Issuu on Google+

LEMBAR

FAKTA GLOBALISASI VIII/2005

TATA KELOLA DALAM LEMBAGA-LEMBAGA KEUANGAN INTERNASIONAL Apa yang Dimaksud dengan Tata Kelola?

Apa arti penting tata kelola bagi negara berkembang ?

Tata kelola (governance) bisa dimaknai sebagai sekumpulan proses dan sistem yang mengatur beroperasinya organisasi atau pun masyarakat (comprises the processes and system by which an organization or a society operates). Dalam pelaksanaannya, tata kelola juga menghadapi berbagai masalah, yang menurut Stiglitz (2004) dapat dilihat dalam tindakan yang diambil, proses dan pemilihan kepemimpinan di dalamnya.

Tidak dapat dipungkiri, berbagai kebijakan lembaga keuangan internasional memiliki implikasi yang besar terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat seperti pendidikan, kesehatan, pertanian atau lingkungan.

Tata kelola lembaga keuangan internasional terkait dengan pengaturan, proses, dan aspek prosedural dari keuangan (financial) dan ketentuan perdagangan dalam skala global. Kini, ditengah ekonomi global, pertanyaan yang paling relevan bagi Negara berkembang dan miskin terkait dengan tata kelola lembaga keuangan internasional adalah: “siapa memutuskan apa�.

Pada saat Negara berkembang terjerat krisis keuangan dan masalah pembangunan, lembaga internasional seolah menjadi jalan keluarnya. Sebut saja IMF dan Bank Dunia, yang menerapkan Adjustment Programme pada Negara yang terlibat masalah. Program tersebut, mensyaratkan banyak perubahan kebijakan di negara berkembang yang arahnya dipengaruhi oleh kebutuhan-kebutuhan globalisasi (perdagangan, sektor keuangan) dan atau di dorong oleh lembaga-lembaga global.

Mengapa issu Tata Kelola menjadi semakin penting?

Resep ini tidak selalu berhasil. Berbagai riset dan studi kasus di sejumlah Negara berkembang menunjukkan adjustment program malah menyebabkan kelompok masyarakat miskin membayar lebih mahal atau tidak lagi mendapatkan akses untuk pelayanan dasar.

Isu tata kelola keuangan global semakin sering dibahas pada 1990-an, setelah hampir seluruh Negara di dunia terperangkap dalam krisis keuangan. Krisis terjadi karena pertumbuhan pasar keuangan swasta global yang pesat tidak diimbangi dengan pengembangan institusi publik yang memadai. Akibatnya, tidak ada kerangka kerja yang tepat untuk dapat menjamin efisiensi dan stabilisasi keuangan global.

Pada sisi lain, walau pun terdapat kaitan erat antara pengambilan keputusan lembaga-lembaga keuangan internasional dengan prospek pembangunan Negara-negara miskin dan berkembang, akses terhadap penentuan kebijakan tersebut tidak selalu setara. Negara berkembang harus selalu tunduk pada resep yang diberikan serta menanggung akibat yang ditimbulkan.

Akibatnya, tidak ada kerangka kerja yang tepat untuk dapat menjamin efisiensi dan stabilisasi keuangan global.

1


Siapa sajakah aktor utama dalam lingkungan Lembaga Keuangan Internasional? Lembaga-lembaga internasional sangat sedikit, dengan cakupan yang terbatas, dan biasanya dilengkapi dengan perjanjian khusus yang dirancang untuk memecahkan masalah yang khusus. Lembaga internasional yang terkait dengan keuangan internasional adalah IMF, WB, WTO dan BIS. Keempat lembaga ini merupakan lembaga publik, yang bekerja untuk kepentingan publik. Mereka memiliki ruang untuk usulan perubahan dan reformasi agar menjadi lebih efisien dan demokratis, untuk kepentingan semua anggotanya. IMF dan Bank Dunia ditetapkan pada konferensi Bretton Woods, New Hampshire, di penghujung PD II. Tujuan utamanya, menyediakan bantuan keuangan untuk program rekonstruksi Negaranegara Utara, pasca perang dunia. Sementara, WTO, yang lahir pasca Putaran Uruguay di bawah GATT, merupakan satu-satunya organisasi internasional yang mengurus aturan perdagangan global anatar Negara. Fungsi utama WTO adalah sebisa mungkin menjamin perdagangan dapat berjalan dengan lancar, dapat diperkirakan dan bebas dari hambatan. Tujuan WTO membantu para produsen barang dan jasa, eksportir dan importir menjalankan bisnis mereka. BIS, merupakan lembaga internasional yang membantu terjalinnya kerjasama antara bank sentral dan lembaga keuangan lainnya dalam mencapai stabilitas moneter dan keuangan. BIS merupakan bank sentral dari sejumlah bank sentral Negara anggota juga organisasi internasional lainnya.

Apakah IMF itu? Internasional Monetary Fund (IMF) didirikan pada 1944 oleh 29 negara untuk membantu mempromosikan kesehatan perekonomian dunia. IMF dibangun berdasarkan pada kepercayaan atas

2

LEMBAR FAKTA

kebutuhan terhadap tindakan kolektif ditingkat global untuk menciptakan stabilitas ekonomi. Tercatat 184 negara menjadi anggota dari lembaga keuangan yang bermarkas di Washington dengan jumlah staff mencapai 3.000 orang. Tujuan IMF adalah: (1) mempromosikan kerjasama internacional dalam issu keuangan internacional; (2) Memfasilitasi perluasan dan pertumbuhan yang seimbang dari perdagangan internasional, agar terjadi peningkatan tenaga kerja dan pendapatan serta peningkatan kapasitas produski; (3) Mempromosikan stabilitas pertukaran ; (4) Membantu sistem pembayaran multilateral dan transfer transaksi mata uang; (5) Menyediakan sumber daya finasial bagi anggotanya; (6) mengupayakan pengurangan baik dari sis waktu atau pun besaran dari ketidakseimbangan pembayaran. Tugas pokok IMF adalah menjaga stabilisasi keuangan, dengan kata lain mencegah terjadinya depresi global dengan cara : (1) memberikan pinjaman kepada negara anggota, (2) memberikan bantuan teknis dan pelatihan kepada pemerintah

dan bank sentral anggotanya. IMF mengalami perubahan dramatis pada era 1980an (bersamaan dengan perubahan di Bank Dunia) dengan meluncurkan program Structural Adjustment Policies untuk membantu negara yang terperangkap dalam krisis keuangan dengan persyaratan yang ditetapkan IMF. Arena baru juga dimasuki oleh IMF, setelah runtuhnya tembok Berlin. Sejak saat itu, IMF menangani masa transisi negara bekas Uni Soviet dan blok komunis di Eropa Timur untuk masuk dalam ekonomi pasar. Ketika krisis meluas, dan dana yang tersedia di IMF tidak mampu mengatasinya, Bank Dunia diminta untuk menyediakan dana. Kerja IMF dan Bank Dunia, yang memiliki misi berbeda memiliki keterkaitan yang makin erat.


Bagaimanakah tata kelola dalam IMF dijalankan? Sistem Tata Kelola IMF IMF merupakan lembaga publik yang mendapatkan dana dari uang para pembayar pajak di negara anggotanya. Secara struktur, Dewan Gubernur (Board of Governors) memegang kekuasaan tertinggi. Semua negara anggota memiliki wakil dalam Dewan Gubernur, biasanya menteri keuangan atau Gubernur Bank Sentral. Dewan memiliki kekuatan khusus, diantaranya menyetujui anggota baru, menentukan kuota serta alokasi SDRs. Pertemuan Dewan Gubernur dilaksanakan setahun sekali. Dewan Gubernur memandatkan tugas sehari-hari kepada Dewan Eksekutif. Dewan Eksekutif (Executive Board), melaksanakan tugas pengambilan keputusan sehari-hari, dengan tanggung jawab melakukan surveillance

assesments, memberikan persetujuan pinjaman dan melaksanakan kebijakan. Dewan Eksekutif terdiri dari 24 direktur eksekutif (Executive Director Delapan negara, memiliki Direktur Eksekutif nya sendiri (lima negara pemegang saham AS, Jepang Jerman, Perancis, Inggris, serta Cina, Uni Soviet dan Arab Saudi). Enambelas Dewan Eksekutif lainnya, mewakili kelompok negara (terdiri dari 176 negara). Untuk pertemuan formal, setidaknya Dewan eksekutif bertemu tiga kali seminggu. Dewan Eksekutif dipimpin oleh Managing Director IMF selalu berasal dari negara Eropa. Managing Director mendapatkan kekuasaan untuk menentukan kebijakan IMF, program dan cara beroperasinya. Interim Committée merupakan lembaga penasehat yang terdiri dari 24 Gubernur IMF. Komite memberikan saran dan memberikan laporan pada Dewan Gubernur. Pertemuan Committeé dilakukan dua kali setahun, dan memberikan saran pada :

Keterangan: *

*

*

Kelompok negara Utara, termasuk 24 negara industri: kelompok 10 ditambah seluruh anggota OECD (Australia, Austria, Denmark, Finlandia, Yunani, Iceland, Ireland, Luxembourg, Selandia Baru, Norweigia, Portugal. Spanyol, Swiss dan Turki), kecuali untuk Meksiko dan Republik Korea (termasuk dalam kelompok “emerging Market countries”) dan negara dalam masa transisi (Czech Republic, Hungaria, Polandia dan Slovak Republic) Emerging Market Countries, termasuk Argentina, Brazil, Chili, Malaysia, Meksiko, Filipina, Republik Korea, Singapura, Afrika selatan, Thailand dan Venezuela. Transitional emerging Market Countries, diantaranya: Czech Republic, Hungaria, Polandia dan Slovak Republic, termasuk dalam kategori Negara dalam masa transisi dan lainnya. Kel. Selatan lainnya, diantaranya Kolombia, Indonesia, Iran, Irak, Morokko, Arab Saudi, Costa Rica dan Pakistan

TATA KELOLA DALAM LEMBAGA-LEMBAGA KEUANGAN INTERNASIONAL

3


(1) manajemen dan perubahan dalam sistem moneter internasional, (2) mengajukan usulan kepada Dewan eksekutif untuk mengamandemen Articles of Agreement; (3) gangguan mendadak yang mengancam sistem keuangan internasional. Development Committee. Komite ini merupakan komite gabungan IMF dengan WB, jumlah anggotanya 24. Tugasnya mempelajari dan memberikan rekomendasi berbagai usulan untuk mempromosikan pemindahan sumber keuangan ke negara berkembang. Komite bertemua dua kali setahun, bersamaan dengan pertemuan Komite Interim. Tugas IMFC memberikan saran dan laporan kepada Dewan Gubernur tentang kebijakan pembangunan dan persoalan yang dihadapi oleh negara berkembang. Isu-isu yang menjadi pusat perhatian IMF, seperti Enhanced Structural Adjusment Facility dan peringanan utang masuk dalam wewenang komite pembangunan. Voting IMF menggunakan SDRs sebagai mata uang, untuk mengukur asset anggota dan melakukan transaksi dan pembayaran. Setiap anggota IMF harus membayar kuota, yang pada dasarnya merupakan andil Negara kepada IMF. Pembayaran kuota yang merupakan sumber dana utama bagi IMF, dilakukan dengan komposisi 75% melalui mata uang Negara anggota, 25% SDRs.

4

LEMBAR FAKTA

Kuota dapat digunakan sebagai: (1) jumlah uang yang dapat dipinjamkn IMF kepada anggotanya saat terjadi krisis keuangan; (2) dasar untuk menentukan besaran saat satu Negara terlibat krisis; (3) menentukan saham Negara dalam penentuan alokasi SDRs; (4) menentukan voting power anggota. Semakin besar kuota, dengan semakin besarnya uang yang diberikan ke IMF, semakin besar jatah suara yang dimiliki. Besar kecil kuota ini ditentukan oleh besar kecilnya iuran anggota yang diberikan satu Negara dan sekaligus menentukan besar kecilnya voting power dalam IMF (lihat table 1). AS memiliki hak Veto, sementara Negara-negara maju di Utara umumnya memiliki suara yang lebih besar. Negara miskin dan berkembang memiliki kuota kecil, sehingga hanya memiliki sedikit pengaruh dalam proses pengambilan keputusan, meski pun memiliki ukuran produksi ekonominya yang besar (Amerika Latin dan Cina), dan penduduknya besar (Indonesia dan Brazil) dengan kebutuhan untuk pembangunan dan penanggulangan kemiskinan lebih besar (Afrika) (lihat table 2).


Apakah Bank Dunia itu? Bank Dunia ditetapkan bersamaan dengan IMF (1944), dengan nama International Bank for Reconstruction and Development (IBRD). Kelompok Bank Dunia terdiri dari: IBRD, International Development Association; International Finance Corporation, Multilateral Investment Guarantee Agency serta International Centera for Settlement on Investment Disputes. Bank Dunia didirikan dengan tujuan untuk : (1)membantu proses rekonstruksi dan pembangunan wilayah para anggotanya dengan memfasilitasi investasi modal untuk keperluan produktif; (2) mempromosikan pertumbuhan perdagangan internasional jangka panjang yang seimbang…dengan mendorong investasi internasional…dengan cara meningkatkan produktivitas, standar kehidupan serta kondisi 1 buruh.

Apa saja Fungsi dan Kerja Bank Dunia? Kerja Bank Dunia saling melengkapi dengan IMF. Keanggotaan satu Negara dalam IMF, merupakan persayaratan untuk menjadi anggota Bank Dunia. Bank Dunia memberikan bantuan pembangunan jangka panjang dan issu-issu pengurangan kemiskinan, dengan melakukan kegiatan: (1) memberi pinjaman; (2) pembiayaan proyek infrastruktur; (3) reformasi sektor ekonomi khusus; (4) reformasi struktural yang lebih luas. Bank Dunia bertanggung jawab pada issu-issu struktural, lebih terkait dengan apa yang dikerjakan pemerintah dengan dukungan Bank Dunia, lembaga keuangan Negara, pasar tenaga kerja dan perdagangan. Awalnya Bank Dunia hanya memberikan pinjaman “proyek khusus”, seperti bendungan, jalan raya, pembangkit tenaga listrik. Kemudian, pada tahun 1980-an terjadi perubahan dalam Bank Dunia untuk memberikan dukungan

1

Rich, Bruce. Mortgaging the Earth. 1994.

yang lebih luas dalam bentuk Structural Adjusment Loans (SAL). SAL hanya diberikan pinjaman setelah mendapatkan persetujuan dari IMF. Kerja Bank Dunia saling melengkapi dengan IMF. Keanggotaan satu Negara dalam IMF, merupakan persayaratan untuk menjadi anggota Bank Dunia. Bank Dunia memberikan bantuan pembangunan jangka panjang dan issu-issu pengurangan kemiskinan, dengan melakukan kegiatan: (1) memberi pinjaman; (2) pembiayaan proyek infrastruktur; (3) reformasi sektor ekonomi khusus; (4) reformasi struktural yang lebih luas. Bank Dunia “harus menjamin bahwa pinjaman yang diberikan hanya digunakan proyek yang disetujui, dengan memperhatikan aspek ekonomi dan efisiensi tetapi tidak dikaitkan dengan aspek politis atau pun pengaruh dan pertimbangan non ekonomi. Untuk mendapatkan pinjaman, pemerintah Negara berkembang bernegosiasi dengan Bank Dunia. Pada saat perundingan ditetapkan tujuan, komponen, hasil, indikator performa dan rencana implementasi program. Hanya program-program yang disetujui oleh Bank Dunia yang diberikan pinjaman dana. Saat Negara peminjam melaksanakan program dengan dana pinjaman, Bank Dunia juga bertindak sebagai supervisor dan sekaligus evaluator.

Bagaimanakah tata kelola dalam Bank Dunia dijalankan? Struktur Bank Dunia ditetapkan dalam Articles of Agreement yang secara umum mencantumkan prinsip dan tujuan organisasi. Tetapi, sebagian besar rincian cara bekerja diserahkan kepada manajemen dan Board of Executif Director Bank Dunia. Tata kelola Bank Dunia dan juga IMF tidak jauh berbeda dan sangat unik. Semua kekuasaan membuat keputusan diberikan kepada Dewan Gubernur (Board of Governor), yang anggotanya terdiri dari Menteri keuangan atau Gubernur Bank Sentral. Secara formal dewan gubernur memilih Presiden Bank Dunia, tetapi kenyataannya, sejak

TATA KELOLA DALAM LEMBAGA-LEMBAGA KEUANGAN INTERNASIONAL

5


awal Presiden Bank Dunia selalu warga Negara AS, yang dipilih oleh pemerintah AS. Presiden Bank Dunia bertanggung jawab pada keseluruhan manajemen dan memimpin pertemuan Board of Directors (Dewan Direksi). Pertemuan Board of Governors (dilakukan bersama dengan dewan gubernur IMF) dilakukan setahun sekali. Tugas sehari-hari didelegasikan kepada Executive Director. Lima Negara dengan andil terbesar memiliki Executive director-nya sendiri, sisanya diwakili oleh 19 Direktur Eksekutif. Dalam menjalankan Bank Dunia, ke 24 Direktur Eksekutif bertemu setiap dua minggu sekali untuk mengatur bisnis Bank Dunia, termasuk melakukan persetujuan peminjaman dan jaminan, pembuatan kebijakan baru, dana administratif, strategi bantuan untuk Negara-negara serta keputusan peminjaman dan keuangan. Tetapi pemegang saham terbesar lah yang memegang peranan untuk penentuan persetujuan, besaran dan persyaratannya. Bank Dunia baru dapat memberikan pinjaman, setelah voting share anggota total mencapai 65%. Suara atau saham Negara anggota dalam Bank Dunia sangat tergantung pada besaran ukuran ekonominya. Lima Negara maju menguasai Bank Dunia; AS merupakan pemegang saham terbesar (16,41%), diikuti Jepang (7,89%), Jerman (4,49%), Inggris (4,31%) dan Perancis (4,31%). Sisanya dibagi diantara anggota lainnya.

Apakah BIS itu? The Bank for International Settlements (BIS) merupakan organisasi keuangan internasional tertua didunia, yang ditetapkan pada 17 Mei 1930. BIS membantu moneter internasional dan kerjasama keuangan, serta bertindak sebagai bank atas seluruh bank sentral di dunia. BIS hanya melayani para bank sentral dan lembaga internasional. BIS tidak menerima deposit atau pun memberikan pelayanan kepada pihak swasta, individu atau pun perusahaan. Anggota BIS terdiri dari 55 negara, dengan kantor pusat di Basel, Swiss.

6

LEMBAR FAKTA

Terdapat dua kantor perwakilan, di Hongkong sebagai Wilayah Adminstratif khusus untuk Cina, dan di Meksiko City. Pegawai BIS mencapai 560 orang, berasal dari 49 negara. Tugas yang dimandatkan kepada BIS adalah sebagai: (1) Forum untuk mempromosikan diskusi dan memfasilitasi proses pengambilan keputusan diantara bank sentral dan komunitas keuangan internasional; (2) menjadi pusat riset untuk ekonomi dan keuangan; (3) bertindak sebagai counterparty bagi bank sentral dalam melakukan transaksi keuangan; (4) agen atau wakil ketika berhubungan dengan operasi keuangan internasional. Sebelum 1996, keanggotaan BIS hanya terdiri dari kelompok G-10 dan Swiss, negara maju lain, dua dari negara Eropa Timur dan hanya dua negara berkembang (Afrika Selatan dan Turki). Setelah 1996, BIS mengundang sejumlah negara berkembang untuk bergabung dengan BIS, diantaranya India, Brasil, Cina, Korea, Arab Saudi, Hongkong, Meksiko, Indonesia, Singapura serta Rusia. Negara yang diundang memiliki GDP dan populasi yang besar.

Bagaimanakah tata kelola dalam BIS dijalankan? Berdasarkan statuta BIS, terdapat tiga lembaga pembuat keputusan dalam BIS, yaitu: * General Meeting, dimana setiap anggota mempunyai wakil dan dapat memberikan suara dalam General Meeting. Voting power, sebanding dengan jumlah saham di BIS yang miliki Negara yang hadir dalam pertemuan ini. * Board of Directors, beranggotakan 17 orang yang terdiri dari para gubernur dari Negara maju. * the Management of the Bank Pengambilan keputusan dilakukan pada setiap tingkat, terkait dengan pengelolaan Bank serta urusan administratif dan keuangan. Sementara halhal yang terkait dengan cara kerja perbankan, kebijakan pengelolaan manajemen internal BIS dan alokasi dana ke berbagai wilayah bisnis.


Pertemuan bulanan para gubernur bank sentral G10 merupakan forum yang kian penting karena cakupan aktivitas yang dilakukan semakin luas. Salah satu keputusan terpenting adalah penetapan Basel Committees, untuk mencapai stabilitas keuangan internacional. Tidak ada satu pun negara berkembang duduk dalam Basel CommittĂŠes2 . Awalnya, diskusi difokuskan pada issu negara G-10, tetapi kemudian pembangunan di negara emerging market bahkan perekonomian dunia juga dibahas. Modalitas dalam BIS, khususnya berbagai komite berada dibawah para gubernur G10. Cara kerja komite tersebut melalui kerjasama internasional dibawah kendali home country, Swiss. Disini para anggota melakukan negosiasi sesuai dengan kepentingan nasionalnya masing-masing.

Apakah WTO itu? World Trade Organization (WTO) merupakan organisasi perdagangan dunia yang didirikan pada 1 Januari 1995. Lahir sebagai hasil dari Perundingan Putaran Uruguay (1986-94) yang merupakan putaran terakhir GATT (General Agreement on Tariff and Trade, dimulai sejak 1948). WTO yang bermarkas di Genewa dipimpin oleh directorgeneral, keanggotaan 148 Negara (13 Oktober 2004). Jumlah staff sekretariat mencapai 630 orang. Jika dibandingkan dengan GATT, cakupan WTO lebih luas, karena mengatur: (1) perdagangan barang (trade in goods); (2) perdagangan jasa (trade in services); serta (3) perdagangan terkait HAKI (trade related with intellectual property). Menteri perdagangan menjadi pemain penting dalam forum WTO. WTO tidak dengan sendirinya menetapkan aturan untuk diikuti Negara anggota, seperti IMF atau WB. WTO menyediakan forum agar terjadi negosiasi perdagangan serta menjamin kesepakatan mengatur perdagangan antara Negara pada tingkat global. 2

Basel Commitees Utama terdiri dari the Basel Committee on Banking Supervision; the Committee on Payment and Settlement System dan Committee on lobal Financial System.

Fungsi yang dijalankan WTO adalah : (1) mengelola perjanjian perdagangan WTO; (2) menjadi forum untuk negosiasi perdagangan; (3) Menangani perselisihan dagang; (4) Memonitor kebijakan perdagangan nasional; (5) Memberikan bantuan teknis dan pelatihan bagi negara berkembang; (6) Bekerjasama dengan organisasi internasional lainnya.

Bagaimanakah tata kelola dalamWTO dijalankan? Di WTO, otoritas tertinggi untuk mengambil keputusan adalah Konferensi Tingkat Menteri (Ministerial Conference) yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali. Negara anggota membuat keputusan dalam berbagai persoalan melalui berbagai dewan dan komite. Dibawah KTM, terdapat General Council. Pertemuannya dilakukan di Genewa dan diikuti oleh duta besar dan ketua delegasi. GC juga bertindak sebagai Trade Policy Review Body dan Dispute Settlement Body. Dibawah GC terdapat Goods Councils, Service Councils dan TRIPs Council yang memberikan laporan kepada GC. Dalam WTO, pengambilan keputusan melalui negosiasi dalam jalur non formal yang tidak melibatkan seluruh anggota menjadi mekanisme yang sering ditempuh. Pertemuan ini dikenal dengan sebutan “Green Room�. Model Green Room oleh sebagian Negara dan juga Sekretariat WTO dianggap wajar untuk mencapai konsensus, dengan alasan pertemuan resmi di WTO tidak selalu dapat menampung 148 anggotanya, sementara banyak hal yang harus disepakati. Green Room biasa digelar saat perundingan mengalami jalan buntu, yaitu saat tidak tercapai kesepakatan antara kepentingan negara maju dan negara berkembang. Green Room tidak diselenggarakan oleh Dirjen, tetapi dihadiri oleh Direktur Jendral. Green Room merupakan perundingan dengan gaya khas GATT, yang biasanya dipimpin oleh AS atau UE, dan dihadiri oleh 20-25 negara Negara kaya (Aileen Kwaa, 2002).

TATA KELOLA DALAM LEMBAGA-LEMBAGA KEUANGAN INTERNASIONAL

7


Keterangan: >> IMFC, Komite Keuangan dan Moneter Internasional, merupakan komite gabungan Dewan Gubernur IMF dan Bank Dunia yang memberikan saran dan membuat laporan kepada para gubernur tentang kebijakan pembangunan dan masalah- masalah negara berkembang. >> Basel Committée, ditetapkan pada 1975 oleh para Gubernur bank central G10. Komite bertemu empat kali dalam setahun, dengan 25 pokja teknis dan gugus tugas, dimana sejumlah lembaga anggota bukan bank sentral. Walau pun tidak memiliki otoritas supranasional, komite memformulasikan stándar supervisory secara luas dan merekomendasikan best practices. Komite memberikan laporan kepada para Gubernur Kelompok 10 dan mencari cara untuk pengesahan inisiatif yang ditawarkannya. >> FSF (Financial Stability Forum) dibentuk pada awal 1999 atas inisiatif G-7, untuk membantu proses reformasi keuangan internasional. Selain anggotanya negara, IMF, Bank Dunia Basel committeé, IOSCO, AIS dan BIS tercatat sebagai anggota FSF. >> G-20, ditetapkan pada 1997 untuk memfasilitasi dialog yang lebih luas tentang masalah keuangan internasional. Keanggotaan G-20 lebih terbuka, terdiri dari 19 negara industi dan negara sedang berkembang dari setiap wilayah, ditambah Uni Eropa. Embrio G-20 dimulai pada pertemuan APEC 1997.

Sumber informasi lebih jauh tentang tata Kelola Globalisasi dan Lembaga Keuangan Internasional: 1. Evans, P & Finnemore, M. 2001. Organozational Reform at the Expansion of the South's Voices at The Fund. G-24 Discussion Paper 2. Griffith-Jones, S & Kommis, J. The Reform of Global Financial Governance Arrangements 3. Rich, Bruce. 1994. Mortgaging The Earth. “The world Bank Environmental Impoverishment and the Crisis of Development. 4. Stiglitz, J.E. 2002. Development Policies in a World of Globalization 5. Stiglitz, J.E. 2002. Globalization and Its Discontents 6. Stiglitz, J.E. 2004. The Future of Global Governance

Perkumpulan Prakarsa Jln. Jatipadang Utara No.10 Jatipadang, Pasar Minggu Jakarta Selatan 12540 INDONESIA Ph. +62 21 7811-798 | Fax. +62 21 7811-897 e-mail to : perkumpulan@theprakarsa.org | website : www.theprakarsa.org

8

LEMBAR FAKTA


Lembar Fakta : Tata Kelola Lembaga-lembaga Keuangan Internasional