Page 19

Lebih mudah tetap pada penggunaan istilah ”miskin”

adalah mengupayakan pertumbuhan ekonomi yang melahirkan banyak peluang kerja dan penghasilan Anda mungkin benar. Namun anda juga perlu kepada penduduk miskin. memikirkan tentang isu-isu lain ketika membahas pengurangan kemiskinan akibat kurangnya Ya, namun apa yang bisa kita lakukan sekarang? penghasilan. Ketika menginginkan generasi muda berpenghasilan lebih baik, anda pun harus Sebenarnya, banyak sekali yang bisa kita lakukan memberikan mereka pendidikan yang lebih baik. untuk memperbaiki berbagai persoalan dengan cepat. Salah satunya ialah terkait dengan makanan. Karena, ada satu ukuran penting MDGs tentang kemiskinan terkait gizi, yaitu apakah masyarakat mengkonsumsi makanan berkecukupan. Jika tidak, mereka tergolong ”kekurangan gizi”.

Tampaknya, kita baik-baik saja. Di Indonesia, biasanya tidak terlihat anak-anak yang kelaparan.

Gambar 1.4 Kekurangan Gizi pada Anak di bawah Lima Tahun Sumber: BPS – Susenas, berbagai tahun

Tetapi, anda juga bisa langsung berpikir tentang penghasilan masyarakat, dimulai dengan lapangan pekerjaan dan upah. Secara keseluruhan, pemerintah perlu mempertimbangkan dan memastikan tumbuhnya ekonomi yang bermanfaat pada daerah dan penduduk termiskin. Pemerintah pun harus memberi perhatian lebih pada kawasan perdesaan karena sekitar dua pertiga dari rumah tangga miskin bekerja di sektor pertanian. Contohnya, membantu petani meningkatkan penghasilan dengan cara beralih ke tanaman berharga jual lebih, atau dengan memperbaiki sistem irigasi dan akses jalan.

Banyak teman saya yang bekerja 12 jam sehari, namun tetap miskin Benar, khususnya mereka yang bekerja sendiri, seperti para petani atau penjual makanan dan pedagang di “sektor informal” yang menampung mayoritas tenaga kerja. Jutaan pekerja masih kesulitan untuk mendapatkan penghasilan yang mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena itu, perlu juga memikirkan cara membantu penduduk paling miskin secara langsung lewat subsidi kesehatan atau pendidikan. Misalnya, pemerintah memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sewaktu menaikkan harga bahan bakar. Saat ini, pemerintah juga sedang merintis skema bantuan tunai bersyarat untuk keluarga miskin agar mampu membayar pengeluaran kesehatan dan pendidikan. Namun, solusi jangka panjang terbaik mengatasi kemiskinan

8

Untungnya tidak. Namun, tidak berarti bahwa semua anak memperoleh asupan makanan yang layak. Dengan asupan makanan yang tepat dan dalam jumlah mencukupi, anak-anak akan mempunyai berat badan pada kisaran yang sama. Jadi ketika menimbang anak, anda dapat memeriksa apakah “berat badannya sesuai usia” atau tidak. Jika lebih rendah, berarti mereka “kekurangan gizi”. Memang ada cara lain mengukur kekurangan gizi, namun ini merupakan cara paling lazim.

Bagaimana mengetahui berapa seharusnya berat badan anak saya? Jika rutin membawa anak anda ke Posyandu, ia bisa ditimbang disana. Untuk mendapatkan gambaran nasional, pada Susenas 2006 dilakukan penimbangan sejumlah anak sebagai sampel. Hasilnya, mencemaskan, karena lebih dari seperempat anak-anak Indonesia kekurangan gizi. Mencermati Gambar 1.4, terlihat bahwa situasi tersebut belum membaik sepanjang beberapa tahun terakhir. Target kedua MDGs adalah mengurangi jumlah anak-anak yang kekurangan gizi hingga separuhnya. Pada 1990, angka kekurangan gizi pada anak-anak sekitar 35,5%, jadi harus ditekan menjadi sekitar 17,8%. Melihat kecenderungan sejak 1990, tampaknya tidak terlalu sulit mencapai target tersebut. Sayangnya, beberapa tahun terakhir sejak 2000, angkanya naik kembali.

Tapi, mengapa lebih banyak anak kekurangan gizi, padahal angka kemiskinan menurun? Memang terasa aneh. Logikanya, ketika orang memiliki lebih banyak uang, seharusnya mereka memiliki makanan yang cukup – apalagi anak-anak

Laporan Pencapaian MDGs 2007/2008  

Laporan pencapaian MGDs Indonesia

Laporan Pencapaian MDGs 2007/2008  

Laporan pencapaian MGDs Indonesia

Advertisement