Issuu on Google+

Interaksi BULETIN BULANAN

Edisi 07/ April 2010

PPI Jepang

Campus C

amp us

INFO DARI:

PPI Pusat PPI Daerah


Dari Redaksi

2

REDAKSI PENGARAH Farid Triawan Pemimpin Redaksi Rodiyan Gibran Sentanu

Assalamualaikum Wr.Wb

Kontributor Berita Atus Syahbudin Farid Triawan Mochamad Asri Lubis

Salam Sejahtera Rekan-rekan PPI Jepang Sedikit demi sedikit, perlahan-lahan PPI Jepang mulai bergerak membenahi segala aspek keorganisasiannya, baik itu internal maupun eksternal. Di bulan ke empat tahun 2010 ini, PPI Jepang kembali hadir di tengah rekan-rekan dengan buletin edisi 07 sebagai wujud pelayanan PPI Jepang periode 2009-2010

Editor Rodiyan Gibran Sentanu Pandji Prawisudha Asep Ridwan Designer Deby Mardiansah Email : [pengurus@ppijepang.org] Redaksi menerima pertanyaan, saran, dan kritik dari pembaca. Untuk setiap email yang masuk mohon mencantumkan nama, instansi (sekolah/tempat bekerja) dan kota tempat tinggal.

Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada rekan-rekan Korda dan Komsat. Dengan dukungan dan kerjasama antara tim redaksi serta pengurus PPI Korda dan Komsat, buletin PPIJ bisa kembali terbit menyapa seluruh anggota PPI Jepang dari ujung utara, Hokkaido, hingga ujung selatan, Okinawa. Sambil terus melakukan perbaikan dari segi design,isi, maupun keragaman berita, kami akan terus berusaha memberikan yang terbaik bagi para pembaca. Masih dengan semangat INTERAKSI (Integrity, Teamwork, Action, Solidarity),kami berharap buletin ini bisa menjadi media untuk saling merasakan keberadaan satu sama lain. Dengan begitu, rasa kepemilikan terhadap organisasi kita, PPI Jepang, yang bisa membawa pada

perbaikan PPI Jepang serta memberikan kontribusi nyata kepada negara kita, Indonesia tercinta. Kami pun sadar buletin ini belum sempurna. Untuk itu, kami akan selalu setia mengharapkan berbagai saran dan kritik dari para pembaca demi Buletin PPIJ yang lebih baik.

Hormat Kami, Tim Redaksi

Š Copyright PPI Jepang 2010 Š Copyright PPI Jepang 2009


3

Daftar Isi

DAFTAR ISI

Diolabs, Solusi Sms murah ke Indonesia ! Pergantian Ketua Korda & Komsat Hashimoto Cup Undangan bergabung di Inovasi PPIJ Tunjangan Anak dari Pemerintah Jepang SKJ : Anakku masuk SD Jepang, siap-siap [Wawancara Senpai] Danardono Dwi Antono SBI 2010 dalam Bingkai Pengalaman dan Masa Depan Kerjasama Indonesia-Jepang

MATSUYAMA SHI yang Mengesankan Uncover Japan Uncover Indonesia PPI Jepang Bid. Kebudayaan/ Bulan Budaya

Š Copyright PPI Jepang 2010


Diolabs

© Copyright PPI Jepang 2010

4

Back to Daftar Isi


Pergantian Kepengurusan

5

Pergantian Kepengurusan PPI di Beberapa Daerah Beberapa PPI Komsat dan Korda diantaranya :

telah berhasil melakukan

regenerasi kepengurusan,

PPI Osaka Nara Ketua Lama: Abdi Pratama Ketua Baru: M. Kemal Agusta PPI Kobe Ketua Lama: Nur Arfian Ketua Baru: M. Badrus Zaman PPI Hitotsubashi Ketua Lama: Irwanda Wisnu Wardhana Ketua Baru: Muhammad Ridhwan Galela PPI Todai Ketua Lama: Candraningratri Ekaputri Widodo Ketua Baru: Rustam Fahmy. Pada tanggal 9 Maret 2010, PPI Komsat baru juga terbentuk, yaitu PPI-GRIPS Ketua: Khoirunurrofik PPI Jepang mengucapkan selamat kepada para ketua terpilih. Semoga senantiasa semangat dan sabar dalam mengemban amanah baru ini. Kepada para Ketua sebelumnya, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas jasa dan pengabdiannya selama ini di PPI setempat. Semoga semua jerih payah bisa menjadi amal yang berlipat. Kepada PPI Komsat yang baru terbentuk, PPI-GRIPS, PPI Jepang mengucapkan selamat berkarya bersama seluruh warga PPI Jepang.

Š Copyright PPI Jepang 2010

Back to Daftar Isi


Hashimoto Cup

6 Kanto Hashimoto Cup 2010

Hari/tanggal : Selasa/ 4 Mei 2010 Waktu : 9.00 s.d. selesai (registrasi dan pengundian urutan dilaksanakan pukul 9.00) Tempat : Gedung Olahraga Syokugyodai, Hashimoto Acara ini diselenggarakan oleh PPI Nokaidai dan didukung oleh PPI Kanto. Diharapkan tiap komisariat yang berada di wilayah Kanto dapat mengirimkan tim bolanya. Pendaftaran tim dan makan siang* dapat dilakukan dengan mengirimkan email pendaftaran ke alamat email berikut paling lambat hari Kamis, tanggal 29 April 2010. ppi.nokaidai[ at]gmail. com *Panitia menyediakan makan siang seharga 500yen.

Back to Daftar Isi

Š Copyright PPI Jepang 2010


Undangan

7

Undangan bergabung Reviewer/Editor Majalah Inovasi PPIJ Kepada Yth: Rekan-rekan mahasiswa Di Tempat Dengan hormat, Pihak Editor Majalah Inovasi PPI Jepang bermaksud mengundang rekan-rekan semua untuk bergabung menjadi tim *reviewer*. Adapun reviewer yang kami butuhkan saat ini terutama rekanrekan yang mempunyai latar belakang pengetahuan ilmu pendidikan, hukum dan politik. Rekan-rekan yang memiliki pengetahuan dibidang lainpun tidak tertutup kemungkinan untuk bergabung di majalah inovasi PPI Jepang. Selain itu, kami juga mengundang rekan-rekan semua yang mempunyai keahlian dibidang layout naskah dan desain grafis untuk bergabung ke dalam tim editor majalah inovasi PPI Jepang 2010. Demikian undangan ini kami sampaikan, atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih. Salam, Editor Inovasi Bahrudin Email: bahrudin00@gmail.com

Š Copyright PPI Jepang 2010

Back to Daftar Isi


8

Tunjangan Anak Tunjangan Anak dari pemerintah Jepang

Pemerintah Jepang berencana untuk meluncurkan program tunjangan anak atau yang dalam bahasa jepang lebih dikeanal dengan nama, kodomo teate. Program ini menurut jadwal akan dijalankan pada bulan Juni 2010. Bagi anak yang dibawah 3 SMP, diberikan tunjangan uang sekitar 13.000 yen per bulan dari Juni 2010 sampai Maret 2011. Sedangkan dari April 2010 tunjangan akan mengalami kenaikan menjadi 26.000 yen perbulan. Informasi selengkapnya mengenai formulir dan tata cara mendapatkan tunjangan ini bias diperoleh di Kuyaku-sho terdekat. Banyak anak, banyak rejeki ^_^ Kontributor : Lubis

Back to Daftar Isi

Š Copyright PPI Jepang 2010


SKJ (Anakku)

9

SKJ : Anakku Masuk SD Jepang, Siap-siap ... (Bagian 2, Habis) Assalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Teman-teman yang berbahagia, pada tulisan saya yang berjudul : “Anakku Masuk SD Jepang, Siap-siap ... Bagian 1�, telah saya sampaikan beberapa hal yang biasanya dialami ketika kita memasuki awal tahun ajaran baru. Pada Bagian ke 2 ini, saya ingin menyampaikan beberapa persiapan yang perlu kita lakukan saat memasuki tahun ajaran baru. Informasi ini biasanya disampaikan oleh pihak sekolah ketika melakukan pertemuan untuk pertama kalinya dengan orang tua calon murid, seperti yang saya alami pada bulan Februari lalu, ketika mengikuti pertemuan dengan pihak sekolah di sebuah SD Negeri yang berada di Yokohama. Untuk daerah-daerah lain, informasi ini perlu disesuaikan dengan kondisi atau kebutuhan di kota-kota tempat teman-teman tinggal. Pada pertemuan itu, pertama kali biasanya akan dijelaskan sejarah Sekolah Dasar tersebut. Selanjutnya akan dijelaskan kondisi fisik dan staf pendukungnya, seperti: kelas-kelasnya, luas sekolahnya, jumlah guru dan lain-lain. Kemudian, acara dilanjutkan dengan penjelasan sebagai berikut : ============ ========= ========= ========= 1. Persiapan anak sebelum Upacara Masuk bulan April ============ ========= ========= ========= Sebelum upacara masuk diharapkan anak-anak kita sudah bisa melakukan hal hal berikut ini : 1. Bila namanya dipanggil bisa menjawab dengan kata-kata "haik" 2. Bila ada hal-hal yang ingin disampaikan kepada guru atau teman dapat mengatakannya secara langsung dengan bahasa Jepang, seperti : "Toire ni ikitai desu" : "Saya ingin ke toilet", "Onaka ga itai desu" : "Perut saya sakit" 3. Dapat bermain dan besosialisasi dengan baik 4. Bisa membuka dan memakai baju sendiri 5. Dapat mengidentifikasi barang-barang miliknya (setiap barang harus diberi nama dan kelasnya, pinsil atau krayon, satu persatu harus diberi nama dan kelasnya, seal untuk nama ini banyak dijual di toko-toko 100 yen) 6. Dapat menyelesaikan makan dalam waktu 20 sampai 30 menit. Oleh karena itu jika anak kita kurang sigap dalam hal makan, perlu dilatih agar dalam waktu 30 menit bisa menyelesaikan aktivitas makannya. 7. Bisa menuliskan namanya dengan huruf hiragana 8. Dapat berjalan dengan baik dari rumah sampai sekolah, memperhatikan lampu merah dengan baik, dan dapat menyeberang melalui zebra cross. ============ ========= ========= = 2. Barang-barang yang perlu dipersiapkan ============ ========= ========= = 1. Buku pelajaran akan dibagikan pada hari Upacara masuk 2.Barang-barang lain yang perlu dipersiapkan oleh para orang tua adalah sebagai berikut: a. Tas, tempat pinsil, penggaris, pinsil (2B sebanyak 4 buah), dan penghapus pinsil. Tempat pinsil dan penggaris diharapkan yang sederhana agar anak bisa menggunakannya dengan baik. b. Baju dan celana olah raga, topi berwarna merah dan putih, kantong tempat baju dan celana olah raga, sepatu putih untuk aktivitas di dalam ruangan, kantong untuk sepatu di dalam

Š Copyright PPI Jepang 2010

Back to Daftar Isi


10

SKJ (Anakku)

ruangan, gunting untuk prakarya, dan masker. c.Lilin untuk prakarya dan kotaknya (560 yen), krayon (480 yen), pinsil warna (720 yen), kotak untuk menyimpan barang-barang prakarya (520 yen) d. Topi yang dipakai saat gempa (2100 yen) beserta penutupnya juga (1000 yen). Topi ini biasanya ditaruh di belakang kursi anak kita dan bila ada latihan gempa topi ini akan digunakan. e. Baju atau celana renang, dan topi renang 3. Barang-barang yang akan dibagikan setelah Upacara masuk dan akan ditarik uangnya pada saat melakukan pembayaran uang sekolah bulan Mei. a. Renraku cho (buku pemberitahuan) : 100 yen b. Buku untuk bahasa Jepang dan matematika : 260 yen c. Buku untuk menyanyi : 380 yen d. Buku saku kesehatan : 52 yen e. File untuk latihan : 170 yen f. Plastik untuk renraku cho : 210 yen g. Lem : 80 yen h. Topi untuk makan siang : 250 yen i. Foto : 700 yen Hubungan orang tua dengan wali kelas bisa dilakukan melalui renraku-cho. Bila ada pertanyaan yang ingin disampaikan kepada wali kelas, orang tua dapat menuliskannya di renraku-cho ini dan nantinya wali kelas akan menjawab pertanyaan-pertanyaan kita melalui renraku-cho juga. Bila anak kita sakit dan izin tidak masuk sekolah, kita perlu menuliskannya di renraku-cho bahwa anak kita absen hari itu. Renraku-cho ini kemudian kita titipkan ke tetangga agar bisa disampaikan kepada wali kelas anak kita. Wali kelas akan menuliskan di renraku-cho tersebut jadwal pelajaran untuk hari berikutnya dan buku-buku apa saja yang perlu dibawa. Renraku-cho ini akan dititipkan kembali ke tetangga kita. Oleh karena itu pada awal masuk nanti, di formulir yang akan kita kumpulkan ke sekolah, kita perlu menuliskan 2 nama tetangga beserta kelasnya. Kita perlu meminta izin kepada tetangga kita tersebut apakah mereka bersedia menjadi teman anak kita untuk dimintai tolong jika anak kita tidak dapat masuk sekolah ============ ========= ====== 3. Upacara masuk (Nyuugaku shiki) ============ ========= ====== Pada saat Upacara masuk diharuskan membawa : 1. Surat pemberitahuan masuk SD 2. Surat pendaftaran ke kantor pos untuk pembayaran uang sekolah secara otomatis (Bagi rekanrekan yang belum mempunyai account di kantor pos diharapkan membuatnya untuk melakukan proses pembayaran uang sekolah setiap bulannya) 3. Peralatan tulis menulis 4. Formulir tentang keadaan lingkungan anak. Formulir ini berisi tentang anak kita, baik tentang sifatnya, kesukaannya dan lain-lain. Formulir ini juga berisi denah jalan yang akan dilalui anak kita dari rumah sampai sekolah. Selain itu juga berisi no telpon yang bisa dihubungi dalam keadaan darurat. 5. Formulir tentang kesehatan anak. Formulir ini berisi tentang keadaan kesehatan anak, seperti: alergi, vaksin yang pernah diberikan (DPT, BCG, Polio, dll), dan penyakit berat yang pernah diderita. Formulir ini akan digunakan terus mulai dari kelas 1 sampai kelas 6. Setiap tahun kita diminta memperbarui formulir tersebut untuk memantau kondisi kesehatan anak kita dalam satu tahun. 6. Membawa tas untuk peralatan-peralatan yang akan dibagikan oleh sekolah pada hari itu. Terkait dengan tas ini, sebenarnya kita boleh menggunakan tas apa saja. Akan tetapi pihak sekolah

Back to Daftar Isi

Š Copyright PPI Jepang 2010


SKJ (Anakku)

11

biasanya akan menjelaskan bahwa sebagian besar dan mungkin seluruh anak akan menggunakan tas ransel khusus untuk anak SD atau sering kita sebut Randoseru. Randoseru ini cukup beragam harganya mulai dari 21.000 sampai 59.000 yen. Tas ini terbuat dari kulit dan mempunyai garansi sampai 6 tahun. Untuk mendapatkan Randoseru dengan harga yang lebih murah, kita dapat mencarinya di auction atau toko second hand. Karena seluruh anak-anak SD akan menggunakan Randoseru, maka akan lebih baik jika kita mengusahakan agar anak-anak kita juga menggunakan Randoseru ini agar mereka tidak merasa rendah diri karena berbeda dengan teman-temannya yang lain. ============ ========= ========= ========= ==== 4. Hal-hal yang perlu diperhatikan setelah Upacara masuk ============ ========= ========= ========= ==== 1. Seluruh barang anak kita harus dituliskan dengan jelas nama dan kelasnya 2. Bila anak kita absen harap menuliskannya di Renraku-cho. 3. Jika tidak dalam kondisi darurat, tidak diperkenankan menelpon atau mengirim FAX ke sekolah. 4. Bila terlambat datang atau pulang lebih cepat dari jadwal yang ditetapkan, harap diantar atau dijemput oleh orang tuanya. ============ ========= ========= 5. Perjalanan dari Rumah ke Sekolah ============ ========= ========= Mohon ditetapkan Jalur yang akan dipakai oleh anak dari rumah sampai sekolah. Diharapkan Jalur dari rumah ke sekolah sama dengan dari sekolah ke rumah. Pulang sekolah tidak diperkenankan menggunakan jalur yang berbeda dengan jalur berangkat ke sekolah. Agar anak memahami jalur ini maka di akhir bulan Maret akan diadakan "Latihan pergi ke sekolah". Anak-anak yang akan masuk bulan April akan berkumpul di satu tempat kemudian mereka bersama-sama pergi ke sekolah. Setelah itu mereka akan mencoba jalur yang sama untuk pulang dari sekolah ke rumah. ============ ========= ===== 6. Pemeriksaan kesehatan anak. ============ ========= ===== Pada bulan April-Juni akan diadakan pemeriksaan kesehatan anak seperti, mata, telinga, air seni, jantung, dan lain-lain. Selain keenam hal di atas biasanya juga akan dijelaskan mengenai aktivitas makan siang di sekolah dan cara pembayaran uang sekolah setiap bulannya melalui rekening pos. Aturan-aturan ini dapat dilihat di buku arahan yang dikeluarkan oleh pihak sekolah. Demikian tulisan bagian ke-2 ini dibuat. Semoga bermanfaat bagi para orang tua calon murid SD sekalian. Wassalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh Yokohama, 22 Maret 2010 Endrianto Djajadi (1993 - sekarang)

Š Copyright PPI Jepang 2010

Back to Daftar Isi


12

Wawancara Senpai [Wawancara Senpai] Danardono Dwi Antono

Profil Nama Asal di Indonesia Alamat di Jepang Datang ke Jepang Program beasiswa Pendidikan

: Danardono Dwi Antono (Donny) : Lahir dan besar di Jakarta : Tokyo : Oktober 1995 : Mitsui Busan (S1), dilanjutkan Epson dan Tokyu : Bachelor (2001), Master (2003) & Doctor (2006) di Jurusan. Electronics Engineering University of Tokyo

Apa motivasi mas Donny datang ke Jepang? Sejak SD saya sudah ingin sekali bisa sekolah di luar negeri, di negara yang bersalju khususnya. Tentunya itu bukan mimpi yang mudah terlaksana. Beruntung, orang tua saya selalu memberi semangat agar saya tidak hanya rajin belajar namun juga mencari beasiswa untuk studi keluar negeri khususnya saat SMA. Jadi, motivasi terbesar saya adalah dorongan orang tua yang selalu memberikan semangat bagi anaknya untuk mencari beasiswa untuk sekolah ke luar negeri mengejar cita-citanya sendiri. Bagaimana dengan respon orang tua saat Mas Donny mendapat beasiswa? Saya menerima beasiswa Mitsui Bussan saat lulus SMA untuk studi sekolah bahasa dan kuliah bachelor degree. Orang tua luar biasa senang saat itu. Realistis saja, bapak saya sudah pensiun saat itu sehingga dengan saya gratis sekolah ke luar negri, tentu tidak butuh biaya kuliah. Di belakangan hari saat saya studi master dan doctor courses, saya pun selalu melibatkan orang tua saya dengan bercerita dan memohon doa mereka. Alhamdulillah saya mendapat beasiswa dari Epson saat Master tahun ke-2 dan Doctor tahun ke-1. Lalu beasiswa dari Tokyu saat tahun ke-2 dan ke-3. Mereka pun ikut bergembira bersama saya. Apakah ada perasaan berat saat harus meninggalkan keluarga? Karena orang tua sangat setuju dengan rencana studi saya keluar negeri sama sekali tidak ada rasa berat. Demikian pula dengan saya. Hanya sesekali perasaan berat muncul ketika suatu saat saya sedang pulang ke Indonesia, lalu ibu saya sedang sakit dan saya harus kembali ke Jepang. Di situlah saya dan Ibu merasa berat untuk berpisah. Namun Alhamdulillah baik saya dan orang tua saya dari awal sudah sama-sama tahu itulah resikonya. Apa kesan pertama saat datang di Jepang? Saya datang ke Jepang tahun 1995. Culture shock yang paling terasa adalah seperti orang yang tuna aksara karena tidak bisa membaca dan menulis huruf kanji. Yang saya ingat, saat itu papan nama stasiun misalnya tidak banyak yang tertulis dalam bahasa Inggris atau Hiragana. Sehingga tidak mudah untuk bepergian. Tapi begitu bisa memahami bahasa Jepang, ada kepuasan tersendiri. Saya mulai bisa bercakapcakap dengan orang Jepang dengan Nihongo tentunya, memahami siaran televisi, membaca buku-buku dan surat kabar, dan mulai bisa menikmati hidup di Jepang. Tidak terasa tahun 2010 ini saya akan tinggal selama 15 tahun. Apa kesan belajar di Jepang? Saya tidak pernah kuliah di Indonesia sehingga sulit untuk membandingkan. Khususnya untuk S1, bahasa jepang adalah hal yang wajib. Semua harus paham, jadi mau tidak mau harus menguasai bahasa Jepang dan itu tidak mudah. Di tingkat satu, untuk membaca satu halaman text book saja saya

Back to Daftar Isi

Š Copyright PPI Jepang 2010


Wawancara Senpai

13

butuh 30 menit, dan itu pun gak paham juga. Walau saya sudah belajar bahasa Jepang selama 1.5 tahun sebelum kuliah, tetap banyak gap saya rasakan dalam saat baru mulai kuliah. Namun sedikit demi sedikit persoalan ini bisa teratasi. Kesan lain adalah fasilitas untuk studi dan riset tersedia, dan itu sangat membantu. Berbeda dengan mahasiswa Monbukagasho, saya harus selalu memikirkan biaya untuk hidup dan studi. Alhamdulillah, selama saya kuliah Master dan Doctor kesempatan mencari beasiswa terbuka (walau tidak mudah karena saya pun gagal berkali-kali). Untuk saya pribadi, masih ditambah dengan pengalaman yang sangat menyenangkan mendapatkan keringanan uang sekolah 100% selama 8 semester dan 50% selama 2 semester saat saya studi master dan doctor di University of Tokyo, dan juga mendapat gaji sebagai research assistant. Saya bersyukur sekali studi saya selama Bachelor sampai Doctor bisa saya lalui dengan gratis. Bagaimana kiat-kiat dalam menghadapi kebuntuan dalam studi selama ini? Kesulitan utama tentu saja bahasa Jepang. Kondisi saat saya studi S1 khususnya dan sekarang tentu berbeda. Dulu, saya hanya bisa mencari informasi melalui perpustakaan saja. Karena text book bahasa Inggris pun sulit dicari. Sementara, sejak internet ada, saya pikir banyak ilmu-ilmu sebetulnya berserakan di internet. Sehingga bisa dimanfaatkan kalau kita tidak mengerti satu masalah karena kendala bahasa. Pengalaman saya pribadi, karena kemampuan yang terbatas, saya sering membuat skala prioritas. Untuk mata kuliah yang wajib lulus saya belajar lebih banyak. Sedang untuk mata kuliah pilihan kadang saya tidak ambil ujiannya. Ini banyak saya lakukan di tingkat 2 dan 3 saat S1. Kedua, saya juga melihat beberapa kasus dimana mahasiswa Indonesia di Jepang ada yang mengalami stres. Tampaknya masalahnya adalah saat di Indonesia dia selalu rangking atas, tetapi dengan adanya perubahan lingkungan mereka mendapatkan kesulitan-kesulitan studi. Beberapa kasus yang saya temui adalah beberapa mahasiswa Indonesia sampai gagal dalam studinya. Nasehat saya adalah untuk lebih banyak sharing masalah dengan teman atau senior. Dengan sharing, insya Allah selain beban lebih berkurang juga solusi bisa didapat. Juga, saya sharing kehidupan sehari-sehari saya ke keluarga dan banyak meminta doa dari orang tua saat akan ujian. Walau jauh, libatkan keluarga kita untuk kesuksesan studi kita. Apalagi sekarang biaya sambungan internasional sudah murah. Terakhir, kita perlu selau melihat kondisi sekitar kita yang ada di bawah. Saat kita merasa down, lihatlah kondisi teman lain. Sering dengan melihat kondisi teman lain yang lebih sulit, kita menjadi bersyukur bahwa cobaan yang kita terima tidak seberat mereka. Pada akhirnya kita menjadi semangat menyelesaikan masalah kita. Bagaimana pendapat Mas Donny tentang pertemanan dengan orang Jepang? Di kampus, saat S1, mahasiswa Jepang cenderung dekat dengan teman satu klubnya daripada dengan teman satu jurusannya. Saya baru mendapat teman dekat yaitu rekan-rekan di lab ketika master dan doktor. Beberapa teman Jepang saya ini bahkan berbaik hati datang ke pernikahan saya setelah saya lulus kuliah doctor. Saya juga punya teman-teman orang Jepang dari kegiatan di luar kampus. Dan dari mereka saya banyak belajar tentang Jepang dari sisi yang tidak saya tahu, dan saya menikmati itu semua. Bagaimana pandangan orang Jepang terhadap orang Asia? Orang Jepang itu cenderung detil dalam hal pekerjaan. Di sini lah letak kehebatan orang Jepang. Tapi, di sisi lain ini juga menjadi kekurangan orang Jepang. Mereka cenderung melihat orang Asia (tidak

Š Copyright PPI Jepang 2010

Back to Daftar Isi


14

Wawancara Senpai

hanya Indonesia) lebih iikagen (sembarangan). Apa kiat-kiat dalam berteman dengan orang Jepang? Tingkatkan kemampuan bahasa Jepang dan aktif di kegiatan yang melibatkan orang Jepang juga. Juga, aktif memulai pembicaraan. Apa kesan bekerja di Jepang? Di sisi negatifnya, melelahkan karena waktu kerja yang panjang. Juga saya melihat jarang temanteman saya di kantor yang mengambil cuti selama 2 pekan lamanya seperti yang saya lakukan. Di sisi positifnya, kita jadi terbiasa bekerja lebih sistematis dan akurat. Bagaimana dengan rencana ke depan? Karena baik saya maupun isteri sama-sama baru memulai karir, dalam waktu dekat mungkin kami masih akan tinggal di Jepang. Mungkin suatu saat, kalau ada kesempatan baik untuk pindah karir ke tanah air, kami akan kembali. Kebetulan baik saya, isteri dan orang tua kami di Indonesia mendukung keputusan kami ini untuk masih tinggal di Jepang untuk sementara waktu. Bagaimana peran besar istri di kesuksesan Mas Donny? Terus terang saya belum merasa sukses. Walau saya merasa selalu bersyukur dengan kondisi saya sekarang ini. Saya menikah setelah lulus S3. Jadi, saya masih sendiri selama kuliah. Istri saya juga bekerja dan kami sama-sama memahami kondisi ketika sedang sibuk di kantor. Saling pengertian terhadap kondisi masing-masing inilah yang sangat membantu saya. Ketika saya sedang sangat sibuk, istrilah yang mengurus rumah. Lalu ketika istri yang sedang sangat sibuk di kantor, saya yang masak dan mengurus rumah. Saling pengertian inilah yang saya pikir membantu kami terutama saat kita sedang stress karena kerjaan di kantor misalnya. Selain itu, istri bagi saya adalah partner diskusi dan brainstorming berbagai masalah. Tidak hanya masalah rumah tangga, tapi juga masalah kantor. Kebetulan istri saya studi di Jepang juga, dan berkarir di bidang yang tak berbeda jauh, sehinga tak jarang kami brainstorming tentang masalah teknikal juga. Boleh minta nasihat untuk junior yang baru datang? Pertama, belajarlah Bahasa Jepang dari berbagai sumber. Tidak hanya dari buku pelajaran di sekolah. Untuk berlatih listening, nikmati siaran radio (mendengar radio lebih baik dari melihat tv karena tanpa dibantu visualisasi). Juga aktif mempraktekan berbicara bahasa Jepang. Juga nikmati belajar bahasa saat jalan-jalan, nonton tv, membaca mangga, dll.. Selain itu dengan bergaul dengan banyak orang Indonesia lainnya di Jepang, info-info berguna bisa kita diperoleh.Juga untuk penghilang stress karena harus berbicara terus bahasa asing. Bergabung dengan mailing-list PPI atau grup-grup lain bisa juga jadi pilihan, karena tentunya sulit untuk selalu bertemu darat. Terakhir, aktiflah bertanya dan mencari berbagai informasi untuk diri sendiri. Dan berusaha berkontribusi memberi manfaat untuk society Indonesia di Jepang.

Back to Daftar Isi

Š Copyright PPI Jepang 2010


15

SBI 2010 SBI 2010 DALAM BINGKAI

PPI Aidai berfoto bersama Konsul Protokol dan Konsuler KJRI Osaka Bp. Mozes Tandung Lelating beserta Ibu, Direktur Kerjasama Asia-Afrika Universitas Ehime, Wasekum PPI Jepang Pusat, Ketua Tim Revitalisasi Korda Chushi, Ketua/Wakil Ketua Komsat Hiroshima, Ehime, Kochi, Tokushima, serta sebagian anggota Country Mix, WNI, dan mahasiswa ICO Universitas Ehime. Hajatan besar Sehari Bersama Indonesia (SBI) 2010 baru saja usai. Sabtu/27 Maret 2010, 13.1016.30, taman museum Universitas Ehime menjadi saksi kala itu. Saat senja tiba pihak penyelenggara, PPI Aidai, beserta semua barisan pendukung telah selesai menunaikan tugas di medan laga. Kembali ke barak-barak peristirahatan dengan sejuta suka dan duka. Kenangan yang tak terlupakan tentunya. Begitu banyaknya lini dan formasi yang harus dievaluasi menyebabkan jajaran tilik sandi hingga kini belum berhasil menyajikan SBI 2010 dalam uraian. Sementara perkenankanlah SBI 2010 dalam bingkai unjuk gigi duluan. Selamat menikmati !

Pelayanan KJRI Osaka, nampak warga

Back to Daftar Isi

Pengarahan KJRI Osaka kepada

Š Copyright PPI Jepang 2010


SBI 2010

16

Akhirnya lagu kebangsaan “Indonesia Raya” pun berkumandang di Universitas Ehime. Tiada medali, namun haru dan bangga akan Indonesia bercampur aduk di dada. Tampak di samping kanan: Rektor Ehime, Konsul Protokol dan Konsuler KJRI Osaka, Wasekum PPI Jepang Pusat.

Pengunjung SBI 2010 di taman terbuka

Membasuh kaki dalam upacara

Tari Saman ”thousand hand” Aceh, Tari Bali “Gabor” oleh 4 penari Jepang, Tari Paduppa dan Toraja, Sulawesi Selatan

© Copyright PPI Jepang 2010

Back to Daftar Isi


17

SBI 2010

Tim angklung kolaborasi siswa SD Yuzuki, SMA Ehime, PPI Aidai, karyawan Universitas Ehime dan mahasiswa ICO dibawah asuhan Ibu Karina dan Ibu Meisa: 6 kali (Âą15 jam) berlatih .

Kali pertama belajar angklung, 27-2-2010

Gladi bersih fashion show, 20-3-2010

300 booklet, CD serta leaflet telah tersebar dengan 6 sponsor utama dan media massa Jepang

Back to Daftar Isi

Š Copyright PPI Jepang 2010


Pengalaman dan Masa Depan

18

Pengalaman dan Masa Depan Kerjasama Indonesia - Jepang dalam Mengembangkan Sumber Daya Manusia 52 tahun telah berlalu sejak hubungan diplomatik Indonesia dan Jepang dimulai. Banyak kerjasama yang dilakukan kedua negara, salah satunya dalam bidang pengembangan sumber daya manusia. Mengingat perlunya evaluasi masa lalu dan perencanaan pengembangan hubungan dalam bidang ini di masa mendatang, pada tanggal 10 Maret 2010 Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang (PPIJ) mengadakan kegiatan Seminar Sehari bertajuk "Indonesia-Japan Cooperation to Create Innovative Human Resource for Sustainable Development", dengan tiga pembicara utama yang mewakili Indonesia, Jepang dan praktisi Indonesia di Jepang. Seminar dibuka oleh ketua PPIJ Farid Triawan. Dalam sambutannya, Farid mengungkapkan tekad PPIJ untuk terus melakukan berbagai upaya diplomasi warganegara (citizenship diplomacy) sebagai alternatif diplomasi konvensional untuk mempererat hubungan Indonesia dan Jepang. Pemaparan kemudian dilanjutkan oleh Profesor Satryo Soemantri, mantan Dirjen Pendidikan Tinggi sekaligus visiting professor di Toyohashi University of Technology mengenai kerjasama yang telah dan dapat dilakukan kedua negara, tidak hanya bidang ilmu pengetahuan dan teknologi namun juga bidang seni dan kemanusiaan, mengingat pengalaman Jepang yang berhasil membangun negaranya dengan tradisi kerja keras dan norma-norma yang mereka miliki. Ketika ditanya apakah hubungan Indonesia-Jepang dalam bidang pendidikan tinggi sudah setara, profesor Satryo mengungkapkan, “Dalam bidang pendidikan tinggi, kita masih harus belajar banyak dari Jepang, terutama masalah soft skill seperti attitude dan kepatuhan pada aturan. Hal ini tidak dapat diajarkan di kuliah, namun harus dicontohkan pengajar kepada mahasiswa seperti yang terjadi di Jepang�. Paparan berikutnya disampaikan oleh Profesor Masaaki Okuma, direktur Pusat Mahasiswa Internasional di Tokyo Institute of Technology. Dalam presentasi unik dengan latar belakang musik klasik dan permainan lampu sorot, Profesor Okuma juga menyatakan apresiasi mendalam atas kinerja mahasiswa Indonesia di Jepang, juga mengindikasikan rencana untuk mengirim mahasiswa Jepang belajar ke Indonesia. Pembicara ketiga adalah Dodik Kurniawan sebagai praktisi yang telah sepuluh tahun hidup di Jepang, sekaligus aktivis LSM WGTT (Working Group for Technological Transfer). Menurutnya, dari sudut pandang transfer teknologi, Indonesia tidak dapat melakukan transfer teknologi jika selalu membeli produk jadi dari luar negeri, dan perlunya sinergi antara pemerintah dan sivitas akademika. Di akhir diskusi, moderator sekaligus ketua Komite Kajian Strategis PPIJ Irwanda Wisnu Wardhana menutup dan menyampaikan kesimpulan. Tak lupa Wisnu menambahkan informasi mengenai istilah BRIC yang populer beberapa tahun terakhir yang terdiri dari inisial negara Brasil, Rusia, India dan China. Kini, para ekonom sudah memperluas BRIC menjadi BRIICS ssebagaimana liputan yang dirilis Nikkei pada bulan Februari 2010. BRIICS memasukkan dua negara baru yaitu Indonesia dan Afrika Selatan (South Africa). Diharapkan bahwa kemajuan Indonesia akan membuat hubungan kerja sama IndonesiaJepang di masa depan dapat terjalin dalam posisi sejajar. Sumber: Press Release One Day Seminar, Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang (PPI Jepang), 2010

Š Copyright PPI Jepang 2010

Back to Daftar Isi


19

Matsuyama M A T S U Y A M A - S H I yang Mengesankan Oleh: Wilma J.C. Moca PPI Ehime University (PPI Aidai)

Berada di Jepang merupakan pengalaman pertama saya di luar negeri. Sungguh suatu anugerah yang tidak ternilai. Bersama 22 mahasiswa penerima beasiswa JASSO (Japan Student Service Organization) lainnya, kami menjadi pelajar asing (ryuugakusei) di Ehime daigaku, meski hanya untuk jangka pendek. Matsuyama-shi, Ehime Ken, merupakan kota dimana kami menghabiskan sebagian besar waktu selama dua bulan. Dalam jeda waktu ini, kota Matsuyama memberikan kesan tersendiri. Saya pun merasa ingin mengetahui juga bagaimana pendapat para mahasiswa asing lainnya. Singkat cerita setelah bertanya ke beberapa mahasiswa asing, jawabannya ternyata serupa dengan apa yang saya rasakan. Bagi para ryuugakusei kehidupan di kota Matsuyama sangat menyenangkan. Kota Matsuyama bisa dikategorikan sebagai kota modern dengan fasilitas umum yang memadai, dan jumlah penduduk yang tidak terlalu padat (520 ribu Jiwa). Kemana-mana kami dapat meggunakan sepeda. Selain itu, biaya hidup tidak setinggi di kota-kota besar lainnya di Jepang. Berikut adalah pendapat beberapa mahasiswa asing mengenai kota matsuyama : Win Thiri Kyaw (Myanmar) : Matsuyama adalah kota yang bagus, biaya hidup murah dan penduduknya ramah. Arthur Lelono (Indonesia) : Matsuyama adalah tempat yang bagus untuk ditempati. Cukup modern, tetapi tidak terlalu besar seperti Tokyo, Osaka, dll. Biaya hidup cukup murah dibandingkan kota2 besar lainnya, tetapi pengetahuan yg diperoleh hampir sama. Ponyadira (Malawi, South Afrika) : Matsuyama adalah kota yang baik untuk tempat tinggal dan tempat belajar. Fasilitas yang ada bagus dan lengkap. Dede Heri YY (Indonesia) : Kehidupan kampus keras. Tetapi kehidupan sehari-hari menyenangkan, karena kemana-mana bisa naik sepeda.

Back to Daftar Isi

Š Copyright PPI Jepang 2010


Matsuyama

20

Bagi kami mahasiswa short term course penerima beasiswa JASSO, saya melihat dalam waktu 2 bulan pun, teman-teman sudah jatuh cinta pada kota ini. Kami meninggalkan kota Matsuyama pada 2 April 2010, dan status-status Facebook pun berubah sedih, memperlihatan betapa teman-teman dan juga saya menyukai kota ini dan akan sangat merindukan menjadi bagian darinya. Semoga suatu saat kami dapat kembali menikmati menjadi bagian dari kota ini.

Shiroyama park..taman di tengah kota 1

Salah satu sudut jalan di dekat taman

naik mobil hingga naik sepeda, ok yoo (penulis sehabis berbelanja)

Š Copyright PPI Jepang 2010

Back to Daftar Isi


21

Uncover Japan UNCOVER JAPAN, UNCOVER INDONESIA, UNCOVER ME ...

Catatan redaksi: Berikut ini adalah terjemahan bebas tulisan rekan kita Radhiyah RH dari PPI-Aidai (Ehime University) yang aslinya berbahasa Inggris. Mendapatkan beasiswa JASSO adalah kesempatan emas bagiku. Melalui program ini, budaya dan tradisi Jepang menjadi sedikit tersibak, dan dalam banyak hal, budaya dan tradisi Jepang berbeda bila dibandingkan bangsa kita. Tetapi menemukan perbedaan itu membuatku menemukan negaraku sendiri, terutama dalam diri sendiri. Hal-hal yang berbeda itu membuatku bertanya-tanya “Seberapa Banyak Yang Kutahu Tentang INDONESIA?”. Begitu banyak kegiatan selama ini yang membangkitkan nasionalismeku. Aku belajar bagaimana memperkenalkan negaraku, tipikal manusianya, keanekaragamannya, dan keramahannya. Aku juga belajar, terutama di SBI 2010 (Sehari Bersama Indonesia 2010) bagaimana menarikan tarian tradisional, memainkan alat musik Angklung, dan belajar bagaimana “melihat” Indonesia dari sudut pandang orang asing.

Foto saat tari Paduppa dari Sulawesi Selatan (aku berkostum hijau) dan konser Angklung dari Jawa Barat: ini pertama kali aku melakukan tarian dan alat musik tersebut, dan BUKAN di Indonesia. Pertama kali dalam hidupku, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya memberikan kebanggaan serta membangkitkan emosi, dan beberapa kali titik air mata pun berjatuhan... Sebagai duta bangsa, aku ingin mengajak kita semua menyibak Indonesia lebih jauh di dalam diri kita... dan kita akan menemukan kebanggaan itu, seperti juga yang kutemukan. "Indonesia Raya ... Merdeka! Merdeka! Hiduplah Indonesia Raya...” Matsuyama, April 1st 2010 RADHIYAH RH PPI Aidai (Ehime University) *Foto-foto diambil dari: http://yanti27.files.wordpress.com

Back to Daftar Isi

© Copyright PPI Jepang 2010


PPI Jepang Bid. Kebudayaan

Š Copyright PPI Jepang 2010

22

Back to Daftar Isi


23

PPI Jepang Bid. Kebudayaan

Back to Daftar Isi

Š Copyright PPI Jepang 2010


24

Kritik dan Saran

Kritik dan Saran Saran, Kritik, dan Isi Berita Kami sebagai Tim Redaksi Buletin PPI-Jepang sangat mengharapkan saran ataupun kritik dari para pembaca untuk memperbaiki kualitas buletin ini. Silahkan kirimkan langsung melalui email ke pengurus@ppijepang.org. Selain itu, kami juga menerima berbagai berita tentang kegiatan anggota PPI-Jepang di mana pun berada. Kami berharap dengan saling menginformasikan kegiatan masing-masing, bisa menjadi bahan masukan untuk rekan-rekan yang lainnya. Selain itu, media ini juga bermanfaat untuk mempererat tali silaturahmi di antara anggota PPI-Jepang dari ujung utara, Hokkaido, sampai ujung selatan, Okinawa. Demi PPI-Jepang yang lebih baik!

Back to Daftar Isi

Š Copyright PPI Jepang 2010


Presented by

Š Copyright PPI Jepang 2010


Buletin Interaksi PPI Jepang - April 2010