tomboy yang sudah biasa tra­ veling dan pandai jaga diri. Kalau kita nggak tomboy, nggak ada salah­­nya juga berjaga-jaga. • Jangan pulang terlalu larut. Hindari jalan yang sepi dan ber­potensi dikuntit orang jahat • Gunakan taksi resmi, kalau perlu gunakan sistem jemput dengan menelepon ke nomor hotline. Tes supirnya, apa­­kah ia tahu benar alamat yang kita tuju, dan bisa bicara dalam bahasa Inggris. Maksud­­nya, tidak sekedar yes-no saja • Tidak over ‘joget’ dan minum sembarangan saat dugem. Banyak mata jelalatan yang siap menerkam lho • Tetap tenang dan pede, yakin­­kan diri bahwa everything’s gonna be ok • Kalau sudah sangat kepepet: teriak kenceng!!

romantic travel

yopi rismayady GM Bulanmadu.com

HARGA PAKET KE KURA-KURA RESORT T: Saya tertarik dengan paket Bulanmadu.com yang ke Kurakura Resort, Karimun­jawa. Harga yang ter­tera di web­site itu hanya resor­nya saja ya? [Adi - Jakarta] J: Yang dicantumkan di website www.bulanmadu.com memang hanya resornya saja, karena ada beberapa pilih­­an transportasi me­nuju ke Karimun­jawa yang 50 Liburan, vol. 01 - th. II

bisa di­sesuai­kan de­ngan bujet. Kalau ingin se­mua trans­ portasi­nya via udara (JakartaS e m a r a n g - K a r i m u n ­j a w a ) , Kura-kura Resort me­miliki Kurakura Avia­tion, pesawat milik resor yang bisa me­nerbangkan tamu lang­sung dari bandara Semarang ke Karimunjawa. Biaya­nya USD 730/couple, pergipulang. Pilihan transpor yang lebih murah bisa meng­gunakan pesawat ke Semarang, dilan­jut­ kan dengan mobil menuju pe­ labuh­an laut, kemudian di­lanjut­ kan dengan kapal feri cepat. PILIHAN VILA DI UBUD T: Saya berencana bulan madu ke Ubud bulan Juni mendatang. Bisakah kami tahu pilihan vila yang direkomendasikan di Ubud? [Anna Maria – Tangerang]

Kupu-kupu Barong adalah yang terbaik.. Apabila suka berada di tengah per­sawah­an atau lahan datar dengan view sekeliling yang bagus, Kamandalu dan FuramaXclusive Villa bisa jadi pilihan utama. Beberapa pilih­an resor dan vila lain di Ubud bisa dilihat di www.bulanmadu.com. Kupu-kupu Barong

J: Semua resor dan vila yang menjadi partner kami sudah melewati survei terlebih da­hulu dan wajib cocok untuk ber­bulan madu. Jadi Mbak Anna tidak perlu khawatir. Tinggal suasana seperti apa yang anda inginkan. Apa­bila suka pemandangan lem­bah yang indah dari ke­ tinggi­an, lengkap dengan pe­ man­dangan Sungai Ayung, maka Royal Pita Maha dan

Kamandalu


Bulanmadu.com

BulanmaduDotCom

Bulanmadu.com

A

Romantic Travel Services Honeymoon Package in sumatera • jawa •

and

dalah layanan perjalanan romantis pertama dan terkemuka di Indonesia. Dengan lebih dari 100 hotel dan resort romantis di Indonesia dan Asia, kami selalu memiliki lokasi baru untuk memberikan kejutan terindah untuk Anda dan pasangan. Jadi, jika anda berencana untuk berbulanmadu atau perjalanan romatis yang tak terlupakan, berbicaralah dengan salah satu konsultan perjalanan kami hari ini di +62 21 7090 8871 atau email ke info@bulanmadu.com

Bali

Lombok • OTHERS

Kunjungi website kami:

www.bulanmadu.com


FIESTA

Menyambut

se­belum Maulud), dan me­libat­ kan banyak prosesi pendukung, yang akan berakhir pada 15 Maulud. Selama sebulan men­ jelang Mauludan, di alun-alun ketiga kraton juga digelar pasar malam. Berbagai dagangan serta pertunjukan tradisional digelar. Kesibukan makin meningkat mulai 7 Maulud, karena para abdi dalem kraton mulai mem­ per­siap­­kan segala sesuatu untuk ritual Panjang Jimat pada tanggal 11 malam 12 Maulud itu. Mulai dari membuat lilin besar, membuat garam, minyak kelapa, meng­haluskan bumbubumbu untuk membuat nasi kebuli dan nasi jimat, mem­per­ siap­­kan kembang tujuh rupa, me­­ngumpul­kan buah-buahan,

Ternyata, pasfoto dan kertas yang berisi biodata pribadi itu me­rupakan permohonan agar mereka -para rakyat biasa itudiberi piagam oleh pihak kraton, se­bagai ‘penegasan’ bahwa mereka merupakan bagian dari keluarga abdi dalem kraton ter­sebut. Sungguh menarik bahwa bagi masyarakat awam, pengaku­an tersebut sangat ber­ arti bagi mereka. Jam 4 sore, acara Panjang Mios dimulai. Parade mulai bergerak dari rumah Sultan Kanoman XII, Pangeran Raja Muhammad Emiruddin, diawali oleh barisan pembawa bendera Macan Ali, bendera kebesaran Kanoman. Lalu barisan prawan sunthi yang berbaju kuning

me­­mandi­kan pusaka-pusaka, dan se­bagai­nya. Pada tanggal 11 Maulud, sambil menunggu acara Lamaran atau Panjang Mios pada jam 4 sore (yakni gladi resik untuk acara Panjang Jimat malamnya), di rumah-rumah petinggi kraton juga berdatangan masyarakat umum yang ingin sowan. Sambil membawa aneka hasil bumi, seperti beras, buah-buahan, sayur-mayur, gula, kopi, dan se­ bagai­nya, mereka juga mem­ bawa selembaran kertas dan pasfoto ukuran 3x4 atau 4x6 cm. Itu yang saya lihat ketika ber­ tamu ke rumah Pangeran Raja Muhammad Qodiran, patih Kraton Kanoman.

mengikuti di belakangnya. Dulu prawan sunthi dipilih dari wanita-wanita yang tidak me­ nikah sampai tua, namun kini siapa saja wanita dari Desa Ciawi Palimanan (desa khusus yang dipilih pihak kraton untuk acara ini) boleh ikut asalkan tidak sedang haid. Barisan ini mem­bawa bunga tujuh rupa dan pusaka-pusaka kraton. Diikuti di belakangnya oleh barisan peng­iring, terdiri dari para pria berpakaian hitam-hitam yang dipilih dari Desa Kedungpane, yang membawa keramikkeramik kuno, serta memanggul ke­ranjang berisi buah-buahan dan nasi kuning. Parade gladi resik yang di­

Nabi Panjang Jimat dengan

Teks & Foto Teguh Sudarisman

Orang-orang Cirebon pulang kampung, pusakapusaka dicuci, lalu diarak bersama nasi kuning, dan didoakan.

S

etiap bulan Maulud, kota Cirebon men­ jadi jauh lebih ramai dibanding bulan-bulan lainnya, bahkan di­­bilang lebih ramai daripada saat Lebaran. Di bulan Maulud ini, orang-orang keturunan Cirebon yang tinggal

52 Liburan, vol. 01 - th. II

di mana saja, berusaha pulang kampung untuk merayakan Maulud Nabi, yang jatuh pada 12 Maulud. Tahun ini bertepatan dengan 14 Februari malam. Tak lain, karena ketiga kraton di Cirebon, yakni Kasepuhan, Kanoman, dan Kacirebonan,

me­raya­kan acara Maulud Nabi, yang di Cirebon di­kenal sebagai upacara Panjang Jimat. Perayaan ini dilakukan se­cara besarbesaran dan ber­bareng­an. Ritual untuk menyambut Maulud Nabi sendiri sudah ber­ lang­sung sejak 1 Safar (bulan


FIESTA pimpin oleh Sang Patih dan me­­ngikutkan ulama-ulama ini me­lewati gerbang kraton, lalu ber­gerak menuju Masjid Agung Kraton Kanoman, lalu kembali ke kraton melalui rute jalanjalan sempit di kampung sekitar kraton. Akhirnya bunga, buah, nasi, benda-benda pusaka, di­ simpan di musala kraton. Di sini, para wanita yang berstatus ‘Ratu’ (anggota kerabat sultan) mengolah sesajian itu menjadi nasi jimat. Jam 9 malam, setelah sam­ but­an dari pemerintah daerah Jawa Barat –biasanya Gubernur me­nyempatkan diri hadir– acara puncak Panjang Jimat di­ mulai. ‘Panjang’ di sini berarti ‘meneruskan, melestari­kan’ sedang­kan ‘jimat’ berarti ‘siji kang mesti dirumat’ atau ‘satu yang mesti dijaga’, yang tak lain adalah kalimat syahadat, pilar utama Islam. Kali ini barisan ber­­tambah dengan adanya baris­an payung dan pembawa lilin-lilin yang sudah dinyalakan. Sang Patih sendiri kini memakai jubah emas kebesaran Kraton Kanoman. Parade berjalan memakai rute yang sama seperti tadi

siang, hanya saja kali ini sesajian dan pusak-pusaka itu lalu di­ taruh di masjid agung, yang kemudian dengan dipimpin oleh para ulama senior, dilakukan pem­bacaan barzanzi, shalawat Nabi, dan doa-doa lain, hingga menjelang pukul 12 malam. Begitu prosesi doa selesai, parade kembali membawa pusaka-pusaka dan nasi jimat itu ke kraton melalui jalan yang sama sewaktu berangkat. Nanti­ nya nasi jimat itu dibagikan kepada perwakilan-perwakilan abdi dalem kraton yang ikut dalam prosesi Panjang Jimat itu. Jadi tidak untuk diperebutkan oleh masyarakat yang menonton pro­sesi seperti di Grebeg Maulud di Jogja. Tanggal 12 Maulud esoknya diadakan acara Buang Takir, berupa syukuran di dalam kraton atas selesainya rangkaian acara Maulud Nabi, dan di­ kembalikannya pusaka-pusaka kraton ke Bangsal Pejimetan. Tanggal 15 Maulud diadakan syukuran lagi yang bertempat di makam-makam leluhur kraton, yang ada di berbagai tempat di Cirebon.


ADVENTURE

Go Bamboo

Go!

Loksado menawarkan kemeriahan ritual Suku Dayak Meratus, air terjun, dan ketegangan menyusuri Sungai Amandit dengan rakit bambu. Nasrudin Ansori dedeelsye83@gmail.com *) Nasrudin seorang staf biasa yang sering dikira pengusaha travel di Banjarmasin karena sering mempromosikan wisata Kalimantan. Menurutnya, Kalimantan tak kalah eksotik dibanding pulau-pulau lain di Indonesia.

M

obil berkapasitas 8 orang yang saya naiki mulai ber­tolak dari Banjar­masin sekitar pukul 10 pagi. Saya tidak sendiri, melain­ kan ber­sama beberapa teman se­perjalanan dari Jakarta. Kami akan menempuh perjalanan darat sekitar 4 jam menuju Loksado di utara. Meski kami agak kesiangan dan udara mulai panas, cuaca yang sangat cerah membuat kami tetap ber­ semangat. Di Kalimantan Selatan, Loksado adalah salah satu tem­ pat yang ideal untuk me­ngun­­ jungi perkampungan Dayak Meratus, salah satu suku asli Kali­man­tan, karena akses­nya mudah. Loksado juga me­nawar­ kan beberapa objek menarik di se­keliling perkampungan Dayak itu, mulai dari air terjun, sungai, pe­gunungan, sumber air panas, acara adat, hingga bamboo rafting di sepanjang Sungai Amandit. Suku Dayak dan rafting ini­lah alasan utama kami datang. Kota Intan, Martapura, kami sing­gahi setelah sekitar 1 jam per­jalanan. Saya mampir ke Pusat Per­tokoan Permata Cahaya Bumi Selamat. Banyak wisata­ wan di sini, umumnya untuk ber­ buru permata, kain Sasirang­an

54 Liburan, vol. 01 - th. II

khas Kalsel hingga pernak-pernik murah ala Martapura. Mobil kembali merayap di jalanan yang meng­hubungkan Banjarmasin dengan Balikpapan. Kiri-kanan jalan berjejer rumahrumah penduduk berbentuk pang­­gung yang terbuat dari kayu dan memanjang ke belakang. Banyak­nya lahan rawa di Kalsel men­jadi alasan kenapa rumah di­buat bentuk panggung. Saya sampai di kota Kan­ dang­an menjelang sore. Kota kecil ibukota Kabupaten Hulu Sungai Selatan ini penuh dengan papan nama bertuliskan Dodol Kandang­an. Dodol merupakan salah satu andalan kota ini, se­ lain Ketupat Kandangan yang ter­kenal gurih. Saya mencicipi ke­tupat di Warung Kaganangan, lang­gan­an saya kalau mampir ke kota ini.

Aruh Ganal, Syukuran Panen Kami sampai di Loksado men­jelang gelap, setelah me­ lewati jalan yang meliuk-liuk dan banyak turunan serta tanjakan, mem­belah perbukitan hijau. Se­ buah gerbang selamat datang me­nyambut saya. Desa Tanuhi yang ter­kenal dengan sumber air panasnya saya jumpai tak lama kemudian. Dari sini masih se­kitar 7 kilometer lagi sebelum kami sampai ke kawasan dermaga bamboo rafting di tepi Sungai Amandit yang menjadi pusat kegiatan di Loksado. Bamboo rafting, jungle trekking, air terjun, dan menyaksikan pe­laksana­an acara adat Aruh Ganal, dimulai dari sini. Wisma Alya, tempat kami akan menginap, adalah sebuah pe­nginap­an sederhana yang lang­­sung membelakangi sungai. Gemuruh sungai se­gera me­ nyapa, mirip suara hujan lebat. Suara itu yang mem­buat puluh­ an turis asing rela mem­beri­ kan kesan-kesan di buku tamu Wisma Alya. Salah satu di antara­­nya menulis, “Saya bisa men­dengar nyanyian alam mirip suara hujan setiap saat.” Turis itu me­mang tidak mengada-ada. Malam menjelang, saya

pun menuju Balai Adat Malaris, yang akan menjadi lokasi pe­lak­ sa­na­­an acara adat Aruh Ganal. Setiap selesai masa panen padi, suku pedalaman di Loksado akan beramai-ramai me­laksana­ kan acara syukuran. Mereka me­ nyebut­nya Aruh Ganal. Tak hanya bersyukur, mereka juga berdoa agar hasil panen berikutnya lebih baik lagi. Acara ini digelar Suku Dayak Meratus yang masih ber­­agama Kaharingan. Ratusan warga Dayak sudah ber­kumpul di dalam bangunan seukuran gedung futsal itu. Para tokoh adat setempat – yang disebut balian– telah siap memimpin jalannya acara yang sakral itu. Para balian harus mahir membaca mantra dan gerak­an tari yang dilakukan se­ lama Aruh Ganal. Sementara itu, para wanita dewasanya di­­daulat

se­bagai penabuh gendang. Se­ cara kompak, me­reka me­mukul gendang se­malam­an suntuk, seiring ke­giat­an ritual yang di­ laku­kan para balian. Sebuah ancak –semacam tangga– di tengah-tengah balai tampak sangat kokoh dan unik. Ancak terlihat semarak karena dihiasi daun-daun kelapa muda yang di­bentuk mengelilingi ancak. Kambang atau aneka bunga di sekitar desa telah di­ petik, dan ikut meramaikan ancak tersebut. Aneka sesaji be­ rupa lamang, kelapa tua, telur hing­ga darah ayam ada juga. Jam sudah menunjukkan pukul 12 malam. Tabuhan gen­ dang, tari-tarian dan mantramantra terus dilakukan. Ratus­an warga juga masih betah ber­ada di dalam balai. Puluhan wisata­ wan dari berbagai kota ikut


ADVENTURE

mem­­baur. Baru­lah saat jam di tangan saya menunjuk angka 2, rasa kantuk menyerang. Saya pun me­ninggalkan balai yang akan terus semarak hingga pukul 12 siang nanti. Acara baru akan di­akhiri tepat saat matahari di atas ubun-ubun kepala.

Rafting ke Air Gunung Kentawan Hanya beberapa jam tertidur, saya kembali harus bangun pagi. Setelah sarapan dengan nasi kuning, dua rakit bambu telah menanti saya dan kawan-kawan di dermaga Sungai Amandit. Bamboo rafting ala Loksado memang populer di kalangan wisatawan domestik dan manca­ negara yang berkunjung ke

Kalsel. Tanpa merasakan sen­sasi bamboo rafting di alam Kali­man­ tan, kunjungan ke Loksado tak ada arti­nya. Ibarat ke Lombok tanpa me­ngunjungi gili-gilinya. Matahari kembali cerah, langit pagi biru sekali, membuat saya makin bersemangat. Dua orang joki rakit telah siap me­ mandu kami, dan rakit pun me­laju di atas air sungai yang sangat jernih. Bebatuan alam di se­panjang aliran sungai ter­lihat jelas. Pohon-pohon lebat ber­ gelan­tung­an di tepi sungai, dan bukit-bukit raksasa membentang di kiri-kanan. Benar-benar mencirikan alam khas Borneo. Tapi tak selamanya saya bisa me­nikmati pemandangan itu. Jeram-jeram ganas sering

meng­hadang rakit yang saya tum­­pangi. Cipratan air sungai pun tak bisa saya hindari. Air jernih­nya yang sejuk itu kadang meng­hantam wajah saya. Dalam ke­adaan seperti itu, saya harus segera memasukkan kamera ke dalam dry bag agar tak rusak. Perjalanan mengarungi Aman­dit kami tempuh sekitar 2 jam lebih. Gunung Kentawan me­ nyam­­but kami ketika rakit tiba di lokasi finish. Dengan tarif sewa rakit plus joki hanya Rp 200 ribu, berafting bambu di Loksado me­ rupa­­kan pengalaman yang sulit di­lupa­kan. Apalagi ditambah mem­baur ber­­sama alam dan suku asli di pedalaman Kalsel. Perjalanan saya akhiri di Air Terjun Haratai, yang berlokasi di Desa Haratai, desa kecil yang juga didiami Suku Dayak Meratus. Dengan memakai ojek, per­­jalanan ditempuh sekitar 20 menit. Puluhan jembatan gan­ tung saya lalui. Bisa dibayang­ kan, apa jadinya jika sepeda motor yang saya naiki ter­jung­ kal ke sungai berarus deras dan berbatu-batu besar di bawah­ nya. Air Terjun Haratai tingginya sekitar 25 meter saja, namun

Menuju Loksado How to Get There: Banyak penerbangan yang melayani rute Jakarta atau kota besar lainnya ke Banjarmasin. Dari Banjarmasin ke Loksado bisa ditempuh dengan angkutan umum tujuan Kandangan selama 3 jam. Dari Kandangan ganti naik angkutan umum lagi atau ojek selama 1 jam. Rental mobil di Banjarmasin merupakan opsi lain. Tarif sewa mulai Rp 250 ribu selama 24 jam, belum termasuk BBM dan sopir. Where to Stay : Wisma Alya (0813-48943728) menyediakan kamar-kamar sederhan bertarif Rp 130 ribu per malam. Balkon belakangnya langsung menghadap Sungai Amandit. Wisma Loksado (0813-48766573) juga menawarkan kamar untuk bermalam. Tarifnya Rp 180 ribu per malam. What to Do: Atraksi utama di Loksado adalah ber-bamboo rafting di sepanjang Sungai Amandit. Satu buah rakit bambu bisa menampung 3 orang wisatawan, dengan tarif Rp 200 ribu saja. Rutenya, dari dermaga menuju Desa Tanuhi. Berkunjung ke kampung-kampung Dayak Meratus di desa-desa di Loksado juga menarik dilakukan. Salah satunya ke Desa Malaris. Di sini ada pembuatan gelang simpay khas Loksado. Warga Malaris akan menganyam gelang simpay langsung di tangan pengunjung. Air Terjun Haratai, Air Terjun Pemandian Anggang, sumber air panas Tanuhi adalah objek alam lain yang bisa dikunjungi. Pelaksanaan acara adat Aruh Ganal pada waktu tertentu akan menambah unik kunjungan ke Loksado.

tumpahan airnya sangat deras se­hingga tak ada yang berani berenang di dekatnnya, karena sangat berbahaya. Saya cukup puas menikmati semburan air­ nya yang mirip embun dari atas shelter saja. Tak berlama-lama

di Haratai, kami pun kembali ke wisma, lalu berkemas ke Banjar­ masin. Hmm, alam dan suku asli yang mendiami Loksado ter­lihat sangat harmonis. Saya harus kembali lagi ke sini.


events New Millennium Award untuk Savoy Homann Hotel Savoy Homann Bidakara - Bandung baru-baru ini menerima penghargaan bergengsi New Millennium Award untuk kategori Tourist, Hotel & Catering Industry, 19 Januari 2011 lalu di Hotel Melia Castilla Madrid, Spanyol. Penghargaan diberikan langsung oleh Arsenia Pardo Rodriguez, President of Editorial Office and Secretary General of the Trade Leaders’ Club dan diterima Direktur PT. Bidakara Savoy Homann Duaribu, Budi Sasongko. Penghargaan ini diberikan berdasar nominasi dari 7.000 anggota di seluruh dunia, kepada 49 perusahaan swasta atau badan resmi yang dinilai konsisten memfokuskan usaha di bidang pariwisata.

Dermaga Hati & Gembok Cinta di Ancol Pullman Bali Legian Nirwana Dibuka PT Bakrieland Development Tbk 20 Februari lalu meresmikan pembukaan Pullman Bali Legian Nirwana, yang dikelola Accor International. Pullman Bali Legian Nirwana, yang mempunyai 351 kamar, merupakan hotel dan resor bintang lima satu-satunya di area Kuta, dan juga resor Pullman pertama di Indonesia. Terletak di tepi Pantai Legian, Jl. Melasti Nomor 1, unit kondotel di Pullman Bali Legian Nirwana akan dijual strata title kepada investor, kemudian langsung diserahkan kepada operator untuk dioperasikan sebagai hotel.

Menyambut Hari Valentine, Taman Impian Jaya Ancol (TIJA) 12 Februari lalu meluncurkan fasilitas rekreasi baru bernama Dermaga Hati di area Beach Pool Ancol. Lokasi ini sangat diminati oleh pengunjung Ancol sebagai tempat berkumpul, bermain air, berenang di pantai, jalan santai, dan menikmati panorama sunset atau sunrise. Dermaga Hati memiliki desain arsitektural yang indah dilihat dan juga fungsional sebagai pemecah ombak. Di tanggal yang sama, TIJA juga menyelenggarakan acara Gembok Cinta: Gratitude of Love, A Moment of Truth at Ancol Shore, yang digelar di Taman Beach Food Court, sebagai ungkapan kasih kepada seluruh pengunjung Ancol. Acara itu menghadirkan pasangan selebriti Irwansyah dan Zaskia Sungkar. Pengunjung dapat menyatakan isi hati mereka dengan mengukirkan nama ‘yang terkasih’ di sebuah gembok tahan karat di Dermaga Hati, sehingga menjadi kenangan tersendiri.

Bali Impressions Dukung KNCN Sepuluh industri pariwisata di Bali, yang dikoordinir Bali Impressions, mengadakan road­ show ke Bandung dan Jakarta pada 20-26 Februari 2011. Tuju­an roadshow ini me­nurut Wayan Suena, Director of Sales and Marketing Bali Impressions, untuk membantu pemerintah mempromosikan kepada masyarakat program Kenali Negerimu, Cintai Negerimu (KNCN). Bali Impressions menggandeng Lion Air untuk men­sukses­kan acara ini. Roadshow juga akan mengunjungi Makassar, Manado dan Balikpapan. Hotel-hotel yang ikut dalam roadshow ini  adalah Ramayana  Hotel Kuta, Aston Grand Kuta, Royal Santrian, The Villas Bali, Elbari Villa, Sunari Villas & Resort, The Bale, The Menjangan Resort, dan Sea Walker.

BNI Raih Best Remittance Provider Untuk kedua kalinya, BNI meraih penghargaan layanan pengiriman uang sebagai The Best Remittance Provider of the Year in South East Asia dari Alpha South East Asia. Penghargaan yang diberikan di Singapura, 15 Februari lalu itu diberikan setelah menilai kualitas produk, luas jaringan dan distribusi, program promosi, dan customer support. BNI Smart Remittance menang karena didukung jaringan internasional yang luas dan kolaborasi dengan institusi lain. BNI, yang didukung 1.500 bank koresponden di seluruh dunia, kini memiliki 5 cabang di kota besar dunia yaitu London, Tokyo, Singapore, Hong Kong, dan New York, juga remittance representative di Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait dan Malaysia. Di dalam negeri, BNI bekerjasama dengan bank umum dan BPR sehingga mempunyai 7.500 outlet pengiriman uang. 56 Liburan, vol. 01 - th. II

Amazing Thailand Roadshow 2011 Indonesia merupakan pasar potensial bagi wisata Thailand. Tahun lalu, jumlah kunjungan wisatawan Indonesia ke Thailand men­­­capai 280.000 orang, dengan 72 persen merupakan wisatawan independen, dan 28 persen berkunjung dalam grup-grup. Jumlah ini sudah cukup bagus, namun masih kalah dibanding kunjungan wisata­ wan Malaysia ke Thailand, yang melebihi 1 juta orang. Karena itu Tourism Authority of Thailand (TAT) kembali meng­ adakan The Amazing Thailand Roadshow to Indonesia 2011 yang di­­langsungkan di Jakarta, Surabaya, dan Medan. TAT membawa banyak travel agent, hotel, resor, airlines, dan bisnis lain yang ber­ kaitan dengan wisata di Thailand. “Tahun ini kami menargetkan peningkatan kunjungan 25 persen dari Indonesia,” tutur Suraphon Svetasreni, Governor TAT yang datang ke Indonesia untuk mem­ berikan dukungan. Untuk menarik lebih banyak wisatawan, TAT mempromosikan halal food tourism dan mengembangkan secondary destination, yakni tempat-tempat wisata baru di provinsi yang masih jarang dikenal wisatawan.


Dapatkan potongan harga

Rp 500.000

untuk voucher menginap di

Hotel Patra Bali 1N/2D

Dapatkan potongan harga

Rp 1.000.000

untuk voucher menginap di

pita maha resort Bali 1N/2D

Dapatkan potongan harga

Dapatkan potongan harga

untuk voucher menginap di

untuk voucher menginap di

tanjung lesung bay villas banten

hotel kalicaa tanjung lesung

Rp 500.000 1N/2D

Rp 1.000.000 1N/2D

Dapatkan potongan harga

Dapatkan potongan harga

untuk voucher menginap di

untuk voucher menginap di

hard rock kuta bali

the westin resort nusa dua bali

Rp 200.000

1 Night (Superior Room)

Rp 350.000

1 Night (Deluxe Garden View)

Dapatkan potongan harga

Rp 150.000

untuk voucher menginap di

hotel acacia jakarta 1 Night (Superior Room)

Dapatkan Potongan Harga

Rp 100.000

Gunting voucher ini, dan kirim ke PRISTA MEDIA, Ruko Permata Timur - Jl. Curug Raya No. 7E, Kalimalang, Jakarta Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi MARINI di nomor telepon 021-7090 8871 (* Syarat dan ketentuan berlaku)


next edition

Amazing

PHUKET Mari berfantasi di FantaSea, island hopping ke Ko Phi Phi, jalan-jalan ke Phuket Town yang cantik, hingga ultimate relaxation di Coqoon Spa! Welcome to Winter Sonata! Seperti apa rasanya datang ke studio dan melihat syuting drama super-romantis Korea ini? Sailing Flores – Lombok Menikmati keindahan Nusa Tenggara seutuhnya dari atas perahu, mampir ke pulau-pulau eksotis, dan sport jantung ditarik arus laut. Jangan Lewatkan: • Menjelajah Amman, Memahat Petra • Suprising Shenzhen ‘Si Kota Palsu’ • Menggapai Puncak Kerucut Cikurai • Jakarta’s Orchid Heaven

SUBSCRIBE PILIHAN BERLANGGANAN:

6 edisi

Rp 97.000 (Wilayah Jakarta)

12 edisi

Rp 194.000 (Wilayah Jakarta)

MULAI EDISI: .......................................

jab

ode

gra tabek ong tis ko kirim s

BERLANGGANAN MELALUI: ❑ FAX ❑ PAMERAN .................. Untuk pengiriman di luar kota dikenakan biaya tambahan Rp 25.000/edisi Harga langganan di atas sudah langsung men­dapat diskon 15% dari harga normal. Transfer biaya langganan ke: C/O PRISTA TEHNOLOGI INDONESIA - BCA CABANG KALIMALANG A/C NO: 230 300 4700

Nama Tanggal Lahir Jenis Kelamin Alamat

E-mail

Kirim atau fax bukti transfer beserta formulir berlangganan ke: langganan@pristamedia.com,

Pekerjaan

FAX: +62 21 8690 5677

No. Tlp/Hp

Info lebih lanjut hubungi: GITHA +62 857 1429 6216 / +62 21 8636 0376

Majalah dikirim ke alamat

PRISTA MEDIA RUKO 58 Liburan, vol. 01 --th. II

PERMATA 7E, Jl. Curug Raya Kalimalang, JAKARTA, Telp. +62 21 8636 0376, Fax. +62 21 8690 5677


reading point HOTEL Acacia Hotel, Jakarta Arion Swiss-Belhotel Bandung Aston Marina, Jakarta Aston Rasuna, Jakarta Aston Braga, Bandung Aston Pasteur, Bandung Balista , Jakarta Ciputra Hotel Jakarta Grand Swiss-Belhotel Medan Gumilang Regency, Bandung Harmony Hotel, Bali Harrads Hotel, Bali Le Grandeur Hotel Mercure Convention Centre, Jakarta Palais Dago, Bandung Sparks Hotel, Jakarta AIRPORT LOUNGES JW Lounge Bandara SoekarnoHatta JW Lounge Bandara Hang Nadin, Batam JW Lounge Bandara Ngurah Rai, Denpasar JW Lounge Bandara Polonia, Medan Ferry International Batam Center Point TRAVEL AGENT Air Asia Tour Anta Tour Bayu Buana Tour Jakarta BRL Express Tour Dwidaya Tour Jakarta Genta Tour Jakarta Hawai Tour Hira Tour Jakarta Kharisma Tour Mei Wisata Mutiara Holiday Perdana Express Prima Tour Smailing Tour Suhaica Wisata Tower Tour and Travel Trophy Tour STARBUCKS COFFEE Bali Discovery Mall Bandung Indah Plaza Bandung Supermall Botany Square, Bogor Cambrigde City Square, Medan Cibubur Junction Cilandak Town Square, GF Citraland, UG Ciwalk, Bandung Debenhams Karawaci, LG Discovery Mall, Bali Dunia Fantasi Ancol Emporium Pluit, GF Formule 1 FX Lifestyle X’nter Galaxy, Surabaya Graha Niaga Sudirman

Grand Indonesia 1, GF Grand Indonesia 2, GF Hard Rock Cafe, Bali Jakarta Stock Exchange 2nd Tower, GF Kamome Supermarket Melawai Kemang Square Kemang Village La Piazza Legian, Bali Mal Artha Gading, GF Mal Kelapa Gading, 1st fl Mall Puri Indah Mall Taman Anggrek, GF Margo City Depok Medan Cambridge City Metropolitan Mall Bekasi Nusa Dua, Bali Oakwood Residences, GF Pacific Place, 4th fl Pakuwon, Surabaya Paris Van Java, Bandung Pasaraya Grande, GF Plaza Ambarukmo,Yogyakarta, GF Plaza Indonesia, 1st fl Plaza Indonesia-EX, 2nd fl Plaza Kampung Kemang Plaza Semanggi, GF Plaza Senayan, GF Plaza Senayan, Kinokuniya 4th fl Pluit Junction, GF Pluit Village, 1st fl Pondok Indah Mal 2 Pondok Indah Mal, GF Sampoerna Strategic Building Senayan City, 2nd fl Senayan City, GF Setiabudi, 1st Fl Skyline Menara Cakrawala Summarecon Serpong Sun Plaza, Medan Surabaya Town Square Teras Kota, BSD, GF TIS Square Tebet Tunjungan Plaza 3, Surabaya Tunjungan Plaza 4, Surabaya Wisma BNI 46 Wisma GKBI Wisma Metropolitan Building, GF Wisma Mulia, Citywalk Building UG COFFEE BEAN & TEA LEAF Bandung Super Mall (BSM) Benton Junction, Tangerang Blok M Plaza Discovery Mall Bali Galaxy Mall 2, Surabaya Grand Indonesia Grand Indonesia 3A Kuta Square Shopping Complex, Bali Makassar Trans Square Makassar Trans Studio Mal Taman Anggrek Mall Kelapa Gading Mid Plaza Building 1 Pacific Place Pondok Indah Mal, Metro

Plaza Indonesia Entertainment X’nter Plaza Indonesia Shopping Center Plaza Kemang 88 Plaza Senayan Mall Plaza Tunjungan III Shopping Center Pluit Junction Pondok Indah Mall 2 Royal Taruma Hospital Senayan City Serpong Mall Sudirman Plaza Tebet Indraya Square (TIS) Town Square Cilandak Trans TV Building Wisma GKBI Wisma Mulia, Citywalk Building PLAZA INDONESIA & EX Bakerzin Beppu Menkan California Pizza Kitchen Chatter Box Chosptix Cinnamon & Coffee Courtyard Dairy Queen Cafe de Excelso Dome En Japanese Restaurant Fat Burger Fazio Fish N Co Gelare Gloria Jean’s Coffee Hard Rock Cafe Honeymoon Dessert Katsu Sei Kenny Rogers Roasters Krispy Kreme Kuppa Thai Resto La Moda Cafe Le Privee Cafe Lu Vaze Marmalade Pantry Miitem Pancious Papparazi Pattiserie Franc Penang Palace Pepper Lunch Pizza Boutique Pizza E Birra Red Tomato Saint Cinammon Sandwich Time Sausage World Secret Recipe Shabu Shabu House Soup Restaurant Spincity Bowling The Burger Spot Tony & Guy Trattoria Yakun Kaya Toast FX LIFESTYLE X’NTER

Alessi Kafe Amadeus Anantha Wellness Centre Bistro Deliferance Bloeming Blue Elephant Cafe Cartels Calli Delli Coffee & Cake Coffee World Cold Stone Cosi Cupcakes De Cruise Dome Farmers Market Foodism FX Music Indochine Jollytime Popcorn Kopi Luwak Mangkok Putih Minus 2 Mother’s Cook Only 1 Panini House Pizza Marzanno Plastic Culture PlayLand Red Duck Sega Fredo Societie Talisa Family Massage The Muffin House Zhuma

PACIFIC PLACE Ajitei A Presto Bakerz In Bengawan Solo Coffee Cafe Bon Francais Cafe O La La Canton Bay Cinnzeo Coffee Club Coffee World Cosi Crystal Jade Fish N Co Gyu Kaku Haagen Dazs Hang Gang Jazz Ice Cream Stage Kenko Fish Spa Kidzania Kopi Luwak Le Seminyak Little Black Cafe Magenta Kitchen Ootoya Pancious PanO Q Box Coffee Raffles Ramen 38 Secret Recipe Segafredo Sour Sally Spaghetti House Tator Coffee

Ta Wan The Canteen The Muffin House Urban Kitchen Ya Kun Kaya Toast Y &Y KEMANG, BANGKA & CIPETE Bakoel Kafe BarCode, La Codefin Black Canyon Coffee, Cipete Raya BREWWW, Kemang Raya Cold Stone, La Codefin Jpc kemang The Secrets, Jl. Benda Tornado Coffee, Kemang Utara Vin +, Jln. Kemang Raya Vino Embassy, Kemang Raya Warung Kita, La Codefin Warung Pasta Warung Tekko BALI Baker’s Corner Blue Fin Flapjacks Nero Bali Resto Rama Restaurant Group Seafood House Stadium Cafe Bali Kuta Resort Harris Pop City Hotel


responsible traveler

Traveler Sampah Endro Catur Nugroho endrocn@yahoo.com http://endrocn.wordpress.com

B

Teguh Sudarisman

eberapa tahun terakhir, saya selalu menolak kalau diajak mendaki gunung. Tapi, Gunung Lokon yang menyambut saya setiap pagi dari balik jen­dela kamar tidur saya di Tomohon, Sulawesi Utara, se­olah me­ manggil untuk didaki. Ter­goda, akhir­­­nya saya dan se­orang teman dan dua pemandu lokal me­­nyusuri jalur trekking yang hampir seluruh­nya tertutup ‘lantai’ batu, sisa aliran lava yang sudah mem­beku. Apa yang kami lihat se­pan­ jang trekking ke gunung se­­ tinggi 1.600-an meter itu sangat mencengangkan. Sampah ber­ serakan di sepanjang jalur trekking. Di beberapa bagian bah­­kan meng­­­­gunung. “Ini karena hujan,” kilah se­ orang pe­mandu saya sembari men­­jentikkan pun­tung rokoknya. “Atau karena sampah yang dibuang sembarangan, seperti puntung rokok itu?” sindir saya sembari memungut pun­tung

60 Liburan, vol. 01 - th. II

Jika punya banyak uang, ingin rasanya saya menyewa kapal untuk membawa kembali sampah kami ke Jakarta. Tapi, di Jakarta pun, ke mana sampah-sampah ini kemudian akan berakhir? tadi dan menyelipkan di dalam kan­tong ransel. Beberapa hari kemudian, saya kembali dibuat trenyuh ketika di Pulau Bunaken sampah ber­ceceran di pantai yang di­ huni masyarakat. Bungkus mi instan, biskuit, permen dan lain-lain. Aneh­­nya, beberapa hari di pulau itu tak sekali­pun saya melihat ada pengunjung yang membuang sampahnya. Lantas, dari mana sampahsampah itu berasal? Penduduk se­tempatkah? Usut punya usut, sampah yang ber­serakan itu diproduksi pen­duduk lokal, salah satunya ketika mereka melayani tamu pulau. Mirisnya, sampah tak lagi ter­kelola baik karena produksi sampah tamu tak sepadan dengan kemampuan pen­duduk­ nya mengelola sampah. Akibatnya, tak heran kalau sampah jadi pemandangan biasa di beberapa pojok pulau. Pasrah, beberapa penduduk me­ nyampai­kan keprihatinannya.

Mereka memang senang turis datang, tapi sampah bukanlah bonus yang mereka nanti­­kan. Untunglah, selama ‘karir’ traveling saya, belum pernah saya bepergian ber­sama dengan traveler yang hobi buang sampah sem­barangan. Masalahnya, se­ perti di Pulau Bunaken dan pulaupulau kecil lain yang pernah saya kun­jungi, mem­­­­buang sampah pada tempatnya pun tak berarti me­nyelesai­kan masalah, bukan? Di Pulau Pantar-NTT, teman baru saya, Anna, tersenyum me­lihat saya me­madat­kan dan merapikan sampah yang saya ‘hasil­kan’ selama dua hari di pulau itu. “Mau kamu apakan?” tanya­nya.“Dibawa ke Kalabahi (Alor), siapa tahu di sana di­ kelola lebih baik,” jawab saya. Sorenya, ia mengajak saya pergi ke salah satu muara kali di se­ kitar pelabuhan Kota Kalabahi. “Maksudmu seperti ini?” tunjuk­ nya. Saya tercenung. Lidah ingin bilang bukan, tapi otak saya cepat menangkap maksudnya. “Niat baik kadang harus disertai dengan rencana yang baik juga,” ujar­­nya. “Saya menghargai setiap usaha traveler mengurangi dan mem­buang sampah pada tempat­nya ketika traveling. Tapi pulau-pulau kecil seperti ini bukanlah Pulau Jawa atau Sumatra yang punya pengolahan sampah yang baik. Paling-paling

sampah akan ditumpuk di satu tempat sampai menggunung.” Ia kemudian menceritakan pe­nga­la­man­­nya sebagai tour leader di India, Nepal, Tibet dan Bhutan. Prihatin dengan masalah sampah, ia ‘memaksa’ anggota turnya mengumpulkan sampah dan me­nyerah­kan­nya di ujung pendakian. Selain itu, ia juga menyisihkan sejumlah uang yang dibayar peserta tur untuk mem­bantu pengelolaan sampah di tiap tempat yang mereka kunjungi. Secara ter­ atur, Anna juga menyisihkan sebagian ke­untungan­nya untuk mengupayakan agar pengelolaan sampah berbasis ko­munitas di tiap spot wisata itu tetap ber­ kesinambung­an. “Kita –traveler– akan tetap mem­produksi sampah. Yang harus dilakukan memang tidak mem­buang sampah sem­barang­­ an. Tapi, itu tak otomatis me­­ nyelesai­kan masalah. Pen­duduk masih terbebani untuk me­ ngelola: di satu sisi mereka harus menjaga kebersihan tempat mereka agar bisa terus di­ kunjungi, di sisi lain butuh uang, tenaga dan waktu untuk me­­nge­ lola sampah-sampah ‘pelanggan’ me­reka ini. Dilematis, bukan?” Saya termangu. Saya jadi teringat ketika saya dan sekitar tiga belas teman mengadakan tur island-hopping di Ke­pulau­an Seribu, Jakarta. Saat berangkat,

kami membawa plastik sampah besar. Sampah memang ter­ tampung, tak satu pun yang ter­ cecer di pulau-pulau kecil yang kami kunjungi. Tapi ketika tiba di Pulau Panggang, pulau terakhir se­belum kembali ke Jakarta, kami bingung hendak di­­apakan dua kantong gendut berisi sampah itu. “Kapal ojek tidak akan mau membawa sampah ini. Biar ditinggal di sini saja,” ujar kapten kapal kami yang warga Pulau Panggang. Saya tergelitik dan berbisik-bisik tanya ketika ber­ ada di dekatnya. “Lantas dibuang ke mana, Pak?” “Di sekitar sini saja,” sembari tangan­­nya menyapu bibir pantai. Saya tersenyum getir se­ kaligus ter­tohok telak. Jika punya uang banyak saat itu, ingin rasa­nya menyewa kapal untuk mem­­bawa kembali sampah kami –dan ratusan pengunjung Kepulauan Seribu lain­nya akhir pekan itu– ke Jakarta. Tapi, mungkin pertanyaan yang sama akan berulang, “Di pesisir Jakarta pun, ke mana sampah-sampah ini kemudian akan berakhir?” Saya angkat topi untuk teman-teman pehobi jalan-jalan yang tak membuang sampah sembarangan. Tapi, apa kita bisa tutup mata dan bilang kalau itu saja sudah cukup?


6TH ITHF 2011

The 6th Indonesia Travel and Holiday Fair 2011

FLOORPLAN

Grand Ballroom - Central Park Mall

TICKET

14 - 17 April

KOMPAS

XL

A3

TURKEY

E33-34

HONEYMOON ZONE E31-32

WATERBOM

Formulir Undian Pengunjung

The 6th indonesia travel and holiday fair 2011 NAMA

: ................................................................................................................................................................................................................................................

JENIS KELAMIN

: A. PRIA

UMUR

: ................................................................................................................................................................................................................................................

B. WANITA

NO KTP/SIM

: ................................................................................................................................................................................................................................................

ALAMAT

: ................................................................................................................................................................................................................................................

TELEPON/HP

: ................................................................................................................................................................................................................................................

EMAIL

: ................................................................................................................................................................................................................................................

PEKERJAAN

: ................................................................................................................................................................................................................................................

APAKAH ANDA PERNAH MEMBACA MAJALAH LIBURAN: A. YA

B. TIDAK

SEBUTKAN RUBRIK FAVORIT YANG TERDAPAT DI DALAM MAJALAH LIBURAN: .......................................................................................................................................................... ........................................................................................................................................................................................................................................................................................ SEBUTKAN TEMPAT LIBURAN IMPIAN ANDA: ............................................................................................................................................................................................................... ........................................................................................................................................................................................................................................................................................

Note: 1. Isilah lengkap formulir undian ini dan masukkan ke kotak di booth Prista Media (Majalah Liburan) 2. Pemenang undian akan diumumkan di Majalah Liburan 3. Untuk informasi lebih lanjut hubungi Sales Support 021-86360376


6TH ITHF Let’s2011 go

LIST EXHIBITOR 6TH ITHF 2011 TRAVEL AGENT

3.

MALAYSIA TOURISM

13. CLUB BALI RESORT

13. QUICK PRINT

6.

TOURISM

1.

DWIDAYA

4.

MELAKA TOURISM

14. HOLIDAY RESORT LOMBOK

14. SULAWESI TENGGARA

7.

UNEARTHING ASIA

2.

SMAILING TOUR

5.

HONGKONG TOURISM

15. STARWOOD HOTEL

Tourism Board

8.

PANORAMA

3.

PANORAMA

15. BALI MARINE WALK

9.

VIBIZ PORTAL

4.

TX TRAVEL

HOTEL & OTHERS

16. ID-T SHIRT DAY

10. SCUBA DIVER

1.

16. BALI KUTA RESORT LIDO LAKES RESORT &

OTHERS

17. ARUS LIAR

11. LOVE INDONESIA

CONFERENCE

1.

BAG’S CITY

18. ABACUS

12. JALAN-JALAN & JJK

2.

JAYAKARTA HOTEL GROUP

2.

CLUB BALI

ASA HOLIDAY

3.

BOUTIQUE WISATA

3.

HONEYMOON ZONE

AIRLINES

14. VENUE

KPWM

4.

WAKA DI UME

4.

WATERBOM

1.

GARUDA INDONESIA

15. MAJALAH LIBURAN

10. ANDIARTA

5.

TAUZIA HOTEL MANAGEMENT

5.

BHA

2.

SRIWIJAYA AIR

16. ESCAPE INDONESIA

11. SURPRISE

6.

BALISANI PADMA

6.

IWATA

12. HAPPY TOUR

7.

THE STUDIO ONE

7.

AVTECH

MEDIA PARTNER

SUPPORTING COMMUNITY

13. TMS TOUR

8.

NIKSOMA

8.

INSURANCE TRAVEL

1.

TAMASYA

1.

B2W – INDONESIA

9.

DESAMUDA VILLAGE

9.

CIK DITIRO

2.

NOW JAKARTA & BALI

2.

HISTORIA

5.

OBAJA TOUR

6.

JALAN TOUR

7.

NUANSA DAMAI

8. 9.

13. TRAVEL XPOSE

NTO’S

10. KAMPUNG SAMPIREUN

10. UMALA RESIDANCE

3.

D’SARI

3.

PENULIS PENGELANA

1.

INDIA TOURISM

11. RAMA HOTEL GROUP

11. JOGJAKARTA Tourism Board

4.

TRAVEL WAN

4.

JALAN SUTRA

2.

TURKISH TOURISM

12. ACCOR HOTEL

12. NSTB

5.

NG TRAVELER

SUPPORTING EVENT 6TH ITHF 2011 Kamis, 14 April 2011 - Opening Ceremony - Press Conference - Trade Visitor - Doorprize from Sponsors

Jumat, 15 April 2011

Sabtu, 16 April 2011

Minggu, 17 April 2011

- Native Footwear Show Chase - Community Talk Show (Komunitas Historia) - Talk Show Travel Insurance - Turkish Embassy Performance - Band Performance • Birru • Lunno • Salma Bets • Patriot - Doorprize from Sponsors

- Band Performance • MataIndera • Avanindra • Acera • Train - Doorprize from Sponsors

- Talk Show Majalah Liburan & Penulis Pengelana - Community Talk Show (Komunitas Jalan Sutera & B2W Indonesia) - Talk Show Travel Insurance - Turkish Embassy Performance - Band Performance • Hacker 24 • Elnino • Week + N • Salma Bets • Ulli - Doorprize from Sponsors

Produk-produk 9 Wonders di ITHF 2011:

999 kursi

999

PAKET BANGKOK

tersedia untuk Return Ticket (PP) JKT-SINGAPORE-JKT hanya USD 69 nett oleh Sriwajaya Air

Paket 2 malam menginap + akomodasi + 3 kali makan + Antar Jemput Bandara + 1 kali Tour, hanya USD 59 ++ oleh TX Travel

USD 1399

USD 259

Paket West Coast SIC, selama 4 hari/3 malam,

Return Ticket (PP) + Universal Studio Singapore + 2 malam Akomodasi + Tiket Theme Park oleh Tripuri Travel dan Philippines Airlines.

nett

termasuk Disneyland, California Adventure, Universal Studios dan Tour Hollywood oleh Philippines Airlines.

Tur Religi: Paket Umrah

IDR 9.999.999 net oleh Andiarta Tour & Travels

nett/orang

USD 999 nett/malam

menginap di Luxury Villa oleh Alila Villas Uluwatu – Bali

USD 999 untuk Paket 9 hari ke Turki oleh Panorama Tours

Adventure Diving & Mount Climbing dimulai dari

IDR 999.000 oleh Karash Adventure

Paket Bulanmadu ke Bali,

Buy 1 Get 1

di villa dengan kolam renang pribadi oleh Bulanmadu.com


Selamat datang di mal kuno terbesar di dunia

Perjalanan anda berbelanja di Jalur Sutra dimulai di sini

Dibangun oleh Sultan Suleiman Yang Agung di abad ke-16, The Grand Bazaar tumbuh dan terkenal dengan reputasinya sebagai salah satu pasar indoor terbesar dalam sejarah. Pasar ini memberikan kejutan kepada para pengunjung dengan lebih dari 5.000 toko yang menampilkan produk-produk yang sangat menarik. Pasti anda ingin merasakan serunya berbelanja di sini, bukan? Tunggu apalagi, segeralah berkunjung ke Turki!

Indonesia: +62 21 5795 7666

LIBURAN Vol. 1 Th. II  

Majalah Traveling Terlengkap

Advertisement