Page 1


ARIE FITRIA Cer das, akt if dan o pt imis. Kesan it ul ah yang t er asa ket ika ber bincang-bincang dengan Ar ie Fit r ia, mahasiswi do kto r at universit Ê Lyo n 2 dan Ec o l e Nat io nal e des t r avaux publ ic s de l ’Etat . Di luar dugaan, wanita ya ng ho bi memasak dan ber o r ganisasi ini tak menghadapi kendal a yang ber art i sel ama menunt ut il mu di per anc is. Sel ain it u, ber pr estasi di dal am kel as t idak menghal anginya unt uk ber so sial isai. Mahasiswi yang mer aih nil ai 17 unt uk so ut enant mÊmoir e nya ini j uga akt if dal am ber bagai kegiatan kebudayaan hingga r el igi. Simak o br o l an Salut ! Dengan bel iau!

Tidak jarang pelajar Indonesia yang bersekolah di Prancis menghadapi masalah komunikasi pada masa-masa awal studi mereka karena kesulitan bahasa, bahkan terkadang masalah ini bisa membuat kita tertekan. Apakah mbak Arie juga menghadapi hal yang sama? Kebetulan sebelum berangkat ke Prancis aku sudah kursus persiapan di CCF selama 6 bulan, setelah itu dapat DELF B2. Jadi Alhamdulillah begitu sampai di sini nggak begitu berat komunikasinya.

Pelajar Asia, terutama wanita, biasanya cenderung pendiam dan pemalu, takut berbicara. Berbeda dengan karakter pelajar Prancis yang cenderung ekspresif dan berani. Mbak mengalami masalah dalam hal karakter semacam itu? Dari awal dosenku selalu mengingatkan “ lupakan dulu kalau kamu orang Indonesia�, hal itu bisa membuat kita merasa jadi bagian dari mereka (pelajar Prancis). Kebetulan aku juga dari Sumatra, orangnya nekad, jadi sampai di sini sudah terbiasa dengan tantangan. Lagi pula kita yang sekolah di sini artinya kita yang jagoan. Mereka kan cuma jago kandang, hehehe...


/RENCONTRE Di luar aktivitas di kampus, kegiatan apa yang mbak Arie lakukan? Aku senang berorganisasi. Selain sempat jadi Sekjen di PPI Prancis, sampai sekarang aku bergabung di EMF (Etudiants Musulmans de France), dan ikut pengajiannya seminggu sekali. Aku juga sempat ikut pameran di KBRI, memamerkan produkproduk dari Lampung. Dan waktu Euro Tour tahun... aku ikut nari... Aku senang mempromosikan budaya Indonesia ke temanteman dari negara lain. Menurutku para pelajar Indonesia terutama yang bersekolah di luar negeri merupakan ujung tombak budaya bangsa. Mempromosikan budaya bangsa juga akan memupuk rasa nasionalime kita. Dengar-dengar mbak Arie sempat pulang ke Indonesia setelah menyelesaikan Master-nya, ya? Seusai S3 nanti ingin kembali lagi atau bekerja di Prancis? Iya. Aku sempat kerja di Pemda provinsi Lampung selama setahun. Setelah itu aku diminta kembali oleh profesorku untuk meneruskan ke jenjang doktorat. Sepertinya nanti aku kembali ke Indonesia. Lebih menarik menerapkan ilmuku di sana

“...par a pel ajar Indo nesia t er utama yang ber seko l ah di luar neger i mer upakan uj ung to mbak budaya bangsa. Mempr o mo sikan budaya bangsa j uga akan memupuk r asa nasio nal ime kita“

Wah, selain pintar mbak Arie juga nasionalis, ya! Ada pesan atau saran yang ingin disampaikan untuk pelajar kita yang ingin sekolah di Prancis, atau bahkan yang sudah ada di sini? Kira-kira apa “modal� yang kita perlukan untuk sekolah di Prancis? Yang pasti nomor satu adalah bahasa, itu adalah adalah alat utama kita bersekolah atau tinggal di sini. Kalau tidak bisa bahasa Prancis paling tidak bisa berbahasa Inggris meskipun tidak banyak orang Prancis yang bisa berbahasa Inggris dengan baik. Yang ke dua adalah keimanan. Nggak perlu takut menghadapi apapun, ini kan buminya Allah, Dia dekat dengan kita kalu kita mendekat. Intinya positive thinking... teks -Isma r ini Indah foto -Ar ie Fi tria

4


PPI BORDEAUX Pert emua n PPI Bo r dea ux kemba l i di l a ng sung ka n pa da ta ng ga l 18 Febr ua r i 2012 bert empat di r uma h sa l a h sat u a ng g ota PPI Bo r dea ux Ebi J una i di da n Desi Nov i ta Sa r i . Bel i a u a da l a h do sen Fa kulta s Eko no mi Uni v er si ta s I ndo nesi a ya ng mempunya i penga l a ma n ya ng sa ngat l ua s. Tent unya t er uta ma da l a m bi da ng eko no mi da n mema sa k, di bukt i ka n denga n hi da nga n ma ka n si a ng ki ta . I ni t ent unya meng o bat i per j ua nga n a ng g ota PPI Bo r dea ux I sma , Ca r o l i na & Br enda n, Mei r i na , Al bert da n Fi r ma n da l a m menempuh per j a l a na n di si a ng ha r i ya ng c er a h.

5


/ ACARA

teks - A. Gunawan foto - Ebi Junaidi

Pada kesempatan kali ini PPI Bordeaux mengundang ilmuwan Indonesia di bidang aerospace engineering yang berkerja untuk PT.Dirgantara Indonesia (PT.DI) untuk berdiskusi tentang kondisi Indonesia terkini khususnya di bidang Dirgantara dan juga kondisi lain secara umum. Pak Bambang, Pak Emvemp, Pak Yunus, Pak NurCholis dan Pak Tauf k merelakan waktu week-end mereka untuk bertemu kami di sela-sela kesibukan sebagai perwakilan engineering dari Indonesia dalam rangka kerja sama uji coba terbang pesawat antara PT DI dengan maskapai penerbangan Thalys.

Bincang-bincang ini lahir dari insprasi yang timbul dari tulisan yang beredar di media sosial tentang pesan yang disampaikan oleh mantan presiden kita, Bapak Prof. B.J Habibie saat kedatangan beliau ke Garuda Indonesia. Artikel tersebut bercerita tentang visi yang dimiliki Pak Habibie dalam membangun industri dirgantara Indonesia, investasi sumber daya manusia yang telah dilakukan dan kehancuran IPTN yang kemudian diikuti oleh “terbang�nya sumber daya manusia IPTN ke berbagai negara karena ketidaktersediaan pekerjaan yang sesuai dengan kapasitasnya.


?

/TIPS Jadikan toko pilihan terakhir kamu Weits, memang agak ekstrim tapi sadarkah kalian kalau kebanyakan dari kita pasti langsung tertuju buat membeli dan pergi ke toko kapanpun kita butuh sesuatu, yang padahal bukan satu-satunya cara untuk mendapat sesuatu. Coba deh tanya diri sendiri , “bisa nggak ketemu yang gratis ?� atau “ada nggak ya kenalan yang mungkin punya dan bisa dipinjam ?�

Buat perencanaan belanja Sepele, tapi kalau kita sudah merencanakan dari awal dan tau apa yang mau kita beli, kita menghemat pengeluaran yang tidak perlu. Selain itu, coba deh do some research, mungkin ada tokotoko yang diskon atau ternyata jual barang yang lebih murah.

Substitusi Terkadang harga barang yang kita mau nggak cocok dengan kondisi dompet kita, coba deh be creative dan cari alternatif lain, cari barang yang kurang lebih mirip dengan harga yg lebih murah.

Beli Kualitas Memang menjadi hemat berarti memilih harga miring, tapi sebenarnya itu berarti spending the best value for your money. Inget temen-temen, kualitas itu sebanding sama kuantitas, dalam segi harga dan segi ketahanan produk. Barang berkualitas dipastikan berfungsi lebih baik dan bertahan lebih lama. Jadi kita ga perlu tuh, buang waktu bolak-balik ke toko gara-gara barang rusak.

Kenali Merek Membandingkan harga itu baik, tapi itu perlu waktu lebih dan kadang kita ga punya waktu lebih. Kalau kita sudah kenal merek-merek yang murah meriah dan kualitas cihui, kita ga perlu lagi deh mikirin kualitas dan boros waktu buat cari-cari dan bandingin barang.

Well, biaya hidup itu tergantung oleh gaya hidup. Semua tergantung dari diri kita sendiri untuk mengatur. Nah, menurut saya ini untungnya menjadi anak perantauan : belajar untuk mengatur pengeluaran kita. Hal yg mungkin kecil tapi bisa berguna buat nantinya. Semoga bermanfaat untuk teman-teman sekalian !

9


/PETITE INFO

KNOWLEDGE SHARING Sebagai pelajar Indonesia, tentunya rekanrekan PPI memiliki semangat yang besar untuk berkontribusi bagi Indonesia, khususnya di bidang akademis. Untuk itu, program knowledge sharing ini dibentuk sebagai mekanisme penyaluran pengetahuan berupa ide-ide kreatif maupun hasil penelitian yang bermanfaat bagi kemajuan bangsa. Knowledge sharing dapat berupa video sederhana maupun tulisan (abstrak jurnal / paper) yang akan dipublikasikan melalui website PPI dan didistribusikan ke media nasional yang relevan. Jika ada diantara teman-teman yang mempunyai penelitian yang oke untuk kita dokumentasikan, punya tulisan yang akademis yang ingin kita publikasikan, bisa langsung menghubungi rekan rekan kita di: Pusat Kajian: Rushenda Rustam (Alsace, mail to: rhendrax@gmail.com), Ari Sentani (Saint-Nazaire, mail to: arsenicuzie@gmail.com)

SUDAH LAPOR DIRI? “Sudah tahu administ r asi di Pr anc is r ibet , ko k masih har us l apo r dir i?�

Lapor diri kepada Atase Pendidikan di KBRI Paris adalah salah satu kewajiban kita sebagai pelajar di Prancis. Jangan protes dulu, sebab baru-baru ini Atase Pendidikan KBRI Paris meluncurkan website atdikparis.org, tempat pelajar yang belum mengisi formulir lapor diri di KBRI bisa melakukan lapor diri secara online. Ini tentu saja memudahkan pelajar yang tinggal jauh dari KBRI untuk meng-update data dirinya.

Manfaat yang dapat diperoleh dari melakukan lapor diri adalah untuk memudahkan hubungan antara pihak KBRI/Atase Pendidikan dengan pelajar, sehingga jika terjadi suatu masalah bisa dibantu pencarian solusinya. Proses ini merupakan satu bentuk pemaksimalan pelayanan KBRI kepada kehidupan pelajar Indonesia. Jadi, jangan lupa lapor diri ya!

10


Salut 01 - Mei 2012  

Buletin Perhimpunan Pelajar Indonesia Prancis

Advertisement