Page 38

TUJUAN 7: Memastikan kelestarian lingkungan Memastikan kelestarian lingkungan Pembangunan di Indonesia telah banyak mengorbankan lingkungan alam. Kita menebang pohon, merusak lahan, membanjiri sungai-sungai dan jalur air serta atmosfer dengan lebih banyak polutan. Tujuan MDGs ketujuh adalah untuk menghalangi kerusakan ini. Pertama, tujuan ini menelaah seberapa besar wilayah kita yang tertutup oleh pohon. Ini penting bagi Indonesia karena kita memiliki sejumlah hutan yang paling kaya dan paling beragam di dunia. Namun tidak untuk jangka waktu yang terlalu lama lagi. Selama periode 1997 hingga 2000, kita kehilangan 3,5 juta hektar hutan per tahun25, atau seluas propinsi Kalimantan Selatan.

Mengherankan bahwa masih ada hutan yang tersisa

Tidak terlalu buruk, karena dua pertiga wilayah Indonesia adalah hutan

Akan demikian halnya apabila kawasan tersebut benar-benar kawasan hutan. Citra satelit Memang. Namun demikian, menurut Departemen menunjukkan bahwa pada 2005, sepertiga dari Kehutanan, kita memiliki 127 juta hektar “kawasan ”kawasan hutan” tersebut hanya memiliki sedikit hutan”, yaitu sekitar dua pertiga luas wilayah kita. populasi pohon. Wilayah yang sebenarnya berhutan Kawasan ini dibagi menjadi berbagai kategori hanyalah sekitar 94 juta hektar, atau sekitar 50% dengan tingkat perlindungan yang berbeda, seperti wilayah Indonesia. Mencermati Gambar 7.1, anda yang terlihat pada Gambar 7.126. akan melihat hanya tersisa sedikit pohon dalam Kawasan yang paling terlindungi adalah ”kawasan dua perlima area hutan produksi. Sebaliknya, citra konservasi” dan ”hutan lindung”. Kawasan dengan satelit juga menunjukkan bahwa sebagian dari tingkat perlindungan lebih rendah adalah dua lahan yang tidak diperuntukkan sebagai hutan jenis ”hutan produksi” yang digunakan untuk pada kenyataannya adalah hutan. mendapatkan kayu atau hasil hutan lainnya - namun Cukup serius. Apa yang terjadi dengan dengan keharusan penanaman kembali. Yang paling pepohonan yang tersisa? rentan adalah kawasan yang digolongkan “hutan Salah satu masalah utama adalah penebangan konversi”, yang sesuai namanya bisa digunakan liar. Kayu sangat berharga sehingga banyak untuk tujuan-tujuan lain. perusahaan siap mencurinya, kadang-kadang lewat kolusi dengan pejabat setempat. Kenyataannya, separuh kayu Indonesia diperkirakan dihasilkan

Gambar 7.1 Kategori “Kawasan Hutan” dan Cakupan Hutan yang Sesungguhnya, 2006 Sumber: Departemen Kehutanan, 2006

27

Laporan Pencapaian MDGs 2007/2008  

Laporan pencapaian MGDs Indonesia

Laporan Pencapaian MDGs 2007/2008  

Laporan pencapaian MGDs Indonesia

Advertisement