Page 17

45% 40% 35% 30% 25% 20% 15% 10% 5% Jakarta Bali Kalimantan Selatan Banten Kalimantan Tengah Bangka Belitung Jambi Kepulauan Riau Kalimantan Timur Riau Sulawesi Utara Sumatera Barat Maluku Utara Kalimantan Barat Jawa Barat Sumatera Utara Sulawesi Selatan Indonesia Yogyakarta Sulawesi Barat Sumatera Selatan Jawa Timur Jawa Tengah Sulawesi Tenggara Bengkulu Lampung Sulawesi Tengah Nusa Tenggara Barat Nanggroe Aceh Darussalam Gorontalo Nusa Tenggara Timur Maluku Irian Jaya Barat Papua

0%

Gambar 1.1 Proporsi Masyarakat Miskin berdasarkan Propinsi, 2007 Sumber: BPS- Berita Resmi Statistik, 2007

Bedanya jauh sekali Pada 2007, angka kemiskinan nasional adalah 16,6%, atau terdapat sekitar 37,2 juta penduduk miskin. Berdasarkan angka tersebut, artinya pencapaian MDGs kita tidak mengalami kemajuan berarti. Untuk kemiskinan, target yang dipatok adalah 7,5% berdasarkan separuh angka kemiskinan tahun 1990 yang berjumlah 15,1%. Sebenarnya, kondisi saat ini bahkan lebih parah. Namun, mencermati Gambar 1.2, akan terlihat bahwa situasi yang ada tidak terlalu buruk. Meski angkanya cukup tinggi, namun kecenderungannya menurun. Menyusul krisis moneter pada 1998, terjadi kenaikan tajam angka kemiskinan menjadi 24,2%. Sejak itu, angka kemiskinan terus turun untuk kemudian naik pada 2006, kemungkinan akibat melonjaknya harga-harga bahan makanan dan bahan bakar minyak. Jelas, untuk mencapai target tersebut perlu secepatnya terjadi penurunan angka kemiskinan.

nasional yang dirumuskan oleh BPS didasarkan pada jenis pangan yang dikonsumsi, serta berbagai produk lain yang biasanya dibeli masyarakat. Namun, tentu saja, garis kemiskinan nasional ini mempersulit perbandingannya dengan negara-negara lain.

Buat apa menggunakan garis kemiskinan yang bisa diperbandingkan?

Mungkin saja anda tidak merasa perlu, namun ada saja yang melakukannya. Mereka menggunakan �garis kemiskinan internasional� yang ditetapkan pada angka 1 dollar AS per hari. Pada pertengahan 2007, nilai rata-rata satu dollar setara dengan sekitar Rp. 9.100. Dengan demikian, anda mungkin mengira bahwa garis kemiskinan untuk Indonesia sekitar Rp. 270.000 per bulan. Tetapi di sini, ada dua kerumitan. Pertama, nilai dollar di sebuah negara bisa lebih tinggi dibandingkan nilainya di negara lain. Menyewa rumah, misalnya, lebih murah di Bandung dibandingkan di New York. Selain itu, nilai dollar sendiri berubah dari waktu ke waktu. Tampaknya, hal tersebut bukanlah sesuatu Kedua, dalam kenyataannya, nilai dollar saat ini jauh yang mustahil Ya, tetapi bukan hal yang mudah untuk dilakukan. berkurang dibandingkan nilainya beberapa tahun Anda mungkin akan terhibur mengetahui bahwa lalu. Jadi jika anda ingin menggunakan 1 dollar per menggunakan ukuran kemiskinan yang lain, wajah hari sebagai patokan angka kemiskinan, anda perlu Indonesia terlihat lebih baik. Garis kemiskinan mempertimbangkan dua hal tersebut.

6

Laporan Pencapaian MDGs 2007/2008  
Laporan Pencapaian MDGs 2007/2008  

Laporan pencapaian MGDs Indonesia

Advertisement