Page 1

EDISI

10

JUN 2021

WWW. P Q M .CO. I D

PRODUCTIVITY & QUALITY MAGAZINE

Quality Management System (QMS) Di PT Great Giant Pineapple (GGP) Lean Six Sigma Bantu BPJS Kesehatan Capai Target

Pengaruh Adversity Quotient Terhadap Ketahanan Individu Saat Pandemi Learning Management System, Solusi Pembelajaran Bagi Perusahaan

MELESATKAN PERFORMA BISNIS DENGAN PENERAPAN SIX SIGMA


06

MENGAPA ORGANISASI MEMBUTUHKAN SERTIFIKASI SIX SIGMA?

11

QUALITY MANAGEMENT SYSTEM (QMS) DI PT GREAT GIANT PINEAPPLE (GGP)

14

LEAN SIX SIGMA BANTU BPJS KESEHATAN CAPAI TARGET REKRUTMEN KEPESERTAAN

18

PENGARUH ADVERSITY QUOTIENT TERHADAP KETAHANAN INDIVIDU SAAT PANDEMI

24

MENGENAL TUJUAN & CARA MELAKUKAN SERVICE IMPROVEMENT DI ORGANISASI

31

LEARNING MANAGEMENT SYSTEM, SOLUSI PEMBELAJARAN BAGI PERUSAHAAN

JOIN US ON SOCIAL MEDIA

CONTACT PQM CONSULTANTS

WEBSITE WWW.PQM.CO.ID LINKEDIN PQM CONSULTANTS FACEBOOK PQM CONSULTANTS YOUTUBE PQM CONSULTANTS INSTAGRAM @PQMCONSULTANTS TWITTER @PQMCONSULTANTS

PHONE 021 4251887 EMAIL PQMCONS@PQM.CO.ID WHATSAPP 0812 1057 6646 JL. CEMPAKA PUTIH TENGAH 17C NO. 7A JAKARTA PUSAT 10510

SUBSCRIBE TO IMPROVE MAGAZINE https://pqm.co.id/improve


EDISI

DAYA LENTING ITU PENTING! Pandemi yang telah berlangsung lebih dari setahun ini banyak mengubah perilaku kita. Mulai dari cara berinteraksi, berbisnis, hingga cara kita belajar. Selain mengubah perilaku, pandemi yang kita alami tentunya mengguncang banyak sisi di kehidupan kita. Dalam beroganisasi, mungkin saja bisnis yang saat ini sobat improvement geluti sedang berjuang untuk survive. Namun kami percaya bahwa siapa-pun yang memiliki daya lenting (resilience) akan mampu keluar dari situasi ini dengan lebih baik dari sebelumnya. Majalah Improve! hadir kembali dengan beragam inspirasi untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja sobat improvement. Diantaranya adalah bagaimana penerapan Six Sigma membantu dua organisasi meraih benefit sebelum dan bahkan di tengah pandemi. Selamat membaca beragam ulasan, studi kasus dan insight dari berbagai industri yang telah kami pilih untuk menemani hari sobat improvement.

10

JUN 2021

WWW. PQM .CO. I D

PRODUCTIVITY & QUALITY MAGAZINE

Qualitymanagement System (QMS) Di PT Great Giant Pineapple (GGP) Lean Six Sigma Bantu BPJS Kesehatan Capai Target

Pengaruh Adversity Quotient Terhadap Ketahanan Individu Saat Pandemi Learning Management System, Solusi Pembelajaran Bagi Perusahaan

MELESATKAN PERFORMA BISNIS DENGAN PENERAPAN SIX SIGMA

IMPROVE! Contributors PENANGGUNG JAWAB: Wahyu Rahtomo Tri Joko KONTRIBUTOR: Althaf R Thibyan, Wahyu R REDAKSI: Andre, Arief H, Dian Ananda Setiawan, Moh. Isya, Ni Made Hindita, Rifnelly Hanifah, Septa Tiar TATA LETAK Arief H


WFH PRODUKTIF BERSAMA PQM PQM Consultants hadir menemani hari-hari Work From Home (WFH) kamu dengan beragam program Online Training.

5


SIX SIGMA SERIES

MENGAPA ORGANISASI MEMBUTUHKAN SERTIFIKASI SIX SIGMA? WAHYU RAHTOMO & NI MADE HINDITA

S

ix sigma merupakan salah satu pendekatan dalam menyelesaikan masalah sekaligus cara mencapai target yang telah ditetapkan organisasi. Metode ini mulai diperkenalkan Motorola pada tahun 1987. Terminologi populer mengenai Data Analytics menyatakan bahwa Six Sigma adalah salah satu pelopor yang memperkenalkan proses pemecahan masalah berdasarkan data. Implementasi Six Sigma menggunakan konsep dan teknik statistik dalam tahapan metodologi DMAIC. Konsep ini membantu mengukur setiap tahapan operasional secara akurat. Sehingga informasi-informasi yang menjadi output pengukuran dijadikan dasar pengambilan keputusan. Peran Six Sigma dalam Organisasi Untuk mencapai tujuan utama berupa peningkatan kualitas produk dan layanan serta memenangkan kompetisi bisnis, organisasi memerlukan sinergi yang kuat antara aktivitas operasional sehari-hari dan aktivitas pengembangan (improvement). Setiap organisasi harus memahami penerapan efektif dan teknik yang tepat untuk mencapai sinergi yang 6


diinginkan. Sehingga nantinya tindakan improvement pun dapat terwujud sesuai perencanaan. Sertifikasi Six Sigma Internasional bagi Organisasi dan Individu Sumber daya yang berperan menjaga sinergi organisasi patut membekali diri dengan pengetahuan dan kemampuan yang memadai. Pembekalan melalui training dan proses sertifikasi adalah langkah awal yang penting untuk membangun organisasi Sebelum mendapatkan sertifikat, Sobat harus mempunyai pemahaman yang cukup mengenai konsep dan teknik statistik. Pemahaman tersebut dapat diperoleh saat anggota organisasi mengikuti training sebagai Six Sigma Belt Holder. Para kandidat Six Sigma Belt Holder akan melalui proses ujian mencakup konsep-konsep statistik dan implementasinya. Sehingga ketika Sobat mendapatkan predikat Green Belt (GB), Black Belt (BB) atau Master Black Belt (MBB), Sobat sudah mampu menerapkan langkah-langkah dan perangkat Six Sigma untuk mendukung organisasi. Apa Perbedaaan Ketiga Title Belt Holder Six Sigma? Perbedaan antara Green Belt, Black Belt, dan Master Black Belt adalah sebagai berikut: MBB Holder memiliki peran strategis dalam organisasi, yaitu menentukan sasaran organisasi yang akan menjadi prioritas improvement di masa depan serta sebagai konsultan internal di organisasi. BB Holder berperan sebagai project leader dalam programprogram improvement yang telah ditetapkan. Pemahaman tentang konsep dan aspek pendukung sangat penting agar proyek yang dipimpin dapat terlaksana dengan baik. BB Holder harus mampu membimbing anggota tim dan stakeholder project untuk mencapai target proyek yang telah ditentukan.

7


GB Holder berperan membantu project leader menyelesaikan berbagai permasalahan spesifik terkait kualitas. Selain itu, GB Holder juga dapat memimpin proyek-proyek jangka pendek untuk mendukung peningkatan kualitas organisasi. Beberapa tahun lalu, para praktisi bidang quality seperti Dr. Doug Montgomery, Bryan Dodson, John Ramberg dan beberapa praktisi lainnya menyatakan bahwa belum ada standar kriteria baku tentang ahli Six sigma. Hal tersebut melatarbelakangi pembentukan International Quality Federation (IQF) yang membantu organisasi dan komunitas yang tertarik terhadap proses improvement untuk membuat standar baku berupa berbagai tingkatan sertifikasi Six Sigma. Sertifikasi yang dilakukan dengan standar internasional memberikan rasa percaya diri karena pengetahuan yang Sobat miliki sama dengan para Six Sigma Belt Holder lainnya di berbagai penjuru dunia. Bekal ini dapat digunakan untuk mendukung kelancaran proyek-proyek Six Sigma dalam organisasi. Para Six Sigma Belt Holder dapat mengembangkan karier secara maksimal di kancah nasional maupun internasional dengan standar yang menjadi nilai tambah bagi diri sendiri maupun organisasi.

Referensi: https://bit.ly/3xeqaTW

SUBMIT YOUR

THOUGHTS WE RECEIVE ARTICLE FROM YOU. SUBMIT TO REDAKSI@PQM.CO.ID

8


STUDI KASUS PENERAPAN SIX SIGMA DI DUA INDUSTRI RINGKASAN SERIAL WEBINAR SIX SIGMA BERSAMA BPJS KESEHATAN & PT GREAT GIANT PINEAPPLE


QUALITY MANAGEMENT SYSTEM (QMS) DI PT GREAT GIANT PINEAPPLE (GGP)

G

reat Giant Pineapple (GGP) merupakan bagian dari bisnis Gunung Sewu yang berada di Lampung Tengah. Di usia yang belum genap 40 tahun, GGP berhasil menjadi produsen nanas terbesar di dunia sekaligus satu-satunya produsen nanas di Indonesia.

Perusahaan besar ini memiliki kapasitas produksi sekitar 2500 ton nanas segar per hari yang di panen dari kebun sendiri dan langsung didistribusikan ke 60 negara setiap hari. GGP tergabung dalam grup agribisnis dan terintegrasi dengan perusahaanperusahaan di sekitarnya. Keunggulan GGP terletak pada kepemilikan kebun pribadi yang lokasinya hanya berjarak 40-50 km dari perusahaan. Hasil kebun maupun limbah dikirim ke pabrik untuk diolah semaksimal mungkin. GGP menghasilkan limbah nanas mencapai 5.000 m3 dan semuanya dimanfaatkan untuk pakan ternak dan jus konsentrat. Limbah cairnya dibagi menjadi dua, yaitu limbah yang dikirim ke pusat pengolahan 10


biogas untuk dijadikan bahan bakar dan limbah untuk material di pabrik pupuk cair. Sementara itu, limbah yang diolah jadi pakan ternak akan kembali ke kebun dalam bentuk pupuk organik. Quality Management System di Perusahaan GGP

Lean Six Sigma (LSS) diposisikan sebagai wadah improvement di GGP. Program ini memprioritaskan kepedulian terhadap 7 waste. Implementasi Six Sigma berfokus mencapai zero defect meskipun hal tersebut masih sebatas cita-cita. Sebelum menjalankan sistem-sistem lainnya, pondasi pertama yang dibangun GGP adalah 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin). Prinsip sederhana ini diajarkan pada seluruh karyawan di semua level sebelum memahami sistem lainnya. Pada tahun 1986-1990-an, sistem operasional pabrik GGP masih belum mengenal konsep 5R. PQM kemudian berusaha memperkenalkan 5R kepada GGP di tahun 1992. Perkembangan signifikan berlanjut di tahun 1996 saat PQM memperkenalkan Total Quality Management System (TQMS) dan sertifikasi ISO 9001. Di tahun 2004, PQM mencoba melakukan training Six Sigma. Pondasi bisnis yang kokoh mulai digunakan GPP sejak tahun 2005 melalui training Lean Six Sigma dari PQM. Semua peserta training berlomba-lomba membuat proyek meskipun ada pula proyek yang tidak berjalan sesuai rencana. Konsistensi bulan mutu yang dijalankan secara terus-menerus menjadi kunci Quality Management System berlangsung baik di GGP. Struktur manajemen mutu di GGP dipimpin langsung oleh managing directory yang menangani Certified Quality Management System (CQMS) dan Lean Sigma Manager. Masing-masing departemen memiliki Lean Sigma Head/CIT (Continuous Improvement Team). CQMS melakukan audit rutin dan biasanya menemukan masalah untuk dibahas di CIT. Hasil improvement dari CIT dikirimkan kembali ke CQMS untuk dijadikan standar baru dalam proses kerja. Struktur ini menginisiasi terbentuknya kompetisi tahunan di GGP. CIT tidak berdiri sendiri. Semua pihak yang terlibat di perusahaan mempunyai peranan penting dalam mengelola improvement dan mempertanggungjawabkannya hingga ke tingkat direktorat.

Strategi GGP dalam Mengelola Improvement

GGP menjalankan 2 pendekatan, yaitu Partial Improvement dan Integrated Improvement. Partial Improvement memiliki beberapa perangkat, antara lain AKK, SKK & POKA YOKE, Kaizen, dll. Sedangkan Integrated Improvement juga memiliki beberapa perangkat yang terdiri dari BPR dan Six Sigma. Semua improvement

11


harus sesuai dengan target utama yang ditetapkan manajemen, berdasarkan 4 perspektif dari segi pelanggan, internal, pembelajaran dan pertumbuhan, serta finansial. Tim PQM membantu memantau perkembangan improvement sejak tahun 2011. Pada tahun 2020, ada 16.159 saran di GGP yang harus dikelola, 100 Quality Control Circle (QCC) dan 60 proyek Six Sigma. Semua saran tersebut dapat diwujudkan secara lancar dengan hasil yang sangat positif. Manfaat Menjalankan Lean Six Sigma (LSS) Parameter paling mudah untuk mengukur efektivitas LSS adalah COPQ. Jika COPQ kurang dari 1% dari nilai penjualan, berarti perusahaan sudah berada di level 6 atau 3,4 DPMO (termasuk industri kelas dunia). GGP berhasil mencapai COPQ kurang dari 1%, tepatnya di angka 0,26%. Hal tersebut menunjukkan bahwa penerapan LSS membawa perubahan yang signifikan. Tingkat kepuasan karyawan juga meningkat dari 67% menjadi 80%. Peningkatan kepuasan tersebut diidentifikasi melalui angket atau kuesioner yang diberikan kepada pelanggan untuk menilai kepuasan dari segi komunikasi, kualitas produk, delivery, dan penanganan komplain. Ada 1 proyek yang manfaatnya sangat luar biasa, yaitu departemen pembuat kaleng yang menurunkan ketebalan material tutup dari 0,23 menjadi 0,20. Tindakan tersebut membuat sigmanya meningkat dari 3,4 menjadi 4,65 dengan penghematan besar mencapai lebih dari 1,5 miliar rupiah selama periode Januari-Juli 2020. Proyek lainnya yang tak kalah bermanfaat adalah upaya meningkatkan indeks suplai kaleng kosong dari 42 standard keys menjadi 63,12 standard keys dengan penghematan mencapai 425 juta rupiah. Proyek lainnya di bagian pembuatan drum berhasil mewujudkan efisiensi pemakaian listrik. Indeksnya menurun dari 2,66 kwh/pcs menjadi 2,14 kwh/pcs dengan total penghematan sebesar 378 juta rupiah. Manfaat implementasi LSS lainnya adalah perubahan pola pikir karyawan. Jika dulu kualitas performa sebesar 99% sudah dianggap bagus, ternyata angka 99% hanya setara dengan 2,58 dan terbilang rendah. Kini, LSS meningkatkan keterlibatan semua karyawan, dukungan dari manajemen, serta apresiasi yang memadai. LSS bukan sekadar perangkat, tetapi merupakan filosofi yang dapat mengubah pola pikir karyawan menuju kinerja bisnis dan perilaku lebih baik. (AD)

12


4 KEUNGGULAN Online TRAINING PQM CONSULTANTS

INTERACTIVE LECTURE

VIDEO Learning

Seluruh online training yang kami selenggarakan, dibawakan oleh professional yang sudah berpengalaman di bidangnya.

Untuk mempermudah peserta memahami materi, kami lengkapi online training dengan beragam video pembelajaran.

LIVE Q&A AND DISCUSSION

Interactive Quiz

Kelas online yang kami sediakan membuka kesempatan seluas-luasnya bagi Anda untuk berdiskusi!

Ikut online training membosankan? Anda harus coba kegiatan interaktif yang kami miliki untuk tahu bedanya!

*** Pelajari Lebih Lanjut: pqmcons@pqm.co.id | 021 4251887 | 0811 152 6646 13


LEAN SIX SIGMA BANTU BPJS KESEHATAN CAPAI TARGET REKRUTMEN KEPESERTAAN

J

aminan kesehatan nasional adalah program strategis nasional yang diharapkan mampu melindungi masyarakat dari segi kestabilan finansial. Proteksi tersebut juga berkaitan dengan metode LSS yang diterapkan pada segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU).

Secara keseluruhan, perusahaan mengelola JKN kepesertaan menjadi 2 yaitu PBI JK dan NON PBI JK. PBI JK adalah singkatan dari Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan. PBI JK adalah masyarakat yang digolongkan dalam kategori miskin dan preminya ditanggung oleh negara berdasarkan APBN. Tantangan besar yang tidak terduga di tahun 2020 disebabkan oleh Pandemi Covid-19. Pandemi membuat banyak perusahaan terpaksa tutup dan melakukan PHK terhadap lebih dari 3.5 juta pekerja. Di sisi lain, pemerintah tetap menargetkan perolehan kepesertaan PBPU sebesar 27 juta jiwa. 14


Beberapa strategi rekrutmen Pekerja Penerima Upah (PPU) di badan usaha pada masa pandemi ini antara lain:

• People: implementasi kepemimpinan, manajerial dan komunikasi yang berbeda saat pandemi dan sebelum pandemi. • Tools: perusahaan mulai memprioritaskan sistem digital, mempermudah layanan pendaftaran, dan menerapkan sistem bekerja dari rumah (Work From Home atau WFH). • Inter institutional relations dan regulation: kolaborasi stakeholder terutama dengan pemerintah dan badan usaha APINDO. • Process: mengganti strategi offline menjadi digital dengan mengandalkan prinsip canvassing, telemarketing, dan lainnya.

Mengapa BPJS Tertarik Menggunakan Metode LSS? Kepuasan badan usaha pengelola BPJS di tahun 2019 hanya 84% dari target 85%. Selisih 1% mengandung makna besar karena dapat menghambat pencapaian kepesertaan. PQM mencoba mengimplementasikan LSS untuk meningkatkan kapabilitas sekaligus mengurangi proses-proses yang tidak penting. LSS dipilih sebagai solusi karena Define, Measure, Analyze, Improve, Control (DMAIC) memiliki dampak cukup besar sehingga masalah dapat digali dan disertai validasi data secara terukur untuk menemukan akar masalah. LSS juga menjadi tolak ukur evaluasi pelaksanaan proses bisnis di lapangan yang mendorong perbaikan bisnis secara berkelanjutan. Proses ini terjadi secara berkesinambungan (continuous improvement). Penyusunan improvement rekrutmen badan usaha melalui metode LSS dimulai pada Juli 2020. PQM Consultants dalam hal ini membantu BPJS dalam proses penyusunan rencana improvement dan controlling. Pelaksanaan LSS di kantor cabang mayoritas dilakukan secara online dengan pemeriksaan setiap tahapan oleh PQM secara spesifik. Dalam proyek periode Juli-Desember, tersebut PQM mengawal dan membimbing BPJS secara intens untuk melaksanakan LSS dan melakukan improvement. 15


Identifikasi Masalah BPJS melalui Metode DMAIC Hasil identifikasi DMAIC pada BPJS menemukan ada 4 akar masalah, yaitu: • Masih banyak relationship officer (RO) BPJS yang kemampuan komunikasinya kurang memadai. • Tidak ada infrastruktur penunjang. • Belum ada script untuk telemarketing. Di tahun 2020, peserta BPJS berkurang dari sektor PBPU sebanyak 5,5 juta. Pekerja yang sakit ketika sudah tidak memiliki JKN akan mengalami masalah finansial karena sudah tidak memiliki penjamin. Hal tersebut membuat BPJS memantapkan diri untuk mengembangkan proses rekrutmen khususnya PBPU. • Tidak ada uji pemahaman terhadap regulasi dan pedoman sehingga relationship officer bekerja tanpa standar baku. Karyawan bekerja atas persepsi sendiri atau justru merasa bangga terhadap hal-hal yang sudah dilakukan. Dua hal tersebut justru menghambat produktivitas karena tidak dapat mencapai hasil yang diinginkan. Pemantauan Relationship Officer Sebagai Ujung Tombak BPJS Proses implementasi LSS penting untuk mendukung improvement dari sisi SDM, proses maupun perangkatnya. Proses improvement yang dilakukan berdasarkan hasil identifikasi DMAIC yaitu pembekalan kemampuan komunikasi bagi 800 relationship officer yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Untuk urusan infrastruktur, BPJS berusaha menghadirkan peralatan-peralatan yang memadai untuk mendukung pekerjaan jarak jauh sekaligus menunjang proses telemarketing/telesales. BPJS juga menghadirkan script telemarketing untuk standar panduan pelaksanaan yang dinamakan PANDUAN PELAKSANAAN ROLEPLAY RO (PAPERO). PAPERO Sehingga para relationship officer dapat menjalin komunikasi yang efektif dengan HRD maupun para peserta BPJS. Selain itu, persiapan lainnya yang tak kalah penting adalah ALAT UJI PEMAHAMAN RO (ALIANRO) untuk mengukur kapabilitas RO. Pengujian ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mewujudkan keseragaman standar kemampuan relationship officer. Sehingga para relationship officer mampu mengedukasi badan usaha agar mendaftarkan pekerjanya secara keseluruhan dan membayar premi tepat waktu.

16


Aktivitas relationship officer dipantau secara cermat untuk menguji kompetensi kerjanya, yaitu dengan menghitung intensitas telepon, jumlah telepon yang direspon atau tidak, serta bentuk respon yang diperoleh. Bila permasalahan relationship officer berasal dari SDM-nya, maka BPJS harus mencari solusi yang inovatif untuk meningkatkan kualitas SDM. Proses controlling juga tak kalah penting untuk memantau perbaikan yang telah dilakukan dan menjaga kesuksesan berkelanjutan. Hasil evaluasi tersebut terlihat sejak Agustus 2020 berupa peningkatan jumlah peserta sebanyak 450 ribu dalam waktu 3 bulan rincian sebagai berikut: • Agustus: 37.364.257 • September: 37.447.238 • Oktober: 37.685.184 • November: 37.823.381 Rencana BPJS dalam Melakukan Perbaikan Berkelanjutan BPJS akan terus memantau dan melakukan evaluasi perkembangan bisnis terutama pada perangkat PAPERO dan ALIANRO demi memperkuat kapasitas dan kapabilitas relationship officer. Selain itu, BPJS juga akan mengamati pencapaian peserta badan usaha di masing-masing kantor cabang secara lebih spesifik. Kelanjutan LSS akan diintegrasikan dengan proses kepatuhannya karena rekrutmen masih terus berjalan dan masih ada badan usaha yang belum mendaftar sama sekali atau belum mendaftar secara keseluruhan. Perbaikan berkelanjutan yang dilakukan secara konsisten diharapkan turut mendukung kesejahteraan para pekerja di masa krisis akibat pandemi.(AD)

Lihat Beragam Webinar di

17


PENGARUH ADVERSITY QUOTIENT TERHADAP KETAHANAN INDIVIDU SAAT PANDEMI DIAN ANANDA SETIAWAN

P

andemi Covid-19 yang terjadi sejak awal tahun 2020 telah menyebabkan banyak perubahan dalam hal pola kerja, cara bersosialisasi, gaya hidup, dan metode belajar. Perubahan yang terjadi secara mendadak memaksa semua orang untuk beradaptasi semaksimal mungkin. Setiap orang harus berusaha tetap sehat secara fisik dan mental, tetap memiliki sumber penghasilan, dan mengembangkan diri menjadi individu yang lebih baik. Sebenarnya apa yang membuat Sobat mampu bertahan menghadapi krisis akibat pandemi?

Apakah Sobat masih ingat tentang reaksi dunia maupun diri sendiri di masa awal pandemi? Semua media fokus terhadap pandemi dan membagikan informasi dalam berbagai versi. Hal tersebut menimbulkan rasa takut dan kecemasan serta menimbulkan tindakan reaktif dalam menyikapinya. Perilaku individu dalam menyikapi pandemi dibagi menjadi tiga zona sebagai berikut: 18


Saat Sobat berperilaku reaktif karena rasa takut dan cemas, Sobat sedang berada di fear zone. Dalam zona ini, banyak orang mengalami stres karena merasakan gap antara hal yang ingin dikontrol dengan realita yang justru bertolak belakang. Pandemi berkepanjangan membuat banyak orang mengira bahwa tidak ada jalan keluar dari situasi tersebut. Bagaimana cara keluar dari fear zone?

Ada satu kata yang sering dibahas selama pandemi, yaitu RESILIENCE (daya lenting atau ketahanan). Amit Sood menyatakan bahwa resiliensi adalah “the ability to withstand adversity and bounce back and grow despite life’s downturns”. Kemampuan bertahan, bangkit dan tumbuh tersebut akan membawa Sobat melewati fear zone dan memasuki learning zone dan growth zone. Namun, resiliensi bukanlah suatu keadaan saat seseorang yang mengalami kesulitan akan langsung bangkit lagi ibarat bermain trampolin. Resiliensi dapat dianalogikan sebagai seseorang yang sedang berjuang mendaki gunung di medan yang sangat sulit. Resiliensi membutuhkan waktu, kekuatan, dan dukungan dari orang-orang terdekat. Pada dasarnya, setiap manusia memiliki kemampuan ketahanan alami atau resiliensi. Kendati demikian, resiliensi setiap individu berbeda-beda dan bersifat unik. Tingkat ketangguhan setiap manusia berbeda satu dengan yang lain. Perbedaan ketahanan tersebut didefinisikan sebagai Adversity Quotient. 19


Istilah Adversity Quotient (AQ) dicetuskan oleh Paul G. Stoltz untuk menjembatani kecerdasan intelektual (Intelligence Quotient atau IQ) dan kecerdasan emosional (Emotional Quotient atau EQ). Orang-orang yang memiliki AQ tinggi mampu bertahan dalam menghadapi dan mengatasi kesulitan serta dapat mengubah hambatan menjadi peluang. Menurut Stoltz, IQ dan EQ tinggi akan sia-sia bila tidak dibarengi dengan daya juang dan kemampuan merespon kesulitan dari dalam diri. Stoltz mengelompokkan individu menjadi 3 tipe, yaitu: Quitter, Camper dan Climber. Penggunaan istilah tersebut terinspirasi dari para pendaki gunung ketika hendak menaklukkan puncak Everest. Quitter – Tipe ini memilih keluar, mundur, dan berhenti apabila menghadapi kesulitan. Orang dengan karakter quitter mudah menyerah dan berputus asa bahkan sebelum proses pendakian itu dimulai. Biasanya orang dengan kecerdasan AQ ini akan banyak kehilangan kesempatan berharga dalam hidupnya. Camper – Tipe ini puas dengan hal-hal yang telah dicapai dan tidak berinisiatif mengembangkan diri lebih jauh. Setelah melangkah dan menanggapi tantangan, tetapi setelah orang berkarakter camper akan berhenti saat mencapai tahap tertentu meskipun masih ada kesempatan untuk berkembang lebih baik lagi. Climber – Tipe ini adalah si pendaki yang terus berjuang sepanjang hidupnya tanpa mempedulikan seberapa besar kesulitan yang dihadapi. Climber tidak dikendalikan lingkungan, melainkan berusaha memberi pengaruh pada lingkungannya. Orang-orang berkarakter climber menganggap kesulitan sebagai peluang untuk maju dan berkembang. Itulah sebabnya climber siap menghadapi berbagai rintangan dan menyukai tantangan menuju perubahan positif. 20


Orang-orang dengan tipe climber mampu bertahan menghadapi kesulitan. Sebab mereka tidak menyerah dan hidup dalam fear zone seperti seorang quitter. Mereka juga tidak berusaha sekadarnya seperti seorang camper. Melainkan mereka mencoba memasuki learning zone dengan mendaki lebih tinggi dan memberi pengaruh baik bagi lingkungan. Hingga akhirnya mereka terus bertumbuh dan menemukan cara baru untuk lebih produktif. Dengan kata lain, mereka berhasil memasuki growth zone. Bagaimana caranya agar Sobat bisa menjadi seorang climber? Mari simak 4 dimensi pokok AQ: Control: kemampuan seseorang mengendalikan kesulitan yang dihadapi. Seorang climber tahu bahwa dirinya memegang kendali atas kehidupannya sendiri, terutama bila ingin mencapai keberhasilan dan keluar dari fear zone. Seseorang yang tidak memiliki kendali atas dirinya sendiri biasanya cenderung mudah menyerah. Origin dan Ownership: Origin adalah kemampuan seseorang mengidentifikasi sumber kesulitan yang berasal dari diri sendiri atau lingkungan. Rasa bersalah yang terlalu besar akan menyebabkan diri sendiri merasa tak berdaya. Ownership adalah kemampuan seseorang dalam mengakui adanya kesulitan dan turut bertanggung jawab mengatasi kesulitan dan kegagalan tersebut. Reach: tolak ukur yang menentukan sejauh mana kesulitan yang dialami mempengaruhi aspek kehidupan Sobat. Sobat harus bisa membuat batasan agar jangkauan kesulitan tersebut tidak meluas. Karena jangkauan kesulitan yang semakin luas membuat Sobat kesulitan melangkah maju. Endurance: daya tahan yang dimiliki seseorang terkait dengan harapan dan sikap optimis untuk mencari jalan keluar terbaik.

21


Tak ada yang tahu persis kapan pandemi benar-benar berakhir. Penemuan vaksin menjadi titik terang dalam menyambut era new normal. Namun, kemunculan berbagai virus Covid-19 tipe baru membuat cahaya harapan seakan kembali menjauh. Jangan biarkan cahaya tersebut hilang begitu saja. Cahaya itu akan tetap ada selama kita terus berusaha mendaki. Pilihan memang kembali pada diri masing-masing, seberapa jauh Sobat mau mendaki?

Pendemi dan WFH Bikin Stress? Asah Daya Lenting (Resilience) Kamu Supaya Bisa Memenangi Situasi Ini! Pelatihan ini ditujukan bagi Anda, para profesional yang ingin menumbuh-kembangkan daya lenting (resilience) saat menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan hidup, baik di dalam lingkup pekerjaan maupun aspek hidup lainnya. Online Training

People Resilience Tanggal Platform Harga Trainer

: : : :

12 Agustus 2021 via Zoom Rp. 990.000,Dian Ananda Setiawan

Informasi & Pendaftaran

events@pqm.co.id 0811 152 6646 events.pqm.co.id

22


PQM Consultants Online Training Series

Achieving Zero Breakdown with

Total Productive Maintenance Pelatihan ini kami desain agar anda dapat menerapkan TPM dengan tepat serta meningkatkan efektivitas dan produktivitas secara menyeluruh (total efficiency) dengan menghilangkan berbagai jenis kerugian (losses) untuk mencapai Zero Accident, Zero Breakdown, Zero Crisis (Chronic Losses) dan Zero Defect. Pelatihan ini akan dipandu oleh instruktur yang telah berhasil membantu perusahaan di Indonesia meraih penghargaan prestisius TPM Award dari JIPM (Japan Institute of Plant Maintenance).

Tanggal Platform Harga Trainer

: : : :

21-22 Jul 2021 via Zoom Rp. 1.650.000,Miky Nurhariadi

Daftar Segera Di Sini

events@pqm.co.id 0811 152 6646 events.pqm.co.id

Scan QR Code untuk dapatkan silabus lengkapnya. https://events.pqm.co.id


MENGENAL TUJUAN DAN CARA MELAKUKAN SERVICE IMPROVEMENT DI ORGANISASI ALTHAF R TIBYAN

S

ervice improvement (peningkatan pelayanan) merupakan salah satu hal penting bagi organisasi. Itulah sebabnya service improvement senantiasa menjadi topik pembahasan yang menarik terkait dengan dunia bisnis. Mari kenali seluk-beluknya lebih dalam agar Sobat dapat menerapkannya secara efektif di organisasi. Apa yang dimaksud dengan Service Improvement? Service improvement adalah sebuah metode untuk mengidentifikasi dan melakukan perbaikan dalam proses penyajian layanan kepada pelanggan sehingga pelayanan tersebut menjadi lebih baik. Metode tersebut dilanjutkan dengan melakukan pengukuran objektif terkait hasil yang diperoleh dari upaya perbaikan tersebut dalam kurun waktu tertentu. Salah satu cikal bakal service improvement berasal dari filosofi terkait kualitas yang dianut W. Edwards Deming, seorang pakar yang berjasa mendukung kebangkitan industri Jepang pasca Perang Dunia II. Menurut 24


Deming, tiga prinsip utama pelayanan yang saling berkaitan satu sama lain, yaitu: • Kepuasan pelanggan. • Pengelolaan organisasi/perusahaan berdasarkan data/fakta. • Penghargaan bagi karyawan. Aspek Sumber Daya Manusia (SDM) dalam organisasi memang memegang peran penting dalam proses improvement, terutama dalam hal penyajian layanan prima sehingga dapat menciptakan kepuasan pelanggan. Di samping itu, peran organisasi juga tak kalah penting dalam hal memberikan apresiasi kepada karyawan. Sehingga kondisi lingkungan kerja yang harmonis dan dinamis di internal perusahaan dapat diwujudkan. Kondisi tersebut penting untuk membangun semangat dan meningkatkan tanggung jawab pribadi para karyawan dalam memberikan layanan yang berkualitas kepada para pelanggan. Tujuan, Metode, dan Aktivitas Service Improvement Implementasi service improvement di perusahaan harus memperhatikan 3 elemen penting berikut ini: Tujuan: Mendorong seluruh karyawan di organisasi agar senantiasa fokus pada upaya peningkatan kualitas layanan kepada pelanggan. Peningkatan kualitas layanan harus dilakukan secara konsisten dengan penuh semangat. Metode: Organisasi patut menyajikan layanan yang dapat memenuhi atau melebihi kebutuhan pelanggan (baik eksternal maupun internal) secara berkelanjutan. Beberapa metode service improvement yang biasa diterapkan organisasi yaitu: • Siklus Plan Do Check Act (PDCA): memperbaiki layanan dengan menyelesaikan masalah menggunakan empat langkah secara berulang sehingga menjadi sebuah siklus yang menghasilkan output positif. • Problem Solving: memperbaiki layanan dengan berbagai alat seperti chart dan diagram, contohnya Pareto chart atau Fishbone Diagram. • Benchmarking: memperbaiki layanan melalui perbandingan performa dengan organisasi lain yang dikenal terbaik di kelasnya, contohnya 25


Aspek Sumber Daya Manusia (SDM) dalam organisasi memegang peran penting dalam proses improvement, terutama dalam hal penyajian layanan prima untuk dapat menciptakan kepuasan pelanggan.

Singapore Airlines untuk industri penerbangan, FedEx untuk kualitas pengiriman, Amazon untuk pengalaman belanja terbaik, dan lainnya. • Six Sigma: memperbaiki layanan dengan berfokus pada peningkatan kualitas (mengurangi pemborosan) untuk menghasilkan layanan yang lebih baik dan lebih cepat dengan biaya terjangkau. • Lean Service: memperbaiki layanan dengan berfokus pada proses yang lebih efisien. Aktivitas: Service Improvement harus dilakukan secara berkesinambungan oleh seluruh karyawan di semua lini perusahaan. Pelaksanaannya membutuhkan pemahaman dan komitmen penuh sehingga visi atau misi organisasi dapat direalisasikan. Hal ini bisa diwujudkan bila mendapatkan dukungan penuh dari manajemen perusahaan. Contoh Konkret Realisasi Service Improvement Ron Kaufman, Global Guru #1 di bidang layanan pernah membahas tentang berbagai cara merealisasikan service improvement di organisasi pada buku karangannya yang bertajuk Uplifting Service. Beberapa contoh aktivitas service improvement yang dapat dijadikan referensi bagi organisasi adalah sebagai berikut: 26


Problem-solving Workshops: workshop yang diadakan khusus untuk membahas dan mengatasi isu-isu terkait layanan sehari-hari di organisasi. Cross-functional teams: melibatkan peserta dari berbagai tim lintas unit atau divisi terkadang dapat memberikan pemahaman yang lebih baik karena memunculkan perspektif serta semangat yang berbeda. Job Rotations: merasakan apa yang dirasakan orang lain (misalnya dari sudut pandang pelanggan) akan melahirkan empati serta pola pikir yang berbeda. Hal ini dapat dimanfaatkan untuk melakukan perbaikan layanan. Service Improvement Contest: tantangan akan menumbuhkan motivasi seseorang untuk berkompetisi dan menjadi pemenang. Organisasi dapat membuat kontes yang memacu semangat tim untuk berlomba memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan. Sharing best practices: berbagi tentang cara memberikan layanan terbaik kepada pelanggan dapat dijadikan pedoman yang memotivasi dan menginspirasi karyawan lain untuk melakukan hal serupa. Applying new technology: memanfaatkan teknologi terbaik di organisasi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

Ulasan kali ini pasti menginspirasi sobat untuk mencoba metode maupun aktivitas yang sesuai dengan budaya layanan serta kondisi di organisasi. Lakukan service improvement dengan cara baru yang menarik, menantang, dan menyenangkan. Jangan lupa untuk tetap memantau pelaksanaannya, melakukan proses perbaikan berkelanjutan, dan memastikan setiap karyawan berpartisipasi secara aktif.

27


Mari memulai proses service improvement di organisasi dengan memberikan edukasi layanan kepada seluruh karyawan. Sehingga tim penyaji layanan yang kuat, bersemangat dan konsisten akan terbentuk secara bertahap. Semangat perbaikan tersebut sejalan dengan kutipan yang pernah diungkapkan Henry Ford:

The only thing worse than training your employees and having them leave is not training them and having them stay.

Improvement through People PQM Consultants is a consulting, training, and research institution specializing in productivity and quality improvement through people. Founded in 1987, PQM Consultants has been working together with our clients from various industries in aligning their people and processes to compete through high speed, excellent quality and low cost. We are committed to serve our clients with integrity, honesty and openness.

Our Area of Expertise PRODUCTIVITY & QUALITY • Lean Management • Total Productive Maintenance • Total Quality Management HUMAN CAPITAL DEVELOPMENT • Competency-based HR System & Skills • Learning & Training Management • Organizational Change & Transformation Management • Leadership Development SERVICE EXCELLENCE • Service System & Strategy • Service Measurement & Analysis

Learn More

www.pqm.co.id/area-of-expertise/programs

28


PQM Consultants Online Training Series

Service Excellence In Digital Era Untuk mengimbangi saluran layanan yang bergeser ke arah digital, maka kemampuan atau kapabilitas dari front-line staff sudah sepatutnya menyesuaikan dengan perkembangan teknologi, contohnya dari saluran tatap muka dan komunikasi via telpon, menjadi media online, real-time chat, hingga layanan self service. Workshop Service Excellence Skills di Era Digital ini kami hadirkan untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan menyajikan informasi, tips dan trik terkini yang praktis dan relevan serta dapat langsung diimplementasikan di tempat kerja atau bisnis perusahaan Anda.

Tanggal Platform Harga Trainer

: : : :

21-22 Jul 2021 via Zoom Rp. 1.650.000,Althaf R Tibyan

Daftar Segera Di Sini

events@pqm.co.id 0811 152 6646 events.pqm.co.id

Scan QR Code untuk dapatkan silabus lengkapnya. https://events.pqm.co.id


Elevate Your Career APICS: Giving you the skills and support to blaze a better path for your business or your career. Better supply chain management starts and ends with people. Supply chain professionals choose APICS for the education and networking opportunities needed to accelerate professional development and achieve higher level of performance.

Choose The Right Program For You APICS Online Training APICS CSCP Certified in Supply Chain Professional

APICS CPIM Part 1 & 2 Certified in Planning & Inventory Management

APICS CLTD Certified in Logistics, Transportation & Distribution

Demonstrate knowledge of the essential technology, concepts and strategies in today’s extended supply chain. The APICS CSCP Certification arms you with end-to-end supply chain knowledge to help you and your business remain competitive in today’s economy.

Show comprehension of your organization’s operations through a deep understanding of materials management, master scheduling, forecasting, production planning and how it applies across the extended supply chain.

Prove an in-depth understanding of how to streamline logistics, transportation and distribution including order management, distribution inventory management and warehouse management.

Contact Us for APICS Training Details

www.pqm.co.id/apics events@pqm.co.id

0812 1057 6646 021 425 1887

PQM Consultants is the Authorized Channel Partner in Indonesia since 2010. We have helped hundreds of professionals to excellerate their career in supply chain management through APICS Certifiction Program.


LEARNING MANAGEMENT SYSTEM, SOLUSI PEMBELAJARAN BAGI PERUSAHAAN MOHAMMAD ISYA

P

engembangan wawasan dan kemampuan karyawan merupakan hal mutlak yang mesti dilakukan perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan bisnis. Karena perkembangan bisnis tak lepas dari peningkatan kualitas SDM yang dimiliki perusahaan. Ada berbagai cara yang dapat dilakukan, mulai dari mengadakan training, melakukan knowledge sharing, hingga menyediakan platform yang mendukung proses belajar karyawan.

Learning Management System (LMS) Solusi Bagi Perusahaan Kondisi pandemi yang belum usai turut mengubah segala aspek bisnis, Mulai dari proses kerja, koordinasi antar karyawan, serta pengadaan sarana belajar untuk karyawan. Untungnya, kecanggihan teknologi menghadirkan solusi berupa Learning Management System (LMS). LMS bukanlah perangkat baru di dunia bisnis. Kini, sudah banyak platform dan provider penyedia aplikasi LMS yang menawarkan beragam keunggulan dan kemudahan untuk memaksimalkan proses belajar karyawan. Di masa pandemi, implementasi LMS semakin dibutuhkan karena proses belajar karyawan tidak mungkin selalu dilakukan secara tatap muka, me-

31


lainkan harus beralih ke sistem online. Pemanfaatan LMS juga memberikan fleksibilitas waktu kepada karyawan untuk mengakses dan memulai pembelajaran di mana saja dan kapan saja. Ada tiga elemen penting yang harus dipenuhi menurut prinsip knowledge management yaitu people (manusia), process (proses), dan technology (teknologi). Ketiga elemen tersebut saling melengkapi satu sama lain dan tidak dapat berjalan sendiri. Kehadiran platform LMS merupakan bagian dari elemen teknologi yang mendukung dua elemen lainnya. LMS, adalah perangkat lunak (software) yang memiliki cakupan fungsi sebagai berikut: • Mengumpulkan pengetahuan agar lebih terstruktur dan dapat digunakan kembali oleh perusahaan sesuai dengan kebutuhan. • Mengidentifikasi tingkat pengetahuan seseorang dalam organisasi dan membantu karyawan agar memiliki tingkat pengetahuan yang sama sesuai dengan kebutuhan organisasi. • Menyusun dan menyebarkan pengetahuan dari sumber-sumber eksternal. Sebagai sebuah platform, LMS juga memerlukan konten berupa pengetahuan internal maupun eksternal organisasi. Pengetahuan tersebut harus mudah diakses dan selalu diperbarui oleh organisasi. Sebagai teknologi yang masih terus berkembang, LMS tentu memiliki keterbatasan sehingga mendapatkan penilaian yang beragam dari organisasi dan masyarakat. Ada yang merasa fitur atau fungsi LMS sudah mencukupi kebutuhan tetapi ada pula yang merasa LMS hanya menjalankan fungsi satu arah dalam proses pembelajaran dan knowledge management. Hingga saat ini, LMS terus diperbaiki melalui penambahan berbagai fitur seperti library management, discussion forum, dan video conferencing. Bahkan, beberapa provider pembuat LMS telah berhasil melakukan kustomisasi fitur LMS sesuai kebutuhan perusahaan dan menyertakan berbagai teknologi digital sep32


erti virtual reality (VR), augmented reality (AR), dan 360 degree virtual learning tour. Implementasi LMS di PT Rekayasa Industri (Rekind) PT Rekayasa Industri (Rekind) adalah perusahaan jasa yang bergerak di bidang rancang bangun industri atau yang lebih dikenal dengan istilah Engineering, Procurement, Construction, dan Commissioning (EPCC). Hingga saat ini, Rekind telah menyelesaikan berbagai proyek industri berskala besar seperti pabrik pupuk, pabrik kimia dan petrokimia, pabrik biofuel, proyek minyak dan migas, serta proyek pembangkit listrik dan infrastruktur di Indonesia hingga negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei Darussalam. Untuk meningkatkan kemampuan SDM, Rekind menggunakan LMS sebagai platform yang membantu proses pembelajaran internal. Penggunaan platform tersebut diharapkan dapat mempermudah karyawan untuk mengakses modul teknis dan materi pembelajaran yang disediakan, khususnya selama Rekind masih menerapkan kebijakan bekerja dari rumah (Work From Home atau WFH) dan bekerja dari kantor (Work From Office atau WFO) secara bergantian bagi seluruh karyawannya. Marsel Halomoan Harahap selaku staf divisi Knowledge & Learning Management Rekind menuturkan bahwa penggunaan LMS di Rekind telah dilakukan sejak tahun 2015. Kala itu, Rekind belum menggunakan platform LMS sama sekali. Implementasi LMS Moodle dilakukan sebagai media pelatihan dan pembelajaran internal di perusahaan tersebut. Manfaat LMS semakin terasa ketika pelatihan karyawan lebih sering dilakukan secara online. Tak hanya sebatas pelatihan, proses pengenalan pekerjaan dan perusahaan kepada karyawan baru juga dapat dilakukan menggunakan LMS. Inovasi ini sangat membantu sebab karyawan baru tidak perlu menunggu proses induksi untuk tetap mendapat informasi lengkap tentang perusahaan melalui LMS. Meskipun penggunaan LMS sangat bermanfaat, Rekind menyadari bahwa tetap ada keterbatasan dari segi fitur, baik dari sisi admin maupun fitur yang dapat digunakan peserta. Kendala tersebut diatasi dengan menggunakan LMS selain Moodle yang bisa memenuhi kebutuhan Rekind.

33


PQM Consultants Membantu Pengembangan SDM Rekind dengan LMS Rekind telah mempercayakan pengembangan modul teknis dan materi pembelajaran bagi karyawannya kepada PQM. Kerja sama tersebut diwujudkan dalam bentuk penyediaan materi dengan topik Leadership Academy. Tak hanya sebatas materi biasa, topik tersebut diharapkan dapat menjadi latihan untuk meningkatkan pemahaman peserta training. LMS juga sangat membantu Rekind dan PQM melaksanakan training online secara maksimal sehingga pelatihan yang terdiri dari banyak batch bisa diikuti dengan lancar oleh para peserta. Kendala yang dihadapi hanya seputar ketidaktahuan peserta tentang beberapa fitur LMS dan hal tersebut bisa diatasi melalui upaya sosialisasi. Manfaat LMS untuk pengembangan SDM Rekind LMS telah memberikan banyak manfaat bagi Rekind maupun perusahaan lain yang mencoba melakukan pengembangan SDM dengan cara baru. Kondisi pandemi yang membuat mayoritas aktivitas perusahaan dilakukan secara online turut meningkatkan kebutuhan dan ekspektasi perusahaan terhadap LMS. Sehingga banyak provider LMS membuat platform dengan fitur yang tidak hanya bersifat umum, tetapi juga bisa dikustomisasi sesuai proses bisnis perusahaan. Berdasarkan pengalaman Rekind sebagai klien PQM Consultants, beberapa manfaat LMS untuk mendukung pengembangan SDM adalah sebagai berikut: • Media alternatif pembelajaran secara online karena intensitas pembelajaran tatap muka (offline) sedang berkurang. • Materi pembelajaran dan modul teknis dapat didokumentasikan secara lengkap dan praktis untuk diakses kembali. Selain itu, materi

34


• • • • •

yang sudah ada di LMS juga mudah diperbarui. Beberapa LMS menyediakan fitur interaksi online dan group discussion. Fitur-fitur tersebut mempermudah diskusi karyawan terkait materi pembelajaran dan latihan yang diberikan. Karyawan dapat belajar secara mandiri dan efisien tanpa terhambat oleh keterbatasan waktu. LMS lebih hemat biaya dibandingkan pelatihan tatap muka. Penggunaan teknologi yang canggih seperti VR, AR dan lainnya dalam LMS membuat materi pembelajaran semakin menarik dan tidak membosankan. LMS juga membantu Rekind mengumpulkan dan menganalisis data lebih cepat, mulai dari data hasil selama pelatihan berlangsung, jumlah karyawan yang aktif mengikuti training, dan data hasil setelah mengikuti training.

Implementasi LMS yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dapat mendukung pengembangan SDM secara maksimal tanpa terganggu pandemi. Bila kualitas SDM perusahaan kian meningkat, maka proses bisnis akan berlangsung secara efektif dan perusahaan pun mampu melakukan mitigasi risiko secara lebih akurat.

KEMBALI

WORK FROM HOME (WFH) SELAMA WFH, PQM CONSULTANTS SIAP MEMBEKALI PENGEMBANGAN DIRI SOBAT IMPROVEMENT MELALUI BERAGAM PROGRAM ONLINE TRAINING MENARIK!

• IN-HOUSE TRAINING • PUBLIC TRAINING HUBUNGI Email Telp WA

35

KAMI: : pqmcons@pqm.co.id : 021 4251887 : 0812 1057 6646


5 APLIKASI PINTAR UNTUK PANTAU AKTIVITAS OLAHRAGA ANDRE

P

andemi Covid-19 membuat masyarakat semakin peduli terhadap kondisi kesehatan diri sendiri. Apalagi kini sobat dapat menjaga kesehatan secara mudah dengan dukungan kecanggihan smartphone. Sobat bisa mengunduh dan menggunakan berbagai aplikasi kesehatan gratis dari smartphone Android maupun iOS. Ulasan berikut ini akan membahas tentang 5 rekomendasi aplikasi kesehatan yang bermanfaat untuk mendukung kesehatan Sobat: Samsung Health Samsung Health ternyata tidak cuma diperuntukkan bagi pengguna smartphone Samsung saja, melainkan dapat digunakan semua merek smartphone. Aplikasi ini dapat mencatat dan menganalisis aktivitas sehari-hari, misalnya menghitung langkah kaki, kalori makanan yang Sobat konsumsi, dan durasi tidur. Selain itu, Sobat juga bisa mengukur tekanan darah, detak jantung, dan tingkat stres. Aplikasi Samsung Health dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung gaya hidup sehat.

36


Ada - Check Your Health Dukungan Artificial Intelligence (AI) pada aplikasi Ada – Check Your Health mampu mendeteksi berbagai gejala, kondisi medis, dan kategori penyakit sehingga diagnosisnya lebih akurat. Aplikasi ini memiliki fitur unik bersifat interaktif yang dapat memfasilitasi konsultasi secara langsung terkait gejalagejala penyakit yang sedang Sobat rasakan. Saat menggunakan Ada – Check Your Health, Sobat harus menjawab beberapa pertanyaan untuk menganalisis gejala-gejala penyakit yang dialami. Selanjutnya, Sobat akan menerima hipotesis kemungkinan penyakit berdasarkan gejala-gejala tersebut. Lifesum - Diet & Food Diary Aplikasi Lifesum sangat cocok bagi Sobat yang sedang menjalani program diet untuk mengurangi berat badan atau menambah massa otot. Tak hanya itu, Lifesum juga dapat membantu sobat mencapai berat badan yang diinginkan melalui proses penghitungan jumlah kalori yang dikonsumsi setiap hari. Sobat bebas memilih berbagai jenis diet seperti diet rendah karbo, ketogenik protein tinggi, diet paleo, serta berbagai program diet lainnya. Google Fit - Activity Tracker Selain memiliki mesin pencarian internet terpopuler di dunia, Google juga menghadirkan inovasi lainnya berupa aplikasi kesehatan bernama Google Fit. Banyak aktivitas yang bisa dicatat oleh Google Fit, antara jumlah langkah kaki, kecepatan gerak, rute bepergian, bahkan ketinggian. Sobat bisa menetapkan target langkah kaki, waktu, jarak, hingga kalori harian. Google Fit juga unggul karena memuat berbagai tips kesehatan yang menarik dan up to date. MyFitnessPal MyFitnessPal memiliki lebih dari 11 juta data makanan dari seluruh dunia sehingga Sobat bisa menghitung asupan kalori harian secara mudah. Aplikasi ini juga memiliki fitur barcode scanner untuk membaca label makanan yang memuat informasi kandungan gizi. Sobat bisa memanfaatkan MyFitnessPal untuk menyusun rencana mengurangi atau menambah berat badan. Ada lebih dari 350 gerakan olahraga yang dapat dicoba di MyFitnessPal. Sobat juga dapat mencatat aktivitas fisik harian, seperti jumlah langkah kaki, berenang, bersepeda, yoga, pilates, dan lainnya. Kini Sobat tahu kan kalau smartphone bukan hanya dapat dimanfaatkan untuk mengakses media sosial atau bermain game di waktu senggang. Yuk, gunakan smartphone untuk mendukung gaya hidup sehat sehingga Sobat jadi makin aktif dan produktif.

37


Profile for PQM Consultants

Improve! Magazine Ed. 10 - Jun 2021  

Pandemi yang telah berlangsung lebih dari setahun ini banyak mengubah perilaku kita. Mulai dari cara berinteraksi, berbisnis, hingga cara ki...

Improve! Magazine Ed. 10 - Jun 2021  

Pandemi yang telah berlangsung lebih dari setahun ini banyak mengubah perilaku kita. Mulai dari cara berinteraksi, berbisnis, hingga cara ki...

Advertisement

Recommendations could not be loaded

Recommendations could not be loaded

Recommendations could not be loaded

Recommendations could not be loaded