Page 29

Jadi kita kembali ke kemiskinan lagi?

dari APBN13. Penduduk miskin, khususnya yang Tidak sepenuhnya karena ada satu pengaruh besar tergantung pada layanan publik, akan menderita lain yaitu layanan kesehatan, khususnya program jika investasi untuk puskesmas berikut staf kurang imunisasi. Saat ini kita memang memberikan memadai. Sebuah survei misalnya menemukan imunisasi untuk hampir semua anak-anak di bahwa tingkat ketidakhadiran staf puskesmas republik ini. Namun, belum untuk semuanya. Pada mencapai 40%. Seringkali, karena mereka sedang 14 2005, anak-anak yang menerima imunisasi difteri, berada di tempat praktek pribadi . Kini, cukup batuk rejan dan tipus adalah 88% 11, meskipun tinggi ketergantungan pada pemerintah kapubaten hanya separuh dari mereka yang menerima yang mengalokasikan 4-11% anggaran untuk imunisasi lengkap. Selain itu 82% anak-anak kesehatan. Sekitar 80% dari anggaran tersebut 15 menerima imunisasi Tubercolosis (TBC), dan 72% digunakan untuk membayar gaji pekerja medis . imunisasi hepatitis. Namun ini harus menjadi satu Padahal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) proses berkesinambungan. Hal yang mencemaskan merekomendasikan bahwa proporsi gaji seharusnya adalah turunnya angka imunisasi terhadap polio hanya 15%. dan campak Jerman (rubella), yaitu dari sekitar Jadi, diperlukan dana yang lebih banyak? 74% beberapa tahun lalu menjadi 70%. Campak juga menjadi kekhawatiran karena angka imunisasi Dana memang membantu. Bukan hanya untuk hanya 72% untuk bayi dan 82% untuk anak hingga upaya penyembuhan, namun juga pencegahan 23 bulan, sementara target pemerintah adalah penyakit. Kematian anak bukan terjadi hanya 90%. Diperkirakan 30.000 anak meninggal setiap pada tahun pertama, namun juga cukup banyak tahun karena komplikasi campak12 dan baru-baru terjadi pada minggu atau bahkan hari-hari ini ada beberapa KLB (kejadian luar biasa) polio pertama kehidupan mereka. Artinya kita harus memperbaiki kualitas layanan kesehatan ibu dimana 303 anak menjadi lumpuh. dan anak, khususnya sepanjang kehamilan dan Mengapa hanya sedikit anak-anak yang segera setelah persalinan. Jika mereka bertahan divaksinasi? hidup selama masa tersebut, risiko terbesar yang Imunisasi tidak hanya tergantung pada para orang mereka hadapi adalah infeksi saluran pernafasan tua untuk memastikan bahwa anak-anak mereka akut dan diare. Keduanya dapat disembuhkan memperoleh vaksinasi, tapi diperlukan sistem jika penanganan dini dilakukan. Namun secara kesehatan yang terkelola dengan baik. Telah keseluruhan kesehatan anak-anak sangat terkait banyak yang dibelanjakan untuk kesehatan, namun dengan kesehatan ibu mereka. Ini membawa kita diperlukan lebih banyak anggaran karena saat ini ke tujuan MDGs selanjutnya. belanja negara untuk kesehatan hanya sekitar 5%

TUJUAN 4: Menurunkan angka kematian anak Target 5: Menurunkan angka kematian balita sebesar dua pertiganya antara 1990 dan 2015 Karena itu, indikator utama tujuan ini adalah angka kematian anak di bawah lima tahun (balita). Target MDGs adalah untuk mengurangi dua pertiga angka tahun 1990. Saat itu, jumlahnya 97 kematian per 1.000 kelahiran hidup. Target saat ini adalah 32 kematian per 1.000 kelahiran hidup. Dengan demikian, Indonesia cukup berhasil. Indikator kedua adalah proporsi anak usia satu tahun yang mendapat imunisasi campak. Angka ini telah meningkat,menjadi 71,6% untuk bayi dan 82,2% untuk anak dibawah 23 bulan pada 2006, namun perlu lebih ditingkatkan lagi.

18

Laporan Pencapaian MDGs 2007/2008  

Laporan pencapaian MGDs Indonesia

Advertisement