Page 16

TUJUAN 1: Memberantas kemiskinan dan kelaparan ekstrem Memberantas kemiskinan dan kelaparan ekstrem

Cukup sederhana. Tanyakan saja berapa uang yang dibelanjakan.

Seandainya tidak ada orang miskin, hampir semua masalah kita praktis terselesaikan. Ketika anda punya uang, anda tentu bisa memeriksakan diri ke dokter yang baik. Anda juga bisa memperoleh sambungan jaringan air minum serta makanan berkualitas. Karena itu, tujuan pertama dalam MDGs adalah mengurangi jumlah penduduk miskin.

Benar, namun kita juga harus mengetahui berapa uang yang dibutuhkan. BPS menghitung berapa biaya 32 keperluan dasar, mulai dari pakaian, rumah hingga tiket bis. Pada 2006, misalnya, BPS menyimpulkan bahwa untuk bisa membayar semua itu, seseorang memerlukan Rp. 166.697 per bulan. Jika pengeluaran anda kurang dari jumlah tersebut, berarti anda berada di bawah “garis kemiskinan.�

Kedengarannya kita hanya perlu satu tujuan Tujuan pertama ini, memang merupakan tujuan paling penting. Namun, jangan melihatnya sebagai hal yang terpisah dari tujuan MDGs yang lain. Pada dasarnya, semua tujuan berkaitan satu sama lain. Benar bahwa jika anda memiliki uang, anda bisa mendapatkan perawatan kesehatan yang baik. Namun hal sebaliknya, bisa juga terjadi. Jika anda sakit, bisa membuat anda menjadi lebih miskin – anda akan kehilangan waktu kerja atau harus membelanjakan uang untuk obat-obatan. Artinya, perbaikan kesehatan otomatis mengurangi kemiskinan. Demikian pula dengan pendidikan. Anak-anak yang menikmati pendidikan bakal terbantu memperoleh pekerjaan dengan gaji yang lebih baik.

Berapa banyak dari kita yang berada di bawah garis kemiskinan? Untuk mengetahuinya, BPS melakukan survei sosial ekonomi nasional (Susenas) terhadap sampel rumah tangga. Pada 2007, sekitar 37,2 juta penduduk Indonesia berada di bawah garis kemiskinan. Namun itu merupakan jumlah nasional. Situasinya berbedabeda, dari satu daerah ke daerah lain. Hidup di perkotaan, misalnya, umumnya membutuhkan biaya yang lebih tinggi dibandingkan di perdesaan.

Jadi, lebih mungkin menjadi miskin di Jakarta?

Tidak serta-merta demikian. Jika anda tinggal di sebuah kota besar, anda juga punya kemungkinan untuk mendapat penghasilan lebih besar. Untuk Bila demikian, buat apa membahas 2007, sebagai tahun paling akhir yang memiliki kemiskinan? informasi per propinsi, angka kemiskinan untuk Karena ada juga berbagai cara untuk mengatasi Jakarta hanya sekitar 4,6%, namun di Papua kemiskinan secara langsung, misalnya menciptakan angkanya sekitar 40,8%. Selain itu, masih banyak lapangan kerja yang lebih baik, atau menyediakan variasi di setiap propinsi dan kabupaten, seperti jaring pengaman sosial bagi penduduk termiskin. terlihat pada Gambar 1.1 berikut ini. Namun sebelum kita berbicara terlalu jauh, sebaiknya, kita mengetahui jumlah penduduk miskin.

5

Laporan Pencapaian MDGs 2007/2008  

Laporan pencapaian MGDs Indonesia

Advertisement