Page 43

sawah, sungai atau pantai. Anda mungkin terkejut mengetahui bahwa Indonesia telah memenuhi target sanitasi. Pada 1990, proporsi rumah tangga yang memilki sanitasi yang aman adalah sekitar 30%. Jadi target untuk tahun 2015 adalah 65%. Pada 2006, rata-ratanya adalah 69,3%.

Cukup baik kalau begitu Ya, dan dalam beberapa hal cukup mengesankan. Sayangnya, banyak sistem tersebut di bawah standar. Banyak sistem yang didasarkan pada tangki septik yang sering bocor dan mencemari air tanah. Jadi meskipun sistem tersebut mungkin lebih aman bagi para pengguna toilet, mereka sangat tidak aman untuk pasokan air. Anda juga mungkin sadar bahwa pada 1990 kita memulai dengan tingkat yang cukup rendah sehingga target yang ditetapkan tidak terlalu tinggi. Nampaknya, kita mungkin cukup berhasil namun bisa jadi itu hanya ilusi. Kita perlu menanamkan investasi lebih banyak.

Seberapa banyak lagi? Satu perkiraan menyebutkan bahwa selama sepuluh tahun ke depan, biaya keseluruhan mencapai sekitar $10 milyar31. Investasi tersebut diharapkan berasal dari rumah tangga maupun pemerintah dan harus dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Hasilnya akan terjadi penghematan biaya yang besar, mulai dari berkurangnya biaya pengobatan hingga penghematan waktu untuk tidak perlu mengantri di toilet umum. Sejumlah ahli ekonomi memperkirakan bahwa, untuk setiap rupiah yang diinvestasikan kita dapat menghasilkan keuntungan sepuluh kali lipat.

harus menyadari betapa pentingnya sanitasi yang baik dan merencanakan bersama sistem mereka sendiri. Sementara, pemerintah dapat memberikan dukungan. Namun demikian, menanamkan investasi dalam satu sistem sanitasi mungkin akan sama maknanya dengan investasi untuk memiliki rumah.

Hal yang dilakukan kebanyakan orang Memang demikian dan membuat satu sistem sanitasi yang baik akan menambah nilai rumah itu sendiri. Ini juga akan membawa kita lebih dekat ke target terakhir dalam tujuan ini yang berkaitan dengan perumahan, dan khususnya dengan peningkatan hidup para penghuni kawasan kumuh. Setidaknya, Indonesia telah mengalami banyak kemajuan. Sekitar 15 tahun lalu, hanya 20% dari rumah tangga mempunyai kepemilikan tanah yang sah. Sekarang hampir semua orang memiliki hak milik yang sah berkat kampanye besar-besaran dari Badan Pertanahan Nasional untuk meningkatkan kepemilikan lahan. Dan seperti yang sudah anda katakan, kita juga cenderung untuk memiliki rumah sendiri. Paling tidak empat perlima dari kita memiliki atau menyewa rumah32.

Namun, masih terlihat banyak kawasan kumuh

Dan jumlah itu semakin berlipat ganda. Antara 1999 dan 2004, lahan yang digunakan untuk kawasan kumuh meningkat dari 47.000 menjadi 54.000 hektar. Secara keseluruhan, sekitar 15 juta rumah masuk kategori di bawah standar33. Masalah utamanya, semakin banyak manusia berdesakan di kota-kota, yaitu 42% penduduk negeri ini. Departemen Pekerjaan Umum memperkirakan Terdengar menguntungkan. Bagaimana bahwa kita memiliki tunggakan pembangunan caranya berinvestasi? sebanyak 6 juta rumah dan memerlukan 1 juta Itu tergantung di mana anda tinggal. Di perdesaan, rumah baru setiap tahunnya. Untuk sebagian orang biasanya memulai dengan sesuatu yang besar orang, yang menjadi masalah adalah sederhana, misalnya sebuah jamban cemplung dan kemiskinan. Anda hanya dapat membangun kemudian berganti menjadi jamban dengan tangki sebuah rumah apabila anda memiliki tabungan septik. Di kawasan perkotaan, situasinya lebih yang memadai atau dapat meminjam dari keluarga sulit karena lebih terbatasnya ruang. Penduduk atau teman-teman. Hanya sedikit orang yang dapat termiskin pada awalnya paling tidak akan terus memperoleh pinjaman dari bank. Untuk itu anda menggunakan toilet umum. Dalam jangka lebih perlu pekerjaan tetap, yang hanya dimiliki oleh panjang kita perlu mencari cara untuk menyediakan seperempat dari kita. sistem saluran air limbah umum sehingga semakin banyak orang dapat mengaksesnya. Seperti Saya pun tak yakin memerlukan pinjaman halnya pasokan air, peningkatan tidak akan bank terjadi tanpa keterlibatan masyarakat. Orang Ya, tidak banyak orang ingin mengambil pinjaman jangka panjang. Namun jika kita bisa mendapatkan

32

Laporan Pencapaian MDGs 2007/2008  

Laporan pencapaian MGDs Indonesia

Advertisement